May 11, 2012, 05:17
|
#1321
|
|
Love this look
Join Date: Feb 2010
Posts: 2,136
WebPoint: 0 GaulPoint: 3.099
|
IKAN BESAR
Bacaan : Yunus 1:17-2:10
-------------------------------------------------------------
1:17 Maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus; dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya.
2:1 Berdoalah Yunus kepada TUHAN, Allahnya, dari dalam perut ikan itu,
2:2 katanya: "Dalam kesusahanku aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati aku berteriak, dan Kaudengarkan suaraku.
2:3 Telah Kaulemparkan aku ke tempat yang dalam, ke pusat lautan, lalu aku terangkum oleh arus air; segala gelora dan gelombang-Mu melingkupi aku.
2:4 Dan aku berkata: telah terusir aku dari hadapan mata-Mu. Mungkinkah aku memandang lagi bait-Mu yang kudus?
2:5 Segala air telah mengepung aku, mengancam nyawaku; samudera raya merangkum aku; lumut lautan membelit kepalaku
2:6 di dasar gunung-gunung. Aku tenggelam ke dasar bumi; pintunya terpalang di belakangku untuk selama-lamanya. Ketika itulah Engkau naikkan nyawaku dari dalam liang kubur, ya TUHAN, Allahku.
2:7 Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada TUHAN, dan sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus.
2:8 Mereka yang berpegang teguh pada berhala kesia-siaan, merekalah yang meninggalkan Dia, yang mengasihi mereka dengan setia.
2:9 Tetapi aku, dengan ucapan syukur akan kupersembahkan korban kepada-Mu; apa yang kunazarkan akan kubayar. Keselamatan adalah dari TUHAN!"
2:10 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada ikan itu, dan ikan itupun memuntahkan Yunus ke darat.
-------------------------------------------------------------
Bacaan Setahun : Mazmur 65-67; 69-70
Orang Ibrani mempunyai keyakinan bahwa "dunia orang mati" itu berada di bawah. Ya, jauh di kedalaman di bawah sana. Gelap; mengerikan; jauh dari hadirat Tuhan. Ketika Yunus dilempar ke dalam lautan yang sedang bergelora, pastilah ia merasa bahwa dirinya sedang dikirim ke "dunia orang mati" itu. Ternyata tidak! Seekor "ikan besar" menelannya atas perintah Tuhan!
Yunus berada di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam. Ia menyadari, ternyata di pusat lautan, ia masih hidup (ayat 3). Tuhan belum selesai berurusan dengannya. Yunus bukan saja dikejar-Nya dengan "badai besar" (lihat Yunus 1:12), melainkan juga ditangkap-Nya dengan "ikan besar". Kini, ia layaknya seorang anak dalam genggaman erat tangan bapanya. Yunus sadar, jika "badai besar" dan "ikan besar" saja taat kepada Tuhan, bukankah sepatutnya ia mematuhi panggilan Tuhan? Ia teringat kepada Tuhan (ayat 7). Dan, dalam kesempatan hidup yang kedua itulah Yunus bertekad memenuhi nazarnya kepada Tuhan dalam rasa syukur, Yunus berdoa kepada Tuhan (ayat 9). Perut ikan itu seolah malah menjadi sebuah ruang doa yang hening bukan kuburan sepi baginya.
Apakah kita merasa tengah berada di "perut ikan besar" yang menelan kita setelah kesalahan besar yang kita lakukan pada masa lampau? Mungkin itu adalah kondisi sakit parah, ekonomi yang sedang jatuh, studi yang gagal, cinta yang kandas, atau bahkan je- ruji penjara. Tuhan belum selesai dengan kita. Berpalinglah kepada-Nya dan berdoalah, dengan diiringi keyakinan bahwa kondisi kini apa pun itu justru dapat Dia pakai sebagai "perut ikan" yang akan mengembalikan kita kepada tujuan-Nya yang mulia. --PAD
SEKALIPUN RENCANA KITA GAGAL TERLAKSANA,
TUHAN TAK PERNAH GAGAL MEMENUHI RANCANGAN-NYA.
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganhar...?d=2012/05/11/
Sumber : www.sabda.org
|
|
|
|
Recommendation
|
Sponsored Ads
|
|
|
|
May 15, 2012, 09:33
|
#1322
|
|
Love this look
Join Date: Feb 2010
Posts: 2,136
WebPoint: 0 GaulPoint: 3099
|
PERCAYA RAMALAN BINTANG?

Bacaan : Ulangan 18:9-22
-------------------------------------------------
18:9 "Apabila engkau sudah masuk ke negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, maka janganlah engkau belajar berlaku sesuai dengan kekejian yang dilakukan bangsa-bangsa itu.
18:10 Di antaramu janganlah didapati seorangpun yang mempersembahkan anaknya laki-laki atau anaknya perempuan sebagai korban dalam api, ataupun seorang yang menjadi petenung, seorang peramal, seorang penelaah, seorang penyihir,
18:11 seorang pemantera, ataupun seorang yang bertanya kepada arwah atau kepada roh peramal atau yang meminta petunjuk kepada orang-orang mati.
18:12 Sebab setiap orang yang melakukan hal-hal ini adalah kekejian bagi TUHAN, dan oleh karena kekejian-kekejian inilah TUHAN, Allahmu, menghalau mereka dari hadapanmu.
18:13 Haruslah engkau hidup dengan tidak bercela di hadapan TUHAN, Allahmu.
18:14 Sebab bangsa-bangsa yang daerahnya akan kaududuki ini mendengarkan kepada peramal atau petenung, tetapi engkau ini tidak diizinkan TUHAN, Allahmu, melakukan yang demikian.
18:15 Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.
18:16 Tepat seperti yang kamu minta dahulu kepada TUHAN, Allahmu, di gunung Horeb, pada hari perkumpulan, dengan berkata: Tidak mau aku mendengar lagi suara TUHAN, Allahku, dan api yang besar ini tidak mau aku melihatnya lagi, supaya jangan aku mati.
18:17 Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik;
18:18 seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.
18:19 Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban.
18:20 Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati.
18:21 Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? --
18:22 apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya."
