-glenX-
July 11, 2008, 15:02
Kardinal Joseph Ratzinger (saat ini Paus Benediktus XVI) berbicara mengenai perlu adanya komentar-komentar, ringkasan-ringkasan dan edisi yang ringkas dari Katekismus Gereja Katolik yang tebalnya kurang lebih 700 halaman.
Category:BooksGenre: Religion & Spirituality
Author:Mgr. James Anthony Griffin
Judul : IKHTISAR KATEKISMUS GEREJA KATOLIK
Ukuran : 14 x 21 cm (isi xiv + 128 hlm)
Penulis : Mgr. James Anthony Griffin
Penerjemah : Mgr. J. Hadiwikarta
Penerbit : OBOR, Jakarta
Edisi Revisi : Mei 2008 (Edisi sebelumnya 1996)
Harga buku : Rp. 25.000,-
Beli di? Bisa di Senakel.com, Toko Buku Gramedia, Toko Buku Paroki masing-masing, Avila Catholic Book Shop. (kalau ada)
Pada tanggal 8 Desember 1992 Paus Yohanes Paulus II mengumumkan berlakunya KATEKISMUS GEREJA KATOLIK sebagai sumber dan pegangan bagi umat Katolik dalam memahami iman dan moral Katolik. Hal ini menjadi anugerah amat besar bagi Gereja. Betapa tidak, karena telah sekian abad lamanya Gereja Katolik menggunakan Katekismus Romawi, yang merupakan buah atau hasil Konsili Trente, diterbitkan pada tahun 1566.
Kardinal Joseph Ratzinger (kini Paus Benedictus XVI) dalam sebuah kesempatan tanya jawab di sebuah konferensi mengenai Katekismus Gereja Katolik, November 1993, menganjurkan agar dibuat pula edisi ringkas dari katekismus tersebut. Tujuannya adalah untuk memudahkan umat Katolik memahami isi katekismus yang disusun panjang-lebar tersebut.
Selanjutnya, buku tersebut diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia, termasuk dalam Bahasa Indonesia (terbit 1995), yang penerjemahannya dilakukan oleh Pastor Herman Embuiru, SVD. Diterbitkan oleh Penerbit Nusa Indah (Ende), dengan restu dari Uskup-uskup Regio Nusatenggara, serta mendapat persetujuan dari KWI.
Menanggapi anjuran Kardinal Ratzinger tersebut, di Amerika Serikat Mgr. James A. Griffin mengolah “buku babon iman” itu menjadi sederhana dengan judul A Summary of The New Catholic Catechism. Dengan ringkas, padat, dan bahasa yang sederhana, Uskup James A. Griffin ingin mendampingi umatnya di Keuskupan Columbus, Amerika Serikat, untuk memahami ajaran gereja yang diimaninya.
Apa yang dilakukan oleh Uskup Griffin sepertinya menarik perhatian Almarhum Mgr. J. Hadiwikarta, yang baru saja diangkat menjadi Uskup Keuskupan Surabaya. Dalam sebuah kunjungannya ke Roma pada bulan Oktober 1995 ia membeli buku tersebut, kemudian mengolah dan menerjemahkannya ke dalam Bahasa Indonesia untuk digunakan di Keuskupan Surabaya. Gayung pun bersambut. Penerbit OBOR (Penerbit Milik KWI) rupanya juga tertarik untuk mempublikasikannya ke seluruh Indonesia agar menjadi pendamping Katekismus Gereja Katolik edisi lengkap yang baru saja diterbitkan dalam Bahasa Indonesia. Maka, pada tahun 1996 diterbitkanlah oleh Penerbit OBOR “Ringkasan Katekismus Katolik yang Baru”.
Kedua buku tersebut menjadi jawaban atas kehausan umat Katolik Indonesia untuk memahami lebih jauh tentang ajaran iman dan moral Gereja Katolik, pasca Konsili Vatikan II, sekaligus bersiap-siap diri untuk menyongsong kedatangan milenium ketiga. Dan tentu saja agar semangat “aggiornamento” yang dihembuskan Paus Yohanes XXIII tetap menyejukkan perikehidupan Umat Allah dalam peziarahannya mengarungi zaman.
