August 22, 2004, 13:14
|
#1
|
|
Ayo kumpul semua disini!
Join Date: Dec 2002
Location: Lewisburg
Posts: 23,710
WebPoint: 2 GaulPoint: 17.720
|
Ttg Pacaran dalam Buddhis
kayaknya ga dibahas ya dalam pelajaran Agama Buddha di sekolah
ada yang tau gak atau ada aturan2 khususnya gak?
|
|
|
|
Recommendation
|
Sponsored Ads
|
|
|
|
August 22, 2004, 14:40
|
#2
|
|
Registered User
Join Date: Oct 2003
Posts: 120
WebPoint: 0 GaulPoint: 203
|
Re: Ttg Pacaran dalam Buddhis
Mungkin di pelajaran kimia baru ada
|
|
|
August 26, 2004, 01:53
|
#3
|
|
Registered User
Join Date: May 2003
Location: Brisbane
Posts: 399
WebPoint: 0 GaulPoint: 107
|
guru agama gua dulu sering nasehatin kita2 bahwa berpacaran tuh boleh tp kitanya harus hati2.. n bagi murid2 cewe, hati2 dlm memilih cowo.. jgn ampe dapet yg punya sifat2 kejam
__________________
The longed-for ships.
Come empty home or founder on the deep.
And eyes first lose their tears and then their sleep.
|
|
|
August 26, 2004, 02:57
|
#4
|
|
Mentor
Join Date: Sep 2003
Posts: 1,315
WebPoint: 31 GaulPoint: 2956
|
Saya rasa ada. Di sekolah Buddhist diajarkan sex education.
Mengenai pacaran, pertama kita lihat dulu pacaran disini maksudnya apa. Jika pacaran yang dimaksud adalah penjajakan untuk mengenal lebih jauh dan berakhir pada pernikahan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti sama kemoralan, sama keyakinan, sama kebijaksanaan, sama dana. Dengan demikian diharapkan pernikahan tsb bisa bahagia.
Selain itu juga ketika pacaran tidak melanggar norma-norma setempat, karena agama Buddha selalu menghormati adat setempat. Dan juga tidak melanggar Pancasila khususnya sila ke-3 yaitu melakukan hubungan seksual yang tidak diperkenankan.
__________________
Sawasdee Krap !
|
|
|
September 02, 2004, 13:27
|
#5
|
|
Registered User
Join Date: Jan 2003
Location: melbourne
Posts: 5,358
WebPoint: 0 GaulPoint: 1571
|
emang ada kah aturan dalam berpacaran menurut agama?
bukannya sekedar mengikuti aturan tidak tertulis (norma) di masyarakat itu udah cukup?
__________________
"dan aku mulai takut ..."
|
|
|
September 02, 2004, 16:07
|
#6
|
|
Registered User
Join Date: Sep 2004
Location: ke negri panda lagi kah ???
Posts: 1,096
WebPoint: 0 GaulPoint: 208
|
yupe agree wit u lulu .. rasanya gue juga belom pernah dengar ada nya aturan pacaran dalam agama Buddha .. anyway berdasarkan norma2 yang di masyarakat udah cukup ketat kok
__________________
... bingung ....
|
|
|
September 03, 2004, 18:08
|
#7
|
|
Registered User
Join Date: Mar 2003
Location: Rite here
Posts: 21,017
WebPoint: 0 GaulPoint: 13408
|
yach.....kayaknya sich sama aja seperti menjalankan pancasila buddhis, salah stunya, sila ketiga tuh........no sex before marriage.....
|
|
|
September 05, 2004, 09:20
|
#8
|
|
Mentor
Join Date: Sep 2003
Posts: 1,315
WebPoint: 31 GaulPoint: 2956
|
Quote:
Originally posted by meleena
yach.....kayaknya sich sama aja seperti menjalankan pancasila buddhis, salah stunya, sila ketiga tuh........no sex before marriage.....
|
'tul... no sex before and... no French Kiss
__________________
Sawasdee Krap !
|
|
|
September 11, 2004, 17:25
|
#9
|
|
Registered User
Join Date: Mar 2003
Location: Rite here
Posts: 21,017
WebPoint: 0 GaulPoint: 13408
|
 no french kiss?
ga boleh ampe ke lidah yach?
kalo kiss biasa, tapi di bibir juga?
|
|
|
September 11, 2004, 18:15
|
#10
|
|
Registered User
Join Date: Sep 2004
Location: jakarta
Posts: 50
WebPoint: 0 GaulPoint: 51
|
Kenapa nggak boleh french kiss ( lidah ) kalau dilakukan private????