-------------------------------------------------
Bacaan Setahun : Mazmur 3-4, 12-13, 28, 55
Nats : Sebab bangsa-bangsa yang daerahnya akan kaududuki ini mendengarkan kepada peramal atau petenung, tetapi engkau ini tidak diizinkan Tuhan, Allahmu, melakukan yang demikian. (Ulangan 18:14)
Orang kristiani membaca Horoskop, bolehkah? Barangkali sebagian menjawab: "Boleh saja, kan tidak memercayainya" atau "Ah, saya cuma iseng saja, kok. Tidak ada maksud mendalami, apalagi memercayai." Sebagian yang lain dengan tegas berkata tidak pada horoskop, karena itu artinya praktik ramal yang adalah dosa. Apa kata Alkitab tentang hal ini?
Praktik ramal meramal sudah ada sejak zaman bangsa Israel. Tuhan mengingatkan mereka bahwa praktik-praktik semacam itu akan banyak dijumpai ketika mereka masuk negeri Kanaan (ayat 9, 14). Umat Tuhan haruslah mendengarkan suara Tuhan, dengan cara yang Tuhan tentukan (ayat 15). Meminta petunjuk pada dewa, arwah, roh peramal, orang mati, atau hal-hal lain di luar cara Tuhan, berarti pemberontakan terhadap Tuhan (ayat 11-12; bandingkan Imamat 19:26, 31). "Sebab setiap orang yang melakukan hal-hal ini adalah kekejian bagi Tuhan" (ayat 12).
Masalah horoskop jauh melampaui soal boleh atau tidak boleh membaca. Ini masalah hati yang berpaut pada Tuhan sebagai satu-satunya otoritas dalam hidup. Kita perlu menyelidiki hati: mengapa saya lebih banyak mencari petunjuk akan masa depan di luar firman Tuhan? Tidakkah itu berarti saya meragukan petunjuk-Nya? Waspadalah! Hal itu tidak sepele di mata Tuhan! Jangan pula merasa sudah benar jika kita tak pernah membaca horos- kop. Bisa jadi kita tidak membaca karena tidak ingin dipandang negatif, namun sebenarnya kita juga mencari petunjuk dalam hal-hal lain. Hati yang berpaut kepada ilah lain, itulah kekejian bagi Tuhan. --NDR
PANCANGKAN TINGGI-TINGGI TIANG KEKUDUSAN
UNTUK MENOLAK SEGALA KEKEJIAN YANG MENDUKAKAN TUHAN.
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganhar...?d=2012/05/15/
Sumber : www.sabda.org
|
|
|
May 16, 2012, 04:37
|
#1323
|
|
Love this look
Join Date: Feb 2010
Posts: 2,136
WebPoint: 0 GaulPoint: 3099
|
SATU IOTA PUN PENTING

Bacaan : Matius 5:17-20
-------------------------------------------------------
5:17 /"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.*
5:18 /Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.*
5:19 /Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.*
5:20 /Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.*
-------------------------------------------------------
Bacaan Setahun : 2 Samuel 16-18
Bagaimana perasaan Anda jika orang menyebarluaskan berita yang keliru tentang Anda? Tentu Anda marah, jengkel, tidak terima, karena akibat pemberitaan itu, orang banyak akan memiliki gambaran yang salah tentang Anda, dan mungkin memperlakukan Anda dengan tidak seharusnya.
Tuhan juga tidak menginginkan pemberitaan yang menyesatkan tentang diri-Nya. Yesus berkata bahwa "satu iota atau satu titik" pun tidak boleh ditiadakan dari firman-Nya (ayat 18). Iota (yod) adalah huruf terkecil dalam abjad Ibrani. Titik (keraia) atau goresan kecil dalam abjad Ibrani adalah unsur yang membedakan arti dari huruf-huruf yang serupa. Seluruh firman Tuhan harus dilakukan dan diajarkan dengan benar, tidak ada pengecualian. Tinggi-rendahnya tempat seseorang di dalam Kerajaan sorga tergantung pada hal ini (ayat 19). Keseriusan yang sama ditegaskan ketika kanon Alkitab diakhiri (Wahyu 22:18-19). Menurut Yesus, mereka yang menyesatkan orang lain lebih baik dibinasakan (Matius 18:6). Tuhan tidak menginginkan pemberitaan yang keliru tentang diri-Nya.
Kebenaran ini mendorong kami yang menyeleksi dan menyunting naskah Renungan Harian berhati-hati dalam mengerjakan tugas kami. Anda mungkin memiliki kesempatan-kesempatan yang berbeda untuk mengajarkan firman Tuhan kepada orang lain. Mari bersama melakukannya dengan kerinduan agar mereka mengenal Tuhan sebagaimana Dia ingin dikenal, agar mereka tidak salah bersikap terhadap-Nya. Itu artinya, kita makin teliti belajar Alkitab dan makin berhati-hati dalam mengajarkannya. --ELS
PEMBERITAAN YANG KELIRU AKAN TUHAN
AKAN MEMBAWA PENGENALAN YANG KELIRU TENTANG DIA.
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganhar...?d=2012/05/16/
Sumber : www.sabda.org
|
|
|
May 20, 2012, 15:52
|
#1324
|
|
Love this look
Join Date: Feb 2010
Posts: 2,136
WebPoint: 0 GaulPoint: 3099
|
DISKUSI TANPA AKSI

Bacaan : Roma 10:4-15
-----------------------------------------
10:4 Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.
10:5 Sebab Musa menulis tentang kebenaran karena hukum Taurat: "Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya."
10:6 Tetapi kebenaran karena iman berkata demikian: "Jangan katakan di dalam hatimu: Siapakah akan naik ke sorga?", yaitu: untuk membawa Yesus turun,
10:7 atau: "Siapakah akan turun ke jurang maut?", yaitu: untuk membawa Kristus naik dari antara orang mati.
10:8 Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan.
10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
10:11 Karena Kitab Suci berkata: "Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan."
10:12 Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.
10:13 Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.
10:14 Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?
10:15 Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"
-----------------------------------------
Bacaan Setahun : 2 Samuel 22-23; Mazmur 57
Nats : Bagaimana orang mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? (Roma 10:14c)
Saya kerap mendengar orang kristiani yang berdiskusi tentang nasib orang-orang yang ada di tempat terpencil atau yang belum pernah mendengar karya Kristus. Namun, dari nada dan nuansanya, diskusi itu tidak muncul dari keprihatinan akan nasib mereka yang belum mendengar Injil. Diskusi lebih diwarnai keinginan untuk memuaskan otak dengan memperdebatkan hal-hal yang rumit di seputar topik ini.
