aleks75012
April 15, 2003, 18:54
Dalam berita ini yg dimaksud mungkin "tikus-tikus" di Pemda DKI kali, yg banyakan korup :D
Berita dr Kompas.
Dubes Kuba Tawarkan Racun Tikus kepada Sutiyoso
Duta Besar (Dubes) Kuba Miguel Ramirez menemui Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, di Balai Kota Jakarta, Selasa (15/4), menawarkan cara pemberantasan tikus dengan obat tertentu produksi negaranya.
"Dia menawarkan ada racun tikus yang tidak berbahaya bagi mahluk lainnya, untuk orang tidak apa-apa, dimakan burung tidak apa-apa. Saya penasaran. Eh.. terus sekarang diantarkan," ujar Gubernur Sutiyoso menjawab pertanyaan wartawan tentang kedatangan Dubes Kuba.
Ditanya sikapnya terhadap tawaran racun tikus itu, Sutiyoso mengatakan, "Akan saya coba."
Namun begitu, buru-buru Sutiyoso menambahkan bahwa tawaran tersebut hanya bagian kecil dari maksud kedatangan Ramirez. Sedangkan, maksud utamanya adalah meminta Gubernur mampir ke Kuba pada kunjungannya ke Bogota, Kolombia, akhir bulan ini.
Sutiyoso beserta beberapa staf dan pengusaha akan mengunjungi Bogota, Kolombia dan Meksiko City, Meksiko untuk mempelajari sistem transportasi massal "busway", dan beberapa kota lainnya dalam kerja sama "sister city" pada 26 April 2003 hingga 7 Mei
2003.
"Dia (Dubes Kuba) bolak-balik mengundang saya ke Kuba. Saya bilang waktu saya terbatas, tidak mungkin pergi ke luar negeri lama. Saya patok 12 hari dengan perjalanan. Nggak mungkin, jadi saya minta maaf tidak bisa memenuhi undangan," ujarnya tentang undangan datang ke Kuba itu.
Meskipun mengaku belum pernah berhubungan dengan Kuba, gubernur menilai hubungan diplomatik dengan suatu negara sangat baik dilakukan. "Terutama kalau belum bagus dijembatani oleh ’sister city’ seperti dengan Portugal. Saya anggap itu penting untuk merehabilitasi hubungan yang dilakukan ’sister city’ antara Lisabon dan Jakarta," katanya.
Menjawab pertanyaan wartawan apakah Ramirez juga menawarkan kerja sama dengan Pemprov DKI, Sutiyoso mengatakan, biasanya pada saat berkunjung ke suatu kota di luar negeri, pemerintah kota tersebut akan mengajaknya melihat produk-produk unggulan mereka seperti angkutan umum atau lainnya. (Ant/prim)
Berita dr Kompas.
Dubes Kuba Tawarkan Racun Tikus kepada Sutiyoso
Duta Besar (Dubes) Kuba Miguel Ramirez menemui Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, di Balai Kota Jakarta, Selasa (15/4), menawarkan cara pemberantasan tikus dengan obat tertentu produksi negaranya.
"Dia menawarkan ada racun tikus yang tidak berbahaya bagi mahluk lainnya, untuk orang tidak apa-apa, dimakan burung tidak apa-apa. Saya penasaran. Eh.. terus sekarang diantarkan," ujar Gubernur Sutiyoso menjawab pertanyaan wartawan tentang kedatangan Dubes Kuba.
Ditanya sikapnya terhadap tawaran racun tikus itu, Sutiyoso mengatakan, "Akan saya coba."
Namun begitu, buru-buru Sutiyoso menambahkan bahwa tawaran tersebut hanya bagian kecil dari maksud kedatangan Ramirez. Sedangkan, maksud utamanya adalah meminta Gubernur mampir ke Kuba pada kunjungannya ke Bogota, Kolombia, akhir bulan ini.
Sutiyoso beserta beberapa staf dan pengusaha akan mengunjungi Bogota, Kolombia dan Meksiko City, Meksiko untuk mempelajari sistem transportasi massal "busway", dan beberapa kota lainnya dalam kerja sama "sister city" pada 26 April 2003 hingga 7 Mei
2003.
"Dia (Dubes Kuba) bolak-balik mengundang saya ke Kuba. Saya bilang waktu saya terbatas, tidak mungkin pergi ke luar negeri lama. Saya patok 12 hari dengan perjalanan. Nggak mungkin, jadi saya minta maaf tidak bisa memenuhi undangan," ujarnya tentang undangan datang ke Kuba itu.
Meskipun mengaku belum pernah berhubungan dengan Kuba, gubernur menilai hubungan diplomatik dengan suatu negara sangat baik dilakukan. "Terutama kalau belum bagus dijembatani oleh ’sister city’ seperti dengan Portugal. Saya anggap itu penting untuk merehabilitasi hubungan yang dilakukan ’sister city’ antara Lisabon dan Jakarta," katanya.
Menjawab pertanyaan wartawan apakah Ramirez juga menawarkan kerja sama dengan Pemprov DKI, Sutiyoso mengatakan, biasanya pada saat berkunjung ke suatu kota di luar negeri, pemerintah kota tersebut akan mengajaknya melihat produk-produk unggulan mereka seperti angkutan umum atau lainnya. (Ant/prim)