View Full Version : -----Syalalala-----







Himawari
March 29, 2003, 07:35
Juz Fur Mah Mom

Aduh panaz bangetz deh rasanya siank inih. entah kenapah aku ngerasa kalow mahatari tuch b`sinar lebih terix dari biasanya. pelajaran Kimia yank biasanya bisah gua cerna tanpa adah kesulitan samah sekali sekarank malah seakan-akan seperti monster yank mengerikan buatzku. kayaxnya aku kuduh b`ubah jadhe pahlawan b`topenk neh biar monsternya ilank. yach ampun, napah jadhe menghayal ginih seh? gua nyobain laghe untux konsen samah pelajaran tentank molekul inih sambil menggigitz-gigitz ujunk bolpenku. apalaghe kalow mengingatz ujian nasional udah di depan mata.

"Cha,lsg plg ke rmh ya,jgn keluyuran trs," kubaca kembali pesan sms dari mama yank kuterima paz istirahatz siank tadhe. hati kecilku protez, napah seh, mama t`lalu banyax aturan? napah aku ga` boleh sebebaz teman-teman yank laen, yank paz habiz jam sekolah boleh maen ke mall tanpa haruz ikutz lez inih ituh segala? taphe aku malah lebih benci laghe samah diri sendiri yank ga` punyah keberanian untux protez ke mama. dengan langkah gontai akhirnya aku pulank ke rumah. masux kembali ke penjara yank begituh mengekangku selamah inih dengan begituh banyax aturan.

Hari inih pengumuman hasil ujian nasional. hatiku dag dig dug teruz sejax berangkatz dari rumah. kemaren-kemaren seh paz ngerjain soal aku ngerasa bisah, apalaghe sebelum ujian ituh mama memperketatz jadwal lezku. mama memank menanamkan disiplin sejax aku masih kecil `n hasilnya selamah inih aku ga` pernah keluar dari 3 besar di sekolah. hatiku lanksunk b`sorax girank ketika tahu namaku adah di urutan terataz di sekolah inih. ::cheer::

"selamatz yax, Cha lo bisah jadhe yank t`baix di sekolah kitah," Fany yank teman duduxku yank p`tama kali memberiku ucapan selamatz. :bravo: b`jibun ucapan selamatz aku terima dari teman-temanku hari inih. setelah ituh kitah ramai-ramai arak-arakan kelilink kota layaxnya anax sekolahan laen kalow ngerayain kelulusan. aku sangatz menikmati suasana inih, soalnya belakangan inih gua t`lalu banyax dijejali lez samah mama. yank palink bikin bahagia adalah paz arakan ituh aku bisah adah di boncengan Erick, kapten bazketz sekolah yank sejax kelaz 1 aku taksir taphe tidax t`sampaikan karena mama selalu mewanti-wanti aku lom boleh pacaran sebelum luluz sekolah. sakink senanknya aku lupah memberitahu mama kalow aku luluz dengan nilai t`baix. aku ga` pengen moment bahagia dengan Erick b`kurank karena aturan-aturan kolotz dari mama.

Aku balix ke rumah jam 11 malam. mama sudah menunggu di sofa `n dari sorotz matanya aku tahu kalow dia marah.

"Cha, kamu tahu kan sekarank jam brapah ? Inih sudah larutz malam dan kamu baru balix ke rumah. seharian kamu keluyuran dengan seragam sekolah ? mama kan udah bilank dari dolow, anax gadiz ga` boleh pulank t`lalu malam," malam mulai omelan pembukanya yank sebagian isinya udah gua tebax sejax tadhe.

"Maaf, Ma. tadhe Cha maen samah teman merayakan kelulusan. Cha luluz dengan nilai t`baix di sekolah, Ma," aku nyobah ngasih penjelasan ke mama.

