WebGaul Forum : : A ZEIN Company  

Go Back   WebGaul Forum : : A ZEIN Company > :: FORUM DISKUSI WEBGAUL > Agama dan Iman > Islam
WebGaul Forum Gallery Register Blogs FAQ Calendar Mark Forums Read
Notices






Reply
 
Thread Tools
Old August 15, 2009, 02:52   #1
Si Kabayan
Registered User
 
Si Kabayan's Avatar
 
Join Date: Aug 2009
Location: Tatar Parahyangan
Posts: 1,348
WebPoint: 0
GaulPoint: 3.684
Si Kabayan belum terkenal
Shahihkah Hadist Jumlah waktu Sholat itu?

Assalamu'alaikum,
Peringatan Isra Mi'raj nabi Muhammad SAW sudah berlalu hampir sebulan lalu, sejak kita kecil tentu sdh sering mengikuti peringatan itu, Alhamdulillah saya haqqul yakin peristiwa itu benar adanya, namun setiap ustadz menjelaskan perihal detail perintah jumlah waktu sholat dimana ujarnya saat setelah Rasul menerima perintah itu langsung dari Allah SWT yg pada awalnya sebanyak 50 waktu, bahkan ada juga yang bilang 100 waktu, kemudian Rasul kita berjumpa secara berurutan dgn nabi Adam, nabi Ibrahim, nabi Musa, nabi Isa, kemudian diberi nasehat / anjuran agar jumlah waktu itu ditawar karena dimasa depan umat rasul kita tdk akan sanggup melaksanakannya dan terjadilah negosiasi dgn Allah SWT itu, hingga akhirnya diputuskan waktu sholat adalah 5 kali saja dalam sehari semalam, pertanyaan saya, Sahihkah hadis yg menerangkan proses tawar menawar ini? atau itu hanyalah ceritera Israiliyat semata ?
Ada 2 pertanyaan yg memutar di benak saya bila hadist itu sahih.
1. Masa sih nabi Muhammad SAW tidak lebih pintar dari nabi sebelum beliau sehingga tidak tahu kondisi umatnya di masa mendatang ? kalau misalnya argumen ini bisa dipatahkan karena toh nabi Muhammad SAW jg manusia biasa sehingga kondisi ini bisa saja terjadi, misalnya saja contoh kejadian bahwa ternyata nabi Khaidir memang lebih pintar dari nabi Musa dalam mengetahui takdir/kejadian di masa depan. Sehingga tinggallah satu pertanyaan yg selalu berkecamuk di benak saya :
2. Masa sih Allah SWT tidak lebih tahu dari Nabi & Rasulnya dalam melihat kemampuan umat Muhammad SAW dimasa depan ? ( Astaghfirullah al adhiem, ampunkan hamba Mu yg lancang & lemah ini Ya Allah )
Adakah Ikhwan / Akhwat yg bisa mencerahkan saya ?
Syukron, Jazakallohu khairan katsiran.
Si Kabayan is offline   Reply With Quote
Recommendation Sponsored Ads
Old August 16, 2009, 14:55   #2
AlfaOmega
Registered User
 
AlfaOmega's Avatar
 
Join Date: Mar 2003
Posts: 14,082
WebPoint: 0
GaulPoint: 6129
AlfaOmega belum terkenal
Shahih gak nya suatu hadits, cara mengetahuinya dengan ilmu hadits. Hadits shahih adalah, hadits yang kalau dirunut, maka bersumber kepada sunnah Rasulullah SAW.

Jadi, penggunaan akal logika untuk menge cek shahih gak nya suatu hadits, seperti pertanyaan anda, bukan cara mengetahui apakah hadits tersebut shahih atau gak.

Quote:
Ada 2 pertanyaan yg memutar di benak saya bila hadist itu sahih.
1. Masa sih nabi Muhammad SAW tidak lebih pintar dari nabi sebelum beliau sehingga tidak tahu kondisi umatnya di masa mendatang ? kalau misalnya argumen ini bisa dipatahkan karena toh nabi Muhammad SAW jg manusia biasa sehingga kondisi ini bisa saja terjadi, misalnya saja contoh kejadian bahwa ternyata nabi Khaidir memang lebih pintar dari nabi Musa dalam mengetahui takdir/kejadian di masa depan. Sehingga tinggallah satu pertanyaan yg selalu berkecamuk di benak saya :
2. Masa sih Allah SWT tidak lebih tahu dari Nabi & Rasulnya dalam melihat kemampuan umat Muhammad SAW dimasa depan ? ( Astaghfirullah al adhiem, ampunkan hamba Mu yg lancang & lemah ini Ya Allah )
Adakah Ikhwan / Akhwat yg bisa mencerahkan saya ?
Syukron, Jazakallohu khairan katsiran.
Kalau guwe jungkir balikkan...

