WebGaul Forum : : A ZEIN Company  

Go Back   WebGaul Forum : : A ZEIN Company > :: FORUM DISKUSI WEBGAUL > Agama dan Iman > Katolik
WebGaul Forum Gallery Register Blogs FAQ Calendar Mark Forums Read
Notices






Reply
 
Thread Tools
Old September 24, 2009, 14:39   #16
SNU
The time has come \()"•)/
 
SNU's Avatar
 
Join Date: Jun 2009
Location: di belakang Nya \\()"•)//
Posts: 10,715
WebPoint: 0
GaulPoint: 15.788
Blog Entries: 1
SNU SesepuhSNU Sesepuh
Smile Jumat, 25 September 2009

Menurutmu, Siapakah Aku?

Menurut kamu, siapakah Aku ini?… Mesias dari Allah. – Luk 9:20

Suatu kali, Ivan dihampiri seorang pengemis yang meminta uang. Bukannya menolong, Ivan menghindar dengan menga-takan tidak punya uang. Tapi kemudian ia menyesal karena sebenarnya ia punya uang dan minta kesempatan kedua pada Tuhan.

Esok harinya, ia pergi ke tempat penyewaan DVD. Sesampainya ia di sana, Ivan melihat seorang homeless sedang tertidur di lantai depan tempat penyewaan tersebut. Pertama-tama ia acuh saja dan segera pergi. Namun ia diingatkan bahwa Tuhan telah memberikan kesempatan kedua baginya. Ia pun kembali dan menghampiri orang itu serta menawarkan makanan. Orang tersebut menerima kebaikannya. Sebagai ungkapan terima kasihnya, ia memeluk Ivan. Ivan pun merasa senang dan diberkati lewat kejadian ini.

Kita pun terkadang bertemu dengan orang-orang yang kurang mampu, yang hidup di tengah kesusahan. Namun, bagaimana kita melihat mereka? Apakah kita menghindari mereka karena menganggap mereka sebagai pengemis, berpakaian compang-camping, dan berbau tidak sedap? Mampukah kita melihat Yesus yang hadir dalam diri mereka, orang-orang yang dianggap hina itu? Pernahkah timbul pertanyaan dalam hati kita, ”Siapakah mereka ini?” Dan apa jawaban kita? (Alw)

Bagaimana saya memandang mereka yang hidup berkesusahan dan kurang beruntung?
Apakah saya dapat melihat Yesus dalam diri mereka?
__________________
SNU is offline   Reply With Quote
Recommendation Sponsored Ads
Old September 24, 2009, 15:20   #17
SNU
The time has come \()"•)/
 
SNU's Avatar
 
Join Date: Jun 2009
Location: di belakang Nya \\()"•)//
Posts: 10,715
WebPoint: 0
GaulPoint: 15788
Blog Entries: 1
SNU SesepuhSNU Sesepuh
Thumbs up artikel by Bo Sanchez part 1

SUDAHKAH ANDA MENERIMA GANJARAN
ATAS PEMBERIAN ANDA?


Seperti kebanyakan anak laki-laki, Francis putera saya berumur 4 tahun
terkadang bertengkar dengan teman mainnya. Kami mendengarnya
berteriak, “Punya saya! Punya saya! Punya saya!”

Jadi selama dua tahun hingga saat ini, kami mengajarinya bagaimana
berbagi mainannya. Kami memberitahunya, “Francis, berbagi itu baik!”
Hal itu hampir seperti sebuah mantera yang terus kami ulangi padanya.

Kami juga mengingatkan ganjaran dari berbagi. “Francis, jika kamu
berbagi mainanmu dengan teman mainmu, kamu akan mendapat lebih banyak kesenangan. Kamu akan mendapat lebih banyak teman. Kamu akan jarang menangis.”

Kemarin, isteri saya pergi makan dengan anak bungsu kami. Si kecil
memesan ayam goreng dan mie. Ia kemudian bertanya pada ibunya,
“Bagaimana denganmu, Mami?” Isteri saya tersentuh, merasa senang
karena anaknya yang berusia 4 tahun memikirkannya. Tapi kemudian si
kecil menambahkan, “Mami, bagaimana kalau memesan kentang goreng?
Jadi Mami dapat membaginya dengan saya. Ingat, berbagi itu baik!”

Ya, berbagi itu baik.

Apa yang saya katakan pada Francis berlaku bagi Anda juga: Jika Anda
berbagi, Anda akan mendapat lebih banyak kesenangan setiap hari. Anda
akan mendapat lebih banyak teman. Anda akan jarang menangis! Karena
saya percaya banyak masalah kita berasal dari tidak berbagi.

Teman, saya akan perkenalkan pada Anda salah satu kekuatan terbesar di alam semesta. Satu hal ini akan memberi Anda keajaiban, memperdalam
kebahagiaan Anda, memperkaya relasi Anda, menyatukan keluarga Anda,
memakmurkan pekerjaan dan bisnis Anda, membuat tubuh Anda lebih sehat,dan membawa Anda lebih dekat pada Tuhan…

Apakah kekuatan ini? Petunjuk: Ini adalah Kekuatan G sesungguhnya.

