April 21, 2012, 05:04
|
#76
|
|
\()"•)/
Join Date: Jun 2008
Posts: 55,325
WebPoint: 0 GaulPoint: 17.182
|
Renungan
Bacaan-bacaan hari ini menegaskan bahwa Yesus yang telah wafat di salib itu sekarang hidup dan selalu hadir menyertai kita. Inilah makna Paskah. Yesus adalah pemimpin kepada hidup. Maka kendati harus menderita dan wafat, Allah membangkitkan-Nya supaya Ia tetap hidup dan memimpin kita semua kepada hidup yang sejati (bac I). Kita mengimani bahwa Allahlah Sang Sumber dan Tujuan hidup kita. Maka, hidup yang sejati itu adanya pada Allah Bapa kita. Untuk itu, Yesus menjadi pengantara kita pada Bapa. Relasi kita dengan Bapa yang telah rusak akibat dosa-dosa kita, diperdamaikan oleh Yesus (Bac II).
Iman kita akan kehadiran dan penyertaan Tuhan ini semakin dikuatkan oleh bacaan Injil. Yesus menemui dan menemani kedua murid sepanjang perjalanan mereka dari Yerusalem ke Emaus. Lalu, ketika para murid sedang berkumpul dan mengadakan sharing iman, “Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka” (ay.36). Ada 2 hal yang menarik dari kisah Injil ini.
Pertama, sepanjang perjalanan dari Yerusalem ke Emaus, kedua murid itu disertai oleh Yesus tetapi mereka tidak sadar dan tidak mengenali-Nya. Mereka baru mengenali Yesus setelah tiba di Emaus, ketika Yesus memecah-mecah roti (ay.35). Bukankah ini juga merupakan pengalaman iman kita? Tuhan senantiasa hadir dan menyertai kita sepanjang perjalanan hidup kita, namun kita tidak selalu mengenali Dia dan menyadari penyertaan-Nya. Maka, di tengah kesibukan kita setiap hari, kita harus berani selalu meluangkan waktu untuk hening dan berdoa supaya kita menyadari kehadiran dan penyertaan Tuhan. Ekaristi, saat Tuhan memecah-mecahkan roti dan memberikannya kepada kita, merupakan doa kita yang paling utama sehingga harus kita cintai secara lebih.
Kedua, penyertaan Tuhan itu menjadikan hati kedua murid tadi berkobar dan hidup penuh semangat. Mereka meninggalkan Yerusalem dan kembali ke kampung halamannya karena kecewa dan putus asa sebab Yesus yang menjadi tumpuan harapan mereka dibunuh (Luk 24:19-21). Namun, karena ternyata Yesus hidup dan menyertai mereka, maka mareka segera kembali ke Yerusalem dengan penuh semangat. Perjumpaan dengan Tuhan menjadikan mereka menemukan hidup baru: hidup yang penuh semangat, kegembiraan dan harapan baru. Demikian pula kita, kalau kita sungguh-sungguh yakin akan kehadiran dan penyertaan Tuhan, tidak ada alasan bagi kita untuk merasa loyo, patah semangat dan putus harapan. Dalam Tuhan, yang ada hanyalah semangat, sukacita dan pengharapan.
Pada zaman sekarang ini, kita tidak perlu mengharapkan dapat berjumpa dengan Yesus secara fisik, seperti yang dialami para murid pada zaman dulu. Namun, kita dapat mengalami kehadiran Tuhan secaya nyata dan istimewa, yaitu dalam Perayaan Ekaristi. Sebab, dalam setiap Perayaan Ekaristi, Tuhan Yesus selalu hadir dalam rupa roti dan anggur yang telah dikonsekrerir dalam Doa Syukur Agung. Jadi, dengan merayakan Ekaristi, kita sungguh-sungguh berjumpa dengan Yesus. Bahkan, tidak hanya berjumpa tetapi kita juga menerima-Nya dan bersatu dengan Dia melalui komuni suci. Oleh karena itu, marilah kita semakin mencintai dan menghargai Ekaristi serta memberinya tempat yang istimewa dalam hidup kita.
Mencintai dan menghargai Ekaristi berarti: satu, kita mengimani bahwa Yesus sungguh-sungguh hadir dalam rupa roti dan anggur; dua, karena iman itu, maka kita terdorong untuk selalu merasa rindu merayakan Ekaristi dengan sungguh-sungguh, termasuk mempersiapkan diri dengan baik untuk merayakannya; tiga, kita semakin hidup secara ekaristis, yaitu berani mempersembahkan hidup kita kepada Tuhan untuk diberkati-Nya dan kemudian dibagikan kepada orang lain seperti roti ekaristis yang diambil, diberkati, dipecah-pecah dan dibagikan. Perjumpaan dengan Tuhan dalam Ekaristi memperbarui hidup kita sehingga kita lebih mempunyai semangat, suka cita dan pengharapan. Dengan demikian, di tengah kesulitan-kesulitan hidup saat ini, kita tetap selalu berjuang mengupayakan yang baik: kerukunan, kedamaian, keadilan dan kesejahteraan bagi semua.
Pada akhir bacaan Injil, disampaikan pesan Yesus yang amat berharga, “Dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem” (ay.47). Pesan ini menegaskan ajakan dari bacaan II, “sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan” (ay.19). Maka, kalau selama ini kita belum menyadari betapa luhurnya Ekaristi, inilah saatnya kita sadar dan bertobat untuk lebih mencintai dan menghargai Ekaristi dan memberinya tempat yang istimewa dalam hidup kita.
Rm. Ag. Agus Widodo, Pr
|
|
|
|
Recommendation
|
Sponsored Ads
|
|
|
|
April 25, 2012, 00:07
|
#77
|
|
\()"•)/
Join Date: Jun 2008
Posts: 55,325
WebPoint: 0 GaulPoint: 17182
|
Minggu, 29 April 2012
Hari Minggu Paskah IV
Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya --- Yohanes 10:11
Antifon Pembuka (Mzm 32:5-6)
Bumi penuh dengan kasih setia Tuhan, dan langit dijadikan oleh sabda-Nya. Alleluya.
Doa
Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, Engkau mencamkan dalam hati kami satu nama, tempat kami dapat memperoleh keselamatan, ialah Yesus, Putra-Mu yang hidup. Kami mohon, bangunlah kami menjadi Gereja-Mu, di mana Dia menjadi batu sendinya. Sebab Dialah, Tuhan, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan dengan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Kisah Para Rasul (4:8-12)
"Hanya Yesuslah sumber keselamatan."
Tatkala dihadapkan Mahkamah Agama Yahudi karena telah menyembuhkan seorang lumpuh, Petrus, yang penuh dengan Roh Kudus berkata, "Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua, jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan, maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa semua itu kami lakukan dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi dibangkitkan Allah dari antara orang mati. Karena Yesus itulah orang ini sekarang berdiri dengan sehat di depan kamu. Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan yaitu kamu sendiri, namun ia telah menjadi batu penjuru. Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan, do = f, 2/2, PS 824
Ref. Tangan kanan Tuhan telah memperlihatkan kekuatan. Tangan kanan Tuhan telah menjunjungku. Maka aku tak akan mati, melainkan hidup abadi
Ayat. (Mzm 118:1.8-9.21-23.26.28.29)
1. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Kekal abadi kasih setia-Nya! Lebih baik berlindung pada Tuhan, daripada percaya kepada manusia. Lebih baik berlindung pada Tuhan daripada percaya kepada para bangsawan.
2. Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku. Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
3. Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan! Kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan. Allahkulah Engkau, aku hendak bersyukur kepada-Mu, Allahku, aku hendak meninggikan Dikau. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Kekal abadi kasih setia-Nya.
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (3:1-2)
"Kita melihat Yesus dalam keadaan-Nya yang sebenarnya."
Saudara-saudara terkasih, lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Allah. Saudara-saudaraku yang terkasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata bagaimana keadaan kita kelak. Akan tetapi kita tahu bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
Bait Pengantar Injil, do = f, gregorian, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Yoh 10:14)
Akulah gembala yang baik, sabda Tuhan; Aku mengenal domba-domba-Ku, dan domba-domba-Ku mengenal Aku
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (10:11-18)
"Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya."
Pada suatu hari Yesus berkata kepada orang-orang Farisi, "Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu. Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu. Akulah gembala yang baik. Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku. Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga; mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala! Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Yesus adalah Gembala yang baik. Apa yang Anda ketahui tentang gembala? Menggembalakan domba di kebun atau tanah lapang. Gembala di padang rumput tinggal berhari-hari bersama domba-dombanya. Ia tidur dekat domba, dengan keadaan yang sama dengan domba-dombanya. Bahkan, kalau perlu fasilitas tempat yang lebih hangat seperti celah-celah bukit diperuntukkan bagi domba supaya domba merasa aman dan hangat.
Gembala di padang rumput meluangkan banyak waktu untuk dekat dengan domba-domba. Dengan demikian, ia memiliki ketajaman untuk melihat domba-domba yang sakit. Ia segera memisahkan domba yang sakit dan memberikan pertolongan pertama. Dengan meluangkan waktu lebih banyak bersama kawanan domba, maka domba-domba itu akhirnya menjadi terbiasa dengan suara gembala. Perumpamaan mengenai gembala yang mengenal domba dan domba mengenal gembala, mengisyaratkan adanya waktu yang banyak yang disediakan bagi domba dan domba bagi gembala.
