October 31, 2009, 05:34
|
#841
|
|
catlovers
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,346
WebPoint: 0 GaulPoint: 26.617
|
Minggu, 01 November 2009
Hari Raya Semua Orang Kudus
Doa Renungan
Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, dalam perayaan kali ini kami kenangkan semua orang kudus yang mengimani dan mempercayakan dirinya kepada cinta kasih-Mu entah mereka itu terkenal entah tidak. Dengan para kudus itu kami telah Kauperkenankan dalam umat-Mu, dan Gereja-Mu. Maka kami mohon dengan perantaraan mereka penuhilah doa keinginan kami dan perkenankanlah kami ikut serta dilimpahi belas kasih-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang segala masa. Amin.
Renungan
Saudara- Saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus,
Minggu ini Gereja memperingati Hari Raya Semua Orang Kudus. Sejarah hidup para orang kudus (santo-santa) memang menarik untuk dipahami dan direnungkan. Sebab di dalam pengalaman iman mereka yang begitu sederhana terwujud nyatalah kasih Allah yang begitu besar. Dalam hidupnya para Orang Kudus selalu berusaha untuk menyelaraskan sikap hidup mereka dengan kehendak Allah sendiri. Maka pantaslah bila para orang Kudus yang sudah berbahagia di surga kita jadikan contoh dan teladan iman bagi kita yang masih berziarah di dunia ini.
Hari ini Yesus memberikan pelajaran yang sangat berharga kepada kita, bagaimana membangun sikap agar pantas masuk dalam Kerajaan Surga. Konkritnya Lewat Sabda Bahagia, Yesus mau mengajarkan keutamaan-keutamaan hidup.
Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.Orang yang "miskin dalam roh" adalah mereka yang rendah hati di hadapan Allah. Mereka menyadari bahwa mereka tidak punya apa-apa dalam kehidupan ini yang bisa menjadi jaminan untuk memperoleh Kerajaan Surga. Pesan dari sabda ini adalah panggilan pertobatan. Mereka harus merendahkan diri di hadapan Allah dan mengakui bahwa segala usaha mereka semata-mata hanya bergantung pada kemurahan hati Allah.
Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Dukacita bukan hanya karena penderitaan dan kesedihan hidup, tapi terlebih untuk dosa yang menyebabkan hal itu. Dengan berdukacita murid-murid Yesus telah membuka hati mereka yang berat kepada Tuhan. Mereka tahu tangis dan duka mereka hanyalah untuk sementara saja. Mereka tahu bahwa kematian tidak memiliki kemenangan akhir, bagi mereka yang mati dalam Kristus. Mereka tahu bahwa Mesias akan mengubah semua yang pergi suatu hari nanti. Dan harapan itu membuat mereka nyaman.
Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan mewarisi bumi. Orang yang lemah lembut adalah mereka yang memiliki penguasaan diri. Orang yang lemah lembut tidak mengeksploitasi dan menindas orang lain. Mereka tidak dikuasai dendam dan kekerasan, dan tidak mencoba untuk merebut kekuasaan untuk tujuan mereka sendiri. Singkatnya mereka telah meniru sifat Yesus dalam hidup mereka dan belajar dari pada-Nya.
Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Kebenaran berarti melakukan kehendak Allah. Artinya dalam kehidupan pribadi, kita memiliki keinginan kuat untuk menjadi berkenan kepada Allah, melakukan apa yang Allah ingin dan hidup sesuai dengan kehendak Allah. Dari semangat ini akan tumbuh keinginan untuk mewartakan kebenaran di tengah dunia yang dikuasai ketidakadilan dan kesesatan. Jaminannya, di masa depan nanti, Allah sendiri yang akan menunjukkan kebenaran-Nya.
Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Orang yang murah hati disebut berbahagia karena dapat menunjukkan kemurahan hati. Mereka tidak bersikap memusuhi orang-orang yang membutuhkan, tetapi menunjukkan kebaikan dan berusaha untuk menyembuhkan luka. Sikap murah hati ini mengalir dari sikap ketergantungan pada Tuhan. Tindakan kemurahan hati berasal dari pengalaman spiritual yang sejati. Orang-orang yang tahu dan memperoleh rahmat dari Allah akan bersikap murah hati.
Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Hati yang murni berarti bahwa segala keputusan, hasrat, pikiran, niat dan kehendak kita tidak dikuasai oleh dosa, melainkan berusaha melakukan yang berkenan kepada Allah. Dari hati yang murni mengalir keinginan untuk menyenangkan Allah (hal-hal yang baik, tindakan cinta dan belas kasihan, keinginan untuk kebenaran dan keadilan). Dengan berjalan dalam terang, kita belajar untuk hidup dalam firman Allah sehingga hati kita akan tumbuh lebih murni.
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Orang-orang yang membawa damai adalah orang yang memahami arti kedamaian sejati. Mereka berusaha untuk membangun perdamaian seturut gambaran Allah pendamai, sehingga orang akan berada dalam harmoni dengan satu sama lain. Singkatnya mereka mempromosikan Kerajaan Allah. Hidup mereka diabdikan untuk mewartakan Kerajaan Allah, mendamaikan musuh, memadamkan kebencian, menyatukan orang-orang yang tercerai berai. Inilah salah satu kualitas rohani yang harus diperjuangkan dan bukan hanya sekadar mencari politik damai.
Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Orang-orang yang memperjuangkan kebenaran dan kerendahan hati biasanya akan menghadapi banyak pertentangan. Orang mungkin tertarik dengan cara hidup yang demikian, tetapi sayangnya hal itu tidaklah sejalan dengan pemikiran kebanyakan orang. Mereka mungkin ingin suatu bentuk keadilan, tetapi dalam istilah mereka sendiri. Mungkin mereka lebih suka kekuasaan, dan hak istimewa, dan harta benda. Tetapi para murid Kristus harus hidup untuk Kristus di dunia ini, dengan membela kebenaran dan keadilan, menunjukkan kemurahan hati, serta lemah lembut dan miskin dalam roh. Keyakinan ini mengalir dari keyakinan bahwa mereka akan mendapat pahala besar di surga sebab Allah akan menebus mereka.
Frater Louis Antonny Wijaya, SCJ
|
|
|
|
Recommendation
|
Sponsored Ads
|
|
|
|
November 01, 2009, 13:48
|
#842
|
|
catlovers
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,346
WebPoint: 0 GaulPoint: 26617
|
Bacaan Harian: 02 - 08 Nopember 2009
Senin, 02 Nopember 2009:
Peringatan Arwah Semua Orang Beriman (U).
2Kor 4: 14 – 5:1; Mzm 130:1-8; Luk 23:33.39-43.
Hari ini kita semua dipanggil untuk mengenang dan mendoakan anggota keluarga, sahabat dan kenalan yang telah meninggal. Sekaligus dengan itu, kita juga kembali diingatkan untuk selalu siaga mempersiapkan diri menjelang hari penghakiman terakhir. Pada saat itu, tempat mana yang disediakan pada kita tergantung dari apa yang telah kita perbuat untuk Yesus yang hadir dalam orang-orang yang lemah dan hina.
Selasa, 03 Nopember 2009:
Hari Biasa Pekan XXXI (H).
Rm 12:5-16a; Mzm 131:1-3; Luk 14:15-24.
Berbagai macam alasan sering kita kemukakan demi tidak mau terlibat dalam kehidupan komunitas umat beriman. Kehidupan iman sulit bertumbuh tanpa komunitas. Bahkan mudah mengalami kekeringan. Maka dapat dimengerti, mengapa Yesus mengatakan bahwa sikap seperti itu akan menjauhkan orang-orang itu dari perjamuan yang telah disediakan-Nya.
Rabu, 04 Nopember 2009:
Peringatan Wajib St. Karolus Borromeus, Uskup (P).
Rm.13:8-10; Mzm 112:1-2.4-5.9; Luk 14:25-33.
Sebagai manusia kita cenderung untuk memilih yang 'enak' dan sesuai selera. Itulah yang kerap kali menghalangi kita untuk sungguh-sungguh mengikuti Yesus. Yesus mengingatkan, untuk mengikuti Dia kita harus sungguh siap mengutamakan kehendak-Nya. Itu seringkali menuntut sikap menyangkal diri dan kemauan untuk memanggul salib.
Kamis, 05 Nopember 2009:
Hari Biasa Pekan XXXI (H).
Rm 14:7-12; Mzm 27:1.4.13-14; Luk 15:1-10.
Panggilan murid Kristus adalah tidak membiarkan satu domba pun hilang. Tengoklah di sekitar kita, adakah domba-domba yang terlepas dari Sang Gembala? Yesus mengajak kita untuk juga menjadi gembala yang baik yang tidak tinggal diam terhadap domba yang hilang.
Jumat, 06 Nopember 2009:
Jumat Pertama Dalam Bulan
Rm 15:14-21; Mzm 98:1-4; Luk 16:1-8.
Yesus memuji bendahara yang tidak jujur itu bukan karena ketidakjujurannya, tetapi karena perbuatannya yang cerdik dalam mengatasi situasi krisis. Dalam keadaan terjepit, ia melakukan kebaikan dengan mengurangi beban hutang orang-orang yang berhutang kepada tuannya. Kebaikan ini adalah jalan untuk keluar dari kemalangan dan mendapatkan stuasi rahmat dalam hidupnya.
Sabtu, 07 Nopember 2009:
Hari Biasa Pekan XXXI (H).
Rm 16:3-9.16.22-27; Mzm 145: 2-5.10-11; Luk 16:9-15.
Menjalankan ajaran kasih Tuhan mulai dari hal-hal sederhana dan yang kecil-kecil akan memampukan kita untuk menjalankan yang lebih besar. Ada banyak hal sederhana dan kecil yang dapat kita lakukan sehari-hari di mana pun kita berada untuk mewujudkan kasih itu.
