WebGaul Forum : : A ZEIN Company  

Go Back   WebGaul Forum : : A ZEIN Company > :: FORUM DISKUSI WEBGAUL > Agama dan Iman > Katolik
WebGaul Forum Gallery Register Blogs FAQ Calendar Mark Forums Read
Notices






Reply
 
Thread Tools
Old January 19, 2010, 04:40   #91
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,284
WebPoint: 0
GaulPoint: 26.572
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
Rabu, 20 Januari 2010
Hari Biasa Pekan II


Yesus memberitakan Injil Kerajaan Allah, dan menyembuhkan semua orang sakit

Doa Renungan

Tuhan Allah kami, Engkau mengasihi kami. Maka Engkau mengharap supaya kebaikan dan keadilan-Mu kami jadikan tampak bagi semua orang. Semoga kami tidak puas diri, tetapi tetap berjaga, untuk memperbaharui diri kami dalam Kristus, serta untuk hidup bagi sesama. Tuhan, tinggallah beserta kami, agar harapan kami menjadi nyata sekarang dan selama-lamanya. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Pertama Samuel (17:32-33.37.40-51)

"Daud mengalahkan Goliat dengan umban dan batu."

Pada suatu hari Daud menghadap Saul dan berkata kepadanya, "Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu." Tetapi Saul berkata kepada Daud: "Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit." Tetapi Daud berkata kepada Saul, "TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu." Kata Saul kepada Daud: "Pergilah! TUHAN menyertai engkau." Lalu Daud mengambil tongkatnya di tangannya, dipilihnya dari dasar sungai lima batu yang licin dan ditaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya, yakni tempat batu-batu, sedang umbannya dipegangnya di tangannya. Demikianlah ia mendekati orang Filistin itu. Orang Filistin itu kian dekat menghampiri Daud dan di depannya orang yang membawa perisainya. Ketika orang Filistin itu menujukan pandangnya ke arah Daud serta melihat dia, dihinanya Daud itu karena ia masih muda, kemerah-merahan dan elok parasnya. Orang Filistin itu berkata kepada Daud: "Anjingkah aku, maka engkau mendatangi aku dengan tongkat?" Lalu demi para allahnya orang Filistin itu mengutuki Daud. Pula orang Filistin itu berkata kepada Daud: "Hadapilah aku, maka aku akan memberikan dagingmu kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang di padang." Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami." Ketika orang Filistin itu bergerak maju untuk menemui Daud, maka segeralah Daud berlari ke barisan musuh untuk menemui orang Filistin itu; lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah. Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan. Daud berlari mendapatkan orang Filistin itu, lalu berdiri di sebelahnya; diambilnyalah pedangnya, dihunusnya dari sarungnya, lalu menghabisi dia. Dipancungnyalah kepalanya dengan pedang itu. Ketika orang-orang Filistin melihat, bahwa pahlawan mereka telah mati, maka larilah mereka.
Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Terpujilah Tuhan, gunung batuku.
Ayat. (Mzm 144:1b.2.9-10)
1. Terpujilah Tuhan, gunung batuku! Ia mengajar tanganku bertempur, Ia melatih jari-jariku berperang!
2. Ia menjadi tempat perlindungan dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku; Ia menjadi perisai, tempat aku berlindung; Dialah yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku!
3. Ya Allah, aku hendak menyanyikan lagu baru bagi-Mu; dengan gambus sepuluh tali aku hendak bermazmur. Sebab Engkaulah yang memberikan kemenangan kepada raja-raja dan yang membebaskan Daud, hamba-Mu


Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Yesus memberitakan Injil Kerajaan Allah, dan menyembuhkan semua orang sakit

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (3:1-6)

"Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat menyelamatkan nyawa orang atau membunuhnya?"

Pada suatu hari Sabat Yesus masuk ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia. Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu, "Mari, berdirilah di tengah!" Kemudian Yesus berkata kepada mereka, "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat? Menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?" Tetapi mereka itu diam saja. Yesus jengkel karena kedegilan mereka! Dengan marah Ia memandang sekeliling, lalu berkata kepada orang tadi, "Ulurkanlah tanganmu!" Ia pun mengulurkan tangannya dan sembuhlah seketika. Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.

Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!


Renungan

Dalam perikop ini kita jumpai suatu bentuk penyembuhan yang dapat disebut ”iman yang tanggap”. Di situ disebutkan bahwa ada orang yang mati sebelah tangannya, artinya tangan itu tidak dapat digerakkan. Namun demikian, Yesus memberi perintah: ”Ulurkan tanganmu” dan orang yang dimaksud segera mengulurkan tangannya dan – seketika itu pun – ia menjadi sembuh.

Di sini ada dua hal yang perlu diperhatikan! Pertama, Yesus dengan penuh wibawa berkata: ”Ulurkan tanganmu!”, Yesus tidak ragu sedikit pun dan juga tidak memberi waktu kepada si sakit untuk ragu-ragu. Maka, apa yang dikatakan-Nya menjadi kenyataan. Ini sesuai dengan ajaran-Nya sendiri dalam Lukas 17:6, ”Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.”

Kedua, sikap orang sakit itu yang taat mengikuti perintah Yesus. Si sakit dapat saja berkata: ”Tuhan, Engkau kan melihat, bahwa tangan saya mati. Bagaimana saya dapat mengulurkannya?” Namun, perintah Yesus itu begitu tegasnya sehingga tidak memberi kesempatan bagi si sakit untuk ragu-ragu. Maka, ia pun mengulurkan tangannya dan sembuh.

Ya Tuhan, berilah aku iman yang tanggap, sehingga aku pun dimampukan untuk melakukan apa yang telah Kaulakukan sendiri. Amin. (bdk. Yoh 14:12)


Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian
glenX is offline   Reply With Quote
Recommendation Sponsored Ads
Old January 20, 2010, 01:39   #92
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,284
WebPoint: 0
GaulPoint: 26572
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
Kamis, 21 Januari 2010
Pw. Sta. Agnes, Perawan -- Martir

"Roh-roh jahat berteriak, "Engkau Anak Allah." Tetapi dengan keras Yesus melarang memberitahukan siapa Dia."


Doa Renungan

Allah Bapa yang kekal dan kuasa, Engkaulah keselamatan bagi siapa saja yang berseru kepada-Mu. Katakanlah sabda-Mu, agar menjadi pegangan kami dalam bahaya dan bebaskanlah kami dari keragu-raguan. Ulurkanlah tangan-Mu untuk menolong kami dan teguhkanlah iman kami akan kehadiran-Mu di tengah kami dalam diri Yesus, Putera-Mu yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Pertama Samuel (18:6-9; 19:1-7)

"Saul berikhtiar membunuh Daud."

Sesudah Daud mengalahkan Goliat, orang Filistin itu pulang. Maka di segala kota Israel, keluarlah orang-orang perempuan dari segala kota Israel menyongsong raja Saul sambil menyanyi dan menari-nari dengan memukul rebana, dengan bersukaria dan dengan membunyikan gerincing; dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan, katanya: "Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa." Lalu bangkitlah amarah Saul dengan sangat; dan perkataan itu menyebalkan hatinya, sebab pikirnya: "Kepada Daud diperhitungkan mereka berlaksa-laksa, tetapi kepadaku diperhitungkannya beribu-ribu; akhir-akhirnya jabatan raja itupun jatuh kepadanya." Sejak hari itu maka Saul selalu mendengki Daud. Saul mengatakan kepada Yonatan, anaknya, dan kepada semua pegawainya, bahwa Daud harus dibunuh. Tetapi Yonatan, anak Saul, sangat suka kepada Daud, sehingga Yonatan memberitahukan kepada Daud: "Ayahku Saul berikhtiar untuk membunuh engkau; oleh sebab itu, hati-hatilah besok pagi, duduklah di suatu tempat perlindungan dan bersembunyilah di sana. Aku akan keluar dan berdiri di sisi ayahku di padang tempatmu itu. Maka aku akan berbicara dengan ayahku perihalmu; aku akan melihat bagaimana keadaannya, lalu memberitahukannya kepadamu." Lalu Yonatan mengatakan yang baik tentang Daud kepada Saul, ayahnya, katanya: "Janganlah raja berbuat dosa terhadap Daud, hambanya, sebab ia tidak berbuat dosa terhadapmu; bukankah apa yang diperbuatnya sangat baik bagimu! Ia telah mempertaruhkan nyawanya dan telah mengalahkan orang Filistin itu, dan TUHAN telah memberikan kemenangan yang besar kepada seluruh Israel. Engkau sudah melihatnya dan bersukacita karenanya. Mengapa engkau hendak berbuat dosa terhadap darah orang yang tidak bersalah dengan membunuh Daud tanpa alasan?" Saul mendengarkan perkataan Yonatan dan Saul bersumpah: "Demi TUHAN yang hidup, ia tidak akan dibunuh." Lalu Yonatan memanggil Daud dan Yonatan memberitahukan kepadanya segala perkataan itu. Yonatan membawa Daud kepada Saul dan ia bekerja padanya seperti dahulu.
Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Kepada Allah Aku percaya tidak takut.
Ayat (Mzm 6:2-3.9-10a.10b-11.12-13, R:5bc)
1. Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.
2. Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita. Hanya angin saja orang-orang yang hina, suatu dusta saja orang-orang yang mulia.
3. Pada neraca mereka naik ke atas, mereka sekalian lebih ringan dari pada angin. Janganlah percaya kepada pemerasan, janganlah menaruh harap yang sia-sia kepada perampasan; apabila harta makin bertambah, janganlah hatimu melekat padanya.
4. Satu kali Allah berfirman, dua hal yang aku dengar: bahwa kuasa dari Allah asalnya, dan dari pada-Mu juga kasih setia, ya Tuhan; sebab Engkau membalas setiap orang menurut perbuatannya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, Alleluya
Ayat. Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut dan menerangi hidup dengan Injil.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (3:7-12)

"Roh-roh jahat berteriak, "Engkau Anak Allah." Tetapi dengan keras Yesus melarang memberitahukan siapa Dia."

7 Sekali peristiwa, Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea, 8 dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya. 9 Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya. 10 Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya. 11 Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: "Engkaulah Anak Allah." 12 Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!



Renungan

Karena penyembuhan-penyembuhan yang dilakukan-Nya, orang berbondong-bondong mencari Yesus. Kecuali untuk disembuhkan, mereka juga datang untuk mendengarkan pengajaran Yesus. Pelayanan Yesus selalu disertai dengan penyembuhan dan pengusiran setan. Yesus datang membawakan Kabar Baik, eu-anggelion: orang disegarkan batinnya oleh sabda yang disampaikan-Nya, tubuh yang sakit disembuhkan, jiwa yang terganggu roh jahat dibebaskan. Maka, penyembuhan adalah sarana evangelisasi yang efektif sekali.

Hal itu jelas terlihat dalam pengutusan para Rasul. Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan. ”Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan” (Mat 10:1.7–8).

Kemudian hari, sebelum naik ke surga, Yesus pun secara tegas mengutus murid-murid sepanjang masa untuk mewartakan Injil dalam kuasa Roh Kudus: ”Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, ... mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh” (Mrk 16:15.17.18). Inilah tugas dan panggilan kita: mewartakan Injil dalam kuasa Roh Kudus dengan disertai tanda-tanda dan mukjizat.


