July 31, 2012, 05:44
|
#1366
|
|
Love this look
Join Date: Feb 2010
Posts: 2,138
WebPoint: 0 GaulPoint: 3.101
|
JEJAK PELAYANAN

Bacaan : Roma 16:1-16
--------------------------------------------------------------
16:1 Aku meminta perhatianmu terhadap Febe, saudari kita yang melayani jemaat di Kengkrea,
16:2 supaya kamu menyambut dia dalam Tuhan, sebagaimana seharusnya bagi orang-orang kudus, dan berikanlah kepadanya bantuan bila diperlukannya. Sebab ia sendiri telah memberikan bantuan kepada banyak orang, juga kepadaku sendiri.
16:3 Sampaikan salam kepada Priskila dan Akwila, teman-teman sekerjaku dalam Kristus Yesus.
16:4 Mereka telah mempertaruhkan nyawanya untuk hidupku. Kepada mereka bukan aku saja yang berterima kasih, tetapi juga semua jemaat bukan Yahudi.
16:5 Salam juga kepada jemaat di rumah mereka. Salam kepada Epenetus, saudara yang kukasihi, yang adalah buah pertama dari daerah Asia untuk Kristus.
16:6 Salam kepada Maria, yang telah bekerja keras untuk kamu.
16:7 Salam kepada Andronikus dan Yunias, saudara-saudaraku sebangsa, yang pernah dipenjarakan bersama-sama dengan aku, yaitu orang-orang yang terpandang di antara para rasul dan yang telah menjadi Kristen sebelum aku.
16:8 Salam kepada Ampliatus yang kukasihi dalam Tuhan.
16:9 Salam kepada Urbanus, teman sekerja kami dalam Kristus, dan salam kepada Stakhis, yang kukasihi.
16:10 Salam kepada Apeles, yang telah tahan uji dalam Kristus. Salam kepada mereka, yang termasuk isi rumah Aristobulus.
16:11 Salam kepada Herodion, temanku sebangsa. Salam kepada mereka yang termasuk isi rumah Narkisus, yang ada dalam Tuhan.
16:12 Salam kepada Trifena dan Trifosa, yang bekerja membanting tulang dalam pelayanan Tuhan. Salam kepada Persis, yang kukasihi, yang telah bekerja membanting tulang dalam pelayanan Tuhan.
16:13 Salam kepada Rufus, orang pilihan dalam Tuhan, dan salam kepada ibunya, yang bagiku adalah juga ibu.
16:14 Salam kepada Asinkritus, Flegon, Hermes, Patrobas, Hermas dan saudara-saudara yang bersama-sama dengan mereka.
16:15 Salam kepada Filologus, dan Yulia, Nereus dan saudaranya perempuan, dan Olimpas, dan juga kepada segala orang kudus yang bersama-sama dengan mereka.
16:16 Bersalam-salamlah kamu dengan cium kudus. Salam kepada kamu dari semua jemaat Kristus.
--------------------------------------------------------------
Bacaan Setahun : Yesaya 64-66
Nats : Aku meminta perhatianmu terhadap Febe .... Sebab ia sendiri telah memberikan bantuan kepada banyak orang, juga kepadaku sendiri ... kepada Priskila dan Akwila .... Mereka telah mempertaruhkan nyawanya untuk hidupku. (Roma 16:1-4)
Pada 1993, Nelson Mandela bersama Presiden Frederik Willem de Klerk menerima Nobel Perdamaian atas usaha mereka untuk menghentikan politik apartheid (diskriminasi terhadap kulit hitam) secara damai di Afrika Selatan. Usahanya memulihkan keadaan bangsanya terus berlanjut setelah ia terpilih menjadi Presiden pada 1994, dengan membentuk Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (TRC-Truth and Reconciliation Commision). Langkahnya membentuk TRC ialah salah satu jejak karya yang selalu diingat oleh bangsanya dan dunia.
Pada zamannya, Paulus juga dikelilingi oleh orang-orang yang meninggalkan jejak pelayanan luar biasa. Dalam bacaan hari ini, Paulus mengucapkan salam kepada rekan-rekan sepelayanannya dalam cara yang unik dan luar biasa. Dia menuliskan satu per satu nama rekannya beserta dengan segala jejak kehidupan mereka yang luar biasa. Diawali ucapan salam kepada Febe yang telah memberikan bantuan bagi banyak orang (ayat 1-2); Priskila dan Akwila yang telah mempertaruhkan nyawa mereka untuk Paulus (ayat 3-4); Apeles yang telah tahan uji (ayat 10); Trifena dan Trifosa yang bekerja membanting tulang dalam pelayanan Tuhan (ayat 12); dan sebagainya. Melihat kerja keras dan buahnya, pelayanan itu bukan sekadar rutinitas, melainkan pelayanan yang memberitahukan kepada dunia bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan bagi mereka.
Ketika melihat diri dan pelayanan kita kepada Tuhan selama ini, jejak apakah yang telah kita torehkan bagi orang lain? Dapatkah jejak kita menolong orang lain melihat dan makin mengenal Tuhan? Teladan iman yang ditinggalkan Paulus dan rekan-rekannya kiranya menyegarkan semangat dan motivasi kita kepada panggilan Tuhan yang menjadikan kita duta Kristus di dunia. --BER
TINGGALKANLAH JEJAK KEHIDUPAN YANG DIPERSEMBAHKAN BAGI KRISTUS,
AGAR MENJADI PETUNJUK BAGI ORANG-ORANG UNTUK MENGIKUTINYA.
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganhar...?d=2012/07/31/
Sumber : www.sabda.org
|
|
|
|
Recommendation
|
Sponsored Ads
|
|
|
|
August 01, 2012, 06:39
|
#1367
|
|
Love this look
Join Date: Feb 2010
Posts: 2,138
WebPoint: 0 GaulPoint: 3101
|
SIAPA YANG MENENTUKAN?

Bacaan : Lukas 4:42-44
-------------------------------------------------
4:42 Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka.
4:43 Tetapi Ia berkata kepada mereka: /"Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus."*
4:44 Dan Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.
-------------------------------------------------
Bacaan Setahun : 2 Raja-raja 20-21
Nats : Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang terpencil. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka. (Lukas 4:42)
Ada begitu banyak hal baik yang dapat kita kerjakan dalam hidup ini. Bagaimana kita bisa memastikan bahwa kita telah mengambil keputusan yang benar dan tidak melewatkan kesempatan yang Tuhan berikan? Memilih antara yang baik dan tidak baik itu mudah. Memilih antara yang baik dan yang terbaik, itu yang sulit. Kerap kebutuhan yang besar dan dorongan banyak orang menjadi faktor yang penting bagi kita dalam mengambil keputusan. "Kami sangat membutuhkanmu di sini, " atau "Tidak ada orang lain yang akan mengerjakannya jika tidak ada kamu." Kita pun luluh. Mungkin inilah kehendak Allah bagi saya.
