WebGaul Forum : : A ZEIN Company  

Go Back   WebGaul Forum : : A ZEIN Company > :: FORUM DISKUSI WEBGAUL > Agama dan Iman > Kristen
WebGaul Forum Gallery Register Blogs FAQ Calendar Mark Forums Read
Notices






Reply
 
Thread Tools
Old October 26, 2007, 01:11   #91
cute_charity
Registered User
 
cute_charity's Avatar
 
Join Date: Aug 2007
Posts: 693
WebPoint: 0
GaulPoint: 85
cute_charity belum terkenal
Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku? … Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!
Mazmur 42:6

Bacaan: Mazmur 42
Setahun: Yeremia 9-11; 1 Timotius 6

Setelah melihat pantai sebelah barat Sri Lanka , saya tidak bisa membayangkan bahwa bencana tsunami pernah melanda daerah itu hanya beberapa bulan sebelumnya. Laut itu kelihatan tenang dan indah, banyak pasangan kekasih berjalan-jalan di bawah sinar matahari yang cerah, dan orang-orang sibuk melakukan aktivitas mereka masing-masing. Semuanya itu memberi sebuah perasaan yang aneh kepada saya. Dampak dari bencana itu masih tetap ada, tetapi telah menyusup jauh ke dalam lubuk hati dan pikiran orang-orang yang selamat. Trauma itu sendiri tidak akan mudah mereka lupakan.

Malapetaka yang besar mendorong sang pemazmur untuk berseru dalam keluh kesahnya, “Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: ‘Di mana Allahmu?’” (Mazmur 42:4). Pergumulan hati sang pemazmur pun telah menyusup ke dalam. Pada saat orang-orang lainnya melanjutkan aktivitas mereka seperti biasa, ia membawa kebutuhan akan kesembuhan yang dalam dan sempurna di dalam hatinya.

Hanya dengan menyerahkan kehancuran kita kepada Gembala hati kita yang baik dan besar, kita dapat menemukan kedamaian yang memampukan kita untuk menanggapi hidup: [I]“Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!”[/I] (ayat 6).

Marilah kita berharap hanya kepada Allah. Karena, itu merupakan satu-satunya jawaban bagi trauma hati kita yang mendalam —WEC

ORANG-ORANG YANG BERHARAP KEPADA ALLAH
TIDAK AKAN PERNAH PUTUS ASA



Mazmur 42
42:1 Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran bani Korah.
42:2 Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.
42:3 Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?
42:4 Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: "Di mana Allahmu?"
42:5 Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah-gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan.
42:6 Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!
42:7 Jiwaku tertekan dalam diriku, sebab itu aku teringat kepada-Mu dari tanah sungai Yordan dan pegunungan Hermon, dari gunung Mizar.
42:8 Samudera raya berpanggil-panggilan dengan deru air terjun-Mu; segala gelora dan gelombang-Mu bergulung melingkupi aku.
42:9 TUHAN memerintahkan kasih setia-Nya pada siang hari, dan pada malam hari aku menyanyikan nyanyian, suatu doa kepada Allah kehidupanku.
42:10 Aku berkata kepada Allah, gunung batuku: "Mengapa Engkau melupakan aku? Mengapa aku harus hidup berkabung di bawah impitan musuh?"
42:11 Seperti tikaman maut ke dalam tulangku lawanku mencela aku, sambil berkata kepadaku sepanjang hari: "Di mana Allahmu?"
42:12 Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!
__________________
www.bluebelldiary.wordpress.com
cute_charity is offline   Reply With Quote
Recommendation Sponsored Ads
Old October 26, 2007, 01:14   #92
cute_charity
Registered User
 
cute_charity's Avatar
 
Join Date: Aug 2007
Posts: 693
WebPoint: 0
GaulPoint: 85
cute_charity belum terkenal
Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.
Efesus 4:2

Pernah melihat seseorang dengan sikap yang sangat berpengaruh? Saat mereka masuk ruangan, suasana berubah. Dengarkanlah orang-orang ini berbicara di telepon. Perhatikanlah keanggunan mereka saat berhadapan dengan orang-orang bermasalah. Amati cara mereka berdiri, duduk, dan sedikit membungkuk ke depan saat mereka mendengarkan Anda, sambil mengangguk setuju. Mereka duduk lebih tegak, dan senyuman mereka lebih tulus. Perhatikanlah, ada sesuatu yang berbeda dengan bahasa tubuh mereka.

Sikap kita dalah hasil pekerjaan Yesus Kristus dalam kehidupan kita, dari waktu ke waktu, dan kepatuhan kita pada petunjuk-Nya. Masa depan kita cerah jika sikap kita benar, dan sikap tersebut membuat masa sekarang lebih menyenangkan. Sikap bukan perasaan, bukan juga hasil dari suatu kejadian, baik atau buruk. Namun sikap kita adalah keputusan. Sikap baru tidak terbentuk dengan sendirinya, tapi harus dibangun. Buatlah keputusan hari ini untuk berubah jika Anda merasa belum memiliki sikap yang baik. Dunia membenci perubahan, tapi itu yang menyebabkan kemajuan.

Sikap yang baik menyebabkan Tuhan leluasa untuk melakukan kehendak-Nya, adalah permulaan dari prestasi yang luar biasa. Bentuklah sikap yang baik dan lihatlah pintu menuju ke tempat orang-orang sukses berada terbuka lebar di hadapan Anda.

Raihlah masa depan yang cerah dengan sikap hati yang benar, karena akan banyak pintu yang terbuka untuk Anda
__________________
www.bluebelldiary.wordpress.com
cute_charity is offline   Reply With Quote
Old October 26, 2007, 01:23   #93
cute_charity
Registered User
 
cute_charity's Avatar
 
Join Date: Aug 2007
Posts: 693
WebPoint: 0
GaulPoint: 85
cute_charity belum terkenal
Pada sebatang pohon kecil, hiduplah beberapa daun yang tumbuh bersama. Di antara daun-daun tersebut terdapat sebuah daun yang sangat besar dan kuat. Daun itu diagung-agungkan karena kekuatannya.Dialah yang dianggap pelindung bagi daun-daun lainnya dari badai, hujan, panas matahari yang terik, dan bahaya lainnya.

