View Full Version : Renungan - Inspirasi Hari Ini (Tahun A-B | 2008-2009 | II-I)
-glenX-
June 17, 2008, 07:23
RENUNGAN HARI INI
Pagi adalah awal sebuah hari yang akan kita jalani dan saat kita menentukan tujuan yang akan kita capai pada hari ini. Dengan pikiran dan hati tenang, sebuah hari akan menjadi tantangan yang siap kita hadapi. Mari kita awali hari ini dengan Renungan Hari Ini, setiap hari di Forum Katolik Webgaul
Silahkan buka halaman terakhir untuk membaca Renungan Hari Ini.
Bagi yang ingin membagikan renungan, maksimal 1 user per hari. Maksimal 2 renungan dalam satu hari diluar renungan reguler yang diberikan Flazz.
Kesaksian, sharing, tanggapan terhadap renungan tidak dibatasi. Bagi yang ingin menyampaikan kesaksian, sharing tanggapan terhadap renungan bisa diberikan di thread ini (tidak dibatasi).
Harap menjaga ketenangan thread ini. Terima kasih
Sumber: Renungan Ziarah Batin, Renungan Ruah, Inspirasi Batin Renungan dari Rm. Ign Sumarya, SJ. Bacaan Kitab Suci: LAI-LBI, Renungan Inspirasi Batin, Renungan Ruah.
Diperbolehkan menggunakan materi renungan selama tidak untuk tujuan komersial, dengan mencantumkan sumber atau penulisnya yang tertera di tiap post.
Segala kesalahan / salah ketik Bacaan Kitab Suci dan Renungan dikecualikan. Kami berusaha menghindari kesalahan ketik, namun kesalahan ketik bisa saja tetap terjadi.
-mOdErAtOr-
Flazz
- 01 Oktober 2008 - update terbaru 16 Desember 2008
zazaz
June 21, 2008, 18:08
22 juni 2008,
Tema hari ini :
No Gripping
Bahan renungan : Filipi 2:12 - 18
Oleh : Bill Crowder..
During my frist week of Bible college, we had several days of orientation in which we were given a rule book to study. Several days later, during a meeting to discuss those rules, one student stood up and asked, "What is 'no gripping'? And why is it against the rules?"
He wes referring to a statement in the rule book he had misread. Instead of "gripping", it read "griping"--complaining or grumbling.
A rule against griping is perfectly understandable. The cancer of a complaining spirit can undermine the spiritual and emotional health of an individual and can infect an entire group. This can result in discontent, frustation, and even rebellion.
Moses heard griping among God's people a mere 3 days after leading them from slavery into freedom (Ex. 15:24). Centuries later, Samuel felt tie weight of griping as he sought to represent God to his generation (1 Sam. 8:4-9).
A complaining spirit can destrow the effectiveness of a church too. Paul wrote to the church at Philippi, "Do all things without complaining and disputing" (Phil. 2:14).
We need to avoid a complaining spirit when serving Christ. Instead, rejoice and thank God for all He has done!
No griping allowed.
When things go wrong, I would not be a grumbler, Complaining, seeing everything as grim;
For when I think of how the Lord has blessed me, I cannot help but give my praise to Him. - -Hess
When you feel like griping,
start counting your blessings.
Sumber : Our Daily Bread
-glenX-
June 22, 2008, 01:38
Renungan Harian 22 Juni 2008
HARI MINGGU BIASA XII
Bacaan I : Yer 20:10-13
Bacaan II : Rm 5:12-15
Bacaan Injil : Mat 10:26-33
Ayat-ayat di atas berbicara tentang keberanian. Keberanian untuk apa? Keberanian untuk membela kebenaran!!! Dalam fil "The Last samurai", diceritakan tentng keberanian seorang samurai yang tahu bahwa lebih aman kalau menyerah dan tunduk kepada pemerintah baru yang tidak adil karena tidak mungkin melawan ribuan tentara bersenjata api dengan ratusan orang yang bersenjatakan pedang. Tapi, samurai ini memilih untuk tidak menyerah dan berjuang sampai titik darah penghabisan untuk membela kebenaran yang dia yakini. Bahkan, musuhnya pun akhirnya dengan hormat mengakui bahwa samurai ini adalah orang terhormat yang sampai akhir hidupnya berani membela kebenaran yang diyakininya.
Dewasa ini banyak orang begitu mudah membolak-balikkan kebenaran demi kenyamanan diri. Orang pintar memplintirnya dan orang bodoh membuatnya buta. Disinilah Yesus berharap banyak pada kita untuk berani menjadi saksi kebenaran, sekalipun nyawa taruhannya.
ZIARAH BATIN/PENERBIT OBOR
-glenX-
June 22, 2008, 11:46
Bacaan Liturgi
29 Juni--24 Agustus 2008
Minggu 29 Juni : HARI RAYA S.PETRUS DAN S.PAULUS
Kis 12:1-11; Mzm 34:2-3,4-5,6-7,8-9; 2 Tim 4:6-8,17-18; Mat 16:13-19
Senin 30 Juni
Am 2:6-10;13-16;Mzm 50:16bc-17;18-19,20-21,22-23; Mat 8:18-22
Selasa 1 Juli
Am 3:1-8;4:11-12;Mzm 5:5-6,7,8; Mat 8:23-27
Rabu 2 Juli
Am 5:14-15,21-24;Mzm 50:7,8-9,10-11,12-13,16bc-17;Mat 8:28-34
Kamis 3 Juli Pesta S.Thomas, Rasul
Ef 2:19-22; Mzm 117:1,2: Yoh 20:24-29
Jumat 4 Juli
Am 8:4-6,19-12; Mzm 119:2,10,20,30,40, 131;.Mat 9:9-13
Sabtu 6 Juli
Am 9:11-15;Mzm 85:9,11-12,13-14; Mat 9:14-17
Minggu 6 Juli Hari Minggu Biasa XIV
Za 9:9-10;Mzm 145:1-2.8-9.10-11,13-14; Rm 8:9,11-13; Mat 11:25-30
Senin 7 Juli
Hos 2:13,14b-15;18-19; Mzm 145:2-3,4-5,6-7,8-9 Mat
Selasa 8 Juli
Hos 4:7,11-13; Mzm 115:3-4;5-6,7ab-8,9-10; Mat 9:32-38
Rabu 9 Juli
Hos 10:1-3,7-8,12; Mzm 105:2-3,4-5,6-7; Mat 10:1-7
Kamis 10 Juli
Hos 11:1-4,8c-9; Mzm 80:2ac,3b,15-16; Mat 10:7-15
Jumat 11 Juli
Hos 14:2-10;Mzm 51:3-4;8-9,12-13,14,17; Mat 10:16-23
Sabtu 12 Juli
Yes 6:1-8;Mzm 93:1ab,1c-2,5;Mat 10:24-33
Minggu 13 Juli Hari Minggu Biasa XV
Yes 55:10-11;Mzm 65:10abcd,10c-11,12,13,14; Rm 8:18-23; Mat 13:1-23
Senin 14 Juli
Yes 1:11-17; Mzm 50:9,16bc-17,21,23; Mat 10:34-11:1
Selasa 15 Juli
Yes 7:1-9;Mzm 48:2-3a,3b-4,5-6,7-8; Mat 11:20-24
Rabu 16 Juli
Yes 10:5-7,13-16; Mzm 94:5-6,7-8,9-10,14-15; Mat 11:25-27
Kamis 17 Juli
Yes 26:7-9,12,16-19; Mzm 102:13-14ab,15,16-18,19-21; Mat 11:28-30
Jumat 18 Juli
Yes 38:1-6,21-22,7-8; MT Yes 38:10,11,12abcd,16; Mat 12:1-8
Sabtu 19 Juli
Mi 2:1-5; Mzm 10:1-2;3-4;7-8,14; Mat 12:14-21
Minggu 20 Juli Hari Minggu Biasa XVI
Keb 12:13,16-19; Mzm 86:5-6,9-10,15-16a;Rm 8:26-27; Mat 13:24-43
Senin 21 Juli
Mi 6:1-4,6-8; Mzm 50:5-6,8-9,16bc-17,21,23; Mat 12:38-42
Selasa 22 Juli
Mi 7:14-15,18-20; Mzm 85:2-4,5-6,7-8; Mat 12:46-50
Rabu 23 Juli
Yer 1:1,4-10; Mzm 71:1-2,3-4a,5-6ab,15ab,17; Mat 13:1-9
Kamis 24 Juli
Yer 2:1-3,7-8,12-13; Mzm 36:6-7ab,8-9,10-11; Mat 13:10-17
Jumat 25 Juli
2Kor 4:7-15;Mzm 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6; Mat 20:20-28
Sabtu 26 Juli
Sir 44:1,10-15; Mzm 132:11,13-14,17-18; Mat 13:16-17
Minggu 27 Juli Hari Minggu Biasa XIII
1Raj 3:5,7-12; Mzm 119:57,72,76-77,127-128,129-130; Rm 8:29-30; Mat 13:44-52
Senin 28 Juli
Yer 13:1-11;MT Ul 32:18-19;20;21; Mat 13:31-35
Selasa 29 Juli
1Yoh 4:7-16; Mzm 34:2-3,4-5,6-7;8-9,10-11; Yoh 11:19-27
Rabu 30 Juli
Yer 15:10,16-21; Mzm 59:2-3,4-5a,10-11,17-18; Mat 13:44-46
Kamis 31 Juli
Yer 18:1-6; Mzm 146:2abc,2d-4,5-6; Mat 13:47-53
Jumat 1 Agustus
Yer26:1-9; Mzm 69:5,8-10,14c;Mat 13:54-58
Sabtu 2 Agustus
Yer 26:11-16,24; Mzm 69:15-16,30-31,33-34; Mat 14:1-12
Minggu 3 Agustus Hari Minggu Biasa XVIII
Yes 55:1-3; Mzm 145:8-9,15-16,17-18; rm 8:35,37-39; Mat 14:13-21
Senin 4 Agustus
Yer 28:1-17; Mzm 119:29,43,79,80,95,102; Mat 14:13-21
Selasa 5 Agustus
Yer 30:1-2,12-15,18-22; Mzm 102:16-18,19-21,29,22-23; Mat 14:22-36
Rabu 6 Agustus
Dan 7:9-10,13-14; Mzm 97:1-2,5-6,9; Mat 17:1-9
Kamis 7 Agustus
Yer 31:31-34; Mzm 51:12-13,14-15,18-19; Mat 16:13-23
Jumat 8 Agustus
Nah 1:15; 2:2;3:1-3,6-7; MT Ul 32:325cd-36ab; 39abcd,41; Mat 16:24-28
Sabtu 9 Agustus
Hab 1:12-2:4; Mzm 9:8-9,10-11,12-13; Mat 17:14-20
Minggu 10 Agustus HARI RAYA SP MARIA DIANGKAT KE SURGA
Why 11:19A;12:1,3-6A,10ab; Mzm 45:10bc,11,12ab,16; 1 Kor 15:20-26; Luk 1:39-56
Senin 11 Agustus
Yeh 1:2-5,24 - 2:1a; Mzm 148:1-2.11-12ab,12c-14a,14bcd; Mat 17:22-27
Selasa 12 Agustus
Yeh 2:8-3:4; Mzm 119:14,24,72,103,111,131; Mat 18:1-5,10,12-14
Rabu 13 Agustus
Yeh 9:1-7; 10:18-22;Mzm 113:1-2,3-4,5-6; Mat 18:15-20
Kamis 14 Agustus
Yeh 12:1-12; Mzm 78:56-57,58-59;61-62; Mat 18:21 - 19:1
Jumat 15 Agustus
Yeh 16:1-15,60,63; MT Yes 12:2-3,4abcd,5-6; Mat 19:3-12
Sabtu 16 Agustus
Yeh 18:1-10, 13b,30-32; Mzm 51:12-13,14-15,18-19; Mat 19:13-15
Minggu `17 Agustus HARI RAYA KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA
Sir 10:1-8; Mzm 101:1a,2ac,3a,6-7; 1Ptr 2:13-17; Mat 22:15-21
Senin 18 Agustus
Yeh 24:15-24; MT Ul 32:18-19,20,21; Mat 19:16-22
Selasa 19 Agustus
Yeh 28:1-10; MT Ul 32:26-27ab,27cd-28,30,35cd-36ab; Mat 19:23-30
Rabu 20 Agustus
Yeh 34:1-11; Mzm 23:1-3a,3b-4,5,6; Mat 20:1-16a
Kamis 21 Agustus
Yeh 36:23-28; Mzm 51:12-13,14-15,18-19; Mat 22: 1-14
Jumat 22 Agustus
Yeh 37:1-14; Mzm 107:2-3,4-5,6-7,8-9; Mat 22:34-40
Sabtu 23 Agustus
Yeh 43:1-7a; Mzm 85:9ab-10,11-12,13-14; Mat 23:1-12
Minggu 24 Agustus Hari Minggu Biasa XXI
Yes 22:19-23; Mzm 138:1-2a,2bc-3,6,8bc; Rm 11:33-36; Mat 16:13-20
-glenX-
June 22, 2008, 11:47
Bacaan Liturgi
25-31 Agustus 2008
Senin 25 Agustus
2Tes 1:1-5,11b-12; Mzm 96:1-2a,2b-3,4-5; Mat 23:13-22
Selasa 26 Agustus
2Tes 2:1-3a,13b-17; Mzm 96:10,11-12a,12b-13; Mat 23:23-26
Rabu 27 Agustus
2Tes 3:6-110,16-18; Mzm 128:1-2,4-5;Mat 23:27-32
Kamis 28 Agustus
1Kor 1:1-9; Mzm 145:2-3;4-5,6-7;Mat 24:42-51
Jumat 29 Agustus
Yer 1:17-19; Mzm 71:1-2,3-4a,5-6ab,15ab,17; Mrk 6:17-29
Sabtu 30 Agustus
1Kor 1:26-31; Mzm 33:12-13;18-19,20-21; Mat 25:14-30
Minggu 31 Agustus Hari Minggu Biasa XXII Minggu Kitab Suci Nasional
Yer 20:7-9; Mzm 63:2,3-4,5-6,8-9;Rm 12:1-2; Mat 16:21-27
-glenX-
June 23, 2008, 07:33
Renungan Harian 23 Juni 2008
2Raj 17:5-8.13-15a.18, Mat 7:1-5
Kadang ada orang yang senang kalau kita bisa menuding orang lain dan semua kekurangannya. Kita mudah melihat keburukan orang lain dan payahnya kita sering merasa bahwa kita benar. Padahal, coba lihat, kalau telunjuk kita sedang menuding kedepan maka empatjari kita yang lain tertekuk dan menuding ke kita sendiri.
Setiap orang sebetulnya punya kebenarannya sendiri terhadap apa yang dia lakukan. Maukah kita melihat melalui kacamata orang lain sehingga kita bisa melihat kebenaran orang lain juga?
Maukah kita mencoba memahami, mengampuni, dan memberi kesempatan kepada orang lain?
sumber: mirifica.net link bisa di klik tgl renungan
COPYRIGHT PENERBIT OBOR
star_netz
July 09, 2008, 14:02
Renungan Harian 23 Juni 2008
2Raj 17:5-8.13-15a.18, Mat 7:1-5
Kadang ada orang yang senang kalau kita bisa menuding orang lain dan semua kekurangannya. Kita mudah melihat keburukan orang lain dan payahnya kita sering merasa bahwa kita benar. Padahal, coba lihat, kalau telunjuk kita sedang menuding kedepan maka empatjari kita yang lain tertekuk dan menuding ke kita sendiri.
Setiap orang sebetulnya punya kebenarannya sendiri terhadap apa yang dia lakukan. Maukah kita melihat melalui kacamata orang lain sehingga kita bisa melihat kebenaran orang lain juga?
Maukah kita mencoba memahami, mengampuni, dan memberi kesempatan kepada orang lain?
sumber: mirifica.net link bisa di klik tgl renungan
COPYRIGHT PENERBIT OBOR
jujur aja gw kadang merasa jengkel ma orang2 yang kurang bisa gini lah gitu lah :p
emang bener , lebih mudah liat kesalahan orang lain daripada kesalahan kita , satu hal yang harus aku pelajari dalah berusaha memahami orang lain ;D
-glenX-
July 10, 2008, 14:25
Kamis, 10 Juli 2008
Bacaan I : Hos 11:1b.3-4.8c-9
Bacaan Injil : Mat 10:7-15
Renungan
Para ahli psikologi semakin yakin bahwa kedewasaan atau kematangan itu pertama-tama adalah kemampuan menata hidup secara seimbang, penuh integritas, dan bermartabat. Namun, sekaligus disadari bahwa manusia membutuhkan keterkaitan dan ketergantungan satu sama lain. Manusia semakin saling membutuhkan karena tak ada seorang pun yang bisa memenuhi segala kebutuhan dan kebahagiaannya sendirian. Pihak lain selalu akan ikut terlibat dan memainkan peranan dalam tiap interaksi. Dengan demikian, perjumpaan kita dengan sesama membawa berkat.
Tuhan Allah tidak pernah menginginkan kita menjadi manusia yang tidak dewasa. Firman dan sapaan-Nya dalam seluruh alam semesta mendorong kita agar semakin matang. Kita juga membutuhkan undangan, tantangan, dan ajakan sesama untuk semakin dewasa.
Sebelum kita mencapai kematangan penuh, kita akan terus mencari dalam kegelisahan. Santo Agustinus dalam Confessiones-nya mengungkapkan itu dengan sangat indah, "Tuhan Allah kami, resah hati kami sebelum beristirahat di dalam Engkau."
Ya Tuhan, kuatkanlah aku untuk tetap berkembang. Janganlah biarkan aku merasa diri mapan dan berpikir telah melaksanakan tugas dan kewajibanku. Ajarilah aku mengerti bahwa setiap hari baru adalah anugerah-Mu kepadaku untuk bertumbuh dan semakin matang. Amin.
COPYRIGHT ZIARAH BATIN 2008, PENERBIT OBOR
-glenX-
July 10, 2008, 14:27
Jumat 11 Juli 2008
Bacaan I : Hos 14:2-10
Bacaan Injil : Mat 10:16-23
Renungan
Di mata uang Amerika Serikat tertulis moto, "Kepada Tuhan Allah kita percaya." Rupanya, justru pada saat kita memiliki uang, kita semakin perlu percaya dan pasrah kepada Tuhan. Dia sajalah yang dapat kita andalkan karena Dia selalu setia dan menerima kita dalam kekurangan dan kelebihan kita. Bagi-Nya kita tetap anak kesayangan-Nya, entah kita sukses atau gagal, saat mengalami kesulitan atau kemudahan.
Caleg belum tentu berpegang pada janji kampanyenya. Kepala Daerah pasti didemo bila lupa akan visi-misi yang pernah dipaparkannya. Keluarga retak karena ketidakmampuan memegang teguh janji nikah. Banyak kaum religius dan imam meninggalkan panggilannya. Semua itu terjadi karena kita tidak setia pada pilihan kita.
Hanya Allah yang setia dan satu-satunya Sang Setia. Moto uang Amerika Serikat yang menggelitik itu sebenarnya mengingatkan bahwa Allahlah satu-satunya kekuatan, perisai, dan perlindungan kita. Air mata tetap bercucuran, peluh bersimbah, dan mungkin darah juga akan terkucur, tetapi kalau kita setia kepada Allah, hidup kita sungguh bermakna. Memang Yesus sangat benar pada saat Dia berkata, "Berbahagialah yang bertekun sampai akhir."
Ya Tuhan, hanya Engkau yang setia memegang janji dan memeliharaku dalam segala kesulitan. Ajarilah aku untuk setia kepada-Mu sebagaimana Engkau selalu setia kepadaku. Amin.
COPYRIGHT ZIARAH BATIN 2008, PENERBIT OBOR
-glenX-
July 11, 2008, 14:24
Sabtu 12 Juli 2008
Bacaan I : Yes 6:1-8
Bacaan Injil : Mat 10:24-33
Renungan
Tujuan, sebaik dan seluhur apa pun, tidak pernah bebas hambatan. No pain, no gain. Perjalanan tidak selalu mulus, dukungan pun tidak terus-terusan diperoleh. Dalam hidup ini, tentu ada yang setuju, ada yang tidak setuju. Ada yang optimis dan ada yang mencibir. Ada yang memberi dorongan, tetapi yang menggembosi juga tidak kurang. Bahkan, bukan mustahil bahwa ada orang yang menantikan kegagalan kita.
Semakin tinggi cita-cita, semakin banyak hambatan dan rintangan; dan syarat-syarat pun makin berbelit. Makin tinggi gunung yang didaki, makin indah pemandangan dan makin besar kepuasan, tetapi angin pun akan lebih kencang dibandingkan dengan di tempat datar saja.
Bukan sesuatu yang langka bahwa pengikut Kristus menghadapi berbagai tantangan, tetapi Dia menjanjikan bahwa bila kita setia, kita akan memperoleh kemenangan. Dia selalu mendampingi kita agar kita tidak jatuh dan terkecoh. Kalau burung pipit saja dijaga Tuhan, apalagi kita. "Sebab itu, janganlah takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit".
Ya Yesus, Engkau senantiasa tegar dalam menghadapi segala kesulitan, bahkan sampai di Golgota. Ajarilah aku untuk tetap tegar dan berjuang seperti Engkau, tidak mundur sebelum bersatu dengan-Mu. Amin
COPYRIGHT ZIARAH BATIN 2008, PENERBIT OBOR
ann_prue10
July 11, 2008, 15:17
Boleh jujur ga neh...koq ga ada diskusi nya ya ??
-glenX-
July 11, 2008, 15:31
Boleh jujur ga neh...koq ga ada diskusi nya ya ??
lha gimana nggak ada yg diskusi ya udh deh :haha
nantinya juga ada. ditunggu aja.
harap dimaklumi sedikit orang Katolik yg bisa ngomong soal kitab suci.
siapa yang mau memulai diskusinya? aku yg tugas posting renungannya aja. dan sedikit tambahin di bacaan mingguan.
-glenX-
July 12, 2008, 14:45
HARI MINGGU BIASA XV
Minggu, 13 Juli 2008
Bacaan I : Yes 55:10-11
Bacaan II : Rm 8:18-23
Bacaan Injil : Mat 13:1-9
Renungan
Tanah subur mesti mendatangkan hasil seturut kadar kesuburannya. Namun, Yesus tidak mengutamakan tanah subur dan menyepelekan lahan yang kurang subur. Setiap lahan mestilah mendatangkan hasil sesuai dengan kondisi tanah itu sendiri.
