September 24, 2009, 02:17
|
#781
|
|
catlovers
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,346
WebPoint: 0 GaulPoint: 26.617
|
Jumat, 25 September 2009
Hari Biasa Pekan XXV
Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan -- Yak 1:2
Doa Renungan
Tuhan Yesus Kristus, terima kasih atas panggilan-Mu sehingga aku boleh menjadikan-Mu sebagai Juruselamat pribadiku. Merajalah dan kuasailah diriku sepanjang hari ini seturut kehendak-Mu. Amin.
Sumber dari kemegahan rumah Tuhan bukanlah bangunan dan hiasan-hiasannya. Roh Allah yang hadir di rumah-Nya, itulah dasar utamanya. Dari sanalah mengalir karunia, damai, sejahtera, bagi semua orang yang berdiam di dalamnya. Kiranya hal yang sama hendaknya menjadi dasar bagi setiap keluarga Kristen. Merekalah basis utama dari Gereja.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Nubuat Hagai (2:1b-9)
"Sedikit waktu lagi maka Aku akan memenuhi rumah ini dengan kemegahan."
Pada tahun kedua pemerintahan Raja Darius, pada tanggal 21 bulan ketujuh, datanglah sabda Tuhan dengan perantaraan Nabi Hagai, bunyinya, "Katakanlah kepada Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar, dan kepada sisa bangsa Israel, demikian, "Masih adakah di antara kalian yang dahulu melihat rumah Tuhan dalam kemegahannya yang semula? Dan bagaimanakah kalian lihat keadaannya sekarang? Bukankah keadaannya yang sekarang kamu katakan sama sekali tidak berarti? Tetapi sekarang kuatkanlah hatimu, hai Zerubabel, demikianlah sabda Tuhan, kuatkanlah hatimu, hai Yosua bin Yozadak, imam besar. Kuatkanlah hatimu, hai segala rakyat negeri, demikianlah sabda Tuhan. Bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kalian," demikianlah sabda Tuhan semesta alam, "sesuai dengan janji yang telah Kuikat dengan kalian pada waktu kalian keluar dari Mesir. Dan Roh-Ku tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah takut!" Dan beginilah sabda Tuhan semesta alam, "Sedikit waktu lagi Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat. Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga harta benda semua bangsa datang mengalir. Maka Aku akan memenuhi rumah ini dengan kemegahan. Sebab milik-Kulah perak dan emas, demikianlah sabda Tuhan semesta alam. Maka kemegahan rumah ini nanti akan melebihi kemegahannya yang semula, sabda Tuhan semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera."
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Berharap dan bersyukurlah kepada Allah, penolong kita.
Ayat. (Mzm 43:1.2.3.4)
1. Berikanlah keadilan kepadaku, ya Allah, dan perjuangkanlah perkaraku terhadap kaum yang tidak saleh! Luputkanlah aku dari penipu dan orang curang!
2. Sebab Engkaulah Allah tempat pengungsianku. Mengapa Engkau membuang aku? Mengapa aku harus hidup berkabung di bawah impitan musuh?
3. Suruhlah terang dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun, dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!
4. Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah sukacita dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku!
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Anak Manusia datang untuk melayani dan menyerahkan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi banyak orang.
Gambaran tentang Kristus memang dibentuk dari pengalaman-pengalaman sederhana hidup kita masing-masing. Namun acap kali gambaran itu menjadi kabur dan tidak konkrit dalam perkembangannya. Melalui keakraban dengan sabda Tuhan, kita diajak untuk mempertajam kembali pengenalan kita akan Dia.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (9:18-22)
"Engkaulah Kristus dari Allah. Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan."
Pada suatu ketika Yesus sedang berdoa seorang diri. Maka datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Yesus lalu bertanya kepada mereka, "Kata orang banyak siapakah Aku ini?" Mereka menjawab, "Yohanes Pembaptis; ada juga yang mengatakan: Elia; ada pula yang mengatakan: Salah seorang nabi dari zaman dulu telah bangkit." Yesus bertanya lagi, "Menurut kalian, siapakah Aku ini?" Jawab Petrus, "Engkaulah Kristus dari Allah." Dengan keras Yesus melarang mereka memberitakan hal itu kepada siapa pun. Ia lalu berkata, "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh para tua-tua, oleh para imam kepala dan para ahli Taurat, lalu dibunuh, dan dibangkitkan pada hari ketiga."
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Dalam suatu acara pesta perak perkawinan, pasangan suami-istri mengakui bahwa mereka masih dalam proses saling mengenal satu sama lain. Menurut mereka, mengenal pasangan membutuhkan lebih banyak hal dari sekadar kebersamaan dalam waktu yang lama. Namun, tidak berarti bahwa mereka tidak mengenal satu sama lain. Mereka sudah saling mengenal, tetapi harus lebih mengenal lagi seiring dengan pertumbuhan cinta mereka. Itulah resep mempertahankan perkawinan mereka selama ini.
Mengenal memang tidak sekadar mengetahui siapa orang itu. Apalagi mengandalkan apa kata orang atas orang yang kita kenal itu. Demikianlah kisah di dalam pengakuan Petrus hari ini berbicara tentang mengenal Yesus. Para murid mengandalkan pengetahuan tentang Yesus pada “kata orang”. Namun, jati diri Yesus tidak mereka tangkap. Kebersamaan dengan Yesus tidak juga membantu para murid untuk mengenal Dia secara lebih mendalam. Oleh karena itu, para murid membutuhkan penjelasan dan pengajaran Yesus mengenai tugas perutusan-Nya.
Menjadi murid Yesus berarti kita harus hidup bersama dengan-Nya. Kebersamaan dengan Yesus menjadikan kita semakin serupa dengan-Nya. Ini dapat terjadi kalau kita mengenal Yesus secara pribadi. Siapakah Yesus menurutmu?
Doa:
Ya Yesus, aku tahu bahwa Engkau lebih mengenal aku. Berilah aku rahmat-Mu untuk mau bertumbuh dalam pengenalan akan Dikau dan meneladani-Mu. Amin.
Ziarah Batin 2009 Renungan dan Catatan Harian
RUAH
|
|
|
|
Recommendation
|
Sponsored Ads
|
|
|
|
September 25, 2009, 03:54
|
#782
|
|
catlovers
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,346
WebPoint: 0 GaulPoint: 26617
|
Sabtu, 26 September 2009
Hari Biasa Pekan XXV
Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan -- Mzm 149:4
Doa Renungan Pagi
Tuhan Yesus Kristus, terima kasih atas iman yang telah Kauanugerahkan kepadaku. Banyak hal yang sulit aku mengerti akan muncul dalam kehidupanku. Oleh karena itu ya Tuhan, berilah aku kerendahan hati sehingga di tengah ketidakmengertianku aku tetap beriman kepada-Mu. Amin.
Yerusalem akan tetap tinggal seperti padang yang terbuka, demikian kata malaikat kepada Zakharia. Seringkali kita tergoda untuk mengukur perkembangan karya perutusan kita. Itu bukan hal yang buruk. Namun dengan begiru kita telah menentukan sekat-sekat dalam karya Tuhan yang tak terbatas. Bagi mereka yang percaya, karya keselamatan telah berkembang melintas batas-batas yang bisa kita perkirakan.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Nubuat Zakharia (2:5-9,14-15a)
"Aku datang dan tinggal di tengah-tengahmu."
Aku, Zakharia, melayangkan mataku dan melihat: Tampak seorang yang memegang tali pengukur. Aku lalu bertanya, "Ke manakah engkau pergi?" Maka ia menjawab, "Ke Yerusalem, untuk mengukurnya, untuk melihat berapa lebar dan panjangnya." Lalu malaikat yang berbicara dengan daku maju ke depan. Sementara itu seorang malaikat lain maju, mendekatinya dan diberi perintah. "Larilah, katakanlah kepada orang muda di sana itu, demikian, 'Yerusalem akan tetap tinggal seperti padang terbuka oleh karena banyaknya manusia dan hewan di dalamnya. Dan Aku sendiri,' demikianlah sabda Tuhan, 'akan menjadi tembok berapi di sekelilingnya, dan Aku akan menjadi kemuliaan di dalamnya'." "Bersorak-sorailah dan bersukarialah, hai puteri Sion, sebab sesungguhnya Aku datang dan tinggal di tengah-tengahmu," demikianlah sabda Tuhan, "dan pada waktu itu banyak bangsa akan menggabungkan diri kepada Tuhan dan akan menjadi umat-Ku, dan Aku akan tinggal di tengah-tengahmu."
