WebGaul Forum : : A ZEIN Company  

Go Back   WebGaul Forum : : A ZEIN Company > :: FORUM DISKUSI WEBGAUL > Agama dan Iman > Katolik
WebGaul Forum Gallery Register Blogs FAQ Calendar Mark Forums Read
Notices






Reply
 
Thread Tools
Old October 19, 2009, 10:56   #391
SNU
The time has come \()"•)/
 
SNU's Avatar
 
Join Date: Jun 2009
Location: di belakang Nya \\()"•)//
Posts: 10,707
WebPoint: 0
GaulPoint: 15.780
Blog Entries: 1
SNU SesepuhSNU Sesepuh
^
^
ini ya flaz bahan mutsab kemaren?

homili sabtu kemaren apa yah, duh lupa.
yg minggu dr st.paulus solo diceritain dongeng perebutan tahta pangeran. ada 3 putra pangeran. bla bla bla. endingnya, putra 3 yg mendapatkan tahta itu karna dia sehari2 menjadi seorang penjaga kandang kuda. yang 2 lainnya sombong dan tidak pernah melayani rakyat.
__________________
SNU is offline   Reply With Quote
Recommendation Sponsored Ads
Old October 20, 2009, 04:17   #392
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,256
WebPoint: 0
GaulPoint: 26544
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
Minggu, 25 Oktober 2009
Hari Minggu Biasa XXX

"Kuatkanlah hatimu, berdirilah, Ia memanggil Engkau" (Mrk 10:49b)

Doa Renungan
Tuhan Yesus Kristus, Engkau memanggil kami sesuai dengan keunggulan pribadi kami, agar dapat Kau pergunakan menjadi pengantara rahmat dan berkat. Sahabat kamipun meneguhkan kami seperti halnya Bartimeus didukung oleh teman-temannya, "Kuatkanlah hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau." Tuhan, kuatkanlah hati kami ketika kami lemah, ragu dan kurang yakin. Sebab Engkaulah Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Yeremia (31: 7-9)

"Dengan hiburan Aku akan membawa orang buta dan lumpuh."

Beginilah firman Tuhan: Bersorak-sorailah bagi Yakub dengan sukacita, bersukarialah tentang pemimpin bangsa-bangsa! Kabarkanlah, pujilah dan katakanlah: Tuhan telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel! Sesungguhnya, Aku akan membawa mereka dari tanah utara dan akan mengumpulkan mereka dari ujung bumi; di antara mereka ada orang buta dan lumpuh, ada perempuan yang mengandung bersama-sama dengan perhimpunan yang melahirkan; dalam kumpulan besar mereka akan kembali ke mari! Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka; Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di jalan yang rata, di mana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi bapa Israel, Efraim adalah anak sulung-Ku.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan PS 830
Ref. Aku wartakan karya agung-Mu Tuhan, karya agung-Mu karya keselamatan.
Ayat.
(Mzm. 126: 1-2ab,2cd-3,4-5,6)
1. Ketika Tuhan memulihkan keadaan sion, kita seperti orang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tawa ria, dan lidah kita dengan sorak-sorai.
2. Pada waktu itu berkatalah orang diantara bangsa-bangsa, Tuhan telah melakukan perkara besar, Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.
3. Pulihkanlah kepada kami, ya Tuhan, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
4. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Bacaan Kedua
Pembacaan dari Surat Kepada Umat Ibrani (5: 1-6)

"Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut tata imamat Melkisedek."

Saudara-saudara, setiap imam besar, yang dipilih dari antara manusia, ditetapkan bagi manusia dalam hubungan mereka dengan Allah, supaya ia mempersembahkan persembahan dan korban karena dosa.Ia harus dapat mengerti orang-orang yang jahil dan orang-orang yang sesat, karena ia sendiri penuh dengan kelemahan,yang mengharuskannya untuk mempersembahkan korban karena dosa, bukan saja bagi umat, tetapi juga bagi dirinya sendiri.Dan tidak seorang pun yang mengambil kehormatan itu bagi dirinya sendiri, tetapi dipanggil untuk itu oleh Allah, seperti yang telah terjadi dengan Harun.Demikian pula Kristus tidak memuliakan diri-Nya sendiri dengan menjadi Imam Besar, tetapi dimuliakan oleh Dia yang berfirman kepada-Nya: "Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini",sebagaimana firman-Nya dalam suatu nas lain: "Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek."
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil PS 954
Ref. Alleluya
Ayat.
Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut, dan menerangi hidup dengan Injil.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (10: 46-52)

"Rabuni, semoga aku dapat melihat."

Pada suatu hari Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Yerikho. Ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan.Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!"Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku!"Lalu Yesus berhenti dan berkata: "Panggillah dia!" Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: "Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau."Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus. Tanya Yesus kepadanya: "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang buta itu: "Rabuni, supaya aku dapat melihat!"Lalu kata Yesus kepadanya: "Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!" Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.

Injil Minggu Biasa XXX tahun B 25 Oktober 2009 (Mrk 10:46-52)
BYAAR! MELIHAT KEMBALI - KE ATAS!


Diceritakan dalam petikan kali ini (Mrk 10:46-52) bagaimana Bartimeus, seorang pengemis buta, ikut berdesak-desakan mengerumuni Yesus yang sedang berjalan lewat Yerikho. Ia berseru minta dikasihani oleh Yesus yang dipanggilnya sebagai "anak Daud", gelar Mesias yang dinanti-nantikan banyak orang itu. Kendati orang banyak menyuruhnya diam, ia terus berteriak dan makin keras. Mendengar itu Yesus menyuruh membawa Bartimeus mendekat untuk di*tanyai ingin apa darinya. Ketika ia minta agar bisa melihat kembali, Yesus mengatakan bahwa imannya telah menyelamatkannya. Saat itu juga Bartimeus dapat melihat kembali dan mulai mengikuti Yesus dalam perjalanannya. Marilah kita tengok terlebih dahulu perihal orang buta dalam Alkitab sebelum mengamati beberapa peristiwa Yesus menyembuhkan orang buta dan menafsirkan kisah Bartimeus ini.



bersambung
glenX is online now   Reply With Quote
Old October 20, 2009, 04:21   #393
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,256
WebPoint: 0
GaulPoint: 26544
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
Minggu, 25 Oktober 2009
Hari Minggu Biasa XXX



ORANG BUTA DALAM ALKITAB

Orang bisa buta sejak lahir (Yoh 9:1), atau berkurang penglihatannya karena usia lanjut (Ishak dalam Kej 27:1; Eli dalam 1Sam 3:2; Ahia dalam 1Raj 14:4). Di luar itu, kebutaan umumnya akibat penyakit mata yang kasep. Hukum agama dan hukum adat melindungi orang-orang buta (seperti halnya juga janda, musafir, orang sakit, orang miskin, dst.). Ada ancaman keras jangan sekali-sekali menyesatkan atau membiarkan orang buta tersandung (Im 19:14 dan Ul 27:18). Hukum-hukum ini keramat. Tipe orang saleh seperti Ayub bisa berkata sudah menjalankan kebaikan terhadap orang buta (Ayb 29:15).

Kebutaan Saulus (Kis 9) dipakai untuk menyadarkannya bahwa hingga saat itu ia "buta" akan kehadiran Yesus. Selain itu, kebutaan fisik membuatnya kini makin menghargai kebesaran Allah yang mengasihani orang buta seperti dia lewat orang yang mengantarkannya mencari kesembuhan di Damsyik - di sana ia juga menerima baptisan, yang dimengerti secara teologis olehnya nanti dalam Rm 6:5 sebagai ikut mati, dikubur, dan dibangkitkan kembali bersama dengan Kristus.

Kebutaan bisa didatangkan sebagai hajaran kekuatan gaib, misalnya Saulus/Paulus dengan kekuatan matanya menyihir buta seorang nabi palsu bernama Baryesus alias Elimas yang menjalankan praktek santet di Pafos di Pulau Siprus (Kis 13:11). Sambil berdoa Elisa menenung buta sepasukan orang Aram (2Raj 6:8 dst.). Malaikat Allah membutakan mata orang-orang Sodom yang berniat berbuat keji terhadap mereka yang menyamar sebagai tetamu Lot (Kej 19:1). Praktek merusak mata lawan juga dikenal, misalnya orang Filistin mencungkil mata Simson (Hak 16:22), Nebukadnezar membutakan Zedekia (2 RW 25:7).

Kebutaan dapat menggambarkan tipisnya kepekaan rohani, misalnya umat yang tak lagi mengindahkan Allah (Yes 42:18-19), malah pemimpin umat juga buta (Yes 56:10); juga orang yang duniawi belaka pikirannya (2Kor 4:4) atau yang tak berbuat baik kepada sesama (2 Ptr 1:9) dan yang membenci sesama (1Yoh 2:11). Gereja Laodikea dikatakan buta karena tidak menyadari kemerosotan rohani sendiri (Why 3:17). Orang Farisi diibaratkan orang buta menuntun orang buta (Mat 15:14; Luk 6:3).