Kondisi riil tidak selalu istimewa, namun bila kita mau bekerja sama, hasil yang dicapai akan lebih banyak. Tidak semua orang sama pandai dan berbakat, namun manakala diupayakan yang terbaik, kerja sama dan jejaring yang baik dan benar, hasil akan melimpah dan kenikmatan akan lebih besar. Maka, tak terpujilah sikap melemparkan kegagalan kepada orang lain.
Yesus mengingatkan bahwa yang paling penting adalah sikap dan kerelaan kita melakukan sesuatu dalam kerja sama dengan berbagai pihak yang berkehendak baik dan tidak menolak sentuhan yang membuahkan. Kesanggupan adalah bagaikan tanah subur menerima benih yang ditaburkan, membiarkannya bertumbuh sampai akhirnya berbuah berlipat ganda.
Tidak semua orang memiliki keterampilan atau pengalaman yang sama. Namun, siapa pun dapat menjalin kerja sama demi hasil yang maksimal.
Ya Yesus, ajarilah aku mencari kehendak Bapa di surga dan semakin berbuah dengan terbuka dan bekerja sama dengan banyak orang yang berkehendak baik. Amin.
COPYRIGHT ZIARAH BATIN 2008, PENERBIT OBOR
-glenX-
July 13, 2008, 13:12
Senin 14 Juli 2008
Bacaan I : Yes 1:11-17
Bacaan Injil : Mat 10:34-11:1
Renungan
Dari lahir, kematian, hingga kebangkitan-Nya, kata kunci dalam perutusan Yesus adalah damai: damai di bumi, damai sejahtera bagi siapa saja.
Yesus mengingatkan bahwa akan terjadi ketidaksepahaman, bahkan konflik karena perbedaan yang mendasar. Yang benar tak mungkin disandingkan dengan yang tidak benar. Keadilan tidak dapat berjalan seiring dengan ketidakadilan. Mengkompromikan yang bertentangan adalah kemunafikan dan hanya mencari selamat sendiri. Damai yang benar hanya akan diperoleh dengan berpegang kepada kesejatian.
Kita memang akan kehilangan damai semu, tetapi menemukan damai yang sejati. Pembelaan kita bukan dari manusia, melainkan dari Allah sendiri. Tuhan sendirilah tempat perlindungan dan penghiburan kita.
Kita akan berhadapan dengan konflik kepentingan, minat, dan tujuan karena acuan kebenaran yang berbeda. Yesus mengingatkan kita agar tetap konsisten memilih yang benar dan tidak berkompromi dengan yang salah. Sebab itulah jalan satu-satunya untuk memenangkan damai yang sejati dan menolak damai yang semu.
Ya Tuhan, firman-Mu kadang-kadang bagaikan pedang bermata dua dan mendesakku untuk mengambil sikap yang tegas. Mampukanlah aku untuk dengan jujur dan tabah mengakui bahwa Engkaulah kebenaran sejati. Amin.
COPYRIGHT ZIARAH BATIN 2008, PENERBIT OBOR
-glenX-
July 15, 2008, 03:51
Selasa, 15 Juli 2008
Bacaan I : Yes 7:1-9
Bacaan Injil : Mat 11:20-24
Renungan
Raja Ahaz sadar bahwa dia dirundung oleh kesulitan dan kesusahan. Kotanya sedang diinvasi oleh tentara asing dan dia tidak sanggup lagi mengumpulkan serdadu untuk mengadakan perlawanan. Tak ada lagi yang bakal menjadi penggantinya karena anak satu-satunya pun telah dikurbankannya kepada dewa asing. Lebih parah, dia tak sanggup lagi percaya kepada Tuhan.
Diam-diam dia bersekongkol dengan sekutu asing dengan segala akibatnya. Ahaz menolak campur tangan Allah dan lebih percaya pada koalisi dengan kekuasaan asing. Ketidakpercayaan menghancurkan seluruh kekuatannya.
Khorazim dan Kapernaum dicela Yesus karena kendati telah menyaksikan semua mukjizat di kota sekitar, penduduk kedua kota ini tetap menolak campur tangan Allah dalam diri Yesus. Mereka mengharapkan lain dari yang disediakan oleh Tuhan Allah. Mereka melihat makna mukjizat Yesus hanya dari aspek politis dan ekonomis melulu. Padahal, mukjizat Yesus tertuju kepada satu paham saja: Allah ingin membebaskan manusia dari pengharapan yang salah dan perhitungan kekuasaan yang keliru.
Sering kali kita menolak suatu tawaran perbaikan karena mata hati kita tertutup. Kita mestinya mampu melihat apa yang sesungguhnya kita butuhkan dan bukan apa yang kita sangka kita butuhkan.
Ya Tuhan, ajarilah aku untuk meyakini dan merasakan bahwa Engkau senantiasa memeliharaku. Buatlah aku mengerti jalan-Mu dan tidak memaksakan jalan dan kehendakku sendiri. Amin.
COPYRIGHT ZIARAH BATIN 2008, PENERBIT OBOR
-glenX-
July 15, 2008, 14:18
Rabu, 16 Juli 2008
Bacaan I : Yes 10:5-7.13-16
Bacaan Injil : Mat 11:25-27
Renungan
Yesus memuji anak-anak karena sikap mereka yang terbuka dan tanpa pretensi. Maka, tidak heran bahwa Yesus pun menggunakan kata "anak" dalam hubungan-Nya dengan Bapa di surga. Dalam doa-Nya ini, kita diajak untuk merenungkan misteri Sabda Allah.
Manusia memuji dan menjadikan kedewasaan sebagai tahap yang harus dicapai. Yesus memuji karunia yang dimiliki anak-anak yang percaya serta mengerti kehendak dan jalan-jalan Allah. Kita terpuji bila kita taat, rendah hati, dan terbuka terhadap pengarahan Allah.
Kita harus belajar dari keputusan Allah atas Assyria, yang pernah digunakan-Nya untuk menunjukkan bagian dari rencana-Nya dengan menduduki Israel. Namun, Assyria lupa daratan dan melupakan pengalamannya sebagai kerajaan penakluk. Kerajaan yang lama berjaya, akhirnya babak belur dan hancur karena membelokkan rencana Allah. Sungguh suatu pelajaran yang terlalu mahal!
Kita mesti berguru untuk mengerti rencana dan kehendak Allah sebagaimana dicirikan oleh sikap dan perilaku anak-anak yang terbuka dan jujur. Bila kita sanggup menerima sikap dan kebijaksanaan itu, kita akan menjadi seperti Yesus yang merdeka karena taat dan terbuka kepada petunjuk dan kehendak Bapa-Nya.
Ya Allah, ajarilah aku mengerti kehendak-Mu dan menerima apa yang Engkau sediakan bagiku. Janganlah izinkan aku memanipulasi hidupku sendiri. Mampukanlah aku untuk selalu terbuka dan jujur seperti anak-anak. Amin
COPYRIGHT ZIARAH BATIN 2008, PENERBIT OBOR
-glenX-
July 16, 2008, 13:47
Kamis 17 Juli 2008
Bacaan I : Yes 26:7-9.12.16-19
Bacaan Injil : Mat 11:28-30
Renungan
Pengalaman iman membuat kita semakin yakin bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Dia tak membiarkan kita tenggelam dalam lumpur penderitaan dan genangan air mata dukacita. Adakalanya usaha kita sukses, tetapi pada saat lain gagal. Ada orang yang menyebutnya siklus hidup atau putaran rahasia hidup - tidak sama memang bagi semua orang, tetapi pasti dialami setiap orang.
Lewat penderitaan dan perlakuan yang tidak manusiawi, umat Israel sampai pada pengakuan bahwa Allah tidak pernah meninggalkan mereka. Akhirnya, mereka mengalami bahwa Allah selalu berbelarasa dan prihatin. Jalan selalu terbuka bila mereka bertahan.
Yesus meyakinkan kita akan hal yang sama dengan berkata, "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berberan berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu" (Mat 11:28).
Dalam diri Yesus, Allah membagikan kesedihan dan kesepian kita dan menguatkan kita dalam penantian. Dalam kedekatan-Nya yang mesra, beban kita menjadi ringan kendati bukan dihilangkan. Yesus tidak memberikan janji kosong. Dia menegaskan bahwa beban itu akan tetap ada, namun akan menjadi ringan karena Dia, "Sang lemah lembut dan rendah hati" hadir dan ikut menderita bersama kita.
Ya Tuhan, Engkau hadir sebagai Sang Mahalembut dan Rendah Hati serta ingin melegakanku. Kuatkanlah aku menanggung beban dengan setia dalam pengharapan dan ajarilah aku semakin mencintai pekerjaanku sebagai panggilan-Mu. Amin.
COPYRIGHT ZIARAH BATIN 2008, PENERBIT OBOR
-glenX-
July 17, 2008, 13:31
Jumat 18 Juli 2008
Bacaan I : Yes 38:1-6.21-22.7-8
Bacaan Injil : Mat 12:1-8
Renungan
Tujuan yang baik harus dicapai dengan cara yang baik dan benar. Untuk itu, perlu aturan yang benar dan adil pula. Kita harus sungguh mencermati aturan, kemungkinan cara dan sarana untuk mencapai tujuan-tujuan baik sebab sarana dan cara harus benar dan baik.
Yesus sangat menghormati kebiasaan atau tradisi Yahudi dan tidak ingin melanggar kebiasan itu. Tetapi, Ia melawan sikap para pemimpin agama yang hanya mengedepankan aturan secara harfiah. Allah menghendaki kebaikan dan kesejahteraan manusia serta tidak pertama-tama menuntut pemenuhan aturan yang sekecil-kecilnya sebab aturan bukanlah tujuan. Kesejahteraan dan keselamatan umat manusialah yang menjadi tujuan dan ukuran Yesus.
Aturan penting dan karena itu kita harus sanggup memilah-milah daya ikatnya. Tidak semua aturan sama bobotnya. Ada aturan yang sungguh mendasar dan tidak bisa tidak mesti dilaksanakan secara harfiah. Ada juga aturan yang justru mengingatkan kita agar dapat berbuat lebih baik dan bermartabat. Intinya adalah kita tidak boleh hanya menekankan aturan secara harfiah dan lupa akan tujuan yang terakhir.
Ya Tuhan, Engkau menetapkan manusia untuk menikmati kesejahteraan sejati. Bimbinglah aku agar memperolehnya dengan jujur dan ajarilah aku untuk tidak membebani orang lain dengan tuntutan yang aku sendiri tidak mau penuhi. Amin.
COPYRIGHT ZIARAH BATIN 2008, PENERBIT OBOR
-glenX-
July 17, 2008, 15:16
Sabtu, 19 Juli 2008
Bacaan I: Mi 2:1-5
Injil : Mat 12:14-21
Injil (Matius 12:14-21)
14 Pada waktu itu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia.http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif 15 Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana. Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya.http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif16 Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia,http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif17 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif Mat 18 "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa.http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif 19 Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan.http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif 20 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif 21 Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap."http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif
Renungan menyusul:)
-glenX-
July 19, 2008, 10:37
Sabtu 19 Juli 2008
Bacaan I : Mi 2:1-5
Bacaan Injil : Mat 12:14-21
Renungan
Tuhan menciptakan segalanya cukup bagi semua manusia asal kita rela berbagi dan saling memperhatikan. Mikha mengkritik umat Israel yang tidak pernah puas hingga merampas hak orang lain, sampai-sampai dia berkata, "Celakalah orang-orang yang merancang kedurjanaan dan yang merencanakan kejahatan di tempat tidurnya ...." (Mi 2:1). Tujuan mereka keluar dari Mesir untuk memperoleh kemerdekaan berubah menjadi kerakusan hingga merampas tanah tetangga dan orang sekeliling.
Kemakmuran seseorang jangan menjadi sumber penderitaan orang lain sebab bangsa kafir pun bisa dijadikan Tuhan menjadi sesama pewaris bersama kaum Israel.
Kesejahteraan terwujud bila kita saling peduli dan terutama bila sanggup ikut menanggung derita dan kesulitan orang lain, termasuk orang tak dikenal seperti dilaksanakan Hamba Allah.
Orang-orang Kristiani tidak boleh hanya berpikir tentang diri atau kelompoknya sendiri. Seperti Yesus, para pengikut-Nya pun harus memberi perhatian dan merawat orang lain termasuk mereka yang dipandang asing kendati tak memperoleh pengakuan dari pihak mana pun seperti Hamba Allah yang melakukan tugas-Nya dengan diam dan tanpa gembar-gembor.
Ya Tuhan, ingatlah akan aku ketika mengalami kesepian dan diabaikan orang. Kuatkanlah aku untuk berbagi kasih-Mu dengan orang asing, orang miskin, dan tertindas. Amin.
COPYRIGHT ZIARAH BATIN 2008, PENERBIT OBOR
-glenX-
July 19, 2008, 14:37
Renungan Hari Minggu Biasa XVI
Sabtu-Minggu, 19-20 Juli 2008
Doa Pengantar:
Allah yang setia, dengan penuh kasih sayang Engkau menopang hidup kami, serta menolong kami mengatasi segala kesulitan, tantangan, dan krisis. Bantulah kami agar tetap penuh cinta dan setia menjalankan kewajiban kami sebagai orang Katolik. Injil hari ini mengingatkan betapa kami mudah terbakar dan terlalu cepat berprasangka atau menghakimi sesama. Dengan demikian kami telah tidak berlaku adil dan sabar menanti karya Roh Kudus dalam diri sesama. Ya Allah, penuhilah hati kami dengan Roh Kudus, roh kebijaksanaan-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
Bacaan I : Keb 12:13.16-19
Bacaan II : Rm 8:26-27
Injil : Mat 13:24-30
Lalang yang tumbuh di antara gandum dapat diartikan sebagai aspek temperamen kita yang mau menguasai orang lain. Karakter yang terlalu menonjol dan kuat dapat menimbulkan ekses.
Dosa dapat terjadi justru karena penggunaan peluang dan kekuasaan secara berlebihan. Orang yang berkuasa atas hukum dapat memenjarakan yang tidak bersalah, tetapi membiarkan penjahat besar bebas gentayangan. Biji baik dalam diri kita berkembang menjadi duri dan pohon buah yang baik berubah menjadi pohon beracun. Ibarat ragi yang semestinya membuat adonan mengembang justru mengakibatkan roti yang keras membatu.
Sikap dan talenta kita mesti memudahkan kita untuk semakin baik, berbuah, dan memiliki hidup yang bermakna. Kepandaian dan karisma yang kita miliki mestinya menjadi inspirasi bagi orang lain untuk berkembang. Kita harus semakin mampu untuk saling memberdayakan.
Yesus mengajarkan agar kita bersabar, bahkan terhadap mereka yang bersalah dan menyusahkan kita. Sebab, dengan demikianlah kita dapat memenangkannya. Kita menjadikan semakin banyak orang diuntungkan dan mengupayakan agar sedapat mungkin tidak ada yang dirugikan. Tunggulah sampai saat panen, baru memisahkan lalang dari gandum.
*) Bacaan Kitab Suci bisa dibaca di Thread Diskusi dan Merenungkan Bacaan Mingguan. Renungan lainnya yang lebih lengkap bisa dapat dilihat di thread tersebut.
Renungan ini diambil dari Ziarah Batin 2008, Penerbit Obor.
-glenX-
July 20, 2008, 14:56
Senin 21 Juli 2008
Bacaan I : Mi 6:1-4.6-8
Bacaan Injil : Mat 12:38-42
Doa Pengantar:
Tuhan Yesus Kristus, sering kali kami merasa tak puas dan menginginkan apa yang lebih dan lebih. Buatlah kami agar tidak selalu menuntut dan hindarkan kami dari keinginan daging. Terimalah syukur kami ya Allah, jangan biarkan kami mengecewakan Engkau. Sebab Engkaulah Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Tampaknya, orang Israel tidak pernah puas, selalu merasa kurang dan ingin lebih. Bila kemudian mereka sadar telah melanggar perintah Tuhan, mereka mempersembahkan kurban pepulih, seolah-olah Tuhan Allah dapat disenangkan dengan darah kurban.
Yesus berhadapan dengan orang-orang yang tak kunjung puas. Kendati Yesus telah melakukan banyak tanda dan mukjizat, rupanya bagi para pemimpin agama Yahudi segala perbuatan baik itu sampai ke alamat yang salah. Yesus menampakkan belas kasih, keprihatinan, dan keberpihakan kepada orang susah, namun hal itu sepertinya dipandang belum apa-apa. Orang-orang Yahudi terus menuntut tanda dan mukjizat lain!
Kita juga kadang-kadang tergolong orang yang tak puas dan selalu ingin memilih-milih tanda dan mukjizat lain. Kita sulit menghargai kebaikan yang telah diberikan. Kita harus belajar kepada orang asing yang lebih terbuka mengakui kebaikan Tuhan. Kita membutuhkan mata dan pikiran orang lain untuk tahu bersyukur atas apa yang kita terima.
Kita menyangka bahwa kitalah yang terbaik dan menutup diri kepada kebaikan orang lain. Kita mesti bercermin pada perjumpaan dengan orang lain agar berani berkata cukup, puas, dan tidak selalu menuntut.
Ya Allah, aku tidak selalu menuruti kehendak-Mu. Aku sering memaksakan kepentingan dan keinginan sendiri. Ingatkanlah aku agar berani berkata cukup dalam rasa syukur yang mendalam. Amin.
RENUNGAN COPYRIGHT ZIARAH BATIN, PENERBIT OBOR 2008
-glenX-
July 21, 2008, 14:54
Selasa, 22 Juli 2008
Peringatan Wajib St Maria Magdalena
St.. Maria Magdalena adalah seorang pendosa, tetapi Yesus mengampuni dia. Yesus melihat bahwa ia telah banyak berbuat kasih
Bacaan I : Mi 7:14-15.18-20
Bacaan Injil : Mat 12:46-50
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (12:46-50)
"Siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."
46 Ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak, ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar dan berusaha menemui Dia. 47 Maka seorang berkata kepada-Nya: "Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau." 48 Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: "Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?" 49 Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! 50 Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."
Demikianlah Injil Tuhan, Terpujilah Kristus.
Renungan hari ini
Yesus bukan mau menyangkal asal-usul dan hubungan darah-Nya dengan Maria, ibu-Nya dan kaum kerabat-Nya, tetapi menegaskan bahwa hubungan kekeluargaan yang demikian erat mesti diluaskan kepada semua orang. Hubungan persaudaraan tidak boleh menjadi sempit. Mungkin timbul kesan bahwa sikap Yesus terhadap ibu-Nya berlebihan kalau bukan kurang ajar. Masa Sang Bunda yang melahirkan dan membesarkan-Nya diperlalukan demikian!
Yesus ingin memberikan pelajaran berharga dan mengajak kita untuk meluaskan hubungan kita yang bersaudara dengan sesama manusia karena sama-sama mendengar Firman Tuhan. Yesus sangat menghormati Bunda Maria. Kedekatan tidak boleh tertutup hanya di kalangan keluarga saja, melainkan kepada semua orang yang melakukan kehendak Bapa di surga.
Maka, kita mesti membuat seimbang penghargaan atas darah dan asal-usul kita sendiri dengan panggilan menjadi Keluarga Allah. Kekerabatan kita tidak boleh menjadikan kita picik. Kita tidak pernah boleh meremehkan status seseorang berdasarkan keturunan, melainkan menghormati dan menjadikannya sesama saudara karena melaksanakan kehendak Bapa.
Ya Allah, aku bersyukur atas orangtuaku. Melalui mereka, Engkau telah menciptakan aku sungguh istimewa. Ajarilah aku untuk selalu menghormati mereka dan meluaskan hubungan kami dengan semua orang karena kami semua adalah anak-Mu. Amin.
Renungan ini diambil dari Ziarah Batin 2008, Penerbit Obor.
-glenX-
July 22, 2008, 14:26
Rabu, 23 Juli 2008
Brigita
Hari Biasa
Bacaan Pertama:
Pembacaan dari Kitab Nabi Yeremia (1:1.4-10)
"Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam."
Inilah perkataan-perkataan Yeremia bin Hilkia, dari keturunan imam yang ada di Anatot di tanah Benyamin. Yer 1:4 Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: 5 "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa." 6 Maka aku menjawab: "Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda." 7 Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: "Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. 8 Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN." 9 Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: "Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu. 10 Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam."
ngar!" Demikianlah Sabda Tuhan, Syukur Kepada Allah.
Bacaan Injil:
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (Mat 13:1-9)
"Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar."
1 Sekali peristiwa Yesus keluar dari rumah dan duduk di tepi danau. 2 Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai. 3 Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: "Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. 4 Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. 5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. 6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. 7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. 8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. 9 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar. Demikianlah Injil Tuhan, Terpujilah Kristus.
Doa Pengantar:
Yesus Tuhan kami, bimbinglah kami agar selalu setia di jalan-Mu, dan kuatkanlah iman kami, sehingga bisa berpartisipasi dalam segala hal untuk memuji dan memuliakan nama-Mu dengan cara apapun dan dimanapun. Kami mohon semua hanya di dalam nama Yesus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Renungan
Tak ada peranan yang sedemikian besar hingga meniadakan peranan yang dipandang lebih sederhana. Tidak ada peranan yang terlalu kecil hingga bisa diabaikan begitu saja. Semua mendapat peran yang tak tergantikan.
Yesus tidak pernah menuntut hasil yang sama dari tiap orang, tetapi menekankan bahwa setiap orang mesti berperan dan berpartisipasi sesuai kemampuannya. Maka, ada yang menghasilkan seratus kali, enam puluh kali, atau tiga puluh kali.
Tidak ada orang yang dapat menolak untuk berperan serta. Seperti diakui Yeremia, setiap orang, sejak awal hidupnya sudah dianugerahi Tuhan suatu peran yang harus dijalankan. Umur, pengalaman, dan pengetahuan bukan alasan untuk mengklaim atau menolak suatu peran.
Memang, ada yang menonjol dan ada yang tersembunyi pada latar belakang. Ada yang menjadi pelaksana, tetapi ada juga yang menjadi suporter. Ibarat mendayung perahu: juru mudi dan para pendayung pada sisi kanan atau kiri memainkan peranan yang membuat keseluruhan pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik. Wujud peran kita, sekecil apa pun, menjadi sumbangan yang amat berharga bagi kemajuan bersama.