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Antar Bacaan
Ref. Tuhan menjaga kita seperti gembala menjaga kawanan dombanya.
Ayat. (MT Yer 31:10.11.12ab.13)
1. Dengarlah firman Tuhan, hai bangsa-bangsa, dan beritahukanlah di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerahkan Israel akan menghimpunnya kembali, dan menjaganya seperti gembala menjaga kawanan dombanya!
2. Sebab Tuhan telah membebaskan Yakub, telah menebusnya dari tangan orang yang lebih kuat daripadanya. Mereka akan datang bersorak-sorai di atas bukit Sion, muka mereka akan berseri-seri karena kebajikan Tuhan.
3. Waktu itu anak-anak dara akan bersukaria menari beramai-ramai, orang muda dan orang-orang tua akan bergembira, Aku akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan, akan menghibur dan menyukakan mereka sesudah kedukaan.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut, dan menerangi hidup dengan Injil.
Sering arti salib masih tersembunyi bagi kita. Kita cenderung menolak, takut lalu diam. Tetapi Yesus senantiasa bersabar dan mendoakan kita agar berani maju dan menjadikan salib sebagai satu-satunya harapan.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (9:43b-45)
"Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia. Mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya."
Semua orang heran karena segala yang dilakukan Yesus. Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Dengarkan dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia." Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada Yesus.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus
Renungan
Para murid tidak berani bertanya karena mreka sadar bahwa mereka takut apabila yang dikatakan oleh Yesus menjadi kenyataan. Mereka takut Yesus mengetahui bahwa mereka mengikuti Dia dengan motivasi yang tidak murni, yaitu hanya ingin menikmati kemuliaan-Nya di dunia ini. Mereka diam sekalipun tidak mengerti dan hilanglah kesempatan untuk menjadi mengerti itu.
Doa Renungan Malam
Tuhan Yesus Kristus, terima kasih atas segala kemurahan-Mu yang kuterima pada hari ini. Berilah aku karunia untuk selalu menyadari kasih-Mu yang selalu tercurah dalam hidupku sehingga aku semakin rela untuk meletakkan akal budiku di bawah kekuasaan-Mu. Amin.
RUAH
|
|
|
September 26, 2009, 03:32
|
#783
|
|
catlovers
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,346
WebPoint: 0 GaulPoint: 26617
|
Minggu, 27 September 2009
Hari Minggu Biasa XXVI
Doa Renungan
Allah Bapa kami yang mahabaik, Engkau tidak memandang orang dan tidak mengucilkan siapa pun dari cinta kasih-Mu. Ingatkanlah kami selalu bahwa cinta kasih sejati mengandalkan keadilan. Semoga kami senantiasa berjuang untuk menegakkan keadilan dengan melakukan segala sesuatu secara transparan dan akuntabel sehingga kami pun semakin tumbuh dan berkembang sebagai komunitas umat beriman yang dapat dipercaya. Dengan demikian, nama-Mu semakin dimuliakan dalam hidup kami sehari-hari. Berkatilah pula Monsinyur Ignatius Suharyo dalam tugas penggembalaannya yang baru. Dengan pengantaraan Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup, dan berkuasa, Allah kini dan sepanjang masa. Amin.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Bilangan (11:25-29)
"Apakah engkau iri hati demi aku?"
Sekali peristiwa, turunlah TUHAN dalam awan dan berbicara kepada Musa, kemudian diambil-Nya sebagian dari Roh yang hinggap padanya, dan ditaruh-Nya atas ketujuh puluh tua-tua itu; ketika Roh itu hinggap pada mereka, kepenuhanlah mereka seperti nabi, tetapi sesudah itu tidak lagi. Masih ada dua orang tinggal di tempat perkemahan; yang seorang bernama Eldad, yang lain bernama Medad. Ketika Roh itu hinggap pada mereka--mereka itu termasuk orang-orang yang dicatat, tetapi tidak turut pergi ke kemah--maka kepenuhanlah mereka seperti nabi di tempat perkemahan. Lalu berlarilah seorang muda memberitahukan kepada Musa: "Eldad dan Medad kepenuhan seperti nabi di tempat perkemahan." Maka menjawablah Yosua bin Nun, yang sejak mudanya menjadi abdi Musa: "Tuanku Musa, cegahlah mereka!" Tetapi Musa berkata kepadanya: "Apakah engkau begitu giat mendukung diriku? Ah, kalau seluruh umat TUHAN menjadi nabi, oleh karena TUHAN memberi Roh-Nya hinggap kepada mereka!"
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
Mazmur Tanggapan PS 853
Ref. Sabda-Mu ya Tuhan, adalah Roh dan kehidupan.
Code:
_____ ___ _____ ______ _____ _____
1. 2 | 3 1 2 3 | 2 . 2 2 3 4 | 3 1 2 3 | 2 .1 | 1 . ||
Sab-da- Mu ya Tu - han, a- da- lah Roh dan ke- hi -dup - an
Ayat. (Mzm 19:8.10.12-13.14)
1. Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa.
Peraturan Tuhan itu teguh,
memberi hikmat kepada orang bersahaja.
2. Takut akan Tuhan itu suci,
tetap untuk selama-lamanya;
Hukum-hukum Tuhan itu benar,
adil selamanya.
Bacaan Kedua
Pembacaan dari Surat Rasul Yakobus (5:1-6)
"Kekayaan sudah membusuk."
Hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu! Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat! Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir. Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu. Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi, kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan. Kamu telah menghukum, bahkan membunuh orang yang benar dan ia tidak dapat melawan kamu.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Bait Pengantar Injil PS. 960
Ref. Alleluya, Alleluya, Alleluya
Ayat: Firman-Mu adalah kebenaran, kuduskanlah kami dalam kebenaran.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (9:38-43.45.47-48)
"Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita. Jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah."
Pada suatu hari Yohanes berkata Yohanes kepada Yesus: "Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita." Tetapi kata Yesus: "Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya." "Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut. Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan; Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka; Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka, di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam.
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
bersambung
|
|
|
September 26, 2009, 03:33
|
#784
|
|
catlovers
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,346
WebPoint: 0 GaulPoint: 26617
|
Minggu, 27 September 2009
Hari Minggu Biasa XXVI
Renungan
Kita Satu Dengan Roh Kenabian Yang Sama
Written by Pastor Hadrianus Wardjito, SCJ | Friday, 25 September 2009
Karya Keselamatan Allah diperuntukkan bagi semua orang, tanpa kecuali. Karenanya Gereja kita berlabel “Katolik”, yang artinya umum, universal (uni + versus; menuju satu atau yang satu untuk semua). Lalu, adagium lama pun kembali mengusik kita: Extra Ecclesiam nulla salus! Di luar Gereja tidak ada keselamatan!, dengan argumen injili pendukung, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku “ (Yoh 14:6). Nah, apakah Gereja Katolik dikehendaki oleh Yesus untuk memonopoli karya keselamatan agung ini? Sementara di dalam Injil yang kita dengarkan hari ini, Yesus menandaskan, "Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya." (Mrk 9:39-41). Yesus, Allah yang menjelma menjadi manusia, bukan melulu untuk bangsa Israel, tetapi untuk semua manusia. Di dalam kata-kata konsekrasi, khususnya di dalam perubahan anggur menjadi Darah Yesus, kita imani kata-kataNya, ”Terimalah dan minumlah: Inilah piala darahKu, darah perjanjian baru dan kekal, yang ditumpahkan bagimu dan bagi semua orang demi pengampunan dosa. Lakukanlah ini untuk mengenangkan Daku.”
Bahwa pada kenyataannya banyak orang yang tidak menjadi warga Gereja Katolik, adalah soal lain. Semangat ”oikumenis” memanggil kita untuk menerima saudara-saudari pengikut Yesus Kristus, sebagai bagian dari kawanan domba yang juga diselamatkan dan semestinya bersatu, seperti Yesus sendiri berdoa, ”Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku”(Yoh 17:20-21). Dus, menurut Konsili Vatikan II, kita mesti turut menyatakan bahwa, “Extra Ecclesiam salus est!” , Di luar Gereja, ada keselamatan atau...Allah juga menyelamatkan umat manusia.