Suatu ketika datanglah musim kemarau yang panjang. Daun-daun di pohon kecil itu mulai layu karena tidak mendapat air dan makanan. Daun besar yang tadinya kuat dan besar mulai terlihat keriput. Ia berusaha melindungi daun-daun lainnya dari matahari yang bersinar sangat terik sehingga daun2 sahabatnya itu tidak kehilangan air lebih banyak lagi. Hari berganti hari, daun besar itu sudah sampai pada puncak usahanya. Ia mulai sobek-sobek sehingga sinar matahari mulai menembusnya. Ia mulai kehilangan kekuatannya dan daun-daun lainnya pun sudah mulai mengabaikannya karena ia tidak kuat lagi seperti dulu.

Beberapa hari kemudian daun besar itu merasa tidak kuat lagi akhirnya ia berkata kepada teman-temannya : Teman-teman aku tidak lagi mempunyai kekuatan untuk melindungi kalian, aku akan gugur. Selamat tinggal. Setelah berkata demikian akhirnya daun besar itu pun gugurlah. Musim kemarau terus berlanjut, daun-daun di pohon kecil itu saling bertahan untuk hidup. Mereka sama sekali sudah melupakan daun besar yang telah berjasa melindungi mereka sehingga mereka dapat bertahan sampai sekarang.

Musim kemarau tidak juga berakhir. Daun-daun di pohon kecil itu sudah mulai kehilangan harapan.
Mereka merasa sangat kelaparan, kehausan dan akan mati. Di saat mereka putus asa, tiba tiba dirasakan adanya air dan makanan dari tanah. Mereka terheran-heran akan adanya keajaiban itu. Setelah lama mencari-cari, mereka menyadarinya. Mereka melihat bahwa daun besar itu sudah membusuk dan menghasilkan air dan sari makanan bagi mereka. Akhirnya dengan air dan sari makanan dari daun besar tadi, daun daun di pohon kecil itu berhasil bertahan sampai musim hujan datang.

Daun-daun di pohon kecil itu sangat menyesal karena telah melupakan daun besar itu. Padahal sampai akhir hayatnya daun besar itu tetap menjadi pahlawan bagi daun-daun lainnya.

Renungan bagi kita,

Janganlah menilai seseorang dengan penampilan dan kekuatannya.
__________________
www.bluebelldiary.wordpress.com
cute_charity is offline   Reply With Quote
Old October 26, 2007, 01:31   #94
adryan
Registered User
 
adryan's Avatar
 
Join Date: Nov 2006
Location: di biji mataNya
Posts: 1,178
WebPoint: 0
GaulPoint: 85
Blog Entries: 2
adryan belum terkenal
The Salty Coffee

Laki-laki itu datang ke sebuah pesta. Meskipun penampilannya tidak jauh berbeda dengan penampilan laki-laki lain yang datang, namun kelihatannya tidak seorangpun yang tertarik padanya. Ia lalu memperhatikan seorang gadis yang dari tadi dikelilingi banyak orang. Di akhir pesta itu, ia memberanikan diri mengundang gadis itu untuk menemaninya minum kopi. Karena kelihatannya laki-laki itu menunjukkan sikap yang sopan, gadis itupun memenuhi undangannya. Mereka berdua kini duduk di sebuah warung kopi. Begitu gugupnya laki-laki itu hingga ia tidak tahu bagaimaan harus memulai sebuah percakapan.

Tiba-tiba ia berkata kepada pelayan, "Dapatkah engkau memberiku sedikit garam untuk kopiku?" Setiap orang yang ada di sekitar mereka memandang lelaki itu keheranan. Wajahnya memerah seketika, tetapi ia tetap memasukkan garam itu ke dalam kopinya lalu kemudian meminumnya. Penuh rasa ingin tahu, gadis yang duduk di depannya bertanya, "Bagaimana kau bisa mempunyai hobi yang aneh ini?" Laki-laki itupun menjawab, "Ketika aku masih kecil, aku hidup di dekat laut, aku suka bermain-main di laut. Jadi aku tahu rasanya air laut, asin seperti rasa kopi asin ini. Sekarang, setiap kali aku meminum kopi asin ini, aku terkenang akan masa kecilku, tentang kampung halamanku, aku sangat merindukan kampung halamanku, aku merindukan orang tuaku yang tetap hidup di sana." Ia mengatakan itu sambil berurai air mata, kelihatannya ia sangat tersentuh.

Gadis itu berpikir, "Apa yang diceritakan oleh laki-laki tersebut adalah ungkapan isi hatinya yang terdalam. Orang yang mau menceritakan tentang kerinduannya akan rumahnya adalah orang yang setia, peduli dengan rumah dan bertanggung jawab terhadap seisi rumahnya". Maka gadis itupun mulai bercerita tentang kampung halamannya yang jauh, masa kecilnya dan keluarganya.

Merekapun berpacaran. Gadis iu menemukan semua yang dia inginkan di dalam diri laki-laki tersebut. Laki-laki itu begitu toleransi, baik hati, hangat dan penuh perhatian. Ia adalah laki-laki yang sangat baik, sehingga ia selalu merindukannya. Singkat cerita, merekapun menikah dan hidup bahagia. Setiap kali, ia selalu membuatkan kopi asin bagi suaminya karena ia tahu suaminya sangat menyukai kopi asin.

Sesudah empat puluh tahun menikah, meninggallah suaminya. Ia meninggalkan surat kepada istrinya,

"Sayangku, maafkan aku, maafkan kebohonganku selama aku hidup. Inilah satu-satunya kebohonganku padamu, yaitu tentang "kopi asin". Ingatkah engkau pertama kali kita bertemu dan berpacaran? Saat itu aku begitu gugup untuk memulai percakapan kita. Karena kegugupanku, aku akhirnya meminta garam padahal yang aku maksudkan adalah gula. Selama hidupku banyak kali aku mencoba untuk mengatakan kepadamu hal yang sebenarnya, sebagaimana aku telah berjanji bahwa aku tidak akan pernah berbohong kepadamu untuk apapun juga. Tetapi aku tidak sanggup mengatakannya.

Kini aku sudah mati, aku tidak takut lagi, maka aku memutuskan untuk mengatakan kebenaran ini kepadamu bahwa aku tidak suka kopi asin. Rasanya aneh dan tidak enak. Selama hidupku aku baru meminum kopi asin sejak aku mengenalmu. Meski begitu, aku tidak pernah menyesal untuk apapun yang aku lakukan untukmu. Memiliki engkau merupakan kebahagiaan terbesar yang pernah aku miliki selama hidupku. Jika aku dapat hidup untuk kedua kalinya, aku tetap ingin mengenalmu dan memilikimu selamanya, meskipun aku harus meminum kopi asin lagi".

Air mata wanita itu membasahi surat yang dibacanya. Suatu hari seseorang bertanya kepadanya, "Bagaimana rasanya kopi asin itu?" "Sangat enak", jawabnya.