Paulus menuliskan hal yang lebih penting untuk kita ketahui dan lakukan daripada sekadar memperdebatkannya. Ia menekankan bahwa siapa saja yang mengaku Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat akan diselamatkan (ayat 9-10). Namun, orang hanya bisa sampai pada pengakuan semacam ini kalau ia pernah mendengar Berita Injil (ayat 14). Ini menunjukkan betapa pentingnya seseorang yang menyampaikan kabar baik itu kepada mereka. Menjadi tugas setiap orang percaya untuk menjadi penyampai Kabar baik tersebut. Para pemberita Injil inilah yang lebih dibutuhkan daripada seorang pemenang debat yang tidak pernah berangkat menginjili. Gereja yang sehat haruslah lebih banyak mengutus pemberita Injil daripada menyelenggarakan seminar penginjilan.
Sungguhkah kita mencemaskan nasib mereka yang belum pernah mendengar Injil? Adakah kerinduan dalam diri kita, melihat banyak orang menjadi percaya dan mengaku Yesus itu Juru Selamat, serta hidup memuliakan-Nya? Diskusi tanpa aksi dan kecemasan semata bukanlah jalan keluar. Energi yang dipakai untuk berdebat panjang tentang nasib orang di kekekalan akan lebih berguna jika dipakai untuk mendoakan, merancang strategi menyampaikan kabar baik, dan menjalankannya sepenuh hati. --PBS
KALAU KITA MULAI BERGERAK HARI INI,
KEMUNGKINAN ADA ORANG YANG AKAN DISELAMATKAN BESOK PAGI.
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganhar...?d=2012/05/20/
Sumber : www.sabda.org
|
|
|
May 21, 2012, 05:47
|
#1325
|
|
Love this look
Join Date: Feb 2010
Posts: 2,136
WebPoint: 0 GaulPoint: 3099
|
HIDUPKU KESAKSIANKU

Bacaan : 1 Petrus 2:9-17
-----------------------------------------------------------
2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
2:10 kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.
2:11 Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa.
2:12 Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka.
2:13 Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi,
2:14 maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik.
2:15 Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh.
2:16 Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.
2:17 Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!
-----------------------------------------------------------
Bacaan Setahun : Mazmur 95, 97-99
Nats : Milikilah cara hidup yang baik di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai pelaku kejahatan, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka. (1 Petrus 2:12)
Beranikah kita membuat survei untuk mencari tahu komentar orang terhadap cara hidup pengikut Kristus? Bisakah kita menduga hasil dari survei semacam itu? Kira-kira kita akan lebih banyak membaca pujian dan kekaguman ataukah cibiran dan cemoohan? Jangan-jangan kesimpulan kita adalah: justru orang-orang kristianilah yang kerap menghambat kemajuan pemberitaan Kabar Baik.
Dipindahkan dari gelap menuju kepada terang yang ajaib bukanlah akhir cerita dari umat Allah. Petrus memberikan kesaksian bahwa kita diselamatkan untuk memberitakan perbuatan Allah yang besar ini kepada semua orang (ayat 9). Diyakini bahwa bersaksi melalui perkataaan dan menjadi saksi melalui kehidupan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Rasul Petrus mengingatkan umat Tuhan untuk memiliki cara hidup yang baik di tengah-tengah mereka yang belum percaya agar kehidupan mereka tidak dapat difitnah oleh siapa pun. Kehidupan yang murni bukan saja menjadi kewajaran umat Tuhan, melainkan juga akan menjadi kesaksian yang menarik bagi mereka yang belum mengenal Dia. Harus diakui bahwa salah satu penyebab orang tidak tertarik dengan Kabar Baik yang kita sampaikan adalah karena cara hidup kita yang buruk.
Mari kita mawas diri. Apakah cara hidup kita telah mampu bersuara tentang perubahan hidup yang kita miliki? Ataukah gaung Berita Baik itu tertindih oleh buruknya kelakuan kita sebagai umat Tuhan? Jangan-jangan, kita adalah salah satu penghambat perluasan Kerajaan Allah. Berdiam dirilah dan temukan cara hidup kita yang rasanya menjadi penghambat Berita Sukacita. --PBS
ACAP KALI, PENGHALANG TERBESAR KESAKSIAN ADALAH CARA HIDUP KITA.
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganhar...?d=2012/05/21/
Sumber : www.sabda.org
|
|
|
May 22, 2012, 02:55
|
#1326
|
|
Love this look
Join Date: Feb 2010
Posts: 2,136
WebPoint: 0 GaulPoint: 3099
|
HIDUP KITA TERBATAS

Bacaan : Mazmur 90:1-17
-----------------------------------------------------------------
http://www.sabda.org/alkitab/tb/?ver...ab=19&pasal=90
-----------------------------------------------------------------
Bacaan Setahun : 2 Samuel 24; 1 Tawarikh 21-22; Mazmur 30
Nats : Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. (Mazmur 90:12)
Dalam buku One Month To Live, Kerry dan Chris Shook menulis bahwa apabila waktu hidup kita di bumi ini hanya tinggal satu bulan lagi, kita tentu akan menghabiskan hari-hari secara berbeda serta dengan cara-cara yang unik. Para penulis buku tersebut juga percaya bahwa kita akan mengalami kehidupan yang lebih memuaskan, yang dapat meninggalkan sebuah warisan bagi kekekalan.
Kesadaran mengenai waktu hidup yang singkat dapat memberi perubahan pada bagaimana kita menjalani kehidupan. Namun, siapakah yang tahu masa hidup manusia selain Allah Dia yang ada dari selama-lamanya sampai selama-lamanya (ayat 2)? Di hadapan Allah, manusia hanyalah debu; kehidupan manusia seperti suatu giliran jaga malam (ayat 4), seperti mimpi (ayat 5), seperti rumput yang pagi berkembang dan sore lisut-layu (ayat 6). Apakah yang dapat dikerjakan selama masa tujuh puluh tahun serta "bonus" sepuluh tahun yang mungkin kita jalani jika isinya, kata pemazmur, hanyalah tahun-tahun kesukaran dan penderitaan (ayat 10)? Dalam keadaan seperti itu, pemazmur memohon Tuhan mengajarnya menghitung hari (ayat 12). Dengan begitu, manusia tahu betapa singkatnya kehidupan ini; dan menjadi bijaksana dalam menjalaninya. Pemazmur juga memohon pada Tuhan yang kekal, kasih setia yang mengenyangkannya di waktu pagi dan sukacita yang mengimbangi hari-hari kesusahan.
