November 28, 2007, 03:10
|
#181
|
|
Registered User
Join Date: Jul 2007
Location: in my colony
Posts: 4,426
WebPoint: 0 GaulPoint: 669
|
sorry OT bentar, gw kaga tau segh masuk renungan apa bukan, tapi gw seneng banget bacanya, keknya memberikan gw sedikit hope buat idup gw yg lagi bermasalah
|
|
|
|
Recommendation
|
Sponsored Ads
|
|
|
|
November 28, 2007, 22:13
|
#182
|
|
Registered User
Join Date: Aug 2007
Posts: 693
WebPoint: 0 GaulPoint: 85
|
We have… an eternal house in Heaven.
2 Corinthians 5:1 NIV
Daily Bible Reading:
2 Chronicles 29-31, John 12:20-36, Psalm 118:19-29, Proverbs 28:5-8
Alice Gray writes, "Laurel knew she was dying. Over the weeks we often talked about Heaven. The hardest part was trying to image something we had never seen. Then I remembered this story - the young girl had been blind since birth. When she was twelve the doctors were able to perform a new type of surgery that would give her sight. But the outcome wouldn't be known for several days. After the bandages were removed from her eyes they had to be protected from the light. So she sat in darkness, waiting. The mother spent long hours answering her daughter's questions about what things looked like and what she should expect. Finally the moment came when the child's eyes could endure enough light for her to look out the window. She stood there for a long time without saying a word. Outside, the spring day was ideal - with fluffy white clouds decorating a blue sky. Blossoms sprinkled to the ground like pink snow as soft breezes bared the cherry trees. Yellow crocuses proudly lined the brick walkway that wound across the grass. When the girl turned back to her mother, tears were streaming down her cheeks. 'Oh, mother. Why didn't you tell me it would be so beautiful?' I shared this story with my friend, tears filling my own eyes. 'Laurel, right now we're sitting in the darkness, but before long you will be asking God the same question.'"
Heaven is real. It's more real than any place you've ever been, and much more beautiful. Paul calls it "Far better" (Philippians 1:23). When you get there you'll take Jesus by the hand and ask, "Why didn't You tell me it would be so beautiful?"
|
|
|
November 29, 2007, 21:12
|
#183
|
|
Registered User
Join Date: Aug 2007
Posts: 693
WebPoint: 0 GaulPoint: 85
|
TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa
Yosua 14:10
Bacaan: Yosua 14:6-13
Setahun: Yehezkiel 37-39; 2 Petrus 2
Nola Ochs, seorang mahasiswi Fort Hays State University di Kansas, baru-baru ini mengambil libur dari studi untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-95. Ia mulai berkuliah di Fort Hays pada 1930, tetapi tidak lulus. Ketika ia menyadari bahwa hanya dengan mengambil beberapa kredit lagi ia akan mendapatkan gelar, maka ia kembali kuliah di universitas itu pada tahun 2006. Nola tidak akan membiarkan usia mencegahnya untuk menghargai komitmen yang dibuatnya lebih dari 76 tahun lalu untuk menyelesaikan pendidikannya.
Dalam Yosua 14, kita membaca bahwa Kaleb tidak membiarkan usianya yang sudah lanjut mencegahnya untuk percaya bahwa Allah akan menepati janji-Nya yang diberikan 45 tahun sebelumnya (ayat 10-12). Sebagai salah satu pengintai yang dikirim ke Tanah Perjanjian , ia melihat kota-kota besar yang didiami oleh orang-orang kuat yang tubuhnya besar (Bilangan 13:28-33).
Akan tetapi, Kaleb setia kepada Allah dan percaya bahwa Dia akan membantu bangsa Israel menaklukkan tanah tersebut (14:6-9). Pada usia 85 tahun, Kaleb secara fisik masih kuat dan imannya tetap teguh. Ia percaya bahwa Allah akan membantunya menaklukkan tanah tersebut, meskipun didiami oleh para raksasa. Maka, Yosua memberkati Kaleb dengan bagian tanah tersebut dan memenuhi janji Allah yang sudah berusia 45 tahun.
Seperti Kaleb, kita pun tidak boleh membiarkan usia, raksasa pribadi kita, atau janji yang belum terpenuhi, menghalangi kita untuk memercayai bahwa Allah masih menghargai firman-Nya bagi kita —MLW
SETIAP JANJI ALLAH
DINYATAKAN BERSAMA DENGAN JAMINAN PRIBADI-NYA
Yosua 14:6-13
14:6 Bani Yehuda datang menghadap Yosua di Gilgal. Pada waktu itu berkatalah Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, kepadanya: "Engkau tahu firman yang diucapkan TUHAN kepada Musa, abdi Allah itu, tentang aku dan tentang engkau di Kadesh-Barnea.
14:7 Aku berumur empat puluh tahun, ketika aku disuruh Musa, hamba TUHAN itu, dari Kadesh-Barnea untuk mengintai negeri ini; dan aku pulang membawa kabar kepadanya yang sejujur-jujurnya.
14:8 Sedang saudara-saudaraku, yang bersama-sama pergi ke sana dengan aku, membuat tawar hati bangsa itu, aku tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati.
14:9 Pada waktu itu Musa bersumpah, katanya: Sesungguhnya tanah yang diinjak oleh kakimu itu akan menjadi milik pusakamu dan anak-anakmu sampai selama-lamanya, sebab engkau tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati.
14:10 Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini;
14:11 pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk.