Mengapa Allah menurunkan Al Qur'an ?
Mengapa Allah gak menurunkan satu kitab suci aja?
Gak mungkin Allah SWT gak bisa menciptakan Firman / kitab suci yang berlaku dari jaman nabi Adam as sampai akhir jaman ?
Bukankah dengan demikian, gak perlu meurunkan kitab suci yg banyak bgt, gak perlu nurunkan nabi rasul yg banyak....

Anyway...
Untuk memahami isro' mi'roj, letakkan iman / wahyu di depan akal. Seperti apa yg dilakukan Abu Bakar Shiddiq ra.
__________________
AlfaOmega is offline   Reply With Quote
Old August 19, 2009, 02:35   #3
Si Kabayan
Registered User
 
Si Kabayan's Avatar
 
Join Date: Aug 2009
Location: Tatar Parahyangan
Posts: 1,348
WebPoint: 0
GaulPoint: 3684
Si Kabayan belum terkenal
Terima kasih mas Alfa atas jawabannya, menurut saya apabila ditanyakan : Mengapa Allah tdk menurunkan satu kitab saja, atau mengapa tidak mengutus satu orang nabi/rasul saja? Subhanallah, jawaban nya justru akan lebih membuktikan bahwa Allah SWT itu maha mengetahui akan keadaan masa depan umatNYA, beda dgn pertanyaan saya kan? yg kalau hadist/peristiwa itu terjadi dgn benar, justru Allah SWT itu mustahil bersifat demikian. Pada prolog sdh saya yakinkan bahwa saya haqqul yakin peristiwa Isra Mi'raj adalah benar adanya, tapi hanya satu kejadian itu yg membuat benak saya selalu bertanya.

Mas Alfa atau sobat , pada surat An-Nisa 103 : Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yg sudah ditentukan waktunya atas orang2 yg beriman.
Adakah yg tahu apakah asbabun nuzul turunnya ayat ini lebih awal dari peristiwa isra mi'raj atau lebih belakangan ? Kalau lebih awal Alhamdulillah berarti pertanyaan saya diatas sudah terjawab, tapi kalau belakangan ? nampaknya kita, khususnya saya harus lebih banyak menggali Qur'an dan hadist2 lagi ,agar iman kita selalu bertambah,dan pertanyaan2 di benak saya dapat terjawab, Terima kasih.
" Sesungguhnya didalam kesulitan terdapat kemudahan "
Si Kabayan is offline   Reply With Quote
Old August 21, 2009, 10:04   #4
Sikhasep Jr
Registered User
 
Sikhasep Jr's Avatar
 
Join Date: Nov 2004
Posts: 1,595
WebPoint: 0
GaulPoint: 379
Sikhasep Jr belum terkenal
Quote:
Originally Posted by Si Kabayan
Terima kasih mas Alfa atas jawabannya, menurut saya apabila ditanyakan : Mengapa Allah tdk menurunkan satu kitab saja, atau mengapa tidak mengutus satu orang nabi/rasul saja? Subhanallah, jawaban nya justru akan lebih membuktikan bahwa Allah SWT itu maha mengetahui akan keadaan masa depan umatNYA, beda dgn pertanyaan saya kan? yg kalau hadist/peristiwa itu terjadi dgn benar, justru Allah SWT itu mustahil bersifat demikian. Pada prolog sdh saya yakinkan bahwa saya haqqul yakin peristiwa Isra Mi'raj adalah benar adanya, tapi hanya satu kejadian itu yg membuat benak saya selalu bertanya.
Jusru kisah dalam hadits tsb memberikan sugesti positif bahwa Allah begitu pemurah kepada hamba-hambanya sehingga shalat yang tadinya 50x dijadikan 5x dengan kadar yang sama dimana 1x shalat = 10x shalat.