Injil hari Minggu Prapaskah IV/B Yohanes 10:11-18 ini mengajak kita meluangkan waktu yang lebih banyak untuk Tuhan supaya kita mengenal Dia. Tanpa terpenuhinya prasyarat menyediakan waktu bagi Tuhan, maka mustahil kita mampu mengenal-Nya. Kiranya ini juga terjadi dalam urusan rumah tangga. Orang tua dan anak-anak yang tidak meluangkan waktu untuk bersama berakibat mereka tidak mengenal satu sama lain. Mungkin tidak banyak aktivitas yang dilakukan dalam suatu perjumpaan, tetapi kehadiran menjadi sarana unggul untuk saling mengenal. Meluangkan waktu bagi Tuhan, terutama dalam doa, adalah sarana terunggul untuk mengenal Tuhan dan kehendak-Nya. Tanpa doa, maka aktivitas lingkungan dalam berbagai bentuk pelayanan hanya akan menjadi aktivitas sosial belaka.
Yesus mengungkapkan diri-Nya sebagai Gembala yang menyerahkan nyawa bagi domba-domba-Nya. Namun, Ia berkuasa pula mengambil kembali, karena Ia menyerahkan nyawa-Nya kepada Bapa dan Ia menerima kembali dari Bapa, seperti yang Ia ungkapkan bahwa “Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali.” (Yoh 10:17).
Apakah jalan Yesus menjadi jalan kita juga? Kiranya ya! Yesus sendiri menyatakan bahwa “Barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya” (Mat 16:25). Kekuatan iman inilah yang menjadi kekuatan bagi setiap warga Gereja untuk berani berkurban dalam mempertahankan iman. Bukankah Gembala Agung kita, Tuhan Yesus Kristus, telah menunjukkan dalam sengsara – wafat – dan kebangkitan-Nya bahwa apa yang Ia katakan itu benar?
Kiranya masa Paskah ini merupakan masa bagi kita untuk meneguhkan kepercayaan kita bahwa kita memiliki Gembala yang bukan hanya memelihara hidup kita di dunia ini, tetapi teristimewa memelihara hidup kita di akhirat.
(RUAH/MICHAEL MOELJA HARTOMO, OCarm)
|
|
|
May 01, 2012, 15:23
|
#78
|
|
\()"•)/
Join Date: Jun 2008
Posts: 55,325
WebPoint: 0 GaulPoint: 17182
|
Minggu, 06 Mei 2012
Hari Minggu Paskah V/B
Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. -- Yohanes 15:5
Antifon Pembuka (Mzm 98:1-2)
Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa.
Doa
Allah Bapa kami yang mahaagung, karena lebih baik berlindung kepada-Mu daripada mengandalkan kekuatan kami sendiri, maka kami menghadap Engkau dan mohon sabda-Mu. Semoga sabda-Mu itu memenuhi kami dengan Roh Kudus, yang membuat hidup kami subur akan kebaikan tanpa pamrih dalam Yesus Almasih, yang hidup di tengah-tengah kami dan menjadi Pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin.
Bacaan dari Kisah Para Rasul (9:26-31)
"Barnabas menceritakan kepada para rasul bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan."
Setelah dibaptis dalam nama Yesus, Saulus pergi ke Yerusalem. Di sana ia mencoba menggabungkan diri dengan murid-murid Yesus, tetapi semuanya takut kepadanya karena mereka tidak percaya bahwa Saulus juga seorang murid. Tetapi Barnabas menerima dia, lalu membawanya kepada rasul-rasul dan menceriterakan kepada mereka bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan, dan bahwa Tuhan berbicara dengan dia. Juga diceritakannya bagaimana keberanian Saulus mengajar di Damsyik dalam nama Yesus. Maka, Saulus tetap bersama-sama dengan mereka di Yerusalem dan dengan berani ia mengajar dalam nama Tuhan. Saulus juga berbicara dan bersoal jawab dengan orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani, dan mereka itu berusaha membunuh dia. Akan tetapi setelah hal itu diketahui oleh saudara-saudara anggota jemaat, mereka membawa Saulus ke Kaisarea, dan dari situ membantu dia ke Tarsus. Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun, dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan, re = a, 4/4, PS 834
Ref. Nama Tuhan hendak kuwartakan, di tengah umat kumuliakan.
Ayat. (Mzm 22:26b-27.28+30.31-32; Ul: 26a)
1. Nazarku akan kubayar di depan orang-orang yang bertakwa. Orang yang rendah hati akan makan dan kenyang, orang yang mencari Tuhan akan memuji-muji Dia, biarlah hatimu hidup untuk selamanya.
2. Segala ujung bumi akan menjadi sadar lalu berbalik kepada Tuhan, dan segala rumpun bangsa akan sujud menyembah di hadapan Allah kita.
3. Kepada-Nya akan sujud menyembah; semua orang sombong di bumi di hadapan-Nya akan berlutut: semua orang yang telah kembali ke pangkuan pertiwi.
4. Dan aku akan hidup bagi Tuhan, anak cucuku akan beribadah kepada-Nya. Mereka akan menceritakan hal-ikhwal Tuhan kepada angkatan yang akan datang.
5. Mereka akan memberitakan keadilan-Nya kepada bangsa yang akan lahir nanti; semua itu telah dikerjakan oleh Tuhan.
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (3:18-24)
"Inilah perintah Allah, yaitu supaya kita percaya dan saling mengasihi."
Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran, dan kita dapat menghadap Allah dengan hati tenang. Sebab jika kita dituduh oleh hati kita, Allah adalah lebih besar daripada hati kita, dan Ia mengetahui segala sesuatu. Saudara-saudaraku yang terkasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian penuh iman untuk mendekati Allah. Dan apa saja yang kita minta dari Allah, kita peroleh dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. Dan inilah perintah Allah itu: yakni supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah-Nya yang diberikan Kristus kepada kita. Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan beginilah kita ketahui bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu dalam Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
Bait Pengantar Injil, do = bes, PS 954
Ref. Alleluya
Ayat. (Yoh 15:5.5b)
Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia ia berbuah banyak.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (15:1-8)
"Barangsiapa tinggal di dalam Aku, dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak."
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Akulah pokok anggur yang benar, dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya, dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya supaya berbuah lebih banyak. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam aku, ia dibuang ke luar seperti ranting yang menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak, dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
|
|
|
May 05, 2012, 01:21
|
#79
|
|
\()"•)/
Join Date: Jun 2008
Posts: 55,325
WebPoint: 0 GaulPoint: 17182
|
Minggu, 06 Mei 2012
Hari Minggu Paskah V/B
TINGGAL DALAM TUHAN
Renungan
Saudara-saudari yang dicintai Tuhan,
Hari Minggu Paskah V mengajak kita untuk melihat kualitas relasi kita dengan Tuhan Yesus. Kualitas relasi ini akan menentukan apakah hidup kita "berbuah" atau tidak. Permenungan Minggu ini bersumber pada Injil Yohanes 15:1-8. Dalam prikopa ini, Tuhan Yesus mengumpamakan Diri-Nya sebagai pokok anggur yang benar. Para murid adalah ranting-ranting yang tumbuh dan "berbuah" dari pokok itu. Bapa adalah Pengusahanya.
"Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting padaKu yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya Ia lebih banyak berbuah" (ayat 1-2). Para murid dan orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus adalah ranting-ranting yang berbuah". Ranting-ranting itu berbuah karena "menempel" pada pokok anggur yang benar". Bapa memperhatikan secara khusus untuk setiap ranting. "Rasa aman" tercipta karena perhatian Bapa. Kita yang telah menerima kabar gembira Tuhan Yesus yang bangkit diundang, didorong, untuk terus hidup, tetap tinggal dalam Tuhan Yesus. Kata tinggal mendapat penekanan dalam prikopa yang kita renungkan, yang menggambarkan saat kembalinya Tuhan Yesus dan tetap tinggal di antara para murid. Tetap tinggal dalam Tuhan Yesus melalui kasih merupakan isi pokok dalam wejangan ini. Apabila pengajaran ini dilaksanakan, para murid akan menghasilkan banyak buah"
St. Yohanes dari Salib berpendapat bahwa manusia dapat tinggal dalam Allah karena Allah menganugerahkannya. "Untuk memahami hakekat persatuan ini, orang hendaknya mengetahui bahwa Allah menyelenggarakan setiap jiwa dan benar-benar bersemayam di sana kendati jiwa itu pendosa yang paling besar sekalipun. Persatuan antara Allah dengan mahluknya selalu ada. Dengan persatuan ini, Ia menyelengaarakan adanya demikian hingga jika persatuan itu berakhir, dunia akan langsung binasa dan tidak ada lagi". Persatuan ini adalah persatuan melalui cinta dan merupakan buah perjalanan cinta. Persatuan ini tergantung pada rahmat Allah dan kehendak bebas manusia. Apabila kita berusaha terus menerus untuk membebaskan diri dari hal-hal yang berlawanan dengan kehendak Allah maka kita akan menjadi pribadi yang dipenuhi dengan cinta kasih.
Marilah kita bersyukur atas banyak rahmat yang telah kita terima dan mohon terang dan kekuatan Roh Kudus agar kita terus berupaya untuk selalu bisa tinggal dalam Tuhan.
Salam dan berkat.