Kemarin, saya menyambut kembali kekuatan ini dalam hidup saya…


ANDA TIDAK MENERIMA GANJARAN ANDA HANYA SEKALI!

Kemarin, saya menghabiskan siang saya bermain dengan anak-anak saya.

Kami menggambar pesawat luar angkasa, pesawat, dan roller coaster.
Kami bermain video game. (Dapatkah Anda membayangkan saya, seorang pria berusia 43 tahun, bermain dengan anaknya yang berusia 4 tahun, Mariobross? Saya gila.) Dan akhirnya, saya mengajak Francis ke
tukang cukur. Kami tidak memiliki mobil kemarin, jadi kami naik becak
bersama. Francis sangat menyukainya. Setiap kali kami melewati
polisi tidur, ia mengangkat tangannya dan berkata, “Wiiiiii!”

Ketika kami tiba di tempat cukur, Francis sangat gembira saat dicukur,
membuat berbagai ekspresi di kaca, berputar di atas kursi tukang
cukur, tertawa dan menyanyi sepanjang waktu. Ia begitu senang.

Tapi tebak siapa yang lebih senang? Sang ayah, tentu saja.

Kemarin, saya bermurah hati dalam hal waktu saya dengan anak-anak.
Walaupun segunung pekerjaan yang harus saya lakukan (termasuk menulis artikel ini), saya mengesampingkannya dan meluangkan waktu bersama anak-anak.

Dengan segera, saya menerima ganjaran dari kemurahan hati saya. Hanya mendengarkan suara tawa gembira anak-anak saya merupakan musik bagi jiwa saya. Hal itu membuat saya merasa luar biasa. Hal itu
mengangkat stres saya, membuat saya lebih sehat, dan menyegarkan jiwa saya.

Teman, ada satu aturan mutlak tertulis dalam alam semesta.
Pernyataannya, “Ketika Anda memberi, Anda akan menerima sebuah
ganjaran.” Selalu. Tidak terkecuali. Oh ya, mungkin ada penundaan.
Terkadang Anda perlu menunggu untuk waktu yang lama. Namun ganjaran
akan selalu datang.

Dan Alkitab juga mengatakan bahwa kita akan menerima lebih dari yang
kita beri. Contoh: Dalam tahun-tahun yang akan datang, saya tahu
saya akan menerima ganjaran yang bahkan jauh lebih besar dari
meluangkan waktu bersama anak-anak saya kemarin. Karena mereka akan bertumbuh menjadi para pria yang merasa aman dalam cinta ayah mereka.

Hal itu tidak akan berakhir di situ. Di Surga, saya bahkan akan
menerima ganjaran yang lebih besar. (Lebih lanjut tentang hal ini
minggu depan.)

Mari saya jelaskan mengapa Anda mendapat ganjaran.


TERLALU PENUH UNTUK MENERIMA HAL LAIN YANG LEBIH BAIK

Dalam kotbah saya kemarin, saya menunjukkan pada orang-orang semangkuk
besar ikan yang dipenuhi dengan batu-batuan berwarna abu-abu. Mangkuk
itu dibanjiri oleh batu-batu itu. Kemudian saya menunjukkan beberapa
nugget berwarna keemasan. (Oke, sebenarnya bukan nugget berwarna
keemasan. Mereka adalah batu-batu yang dibungkus dengan kertas emas, tapi jangan merusak ilustrasi saya. Bayangkan mereka betul-betul
nugget berwarna keemasan!)

Sekalipun jika saya ingin menaruh nugget keemasan itu di dalam
mangkuk, saya tidak dapat, karena mangkuk itu sudah dipenuhi oleh batu- batu.

Ini merupakan gambaran sempurna untuk seorang yang egois.

Tuhan adalah seorang Tuhan yang murah hati. Ia ingin memberi kita hal-
hal yang lebih baik. Namun Ia tak dapat melakukannya jika tidak ada
ruang untuk menerima hal-hal baru dan lebih baik dalam hidup kita.

Kemudian saya memindahkan satu batu dari mangkuk. Saya menjelaskan
kepada umat bahwa ganjaran pertama dari memberi adalah “ruang”. Dan
ruang adalah indah. Ruang berarti kita dapat bertumbuh.

Saya meletakkan sebuah nugget keemasan dalam mangkuk, dan menjelaskan, “Beberapa orang hanya memberi sedikit dan maka dari itu hanya menerima sedikit. Tapi ada orang-orang yang memberi lebih,” jelas saya, sambil memindahkan beberapa batu lagi dari mangkuk, “dan karena itu menciptakan lebih banyak ruang bagi berkat-berkat Tuhan yang baru.”
Dengan cepat saya mengisi mangkuk itu dengan lebih banyak nugget.