============================

Kita selalu berpikir bahwa kita sudah mengenal pasangan kita lebih dari orang lain mengenal mereka. Tetapi mungkin saja ada hal-hal tertentu yang tidak kita ketahui di mana pasangan kita telah rela meminum "kopi asin" (salty coffee) dengan membuang ego, kesombongan, kesenangan dan hobinya untuk menjaga keharmonisan hubungan kita dengannya. Ya, begitulah caranya mengasihi dan mencintai. Bukan menuntut, tetapi berkorban. "Janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga".

Membuang kebencian dan mengasihi lebih lagi, menyebabkan rasa garam lebih enak daripada rasa gula.


Terambil dari :
(Emmy, yhsministry.com)


Artikelnya bagus...., jd gw comot agar jadi berkat
__________________
Pride leads to destruction, arrogance to downfall
adryan is offline   Reply With Quote
Old October 26, 2007, 02:49   #95
cute_charity
Registered User
 
cute_charity's Avatar
 
Join Date: Aug 2007
Posts: 693
WebPoint: 0
GaulPoint: 85
cute_charity belum terkenal
-= MANHOOD AND WOMANHOOD IN THE BIBLE =- oleh Ev. Jeffrey Lim

A. Masalah keluarga dan gender di dalam dunia ini

Manusia adalah mahluk sosial. Manusia adalah mahluk yang berelasi. Manusia diciptakan oleh Tuhan Allah ada laki-laki dan ada perempuan. Ini sebenarnya sesuatu yang indah di dalam tatanan yang Tuhan ciptakan. Laki-laki sebagai kepala dan wanita sebagai penolong. Tetapi di jaman sekarang banyak problema yang timbul di dalam gender yaitu salah satunya adalah feminisme atau bisa juga masculisme sebaliknya. Ada banyak problema di dalam masyarakat dunia sekarang ini dalam kaitan dengan gender dan keluarga :
1. Ada wanita yang menjadi pemimpin keluarga dimana seharusnya laki-laki yang mengepalainya
2. Ada laki-laki yang berpoligami
3. Ada laki-laki yang mempunyai simpanan
4. Ada laki-laki yang berpandangan wanita itu lebih rendah
5. Perceraian yang semakin banyak
6. Konflik keluarga yang semakin banyak
7. Penyelewengan di dalam keluarga
8. Ada wanita yang mempunyai anak tetapi tidak ingin menikah dan single parent.
9. Homoseksualitas dan lesbian semakin banyak
10. Dll

Ini semua adalah problema yang dihadapi oleh banyak manusia di dalam dunia ini. Keluarga banyak konflik dan masyarakat di ambang kehancuran. Semua ini karena manusia sudah jatuh ke dalam dosa dan manusia tidak kembali pada standard kebenaran. Problema Kejadian 3 mengakibatkan relasi keluarga rusak. Adam menuduh Hawa. Adam sebagai kepala menyalahkan penolongnya. Bahkan relasi antara suami istri men jadi kacau. Kej 3:16 menjelaskan

“namun engkau akan berahi (teshookaw) kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.” (Kej 3:16)
. Ini berarti laki-laki akan berkuasa terhadap wanita tidak dengan kasih seperti semula tetapi dengan kekuasaan dan wanita juga akan menguasai laki-laki. Berahi di dalam bagian ini kalau kita mau eksegese sebenarnya berarti menguasai. Kata berahi ( teshookaw) ini dipakai di dalam kalimat
“Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda ( teshookaw ) engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.” ( Kej 4:7 ). Berahi ini sebenarnya bukan keinginan seksual tetapi keinginan untuk menguasai. Untuk lebih jelas silahkan eksegesis dengan lebih detail.

Karena dosa maka laki-laki dan perempuan akan saling menguasai. Karena dosa maka ada konflik di dalam rumah tangga. Karena dosa maka adanya permusuhan antara manusia dengan manusia. Adanya ketidak percayaan, adanya ketidaksetiaan dan adanya penyelewengan. Semua ini karena manusia sudah berdosa kepada Allah sumber hidup.
Bagaimana supaya manusia kembali kepada tatanan yang benar ? Bagaimana supaya problema keluarga diatasi ? Bagaimana problema gender diatasi ? Kita bukan sekedar menjawab problema tetapi yang penting adalah kembali kepada Tuhan dan apa yang Tuhan nyatakan di dalam FirmanNya.
Tuhan mengatakan bahwa rancanganNya adalah rancangan damai sejahtera. Apa yang Tuhan nyatakan dalam FirmanNya adalah rancangan yang mendatangkan kebaikan bagi kita umatNya

B. Rencana Allah di dalam Alkitab mengenai laki-laki dan perempuan

Alkitab mengajarkan bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Manusia diciptakan menurut gambar Allah Tritunggal. Untuk mengerti lebih jelas mengenai manusia, kita harus mengenal Allah. Calvin mengatakan bahwa ketika kita m engenal Allah maka kita mengenal diri dan ketika kita mengenal diri maka kita mengenal Allah. Jadi untuk mengenal diri kita harus mengenal Allah Tritunggal
Allah Tritunggal adalah Allah yang esa tetapi mempunyai 3 pribadi. Ada kesatuan tetapi ada keragaman. Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus. KetigaNya esa. Di dalam Allah Tritunggal terdapat beberapa prinsip yaitu :

a. Ordo
Adanya ordo (urutan kekepalaan) yaitu Allah Bapa kemudian Allah Anak dan Allah Roh Kudus. Allah Bapa mengepalai Allah Anak. Allah Bapa dan Allah Anak mengepalai Allah Roh Kudus.

b. Kesetaraan
Baik Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh Kudus adalah setara dan sama tinggi. Tetapi ada ordonya.

c. Kasih dan pelayanan
Alkitab mengajarkan bahwa Allah adalah kasih. ( 1 Yohanes 4:8 ) Berarti Allah Tritunggal adalah kasih. Kasih merupakan atribut Allah yang sangat penting. Pemazmur sering berkata “Kasih setiaNya untuk selama-lamanya” . Kasih Allah adalah kekal adanya. Sebelum Dia menciptakan bumi beserta isinya yang juga termasuk manusia, Dia adalah kasih adanya. Siapakah yang Dia kasihi sebelum ada manusia yang Ia kasihi ?