Minggu, 08 Nopember 2009:
Hari Minggu Biasa Pekan XXXII (H).
1Raj 17:10-11; Mzm 146:7-10; Ibr 9:24-28; Mrk 12:38-44 (Mrk 12:41-44).
Memberi adalah sesuatu yang biasa dalam hidup. Namun, memberi dari kekurangan adalah sesuatu yang luar biasa. Pemberian janda miskin dari kekurangannya adalah pemberian yang keluar dari hati yang penuh ketulusan. Sebaliknya, pemberian yang hanya mau cari pujian dan kehebatan diri akan kehilangan nilai kebaikannya.
Renungan: www.reginacaeli.org
|
|
|
November 01, 2009, 13:49
|
#843
|
|
catlovers
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,346
WebPoint: 0 GaulPoint: 26617
|
Senin, 02 November 2009
Peringatan Arwah Semua Orang Beriman
"Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di surga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia."
Doa Renungan
Allah Bapa yang mahakuasa, asal dan tujuan semua yang hidup,hari ini bersama semua umat beriman, dan bersama orang-orang yang kami kasihi, dan sudah mendahului kami, kami nyatakan iman kami akan kebangkitan. Hanya dalam Yesuslah, kami menemukan hidup sejati. Hanya dengan bantuan-Nya, kami tahan dalam gelap dan derita, karena percaya akan mampu mengalahkan segala kuasa jahat untuk akhirnya hidup abadi dalam kebangkitan. Sebab Dialah yang membuat hidup kami menjadi bermakna, sekarang dan selama-lamanya. Amin.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Kedua Makabe (12:43-45)
"Kami yakin bahwa orang yang meninggal dengan saleh akan menerima pahala yang indah."
Kemudian dikumpulkannya uang di tengah-tengah pasukan. Lebih kurang dua ribu dirham perak dikirimkannya ke Yerusalem untuk mempersembahkan korban penghapus dosa. Ini sungguh suatu perbuatan yang sangat baik dan tepat, oleh karena Yudas memikirkan kebangkitan. Sebab jika tidak menaruh harapan bahwa orang-orang yang gugur itu akan bangkit, niscaya percuma dan hampalah mendoakan orang-orang mati. Lagipula Yudas ingat bahwa tersedialah pahala yang amat indah bagi sekalian orang yang meninggal dengan saleh. Ini sungguh suatu pikiran yang mursid dan saleh. Dari sebab itu maka disuruhnyalah mengadakan korban penebus salah untuk semua orang yang sudah mati itu, supaya mereka dilepaskan dari dosa mereka. Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan PS 801
Ref. Aku percaya kepada-Mu, Tuhanlah pengharapanku.
Tuhan, pada-Mu kuberserah, dan mengharap kerahiman-Mu.
Ayat. (Mzm 130:1b-2.3-4.5-6ab)
1. Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan! Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.
2. Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, maka orang-orang takwa kepada-Mu.
3. Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih daripada pengawal mengharapkan pagi.
4. Lebih daripada pengawal mengharapkan pagi, berharaplah kepada Tuhan, hai Israel! Sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.
5. Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.
Bacaan Kedua
Pembacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada umat di Korintus (4:14-5:1)
"Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di surga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia."
Saudara-saudara, kami yakin bahwa Allah yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya.Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah.Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah Kekal. Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Bait Pengantar Injil PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. Berbahagialah orang-orang yang mati dalam Tuhan. Mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.
Bacaan Injil Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (23:33.39-43)
"Hari ini juga Engkau akan bersama-sama Aku di dalam Firdaus."
33 Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya. 39 Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!" 40 Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? 41 Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah." 42 Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." 43 Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."
Inilah Injil Tuhan kita.
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
bersambung
|
|
|
November 01, 2009, 13:52
|
#844
|
|
catlovers
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,346
WebPoint: 0 GaulPoint: 26617
|
Senin, 02 November 2009
Peringatan Arwah Semua Orang Beriman
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”
Para hari “Peringatan Arwah Semua Orang Beriman” ini kita semua diajak untuk mengenangkan mereka yang telah dipanggil Tuhan: kakek-nenek, orangtua, kakak-adik, kenalan, sahabat dst.. yang telah mendahului kita meninggalkan dunia ini. Maka marilah kita kenangkan siapa saja yang mungkin dekat dengan kita dalam masa hidupnya dan telah dipanggil Tuhan: mungkin baik jika kita kenangkan mereka yang telah begitu banyak mengasihi dan memperhatikan kita, misalnya orangtua, kakek-nenek, para pendidik, dst.. Dalam mengenangkan ini kiranya baik, jika mungkin, kita berdoa di tempat mereka telah dimakamkan atau beristirahat untuk selama-lamanya; kita bersihkan lingkungan hidup tempat mereka dimakamkan dst.. Untuk membantu mengenangkan mereka yang telah dipanggil Tuhan, saya sampaikan catatan-catatan sederhana dengan merefleksikan sabda Yesus serta kutipan surat Paulus kepada umat di Korintus di bawah ini:
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” (Luk 23:43)
Kita semua kiranya percaya bahwa saudara-saudari, orangtua, sahabat atau kenalan kita yang telah dipanggil Tuhan selama masa hidupnya di dunia senantiasa berkehendak baik, berusaha untuk berbuat baik kepada saudara-saudari dan sesamanya. Namun karena keterbatasan dan kelemahan diri sebagai manusia apa yang dilakukan sering dinilai tidak baik; mereka tidak tahu bahwa yang mereka lakukan mencelakakan orang lain atau berakibat buruk terhadap orang lain. Kami percaya orang-orang yang demikian itu, yang pada dasarnya berkehendak baik dan karena keterbatasannya ternyata yang dilakukan kurang/tidak baik, pada detik-detik terakhir hidupnya kiranya berdoa seperti ‘salah seorang penjahat yang disalibkan bersama Yesus :”Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." (Luk 23:42) dan Yesus menjawab : "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”(Luk 23:43).
Doa yang benar kiranya bukan panjangnya kata-kata atau kalimat, suara keras dan gerak-gerik anggota tubuh, melainkan ‘hati yang terarah sepenuhnya kepada Tuhan/Yang Ilahi’. Orang yang akan dipanggil Tuhan atau pada menit-menit atau detik-detik terakhir hidup orang pada umumnya gelisah; mereka yang siap dipanggil Tuhan kegelisahannya lembut, sedangkan mereka yang tidak siap dipanggil Tuhan sangat gelisah, misalnya kaki dan tangan bergerak kesana-kemari, mulut berteriak-teriak, mata membelalak dst.. atau dalam bahasa Jawa disebut “mecati”. Kami percaya bahwa siapapun yang berkehendak baik ketika dipanggil Tuhan atau pada detik-detik terakhir hidupnya pasti berdoa seperti salah seorang penjahat yang disalibkan bersama Yesus, sebagaimana saya kutipkan di atas.
Dari penjahat yang bertobat, yang disalibkan bersama dengan Yesus, kita juga dapat mengimani bahwa hidup mulia kembali di sorga bersama Allah Pencipta dan Yesus yang kita imani merupakan anugerah Allah semata-mata. Kita imani bahwa orangtua, saudara-saudari atau kenalan dan sahabat kita yang telah dipanggil Tuhan telah menerima anugerah hidup mulia di sorga untuk selama-lamanya, dan dengan demikian kiranya mereka lebih mudah dan banyak berdoa daripada kita yang jarang atau malas berdoa. Maka baiklah dalam rangka mengenangkan ‘Arwah Semua Orang Beriman” hari ini kita juga minta didoakan oleh mereka yang telah mendahului perjalanan kita kembali ke sorga. Mengimani bahwa mereka mendoakan kita antara lain menjadi nyata atau terwujud dengan meneladan cara hidup dan cara bertindak mereka yang baik dan benar. Sebagai contoh: marilah kita kenangkan aneka macam nasihat, saran, perilaku baik yang telah disampaikan oleh orangtua kita masing-masing, yang telah dipanggil Tuhan, dan kemudian kita hayati nasihat dan saran tersebut serta kita ikuti teladan hidup dan bertindak mereka yang baik.
“Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal” (2Kor 4:16-18).
Kutipan dari surat Paulus kepada umat di Korintus di atas ini kiranya baik menjadi permenungan atau refleksi kita semua orang beriman, khususnya mereka yang kesehatan tubuhnya semakin menurun atau lemah, entah karena sakit atau tambah usia alias sudah lansia. “Meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari”, inilah yang hendaknya menjadi acuan atau pedoman hidup kita sebagai orang yang semakin merosot kesehatan atau kebugaran tubuhnya. Dengan kata lain ketika tubuh kita lemah dan tak berdaya hendaknya berdoa menjadi kegiatan atau kerasulan utama: berdoa dalam dilakukan kapan pun dan dimanapun. Mungkin doanya singkat saja seperti doa penjahat yang disalibkan bersama dengan Yesus: ”Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."
Kita semua diingatkan untuk tidak berhenti atau hanya memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, yang bersifat kekal bukan sementara. Yang tidak kelihatan dan bersifat kekal adalah jiwa kita, yang sungguh mempengaruhi cara hidup dan cara bertindak kita, maka marilah kita perhatikan kesehatan dan kebugaran jiwa kita. Bentuk perhatian tersebut kiranya dapat kita wujudkan dengan ‘ora et labora’/berdoa dan bekerja:
1). Berdoa. Berdoa merupakan salah satu cirikhas hidup orang beriman atau beragama, maka hendaknya jangan melupakan doa-doa harian atau doa-doa dalam aneka kesempatan dan kepentingan. Berdoa dengan baik dan benar pada umumnya mendorong atau memotivasi orang yang bersangkutan untuk melakukan apa yang baik dan benar. Berdoa berarti berrelasi atau berhubungan dengan Allah, dan karena Allah adalah mahasegalanya, maka berrelasi atau berwawancara dengan Dia kita pasti dipengaruhi atau dikuasainya. Dengan kata lain berdoa yang benar dan baik pertama-tama adalah mendengarkan sapaan atau sabda Allah melalui citpaan-ciptaan-Nya di dunia ini, dan kemudian menanggapi secara positif sentuhan atau sapaan Allah tersebut alias ‘mengerahkan tenaganya untuk menjalani hidup yang suci”.
