View Full Version : Mistisme Wayang
kang cendol
December 06, 2008, 00:47
^
Yuk mari kita 'ngbahas' tokoh2 wayang & dunia perwayangan umumnya yang mungkin masih banyak beraroma misteri & supranya :D
==========================================
Orang mempelajari cerita pewayangan kebanyakan perhatiannya tertuju kepada judul cerita dan isi pokok ceritanya. Tetapi orang sering ingin mempelajari lebih dalam, ingin mengetahui unsur-unsur cerita yang membentuk struktur ceritanya, unsur yang menjadi perhatian mereka antara lain tema dan tokoh.
Bila mengkaji cerita pewayangan, terutama mengenai tokoh-tokoh, amat banyak jumlah tokoh yang diperolehnya. Secara garis besar tokoh cerita pewayangan terdiri dari tokoh dewa dan tokoh bukan dewa. Tokoh dewa dibedakan jenis pria yang disebut dewa atau dewata, dan mendapat sebutan Hyang, Sang Hyang atau Bathara. Jenis wanita, disebut bidadari dan mendapat sebutan Dewi atau Bathari. Tokoh bukan dewa terdiri dari manusia atau yang diindetikkan dengan manussia, raksasa, jin dan setan yang sering disebut lelembut dan hewan, tetapi bukan hewan sembarangan, melainkan hewan jelmaan dewa atau tokoh hewan yang mempunyai kelahiran dan kehidupan luar biasa.
kang cendol
December 06, 2008, 00:49
^
Tokoh-tokoh itu tersebar luas dan didapat dalamn cerita lama dan baru. Secara garis besar cerita pewayangan dapat diurutkan sebagai berikut: Pertama, cerita yang menampilkan tokoh dewa dengan keturunnannya. Kedua, cerita Arjunasasra dan tokoh Ngalengka yang bertitik tolak pada masa kehidupan Dasamuka Ketiga, cerita Rama sesaudara dengan permusuhannya dengan Dasamuka sesaudara. Keempat, cerita yang bersumber pada cerita Mahabarata. Cerita yang bersumber pada cerita Mahabarata terbagi pada masa sebelum kelahiran Pandhawa dan Korawa, pada masa kehidupan Padhawa dan Korawa, dan masa setelah kehancuran Korawa dalam perang Baratayuda. Pada masa kehidupan Pandhawa dan Korawa ini muncul berbagai peristiwa yang banyak diolah dan diciptakan bermacam-macam cerita lakon.
Masyarakat Jawa sangat tertarik kepada cerita Mahabarata, terutama cerita yang menyangkut kehidupan Yudhistira sesaudara dan Duryodana sesaudara. Cerita bermunculan dengan tema cerita yang menampilkan masalah kehidupan dua kelompok keluarga Pandhawa dan Korawa itu.
Cerita yang menampilkan masyarakat Pandhawa dan Korawa ternyata banyak melibatkan kelompok masyarakat lain. Cerita pewayangan disusun dan dikarang seperti cerita kehidupan masyarakat sungguhan. Munculah jenis cerita roman, yang bisa disebut roman pewayangan, sejenis roman simbolik.
Para penyusun cerita lakon pewayangan selain melibatkan tokoh kelompok Pandhawa dan Korawa, juga melibatkan kelompok tokoh dari negara Wiratha, Mandura, Dwarawati, Ngawangga dan negara-negra kecil lainnya.
Cerita pewayangan yang mengambil latar tempat Ngamarta, Ngastina dan beberapa negara itu banyak melibatkan tokoh terkenal. Tokoh Pandhawa yang terkenal ialah Yudhistira, Wrekodara, Arjuna, Nakula dan Sadewa. Tokoh Korawa yaitu Duryodana bersama seratus saudara sekandungnya. Tokoh Baladewa dari Mandura, tokoh Kresna dari Dwarawati, dan tokoh-tokoh negara lain serta putra Pandhawa dan Korawa. Mereka banyak terlibat dalam penyusunan cerita lakon mengenai perebutan pewaris kerajaan Ngastina yang amat menarik masyarakat pecinta pewayangan. Tokoh Kresna lebih cenderung kepada pihak Pandhawa.
Tokoh Kresna dikenal sebagai manusia jelman dewa, tokoh itu mempunyai banyak cerita dan keistimewaan. Maka termasuk tokoh yang menjadi perhatian masyarakat pecintanya. Demikian besar perhatian masyarakat terhadap tokoh itu, kemudian muncul banyak cerita lakon dengan menampilkan tokoh Kresna. Kelahiran, perkawinan dan beberapa cerita lakon mengangkat tokoh Kresna sebagai tokoh utama. Cerita yang melibatkan warga Padhawa kebanyakan melibatkan Kresna juga.oleh karena itu bila menyoroti tokoh Kresna akan memperoleh gambaran watak dan sikap Kresna dalam berbagai peristiwa.
Cerita lakon secara simbolik melukiskan kehidupan masyarakat sekelilingnya atau masyarakat pecintanya. Kresna berkedudukan sebagai raja, anggota keluarga Mandura dan Dwarawati, dan anggota masyarakat. Kresna diberi watak sebagai manusia yang berkedudukan pemimpin dan orang terkemuka. Maka segala sesuatu perwatakannya menjadi cerminan tokoh pemimpin masyarakat pecintanya.
kang cendol
December 06, 2008, 00:56
^
saya mulai dari kresna si ganteng & bijak :D
Cerita Kresna di India
Nama Kresna didapat dalam Regweda. Diceritakan, Kresna muncul sebagai anak Dewaki yang pandai dan bijaksana. Ada lagi nama Kresna, nama seorang resi anak laki-laki Wiswaka. Dewa besar bernama Kresna bersama sepuluh ribu pengikut melakukan pengrusakan, kemudian dikalahkan oleh Indra. Dalam syair Weda diceritakan limapuluh ribu Kresna terbunuh. Dalam mitologi India diceritakan Kresna adalah pahlawan paling cemerlang, dewa paling populer. Ia adalah awatara Wisnu yang kedelapan, bahkan dikatakan jelmaan Dewa Wisnu. Kresna juga dikenala dalam banyak legenda dan fable, hidup dalam cerita epos. Kresna ikut mengambil bagian dalam cerita Mahabharata. Cerita-cerita pendek banyak yang mengangkat Kresna sebagai dewa.
Cerita Kresna berkembang pula dalam cerita Hariwamsa. Dalam kitab purana lebih banyak ceritanya, terutama dalam Bhagawatapurana. Dalam kitab itu kisah hidup Kresna sejak awal diceritakan secara teriinci dan disenngi bnaayak orang. kenakalan sejak kanak-kanak, kesalahan dn cerita cinta masa remaja amat menarik. Cerita awal kehidupan Kresna merupakan ciptaan baru, sedang cerita yang berkaitan dengan tokoh Pandawa lebih banyak berkembang.
Kresna berasal dari suku Yadawa, keturunan Yadu, salah satu anak Yayati. Suku Yadawa hidup sebagai penggembala, tinggal ditepi sungsi Yamuna, di Windawana barat. Pada waktu itu berkuasalh Kamsa raja Boja, anak Ugrasena. Setelah mengusir ayahnya, Kamsa memerintah Matura dekat Wrindawana. Ugrasena mempunyai saudara laki-laki bernama Dewaka. Dewaka mempunyai anak perempuan bernama Dewaki. Dewaki kawin dengan Wasudewa anak Sura, keturunan Yadu.
Kisah kelahiran Kresna dimuat dalam kitab Wisnupurana dan Mahabharata. Diceritakan dewa Wisnu mencabut dua helai rambut putih dan hitam. Rambut itu dimasukkan dalam rahim Rohini dan Dewaki. Hamillah dua isteri Wasudewa itu. Rohini melahirkan Balarama, Dewaki melahirkan Kresna atau Kesawa. Wasudewa adalah saudara Kunti isteri Pandu. Maka Kresna adalah saudara sepupu tiga saudara Pandawa.
Kresna anak periang dan besar di antara gembala. Kekuatan bahunya terkenal di tiga dunia. Ia membunuh raja Haya yang tinggal di hutan Yamuna, membunuh Danawa berwujud banteng dahsyat yang menakutkan, membunuh Pralambang, Naraka, Yamba, Pita, Asura dan Muru. Ia membunuh Kamsa yang dibnatu oleh Jarasanda. Bersama Balarama ia menghancurkan Sunaman saudara Kamsa dan raja Surasena. Kresna menang dalam sayembara bagi anak perempuan raja Gandara, mengalahkan Jarasanda, Sisupala, Samba dan menguasai kota para Ditya di tepi laut. Ia mengalahkan suku Angga dan Bangga. Di dasar laut ia megalahkan Waruna, di dasar bumi ia mengalahkan Pancajana dan memperoleh kerang Pancajanya. Bersama Arjuna memadamkan kemarahan Agni di hutan Kandawa dan memperoleh sanjata cakra. Ia mengacau Amarawati dengan kendaraan garuda, mengacau kota Indra dan melarikan Parijata.
Kresna manaklukana raja Boja dan melarikan Rukmini, kemudian diperistrinya. Ia menghancurkan orang-orang Gandara, mengalahkan anak Nagnajit dan membebaskan raja Sudarsana dari tahanan musuh. Ia membunuh Pandya dengan kepingan daun pintu, menghancurkan orang-orang Kalingga di Dantakura.
Kresna berhasil memulihkan kota Benares yang habis terbakar. Ia membunuh Ekalawya raja Nisada dan iblis Jamba. Bersama Balarama ia menaklukan raja Sunaman anak Ugrasena, kemudian menyerahkan kerajaan Mathura kepada Ugrasena. A menaklukan kota Sauba dan raja Salwa, dan memperoleh senjata Satagni yang sakti.
Kresna menolong Indra untuk mengalahkan Naraka yang melarikan anting-anting permata milik Aditi dan dibawa ke Pragjotrisna. Kresna berhasil menewaskan Muru dan Oga, kemudian Naraka. Anting-anting permata berhasil direbut kembali dari tangan Naraka.
Kresna adalah bangsawan Dwaraka, hadir dalm sayembara Drauoadi. Ia membantu memberi jawaban sayembara, sehingga Draupadi dapat diboyong oleh Arjuna.
