WebGaul Forum : : A ZEIN Company  

Go Back   WebGaul Forum : : A ZEIN Company > :: FORUM DISKUSI WEBGAUL > Agama dan Iman > Katolik
WebGaul Forum Gallery Register Blogs FAQ Calendar Mark Forums Read
Notices






Reply
 
Thread Tools
Old November 30, 2009, 13:42   #1
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,284
WebPoint: 0
GaulPoint: 26.572
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
Aku Seperti Si Sulung-kah?

Seorang teman menyampaikan uneg-uneg, atau istilah lainnya : nguda rasa.
apa isinya?

Itu lho, ada orang katolik yang nggak puas dengan Gereja Katolik, lalu mau pindah Gereja non katolik. Lha kenapa?


Katanya, ia tidak mendapat apa-apa kalau pergi ke Gereja Katolik. Maksudnya, kalau ia ikut perayaan Ekaristi minggu, pulang dari gereja, merasa tidak mendapat apa-apa. Begitu.

Dulu juga ada Romo yang bertanya kepada umat di parokinya: Nek melu miss, sak wise miss, bapak lan ibu entuk opo? (kalau ikut misa, setelah misa bapak dan ibu dapat apa?)


Ada juga umat katolik yang lain, juga bilang: wah, ke gereja nggak dapat apa-apa. Koornya false, kotbahnya nggak menyentuh, malah bikin ngantuk. dst.

MEMANG KALAU PERAYAAN EKARISTI TIDAK DIFAHAMI DENGAN BAIK DAN TIDAK BISA MENGHAYATINYA, memang yang terjadi pengalaman seperti itu.

Meski demikian, teman yang ngudo roso (curhat) itu, meneruskan dengan refleksinya sendiri tentang ayat-ayat Kitab Suci di bawah ini:


Injil Lukas (15:11-32)


15:11 Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
15:12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
15:13 Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
15:14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan ia pun mulai melarat.
15:15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
15:16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorang pun yang memberikannya kepadanya.
15:17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
15:18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
15:19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
15:20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
15:21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
15:22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
15:23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
15:24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.
15:25 Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.
15:26 Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.
15:27 Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.
15:28 Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.
15:29 Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
15:30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.
15:31 Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
15:32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."

Kemudian ia melanjutkan, kalau kita baca dan simak, si sulung itu kan seperti orang katolik yang nggak puas. Si bungsu yang sudah protes kepada bapanya, dan pergi meninggalkan bapanya. Sementara si sulung tetap berada bersama bapanya dalam lingkungan bapanya. Ini ibarat dalam Kerajaan Allah, si sulung yang sudah tinggal dalam Kerajaan Allah, lho koq malah marah kepada bapanya, gara-gara si bungsu yang bertobat itu dipestakan oleh bapanya.

Ini kan seperti sikap orang katolik YANG NGGAK NGERTI, bahwa dalam Perayaan Ekaristi itu sebenarnya perjamuan sorgawi di hadirkan di bumi ini dan kita boleh mengalaminya. Lho, koq malah nggak dapat apa-apa, dan mau cari yang bukan perjamuan sorgawi, lalu cari yang model sorak-sorai, gegap gempita. Yo, oleh wae, ning eling sing pokok iku lho. (Ya, boleh saja, tapi ingat yang pokok itu lho)


Podo wae, karo sing ora puas dalam Gereja Katolik, icip-icip opo wae. (Sama saja, kalau tidak puas dalam Gereja Katolik, coba-coba apa saja) Sampai nyerempet atau kepleset-pleset.

Kita sungguh perlu menginsyafi bahwa kita selalu bersama dan dalam Gereja Yesus Kristus yang adalah warisan para rasul. Dan dalam bimbingan Roh Kudus yang terus hidup dalam TRADISI (huruf besar). Seperti yang sudah dialami anak sulung. E, malah bingung sendiri.

Makanya, saya bilang: ayo mendalami iman katolik secara benar dan lengkap, nanti kan beda. Malah entuk opo-opo. (dapat apa-apa) Kelimpahan luar biasa.

Jawab teman saya yang ngudo roso (curhat) itu, dan sekarang sudah mantap meski ditinggal temannya yang makan rumput di kebum sebelah: Memang rumput di halaman sebelah tampat sepertinya lebih segar dari di halaman sendiri.

Wah. jangan ngeres tho. Biasanya ungkapan itu kan untuk mereka yang selingkuh.....