Pengalaman Musa dan teman-teman seperjalanan menuju tanah terjanji Kanaan, yang menerima roh kenabian, termasuk yang pada waktu itu tidak berada di sekitar perkemahan (lih. Bacaan I), semakin meyakinkan kita bahwa Allah dengan Roh Kudus-Nya tidak bisa dibelenggu dengan sekat-sekat perbedaan agama, suku, ras, golongan, dlsb. Allah juga sudah dan masih sedang berkarya di luar Gereja Katolik sebagai lembaga. Dia, dengan Roh Kudus-Nya, hadir mengusik setiap insan untuk menyadari bahwa keselamatan abadi adalah mendesak untuk segera diwujudkan; dan di dalam setiap diri manusia juga, apa yang dikatakan di dalam Mazmur 63 ayat 1 sungguh sedang terjadi, ”Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair.”
Tugas kita sini-kini ialah mewujudnyatakan Roh kenabian yang kita terima dari Tuhan Yesus yang satu: berdialog dengan saudara-saudari sepeziarahan untuk mempertemukan kerinduan Allah, yang mau menyelamatkan semua orang dari kuasa dosa, yang bercokol dalam bentuk ketidak-adilan, kebodohan, perilaku menyimpang, dlsb. dengan kerinduan manusia sini-kini yang ada di dalam proses sedang mencari makna terdalam dari tujuan hidup ini. Kancah pergulanan hidup manusia adalah sekaligus locus-theologicus (= tempat ilahi) di mana Ia mau menyelamatkan manusia secara nyata. Untuk itulah, seusai mengikuti Ekaristi Kudus, kita“mengamini tugas-perutusan kita”. Marilah kita pergi, kita diutus!
PJS Pastor Paroki Santo Stefanus Cilandak.
www.st-stefanus.or.id
|
|
|
September 27, 2009, 13:58
|
#785
|
|
catlovers
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,346
WebPoint: 0 GaulPoint: 26617
|
Bacaan Harian 28 September - 04 Oktober 2009
Senin, 28 September:
Hari Biasa Pekan XXVI (H).
Za 8:1-8; Mzm 102:16-21.29.22-23; Luk 9: 46-50.
Selasa, 29 September:
Pesta St. Mikael, Gabriel dan Rafael, Malaikat Agung (P).
Dan 7:9-10.13-14 atau Why 12:7-12a; Mzm 138:1-5; Yoh 1:47-51.
Rabu, 30 September:
Peringatan Wajib St. Hieronimus, Imam Pujangga Gereja (P).
Neh 2:1-8; Mzm 137:1-5; Luk 9:57-62.
Kamis, 01 Oktober:
Pesta Sta. Theresia dari Kanak-kanak Yesus, Perawan Pujangga Gereja (P).
Neh 8:1-4a.5-6.7b-12; Mzm 19:9-11; Luk 10:1-12.
Jumat, 02 Oktober:
Peringatan Wajib Para Malaikat Pelindung (P).
Kel 23:20-23a; Mzm 27:7-9c.13-14; Mat 18:1-5.10.
Sabtu, 03 Oktober:
Hari Biasa Pekan XXVI (H).
Bar 4:5-12.27-29; Mzm 69:33-37; Luk 10: 17-24.
(Bulan Oktober adalah Bulan Rosario. Dianjurkan oleh Paus hendaknya selama bulan Oktober doa rosario ditingkatkan dalam lingkungan umat dan keluarga).
Minggu, 04 Oktober:
Hari Minggu Biasa Pekan XXVII (H).
Kej 2:18-24; Mzm 128:1-6; Ibr 2: 9-11; Mrk 10:2-16.
|
|
|
September 27, 2009, 14:04
|
#786
|
|
catlovers
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,346
WebPoint: 0 GaulPoint: 26617
|
Senin, 28 September 2009 :: Hari Biasa Pekan XXVI
Senin, 28 September 2009
Hari Biasa Pekan XXVI
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga.
Doa Renungan
Tuhan Yesus Kristus, Engkau mengajarkan kepada kami bahwa siapa yang terkecil di antara kami akan menjadi yang terbesar. Doronglah kami sepanjang hari ini untuk dapat melayani sesama kami dengan didasari oleh kerendahan hati kami. Sebab Engkaulah Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Nubuat Zakharia (8:1-8)
"Aku akan menyelamatkan umat-Ku dari timur sampai barat."
Datanglah sabda Tuhan semesta alam, bunyinya: Beginilah sabda Tuhan semesta alam, "Aku berusaha untuk Sion dengan kegiatan besar dan dengan kehangatan amarah yang besar." Beginilah sabda Tuhan semesta alam, "Aku akan kembali ke Sion dan akan tinggal di tengah-tengah Yerusalem. Yerusalem akan disebut Kota Setia, dan gunung Tuhan semesta alam akan disebut Gunung Kudus." Beginilah sabda Tuhan semesta alam, "Akan ada lagi kakek-kakek dan nenek-nenek yang duduk di jalan-jalan Yerusalem, masing-masing memegang tongkat karena lanjut usianya. Dan jalan-jalan kota itu akan penuh dengan anak-anak laki-laki dan perempuan yang bermain-main di situ." Beginilah sabda Tuhan semesta alam, "Kalau pada waktu itu sisa-sisa bangsa ini menganggap hal itu ajaib, apakah Aku akan menganggapnya ajaib?" Demikianlah sabda Tuhan semesta alam. Beginilah sabda Tuhan semesta alam, "Sesungguhnya Aku akan menyelamatkan umat-Ku dari timur sampai ke barat, dan Aku akan membawa mereka pulang, supaya mereka tinggal di tengah-tengah Yerusalem. Maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku menjadi Allah mereka dalam kesetiaan dan kebenaran."
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan sudah membangun Sion dan menampakkan diri dalam kemuliaan-Nya.
Ayat. (Mzm 102:16-18.19-21.29.22-23)
1. Maka bangsa-bangsa menjadi takut akan nama Tuhan, dan semua raja bumi menyegani kemuliaan-Mu, bila Engkau sudah membangun Sion, dan menampakkan diri dalam kemuliaan-Mu; bila Engkau mendengarkan doa orang-orang papa, dan tidak memandang hina doa mereka.
2. Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji Tuhan, sebab Ia telah memandang dari tempat-Nya yang kudus, Tuhan memandang dari surga ke bumi, untuk mendengarkan keluhan orang tahanan, dan membebaskan orang-orang yang ditentukan harus mati.
3. Anak hamba-hamba-Mu akan diam dengan tenteram dan anak cucu mereka akan tetap ada di hadapan-Mu, supaya nama Tuhan diceritakan di Sion, dan Dia dipuji-puji di Yerusalem apabila para bangsa berkumpul bersama-sama dan kerajaan-kerajaan berhimpun untuk beribadah kepada Tuhan.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Anak Manusia datang untuk melayani dan menyerahkan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi semua orang.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (9:46-50)
"Yang terkecil di antara kalian, dialah yang terbesar."
Sekali peristiwa timbullah pertengkaran di antara para murid Yesus tentang siapakah yang terbesar di antara mereka. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka. Karena itu Ia mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di samping-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka, "Barangsiapa menerima anak ini demi nama-Ku, dia menerima Aku. Dan barangsiapa menerima Aku, menerima Dia yang mengutus Aku. Sebab yang terkecil di antara kalian, dialah yang terbesar." Pada kesempatan lain Yohanes berkata, "Guru, kami melihat seseorang mengusir setan demi nama-Mu, dan kami telah mencegahnya, karena ia bukan pengikut kita." Tetapi Yesus menjawab, "Jangan kalian cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kalian, dia memihak kalian."
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
"Barangsiapa menyambut anak ini dalam namaKu, ia menyambut Aku”
(Za.8:1-8; Luk 9:46-50)
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· Anak kecil harus diperlakukan, dirawat, didampingi dalam dan oleh cintakasih, karena ia ‘diadakan dan dilahirkan’ dalam dan oleh cintakasih, ia diciptakan oleh Tuhan dalam dan oleh kasihNya sebagai citra atau gambar-Nya. Maka Yesus bersabda: “Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku. Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar”. Yang terbesar dalam Kerajaan Allah atau hidup beragama dan beriman adalah mereka yang tersuci; anak lebih suci daripada orangtuanya, yang muda lebih suci daripada yang tua. Di dalam hidup sehari-hari, dalam aneka macam pergaulan dan kebersamaan, kita dipanggil untuk saling bersikap seperti sedang menyambut anak kecil alias saling mengasihi satu sama lain dengan rendah hati. Hendaknya tidak ada orang yang merasa dirinya atau berpikir bahwa dirinya yang terbesar. Ingatlah dan renungkan bahwa para pemimpin Gereja, para Uskup dan Paus, yang dianggap yang terbesar, senantiasa menyatakan diri sebagai yang hina dina dan berusaha menghayati panggilan dan pelayanannya dengan cintakasih dan rendah hati. Hidup dan bertindak dalam cintakasih antara lain menghayati keutamaan-keutamaan “sabar; murah hati; tidak cemburu, tidak memegahkan diri dan tidak sombong, tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain” (lih 1Kor 13:4-5). Yang baik kita hayati dan sebarluaskan pada masa kini adalah ‘sabar dan murah hati’, mengingat dan mempertimbangkan cukup banyak orang kurang sabar dan pelit. ‘Sabar dan murah hati’ dapat diwujudkan dengan ‘memboroskan waktu dan tenaga bagi yang sedang dikasihi’. Maka baiklah kepada siapapun yang sedang kita kasihi, marilah kita boroskan waktu dan tenaga kita kepadanya.
