View Full Version : Renungan Kristen (General)
Cup^Cake
April 11, 2003, 18:14
ayo pada pasang yuk... lumayan bacaan yg menyegarkan pikiran dan hari nih.. terserah berbentuk gimana.. pokoke renungan buat kita2 deh ;)
**Message bagi yang sudah menikah kue perkawinan ini, perlu untuk mengingatkan & direnungkan , bagi yang belum menikah kue ini untuk bahan masukan, supaya jangan salah adonan.**
KUE PERKAWINAN
Bahan : 1 pria sehat, 1 wanita sehat, 100% Komitmen, 2 pasang restu orang tua, 1 botol kasih sayang murni.
Bumbu: 1 balok besar humor, 25 gr rekreasi, 1 bungkus ibadah, 2 sendok tea telpon-telponan, 7 Hari firman Allah / minggu (Semuanya diaduk hingga merata dan mengembang).
Tips: Pilih pria dan wanita yang benar - benar matang dan seimbang. Jangan yang satu terlalu tua dan yang lainnya terlalu muda karena dapat mempengaruhi kelezatan (sebaiknya dibeli di toserba bernama GEREJA, walupun
agak jual mahal tapi mutunya terjamin. Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK atau PARTY karena walaupun modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen atau kadang menggunakan zat pewarna yang bisa merusak kesehatan). Gunakan Kasih sayang cap "AGAPE" yang telah mendapatkan penghargaan ISO 1 Korentus 13 dari Departemen Kesehatan dan Kerohanian.
Cara Memasak: Pria dan Wanita dicuci bersih, buang semua masa lalunya dan diteteskan sehingga tersisa niat yang murni. Siapkan Form / frying pan (sebaiknya bermerek "Kasih Yesus") yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang tua secara merata. Masukkan niat yang murni kedalam form dan panggang dengan api merata sekitar 30 menit di depan penghulu. Biarkan di dalam form bermerek "Kasih Yesus" tadi dan sirami dengan bumbunya. Kue siap dinikmati.
Catatan: Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak dinikmati dalam keadaan hangat. Tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera, serta beberapa potong ibadah kemudian dihangatkan lagi di oven ber merek Gereja. Setelah mulai hangat, jangan lupa telepon - teleponan bila berjauhan.
Cup^Cake
April 11, 2003, 18:27
Proses!!!
Jalan hidup yang dilalui setiap orang tidak ada yang sama........semua
orang sudah digariskan hidupnya oleh Tuhan untuk menjalani proses yang
membentuk hidup kita untuk lebih bijaksana, dewasa & berharap hanya
kepada Tuhan.
Satu hal yang saya tahu, terkadang kita tidak pernah bersyukur buat
apa yang kita alami. Kita selalu mengeluh dan bilang Tuhan tidak
adil..Tuhan tidak sayang saya.......dan sebagainya yang intinya kita lebih banyak
menyalahkan Tuhan, tanpa melihat ada apa dibalik semua peristiwa yang
Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita.............
Kali ini saya belajar banyak untuk terus mengucap syukur apapun yang
terjadi dalam hidup saya............
Hidup saya terbelit hutang mulai dari saya menikah dua t ahun yg lalu
sampai dengan hari ini saya masih mencicil hutang-hutang
tersebut........(yang kalau saya kisahkan di sini apa yg menjadi
penyebab hutang tsb, akan sangat panjang.......)
Singkat kata saya sering mengalami stress karena hutang tersebut,
terlebih dengan penghasilan saya & suami yg pas-pasan dan habis untuk membayar
hutang, sehingga terkadang kami harus pintar-pintar gali lobang tutup
lobang istilahnya untuk membiayai hidup sehari-hari...karena
jujur....gaji kami berdua tidak bisa menutupi kebutuhan sehari-hari dengan anak
satu dan hutang yg bertumpuk...........
Hingga satu hari saya memutuskan akan meminjm uang pada perusahaan
tempat saya bekerja belum genap satu tahun. Pada saat saya menghadap
pimpinan saya dan megatakan keperluan saya ingin meminjam uang sejumlah 1 juta, beliau bicara dengan keras bahwa kantor ini bukan bank.......dan kalau dia
mulai meminjamkan kepada saya maka orang lain akan datang kepada dia untuk
melakukan hal yang sama.......dll...dll......yang isinya begitu
membuat saya malu & menangis........memang pada akhirnya dia memberikan
pinjaman tersebut, dan saya tidak menyalahkan pimpinan saya atas semua
perkatannya.......cuma saya merasakan malu yang amat sangat dan merasa
sepertinya saya gak layak menerima semua perkataan dia hanya untuk
uang 1jt.
Hampir saya membatalkan pinjaman saya kalau bukan karena teman kantor
saya yang menasehati.
Namanya kita sebut saja Lina.........begitu saya keluar dari ruang
pimpinan, saya menangis dihadapan dia karena kebetulan meja dia
berdekatan dengan saya. Dan dia cuma bilang :
" Sudah, gak usah dipikirkan.......kamu kan melakukan semua ini bukan
untuk foya-foya...toh kamu melakukan semuanya untuk keperluan keluarga
kamu......dan kamu tidak berbuat salah......mungkin ini memang
saatnya kamu harus mengalami hal seperti ini..ya sudah kamu jalanin......saya tahu
gimana perasaan kamu, tapi selama kamu merasa tidak berbuat salah,
jalanin aja............."
Saya sempat protes " Saya malu na...........emang kamu pernah
mengalami hal seperti ini ?"
" Semua orang pernah lagi mengalami PROSES seperti ini meskipun
caranya berbeda-beda.......saya pernah ngalamin dimana teman-teman saya
mengumpulkan uang untuk operasi saya karena saya sudah tidak punya
uang lagi......."
" Operasi ? Operasi apa na ?"
Dia cuma tertawa dan dia bilang " Saya pernah operasi tumor 2
kali......sampai saat ini saya tidak pernah haid.....dan tidak bisa
punya anak.......
" Memang operasinya sebelum apa sesudah nikah (karena saya tahu dia
punya anak perempuan 1)
"Sebelum nikah.......
" Loh, terus anak kamu yg sekarang ?
" Dia saya adopsi........5 tahun yg lalu saya harus menjalani semua
proses operasi & kemoterapi karena tumor tersebut.....2 kali saya harus
mengalaminya karena ternyata setelah operasi pertama tumor tersebut
tumbuh lagi & rahim saya harus diangkat.........
Masih dengan tersenyum dia melanjutkan; "Ayah saya cukup berduit
sebelum saya sakit, tapi semua habis setelah saya sakit.......malah pernah
satu hari ketika saya sakit, pagi-pagi ayah saya tanya mau makan apa, saya
bilang mau makan soto dan dia cuma bisa diam......saya tanya kenapa ?
dan dia jawab bahwa dia tidak punya uang.......ya sudah kita beli roti
aja yg suka lewat di depan rumah. Soto harga 2500 perak, ayah saya tidak bisa
membelikannya untuk saya yg lagi sakit......dan seumur hidup saya
baru hari itu saya lihat ayah saya menangis karena tidak bisa membelikan makan
anaknya yg lagi sakit.........
Saya kembali menangis, bukan karena rasa malu saya lagi...tapi karena
saya melihat ternyata ada yg pernah mengalami proses yg lebih sulit dari
yg saya alamin........saya malu......bukan karena omongan pimpinan saya, tapi
karena menjadi cengeng buat hal yg ternyata kecil sekali dibandingkan
dengan apa yang teman saya alamin.......saya tidak pernah mengira
bahwa teman saya yg selalu ceria ternyata pernah mengalami saat-saat yang
begitu sulit......
Tapi ceritanya menyadarkan saya.........bahwa memang ada proses yang
harus dijalankan oleh setiap orang di bumi ini...bukan untuk mendatangkan
kecelakaan tapi untuk mendatangkan hal-hal yang baik buat hidup kita
selanjutnya kalau kita berhasil melalui proses tersebut dengan
tegar........
Apapun yang anda alami......pandang itu sebagai proses menuju
kebaikan yg sudah Tuhan sediakan buat anda.......coba lihat orang lain, dan
mengucap syukur karena Tuhan selalu mengijinkan sesuatu terjadi tanpa melebihi
kekuatan yang kita miliki......mengucap syukur karena Tuhan masih
menyertai kita.......
Semoga kisah nyata ini bisa menjadi berkat dan memberikan kekuatan
kepada anda yang mungkin sedang mengalami masa-masa sulit.......Tuhan
memberkati........
Cup^Cake
April 11, 2003, 18:40
Katanya, semua orang memiliki kisah yang bisa meremukkan hati. Adikku Nicholas mengidap kanker. Rambutnya sudah rontok, dan ia begitu lemah sehingga sulit berjalan. Aku tak tahan lagi melihat rasa pedih dimatanya. Kenangan masa kecilnya bukanlah kenangan Natal, berkemah, atau mainan; kenangannya adalah kenangan ke rumah sakit, infus, dan transfusi darah.
Aku ingat saat semuanya dimulai, saat ia baru berusia tiga tahun.
Mula-mula ia selalu mendapat memar yang buruk dan jelek. Kami tak menyangka apa-apa sampai memar itu mulai muncul di tempat-tempat aneh, seperti di ketiak atau kepala. Kemudian hidungnya sering berdarah, yang selalu saja terjadi. Ibuku selalu harus mengingatkan kami, "Jangan bermain-main dengan Nicholas; nanti hidungnya berdarah."
Bentuk kankernya adalah acute lymphatic leukemia (ALL), yang sangat bisa disembuhkan. Tujuh puluh persen anak-anak pengidap ALL berkurang penyakitnya dalam waktu setahun, dan dari anak-anak dalam kelompok ini, lima puluh persen tak pernah terjangkit lagi. jadi, peluang Nicky sangatlah baik.
la segera mulai menjalani kernoterapi, untuk mencegah bertambah parahnya kanker itu. Kemoterapinya berjalan baik, tapi sulit. Ia ke rumah sakit setiap hari Senin, Selasa, dan Rabu untuk pengobatan, lalu pulang selama sisa minggu itu, dalam keadaan sakit dan sama sekali tak berdaya. la tidak masuk TK tahun itu, tapi penyakitnya berkurang dalam sembilan bulan, dan kami semua gembira.
Hidup kembali normal untuk beberapa lama, hingga suatu hari saat aku dikelas tiga SMP. Aku pulang sekolah dan tampak orangtuaku duduk di sofa.
Ini kejadian aneh, karena orangtuaku tak pernah di rumah saat aku pulang. Tapi saat aku melihat air mata, aku tahu bahwa rasa takutku yang paling besar telah terjadi. Kanker itu datang lagi.
Cup^Cake
April 11, 2003, 18:42
Usianya lima tahun saat itu dan penyakitnya sudah berkurang selama duatahun. Kami semua menyangka ia telah berhasil menaklukkannya, tapi kemudian dokter menemukan tumor kanker di dadanya. Para dokter belum pasti seberapa besar tumor itu, jadi mereka menentukan tanggal operasi.
Mereka akan membuat irisan kecil pada dadanya dan mengevaluasi tumor itu. jika mungkin, mereka akan mengangkatnya hari itu juga.
Pada hari operasi, kami semua bangun pagi untuk menemani Nicholas kerumah sakit. Kami duduk di ruang tunggu B-3 yang sernuanya berwarna putih, "ruang kanker." Aku sudah terlalu sering berada di sana, aku tak tahan lagi.
Dalam dua tahun terakhir ini, aku sudah terlalu banyak melihat ruang ini, melihat buaian yang berisi bayi yang makin jarang dikunjungi ibunya, melihat anak-anak yang tahu mereka tak akan hidup lama. Bau kernatian yang membuat mual mengembang di setiap kamar, mengisahkan cerita lama tentang anak-anak yang hidupnya terpotong singkat oleh kanker yang membunuh.
Kami duduk dan serasa menunggu berabad-abad. Akhirnya, setelah empat jam, Dr. McGuiness, spesialis dokter kanker yang menangani Nicky, keluar dari pintu yang bertulisan OPERASI. la masih mengenakan pakaian operasinya saat ia mengisyaratkan agar kami mengikutinya, yang berartikami perlu bicara. Saat kami duduk, rasa takut menyerang kami.
"Nicholas sudah selesai dioperasi sekarang, dan efek obatnya akan segera hilang," Dr. McGuiness memulai.
"Tapi saya menyesal," lanjutnya. "Tumornya sudah tumbuh terlalu besar.
Tumor itu sudah memakan salah satu paru-parunya dan telah tumbuh di satu sisi jantungnya. Tak ada yang dapat kami lakukan sekarang."
Saat aku mendengar perkataan itu, air mataku mengembang. Perkataan itu berarti sudah waktunya berhenti berjuang karena kami tak akan menang.
Aku memandang berkeliling dan aku tahu aku ingin pergi. Aku ingin lari jauh, jauh sekali, tapi aku tahu aku tak bisa melakukan hal itu. Itu tak akan membuat masalahnya lebih baik, dan itu tak akan menghidupkan Nicky.
Dokter itu pergi selama sepuluh menit supaya kami dapat menenangkan diri. Saat ia kembali, ia bertanya apakah kami ingin Nicholas menghabiskan sisa hari-harinya di rumah sakit atau di rumah. Kami ingin Nicholas pulang.
Beberapa bulan berikutnya kami sungguh tersiksa, harus melihat Nicky makin sakit dan lemah. Seraya tumor itu tumbuh, Jantungnya berhenti berdenyut secara teratur dan ia sering tersengal-sengal.
Musim panas berlalu lebih cepat dari seharusnya. Kesehatan Nicholas tetap stabil, meskipun tetap sangat rapuh. Kami bahkan bisa berjalan-jalan ke Disneyland, Permintaan Nicky yang Terakhir. Tapi sulit sekali mencoba gembira untuknya, karena kami tahu bahwa itulah liburan kami yang terakhir sebagai keluarga.
Dengan berlalunya waktu, kesibukan masa liburan menyibukkan kami. Hallowen sungguh menyenangkan dan makanmalam thanksgiving terasa lezat.
Lalu, saat kami mulai bersiap untuk merayakan Natal, kesehatan Nicky memburuk.
Pada suatu hari, saat sernua orang sedang menghias pohon Natal, aku masuk kamar untuk menjenguk Nicholas, yang sedang duduk di kursi. Lampu Natal dengan indah menerangi wajahnya dan memunculkan gernerlap lugu yang sudah lama tak kami lihat.
Saat aku mendekatinya, kusadari bahwa ia sedang menangis. Aku duduk dikursi bersamanya dan memeluknya seperti yang kulakukan saat ia masih kecil.
Cup^Cake
April 11, 2003, 18:43
"Nicky, katakanlah mengapa kau menangis," kataku.
"Kak, ini tidak adil," ia berkata terbata-bata.
"Apa yang tidak adil?" tanyaku.
"Kenapa aku akan mati?"
"Kau kan tahu semua orang akan mati," jawabku, jelas-jelas menghindari topik itu. Aku tidak ingin ia tahu, dan jauh di lubuk hati aku juga tak ingin tahu.
Tapi tidak seperti aku. Kenapa aku harus mati? Kenapa begitu cepat? Lalu ia mulai menangis. Ia membenamkan kepalanya didadaku, dan aku mulai menangis juga. Kami duduk seperti itu untuk waktu yang lama sekali.
Waktu yang sangat lama, sepi dan mengerikan. Setelah itu, ada
kesepahaman di antara kami. la siap, begitu pula aku. Kami dapat
mengatasi apa pun sekarang.
Di bulan januari, ia mengalami koma dan. kami tahu kami akan kehilangan dirinya. Pada suatu hari kami duduk menggenggam tangannya, karena kami tahu itulah untuk terakhir kalinya ia-bersama kami. Tiba-tiba ada rasa damai yang mengisi ruangan itu, dan aku tahu Nicholas telah mengembuskan
napas terakhirnya.
aku melihat keluar. Salju yang baru turun entah kenapa tampak lebih cerah. Aku membenci diriku karenanya, tapi tiba-tiba aku merasa lebih baik. Semua rasa pedih dan sedih beberapa tahun terakhir ini sudah hilang, dan aku tahu nicholas telah aman. Ia tak lagi takut atau sakit, dan lebih baik begini.
Nicole Rose Patridge
(chicken soup for the teeange soul II)
juliemathers
April 12, 2003, 00:14
gue ada.. tapi maap yah kalo panjang... ini buatan gue di cerpen KG hehehe... please renungin ^^
Akhirnya aku sampai dengan kawan-kawan ke tempat itu. Kami harus melewati lapangan terbuka bekas Plaza yang sudah dihancurkan, cukup luas, dan tempat itu terletak di ujung lapangan tersebut, cukup terpencil dan sulit ditemukan.