YESUS DAN ORANG BUTA

Seperti diutarakan dalam Mat 11:5 dan Luk 7:(21-)22, dalam menjawab pertanyaan Yohanes Pembaptis, Yesus menyebut penyembuhan orang buta sebagai salah satu tanda bahwa dirinya itu tokoh yang telah lama dinanti-nantikan orang banyak. Hal ini berhubungan erat dengan gagasan Alkitab bahwa keselamatan datang bagaikan terang bagi orang buta (lihat Mzm 146:8; Yes 29:18; 35:5; 42:16.18; 43:8; Yer 31:8). Tiga kejadian penyembuhan orang buta diceritakan secara khusus dalam Injil-Injil:
Di Betsaida (Mrk 8:22-25; Mat 9:29): Markus melaporkan bahwa orang buta yang diludahi matanya dan ditumpangi tangan oleh Yesus mulai bisa samar-samar melihat kembali dan baru pulih sepenuhnya ketika matanya ditumpangi tangan sekali lagi. Matius mengandaikan pembaca mampu membayangkan tiap tindakan Yesus itu dan hanya melaporkan Yesus "menjamah mata" si buta. Akan tetapi, Matius menekankan orang buta itu ditanya dulu apa sungguh percaya Yesus bisa menolong mereka.
Mengenai peristiwa di Yerikho (Mrk 10:46 dst.; Luk 18:35 dst.; Mat 20:30 dst.) Markus dan Lukas berbicara tentang Bartimeus si buta yang menjadi peminta-minta, tapi entah bagaimana Matius menambahkan orang buta yang lain sehingga penyembuhannya terjadi pada dua orang buta tanpa nama. Boleh jadi ingatan Matius agak rancu dengan peristiwa yang pernah diceritakannya sendiri dalam Mat 9:27-29. Bagaimanapun juga si buta itu, satu atau dua orang, berteriak minta tolong, "Anak Daud, kasihanilah...!" Dan Yesus langsung berbuat sesuatu. Tak perlu heran, menurut adat dan hukum orang buta wajib ditolong (lihat catatan di atas), apalagi kalau yang bersangkutan mengimbau kewajiban keramat Mesias untuk menunjukkan belas kasihan ilahi.

Di Yerusalem (Yoh 9:1-41, orang buta sejak lahir), Yesus meludah ke tanah dan membuat lumpur yang dipoleskannya pada mata orang buta sejak lahir itu lalu menyuruhnya pergi berendam di kolam Siloam dan kembali ke Yesus dan penglihatannya kini beres. Penyembuhan ini terjadi dengan maksud menunjukkan betapa karya Allah nyata-nyata terjadi dalam diri orang buta sejak lahir itu (ay. 3).

Yesus bertindak seperti penyembuh paranormal zaman itu, lengkap dengan gerak-gerik magis-ritual dan penyebutan syarat-syaratnya segala. Injil kadang-kadang merekamnya, kadang-kadang hanya mengandaikan pembaca sudah tahu dan bisa membayangkannya sendiri.

DIALOG IMAJINER DENGAN BARTIMEUS

TANYA: Pak Bartimeus, kenapa kok Anda bersikeras minta tolong kepada Yesus? Apa Anda tidak takut orang banyak yang mengomeli Anda?

BARTIMEUS: Itu hakku, bukan? Yesus itu kan Mesias keturunan Daud, betul kagak? Ia tidak bakal mengingkari kewajibannya kepada orang kayak gue-gue ini. Dan ngapain takut sama orang banyak? Mereka kan tidak bakal berani menjegalku, situ kan ahli Kitab Suci, apa kata Im 19:14 dan Ul 27:18?

TANYA: Okay, Pak. Lain hal, apa yang Anda rasakan waktu Yesus tanya ingin apa darinya?

BARTIMEUS: Wah, dag-dig-dug! Sampai saat itu aku pikir aku ini kena hukuman Allah kayak orang Aram atau orang kota Sodom, atau dukun belang yang kalian kenal dari Kitab Suci. Kebetulan Yesus lewat Yerikho. Dengar-dengar ia mengajarkan Allah itu Bapa yang baik. Ini perkara baru. Tapi kurang jelas apa juga berlaku bagi orang seperti aku ini. Maka mau tanya langsung kepadanya. Tahu-tahunya ia malah nyuruh aku datang mendekat dan bertanya aku mau dia lakukan apa bagiku. Lha, tentu saja gue bilang pe*ngin bisa ngeliat kembali. Saat itu juga rasanya byaar!

TANYA: Omong-omong, persisnya Injil-Injil melaporkan "byaar" Anda itu tadi itu sebagai "saat itu juga ia bisa melihat kembali". Apanya yang "kembali"? Soalnya begini, sabar ya Pak, teks Injil mengatakan Anda itu "ana-eblepse". Lha, "eblepse", aorist orang ke-3 tunggal, artinya "mulai melihat" itu memiliki awalan "ana-" yang mengandung makna "kembali". Jadi, dengan "byaar" tadi Anda mulai bisa melihat hal-hal seperti dulu lagi. Tetapi awalan "ana-" itu juga berarti "ke atas", jadi "ana-eblepse" itu juga "mulai bisa memandang ke atas". Yesus sendiri misalnya ketika hendak memberi makan lima ribu orang dikatakan dalam Mat 14:19 "... menengadah (= ana-eblepsas) ke langit lalu mengucap syukur..." Apa Anda setuju dikisahkan dalam Injil-Injil dengan kata "ana-eblepse" yang sarat dengan dua nuansa itu?

BARTIMEUS: Waduh, waduh, terima kasih diajari Yunani! Memang cerita Injil-Injil itu jitu. Dalam "byaar" tadi rasa-rasanya mulai tampak juga apa yang dilihat Yesus ketika ia menengadah.

TANYA: Lha apa itu?

BARTIMEUS: Situ belum tahu? Kursus kilat Yunani saya balas dengan kursus kilat iman. Yesus bilang sama gue, "Imanmu sudah menyelamatkanmu." Ia tahu saat itu saya "byaar" dan mulai bisa juga melihat yang dilihatnya seperti ketika ia menengadah tadi. Inilah yang dia maksudkan. Aku mulai makin tertarik ikut melihat yang betul-betul dilihatnya, bukan hanya langit saja tapi siapa yang di sana. Karena itu, aku ikuti dia. Tiap hari aku mendengarkan ia bercerita mengenai Bapanya yang ada di surga, yang di atas sana. Maka Mrk 10:52 bilang tentang aku yang mantan pengemis buta ini "lalu ia mulai mengikutinya dalam perjalanannya". Maksudnya, jalan menuju Bapanya - tafsir ini ndak bisa Anda raih dengan eksegese tok lho, karena hanya terjangkau dalam iman yang disebut Yesus tadi. Luk 18:43 mengatakan yang sama ketika bilang tentang diriku "lalu ia mulai mengikuti dia sambil memuliakan Allah". Allah yang makin kupandangi dalam mengikut Yesus.

Pada akhir tanya jawab itu, terbayang Bartimeus berjalan mengikuti Yesus - ia yang tadi buta itu kini menuntun kita semua mulai memahami apa makna mengikuti Yesus dalam perjalanannya. Ia juga bukan peminta-minta lagi, ia bisa memberi banyak. Apa rekan-rekan berkeberatan bila dikatakan perjumpaan Bartimeus dengan Yesus itu justru karena si buta ingin lebih tahu cerita Yesus tentang Bapa*nya yang di atas sana, di surga, dan dalam hubungan ini ia memperoleh kembali penglihatannya?


Salam hangat,
A. Gianto
glenX is online now   Reply With Quote
Old October 23, 2009, 07:10   #394
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,256
WebPoint: 0
GaulPoint: 26544
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
DAG DIG DUG BYAAAARRRRRR!!!
glenX is online now   Reply With Quote
Old October 28, 2009, 12:41   #395
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,256
WebPoint: 0
GaulPoint: 26544
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
Minggu, 01 November 2009
Hari Raya Semua Orang Kudus

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Wahyu (7:2-4.9-14)

"Aku melihat suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak terhitung jumlahnya, mereka terdiri dari segala bangsa dan suku, kaum dan bahasa"

Aku Yohanes, melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut,katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!"Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel,Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dan dengan suara nyaring mereka berseru: "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!"Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah,sambil berkata: "Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!" Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?" Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan PS 841
Ref. Berbahagialah yang mendiami rumah Tuhan
Ayat. (Mzm 24:1-2.3-4ab.5-6)
1. Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya, jagat dan semua yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkan bumi di atas lautan, dan menegakkan di atas sungai-sungai.
2. Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan diri kepada penipuan dan tidak bersumpah palsu.
3. Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan dan keadilan dari Allah, penyelamatnya. Itulah angkatan orang-orang yang mencari Tuhan, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.

Bacaan Kedua
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (3:1-3)

"Kita akan melihat Kristus dalam keadaan-Nya yang sebenarnya."

Saudara-saudara terkasih, lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.
Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil PS 956
Ref. Alleluya, Alleluya, Alleluya, Alleluya, Alleluya, Alleluya
Ayat. Datanglah pada-Ku, kamu semua yang letih dan berbeban berat. Aku akan membuat lega.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (5:1-12a)

"Bersukacita dan bergembiralah, karena besarlah ganjaranmu di surga."

Sekali peristiwa, ketika Yesus melihat banyak orang datang, Yesus mendaki lereng sebuah bukit. Setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya, "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.
glenX is online now   Reply With Quote
Old October 28, 2009, 12:42   #396
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,256
WebPoint: 0
GaulPoint: 26544
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
Minggu, 01 November 2009
Hari Raya Semua Orang Kudus


Injil Hari Raya Semua Orang Kudus 1 November 2009 ini diangkat dari kumpulan "Sabda Bahagia" menurut Injil Matius (Mat 5:1-12a). Di situ didapati delapan Sabda Bahagia yang ditujukan kepada semua orang (ay. 3-10) serta satu Sabda Bahagia yang khusus diucapkan bagi para murid (ay. 11) dan dilanjutkan dengan seruan agar mereka tetap bersuka cita (ay. 12a). Di situ harapan tiap orang dilambungkan jauh-jauh ke depan tanpa meninggalkan kehidupan yang dialami sehari-hari. Disebutkan dalam ay. 1-2, ketika Yesus melihat orang banyak, ia naik ke bukit dan mengajar agar para pendengarnya semakin memahami diri mereka. Sabda Bahagia juga dapat membantu kita membaca pengalaman kita sekarang ini juga.

