November 19, 2009, 22:10
|
#121
|
|
The time has come \()"•)/
Join Date: Jun 2009
Location: di belakang Nya \\()"•)//
Posts: 10,715
WebPoint: 0 GaulPoint: 15.788
|
Jumat, 20 November 2009
Sarang Burung 
Dengan sukacita dipersembahkanlah korban bakaran,
korban keselamatan dan korban pujian. - 1 Mak 4:56
Apakah Anda pernah melihat seseorang berjalan dengan sarang burung di atas kepalanya? Kita mungkin tidak bisa mencegah burung terbang dan membuang kotoran di atas kepala kita, tetapi kita bisa mencegah burung untuk membuat sarangnya di atas kepala kita.
Bahkan kalau ada sesuatu yang mengotori kepala kita maka secara otomatis kita akan langsung membersihkannya. Bukan hanya kepala, tetapi seluruh tubuh kita jika kotoran itu menjijikkan. Kita bukan hanya harus menjaga kebersihan tubuh kita dari kotoran yang nyata, tetapi juga kotoran dosa. Karena tubuh kita bukan hanya milik kita, melainkan merupakan Bait Allah juga, tempat kediaman Roh Kudus. Kita tidak bisa mencegah godaan dan percobaan dunia menghampiri diri kita, tetapi kita bisa menolaknya. Kita juga perlu untuk membersihkannya secara berkala selama kita masih hidup.
Tuhan selalu mendambakan kita untuk menjadi kudus karena Ia ingin senantiasa tinggal di dalam kita. Walaupun demikian Ia memberikan kebebasan bagi kita untuk memilih Dia. Di jaman Yesus, orang Israel mempunyai kebebasan untuk datang ber-ibadat setiap waktu ke Bait Allah. Tetapi sebagian orang justru mempergunakan kebebasan itu untuk menodai Bait Allah. Sungguh kontras dengan jaman Makabe, dimana mereka harus berperang demi menguduskan kembali Bait Allah. Semoga kita tidak lagi menyalahgunakan kebebasan yang kita miliki. (Pt)
Seberapa besar usaha saya untuk menjaga agar tubuh saya layak untuk terus menjadi Bait Allah?
|
|
|
|
Recommendation
|
Sponsored Ads
|
|
|
|
November 21, 2009, 12:52
|
#122
|
|
The time has come \()"•)/
Join Date: Jun 2009
Location: di belakang Nya \\()"•)//
Posts: 10,715
WebPoint: 0 GaulPoint: 15788
|
Sabtu, 21 Nov 2009
Maria, Bunda Terpilih : :
Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau. - Luk 1:28
Salah satu budaya Yahudi adalah mempersembahkan anak mereka kepada Tuhan sejak masih kecil ke Bait Allah. Tujuannya agar Tuhan berkenan dan memberkati anak mereka dan membuat rencana besar bagi sang anak. Hal yang sama terjadi dengan Santo Yoakim dan Santa Anna. Mereka membawa anak mereka, Maria yang berumur tiga tahun ke Bait Allah untuk dipersembahkan.
Maria telah dipilih Tuhan sejak lahir, karena itu kita percaya bahwa Maria dikandung tanpa dosa. Karena Yesus yang Kudus dan tidak berdosa tidak mungkin dapat lahir lewat persatuan dengan tubuh yang berdosa. Jadi Maria memang dikandung tanpa dosa.
Bahkan Martin Luther pun mengungkapkan: “She is full of grace, proclaimed to be entirely without sin something exceedingly great. For God grace fills her with everything good and makes her devoid of all evil.” -- Personal {"Little"} Prayer Book, 1522.
“It is a sweet and pious belief that the infusion of Mary soul was effected without original sin; so that in the very infusion of her soul she was also purified from original sin and adorned with God gifts, receiving a pure soul infused by God; thus from the first moment she began to live she was free from all sin". – Sermon on the Day of the Conception of the Mother of God, 1527.