Puing-puing plaza itu masih ada, batu-batu bata yang hancur masih berserakan.
Namun ditengah-tengah puing itu, ada sebuah pohon natal yang besar, terbuat dari sedotan-sedotan yang dibuat menyerupai bintang-bintang dan tersusun rapi membentuk pohon natal.Kreatif, pikirku.
Aku disambut dengan jabatan tangan seorang kakek. Tangannya kasar. Kalau diperhatikan, dia orang yang periang dan suka bekerja. Sapu di tangan kirinya, dan Topo di pundaknya.
Terlihat dari raut wajahnya, cukup tua untuk bekerja namun setelah aku berjabatan dengan dia, dia melanjutkan pekerjaannya, menyapu halaman tempat tersebut.
Tak lama aku melihat dia membawa mimbar ke depan, dan mengangkut bangku-bangku dari dalam, disusul oleh kawan-kawanku yang laki-laki untuk membantunya.Mungkin mereka juga iba melihatnya.
Sungguh aku sangat terpana oleh kakek tersebut. Malu juga, aku masih muda begini, tapi kalau disuruh bekerja, ah.. pasti malas.
Aku melihat-lihat sekeliling, di sana ada sebuah sumur yang sudah ditutup rapat dengan semen, mungkin agar aman untuk diduduki, dan oh.. akhirnya aku tahu nama tempat itu, di atas kepalaku ada sebuah papan bertuliskan “Selamat datang di Yayasan Panti Jompo Pniel”
Aku duduk di belakang dari bangku-bangku yang sudah tertata. Seorang nenek melambaikan tangannya padaku. “Sini, duduklah disebelahku”, katanya.
Akupun duduk di sebelahnya. Aku menyodorkan tanganku. “Elizabeth” si nenek berkata.
Ternyata berbincang-bincang dengan nenek Eli (begitu aku memanggilnya) sangat menyenangkan. Logat medok yang masih kental mengajakku untuk bertanya padanya, “Oma orang Surabaya?”
Aku bertanya sendiri.”Mengapa harus Surabaya yang terlintas di otakku?” Mungkin karena Logatnya yang sangat khas, sama seperti kakakku yang datang dari Surabaya.
“Iya” kata si nenek menyetujui pikiranku dan dia menceritakan bagaimana kisahnya sehingga dia bisa sampai di Jakarta, dan “terkurung” di tempat itu.
juliemathers
April 12, 2003, 00:14
“Mertua nenek yang membawa nenek ke sini, dia sangat baik nak, setiap minggu nenek dijenguknya.”
“Oma, enak eggak tinggal di sini?”
“Oh nenek senang tinggal di sini, banyak teman, dan banyak yang memperhatikan kami, apalagi kalau lagi natal seperti ini, banyak yang mengunjungi kami. Tapi tetap saja, lebih enak kalau dekat dengan keluarga, nak.”
Iba aku mendengarnya, apalagi kata-kata “Tapi tetap saja, lebih enak kalau dekat dengan keluarga, nak”
Pikiranku langsung menerawang ke rumah, mama papa yang masih bisa bekerja, mereka yang sudah banyak berkorban untukku. Ah.. tegakah bila aku menempati mereka di sini juga?
Acara sudah dimulai, aku dan oma Eli bergandengan tangan, bertepuk tangan menyanyikan lagu-lagu natal. Aku merasa senang sekali waktu itu, aku merasa nenekku yang sudah meninggal ada di sebelahku, aku rangkul oma Eli, aku merasa sayang seperti aku sayang sama nenekku yang dulu. Aku melihat kawan-kawanku yang lain, ada rasa gembira di wajah mereka juga.
Tiba saatnya mereka mengisi acara, mereka bernyanyi sendu sekali.. aku lupa lagunya seperti apa, suara mereka yang sudah setengah serak, sudah tidak kuat untuk berteriak.. apalagi menggunakan suara perut, membuatku menitikan air mata dan tesenyum. Suara mereka seindah para penyanyi seriosa, aku tidak mendengar jeleknya suara mereka tapi aku mendengar hati mereka yang sungguh-sungguh bernyanyi.
Dalam benakku aku berkata “ah, hidup mereka sudah tidak lama lagi, seharusnya mereka bahagia di sebelah anak-anak mereka, seharusnya mereka tidak ada di sini. Seandainya saja anak-anak mereka menyadarinya. Teganya mereka, apa sih yang ada di pikiran manusia manusia itu? Apakah aku akan seperti manusia-manusia itu kelak?”
juliemathers
April 12, 2003, 00:14
Kepala dari panti itu mengambil mic dan mengucapkan terima kasih kepada kami semua yang telah datang. Sebuah kalimat terlontar dari mulutnya membuatku berhenti menghirup oksigen untuk beberapa milidetik.
“Kami sangat senang adik-adik bisa datang ke sini, bertemu dengan kami para oma-opa yang sudah tua. Kami tidak bisa memberikan apa-apa selain rasa terima kasih kami, selain rasa sayang kami. Kami hanya berharap, semoga adik-adik dapat membantu kami dalam doa, Kami bingung untuk saat ini. Sebenarnya tempat ini akan lenyap sebentar lagi. Kami juga tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tempat ini sebentar lagi akan dibeli oleh seseorang, dan akan digusur, kami masih bingung akan bertempat tinggal di mana lagi. Kami sudah membawa ke pengadilan. Asal dapat diketahui, tempat ini umurnya lebih tua dari opa-oma yang disini, umurnya sudah se abad. Tapi memang manusia kadang-kadang bisa egois. Kami benar-benar butuh dukungan doa kalian.
Kami hanya bisa menunggu keputusan pengadilan.”
Tak kuasa aku menahan mataku yang sudah berkaca-kaca.Aku terenyah mendengarnya, aku melihat oma Eli, diapun meneteskan air matanya. Akupun merangkulnya dan berkata “Oma, kita sama-sama berdoa yah, Tuhan maha adil aku percaya, dia pasti memberikan jalan yang terbaik”
Mobil kijang ini melaju sama seperti pikiranku yang melayang memikirkan panti yang ada di belakangku itu.
Aku sempat berfoto dengan oma Eli, dan aku tak sabar untuk mencucinya. Akan kutaruh di dompetku. Entah apakah aku dapat bertemu lagi dengannya, apakah memang pengadilan akan seadil Tuhan.
Sudah 2 bulan aku meninggalkan tempat itu.
Aku masih belum tahu sampai sekarang, apakah tempat itu masih ada atau tidak.
Apakah Kakek yang rajin itu masih ada atau tidak.
Apakah mertua oma Eli masih dapat mengunjunginya.
Apakah aku dapat merayakan natal bersama mereka lagi.
Hanya Tuhan yang tahu
Cup^Cake
April 12, 2003, 10:04
wahh.. asik ada yg mampir ;) sering2 isi yah julie ;)
oh iya, belom sempet baca, ntar malem deh.. skrg anakku lagi ribet :D
juliemathers
April 13, 2003, 15:42
heheh iyah tante ^^ tadi sih dapet renungan bagus.. tapi susah dijelasin.. Julie beresin dulu deh kata2nya hehehe :D
MouseCatTeer
April 14, 2003, 05:23
Cup^Cake pasang link ke thread ini di signature aja biar lebih rame {)
Cup^Cake
April 14, 2003, 11:19
Originally posted by MouseCatTeer
Cup^Cake pasang link ke thread ini di signature aja biar lebih rame {)
OH IYA... bentar2 ..
Cup^Cake
April 14, 2003, 21:06
KEHADIRAN
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado
yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga
hadir dihadapannya lewat surat,telepon, foto atau
faks. Namun dengan berada disampingnya. Anda dan dia
dapat berbagi perasaan, perhatian , dan kasih sayang secara
lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagian.
MENDENGAR
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini, sebab,
kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan. Sudah lama diketahui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan. Berikan kado ini untuknya. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu
menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia
menuntaskannya. Ini memudahkan Anda memberi tanggapan
atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan
terdengar manis baginya.
D I A M
Seperti kata-kata, didalam diam juga ada kekuatan.
Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya. Diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya " ruang". Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomeli.
KEBEBASAN
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya ? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah, "Kau bebas berbuat semaumu." Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan
KEINDAHAN
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik ? (eh..)Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado lho. Bahkan tak salah jika Anda mengkadokannya tiap hari ! Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana dirumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.
TANGGAPAN POSITIF
Tanpa, sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf ), adalah kado cinta yang sering terlupakan.
KESEDIAAN MENGALAH
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran.
Apalagi sampai menjadi cekcok yang hebat. Semestinya
Anda pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta
dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan
itu? Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap
memberikan kado " kesediaan mengalah". Okelah, Anda
mungkin kesal atau marah karena dia telat datang memenuhi janji. Tapi kalau kejadiannya baru sekali itu, kenapa mesti jadi pemicu pertengkaran yang berlarut-larut ? Kesediaan untuk mengalah sudah dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna didunia ini.
SENYUMAN
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman,terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputus asaan. pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi ?
The glory of friendship is not the outstretched hand, not the kindly smile, not the joy of companionship; it is the spiritual inspiration that comes to one when he discovers that someone else believes in him and is willing to trust him with his friendship.
Cup^Cake
April 14, 2003, 21:06
Anak-Ku ,
Lihatlah disekitarmu. Siapakah orang yang paling tertekan dan tidak
bahagia? Apakah mereka orang-orang yang selalu mencoba mengalahkan orang
lain? Orang-orang yang menjatuhkan orang lain untuk membuat dirinya
kelihatan baik?
Biarlah Aku memberitahumu sebuah rahasia. Kamu bisa menjadi yang terbaik
tanpa menjatuhkan orang lain. Kamu dapat merangkul orang lain daripada
mencoba menjatuhkan mereka. Pertandinganmu satu-satunya hanyalah antara
dirimu senyatanya dengan dirimu sebagaimana yang kamu inginkan. Di dalam
kompetisi itu kemajuanmu merupakan hadiahmu.
Sebagaimana kamu belajar untuk selalu merangkul orang lain tanpa
menonjolkan dirimu ke muka, kamu akan menyadari bahwa Aku yang akan
mengangkatmu
Bapamu,
Tuhan
Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan dan Ia akan meninggikan kamu
(Yakobus
4:10)
Cup^Cake
April 14, 2003, 21:07
Be thankful that you don't already have everything you desire.
If you did, what would there be to look forward to?
Be thankful when you don't know something,
for it gives you the opportunity to learn.
Be thankful for the difficult times.
During those times you grow.
Be thankful for your limitations,
because they give you opportunities for improvement.
Be thankful for each new challenge,
because it will build your strength and character.
Be thankful for your mistakes.
They will teach you valuable lessons.
Be thankful when you're tired and weary,
because it means you've made a difference.
It's easy to be thankful for the good things.
A life of rich fulfillment comes to those who
are also thankful for the setbacks.
Gratitude can turn a negative into a positive.
Find a way to be thankful for your troubles,
and they can become your blessings.
Cup^Cake
April 14, 2003, 21:08
TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia
dalam segala perbuatan-Nya (Mazmur 145:17)
JALAN ALLAH
Pernahkah Anda bingung melihat beberapa ayat Alkitab yang tampaknya
berlawanan satu sama lain? Misalnya, dalam 1 Tawarikh 21:1 dikatakan
bahwa yang "membujuk Daud untuk menghitung orang Israel" adalah
Setan,
tetapi pada 2 Samuel 24:1 disebutkan bahwa Tuhanlah yang menyuruh.
Bagaimana kita menjelaskannya? Kita semua tahu bahwa Allah tidak
pernah mencobai siapa pun untuk berbuat dosa (Yakobus 1:13).
Jawaban pertanyaan itu dapat ditemukan dari cara para penulis
Perjanjian Lama mengungkapkan jalan Allah. Terkadang mereka
menganggap
pencobaan itu berasal dari Allah dengan seizin Dia. Mereka pikir Dia
membiarkan kita mengambil pilihan yang salah, lalu memakai akibat
tragis yang ditimbulkan untuk mencapai tujuan baik-Nya.
Dalam 2 Samuel 24:1, kita baca bahwa Allah "menghasut Daud" untuk
menghitung orang Israel. Jelaslah bahwa saat itu Allah mengizinkan
Setan mempengaruhi Daud, karena sensus itu merupakan usaha untuk
menaksir kekuatan militer Israel. Hal ini menceminkan dosa yang sama,
yang berasal dari sikap sombong dan mengandalkan diri sendiri yang
sering dilakukan bangsa itu. Akibatnya, Allah menghakimi bangsa
Israel
serta raja mereka.
Jadi, apa tujuan baik Allah ketika mengizinkan Setan untuk menghasut
Daud? Meskipun banyak rakyat Israel yang mati, tetapi bangsa itu
diampuni dan dimurnikan. Tuhan menghukum yang bersalah, tetapi juga
menunjukkan belas kasihan-Nya.
Jalan Allah mungkin di luar pemahaman kita, tetapi kita dapat selalu
percaya bahwa Dia selalu melakukan apa yang benar --Herb Vander Lugt
ALLAH MUNGKIN MENYEMBUNYIKAN TUJUAN JALAN-NYA
TETAPI JALAN-NYA PASTI MEMILIKI TUJUAN
Cup^Cake
April 14, 2003, 21:10
Bagaimana Caranya Mengampuni dan Melupakan
MENGAMPUNI ORANG LAIN ADALAH PERBUATAN BAIK YANG TERBESAR YANG DAPAT ANDA LAKUKAN - BAGI DIRI ANDA SENDIRI
1.Ambillah inisiatif Jangan tunggu orang yang bersangkutan minta maaf.
2.Kalau orang yang telah Anda ampuni itu ingin memasuki kehidupan Anda lagi adillah untuk menuntut kejujuran. la hendaknya dibuat mengerti, dibuat merasakan kepedihan yang telah Anda rasakan. Lalu hendaknya Anda harapkan janji tulus bahwa Anda takkan dilukai sepert itu lagi.
3.Bersabarlah. Kalau kepedihannya dalam, Anda tidak mungkin
mengampuninya seketika.
4.Ampunilah "secara eceran", bukannya "secara grosiran" Adalah hampir tidak mungkin mengampuni seseorang yang jahat. Fokuskanlah pada perbuatan tertentu yang menyinggung Anda (Mungkin akan membantu kalau Anda menuliskannya).
5.Jangan terlalu berharap. Mengampuni tidaklah berarti Anda harus memperbaharui hubungan yang pernah dekat.
6.Singkirkanlah rasa benar sendiri. Seorang korban bukanlah orang kudus. Andapun bisa-bisa membutuhkan pengampunan suatu hari nanti.
7.Pisahkanlah amarah dengan kebencian. Untuk menghilangkan kebencian Anda: Hadapilah emosi Anda dan terimalah itu sebagai alami. Lalu diskusikanlah, entah dengan objek kebencian Anda (kalau Anda dapat melakukannya tanpa menambah kebenciannya) atau dengan pihak ketiga yang bisa Anda percayai.
8.Ampunilah diri sendiri. Mungkin inilah yang paling berat. Bersikap apa adanya sangat penting. Akuilah kesalahan Anda. Rileks-kanlah pergumulan Anda untuk menjadi sempurna. Lalu bersikaplah yang konkrit dan spesifik tentang apa yang mengganggu Anda. Perbuatan Anda mungkin jahat. Tetapi Anda tidak.
Lewis B. Smedes
Diambil dari "Forgive and Forget"
Cup^Cake
April 14, 2003, 21:15
*********************************************
The 1st Secret - The Power Of Thought.
*********************************************
Love begins with our thoughts. We become what we think about.
Loving thoughts create loving experiences and loving relationships.
Affirmations can change our beliefs and thoughts about others and ourselves.
if we want to love someone, we need to consider their needs and
desires.
Thinking about your ideal partner will help you recognize her when you meet her.
*********************************************
The 2nd Secret - The Power Of Respect.
*********************************************
You cannot love anyone or anything unless you first respect them.
The first person you need to respect is yourself.
To begin to gain self-respect asks yourself, "What do I respect about myself?"
To gain respect for others, even those you may dislike, ask yourself "What do I respect about them?"
*********************************************
3rd Secret - The Power Of Giving.
*********************************************
If you want to receive love, all you have to do is give it!
The more love you give, the more you will receive.
To love is to give of yourself freely and unconditionally.
Practice random acts of kindness.
Before committing to a relationship ask not what the other person
will be able to give to you, but rather what will you be able to give them.
The secret formula of a happy, lifelong, loving relationship is
to always focus on what you can give instead of what you can take.
*********************************************
The 4th Secret - The Power Of Friendship.
*********************************************
To find a true love, you must first find a true friend.
Love does not consist of gazing into each other's eyes,
but rather looking outward together in the same direction.
To love someone completely you must love them for who they are, not what they look like.
