February 25, 2011, 02:57
|
#151
|
|
\()"•)/
Join Date: Jun 2008
Posts: 55,331
WebPoint: 0 GaulPoint: 17.188
|
Sabtu, 26 Februari 2011
Hari Biasa Pekan VII
Seperti Bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia --- Mzm 103:13
Doa Renungan
Allah Bapa kami di surga, Engkau mencintai siapa saja di muka bumi ini, tak terkecuali anak-anak kecil. Engkau menjadi sumber sukacita dan kegembiraan bagi anak-anak. Ajarlah kami agar kami pun menjadi sumber sukacita dan kegembiraan bagi anak-anak kami. Kami berdoa secara khusus bagi anak-anak kami, berkatilah mereka dan bantulah mereka agar kelak menjadi anak yang berbakti bagi Gereja dan masyarakat kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
Pembacaan dari Kitab Putra Sirakh (17:1-15)
Manusia diciptakan Tuhan dari tanah, dan ke sana akan dikembalikan juga. la menganugerahkan kepadanya sejumlah hari dan jangka, dan memberinya kuasa atas segala sesuatunya di bumi, Kepadanya dikenakan kekuatan yang serupa dengan kekuatan Tuhan sendiri dan menurut gambar Allah dijadikan-Nya. Di dalam segala makhluk yang hidup Tuhan menaruh ketakutan kepada manusia, agar manusia merajai binatang dan unggas. Lidah, mata dan telinga dibentuk-Nya, dan manusia diberi-Nya hati untuk berpikir. Tuhan memenuhi manusia dengan pengetahuan yang arif, dan menunjukkan kepadanya apa yang baik dan apa yang jahat. la menanamkan mata-Nya sendiri di dalam hati manusia untuk menyatakan kepadanya keagungan pekerjaan Tuhan. Maka manusia mesti memuji nama Tuhan yang kudus untuk mewartakan pekerjaan-Nya yang agung. Tuhan telah mengaruniai manusia pengetahuan lagi dengan memberi mereka hukum kehidupan menjadi milik pusaka. Perjanjian kekal diikat-Nya dengem mereka, dan segala hukum-Nya dipermaklumkan-Nya kepadanya. Mata mereka telah melihat kemuliaan Tuhan yang agung, dan suara-Nya yang dahsyat telah didengar telinga mereka. la berkata kepada mereka: "Jauhilah setiap kelaliman," dan masing-masing diberi-Nya perintah mengenai sesamanya. Langkah laku manusia selalu terbentang di hadapan Tuhan, dan tak tersembunyi bagi mata-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Kekal abadilah kasih setia Tuhan atas orang yang takwa kepada-Nya.
Ayat. (Mzm 102:16-18.19-21.29.22-23; R: 20b)
1. Seperti bapa sayang kepada anaknya, demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takwa. Sebab Dia sendiri tahu dari apa kita dibuat, Dia sadar bahwa kita ini debu.
2. Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput; seperti bunga di padang demikianlah ia berkembang. Apabila angin melintasinya, maka lenyaplah ia, dan tempatnya pun tidak diketahui lagi.
3. Tetapi kekal abadilah kasih setia Tuhan atas orang-orang yang takwa kepada-Nya; sebagaimana kekal abadilah kebaikan-Nya atas anak cucu mereka, asal saja mereka tetap berpegang pada perjanjian-Nya.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (10:13-16)
"Barangsiapa tidak menerima Kerajaan Allah seperti anak-anak ini, tidak akan masuk ke dalamnya."
Sekali peristiwa orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus supaya Ia menjamah mereka. Tetapi, murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. Melihat itu, Yesus marah dan berkata kepada mereka, "Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku! Jangan menghalang-halangi mereka! Sebab orang-orang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. Aku berkata kepadamu, "Sungguh, barangsiapa tidak menerima Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya." Kemudian Yesus memeluk anak-anak itu, meletakkan tangan ke atas mereka, dan memberkati mereka.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
Renungan
Setiap petang sepulang dari tempat kerjanya, ayah Santika selalu membawa-bawa oleh-oleh untuk Santika, anak semata wayangnya. Santika yang baru berusia tiga tahun pun selalu merindukan ayahnya pulang. Ia menantikan dengan gembira. Setiap kali sang ayah pulang dari tempat kerjanya. Santika yang masih lucu dan lugu itu segera berlari ke pintu rumah sambil mengangkat kedua tangannya, siap dipeluk dan memeluk sang ayah dengan hangat dan mesra. Sang ayah pun langsung mengeluarkan oleh-olehnya dan memberikannya kepada Santika. Kegembiraan semakin meluap-luap. Momen ini selalu dialami Santika setiap petang sekembalinya sang ayah dari tempat kerjanya.
Hati seorang anak selalu terbuka mengharapkan kasih bapanya. Ia bebas mencintai sebebas ia dicintai. Ia percaya penuh dan tidak menaruh curiga; hatinya polos, murni dan terbuka pada kehangatan kasih bapanya. Yesus menjadikan sikap hati seorang anak kecil ini untuk menggambarkan bagaimana sikap hati kita menyambut Kerajaan Allah.
Kerajaan Allah adalah kerajaan yang penuh kasih, keadilan, dan damai sejahtera, dimana semua penghuninya dirajai dan dipimpin oleh kasih karunia Allah sendiri. Untuk itu Yesus meminta kita meninggalkan ego kita, melupakan kehebatan kita sendiri dan pengalaman-pengalaman pahit di masa lalu supaya kita bisa menerima karunia-karunia Allah, bukan seturut yang kita inginkan, tetapi seturut apa yang kita butuhkan. Sudahkah kita memiliki hati seperti seorang anak kecil supaya bisa menerima karunia-karunia Allah yang kita butuhkan saat ini, di sini?
Tuhan Yesus, anugerahilah aku hati seorang anak kecil yang polos dan murni mengharapkan kasih karunia-Mu yang terbaik bagiku.
Oase Rohani 2011, Renungan dan Catatan Harian
|
|
|
|
Recommendation
|
Sponsored Ads
|
|
|
|
February 26, 2011, 10:09
|
#152
|
|
\()"•)/
Join Date: Jun 2008
Posts: 55,331
WebPoint: 0 GaulPoint: 17188
|
Minggu, 27 Februari 2011
Hari Minggu Biasa VIII
KEKUATIRAN
"...janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." (Mat 6:34)
Antifon Pembuka
Tuhan telah menjadi pelindungku, dan mengantar aku ke tempat yang lapang. Ia menyelamatkan daku karena menyayangi aku.
Doa Renungan
Allah, maha pengasih, Engkau tidak pernah melupakan kami; cinta-Mu jauh melebihi cinta seorang ibu bagi anak kandungnya. Semoga Roh Cinta-Mu berkenan mengobarkan dalam hati kami kasih yang sejati akan Dikau, sehingga kami pun mengasihi Dikau lebih dari segala sesuatu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau dan dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa. Amin.
Pembacaan dari Kitab Yesaya (49:14-15)
"Aku tidak melupakan dikau."
Sion berkata: "Tuhan telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku." Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan, do = d, 2/4, PS 842
Ref. Hanya pada Tuhanlah hatiku tenang.
Ayat. (Mzm 62:2-3.6-7.8-9ab; Ul: 6a)
1. Hanya dekat Allah saja aku tenang dari pada-Nyalah keselamatanku. Hanya Dialah gunung batu dan keselamatanku. Hanya Dialah kota bentengku, aku tidak akan goyah.
2. Hanya pada Allah saja aku tenang. Sebab dari pada-Nyalah harapanku. Hanya Dialah gunung batu dan keselamatanku. Hanya Dialah kota bentengku, aku tidak akan goyah.
3. Pada Allah ada keselamatan dan kemuliaanku. Gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah. Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat. Curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya.
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (1Kor 4:1-5)
"Tuhan akan memperlihatkan apa yang direncanakan dalam hati."
Saudara-saudara, hendaklah orang yang memandang kami sebagai hamba Kristus dan pengurus rahasia Allah. Yang dituntut dari pengurus yang demikian ialah bahwa mereka nyata-nyata dapat dipercayai. Bagiku sedikit sekali artinya entah aku dihakimi oleh kalian, entah oleh suatu pengadilan manusia. Malahan aku sendiri tidak menghakimi diriku. Memang aku tidak sadar akan sesuatu, tetapi bukan karena itulah aku dibenarkan. Yang menghakimi aku ialah Tuhan. Karena itu janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Dialah yang menerangi juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan. Dialah pula yang akan memperlihatkan apa yang direncanakan dalam hati. Pada saat itulah tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Bait Pengantar Injil, do = f, 2/4, PS 961
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Ibr 4:12)
Firman Allah itu hidup dan kuat, sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (5:38-48)
"Janganlah khawatir akan hari esok."
Dalam khotbah di bukit, berkatalah Yesus, "Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Saudara-saudari,
Hidup disempurnakan dalam proses. Proses dan dinamika hidup menghantarkan kita dalam banyak alternatif pilihan. Proses discernment bersama Roh Allah menghantarkan kita untuk berpihak kepada Allah. Suatu pilihan yang tepat dan bijak akan menghantarkan kepada focus kehidupan. Permenungan dari Injil Matius 6:24-34 menghantar kita kepada Allah, Sang Pemberi dan Pemelihara Kehidupan.
Setiap orang beriman, melalui batin yang terdalam, dianugerahi kemampuan untuk percaya secara total kepada Allah. Dorongan batin ini akan teraktual dalam hidup bersama Roh Allah. Ada rasa yang bisa menghambat proses aktualisasi iman ini, yaitu rasa kuatir. Melihat kekuatiran para murid, Tuhan Yesus bersabda : ”Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih dari pada makanan dan tubuh itu lebih dari pakaian?”(ayat 25).