Coba saya tebak alasannya....
ada yang bilang mulut, anus, genital itu adalah alat seks. Jadi jika kita melakukan french kiss, kita sudah melakukan seks.....
well, ini pendapat pribadi saya. Kan lihat2 dulu di masyarakatnya. Masyarakat di sini tidak terlalu bermasalah dengan french kiss ( kalau private ). Jadi saya pikir tidak masalah. Bukankah buddhist menghormati kebudayaan setempat. Coba lihat apakah ada karma buruk dari french kiss private??? Mungkin bisa meluncur ke "yang itu". Tapi itu kan tergantung orang apakah bisa mengendalikan diri sendiri. Lalu itu adalah hub seks ( french kiss ), jadi sudah melanggar sila. Tapi kalau dipikir2, kan kita tidak melakukan dengan kekerasan. Kan kita melakukannya atas kesepakatan bersama. Jadi, it's ok kalau dilakukan orang dewasa...... yang bisa mengendalikan diri sendiri.
Well, sekali lagi itu pendapat pribadi. Baca sekali lagi. Di atas itu adalah pendapat pribadi. Bukan fakta. Anda tidak setuju, no problemo.
|
|
|
September 12, 2004, 06:26
|
#11
|
|
Mentor
Join Date: Sep 2003
Posts: 1,315
WebPoint: 31 GaulPoint: 2956
|
Quote:
Originally posted by superfanny
Kenapa nggak boleh french kiss ( lidah ) kalau dilakukan private????
Coba saya tebak alasannya....
ada yang bilang mulut, anus, genital itu adalah alat seks. Jadi jika kita melakukan french kiss, kita sudah melakukan seks.....
well, ini pendapat pribadi saya. Kan lihat2 dulu di masyarakatnya. Masyarakat di sini tidak terlalu bermasalah dengan french kiss ( kalau private ). Jadi saya pikir tidak masalah. Bukankah buddhist menghormati kebudayaan setempat. Coba lihat apakah ada karma buruk dari french kiss private??? Mungkin bisa meluncur ke "yang itu". Tapi itu kan tergantung orang apakah bisa mengendalikan diri sendiri. Lalu itu adalah hub seks ( french kiss ), jadi sudah melanggar sila. Tapi kalau dipikir2, kan kita tidak melakukan dengan kekerasan. Kan kita melakukannya atas kesepakatan bersama. Jadi, it's ok kalau dilakukan orang dewasa...... yang bisa mengendalikan diri sendiri.
Well, sekali lagi itu pendapat pribadi. Baca sekali lagi. Di atas itu adalah pendapat pribadi. Bukan fakta. Anda tidak setuju, no problemo.
|
Betul, yang saya tahu tidak diperkenankan French Kiss dalam berpacaran walaupun private. Dan betul bahwa menurut Dhamma, mulut adalah salah satu organ seksual.
Dalam kebudayaan timur kita tidak ada istilah French Kiss apalagi ketika berpacaran. Jika kita ingin melihat kebudayaan timur yang asli kita bisa bertanya kepada orang-orang tua kita dimana mereka sangat menjaga norma-norma ketika berpacaran. Mereka tidak melakukan French Kiss bahkan menyentuh/ memelukpun adalah hal yang kurang sopan dalam berpacaran.. Jadi jika kita ingin melihat budaya kita lihatlah budaya yang asli bukan yang sudah terkontaminasi dengan budaya barat modern. Jadi jelas Buddhist menghormati budaya setempat yang juga sesuai dengan nilai-nilai moral.
Apakah ada karma buruk dari french kiss private?? Jelas ada walau tidak seburuk membunuh. Why ? Pertama kita harus memahami dulu apa itu karma buruk (perbuatan buruk). Menurut Dhamma perbuatan buruk adalah perbuatan yang didasari oleh niat yang berdasarkan dosa (kebencian), lobha (kehausan/keserakahan), dan moha (kebodohan batin). Ketika melakukan French Kiss jelas mengandung salah satu unsur yaitu lobha (kehausan)/napsu. Dan jelas seperti yang rekan Super katakan bahwa French Kiss akan bisa mengarah ke hal yang lebih rendah lagi. Ini jelas French kiss mengandung unsur ketagihan. Dan ini jelas melanggar Dhamma (jika tujuan hidup kita mencapai Nibbana).