Ya Tuhan, nyatakanlah kuasa-Mu secara berlimpah-limpah pada zamanku ini, supaya orang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Amin.


Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian
glenX is offline   Reply With Quote
Old January 21, 2010, 02:37   #93
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,284
WebPoint: 0
GaulPoint: 26572
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
St. Agnes

Mempelai Anak Domba


St. Agnes hidup pada masa Gereja Perdana, yaitu masa ketika orang-orang Kristen mengalami penindasan serta penganiayaan yang kejam dalam pemerintahan bangsa Romawi. Ia wafat sebagai martir sekitar tahun 304 - 305 dalam pemerintahan Kaisar Diocletian. Usia Agnes pada waktu itu baru 13 tahun. Meskipun tidak banyak catatan sejarah yang ada mengenai St. Agnes, ia amat populer. Hal ini terutama karena St. Ambrosius serta para kudus Gereja lainnya banyak menulis tentangnya.

`Agnes' dalam bahasa Latin berarti `anak domba' atau `kurban', sementara dalam bahasa Yunani berarti `murni, suci'. Agnes seorang gadis remaja yang cantik jelita dan berasal dari keluarga kaya. Banyak pemuda bangsawan Romawi terpikat padanya; mereka saling bersaing agar dapat memperisteri Agnes. Tetapi Agnes menolak mereka semua dengan halus dan mengatakan bahwa ia telah mengikatkan diri pada seorang Kekasih yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Procop, putera Gubernur Romawi, termasuk salah seorang di antara para pemuda yang amat marah dan merasa terhina oleh penolakan Agnes. Mereka melaporkan Agnes kepada Gubernur dengan tuduhan pengikut Kristus.

Pada mulanya Gubernur bersikap ramah serta lembut kepadanya. Ia menjanjikan harta serta kedudukan jika saja Agnes mau menyangkal imannya dan menikah dengan Procop. Agnes menolak, berkali-kali diulanginya pernyataannya bahwa ia tidak dapat memiliki mempelai lain selain dari Yesus Kristus. Karena pernyataannya itu, Agnes diseret ke depan mezbah berhala dan diperintahkan untuk menyembahnya. Bukannya menyembah berhala, Agnes malahan mengulurkan tangannya dan membuat Tanda Salib, tanda kemenangan Kristus. Gubernur kemudian memperlihatkan kepadanya api penyiksaan, kait besi, serta segala macam alat penyiksa lainnya, tetapi gadis muda itu tetap tabah dan tidak gentar sedikit pun.

Karena Agnes tetap keras kepala, Gubernur mengancam akan mengirim Agnes ke rumah pelacuran. Tetapi Agnes menjawab, “Yesus Kristus amat pencemburu, Ia tidak akan membiarkan kemurnian para mempelainya dicemarkan seperti itu. Ia akan melindungi dan menyelamatkan mereka.” Katanya lagi, “Kalian dapat menodai pedang kalian dengan darahku, tetapi kalian tidak akan pernah dapat menodai kesucian tubuhku yang telah kupersembahkan kepada Kristus.” Gubernur amat marah mendengar perkataannya itu. Ia memerintahkan agar Agnes, saat itu juga, dikirim ke rumah pelacuran dengan perintah bahwa semua orang berhak menganiayanya sesuka hati mereka.

Orang banyak datang untuk menyaksikan peristiwa itu. Tetapi, ketika melihat pancaran sinar wajah Agnes yang kudus dan agung serta sikapnya yang tenang, penuh kepercayaan kepada Kristus yang melindunginya, orang banyak itu takut dan tidak berani mendekat. Seorang pemuda tampil dan berusaha mengganggu Agnes. Pada saat itu juga, dengan kilat yang dari surga, pemuda itu tiba-tiba menjadi buta dan jatuh ke tanah dengan tubuh gemetar. Teman-temannya dengan ketakutan membopongnya serta membawanya kepada Agnes yang kemudian menyanyikan lagu puji-pujian kepada Kritus, sehingga pemuda itu dapat melihat serta sehat kembali.

Gubernur amat murka dan menjatuhkan hukuman mati pada Agnes. Algojo mendapat perintah rahasia untuk dengan segala cara membujuk Agnes, tetapi Agnes menjawab bahwa ia tidak akan pernah menyakiti hati Mempelai Surgawi-nya. Orang banyak menangis menyaksikan seorang dara yang lembut dan jelita dengan belenggu dan rantai yang terlalu besar bagi ukuran tubuhnya yang kecil, digiring ke tempat hukuman mati. Ia terlalu muda untuk memahami arti kematian, namun demikian ia siap menghadapinya tanpa gentar sedikit pun. Sesungguhnya, Agnes diliputi sukacita yang besar karena ia akan segera diperkenankan menyongsong mempelainya. Sama sekali tidak dihiraukannya ratap tangis mereka yang memohonnya untuk menyelamatkan nyawanya. “Aku tidak akan mengkhianati Mempelai-ku dengan menuruti keinginan kalian,” katanya, “Ia telah memilihku dan aku adalah milik-Nya.” Kemudian Agnes berdoa, membungkukkan badannya untuk menyembah Tuhan, dan segera menerima hujaman pedang yang menghantarkan jiwanya yang suci kepada kekasihnya. Agnes telah mempertahankan kemurniannya dan memperoleh mahkota martir di surga.

Jenasah Agnes disemayamkan di pemakamam keluarga di Via Nomentana dekat kota Roma. Kurang lebih lima puluh tahun kemudian, yaitu pada tahun 354, Kaisar Konstantin Agung mendirikan sebuah gereja besar di tempat itu. Tubuh Agnes disemayamkan di bawah altar Gereja. Pada abad ketujuh, gereja itu kemudian dipugar, diperbesar serta diperindah dan sekarang dikenal sebagai Basilik St. Agnes.

Selama berabad-abad, setiap tahun sekali, yaitu pada pesta St. Agnes, dua anak domba tak bercela dipersembahkan dan diberkati di Basilik St Agnes. Kemudian kedua anak domba itu dipelihara oleh para biarawati Benediktin dari Santa Cecilia di Trastevere hingga hari Kamis Putih, yaitu pada saat mereka digunting bulunya. Dari bulu mereka dibuatlah 12 pallium yaitu semacam stola istimewa yang dikirimkan kepada Bapa Suci. Bapa Suci memberikan pallium tersebut kepada para Uskup Agung yang mengenakannya sebagai lambang anak domba yang digendong oleh Gembala Yang Baik.

Pesta St. Agnes dirayakan oleh Gereja Katolik di seluruh dunia setiap tanggal 21 Januari.



"Kristus mempercantik jiwaku dengan perhiasan rahmat dan kebajikan.
Aku ini milik Dia, yang dilayani oleh para malaikat." ~ St. Agnes


Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “disarikan dan diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya”
glenX is offline   Reply With Quote
Old January 21, 2010, 04:00   #94
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,284
WebPoint: 0
GaulPoint: 26572
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
Jumat, 22 Januari 2010
Hari Biasa Pekan II

"Yesus memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya untuk menyertai Dia."

Doa Renungan

Allah Bapa di surga, dengan berbagai cara, semua orang berusaha mengungkapkan kasihnya kepada-Mu. Di samping usaha kami sendiri, tentu kuasa Roh Kudus-Mu yang memampukan kami untuk dapat mengenal Engkau lebih baik. Biarlah Roh-Mu bekerja lebih lagi dalam diri banyak orang ya Tuhan, sehingga semakin banyak orang yang memperoleh keselamatan. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Pertama Samuel (24:3-21)

"Aku tidak akan menjamah Saul sebab dialah orang yang diurapi Tuhan."

Pada suatu hari Saul mengambil tiga ribu orang yang terpilih dari seluruh orang Israel, lalu pergi mencari Daud dan orang-orangnya di gunung batu Kambing Hutan. Ia sampai ke kandang-kandang domba di tepi jalan. Di sana ada gua dan Saul masuk ke dalamnya untuk membuang hajat, tetapi Daud dan orang-orangnya duduk di bagian belakang gua itu. Lalu berkatalah orang-orangnya kepada Daud: "Telah tiba hari yang dikatakan TUHAN kepadamu: Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, maka perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik." Maka Daud bangun, lalu memotong punca jubah Saul dengan diam-diam. Kemudian berdebar-debarlah hati Daud, karena ia telah memotong punca Saul; lalu berkatalah ia kepada orang-orangnya: "Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi TUHAN, yakni menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN." Dan Daud mencegah orang-orangnya dengan perkataan itu; ia tidak mengizinkan mereka bangkit menyerang Saul. Sementara itu Saul telah bangun meninggalkan gua itu hendak melanjutkan perjalanannya. Kemudian bangunlah Daud, ia keluar dari dalam gua itu dan berseru kepada Saul dari belakang, katanya: "Tuanku raja!" Saul menoleh ke belakang, lalu Daud berlutut dengan mukanya ke tanah dan sujud menyembah. Lalu berkatalah Daud kepada Saul: "Mengapa engkau mendengarkan perkataan orang-orang yang mengatakan: Sesungguhnya Daud mengikhtiarkan celakamu? Ketahuilah, pada hari ini matamu sendiri melihat, bahwa TUHAN sekarang menyerahkan engkau ke dalam tanganku dalam gua itu; ada orang yang telah menyuruh aku membunuh engkau, tetapi aku merasa sayang kepadamu karena pikirku: Aku tidak akan menjamah tuanku itu, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN. Lihatlah dahulu, ayahku, lihatlah kiranya punca jubahmu dalam tanganku ini! Sebab dari kenyataan bahwa aku memotong punca jubahmu dengan tidak membunuh engkau, dapatlah kauketahui dan kaulihat, bahwa tanganku bersih dari pada kejahatan dan pengkhianatan, dan bahwa aku tidak berbuat dosa terhadap engkau, walaupun engkau ini mengejar-ngejar aku untuk mencabut nyawaku. TUHAN kiranya menjadi hakim di antara aku dan engkau, TUHAN kiranya membalaskan aku kepadamu, tetapi tanganku tidak akan memukul engkau; seperti peribahasa orang tua-tua mengatakan: Dari orang fasik timbul kefasikan. Tetapi tanganku tidak akan memukul engkau. Terhadap siapakah raja Israel keluar berperang? Siapakah yang kaukejar? Anjing mati! Seekor kutu saja! Sebab itu TUHAN kiranya menjadi hakim yang memutuskan antara aku dan engkau; Dia kiranya memperhatikannya, memperjuangkan perkaraku dan memberi keadilan kepadaku dengan melepaskan aku dari tanganmu." Setelah Daud selesai menyampaikan perkataan itu kepada Saul, berkatalah Saul: "Suaramukah itu, ya anakku Daud?" Sesudah itu dengan suara nyaring menangislah Saul. Katanya kepada Daud: "Engkau lebih benar dari pada aku, sebab engkau telah melakukan yang baik kepadaku, padahal aku melakukan yang jahat kepadamu.Telah kautunjukkan pada hari ini, betapa engkau telah melakukan yang baik kepadaku: walaupun TUHAN telah menyerahkan aku ke dalam tanganmu, engkau tidak membunuh aku. Apabila seseorang mendapat musuhnya, masakan dilepaskannya dia berjalan dengan selamat? TUHAN kiranya membalaskan kepadamu kebaikan ganti apa yang kaulakukan kepadaku pada hari ini. Oleh karena itu, sesungguhnya aku tahu, bahwa engkau pasti menjadi raja dan jabatan raja Israel akan tetap kokoh dalam tanganmu.

Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku.
Ayat. (Mzm 57:2.3-4.6.11)
1. Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku, sebab kepada-Mulah jiwaku berlindung; di bawah sayap-Mu aku akan bernaung sampai berlalulah malapetaka ini.
2. Aku berseru kepada Allah, Yang Mahatinggi, kepada Allah yang mengerjakan segalanya bagiku: Kiranya Ia mengirim utusan dari surga dan menyelamatkan daku, mencegah orang-orang yang menganiaya aku; semoga Allah mengirimkan kasih setia dan kebenaran-Nya.
3. Bangkitlah mengatasi langit, ya Allah! Biarlah kemuliaan-Mu meliputi seluruh bumi! Sebab, kasih setia-Mu menjulang setinggi langit dan kebenaran-Mu setinggi awan-gemawan.


Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Dalam diri Kristus Allah mendamaikan dunia dengan Diri-Nya dan mempercayakan warta perdamaian kepada kita

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (3:13-19)

"Yesus memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya untuk menyertai Dia."

13 Pada suatu hari Yesus naik ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya. 14 Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil 15 dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan. 16 Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus, 17 Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh, 18 selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, 19 dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.

Renungan

Setiap kelompok atau organisasi memiliki visi dan misi sebagai alasan kelompok atau organisasi itu didirikan. Orang-orang mau bergabung dengan kelompok atau organisasi tertentu karena mereka tertarik pada visi dan misinya. Untuk menjadi anggota kelompok atau organisasi tentu, ada persyaratan yang harus dipenuhi, dan yang utama adalah motivasi yang akan mempengaruhi komitmen mereka.

Yesus pun memanggil orang-orang yang disebut kedua belas murid yang akan hidup bersama-nya, menyertai perjalanan dan pelayanan mewartakan Injil Kerajaan Allah. Kalau kita melihat orang-orang yang dipanggil oleh Yesus, rupanya mereka adalah orang-orang sederhana, dari kalangan nelayan, pemungut cukai, kaum Zelot. Mereka adalah orang yang siap dibentuk oleh Yesus. Yesus memanggil mereka untuk ikut serta dalam misi pewartaan-Nya, mewartakan Injil Kerajaan Allah. Mereka dipanggil untuk berada dekat dengan Yesus, bekerja bersama Yesus, bekerja seperti Yesus.

Kedua belas rasul dipanggil untuk membangun komunitas persaudaraan, menghadirkan kerajaan Allah melalui kesaksian hidup mereka. Menyertai Yesus menuntut adanya komitmen dan kesetiaan. Mereka pun diberi kuasa untuk mengusir setan dan menyembuhkan orang-orang sakit. Pengusiran setan-setan dalam nama Yesus adalah tanda bahwa Kerajaan Allah sudah hadir sehingga yang berkuasa dan meraja adalah Allah sendiri. Kalau Allah yang merasa maka ada kedamaian, keadilan, cinta kasih, kebenaran, sukacita dalam Roh, ada persaudaraan.

Kita pun dipanggil untuk menjadi mitra Allah dan mitra Yesus dalam karya perutusan, ikut serta menghadirkan Kerajaan Allah, mewartakan Injil melalui kesaksian hidup kita yang dijiwai oleh nilai-nilai Injili dan ikut serta membangun dunia menurut visi Kerajaan Allah. Di tengah masyarakat yang ditandai oleh konflik sosial, egoisme, dan sektarianisme, kita dipanggil untuk membangun persaudaraan sejati.

Ya Tuhan, berilah aku rahmat kerendahan hati untuk menyadari ketidakmampuanku sendiri serta membiarkan Engkau berkarya di dalam diriku dan melalui aku. Amin.
Inspirasi Batin 2010
glenX is offline   Reply With Quote
Old January 22, 2010, 13:59   #95
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,284
WebPoint: 0
GaulPoint: 26572
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
Sabtu, 23 Januari 2010
Hari Biasa Pekan II

Sebab seperti sebutir debu dalam neraca, demikian seluruh jagat raya di hadapan-Mu, atau bagaikan setetes embun pagi yang jatuh ke bumi. Akan tetapi justru karena Engkau berkuasa akan segala sesuatu, maka semua orang Kaukasihani, dan dosa manusia tidak Kauperhatikan, supaya mereka bertobat. (Kebijaksanaan 11:22-23)

Doa Renungan

Allah Bapa sumber kehidupan sejati, seperti embun pagi yang jatuh ke bumi, demikianlah Engkau menyayangi segala-galanya dan menghendaki agar semua ciptaan-Mu lestari. Maka Engkau menarik mereka semua agar bertobat dan selamat. Dengan berlaku demikian Engkau mengajar umat-Mu, bahwa orang benar harus sayang akan manusia. Ya Bapa, ajarilah kami untuk menyayangi dengan tulus ikhlas, agar setiap orang yang kami jumpai menemukan harapan dan hidup dengan semangat. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Kedua Samuel (1:1-4.11-12.19.23-27)

"Para pahlawan gugur di medan perang."

Setelah Saul mati, dan ketika Daud kembali sesudah memukul kalah orang Amalek dan tinggal dua hari di Ziklag, maka datanglah pada hari ketiga seorang dari tentara, dari pihak Saul, dengan pakaian terkoyak-koyak dan tanah di atas kepala. Ketika ia sampai kepada Daud, sujudlah ia ke tanah dan menyembah. Bertanyalah Daud kepadanya: "Dari manakah engkau?" Jawabnya kepadanya: "Aku lolos dari tentara Israel." Bertanyalah pula Daud kepadanya: "Apakah yang terjadi? Coba ceriterakan kepadaku." Jawabnya: "Rakyat telah melarikan diri dari pertempuran; bukan saja banyak dari rakyat yang gugur dan mati, tetapi Saul dan Yonatan, anaknya, juga sudah mati." Lalu Daud memegang pakaiannya dan mengoyakkannya; dan semua orang yang bersama-sama dengan dia berbuat demikian juga. Dan mereka meratap, menangis dan berpuasa sampai matahari terbenam karena Saul, karena Yonatan, anaknya, karena umat TUHAN dan karena kaum Israel, sebab mereka telah gugur oleh pedang. Kepermaianmu, hai Israel, mati terbunuh di bukit-bukitmu! Betapa gugur para pahlawan! Saul dan Yonatan, orang-orang yang dicintai dan yang ramah, dalam hidup dan matinya tidak terpisah. Mereka lebih cepat dari burung rajawali, mereka lebih kuat dari singa. Hai anak-anak perempuan Israel, menangislah karena Saul, yang mendandani kamu dengan pakaian mewah dari kain kirmizi, yang menyematkan perhiasan emas pada pakaianmu. Betapa gugur para pahlawan di tengah-tengah pertempuran! Yonatan mati terbunuh di bukit-bukitmu. Merasa susah aku karena engkau, saudaraku Yonatan, engkau sangat ramah kepadaku; bagiku cintamu lebih ajaib dari pada cinta perempuan. Betapa gugur para pahlawan dan musnah senjata-senjata perang!
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Buatlah wajah-Mu bersinar, ya Tuhan, maka kami akan selamat.
Ayat. (Mzm 47:2-3.6-7.8-9)
1. Hai gembala Israel, pasanglah telinga-Mu, dengarkan kami, Engkau yang menggiring Yusuf sebagai kawanan! Engkau yang duduk di atas para kerub, tampillah bersinar di depan Efraim, Benyamin dan Manasye! Bangkitkanlah keperkasaan-Mu, dan datanglah menyelamatkan kami.
2.Tuhan, Allah semesta alam, berapa lama lagi murka-Mu menyala sekalipun umat-Mu berdoa? Mereka Kauberi makan ratapan dan Kauberi minum air mata berlimpah; Engkau menjadikan kami pangkal sengketa para tetangga, dan para musuh mengolok-olok kami.
3. Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan lagu yang paling indah! Allah merajai segala bangsa, di atas takhta-Nya yang kudus Ia bersemayam.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, Alleluya
Ayat. Bukalah hati kami, ya Allah, agar dapat memperhatikan sabda Putra-Mu.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (3:20-21)

"Orang-orang mengatakan Yesus tidak waras lagi."

20 Sekali peristiwa Yesus bersama murid-murid-Nya masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makanpun mereka tidak dapat. 21 Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.

Renungan


Saudara-saudari terkasih, berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· Jika membaca dan merengkan kutipan Warta Gembira yang singkat di atas, saya pribadi senantiasa teringat pada pengalaman pribadi yang sudah cukup lama namun mengesan sampai kini. Pengalaman itu adalah ketika saya sebagai Ekonom Keuskupan Agung Semarang terlibat dalam kepanitiaan menyambut kedatangan Paus Yohanes Paulus II di Yogyakarta, antara lain saya berpartisipasi dalam hal keuangan atau pendanaan, dll.. Dua bulan menjelang hari H saya memang harus bekerja keras, selain tugas pelayanan sebagai ekonom KAS harus tetap berjalan, saya harus rapat ke sana kemari sampai larut malam, bahkan seminggu terakhir menjelang hari H paling banyak saya tidur selama 3 jam per hari. Salah seorang pejabat atasan Tarekat saya mengingatkan: “Nanti setelah selesai kegiatan kunjungan Paus, kamu hendaknya istirahat/liburan”, hal itu dikatakan agar saya tidak jatuh sakit. Kenyataannya saya tidak mengambil istirahat atau liburan, dan meskipun harus bekerja keras juga tidak jatuh sakit. Bekerja dengan gembira serta menikmati pekerjaan itulah yang saya hayati, sehingga tak terasa lelah atau bosan. Memang orang yang gembira, ceria dan dapat menikmati apa yang berat atau dalam iman menghadapi segala sesuatu sering dipandang gila oleh orang lain Dengan ini kami mengharapkan anda semua: hadapi dan sikapi segala sesuatu, termasuk yang berat dan penuh tantangan, dengan gembira, ceria dan nikmat, maka akan enak dan nikmat adanya, tak akan merasa lelah atau bosan. Orang yang gembira dan ceria memang menarik orang lain untuk mendekat dan mengerumuni, sebagaimana terjadi pada diri orang gila yang senyum gembira terus menerus. Hidup dan bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan sepenuhnya pada masa kini mungkin dipandang gila oleh banyak orang, mengingat dan mempertimbangkan cukup banyak orang tidak setia pada kehendak dan panggilan Tuhan.