Ingat, ketika kita tidak menerima banyak, masalahnya bukan pada si
Pemberi. Masalahnya ada pada si Penerima. Tuhan ingin memberi lebih
pada hidup kita (itu adalah sikapNya yang otomatis), tapi si Penerima
belum menciptakan ruang yang cukup untuk menerima lebih.

Dan teman, alam semesta membenci ruang. Alam semesta akan memenuhi
ruang tersebut dengan hal-hal yang lebih baik.

Namun bagaimana jika Anda tidak mendapat ganjaran Anda?
__________________
SNU is offline   Reply With Quote
Old September 24, 2009, 15:30   #18
SNU
The time has come \()"•)/
 
SNU's Avatar
 
Join Date: Jun 2009
Location: di belakang Nya \\()"•)//
Posts: 10,715
WebPoint: 0
GaulPoint: 15788
Blog Entries: 1
SNU SesepuhSNU Sesepuh
Red face artikel by Bo Sanchez part 2

KEMURAHAN HATI YANG SESUNGGUHNYA

Seseorang bertanya pada saya, “Tapi Bo, saya telah memberi dan memberi dan memberi sepanjang hidup saya – tapi saya belum menerima ganjaran saya!”

Mungkin karena itu sama sekali bukan kemurahan hati.

Anda lihat, ada dua tipe pemberian yang terjadi di dunia.

1. Ketika kita memberi karena kita mencintai.
2. ketika kita memberi karena kita ingin dicintai.

Lihat. Tak ada salahnya jika Anda ingin dicintai. Ini merupakan
kebutuhan Anda yang paling mendasar. Tapi teman, jangan pernah
menggunakan kemurahan hati sebagai suatu jalan untuk mendapatkan
cinta. Itu beracun. Anda menyebutnya ketergantungan cinta dan itu
mematikan. Menyenangkan orang lain agar mereka mencintai Anda adalah
tindakan bunuh diri secara perlahan.

Jika “Tanki Cinta” Anda kosong, Anda perlu melakukan dua hal.
Pertama, minta Tuhan untuk mencintai Anda. Dan kedua, cintai diri
Anda sendiri. Jika Anda tidak belajar untuk bermurah hati kepada diri
sendiri, kemurahan hati Anda tidak akan asli.

Teman saya Mla (bukan nama sesungguhnya) adalah seorang wanita yangdemikian. Ia selalu memberi hadiah pada teman-temannya. Makanan. Pakaian. Bunga. Terkadang, barang-barang mahal seperti handphone danIpod. Orang-orang akan mengatakan padanya “Oh, kamu sangat murahhati.” Tapi jauh dalam hatinya, saya tahu Mila adalah salah satu orang yang paling menyedihkan di atas bumi. Ia terus-menerus merasa depresi. Karena ia tidak memiliki sahabat sejati. Teman-temannya adabaginya hanya karena ia memberi mereka barang-barang. Orang-orang terus memanfaatkannya, meminta barang-barang darinya.

Mila tidak menerima ganjaran dari kemurahan hatinya karena ia tidak
sungguh-sungguh murah hati. Ia sangat membutuhkan.

Ketika Anda memberi karena rasa membutuhkan, Anda bahkan akan menjadi lebih membutuhkan. Tapi jika Anda memberi karena cinta, Anda akan menerima cinta yang lebih.

Ingat mangkuk berisi batu-batu berwarna abu? Mila memberikan batu-
batu putihnya – menciptakan ruang dalam hatinya. Tapi karena ia
memberi karena membutuhkan dan takut dan bukan karena cinta, kesedihan dan kepahitan mengisi ruang yang ia ciptakan.

Saya ulangi: Kemurahan hati yang sejati adalah memberi karena cinta,
yang akan mengisi hidup kita dengan lebih banyak cinta.

Dan ijinkan saya berbagi dengan Anda ganjaran terbesar dari kemurahan
hati.


GANJARAN TERBESAR DARI MEMBERI

Sahabat dan rekan pengkotbah saya Arun Gogna baru saja tiba dari
Jepang. Ia bertemu seorang Filipin di sana yang menceritakan sebuah
kisah menakjubkan padanya.

Beberapa tahun lalu, orang Filipin ini menikahi seorang pria Jepang.
Suaminya berpenghasilan sangat baik dan memintanya mengatur
keuangannya. Maka setiap hari gajian, suaminya memberi semua uangnya
padanya.

Wanita Filipin ini mencintai Tuhan dan ingin mengikutiNya dalam hal
memberi. Maka ia memberi 10% dari penghasilan suaminya kepada Tuhan. Ketika sang suami – yang adalah seorang ateis – mengetahui hal itu, ia bertanya padanya, “Apa yang kau lakukan dengan 10% dari gaji saya?”
Wanita ini berkata, “Saya memberinya pada Tuhan saya.” Hal yang
mengherankan adalah suaminya tidak menentang sama sekali. Ia
membiarkan isterinya melakukan hal itu. Maka isterinya melanjutkan
kebiasaan ini setiap bulannya.

Inilah berita baiknya: Beberapa tahun kemudian, pria ini bertobat dan
sekarang menjadi seorang Katolik. Sekarang, bersama isterinya, ia
melayani dalam suatu pelayanan di sebuah Gereja di Jepang.