"BERBAHAGIALAH...!"


Tiga Sabda Bahagia (Mat 5:3-5) menegaskan bahwa orang dapat disebut berbahagia karena tumpuan harapan dalam hidupnya ialah Tuhan sendiri. Gagasan "miskin" dalam ay. 3 ialah kebersahajaan batin, oleh karenanya diberi penjelasan "di hadapan Allah". Dapat dicatat, penjelasan tambahan itu tidak terdapat di dalam Sabda Bahagia menurut Luk 6:20 karena yang ditekankan Lukas ialah orang yang betul-betul yang kekurangan secara material, orang yang tak bisa mencukupi kebutuhan hidup yang kini diperhatikan oleh para pengikut Yesus yang bersedia berbagi keberuntungan dengan mereka. Kemudian ay. 4 menyebut berbahagia orang yang "berduka cita", maksudnya orang yang hanya akan dapat terhibur oleh kesadaran bahwa Tuhan tetap berada di dekat kendati orang mengalami kesulitan. Termasuk di sini sikap tidak berpihak pada kekerasan yang terungkap dalam ay. 5 sebagai "lemah lembut".


Selanjutnya ada dua Sabda Bahagia (Mat 5: 6 dan 8) yang menyebut keinginan untuk menjalankan kehendak Tuhan sebagai hal yang membahagiakan, seperti terungkap dalam ay. 6 sebagai yang "lapar dan haus akan hal yang lurus" dan dalam ay. 8 sebagai yang "berhati bersih". Ungkapan terakhir ini dipetik dari gaya bahasa Ibrani (lihat misalnya Mzm 24:4) dan artinya ialah mampu berpikir secara jernih, berbudi jernih. Orang yang demikian ini tidak gampang dipengaruhi keinginan-keinginan yang menjauhkannya dari Tuhan. Jadi bukan sekedar ajaran agar menjauhi nafsu-nafsu yang biasanya disebut kotor.



Dua Sabda Bahagia yang lain (Mat 5: 7 dan 9) menegaskan bahwa upaya menghadirkan Tuhan kepada sesama menjadi kegiatan yang mendatangkan kebahagiaan. Upaya ini ditegaskan dalam ay. 7 sebagai "berbelaskasihan" dan dalam ay. 9 sebagai "pencinta damai". Hasrat menghadirkan kebaikan Tuhan kepada orang lain ini karena orang sadar akan perlunya saling mendukung dan sikap pendamai.


Tidak disangkal adanya kesulitan, seperti jelas dari Mat 5:10-12. Orang yang nyata-nyata hidup dalam kerangka di atas sering menderita dimusuhi, seperti terungkap dalam ay. 10 "dikejar-kejar karena bertindak lurus". Kemudian secara khusus kepada murid-muridnya Yesus menambahkan Sabda Bahagia yang ke sembilan, yakni yang menyangkut pengalaman dimusuhi orang karena menjadi muridnya (ay. 11). Pengharapan mereka dibesarkan (ay. 12a "bersuka citalah karena besar pahalamu di surga").
Tiap pengalaman di atas dapat dihayati semua orang yang memberi ruang bagi Yang Ilahi. Dapat pula dikatakan pengalaman ini juga melampaui batas-batas agama. Mereka yang mendalami makna Sabda Bahagia dapat semakin mengenali liku-liku kehidupan rohani dan pergulatan di dalamnya. Hidup yang terarah kepada Yang Ilahi itu membawa kebahagiaan. Di situlah ditemukan makna "berbahagia".



SABDA BAHAGIA DALAM INJIL


Sabda Bahagia disampaikan Matius sebagai pembukaan khotbah panjang Yesus dalam Mat 5-7. Ada lima rangkaian khotbah seperti itu, yakni Mat 5-7 (Khotbah di Bukit); 10 (pedoman hidup bagi pewarta Kerajaan Surga); 13 (penjelasan mengenai Kerajaan Surga); 18 (pengajaran bagi para murid dalam hidup bersama); 23-25 (uraian di Bukit Zaitun tentang kedatangan Kerajaan Surga pada akhir zaman). Di antara kumpulan yang satu dengan yang berikutnya ditaruh kisah mengenai tindakan Yesus, mukjizat dan peristiwa-peristiwa dalam kehidupan para murid.



Kelima kumpulan itu tersusun dengan cara yang unik. Yang terakhir berlatarkan pengajaran di bukit Zaitun. Latar ini mengingatkan pada kumpulan pertama yang berlatarkan sebuah bukit pula. Tentang ini akan dibicarakan lebih lanjut. Kemudian kumpulan keempat, yakni yang menyangkut kehidupan para murid, erat berhubungan dengan yang kedua, yakni pedoman hidup bagi para murid-murid Yesus yang akan meneruskan menjadi pewarta Kerajaan Surga. Kumpulan ketiga menyoroti Kerajaan Surga, warta paling pokok yang dibawakan Yesus. Penyusunan secara "konsentrik" seperti ini dapat menjadi pegangan mendalami masing-masing kumpulan itu. Demi mudahnya, kumpulan yang pertama (Mat 5-7) sebaiknya dilihat dalam hubungannya dengan warta pokok, yakni Kerajaan Surga (Mat 13) dan apa kenyataannya yang penuh nanti pada akhir zaman (Mat 23-25). Dan dengan demikian para murid akan siap menghayati pedoman hidup secara orang-perorangan (Mat 10) maupun dalam kebersamaan (Mat 18).


Upaya mendalami Sabda Bahagia sebagai pembukaan kumpulan yang pertama dapat menciptakan hubungan guru-murid dengan Yesus. Dan bila terjadi orang akan merasa tertuntun mendekat kepada kenyataan hadirnya Yang Ilahi di antara manusia juga. Hubungan ini akan mendekatkan orang pada kenyataan Kerajaan Surga di dunia dan kepenuhannya kelak di akhir zaman. Dengan demikian dapat juga menjadi pangkal berharap ikut menikmati kenyataan itu.

MENGAJAR DI SEBUAH BUKIT

Injil Matius ditulis bagi orang-orang yang mengenal akrab alam pikiran Perjanjian Lama. Intinya, yakni diturunkannya Taurat kepada Musa di Sinai. Bagi umat Perjanjian Lama, Taurat berisi ajaran kehidupan dalam bentuk pedoman, petunjuk, tatacara ibadat, hukum yang bila dijalani dengan jujur dan ikhlas akan membuat mereka menjadi dekat pada Tuhan dan menjadi umat yang dilindungiNya. Dengan latar inilah Matius mengisyaratkan kepada pembacanya bahwa Yesus kini menjalankan peran Musa. Yesus membawakan petunjuk, ajaran, kebijaksanaan yang bila dihayati akan membuat orang menjadi bagian dari umat yang baru pewaris Kerajaan Surga.



Memang ada beberapa perbedaan mencolok di antara penampilan Musa dan Yesus. Di Sinai dulu Musa sedemikian jauh. Awan meliputi pucuk gunung tempat Musa memperoleh Firman ilahi. Tak ada yang berani mendekat karena kebesaran ilahi sedemikian menggentarkan. Sekarang Yesus tampil sebagai tokoh yang dekat dengan orang banyak. Matius memang sengaja menampilkannya sebagai kenyataan dari "Tuhan menyertai kita" - Imanuel. Kini bukan lagi awan yang menggentarkan, melainkan kemanusiaan Yesus-lah yang menyelubungi kebesaran ilahi sehingga orang banyak dapat datang mendekat. Tempat pengajaran diturunkan tidak lagi digambarkan sebagai gunung yang tinggi yang hanya bisa didaki Musa sendirian. Bukit tempat menyampaikan pengajarannya terjangkau oleh orang banyak dan bahkan mereka dapat langsung mendengarkannya. Bagaimanapun juga, tetap ditegaskan, tempat yang mudah tercapai ini menjadi tempat keramat juga, seperti puncak Sinai dulu. Namun kekeramatan yang dekat - bukan yang sulit terjangkau.


Nanti menjelang akhir kehidupannya, Yesus masih memberi pengajaran kepada murid-muridnya di sebuah bukit pula, di bukit Zaitun. Kita boleh ingat akan Musa di gunung Nebo, memandang ke barat ke Tanah Terjanji. Ia sendiri tidak akan memasukinya. Yosua-lah yang akan memimpin umat ke sana. Peristiwa ini besar maknanya bagi pembaca Injil Matius. Nama Yesus dalam bentuk Ibraninya sama persis dengan nama Yosua penerus Musa tadi. Dengan demikian disarankan bahwa Yesus bakal memimpin orang banyak memasuki negeri baru yang dijanjikan, yakni Kerajaan Surga.




bersambung
glenX is online now   Reply With Quote
Old October 28, 2009, 12:44   #397
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,256
WebPoint: 0
GaulPoint: 26544
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
Minggu, 01 November 2009
Hari Raya Semua Orang Kudus


WARTA

Sabda Bahagia dalam Injil menggambarkan apa yang nyata-nyata dialami dan terjadi di antara orang-orang yang hidup mengikuti Yesus, bukan mengajarkan hal-hal yang mesti dilakukan. Dengan perkataan lain, Sabda Bahagia itu sifatnya deskriptif, bukan preskriptif. Beberapa contoh lain dari Sabda Bahagia selain yang sedang dibicarakan ialah Mzm 1:1; 32:1-2; 144:15; Mat 11:6; 13:16; 16:17; Luk 6:20; 11:28; 12:37; Yoh 20:29; 1 Pet 4:14. Sabda Bahagia bukanlah kata-kata yang memiliki daya untuk mengadakan sesuatu, seperti "berkat", juga bukan serangkai resep hidup bahagia. Sabda Bahagia menunjukkan apa yang terjadi bila orang berada dalam keadaan yang digambarkan di situ. Pendengar diajak memikirkan lebih lanjut dan mengambil sikap-sikap baru. Dengan demikian Sabda Bahagia bukan mengajarkan "yang itu-itu" saja. Sabda itu tetap menyapa.