Pastor L. Setyo Antoro, SCJ
|
|
|
May 11, 2012, 11:42
|
#80
|
|
\()"•)/
Join Date: Jun 2008
Posts: 55,325
WebPoint: 0 GaulPoint: 17182
|
Minggu, 13 Mei 2012
Hari Minggu Paskah VI/B
Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh (Yoh. 15:11)
Antifon Pembuka (lih. Yes 48:20)
Wartakanlah kabar sukacita, agar didengar. Wartakanlah sampai ke ujung bumi: Tuhan telah membebaskan umat-Nya. Alleluya.
Doa
Allah Bapa kami yang kekal, Engkau membuat orang yang semula asing menjadi sahabat dengan sabda Yesus, yang telah Kaubangkitkan dari alam maut. Kami mohon, ajarilah kami menaruh cinta kasih, yang memberi harapan akan masa depan kepada orang-orang dan para bangsa. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
Bacaan dari Kisah Para Rasul (10:25-26.34-35.44-48)
"Karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga."
Sekali peristiwa, ketika sampai di kota Kaisarea, Petrus masuk ke rumah Kornelius. Kornelius menyambutnya, dan sambil tersungkur dekat kaki Petrus, ia menyembahnya. Tetapi Petrus menegakkan dia serta berkata, "Bangunlah, aku hanya manusia biasa." Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya "Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membeda-bedakan orang. Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Allah dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya. Ketika Petrus sedang berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu. Dan semua orang beriman dari golongan bersunat yang waktu itu menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga. Sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. Lalu Petrus bertanya, "Bolehkah mencegah orang-orang ini dibaptis dengan air, sedangkan mereka telah menerima Roh Kudus sama seperti kita?" Maka Petrus menyuruh mereka dibaptis dalam nama Yesus Kristus. Kemudian orang-orang itu meminta kepada Petrus, supaya ia tinggal beberapa hari lagi bersama-sama mereka.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan, do = c, 4/4, PS 807
Ref. Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.
Ayat. (Mzm 98:1.2-3ab.3cd-4; Ul:4b)
1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib, keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya oleh lengan-Nya yang kudus.
2. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan, yang datang dari pada-Nya, Ia telah menyatakan keadilan-Nya, di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.
3. Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah!
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (4:7-10)
"Allah adalah kasih."
Saudara-saudaraku yang terkasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah, dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai silih bagi dosa-dosa kita.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
Bait Pengantar Injil, do = f, 2/2, PS 951
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Yoh 14:23, 2/4)
Siapa yang mengasihi Aku akan menuruti firman-Ku; Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepada-Nya.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (15:9-17)
"Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya."
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikian juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Ini perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak lagi menyebut kamu hamba, sebab hamba tidak tahu apa yang diperbuat oleh tuannya. Tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Antifon Komuni (Yoh 14:15-16)
"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya." Alleluya.
|
|
|
May 14, 2012, 06:20
|
#81
|
|
dOuBLe RiCh
Join Date: May 2009
Posts: 309
WebPoint: 0 GaulPoint: 150
|
Minggu, 13 Mei 2012
Hari Minggu Paskah VI/B
Renungan
Pada suatu ketika saya mengunjungi sebuah keluarga. Keluarga tersebut sudah lanjut usia. Mereka hanya berdua menempati rumah yang sudah usang dimakan usia. Dari obrolan, diceritakan bahwa anak-anak mereka sudah berkeluarga semua. Sebagai orang tua, mereka bersyukur bahwa tugas utamanya, yakni menghantar anak-anak hingga dewasa dan bisa berdiri di atas kaki sendiri telah purna. Kesulitan, kegagalan, kesuksesan, serta jatuh bangun menjalankan tugas itu telah menyisakan kerut-kerut tua di wajah mereka. Sekarang yang ada hanyalah syukur. Syukur bahwa Tuhan yang memulai karya baik, Tuhan pula yang akan menyelesaikannya (bdk. Flp 1:6)
Kalimat terakhir itu mengagetkan. Mengapa? Karena, menyadari bahwa Tuhanlah yang memulai karya baik dan Tuhan pula yang akan menyelesaikannya, adalah sebuah kesadaran orang yang mampu mencecap inti kehidupan. Saya menemukan kemampuan itu dalam diri mereka. Kesadaran tersebut mendorong mereka untuk selalu melihat bahwa Tuhan mencintai mereka tanpa henti. Tuhan memberikan yang terbaik terus menerus kepada mereka, lewat hal-hal yang sudah diraih dan dimiliki. Perjuangan mereka tidak pernah mereka lewatkan tanpa pemaknaan bahwa semua adalah karya Tuhan, dan bukan semata-mata karya dan kekuatan sendiri. Pertanyaannya adalah, bagaimana sikap demikian bisa dimiliki? Bacaan-bacaan pada Minggu Paska VI ini dapat membantu kita merenungkannya.
St. Petrus dalam bacaan yang pertama (Kis. 10:25-26) sebagai Paus pertama dalam Gereja Katolik memberikan pesan rohani kepada kita: pertama: ketika Petrus sampai di Kota Kaisarea, ia masuk rumah Kornelius. Kornelius menyambutnya, dan sambil tersungkur dekat kaki Petrus, ia menyembahnya. Tetapi Petrus menegakkan dia serta berkata: “bangunlah, aku hanya manusia biasa.” Dengan demikian Petrus hendak menegaskan bahwa satu-satunya yang pantas disembah dan dijunjung tinggi adalah Allah. Allah harus ditempatkan di atas segalanya dalam hidup manusia. Dalam realitas, menempatkan Allah di atas segalanya mudah dalam teori, namun dalam praktek sangatlah sulit. Kita sering terpesona dengan orang-orang kudus yang dirayakan oleh Gereja. Mereka menjadi kudus bukan karena dirinya sendiri, tapi rahmat Allah yang bekerja dalam diri mereka dan mereka menanggapinya dalam kata dan aksi nyata. Maka kekudusan, kesalehan, keutamaan mereka harusnya menghantar kita pada Sang Pemberi; Allah. Kita sering menjumpai orang-orang yang memiliki talenta-talenta luar biasa dalam hidup. Orang yang sangat pandai, orang yang ahli main musik, orang yang suaranya sangat bagus, orang yang pintar berbisnis dan seabrek orang berbakat. Pertanyaannya; darimanakah bakat-bakat itu diperoleh? Bukankah dari Tuhan. Bukankah kekaguman sering kali berhenti pada bakat yang mereka miliki dan bukan pada Sang Pemberi bakat?
Kedua, Petrus mengatakan bahwa sesungguhnya Allah tidak membeda-bedakan orang. Setiap orang yang takut akan Allah dan mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya. Dari pernyataan Petrus ini, cara pandang kita diperluas. Bahwa kita tidak hanya merasakan Allah yang tidak membeda-bedakan kita, Allah yang menciptakan kita menurut gambar-Nya, tetapi juga merasakan dorongan Allah bagi kita untuk mampu melihat dalam diri sesama, yang takut Allah dan menjalankan kebenaran-Nya. Allah mendorong kita untuk melihat pancaran kebaikan-Nya dalam diri sesama kita.
Melalui bacaan kedua (1Yoh. 4:7-10) kita diajak untuk saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah. Barang siapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Betapa kata-kata ini sangat kuat dayanya, yang mendobrak kemapanan kita dalam cinta diri yang berlebihan. Pernyataan itu sangat “powerful” yang membelalakkan mata hati kita untuk mengetahui bahwa kemampuan kita dalam mengasihi menjadi tolok ukur seberapa dalam kita mengenal Allah.
Bacaan Injil (Yoh.15:9-17) mengundang kita untuk tinggal dalam kasih-Nya. Orang hanya bisa tinggal di dalam kasih Allah kalau ia menuruti perintah-Nya. Perintah yang dimaksud adalah perintah untuk saling mengasihi. Bila orang melakukan itu, buah yang didapat adalah sukacita yang penuh. Supaya sukacita menjadi penuh, haruslah mengasihi secara penuh (tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawa untuk sahabat-sahabatnya).
Bila demikian, ada beberapa pertanyaan yang pantas direnungkan: Apakah Allah menjadi segalanya dalam hidupku? JIka Allah adalah segalanya: maukah kita melibatkan-Nya dalam seluruh aspek kehidupan kita, sehingga kita berani mengatakan; Tuhan yang telah memulai pekerjaan baik, Tuhan pula yang akan menyelesaikannya? Melibatkan Tuhan dalam seluruh aspek kehidupan, hanya mungkin terjadi kalau kita mau tinggal dalam kasih-Nya. Maukah kita tinggal dalam kasih-Nya dan mengembangkan kasih itu secara radikal (rela mengorbankan diri demi kebahagian dan kebaikan sesama)? Pertanyaan masih bisa dilanjutkan. Namun yang pokok adalah; kasih itu indah bukan karena kata-kata, melainkan karena tindakan nyata. Tuhan memberkati kita untuk tumbuh dan berkembang dalam kasih.