Pendapat mayoritas tidak selalu sama dengan pendapat Allah. Lihat saja kisah Yesus. Warga Kapernaum mendesak Dia untuk tetap tinggal di tempat mereka. Banyak hal yang bisa Yesus kerjakan di sana. Namun, Yesus malah memilih meninggalkan mereka. Yesus sangat jelas dengan penugasan Bapa-Nya. Kejelasan ini tampaknya terkait erat dengan waktu-waktu khusus yang selalu Dia ambil untuk menyepi dan berdoa (ayat 42, 5:16). Karena selalu terhubung dengan Bapa, Yesus tidak pernah kehilangan fokus-Nya. Situasi tidak pernah mengendalikan-Nya.
Jika hari ini kita mulai kehilangan fokus dan pendapat mayoritas menjadi satu-satunya andalan kita mengambil keputusan, mari memeriksa hubungan kita dengan Tuhan. Adakah kita memiliki waktu-waktu pribadi yang khusus untuk berbicara dan mendengarkan Tuhan secara teratur? Tanpa hubungan yang intim dengan Tuhan, kita tak akan memiliki kepekaan akan apa yang Dia ingin kita kerjakan. Kita bisa sangat sibuk, tetapi tidak sedang mengerjakan kehendak-Nya. --MEL
SIAPA YANG MENENTUKAN APA YANG AKAN ANDA KERJAKAN?
ANDA SENDIRI, SITUASI, ATAU TUHAN?
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganhar...?d=2012/08/01/
Sumber : www.sabda.org
|
|
|
August 02, 2012, 06:44
|
#1368
|
|
Love this look
Join Date: Feb 2010
Posts: 2,138
WebPoint: 0 GaulPoint: 3101
|
TIDAK TERHINGGA

Bacaan : Mazmur 147:1-11
-------------------------------------------------------------
147:1 Haleluya! Sungguh, bermazmur bagi Allah kita itu baik, bahkan indah, dan layaklah memuji-muji itu.
147:2 TUHAN membangun Yerusalem, Ia mengumpulkan orang-orang Israel yang tercerai-berai;
147:3 Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka;
147:4 Ia menentukan jumlah bintang-bintang dan menyebut nama-nama semuanya.
147:5 Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga.
147:6 TUHAN menegakkan kembali orang-orang yang tertindas, tetapi merendahkan orang-orang fasik sampai ke bumi.
147:7 Bernyanyilah bagi TUHAN dengan nyanyian syukur, bermazmurlah bagi Allah kita dengan kecapi!
147:8 Dia, yang menutupi langit dengan awan-awan, yang menyediakan hujan bagi bumi, yang membuat gunung-gunung menumbuhkan rumput.
147:9 Dia, yang memberi makanan kepada hewan, kepada anak-anak burung gagak, yang memanggil-manggil.
147:10 Ia tidak suka kepada kegagahan kuda, Ia tidak senang kepada kaki laki-laki;
147:11 TUHAN senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya.
-------------------------------------------------------------
Bacaan Setahun : 2 Tawarikh 32-33
Nats : Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga. (Mazmur 147:5)
Hang (baca: heng). Itu istilah yang sering terlontar ketika komputer macet, tidak bisa lagi memberi respons apa-apa. Mungkin program yang dijalankan terlalu banyak atau berat. Atau, ada virus yang menghambat kerjanya. Istilah ini juga dipakai sebagian orang untuk menggambarkan bahwa mereka sedang tidak bisa berpikir lebih jauh. Mungkin karena terlalu penat atau kurang istirahat. Kondisi hang mengingatkan kita bahwa teknologi dan manusia, secanggih apa pun, sepintar apa pun, ada batasnya.
Sebaliknya, Tuhan tidak terbatas. Perenungan pemazmur melambungkan imajinasi kita untuk memahami Dia yang "tidak terhingga". Mengumpulkan kembali umat Israel yang tercerai berai di seluruh penjuru dunia bukan hal sulit bagi-Nya (ayat 2). Memulihkan orang yang sudah tidak punya harapan hidup adalah keahlian- Nya (ayat 3). Menghitung bintang di galaksi terjauh pun mudah saja bagi-Nya (ayat 4). Menyelimuti langit dengan awan, menurunkan hujan di tempat tertentu dan menahannya di belahan bumi lainnya, membuat gunung, menumbuhkan rerumputan, memberi makan hewan-hewan di padang, semua bisa dilakukan-Nya sekaligus! (ayat 8-9). Kehebatan manusia maupun sarana-sarana yang digunakan manusia dalam berkarya tidak mengesankan-Nya (ayat 11).
Kita kerap frustrasi dengan waktu yang sempit dan tanggung jawab yang banyak. Kita tidak tahu bagaimana menyikapi relasi yang rusak sementara kasih dan kesabaran kita terbatas. Kita tidak mahahadir, otak kita tidak mahatahu. Namun, mana yang lebih sering kita andalkan? Diri kita, sesama manusia, teknologi, atau ... Tuhan yang tak terhingga? Sungguh, kita perlu senantiasa diingatkan betapa hebat dan tidak terbatasnya Tuhan kita! --MEL
FRUSTRASI HADIR KETIKA KITA MENGANDALKAN SUMBER-SUMBER
YANG TERBATAS, DAN MENGABAIKAN DIA YANG TAK TERBATAS.
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganhar...?d=2012/08/02/
Sumber : www.sabda.org
|
|
|
August 06, 2012, 08:27
|
#1369
|
|
Love this look
Join Date: Feb 2010
Posts: 2,138
WebPoint: 0 GaulPoint: 3101
|
SUNAT TELINGA
Bacaan : Yeremia 6:10-21
---------------------------------------------------------
6:10 Kepada siapakah aku harus berbicara dan bersaksi, supaya mereka mau memperhatikan? Sungguh, telinga mereka tidak bersunat, mereka tidak dapat mendengar! Sungguh, firman TUHAN menjadi cemoohan bagi mereka, mereka tidak menyukainya!