Maria kerap dilupakan karena dianggap sebagai alat saja. Seperti orang yang kehausan, seringkali hanya berfokus pada air yang keluar dan lupa akan salurannya. Karena itu hari ini Gereja Katolik secara khusus merayakan hari Maria dipersembahkan ke Bait Allah. (Ch)
Siapa Maria bagi saya?
|
|
|
November 22, 2009, 00:21
|
#123
|
|
The time has come \()"•)/
Join Date: Jun 2009
Location: di belakang Nya \\()"•)//
Posts: 10,715
WebPoint: 0 GaulPoint: 15788
|
Minggu, 22 Nov 2009
Siiipp…gosiiippp
..setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suaraKu.
- Yoh 18:37
Sip…Gosip…semakin digosok semakin siiipppp… Acara gosip selebriti, tabloid gosip, dan detikhot tidak pernah sepi penggemar. Kalau tidak tahu soal gosip, sepertinya ada yang kurang. Di kantor saya, bukan hanya para wanita yang suka gosip, bahkan para pria juga sangat update soal berita sele-briti terkini. Diawali gosip tentang selebriti dan diakhiri de-ngan gosip seputar kantor. Kuping denger berita, mulut kasih komentar. Makin banyak yang kasih komentar, semakin siipp gosipnya.
Sepertinya ini adalah hal yang lumrah di kantor, tapi ternyata hal ini banyak menimbulkan sisi negatif dalam hidup saya. Saya membiasakan kuping ini untuk mendenger berita-berita negatif, akhirnya yang keluar adalah pikiran negatif. Saya menjadi mudah untuk berpandangan negatif terhadap rekan satu kantor. Bahkan seringkali memberikan “cap” negatif kepada seseorang.
Firman Tuhan hari ini mengingatkan saya, orang yang berasal dari kebenaran seharusnya mendengarkan suara kebenaran, yaitu suara Tuhan. Saya seharusnya mem-biasakan kuping ini untuk mendengarkan firman Tuhan. Supaya pikiran saya dipenuhi oleh firman Tuhan dan menghasilkan hal-hal yang positif. (Dn)
Apakah saya sudah melatih pendengaran saya
untuk mendengarkan suara Tuhan?
|
|
|
November 23, 2009, 00:11
|
#124
|
|
The time has come \()"•)/
Join Date: Jun 2009
Location: di belakang Nya \\()"•)//
Posts: 10,715
WebPoint: 0 GaulPoint: 15788
|
Senin, 23 November 2009
Dua peser 
Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya,
tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi
seluruh nafkahnya. - Luk 21:4
Peser merupakan mata uang Yahudi yang paling kecil. Namun dari dua peser ini ada pelajaran berharga yang Yesus ajarkan pada kita. Kita diajak untuk belajar memberi bukan pada saat kita berkelimpahan, tapi juga pada saat kita kekurangan.
Pernah suatu kali ada seorang sahabat yang sedang me-ngalami masalah finansial datang pada saya. Ketika itu saya hanya bersikap sebagai sahabat yang menolong dengan berdoa baginya. Namun ketika saya membaca kembali perikop ini, saya merasa Tuhan mendidik saya untuk memberi seperti janda miskin itu. Jujur…saat itu saya mesti berpikir panjang, karena memang uang di dompet sedang menipis. Akhirnya aya putuskan untuk mengambil sikap seperti si janda miskin. Setelah saya belajar memberi dari kekurangan, saya sendiri tidak berkekurangan. Bahkan Tuhan sanggup memberikan sukacita dan berkat melimpah buat saya. (Art)
Pernahkah saya memberi saat saya kekurangan? 
|
|
|
November 23, 2009, 00:58
|
#125
|
|
Let's Sing!
Join Date: Aug 2009
Posts: 3,751
WebPoint: 0 GaulPoint: 9871
|
Arta ... Arta ....