Salam dan berkat
Pastor Antonius Purwono, SCJ
|
|
|
May 14, 2012, 06:54
|
#82
|
|
dOuBLe RiCh
Join Date: May 2009
Posts: 309
WebPoint: 0 GaulPoint: 150
|
Kamis, 17 Mei 2012
Hari Raya Kenaikan Tuhan
“Peristiwa kenaikan ke surga yang sekaligus historis dan transenden merupakan peralihan” (Katekismus Gereja Katolik, 660)
Antifon Pembuka (Kis 1:11)
Hai orang-orang Galilea, mengapa takjub memandang ke langit? Yesus telah diangkat ke surga dari tengah-tengahmu. Tetapi Ia akan datang kembali sebagaimana kamu melihat Dia pergi ke surga.
Doa
Allah Bapa yang Mahakuasa, kami bergembira dan bersyukur kepada-Mu, karena dengan kenaikan Putera-Mu ke surga Engkau meninggikan martabat kami. Sebagai kepala kami Ia telah mendahului mencapai kemuliaan. Maka dibangkitkan-Nyalah pada kami, anggota-anggota Tubuh-Nya, harapan yang mantap. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin.
Kisah Kenaikan Tuhan dalam Kisah Para Rasul mengawali sejarah berkembangnya Gereja dalam melaksanakan tugas perutusan yang dipercayakan oleh Kristus, di bawah bimbingan dan kuasa Roh Kudus (Kis 1:8). Hari Raya Kenaikan Tuhan mengajak kita untuk menyadari diri sebagai (warga) Gereja yang terus-menerus dituntut untuk mendewasakan diri agar mampu melaksanakan tugas perutusan kita, menegakkan Kerajaan Allah di dunia ini. Pendewasaan diri itu terjadi tidak dengan terus-menerus bermimpi dengan sekadar "berdiri melihat ke langit" (Kis 1:11), tetapi dengan menghadapi tantangan-tantangan kehidupan ini, tempat di mana seharusnya Allah meraja.
Bacaan dari Kisah Para Rasul (1:1-11)
"Mereka melihat Dia terangkat ke surga."
Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus, sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberikan perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya. Kepada mereka Ia menampakkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah. Pada suatu ketika, waktu makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, sebab beginilah kata-Nya – “telah kamu dengar dari pada-Ku, Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.” Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ, “Tuhan, pada masa inikah Engkau mau memulihkan kerajaan bagi Israel?” Jawab-Nya, “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, kamu akan menerima kuasa, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem, di seluruh Yudea dan Samaria, dan sampai ke ujung bumi. Sesudah mengatakan demikian, terangkatlah Yesus disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Yesus naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka. Kedua orang itu berkata kepada mereka, “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus yang terangkat ke surga meninggalkan kamu ini akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke surga.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan, do = a, 4/4, PS 825
Ref. Allah telah naik, diiringi sorak-sorai. Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangkakala.
Ayat. (Mzm 47:2-3.6-7.8-9; Ul:6)
1. Hai segala bangsa, bertepuk-tanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak sorai! Sebab Tuhan, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja Agung atas seluruh bumi.
2. Allah telah naik diiringi sorak-sorai. Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangkakala. Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah! Kidungkanlah mazmur bagi Raja kita, kidungkan mazmur!
3. Sebab Allah adalah Raja atas seluruh bumi, bermazmurlah dengan lagu yang paling indah! Allah merajai segala bangsa, di atas takhta-Nya yang kudus Ia bersemayam.
Inti dari kenaikan Tuhan adalah perpisahan yang meninggalkan berkat dan rasa sukacita yang meliputi semua murid. Sukacita karena Tuhan Yesus bukan pergi tidak kembali untuk meninggalkan murid-murid-Nya, melainkan pergi untuk mengutus Roh Kudus. Hari Raya Kenaikan Tuhan menjadi relevan dan berarti kalau kita percaya bahwa Tuhan Yesus telah naik ke surga dan mengirimkan Roh Kudus yang membimbing kita. Kita patut bersyukur karena dengan datangnya Roh Kudus maka Gereja akan selalu diingatkan oleh Yesus agar berjalan dalam kehendaknya.
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Efesus (1:17-23)
"Allah mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya dalam surga."
Saudara-saudara, kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang maha mulia, aku memohon supaya Ia memberi kamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar, supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya; yaitu betapa kaya kemuliaan yang dijanjikan-Nya untuk diwarisi oleh orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasanya bagi kita yang percaya. Kekuatan itu sesuai dengan daya kuasa Allah, yang bekerja dalam Kristus, yakni kuasa yang membangkitkan Kristus dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan Allah dalam surga. Di situ Kristus jauh lebih tinggi dari segala pemerintahan dan penguasa, kekuasaan dan kerajaan serta tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini melainkan juga di dunia yang akan datang. Segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan Allah kepada jemaat sebagai kepala dari segala yang ada. Jemaat itulah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Diri-Nya, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Bait Pengantar Injil, do = g, gregorian, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Mat 28:19.20)
Pergilah dan ajarlah semua bangsa, firman Tuhan; Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.
Hari Raya Kenaikan mengenangkan puncak keyakinan iman para murid bahwa Yesus itu sungguh-sungguh manusia, yang hadir dalam kebersamaan dengan mereka. Hari Raya Kenaikan juga menjadi saat iman para murid disempurnakan dalam sebuah kesadaran baru bahwa Yesus yang mereka kenal itu sungguh-sungguh Allah.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (16:15-20)
"Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil."
Pada suatu hari Yesus yang telah bangkit dari antara orang mati menampilkan diri kepada kesebelas murid, dan berkata kepada mereka, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: Mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” Sesudah berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Tuhan Yesus ke surga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Maka pergilah para murid memberitakan Injil ke segala penjuru dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.
Antifon Komuni (lih. Mat 28:20)
Sungguh, Aku besertamu selalu sampai akhir zaman. Alleluya.
Renungan
Kebangkitan Tuhan melimpahi kita dengan sukacita pada hari Paskah; demikian juga kenaikan-Nya ke surga membawa kegembiraan bagi kita sekarang. Kini kita memperingati dan merayakan hari, di mana kodrat rendah kita diangkat dalam Kristus mengatasi semua barisan di surga, mengatasi semua rombongan malaikat, mengatasi ketinggian semua kuasa surgawi, sampai pada takhta Bapa di surga. Kita ini dibangun berdasarkan perbuatan-perbuatan Tuhan berturut-turut, hingga keajaiban rahmat Tuhan nampak lebih besar lagi; sebab, meskipun segala hal yang kelihatan mendorong kita untuk menyatakan hormat selayaknya, sudah dilenyapkan dari pandangan kita, namun iman kita tetap teguh, harapan kita kuat dan cinta kita hangat.
Inilah kekuatan yang diberikan kepada jiwa-jiwa besar, inilah terang bagi jiwa-jiwa yang sungguh setia. (Sumber: Ibadat Harian, Bacaan Ofisi Masa Paskah, Yogyakarta: Kanisius, 1982:98)
|
|
|
May 14, 2012, 07:00
|
#83
|
|
dOuBLe RiCh
Join Date: May 2009
Posts: 309
WebPoint: 0 GaulPoint: 150
|
Kamis, 17 Mei 2012
Hari Raya Kenaikan Tuhan
LUASKAN CAKRAWALA!
Rekan-rekan yang budiman!
Bacaan Injil bagi Hari Raya Kenaikan Tuhan tahun ini (Mrk 16:15-20) memuat tiga unsur pokok. Yang pertama ialah perintah untuk pergi ke seluruh penjuru dunia mengumumkan Injil kepada semua ciptaan sehingga mereka yang menerimanya akan memperoleh keselamatan, tapi yang menolak akan terhukum (ay. 15-16). Kedua, para murid akan disertai tanda-tanda hebat: mampu mengusir setan, berbicara bahasa-bahasa baru, bisa memegang ular, tak mempan racun, bisa menyembuhkan dengan meletakkan tangan di atas orang sakit. Yang ketiga ialah Yesus naik ke surga dan duduk di kanan Allah. Begitulah para murid berangkat memberitakan Injil ke segala penjuru dunia diteguhkan dengan tanda-tanda yang dibekalkan kepada mereka.
PENUTUPAN INJIL MARKUS
Injil Markus sebenarnya berakhir pada Mrk 16:8, pada kalimat yang menceritakan bagaimana para perempuan yang tadi mendatangi makam Yesus lari ketakutan dan tidak mengatakan apa-apa kepada siapa pun sebab mereka gentar. Setelah itu ada tambahan bahwa para perempuan itu akhirnya menyampaikan kepada Petrus dkk. pesan tokoh berjubah putih yang mereka lihat di kubur. Juga dikatakan bahwa Yesus sendiri dengan para murid mengabarkan berita kudus itu (berita kebangkitan) dari Timur ke Barat. Kedua kalimat yang ditambahkan setelah ay. 8 ini disebut para ahli sebagai "penutupan pendek" dari Injil Markus. Kiranya dulu ada penyalin awal beranggapan bahwa ay. 8 terasa terpenggal dan sulit dimengerti. Masakan Injil berakhir dengan ketakutan para saksi pertama. Maka ia berusaha menjelaskan bahwa akhirnya toh mereka berani mengabarkan kepada para rasul. Para rasul sendiri kemudian memberitakan kebangkitan dengan disertai Yesus yang bangkit.
