WebGaul Forum : : A ZEIN Company  

Go Back   WebGaul Forum : : A ZEIN Company > :: FORUM DISKUSI WEBGAUL > Agama dan Iman > Katolik
WebGaul Forum Gallery Register Blogs FAQ Calendar Mark Forums Read
Notices






Closed Thread
 
Thread Tools
Old August 30, 2009, 10:12   #736
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,284
WebPoint: 0
GaulPoint: 26.572
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
Bacaan Sepekan 31 Agustus - 06 September 2009

Senin, 31 Agustus 2009
Hari Biasa Pekan XXII
1Tes 4:13-17; Mzm 96:1.3.4-5.11-12.13; Luk 4:16-30

Yesus datang untuk membawa rahmat Tuhan bagi orang-orang miskin, tertawan (karena dosa), ’tak mampu melihat’, dan tertindas oleh kuasa-kuasa lain. Sebagai murid-murid Yesus, kita pun diutus untuk meneruskan rahmat Tuhan itu bagi orang-orang seperti itu yang ada di sekitar kita. Artinya, Ia mau kita menjadi perpanjangan tangan-Nya bagi orang-orang miskin, lemah, terpuruk, dan tertindas.

Selasa, 1 September 2009
Hari Biasa Pekan XXII
1Tes 5: 1-6.9-11; Mzm 27:1.4.13-14; Luk 4:31-37

Yesus memiliki kuasa untuk mengusir roh-roh jahat, karena Dialah Allah yang membawa kehidupan dan melepaskan manusia dari segala belenggu jahat. Maka, undanglah Yesus ke dalam hidup kita, bersandarlah pada kuasa-Nya, niscaya tak ada satu pun kuasa jahat yang berani mendekat.

Rabu, 2 September 2009
Hari Biasa Pekan XXII
Kol 1:1-8; Mzm 52:10.11; Luk 4:38-44

Yesus datang hendak memulihkan kehidupan manusia. Ia menyembuhkan segala macam penyakit dan kelemahan. Yesus membawa belas kasih Allah. Yang perlu dari manusia adalah menanggapinya dalam iman. Maka, jika dalam iman kita datang padanya untuk memohon pemulihan dari penyakit dan kelemahan, niscaya Ia akan memberikan hidup dalam kepenuhan dengan cara yang sesuai rancangan-Nya.

Kamis, 3 September 2009
Pw. S. Gregorius Agung, Paus PuJg
Kol 1:9-14; Mzm 98:2-3ab.3cd-4.5.6; Luk 5:1-11

Simon membiarkan perahunya untuk digunakan Yesus mewartakan ajaran-Nya. Melihat sikap Simon itu, Yesus kemudian memenuhi apa yang dibutuhkan Simon saat itu. Sediakanlah ’perahu-perahu’ kita untuk dipakai Yesus; percayalah, Yesus tahu apa yang sebenarnya kita butuhkan.

Jumat, 4 September 2009
Hari Biasa Pekan XXII
Kol 1:15-20; Mzm 100:2.3.4.5; Luk 5:33-39

Yesus memberikan makna yang baru dalam hal penghayatan iman kepada Allah. Bukan aturan dan tata cara yang utama, tetapi semangatnyalah yang perlu berubah. Semangat itu didasarkan pada relasi yang mendalam dengan Allah. Puasa dan doa bukan sekedar kewajiban saja, tetapi harus mampu membuat relasiku dengan-Nya semakin mendalam.

Sabtu, 5 September 2009
Hari Biasa Pekan XXII
Kol 1:21-23; Mzm 54:3-4.6.8; Luk 6:1-5

Hukum Yesus yang utama adalah hukum kasih. Dengan hukum itulah segala perbuatan kita harus mendasarkan diri. Segala aturan lain hanya menjadi berarti apabila di dalamnya terkandung hukum kasih itu. Apapun yang kita buat menjadi sia-sia kalau tidak ada kasih.

Minggu, 06 September 2009
Hari Minggu Biasa XXIII | Hari Minggu Kitab Suci
Yes 35:4-7a; Mzm 146:7.8-9a.9b-10; Yak 2: 1-5; Mrk 7: 31-37

Mukjizat Yesus menyembuhkan orang tuli dan gagap mengisyaratkan bahwa Yesus ingin orang ’tuli’ dapat mendengar Kabar Baik yang dibawanya dan orang ’gagap’ dapat mewartakan Kabar Baik itu kepada orang-orang lain yang ditemuinya. Mungkin jadi kita pun masih masuk dalam golongan orang ’tuli’ yang tidak peduli akan karya kasih Tuhan. Atau, mungkin jadi kita adalah orang ’gagap’ yang tidak berani bersaksi tentang kebaikan dan keselamatan yang telah dihadiahkan Tuhan pada kita. Kalau memang demikian halnya, datanglah pada-Nya. Mintalah rahmat untuk ’disembuhkan’ supaya kita sungguh-sungguh dapat ’mendengar’ karya kasih itu dan ’memberitakannya’ kepada sesama yang kita jumpai.
glenX is online now  
Recommendation Sponsored Ads
Old August 30, 2009, 10:16   #737
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,284
WebPoint: 0
GaulPoint: 26572
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
Senin, 31 Agustus 2009
Hari Biasa Pekan XXII

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya -- Mzm 136:1

Doa Renungan
Ya Allah, aku bersyukur kepada-Mu, karena Engkau menganugerahi nafas hidup baru hari ini. Ya Allah, Putera-Mu Yesus Kristus telah ditolak di tempat asal-Nya, sehingga warta Kerajaan Allah tidak diterima di sana. Curahkanlah rahmat-Mu ke dalam budi dan hatiku, agar aku peka menangkap kehadiran-Mu dalam setiap peristiwa yang akan kualami selama hari ini. Dengan demikian imanku semakin tumbuh subur. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Tesalonika (4:13-17)

"Mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan oleh Allah bersama Yesus."

13 Saudara-saudara, kami ingin agar kamu mengetahui tentang orang-orang yang sudah meninggal dunia, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. 14 Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. 15 Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. 16 Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; 17 sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan akan datang menghakimi dunia dengan adil
Ayat. (Mzm. 96:1.3.4-15.11-12.13)
1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa, kisahkanlah karya-karya-Nya yang ajaib di antara segala suku.
2. Sebab mahabesarlah Tuhan, dan sangat terpuji, Ia lebih dahsyat daripada segala dewata. Sebab segala allah para bangsa adalah hampa, tetapi Tuhan, Dialah yang menjadikan langit.
3. Biarlah langit bersukacita dan bumi bersoraksorai, biar gemuruhlah laut serta segala isinya; biarlah beria-ria padang dan segala yang ada di atasnya dan segala pohon di hutan bersorak-sorai.
4. Biarlah mereka bersukacita di hadapan Tuhan, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, Alleluya
Ayat. Roh Tuhan menyertai Aku; Aku diutus Tuhan mewartakan kabar baik kepada orang-orang miskin.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (4:16-30)

"Aku diutus menyampaikan kabar baik kepada orang miskin. Tiada nabi yang dihargai di tempat asalnya."

Sekali peristiwa datanglah Yesus di Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya." Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: "Bukankah Ia ini anak Yusuf?" Maka berkatalah Ia kepada mereka: "Tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku: Hai tabib, sembuhkanlah diri-Mu sendiri. Perbuatlah di sini juga, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum!" Dan kata-Nya lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri. Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon. Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu." Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!


Renungan

Yesus ditolak di Nazaret. Banyak orang ditolak oleh keluarga sendiri, ditolak oleh orang-orang sekampungnya sendiri. Ada sebuah cerita mengenai seorang yang bekerja di sebuah lembaga Katolik. Di lembaga ini, ia ditolak. Ide-idenya dianggap terlalu kontroversial, sampai akhirnya ia dipecat dari lembaga itu. Akhirnya, orang ini memilih berkiprah di luar lembaga Katolik. Ternyata, di sana ia malah lebih diterima, dihargai, dan dihormati.