14:12 Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan TUHAN pada waktu itu, sebab engkau sendiri mendengar pada waktu itu, bahwa di sana ada orang Enak dengan kota-kota yang besar dan berkubu. Mungkin TUHAN menyertai aku, sehingga aku menghalau mereka, seperti yang difirmankan TUHAN."
14:13 Lalu Yosua memberkati Kaleb bin Yefune, dan diberikannyalah Hebron kepadanya menjadi milik pusakanya.
|
|
|
November 30, 2007, 22:04
|
#184
|
|
Registered User
Join Date: Aug 2007
Posts: 693
WebPoint: 0 GaulPoint: 85
|
Jesus I know, and I know about Paul, but who are you?
Acts 19:15 NIV
Ever watch those TV shows where people do daring and dangerous things - things you might be tempted to think you could do? But there's always a disclaimer 'don't try this at home,' or 'don't try this on your own.' With that in mind let's read: "God did extraordinary miracles through Paul… handkerchiefs and aprons that had touched him were taken to the sick, and their illnesses were cured and the evil spirits left them. Some Jews who went around driving out evil spirits tried to invoke the name of the Lord Jesus over those who were demon-possessed. They would say, 'In the name of Jesus, whom Paul preaches, I command you to come out.' Seven sons of Sceva, a Jewish chief priest, were doing this… (One day) the evil spirit answered them, 'Jesus I know and I know about Paul, but who are you?' Then the man who had the evil spirit jumped on them and… gave them such a beating that they ran out of the house naked and bleeding" (Acts 19:11-16 NIV).
Paul was so empowered by God that he made ministry look easy. So these guys thought, "I can do that too." No you can't - unless God equips you, you'll fall flat on your face! The seven sons of Sceva were attracted by the wrong things. They wanted the power Paul had but they didn't want to pay the price Paul paid. God doesn't empower you to do your own thing, He empowers you to do His thing; which is the only thing that matters. Spirit-empowered living cannot be imitated, duplicated, bought, borrowed, or faked - and without it you're no match for the enemy!
Daily Bible Reading:
2 Chronicles 35-36, (2 Jn), John 13:1-17, Psalm 14, Proverbs 28:13-16
|
|
|
December 01, 2007, 23:22
|
#185
|
|
Registered User
Join Date: Aug 2007
Posts: 693
WebPoint: 0 GaulPoint: 85
|
She will bring forth a Son, and you shall call His name Jesus, for He will save His people from their sins.
Matthew 1:21
READ: Matthew 1:18-25
In the off-season of baseball, managers and coaches concentrate on trading players to set themselves up for a winning season the next year. But if you are a Chicago Cubs fan like I am, you don’t expect much because we haven’t won a championship in years! That made the promise from a newly acquired player for the Cubs sound rather incredible. To a packed press conference, he said, “We are going to win the World Series!” I have to admit, it was hard not to be skeptical. It sounded like a promise that most likely he couldn’t deliver.
No doubt the Jews of Jesus’ day who were living under the oppressive thumb of Rome had to wonder if God would ever make good on His promise to send a Deliverer who would forgive sin and restore the glory of Israel (Isa. 1:26; 53:12; 61). God had long ago promised them a Redeemer, but they hadn’t heard a word from Him in 400 years. But then, at just the right moment, the angel announced to Joseph that Mary would give birth to a Son who would “save His people from their sins” (Matt. 1:21).
Christmas proves that God is a promise-keeping God! He said that He would send a Deliverer, and He did. Your sin is not beyond the reach of this promise. He is ready and waiting to forgive your sins—all of them. —Joe Stowell
|
|
|
December 02, 2007, 17:25
|
#186
|
|
Registered User
Join Date: Aug 2007
Posts: 693
WebPoint: 0 GaulPoint: 85
|
Grow in the grace and knowledge of our Lord and Savior Jesus Christ.
2 Peter 3:18
READ: Philippians 3:12-21
Jon Krakauer, author and mountain climber, was determined to reach the “roof of the world,” the peak of Mt. Everest. In an arduous ascent that killed some of his fellow climbers, he persevered. On May 10, 1996, he reached the summit.
“I understood on some dim, detached level that [the sweep of earth beneath my feet] was a spectacular sight,” wrote Krakauer of that moment. “I’d been fantasizing about this moment, and the release of emotion that would accompany it, for many months. But now that I was finally here, standing on the summit of Mt. Everest, I just couldn’t summon the energy to care.”
Temporal goals can never fully satisfy. We see this in the ministry of Paul. He told the believers in Philippi: “I press toward the goal for the prize of the upward call of God in Christ Jesus” (Phil. 3:14). It is the goal “for which Christ Jesus has also laid hold of me” (v.12). He will “transform our lowly body that it may be conformed to His glorious body” (v.21).
That goal can provide the most powerful incentive. It inspires us to become more and more like Jesus. Every upward step gives us joyful soul-satisfaction. How diligently are we striving to reach that goal? —Vernon C Grounds
I’m pressing on the upward way,
New heights I’m gaining every day—
Still praying as I’m onward bound,
“Lord, plant my feet on higher ground.” —Oatman
Don’t let contentment with earthly goals prevent you from attaining eternal gains.
|
|
|
December 03, 2007, 21:39
|
#187
|
|
Registered User
Join Date: Aug 2007
Posts: 693
WebPoint: 0 GaulPoint: 85
|
Marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran
1 Yohanes 3:18
Bacaan: 1 Yohanes 3:16-24
Setahun: Yehezkiel 47-48; 1 Yohanes 3
Ketika masuk kantor di pagi hari, saya kerap menemukan kejutan di meja saya. Beberapa waktu lalu, kejutan itu berupa cangkir kopi bergambar bunga matahari yang diberikan seorang rekan kantor. Ia melihatnya di sebuah toko dan ia tahu, cangkir itu akan membuat istri saya senang—jadi ia membelinya lalu meninggalkannya di meja saya dengan disertai kalimat penyemangat.