Sabda Bahagia sebaiknya juga dibaca dengan menengok ke depan, yakni ke pengajaran Yesus mengenai Penghakiman Terakhir dalam Mat 25:31-46. Kedua bahan ini membingkai seluruh pengajaran Yesus. Kedua-duanya diberikan pada sebuah bukit. Kedua-duanya membicarakan siapa-siapa yang bakal memiliki Kerajaan Surga, yang dapat memasuki kebahagiaan kekal. Dalam Mat 25:35-36 ditegaskan bahwa berbuat baik kepada sesama berarti berbuat baik kepada Tuhan sendiri. Yesus memanusiakan gambaran Penghakiman Terakhir. Diajarkan bagaimana orang bisa mengerti bahwa yang dikerjakan bagi sesama nanti dijadikan batu uji masuk surga. Kebijaksanaan dan akal sehat menjadi penuntun yang baik ke arah pertanggungjawaban terakhir nanti. Orang dihimbau sejak kini agar nanti bisa mengatakan kita juga telah memperkaya Tuhan dan telah berbuat baik kepadaNya. Sabda Bahagia menggambarkan keadaan batin dan sikap hidup mereka yang nanti pada akhir zaman akan dapat mengatakan bahwa telah berbuat banyak bagi sesama. Dan Tuhan akan mengatakan itu semua dikerjakan bagiNya. Mereka yang demikian akan betul-betul dapat disebut "Berbahagia"! Dan mereka inilah orang-orang kudus yang dirayakan pada hari Minggu ini.




Salam hangat,
A. Gianto



[end]
glenX is online now   Reply With Quote
Old October 28, 2009, 12:47   #398
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,256
WebPoint: 0
GaulPoint: 26544
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
Senin, 02 November 2009
Peringatan Arwah Semua Orang Beriman

"Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia."

Doa Renungan

Allah Bapa yang mahakuasa, asal dan tujuan semua yang hidup,hari ini bersama semua umat beriman, dan bersama orang-orang yang kami kasihi, dan sudah mendahului kami, kami nyatakan iman kami akan kebangkitan. Hanya dalam Yesuslah, kami menemukan hidup sejati. Hanya dengan bantuan-Nya, kami tahan dalam gelap dan derita, karena percaya akan mampu mengalahkan segala kuasa jahat untuk akhirnya hidup abadi dalam kebangkitan. Sebab Dialah yang membuat hidup kami menjadi bermakna, sekarang dan selama-lamanya. Amin.

Bacaan Pertama

Pembacaan dari Kitab Kedua Makabe (12:43-45)

"Kami yakin bahwa orang yang meninggal dengan saleh akan menerima pahala yang indah."

Kemudian dikumpulkannya uang di tengah-tengah pasukan. Lebih kurang dua ribu dirham perak dikirimkannya ke Yerusalem untuk mempersembahkan korban penghapus dosa. Ini sungguh suatu perbuatan yang sangat baik dan tepat, oleh karena Yudas memikirkan kebangkitan. Sebab jika tidak menaruh harapan bahwa orang-orang yang gugur itu akan bangkit, niscaya percuma dan hampalah mendoakan orang-orang mati. Lagipula Yudas ingat bahwa tersedialah pahala yang amat indah bagi sekalian orang yang meninggal dengan saleh. Ini sungguh suatu pikiran yang mursid dan saleh. Dari sebab itu maka disuruhnyalah mengadakan korban penebus salah untuk semua orang yang sudah mati itu, supaya mereka dilepaskan dari dosa mereka.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan PS 801
Ref. Aku percaya kepada-Mu, Tuhanlah pengharapanku. Tuhan, pada-Mu kuberserah, dan mengharap kerahiman-Mu.
Ayat. (Mzm 130:1b-2.3-4.5-6ab)
1. Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan! Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.
2. Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, maka orang-orang takwa kepada-Mu.
3. Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih daripada pengawal mengharapkan pagi.
4. Lebih daripada pengawal mengharapkan pagi, berharaplah kepada Tuhan, hai Israel! Sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.
5. Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.


Bacaan Kedua
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Korintus (4:14-5:1)

"Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia."

Saudara-saudara, kami yakin bahwa Allah yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya.Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah.Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah Kekal. Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.


Bait Pengantar Injil PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. Berbahagialah orang-orang yang mati dalam Tuhan. Mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (23:33.39-43)

"Hari ini juga Engkau akan bersama-sama Aku di dalam Firdaus."

33 Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya. 39 Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!" 40 Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? 41 Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah." 42 Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." 43 Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."
Inilah Injil Tuhan kita.
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

HARI INI JUGA!

Rekan-rekan yang budiman!

Pada peringatan arwah semua orang beriman 2 November 2009 ini dibacakan Luk 23:33.39-43. Petikan ini diangkat dari kisah penyaliban Yesus dan wafatnya di kayu salib. Garis besar peristiwa itu juga disampaikan dalam Mrk 15:29-32 yang dijadikan sumber Mat 27:39-44. Tapi dua Injil ini hanya menyebut hujatan dari dua kelompok orang, yakni mereka yang lewat di situ dan para imam kepala bersama ahli Taurat. Lukas mengisahkan bagaimana Yesus yang bergantung di salib diolok-olok tiga macam orang, yakni para pemimpin (Luk 23:35), para serdadu (ayat 36), dan bahkan oleh salah seorang penjahat yang ikut disalibkan bersama dia (ayat 39). Cemoohan mereka intinya begini: kalau memang benar dipilih Allah jadi "Mesias", "Raja", dan "Kristus", coba selamatkan diri sendiri dulu! Orang sekarang akan bilang, apa dasar bagi klaim sebesar itu.

bersambung

glenX is online now   Reply With Quote
Old October 28, 2009, 12:50   #399
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,256
WebPoint: 0
GaulPoint: 26544
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
Senin, 02 November 2009
Peringatan Arwah Semua Orang Beriman


MAU PERCAYA ATAU LEBIH SUKA MENGOLOK-OLOK?
Hanya kita dengar dari Lukas mengenai seorang penjahat lain yang menegur rekan sehukumannya yang menghina Yesus tadi. Katanya, apa tak takut kepada Yang Mahakuasa, kita ini memang pantas dihukum, tapi orang ini - maksudnya Yesus - tak bersalah (ayat 40-41). Kemudian ia malah minta Yesus mengingatnya apabila nanti datang sebagai Raja (ayat 42). Dan Yesus pun berjanji, hari itu juga orang itu akan ada bersama dia di dalam Firdaus (ayat 43).

Ketiga macam orang yang mengolok-olok tadi tak mau percaya bahwa Yesus datang untuk melepaskan manusia dari marabahaya sehingga bisa terus hidup sampai akhir perjalanan. Dengan begitu mereka menyangkal semua upaya penyelamatan yang dilakukan Yesus sepanjang hidupnya: menyembuhkan, memberitakan Kerajaan Allah, mengusir setan, mengajar tentang Bapanya, memilih murid-murid untuk meneruskan kegiatannya. Tetapi Yesus tidak menuruti godaan untuk menyelamatkan diri, sama seperti di padang gurun dulu (Luk 4:1-13). Dari mana dia punya kekuatan bertahan ini? Tentunya karena ia sadar bahwa tujuan perjalanannya ialah mencarikan keselamatan bagi orang lain, bukan bagi diri sendiri. Lagipula sudah terlalu banyak orang yang mengikutinya, kan tidak bener bila ia tinggal gelanggang. Dan siapa yang akan menanggung orang yang disalibkan di sampingnya yang sedemikian mempercayakan diri kepadanya itu? Ah, tak satu domba pun akan ditinggalkan di jalan kehancuran, tak satu mata uang yang terselip pun akan dilupakan, setakpantas apapun anak yang kembali akan menggembirakan (Luk 15:1-32). Tapi siapa yang akan mengurusi mereka kalau ia berhenti? Para pemangsa yang tak kelihatan sudah siap di sekitar, dan mereka semakin menjadi-jadi. Yesus itu lifeline dari Atas Sana bagi manusia yang terancam. Kalau putus bagaimana?
Harapan, kecemasan, dan penderitaan manusia, itulah yang membuat Yesus maju terus. Penderitaan tidak hanya menyakitkan tapi bisa menebalkan integritas siapa saja yang menaruh diri menjadi sesama bagi yang menderita (bdk. Luk 10:25-37 tentang orang Samaria yang jadi sesama bagi orang yang malang). Jalan terus sampai akhir itulah mahkota menjadi sesama bagi manusia. Ia itu Raja yang tak membiarkan orang sendirian di tengah bahaya. Tindakan Yesus itu pernyataan teologis yang amat berani: Tuhan dimuliakan karena peduli dan berhasil jadi sesama bagi manusia! Inkarnasi bukanlah Yang Ilahi "nitis" dalam diri manusia pilihan, melainkan menjadi orang yang mengerti kelemahan manusia, yang peduli akan keadaan manusia.

