WebGaul Forum : : A ZEIN Company  

Go Back   WebGaul Forum : : A ZEIN Company > :: FORUM DISKUSI WEBGAUL > Agama dan Iman > Buddha
WebGaul Forum Gallery Register Blogs FAQ Calendar Mark Forums Read
Notices






Reply
 
Thread Tools
Old May 02, 2003, 03:34   #1
Enche
Ayo kumpul semua disini!
 
Enche's Avatar
 
Join Date: Dec 2002
Location: Lewisburg
Posts: 23,710
WebPoint: 2
GaulPoint: 17.720
Enche mulai terkenal
Ngobrol soal Bodhisattva + Dewa/Dewi

nahhh disini deh omongin Bodhisattva yang elo paling suka
atau ada yang mo nanya2 info juga okay..

beberapa bodhisatva terkenal:

Bodhisattva Avalokitsvara (Dewi Kwan-Im)
Bodhisattva Maitreya
Bodhisattva Samantabrada

dan lain lain.

Buddha Julai (ini beda ama Sakyamuni yak?)
Enche is offline   Reply With Quote
Recommendation Sponsored Ads
Old May 02, 2003, 03:36   #2
hansel
Mentor
 
hansel's Avatar
 
Join Date: Dec 2002
Location: bed of clouds
Posts: 10,248
WebPoint: 0
GaulPoint: 10325
hansel mulai terkenal
Re: Ngobrol soal Bodhisattva + Dewa/Dewi

Quote:
Originally posted by Exxxotica
Buddha Julai (ini beda ama Sakyamuni yak?)
Sama. Itu terjemahan dari Sanskrit name Tatagatha
__________________
"Angelique," Pangeran Christophe berbisik lemah.
"Selamat tinggal, Louis! Cintailah dan berbahagialah bersama Countess Mathilde, hanya sediakan tempat selalu di hatimu bagi kenangan akan Angelique yang pernah kaucintai!" Angelique mengucapkan selamat berpisah kepada sang pangeran.
hansel is offline   Reply With Quote
Old May 02, 2003, 03:37   #3
hansel
Mentor
 
hansel's Avatar
 
Join Date: Dec 2002
Location: bed of clouds
Posts: 10,248
WebPoint: 0
GaulPoint: 10325
hansel mulai terkenal
Re: Ngobrol soal Bodhisattva + Dewa/Dewi

Quote:
Originally posted by Exxxotica
Bodhisattva Samantabrada
Samantabhadra!!!
__________________
"Angelique," Pangeran Christophe berbisik lemah.
"Selamat tinggal, Louis! Cintailah dan berbahagialah bersama Countess Mathilde, hanya sediakan tempat selalu di hatimu bagi kenangan akan Angelique yang pernah kaucintai!" Angelique mengucapkan selamat berpisah kepada sang pangeran.
hansel is offline   Reply With Quote
Old May 02, 2003, 04:17   #4
Enche
Ayo kumpul semua disini!
 
Enche's Avatar
 
Join Date: Dec 2002
Location: Lewisburg
Posts: 23,710
WebPoint: 2
GaulPoint: 17720
Enche mulai terkenal
Bodhisattva - by Molly C. King

The concepts of the bodhisattva in the Theravada and
Mahayana sects of Buddhism are distinct; However, the ultimate
role of the bodhisattva in both is to lead humankind to
enlightenment. Both sects endorse many of the same attributes
that characterize the bodhisattva. The difference lies in role the
bodhisattva serves in the journey to enlightenment or Nirvana.
For the Theravadas the bodhisattva is a teacher or inspirer while
mahayanas develop the bodhisattva's role into that of a savior.
Despite doctrinal differences, the bodhisattva is a primary step
towards enlightenment for both.