2). Bekerja . “Semua orang beriman kristiani, sesuai dengan kondisi khas masing-masing; harus mengerahkan tenaganya untuk menjalani hidup yang suci” (KHK kan 210). Mengerahkan tenaga berarti bekerja, berpartisipasi dalam seluk-beluk atau hal-ikwal duniawi dengan mendunia. Dengan kata lain mengusahakan kesucian hidup dengan mendunia, mengurus dan mengelola hal-hal duniawi. Secara konkret berarti cara hidup dan cara bertindak kita dimanapun dan kapanpun hendaknya baik dan menyelamatkan atau membahagiakan baik diri kita sendiri maupun orang lain atau sesama kita. Marilah kita kerjakan sebaik mungkin apa yang menjadi tugas dan kewajiban kita, dengan mengerahkan tenaga dan waktu pada tugas dan kewajiban tersebut.
“Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN! Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku. Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang. Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.” (Mzm 130:1-6)
Jakarta, 2 November 2009
Ignatius Sumarya, SJ
|
|
|
November 02, 2009, 13:19
|
#845
|
|
catlovers
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,346
WebPoint: 0 GaulPoint: 26617
|
Selasa, 03 November 2009
Hari Biasa Pekan XXXI
"Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah."
Doa Renungan
Allah Bapa yang kekal dan kuasa, pekerjaan dan hati kami tak mampu membalas cinta Putera-Mu yang sebesar itu. Kami mohon ampun ya Bapa untuk segala kejahatan yang membutakan hati kami untuk mendengarkan tawaran-Mu itu. Bersihkanlah kami dari segala dosa yang tersimpan dalam hati agar suara-Mu dapat dengan jelas kami dengar. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus Kepada Umat di Roma (12:5-16a)
"Kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain."
Saudara-saudara, kita ini, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita. Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan! Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk! Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis! Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan, lindungilah aku dalam damai-Mu.
Ayat. (Mzm 131:1.2.3)
1. Tuhan, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku.
2. Sungguh, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku.
3. Berharaplah kepada Tuhan, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya!
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, Alleluya
Ayat: Datanglah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepada kalian.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (14:15-24)
"Pergilah ke semua jalan dan persimpangan dan paksalah orang-orang yang ada di situ masuk, karena rumahku harus penuh."
Pada waktu itu Yesus diundang makan oleh seorang Farisi. Sementara perjamuan berlangsung, seorang tamu berkata kepada Yesus, "Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah." Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang. Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap. Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan. Yang lain berkata: Aku telah membeli limapasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang. Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh. Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat. Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh. Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorang pun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku."
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.
Renungan
Saudara-saudara yang dicintai Tuhan,
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· “Dijamu dalam Kerajaan Allah” berarti dikuasai atau dirajai oleh Allah, dan dengan demikian siapapun yang dijamu dalam Kerajaan Allah berarti hidup dan bertindak sesuai dengan kehendak atau perintah Allah, setia pada janji-janji yang pernah diikrarkan. Jika kita jujur rasanya masing-masing dari kita sering tidak/kurang setia pada janji-janji yang pernah kita ikrarkan dengan alasan sebagai disampaikan oleh Yesus: membeli ladang/bisnis alias sibuk, mengurus harta kekayaan pribadi alias egois atau urusan keluarga alias ada alasan yang sulit dijelaskan. Alasan-alasan tersebut pada umumnya dimaklumi, namun mereka yang terbiasa membuat alasan yang demikian itu pasti akan hidup menderita serta merasa tidak aman, terancam terus menerus. Maka dengan ini kami mengingatkan dan mengajak kita semua untuk mendobrak dan memberantas alasan-alasan tersebut di atas: sibuk, egois atau tak dapat dijelaskan, entah dalam diri kita sendiri maupun saudara-saudari kita. Kita sadari dan hayati bahwa diri kita adalah ‘miskin, cacat, buta atau lumpuh’, sehingga memiliki kesadaran dan pengahayatan terbuka terhadap aneka kemungkinan dan kesempatan, antara lain ajakan untuk berbuat baik/sosial, atau bertobat, kembali ke jalan hidup yang benar sebagaimana pernah kita ikrarkan dan coba telusuri. Marilah setia pada janji-janji yang pernah kita ikrarkan, meskipun untuk itu kita harus berjuang dan berkorban.
· “Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati” (Rm 12:6-8a), demikian peringatan dan kesaksian Paulus kepada umat di Roma, kepada kita semua orang beriman. Apa yang menjadi karunia kita masing-masing? Semua karunia kiranya memiliki cirikhas untuk melayani, maka marilah kita hidup saling melayani. Melayani berarti senantiasa berusaha dengan rendah hati dan sekuat tenaga membahagiakan dan menyelamatkan mereka yang harus kita layani, dan tentu saja mereka itu pertama-tama dan terutama adalah yang setiap hari hidup atau bekerja bersama dengan kita, misalnya: suami atau isteri, anak-anak, kakak-adik, orangtua, rekan kerja, rekan bermain, dst.. Jika kita dapat melayani dengan baik mereka yang dekat dengan kita, maka dengan mudah kita dapat melayani mereka yang jauh atau sering kurang kita temui, sebaliknya jika kita tak dapat melayani dengan baik mereka yang dekat dengan kita, maka kita sulit melayani mereka yang jauh. Karunia konkret yang kita miliki memang berlainan satu sama lain, maka hendaknya saling memberikan alias saling melengkapi satu sama lain, sehingga dalam kebersamaan hidup atau kerja kita kaya akan kasih karunia. Kasih karunia dari Allah pada umumnya juga untuk melaksanakan tugas pengutusan tertentu sebagai partisipasi dalam karya penyelamatanNya, maka tugas apapun yang dibebankan kepada kita hendaknya dikerjakan dan diselesaikan dengan baik. Percayalah Tuhan mengutus sekaligus juga menganugerahkan aneka kebutuhan untuk melaksanakan tugas pengutusan tersebut.
“TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku. Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku. Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya!” (Mzm 131)
Jakarta, 03 November 2009
Ignatius Sumarya, SJ
|
|
|
November 03, 2009, 06:19
|
#846
|
|
catlovers
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,346
WebPoint: 0 GaulPoint: 26617
|
Rabu, 04 November 2009
Pw. St. Carolus Borromeus, UskPjgGrj
“Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku ia tidak dapat menjadi murid-Ku”
(Rm 13:8-10; Luk 14:25-33)
Doa Renungan
Allah yang kekal, dalam terang Sabda-Mu, bantulah kami untuk mampu memiliki sikap kelepasan dari segala kelekatan atas apa yang kami miliki dan kami sulit untuk melepaskannya. Ajarilah kami semakin bijaksana dalam hidup dan memandang apa yang penting di balik setiap kebutuhan hidup. Semoga kebijaksanaan itu membuat kami mampu semakin peka akan kebutuhan setiap orang yang ada di sekitar kami. Yakinkanlah kami bila hati kami sedih dan putus harapan bahwa sabda Putera-Mu akan terlaksana dalam diri setiap orang yang menaruh harapan pada-Nya. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus Kepada Umat di Roma (13:8-10)
"Kasih itu kegenapan hukum."
Saudara-saudara, janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat. Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tangapan
Ref. Orang baik menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman.
Ayat. (Mzm 112:1-2.4-5.9)
1. Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; keturunan orang benar akan diberkati.
2. Bagi orang benar ia bercahaya laksana lampu di dalam gelap, ia pengasih dan penyayang serta berlaku adil. Orang baik menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, ia melakukan segala urusan dengan semestinya.
3. Ia murah hati, orang miskin diberinya derma; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemulian.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat.
Berbahagialah kalian, bila dinista karena nama Kristus, sebab Roh Allah ada padamu.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (14:25-33)
"Yang tidak melepaskan diri dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku."
Pada suatu ketika orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka, "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya. Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang? Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian. Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.
Renungan
Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Karolus Borromeus, Uskup, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· Seorang murid pada umumnya sangat taat dan setia pada gurunya daripada pada orangtuanya; hal itu nampak dalam dunia pendidikan masa kini. Sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus kita juga menjadi murid-murid-Nya, maka kita diharapkan taat dan setia kepada-Nya. Ketaatan dan kesetiaan tersebut hendaknya menjadai nyata atau terwujud dalam taat dan setia pada panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing alias ‘memikul salib’ yang dibebankan kepada kita. St.Karolus Borromeus yang kita kenangkan hari ini dikenal sebagai yang taat dan setia pada Yesus Kristus, antara lain meneladan cara hidup dan cara bertindak Yesus yang memperhatikan dan berpihak pada mereka yang sakit dan miskin atau berkekurangan. Maka baiklah sebagai murid-murid Yesus, marilah kita memperhatikan atau berpihak pada mereka yang miskin, sakit atau berkekurangan. Memang untuk melaksanakan panggilan atau tugas pengutusan ini kita harus berani “melepaskan diri dari segala milik kita”, artinya kita hidup dan bertindak tidak mengikuti selera atau kehendak pribadi melainkan kehendak Tuhan. Kehendak Tuhan antara lain dapat kita temukan dalam Sabda-sabda-Nya sebagaimana tertulis di dalam Kitab Suci, aneka aturan dan tatanan hidup yang terkait dengan panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing. Milik kita antara lain: tubuh dengan semua anggotanya, kecerdasan, keterampilan, harta benda/uang, pangkat atau kedudukan, dst..; marilah kita fungsikan segala milik tersebut sesuai dengan kehendak Tuhan, yaitu demi keselamatan jiwa kita sendiri maupun sesama kita. Kita fungsikan segala miliki tersebut untuk memperhatikan mereka yang sakit, miskin dan berkekurangan di lingkungan hidup dan kerja kita setiap hari.