Apakah French Kiss melanggar sila ? Jika kita berbicara dalam konteks berpacaran, ya French Kiss melanggar sila ke-3 yaitu Kamesumicchacara , melakukan hubungan seksualitas yang salah. Kenapa salah ? Karena ketika melakukan French Kiss waktu berpacaran berarti melakukan kontak seksual dengan orang yang belum patut. Orang yang tidak patut di adakan kontak seksual antara lain : yang belum menikah, masih di bawah perlindungan orang tua, saudara laki-laki/perempuan, sanak saudara, Negara, pelaksana dharma, dan yang sudah menjadi "milik" orang lain (bersuami/beristri)
Dan bukan hanya karena melanggar sila saja French Kiss itu tidak diperkenankan ketika berpacaran. Dalam hal kesehatan pun akan memiliki resiko. Tahu HIV AIDS ?? Penyakit AIDS menyebar bukan hanya melalui darah (pemakaian suntikan), hubungan kelamin, tapi juga air liur (ludah) ketika melakukan French Kiss.
Jadi dalam masalah French Kiss dalam konteks berpacaran, bukan masalah bisa atau tidak bisa mengendalikan diri, bahkan French Kiss itu sendiri merupakan manifestasi dari diri yang tidak bisa mengendalikan diri akan kenikmatan sentuhan kulit.
Ini semua adalah batasan-batasan dalam Buddhism agar kita bisa mengurangi penderitaan kita yang kita tidak tahu kapan datangnya.
__________________
Sawasdee Krap !
Last edited by hyper; September 13, 2004 at 00:36.
|
|
|
September 13, 2004, 09:17
|
#12
|
|
Registered User
Join Date: Sep 2004
Location: jakarta
Posts: 50
WebPoint: 0 GaulPoint: 51
|
apakah French kiss melanggar sila?
Menurut pandangan pribadi saya, tergantung. Jika kita ( dengan asumsi kita sudah tidak tergantung orang tua ) melakukannya dengan orang yang tidak tergantung orang tua lagi ( sudah kerja singkatnya ), tidak karena ok, french kiss itu seksual. Tapi hub seksual itu tidak pantas jika dilakukan dengan orang yang masih berada dalam perwalian, saudara kandung, pasangan orang lain. Sedangkan apakah boleh french kiss dengan orang yang belum menikah tidak disebutkan....
saya kutip dari sini:
http://www.buddhistonline.com/tanya/td72.shtml
Dalam kriteria pelanggaran sila ketiga, permasalahannya bukan mau sama mau, tapi ada kriteria yang diluar hal itu. Kriteria pelanggaran tersebut adalah jika salah satu pelakunya adalah
1. Saudara kandung sendiri (kakak atau adik kandung)
2. Anak dibawah umur (belum dewasa)
3. Anak dibawah perlindungan (masih tergantung pada orangtua atau wali)
4. Suami atau istri orang lain.
5. Mereka yang sedang menjalankan sila (samanera atau Bhikkhu)
Jadi tidak disebutkan kalau berhub seksual dengan orang yang belum menikah itu pelanggaran sila 3. Jadi it's ok.
Lalu kalau anda bilang french kiss itu pengumbaran nafsu atau ketamakan, itu relatif. Jika saya ber-french kiss. Terus saya makan es krim dengan "merasakan kenikmatannya" dengan lidah, itu pun tidak lebih bagus daripada french kiss. Saya mendengarkan musik, "memanjakan indera telinga", itu pun pengumbaran nafsu. saya menonton hiburan, seperti film, "memanjakan mata", itu pun tidak lebih bagus daripada french kiss. Jika Anda meng-no-kan french kiss karena nafsu, bagaimana dengan es krim, film, atau musik. Kecuali jika kita bisa makan tanpa "menikmati dengan indera" seperti yang dilakukan master spritual..... makan demi kelangsungan hidup...
Jadi, menurut pendapat pribadi saya, it's ok french kiss selama ada batasan..... baca sekali lagi... ini pendapat pribadi saya..... saya manusia... saya bisa salah..... ini pendapat pribadi saya....
trims....
|
|
|
September 13, 2004, 09:50
|
#13
|
|
Registered User
Join Date: Sep 2004
Location: jakarta
Posts: 50
WebPoint: 0 GaulPoint: 51
|
oh yah, hyper.... lupa....
tambahannya:
saya cuma penasaran bagaimana kalau kita orang Prancis yang notabene lebih meng-ia-kan french kiss? Bagaimana situasinya kalau kita tinggal di masyarakat Prancis ( atau Amrik, .... ) ?
Kemudian ingin mengomentari mengenai HIV bisa menular lewat air liur. Yah, itu benar, tapi kan tidak ada hubungan dengan thread ini....
Thread ( pacaran dalam buddhist ) ini kan mengasumsikan kalau kita berpacaran dengan orang yang sehat ( bukan HIV )......