Kekuatiran adalah mediasi pemurnian iman. Pribadi yang dikuasai kekuatiran yang begitu besar akan mengalami kebimbangan. Kebimbangan terjadi karena ada banyak alternativ pilihan, dan kebimbangan akan menguasai hidup apabila seseorang tidak berani mengambil sebuah keputusan, membuat komitmen. Rasa kuatir menjadikan hidup tidak focus, hidup akan mandeg. Pribadi yang focus akan memiliki prioritas dalam hidup. Hidup membawa kita kepada pilihan: memilih Allah atau kesejahteraan dunia. Tuhan Yesus menegaskan, ”Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan diberikan kepadamu” (ayat 33). Kerajaan Allah adalah prioritas utama umat beriman. Allah dan kehendakNya menjadi kekayaan batin kita.
Allah adalah kekayaan yang paling mahal dalam kehidupan kita. Kehilangan Allah . berarti kita kehilangan segalanya. Marilah kita mohon kepada Allah agar berkenan menambah kepercayaan kepadaNya. Iman kepercayaan menjadikan kita berani berjuang dalam hidup dengan hati yang tidak terbagi.
"Let us face our crises with serenity. We recall our parents reassured us in the face of adversity. God sees everything. We remember that God secures us a million times over”
Salam dan berkat ,
Pastor. L. Setyo Antoro, SCJ
Pastor Gereja St Stefanus Cilandak Jakarta Selatan
|
|
|
February 26, 2011, 15:27
|
#153
|
|
\()"•)/
Join Date: Jun 2008
Posts: 55,331
WebPoint: 0 GaulPoint: 17188
|
Minggu, 27 Februari 2011
Hari Minggu Biasa VIII
Renungan
Pengantar
Saudara/i yang terkasih,
Siapa di antara Anda yang tidak ingin hidupnya bahagia dan sejahtera? Semua mengharapkan hidup yang demikian ya! Sudah tahu bagaimana cara atau resepnya agar hidup kita bahagia dan sejahtera? Baik. Silakan duduk dengan tenang selama 1 jam ke depan dan temukan jawabannya. Hari ini, di hari Minggu biasa VIII ini, Tuhan mengundang kita semua untuk berkumpul di sini. Ia hadir di tengah-tengah kita. Maka, marilah kita mendengarkan sabda-Nya yang akan memberi pencerahan kepada kita tentang bagaimana kita bisa hidup bahagia dan sejahtera. Maka, supaya kita lebih pantas dan layak menyambut-Nya dan mendengarkan sabda-Nya, marilah kita mempersiapkan diri kita.
Homili
Saudara/i yang terkasih,
Setelah mendengarkan bacaan-bacaan tadi, apakah Anda sudah menemukan cara atau resep hidup bahagia dan sejahtera? Sebenarnya sangat sederhana, meski tidak mudah dilaksanakan:
1. Kita akan bahagia jika tidak mempunyai kekuatiran yang berlebihan atas hidup kita. Sebab, kekuatiran yang berlebihan justru akan mendatangkan kecemasan dan mengusir kehabagiaan hidup kita. Maka, Yesus mengingatkan kepada kita, “Janganlah kamu kuatir akan hidupmu” (Mat 6:25). Ya, sebenarnya rasa kuatir yang positif dan tidak berlebihan itu tetap perlu agar kita rendah hati dan waspada serta mau mengandalkan diri kepada Tuhan dan meminta bantuan kepada orang lain sekaligus memberi bantuan kepada yang memburuhkan. Jadi, yang tidak perlu adalah kakuatiran yang berlebihan.
2. Sekarang, kita bisa bertanya: Apa yang menjadi jaminan sehingga kita tidak perlu kuatir secara berlebihan? Karena Tuhan menjamin hidup kita. “Aku tidak akan melupakan engkau” (Yes 49:15). Lha, buktinya apa kalau Tuhan menjamin hidup kita dan tidak pernah melupakan kita sehingga kita tidak perlu kuatir? Bacaan Injil memberi 4 bukti/penjelasan mengapa kita tidak perlu kuatir secara belebihan:
- Ay.26: Burung-burung saja dipelihara dan diberi makan kok, padahal tidak menabur, apalagi kita yang menabur (=bekerja)
- Ay.27: Kekuatiran tidak akan menambah umur menjadi lebih panjang tetapi justru sebaliknya. Rasa kuatir justru akan membuat orang menjadi lemah dan rmudah terserang penyakit.
- A.28-29: Bunga-bunga yang tidak bekerja dan menintal saja diberi keindahan kok, apalagi kita yang bekerja, bisa memintal, menjahit, dll. Tuhan senantiasa memperidah hidup kita, tidak hanya pada penampilan fisik tetapi juga pada jalan dan pengalaman hidup kita.
- Ay.31-32: Tuhan mahatahu akan segala kebutuhan kita.
3. Itu tadi resep untuk bahagia: tidak kuatir akan hidup kita karena Tuhan selalu menjaminnya. Sekarang, bagaimana halnya dengan kesejahteraan yang juga menjadi dambaan kita? Kita memang parcaya bahwa Tuhan menjamin hidup kita sehingga tidak perlu kuatir. Namun, apakah lantas kita menyerahkan semuanya begitu saja kepada Tuhan, tanpa berbuat apa-apa, toh Tuhan mencukupi semua kebutuhan kita. Tentu tidak demikian. Kita tahu, bahwa hidup kita akan berlangsung dengan baik bila ditata dan diatur agar mendapatkan yang kita butuhkan sehingga bahagia dan sejahtera. Maka, kepasrahan kepada Tuhan tidak melepaskan tugas untuk mengurus dan menata hidup kita, juga tidak mengizinkan sikap hidup malas. Kalau dikatakan agar kita jangan kuatir akan hari besok, itu tidak berarti kita tidak perlu memikirkan masa depan. Kita harus memikirkan masa depan. Namun, janganlah kita memikirkannya dengan dasar kakuatiran bahwa akan kekurangan sehingga menimbun sebanyak-banyaknya termasuk mengambil yang bukan hak kita dan tidak mau berbagi dengan sesama. Kalau demikian, bagaimana sebaiknya kita memikirkan hari ini dan masa depan?
4. Mari kita temukan jawabannya pada kotbah Yesus dalam bacaan Injil. Bacaan Injil dibuka dengan pernyataan, “Kamu tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. ... kepada Allah dan kepada mamon” (Mat 6:24) dan diakhiri dengan perintah tegas, “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Mat 6:33). Allah dan Kerajaan-Nya dengan mamon adalah dua hal yang berbeda tetapi tidak perlu dipertentangkan. Kerajaan Allah merupakan suasana hidup, di mana Allah hadir dan merajai kita sehingga kita hidup dalam cinta kasih, kerukunan, keadilan dan damai sejahtera. Ini yang harus kita cari/wujudkan. Sementara itu, mamon (=harta, jabatan) bisa kita jadikan sebagai salah satu sarana untuk mewujudkan Kerajaan Allah tersebut. Dengan demikian, kita tidak mengabdi Allah dan mamon. Kita hanya mengabdi Allah dan menjadikan mamon sebagai sarana untuk mengabdi Allah dan mewujudkan Kerajaan-Nya dalam hidup kita. Hal ini menuntut adanya solidaritas, empati dan semangat berbagi yang didasari cinta kasih demi terciptanya kehidupan bersama yang rukun, adil, damai dan sejahtera. Nah, kalau kita berbuat demikian, kekuatiran hidup tidak ada lagi karena melalui solidaritas dan berbagi dalam cinta kasih itu kita juga saling menjamin satu sama lain. Setiap orang tidak perlu kuatir karena kita saling menghargai, menghormati, menolong dan melengkapi kekurangan-kekurangan yang ada.
5. Maka, marilah kita mohon kepada Tuhan agar kita diberi iman yang teguh dan pangharapan yang kuat bahwa Tuhan selalu menjamin hidup kita sehingga kita tidak mempunyai kekuatiran yang berlebihan. Sekaligus, kita mohon supaya dapat mewujudkan Kerajaan-Nya di tengah-tengah kita dengan berusaha mewujudkan kerukunan, solidaritas, kadilan dan damai sejahtera.
|
|
|
February 27, 2011, 01:44
|
#154
|
|
dOuBLe RiCh
Join Date: May 2009
Posts: 309
WebPoint: 0 GaulPoint: 150
|
|
|
|
February 27, 2011, 01:46
|
#155
|
|
dOuBLe RiCh
Join Date: May 2009
Posts: 309
WebPoint: 0 GaulPoint: 150
|
UJUD KERASULAN DOA BULAN MARET 2011
Ujud Umum:
Semoga negara-negara di Amerika Latin berjalan dalam kesetiaan kepada Injil, serta berkembang dalam keadilan dan perdamaian
Ujud Misi:
Semoga Roh Kudus menerangi dan menguatkan kaum Kristiani di mana pun berada, terlebih yang sedang mengalami penganiayaan dan diskriminasi karena Injil
Ujud Gereja Indonesia:
Semoga niat-baik dan upaya tulus banyak pihak untuk merengkuh para penderita down syndrome sebagai bagian dari keluarga umat manusia semakin diteguhkan.
Bacaan Harian 28 Februari - 6 Maret 2011
Senin, 28 Februari 2011 : Hari Biasa Pekan VIII (H).
Sir. 17:24-29; Mzm. 32:1-2,5,6,7; Mrk. 10:17-27
Tuhan melimpahkan berkat-Nya kepada kita supaya kita bisa menjadi saluran berkat-Nya bagi orang-orang yang Ia kirim kepada kita. Tak boleh terjadi, kita begitu melekat dengan segala berkat yang kita dapatkan, sehingga menjadi penghalang hubungan kita dengan Tuhan.
Selasa, 01 Maret 2011: Hari Biasa Pekan VIII (H).
Sir 35:1-12; Mzm 50:5-8.14.23; Mrk 10:28-31
Yesus berjanji kepada orang-orang yang mengikuti Dia secara total, yang rela 'dikecilkan' dan dikucilkan demi kemuliaan nama-Nya, akan memperoleh hidup dalam kelimpahan. Yesus tentu mempunyai cara-Nya sendiri untuk memenuhi janji-Nya itu.