Sayangnya, idealisme mengumatkan ajaran iman dan moral yang terdapat dalam Katekismus Gereja Katolik terhalang oleh banyak kendala. Sudah sejak lama umat Katolik Indonesia kesulitan memperoleh Katekismus Gereja Katolik dalam Bahasa Indonesia, maupun ringkasannya. “Kapan, kapan-kapan..!”, adalah jawaban yang paling mudah diberikan untuk menjawab pertanyaan tentang kekosongan tersebut.
Pada awal tahun 2008 ini, Penerbit OBOR berinisiatif untuk “menghidupkan kembali” buku Ringkasan Katekismus Katolik yang Baru. Sebuah tim dibentuk untuk mengolah dan menyesuaikannya kembali agar isi dan bentuknya sejajar dengan buku Katekismus Gereja Katolik edisi Bahasa Indonesia.
Beberapa perubahan dilakukan, misalnya mengganti kutipan-kutipan di dalam buku tersebut (yang sebelumnya diterjemahkan langsung dari teks edisi Bahasa Inggris) dengan mengacu pada Katekismus Gereja Katolik terjemahan Indonesianya. Selain itu, dalam Edisi Revisi 2008 ini juga disesuaikan pengelompokan buku, tema, dan sub tema agar semakin mendekati buku Katekismus aslinya. Tujuannya adalah untuk memudahkan pembaca menemukan kembali teks aslinya dan teks lengkapnya dalam buku Katekismus.
Bagaimana buku ini dapat membantu pembacanya untuk lebih mengerti dan memahami seluruh isi Katekismus? Dalam Edisi Revisi 2008, dengan memperhatikan Daftar Isi yang disusun runut pembaca diajak untuk melihat garis besar Katekismus Gereja Katolik secara keseluruhan. Setelah itu, ia dapat dengan mudah melihat dan menemukan benang merah ajaran iman dan moral yang disampaikan dalam Katekismus tersebut.
Kehadiran edisi revisi yang tampil dengan judul baru, IKHTISAR KATEKISMUS GEREJA KATOLIK, ini diharapkan dapat mengisi kekosongan sumber referensi dalam bahasa Indonesia mengenai ajaran iman dan moral sebagaimana dituangkan dalam buku Katekismus lengkapnya.
Category:BooksGenre: Religion & Spirituality
Author:Mgr. James Anthony Griffin
Judul : IKHTISAR KATEKISMUS GEREJA KATOLIK
Ukuran : 14 x 21 cm (isi xiv + 128 hlm)
Penulis : Mgr. James Anthony Griffin
Penerjemah : Mgr. J. Hadiwikarta
Penerbit : OBOR, Jakarta
Edisi Revisi : Mei 2008 (Edisi sebelumnya 1996)
Harga buku : Rp. 25.000,-
Beli di? Bisa di Senakel.com, Toko Buku Gramedia, Toko Buku Paroki masing-masing, Avila Catholic Book Shop. (kalau ada)
Pada tanggal 8 Desember 1992 Paus Yohanes Paulus II mengumumkan berlakunya KATEKISMUS GEREJA KATOLIK sebagai sumber dan pegangan bagi umat Katolik dalam memahami iman dan moral Katolik. Hal ini menjadi anugerah amat besar bagi Gereja. Betapa tidak, karena telah sekian abad lamanya Gereja Katolik menggunakan Katekismus Romawi, yang merupakan buah atau hasil Konsili Trente, diterbitkan pada tahun 1566.
Kardinal Joseph Ratzinger (kini Paus Benedictus XVI) dalam sebuah kesempatan tanya jawab di sebuah konferensi mengenai Katekismus Gereja Katolik, November 1993, menganjurkan agar dibuat pula edisi ringkas dari katekismus tersebut. Tujuannya adalah untuk memudahkan umat Katolik memahami isi katekismus yang disusun panjang-lebar tersebut.
Selanjutnya, buku tersebut diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia, termasuk dalam Bahasa Indonesia (terbit 1995), yang penerjemahannya dilakukan oleh Pastor Herman Embuiru, SVD. Diterbitkan oleh Penerbit Nusa Indah (Ende), dengan restu dari Uskup-uskup Regio Nusatenggara, serta mendapat persetujuan dari KWI.
