| Dokter WG - Diskusi Kesehatan Punya dan mau membahas masalah kesehatan? konsultasikan keluhan keluhan anda disini, dokter2 kambuhan WG berusaha keras membantu anda |
April 17, 2009, 07:25
|
#1
|
|
777
Join Date: Jul 2003
Posts: 9,917
WebPoint: 0 GaulPoint: 353
|
Obat flu yang berbahaya (?)
cruiser dan bastian, gue ditag di note FB berikut:
Quote:
Teman-teman terkasih....
Phenylpropanolamine obat influenza (decongestant) 1 maret 2009 di tarik oleh badan pengawasan obat & pangan Amerika (FDA) karena terbukti sebabkan PENDARAHAN di otak. Obat-obat Indonesia yang mengandung phenylpropanolamine antara lain:
1. decolgen
2. decolsin
3. sinutab
4. allerin
5. bodrexin
6. contac 500
7. cosyr
8. flucyl
9. fludane
10. flugesic
11. inza
12. komix
13. mixaflu
14. mixagrip
15. nalgextan
16. neozep forte
17. nodrof
18. paratusin
19. procold
20. rhinotussal
21. asanaflu
22. siladex
23. stopcold
24. triaminicdrops
25. tusalgin
Tolong disebarkan ke keluarga atau teman-teman kita…
Terima kasih..
|
beneran apa hoax? soalnya hari ini aye flu dan sempat minum decolgen
|
|
|
|
Recommendation
|
Sponsored Ads
|
|
|
|
April 17, 2009, 07:27
|
#2
|
|
Canto Della Terra
Join Date: Jan 2008
Location: lantai 8
Posts: 8,167
WebPoint: 0 GaulPoint: 5450
|
kayanya hoax tuh...
gw tiap hari minum obat2 gituan sehat2 aja tuh.. hwhwhw...
ga tau deng
__________________
gw pindah ke forum tetangga
|
|
|
April 17, 2009, 07:32
|
#3
|
|
777
Join Date: Jul 2003
Posts: 9,917
WebPoint: 0 GaulPoint: 353
|
tadi sempat browse di situs FDA dapet ini:
Quote:
The Food and Drug Administration (FDA) is taking steps to remove phenylpropanolamine (PPA) from all drug products and has requested that all drug companies discontinue marketing products containing PPA. In addition, FDA has issued a public health advisory concerning
phenylpropanolamine. This drug is an ingredient that was used in many over-the-counter (OTC) and prescription cough and cold medications as a decongestant and in OTC weight loss products.
In response to the request made by FDA in November 2000, many companies have voluntarily reformulated and are continuing to reformulate their products to exclude PPA while FDA proceeds with the regulatory process necessary to remove PPA from the market.
We have received numerous requests for a list of products containing PPA. Since companies continue to reformulate their products, FDA is not maintaining a comprehensive, updated list of products that still contain PPA. FDA is aware of emails circulating widely that list many products allegedly containing PPA. These emails, however, generally contain dated and inaccurate information and should be ignored.
|
http://www.fda.gov/cder/drug/infopage/ppa/default.htm
|
|
|
April 17, 2009, 07:33
|
#4
|
|
777
Join Date: Jul 2003
Posts: 9,917
WebPoint: 0 GaulPoint: 353
|
Quote:
Originally Posted by zazaz
kayanya hoax tuh...
gw tiap hari minum obat2 gituan sehat2 aja tuh.. hwhwhw...
ga tau deng 
|
tiap hari kang?  wew
|
|
|
April 17, 2009, 08:57
|
#5
|
|
Green Pearl
Join Date: Feb 2004
Posts: 3,678
WebPoint: 0 GaulPoint: 8605
|
^
^
^
buat yg weigh loss product itu yg gw denger seh... di US
kalo di indo sendiri selama itu masih dalam proporsional tertentu (takaran)... masih di perbolehkan
__________________
Out beyond ideas of wrongdoing and rightdoing,
there is a field. I'll meet you there. - Mewlana Jalaluddin Rumi
|
|
|
April 17, 2009, 09:28
|
#6
|
|
[C]uriouS.|M|oD
Join Date: Mar 2007
Location: Syuting Hot Shot
Posts: 21,520
WebPoint: 0 GaulPoint: 8870
|
Wah obat2 yg sering gw jumpai di lingkungan gw tu, bener2 berbahaya ya?