6:11 Tetapi aku penuh dengan kehangatan murka TUHAN, aku telah payah menahannya, harus menumpahkannya kepada bayi di jalan, dan kepada kumpulan teruna bersama-sama. Sesungguhnya, baik laki-laki maupun perempuan akan ditangkap, baik orang yang tua maupun orang yang sudah lanjut usianya.
6:12 Rumah-rumah mereka akan beralih kepada orang lain, bersama ladang-ladang dan isteri-isteri mereka. --"Sesungguhnya, Aku mengacungkan tangan-Ku melawan penduduk negeri ini, demikianlah firman TUHAN.
6:13 Sesungguhnya, dari yang kecil sampai yang besar di antara mereka, semuanya mengejar untung, baik nabi maupun imam semuanya melakukan tipu.
6:14 Mereka mengobati luka umat-Ku dengan memandangnya ringan, katanya: Damai sejahtera! Damai sejahtera!, tetapi tidak ada damai sejahtera.
6:15 Seharusnya mereka merasa malu, sebab mereka melakukan kejijikan; tetapi mereka sama sekali tidak merasa malu dan tidak kenal noda mereka. Sebab itu mereka akan rebah di antara orang-orang yang rebah; mereka akan tersandung jatuh pada waktu Aku menghukum mereka, firman TUHAN."
6:16 Beginilah firman TUHAN: "Ambillah tempatmu di jalan-jalan dan lihatlah, tanyakanlah jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik, tempuhlah itu, dengan demikian jiwamu mendapat ketenangan. Tetapi mereka berkata: Kami tidak mau menempuhnya!
6:17 Juga aku mengangkat atas mereka penjaga-penjaga, firman-Ku: Perhatikanlah bunyi sangkakala! Tetapi mereka berkata: Kami tidak mau memperhatikannya!
6:18 Sebab itu dengarlah, hai bangsa-bangsa, dan ketahuilah, hai jemaat, apa yang akan terjadi atas mereka!
6:19 Dengarlah, hai bumi! Sungguh, ke atas bangsa ini Aku akan mendatangkan malapetaka, akibat dari rancangan-rancangan mereka, sebab mereka tidak memperhatikan perkataan-perkataan-Ku dan menolak pengajaran-Ku.
6:20 Apakah gunanya bagi-Ku kamu bawa kemenyan dari Syeba dan tebu yang baik dari negeri yang jauh? Aku tidak berkenan kepada korban-korban bakaranmu dan korban-korban sembelihanmu tidak menyenangkan hati-Ku.
6:21 Sebab itu beginilah firman TUHAN: Sungguh, Aku akan menaruh batu sandungan di depan bangsa ini, supaya mereka jatuh tersandung oleh karenanya; bapa-bapa serta dengan anak-anak, tetangga dan temannya, semuanya akan binasa."
---------------------------------------------------------
Bacaan Setahun : Yeremia 1-3
Nats : ... telinga mereka tidak bersunat, mereka tidak dapat mendengar! Sungguh, firman Tuhan menjadi cemoohan bagi mereka, mereka tidak menyukainya! (Yeremia 6:10)
Max Lucado menceritakan betapa ia pernah dibuat terharu oleh surat seorang anak kecil berusia tujuh tahun. Atas kesalahan yang diperbuatnya, anak itu menulis: "Maafkan saya. Orangtua saya sudah menghukum saya, tetapi saya sungguh menyesal dan ingin memperbaiki kesalahan saya. Tolong beritahu saya apa yang dapat saya lakukan." Anak ini mau mengakui kesalahannya ketika diberi tahu. Ia tidak berdalih, tidak pula menunda untuk berubah. Sungguh teladan yang sangat menyentuh hati.
Cerita Max kontras dengan cerita nabi Yeremia tentang bangsa Israel. Dosa tidak lagi membuat mereka merasa bersalah (ayat 13- 15). Peringatan Tuhan dianggap sepi (ayat 16-17). Apa sebabnya? Telinga mereka tidak bersunat! Dengan kata lain, telinga mereka tidak mau mendengarkan firman Tuhan (ayat 10). Jangan salah, mereka ini adalah orang-orang yang beribadah. Korban bakaran dan korban sembelihan mereka persembahkan (ayat 20). Di antara mereka bahkan ada para nabi dan imam (ayat 13)! Namun, Tuhan tidak lagi berkenan pada ibadah mereka dan akan menghukum mereka (ayat 18-21).
Ada orang yang terang-terangan menolak firman Tuhan, selalu berkelit jika diperhadapkan dengan kebenaran. Ada juga yang pura-pura mendengar, padahal sebenarnya mengabaikan apa yang didengarnya. Ada yang tampaknya menerima, bahkan tahu banyak firman, namun bukannya berubah, malah sengaja melanggar, mencari celah, atau menggunakan ayat firman Tuhan sedemikian rupa demi membenarkan diri sendiri. Semua sama-sama perlu sunat telinga! Apakah Anda dan saya termasuk orang-orang yang demikian? --ITA
ORANG-ORANG YANG BERSUNAT TELINGA
MENDENGARKAN FIRMAN DAN BERSEDIA DIUBAH OLEH-NYA.
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganhar...?d=2012/08/06/
Sumber : www.sabda.org
|
|
|
August 07, 2012, 04:18
|
#1370
|
|
Love this look
Join Date: Feb 2010
Posts: 2,138
WebPoint: 0 GaulPoint: 3101
|
TIDAK LAGI NAJIS

Bacaan : Markus 5:21-34
------------------------------------------------------------
5:21 Sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia. Sedang Ia berada di tepi danau,
5:22 datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya
5:23 dan memohon dengan sangat kepada-Nya: "Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup."
5:24 Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya.
5:25 Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.
5:26 Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.
5:27 Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.
5:28 Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."
5:29 Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.
5:30 Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: /"Siapa yang menjamah jubah-Ku?"*
5:31 Murid-murid-Nya menjawab: "Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: /Siapa yang menjamah Aku?"*
5:32 Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu.
5:33 Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya.
5:34 Maka kata-Nya kepada perempuan itu: /"Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!"*
------------------------------------------------------------
Bacaan Setahun : Yeremia 4-6
Nats : Lalu kata-Nya kepada perempuan itu, "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan damai dan tetaplah sembuh dari penyakitmu!" (Markus 5:34)
Pernah memikirkan bagaimana kehidupan seorang perempuan yang sakit perdarahan selama 12 tahun? Bayangkan cucian bajunya setiap hari. Bayangkan betapa tidak nyamannya ia beraktivitas. Ia sudah berusaha berobat, menemui banyak dokter. Namun, hingga tabungannya ludes, ia tak juga kunjung sembuh. Dalam tradisi Yahudi, perempuan dalam kondisi perdarahan dianggap najis, tidak dapat ambil bagian dalam ibadah di tempat kudus, dan apa yang disentuhnya juga ikut menjadi najis (Imamat 15). Mirip dengan rekan-rekan muslim saat berpuasa. Jika sedang haid, ibadah puasanya tidak diperhitungkan. Tentulah perempuan ini sangat frustrasi dengan kondisinya.