Menanggapi anjuran Kardinal Ratzinger tersebut, di Amerika Serikat Mgr. James A. Griffin mengolah “buku babon iman” itu menjadi sederhana dengan judul A Summary of The New Catholic Catechism. Dengan ringkas, padat, dan bahasa yang sederhana, Uskup James A. Griffin ingin mendampingi umatnya di Keuskupan Columbus, Amerika Serikat, untuk memahami ajaran gereja yang diimaninya.
Apa yang dilakukan oleh Uskup Griffin sepertinya menarik perhatian Almarhum Mgr. J. Hadiwikarta, yang baru saja diangkat menjadi Uskup Keuskupan Surabaya. Dalam sebuah kunjungannya ke Roma pada bulan Oktober 1995 ia membeli buku tersebut, kemudian mengolah dan menerjemahkannya ke dalam Bahasa Indonesia untuk digunakan di Keuskupan Surabaya. Gayung pun bersambut. Penerbit OBOR (Penerbit Milik KWI) rupanya juga tertarik untuk mempublikasikannya ke seluruh Indonesia agar menjadi pendamping Katekismus Gereja Katolik edisi lengkap yang baru saja diterbitkan dalam Bahasa Indonesia. Maka, pada tahun 1996 diterbitkanlah oleh Penerbit OBOR “Ringkasan Katekismus Katolik yang Baru”.
Kedua buku tersebut menjadi jawaban atas kehausan umat Katolik Indonesia untuk memahami lebih jauh tentang ajaran iman dan moral Gereja Katolik, pasca Konsili Vatikan II, sekaligus bersiap-siap diri untuk menyongsong kedatangan milenium ketiga. Dan tentu saja agar semangat “aggiornamento” yang dihembuskan Paus Yohanes XXIII tetap menyejukkan perikehidupan Umat Allah dalam peziarahannya mengarungi zaman.
Sayangnya, idealisme mengumatkan ajaran iman dan moral yang terdapat dalam Katekismus Gereja Katolik terhalang oleh banyak kendala. Sudah sejak lama umat Katolik Indonesia kesulitan memperoleh Katekismus Gereja Katolik dalam Bahasa Indonesia, maupun ringkasannya. “Kapan, kapan-kapan..!”, adalah jawaban yang paling mudah diberikan untuk menjawab pertanyaan tentang kekosongan tersebut.
Pada awal tahun 2008 ini, Penerbit OBOR berinisiatif untuk “menghidupkan kembali” buku Ringkasan Katekismus Katolik yang Baru. Sebuah tim dibentuk untuk mengolah dan menyesuaikannya kembali agar isi dan bentuknya sejajar dengan buku Katekismus Gereja Katolik edisi Bahasa Indonesia.
Beberapa perubahan dilakukan, misalnya mengganti kutipan-kutipan di dalam buku tersebut (yang sebelumnya diterjemahkan langsung dari teks edisi Bahasa Inggris) dengan mengacu pada Katekismus Gereja Katolik terjemahan Indonesianya. Selain itu, dalam Edisi Revisi 2008 ini juga disesuaikan pengelompokan buku, tema, dan sub tema agar semakin mendekati buku Katekismus aslinya. Tujuannya adalah untuk memudahkan pembaca menemukan kembali teks aslinya dan teks lengkapnya dalam buku Katekismus.
Bagaimana buku ini dapat membantu pembacanya untuk lebih mengerti dan memahami seluruh isi Katekismus? Dalam Edisi Revisi 2008, dengan memperhatikan Daftar Isi yang disusun runut pembaca diajak untuk melihat garis besar Katekismus Gereja Katolik secara keseluruhan. Setelah itu, ia dapat dengan mudah melihat dan menemukan benang merah ajaran iman dan moral yang disampaikan dalam Katekismus tersebut.
Kehadiran edisi revisi yang tampil dengan judul baru, IKHTISAR KATEKISMUS GEREJA KATOLIK, ini diharapkan dapat mengisi kekosongan sumber referensi dalam bahasa Indonesia mengenai ajaran iman dan moral sebagaimana dituangkan dalam buku Katekismus lengkapnya.