Ya Allah, Engkau selalu menaruh perhatian kepadaku. Engkau tidak menghendaki seorang pun binasa atau hilang. Kuatkanlah aku untuk mampu berbuat sebanyak dan sebaik mungkin serta tidak menjadi manusia kerdil. Amin
Renungan diambil dari Ziarah Batin 2008, Penerbit Obor
-glenX-
July 23, 2008, 14:31
Kamis, 24 Juli 2008
Hari Biasa
Pembacaan dari Kitab Nabi Yeremia (Yer 2:1-3.7-8.12-13)
Firman TUHAN datang kepada aku, bunyinya: 2 "Pergilah memberitahukan kepada penduduk Yerusalem dengan mengatakan: Beginilah firman TUHAN: Aku teringat kepada kasihmu pada masa mudamu, kepada cintamu pada waktu engkau menjadi pengantin, bagaimana engkau mengikuti Aku di padang gurun, di negeri yang tiada tetaburannya. 3 Ketika itu Israel kudus bagi TUHAN, sebagai buah bungaran dari hasil tanah-Nya. Semua orang yang memakannya menjadi bersalah, malapetaka menimpa mereka, demikianlah firman TUHAN. 4 Dengarlah firman TUHAN, hai kaum keturunan Yakub, hai segala kaum keluarga keturunan Israel. 5 Beginilah firman TUHAN: Apakah kecurangan yang didapati nenek moyangmu pada-Ku, sehingga mereka menjauh dari pada-Ku, mengikuti dewa kesia-siaan, sampai mereka menjadi sia-sia? 7 Aku telah membawa kamu ke tanah yang subur untuk menikmati buahnya dan segala yang baik dari padanya. Tetapi segera setelah kamu masuk, kamu menajiskan tanah-Ku; tanah milik-Ku telah kamu buat menjadi kekejian. 8 Para imam tidak lagi bertanya: Di manakah TUHAN? Orang-orang yang melaksanakan hukum tidak mengenal Aku lagi, dan para gembala mendurhaka terhadap Aku. Para nabi bernubuat demi Baal, mereka mengikuti apa yang tidak berguna. 12 Tertegunlah atas hal itu, hai langit, menggigil dan gemetarlah dengan sangat, demikianlah firman TUHAN. 13 Sebab dua kali umat-Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air.
Demikianlah Sabda Tuhan, Syukur kepada Allah.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (13:10-17)
10 Pada suatu ketika datanglah murid-murid Yesus dan bertanya kepada-Nya: "Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?" 11 Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. 12 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. 13 Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. 14 Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. 15 Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka. 16 Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. 17 Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya. Inilah Injil Tuhan kita, sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Kita unik sebagai pribadi dan Tuhan menghendaki agar kita menampilkan keistimewaan itu dan menjadikannya sebagai sumbangan bagi kesejahteraan banyak orang. Setiap orang mesti mengembangkan apa yang ada sehingga makin berkembang dan mengundang orang lain untuk berkembang. Kikir dan malas meningkatkan kemampuan adalah "kematian" yang disengaja dan direncanakan sendiri!
Yesus mengingatkan kita untuk melihat lebih jauh dan mendengar lebih dalam dari yang dikatakan dan diperdengarkan. Tidak hanya menangkap apa yang tampak dipermukaan, kita hendaknya masuk lebih jauh ke dalam, untuk menemukan makna yang tersembunyi di balik yang kelihatan. Tidak semua orang memiliki kemampuan ini. Ini adalah sebuah karunia bagi kita yang percaya.
Kita telah mendengar sesuatu yang tidak pernah didengar orang lain dan diberi karunia untuk melihat yang selalu tersembunyi bagi orang. Kita dipanggil juga untuk menolong orang lain agar mereka melihat apa yang kita lihat dan mendengar apa yang kita dengar.
Ya Allah, Engkau memberikan kebijakan kepadaku untuk mengerti dan melihat apa yang Engkau sediakan bagiku. Beranikanlah aku untuk senantiasa mencari yang terbaik yang Engkau sediakan bagiku dan membagikannya juga kepada orang lain. Amin.
Renungan diambil dari Ziarah Batin 2008, Penerbit Obor
-glenX-
July 24, 2008, 14:50
Jumat, 25 Juli 2008
bacaan hari ini tidak sesuai dengan Misa Harian!
Pesta Santo Yakobus Rasul
Pembacaan dari surat kedua rasul Paulus kepada umat di Korintus (2Kor 4:7-15)
7 Saudara saudari, harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. 8 Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; 9 kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun
tidak binasa. 10 Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami. 11 Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini. 12 Maka demikianlah maut giat di dalam diri kami dan hidup giat di dalam kamu. 13 Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: "Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata", maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata. 14 Karena kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya. 15 Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah. Demikianlah Sabda Tuhan, Syukur kepada Allah.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (20:20-28)
20 Pada suatu ketika datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. 21 Kata Yesus: "Apa yang kaukehendaki?" Jawabnya: "Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu." 22 Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: "Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?" Kata mereka kepada-Nya: "Kami dapat." 23 Yesus berkata kepada mereka: "Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya." 24 Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu. 25 Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. 26 Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. 27 dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; 28 sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. Demikianlah Injil Tuhan, Terpujilah Kristus.
Renungan
Benih rahmat Tuhan telah ditaburkan ke dalam hati kita. Bagaimana pertumbuhannya dan seberapa banyak buahnya tergantung dari cara kita mengolahnya. Salah satu tantangan terbesar adalah kita cepat merasa puas diri.
Fransiskus dari Assisi yang dikenal suci selama hidupnya mengejutkan saudara-saudara yang berkumpul menjelang kematiannya. "Saudara-saudara, sampai sekarang kita belum berbuat apa-apa. Marilah kita mulai sekali lagi." Mungkin agak berlebihan, namun di dalamnya ada seruan yang sangat mengejutkan.
Ada bahaya bahwa kita terlalu suka memajang piagam penghargaan dan penghormatan atas suskes yang pernah diraih. Ucapan Santo dari Assisi ini mengingatkan bahwa kita mesti lebih berusaha lagi dan tidak merasa sudah berbuat banyak. Setiap kesempatan yang diberikan Tuhan harus digunakan untuk bertanya: apa lagi yang dapat diperbuat dengan cara yang lebih baik pula sehingga benih rahmat Allah yang telah ditaburkan dalam diri kita dapat bertumbuh mekar dan berbuah lebat?
Ya Bapa, aku terkadang menilai bahwa usahaku sudah maksimal dan segala daya sudah kukerahkan. Kuatkanlah aku untuk bertolak lebih dalam dan mampukanlah aku untuk senantiasa berbuat baik terhadap sesama. Amin.
Renungan dan Bacaan diambil dari Ziarah Batin, Penerbit Obor 2008
-glenX-
July 25, 2008, 15:41
Sabtu, 26 Juli 2008
Peringatan S. Yoakim dan Anna orang tua SP Maria
Pembacaan dari Kitab Putera Sirakh (44:1.10-15)
"Keturunan mereka akan tetap tinggal untuk selama-lamanya, dan kemuliaannya tidak akan dihapus."
1 Sekarang kami hendak memuji orang-orang termasyhur, para nenek moyang kita menurut urut-urutannya. 10 Tetapi yang berikut ini adalah orang kesayangan, yang kebajikannya tidak sampai terlupa; 11 semuanya tetap tinggal pada keturunannya sebagai warisan baik yang berasal dari mereka. 12 Keturunannya tetap setia kepada perjanjian-perjanjian, dan anak-anak merekapun demikian pula keadaannya. 13 Keturunan mereka akan tetap tinggal untuk selama-lamanya, dan kemuliaannya tidak akan dihapus. 14 Dengan tenteram jenazah mereka ditanamkan, dan nama mereka hidup terus turun-temurun. 15 Bangsa-bangsa bercerita tentang kebijaksanaannya, dan pujian mereka diwartakan jemaah. Demikianlah sabda Tuhan. Syukur kepada Allah.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (13:16-17)
16 Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. 17 Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya. Demikianlah Injil Tuhan, Terpujilah Kristus.
Renungan
Renungan
Manakala kita merasa dirugikan atau dipersembahkan, kita akan cepat mengambil tindakan yang kita pandang sepadan. Pertimbangan kita pun sering dipengaruhi hal-hal yang kita pandang besar atau berpengaruh. Maka, dapat dimengerti bahwa pegawai dalam kutipan Injil tadi meminta persetujuan tuan atau pemilik ladang untuk mengambil tindakan yang dipandang mujarab guna mencegah kemungkinan rugi sejak awal. Keyakinannya: tindakan tepat yang diambil dengan cepat akan menghindarkan kerugian. Jawaban pemilik ladang mengejutkan kita sebab dia memilih menunda mengambil tindakan kendati keputusan itu bisa
dipandang dapat merugikan. Untuk bisa mengambil suatu keputusan - apalagi yang berkenaan dengan banyak pihak - beberapa pertimbangan yang matang perlu dicermati. Kita diingatkan bahwa dasar pertimbangan bukan saja hal-hal besar, tetapi
juga hal yang tampakanya kecil sekali. Risiko sekecil apa pun kadang-kadang perlu diperhitungkan.
Yesus menuntut kita berhati-hati dan teliti, dan memikirkan juga akibat samping. Mencabut lalang, tidak sedikit pun salah. Tetapi, dengan mencabut lalang, jangan-jangan ada gandum yang tercabut atau minimal pertumbuhannya akan terganggu. Kita mesti bijak dan hati-hati; tidak silau oleh hal-hal yang besar saja dan tidak meremehkan yang kecil.
Renungan diambil dari Ziarah Batin 2008, Penerbit Obor
-glenX-
July 26, 2008, 15:32
Minggu, 27 Juli 2008
Hari Minggu Biasa XVII
Bacaan I : 1Raj 3:5.7-12
Bacaan II : Rm 8:28-30
Bacaan Injil : Mat 13:44-46
Bacaan I, II, dan Injil silahkan klik disini atau ke thread Diskusi dan Merenungkan Bacaan Harian (http://forum.wgaul.com/showpost.php?p=3630084&postcount=24)
Doa Pengantar:
Allah Bapa yang murah, kami berterimakasih pada-Mu, karena seperti halnya Engkau memberi kebijaksanaan pada Salomo, demikianlah kini Engkau menjadikan hidup kami begitu indah, para sahabat yang mendukung dan menerima kami, tanda cinta-Mu dalam roti ekaristi yang mengikat kami sebagai saudara seiman. Bekal inilah yang membuat kami yakin akan mampu melaksanakan tugas perutusan-Mu, membagikan cinta pada sesama yang kami layani. Demi Kristus, Tuhan, dan pengantara kami. Amin.
Renungan
Kita adalah makhluk pencari. Ada orang yang mencari harta dan yang lain mencari nama atau pengaruh. Ada yang mencari kekuasaan dan ada yang mencari popularitas. Kita mencari apa saja yang dapat membuat kita bahagia.
Kristus pun mengajak dan mendorong kita untuk melakukan pencarian sebagaimana diungkapkan Injil. Ia mencintai bahkan orang yang melakukan pencarian di tempat yang salah dan dalam waktu yang salah, tetapi Ia juga menunjukkan bagaimana mencari yang benar, di tempat yang benar, dan pada waktu yang benar pula.
Kita mesti menetapkan pilihan yang benar dalam pencarian kita seperti Salomo mencari kebijaksanan atau seperti pencari harta mahal yang melepaskan harta yang sudah cukup mahal untuk menemukan harta yang lebih mahal dan bermakna.
Kita mesti melakukan pencarian dengan setia dan penuh keyakinan. Tugas kita bukanlah pertama-tama menjadi orang sukses. Bahkan, tugas utama kita bukanlah memastikan agar terpenuhilah tugas kita secara sempurna karena dilihat dari hasilnya. Yang paling mendasar ialah bahwa kita melaksanakan pencarian itu sebaik mungkin, pada saat yang benar dan di tempat yang benar.
Ya Tuhan, Engkau telah menciptakan diriku dengan sempurna dan menghendaki agar kembali kepada-Mu dalam kesempurnaan. Bimbinglah aku untuk tidak berhenti mencari kebaikan dan mutiara hidup yang Engkau sediakan bagiku sejak dulu. Amin
Renungan diambil dari Ziarah Batin 2008, Penerbit Obor
-glenX-
July 28, 2008, 03:54
Senin, 28 Juli 2008
Hari Biasa
"Kita harus menjadi pemain dan memainkan peranan kita dengan sebaik-baiknya"
Bacaan I :
Pembacaan dari Kitab Nabi Yeremia (13:1-11)
13:1 Beginilah firman TUHAN kepadaku: "Pergilah membeli ikat pinggang lenan,
ikatkanlah itu pada pinggangmu, tetapi jangan kaucelupkan ke dalam air!" 2 Maka aku membeli ikat pinggang seperti yang difirmankan TUHAN, lalu mengikatkannya pada pinggangku. 3 Sesudah itu datanglah firman TUHAN kepadaku untuk kedua kalinya, bunyinya: 4 "Ambillah ikat pinggang yang telah kaubeli dan yang sekarang pada pinggangmu itu! Pergilah segera ke sungai Efrat untuk menyembunyikannya di sana di celah-celah bukit batu!" 5 Maka pergilah aku, lalu menyembunyikannya di pinggir sungai Efrat seperti yang diperintahkan TUHAN kepadaku. 6 Sesudah beberapa waktu lamanya, berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Pergilah segera ke sungai Efrat mengambil dari sana ikat pinggang yang Kuperintahkan kausembunyikan di sana!" 7 Maka pergilah aku ke sungai Efrat, lalu aku menggali dan mengambil ikat pinggang itu dari tempat aku menyembunyikannya, tetapi ternyata ikat pinggang itu sudah lapuk, tidak berguna untuk apa pun. 8 Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku. 9 "Beginilah firman TUHAN: Demikianlah Aku akan menghapuskan kecongkakbongakan Yehuda dan Yerusalem. 10 Bangsa yang jahat ini, yang enggan mendengarkan perkataan-perkataan-Ku, yang mengikuti kedegilan hatinya dan mengikuti allah lain untuk beribadah dan sujud menyembah kepada mereka, akan menjadi seperti ikat pinggang ini yang tidak berguna untuk apa pun. 11 Sebab seperti ikat pinggang melekat pada pinggang seseorang, demikianlah tadinya segenap kaum Israel dan segenap kaum Yehuda Kulekatkan kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN, supaya mereka itu menjadi umat, menjadi ternama, terpuji dan terhormat bagi-Ku. Tetapi mereka itu tidak mau mendengar."
Bacaan Injil : Mat 13:31-35
31 Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya:
"Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang
di ladangnya. 32 Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya." 33 Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya." 34 Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatu pun tidak disampaikan-Nya kepada mereka, 35 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: "Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan.
Renungan
Ada orang yang mudah dikenal dan pengaruhnya cepat diakui. Mereka menjadi pokok pemberitaan media massa atau tokoh pada pertemuan formal dan informal. Dan cepat menjadi selebritis. Banyak juga orang yang berbuat baik, tetapi tidak mendapat tanggapan atau reaksi publik. Mereka tidak pernah muncul dengan kegemerlapan, namun pengabdian dan pokok pikirannya mengubah banyak hal demi kebaikan. Mereka adalah para guru yang dikenal sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, atau mungkin para serdadu yang gugur di medan tempur tanpa prasasti.
Yesus mengingatkan kita untuk memainkan peran dan pengaruh kita tidak pertama-tama dengan gembar-gembor. Pengaruh itu tidak mesti cepat kelihatan; mungkin amat lambat dan bahkan seperti bergeming, namun dalam kurun waktu tertentu memberi pengaruh seperti ragi yang menjadikan adonan khamir.
Ada manusia yang selalu kelihatan di atas panggung dan ada orang yang selalu di belakang panggung. Peranan mana pun yang kita miliki, kiranya satu hal ditandaskan oleh Yesus bahwa kita tidak pernah boleh menjadi penonton. Kita mesti menjadi pemain dan memainkan peranan kita dengan sebaik-baiknya.
Ya Allah, bimbinglah aku mengerti rahasia-Mu dan memasukinya dengan hati yang pasrah. Jadilah kekuatanku untuk tetap berbuat yang terbaik sesuai dengan tugas dan anugerah yang Engkau berikan kepadaku. Amin.
Renungan diambil dari Ziarah Batin 2008, Penerbit Obor
-glenX-
July 28, 2008, 15:22
Selasa, 29 Juli 2008
Peringatan Wajib Santa Maria dan Lazarus sahabat Tuhan
Doa Pengantar,
Allah yang mahabaik, dengan murah hati Engkau memberi segala yang kami perlukan, agar kami merasakan kepenuhan hidup. Hadirlah di tengah kami, maka rasa gembira kami akan kami bagikan kepada sesama. Bersama Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Pembacaan dari Surat Pertama Yohanes (4:7-16)
7 Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. 8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. 9 Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. 10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. 11 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi. 12 Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. 13 Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya. 14 Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. 15 Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. 16 Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.
Demikianlah Sabda Tuhan, Syukur kepada Allah.
Pilihan 1:
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (1:19-27)
19 Inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: "Siapakah engkau?" 20 Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: "Aku bukan Mesias." 21 Lalu mereka bertanya kepadanya: "Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?" Dan ia menjawab: "Bukan!" "Engkaukah nabi yang akan datang?" Dan ia menjawab: "Bukan! 22 Maka kata mereka kepadanya: "Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?" 23 Jawabnya: "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya." 24 Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi. 25 Mereka bertanya kepadanya, katanya: "Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?" 26 Yohanes menjawab mereka, katanya: "Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, 27 yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak."Demikianlah Injil Tuhan, Terpujilah Kristus.
atau Pilihan 2:
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (10:38-42)
38 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. 39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya. 40 sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku." 41 Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, 42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."Demikianlah Injil Tuhan, Terpujilah Kristus.
Renungan
Kita dapat memberi alasan apa saja atas perbuatan atau tindakan kita. Argumentasi kita begitu meyakinkan dan orang pun termangu-mangu karena takjub akan alur pemikiran dan logika yang kita gunakan. Namun, akhir dari suatu proses hiduplah yang memberikan jawaban dan bukti yang meyakinkan. Yesus memberikan kalimat jitu, "Siapa bertelinga hendaklah mendengar" (Mat 13:43).
Akhirnya, terpulang kepada masing-masing pribadi. Apa saja dapat dikatakan orang tentang dirinya sendiri dan tentang orang lain. Beragam alasan dan jawaban yang tampaknya canggih dapat disajikan untuk meyakinkan orang. Namun, pada akhirnya, kebenaran dan kesejatian akan muncul, kendati proses untuk itu memakan waktu sangat banyak.
Mendengar bukan saja menangkap apa yang dikatakan orang dengan kata-kata atau uraian argumentasi. Mendengar untuk mendapat dan menangkap makna sejati adalah kesiapan dan kesanggupan untuk mencermati apa yang disampaikan oleh gerakan dan bahasa tubuh, dan membaca apa yang tersirat dengan teliti dan dengan hati.
Mendengar seperti itu membawa kita pada pengertian yang mendalam dan akhirnya membawa kita kepada inti pencarian kita masing-masing.
Ya Allah, Engkau mengundang manusia ke dalam kerajaan-Mu dan memanggil setiap manusia menyampaikan Warta Gembira-Mu yang membebaskan. Mampukanlah aku mendengarkan suara-Mu di dalam hatiku. Amin.
Renungan diambil dari Ziarah Batin 2008, Penerbit Obor
R E D
July 29, 2008, 04:09
Jadilah Engkau Rumah Kediamanku
Tuhan,
betapa aku rindu
tersembunyi dalam diri-Mu.
Di dunia ini aku terbuang.
Semua bergoyang.
Hanya dingin aku rasakan.
Pada semuanya diriku kuserahkan
tanpa perlindungan.
Aku seakan taku punya rumah kediaman
Tiada tanah tempat berpihak bagi kakiku
Tiada atap untuk bernaung di atas kepalaku
Tiada dinding perlindungan yang mengelilingiku.
Aku berseru kepada-Mu, Tuhan
Jadilah Engkau pijakan kakiku
Jadilah Engkau atap naunganku
Jadilah Engkau tembok keamananku
Ya Tuhan, jadilah Engkau rumah kediamanku
disini, sekarang dan sepanjang umur hidupku.
Diterjemahkan dari: Anton Rotzetter
Ich schrei zu Dir, dlm: Gerborgen in deinem Licht
hlm 117
-glenX-
July 30, 2008, 03:53
Rabu, 30 Juli 2008
Hari Biasa
Bacaan I : Yer 15:10.16-21
10 Celaka aku, ya ibuku, bahwa engkau melahirkan aku, seorang yang menjadi
buah perbantahan dan buah percederaan bagi seluruh negeri. Aku bukan orang yang
menghutangkan ataupun orang yang menghutang kepada siapa pun, tetapi mereka
semuanya mengutuki aku.16 Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam. 17 Tidak pernah aku duduk beria-ria dalam pertemuan orang-orang yang bersenda gurau; karena tekanan tangan-Mu aku duduk sendirian, sebab Engkau telah memenuhi aku dengan geram. 18 Mengapakah penderitaanku tidak berkesudahan, dan lukaku sangat payah, sukar disembuhkan? Sungguh, Engkau seperti sungai yang curang bagiku, air yang tidak dapat dipercayai. 19 Karena itu beginilah jawab TUHAN: "Jika engkau mau kembali, Aku akan mengembalikan engkau menjadi pelayan di hadapan-Ku, dan jika engkau mengucapkan apa yang berharga dan tidak hina, maka engkau akan menjadi penyambung lidah bagi-Ku. Biarpun mereka akan kembali kepadamu, namun engkau tidak perlu kembali kepada mereka. 20 Terhadap bangsa ini Aku akan membuat engkau sebagai tembok berkubu dari tembaga; mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk menyelamatkan dan melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN. 21 Aku akan melepaskan engkau dari tangan orang-orang jahat dan membebaskan engkau dari genggaman orang-orang lalim.
Bacaan Injil : Mat 13:44-46
44 "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. 45 Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. 46 Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu." 47 "Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan. 48 Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang
Renungan
Manusia memang kadang-kadang sangat paradoksal. Dari satu segi ingin berubah demi kebaikan, tetapi dari segi lain, betapa sulitnya manusia melakukan perubahan itu.
Orang bukan saja ingin mempertahankan jabatan atau kedudukannya, malah tempat duduk dan barang yang biasa digunakannya pun sulit dilepaskan. Ada semacam kencendrungan manusia untuk melekat pada apa yang pernah dihargainya, dimilikinya, apalagi yang dinikmatinya.
Manusia juga sering harus melepaskan hal-hal yang dipandang sudah melekat dan nikmat untuk sesuatu yang lebih besar, berarti, dan mahal. Namun, selain keberanian, untuk bisa melaksanakan perubahan itu kadang-kadang terlalu banyak tawar-menawar dan kalkulasi.
Yesus mengingatkan bahwa untuk mendapat sesuatu yang lebih berharga, mulia, dan benar, kita harus juga berani mengorbankan dan melepaskan apa yang kita pandang sangat berharga selama ini. Keputusan harus diambil untuk bisa meraih hasil, keadaan, dan posisi yang jauh lebih baik.
