| Lingkungan Hidup Isu-isu lingkungan hidup, konservasi, dan pelestarian lingkungan dan GO GREEN! |
May 11, 2011, 05:13
|
#1
|
|
\()"•)/
Join Date: Jun 2008
Posts: 55,371
WebPoint: 0 GaulPoint: 17.228
|
RI Kebut Pemanfaatan Energi Angin dan Matahari
Rabu, 11/05/2011 12:02 WIB
Irit BBM, RI Kebut Energi Angin dan Matahari
Akhmad Nurismarsyah : detikFinance
Pemerintah rupanya mulai berpikir bahwa saat ini waktu yang tepat untuk menggalakan pemanfaatan energi matahari dan angin. Maklum saja, cadangan minyak bumi yang ada di Indonesia semakin terbatas dengan harga yang makin melambung.
Demikian disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh pada acara Seminar dan Pameran Indo Solar-Wind 2011, Balai Kartini, Jakarta (11/5/2011).
"Kalau minyak bumi bisa habis (terbatas), sedangkan cadangan yang ada di laut dalam membutuhkan teknologi tinggi. Jadi, penting dan saatnya melakukan diversifikasi dan konservasi energi. Memperbesar porsi energi matahari dan angin," ucap Darwin.
Darwin mengatakan perlu adanya kesiapan untuk pengembangan energi matahari dan angin. Kedua energi tersebut merupakan energi alternatif yang bisa dijalankan.
"Memang komponen untuk listrik matahari masih banyak yang mahal dan impor. Maka itu harus dikurangi, perlu juga kerjasama dengan kampus dan pihak terkait lain untuk kembangkan itu," ucapnya.
Ia menuturkan jika saja pengembangan energi alternatif bisa berjalan maka subsidi energi yang selama ini masih menguras kas negara pun bisa dihemat.
"Subsidi energi masih ada, tapi kalau bisa kita hemat (melalui energi alternatif), dananya supaya bisa kembali ke tangki besar," tutur Darwin.
Selain itu, lanjut Darwin, melalui energi alternatif juga sebagai cara untuk melepaskan ketergantungan energi di dunia. Selama ini, dunia masih sangat bergentung dengan energi minyak. Dikatakan Darwin, pemerintah siap untuk bekerjasama dengan negara luar untuk mengembangkan hal tersebut.
"Yang paling penting, rasio elektrifikasi harus ditingkatkan (melalui energi matahari dan angin). Secara linier baru 11 tahun lagi rasio elektrifikasi bisa mencapai 100%, di 2014 baru 18% (bertambah). Sekarang kita sudah ada 67% untuk itu," jelas Darwin.
Seperti diketahui, pemerintah menyampaikan bahwa energi matahari dan angin merupakan energi terbarukan yang sedang dikembangkan saat ini oleh Pemerintah Indonesia. Mengingat potensi kedua energi ini dimiliki cukup besar dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Pemanfaatan kedua energi tersebut pun juga sesuai jika diterapkan di daerah-daerah Indonesia yang belum terjangkau oleh jaringan listrik PLN dimana penduduknya terkonsentrasi pada suatu tempat yang jaraknya antar rumah tidak berjauhan.
"Sesuai Peraturan Presiden No 5/2006, pemerintah tetapkan target pangsa energi terbarukan sebesar 17% di 2025. Bahkan saat ini ditargetkan lebih besar lagi untuk mencapai 25%," katanya.
Menurutnya Indonesia memiliki visi 25/25 yang menekankan pada dua hal penting, yakni konservasi energi yaitu menekan laju penggunaan energi nasional dan diversifikasi energi yaitu memanfaatkan energi baru terbarukan.
Sesuai dengan visi energi 25/25 tersebut diharapkan energi matahari dan angin dapat memberikan kontribusi sebesar 0,6% atau setara dengan 16,3 juta SBM (setara barel minyak) pada tahun 2025
__________________

|
|
|
|
Recommendation
|
Sponsored Ads
|
|
|
|
May 11, 2011, 15:28
|
#2
|
|
Love this look
Join Date: Feb 2010
Posts: 2,138
WebPoint: 0 GaulPoint: 3101
|
Matahari dan angin berlimpah ruah kalau di Indo ya (gratis jg)  semoga aja pemerintah serius membangun ini.
Last edited by ms.sabbath; May 11, 2011 at 15:33.
|
|
|
May 15, 2011, 04:55
|
#3
|
|
Let's Sing!
Join Date: Aug 2009
Posts: 6,112
WebPoint: 0 GaulPoint: 8516
|
Benernya aku rada khawatir dengan kesepakatan yg ditanda tangani oleh SBY untuk mengurangi emisi karbon sebesar 26% di tahun 2020.