Klo iya, apa solusi obat flu yg lain? Apa harus ke dokter dulu untuk minta obat flu yg lain?
__________________
Buah duku buah rambutan, cuci piring bawah jembatan, entah jodohku entah bukan, yang penting persahabatan
|
|
|
April 17, 2009, 11:53
|
#7
|
|
~Diamond Crevasse~
Join Date: Oct 2006
Location: between life and death
Posts: 9,328
WebPoint: 0 GaulPoint: 13244
|
jgn2 mo promosi panadol 
ga ada panadol
masa semua merk terkenal ada disono selaen panadol?
|
|
|
April 17, 2009, 13:34
|
#8
|
|
~waiting for rainbow~
Join Date: Feb 2003
Location: zatinenzer
Posts: 8,455
WebPoint: 0 GaulPoint: 366
|
Waduuhh....berita ini udah lama euy. Dari sejak gua awal masuk kuliah.
Emang iya sih di US PPA dilarang beredar, tp itu karena dosis yg mereka pakai gila2an. Beda dengan yg di Indo.
Biar enak, gua post beritanya aja ya. Udah berita tahun 2000 sih
Quote:
Di Indonesia, Obat yang Mengandung Phenylpropanolamine Aman
Senin, 04 Dec 2000 12:21:37
Pdpersi, Jakarta - Masyarakat Indonesia tak perlu khawatir atas keamanan produk obat yang mengandung Phenylpropanolamine (PPA). Pasalnya, di Indonesia, PPA hanya digunakan dalam obat flu dan batuk sebagai nasal dekongestan (melapangkan hidung tersumbat). Bukan sebagai obat penekan nafsu makan.
Demikian diungkapkan Direktur Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan Depkes Kesos Drs Sampurno MBA, Jumat (1/12) malam, dalam acara buka puasa bersama di kediaman Menkes Kesos Dr Achmad Sujudi MHA, di Jakarta.
Menurut Sampurno, bila digunakan sebagai campuran obat penurun berat badan, penggunaan PPA memang harus ekstra hati-hati. Tapi, kalau digunakan sebagai obat flu dan batuk, PPA cukup aman. Buktinya, Indonesia tidak pernah menerima laporan efek samping hemorrhagic stroke (perdarahan otak), yang berkaitan dengan penggunaan PPA. Hingga kini, Amerika, Malaysia, dan Singapura telah menarik obat-obatan yang mengandung PPA, sementara Inggris, Jepang, Australia, dan juga Indonesia, tidak menarik obat tersebut dari peredaran.
Ribut-ribut soal keamanan produk obat yang mengandung PPA ini, menurut Dirjen POM, memang telah mengemuka sejak awal November 2000, ketika Badan pengawasan Obat dan Makanan Amerika (US-FDA) meminta pihak industri untuk menghentikan peredaran produk obat yang mengandung PPA, dan mengeluarkan PPA dari komposisi obat dalam waktu tiga bulan. Sebab, hasil studi Yale di Amerika mengaitkan antara terjadinya hemorrhagic stroke dengan penggunaan PPA, terutama untuk indikasi penekan napsu makan.
Kendati US-FDA telah mengeluarkan himbauan itu, kata Sampurno, tidak berarti Indonesia juga ikut menarik produk obat yang mengandung PPA dari peredaran. Namun, tanggal 5 Desember jajaran POM akan mengadakan pertemuan dengan Komite Nasional Penilai Obat Jadi, untuk melakukan pengkajian ulang formulasi PPA dalam obat flu dan batuk terhadap dosis dan kemungkinan penggantiannya. ?Kita akan meeting bersama para pakar untuk menilai, apakah dilakukan evaluasi terhadap disease, ataukah untuk penggantian zat aktif,? tutur Sampurno.
