October 27, 2007, 21:10
|
#106
|
|
Registered User
Join Date: Oct 2007
Location: disini, di pojokan kamar gw yg selalu penuh dgn kedamaian, uhuy..!!!
Posts: 640
WebPoint: 0 GaulPoint: 216
|
28 Oktober 2007 -- M I N G G U
Damai Sejahtera | Nehemia 1:4-7
Waktu yang kita habiskan bersama Tuhan seringkali memberi pengaruh besar terhadap kehidupan kita setiap hari. Ketika kita menyediakan waktu untuk merenungkan dan mendengarkan ’suara’-Nya, maka dalam hidup kita pasti akan terjadi perubahan, baik secara perlahan maupun drastis.
Hal apa saja yang terjadi;
Pertama, kita mulai memahami sudut pandang Tuhan. Dalam Efesus 1:16-19, Paulus berdoa bagi dirinya sendiri dan orang lain agar boleh mengerti sudut pandang Tuhan, sebab ketika kita meneropong segala sesuatunya dari sudut pandang-Nya, maka semua yang kita alami, baik sukacita maupun penderitaan, menjadi jauh lebih mudah dipahami sehingga kita tahu bagaimana mengatasi masalah-masalah tersebut.
Kedua, dengan meluangkan waktu bersama-Nya, tekanan-tekanan hidup menjadi ringan. Yesus mengingatkan murid-murid-Nya bahwa meskipun mereka akan mengalami kesukaran dalam dunia ini, mereka tidak perlu takut sebab musuh kita telah dikalahkan-Nya. Ya, mengapa kita harus takut terhadap musuh yang sudah ditaklukkan Kristus? (Yohanes 16:33)
Ketiga, upah yang kita dapatkan dari merenungkan Firman-Nya adalah damai sejahtera. Di tengah-tengah kesukaran hidup, kita sering kali kehilangan damai sejahtera. Ketahuilah damai yang sejati hanya dapat ditemukan dalam Tuhan Yesus (Yohanes 14:27). Dunia tidak dapat memberikan damai yang sejati, apalagi memahami damai yang diberikan oleh Tuhan (Filipi 4:7).
Keinginan untuk mendapatkan damai sejahtera sebagai upah hendaknya tidak dijadikan satu-satunya alasan untuk meluangkan waktu bersama-Nya meskipun tidak dapat disangkal bahwa hubungan yang akrab dengan-Nya dapat mendatangkan berkat.
GBU..
__________________
victory., Being defeated is only a temporary condition; giving up is what makes it permanent!....
__________________
thanks 4 all....
|
|
|
|
Recommendation
|
Sponsored Ads
|
|
|
|
October 28, 2007, 01:44
|
#107
|
|
Registered User
Join Date: Aug 2007
Posts: 693
WebPoint: 0 GaulPoint: 85
|
Sesudah itu Ishak mendirikan mezbah di situ dan memanggil nama TUHAN. Ia memasang kemahnya di situ, lalu hamba-hambanya menggali sumur di situ.
Kejadian 26:25
Ishak merupakan salah satu contoh pengusaha yang sukses dan diberkati oleh Tuhan. Kehidupannya yang berhasil telah menjadi inspirasi bagi banyak orang. Apakah yang menjadi kunci keberhasilannya? Ia tahu bagaimana menetapkan prioritas yang tepat.
Alkitab memberikan sebuah pola dari kehidupan Ishak yang berhasil. Berikut ini adalah prioritas yang dilakukan oleh Ishak:
1. Hubungan pribadi dengan TUHAN.
Ia mendirikan mezbah dan memanggil nama TUHAN. Hal pertama yang menjadi prioritas Ishak adalah hubungan pribadi dengan TUHAN. Inilah kunci utama keberhasilan Ishak.
2. Membangun rumah tangga dan keluarga.
Prioritas Ishak yang kedua adalah memasang kemah. Hal ini berbicara mengenai membangun rumah tangga dan memprioritaskan keluarga. Hubungan yang harmonis dengan orang tua, suami, istri maupun anak-anak menjadi hal yang didahulukan di atas karir.
3. Pekerjaan atau pelayanan.
Hal terakhir yang menjadi prioritas Ishak barulah menggali sumur. Pekerjaan atau pelayanan menjadi prioritas terkhir yang dilakukan Ishak.