Begitulah. Kita kadang heran dan kurang mengerti, mengapa banyak orang yang ditolak di tempatnya sendiri. Apakah ini ada hubungannya dengan salah satu sifat kedagingan manusia, yaitu iri dan dengki? Atau karena kalau dari asalnya kita sudah tahu kejelekan dan kekurangannya sehingga lebih sulit diterima? Yang paling penting, kalau kita berada dalam situasi seperti ini, sebagai orang beriman, apa yang mau kita lakukan? Apa yang akan kita lakukan kalau kita ditolak oleh keluarga kita sendiri, ditolak oleh teman-teman kita sendiri, ditolak oleh orang-orang sesuku bangsa, ditolak orang yang seagama dengan kita sendiri?

Tuhan, sebagai manusia betapa sering aku menerima penolakan dari orang-orang yang dekat dan sebetulnya aku cintai. Berilah aku kekuatan seperti Yesus yang tetap mencintai meskipun sering mengalami penolakan. Amin.


Ziarah Batin 2009 Renungan dan Catatan Harian
glenX is online now  
Old August 31, 2009, 09:33   #738
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,284
WebPoint: 0
GaulPoint: 26572
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
Selasa, 01 September 2009
Hari Biasa Pekan XXII

Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati -- Luk 6:36

Doa Renungan

Allah Bapa yang mahapengasih dan penyayang, puji syukur atas berkat-Mu yang kami terima pada hari ini. Rahmat kehidupan dan kesehatan yang boleh kami rasakan. Kami mohon kepada-Mu, pimpin dan dampingilah kami dalam menjalankan semua rencana dan pekerjaan kami. Sehingga dengan demikian kami dapat menjadi saluran rahmat dan berkat bagi setiap orang yang akan kami jumpai hari ini. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat Tesalonika (5:1-6.9-11)

"Kristus telah wafat untuk kita, agar kita hidup bersama Dia."

1 Saudara-saudara, tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu, 2 karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam. 3 Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman--maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin--mereka pasti tidak akan luput. 4 Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, 5 karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. 6 Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. 9 Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, 10 yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia. 11 Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang hidup.
Ayat. (Mzm 27:1.4.13-14)
1. Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar?
2. Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, satu inilah yang kuingini: diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan, dan menikmati bait-Nya.
3. Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan!

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, Alleluya
Ayat. Seorang nabi besar telah muncul di tengah kita, dan Allah mengunjungi umat-Nya.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (4:31-37)

"Aku tahu siapa Engkau: Engkau Yang Kudus dari Allah."

31 Sekali peristiwa Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat. 32 Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa. 33 Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras: 34 "Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah." 35 Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" Dan setan itupun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya. 36 Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: "Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan merekapun keluar." 37 Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu.
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!


Renungan


"Diam keluarlah dari padanya!"

(1Tes 5:1-6.9-11; Luk 4:31-37)


Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· Kata-kata yang keras dan singkat pada umumnya memang berpengaruh bagi para pendengarnya, apalagi jika kata-kata tersebut keluar dari orang-orang yang berwibawa karena jabatan, kedudukan atau kepribadiannya. Begitulah yang terjadi ketika Yesus menghardik setan yang merasuki seseorang sambil berkata: “Diam, keluarlah dari padanya”, maka setanpun terhempas keluar dari orang yang bersangkutan. Maka dengan ini kami mengingatkan dan mengajak siapapun yang dinilai berwibawa di dalam kehidupan bersama, entah di dalam keluarga, tempat kerja atau masyarakat, untuk meneladan Yesus: berkata tepat dan singkat pada sasaran atau tujuan, lebih-lebih dalam rangka mengingatkan atau menegor mereka yang bersalah atau melanggar peraturan atau tidak setia pada panggilan dan tugas pengutusan. Dengan kata lain hendaknya tidak terlalu banyak bicara atau memberi nasihat. Memang agar kata-kata, entah sebagai nasihat, tegoran, peringatan, pujian dst.. dapat tepat sasaran, maka hendaknya lebih banyak bersikap mendengarkan: dengarkan apa yang sedang terjadi, dengarkan harapan, dambaan, keluh kesah, kritikan dst.. dari saudara-saudari anda. Tentu saja yang juga tidak kalah penting atau utama dan terutama adalah bahwa orang senantiasa bersama dan bersatu dengan Tuhan di dalam hidup sehari-hari dalam rangka memperdalam dan memperkuat kewibawaannya. Yang utama dan pertama-tama akan dihormati dan dijunjung tinggi di dalam kehidupan beragama atau beriman adalah mereka yang bersatu dengan Tuhan alias hidup suci atau berbudi pekerti luhur, bukan karena pangkat, kedudukan, gelar atau kekayaan akan harta benda, dst… Bersama dan bersatu dengan Tuhan pasti akan mampu mengalahkan aneka macam bentuk godaan setan.

· “Kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar” (1Tes 5:4-6), demikian peringatan atau nasihat Paulus kepada umat di Tesalonika, kepada kita semua orang beriman. Pada malam hari pada umumnya orang tidur atau ada beberapa orang yang bermabuk-mabukan jika tidak dapat tidur. Sebagai orang beriman kita dipanggil untuk menjadi ‘anak-anak terang dan anak-anak siang’, artinya hidup jujur, terbuka, transparan, terang-terangan alias tidak melakukan aneka macam bentuk korupsi atau kebohongan. Kejujuran kiranya merupakan keutamaan yang sungguh mendesak dan up to date untuk kita hayati dan sebarluaskan pada masa kini mengingat dan memperhatikan masih cukup banyak tindakan korupsi dan kebohongan di sana-sini. Memang ada rumor “hidup jujur akan hancur’, tetapi kiranya lebih dari itu yang benar, yaitu “hidup jujur akan hancur dan akhirnya mujur”. Keutamaan kejujuran ini hendaknya sedini mungkin dibiasakan atau dididikkan pada anak-anak di dalam keluarga dan tentu saja butuh keteladanan dari para orangtua atau bapak-ibu. Selanjutnya hendaknya di sekolah-sekolah juga dibiasakan dan dididikkan kejujuran dalam seluruh proses pembelajaran. “Be honest” (=Jujurlah), itulah tulisan yang terpampang di halaman sepak bola, dan dapat anda lihat begitu masuk ke komplek Kolese Kanisius-Jakarta. Kejujuran dan kedisiplinan hendaknya menjadi cirikhas di sekolah-sekolah kita, agar kelak kemudian hari anak-anak ketika telah menjadi dewasa menjadi sadar dan siap sedia terhadap aneka kemungkinan dan kesempatan untuk semakin memperdalam hidup beriman.


“Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!” (Mzm 27:13-14)


Jakarta, 1 September 2009

Ignatius Sumarya, SJ
glenX is online now  
Old September 01, 2009, 04:28   #739
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,284
WebPoint: 0
GaulPoint: 26572
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
Rabu, 02 September 2009
Hari Biasa Pekan XXII

Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah -- Mat 5:9

Doa Renungan
Yesus Sang Penyembuh Sejati, kami bersyukur atas kesempatan yang Engkau berikan kepada kami, di mana kami dapat menikmati hari yang baru. Kami juga bersyukur bahwa Engkau selalu setia mendampingi kami dalam setiap peristiwa yang kami alami. Dalam keadaan suka-duka, menangis-tertawa, Engkau selalu memelihara kami. Semoga kami pun berani memberikan perhatian kepada semua orang terutama yang sakit dan malang. Sebab Engkaulah Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Kolose (1:1-8)

"Sabda kebenaran telah sampai kepadamu, demikian juga kepada seluruh dunia."