"Baguz ituh," jawab mama dengan dingin. aku ngerasa lega karena kayaxnya mama udah ga` akan ngomel laghe. taphe t`nyatah p`kiraanku salah, belum laghe aku maju selangkah, mama mulai laghe interogasinya.

"Dengan siapa kamu pulank malam inih?" Degg...aku bagai kenah setrum liztrix ribuan watt mendengar pertanyaan mama ituh. gimanah ngejelasinnya yax ?

"Dengan Erick, teman sekelaz gua, Ma," aku menjawab dengan perasaan takutz sambil menundukkan wajah.

"Cha, kamu tahu kan kalow mama ga` sukah kamu keluyuran malam-malam. apalaghe inih dengan cowox laghe !! bukannya mama udah serink mengingatzkan kamu tentank hal inih ? Mama ga` pengen hal-hal yank tidax diinginkan t`jadhe samah kamuh !" suara mama mulai meninggi. aku mulai tidax tahan.

"Ma, gua bosan dengan aturan mama selama inih. Cha serasa hidup dalam tahanan di rumah sendiri. tidax adah kebebasan samah sekali, semua haruz nurutin aturan yank mama buatz. apah salah kalow Cha pengen ngerasain dunia luar seperti temen-temen yank laen tanpa haruz b`kutatz dengan buku setiap hari ? apah Cha salah kalow Cha sukah `n jalan samah cowox ? Ma, gua bukan anax kecil laghe. Cha udah gede, Ma. udah bisah jaga diri sendiri `n bisah mikir manah yank baix dan burux," akhirnya keluar jugah semua unex-unex yank t`pendam di hatiku selamah inih. aku liatz mama t`diam, aku tahu dia tidax p`nah membayangkan kalow anax satuh-satuhnya yank selama inih selalu menurutz padanya bakal bisah mengeluarkan katah-katah seperti ituh. melihatz mama diam, aku lanksunk melengoz p`gi ke kamar. malam ituh, aku ngerasa jadhe anax palink durhaka di muka bumi inih.

Sejax kejadian ituh, mama ga` p`nah laghe marah `n ngelarank-larank aku laghe. bagaikan burunk yank lepaz dari sangkarnya aku memanfaatkan kebebasan inih seenax perutz. setiap hari kuhabizkan dengan Erick yank akhirnya sekarank jadhe pacarku. mama tidax marah walaupun aku balix jam 12 malam. taphe dari sorotz matanya aku tahu kalow dia marah `n kecewa, taphe aku ga` p`nah memikirkan ituh. taphe kesenangan ituh cuman sesaatz sajah. kemarahan mama kembali menguax ketika kuutarakan cita-citaku.

"Apa ?? kamu mau jadhe penuliz ?" mama lanksunk kagetz mendengar niatzku ituh. selamah inih mama memank mengharapkan aku jadhe dokter or arsitex, soalnya dia yakin dengan kemampuan otax yank kumiliki.

"Iyah, Ma. Cha ngerasa di situlah tempatz Cha bisah mengembangkan kemampuan gua," kucoba memberi penjelasan pada mama, taphe sia-sia.

"Pokoknya mama ga` mau kamu jadhe penuliz. apah kamu ga` sayank samah nilai-nilai kamu ?? dengan nilai ituh kamu bisah jadhe dokter dengan gaji yank berkali-kali lebih besar dari pendapatan seorank penuliz," sengitz mama ga` mau kalah.

Taphe aku udah b`tekad untux jadhe penuliz, sekalipun haruz b`hadapan dengan mamaku sendiri. dan puncaxnya adalah ketika di suatu siank kitah bentrox dan mama mengusirku dari rumah.

"Lebih baix kamu tinggalkan rumah inih kalow kamu ga` mau dengerin mama ! mama kecewa samah kamu, udah ngerusax impian mama selamah inih,"

Aku tersentax dengan kemarahan mama kali inih. b`tapapun marahnya mama belum p`nah dia mengusirku dari rumah. tanpa kusadari airmata mulai menetez dari kedua mataku.