· “Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapa pun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat” (Rm 13:8), demikian peringatan Paulus kepada umat di Roma, kepada kita semua orang beriman; marilah kita hayati dalam hidup dan bertindak kita setiap hari. Kasih adalah dasar dan pemenuhan aneka aturan dan tatanan hidup; aneka aturan dan tatanan hidup dibuat dan diundangkan berdasarkan kasih dengan maksud mereka yang terkait dengan aturan dan tatanan hidup tersebut hidup saling mengasihi. Kasih sejati tak kenal atau tak mengharapkan balasan, yang penting dan utama adalah mengasihi. Maka kasih tersebut kiranya sungguh bermakna ketika kita arahkan atau berikan kepada mereka yang miskin, sakit dan berkekurangan, dimana ketika mereka kita kasihi hanya dapat membalas dengan kata-kata ‘terima kasih’. Pengamatan dan pengalaman kami: memberi bantuan atau sumbangan kepada mereka yang miskin dan berkekurangan sunggguh membahagiakan -> mereka sungguh berterima kasih dan berkali-kali mengucapkan terima kasih. Sementara itu melayani mereka yang kaya dan berkecukupan atau berlebihan memang cukup merepotkan, karena pada umumnya mereka menghendaki yang aneh-aneh sesuai dengan selera pribadi. Memang orang kaya dan berkelebihan ada kecenderungan hidup dan bertindak menurut selera pribadi alias seenaknya sendiri dengan mengandalkan kekayaannya. Mereka tidak memenuhi aturan atau tatanan hidup, melainkan merusak dan melanggar aneka tatanan dan aturan hidup. Aturan dan tatanan hidup dibeli dengan kekayaannya. Maka dengan rendah hati kami mengingatkan: hendaknya hidup dan bertindak tidak mengandalkan kekayaan/harta benda atau uang, melainkan kasih.
“Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati. Di dalam gelap terbit terang bagi orang benar; pengasih dan penyayang orang yang adil. Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya.” (Mzm 112:1-2.4-5)
Jakarta, 4 November 2009
Ignatius Sumarya, SJ
|
|
|
November 04, 2009, 04:12
|
#847
|
|
catlovers
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,346
WebPoint: 0 GaulPoint: 26617
|
Baca: Matius 14:22-23
Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus (Mat 14:29)
Lututnya bergetar hebat. Di kanannya tebing yang tinggi, di kirinya jurang yang dalam. Semua pengaman telah dipakainya, tetapi tak urung hatinya was-was. Tiba-tiba sebuah suara menyentakkannya, "Ulurkan tanganmu, lihat saya!" Dan pemuda usia belasan itu pun bergerak mengikuti instruksi sang kakak pembina. Ia memalingkan wajahnya dari tebing dan jurang, lalu dengan hati-hati mengikuti setiap instruksi hingga berhasil melewati rintangan terakhir itu dengan baik.
Lain halnya dengan Petrus. Petrus sendiri yang meminta agar ia boleh menghampiri Yesus dengan berjalan di atas air. "Datanglah!" kata Yesus. Petrus pun berjalan di atas air menghampiri Gurunya (ayat 29). Namun, ketika dirasakannya tiupan angin sakal yang telah membuat ia dan murid-murid lainnya kepayahan mendayung, Petrus menjadi takut dan mulai tenggelam. Ia berteriak minta tolong. Yesus pun menolongnya sambil berkata, "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
Ya, angin pencobaan yang datang silih berganti sering mencuri pandangan kita dari Yesus. Walaupun demikian, seperti anak muda di atas, kita juga selalu mempunyai pilihan. Memilih untuk mengikuti petunjuk sang guru atau terus melihat pada rintangan yang besar. Ketika Petrus hanya melihat pada Yesus, ia dapat berjalan mengatasi gelombang. Sebaliknya, ketika ia hanya melihat pada angin dan gelombang, ia pun tenggelam.
Hari ini, Yesus meminta kita untuk melihat kepada-Nya dan bukan pada masalah-masalah yang ada di sekeliling kita. Ya, walaupun gelombang menggelora dan angin pencobaan terus bertiup, percayalah pada Yesus.
YESUS LEBIH BESAR DARI MASALAH-MASALAH ANDA
Renungan Harian
|
|
|
November 04, 2009, 06:21
|
#848
|
|
catlovers
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,346
WebPoint: 0 GaulPoint: 26617
|
Kamis, 05 November 2009
Hari Biasa Pekan XXXI
"Akan ada sukacita di surga karena satu orang berdosa yang bertobat."
Doa Renungan
Yesus sabda kehidupan kami tahu bahwa Engkau adalah Gembala yang setia. Kami bangga memiliki Engkau sebagai Tuhan dan Allah kami. Engkau memperhatikan kami meskipun kami berdosa dan kerap tidak setia. Bantulah kami yang kerap lemah memahami misteri cintakasih-Mu ini, agar dengan berusaha dan berkarya membangun hidup, setiap hari kami tak kenal lelah dan putus harapan untuk berusaha dan berjuang, bahkan dalam situasi yang tampaknya tak memiliki harapan sekali pun. Karena Engkaulah yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Umat di Roma (14:7-12)
"Entah hidup, entah mati, kita tetap milik Tuhan.
Saudara-saudara, tiada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorang pun yang mati untuk dirinya sendiri. Sebab jika kita hidup, kita hidup bagi Tuhan, dan jika kita mati, kita mati bagi Tuhan. Jadi entah kita hidup entah mati, kita tetap milik Tuhan. Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup. Tetapi engkau mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapa engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah. Sebab dalam Kitab Suci tertulis, "Demi Aku hidup," demikianlah sabda Tuhan, "semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku dan semua orang akan memuliakan Allah." Demikianlah masing-masing di antara kita akan memberi pertanggungjawaban kepada Allah tentang dirinya sendiri.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang hidup.
Ayat. (Mzm 27:1.4.13-14)
1. Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar?
2. Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, satu inilah yang kuingini: diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan, dan menikmati bait-Nya.
3. Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan!
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Datanglah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepada kalian.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (15:1-10)
"Akan ada sukacita di surga karena satu orang berdosa yang bertobat."
Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasa datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya, "Orang ini menerima orang-orang berdosa dan makan bersama dengan mereka." Maka Yesus menyampaikan perumpamaan berikut kepada mereka, "Siapakah di antaramu yang mempunyai seratus ekor domba lalu kehilangan seekor, tidak meninggalkan yang 99 ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau telah menemukannya, ia lalu meletakkannya di atas bahu dengan gembira. Setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata, 'Bersukacitalah bersama aku, sebab dombaku yang hilang telah kutemukan.' Aku berkata kepadamu, demikian juga akan ada sukacita di surga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih daripada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan. Atau wanita manakah yang mempunyai sepuluh dirham, lalu kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya? Dan kalau telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata, 'Bersukacitalah bersama aku, sebab dirhamku yang hilang telah kutemukan.' Aku berkata kepadamu, Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat."
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· Yesus adalah Penyelamat Dunia, datang ke dunia untuk menyelamatkan bagian atau anggota dunia yang tidak selamat. Maka kita yang beriman kepadaNya juga dipanggil untuk berpartisipasi dalam karya penyelamatan-Nya, yaitu menyelamatkan yang tidak selamat, menyembuhkan yang sakit, mencerdaskan yang bodoh, memberdayakan yang lemah lesu, menggairahkan yang frustrasi dan putus asa, dst.. Memang untuk melaksanakan tugas pengutusan tersebut kita harus berani berkorban dan berjuang serta siap sedia untuk menderita. Jika dalam kebersamaan hidup kita ada yang sakit, bodoh, lemah lesu, frustrasi dan putus asa alias berdosa, bukankah kehidupan bersama akan terganggu, tidak nyaman dan tidak nikmat? Ketika yang berdosa tersebut bertobat maka kehidupan bersama akan enak dan nyaman, damai dan aman tenteram, semuanya bahagia dan gembira. Marilah kita lihat dengan cermat siapa saja atau apa saja dalam kebersamaan hidup atau lingkungan hidup kita yang ‘tidak selamat’, tidak baik? Jika cukup banyak yang tidak baik tentu ada akar utama yang menyebabkan mereka tidak baik, maka hendaknya dengan segala upaya dan usaha serta pengorbanan apa yang menjadi akar kejahatan atau perbuatan tidak baik tersebut segera dibereskan. Semua yang merasa baik hendaknya berpartisipasi untuk membereskan apa yang tidak baik. Hal senada terjadi dalam tubuh kita masing-masing: adakah anggota tubuh yang sakit? Jika ada anggota tubuh yang sakit hendaknya segera diobati! Sebagai contoh sakit gigi, jika dibiarkan seluruh tubuh akan menderita, tetapi jika segera diobati akan segar-bugar seluruh anggota tubuh.