The bodhisattva is translated literally as "one whose essence
is perfect wisdom" or "one destined for enlightenment." The
essential characteristics of the bodhisattva in both sects are
compassion, selflessness, wisdom, and servitude. The
bodhisattva takes a vow: "I must lead all beings to liberation, I
will stay here until the end, even for the sake of one living
mortal" (Ch'en, 67). The bodhisattva has reached enlightenment
but chooses to sacrifice Nirvana for the selfless life of leading
others to enlightenment. There are three steps that one must
take to become a bodhisattva. First one must, through reflection,
produce the thought of becoming enlightened. Then one must
express this wish to the buddha and make a vow of aspiration.
Finally, the buddha will prophesy one's success. After these three
steps the bodhisattva is devoted to the ten perfections (Ch'en,
68).

In Theravada Buddhism the bodhisattva serves as a teacher or
inspirer. The Theravadan ideal is the arhat or someone who has
reached Nirvana through discipline and effort. The bodhisattva
instructs the buddhist but does not serve as the vehicle to
enlightenment. The Theravadan sect focuses on self-
improvement, wisdom, and discipline to doctrine.


The Mahayana sect develops the role of the bodhisattva into a
more active deity. The Mahayana sect finds dissatisfaction with
the individualistic nature of the goal of the arhat. Their highest
virtue is compassion and the embodiment of this ideal is the
bodhisattva. The bodhisattva is more than a teacher to the
Mahayanas. The bodhisattva can "transfer merits" to those who
need karma.

The changes in the perception of the bodhisattva leads to a
diminishing emphasis on historical details in Buddhism and
growing emphasis on metaphysics. The changes also lead to a
growing appeal to Buddhism. Many deities from other cultures
parallel the bodhisattva. For example, Kuan-yin in China and Tara
in Tibet. The Bodhisattva appears in many forms but consistently
holds the essence of compassion and mercy (Kinsley, 26).


To the Theravada's the bodhisattva is the future Buddha who
will come to teach the way to Nirvana while for the Mahayana's
he bodhisattva is a savior who will enable the faithful to reach
enlightenment. For both sects, however, the bodhisattva is the
way to the ultimate goal of Nirvana.


With this ability to transfer merits the bodhisattva becomes a
savior figure and the goal of enlightenment becomes attainable
to all who desire it. This new perception of the bodhisattva
engenders the notion of bhakti: "the passionate, emotional, and
devotional attachment to a loving and compassionate deity"
(Ch'en, 62). The Mahayanas see the bodhisattva as well as the
Buddha as eternal beings capable of bestowing grace on those
who ask for it. Enlightenment is therefore reached through a life
of devotion and faith as opposed to strict discipline to doctrine.
Enche is offline   Reply With Quote
Old May 05, 2003, 03:16   #5
Enche
Ayo kumpul semua disini!
 
Enche's Avatar
 
Join Date: Dec 2002
Location: Lewisburg
Posts: 23,710
WebPoint: 2
GaulPoint: 17720
Enche mulai terkenal
Bodhisatva Avalokitesvara (Kwan Yin Phu Sa)

Dahulu kala hiduplah seorang raja yang sangat lalim. Demi
keinginannya menguasai seluruh negeri, ia telah mengorbankan
banyak sekali prajurit. Demi mengejar ambisinya ini, rakyat yang
tidak berdosa pun menanggung kepahitan. Dialah Raja Miao
Chuang yang beristrikan Permaisuri Pao Te. Setelah menikah
selama 25 tahun, permaisuri belum juga mengandung. Lalu
mereka pergi ke gunung Hua Shan, memohon kepada Dewa
selama 7 hari - 7 malam. Dewa di gunung ini terkenal baik hati,
sehingga tak lama kemudian mereka diberkahi 3 orang puteri.

Putri pertama bernama Miao Ching, yang kedua bernama Miao
Yin, dan yang bungsu adalah Miao Shan. Ketiganya cantik jelita,
namun yang lebih menonjol adalah si bungsu. Miao Shan sangat
menyukai pelajaran agama Buddha. Karena sifatnya yang baik
hati dan bijaksana, Dialah yang paling disayang oleh ayahnya.