Aku pergi meninggalkan mama, orank yank selama inih telah melahirkan dan membesarkanku. dengan uang tabunganku, aku b`usaha untux menyambunk hidup. setelah semua kuceritakan pada Erick, akhirnya dia mau membantuku. Erick membantuku mengontrax sebuah rumah mungil, sementara aku b`juank untux mendapatzkan pekerjaan untux membiayai kuliahku yank baru kumulai di tingkatz p`tama. aku mencoba melamar pekerjaan ke sanah ke mari dengan ijazah SMU yank kumiliki, taphe tax adah satupun yank mau menerima anax ABG yank tanpa pengalaman kerja sepertiku. pazrah padah keadaan akhirnya aku mencoba untux menuliz. kutuliz smoach hal yank kualami dan kurasakan, apah sajah yank b`gejolax di hatiku kutuangkan dalam karya-karyaku. semakin banyax tulisanku dari hari ke hari, dan akhirnya aku memutuzkan untux mengirimkannya ke salah satuh majalah yank sedank mengadakan lomba. aku b`syukur karena dalam masa sulitz inih Erick tidax p`nah meninggalkanku.

"Cha, tebax deh ! gua adah berita baguz buatz lo," ucap Erick saatz menemuiku di rumahku suatu siank.

"Aduh, apaan yax ? jangan bikin penasaran dunk, cepetz bilank deh !" jawabku dengan rasa ingin tahu.

"Tulisan kamu menank lomba, Cha," Erick t`senyum lalu menyodorkan sebuah majalah ke hadapanku. di dalamnya kuliatz namaku t`cantum jadhe pemenank lomba cerpen. rasa bangga dan bahagia seketika menyeruax di hatiku.

"Selamatz yax, sayang. hadiahnya gede tuch !" kata Erick sambil memelux dan mencium keningku.

Sejax saatz ituh, jalan untux menjadhe seorank penuliz mulai tampax jelaz di depanku. karyaku mulai dimuatz di beberapa media. aku sangatz b`syukur, semua jerih payahku selama inih tidax sia-sia. dengan honor yank kuterima, aku mulai bisah hidup mandiri. aku bahagia dengan kehidupanku saatz inih.

Mama...! tibah-tibah di suatu malam aku b`mimpi tentank dia. aku merindukan belaiannya, kasih sayanknya, senyumnya dan bahkan omelan-omelannya yank dolow setiap hari kuterima. semenjax aku p`gi dari rumah tax p`nah sekalipun adah kontax antara aku dan mama. keadaan inih udah hampir b`jalan selama setahun. aku merasa sangatz merindukannya dan ingin b`temu dengannya. kebahagiaan yank kurasakan saatz inih tidax lengkap tanpa kehadiran mama. aku ingin pulank, taphe apakah mama masih mau menerimaku ??

"Halo, selamat siank. Ma, inih Cha," kuberanikan menelpon mama di suatu siank ketika perasaan rindu ituh sudah tidax bisah kubendunk laghe. sebentar laghe Natal dan aku ingin merayakannya b`sama mama seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Cha, kamu adah di manah ? baix-baix sajah kan ? pulanklah, Nak. mama sangatz merindukanmu," bukan nada marah yank kuterima taphe suara rindu seorank mama kepada anaxnya. di dalamnya kutahu adah nada cemaz dan khawatir.

"Cha baix-baix ajah, Ma. gua jugah rindu samah mama. minggu depan Cha akan datank nemuin mama. mama sehatz kan?" kubiarkan air mataku jatuh di pipiku.

"Iyah, sayank. mama sehatz kox. cepatzlah pulank, mama pengen bangetz ketemu kamu," kutahu di seberank sanah mama jugah menangiz.