Ketika Pandaw menguasai Indraprastha Kresna mengunjungi mereka dan ikut berburu ke hutan Kandawa. Di hutan itu Kresna dan Arjuna memihak Agni yang ingin membakar hutan. Tetapi dihalang-halangi oleh Indra. Agni memberi Cakra dengan nama Wajranaba dan gada bernama Kaumodaki. Indra dapat dikalahkan, Agni membakar hutan Kandawa.
Ketika Arjuna berkunjung ke Dwaraka diterima oleh Kresna dengan gembira. Pada waktu itu Arjuna jatuh cinta pada Subhadra, adik Kresna. Kresna menyetujui percintaan Subhadra dan Arjuna, tetapi Balarama menolak maksud Arjuna memperistri Subhadra.
Ketika Yudhisthira ingin menyelenggarakan upacara korban Rajasuya, Kresna menyarnkan agar ia menaklukan Jarasanda raja Magada. Jarasanda diserang dan tewas. Tindakan itu dilakukan sebagai balasan ketika Kresna dipaksa meninggalkan Mathur dan pindah ke Dwaraka. Kresna menghadiri upacara korban Rajasuya, ditempat itu bertemu Sisupala yang istrinya telah dilarikan oleh Kresna. Sisupala menghina dan bersikap keras. Kresna berang, Sisupala di cakra, putus kepalanya.
sumber :
RS. Subalidinata
The Bharatayudha Arena Blog
================================================== ==============================
*Yang saya underline itu ada yang bisa jelaskeun nggak ? :D
Hayo para putra dewata ikut turun postnya ::cheer::
kang cendol
December 06, 2008, 00:57
^
om VJ.BYUBYU bagaimana dengan tokoh kera putih HANOMAN nya, tolong ceritakeun dong ?? :D
Yang mau post picture / gambarnya tokoh2 wayang sangat saya nantikan :)
red_conjurer
December 06, 2008, 01:56
^
Dalam syair Weda diceritakan limapuluh ribu Kresna terbunuh.
*Yang saya underline itu ada yang bisa jelaskeun nggak ? :D
Hayo para putra dewata ikut turun postnya ::cheer::
cerita mitologi india itu banyak perumpamaannya yg membutuhkan penafsiran spiritual tinggi. bagi orang awam, itu hanya sekedar cerita dongeng kang. tapi bagi sadhaka / spiritual seeker, cerita semacam ramayana dan bharata yudha menggambarkan perjalanan spiritual manusia. ini contohnya:
Krishna berkata kepada Arjuna, "Engkau mengira saya adalah
penjelmaan Allah. Akan tetapi hari ini saya ingin menyatakan
sesuatu yang istimewa kepadamu. Ikutilah saya."
Arjuna mengikuti Krishna beberapa jauh. Lalu Krishna
menunjuk ke suatu pohon dan berkata, "Apa yang kaulihat di
sana?"
Arjuna menjawab, "Suatu batang anggur yang sangat besar dan
bertandan-tandan buah anggur tergantung padanya.
Krishna berkata, "Itu bukan buah anggur. Pergilah lebih
dekat dan amatilah dengan teliti."
Ketika Arjuna melakukan hal itu, hampir-hampir ia tidak
mempercayai matanya sendiri, karena di hadapannya adalah
Krishna-Krishna yang bergantungan pada Krishna.
Murid-murid minta agar sang Guru berbicara mengenai kematian
kepada mereka: "Akan seperti apa kematian itu?"
"Kematian akan seperti selubung yang terbuka dan engkau
dalam kekaguman akan berkata 'Jadi engkau itu!"
(DOA SANG KATAK 2, Anthony de Mello SJ, Penerbit Kanisius, Cetakan 12, 1990) selamat bingung :D
oh yah, ini juga menarik kalu mau dibahas. wayang kan diambil dari Hindu Mysticism, jadi mau tidak mau ada unsur Hindu yg nyangkut disini. tapi karena wayang sendiri adalah cerita yg diceritakan ulang maka mau tidak mau pasti ada 'distorsi' disana-sini, sehingga yg kita dapatkan adalah cerita yg agak berbeda dari versi aslinya. contohnya masalah istri2 Pandava hehe. Mereka itu cuman punya 1 istri (Drupadi) yg dibagi berlima (tradisi polyandri), tapi dalam cerita wayang setiap Pandava Prince itu punya istri sendiri2. siapa yg mengubah versi aslinya ini sehingga menjadi cerita wayang yg popular di Javadwipa? yg gue pernah dengar sih katanya Sunan Kalijaga. Beliau menggunakan teknik ini untuk menyebarkan agama (Islam). Sangat cerdik :) *muji lho ini.. beneran*
uwi
December 06, 2008, 03:13
kenapa di jawa sini ada gatotkaca ya? bener gak sih kalo yang versi india gak ada gatotkaca?
http://img254.imageshack.us/img254/1953/275pxgathotkacaparagavw2.png (http://imageshack.us)
red_conjurer
December 06, 2008, 06:39
Kalu ndak salah ada wi. Tp gw lupa namanya. Dia jg ikud perang antar keturunana bharat (bharata yudha), dan memihak pandava. Bentuknya raksha / raksasa.
Sarva
December 06, 2008, 13:12
kenapa di jawa sini ada gatotkaca ya? bener gak sih kalo yang versi india gak ada gatotkaca?
Ada lah Kk
kl dibabar dimari asal-usul Beliau, Sililah beliau, dsb
mungkin kita bs sm" cari...
uwi
December 06, 2008, 16:30
oh gatotkaca ada ya, kalau begitu ada gak yg di versi jawa tokoh wayangnya ada tapi di versi india gak ada?
red_conjurer
December 06, 2008, 18:06
para punakawan ? :D
uwi
December 07, 2008, 15:11
http://img530.imageshack.us/img530/3637/dewaruciwy9.jpg (http://imageshack.us)
http://img530.imageshack.us/img530/dewaruciwy9.jpg/1/w292.png (http://g.imageshack.us/img530/dewaruciwy9.jpg/1/)
*sumber gambar dari chicagogamelan.com
WEJANGAN DEWA RUCI
------------------
termangu sang bima di tepian samudera
dibelai kehangatan alun ombak setinggi betis
tak ada lagi tempat bertanya
sesirnanya sang naga nemburnawa
dewaruci, sang marbudyengrat, memandangnya iba dari kejauhan,
tahu belaka bahwa tirta pawitra memang tak pernah ada
dan mustahil akan pernah bisa ditemukan
oleh manusia mana pun.
menghampir sang dewa ruci sambil menyapa:
'apa yang kau cari, hai werkudara,
hanya ada bencana dan kesulitan yang ada di sini
di tempat sesunyi dan sekosong ini'
terkejut sang sena dan mencari ke kanan kiri
setelah melihat sang penanya ia bergumam:
'makhluk apa lagi ini, sendirian di tengah samudera sunyi
kecil mungil tapi berbunyi pongah dan jumawa?
serba sunyi di sini, lanjut sang marbudyengrat
mustahil akan ada sabda keluhuran di tempat seperti ini
sia-sialah usahamu mencarinya tanpa peduli segala bahaya
sang sena semakin termangu menduga-duga,
dan akhirnya sadar bahwa makhluk ini pastilah seorang dewa
ah, paduka tuan, gelap pekat rasa hatiku.
entahlah apa sebenarnya yang aku cari ini.
dan siapa sebenarnya diriku ini
ketahuilah anakku, akulah yang disebut dewaruci, atau sang marbudyengrat
yang tahu segalanya tentang dirimu
anakku yang keturunan hyang guru dari hyang brahma,
anak kunti, keturunan wisnu yang hanya beranak tiga, yudistira, dirimu, dan
janaka.
yang bersaudara dua lagi nakula dan sadewa dari ibunda madrim si putri
mandraka.
datangmu kemari atas perintah gurumu dahyang durna
untuk mencari tirta pawitra yang tak pernah ada di sini
bila demikian, pukulun, wejanglah aku seperlunya
agar tidak mengalami kegelapan seperti ini
terasa bagai keris tanpa sarungnya
sabarlah anakku,.memang berat cobaan hidup
ingatlah pesanku ini senantiasa
jangan berangkat sebelum tahu tujuanmu,
jangan menyuap sebelum mencicipnya.
tahu hanya berawal dari bertanya, bisa berpangkal dari meniru,
sesuatu terwujud hanya dari tindakan.
janganlah bagai orang gunung membeli emas,
mendapat besi kuning pun puas menduga mendapat emas
bila tanpa dasar, bakti membuta pun akan bisa menyesatkan
duh pukulun, tahulah sudah di mana salah hamba
bertindak tanpa tahu asal tujuan
sekarang hamba pasrah jiwaraga terserah paduka.
nah, bila benar ucapanmu, segera masuklah ke dalam diriku.
lanjut sang marbudyengrat
sang sena tertegun tak percaya mendengarnya
ah, mana mungkin hamba bisa melakukannya
paduka hanyalah anak bajang sedangkan tubuh hamba sebesar bukit
kelingking pun tak akan mungkin muat.
wahai werkudara si dungu anakku,
sebesar apa dirimu dibanding alam semesta?
seisi alam ini pun bisa masuk ke dalam diriku,
jangankan lagi dirimu yang hanya sejentik noktah di alam.
mendengar ucapan sang dewaruci sang bima merasa kecil seketika,
dan segera melompat masuk ke telinga kiri sang dewaruci
yang telah terangsur ke arahnya
heh, werkudara, katakanlah sejelas-jelasnya
segala yang kau saksikan di sana
hanya tampak samudera luas tak bertepi, ucap sang sena
alam awang-uwung tak berbatas hamba semakin bingung
tak tahu mana utara selatan atas bawah depan belakang
janganlah mudah cemas, ujar sang dewaruci
yakinilah bahwa di setiap kebimbangan
senantiasa akan ada pertolongan dewata
dalam seketika sang bima menemukan kiblat dan melihat surya
setelah hati kembali tenang tampaklah sang dewaruci di jagad walikan.
heh, sena! ceritakanlah dengan cermat segala yang kau saksikan!
awalnya terlihat cahaya terang memancar, kata sang sena
kemudian disusul cahaya hitam, merah, kuning, putih.