DARI LAPTOP LUC

Kemarin sore dalam Skype chat dengan Luc saya tanya ini itu tentang peritstiwa tadi. Ia itu kayak yuppie lulusan Harvard yang tampil berlaptop, headset, MP4, dan entah gadgets apa lagi. Tapi ia bikin search dalam laptopnya yang tipis dan seenteng bulu merek Luculius-4U2, dan membuka arsip surat yang pernah diemailkannya kepada pembaca Internos. Hot spot di Piazza della Pilotta memungkinkan WiFi di Twinhead Efio!123A di ruang studi saya menyedot dokumen itu in no time. Baiklah saya kutipkan saya dua paragraf yang ditulis Luc dan bisa dipakai lagi di sini.

"Rekan-rekan peminat Injil! .... [Dalam peristiwa Golgota itu,] satu-satunya tokoh yang berbicara, baik dengan pencemooh maupun dengan Yesus, ialah penjahat yang sadar tadi. Begitulah ia bisa menjadi tuntunan suara hati orang. Tidak ikut-ikutan. Bahkan ia menegur kawannya. Ia mengakui patut dihukum. Kemudian ia minta kepada Yesus, agar mengingatnya nanti bila datang sebagai Raja. Orang itu sudah bisa berdamai dengan diri sendiri. Karena itu ia juga bisa melihat dan mengakui siapa sebenarnya Yesus itu. Para pemimpin tak bisa, juga para serdadu tak mampu. Mereka belum dapat berekonsiliasi dengan diri sendiri. Apalagi penjahat yang ikut-ikutan mengumpat tadi. Ia tak bisa menerima dirinya sendiri, maka tidak melihat siapa yang ada di sampingnya itu."

"Jawaban Yesus (ayat 43) itu saya dapati dalam himpunan perkataannya yang beredar pada waktu saya mulai menulis. Dag-dig-dug, rasanya ia sedang berbicara kepada saya juga meskipun saya belum sepasrah orang yang disalibkan di samping Yesus itu. Kata pembimbing rohani, masih ada beban yang mesti dibenahi dulu. Tetapi kata-kata Yesus itu menyapa terus dan serasa ada daya luarbiasa yang mendorong menuliskan semuanya sampai plong. Berada kembali di Firdaus! Byaar! Seperti ketika manusia diciptakan dalam gambar dan rupa Pencipta sendiri (Kej 1:26-27). Pernah dengar cerita orang bijak mengenai Yang Mahakuasa ketika mengusir manusia dari Firdaus karena melanggar perintahnya (Kej 3:23)? Sebelum mengeluarkan mereka, ia membuatkan mereka pakaian dan mengenakannya sendiri pada mereka (Kej 3:21). Kiranya ini cara-Nya mengatakan bahwa Ia tidak membenci manusia walau mereka dikenaiNya hukuman. Ia menunggu mereka selesai menjalani hukuman dan kembali ke Firdaus. Diam-diam Ia tetap menyertai manusia dalam ujud suara hati yang bisa didengarkan dan yang menuntun di jalan setapak kembali ke Firdaus lewat jalan lain yang tidak dihadang penjaga berpedang api. Ini bukan hasil anganan. Lihat yang terjadi di Golgota! Apa yang dilakukan suara hati si terhukum yang berdamai dengan diri sendiri itu? Si terhukum itu menemukan jalan kembali ke Firdaus, dan bukan sendirian, melainkan bersama dengan Yang Punya Kuasa sendiri! Yang Mahakuasa itu punya seribu satu cara menggapai manusia yang kehilangan arah. Dan taruh kata manusia putus asa, melingkar, kaku, dan Tuhan sendiri sudah hampir mutung kehabisan akal, masih ada "pengurus kebun" yang berani memintakan kelonggaran. Perumpamaan ini pernah saya sampaikan dalam Luk 13:1-9."


DI MANA PARA ARWAH ITU?

Begitulah Luc. Ada satu hal yang bisa secara khusus dibicarakan lebih jauh dalam kaitan dengan peringatan para arwah kali ini. Di mana arwah orang yang sudah meninggal dan bagaimana keadaannya? Pertanyaan semacam ini kerap terdengar di kalangan umat. Banyak yang mulai membuat perkiraan ini itu. Di sini teologi kita diuji apakah bisa menerangkan iman kepercayaan pengikut Kristus dengan lurus dan tidak ke sana ke mari.

Kita lihat saja cara penjelasan Kabar Gembira sendiri. Kan Injil ditulis untuk menyampaikan kembali kesaksian diri orang yang telah betul-betul mengalami kematian dan bangkit, yakni Yesus Kristus sendiri. Semua kisah pengajaran, mukjizat, dan tindakan-tindakan lainnya takkan banyak artinya bila tak dibaca dalam terang kebangkitannya itu. Perkataan serta tindakan yang disampaikan dalam Injil-Injil sudah diolah kembali dalam sinar hidup baru itu. Inilah yang kerap dilupakan. Dalam hubungan inilah dapat disimak kekuatan perkataan yang diucapkannya kepada orang yang disalib bersama dengannya, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya HARI INI juga engkau akan ada bersama-sama aku DI DALAM FIRDAUS!" Kiranya sudah menjadi keyakinan iman dalam komunitas awal bahwa orang yang minta agar diingat oleh Sang Tersalib yang nantinya bangkit itu akan ada bersama dengannya hari itu juga, langsung pada saat meninggalkan dunia ini. Inilah kepercayaan para pengikut Kristus mengenai apa yang bakal terjadi dengan arwah orang yang meninggal. Sederhana. Ringkas. Tidak bertele-tele. Tapi karena sedemikian apa adanya, orang sering malah tidak mudah mempercayainya dan lebih tertarik mengembangkan pelbagai perkiraan mengenai keberadaan setelah kematian. Kita boleh tanya pada orang yang ikut disalib bersama Yesus yang diceritakan Luc dengan penuh simpati itu. Dan jawabannya kiranya akan mengulang perkataan Yesus sendiri, hari ini juga, ya hari ini juga... di Firdaus kembali, menjadi seperti manusia yang dijadikan seperti gambar dan rupa Dia yang ada di Sana. Inilah keadaan para arwah yang dirayakan orang-orang yang suka percaya.

Salam hangat,
A. Gianto
glenX is online now   Reply With Quote
Old November 01, 2009, 15:36   #400
[NaNdA]
w o o d s t o c k
 
[NaNdA]'s Avatar
 
Join Date: Oct 2006
Location: Jakarta
Posts: 6,078
WebPoint: 0
GaulPoint: 2938
[NaNdA] Veteran WG
Siapa yang mau bertobat pasti akan selamat, sebaliknya yang tidak mau bertobat dan tetap berkeras kepala akan mendapatkan hukuman. Tidak ada kata terlambat untuk bertobat selama kesempatan masih ditawarkan oleh Allah. Hanya sayangnya tidak semua orang mau menggunakan kesempatan itu.
__________________
SIAPAPUN YANG MERASA COWOK , silakan mampir ke DUNIA COWOK
Cewek-cewek juga di undang kok, free entry!
Cowok.webgaul.net
[NaNdA] is offline   Reply With Quote
Old November 04, 2009, 04:04   #401
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,256
WebPoint: 0
GaulPoint: 26544
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
Minggu, 08 November 2009
Hari Minggu Biasa XXXII

"...janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya." (Mrk 12:44)

Doa Renungan

Allah Bapa di surga, kami bersyukur kepada-Mu karena Engkau telah berkenan bersabda kepada kami melalui Putra-Mu, untuk mengajar kami kebijaksanaan yang menyegarkan hidup kami. Berilah kami kekuatan agar mampu saling mendukung membangun diri kami menjadi pribadi yang penuh cinta kasih dan tanpa pamrih dan dengan demikian membangun dunia ini menjadi tempat kediaman-Mu. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan Pertama

Pembacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja (17:10-16)

"Janda itu membuat sepotong roti bundar kecil dan memberikannya kepada Elia."

Sekali peristiwa Nabi Elia bersiap-siap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: "Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum." Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: "Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti." Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati." Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu. Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi." Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya. Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah


Mazmur Tanggapan PS 863
Ref. Pujilah Tuhan, hai umat Allah, pujilah Tuhan, hai umat Allah!
Ayat. (Mzm 146:7.8-9a.9bc-10)
1. Megahkanlah Tuhan wahai Yerusalem. Muliakanlah Allahmu, pujilah hai Sion. Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu. Dan berkat-Nya sudah turun pada anak-anakmu.
2. Sejahtera aman bagi daerahmu. Dengan gandum yang lezat terusir laparmu. Bila Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi. Cepat bagai anak panah firman-Nya 'kan berlari.
3. Berfirmanlah Dia pada Bapa Yakub. Ketetapan hukum-Nya kepada Israel. Tapi Dia tak berfirman kepada para bangsa, maka di tanah mereka hukum-Nya tak dikenal.


Bacaan Kedua
Pembacaan dari Surat Kepada Orang Ibrani (9:24-28)

"Kristus hanya satu kali saja mengurbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang."