Di Indonesia, jelas Sampurno, jumlah produk obat flu dan batuk yang mengandung PPA sebanyak 189 nama dagang, yang diproduksi oleh 79 produsen. Dosis PPA yang diizinkan di Indonesia jauh lebih sedikit dibanding dosis yang diizinkan di Inggris maupun Amerika. Yaitu per takaran 10-25 mg. Pemakaian per hari yang diijinkan maksimal 75 mg untuk orang dewasa dan 37,5 mg untuk anak usia 6-12 tahun dan tidak dianjurkan digunakan untuk anak dibawah usia enam tahun.
Lain dengan di Amerika. Negara Paman Sam itu sebelumnya memperbolehkan PPA digunakan untuk indikasi dekongestan (dosis maksimum 150 mg per hari) dan juga penekan napsu makan (dosis maksimal 75 mg per hari). Tak heran, kini Amerika menarik obat-obatan yang mengandung PPA. Begitu pula dengan Malaysia dan Singapura. Sementara di Australia dan Inggris, yang memiliki sistem pemantauan keamanan obat yang baik, masih mengizinkan peredaran obat yang mengandung PPA. Pasalnya, di dua negara tersebut PPA hanya untuk dekongestan dengan dosis maksimal per hari lebih rendah dibandingkan dengan di Amerika, yaitu 100 mg per hari.
Lebih lanjut Sampurno menegaskan, dalam sebagian besar informasi produk obat yang mengandung PPA telah dicantumkan peringatan sebagai berikut:
* Penggunaan obat tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan dan harus dihentikan penggunaannya jika terjadi jantung berdebar, pusing atau susah tidur.
* Hati-hati penggunaannya pada penderita dengan gangguan fungsi hati dan ginjal.
* Tidak boleh digunakan pada penderita yang hipersensitif, gangguan fungsi hati akut, hipertensi, gangguan jantung, diabetes dan hipertiroid. Juga tidak boleh digunakan oleh mereka yang sedang diterapi dengan obat antidepresan tipe penghambat monoamin oksidase.
Bahkan, Sampurno menganjurkan tindakan terbaik dalam mengatasi flu adalah:
* Beristirahat 2-3 hari dan mengurangi kegiatan fisik berlebihan.
* Meningkatkan gizi makanan akan meningkatkan daya tahan tubuh. Yaitu makanan dengan kalori dan protein tinggi, serta makan buah segar yang banyak mengandung vitamin.
* Banyak minum air, the, sari buah, akan mengurangi rasa kering di tenggorokan, mengencerkan dahak, dan membantu menurunkan demam.
* Sering-sering berkumur dengan air garam untuk mengurangi rasa nyeri di tenggorokan
Lisda Yulianti H
|
sumber : http://pdpersi.co.id/?show=detailnew...&tbl=cakrawala
__________________
Angin bawa kabar kasana, bawa beta pung pasan par dia di sana.
Bilang beta pung rindu, bilang beta pung sayang.
|
|
|
April 17, 2009, 13:36
|
#9
|
|
~waiting for rainbow~
Join Date: Feb 2003
Location: zatinenzer
Posts: 8,455
WebPoint: 0 GaulPoint: 366
|
>Selasa, 26 Juni 2001
Agustus, Batas Waktu Penarikan Obat dengan PPA di Atas 15 Mg
Semarang, Kompas
Balai Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Semarang memberi batas waktu hingga akhir Agustus 2001, bagi para produsen obat-obat flu dan batuk-yang mengandung phenylpropanolamine (PPA) di atas 15 mg untuk menarik obat-obat terkait. Bila tidak, Balai POM Semarang akan mencabut registrasi izin produk obat dimaksud.
Penegasan ini diungkapkan Kepala Balai POM Semarang Sukiman Said Umar seusai acara peresmian dimulainya kegiatan Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai POM Semarang, akhir pekan lalu. "Saat ini masih 10 persen obat-obat flu yang mengandung PPA di atas 15 mg beredar secara bebas. Karena penyebaran obat itu sudah luas, penarikannya pun menjadi sulit," tambah Sukiman.