Ishak membangun kehidupannya di atas dasar janji kebenaran firman Tuhan. Ishak sudah memberikan contoh sebuah pola kehidupan yang berhasil karena tahu menempatkan prioritas yang tepat. Apa prioritas Anda hari ini?
Menentukan prioritas hidup yang tepat akan membawa Anda kepada keberhasilan yang sesungguhnya.
|
|
|
October 28, 2007, 01:50
|
#108
|
|
Registered User
Join Date: Aug 2007
Posts: 693
WebPoint: 0 GaulPoint: 85
|
Bacaan: Matius 21:28-32
Setahun: Yeremia 15-17; 2 Timotius 2
Pernahkah Anda menghadapi tugas yang tidak ingin Anda lakukan? Menyiangi rumput, mencuci pakaian, membersihkan rumah, atau bahkan mempersiapkan pelajaran Sekolah Minggu setelah menjalani satu minggu yang melelahkan dapat membuat kita ingin menunda semua pekerjaan itu.
Saat kami juga mengalami hal yang sama, saya dan istri memiliki sebuah semboyan yang kami katakan kepada satu sama lain, “Saya tidak ingin melakukannya, tetapi saya tetap akan melakukannya.” Dengan mengakui bahwa kami kurang bersemangat, tetapi kemudian memilih untuk bertanggung jawab, membuat kami berhasil melakukan hal yang tak kami sukai tersebut.
Penilaian Allah terhadap iman dan ketaatan dapat kita lihat melalui perumpamaan-perumpamaan Yesus. Kristus berbicara tentang dua anak yang diminta oleh sang ayah untuk bekerja di kebun anggur. Anak yang pertama berkata tidak, tetapi “kemudian ia menyesal dan pergi” (Matius 21:29). Anak yang kedua berkata ya, tetapi tidak melakukannya. Lalu Tuhan bertanya, “Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?” (ayat 31). Jawabannya sudah jelas, yaitu anak yang menyelesaikan tugasnya.
Perumpamaan Tuhan itu menggaris bawahi sebuah prinsip rohani yang sangat penting. Allah menginginkan iman dan ketaatan kita, bukan hanya niat baik kita. Lain kali, saat Anda tergoda untuk melalaikan tugas Anda, berkatalah, “Saya sedang tidak ingin melakukannya,” kemudian mohonlah anugerah untuk tetap melakukannya kepada Allah —DHF
KETAATAN ADALAH IMAN DALAM PERBUATAN
Matius 21:28-32
21:28 "Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur.
21:29 Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi.
21:30 Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga.
21:31 Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?" Jawab mereka: "Yang terakhir." Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.
21:32 Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya."
|
|
|
October 28, 2007, 16:56
|
#109
|
|
Registered User
Join Date: Oct 2007
Location: disini, di pojokan kamar gw yg selalu penuh dgn kedamaian, uhuy..!!!
Posts: 640
WebPoint: 0 GaulPoint: 216
|
29 Oktober 2007 -- S E N I N
Hikmat Bagi Kesehatan Yang Baik | I Korintus 9:24-27
Karena Tuhan sangat peduli dengan tubuh, simaklah beberapa tips sederhana berikut untuk menjaga kondisi fisik Anda.
Pertama, perhatikan apa yang Anda makan. Tubuh Anda menggunakan apapun yang Anda makan sebagai bahan bakar. Anda harus memutuskan bahan bakar apa yang sebaiknya dikonsumsi. Ketika Anda mengisi tubuh dengan sesuatu yang keliru, Anda tentu membatasi efisiensi, tenaga, dan seluruh kekuatannya.
Kedua, olah raga sangat penting bagi kesehatan tubuh. Anda mungkin berkata,”Saya tidak bisa melakukannya.” Ya, Anda bisa; ini hanyalah masalah kedisiplinan. Anda mungkin saja tidak menikmati olahraga, namun tubuh Anda membutuhkannya. Jika Anda hanya bisa berjalan-kaki, ya berjalan kaki saja!
Ketiga, hikmat untuk kesehatan membutuhkan latihan sikap. Bagaimana penampilan akan diri Anda, hidup Anda, dan orang lain? Sikap positif membantu tubuh Anda lepas dari stress.