· “Merasa susah aku karena engkau, saudaraku Yonatan, engkau sangat ramah kepadaku; bagiku cintamu lebih ajaib dari pada cinta perempuan. Betapa gugur para pahlawan dan musnah senjata-senjata perang!” (2Sam 1:26-27), demikian kutipan ratapan Daud akan kematian Yonatan. Mungkin kita berpikir: “Ya pada umumnya memberi sambutan pada upacara penguburan orang mati pasti akan mengatakan apa yang baik tentang yang bersangkutan”. Apa yang dihayati Daud kiranya tidak sekedar sopan santun atau formalitas belaka, melainkan sungguh keluar dari lubuk hati dan pengalaman hidupnya. “Cintamu lebih ajaib dari pada cinta perempuan”, itulah kutipan ratapan yang selayaknya menjadi permenungan atau refleksi kita, yaitu cinta para pahlawan bangsa.. Para pahlawan bangsa pada umumnya lebih memperhatikan kepentingan bangsa atau umum daripada kelurganya, pasangan hidupnya sendiri, dan memang keluarga dan pasangan hidupnya juga mendukung dan mendampinginya. Untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan maupun menghayati dasar Negara, Pancasila, hemat saya dibutuhkan pribadi-pribadi yang berjiwa pahlawan, entah laki-laki atau perempuan. Maka kami mengharapkan jiwa pahlawan ini sedini mungkin dibinakan atau dididikkan pada anak-anak kita di dalam keluarga maupun sekolah, dan tentu saja dengan teladan konkret dari para orangtua dan para guru/pendidik. Didik dan binalah anak-anak untuk tumbuh berkembang menjadi ‘man or woman with/for others’, pribadi-pribadi yang memiliki kepekaan sosial tinggi, peka terhadap lingkungan hidupnya, senantiasa fungsional yang menyelamatkan bagi lingkungan hidupnya dimanapun dan kapanpun. Kina didik dan bina anak-anak kita sehingga kelak sungguh menjadi kader, dan untuk itu gerakan kaderisasi sedini mungkin dilaksanakan mulai dalam dan melalui keluarga. Fungsikan anak-anak sedini mungkin sesuai dengan kemampuan dan perkembangan kepribadiannya bagi keselamatan dan kesejahteraan keluarga; jauhkan aneka bentuk pemanjaan pada anak-anak.

Ya Tuhan, berikanlah kepadaku pengalaman kasih-Mu sendiri sehingga aku dapat melakukan segala sesuatu hanya demi cinta kepada-Mu serta menyenangkan hati-Mu saja. Jauhkanlah aku dari kesombongan dan dari hal mencari pujian manusiawi belaka. Amin.


Ign Sumarya, SJ

glenX is offline   Reply With Quote
Old January 23, 2010, 03:42   #96
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,284
WebPoint: 0
GaulPoint: 26572
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
Gak Waras: Itu Yang Dicari

23 01 2010 “Kata mereka Ia tidak waras lagi”





Menonton episode Kick Andy semalam dengan judul “Bukan Bupati Biasa” memang seperti ketemu orang-orang yang gak waras, gak umum banget yang mereka lakukan. Dijaman dimana korupsi itu jamak dilakukan antara pejabat pemerintah dan pengusaha serta warga, dimana-mana dilakukan dengan berjamaah, sampai polisi dan kejaksaan bahkan satgas masih juga kurang canggih untuk memangkas praktek marak ini. Sehingga kalau kita gak nyogok dan gak ikut nyuap malah dibilang gak waras. Lima bupati terhitung gak waras, pasti yang gak suka dengan mereka juga ada terutama yang merasa terancam dengan ketidakwarasan mereka.


Untung Wiyono, Bupati Sragen yang mantan pengusaha, memiliki kemampuan mendalang dengan fasih. Dalam sebulan ia bisa manggung hingga 10 kali. “Mendalang bisa dipakai sebagai alat berkomunikasi secara dekat dengan rakyat,” kata untung. Di bawah pimpinannya, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, yang dulunya tergolong daerah tertinggal kini menjadi kota terbaik dengan meraih penghargaan adipura selama enam tahun berturut-turut. “Saya sampai bilang, udahlah kita gak usah ikut-ikut lomba gitu lagi, kasian daerah lain,” ujarnya bangga. Selain gebrakan komunikasi dengan rakyatnya melalui pagelaran wayang, ia memanfaatkan teknologi informatika dengan membangun jaringan IT, yang menghubungkan antar desa, kecamatan, dan hingga kabupaten.


Dari Gorontalo, adalah David Bobihu Akib, seorang Bupati yang mencetus konsep Government Mobile. Ia dan sejumlah staffnya tidak berkantor di gedung mereka, tapi membuka kantor di rumah-rumah penduduk di tingkat kecamatan sampai pedesaan secara bergilir. Dalam setahun ia bisa berkeliling keluar masuk rumah warga dalam 270 sampai 350 kunjungan, bahkan sehari dia bisa ke 3 lokasi. Aneh kan? Gak pernah ada di kantornya tetapi semua urusan beressss…. Konsep yang diciptakan dan dijalankan David ini telah memperoleh sejumlah penghargaan, baik nasional maupun internasional. Satu keunikan David, yang tentugnya dinilai tidak waras, adalah meniadakan pos satpam dan pagar di rumahnya. Sehingga masyarakat Gorontalo bisa mudah menemuinya. Sampai- sampai, katanya, ada orang minta uang buat biaya kawin saja ia ladeni. Maka mungkin pantas, kalau David tercatat dalam 10 bupati terbaik di negeri ini.


Adalagi Bupati Jombang Suyanto yang membangun sebuah pelayanan kesehatan yang memadai untuk warganya. Mungkin hanya di Jombang sebuah puskesmas memiliki banyak dokter spesialis, ruang rawat inap, bahkan sudah pernah mendapat ISO. Dan lebih hebat lagi, biaya pengobatannya cukup murah. “Kalau bisa bahkan biaya pengobatan atau operasi itu gratis di sini,” katanya.


Kisah lain adalah tentang seorang aktivis LSM yang jadi Bupati. Ia adalah Ir. Hugua, seorang aktivis lingkungan yang kemudian terpilih menjadi bupati Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Hugua yang seorang aktivis lingkungan dan suka memprotes pemerintah, kini harus mengelola wilayah yang sangat kaya dengan keindahan alam, terutama kekayaan lautnya. Kekayaan alam terutama keindahan bawah laut, telah mengundang banyak wisatawan ke wilayah ini. Terlebih setelah Hugua membangun berbagai fasilitas dari jalan hingga landasan pesawat terbang. Aturannya pun ada yang dianggap nyeleneh ketika membuat zona-zona merah dimana ikan tidak boleh ditangkap atas nama lingkungan hidup. Gak wajar kan?


Bupati nyeleneh lainnya adalah Bupati terbaik tahun 2008 yakni Masfuk, Bupati Lamongan. Gak wajar lah kalau didaerah yang padat santri ini ia mewajibkan bahasa mandarin sebagai ekskul. Alasannya Lamongan harus siap menghadapi globalisasi… nekad juga ya? Pasti banyak ditentang para kiai awalnya. Tapi kenekadannya membuat ia berhasil memajukan Lamongan adalah mengubah pantai kodok menjadi sebuah wisata bahari yang maju, yang tentu saja diiringi dengan kemajuan ekonomi di wilayah itu.


Menjadi orang tidak waras, tidak umum melakukan sesuatu yang melawan arus, melawan praktek umum, bahkan pasti banyak yang tidak suka; adalah konsekwensi bagi mereka yang berani bermimpi besar, yang memiliki visi jauh kedepan bagi terciptanya tatanan dunia menjadi lebih baik. Orang-orang yang bisa mendatangkan kedamaian, suka cita dan kesejahteraan yang lebih baik, menjadi langka ditengah arus derasnya konsumerisme dan praktek korupsi yang menggurita. Tapi itulah pilihan yang harus berani dihadapi bagi kita yang sungguh berani mewartakan dan mendengungkan suara kenabian bagi mereka yang miskin, lemah dan tersingkir. Maka bersiap-siaplah dinilai menjadi orang nyeleneh dan gak waras karena memang Indonesia butuh yang seperti ini. Siapa berani terima tantangan?


================================================== =============================================
Bacaan Injil Mrk 3:20-21
“Kemudian Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makan pun mereka tidak dapat. Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi”




ratnaariani.wordpress.com
glenX is offline   Reply With Quote
Old January 23, 2010, 05:51   #97
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,284
WebPoint: 0
GaulPoint: 26572
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
Minggu, 24 Januari 2010
Hari Minggu Biasa III

TUJUAN HIDUP

Doa Renungan

Allah Bapa yang mahamurah, bukalah hati kami, agar dapat menangkap sabda-Mu, sehingga karena dikuatkan oleh Roh-mu kami mampu melaksanakan tugas cinta kasih dengan nyata. Jadikanlah kami pelaksana-pelaksana sabda-Mu berkat semangat persaudaraan dan pertobatan. Maka akan terwujudlah kiranya kerajaan-mu di tengah-tengah kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Nehemia (8:2-4a.5-6.8-10)

"Kitab Taurat dibacakan dengan jelas, sehingga pembacaan dimengerti."

Pada hari pertama bulan ketujuh Imam Ezra membawa kitab Taurat ke depan jemaat, yakni baik laki-laki maupun perempuan dan setiap orang yang dapat mendengar dan mengerti. Ia membacakan beberapa bagian dari kitab itu di halaman di depan pintu gerbang Air dari pagi sampai tengah hari di hadapan laki-laki dan perempuan dan semua orang yang dapat mengerti. Dengan penuh perhatian seluruh umat mendengarkan pembacaan kitab Taurat itu. Ezra, ahli kitab itu, berdiri di atas mimbar kayu yang dibuat untuk peristiwa itu. Ezra membuka kitab itu di depan mata seluruh umat, karena ia berdiri lebih tinggi dari semua orang itu. Pada waktu itu ia membuka kitab itu semua orang berdiri. Lalu Ezra memuji Tuhan, Allah yang mahabesar, dan semua orang menyambut dengan, "Amin, amin!" sambil mengangkat tangan. Kemudian mereka berlutut dan sujud menyembah kepada Tuhan dengan muka sampai ke tanah. Bagian-bagian dari kitab itu, yakni Taurat Allah, dibacakan dengan jelas, dengan diberi keterangan-keterangan, sehingga pembacaan dimengerti. Lalu Nehemia, yakni kepada daerah itu, dan imam Ezra, ahli kitab itu, dan orang-orang Lewi yang mengajar orang-orang itu, berkata kepada mereka semuanya, "Hari ini adalah kudus bagi Tuhan Allahmu. Jangan kamu berdukacita dan menangis!" karena semua orang itu menangis ketika mendengar kalimat-kalimat taurat itu. Lalu berkatalah ia kepada mereka, "Pergilah kamu, makanlah sedap-sedapan dan minumlah minuman manis dan kirimlah sebagian kepada mereka yang tidak sedia apa-apa, karena hari ini adalah kudus bagi Tuhan kita! Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena Tuhan itulah perlindunganmu!"
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan PS. 853
Ref. Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan.
Ayat.
(Mzm 19:8.9.10.15, R:Yoh 6:63c)
1. Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa. Peraturan Tuhan itu teguh, memberi hikmat kepada orang bersahaja.
2. Titah Tuhan itu tepat, menyuka-kan hati. Perintah Tuhan itu murni, membuat mata berseri.
3. Kepada Tuhan, hai suku-suku bangsa, kepada Tuhan sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya.