Teman saya itu: ??? Nggak sengaja, katanya. Terlalu dipenuhi kosa kata duniawi.


Br Yoanes, FC
dari Milis Komunikasi_KAS

glenX is offline   Reply With Quote
Recommendation Sponsored Ads
Old November 30, 2009, 14:57   #2
Glass
Let's Sing!
 
Glass's Avatar
 
Join Date: Aug 2009
Posts: 3,738
WebPoint: 0
GaulPoint: 9858
Blog Entries: 6
Glass Veteran WG
Tapi ini yang sering terjadi di gereja katolik, lho.
Umat sering merasa tidak terberkati. Kita ngomong panjang pendek begini begitu ga gampang diterima.
Awal-awal setelah dibaptis aku jg gitu. Aku masuk ke katolik bukan karena enak waktu ikutan misa tapi karena guru agamaku pandai sekali membawakan firman setiap kali aku ikut kelasnya. Akhirnya di awal-awal dulu sering banget bolong2 misa mingguannya.

Berjalannya waktu baru ngerasa perayaan ekaristi itu penting sekali setelah ngalemin sendiri bagaimana rasanya begitu terberkati waktu nerima komuni dan perasaan terharu berat dlm perayaan ekaristi waktu Kamis Putih 3 tahun berturut-turut baru ngeh bener dg perayaan ekaristi.

Sekarang ga peduli mo koornya fales, romonya ngomong ga jelas, pembacaan, mazmur dll ga bagus. Aku tetap hadir tiap minggunya untuk misa. Bkn krn otak kita dipenuhi oleh harusnya begini begitu tp bnr kita mendapatkan sesuatu untuk tumbuhnya iman, harapan dan kasih kepada Tuhan serta sesama.
__________________
crede ut intelligas, intellige ut credas (St. Antonius dari Hippo)
Glass is offline   Reply With Quote
Old November 30, 2009, 23:21   #3
SNU
The time has come \()"•)/
 
SNU's Avatar
 
Join Date: Jun 2009
Location: di belakang Nya \\()"•)//
Posts: 10,708
WebPoint: 0
GaulPoint: 15781
Blog Entries: 1
SNU SesepuhSNU Sesepuh
bener tu glass. dulu snu gmn yak, lupa nih, bolong2 ga ya? yg jelas pas masuk kelas 3 sma ampe kul skrg udah ga bolong2, tambah sering malah
dulu kl ke grj ga gt menghayati bgt, yg penting seneng dpt komuni . skrg beda bgt, tiap lagu dihayati, tiap doa diresapi, seru deh, kadang bikin terharu



__________________
SNU is offline   Reply With Quote
Old December 02, 2009, 09:06   #4
QnetiC
Registered User
 
Join Date: Jun 2003
Posts: 325
WebPoint: 0
GaulPoint: 346
QnetiC belum terkenal
Kalau pingin model sorak sorai kan ada karismatik?
__________________
LiStEn tO mY sToRy ThIs MaYbE oUr LaSt ChAnCe
QnetiC is offline   Reply With Quote
Old December 02, 2009, 09:10   #5
Glass
Let's Sing!
 
Glass's Avatar
 
Join Date: Aug 2009
Posts: 3,738
WebPoint: 0
GaulPoint: 9858
Blog Entries: 6
Glass Veteran WG
Quote:
Originally Posted by QnetiC View Post
Kalau pingin model sorak sorai kan ada karismatik?
Aku rasa, masalahnya bkn cuma terletak pada "heboh" nya spt sorak sorai dll.
__________________
crede ut intelligas, intellige ut credas (St. Antonius dari Hippo)
Glass is offline   Reply With Quote
Old December 02, 2009, 09:27   #6
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,284
WebPoint: 0
GaulPoint: 26572
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
Aku nggak pernah bolong2 ikut misa karena : orang tua. Kalau nggak ikut misa mingguan awas ancaman keluar. Sejak kapan ya.. Lupa.. Pokoknya hari Sabtu atau Minggu harus ke gereja.. Kadang2 kesel juga dengan koor yg jelek tapi niatnya mendengarkan sabda-Nya dan menyambut Komuni. Jadi yg jelek2 ya udah dimaklumi. Mereka udah mau tugas, aku udah banyak terima kasih. Sempat ada sih organis darurat ga pernah melayani di gereja. Suasananya jadi campur aduk. Tapi itu tidak mengurangi keinginan ke Gereja. Ke Gereja bukan kewajiban tapi manusia butuh. Butuh Sabda dan Roti Kehidupan. Jadi mengikuti Misa di Gereja tidak bisa digantikan dengan relai misa di TV dan Radio. Tetapi relai misa di TV dan Radio bisa menambah kekuatan santapan rohani. Kalaupun hari minggu ada misa perkawinan, aku tetap ikut misa minggu/hari raya. Karena beda bacaan liturginya
glenX is offline   Reply With Quote
Old December 02, 2009, 09:34   #7
Glass
Let's Sing!
 