Masa Kecil
Sejak kecil Puteri Miao Shan telah menunjukkan sifat welas
asihnya terhadap semua makhluk. Saat bermain di taman, ia
melihat sekumpulan semut merah sedang berperang melawan
semut hitam. Karena cinta kasihnya yang luar biasa, Ia
memisahkan pertengkaran mereka satu demi satu. Suatu hari
saat berada di taman Ia berkata,

"Kerajaan dan kemuliaan bagaikan hujan di musim semi dan
embun di pagi hari, dalam sekejap semuanya akan musnah. Raja-
raja besar maupun raja negara bagian mengira bahwa mereka
dapat menduduki takhta mereka selamanya. Sesungguhnya
nasiblah yang membuat mereka menjadi raja, selebihnya, apalah
bedanya dengan orang lain? Saat ajal tiba, penyakit dapat
merebahkan mereka di dalam peti mati, dan segalanya berakhir."


"Jadi apa yang kamu inginkan?" tanya kedua kakak-Nya.
"Tiada yang kuinginkan selain sebuah tempat damai, aman dan
tentram. Mengasingkan diri menginsafi Kebenaran hingga
mencapai kesempuraan. Suatu hari aku akan mencapai tingkat
kebajikan yang tinggi. Aku akan menolong ayah-ibu, juga orang-
orang yang mengalami penderitaan di dunia. Aku akan
menasehati roh-roh jahat agar mereka berbuat kebajikan. Itulah
cita-cita dan tujuan hidupku selama ini.


Mewujudkan Tekad Suci
Setelah cukup dewasa, kedua kakak Miao Shan menikah,
tinggallah diri-Nya yang belum menikah. Raja memanggil-Nya dan
mengatakan bahwa kelak saat puteri kesayangannya ini
menikah, sang suami akan menjadi calon raja untuk
menggantikannya kelak. Namun Puteri Miao Shan menolak untuk
menikah, Ia lebih memilih hidup membina untuk kelak mencapai
Kebuddhaan. Mendengar bahwa puterinya ingin menjadi
biarawati, amarah raja menyala, karena hal ini dianggap dapat
membuat malu kerajaan.

Akhirnya Puteri Miao Shan mengiyakan dengan mengajukan
sebuah syarat, yaitu ia hanya ingin menikah dengan seorang
tabib. Tabib yang dimaksud harus dapat menyembuhkan manusia
dari berbagai penyakit yang timbul akibat keserakahan, ketuaan,
dan berbagai kelemahan tubuh. Jika tabib yang dimaksud
memang ada, Ia bersedia untuk menikah saat itu juga.

Bukan main murkanya Sang Raja. Miao Shan mendapatkan
hukuman, dibuang ke taman milik ratu. Permaisuri Pao Te
berusaha membujuk-Nya, namun sia-sia. Suatu hari Puteri Miao
Shan memohon agar diijinkan menjadi bhikkuni di Biara Burung
Putih di Yu Chao. Raja mengijinkannya, namun diam-diam
mengirim titah kepada ketua biara agar menolak kedatangan
puterinya.

Sesampainya di biara, seorang murid berusaha membujuk Puteri
Miao Shan untuk kembali ke istana. Berbagai cara telah
digunakan, namun tekad suci Sang Puteri tak tergoyahkan. Ketua
biara hampir kehabisan akal, akhirnya ia mencoba menggunakan
cara yang lebih keras. Puteri Miao Shan diperbolehkan tinggal di
Biara, dengan syarat Dia harus mampu mengerjakan pekerjaan
dapur yang sangat berat. Tugas-Nya adalah memasak hidangan
untuk 500 orang murid, termasuk juga menimba dan memasak
air, serta mencari kayu bakar. Jika tugas ini tak dapat
terselesaikan, Miao Shan harus keluar dari Biara.