Bacaan Kedua
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (12:12-30) (12:12-14.27)

"Kamu semua adalah tubuh Kristus dan masing-masing adalah anggotanya."

Saudara-saudara, seperti halnya tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh. Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota. Andaikata kaki berkata: "Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? Dan andaikata telinga berkata: "Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman? Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya. Andaikata semuanya adalah satu anggota, di manakah tubuh? Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh. Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: "Aku tidak membutuhkan engkau." Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: "Aku tidak membutuhkan engkau." Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan. Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus. Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus, supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan. Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita. Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya. Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh. Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh?
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

bersambung
glenX is offline   Reply With Quote
Old January 23, 2010, 05:52   #98
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,284
WebPoint: 0
GaulPoint: 26572
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
Bait Pengantar Injil PS. 956
Ref. Alleluya, Alleluya, Alleluya, Alleluya, Alleluya, Alleluya
Solis:
Tuhan mengutus Aku memaklumkan Injil kepada orang yang hina dina, dan mewartakan pembebasan kepada orang tawanan. (Luk 4:18-19)

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (1:1-4; 4:14-21)

"Pada hari ini genaplah nas Kitab Suci ini."

Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.
Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu. Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia. Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya."
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.


Renungan


Saudara-saudari yang dicintai Tuhan,
Ada pepatah, “Suatu awal yang baik merupakan setengah keberhasilan”. Permenungan kita dalam Minggu Biasa III bersumber pada Injil Lukas 1: 1-4; 4:14-21. Perikopa ini memuat “dua awal”, awal Injil Lukas dan awal “kemunculan” Tuhan Yesus. Bagian awal ini sangat penting karena memuat isi dari Injil Lukas dan menegaskan tujuan kehadiran Tuhan Yesus ke dunia. Apakah yang menjadi tujuan hidup saudara-saudari?

Prolog. “Supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar” (ayat 4). Tekstual, prolog Injil Lukas ditujukan kepada Teofilus telah mengimani Tuhan Yesus sebagai Penyelamat. Melalui kata pengantar ini, Lukas memberikan peneguhan kepada Teofilus bahwa imannya kepada Tuhan Yesus adalah benar, membangun kepercayaan, dan memperdalam iman. Lukas adalah pribadi terpelajar. Melalui tulisannya, ia mengharapkan agar iman yang diwartakan secara lisan, dapat menyebar dan menjadi warta gembira untuk banyak orang. Warta gembira yang tertulis juga menjadi suatu control untuk segala sesuatu yang telah diterima.

“Lalu Ia memulai mengajar mereka, kataNya : “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya” (ayat 21). Tuhan Yesus penuh dengan Roh Kudus. Dalam kuasa Roh Kudus, Ia pergi ke Galilea untuk mulai mengajar. Seluruh karya perutusanNya adalah dalam dorongan Roh Kudus. Pengajaran di mulai dari Nazaret. Perjumpaan Tuhan Yesus dengan orang-orang di Nazaret menegaskan tujuan kehadiran dan identitas Diri-Nya. Tujuan hidup-Nya adalah menyampaikan kabar baik, memberikan pembebasan, memberitakan tahun kesukaan telah datang. Isi dari tujuan ini mengungkap panggilan seorang nabi. Kehadiran-Nya di rumah ibadat menegaskan bahwa Ia adalah Mesias, Raja yang terurapi. Dalam Diri Tuhan Yesus, janji Allah untuk membangun kembali Israel, tergenapi. Penggenapan, “pada hari ini”, mewujud dalam kehadiran Tuhan Yesus.

Saudara-saudari, Tuhan Yesus dalam Injil Lukas mengajak kita untuk menegaskan tujuan hidup. Penegasan arah dan tujuan hidup akan memberikan spirit dan semangat hidup. Dalam perjalanan hidup, adalah sangat penting mendisposisikan diri, apakah yang akan kita lakukan. Semoga bersama dan dalam Tuhan Yesus, hidup saudara-saudari semakin lebih hidup dan mewujudkan kabar baik. Semoga “hari ini” saudara-saudari kita menjumpai dan menemukan “wajah” Allah dalam diri kita.


Salam dan berkat,
Pastor L. Setyo Antoro, SCJ.
glenX is offline   Reply With Quote
Old January 23, 2010, 05:54   #99
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,284
WebPoint: 0
GaulPoint: 26572
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
Minggu, 24 Januari 2010
Hari Minggu Biasa III


(Neh8:3-5a6-79-11 ; 1Kor12:12-30 ; Luk1:1-4 ; 4:14-21)

“Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik”


Setiap pengikraran, janji, peresmian, pelantikan, pengukuhan, dst..pada umumnya merupakan kabar baik, misalnya saat-saat pembaptisan, saling menerimakan Sakramen Perkawinan, tahbisan imam, kaul membiara, sumpah jabatan, dst. Di balik kabar baik yang menggembirakan tersebut terkandung harapan atau dambaan bahwa mereka akan melalukan sesuatu yang berguna bagi kebahagiaan dan kesejahteraan mereka sendiri maupun sesamanya, karena dalam pengikraran, janji, peresmian, pelantikan, pengukuhan tersebut mengandung panggilan atau tugas perutusan yang harus dihayati dan dilaksanakan. Hemat saya semuanya itu dapat mengambil inspirasi dari apa yang terjadi dalam diri Yesus sebagaimana diwartakan dalam Warta Gembira hari ini :”Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”(Luk4:18-19). Maka marilah kita yang telah berjanji, diresmikan, dilantik dst. mawas diri dengan bantuan kutipan Warta Gembira di atas ini; kita diutus untuk meneladan Yesus sebagai pewarta-pewarta kabar baik:

1) Menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin. Jika kita cermati masyarakat kita, kiranya masih banyak mereka yang miskin, entah secara material maupun spiritual. Baik kepada yang miskin secara material maupun spiritual, kita dipanggil untuk menyampaikan kabar baik. Kabar baik bagi yang miskin secara material berarti materi atau harta benda dan uang, yang mereka butuhkan untuk hidup layak dan sejahtera, maka baiklah kita berani menyisihkan sebagian harta kekayaan kita dan kemudian kita sumbangkan kepada mereka yang miskin dan berkekurangan secara material tersebut. Penyampaian sumbangan dapat secara pribadi dan langsung atau melalui lembaga-lembaga sosial pemerhati orang-orang miskin. Miskin secara spiritual berarti berdosa atau tidak/kurang bermoral, maka kepada mereka kita sampaikan kasih pengampunan serta tuntunan atau bimbingan untuk bertobat dan memperbaharui diri. Hendaknya dengan rendah hati dan lemah lembut kita bersikap terhadap mereka yang miskin secara spiritual.

2) Memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan. Orang-orang tawanan berarti mereka yang ditawan secara phisik maupun spiritual; secara phisik adalah mereka yang berada di Lembaga Pemasyarakatan atau penjara, sedangkan secara spiritual adalah mereka yang terikat oleh nafsu-nafsu yang tak teratur, terkait dengan aneka kenikmatan duniawi seperti makan, minum, narkoba, seks, dst., sehingga cara hidup mereka tak teratur alias amburadul. Kepada mereka yang berada di Lembaga Pemasyarakatan baiklah kita kunjungi jika mungkin dan kalau tidak mungkin kita doakan. Sedangkan mereka yang tertawan oleh kelekatan atau nafsu tak teratur, baiklah dengan rendah hati kita tegor dan peringatkan. Kita beritahu bahaya-bahaya yang mengancam hidup mereka karena kenikmatan atau kelekatan tak teratur dan kemudian kita bimbing mereka ke cara hidup yang baik dan benar.

3) Memberitakan penglihatan bagi orang-orang buta. Yang dimaksudkan orang buta disini kiranya baik buta secara phisik maupun spiritual. Kepada mereka yang buta secara phisik mungkin sulit bagi kita untuk menyembuhkan agar mereka dapat melihat, maka baiklah kita beri perhatian mereka yang buta secara spiritual. Buta secara spiritual antara tidak dapat membedakan mana yang baik dan buruk maupun benar dan salah. Kebutaan macam ini dapat terjadi karena yang bersangkutan tidak pernah mawas diri atau melakukan pemeriksaan batin. Maka baiklah kepada mereka ini kita bimbing untuk mawas diri atau pemeriksaan batin, tentu saja kita sendiri telah terbiasa mawas diri atau memeriksa batin kita sendiri, syukur mahir dalam mawas diri atau pembedaan roh. Salah satu cara awal yang baik untuk membimbing dalam hal mawas diri dan pemeriksaan batin antara lain yang bersangkutan hendaknya diperlihatkan apa yang baik dan benar dan kemudian diajak untuk melaksanakan atau menghayatinya. Dengan membiasakan diri untuk melakukan apa yang benar dan baik, maka yang bersangkutan akan terbantu untuk mawas diri atau pemeriksaan batin dengan baik dan benar juga.

4) Membebaskan orang-orang yang tertindas. Ada orang yang tertindas secara phisik maupun spiritual. Untuk membebaskan mereka yang tertindas secara phisik kita harus menegor dan mengingatkan mereka yang menindas untuk tidak menindas; mereka yang menindas pada umumnya mereka yang berada ‘di atas’ seperti pemimpin, manajer, direktur, ketua, orangtua, kakak, dst… Yang cukup banyak terjadi hemat saya adalah mereka yang tertindas secara spiritual alias dikuasai oleh cita-cita, impian, harapan, dambaan yang mustahil untuk dicapai. Maka kepada mereka ini kita bimbing untuk lebih mengenal diri sendiri dengan tepat dan benar, dan kemudian menempatkan dirinya sesuai dengan kemampuan dan kesempatan yang ada. Mereka kita tuntun dan ajak untuk hidup dan bertindak sesuai dengan kemampuan dan kesempatan yang ada; menerima diri apa adanya dan kemudian berusaha mengembangkan dirinya sesuai dengan kemampuan dan kesempatan.

5) Memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang. Rahmat Tuhan adalah hidup mulia, damai sejahtera, selamat dan bahagia, maka memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang berarti menyampakan apa yang membuat orang lain hidup mulia, damai sejahtera, selamat dan bahagia, berarti hidup berbudi pekerti luhur atas cerdas spiritual. Kita beritakan nilai-nilai yang terkandung dalam berbudi pekerti luhur, yaitu “bekerja keras, berani memikul resiko, berdisiplin, beriman, berhati lembut, berinisiatif, berpikir matang, berpikiran jauh ke depan, bersahaja, bersemangat, bersikap konstruktif, bersyukur, bertanggung jawab, bertenggang rasa, bijaksana, cerdik, cermat, dinamis, efisien, gigih, hemat, jujur, berkemauan keras, kreatif, kukuh hati, lugas, mandiri, mawas diri, menghargai karya orang lain, menghargai kesehatan, menghargai waktu, pemaaf, pemurah, pengabdian, pengendalian diri, produktif, rajin, ramah tamah, rasa kasih sayang, rasa percaya diri, rela berkorban, rendah hati, sabar, setia, sikap adil, sikap hormat, sikap tertib, sopan santun, sportif, susila, tangguh, tegas, tekun, tetap janji, terbuka dan ulet “(Prof.Dr.Sedyawati: Pedoman Penananam Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka, Jakarta 1997)

“Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya” (1Kor12:27)

Kutipan dari surat Paulus kepada umat di Korintus di atas ini merupakan peringatan atau ajakan bagi kita semua untuk hidup dalam persaudaraan dan persahabatan sejati atau persatuan. Kita semua sama-sama anggota dan kepala kita adalah Kristus. Sebagai sesama saudara atau sahabat kiranya kita prihatin atau sedih dan menderita jika di antara saudara atau sahabat kita ada yang miskin, buta, tertawan dan tertindas. Marilah kita buka mata dan telinga kita untuk melihat dan mendengarkan apakah ada saudara atau sahabat kita yang miskin, buta, tertawan dan tertindas; jika ada marilah kita sampaikan ‘rahmat Tuhan’ kepada mereka. Kami berharap kehadiran dan kedatangan kita dimanapun dan kapanpun dapat meneladan atau menghayati apa yang disabdakan oleh Yesus “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya." (Luk 4:21), artinya kehadiran dan kedatangan kita senantiasa menyelamatkan dan membahagiakan orang lain. Tentu saja hal itu mengandaikan kita sendiri selamat dan bahagia, Roh Tuhan hidup dan berkarya dalam diri kita; kita menghayati diri sebagai yang telah ‘terurapi’, setia pada janji-janji yang pernah kita ikrarkan, menghayati aneka aturan yang terkait dengan panggilan dan tugas pengutusan kita.

“Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya.Takut akan TUHAN itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum TUHAN itu benar, adil semuanya” (Mzm19:8-10)

Jakarta, 24 Januari 2010

Rm Ignatius Sumarya, SJ
glenX is offline   Reply With Quote
Old January 23, 2010, 13:06   #100
st_caecilia
Happy Easter
 
st_caecilia's Avatar
 
Join Date: Sep 2008
Posts: 3,537
WebPoint: 0
GaulPoint: 4680
Blog Entries: 6
st_caecilia mulai terkenal
St. Fransiskus de Sales

Ditulis oleh Catholic Apologist di/pada Januari 24, 2009

Fransiskus de Sales lulus dari universitas dengan gemilang. Karena terpengaruh dengan ajaran Kalvinis tentang predestinasi (takdir), Fransiskus percaya bahwa ia ditakdirkan masuk neraka. Akan tetapi ia berpendirian: “Kalau saya tidak diijinkan mencintai Tuhan di akhirat, sekurang-kurangnya saya akan berusaha sekuat tenaga mencintaiNya di dunia ini.”

Orangtuanya sudah membayangkan betapa cerahnya karier anaknya. Tetapi mereka kecewa sekali, ketika Fransiskus tiba-tiba memberitahukan niatnya untuk menjadi imam. Mereka menghalanginya. Tapi keputusan Fransiskus tetap tak tergoyahkan. Dan akhirnya mereka mengijinkan juga.


Setelah ditahbiskan imam, Fransiskus menjadi pastor di suatu wilayah yang sangat berat bahkan berbahaya yaitu Chablais. Hampir seluruh penduduk tempat itu meninggalkan Gereja Katolik dan memeluk Kalvinisme. Fransiskus bertugas mengembalikan mereka sebanyak mungkin ke pangkuan Gereja. Ini memerlukan ketekunan dan keberanian besar. Dengan membawa Kitab Suci, buku ibadat harian, ia ditemani seorang saudara sepupu mengetuk setiap pintu. Tetapi semua rumah, semua hati tertutup rapi. Ia ditolak mentah-mentah, bahkan dihina dan diancam. Fransiskus pantang menyerah. “Siapa yang berkotbah dengan cinta, seruannya akan didengarkan” motonya. Dia benar!

Empat tahun kemudian, sebagian besar penduduk yang berjumlah hampir 72,000 orang itu bertobat. Fransiskus kemudian diangkat menjadi uskup Geneva (Swiss). Ia mulai membenahi keuskupan yang sulit itu, mengadakan visitasi dan mendirikan seminari. Terhadap kaum sesat dan para pendosa, sikapnya sangat baik, sehingga ada yang mengatakan “Fransiskus de Sales pasti masuk surga. Tetapi saya khawatir, sikapnya sebagai uskup dapat mencelakakan dia.” Fransiskus dengan tenang menjawab, “Ah, saya lebih suka mempertanggungjawabkan kepada Tuhan sikap baik hati daripada terlalu keras. Bukankah Tuhan itu Cinta? Bapa adalah Yang Mahamurah; Putera adalah Anak Domba; Roh Kudus adalah Burung Merpati, si lemah lembut. Dan apakah anda lebih tahu daripada Tuhan?” Pada waktu itu Fransiskus berjumpa dengan suster Jeanne-Francoise de Chantal. Kemudian mereka mendirikan Serikat Visitasi yang cepat tersebar luas. Di salah satu biara Serikat itulah ia meninggal di Lyon. Ia mengarang banyak buku demia karya pentobatan.

Fransiskus de Sales (1567-1622), uskup dan penulis buku-buku rohani. Paus Pius XI mengangkatnya menjadi pelindung para wartawan. Hari perayaannya adalah 24 Januari.

Sumber: www.imankatolik.wordpress.com
st_caecilia is offline   Reply With Quote
Old January 24, 2010, 05:34   #101
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,284
WebPoint: 0
GaulPoint: 26572
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
Bacaan Harian 25-31 Januari 2010

Senin, 25 Januari : Pesta Bertobatnya St. Paulus, Rasul (P).
Kis 22:3-16; atau Kis 9:1-22; Mzm 117:1-2; Mrk 16:15-18.

Kata-kata Yesus tegas: siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi yang tidak percaya akan dihukum. Bersyukurlah kita atas iman dan rahmat pembaptisan yang boleh kita terima. Namun, tentu saja menjadi suatu pertanyaan: apakah kita sudah hidup sebagai orang yang percaya dan bertobat?

Selasa, 26 Januari : Peringatan Wajib St. Timotius dan Titus, Uskup (P).
2Sam 6:12b-15.17-19; Mzm 24:7-10; Mrk 3:31-35.

’Saudara’ bagi Yesus bukanlah membatasi diri pada hubungan darah, melainkan semua orang yang melakukan kehendak Allah. Maka, marilah kita juga bersaudara dengan semua orang yang berkehendak baik, apa pun agama dan ideologinya, untuk bersatu memajukan kehidupan yang lebih baik dan bernilai di tengah masyarakat.

Rabu, 27 Januari : Hari Biasa Pekan III (H).
2Sam 7:4-17; Mzm 89:4-5.27-30; Mrk 4:1-20.

Benih Sabda sudah ditabur. Hanya mereka yang sungguh mau mendengar dan menjalankannya yang akan menghasilkan buah-buah berlimpah bagi kehidupannya dan kemudian juga dirasakan oleh orang lain. Yesus menantikan buah-buah itu.

Kamis, 28Januari : Peringatan Wajib St. Thomas Aquino, Imam Pujangga Gereja (P).
2Sam 7:18-19.24-29; Mzm 132: 1-5.11-14; Mrk 4:21-25
Terang yang sudah kita miliki hendaknya sungguh dapat menuntun kita dalam menempuh jalan kehidupan ini. Di manapun kita berada, hendaknya terang itu tidak kita taruh di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, tetapi sungguh-sungguh kita gunakan. Memang tidak berarti semuanya menjadi lebih mudah, tetapi paling tidak arah hidup kita menjadi semakin jelas.


Jumat, 29 Januari : Hari Biasa Pekan III (H).
2Sam 11:1-4a.5-10a.13-17; Mzm 51:3-7.10-11; Mrk 4:26-34.

Kita tidak tahu bagaimana hidup kita berkembang sampai menjadi seperti saat ini. Dalam suatu proses panjang dengan segala peristiwa jatuh-bangun, kenyataannya kita bertahan sampai keadaan yang sekarang. Satu hal yang pasti, Tuhan berkarya sesuai rancangannya. Maka, patutlah kita syukuri rahmat yang boleh kita peroleh dalam kehidupan ini.

Sabtu, 30 Januari : Hari Biasa Pekan III (H).
2Sam 12:1-7a.11-17; Mzm 51:12-17; Mrk 4:35-41.

Dalam mengarungi kehidupan ini, kita sering menempatkan Yesus di buritan kapal kita dan membiarkan-Nya tertidur. Padahal, kalau saja Yesus kita minta sebagai pengemudi kapal kita, maka kita bisa duduk tenang di tengah badai sebesar apa pun. Ayo, bangunkan Dia dan minta Dia menjadi pengemudi kapal.

Minggu, 31 Januari : Hari Minggu Biasa IV (H).
Yer 1:4-5.17-19; Mzm 71:1-4a.5-6ab.15ab.17; 1Kor 12:31 - 13:13 (1Kor 13:4-13); Luk 4:21-30.

Selama pikiran kita terus berkutat dengan kepentingan-kepentingan kita sendiri, selama itu pula rahmat Tuhan yang akan dicurahkan kepada kita tak dapat masuk dan meresap ke dalam hidup kita. Begitulah yang terjadi pada orang-orang di tempat asal Yesus. Mereka sibuk memikirkan Yesus yang mereka kenal sebagai seorang biasa. Akibatnya, mereka bukan saja menolak Yesus, tetapi mereka juga menolak rahmat Tuhan yang dibawa oleh Yesus untuk hidup mereka.
glenX is offline   Reply With Quote
Old January 24, 2010, 05:39   #102
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,284
WebPoint: 0
GaulPoint: 26572
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
Senin, 25 Januari 2010
Pesta Pertobatan St. Paulus

Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil

Doa Renungan

Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, segala makhluk hidup, hanya hidup sementara waktu saja, dan segala hasil karya tangan kami takkan bertahan selamanya. Hanya kasih setia-Mu akan bertahan, cinta kasih-Mu yang tetap. Dampingilah kami agar tetap bertahan dalam pergantian zaman memperoleh hidup yang kekal. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.


Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Kisah Para Rasul (22:3-16)

"Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan berserulah kepada nama Tuhan, maka dosa-dosamu dihapuskan."