__________________
crede ut intelligas, intellige ut credas (St. Antonius dari Hippo)
|
|
|
November 23, 2009, 01:02
|
#126
|
|
The time has come \()"•)/
Join Date: Jun 2009
Location: di belakang Nya \\()"•)//
Posts: 10,715
WebPoint: 0 GaulPoint: 15788
|
:  artha artha..
|
|
|
November 24, 2009, 09:48
|
#127
|
|
The time has come \()"•)/
Join Date: Jun 2009
Location: di belakang Nya \\()"•)//
Posts: 10,715
WebPoint: 0 GaulPoint: 15788
|
Selasa, 24 November 2009
Kapan Tuhan? 
Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi? - Luk 21:7
Beberapa hari belakangan ini, anak pertama saya selalu bertanya kapan ulang tahunnya. Setiap kali saya menjawab maka ia akan menghitung masih berapa hari lagi hingga tiba hari istimewanya. Terkadang saya merasa bosan untuk menjawab pertanyaannya, karena saya tahu ia ingin hari ulang tahunnya semakin dekat. Mungkin ia berpikir dengan seringnya ia bertanya, harinya akan semakin dekat.
Belakangan saya menyadari ternyata saya pun sering melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan anak saya. Misal ketika saya menagih hutang pada customer saya. Yang menarik, customer saya sering menjawab, "Saya akan bayar nanti...kalau saya punya uang." Dan arti kata "nanti " itu sendiri sangat beragam...bisa besok, bisa lusa, bisa minggu depan, bulan depan, tahun depan...atau bahkan abad depan.
Dan ternyata ketika saya mempunyai permohonnan kepada Tuhan, saya pun bersikap seperti seorang debt collector (tukang tagih). "Tuhan, kapan doa saya dijawab?" Saya merasa sudah mengajukan berbagai alasan berulang kali agar Tuhan menjawab lewat kilat khusus (baca: ekspress).
Teman, ketika kita menantikan jawaban doa, bukalah hati kita lebar-lebar dan berusahalah untuk tetap bertekun dan tidak patah semangat. Karena janji Tuhan adalah ya dan amin. Dan kita perlu memiliki hidup yang penuh dengan sukacita. (An)
Kapan terakhir kali Tuhan menjawab doa saya? 
|
|
|
November 25, 2009, 00:51
|
#128
|
|
The time has come \()"•)/
Join Date: Jun 2009
Location: di belakang Nya \\()"•)//
Posts: 10,715
WebPoint: 0 GaulPoint: 15788
|
Rabu, 25 November 2009
Naik kelas 
Kalau kamu tetap bertahan,Kamu akan memperoleh hidup mu. - Luk 21:19
Kami sudah mengarungi hidup berkeluarga selama tiga puluh tujuh tahun. Begitu banyak cobaan, godaan, dan penderitaan, namun tentu juga banyak sukacita yang kami alami. Satu per satu masalah dapat kami lalui. Dan kami menikmati kebahagiaan dari buah kesetiaan lewat pengampunan terhadap satu sama lain, lewat proses panjang dalam mendidik anak-anak, lewat berkarya dalam masyarakat, de-ngan bertekun dalam doa, dan lewat proses dihempas badai kehidupan. Lewat semua pergumulan dan masalah yang kami hadapi, Tuhan menguji kesetiaan kami kepadaNya. Penga-laman tetap mau bertahan dalam situasi sulit dan menanggung derita serta beban hidup menjadikan kami “naik kelas” menuju kebahagiaan abadi.
Ketika kita setia, Tuhan jauh lebih setia. Sering saya merenungkan betapa baiknya Tuhan. Sungguh nyata penyertaanNya dalam keluarga kami. Penyadaran ini menjadi ke-kuatan dalam menghadapi setiap pergumulan hidup kami.