apakah gerangan semua itu?
ketahuilah werkudara, cahaya terang itu adalah pancamaya,
penerang hati, yang disebut mukasipat (mukasyafah),
penunjuk ke kesejatian, pembawa diri ke segala sifat lebih.
cahaya empat warna, itulah warna hati
hitam merah kuning adalah penghalang cipta yang kekal,
hitam melambangkan nafsu amarah, merah nafsu angkara, kuning nafsu memiliki.
hanya si putih-lah yang bisa membawamu
ke budi jatmika dan sanggup menerima sasmita alam,
namun selalu terhalangi oleh ketiga warna yang lain
hanya sendiri tanpa teman melawan tiga musuh abadi.
hanya bisa menang dengan bantuan sang suksma.
adalah nugraha bila si putih bisa kau menangkan
di saat itulah dirimu mampu menembus segala batas alam tanpa belajar.
duhai pukulun, sedikit tercerahkan hati hamba oleh wejanganmu
setelah lenyap empat cahaya, muncullah nyala delapan warna,
ada yang bagai ratna bercahaya, ada yang maya-maya, ada yang menyala
berkobar.
itulah kesejatian yang tunggal, anakku terkasih
semuanya telah senantiasa ada dalam diri setiap mahluk ciptaan.
sering disebut jagad agung jagad cilik
dari sanalah asal kiblat dan empat warna hitam merah kuning putih
seusai kehidupan di alam ini semuanya akan berkumpul menjadi satu,
tanpa terbedakan lelaki perempuan tua muda besar kecil kaya miskin,
akan tampak bagai lebah muda kuning gading
amatilah lebih cermat, wahai werkudara anakku
semakin cerah rasa hati hamba.
kini tampak putaran berwarna gading, bercahaya memancar.
warna sejatikah yang hamba saksikan itu?
bukan, anakku yang dungu, bukan,
berusahalah segera mampu membedakannya
zat sejati yang kamu cari itu tak tak berbentuk tak terlihat,
tak bertempat-pasti namun bisa dirasa keberadaannya di sepenuh jagad ini.
sedang putaran berwarna gading itu adalah pramana
yang juga tinggal di dalam raga namun bagaikan tumbuhan simbar di pepohonan
ia tidak ikut merasakan lapar kenyang haus lelah ngantuk dan sebagainya.
dialah yang menikmati hidup sejati dihidupi oleh sukma sejati,
ialah yang merawat raga
tanpanya raga akan terpuruk menunjukkan kematian.
pukulun, jelaslah sudah tentang pramana dalam kehidupan hamba
lalu bagaimana wujudnya zat sejati itu?
itu tidaklah mudah dijelaskan, ujar sang dewa ruci, gampang-gampang susah
sebelum hal itu dijelaskan, kejar sang bima, hamba tak ingin keluar dari
tempat ini
serba nikmat aman sejahtera dan bermanfaat terasa segalanya.
itu tak boleh terjadi, bila belum tiba saatnya, hai werkudara
mengenai zat sejati, engkau akan menemukannya sendiri
setelah memahami tentang penyebab gagalnya segala laku serta bisa bertahan
dari segala goda,
di saat itulah sang suksma akan menghampirimu,
dan batinmu akan berada di dalam sang suksma sejati
janganlah perlakukan pengetahuan ini seperti asap dengan api,
bagai air dengan ombak, atau minyak dengan susu
perbuatlah, jangan hanya mempercakapkannya belaka
jalankanlah sepenuh hati setelah memahami segala makna wicara kita ini
jangan pernah punya sesembahan lain selain sang maha luhur
pakailah senantiasa keempat pengetahuan ini
pengetahuan kelima adalah pengetahuan antara,
yaitu mati di dalam hidup, hidup di dalam mati
hidup yang kekal, semuanya sudah berlalu
tak perlu lagi segala aji kawijayan, semuanya sudah termuat di sini.
maka habislah wejangan sang dewaruci,
sang guru merangkul sang bima dan membisikkan segala rahasia rasa
terang bercahaya seketika wajah sang sena menerima wahyu kebahagiaan
bagaikan kuntum bunga yang telah mekar.
menyebarkan keharuman dan keindahan memenuhi alam semesta
dan blassss . . . !
sudah keluarlah sang bima dari raga dewaruci sang marbudyengrat
kembali ke alam nyata di tepian samodera luas sunyi tanpa sang dewaruci
sang bima melompat ke daratan dan melangkah kembali
siap menyongsong dan menyusuri rimba belantara kehidupan
tancep kayon
salam,
harmiel m soekardjo
*sumber arsip milis tasawuf.
uwi
December 07, 2008, 15:21
tambahan berkaitan dengan posting tentang dewa ruci diatas.
Di dalam tradisi mistisisme Jawa yang mengambil konteks cerita wayang purwa
(tradisi ini tidak ada di tanah leluhur epik itu sendiri, yakni India), ada
cerita Dewa Ruci. Di situ dikisahkan, pada suatu ketika Bima disuruh oleh
Pandita Durna, gurunya, untuk mencari "air kehidupan". Setelah melalui
berbagai rintangan - antara lain salah mencari ke gunung (?), di sana
bertempur dengan dua raksasa yang ternyata adalah penjelmaan dewa (?),
kemudian mencari ke arah yang benar, yakni ke dasar samudra (?), yang di
situ pun ia masih harus bertempur dengan seekor naga raksasa (?) - akhirnya
ia sampai di dasar samudra yang tenang.
Di situ ia berjumpa dengan seorang bertubuh kecil, sebesar ibu jarinya,
tetapi yang dalam segala-galanya persis sama dengan dirinya sendiri (?).
Orang ini berada sendirian di tengah-tengah dasar samudra yang maha luas
itu (?). Namanya Dewa Ruci. Ketika Bima menyatakan maksudnya ingin mencari
'air kehidupan', Dewa Ruci menyuruhnya masuk ke dalam diri Dewa Ruci
melalui lubang telinga kirinya. Aneh, bukan, Bima yang tinggi besar itu
disuruh masuk ke dalam diri Dewa Ruci yang cuma sebesar ibu jarinya (?).
Namun Bima pun berhasil masuk ke dalam diri Dewa Ruci. Di situ ia sampai ke
suatu alam yang maha luas; sementara dialog dengan Dewa Ruci tetap
berlangsung terus (?). Di alam itu Bima dituntun melihat alam-alam dari
berbagai warna (?), kemudian warma putih cemerlang yang lebih terang
daripada matahari tetapi lembut tidak menyilaukan (?).
Bima merasa puas, tenteram dan nyaman di alam itu, dan dia tidak mau keluar
lagi ke alam kasar. Tetapi Dewa Ruci memperingatkan Bima, bahwa ia masih
punya kewajiban di alam kasar dan ia harus kembali untuk menyelesaikan
kewajibannya.
Nah, kisah ini menimbulkan berbagai pertanyaan dalam diri penonton wayang.
Siapakah Dewa Ruci yang kecil, tetapi dalam segala-galanya persis sama
dengan Bima? Mengapa ia bisa berdiri berhadap-hadapan dengan Bima, dan
selain itu Bima pun bisa masuk ke dalam dirinya? Apakah Dewa Ruci itu "Aku"
dari Bima? Apakah kita masing-masing punya Dewa Ruci kita sendiri, yang dalam segala hal persis sama dengan diri kita sendiri? Dapatkah kita bertemu dengan Dewa Ruci kita sendiri? Apakah Dewa Ruci-Dewa Ruci itu satu atau banyak?
uwi
December 07, 2008, 15:25
http://img201.imageshack.us/img201/117/bimain5.jpg (http://imageshack.us)
http://img201.imageshack.us/img201/bimain5.jpg/1/w244.png (http://g.imageshack.us/img201/bimain5.jpg/1/)
Bima. *sumber dari bimasuci.com
Setelah bertemu dengan Dewaruci di dasar samudra dalam lakon "Dewaruci", Bima 'madeg pandita' (menjadi pertapa) dengan nama Bimasuci, mengajarkan jalan kebenaran di Gunung Kailasa (Arga Kelasa, puncak Himalaya), yang masih termasuk wilayah Hastinapura. Banyak warga berguru pada Bimasuci, termasuk para putra Pandawa bersama Anoman. Para Kurawa tidak senang, mereka mengirimkan pasukan untuk mengusir Bima, tetapi tidak ada yang berhasil. Sementara itu, di kahyangan Jonggring Salaka, Batara Guru pun tidak senang, karena merasa disaingi oleh Bima. Maka ia pun turun ke bumi diiringkan oleh Batara Narada, untuk menguji Bima. Alih-alih, malah kedua dewa itu yang dipermalukan oleh Bima. Akhirnya Bima pun kembali menjadi ksatria, menjalankan dharmanya semula.
*tambahan
Ketika Bima menjadi pertapa dan mengajarkan jalan kebenaran, para dewa yang dipimpin oleh Batara Guru (Syiwa) dan Batara Narada merasa tidak senang. Mereka datang menemui Bima dan mengajak main petak umpet. Kedua dewa itu terbang ke puncak gunung tertinggi, di situ ada Bima. Kedua dewa itu menyelam ke dasar samudra, di situ ada Bima. Ke mana pun mereka pergi, di situ ada Bima. Akhirnya Bima menggenggam kedua dewa itu di dalam telapak tangannya, sambil berkata: "Seluruh alam semesta berada dalam genggaman tanganku." Akhirnya kedua dewa itu menyerah kalah karena kegerahan tidak bisa keluar dari genggaman tangan Bima.
vj.byubyu
December 08, 2008, 05:37
wah rame juga nih thread.
idih si akang cendol bisa2 aja mancing ane...
red_conjurer
December 08, 2008, 06:03
ya mudah-mudahan sampeyan terpancing :haha
kang cendol
December 09, 2008, 02:43
wah rame juga nih thread.
idih si akang cendol bisa2 aja mancing ane...