Dengan senang hati saya membawa pulang hadiah itu untuk istri saya Sue, dan memberikannya atas nama wanita yang ingin menyemangatinya.
Orang itu mungkin betul-betul memikirkan istri saya. Ia mungkin telah membicarakan istri saya secara positif dengan orang lain. Namun, itu tentu berbeda dengan dorongan semangat yang ditimbulkan suatu tindakan.
Dalam 1 Yohanes 3:18, Yohanes membahas apa yang harus kita lakukan bila melihat orang lain memerlukan bantuan kita. Ia mengatakan, kita harus mempunyai belas kasihan yang aktif: “Marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan.” Kalau kita melihat seseorang memerlukan bantuan kita, membicarakan hal itu memang hal yang baik. Akan tetapi, kita juga harus melakukan sesuatu untuk menolongnya. Kita diperintahkan: “Hendaklah kita menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja” (Yakobus 1:22).
Mintalah Roh Kudus menaruh seseorang di dalam hati Anda, yang dapat Anda tolong dalam nama Yesus. Lalu ambillah tindakan. Buatlah perbedaan pada hari ini. Kirimkan kartu. Berikanlah hadiah. Ajaklah berjalan-jalan. Teleponlah. Kasih yang diwujudkan dalam tindakan adalah kasih sejati —JDB
Belas kasihan adalah kasih dalam tindakan
1 Yohanes 3:16-24
3:16 Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.
3:17 Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?
3:18 Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.
3:19 Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah,
3:20 sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu.
3:21 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah,
3:22 dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.
3:23 Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita.
3:24 Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.
|
|
|
December 05, 2007, 05:18
|
#188
|
|
Registered User
Join Date: Dec 2002
Location: di desa
Posts: 1,714
WebPoint: 0 GaulPoint: 1577
|
"Berperang" dengan Hati-nurani
"Berperang" dengan Hati-nurani
Peperangan manusia yang berat, yang sering tidak nampak oleh orang lain, adalah peperangannya melawan hati-nuraninya sendiri. Ada film bagus yang typenya adalah "psychological movie" yang berjudul THE MACHINIST, bercerita tentang anak manusia yang berperang berat melawan hati-nuraninya sendiri, ini bukan film entertainment, jadi jangan harap Christian Bale tampil macho dan keren seperti di film Batman Begin, di film ini ia menurunkan badannya hingga 63 pounds dari beratnya yang normal 185 pounds (1 pound = 453 gram), sehingga terlihat seperti seseorang yang kena malnutrisi. Diceritakan seorang pemuda yang tabrak-lari setelah menabrak seorang anak, dia memang lepas dari hukuman penjara, namun ia tidak lepas dari hukuman hati-nuraninya. Konflik batin ini diperankan dengan apik oleh Christian Bale yang dulu juga dikenal sebagai seorang aktor cilik dalam film Empire of The Sun (1987) garapan sutradara Steven Spielberg.
Seorang penjahat, bisa jadi ia adalah seorang yang sadis tak berbelas-kasihan, atau seorang pelacur, atau seorang koruptor atau seorang penipu, di suatu moment tertentu akan berhadapan dengan hati-nuraninya sendiri. Dan tidak jarang suara-hatinya ini dapat membuat mereka mengerem tindakannya, atau menghentikannya sama sekali. Presiden Bush melakukan invasi ke Iraq hingga sekarang, barangkali hati-nuraninya masih diparkir di suatu tempat, namun ada satu saat dia tidak akan dapat lari dari hati-nuraninya sendiri. Pol Pot, mantan penguasa Kamboja yang terkenal sadis dalam peperangan membunuh jutaan orang manusia juga akhirnya pasti tidak akan dapat lari dari hati-nuraninya. Mengapa? Karena inilah reserve yang diberikan Allah bagi manusia agar manusia itu dapat kembali ke jalan yang benar, hati-nurani adalah karunia.
Quote:
Hati nurani tak pernah mati...
Rasa cinta adalah anugerahnya, kita ada dari buah cinta
Cinta yang murni selalu abadi
Apapun rintangannya & resikonya
Raga bisa dikurung
Mulut bisa dibungkam
Tetapi mahakaryaNya yang sangat ajaib
Masih ada reserve, yaitu hati nurani yang tak pernah mati
Selalu jujur dan tak kan sanggup dibunuh....
Selalu hidup dan menghidupi cinta
Untuk berani dan sanggup memegang komitmen
Mengapa bumi berputar, mengapa mentari bersinar…
Untuk ingatkan kita bahwa Tuhan mencintai…
Tetaplah teguh dengan cintamu.
|
Dosa dan hati-nurani :
Dihadapan Allah, semua umat manusia adalah satu didalam kutukan dosa, telah menjadi hamba dosa, condong dan bernafsu berbuat dosa sebagai warisan turun-temurun, dan memang nyatanya semua manusia pernah melakukan dosa, entah dia seorang nabi, seorang imam ataupun orang biasa. Tabiat dosa ini menjalar ke seluruh manusia sejak ia dilahirkan. Seorang bayi meski belum berbuat dosa, namun ia sudah mempunyai tabiat dosa. Seorang anak kecil meski tidak ada yang mengajari berbohong , dia dapat berbohong dengan sendirinya, meski tidak ada yang mengajarinya memukul, ia dapat memukul, marah, mau menang sendiri dan seterusnya. Inilah yang disebut "dosa waris" yaitu tabiat dosa yang diturunkan dari Adam manusia pertama.