Allah mengasihi diriNya sendiri. Allah Tritunggal saling mengasihi satu sama lain. Allah Bapa mengasihi Allah Anak dan Allah Roh Kudus. Allah Anak mengasihi Allah Bapa dan Allah Roh Kudus. Allah Roh Kudus mengasihi Allah Bapa dan Allah Anak. Ketiga pribadi Allah saling mengasihi satu s ama lain. Di dalam tiga pribadi ada kesatuan. Dan di dalam tiga pribadi ada satu kasih, satu jiwa, satu tujuan. Hubungan Allah Tritunggal merupakan hubungan yang harmonis. Benar-benar harmonis. Hubungan Allah Tritunggal yang harmonis ini dimana ada keragaman namun ada kesatuan yang harmonis merupakan dasar hidup kita sebagai orang Kristen.

Alkitab juga mengajarkan bahwa ada saling menghargai, saling melayani, saling mengasihi dan saling menganggap yang lain lebih utama di dalam ketiga pribadi Allah Tritunggal. Allah Tritunggal tidak mementingkan pribadiNya sendiri terlepas dari pribadi yang lain namun saling memperhatikan. Perhatikanlahlah Allah Bapa mengasihi dan memuliakan Allah Anak. Di atas gunung Allah Bapa berkata “Inilah Anak yang kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia” ( Matius 17:5 ). Yesus Kristus berkata “BapaKulah yang memuliakan Aku” ( Yohanes 8:54 ). Allah Anak juga memuliakan Allah Bapa. Yesus Kristus berkata :”Bapa, muliakanlah namaMu” (Yohanes 12:28 ). Yesus Kristus mengajarkan doa Bapa kami yang berisi “Bapa kami yang ada di dalam surga, dikuduskanlah namaMu” ( Matius 6:9). Alkitab juga mengajarkan bahwa Allah Bapa dan Allah Anak saling memuliakan :”Jikalah Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diriNya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera.( Yohanes 13:32 ). Yesus Kristus berkata “Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah AnakMu supaya AnakMu mempermuliakan Engkau.” (Yohanes 17:1). Alkitab mengajarkan Allah Bapa dan Allah Anak saling mempermuliakan satu sama lain. Yesus juga menganggap Allah Bapa lebih besar walaupun Dia setara dengan Bapa: “Aku pergi kepada BapaKu sebab Bapa lebih besar dari pada Aku” (Yohanes 14:29)
Allah Anak juga memuliakan dan menganggap Allah Roh Kudus lebih besar dari diriNya. Yesus Kristus berkata “Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni. Apabila seorang menentang Anak Manusia , ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak.” (Matius 12:32). Demikian juga Allah Roh Kudus memuliakan Allah Anak. Alkitab mengatakan bahwa Roh Kudus mengajar dan mengingatkan orang percaya kepada Kristus : “Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus yang akan diutus oleh Bapa dalam namaKu, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” (Yohanes 14:26). Alkitab m engajarkan mengenai Roh Kudus :”Tetapi apabila Ia datang yaitu Roh Kebenaran , Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak berkata-kata dari diriNya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengarNya itulah yang akan dikatakanNya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku ( Kristus ), sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada Ku” ( Yohanes 16:14 )
Lalu apa kaitan antara Allah Tritunggal dengan keluarga, laki-laki dan perempuan ?
i. Allah Tritunggal menjadi pola di mana relasi manusia diatur. Karena Allah adalah Allah yang berelasi maka manusia adalah manusia yang berelasi. Karena Allah tidak seorang diri maka manusia tidak seorang diri. Karena adanya ordo di dalam diri Allah maka didalam hidup manusia adanya ordo :

a. Laki-laki dan perempuan
b. Orang tua dan anak
c. Tuan dan hamba

ii. Karena adanya kesetaraan di dalam Allah Tritunggal maka adanya kesetaraan di dalam hidup manusia. Semua manusia adalah setara. Laki-laki dan perempuan adalah setara. Karena Allah Tritunggal adalah saling melayani maka manusia harus saling melayani.
Kembali kepada apa yang Alkitab katakan mengenai laki-laki dan perempuan.
Allah menciptakan manusia menurut pola Tritunggal. Adanya kesatuan tetapi adanya keragaman. Hubungan Allah Tritunggal yang terintim itu dilukiskan di dalam hubungan suami dan istri di dalam relasi perjanjian yaitu pernikahan. Dua menjadi satu dimana di dalam Allah Tritunggal adalah esa tetapi mempunyai tiga pribadi.
__________________
www.bluebelldiary.wordpress.com
cute_charity is offline   Reply With Quote
Old October 26, 2007, 02:51   #96
cute_charity
Registered User
 
cute_charity's Avatar
 
Join Date: Aug 2007
Posts: 693
WebPoint: 0
GaulPoint: 85
cute_charity belum terkenal
Kemudian Alkitab mengajarkan bahwa relasi laki-laki dan perempuan itu dilukiskan di dalam analogi relasi Allah dengan umatNya dan relasi antara Kristus dengan gerejaNya.

Relasi antara Allah dan umatNya dilukiskan di dalam nuansa perjanjian ( covenant ). Apa itu covenant ? Covenant adalah perjanjian antara 2 pihak dimana di dalam relasi adanya komitmen dan adanya satu kesetiaan. Relasi antara kita dengan Tuhan adalah relasi perjanjian. Ini digambarkan dengan nuansa pernikahan. Allah sebagai suami dan umatNya sebagai istrinya. Relasi antara Kristus dengan jemaat juga dilambangkan dengan hubungan suami istri. Ini adalah dalam nuansa perjanjian. Karena itu Alkitab mengajarkan “Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.”

(Efesus 5:22-25)

Di dalam relasi ini kita bisa belajar beberapa hal yaitu :

a. Ordo
b. Ketaatan
c. Kesetiaan
d. Kasih
e. Pelayanan
f. Pengorbanan

Di dalam relasi ini adalah eksklusif tanpa pihak ketiga, karena itu pernikahan yang Allah inginkan adalah monogami.
__________________
www.bluebelldiary.wordpress.com
cute_charity is offline   Reply With Quote
Old October 26, 2007, 05:21   #97
qbiz
Registered User
 
qbiz's Avatar
 
Join Date: Dec 2002
Location: di desa
Posts: 1,714
WebPoint: 0
GaulPoint: 1577
qbiz belum terkenal
Kesalehan Professional dan Kesalehan "Amateur"



Apa pandangan kita terhadap kata Amateur? Mungkin Anda dengan cepat menjawab : seorang Amateur adalah orang yang tidak cukup skill terhadap keahlian tertentu, atau orang yang kemampuannya terbatas, seorang pemula, kurang pengalaman, awam. Dan kata Professional dewasa ini dikenal sebagai antonym dari kata Amateur, padahal sesungguhnya kata Amateur bermakna sangat indah, yaitu sebuah kata yang berasal dari kata latin "amātor" yang bermakna “lover, devoted friend, devotee, enthusiastic pursuer of an objective”. Kata Amateur sungguh teramat jauh bergeser dari makna aslinya.





