///M5
April 23, 2003, 13:13
Kapolda Nangroe Aceh Darussalam (NAD) Irjen Pol Bahrumsyah menegaskan jangan mimpi Aceh menjadi negara sendiri. “Jangan coba-coba mengatakan Aceh sebagai negara, karena itu mimpi di siang bolong,” tegasnya.
Hal ini dikatakan Kapolda Nangroe Aceh Darussalam Irjen Pol Bahrumsyah kepada wartawan usai Rapat Kerja Polri yang diikuti para Kapolda se-Indonesia di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (23/4/2003). Bahrumsyah mengatakan hal itu berkaitan dengan meningkatnya eskalasi kekerasan di Aceh setelah Cessation of Hostiltes Agreement (COHA) atau kesepakatan penghentian permusuhan.
Aksi kekerasan setelah COHA ditandatangani semakin meningkat, karena GAM diperkenankan dan menganggap pajak di Nagroe Aceh Darussalam adalah pajak untuk perjuanagn, sehingga di mana-mana terjadi pemerasan. Menurut Kapolda Aceh, hal tersebut tidak bisa didiamkan lagi dan harus berantas sesuai sesuai hukum yang berlaku.
“Jadi bila dibilang makin panas, itu tergantung pada pemerasan dan penculikan yang masih bermain di sana, kalau mereka masih melakukan kekerasan kriminalitas, tentu akan kita kejar dan biasanya setiap dilakukan pengejaran selalu terjadi kontak senjata,” jelas Bahrumsyah.
Namun menurutnya, sampai kini pihaknya belum merasa perlu menambah kekuatan di Aceh. Kalau pun ada penambahan kekuatan itu tergantung pada situasi di Aceh.
“Sampai sekarang saya belum meminta penambahan kekuatan, tapi kekuatan yang ada sudah siap. Yang jelas, Aceh jangan mimpi jadi negara negara sendiri,” tegas Bahrumsyah lagi
Hal ini dikatakan Kapolda Nangroe Aceh Darussalam Irjen Pol Bahrumsyah kepada wartawan usai Rapat Kerja Polri yang diikuti para Kapolda se-Indonesia di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (23/4/2003). Bahrumsyah mengatakan hal itu berkaitan dengan meningkatnya eskalasi kekerasan di Aceh setelah Cessation of Hostiltes Agreement (COHA) atau kesepakatan penghentian permusuhan.
Aksi kekerasan setelah COHA ditandatangani semakin meningkat, karena GAM diperkenankan dan menganggap pajak di Nagroe Aceh Darussalam adalah pajak untuk perjuanagn, sehingga di mana-mana terjadi pemerasan. Menurut Kapolda Aceh, hal tersebut tidak bisa didiamkan lagi dan harus berantas sesuai sesuai hukum yang berlaku.
“Jadi bila dibilang makin panas, itu tergantung pada pemerasan dan penculikan yang masih bermain di sana, kalau mereka masih melakukan kekerasan kriminalitas, tentu akan kita kejar dan biasanya setiap dilakukan pengejaran selalu terjadi kontak senjata,” jelas Bahrumsyah.
Namun menurutnya, sampai kini pihaknya belum merasa perlu menambah kekuatan di Aceh. Kalau pun ada penambahan kekuatan itu tergantung pada situasi di Aceh.
“Sampai sekarang saya belum meminta penambahan kekuatan, tapi kekuatan yang ada sudah siap. Yang jelas, Aceh jangan mimpi jadi negara negara sendiri,” tegas Bahrumsyah lagi