Makanan bisa menularkan penyakit..... Apakah hanya karena itu Anda tidak mau makan lagi??? HIV bisa menular lewat hub seksual..... Apakah hanya karena itu Anda ( dengan asumsi Anda memutuskan untuk hidup menikah ) tidak mau berhubungan seks dengan istri ( atau suami??? ) Anda????? Itu maksud saya.....
Yah, jaga diri lah, french kiss ( saya kan semi pro french kiss ) jangan dengan sembarangan orang.....
Ok, trims....
|
|
|
September 14, 2004, 15:36
|
#14
|
|
Mentor
Join Date: Sep 2003
Posts: 1,315
WebPoint: 31 GaulPoint: 2956
|
Quote:
apakah French kiss melanggar sila?
Menurut pandangan pribadi saya, tergantung. Jika kita ( dengan asumsi kita sudah tidak tergantung orang tua ) melakukannya dengan orang yang tidak tergantung orang tua lagi ( sudah kerja singkatnya ), tidak karena ok, french kiss itu seksual. Tapi hub seksual itu tidak pantas jika dilakukan dengan orang yang masih berada dalam perwalian, saudara kandung, pasangan orang lain. Sedangkan apakah boleh french kiss dengan orang yang belum menikah tidak disebutkan....
saya kutip dari sini:
http://www.buddhistonline.com/tanya/td72.shtml
Dalam kriteria pelanggaran sila ketiga, permasalahannya bukan mau sama mau, tapi ada kriteria yang diluar hal itu. Kriteria pelanggaran tersebut adalah jika salah satu pelakunya adalah
1. Saudara kandung sendiri (kakak atau adik kandung)
2. Anak dibawah umur (belum dewasa)
3. Anak dibawah perlindungan (masih tergantung pada orangtua atau wali)
4. Suami atau istri orang lain.
5. Mereka yang sedang menjalankan sila (samanera atau Bhikkhu)
Jadi tidak disebutkan kalau berhub seksual dengan orang yang belum menikah itu pelanggaran sila 3. Jadi it's ok
|
Benar, yang rekan Super katakan, dan benar yang dikutip dari buddhistonline mengenai syarat pelanggaran sila ketiga. Namun penjelasan tersebut belum lengkap. Dalam buku “Buddha Dharma dan Seksualitas” karya Dhammasukha Jo Priastana M. Hum dan dalam Buku karya Drs. Teja SM Rashid mengenai “Sila dan Vinaya”, mengatakan bahwa yang belum menikah dapat diartikan sebagai mereka yang masih dalam perlindungan baik orang tua, wali, saudara, pelaksana dharma, bahkan NEGARA. Jadi sebelum menikah pun dapat diartikan masih dalam lindungan walaupun ia sudah mandiri (tidak tergantung orang tua) karena pada akhirnya pun ketika mau menikah memerlukan restu ortu/wali/bahkan Negara. Dan jika masih ada ortu, dalam Sigalovada Sutta, peran orang tua yang terakhir adalah mencarikan jodoh (sekali lagi mencarikan bukan memaksakan) bagi anaknya. Jadi peran ortu belum habis sampai seorang anak menikah (jika memang mau).
Jadi jelas melakukan French Kiss sebelum menikah tidak diperkenankan.
Quote:
|
Lalu kalau anda bilang french kiss itu pengumbaran nafsu atau ketamakan, itu relatif. Jika saya ber-french kiss. Terus saya makan es krim dengan "merasakan kenikmatannya" dengan lidah, itu pun tidak lebih bagus daripada french kiss. Saya mendengarkan musik, "memanjakan indera telinga", itu pun pengumbaran nafsu. saya menonton hiburan, seperti film, "memanjakan mata", itu pun tidak lebih bagus daripada french kiss. Jika Anda meng-no-kan french kiss karena nafsu, bagaimana dengan es krim, film, atau musik. Kecuali jika kita bisa makan tanpa "menikmati dengan indera" seperti yang dilakukan master spritual..... makan demi kelangsungan hidup...
|
Apa itu napsu ? Keinginan rendah yang berasal dari indera. Apa itu pengumbaran napsu ? Pemuasan keinginan rendah indera kita secara berkesinambungan karena adanya kemelekatan. Dengan kata lain, memanjakan indera. Jadi jelas memang, apapun bentuknya yang berkaitan dengan memanjakan indera karena di dalamnya ada kemelekatan maka dikatakan pengumbaran napsu. Jika kita makan es krim dan timbul ketagihan dan tetap melakukannya, itu pengumbaran napsu. Jika kita nonton film, timbul ketagihan, dan tetap melakukannya, itu pengumbaran napsu.