Yesus tahu apa yang akan terjadi pada diri murid-muridNya, ketika mereka mengalami penganiayaan, keraguan, dan ketakutan demi pewartaan namaNya. Namun Yesus terus me-nguatkan agar mereka tetap kuat dan setia. Dan Ia menjanjikan, “..tetapi tidak sehelai dari rambut kepalamu akan hilang” (ay.18). Janji inipun digenapi bagi kita para muridNya yang mau terus berjuang dan setia kepadaNya. (Lid)
Tuhan, berilah aku kekuatan, ketegaran, dan tambahkan terus imanku,
sebab kutahu Engkau tak akan pernah meninggalkan aku sendirian. Amin.
|
|
|
November 25, 2009, 16:03
|
#129
|
|
The time has come \()"•)/
Join Date: Jun 2009
Location: di belakang Nya \\()"•)//
Posts: 10,715
WebPoint: 0 GaulPoint: 15788
|
Kamis, 26 November 2009
Akhir jaman
Orang akan mati ketakutan karena kecemasan.. - Luk 21:26
Saya masih ingat kejadian beberapa tahun lalu ketika semua orang sibuk dengan apa yang disebut “kegelapan tiga hari”. Mereka kuatir, takut, dan berbagai hal berusaha mereka dapatkan agar diselamatkan dari kegelapan tiga hari tersebut, termasuk dengan memiliki rosario berwarna putih. Seorang teman berusaha meyakinkan saya untuk membeli rosario tersebut. Namun saya bersikeras menolak dan percaya bahwa keselamatan saya tidak terletak pada rosario putih itu.
Waktu Tuhan kapan Ia datang adalah misteri, namun pasti adanya. Tak ada yang perlu kita lakukan dan kuatirkan selain berjaga-jaga. Berdoa dan hidup benar adalah cara berjaga-jaga yang paling tepat.
Saat saya menulis renungan ini, saya baru mendengar berita mengenai gempa dahsyat di Padang dan Jambi. Kerusakan yang ditimbulkan cukup besar dan banyak memakan korban. Saat mendengar berita ini saya hanya bisa menarik nafas panjang dan berdoa. Tidak perlu kita sibuk memikirkan akhir jaman dan bagaimana cara menghadapinya, karena akhir jaman bagi setiap orang berbeda-beda. Dan kita sebagai orang yang percaya pada Yesus haruslah memiliki kepastian akan hidup bersama denganNya saat akhir jaman itu tiba. Namun permasalahannya adalah, sekalipun kita orang yang percaya kepada Yesus, apakah hidup kita berjaga-jaga selalu? Jangan sampai Ia datang dan kita tidak siap. (Al)
Apakah saya selalu berjaga-jaga dalam hidup ini?
|
|
|
November 26, 2009, 21:43
|
#130
|
|
The time has come \()"•)/
Join Date: Jun 2009
Location: di belakang Nya \\()"•)//
Posts: 10,715
WebPoint: 0 GaulPoint: 15788
|
Jumat, 27 November 2009
Tak Lekang oleh Waktu
Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataanKu tidak akan berlalu.
- Luk 21:33
Ketika kecil banyak nasehat yang diberikan papa dan masih saya ingat hingga sekarang, seperti cuci tangan sebelum makan, belajar yang rajin, banyak makan sayuran, jangan buang-buang makanan, bersyukur senantiasa, jaga kesehatan, dan banyak lagi lainnya. Terlebih ketika saya akan berangkat kuliah ke Jakarta, berkali-kali papa mengingatkan saya untuk menjaga kesehatan dan makan dengan baik (karena saat kecil saya mudah jatuh sakit).
Nasehat papa itu saya pegang teguh dan sungguh ampuh khasiatnya. Selama saya berada di kota orang, kesehatan saya tetap terjaga dengan melakukan apa yang papa katakan. Namun ketika saya melalaikan nasehat papa, sakit penyakit pun datang menghampiri. Ternyata apa yang papa katakan ketika saya kecil tetap berlaku hingga sekarang ketika saya sudah dewasa.