Himawari
March 29, 2003, 07:38
20 December 2002

Ditemani oleh Erick aku ke rumah mama. semakin dekatz dengan rumah, perasaanku semakin gelisah tax menentu. aku sudah sangatz rindu. setelah p`jalanan singkatz yank olehku t`rasa sangatz lama dan membosankan ituh akhirnya aku sampai di depan sebuah rumah kecil yank selama 18 tahun menjadhe tempatzku tumbuh dan b`kembank. tidax banyax yank b`ubah sejax t`akhir kutinggalkan setahun silam. hanya rumputz di halaman ajah yank kayaxnya semakin panjank dan taman bunga yank mulai tidax t`rawatz.

Aku lanksunk masux ke dalam rumah karena pintu tidax t`kunci dan segera menuju ke kamar mama. taphe di sanah tidax kudapati mama. aku ke dapur dan di sanah adah Bik Inah, wanita setengah baya yank selama inih mengerjakan pekerjaan rumah tangga di rumah inih.

"Bik Inah, mama manah. kox ga` kliatan seh?" tanpa menunggu lebih lama aku lanksunk menyosornya dengan p`tanyaan. Bi Inah b`balix `n kagetz dengan kehadiranku di rumah inih.

"Non Icha, ibu tadhe paghe masux rumah sakitz. sekarank masih dirawatz di sanah," jawab Bik Inah dengan nada khawatir campur kagetz.



Sekarank aku b`ada di kamar yank serba putih inih. di depanku adah mama yank sedank t`barink lemah dengan kabel infuz dan oksigen di tubuhnya. selama inih mama menderita kanker tulank dan sekarank sudah menjalar ke manah-manah. mama merahasiakan semua inih dariku. di balix ketegarannya ituh t`nyatah dia memendam sebuah penyakitz yank kapan sajah bisah merenggutz nyawanya. dan aku adalah anax yank palink durhaka, yank egoiz dan tidax p`nah memperhatikan mamaku yank sudah membersarkanku. tiada henti-hentinya aku menangiz di sisi pembaringan mama, sambil menggenggam tangannya dan b`harap adah mujizat agar mama segera bangun. kembali t`bayank masa-masa yank kulewati b`sama mama dan aku merasa belum sempatz membahagiakannya.

Teeeeeeet !! aku t`sentax kagetz dan kup`hatikan mesin ituh. kulihatz grafixnya sekarank luruz dan tangizku pun pecah sejadhe-jadhenya. Ya, mama menghembuzkan nafaz terakhirnya di sinih tanpa ada sepatah katahpun p`mohonan maafku yank sempatz didengarkannya. bahkan pelukan Erick pun tidax sanggup menghentikan tangizku. mama p`gi menyusul papa yank udah 10 tahun yank lalu meninggalkan kami b`dua. jadhelah aku anax yank yatim piatu.



22 December 2002

Tanah merah di ataz pusara mama masih basah, seperti mataku yank seakan tiada hentinya mengeluarkan airmata. Aku membaca kembali suratz terakhir yank masih sempatz dituliz mama untuxku. mungkin dia tahu kalow dia tidax akan p`nah b`temu laghe denganku.

Icha, mama sangatz menyayangimu. mama salah telah melarankmu mengejar impianmu. pulanklah ke rumah kitah, karena rumah inih sepi tanpamu. mama merestui semua usahamu untux mewujudkan cita-citamu dan meraih kesuksesanmu. jaga dirimu baix-baix karena mama tidax akan bisah menemanimu laghe.

