Curhat Kehidupan Curhat dan Kisah nyata kamu kamu tentang hidup, Asmara,
dan problem di sekitar kita
|
January 19, 2003, 05:03
|
#1
|
|
Banned Member
Join Date: Dec 2002
Location: Masjid Al-Ikhlas
Posts: 11,888
WebPoint: 0 GaulPoint: 9.092
|
:ayah Juga Lupa:
AYAH JUGA LUPA
Dengar, Nak :
Ayah mengatakan ini pada saat kau terbaring tidur, sebelah tangan kecil
merayap di bawah pipimu dan rambutmu yang ikal, hitam dan lebat melekat
pada dahimu yang lembap. Ayah menyelinap masuk seorang diri ke kamarmu.
Baru beberapa menit yang lalu, ketika ayah membaca koran di ruang
perpustakaan, satu sapuan sesal yang amat dalam menerpa. Dengan
perasaan bersalah Ayah datang masuk ke pembaringanmu.
Ada hal-hal yang Ayah pikirkan, Nak;
Ayah selama ini telah bersikap kasar kepadamu.
Ayah membentakmu ketika kau sedang berpakaian hendak pergi ke sekolah
karena kau cuma menyeka mukamu sekilas dengan handuk.
Lalu Ayah lihat kau tidak membersihkan sepatumu.
Ayah berteriak marah tatkala kau melempar beberapa barangmu ke lantai.
Saat makan pagi Ayah juga menemukan kesalahan.
Kau meludahkan makananmu.
Kau menelan terburu-buru makananmu.
Kau meletakkan sikumu di atas meja.
Kau mengoleskan mentega terlalu tebal dirotimu.
Dan begitu kau baru mulai bermain dan Ayah berangkat mengejar kereta api,
kau berpaling dan melambaikan tangan sambil berseru, "Selamat jalan,
Ayah!" dan Ayah mengerutkan dahi, lalu menjawab, "Tegakkan bahumu!".
Kemudian semua itu berulang lagi pada sore hari.
Begitu Ayah muncul dari jalan, Ayah segera mengamati-mu dengan cermat,
memandang hingga lutut, memandangmu yang sedang bermain kelereng. Ada
lubang-lubang pada kaus kakimu. Ayah menghinamu di depan kawan-kawanmu,
lalu menggiringmu untuk pulang ke rumah. Kaus kaki mahal dan kalau kau yang
harus membelinya kau akan lebih berhati-hati!
Bayangkan itu, Nak, itu keluar dari pikiran seorang Ayah!
Apakah kau ingat, nantinya ketika Ayah sedang membaca di perpustakaan,
bagaimana kau datang dengan perasaan takut dengan rasa terluka di dalam
matamu? Ketika Ayah terus memandang koran, tidak sabar karena gangguanmu,
kau jadi ragu-ragu di depan pintu.
"Kau mau apa?" semprot ayah.
Kau tidak berkata sepatah pun, melainkan berlari melintas dan melompat
ke arah Ayah, kau melemparkan tanganmu melingkari leher saya dan mencium
ayah, tangan-tanganmu yang kecil semakin erat memeluk dengan hangat,
kehangatan yang telah Tuhan tetapkan untuk mekar di hatimu dan yang bahkan
pengabaian sekali pun tidak akan mampu melemahkannya. Dan kemudian kau pergi
bergegas naik tangga.
Nak, Nak, sesaat setelah itu koran jatuh dari tangan Ayah, dan satu rasa
takut yang menyakitkan menerpa Ayah.
Kebiasaan apa yang sudah Ayah lakukan?
Kebiasaan dalam menemukan kesalahan dalam mencerca, ini adalah hadiah
Ayah untukmu sebagai seorang anak lelaki.
Bukan berarti Ayah tidak mencintaimu; Ayah lakukan ini karena Ayah
berharap terlalu banyak dari masa muda.
Ayah sedang mengukurmu dengan kayu pengukur dari tahun-tahun Ayah
sendiri. Dan sebenarnya begitu banyak hal yang baik dan benar dalam
sifatmu.
Hati mungil kecilmu sama besarnya dengan fajar yang memayungi bukit-bukit
luas. Semua ini kau tunjukkan dengan sikap spontanmu saat kau menghambur
masuk dan mencium Ayah sambil mengucapkan selamat tidur.
Tidak ada masalah lagi malam ini,Nak.
Ayah sudah datang ke tepi pembaringanmu dalam kegelapan,
dan Ayah sudah berlutut disana, dengan rasa malu!
Ini adalah sebuah rasa tobat yang lemah; Ayah tahu kau tidak akan
mengerti hal-hal seperti ini kalau Ayah sampaikan padamu saat kau terjaga.