Memang yang paling susah di pancing ntuh ente byur byur :haha
iyah, itu si Hanoman yang dari Dieng, piye toh kabare? :D
Crystal Jade
December 09, 2008, 03:35
yang gw bingung Semar ntu siapa dalem Hinduism ? :p :p
kang cendol
December 09, 2008, 04:52
cerita mitologi india itu banyak perumpamaannya yg membutuhkan penafsiran spiritual tinggi. bagi orang awam, itu hanya sekedar cerita dongeng kang. tapi bagi sadhaka / spiritual seeker, cerita semacam ramayana dan bharata yudha menggambarkan perjalanan spiritual manusia. ini contohnya:
selamat bingung :D
oh yah, ini juga menarik kalu mau dibahas. wayang kan diambil dari Hindu Mysticism, jadi mau tidak mau ada unsur Hindu yg nyangkut disini. tapi karena wayang sendiri adalah cerita yg diceritakan ulang maka mau tidak mau pasti ada 'distorsi' disana-sini, sehingga yg kita dapatkan adalah cerita yg agak berbeda dari versi aslinya. contohnya masalah istri2 Pandava hehe. Mereka itu cuman punya 1 istri (Drupadi) yg dibagi berlima (tradisi polyandri), tapi dalam cerita wayang setiap Pandava Prince itu punya istri sendiri2. siapa yg mengubah versi aslinya ini sehingga menjadi cerita wayang yg popular di Javadwipa? yg gue pernah dengar sih katanya Sunan Kalijaga. Beliau menggunakan teknik ini untuk menyebarkan agama (Islam). Sangat cerdik :) *muji lho ini.. beneran*
cerita mitologi india itu banyak perumpamaannya yg membutuhkan penafsiran spiritual tinggi. bagi orang awam, itu hanya sekedar cerita dongeng kang. tapi bagi sadhaka / spiritual seeker, cerita semacam ramayana dan bharata yudha menggambarkan perjalanan spiritual manusia.>>
yah, betul2 :D
siapa yg mengubah versi aslinya ini sehingga menjadi cerita wayang yg popular di Javadwipa? >>
apakah telah dimulai pada masa MPU SEDAH dan MPU PANULUH pada masa Raja Jayabaya, yang telah mengubah cerita kakawin Bharatayudha ? (sumber mbah wiki )
btw:
pernah lihat dan dengar juga ada wayang "klitik" (metro TV), nah ini pakem ceritanya lebih ke Babad Tanah Jawi dan bukan background cerita seperti Ramayana, Mahabrata dan Bharatayudha loh....
____________________
kang cendol
December 09, 2008, 04:54
yang gw bingung Semar ntu siapa dalem Hinduism ? :p :p
Betul, dalem hindusm India tokoh ini kan tidak dikenal yah ? :)
Crystal Jade
December 09, 2008, 06:12
^
rumor na Semar ntu tokoh ciptaan some one ? kira2 betul kagak yee rumor na ? :P
red_conjurer
December 09, 2008, 06:59
Semar itu tokoh antitesis orang jawa yg bagi dewa2 hindu. Liat saja bagaimana diceritakan kalu semar gemar sekali mengentuti dewa2 tsb :D
Crystal Jade
December 09, 2008, 07:02
^
parahhhh wkwkwkkwkwkwk :p :p
uwi
December 09, 2008, 08:43
ada orang yg meyakini bahwa semar itu resi agastya.
Crystal Jade
December 09, 2008, 08:45
siapa resi agastya ? link or source na dunks ... :p
uwi
December 09, 2008, 09:11
pratinjauan buku shalala karya pak anand (http://books.google.co.id/books?id=jvfMvR3qq60C&pg=PA27&lpg=PA27&dq=resi+agastya&source=web&ots=OTzxUpApTL&sig=p2TH8NL0Q0qsoErCQIea22wJpbY&hl=id&sa=X&oi=book_result&resnum=1&ct=result)
buku menarik ini merupakan seri ketiga dari trilogi (shambala,shangrila,shalala), hanya saja jangan anggap cerita di dalamnya sebagai kebenaran, anggep aja sebagai novel. :), monggo di baca.
ayo ditambahkan tokoh2 wayang nya.
Crystal Jade
December 10, 2008, 03:09
selain pandawa siapa lagee yak ? mmm waktu gw kecil demen bangett nonton wayang orang, setelah dewasa gw melihat gerak gerik seluruh badan wayang orang na penuh mistik, apa kerna iringan music na yak ? :p :p
mat_item
December 10, 2008, 03:49
Kalau aye sukanye sama si CEPOT, fans berat deh :D
WAYANG GOLEK : CEPOT
In Wayang, the ksatria of Pandawa, especially Arjuna was always accompanied by their loyal servants clown, by the name of Ponokawan. Semar and his sons Gareng, Petruk and Bagong are the servants of kings and ksatrias with good behavior fighting for the truth. Togog and Bilung, on the contrary are serving bad rulers and knights.Although they are only servants with ugly faces and disproportional bodies, but they are very wise and good advisers.
Semar, a very fat man with big belly and enormous buttock has an uncontrollable disposition for farting.
Petruk, a tall man with a very long nose.
Gareng, with his misshapen arms and cross-eyes.
Cepot (Bagong), With a squat body and has very big eyes.
They are joking most of the time and ridicule each other but they reflect wisdom and truth. Ponokawan (pono means clear vision, clever and Kawan means companion, who are clever with clear vision, can give a wise advice.
One of the most popular clowns in the Wayang Golek tradition. This special piece can not be found in stores. Through our connections with the artists we have obtained this unique Wayang Golek. This Wayang Golek is used exclusively for the shows and in loved by the crowd especially the children. His head moves and his jaw sticks out as the wires are manipulated. The Wayang Golek has a strong tradition in the world of Java and Indonesia, representing the struggle between good and evil. This Wayang Golek puppet is on a base and stands a little over 24". It can be removed from the base and both the head and arms can be moved. It has very finely detailed carvings on the head, with vivid color and detailed paintings. The body is decorated in Sarung. Each Wayang Golek puppet is individually carved by hand making each unique. These Wayang Golek are made for the artists who make the puppets for Asep Sunarya (puppet master) who performs worldwide. These are Indonesia's finest Wayang Golek puppets and can be enjoyed by children and adults alike.
asal copast dari :sini dong (http://www.lv-imports.net/cepot.htm)
syahrul husni
December 12, 2008, 13:33
disekitar makam sunan kali jaga ada gedung yg disebut dengan gedung wayang, tempat dmna wayang versi sunan kali jaga pertama kali di buat
kang cendol
December 13, 2008, 08:45
^
Tokoh wayang yang satu ini juga masih termasuk favorit sy :D
Antareja
Adalah tokoh wayang cerita Mahabarata, ia adalah putera Bima (Werkudara) salah satu dari lima satria Pandawa dengan Dewi Nagagini, putri Hyang Anantaboga dengan Dewi Supreti dari Kahyangan Saptapratala. Ia mempunyai 2 (dua) orang saudara lelaki lain ibu, bernama: Raden Gatotkaca, putra Bima dengan Dewi Arimbi, dan Arya Antasena, putra Bima dengan Dewi Urangayu.
Sejak kecil Antareja tinggal bersama ibu dan kakeknya di Saptapratala (dasar bumi). Ia memiliki ajian Upasanta pemberian Hyang Anantaboga. Lidahnya sangat sakti, mahluk apapun yang dijilat telapak kakinya akan menemui kematian. Antareja berkulit napakawaca, sehingga kebal terhadap senjata. Ia juga memiliki cincin mustikabumi, pemberian ibunya, yang mempunyai kesaktian, menjauhkan dari kematian selama masih menyentuh bumi/tanah dan dapat digunakan untuk menghidupkan kembali kematian di luar takdir. Kesaktian lain Anantareja dapat hidup dan berjalan di dalam bumi.
Antareja memiliki sifat dan perwatakan: jujur, pendiam, sangat berbakti pada yang lebih tua dan sayang kepada yang muda, rela berkorban dan besar kepercayaanya kepada Sang Maha Pencipta.
Ia menikah dengan Dewi Ganggi, putri Prabu Ganggapranawa, raja ular di Tawingnarmada dan berputra Arya Danurwenda.
Setelah dewasa Antareja menjadi raja di negara Jangkarbumi bergelar Prabu Nagabaginda.
Ia meninggal menjelang perang Baratayuda atas kemauannya sendiri dengan cara menjilat telapak kakinya sebagai tawur (korban untuk kemenangan) keluarga Pandawa dalam perang Bharatayuda.
sumber (http://www.bausastra.com/main/index.php?do=view&id=2)
gosipnya raden Antareja ini, dia meninggal dunia setelah bertemu Kresna yang menasehati dia, dan karena kecintaannya pada keluarga Pandawa, dia rela mati demi kemenangan Pandawa.
Lagi juga siapa yang sanggup lawan dia bekas tapak kaki aja dijilat orangnya langsung matee, ini juga yang membuat pihak lawan ( Kurawa ) takut, sehingga Kurawa melalui kresna meminta agar raden Antareja tidak di ikut sertakan dalam perang Bharata yudha. wkwkwkwk....aya aya wae :p
__________________
wayang wong ...... :D
kang cendol
December 13, 2008, 09:03
^
kalau yang ini keteranga ilmu dan kesaktian tokoh2nya, hiiii :)
Berikut Penjabaran pusaka2 serta ajian2 berdasarkan yang memilki pada zamannya
Anoman: kuku pancanakaaji-aji pancasona, bayu bajra, bayu ronta, sima bobot
Antareja: upas anta ambles bumi, sekali jilat gosong (saka eyange Anantaboga)
Arjuna: panah pasopati, sarotama, ardhadhedhali, ardhasengkali, keris pulanggeni, kalanadhah, aji-aji sepiangin, malayabumi, brahmasirah (membuat alam menjadi terang), parjanya astra (menggelapkan cuaca), agni sastra (kobaran api)
Aswatama: senjata cundhamanik
Baladewa: gada nanggala lan alugara
Batara Kala: keris kalanadah, keris kaladeteh
Batara Kamajaya: kemayan cakrakembang
Batara Surya: kereta Jatisurya
Bhisma: tameng wesi
Dasamuka: senjata candrasa, pedhang sokayana, aji-aji pancasona, rawarontek, gunturgeni
Destarata: aji kumbalageni
Durna: cundo manik
Gatotkaca: caping basunandha, kotang antakusuma. aji-aji brajamusti, panca bajra, krincing wesi, bajingiring, garuda ngapak, narantaka (saka Gandamana)
Indrajit: senjata nagapasa lan wimohanastra, aji sirep Megananda
Jayadrata: gada rujakbeling
Karna: keris kaladite, panah kunta wijayandanu, aji-aji kalalupa, balasrewu
Kresna: senjata cakrabaswara, kembang wijayakusuma, cangkok wijayamulya
Kumbakarna: aji-aji gedhongmenga, pelakgelak sakethi
Puntadewa: jamus kalimasada, songsong tunggulnaga
Ramawijaya: panah gunawijaya
Rama Bergawa: kapak duwung
Salya: aji-aji candhabirawa
Subali: aji-aji pancasona, rawarontek
Werkudara: gada rujakpolo, lukitasari, kuku pancanaka, bandung bandawasa, gada lambitamuka, ungkal bener, blabag pengantol-antol, bayu braja, jalasengara, cincin manikam druindra, air suci tirta parwita
Keterangan:
Ada juga aji2 yang umum:
Aji halimunan: Pemiliknya bisa menjadi kasat mata
Aji sirep: Membikin orang tertidur
Pusaka Wijayakusumah: Jika diusapkan kepada tubuh orang yang sudah meninggal maka orang itu akan hidup kembali
Aji Kilat Tatit: Pemilik ajian dapat bergerak cepat. Ini salah satu andalannya Gatotkaca tapi kalau ngga salah banyak juga yang punya
Panah2 pusaka yang sekali dilepas bisa berubah2: Ada yang jadi beribu2 panah, ada yang jadi hujan, api, rantai, dll.