Friendship is the soil through which love's seeds grow.
If you want to bring love into a relationship, you must first bring
friendship.
*********************************************
The 5th Secret - The Power Of Touch.
*********************************************
Touch is one of the most powerful statements of love, breaking down barriers and bonding relationships. Touch changes our physical and emotional states and makes us more receptive to love.
*********************************************
The 6th Secret - The Power Of Letting Go.
*********************************************
If you love something, let it free. If it comes back to you it's
yours, if it doesn't, it never was.
Even in a loving relationship, people need their own space.
If we want to learn to love, we must first learn to forgive and let
go of past hurts and grievances.
Love means letting go of our fears, prejudices, egos and conditions.
"Today I let go of all my fears, the past has no power over me -
today is the beginning of a new life."
*********************************************
The 7th Secret - The Power Of Communication.
*********************************************
When we learn to communicate openly and honestly, life changes.
To love someone is to communicate with them.
Let the people you love know that you love them and appreciate them.
Never be afraid to say those three magic words: "I Love You."
Never let an opportunity pass to praise someone.
Always leave someone you love with a loving word it could be the last time you see them.
If you were about to die but could make telephone calls to the people you loved, who would you call, what would you say and ...why are you waiting?
*********************************************
The 8th Secret - The Power Of Commitment.
*********************************************
If you want to have love in abundance, you must be committed to it, and that commitment will be reflected in your thoughts and actions. Commitment is the true test of love.
If you want to have loving relationships, you must be committed to loving relationships.
When you are committed to someone or something, quitting is never an option.
Commitment distinguishes a fragile relationship from a strong one./b]
[b]*********************************************
The 9th Secret - The Power Of Passion.
*********************************************
Passion ignites love and keeps it alive.
Lasting passion does not come through physical attraction alone;
it comes from deep commitment,enthusiasm, interest and excitement.
Passion can be recreated by recreating past experiences when you felt passionate.
Spontaneity and surprises produce passion.
The essence of love and happiness are the same; all we need to do is to live each day with passion.
*********************************************
The 10th Secret - The Power Of Trust.
*********************************************
Trust is essential in all loving relationships.
Without it one person becomes suspicious, anxious and fearful
and the other person feels trapped and emotionally suffocated.
You cannot love someone completely unless you trust them completely.
Act as if your relationship with the person you love will never end.
One of the ways you can tell whether a person is right for you is to ask yourself, "Do I trust them completely and unreservedly?" If the answer is "no", think carefully before making a commitment.
Cup^Cake
April 14, 2003, 21:21
Di SMU, di kelas menulis kreatif yang kuajar, aku berusaha keras
memberikan tugas yang dirancang untuk membuat murid-muridku memikirkan
detail hidup. Dalam menggambarkan detail-detail ini, ternyata mereka
dapat menghasilkan tulisan terbaik mereka. Mereka memanfaatkan dengan
baik setiap indra dan juga kreativitas mereka untuk mendapatkan intisari
segala hal. jika mereka dan aku mujur, beginilah caranya mereka bisa
menemukan suara batin terbaik mereka sendiri untuk menulis kreatif.
Bagi beberapa muridku, suara ini mengungkapkan perasaan tertentu yang
sangat memerlukan penyaluran.
Baru-baru ini aku meminta murid-murid menggambarkan suatu benda dan
kepentingannya yang khas bagi mereka pribadi. Mereka diberi waktu
seminggu untuk menyelesaikan tugas ini. Tapi, salah seorang muridku,
Kerry Steward, menghampiriku keesokan harinya dan memberitahu bahwa ia
tak akan mengerjakan tugas itu.
Aku cukup mengenal Kerry. Ia sudah mengikuti kelasku selama dua tahun,
di kelas satu dan dua SMU. Ia adalah penulis yang baik dan sangat mau
bekerja sama. jadi, pernyataannya ini mengejutkanku. Aku memandangnya
sejenak sementara ia berdiri di samping mejaku. Sikapnya yang menentang
sangat di luar kebiasaan, jadi aku memintanya menemuiku seusai sekolah
untuk membahas hal ini lebih jauh.
Saat aku bertemu dengannya di akhir hari, ia tak lagi bersikap
menentang, tapi ia tetap mengatakan ia tak mau mengerjakan tugas itu. la
bertanya apakah ia boleh meminta tugas lain. Sesuatu dalam suaranya
membuatku menanyakan apa masalahnya.
"Apakah kau sulit memikirkan benda tertentu?" tanyaku.
la diam sejenak. Lalu berkata, "Tidak. Tadi malam, waktu aku
menceritakan tugas ini kepada ibuku, ia berkata punya gagasan tentang
sesuatu yang istimewa yang dapat kutulis. Ia mengajakku ke kamarnya lalu
membuka kotak perhiasan besar miliknya. Kusangka ia akan menunjukkan
padaku anting-anting atau sesuatu yang dulu milik ibunya. Aku sudah
memikirkan banyak hal asyik yang pernah diceritakannya kepadaku tentang
nenekku untuk dituliskan. Itu tentu esai yang mudah ditulis."
Ia berhenti sejenak. Aku dapat melihat bahwa ia kesulitan untuk
mengungkapkan pikiran berikutnya.
"Tapi ia tidak memberiku perhiasan milik nenek. la mengambil cincin
kawin yang diberikan ayahku kepadanya dan menyerahkannya kepadaku.'
Aku terdiam sejenak. Aku ingat pertemuan orangtua murid bahwa orangtua
Kerry memiliki nama keluarga yang berbeda. Tapi, ayah tiri Kerry selalu
memperhatikan kemajuan Kerry dan bangga akan prestasinya, sama seperti
ibu Kerry. jadi, aku hanya berasumsi bahwa meskipun Kerry hanya memiliki
ayah tiri, keluarga mereka itu bahagia. Dan Kerry selalu tampak dapat
menyesuaikan diri sehingga aku tak punya alasan untuk berpikiran lain.
Tapi, remaja di hadapanku ini sedang merana. "Kenapa ia mau menyimpan
cincin itu? Kenapa ia ingin aku memilikinya?" Kerry mulai menangis.
"Mereka bercerai saat aku masih bayi. Aku bahkan tak tahu bagaimana
wajah ayahku. Ia tak pernah mau menemuiku atau mendengar kabarku. Aku
benci padanya! Buat apa aku memiliki cincin kawin konyol itu?"
Amarah Kerry sangat meledak-ledak. Aku membiarkannya menangis sejenak.
Lalu, aku bertanya dengan lembut, "Lalu, apa yang kaulakukan?"
"Aku melemparkan cincin itu sekuat tenaga ke dinding. Dindingnya sampai
tergores dan cincinnya jatuh di belakang lemari jati. Lalu, aku berlari
ke kamarku dan membanting pintu." Kerry mengambil tisu dari mejaku dan
membersihkan hidungnya. "Ibu tidak memarahiku. la pun tidak menyuruhku
menggeser lemari dan mengambil cincin itu."
Cup^Cake
April 14, 2003, 21:22
Wanita yang bijaksana, pikirku.
"Kau tak usah menulis tentang cincin itu, kataku. "Kau tahu, kau boleh
memilih benda apa saja, kan?" Bahkan saat aku mengatakannya, aku tahu
bahwa sesungguhnya Kerry ingin setidaknya bercerita, atau
setidak-tidaknya menuliskan, tentang cincin itu. Aku tahu bahwa sernua
amarah dan rasa frustrasi anak yang diabaikan itu telah dilambangkan
oleh cincin itu. Tapi, aku guru Bahasa Inggris, bukan psikolog dan jelas
bukan ibu Kerry. Bukanlah tempatku untuk memaksanya mengungkapkan
perasaan yang menyakitkan. Aku berkata padanya bahwa ia boleh tidak
mengerjakan tugas itu.
Malam itu, aku menelepon ibu Kerry. Kupikir ia sebaiknya tahu tentang
percakapan antara aku dan Kerry. Ia berterima kasih karena aku telah
menceritakannya. Lalu, ia berkata, "Aku tak menyadari betapa marahnya
ia-tak hanya kepada ayahnya, tapi juga kepadaku. Tapi, aku menyimpan
cincin itu untuk mengingatkan aku tentang saat-saat indah dalam
pernikahanku-saat-saat indah itu ada." Ia berhenti. Lalu, ia berkata
lirih, "Andai aku tak menikahinya, tentu aku tak memiliki Kerry
sekarang."
"Katakanlah itu kepadanya," kataku.
Keesokan harinya, aku menunggu dengan cemas dimulainya kelas Kerry.
Malamnya aku tak bisa tidur. Perasaan Kerry mudah dipahami. Tapi,
kuharap cinta yang begitu jelas antara ibu dan anak dan keluarga aman
yang mereka miliki sekarang dapat membantu Kerry menangani
perasaan-perasaan itu.
Kerry tersenyum kepadaku saat ia masuk. Katanya, "Aku agak pegal hari
ini. Aku menggeser-geser perabot berat semalam."
Aku balas tersenyum. Untuk sejenak aku tergoda untuk berkomentar tentang
angkat besi, tapi kemudian Kerry maju dan meletakkan karangan di mejaku.
"Bacanya nanti saja," bisiknya.
Karangannya tentang cincin kawin itu pendek saja. Kerry menulis: "Benda
hanyalah benda tak memiliki kekuatan untuk menyakiti atau menyembuhkan.
Hanya oranglah yang dapat melakukannya. Dan kita sernua dapat memilih
untuk disakiti atau disembuhkan oleh orang-orang yang mencintai kita."
Hanya itu saja.
Dan itu adalah segalanya.
Marsha Arons
(chicken soup for the teenage soul II)
Cup^Cake
April 24, 2003, 08:17
isi dulu deh sblm keluar kota :D
TUHAN TAHU
Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya
sia-sia... Tuhan tahu betapa keras engkau sudah berusaha.
Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih...
Tuhan sudah menghitung airmatamu.
Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu
dan waktu serasa berlalu begitu saja...
Tuhan sedang menunggu bersama denganmu.
Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu
sibuk untuk menelepon...
Tuhan selalu berada disampingmu.
Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan
tidak tahu hendak berbuat apa lagi...
Tuhan punya jawabannya.
Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau
merasa tertekan...
Tuhan dapat menenangkanmu.
Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan...
Tuhan sedang berbisik kepadamu.
Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa
ingin mengucap syukur...
Tuhan telah memberkatimu.
Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban...
Tuhan telah tersenyum padamu.
Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi...
Tuhan sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.
Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap...
TUHAN TAHU
Cup^Cake
April 24, 2003, 08:19
Bagaimana Caranya Mengampuni dan Melupakan
Bagaimana Caranya Mengampuni dan Melupakan
MENGAMPUNI ORANG LAIN ADALAH PERBUATAN BAIK YANG TERBESAR YANG DAPAT ANDA LAKUKAN - BAGI DIRI ANDA SENDIRI
1.Ambillah inisiatif Jangan tunggu orang yang bersangkutan minta maaf.
2.Kalau orang yang telah Anda ampuni itu ingin memasuki kehidupan Anda lagi adillah untuk menuntut kejujuran. la hendaknya dibuat mengerti, dibuat merasakan kepedihan yang telah Anda rasakan. Lalu hendaknya Anda harapkan janji tulus bahwa Anda takkan dilukai sepert itu lagi.
3.Bersabarlah. Kalau kepedihannya dalam, Anda tidak mungkin
mengampuninya seketika.
4.Ampunilah "secara eceran", bukannya "secara grosiran" Adalah hampir tidak mungkin mengampuni seseorang yang jahat. Fokuskanlah pada perbuatan tertentu yang menyinggung Anda (Mungkin akan membantu kalau Anda menuliskannya).
5.Jangan terlalu berharap. Mengampuni tidaklah berarti Anda harus memperbaharui hubungan yang pernah dekat.
6.Singkirkanlah rasa benar sendiri. Seorang korban bukanlah orang kudus. Andapun bisa-bisa membutuhkan pengampunan suatu hari nanti.
7.Pisahkanlah amarah dengan kebencian. Untuk menghilangkan kebencian Anda: Hadapilah emosi Anda dan terimalah itu sebagai alami. Lalu diskusikanlah, entah dengan objek kebencian Anda (kalau Anda dapat melakukannya tanpa menambah kebenciannya) atau dengan pihak ketiga yang bisa Anda percayai.
8.Ampunilah diri sendiri. Mungkin inilah yang paling berat. Bersikap apa adanya sangat penting. Akuilah kesalahan Anda. Rileks-kanlah pergumulan Anda untuk menjadi sempurna. Lalu bersikaplah yang konkrit dan spesifik tentang apa yang mengganggu Anda. Perbuatan Anda mungkin jahat. Tetapi Anda tidak.
Lewis B. Smedes
Diambil dari "Forgive and Forget"
MouseCatTeer
April 24, 2003, 08:41
Cup, berarti udah bisa pasang di signature lagi dong link thread ini. :)
fifiluZu
April 24, 2003, 10:33
gw ini bisa di sebut kristen...
but gw belajar untuk memaafkan org lain itususah...
and gw juga belajar kalo gw buat banyax dosa
and gw juga belajar bahwa berdoa buat gw akhir akhir ini sulit sekali
but gw peercaya apa yg di katakan alkitab
and gw juga ngerasa hidup gw tertolong banyax selama hidup gw lost. now im back but with different case.
MouseCatTeer
April 24, 2003, 12:24
fifi, lebih baik elu post di thread Diskusi Kristen aja kali. :)
Biar bisa didiskusikan. {)
Lady Synthesizer
April 24, 2003, 12:50
yg cincin kawin itu bagus banget! :bravo:
Cup^Cake
April 24, 2003, 13:01
LET'S ALWAYS THINK POSITIVE....
Kata-kata Orang Bijak
Terima kasihlah kepada orang yang telah Mencelakai anda, karena dia telah
melatih kegigihan hati anda.
Terimakasihlah kepada orang yang telah Menipu anda, karena dia telah
menambah pengalaman dan wawasan anda.
Terimakasihlah kepada orang yang telah Mencambuk anda, karena dia telah
membuat anda berlari sangat kencang, melebihi kecepatan normal anda.
Terimakasihlah kepada orang yang telah meninggalkan/Mencampakkan anda,
karena dia telah mendidik anda untuk mandiri.
Terimakasihlah kepada orang yang telah Menjatuhkan anda, karena dia telah
menguatkan kemampuan anda.
Terimakasihlah kepada orang yang telah Memarahi anda, karena dia telah
membantu menumbuhkan ketenangan dan kebijaksanaan anda.
Terimakasihlah kepada semua orang yang telah membuat ANDA KUAT, KOKOH,
BERHASIL,......
Cup^Cake
April 24, 2003, 13:01
Originally posted by MouseCatTeer
Cup, berarti udah bisa pasang di signature lagi dong link thread ini. :)
iya betul.. makasih MCT.. ntar gue buat signaturenya ;)
Girl_Power
April 25, 2003, 04:38
wah bagus2, thanks ya cupcake ....
Don Fabio
April 25, 2003, 05:59
"Segala hal dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku!!"
candl3
April 25, 2003, 07:35
cup bgs2 tuuuuuh.... yg di chicken soup seri I juga banyak yg bagus2 yg bisa membangkitkan iman. (he he he gw paling demen baca chick siiiiiiiiih... ampir semua seri chick gw beli )
superfly
April 25, 2003, 08:57
Will We Follow if Jesus Asks Us to Enter Poverty For a Season?
Mark 10:21-27,31 (Jer) Jesus looked steadily at him and loved him, and he said, "There is one thing you lack. Go and sell everything you own and give to the poor, and you will have treasure in heaven; then come, follow me." But his face fell at these words and he went away sad, for he was a man of great wealth. Jesus looked around and said to his disciples, "How hard it is for those who have riches to enter the kingdom of God!" The disciples were astounded by these words, but Jesus insisted, "My children," he said to them, "how hard it is to enter the kingdom of God! It is easier for a camel to pass through the eye of a needle than for a rich man to enter the kingdom of God." They were more astonished than ever. "In that case," they said to one another, "who can be saved?" Jesus gazed at them. "For men," he said, "it is impossible, but not for God: because everything is possible for God... Many who are first will be last, and the last first."
Is it likely, with all of his contacts and experience, that this man would have remained poor for long? And yet he was unwilling to obey Christ with all these advantages, even temporarily.
superfly
April 28, 2003, 04:23
"The eyes of the Lord move to and fro throughout the earth that He may strongly support those whose heart is completely His" (2 Chronicles 16:9).
God is looking for individuals of godly character that He can use to build His kingdom. People whose hearts are devoted to Christ often are used in a very significant and powerful way; though the world and the media will never recognize this.