Maka jika ada yang malas shalat, sungguh rugi karena dia menghilangkan 10x keuntungan yang hanya dikerjakan dengan 1 1x kewajiban


Haditsnya dapat anda lihat di http://hadith.al-islam.com/Display/D...=&ST=&Tag=&SP=
Quote:
Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Aku didatangi Buraq. Lalu aku menunggangnya sampai ke Baitulmakdis. Aku mengikatnya pada pintu mesjid yang biasa digunakan mengikat tunggangan oleh para nabi. Kemudian aku masuk ke mesjid dan mengerjakan salat dua rakaat. Setelah aku keluar, Jibril datang membawa bejana berisi arak dan bejana berisi susu. Aku memilih susu, Jibril berkata: Engkau telah memilih fitrah. Lalu Jibril membawaku naik ke langit. Ketika Jibril minta dibukakan, ada yang bertanya: Siapakah engkau? Dijawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa yang bersamamu? Jibril menjawab: Muhammad. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jawab Jibril: Ya, ia telah diutus. Lalu dibukakan bagi kami. Aku bertemu dengan Adam. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Kemudian aku dibawa naik ke langit kedua. Jibril as. minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapakah engkau? Jawab Jibril: Jibril. Ditanya lagi: Siapakah yang bersamamu? Jawabnya: Muhammad. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jawabnya: Dia telah diutus. Pintu pun dibuka untuk kami. Aku bertemu dengan Isa bin Maryam as. dan Yahya bin Zakaria as. Mereka berdua menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Aku dibawa naik ke langit ketiga. Jibril minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa engkau? Dijawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Muhammad saw. jawabnya. Ditanyakan: Dia telah diutus? Dia telah diutus, jawab Jibril. Pintu dibuka untuk kami. Aku bertemu Yusuf as. Ternyata ia telah dikaruniai sebagian keindahan. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Aku dibawa naik ke langit keempat. Jibril minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa ini? Jibril menjawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Muhammad, jawab Jibril. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jibril menjawab: Dia telah diutus. Kami pun dibukakan. Ternyata di sana ada Nabi Idris as. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Allah Taala berfirman Kami mengangkatnya pada tempat (martabat) yang tinggi. Aku dibawa naik ke langit kelima. Jibril minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa? Dijawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Dijawab: Muhammad. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Dijawab: Dia telah diutus. Kami dibukakan. Di sana aku bertemu Nabi Harun as. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Aku dibawa naik ke langit keenam. Jibril as. minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa ini? Jawabnya: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Muhammad, jawab Jibril. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jawabnya: Dia telah diutus. Kami dibukakan. Di sana ada Nabi Musa as. Dia menyambut dan mendoakanku dengan kebaikan. Jibril membawaku naik ke langit ketujuh. Jibril minta dibukakan. Lalu ada yang bertanya: Siapa ini? Jawabnya: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Jawabnya: Muhammad. Ditanyakan: Apakah ia telah diutus? Jawabnya: Dia telah diutus. Kami dibukakan. Ternyata di sana aku bertemu Nabi Ibrahim as. sedang menyandarkan punggungnya pada Baitulmakmur. Ternyata setiap hari ada tujuh puluh ribu malaikat masuk ke Baitulmakmur dan tidak kembali lagi ke sana. Kemudian aku dibawa pergi ke Sidratulmuntaha yang dedaunannya seperti kuping-kuping gajah dan buahnya sebesar tempayan. Ketika atas perintah Allah, Sidratulmuntaha diselubungi berbagai macam keindahan, maka suasana menjadi berubah, sehingga tak seorang pun di antara makhluk Allah mampu melukiskan keindahannya. Lalu Allah memberikan wahyu kepadaku. Aku diwajibkan salat lima puluh kali dalam sehari semalam. Tatkala turun dan bertemu Nabi saw. Musa as., ia bertanya: Apa yang telah difardukan Tuhanmu kepada umatmu? Aku menjawab: Salat lima puluh kali. Dia berkata: Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan, karena umatmu tidak akan kuat melaksanakannya. Aku pernah mencobanya pada Bani Israel. Aku pun kembali kepada Tuhanku dan berkata: Wahai Tuhanku, berilah keringanan atas umatku. Lalu Allah mengurangi lima salat dariku. Aku kembali kepada Nabi Musa as. dan aku katakan: Allah telah mengurangi lima waktu salat dariku. Dia berkata: Umatmu masih tidak sanggup melaksanakan itu. Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan lagi. Tak henti-hentinya aku bolak-balik antara Tuhanku dan Nabi Musa as. sampai Allah berfirman: Hai Muhammad. Sesungguhnya kefarduannya adalah lima waktu salat sehari semalam. Setiap salat mempunyai nilai sepuluh. Dengan demikian, lima salat sama dengan lima puluh salat. Dan barang siapa yang berniat untuk kebaikan, tetapi tidak melaksanakannya, maka dicatat satu kebaikan baginya. Jika ia melaksanakannya, maka dicatat sepuluh kebaikan baginya. Sebaliknya barang siapa yang berniat jahat, tetapi tidak melaksanakannya, maka tidak sesuatu pun dicatat. Kalau ia jadi mengerjakannya, maka dicatat sebagai satu kejahatan. Aku turun hingga sampai kepada Nabi Musa as., lalu aku beritahukan padanya. Dia masih saja berkata: Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan. Aku menyahut: Aku telah bolak-balik kepada Tuhan, hingga aku merasa malu kepada-Nya
Sanad hadits Imam Muslim ini adalah : Syaiban bi Farukh dari Hammad ibnu Salamah dari Tsabit al-Bunaniy dari Anas bin Malik ra dari Rasulullah saw.