1 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus, oleh kehendak Allah, dan Timotius saudara kita, 2 kepada saudara-saudara yang kudus dan yang percaya dalam Kristus di Kolose. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, menyertai kamu. 3 Kami selalu mengucap syukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, setiap kali kami berdoa untuk kamu, 4 karena kami telah mendengar tentang imanmu dalam Kristus Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, 5 oleh karena pengharapan, yang disediakan bagi kamu di sorga. Tentang pengharapan itu telah lebih dahulu kamu dengar dalam firman kebenaran, yaitu Injil, 6 yang sudah sampai kepada kamu. Injil itu berbuah dan berkembang di seluruh dunia, demikian juga di antara kamu sejak waktu kamu mendengarnya dan mengenal kasih karunia Allah dengan sebenarnya. 7 Semuanya itu telah kamu ketahui dari Epafras, kawan pelayan yang kami kasihi, yang bagi kamu adalah pelayan Kristus yang setia. 8 Dialah juga yang telah menyatakan kepada kami kasihmu dalam Roh.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Aku percaya akan kasih setia-Mu, ya Tuhan, sekarang dan selama-lamanya.
Ayat. (Mzm. 52:10.11)
1. Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah; aku percaya akan kasih setia Allah untuk seterusnya dan selamanya.
2. Aku hendak bersyukur kepada-Mu selama-lamanya, sebab Engkaulah yang bertindak; karena nama-Mu baik, aku hendak memasyhurkannya di hadapan orang-orang yang Kaukasihi.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Tuhan mengutus aku memaklumkan Injil kepada orang hina dina dan mewartakan pembebasan kepada para tawanan.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (4:38-44)

"Juga di kota-kota lain Aku harus mewartakan Injil, sebab untuk itulah Aku diutus."


38 Setelah meninggalkan rumah ibadat di Kapernaum, Yesus pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia. 39 Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itupun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka. 40 Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Iapun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka. 41 Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: "Engkau adalah Anak Allah." Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias. 42 Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka. 43 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus." 44 Dan Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.


Renungan


Manakah yang lebih penting: doa atau perbuatan? Dilema ini kadang kita diskusikan. Apakah doa saja cukup? Apakah yang lebih penting hanyalah melakukan perbuatan baik dalam kehidupan kita?

Hari ini Yesus memberikan teladan kepada kita mengenai pentingnya doa dan kerja. Keduanya dijalani secara seimbang dalam hidup-Nya. Ia berkarya penuh semangat sepanjang hari dengan mengajar dan menyembuhkan banyak orang. Namun, Yesus juga mencari tempat yang sunyi untuk berdoa. Ia menjaga hubungan-Nya dengan Bapa. Kedua hal ini, yaitu doa dan karya, mendapatkan tempat istimewa dalam hidup Yesus.

Apakah kita masih mempertentangkan doa dan perbuatan kita? Kita harus berdoa banyak untuk menemukan kehendak Allah. Hidup dan perbuatan kita pun harus selaras dengan doa kita.

Ya Yesus, ajarilah aku menjalani hidup secara seimbang seperti yang telah Engkau laksanakan dalam hidup-Mu. Amin.

Ziarah Batin 2009, Renungan dan Catatan Harian.
glenX is online now  
Old September 02, 2009, 06:19   #740
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,284
WebPoint: 0
GaulPoint: 26572
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
Kamis, 03 September 2009
Pw St. Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja

Tetapi rencana Tuhan tetap selama-lamanya, rancangan-Nya turun-temurun -- Mzm 33:11

Doa Renungan
Tuhan sumber segala kebaikan, tiada hentinya Engkau mencintai kami dengan kasih yang begitu besar. Kasih-Mu kami alami setiap hari sebagai hadiah cuma-cuma tanpa menuntut balasan dari kami. Bantulah kami juga membagikan kasih kepada suami, istri, anak, kakek, nenek, sahabat, rekan kerja, teman dan kenalan sehingga kami pun dapat menjadi saluran rahmat seperti yang telah dilakukan oleh Santo Gregorius Agung. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami berdoa. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Kolose (1:9-14)

"Bapa telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam kerajaan Putra-Nya yang terkasih."

Saudara-saudara, sejak kami mendengar tentang kalian, tak henti-hentinya kalian kami doakan. Kami mohon semoga kalian menerima segala hikmat dan pengertian yang benar untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna. Maka hidupmu akan layak di hadapan-Nya, dan berkenan di hati-Nya dalam segala hal. Kalian akan menghasilkan buah dalam segala pekerjaan baik, dan bertumbuh dalam pengetahuan benar tentang Allah. Kalian akan diperkuat dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan Allah untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang membuat kalian layak mendapat bagian dalam apa yang ditentukan bagi orang-orang kudus di dalam Kerajaan terang. Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam kerajaan Anak-Nya yang terkasih; Dalam Kristus itulah kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa!
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang dari pada-Nya.
Ayat. (Mzm 98:2-3ab.3cd-4.5-6)
1. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.
2. Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah!
3. Bermazmurlah bagi Tuhan dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu merdu; dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring, bersorak-sorailah di hadapan Raja, yakni Tuhan!

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Mari, ikutlah Aku, sabda Tuhan, dan kalian akan Kujadikan penjala manusia.


Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (5:1-11)

"Mereka meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Yesus."

Pada suatu ketika Yesus berdiri di pantai Danau Genesaret. Orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan sabda Allah. Yesus melihat dua buah perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahu itu sedikit jauh dari pantai. Lalu Yesus duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Selesai berbicara Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa. Tetapi atas perintah-Mu aku akan menebarkan jala juga." Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap ikan dalam jumlah besar, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain, supaya mereka datang membantu. Maka mereka itu datang, lalu mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. Melihat hal itu Simon tersungkur di depan Yesus dan berkata, "Tuhan, tinggalkanlah aku, karena aku ini orang berdosa." Sebab Simon dan teman-temannya takjub karena banyaknya ikan yang mereka tangkap. Demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Yesus lalu berkata kepada Simon, "Jangan takut. Mulai sekarang engkau akan menjala manusia." Dan sesudah menghela perahu-perahunya ke darat, mereka lalu meninggalkan segala sesuatu, dan mengikuti Yesus.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.


Renungan

Percaya dan mengikuti Yesus sepenuh hati dapat mengubah hidup seseorang! Simon percaya kepada Yesus. Ia mengikuti panggilan Yesus. Hidup Simon mengalami perubahan yang besar. Dari penjala ikan, seorang nelayan, Simon menjadi penjala manusia, seorang pemimpin Gereja. Para murid yang lain juga mengalami perubahan hidup seperti Simon. Mereka menjadi saksi akan Yesus. Bersama Yesus, selalu ada perubahan hidup.

Dapatkah Anda menunjukkan perubahan hidup Anda sehari-hari karena Yesus? Perubahan yang manakah itu? Apakah Anda berani menjadi saksi Yesus melalui hidup Anda?


Ya Yesus, Engkau telah memanggil para rasul untuk menjadi saksi-Mu. Bantulah aku untuk membuka hati bagi-Mu dan bersedia diubah seperti para murid-Mu. Amin.


Ziarah Batin 2009, Renungan dan Catatan Harian
glenX is online now  
Old September 03, 2009, 04:49   #741
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,284
WebPoint: 0
GaulPoint: 26572
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh

Jumat, 04 September 2009
Jumat Pertama Dalam Bulan


Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada -- Kol 4:5

Doa Renungan Pagi

Allah Bapa kami di surga, kami bersyukur atas kehidupan yang masih kami alami serta kesehatan yang telah kami terima. Buatlah kami mampu menyadari kasih-Mu sehingga sepanjang hari ini dimampukan untuk memulai, melaksanakan dan mengakhiri semua pekerjaan dan tugas kami dalam nama-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putera-Mu yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa. Amin.

Membuka pengajarannya, Paulus menegaskan dasar dan sendi utama yang menyokong harapan iman kita. Kristuslah dasar karya keselamatan Allah sejak semula. Karena itu, Ia juga menjadi kepala atas tubuh, yaitu jemaat. Sebab itu, Gereja mengajarkan bahwa kita memperoleh jalan lempang keselamatan melalui Kristus.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Kolose (1:15-20)

"Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraan-Nya dan untuk Dia."