Tak disangka, Miao Shan menyanggupi syarat ini. Demi tekadnya
hidup membiara, Ia mengerjakan tugas berat itu seorang diri.
Jerih payah dan ketulusan hati ini menggugah para Dewa Langit.
Atas titah Bodhisatva Kumala Raja, para Dewa dititahkan untuk
membantu pekerjaan ini, sehingga seluruhnya dapat
terlaksanakan. Dengan demikian pengawas biara tak mempunyai
alasan untuk mengusir-Nya.
Enche is offline   Reply With Quote
Old May 05, 2003, 03:20   #6
Enche
Ayo kumpul semua disini!
 
Enche's Avatar
 
Join Date: Dec 2002
Location: Lewisburg
Posts: 23,710
WebPoint: 2
GaulPoint: 17720
Enche mulai terkenal
Kemurkaan Raja
Mengetahui hal ini, Raja semakin marah. Ia mengirim pasukan
tentaranya untuk membakar biara. Para Bhikkuni ketakutan,
sementara Puteri Miao Shan merasa sedih dan menganggap
dirinya sebagai penyebab kekacauan ini. Dalam hati yang teriris,
Puteri Miao Shan berdoa, lau mengambil sebuah bambu dan
ditusukkan ke lidahnya. Darah yang mengalir deras
disemburkannya ke arah langit. Terjadilah sebuah kegaiban,
awan tebal datang ke arah mereka, hujan lebat mengguyur api
yang mulai melalap bangunan biara. Sekejap api padam, dan
bangunan suci tersebut terselamatkan.

Raja kalap dan menugaskan pasukannya untuk menangkap dan
memancung Puteri Miao Shan. Langit menjadi gelap gulita
ditutupi awan hitam, hanya Sang Puteri yang memancarkan
cahaya gemilang. Semua yang berada di sana menyaksikan
dengan rasa takjub. Saat eksekusi dilaksanakan, leher Sang
Puteri tak dapat ditebas, malah pedang algojo yang patah
menjadi dua. Lantas Raja menggunakan kain selendang untuk
menjerat leher Puterinya sendiri hingga meninggal dunia. Setelah
puas, barulah Raja meninggalkan tempat tersebut.

Alam berduka menyaksikan kekejaman Raja terhadap puterinya
sendiri. Segera setelah praja meninggalkan tempat itu, Raja Bumi
(Tu Thi Kong) menjelma menjadi seekor harimau dan membawa
jenazah puteri ke dalam hutan.


Mencapai Kesempurnaan
Sementara itu Roh Suci Puteri melayang di angkasa. Sesosok
Dewa berjubah biru mengajak Puteri berkeliling neraka. Setiba-
Nya di sana, Puteri disambut oleh Sepuluh Dewa Besar Bumi.
Saat mendengar doa yang dipanjatkan Puteri, mereka merasa
tenang. Tiba-tiba neraka yang panas dan penuh siksaan berubah
menjadi tempat yang indah dan nyaman, bagaikan Surga, alat-
alat siksaan pun berubah menjadi bunga teratai. Raja Neraka
bingung, dan memerintahkan 48 petugas pembawa bendera
untuk mengantar Puteri Miao Shan kembali ke tubuh-Nya.

Saat Puteri siuman, Buddha Sidharta Gautama menampakkan diri,
lalu mengajarkan metode meditasi untuk mencapai
kesempurnaan batin. Ditunjuk-Nya sebuah tempat suci, yaitu
Pulau Shing Shan di Pu To sebagai tempat meditasi Puteri Miao
Shan. Puteri juga diberikan buah Sien Thou (buah Surga) agar
kesehatannya pulih.

Saat Buddha Ksitigarbha datang ke pulau tersebut, betapa
kagetnya sang Raja Neraka menyaksikan kebijakan dan
kebajikan yang dicapai Pertapa Miao Shan Dewa Bumi
berkata, "Kecuali Sang Buddha, tiada pernah ada Orang Suci dari
India yang menyamai tingkat kesucian-Nya." Pada tanggal 19
bulan 6 (imlek), tercapailah kesucian sempurna. Pertapa Miao
Shan naik ke atas takhta, menerima singgasana kesucian, dan
selanjutnya manusia di seluruh dunia dapat menerima pancaran
kebajikan dan kemurahan hati-Nya.
Enche is offline   Reply With Quote
Old May 05, 2003, 03:23   #7
Enche
Ayo kumpul semua disini!
 