Namun ada banyak salah-paham mengenai istilah Dosa Asal atau yang kadang disebut Dosa Waris ini. Ada kalangan yang sering mengkritisi Kristianitas mengidentikkannya sebagai transfer-muatan dosa dari nenek-moyang ke anak-cucu. Misalnya, banyak teman-teman Muslim yang memahami dosa-asal ini sebagai dosa yang pertama yang "segepok" dari Adam itu terturun "segepok" pula kepada anak-cucunya. Akibatnya dirasakan tidak masuk akal, bahwa setiap bayi yang terlahir sudah membawa hutang-waris, walau ia belum berbuat dosa apapun!
Itulah proto-type yang salah kaprah dari kalangan yang sering memaksakan makna teologis-kristiani secara dangkal, dan menurut pengertian mereka sendiri. Andaikata itu benar maksudnya, tentulah akan lebih tidak masuk akal bahwa kita-kita yang hidup di ujung zaman ini akan ketimpaan ratusan/ribuan/jutaan gepok dosa-asal kumulatif dari ratusan generasi sejak kejatuhan Adam! Dosa asal atau yang dikenal dengan dosa waris ini tidak ada hubungannya dengan pemindahan muatan dosa dari siapa saja, melainkan merupakan penjalaran imbasan kultur dosa Adam yang diturunkan kepada seluruh peradaban umat manusia sejak Adam dikutuk dan diusir dari Taman Eden.
Manusia di dunia meski telah tercemar dengan dosa, masih diberi bekal oleh Allah Bapa kita di Sorga dengan hati-nurani. Manusia bukan robot, bagaimanapun manusia diciptakan dengan "image" Allah (Kejadian 1:26). Hati-nurani manusia tak pernah mati, kecuali manusia berubah menjadi mati, atau berubah menjadi arca batu tanpa spirit. Sejahat apapun dia, hati-nurani mengetuknya, mengadilinya. Hati-nurani menjadi kriteria untuk mengembalikannya ke "jalan yang benar" bila ia tersesat. Maka tak heran, agama-agama duniapun menganalisanya sebagai "suara Tuhan" yang berbisik dalam hati kita.
"Sentuhan pada hati" itulah hati-nurani. Ketika kita hati kita tergerak melihat orang jompo miskin dan lemah, pengemis cacat, orang tak bersalah dituduh salah, orang hidup hendak dihukum mati. Darimana kita tahu rasa manisnya gula, indahnya pemandangan di pantai? Yaitu dengan mencicipinya, merasakannya, mengalaminya. Bukan dengan membaca artikel tentang gula, membaca karangan tentang pantai. Hati-nurani menyangkut rasa dan empati, hati-nurani terasa juga termasuk ketika kita memungut sampah yang tercecer dan memasukan ke tempat sampah untuk menjaga kebersihan di bumi ini. Hati-nurani sebenarnya bekerja dalam keadaan apa saja, ketika dalam keadaan marah-pun kita dapat menahan untuk tidak berkata-kata kotor dan berbuat jahat karena ketukan hati-nurani. Walaupun kadang kita pun dapat mengabaikan "suara-hati" ini, namun pasti ada saatnya hati-nurani akan menggedor dengan kencang pintu hati kita, dan kita tak akan mampu menutup telinga untuk hal itu.
Dalam Alkitab, kita mengenal kata Yunani " συνειδησις - suneidêsis" (padanan katanya dalam bahasa Latin conscientia, kata dari mana kita kenal kata "conscience" dalam bahasa Inggris) memberi kesan bahwa artinya yang biasa ialah pengetahuan pendamping, atau kecakapan untuk pengetahuan bersama dengan dirinya sendiri. Kata dalam bahasa Indonesia adalah "hati-nurani" menyerap dari kata serapan Arab "nurani" ( terang, ada cahayanya), sehingga kata ini menjadi sangat indah yang bermakna "cahayanya hati". Dengan kata lain, hati-nurani mengandung dalamnya lebih daripada hanya kesadaran atau penginderaan, ia memberi penerang ketika kita dalam gelap, karena kata ini mencakup juga penghakiman (dalam Alkitab memang penghakiman moral) atas suatu perbuatan yang dilakukan dengan sadar.
__________________
www.sarapanpagi.org
|
|
|
December 05, 2007, 05:21
|
#189
|
|
Registered User
Join Date: Dec 2002
Location: di desa
Posts: 1,714
WebPoint: 0 GaulPoint: 1577
|
Alkitab mencatat suatu peristiwa dimana Tuhan Yesus Kristus pernah "menghukum" manusia dengan "ketukan hati-nurani", yaitu pada peristiwa perempuan sundal yang kedapatan berbuat zinah dan harus dirajam mati (Yohanes 8:2-11), dan masalah ini dibawa oleh orang-orang saleh (para Imam dan orang Farisi) untuk "mencobai" Tuhan Yesus :
* Yohanes 8:2-11
8:2 Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.
8:3 Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.
8:4 Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.
8:5 Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?"
8:6 Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.
8:7 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."
8:8 Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.