Dalam situasi demikian, mendekati Yesus tentulah penuh perjuangan. Ia sedang dalam kondisi najis, dan apa yang disentuhnya akan ikut menjadi najis. Kalau sampai ketahuan, mungkin ia akan diusir atau dipukul. Menyentuh jubah Yesus tentu membuat ia bergumul. Bagaimana jika Yesus juga menolaknya? Betapa terkejutnya ia ketika Yesus mendadak berhenti dan mencari siapa yang menyentuhnya. Ia takut dan gemetar, tersungkur di depan Yesus (ayat 33). Akankah Yesus mempermalukannya? Ternyata sebaliknya. Yesus memberikan jaminan kesembuhan, bukan hanya untuk penyakitnya, tetapi juga untuk hatinya (ayat 31-34).
Bukankah kita sebenarnya tak berbeda dengan perempuan yang sakit perdarahan itu? Dosa menajiskan hidup kita. Siapakah yang layak mendekat pada Allah Yang Mahakudus, apalagi diterima oleh-Nya? Syukur kepada Allah di dalam Yesus Kristus yang tidak menolak saat kita datang dengan iman kepada-Nya. Mari mohon agar Dia membersihkan kita dari segala kenajisan kita. --ITA
SIAPAKAH YANG BOLEH MENDEKAT PADA ALLAH YANG MAHAKUDUS,
KECUALI IA TELAH DIBERSIHKAN OLEH KRISTUS?
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganhar...?d=2012/08/07/
Sumber : www.sabda.org
|
|
|
August 08, 2012, 07:14
|
#1371
|
|
Love this look
Join Date: Feb 2010
Posts: 2,138
WebPoint: 0 GaulPoint: 3101
|
KETIKA FIRMAN TIADA

Bacaan : Amos 8:1-14
---------------------------------------------------------
8:1 Inilah yang diperlihatkan Tuhan ALLAH kepadaku: Tampak sebuah bakul berisi buah-buahan musim kemarau.
8:2 Lalu berfirmanlah Ia: "Apakah yang kaulihat, Amos?" Jawabku: "Sebuah bakul berisi buah-buahan musim kemarau." Berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Kesudahan telah datang bagi umat-Ku Israel. Aku tidak akan memaafkannya lagi.
8:3 Nyanyian-nyanyian di tempat suci akan menjadi ratapan pada hari itu," demikianlah firman Tuhan ALLAH. "Ada banyak bangkai: ke mana-mana orang melemparkannya dengan diam-diam."
8:4 Dengarlah ini, kamu yang menginjak-injak orang miskin, dan yang membinasakan orang sengsara di negeri ini
8:5 dan berpikir: "Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat curang dengan neraca palsu,
8:6 supaya kita membeli orang lemah karena uang dan orang yang miskin karena sepasang kasut; dan menjual terigu rosokan?"
8:7 TUHAN telah bersumpah demi kebanggaan Yakub: "Bahwasanya Aku tidak akan melupakan untuk seterusnya segala perbuatan mereka!
8:8 Tidakkah akan gemetar bumi karena hal itu, sehingga setiap penduduknya berkabung? Tidakkah itu seluruhnya akan naik seperti sungai Nil, diombang-ambingkan dan surut seperti sungai Mesir?"
8:9 "Pada hari itu akan terjadi," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan membuat matahari terbenam di siang hari dan membuat bumi gelap pada hari cerah.
8:10 Aku akan mengubah perayaan-perayaanmu menjadi perkabungan, dan segala nyanyianmu menjadi ratapan. Aku akan mengenakan kain kabung pada setiap pinggang dan menjadikan gundul setiap kepala. Aku akan membuatnya sebagai perkabungan karena kematian anak tunggal, sehingga akhirnya menjadi seperti hari yang pahit pedih."
8:11 "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN.
8:12 Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya.
8:13 Pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus;
8:14 mereka yang bersumpah demi Asima, dewi Samaria dan yang berkata: Demi allahmu yang hidup, hai Dan! serta: Demi dewa kekasihmu yang hidup, hai Bersyeba! mereka itu akan rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi."
---------------------------------------------------------
Bacaan Setahun : Yeremia 7-9
Nats : Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman Tuhan, tetapi tidak mendapatnya. (Amos 8:12)
Seorang paman sangat bersemangat menasihati orang muda untuk rajin belajar dan memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin. Maklum, ia sendiri dulu menyia-nyiakan masa mudanya dengan berbagai kenakalan. Tak lulus sekolah menengah, ia hanya menjadi buruh kasar. Padahal, ia cukup cerdas dan seharusnya bisa melakukan banyak hal. Sesal kemudian tak berguna. Manusia cenderung tidak menghargai sesuatu sampai ia kehilangan hal tersebut.
Hari ini kita membaca tentang orang-orang yang juga telah menyia-nyiakan kesempatan yang mereka miliki. Bangsa Israel. Umat pilihan Allah. Sekian lama Tuhan bersabar atas mereka, tetapi mereka tidak mengindahkan Tuhan. Tampaknya saja mereka beribadah, namun mereka menolak menyelaraskan hidup dengan firman Tuhan (ayat 4-6). Bandingkan ayat 13-14 dengan pasal 5:4-6. Tidak kurang firman Tuhan diberikan untuk menegur mereka, tetapi Israel tidak mendengar. Mereka tetap berpaut pada dewa-dewa yang sia-sia. Ketika akhirnya sadar bahwa mereka membutuhkan Tuhan, Dia menarik diri. Membisu. Tak lagi berfirman (ayat 12).
Quote:
Amos 5:4 Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: "Carilah Aku, maka kamu akan hidup!
5:5 Janganlah kamu mencari Betel, janganlah pergi ke Gilgal dan janganlah menyeberang ke Bersyeba, sebab Gilgal pasti masuk ke dalam pembuangan dan Betel akan lenyap."