Membandingkan kesementaraan manusia dengan kekekalan Tuhan serta ketidaktahuan kita akan akhir kehidupan semestinya membuat kita memercayakan diri kepada Yang Maha Tahu. Dengan kesadaran itu, mari jalani hidup ini dengan bijaksana demi meninggalkan warisan berharga bagi sesama dan memegahkan nama-Nya. --WIS
KESADARAN BAHWA WAKTU KITA SANGAT TERBATAS
HENDAKNYA MENJADIKAN KITA ARIF DALAM PEMANFAATANNYA.
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganhar...?d=2012/05/22/
Sumber : www.sabda.org
|
|
|
May 23, 2012, 08:11
|
#1327
|
|
Love this look
Join Date: Feb 2010
Posts: 2,136
WebPoint: 0 GaulPoint: 3099
|
INDAHNYA UJIAN

Bacaan : Yakobus 1:2-8
----------------------------------------------------------------
1:2 Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,
1:3 sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.
1:4 Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.
1:5 Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya.
1:6 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.
1:7 Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.
1:8 Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.
----------------------------------------------------------------
Bacaan Setahun : Mazmur 108-110
Nats : "Sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan." (Yakobus 1:3)
Dalam bukunya God's Power to Change Your Life, Rick Warren menuturkan kisah dirinya saat masih muda. Ketika itu, ia begitu rindu memiliki buah roh kesabaran seperti dalam Galatia 5. Suatu pagi, ia berdoa supaya Tuhan menolongnya untuk menghasilkan buah roh tersebut. Siang harinya, sewaktu ia sedang makan di kampus, datanglah seseorang yang terkenal jahil. Orang tersebut dengan sengaja menumpahkan makanan ke badan Rick sampai bajunya berlepotan. Hati Rick pun panas. Namun, sewaktu ia ingin marah, tiba-tiba ia diingatkan oleh doanya tadi pagi. Ia disadarkan bahwa justru inilah ujian yang Tuhan izinkan terjadi supaya ia mengembangkan kesabaran. Ia pun mengurungkan niatnya untuk membalas.
Ada banyak sarana dalam kehidupan yang dapat Tuhan pakai untuk menumbuhkan kehidupan rohani kita. Salah satunya adalah tatkala Dia mengizinkan "gangguan" atau ujian yang tak mengenakkan kita. Penulis kitab Ibrani menjelaskan alasannya, yaitu supaya kita dapat melatih dan mengasah karakter menjadi lebih sempurna di tengah tantangan (ayat 4). Juga, agar kesabaran kita memperoleh kesempatan untuk bertumbuh (ayat 3 FAYH). Itu sebabnya, kita patut berbahagia apabila mengalami kesukaran (ayat 2). Tentu saja, saat kita mengalami ujian, kita kerap kali bimbang, tidak tahu harus berbuat dan bersikap seperti apa. Itu sebabnya, Firman Tuhan mengingatkan kita untuk tidak ragu meminta hikmat dari Tuhan (ayat 5-7). Hikmat dari Tuhan akan membuat kita lebih tenang dalam menghadapi ujian (ayat 8).
Anda mengalami ujian yang tidak menyenangkan? Ujian dari Tuhan sesungguhnya menempa karakter kita. Berdoalah supaya kita terus berhikmat dalam menjalani ujian ini. --JIM
"TUHAN MENGUJI SUPAYA KELAK DIA MEMAHKOTAI KITA."
-SANTO AMBROSIUS-
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganhar...?d=2012/05/23/
|
|
|
May 24, 2012, 10:30
|
#1328
|
|
Love this look
Join Date: Feb 2010
Posts: 2,136
WebPoint: 0 GaulPoint: 3099
|
MERASA BENAR

Bacaan : 1 Korintus 8:1-12
----------------------------------------------------------
8:1 Tentang daging persembahan berhala kita tahu: "kita semua mempunyai pengetahuan." Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun.
8:2 Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu "pengetahuan", maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya.
8:3 Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah.
8:4 Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: "tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa."
8:5 Sebab sungguhpun ada apa yang disebut "allah", baik di sorga, maupun di bumi--dan memang benar ada banyak "allah" dan banyak "tuhan" yang demikian--
8:6 namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.
8:7 Tetapi bukan semua orang yang mempunyai pengetahuan itu. Ada orang, yang karena masih terus terikat pada berhala-berhala, makan daging itu sebagai daging persembahan berhala. Dan oleh karena hati nurani mereka lemah, hati nurani mereka itu dinodai olehnya.
8:8 "Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan."
8:9 Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah.
8:10 Karena apabila orang melihat engkau yang mempunyai "pengetahuan", sedang duduk makan di dalam kuil berhala, bukankah orang yang lemah hati nuraninya itu dikuatkan untuk makan daging persembahan berhala?
8:11 Dengan jalan demikian orang yang lemah, yaitu saudaramu, yang untuknya Kristus telah mati, menjadi binasa karena "pengetahuan" mu.
8:12 Jika engkau secara demikian berdosa terhadap saudara-saudaramu dan melukai hati nurani mereka yang lemah, engkau pada hakekatnya berdosa terhadap Kristus.
----------------------------------------------------------
Bacaan Setahun : 1 Tawarikh 23-25
Nats : Jika ada orang yang menyangka bahwa ia mempunyai suatu "pengetahuan", maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya. Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah. (1 Korintus 8:2-3)
Seorang teman pernah mengeluhkan pemain basket dalam tim yang dilatihnya. "Memang mainnya bagus, tetapi main sendiri, tidak pernah memberi bola untuk yang lain, " jelasnya. Si pemain hebat begitu berpusat pada dirinya sendiri. Dalam pandangannya ia berbuat yang benar dengan menghasilkan poin demi poin bagi timnya, tetapi dari kacamata pelatih ia sedang mematikan semangat dan potensi yang ada dalam tim.