8:9 Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
8:10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"
8:11 Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”
Memang, perempuan pezinah itu teramat najis dan tak mungkin tidak harus dirajam. Tetapi apa kata Tuhan Yesus? Dan apa kata hati-nurani Anda mendengar jawaban Yesus yang menjunkir-balikkan "pengadilah orang-orang saleh" tersebut? Dia menjawab pertanyaan mereka dengan penuh otoritas : "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu" (Yohanes 8:7). Dan... semua orang-orang saleh itupun terbungkam! Lalu satu persatu, secara diam-diam, mereka beranjak pergi! Mengapa mereka pergi? Karena kini status mereka bukan lagi menjadi pendakwa, tetapi terdakwa. Mereka semua terhukum oleh hati-nuraninya sendiri. Dihadapan Tuhan Yesus mereka semua harus dirajam!
Kata "hati nurani" tidak nampak dalam terjemahan LAI, maka kita tinjau bersama ayat tsb sbb :
* Yohanes 8:9
LAI TB, Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
KJV, And they which heard it, being convicted by their own conscience, went out one by one, beginning at the eldest, even unto the last: and Jesus was left alone, and the woman standing in the midst.
TR, οι δε ακουσαντες και υπο της συνειδησεως ελεγχομενοι εξηρχοντο εις καθ εις αρξαμενοι απο των πρεσβυτερων εως των εσχατων και κατελειφθη μονος ο ιησους και η γυνη εν μεσω εστωσα
Translit interlinear, hoi de {tetapi} akousantes {mendengar} kai {dan} hupo {oleh} tês suneidêseôs {hati nurani} elegkhomenoi {(mereka) dihukum} exêrkhonto {pergi} heis kath heis {seorang demi seorang} arxamenoi {mulai} apo {dari} tôn {yang} presbuterôn {tertua} [heôs {hingga} tôn {yang} eskhatôn {terakhir}] kai {dan} kateleiphthê {tinggallah} monos {seorang diri} ho iêsous {Yesus} kai {dan} hê gunê {perempuan} en {di} mesô {tempatnya} housa {berdiri}
Dalam kisah tersebut, Tuhan Yesus dengan otoritasNya sebagai Allah yang Mahasuci, dan Pemegang Hukum, memperingatkan kepada semua manusia untuk berkaca diri/ menghakimi dirinya sendiri sebelum memperhadapkan orang-lain untuk dihukum/ dihakimi. Kisah ini jelas mengajar, ketika hati-nurani mereka tersentuh, mereka menjadi sadar, bahwa mereka tidak lebih suci dari seorang pezinah.
Tapi Awas!, kita jangan cepat-cepat menyimpulkan kesalahan yang naif, seolah-olah Tuhan Yesus memberi kelonggaran untuk berzinah. Tidak! Tuhan Yesus ingin menelanjangi para ahli Taurat, Farisi, Anda dan saya yang sok saleh, sok menghakimi, dan sok menghukum dengan caci-maki, perusakan dan pembunuhan. Dalam PengajaranNya ini, kita benar-benar diperingatkan untuk merombak dari dalam diri kita secara drastis sebelum menghadapkan orang lain untuk dihukum.
* Matius 7:1-3,5
7:1 "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
7:2 Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
7:3 Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?
7:5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."
Perempuan yang berzinah itu dan seharusnya diserahkan kepada pemerintah yang sah (Romawi pada waktu itu) yang mempunyai hukum sipil tersendiri atau Mahkamah Agama (Sanhedrin), yang khusus menangani masalah agama, dan tidak bisa semena-mena dibunuh beramai-ramai oleh orang-orang yang samasekali tidak layak mencabut nyawa orang lain. Tuhan Yesus, yang tidak berdosa bisa saja menghukum dengan dasar Taurat, namun Ia tahu bahwa perempuan itu dapat DISELAMATKAN dengan sentuhan pertobatan. Bila ia dibiarkan dirajam mati, ia akan mati dalam dosanya. Tetapi Tuhan Yesus mengampuninya dan memulihkan kehidupannya dan memintanya agar tidak berbuat dosa lagi. Tuhan Yesus memberikan kesempatan hidup yang baru itulah sebabnya Tuhan Yesus berkata :
* Yohanes 8:10-11
8:10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"
8:11 Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”
Jadi disini, sekalipun tidak menghukum, namun Tuhan Yesus samasekali tidak mengecilkan dosa yang dilakukan oleh perempuan itu. Dengan sekali pukul, Tuhan Yesus "menelanjangi dan merombak" kehidupan dari 2 jenis manusia berdosa yang ada dihadapanNya. Yang satu adalah segerombolan "orang yang saleh-saleh" yang binasa dalam kesalehannya (Pengkotbah 7:15); dan yang satunya lagi adalah "orang najis" yang seharusnya dibinasakan, namun oleh karena rahmat Tuhan karena telah menyesal, pasrah dan menggantungkan seluruh imannya kepada sang Hakim!
Kisah diatas hanyalah sebuah contoh, dan kita tahu bahwa hati-nurani bekerja dalam segala aspek kehidupan manusia, dalam masalah apapun. Itulah kedasyatan hati-nurani. Manusia tak akan mampu membutakan mata dan telinga terhadap ketukan hati-nurani, karena ketukan itu akan terus mengetuk. Jika kita mengabaikannya, itu akan menjadi siksaan bahkan sampai tubuh kita akan berkalang tanah. Itulah pengadilan!