Demikianpun dengan perkataan Tuhan. Papa kita di dunia saja tidak mau anaknya susah dan menderita, apalagi Papa kita di surga. Kita perlu belajar mengimani bahwa firmanNya ya dan amin. FirmanNya sungguh tidak lekang oleh waktu, seperti juga cintaNya pada kita. (Hw)
Mampukah kita menjalan firmanNya tanpa dihalangi
oleh waktu dan permasalahan?
|
|
|
November 27, 2009, 17:16
|
#131
|
|
The time has come \()"•)/
Join Date: Jun 2009
Location: di belakang Nya \\()"•)//
Posts: 10,715
WebPoint: 0 GaulPoint: 15788
|
Sabtu, 28 November 2009
Kepentingan yang mana? 
Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan
kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi.. – Luk 21:34
Ketika saya masih duduk di bangku SMU 1, setiap malam Minggu saya selalu pergi bersama teman-teman. Kadang saya pergi untuk makan dan nongkrong sambil menghabiskan waktu, atau terkadang saya pergi minum-minum hingga kepala terasa ringan. Hal ini berlangsung terus hingga Tuhan mengubah hidup saya setahun kemudian.
Saya mulai mengenal persekutuan doa dan ikut aktif di dalamnya. Setiap malam Minggu saya lebih memilih untuk menghadiri persekutuan doa atau kebangunan rohani Katolik. Di situlah saya sadar bahwa saya mendapatkan sesuatu yang dapat mengisi kekosongan hati saya yang tidak saya dapatkan lewat minum dan nongkrong.
Ternyata perubahan gaya hidup saya juga berdampak pada teman-teman saya. Mereka yang awalnya merasa aneh melihat perubahan saya, akhirnya malah juga terlepas dari kebiasaan yang tidak baiknya dan terlibat dalam pelayanan.
Saya bersyukur atas perubahan yang terjadi dalam hidup saya. Dan satu hal yang perlu saya lakukan sekarang adalah tetap bertekun dalam doa untuk menjaga hidup saya. (Alw)
Apakah saya lebih mementingkan kepentingan-kepentingan duniawi daripada kepentingan rohani?
|
|
|
November 29, 2009, 01:52
|
#132
|
|
The time has come \()"•)/
Join Date: Jun 2009
Location: di belakang Nya \\()"•)//
Posts: 10,715
WebPoint: 0 GaulPoint: 15788
|
Minggu, 29 November 2009
Hari Terakhir
Jagalah dirimu, ..supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. ~ Luk 21:34
Bo Sanchez pernah menceritakan kisah hidup seorang teman dekatnya, Alvin Barcelona.
Alvin adalah seorang yang sangat sibuk. Dia mengelola sebuah sekolah ternama. Aktif di politik. Seorang pemain theater. Seakan belum cukup, dia juga seorang penyanyi rock. Saat ini dia dan istrinya mempunyai seorang anak berumur empat tahun.
Suatu hari dia merasakan rasa sakit yang menusuk di dalam perutnya. Hasil test dokter kemudian menunjukkan dia menderita tiga tumor ganas yang sedang menyebar di ususnya. "Alvin," kata si dokter, "Engkau mungkin tidak akan melihat ulang tahun anakmu yang pertama."
Alvin berkisah, "Saya baru berumur 30 tahun. Saat itu saya seakan merasa langit runtuh di atas kepala saya. Saya selalu berpikir saya akan menjadi tua bersama istri saya. Melihat anak saya bertumbuh dewasa, mengajarinya bermain gitar, melihatnya menikah. Semua itu tiba-tiba lenyap."