Saudara-saudara, Kristus telah masuk ke dalam tempat kudus bukan yang buatan tangan manusia, yang hanya merupakan gambaran dari tempat kudus yang sejati, tetapi ke dalam surga sendiri untuk menghadap hadirat Allah demi kepentingan kita. Ia pun tidak berulang-ulang masuk untuk mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagaimana Imam Agung setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus mempersembahkan darah yang bukan darahnya sendiri. Sebab kalau demikian, Kristus harus berulang-ulang menderita.sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang ternyata, pada zaman akhir ini, Ia hanya satu kali menyatakan diri untuk menghapus dosa lewat kurban-Nya. Seperti manusia ditetapkan Allah untuk mati hanya satu kali, dan sesudah itu dihakimi, demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengurbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu, Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka yang menantikan Dia.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil
PS 957
Ref. Alleluya, Alleluya
Ayat: Berbahagialah yang hidup miskin terdorong oleh Roh Kudus, sebab bagi merekalah Kerajaan Allah.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (12:41-44)

"Janda miskin itu telah memberi lebih banyak daripada semua orang lain."

Pada suatu hari, sambil duduk berhadapan dengan peti persembahan, Yesus memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Lalu datanglah seorang janda miskin. Ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Maka Yesus memanggil para murid-Nya dan berkata kepada mereka, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin itu memberi lebih banyak daripada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan itu. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda itu memberi dari kekurangannya semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.


Renungan


LURUS DI HADAPAN TUHAN DAN SESAMA?

Menurut isinya, Mrk 12:38-44, memuat dua bagian. Yang pertama, ay. 38-40, menyampaikan amatan keras Yesus terhadap perilaku sementara ahli Taurat yang suka mempertontonkan kesalehan dan menyalahgunakan penghormatan orang terhadap mereka, tapi lebih-lebih karena mereka "menelan rumah janda-janda", serta mengelabui mata orang dengan doa mereka yang berkepanjangan. Dalam bagian selanjutnya, ay. 41-44, didapati pengajaran Yesus kepada para muridnya ketika mengamati orang-orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan di Bait Allah. Ada seorang janda miskin yang memberikan uang receh paling kecil - itulah seluruh nafkahnya. Kata Yesus, pemberiannya lebih dari orang-orang yang memberi dari kelimpahan mereka.



Apa ini pujian bagi sang janda dan sindiran terhadap orang yang memberi dari kelimpahan?



Mari kita temukan Kabar Gembira petikan kali ini agar kita dapat pula ikut mewartakannya.




bersambung
glenX is online now   Reply With Quote
Old November 04, 2009, 04:06   #402
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,256
WebPoint: 0
GaulPoint: 26544
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
Minggu, 08 November 2009
Hari Minggu Biasa XXXII


ARAH TAFSIR
Petikan ini bukan pertama-tama dimaksud untuk mengecam sikap sementara orang maupun untuk memuji-muji orang miskin yang berani berkorban, melainkan untuk mengajar para murid bernalar. Begitu juga Warta Gembira bagi kita jangan kita jadikan kabar buruk bagi orang lain. Ini prinsip yang perlu dipegang dalam menafsirkan Alkitab khususnya dalam memakainya dalam pewartaan. Bila tidak, Injil akan menjadi alat pengecam dan sulit menjadi Kabar Gembira bagi siapa saja.
Hendak diajarkan kepekaan mewaspadai kebiasaan kita sendiri. Dalam ay. 38, dikatakan "Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang...!" Dinasihatkan agar orang awas, artinya tidak menerima begitu saja apa yang di kalangan umum diterima sebagai tindakan yang patut disetujui dan bahkan dijadikan teladan. Apalagi bila menyangkut tokoh-tokoh yang berwibawa, seperti para ahli Taurat. Mereka ini orang yang tahu menahu tentang agama. Mereka lazim menjadi panutan orang banyak. Sebenarnya ada banyak ahli Taurat yang baik, juga pada zaman itu. Tapi ada beberapa gelintir dari mereka yang menyalahgunakan kedudukan serta penghormatan orang terhadap mereka. Mereka inilah yang disoroti.

PEGANGAN
Tidak mudah menilai anggapan serta perbuatan para tokoh seperti kaum ahli Taurat. Apa pegangannya? Tak lain dan tak bukan yakni mewaspadai apa kelakuan tertentu itu sejalan atau kurang sejalan dengan dua perintah yang paling terutama yang dijadikan pokok pembicaraan dalam Mrk 12:28-34 (Injil Minggu lalu), yakni mengasihi Tuhan Allah dengan seutuh-utuhnya dan mengasihi sesama seperti diri sendiri.

Mempertontonkan kesalehan dalam berdoa dan mengharapkan penghargaan dari orang bukan cara yang cocok untuk menepati perintah mengasihi Tuhan Allah. Mengapa? Karena Dia dijadikan dalih agar diri sendiri mendapat kemudahan, memperoleh penghormatan, menikmati privilegi sebagai rohaniwan, sebagai ulama. Apalagi dengan dalih seperti itu kasarnya apa-apa saja bisa dipaksa-paksakan: bila begitu menghujat, kami membela Tuhan Allah, kalian mesti tunduk! Jangan melecehkan orang yang menjalankan ibadat, karena "ia sedang mengasihi Tuhan". Tapi Tuhan sendiri malah tidak mendapat tempat dalam kehidupan orang seperti itu.
Menelan rumah janda-janda, membeli dengan paksa, atau mengambil alih tempat berlindung mereka itu kelakuan yang kejam. Juga jadi tindakan yang paling melanggar perintah mengasihi sesama seperti diri sendiri. Memang kebanyakan orang biasa tidak memiliki rumah sendiri, mereka biasa menyewa dari pemilik tanah. Tapi bila penyewa meninggal maka istrinya tidak langsung berhak meneruskan memakai tanah atau rumahnya. Janda itu biasanya disuruh pergi, dan nasibnya tergantung pada sanak dekat yang menurut aturan hukum adat dapat diminta mengurusnya. Keadaan umat Perjanjian Lama dulu di Mesir seperti itu. Karena itu dalam kepercayaan mereka, Tuhan menampilkan diri sebagai sanak terdekat yang membela mereka dan menuntun mereka keluar dari tempat penderitaan dan memberi mereka negeri baru! Oleh karena itu jauh di kemudian hari setelah umat mengalami perbaikan hidup, diajarkan agar selalu diingat bahwa leluhur mereka dulu menderita dan oleh karena itu kini jangan sekali-kali memperlakukan orang yang tak ada pelindungnya dengan semena-mena. Bila tak mau mengerti, nanti Tuhan sendiri akan menjadi pembela orang yang tertindas tadi, seperti dulu juga. Dan orang yang berlaku keras akan terhukum seperti raja Mesir dan penindas lain dulu! Tak ada hukuman lain yang lebih berat daripada dimusuhi oleh Tuhan sendiri.

MANAJEMEN GEREJA AWAL
Di kalangan Gereja Awal tumbuh kepedulian besar akan keadaan para janda. Kis 6:1-6 mempermasalahkan kurangnya pelayanan yang semestinya diberikan kepada para janda, bahkan dalam kebutuhan yang amat sehari-hari. Para pemimpin sibuk mengurus pengajaran mengenai Sabda sehingga urusan sehari-hari kurang dapat ikut mereka tangani. Ini masalah manajemen dalam komunitas tapi yang berakibat pada terlantarnya orang-orang yang mesti diurus. Guna memperbaiki keadaan, maka diangkatlah orang-orang yang ditugasi mengurus kebutuhan yang kurang dapat diurus para pemimpin sendiri. Begitulah asal usul adanya para diakon dalam Gereja Awal. Terlihat dalam komunitas pertama itu betapa besarnya perhatian terhadap para janda. Juga dalam Kis 9:39 disebutkan bahwa Dorkas (Tabita) dikenang karena jasanya mengurus keperluan sandang bagi para janda. Dari 1 Tim 5:3-16 bahkan dapat disimpulkan bagaimana tertibnya organisasi pelayanan bagi para janda. Ada daftar siapa yang betul-betul membutuhkan pelayanan. Ada pengaturan, bila mungkin hendaknya saudara dekatnya menolong, termasuk mendapatkan suami. Ini semua karena masyarakat waktu itu memang sulit bagi perempuan yang hidup sendirian.

Bagaimana menafsirkan amatan mengenai sang janda yang memberikan seluruh nafkahnya itu (Mrk 12:44)? Dikatakan bahwa ia memberi jauh lebih banyak dari pada orang-orang yang memberi dari kelimpahannya. Pembaca mesti pandai-pandai menyadari permasalahannya. Memang gampang menggarisbawahi pemberian sang janda ini pemberian yang menyeluruh, tanpa menyisakan bagi diri sendiri, dst. Sikap seperti ini tentunya mesti dipegang dalam memberi, apalagi kepada Tuhan. Tapi tafsiran seperti itu sebenarnya kurang menggali warta Injil degan cukup dalam. Juga bukan cara untuk berwarta. Tidak banyak yang dapat berlaku seperti janda itu dalam hidup nyata. Maka tak usah ke sana arahnya. Malah akan membuat Injil makin jauh dari kehidupan.

PEMBERIAN ATAU TANDA MEMPERCAYAKAN DIRI?
Pendengar zaman dulu tentunya paham akan keadaan para janda dalam komunitas mereka. Dan mereka akan membandingkan kisah itu dengan kenyataan yang sehari-hari. Dikatakan janda itu memberikan seluruh nafkahnya. Ini akan dimengerti sebagai ungkapan bahwa sang janda masih butuh dan berhak mendapat perhatian sungguh. Jadi bukan semata-mata kisah mengenai nilai pemberian dari orang miskin? Bagaimana penjelasannya?