In Jeremiah 5:1 (NIV) we read, "Go up and down the streets of Jerusalem, look around and consider, search through her squares. If you can find but one person who deals honestly and seeks the truth, I will forgive this city." The destiny of an entire city hung in the balance. The Lord was searching for but one person who was a person of godly integrity. If this person had been found, the entire city would have been forgiven.
In fact, the entire land of Israel hung in the balance. The Lord lamented in Ezekiel 22:30 (NIV), "I looked for a man among them who would build up the wall and stand before me in the gap on behalf of the land so I would not have to destroy it, but I found none." The Lord was searching for one person who was faithful to pray and intercede on behalf of the rebellious people of Israel.
When the Lord finds a person of a pure heart, He can use them wonderfully. David was a mere shepherd boy whom God chose to use in a remarkable way. In John 1:6 (NIV) John the Baptist is introduced with these words, "There came a man who was sent from God; his name was John."
The Lord always works through individuals. And these people often serve Christ in a very quiet, humble way. When you and I have the privilege of serving as a Crown budget counselor or leading a Crown Small Group Study, these are examples of ways that we can be used by God in a quiet, but significant, way.
How is your heart? Remember, "The eyes of the Lord move to and fro throughout the earth that He may strongly support those whose heart is completely His" (2 Chronicles 16:9).
Think about it and grow.
Warmly in Christ,
Howard Dayton
Luke 16:11
charlize
April 28, 2003, 07:20
10 WAYS TO START A GREAT DAY
==========================
1. TODAY I WILL NOT STRIKE BACK
If someone is rude, if someone is impatient, if someone is unkind....
I will not respond in a like manner.
2. TODAY I WILL ASK GOD TO BLESS MY "ENEMY"
If I come across someone who treats me harshly or unfairly, I will
quietly ask God to bless that individual.
I understand the "enemy" could be a family member, neighbor,co-worker or stranger.
3. TODAY I WILL BE CAREFUL ABOUT WHAT I SAY
I will choose and guard my words being certain that I do not spread Gossip.
4. TODAY I WILL GO THE EXTRA MILE
I will find ways to help share the burden of another person.
5. TODAY I WILL FORGIVE
I will forgive any hurts or injuries that may come my way.
6. TODAY I WILL DO SOMETHING NICE FOR SOMEONE BUT I WILL DO IT SECRETLY
I will reach out anonymously and bless the life of another.
7. TODAY I WILL TREAT OTHERS THE WAY I WISH TO BE TREATED
I will practice the golden rule-do unto others as I would have them do unto you-with everyone I encounter.
8. TODAY I WILL RAISE THE SPIRITS OF SOMEONE WHO IS DISCOURAGED
My smile, my words, my statement of support can make the difference to someone who is wrestling with life.
9. TODAY I WILL NURTURE MY BODY
I will eat less; I will eat only healthy foods. I will thank God for my
body.
10. TODAY I WILL GROW SPIRITUALLY
I will spend a little more time in prayer today I will begin reading
someting spiritual or inspirational.
charlize
April 28, 2003, 08:02
ILLUSTRASI
Adi sedang sedih ... dan kebingungan ...
dengan peluh memenuhi dahinya ... dan keringat bercucuran membasahi punggungnya ...
meskipun sebuah salib yang ada di punggungnya itu tidak juga dia letakkan ...
Suatu saat ... dia bertemu Tuhan di suatu ruangan dimana banyak sekali salib2 lain bersandar di tembok2nya ...
tiap salib ada namanya sendiri2, dia melihat salib2 itu bernama Ani ... Maya ... Sisca, temannya dan Rudi temannya juga ...
Tuhan menyapa Adi, apa kabar?
dan Adi pun menjawab, Tuhan ... salib yang ada di punggungku terlalu berat ... tak kuat aku menanggungnya ... bolehkah aku bertukar dengan salib yang lain?
Ho ho ho ... Tuhanpun tersenyum dan berkata pada Adi, silakan anakKu ... salib yang mana yang kaupilih?
Diam ... Adi berpikir keras ... Sisca atau Rudi ya enaknya ...
Sisca saja, pikirnya ... karena setiap saat Sisca selalu tersenyum dan riang ... salib ini pasti ringan sekali sehingga Sisca bisa seperti itu ...
dengan tersenyum ... Adi segera meletakkan salibnya dan mengambil salib dimana nama Sisca tertulis ...
tetapi ... aduhhhhhhhh ... teriaknya terkejut ...
Tuhan pun bertanya ... kenapa anakKu?
salib ini ... ternyata berat sekali ... aku tidak mau salib ini ... aku ingin salib Rudi ...
karena Rudi adalah salah satu temannya yang paling positif ... tidak pernah mengeluh dan selalu berhasil dalam pekerjaannya ...
tetapi sekali lagi ... aduhhhhhhh .. Adi berteriak lebih keras ...
Tuhanpun sekali lagi bertanya .. kenapa Adi?
salib ini pun tak kalah beratnya Tuhan ... sama dengan salib Sisca ... tetapi ... mengapa Tuhan, mereka beda dengan aku ... mereka ceria, tersenyum, positif dan selalu berhasil? tidak seperti aku ...
Dengan senyum bijak Tuhanpun menjawab karena engkau tidak pernah mau menyerahkan salibmu padaKu .... kau lihat sendiri ditempat ini ... berbagai macam salib ada disini ... salib milik Sisca berisi kehidupannya yang menderita, neneknya yang sakit2an ... dan dia harus menjaganya setiap saat ... atau salib milik Rudi ... dia harus menopang hidup seluruh keluarganya seorang diri ...
tapi mengapa mereka riang2 saja TUhan? sahut Adi terheran2 ...
anakKu ... karena salib2 itu mereka letakkan disini, mereka berikan padaKu ... sehingga AKU yang menanggungnya, bukan mereka ...
Maukah kau memberikan salib itu padaKU? berserah dan pasrah padaKu?
-diceritakan dari sudut pandang Charlize :D-
maaf ya kalo ada yang salah2, inti ceritanya sih gitu, tapi nama2nya gue lupa siapa aja ... jadi nama diatas ini cuma rekayasa, maap kalo ada kesamaan :p
eNGi
April 28, 2003, 08:27
Boleh ngasih kutipan Alkitab gak ? Menurut gw ini cukup penting untuk kita sama2 sadari dan renungkan.
Bahwa kita semua ini manusia yang tidak luput dari dosa dan bahwa Yesus datang bukan hanya untuk umat Kristiani, tetapi untuk seluruh umat manusia :)
1 Yohanes 1:3- 2:12
(1:3) Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.
(1:4) Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.
(1:5) Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan.
(1:6) Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran.
(1:7) Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
(1:8) Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.
(1:9) Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
(1:10) Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.
(2:1) Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.
(2:2) Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.
(2:3) Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya.
(2:4) Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran.
(2:5) Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia.
(2:6) Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.
(2:7) Saudara-saudara yang kekasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar.
(2:8) Namun perintah baru juga yang kutuliskan kepada kamu, telah ternyata benar di dalam Dia dan di dalam kamu; sebab kegelapan sedang lenyap dan terang yang benar telah bercahaya.
(2:9) Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang. Saudara kita termasuk pula umat dari agama lain
(2:10) Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan.
(2:11) Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya.
(2:12) Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, sebab dosamu telah diampuni oleh karena nama-Nya.
bLu3...BluE
April 28, 2003, 09:34
bole mosting yg gua dapat email ga?
soalnya gua demen ngumpulin renungan2 bagus :D
Channie
April 28, 2003, 13:32
pasang aja
Cup^Cake
April 28, 2003, 20:20
Originally posted by candl3
cup bgs2 tuuuuuh.... yg di chicken soup seri I juga banyak yg bagus2 yg bisa membangkitkan iman. (he he he gw paling demen baca chick siiiiiiiiih... ampir semua seri chick gw beli )
makasih :D, gue dapet dari teman semua.. emang bagus2 tuuhh
Cup^Cake
April 28, 2003, 20:21
eNGi, bagus tuh ayat2 alkitabnya ... ;)
charlize
April 29, 2003, 09:04
The Secret
One day, one friend asked another,
"How is it that you are always so happy?
You have so much energy,
and you never seem to get down."
With her eyes smiling, she said,
"I know the Secret!"
"What secret is that?"
To which she replied,
"I'll tell you all about it,
but you have to promise to
share the Secret with others."
"The Secret is this:
I have learned there is little I can do
in my life that will make me truly happy.
I must depend on God to make
me happy and to meet my needs.
When a need arises in my life,
I have to trust God to supply
according to HIS riches.
I have learned most of the time
I don't need half of what I think I do.
He has never let me down.
Since I learned that 'Secret', I am happy."
The questioner's first thought was,
"That's too simple!"
But upon reflecting over her own life
she recalled how she thought a bigger house
would make her happy, but it didn't!
She thought a better paying job
would make her happy, but it hadn't.
When did she realize her greatest happiness?
Sitting on the floor with her grandchildren,
playing games, eating pizza or reading a story,
a simple gift from God.
Now you know it too!
We can't depend on people to make us happy.
Only GOD in His infinite wisdom can do that.
Trust HIM!
And now I pass the Secret on to you!
So once you get it, what will you do?
YOU have to tell someone the Secret, too!
That GOD in His wisdom will take care of YOU!
But it's not really a secret...
We just have to believe it and do it...
Really trust God!
Cup^Cake
April 29, 2003, 12:39
Karunia Berpikir
Author: --unknown--
Dalam beberapa hal manusia tidak lebih unggul daripada binatang. Saya telah menyaksikan pria-pria yang luar biasa kuatnya, tapi belum pernah ada manusia yang "sekuat lembu jantan". Manusia mampu berlari 100 meter dalam waktu kurang dari 10 detik, tapi itu tidak ada artinya dibandingkan kecepatan lari seekor cheetah. Ada orang-orang yang sangat pandai untuk menentukan arah, meskipun begitu mereka tidak mampu menjelaskan bagaimana burung layang-layang yang bermigrasi selalu dapat kembali ke tempat yang sama setiap tahunnya.
Memang beberapa jenis binatang benar-benar pandai. Namun, tak satu pun dari mereka dapat berpikir seperti kita. Tak satu binatang pun dapat mengembangkan masyarakat yang menakjubkan, dengan segenap kemajuan di bidang medis dan teknologi.
Kemampuan unik manusia untuk berpikir memungkinkan mereka untuk berpikir tentang Allah dan kekekalan. Seorang penyair Amerika terkenal, Walt Whitman, merasa terganggu dengan hal itu. Ia mengaku sering kali merasa iri pada ternak yang merumput sepuasnya di padang rumput, sebab mereka tak pernah khawatir dan memikirkan hal-hal yang menyusahkan.
Sebagai orang kristiani, kita tahu bahwa kemampuan berpikir merupakan karunia Allah. Namun sayang, kita dapat menyalahgunakannya dengan cara mengisi pikiran kita dengan hal-hal yang cabul, kotor, dan buruk.
Itu sebabnya Paulus meminta kita untuk merenungkan semua yang benar, mulia, adil, suci, manis, bijak, patut dipuji, dan sedap didengar (Filipi 4:8).
KARAKTER YANG SALEH DIBENTUK OLEH PIKIRAN YANG KUDUS
superfly
May 02, 2003, 03:58
First Fruits
--------------------------------------------------------------------------------
Tuesday, April 29, 2003
by Os Hillman
All the silver and gold and the articles of bronze and iron are sacred to the Lord and must go into His treasury. -- Joshua 6:19
One of the earliest examples of the practice of giving God the first fruits of the increase was when Joshua and the people entered the Promised Land for the first time. When they crossed the Jordan River, their first battle was Jericho. God set a precedent with this battle by instructing them not to take any spoils from it. Unlike future battles, the fruits from this victory were to go into the treasury as a remembrance of their first victory in the Promised Land. In addition, the city of Jericho was to be a lasting monument to God's faithfulness. God instructed Joshua never to rebuild this city. If they or anyone in the future attempted to rebuild the city, the life of the firstborn would be required. Years later, Ahab attempted to rebuild this city and his firstborn died as a result. God never forgets to enforce His Word.
Is your work a lasting monument to the faithfulness of God in your life? Is it bringing glory to the Father? Are you giving the first fruits from your increase to God? God has encouraged us through this story to give the first fruits of our work to Him so that He will be glorified through our work. This is a tangible way for us to acknowledge that God is the source of all blessing.
KASIH ADALAH LINGKARAN
Kasih adalah lingkaran, itu akankembali kepadamu,
bila dibagikan dengan ketulusan hati.
Kasih adalah lingkaran, keatas dan kebawah,
mencapai langit dan kembali ke bumi.
Kasih adalah lingkaran, peganglah tanganku,
Kasih adalah lingkaran, kasih tak akan berakhir
Kasih adalah lingkaran, membebaskan manusia,
Kasih adalah lingkaran, kasih adalah engkau dan aku.
Kasih, sekali dibagikan, tak bertepi, berputar terus sepanjang masa.
Membawa kasih kepada siapa saja, sampai pada keabadian.
- by Manny Feldman
Cup^Cake
May 02, 2003, 13:48
Sumber : Parijs van Java
Ada 1 lembaga penelitian sekuler di USA yg meneliti tentang orang-orang bahagia. Karena ini lembaga sekuler, ukuran bahagia pertama adalah banyaknya uang, maka lembaga tersebut mensurvey orang-orang kaya (milyuner) dengan sample awal sebanyak lebih dari 200 ribu orang milyuner. Dari 200 ribu itu disaring kadar bahagia-nya berdasarkan berbagai parameter termasuk keluarga tersebut. Hasil saringan terakhir ada sekitar 200 orang yang dianggap sangat bahagia, karena selain kaya, bisnisnya luar biasa, menikmati hidup, keluarganya beres. Hasil survey tersebut ditulis dalam buku karangan Thomas Stanley berjudul "The Millionaire Mind."
Orang-orang kaya tersebut rata-rata sudah berumur, mereka adalah orang kaya dalam 1 generasi, artinya bukan kaya warisan, tapi kaya dengan modal zero, alias kerja sendiri. Kemudian orang-orang ini diwawancara satu per satu secara detail, dan di-summary-kan gaya hidup orang-orang tersebut, berikut 10 gaya hidup:
1) Orang-orang tersebut frugal = hemat, artinya: mereka penuh
pertimbangan dalam memanfaatkan uang mereka. Untuk beli sesuatu, pikir-pikir dulu sekitar 20 kali, tipe orang yang tanya sama Tuhan tentang segala sesuatu pengeluaran. Mereka tidak diperbudak mode, meskipun tidak kuno, tapi modis. Mereka tahu di mana beli barang bagus tapi murah.
2) Orang-orang tersebut selalu hidup di bawah income mereka, tidak hidup gali lobang tutup lobang alias anti utang.
3) Sangat loyal terhadap pasangan - tidak cerai dan setia!
4) Selalu lolos dari prahara baik dalam keluarga/bisnis (di USA
sering resesi ekonomi, mereka selalu lolos). Setelah ditanya apa
kunci lolosnya, jawabannya: "overcoming worry and fear with The Bible and pray, with faith to God. We have God and His word."
5) Cara berpikir mereka berbeda dalam segala segi dengan orang-orang kebanyakan, contoh: kita kalau ke mall, mikir abisin duit, mereka malah survey mencari bisnis apa yang paling laku di mall. They think differently from the crowd. Mereka "man of production" bukan "man of consumption."
6) Ketika ditanya kunci suksesnya:
a) Punya integritas = omongan dan janji bisa dipegang dan dipercaya.
b) Disiplin = tidak mudah dipengaruhi, dalam segala hal, termasuk disiplin dalam hal makanan, mereka orang yang tidak sembarangan konsumsi makanan. Tidak serakah.
c) Selalu mengembangkan social skill = cara bergaul, belajar getting along with people, belajar leadership, menjual ide, mereka orang yang meng-upgrade dirinya, tidak malas belajar.
d. Punya pasangan yg support, selalu mendukung dalam keadaan enak / tidak. Menurut mereka, integrity dimulai di rumah, kalau seorang suami/istri tidak bisa dipercaya di rumah, pasti tidak bisa dipercaya diluar.
7) Pembagian waktu/aktivitas, paling banyak untuk hal-hal berikut:
a) Mengajak anak dan cucu sport/olahraga, alasannya, dengan olahraga bisa meningkatkan fighting spirit yang penting untuk pertandingan rohani untuk menang sebagai orang beriman, untuk bisa sportif (menerima kenyataan, tetapi dengan semangat untuk memperbaiki dan menang).
b) Banyak memikirkan tentang investment.
c) Banyak waktu berdoa, mencari hadirat Allah, belajar Firman. Ini
menjadi lifestyle mereka sejak muda.
d) Attending religious activities.
e) Sosializing with children and grand child, ngobrol.
f) Entertaining with friends, maksudnya bergaul, membina hubungan.
8) Have a strong religious faith, dan menurut mereka ini kunci sukses mereka.