Dalam terbitan modern, didapati pula ay. 9-20 yang lazim disebut sebagai "penutupan panjang". Jadi Injil Markus memiliki dua penutupan. Yang panjang menceritakan beberapa kali penampakan Yesus terangkat ke surga. Mula-mula ia menampakkan diri kepada Maria Magdalena, ay. 9-11 (mengingatkan pada Yoh 20:11-18), lalu kepada dua orang murid ketika ada dalam perjalanan ke luar kota, ay. 12-13 (berdasarkan kisah dua murid di Emaus Luk 24:13-35), dan akhirnya kepada kesebelas murid ketika sedang makan sambil mencela ketidakpercayaan mereka akan berita orang yang telah melihatnya sesudah bangkit., ay. 14 (seperti Luk 24:41 dst. ketika ia minta diberi makan agar jangan dikira jejadian atau proyeksi pikiran mereka sendiri). Sesudah itu, ay. 15-20, yang dibacakan hari ini, ia memberi penugasan memberitakan Injil ke semua makhluk (mirip dengan Kis 1:8 dan Mat 28:19), menegaskan tanda-tanda yang bisa dilakukan mereka, serta kenaikannya ke surga dan kepergian para rasul mengajar ke seluruh penjuru dunia disertai tanda-tanda tadi. Beberapa rujukan ke Injil lain di atas menunjukkan bahwa bagian penutupan ini dikarang atas dasar sumber-sumber tadi yang sebenarnya baru ditulis beberapa waktu setelah Markus sendiri. Bagaimanapun juga penutupan panjang ini termasuk Injil Markus yang diterima di Gereja.
Penutupan panjang itu memberi pandangan mengenai kegiatan komunitas pengikut Yesus awal, sedangkan penutupan pendek di atas hanya dimaksud menghaluskan akhir sebuah karangan. Kedua-duanya diterima sebagai bagian Injil Markus dalam Alkitab sejak daftar kitab-kitab kanonik itu mulai stabil, yakni pada abad ke-4. Jadi tidak lagi dipersoalkan kewibawaan bagian penutupan Injil Markus. Pertanyaan kita ialah bagaimana membuat penafsiran yang sesuai dengan kenyataan bahwa teks itu berasal dari zaman setelah teks Markus sendiri selesai. Uraian berikut berusaha menjawab pertanyaan itu.
MENGUMUMKAN INJIL KE "SELURUH DUNIA" DISERTAI "TANDA-TANDA"?
Sebelum terangkat ke surga, Yesus meminta para murid agar pergi ke seluruh penjuru dunia mengumumkan Injil - Kabar Gembira - kepada seluruh ciptaan. Para murid diajak menemukan ruang hidup yang makin luas. Luaskan cakrawala! Itulah arti pergi ke segala penjuru dunia. Bukan hanya wilayah atau negeri jauh yang mesti dijadikan tanah misi. Jauh lebih kaya dan dapat terus disesuaikan dengan keadaan zaman, juga zaman kita. Kita didorong menemukan bentuk-bentuk baru dalam kehidupan di masyarakat, entah itu cara-cara berpikir yang baru, entah itu pendalaman rohani yang hingga kini belum amat dijelajahi. Itulah inti perintah ke segala penjuru dunia tadi. Temukan lorong-lorong baru berpikir, temukan kenyataan-kenyataan yang kini makin menggambarkan jalannya kekuatan-kekuatan yang ada dalam masyarakat Juga termasuk dalam perintah itu kesadaran baru akan martabat manusia yang sungguh yang mesti didekati para murid. Kemajuan sarana komunikasi juga tempat yang perlu didatangi menurut semangat perintah tadi. Semuanya itu perlu didekati, ditemukan - bukan dijauhi, didiamkan, apalagi dianggap tidak perlu dimengerti. Wilayah-wilayah itu masih menantikan Kabar Gembira.
Tadi dalam analisis teks ditunjukkan bagian ini tidak termasuk yang disusun Markus sendiri, walaupun menjadi bagian utuh dari Injil Markus dalam bentuk kanoniknya. Dan justru di situlah nilainya. Ada pemikiran mendalam mengenai Yesus yang bangkit itu. Di situ termuat pengertian orang beriman yang membaca kembali karya Yesus di dunia ini dalam diri mereka.
Untuk apa menemukan macam-macam realitas baru itu? Menurut ay. 15 itu juga, semua yang ada di situ ialah "makhluk", dengan kata lain hasil ciptaan Yang Maha Kuasa. Ciptaan, entah manusia, entah lingkungan, entah jagat batin, itulah yang berhak menerima Kabar Gembira. Kabar ini dibawakan Yesus sendiri sejak awal, yakni bahwa Allah itu Allah yang penuh perhatian dan kini makin ingin mendekat ke ciptaanNya sendiri kendati ciptaan itu boleh jadi sudah menjauh dariNya. Ia mendekat, merujukkan diri kembali dan bila ini terjadi, di situlah terbangun yang terbangun Kerajaan Allah. Maka orang diajak Yesus untuk mengarahkan diri ke kenyataan ini (itulah makna "bertobat") dan dengan demikian dapat menerima Injil tadi (Mrk 1:15). Bila wilayah-wilayah yang didatangi murid tadi ujudnya bukan hanya negeri asing, tanah baru yang kini tak ada lagi, melainkan dimensi-dimensi kehidupan baru seperti dijelaskan di atas, maka pewartaan Kabar Gembira ini juga masih tetap akan menghadirkan Yang Ilahi di sana. Pemberitaan Injil dapat dan haruslah melebarkan dimensi kehidupan sehingga ada ruang bagi Yang Ilahi di dalam pelbagai dimensi baru yang didatangi para murid. Ini namanya ikut membuat ciptaan makin dekat dengan kehendakNya ketika menciptakan semua: baik adanya.
Tak mengherankan bila dikatakan, dalam gaya bicara waktu itu, yang percaya akan selamat sedangkan yang menolak akan kena hukuman. Tak perlu kalimat seperti itu diancamkan karena memang bukan dimaksud sebagai ancaman, melainkan sebagai jaminan bahwa bila diterima, kenyataan akan hadirnya Yang Ilahi itu akan menjadi keselamatan. Keterbelahan dunia dan masyarakat yang makin dirasakan belakangan ini menjadi tantangan bagi para murid untuk menyajikan alternatif: Kerajaan Allah sudah ada, tinggal diterima. Tentunya kita mesti pandai-pandai membahasakan dan menampilkannya dengan cara yang bisa dicerna orang sekarang.
Pelbagai tanda yang menyertai para murid dalam ay. 17-18 itu gambaran yang kerap dipakai orang dulu. Tujuannya mengatakan bahwa keadaan yang kelihatannya berbahaya sebenarnya bisa diatasi. Para murid pada zaman ini diajak menemukan semangat yang sama dengan tanda-tanda yang ditulis di sana, walaupun tidak perlu sama bentuknya. Apa misalnya? Macam-macam. Salah satunya ialah tidak perlu merasa dihantui oleh risiko. Justru mereka yang berani menghadapi risiko biasanya orang yang sukses. Kemudian juga mau berusaha menyampaikan iman dengan cara yang komunikatif dan mudah diterima. Bukankah ini yang dimaksud dengan berbicara bahasa-bahasa baru? Bahkan ular, lambang penggoda licik tidak akan berhasil mengalahkan murid yang berani pergi menemukan wilayah-wilayah baru. Dan seterusnya. Racun tidak akan mencelakan lagi - bukan dimaksud murid akan belajar ilmu kebal racun. Ini keliru. Racun ialah kekuatan perusak hidup yang tak selalu kelihatan yang perlu diwaspadai dan dipunahkan dayanya. Juga penyakit, yang bila disebutkan justru menggarisbawahi harapan orang akan kesembuhan, akan pertolongan, akan perhatian.
Begitulah para murid zaman kini yang mencoba mengaktualkan perintah dan memahami tanda-tanda itu akan juga melihat Yesus terangkat ke surga dan duduk di kanan Allah (ay. 19) Artinya, akan melihat Yesus mencapai kebesarannya. Dan inilah sumber kekuatan yang menyertai perjalanan menemukan pelbagai dimensi kehidupan yang baru dan mengenali tanda-tanda kekuatan kehadiran ilahi yang menyertai mereka (ay. 20) dan yang menyertai kita juga.
bersambung
|
|
|
May 14, 2012, 07:02
|
#84
|
|
dOuBLe RiCh
Join Date: May 2009
Posts: 309
WebPoint: 0 GaulPoint: 150
|
"KEPENUHAN" KRISTUS YANG "MEMENUHI" APA SAJA (Ef 1:23)
Petikan dari surat kepada umat di Efesus kali ini mensyukuri iman umat serta memohonkan terang batin agar umat semakin mengenal hadirnya Allah dalam kehidupan mereka. Ditegaskan bahwa Allah telah menunjukkan kebesaranNya dengan membangkitkan Kristus dan kini menganugerahinya kemuliaan sebesar-besarnya di surga. Sebagai pengikut Kristus, umat Efesus sebetulnya bersatu dengan Kristus yang mulia itu. Umat bahkan diibaratkan sebagai tubuh yang kepalanya ialah Kristus sendiri (Ef 1:23). Ditegaskan bahwa sebagai tubuh, umat menjadi "kepenuhan" sang kepala yang kini telah "memenuhi" semua dan segala sesuatu, tentunya dengan kebesaran yang diperolehnya dari Allah, Bapanya. Bagaimana memahami ungkapan "kepenuhan " dan "memenuhi" dalam ayat itu?