· “Beginilah firman TUHAN semesta alam: Sesungguhnya, Aku menyelamatkan umat-Ku dari tempat terbitnya matahari sampai kepada tempat terbenamnya, dan Aku akan membawa mereka pulang, supaya mereka diam di tengah-tengah Yerusalem. Maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka dalam kesetiaan dan kebenaran” (Za 8:7-8). Kutipan ini baik menjadi permenungan atau refleksi kita, sebagai umat beriman. “Dari tempat terbitnya matahari sampai kepada tempat terbenamnya” kita senantiasa diselamatkan oleh Tuhan melalui saudara-saudari atau sesama kita. Dengan kata lain kita dipanggil untuk saling menyelamatkan dan membahagiakan. Masing-masing dari kita dipanggil menjadi wahana penyelamatan dan kebahagiaan. Setiap kali berjumpa dengan orang lain, kita juga saling mengucapkan ‘selamat’: selamat datang, selamat jalan, selamat pagi, selamat bertemu, selamat tidur, selamat makan, dst.. Semoga kata-kata tersebut tidak hanya sekedar basa-basi, sopan santun atau omong kosong belaka, tetapi sungguh saling menjiwai cara hidup dan cara bertindak kita. Tuhan adalah “Allah kita dalam kesetiaan dan kebenaran”, yang berarti jika kita sungguh beriman maka kita dipanggil untuk hidup dalam kesetiaan dan kebenaran: setia pada iman, panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing serta senantiasa hidup dalam kebenaran dan mewartakan kebenaran. Selamat, kesetiaan dan kebenaran merupakan tiga serangkai yang harus kita hayati dan sebarluaskan. Lingkungan hidup kita hendaknya kita selamatkan, sehingga kita semua dapat hidup dalam kesetiaan dan kebenaran. Bukankah lingkungan hidup yang asri, bersih, nyaman, sejuk dan indah akan mengundang orang untuk melakukan apa yang benar? Bukankah lingkungan hidup yang demikian itu juga mengundang orang untuk memuji dan memuliakan ‘Tuhan semesta alam’? Marilah kita usahakan bersama lingkungan hidup yang senak, nyaman dan nikmat untuk didiami, sebagai perwujudan iman kita kepada ‘Tuhan semesta alam’!
Jakarta, 28 September 2009
Ign Sumarya, SJ
|
|
|
September 28, 2009, 06:30
|
#787
|
|
catlovers
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,346
WebPoint: 0 GaulPoint: 26617
|
Selasa, 29 September 2009
Pesta St Mikael, Gabriel, dan Rafael, Malaikat Agung
Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar -- Mat 13:16
Doa Renungan
Allah Bapa yang Mahakuasa, terimakasih bahwa Engkau telah mengutus ketiga Malaikat Agung: Mikael, Gabriel dan Rafael, untuk menjaga keselamatan rohani kami. Semoga melalui pesta mereka pada hari ini aku menjadi semakin sadar akan kasih dan perhatian-Mu yang besar kepadaku. Dengan pengantaraan Kristus, Putera-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau, dalam persatuan dengan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, kini dan sepanjang masa. Amin.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Nubuat Daniel (7:9-10.13.14)
"Pakaian-Nya putih seperti salju."
Aku, Daniel, melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar; suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya; seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab. Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan PS 836
Ref. Segala bangsa bertepuktanganlah, berpekiklah untuk Allah raja semesta.
Ayat. (Mzm. 138:1-2ab.2cde-3.4.5)
1. Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hati, sebab Engkau mendengarkan kata-kata mulutku; di hadapan para dewata aku akan bermazmur bagi-Mu. Aku hendak bersujud ke arah bait-Mu yang kudus.
2. Aku hendak memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu, sebab Kaubuat nama dan janji-Mu melebihi segala sesuatu. Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.
3. Semua raja di bumi akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, sebab mereka mendengar janji dari mulut-Mu; mereka akan menyanyi tentang jalan-jalan Tuhan, sebab besarlah kemuliaan Tuhan.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, Alleluya
Ayat. Pujilah Tuhan, hai segala tentara-Nya, muliakanlah Dia, hai para hamba yang melakukan kehendak-Nya.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (1:47-51)
"Engkau akan melihat malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak manusia."
Pada waktu itu Natanael datang kepada Yesus atas ajakan Filipus. Tatkala melihat Natanael datang, Yesus berkata tentang dia, "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!" Kata Natanael kepada Yesus, "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya, "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara." Kata Natanael kepada-Nya, "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!" Yesus menjawab, kata-Nya "Karena Aku berkata kepadamu: "Aku melihat engkau di bawah pohon ara", maka engkau percaya? Hal-hal yang lebih besar daripada itu akan kaulihat." Lalu kata Yesus kepadanya, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka, dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Ada tiga malaikat agung yang kita rayakan hari ini. Malaikat-malaikat agung itu adalah Rafael, Gabriel, dan Mikael. Malaikat Rafael kita kenal dari Kitab Tobit. Sementara Gabriel adalah malaikat pembawa kabar gembira kepada Maria. Mikael kita kenal sebagai panglima para malaikat yang berhasil mengalahkan setan. Dalam Injil, Yesus juga menyebutkan para malaikat yang akan turun naik dari surga ke dunia.
Para malaikat mempunyai tugas masing-masing sesuai yang diberikan oleh Allah. Mereka juga berperan dalam kerangka penyelamatan dunia oleh Allah melalui Yesus Kristus. Peran para malaikat kiranya dapat memberikan teladan kepada kita untuk juga setia pada tugas dan panggilan kita yang telah diberikan oleh Allah. Pesta hari ini mengajak kita untuk bersama para Malaikat Agung dan penghuni surga memenuhi perutusan kita mewartakan kebaikan Allah kepada setiap mahkluk yang kita jumpai.
Ya Allah, berilah aku kesetiaan untuk menjadi pembawa kabar sukacita-Mu. Amin.
Ziarah Batin 2009 Renungan dan Catatan Harian
|
|
|
September 29, 2009, 01:47
|
#788
|
|
Registered User
Join Date: Apr 2009
Posts: 133
WebPoint: 0 GaulPoint: 587
|
St Rafael doakanlah aku.
|
|
|
September 29, 2009, 13:44
|
#789
|
|
catlovers
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,346
WebPoint: 0 GaulPoint: 26617
|
Rabu, 30 September 2009
Pw. St. Hieronimus, Imam Pujangga Gereja
SEDIH BAGI GEREJA TUHAN
Sesungguhnya, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takut akan Dia -- Mzm 33:18a
Doa Renungan
Tuhan Yesus Kristus, pada peringatan Santo Hieronimus pada hari ini, aku mengenang kembali perjuangan besarnya untuk menerjemahkan Kitab Suci berdasarkan rasa cintanya yang begitu besar kepada umat beriman. Doronglah aku untuk selalu bersemangat dalam membaca dan merenungkan sabda-Mu sebagai penghargaan terhadap Santo Hieronimus dan terutama Engkau sendiri. Doa ini kami sampaikan dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Nehemia (2:1-8)
"Jika raja menganggap baik, utusan hamba ke kota makam leluhur hamba, untuk membangunnya kembali."