Jadi jelas, kita umat awam akan dianggap “wajar” jika kita masih memiliki napsu dan mengumbar napsu disegala aspek kehidupan. Dan demikianlah kita yang awam, mau di apakan lagi ? Jika kita enggan atau risih dikatakan mengumbar napsu, maka lakukanlah apa yang dilakukan oleh para master spiritual dengan berlatih mengekang napsu itu.
Quote:
tambahannya:
saya cuma penasaran bagaimana kalau kita orang Prancis yang notabene lebih meng-ia-kan french kiss? Bagaimana situasinya kalau kita tinggal di masyarakat Prancis ( atau Amrik, .... ) ?
|
Sebenarnya sudah disampaikan sebelumnya. Walaupun Buddhisme menghormati kebudayaan setempat, bukan berarti Buddhisme menerima begitu saja. Dalam Kalama Sutta, kita diajarkan oleh Guru Buddha untuk tidak percaya dan menerima begitu saja apapun termasuk tradisi, budaya sebelum kita menemukan kebenaran di dalamnya dan kemanfaatannya.
Quote:
Kemudian ingin mengomentari mengenai HIV bisa menular lewat air liur. Yah, itu benar, tapi kan tidak ada hubungan dengan thread ini....
Thread ( pacaran dalam buddhist ) ini kan mengasumsikan kalau kita berpacaran dengan orang yang sehat ( bukan HIV )......
Makanan bisa menularkan penyakit..... Apakah hanya karena itu Anda tidak mau makan lagi??? HIV bisa menular lewat hub seksual..... Apakah hanya karena itu Anda ( dengan asumsi Anda memutuskan untuk hidup menikah ) tidak mau berhubungan seks dengan istri ( atau suami??? ) Anda????? Itu maksud saya.....
|
Saya rasa ada hubungannya. HIV AIDS adalah suatu ancaman bagi kehidupan manusia jika kita tidak menanggulanginya, mencegahnya. Dan Buddhisme yang concern pada kehidupan, pada bagaimana hidup lebih baik, jelas tidak bisa lepas tangan. Dan salah satu cara menanggulangi AIDS adalah kewaspadaan. Jika kita tidak waspada, ketika kita pacaran dan melakukan French Kiss “semau gue” padahal kita tidak tahu pacar kita terkena HIV dan karena kita playboy atau playgirl yang suka gonta ganti pacar, maka penyebaran virus mematikan ini mau tidak mau akan meluas.
Makanan bisa menularkan penyakit ? Betul, tapi jika di dalamnya terkandung bibit penyakit. Selama kita makan makanan yang di olah secara higienis bibit penyakit tersebut tidak akan ada. Jadi di sini ada pencegahannya. (begitu kata para dokter dan ahli gizi). Dan hal ini berbeda dengan penularan HIV melalui French Kiss. Satu-satunya pencegahan HIV melalui French Kiss ya … no French Kiss, kecuali kita tahu pacar kita tidak mengidap HIV. Jika pacar kita mengidap HIV boleh saja kita tetap pacaran , kenapa tidak ? Asalkan kita tidak melakukan kontak yang berakibat tertularnya HIV itu seperti French Kiss.
Dan dalam tahap jenjang pernikahan kita bisa memastikan dulu pasangan hidup kita terkena HIV atau tidak, dan memastikan komitmen kita. Jadi di sini tidak ada hubungannya dengan menikah atau tidak menikah karena takut ada HIV, tapi bagaimana melakukan pencegahan terhadap penyebaran virus HIV itu. Kita bisa saja tetap menikah setelah tahu calon pasangan kita terkena HIV asal kita memiliki komitmen :”dialah satu-satunya pasangan hidup saya” dan menanggung resiko dari keputusan kita itu.
Begitu….
Thanks.
ehem...kita hampir OT
__________________
Sawasdee Krap !
Last edited by hyper; September 14, 2004 at 15:44.
|
|
|
September 14, 2004, 16:06
|
#15
|
|
Ayo kumpul semua disini!
Join Date: Dec 2002
Location: Lewisburg
Posts: 23,710
WebPoint: 2 GaulPoint: 17720
|
menurut gue, sebenernya dalam budhis ga ada kata diperkenankan atau dilarang, cuma dikasi tau bahwa hal
tsb mungkin akan berakibat yang tidak baik.
so kalau kita masi mau, sikat ya udah sikat aja
yang penting siap menanggung resiko apa aja
termasuk kena hiv atau kecanduan ama french kiss tsb
hihihi..
|
|
|
Posting Rules
|
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts
HTML code is Off
|
|
|
All times are GMT. The time now is 19:43.
|
|