Rabu, 02 Maret 2011: Hari Biasa Pekan VIII (H).
Sir 36:1.4-5a.10-17; Mzm 79:8-9.11.13; Mrk 10:32-45
Nilai sebagai manusia di mata Yesus bukan terletak pada kedudukan, kehormatan, harta dan kekuasaan, melainkan pada sikap seorang hamba yang melayani sesama.
Kamis, 03 Maret 2011: Hari Biasa Pekan VIII (H).
Sir 42:15-25; Mzm 33:2-9; Mrk 10:46-52
Bartimeus, orang buta itu, begitu berharap akan belas kasih Yesus. Kendati mendapat halangan, ia tidak mundur. Ia malah berteriak lebih keras lagi. Jadi, kalau doa-doa kita masih menemui halangan, tekunlah berdoa, malah lebih keras lagi. Waktunya akan tiba, Yesus berujar: ”Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?”
Jumat, 04 Maret 2011: Jumat Pertama (P)
Sir 44:1.9-12; Mzm 149:1-6a.9b; Mrk 11:11-26
Yesus mengajak kita untuk terlebih dahulu mengampuni sesama supaya relasi kita dengan Tuhan semakin mantap tanpa halangan. Dengan keterbukaan hati mengampuni sesama, hati kita pun akan lebih mudah menerima rahmat pengampunan dari Bapa.
Sabtu, 05 Maret 2011: Hari Biasa Pekan VIII (H).
Sir 51:12-20; Mzm 19:8-11; Mrk 11: 27-33
Kuasa Yesus dipertanyakan oleh orang-orang yang bermaksud mencobai-Nya. Kita pun mungkin sering mengajukan pertanyaan-pertanyaan sejenis untuk membenarkan pendapat atau pendirian kita. Padahal, kita tidak akan mampu memahami Allah secara utuh. Kita tak mungkin dapat memasukkan Allah ke dalam 'otak' kita yang serba terbatas.
Minggu, 06 Maret 2011: Hari Minggu Biasa IX (H).
Ul 11:18.26-28.32; Mzm 31:2-4.17.25; Rm 3:21-25a.28; Mat 7:21-27
Doa dan liturgi hendaknya menjadi sarana bagi orang beriman untuk melakukan kehendak Bapa dalam kehidupan nyata. Jika semua itu hanya berhenti pada pemuasan batin, ada bahaya iman tak berbuah bagi sesama. Ingatlah seruan Yesus yang kita dengar hari ini: ”Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.”
|
|
|
February 27, 2011, 01:55
|
#156
|
|
\()"•)/
Join Date: Jun 2008
Posts: 55,331
WebPoint: 0 GaulPoint: 17188
|
Senin, 28 Februari 2011
Hari Biasa Pekan VIII
Di mana tidak ada cinta kasih, lakukanlah cinta kasih maka Anda akan menemukan cinta kasih (St. Yohanes dari Salib)
Antifon Pembuka
Alangkah besarnya belas kasih dan pengampunan Tuhan bagi semua yang berpaling kepada-Nya (Sir 17:29)
Doa Renungan
Allah Bapa kami yang mahakuasa dan kekal, hanya kepada-Mulah kami percaya dan berserah. Banyak hal yang akan kami jumpai dalam kehidupan dan mungkin tidak semuanya baik. Namun, bersama-Mu Tuhan, aku percaya akan dapat melalui semuanya itu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
Tuhan menyediakan kembali keselamatan dan kehidupan bagi mereka yang mau bertobat dan menjauhkan diri mereka dari segala kekejian dan kejahatan. Hanya mereka yang ‘hidup’-lah yang dapat terus memuji Tuhan dengan cara hidup yang benar dan selalu dipenuhi dengan pertobatan.
Pembacaan dari Kitab Putera Sirakh (17:24-29)
Bagi orang yang menyesal Tuhan membuka jalan kembali. Tuhan menghibur mereka yang kehilangan ketabahan. Berpalinglah kepada Tuhan dan lepaskanlah dosamu, berdoalah di hadapan-Nya dan berhentilah menghina. Kembalilah kepada Yang Mahatinggi dan berpalinglah dari yang durjana, dan hendaklah sangat membenci kepada kekejian. Siapa gerangan di dunia orang mati memuji Yang Mahatinggi sebagai pengganti orang yang hidup? Siapa gerangan mempersembahkan pujian di sana? Dari orang mati lenyaplah pujian, seperti dari yang tiada sama sekali. Sedangkan barangsiapa hidup dan sehat, ia memuji Tuhan. Alangkah besarnya belas kasihan serta pengampunan Tuhan bagi semua yang berpaling kepada-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Bersukacitalah dalam Tuhan dan bersorak sorailah, hai orang jujur.
Ayat. (Mzm 32:1-2.5.6.7; Ul: 11a)
1. Berbahagialah orang yang pelanggarannya diampuni dan dosa-dosanya ditutupi! Berbahagialah orang yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan, dan tidak berjiwa penipu!
2. Akhirnya dosa-dosaku kuungkapkan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata, “Aku akan menghadap Tuhan” dan mengaku segala pelanggaranku. Maka Engkau sudah mengampuni kesalahanku.
3. Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi ditimpa kesesakan; kendati banjir besar terjadi, ia tidak akan terlanda.
4. Engkaulah persembunyian bagiku, ya Tuhan! Engkau menjagaku terhadap kesesakan Engkau melindungi aku, sehingga aku luput dan bersorak.
Bait Pengantar Injil, do = g, 4/4, PS 963
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya, alleluya.
Sesudah ayat, Alleluya dilagukan dua kali.
Ayat. (2Kor 8:9)
Yesus Kristus telah menjadi miskin sekalipun Ia kaya, supaya kalian menjadi kaya berkat kemiskinan-Nya. Alleluya.
Hidup baik belumlah cukup untuk dapat mengikuti Yesus. Orang perlu menjadikan Yesus sebagai yang utama di atas segala yang dimiliki. Segala sesuatu perlu ditinggalkan jika menghalangi orang beriman kepada Yesus. Semuanya itu mungkin dilakukan jika orang menyertakan Tuhan dalam hidupnya.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (10:17-27)
"Juallah apa yang kaumiliki, dan ikutilah Aku."
Pada suatu hari Yesus berangkat meneruskan perjalanan-Nya. Maka datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia bertanya, “Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Yesus berkata kepadanya, “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain Allah! Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta dan jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu.” Kata orang itu kepada Yesus, “Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.” Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya, “Hanya satu lagi kekuranganmu: Pergilah, juallah apa yang kaumiliki, dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin. Maka engkau akan memperoleh harta di surga. Kemudian datanglah ke mari, dan ikutlah Aku.” Mendengar perkataan Yesus, orang itu menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyaklah hartanya. Lalu Yesus memandang murid-murid di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka, “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Murid-murid tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi, “Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah. Lebih mudah seekor unta melewati lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Para murid semakin gempar dan berkata seorang kepada yang lain, “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus memandang mereka dan berkata,”Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab bagi Allah segala sesuatu adalah mungkin.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
Renungan
Harta bisa menjadi jerat bagi kebebasan hati untuk mencintai yang Ilahi. Maka, hendaklah kita sungguh berhati-hati menyikapinya. Banyak orang merasa sudah melaksanakan semua perintah Allah sejak masa mudanya. Namun, hatinya dipenuhi dengan perhitungan dan nilai-nilai harta duniawi yang tak kunjung henti. Hatinya dijejali oleh hasrat kepuasan kenikmatan harta. Kalau demikian, dia sedang menyembah berhala!
Doa Malam
Guru yang baik, kuatkanlah aku untuk tidak terikat dengan apa yang kumiliki di dunia ini, agar aku memperolehnya kembali di surga kelak. Amin.
RUAH
|
|
|
February 28, 2011, 11:19
|
#157
|
|
\()"•)/
Join Date: Jun 2008
Posts: 55,331
WebPoint: 0 GaulPoint: 17188
|
Selasa, 01 Maret 2011
Hari Biasa Pekan VIII
”Kemuliaan Allah adalah manusia yang hidup sepenuhnya (Gloria Dei homo vivens est). - St Ireneus
Doa Renungan
Allah Bapa kami yang mahabaik, siapapun juga yang percaya kepada Yesus Putra-Mu, Kaucurahi Roh Kudus agar hati dan budinya menjadi suci dan murni, dibersihkan dari kuasa kegelapan dan dibebaskan dari kuasa jahat. Tinggallah di hati kami dan perbaharuilah hidup kami agar perbuatan baik dan luhurlah yang kami kerjakan, sehingga kami pun pantas ambil bagian dalam memuliakan nama-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau dan dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa. Amin.
Pembacaan dari Kitab Putra Sirakh (35:1-12)
"Tuhan berkenan kepada korban orang benar, dan ingatannya tidak akan dilupakan.”
Barangsiapa memenuhi hukum Taurat mempersembahkan banyak korban, dan orang yang memperhatikan segala perintah menyampaikan korban keselamatan. Orang yang membalas kebaikan mempersembahkan korban sajian dan yang memberikan derma menyampaikan korban syukur. Yang direlai oleh Tuhan ialah menjauhi kejahatan, dan menolak kelaliman merupakan korban penghapus dosa. Jangan tampil di hadirat Tuhan dengan tangan yang kosong, sebab semuanya wajib menurut perintah. Persembahan orang jujur melemaki mezbah, dan harumnya sampai ke hadapan Yang Mahatinggi. Tuhan berkenan kepada korban orang benar, dan ingatannya tidak akan dilupakan. Muliakanlah Tuhan dengan kemurahan, dan buah bungaran di tanganmu janganlah kausedikitkan. Sertakanlah muka yang riang dengan segala pemberianmu, dan bagian sepersepuluh hendaklah kaukuduskan dengan suka hati. Berikanlah kepada Yang Mahatinggi berpadanan dengan apa yang la berikan kepadamu, dengan murah hati dan sesuai dengan hasil tanganmu. Sebab Dia itu Tuhan pembalas, dan engkau akan dibalas-Nya dengan tujuh lipat. Jangan mencoba menyuap Tuhan, sebab tidak diterima-Nya, dan janganlah percaya pada korban kelaliman! Sebab Tuhan adalah Hakim, yang tidak memihak.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Orang yang jujur jalannya, akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah.