Terakhir, luangkan waktu dalam doa dan perenungan Firman. Ini akan mempengaruhi kondisi fisik menjadi lebih baik. Anda dicipta untuk memiliki hubungan dengan Tuhan. Jika Anda aktif berhubungan dengan Tuhan dalam pembaharuan pikiran dan roh, ini akan menghasilkan dampak positif bagi tubuh Anda.
GBU...
__________________
thanks 4 all....
|
|
|
October 28, 2007, 16:57
|
#110
|
|
Registered User
Join Date: Aug 2007
Posts: 693
WebPoint: 0 GaulPoint: 85
|
Hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya suka damai, lembut … tidak memihak dan tidak munafik
Yakobus 3:17
Bacaan: Yakobus 3:13-18
Setahun: Yeremia 18-19; 2 Timotius 3
Para ilmuwan telah sepakat bahwa keling yang cacat merupakan penyebab tenggelamnya kapal Titanic yang “tak dapat tenggelam” itu. Menurut para peneliti yang baru-baru ini menyelidiki bagian-bagian kapal yang berhasil dikumpulkan dari puing-puing Titanic, keling kapal yang terbuat dari besi tempa, bukannya baja, menyebabkan badan kapal terbuka seperti resleting. Nasib Titanic membuktikan bahwa menghabiskan uang untuk peralatan mewah dan promosi publik, tetapi mengabaikan bagian-bagian yang “kecil” adalah tindakan bodoh.
Dalam beberapa hal, gereja hampir sama seperti kapal, dan banyak orang di dalam gereja bertindak sebagai keling kapal. Meskipun keling sepertinya tidak penting, merekalah yang menyatukan bagian-bagian kapal dan menjaganya agar tetap mengapung.
Banyak orang merasa tidak penting, bahkan perasaan itu juga menyerang orang-orang kristiani, dan beberapa orang melakukan hal-hal yang menyakitkan untuk membuat mereka merasa penting. Yakobus berkata, “Di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat” (3:16). Orang-orang yang terkorupsi oleh keinginan duniawi akan kecantikan, kekayaan, dan kekuasaan dapat meruntuhkan gereja-gereja besar, tetapi orang-orang yang murni dan tak bercacat (1:27) menyatukan gereja.
Sebagai anggota gereja, kita harus menjadi “keling-keling” yang tak bercacat. Jika kita murni (Yakobus 3:17), kuat (Efesus 6:10), dan berdiri teguh (1 Korintus 15:58), kita akan dipakai Tuhan untuk menjaga kapal-Nya agar tetap mengapung di tengah krisis —JAL
ADALAH HAL YANG BESAR UNTUK SETIA
DALAM HAL-HAL YANG KECIL
Yakobus 3:13-18
3:13 Siapakah di antara kamu yang bijak dan berbudi? Baiklah ia dengan cara hidup yang baik menyatakan perbuatannya oleh hikmat yang lahir dari kelemahlembutan.
3:14 Jika kamu menaruh perasaan iri hati dan kamu mementingkan diri sendiri, janganlah kamu memegahkan diri dan janganlah berdusta melawan kebenaran!
3:15 Itu bukanlah hikmat yang datang dari atas, tetapi dari dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan.
3:16 Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.
3:17 Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.
3:18 Dan buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai.
|
|
|
October 28, 2007, 17:01
|
#111
|
|
Registered User
Join Date: Aug 2007
Posts: 693
WebPoint: 0 GaulPoint: 85
|
Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.
Daniel 1:8
Seandainya Anda jadi tawanan bersama dengan Daniel pada waktu itu bukankah enak? Karena tawanan yang ini diperlakukan berbeda, disediakan makanan mewah dan minuman anggur yang biasa disantap oleh Raja. Mereka tidak perlu bekerja keras, hanya duduk makan enak. Tugas mereka hanyalah belajar, yang pastinya bukan pekerjaan sulit karena karena mereka adalah bangsawan, orang terpelajar. Selama tiga tahun mereka hidup enak seperti itu, gaya hidup mewah. Nebukadnezar bermaksud mencuci otak mereka dengan gaya hidup mewah ala Raja. Tujuannya supaya mereka mau mengabdi padanya dengan sukarela sebab sudah terbiasa dengan hidup enak. Hanya empat orang yang memutuskan untuk tetap hidup kudus, menolak semua gaya hidup mewah yang ditawarkan oleh Raja.