Ajian2 dan senjata2 khusus:
Aji Kemayan: Ajian andalan betara Guru, orang yang terkena ajian ini akan menjadi lemas
Aji Danurweda: Ajian panah Resi Dorna, diturunkan kepada Arjuna, Karna dan Bambang Ekalaya
Aji Candhabirawa: Setiap darah Salya menetes ke tanah akan berubah menjadi raksasa yang jadi beribu ribu
Cincin Ampal: Cincin pusaka Bambang Ekalaya, jika ditamparkan kepada musuhnya sambil mengeluarkan ajian ampal bisa dipastikan bahwa musuhnya akan perlaya.
kang cendol
December 31, 2008, 03:57
^v^ ^v^
oooooooooooo
Wayang
Wayang berasal dari Jawa sekitar 1500 tahun sebelum Masehi. Wayang memiliki arti bayangan. Pada mulanya wayang adalah sebuah pertunjukan bayang-bayang bagi masyarakat animisme saat menyembah roh nenek moyang dan penghormatan terhadap segala sesuatu yang dianggap berpengaruh bagi kehidupannya. Selanjutnya, wayang mengalami perubahan dengan masuknya budaya Budha, Hindu (India), dan Islam (Arab). Wayang mengandung segi pelajaran, berisikan pandangan hidup, ajaran moral, tuntunan, dan tontonan (Dwidjosasmito, 1982:7).
Wayang merupakan falsafah hidup Jawa. Pertujukan wayang dimulai dengan penancapan gunungan condong ke timur (kiri) pada awal pertunjukan, yaitu melambangkan kehidupan baru dimulai (usia muda), kemudian pada tengah malam ditancapkan tegak lurus dengan langit yang melambangkan usia paruh baya atau tengah perjalanan kehidupan manusia, dan terakhir dengan penancapan gunungan condong ke barat (kanan) yang melambangkan kehidupan akan berakhir (senja), yaitu menjelang pertunjukan selesai. Urutan tersebut merupakan pakem atau tata baku keteraturan dalam pertunjukan wayang sebagaimana tata baku kehidupan manusia. Mari kita baca puisi Suminto A. Sayuti di bawah ini.
Lagu Sembilan
gunungan tertancap di tengah pagelaran
di ujung malam itu lagu sembilan pun talu
kita bergandeng, meniti pematang kehidupan
dalam langkah satu-satu
kadang tertawa kadang tersedu
menunggu peran
dari sang Dalang
: jeng, kenapa ragu?
Batubulan-Yogya : 1988
Pada saat gunungan tertancap di tengah pagelaran/ maka di ujung malam lagu sembilan pun talu/. Artinya bait puisi tersebut menggambarkan peralihan dari masa remaja menuju dewasa. Pada saat pergantian tersebut maka gendhing yang ditabuh adalah lagu sembilan. Lagu sembilan adalah adegan setelah goro-goro (lakon Punakawan), yaitu saat Janaka (Arjuna) bertemu dengan Cakil (masa remaja yang menemui banyak rintangan).
Puisi di atas menggambarkan usia penyair telah dewasa, dipandang telah mampu menghadapi dan menyelesaikan permasalahan hidup. Nampak puisi ini diperuntukkan bagi kekasihnya dengan menyatakan bahwa penyair telah siap mengarungi kehidupan rumah tangga (kita bergandeng meniti pematang kehidupan/ dalam langkah satu-satu/ kadang tertawa kadang tersedu/). Di akhir puisi tersebut, penyair menyatakan keyakinannya: jeng, kenapa ragu? Bahwa penyair telah siap menunggu peran/ dari sang Dalang.
Berhubungan dengan karya sastra, wayang dijadikan rujukan (kecenderungan referensi), yaitu dengan cara menampilkan material yang berkaitan dengan wayang. Ada pula yang menampilkannya secara eksplisit, misalnya beberapa puisi Goenawan Mohamad dan Sapardi Djoko Damono. Wujud rujukan wayang dalam karya, misalnya melalui: 1) tokoh, menampilkan nama-nama tokoh wayang, 2) negara, menampilkan nama-nama negara dalam wayang, 3) senjata, menampilkan nama-nama senjata dalam wayang, 4) kitab Dewa, menampilkan nama-nama kitab dewa dalam wayang, 5) tempat, mengacu nama-nama tempat dalam wayang, 6) kisah, menceritakan peristiwa dan kejadian, 7) gendhing, mengacu nama-nama gendhing, 8) urutan pertunjukan, prosesi atau keteraturan di dalam pertunjukan, 9) perangkat pertunjukan, alat-alat yang digunakan dalam pertunjukan, dan 10) unsur, bagian terkecil wayang. Kita baca sekali lagi puisi Suminto A. Sayuti berikut.
Malam Malioboro, Meniti Garis Khayal
...
Kita pun kaum pinggiran itu. Berbagi nasib di ujung jalan.
Berabad-abad silam Korawa telah terbunuh di palagan
Tapi petang tadi
Dorna dan Sengkuni kembali unjuk gigi
Kita pun diam dan menunduk
Di bawah sorot dan kerling mata mereka
Kelicikan yang mendiktekan kehidupan ini
Yogyakarta, 1991
Penyair menyuarakan kehidupan kaum pinggiran tentang nasib di ujung jalan. Puisi tersebut adalah sinisme bagi orang-orang yang licik yang seolah bisa menentukan nasib hidup kaum pinggiran (Di bawah sorot dan kerling mata mereka/ Kelicikan yang mendiktekan kehidupan ini//) walaupun kelicikan dan kejahatan telah lama disingkirkan (Berabad-abad silam Korawa telah terbunuh di palagan).
Wayang sebagai falsafah hidup menyajikan kehidupan masa lalu (berabad-abad silam) untuk dipetik sebagai pelajaran. Di dalam kehidupan, selalu ada masyarakat yang dipinggirkan, ada kebaikan tetapi kejahatan masih dilakukan oleh manusia (Dorna dan Sengkuni kembali unjuk gigi). Sisi kebaikan dalam hidup (dalam wayang disimbolkan tokoh Pandawa) selalu berhadapan dengan sisi kejahatan (Korawa).
Sebagaimana kata-kata dalang dalam setiap petunjukan, idealnya kejahatan (Korawa) harus berperang dengan kebaikan (Pandawa). Perang Bharatayuda bermakna perang yang bukan sekedar perang. “Perang Bharatayuda iku mujudake perang suci, ora mung perkara rebutan warisan, dudu, nanging mujudake perang udaring janji, tatasing prasapa, luwaring punagi... (Perang Bharatayuda itu perwujudan perang suci, bukan sekedar perkara perebutan warisan (Astina), tetapi perwujudan perang akan pengkhianatan janji atau nadzar yang pernah diucapkan). Dalam perang tersebut, dikisahkan terjadi saling bunuh antara guru-murid, antarsaudara, antarsahabat, dilakukan dengan kesaktian, tipu-muslihat, taktik, dan sebagainya.
Oleh : Hasta Indriyana
kang cendol
January 08, 2009, 15:13
^0^
Tokoh wayang Arjuna dalam Uang RI
http://img135.imageshack.us/img135/4000/51553727ff3.jpg (http://imageshack.us)
Arjuna mempunyai 15 orang istri dan 14 orang anak. Adapun istri dan anak-anaknya adalah :
1. Dewi Sumbadra , berputra Raden Abimanyu.
2. Dewi Larasati , berputra Raden Sumitra dan Bratalaras.
3. Dewi Srikandi
4. Dewi Ulupi/Palupi , berputra Bambang Irawan
5. Dewi Jimambang , berputra Kumaladewa dan Kumalasakti
6. Dewi Ratri , berputra Bambang Wijanarka
7. Dewi Dresanala , berputra Raden Wisanggeni
8. Dewi Wilutama , berputra Bambang Wilugangga
9. Dewi Manuhara , berputra Endang Pregiwa dan Endang Pregiwati
10. Dewi Supraba , berputra Raden Prabakusuma
11. Dewi Antakawulan , berputra Bambang Antakadewa
12. Dewi Maeswara
13. Dewi Retno Kasimpar
14. Dewi Juwitaningrat , berputra Bambang Sumbada
15. Dewi Dyah Sarimaya.
Arjuna juga memiliki pakaian yang melambangkan kebesaran, yaitu ; Kampuh/Kain Limarsawo, Ikat Pinggang Limarkatanggi, Gelung Minangkara, Kalung Candrakanta dan Cincin Mustika Ampal (dahulunya milik Prabu Ekalaya, raja negara Paranggelung). Ia juga banyak memiliki nama dan nama julukan, antara lain ; Parta (pahlawan perang), Janaka (memiliki banyak istri), Pemadi (tampan), Dananjaya, Kumbaljali, Ciptaning Mintaraga (pendeta suci), Pandusiwi, Indratanaya (putra Bathara Indra), Jahnawi (gesit trengginas), Palguna, Danasmara ( perayu ulung ) dan Margana ( suka menolong ).