Dengan mengimani Kristus, umat diresapi dengan kebesaran Kristus yang juga menjadi utuh dalam kehidupan umat. Kepercayaan menjadi betul ada isinya. Inilah makna "kepenuhan". Namun pembaca di Efesus dulu pun kiranya juga sadar bahwa perlu berpijak pada kenyataan hidup di bumi dengan pelbagai keterbatasannya. Menyadari diri sebagai kepenuhan Kristus yang mulia tadi bukan ajakan agar merasa jaya terhadap dunia sekeliling, melainkan memahami kehidupan sendiri sebagai anugerah dari Atas sana. Inilah kebesaran Kristus yang hidup dalam umat. Mengakui serta menerima diri sebagai pemberian ilahi, itulah iman yang sejati. Inilah yang membuat Kristus menjadi penuh berisi. Ia bukan hanya tokoh besar yang dulu pernah hidup di satu tempat di dunia ini, bukan sekadar pernyataan ajaran kepercayaan, melainkan yang bisa menggerakkan kehidupan sehari-hari pula. Iman jadi bagian hidup bersama.
Bagaimana dengan keadaan umat yang hidup dalam masyarakat majemuk, baik dalam kepercayaan, agama, maupun alam pikiran yang bermacam-macam? Itu juga keadaan umat di Efesus. Itu juga keadaan umat di Indonesia. Sebenarnya begitu pula di mana-mana. Kenyataan ini juga diolah dalam petikan kali ini. Tadi dikatakan umat menjadi kepenuhan dari Kristus yang "memenuhi" segalanya. Umat Efesus dan kaum beriman di mana saja dibesarkan hatinya agar belajar melihat keanekaragaman dalam masyarakat bukan sebagai keadaan yang mengancam, melainkan sebagai yang mengungkapkan yang sudah ada dalam diri mereka. Keberanian pandangan ini kiranya dapat memperkaya umat zaman sekarang pula. Tetapi bila demikian umat akan mudah terombang-ambing kekuatan-kekuatan masyarakat? Tidak begitu bila umat sendiri memang membiarkan diri diresapi oleh Kristus sampai penuh. Bahkan dengan demikian umat akan mengenal bagaimana Kristus yang telah memenuhi apa saja itu ada di sekitar! Inilah berita gembira bagi semua! Gagasan dalam petikan surat Efesus ini dapat menjadi dasar teologi budaya yang amat aktual.
BERSAKSI
Dalam bacaan pertama (Kis 1:1-11) dikisahkan peristiwa kenaikan Yesus ke surga. Di situ disebutkan dua orang yang berpakaian putih berkata kepada murid-murid bahwa Yesus akan datang kembali dengan cara seperti yang mereka lihat ketika ia naik ke surga. Maksudnya, dia yang kini telah memasuki dunia ilahi itu satu ketika nanti akan datang kembali dengan cara yang sama. Dan tenggang waktu antara kenaikan dan kedatangannya kembali ialah zaman kita belajar mengenali kehadirannya dan mengakuinya, atau menurut Injil Matius, ikut "menyembahnya" dan mempersaksikannya. Dengan demikian semakin banyak orang mengerti apa itu dan bagaimana keilahian bisa menyertai manusia di dunia. Upaya ini dapat akan lambat laun menjadi kenyataan apa itu "ia datang kembali". Bisa dikatakan bahwa kedatangannya kembali itu sejalan dengan pengertian manusia akan kehadirannya. Tugas para murid ialah mewartakan kehadiran ini dan membuat banyak orang memahami serta menghormati kehadiran ini. Dalam banyak hal boleh dikatakan bahwa kita yang percaya akan dia ikut membuatnya datang kembali dengan cara sama seperti para murid dulu melihat ia terangkat ke surga dan menerima pengutusan darinya.
Salam hangat,
A. Gianto
|
|
|
May 18, 2012, 15:01
|
#85
|
|
\()"•)/
Join Date: Jun 2008
Posts: 55,325
WebPoint: 0 GaulPoint: 17182
|
Minggu, 20 Mei 2012
Hari Minggu Paskah VII -- Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-46
*Untuk negara-negara tertentu: Hari Raya Kenaikan Tuhan bacaan dan renungan lihat: Hari Raya Kenaikan Tuhan Kamis, 17 Mei 2012
Novena Roh Kudus hari ketiga
Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.
Doa Penerangan Roh Kudus PS 147
Ya Bapa, utuslah Roh Kudus memenuhi hati umat-Mu, dan menyalakan di dalam api cinta-Mu.
P. Utuslah Roh-Mu, maka semuanya akan dicipta kembali.
U. Dan Engkau akan membaharui muka bumi.
Marilah kita berdoa (hening).
Ya Allah, Engkau telah mengajar hati umat-Mu dengan penerangan Roh Kudus. Berilah supaya berkat Roh yang kudus ini kami senantiasa berpikir benar, bertindak bijaksana, serta selalu bergembira karena penghiburan-Nya. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.
Antifon Pembuka
Tuhan, dengarkanlah suara seruanku, kasihanilah aku dan kabulkanlah doaku. Seturut sabda-Mu kucari wajah-Mu, ya Tuhan. Jangan wajah-Mu Kausembunyikan dari padaku. Alleluya.
Doa
Allah Bapa kami yang kekal dan kuasa, Engkau mau menjaga dan memelhiara semua orang dalam nama Yesus. Semoga sabda-Nya dapat mencapai kami, agar kami dapat hidup dalam kebebasan putra-putri-Mu. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persekutuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Kisah Para Rasul (1:15-17.20a.20c-26)
"Harus ditambahkan kepada kami satu orang untuk menjadi saksi tentang kebangkitan Tuhan."
Pada waktu itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya. Ia berkata, "Hai, Saudara-saudara, haruslah digenapi nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu. Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini. Sebab ada tertulis dalam Kitab Mazmur: Biarlah jabatannya diambil orang lain. Jadi harus ditambahkan kepada kami satu orang yang dipilih dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami, yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke surga meninggalkan kami. Bersama kami ia harus menjadi saksi tentang kebangkitan Yesus." Lalu mereka mengusulkan dua orang: Yusuf yang disebut Barsabas dan juga bernama Yustus, dan Matias. Mereka semua lalu berdoa, "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang! Tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini, untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas, yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya." Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias. Dengan demikian Matias ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan, do = c, 2/2, PS 835
Ref. Puji, jiwaku, nama Tuhan, jangan lupa pengasih Yahwe.
Ayat. (Mzm 103:1-2.11-12.19-20ab)
1. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah Tuhan, hai jiwaku, janganlah lupa akan kebaikan-Nya!
2. Setinggi langit dari bumi, demikianlah besarnya kasih setia Tuhan atas orang-orang yang takut akan Dia. Sejauh timur dari barat, demikianlah pelanggaran kita dibuang-Nya.
3. Tuhan sudah menegakkan takhta-Nya di surga dan kerajaan-Nya berkuasa atas segala sesuatu. Pujilah Tuhan, hai malaikat-malaikat-Nya, agungkanlah Dia, hai pahlawan-pahlawan perkasa yang melaksanakan firman-Nya.
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (4:11-16)
"Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita."
Saudara-saudaraku yang terkasih, Allah begitu mengasihi kita! Maka haruslah kita juga saling mengasihi. Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Tetapi jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. Beginilah kita ketahui bahwa kita berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita, yakni bahwa Ia telah mengaruniai kita mendapat bagian dalam Roh-Nya. Kami telah melihat dan bersaksi bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. Barangsiapa mengaku bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
Bait Pengantar Injil, do = g, gregorian, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 14:18)
Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu, maka bersukalah hatimu.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (17:11b-19)
"Supaya mereka menjadi satu sama seperti kita."
Dalam perjamuan malam terakhir Yesus menengadah ke langit dan berdoa bagi semua murid-Nya, "Ya Bapa, yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku. Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. Tetapi sekarang Aku datang kepada-Mu. Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka. Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Aku tidak meminta supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia. Dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran."
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.
Antifon Komuni (Yoh 17:22)
Aku mohon, ya Bapa, semoga mereka bersatu, sebagaimana Kita pun bersatu. Alleluya.
bersambung...
|
|
|
May 18, 2012, 15:13
|
#86
|
|
\()"•)/
Join Date: Jun 2008
Posts: 55,325
WebPoint: 0 GaulPoint: 17182
|
Minggu, 20 Mei 2012
Hari Minggu Paskah VII -- Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-46
*Untuk negara-negara tertentu: Hari Raya Kenaikan Tuhan bacaan dan renungan lihat: Hari Raya Kenaikan Tuhan Kamis, 17 Mei 2012
Novena Roh Kudus hari ketiga
Renungan
Saudara- saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus
Sekarang ini, perkembangan alat-alat teknologi semakin canggih. Hampir di setiap rumah ada televisi, radio, tape dan telepon. Dulu kita hanya menonton televisi warna hitam putih. Sekarang semua televisi berwarna-warni sehingga membuat semakin hidup dan menarik. Kita seakan-akan melihat langsung orang atau kejadian yang ada di televisi tersebut. Dulu kalau kita ingin berbicara dengan anggota keluarga yang tinggalnya sangat jauh, harus tulis pakai surat. Sekarang kita bisa bicara dengan anggota keluarga atau teman yang tinggalnya sangat jauh, lewat telepon rumah atau handphone. Bahkan ada handphone, yang fungsinya tidak hanya bisa bicara dengan orang lain, tetapi kita juga bisa melihat wajah dari orang yang sedang berbicara dengan kita. Selain itu, ada juga handphone yang dilengkapi dengan radio, tape dan televisi. Lewat handphone kita bisa mendengar banyak lagu dan musik. Kita pun bisa nonton televisi lewat handphone.