Dapatkah prinsip itu kita kenakan bagi perjalanan dan perkembangan hidup rohani kita masing-masing: senantiasa berubah untuk mencapai yang terbaik yang disediakan Tuhan.
Ya Tuhan, Engkau menunjukkan bahwa aku harus mengubah sikap dan perilaku agar dapat meraih anugerah-Mu. Kuatkanlah aku agar tetap tekun dan teguh memandang kepada-Mu. Amin.
Renungan diambil dari Ziarah Batin 2008, Penerbit Obor
-glenX-
July 30, 2008, 15:43
Kamis, 31 Juli 2008
Peringatan Wajib Santo Ignatius dari Loyola
Doa Pengantar:
Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghendaki Gereja-Mu berdiri kokoh, itu hanya mungkin kalau dipersiapkan dengan doa. Bersama Santo Ignatius berilah kami cinta dan rahmat-Mu ya Tuhan, semoga hidup rohani yang kami bangun atas dasar iman para rasul dan diterpa oleh suka-duka harian ini dapat menjadi naungan yang menyejukkan hati, terutama bagi mereka yang kehilangan arah dan pegangan hidup. Tuhan, jadikanlah kami pembawa terang-Mu. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Santo Ignatius, doakanlah kami.
Pembacaan dari Kitab Nabi Yeremia (Yer 18:1-6)
18:1 Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia, bunyinya: 2 "Pergilah dengan segera ke rumah tukang periuk! Di sana Aku akan memperdengarkan perkataan-perkataan-Ku kepadamu." 3 Lalu pergilah aku ke rumah tukang periuk, dan kebetulan ia sedang bekerja dengan pelarikan. 4 Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya. 5 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, bunyinya: 6 "Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel! Demikianlah Sabda Tuhan, Syukur kepada Allah.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (13:47-53)
47 Yesus bersabda, "Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan. 48 Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang. 49 Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, 50 lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. 51 Mengertikah kamu semuanya itu?" Mereka menjawab: "Ya, kami mengerti." 52 Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya." 53 Setelah Yesus selesai menceriterakan perumpamaan-perumpamaan itu, Ia pun pergi dari situ. Inilah Injil Tuhan kita! SabdaMu sungguh mengagumkan!
Renungan
Perjalanan manusia untuk menjadi sesama umat Allah mengalami pasang surut. Kadang-kadang manusia tampak bersatu. Dan pada saat itu, pengharapan akan damai bersemi. Kadang-kadang pengharapan itu serasa hendak sirna karena manusia saling memusuhi, menaklukkan, dan membunuh. Perang, di mana pun, selalu memakan banyak korban, termasuk mereka yang tidak bersalah.
Kita sering mendengungkan persaudaraan sejati di kalangan umat manusia, namun berita serta fakta perpecahan dan perselisihanlah yang lebih sering memenuhi lembaran surat kabar dan pemberitaan media elektronik.
Bacaan hari ini memberikan pengharapan kepada kita bahwa kelak semua bangsa akan dipersatukan bagaikan berbagai jenis ikan yang terkumpul dalam pukat. Ada pengharapan bahwa manusia dari segala bangsa dan bahasa akan menjadi satu. Kita mesti terus berusaha!
Sebenarnya, persatuan dan damai itu bukan sesuatu yang mustahil. Damai dan persaudaraan itu dapat menjadi kenyataan manakala manusia tidak mau menang sendiri dan memaksakan kehendaknya. Persaudaran sejati akan menjadi kenyataan bila orang berusaha memenuhi kriteria yang ditentukan oleh Allah dan bukan yang ditentukan oleh diri sendiri atau sesuai selera dan kebutuhan sesaat.
Ya Allah, Engkau menghendaki agar umat manusia menjadi satu sebagaimana Engkau dan Putra-Mu satu adanya. Beranikanlah aku memajukan kesatuan dengan saling mendengar dan jauh dari keinginan untuk menang sendiri. Amin.
Renungan diambil dari Ziarah Batin 2008, Penerbit Obor
-glenX-
July 31, 2008, 14:41
Jumat, 01 Agustus 2008
Peringatan Wajib Santo Alfonsus Maria de Liguori, Uskup-Pujangga Gereja
JUMAT PERTAMA DALAM BULAN
Pembacaan dari Kitab Nabi Yeremia (26:1-9)
1 Pada permulaan pemerintahan Yoyakim, anak Yosia raja Yehuda, datanglah firman ini dari TUHAN, bunyinya:http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif 2 Beginilah firman TUHAN: "Berdirilah di pelataran rumah TUHAN dan katakanlah kepada penduduk segala kota Yehuda, yang datang untuk sujud di rumah TUHAN, segala firman yang Kuperintahkan untuk kaukatakan kepada mereka. Janganlah kaukurangi sepatah katapun!http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif 3 Mungkin mereka mau mendengarkan dan masing-masing mau berbalik dari tingkah langkahnya yang jahat, sehingga Aku menyesal akan malapetaka yang Kurancangkan itu terhadap mereka oleh karena perbuatan-perbuata mereka yang jahat.http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif 4 Jadi katakanlah kepada mereka: Beginilah firman TUHAN: Jika kamu tidak mau mendengarkan Aku, tidak mau mengikuti Taurat-Ku yang telah Kubentangkan di hadapanmu,http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif 5 dan tidak mau mendengarkan perkataan hamba-hamba-Ku, para nabi, yang terus-menerus Kuutus kepadamu, --tetapi kamu tidak mau mendengarkan--http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif 6 maka Aku akan membuat rumah ini sama seperti Silo, dan kota ini menjadi kutuk bagi segala bangsa di bumi."http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif 7 Para imam, para nabi dan seluruh rakyat mendengar Yeremia mengucapkan perkataan-perkataan itu dalam rumah TUHAN.http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif 8 Lalu sesudah Yeremia selesai mengatakan segala apa yang diperintahkan TUHAN untuk dikatakan kepada seluruh rakyat itu, maka para imam, para nabi dan seluruh rakyat itu menangkap dia serta berkata: "Engkau harus mati!http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif 9 Mengapa engkau bernubuat demi nama TUHAN dengan berkata: Rumah ini akan sama seperti Silo, dan kota ini akan menjadi reruntuhan, sehingga tidak ada lagi penduduknya?" Dan seluruh rakyat berkumpul mengerumuni Yeremia di rumah TUHAN.http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gifDemikianlah Sabda Tuhan, Syukur kepada Allah.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Santo Matius (13:54- 58)
54 Setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: "Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu?http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif 55 Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif 56 Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?"http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif 57 Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya."http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif 58 Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ. Demikianlah Injil Tuhan, Terpujilah Kristus.
Renungan
Seorang ibu di suatu tempat dikenal jarang ke gereja dan berdoa. Dia juga di kenal sebagai orang yang pelit, tidak suka menolong sesama dan ‘tidak gaul'. Namun kini, ia rajin ke gereja setiap hari. Ia juga menunjukkan keramahan kepada siapa pun. Ia benar-benar ingin mengubah hidupnya menjadi lebih baik. Namun, tetangga dan teman-temannya tidak serta-merta bergembira dan bersyukur atas perubahan hidupnya. Mereka menaruh curiga terhadap perubahan hidupnya dan berpikir: jangan-jangan dia ada maksud lain. Mereka sulit percaya bahwa ada orang yang bisa berubah dan bertobat.
Menjadi orang baik tidaklah dengan sendirinya langsung ditanggapi positif oleh orang-orang sekitar. Maksud baik seseorang tidak serta-merta dianggap sebagai murni bentuk pertobatan. Namun, itulah risiko yang harus dihadapi selama transisi antara meninggalkan kebiasan lama dan menjalani kebiasaan baru.
Yesus ditolak di tempat asal-Nya. Ia tidak diterima karena semua orang mengenal kehidupan-Nya sejak kecil. Mereka tidak bisa menerima bahwa orang yang mereka kenal adalah seorang nabi. Yesus tahu dan menyadari keadaan itu, tetapi Dia tetap berkarya.
Bagaimana sikap kita terhadap sesama kita yang bertobat? Apakah kita gampang membicarakan sesama kita? Marilah kita mengubah diri.
Ya Yesus, kuatkanlah semua orang yang ingin kembali ke jalan yang benar. Amin.
copyright Ziarah Batin 2008, Penerbit Obor
-glenX-
August 04, 2008, 05:20
Sabtu, 02 Agustus 2008
Hari Biasa
Bacaan I : Yer 26:11-16.24
Bacaan Injil : Mat 14:1-12
Pembacaan dari Kitab Nabi Yeremia (26:11-16.24)
11 Kemudian berkatalah para imam dan para nabi itu kepada para pemuka dan kepada seluruh rakyat itu, katanya: "Orang ini patut mendapat hukuman mati, sebab ia telah bernubuat tentang kota ini, seperti yang kamu dengar dengan telingamu sendiri." 12 Tetapi Yeremia berkata kepada segala pemuka dan kepada seluruh rakyat itu, katanya: "Tuhanlah yang telah mengutus aku supaya bernubuat tentang rumah dan kota ini untuk menyampaikan segala perkataan yang telah kamu dengar itu. 13 Oleh sebab itu, perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu, dan dengarkanlah suara TUHAN, Allahmu, sehingga TUHAN menyesal akan malapetaka yang diancamkan-Nya atas kamu. 14 Tetapi aku ini, sesungguhnya, aku ada di tanganmu, perbuatlah kepadaku apa yang baik dan benar di matamu. 15 Hanya ketahuilah sungguh-sungguh, bahwa jika kamu membunuh aku, maka kamu mendatangkan darah orang yang tak bersalah atas kamu dan atas kota ini dan penduduknya, sebab TUHAN benar-benar mengutus aku kepadamu untuk menyampaikan segala perkataan ini kepadamu." 16 Lalu berkatalah para pemuka dan seluruh rakyat itu kepada imam-imam dan nabi-nabi itu: "Orang ini tidak patut mendapat hukuman mati, sebab ia telah berbicara kepada kita demi nama TUHAN, Allah kita." 24 Tetapi Yeremia dilindungi oleh Ahikam bin Safan, sehingga ia tidak diserahkan ke dalam tangan rakyat untuk dibunuh. L. Demikianlah Sabda Tuhan, U. Syukur kepada Allah.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (14:1-12)
1 Pada masa itu sampailah berita-berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah. 2 Lalu ia berkata kepada pegawai-pegawainya: "Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya." 3 Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya. 4 Karena Yohanes pernah menegornya, katanya: "Tidak halal engkau mengambil Herodias!" 5 Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut akan orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi. 6 Tetapi pada hari ulang tahun Herodes, menarilah anak perempuan Herodias di tengah-tengah mereka dan menyukakan hati Herodes, 7 sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya. 8 Maka setelah dihasut oleh ibunya, anak perempuan itu berkata: "Berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam." 9 Lalu sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya. 10 Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara 11 dan kepala Yohanes itupun dibawa orang di sebuah talam, lalu diberikan kepada gadis itu dan ia membawanya kepada ibunya. 12 Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil mayatnya dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahukannya kepada Yesus. I. Demikianlah Injil Tuhan, U. Terpujilah Kristus
Renungan
Di negara kita pernah muncul istilah korupsi berjamaah. Artinya, korupsi yang dilakukan oleh seseorang dengan melibatkan banyak orang. Dengan cara ini, korupsinya aman dan tak mungkin dilacak. Bahkan, muncul istilah berbagi rezeki dengan sesama. Tentunya hal ini tidak sejalan dengan iman kita. Bacaan hari ini mengingatkan kita akan hal itu.
Yohanes adalah nabi yang berani menyuarakan kebenaran. Ia seperti Nabi Yeremia yang diceritakan pada bacaan pertama hari ini. Risiko yang dihadapi kedua nabi itu sama. Mereka ditolak oleh bangsanya sendiri. Yohanes malahan mati sebagai orang terpenjara, tertindas, dan menjadi korban kesewenang-wenangan serta keisengan penguasa. Ia menjadi korban nafsu balas dendam.
Apa yang dialami Yohanes terjadi pula pada Yesus yang mati melalui jalan yang tak adil dan secara hina di kayu salib. Namun, ternyata kematian orang benar tidaklah sia-sia. Kematian Yesus membawa keselamatan bagi manusia.
Beranikah kita mengikuti teladan Yohanes dan Yesus dalam kehidupan kita? Beranikah kita melawan arus dengan menolak perbuatan jahat?
Ya Yesus, kuatkanlah aku orang yang lemah ini dalam menyuarakan kebenaran-Mu. Amin.
copyright Ziarah Batin 2008, Penerbit Obor
-glenX-
August 04, 2008, 05:46
Minggu, 03 Agustus 2008
Hari Minggu Biasa XVIII
Bacaan I : Yes 55:1-3
Bacaan II : Rm 8:35.37-39
Bacaan Injil : Mat 14:13-21
Doa Pengantar:
Tuhan Yesus Kristus, Engkau bersabda: "Manusia hidup, bukan saja dari makanan, melainkan juga dari setiap sabda Allah". Kami sudah mendengarkan firman-Mu. Kini bantulah kami mewujudkan sabda itu agar membuat sesama kami gembira. Berilah kami rahmat secukupnya, agar pantas menjadi duta cinta dan pembawa harapan. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
Renungan
Yesus mengajak kita untuk bersikap solider. Artinya, kita diajak untuk mau berbagi dengan sesama kita. Kita harus berani mengambil risiko seperti para rasul yang hanya memiliki lima roti dan dua ekor ikan. Kerelaan berbagi merupakan suatu sikap iman yang dituntut Yesus. Tentu saja berbagi bukan hanya harta yang kita miliki, yang berasal dari kelebihan kita. Berbagi berarti berbagi hidup. Kita harus berani berbagi kesempatan dengan sesama kita untuk mencapai kesejahteraan bersama. Tidak mengejar kepentingan sendiri. Membuang sampah pada tempatnya dan mengelola sampah juga merupakan wujud berbagi kehidupan yang lebih sehat.
Yesus berbagi hidup dengan kita melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Apakah kita rela berbagi seperti teladan Yesus?
Ya Yesus, bukalah mataku akan kebutuhan sesama yang ada di sekitarku. Amin.
(Bacaan Kitab Suci bisa dilihat di thread Diskusi dan Merenungkan Bacaan Mingguan)
copyright Ziarah Batin 2008, Penerbit Obor
-glenX-
August 04, 2008, 05:59
Senin, 04 Agustus 2008
Peringatan Wajib S. Yohanes Maria Vianney
Bacaan I : Yer 28:1-17
Bacaan Injil : Mat 14:13-21
Injil Matius 14:13-21
13 Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka. 14 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit. 15 Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa." 16 Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan." 17 Jawab mereka: "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan. 18 Yesus berkata: "Bawalah ke mari kepada-Ku." 19 Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak. 20 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh. 21 Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.
Renungan
Doa mempunyai kekuatan yang sangat dahsyat. Ketika kita sedang menghadapi kesesakan, doa dapat menjadi sarana untuk melepaskan kita dari kesesakan tersebut. Yesus sendiri selama hidup-Nya tidak pernah lepas dari doa, seperti dalam Injil hari ini: Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri.
Kita sebagai manusia yang lemah juga membutuhkan kekhusyukan dalam berdoa. Bahkan Yesus sendiri pernah mengajarkan kita untuk berdoa di kamar yang tertutup karena Bapa yang ada di tempat tersembunyi akan membalas doa kita (bdk. Mat 6:6). Namun, jika kita berdoa hendaknya jangan mendikte Tuhan dengan keinginan kita yang terlalu duniawi. Dalam doa, kita menyerahkan diri kita seutuhnya ke dalam kuasa dan kehendak Allah.
Ya Yesus, ingatkanlah aku untuk selalu berdoa kepada Dikau, Allah Bapa, dan Roh Kudus. Bukanlah kehendakku yang terjadi, melainkan kehendak-Mulah sehingga segala sesuatu yang terjadi dalam hidupku semata-mata demi kemuliaan nama-Mu. Amin.
copyright Ziarah Batin 2008, Penerbit Obor
-glenX-
August 04, 2008, 15:08
Selasa, 05 Agustus 2008
Hari Biasa
Bacaan I : Yer 30:1-2.12-15.18-22
Bacaan Injil : Mat 14:22-36
Doa Pengantar:
Tuhan Yesus Kristus, seringkali kami takut menghadapi cobaan hidup, dengan berbagai masalah kami. Bimbinglah kami supaya kuat menghadapi segala cobaan gangguan, dalam nama-Mu kami berserah. Dengan adil dan sayang, Engkau membuka tanganMu dan memenuhi keinginan segala makhluk hidup. Berkenanlah menerima niat kami untuk dapat hidup dengan orang kain. Kami percaya semangat ini kami hayati dalam kesatuan dengan hati terdalam Yesus Kristus, Putera-Mu, Tuhan dan pengantara kami.
Injil Matius 14:22-36
22 Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. 23 Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. 24 Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. 25 Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. 26 Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut. 27 Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" 28 Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air." 29 Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. 30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!" 31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?" 32 Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah. 33 Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah." 34 Setibanya di seberang mereka mendarat di Genesaret. 35 Ketika Yesus dikenal oleh orang-orang di tempat itu, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah itu. Maka semua orang yang sakit dibawa kepada-Nya. 36 Mereka memohon supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.
Renungan
Jangan takut! Bacaan Injil hari ini, mengajak kita supaya tidak bimbang, seperti Petrus ketika berjalan diatas air. Ketika Petrus bimbang dan takut mulailah tenggelam. Seringkali kita masih merasa takut, meskipun kita sudah percaya bahwa Yesus selalu bersama kita. Perasaan yang muncul di kehidupan sehari-hari, masih banyak orang bimbang, sudah percaya bahwa Yesus adalah Tuhan juruselamat kita, namun seringkali beberapa orang mempercayai ilmu-ilmu yang tidak berkenan bagi Tuhan.
Percayalah kepada Tuhan, pasrahkan segala masalah kepada Tuhan, karena tidak ada suatu yang mustahil bagi Tuhan.
Tuhan Yesus, kuatkanlah iman aku, supaya tidak bimbang, takut, dan semakin percaya bahwa Engkau penyelamat kami. Amin.
Best Regards,
FLAZZ
-glenX-
August 06, 2008, 10:53
Rabu, 06 Agustus 2008
PESTA YESUS MENAMPAKKAN KEMULIAAN-NYA
Doa Pengantar:
Allah Bapa yang mahamulia, buatlah kami agar bisa melihat kemuliaan-Mu, bantulah kami supaya menjadi tanda kemuliaan-Mu dalam kehidupan sehari-hari. Dialah Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Bacaan Pertama, Pembacaan dari Kitab Daniel (7:9-10.13-14)
9 Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar. 10 suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya; seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab. 13 Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. 14 Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah. Demikianlah Sabda Tuhan. Syukur kepada Allah.
Pembacaan dari surat kedua rasul Petrus (1:16-19)
16 Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya. 17 Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." 18 Suara itu kami dengar datang dari sorga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus. 19 Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu. Demikianlah Sabda Tuhan. Syukur kepada Allah.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (17:1-9)
"Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia."
1 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja. 2 Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang. 3 Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia. 4 Kata Petrus kepada Yesus: "Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." 5 Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia." 6 Mendengar itu tersungkurlah murid-murid-Nya dan mereka sangat ketakutan. 7 Lalu Yesus datang kepada mereka dan menyentuh mereka sambil berkata: "Berdirilah, jangan takut!" 8 Dan ketika mereka mengangkat kepala, mereka tidak melihat seorangpun kecuali Yesus seorang diri. 9 Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka: "Jangan kamu ceriterakan penglihatan itu kepada seorangpun sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati."
Renungan
Pengalaman yang dialami oleh murid-murid Yesus, Petrus, Yakobus, dan Yohanes sungguh berkesan di hati murid-murid Yesus. Bagaimana dengan kita?
Apakah kita bisa memperoleh peristiwa seperti itu? Mengalami pengalaman akan Allah itu mudah, Allah menunjukkan kemuliaan-Nya kepada kita setiap hari dengan keindahan alam di sekitar kita. Inilah Anak yang kukasihi kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia. Dapatkah kita bisa menjadi bintang yang menerangi sesama kita, dalam kasih dan persaudaraan, seperti diungkap di akhir bacaan kedua. Dengan terang kasih-Nya kita percaya bisa menjadi terang dunia. Amin.
Best Regards,
Flazz
-glenX-
August 06, 2008, 14:28
Kamis, 07 Agustus 2008
Hari Biasa
Pembacaan dari Kitab Nabi Yeremia (31:31-34)
“Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.”
Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda,http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN.http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif 33 Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif 34 Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka." Demikianlah Sabda Tuhan, Syukur kepada Allah.
Pendarasan Mazmur: 51:12-15.18-19; R:12a
"Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku! Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku! Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela”
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (16:13-23)
“Engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah”
Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga." Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun bahwa Ia Mesias. Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau." Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia." Demikianlah Injil Tuhan, Terpujilah Kristus
Renungan
Apa jawaban Anda bila pertanyaan Yesus dalam Injil hari ini diajukan kepada Anda? Siapakah Yesus?
Para murid telah lama mengikuti Yesus. Mereka hidup bersama-Nya. Lebih dari orang lain, mereka mendapatkan pengajaran khusus dari Yesus. Mereka juga diutus untuk mendahului Yesus ke kota-kota yang akan dikunjungi-Nya. Kuasa untuk menyembuhkan juga diberikan. Namun, ketika ditanya siapakah Yesus, jawaban mereka jauh dari memuaskan Yesus. Petrus saja yang menjawab dengan tepat. Mengapa para murid tak kunjung paham dan mengerti jati diri Yesus? Para murid sibuk dengan gambaran dan cita-cita mereka sendiri tentang Yesus. Mereka mengharapkan Yesus secara duniawi. Oleh karena itu, mereka tidak mengerti Yesus.
Siapakah Yesus bagi Anda?
Ya Yesus, bantulah aku untuk mengenal-Mu dalam kehidupanku sehari-hari. Amin.
Renungan diambil dari Ziarah Batin 2008, Penerbit Obor
-glenX-
August 07, 2008, 14:34
Jumat, 08 Agustus 2008
Peringatan Wajib Santo Dominikus
Bacaan I : Nah 1:15; 2:2; 3:1-3.6-7
Bacaan Injil : Mat 16:24-28
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Santo Matius (16:24-28)
“Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?”
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya. Inilah Injil Tuhan kita! Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Mengikuti Yesus tidak boleh setengah-setengah. Menjadi pengikut Yesus berarti kita diajak untuk mengikuti jalan hidup Yesus sendiri. Kita merelakan dan menyerahkan hidup kita hanya kepada Yesus.