·“Tidak ada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorang pun yang mati untuk dirinya sendiri. Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan” (Rm 14:7-8), demikian kesaksian iman atau peringatan Paulus kepada umat di Roma, kepada kita semua orang beriman. Hidup dan mati kita adalah anugerah Allah, maka selama masih hidup hendaknya memfungsikan hidup bagi Allah, sehingga ketika dipanggil Allah alias meninggal dunia langsung hidup mulia bersama Allah di sorga. Hidup untuk Tuhan atau Allah berarti mempersembahkan hidup kita seutuhnya demi keselamatan atau kebahagiaan diri kita sendiri maupun orang lain yang kena dampak dari atau terkait dengan hidup kita. Untuk itu kita harus mentaati dan melaksanakan kehendak Tuhan, yang secara konkret berarti mentaati dan melaksanakan aneka macam janji yang pernah kita ikrarkan serta aneka tatanan dan aturan yang terkait dengan janji tersebut. Sebagai contoh adalah janji laki-laki dan perempuan sebagai suami-isteri yang antara lain berjanji ‘saling mengasihi baik dalam untung dan malang, baik dalam sehat maupun sakit sampai mati atau selama-lamanya ‘ . Maka kami berharap para suami-isteri atau bapak-ibu dapat menjadi saksi atau teladan hidup perihal hidup untuk Tuhan yang tidak lain saling mengasihi dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan segenap tubuh/tenaga sampai mati. Kesaksian atau keteladanan bapak-ibu, suami-isteri atau orangtua akan mempengaruhi anak-anak yang dianugerahkan kepada mereka dan seterusnya. Marilah kita imani dan hayati bahwa ‘hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan’.
“Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!” (Mzm 27:13-14)
Jakarta, 5 November 2009
Ignatius Sumarya, SJ
|
|
|
November 05, 2009, 15:27
|
#849
|
|
catlovers
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,346
WebPoint: 0 GaulPoint: 26617
|
Jumat, 06 November 2009
Jumat Pertama
"Apakah yang harus aku perbuat?"
Doa Renungan
Ya Yesus, pokok kerahiman kami. Kami bersyukur atas pengampunan yang Kautawarkan setiap hari kepada kami. Tuhan, bantulah kami hari ini untuk menawarkan pengampunan-Mu dan memberi kepercayaan kepada setiap orang yang kami jumpai bahwa Engkau hadir di dalam mereka semua. Semoga dalam perjumpaan dengan mereka, damai-Mu akan selalu ada di hati kami, sehingga dengan demikian seluruh hari, pekerjaan dan usaha kami laksanakan dengan gembira hati. Amin.
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Umat di Roma (15:14-21)
"Aku menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi supaya mereka diterima Allah sebagai persembahan yang berkenan di hati-Nya."
Saudara-saudara, aku sendiri yakin bahwa kalian penuh dengan kebaikan dan segala pengetahuan, dan bahwa kalian sanggup untuk saling menasihati. Namun karena kasih karunia yang telah dianugerahkan Allah kepadaku, aku di sana-sini dengan agak berani telah menulis kepadamu untuk mengingatkan kalian, bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi. Aku boleh melayani pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan di hati-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus. Maka aku boleh bermegah dalam Kristus tentang pelayananku bagi Allah. Sebab aku tidak akan berani berkata-kata tentang sesuatu yang lain, kecuali tentang apa yang telah dikerjakan Kristus dengan perantaraanku. Demikian Ia telah memimpin bangsa-bangsa lain kepada ketaatan, berkat perkataan dan perbuatan, berkat tanda-tanda serta mukjizat-mukjizat, dan berkat kuasa Roh. Demikianlah dalam perjalanan keliling dari Yerusalem sampai ke Ilirikum aku telah mewartakan Injil Kristus dengan sepenuh-penuhnya. Dan dalam pewartaan itu aku menganggap sebagai kehormatanku, bahwa aku tidak melakukannya di tempat-tempat di mana nama Kristus telah dikenal orang, supaya aku jangan membangun di atas dasar, yang telah diletakkan orang lain. Tetapi aku mengikuti ayat Kitab Suci yang berbunyi: "Mereka yang belum pernah menerima berita tentang Dia, akan melihat Dia, dan mereka yang belum pernah mendengar tentang Dia, akan mengertinya."
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan PS 807
Ref. Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.
Ayat. (Mzm 98:1.2-3ab.3cd-4)
1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
2. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.
3. Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Bergembiralah dan bermazmurlah!
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Sempurnalah kasih Allah dalam hati orang yang mendengarkan sabda Kristus.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (16:1-8)
"Anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya daripada anak-anak terang."
Pada suatu ketika berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya, "Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya. Maka si kaya itu memanggil bendaharanya dan berkata, 'Apakah yang telah kudengar tentang dirimu? Berilah pertanggungjawaban atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh bekerja sebagai bendahara lagi.' Berkatalah bendahara itu dalam hatinya, 'Apakah yang harus kuperbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu. Aku tahu apa yang akan kuperbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang mau menampung aku di rumah mereka.' Lalu ia memanggil satu demi satu orang yang berutang kepada tuannya. Berkatalah ia kepada yang pertama, 'Berapa besar utangmu pada tuanku?' Jawab orang itu, 'Seratus tempayan minyak.' Lalu kata bendahara itu, 'Inilah surat utangmu. Duduklah dan buatlah surat utang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan.' Kemudian ia berkata kepada yang lain, 'Dan Saudara, berapa utangmu?' Jawab orang itu, 'Seratus pikul gandum.' Katanya kepada orang itu, 'Inilah surat utangmu. Buatlah surat utang lain: Delapan puluh pikul.' Bendahara yang tidak jujur itu dipuji tuannya, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya daripada anak-anak terang."
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· Dalam dunia pendidikan kita masa kini masih diwarnai oleh aneka lomba, misalnya: lomba phisika atau matematika Olympiade, rangking nilai ujian akhir/NEM, dst… Sejauh saya cermati hal itu telah memotivasi , entah para orangtua, pengelola sekolah maupun para guru/pendidik, untuk lebih mengutamakan kecerdasan intelektual daripada kecerdasan spiritual, lebih mengutamakan agar pada peserta didik pandai daripada baik atau berbudi pekerti luhur. Dampak dari hal itu antara lain kebiasaan atau budaya menyontek dalam ulangan umum maupun ujian, yang tidak lain merupakan akar kebiasaan korupsi. Maka tidak mengherankan kebiasaan korupsi masih marak di sana-sini, bahkan di era Reformasi dan Desentralisasi korupsi semakin tersebar dan sulit terkendali alias diberantas. “Anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya daripada anak-anak terang”, demikian sabda Yesus. Kami berharap dan mendambakan pada semua pihak yang terkait dalam pendidikan, entah orangtua, pengelola, pendidik/guru atau pejabat terkait, untuk lebih mengutamakan kecerdasan spiritual daripada kecerdasan intelektual, untuk lebih membantu anak-anak tumbuh berkembang menjadi baik dan berbudi pekerti luhur daripada pandai alias cerdik. Memang untuk membantu anak memiliki kecerdasan spiritual atau baik dan berbudi pekerti luhur lebih sulit, tetapi ketika mereka memiliki kecerdasan spiritual, maka kecerdasan-kecerdasan lain seperti intelektual, sosial, emosional dan phisik dapat diusahakan lebih mudah. Sebaliknya ketika kecerdasan spiritual atau budi pekerti luhur kurang memperoleh tempat atau perhatian dalam pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan, maka aneka korupsi dan kejahatan semakin marak sebagaimana kita saksikan pada masa kini.
· “Karena kasih karunia yang telah dianugerahkan Allah kepadaku, aku di sana sini dengan agak berani telah menulis kepadamu untuk mengingatkan kamu, yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus” (Rm 15:15-16). Kasih karunia Allah telah membuat Paulus tanpa takut dan gentar untuk mewartakan Kabar Baik ke seluruh dunia, “bangsa-bangsa bukan Yahudi”. Kasih karunia Allah memang tidak terbatas, dianugerahkan kepada siapapun dan dimanapun, yang terbuka untuk menerimanya. Kasih karunia Allah bukan untuk menina-bobokan orang dan kemudian bermalas-malasan, tetapi menggerakkan dan memotivasi orang untuk keluar dari dirinya sendiri alias bersifat missioner, diutus. Kasih karunia utama dari Allah adalah Roh Kudus, maka siapapun yang menerima Roh Kudus dan kemudian hidup dari dan oleh Roh Kudus, maka dari cara hidup dan cara bertindaknya lahirlah keutamaan-keutamaan seperti “kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri” (Gal 5:22-23). Keutamaan-keutamaan sebagai buah Roh ini hendaknya juga menjadi dambaan dan buah hasi dari aneka usaha pendidikan. Hidup saya ini adalah kasih karunia Allah, maka segala sesuatu yang menyertai hidup kita, yang kita miliki dan nikmati atau kuasai sampai saat ini adalah anugerah Allah, maka selayaknya kita semua hidup dan bertindak dengan rendah hati, lemah lembut, dst..
“Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus. TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa. Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita. Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah!” (Mzm 98:1-4)
Jakarta, 6 November 2009.
Ignatius Sumarya, SJ
|
|
|
November 06, 2009, 05:34
|
#850
|
|
catlovers
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,346
WebPoint: 0 GaulPoint: 26617
|
Sabtu, 07 November 2009
Hari Biasa Pekan XXXI
Doa Renungan
Allah Bapa yang kekal dan kuasa, bantulah kami hari ini untuk melihat Putera-Mu yang hadir secara nyata di dalam hidup kami. Berilah kami hati yang tidak mendua dan senantiasa terarah kepada-Mu. Tuhan, kami mendambakan hati yang dapat melihat dan merasakan kehadiran-Mu. Semoga kami hari ini mampu memberikan hati kami seutuhnya untuk-Mu dan tidak terbagi dengan kejahatan. Oleh sabda Putera-Mu iman kami diteguhkan, harapan dan cinta kami dikuatkan oleh-Nya. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Umat di Roma (16:3-9.16.22-27)
"Hendaklah kalian saling memberi salam dengan cium kudus."