Saudara-saudara, Allah tidak kelihatan. Kristuslah gambar-Nya. Dialah yang pertama dari segala ciptaan. Sebab dalam Kristuslah telah diciptakan segala sesuatu, baik di surga maupun di bumi, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan, baik singgasana maupun kerajaan, baik pemerintah maupun penguasa. Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraan-Nya dan untuk Dia. Dia ada mendahului segala sesuatu dan segala sesuatu ada dalam Dia. Kristuslah kepala tubuh, yaitu jemaat. Dialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Dialah yang paling utama dalam segala sesuatu. Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam dalam Kristus, dan dengan perantaraan Kristus Allah mendamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya. Baik yang ada di bumi, maupun yang ada di surga, segalanya didamaikan oleh darah Kristus yang tersalib.
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan
Ref. Datanglah ke hadapan Tuhan dengan sorak-sorai.
Ayat.
(Mzm 100:2.3.4.5)
1. Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
2. Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah, Dialah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita; kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
3. Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, masuklah ke pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya, dan pujilah nama-Nya!
4. Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Aku ini cahaya dunia, sabda Tuhan. Yang mengikuti Aku, hidup dalam cahaya. Alleluya

Orang perlu memahami dan mengerti benar apa yang menjadi tujuan dari tindakan menjalankan kesalehan iman. Berpuasa pun demikian. Bagi murid-murid Yesus, berpuasa memiliki arti rohani. Berpuasa dilakukan untuk makin dekat dan meneladan Yesus. Yesuslah yang menjadi dasar arti rohani itu. Dialah anggur baru bagi kita.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (5:33-39)

"Apabila mempelai diambil, barulah sahabat-sahabat mempelai akan berpuasa."

Sekali peristiwa orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat berkata kepada Yesus, "Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang. Demikian pula murid-murid orang Farisi. Tetapi murid-murid-Mu makan dan minum." Yesus menjawab, "Dapatkah sahabat mempelai disuruh berpuasa, selagi mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan datang waktunya mempelai diambil dari mereka; pada waktu itulah mereka akan berpuasa." Yesus mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka, "Tiada seorang pun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk ditambalkan pada baju yang tua. Sebab jika demikian, yang baru itu pun akan koyak. Apalagi kain penambal yang dikoyakkan dari baju baru tidak akan cocok pada baju yang tua. Demikian juga tiada seorang pun mengisikan anggur baru ke dalam kantong kulit yang tua. Sebab jika demikian, anggur baru itu akan mengoyakkan kantong tua itu, lalu anggur akan terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. Dan tiada seorang pun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata, 'Anggur yang tua lebih baik'."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.

Renungan
Ada pepatah mengatakan, di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung. Demikian pula dengan iman kita. Apabila kita telah memutuskan untuk beriman kepada Yesus, kebiasaan-kebiasaan masa lalu yang tidak berkenan kepada-Nya haruslah ditinggalkan. Kalau tidak, yang terjadi adalah kebingungan yang tak berujung. Apakah aku masih terikat pada kebiasaan-kebiasaan lama?

Doa Renungan Malam

Allah Bapa sumber kedamaian sejati, sungguh berlimpah kasih-Mu yang boleh kami alami sepanjang hari ini. Engkau menyertai, membimbing, dan membantu kami dalam semua aktivitas dan tugas kami. Maka sudah layak dan sepantasnya bila pada akhir hari ini kami bersyukur atas rahmat-Mu itu. Dan kami mohon, ampunilah kesalahan kami sehingga kami dapat beristirahat dalam damai-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putera-Mu yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa. Amin.


RUAH
glenX is online now  
Old September 04, 2009, 10:49   #742
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,284
WebPoint: 0
GaulPoint: 26572
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
Sabtu, 05 September 2009
Hari Biasa Pekan XXII

Kasihilah Tuhan, Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu -- Ulangan 6:5

Doa Renungan
Allah Bapa yang kekal dan kuasa, Engkaulah keselamatan siapa saja yang berseru kepada-Mu. Katakanlah sabda-Mu, agar menjadi pegangan kami dalam bahaya dan bebaskanlah kami dari keragu-raguan. Semoga iman dan kepercayaan kami akan Yesus Kristus semakin kuat, dan semoga kasih-Nya menggerakkan hati kami supaya kami pun mau hidup untuk melayani dan membahagiakan sesama. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Kolose (1:21-23)

"Allah telah mendamaikan kalian agar kalian ditempatkan di hadapan-Nya dalam keadaan kudus dan tak bercela."

21 Saudara-saudara, kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, 22 sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya. 23 Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan
Ref. Allahlah penolongku.
Ayat. (Mzm 90:3-5a.12-13.14.17)
1. Ya Allah, selamatkanlah aku karena nama-Mu, berilah keadilan kepadaku karena keperkasaan-Mu! Ya Allah, dengarkanlah doaku, berilah telinga kepada ucapan mulutku!
2. Sesungguhnya, Allah adalah penolongku; Tuhanlah yang menopang aku. Dengan rela hati aku akan mempersembahkan kurban kepada-Mu. Aku akan bersyukur sebab baiklah nama-Mu, ya Tuhan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Akulah jalan, kebenaran, dan sumber kehidupan, sabda Tuhan; hanya melalui Aku orang sampai kepada Bapa

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (6:1-5)

"Mengapa kalian melakukan sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?"

1 Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya. 2 Tetapi beberapa orang Farisi berkata: "Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?" 3 Lalu Yesus menjawab mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, 4 bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?" 5 Kata Yesus lagi kepada mereka: "Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.


Renungan


"Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?"
(Kol 1:21-23; Luk 6:1-5)


Saudara-saudari yang terkasih, berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· Semakin banyak aturan yang dipampang di muka umum berarti masyarakat yang bersangkutan belum dewasa kepribadiannya, apalagi dalam pelaksanaan aturan tersebut masih disertai dengan teriakan keras via pengeras suara. Orang-orang Farisi menegor Yesus dan para murid ketika mereka ‘berjalan di lading gandum, memetik bulir gandumg dan memakannya’ pada hari Sabat , karena pada hari Sabat orang tidak boleh bekerja atau berjalan jauh. Menanggapi tegoran tersebut Yesus menjawab: “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat”. Aneka aturan dan tatanan hidup dibuat dan diundangkan berdasarkan kasih, dijawai oleh kasih, maka yang utama dan pertama-tama atau kasih bukan aturan atau tatanan. Perhatikan atau refleksikan bahwa suami-isteri yang saling mengasihi dan sedang memadu kasih berdua, kiranya bebas dari aturan: mereka berdua saling telanjang tidak ada malu atau kekhawatiran sedikitpun. Memang dalam hidup bersama kita tidak akan terlepas dari aneka tatanan dan aturan, maka hendaknya menyikapi dan melaksanakan aturan atau tatanan apapun dalam dan oleh kasih, dengan demikian enak adanya. Apa itu kasih? “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu” (1Kor 13;4-7).

· Kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit,” (Kol 1:23). Pengharapan Injil atau Warta Gembira adalah keselamatan jiwa, damai sejahera di bumi dan di sorga. Maka bertekun dalam iman berarti bertekun dalam mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan dalam hidup sehari-hari saat ini sampai mati. Persembahan diri seutuhnya kepada Tuhan antara lain dapat kita hayati secara konkret dengan mempersembahkan diri pada panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing. Para suami dan isteri hendaknya saling mempersembahkan diri satu sama lain seutuhnya, artinya tidak menyeleweng atau berselingkuh dengan orang lain, sehingga mahir dalam saling mengasihi; para pelajar atau mahasiswa hendaknya sungguh belajar sehingga semakin mahir belajar; para pekerja hendaknya sungguh bekerja sehingga semakin terampil dalam bekerja, dst.. Kita semua hendaknya ‘tetap teguh dan tidak tergoncang’ dalam menghayati panggilan dan melaksanakan tugas pengutusan, jika kita mendambakan keselamatan jiwa kita, hidup damai sejahtera di bumi dan di sorga untuk selamanya. Maka dengan ini kami mengajak dan mengingatkan kita semua: jika ada di antara saudara-saudari kita atau kenalan kita tidak teguh dan tergoncang dalam penghayatan panggilan atau pelaksanaan tugas pengutusan, hendaknya ditegor dan ditolong dalam kasih dan rendah hati. Membiarkan suadara-saudari atau kenalan kita menyeleweng atau berselingkuh berarti kita menyetujui atau mendukungnya, dan dengan demikian kita turut bersalah. Ingat dan renungkan kutipan ini: Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati! -- dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu.”(Yeh 3:18).