9) Religious millionaire. Mereka tidak pernah memaksakan suatu jumlah aset sama Tuhan, tapi mereka belajar mendengarkan suara Tuhan, berapa jumlah aset yang Tuhan inginkan buat mereka. Minta guidance untuk bisnis. Mereka bukan type menelan semua tawaran bisnis yang disodorkan kepada mereka, tapi tanya Tuhan dulu untuk mengambil keputusan.
10) Ketika ditanya tentang siapa mentor mereka, jawabannya adalah Tuhan.
Cup^Cake
May 02, 2003, 13:57
Setelah Menunggu 30 Tahun
Bagi yang tidak percaya dengan keabadian cinta, sebaiknya mendengar
cerita ini. Desember lalu, setelah menunggu selama 30 tahun, sepasang
kekasih dari Korea Utara dan Vietnam akhirnya bersatu dalam
pernikahan. Tiga dasawarsa bukanlah waktu yang pendek, tapi mereka
berhasil menjaga kesucian cinta mereka dari seberang lautan.
Kisah cinta ini bermula saat seorang mahasiswa kimia asal Vietnam
pergi ke Korea Utara pada 1971 untuk belajar. Mahasiswa muda itu,
Pham Ngoc Canh, jatuh cinta pada pandangan pertama pada seorang
wanita yang sekilas dilihatnya melewati pintu laboratorium di
Hamhung, tak jauh dari Pyongyang.
Pham pun nekat menemui Ri Young-Hui. Mereka lalu bertukar hadiah,
Pham memberi foto dan Ri memberikan alamat yang ditulis di sobekan
kertas.
Mereka bertemu diam-diam dan berpisah diam-diam. Pham memberitahu ibu
Ri agar memaksa putrinya menikah dengan pria lain saja karena mereka
berdua tidak mungkin dipertemukan. Rezim Korea Utara melarang
warganya berhubungan dengan orang asing, meski dari negara komunis
seperti Vietnam.
Ri menolak saran Pham dan ibunya untuk menikah dengan pria lain.
Bahkan ketika Pham pulang ke Hanoi karena tugas belajarnya selesai,
Ri berusaha bunuh diri. Pham pun akhirnya bertekad untuk
memperjuangkan cinta mereka.
Dibantu oleh ibu Ri, kedua kekasih ini menjalin hubungan hanya lewat
surat selama 20 tahun tanpa pernah bertemu sekalipun. Surat terakhir
diterimanya pada 1992.
Mengetahui Ri tak mungkin memperjuangkan persatuan mereka kembali,
Pham pun mengambil inisiatif untuk selalu mengusahakan pertemuan
mereka kembali.
Sebagai seorang penerjemah tim olahraga nasional, Pham beberapa kali
mengunjungi Korea Utara. Kesempatan ini selalu digunakannya untuk
menghubungi Ri. Namun, usahanya selalu gagal. Orang-orang di Korea
Utara selalu mengatakan, Ri telah menikah atau meninggal, tapi Pham
lebih percaya kesejatian cinta Ri ketimbang omongan orang-orang. Ia
menolak untuk percaya telah kehilangan kekasihnya.
Pham juga pernah berusaha melunakkan kakunya birokrasi dengan membawa
40 surat cinta dalam bahasa Korea yang dikumpulkannya selama 20 tahun
itu ke Kedutaan Besar Korea Utara di Hanoi. Ia berharap mereka mau
membantu. Namun usaha ini, seperti perjuangan sebelumnya, menemui
ketidakpastian.
Tahun-tahun terus berlalu dan rambut mereka sudah mulai beruban,
namun cinta mereka tak juga pupus. Tahun lalu, Pham melakukan usaha
terakhirnya saat ia mendengar delegasi politik Vietnam berkunjung ke
Pyongyang.
Ia kemudian menulis surat kepada Presiden dan Menteri Luar Negeri Vietnam. Usahanya kali ini tak sia-sia. Beberapa bulan kemudian, ia mendapat jawaban yang ditunggunya selama 30 tahun: pemerintah Korea Utara mengizinkannya untuk menikahi Ri Young Hui.
September lalu, pasangan yang telah berusia 50 tahunan itu bertemu kembali. Mereka pun sepakat untuk tidak menunda-nunda lagi pernikahanyang sudah lama dinantikan itu. Desember lalu, di Hanoi, keduanya menikah dengan dihadiri 700 tamu yang datang dengan mata berkaca-kaca.
bbc/qaris
Sumber: Koran Tempo - Sabtu, 18 January 2003
Cup^Cake
May 02, 2003, 14:00
Sumber : hanya wanita
Cinta tanpa rasa cemburu konon ibarat sayur tanpa garam. Pokoknya
kurang sreg saja jika tidak diwarnai oleh sikap yang satu itu.
Ditegaskan oleh salah satu pakar, Kristin Kusek :
Rasa cemburu itu normal saja terjadi selama tidak dipengaruhi oleh
pikiran-pikiran negatif. "Jadi dalam rasa cemburu itu banyak pula
segi positifnya," ujar Kusek. "Tentu saja dalam hal ini harus ada
perimbangan antara emosi dan rasio. Nah, selama mereka yang dirasuki
sikap cemburu itu masih bisa memenej perasaannya maka cemburu itu
justru akan mendatangkan hal-hal positif," tambah Kusek.
Apa saja kiranya hal-hal positif yang bisa kita dapat dari rasa
cemburu tersebut? Simak saja penjelasan Kusek berikut ini:
1) Cemburu akan membuat seseorang saling menghargai pasangannya.
Kenapa begitu? "Pasalnya cemburu itu datang salah satunya lantaran
ada kekhawatiran akan kehilangan pasangannya," jelas Kusek. Karena
itu rasa cemburu justru akan menolong kita menyadari betapa
beruntungnya memiliki seseorang yang sangat istimewa. Demikian pula
sebaliknya.
2) Cemburu bisa menghembuskan gairah Anda berdua.
Karena dengan melihat seorang wanita atau pria lain bermain mata
terhadap pasangan kita, dengan cepat justru akan mengingatkan kita
betapa seksi atau menawannya pasangan kita tersebut. Beruntungnya
lagi, sosok seksi dan menawan itu ternyata pasangan kita.
3) Cemburu akan menciptakan kompetisi yang positif
Melihat ada orang lain yang memperhatikan pasangan kita, tidak bisa
tidak kita tentu akan berupaya agar pasangan kita tidak berpaling
kepada orang lain.
Perlu keseimbangan emosi dan rasio dalam menghadapi rasa cemburu itu
tadi. Bagaimana dengan Anda dan pasangan?
MouseCatTeer
May 02, 2003, 17:16
Faith
Most of us believe God can move mountains. But how many of us believe He will? There's a world of difference. We believe God can work mightily on our behalf, but we really aren't sure He will.
MouseCatTeer
May 02, 2003, 17:19
Faith
Living as Christ desires but simultaneously playing it safe is impossible. Faith presumes risk. What risks are you talking?
MUSIK SEBAGAI ALAT MISI
Oleh Suara Pemenang
Musisionaris Kristus
Kehidupan dari artis-artis Kristen yang ada dibalik perkembangan musik Kristen kontemporer ini juga dilatih dan diperlengkapi sebagai seorang penginjil. Melalui wadah seperti Asosiasi Artistik Kristen (ACA), yang dirintis oleh Cam Floria, di California, artis-artis ini dimuridkan, diberikan motivasi dan diberi visi bagi pelayanannya sampai ada pertobatan yang benar dan nyata.
Itulah sebabnya mereka lebih senang disebut sebagai "Duta Musik Allah", karena mereka bukan hanya menyanyi tetapi juga berkotbah melalui musik, bersaksi, menantang orang, mendoakan, konseling, dan lain-lain. Tidak jarang didalam pelayanan mereka terjadi mujizat dan kesembuhan ilahi.
Konser-konser terbuka yang mereka adakan dihadiri bukan hanya puluhan ribu orang, melainkan sampai ratusan ribu orang yang mendengarkan Injil melalui musik, berjam-jam lamanya tanpa rasa bosan. Diakhir konser mereka ditantang untuk bertobat dan berbalik kepada Yesus. Dalam kegiatan Washington For Christ, melalui lagu yang dinyanyikan oleh Sheila Walsh, diperkirakan ada 750.000 muda-mudi yang datang, bertobat pada Kristus.
Pelayanan musik Kristen kontemporer terus berkembang sampai diluar negeri, keseluruh penjuru dunia. Selain dikenal sebagai artis Kristen pertama yang masuk ke Rusia, saat kehancuran komunisme disana, Scott Wesley Brown juga dikenal sebagai pendiri I'Care Ministries (International Christian Artists Reaching The Earth). Pada tahun 1993, ia juga melawat ke negara-negara Asia, termasuk Indonesia. Bobby Michael merupakan artis Kristen pertama yang masuk ke RRC, dan juga telah melawat ke sejumlah negara Asia dan Afrika. Carman banyak melakukan kunjungan ke negara-negara Amerika Latin, Petra Band, Rich Mullins, Randy Stonehill, Steve Camp, Sheila Walsh, Amy Grant, Sandi Patti, Michael W. Smith, Mylon LeFevre dan masih banyak lagi. Artis-artis yang sering melayani diluar negeri ini disebut "Musisionaris Kristen". Mereka hidup dan berkarya bukan sebagai "penghibur", melainkan sebagai "pelayan Kristus."
Buah Musik Kristen Kontemporer
Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka - Matius 7:16
Demikian juga dengan musikKristen kontemporer, beberapa badan yang berkepentingan mencoba, mengadakan penelitian terhadap penggemar dan konsumen musik Kristen kontemporer, dan hasilnya cukup mengejutkan, antara lain:
Sebagian besar dari mereka yang bertobat oleh karena musik Kristen kontemporer, menjadi orang Kristen yang setia dan bertumbuh, dan banyaj pula dari mereka yang masuk sekolah-sekolah Alkitab untuk melayani Tuhan.
Banyak umat Kristen yang semua menyanyikan lagu rohani hanya pada saat ibadah gereja di hari Minggu saja dan menggemari rupa-rupa lagu duniawi diluar gereja pada hari-hari lain, sekarang suka memutar dan menyanyikan lagu-lagu Kristen kontemporer.
Ada jutaan hati yang diubah melalui lagu-lagu misi yang berisi tantangan antara lain: anti aborsi, anti abuse, menjadi orang tua asuh, penanggulangan bencana alam, kelaparan, penginjilan di negara-negara dunia ketiga, dan lain-lain.
Musik Kristen kontemporer berhasil masuk kedalam jajaran musik-musik elit dunia dan berhasil menarik minat para pecinta musik sehingga berhasil membawa Injil dekat dengan hati mereka.
Perkembangan musik Kristen kontemporer berhasil mengumpulkan banyak dana untuk membiayai berbagai macam kegiatan penginjilan.
Kesemuanya ini juga tidak terlepas dari kerjasama dan jasa pelayanan lain seperti radio dan TV Kristen, majalah buletin musik, penerbit Kristen, toko buku Kristen, manajer dan agen yang mengatur acara-acara konser dan seminar musik.
Memang ada juga buah-buah yang buruk, yang disebabkan oleh karena motivasi yang salah satu kehidupan pribadi dari artis yang bersangkutan kurang berkenan dihadapan Allah. Mungkin juga mereka adalah "saudara-saudara palsu" atau "serigala berbulu domba". Ingatlah perumpamaan Tuhan Yesus didalam Matius 13:24-30, bacalah juga 2 Kor. 11:14 dan Matius 7:15.
Lirik Musik Kristen Kontemporer
Dinegara barat, sejak usia dini seorang anak sudah dididik untuk memperhatian lirik sebuah lagu, hal itu berbeda dengan masyarakat kita di Indonesia, yang menganggap musik hanya sebagai hiburan ringan sehingga dapat didengar sambil lau. Itulah sebabnya lirik lagu barat dan lagu Indonesia berbeda jauh mutunya. Lirik lagu barat padat berisi cerita atau kesaksian.
Untuk dapat menikmati musik Kristen kontemporer kita perlu untuk memahami isi liriknya. Apabila kita telah memahami pesan lagunya, maka seringkali tanpa sadar irama musiknya pun akan kita sukai (ingatlah musik ibarat sebuah mobil untuk menyampaikan pesan). Budaya untuk memahami lirik lagu seharusnya ditanamkan pada umat Kristen agar mereka dapat membedakan lagu mana yang buruk dan lagu mana yang baik.
Untuk dapat memberitakan Injil pada dunia sekuler, kebanyakan lirik lagu Kristen justru tidak langsung menyebutkan nama Yesus dan kekristenan. Lirik lagu Kristen kontemporer kebanyakan menyajikan perumpamaan, seperti sebab - akibat serta jalan keluarnya, ciptaan Allah, keluarga, berita misi atau pujian.
Beberapa orang menganggap kebanyakan musik Kristen kontemporer tidak rohani karena tidak menyebutkan nama Yesus atau istilah-istilah Kristen lainnya seperti Haleluyah, Hosana, Glori dan lain-lain. Ini adalah pandangan rohani yang sempit: bagaimanakah musik Kristen kontemporer bisa menjadi alat untuk memberitakan Injil yang efektif jika orang-orang kafir sudah memberi cap sebagai "lagu gereja" sebelumnya. Jelas mereka akan membuangnya ke keranjang sampah dan tidak mau mendengarnya lagi!
Penampilan Panggung, Pakaian, Rambut, Hiasan Badan, Polah Gerak
Manusia melihat apa yang didepan mata tapi Tuhan melihat hati. - I Samuel 16:7
Ada banyak pertanyaan sehubungan dengan penampilan panggung dari artis-artis Kristen kontemporer: bagaimana dengan rambutnya yang 'gondrong'? 'Kan tidak sesuai dengan I Kor. 11:14? Kenapa caranya berpakaian dan hiasan yang dipakai kok seperti artis-artis duniawi lainnya? Demikian pula pola geraknya dipanggung, kok tidak seperti artis Kristen? Seringkali pertanyaan-pertanyaan seperti ini menimbulkan keraguan bagi orang Kristen untuk menerima musik Kristen kontemporer. Manusia memang seringkali menghakimi dari luarnya saja, namun Tuhan melihat apa yang ada dihati. Dapatkah Saudara membayangkan bagaimana mungkin artis-artis Kristen ini tampil didalam konser penginjilan untuk masyarakat pecinta musik sekuler dengan penampilan seperti seorang pendeta sedang berada didepan sidang jemaat, dengan pakaian yang rapi, berjas dan berdasi, rambut dipangkas rapi, sederhana tanpa perhiasan, dengan gerak yang serba terbatas? Untuk dapat berhasil menarik perhatian penonton maka artis-artis Kristen harus berusaha semenarik artis-artis duniawi lainnya, yang adalah figur idola yang disukai banyak orang,
Didalam pemberitaan Injil, seorang penginjil melakukan kompromi boleh tampil mirip dengan idola seseorang dengan tujuan untuk memenangkan jiwa orang tersebut, asal tidak berkompromi dengan dosa. Rasul Paulus mengatakan, dalam I Korintus 9:20-23:
Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi sama seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup dibawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup dibawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup dibawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup dibawah hukum Taurat. Bagi orang-orang yang tidak hidup dibawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup dibawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup diluar hukum Allah, karena aku hidup dibawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup dibawah hukum Taurat. Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang-orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka. Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamNya."
Dalam hubungannya dengan panampilan para artis Kristen, yang perlu dipertanyakan adalah:
Berdosakah mereka jika mereka mengenakan pakaian serta perhiasan badan seperti artis dunia?
Berdosakah pola gerak panggung mereka yang atraktif? Bagaimanakah pola gerak raja Daud pada saat menyanyi dan menari sampai hampir menelanjangi dirinya seperti tertulis di dalam 2 Sam. 6:14-23?
Berapakah batas panjang rambut seorang laki-laki seperti tertulis didalam I Kor. 11:14?
Jika kita mau jujur kepada diri kita sendiri, maka kita akan mengetahui bahwa seringkali penilaian kita hanyalah berdasarkan atas apa yang kita pandang baik, sesuai dengan budaya disekitar kita, seperti panjang rambut, ukuran panjang rambut yang kita miliki umumnya adalah berdasarkan ukuran panjang rambut orang-orang yang ada di gereja kita.
Kebanyakan manusia hanya menghakimi penampilan luar, itulah sebabnya banyak anggota mafia, para penjahat, pencopet, pembunuh, koruptor dan orang-orang jahat lainnya, berusaha menunjukkan penampilan sebaik mungkin didepan umum dan seringkali penampilan mereka kelihatan seperti orang Kristen yang alim. Rambut dipotong pendek dan rapi, berdasi dan berjas, agar dinilai sebagai orang baik sehingga mereka dapat leluasa melakukan tindak kejahatan.