Ayat. (Mzm 50:5-6.7-8.14.23)
1. ”Bawalah ke mari orang-orang yang Kukasihi, yang mengikat perjanjian dengan Daku, perjanjian yang dikukuhkan dengan kurban sembelihan!” Maka langit memberitakan keadilan-Nya: Allah sendirilah Hakim!
2. ”Dengarlah, hai umat-Ku, Aku hendak berfirman! Dengarkanlah, hai Israel, Aku hendak bersaksi terhadap kamu: Akulah Allah, Allahmu! Bukan karena kurban sembelihan engkau Kuhukum, sebab kurban bakaranmu senantiasa ada di hadapan-Ku!
3. Persembahkanlah syukur sebagai kurban kepada Allah, dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi. Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai kurban, ia memuliakan Daku; dan siapa yang jujur jalannya, akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah!
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat.
Terpujilah Engkau Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (10:28-31)
"Sekalipun disertai penganiayaan, pada masa ini juga kalian akan menerima kembali seratus kali lipat dan di masa datang menerima hidup yang kekal."
Setelah Yesus berkata betapa sukarnya orang kaya masuk Kerajaan Allah, berkatalah Petrus kepada Yesus, “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Engkau.” Maka Yesus menjawab, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, barangsiapa meninggalkan rumah, saudara-saudari, ibu atau bapa, anak-anak atau ladangnya, pada masa ini juga ia akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak-anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan; dan di masa datang ia akan menerima hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Sebelum naik mobil, si bungsu bertanya dengan lugu, "Kak, kapan pulang dan main petak umpet lagi denganku? Dedek tunggu ya....." Aliaran air mata hangat bergulir di kedua belah pipi Boni. Ia tak kuasa menjawab adiknya. Mobil tua itu bergerak perlahan meninggalkan gerbang seminari. Boni melambaikan tangan pada keluarga yang dicintainya. Dalam hatinya terucap doa, "Yesus, inilah aku, untuk_mu. Kuserahkan keluargaku, seluruhnya juga bagi-Mu."
Sepuluh tahun berlalu. Sore itu Boni melangkahkan kaki ke altar kudus untuk menerma tahbisan suci. Setelah tahbisan yang agung itu, dia mendapat banyak salam hangat dari para pembimbing di seminari yang sudah menjadi seperti ayahnya, dari para suster pengelola rumah tangga yang bak ibu yang memperlihatkan dan mengasihinya, juga dari para frater yang sudah seperti adik-adiknya. Teman-teman lama dan baru juga berdatangan. Dengan wajah berseri semua hadir untuk memberi selamat. Setelah semua salam mereda, dilihatnya di ujung Gereja, orang tuanya, neneknya, kakak dan adiknya, juga si bungsu Dedek, yang kini sudah menjadi remaja tampan. Mereka menunggunya. Segera Boni berlari ke pelukan hangat dan penuh kasih dari orang-orang yang dicintai dan mencintainya. Mereka masih ada di sana, dan masih ada banyak lagi yang lain.
Janji Yesus dalam Injil hari ini bukanlah teori kosong, tapi janji yang nyata. Mereka yang meninggalkan orang dan milik yang dikasihinya demi Yesus, akan menerima seratus kali lipat sekarang ini dan kelak akan menerima kehidupan kekal. Ini bukan berarti kita diajak untuk bermental barter. "aku memberi, engkau pun harus memberi." Bukan. yesus mau menunjukkan bahwa rahmat Allah lebih berlimpah daripada apa yang kita korbankan. Boni mengorbankan keluarganya, namun dia mendapat kembali lebih banyak anggota, dan keluarganya tetap ada bersama dia.
Kita mesti berani berkorban bagi Allah seperti Boni. Sering kali kita takut kehilangan segala-galanya. Jika kita takut apa yang kita "miliki" akan tetap terbatas, namun jika berani demi Yesus, kita akan "memiliki" lebih banyak. Santo Yohanes dari Salib mengajar, "Untuk memiliki SEGALA, kita harus berani meninggalkan segala."
Tuhan Yesus, jadikanlah hidupku menjadi pancaran kemuliaan-Mu dan kemuliaan Bapa di surga. Amin.
Oase Rohani 2011, Renungan dan Catatan Harian
|
|
|
March 01, 2011, 01:31
|
#158
|
|
\()"•)/
Join Date: Jun 2008
Posts: 55,331
WebPoint: 0 GaulPoint: 17188
|
Rabu, 02 Maret 2011
Hari Biasa Pekan VIII
Tujuan kehidupan yang berkebajikan ialah menjadi serupa dengan Allah (St. Gregorius dari Nisa)
Antifon Pembuka
Semoga semua penghuni bumi mengakui, bahwa Engkaulah Tuhan, Allah yang kekal (Sir 36:17)
Doa Pagi
Allah Bapa yang kekal dan kuasa, tambahkanlah semangatku untuk berani memberi kesaksian kepada sesama, bahwa Engkaulah Allah, melalui tingkah lakuku sepanjang hari ini. Amin.
Kemampuan Allah akan melampaui pemikiran manusia. Dalam doa ini terungkap keyakinan manusia yang mendalam bahwa Allah mampu mempersatukan umat beriman yang tercerai berai.
Pembacaan dari Kitab Putera Sirakh (36:1.4-5a.10-17)
"Penuhilah Sion dengan pujian karena perbuatan-Mu yang perkasa, dan penuhilah bait-Mu dengan kemuliaan-Mu."
Kasihanilah kami, ya Penguasa, Allah semesta alam, pandanglah kami dan curahkanlah kedahsyatan-Mu atas segala bangsa. Hendaklah Engkau membaharui tanda dan mengulang mukjizat, agar para bangsa mengakui, sebagaimana kami telah mengakui, bahwa tiada Allah kecuali Engkau, ya Tuhan. Sudilah mengumpulkan segala suku Yakub serta mengembalikan kepada mereka tanah pusakanya seperti sediakala. Kasihanilah umat yang disebut menurut nama-Mu, yaitu Israel, yang telah Kausamakan dengan anak sulung. Kasihanilah kota-Mu yang kudus, yaitu Yerusalem, kota tempat istirahat-Mu. Penuhilah Sion dengan pujian karena perbuatan-Mu yang perkasa, dan penuhilah bait-Mu dengan kemuliaan-Mu. Berikanlah kesaksian tentang makhluk-makhlukmu yang pada awal mula Kauciptakan, dan penuhilah segala nubuat yang telah dibawakan atas nama-Mu. Berikanlah ganjaran kepada mereka yang menantikan Dikau, dan buktikanlah kebenaran segala nabi-Mu. Ya Tuhan, dengarkanlah doa hamba-hamba-Mu ini sesuai dengan berkat Harun atas umat-Mu. Semoga semua penghuni bumi ini mengakui, bahwa Engkaulah Tuhan, Allah yang kekal.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Tunjukkanlah kepada kami, ya Tuhan, cahaya belas kasih-Mu.
Ayat. (Mzm 79:8.9.11.13)
1. Janganlah perhitungkan kepada kami kesalahan nenek moyang! Kiranya rahmat-Mu segera menyongsong kami, sebab sudah sangat lemahlah kami.
2. Demi kemuliaan nama-Mu, tolonglah kami, ya Allah penyelamat! Lepaskanlah kami, dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu!
3. Biarlah sampai ke hadapan-Mu keluhan orang tahanan; sesuai dengan kebesaran tangan-Mu, biarkanlah hidup orang-orang yang ditentukan untuk mati dibunuh!
4. Maka kami, umat-Mu, dan kawanan domba gembalaan-Mu, akan bersyukur kepada-Mu untuk selama-lamanya, dan akan memberitakan puji-pujian bagi-Mu turun temurun.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Putera Manusia datang untuk melayani dan menyerahkan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi semua orang.
Apa yang dipikirkan Allah berbeda dengan apa yang dipikirkan oleh manusia. Misi Yesus akan diselesaikan dengan pelayanan, bukan dengan kekuasaan sebagaimana yang dipikirkan oleh Yakobus dan Yohanes. Keluhuran nama seorang murid Yesus, bukan dalam kekuasaan, melainkan dalam melayani.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (10:32-45)
"Sekarang kita pergi ke Yerusalem, dan Anak Manusia akan diserahkan."
Sekali peristiwa Yesus dan murid-murid-Nya sedang dalam perjalanan ke Yerusalem. Yesus berjalan di depan. Para murid merasa cemas dan orang-orang yang mengikuti Dia dari belakang pun merasa takut. Sekali lagi Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan Ia mulai mengatakan kepada mereka apa yang akan terjadi atas diri-Nya. Yesus berkata, “Sekarang kita pergi ke Yerusalem, dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat. Mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Ia akan diolok-olok, diludahi, disesah dan dibunuh, dan sesudah tiga hari Ia akan bangkit.” Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus. Mereka berkata, “Guru, kami harap Engkau mengabulkan suatu permohonan kami.” Jawab Yesus, “Apakah yang kalian ingin Kuperbuat bagimu?” Mereka menjawab, “Perkenankanlah kami ini duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri-Mu.” Tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Kalian tidak tahu apa yang kalian minta. Sanggupkah kalian meminum piala yang harus kuminum? Dan dibaptis dengan pembaptisan yang harus Kuterima?” Mereka menjawab, “Kami sanggup.” Yesus lalu berkata kepada mereka, “Memang, kalian akan meminum piala yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima. Tetapi hal duduk di sebelah kanan atau kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang yang baginya telah disediakan.” Mendengar itu, kesepuluh murid yang lain menjadi marah kepada Yakobus dan Yohanes. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata, “Kalian tahu, bahwa orang-orang yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tetapi janganlah demikian di antara kalian! Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kaian, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kalian, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Sebab Anak Manusia pun datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi orang banyak.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
Renungan
Ambisi untuk mendapatkan suatu jabatan publik bisa saja membuat seseorang menjadi buta. Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, meminta jabatan publik di tengah-tengah pemberitahuan Yesus tentang penderitaan yang akan ditanggung-Nya. Yesus menjelaskan bahwa jabatan publik itu bagaikan suatu piala penderitaan, karena hakikatnya adalah melayani, bukan sebaliknya. Itulah kata kunci aktivitas kristiani.