Pada bulan Nisan tahun kedua puluh pemerintahan raja Artahsasta, ketika menjadi tugasku untuk menyediakan anggur, aku mengangkat anggur dan menyampaikannya kepada raja. Karena aku kelihatan sedih, yang memang belum pernah terjadi di hadapan raja, bertanyalah ia kepadaku: "Mengapa mukamu muram, walaupun engkau tidak sakit? Engkau tentu sedih hati." Lalu aku menjadi sangat takut. Jawabku kepada raja: "Hiduplah raja untuk selamanya! Bagaimana mukaku tidak akan muram, kalau kota , tempat pekuburan nenek moyangku, telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya habis dimakan api?" Lalu kata raja kepadaku: "Jadi, apa yang kauinginkan?" Maka aku berdoa kepada Allah semesta langit, kemudian jawabku kepada raja: "Jika raja menganggap baik dan berkenan kepada hambamu ini, utuslah aku ke Yehuda, ke kota pekuburan nenek moyangku, supaya aku membangunnya kembali." Lalu bertanyalah raja kepadaku, sedang permaisuri duduk di sampingnya: "Berapa lama engkau dalam perjalanan, dan bilakah engkau kembali?" Dan raja berkenan mengutus aku, sesudah aku menyebut suatu jangka waktu kepadanya. Berkatalah aku kepada raja: "Jika raja menganggap baik, berikanlah aku surat-surat bagi bupati-bupati di daerah seberang sungai Efrat, supaya mereka memperbolehkan aku lalu sampai aku tiba di Yehuda. Pula sepucuk surat bagi Asaf, pengawas taman raja, supaya dia memberikan aku kayu untuk memasang balok-balok pada pintu-pintu gerbang di benteng Bait Suci, untuk tembok kota dan untuk rumah yang akan kudiami." Dan raja mengabulkan permintaanku itu, karena tangan Allahku yang murah melindungi aku.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan PS 847
Ref. Tuhan penjaga, dan benteng perkasa, dalam lindungan-Nya aman sentosa.
Ayat. (Mzm 137:1-2.3.4-5)
1.Di tepi sungai-sungai Babel ,
di sanalah kita duduk sambil menangis,
apabila kita mengingat Sion.
Pada pohon-pohon gandarusa di tempat itu
kita menggantungkan kecapi kita.
2.Sebab di sanalah orang-orang yang menawan kita
meminta kepada kita memperdengarkan nyanyian,
dan orang-orang yang menyiksa kita meminta nyanyian sukacita:
"Nyanyikanlah bagi kami nyanyian dari Sion!"
3. Bagaimanakah kita menyanyikan nyanyian TUHAN di negeri asing?
Jika aku melupakan engkau, hai Yerusalem,
biarlah menjadi kering tangan kananku!
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, Alleluya
Ayat. Segala sesuatu kuanggap sebagai sampah, agar aku memperoleh Kristus dan bersatu dengan-Nya.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (9:57-62)
"Aku akan mengikuti Engkau ke mana pun Engkau pergi." Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: "Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi." Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya." Lalu Ia berkata kepada seorang lain: "Ikutlah Aku!" Tetapi orang itu berkata: "Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku." Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana." Dan seorang lain lagi berkata: "Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku." Tetapi Yesus berkata: "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah."
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
“Bertanyalah raja kepadaku, “Mengapa mukamu muram?” --- Nehemia 2: 2
NABI NEHEMIA begitu sedih karena pintu gerbang Yerusalem telah hancur selama lebih dari satu abad.Santo Fransiskus dari Asisi juga sedih karena Gereja yang telah hancur selama berratus tahun itu. Kesedihan dari kedua orang ini, membuat mereka ingin membangun kembali umat Allah, gereja-Nya.
Orang yang membangun kembali gereja-Nya hanyalah orang-orang yang mengasihi gereja-Nya meskipun orang itu begitu ternoda, penuh dosa, dan tidak disukai.Orang-orang yang akan membangun kembali gereja-Nya adalah hanya mereka yang mengasihi gereja-Nya yang sangat sedih tentang kondisi gereja-Nya. “Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian. Sebab perhatikanlah betapa justru dukacita yang menurut kehendak Allah itu mengerjakan pada kamu kesungguhan yang besar” (2 Kor 7: 10-11). Ketika kasih kita bagi gereja-Nya menjadi begitu mendalam hingga membuat kita menjadi bersedih dengan melihat bebatuan dan debu atas kehancurannya, maka Allah akan bangkit dan mengasihani kita (Mzm 102: 14-15, Yeh 9: 4). “Inilah waktunya” yang telah datang untuk membangun kembali gereja-Nya.
Berdoalah agar kita merasa sedih bagi gereja-Nya dan bukan diri kita sendiri. Kita membutuhkan kesedihan dan kasih untuk membangun kembali gereja-Nya.
Doa : Bapa, berikan aku rasa sedih karena kasih bagi gereja-Mu.
Janji : “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.” --- Lukas 9: 62
Pujian : Santo Hieronimus memberikan inspirasi kepada banyak orang dengan perkataaannya, “Tidak mengenal Kitab suci, sama dengan tidak mengenal Kristus” (Katekismus GK , 133). Dan berkat adanya Bulan Kitab suci, makin banyak umat jatuh cinta pada Kitab suci dengan membacanya tiap hari.
Renungan Satu Perjamuan Satu Jemaat 2009
|
|
|
September 29, 2009, 14:09
|
#790
|
|
catlovers
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,346
WebPoint: 0 GaulPoint: 26617
|
Rabu, 30 September 2009
Pw. St. Hieronimus, Imam Pujangga Gereja
"Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah”
(Neh 2:1-8; Luk 9:57-62)
Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Hieronemus, Imam dan Pujangga Gereja, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· Hari ini adalah hari terakhir bulan Kitab Suci/September 2009. Kiranya di antara anda semua selama bulan Kitab Suci terlibat dalam aneka pendalaman Kitab Suci dalam berbagai kesempatan, dan mungkin juga telah ditemukan ayat-ayat atau teks kitab suci yang mengesan serta tergerak untuk menghayati atau melaksanakannya di dalam hidup sehari-hari. Dengan kata lain setelah membacakan dan mendengarkan ayat-ayat Kitab Suci anda tergerak untuk memperbaharui hidup, agar cara hidup dan cara bertindak lebih sesuai dengan kehendak Tuhan. Anda siap sedia untuk memperbaharui atau diperbaharui, dibentuk atau dibina oleh sabda-sabda Tuhan, maka hendaknya pesan atau peringatan Yesus ini diperhatikan:”Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah” . Kami harapkan anda melangkah maju terus tanpa kenal lelah, setia memperbaharui diri atau diperbaharui orang lain. Jauhkan aneka macam bentuk mangkir atau malas yang sering menggejala dalam alasan yang nampak rational dan tak terbantahkan, misalnya ‘urusan keluarga, off the record’. Dengan kata lain sebagai orang yang telah dibaptis hendaknya setia pada janji baptis, yang menjadi imam setia pada janji imamat, yang berkeluarga setia pada janji perkawinan dan yang hidup membiara setia pada tri-kaulnya dst.. Mereka yang sedang belajar setia pada janji pelajar sehingga semakin terampil belajar, dan mereka yang bekerja setia pada janji kerja sehingga terampil bekerja. Maju terus, jangan menoleh ke belakang, namun sekali-kali menoleh ke belakang dalam rangka refleksi silahkan. Kita percayakan diri kita kepada Penyelenggaraan Ilahi, kepada kehendak Allah.
· "Hiduplah raja untuk selamanya! Bagaimana mukaku tidak akan muram, kalau kota, tempat pekuburan nenek moyangku, telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya habis dimakan api?”(Neh 2:3), demikian kata seorang pelayan kepada rajanya. “Pekuburan nenek moyang” merupakan symbol penghormatan kepada nenek moyang, dan mungkin dengan menyaksikan pekuburan nenek moyang yang baik orang juga akan teringat dan terkenang akan nasihat-nasihat baik dari nenek moyang, sebaliknya jika pekuburan nenek moyang amburadul atau berantakan serta kumuh, mungkin melambangkan tiada yang mengesan dari nenek moyang. Amburadul, berantakan atua kekumuhan pekuburan nenek moyang juga dapat melambangkan bahwa kita, para penerus hidup dan bertindak seenaknya sendiri, tidak memperhatikan dan melaksanakan aneka macam nasihat baik dari nenek moyang. Kata-kata atau ayat-ayat dalam Kitab Suci boleh dikatakan sebagai ajaran, nasihat, petuah atau perintah ‘nenek moyang’ kepada kita semua. Jika cara hidup dan cara bertindak amburadul dan tidak teratur ada kemungkinan kita kurang atau menghayati sabda-sabda Tuhan atau janji-janji yang pernah kita ikrarkan. Marilah kita buka, baca dan renungkan teks janji yang pernah kita ikrarkan guna memperbaiki cara hidup dan cara bertindak kita yang amburadul. Jika perlu baiklah kita menyepi sejenak, entah satu jam, satu atau dua hari, untuk mawas diri perihal cara hidup dan cara bertindak kita, apakah sudah sesuai dengan janji-janji yang pernah kita ikrarkan; dalam menyepi ini dapat sendiri atau berdua atau bertiga, jika suami-isteri hendaknya berdua bersama dengan pasangan hidupnya. Moga-moga rumus janji-janji tidak menjadi ‘kuburan mati’, melainkan hidup dan menjiwai cara hidup dan cara bertindak kita.
