| Cerpen & Cerbung Cerita Pendek dan Cerita Bersambung, silakan menikmati :D |
February 27, 2004, 09:43
|
#1
|
|
Registered User
Join Date: Feb 2004
Location: somewhere in the crazyhood
Posts: 437
WebPoint: 0 GaulPoint: 479
|
Arah Cinta
MALAM SEBELUM KEMBALI KE TANAH AIR
~Rie~
Aku mencintaimu, Lex.
Aku mencintaimu, sangat mencintaimu. Dan aku merindukanmu, merindukan dirimu yang tak lagi menoleh ke arahku.
Merindukan dirimu yang tak lagi mencintaiku, tak lagi bersamaku.
Aku mencintaimu. Aku akan tetap meneriakkan kata-kata itu, meneriakkan perasaanku, walaupun kamu memilih untuk tidak mendengarnya.
Masih ingatkah? Di cafe itu kita biasa bertemu dan bercanda ria. Di taman itu kita biasa berbaringan menatap langit yang biru bersama-sama. Di jalanan itu kita biasa bergandengan taman, meniti jalan bersama-sama. Di pantai itu kita pertama kali saling menyatakan cinta. Dan di tempatku berdiri sekarang..., tempat kita pertama kali berciuman?
Masih ingatkah? Kenangan-kenangan manis di antara kita... Atau kamu memilih untuk melupakannya? Benarkah kamu bisa melupakan semua kenangan itu? Apakah kenangan itu dan diriku sudah tidak mempunyai tempat lagi di hatimu?
Apakah gadis pilihan orang tuamu itu lebih berharga dari cinta kita?
|
|
|
|
Recommendation
|
Sponsored Ads
|
|
|
|
February 27, 2004, 09:48
|
#2
|
|
Registered User
Join Date: Feb 2004
Location: somewhere in the crazyhood
Posts: 437
WebPoint: 0 GaulPoint: 479
|
...
Atau sebenarnya kamu tidak pernah mencintaiku? Selama ini kamu hanya mempermainkanku? Alex, kamu sangat kejam.
Ingin sekali ku membencimu. Andaikan aku sanggup, pasti hal itu akan kulakukan. Tapi aku sungguh tidak bisa.
Semakin aku berusaha membencimu, rasa cintaku menjadi semakin dalam. Bagaimanapun juga kamulah yang memperkenalkan aku dengan cinta. Karena itu, aku meninggalkan segalanya dan pulang, pulang ke tanah air yang sama denganmu.
Aku akan terus mencintaimu. Karena itulah satu-satunya yang bisa kulakukan. Mungkin setengah berharap, waktu akan membantuku melupakanmu.
|
|
|
February 27, 2004, 09:54
|
#3
|
|
Registered User
Join Date: Feb 2004
Location: somewhere in the crazyhood
Posts: 437
WebPoint: 0 GaulPoint: 479
|
SETENGAH TAHUN KEMUDIAN
~Alex~
Rie, kamu di mana? Puluhan surat yang kukirim ke apartemen kita semuanya kembali. Berkali-kali aku menelpon, tapi nomor yang dulu telah kosong. Kamu ke mana, Rie?
Memang, semuanya salahku. Banyak yang telah terjadi selama 3 bulan sejak kepulanganku ke tanah air. Aku belum sempat memberi khabar sama sekali. Tapi aku juga tidak mengerti jelas semua ini, Rie.
Kukira aku dipanggil pulang karena ada yang sakit. Tapi ternyata bukan. Aku dijodohkan. Tanpa sepengetahuanku sendiri, Rie. Aku jujur.
Aku tidak tahu apa-apa. Katanya aku disuruh mengurus perusahaan Ayahku sementara waktu, dan aku sempat menulis beberapa surat yang kutitipkan pada Ibu. Demi Tuhan, aku tak tahu Ibu tidak pernah mengeposkannya, aku menemukannya secara tidak sengaja. Aku bahkan menemukan suratmu. Padanya juga.