Melalui cara itu, kita akan mendapatkan hidup dari Yesus sendiri. Hidup yang bersumber dari Yesus adalah hidup dalam kebahagiaan sejati. Kebahagiaan yang boleh dialami bukan hanya di dunia yang bersifat sementara, tetapi juga dialami secara abadi di rumah Bapa.
Karena itu, setiap orang yang mampu mengenal ajakan Yesus untuk mengikuti-Nya pasti dengan rela akan meninggalkan segala-segalanya untuk mengikuti Dia.
Apa yang dimiliki dan dicari di dunia ini tidak sebanding dengan apa yang diperoleh dalam diri Yesus.
Maukah Anda memilih jalan hidup Yesus?
Ya Yesus, bukalah mata hatiku untuk mengenal-Mu dan mengikuti jalan-Mu. Amin.
Renungan diambil dari Ziarah Batin 2008, Penerbit Obor
-glenX-
August 08, 2008, 15:21
Sabtu, 09 Agustus 2008
Hari Biasa
Bacaan I: Hab 1:12-2:4
Mazmur : 9:8-9.10-11.12-13
Bacaan Injil: 17:14-20
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (17:14-20)
"Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini kesana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu."
14 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah, 15 katanya: "Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air. 16 Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya." 17 Maka kata Yesus: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!" 18 Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itupun sembuh seketika itu juga. 19 Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?" 20 Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini kesana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.
Demikianlah Injil Tuhan. Terpujilah Kristus.
Renungan
Menanggapi bacaan Injil Hari Sabtu Pagi ini, sekuat apa iman kita kepada Yesus Kristus? Iman merupakan bagian yang sangat penting dalam Kerajaan Sorga. Tanpa iman tidak ada orang yang bisa mengerjakan rencana-rencana Tuhan. Jika iman kita tidak tumbuh, kita akan mengalami kejenuhan dalam pengharapan kepada Kristus. Dalam Kerajaan Sorga ada 3 hal yang mendasar, yaitu benih, menabur, dan tanah. Apa yang disebut benih atau biji itu? Benih adalah Firman Tuhan. Benih akan tumbuh kalau ditaburkan di atas tanah yang subur. Tanah yang yang subur adalah hati kita.
***
Para murid diberi kuasa oleh Yesus untuk menyembuhkan orang sakit. Namun, mereka tidak mampu menyembuhkan seorang anak yang sakit ayan. Yesus menegur mereka sebagai orang yang kurang iman. Kebersamaan dengan Yesus dan kuasa yang diberikan oleh Yesus memang tidak akan berguna kalau tidak disertai keterbukaan untuk lebih mengenal dan mencintai-Nya. Keterbukaan hati dan kerelaan menyelaraskan hidup dengan Yesus sajalah yang dapat memberikan pertumbuhan iman.
***
Kurang percaya dan kemandekan iman yang dialami para murid dapat terjadi juga pada diri kita. Berbagai sikap dan keengganan kita untuk meningkatkan iman dapat menjadi penghalang dalam usaha untuk semakin mendekati dan percaya kepada Yesus. Kita cepat berpuas diri dengan apa yang telah kita capai. Seharusnya, dari hari ke hari, kita makin membuka diri bagi Allah. Mengasihi Allah lebih dan lebih lagi. Berbagai cara dapat kita lakukan, seperti membaca Kitab Suci, dan buku-buku rohani, mengikuti doa lingkungan/keluarga, serta Ekaristi Kudus dan karya-karya sosial yang semuanya menjadi sarana kita untuk makin mengenal Yesus dan menumbuhkan iman kita.
Yesus, aku tahu Engkau mengasihiku. Bantulah aku untuk makin membuka diri bagi-Mu. Amin.
Renungan sebagian inspired by Flazz dan
sebagian diambil dari Ziarah Batin 2008, - Penerbit Obor
Bagi yang ingin menambahkan renungan lainnya silahkan!
informasi selengkapnya: Private Message Flazz atau melalui Yahoo! Messenger
-glenX-
August 10, 2008, 11:27
Minggu, 10 Agustus 2008
Hari Raya Santa Maria Diangkat ke Surga
Renungan Hari Raya Santa Maria Diangkat ke Surga dapat mengunjungi link berikut ini =>Diskusi KS: Hari Raya Santa Maria diangkat ke Surga (http://forum.wgaul.com/showthread.php?t=74992)
* Renungan Hari Ini *
* Libur *
::v::
-glenX-
August 10, 2008, 13:19
Senin, 11 Agustus 2008
Peringatan Wajib St Klara, Prw
Bacaan I : Yeh 1:2-5.24-2:1a
Mazmur : 148:1-2.11-14
Bacaan Injil : Mat 17:22-27
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (17:22-27)
22 Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia 23 dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan." Maka hati murid-murid-Nya itupun sedih sekali. 24 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum datanglah pemungut bea Bait Allah kepada Petrus dan berkata: "Apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?" 25 Jawabnya: "Memang membayar." Dan ketika Petrus masuk rumah, Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan: "Apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?" 26 Jawab Petrus: "Dari orang asing!" Maka kata Yesus kepadanya: "Jadi bebaslah rakyatnya. 27 Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga."
Demikianlah Injil Tuhan, Terpujilah Kristus.
Renungan
Menjadi batu sandungan berarti menjadi penghalang bagi orang lain untuk mengenal kebenaran. Yesus memecahkan masalah pajak agar tidak menjadi batu sandungan bagi masyarakat.
Sejatinya, dengan menjadi pengikut Yesus, kita tidak boleh menjadi batu sandungan bagi masyarakat. Artinya, hidup seorang pengikut Yesus harus sesuai dengan teladan-Nya. Kita harus hidup dalam kasih persaudaraan kepada siapa pun, bahkan kepada semua ciptaan Allah. Bila kita tidak menyelaraskan perilaku dan tindakan kita dengan iman, kita menjadi batu sandungan bagi orang lain. Kita menghalangi orang lain untuk mengenal Yesus. Bisa jadi orang lalu merasa enggan mencari tahu siapa Yesus karena melihat cara hidup kita. Oleh karena itu, kita harus senantiasa memeriksa diri agar makin serupa dengan cara hidup Yesus sendiri.
Yesus Kristus, Engkau telah mengajarku bagaimana menjadi saksi melalui hidupku. Teguhkanlah aku agar hidupku sungguh-sungguh menjadi tanda kehadiran-Mu yang menyelamatkan. Amin.
Renungan diambil dari Ziarah Batin 2008, Penerbit Obor
-glenX-
August 11, 2008, 14:13
Selasa, 12 Agustus 2008
Hari Biasa
Pembacaan dari Kitab Yehezkiel (Yeh 2:8-3:4)
"Hai anak manusia, makanlah gulungan kitab yang Kuberikan ini kepadamu dan isilah perutmu dengan itu."
8 Engkau, anak manusia, dengarlah apa yang Kufirmankan kepadamu; janganlah memberontak seperti kaum pemberontak ini. Ngangakanlah mulutmu dan makanlah apa yang Kuberikan kepadamu." 9 Aku melihat, sesungguhnya ada tangan yang terulur kepadaku, dan sungguh, dipegang-Nya sebuah gulungan kitab, 10 lalu dibentangkan-Nya di hadapanku. Gulungan kitab itu ditulisi timbal balik dan di sana tertulis nyanyian-nyanyian ratapan, keluh kesah dan rintihan. 1 Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, makanlah apa yang engkau lihat di sini; makanlah gulungan kitab ini dan pergilah, berbicaralah kepada kaum Israel." 2 Maka kubukalah mulutku dan diberikan-Nya gulungan kitab itu kumakan. 3 Lalu firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, makanlah gulungan kitab yang Kuberikan ini kepadamu dan isilah perutmu dengan itu." Lalu aku memakannya dan rasanya manis seperti madu dalam mulutku. 4 Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, mari, pergilah dan temuilah kaum Israel dan sampaikanlah perkataan-perkataan-Ku kepada mereka. Demikianlah Sabda Tuhan, Syukur kepada Allah.
Injil Matius (18:1-5.10.12-14)
1 Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" 2 Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka 3 lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. 4 Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. 5 Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku." 10 Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga. 12 "Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? 13 Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. 14 Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang." Demikianlah Injil Tuhan. Terpujilah Kristus.
Renungan
Biasanya, seorang anak memiliki sikap polos dalam menghadapi berbagai hal. Selain itu, seorang anak juga sederhana. Kepolosan dan kesederhanaan merupakan dua hal yang penting dalam kehidupan seorang anak. Ia percaya sepenuhnya kepada orangtuanya. Oleh karena itu, pendidikan dan pengasuhan yang tepat terhadap seorang anak akan menjadikan anak tersebut tumbuh sebagai seorang pribadi yang dewasa dan matang.
Yesus mengambil contoh seorang anak untuk menjelaskan cara menerima Kerajaan Allah yang diwartakan-Nya. Para murid dan kita juga diminta untuk bersikap polos, sederhana, dan terbuka dalam menerima warta Kerajaan Surga. Melalui sikap seperti kanak-kanak, rahasia Kerajaan Surga dapat ditangkap dengan tepat. Pada gilirannya, kita akan hidup sebagai warga Kerajaan Surga. Hidup kita sejalan dengan nilai-nilai Kerajaan Surga karena kita mau terbuka dan menerimanya seperti seorang anak.
Apakah Anda mau terbuka dan menerima Kerajaan Surga? Relakah Anda mengubah hidup seturut tuntutan Kerajaan Allah?
Ya Bapa, datanglah kerajaan-Mu. Bukalah diriku bagi kerajaan-Mu. Amin.
Renungan diambil dari Ziarah Batin 2008, Penerbit Obor
Mirifica. Situs Resmi KWI
-glenX-
August 12, 2008, 13:18
Rabu, 13 Agustus 2008
Hari Biasa
Ponsianus dan Hipolitus
Pembacaan dari Kitab Yehezkiel 9:1-7.10:18-22)
1 Lalu aku mendengar Dia berseru dengan suara yang nyaring: "Maju ke mari, hai, yang harus menjalankan hukuman atas kota ini! Masing-masing dengan alat pemusnah di tangannya!" 2 Lihat, enam orang laki-laki datang dari jurusan pintu gerbang Atas, yang menghadap ke utara, masing-masing dengan alat pemukul di tangannya. Dan satu orang di antara mereka berpakaian lenan dan di sisinya terdapat suatu alat penulis. Mereka ini masuk dan berdiri di samping mezbah tembaga. 3 Pada saat itu kemuliaan Allah Israel sudah terangkat dari atas kerub, tempatnya semula, ke atas ambang pintu Bait Suci dan Dia memanggil orang yang berpakaian lenan dan yang mempunyai alat penulis di sisinya. 4 Firman TUHAN kepadanya: "Berjalanlah dari tengah-tengah kota, yaitu Yerusalem dan tulislah huruf T pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan di sana." 5 Dan kepada yang lain-lain aku mendengar Dia berfirman: "Ikutilah dia dari belakang melalui kota itu dan pukullah sampai mati! Janganlah merasa sayang dan jangan kenal belas kasihan. 6 Orang-orang tua, teruna-teruna dan dara-dara, anak-anak kecil dan perempuan-perempuan, bunuh dan musnahkan! Tetapi semua orang yang ditandai dengan huruf T itu, jangan singgung! Dan mulailah dari tempat kudus-Ku!" Lalu mereka mulai dengan tua-tua yang berada di hadapan Bait Suci. 7 Kemudian firman-Nya kepada mereka: "Najiskanlah Bait Suci itu dan penuhilah pelataran-pelatarannya dengan orang-orang yang terbunuh. Pergilah!" Mereka pergi ke luar dan memukuli orang-orang sampai mati di dalam kota. 18 Lalu kemuliaan TUHAN pergi dari ambang pintu Bait Suci dan hinggap di atas kerub-kerub. 19 Dan kerub-kerub itu mengangkat sayap mereka, dan waktu mereka pergi, aku lihat, mereka naik dari tanah dan roda-rodanya bersama-sama dengan mereka. Lalu mereka berhenti dekat pintu gerbang rumah TUHAN yang di sebelah timur, sedang kemuliaan Allah Israel berada di atas mereka. 20 Itulah makhluk-makhluk hidup yang dahulu kulihat di bawah Allah Israel di tepi sungai Kebar. Dan aku mengerti, bahwa mereka adalah kerub-kerub. 21 Masing-masing mempunyai empat muka dan bagi masing-masing ada empat sayap dan di bawah sayap mereka ada yang berbentuk tangan manusia. 22 Kelihatannya muka mereka adalah serupa dengan muka yang kulihat di tepi sungai Kebar. Masing-masing berjalan lurus ke mukanya. Demikianlah Sabda Tuhan.
Syukur Kepada Allah.
INJIL MATIUS (18:15-20)
"Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga"
15 Yesus berkata: "Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. 16 Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. 17 Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai. 18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. 19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. 20 Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." Demikianlah Injil Tuhan. Terpujilah Kristus
Renungan
Kita mengenal istilah gosip, obrolan atau omongan yang negatif mengenai orang lain. Kata lain dari gosip adalah pergunjingan. Gosip bisa terjadi juga di dalam kehidupan bersama kita. Entah dengan tetangga atau teman kerja atau juga di paroki kita. Apa saja bisa menjadi gosip.
Membicarakan kekurangan atau kelemahan sesama tanpa kehadirannya tentu tidak akan membawa perubahan pada diri orang yang dibicarakan. Justru, sering kali menjadi berdampak tidak baik dalam menjalin hubungan satu sama lain. Nasihat Yesus hari ini kiranya dapat menjadi pegangan bila kita menghadapi situasi yang tidak mengenakkan dengan sesama kita.
Permasalahan dengan orang lain, siapa pun dia, hendaknya diselesaikan melalui dialog dengan sikap dasar saling percaya. Dengan cara penyelesaian dialog, hasil akhir tentu akan lebih enak dan sesuai dengan semangat kasih persaudaraan.
Bagaimana Anda menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan bersama di lingkungan dan paroki Anda? Apakah warta gembira Injil yang senantiasa menjadi bahan pembicaraan dalam berbagai bentuknya atau malahan gosip?
Ya Yesus, ajarilah aku untuk membangun persaudaraan dengan semangat kasih sejati. Berilah aku keberanian untuk menyelesaikan berbagai permasalahan melalui dialog kasih. Amin.
Renungan diambil dari Ziarah Batin 2008, Penerbit Obor
Mirifica. Situs Resmi KWI
-glenX-
August 13, 2008, 14:49
Kamis, 14 Agustus 2008
PERINGATAN WAJIB SANTO MAXIMILIANUS MARIA KOLBE
Bacaan I: Yeh 12:1-12
Bacaan Injil: Mat 18:21-19:1
Pembacaan dari kitab Yehezkiel (12:1-12)
"Aku menjadi lambang bagimu; seperti yang kulakukan ini begitulah akan berlaku kepada mereka: sebagai orang buangan mereka akan pergi ke pembuangan."
1 Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku:: 2 "Hai anak manusia, engkau tinggal di tengah-tengah kaum pemberontak, yang mempunyai mata untuk melihat, tetapi tidak melihat dan mempunyai telinga untuk mendengar, tetapi tidak mendengar, sebab mereka adalah kaum pemberontak. 3 Maka engkau, anak manusia, sediakanlah bagimu barang-barang seorang buangan dan berjalanlah seperti seorang buangan pada siang hari di hadapan mata mereka; pergilah dari tempatmu sekarang ke tempat yang lain seperti seorang buangan di hadapan mata mereka. Barangkali mereka akan insaf bahwa mereka adalah kaum pemberontak. 4 Bawalah barang-barangmu itu ke luar seperti barang-barang seorang buangan pada siang hari di hadapan mata mereka; dan engkau sendiri harus keluar pada malam hari di hadapan mata mereka, seperti seorang yang harus keluar dan pergi ke pembuangan. 5 Di hadapan mata mereka perbuatlah sebuah lobang di tembok dan keluarlah dari situ. 6 Di hadapan mata mereka taruhlah barang-barangmu ke atas bahumu, dan bawalah itu ke luar pada malam gelap; engkau harus menutupi mukamu, sehingga engkau tidak melihat tanah; sebab Aku membuat engkau menjadi lambang bagi kaum Israel." 7 Lalu kulakukan seperti diperintahkan kepadaku: aku membawa pada siang hari barang-barang seperti barang-barang seorang buangan dan pada malam hari aku membuat dengan tanganku sebuah lobang di tembok, pada malam gelap aku keluar dan di hadapan mata mereka aku menaruh barang-barangku ke atas bahuku. 8 Pada hari besoknya datanglah firman TUHAN kepadaku: 9 "Hai anak manusia, bukankah ditanya oleh kaum Israel, kaum pemberontak itu kepadamu: Apakah yang kaulakukan ini? 10 Katakanlah kepada mereka: beginilah firman Tuhan ALLAH: Ucapan ilahi ini mengenai raja di Yerusalem dan seluruh kaum Israel yang tinggal di sana. 11 Katakanlah: Aku menjadi lambang bagimu; seperti yang kulakukan ini begitulah akan berlaku kepada mereka: sebagai orang buangan mereka akan pergi ke pembuangan. 12 Dan raja yang di tengah-tengah mereka akan menaruh barang-barangnya ke atas bahunya pada malam gelap dan akan pergi ke luar; orang akan membuat sebuah lobang di tembok supaya ada baginya jalan keluar; ia akan menutupi mukanya supaya ia tidak akan melihat tanah itu. Demikianlah Sabda Tuhan, Syukur kepada Allah.
INJIL MATIUS (18:21-19:1)
" Sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku? "
Sekali peristiwa, datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya." Demikianlah Injil Tuhan, Terpujilah Kristus.
Renungan
Bicara soal pengampunan, sebenarnya kita bicara mengenai kasih Allah. Karena kasih-Nya, Allah mengampuni kita tanpa batas seperti ditegaskan oleh Yesus dalam perumpamaan hari ini. Pengampunan dari Allah itulah yang harus menjadi dasar pengampunan kita akan kesalahan sesama terhadap kita.
Kita harus rela mengampuni dan memberikan belas kasih Allah yang telah kita terima dari-Nya tanpa batas dan pamrih.
Memaafkan dan mengampuni memang berat. Namun, pengalaman pengampunan, terutama dalam Sakramen Tobat, dapat memberikan keberanian kepada kita untuk memaafkan dan mengampuni sesama kita. Maukah kita menerima Sakramen Tobat secara rutin dan lebih sering?
Ya Bapa, ajarilah aku mengampuni sesama, seperti Engkau telah mengampuni kesalahan dan dosaku. Amin.
Renungan diambil dari Ziarah Batin 2008, Penerbit Obor
Mirifica. Situs Resmi KWI
-glenX-
August 14, 2008, 16:31
Jumat, 15 Agustus 2008
Hari Biasa
Bacaan Pertama: (Yeh 16:1-15.60.63)
INJIL: MATIUS (Mat 19:3-13)
" Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
3 Pada suatu ketika orang-orang Farisi kepada Yesus untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: "Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?"http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif 4 Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif 5 Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif 6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif Mat 7 Kata mereka kepada-Nya: "Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?"http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif 8 Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif 9 Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah."http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif10 Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin."http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif 11 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja.http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif 12 Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti."http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif 13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. Demikianlah Injil Tuhan, Terpujilah Kristus
Renungan
Pernikahan dapat dirumuskan sebagai :"Ikatan cintakasih yang resmi dan tetap antara seorang pria dan wanita yang saling menyerahkan diri guna membangun suatu keluarga". Ikatan cinta kasih berarti bahwa perkawinan tidak dapat dipaksakan, cintakasih akan mengutamakan kepentingan pasangan dan tidak disamakan dengan pemuasan hawa nafsu, sebagai lambang ikatan, suami istri sering mengenakan cincin lambang mata rantai yang melambangkan orang sudah tidak bebas lagi.
Resmi: Cinta kasih antara dua orang dinyatakan secara resmi kepada khalayak ramai. Itu biasanya terjadi melalui pesta pernikahan. Orang yang sudah Katolik pada saat menikah harus menikah secara gerejani. Selama ia tidak menikah secara gerejani, perkawinannya dianggap tidak sah, dan ia tidak diperbolehkan menerima komuni dan sakramen lain seandainya sudah hidup sebagai suami-istri. Jadi dengan kata lain, orang yang saling mencintai, tetapi hubungan mereka belum dinyatakan secara resmi, tidak diperkenankan hidup sebagai suami istri.
Tetap: Perkawinan bukan suatu eksperimen. Orang mengikat diri seumur hidup. Yesus berkata : "apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia." (Mat 19:6). Persatuan tetap itu perlu untuk menjamin perkembangan yang sehat dari anak-anak. Dalam dongeng, ayah atau ibu tiri menjadi sumber penderitaan untuk anak-anak. Jika hidup berumah tangga sudah tidak dapat dipertahankan lagi, suami istri dapat hidup berpisah, namun mereka tetap terikat dan tidak bebas untuk menikah lagi.
Antara seorang pria dan seorang wanita:
Menurut agama Katolik perawinan bersifat monogami. Suami hanya boleh beristeri satu. Alasannya: Dihadapan Allah pria dan wanita sama derajatnya dan cinta sempurna hanya mungkin terjadi antara dua orang.
Sakramen pernikahan mempunyai beberapa implikasi spiritual karena merupakan suatu misteri besar dan rahmat kasih dan Cinta dengan saksi Allah. Cinta kasih antara suami istri dipandang oleh Santo Paulus sebagai lambang persatuan Kristus dengan Gereja. Seperti Kristus mencintai Gereja, sampai rela mengorbankan hidupNya demi keselamatan Gereja, demikian pula suami dan istri harus saling mencintai dan rela mengorbankan segala-galanya (Ef 5:21-33)
Best Regards,
Flazz
-glenX-
August 15, 2008, 13:28
Sabtu, 16 Agustus 2008
Hari Biasa
Stefanus dari Hongaria
Pembacaan dari Kitab Yehezkiel (Yeh 18:1-10.13b.30-32)
" Bertobatlah, supaya kamu hidup! "
1 Datanglah firman TUHAN kepada Yehezkiel: 2 "Ada apa dengan kamu, sehingga kamu mengucapkan kata sindiran ini di tanah Israel: Ayah-ayah makan buah mentah dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu? 3 Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, kamu tidak akan mengucapkan kata sindiran ini lagi di Israel. 4 Sungguh, semua jiwa Aku punya! Baik jiwa ayah maupun jiwa anak Aku punya! Dan orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. 5 Kalau seseorang adalah orang benar dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, 6 dan ia tidak makan daging persembahan di atas gunung atau tidak melihat kepada berhala-berhala kaum Israel, tidak mencemari isteri sesamanya dan tidak menghampiri perempuan waktu bercemar kain, 7 tidak menindas orang lain, ia mengembalikan gadaian orang, tidak merampas apa-apa, memberi makan orang lapar, memberi pakaian kepada orang telanjang, 8 tidak memungut bunga uang atau mengambil riba, menjauhkan diri dari kecurangan, melakukan hukum yang benar di antara manusia dengan manusia, 9 hidup menurut ketetapan-Ku dan tetap mengikuti peraturan-Ku dengan berlaku setia--ialah orang benar, dan ia pasti hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH. 10 Tetapi kalau ia melahirkan seorang anak yang menjadi perampok, dan yang suka menumpahkan darah atau melakukan salah satu dari hal-hal itu. 13b Segala kekejian ini dilakukannya, ia harus mati; darahnya tertimpa kepadanya sendiri. 30 Oleh karena itu Aku akan menghukum kamu masing-masing menurut tindakannya, hai kaum Israel, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bertobatlah dan berpalinglah dari segala durhakamu, supaya itu jangan bagimu menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan kamu ke dalam kesalahan. 31 Buangkanlah dari padamu segala durhaka yang kamu buat terhadap Aku dan perbaharuilah hatimu dan rohmu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel? 32 Sebab Aku tidak berkenan kepada kematian seseorang yang harus ditanggungnya, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Oleh sebab itu, bertobatlah, supaya kamu hidup!" Demikianlah Sabda Tuhan. Syukur kepada Allah.