Robert Tyre Jones Jr. (1902 –1971), lebih dikenal dengan nama "Bobby Jones", ia adalah salah satu 'legenda' dalam olah-raga golf. Meski ia mempunyai bakat alam yang luar biasa, tetapi Bobby Jones tidak pernah bersedia untuk menjadi pegolf professional, ia hanya bersedia bertanding pada pertandingan-pertandingan amateur. Di lain pihak ia juga dikenal sebagai seorang insinyur, sastrawan dan pengacara. Ketika ditanya mengapa ia selalu menolak untuk menjadi seorang pegolf proffesional? Ia menjawab dengan tenang dan tersenyum bahwa ia mencintai golf dengan sungguh-sungguh, sebagaimana kata amateur itu akar-katanya ialah amore yang berarti 'cinta'. Dengan kata lain ia menyatakan tidak tergiur oleh kekayaan dari bertanding golf karena ia seorang yang cinta ("amateur") pada olah-raga golf. Kisahnya ini diangkat dalam sebuah Film dengan judul "Bobby Jones Stroke of Genius" yang dibintangi Jim Caviezel, (pemeran JC dalam film The Passion of the Christ).

Seperti Bobby Jones, kita bisa melihat pada Alkitab, bahwa disana ada seorang tokoh yang dapat kita rujuk sebagai seorang penginjil "amateur", meski ia seorang ahli Kitab Suci, filsuf, dan penginjil yang hebat tak kenal lelah, ia pun memilih sebagai seorang "amateur" daripada menjadi seorang professional karena kecintaan yang sungguh-sungguh kepada Kristus. Ia adalah Rasul Paulus. Dalam 1 Korintus 9:12-18 ia menulis sikap pribadinya dan tujuan pribadinya dalam melayani Yesus Kristus yang ia cintai:


* 1 Korintus 9:12-18
9:12 Kalau orang lain mempunyai hak untuk mengharapkan hal itu dari pada kamu, bukankah kami mempunyai hak yang lebih besar? Tetapi kami tidak mempergunakan hak itu. Sebaliknya, kami menanggung segala sesuatu, supaya jangan kami mengadakan rintangan bagi pemberitaan Injil Kristus.
9:13 Tidak tahukah kamu, bahwa mereka yang melayani dalam tempat kudus mendapat penghidupannya dari tempat kudus itu dan bahwa mereka yang melayani mezbah, mendapat bahagian mereka dari mezbah itu?
9:14 Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu.
9:15 Tetapi aku tidak pernah mempergunakan satu pun dari hak-hak itu. Aku tidak menulis semuanya ini, supaya aku pun diperlakukan juga demikian. Sebab aku lebih suka mati dari pada ...! Sungguh, kemegahanku tidak dapat ditiadakan siapa pun juga!
9:16 Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.
9:17 Kalau andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi karena aku melakukannya bukan menurut kehendakku sendiri, pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku.
9:18 Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.



Paulus melepaskan hak-haknya untuk menerima pemberian-pemberian dari jemaat-jemaatnya (ayat 15, 18), dan ia lebih suka menanggung segala sesuatu (ayat 12 bandingkan 1 Korintus 13:7), bahkan berjuang untuk menopang dirinya sendiri, ia tetap menjadi seorang pembuat kemah (Kisah 18:3), supaya ia jangan menjadi rintangan bagi pemberitaan Injil Kristus (1 Korintus 4:11-13, Kisah 20:34-35). Dengan demikian ia menggunakan kebebasannya sebagai pengikut Kristus, bahwa tak satupun boleh menghalang-halangi (ayat 23), bahwa Injil Kristus harus ditawarkan dengan cuma-cuma (ayat 18 bandingkan 2 Korintus 11:7,9) sehingga tak seorangpun dapat menuduh bahwa Paulus mengajar untuk mendapatkan keuntungan pribadi (2 Korintus 6:3).

Dalam ayat 15, Paulus menekankan bahwa ia tidak pernah mempergunakan satupun dari hak-hak seorang rasul/ pekabar Injil yang lazimnya menerima sesuatu dari jemaat untuk menyokong kehidupannya (1 Korintus 9:13), ia bahkan tidak menuntut upah atau dukungan materi dalam bentuk apapun (ayat 12). Paulus lebih memilih kemerdekaannya sehingga ia tidak pernah menjadi beban finansial bagi jemaatnya yang manapun (lihat 2 Korintus 11:7-11; 12:13; 1 Tesalonika 2:9, 2 Tesalonika 3:8).

Memberitakan Injil tanpa upah adalah pilihan Paulus untuk menjaga diri agar ia tetap murni dalam pelayanan yang mencintai ("amateur"), bukan karena profesi. Hal ini tentu saja bukan merupakan prinsip yang harus dikenakan kepada semua orang yang memberitakan Injil. Karena tindakan Paulus ini lebih merupakan sikap sukarela dari orang yang sekalipun berhak memperoleh sokongan, namun ia lebih memilih melayani Allahnya dengan cuma-cuma tidak menerima upah :

"Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil" (1 Korintus 9:18)


Penolakan kepada "upah" adalah kegirangan bagi Paulus dalam mengabarkan Injil Kristus. Tuhan Yesus pernah mengatakan kepada murid-murid-Nya yang sedang bersiap-siap keluar melaksanakan misi mereka "...Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma" (Matius 10:8). Maka dalam hal ini sikap pribadi Rasul Paulus adalah sebagai cerminan bahwa ia menolak mengkompromikan Injil Kasih Karunia yang cuma-cuma itu dengan kegiatan pengabaran Injil yang menerima "upah". Sikap ini juga merupakan suatu penolakan/ ketidak-sukaannya terhadap suatu anggapan bahwa kesalehannya hanyalah kesalehan professional dimana seseorang menggantungkan nafkahnya dari situ. Maka ia melepaskan hak-haknya, dan ia memilih untuk menjadi seorang "amateur" dalam pekabaran Injil. Hal itu akan membuatnya lebih baik di mata banyak orang, dibandingkan para pengajar di zamannya, yaitu para filsuf moral yang mengajar dengan mendapat upah.