Bunda

Selamat hari Ibu, Ma.




spc buat mama yank udah ngerawatz gua selama 20 taon

topeng kaca
March 29, 2003, 19:18
Sedih banget dech ceritanya....
Gue sampe nangis bacanya::cry::

Carlos Alberto
March 31, 2003, 00:36
waduh bacanya ko puziiing yaaa? tulizannya itzu lhoo..... :D

bebex_imoet
March 31, 2003, 03:03
iya,sama pusing juga bacanya hehhee.. tapi ngerti koq :)

Himawari
March 31, 2003, 03:59
Originally posted by topeng kaca
Sedih banget dech ceritanya....
Gue sampe nangis bacanya::cry::
xixixixixixi
iyach...Cha ajah yank buatz sampe nangiz kox paz baca kembali


Originally posted by Carlos Alberto
waduh bacanya ko puziiing yaaa? tulizannya itzu lhoo..... :D
Originally posted by bebex_imoet
iya,sama pusing juga bacanya hehhee.. tapi ngerti koq :)

xixixixixixi
iyach neh...Cha jarank seh masux ke forum cerpen, makanya banyax yank ga` tahu style Cha kalow ngetix di sinih

sowie...sowie
sudah susah neh ngilangin kebiasaan ngetix kayax ginih

Himawari
April 01, 2003, 05:15
yank inih gua cobah deh bikin dengan bahasa yank baix dan benar...xixixixixi

Himawari
April 01, 2003, 05:16
Everything Wuz Changed

"Felicya !!" kembali kueja nama ituh. Aku masih tidak percaya pada sosok cewek yang sekarang berdiri di depanku. Iya, inih memang Felicya, cewek yang dulu pernah jadi sahabatku selama 3 tahun di SMP. Banyak yang berubah pada dirinya, dia kini semakin manis dan dandanannya juga lebih trendy dan funky. Tapi senyum dan tatapan mata ituh masih seperti dulu.

"Christa kan ?!" cewek ituh tampak ragu dengan apa yang baru saja diucapkannya.

"Iyah, Fel. Inih gua Christa, temen lo pas SMP. Dah lama banget ya kita ga` ketemu. Lo menghilang ke mana ajah, sekarang tiba-tiba muncul dengan penampilan bak bidadari seperti inih?" kuberondong dia dengan berbagai pertanyaan. Mukanya mulai kemerahan, tapi ituh malah membuat dia tampak lebih manis.

"Gua di sini ajah kok, Christ. Ga` nyangka kan lo ?" dia tersenyum dengan jawabannya. Tapi itu malah membuat aku semakin penasaran. Banyak yang ingin kutanyakan kepadanya, tapi kalimat ituh ga` juga keluar dari mulutku.

"Ech, Christ kita makan dulu yuk. Gua lapar neh `n gua yakin lo juga pasti lapar kan?" tanpa menunggu jawabanku dia langsung menarik tanganku menuju ke resto yang ada di dekat situ.



Kembali kuperhatikan cewek di depanku inih. Dia memang benar-benar telah banyak berubah. Felicya, gadis dari keluarga yang hidupnya pas-pasan `n di sekolah dulu selalu mendapatkan beasiswa untuk anak kurang mampu kini sedang mentraktirku makan di resto yang mewah. Dia bahkan tidak perduli pada harga makanan yang dipesannya. Belum lagi barang-barang belanjaannya yang isinya barang-barang bermerk yang harganya selangit. Dia yang dulunya cenderung pendiam, sekarang jadi banyak bicara `n cenderung ga` bisa diam.

Kucoba mengingat kembali, apa saja yang sudah terjadi selama 3 tahun ini. Tak banyak memang yang kuketahui. Yang kudengar hanyalah setelah papanya meninggal, Felicya dan keluarganya terpaksa pindah rumah karena yang ditempatinya selama ini adalah rumah dinas. Sejak itu aku kehilangan kontak dengannya. Yah, mungkin memang begitulah kehidupan di sebuah kota metropolitan yang mobilitasnya cepat. Ada banyak urusan yang lebih penting daripada sekedar mencari seorang sahabat yang pindah rumah.

"Fel, napa seh lo ga` pernah kontak gua ? Kan gua ga` tahu telp or alamat rumahmu. Jahat banget seh, masa sahabat sendiri dilupain," cerocosku menyalahkan dia.