Firman Tuhanmenganjurkan agar kita tidak menilai seseorang berdasarkan penampilan luarnya melainkan berdasarkan buah-buah perbuatannya (I Samuel 16:17; Matius 7:16).
Hal-hal yang Kontradiksi
Didalam memberikan penilaiannya, banyak orang Kristen tidak konsekuen dan melakukan hal-hal yang kontradiksi, seperti:
1. Dalam satu sisi orang Kristen menolak musik Kristen menolak musik Kristen kontemporer dan menyebutnya sebagai "musik dunia" tetapi disisi lain mereka menerima lagu-lagu lembut gerejani ciptaan artis-artis Kristen kontemporer yang sama seperti:
Michael W. Smith dalam lagunya: "Thy Word", "Great Is The Lord", "How Majestic Is Your Name".
Mylon LeFevre dalam lagunya: "Without Him".
David Meece dalam lagunya: "We Are The Reason".
Russ Taff dalam lagunya: "We Shall Stand".
Scott Wesley Brown dalam lagunya: "El Shaddai" yang diciptakan oleh Michael Card untuknya dan masih banyak lagi.
2. Banyak orang Kristen apabila melihat secara langsung, tidak dapat menerima penampilan artis-artis Kristen kontemporer oleh karena cara berpakaiannya, potongan rambutnya, anting-anting ditelinganya, tetapi tanpa curiga dan tanpa memeriksa penampilan si penyanyi, mereka dapat menerima setiap lagu rohani yang disodorkan melalui kaset. Seharusnya sebelum menyanyikan sebuah lagu rohani (termasuk jenis Praise & Worship), mereka harus memeriksa lebih dahulu biografi dan penampilan luar si penyanyi! Kalau hal ini dapat dilakukan, janganlah terkejut kalau saudara mendapati bahwa lebih dari 60% lagu-lagu rohani yang ada harus dibuang ke dalam keranjang sampah.
Bagaimana mungkin beberapa lagu mereka sangat rohani, penuh urapan, sedangkan lagu-lagu yang lainnya bersifat duniawi? Dapatkah air tawar dan air laut terpancar dari sumber mata air yang sama, seperti tertulis dalam kitab Yakobus 3:11? Dapatkah mereka menjadi hamba Kristus dan juga Iblis dalam waktu yang sama? Kita harus menjadi orang yang konsekuen, terimalah lagu-lagu itu dengan senang hati atau tolaklah semuanya sekaligus, jangan hanya sebagian.
Janganlah Sombong Dan Memegahkan Diri
Setiap orang yang tinggi hati adalah kekejian bagi Tuhan; sungguh ia tidak akan luput dari hukuman. - Amsal 16:5
Apabila saudara adalah seorang yang dipakai Allah didalam suatu bidang khusus apapun juga, janganlah sombong dan memegahkan diri. Janganlah beranggapan bahwa hanya saudara sendirilah yang dapat dipakai Allah sedangkan orang lain tidak. Atau setidak-tidaknya jangan memaksakan pendapat maupun pandangan saudara kepada orang lain.
Dalam dunia musik rohani, kesombongan ini mudah sekali timbul, oleh karena menyangkut popularitas, pujian dan sanjungan. Jikalau saudara seorang musisi rohani yang cukup menonjol, maka akan ada banyak pertanyaan dari umat Kristen yang perlu untuk saudara jawab didalam pelayanan saudara. Ingatlah bahwa jawaban yang kurang bijaksana, yang hanya berdasar pada pandangan pribadi, dapat menyesatkan orang, hal itu pada dasarnya adalah suatu kesombongan. Sama dengan merendahkan Allah menjadi sama dengan diri saudara sendiri.
Janganlah kita membatasi kuasa Allah, ijinkanlah Dia bekerja dengan berbagai macam caraNya yang ajaib.
Belajar Dari Nasehat Gamaliel
Janganlah bertindak terhadap orang-orang ini. Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan tujuan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap, tetapi kalau berasal dari Allah kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini: mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah. - Kisah Para Rasul 5:38-39
Sebagai penutup, biarlah kita belajar dari nasehat Gamaliel diatas, janganlah dari kita terlalu cepat untuk menghakimi maupun mengutarakan pendapat, karena kita hidup pada masa Allah sedang melakukan banyak perkara baru untuk pemulihan dan penyempurnaan gerejaNya diatas muka bumi ini.
"Umat yang telah kubentuk bagiKu akan memberitakan kemasyuranKu"
baguss dizzy udah rohani kembali
masih ngelakuin........ itu ngga dizzy???
Cup^Cake
May 05, 2003, 12:54
Lukisan yang tercoreng
Pada waktu api yang besar menelan kota London, maka setelah selesai
kebakaran besar itu, Raja Inggris menugaskan seorang arsitek yang besar
bernama Christofer Ramm membangun kembali gereja St.Paul yang megah.
Lukisan
yang besar dan bagus dipasang kira-kira 8 m tingginya dari tanah.
Pelukisnya
berdiri pada tempat tertinggi dari gereja itu. Ia sedang memandang
hasil
lukisannya yang baru selesai. Tetapi secara tak sadar, ia memandangi
sambil
berjalan mundur setapak demi setapak sampai sudah berada di ujung papan
pembatas; jika ia mundur setapak lagi, ia pasti jatuh dan mati.
Seorang rekan yang berdiri dekat lukisan itu melihat posisi berdiri
rekannya itu amat berbahaya bahkan mungkin jika ia berteriak
memperingatkan
malah akan membuat rekannya terjatuh. Akhirnya tidak ada cara lain maka
ia
mengambil kuas seorang yg sedang mengapur dinding dan merusak hasil
lukisan
rekannya itu. Waktu lukisan itu dicat tidak karuan, sipelukis amat
marah
dan langsung menghampiri ingin memukulnya. Tetapi orang itu lalu
memperingatkannya dan menunjuk tempat si pelukis itu berdiri, akhirnya
si
pelukis sadar bahwa rekannya itu sedang berusaha menyelamatkannya.
Demikian Tuhan kita, kadang DIA 'merusak' gambaran yang kita
idam-idamkan,
mengambil orang yang kita cintai dan memberikan hal-hal yang sulit
dalam
hidup kita. Cara Tuhan seringkali melawan logika dan cara pikir
manusia,
tetapi justru cara Tuhan adalah cara yg terbaik.
Mungkin sudah lama saudara marah dengan tangisan, saudara berdebat
dengan
Tuhan, tetapi biarlah saudara mendengar suara Tuhan yang penuh kasih
hari
ini yang mengatakan bahwa hal itu perlu dikerjakan dalam diri saudara
untuk
kebaikan saudara...karena rencana Tuhan indah pada waktunya.
"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu
untuk
mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia yaitu bagi mereka
yang
terpanggil sesuai dengan rencana Allah" (Roma 8:28)
Cup^Cake
May 05, 2003, 15:35
Bapa.., Aku Punya Masalah...
Masalah itu sangat membebaniku.
Cuma itu yang bisa aku pikirkan siang dan malam.
Sebelum aku membawanya kepada-Mu dalam doa,
aku pikir aku harus berdoa untuk..
mereka yang lebih kurang beruntung daripada aku di dunia ini,
mereka yang tidak memiliki makan untuk hari ini..
dan mereka yang tidak memiliki tempat untuk tidur di malam hari...
Aku juga berdoa..
bagi keluarga-keluarga yang baru saja kehilangan orang yang
mereka sayangi,
bagi orangtua-orangtua yang memiliki anak yang menderita leukemia,
bagi banyak orang yang sekarat karena tumor otak,
bagi ratusan dan ribuan orang yang tak berdaya karena kanker,
bagi orang-orang yang tubuhnya hancur karena mengalami tabrakan, bagi mereka yang terbaring di rumah sakit dengan luka-luka bakar pada sekujur tubuh mereka dan wajah sehingga tidak dapat dikenali lagi.
Aku berdoa bagi orang-orang yang menderita emphysema,
yang matanya dipenuhi dengan teror sementara mereka berusaha untuk tetap bernafas,
bagi mereka yang tersiksa karena ketakutan-ketakutan dan trauma, bagi orang-orang lanjut usia yang digerogoti oleh rasa sakit penuaan yang sedang menuju kematian.
Aku berdoa bagi mereka yang sedang memandang dengan penuh kesedihan pada orang yang mereka kasihi karena menderita penyakit Alzheimer,
bagi ribuan orang yang menderita kepedihan tekanan dari penyakit AIDS,
bagi mereka yang dalam keputusasaan sehingga ingin bunuh diri,
bagi mereka yang disiksa oleh roh alkohol dan keterikatan obat-obatan.
Aku berdoa bagi anak-anak yang telah ditinggalkan oleh orangtua mereka,
bagi mereka yang mengalami pelecehan seksual,
bagi istri-istri yang tertekan karena disiksa oleh suami mereka yang kejam dan pemabuk,
bagi orang-orang yang otaknya telah dirusak oleh cacat mental,
bagi mereka yang telah kehilangan segalanya dalam banjir, angin puyuh, dan gempa bumi.
Aku berdoa bagi mereka yang buta,
yang tidak pernah melihat wajah orang yang mereka kasihi, atau melihat keindahan matahari terbit,
bagi mereka yang tubuhnya digerogoti oleh rasa sakit karena penyakit arthritis,
bagi mereka yang nyawanya hari ini akan diambil oleh pembunuh,
bagi mereka yang menunggu saat-saat kematian di ranjang rumahsakit.
Dan lebih dari segalanya,
aku berseru kepada-Mu bagi jutaan orang yang belum mengenal pengampunan yang Yesus Kristus berikan....
bagi mereka yang dalam sekejap mata akan terlempar ke dalam neraka oleh dinginnya tangan kematian, dan menemukan kengerian yang besar dalam penghukuman api kekal.
Mereka akan terkutuk dalam penderitaan selamanya.
OhTuhan...., aku berdoa bagi mereka....
Aneh..., sepertinya aku tidak dapat mengingat lagi apa yang menjadi masalahku.
Dalam nama Yesus aku berdoa, Amen.
Diterjemahkan oleh valent
sumber asli: All Saint's Church English Youth Cell
Cup^Cake
May 05, 2003, 20:25
Selasa, 29 April
Terus Berlomba!
Dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita (Ibrani 12:1)
Bacaan: Ibrani 12:1-3
Setahun: 2 Tawarikh 20-22
Anda mungkin pernah mendengar cerita tentang John Stephen Akhwari, pelari maraton dari Tanzania yang paling akhir tiba di garis finis pada Olimpiade 1968 di Meksiko. Sebelumnya, tak pernah ada seorang pelari yang sampai di garis finis begitu terlambat.
Karena terluka dalam perjalanan, ia berjalan tertatih-tatih masuk stadion dengan kaki yang berdarah dan dibalut. Satu jam lebih telah berlalu ketika para pelari lain telah menyelesaikan perlombaan itu. Hanya sedikit penonton yang masih tinggal di tempat duduk ketika Akhwari akhirnya melintasi garis finis.
Ketika ditanya mengapa ia terus berlari walaupun kakinya terluka, Akhwari menjawab, "Negara saya tidak mengirim saya ke Meksiko hanya untuk memulai perlombaan. Mereka mengirim saya ke sini untuk menyelesaikan pertandingan."
Sikap atlet itu seharusnya menjadi teladan bagi kita yang sedang bertumbuh. Ada "perlombaan yang diwajibkan bagi kita" (Ibrani 12:1), dan kita diharapkan terus berlomba sampai tiba di garis finis.
Tak ada yang terlalu tua untuk melayani Allah. Kita harus terus bertumbuh, menjadi dewasa, dan melayani sampai akhir hidup kita. Jika kita membuang percuma tahun-tahun terakhir kita, itu berarti kita merampas anugerah milik gereja, yang Allah berikan kepada kita untuk dibagikan. Ada pelayanan yang perlu diteruskan. Masih ada banyak hal yang perlu dilakukan.
Oleh karena itu, marilah kita terus berlomba "dengan tekun". Marilah kita selesaikan pelayanan kita dengan keteguhan hati -David Roper
TIDAK ADA ALASAN
UNTUK BERHENTI BERTANDING
--------------------------------------------------------------------------------
Ibrani 12:1-3
1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.
2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.
3 Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.
asansas
May 08, 2003, 07:00
Originally posted by Cup^Cake
Bapa.., Aku Punya Masalah...
Masalah itu sangat membebaniku.
Cuma itu yang bisa aku pikirkan siang dan malam.
Sebelum aku membawanya kepada-Mu dalam doa,
aku pikir aku harus berdoa untuk..
mereka yang lebih kurang beruntung daripada aku di dunia ini,
mereka yang tidak memiliki makan untuk hari ini..
dan mereka yang tidak memiliki tempat untuk tidur di malam hari...
Aku juga berdoa..
bagi keluarga-keluarga yang baru saja kehilangan orang yang
mereka sayangi,
bagi orangtua-orangtua yang memiliki anak yang menderita leukemia,
bagi banyak orang yang sekarat karena tumor otak,
bagi ratusan dan ribuan orang yang tak berdaya karena kanker,
bagi orang-orang yang tubuhnya hancur karena mengalami tabrakan, bagi mereka yang terbaring di rumah sakit dengan luka-luka bakar pada sekujur tubuh mereka dan wajah sehingga tidak dapat dikenali lagi.
Aku berdoa bagi orang-orang yang menderita emphysema,
yang matanya dipenuhi dengan teror sementara mereka berusaha untuk tetap bernafas,
bagi mereka yang tersiksa karena ketakutan-ketakutan dan trauma, bagi orang-orang lanjut usia yang digerogoti oleh rasa sakit penuaan yang sedang menuju kematian.
Aku berdoa bagi mereka yang sedang memandang dengan penuh kesedihan pada orang yang mereka kasihi karena menderita penyakit Alzheimer,
bagi ribuan orang yang menderita kepedihan tekanan dari penyakit AIDS,
bagi mereka yang dalam keputusasaan sehingga ingin bunuh diri,
bagi mereka yang disiksa oleh roh alkohol dan keterikatan obat-obatan.
Aku berdoa bagi anak-anak yang telah ditinggalkan oleh orangtua mereka,
bagi mereka yang mengalami pelecehan seksual,
bagi istri-istri yang tertekan karena disiksa oleh suami mereka yang kejam dan pemabuk,
bagi orang-orang yang otaknya telah dirusak oleh cacat mental,
bagi mereka yang telah kehilangan segalanya dalam banjir, angin puyuh, dan gempa bumi.
Aku berdoa bagi mereka yang buta,
yang tidak pernah melihat wajah orang yang mereka kasihi, atau melihat keindahan matahari terbit,
bagi mereka yang tubuhnya digerogoti oleh rasa sakit karena penyakit arthritis,
bagi mereka yang nyawanya hari ini akan diambil oleh pembunuh,
bagi mereka yang menunggu saat-saat kematian di ranjang rumahsakit.
Dan lebih dari segalanya,
aku berseru kepada-Mu bagi jutaan orang yang belum mengenal pengampunan yang Yesus Kristus berikan....
bagi mereka yang dalam sekejap mata akan terlempar ke dalam neraka oleh dinginnya tangan kematian, dan menemukan kengerian yang besar dalam penghukuman api kekal.
Mereka akan terkutuk dalam penderitaan selamanya.
OhTuhan...., aku berdoa bagi mereka....
Aneh..., sepertinya aku tidak dapat mengingat lagi apa yang menjadi masalahku.
Dalam nama Yesus aku berdoa, Amen.
Diterjemahkan oleh valent
sumber asli: All Saint's Church English Youth Cell
Bagus Bagus sekali tulisan ini.
Utk Anggota Forum Agama,kalo bisa ya diposting sebanyak banyak nya terjemahan2 renungan rohani yg bagus bagus :bravo: :bravo:
Tuhan memberkati anda sekalian!
superfly
May 09, 2003, 05:08
Being Choked by Wealth
--------------------------------------------------------------------------------
Thursday, May 08, 2003
by Os Hillman
Whoever loves money never has money enough; whoever loves wealth is never satisfied with his income.... -- Ecclessiastes 5:10
Businesspeople are especially susceptible to a trap in their spiritual lives - one to which others may not be so susceptible. That trap is wealth. Scripture tells us that if we are having our basic needs met for food and clothing, we are considered to have riches. Jesus cautioned us against living a lifestyle that required more than our basic necessities. However, it is clear that Jesus was not against wealth, but against a dependence on wealth. Jesus continually taught that a dependence on anything other than God was evil. Whenever Jesus determined that money was an issue for an individual, He addressed it and found that the individual could not let go. This was true for the rich young ruler. When talking about what he must do to inherit the Kingdom, Jesus told him to do the one thing that would be the most difficult-to give away his wealth and follow Him. Jesus was not saying this was what every person must do, only the rich young ruler, because Jesus knew this was his greatest stumbling block. For others of us, it could be something else Jesus would ask us to give up (see Mt. 19:16- 30).