Iuran wajib bagi Bait Allah (seperti perpuluhan dst.) memang dipakai sebagian untuk pemeliharaan tempat ibadat dan keperluan upacara, tetapi sebagian besar dialokasikan sebagai bantuan bagi orang-orang miskin, yatim piatu, dan janda. Semuanya diatur dalam anggaran Bait Allah. Orang yang tak punya apa-apa akan mendapat bantuan, asal betul-betul tak punya. Nah janda tadi memberikan seluruh "nafkahnya" yang tentunya diperoleh bukan dari bantuan tadi. Dengan demikian ia akan berhak mendapat bantuan yang diperuntukkan baginya. Tentunya bantuan Bait Allah ini akan lebih besar daripada dua keping uang tembaga, yang tidak akan cukup untuk hidup sehari. Tetapi bila sang janda memegang "nafkahnya" yang hari itu memang hanya dua uang tembaga receh itu bisa jadi ia tidak dianggap butuh bantuan resmi tadi - mungkin ia masih mendapat nafkah lain sampai cukup buat menyambung hidup. Tetapi bila merelakan semua yang ada, maka ia akan dinyatakan tak punya apa-apa lagi dan hidupnya hari itu akan ditanggung yang berwajib. Tak usah kisah ini dimengerti sebagai ajakan memuji-muji sikap memberi sang janda tadi atau menyindir orang yang berduit. Ia boleh dipuji dengan alasan lain yang akan diutarakan di bawah. Kisah ini pertama-tama ditujukan kepada para pengurus komunitas para murid agar siap memperhatikan orang-orang seperti janda yang tak memiliki apa-apa lagi sehingga hidupnya menjadi tanggungan jemaat. Kisah ini disampaikan untuk menajamkan kepekaan terhadap orang yang berhak mendapatkan bantuan, bukan untuk meromantiskan mereka.

Namun demikian, keberanian sang janda dalam menyatakan diri tak punya apa-apa lagi dengan cara tadi patut dilihat sebagai penyerahan diri kepada kebaikan Tuhan. Mempercayakan diri sepenuhnya, inilah pengajaran Injil hari ini. Bagaimana dengan orang yang memberi dari kelimpahan, yang tentunya dapat masih dapat menyandarkan diri pada harta milik yang ada padanya. Mereka, dan orang-orang seperti kita, diajak berani belajar semakin menyandarkan diri kepada Tuhan. Tak perlu dengan cara pemberian, melainkan dengan cara yang akan melibatkan diri. Apa itu? Yesus tidak menunjukkan seluk beluknya. Dan Injil diam. Diserahkan kepada pemahaman dan kesuburan moral masing-masing. Prakarsa serta kreativitas masing-masing masih mendapat tempat. Dan ini termasuk Kabar Gembiranya. Kita dapat menemukan jalan-jalan baru yang searah dengan yang diharapkan oleh Dia yang menuntun kita! Dan semakin manusiawi pula.


Salam hangat,
A. Gianto
glenX is online now   Reply With Quote
Old November 06, 2009, 11:22   #403
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,256
WebPoint: 0
GaulPoint: 26544
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
Senin, 09 November 2009
Pesta Pemberkatan Basilik Lateran


Doa Renungan

Allah Bapa yang mahaagung, Engkau telah berkenan memilih kami sebagai batu-batu hidup bagi bangunan kediaman-Mu. Curahkanlah selalu anugerah Roh kepada Gereja-Mu, agar umat-Mu yang selalu setia akan rahmat-Mu berkembang dalam pembangunan Yerusalem baru. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Nubuat Yehezkiel (47:1-2.8-9.12)

"Aku melihat air mengalir keluar dari bait Allah, dan semua orang yan didatangi air itu akan selamat."

1 Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah. 2 Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan. 8 Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar, 9 sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup. 12 Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat."
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan PS 847
Ref. Tuhan penjaga dan benteng perkasa dalam lindungan-Nya aman sentosa.
1. Allah itu tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut.
2. Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, di sukakan oleh aliran-aliran sungai . Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi.
3. Tuhan semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub. Pergilah, pandanglah pekerjaan Tuhan. Yang mengadakan permusuhan di bumi.

Bacaan Kedua
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (3:9b-11,6-17)

"Kamu adalah tempat kediaman Allah."

9
Saudara-saudara, kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah. 10 Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya. 11 Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. 16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? 17 Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.

Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil PS 953
Ref. Alleluya, Alleluya, Alleluya
Ayat. Tempat ini telah Kupilih dan Kukuduskan. Supaya nama-Ku tinggal disana sepanjang masa. (2Taw 7:16)

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (2:13-22)

"Kenisah yang dimaksudkan Yesus ialah tubuh-Nya sendiri."


Rekan-rekan yang baik!


Hari ini kita memperingati pemberkatan Basilika St. Yohanes Lateran di Roma yang didirikan oleh Kaisar Konstantinus pada abad ke 4 di lahan yang dulu milik keluarga bangsawan yang bernama Lateranus. Karena menjadi gereja resmi dari uskup Roma, Basilika Lateran juga menjadi katedral. Basilika ini beberapa kali dibangun kembali. Ujud yang sekarang ini berasal dari abad ke 17. Basilika St. Yohanes Lateran salah satu dari empat Basilika Agung, atau Basilika Patriarkal di Roma, bersama Basilika St. Petrus, St. Maria Maggiore, dan St. Paulus.

Injil bagi perayaan ini, Yoh 2:13-22, menceritakan bagaimana Yesus membersihkan Bait Allah. Akan ditunjukkan pula kaitannya dengan bacaan kedua, yakni 1Kor 3:9b-11.16-17.
glenX is online now   Reply With Quote
Old November 06, 2009, 11:26   #404
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,256
WebPoint: 0
GaulPoint: 26544
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
Senin, 09 November 2009
Pesta Pemberkatan Basilik Lateran



Pasar Hewan dan Bisnis Valas di Bait Allah

Seperti diceritakan Yohanes, pembersihan Bait Allah itu terjadi menjelang hari raya terbesar orang Yahudi, yakni Paskah. Bukan Paskah Kristen yang belum ada waktu itu. Menjelang hari itu orang-orang berdatangan ke Yerusalem menunaikan kewajiban mempersembahkan kurban di Bait Allah. Karena alasan praktis, tidak banyak yang membawa sendiri hewan persembahan. Maklum syarat-syarat bagi hewan yang pantas dipersembahkan tidak sebarangan. Karena itu ada layanan penjualan hewan yang memenuhi syarat. Pada zaman itu dipakai uang Romawi yang memuat gambar Kaisar. Tetapi larangan agama mengenai gambar manusia membuat uang Romawi haram dipakai membeli hewan kurban. Karena itu ada jasa penukaran ke mata uang Yahudi yang hanya bisa dipakai di tempat suci. Para pedagang dan penukar uang bertempat di serambi Bait Allah yang juga boleh dimasuki orang bukan Yahudi atau orang yang tidak bermaksud mempersembahkan kurban. Sebelum mendalami lebih jauh, marilah berkonsultasi dengan seorang pakar ilmu tafsir.