Kalau kita renungkan, bukankah sekarang dunia juga sedang berusaha untuk mencuci otak kita dengan gaya hidup mewah dan gampang? Kartu kredit, internet, teknologi komunikasi, makanan dan minuman instant, jadi sarjana dalam waktu satu tahun, semuanya memudahkan kita. Kalau kita tidak waspada, jangan-jangan kita juga terseret dengan gaya hidup dunia.
Tetaplah jaga hati dan karakter kita. Jadikan Roma 12:2 ‘J anganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna' sebagai pegangan hidup Anda.
Jagalah hati dan karakter Anda, agar segala yang baik yang dari Tuhan dapat menjadi pegangan hidup Anda.
|
|
|
October 28, 2007, 17:05
|
#112
|
|
Registered User
Join Date: Aug 2007
Posts: 693
WebPoint: 0 GaulPoint: 85
|
READ: James 3:13-18
The wisdom that is from above is first pure, then peaceable, gentle, . . . without partiality and without hypocrisy.
James 3:17
Scientists have determined that faulty rivets may have caused the rapid sinking of the "unsinkable" HMS Titanic. According to researchers who recently examined parts recovered from the wreck, impure rivets made of wrought iron rather than steel caused the ship’s hull to open like a zipper. The Titanic proves the foolishness of spending resources on fancy equipment and public promotion while neglecting the "ordinary" parts.
In a sense, churches are like ships, and many of their people are like rivets. Although rivets seem insignificant, they are essential for holding the ship together and keeping it afloat.
Feelings of insignificance are rampant these days, even among Christians, and some do hurtful things to make themselves feel important. James says, "Where envy and self-seeking exist, confusion and every evil thing are there" (3:16). People corrupted by worldly desires for beauty, wealth, and power can bring down great churches, but people who are pure and undefiled (1:27) hold churches together.
As members of God’s church, we need to be "rivets" without defect. When we are pure (James 3:17), strong (Eph. 6:10), and steadfast (1 Cor. 15:58), we will be used by the Lord to keep His ship afloat in times of crisis. —Julie Ackerman Link
The task Thy wisdom hath assigned,
O let me cheerfully fulfill;
In all my works Thy presence find,
And prove Thy good and perfect will. —Wesley
It is a great thing to be faithful in little things
|
|
|
October 29, 2007, 02:24
|
#113
|
|
Registered User
Join Date: Nov 2006
Location: di biji mataNya
Posts: 1,178
WebPoint: 0 GaulPoint: 85
|
Quote:
Originally Posted by francesco
btw stock opname apaan sih?
|
Menghitung jumlah keseluruhan stock barang yang ada disuatu tempat
(mis : gudang, dept store, supermarket) secara overall pada periode/waktu tertentu, yang nantinya untuk mengetahui +/- antara data vs fisik suatu barang.
__________________
Pride leads to destruction, arrogance to downfall
|
|
|
October 29, 2007, 14:47
|
#114
|
|
Registered User
Join Date: Oct 2007
Location: disini, di pojokan kamar gw yg selalu penuh dgn kedamaian, uhuy..!!!
Posts: 640
WebPoint: 0 GaulPoint: 216
|
@atas gw...
name tag na bagus..worshippers....
__________________
thanks 4 all....
|
|
|
October 29, 2007, 17:29
|
#115
|
|
Registered User
Join Date: Oct 2007
Location: disini, di pojokan kamar gw yg selalu penuh dgn kedamaian, uhuy..!!!
Posts: 640
WebPoint: 0 GaulPoint: 216
|
30 Oktober 2007 -- S E L A S A
Dampak Salib Atas Maut | Kejadian 3:1-24
Kematian adalah kenyataan yang harus dihadapi. Kita seringkali berusaha sebaik mungkin mengabaikan kenyataan ini. Pada dasarnya, kita lebih tertuju pada kehidupan saat ini, bukan pada kematian. Namun Tuhan ingin kita mengerti beberapa kebenaran rohani mengenai kematian.