In the parable of the sower in which He describes four types of people, Jesus also gave us another example of the problem money creates for any follower of Jesus.
A farmer went out to sow his seed. As he was scattering the seed, some fell along the path, and the birds came and ate it up. Some fell on rocky places, where it did not have much soil. It sprang up quickly, because the soil was shallow. But when the sun came up, the plants were scorched, and they withered because they had no root. Other seed fell among thorns, which grew up and choked the plants. Still other seed fell on good soil, where it produced a crop-a hundred, sixty or thirty times what was sown (Matthew 13:3b-8).
The one who received the seed that fell among the thorns is the man who hears the word, but the worries of this life and the deceitfulness of wealth choke it, making it unfruitful (Matthew 13:22).
Much like the frog in the boiling pot, if we are not careful we gradually begin to acquire and walk the treadmill of material gain. Those around us begin to expect more and more. Soon we begin expanding our lifestyle. Before we know it, we are worrying about how to take care of what we acquire. Our emphasis becomes what we own versus our relationship with Jesus and His Kingdom. One day I woke up and realized I had a cold heart toward God. Apathy toward the things of God became apparent. I was still going through the motions of service toward God, but with no power. We wake up to realize Christ is no longer Lord of our lives, much less of our money. The greater independence money gives us, the less dependence on God we need. Christ talked much about money in the Kingdom because He knew how much of a problem it was. This is why we have so few who are bearing 100, 60, or 30 times what is sown.
Do you have the same hunger for God that you once had? Has financial blessing had an adverse effect on your passion for Jesus Christ? Ask Him today if your heart has grown cold as a result of financial blessing. Ask Him to keep you hungering for more of His presence in your life.
Cup^Cake
May 09, 2003, 20:45
Peliharalah Hatimu agar tetap lembut!!
Hati yang lembut bersumber dari ketundukan kepada kehendak Allah,
sebagaimana teladan Yesus di taman Getsemani. Dalam kegentaran dan ketakutan akan cawan murka Allah, Dia berdoa, “ Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu daripada_ku.” Akan tertapi, Dia langsung melanjutkan “Tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”
Tuhan Yesus memastikan bahwa orang yang percaya yang hidup untuk memuaskan kehendaknya senditi, pastilah akan menjadi ‘letih lesu’ dan berbeban berat’. Sebaliknya mereka yang mau tunduk kepada Allah, akan mendapat ‘ketenangan’ dan ‘kelegaan’ (Mat 11 : 28-29)
Hati yang lembut bukanlah hati yanglembek! Dia cukup kuat untuk
menghancurkan kesombongan seseorang. Yesus memberi teladan, sebagai Guru dan Tuhan, namun bersedia untuk membasuh kaki murid2Nya (Yoh. 13:4-7)
Kesombongan mencetak orang percaya yang hanya mau dilayani, sehingga dia mudah tersinggung, kecewa, mengeluh akhirnya menyerah. Kerendahan hati melahirkan orang yang percaya, suka melayani, sehingga dia suka memuji dan memacu diri, mudah bersyukur dan pantang menyerah.
Hati yang lembut bukanlah hati yang cengeng. Yesus memberi teladan
keberaniann untuk mengatakan apa yang perlu dikatakan (Yoh 18 : 19-23) ; 33-37) Dia juga berani untuk menutup mulutnya dan berdiam diri (Mat 27: 12-14)
Keberanian ganda juga menyeruak dari hati yang lembut, yaitu keberanian untuk mengampuni seperti Yesus (Luk 23 : 34) dan keberanian untuk bertobat seperti Petrus. Yudas menyesal, tapi tidak bertobat, justru menggantung diri. Petrus menyesal, secara tersirat, dia meminta ampun kepada Tuhan dan meminta maaf kepada rekan2nya, sehingga Allah berkenan memulihkan kehidupannya
Cup^Cake
May 09, 2003, 20:45
Here's something to think about :
A man went to a barber shop to have his hair and his beard cut as always. He
started to have a good conversation with the barber who attended him. They
talked about so many things and various subjects. Suddenly, they touched the
subject of God. The barber said: "Look man, I don't believe that God exists
as you say so."
Why do you say that?" - asked the client.
Well, it's so easy, you just have to go out in the street to realize that
God does not exist. Oh, tell me, if God existed, would there be so many sick
people? Would there be abandoned children? If God existed, there would be no
suffering nor pain. I can't think of a God who permits all of these things."
The client stopped for a moment thinking but he didn't want to respond so as
to prevent an argument. The barber finished his job and the client went out
of the shop. Just after he left the barber shop he saw a man in the street
with a long hair and beard (it seems that it had been a long time since he
had his cut and he looked so untidy).
Then the client again entered the barber shop and he said to the barber: You
know what? Barbers do not exist." "How come they don't exist?"-asked the
barber. "Well,I am here and I am a barber." "No!" - the client exclaimed.
"They don't exist because if they did there would be no people with long
hair and beard like that man who walks in the street."
"Ah, barbers do exist, what happens is that people do not come to me."
"Exactly!"- affirmed the client. "That's the point.
God does exist, what happens is people don't go to Him and do not look for
Him that's why there's so much pain and suffering in the world."
superfly
May 10, 2003, 05:37
Principle Under Scrutiny > Is poverty spiritual?
By Larry Burkett
This month’s Principle Under Scrutiny begins a two-part series on extreme views about finances. In this month’s Principle, we’ll focus on the view that Christians must be poor to be holy. Next month, we’ll look at the view that Christians should have everything the world has to offer.
Some time ago, I had the opportunity to view the misapplication of a scriptural principle in the life of a believer in a full-time Christian ministry. Along with his commitment to serve others, he had dedicated himself and his family to a life of virtual poverty.
He sincerely felt that in order to serve Christ, one had to relinquish all ownership of “worldly goods” and obviously look poor. He decided to sell his family’s home, most of their furniture, and the majority of their other possessions.
A right attitude
This believer based his actions on Luke 9:3, in which Christ told his disciples, “Take nothing for your journey, neither a staff, nor a bag, nor bread, nor money; and do not even have two tunics apiece.”
Christ was teaching His disciples a simple truth: trust God, He is sufficient. There is no doubt that each of us needs to “believe” (act in accordance with) this principle.
All throughout Scripture, God teaches that words without corresponding actions mean absolutely nothing. In a generation in which most people live by fear, God expects His people to live by faith.
And this passage leaves no doubt that Christ directed His disciples to take no provisions with them. They were to live by faith; those to whom they were ministering would supply their needs. There is also no doubt that Christ has directed many others since that time to do the same thing. Most notable among them was George Mueller.
However, one thing that separates those who are called to this lifestyle from those who just impose those hardships on themselves is an attitude of peace and joy.
This was certainly not so with the believer I met. He was egotistical about his “commitment” and openly criticized other Christians who were living “carnal” worldly lives. He was on the verge of bitterness and had rebellion in his home.
His wife was resentful about this abrupt change in lifestyle. She said his response to every material request by her or the children was, “God doesn’t want us to have that.”
The more we discussed these inconsistencies with what he was doing, the more he rationalized them as sufferings for the Lord. I pointed out another group that had felt the same way.
Ego and legalism
The Pharisees of Christ’s day did what they thought were great things for God, and most of the “things” they did were even the right things. They prayed often and long, they fasted, they tithed, and so forth. Christ never challenged their actions; He challenged their motives (Luke 11:42). They were so blinded by their own self-righteousness they couldn’t see God’s true promises. Christ confronted them with this truth in Matthew 12:7.
Some of them were prideful in their poverty, while others required the best of everything. But in God’s eyes they suffered from a common malady: ego.
Verifications of the call
It’s interesting how Bible-believing Christians will sometimes focus on a single Scripture to justify their actions, while ignoring other references contrary to their personal “revelation.”
This is not to discredit a believer’s uniqueness in the world. God calls each of us to a radical lifestyle (total commitment to Him), but rarely does the Lord call one of His to voluntary poverty. And He never singles out an individual to such a lifestyle without other verifications of this calling.
Some of these verifications will be love, compassion, and acceptance that God doesn’t call everyone to sacrifice similarly.
This truth was evidenced in Scripture when Peter proclaimed to Christ that he was ready to go to prison and die for his “faith.” Christ responded by telling him that he would deny his faith three times before morning (a real ego deflater).
Then He reminded His disciples of the time earlier when they had been instructed to go out without taking any provisions, only this time He gave them new instructions.
“He said to them, ‘When I sent you out without money belt and bag and sandals, you did not lack anything, did you?’ They said, ‘No, nothing.’ And He said to them, ‘But now, whoever has a money belt is to take it along, likewise also a bag, and whoever has no sword is to sell his coat and buy one’ ” (Luke 22:35-36). The possession or absence of material things is not an issue in serving Christ. What matters is our attitude about those things.
It is important for us not to assume the role of God’s advisor in the area of sacrifice. God knows what each of us is called to do, and He equips us to do it.
In the case of this Christian, the evidence was conclusive that a whole lot more prayer should go into his decisions to “suffer” for Christ.
Hellraiser
May 22, 2003, 03:23
*Memecahkan Masalah Dengan Doa*
Apakah Anda pernah dihadapkan pada suatu keputusan yang harus Anda buat dan Anda tidak tahu bagaimana caranya untuk menyelesaikannya dengan benar. Jauh di dalam lubuk hati Anda, Anda benar-benar ingin melakukan kehendak Tuhan, tetapi Anda tidak yakin bagaimana membuat keputusan yang benar itu. Mungkin Anda rindu untuk mengenal isi hati dan pikiran Tuhan. Kemudian Anda bertekad untuk melakukan hal yang benar, tetapi Anda tetap tidak dapat mengerti apa yang Tuhan inginkan di dalam situasi yang khusus tersebut.
Salah satu pelajaran yang paling berharga yang dapat kita pelajari sebagai orang percaya adalah bagaimana caranya memiliki kepekaan rohani. I Yohanes 5:14 berkata, "Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya." Ayat ini merupakan jaminan
bahwa Anda dapat mengetahui pikiran Tuhan.
Tahukah Anda, kehidupan ini berjalan akibat dari jalinan keputusan-keputusan yang kita ambil. Beberapa dari keputusan-keputusan itu adalah keputusan-keputusan kecil dan beberapa yang lain adalah keputusan besar, tetapi semuanya membutuhkan kepekaan rohani. Anda mungkin sedang menghadapi suatu keputusan tentang pekerjaan Anda. Mungkin juga, Anda merasa suatu perubahan sedang terjadi atau perlu
dilakukan. Anda benar-benar bingung harus berbuat bagaimana?
Apapun keputusan yang Anda sedang hadapi, satu hal yang pasti: Tuhan selalu ingin menunjukkan kepada Anda kehendak-Nya, rencana-Nya, dan maksud-Nya. Tuhan selalu ingin memimpin dan membimbing Anda dalam setiap keputusan yang Anda buat.
Tuhan berfirman kepada Abraham, "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu." (Kejadian 12:1) Tuhan berbicara kepada Gideon dan memerintahkannya untuk memimpin orang Israel melawan orang Midian yang telah menindas mereka. Ia mengirimkan seorang malaikat kepada Maria untuk memberitahukan kepadanya akan bayi Kristus yang akan
dikandungnya. Ketika Paulus mencoba masuk ke suatu tempat untuk memberitakan Injil, Roh Kudus berbicara kepadanya bahwa Allah tidak menghendakinya, "Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia.
Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka." (Kis 16:6-7)
Apakah Tuhan tidak berbicara lagi kepada kita sekarang, seperti apa yang telah Ia lakukan-Nya dulu? Jawabannya adalah masih. Tuhan berbicara dengan banyak cara,seperti yang telah ditulis di dalam Alkitab, baik di Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, Ia tetap berbicara kepada kita sampai sekarang. Bagaimana cara Tuhan berbicara mungkin berubah, tetapi fakta bahwa Ia tetap berbicara dan membimbing hidup kita tidak pernah berubah.
Segala kepekaan rohani yang benar dan sejati berasal dari pimpinan Roh Kudus. Kepekaan rohani bisa tercipta melalui orang lain atau pembacaan Firman Tuhan, tetapi Roh Kuduslah yang memungkinkan Anda untuk mendengar dan mengerti pesan Tuhan ketika Tuhan berbicara kepada Anda.
Berikut ini adalah beberapa langkah-langkah praktis yang akan
membantu Anda untuk peka mendengarkan bimbingan Roh Kudus yang sangat dibutuhkan untuk membuat keputusan yang tepat:
· BERSIHKAN PIKIRAN ANDA
Untuk mendengar suara Tuhan, Anda harus membuang semua dosa, bahkan yang belum Anda akui. Harus ada keinginan untuk meminta agar Tuhan mau mengampuni dosa Anda, membersihkan hidup Anda, dan mengakui bahwa
Ia yang telah mati di atas kayu salib untuk menebus lunas segala dosa Anda. Lalu, Anda harus membersihkan pikiran Anda dari keinginan-keinginan pribadi Anda. Ini tidak berarti bahwa Anda harus mengosongkan pikiran Anda dan berhenti berpikir, bukan, bukan itu yang dimaksud! Tetapi, yang dimaksud adalah: Anda harus mau menjadi netral di hadirat-Nya, sehingga Anda dapat membuka diri Anda secara murni terhadap kehendak Tuhan yang luar biasa bagi kehidupan Anda.
· MENANTI DENGAN SABAR
Salah satu kunci untuk menemukan kepekaan rohani adalah kesabaran. Anda harus tetap sabar sampai Tuhan menunjukkan kepada Anda kehendak-Nya. Kesabaran merupakan tanda dari kedewasaan rohani. Yakobus 1:4 berkata, "Dan biarlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun."
· TOLAKLAH RASA TERTEKAN
Perasaan ini adalah salah satu musuh terbesar yang akan Anda hadapi ketika Anda sedang mencari kehendak Tuhan. Ada dua macam tekanan:
pertama, tekanan eksternal. Ini adalah tekanan yang bersumber dari pendapat orang lain atau batasan-batasan yang dipaksakan kepada diri kita, dan kedua adalah tekanan internal. Ini adalah tekanan dari dalam diri Anda. Ketika Anda membuat sebuah keputusan yang didasarkan atas tekanan yang Anda rasakan dan bukan didasarkan atas pimpinan dan petunjuk dari Tuhan, maka Anda harus siap mengambil resiko terhadap
kemungkinan melakukan hal yang salah. Tolaklah, perasaan itu, di dalam nama Yesus, agar Anda boleh tetap berjalan bersama-Nya.
· BERTEKUNLAH DI DALAM DOA
Rahasia doa yang luar biasa adalah bukanlah hanya sekedar berdoa, tetapi bertekun di dalam doa. Maksudnya adalah berdoa sepanjang hari, baik pagi, siang, sore, dan malam hari, pokoknya berdoalah secara konsisten dan terus menerus.
(I Tesalonika 5:17) Doa merupakan cara Tuhan mempersiapkan suatu jawaban bagi kebutuhan Anda. Ketika Anda mulai berdoa, Tuhan akan mulai menunjukkan kepada Anda banyak hal, sehingga kita boleh kembali selaras dengan maksud dan pimpinan-Nya.
· BERSANDAR PADA JANJI TUHAN
Ketika Anda harus mengambil keputusan penting di dalam hidup Anda, berpeganglah kepada Firman Tuhan dan mintalah Tuhan menyatakan janji-Nya kepada Anda. Ayat-ayat Firman Tuhan penuh dengan janji-Nya yang akan memimpin hidup kita. Mazmur 32:8 berkata, "Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kau tempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu." Amsal 3:5-6 memerintahkan
kepada kita untuk "Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu." Ini merupakan janji khusus bahwa Ia benar-benar rindu memimpin dan membimbing hidup Anda.
· MILIKILAH DAMAI SEJAHTERA-NYA
Kolose 3:15 memerintahkan kepada Anda untuk "Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu." Apapun tekanan yang Anda rasakan, biarlah damai sejahtera Tuhan tetap memerintah di dalam hidup Anda. Anda dapat mencari pertolongan dari orang lain, tetapi berhati-hatilah bahwa setiap penyelesaiannya harus sesuai dengan apa yang Tuhan katakan di dalam Firman-Nya. Damai sejahtera yang sempurna adalah pemberian Tuhan dan tidak dapat diberikan oleh dunia ini.
Jangan menyerah sebelum Anda mendapatkannya. Ini harus menjadi akhir dari keputusan yang Anda ambil .