Yesus kalap?
TANYA: Yesus yang biasanya berpenampilan tenang berwibawa kok sekarang kalap mengobrak-abrik dagangan orang. Bagaimana kelakuan ini bisa dijelaskan?
PAKAR: Anda ini pengin cepat-cepat jadi kayak murid-murid Yesus yang dikatakan dalam ayat 17 ingat akan Mzm 69:9 (10). Tapi peristiwa itu perlu kita amati dengan lebih jeli.
TANYA: Lha apa keliru?
PAKAR: Masih ingat beberapa waktu yang lalu orang-orang turun ke jalan mengusung "mayat reformasi"? Bayi reformasi yang dikandung dengan susah payah dan dilahirkan dengan penderitaan itu ternyata mati sebelum sempat dewasa. Yesus sebenarnya sedang menggelar "unjuk rasa" dengan gaya seperti itu.
TANYA: Wah, penjelasan ini belum pernah saya dengar. Orisinil! Bagaimana, bagaimana kelanjutannya?
PAKAR: Ada baiknya eksegese makin peka akan dunia Kitab Suci sendiri. Gini lho. Yesus tampil seperti nabi yang melakukan "tindakan simbolik" untuk membuka mata orang. Anda ingat Yeremia (Yer 13:1-11) yang memperagakan tindakan menyembunyikan ikat pinggang di celah batu di pinggir sungai Efrat. Setelah beberapa waktu diambilnya kembali ikat pinggang itu, tapi sudah lapuk. Lalu ia bernubuat bahwa orang Israel kini lapuk seperti ikat pinggang itu. Tak lagi layak dikenakan. Dalam gaya busana orang sana dulu, ikat pinggang menunjukkan sosok orang yang memakainya. Umat yang tidak "nyingset" ke Tuhan, tidak bisa membuatNya dikenal orang lagi.
TANYA: Kembali ke Injil Yohanes. Jadi Yesus bukan bermaksud menghantam praktek dagang dan tukar uang?
PAKAR: Yesus bukan tokoh agamaist fanatik yang kalap ngobrak-abrik usaha orang lain. "Unjuk rasa" itu kejadiannya begini. Dengan disaksikan banyak orang, Yesus bersama murid-muridnya sengaja datang ke serambi Bait Allah membawa dagangan dan meja penukar uang. Orang bertanya-tanya dalam hati apa guru terkenal ini mau bersaing dagang sapi, merpati, dan buka bisnis valas. Aneh, ia juga menjalin cemeti. Dan ketika rasa ingin tahu orang memuncak, ia tiba-tiba menjungkir-balikkan meja dagangan, mencambuki hewan yang dibawanya sendiri sambil menghardik murid-murid yang memainkan peran sebagai pedagang dan penukar uang: "Enyahlah, jangan bikin rumah Bapaku ini jadi pasar!" (ayat 16). Dan pada saat itu juga, masih termasuk pentasan ini, murid-murid berkomentar samping - gaya "aside" - mengutip Mzm 69:9(10), "Kalap sungguh aku oleh kobaran cintaku pada BaitMu!" Drama yang mementaskan tindakan simbolik selesai di sini. Tapi serambi yang morat-marit masih terlihat.
TANYA: Wah, penjelasannya ini lebih klop! Tapi apa orang-orang waktu itu paham bahwa Yesus memperagakan tindakan simbolik seperti nabi-nabi dulu?
PAKAR: Perjanjian Lama mereka kenal dengan baik. Mereka ingat tindakan simbolik para nabi. Drama ikat pinggang Yeremia itu tak asing, ini bacaan mereka sejak kecil. Akan terbayang pula Yesaya yang menanggalkan alas kaki dan pakaian tanda berkabung (Yes 20:1dst ), lalu juga Yeremia yang memanggil orang agar menonton bagaimana ia memecahkan buli-buli kurban jahanam (Yer 19:1.13) atau Yehezkiel yang menggelar lakon pengepungan Yerusalem kayak dalang wayang klitik (Yeh 4:1-5:17) sambil bernubuat akan adanya kelaparan di kota itu. Bahkan kehidupan pribadi pernah ditayangkan para nabi sebagai tindakan simbolik. Yehezkiel menunggui mayat istri terkasihnya tanpa meneteskan air mata atau berkabung dan bernubuat bahwa kehancuran Yerusalem nanti sedemikian tak dinyana sampai orang tak sempat menangisinya (Yeh 24:15); Hosea mentalak istrinya yang serong dan menerangkannya sebagai pertanda Tuhan mentalak Israel yang tak setia kepadaNya (Hos 1-3).
TANYA: Tentunya hanya public figure yang berwibawa bisa melakukan tindakan simbolik seperti itu?
PAKAR: Betul. Karena itu menurut Yoh 2:18 orang-orang menantang apa Yesus bisa menunjukkan ia mempunyai hak menjalankan tindakan simbolik itu. Lihat, mereka bukannya bereaksi melawan tindakan Yesus mengobrak-abrik pasar hewan dan bisnis valas karena memang ia tidak mengganggu-gugat perdagangan yang sungguhan di situ.
TANYA: Lalu ringkasnya apa yang hendak disampaikan Yesus?
PAKAR: Orang-orang tercengkam oleh keadaan morat-marit yang dipertontonkan Yesus di serambi Bait Allah. (Seperti dalam layat "mayat reformasi" tadi: yang dicerap orang bukan tindakan menggotong mayat, melainkan suasana pedih dan frustrasinya.) Yesus mengajak orang menyadari betapa terjungkir-baliknya kehidupan Bait Allah mereka terima begitu saja. Bait Allah kini hanya dapat menjadi ibadat luar belaka saja dan orang bahkan lebih sibuk dengan mana hewan kurban yang mulus dan mana mata uang yang cocok. Yesus mengajak orang mencari Bait yang membuat batin plong, yang membuat orang menikmati hadirnya Tuhan, Bait yang bisa memberi kehidupan. Dan itu ialah dirinya.

Yohanes dan Injil-Injil lain
Peristiwa "pembersihan" Bait Allah diceritakan keempat Injil dengan sudut pandang masing-masing.

a. Yohanes menaruh episode itu pada awal karya Yesus untuk menekankan bahwa sejak awal Yesus mau mengajak orang mengarahkan diri ke Bait yang didirikan Tuhan sendiri, yakni dirinya yang dibangkitkan Tuhan.
b. Ketiga Injil lain (Mrk 11:15-17; Mat 21:12-13; Luk 19:45-46) menaruhnya pada hari-hari terakhir kehidupan Yesus untuk menekankan kontras antara Bait Allah yang morat-marit itu dengan Bait yang akan dibangunnya kembali dalam tiga hari.

c. Berbeda dengan Yohanes, Injil Markus, Matius dan Lukas tidak menghubungkan pernyataan Yesus akan membangun kembali Bait yang hancur dalam waktu tiga hari dengan tindakannya di Bait Allah.
d. Di lain pihak Markus dan Matius melaporkan bahwa pernyataan itu menjadi salah satu tuduhan terhadap Yesus dalam Mahkamah Agama (Mrk 14:58; Mat 26:61) dan juga diperolokan orang-orang yang lewat di muka salib (Mrk 15:29; Mat 27:40). Yohanes tidak menghubungkan kata-kata itu dengan tuduhan maupun olok-olok itu. Lukas tidak menyebutnya samasekali, tetapi ia menggarap bahan ini dengan caranya sendiri: seluruh Kisah Para Rasul memuat cerita bagaimana gereja yang tumbuh pesat itu adalah karya Roh Yesus yang membangun kembali Bait yang baru.
Bagaimanapun juga kata-kata tentang membangun kembali Bait yang runtuh dalam tiga hari ini memang menjadi hal yang dipersoalkan oleh mereka yang menonton tindakan simbolik pembersihan Bait, oleh mereka yang menuduh Yesus di Mahkamah Agung, dan oleh mereka yang mengolok-oloknya waktu ia disalib. Dalam ketiga hal itu Yesus menghadapi ketakpercayaan orang. Kata-kata itu sendiri mengungkapkan keyakinan Yesus. Pembaca Injil dapat memeriksa diri di mana sedang berdiri.


glenX is online now   Reply With Quote
Old November 06, 2009, 11:28   #405
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,256
WebPoint: 0
GaulPoint: 26544
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
Senin, 09 November 2009
Pesta Pemberkatan Basilik Lateran

Kaitan dengan bacaan kedua. (1Kor 3:9b-11.16-17)

Dalam 1Kor 3:9b-11.16-17Paulus menggambarkan komunitas orang percaya sebagai ladang dan bangunan yang diperuntukkan bagi Allah. Ibarat ini kuat. Ladang diharapkan memberi hasil bila mau terus disebut ladang. Juga bangunan kukuh dan betul-betul bisa didiami olehNya sendiri.. Menurut Paulus, kekuatan "bangunan" ini ialah Kristus sendiri. Maksudnya, komunitas baru sungguh bisa berkembang bila memang bertumpu pada Kristus. Bila begitu maka memang dapat menjadi tempat hadirnya roh ilahi. Dan tempat ini tak boleh dikaburkan dengan pandangan-pandangan sendiri mengenai keilahian. Dalam bacaan Injil ditunjukkan bagaimana kemorat-maritan umat yang tidak lagi membiarkan kehadiran ilahi tampil.

Bisakah warta tindakan simbolik Yesus di Bait Allah itu dipakai untuk menyoroti gereja dan lembaga agama yang kadang-kadang terasa kurang menepati inspirasi asli dan yang morat-marit? Memang mudah menjadikan gereja institusional sebagai sasaran amatan seperti ini. Namun penerapan ini kurang tepat dan malah memerosotkan warta Injil. Juga bisa mengundang debat kusir eklesiologi. Lebih berguna melihat arah lain.

Ada "relung-relung keramat" bagi Tuhan dalam hidup kita. Semua itu dibangun dengan itikad baik. Namun tindakan simbolik Yesus tetap menyapa. Bukan dalam arti agar batin makin dibersihkan. Wartanya jauh lebih tajam. Yesus mengajak melepaskan bangunan itu. Mengapa? Bait yang kita akrabi dan pelihara itu sebenarnya tak banyak artinya karena akan runtuh. Yang bakal terus ada ialah Bait yang dibangunnya kembali dalam kebangkitannya. Kita dihimbau agar merelakan relung-relung suci dan bangunan keramat dalam diri kita. Leburkan dalam satu Bait yang hidup, yakni dia yang bangkit itu. (Ahli-ahli tenung di Efesus merelakan ilmu hitam mereka termasuk kitab-kitab wasiat ketika mereka menyatakan diri percaya kepada Yesus, lihat Kis 19:18-19.) Ini hidup rohani yang mengarahkan diri ke Sana, ke Dia, ke Bait Allah yang hidup, ke Bait yang sungguh. Simpanan keramat memang tumbuh dari kebutuhan manusia untuk mendekati Yang Ilahi, tapi Yang Ilahi malah bisa dijadikan semacam barang koleksi yang dirumat, diberi sajian kurban khusus yang dibeli dengan uang yang khusus..!

Yesus sang Utusan Allah itu, telah menunjukkan betapa morat-maritnya dasar keyakinan rohani seperti itu kendati dihayati dengan jujur. Romo-romo Yesuit akan teringat Latihan Rohani yang mulai dengan upaya menyadari betapa aktivitas kita-kita ini sebenarnya kacau-balau. Melepas bangunan-bangunan keramat itu memang askese yang menggentarkan.



Salam hangat,
A. Gianto

www.mirifica.net
glenX is online now   Reply With Quote
Reply

Bookmarks

Tags
agustinus gianto sj, bacaan misa minggu, begitu besar kasih allah, damai sejahtera, dari bacaan kedua, kasih, kesaksian, kesembuhan dan pewartaan, mewartakan kasih allah, pengampunan, renungan, sharing, sukacita

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT. The time now is 15:12.

SIDEBAR
Remove This Bar
Register / Login to remove this bar and All Ads.
Image




Powered by vBulletin® Version 3.8.2
Copyright ©2000 - 2010, Jelsoft Enterprises Ltd.
Copyright ©2007, WebGaul. All Rights Reserved. A ZEIN Company. Designed, Developed, Maintained, Optimized, Operated by ZEIN.