Tapi esok hari Ayah akan menjadi Ayah sejati! Ayah akan bersahabat karib
dengamu, dan ikut menderita bila kau menderita dan tertawa bila kau
tertawa.
Ayah akan menggigit lidah Ayah kalau kata-kata tidak sabar keluar dari
mulut Ayah. Ayah akan terus mengucapkannya kata ini seolah-olah sebuah
ritual: "Diacuma seorang anak kecil, anak lelaki kecil!"
Ayah khawatir sudah membayangkanmu sebagai seorang lelaki.
Namun, saat Ayah memandangmu sekarang, Nak, meringkuk berbaring dan
letih dalam tempat tidurmu, Ayah lihat bahwa kau masih seorang bayi.
Kemarin kau masih dalam gendongan ibumu, kepalamu berada di bahu ibumu.
Begitu mungil, begitu ringkih.
Ayah sudah meminta terlalu banyak, sungguh terlalu banyak.
Maka Sesungguhnya, bersama kesulitan itu terdapat kemudahan sesungguhnya
bersama kesulitan itu terdapat kemudahan. Dan ketika suatu pekerjaan selesai
kau tunaikan, segera beralihlah ke pekerjaan yang lain,
Dan kepada Tuhanmulah kau berharap.
|
|
|
|
Recommendation
|
Sponsored Ads
|
|
|
|
January 19, 2003, 12:06
|
#2
|
|
Registered User
Join Date: Dec 2002
Posts: 18,114
WebPoint: 0 GaulPoint: 18902
|
bagus deh
__________________
A dream is a wish your heart makes / when you're fast asleep / In dreams you will lose your heartaches / Whatever you wish for, you keep / Have faith in your dreams and someday / your rainbow will come smiling through / No matter how your heart is grieving / If you keep on believing / the dream that you wish will come true ~ Cinderella
|
|
|
January 19, 2003, 14:32
|
#3
|
|
Banned Member
Join Date: Dec 2002
Location: Masjid Al-Ikhlas
Posts: 11,888
WebPoint: 0 GaulPoint: 9092
|
ini gue sadur dari pengalaman pribadi temen gue loeh!!
|
|
|
January 19, 2003, 16:20
|
#4
|
|
Registered User
Join Date: Dec 2002
Location: State of Bliss !!
Posts: 2,568
WebPoint: 0 GaulPoint: 2071
|
wah, pagi pagi gue dah baca thread ini... jadi ampir deh.. bikin tambah kangen ma bokap gue aja
niwei, bagus loh
__________________
Ani Yaffa, Yaffa Shelcha
|
|
|
January 20, 2003, 04:18
|
#5
|
|
Registered User
Join Date: Dec 2002
Location: Muter-muterin Middle East
Posts: 4,215
WebPoint: 0 GaulPoint: 1044
|
__________________
THROUGH LOVE
all that is bitter will sweet
Through Love all that is copper will be gold.
Through Love all dregs will turn to purest wine
Through Love all pain will turn to medicine.
Through Love the dead will all become alive.
Through Love the king will turn into a slave!
|
|
|
January 20, 2003, 04:23
|
#6
|
|
Banned Member
Join Date: Dec 2002
Location: Masjid Al-Ikhlas
Posts: 11,888
WebPoint: 0 GaulPoint: 9092
|
makasih... ini cuma cerita , kalau kita jadi ayah.. jangan sampai begitu ya sama anak kita..., dan kalau jadi anak, mungkin ini adalah bahasa ayah kita kepada kita, jangan marah sama ayah ya!!
|
|
|
January 20, 2003, 04:29
|
#7
|
|
Registered User
Join Date: Dec 2002
Location: Beside my guitarist & my little musician, contact@ricksdesign.com
Posts: 19,296
WebPoint: 1 GaulPoint: 8290
|
duh!!! baguuusssssss! terharu gueeeee.... hiks....
__________________
karena kasih.. 113-3,91-4
|
|
|
January 20, 2003, 04:34
|
#8
|
|
Registered User
Join Date: Dec 2002
Location: Kelapa Gading :D
Posts: 4,630
WebPoint: 0 GaulPoint: 814
|
i love my father so much... 
and my father love me more then anyone(my brother/sister)
|
|
|
January 20, 2003, 05:13
|
#9
|
|
Registered User
Join Date: Dec 2002
Location: Only heaven knows
Posts: 1,003
WebPoint: 1 GaulPoint: 381
|
yach,bokap juga manusia biasa...punya rasa kesal atau kadang ga bisa ngendaliin emosi ...gue jadi inget my best father...  ...paling susah mendemonstrasikan cintanya...tapi gue bisa merasakannya...
__________________
Don't Worry,be happy...
|
|
|
Posting Rules
|
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts
HTML code is Off
|
|
|
All times are GMT. The time now is 01:56.
|
|