Jikalau kita mengalami konflik atau peperangan dengan hati-nurani kita sendiri, dan kita dihakimi olehnya. Baiklah kita duduk diam sejenak dan mendengar apa kata hati-nurani kita, dan kemudian berdamailah dengannya. Ikut sertakan hati-nurani kita dalam setiap langkah kita. Apalagi, sebagai murid-murid Kristus, kita telah dibekali dengan Roh Kudus, Sang Pendamping dan Penolong yang setia (Yohanes 14:26). Hati-nurani kita bekerja dengan tuntunan Roh-Kudus, menjadikan kita murid-murid yang hari demi hari makin disempurkan dan meneladani semua hal yang telah dilakukan Sang Guru kita Tuhan Yesus Kristus.
Amin.
Blessings,
Bagus Pramono
December 5, 2007
__________________
www.sarapanpagi.org
|
|
|
December 05, 2007, 14:10
|
#190
|
|
Registered User
Join Date: Aug 2007
Posts: 693
WebPoint: 0 GaulPoint: 85
|
Lalu Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis
Matius 4:1
Bacaan: Matius 4:1-11
Setahun: Daniel 1-2; 1 Yohanes 4
Saya sangat menyukai taman saya. Namun, hidup di Amerika Serikat bagian Barat Tengah selama musim dingin telah mengubah taman saya yang indah menjadi pemandangan yang beku, tertutup salju, dan gersang.
Itu tidak seperti di taman Eden. Eden merupakan taman yang luar biasa indah sepanjang tahun. Di taman inilah Adam dan Hawa menikmati ciptaan Allah yang istimewa dan sukacita keselarasan sempurna dengan-Nya dan antara satu sama lain. Namun, kemudian Setan muncul. Ia membawa rumput-rumput liar, onak duri, kerusakan, dan maut.
Anda pasti dapat melihat perbedaan antara pemandangan di Kejadian 1 dan di Matius 4. Penggoda yang sama, yang pernah memasuki taman Allah, sekarang menyambut Allah di tanahnya—padang gurun yang berbahaya dan tandus.
Padang gurun dapat menjadi suatu gambaran kejadian yang akan menimpa dunia—dan kehidupan—apabila kemauan Setan dituruti. Dengan satu pukulan yang menentukan, sukacita Eden digantikan dengan rasa malu karena telanjang (Kejadian 3). Akan tetapi, Yesuslah yang menjadi pemenang di tanah Setan! (Matius 4). Dengan kemenangan itu Dia memberi kita harapan bahwa kita pun dapat menang. Sebuah kemenangan yang menunjukkan kepada kita bahwa musuh tidak lagi dapat menguasai kita. Kemenangan yang meyakinkan kita akan datangnya hari ketika kita tidak lagi akan bersusah-payah di padang gurun Setan, tetapi akan diantar memasuki surga, di mana sukacita Eden akan menjadi milik kita—untuk selamanya. Inilah hal yang kita nanti-nantikan! —JMS
JIKA Anda berjalan melalui padang gurun godaan
kemenangan Kristus menjadi kemenangan Anda
Matius 4:1-11
4:1 Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.
4:2 Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.
4:3 Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti."
4:4 Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."
4:5 Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah,
4:6 lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu."
4:7 Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"
4:8 Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,
4:9 dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku."
4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"
4:11 Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.
|
|
|
December 05, 2007, 17:23
|
#191
|
|
Registered User
Join Date: Aug 2007
Posts: 693
WebPoint: 0 GaulPoint: 85
|
Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!
2 Korintus 9:15
Bacaan: 1 Yohanes 5:9-13,20
Setahun: Daniel 3-4; 1 Yohanes 5
Hadiah Natal yang paling disukai Sharon dari suaminya, Andy, adalah kotak antik untuk menyimpan perhiasan. Di dalamnya terdapat tiga kotak dengan hadiah tambahan berupa cokelat dan perhiasan. Ia menyukai setiap hadiah yang ada di dalam hadiah itu.
Ketika Allah mengirimkan Putra-Nya Yesus untuk menjadi Juru Selamat dunia, Dia memberi kita banyak hadiah di dalam Hadiah itu. Dan, sejak saat itu, orang-orang yang menerima hadiah Yesus, mereka juga akan menerima hadiah-hadiah khusus berikut:
Pengampunan dosa. “Sebab di dalam Dia [Yesus] kita beroleh penebusan oleh darah-Nya, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan anugerah-Nya” (Efesus 1:7).
Pengajaran dari Roh Kudus. Yesus telah memberi janji, “Penolong, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu” (Yohanes 14:26).
Hidup kekal dan rumah di surga. Yohanes berkata, “Siapa yang memiliki Anak, ia memiliki hidup” (1 Yohanes 5:12). Yesus berjanji, “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal …. Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu” (Yohanes 14:2).
Kasih yang tiada tara. “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu .... Tidak ada kasih yang lebih besar daripada ini, yakni seseorang memberikan nyawanya demi sahabat-sahabatnya” (Yohanes 15:9,13).
Sudahkah Anda menerima Hadiah Allah yang tak terkatakan itu? Anda hanya perlu memintanya —AMC
Yesus adalah hadiah dan
Pemberi setiap hadiah yang baik
1 Yohanes 5:9-13,20
5:9 Kita menerima kesaksian manusia, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya.
5:10 Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya.
5:11 Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya.
5:12 Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.
5:13 Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.