Idealisme yang dimiliki Rasul Paulus, meski keras, dan tidak bisa diterapkan kepada semua pelayan Tuhan, namun sikapnya ini bisa kita lihat sebagai suatu teladan yang baik. Barangkali kita sering kagum terhadap artis-artis rohani yang pandai menyanyi, bermusik, menciptakan lagu, menjual CD mereka, giat berkeliling dari satu gereja ke gereja lain, dari satu KKR ke KKR lain, dan kita memandang mereka "saleh", namun apakah kesalehan itu pasti besifat "amateur" (mencintai Tuhan) atau sekedar tuntutan "dapur" (professional), demikian juga para pengkhotbah masa kini, yang menuntut ini itu jika diundang datang berkhotbah, ticket pesawat first/ business class, akomodasi yang lux, penentuan honor minimum, apakah mereka saleh secara "amateur" atau hanya "saleh" dalam ranah profesi? Ini sulit ditentukan, karena orang yang bersangkutan sendirilah yang bisa menilai.

Sebagaimana Paulus yang juga memandang bahwa seorang penginjil mempunyai hak mendapat sesuatu untuk menopang kehidupannya (1 Korintus 9:13), maka seandainya ada diantara kita seorang penginjil yang secara profesi bergantung nafkah dari situ, ia harus menjadi seorang yang "professional amateur", yaitu seorang yang professional yang tetap mencintai pelayanannya kepada pekerjaan-pekerjaan Tuhan, sebagai hamba-hamba yang setia melayani "Tuan" kita di Surga.

Namun, pekerjaan-pekerjaan "gerejawi" itu seringkali hanya merupakan urusan duniawi, yang digunakan sebagai cara untuk mendapatkan kedudukan, tujuan, ambisi kekuasaan, ambisi untuk tampil/ popularitas dan nafkah pribadi seseorang. Dalam keadaan kemikian mereka mengikat-diri pada pelayanan secara professional saja tanpa cinta. Jikalau demikian apakah itu boleh disebut sebagai suatu pelayanan yang meng-hamba?. Dari kegiatan Paulus dalam penginjilannya "yang menolak upah", maka Paulus dengan sangat merdeka tanpa beban, sehingga ia dapat mengajarkan suatu kebenaran untuk menyampaikan otokritik terhadap pelayan-pelayan Tuhan dimasanya yang disamping melayani Tuhan tetapi juga berambisi terhadap mamon, ia menegor orang-orang yang "menjajakan" Firman Allah (2 Koritus 2:17). Kesalehan mereka bukan "amateur" (yang mencintai), tapi sekedar kesalehan professional!

Allah berkenan kepada seorang yang "amateur" yang sungguh mencintai-Nya dalam segala keadaan. Seperti pelayanan Paulus sebagai dampak suatu pertobatan yang total, setia dan menjadi "amateur" sampai mati (2 Timotius 4:7).



Amin.



Blessings in Christ,
Bagus Pramono
October 26, 2007

dari : http://portal.sarapanpagi.org/renung...n-amateur.html
__________________
www.sarapanpagi.org
qbiz is offline   Reply With Quote
Old October 26, 2007, 17:00   #98
-=siLenT=-
Registered User
 
-=siLenT=-'s Avatar
 
Join Date: Oct 2007
Location: disini, di pojokan kamar gw yg selalu penuh dgn kedamaian, uhuy..!!!
Posts: 640
WebPoint: 0
GaulPoint: 216
-=siLenT=- belum terkenal
27 Oktober 2007 -- S A B T U

Apa Yang Terjadi Di Kayu Salib | Lukas 23:_32-43

Sudah menjadi kebiasaan pada zaman Yesus untuk menempatkan sebuah tulisan tuduhan di atas salib, yakni selembar surat yang menjelaskan seorang penjahat dinyatakan bersalah. Lembaran surat kita, dimana terdaftar semua dosa yang telah atau akan kita lakukan, dipakukan di kayu salib dan ditebus oleh Juru Selamat (Kolose 2:13-14). Dengan ini Yesus menghapus catatan tersebut, menjadikannya kosong dan tak berarti lagi. Semua dosa tidak bisa mendakwa, dan kita tidak lagi menanggung hukuman (Roma 8:1). Dosa telah dihakimi.

Pada waktu yang sama, Yesus, “telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum, dalam kemenangan-Nya atas mereka” (Kolose 2:15). Musuh kita, Setan, dan seluruh pasukannya telah dikalahkan pada hari itu dan telah dilucuti kuasanya atas hidup orang percaya. Kekalahan iblis diteguhkan melalui kuasa kebangkitan. Kebangkitan Yesus, membuktikan bahwa Bapa telah menerima Putra-Nya sebagai pengganti tempat kematian kita. Di atas kertas hutang kita sekarang tertulis “lunas dibayar,” kita yang percaya Yesus selamanya bebas dari kuasa setan. Hukuman dosa telah dibayar, kuasa dosa dipatahkan, dan Yesus mengambil alih rasa malu kita. Musuh tidak bisa menghancurkan kita; satu-satunya yang bisa setan lakukan hanyalah menggoda.

Sebagai tambahan, Sang Penebus telah membayar penebusan bagi umat manusia hari itu. Kita yang dulunya menjadi hamba dosa, kini bebas. Darah Yesus yang sangat berharga telah membebaskan sehingga kita dapat menjadi Anak-anak-Nya (Roma 6:6; Yohanes 1:12).



GBU....
__________________
thanks 4 all....
-=siLenT=- is offline   Reply With Quote
Old October 27, 2007, 13:24   #99
cute_charity
Registered User
 
cute_charity's Avatar
 
Join Date: Aug 2007
Posts: 693
WebPoint: 0
GaulPoint: 85
cute_charity belum terkenal
Ia menasihati mereka, supaya mereka semua dengan kesungguhan hati
setia kepada Tuhan

Kisah Para Rasul 11:23


Bacaan: Kisah Para Rasul 11:19-26
Setahun: Yeremia 12-14; 2 Timotius 1

Saat masih remaja, Jean sering berjalan-jalan dan melihat ibu-ibu duduk di bangku sambil bercakap-cakap di taman. Anak-anak mereka yang masih kecil duduk di ayunan, berharap agar ada orang yang mau mendorong mereka. “Saya mendorong mereka,” kata Jean. “Dan, tahukah Anda apa yang terjadi saat Anda mendorong seorang anak di atas ayunan? Tak lama kemudian anak itu akan melakukannya sendiri. Itulah peran saya dalam kehidupan; saya mendorong orang lain.”