INJIL MATIUS (19:13-15)
"Biar anak-anak datang kepada-Ku."
13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. 14 Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga." 15 Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ. Inilah Injil Tuhan kita, Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Anak-anak kadang tidak mendapat tempat dalam acara bersama. Anak-anak dianggap mengganggu saja. Namun, dalam perayaan Ekaristi di gereja, anak-anak harus diberi tempat yang layak. Mereka harus dibiasakan sejak dini ikut terlibat dalam Ekaristi. Sikap ini sejalan dengan sikap Yesus dalam Injil hari ini.
Keterlibatan anak-anak sebagai umat pada banyak paroki diwujudkan dalam penerimaan berkat saat komuni. Dengan itu, anak-anak merasa diperhatikan dan berarti. Pengalaman berekaristi ini tentunya diharapkan memberi pengaruh pada hidup selanjutnya.
Kebiasaan pemberian berkat ini kiranya mendapatkan dukungan dari bacaan Injil hari ini. Yesus menerima anak-anak yang dibawa kepada-Nya. Ia memberikan berkat kepada mereka. Ia menegur para rasul agar memiliki sikap seperti anak-anak dalam menerima Kerajaan Surga.
Ya Yesus, berilah aku Roh Kudus untuk membuka hatiku seperti anak-anak dalam menerima Engkau. Amin.
Renungan diambil dari Ziarah Batin 2008, Penerbit Obor
Mirifica. Situs Resmi KWI
-glenX-
August 16, 2008, 14:11
Sabtu-Minggu, 16-17 Agustus 2008
HARI RAYA KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA
BACAAN PERTAMA
Pembacaan dari Kitab Putera Sirakh (10:1-8)
"Para penguasa bertanggung jawab atas rakyatnya."
Seorang penguasa yang bijaksana harus mempertahankan ketertiban pada rakyatnya, dan pemerintahan orang arif adalah teratur. Seperti penguasa bangsa demikianpun para pegawainya, dan seperti pemerintah kota demikian pula semua penduduknya. Raja yang tidak terdidik membinasakan rakyatnya, tetapi sebuah kota sejahtera berkat kearifan para pembesarnya. Di dalam tangan Tuhan terletak kuasa atas bumi, an pada waktunya la mengangkat orang yang serasi atasnya. Di dalam tangan Tiihanlah terletak kemujuran seorang manusia, dan kepada para pejabat dikaruniakan oleh-Nya martabatnya. Hendaklah engkau tidak pernah menaruh benci kepada sesamamu apapun juga kesalahannya, dan jangan berbuat apa-apa terpengaruh oleh nafsu. Kecongkakan dibenci oleh Tuhan maupun oleh manusia, dan bagi kedua-duanya kelaliman adalah salah. Pemerintahan beralih dari bangsa yang satu kepada bangsa yang lain akibat kelaliman, kekerasan dan uang. Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
MAZMUR TANGGAPAN PS. 862
Reff. Kamu dipanggil untuk kemerdekaan; maka abdilah satu sama lain dalam cinta kasih.
1.Ya, Tuhan, aku hendak menyanyikan kasih setia dan hukum-Mu. Aku hendak hidup tanpa cela. Aku hendak hidup dengan suci dalam rumahku, hal-hal yang jahat takkan kuperhatikan.
2. Mataku tertuju kepada rakyatku yang setia, supaya mereka tinggal bersama aku. Orang yang hidup dengan tidak bercela akan mendukung aku.
BACAAN KEDUA
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus (2:13-17)
"Berlakulah sebagai orang yang merdeka. "
Saudara-saudariku yang terkasih, demi Allah, tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang- orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik. Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh. Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalah-gunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan- kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah. Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!
Demikianlah Sabda Tuhan, Syukur kepada Allah
BAIT PENGANTAR INJIL PS. 956
Ref. Alleluya
Berikanlah kepada kaisar yang menjadi hak kaisar dan kepada Allah yang menjadi hak Allah.
INJIL
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (22:15-21)
"Berikanlah kepada kaisar yang menjadi hak kaisar, dan kepada Allah yang menjadi hak Allah"
Sekali peristiwa pergilah orang-orang Farisi; mereka berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan. Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang Herodian bertanya kepada-Nya: "Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka. Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: "Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada kaisar atau tidak?" Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: "Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu." Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya. Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah ini?" Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah." Mendengar itu heranlah mereka dan meninggalkan Yesus lalu pergi.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.
DOA PENGANTAR RENUNGAN:
Tuhan Yesus Kristus, Engkau hadir di tengah kami agar manusia menikmati kemerdekaan dari segala penjajahan dan penindasan. Kami percaya saat inipun Engkau berada di tengah kami, kami kenangkan dan kami syukuri jasa para perintis, pejuang yang melahirkan bangsa dan negara Indonesia ini. Berkat idealisme dan jerih payah merekalah kami dapat menjadi satu bangsa yang berdaulat dan bermartabat. Tuhan, jauhkanlah dari antara kami kedengkian, roh pemecah yang merusak tatanan kedamaian. Terangilah kami dengan Roh Kudus agar hanya mengupayakan kerukunan, mau berkerjasama guna mewujudkan masyarakat yang bermartabat. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
Renungan
Pada perayaan 200 tahun Keuskupan Agung Jakarta tahun lalu, dipilih tema: Makin Setia kepada Iman, Makin Setia kepada Bangsa dan Negara. Melalui tema itu, diharapkan tumbuh kesetiaan kepada iman sekaligus kesetiaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kehidupan bersama dapat makin bertumbuh dalam semangat iman yang sejati.
Perayaan kemerdekaan bangsa kita tahun ini mengajak kita untuk merefleksikan dan merenungkan makna hidup berbangsa dan bernegara. Sudahkah kita ikut serta mewujudkan cita-cita kehidupan bersama? Apakah kita telah ikut secara aktif dalam kehidupan bersama untuk menciptakan kesejahteraan kepada sesama warga bangsa dan negara? Dasar utama keterlibatan kita adalah iman kita. Iman yang benar selalu mendorong kita untuk mewujudnyatakan iman dalam perilaku kita. Kita menerima sesama warga bangsa dan negara dengan penuh kasih. Semua warga bangsa adalah sesama kita yang sedang melakukan peziarahan mencapai tujuan kehidupan yang penuh kasih dan keadilan.
Apa peran Anda dalam perayaan kemerdekaan di tingkat RT/RW Anda? Menurut Anda apa bentuk yang tepat untuk terlibat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai orang yang beriman kepada Kristus?
Ya Yesus, lindungilah bangsa dan negaraku serta jauhkanlah bangsa ini dari berbagai malapetaka dan perpecahan. Doronglah semua warga masyarakat negaraku untuk senantiasa saling memperhatikan dan rela berbagi kehidupan sebagai satu bangsa dan satu negara. Amin.
Mirifica E-News (http://www.mirifica.net/)
-glenX-
August 17, 2008, 14:45
Senin, 18 Agustus 2008
Hari Biasa
Pembacaan dari Kitab Yehezkiel (24:15-24)
15 Datanglah firman TUHAN kepada Yehezkiel: 16 "Hai anak manusia, lihat, Aku hendak mengambil dari padamu dia yang sangat kaucintai seperti yang kena tulah, tetapi janganlah meratap ataupun menangis dan janganlah mengeluarkan air mata. 17 Diam-diam saja mengeluh, jangan mengadakan ratapan kematian; lilitkanlah destarmu dan pakailah kasutmu, jangan tutupi mukamu dan jangan makan roti perkabungan." 18 Pada paginya aku berbicara kepada bangsa itu dan pada malamnya isteriku mati. Pada pagi berikutnya aku melakukan seperti diperintahkan kepadaku. 19 Maka bangsa itu berkata kepadaku: "Tidakkah engkau bersedia memberitahukan kepada kami, apa artinya ini bagi kami, bahwa engkau melakukan demikian?" 20 Lalu kujawab mereka: "Firman TUHAN sudah datang kepadaku: 21 Katakanlah kepada kaum Israel: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sesungguh-sungguhnya Aku akan menajiskan tempat kudus-Ku, kekuasaanmu yang kaubanggakan, kenikmatan bagi matamu dan bagi jiwamu; dan anak-anakmu lelaki dan perempuan yang kamu tinggalkan akan mati rebah oleh pedang. 22 Kamu akan melakukan seperti yang kulakukan: Mukamu tidak akan kamu tutupi dan roti perkabungan tidak akan kamu makan, 23 kepalamu pakai destar dan kakimu pakai kasut; dan kamu tidak akan meratap atau menangis. Tetapi kamu akan hancur lebur dalam hukumanmu, dan kamu akan mengeluh seorang kepada yang lain. 24 Demikianlah Yehezkiel menjadi lambang bagimu; tepat seperti yang dilakukannya kamu akan lakukan. Kalau itu sudah terjadi maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan ALLAH. L. Demikianlah Sabda Tuhan, Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: Ul 32:18-19,20,21
INJIL MATIUS (19:16-22)
"Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."
16 Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" 17 Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah." 18 Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, 19 hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." 20 Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?" 21 Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." 22 Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya. Demikianlah Injil Tuhan. U. Terpujilah Kristus.
Renungan
Pemuda dalam kisah Injil hari ini pergi dengan sedih. Ia pergi karena merasa bahwa perjuangannya selama ini dalam menjalankan perintah dan ketentuan agama tidaklah memadai menurut Yesus. Ia menuruti semua hukum yang telah tertulis dengan harapan dapat memperoleh hidup yang kekal. Bagi Yesus, itu tidak cukup. Mengikuti jalan Allah bukan hanya menaati secara lahir apa yang tertulis dalam hukum. Mengikuti jalan Allah adalah menyerahkan dan menggantungkan seluruh hidupnya hanya kepada Allah.
Pengalaman si pemuda juga berarti bagi kita pada masa kini. Kita telah percaya kepada Yesus dan dibaptis. Kita telah menjalankan berbagai ketentuan dan kebiasaan Gereja. Kita tekun berdoa dan melakukan karya amal. Semua itu baik dan harus kita laksanakan dengan semangat iman. Namun, tidak cukup hanya menjalankan semua kebiasaan dan tuntutan lalu kita merasa puas. Kita tidak boleh lekas berpuas diri dengan apa yang telah kita jalani dan lakukan. Kalau si pemuda itu saja masih dikatakan Yesus ‘belum cukup', bagaimana dengan Anda?
Ya Yesus, bimbinglah aku dalam mengikuti jalan-Mu. Bantulah aku mengenal kehendak-Mu yang sejati dalam hidupku. Paculah semangatku untuk semakin sempurna dalam iman, pengharapan, dan kasih. Amin.
Renungan diambil dari Ziarah Batin 2008, Penerbit Obor
Mirifica. Situs Resmi KWI
-glenX-
August 18, 2008, 15:07
Selasa, 19 Agustus 2008
Hari Biasa
Pembacaan dari kitab nabi Yehezkiel (28:1-10)
1 Datanglah firman TUHAN kepada Yehezkiel: 2 "Hai anak manusia, katakanlah kepada raja Tirus: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Karena engkau menjadi tinggi hati, dan berkata: Aku adalah Allah! Aku duduk di takhta Allah di tengah-tengah lautan. Padahal engkau adalah manusia, bukanlah Allah, walau hatimu menempatkan diri sama dengan Allah. 3 Memang hikmatmu melebihi hikmat Daniel; tiada rahasia yang terlindung bagimu. 4 Dengan hikmatmu dan pengertianmu engkau memperoleh kekayaan. Emas dan perak kaukumpulkan dalam perbendaharaanmu. 5 Karena engkau sangat pandai berdagang engkau memperbanyak kekayaanmu, dan karena itu engkau jadi sombong. 6 Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Karena hatimu menempatkan diri sama dengan Allah 7 maka, sungguh, Aku membawa orang asing melawan engkau, yaitu bangsa yang paling ganas, yang akan menghunus pedang mereka, melawan hikmatmu yang terpuja; dan semarakmu dinajiskan. 8 Engkau diturunkannya ke lobang kubur, engkau mati seperti orang yang mati terbunuh di tengah lautan. 9 Apakah engkau masih akan mengatakan di hadapan pembunuhmu: Aku adalah Allah!? Padahal terhadap kuasa penikammu engkau adalah manusia, bukanlah Allah. 10 Engkau akan mati seperti orang tak bersunat oleh tangan orang asing. Sebab Aku yang mengatakannya, demikianlah firman Tuhan ALLAH." Demikianlah Sabda Tuhan, Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: Ulangan (32:26-27ab,27cd-28,30,35cd-36ab)
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (19:23-30)
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel."
23 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. 24 Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah." 25 Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?" 26 Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin." 27 Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?" 28 Kata Yesus kepada mereka:"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. 29 Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. 30 Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."
Demikianlah Injil Tuhan, Terpujilah Kristus.
Renungan
Apakah yang paling bernilai dalam hidup kita? Harta, pangkat, atau kedudukan? Apa pun yang kita anggap paling bernilai pastilah itu yang kita kejar. Kita berjuang untuk mendapatkannya dengan cara apa pun.
Mengikuti Yesus berarti kita percaya kepada-Nya. Yesus menjadi prioritas dan nilai tertinggi dalam hidup kita. Kita berjuang untuk senantiasa bersama Yesus. Ini berarti hidup kita sehari-hari disesuaikan dengan tuntutan cara hidup Yesus. Kita mau berjuang menjadi serupa dengan Yesus yang kita ikuti.
Berhadapan dengan Yesus, semua nilai lain menjadi relatif. Dalam kutipan Injil hari ini, harta benda menjadi relatif di hadapan Yesus. Para murid tidak perlu khawatir tentang apa yang akan didapat. Nilai kehidupan yang diajarkan Yesus lebih tinggi dibandingkan dengan apa yang ada sekarang ini. Dengan bahasa kiasan, Yesus menyatakan bahwa apa yang akan diperoleh dengan menjadi murid-Nya berkali-kali lipat baiknya daripada yang mereka miliki sekarang. Karena itu, para murid harus mengejar nilai yang jauh lebih tinggi daripada apa yang dimiliki. Bersama Yesus selamanya, itulah tujuan kehidupan setiap orang. Masihkah kita mau mencari nilai-nilai duniawi dengan melupakan tujuan dan nilai tertinggi dalam hidup kita?
Ya Yesus, aku percaya bahwa mengikuti-Mu berarti berani meninggalkan segala-galanya yang dapat menghalangi untuk bersama-Mu selalu. Bantulah aku untuk semakin rela melepaskan segala-galanya demi Engkau. Amin.
Renungan diambil dari Ziarah Batin 2008, Penerbit Obor
Mirifica. Situs Resmi KWI
-glenX-
August 19, 2008, 14:53
Rabu, 20 Agustus 2008
Peringatan Wajib Santo Bernardus PujG
Pembacaan dari Kitab Nabi Yehezkiel (34:1-11)
1 Datanglah firman TUHAN kepada Yehezkiel: 2 "Hai anak manusia, bernubuatlah melawan gembala-gembala Israel, bernubuatlah dan katakanlah kepada mereka, kepada gembala-gembala itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Celakalah gembala-gembala Israel, yang menggembalakan dirinya sendiri! Bukankah domba-domba yang seharusnya digembalakan oleh gembala-gembala itu? 3 Kamu menikmati susunya, dari bulunya kamu buat pakaian, yang gemuk kamu sembelih, tetapi domba-domba itu sendiri tidak kamu gembalakan. 4 Yang lemah tidak kamu kuatkan, yang sakit tidak kamu obati, yang luka tidak kamu balut, yang tersesat tidak kamu bawa pulang, yang hilang tidak kamu cari, melainkan kamu injak-injak mereka dengan kekerasan dan kekejaman. 5 Dengan demikian mereka berserak, oleh karena gembala tidak ada, dan mereka menjadi makanan bagi segala binatang di hutan. Domba-domba-Ku berserak 6 dan tersesat di semua gunung dan di semua bukit yang tinggi; ya, di seluruh tanah itu domba-domba-Ku berserak, tanpa seorangpun yang memperhatikan atau yang mencarinya. 7 Oleh sebab itu, hai gembala-gembala, dengarlah firman TUHAN: 8 Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, sesungguhnya oleh karena domba-domba-Ku menjadi mangsa dan menjadi makanan bagi segala binatang di hutan, lantaran yang menggembalakannya tidak ada, oleh sebab gembala-gembala-Ku tidak memperhatikan domba-domba-Ku, melainkan mereka itu menggembalakan dirinya sendiri, tetapi domba-domba-Ku tidak digembalakannya-- 9 oleh karena itu, hai gembala-gembala, dengarlah firman TUHAN: 10 Beginilah firman Tuhan ALLAH: Aku sendiri akan menjadi lawan gembala-gembala itu dan Aku akan menuntut kembali domba-domba-Ku dari mereka dan akan memberhentikan mereka menggembalakan domba-domba-Ku. Gembala-gembala itu tidak akan terus lagi menggembalakan dirinya sendiri; Aku akan melepaskan domba-domba-Ku dari mulut mereka, sehingga tidak terus lagi menjadi makanannya. 11 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Dengan sesungguhnya Aku sendiri akan memperhatikan domba-domba-Ku dan akan mencarinya.
Demikianlah Sabda Tuhan, Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: Mzm 23:1-3a,3b-4,5,6
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Santo Matius (20:1-16a)
1 Yesus bersabda, "Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya. 2 Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.3 Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar. 4 Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan merekapun pergi. 5 Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi. 6 Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari? 7 Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku. 8 Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu. 9 Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar. 10 Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi merekapun menerima masing-masing satu dinar juga. 11 Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu, 12 katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari. 13 Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari? 14 Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu. 15 Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati? 16 Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir." Demikianlah Injil Tuhan, Terpujilah Kristus.
Renungan
Perumpamaan hari ini mengajarkan kepada kita untuk bersikap bijak menghadapi kasih Allah yang besar dan tiada batas. Kemurahan hati Allah tiada batasnya. Ia bebas menunjukkan kemurahan-Nya itu kepada setiap orang. Semua orang dikasihi oleh Allah. Cara Allah mengasihi adalah khusus. Bukan ukuran manusia yang dipakai oleh Allah, tetapi ukuran Allah sendiri. Atau, iri hatikah kita akan kasih Allah yang juga boleh dinikmati oleh orang lain? Kita diajak oleh Yesus untuk bersyukur kepada Allah ketika setiap jiwa di dunia ini diselamatkan oleh Allah. Bisakah kita bersyukur ketika sesama memperoleh rahmat Allah dalam hidupnya?
Ya Yesus, ajarilah aku memahami kasih Allah yang tiada batas. Ajarilah aku bergembira atas rahmat yang juga diterima oleh sesamaku. Amin.
Ziarah Batin
Renungan dan Catatan Harian, Mirifica E-News
-glenX-
August 20, 2008, 14:18
Kamis, 21 Agustus 2008
Peringatan Wajib Santo Pius X
Pembacaan dari Kitab Nabi Yehezkiel (36:23-38)
23 Aku akan menguduskan nama-Ku yang besar yang sudah dinajiskan di tengah bangsa-bangsa, dan yang kamu najiskan di tengah-tengah mereka. Dan bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, demikianlah firman Tuhan ALLAH, manakala Aku menunjukkan kekudusan-Ku kepadamu di hadapan bangsa-bangsa. 24 Aku akan menjemput kamu dari antara bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari semua negeri dan akan membawa kamu kembali ke tanahmu. 25 Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. 26 Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya. Dan kamu akan diam di dalam negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu dan kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu. Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: Mzm 51:12-13,14-15,18-19
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (22:1-14)
1 Kemudian Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka: 2 "Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. 3 Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang. 4 Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini. 5 Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya, 6 dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya. 7 Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka. 8 Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. 9 Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu. 10 Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu. 11 Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta. 12 Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja. 13 Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi. 14 Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."
Renungan
Pernahkah Anda memakai pakaian yang tak pantas untuk suatu pesta? Atau pergi ke suatu pertemuan resmi dan ternyata Anda memakai pakaian yang tak sepantasnya? Pengalaman salah pakaian atau salah kostum merupakan pengalaman yang biasanya tak akan terlupakan. Kita merasa malu dengan pakaian kita. Biasanya, kita juga merasa rendah diri dan segera meninggalkan pesta atau pertemuan itu.
Yesus mengambil perumpamaan perjamuan kawin untuk menegaskan bahwa kita semua dipanggil untuk ikut merasakan kebahagiaan Allah. Panggilan Allah disampaikan kepada kita setiap saat. Ia mengundang kita untuk hadir dalam perjamuan-Nya. Karena itu, setiap saat harus menjadi kesempatan bagi kita untuk menerima undangan-Nya dan mempersiapkan pakaian yang pantas untuk hadir dalam pesta Tuhan. Tentunya pakaian pesta itu adalah keseluruhan hidup kita sendiri. Perilaku dan tindak-tanduk kita adalah pakaian yang kita kenakan.
Apakah kita sudah mengenakan pakaian pesta?
Ya Yesus, kuatkanlah aku dengan kuasa kasih-Mu, agar aku dapat berdandan secara pantas untuk menyambut undangan perjamuan-Mu. Amin.