Kandungan PPA dalam obat flu dan batuk dipersoalkan sejak Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (US FDA) mengumumkan bahwa PPA tidak lagi digolongkan sebagai obat yang aman dan efektif karena berkaitan dengan kejadian stroke dan pendarahan otak. Oleh karena itu, FDA mengimbau produsen obat yang mengandung PPA untuk menarik produknya dari pasaran. Hal ini diikuti oleh Malaysia dan Singapura. Sementara ne-gara-negara Eropa, Jepang, dan Filipina tidak menarik obat itu dari pasaran.
Indonesia, berdasarkan keputusan rapat Komisi Nasional Penilai Obat Jadi (Komnas POJ) 5 Desember 2000, tetap mengizinkan penggunaan PPA sebagai bahan aktif obat flu dan batuk. Namun, dosisnya dikurangi dari 25 mg per takaran menjadi 15 mg per takaran. Dosis itu sudah dinilai efektif.
"Masyarakat tidak perlu resah, sebab Balai POM pasti akan memberi sanksi tegas bagi para produsen maupun penjual yang belum mau menarik obat-obatan itu," ujar Sukiman. Di Jawa Tengah terdapat tiga pabrik yang memproduksi obat-obat flu yang mengandung PPA, yakni Kimia Farma, Saka Farma, dan Konimex. (vin)
source : http://www2.kompas.com/kompas-cetak/...tek/agus10.htm
__________________
Angin bawa kabar kasana, bawa beta pung pasan par dia di sana.
Bilang beta pung rindu, bilang beta pung sayang.
|
|
|
April 17, 2009, 13:38
|
#10
|
|
~waiting for rainbow~
Join Date: Feb 2003
Location: zatinenzer
Posts: 8,455
WebPoint: 0 GaulPoint: 366
|
Kamis, 16 April 2009 | 12:03 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Seluruh obat flu dan batuk di Indonesia aman dikonsumsi. Salah satu indikasinya adalah kadar phenylpropanolamine (PPA) yang sangat rendah, kurang dari 15 miligram.
"Sebagai perbandingan, di UK (Inggris) itu 100 miligram per hari. Kalau di Indonesia,
kami mengambil standar yang paling rendah di dunia, yaitu 15 mg per
takar atau 45 mg per hari," ujar Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan
RI, Husniah Rubiana Thamrin Akib, dalam konferensi pers di kantor BPOM,
Jakarta, Kamis (16/4).
Hal tersebut disampaikannya untuk menampik
isu mengenai dilarangnya PPA dalam obat. Menurut Husniah, PPA hanya
dilarang untuk digunakan sebagai obat pelangsing. Oleh karena itu,
Amerika menarik dan melarang penggunaan PPA untuk obat pelangsing.
Kadar yang digunakan PPA untuk obat pelangsing cukup tinggi, 150 mg per
takar. Ini dapat menyebabkan kematian.
Husniah juga berjanji akan mengontrol penggunaan PPA sebagai obat flu dan batuk di pasaran. "Tak hanya itu, semua zat yang digunakan sebagai pengganti PPA juga akan
kami awasi karena jika digunakan berlebih dapat berbahaya," jelasnya.
__________________
Angin bawa kabar kasana, bawa beta pung pasan par dia di sana.
Bilang beta pung rindu, bilang beta pung sayang.
|
|
|
April 17, 2009, 13:39
|
#11
|
|
~waiting for rainbow~
Join Date: Feb 2003
Location: zatinenzer
Posts: 8,455
WebPoint: 0 GaulPoint: 366
|
Berita terbaru :
BPOM: Kadar PPA Obat Flu di Indonesia Rendah
Jumat, 17 Apr 2009 09:26:35
Pdpersi, Jakarta - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Husniah Rubiana Thamrin menegaskan kadar phenylpropanolamine (PPA) masih sangat rendah atau kurang dari 15 miligram, sehingga layak untuk dikonsumsi.
”Jadi seluruh obat flu dan batuk yang dijual bebas di masyarakat aman untuk dikonsumsi,” ucap dia di Jakarta, kemarin.
Penegasan Husniah itu terkait rilis terbaru BPOM Amerika (US-FDA) tentang bahaya obat flu dan batuk yang dicampur dengan zat PPA. Isu penarikan obat flu dan batuk di Amerika oleh US-FDA lantaran mengandung PPA membuat resah masyarakat di Indonesia.