Dan pernikahanku? Aku tidak tahu, Rie. Kedua orang tuaku menuliskan namaku pada lembaran-lembaran hukum itu. Tanpa sepengetahuanku, Rie! Katanya gadis itu baik-baik, anak dari rekan bisnis Ayah. Oh, Rie... tetap saja aku tidak bisa mencintainya!
Aku terlalu mencintaimu. Seluruh jiwaku, ragaku, dan hatiku hanyalah untukmu. Beritahu aku, Rie, kamu di mana sekarang?
Walaupun Ayah tidak mengizinkan kita bersama, tapi aku tetap ingin bersamamu. Aku rela membuang semuanya ini demi bersamamu. Seandainya saja aku menanyakan alamat rumah orang tuamu, mungkin aku bisa mengetahui keberadaanmu.
|
|
|
February 28, 2004, 05:50
|
#4
|
|
Registered User
Join Date: Dec 2002
Location: Ruang 13
Posts: 36,144
WebPoint: 2 GaulPoint: 44075
|
wahh ada cerpen baru lagi  lanjut dongggg
__________________
QUOTE : "five fuckin' years and you still know nothing about me man..."
|
|
|
February 28, 2004, 09:02
|
#5
|
|
Registered User
Join Date: May 2003
Location: ada deh
Posts: 398
WebPoint: 0 GaulPoint: 577
|
ayo dilanjutin lagi dong..........
ditungguin nih :>
|
|
|
February 28, 2004, 15:46
|
#6
|
|
Registered User
Join Date: May 2003
Location: Apt # 4H
Posts: 26,936
WebPoint: 2 GaulPoint: 27307
|
Bagus nech kayaknya
__________________
"Sin ti mi camino, se desaparece.... Si ti las espinas, son las que florecen...
Sin ti, yo no vivo.... Sin ti, no se escribe la historia del amor"
|
|
|
February 29, 2004, 04:58
|
#7
|
|
Registered User
Join Date: Sep 2003
Location: In Sense
Posts: 3,044
WebPoint: 2 GaulPoint: 2820
|
lanjoet
__________________
Iam counting of every breath I still have...
|
|
|
February 29, 2004, 05:13
|
#8
|
|
Registered User
Join Date: Feb 2004
Location: somewhere in the crazyhood
Posts: 437
WebPoint: 0 GaulPoint: 479
|
~Rie~
Ini sudah bulan kelima sejak aku kembali ke tanah air. Dan delapan bulan lamanya kita berpisah. Tapi aku masih belum sanggup melupakanmu, Lex. Aku tidak bisa.
Lex, kini aku akan menjalani jalan yang sama denganmu. Pria itu anak dari teman Mama, sudah bekerja dan sangat baik. Dia tahu kepada siapa hatiku tertuju, dan dia masih mau menikahiku. Dia berkata bahwa dia mencintaiku, bukan hanya karena pilihan orang tua.
Andai kamu ada di sisiku, mengatakan apa yang seharusnya kulakukan. Dia pria baik-baik..., tapi aku masih mencintaimu. Bayang-bayang kau telah menjadi suami orang tak bisa membuatku melupakan cinta ini.
|
|
|
February 29, 2004, 05:14
|
#9
|
|
Registered User
Join Date: Feb 2004
Location: somewhere in the crazyhood
Posts: 437
WebPoint: 0 GaulPoint: 479
|
Umurku sudah duapuluhtujuh, usia yang kata Mama sudah saatnya seorang gadis untuk menikah. Mama tahu perihal tentangmu, dan tak’kan menentang hubungan kita... andai kamu datang, Lex! Andai kamu datang dan merebutku.
Dia pria baik-baik, sangat perhatian padaku, mau menerima semua keegoisanku akan cinta, apalagi yang kurang, kata Mama. Toh, Alex tidak akan bisa menjemputmu.
Pedih! Apa yang harus kujawab? Bahwa aku masih mencintaimu dengan gila dan kamu hanya mempermainkanku?