5:20 Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.
|
|
|
December 06, 2007, 22:17
|
#192
|
|
Registered User
Join Date: Aug 2007
Posts: 693
WebPoint: 0 GaulPoint: 85
|
Siapa saja yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan
Roma 10:13
Bacaan: Kisah Para Rasul 3:1-16
Setahun: Daniel 5-7; 2 Yohanes
Nama adalah sesuatu yang penting. Para orangtua mungkin menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mencari dan memutuskan nama yang paling sempurna bagi bayi mereka. Kerap kali keputusan terakhir didasarkan pada bunyi, keunikan, atau artinya.
Ada seorang wanita yang memakai nama baru sebab ia tidak menyukai nama aslinya. Ia keliru menyangka bahwa dengan berganti nama, ia dapat mengubah nasibnya. Itu tidak mungkin terjadi, tetapi bagi orang-orang yang memercayai Yesus sebagai Juru Selamat dan sejak saat itu dikenali lewat nama-Nya, benar-benar terjadi sebuah perubahan menyeluruh.
Ada arti penuh kuasa yang terkait dengan nama Yesus. Para rasul melakukan mukjizat-mukjizat (Kisah Para Rasul 3:6,7,16; 4:10) dan mengusir setan dalam nama Yesus (Lukas 10:17). Mereka berbicara dan mengajar dalam nama Yesus. Mereka membaptis orang-orang percaya dalam nama Yesus (Kisah Para Rasul 2:38). Dan, hanya melalui nama Yesus-lah kita dapat sampai kepada Bapa (Kisah Para Rasul 4:12).
Ketika kita menjadi orang-orang kristiani, kita semua memiliki nama yang berharga ini. Dan, saat kita mengikut Kristus, kita mampu memantulkan cahaya-Nya ke kegelapan mana pun yang kita jumpai; di lingkungan kita, di tempat kerja kita, atau bahkan di rumah kita. Kita harus berdoa agar saat orang melihat kita—mereka akan melihat Kristus.
Nama yang kita sandang dapat mempunyai makna atau arti. Akan tetapi, menyandang nama kristiani berarti mengalami sebuah perubahan hidup —CHK
Nama Yesus adalah satu-satunya nama
yang memiliki kuasa untuk mengubahkan
Kisah Para Rasul 3:1-16
3:1 Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah.
3:2 Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah.
3:3 Ketika orang itu melihat, bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah.
3:4 Mereka menatap dia dan Petrus berkata: "Lihatlah kepada kami."
3:5 Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka.
3:6 Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"
3:7 Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.
3:8 Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah.
3:9 Seluruh rakyat itu melihat dia berjalan sambil memuji Allah,
3:10 lalu mereka mengenal dia sebagai orang yang biasanya duduk meminta sedekah di Gerbang Indah Bait Allah, sehingga mereka takjub dan tercengang tentang apa yang telah terjadi padanya.
3:11 Karena orang itu tetap mengikuti Petrus dan Yohanes, maka seluruh orang banyak yang sangat keheranan itu datang mengerumuni mereka di serambi yang disebut Serambi Salomo.
3:12 Petrus melihat orang banyak itu lalu berkata: "Hai orang Israel, mengapa kamu heran tentang kejadian itu dan mengapa kamu menatap kami seolah-olah kami membuat orang ini berjalan karena kuasa atau kesalehan kami sendiri?
3:13 Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah memuliakan Hamba-Nya, yaitu Yesus yang kamu serahkan dan tolak di depan Pilatus, walaupun Pilatus berpendapat, bahwa Ia harus dilepaskan.
3:14 Tetapi kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, serta menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu.
3:15 Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi.
3:16 Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua.
|
|
|
December 08, 2007, 16:56
|
#193
|
|
Registered User
Join Date: Aug 2007
Posts: 693
WebPoint: 0 GaulPoint: 85
|
Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya,
dan kesengsaraan kita yang dipikulnya
Yesaya 53:4
Bacaan: Yesaya 53:1-6
Setahun: Daniel 11-12; Yudas
Saat ini, semakin banyak gereja yang setiap tahun menyelenggarakan kebaktian-kebaktian Natal Kelabu bagi orang-orang yang menghadapi kedukaan dan kehilangan. Musim liburan yang menekankan kebahagiaan dan kegembiraan acap kali membuat orang-orang yang sedang mengalami kekecewaan merasa lebih sedih.
Artikel di Associated Press mengutip seorang pendeta yang melukiskan kebaktian Natal Kelabu sebagai “kesempatan bagi orang-orang untuk datang dan berada di dalam hadirat Allah serta mengakui dukacita, keputusasaan, dan kesepian mereka, lalu menyerahkannya kepada Allah.” Seorang peserta menambahkan, “Itu adalah tempat yang baik untuk menangis dan tidak seorang pun akan merasa keberatan.”
Selama masa Natal, kita sering membaca nubuatan-nubuatan Yesaya tentang Mesias yang akan datang, yang akan lahir dari seorang perawan (Yesaya 7:14) dan disebut “Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai” (9:6). Namun, mungkin kita juga perlu memasukkan kata-kata di dalam Yesaya 53: “Ia … seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan .… Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya … dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh” (ayat 3-5). Pemazmur mengingatkan kita bahwa “[Tuhan] menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka” (Mazmur 147:3).
Jika Anda merasa sedih pada hari Natal ini, ingatlah: Yesus datang untuk menyelamatkan kita, menolong kita, dan menyembuhkan kita —DCM
Yesus menyediakan oasis anugerah DI gurun kedukaan
Yesaya 53:1-6
53:1 Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?
53:2 Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya.
53:3 Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.
53:4 Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.