Saudara-saudara, sampaikan salamku kepada Priska dan Akwila, teman-teman sekerjaku dalam Kristus Yesus. Mereka telah mempertaruhkan nyawa untuk hidupku. Kepada mereka bukan aku saja yang berterima kasih, tetapi juga semua jemaat bukan Yahudi. Salam juga kepada jemaat di rumah mereka. Salam kepada Epenetus, saudara yang kukasihi; dialah buah pertama dari daerah Asia untuk Kristus. Salam kepada Maria, yang telah bekerja keras untuk kalian. Salam kepada Andronikus dan Yunias, saudara-saudaraku sebangsa, yang pernah dipenjarakan bersama dengan daku; mereka itu orang-orang terpandang di antara para rasul dan telah menjadi Kristen sebelum aku. Salam kepada Ampliatus yang kukasihi dalam Tuhan. Salam kepada Urbanus, teman sekerja kami dalam Kristus, dan salam kepada Stakhis yang kukasihi. Hendaklah kalian saling memberi salam dengan cium kudus. Salam kepada kalian dari semua jemaat Kristen. Salam dalam Tuhan dari Tertius, yaitu aku yang menulis surat ini. Salam bagi kalian dari Gayus yang memberi tumpangan kepadaku, dan bagi seluruh jemaat. Salam kepada kalian dari Erastus, bendahara negeri, dan dari Kwartus, saudara kita. Kasih karunia Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kalian semua. Amin. Allah berkuasa menguatkan kalian menurut Injil yang kumaklumkan dan pewartaan tentang Yesus Kristus, yang isinya ialah pernyataan yang berabad-abad lamanya tersembunyi, tapi kini dinyatakan, yang menurut perintah Allah yang abadi telah diberitakan oleh kitab-kitab para nabi kepada segala bangsa untuk membimbing mereka kepada ketaatan iman. Bagi Dia, satu-satunya Allah yang penuh hikmat itu, segala kemuliaan untuk selama-lamanya, oleh Yesus Kristus. Amin!
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan PS 829
Ref. Aku hendak memuji nama-Mu, ya Tuhan, selama-lamanya
Ayat. (Mzm 145:2-3.4-5.10-11)
1. Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya. Besarlah Tuhan, dan sangat terpuji; kebesaran-Nya tidak terselami.
2. Angkatan demi angkatan akan memegahkan karya-karya-Mu, dan akan memberitakan keperkasaan-Mu. Semarak kemuliaan-Mu yang agung akan kukidungkan, dan karya-karya-Mu yang ajaib akan kunyanyikan.
3. Segala yang Kaujadikan akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.
Bait Pengantar Injil PS 956
Ref. Alleluya, Alleluya, Alleluya, Alleluya, Alleluya
Ayat. Yesus Kristus telah menjadi miskin, meskipun Ia kaya, agar kalian menjadi kaya berkat kemiskinan-Nya. Alleluya
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (16:9-15)
"Jika kalian tidak setia mengurus mamon durhaka, siapakah yang mau mempercayakan harta sejati kepadamu?"
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan mamon yang tidak jujur, supaya jika mamon itu tidak dapat menolong lagi, kalian diterima dalam kemah abadi. Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi jika kalian tidak setia mengurus mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan harta sejati kepadamu? Seorang hamba tidak mungkin mengabdi dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain; atau ia akan setia kepada yang seorang, dan tidak mengindahkan yang lain. Kalian tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada mamon." Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Yesus. Maka Yesus berkata kepada mereka, "Kalian membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.
|
|
|
November 06, 2009, 11:07
|
#851
|
|
catlovers
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,346
WebPoint: 0 GaulPoint: 26617
|
Sabtu, 07 November 2009
Hari Biasa Pekan XXXI
"Barangsiapa setia dalam perkara kecil ia setia juga dalam perkara besar.” (Rm 16:3-9.16.22-27; Luk 16:9-15)
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· Dalam suatu pertemuan dengan penceramah Romo JB.Mangunwijaya pr alm, ada seorang peserta bertanya: “Bagaimana tanggapan Romo terhadap karya Gereja serta para biarawan-biarawati dengan bangunan yang megah, besar dan kuat”. “Oh, banyak orang kagum, heran, terkejut, dst.., tetapi apakah mereka mengasihi karya tersebut tanda tanya, saya tidak tahu”, demikian tanggapan Romo Mangun. Memang kebanyakan orang kagum terhadap apa yang besar, entah itu bangunan, pangkat, jabatan, dst.., tetapi apakah mereka mengasihi yang besar tersebut tanda tanya besar. Yang menjadi kebutuhan hidup kita sehari-hari adalah apa-apa atau hal-hal kecil dan sederhana, bukan yang besar dan berbelit-belit, maka kita dipanggil untuk setia dalam perkara-perkara kecil, agar dapat setia pada perkara-perkara besar. Memperhatikan perkara kecil berarti juga memperhatikan dan mengasihi mereka yang disebut kecil, entah pembantu rumah tangga/pesuruh, anak kecil, mereka yang miskin dan berkekurangan, bodoh, dst.. Dan untuk dapat memperhatikan yang kecil ini orang harus ‘turun ke bawah’ untuk melihat dengan cermat kenyataan-kenyataan konkret yang ada: apa yang dilakukan atau dikerjakan dan dirasakan oleh mereka yang kecil tersebut. Jika kita tidak dapat mengasihi dan memperhatikan yang kecil-kecil tersebut, maka memperhatikan mereka yang besar berarti ‘mencari muka’ alias pamer, dan dengan demikian cenderung untuk menjadi sombong; “mereka dibenci oleh Allah”. Marilah kita perhatikan perkara atau hal-hal kecil dalam diri kita sendiri maupun yang menjadi tanggungjawab kita. Jika kita tidak dapat mengatur diri sendiri, hendaknya jangan mengatur orang lain; jika kita tidak dapat mengurus dan mengelola kamar pribadi kita sendiri, janganlah mengurus atau mengelola gedung kantor yang besar, dst..
· “Bersalam-salamlah kamu dengan cium kudus. Salam kepada kamu dari semua jemaat Kristus” (Rm 16:16), demikian ajakan dan peringatan Paulus kepada umat di Roma, kepada kita semua umat beriman. Bersalaman dengan cium kudus berarti saling menguduskan atau menyucikan; setiap perjumpaan atau pertemuan kita dengan siapapun senantiasa mendorong kita semakin kudus atau suci, semakin mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan dalam hidup sehari-hari. Dalam hidup dan kesibukan sehari-hari kita senantiasa bergaul dan aneka harta benda dan uang alias terlibat dalam seluk-beluk duniawi, hidup ‘mendunia’. Maka apapun yang kita kerjakan setiap hari hendaknya dikerjakan dengan baik, sehingga berguna bagi diri kita sendiri maupun orang lain. Sebagai contoh: pembantu rumah tangga atau pegawai membersihkan lantai dan halaman dengan baik, maka siapapun yang melewati dan tinggal di atasnya akan gembira dan bahagia, sebaliknya ketika lantai atau halaman nampak kotor atau amburadul, maka siapapun yang melihat dan tinggal di atas akan tergoda untuk berpikiran jahat atau melecehkan orang lain, entah pembantu rumah tangga/pegawai atau pemiliknya. Bersalaman dengan cium kudus juga berarti saling mengasihi, dan hal ini kiranya dapat dihayati oleh laki-laki dan perempuan yang saling mengasihi sebagai suami-isteri, atau yang sedang pacaran atau tunangan. Cium kudus juga dinikmati oleh bayi-bayi atau anak-anak dari ibunya; ciuman kasih yang membangkitkan dan membahagiakan. Maka hendaknya dalam mengasihi atau memperlakukan orang lain bercermin dan meneladan seorang ibu yang sedang mengasihi anaknya, yang telah dikandung, dilahirkan dan sekarang diasuhnya. Sebagai orang-orang yang beriman kepada Yesus Kristus, kita semua dipanggil untuk saling mengasihi dan saling menyucikan melalui cara hidup dan cara bertindak kita setiap hari.
“Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan hendak memuliakan nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya. Besarlah TUHAN dan sangat terpuji, dan kebesaran-Nya tidak terduga. Angkatan demi angkatan akan memegahkan pekerjaan-pekerjaan-Mu dan akan memberitakan keperkasaan-Mu. Semarak kemuliaan-Mu yang agung dan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib akan kunyanyikan” (Mzm 145:2-5)
Jakarta, 7 November 2009
Ignatius Sumarya, SJ
|
|
|
November 07, 2009, 13:10
|
#852
|
|
catlovers
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,346
WebPoint: 0 GaulPoint: 26617
|
Minggu, 08 November 2009
Hari Minggu Biasa XXXII
"...janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya." (Mrk 12:44)
Doa Renungan
Allah Bapa di surga, kami bersyukur kepada-Mu karena Engkau telah berkenan bersabda kepada kami melalui Putra-Mu, untuk mengajar kami kebijaksanaan yang menyegarkan hidup kami. Berilah kami kekuatan agar mampu saling mendukung membangun diri kami menjadi pribadi yang penuh cinta kasih dan tanpa pamrih dan dengan demikian membangun dunia ini menjadi tempat kediaman-Mu. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja (17:10-16)
"Janda itu membuat sepotong roti bundar kecil dan memberikannya kepada Elia."
Sekali peristiwa Nabi Elia bersiap-siap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: "Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum." Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: "Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti." Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati." Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu. Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi." Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya. Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
Mazmur Tanggapan PS 863
Ref. Pujilah Tuhan, hai umat Allah, pujilah Tuhan, hai umat Allah!
Ayat. (Mzm 146:7.8-9a.9bc-10)
1. Megahkanlah Tuhan wahai Yerusalem. Muliakanlah Allahmu, pujilah hai Sion. Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu. Dan berkat-Nya sudah turun pada anak-anakmu.
2. Sejahtera aman bagi daerahmu. Dengan gandum yang lezat terusir laparmu. Bila Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi. Cepat bagai anak panah firman-Nya 'kan berlari.