5:6 Carilah TUHAN, maka kamu akan hidup, supaya jangan Ia memasuki keturunan Yusuf bagaikan api, yang memakannya habis dengan tidak ada yang memadamkan bagi Betel.
|
Ketika segala sesuatu lancar, bisa jadi kita terlena seperti Israel dan menyia-nyiakan firman Tuhan. Memperhatikan firman Tuhan rasanya jadi tugas yang berat, apalagi melakukannya. Mari berhenti sejenak untuk memikirkan apa penyebabnya. Seperti Israel, bisa jadi kita juga sedang mengandalkan hal selain Tuhan untuk memenuhkan hidup kita. Jangan tunggu masa sukar tiba dan sesal kita terlambat. Mohon belas kasihan Tuhan dan perhatikanlah firman-Nya mulai hari ini. --JOE
CARILAH TUHAN DAN FIRMAN-NYA SELAMA MASIH ADA KESEMPATAN.
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganhar...?d=2012/08/08/
Sumber : www.sabda.org
|
|
|
August 09, 2012, 06:34
|
#1372
|
|
Love this look
Join Date: Feb 2010
Posts: 2,138
WebPoint: 0 GaulPoint: 3101
|
KETIKA KEHILANGAN

Bacaan : Ayub 1:13-2:10
-------------------------------------------------------------
http://www.sabda.org/alkitab/tb/?versi=tb&kitab=18
http://www.sabda.org/alkitab/tb/?ver...tab=18&pasal=2
-------------------------------------------------------------
Bacaan Setahun : Yeremia 10-13
Nats : "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!" (Ayub 1:21)
Pernah berduka karena kehilangan sesuatu yang kita cintai? Makin dalam cinta, makin dalam juga dukanya. Cepat atau lambat, kita akan mengalami kehilangan, entah itu karir, harta-benda, stamina, anak, orangtua, pasangan hidup, atau sahabat baik kita. Apapun penyebabnya, kehilangan selalu terasa menakutkan, menyakitkan, dan menghancurkan.
Meskipun dalam banyak hal kita berbeda dengan Ayub (kita bukan orang paling kaya, tidak punya anak sebanyak dia, dan mungkin tidak hidup sesaleh dia), ada satu benang merah yang menyatukan kita dengan kisah Ayub, yaitu kita sama-sama pernah mengalami kehilangan. Sesuai izin Tuhan, dalam waktu singkat Ayub kehilangan anak-anaknya, kesehatannya, kekayaannya, dan rasa hormat sang istri. Respons Ayub? Ia sujud menyembah dan berkata: "Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!" Secara manusia ia tentu berduka, sebab itu ia mengoyakkan jubah dan mencukur rambutnya (ayat 20). Namun, ia menyadari sepenuhnya bahwa apa yang dimilikinya sekarang adalah kepunyaan Tuhan dan datangnya dari Tuhan, Dialah yang berhak atas segalanya. Sebab itu, Ayub mampu memuji Tuhan di tengah kehilangannya.
Sadar atau tidak, kita kerap merasa pantas menerima hanya hal-hal baik dalam hidup. Ketika kehilangan kekayaan, kesehatan, dan orang-orang terkasih, kita menganggap Tuhan tidak adil sehingga kita merasa berhak untuk menggugat dan marah kepada- Nya. Ketika Tuhan mengizinkan kehilangan terjadi, biarlah kasih kita kepada-Nya tidak ikut hilang. Mari bertanya apa yang menjadi rencana Sang Pemilik. Dia Tuhan Yang Mahabijak dan tak pernah salah dalam bertindak. --DEW
KEHILANGAN AKAN MENGUJI KASIH KITA:
KEPADA ALLAH ATAU KEPADA PEMBERIAN-NYA.
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganhar...?d=2012/08/09/
Sumber : www.sabda.org
|
|
|
August 10, 2012, 06:15
|
#1373
|
|
Love this look
Join Date: Feb 2010
Posts: 2,138
WebPoint: 0 GaulPoint: 3101
|
MAHAKARYA TUHAN

Bacaan : Yesaya 43:1-7
--------------------------------------------------------------
43:1 Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: "Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku.
43:2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.
43:3 Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, Juruselamatmu. Aku menebus engkau dengan Mesir, dan memberikan Etiopia dan Syeba sebagai gantimu.
43:4 Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.
43:5 Janganlah takut, sebab Aku ini menyertai engkau, Aku akan mendatangkan anak cucumu dari timur, dan Aku akan menghimpun engkau dari barat.
43:6 Aku akan berkata kepada utara: Berikanlah! dan kepada selatan: Janganlah tahan-tahan! Bawalah anak-anak-Ku laki-laki dari jauh, dan anak-anak-Ku perempuan dari ujung-ujung bumi,
43:7 semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!"
--------------------------------------------------------------
Bacaan Setahun : Yeremia 14-17
Nats : ... semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku, yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan! (Yesaya 43:7)
Istilah mahakarya biasanya dipakai untuk menyebut karya-karya berbobot tinggi dan diakui publik sepanjang masa. Dalam bidang seni, sebut saja lukisan Leonardo Da Vinci, pahatan Michelangelo, atau lagu-lagu Chrisye yang belakangan sering dikonserkan. Karya-karya sebagus itu tak hanya membuat penciptanya dipuji, tetapi juga memicu orang meniru, atau membuat replikanya, untuk disebarluaskan. Sebagian bahkan dimuseumkan agar generasi mendatang bisa mengetahui bahwa pernah ada karya sebagus itu.
Adakah kita menyadari bahwa tiap hari kita sebenarnya diperhadapkan dengan mahakarya Tuhan? Bacaan kita menceritakan janji penyelamatan umat manusia yang diberikan melalui umat Israel. Mengapa manusia begitu berharga di mata Tuhan? Ayat 7 menjawab: sebab manusia diciptakan untuk kemuliaan-Nya! Penebusan memungkinkan manusia yang sudah jatuh dalam dosa kembali menyatakan keagungan Pencipta-Nya! Akar kata kemuliaan dalam bahasa aslinya adalah kabod, yang berarti bobot. Pikirkanlah ini: Tuhan tak sekadar memproduksi seorang Adam dalam jumlah banyak. Dia membuat manusia dengan jenis kelamin berbeda, Hawa. Belum cukup sampai di situ, Dia menciptakan anak-anak melalui mereka. Hari ini ada lebih dari 7 miliar manusia yang memenuhi dunia, masing-masing dengan sidik jari, ukuran, warna kulit, dan kepribadian yang berbeda!