Gimana gak, emisi karbon Indonesia tergolong kecil ttp sektor industri belum mapan. Kalo Indonesia mo nguatin ekonominya, sektor industri itu sektor yg penting bgt. Dan sektor ini paling banyak menghasilkan karbon.
Indonesia harus segera bertindak buat mempersiapkan sumber energi yg menghasilkan emisi karbon sekecil mungkin.
Mudah2an energi cahaya matahari bisa menjadi solusi yg lebih dipilih daripada nuklir.
|
|
|
May 17, 2011, 13:40
|
#4
|
|
Registered User
Join Date: Apr 2008
Location: Om Hanu Pasa Bhara Heye Svaha
Posts: 2,947
WebPoint: 0 GaulPoint: 2634
|
China malah udah manfaatin energi tai.
kenapa di sini ga mulai manfaatin ya, apa karna gengsi, ato apa..?
padahal praktis tuh bahannya ada terus
|
|
|
May 28, 2011, 13:48
|
#5
|
|
\()"•)/
Join Date: Jun 2008
Posts: 55,371
WebPoint: 0 GaulPoint: 17228
|
Angin, Matahari dan tidak lupa air
update berita:
Quote:
Sabtu, 28/05/2011 13:07 WIB
Kejar Efisiensi, PLN Bangun Pembangkit Tenaga Air dan Surya
Akhmad Nurismarsyah : detikFinance
detikcom - Jakarta, Demi mengurangi pemakaian Bahan Bakar Minyak (BBM), PLN membangun tiga pembangkit non-BBM, yaitu satu PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) dan dua PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya).
Demikian hal tersebut disampaikan dalam keterangan pers PLN yang diterima detikFinance, Jakarta (28/5/2011).
Ketiga proyek pembangkit tersebut sehari sebelumnya sudah diresmikan oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam peresmian Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011–2025.
PLTA yang akan dibangun bernama Peusangan 1 (2 x 22,5 MW) dan PLTA Peusangan 2 (2 x 21,5 MW), berlokasi di Sungai Peusangan, Takengon, Aceh
Proyek pembangkit listrik tenaga air rencananya akan dibangun selama 94 bulan. Pembangunan pembangkit tersebut dilakukan untuk meningkatkan keandalan pasokan di wilayah Sumatera Utara dan Aceh melalui sistem 150 kV.
Pembangkit yang direncanakan akan beroperasional pada triwulan 4 tahun 2015 tersebut didanai oleh Bank JICA (Jepang) dengan nilai Rp 2,96 triliun.
Pembangkit ini juga disiapkan untuk mengganti beberapa pembangkit yang masih bersumber dari bahan bakar minyak.
Selanjutnya, PLTS 100 Pulau di Pulau Miangas yang berlokasi di Pulau Miangas, Sulawesi Utara. Proyek pembangkit listrik ini dibangun dalam rangka mempercepat rasio elektrifikasi di pulau-pulau yang tersebar di Indonesia, terutama di wilayah Timur.
Pembangunan akan memakan waktu hingga tiga bulan dengan daya mencapai 85 KWpeak. Pihak PLN memperkirakan dapat mengurangi kendala transportasi dan harga BBM tinggi yang diperlukan untuk kebutuhan pembangkit yang sebelumnya menggunakan diesel.
Pembangkit yang dibangun dengan dana belanja modal tahun 2011 sebesar Rp 5,02 miliar tersebut dapat menghemat pemakaian BBM hingga Rp 1,2 miliar/tahun.
Sementara pembangkit yang terakhir adalah PLTS 100 Pulau di Pulau Sebatik, Kalimantan Timur. Proyek pembangkit yang ketiga ini juga merupakan salah satu program PLN membangun pembangkit listrik di 100 pulau. Pembangkit ini diperkirakan rampung dalam 3 bulan.
Pembangkit listrik senilai Rp 11,3 miliar tersebut dibangun dari dana anggaran PLN dengan tujuan mengurangi pemakaian BBM serta mempercepat penambahan rasio elektrifikasi.
PLN memperkirakan, penghematan dana untuk BBM yang bisa dipangkas melalui pembangkit tenaga surya ini adalah senilai Rp 300 juta setahun.
|
__________________

|
|
|
May 28, 2011, 14:54
|
#6
|
|
Love this look
Join Date: Feb 2010
Posts: 2,138
WebPoint: 0 GaulPoint: 3101
|
Quote:
Originally Posted by Nicola_ru
China malah udah manfaatin energi tai.
kenapa di sini ga mulai manfaatin ya, apa karna gengsi, ato apa..?
padahal praktis tuh bahannya ada terus 
|
Nah kalau energi dari poo itu aku baru denger  mau donk kalau ada berita lengkapnya
|
|
|
Posting Rules
|
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts
HTML code is Off
|
|
|
All times are GMT. The time now is 15:03.
|
|