Apa yang begitu indah dari kisah ini? Bahkan sebelum ia dibaptis, ia
sudah murah hati kepada Tuhan yang ia tidak tahu sama sekali.

Intinya?

Kemurahan hati membawa Anda lebih dekat pada Tuhan.

Saya akan jelaskan sebabnya.


HATI ANDA MENGIKUTI HARTA ANDA

Tahun lalu, saya membeli saham di Ayala Land.

Saya perhatikan bahwa setiap kali saya membaca koran, saya akan sangat tertarik untuk membaca segala sesuatu yang berhubungan dengan Ayala land. Saya akan membaca iklan mereka. Saya akan bertanya ada orang- orang dalam industri tentang apa yang terjadi pada perusahaan ini.

Sebelum saya membeli saham dalam perusahaan ini, saya tidak pernah
memberi perhatian. Saya tidak peduli. Saya tidak membaca artikel
atau iklan mereka.

Mengapa perubahan ini terjadi? Sederhana: Alkitab mengatakan bahwa
hati saya mengikuti harta saya. Ke manapun harta saya pergi, ke
sanalah hati saya akan mengikuti.

Ketika uang Anda menuju pada Tuhan, hati Anda juga menuju padaNya.
Ya, sekalipun Ia betul-betul tidak membutuhkan uang Anda.


PERPULUHAN ADALAH SUATU PERNYATAAN
SEBERAPA PENTINGNYA TUHAN DALAM HIDUP ANDA

Tuhan tidak membutuhkan uang Anda.

Tapi mengapa Alkitab berulang kali menyatakannya, “Berilah buah
pertama dari panenmu kepada Tuhan?” Ya, Tuhan tidak membutuhkan uang Anda, tapi Tuhan menginginkan apa yang dilambangkan oleh uang Anda.
Uang melambangkan nilai. Apa yang paling Anda hargai? Ketika Anda
menjadikan Tuhan sebagai pengeluaran pertama, Anda mengatakan bahwa Tuhan adalah yang pertama dalam hidup Anda.

Perpuluhan merupakan suatu pernyataan bahwa segala sesuatu – termasuk hidup Anda – adalah milik Tuhan. Standar Biblis 10% merupakan suatu petunjuk fantastis untuk diikuti. Ketika Anda memberi 10%, Anda sedang mengatakan bahwa 100% adalah milik Tuhan. Perpuluhan adalah pernyataan Anda akan kepemilikan Tuhan atas hidup Anda. Tuhan memberi semua yang Anda miliki. Ketika Anda meninggal, Anda akan mengembalikan semuanya. Jadi semua yang Anda punya dipinjamkan pada Anda. Anda adalah seorang yang dipercaya untuk mengurus hartaNya.
Sebagai orang yang dipercaya, Anda menggunakan berkat-berkat material untuk tujuanNya. Itulah yang Anda nyatakan ketika Anda memberikan perpuluhan.

Teman, saya mengundang Anda untuk memberi karena Anda mencintai.

Dan terimalah ganjaran luar biasa dari kemurahan hati.


Semoga impian Anda menjadi kenyataan,

Bo Sanchez
__________________
SNU is offline   Reply With Quote
Old September 25, 2009, 15:54   #19
SNU
The time has come \()"•)/
 
SNU's Avatar
 
Join Date: Jun 2009
Location: di belakang Nya \\()"•)//
Posts: 10,715
WebPoint: 0
GaulPoint: 15788
Blog Entries: 1
SNU SesepuhSNU Sesepuh
Question Sabtu, 26 September 2009

Mengapa ini terjadi padaku?

Mereka tidak mengerti perkataan itu sebab artinya tersembunyi bagi mereka sehingga mereka tidak memahaminya. - Luk 9:45


Pertanyaan klasik yang selalu muncul secara spontan tatkala sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi dalam hidup kita adalah: Mengapa semua ini harus terjadi? Mengapa ini terjadi padaku? Mengapa Tuhan membiarkan ini terjadi?

Saya pun tidak terkecuali, termasuk dalam bilangan orang yang melontarkan pertanyaan-pertanyaan tersebut pada Tuhan. Sungguh tidak enak saat harus menjalani hidup dalam penderitaan. Apalagi penderitaan yang harus saya lewati merupakan akibat perbuatan saya yang melanggar firman Tuhan (DOSA = Dilakukan Oleh SAya). Hati ini sangat menyesal setelah melihat akibat perbuatan saya membaut diri pribadi dan keluarga saya menderita. Apalagi keadaan itu berlangsung cukup lama.

Seringkali pergumulan antara pasrah dan sesal bercampur-aduk menjadi satu membuat iman saya menjadi goyah meskipun saya tahu bahwa Tuhan sudah mengampuni dosa saya ketika saya me-ngakuinya dan tidak melakukannya lagi. Namun tatkala keadaan belum berubah seperti yang saya harapkan, maka hati ini merasa tertuduh kembali, seakan Tuhan belum mengampuni sehingga saya harus menerima hukuman berupa penderitaan akibat dosa saya.