Mahakarya mana di dunia ini yang bobotnya menyamai bobot mahakarya Tuhan? Bagaimana kesadaran akan hal ini memengaruhi sikap kita terhadap Tuhan dan sesama? Bagaimana agar generasi kita dan yang akan datang juga ikut menyadari dan memberi penghargaan yang semestinya terhadap Tuhan dan mahakarya-Nya? --ELS
MAKIN DALAM KITA MENGENAL BOBOT KARYA DAN PRIBADI TUHAN,
MAKIN BESAR PENGHORMATAN DAN KASIH KITA KEPADA-NYA.
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganhar...?d=2012/08/10/
Sumber : www.sabda.org
|
|
|
August 13, 2012, 08:42
|
#1374
|
|
Love this look
Join Date: Feb 2010
Posts: 2,138
WebPoint: 0 GaulPoint: 3101
|
TIDAK MAU MIKIR

Bacaan : Matius 16:1-4
----------------------------------------------------
16:1 Kemudian datanglah orang-orang Farisi dan Saduki hendak mencobai Yesus. Mereka meminta supaya Ia memperlihatkan suatu tanda dari sorga kepada mereka.
16:2 Tetapi jawab Yesus: /"Pada petang hari karena langit merah, kamu berkata: Hari akan cerah,*
16:3 /dan pada pagi hari, karena langit merah dan redup, kamu berkata: Hari buruk. Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak.*
16:4 /Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus."* Lalu Yesus meninggalkan mereka dan pergi.
----------------------------------------------------
Bacaan Setahun : Yeremia 26-29
Nats : Orang-orang yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda Nabi Yunus. (Matius 16:4)
Teman saya mengaku bahwa ia lebih senang membaca novel daripada membaca Alkitab. Novel setebal ratusan halaman bisa dilalapnya dalam satu dua malam. "Novel lebih mudah dipahami, sih. Kalau Alkitab, saya takut salah tafsir, " alasannya sambil tertawa. Teman saya tidak sendiri. Banyak orang juga merasa takut atau enggan belajar firman Tuhan, dan menganggap jemaat awam itu cukup percaya saja apa yang dikhotbahkan para pendeta atau dituliskan para pengarang buku rohani. Lucunya, dalam hal lain, mereka bisa sangat kritis.
Ketika Yesus mengatakan bahwa orang-orang Farisi dan Saduki tidak dapat membedakan tanda zaman, itu tidak berarti mereka tidak punya kemampuan untuk memahami hal-hal rohani. Sebaliknya, ia justru menegur mereka, karena sesungguhnya mereka sangat pintar dalam melakukan analisis tentang hal-hal yang mereka ingin ketahui (ayat 2-3). Namun, mereka tidak menggunakan kemampuan berpikir yang sama saat melihat berbagai tanda mukjizat yang dilakukan Yesus, dan beriman kepada-Nya. Masalahnya terletak pada hati mereka yang "jahat dan tidak setia" (ayat 4). Mereka tidak ingin menerima Yesus sebagai Sang Mesias dan mencari alasan dengan meminta tanda lebih banyak.
Apakah kita juga memakai kemampuan berpikir kita untuk hal-hal yang kita mau dan senangi saja, bukan untuk menemukan dan menanggapi kebenaran? John Piper menyebut dosa ini sebagai "perzinaan" pikiran. Mari berubah. Beriman pada Tuhan tidak berarti menuhankan atau meninggalkan logika. Sebaliknya, memakai akal sehat sebaik mungkin bagi kepentingan Pencipta yang mengaruniakannya. --ELS
KEMAMPUAN BERPIKIR DIKARUNIAKAN TUHAN
AGAR KITA DAPAT MENEMUKAN DAN MERESPONS KEBENARAN.
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganhar...?d=2012/08/13/
Sumber : www.sabda.org
|
|
|
August 14, 2012, 07:42
|
#1375
|
|
Love this look
Join Date: Feb 2010
Posts: 2,138
WebPoint: 0 GaulPoint: 3101
|
TOLAK BALA

Bacaan : Markus 5:1-20
--------------------------------------------------------
http://www.sabda.org/alkitab/tb/?ver...tab=41&pasal=5
--------------------------------------------------------
Bacaan Setahun : Yeremia 30-31
Nats : ... dan dengan keras ia berteriak, "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!" Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya, "Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!" (Markus 5:7-8)
Apakah Anda termasuk orang yang takut terhadap roh jahat? Mungkin Anda akrab dengan ritual tolak bala yang masih banyak dijumpai di berbagai daerah di Indonesia. Tujuannya adalah untuk menjauhkan roh-roh jahat pembawa bencana di suatu daerah. Tradisi ondel-ondel, jathilan, bahkan juga barongsai, yang banyak dianggap sebagai kesenian yang menghibur, juga berakar dari ritual tolak bala.
Alkitab tidak menyangkal keberadaan roh-roh jahat. Dalam bacaan hari ini, Yesus menjumpai seorang yang mengenaskan. Ia terkucil dari komunitasnya karena kerasukan banyak roh jahat. Saking banyaknya, roh jahat itu menyebut diri sebagai Legion (dalam satuan militer Romawi berarti pasukan yang berjumlah 5.000- 6.000 orang). Orang ini awalnya sering dirantai, tetapi ia menjadi sangat kuat hingga semua rantai diputuskannya. Bayangkanlah Anda tinggal di daerah Gerasa. Orang yang paling berani pun mungkin enggan melewati daerah pekuburan dan perbukitan di mana orang yang kerasukan itu berteriak-teriak dan memukuli diri. Betapa angkernya! Namun menghadapi Yesus, roh-roh jahat tidak berkutik. Mereka sujud dengan ketakutan, mengenali bahwa Yesus datang dari Allah Yang Mahatinggi (ayat 7). Mereka tunduk pada perintah Yesus dan keluar dari orang itu (ayat 8-13).
Ketika manusia berusaha menjauhkan roh-roh jahat dengan caranya sendiri, bisa jadi ia justru yang balik dikuasai oleh roh-roh itu. Yesus bukan Pribadi biasa! Dia Allah yang memiliki otoritas yang nyata serta kuasa atas roh-roh jahat. Anda dapat datang membawa ketakutan Anda di hadapan-Nya dan memohon pertolongan-Nya! --LIT
YANG DAPAT MENJAUHKAN ROH-ROH JAHAT
HANYALAH PRIBADI YANG PUNYA OTORITAS ATAS MEREKA.
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganhar...?d=2012/08/14/
Sumber : www.sabda.org
|
|
|
August 15, 2012, 05:55
|
#1376
|
|
Love this look
Join Date: Feb 2010
Posts: 2,138
WebPoint: 0 GaulPoint: 3101
|
MENAATI PEMERINTAHKU

Bacaan : Roma 13:1-7
------------------------------------------------------------------
13:1 Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.