Doa Malam
Yesus, kerelaan-Mu untuk menjadi manusia dan memberikan nyawa sebagai tebusan bagi banyak orang, mendidik aku untuk rendah hati dan bersedia melayani daripada dilayani. Terimakasih ya Yesus. Amin.
RUAH
|
|
|
March 02, 2011, 04:17
|
#159
|
|
\()"•)/
Join Date: Jun 2008
Posts: 55,331
WebPoint: 0 GaulPoint: 17188
|
Kamis, 03 Maret 2011
Hari Biasa Pekan VIII
"Kuatkanlah hatimu, berdirilah, Ia memanggil Engkau" (Mrk 10:49b)
Doa Renungan
Tuhan Yesus Kristus, Engkau memanggil kami sesuai dengan keunggulan pribadi kami, agar dapat Kau pergunakan menjadi pengantara rahmat dan berkat. Sahabat kamipun meneguhkan kami seperti halnya Bartimeus didukung oleh teman-temannya, "Kuatkanlah hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau." Tuhan, kuatkanlah hati kami ketika kami lemah, ragu dan kurang yakin. Sebab Engkaulah Tuhan, Pengantara kami. Amin.
Pembacaan dari Kitab Putra Sirakh (42:15-25)
Dengan kebesaran-Nya la menebalkan awan-awan, dan terpecahlah batu-batu es. Kepada orang-orang-Nya yang kudus Tuhan tidak memberikan kemampuan untuk menceritakan segala buatan-Nya yang mengagumkan, yang telah ditentukan Tuhan alam semesta, supaya jagat raya didukung dengan kemuliaan-Nya. Bagaikan garam embun beku ditaburkan Tuhan, yang menjadi mata duri karena kedinginan. Yang sudah-sudah diberitahukan-Nya dan juga apa yang datang, dan bekas dari apa yang tersembunyipun disingkapkan-Nya. Bertiuplah angin utara yang dingin, dan di atas air terbentuklah es, Duduklah ia di atas setiap kumpulan air yang dilapisi seolah-olah dengan baju zirah. Angin utara menelan gunung-gemunung dan menghanguskan padang gurun, dan perumputan dimakannya seperti nyala api. Semuanya cepat disembuhkan oleh kabut, dan sesudah panas terik semua disegarkan embun. Samudera raya diteduhkan oleh Tuhan dengan pikiran-Nya, dan di dalamnya pulau-pulau ditanam oleh-Nya. Oleh Tuhan maka pesuruh-Nya berhasil, dan karena firman-Nya semuanya rapih teratur. Yang satu menguatkan kebaikan dari yang lain, dan siapa gerangan pernah kenyang-kenyang memandang kemuliaan Tuhan? Kebanggaan langit yang tinggi ialah cakrayala terang-benderang, dan langit kelihatan sebagai tontonan yang mulia.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Oleh firman Tuhan langit telah dijadikan.
Ayat. (Mzm 33:2-3.4-5.6-7.8-9)
1. Bersyukurlah kepada Tuhan dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali! Nyanyikanlah bagi-Nya lagu yang baru; petiklah kecapi baik-baik mengiringi sorak dan sorai!
2. Sebab firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan. Ia senang kepada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia-Nya.
3. Oleh firman Tuhan langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya diciptakan segala tentara-Nya. Ia mengumpulkan air laut seperti dalam kantung, samudera raya ditaruhnya dalam bejana.
4. Biarlah seluruh bumi takut kepada Tuhan, biarlah segenap penduduk dunia gentar terhadap-Nya! Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Yoh 18:12b)
Akulah cahaya dunia. Barangsiapa mengikuti Aku, hidup dalam cahaya abadi.
Iman itu mempunyai kekuatan yang dahsyat. Berkat iman, Bartimeus si buta mmperoleh keselamatan Allah. Ia dapat melihat dan mengalami hidup yang serba baru. Dengan menanggalkan jubahnya, Bartimeus bertekad meninggalkan kehidupan yang lama dan mengenakan hidup yang baru dalam kasih Yesus yang diikutinya.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (10:46-52)
"Rabuni, semoga aku dapat melihat."
Pada suatu hari Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Yerikho. Ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan.Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!"Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku!"Lalu Yesus berhenti dan berkata: "Panggillah dia!" Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: "Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau."Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus. Tanya Yesus kepadanya: "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang buta itu: "Rabuni, supaya aku dapat melihat!"Lalu kata Yesus kepadanya: "Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!" Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
Renungan
Ada seorang pengemis buta yang selalu datang minta makan dan uang ke sebuah biara. Dia membawa tongkat putih yang bisa dilipat. Berbulan-bulan secara rutin pengemis buta ini datang meminta sedekah dan selalu diberi oleh penghuni biara. Suatu hari, salah seorang biarawan secara kebetulan bertemu si pengemis ini di bus kota. Ternyata si pengemis tidak buta. Biarawan ini tentu saja sangat heran. Karena penasaran, sang biarawan bertanya, ”Maaf, Bapak kan orang buta yang biasa datang mengemis di rumah kami?” Tentu saja orang buta itu terkejut dan malu. Kemudian ia menjawab dengan santai, ”Betul, tapi hari ini saya libur, tidak sedang kerja!”
Bartimeus adalah seorang yang sungguh buta matanya, tidak seperti pengemis buta gadungan itu. Bertahun-tahun Bartimeus tidak dapat melihat apa pun. Dunianya gelap gulita. Ia memang buta, tetapi ia memiliki mata iman yang baik. Dengan mata imannya pula, Bartimeus dapat melihat bahwa Yesus adalah Sang Mesias. Ia yakin bahwa Yesus dapat melakukan apa pun yang dimintanya. Keyakinan Bartimeus benar adanya. Yesus berkata, ”Imanmu telah menyelamatkan engkau!”
Umumnya kita beruntung karena memiliki mata yang awas, dapat melihat segala sesuatu dengan baik. Lebih beruntung lagi apabila kita memiliki mata iman seperti Bartimeus. Dengan mata iman yang baik, kita menjadi lebih mampu melihat kebaikan orang lain dan lebih-lebih mampu melihat kehadiran Tuhan dalam hidup kita.
Allah Bapa yang mahabaik, berilah aku iman yang kuat sehingga selalu mampu melihat kebesaran serta kebaikan-Mu dalam hidupku. Amin.
Ziarah Batin 2011, Renungan dan Catatan Harian

|
|
|
March 03, 2011, 02:06
|
#160
|
|
\()"•)/
Join Date: Jun 2008
Posts: 55,331
WebPoint: 0 GaulPoint: 17188
|
Jumat, 04 Maret 2011
Jumat Pertama Dalam Bulan
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. (Mat 11:28)
Antifon Pembuka
Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan. Pujilah Dia dalam himpunan umat-Nya (Mzm 149:1)
Doa Renungan
Allah Bapa yang mahabaik, betapa engkau mengasihi kami lebih dari segalanya. Ketika kami dalam kesulitan, Engkau mengundang kami datang kepada-Mu untuk menyerahkan semuanya pada-Mu. Engkau berjanji akan memberikan kelegaan bagi kami. Semoga kami dapat mengalami pemeliharaan-Mu yang besar dalam segala usaha kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
Hidup kita berasal dari kebaikan orang lain. Kita menemukan warisan berharga dari para leluhur kita. Oleh karena itu, hidup mereka tidak hanya pantas diagungkan, melainkan juga perjuangan mereka layak dicontoh.
Pembacaan dari Kitab Putera Sirakh (44:1.9-12)
Kami hendak memuji orang-orang termasyhur, para leluhur kita, menurut urut-urutannya. Di antara mereka ada yang tidak diingat lagi, yang lenyap seolah-olah tidak pernah ada. Mereka itu seolah-olah tidak pernah dilahirkan, dan demikian pula nasib anak-anak mereka sesudahnya. Tetapi yang lain adalah orang kesayangan, yang kebajikannya tidak sampai terlupa. Semuanya tetap tinggal pada keturunannya sebagai warisan baik yang berasal dari mereka. Keturunannya tetap setia kepada perjanjian-perjanjian, dan anak-anak mereka pun demikian pula keadaannya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan berkenan kepada umat-Nya.
Ayat. (Mzm 149:1-2.3-4.5-6a.9b)
1. Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu yang baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh! Biarlah Israel bersukacita atas Pencipta-Nya biarlah Sion bersorak sorai atas raja mereka.
2. Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi! Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang yang rendah hati dengan keselamatan.
3. Biarlah orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak sorai di atas tempat tidur! Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka. Itulah semarak bagi orang yang dikasihi Allah.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Aku telah memilih kalian dari dunia, agar kalian pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap. Alleluya.
Bait Allah merupakan tempat kehadiran Allah yang menyelamatkan. Namun mereka menyalahgunakannya untuk mencari keuntungan. Sehingga hidup mereka bagaikan pohon ara yang tidak berbuah. Yesus ingin mengembalikan fungsi Bait Allah sebagaimana mestinya.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (11:11-26)
"Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa."