Maka Alvin melakukan apa yang dia bisa lakukan. Berdoa dan berdoa sepanjang hari. Tiap hari. Dari pagi sampai malam. Dia memohon agar Tuhan memberikan kesempatan kepadanya. Suatu hari ketika dia berdoa, dia merasakan perasaan damai di hatinya. Dia tiba-tiba merasa siap menghadap Tuhan. Dia menyerahkan hidupnya di tangan Tuhan. Hari operasi tiba. Operasi berangsung satu jam. Ketika Alvin sadar, dokternya mengatakan bahwa mereka tidak bisa menemukan tumor yang tadinya ada di ususnya. Tumor ganas itu lenyap begitu saja. (Jo)
Bagaimana saya akan hidup kalau hari ini adalah hari terakhir saya di dunia?
|
|
|
November 29, 2009, 01:53
|
#133
|
|
The time has come \()"•)/
Join Date: Jun 2009
Location: di belakang Nya \\()"•)//
Posts: 10,715
WebPoint: 0 GaulPoint: 15788
|
|
|
|
November 29, 2009, 15:05
|
#134
|
|
The time has come \()"•)/
Join Date: Jun 2009
Location: di belakang Nya \\()"•)//
Posts: 10,715
WebPoint: 0 GaulPoint: 15788
|
Senin, 30 November 2009
Kunci Hati 
Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan,
dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. - Rm 10:10
Belum lama ini seorang sahabat yang berprofesi sebagai dosen berdiskusi dengan saya. Dalam pergaulannya di sebuah universitas di New Zealand, ia sering bersaksi tentang Tuhan. Tapi teman-teman dosennya malah heran kalau ia percaya akan adanya Tuhan. Mereka minta bukti bagaimana Tuhan bisa bicara dengan manusia. Ia memberikan penjelasan bahwa manusia mempunyai nurani, bisa membedakan mana baik dan buruk. Manusia bisa mempunyai dorongan untuk berbuat baik. Tetapi mereka mendebat bahwa itu karena sudah dikonsepkan, dan bahwa manusia tidak perlu berbuat baik bagi orang lain. Mereka mengesampingkan perasaan dan hati dalam hidup mereka.
Padahal inilah kunci bacaan pertama hari ini, bahwa untuk diselamatkan, kita pertama-tama harus percaya lebih dulu de-ngan hati kita. Dan tidak peduli seberapa mereka memendam dan mematikan perasaan dan hati mereka, kedua hal itu akan terus ada.
Hati adalah kunci untuk membuka mata iman. Tanpa mata iman, kita seperti orang buta yang mau menggambarkan gajah. Dalam Yohanes 1:35-42, Santo Andreas membuka hatinya untuk mengunjungi Yesus sehingga ia bisa mengenali Yesus sebagai Mesias. Lalu ia membantu Petrus untuk juga mengenali Yesus sebagai Mesias. Inilah panggilan bagi kita semua, membantu membuka hati orang agar mereka bisa melihat Yesus dalam hidup mereka. (Pt)
Kapan terakhir kali saya membuka hati saya bagi orang lain
agar mereka bisa mengenali Yesus di dalam diri saya?
Last edited by SNU; November 30, 2009 at 03:43.
|
|
|
November 30, 2009, 03:33
|
#135
|
|
The time has come \()"•)/
Join Date: Jun 2009
Location: di belakang Nya \\()"•)//
Posts: 10,715
WebPoint: 0 GaulPoint: 15788
|
artikel by Bo Sanchez part 1
INGIN LEBIH BANYAK MUKJIZAT?
BERSIKAPLAH MURAH HATI 
Ini terjadi sekitar dua puluh tahun lalu.
Suatu hari, saya menyadari saya hanya mempunyai 9.000 Peso dalam tabungan saya, terlipat dengan aman di dalam laci meja saya. Di samping itu, saya punya 700 Peso di dompet saya. Hanya itu. Semua yang berharga yang saya miliki. Jumlah keseluruhan dari kekayaan saya! Saya adalah “Pimpinan Direksi” termiskin yang pernah ada di seluruh dunia. (Saya adalah Pimpinan dari dua organisasi pelayanan.)
Sekitar pukul sembilan pagi itu, seorang teman menelepon dan mengatakan pada saya bahwa anak perempuannya masuk rumah sakit, dan ia membutuhkan 9.000 Peso, segera!
Saya ingin bertanya padanya, “Apakah kamu yakin jumlahnya bukan 9.700 peso?” 