Lex, sekarang masih belum telat. Aku tak membutuhkan latar-belakangmu, tetek-bengekmu yang kamu benci itu. Aku hanya butuh kamu. Aku tak bisa lagi menolak ajakan kencan darinya. Beribu-ribu alasan telah habis semuanya. Lex, jemputlah aku, katakan pernikahanmu itu hanyalah mimpi burukku. Dan katakan bahwa aku adalah milikmu.
|
|
|
February 29, 2004, 05:15
|
#10
|
|
Registered User
Join Date: Feb 2004
Location: somewhere in the crazyhood
Posts: 437
WebPoint: 0 GaulPoint: 479
|
pertemuan kembali
~Alex~
“Rie! Kok kamu bisa ada di sini?”
“Alex?” jawab wajah kurus itu terheran-heran.
Rie, tak tahukah kamu, aku begitu merindukanmu? Aku tak bisa mencintai gadis lain selain dirimu. Tapi rasanya waktu sepuluh bulan perpisahan kita telah menelan semua kata-kata itu begitu saja.
“Eng, aku pulang. Dipanggil Mama.” jawabnya dengan suara pelan.
“Kapan?” tanyaku.
|
|
|
February 29, 2004, 05:16
|
#11
|
|
Registered User
Join Date: Feb 2004
Location: somewhere in the crazyhood
Posts: 437
WebPoint: 0 GaulPoint: 479
|
~Rie~
“Tujuh bulan yang lalu.” Dan sepuluh bulan merana tanpamu.
“Oh, pantesan. Surat-suratnya kembali dan telponnya tidak berfungsi lagi.” Balas pria yang kucintai kaku.
“Kapan? Kamu menulis surat? Menelpon juga?” tanyaku antusias. Oh Tuhan, sembunyikan perasaan cintaku ini.
“Kurang lebih bulan keempat setelah aku pulang.” jawabnya.
Oh, Lex. Telat, Lex. Telat. Kenapa kamu begitu lama baru memutuskan untuk menghubungiku kembali?
“Rie, maaf. Menunggu lama, ya?” sahut pria lain. Lex, dialah kini yang berhak atas diriku.
|
|
|
February 29, 2004, 14:14
|
#12
|
|
Registered User
Join Date: Sep 2003
Location: In Sense
Posts: 3,044
WebPoint: 2 GaulPoint: 2820
|
 sEDIiiihhhhh...
__________________
Iam counting of every breath I still have...
|
|
|
March 02, 2004, 07:56
|
#13
|
|
Registered User
Join Date: Feb 2004
Location: somewhere in the crazyhood
Posts: 437
WebPoint: 0 GaulPoint: 479
|
thing'' jangan nangis...
cep... cep...
|
|
|
March 02, 2004, 07:58
|
#14
|
|
Registered User
Join Date: Feb 2004
Location: somewhere in the crazyhood
Posts: 437
WebPoint: 0 GaulPoint: 479
|
“Nggak apa-apa, kok, Mas.” jawabku sambil tersenyum.
“Ini temanmu?” lanjutnya.
“Ya, Mas. Perkenalkan, ini Alex, temanku pas kuliah.”
|
|
|
March 02, 2004, 08:02
|
#15
|
|
Registered User
Join Date: Feb 2004
Location: somewhere in the crazyhood
Posts: 437
WebPoint: 0 GaulPoint: 479
|
~Alex~
Hanya teman, Rie? Begitukah hubungan kita sekarang?
“Perkenalkan juga, aku calon suaminya Rie.” lanjut pria itu.
“Mas!”
“Maaf. Habisnya aku senang sekali akhirnya kamu mau juga menikah denganku. Oh ya, temanmu ini juga diundang pada pesta nanti. Mau, kan, Alex?”
Inikah balasan dendammu, Rie? Kalau begitu kamu berhasil, kamu telah melukaiku.
“Kalian akan menikah? Kalau begitu selamat.” Mudah-mudahan saja Rie tidak menyadari perasaanku saat ini. Hatiku sakit sekali.
“Oh ya, Rie. Kita harus cepat-cepat. Mama sudah menunggu.”
“Baik, Mas. Kalau begitu... Pamit dulu, ya, Lex.” sahut gadis yang selalu memenuhi hatiku itu.
“Ya. Aku juga mau menjemput...”
|
|
|
Posting Rules
|
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts
HTML code is Off
|
|
|
All times are GMT. The time now is 18:36.
|
|