Arjuna memiliki sifat perwatakan ; Cerdik pandai, pendiam, teliti, sopan-santun, berani dan suka melindungi yang lemah. Ia memimpin Kadipaten Madukara, dalam wilayah negara Amarta. Setelah perang Bhatarayuda, Arjuna menjadi raja di Negara Banakeling, bekas kerajaan Jayadrata. Akhir riwayat Arjuna diceritakan, ia muksa ( mati sempurna ) bersama ke-empat saudaranya yang lain.
sumber :javawayang.org
______________________________
red_conjurer
January 09, 2009, 01:18
^0^
Akhir riwayat Arjuna diceritakan, ia muksa ( mati sempurna ) bersama ke-empat saudaranya yang lain.
sumber :javawayang.org
kalu versi Indianya, arjuna dan saudara2 Pandava-nya pergi ke Himalaya untuk moksha. tapi dia engga pernah sampai ke puncak. arjuna mati di kaki gunung. dari semua Pandava Princes dialah yg paling banyak kemelekatan duniawi. yg moksha di puncak gunung itu Bima dan seekor doggy :D
mat_item
January 09, 2009, 11:20
aye mau juga neeh kayanye kalo bisa punya bini banyak terus mati moksa..
asyik kali :hehe
Arjuna Lanang sejati getoo loh :hehe
kang cendol
January 09, 2009, 16:52
kalu versi Indianya, arjuna dan saudara2 Pandava-nya pergi ke Himalaya untuk moksha. tapi dia engga pernah sampai ke puncak. arjuna mati di kaki gunung. dari semua Pandava Princes dialah yg paling banyak kemelekatan duniawi. yg moksha di puncak gunung itu Bima dan seekor doggy :D
^
Yudistira
http://img404.imageshack.us/img404/5079/275pxyudistiraklvo2.jpg (http://imageshack.us)
kalau yang saya tahu dari versi wayang RA.Kosasih yang moksa dan terakhir sampai di puncak adalah Raden Yudistira (Puntadewa) bersama doggy nya. :)
Dan ternyata doggy nya itu adalah jelmaan ayahandanya sendiri yaitu Batara Darma (dewa kebaikan) yang mengiringi dan menguji anaknya itu.... :D
suropati
January 30, 2009, 13:06
kalu versi Indianya, arjuna dan saudara2 Pandava-nya pergi ke Himalaya untuk moksha. tapi dia engga pernah sampai ke puncak. arjuna mati di kaki gunung. dari semua Pandava Princes dialah yg paling banyak kemelekatan duniawi. yg moksha di puncak gunung itu Bima dan seekor doggy :D
yudistira aka puntadewa yang meninggal dipuncak bukit bersama dengan seekor anjing lucu
suropati
January 30, 2009, 13:08
semar itu konon ada sebagai penjaga jawa :D
jd rasanya ga sekedar dibuat buat karena ghaibnya pun ada :)
kakusjongkok
January 31, 2009, 02:29
@kang cendol
salam takziem kakang mas,
di doenia pewajangan, ada satoe tokoh jang sangat sekti, jang pendawa lima poen masih kalah jaoeh kesektiannja dibandingken dengen dirinja, adapoen namanja "Bambang Wisanggeni" muhun pembabarannja. itoepoen apabila kakang mas memiliki lijteratuur/tutorial-nja, poen apabila kakang memiliki gambar2 wajang jang dimaksoed, muhun dijejerken disini, matur nuwun sanget loh kakang.
__________________
wesi cilik ora kalong, Hiyo
opo doro puteh, enduk endi dunungmu?
enduk unyeng2an
suropati
January 31, 2009, 02:36
Bambang Wisanggeni adalah nama seorang tokoh pewayangan yang tidak terdapat dalam wiracarita Mahabharata, karena merupakan asli ciptaan pujangga Jawa. Ia dikenal sebagai putra Arjuna yang lahir dari seorang bidadari bernama Dresanala, putri Batara Brahma. Wisanggeni merupakan tokoh istimewa dalam pewayangan Jawa. Ia dikenal pemberani, tegas dalam bersikap, serta memiliki kesaktian luar biasa.
Kisah kelahiran Wisanggeni diawali dengan kecemburuan Dewasrani, putra Batari Durga terhadap Arjuna yang telah menikahi Dresanala. Dewasrani merengek kepada ibunya supaya memisahkan perkawinan mereka. Durga pun menghadap kepada suaminya, yaitu Batara Guru, raja para dewa.
Atas desakan Durga, Batara Guru pun memerintahkan agar Batara Brahma menceraikan Arjuna dan Dresanala. Keputusan ini ditentang oleh Batara Narada selaku penasihat Batara Guru. Ia pun mengundurkan diri dan memilih membela Arjuna.
Brahma yang telah kembali ke kahyangannya segera menyuruh Arjuna pulang ke alam dunia dengan alasan Dresanala hendak Batara Guru sebagai penari di kahyangan utama. Arjuna pun menurut tanpa curiga. Setelah Arjuna pergi, Brahma pun menghajar Dresanala untuk mengeluarkan janin yang dikandungnya secara paksa.
Dresanala pun melahirkan sebelum waktunya. Durga dan Dewasrani datang menjemputnya, sementara Brahma membuang cucunya sendiri yang baru lahir itu ke dalam kawah Candradimuka, di Gunung Jamurdipa.
Narada diam-diam mengawasi semua kejadian tersebut. Ia pun membantu bayi Dresanala tersebut keluar dari kawah. Secara ajaib, bayi itu telah tumbuh menjadi seorang pemuda. narada memberinya nama Wisanggeni, yang bermakna "racun api". Hal ini dikarenakan ia lahir akibat kemarahan Brahma, sang dewa penguasa api. selain itu, api kawah Candradimuka bukannya membunuh justru menghidupkan Wisanggeni.
Atas petunjuk Narada, Wisanggeni pun membuat kekacauan di kahyangan. Tidak ada seorang pun yang mampu menangkap dan menaklukkannya, karena ia berada dalam perlindungan Sanghyang Wenang, leluhur Batara Guru. Batara Guru dan Batara Brahma akhirnya bertobat dan mengaku salah. Narada akhirnya bersedia kembali bertugas di kahyangan.
Wisanggeni kemudian datang ke Kerajaan Amarta meminta kepada Arjuna supaya diakui sebagai anak. Semula Arjuna menolak karena tidak percaya begitu saja. Terjadi perang tanding di mana Wisanggeni dapat menglahkan Arjuna dan para Pandawa lainnya.
Setelah semuanya jelas, Arjuna pun berangkat menuju Kerajaan Tunggulmalaya, tempat tinggal Dewasrani. Melalui pertempuran seru, ia berhasil merebut Dresanala kembali.
Sifat dan Kesaktian
Secara fisik, Wisanggeni digambarkan sebagai pemuda yang terkesan angkuh. Namun hatinya baik dan suka menolong. Ia tidak tinggal di dunia bersama para Pandawa, melainkan berada di kahyangan Sanghyang Wenang, leluhur para dewa. Dalam hal berbicara, Wisanggeni tidak pernah menggunakan bahasa krama (bahasa Jawa halus) kepada siapa pun, kecuali kepada Sanghyang Wenang.
Kesaktian Wisanggeni dikisahkan melebihi putra-putra Pandawa lainnya, misalnya Antareja, Gatutkaca, ataupun Abimanyu. Sepupunya yang setara kesaktiannya hanya Antasena saja. Namun bedanya, Antasena bersifat polos dan lugu, sedangkan Wisanggeni cerdik dan penuh akal.
[sunting] Kematian
Menjelang meletusnya perang Baratayuda, Wisanggeni dan Antasena naik ke Kahyangan Alang-alang Kumitir meminta restu kepada Sanghyang Wenang sebelum mereka bergabung di pihak Pandawa. Akan tetapi, Sanghyang Wenang telah meramalkan, pihak Pandawa justru akan mengalami kekalahan apabila Wisanggeni dan Antasena ikut bertempur.
Setelah melalui beberapa pertimbangan, akhirnya Wisanggeni dan Antasena memutuskan untuk tidak kembali ke perkemahan Pandawa. Keduanya rela menjadi tumbal demi kemenangan para Pandawa. Mereka pun mengheningkan cipta. Beberapa waktu kemudian keduanya pun mencapai moksa, musnah bersama jasad mereka.
sumber wikepedia
suropati
January 31, 2009, 02:36
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/3/3d/Bambang_Wisanggeni.JPG
suropati
January 31, 2009, 02:41
Anantasena, atau sering disingkat Antasena adalah nama salah satu tokoh pewayangan yang tidak terdapat dalam naskah Mahabharata, karena merupakan asli ciptaan para pujangga Jawa. Tokoh ini dikenal sebagai putra bungsu Bimasena, serta saudara lain ibu dari Antareja dan Gatutkaca.
Dalam pewayangan klasik versi Surakarta, Antasena merupakan nama lain dari Antareja, yaitu putra sulung Bimasena. Sementara menurut versi Yogyakarta, Antasena dan Antareja adalah dua orang tokoh yang berbeda.
Akan tetapi dalam pewayangan zaman sekarang, para dalang Surakarta sudah biasa memisahkan tokoh Antasena dengan Antareja, sebagaimana yang dilakukan oleh para dalang Yogyakarta.
Asal-Usul
Antasena adalah putra bungsu Bimasena atau Wrekodara, yaitu Pandawa nomor dua. Ia lahir dari seorang ibu bernama Dewi Urangayu putri Batara Mintuna. Bima meninggalkan Urangayu dalam keadaan mengandung ketika ia harus kembali ke negeri Amarta.
Antasena lahir dan dibesarkan dalam naungan ibu dan kakeknya. Setelah dewasa ia berangkat menuju Kerajaan Amarta untuk menemui ayah kandungnya. Namun saat itu Bima dan saudara-saudaranya sedang disekap oleh sekutu Korawa yang bernama Ganggatrimuka raja Dasarsamodra.