53:5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
53:6 Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.
|
|
|
December 09, 2007, 21:57
|
#194
|
|
Registered User
Join Date: Aug 2007
Posts: 693
WebPoint: 0 GaulPoint: 85
|
Orang-orang ... yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran [akan bercahaya] seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya
Daniel 12:3
Bacaan: Matius 2:1-12
Setahun: Hosea 1-4; Wahyu 1
Akhir-akhir ini banyak orang mencari ketenaran dengan berusaha untuk disorot oleh media. Akan tetapi, seorang tawanan Yahudi yang masih muda mencapai “ketenaran” dengan cara yang lebih baik.
Ketika Daniel dan teman-temannya ditangkap oleh bangsa penyerbu yang kejam, tampaknya mustahil nama mereka akan terdengar lagi. Tetapi tak lama kemudian, para pemuda saleh ini justru menjadi menonjol karena cerdas dan dapat dipercaya.
Ketika raja mendapat mimpi yang tidak dapat diulangi atau ditafsirkan oleh orang-orang bijak di istana raja, ia menghukum mati mereka. Setelah semalaman berdoa bersama teman-temannya, Daniel menerima isi mimpi raja tersebut dan tafsirannya dari Allah. Maka, raja mempromosikan Daniel menjadi penasihat utamanya (lihat Daniel 2).
Kisah ini sudah cukup luar biasa jika berakhir di situ. Namun, beberapa orang terpelajar percaya bahwa pengaruh Daniel di Babel membuat orang sadar akan adanya berbagai nubuatan tentang Mesias, tentang Juru Selamat yang akan lahir di Betlehem. Pengajaran Daniel mungkin dijadikan alasan oleh orang-orang bijak dari Timur yang 500 tahun kemudian mengikuti bintang sampai ke bagian dunia yang terpencil dan asing. Mereka menemukan Raja yang masih bayi, menyembah-Nya, dan kembali ke negeri mereka dengan kabar baik tentang perjalanan Allah yang luar biasa ke dunia (Matius 2:1-12).
Dengan membuat orang-orang lain berbalik kepada kebenaran, kita, seperti Daniel, dapat menjadi bintang yang bersinar abadi —JAL
Anda dapat menarik orang kepada Yesus
bila Anda memiliki cahaya-Nya di dalam hidup Anda
Matius 2:1-12
2:1 Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem
2:2 dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."
2:3 Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.
2:4 Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.
2:5 Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi:
2:6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel."
2:7 Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak.
2:8 Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia."
2:9 Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada.
2:10 Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka.
2:11 Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.
2:12 Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.
|
|
|
December 10, 2007, 21:37
|
#195
|
|
Registered User
Join Date: Aug 2007
Posts: 693
WebPoint: 0 GaulPoint: 85
|
Bumi penuh dengan kasih setia TUHAN
Mazmur 33:5
Bacaan: Mazmur 33:1-9
Setahun: Hosea 5-8; Wahyu 2
Pohon-pohon mapel di halaman depan rumah saya adalah pohon-pohon terakhir yang kehilangan daun-daunnya pada musim gugur. Jadi, pada suatu hari yang dingin di bulan November, saya menggerutu sambil menyerok dan memasukkan daun-daun terakhir ke dalam kantong sampah.
Lalu terdengarlah suara riang, “Selamat pagi!” Tanpa saya sadari, wanita yang mencatat meteran gas kami menghampiri saya. Saya bertanya, “Bagaimana kabar Anda di pagi yang sangat berangin ini?”
“Saya sangat diberkati,” katanya sambil tersenyum. Setelah menyesuaikan diri dengan cepat, saya menyahut, “Saya juga. Bukankah Allah luar biasa?”
“Ya. Dia memang luar biasa,” jawabnya. “Apakah Anda juga percaya kepada Yesus?” “Ya,” balas saya, “dan Dia telah mengisi hidup saya dengan berkat.”
Percakapan singkat itu tidak saja mencerahkan hati saya, tetapi juga mengingatkan saya bahwa kita, orang-orang yang percaya kepada Kristus, sangat diberkati. Setelah saudara seiman di dalam Kristus ini pergi, langit tidak lagi tampak begitu gelap; angin tidak lagi begitu dingin; pekerjaan membersihkan daun terasa lebih ringan. Tuhan telah memakai seorang saudara seiman untuk mengalihkan perhatian saya kepada-Nya dan melihat kebaikan-Nya (Mazmur 33:5).
Orang-orang kristiani merupakan bagian dari masyarakat. Marilah kita saling memberi semangat satu sama lain. Kita tidak pernah tahu kapan seorang saudara seiman perlu diingatkan akan kebaikan Allah —DCE
KEPercayaAN pada kebaikan allah
memberikan nyanyian di hati anda dan pujian di mulut anda
Mazmur 33:1-9
33:1 Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam TUHAN! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur.
33:2 Bersyukurlah kepada TUHAN dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali!
33:3 Nyanyikanlah bagi-Nya nyanyian baru; petiklah kecapi baik-baik dengan sorak-sorai!
33:4 Sebab firman TUHAN itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan.
33:5 Ia senang kepada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia TUHAN.
33:6 Oleh firman TUHAN langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya.
33:7 Ia mengumpulkan air laut seperti dalam bendungan, Ia menaruh samudera raya ke dalam wadah.
33:8 Biarlah segenap bumi takut kepada TUHAN, biarlah semua penduduk dunia gentar terhadap Dia!
33:9 Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada.
|
|
|
Posting Rules
|
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts
HTML code is Off
|
|
|
All times are GMT. The time now is 05:51.
|
|