Pada waktu Yesus tiba di Yerusalem, Ia masuk ke Bait Allah, dan meninjau semuanya. Tetapi karena hari sudah hampir malam, Ia keluar ke Betania bersama kedua belas murid-Nya. Keesokan harinya, sesudah mereka itu meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu tiba di situ Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. Maka Yesus berkata kepada pohon itu, “Jangan lagi seorang pun makan buahmu selama-lamanya!” Ucapan itu terdengar pula oleh para murid. Maka Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Yerusalem. Sesudah masuk ke Bait Allah, mulailah Yesus mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkan-Nya, dan Ia tidak mengizinkan orang membawa barang-barang melintasi halaman Bait Allah. Lalu Ia mengajar mereka, “Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kalian ini telah menjadikannya sarang penyamun!” Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mendengar tentang peristiwa itu. Maka mereka berusaha untuk membinasakan Yesus. Tetapi mereka takut kepada-Nya, sebab mereka melihat orang banyak takjub akan pengajaran-Nya. Menjelang malam mereka keluar lagi dari kota. Pagi-pagi Yesus dan murid-murid-Nya lewat, dan melihat bahwa pohon ara itu sudah kering sampai ke akar-akarnya. Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu berkata kepada Yesus, “Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering.” Yesus menjawab mereka: “Percayalah kepada Allah! Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barang siapa berkata kepada gunung itu, “Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut”, maka hal itu akan terjadi, asal ia tidak bimbang hati, tetapi percaya bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi. Karena itu Aku berkata kepadamu, apa saja yang kalian minta dan kalian doakan, akan diberikan kepadamu, asal kalian percaya bahwa kalian akan menerimanya. Dan jika kalian berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di surga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.” Tetapi jika kalian tidak mengampuni, maka Bapamu yang di surga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
Renungan
Kekuatan kata-kata Yesus menjadikan pohon ara tersebut kering kerontang. Wibawa kata-kata Yesus membuat imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat menangguhkan aksi pembunuhan terhadap-Nya. Namun, kata-kata yang paling berarti bagi manusia adalah sabda pengampunan dari Allah, dalam diri Yesus Kristus. Sebab, itulah rangkuman seluruh karya penebusan-Nya. Pengampunan adalah sikap dasar kekristenan.
Doa Malam
Syukur pada-Mu ya Tuhan, atas bimbingan-Mu. Dengan selamat kami bisa melalui hari ini bersama Engkau. Ampunilah kekurangan dan kesalahan kami dan kurniakanlah berkat-Mu untuk menyongsong hari esok. Amin.
RUAH
|
|
|
March 04, 2011, 04:20
|
#161
|
|
\()"•)/
Join Date: Jun 2008
Posts: 55,331
WebPoint: 0 GaulPoint: 17188
|
Sabtu, 05 Maret 2011
Hari Biasa Pekan VIII
Kuasa Yesus berasal dari Allah. Namun Yesus tidak mau menjawab pertanyaan orang-orang Yahudi karena ketidakpercayaan mereka. Jawaban ‘tidak tahu’ menjadi senjata untuk membela diri dari kebenaran sabda dan tindakan Yesus. Mereka lupa bahwa Kebenaran (Yesus) adalah kuasa yang tertinggi.
Doa Renungan
Allah Bapa kami yang kekal dan kuasa, Engkau berkenan menggembirakan semua orang yang membuka hatinya terhadap sabda-Mu. Kami mohon, semoga daya pembebasan-Mu menguasai diri kami serta menjadikan kami orang-orang yang berkenan di hati-Mu. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, kini dan sepanjang segala masa. Amin.
Pembacaan dari Kitab Putera Sirakh (51:12-20)
Aku hendak bersyukur kepada-Mu serta memuji Engkau dan memuji nama Tuhan. Ketika aku masih muda dan sebelum mengadakan perjalananku, maka kebijaksanaan telah kucari dengan sungguh dalam sembahyangku. Di depan Bait Allah telah cara kupohonkan dan sampai akhir hidup akan kukejar. Hatiku bersukacita atas kebijaksanaan, karena bunganya yang bagaikan buah anggur yang masak. Kakiku melangkah di jalan yang lurus, dan sejak masa mudaku telah kuikuti jejaknya. Hanya sedikit saja kupasang telingaku, lalu mendapatinya, dan memperoleh banyak pengajaran bagi diriku. Aku maju di dalamnya, dan kuhormati orang yang memberikan kebijaksanaan kepadaku. Sebab aku berniat melakukannya, dengan rajin kucari apa yang baik dan aku tidak dikecewakan. Hatiku memperjuangkan kebijaksanaan, dan dengan teliti kulaksanakan hukum Taurat. Tanganku telah kuangkat ke sorga, dan aku menyesal karena kurang tahu akan dia. Hatiku telah kuarahkan kepada kebijaksanaan, dan dengan kemurnian hati telah kutemukan. Sejak awal mula kuikatkan hatiku padanya, dan karenanya aku tidak ditinggalkan.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan, do = f, 2/4, PS 853
Ref. Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah Roh dan kehidupan.
Ayat. (Mzm 19:8.9.10.11; Ul: 9a)
1. Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan Tuhan teguh, memberikan hikmat kepada orang bersahaja.
2. Titah Tuhan itu tepat, menyukakan hati; perintah Tuhan itu murni, membuat mata ceria.
3. Takut akan Tuhan itu suci, tetap untuk selama-lamanya; hukum-hukum Tuhan itu benar, adil selalu.
4. Lebih indah daripada emas, bahkan daripada emas tua; dan lebih manis daripada madu, bahkan daripada madu tetesan dari sarang lebah.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Semoga sabda Kristus tinggal dalam diri kalian secara melimpah. Bersyukurlah dengan perantaraan Kristus kepada Allah Bapa kita.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (11:27-33)
"Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu?"
Beberapa waktu sesudah mengusir para pedagang dari halaman Bait Allah, Yesus dan murid-murid-Nya tiba kembali di Yerusalem. Ketika Yesus sedang berjalan-jalan di halaman Bait Allah, datanglah kepada-Nya imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan kaum tua-tua. Mereka bertanya kepada Yesus, “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?” Yesus menjawab mereka, “Aku akan mengajukan satu pertanyaan kepada kalian. Jawablah Aku, dan Aku akan mengatakan dengan kuasa mana Kulakukan hal-hal itu. Pembaptisan Yohanes itu dari surga atau dari manusia? Jawablah!” Mereka memperbincangkannya seraya berkata, “Jikalau kita katakan ‘Dari Allah’, Ia akan berkata, ‘Kalau begitu, mengapa kalian tidak percaya kepadanya? Tetapi, masakan kita katakan ‘Dari Manusia’.” Sebab mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul seorang nabi. Maka mereka menjawab kepada Yesus, “Kami tidak tahu.” Maka kata Yesus kepada mereka, “Jikalau demikian, Aku pun takkan mengatakan kepada kalian, dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
Renungan
Saudara-saudari terkasih, berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
• Bermain sandiwara atau menipu diri pada suatu saat akan ketahuan juga, itulah yang terjadi dengan imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua. Mereka tahu dari masa kuasa yang dimiliki oleh Yesus dalam rangka mengadakan aneka mujijat dan penyembuhan, namun pura-pura tak tahu untuk menjebak Yesus. Namun Yesus tahu pikiran jahat mereka, maka Ia menanggapi dengan pertanyaan kepada mereka:"Baptisan Yohanes itu dari sorga atau dari manusia?'. Mereka tak berani menjawab meskipun mereka tahu bahwa baptisan Yohanes dari sorga karena mereka tak percaya. Begitulah sikap para tokoh yang takut kehilangan pengikut sehingga suka berbohong dan ketika diketahuinya kebohongannya mereka semakin berbohong, suka bermain sandiwara diketahui permainannya semakin bersandiwara. Maka dengan ini kami berharap kepada para tokoh masyarakat, politikus, pejabat atau petinggi untuk tidak berbohong atau bermain sandiwara dalam kehidupan. Jawaban `kami tidak tahu' akan muncul dari mulut anda ketika anda dikejar perihal kebohongan atau permainan sandiwara anda. Marilah kita dengan rendah hati dan jujur berani mengakui dan menghayati kelemahan dan kerapuhan kita, dan tidak merasa tersaing atau tersingkir ketika muncul orang/tokoh yang melebihi kemampuan kita, melainkan bersyukur dan berterima kasih. Kepada anda semua yang jujur dan tidak suka berbohong, hendaknya dengan tenang dan sabar menanggapi aneka jebakan yang ingin menjatuhkan anda.
• "Maka dari itu aku hendak bersyukur kepada-Mu serta memuji Engkau dan memuji nama Tuhan. Ketika aku masih muda dan sebelum mengadakan perjalananku, maka kebijaksanaan telah kucari dengan sungguh dalam sembahyangku" (Sir 51:12-13)Kutipan ini kiranya baik menjadi bahan permenungan atau refleksi bagi generasi muda atau mereka yang sedang bertugas belajar di tingkat apapun. Kepada mereka yang sedang bertugas belajar kami harapkan belajar dengan sungguh-sungguh, membuka diri terhadap aneka kemungkinan dan kesempatan untuk tumbuh berkembang. Dengan kata lain kami harapkan bersikap mental sebagai pembelajar yang tinggi. Kami berharap selain belajar dari atau melalui apa yang diajarkan di sekolah, juga belajar dari aneka pengalaman hidup sehari-hari, dalam aneka pergaulan dan kebersamaan dengan orang lain. Ingatlah dan sadari bahwa aneka macam teori atau ajaran yang disampaikan di sekolah berasal atau digali dari pengalaman hidup konkret sehari-hari. Selain belajar hendaknya juga tidak dilupakan berdoa, sebagaimana diingatkan oleh penulis kitab Sirakh bahwa "kebijaksanan telah kucari dengan sungguh dalam sembahyangku". Belajar dan berdoa hendaknya tidak dipisahkan dan hanya dapat dibedakan, artinya semakin banyak belajar hendakanya juga semakin berdoa, semakin berdoa hendaknya juga semakin giat belajar. Dengan kata lain doa menjiwai belajar dan belajar menjiwai doa. Dengan cara itu kami yakin anda akan sampai pada suatu kebajikan yang ada kemungkinan berkembang menjadi kebijakan dan kebijaksanaan. Semoga kita semua memiliki semangat `belajar terus-menerus', on going education/formation. Maka bagi yang sudah bekerja atau berkarya hendaknya juga dengan semangat belajar setiap kali menerima tugas-tugas baru, atau fungsi atau kedudukan baru dalam pekerjaan.