Dalam hidup, mendorong orang lain adalah tujuan hidup yang mulia. Yusuf, seorang saleh dalam kitab Kisah Para Rasul, memiliki karunia itu. Pada zaman gereja mula-mula, ia menjual tanahnya dan memberikan uangnya kepada gereja supaya digunakan untuk membantu orang-orang yang kurang beruntung (4:36,37). Ia juga pergi bersama Paulus dalam perjalanan misi dan mengabarkan Injil (11:22-26; 13:1-4).

Anda mungkin telah mengenal Yusuf sebagai “Barnabas”, yaitu nama yang diberikan para rasul kepada “Anak Penghiburan”. Saat gereja yang berada di Yerusalem mendengar bahwa orang-orang di Antiokhia mulai mengenal Yesus sebagai Juru Selamat, mereka mengirim Barnabas karena “Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman” (11:24). Ia “menasihati mereka, supaya mereka semua dengan kesungguhan hati setia kepada Tuhan” (ayat 23).

Kita pun dapat memberikan “dorongan” semangat kepada orang-orang lainnya dalam perjalanan mereka bersama Tuhan —AMC


SEDIKIT PERCIKAN SEMANGAT
DAPAT MEMANTIK USAHA YANG BESAR




Kisah Para Rasul 11:19-26

11:19 Sementara itu banyak saudara-saudara telah tersebar karena penganiayaan yang timbul sesudah Stefanus dihukum mati. Mereka tersebar sampai ke Fenisia, Siprus dan Antiokhia; namun mereka memberitakan Injil kepada orang Yahudi saja.
11:20 Akan tetapi di antara mereka ada beberapa orang Siprus dan orang Kirene yang tiba di Antiokhia dan berkata-kata juga kepada orang-orang Yunani dan memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan.
11:21 Dan tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan.
11:22 Maka sampailah kabar tentang mereka itu kepada jemaat di Yerusalem, lalu jemaat itu mengutus Barnabas ke Antiokhia.
11:23 Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan,
11:24 karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan.
11:25 Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia.
11:26 Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.
__________________
www.bluebelldiary.wordpress.com
cute_charity is offline   Reply With Quote
Old October 27, 2007, 13:27   #100
cute_charity
Registered User
 
cute_charity's Avatar
 
Join Date: Aug 2007
Posts: 693
WebPoint: 0
GaulPoint: 85
cute_charity belum terkenal
Yesaya 60:1
Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.

Ketika aliran listrik tiba-tiba padam ketika malam hari, apa yang kita lakukan? Pasti kita akan segera mencari lilin untuk penerangan darurat. Ketika lilin dinyalakan, kita akan segera melihat cahaya terang yang keluar dari lilin tersebut, dan kegelapan pun terusir. Keadaan dunia saat ini boleh dibilang semakin gelap, seperti gelapnya malam ketika aliran listrik padam. Dan yang dibutuhkan dunia adalah seberkas cahaya terang dari orang-orang yang mau menjadi seperti lilin tersebut.

Sebuah lilin dapat menerangi sekelilingnya dengan melelehkan dirinya, membakar dirinya sehingga ada nyala api yang memberikan terang. Demikian juga dengan hidup kita, saat kita berkomitmen menjadi terang bagi sekeliling kita, mungkin kita akan merasa sakit ‘terbakar' , merasa dikucilkan saat kita harus menjadi terang bagi orang lain, bagi rekan kerja kita, atau bagi siapapun.

Tetapi saat kita mau setia, kemuliaan Tuhan akan dinyatakan melalui kehidupan kita, dan kehidupan kita akan menjadi berkat bagi orang lain. Mari, bangkit dan menjadi terang!

Bangkitlah dan menjadi terang, maka kemuliaan Tuhan akan diyatakan!
__________________
www.bluebelldiary.wordpress.com
cute_charity is offline   Reply With Quote
Old October 27, 2007, 13:42   #101
-=siLenT=-
Registered User
 
-=siLenT=-'s Avatar
 
Join Date: Oct 2007
Location: disini, di pojokan kamar gw yg selalu penuh dgn kedamaian, uhuy..!!!
Posts: 640
WebPoint: 0
GaulPoint: 216
-=siLenT=- belum terkenal
nice cute..lanjutkan....
__________________
thanks 4 all....
-=siLenT=- is offline   Reply With Quote
Old October 27, 2007, 13:48   #102
Gregory House
Si Bayi AND Ultramanholic
 
Gregory House's Avatar
 
Join Date: Dec 2005
Location: M78
Posts: 11,277
WebPoint: 0
GaulPoint: 3537
Gregory House belum terkenal
cute, gw jd inget lagunya glenn fredly yang judulnya terang

Jadilah terang jangan ditempat yang terang
Jadilah terang di tempat yang gelap

Jadilah jawaban jangan hanya kau diam
Jadilah jawaban diluar rumahmu

Reff:
Oooooo… jadilah jawaban
Oooooo… jadilah terang

Jadilah garam jangan ditengah lautan
Jadilah harapan jangan hanya berharap
Jadilah jawaban jangan hanya ucapan
Jadilah jawaban jangan tambahkan beban

thx bngt ya dah ngasih renungan ttg terang n_n
__________________
Are You Strong?
You can't always get what you want And if you try sometime you find You get what you need
Wow...Excellent,Awesome,Coolest thing ever,Interesting,Everybody Lies
You need skill and luck to make a great save - Alberto Fontana
Gregory House is offline   Reply With Quote
Old October 27, 2007, 13:54   #103
cute_charity
Registered User
 
cute_charity's Avatar
 
Join Date: Aug 2007
Posts: 693
WebPoint: 0
GaulPoint: 85
cute_charity belum terkenal
hehehe... sori baru skrg.. krn td pagi harus ke gudang, tuk stock opname.. n skrg baru sempat...
__________________
www.bluebelldiary.wordpress.com
cute_charity is offline   Reply With Quote
Old October 27, 2007, 13:56   #104
cute_charity
Registered User
 
cute_charity's Avatar
 
Join Date: Aug 2007
Posts: 693
WebPoint: 0
GaulPoint: 85
cute_charity belum terkenal
Mendengar suara Tuhan ???

Apa yang saya mau perbuat dalam hidup ini? Pekerjaan mana yang harus saya pilih? Saya harus ambil jurusan apa di sekolah? Atau siapakah teman hidup saya?

Hidup adalah serangkaian pilihan yang tidak pernah berakhir. Bagaimana caranya agar Anda tahu bahwa Anda sedang membuat keputusan yang tepat? Haruskah Anda bertanya pada orang-orang yang menurut Anda lebih pintar? Atau Anda harus melihat berita horoskop hari ini di koran? Haruskah Anda bertanya pada bintang? Hmm, bagaimana kalau Anda bertanya saja pada si pencipta bintang?