Beberapa orang dalam jemaat di Korintus juga berpikir bahwa mereka sedang melakukan apa yang benar, menegaskan kemerdekaan orang percaya di dalam Kristus (ayat 4-6, 8). Namun, mereka tidak memperhatikan keberatan-keberatan nurani sesama saudara seiman. Tuhan tahu hati mereka (ayat 3). Jika mereka mengasihi Tuhan, mereka akan memikirkan bagaimana agar sikap mereka dapat membangun sesama umat Tuhan (ayat 1). Namun sebaliknya, karena mereka tidak punya kasih, pengetahuan mereka menjadi batu sandungan bagi orang lain. Betapa tragis jika seseorang merasa diri benar, tetapi ternyata ia telah berdosa di mata Tuhan (ayat 12).
Semua orang yang percaya kepada Kristus akan menjadi saudara-saudara kita dalam kekekalan. Ada yang beribadah di gereja yang sama, ada yang berbeda. Ada yang kita jumpai setiap hari, ada yang hanya sebentar. Ada yang menyenangkan, ada yang menjengkelkan. Bagaimana ucapan dan tindakan kita kepada mereka jika dipandang dari kacamata Tuhan? Adakah Dia mengenal kita sebagai anak-anak-Nya yang mengasihi Dia? Satu tindakan kasih apa yang dapat kita lakukan untuk membangun saudara-saudara kita hari ini? --ELS
PENGETAHUAN + KASIH = TINDAKAN MEMBANGUN
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganhar...?d=2012/05/24/
|
|
|
May 25, 2012, 03:48
|
#1329
|
|
Love this look
Join Date: Feb 2010
Posts: 2,136
WebPoint: 0 GaulPoint: 3099
|
AMPUNILAH DAN LUPAKANLAH

Bacaan : Yesaya 43:22-28
-----------------------------------------------------------
43:22 "Sungguh, engkau tidak memanggil Aku, hai Yakub, dan engkau tidak bersusah-susah karena Aku, hai Israel.
43:23 Engkau tidak membawa domba korban bakaranmu bagi-Ku, dan tidak memuliakan Aku dengan korban sembelihanmu. Aku tidak memberati engkau dengan menuntut korban sajian atau menyusahi engkau dengan menuntut kemenyan.
43:24 Engkau tidak membeli tebu wangi bagi-Ku dengan uang atau mengenyangkan Aku dengan lemak korban sembelihanmu. Tetapi engkau memberati Aku dengan dosamu, engkau menyusahi Aku dengan kesalahanmu.
43:25 Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu.
43:26 Ingatkanlah Aku, marilah kita berperkara, kemukakanlah segala sesuatu, supaya engkau nyata benar!
43:27 Bapa leluhurmu yang pertama sudah berdosa, dan jurubicaramu telah memberontak terhadap Aku.
43:28 Jadi Aku terpaksa menajiskan pemimpin-pemimpin tempat kudus, dan terpaksa menyerahkan Yakub untuk ditumpas dan Israel untuk dinista."
-----------------------------------------------------------
Bacaan Setahun : Mazmur 131, 138-139, 143-145
Nats : "...Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu." (Yesaya 43:25)
Amy Charmichael, seorang wanita Irlandia yang melayani di India selama 55 tahun, termasuk penulis yang produktif. Dalam salah satu bukunya, If (1953), ia menulis: Jika aku berkata, "Ya, aku memaafkan perbuatanmu, tetapi tidak dapat melupakannya, " seolah-olah Allah, yang dua kali sehari membasuh semua pasir di semua pantai di seluruh muka bumi ini, tidak dapat membasuh ingatan buruk semacam itu dari pikiranku, maka aku tidak tahu apa-apa tentang kasih Kalvari.
Kasih Kalvari menunjukkan pengampunan Tuhan yang luar biasa bagi manusia yang patut dibinasakan. Perhatikan teguran Tuhan melalui Yesaya: umat-Nya telah memberati Tuhan dengan dosa, menyusahi-Nya dengan kesalahan (ayat 24). Sangat adil jika mereka dibinasakan. Namun, Tuhan berkenan menghapus dosa mereka, dan tidak lagi mengingat-ingatnya (ayat 25). Bukankah Tuhan Maha Pengingat? Tak mungkin Dia lupa dengan pemberontakan mereka. Dia tidak "mengingat-ingat" menunjukkan bahwa Dia tidak akan mengungkit dosa-dosa itu untuk menentang dan menghakimi mereka.
Hal "mengampuni" kerap menjadi kendala bagi banyak orang. Ketika merasa disakiti, diperlakukan tidak adil, dirugikan, atau dikhianati, tak jarang kita menyimpan amarah terhadap orang yang menyakiti kita, bahkan dendam. Mungkin kita berkata bahwa kita bersedia memaafkan, tetapi hati kita tidak. Siapakah kita? Orang-orang yang patut dimurkai dan dibinasakan! Namun, Allah bersedia mengampuni kita dan melupakan dosa-dosa kita! Lebih hebatkah kita dari Allah sehingga kita tidak harus memaafkan sesama kita dan melupakan kesalahannya? Harapkanlah anugerah dan pertolongan-Nya, lalu ampunilah dan lupakanlah. --SAR
PENGAMPUNAN ALLAH YANG SEMPURNA MEMAMPUKAN SESEORANG
MELAKUKAN HAL YANG SAMA TERHADAP SESAMANYA.
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganhar...?d=2012/05/25/
|
|
|
May 27, 2012, 10:14
|
#1330
|
|
Love this look
Join Date: Feb 2010
Posts: 2,136
WebPoint: 0 GaulPoint: 3099
|
BILAMANA DIA TURUN

Bacaan : Kisah Para Rasul 1:6-11
---------------------------------------------------------
1:6 Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"
1:7 Jawab-Nya: /"Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.*
1:8 /Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."*
1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.
1:10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,
1:11 dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."
---------------------------------------------------------
Bacaan Setahun : Mazmur 111-118
Nats : Tetapi kamu akan menerima kuasa bilamana Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kisah Para Rasul 1:8)
Pada setiap hari Minggu Pentakosta, dimulai sejak tahun 2000, orang-orang percaya dari semua negara dan denominasi gereja, berkumpul di berbagai tempat dalam Gerakan Hari Doa Sedunia, untuk berdoa bagi dunia: "Raja Kemuliaan, datang dan selesaikanlah karya-Mu di kota, masyarakat, dan bangsa kami."