“Ya Allah, selamatkanlah aku karena nama-Mu, berilah keadilan kepadaku karena keperkasaan-Mu! Ya Allah, dengarkanlah doaku, berilah telinga kepada ucapan mulutku! Sesungguhnya, Allah adalah penolongku; Tuhanlah yang menopang aku. Dengan rela hati aku akan mempersembahkan korban kepada-Mu, bersyukur sebab nama-Mu baik, ya TUHAN”(Mzm 54:3-4.6.8).
Jakarta , 5 September 2009


Ignatius Sumarya, SJ
glenX is online now  
Old September 05, 2009, 01:46   #743
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,284
WebPoint: 0
GaulPoint: 26572
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
Minggu, 05 September 2009
Hari Minggu Biasa XXIII
Minggu Kitab Suci Nasional

“Terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik

Doa Renungan
Allah Bapa kami yang maha pengasih dan penyayang, hanya mereka yang tidak mau melihat, benar-benar buta. Hanya mereka yang tidak mau mendengar, yang sungguh-sungguh tuli. Kami mohon kepada-Mu, bukalah mata dan telinga kami terhadap segala kebaikan dan rahmat-Mu yang Kausampaikan melalui sesama di sekitar kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Nabi Yesaya (35:4-7a)

"Telinga orang tuli akan dibuka, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai."

4 Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: "Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!" 5 Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. 6 Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara; 7a tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air;
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan PS 832
Ref. Betapa megah nama-Mu Tuhan, di seluruh bumi.
Ayat. (Mzm 146:7.8-9a.9bc-10)
1. Tuhan menegakkan keadilan, bagi orang yang diperas; dan memberi roti kepada orang-orang yang lapar; Tuhan ,membebaskan orang-orang yang terkurung.
2. Tuhan membuka mata orang buta, dan menegakkan orang yang tertunduk, Tuhan mengasihi orang-orang benar, dan menjaga orang-orang asing.
3. Anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya. Tuhan itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-temurun!

Bacaan Kedua
Pembacaan dari Surat Rasul Yakobus (2:1-5)

"Bukankan Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi ahli waris kerajaan."

1 Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka. 2 Sebab, jika ada seorang masuk ke dalam kumpulanmu dengan memakai cincin emas dan pakaian indah dan datang juga seorang miskin ke situ dengan memakai pakaian buruk, 3 dan kamu menghormati orang yang berpakaian indah itu dan berkata kepadanya: "Silakan tuan duduk di tempat yang baik ini!", sedang kepada orang yang miskin itu kamu berkata: "Berdirilah di sana!" atau: "Duduklah di lantai ini dekat tumpuan kakiku!", 4 bukankah kamu telah membuat pembedaan di dalam hatimu dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat? 5 Dengarkanlah, hai saudara-saudara yang kukasihi! Bukankah Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah dijanjikan-Nya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia?
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah

Bait Pengantar Injil PS. 953
Ref. Alleluya, Alleluya
Ayat:
Yesus memberitakan Injil Kerajaan Allah, serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (7:31-37)

"Yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berbicara."

31 Sekali peristiwa, Yesus meninggalkan pula daerah Tirus dan dengan melalui Sidon pergi ke danau Galilea, di tengah-tengah daerah Dekapolis. 32 Di situ orang membawa kepada-Nya seorang yang tuli dan yang gagap dan memohon kepada-Nya, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas orang itu. 33 Dan sesudah Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian, Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu Ia meludah dan meraba lidah orang itu. 34 Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: "Efata!", artinya: Terbukalah! 35 Maka terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik. 36 Yesus berpesan kepada orang-orang yang ada di situ supaya jangan menceriterakannya kepada siapapun juga. Tetapi makin dilarang-Nya mereka, makin luas mereka memberitakannya. 37 Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.


Renungan


Ketika saya menghadiri pertemuan Pengurus OIEC di Beirut, Libanon, di bandara saya akan dijemput oleh seorang sopir (demikian info yang saya terima dari Panitia setempat). Karena kami belum saling kenal, maka kami diminta menunjukkan nama kami masing-masing begitu sampai di pintu keluar Bandara Beirut. Ternyata pengemudi yang menjemput hanya dapat berbicara bahasa Arab dan saya sendiri tidak tahu bahasa Arab, maka dalam berkomunikasi kami akhirnya menggunakan bahasa tubuh, antara lain dengan tangan. Dengan kata lain kami berdua bagaikan orang bisu, karena setiap kali berkomunikasi hanya menggunakan bahasa tubuh, dan dengan demikian memang tidak dapat berkata-kata dengan baik. Bahasa, khususnya kata-kata memang merupakan salah satu sarana komunikasi dan jika menguasai banyak bahasa kiranya kita akan lebih mudah berkomunikasi dengan orang lain dan juga membaca aneka macam tulisan dalam berbagai bahasa, dan dengan demikian kita akan diperkaya dalam berbagai hal. Sekiranya kita tidak dapat melihat alias buta, tetapi dapat mendengarkan dengan baik maka kita juga akan dapat berkata-kata dengan baik, sebagaimana terjadi dalam diri Gus Dur. Maka baiklah pada hari Minggu Kitab Suci Nasional hari ini kami mengajak kita semua untuk mawas diri perihal ‘pendengaran’ dan ‘omong-omong atau pembicaraan’ kita.

bersambung...
glenX is online now  
Old September 05, 2009, 01:51   #744
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,284
WebPoint: 0
GaulPoint: 26572
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
Minggu, 05 September 2009
Hari Minggu Biasa XXIII

Minggu Kitab Suci Nasional


“Terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik (Mrk 7:35 )

Indera ‘pendengaran’ merupkan indera dari lima pancaindera yang pertama kali berfungsi dalam diri setiap manusia; seorang bayi yang masih berada di dalam rahim atau kandungan ibu sudah dapat mendengarkan aneka macam suara di sekitarnya. Apa yang didengarkan akan sangat mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan pribadi yang bersangkutan. Maka kami berharap dalam aneka omongan atau pembicaraan bersama hendaknya diomongkan atau dibicarakan apa-apa yang baik, sebagaimana dikatakan atau diomongkan oleh para guru/pendidik di sekolah, para pastor/kyai/pendeta dalam kotbah-kotbah, dst.. Dalam mengenangkan Hari Minggu Kitab Suci Nasional ini kiranya baik jika setiap hari kita membacakan dan mendengarkan sabda Tuhan sebagaimana tertulis di dalam Kitab Suci.

Kitab Suci berisi tulisan-tulisan yang ditulis dalam dan oleh ilham Allah. “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” (2Tim 3:16 ). Dalam membacakan atau mendengarkan sabda Tuhan dapat berpedoman pada Kalendarium Liturgi, sebagaimana saya kutipkan setiap hari. Maka dengan rendah hati silahkan jika tulisan atau renungan harian yang setiap kali saya kirimkan dibacakan dan didengarkan bersama, misalnya di dalam keluarga atau tempat kerja. Salah seorang membacakan dengan baik dan yang lain mendengarkan, kemudian diam sejenak dan sekiranya ada yang tersentuh untuk berdoa dipersilahkan berdoa secara spontan bergantian: entah merasa diajar, dinyatakan kesalahannya, diperbaiki kelakuannya atau dididik dalam kebenaran. Setelah mendengarkan sabda Tuhan dengan baik, maka kami percaya kita pasti akan berkata-kata dengan baik juga.

“Kita semua dipanggil untuk meneladan Yesus, yang "menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata." (Mrk 7:37 ), maka dimanapun dan kapanpun ada yang tidak baik kita dipanggil untuk memperbaiki dengan sekuat tenaga sesuai dengan kemampuan dan kesempatan yang ada. Mungkin yang tulis secara phisik tidak banyak atau bahkan jarang kita jumpai, tetapi yang kurang mendengarkan dengan baik kiranya cukup banyak. Dalam berbagai acara bersama ketika ada orang berbicara sering yang lain sibuk dengan diri sendiri antara lain dengan HP-nya dan kurang mendengarkan mereka yang sedang berbicara dan berhak untuk didengarkan.. Mendengarkan dengan baik merupakan keutamaan yang harus kita hayati dan perdalam terus menerus, dan memang butuh kerendahan hati. Tanpa rendah hati kita tidak akan dapat mendengarkan dengan baik. Jika kita dapat mendengarkan dengan baik, maka kita juga akan dapat berkata-kata dengan baik juga.