Kepekaan rohani sangat penting di dalam setiap aspek dari kehidupan kita, karena setiap keputusan mempunyai pengaruh terhadap hubungan Anda dengan Tuhan dan penggenapan dari kehendak-Nya. Jika Anda tidak mempunyai kepekaan rohani, maka Anda akan memberikan respon dari perasaan dan reaksi-reaksi yang hanya bersifat spontan saja. Apabila seorang Kristen melakukan ini, maka ia tidak lagi melakukan apa yang Tuhan inginkan, karena apa yang berasal dari daging selalu tidak akan
menaati Allah.Karena itu mengetahui kehendak Tuhan dalam segala sesuatu yang ingin Anda lakukan adalah merupakan hal yang sangat penting. Jika Anda merasakan sedikit saja kerinduan dan keinginan untuk melibatkan Tuhan di dalam hidup Anda, maka Anda akan mempunyai rasa penghargaan, kesetiaan, dan pengagungan yang lebih dalam lagi terhadap Tuhan.
Apakah Anda pernah berpikir, betapa tertariknya Tuhan terhadap urusan sehari-hari Anda, bahkan untuk hal-hal kecil yang tidak berarti yang kelihatannya tidak penting bagi kebanyakan orang?
Orang-orang Kristen sering memisahkan antara kehidupan rohani mereka dengan kehidupan sehari-hari mereka. Tuhan tidak pernah menginginkan Anda mempunyai pemikiran yang demikian. Tuhan ingin terlibat dalam setiap keputusan yang Anda buat, tidak peduli betapapun sepelenya keputusan itu.
Jika Anda ingin membuat keputusan yang tepat, Anda harus hidup dalam kekudusan. Anda harus memberikan hidup Anda sepenuhnya kepada-Nya.
Setiap pagi serahkan hidup Anda. Persembahkanlah hidup Anda kepada-Nya, hanya bagi Dia, dan di dalam Dia.
Setiap orang percaya dapat berjalan dengan penuh kepastian bahwa ia berada di dalam kehendak-Nya. Jika Anda mempunyai pikiran yang bersih, menanti dengan sabar, menolak tekanan, bertekun di dalam doa, bersandar pada janji-janji Tuhan, dan merindukan damai sejahtera-Nya, maka Tuhan akan menyatakan kebenaran dan kehendak-Nya di dalam hati dan pikiran Anda. Yesaya 30:21 berkata, "dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: "Inilah jalan, berjalanlah
mengikutinya," entah kamu menganan atau mengiri."
Ini merupakan sebuah contoh yang indah mengenai bagaimana Tuhan berbicara kepada kita. Hari demi hari dalam hidup ini, saya harus berkata, "Tuhan, bagaimana dengan selanjutnya?" Dan saya mendengar Ia berkata, "Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya." Saya mendengar Tuhan berkata berkali-kali sepanjang hari itu. Saya percaya, Tuhan juga akan mengatakan hal yang sama kepada Anda. Jika Anda menyerahkan hidup Anda kepada Yesus Kristus, jika Anda yakin Ia adalah Juru Selamat Anda, Tuan Anda, dan Tuhan Anda, atau jika itu merupakan
kerinduan hati Anda untuk mengikuti-Nya, maka Anda akan menemukan suatu kepastian di dalam kehidupan kerohanian Anda yang tidak pernah Anda duga sebelumnya. Jika Anda mendengar dengan hati-hati, Ia akan membisikkan kepada Anda dengan sangat lembut, "Anak-Ku, inilah jalan. Berjalanlah mengikutinya." Melangkahlah bersama Tuhan setiap hari, maka hidup kita pasti akan selalu dipimpin-Nya.
www.terangdunia.com
eirene
May 23, 2003, 08:42
wah ternyata ada bginian di WG yak......asik asik.....top top banget dah
aku punya juga beberapa renungan sering dikirim via mail
posting disii yah
ini yang paling aku sukai
Mengapa Yesus Mau Menjadi Manusia
Suatu ketika, ada seorang pria yang menganggap Natal sebagai sebuah takhayul belaka. Dia bukanlah orang yang kikir. Dia adalah pria yang baik hati dan tulus, setia kepada keluarganya, dan bersih kelakuannya terhadap orang lain. Tetapi ia tidak percaya pada kelahiran Kristus yang diceritakan setiap gereja di hari Natal. Dia sunguh-sungguh tidak percaya.
"Saya benar-benar minta maaf jika saya membuat kamu sedih, " kata pria itu kepada istrinya yang rajin pergi ke gereja, "tapi saya tidak dapat mengerti mengapa Tuhan mau menjadi manusia. Itu adalah hal yang tidak masuk akal bagi saya "
Pada malam Natal, istri dan anak-anaknya pergi menghadiri kebaktian tengah malam di gereja. Pria itu menolak untuk menemani mereka. "Saya tidak mau menjadi munafik," jawabnya. " Saya lebih baik tinggal di rumah. Saya akan menunggumu sampai pulang."
Tak lama setelah keluarganya berangkat, salju mulai turun. Ia melihat keluar jendela dan melihat butiran-butiran salju itu berjatuhan. Lalu ia kembali ke kursinya di samping perapian dan mulai membaca surat kabar. Beberapa menit kemudian, ia dikejutkan oleh suara ketukan. Bunyi itu terulang tiga kali. Ia berpikir seseorang pasti sedang melemparkan bola salju ke arah jendela rumahnya.
Ketika ia pergi ke pintu masuk untuk mengeceknya, ia menemukan sekumpulan burung terbaring tak berdaya di salju yang dingin. Mereka telah terjebak dalam badai salju, dan mereka menabrak kaca jendela ketika hendak mencari tempat berteduh.
Saya tidak dapat membiarkan makhluk kecil itu kedinginan di sini, pikir pria itu. Tapi bagaimana saya bisa menolong mereka?
Kemudian ia teringat akan kandang tempat kuda poni anak-anaknya. Kandang itu pasti dapat memberikan tempat berlindung yang hangat. Dengan segera pria itu mengambil jaketnya dan pergi ke kandang kuda tersebut. Ia membuka pintunya lebar-lebar dan menyalakan lampunya. Tapi burung-burung itu tidak masuk ke dalam.
Makanan pasti dapat menuntun mereka masuk, pikirnya. Jadi ia berlari kembali ke rumahnya untuk mengambil remah-remah roti, dan menebarkannya ke salju untuk membuat jejak ke arah kandang. Tapi ia sungguh terkejut. Burung-burung itu tidak menghiraukan remah roti tadi dan terus melompat-lompat kedinginan di atas salju. Pria itu mencoba menggiring mereka seperti anjing menggiring domba, tapi justru burung-burung itu berpencaran kesana-kemari, malah menjauhi kandang yang hangat itu.
"Mereka menganggap saya sebagai makhluk yang aneh dan menakutkan," kata pria itu pada dirinya sendiri, "dan saya tidak dapat memikirkan cara lain untuk memberitahu bahwa mereka dapat mempercayai saya. Kalau saja saya dapat menjadi seekor burung selama beberapa menit, mungkin saya dapat membawa mereka pada tempat yang aman. "
Pada saat itu juga, lonceng gereja berbunyi. Pria itu berdiri tertegun selama beberapa waktu, mendengarkan bunyi lonceng itu menyambut Natal yang indah. Kemudian dia terjatuh pada lututnya and berkata, "Sekarang saya mengerti," bisiknya dengan terisak. "Sekarang saya mengerti mengapa Kau mau menjadi manusia."
Juffrouw
May 28, 2003, 06:31
10 HUKUM PERNIKAHAN BAHAGIA
10 HUKUM PERNIKAHAN BAHAGIA
1. Jangan marah pada waktu yang sama. (Efesus 5:1)
2. Jangan berteriak pada waktu yang sama, kecuali rumah kebakaran.
(Matius 5:5)
3. Kalau bertengkar cobalah mengalah untuk menang. (Amsal 16:32)
4. Tegurlah pasangan Anda dengan kasih. (Yohanes 13:34-35)
5. Lupakanlah kesalahan masa lalu. (Yesaya 1:18; Amsal 16:6)
6. Boleh lupakan yang lain, tetapi jangan pasangan Anda.
(Kidung Agung 3:1-2)
7. Jangan menyimpan amarah sampai matahari terbenam. (Efesus 4:26-27)
8. Seringlah memberikan pujian kepada pasangan Anda.
(Kidung Agung 4:1-5; 5:9-16)
9. Bersedia mengakui kesalahan. (1Yohanes 1:9)
10. Dalam pertengkaran,yang paling banyak bicara dialah yang salah.
(Matius 5:9)
Mitch_Zhou
June 06, 2003, 11:50
Gw mao nanya dong Ayat2x tentang pacaran dengan keturunan ismael itu nggak boleh seperti yang terang dan gellap tidak dapat menyatu itu loe
maaf kalau misalnya udah ada, tapi moga2 sih belom :)
Aku memandang ke gunung, "terlalu sulit, Tuhan," kataku: "Aku tak dapat memanjat."
"Pegang tangan-Ku," bisik-Nya, "Aku menjadi kekuatanmu,"
Aku melihat jalan, "Terlalu jauh, Tuhan,"kataku,"berbatu-batu dan jauh."
"Ambil kasih-Ku,"jawab-Nya,"Aku akan menjaga langkahmu."
Aku melihat ke langit. "Matahari telah pergi," kataku, "hari telah gelap."
"Pegang pelita Firman-Ku," bisik-Nya, "cukup terang bagimu."
Kami mendaki, Jalan sangat sempit dan terjal, tetapi ada cahaya terang. Dan ketika duri-duri menghalangi, tangan-Nya melindungi, sebelum duri-duri itu menyentuh kakiku.
Dan ketika perjalanan menjadi sangat sulit, Aku tahu bahwa kasih-Nya telah menjagaku agar tidak tersandung.
Kemudian aku menjadi sangat lelah, "Aku tak dapat lagi melanjutkan perjalanan ini, Tuhan, "kataku.
"Malam telah berlalu. Lihatlah, anak-Ku."
Aku melayangkan pandangan, dini hari menjelang. Lembah yang hijau terhampar di hadapan. "Aku dapat berjalan sendiri sekarang," kataku.
Kemudian aku melihat goresan di tubuh-Nya, "Tuhan, Engkau terluka, tangan-Mu berdarah, kaki-Mu biru lebam. Apakah itu bagiku?"
Ia berbisik, "Aku lakukan semuanya dengan senang hati."
Kemudian aku tertunduk di kaki-Nya, "Tuhan, pimpinlah aku," tangisku. "Tak ada jalan terlalu jauh, tak ada lembah terlalu dalam, jika Engkau bersamaku." Kemudian kami berjalan bersama, sekarang dan selamanya!
Jack_12
June 11, 2003, 03:11
Originally posted by Mitch_Zhou
Gw mao nanya dong Ayat2x tentang pacaran dengan keturunan ismael itu nggak boleh seperti yang terang dan gellap tidak dapat menyatu itu loe
II Korintus 6:14
Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?
tapi apa hubungannya dengan Ismael ???
hm...emang ga ada yg Renungan harian yg OL yah???ada yg tau dimana tempatnya?
Ini bagus deh .... terutama buat mereka yang sering merasa tidak layak karena merasa banyak dosanya atau ada dosa yang dirasa sangat berat :)
*taken from Saat Teduh Ags 2002*
Meskpun aku sudah berupaya keras mengubah hidupku dan menjalin hubungan dengan Allah, aku tetap merasa tidak layak. Aku terus berupaya menunjukkan kepadaNya betapa baiknya aku. Ketika aku goyah, aku menambah pelanggaran melampaui batas. Jika pikiranku melantur saat berdoa, aku merasa tidak layak. Jika aku marah dan berprasangka buruk, aku merasa tidak layak. Jika aku gagal mencintai setiap orang di sekelilingku, aku merasa tidak layak. Aku berusaha sendiri mengatasi dosa-dosaku dan tidak mau berpaling pada pengampunan Allah karena aku merasa tidak layak. Aku yakin bahwa Dia mengampuni bila aku berupaya memperbaiki diri (itu pun jika aku berhasil). Namun, Allah mengampuni karena Dia Mahabaik. Jika aku menunggu agar layak bagi Allah, maka aku harus menunggu selamanya karena tak seorangpun sepenuhnya layak di hadapanNya.
Allah mengenal hatiku dan Ia Maha Pengampun. Dia mengasihiku bukan karena perbuatanku, melainkan semata-mata karena Dia kasih adanya
bagi yang merasa tidak berarti ... yang merasa nggak puny kelebihan apa2 ..
taken from : http://www.apocalypsefoundation.co.za/HTML/Powered.htm
OTHERS CAN BUT YOU CANNOT
If God has called you to be really like Jesus, He will draw you into a life of crucifixion and humility and put upon you such demands of obedience, that you will not be able to follow other people, or measure yourself by other Christians; and in many ways He will seem to let other people do things which He will not let you do.
Other Christians, and even ministers who seem to be very 'religious' and useful, may push themselves, pull wires, and work schemes to carry out their plans; but you cannot do it, and if you attempt it, you will meet with such failure and rebuke from the Lord as will make you sorely repentant.
Others may boast of themselves, of their work, of their success, of their writings, but the Holy Spirit will not allow you to do any such thing; and if you begin it, He will lead you into some deep mortification that will make you despise yourself and all your good works.
Others may be allowed to succeed in making money, or have a legacy left to them; but He wants you to have something far better than gold, namely, a helpless dependence on Him, that He may have the privilege of supplying your need day by day out of an unseen treasury.
The Lord may let others be honoured and put forward, and keep you hidden in obscurity, because He wants to produce some choice, fragrant fruit for His coming glory, which can only be produced in the shade. He may let others be great, but keep you small.
He may let others do a work for Him and get the credit for it, but He will make you work and toil without knowing how much you are doing; and then, to make your work still more precious, He may let others get the credit for the work which you have done, and thus make your reward ten times greater when our Lord Jesus comes.
The Holy Spirit will put a strict watch over you, with a jealous love, and will rebuke you for little words and feelings, or even for wasting your time and money, which other Christians never seem distressed about.
So make up your mind that God is an infinite Sovereign, and has a right to do as He pleases with His own. He may not explain to you a thousand things which may puzzle your reason in His dealings with you; but if you absolutely sell yourself to be His love slave, he will wrap you in a jealous love, and bestow upon you many blessings which come only to those who are in the inner circle. Settle it forever then, that you are to deal directly with the Holy Spirit, and He is to have the privilege of tying your tongue, or chaining your hand, or closing your eyes, in ways that He does not seem to use with others. Now when you are so possessed with the living God, in your secret heart, pleased and delighted over this peculiar, personal, private and jealous guardianship of management of the Holy Spirit over your life, you will have found the vestibule of Heaven
Dan Kau Lilin- lilin Kecil
Seorang gadis cilik bergandengan dengan ayahnya menuju patung Bunda Maria, bersama ayahnya ia menyalakan sebuah lilin kecil. Kemudian sang ayah berdoa, sementara si gadis cilik ini mengambil lagi sebatang lilin. Mencucukkan ujung sumbunya ke api lilin lain, dan mencolokkan lilin itu pada lubang2 yang tersedia. Sebuah lilin menyala lagi, dan si gadis ini yang memasangnya sendiri tanpa bantuan sang ayah.
Sepertinya dia begitu bangga, dan kembali mengambil sebatang lilin dan memasangnya lagi. Tepat ketika dia akan mengambil batang lilin berikutnya, ayahnya sudah selesai berdoa dan mencegahnya.
Gw tersenyum. Gw berdiri di samping tempat2 lilin tersebut, memperhatikan sejak datangnya si gadis cilik ini dengan ayahnya, sampai mereka berdua beranjak dari sana. Hati gadis cilik ini tentu masih sangat murni. Mungkin dia tidak mengerti sama sekali apa yang dia lakukan. Yang dia tahu dia lakukan semuanya karena dia senang meski hanya mengikuti orang2 lain. Dia tidak ikut berdoa, tapi menyalakan sendiri 2 lilin tanpa bantuan sang ayah.
Mungkin Tuhan juga tersenyum melihatnya. Hanya seorang gadis cilik dengan segala ketulusannya. Mempersembahkan nyala2 lilin bagiNya tanpa disadarinya. Dia tidak memejamkan mata untuk mengajukan berbagai permohonan. Dia tidak berkomat-kamit mengeluhkan segala persoalannya. Dia hanya diam dan menyalakan lilin, tapi gw yakin, itu sungguh berkenan bagi Tuhan.
OTIKA
August 06, 2003, 18:41
ikut posting nih :)
coba baca 1 Korintus 7 ttg perkawinan :)
juventini
July 19, 2004, 14:28
Lagi dunkzzz...gua lagi nyari artikel dan renungan buat website neeh....ayat emas juga klo ada....:D:)
vBulletin® v3.8.2, Copyright ©2000-2013, Jelsoft Enterprises Ltd.