Tuhan, bukalah hatiku untuk menerima kegembiraan serta kebebasan hukum-Mu dalam hidupku. Ajarkan juga aku jalan-jalan-Mu sehingga aku tumbuh dalam kebenaran Sabda-Mu. Amin.
Ign Sumarya, SJ
|
|
|
March 05, 2011, 04:44
|
#162
|
|
\()"•)/
Join Date: Jun 2008
Posts: 55,331
WebPoint: 0 GaulPoint: 17188
|
Minggu, 06 Maret 2011
Hari Minggu Biasa IX
DATANG, MENDENGARKAN, DAN MELAKSANAKAN
Antifon Pembuka
Arahkanlah wajah-Mu kepadaku dan kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab aku sebatang kara dan malang. Perhatikanlah sengsara dan kesukaranku, hapuskanlah segala kesesatanku.
Doa Renungan
Allah Bapa yang Mahaagung, penyelenggaraan-Mu yang bijaksana tak mungkin mengecewakan. Dengan rendah hati kami mohon, singkirkanlah segala yang merugikan dan anugerahkanlah segala yang membantu dan menguntungkan kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami, yang bersama Engkau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.
Pembacaan dari Kitab Ulangan (11:18.26-28.32)
"Hari ini aku menghadapkan kepadamu berkat dan kutuk."
Tetapi kamu harus menaruh perkataanku ini dalam hatimu dan dalam jiwamu; kamu harus mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu. Lihatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini berkat dan kutuk: berkat, apabila kamu mendengarkan perintah Tuhan, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini; dan kutuk, jika kamu tidak mendengarkan perintah Tuhan, Allahmu, dan menyimpang dari jalan yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal. Maka haruslah kamu melakukan dengan setia segala ketetapan dan peraturan yang kupaparkan kepadamu hari ini."
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan, do = c, 2/4, PS 847
Ref. Tuhan penjaga dan benteng perkasa dalam lindungan-Nya aman sentosa.
Ayat. (Mzm 31:2-3a.3bc-4.17+25; Ul: 3b)
1. Pada-Mu, ya Tuhan, aku berlindung, jangan sekali-kali aku mendapat malu. Luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, bersegeralah melepaskan daku!
2. Jadilah bagiku gunung batu tempat berlindung, dan kubu pertahanan untuk menyelamatkan daku! Sebab Engkaulah bukit batu dan pertahananku; oleh karena nama-Mu, Engkau akan menuntun dan membimbing aku.
3. Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua yang berharap kepada Tuhan.
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma (3:21-25a.28)
"Manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat."
Saudara-saudara, tanpa hukum Taurat, kebenaran Allah ini telah dinyatakan, seperti disaksikan dalam Kitab Taurat dan kitab-kitab para nabi, yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada pembedaan. Semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia Allah, semua telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pembenaran karena iman, dalam darah-Nya. Sebab kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Bait Pengantar Injil, do = bes, PS 954
Ref. Alleluya.
Ayat. (Yoh 15:5)
Aku inilah pokok anggur, kamulah rantingnya. Tinggallah beserta-Ku, maka aku tinggal beserta-Mu, dan kamu akan berbuah banyak.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (7:21-27)
"Rumah yang didirikan di atas wadas dan rumah yang didirikan di atas pasir."
Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata, "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku, 'Tuhan, Tuhan!' akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak bapa-Ku di surga. Pada hari terakhir, banyak orang akan berseru kepada-Ku, 'Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu dan mengadakan banyak mukjizat demi nama-Mu juga?' Pada waktu itu, Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata, 'Aku tidak pernah mengenal kalian! Enyahlah dari pada-Ku, kalian semua pembuat kejahatan!'" Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya pula, ia sama dengan orang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas wadas. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak roboh sebab didirikan di atas wadas. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataanku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang bodoh yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga robohlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Saudara-saudari kaum beriman,
Ketika menyaksikan berita tentang bencana alam gempa ataupun tsunami, ada kalanya kita menemukan sesuatu yang mengejutkan, menyentuh dan mengharukan. Salah satu yang menarik perhatian kita adalah karena kita dapat melihat mukjizat di baliknya. Di tengah situasi kehancuran akibat bencana, kita masih bisa melihat ada sebuah bangunan yang tetap kokoh berdiri. Bangunan yang kuat itulah yang kemudian menjadi penyelamat beberapa orang. Dalam setiap kotbah-Nya, Yesus menegaskan dua plihan hidup terhadap sabda Allah. Pengikut-Nya harus memilih antara jalan sempit atau jalan lebar; Allah atau Mammon; Roh atau daging; Hidup atau maut; terang atau gelap. Di dalam Injil hari ini Yesus juga memberikan kita dua pilihan sikap di dalam kehidupan, mau membangun rumah di atas batu atau di atas pasir. Setiap orang yang mau mendengarkan perkataan Allah dan melaksanakannya, ia sama seperti orang yang mendirikan rumah di atas batu.
Demikian halnya Musa di dalam Perjanjian Lama juga menyampaikan hal yang sama. ”Berkat; apabila kamu mendengarkan…, Kutuk; apabila kamu tidak mendengarkan…, dan menyimpang dari jalan hidup.”
Saudara-saudari,
Suatu kesadaran iman harus mampu kita internalisasikan di dalam diri kita masing-masing sehingga nampak terpancar mendalam di dalam kehidupan kita. Di dalam kesadaran inilah manusia dipanggil untuk hidup berdasar norma yang diberikan Allah Sang empunya kebijaksanaan tertinggi.
Mengimani Allah berarti mempercayai kata-kata Allah sebagi sesuatu yang benar. Pengetahuan baru itu hanya dapat diperoleh lewat penerimaan kata-kata-Nya. Allah akan memberi rahasia-Nya jika kita sungguh-sungguh menganggap bahwa Allah memang menjanjikan cinta dan menawarkan suatu alasan untuk hidup dan mati. Jika saya menerima Tuhan dari sabda-sabda kehidupan-Nya, saat itulah saya menjadi seorang beriman.
Salam,
Fr. Ign. Prasetyo H.Wicaksono.
|
|
|
March 05, 2011, 08:47
|
#163
|
|
\()"•)/
Join Date: Jun 2008
Posts: 55,331
WebPoint: 0 GaulPoint: 17188
|
Minggu, 06 Maret 2011
Hari Minggu Biasa IX
IMAN KEPADA YESUS ADALAH FONDASI KOKOH KEHIDUPAN KITA
Di sini Yesus mengajarkan perumpamaan tentang dua rumah, dengan latar belakang kehidupan sederhana orang-orang di Palestina pada masa itu. Pasokan air memang sangat berharga, dan godaannya adalah untuk membangun rumah di dataran berpasir di dekat sebuah wadi, salah satu dari arus air yang hampir sepanjang tahun mengalir, namun tidak banyak. Akan tetapi dalam musim penghujan, wadi itu dapat dipenuhi dengan air hujan sehingga dapat menyebabkan banjir. Kalau hujan-badai datang, rumah kediaman sederhana – dari batu bata yang terbuat dari tanah lumpur – yang terletak di dekat sebuah wadi akan runtuh karena tekanan air dan angin badai.
Seorang pribadi yang bijaksana akan mencari lokasi yang lebih tinggi dan berbatu untuk mendirikan rumahnya. Walaupun lokasi rumahnya itu agak jauh dari sumber air, pada musim penghujan terbukti aman. Orang yang mendirikan rumahnya di atas pasir hanya memikirkan kenyamanan hari ini, sedangkan orang yang mendirikan rumahnya diatas batu karang yang kokoh sesungguhnya mempertimbangkan keamanan di masa depan.
Makna dari perumpamaan itu jelas. Mudahlah untuk menyetujui secara cetek (tidak mendalam) ajaran Yesus yang indah tentang kasih kepada Allah dan sesama kita (termasuk musuh kita), tentang kemurahan hati, pengorbanan, pelayanan, pengampunan dlsb. Namun ingatlah, bahwa orang yang tidak percaya kepada Kristus juga banyak yang melakukan hal seperti itu. Dengan demikian, lainlah halnya apabila kita menerima sabda Yesus ke dalam hati kita dan membuat kepercayaan kepada sabda-Nya itu menjadi fondasi kokoh dari kehidupan kita. Setiap kali kita menghadiri Misa Kudus, kita mendengar sabda Yesus dibacakan dan kita menyatakan iman kita kepada-Nya. Namun kita tidak boleh memperkenankan sabda Yesus sekadar sebagai sesuatu yang kita dengar hanya dengan kedua telinga kita saja, sehingga iman kita hanyalah merupakan ucapan bibir saja. Kita hanya ‘mendengar’ ( to hear), tetapi tidak ‘mendengarkan’ (to listen to).
Dalam bacaan pertama kita lihat Musa mengatakan kepada umat Israel: “Kamu harus menaruh perkataanku ini dalam hatimu dan dalam jiwamu; kamu harus mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu” (Ul 11:18). Sejumlah orang Yahudi menanggapi perintah Musa ini secara harfiah. Mereka membuat kotak-kotak kecil (phylacteries), dan menaruh di dalam kotak-kotak itu perkamen yang ditulisi dengan teks-teks dari kitab Keluaran dan Ulangan (biasanya teks dari Kel 13:1-6 dan Ul 6:4-9 dan Ul 11:13-21). Masalah dengan sebagian orang-orang ini adalah, bahwa sabda Allah berhenti di situ, dengan demikian semua ini tetap bersifat eksternal dan tidak sampai meresap ke dalam hati dan jiwa mereka. Untuk mengenakan kotak-kotak kecil itu memang mudah, akan tetapi untuk menghayati dan menepati sabda Tuhan dalam kotak-kotak itu dalam kehidupan sehari-hari tidaklah semudah itu. Sabda Yesus dalam hal ini sudah jelas: “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu bertiuplah angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya” (Mat 7:26-27).