“Dengarkanlah, hai saudara-saudara yang kukasihi! Bukankah Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah dijanjikan-Nya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia?” (Yak 2:5)

Orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini” yang berarti miskin akan harta benda atau uang memang tidak ada yang diharapkan di dunia ini , maka lebih mengharapkan Penyelenggaraan Ilahi alias kebaikan, kemurahan hati dan belas kasih Allah melalui saudara-saudarinya atau sesamanya. Dengan kata lain pada umumnya mereka memangmenjadi kaya dalam iman’. Pengalaman melalui atau dalam berbagai macam pelayanan pastoral menunjukkan kebenaran ini. Orang-orang kaya pada umumnya cukup rewel dan penuh hitungan alias nampak pelit, sehingga membuat jengkel mereka yang melayani, sebaliknya orang-orang miskin pada umumnya penuh terima kasih dan syukur atas pelayanan yang telah diterimanya. Contoh konkret lain: orang-orang miskin kepanasan karena sengat panas matahari atau kehujanan tidak mengeluh atau menggerutu, sebaliknya orang-orang kaya pasti mengeluh dan menggerutu.

Pengalaman para pelajar, siswa-siswi, SMP/SMA Kanisius dan SMA St.Ursula – Jakarta misalnya, yang menjalani live in’, tinggal di tengah-tengah orang miskin di desa dan pegunungan selama beberapa hari juga menjadi contoh konkret bahwa Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman”. Mereka mendengarkan dan melihat sendiri cara hidup dan cara bekerja orang-orang miskin, dan mereka sungguh merasa banyak belajar perihal keutamaan-keutamaan atau nilai-nilai kehidupan, seperti bekerja keras, sabar, murah hati, ramah, bersaudara, tidak mengeluh dan menggerutu ketika harus bekerja berat, dst..”. Mereka yang memiliki pembantu rumah tangga yang baik kiranya juga dapat mawas diri: mendengarkan dan melihat apa yang terjadi dalam diri para pembantu rumah tangga yang baik tersebut.

“Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: "Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!" Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara;
35:7 tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air” (Yes 35:4-7a). Apa yang dikatakan oleh Yesaya ini kiranya juga dapat menjadi pedoman atau acuan hidup dan cara bertindak kita. Marilah kita perhatikan dan sapa dengan kasih dan rendah hati saudara-saudari kita yang tawar hati, yang berarti tidak atau kurang bergairah dalam hidup dan bertindak atau takut.

TUHAN membuka mata orang-orang buta, TUHAN menegakkan orang yang tertunduk, TUHAN mengasihi orang-orang benar. TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya (Mzm 146:8-9)



Jakarta , 6 September 2009

Ignatius Sumarya, SJ
glenX is online now  
Old September 06, 2009, 10:22   #745
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,284
WebPoint: 0
GaulPoint: 26572
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
Senin, 07 September 2009
Hari Biasa Pekan XXIII

Doa Renungan
Yesus Guru Kebijaksanaan, Engkau mengetahui apa yang menjadi kebutuhan setiap manusia. Engkau selalu berkenan memenuhi apa yang menjadi kerinduan kami, meskipun untuk itu Engkau dibenci dan dimusuhi oleh kaum Farisi dan ahli-ahli Taurat. Anugerahkanlah kepada kami kehendak yang kuat untuk memperjuangkan apa yang benar, meskipun untuk itu kami harus menanggung banyak penderitaan. Sebab Dikaulah Tuhan dan junjungan kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Kolose (1:24-2:3)


"Aku telah menjadi pelayan jemaat, untuk menyampaikan rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad."

24 Saudara-saudara, sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat. 25 Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu, 26 yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya. 27 Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan! 28 Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus. 29 Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku. 1 Karena aku mau, supaya kamu tahu, betapa beratnya perjuangan yang kulakukan untuk kamu, dan untuk mereka yang di Laodikia dan untuk semuanya, yang belum mengenal aku pribadi, 2 supaya hati mereka terhibur dan mereka bersatu dalam kasih, sehingga mereka memperoleh segala kekayaan dan keyakinan pengertian, dan mengenal rahasia Allah, yaitu Kristus, 3 sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan.

Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhanlah keselamatan dan kemuliaanku.
Ayat. (Mzm 62:6-7.9)
1. Hanya pada Allah saja aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku. Hanya Dialah gunung batu dan keselamatanku; hanya Dialah kota bentengku, aku tidak akan goyah.
2. Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka, dan mereka mengenal Aku.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (6:6-11)

"Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat."

6 Pada suatu hari Sabat, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya. 7 Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia. 8 Tetapi Ia mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: "Bangunlah dan berdirilah di tengah!" Maka bangunlah orang itu dan berdiri. 9 Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?" 10 Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya. 11 Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!


BERSAMBUNG
glenX is online now  
Old September 06, 2009, 10:23   #746
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,284
WebPoint: 0
GaulPoint: 26572
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
Senin, 07 September 2009
Hari Biasa Pekan XXIII


Renungan

“Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat”

(Kol 1:24-2:3; Luk 6:6-11)


Saudara-saudari terkasih, berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· Hari Sabat adalah hari khusus yang dipersembahkan kepada Tuhan, dan dalam peraturan hari Sabat antara lain orang tidak boleh bekerja dan diharapkan berisirahat menikmati kebersamaan dengan Tuhan dan saudara-saudari sekeluarga atau dekat. Dengan kata lain pada hari Sabat orang diharapkan senantiasa berbuat baik, hidup dan bertindak berdasarkan kaidah moral yang benar. Cukup menarik apa yang dilakukan oleh para ahli Taurat dan orang-orang Farisi: mereka berpikiran jahat terhadap orang lain dan berusaha untuk melihat kesalahan atau kekurangan orang lain, yaitu Yesus. Menanggapi pikiran jahat mereka Yesus menyembuhkan orang sakit sambil berkata: "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?”.Jawaban yang benar adalah ‘berbuat baik dan menyelamatkan nyawa orang’., maka marilah kita senantiasa berusaha berbuat baik dan menyelamatkan nyawa orang tidak hanya pada hari Sabat/Minggu saja, tetapi setiap hari atau setiap saat dimanapun dan kapanpun. Maka ketika melihat siapapun yang sungguh membutuhkan bantuan marilah segera kita bantu sesuai dengan kebutuhannya dan kemampuan kita. Berbuat baik tidak perlu izin atau minta rekomendasi dari orang lain; sebaliknya kepada para pemimpin atau atasan kami harapkan untuk berterima kasih dan bersyukur ketika bawahan atau anggotanya berbuat baik, meskipun apa yang mereka lakukan nampaknya tidak sesuai dengan aturan atau tatanan hidup. Aturan atau tatanan berada pada ranah norma hukum, sedangkan baik berada ranah norma moral; norma moral berada di atas atau mengatasi norma hukum. Demikian juga nyawa lebih penting dan utama daripada tubuh atau aturan dan tatanan hidup.