3. Berfirmanlah Dia pada Bapa Yakub. Ketetapan hukum-Nya kepada Israel. Tapi Dia tak berfirman kepada para bangsa, maka di tanah mereka hukum-Nya tak dikenal.
Bacaan Kedua
Pembacaan dari Surat Kepada Orang Ibrani (9:24-28)
"Kristus hanya satu kali saja mengurbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang."
Saudara-saudara, Kristus telah masuk ke dalam tempat kudus bukan yang buatan tangan manusia, yang hanya merupakan gambaran dari tempat kudus yang sejati, tetapi ke dalam surga sendiri untuk menghadap hadirat Allah demi kepentingan kita. Ia pun tidak berulang-ulang masuk untuk mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagaimana Imam Agung setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus mempersembahkan darah yang bukan darahnya sendiri. Sebab kalau demikian, Kristus harus berulang-ulang menderita.sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang ternyata, pada zaman akhir ini, Ia hanya satu kali menyatakan diri untuk menghapus dosa lewat kurban-Nya. Seperti manusia ditetapkan Allah untuk mati hanya satu kali, dan sesudah itu dihakimi, demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengurbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu, Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka yang menantikan Dia.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Bait Pengantar Injil PS 957
Ref. Alleluya, Alleluya
Ayat: Berbahagialah yang hidup miskin terdorong oleh Roh Kudus, sebab bagi merekalah Kerajaan Allah.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (12:41-44)
"Janda miskin itu telah memberi lebih banyak daripada semua orang lain."
Pada suatu hari, sambil duduk berhadapan dengan peti persembahan, Yesus memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Lalu datanglah seorang janda miskin. Ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Maka Yesus memanggil para murid-Nya dan berkata kepada mereka, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin itu memberi lebih banyak daripada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan itu. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda itu memberi dari kekurangannya semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.
Renungan
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.”
Dua minggu sebelum ditahbiskan saya ditemui oleh pastor paroki saya dan menyampaikan usulan: “Setelah ditahbiskan nanti, mempersembahkan misa di gereja paroki (Wedi-Klaten) sambil syukuran ya”. “Kalau boleh saya misa perdana bersama umat di kapel stasi Gondang saja”, tanggapan dan permohonan saya. “Ya, tetapi renovasi kapel belum selesai”, jawaban pastor paroki. “Tidak apa-apa, seadanya saja” , jawaban saya. Dan memang akhirnya saya dimungkinkan untuk mempersembahkan misa kudus bersama umat pertama kali di kapel stasi. Umat wilayah dimana saya berasal, mendengar berita itu sangat gembira, dan saya dengan akhirnya umat wilayah kami selama satu minggu, dari pagi sampai sore bergotong royong untuk menyelesaikan renovasi kapel. Mayoritas umat wilayah asal kami adalah ‘buruh tukang batu’ dan selama seminggu mereka pamit tidak ‘kerja’ dulu untuk bergotong royong menyelesaikan renovasi kapel. Tidak ‘kerja’ seminggu berarti mereka tidak memperoleh imbalan jasa atau gaji selama seminggu; dan selama seminggu mereka mempersembahkan diri untuk renovasi kapel, dengan harapan pada hari “H”, misa perdana saya, siap atau layak pakai. Memperhatikan semuanya itu saya merasa bahwa umat wilayah tersebut bagaikan “janda yang memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.”
bersambung...
|
|
|
November 07, 2009, 13:23
|
#853
|
|
catlovers
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,346
WebPoint: 0 GaulPoint: 26617
|
Minggu, 08 November 2009
Hari Minggu Biasa XXXII
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya." (Mrk 12:43-44)
Di dalam kehidupan menggereja kita kenal adanya ‘persembahan’ dan ‘kolekte’. Persembahan merupakan tradisi orang Yahudi, yang pada saat ini hidup di lingkungan jemaat Kristen Protestan, sepersepuluhan, yaitu mempersembahkan sepersepuluh (10%) dari penghasilan untuk kehidupan dan karya pelayanan Gereja. Sedangkan kolekte adalah sumbangan sukarela dalam ibadat, yang pada umumnya diadakan setelah kotbah atau homili. Orang kaya dengan penghasilan 10 (sepuluh) juta rupiah per bulan ketika mempersembahkan 10% berarti mempersembahkan 1(satu) juta rupiah, dengan demikian masih tersisa penghasilan sebesar 9(sembilan) juta rupiah. Sedangkan orang miskin, katakan berpenghasilan sesuai dengan UMR, misalnya 8 (delapan) ratus ribu rupiah per bulan, ketika ia mempersembahkan 8 (delapan) ratus ribu rupiah, maka tiada sedikitpun yang tersisa padanya untuk memenuhi kebutuhan hidup selama sebulan. Secara nominal yang miskin lebih kecil daripada yang kaya dalam memberi persembahan, tetapi secara spiritual ia yang miskin mempersembahkan lebih besar daripada yang kaya, karena ia mempersembahkan seluruh nafkahnya.
Memberi dari kelimpahan berarti membuang sampah alias menjadikan si penerima atau yang lain ‘tempat sampah’, sedangkan memberi dari kekurangan itulah persembahan yang benar. Persembahan yang benar memang harus berkorban, ada pengorbanan. Harta benda gerejawi yang ada sampai saat ini merupakan persembahan umat Allah. Perolehan, pemilikan dan pengelolaan harta benda gerejawi memiliki tujuan-tujuan khas yaitu “mengatur ibadat ilahi, memberi penghidupan yang layak kepada klerus serta pelayan-pelayan lainnya, melaksanakan karya-karya kerasulan suci serta karya amal kasih, terutama terhadap mereka yang berkekurangan” (KHK kan 1254). Dengan kata lain harta benda berasal dari umat Allah/umat beriman dan harus difungsikan untuk membina umat Allah/umat beriman agar semakin beriman atau mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan. Semakin beriman pada umumnya juga semakin banyak memberi persembahan, maka kami berharap kepada para pengelola harta benda gerejawi untuk sungguh memfungsikan harta benda tersebut untuk membina umat beriman seluruhnya, entah anak-anak, remaja, muda-mudi maupun orangtua yang berkedudukan atau berprofesi apapun. Semoga semakin kaya akan harta benda juga semakin beriman, dan dengan demikian semakin mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan melalui hidup sehari-hari, semakin sosial, semakin dikasihi oleh Tuhan dan sesamanya.
“Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita.Dan Ia bukan masuk untuk berulang-ulang mempersembahkan diri-Nya sendiri, sebagaimana Imam Besar setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus dengan darah yang bukan darahnya sendiri” (Ibr 9:24-25)
Persembahan Yesus adalah di kayu salib, dimana Ia mempersembahkan diri seutuhnya: yang mempersembahkan sekaligus menjadi persembahan. Ia tidak mengorbankan atau mempersembahkan yang lain, tetapi dirinya sendiri. Sebagai orang-orang yang beriman kepadaNya kita dipanggil untuk meneladan Dia, antara lain tidak dengan mudah mengorbankan orang lain, lebih-lebih mereka yang miskin dan berkekurangan, yang pada umumnya menjadi korban aneka usaha pembangunan dan perkembangan. Sebagai orang Kristen atau Katolik, pengikut atau murid Yesus Kristus, kita dipanggil untuk meneladan Dia dalam berbuat baik atau bertindak sosial. Sebagai contoh: jika kita terlibat dalam gerakan sosial atau sukarela untuk membantu para korban bencana alam seperti gempa bumi atau banjir bandang, hendaknya pertama kali kita yang harus berani berkorban, entah memberi sumbangan dari sebagian harta benda atau uang kita atau tenaga kita.
Sosial berasal dari akar kata bahasa Latin sociare/socio yang dapat berarti: menyekutukan/menjadiikan sekutu, mengikat, mempertemukan, menggabungkan, menyatukan, menjadikan kepentingan bersama, membagikan dengan seseorang dll (lih: Drs.K.Print cm, Drs J.Adisubrata, WJS Porwadarminta: Kamus Bahasa Latin-Indonesia, Kanisus 1969, hal 798). Maka memberi persembahan atau sumbangan mengandung unsur tindakan-tindakan tersebut. Yang paling dekat atau memadai kiranya membagikan dengan seseorang, dan yang kita bagikan adalah harta benda atau milik kita sendiri, bukan milik orang lain. Keutamaan mengorbankan atau mempersembahkan diri ini hendaknya dididikkan atau dibiasakan pada anak-anak sedini mungkin di dalam keluarga dan tentu saja dengan contoh atau teladan dari orangtua atau bapak-ibu. Bukankah bapak-ibu atau orangtua memiliki pengalaman dalam saling mempersembahkan atau mengorbankan diri, yaitu dalam saling mengisihi, yang antara lain memuncak dalam hubungan seksual? Marilah kita meneladan sang janda ini, yang berkata dan menghayati apa yang ia katakan sendiri: “Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikit pun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati.”(1Raj 17:12). Yang ia berikan akhirnya tidak habis melainkan bertambah, demikian juga jika kita melakukan yang sama. Yang mungkin jelas akan bertambah adalah jika kita berbuat baik atau sosial, maka kita akan semakin baik dan sosial.
“Yang menegakkan keadilan untuk orang-orang yang diperas, yang memberi roti kepada orang-orang yang lapar. TUHAN membebaskan orang-orang yang terkurung,TUHAN membuka mata orang-orang buta, TUHAN menegakkan orang yang tertunduk, TUHAN mengasihi orang-orang benar.TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.TUHAN itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-temurun! Haleluya!” (Mzm 146:7-10) Jakarta, 8 November 2009
Ignatius Sumarya, SJ
|
|
|
November 08, 2009, 09:53
|
#854
|
|
catlovers
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,346
WebPoint: 0 GaulPoint: 26617
|
Bacaan Harian 09 - 15 Nopember 
Senin, 09 Nopember 2009:
Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran (P).