Pada waktu itu Paulus membela diri di hadapan orang-orang Yahudi, "Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini; dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah sama seperti kamu semua pada waktu ini. Dan aku telah menganiaya pengikut-pengikut Jalan Tuhan sampai mereka mati; laki-laki dan perempuan kutangkap dan kuserahkan ke dalam penjara. Tentang hal itu baik Imam Besar maupun Majelis Tua-Tua dapat memberi kesaksian. Dari mereka aku telah membawa surat-surat untuk saudara-saudara di Damsyik dan aku telah pergi ke sana untuk menangkap penganut-penganut Jalan Tuhan, yang terdapat juga di situ dan membawa mereka ke Yerusalem untuk dihukum. Tetapi dalam perjalananku ke sana, ketika aku sudah dekat Damsyik, yaitu waktu tengah hari, tiba-tiba memancarlah cahaya yang menyilaukan dari langit mengelilingi aku. Maka rebahlah aku ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang berkata kepadaku: Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku? Jawabku: Siapakah Engkau, Tuhan? Kata-Nya: Akulah Yesus, orang Nazaret, yang kauaniaya itu. Dan mereka yang menyertai aku, memang melihat cahaya itu, tetapi suara Dia, yang berkata kepadaku, tidak mereka dengar. Maka kataku: Tuhan, apakah yang harus kuperbuat? Kata Tuhan kepadaku: Bangkitlah dan pergilah ke Damsyik. Di sana akan diberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu. Dan karena aku tidak dapat melihat oleh karena cahaya yang menyilaukan mata itu, maka kawan-kawan seperjalananku memegang tanganku dan menuntun aku ke Damsyik. Di situ ada seorang bernama Ananias, seorang saleh yang menurut hukum Taurat dan terkenal baik di antara semua orang Yahudi yang ada di situ. Ia datang berdiri di dekatku dan berkata: Saulus, saudaraku, bukalah matamu dan melihatlah! Dan seketika itu juga aku melihat kembali dan menatap dia. Lalu katanya: Allah nenek moyang kita telah menetapkan engkau untuk mengetahui kehendak-Nya, untuk melihat Yang Benar dan untuk mendengar suara yang keluar dari mulut-Nya. Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan yang kaudengar. Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan!
Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan PS 827
Ref. Pergi ke seluruh dunia, wartakanlah Injil!
Ayat. (Mzm 117:1.2; Ul: Mrk 16:15)
1. Pujilah Tuhan, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!
2. Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil PS 952
Ref. Alleluya, Alleluya, Alleluya
Ayat. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap. (Yoh 15:16)

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (16:15-18)

"Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil."

Sekali peristiwa Yesus yang bangkit dari antara orang mati menampakkan diri kepada kesebelas murid, dan berkata kepada mereka, "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus

Renungan

Kadang-kadang kita berpikir: Mengapa Tuhan membiarkan orang jahat terus hidup dan orang-orang yang memusuhi murid-murid Yesus juga dibiarkan terus hidup”. Kadang-kadang kita berpikir: ”Kalau aku jadi Allah, semua orang itu akan kutebas habis”. Syukurlah Allah tidak seperti kita. Dia mahamurah dan maha pengampun. Dia membiarkan Saulus hidup, tetapi terus menawarkan rahmat-Nya, sehingga suatu ketika Paulus tersentuh oleh rahmat dan bertobat lalu kemudian menjadi rasul besar.

Demikianlah dalam sejarah Gereja bahwa tokoh-tokoh besar dahulunya adalah pendosa-pendosa besar, misalnya Santo Agustinus, Santo Fransiskus Asisi, Santo Ignatius, dan lebih dekat dengan kita ialah Charles de Foucauld. Di dalam Injil, Yesus memberikan perumpamaan tentang lalang di ladang gandum dan Dia bersabda: ”Biarkan keduanya tumbuh bersama”.

Pertobatan seorang pendosa—lebih-lebih pendosa besar—menunjukkan kerahiman Allah Yang Mahabesar, yang tidak menghendaki seorang pun binasa, melainkan supaya setiap orang bertobat dan hidup. Kerahiman Allah menjadi harapan bagi kita untuk terus berharap kepada-Nya dan tidak pernah putus asa Kita pernah tidak luput dari dosa-dosa dan karena itu kita membutuhkan kerahiman Allah. ”Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi” (Mat 7:1). Oleh karena itu, marilah kita selalu menunjukkan kasih dan belas kasihan, supaya kita pun boleh mengalami kasih dan belas kasihan Allah sendiri.

Ya Tuhan, berilah aku hati yang penuh kerahiman dan pengampunan supaya dengan demikian, aku menghadirkan Engkau, Allah Yang Maharahim dan Maha Pengampun. Amin.

Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian


glenX is offline   Reply With Quote
Old January 25, 2010, 05:25   #103
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,284
WebPoint: 0
GaulPoint: 26572
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
Selasa, 26 Januari 2010
Pw. St. Timotius dan Titus, Uskup

Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku.

Doa Renungan

Allah Bapa kami di surga, semoga kami dapat berpegang teguh pada harapan yang ditimbulkan oleh sabda-Mu. Semoga hidup kami ditandai iman mantap akan Dikau, yang menciptakan kami untuk hidup. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Kedua Samuel (6:12b-15.17-19)

"Daud dan segenap orang Israel mengarak tabut perjanjian dengan sorak-sorai."

Pada waktu itu Daud pergi mengangkut tabut Allah dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita. Setiap kali para pengangkat-pengangkat tabut Tuhan itu melangkah maju enam langkah, maka ia mengorbankan seekor lembu dan seekor anak lembu gemukan. Dan Daud menari-nari di hadapan Tuhan dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan. Daud dan seluruh orang Israel mengangkut tabut Tuhan itu dengan diiringi sorak dan bunyi sangkakala. Tabut Tuhan itu dibawa masuk, lalu diletakkan di tempatnya, di dalam kemah yang dibentangkan Daud untuk itu, kemudian Daud mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan Tuhan. Setelah Daud selesai mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, diberkatinyalah bangsa itu demi nama Tuhan semesta alam. Lalu dibagikannya kepada seluruh bangsa itu, kepada seluruh khalayak ramai Israel, baik laki-laki maupun perempuan, kepada masing-masing seketul roti bundar, sekerat daging, dan sepotong kue kismis. Sesudah itu pergilah seluruh bangsa itu, masing-masing ke rumahnya.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.


Mazmur Tanggapan
Ref. Siapakah itu raja kemuliaan? Tuhanlah raja kemuliaan.
Ayat. (Mzm 24:7.8.9.10)
1. Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang dan bukalah dirimu lebar-lebar, hai pintu-pintu abadi, supaya masuklah Raja Kemuliaan!
2. Siapakah itu Raja Kemuliaan? Tuhan, yang jaya dan perkasa, Tuhan yang perkasa dalam peperangan!
3. Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang dan bukalah dirimu lebar-lebar, hai pintu-pintu abadi, supaya masuklah Raja Kemuliaan!
4. Siapakah itu Raja Kemuliaan? Tuhan semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan!

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Terpujilah Engkau, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana.


Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (3:31-35)

"Barangsiapa melaksanakan kehendak Allah, dialah saudara-Ku."

31 Sekali peristiwa datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia. 32 Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: "Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau." 33 Jawab Yesus kepada mereka: "Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?" 34 Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! 35 Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.

Renungan


Dalam perikop ini—sepintas lalu—tampaknya Yesus menolak Maria, seperti tafsiran orang Kristen yang sesat. Suatu saat, seorang Katolik diserang dengan pertanyaan demikian: ”Mengapa kamu, orang-orang Katolik, menyembah Maria?” Orang Katolik itu pun menjawab dengan tenang: ”Dan mengapa kamu, ngakunya orang Kristen, tetapi berani menghujat Roh Kudus?”

Menghina Maria berarti menghujat Roh Kudus. Sebab, bukankah Roh Kudus sendiri memberi penghormatan sangat tinggi kepada Maria: ”Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: ’Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?’” (Luk 1:41–43).

Bagi orang yang berpikir sehat, jelaslah tidak mungkin Yesus melawan Perintah Allah sendiri yang bersabda: ”Hormatilah bapak dan ibumu.” Dalam kenyataannya,
Yesus sangat menghormati ibu-Nya. Mukjizat pertama dibuat-Nya justru atas permintaan Bunda Maria, walaupun belum saatnya (bdk. Yoh 2:1–11). Yang kedua, Ia menyerahkan ibu-Nya kepada murid yang dikasihi-Nya sewaktu Ia bergantung pada salib, bukti penghargaan-Nya kepada Bunda Maria (Yoh 19:25–27).

Sebagai orang Katolik, kita tidak menyembah Maria seperti tuduhan orang, melainkan menghormati Maria karena ia telah dipilih menjadi Bunda Yesus, Bunda Allah.

Bunda Maria, doakanlah aku kepada Yesus Putramu, sekarang dan sampai aku mati nanti. Amin.

Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian
glenX is offline   Reply With Quote
Old January 26, 2010, 04:09   #104
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,284
WebPoint: 0
GaulPoint: 26572
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
Rabu, 27 Januari 2010
Hari Biasa Pekan III

SEORANG PENABUR KELUAR UNTUK PENABUR


Doa Renungan

Allah Bapa kami yang mahakuasa, sering kali kami mencari Engkau, tergerak oleh kepentingan kami sendiri. Tetapi Engkau hanyalah memberikan satu-satunya, ialah Yesus, Putera Manusia, rezeki kehidupan kekal. Kami mohon, bukalah mata hati kami, agar dapat memahami dan mengimani Dia. Sebab Dialah Tuhan pengantara kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Kedua Samuel (7:4-17)

"Aku akan membangkitkan keturunanmu dan Aku akan mengokohkan kerajaannya."

Waktu itu Raja Daud ingin mendirikan rumah bagi Tuhan. Maka datanglah Tetapi pada sabda Tuhan kepada Natan, demikian: "Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman Tuhan: Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami? Aku tidak pernah diam dalam rumah sejak Aku menuntun orang Israel dari Mesir sampai hari ini, tetapi Aku selalu mengembara dalam kemah sebagai kediaman. Selama Aku mengembara bersama-sama seluruh orang Israel, pernahkah Aku mengucapkan firman kepada salah seorang hakim orang Israel, yang Kuperintahkan menggembalakan umat-Ku Israel, demikian: Mengapa kamu tidak mendirikan bagi-Ku rumah dari kayu aras? Oleh sebab itu, beginilah kaukatakan kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman Tuhan semesta alam: Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika menggiring kambing domba, untuk menjadi raja atas umat-Ku Israel. Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani dan telah melenyapkan segala musuhmu dari depanmu. Aku membuat besar namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi. Aku menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan menanamkannya, sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan dan tidak pula ditindas oleh orang-orang lalim seperti dahulu, sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. Aku mengaruniakan keamanan kepadamu dari pada semua musuhmu. Juga diberitahukan Tuhan kepadamu: Tuhan akan memberikan keturunan kepadamu. Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya. Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia. Tetapi kasih setia-Ku tidak akan hilang dari padanya, seperti yang Kuhilangkan dari pada Saul, yang telah Kujauhkan dari hadapanmu. Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya." Tepat seperti perkataan ini dan tepat seperti penglihatan ini Natan berbicara kepada Daud.
Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Bagi dia Aku akan memelihara kasih setia-Ku untuk selama-lamanya.
Ayat. (Mzm 89:4-5.27-28.29-30)

1. Engkau berkata, “Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku hendak bersumpah kepada Daud, hamba-Ku: Aku hendak menegakkan anak cucumu untuk selama-lamanya dan membangun takhtamu turun temurun.
2. Dia pun akan berseru kepada-Ku, “Bapakulah Engkau, Allahku dan gunung batu keselamatanku.” Aku pun akan mengangkat dia menjadi anak sulung, menjadi Yang Tertinggi di antara raja-raja bumi.
3. Untuk selama-lamanya Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia dan perjanjian-Ku dengannya akan Kupegang teguh. Aku akan menjamin kelestarian anak cucunya sepanjang masa dan takhtanya seumur langit.


Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Benih itu melambangkan sabda Allah, penaburnya ialah Kristus. Semua orang yang menemukan Kristus akan hidup selamanya.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (4:1-20)

"Seorang penabur keluar untuk menabur."

1 Pada suatu hari Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu. 2 Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Dalam ajaran-Nya itu Ia berkata kepada mereka: 3 "Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. 4 Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. 5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. 6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. 7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah. 8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat." 9 Dan kata-Nya: "Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!" 10 Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu. 11 Jawab-Nya: "Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, 12 supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun." 13 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain? 14 Penabur itu menaburkan firman. 15 Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka. 16 Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira, 17 tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad. 18 Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu, 19 lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. 20 Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.

Renungan


Tuhan tiada henti-hentinya mengundang manusia untuk datang kepada-Nya. Namun, manusia banyak berdalih, sombong, penuh prasangka dan karena itu, mudah disesatkan si iblis. Ada yang menerima Injil dengan gembira, tetapi tidak dipupuk dengan doa, pembacaan Kitab Suci, dan pengorbanan sehingga hidupnya tetap dangkal.


Ketika mengalami kesulitan, dengan mudah meninggalkan Injil. Yang lain lagi berusaha mengabdi dua tuan sekaligus: mendasarkan hidupnya pada nilai-nilai duniawi, tetapi sekaligus ingin menikmati nilai-nilai surgawi—hal yang mustahil dan karena itu akhirnya mereka meninggalkan Tuhan untuk mengabdi dunia yang fana ini.

Akhirnya, kita jumpai mereka yang dengan segenap hati menyambut Injil Tuhan. Namun, mereka pun menghasilkan buah-buah yang berbeda-beda jumlah dan jenisnya, tergantung pada rencana Tuhan dan juga keterbukaan hati mereka. Merenungkan perumpamaan Yesus ini, termasuk orang seperti apakah kita?

Ya Tuhan, utuslah Roh-Mu yang kudus untuk menguasai seluruh hidupku sehingga aku mampu menghasilkan buah-buah yang berlimpah. Amin.


Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian
glenX is offline   Reply With Quote
Old January 27, 2010, 12:44   #105
glenX
catlovers
 
glenX's Avatar
 
Join Date: Jun 2008
Posts: 47,284
WebPoint: 0
GaulPoint: 26572
Blog Entries: 30
glenX SesepuhglenX Sesepuh
Kamis, 28 Januari 2010
Pw. St. Thomas Aquino


"Tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap".


Doa Renungan

Allah Bapa umat manusia, Engkau menuntun kami dalam perjalanan hidup kami dengan sabda Yesus Putera-Mu. Perkenankanlah Roh-Nya membuka hati kami terhadap orang-orang di sekitar kami, agar kami dapat saling membantu memenuhi lapar kami akan kebahagiaan. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Kedua Samuel (7:18-19.24-29)

"Siapakah aku ini, ya Tuhan Allah, dan siapakah keluargaku?"

Pada waktu itu Nabi Natan menyampaikan sabda Allah kepada Daud. Sesudah mendengar seluruh sabda itu, masuklah Raja Daud ke dala kemudian duduk di hadapan Tuhan sambil berkata, "Siapakah aku ini, ya Tuhan ALLAH, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini? Dan hal ini masih kurang di mata-Mu, ya Tuhan ALLAH; sebab itu Engkau telah berfirman juga tentang keluarga hamba-Mu ini dalam masa yang masih jauh dan telah memperlihatkan kepadaku serentetan manusia yang akan datang, ya Tuhan ALLAH. Engkau telah mengokohkan bagi-Mu umat-Mu Israel menjadi umat-Mu untuk selama-lamanya, dan Engkau, ya TUHAN, menjadi Allah mereka. Dan sekarang, ya TUHAN Allah, tepatilah untuk selama-lamanya janji yang Kauucapkan mengenai hamba-Mu ini dan mengenai keluarganya dan lakukanlah seperti yang Kaujanjikan itu. Maka nama-Mu akan menjadi besar untuk selama-lamanya, sehingga orang berkata: TUHAN semesta alam ialah Allah atas Israel; maka keluarga hamba-Mu Daud akan tetap kokoh di hadapan-Mu. Sebab Engkau, TUHAN semesta alam, Allah Israel, telah menyatakan kepada hamba-Mu ini, demikian: Aku akan membangun keturunan bagimu. Itulah sebabnya hamba-Mu ini telah memberanikan diri untuk memanjatkan doa ini kepada-Mu. Oleh sebab itu, ya Tuhan ALLAH, Engkaulah Allah dan segala firman-Mulah kebenaran; Engkau telah menjanjikan perkara yang baik ini kepada hamba-Mu. Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada di hadapan-Mu untuk selama-lamanya. Sebab, ya Tuhan ALLAH, Engkau sendirilah yang berfirman dan oleh karena berkat-Mu keluarga hamba-Mu ini diberkati untuk selama-lamanya."
Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan

Ref. Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya.
Ayat. (Mzm 132:1-2.3-5.11.12.13-14)
1. Ingatlah, ya Tuhan, akan Daud, dan akan segala penderitaannya. Ingatlah bagaimana ia telah bersumpah kepada Tuhan, dan telah bernazar kepada Yang Mahakuat dari Yakub.
2. Sungguh, aku tidak akan masuk ke dalam kemah kediamanku, dan tidak akan berbaring di ranjang petiduranku; aku tidak akan membiarkan mataku tertidur, atau membiarkan kelopak mataku terlelap; sampai aku mendapat tempat bagi Tuhan, kediaman bagi Yang Mahakuat dari Yakub.
3.Tuhan telah menyatakan sumpah setia kepada Daud, Ia tidak akan memungkirinya: Seorang anak kandungmu akan Kududukkan di atas takhtamu; Jika anak-anakmu berpegang pada perjanjian-Ku, dan pada peraturan yang Kuajarkan kepada mereka, maka selamanya anak-anak mereka akan duduk di atas takhtamu.
4. Sebab Tuhan telah memilih Sion, dan mengingininya menjadi tempat kedudukan-Nya; “Inilah tempat peristirahatan-Ku untuk selama-lamanya, di sini Aku hendak diam, sebab Aku mengingininya


Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, Alleluya
Ayat. Sabda-Mu adalah pelita bagi langkahku, dan cahaya bagi jalanku.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (4:21-25)

"Pelita dipasang untuk ditaruh di atas kaki dian. Ukuran yang kamu pakai akan dikenakan pula padamu."

21 Pada suatu hari Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian. 22 Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap. 23 Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!" 24 Lalu Ia berkata lagi: "Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu.25 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.


Renungan

· Thomas Aquino dikenal sebagai teolog besar dalam Gereja; ia menyingkapkan ajaran-ajaran teologi yang berpengaruh dalam kehidupan beriman atau menggereja, maka kiranya ia sungguh menghayati sabda Yesus bahwa “tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap”. Ia memiliki kecerdasan dan kesucian yang terus difungsikan sehingga semakin bertambah dan mantap. Maka baiklah dengan ini kami mengajak dan mengingatkan kita semua untuk dengan rendah hati dan bersama-sama mengusahakan kecerdasan dan kesucian, agar kita juga mampu menyatakan apa-apa yang tersembunyi serta menyingkapkan aneka rahasia. Sebaliknya kami mengingatkan siapapun yang senang menyembunyikan sesuatu atau menyimpan rahasia yang mencelakakan orang lain untuk tidak takut menyatakan dan menyingkapkannya dengan segera daripada pada suatu saat dinyatakan dan disingkapkan orang lain, sehingga anda harus menanggung malu berkepanjangan. Ada pepatah “Sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga”, maka serahasia apapun orang menyembuyikan sesuatu akhirnya akan terungkap atau tersingkap juga. Dengan ini kami mengajak kita semua untuk hidup jujur dan transparan. “Jujur adalah sikap dan perilaku yang tidak suka berbohong dan berbuat curang, berkata-kata apa adanya dan berani mengakui kesalahan, serta rela berkorban untuk kebenaran” (Prof Dr Edi Sedyawati/edit: Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka – Jakarta 1997, hal 17). Dengan hidup jujur kita juga akan diperkaya dalam berbagai keutamaan dan nilai-nilai kehidupan yang membahagiakan dan menyelamatkan.

· "Siapakah aku ini, ya Tuhan ALLAH, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini? Dan hal ini masih kurang di mata-Mu, ya Tuhan ALLAH; sebab itu Engkau telah berfirman juga tentang keluarga hamba-Mu ini dalam masa yang masih jauh dan telah memperlihatkan kepadaku serentetan manusia yang akan datang, ya Tuhan ALLAH” (2Sam 7:18-19), demikian kata atau doa Daud kepada Tuhan. Dengan rendah hati Daud menyadari dan menghayati diri sebagai yang lemah dan rapuh di hadapan Tuhan, padahal ia adalah yang terpilih untuk menjadi raja. Doa semacam ini rasaya pada masa kini juga menjadi doa para uskup dan paus, orang-orang yang terpilih di dalam Gereja, dimana dalam doanya senantiasa menyatakan diri sebagai yang hina dina. Begitulah pernyataan orang terpilih dan suci, yang mempesona, menarik dan memikat banyak orang untuk datang kepadanya. Pengalaman dan pengamatan saya orang yang demikian itu, meskipun bukan pejabat tinggi, senantiasa didekati dan dimintai tolong orang lain dan yang bersangkutan dengan rela melayaninya. Bagi orang yang demikian ini juga berlaku sabda Yesus bahwa “siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi”, yang bersangkutan semakin diperkaya dalam berbagai hal karena semakin banyak melayani serta dengan rendah hati mendengarkan aneka dambaan, kerinduan, pengalaman, keluh kesah dst..dari yang dilayani. Maka dengan ini kami mengajak dan mengingatkan kita semua sebagai murid-murid atau pengikut Yesus untuk menghadirkan diri sedemikian rupa sehingga menarik, memikat dan mempesona banyak orang atau banyak orang senang mendatangi kita. Hendaknya tidak berhenti puas karena dikagumi dan dipuji, tetapi tidak dicintai; yang utama dan penting adalah dicintai sehingga siapapun tanpa terkecuali dapat dan boleh mendatangi kita. Demikianlah ada rumus kehidupan: semakin orang dengan rela dan terbuka melayani orang lain tanpa terkecuali, maka yang bersangkutan semakin diperkaya dengan berbagai ilmu kehidupan.

Ignatius Sumarya, SJ
glenX is offline   Reply With Quote
Reply

Bookmarks

Tags
ekaristi, injil, liturgi sabda, misa harian, paulus, renungan, sabda tuhan, santapan rohani, taurat

Thread Tools

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT. The time now is 04:21.

SIDEBAR
Remove This Bar
Register / Login to remove this bar and All Ads.
Image




Powered by vBulletin® Version 3.8.2
Copyright ©2000 - 2010, Jelsoft Enterprises Ltd.
Copyright ©2007, WebGaul. All Rights Reserved. A ZEIN Company. Designed, Developed, Maintained, Optimized, Operated by ZEIN.