Gerakan ini didasarkan pada teladan persekutuan doa para rasul setelah Yesus Kristus naik ke surga (ayat 13- 14). Inilah tanggapan iman mereka terhadap janji Tuhan tentang turunnya Roh Kudus (ayat 8). Banyak orang mengingat Roh Kudus sebagai Penolong dan Penghibur, tetapi kerap lupa bahwa tujuan utama kedatangan-Nya adalah untuk memberi kuasa kepada murid-murid Kristus agar dapat menjadi saksi sampai ke ujung bumi. Roh Kudus bukan turun untuk membuat urusan kita lancar dan hati kita senang, melainkan untuk memenuhi bumi dengan kemuliaan Tuhan. Ketika kita setia menjadi saksi-Nya, Roh Kudus akan menolong dan menguatkan, bahkan pada saat-saat tersulit sekalipun (lihat Markus 13:9-11).
Ketika kita percaya, kita telah menerima Roh Kudus (Efesus 1:13-14). Apakah kita menyadari kehadiran-Nya yang berkuasa dan menundukkan diri pada tuntunan-Nya? Dia hadir agar dunia dapat melihat bagaimana Kristus dimuliakan di dalam dan melalui hidup murid-murid-Nya. Hidup yang dipenuhi kegairahan berdoa dan belajar firman; hidup yang berani menyatakan kebenaran Tuhan di segala situasi; hidup yang mewartakan anugerah keselamatan bagi semua suku bangsa. --ELS
ROH KUDUS HADIR BUKAN UNTUK MEMENUHKAN SEGALA KEINGINAN KITA.
DIA HADIR UNTUK MEMAMPUKAN KITA MEMENUHI KEINGINAN TUHAN.
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganhar...?d=2012/05/27/
Sumber : www.sabda.org
|
|
|
May 28, 2012, 09:53
|
#1331
|
|
Love this look
Join Date: Feb 2010
Posts: 2,136
WebPoint: 0 GaulPoint: 3099
|
MASA LALU TEOLOGIS VS BIOGRAFIS

Bacaan : Yeremia 1:1-10
------------------------------------------------------------------
1:1 Inilah perkataan-perkataan Yeremia bin Hilkia, dari keturunan imam yang ada di Anatot di tanah Benyamin.
1:2 Dalam zaman Yosia bin Amon, raja Yehuda, dalam tahun yang ketiga belas dari pemerintahannya datanglah firman TUHAN kepada Yeremia.
1:3 Firman itu datang juga dalam zaman Yoyakim bin Yosia, raja Yehuda, sampai akhir tahun yang kesebelas zaman Zedekia bin Yosia, raja Yehuda, hingga penduduk Yerusalem diangkut ke dalam pembuangan dalam bulan yang kelima.
1:4 Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya:
1:5 "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa."
1:6 Maka aku menjawab: "Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda."
1:7 Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: "Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan.
1:8 Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN."
1:9 Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: "Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu.
1:10 Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam."
------------------------------------------------------------------
Bacaan Setahun : 1 Raja-Raja 1-2; Mazmur 37, 71, 94
Nats : Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa. (Yeremia 1:5)
Penumpang tua yang duduk di sebelah saya berulang kali menoleh ke kanan dan ke kiri. Saya penasaran dan bertanya. Bapak itu menjelaskan, "Ini karena saya dulu sopir selama 30 tahunan." Contoh sederhana ini membuktikan bahwa seperti apa kita saat ini terkait erat dengan apa yang kita alami di waktu-waktu sebelumnya.
Yeremia itu nabi besar. Pelayanannya sangat sulit, tetapi bisa setia sampai akhir. Tentu menarik dan penting mengerti sejarahnya ia bisa seperti itu. Akan tetapi, ternyata Alkitab sedikit saja mencatat data-data (masa lalu) biografis nabi ini: hanya nama dan profesi ayahnya, serta kota kelahirannya (ayat 1). Yang banyak dicatat justru masa lalu teologis-nya, yakni tentang apa yang Allah kerjakan pada "masa lalu" Yeremia, di mana Allah telah mengenal, menguduskan, menetapkan, bahkan memperlengkapi Yeremia menjadi nabi bagi bangsa-bangsa! (ayat 5-10). Ini jauh lebih penting dan lebih menentukan masa kini dan masa depan Yeremia, dibanding keterbatasan atau kelemahan pribadi Yeremia. Masa lalu teologis inilah rahasia keberhasilan nabi Yeremia melaksanakan tugas kenabiannya yang berlangsung lama dan sulit itu.
Kita bukan nabi, tetapi sebagai umat pilihan di zaman ini, kita juga mengemban misi Allah. Seperti Yeremia, kita dipanggil menjadi berkat bagi bagi kota, bangsa, dan bagi zaman kita. Tugas apa yang Allah percayakan pada Anda saat ini? Buatlah komitmen untuk menaatinya, terlepas dari ada-tidaknya kelemahan yang Anda punya, karena panggilan Allah itu jaminan bahwa Anda pasti bisa melaksanakannya! --ICW
PANGGILAN ITU BERSANDAR PADA APA YANG TUHAN LAKUKAN PADA KITA,
BUKAN PADA APA YANG BISA KITA LAKUKAN BAGI DIA.
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganhar...?d=2012/05/28/
www.sabda.org
|
|
|
May 29, 2012, 08:56
|
#1332
|
|
Love this look
Join Date: Feb 2010
Posts: 2,136
WebPoint: 0 GaulPoint: 3099
|
DIHARGAI SIAPA?

Bacaan : Matius 6:1-4
--------------------------------------------------
6:1 /"Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.*
6:2 /Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.*
6:3 /Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.*
6:4 /Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."*
--------------------------------------------------
Bacaan Setahun : Mazmur 119
Nats : "Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, ..." (Matius 6:1a)
Dokter Nathan Barlow memilih untuk melayani di Etiopia selama lebih dari enam puluh tahun. Ia mengabdikan hidupnya untuk menolong para penderita mossy foot di daerah bekas gunung berapi. Mereka mengalami pembengkakan dan borok di kaki dan paha bawah, dan mudah terserang berbagai infeksi. Seperti penyandang lepra, orang-orang ini terkucil dari pergaulan masyarakat. Nathan Barlow adalah orang pertama yang menolong mereka. Tidak banyak orang mengenal dokter ini. Ketika ia meninggal dunia, sedikit saja perhatian diberikan. Saya kagum membaca kisahnya. Minimnya penghargaan tidak membuat Dr. Barlow berhenti melayani.