"Banyak yang sudah terjadi, Christ," kulihat ada sinar kesedihan di matanya saat itu. Aku jadi tidak tega bertanya lebih banyak walaupun rasa penasaran itu sangat besar dalam diriku.

"Gimana kuliahmu, kudengar kau lulus di PTN ya?" dia mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Yah, biasa aja seh. Ini tahun pertama gua kuliah, mudah-mudahan bisa bikin betah. Lo sendiri gimana ?"

"Gua ga` kuliah, Christ. SMU aja gua ga` tamat. Yah mo gimana lagi, mama ga` mungkin membiayai sekolah gua hanya dari hasil dia berjualan di pasar. Sedangkan untuk makan sehari-hari aja masih susah, apalagi kalo ditambah dengan biaya pendidikan," jawab Felicya sedih. Dari sorot matanya aku tahu kalo dia tidak berbohong. Tapi, kalo melihat belanjaan dan makanan yang ada di atas meja ini, aku masih belum mengerti akan apa yang sudah terjadi. Berbagai praduga muncul di kepalaku, tapi aku tidak berani menanyakannya. Aku takut menyinggung perasaan dia.

"Hei, Christ !! Lo masih belum berubah juga ya, masih suka ngelamun kayak dulu," tepukannya mengagetkanku. Aku menjadi malu karena ketahuan ngelamun olehnya.

"Main ke rumahku yuk !" ajaknya ketika kami sudah meninggalkan resto itu.

"Gua ga` bisa, Fel. Soalnya tugas kuliah gua banyak banget neh. Lain waktu aja, kan sekarang gua dah punya nomor ponsel lo, so mudah deh menghubungi lo," aku menolak sambil terus mengikuti langkahnya.

"Christ, lo gua anterin pulang deh. Rumah lo masih yang dulu kan ? Daripada lo naik bis `n kudu nunggu lama di halte," ajaknya padaku sambil berjalan ke arah parkiran mobil. Aku hanya berusaha menjejeri langkahnya. Semakin banyak yang tak kupahami begitu kulihat dia ketika dia berhenti di samping sebuah mercy metalik. Dia memijit remote control dan kemudian dengan santai masuk ke dalam mobil itu.

"Ayo naik, Christ !!" serunya ketika aku masih terbengong di luar.

Dengan berjuta pertanyaan aku naik ke atas mobil mewah itu. Benarkah ini Felicya sahabatku di SMP yang untuk bayar uang sekolahpun orangtuanya ga` sanggup. Tapi sekarang yang ada di sebelahku adalah seorang gadis cantik dengan penampilan lux. Belanjaan segunung `n bermerk, makan di resto mewah dan sekarang naik di atas mobil mewah keluaran terbaru. Apa yang sudah terjadi padanya ?! Dalam diam berjuta pertanyaan berkecamuk di kepalaku dan tanpa terasa kami sudah sampai di rumahku.

"Christ, gua ga` bisa ikut masuk ke dalam soalnya masih ada urusan di rumah neh. Salam aja ya ma papa `n mama kamu," sahutnya ketika aku turun dari mobil.

"Iya,Fel. Tapi jangan lupa untuk menelpon aku malam ini ya," pintaku

"OK, tungguin ntar malam jam 8 ya," jawabnya sebelum kembali meluncurkan mobilnya menjauh dariku. Aku hanya bisa terpana memandang kepergiannya.

bersambung...

CeeCee
April 04, 2003, 11:17
lanjut, cha!! pusing juga sih bacanya. warnanya item dong, cha, liat birunya gw jadi pusing... abis jadi tipis sih keliatannya. mesti ekstra deket ma layar. mata gw udah minus 3, ntar nambah lagi!!

Himawari
April 05, 2003, 11:59
lanjutannya masih dibikin neh...stuck gua...binun nerusinnya...ntar gua kasih hitam deh

Dare-Devil
April 05, 2003, 14:20
nunggu lanjutannya

Himawari
April 07, 2003, 08:03
Bergegas aku keluar dari ruang kuliah yang membosankan. Di luar pagar kampus sudah kulihat Felicya sudah menungguku di mobilnya.