Namun kemudian saya belajar satu hal, bahwa apa yang saya alami merupakan konsekuensi dari perbuatan saya sendiri. Sekalipun Tuhan mengampuni, tetap ada konsekuensi yang harus saya terima sebagai akibat dari perbuatan saya. Dengan pengertian ini, saya kembali dikuatkan untuk terus melangkah maju dan yakin bahwa Tuhan mengampuni dan menyertai saya untuk bangkit kembali. (Sur)

Bagaimana sikap saya dalam menerima konsekuensi dari perbuatan saya yang salah?
__________________
SNU is offline   Reply With Quote
Old September 25, 2009, 15:56   #20
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,346
WebPoint: 0
GaulPoint: 26617
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
^
^
^
Tuhan selalu memberi yang terbaik bagi saya
glenX is online now   Reply With Quote
Old September 27, 2009, 12:51   #21
SNU
The time has come \()"•)/
 
SNU's Avatar
 
Join Date: Jun 2009
Location: di belakang Nya \\()"•)//
Posts: 10,715
WebPoint: 0
GaulPoint: 15788
Blog Entries: 1
SNU SesepuhSNU Sesepuh
Quote:
Originally Posted by glenX View Post
^
^
^
Tuhan selalu memberi yang terbaik bagi saya
sebarkanlah kebaikan itu kepada sesama pula
__________________
SNU is offline   Reply With Quote
Old September 27, 2009, 12:53   #22
SNU
The time has come \()"•)/
 
SNU's Avatar
 
Join Date: Jun 2009
Location: di belakang Nya \\()"•)//
Posts: 10,715
WebPoint: 0
GaulPoint: 15788
Blog Entries: 1
SNU SesepuhSNU Sesepuh
Talking Minggu, 27 September 2009

Satu kawanan domba

Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita. - Mrk 9:40

Para murid menegur seorang yang bukan di antara mereka karena melakukan pengusiran dalam nama Yesus. Tindakan mereka ini dikompori oleh ‘kebesaran’ (karena mereka baru saja berdebat tentang siapa yang terbesar). Jadi bisa dikatakan mereka menegur atas dasar kesombongan mereka semata.

Tuhan memanggil kita untuk menghargai persamaan dengan domba-domba yang lain. Dengan mengabaikan perbedaan, mereka semua itu termasuk dalam satu kelompok dan mempu-nyai gembala yang sama. Tuhan menginginkan untuk memanggil mereka dengan kasih ke dalam pengalaman yang lebih dalam lagi.

Saya cukup kesulitan dengan bacaan hari ini karena temanya yang cukup sensitif. Katekismus Gereja Katolik mengatakan bahwa Gereja yang diakui adalah Gereja yang satu (mengakui Trinitas), kudus, katolik (berarti merangkul semua umat) dan apostolik (didirikan atas dasar kerasulan). Perpecahan Gereja Protestan diakui oleh Gereja Katolik sebagai Luka Kesatuan (Katekismus 817) sebagai akibat dari dosa manusia. Katekismus dengan jelas mengajak kita merangkut semua saudara Kristen dengan hormat dan cinta kasih. Gereja Katolik percaya bahwa Roh Kudus akan mempergunakan gereja-gereja yang ada untuk keselamatan. Karena itu kita harus mendoakan kesatuan itu agar dari hari ke hari semakin erat, semakin bertahan dan menyempurnakan sesuai dengan kesatuan yang diharapkan Kristus. (Ch)

Doakan persatuan Gereja agar sempurna sesuai yang diharapkan Tuhan kita Yesus Kristus.
__________________
SNU is offline   Reply With Quote
Old September 27, 2009, 15:36   #23
SNU
The time has come \()"•)/
 
SNU's Avatar
 
Join Date: Jun 2009
Location: di belakang Nya \\()"•)//
Posts: 10,715
WebPoint: 0
GaulPoint: 15788
Blog Entries: 1
SNU SesepuhSNU Sesepuh
Arrow Senin, 28 September 2009

Penyambutan

Dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku. Karena yang terkecil diantara kamu sekalian, dialah yang terbesar..
- Luk 9:48a


Beberapa tahun lalu, menjelang Minggu Panggilan, di paroki kami kedatangan para frater dan suster dari daerah. Rencananya mereka akan tinggal di rumah-rumah umat. Keluarga saya pun kebagian menampung dua frater. Demi menyambut para frater ini, kami pun berbenah dan menyiapkan kamar yang baik bagi mereka, sekalipun mereka hanya menginap semalam. Saya dan isteri ingin memberikan yang terbaik, karena tamu kami adalah orang-orang yang kami hormati.

Kejadian ini membawa saya untuk berefleksi, bagaimana jika yang akan datang adalah orang yang pernah menyakiti hati saya dan berniat jahat terhadap saya dan keluarga? Bagaimana saya menyikapinya?