Alkitab berkata,”Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa ” (Roma 5:12). “Satu orang” merujuk kepada Adam, yang saat itu bersama Hawa, melanggar satu-satunya perintah Tuhan atas mereka:” tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kau makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati” (Kejadian 2:17). Mereka diusir karena ketidaktaatan. Akibatnya, keintiman mereka dengan Tuhan menjadi rusak, dan menghadapi kematian jasmani di kemudian hari. Karena dosa, maka tubuh kita yang fana juga akan mati akhirnya (Roma 6:23).Tidak ada jalan keluar selain Yesus kembali ketika kita masih hidup.
Kematian rohani (terpisahnya seseorang dari Tuhan), merupakan hasil dosa pertama. Sebagai keturunan Adam, kita juga dilahirkan di dalam kondisi demikian “mati karena pelanggaran dan dosa-dosa kita” (Efesus 2:1), dan kita tetap mati secara rohani kecuali kita bersekutu dengan Tuhan melalui iman di dalam Kristus (IKorintus 15:22). Dengan menerima Juruselamat, hubungan kita dengan Bapa sorgawi dipulihkan, dan kita memperoleh hidup kekal bersama dengan Dia (Yohanes 3:15).
GBU........
PS : happy b'day 2 me...happy b'day 2 me...kekekekeek
__________________
thanks 4 all....
|
|
|
October 30, 2007, 01:21
|
#116
|
|
Registered User
Join Date: Aug 2007
Posts: 693
WebPoint: 0 GaulPoint: 85
|
Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
Matius 6:27
Jawabannya: tidak ada. Kekuatiran tidak akan membawa kita kemana-mana, justru menghambat kita. Kekuatiran tampaknya bukan sesuatu yang aneh bagi kebanyakan orang. Ada saja yang membuat orang kuatir dalam hidup, mulai dari pekerjaan, finansial, keluarga, pasangan hidup, cuaca, sampai masa depan. Tapi, apakah kekuatiran adalah hal yang normal bagi orang percaya yang mengenal Allah?
Sebenarnya itu tidak normal. Mari kita renungkan sejenak, kalau seseorang kuatir dengan hidupnya, di manakah iman percayanya kepada Allah yang sanggup mengatur seluruh alam semesta? Lagipula, dalam perikop hari ini kita tahu bahwa Yesus dengan jelas menyebut orang-orang yang ada di sana pada waktu itu sebagai orang yang kurang percaya (ayat 30). Ia memperingatkan mereka, tapi sekaligus memberikan juga kunci jawaban agar mereka tidak lagi kuatir dengan hidupnya.
Lantas, apakah kunci untuk lepas dari kekuatiran? Mengenal Allah dan hidup seturut yang difirmankan-Nya. Klise? Tidak, karena ini memang kuncinya. Ketika kita mau belajar mengenal-Nya lewat Firman dan doa, iman percaya kitapun akan semakin bertumbuh. Jika kita hidup bersama Allah, memiliki fokus yang benar di hadapan-Nya, dan berjalan seturut perintah-Nya, maka sama sekali tidak ada alasan untuk kita kuatir. Dia pasti bertanggungjawab atas seluruh hidup saya dan Anda.
Hidup dekat dengan-Nya dan berjalan dalam Firman-Nya, membawa Anda lepas dari kekuatiran.
|
|
|
October 30, 2007, 01:25
|
#117
|
|
Registered User
Join Date: Aug 2007
Posts: 693
WebPoint: 0 GaulPoint: 85
|
Saat kematianku sudah dekat (2 Timotius 4:6)
Bacaan: 2 Timotius 4:1-8
Setahun: Yeremia 20-21; 2 Timotius 4
Kata kematian yang diucapkan oleh Paulus dalam 2 Timotius 4:6 memiliki arti penting. Alkitab versi King James menggunakan kata keberangkatan ( departure) untuk menggantikan kata kematian pada ayat itu. Kata keberangkatan berarti “melonggarkan” atau “melepaskan tambatan”. Paulus menggunakan kata yang sama saat mendesah, “Aku didesak dari dua pihak: Aku ingin pergi dan tinggal bersama-sama dengan Kristus” (Filipi 1:23).
Keberangkatan adalah istilah kelautan yang berarti “berlayar”—membongkar sauh, melepas tambatan yang mengikat kita pada dunia ini, dan pergi. Kata itu merupakan kata ganti yang bagus untuk “meninggal dunia”.