"Gimana rasanya kuliah, aik ga`?" tanyanya begitu aku menghempaskan tubuh di jok mobil.

"Membosankan dan yang jelas lebih susah dari pelajaran pas kita SMP dulu" keluhku

"Ha ha ha, ya udah, hari ini gua bantuin ngilangin suntuk deh," ledeknya.

Felicya langsung langsung melarikan mobilnya di jalanan yang siang ini lumayan sepi. Sepanjang perjalanan kami ngobrol tentang kenangan-kenangan kami semasa SMP dulu. Dan tanpa terasa mobil mulai memasuki sebuah kawasan perumahan elite. Ini adalah kejutan yang kesekian yang aku temui sejak pertemuanku kembali dengannya. Kayaknya dia memang mengalami perubahan 180 derajat dalam hidupnya. Mobil kemudian memasuki halaman sebuah rumah mewah yang bergaya Eropa. Dalam hati aku hanya mampu berdecak kagum.

"Ayo masuk, jangan malu-malu. Anggap aja rumah sendiri !" katanya ketika kami sudah masuk ke dalam rumah tersebut. Di ruang tamunya kulihat ada berbagai koleksi lukisan yang kutaksir harganya puluhan juta per buah. Besar benar rumah ini, kataku dalam hati. Kami berdua berjalan ke ruang keluarga. Setelah menyuruhku duduk, Fel menghilang dan membiarkanku sendirian di ruangan itu. Panasnya kota Jakarta tidak membuatku gerah karena ada AC di ruangan ini yang benar-benar membuatku merasa nyaman. Felicya kemudian kembali dengan membawa dua gelas jus.

"Gua tahu apa yang lo pikirin sekarang ini," Fel membuka kembali percakapan di antara kami.

"Pasti lo bingung kan melihat kehidupan gua yang berubah drastis dibandingkan ketika SMP dulu," sambungnya menebak pikiranku.

"Ehm, iya seh. Lo nyimpan banyak kejutan sekaligus rahasia. Apa yang udah terjadi, kok lo bisa jadi jutawan kayak sekarang ini," cerocosku penasaran.

"Banyak yang dah gua alami Christ," dia mulai bercerita sambil menerawang. Ternyata orangtuanya sudah meninggal, dan satu-satunya adiknya sekarang sedang kuliah di Bandung. Tak ada raut sedih di matanya ketika menceritakan itu semua. Tanpa terasa kami sudah sejam lebih ngobrol, tapi dia belum juga menjawab tanda tanya yang ada di hatiku.

"Bentar ya, Christ. Ada yang ingin kutunjukkan kepadamu," ajak Felicya kepadaku sambil menarik tanganku. Aku mengikutinya memasuki sebuah kamar di rumah itu. Nuansa serba biru membuat kamar itu sungguh cantik. Aku terpana saat berada di pinggir sebuah ranjang mungil yang ada di kamar itu.

"Namanya Stephanie, umurnya 10 bulan," kata Felicya sambil menunjuk sesosok bayi yang lagi tidur di ranjang bayi itu. Kupandangi bayi perempuan itu. Kulitnya putih dan badannya montok.

"Cantik benar dia. Anakmu Fel?"

Felicya menghela nafas panjang. Aku tahu dia sedang menghimpun kekuatan untuk memberikan penjelasan kepadaku.