Enche's Avatar
 
Join Date: Dec 2002
Location: Lewisburg
Posts: 23,710
WebPoint: 2
GaulPoint: 17720
Enche mulai terkenal
Pembalasan Bagi Raja
Bodhisatva Kumala Raja menyaksikan dengan jelas segala
kekejian Raja Miao Chuang. Ia telah membunuh banyak orang
dan binatang dikala perang, bahkan membakar Biara Burung
Bangau dan terakhir membunuh puterinya yang hendak
membina. Akhirnya Bodhisatva menjatuhkan hukuman berat,
yaitu penyakit aneh yang sulit disembuhkan.

Tak lama setelah peristiwa pembakaran Biara, Raja menderita
penyakit bisul yang aneh. Sakit yang bukan main membuatnya
merasa sangat tersiksa. Seluruh tabib dari segala penjuru
didatangkan, tetapi tetap tak dapat mengatasinya. Dalam mimpi
Raja mendapat petunjuk tentang seorang tabib, dan akhirnya
tabib tersebut ditemukan. Tabib berkata bahwa penyakit ini
hanya dapat disembuhkan oleh mata dan lengan dari orang yang
rela menyerahkannya kepada Raja, tanpa paksaan.

Raja menugaskan dua orang mentri untuk mencari sukarelawan
yang dimaksud. Mencari dan terus mencari, akhirnya kedua
mentri tiba di tempat Pertapa Miao Shan berada. Setelah
mengungkapkan tujuan kedatangannya, Pertapa Miao Shan
mengambil sebuah pisau tajam dan menyuruh mereka mengorek
mata dan memotong lengan kirinya. Begitu tangan dipotong,
darah segar memancar. Begitu pula saat mata kiri Beliau dicungkil.

Setelah berterima kasih, kedua mentri pulang dan membuat
ramuan sesuai petunjuk tabib. Setelah meminum ramuan
tersebut, seketika tubuh bagian kiri Raja sembuh. Namun bagian
kanannya masih dalam keadaan yang sama. Raja kembali
menyuruh kedua mentrinya untuk meminta lagi kepada pertapa,
kali ini mata dan lengan bagian kanan. Setelah meminum ramuan,
Raja akhirnya sembuh total. Namun ia belum menyadari, siapa
sebenarnya yang telah berbudi kepadanya.

Bertemu Kembali
Tiga tahun kemudian Raja dengan Permaisuri pergi ke Shing Shan
untuk berterima kasih kepada Pertapa yang menyelamatkannya.
Setibanya di gunung, terlihat seorang Bhikkuni sedang
berbaktipuja, setelah itu Sang Bhikkuni duduk di atas altar dalam
wujud yang sangat mengerikan. Kedua mata-Nya buta, dan
kedua lengan yang buntung masih meneteskan darah segar.
Saat melihat wajah Bhikkuni tersebut, Permaisuri seketika jatuh
pingsan, dan Raja menyesali kekejiannya juga pingsan.

Setelah kedua orang tua-Nya siuman, Pertapa Miao Shan
menceritakan apa yang terjadi selama ini, dan karma buruk ayah-
Nya. Mendegar semua ini, Raja menjatuhkan diri dan berlutut
mencium tanah, lalu ia menancapkan dupa sambil menangis pilu.
Raja bertobat kehadapan langit-bumi dengan penuh ketulusan.
Akhirnya tubuh Sang Pertapa kembali seperti semula.