Bahkan beredar SMS dan email yang menyebutkan merek seperti Decolgen, Mixaflu, Mixagrip, Neozep Forte, Procold, Sanaflu, Stopcold, Siladex,Triaminic drops, Tusalgin,Flucyl, Fludane dan sejumlah merek lainya mengandung PPA.
”Hingga kini sejatinya belum ada rilis informasi terbaru dari lembaga keamanan pangan di manapun di dunia perihal bahaya zat PPA pada obat batuk dan flu,” papar dia.
Menurut Husniah zat PPA berbahaya jika itu digunakan sebagai obat pelangsing dalam dosis yang besar. Efek PPA antara lain dapat menimbulkan perdarahan otak.
”Pada November 2000, US-FDA memang pernah melakukan penarikan secara besar-besaran di Amerika terhadap sejumlah merek obat pelangsing yang mengandung PPA. Kadar PPA pada obat pelangsing cukup tinggi, bisa mencapai 150 mg per takar,” ucap dia.
Dia menjamin kendati membenarkan obat-obat flu dan batuk di Indonesia memang mencampurkan zat PPA, namun secara medis hal ini cukup aman. ”Terlebih kadar PPA pada obat di Indonesia amat rendah, hanya 15 mg per takaran,” kata Husniah. (izn)
source : http://pdpersi.co.id/?show=detailnew...&tbl=cakrawala
__________________
Angin bawa kabar kasana, bawa beta pung pasan par dia di sana.
Bilang beta pung rindu, bilang beta pung sayang.
|
|
|
April 17, 2009, 13:47
|
#12
|
|
~waiting for rainbow~
Join Date: Feb 2003
Location: zatinenzer
Posts: 8,455
WebPoint: 0 GaulPoint: 366
|
Quote:
Originally Posted by Avenger
jgn2 mo promosi panadol 
ga ada panadol
masa semua merk terkenal ada disono selaen panadol?
|
panadol gak ada disana karena emang gak pake PPA.
Tapi obat2 yg ditulis itu juga aman kok. Yg penting skr klo beli obat, emang sebaiknya dibaca komposisi obatnya serta instruksinya
__________________
Angin bawa kabar kasana, bawa beta pung pasan par dia di sana.
Bilang beta pung rindu, bilang beta pung sayang.
|
|
|
April 17, 2009, 14:42
|
#13
|
|
have a nice day ^_^
Join Date: Jun 2008
Location: cai mo hai.... bandoeng...
Posts: 8,994
WebPoint: 0 GaulPoint: 10754
|
^
^
^setuju,.,,,
jadi pasien/konsumen harus cerdas dalam memilih produk nya.,.,,,
__________________
xRay'sZone
|
|
|
April 26, 2009, 17:00
|
#14
|
|
Canto Della Terra
Join Date: Jan 2008
Location: lantai 8
Posts: 8,167
WebPoint: 0 GaulPoint: 5450
|
iya, makanya kita wajib tuntaskan minimal sekolah 9 tahun kata pemerintah juga
( ga nyambung mode ON  )
__________________
gw pindah ke forum tetangga
|
|
|
April 30, 2009, 08:03
|
#15
|
|
Registered User
Join Date: Apr 2009
Posts: 5
WebPoint: 0 GaulPoint: 0
|
kayaknya semua obat flu yang beredar termasuk berbahaya dong ........ jadi kalo flu minum apa??? menurut saya sejauh ini obat2 terebut aman kok...... rasanya flu itu belum ada obatnya yang ada cuma untuk menghilangkan rasa sakit akibat flu, seperti parasetamol dan yang sejenis fungsinya kan biar ga merasa sakit ajah..... kalo emang bisa istirahat tanpa terganggu ma nyeri flu atau pilek ga usah pake obat juga sembuh sendiri kok ........ kecuali flu burung (atau yang hangat flu babi).......
|
|
|
Posting Rules
|
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts
HTML code is Off
|
|
|
All times are GMT. The time now is 14:44.
|
|