Hal serupa pernah dialami oleh seorang teman komunitas saya. Satu kali ia kedatangan famili yang selalu membuat kisruh dalam keluarga. Wah, teman ini sangat bergumul. Setelah berdoa, ia pun meminta maaf kepada familinya karena kondisinya tidak memungkinkan baginya untuk menginap di rumahnya. Namun ia tidak berhenti di situ, ia pun memberikan uang untuk biaya menginap di tempat lain.

Terkadang memang sulit bagi kita untuk memberikan perto-longan kepada orang yang menyakiti kita. Namun tetap saja, kita harus lebih mendahulukan kasih seperti yang Yesus ajarkan. Dengan meminta rahmat Tuhan, saya percaya kita semua akan dimampukan untuk melakukan firmanNya. (Au)

Utuslah RohMu ya Tuhan, untuk memberikan hikmat kepadaku agar dapat bertindak seturut dengan firmanMu.
__________________
SNU is offline   Reply With Quote
Old September 28, 2009, 20:25   #24
SNU
The time has come \()"•)/
 
SNU's Avatar
 
Join Date: Jun 2009
Location: di belakang Nya \\()"•)//
Posts: 10,715
WebPoint: 0
GaulPoint: 15788
Blog Entries: 1
SNU SesepuhSNU Sesepuh
Smile Selasa, 29 September 2009

Proud to be Catholic

Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia. - Yoh 1:51

Saya menjadi seorang Katolik karena alasan yang sangat sederhana. Orang tua saya, yang boleh dibilang tanpa agama, adalah orang-orang berpikiran praktis. Dalam pikiran mereka yang sederhana, akan lebih gampang bagi saya masuk sekolah Katolik kalau saya seorang Katolik. Jadi mereka membawa saya ikut katekumen dan menjadikan saya seorang Katolik.

Puji Tuhan! Karena itu saya menjadi seorang Katolik. Anggota sebuah gereja terbesar di dunia dengan tradisi 2000 tahun, dengan penganut seperenam penduduk bumi. Sebuah gereja dengan kekayaan rohani yang tidak habis-habisnya untuk digali.

Salah satu kekayaan tersebut adalah tradisi yang dirayakan hari ini. Pesta Malaikat Agung Santo Mikael, Santo Rafael, Santo Gabriel. Gereja mengajarkan adanya kehadiran dan peranan mereka dalam hidup kita dan mendorong kita untuk memohon bantuan mereka dalam hidup kita juga.. (Jo)


Malaikat Agung Santo Mikhael, belalah kami dalam peperangan.
Jadilah pelindung kami dalam melawan segala kejahatan dan jebakan setan.
Kami mohon dengan rendah hati agar Allah menaklukkannya,
dan engkau, O panglima bala tentara surgawi, dengan kuasa Ilahi,
usirlah ke neraka setan dan semua roh jahat yang berkeliaran
di seluruh dunia yang hendak menghancurkan jiwa-jiwa. Amin.
__________________
SNU is offline   Reply With Quote
Old September 29, 2009, 14:51   #25
SNU
The time has come \()"•)/
 
SNU's Avatar
 
Join Date: Jun 2009
Location: di belakang Nya \\()"•)//
Posts: 10,715
WebPoint: 0
GaulPoint: 15788
Blog Entries: 1
SNU SesepuhSNU Sesepuh
Cool Rabu, 30 September 2009

Mau tapi. . .

..setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh kebelakang,
tidak layak untuk kerajaan Allah. - Luk 9:62

Berapa banyak di antara kita yang bersedia melayani Tuhan sampai akhir hayat? Saya yakin cukup banyak yang akan menjawab: “Ya Tuhan, saya bersedia.” Tapi saya masih se-ring mendengar sebagian orang yang mengatakan bersedia dengan embel-embel “tetapi”. Ya, saya bersedia, tetapi… Setelah saya tua nanti, atau setelah saya kaya, atau setelah saya sukses, atau setelah nanti saya bertobat, dan sebagainya.

Hari ini Yesus kembali menegaskan hal paling sederhana dalam hal mengikuti Dia. Setiap dari kita yang siap untuk mengikutiNya tetapi masih menoleh ke belakang, tidak layak untuk kerajaan Allah. Artinya, ketika kita mengatakan “ya Tuhan, saya bersedia” maka tak ada lagi kata “tetapi…”

Kata “tetapi” menandakan ketidak-siapan, adanya kekuatir-an, adanya ketakutan, dan hal negatif lainnya. Bagaimana orang yang hidup dalam kenegatifan dapat menjadi duta Kerajaan Allah? Mengikuti Tuhan berarti mempersembahkan segala hal dalam hidup ini sebagai persembahan syukur atas penyelenggaraanNya. Tugas kita hanya menjadi duta yang siap diutus untuk memberkati dunia ini tanpa perlu menoleh ke belakang lagi. (Hw)

Siapkah saya menjadi duta Kerajaan Allah?
__________________
SNU is offline   Reply With Quote
Old September 29, 2009, 15:24   #26
SNU
The time has come \()"•)/
 
SNU's Avatar
 
Join Date: Jun 2009
Location: di belakang Nya \\()"•)//
Posts: 10,715
WebPoint: 0
GaulPoint: 15788
Blog Entries: 1
SNU SesepuhSNU Sesepuh
From Book

APAKAH ANDA MEMENUHI TUJUAN HIDUP ANDA
-Bo Sanchez-



Bayangkan sebuah palu.
Sebuah palu yang kokoh, berkilau, dan cemerlang.
Mahal. Terbuat dari baja kualitas tinggi dan pelitur prima.