Malaikat datang membacakan Firman Kaisar Langit, "Manusia
sudah melupakan Surga dan neraka, enam kebajikan dan hukum
tumimbal lahir dengan menuruti kehidupan yang amat tercela.
Tapi kau, Miao Shan yang telah bermeditasi selama 9 tahun rela
mengorbankan anggota tubuhmu untuk menyembuhkan penyakit
ayahmu. Maka kami mengangkatmu sebagai Orang Suci dengan
gelar Bodhisatva pelindung manusia yang selalu bermurah hati
dan berwelas asih. Di atas singgasana teratai yang agung, kau
akan menjadi Penguasa Laut Cina Selatan (Nan Hai) dan pulau
Pu To San."

Demikianlah, tekad agung yang Beliau pertahankan kini telah
terwujud. Dalam panggilan kasih-Nya yang tiada tara, Beliau
selalu hadir untuk menolong setiap manusia yang berada dalam
penderitaan. Beliau mendengarkan jerit tangis mereka,
mengabulkan doa-doa yang tulus. Kini Beliau di kenal sebagai
Bodhisatva Avalokitesvara, Nan Hai Ku Fo, atau Buddha Kwan Yin.
Dalam Wadah Ketuhanan, Beliau terlahir kembali sebagai adik
kandung Patriat-XVII, bersama mengembangkan Jalan
Ketuhanan.
Enche is offline   Reply With Quote
Old May 09, 2003, 22:50   #8
c2h2ia
Registered User
 
c2h2ia's Avatar
 
Join Date: Dec 2002
Location: ozy
Posts: 1,476
WebPoint: 0
GaulPoint: 928
c2h2ia belum terkenal
klo dewa Chi Kung?? katanya daki dia itu bisa di jadi in obat......
c2h2ia is offline   Reply With Quote
Old May 10, 2003, 18:52   #9
Enche
Ayo kumpul semua disini!
 
Enche's Avatar
 
Join Date: Dec 2002
Location: Lewisburg
Posts: 23,710
WebPoint: 2
GaulPoint: 17720
Enche mulai terkenal
soal Chi Kung, itu antara legenda atau memang dia
udah mencapai kesadaran Buddha kayanya masi ga jelas.
Enche is offline   Reply With Quote
Old May 11, 2003, 03:34   #10
obake
Registered User
 
obake's Avatar
 
Join Date: Mar 2003
Location: web gaul
Posts: 1,865
WebPoint: 0
GaulPoint: 924
obake belum terkenal
kalau bodhisatva dari jaman yang sekarang ini ada yang tau enggak ?
__________________

obake is offline   Reply With Quote
Old May 12, 2003, 04:28   #11
Enche
Ayo kumpul semua disini!
 
Enche's Avatar
 
Join Date: Dec 2002
Location: Lewisburg
Posts: 23,710
WebPoint: 2
GaulPoint: 17720
Enche mulai terkenal
Quote:
kalau bodhisatva dari jaman yang sekarang ini ada yang tau enggak ?
ya kita semua
Enche is offline   Reply With Quote
Old May 13, 2003, 20:48   #12
Green Star
Registered User
 
Green Star's Avatar
 
Join Date: Feb 2003
Location: Campus
Posts: 5,408
WebPoint: 0
GaulPoint: 3792
Green Star belum terkenal
Gua hanya tahu cerita Dewi Kwan Im seribu tangan
__________________
BERDIALOG


Green Star is offline   Reply With Quote
Old June 05, 2003, 00:55   #13
Crystaline
Registered User
 
Crystaline's Avatar
 
Join Date: Mar 2003
Location: Rite here
Posts: 21,017
WebPoint: 0
GaulPoint: 13408
Crystaline belum terkenal
gue ngerasa kalo CHi kung tuh adalah cerita dongeng dimana ga pernah ada orang begituan. Coba kalian hubungkan dengan prinsip agama Buddha, dimana kita dilarang untuk minum minuman keras, menjalankan Sila2 n jalan Mulian berunsur delapan untuk mencapai pembebasan, menjalankan meditasi n berbagai macam pengendalian diri untuk mendapatkan abhinna.