Penjelasan logis lainnya di sini : http://www.google.co.id/url?sa=t&sou...fPevGb7P4xpwYg

Quote:
Originally Posted by Si Kabayan
Mas Alfa atau sobat , pada surat An-Nisa 103 : Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yg sudah ditentukan waktunya atas orang2 yg beriman.
Adakah yg tahu apakah asbabun nuzul turunnya ayat ini lebih awal dari peristiwa isra mi'raj atau lebih belakangan ? Kalau lebih awal Alhamdulillah berarti pertanyaan saya diatas sudah terjawab, tapi kalau belakangan ? nampaknya kita, khususnya saya harus lebih banyak menggali Qur'an dan hadist2 lagi ,agar iman kita selalu bertambah,dan pertanyaan2 di benak saya dapat terjawab, Terima kasih.
" Sesungguhnya didalam kesulitan terdapat kemudahan "
Ayat QS4:103 setahu gua gak ada asbabun nuzulnya.

Lihat situs online yang membahas sekilas masalah ini : http://c.1asphost.com/sibin/Alquran_...&SuratKe=4#Top

Dalam kitab Shahih Asbabun Nuzul karya Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i disebutkan bahwa Surah An-Nisa yang ada asbabun nuzulnya adalah ayat nomor : 3, 6, 11-12, 19, 22, 24, 51-52, 59, 60, 65, 69, 77, 83, 88, 94, 97-98, 100, 119, 128, dan 176.

Secara historis, peristiwa Isra Mi'raj terjadi pada tahun ke-11 sejak masa kenabian Nabi Muhammad saw sebelum beliau saw hijrah ke Yatsrib (sekarang Madinah). Peristiwa ini sebagai pelipur kesedihan Nabi saw akibat pemboikotan masal kaum Quraisy kepada keluarga Bani Hasyim dan Bani Muthalib, juga karena wafatnya paman beliau saw Abu Thalib dan istri beliau Khodijah ra.

Lihat ulasannya di : http://senaru.wordpress.com/2009/06/...asulallah-saw/

Sedangkan QS4:103 adalah ayat Mandaniyyah, yaitu ayat2 yang turun di Madinah atau tepatnya ayat yang diturunkan ketika Hijrah telah terjadi. Korelasinya mungkin antum bisa lihat pada ayat no.100 di surah yang sama dan asbabun nuzulnya di : http://c.1asphost.com/sibin/Alquran_...&SuratKe=4#100


Dari sisi historis ini dapat ditarik kesimpulan bahwa Isra-Mi'raj yang di dalamnya terdapat peristiwa perintah shalat 5x terjadi sebelum QS4:103 diturunkan.