Sekarang bayangkan seorang pria suku primitif dari gunung yang belum pernah melihat sebuah palu semur hidupnya. Ia mengambil palu tersebut, langsung menyukainya, dan membawanya pulang. Dan selama 50 tahun berikutnya, ia menggunakannya sebagai sebuah penggaruk punggung yang luar biasa.

Garuk.

Garuk.

Garuk.

Hanya itu yang dilakukan palu tersebut selama 50 tahun.

Teman, banyak orang seperti palu tersebut. Karena mereka tidak memenuhi tujuan hidup mereka, kehebatan mereka tidak muncul.

Saya percaya ada empat macam orang di planet bumi…
  • Orang yang sangat tidak bahagia tidak tahu tujuan hidup mereka.
  • Orang yang tidak bahagia tahu tujuan hidup mereka, tapi tidak melakukan apapun terhadap tujuan hidupnya.
  • Orang yang bahagia tahu tujuan hidup mereka, melakukan sesuatu, tapi tidak rutin.
  • Orang yang sangat bahagia tahu tujuan hidup mereka dan melakukan sesuatu terhadap tujuan hidupnya setiap hari.

Pertanyaan: Siapa Anda di antara keempat orang tersebut?


(bersambung..)
__________________
SNU is offline   Reply With Quote
Old September 29, 2009, 15:42   #27
SNU
The time has come \()"•)/
 
SNU's Avatar
 
Join Date: Jun 2009
Location: di belakang Nya \\()"•)//
Posts: 10,715
WebPoint: 0
GaulPoint: 15788
Blog Entries: 1
SNU SesepuhSNU Sesepuh
Dua Pertanyaan Sederhana
Yang Akan Membuat Anda Menemukan Tujuan Hidup Anda


Bagaimana Anda tahu tujuan Anda dalam hidup?

Begitu banyak orang yang berpikir hal ini rumit. Tidak, tidak demikian. Sebenarnya, yang harus Anda lakukan hanyalah menanyakan dua pertanyaan yang sangat sederhana.

Inilah pertanyaannya:

Pertanyaan #1: Apa yang Anda senang lakukan?
Pertanyaan #2: Dalam hal apa Anda merasa unggul?

Saya berbicara tentang ini dalam buku saya yang lain, jadi saya tidak akan terlalu banyak membicarakannya. Saya telah membahas ini secara penuh dalam buku saya yang lain. Tapi saya akan menyimpulkan beberapa poin penting di sini.

Pertanyaan pertama: Apa yang Anda senang lakukan?
Apa satu hal yang Anda lakukan, yang ketika Anda melakukannya, Anda merasa terbakar oleh semangat? Apa yang membuat Anda bergairah? Sebagai contoh, di saat saya menulis buku ini untuk Anda, saya merasa utuh. Komplit. Saya percaya saya terlahir untuk menulis!

Biar bagaimanapun, pertanyaan pertama hanya akurat 80%.

Bukti: Tontonlah audisi American Idol. Ada beberapa orang yang suka menyanyi, yang menyanyi dengan gairah, yang menyanyi seolah-olah tak ada hari esok ---tapi suara mereka dapat digunakan untuk menganiaya para teroris untuk mengungkap di mana Osama Bin Laden sedang bersembunyi . Sama seperti John Maxwell berkata, Anda akan bertanya-tanya apakah mereka mempunyai sahabat sejati. Mengapa tak seorangpun memberitahu mereka bahwa suara nyanyian mereka dapat mengakibatkan mereka ditangkap?---

Tapi lebih sering dari pada tidak, kita unggul dalam apa yang kita senang lakukan, karena kita sering melakukannya dan dengan gairah.

Itulah sebabnya mengapa Pertanyaan Kedua akurat 100% dalam menemukan Tujuan Hidup Anda: Dalam hal apa Anda merasa unggul?

Tuhan telah memberi Anda sebuah bakat khusus yang secara permanen berkaitan dengan tujuan hidup Anda. Ini yang saya sebut urapan Tuhan dalam hidup Anda.


(next, Dua alasan orang tidak berhasil..)
__________________
SNU is offline   Reply With Quote
Old September 29, 2009, 16:05   #28
SNU
The time has come \()"•)/
 
SNU's Avatar
 
Join Date: Jun 2009
Location: di belakang Nya \\()"•)//
Posts: 10,715
WebPoint: 0
GaulPoint: 15788
Blog Entries: 1
SNU SesepuhSNU Sesepuh
Jadilah Seorang Jenius!