Nah, rasanya ga mungkin banget kalo CHi kung tuh bisa menjadi dewa bahkan boddhisatva bila tidak ada yang ia jalankan. biarpun dalam film kita liat kalo dia seirng menolong banyak orang, itu tidak cukup sama sekali. Bukankah dalam agama Buddha kita tau kalo untuk menjadi seorang dewa kita harus menjalankan attha sila n panca sila plus perbuatan baek yang berpahala besar?
Crystaline is offline   Reply With Quote
Old June 05, 2003, 01:01   #14
Crystaline
Registered User
 
Crystaline's Avatar
 
Join Date: Mar 2003
Location: Rite here
Posts: 21,017
WebPoint: 0
GaulPoint: 13408
Crystaline belum terkenal
Kalo dewi Kwan Im kayaknya ga jelas juga. gue pernah dengar dari guru agama gue, kalo dewi kwan im tuh mungkin berasal dari agama hindu. agama hindu n buddha sama2 berasal dari india n pada masa lalu di india terjadi perang wisnu n siwa ( kalo ga salah) n dua agama ini terjadi pencampuran.

lagian, dewi kwan im ga ada asal usul yang jelas. Kalo buddha gautama kan jelas kapan n dimana Beliau dilahirkan, mencapai penerangan n nibbana. Kalo dewi Kwan Im, hari Dewi Kwan Im dilahirkan aja ampe ada 2 ato tiga.

Gue bilang nih bukan karena gue mau bilang kalo dewi Kwan Im tuh emang ga ada. GUe cuman ga yakin, n tuh adalah opini guru gue.
Crystaline is offline   Reply With Quote
Old June 05, 2003, 01:06   #15
Enche
Ayo kumpul semua disini!
 
Enche's Avatar
 
Join Date: Dec 2002
Location: Lewisburg
Posts: 23,710
WebPoint: 2
GaulPoint: 17720
Enche mulai terkenal
Quote:
Nah, rasanya ga mungkin banget kalo CHi kung tuh bisa menjadi dewa bahkan boddhisatva bila tidak ada yang ia jalankan. biarpun dalam film kita liat kalo dia seirng menolong banyak orang, itu tidak cukup sama sekali. Bukankah dalam agama Buddha kita tau kalo untuk menjadi seorang dewa kita harus menjalankan attha sila n panca sila plus perbuatan baek yang berpahala besar?

leena : Sutra Buddha banyak, aliran atau sekte juga banyak.

nah manusia di bumi diajarkan kepada Sang Buddha
untuk menjalankan Atha Sila, Panca Sila dan Sila2 lain
untuk berusaha mengendalikan dirinya untuk tidak berbuat
'sebab/karma buruk'

misalnya : kalau misalnya kita mabok, kita cenderung
lepas kendali dan bisa berbuat kejahatan.

Chi Kung adalah manusia yang konon telah mencapai suatu
tingkat kesadaran, (Bodhisatva) yang digambarkan
senantiasa menolong orang lain dalam bidang apapun.

meskipun dia mabok berat / apa. tapi dia ga pernah
berbuat jahat lagi. karena dia seorang Bodhisatva.

btw gue sendiri ga tau chi kung itu exist atau rekaan semata.
dan dia ada or gak, biasanya orang-orang teladani hal2 baik
dari dia aja (yg gue liat).

sekalian menjadi cermin diri sendiri, apakah kita seperti chikung
yang mabok2 terus? dll
Enche is offline   Reply With Quote
Reply

Bookmarks

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT. The time now is 10:46.

SIDEBAR
Remove This Bar
Register / Login to remove this bar and All Ads.
Image




Powered by vBulletin® Version 3.8.2
Copyright ©2000 - 2013, Jelsoft Enterprises Ltd.
Copyright ©2007, WebGaul. All Rights Reserved. A ZEIN Company. Designed, Developed, Maintained, Optimized, Operated by ZEIN.