CMIIW

__________________
QUIZ Terjemahan bahasa Arab, buruan ikuuutt ...
Rasulullah saw bersabda : "Orang yang paling berbahagia akan memperoleh syafaatku pada hari kiamat ialah orang yang telah mengikrarkan laa ilaaha illallah dengan perasaan ikhlas dari lubuk hatinya." (HR Bukhari)
Sikhasep Jr is offline   Reply With Quote
Old August 22, 2009, 03:06   #5
Si Kabayan
Registered User
 
Si Kabayan's Avatar
 
Join Date: Aug 2009
Location: Tatar Parahyangan
Posts: 1,348
WebPoint: 0
GaulPoint: 3684
Si Kabayan belum terkenal
Alhamdulillah, Kalau sumber hadist dari Imam Muslim apalagi perawinya Anas bin Malik ane haqqul yakin hadist tsb sahih, benar kata mas Alpha dalam menyikapi suatu peristiwa kita harus mengutamakan iman dari logika, meski awalnya pasti ada perasaan yg bergejolak dalam hati karena logika kita tidak menerimanya, tapi menurut ane ini fitrah manusiawi apalagi hal itu berhubungan dgn ke Maha Sucian Allah menyangkut ke Maha Pintar NYA dalam mengetahui masa depan.
dan dari setiap kejadian pasti ada hikmahnya.

Jadi ingat Umar bin Khatab RA :
1. Ketika Rasulullah SAW wafat beliau tidak percaya Rasul wafat bahkan beliau berkata : " siapa berkata Rasul wafat akan saya tebas dgn pedang ini "
maka datanglah Abubakar RA dan berkata : Siapa yg menyembah Muhammad sesungguhnya Muhammad Rasulullah SAW benar telah wafat, tetapi siapa yg menyembah Allah
sungguh Allah kekal, tidak pernah wafat. Hayyul Qoyyum.
2. Ketika hendak mencium hajar aswad beliau menunjuk batu itu seraya ber
kata : Hey batu sesungguhnya engkau benar2 batu kalau saja aku tidak me
lihat dgn mataku sendiri Rasullulah menciummu aku tidak akan menciummu,
tapi karena aku melihat beliau menciummu maka akupun menciummu.

Terima kasih kang Khasep, mas Alpha, antum telah membuat hati ane lega.
Si Kabayan is offline   Reply With Quote
Old July 25, 2010, 04:18   #6
Si Kabayan
Registered User
 
Si Kabayan's Avatar
 
Join Date: Aug 2009
Location: Tatar Parahyangan
Posts: 1,348
WebPoint: 0
GaulPoint: 3684
Si Kabayan belum terkenal
Assalamualaikum warohmatullah wabarakatuh.

Saudara2 ku se iman & se Islam, di thread sebelah sdg rame membahas : Apakah nabi Adam AS saat ini masih Hidup ?

Ane jd teringat punya thread ini, pd thread diatas itu, ane sdh jawab bahwa saat peristiwa Isra Mi'raj itu nabi Adam bahkan Nabi 2 : Isa, Yahya, Yusuf, Idris, Harun, Musa, dan Ibrahim juga masih hidup, ini ane yakini dari hadits shahih yg disampaikan kang Khasep di post #4 thread ini.

tapi di thread sebelah itu, mas Cobalt bertanya ke ane : darimana ane dpt kesimpulan bahwa nabi Adam saat itu masih hidup ? ane mau jawab di thread itu dgn penjelasan hadits dari kang Khasep, tp setelah ane pikir & pertimbangkan rasanya kesannya kurang baik kalo ane berbeda pendapat dgn mas Cobalt di thread itu, karena meski berbeda pendapat itu jg hikmah tp sebaiknya kita membahas masalah apapun itu ya di " rumah " kita ini di FAIS lebih dulu, bukankah begitu mas Cobalt ?
lagi pula di thread sebelah itu ada topik yg lebih penting yg lagi dibahas mas Cobalt diantaranya sama bro Awas dkk, yakni perihal aqidah, jadi ane lebih baik minggir dulu, lalu mengangkat topik itu di thread ini lagi.

di thread sebelah itu, mas Cakung sudah menyampaikan surat Ali Imran 169 : Janganlah kamu mengira bahwa orang2 yg gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup (*) di sisi Allah dan mendapat rezeki.

ayat yg disampaikan mas Cakung, yg menurut ane relevan, eh diabaikan pula oleh mas Cobalt.

menurut terjemahnya kata hidup (*) di ayat itu adalah hidup di alam yg lain yg bukan alam kita di dunia ini, dimana mereka mendapat kenikmatan2 di sisi Allah, memang hanya Allah yg mengetahui bagaimana kondisi dan keadaan hidupnya para mujahid itu.

Nah sedangkan para mujahid saja dapat keistimewaan bisa hidup seperti itu, tentu para Nabi & Rasul akan memperoleh fasilitas hidup yg lebih baik dari para Mujahid.