Saya punya berita bagus untuk Anda hari ini. Si Pencipta bintang itu, Tuhan sendiri, sebenarnya ingin menjawab pertanyaan Anda. Tepatnya, Dia ingin berbicara dengan saya dan Anda.

Tuhan ingin berkomunikasi dan memiliki hubungan pribadi dengan Anda. Komunikasi dua arah! Bukan hanya satu arah saja. Mengapa? Karena tidak akan ada suatu “hubungan” tanpa ada suatu dialog yang tercipta. Seperti pada manusia lain, cara Anda mengenal seseorang ialah dengan berkomunikasi dengan orang tersebut. Berbicara dan mendengar. Hal ini persis sama dengan hubungan Anda dengan Tuhan. Dia berbicara, Anda mendengar. Anda berbicara, Dia mendengar.

Berita bagus lainnya ialah Anda dan saya bisa mendengar suara Tuhan! Alkitab sendiri menulis bahwa kita diciptakan untuk komunikasi dua arah dengan Tuhan. “Domba-dombaKu mendengarkan suaraKu dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku” (Yohanes 10:27). Sebagai anak-anak Tuhan, kita tidak perlu berjalan buta. Kita dapat memiliki keyakinan bahwa kita dapat mendengar suaraNya. Roma 8:14 meyakinkan bahwa “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah adalah anak Allah”. Artinya, jika Anda adalah anak Tuhan yang sudah lahir baru, Anda akan dipimpin oleh Roh Allah sendiri. Mazmur 37:23-24 mempertegas hal ini.

Kesulitan untuk mendengar suara Tuhan hanyalah bahwa ada waktu yang diperlukan untuk itu. Kerendahan hati juga sangat dibutuhkan. Yeremia 29:12-13 mengatakan bahwa “Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepadaKu, maka kamu akan mendengarkan Aku; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati”. Artinya, kita tidak bisa mengancam Tuhan untuk berbicara secara keras di telinga kita. Tapi kita bisa mencari dan meminta Tuhan dengan kerendahan hati, dan Tuhan berjanji untuk menemui kita.

Anda harus mengetahui bahwa ada 3 suara yang bisa Anda dengar. Suara Anda sendiri, suara iblis, dan suara Tuhan. Tapi jangan kuatir. Yohanes 10:4b-5 menyatakan bahwa anak Tuhan pasti mengenal suara Tuhannya dan kalaupun mereka tanpa sengaja mengikuti suara orang asing, mereka akan lari karena tidak kenal dengan suara asing tersebut. Dengan memiliki hubungan yang sangat intim dengan Tuhan dan terus berlatih mendengar suaraNya, Anda akan tiba pada kepekaan untuk membedakan suara Tuhan, iblis, atau diri sendiri. Yesaya 30:21 mengatakan “Dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: “Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya, entah kamu menganan atau mengiri”.

Jadi intinya, jika Anda mau mendengar, Tuhan akan berbicara dan Anda bisa mendengar suaraNya. Tapi berhati-hatilah, apalagi jika Anda masih muda, supaya Anda bisa objektif dan mengikuti suara Tuhan. Suara Anda sendiri kadang bisa berteriak sangat keras untuk didengar, apalagi jika Anda sedang berada dalam tekanan atau masalah tertentu. Dan berhati-hatilah dengan suara iblis yang adalah “Bapa segala pendusta”.

Nah, bagaimana kita bisa mengenali suara Tuhan? Ada 7 kunci yang diberikan alkitab untuk ini:

1. Firman Tuhan

“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran” (2 Tim 3:16-17).

2. Roh Allah berbicara pada hati kita

"Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu," demikianlah firman Tuhan. "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Dan mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka

semua, besar kecil, akan mengenal Aku” (Ibrani 8:10-11).

3. Suara profetik / Nubuatan

“Janganlah padamkan Roh, dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat. Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik” (I Tesalonika 5:19-21).

4. Nasehat pemimpin


“Jikalau tidak ada pimpinan, jatuhlah bangsa, tetapi jikalau penasihat banyak, keselamatan ada” (Amsal 11:14).

5. Konfirmasi


“Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan” (Matius 18:16).

6. Damai sejahtera Tuhan

"Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah (Kolose 3:15).

7. Keadaan / waktu yang tepat

“Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus. Di Korintus ia berjumpa dengan seorang Yahudi bernama Akwila, yang berasal dari Pontus. Ia baru datang dari Italia dengan Priskila, isterinya, karena kaisar Klaudius telah memerintahkan, supaya semua orang Yahudi meninggalkan Roma. Paulus singgah ke rumah mereka. Dan karena mereka melakukan pekerjaan yang sama, ia tinggal bersama-sama dengan mereka. Mereka bekerja bersama-sama, karena mereka sama-sama tukang kemah” (Kisah Para Rasul 18:1-3).

Strategi pertemanan ini merupakan hasil dari keadaan yang tercipta sedemikian rupa.

Sering Allah menggunakan bahkan lebih dari 3 kunci untuk berbicara dengan manusia, apalagi didalam proses membuat keputusan yang penting dalam kehidupan.

Tapi terlebih dari semua, Anda harus memulainya dengan doa. Berdoalah dan carilah Dia dengan sungguh hati, maka Dia akan menjawab Anda
__________________
www.bluebelldiary.wordpress.com
cute_charity is offline   Reply With Quote
Old October 27, 2007, 14:09   #105
Gregory House
Si Bayi AND Ultramanholic
 
Gregory House's Avatar
 
Join Date: Dec 2005
Location: M78
Posts: 11,277
WebPoint: 0
GaulPoint: 3537
Gregory House belum terkenal
gpp kok, thx ya ^^
btw stock opname apaan sih?
__________________
Are You Strong?
You can't always get what you want And if you try sometime you find You get what you need
Wow...Excellent,Awesome,Coolest thing ever,Interesting,Everybody Lies
You need skill and luck to make a great save - Alberto Fontana
Gregory House is offline   Reply With Quote
Reply

Bookmarks

Tags
kasih allah, renung baca hari, renungan harian

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT. The time now is 11:45.

SIDEBAR
Remove This Bar
Register / Login to remove this bar and All Ads.
Image




Powered by vBulletin® Version 3.8.2
Copyright ©2000 - 2013, Jelsoft Enterprises Ltd.
Copyright ©2007, WebGaul. All Rights Reserved. A ZEIN Company. Designed, Developed, Maintained, Optimized, Operated by ZEIN.