13:2 Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya.
13:3 Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya.
13:4 Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat.
13:5 Sebab itu perlu kita menaklukkan diri, bukan saja oleh karena kemurkaan Allah, tetapi juga oleh karena suara hati kita.
13:6 Itulah juga sebabnya maka kamu membayar pajak. Karena mereka yang mengurus hal itu adalah pelayan-pelayan Allah.
13:7 Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.
------------------------------------------------------------------
Bacaan Setahun : Yeremia 32-34
Nats : Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. (Roma 13:1)
Siap aturan yang dikeluarkan pemerintah selalu mengundang pro dan kontra. Bukan hanya di negara kita, melainkan juga di negara-negara lain, dan hal itu bahkan sudah terjadi sejak zaman Rasul Paulus. Bagaimana seorang pengikut Kristus harus bersikap?
Bacaan kita hari ini mengingatkan dua hal penting. Pertama, pemerintah ada karena perkenan Allah (ayat 1). Entah mereka baik atau buruk, Tuhanlah yang mengizinkan mereka berkuasa. Kepada Pilatus yang menyalibkan-Nya, Yesus berkata: "Engkau tidak mempunyai kuasa apa pun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas" (Yohanes 19:11). Kita tunduk pada pemerintah, bukan berdasarkan baik tidaknya mereka, tetapi karena kita menghormati Allah yang menetapkan mereka. Yang kedua, karena pemerintah ditetapkan oleh Allah, maka otoritas tertinggi ada di tangan Allah. Pemerintah yang memimpin menurut cara Allah akan memimpin dengan adil (ayat 3). Jika perintah mereka berlawanan dengan firman Tuhan, yang mutlak harus ditaati adalah Tuhan. Beberapa contoh sikap dalam Alkitab: dua bidan di Mesir yang tidak menaati Firaun; Daniel yang melanggar titah Raja Darius, Petrus dan Yohanes yang menolak perintah mahkamah agama. Mereka tidak kasar berontak, tetapi dengan jelas dan tegas menyampaikan kebenaran apa pun risikonya.
Apakah selama ini perkataan dan perbuatan kita mencerminkan bahwa kita menghormati dan menaati pemerintah kita? Ingatlah, kita menaati mereka karena kita menghormati Tuhan. Apakah kita juga peka melihat adanya kebijakan-kebijakan yang tidak sesuai firman Tuhan? Orang-orang kristiani perlu dengan kasih dan keberanian menunjukkan bahwa kita lebih taat pada Tuhan daripada manusia. --LAN
HORMATI TUHAN DENGAN MENAATI PEMERINTAH
DAN MENGINGATKAN MEREKA KETIKA MENYIMPANG DARI ATURAN-NYA.
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganhar...?d=2012/08/15/
Sumber : www.sabda.org
|
|
|
August 19, 2012, 03:00
|
#1377
|
|
Si Bayi AND Ultramanholic
Join Date: Dec 2005
Location: M78
Posts: 11,277
WebPoint: 0 GaulPoint: 3537
|
Saya suka kata pendeta saya hari ini tentang sikap gereja yang berebutan jemaat
Adalah baik jika jemaat memperkenalkan orang kepada Yesus
Namun, perlu diingat bahwa Tuhan adalah pusat dari perbuatan kita
Jika orang yang kita ajak ke gereja kita pada akhirnya pindah ke gereja lain atau di tempat lain, tidak apa2 sebab kita telah melakukan bagian kita yaitu membawa orang kepada Yesus
Sama seperti daud yang tetap bersukacita walau tidak diperbolehkan membangun bait Allah
Bagi Daud, selama bait Allah bisa dibangun, walaupun bukan oleh dia, tidak menjadi soal
Dia sudah melakukan bagiannya
Puji Tuhan jika kita bisa berkembang bersama orang itu di gereja yang sama
Dan puji Tuhan juga jika dia akhirnya melayani Tuhan di tempat lain atau gereja lain
__________________
 Are You Strong?
You can't always get what you want And if you try sometime you find You get what you need
Wow...Excellent,Awesome,Coolest thing ever,Interesting,Everybody Lies
You need skill and luck to make a great save - Alberto Fontana
|
|
|
August 27, 2012, 04:52
|
#1378
|
|
Love this look
Join Date: Feb 2010
Posts: 2,138
WebPoint: 0 GaulPoint: 3101
|
PERLU DIRANGKUL

Bacaan : 2 Korintus 2:5-11
----------------------------------------------------------
2:5 Tetapi jika ada orang yang menyebabkan kesedihan, maka bukan hatiku yang disedihkannya, melainkan hati kamu sekalian, atau sekurang-kurangnya--supaya jangan aku melebih-lebihkan--,hati beberapa orang di antara kamu.
2:6 Bagi orang yang demikian sudahlah cukup tegoran dari sebagian besar dari kamu,
2:7 sehingga kamu sebaliknya harus mengampuni dan menghibur dia, supaya ia jangan binasa oleh kesedihan yang terlampau berat.
2:8 Sebab itu aku menasihatkan kamu, supaya kamu sungguh-sungguh mengasihi dia.
2:9 Sebab justru itulah maksudnya aku menulis surat kepada kamu, yaitu untuk menguji kamu, apakah kamu taat dalam segala sesuatu.
2:10 Sebab barangsiapa yang kamu ampuni kesalahannya, aku mengampuninya juga. Sebab jika aku mengampuni, --seandainya ada yang harus kuampuni--,maka hal itu kubuat oleh karena kamu di hadapan Kristus,
2:11 supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya.
----------------------------------------------------------
Bacaan Setahun : Yehezkiel 1-4
Nats : ... supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya. (2 Korintus 2:11 TB)
Pernahkah Anda melakukan kesalahan? Bagaimana perasaan Anda ketika dalam situasi yang demikian, orang-orang menyerang dan menyalahkan Anda? Ada dua kemungkinan. Anda akan menyalahkan diri sendiri secara berlebihan, menarik diri agar tidak melakukan kesalahan baru. Atau, Anda akan membela diri, berusaha menunjukkan bahwa Anda bukan satu-satunya yang patut dipersalahkan. Masalah tidak dibereskan secara objektif, hubungan pun terancam rusak.