Saudara-saudari terkasih,
Perkembangan alat komunikasi yang kian hebat, membawa pengaruh baik dan tidak baik. Pengaruh baiknya banyak. Pertama kita bisa tahu kejadian di daerah atau negara lain dalam waktu singkat. Kedua, kalau rindu bertemu dengan anggota keluarga atau teman, kita bisa langsung berbicara dengan mereka. Ketiga, kita bisa langsung memberi kabar penting kepada anggota keluarga atau teman. Misalnya berita kematian, kecelakaan atau bencana alam. Sementara pengaruh tidak baiknya juga banyak. Pertama, bisa merusak hubungan kita dengan sesama. Ada anggota keluarga yang bertengkar gara-gara acara ditelevisi. Bapak mau menonton acara berita, ibu ingin menonton sinetron dan anak ingin menonton acara musik atau olah raga. Padahal televisinya hanya satu. Karena handphone,kita juga jarang bicara dengan anggota keluarga. Kedua, merusak hubungan kita dengan Tuhan. Gara-gara menonton televisi, kita lupa dan malas berdoa.
Saudara-saudari terkasih,
Tanpa kita sadari, kehadiran alat-alat komunikasi terutama televisi dan handphone telah menyita dan mengalihkan perhatian manusia. Saat menonton televisi misalnya, semua anggota mengarahkan pandangan kepada layar televisi. Akibatnya anggota keluarga terkadang tidak saling bicara satu sama. Rasa kedekatan batin satu sama lain menjadi kurang. Bahkan waktu untuk berdoa kita abaikan. Kita bisa menonton televisi berjam-jam. Sedangkan waktu untuk berdoa hanya beberapa menit. Karena asyik menonton televisi, orang tua pun mulai jarang menceritakan dongeng sebelum anak mereka tidur. Padahal cerita dongeng sangat penting untuk perkembangan anak. Dongeng mengandung pesan yang secara tidak langsung mendidik anak. Sementara di sisi lain, anak-anak sibuk dengan handphone mereka. Uang untuk beli pulsa membangkak. Kita bisa berkorban apa saja untuk dapat beli pulsa. Tetapi untuk uang kolekte, tidak kita hiraukan. Padahal uang kolekte menjadi bagian dari persembahan syukur kita kepada Tuhan.
Saudara-saudari terkasih,
Peringatan hari komunikasi sedunia, yang setiap tahun dirayakan oleh Gereja Katolik, mengingatkan dan menyadarkan kita akan bahaya dari alat-alat komunikasi. Tentu kita mensyukuri kehadiran alat-alat teknologi yang hebat itu. Namun kita juga harus dapat menahan diri, sehingga kita tidak diperbudak oleh alat-alat komunikasi tersebut. Sebab sebagai umat kristiani, kita bisa kehilangan kepekaan akan kehadiran Tuhan. Kita tentu prihatin jika ada umat yang asyik main handphone di Gereja. Padahal Gereja merupakan tempat kehadiran Tuhan yang harus kita hormati. Jika kita melihat orang main handphone di saat misa, berarti orang itu sudah kecanduan dan terbelenggu oleh alat tersebut. Dan untuk menghadapi bahaya tersebut, Paus Benediktus XVI menekankan pentingnya sikap hening. Sebab kehadiran alat-alat teknologi itu, bisa membuat hidup kita begitu sibuk, sampai kita tidak punya waktu untuk hening. Dalam hening, kita bisa mendengarkan firman Tuhan. Firman Tuhan itu mempunyai kekuatan yang membebaskan kita.
Refleksi:
Apakah kita sudah mempergunakan alat-alat komunikasi dengan baik, ataukah kita justru terbelenggu oleh alat-alat tersebut?
Marilah kita berdoa:
Tuhan Yesus Kristus, kami bersyukur atas kehadiran alat-alat komunikasi yang semakin canggih. Kami mohon bimbinglah kami agar dapat mempergunakan alat-alat itu dengan baik tanpa terikat. Biarlah Roh Kudus menyadarkan kami bahwa Engkau lebih dari semua yang ada di dunia ini. Doa ini kami persembahkan dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
Mohon Tujuh Karunia Roh Kudus PS 93
Datanglah, ya Roh Hikmat, turunlah atas diri kami, ajarlah kami menjadi orang bijak terutama agar kami dapat menghargai, mencintai, dan mengutamakan cita-cita surgawi; dan semoga kami Kaulepaskan dari belenggu dosa dunia ini.
Datanglah, ya Roh Pengertian, turunlah atas diri kami. Terangilah budi kami, agar dapat memahami ajaran Yesus, Sang Putra, dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.
Datanglah, ya Roh Nasihat, dampingilah kami dalam perjalanan hidup yang penuh gejolak ini; semoga kami selalu melakukan yang baik dan menjauhi yang jahat.
Datanglah, ya Roh Keperkasaan, kuatkanlah hamba-Mu yang lemah ini, agar tabah menghadapi segala kesulitan dan derita. Semoga kami Kaukuatkan dengan memegang tangan-Mu yang senantiasa menuntun kami.
Datanglah, ya Roh Pengenalan akan Allah. Ajarlah kami mengetahui bahwa semua yang ada di dunia ini sifatnya sementara saja. Bimbinglah kami, agar tidak terbuai oleh kemegahan dunia. Bimbinglah kami, agar dapat menggunakan hal-hal duniawi untuk kemuliaan-Mu.
Datanglah, ya Roh Kesalehan, bimbinglah kami untuk terus berbakti kepada-Mu. Ajarilah kami menjadi orang yang tahu berterimakasih atas segala kebaikan-Mu; dan berani menjadi teladan kesalehan bagi orang-orang di sekitar kami.
Datanglah, ya Roh takut akan Allah, ajarlah kami untuk takut dan tunduk kepada-Mu di manapun kami berada; tegakkanlah kami agar selalu berusaha melakukan hal-hal yang berkenan kepada-Mu.
Bapa Kami
Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Doa Penutup PS 92
Allah, Penyelamat kami, kami percaya bahwa Kristus telah bersatu dengan Dikau dalam keagungan. Semoga dalam Roh-Nua Ia selalu menyertai kami sampai akhir zaman, seperti dijanjikan-Nya. Sebab Dialah Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin.
Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.
RENUNGAN: Lumen 2000
|
|
|
May 22, 2012, 14:53
|
#87
|
|
\()"•)/
Join Date: Jun 2008
Posts: 55,325
WebPoint: 0 GaulPoint: 17182
|
Sabtu Sore, 26 Mei 2012
Vigili Pentakosta
(Sore Menjelang Hari Raya Pentakosta)
"Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, Tuhan, yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah firman Tuhan." (Yeh 37:14)
Antifon Pembuka (lih. Rm 5:5, 8:11)
Kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. Jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu. Alleluya.
Doa
Allah Bapa kami yang mahakuasa, kami telah dilahirkan kembali berkat rahmat-Mu. Kami mohon kepada-Mu, semoga Roh Kudus menerangi kami dengan cahaya-Mu yang cemerlang dan meneguhkan dengan bimbingan-Nya. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan Pertama
atau Kel 19:3-8a.16-20b atau Yeh 37:1-14 atau Yl 2:28-32
Bacaan dari Kitab Kejadian (11:1-9)
"Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan bahasa mereka."
Pada zaman dahulu, seluruh bumi satu bahasanya dan sama logatnya. Pada suatu hari mereka berangkat ke arah timur dan menemukan tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana. Mereka berkata satu sama lain, "Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik." Batu bata itu mereka pakai sebagai batu bangunan, dan aspal sebagai perekatnya. Mereka berkata, "Marilah kita dirikan sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan sampai terserak ke seluruh bumi." Lalu turunlah Tuhan untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu. Maka Tuhan bersabda, "Mereka ini satu bangsa dan satu pula bahasa mereka semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka. Mulai dari sekarang apa pun yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan terlaksana. Baiklah Kita turun dan mengacau-balaukan bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing." Demikianlah mereka diserakkan oleh Tuhan dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu. Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah bahasa seluruh bumi dikacau-balaukan Tuhan, dan dari situlah mereka diserakkan Tuhan ke seluruh bumi.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan, do = as, 4/4, PS 826
Ref. Curahkan rahmat dalam hatiku, ciptakan hati dan semangat baru.
Ayat. (Mzm 104:1-2a.24.25c.27-28.29bc-30; R: 30)
1. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Tuhan, Allahku, Engkau sungguh besar! Betapa banyak karya-Mu, ya Tuhan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu.
2. Apabila Engkau mengambil roh mereka, matilah mereka dan kembali menjadi debu. Apabila Engkau mengirim roh-Mu mereka pun tercipta kembali dan Engkau membaharui muka bumi.
3. Biarlah kemuliaan Tuhan untuk selama-lamanya, biarlah Tuhan bersukacita atas semua yang diciptakan-Nya. Biarlah renunganku berkenan kepada-Nya! Aku hendak bersukacita karena Tuhan.
Bacaan Kedua
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma (8:22-27)
"Roh berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan."