"Ya, dan inilah yang terjadi dalam 3 tahun terakhir. Setelah papa dan mama meninggal dalam sebuah kecelakaan bus, aku harus berjuang membiayai hidupku dan dan adikku. Aku mencoba bekerja di sebuah restaurant besar di kota ini. Diam-diam aku menjalin hubungan dengan anak pemilik restoran itu, dan karena kebodohanku, aku jadi hamil. Untungnya Dey laki-laki yang bertanggung jawab. Dia memilih meninggalkan kuliahnya di Aussie dan menikahiku. Dia lalu meneruskan mengelola bisnis ayahnya,"

Aku hanya diam mendengarkan kisahnya. Walaupun menikah di usia dini, kehidupan Felicya dan Dey benar-benar harmonis dan bahagia. Ya, begitulah tampaknya.

"Kamu pernah menyesali semua ini, Fel ?"

Felicya terdiam, dia tidak menduga kalau aku akan menanyakan hal itu.

"Penyesalan itu selalu ada, Christ. Seandainya mungkin, aku ingin mengulang kembali semuanya. Aku ingin menjalani kehidupan sebagai remaja biasa, bukan sebagai ibu rumah tangga yang harus mengurus seorang bayi. Awalnya aku memang shock dengan keadaan ini, tapi akhirnya aku terbiasa."

"Sampai sekarang kamu masih menyesal?"

Teophania_star
April 07, 2003, 08:19
wow...............a real wake up story.....but a good one....and touching....

Himawari
April 07, 2003, 08:44
xixixixixi
dibikin hitam deh colornya...biar ga` pucink bacanya

Faye
April 10, 2003, 11:31
aduh, suka yang di atas yang no 1
menyentuh sekali :hehe

Himawari
April 11, 2003, 12:02
menyentuh ?? yaix...menyentuh apanyah ??

n1k3_11
April 12, 2003, 14:59
kayaknya cerita yang ke-2 uda pernah baca dech....
kalo ga salah di femina ......bener gak???

Himawari
April 13, 2003, 13:13
yaix...sejax kapan gua baca Femina ?? :kakaka:

bocah_klene
April 19, 2003, 12:52
eh si kk bikin cerpen juga toch yach..:D:P

chr1sty
May 03, 2003, 06:17
Hm.......
bagus yah cerita nya
bikin gua terharu nih

Ma®™
May 03, 2003, 08:08
Mana lanjuDan-nyaa????? Baguss nichhhh..

Himawari
May 05, 2003, 22:43
cerita baru laghe... ::v::

Himawari
May 05, 2003, 22:43
*edited*

Dare-Devil
May 06, 2003, 12:28
alur cerita masih lom nampak

cinta ato friendship,cha?

Himawari
May 06, 2003, 12:38
keduanya ;)

Dare-Devil
May 06, 2003, 12:43
kalo boleh tebak,apakah mereka suka cowok yang sama? :D

Himawari
May 08, 2003, 00:44
xixixixixi...inti ceritanya tentank Jenny kox :P

lonely_girl
September 28, 2003, 18:33
cerita yg pertama sedih bgt :nangis: :nangis:
cerita yg kedua kayaknya gw pernah baca di majalah remaja dech :bingung:

Himawari
September 29, 2003, 03:57
mo lanjutin yank p`tama....

mama gua semalam tibah˛ sms ginih...

"ga ada sms yg masuk, sayang...."

masih panjank seh...cuman gua palink sukah kalimatz ituh. tumben˛nya gua dipanggil "SAYANK" :haha
biasanya lanksunk manggil nama ajah...tanpa adah embel˛ laen. cuman kox kayaxnya belakangan inih mama rada mesra gituh yax ??

*t`haru.com*

Chiller
October 01, 2003, 10:24
Hmm..... sayang, tulisannya ganti hitam yah.
ungu juga bagus sih, kan jadi treadmark-nya Hima ;)
cerita yg kedua sudah selesai ?

shella
October 02, 2003, 00:58
Gue baru baca cerpen loe cha... sedih banget :nangis:
makanya gue tuh paling anti deh nyakitin perasaan orang tua, gue takut aja kalau sewaktu-waktu mereka ninggalin gue dengan perasaan yg kecewa :(