Nah Saudara2 ku bisakah menambahkan / melengkapi dengan ayat dan hadits yg mana lagi, untuk meyakinkan dan menjawab pertanyaan seperti diatas : Apakah nabi Adam dan Nabi / Rasul lain saat ini masih hidup ? atau saat Isra Mi'raj itu terjadi masih hidup ?

Mari kita diskusikan, Insya Allah bermanfaat untuk meningkatkan Iman & aqidah kita. Aamiiiinnn.
__________________
Jangan ungkit2 masa lalu, Hidup kita ada di depan, Tataplah dengan mata hati yg jernih, penuhilah dgn rasa kasih, yakin pd Allah, Ikhlas, Sabar & Syukur.

Last edited by Si Kabayan; July 25, 2010 at 04:23.
Si Kabayan is offline   Reply With Quote
Old July 25, 2010, 12:32   #7
cobalt_6982
~ Call me Abdullah ~
 
cobalt_6982's Avatar
 
Join Date: Jan 2008
Location: Numpang di kolong langit nya Allah
Posts: 4,935
WebPoint: 0
GaulPoint: 700
cobalt_6982 agak nakal
@kabayan


bukan gw abaikan...akan tetapi gw gak niat membahasnya...karena beda konteks...

gw bisa aj membahasnya...tapi bahasannya nanti terlalu panjang...sementara gw sendiri harus fokus sama c awas...

lagipula...dalam konteks tersebut...kita membicarakan kematian dalam bentuk ruh yang terpisah dari jasad...karena korelasi nya adalah ayat mutawaffika...yang berarti qaabiduka...

kalau semua kata mutawaffika dikembalikan kepada ayat Ali Imran 169....maka konteks yang kita bicarakan di thread sebelah akan menjadi bias...

yang dikehendaki dari thread sebelah adalah mati secara jasmaniah...makanya itu gw jelaskan secara detail...dan ketika kamu bilang bahwa nabi Isa masih hidup...aq udah taw koQ kearah mana kamu akan memberikan jawaban...

1. kearah hadits tentang isra' mi'raj
2. kearah Ali imran 169 tersebut

dan ternyata tebakan ku benar...

nabi Isa memang hidup....dan menurut hadits Isra' mi'raj diatas...adam a.s beserta nabi lain jg masih hidup...

Nah...kalau begini...apa dong perbedaannya?

makanya itu...kemaren aq pisahkan konteksnya...agar tidak terjadi salah paham...

bahwa yang dibahas di thread sebelah adalah mati secara jasmaniyah....

dimana Nabi Isa a.s belum mati....sementara nabi2 lain sudah mati...

kalau kemaren aq campur adukkan konteks nya...maka tidak jelas makna ayat "mutawaffika"...sebab ujung2nya akan menjadi "hayat" alias hidup...
__________________
“Tidaklah mendengar (seruan) aku seorang Yahudi atau Nashrani lalu tidak beriman dengan apa yang aku diutus dengannya kecuali ia termasuk ahli neraka.” (Shahih, HR. Muslim)
cobalt_6982 is offline   Reply With Quote
Old July 27, 2010, 07:08   #8
Si Kabayan
Registered User
 
Si Kabayan's Avatar
 
Join Date: Aug 2009
Location: Tatar Parahyangan
Posts: 1,348
WebPoint: 0
GaulPoint: 3684
Si Kabayan belum terkenal
Subhanalloh, begitu tokh duduk masalahnya.
maaf mas Cobalt, berarti ane yg salah tafsir.

teruskan diskusi di forum sebelahnya ya mas, ane ikut nyimak.
__________________
Jangan ungkit2 masa lalu, Hidup kita ada di depan, Tataplah dengan mata hati yg jernih, penuhilah dgn rasa kasih, yakin pd Allah, Ikhlas, Sabar & Syukur.
Si Kabayan is offline   Reply With Quote
Reply

Bookmarks

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT. The time now is 04:11.

SIDEBAR
Remove This Bar
Register / Login to remove this bar and All Ads.
Image




Powered by vBulletin® Version 3.8.2
Copyright ©2000 - 2010, Jelsoft Enterprises Ltd.
Copyright ©2007, WebGaul. All Rights Reserved. A ZEIN Company. Designed, Developed, Maintained, Optimized, Operated by ZEIN.