Jakarta, 30 September 2009
Ignatius Sumarya, SJ
|
|
|
September 30, 2009, 06:44
|
#791
|
|
catlovers
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,346
WebPoint: 0 GaulPoint: 26617
|
Kamis, 01 Oktober 2009
PW. St. Teresia dari Kanak-Kanak Yesus, PrwPujG
“Sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.”
Doa Renungan
Ya Tuhan, terimakasih atas hari yang baru ini. Puji syukur kami sampaikan kepada-Mu yang masih memberikan nafas kehidupan kepada kami. Kami akan memulai hari ini, kami mohon Engkau memberkati sehingga kami dapat menjadi pekerja di ladang-Mu yang subur. Sebab Engkaulah asal dan tujuan hidup kami. Amin.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Nehemia (8:1-5a.6-7.8b-13)
"Ezra membuka Kitab dan memuji Tuhan. Maka seluruh umat menjawab, "Amin! Amin!"
Sesudah kembali dari pembuangan, orang-orang Israel telah menetap kembali di kota-kota mereka. Lalu pada bulan ketujuh berkumpullah seluruh rakyat di lapangan di muka Gerbang Air di Yerusalem. Mereka meminta kepada Ezra, ahli kitab itu, supaya ia membawa kitab Taurat Musa, yakni kitab hukum yang diberikan TUHAN kepada Israel. Lalu pada hari pertama bulan yang ketujuh itu imam Ezra membawa kitab Taurat itu ke hadapan jemaah, yakni baik laki-laki maupun perempuan dan setiap orang yang dapat mendengar dan mengerti. Ia membacakan beberapa bagian dari pada kitab itu di halaman di depan pintu gerbang Air dari pagi sampai tengah hari di hadapan laki-laki dan perempuan dan semua orang yang dapat mengerti. Dengan penuh perhatian seluruh umat mendengarkan pembacaan kitab Taurat itu. Ezra, ahli kitab itu, berdiri di atas mimbar kayu yang dibuat untuk peristiwa itu. Ezra membuka kitab itu di depan mata seluruh umat, karena ia berdiri lebih tinggi dari semua orang itu. Pada waktu ia membuka kitab itu semua orang bangkit berdiri. Lalu Ezra memuji TUHAN, Allah yang maha besar, dan semua orang menyambut dengan: "Amin, amin!", sambil mengangkat tangan. Kemudian mereka berlutut dan sujud menyembah kepada TUHAN dengan muka sampai ke tanah. Para Lewi menjelaskan hukum itu kepada jemaat, sementara rakyat berdiri di tempatnya. Bagian-bagian dari pada kitab itu, yakni Taurat Allah, dibacakan dengan jelas, dengan diberi keterangan-keterangan, sehingga pembacaan dimengerti. Lalu Nehemia, yakni kepala daerah itu, dan imam Ezra, ahli kitab itu, dan orang-orang Lewi yang mengajar orang-orang itu, berkata kepada mereka semuanya: "Hari ini adalah kudus bagi TUHAN Allahmu. Jangan kamu berdukacita dan menangis!", karena semua orang itu menangis ketika mendengar kalimat-kalimat Taurat itu. Lalu berkatalah ia kepada mereka: "Pergilah kamu, makanlah sedap-sedapan dan minumlah minuman manis dan kirimlah sebagian kepada mereka yang tidak sedia apa-apa, karena hari ini adalah kudus bagi Tuhan kita! Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu!" Juga orang-orang Lewi menyuruh semua orang itu supaya diam dengan kata-kata: "Tenanglah! Hari ini adalah kudus. Jangan kamu bersusah hati!" Maka pergilah semua orang itu untuk makan dan minum, untuk membagi-bagi makanan dan berpesta ria, karena mereka mengerti segala firman yang diberitahukan kepada mereka.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan PS 853
Ref. Sabda-Mu ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan.
Ayat. (Mzm 19:8-11)
1. Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan Tuhan itu teguh memberikan hikmat kepada orang bersahaja.
2. Titah Tuhan itu tepat, menyukakan hati; perintah Tuhan itu murni, membuat mata ceria.
3. Takut akan Tuhan itu suci, tetap untuk selama-lamanya; hukum-hukum Tuhan itu benar, adil selalu.
4. Lebih indah daripada emas, bahkan daripada emas tua; dan lebih manis daripada madu, bahkan daripada madu tetesan dari sarang lebah.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (10:1-12)
"Semoga damaimu menyertai dia."
Pada waktu itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan. Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu. Tetapi jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak diterima di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah: Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat. Aku berkata kepadamu: pada hari itu Sodom akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu."
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
|
|
|
September 30, 2009, 06:48
|
#792
|
|
catlovers
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,346
WebPoint: 0 GaulPoint: 26617
|
Kamis, 01 Oktober 2009
PW. St. Teresia dari Kanak-Kanak Yesus, PrwPujG
Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Teresa dari Kanak-kanak Yesus, perawan dan pujangga Gereja, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· “Yesus, tentu Engkau senang mempunyai mainan. Biarlah saya menjadi mainanMu. Anggap saja saya ini bola-Mu. Bila akan Kauangkat, betapa senang hariku. Jika hendak Kausepak kian kemari, silahkan. Dan kalau hendak Kautinggal di pojok kamar lantaran bosan, boleh saja. Saya akan menunggu dengan sabar dan setia. Tetapi kalau hendak Kautusuk…O, Yesus, tentu itu sakit sekali, namun terjadilah kehendakMu” (Yayasan Cipta Loka Caraka: Ensiklopedi Orang Kudus, Jakarta 1985, hal 292), demikian kata-kata atau doa Teresa. Apa yang didoakan didoakan Teresa ini kiranya menanggapi sabda Yesus :”Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala”. St.Teresa kiranya menjadi teladan dalam penyerahan diri seutuhnya kepada Tuhan dan kaul/keutamaan ketaatan serta kerendahan hati. Maka baiklah kita sebagai orang beriman meneladannya dalam hidup kita sehari-hari. Tantangan untuk taat dan rendah hati pada masa kini memang cukup berat, mengingat dan memperhatikan cukup banyak orang di sekitar kita cenderung untuk menjadi sombong dan kurang taat pada aneka macam aturan daan tatanan hidup bersama. Tantangan juga dapat muncul dari dalam diri kita sendiri antara lain ketakutan dan kemalasan. Kamu berharap para orangtua atau pemimpin dapat menjadi teladan dalam hal penghayatan ketaatan dan kerendahan hati. Di samping itu kami juga berharap kepada rekan muda-mudi atau pelajar untuk berani mempersembahkan diri kepada Tuhan dengan hidup membiara atau imamat.
· "Pergilah kamu, makanlah sedap-sedapan dan minumlah minuman manis dan kirimlah sebagian kepada mereka yang tidak sedia apa-apa, karena hari ini adalah kudus bagi Tuhan kita! Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu!” (Neh 8:11). Kutipan ini kiranya baik menjadi permenungan kita. Berbagai tantangan dan keterbatasan diri kita sering membuat kita bersusah hati karena kita harus bekerja keras dan berat serta berjuang dengan pengorbanan diri. “Tuhan itulah perlindunganmu”, demikian peringatan atau nasihat yang selayaknya menjadi pegangan kita. Bersama dan bersatu dengan Tuhan kita akan mampu mengatasi aneka tantangan dan hambatan, maka biarkanlah Dia hidup dan bekerja dalam dan melalui diri kita yang lemah dan rapuh. Marilah kita hayati apa yang dihayati Paulus ini: ”Harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami “(2Kor 4:7). Harta kita adalah panggilan, fungsi, jabatan atau kedudukan kita masing-masing. Jika kita sukses atau berhasil dalam panggilan, fungsi, jabatan atau kedudukan, marilah hal itu kita hayati sebagai karya dan kekuatan Tuhan yang melimpah-ruah dalam diri kita yang rapuh dan lemah. Dengan kata lain semakin sukses atau berhasil hendaknya juga semakin rendah hati. “Hari ini adalah kudus bagi Tuhan kita”, artinya setiap hari hendaknya kita mempersembahkan diri seutuhnya kepada Penyelenggaraan Ilahi, taat dan setia pada kehendak Tuhan.
“Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya. Takut akan TUHAN itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum TUHAN itu benar, adil semuanya, lebih indah dari pada emas, bahkan dari pada banyak emas tua; dan lebih manis dari pada madu, bahkan dari pada madu tetesan dari sarang lebah” (Mzm 19:8-11).
Jakarta, 1 Oktober 2009
Ignatius Sumarya, SJ
Note: bulan Oktober adalah bulan Rosario dan diharapkan setiap hari berdoa Rosario , entah pribadi atau bersama.
|
|
|
October 01, 2009, 05:14
|
#793
|
|
catlovers
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,346
WebPoint: 0 GaulPoint: 26617
|
Jumat, 02 Oktober 2009
PW. Para Malaikat Pelindung
Apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya -- Matius 21:22
Doa Renungan
Allah Bapa kami yang kekal dan kuasa, saat ini kami akan menyusuri jalan kehidupan kami. Bantulah kami menjalaninya sesuai dengan sabda-Mu yang Engkau berikan kepada kami hari ini, yaitu agar kami menjadi percaya kepada-Mu seutuhnya seperti anak kecil yang menyambut-Mu apa adanya. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Barukh (1:15-22)
"Kami telah berdosa kepada Tuhan dan tidak taat."
Katakanlah sebagai berikut. Keadilan ada pada Tuhan, Allah kita, sedangkan malu muka pada kami, sebagaimana halnya hari ini, yaitu: pada orang-orang Yehuda dan penduduk Yerusalem, pada sekalian raja kami, para pemimpin, para imam dan nabi serta pada nenek moyang kami. Memang kami telah berdosa kepada Tuhan. Kami tidak taat kepada-Nya dan tidak mendengarkan suara Tuhan, Allah kami, untuk mengikuti segala ketetapan Tuhan yang telah ditaruh-Nya di hadapan kami. Semenjak hari Tuhan membawa nenek moyang kami keluar dari negeri Mesir hingga dengan hari ini kami tidak taat kepada Tuhan, Allah kami. Sebaliknya Tuhan telah kami alpakan karena tidak mendengarkan suara-Nya. Dari sebab itu maka melekatlah kepada kami semua bencana dan laknat yang telah diperintahkan Tuhan kepada Musa, hamba-Nya, waktu nenek moyang kami dibawa-Nya keluar dari negeri Mesir untuk dianugerahkan-Nya kepada kami suatu tanah yang berlimpah susu dan madunya, sebagaimana halnya hari ini. Tetapi kami tidak mendengarkan suara Tuhan, Allah kami, sesuai dengan firman para nabi yang telah Tuhan utus kepada kami. Bahkan kami telah pergi berbakti kepada allah lain, masing-masing menurut angan-angan hati jahatnya, dan kami melakukan apa yang durjana dalam pandangan Tuhan, Allah kami.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Demi kemuliaan nama-Mu, ya Tuhan, bebaskan kami.
Ayat. (Mzm 79:1b-2.3-5.8-9)
1. Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada Tuhan, "Tuhanlah tempat perlindungan dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai."
2. Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk. Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya adalah perisai dan pagar tembok.
3. Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang; terhadap penyakit sampar yang menjalar di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.
4. Malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat akan diperintahkan-Nya untuk menjaga engkau di segala jalanmu.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Pujilah Tuhan, hai segala tentara-Nya, muliakanlah Dia, hai para hamba yang melakukan kehendak-Nya.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (18:1-5.10)
"Malaikat mereka di surga selalu memandang wajah Bapa-Ku di surga."
Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku." Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Malaikat Pelindung
Pada hari ini kita merayakan pesta para utusan Tuhan yang melindungi kita umat manusia. Kita dapat menemukan kisah tentang mereka sepanjang Kitab Suci. Para malaikat menyampaikan pesan-pesan dari Tuhan, melindungi manusia dari mara bahaya serta menyelamatkannya. Dalam Perjanjian Baru, dalam Kitab Kisah Para Rasul bab 12 dikisahkan bagaimana St. Petrus dibimbing oleh seorang malaikat untuk meloloskan diri dari penjara. Telah berabad-abad lamanya umat Kristiani percaya bahwa kita masing-masing mempunyai seorang malaikat pelindung.
Gambar malaikat pelindung yang paling sering kita jumpai adalah gambar seorang malaikat yang sedang melindungi seorang anak kecil yang sedang berjalan menyeberangi sebuah jembatan kecil. Pada tahun 1608, Paus Paulus V menambahkan pesta para malaikat pelindung ke dalam penanggalan para kudus dan pesta gerejani. Mengetahui serta mengimani bahwa kita masing-masing mempunyai seorang malaikat pelindung yang melindungi kita, sungguh sangat membesarkan hati. Malaikat pelindung kita adalah hadiah dari Tuhan kita yang penuh belas kasih.
indocell.net/yesaya
Renungan
Berlimpahnya mukjizat di Khorazim, Betsaida, dan Kapernaum masih belum cukup untuk bisa meyakinkan penduduknya agar bertobat. Ketiga nama kota itu mungkin bisa menjadi simbol “nama-nama” wilayah hidup kita yang masih belum mau sungguh percaya. Semua itu adalah wilayah dalam diri kita di mana kita masih meragukan apakah wilayah itu bisa dijangkau oleh cinta-Nya dan diubah sepenuhnya oleh Yesus. Akibatnya, di tengah berlimpahnya kebaikan Tuhan, kita tetap mengajukan syarat: hanya kalau ada sesuatu yang lebih hebat lagi, aku akan sungguh percaya!
Barukh berseru agar bangsa Israel bertobat. Keadaan begitu menyedihkan, karena semua, tanpa terkecuali, telah lalai. Raja, pemimpin, imam, nabi, dan nenek moyang mereka telah tidak taat kepada Tuhan. Akar segala kejahatan itu sebenarnya sederhana: mereka telah mengikuti angan-angan mereka yang jahat.
Penyesalan harus menjadi kesadaran seluruh bangsa. Hanya dengan penyesalan menyeluruh itu sebuah kemungkinan baru akan terbuka. Pembuangan akan segera berakhir. Maka, penyesalan dan pertobatan kita yang setengah-setengah hanya akan menimbulkan dalam diri kita angan-angan palsu yang pasti akan mengecewakan.
Yesus, aku masih takut untuk sungguh Engkau ubah. Berilah aku kemurahan hati untuk sungguh menyesal dan berbalik kepada-Mu. Amin.
Ziarah Batin 2009 Renungan dan Catatan Harian
|
|
|
October 01, 2009, 05:25
|
#794
|
|
catlovers
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,346
WebPoint: 0 GaulPoint: 26617
|
Jumat, 02 Oktober 2009
Jumat Pertama
Hati Yesus sedalam laut dan seluas samudra kasih-Nya, Datanglah, dan kamu diringankan!
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Efesus (3:8-12.14-19)
"Supaya kamu dapat memahami betapa tinggi dan dalamnya kasih Kristus."
Saudara-saudara, kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu, dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu, supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga, sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya. Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya. Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Rasailah dan nikmatilah betapa baiknya Tuhan.
Ayat.
1. Dari ujung bumi aku berseru kepada-Mu karena hatiku lemah lesu; tuntunlah aku ke gunung batu yang terlalu tinggi bagiku.
2. Sungguh Engkau telah menjadi tempat perlindunganku, menara yang kuat terhadap musuh. Sungguh Engkat telah menjadi tempat perlindunganku, menara yang kuat terhadap musuh.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (11:28-30)
"Datanglah kepada-Ku, kalian yang letih lesu."
Sekali peristiwa bersabdalah Yesus, "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya. "Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah dari pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati. Maka hatimu akan mendapat ketenangan. Sebab enaklah kuk yang Kupasang dan ringanlah beban-Ku."
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Setiap Jumat Pertama kita menghadap Hati Kudus Yesus yang terluka oleh ulah dosa-dosa kita. Juga kita sambut Ekaristi agar hidup kita dikuatkan oleh-Nya untuk tetap menyuarakan suara-Nya di tengah-tengah keramaian dunia. Melalui Hati Kudus-Nya kita berharap agar hidup kita disucikan, kemanusiaan kita disempurnakan, hati kita dijadikan serupa dengan Hati Kudus-Nya sendiri.