Yeh 47:1-2.8-9.12; Mzm 46:2-3.5-6.8-9; 1Kor 3:9b-11.16-17; Yoh 2:13-22.
Hari ini Gereja merayakan Pesta Pemberkatan Gereja Basilika St. Yohanes Lateran, yang adalah ibu dari gereja orang katolik, karena gereja ini merupakan gereja katedral Uskup Roma. Dengan perayaan ini kita diingatkan bahwa gereja bukan sekedar gedung, tapi adalah tempat yang kudus untuk secara khusus berjumpa dengan Tuhan kita. Maka, Yesus pun mengusir dengan keras orang-orang yang menjadikan Bait Allah sebagai tempat berdagang. Ia mau memelihara kekudusan Bait Allah itu. Bagaimana sikap kita dengan gereja kita sendiri?
Selasa, 10 Nopember 2009 :
Peringatan Wajib St. Leo Agung. Paus & Pujangga Gereja (P).
Keb 2:23 – 3:9; Mzm 34:2-3.16-19; Luk 17:7-10.
Dalam kehidupan pelayanan, janganlah kita terjebak pada kesombongan rohani atau merasa diri telah melakukan banyak hal yang pantas mendapat pujian. Harus tetap diingat: kita hanyalah hamba yang hanya melakukan apa yang memang seharusnya kita lakukan.
Rabu, 11 Nopember 2009 :
Peringatan Wajib St. Martinus dari Tours-Uskup (P).
Keb 6:1-11; Mzm 82:3-4.6-7; Luk 17:11-19.
Ada 10 orang kusta yang disembuhkan, tetapi hanya satu yang kembali kepada Yesus untuk bersyukur. Kalau kita menyadari bahwa kehidupan kita tak lepas dari Penyelenggaraan Ilahi, maka apa pun keadaannya sudah seharusnya kita senantiasa kembali kepada Yesus untuk mensyukurinya.
Kamis, 12 Nopember 2009:
Peringatan Wajib St. Yosafat, Uskup-Martir (M).
Keb 7: 22 – 8:1; Mzm 119:89-90.130.135.175; Luk 17:20-25.
Akhir zaman pasti datang, tapi entahlah kapan. Yang penting bagi kita saat ini adalah menikmati Kerajaan Allah yang telah dan sedang berlangsung di tengah kita melalui berbagai pengalaman akan rahmat Tuhan, baik yang kita alami sendiri, maupun yang dialami orang lain. Lalu hiduplah di dalam Kerajaan Allah itu.
Jumat, 13 Nopember 2009:
Hari Biasa Pekan XXXII (H).
Keb 13:1-9; Mzm 19:2-5; Luk 17:26-37
Mengikuti Yesus adalah suatu keputusan dan pilihan sikap yang terus-menerus. Untuk itu, kita harus terbiasa untuk kehilangan ‘hal yang menyenangkan’ demi melakukan ajaran dan kehendak-Nya. Kalau begitu, kita menempatkan Yesus sebagai satu-satunya andalan hidup kita. Tidak mudah memang.
Sabtu, 14 Nopember 2009:
Hari Biasa Pekan XXXII (H).
Keb 18:14-16. 19:6-9; Mzm 105:2-3.36-37.42-43; Luk 18:1-8.
Yesus mengajarkan untuk tak jemu-jemu berdoa. Doa adalah napas hidup para pengikut Yesus. Dengan berdoa, kita berada dalam kontak yang hidup dengan Tuhan sebagai sumber kehidupan. Di dalam doa pulalah kita dapat semakin memahami kehendak-Nya.
Minggu, 15 Nopember 2009 :
Hari Minggu Biasa XXXIII (H).
Dan 12:1-3; Mzm 16: 5.8-11; Ibr 10:11-14.18; Mrk 13:24-32.
Yesus berbicara tentang akhir zaman. Ia menggambarkan akan terjadi kekacauan dan huru-hara. Namun segera akan datang penghiburan, yaitu kedatangan Anak Manusia, yaitu Yesus sendiri. Pada waktu itu Ia akan datang untuk mengumpulkan orang-orang pilihan. Namun, Yesus tidak mengatakan kapan hari itu tiba. Yang diperlukan adalah sikap berjaga-jaga. Artinya, senantiasa memupuk harapan akan kedatangan Yesus sambil bertekun dalam iman, melalui sikap dan perbuatan sehari-hari yang berkenan pada Allah dan sesama.
|
|
|
November 08, 2009, 10:13
|
#855
|
|
catlovers
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,346
WebPoint: 0 GaulPoint: 26617
|
Senin, 09 November 2009
Pesta Pemberkatan Basilik Lateran
YESUS MENYUCIKAN BAIT ALLAH
Doa Renungan
Allah Bapa yang mahaagung, Engkau telah berkenan memilih kami sebagai batu-batu hidup bagi bangunan kediaman-Mu. Curahkanlah selalu anugerah Roh kepada Gereja-Mu, agar umat-Mu yang selalu setia akan rahmat-Mu berkembang dalam pembangunan Yerusalem baru. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Nubuat Yehezkiel (47:1-2.8-9.12)
"Aku melihat air mengalir keluar dari bait Allah, dan semua orang yan didatangi air itu akan selamat."
1 Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah. 2 Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan. 8 Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar, 9 sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup. 12 Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat."
Demikianlah sabda Tuhan Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan PS 847
Ref. Tuhan penjaga dan benteng perkasa dalam lindungan-Nya aman sentosa.
Ayat. (Mzm 46:2-3.5-6.8-9)
1. Allah itu tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut.
2. Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, di sukakan oleh aliran-aliran sungai . Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi.
3. Tuhan semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub. Pergilah, pandanglah pekerjaan Tuhan. Yang mengadakan permusuhan di bumi.
Bacaan Kedua
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (3:9b-11,6-17)
"Kamu adalah tempat kediaman Allah."
9 Saudara-saudara, kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah. 10 Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya. 11 Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. 16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? 17 Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Bait Pengantar Injil PS 953
Ref. Alleluya, Alleluya, Alleluya
Ayat. Tempat ini telah Kupilih dan Kukuduskan. Supaya nama-Ku tinggal disana sepanjang masa. (2Taw 7:16)
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (2:13-22)
"Kenisah yang dimaksudkan Yesus ialah tubuh-Nya sendiri."
Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem. Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ. Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya. Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan." Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: "Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku. Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: "Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?" Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali." Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?" Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri. Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.
Renungan
Saudara-saudari yang dicintai Tuhan,
Basilica St. Yohanes Lateran (Basilica di San Giovanni in Laterano) adalah Katedral Gereja Roma dan kedudukan gerejawi resmi Uskup Roma yang adalah Sri Paus. Sebagai Katedral Uskup Roma, basilica ini memiliki tahta kepausan (Cathedra Romana). Basilika ini bergelar “Ibu Gereja Ekumene” (ibu gereja bagi seluruh penjuru dunia yang dihuni oleh manusia) untuk komunitas umat Katolik Roma. Basilica St. Yohanes Lateran didedikasikan untuk Kristus Sang Penyelamat, Christo Salvatore. Penginjil Yohanes dalam perikopa 2: 13-22 mengisahkan, “Yesus Menyucikan Bait Allah”.
Bait Allah adalah pusat hidup religius untuk bangsa Israel. Bait Allah menjadi pusat ibadat, kurban, dan kehadiran Allah. Bagi bangsa Israel, kehancuran fisik Bait Allah adalah kehancuran hidup religius mereka. “Yesus membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkanNya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya” (ayat 15). Arogankah tindakan Tuhan Yesus ini? Pembersihan Bait Allah ini mengingatkan kita akan tipe tindakan simbolis yang dilakukan para nabi. Tindakan Tuhan Yesus adalah suatu TANDA. Bangunan fisik akan segera dirusak dan perlu dibersihkan. Data sejarah : Bait Allah dihancurkan oleh pasukan Titus dari Roma pada tahun 70 M. Secara simbolis, tindakan Tuhan Yesus memberi makna bahwa fungsi dan peran Bait Allah akan digantikan oleh Tubuh Kristus yang bangkit.
Ada dua keistimewaan yang ditonjolkan oleh Yohanes dalam peristiwa Tuhan Yesus menyucikan Bait Allah.
1. “Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: ”Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?” (ayat 18). Ayat ini menggambarkan permusuhan orang Yahudi dengan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus adalah orang Yahudi dan murid-murid-Nya yang Yahudi ikut merasakan kesukaran dengan rekan-rekan Yahudi sebangsanya. Tetapi perbedaan antara Tuhan Yesus dan Yahudi mencerminkan permusuhan kelak antara orang-orang Kristen dengan Yahudi.
2. “Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh para murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus” (ayat 22). Banyak tindakan dan kata-kata Tuhan Yesus tidak dipahami selama Ia hidup. Semua hanya dapat dipahami dalam sinar kebangkitan Tuhan Yesus.
Tubuh dan seluruh hidup kita telah “dibersihkan” oleh darah dan kebangkitan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus bertahta dan hidup dalam batin kita. Tubuh kita adalah bait Allah. Semoga seluruh hidup kita menandakan Tuhan Yesus yang hidup.
Salam dan berkat
Pastor L. Setyo Antoro, SCJ.
www.st-stefanus.or.id
|
|
|
|
Tags
|
berkat, damai sejahtera, ekaristi, firman tuhan, hidup damai, injil, inspirasi, kasih, keajaiban karya allah, kebangkitan, kehendak allah, kemerdekaan hati, kerajaan allah, komitmen, kuasa tuhan, lectionarium, misa, pengkhianatan, pengosongan diri, penyelamatan, renungan, sabda, santapan rohani, sukacita, yesus kristus  |
Posting Rules
|
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts
HTML code is Off
|
|
|
All times are GMT. The time now is 07:10.
|
|