Bagi orang percaya, kematian bukan akhir, melainkan awal. Itu berarti kita meninggalkan dunia yang lama ini dan menuju tempat yang lebih baik untuk menyempurnakan tujuan hidup kita. Kematian merupakan saat bersukacita dan bergembira serta berkata lantang, “Selamat jalan!”
Namun, semua perjalanan dipenuhi ketidakpastian, terutama saat melewati lautan yang belum pernah dilayari. Kita lebih takut akan jalan yang kita lalui daripada kematian itu sendiri. Siapakah yang tahu bahaya seperti apa yang menghadang kita?
Namun, perjalanan itu sudah dipetakan. Seseorang telah melaluinya, dan Dia kembali untuk membawa kita melaluinya dengan selamat. Sekalipun kita berjalan dalam lembah kekelaman, Allah selalu menyertai kita (Mazmur 23:4). Tangan-Nya memegang kemudi, sementara Dia membimbing kita ke rumah surgawi yang telah disiapkan-Nya bagi kita (Yohanes 14:1-3) —DHR
ORANG-ORANG YANG TAKUT AKAN ALLAH
TIDAK PERLU TAKUT AKAN KEMATIAN
2 Timotius 4:1-8
4:1 Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya:
4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
4:3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.
4:4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.
4:5 Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!
4:6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.
4:7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
4:8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.
|
|
|
October 30, 2007, 04:07
|
#118
|
|
Registered User
Join Date: Aug 2007
Posts: 693
WebPoint: 0 GaulPoint: 85
|
Alkisah suatu ketika dahulu, Kapak, Gergaji, Palu, dan Nyala Api sedang mengadakan suatu perjalanan bersama-sama. Di suatu tempat, perjalanan mereka terhenti kerana terdapat sepotong besi waja yang menghalang jalan. Mereka berusaha menyingkirkan besi wajatersebut dengan kekuatan yang mereka miliki masing-masing.
“Itu dapat aku singkirkan,” kata Kapak. Pukulan-pukulannya keras sekali menghentam besi yang kuat dan keras itu. Tapi setiap hentaman hanya membuat kapak itu lebih tumpul sampai ia terpaksa berhenti.
“Sini, biar aku yang urus,” kata Gergaji. Dengan gigi-gigi yang tajam tanpa perasaan, iapun mulai menggergaji. Tapi terkejut dan kecewa ia, semua giginya jadi tumpul dan jatuh.
“Lihat, aku sudah cakap,” kata Palu, “Kan aku sudah cakap anda semua tak dapat lakukan. Sini, sini aku tunjukkan caranya.” Tapi baru sekali ia memukul, kepalanya terpantul sendiri, dan besi tetap tak berubah.
“Boleh aku cuba?” tanya Nyala Api. Dan iapun melingkarkan diri, dengan lembut menggeluti, membelai, memeluk, dan mendakap besi itu erat-eratnya seperti tak mahu melepaskannya lagi. Besi yang keras itupun meleleh cair.
Renungan :
Ada banyak hati yang cukup keras untuk melawan kemurkaan dan amukan kemarahan demi harga tinggi. Tapi jarang ada hati yang tahan melawan nyala api cinta kasih yang hangat. Betapa kebijaksanaan ada dalam sebuah kelembutan dan kehangatan, seperti api mencairkan hati yang dingin. Ah, tak ada yang tahan berhadapan nyala cinta kasih.
|
|
|
October 30, 2007, 17:07
|
#119
|
|
Registered User
Join Date: Aug 2007
Posts: 693
WebPoint: 0 GaulPoint: 85
|
Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.
Mazmur 119:9
Apakah mungkin hidup dengan memiliki pikiran tetap bersih di dunia di mana kita terus dicekoki media dalam masyarakat yang dipenuhi pikiran atau hal yang tidak kudus? Sulit, tapi bisa. Rick Warren mengilustrasikannya dengan baik sebagai berikut. Anda tahu ikan-ikan di laut itu telah hidup di air asin sepanjang hidupnya tapi ikan-ikan itu tidak pernah menjadi asin. Ia tumbuh dalam lingkungan di mana tiap saat dikelilingi air asin yang begitu asinnya, hingga Anda tidak dapat meminumnya atau Anda akan sakit.