Yesus mengritik mereka yang pamer kebaikan agar dikagumi orang (ayat 2). Pelayanan seharusnya ditujukan kepada Bapa surgawi yang memberi upah (ayat 1b, 4b). Sedekah tampaknya sebuah tindakan yang penuh kasih dan kepedulian, namun Tuhan tahu motivasi si pemberi sedekah yang tidak dilihat orang. Menurut Yesus, pelayanan tak perlu gembar-gembor. Meski tak ada yang menyaksikan, tetap dilakukan. Tuhanlah satu-satunya yang patut menjadi sorotan, diagungkan melalui pelayanan kita (lihat juga Matius 5:16).
Richard Foster dalam bukunya, Celebration of Discipline, membedakan antara pelayanan semu dan sejati. Pelayanan semu dilakukan melalui usaha manusia, menuntut pahala lahiriah, dan akan berhenti ketika tak ada lagi keuntungan yang dapat diperoleh. Pelayanan sejati bersumber dari Tuhan, mengutamakan perkenan- Nya, dan bertahan sebagai gaya hidup sehari-hari. Mari memeriksa pelayanan kita. Adakah kita benar-benar melakukannya bagi Tuhan? Akankah kita tetap setia meski tidak dihargai orang? --WIS
PELAYANAN SEJATI DIGERAKKAN OLEH KASIH KEPADA TUHAN.
PERKENAN-NYA CUKUP UNTUK MEMBUAT KITA BERTAHAN.
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganhar...?d=2012/05/29/
Sumber : www.sabda.org
|
|
|
May 30, 2012, 05:25
|
#1333
|
|
Love this look
Join Date: Feb 2010
Posts: 2,136
WebPoint: 0 GaulPoint: 3099
|
Dipakai dan dibentuk oleh Roh Kudus

Bacaan : Kisah Para Rasul 9:32-43
------------------------------------------------------------
9:33 Di situ didapatinya seorang bernama Eneas, yang telah delapan tahun terbaring di tempat tidur karena lumpuh.
9:34 Kata Petrus kepadanya: "Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau; bangunlah dan bereskanlah tempat tidurmu!" Seketika itu juga bangunlah orang itu.
9:35 Semua penduduk Lida dan Saron melihat dia, lalu mereka berbalik kepada Tuhan.
9:36 Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita--dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah.
9:37 Tetapi pada waktu itu ia sakit lalu meninggal. Dan setelah dimandikan, mayatnya dibaringkan di ruang atas.
9:38 Lida dekat dengan Yope. Ketika murid-murid mendengar, bahwa Petrus ada di Lida, mereka menyuruh dua orang kepadanya dengan permintaan: "Segeralah datang ke tempat kami."
9:39 Maka berkemaslah Petrus dan berangkat bersama-sama dengan mereka. Setelah sampai di sana, ia dibawa ke ruang atas dan semua janda datang berdiri dekatnya dan sambil menangis mereka menunjukkan kepadanya semua baju dan pakaian, yang dibuat Dorkas waktu ia masih hidup.
9:40 Tetapi Petrus menyuruh mereka semua keluar, lalu ia berlutut dan berdoa. Kemudian ia berpaling ke mayat itu dan berkata: "Tabita, bangkitlah!" Lalu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk.
9:41 Petrus memegang tangannya dan membantu dia berdiri. Kemudian ia memanggil orang-orang kudus beserta janda-janda, lalu menunjukkan kepada mereka, bahwa perempuan itu hidup.
9:42 Peristiwa itu tersiar di seluruh Yope dan banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan.
9:43 Kemudian dari pada itu Petrus tinggal beberapa hari di Yope, di rumah seorang yang bernama Simon, seorang penyamak kulit.
------------------------------------------------------------
Yesus pernah berjanji bahwa setelah kepergian-Nya, Ia akan mengutus Roh Kudus yang akan menjadi penolong dan penghibur orang percaya. Alkitab memperlihatkan kepada kita bahwa Roh Kudus seringkali memakai orang-orang percaya untuk turut serta dalam melakukan pekerjaan-Nya tersebut.
Petrus adalah contoh pribadi yang mau dipakai dan bersedia untuk diubah oleh Roh Kudus. Petrus bukanlah orang yang sempurna, ia pernah menyangkal Yesus, ia juga pernah ingin menghalangi Yesus pergi ke salib. Namun berkat pengampunan yang diberikan oleh Yesus, Petrus mau memberi dirinya dipakai oleh Roh Kudus untuk melayani ke berbagai tempat. Di Lida, Petrus menjadi berkat bagi Eneas yang telah lumpuh selama delapan tahun. Petrus juga menjadi berkat bagi masyarakat di sana sehingga mereka dapat mengenal Tuhan yang sejati (32-35).
Yope pun mendapat berkat berupa pengenalan akan Allah melalui pelayanan Petrus. Bahkan di Yope terjadi mukjizat yang luar biasa ketika Dorkas yang telah meninggal bangkit kembali. Roh Kudus memakai orang percaya serta membentuk mereka. Lihat saja Petrus, yang semula kesulitan bergaul dengan orang yang berbeda dengan dirinya, kini bersedia tinggal di rumah seorang penyamak kulit (43). Pekerjaan seorang penyamak kulit mengharuskan mereka untuk bersentuhan dengan bangkai hewan, suatu hal yang secara tradisi amat dihindari oleh masyarakat Yahudi, tetapi berkat pemahamannya terhadap keselamatan di dalam Yesus, Petrus tidak ragu lagi untuk bergaul dengannya
Roh Kudus dapat memakai dan membentuk Petrus. Roh Kudus juga pasti dapat memakai dan membentuk kita. Persoalannya adalah, maukah kita dipakai dan dibentuk oleh-Nya? Maukah Anda memberi diri untuk dipakai oleh Roh Kudus dalam melakukan pekerjaan-Nya? Bersediakah Anda juga dibentuk oleh Roh Kudus menjadi pribadi yang sesuai dengan kehendak-Nya? Serahkanlah diri Anda untuk dipakai dan dibentuk oleh Roh Kudus dan biarlah kemuliaan Allah menjadi nyata di hadapan banyak orang melalui diri Anda.