Kelelahan, kehabisan tenaga, dan rasa beban adalah bagian hidup manusia. Kita bisa melihat wajah-wajah lelah para tukang bangunan, buruh tani, guru, buruh harian, dan orang yang sedang bekerja keras. Tetapi, ada jenis kelelahan yang lain, seperti capai karena bosan dengan pekerjaan rutin, tidak puas dengan apa yang sudah dicapai atau suasana lingkungan yang menegangkan.
Di tengah beban seperti ini, Yesus mengundang orang: "Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu." Kita diundang Yesus untuk "datang kepada-Nya". Kita diajak belajar dari Yesus dan membawa beban berat. Mereka yang setia membawa beban berat bersama Yesus berharap akan mendapat ketenangan dan kelegaan. Yang mengajak dan berjanji adalah Yesus sendiri. Siapa yang setia akan mengalami hal yang sama, yaitu kebangkitan dan kemuliaan. Kamu mau mengalami hal yang sama? Datanglah kepada-Nya. Ia menunggumu sekarang!
Doa:
Bapa yang Maharahim, Allah segala penghiburan, Engkau memberikan kepada kami Hati Putra-Mu Sendiri yang penuh belas kasihan, oleh sebab kasih-Mu yang tak terbatas yang Kau limpahkan kepada kami, kasih yang tak satu lidah pun mampu mengungkapkannya dengan kata. Kiranya kami mempersembahkan kepada-Mu kasih yang sempurna dengan hati yang bersatu dengan hati-Nya. Kami mohon agar hati kami dihantar ke persatuan sempurna: tiap hati dengan yang lainnya dan semua hati dengan Hati Yesus Yang Mahakudus… dan semoga kerinduan hati kami beroleh kepuasannya dalam Dia: Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan bertahta bersama Engkau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, Allah Tritunggal, sekarang dan sepanjang segala masa. Amin
Yesus, berilah aku kesempatan untuk menyempurnakan hatiku seperti Hati Kudus-Mu sendiri agar aku boleh menikmati janji keselamatan-Mu. Amin.
|
|
|
October 02, 2009, 04:58
|
#795
|
|
catlovers
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,346
WebPoint: 0 GaulPoint: 26617
|
Sabtu, 03 Oktober 2009
Pw. St. Fransiskus Assisi
Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya -- Yesaya 32:17
Tuhan, Jadikanlah Aku Pembawa Damai (Santo Fransiskus Asisi)
 - Tuhan, Jadikanlah aku pembawa damai,
- Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih,
- Bila terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan,
- Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan,
- Bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian,
- Bila terjadi kesesatan, jadikanlah aku pembawa kebenaran,
- Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku sumber kegembiraan,
- Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang,
- Tuhan semoga aku lebih ingin menghibur daripada dihibur,
- Memahami dari pada dipahami, mencintai dari pada dicintai,
- Sebab dengan memberi aku menerima
- Dengan mengampuni aku diampuni
- Dengan mati suci aku bangkit lagi, untuk hidup selama-lamanya.
- Amin
Ada seorang arsitek yang meninggalkan kehidupan kota. Ia menjual segala miliknya untuk membuat padepokan di kaki gunung. Karena keramah-tamahan yang diberikan, padepokan ini banyak dikunjungi orang. Ada empat rumah yang dibuat pak arsitek untuk menampung keluarga-keluarga yang datang untuk beristirahat. Ia minta agar para pengunjung menikmati yang disediakan alam. Ia berharap, mereka mau makan singkong, makan dengan lauk ikan dari tamu yang membawa banyak bekal yang berlimpah. Katanya, anugerah alam sudah begitu banyak; namun orang masih ingin menjamin dirinya secara berlebihan. Itu kerakusan, imbuhnya.
Hari ini kita memperingati Santo Fransiskus Assisi, seorang bangsawan kaya raya yang memutuskan menjadi orang miskin. Ia menjadi orang yang tidak lagi mengandalkan keluarganya yang makmur, melainkan Allah Bapa-Nya yang mahabaik. Dan kebaikan Allah itu ia alami lewat orang-orang yang mengulurkan tangan pada waktu ia berkeliling sebagai peminta-minta. Teladan Santo Fransiskus menyadarkan banyak orang pada kebaikan Allah dan mendekatkan mereka pada-Nya.
Kita memang harus bertanggung jawab pada hidup kita dengan rajin bekerja. Namun, dengan segala sesuatu yang kita hasilkan, jangan sampai kita menjamin diri terlalu hebat, seolah-olah Allah tidak ada. Kita justru harus memberi kesaksian bahwa Allah sungguh ada, berkarya dalam hidup kita, menjamin dan menyertai kita.
Inspirasi Batin 2007
Doa Renungan
Ya Tuhan, terima kasih atas perlindungan semalam yang lalu. Saat ini kami akan menjalani hari kami. Bantu kami ya Tuhan agar dalam sehari ini kami dapat melaksanakan tugas untuk menjadi utusan-Mu mewartakan Kerajaan-Mu kepada sesama kami sehingga mereka semua dapat terbawa kepada-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Barukh (4:5-12.27-29)
"Allah telah mengirimkan segala bencana ini kepadamu, dan Dia pulalah yang akan mengirimkan sukacita kepadamu. "
Kuatkanlah hatimu, hai bangsaku, yang membawa nama Israel ! Kamu telah dijual kepada bangsa-bangsa lain, tetapi tidak untuk dibinasakan. Karena telah memurkakan Allah maka kamu diserahkan kepada para lawan. Sebab Pembuatmu telah kamu marahkan, dengan mempersembahkan korban kepada setan, bukannya kepada Allah. Pengasuhmu telah kamu lupakan, yakni Allah kekal, dan hati Yerusalem, dayahmupun telah kamu dukakan. Melihat kemurkaan Allah mendatangi diri kamu maka Yerusalem berkata: "Dengarlah, hai sekalian tetangga Sion! Allah telah mengirim kepadaku kesedihan besar." Sebab anak-anakku yang laki-laki dan perempuan kulihat tertawan, sebagaimana yang telah dikirimkan Yang Kekal kepada mereka. Mereka telah kuasuh dengan sukacita, tetapi sekarang kulihat pergi dengan tangisan dan sedih hati. Janganlah seorangpun bersukaria oleh karena diriku, seorang janda yang telah ditinggalkan banyak anak. Karena dosa anak-anakku aku menjadi kesepian, sebab mereka telah berpaling dari hukum Taurat Allah, Kuatkanlah hatimu, anak-anakku, berserulah kepada Allah; Dia yang mengirim bencana itu akan teringat kepadamu pula. Seperti dahulu angan-angan hatimu tertuju untuk bersesat dari Allah, demikian hendaklah kamu sekarang berbalik untuk mencari Dia dengan sepuluh kali lebih rajin. Memang Dia yang telah mengirim segala bencana itu kepada kamu akan mengirim pula sukacita abadi bersama dengan penyelamatanmu.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan mendengarkan kaum miskin.
Ayat. (Mzm 69: 33-35.36-37)
1. Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; biarlah hatimu hidup kembali, hai kamu yang mencari Allah! Sebab Tuhan mendengarkan orang-orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orang-Nya yang ada dalam tahanan. Biarlah langit dan bumi memuji-muji Dia, lautan dan segala yang bergerak di dalamnya.
2. Sebab Allah akan menyelamatkan Sion dan membangun kota-kota Yehuda, supaya orang-orang diam di sana dan memilikinya; anak cucu hamba-hamba-Nya akan mewarisinya, dan orang-orang yang mencintai nama-Nya akan diam di situ.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, Alleluya
Ayat: Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (10:17-24)
"Bersukacitalah karena nama-Mu terdaftar di surga."
Pada waktu itu ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga." Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu." Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya."
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.
|
|
|
|
Tags
|
berkat, damai sejahtera, ekaristi, firman tuhan, hidup damai, injil, inspirasi, kasih, keajaiban karya allah, kebangkitan, kehendak allah, kemerdekaan hati, kerajaan allah, komitmen, kuasa tuhan, lectionarium, misa, pengkhianatan, pengosongan diri, penyelamatan, renungan, sabda, santapan rohani, sukacita, yesus kristus  |
Posting Rules
|
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts
HTML code is Off
|
|
|
All times are GMT. The time now is 07:33.
|
|