Ziarah Batin
Renungan dan Catatan Harian, Mirifica E-News
-glenX-
August 21, 2008, 15:35
Jumat, 22 Agustus 2008
Peringatan Wajib St Maria RATU
Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Ratu Rosario
Pada abad-abad pertama, peringatan maria selalu dikaitkan dengan kehidupan Bunda Maria, namun sejak abad ke-12 Gereja menambah perayaan Maria yang berkaitan dengan kejadian-kejadian tertentu dalam kehidupan menggereja. Misalnya Peringatan “Maria Ratu Rosario’ yang jatuh pada tanggal 7 Oktober. Peringatan ini dirayakan untuk mengenang kemenangan pasukan Katolik dalam perang Lepanto pada abad 15. Kemenangan ini diyakini karena umat berdoa rosario. Tahun 1571 Paus Pius V menetapkan peringatan ini sebagai perayaan syukur dan tahun 1716 Paus Clement XI menetapkannya sebagai perayaan untuk seluruh Gereja. (berbagai sumber)
Pembacaan dari Kitab Nabi Yehezkiel (37:1-14)
1 Lalu kekuasaan TUHAN meliputi aku dan Ia membawa aku ke luar dengan perantaraan Roh-Nya dan menempatkan aku di tengah-tengah lembah, dan lembah ini penuh dengan tulang-tulang. 2 Ia membawa aku melihat tulang-tulang itu berkeliling-keliling dan sungguh, amat banyak bertaburan di lembah itu; lihat, tulang-tulang itu amat kering. 3 Lalu Ia berfirman kepadaku: "Hai anak manusia, dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?" Aku menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, Engkaulah yang mengetahui!" 4 Lalu firman-Nya kepadaku: "Bernubuatlah mengenai tulang-tulang ini dan katakanlah kepadanya: Hai tulang-tulang yang kering, dengarlah firman TUHAN! 5 Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada tulang-tulang ini: Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali. 6 Aku akan memberi urat-urat padamu dan menumbuhkan daging padamu, Aku akan menutupi kamu dengan kulit dan memberikan kamu nafas hidup, supaya kamu hidup kembali. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN." 7 Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan kepadaku; dan segera sesudah aku bernubuat, kedengaranlah suara, sungguh, suatu suara berderak-derak, dan tulang-tulang itu bertemu satu sama lain. 8 Sedang aku mengamat-amatinya, lihat, urat-urat ada dan daging tumbuh padanya, kemudian kulit menutupinya, tetapi mereka belum bernafas. 9 Maka firman-Nya kepadaku: "Bernubuatlah kepada nafas hidup itu, bernubuatlah, hai anak manusia, dan katakanlah kepada nafas hidup itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai nafas hidup, datanglah dari keempat penjuru angin, dan berembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali." 10 Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan-Nya kepadaku. Dan nafas hidup itu masuk di dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentara yang sangat besar. 11 Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, tulang-tulang ini adalah seluruh kaum Israel. Sungguh, mereka sendiri mengatakan: Tulang-tulang kami sudah menjadi kering, dan pengharapan kami sudah lenyap, kami sudah hilang. 12 Oleh sebab itu, bernubuatlah dan katakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel. 13 Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya. 14 Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah firman TUHAN." Demikianlah Sabda Tuhan, Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: Mzm 107:2-3,4-5,6-7,8-9
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (22:34-40)
" Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu."
34 Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka 35 dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia: 36 "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" 37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. 39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. 40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." Demikianlah Injil Tuhan, Terpujilah Kristus.
Renungan
Hari ini Yesus menegaskan dasar hidup yang mestinya dimiliki oleh setiap orang yang percaya kepada-Nya. Dasar hidup kita adalah kasih. Kasih kepada Allah dan sesama. Hukum utama yang ditegaskan oleh Yesus itu kadang kala terasa sulit untuk dijalankan oleh banyak orang. Benarkah kasih merupakan hal yang sulit?
Dewasa ini kita berhadapan dengan banyak tawaran nilai lewat iklan dan berbagai tayangan oleh media komunikasi. Kita tenggelam dalam pusaran arus persaingan bebas. Setiap orang mencari dan mendahulukan dirinya sendiri agar dapat meraih sukses. Sukses secara material merupakan hal yang penting untuk dikejar. Untuk mencapai sukses itu, banyak yang harus dikorbankan. Dalam hal ini termasuk sesama kita. Asal saya berhasil, tidak peduli apakah ada yang harus menjadi korban.
Semangat kehidupan seperti itulah yang mengantar banyak orang mengalami kesulitan untuk menyatakan kasih. Tidak ada kasih dalam semangat persaingan untuk meraih sukses. Bagaimana kita bisa mengasihi sesama seperti diri sendiri kalau mereka menjadi penghalang untuk meraih sukses?
Apakah ajaran Yesus tentang kasih hari ini masih relevan bagi kita? Maukah kita mengasihi sesama seperti diri sendiri? Ini berarti kita rela berbagi kesempatan dan tempat dengan sesama untuk meraih sukses bersama.
Ya Yesus, betapa besar kasih-Mu kepadaku. Engkau rela menyerahkan nyawa karena Engkau mengasihiku. Ajarilah aku untuk mengasihi sesama dan semua ciptaan-Mu seperti cara-Mu. Amin
Ziarah Batin
Renungan dan Catatan Harian, Mirifica E-News
-glenX-
August 22, 2008, 16:12
Sabtu, 23 Agustus 2008
Hari Biasa
Bacaan I : Yeh 43:1-7a
Bacaan Injil : Mat 23:1-12
Pembacaan dari kitab nabi Yehezkiel (43:1-7a)
1 Lalu dibawanya aku ke pintu gerbang, yaitu pintu gerbang yang menghadap ke sebelah timur. 2 Sungguh, kemuliaan Allah Israel datang dari sebelah timur dan terdengarlah suara seperti suara air terjun yang menderu dan bumi bersinar karena kemuliaan-Nya. 3 Yang kelihatan kepadaku itu adalah seperti yang kelihatan kepadaku ketika Ia datang untuk memusnahkan kota itu dan seperti yang kelihatan kepadaku di tepi sungai Kebar, maka aku sembah sujud. 4 Sedang kemuliaan TUHAN masuk di dalam Bait Suci melalui pintu gerbang yang menghadap ke sebelah timur, 5 Roh itu mengangkat aku dan membawa aku ke pelataran dalam, sungguh, Bait Suci itu penuh kemuliaan TUHAN. 6 Lalu aku mendengar Dia berfirman kepadaku dari dalam Bait Suci itu--orang yang mengukur Bait Suci itu berdiri di sampingku-- 7 dan Ia berfirman kepadaku: "Hai anak manusia, inilah tempat takhta-Ku dan inilah tempat tapak kaki-Ku; di sinilah Aku akan diam di tengah-tengah orang Israel untuk selama-lamanya dan kaum Israel tidak lagi akan menajiskan nama-Ku yang kudus, baik mereka maupun raja-raja mereka, dengan persundalan mereka atau dengan mayat raja-raja mereka yang sudah mati. Demikianlah Sabda Tuhan, Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: Mzm 85:9ab-10,11-12,13-14;
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (23:1-12)
"Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."
1 Berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: 2 "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. 3 Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. 4 Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. 5 Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; 6 mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; 7 mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. 8 Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara. :9 Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. 10 Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias. 11 Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. 12 Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.
Renungan
Penghayatan dan perwujudan iman menyangkut seluruh aspek kehidupan kita. Sikap orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang dikritik oleh Yesus dalam Injil hari ini berkaitan erat dengan penghayatan dan perwujudan iman yang berat sebelah. Bagi mereka, penghayatan dan perwujudan iman haruslah tampak secara lahiriah. Penekanan yang berlebihan pada segi lahir ini mendorong mereka untuk mendapatkan pengakuan dari manusia saja. Mereka mengutamakan segi-segi lahir menurut hukum. Pemenuhan hukum dianggapnya sama dengan pemenuhan iman yang sejati. Karena itulah mereka jatuh pada sikap munafik.
Kemunafikan merupakan sifat yang harus dibuang jauh-jauh dalam kehidupan kita. Tidak perlu ada kepura-puraan. Sikap demikian hanya akan menimbulkan permasalahan. Kita kelihatan suci dan saleh, padahal sebenarnya hidup kita tidaklah demikian.
Terhadap sesama kita memang mudah untuk jatuh dalam sikap munafik. Namun, masihkah kita akan bersikap demikian terhadap Allah yang mengetahui isi hati kita?
Ya Yesus, aku percaya bahwa Engkau senantiasa memandangku dengan penuh kasih. Berilah aku Roh-Mu itu agar aku makin rela hidup dalam ketulusan hati terhadap Engkau dan sesama. Amin.
ziarah batin, mirifica e-news
renungan dan catatan harian
-glenX-
August 23, 2008, 15:40
Hari Minggu Biasa XXI
Minggu, 24 Agustus 2008
Pembacaan dari Kitab Nabi Yesaya (22:19-23)
"Di atas pundaknya akan Kuletakkan kunci rumah Daud"
19 Tuhan bersabda kepada Sebna, kepala Istana: "Aku akan melemparkan engkau melemparkan engkau dari jabatanmu, dan dari pangkatmu engkau akan dijatuhkan.20 Maka pada waktu itu Aku akan memanggil hamba-Ku, Elyakim bin Hilkia. 21 Aku akan mengenakan jubahmu kepadanya dan ikat pinggangmu akan Kuikatkan kepadanya, dan kekuasaanmu akan Kuberikan ke tangannya; maka ia akan menjadi bapa bagi penduduk Yerusalem dan bagi kaum Yehuda.22 Aku akan menaruh kunci rumah Daud ke atas bahunya: apabila ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.23 Aku akan memberikan dia kedudukan yang teguh seperti gantungan yang dipasang kuat-kuat pada tembok yang kokohl maka ia akan menjadi kursi kemuliaan bagi kaum keluarganya."
L. Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
MAZMUR TANGGAPAN PS. 816
(MZ 138:1-2A.2BC-3.68BC;R:8BC)
Ref. Tuhan mendengarkan doa orang beriman.
1. Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hati, sebab Engkau mendengarkan kata-kata mulutku; dihadapan para dewata aku akan bermazmur bagi-Mu, aku hendak bersujud ke arah bait-Mu yang kudus.
2. Aku hendak memuji nama-Mu oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama dan janji-Mu melebihi segala sesuatu. Pada hari aku berseru, Engkaupun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.
Pembacaan dari surat rasul Paulus kepada umat di Roma (11:33-36)
Saudaraku, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya? Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!
Demikianlah Sabda Tuhan. Syukur kepada Allah.
BAIT PENGANTAR INJIL PS. 962
Ref. Alleluya, Alleluya, Alleluya, Alleluya
Engkau adalah Petrus dan diatas wadas ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku, dan alam maut tidak akan menguasainya.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (16:13-20)
"Engkaulah Petrus, kepadamu akan Kuberikan kunci kerajaan surga"
13Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" 14 Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." 15 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" 16 Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" 17 Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. 18 Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. 19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga." 20 Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapapun bahwa Ia Mesias.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus
Renungan
Dua jenis pertanyaan diajukan oleh Yesus kepada para rasul mengenai jati diri-Nya. Pertama-tama mengenai "kata orang" atas diri-Nya. Pertanyaan ini menyangkut pengenalan akan Yesus secara umum. Bagaimana orang banyak mengenal dan membicarakan Yesus yang tampil dan berkarya. Kemudian, Yesus bertanya dan menuntut jawaban dari dalam hati para rasul sendiri. Atas pertanyaan ini, Petrus menjawab dengan tepat. Petrus mengenali jati diri Yesus.
Beriman berarti percaya kepada Yesus. Kita menyerahkan hidup kita kepada-Nya. Lebih dari itu, kita mengandalkan Yesus dalam hidup kita. Ia menjadi satu-satunya perhatian dan tujuan hidup kita. Untuk beriman seperti itu, tentu kita dituntut untuk mengenal secara mendalam siapa yang kita imani.
Bila pertanyaan Yesus yang kedua diajukan kepada kita, apa jawaban kita?
Sungguhkah kita dapat menjawab seperti Rasul Petrus?
Siapakah Yesus bagimu?
ziarah batin, mirifica e-news
renungan dan catatan harian
-glenX-
August 24, 2008, 13:48
Senin, 25 Agustus 2008
Hari Biasa
Hari Penting Minggu ini:
27 Agustus 2008, Pw. S. Monica
28 Agustus 2008, Pw. S. Agustinus
29 Agustus 2008, Pw. S. Wafatnya S. Yohanes Pembaptis
31 Agustus 2008, Hari Minggu Biasa XXII, Hari Minggu Kitab Suci Nasional
2Tes 1:1-5.11b-12
1 Dari Paulus, Silwanus dan Timotius, kepada jemaat orang-orang Tesalonika di dalam Allah Bapa kita dan di dalam Tuhan Yesus Kristus. 2 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. 3 Kami wajib selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara. Dan memang patutlah demikian, karena imanmu makin bertambah dan kasihmu seorang akan yang lain makin kuat di antara kamu, 4 sehingga dalam jemaat-jemaat Allah kami sendiri bermegah tentang kamu karena ketabahanmu dan imanmu dalam segala penganiayaan dan penindasan yang kamu derita: 5 suatu bukti tentang adilnya penghakiman Allah, yang menyatakan bahwa kamu layak menjadi warga Kerajaan Allah, kamu yang sekarang menderita karena Kerajaan itu. 11 Supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilan-Nya dan dengan kekuatan-Nya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu, 12 sehingga nama Yesus, Tuhan kita, dimuliakan di dalam kamu dan kamu di dalam Dia, menurut kasih karunia Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus. Demikianlah Sabda Tuhan, Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: Mzm 96:1-2a,2b-3,4-5;
Mat 23:13-22
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk. 14 (Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kamu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.) 15 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri. 16 Celakalah kamu, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata: Bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas Bait Suci, sumpah itu mengikat. 17 Hai kamu orang-orang bodoh dan orang-orang buta, apakah yang lebih penting, emas atau Bait Suci yang menguduskan emas itu? 18 Bersumpah demi mezbah, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya, sumpah itu mengikat. 19 Hai kamu orang-orang buta, apakah yang lebih penting, persembahan atau mezbah yang menguduskan persembahan itu? 20 Karena itu barangsiapa bersumpah demi mezbah, ia bersumpah demi mezbah dan juga demi segala sesuatu yang terletak di atasnya. 21 Dan barangsiapa bersumpah demi Bait Suci, ia bersumpah demi Bait Suci dan juga demi Dia, yang diam di situ. 22 Dan barangsiapa bersumpah demi sorga, ia bersumpah demi takhta Allah dan juga demi Dia, yang bersemayam di atasnya. Inilah Injil Tuhan kita, Sabda Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Cinta dapat mengubah hidup seseorang. Ia dapat menyesuaikan hidupnya dengan orang yang dicintai. Ia bisa tiba-tiba menyukai makanan tertentu yang juga disukai oleh orang yang dicintainya kendati sebelumnya tidak tertarik sama sekali.
Orang Farisi dan ahli Taurat dikritik oleh Yesus karena mereka tidak mewartakan kasih Allah yang mereka alami. Justru mereka menjadi penghalang bagi banyak orang untuk berjumpa dan mengalami kasih Allah. Pengetahuan mereka akan Allah dalam hukum Taurat dan Kitab Suci tidak sungguh menyentuh hati mereka. Karena itu, mereka menerapkan ketentuan dan peraturan yang banyak dan ketat. Dengan memenuhi aturan, orang beranggapan sudah berada di jalan menuju Allah. Ternyata semua itu belum cukup. Allah adalah kasih yang mesti dialami secara nyata dalam kehidupan kita. Selanjutnya, hidup pun mesti diubah dengan pengalaman kasih Allah itu.
Pernahkah Anda mengalami kasih Allah? Bagaimana Anda mewartakan pengalaman itu kepada orang lain?
Ya Bapa, ajarilah aku mengasihi-Mu. Amin
ziarah batin, mirifica e-news
renungan dan catatan harian
-glenX-
August 25, 2008, 14:49
Selasa, 26 Agustus 2008
Hari Biasa
2Tes 2:1-3a.13b-17
1 Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara, 2 supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba. 3 Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! 13a Sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai. 14b Untuk itulah Ia telah memanggil kamu oleh Injil yang kami beritakan, sehingga kamu boleh memperoleh kemuliaan Yesus Kristus, Tuhan kita. 15 Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis. 16 Dan Ia, Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita, yang dalam kasih karunia-Nya telah mengasihi kita dan yang telah menganugerahkan penghiburan abadi dan pengharapan baik kepada kita, 17 kiranya menghibur dan menguatkan hatimu dalam pekerjaan dan perkataan yang baik. Demikianlah Sabda Tuhan, Syukur kepada Allah.
Mat 23:23-26
23 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. 24 Hai kamu pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kamu tapiskan dari dalam minumanmu, tetapi unta yang di dalamnya kamu telan. 25 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan. 26 Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih. Demikianlah Injil Tuhan, Terpujilah Kristus
Renungan
Kehidupan bersama membutuhkan suatu ketentuan agar dapat berjalan dengan baik. Ini berarti bahwa hidup kita memang tidak terlepas dari berbagai ketentuan yang harus kita taati. Ketentuan bersama dapat efektif dan ditaati bila bisa memberikan manfaat bagi semua warga masyarakat. Sadar atau tidak, kita mematuhi ketentuan berlalu lintas yang memberlakukan lajur kiri. Demikian juga dengan berbagai ketentuan lain dalam hidup bersama.
Hari ini Yesus kembali mengkritik orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, para pemuka agama Yahudi. Kritikan Yesus berkaitan dengan hukum atau ketentuan keagamaan yang diberlakukan. Aturan yang diberlakukan ternyata tidak sesuai dengan tujuan aturan atau hukum itu sendiri. Terlalu banyak aturan yang justru membuat orang tidak bisa lagi mengenal Allah. Orang diajak bergulat hanya dengan peraturan saja. Allah tidak bisa dialami oleh banyak orang dengan cara seperti itu. Inilah inti kritik Yesus.
Kritik Yesus juga berlaku untuk kita. Apakah kita sungguh-sungguh mau mengalami Allah dalam hidup kita? Atau kita juga jatuh dalam kesalahan yang sama dengan begitu saja mengikuti aturan-aturan yang ada? Aturan hidup adalah jalan menuju Allah. Apakah kita juga bersikap demikian?
Ya Yesus, ajarilah aku mengenal hukum-hukum-Mu dan tekun melaksanakannya dalam hidupku. Amin.
ziarah batin, mirifica e-news
renungan dan catatan harian
-glenX-
August 26, 2008, 15:24
Rabu, 27 Agustus 2008
Peringatan Wajib St Monica
Pembacaan dari surat kedua rasul Paulus kepada umat di Tesalonika (3:6-10.16-18)
2 Saudara-saudara, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah kamu terima dari kami. 7 Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu, 8 dan tidak makan roti orang dengan percuma, tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapapun di antara kamu. 9 Bukan karena kami tidak berhak untuk itu, melainkan karena kami mau menjadikan diri kami teladan bagi kamu, supaya kamu ikuti. 10 Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan. 8 Kasih karunia Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kamu sekalian!
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
Mazmur Tanggapan: Mzm 128:1-2,4-5
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Santo Matius (23:27-32)
27 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran. 28 Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan. 29 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah tugu orang-orang saleh :30 dan berkata: Jika kami hidup di zaman nenek moyang kita, tentulah kami tidak ikut dengan mereka dalam pembunuhan nabi-nabi itu. 31 Tetapi dengan demikian kamu bersaksi terhadap diri kamu sendiri, bahwa kamu adalah keturunan pembunuh nabi-nabi itu. 32 Jadi, penuhilah juga takaran nenek moyangmu!
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus
Renungan
Betapa keras Yesus menegur orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Padahal biasanya, Yesus lemah- lembut kepada para pendosa yang datang kepada-Nya. Rupanya, sikap keras dan tegas Yesus ini memang diperlukan. Tujuan Yesus jelas dan gamblang: Ia menghendaki keterbukaan hati dan pertobatan, bukannya sikap kepura-puraan. Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersikap munafik. Hukum dan peraturan mereka taati sampai hal yang sekecil-kecilnya, tetapi melupakan tujuan utama peraturan itu, yaitu kasih sejati kepada Allah dan sesama. Mereka kelihatan saleh dan suci dari luar saja. Karena itu, sikap tegas dibutuhkan untuk menyadarkan mereka.
Jatuh ke dalam sikap kepura-puraan dapat terjadi pada siapa pun, termasuk kita pada masa kini. Kita menilai dan membicarakan kekurangan sesama tanpa mau mengajaknya bertobat. Kita sekadar mencari-cari bahan agar orang lain kelihatan bersalah, sedangkan kita kelihatan lebih baik dan lebih benar. Sikap seperti ini tentu tidak sejalan dengan kehendak Yesus.
Apa topik pembicaraan atau obrolan santai kita ketika bertemu dalam pertemuan basis, lingkungan, atau paroki kita? Masihkah seputar gosip atau kesalahan sesama? Beranikah kita memulai membicarakan hal-hal positif sebagai orang beriman?
Ya Yesus, bukalah kedokku. Beranikanlah aku mewartakan kebaikan melalui mulutku. Amin.
ziarah batin, mirifica e-news
renungan dan catatan harian
-glenX-
August 27, 2008, 15:32
Kamis, 28 Agustus 2008
Peringatan Wajib Santo Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja
Sejarah Santo Agustinus:
Agustinus adalah Bapa Gereja purba yang terkenal. Ia lahir di Tagaste (sekarang: Soukh-Ahras), Afrika Utara pada tanggal 13 November 354. Ibunya, Monika, seorang yang beriman Kristen dari sebuah keluarga yang taat agama; sedangkan ayahnya Patrisius, seorang tuan tanah dan sesepuh kota yang masih kafir. Berkat semangat doa Monika yang tak kunjung padam, Patrisius bertobat dan dipermandikan menjelang saat kematiannya. Kekafiran Patrisius sungguh berpengaruh besar pada diri anaknya Agustinus. Karena itu Agustinus belum juga dipermandikan menjadi Kristen meskipun ia sudah besar. Usaha ibunya untuk menanamkan benih iman Kristen padanya seolah – olah tidak berdaya mematahkan pengaruh kekafiran ayahnya.
Pada tahun 383 ia pergi ke Roma lalu ke Milano, kota pemerintahan dan kota kediaman Uskup Ambrosius. Di Milano ia mengajar ilmu retorika. Banyak orang Roma berbondong – bondong datang kepadanya hanya untuk mendengarkan kuliah dan pidatonya. Di kota itupun ia berkenalan dengan Uskup Santo Ambrosius, seorang mantan gubernur yang saleh. Ia menyaksikan dari dekat cara hidup para biarawan yang bijaksana, ramah dan saling mengasihi. Hatinya tersentuh dan mulailah ia berpikir: “Apa yang mendasari hidup mereka? Injilkah yang mewarnai hidup mereka itu?” Kecuali itu, ia sering mendengarkan kotbah – kotbah Uskup Ambrosius dan tertarik pada semua ajarannya. Semuanya itu kembali menyadarkan dia akan nasehat – nasehat ibunya tatkala ia masih di Tagaste. Suatu hari, ia mendengar suara ajaib seorang anak: “Ambil dan bacalah!” Tanpa banyak berpikir, ia segera menjamah kitab Injil itu, membukanya dan membaca: “Marilah kita hidup sopan seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam perselisihan dan iri hati. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.” (Rom 13:13-14).