Merusak hubungan antar sesama anggota tubuh Kristus adalah strategi favorit Iblis. Ia tahu anak-anak Tuhan harus saling melengkapi untuk mengerjakan tujuan-tujuan Tuhan di dunia ini. Paulus sangat menyadarinya. Sebab itu, ia memberi peringatan kepada jemaat di Korintus. Tersirat dari bacaan kita, mereka sedang memiliki masalah dengan salah seorang saudara. Teguran demi teguran diberikan. Tapi orang yang bersalah tidak butuh lebih banyak teguran, melainkan pengampunan dan penghiburan untuk menolongnya kembali ke dalam persekutuan dan memperbaiki sikapnya (ayat 7). Tanpa itu ia akan terus terpuruk dengan rasa bersalah dan tidak ditolong untuk bertumbuh.
"Kasihi dia dengan sungguh-sungguh, " (ayat 8), adalah nasihat yang juga harus dipraktikkan dalam komunitas kita hari ini. Tuhan rindu kita saling membangun dalam pekerjaan baik yang memuliakan Dia. Sebaliknya, Iblis berusaha membuat kita saling menyakiti, sehingga Tuhan yang kita sembah tidak dihormati orang. Bagaimana kita bersikap satu sama lain? Kesalahan perlu ditegur, tetapi orang yang bersalah perlu dirangkul untuk bangkit kembali. Jangan biarkan Iblis beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya! --MEL
ORANG YANG BERSALAH MEMBUTUHKAN PENGAMPUNAN.
JUGA, DORONGAN UNTUK KEMBALI HIDUP MEMULIAKAN TUHAN.
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganhar...?d=2012/08/26/
Sumber : www.sabda.org
|
|
|
August 28, 2012, 04:20
|
#1379
|
|
Love this look
Join Date: Feb 2010
Posts: 2,138
WebPoint: 0 GaulPoint: 3101
|
TERANG BAGI NEGERI

Bacaan : Matius 5:13-16
----------------------------------------------------------
5:13
/"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.*
5:14
/Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.*
5:15
/Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.*
5:16
/Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."*
----------------------------------------------------------
Bacaan Setahun : Yehezkiel 9-12
Nats : Lagi pula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah tempayan, melainkan di atas kaki pelita sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. (Matius 5:15)
Kedua anak perempuan teman saya punya cita-cita istimewa. Yang sulung ingin menjadi hakim. Yang bungsu ingin menjadi jaksa. Mereka ingin menjadi para penegak kebenaran dan pembela yang lemah. Saya bertanya bagaimana mereka bisa punya cita-cita semulia itu. Dengan mimik serius layaknya orang dewasa salah satu menjawab, "Aku belajar dari Alkitab, Tuhan sangat menentang ketidakadilan dan kejahatan. Namun, itulah yang banyak terjadi sekarang." Tiap mengingat mereka saya terharu. Kedua anak itu rindu menjadi terang di tempat yang dianggap banyak orang kotor, penuh kegelapan.
Yesus mengingatkan murid-murid-Nya bahwa untuk memenuhi fungsinya, terang harus berada di tempat yang tepat, yaitu di tempat yang bisa dilihat orang (ayat 16). Bukankah "dilihat orang" itu terkesan sombong? Dalam konteks ini tidak, karena tujuannya adalah orang dibawa memuji Tuhan, bukan kebaikan manusia. Berada di tempat yang tepat dimaksudkan agar fungsi terang itu maksimal (ayat 15). Di manakah terang paling berfungsi jika bukan di tempat yang gelap? Kapan orang membutuhkan cahaya untuk melihat kota di atas gunung atau beraktivitas di dalam rumah? Bukankah pada saat gelap meliputi?
Kerap kali pelita orang kristiani "tersembunyi" selama hari kerja, karena yang dianggap pelayanan hanyalah aktivitas hari Minggu di gereja. Padahal, dunia yang butuh diterangi itu mencakup semua bidang kehidupan -hukum dan pemerintahan, bisnis dan ekonomi, kesehatan dan pendidikan, media, bahkan seni, dan hiburan. Ketika menjumpai "kegelapan" di negeri ini, biarlah kita tidak putus harapan, tetapi justru bersemangat, karena di sanalah kesempatan yang sesungguhnya menjadi terang dunia. --LAN
DI MANAKAH ANDA DAN SAYA SEHARUSNYA BERADA
AGAR BANYAK ORANG MELIHAT KEBENARAN DAN MEMULIAKAN TUHAN?
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganhar...?d=2012/08/28/
Sumber : www.sabda.org
|
|
|
August 29, 2012, 03:17
|
#1380
|
|
Registered User
Join Date: Nov 2008
Posts: 39
WebPoint: 0 GaulPoint: 10
|
1 Petrus 1:15-16, kuduslah kamu, sebab Aku kudus
Kisah Para Rasul 5:1-11
Ananias dan safira "menahan" separuh dari uang hasil penjualan tanah mereka dan memberikan yg separuh lagi kepada para rasul, tetapi mereka "menimbulkan kesan" bahwa mrk telah memberikan semuanya. Ini kelihatan hanya seperti "sikap melebay-lebaykan" yg umum, tetapi Tuhan merespon keras bahkan mencabut nyawa mereka.
Kejadian ini menunjukkan :
"TUHAN SERIUS TERHADAP DOSA"
Mungkin hari ini dosa kita mirip dgn mereka, pernah nggak berja
nji memberi persembahan dgn jumlah tertentu tetapi akhirnya kita memberi tdk seperti yg kita janjikan, tetapi kita menimbulkan kesan kita telah menepati janji itu (saya tdk bicara ttg jumlahnya atau persembahannya, Tetapi "Kesan" yg kita coba perlihatkan)
Ini juga bisa terjadi saat kita menolong org lain, membimbing, dll. Kita belum lakukan banyak tetapi kita seolah-olah telah melakukan banyak bagi org tsb.
Atau janji2 lain yg kita tdk tepati sepenuhnya tetapi menimbulkan kesan kita telah menepatinya...
Hari ini ada diantara kita yg lebih khawatir ttg apa yg org lain lihat dan pikirkan ttg kita daripada mengkhawatirkan apa yg Tuhan lihat dan pikir ttg kita. Mencoba menimbulkan kesan kita melakukan banyak hal2 yg baik daripada yg sebenarnya dan sedikit melakukan hal2 buruk daripada yg sebenarnya.
Coba kita sama-sama renungkan :
"apakah kita sedang ingin menjadi seperti Yesus? Atau hanya ingin "tampak seperti Yesus?"
|
|
|
Posting Rules
|
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts
HTML code is Off
|
|
|
All times are GMT. The time now is 15:30.
|
|