- Pemberian ASI menjalin ikatan yg kuat antara ibu dan bayi.
Pemberian ASI merangsang pengeluaran hormon [I]oxytocin[I] pada tubuh ibu. Hormon ini dipercaya mempercepat pengerutan uterus dan mempercepat produksi ASI, Hormon ini pula yg membangkitkan perasaan keibuan (maternal behavior) pada diri seorg ibu. Pada proses menyusui, kebutuhan emosional bayi juga terpenuhi dimana sang bayi akan dipeluk dan dibuai.
- ASI memenuhi segala kebutuhan gizi bayi.
Tak ada satupun susu formula yg dapat menyamai ASI, karena kandungannya yg unik . Ada 130 kombinsasi [I]oligosakarin[I] dalam ASI yg tidak dimiliki susu formula. Kontrofersi terakhir adalah penambahan Omega 3, terutama DHA dan AA , komponen penting dalam pertumbuhan otak dan retina mata dalam susu formula. Sementara Bayi dinegara lain telah lama menikmati tambahan unsur ini, pemerintah di Amerika baru mengizinkan penambahannya pada tahun 2000. dan hingga sekarang masih memperdebatkan manfaatnya.
- Pemberian ASI mengurangi resiko kanker.
Hasil studi di Propinsi Shang Dong China, wanita yg menyusui hingga 24 bulan selama hidupnya mengurangi resiko terserang kanker payudara hingga 50 % dibanding dengan yg tidak atau hanya menyusui selama 6 bln. Angka ini menjadi 75 % utk mereka yg menyusui 109 bln selama hidupnya.
Wanita yg mendapat ASI semasa bayinya, bahkan utk waktu yg singkat sekalipun, berkurang resiko terserang kanker hingga 25 %. dibanding dengan mereka yg mendapat susu formula.
- ASI mengandung zat antibody.
Bayi yg mendapat ASI jarang sakit karena mendapat zat antibody dari ibunya. ASI banyak mengandung
macrophages, sel yg mampu membunuh bakteri, jamur dan virus.
Pemberian ASI juga mengurangi resiko bayi terserang infeksi telinga, asma, Sindrom kematian bayi mendadak (SIDS), alergi, diare,meningitis, infeksi saliran nafas,kebutaan, juga menurangi resiko obiesitas dikemudian hari.
- ASI dipercayai meningkatkan IQ
Studi menunjukan bayi yg mendapat ASI , pada usia 7 - 8 tahun memiliki IQ lebih tinggi 10 points dari mereka yg tidak.
- ASI selalu tersedia dan lebih mudah dicerna.
hampir separuh dari protein susu sapi (bahan dasar pembuatan susu formula) tidak dapat dicerna oleh perut bayi dan hanya menjadi beban bagi usus bayi. Demikian jugahalnya dgn zat besi.
Sementara ASI trserap secara sempurna.
- Pemberian ASI mempercepat proses penyembuhan ibu dan pengembalian bentuk tubuh.
- Pemberian ASI lebih hemat.
Yg laennya besok besok saja ya, mau istirahat dulu.
Masih banyak yg menarik seputar ASI ini. Mitos ttg kehebaran ASI yg ternyata terbukti

, Pembandingan komposisi ASI dan formula, Boikot Produk Nestle karena dianggap membunuh bayi, Kesalahan produksi susu formula hingga Kode Etik pemasaran Susu formula oleh WHO.