Saya menutup mata dan bertanya pada Tuhan apa yang harus saya lakukan. Dan sejelas cerahnya mentari pagi, saya merasa Ia mengatakan pada saya dalam hati, “Berikan padanya.”
Maka saya memberitahu teman saya dengan nada seriang mungkin, “Ambil uangmu di sini,” sambil menyembunyikan kekuatiran saya. Di dalam benak saya, saya sudah membayangkan konsekuensi tersuram dari keputusan saya. Hidup hanya dengan 700 Peso berarti tidak makan pizza favorit saya.
Beberapa menit kemudian, seorang teman lain mengetuk pintu depan kami, menangis, dan memberitahu saya tentang masalah keluarganya. Dan berakhir dengan permohonannya yang sangat gugup, “Bo, dapatkah kamu meminjamkan saya 500 Peso?”
Saya mulai tertawa. “Bukan 700 Peso?” 
Ia menggelengkan kepalanya, bingung dengan pertanyaan saya. Saya mengeluarkan dompet dan memberinya 500 Peso. (Ketika dompet Anda dalam keadaan sangat tipis, tindakan sederhana itu sangat sulit dilakukan!) Tapi ketika saya melakukannya, secarik kertas kecil yang terlipat dan kumal muncul dari dalam dompet saya. Saya menariknya dan tidak dapat mempercayai mata saya: Itu adalah lembaran 500 Peso lain!
Dari mana munculnya itu? Begitu tiba-tiba, saya merasa Tuhan sedang mengatakan pada saya bahwa ini adalah waktunya “mukjizat” terjadi.
Dalam kegirangan, saya sangat ingin segera memberikan 9.000 Peso saya. (Siapa tahu apa yang akan muncul begitu saya melakukannya?)
Saya masuk ke kamar dan mengambil lipatan uang saya dari laci – dan memasukkannya dalam sebuah amplop. Tapi sebelum saya melekatkannya, saya berpikir untuk menghitung ulang uang cash tersebut.
Saya menghitung, “Seribu…dua ribu…tiga ribu…empat ribu…” Saya mulai menangis ketika saya menghitung, “sepuluh ribu…sebelas ribu…dua belas ribu…tiga belas ribu…empat belas ribu…lima belas ribu!”
Sampai hari ini, saya tidak tahu dari mana datangnya kelebihan uang tersebut. Mungkin saya salah hitung pada awalnya. Namun apapun alasannya, itu tidak masalah. Yang saya tahu adalah Tuhan sedang mengatakan pada saya sebuah pesan yang sangat sederhana, sebuah pesan yang masih saya simpan dalam hati saya hingga hari ini – “Ketika saya memberi, Tuhan akan memelihara saya.”
Saya berlutut dan berkata, “Terima kasih Tuhan. Engkau masih ingin saya makan pizza.”
Alam Semesta Adalah Sebuah Cermin Raksasa
Saya tidak akan pernah melupakan pelajaran itu dalam hidup saya.
Hidup adalah sebuah cermin. Jika saya tersenyum pada cermin, cermin akan tersenyum kembali pada saya. Jika saya berkernyit, cermin akan berkernyit juga. Saya tidak tahu bagaimana Anda, tapi saya akan merasa kuatir juka saya tersenyum pada cermin dan cermin itu balik berkernyit. Alamak.
Alam semesta beroperasi seperti sebuah cermin raksasa. Apa yang saya beri, saya terima. Kebanyakan dari apa yang terjadi pada saya sebenarnya hanyalah sebuah cerminan dari apa yang saya berikan kepada alam semesta.
Orang-orang bertanya pada saya mengapa hidup saya begitu diberkati. Satu alasan adalah karena saya memberi.
Saya teringat satu kisah lama yang ingin saya bagikan pada Anda…
|
|
|
Posting Rules
|
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts
HTML code is Off
|
|
|
All times are GMT. The time now is 07:40.
|
|