·“Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat” (Kol 1:24) , demikian kesaksian iman Paulus kepada umat di Kolose, kepada kita semua orang yang beriman kepada Yesus Kristus. Bersukacita dalam penderitaan pelayanan kepada orang lain atau sesama, itulah panggilan dan tugas pengutusan kita semua. Apa yang dikatakan Paulus ini kiranya senada dengan seorang ibu yang bersedia menderita dalam melahirkan anaknya, dan itu dilakukan atau dihayati dalam dan oleh cintakasih. Penderitaan yang lahir dari cintakasih memang merupakan jalan keselamatan atau kebahagiaan sejati. Yesus Kristus telah menderita sengsara dan wafat di kayu salib demi keselamatan seluruh umat manusia, seluruh dunia, dan kita dipanggil untuk meneladan Dia. Menderita karena cintakasih dan kebahagiaan sejati bagaikan mata uang bermuka dua, dapat dibedakan tetapi tak dapat dipisahkan. Untuk membahagiakan orang lain kita harus siap sedia dan rela berkorban maupun menderita karena harus berjuang, dan dalam penderitaan itulah terjadi kebahagiaan sejati. Sebagai contoh kiranya anda dapat mengenangkan sejenak ketika anda masih dalam/sedang dalam masa pacaran atau tunangan. Bukankah selama dalam masa pacaran atau tunangan anda siap sedia untuk menderita dan berkorban bagi yang lain, pacarnya atau tunangannya, dan dengan demikian anda merasa puas, nikmat dan bahagia. Marilah kita sikapi saudara-saudari atau sesama kita bagaikan ‘pacar atau tunangan’ kita, sehingga kita siap sedia dan rela untuk berkorban dan menderita bagi kebahagiaan dan keselamatan sesama kita. Dalam saling menderita dan berkorban juga terjadi saling melengkapi dan menyempurnakan.


Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku.Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah.Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita(Mzm 62:6-7.9).



Jakarta, 7 September 2009


Ignatius Sumarya, SJ
glenX is online now  
Old September 06, 2009, 10:23   #747
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,284
WebPoint: 0
GaulPoint: 26572
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
Bacaan Harian, 07 - 13 September 2009


Senin, 07 September 2009 :
Hari Biasa Pekan XXIII (H).
Kol 1:24 - 2:3; Mzm 62:6-7.9; Luk 6:6-11.
Seringkali kita tidak berani berbuat baik karena perbuatan itu tidak sesuai dengan kebiasaan, takut resiko, takut jadi bahan omongan orang. Yesus memberi teladan kepada kita, Ia tetap berbuat baik kendati dianggap melanggar aturan, bahkan dimusuhi. Beranikah kita?


Selasa, 08 September 2009:
Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria (P).
Mi 5:1-4a atau Rm 8:28-30; Mzm 13:6abcd; Mat 1:1-16.18-23 (Mat 1:18-23).
Hari ini kita merayakan hari kelahiran Bunda Maria. Maria lahir dan bertumbuh dewasa dalam iman sampai akhirnya menerima kehendak Allah untuk menjadi ’tabernakel yang hidup’, mengandung Yesus Sang Juru Selamat. Kita dapat belajar dari Maria bahwa percaya dan mengikuti kehendak Allah adalah suatu hal yang mungkin dan dapat kita lakukan. Seperti Maria, kita pun dipanggil untuk ikut ambil bagian dalam rancangan keselamatan Allah.

Rabu, 09 September 2009:
Hari Biasa Pekan XXIII (H).
Kol 3:1-11; Mzm 145:2-3.10-13ab; Luk 6:20-26
Kriteria Yesus tentang orang yang berbahagia berbeda dengan kriteria manusia. Kriteria manusia tentang bahagia justrui seringkali menghambat manusia untuk menikmati Kerajaan-Nya dalam kehidupan ini. Hanya orang yang mengandalkan Dia sajalah yang sungguh-sungguh berbahagia.


Kamis, 10 September 2009:
Hari Biasa Pekan XXIII (H).
Kol 3:12-17; Mzm 150:1-6; Luk 6:27-38.
Kasih yang diajarkan Yesus sungguh radikal. Kasih itu adalah mengasihi musuh, berbuat baik bagi orang yang membenci, memohon berkat untuk yang mengutuk, dan berdoa bagi orang yang mencaci. Mampukan kita mengikuti Yesus sepenuh hati dengan kasih seperti itu?

Jumat, 11 September 2009:
Hari Biasa Pekan XXIII (H).
1Tim 1:2.12-14; Mzm 16:1.2a.5.7-8.11; Luk 6:39-42
Kita lebih mudah melihat kesalahan orang lain daripada melihat ke dalam dan mawas diri. Padahal kita sama-sama orang ’buta’ yang membutuhkan rahmat dari Tuhan untuk memperoleh kepenuhan hidup. Maka, memupuk sikap rendah hati dan memohon pertolongan rahmatnya untuk hidup lebih baik jauh lebih berguna daripada mempersoalkan kesalahan orang lain.

Sabtu, 12 September 2009:
Hari Biasa Pekan XXIII (H).
1Tim 1:15-17; Mzm 113:1-5a.6-7; Luk 6:43-49.
Yesus mengajarkan, untuk menghasilkan buah-buah yang baik, kita perlu memiliki hati yang baik. Bila kebaikan itu sudah tertanam di hati, maka kata dan perbuatan yang mengalir dari hati itu akan juga menjadi buah-buah yang baik. Mintalah rahmat Tuhan dan bukalah diri akan sabda Tuhan, supaya hati kita dipenuhi dengan kebaikan.

Minggu, 13 September 2009:
Hari Minggu Biasa Pekan XX IV (H).
Yes 50:5-9a; Mzm 115:1-6.8-9; Yak 2: 14-18; Mrk 8:27-35.
Petrus mengenal Yesus secara mendalam, yaitu Yesus adalah Mesias. Namun, Mesias yang dipahmi Petrus masih sama dengan konsep Yahudi tentang Mesias, yaitu pembawa kesejahteraan duniawi. Maka, Petrus tidak dapat menerima kenyataan bahwa Mesias harus menderita. Yesus menegaskan bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan penolakan. Mengikuti Yesus adalah juga siap untuk mengalami yang sama. Maka tuntutan seorang murid Yesus adalah siap menyangkal diri, memanggul salib, dan mengikut Dia. Sanggupkah kita?
glenX is online now  
Old September 07, 2009, 05:58   #748
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,284
WebPoint: 0
GaulPoint: 26572
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
Selasa, 08 September 2009
Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria

Semua anakmu akan menjadi murid Tuhan, dan besarlah kesejahteraan mereka -- Yes 54:13

Doa Renungan Pagi
Allah yang penuh kasih, puji syukur kami haturkan ke hadirat-Mu atas anugerah yang telah kami terima pada permulaan hari ini. Kami mohon rahmat-Mu supaya kami dapat mengawali, mengerjakan, dan mengakhiri semua kegiatan dan karya kami dalam nama-Mu sehingga nama-Mu semakin dimuliakan di seluruh muka bumi. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Melalui nubuat Mikha, Tuhan hendak menyatakan rencana keselamatan yang akan dilaksanakan-Nya. Ia mau memakai siapa saja yang dikehendaki-Nya. Daerah asal yang kecil dan kurang dikenal tidak menjadi pertimbangan Allah. Ia pun berkenan memulai harapan damai dan pembaruan melalui seorang perempuan. Semuanya itu akhirnya terlaksana dalam diri St. Perawan Maria.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Nubuat Mikha (5:1-4a)

"Tibalah saatnya perempuan yang mengandung itu melahirkan."

Beginilah firman Tuhan: "Hai Betlehem di wilayah Efrata, hai engkau yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, yang sudah ada sejak dahulu kala. Ia akan membiarkan mereka sampai saatnya perempuan yang mengandung itu telah melahirkan; lalu saudara-saudaranya yang masih ada akan kembali kepada orang Israel. Maka ia akan bertindak, dan akan menggembalakan mereka dalam kekuatan Tuhan, dalam kemegahan nama Tuhan Allahnya; mereka akan tinggal tetap, sebab sekarang ia menjadi besar sampai ke ujung bumi, dan dia menjadi damai sejahtera.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Atau

Allah mendatangkan keselamatan bagi semua orang. Ia menghendaki semuanya itu sejak semula, pada waktu Ia menciptakan manusia. Kelahiran St. Perawan Maria menjadi perluasan jalan utama terlaksananya kebenaran janji itu.