Saudara-saudara, kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin. Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita. Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Bait Pengantar Injil, do = as, 2/2, PS 957
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. 2/4
Datanglah hai Roh Kudus, penuhilah hati kaum beriman, dan nyalakanlah api cinta-Mu di dalam hati mereka.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (7:37-39)
"Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!"
Pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan Pondok Daun, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup." Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
Antifon Komuni (lih. Yoh 7:37)
Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Alleluya.
|
|
|
May 22, 2012, 15:31
|
#88
|
|
\()"•)/
Join Date: Jun 2008
Posts: 55,325
WebPoint: 0 GaulPoint: 17182
|
Sabtu Sore, 26 Mei 2012
Vigili Pentakosta
(Sore Menjelang Hari Raya Pentakosta)
Renungan
Pesan St Paulus dalam Rm 8:22-27, kiranya baik kita renungkan atau refleksikan dalam hidup kita masing-masing. Pada dasarnya kita adalah orang yang lemah dan rapuh dan bahwa kita dapat berdoa dengan baik, bergaul dengan akrab penuh kasih, bekerja dengan tekun, setia dan berhasil, memiliki aneka keterampilan, kecakapan, kecerdasan, kekayaan dst.. marilah semuanya itu kita hayati sebagai karya Roh, kasih karunia Allah secara cuma-cuma. Karena semuanya adalah anugerah Allah ('everything is given'). Kita diciptakan, dilahirkan, dibina, dididik, dibesarkan, dicintai, diperhatikan dst. Hidup, kesehatan, keterampilan/kepandaian/kecerdasan, persahabatan, suami/isteri, anak, pekerjaan/jabatan/ kedudukan/fungsi dst.. adalah anugerah Allah, di anugerahi oleh Allah melalui sesama kita yang baik (ingat pekerjaan/kedudukan/fungsi juga diberikan kepada kita, bukan usaha kita). Maka layak dan sepantasnya jika semuanya itu kita terima dan hayati, fungsikan bersama dengan Allah atau dengan bantuan Roh-Nya. Dengan kata lain segala wacana dan perilaku atau cara bertindak kita di jiwai atau di hidupi oleh Roh alias suatu bentuk 'ibadat' atau 'berdoa' (berkomunikasi dengan Tuhan). Maka hidup kita senantiasa dijiwai dan diwarnai oleh rasa syukur dan terima kasih. Rasa syukur dan terima kasih tersebut tidak hanya berhenti di mulut atau di hati, batin atau pikiran saja, melainkan hendaknya menjadi nyata dalam langkah, cara bertindak atau cara hidup antara lain dengan murah hati dan rela untuk memberi kepada sesama atau yang lain, termasuk memberi dari kelemahan dan kekurangan kita. Ingat bahwa memberi dari kelebihan berarti membuang sampah dan menjadikan yang lain tempat sampah, suatu tindakan pelecehan terhadap yang lain/sesama. Cara kita memberi pun juga tidak perlu dengan berkoar-koar, minta diumumkan agar semua orang tahu, melainkan cukup dengan diam-diam yang penting orang lain/sesama terbantu dan selamat, "dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan".
Hidup beriman atau percaya kepada Yesus Kristus berarti hidup dari dan oleh Roh dan kita tidak dapat hanya mengandalkan kekuatan, kecakapan, keterampilan atau kecerdasan diri kita yang sangat terbatas. Roh dianugerahkan kepada semua orang beriman atau yang berkehendak baik, maka kesaksian Paulus di atas kiranya dapat kita hayati dengan menerima bantuan sesama atau orang lain yang beriman dan berkehendak baik. Rasanya dalam kebersamaan hidup kita ini orang beriman dan berkehendak baik lebih banyak daripada yang kurang beriman dan berkehendak jahat. Karena kita hidup dari dan oleh Roh, maka marilah kita senantiasa dalam terang Roh melihat dan menyikapi cara hidup dan cara bertindak sesama kita; dalam terang Roh kita pasti akan lebih melihat dan menemukan kebaikan dan keutamaan daripada kejahatan dan kebejatan sesama dan saudara kita alias kita senantiasa berpikir positif terhadap saudara dan sesama kita dimanapun dan kapanpun.
“Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi” (Yoh 7:37), demikian sabda Yesus, yang hendaknya kita renungkan dan hayati. Kenyang dan nikmat dalam Tuhan, itulah yang kiranya kita usahakan bersama-sama sebagai umat beriman. Memang rasanya tak mungkin bagi kita semua untuk tanpa makan dan tanpa minum berhari-hari, maka marilah kita untuk menghayati sabda Yesus di atas dengan senantiasa hidup dan bertindak dalam Tuhan. Jika kita senantiasa hidup dan bertindak dalam Tuhan, maka apapun yang harus kita lakukan, apa yang harus kita makan dan minum, akan enak dan nikmat adanya. Dalam hal makan dan minum, misalnya, hendaknya makan dan minum dalam dan dengan iman, sehingga dalam hal makan dan minum berpedoman pada sehat dan tidak sehat, bukan enak/nikmat dan tidak enak/nikmat. Apa yang enak dan nikmat pada umumnya kurang atau tidak sehat, tidak menjamin kesehatan dan kehandalan tubuh, sehingga orang yang bersangkutan mudah jatuh sakit, tidak memiliki daya tahun tubuh yang handal dalam menghadapi dan mengerjakan aneka tugas dan pekerjaan berat.
|
|
|
May 24, 2012, 06:57
|
#89
|
|
\()"•)/
Join Date: Jun 2008
Posts: 55,325
WebPoint: 0 GaulPoint: 17182
|
Minggu, 27 Mei 2012
Hari Raya Pentakosta
"Dan sesudah berkata demikian, Ia menghembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus"". (Yoh 20:22)
Antifon Pembuka (lih. Keb 1:7)
Roh Tuhan memenuhi seluruh dunia. Dialah yang menyatukan segala sesuatu dan memahami setiap tutur bahasa. Alleluya.
Doa
Allah Bapa kami yang mahaagung dan kekal, berkat misteri Pentakosta Engkau menguduskan Gereja-Mu di antara para bangsa dengan segala bahasa. Sebarluaskanlah anugerah Roh Kudus ke seluruh dunia. Ulangilah mukjizat Pentakosta: sentuhlah dengan Roh-Mu hati umat beriman, seperti yang Kaulakukan pada awal pewartaan Injil. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dan Roh Kudus, Allah, kini dan sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Kisah Para Rasul (2:1-11)
"Mereka dipenuhi Roh Kudus dan mulai berbicara."
Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan, do = bes, 4/4, PS 828/568
Ref. Utuslah Roh-Mu ya Tuhan dan jadi baru seluruh bumi.
Ayat. (Mzm 104:1.24.29-30.31.34; Ul: 30)
1. Allahku nama-Mu hendak kupuji. Engkau amat agung berdandan sinar kebesaran.
2. Ya Tuhan berselubungkan cahaya. Bagai jubah raja langit Kaupasang bagai kemah.
3. Firman-Mu disampaikan oleh angin. Api yang berkobar tunduk pada-Mu bagai hamba.
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Galatia (5:16-25)
"Buah-buah Roh."
Saudara-saudara, hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh, dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging karena keduanya bertentangan sehingga setiap kali kamu tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Tetapi kalau kamu membiarkan diri dipimpin oleh Roh, kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat. Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, percekcokan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah dan kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kamu kuperingatkan seperti yang telah kulakukan dahulu bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Sebaliknya buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, sikap lemah lembut dan penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
|
|
|
May 24, 2012, 07:02
|
#90
|
|
\()"•)/
Join Date: Jun 2008
Posts: 55,325
WebPoint: 0 GaulPoint: 17182
|
Madah Pentakosta (Sekuensia) PS 569
(Veni Sancte Spiritus)
1. Ya Roh Kudus, datanglah dari surga sinarkan pancaran cahaya-Mu.
2. Suluh hati, datanglah, Bapa kaum yang lemah, pemberi anugerah.
3. Kau penghibur ulungku, 'Kau sahabat jiwaku, penyejukku yang lembut.
4. Kausegarkan yang lelah, Kautenangkan yang resah; Kau melipur yang sendu.
5. O Cahaya yang cerah, datang dan penuhilah hati kaum beriman.
6. Tanpa kekuasaan-Mu, hampa daya umat-Mu; hanya noda adanya.
7. Yang cemar bersihkanlah, yang kersang siramilah, yang terluka pulihkanlah.
8. Yang keras lunakkanlah, yang beku cairkanlah, yang sesat arahkanlah.
9. Limpahilah umat-Mu yang percaya pada-Mu: sapta karunia-Mu.
10. Dan curahilah anugrah: akhir hidup bahagia, sukacita tak henti.
Bait Pengantar Injil, do = bes, gregorian, PS 964
Ref. Alleluya
Ayat. Datanglah, hai Roh Kudus, penuhilah hati kaum beriman dan nyalakanlah api cinta-Mu di dalam hati mereka.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (15:26-27; 16:12-15)
"Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran."
Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku." Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Roh Kebenaran datang, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya, itulah yang akan dikatakan-Nya, dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang Dia terima dari pada-Ku. Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah kepunyaan-Ku, sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang Dia terima dari pada-Ku."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
|
|
|
Posting Rules
|
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts
HTML code is Off
|
|
|
All times are GMT. The time now is 14:41.
|
|