Antasena berhasil menemukan para Pandawa dalam keadaan mati karena disekap di dalam penjara besi yang ditenggelamkan di laut. Dengan menggunakan Cupu Madusena pusaka pemberian kakeknya, Antasena berhasil menghidupkan mereka kembali. Ia juga berhasil menewaskan Ganggatrimuka.
Antasena kemudian menikahi sepupunya yang bernama Janakawati putri Arjuna.
Sifat dan Kesaktian
Antasena digambarkan berwatak polos dan lugu, namun teguh dalam pendirian. Dalam berbicara dengan siapa pun, ia selalu menggunakan bahasa ngoko sehingga seolah-olah tidak mengenal tata krama. Namun hal ini justru menunjukkan kejujurannya di mana ia memang tidak suka dengan basa-basi duniawi.
Dalam hal kesaktian, Antasena dikisahkan sebagai putra Bima yang paling sakti. Ia mampu terbang, amblas ke dalam bumi, serta menyelam di air. Kulitnya terlindung oleh sisik udang yang membuatnya kebal terhadap segala jenis senjata.
Kematian
Antasena dikisahkan meninggal secara moksa bersama sepupunya, yaitu Wisanggeni putra Arjuna. Keduanya meninggal sebagai tumbal kemenangan para Pandawa menjelang meletusnya perang Baratayuda.
Ketika itu Wisanggeni dan Antasena menghadap Sanghyang Wenang, leluhur para dewa untuk meminta restu atas kemenangan Pandawa dalam menghadapi Korawa. Sanghyang Wenang menyatakan bahwa jika keduanya ikut berperang justru akan membuat pihak Pandawa kalah. Wisanggeni dan Antasena pun memutuskan untuk tidak kembali ke dunia. Keduanya kemudian menyusut sedikit-demi sedikit dan akhirnya musnah sama sekali di kahyangan Sanghyang Wenang.
suropati
January 31, 2009, 02:41
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/4/43/Antasena-ang.gif
kakusjongkok
January 31, 2009, 02:55
@suropati
doeh kakangmas suropati
matoernoewoen sanget nggih kakangmas ...
sebenarnja akoe sangat mengagoemi sosok tokoh jang satoe ini, bole dibilang ..
"akoew banget gitoe loh ..." xixixixixi
sekedar kagoem dengen kepribadianja
matoernoewoen nggih kakang.
_________________
nekaebadehpolohunghajaekadi
gemustogemusto benggoholong
suropati
January 31, 2009, 03:07
@suropati
doeh kakangmas suropati
matoernoewoen sanget nggih kakangmas ...
sebenarnja akoe sangat mengagoemi sosok tokoh jang satoe ini, bole dibilang ..
"akoew banget gitoe loh ..." xixixixixi
sekedar kagoem dengen kepribadianja
matoernoewoen nggih kakang.
_________________
nekaebadehpolohunghajaekadi
gemustogemusto benggoholong
hati hati mas, wisanggeni kalo bagi yg belom mengenal akan terkesan sangat congkak. sama seperti antasena yang buat yg belum mengenal akan terkesan sangat kasar. tetapi kalo sudah mengenal dalemanya ya paling "mringis-mringis" aja karena dah ngerti kalo lg kumat nylenehnya pasti ada maksud maksud tertentunya. dan itu buat kebaikan kita sendiri juga ::shop::
kang cendol
January 31, 2009, 14:14
@kang cendol
salam takziem kakang mas,
di doenia pewajangan, ada satoe tokoh jang sangat sekti, jang pendawa lima poen masih kalah jaoeh kesektiannja dibandingken dengen dirinja, adapoen namanja "Bambang Wisanggeni" muhun pembabarannja. itoepoen apabila kakang mas memiliki lijteratuur/tutorial-nja, poen apabila kakang memiliki gambar2 wajang jang dimaksoed, muhun dijejerken disini, matur nuwun sanget loh kakang.
__________________
wesi cilik ora kalong, Hiyo
opo doro puteh, enduk endi dunungmu?
enduk unyeng2an
waduh dinda kakus, aku salam takzim juga :D
monggo pinarak dimas, literatureku pun masih amburadul..
@suropati
memang mas suropati ini seorang yang punya sikap dan tidak hanya ikut2an
sip2 deh dimas lanjut..
aku juga mau tambah ilmu nih :bravo:
________________________
suropati
February 01, 2009, 02:12
waduh dinda kakus, aku salam takzim juga :D
monggo pinarak dimas, literatureku pun masih amburadul..
@suropati
memang mas suropati ini seorang yang punya sikap dan tidak hanya ikut2an
sip2 deh dimas lanjut..
aku juga mau tambah ilmu nih :bravo:
________________________
waduh om::malu::::malu::
tidak hanya ikut ikutan karena ilmu saya ga ada sih mas, jd mau ngikut rombongan lain kok rasanya ga nutut pemahaman saya :maaf:
red_conjurer
February 01, 2009, 03:02
Suro: Selain bambang wisanggeni dam antasena, siapa lagi tokoh wayang ciptaan aseli javanese culture?
suropati
February 03, 2009, 07:41
semar, punokawan, antasena, antaredja, bambang wisanggeni, di tegal itu ada satu lagi nama anak nya bima srenggini kalo ga salah. kalo nama nama lainya misal setyaki ada ga ya di india?selain itu kayaknya ga ada lagi deh om. antaboga adda ga om di wayang india sana?apa penguasa bumi di india berupa ular?hehehee enggak khan?qiqiqiq :D
(sambil lirik kang cendol, eyang ataboga abiwasa ya kang :D)
red_conjurer
February 03, 2009, 08:56
Gatotkaca itu ada kan di versi india? Sapa namanya? Kalu ndak salah di versi india dia itu raksha/buto/raksasa. Badannya guede kaya om gendut ;D tp berbulu lebat kaya suro :haha
suropati
February 04, 2009, 03:53
Gatotkaca itu ada kan di versi india? Sapa namanya? Kalu ndak salah di versi india dia itu raksha/buto/raksasa. Badannya guede kaya om gendut ;D tp berbulu lebat kaya suro :haha
ada di versi indianya om :D
ya itu namanya gatotkaca juga kalo ga salah
karena kepalanya mirip buli buli
alias gundul dan tinggi ebsar :D
ehehehhee
::malu::
kang cendol
February 04, 2009, 04:41
^
bisa terbang juga 'ga mas dewo gatotkacanya ? :D
suropati
February 04, 2009, 13:25
^
bisa terbang juga 'ga mas dewo gatotkacanya ? :D
kalo ga salah dalam film mahabharata sih bisa mas :D
malah waktu ketemu bapaknya si gatotkaca berubah jd kecil karena merasa bersalah membawa sang ayah dlm keadaan diikat ke ibunya. karena itu gatotkaca jd kecil lalu mendekap kaki ayahnya. bima berkata jangan jd sekecil itu anaku nanti aku tak bisa memelukmu. baru gatotkaca jd sebesar ayahnya bima. aslinya mah rakshasha :D
::malu::
militiaman
February 05, 2009, 01:18
Gue suka banget sama tokoh Bima, apa lagi sama jamunya kuku bima TL...::brow:::hehe
suropati
February 05, 2009, 14:21
Gue suka banget sama tokoh Bima, apa lagi sama jamunya kuku bima TL...::brow:::hehe
bima kuat kasar bahkan di mahabarata asli india disebut verkodara alias srigala lapar saking buasnya. tapi di jawa dijadikan begitu lembut, diseimbangkan dengan lakon dewa rucinya. :)
::v::
kang cendol
February 07, 2009, 13:04
^
Bima kasar tapi orangnya baik dan jujur loh. :)
makanya pas waktu pralaya setelah perang barata yudha semua pandawa mendaki gunung himalaya, dia ini mati setelah arjuna mati..padahalkan kalo di itung2 arjuna banyak jasanya sama keluarganya dan dia termasuk yang kuat dan ahli dalam tapabrata.
kang cendol
February 07, 2009, 13:25
semar, punokawan, antasena, antaredja, bambang wisanggeni, di tegal itu ada satu lagi nama anak nya bima srenggini kalo ga salah. kalo nama nama lainya misal setyaki ada ga ya di india?selain itu kayaknya ga ada lagi deh om. antaboga adda ga om di wayang india sana?apa penguasa bumi di india berupa ular?hehehee enggak khan?qiqiqiq :D
(sambil lirik kang cendol, eyang ataboga abiwasa ya kang :D)
kalo dalam versi india saya belum tahu mas dewo.. :
oh ada link mengenai tokoh2 pewayangan di Gunung Arjuna..
disini juga ada goa antaboga, eyang abiyasa, sekutrem, dll. :)
lihat disini (http://www.merbabu.com/gunung/gunung_arjuna_purwosari.html)
______________________________
suropati
February 10, 2009, 05:34
kalo dalam versi india saya belum tahu mas dewo.. :
oh ada link mengenai tokoh2 pewayangan di Gunung Arjuna..
disini juga ada goa antaboga, eyang abiyasa, sekutrem, dll. :)
lihat disini (http://www.merbabu.com/gunung/gunung_arjuna_purwosari.html)
______________________________
wah mantab neh kang ::v::
militiaman
February 11, 2009, 01:14
Ada yang tau tentang wayang beber.?
suropati
February 11, 2009, 05:32
Ada yang tau tentang wayang beber.?
wayang sebelum bentuk wayang kulit sekarang. konon bentuknya adalah gambar yang dibeber. atau di babar dipajang dalam bentuk yg besar. setiap adegan satu beberan.
militiaman
February 18, 2009, 06:45
Semar salah satu tokoh gw blajar menjadi arif & bijaksana.
Makna Filosofi Semar
Semar dalam bahasa Jawa (filosofi Jawa) disebut Badranaya
Bebadra = Membangun sarana dari dasar
Naya = Nayaka = Utusan mangrasul
Artinya : Mengemban sifat membangun dan melaksanakan perintah Allah demi kesejahteraan manusia
Javanologi : Semar = Haseming samar-samar
Harafiah : Sang Penuntun Makna Kehidupan
Semar tidak lelaki dan bukan perempuan, tangan kanannya keatas dan tangan kirinya kebelakang. Maknanya : "Sebagai pribadi tokoh semar hendak mengatakan simbul Sang Maha Tunggal". Sedang tangan kirinya bermakna "berserah total dan mutlak serta sekaligus simbol keilmuan yang netral namun simpatik".