Nah, seperti Allah yang dapat menangkap seekor ikan dan memeliharanya dalam sebuah lingkungan yang penuh garam sepanjang hidupnya, tapi tidak terpengaruh olehnya, Allah yang sama dapat memelihara Anda di dunia yang sudah kena polusi dan memelihara pikiran Anda tetap bersih. Seperti Ia dapat memisahkan ikan itu dan memeliharanya di lingkungan air asin, tapi tidak membuatnya asin, Allah dapat menjaga kita dalam dunia tercemar dan menjaga pikiran dan hati kita bersih. Tapi bagaimana hal itu dapat terjadi?
Allah tidak pernah menyuruh melakukan sesuatu tanpa mengatakan bagaimana melakukannya. Mazmur 119:9 " Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu." Itulah caranya. Mengikuti standar Tuhan. Jadi buatlah komitmen mengikuti standar Allah.
Buatlah hidup Anda berjalan di dalam standarnya Tuhan, dan kekudusan akan menjadi sahabat Anda.
|
|
|
October 30, 2007, 17:10
|
#120
|
|
Registered User
Join Date: Aug 2007
Posts: 693
WebPoint: 0 GaulPoint: 85
|
Mari kita menyendiri ke tempat yang terpencil, dan beristirahat sejenak
Markus 6:31
Bacaan: Markus 6:30-46
Setahun: Yeremia 22-23; Titus 1
Delapan puluh kilometer di sebelah barat Asheville, North Carolina, saya membawa mobil saya keluar dari jalan bebas hambatan yang padat dan melanjutkan perjalanan ke kota melalui jalur Blue Ridge Parkway yang berpemandangan indah. Pada sore hari di akhir bulan Oktober itu, saya mengemudi dengan lambat dan sering berhenti untuk menikmati pemandangan pegunungan serta dedaunan musim gugur yang berkilauan. Perjalanan itu memang tidak membawa saya sampai tujuan dengan cepat, tetapi perjalanan itu menyegarkan jiwa saya.
Pengalaman itu membuat saya bertanya, “Seberapa sering saya melewati jalan yang sepi bersama Yesus? Adakah saya keluar dari jalan bebas hambatan yang penuh tanggung jawab dan kesibukan untuk memusatkan perhatian kepada-Nya selama beberapa saat setiap hari?”
Setelah para murid Yesus menyelesaikan sebuah pelayanan yang penuh tantangan, Dia berkata kepada mereka, “Mari kita menyendiri ke tempat yang terpencil, dan beristirahat sejenak” ( Markus 6:31). Bukannya memperoleh liburan panjang, mereka justru hanya melakukan sebuah perjalanan singkat di atas perahu bersama Yesus sebelum kemudian mereka dikerumuni orang banyak. Para murid menyaksikan belas kasihan Tuhan dan berpartisipasi dengan-Nya dalam memenuhi kebutuhan orang banyak tersebut (ayat 33-43). Saat hari yang melelahkan itu berakhir, Yesus mencari penyegaran melalui doa kepada Bapa surgawi (ayat 46).
Yesus Tuhan kita selalu beserta kita, baik di tengah hiruk pikuk atau ketenangan. Namun demikian, kita perlu mengambil waktu setiap hari untuk melewati jalan yang sepi bersama-Nya —DCM
SANGATLAH BAIK UNTUK MELUANGKAN
WAKTU BERSAMA ALLAH
Markus 6:30-46
6:30 Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan.
6:31 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!" Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat.
6:32 Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi.
6:33 Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka.
6:34 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.
6:35 Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam.
6:36 Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini."
6:37 Tetapi jawab-Nya: "Kamu harus memberi mereka makan!" Kata mereka kepada-Nya: "Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?"
6:38 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!" Sesudah memeriksanya mereka berkata: "Lima roti dan dua ikan."
6:39 Lalu Ia menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau.
6:40 Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang.
6:41 Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka.
6:42 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang.
6:43 Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain dari pada sisa-sisa ikan.
6:44 Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki.
6:45 Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan berangkat lebih dulu ke seberang, ke Betsaida, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.
6:46 Setelah Ia berpisah dari mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdoa.
|
|
|
Posting Rules
|
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts
HTML code is Off
|
|
|
All times are GMT. The time now is 17:20.
|
|