Tahukah Anda mengapa orang-orang tidak berhasil?

Dua alasan:
  1. Mereka tidak tahu urapan (=potensi) mereka.
  2. Atau mereka tahu urapan mereka, tapi tidak melakukan apapun terhadapnya..

Saya memperlajari bahwa ada dua jenis kejeniusan di dunia ini.

Pertama adalah para jenius yang memenangkan Pertunjukan Trivia Game, seperti "Who Wants To Be A Milionaire" Itu bukanlah yang Anda inginkan. Jenis jenius ini hanya baik untuk, Pertunjukan Trivia Game.

Anda ingin menjadi jenius jenis kedua: Orang-orang ini adalah yang memfokuskan perhatian, waktu, dan energi mereka pada satu hal.

Apakah satu hal tersebut bagi Anda?

Dalam hidup saya sendiri, "satu hal" itu adalah mengkomunikasikan cinta Tuhan kepada orang lain.

Saat ini, mungkin saya adalah pembicara korporat termahal di dalam negeri. Ketika perusahaan-perusahaan mengundang saya untuk berbicara, saya memasang tarif tinggi. Saya melakukan ini sebagai bagian dari mencari dana untuk pelayanan-pelayanan kami. Hanya antara Anda dan saya, perusahaan-perusahaan ini tidak tahu bahwa kalau saja mereka mengirim para karyawan mereka ke persekutuan doa kami tiap minggu yang disebut "The Feast", mereka dapat mendengar saya berkotbah secara gratis. (Psst, jangan katakan pada siapapun saya mengatakan ini pada Anda.)

Tapi alasan saya dapat memasang tarif tinggi adalah karena saya telah berbicara kepada banyak orang selama 30 tahun.

Dimulai pada usia 13, saya telah berkotbah kemana-mana. Semuanya gratis. Saya berkotbah di sekolah, penjara, rumah, panti jompo, rumah sakit, dan daerah kumuh. Bahkan ketika saya masih sekolah, saya sudah berkotbah setiap malam. Hari Minggu di Caloocan, Senin di Alabang, Selasa di Cubao, dst… Pada akhir minggu, saya berkotbah di Laguna, La Union, Ilocos Sur…

Dalam bukunya "Outliners", Malcolm Gladwell berbicara tentang bagaimana orang-orang yang sukses mengambil waktu rata-rata 10.000 jam untuk kemampuan mereka sebelum mereka berhasil.

Itulah saya.

Dan bisa jadi juga Anda - jika Anda memfokuskan hidup Anda pada urapan Anda.

(lanjut, ikuti urapan Anda)
__________________
SNU is offline   Reply With Quote
Old September 29, 2009, 16:17   #29
SNU
The time has come \()"•)/
 
SNU's Avatar
 
Join Date: Jun 2009
Location: di belakang Nya \\()"•)//
Posts: 10,715
WebPoint: 0
GaulPoint: 15788
Blog Entries: 1
SNU SesepuhSNU Sesepuh
Ikuti Urapan Anda

Dalam alkitab, urapan dilakukan pada raja-raja dan para nabi. Mereka akan menuangkan banyak minyak ke atas kepala seseorang, menandakan bahwa ia sungguh-sungguh dikhususkan untuk suatu tujuan tertentu.

Sekarang kita mengartikan urapan hanya untuk profesi religius: Untuk pastor atau pendeta atau pengkotbah saja.

Saya tidak percaya hal itu.

Saya percaya Tuhan telah mengurapi orang untuk menjadi pengusaha, untuk menjadi pembuat roti, untuk menjadi koki, untuk menjadi penata rias, untuk menjadi akuntan, untuk menjadi administrator, untuk menjadi pialang saham, untuk menjadi insinyur, untuk menjadi dokter, untuk menjadi ibu, untuk menjadi petani…

Ini adalah bagaimana Anda melayani orang lain.

Ini adalah bagaimana Anda memberkati dunia.



Besok, Diurapi Untuk Bisnis?
__________________
SNU is offline   Reply With Quote
Old September 30, 2009, 00:45   #30
Glass
Let's Sing!
 
Glass's Avatar
 
Join Date: Aug 2009
Posts: 3,751
WebPoint: 0
GaulPoint: 9871
Blog Entries: 6
Glass Veteran WG
Amin ... Jadikan aku berkatMu, Tuhan
__________________
crede ut intelligas, intellige ut credas (St. Antonius dari Hippo)
Glass is offline   Reply With Quote
Reply

Bookmarks

Tags
bahasa kasih, bo sanchez, renungan harian

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT. The time now is 07:25.

SIDEBAR
Remove This Bar
Register / Login to remove this bar and All Ads.
Image




Powered by vBulletin® Version 3.8.2
Copyright ©2000 - 2010, Jelsoft Enterprises Ltd.
Copyright ©2007, WebGaul. All Rights Reserved. A ZEIN Company. Designed, Developed, Maintained, Optimized, Operated by ZEIN.