Glass's Avatar
 
Join Date: Aug 2009
Posts: 3,738
WebPoint: 0
GaulPoint: 9858
Blog Entries: 6
Glass Veteran WG
Iya, d, Glenx.
Semoga semua umat di gereja (katolik) menghayati hal2 tsb sblm memutuskan pindah/ga pergi ke gereja.
__________________
crede ut intelligas, intellige ut credas (St. Antonius dari Hippo)
Glass is offline   Reply With Quote
Old December 02, 2009, 10:08   #8
st_caecilia
Happy Easter
 
st_caecilia's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Posts: 3,537
WebPoint: 0
GaulPoint: 4680
Blog Entries: 6
st_caecilia mulai terkenal
Dari post glenX saya mengatakan: keterlibatan orang tua itu penting dalam mendidik iman anak secara Katolik. Di sekolahkan di sekolah Katolik. Ini dapat membantu anak-anak mengerti apa itu ekaristi, komuni, transsubstansi, krisma. Dulu waktu pelajaran komuni saya sendiri tidak mengerti roti berubah menjadi Tubuh Kristus tapi lama-kelamaan mengerti.
__________________

st_caecilia is offline   Reply With Quote
Old December 02, 2009, 11:02   #9
SNU
The time has come \()"•)/
 
SNU's Avatar
 
Join Date: Jun 2009
Location: di belakang Nya \\()"•)//
Posts: 10,708
WebPoint: 0
GaulPoint: 15781
Blog Entries: 1
SNU SesepuhSNU Sesepuh
^
tp terkadang anak2 jg yg harus mengingatkan org tuanya

Quote:
Originally Posted by QnetiC View Post
Kalau pingin model sorak sorai kan ada karismatik?
ho oh pd ga tau kali ya?

Quote:
Originally Posted by Glass View Post
Aku rasa, masalahnya bkn cuma terletak pada "heboh" nya spt sorak sorai dll.
kurang ada yg membimbing sepertinya.
__________________
SNU is offline   Reply With Quote
Old December 02, 2009, 11:09   #10
st_caecilia
Happy Easter
 
st_caecilia's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Posts: 3,537
WebPoint: 0
GaulPoint: 4680
Blog Entries: 6
st_caecilia mulai terkenal
Saya jadi ingat kasus Naysila mirdad yang imannya mulai goyah karena jodoh beda keyakinan. Sementara orang tua juga beda keyakinan.
__________________

st_caecilia is offline   Reply With Quote
Old December 02, 2009, 11:13   #11
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,284
WebPoint: 0
GaulPoint: 26572
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
jiahhh kok sampai keluarga mirdad dibawa kesini.. tapi ada nyambung2nya juga sih
glenX is offline   Reply With Quote
Old December 02, 2009, 11:21   #12
SNU
The time has come \()"•)/
 
SNU's Avatar
 
Join Date: Jun 2009
Location: di belakang Nya \\()"•)//
Posts: 10,708
WebPoint: 0
GaulPoint: 15781
Blog Entries: 1
SNU SesepuhSNU Sesepuh
ya emang dasarnya dr keluarga udah gado2 gt kali ya
coba glen nya masih jomblo, ga sama chelsea, nay ambil dy aja. jadi gosip. ampunnnn... close close close.
__________________
SNU is offline   Reply With Quote
Reply

Bookmarks

Tags
gereja katolik, si sulung, uneg-uneg

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT. The time now is 04:21.

SIDEBAR
Remove This Bar
Register / Login to remove this bar and All Ads.
Image




Powered by vBulletin® Version 3.8.2
Copyright ©2000 - 2010, Jelsoft Enterprises Ltd.
Copyright ©2007, WebGaul. All Rights Reserved. A ZEIN Company. Designed, Developed, Maintained, Optimized, Operated by ZEIN.