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma (8:28-30)

Saudara-saudara, kita tahu, bahwa Allah bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Anak-Nya itu menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya itu, juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, juga dimuliakan-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Aku bersukacita dalam Tuhan.
Ayat. (Mzm 13:6ab,6cd)
1. Ya Tuhan, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorai karena penyelamatan-Mu.
2. Aku mau menyanyi untuk Tuhan, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Berbahagialah engkau, hai Perawan Maria, dan sangat terpuji. Sebab dari padamu telah terbit Sang Surya Keadilan, yakni Kristus, Allah kita.

Janji keselamatan terjadi dalam sebuah proses. Salah satu alurnya nampak dalam silsilah dari keturunan manusia dengan beragam peristiwa. Orang ternama dan biasa, laki-laki dan perempuan, dari kalangan Yahudi atau bukan, semua punya tempat masing-masing dalam proses itu. Karenanya kita pun diajak untuk menghargai dan berani mengambil bagian terbaik dalam proses keselamatan bagi dunia kita sekarang ini.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius [1:1-16.18-23 (1:18-23)]

"Anak yang ada di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus."

Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya. Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dan Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram. Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon, Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai. Isai memperanakkan Raja Daud, Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria. Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa. Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia. Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia. Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel. Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel. Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor. Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim. Akhim memperanakkan Eliud, Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan. Matan memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. (Kelahiran Yesus adalah sebagai berikut: Pada waktu Maria, ibu Yesus, bertunangan dengan Yusuf, ternyata Maria mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf, suaminya, seorang yang tulus hati, dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika Yusuf mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata, "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Maria akan melahirkan anak laki-laki, dan engkau akan menamai Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." Hal itu terjadi supaya genaplah firman Tuhan yang dinyatakan oleh nabi, "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamai Dia Immanuel" yang berarti: Allah menyertai kita.)
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.

Renungan

Maria telah ditentukan dari semula untuk menjadi Bunda Yesus. Segala-galanya diatur oleh Allah demi keberhasilan rencana Allah. Berkat dia, rencana Allah dapat terjadi di muka bumi ini. Apakah aku sudah mendukung rencana Allah sebagaimana Maria?

Doa Renungan Malam

Allah yang penuh kasih, kembali kami bersyukur atas cinta-Mu yang kami alami sepanjang hari yang telah berlalu. Pada akhir hari ini kami ingin mempersembahkan segala usaha dan karya kami sebagai persembahan hidup kami. Sempurnakan apa yang masih kurang dan ampunilah segala dosa dan pelanggaran kami, sehingga kami dapat beristirahat dalam damai-Mu. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.


RUAH
glenX is online now  
Old September 07, 2009, 15:38   #749
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,284
WebPoint: 0
GaulPoint: 26572
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
Selasa, 08 September 2009
Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria



Ternyata ia mengandung dari Roh Kudus
(Rm 8:28-30; Mat 1:18-23)


Berrefleksi atas bacaan-bacaan dalam rangka mengenangkan pesta Kelahiran SP Maria hari ini, saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· Pesta ulang tahun pada umumnya dirayakan secara meriah, dimana saudara-saudari, sanak-kerabat, kenalan dst.. ada kemungkinan berpartiipasi dalam kegembiraan. Dalam kutipan Warta Gembira hari ini dikisahkan sesuatu yang sungguh menggembirakan, yaitu : Yusuf, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya/Maria di muka umum dan Maria yang mengandung dari Roh Kudus, yang juga berarti Maria penuh dengan Roh Kudus. Saya kira dalam pesta ulang tahun seseorang juga tidak ada orang yang mencemarkan nama baik rekan-rekannya, tetapi dengan tulus hati semuanya bercuhat satu sama lain, yang membuat suasana pesta semakin meriah, memikat dan memuaskan. Anak yang baru saja dilahirkan pada umumnya juga bersih, suci, menarik dan memikat serta mempesona. Maka baiklah dalam rangka mengenangkan kelahiran SP Maria, teladan umat beriman, hari ini, marilah kita wujudkan iman kita dengan tulus hati serta tidak saling mencemarkan nama baik kita masing-masing, sebagai tanda bahwa Roh Kudus menjiwai hidup kita atau “Allah menyertai kita”. Marilah kita hidup dan bertindak sedemikian rupa, sehingga cara hidup dan cara bertindak kita senantiasa menarik, memikat dan mempesona orang lain, dan orang lainpun juga tergerak untuk hidup dengan tulus hati serta tidak mencemarkan nama baik orang lain di muka umum. Orang tertarik, terpikat dan terpesona pada kita bukan karena kecantikan atau ketampanan, pangkat atau kedudukan, melainkan karena cara hidup dan cara bertindak kita yang baik, berbudi pekerti luhur dan tidak pernah menyakiti hati orang lain.
· Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah” (Rm 8:28). Allah bekerja terus menerus dalam seluruh ciptaanNya, dalam segala sesuatu, dan itu semua demi kebaikan dan keselamatan seluruh ciptaan. Bagi kita manusia diingkatkan bahwa kita dipanggil untuk “mengasihi Dia” agar berbagai kebaikan boleh kita nikmati. Mengasihi Tuhan berarti juga harus mengasihi ciptaan-ciptaanNya, antara lain manusia, binatang dan tanaman atau tumbuh-tumbuhan: mengasihi Tuhan dan ciptaanNya tak dapat dipisahkan dan hanya dapat dibedakan. Maka marilah kita kasihi saudara-saudari kita, entah anggota keluarga, rekan kerja di kantor atau rekan belajar di sekolah maupun sesama warga masyarakat dimana kita tinggal, dst.. Allah juga bekerja dalam diri kita masing-masing, yang nampak dalam aneka perbuatan baik atau penghayatan aneka keutamaan dan nilai-nilai kehidupan, seperti : kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri” (Gal 5:22-23). Keutamaan-keutamaan atau nilai-nilai kehidupan ini merupakan anugerah Allah atau karya Allah dalam diri manusia. Jika kita mengasihi Allah berarti tidak menyia-nyiakan anugerah-anugerah ini, dan dengan demikian kita menghayati keutamaan-keutamaan atau nilai-nilai tersebut di dalam hidup kita sehari-hari. Kita juga dipanggil untuk mengasihi aneka macam binatang dan tanaman , yaitu dengan merawatnya sebaik mungkin serta mengusahakan dan melestarikan lingkungan hidup yang nyaman. Hendaknya juga tidak serakah mengerok atau mengambil kekayaan alam, seperti penggundulan hutan atau pembetonan lahan-lahan/tanah, sehingga menimbulkan banjir dan malapetaka. Merusak lingkungan hidup berarti membunuh diri dan masa depan.

“Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.”
(Mzm 13:6)
Jakarta, 8 September 2009

Ignatius Sumarya, SJ
glenX is online now  
Old September 07, 2009, 17:59   #750
hansel
Mentor
 
hansel's Avatar
 
Join Date: Dec 2002
Location: bed of clouds
Posts: 10,054
WebPoint: 0
GaulPoint: 8980
hansel mulai terkenal


The Nativity of the Virgin
__________________
"Angelique," Pangeran Christophe berbisik lemah.
"Selamat tinggal, Louis! Cintailah dan berbahagialah bersama Countess Mathilde, hanya sediakan tempat selalu di hatimu bagi kenangan akan Angelique yang pernah kaucintai!" Angelique mengucapkan selamat berpisah kepada sang pangeran.
hansel is offline  
Closed Thread

Bookmarks

Tags
berkat, damai sejahtera, ekaristi, firman tuhan, hidup damai, injil, inspirasi, kasih, keajaiban karya allah, kebangkitan, kehendak allah, kemerdekaan hati, kerajaan allah, komitmen, kuasa tuhan, lectionarium, misa, pengkhianatan, pengosongan diri, penyelamatan, renungan, sabda, santapan rohani, sukacita, yesus kristus

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT. The time now is 03:55.

SIDEBAR
Remove This Bar
Register / Login to remove this bar and All Ads.
Image




Powered by vBulletin® Version 3.8.2
Copyright ©2000 - 2010, Jelsoft Enterprises Ltd.
Copyright ©2007, WebGaul. All Rights Reserved. A ZEIN Company. Designed, Developed, Maintained, Optimized, Operated by ZEIN.