Domisili semar adalah sebagai lurah karangdempel / (karang = gersang) dempel = keteguhan jiwa.
Rambut semar "kuncung" (jarwadasa/pribahasa jawa kuno) maknanya hendak mengatakan : akuning sang kuncung = sebagai kepribadian pelayan. Semar sebagai pelayan mengejawantah melayani umat, tanpa pamrih, untuk melaksanakan ibadah amaliah sesuai dengan sabda Ilahi.
Semar barjalan menghadap keatas maknanya : "dalam perjalanan anak manusia perwujudannya ia memberikan teladan agar selalu memandang keatas (sang Khaliq ) yang maha pengasih serta penyayang umat".
Kain semar Parangkusumorojo: perwujudan Dewonggowantah (untuk menuntun manusia) agar memayuhayuning bawono : menegakan keadilan dan kebenaran di bumi.
Ciri sosok semar adalah
- Semar berkuncung seperti kanak kanak,namun juga berwajah sangat tua
- Semar tertawannya selalu diakhiri nada tangisan
- Semar berwajah mata menangis namun mulutnya tertawa
- Semar berprofil berdiri sekaligus jongkok
- Semar tak pernah menyuruh namun memberikan konsekwensi atas nasehatnya
Kebudayaan Jawa telah melahirkan religi dalam wujud kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa, yaitu adanya wujud tokoh wayang Semar, jauh sebelum masuknya kebudayaan Hindu, Budha dan Islam di tanah Jawa.
Dikalangan spiritual Jawa ,Tokoh wayang Semar ternyata dipandang bukan sebagai fakta historis, tetapi lebih bersifat mitologi dan symbolis tentang KeEsa-an, yaitu: Suatu lambang dari pengejawantahan expresi, persepsi dan pengertian tentang Illahi yang menunjukkan pada konsepsi spiritual. Pengertian ini tidak lain hanyalah suatu bukti yang kuat bahwa orang Jawa sejak jaman prasejarah adalah Relegius dan ber keTuhan-an yang Maha Esa.
Dari tokoh Semar wayang ini akan dapat dikupas ,dimengerti dan dihayati sampai dimana wujud religi yang telah dilahirkan oleh kebudayaan Jawa .
Semar (pralambang ngelmu gaib) - kasampurnaning pati.
Gambar kaligrafi jawa tersebut bermakna :
Bojo sira arsa mardi kamardikan, ajwa samar sumingkiring dur-kamurkan Mardika artinya "merdekanya jiwa dan sukma", maksudnya dalam keadaan tidak dijajah oleh hawa nafsu dan keduniawian, agar dalam menuju kematian sempurna tak ternodai oleh dosa. Manusia jawa yang sejati dalam membersihkan jiwa (ora kebanda ing kadonyan, ora samar marang bisane sirna durka murkamu) artinya : "dalam menguji budi pekerti secara sungguh-sungguh akan dapat mengendalikan dan mengarahkan hawa nafsu menjadi suatu kekuatan menuju kesempurnaan hidup".
http://www.indospiritual.com/artikel_makna-filosofi-semar.html
militiaman
February 18, 2009, 06:47
salah satu sifat wayang yg gw seneng.
Batara Semar
MAYA adalah sebuah cahaya hitam. Cahaya hitam tersebut untuk menyamarkan segala sesuatu.
Yang ada itu sesungguhnya tidak ada.
Yang sesungguhnya ada, ternyata bukan.
Yang bukan dikira iya.
Yang wanter (bersemangat) hatinya, hilang kewanterane (semangatnya), sebab takut kalau keliru.
Maya, atau Ismaya, cahaya hitam, juga disebut SEMAR artinya tersamar, atau tidak jelas.
Di dalam cerita pewayangan, Semar adalah putra Sang Hyang Wisesa, ia diberi anugerah mustika manik astagina, yang mempunyai 8 daya, yaitu:
tidak pernah lapar
tidak pernah mengantuk
tidak pernah jatuh cinta
tidak pernah bersedih
tidak pernah merasa capek
tidak pernah menderita sakit
tidak pernah kepanasan
tidak pernah kedinginan
kedelapan daya tersebut diikat pada rambut yang ada di ubun-ubun atau kuncung. Semar atau Ismaya, diberi beberapa gelar yaitu; Batara Semar, Batara Ismaya, Batara Iswara, Batara Samara, Sanghyang Jagad Wungku, Sanghyang Jatiwasesa, Sanghyang Suryakanta. Ia diperintahkan untuk menguasai alam Sunyaruri, atau alam kosong, tidak diperkenankan menguasi manusia di alam dunia.
Di alam Sunyaruri, Batara Semar dijodohkan dengan Dewi Sanggani putri dari Sanghyang Hening. Dari hasil perkawinan mereka, lahirlah sepuluh anak, yaitu: Batara Wungkuam atau Sanghyang Bongkokan, Batara Siwah, Batara Wrahaspati, Batara Yamadipati, Batara Surya, Batara Candra, Batara Kwera, Batara Tamburu, Batara Kamajaya dan Dewi Sarmanasiti. Anak sulung yang bernama Batara Wungkuam atau Sanghyang Bongkokan mempunyai anak cebol, ipel-ipel dan berkulit hitam. Anak tersebut diberi nama Semarasanta dan diperintahkan turun di dunia, tinggal di padepokan Pujangkara. Semarasanta ditugaskan mengabdi kepada Resi Kanumanasa di Pertapaan Saptaarga.
Dikisahkan Munculnya Semarasanta di Pertapaan Saptaarga, diawali ketika Semarasanta dikejar oleh dua harimau, ia lari sampai ke Saptaarga dan ditolong oleh Resi Kanumanasa. Ke dua Harimau tersebut diruwat oleh Sang Resi dan ke duanya berubah menjadi bidadari yang cantik jelita. Yang tua bernama Dewi Kanestren dan yang muda bernama Dewi Retnawati. Dewi Kanestren diperistri oleh Semarasanta dan Dewi Retnawati menjadi istri Resi Kanumanasa. Mulai saat itu Semarasanta mengabdi di Saptaarga dan diberi sebutan Janggan Semarsanta.
Sebagai Pamong atau abdi, Janggan Semarasanta sangat setia kepada Bendara (tuan)nya. Ia selalu menganjurkan untuk menjalani laku prihatin dengan berpantang, berdoa, mengurangi tidur dan bertapa, agar mencapai kemuliaan. Banyak saran dan petuah hidup yang mengarah pada keutamaan dibisikan oleh tokoh ini. Sehingga hanya para Resi, Pendeta atau pun Ksatria yang kuat menjalani laku prihatin, mempunyai semangat pantang menyerah, rendah hati dan berperilaku mulia, yang kuat di emong oleh Janggan Semarasanta. Dapat dikatakan bahwa Janggan Semarasanta merupakan rahmat yang tersembunyi. Siapa pun juga yang diikutinya, hidupnya akan mencapai puncak kesuksesan yang membawa kebahagiaqan abadi lahir batin. Dalam catatan kisah pewayangan, ada tujuh orang yang kuat di emong oleh Janggan Semarasanta, yaitu; Resi Manumanasa sampai enam keturunannya, Sakri, Sekutrem, Palasara, Abiyasa, Pandudewanata dan sampai Arjuna.
Jika sedang marah kepada para Dewa, Janggan Semarasanta katitisan oleh eyangnya yaitu Batara Semar. Jika dilihat secara fisik, Semarasanta adalah seorang manusia cebol jelek dan hitam, namun sesungguhnya yang ada dibalik itu ia adalah pribadi dewa yang bernama Batara Semar atau Batara Ismaya.
Karena Batara Semar tidak diperbolehkan menguasai langsung alam dunia, maka ia memakai wadag Janggan Semarasanta sebagai media manitis (tinggal dan menyatu), sehingga akhirnya nama Semarasanta jarang disebut, ia lebih dikenal dengan nama Semar.
Seperti telah ditulis di atas, Semar atau Ismaya adalah penggambaran sesuatau yang tidak jelas tersamar.
Yang ada itu adalah Semarasanta, tetapi sesungguhnya Semarasanta tidak ada.
Yang sesungguhnya ada adalah Batara Semar, namun ia bukan Batara Semar, ia adalah manusia berbadan cebol,berkulit hitam yang bernama Semarasanta.
Memang benar, ia adalah Semarasanta, tetapi yang diperbuat bukan semata-mata perbuatan Semarasanta.
Jika sangat yakin bahwa ia Semarasanta, tiba-tiba berubah keyakinan bahwa ia adalah Batara Semar, dan akhirnya tidak yakin, karena takut keliru. Itulah sesuatu yang belum jelas, masih diSAMARkan, yang digambarkan pada seorang tokoh Semar.
SEMAR adalah sebuah misteri, rahasia Sang Pencipta. Rahasia tersebut akan disembunyikan kepada orang-orang yang egois, tamak, iri dengki, congkak dan tinggi hati, namun dibuka bagi orang-orang yang sabar, tulus, luhur budi dan rendah hati. Dan orang yang di anugerahi Sang Rahasia, atau SEMAR, hidupnya akan berhasil ke puncak kebahagiaan dan kemuliaan nan abadi.
(herjaka)
http://www.tembi.org/wayang/semar.htm
suropati
February 18, 2009, 07:04
semar memang inti wayang jawa
kang cendol
February 18, 2009, 15:53
semar memang inti wayang jawa
^
^
jadi ingat dengan photo SEMAR PUTIH yang ntuh... yah, mas suro ?? :D
suropati
February 19, 2009, 04:57
^
^
jadi ingat dengan photo SEMAR PUTIH yang ntuh... yah, mas suro ?? :D
di scan terus ditaruh sini dong mas :maaf:
:megaman:
^
^
jadi ingat dengan photo SEMAR PUTIH yang ntuh... yah, mas suro ?? :D
di scan terus ditaruh sini dong mas :maaf:
:megaman:
waduh...syaa minat mas, sekiranya sy bisa dibagi
vBulletin® v3.8.2, Copyright ©2000-2013, Jelsoft Enterprises Ltd.