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/santapanhar...?d=2012/05/30/
Sumber : www.sabda.org
|
|
|
June 06, 2012, 06:24
|
#1334
|
|
Love this look
Join Date: Feb 2010
Posts: 2,136
WebPoint: 0 GaulPoint: 3099
|
LUPE

Bacaan : Lukas 22:39-46
-------------------------------------------------------
22:39 Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun. Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia.
22:40 Setelah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka: /"Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan."*
22:41 Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya:
22:42 /"Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi."*
22:43 Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya.
22:44 Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.
22:45 Lalu Ia bangkit dari doa-Nya dan kembali kepada murid-murid-Nya, tetapi Ia mendapati mereka sedang tidur karena dukacita.
22:46 Kata-Nya kepada mereka: /"Mengapa kamu tidur? Bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan."*
-------------------------------------------------------
Bacaan Setahun : Amsal 13-15
Nats : Sesudah itu Ia bangkit dari doa-Nya dan kembali kepada murid-muridNya, tetapi Ia mendapati mereka sedang tidur karena dukacita. KataNya kepada mereka: "Mengapa kamu tidur? Bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan." (Lukas 22:45-46)
Lupe. Ya, Anda tidak salah baca. Judul ini sengaja dipilih agar tidak mudah dilupakan. Lupe (baca: loo'-pay) adalah bahasa Yunani untuk dukacita, perasaan yang berat, gundah, penuh derita dan kesedihan karena menghadapi saat-saat sulit yang tak terhindarkan. Apa yang biasanya Anda lakukan ketika mengalaminya? Ada yang suka bepergian atau berkumpul dengan teman untuk melupakan masalah. Beberapa lainnya mungkin seperti saya, tidur! Harapannya, dengan tidur, kita tidak lagi lupe atau tidak lagi menderita.
Para murid juga dicatat tidur karena dukacita. Mungkin mereka awalnya berdoa seperti saran Yesus, tetapi karena lelah fisik dan pikiran, mereka pun terlelap. Bisa juga mereka memang memilih tidur karena tak sanggup lagi berdoa. Jika kesulitan tak dapat dihindari, apa gunanya berdoa? Yesus menegur mereka. Berdoa itu vital agar mereka jangan jatuh dalam pencobaan (ayat 46). Makin sulit situasinya, makin perlu kita terhubung dengan Bapa. Yesus sendiri dalam raga manusia gentar dan ingin menghindari penderitaan. Sebab itu, Dia berdoa, memohon agar dalam saat paling kelam, Dia dapat berespons seturut kehendak Bapa (ayat 42). Dengan kekuatan dari Bapa, Yesus menghadapi salib. Murid-murid-Nya? Lari dan menyangkal Yesus.
Iblis tahu bahwa ketika kita terhubung dengan Bapa, kita akan beroleh kekuatan untuk tetap taat melakukan kebenaran, seberat apa pun risikonya. Sebab itu, ia akan menghalangi kita dengan segala cara untuk berdoa. Menjelang kedatangan Kristus kembali, ia akan makin gencar mencobai anak-anak Tuhan. Mari hidup dengan berjaga-jaga dan berdoa. Yesus berjanji, kita akan beroleh kekuatan yang kita perlukan (Lukas 21:36). --ELS
BERDOA MEMAMPUKAN KITA MELAKUKAN KEHENDAK BAPA.
COBAAN IBLIS BERUSAHA MENGGAGALKANNYA.
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganhar...?d=2012/06/06/
Sumber : www.sabda.org
|
|
|
June 07, 2012, 15:20
|
#1335
|
|
Love this look
Join Date: Feb 2010
Posts: 2,136
WebPoint: 0 GaulPoint: 3099
|
YESUS MENGHAFAL AYAT?

Bacaan : Matius 4:4,7,10
----------------------------------------------------------
4:4 Tetapi Yesus menjawab: /"Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."*
4:7 Yesus berkata kepadanya: /"Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"*
4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: /"Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"*
----------------------------------------------------------
Bacaan Setahun : Amsal 16-18
Siapa bilang disiplin menghafal ayat itu hanya untuk anak Sekolah Minggu? Tuhan Yesus sendiri menyimpan banyak ayat Alkitab dalam memorinya. Kebiasaan ini mungkin sekali sudah dipupuk sejak kanak-kanak. Injil Lukas mencatat bahwa pada usia dua belas tahun saja Yesus dengan cakap bersoal jawab dengan para alim ulama!
Bukan sekadar menghafalkan secara mekanis, perkataan Bapa bagi Yesus ialah sumber kehidupan dan senjata perang. Menghadapi iblis, bisa saja Yesus menghardik "Aku bukan manusia biasa, kamu tak mungkin menang, Blis!" Atau, Dia bisa saja menantang Iblis adu 'kesaktian' seperti saat nabi Elia menantang nabi-nabi Baal (1 Raja-raja 18:20-40). Namun, firman Tuhan yang tertulis sudah cukup bagi Yesus melawan si jahat (ayat 4, 7, 10). Berkali-kali dalam Injil kita akan menemukan Yesus mengutip firman Tuhan saat mengajar, misalnya dalam Matius 12:3, 5; 19:4; 22:31. Meski Yesus ialah Tuhan, Sang Penulis Alkitab, saat itu Dia sedang mengutip perkataan Alkitab yang dihafalkan-Nya sebagai manusia.
Memang banyaknya ayat Alkitab yang dihafal tidak menjamin seseorang hidup serupa Kristus, tetapi terlalu sedikit asupan firman juga tidak akan menghasilkan keserupaan dengan-Nya. Sudah sewajarnya tiap pengikut Kristus, berusaha hidup makin serupa Dia, termasuk makin bergantung pada "setiap firman yang keluar dari mulut Allah". Pendeta John Piper meluangkan waktu 5-10 menit setiap hari untuk menghafalkan ayat Alkitab. Jemaatnya membuat program hafalan Alkitab bersama setiap minggu sepanjang tahun. Hal praktis apa yang dapat Anda lakukan untuk menambah asupan firman Tuhan dalam memori Anda? --ELS
DALAM HATIKU AKU MENYIMPAN JANJI-MU,
SUPAYA AKU JANGAN BERDOSA TERHADAP ENGKAU. -MAZMUR 119:11
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganhar...?d=2012/06/07/
Sumber : www.sabda.org
|
|
|
Posting Rules
|
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts
HTML code is Off
|
|
|
All times are GMT. The time now is 20:30.
|
|