Dalam bacaan kedua hari ini, kita mendengar Santo Paulus mengeluh tentang masalah yang sama. Pokok yang dikemukakan Paulus adalah, bahwa orang-orang hanya menepati hukum secara eksternal saja tanpa sebuah fondasi iman yang kokoh, dengan demikian samasekali tidak memberikan jaminan akan keselamatan kekal mereka. Iman yang dibicarakan Paulus disini melebihi pemahaman intelektual, yaitu melibatkan komitmen total pribadi Kristus dalam kepercayaan dan ketaatan kepada Bapa-Nya. Dengan caranya sendiri, Paulus mengatakan hal yang sama sebagaimana dikatakan Yesus dalam Injil hari ini: “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan orang yang melakukan kehendak Bapak-Ku yang di surga” (Mat 7:21).
Pada hari ini kita ditantang oleh Yesus agar membuat iman kita kepada-Nya sebagai fondasi yang kokoh dari/bagi kehidupan kita . Kita diminta untuk menghayati bukan suatu kehidupan yang nyaman, melainkan suatu kehidupan yang menjamin keselamatan jiwa kita. Mudahlah bagi kita untuk membangun kehidupan kita di atas pasir-kompromi, dalih-dalihan dan kepura-puraan, yang lembut-lentur dan dapat bergerak ke sana-sini atau kesana-kemari. Dengan begitu mudah kita dapat berkompromi dengan falsafah dunia yang mengatakan, bahwa kehidupan yang baik itu dijamin oleh uang, kedudukan dan kekuasaan. Kita juga dapat berdalih untuk membenarkan apa saja yang kita ingin lakukan dengan mengubah-ubah nurani kita agar cocok dengan tindakan-tindakan kita, bukannya dengan mengarahkan tindakan-tindakan kita sesuai dengan apa yang kita ketahui sebagai benar. Kita dapat berpura-pura akan menerima pengorbanan apa saja yang dituntut Allah dari diri kita, asalkan tuntutan itu bukanlah suatu realitas hari ini.
Akan tetapi, apabila kehidupan kita tidak berdasarkan suatu fondasi yang kokoh, bagaimana kita dapat bertahan menghadapi badai yang diperkenankan Allah untuk melanda dalam kehidupan kita? Apakah yang akan menjadi sikap kita pada saat turun hujan ketika kita kehilangan pekerjaan kita dan menghadapi tagihan rumah sakit yang sedemikian besar? Sampai sebagaimana teguhnya kita berdiri menghadapi godaan yang mau mendorong kita melepaskan tanggung jawab pribadi kita untuk setia dan mencintai pasangan hidup dan anak-anak kita? Bagaimana kita akan menerima pengorbanan ketika kehidupan kita sendiri terasa sedang mengalami keruntuhan karena kematian tiba-tiba dari dia yang kita cintai, atau musibah yang melemahkan kita atau salah seorang anak kita? Apakah fondasi iman kita cukup kuat untuk berkata kepada Allah: “Kehendak-Mu terjadilah”?
Waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi datangnya badai bukanlah pada saat badai itu berlangsung, melainkan pada saat-saat tenang sebelum datangnya badai. Waktu tenang itu adalah pada waktu kita berdoa dalam keheningan, entah dalam Misa Kudus atau ketika berdoa sendiri di rumah atau di mana saja. Tidak cukuplah kita mendengar sabda Allah. Kita harus berdoa agar sabda-Nya meresap ke dalam hati dan jiwa kita. Jauh dari cukuplah untuk berseru-seru keras “Allah Mahabesar” dengan bibir kita. Kita harus membuat kehendak Allah sebagai daya penggerak yang mengarahkan segala hal yang kita lakukan. Kita sungguh tidak bisa hidup seturut kenyamaan hari ini. Sekaranglah waktunya bagi kita menyiapkan diri untuk keselamatan masa mendatang dengan membuat iman-kepercayaan kita yang sungguh-sungguh kepada Allah sebagai fondasi kokoh dari kehidupan kita.
DOA: Tuhan Yesus, Engkau adalah batu karang kehidupan kami semua. Ajarlah kami untuk percaya kepada-Mu dan untuk membangun kehidupan kami di atas fondasi kokoh sabda-Mu. Amin.
Cilandak, 20 Februari 2011
Sdr. F.X. Indrapradja, OFS
|
|
|
March 06, 2011, 04:12
|
#164
|
|
dOuBLe RiCh
Join Date: May 2009
Posts: 309
WebPoint: 0 GaulPoint: 150
|
www.reginacaeli.org
|
|
|
March 06, 2011, 04:24
|
#165
|
|
\()"•)/
Join Date: Jun 2008
Posts: 55,331
WebPoint: 0 GaulPoint: 17188
|
Bacaan Harian 7 - 13 Maret 2011
Senin, 7 Maret 2011: Pw. Sta. Perpetua & Felisitas, Mrt (M)
Tob 1: 1a, 2a, 3; 2: 1b-8; Mzm 112:1-2.3-4.5-6; Mrk 12: 1-12
Sebagai murid Yesus, kita juga diberi kepercayaan untuk menggarap kebun anggur. Bila kita hanya memetik hasilnya untuk kepentingan diri kita dan tidak menyerahkan sebagian kepada pemilik kebun anggur, akan tiba waktunya kepercayaan itu dicabut dari kita.
Selasa, 8 Maret 2011: Hari Biasa Pekan IX (H)
Tob 2: 9-14; Mzm 1-2.7bc-8.9; R:7c; Mrk 12: 13-17
Yesus mengajarkan bahwa orang harus memenuhi kewajibannya sebagai warga negara. Inilah yang sulit! Ada begitu banyak alasan yang bisa kita kemukakan untuk menghindar dari kewajiban itu. Padahal, nilai seseorang ditentukan juga dari bagaimana ia menjalankan kewajibannya.
Rabu, 9 Maret 2011: Hari Rabu Abu (U) (Pantang dan Puasa)
Yl 2:12-18; Mzm. 51:3-4,5-6a,12-13,14,17; 2Kor. 5:20 - 6:2; Mat. 6:1-6,16-18
Hari ini kita mengawali masa Prapaskah, yaitu suatu Retret Agung selama 40 hari untuk sungguh-sungguh mengarahkan hidup kepada Allah. Kita diingatkan bahwa kita hanyalah debu dan akan kembali ke debu. Secara khusus, sesuai dengan tema APP-KAS, kita diajak untuk meninggalkan kegelapan untuk masuk dalam terang. Kita buka hati kita agar Roh Kudus, Roh Penasihat, menasihati kita agar menjadi trampil melaksanakan pembedaan roh-roh (Inggris: “discernment of spirits”, Latin “discretio spirituum”). Dalam ulah rohani ini kita kenal langkah-lagkah rohani untuk “necep sabda, neges karsa, ngemban dhawuh”. Langkah-langkah itulah yang dapat kita lakukan untuk mengisi masa Pra Paska kita menjadi masa retret agung.
Kamis, 10 Maret 2011: Hari Kamis sesudah Rabu Abu (U)
Ul 30:15-20; Mzm. 1:1-2,3,4,6; Luk. 9:22-25
Menjadi murid Yesus harus menyangkal diri, memikul salib, dan mengikut Dia. Ini bukanlah soal mudah. Dalam masa Prapaskah ini secara khusus kita diajak untuk menghayatinya melalui pantang, puasa, dan sikap matiraga lainnya. Dengan sikap seperti itu, kita berjuang untuk memperoleh kemenangan Paskah. Dan itulah sesungguhnya HIDUP.
Jumat, 11 Maret 2011: Hari Jumat sesudah Rabu Abu (U) (Pantang)
Yes. 58:1-9a; Mzm. 51:3-4,5-6a,18-19; Mat. 9:14-15
Puasa yang sejati bukan saja soal menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari ketamakan yang hanya mementingkan diri. Artinya, marilah kita lihat di sekeliling kita, ada banyak orang yang menanti uluran tangan dari kita. Jangan tamak: ada banyak hal yang ada pada kita yang dapat kita bagikan kepada mereka. Maka, dalam masa APP ini dituntut juga suatu Aksi Nyata.
Sabtu, 12 Maret 2011: Hari Sabtu sesudah Rabu Abu (U)
Yes. 58:9b-14; Mzm. 86:1-2,3-4,5-6; Luk. 5:27-32
Yesus mencontohkan sikap yang mau ’mendekati’ orang berdosa dan memanggil-Nya untuk membagi kelimpahan hidup. Dalam masa Prapaskah ini kita bukan saja diajak untuk menahan diri dan bermatiraga, tetapi kita juga diminta memberi perhatian pada orang-orang tersisih, lemah, tak berdaya, miskin, dan hina, supaya mereka juga dapat beroleh kelimpahan hidup.
Minggu, 13 Maret 2011: Hari Minggu Prapaskah I (U)
Kej 2: 7-9; 3: 1-7; Mzm 33:4-5.18-19.20.22; R:22; Rm 5: 12-19; Mat 4: 1-11
Godaan-godaan yang ditawarkan iblis kepada Yesus berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan hakiki manusia: kebutuhan jasmani, ketenaran/pujian/harga diri, dan kekuasaan/kekayaan. Iblis akan menggoda kita juga dengan tawaran-tawaran yang sama. Ia tidak akan menggoda kita pada sesuatu yang tidak kita butuhkan. Pada saat ada kebutuhan, di situ iblis siap bekerja. Ia terus mengintai saat yang tepat untuk mulai beraksi. Maka, waspadalah! Semakin kuat kebutuhan itu, semakin kuat pula godaan iblis!
|
|
|
|
Tags
|
bacaan, berkat, ekaristi, firman tuhan, harian, injil, kuatir, lectionarium, lukas, markus, matius, mazmur, mazmur tanggapan, mutiara iman, rahmat, renungan, ruah, sabda, surat, yesus, yohanes, ziarah batin  |
Posting Rules
|
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts
HTML code is Off
|
|
|
All times are GMT. The time now is 07:31.
|
|