Agustinus yang telah banyak mendalami filsafat itu akhirnya terbuka pikirannya dan melihat kebenaran sejati, yakni wahyu ilahi yang dibawakan Yesus Kristus. Ia kemudian bertobat dan bersama dengan sahabatnya Alipius, ia dipermandikan pada tahun 387. Dalam bukunya ‘Confession’, ia menulis riwayat hidup dan pertobatannya dan dengan terus terang mengakui betapa ia sangat terbelenggu oleh kejahatan dosa dan ajaran Manikeisme. Suara hatinya terus mendorong dia agar memperbaiki cara hidupnya seperti banyak orang lain yang meneladani Santo Antonius dari Mesir.
Sebagai seorang uskup, Agustinus sangat menaruh perhatian besar pada umatnya terutama yang miskin dan melarat. Dialah yang mendirikan asrama dan rumah sakit pertama di Afrika Utara demi kepentingan umatnya.
Agustinus meninggal dunia pada tanggal 28 Agustus 430 tatkala bangsa Vandal mengepung Hippo. Jenazah Agustinus berhasil diamankan oleh umatnya dan kini dimakamkan di basilik Santo Petrus.
Selengkapnya tentang Santo Agustinus silahkan klik disini.
Bacaan I: 1Kor 1:1-9
" Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu."
1 Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Sostenes, saudara kita, 2 kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita. 3 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. 4 Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kamu dalam Kristus Yesus. 5 Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan, 6 sesuai dengan kesaksian tentang Kristus, yang telah diteguhkan di antara kamu. 7 Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karuniapun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus. 8 Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus. 9 Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
Mazmur Tanggapan: Mzm 145:2-3;4-5,6-7
Bacaan Injil: Mat 24:42-51
42 Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. 43 Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. 44 Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga." 45 "Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya? 46 Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. 47 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. 48 Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: 49 Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk, 50 maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, 51 dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus
Renungan
Sikap hidup orang beriman yang sejati digambarkan oleh Yesus melalui perumpamaan hari ini. Orang beriman adalah orang yang percaya kepada Yesus secara total. Hidupnya berubah oleh imannya. Perubahan hidup itu terjadi saat ini. Tidak menunggu nanti. Karena kalau demikian, bisa terlambat! Hidup sesuai dengan ajaran Injil tidak bisa ditunda-tunda. Harus dimulai saat ini juga. Tidak ada kata: Kalau sudah tua barulah saat yang tepat untuk bertobat dan mengubah hidup kita. Bila kita berpendapat masih banyak waktu untuk bertobat, kita bisa keliru karena kita tidak tahu kapan hidup kita berakhir. Pertobatan dan perubahan hidup hendaknya sejalan dengan ajaran Yesus. Inilah artinya kita berjaga-jaga. Setiap saat kita harus mengarahkan diri kepada Yesus, Tuhan kita.
Bagaimana hidup kita saat ini? Apakah kita peka akan kehadiran Allah?
Sikap berjaga-jaga berarti kita mau membuka mata kita terhadap Dia yang menyertai hidup kita.
Ya Yesus, Engkau menghendakiku untuk senantiasa mengarahkan hidupku kepada-Mu. Berilah aku rahmat ketekunan untuk setia. Amin.
ziarah batin, mirifica e-news
renungan dan catatan harian
-glenX-
August 29, 2008, 01:59
Jumat, 29 Agustus 2008
Peringatan Wajib Wafatnya St Yohanes Pembaptis:
Bacaan I: 1Kor 1:1-9
17 Tetapi engkau ini, baiklah engkau bersiap, bangkitlah dan sampaikanlah kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadamu. Janganlah gentar terhadap mereka, supaya jangan Aku menggentarkan engkau di depan mereka! 18 Mengenai Aku, sesungguhnya pada hari ini Aku membuat engkau menjadi kota yang berkubu, menjadi tiang besi dan menjadi tembok tembaga melawan seluruh negeri ini, menentang raja-raja Yehuda dan pemuka-pemukanya, menentang para imamnya dan rakyat negeri ini. 19 Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN."
Mzm 71:1-2,3-4a,5-6ab,15ab,17
Bacaan Injil: Mat 24:42-51
17 Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. 18 Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!" 19 Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat, 20 sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia. 21 Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarny perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea. 22 Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: "Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!", 23 lalu bersumpah kepadanya: "Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!" 24 Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: "Apa yang harus kuminta?" Jawabnya: "Kepala Yohanes Pembaptis!" 25 Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: "Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!" 26 Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya. 27 Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. 28 Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. 29 Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan. Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.
Renungan
Bacaan Pertama hari ini rasul Paulus mengingatkan kita semua sebagai orang beriman. Hidup kita serta segala sesuatu yang menyertai kita atau kita kuasai dan miliki saat ini adalah anugerah atau kasih karunia Tuhan, yang kita terima melalui kebaikan orangtua, sesama dan saudara-saudari kita, maka selayaknya kita senantiasa hidup dan bertindak sebagai "saksi-saksi Kristus", meneladan cara hidup dan cara bertindak Yesus serta menghayati atau melaksanakan sabda-sabdaNya sampai mati, dipanggil Tuhan. Dengan kata lain kita dipanggil untuk hidup dijiwai oleh "iman, harapan dan cintakasih", tiga keutamaan utama yang dapat dibedakan namun tak dapat dipisahkan. Mengakui dan menghayati diri sebagai orang beriman berarti hidup bergairah, dinamis, kreatif dalam saling mengasihi, dan dengan demikian hidup pribadi kita sendiri maupun bersama sungguh menarik, menawan dan memikat bagi siapapun yang melihat atau menyaksikannya. Marilah kita usahakan bersama agar kita semua menjadi 'kaya dalam segala perkataan dan segala pengetahuan, sesuai dengan kesaksian tentang Kristus ', kaya akan keutamaan-keutamaan atau nilai-nilai kehidupan yang menyelamatkan dan membahagiakan, bukan hanya kaya akan harta benda, uang, pangkat, kedudukan atau penghargaan ilmiah.
Tuhan Yesus Kristus, ajarilah kami supaya selalu mengasihi sesama kami. Amin.
ziarah batin, mirifica e-news
renungan dan catatan harian
-glenX-
August 29, 2008, 15:16
Sabtu, 30 Agustus 2008
Hari Biasa
Bacaan I: 1Kor 1:26-31
26 Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. 27 Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, 28 dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, 29 supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah. 30 Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita. 31 Karena itu seperti ada tertulis: "Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan."
Demikianlah Sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.
Mzm 33:12-13;18-19,20-21
Bacaan Injil: Mat 25:14-30
14 "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. 15 Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. 16 Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. 17 Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. 18 Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya. 19 Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. 20 Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. 21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. 22 Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta. 23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. 24 Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. 25 Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan! 26 Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? 27 Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. 28 Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. 29 Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. 30 Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus
Renungan
Cukup umum kita mengartikan talenta dengan bakat-bakat manusiawi. Namun, sebenarnya makna talenta lebih mendalam lagi. Talenta yang diberikan oleh Allah adalah rahmat kehidupan yang telah kita terima. Kita mendapatkan rahmat dari Allah dan diberi kepercayaan oleh Allah untuk mengembangkan rahmat itu. Oleh karena itu, rahmat Allah tidak boleh disembunyikan di dalam tanah saja. Ia harus ditumbuhkembangkan dalam kehidupan ini. Tentu ada risiko, tetapi tidak boleh menjadikan kita takut untuk mengembangkan rahmat yang kita miliki.
Tanggung jawab setiap orang beriman adalah menjadikan dunia semakin serupa dengan Kerajaan Allah. Kita diajak untuk mewujudnyatakan Kerajaan Allah di mana pun kita berada. Hidup penuh kasih, keadilan, dan persaudaraan. Itulah cara hidup kita. Melalui cara-cara demikian, kita melipatgandakan rahmat yang kita terima dari Allah.
Upaya-upaya apa yang telah Anda usahakan untuk menjadi pewarta kasih kepada sesama di sekitar Anda? Relakah Anda membagikan perhatian dan senyum kepedulian?
Ya Yesus, terima kasih atas segala rahmat yang boleh aku terima. Bantulah aku agar berani melipatgandakan rahmat-Mu melalui hidupku. Amin.
ziarah batin, mirifica e-news
renungan dan catatan harian
-glenX-
August 31, 2008, 12:15
Minggu, 31 Agustus 2008
Hari Minggu Kitab Suci- Hari Minggu Biasa XXII
Bacaan Pertama:
Pembacaan dari Kitab Yeremia (20:7-9)
"Karena sabda Tuhan, aku disindir dan diejek"
7 Engkau telah membujuk aku, ya TUHAN, dan aku telah membiarkan diriku dibujuk; Engkau terlalu kuat bagiku dan Engkau menundukkan aku. Aku telah menjadi tertawaan sepanjang hari, semuanya mereka mengolok-olokkan aku. 8 Sebab setiap kali aku berbicara, terpaksa aku berteriak, terpaksa berseru: "Kelaliman! Aniaya!" Seban firman TUHAN telah menjadi cela dan cemooh bagiku, sepanjang hari. 9 Tetapi apabila aku berpikir: "Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya", maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala , terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup.
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
MAZMUR TANGGAPAN PS. 843
(MZ 63:2.3-4.5-6.8-9;R: 2B)
Reff. Jiwaku haus pada-Mu, Tuhan ingin melihat wajah Allah.
1. Ya Allah Engkau Allahku, kucari-cari dan kudambakan Dikau jiwaku menghauskan Tuhanku laksana gurun gersang, tandus tanpa air.
2. Semoga hamba boleh memandang Tuhanku melihat kemuliaan-Mu yang besar. Cinta-Mu lebih berharga daripada hidup hendaknya mulutku memuji-Mu
Bacaan Kedua:
Pembacaan dari surat rasul Paulus kepada umat di Roma (12:1-2)
"Kemurahan hati Allah."
1 Saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. 2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Demikianlah Sabda Tuhan, Syukur kepada Allah.
BAIT PENGANTAR INJIL PS. 961
Ref. Alleluya, Alleluya, Alleluya
Semoga Bapa Tuhan kita Yesus Kristus menerangi mata hati kita, supaya kita memahami pengharapan yang terkandung dalam panggilan kita.
BACAAN INJIL (MATIUS 16:21-27)
"Barangsiapa ingin menjadi murid-Ku, harus menyangkal diri"
21 Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. 22 Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau." 23 Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia." 24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. 25 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. 26 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? 27 Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus
Renungan
Tubuh kita merupakan anugerah Allah. Ingat dan hayati bahwa masing-masing dari kita diciptakan oleh Allah dengan kerjasama bapak-ibu kita masing-masing, yang saling mengasihi dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan segenap tubuh/kekuatan, hukum utama dan pertama dari Allah. Maka selayaknya kita memperlakukan tubuh kita sesuai dengan kehendak Allah, sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah. Hendaknya tidak mencemarkan tubuh kita dengan tindakan-tindakan atau perilaku-perilaku amoral, seperti 'jual diri' sebagai pekerja seks, entah pelacur atau gigolo; sebaliknya marilah kita rawat tubuh kita sedemikian agar tetap sehat dan kudus adanya, demikian pula kita tidak menyakiti tubuh orang lain. Dalam keadaan dan kondisi apapun tubuh kita, entah seksi, tampan, cantik, hitam, putih, cokelat, dst.., marilah kita syukuri dan nikmati sebagai anugerah Tuhan.
Sedangkan Bacaan Pertama Hari Minggu Kitab Suci Nasional ini, kita juga dipanggil untuk membedakan atau memilah mana yang baik dan tidak baik/buruk, dan kemudian memilih dan menghayati apa yang baik. Panggilan ini kiranya mendesak dan up to date untuk kita hayati dan sebarluaskan, mengingat banyak orang hidup dan bertindak berdasarkan senang atau tidak senang, like or dislike, mengikuti selera pribadi, kemauan sendiri, seenaknya sendiri. Memilah mana yang baik dan buruk dan memilih mana yang baik kiranya perlu dilatihkan dan dibiasakan pada anak-anak, terutama dan pertama-tama dengan teladan orangtua/orang dewasa. Salah satu cara untuk menjadi terampil dalam membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna, antara lain melaksanakan pemeriksaan batin setiap hari, sebagaimana diatur dalam doa malam (doa harian). Pemeriksaan batin tidak sama dengan pemeriksaan dosa. Jika kita dapat melaksanakan pemeriksaan dengan baik dan benar, kiranya kita dapat berkata/berdoa: "Engkau telah membujuk aku, ya TUHAN, dan aku telah membiarkan diriku dibujuk; Engkau terlalu kuat bagiku dan Engkau menundukkan aku" (Yer20:7)
Sabda-Mu ya Tuhan adalah jalan, tanda cinta, terang dan penuntun hidup kami. Semoga mata kami semakin terbuka menyaksikan karya-Mu yang agung, hati kami pun merasakan sentuhan pengampunan-Mu. Biarkanlah cahaya kehidupan-Mu menggerakkan hati kami untuk mengampuni saudara yang melukai perasaan dan menerima mereka semua yang bertobat kembali ke pangkuan Gereja. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami, kini sepanjang masa. Amin
st-andreas.or.id
-glenX-
August 31, 2008, 16:06
Senin, 01 September 2008
Hari Biasa
Hari Penting Minggu ini:
Rabu, 03 September 2008, PW. S. Gregorius Agung, Uskup Pujangga Gereja
Jumat, 05 September 2008, Jumat Pertama dalam Bulan
Pembacaan dari surat pertama rasul paulus kepada umat di Korintus (2:1-5)
1 Saudara saudari, demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu. 2 Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan. 3 Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar. 4 Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, 5 supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mzm 119:97,98,99,100,101,102
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (14:16-30)
"Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin."
16 Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. 17 Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: 18 "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku 19 untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." 20 Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. 21 Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya." 22 Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: "Bukankah Ia ini anak Yusuf?" 23 Maka berkatalah Ia kepada mereka: "Tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku: Hai tabib, sembuhkanlah diri-Mu sendiri. Perbuatlah di sini juga, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum!" 24 Dan kata-Nya lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. 25 Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.26 Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon. 27 Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu." 28 Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. 29 Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. 30 Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi. Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus
Renungan
Adakah pewarta Injil yang tidak mengalami tantangan dan penolakan? Setiap pewarta Injil pasti akan mengalami penerimaan dan penolakan, keberhasilan dan kegagalan. Bahkan, pewarta Injil akan mengalami pergumulan mulai dari dirinya sendiri.
Dalam masyarakat majemuk dan penuh dengan problem kemiskinan, pewarta Injil ditantang untuk setia pada panggilannya dan mensyukuri rahmat panggilan itu. Caranya tentu saja bukan dengan berteriak "Yesus, Yesus!" atau pergi ke rumah-rumah orang yang belum mengenal Yesus.
Memberitakan Injil terutama adalah bagaimana selurus hidup kita membawa kegembiraan bagi yang bersedih, ketenteraman bagi yang gelisah, perlindungan bagi yang tak berdaya, kesejahteraan hidup bagi yang miskin. Dengan teladan hidup kita, diharapkan banyak orang semakin mengimani Allah.
Tuhan Yesus, utuslah Roh Kudus mendampingiku agar aku setia sebagai pewarta Injil dan bijaksana dalam mewartakan kabar gembira-Mu. Amin.
ziarah batin, mirifica e-news
renungan dan catatan harian
-glenX-
September 01, 2008, 15:51
Selasa, 02 September 2008
Hari Biasa
Bacaan I : 1Kor 2:10b-16
10 Sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah. 11 Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah. 12 Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita. 13 Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh. 14 Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani. 15 Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain. 16 Sebab: "Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?" Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
Mazmur Tanggapan: Mzm 145:8-9.10-11,12-13ab.13cd-14
Bacaan Injil : Luk 4:31-37
31 Pada suatu ketika, Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat. 32 Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa. 33 Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras: 34 "Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah." 35 Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" Dan setan itupun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya. 36 Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: "Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan merekapun keluar." 37 Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu.
Inilah Injil Tuhan kita!
SabdaMu sungguh mengagumkan!
Renungan
Mengapa orang-orang modern tertarik pada berita, acara televisi, dan film yang mengisahkan dunia mistik dan hantu? Mereka lebih percaya adanya hantu daripada percaya kepada Tuhan. Cerita dan berita tentang hantu rupanya jauh lebih menarik daripada kabar gembira tentang Yesus yang mengalahkan roh-roh jahat. Bukankah seharusnya kita senantiasa mewartakan berita gembira tentang Yesus ketimbang kuasa si jahat?
Yesus mengusir setan yang merasuki seseorang dengan cara sederhana. Ia berseru, "Diam, keluarlah dari padanya!" Yesus lebih berkuasa daripada setan-setan. Sabda dan kuasa-Nya mampu mengusir roh-roh jahat. Dengan demikian, kehadiran dan pewartaan Yesus menunjukkan bahwa Dialah Allah yang membawa kehidupan dan melepaskan manusia dari ikatan-ikatan jahat yang membelenggu. Bagi orang beriman, Yesus lebih dahsyat dan nyata daripada tokoh-tokoh heroik dalam film fiktif.
Apakah kita lebih percaya pada kuasa Allah dalam Yesus daripada setan-setan?
Untuk dapat mengalahkan dan mengusir setan dari dalam diri, kita diajak untuk mengundang Tuhan dalam hidup ini, untuk percaya pada sabda dan kuasa-Nya. Percaya pada daya kekuatan Allah dalam Yesus menjadi inti kabar gembira. Hanya di dalam Dia, kita dibebaskan dan mampu membantu orang lain terbebas dari belenggu roh jahat.
Tuhan Yesus, datang dan tinggallah dalam hatiku. Ajarilah aku untuk tekun membaca dan merenungkan sabda-Mu. Amin.
ziarah batin, mirifica e-news
renungan dan catatan harian
-glenX-
September 02, 2008, 13:24
Rabu, 03 September 2008
Peringatan Wajib Santo Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja
Hari ini Gereja memperingati Santo Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja, mari kita mengenal lebih dalam St Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja.
Gregorius lahir di Roma pada tahun 540. Ibunya Silvia dan dua orang tantenya, Tarsilla dan Aemeliana, dihormati pula oleh Gereja sebagai orang kudus. Ayahnya Geordianus, tergolong kaya raya; memiliki banyak tanah di Sicilia, dan sebuah rumah indah di lembah bukit Ceolian, Roma. Selama masa kanak – kanaknya, Gregorius mengalami suasana pendudukan suku bangsa Goth, Jerman atas kota Roma; mengalami berkurangnya penduduk kota Roma dan kacaunya kehidupan kota. Meskipun demikian, Gregorius menerima suatu pendidikan yang memadai. Ia pandai sekali dalam pelajaran tata bahasa, retorik dan dialetika.
Karena posisinya di antara keluarga – keluarga aristokrat (bangsawan) sangat menonjol, Gregorius dengan mudah terlibat dalam kehidupan umum kemasyrakatan, dan memimpin sejumlah kecil kantor. Pada usia 33 tahun ia menjadi Prefek kota Roma, suatu kedudukan tinggi dan terhormat dalam dunia politik Roma saat itu. Namun Tuhan menghendaki Gregorius berkarya di ladang anggurNya. Gregorius meletakkan jabatan politiknya dan mengumumkan niatnya untuk menjalani kehidupan membiara. Ia menjual sebagian besar kekayaannya dan uang yang diperolehnya dimanfaatkan untuk mendirikan biara – biara. Ada enam biara yang didirikan di Sicilia dan satu di Roma. Di dalam biara – biara itu, ia menjalani kehidupannya sebagai seorang rahib. Namun ia tidak saja hidup di dalam biara untuk berdoa dan bersemadi, ia juga giat di luar; membantu orang – orang miskin dan tertindas, menjadi diakon di Roma, menjadi Duta Besar di istana Konstantinopel. Pada tahun 586 ia dipilih menjadi Abbas di biara Santo Andreas di Roma. Di sana ia berjuang membebaskan para budak belian yang dijual di pasar – pasar kota Roma.
Pada tahun 590, dia diangkat menjadi Paus. Dengan ini dia dapat dengan penuh wibawa melaksanakan cita – citanya membebaskan kaum miskin dan lemah, terutama budak – budak dari Inggris. Ia mengutus Santo Agustinus ke Inggris bersama 40 biarawan lain untuk mewartakan Injil disana. Gregorius adalah paus pertama yang secara resmi mengumumkan dirinya sebagai Kepala Gereja Katolik sedunia. Ia memimpin Gereja selama 14 tahun, dan dikenal sebagai seorang Paus yang masyur, negarawan dan administrator ulung pada awal abad pertengahan serta Bapa Gereja Latin yang terakhir. Karena tulisan – tulisannya yang berbobot, dia digelari sebagai Pujangga Gereja Latin. Meskipun begitu ia tetap rendah hati dan menyebut dirinya sebagai ‘Abdi para abdi Allah’ (servus servorum Dei). Julukan ini tetap dipakai sampai sekarang untuk jabatan Paus di Roma. Setelah memimpin Gereja Kristus selama 14 tahun, Gregorius meninggal dunia pada tahun 604. Pestanya dirayakan juga pada tanggal 12 Maret.
www.ekaristi.org
Bacaan I: 1Kor 3:1-9
1 Saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus. 2 Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarangpun kamu belum dapat menerimanya. 3 Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi? 4 Karena jika yang seorang berkata: "Aku dari golongan Paulus," dan yang lain berkata: "Aku dari golongan Apolos," bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani? 5 Jadi, apakah Apolos? Apakah Paulus? Pelayan-pelayan Tuhan yang olehnya kamu menjadi percaya, masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya. 6 Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. 7 Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan. 8 Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri. 9 Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
Mazmur Tanggapan: Mzm 33:12-13,14-15,20-21
Bacaan Injil: Luk 4:38-44
38 Kemudian Yesus meninggalkan rumah ibadat itu dan pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia. 39 Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itupun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka. 40 Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Iapun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka. 41 Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: "Engkau adalah Anak Allah." Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias. 42 Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka. 43 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus." 44 Dan Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.
Renungan
Siapa tidak ingin disembuhkan dari penyakitnya? Tidak ada, bukan? Orang sehat pun merasa perlu menjaga kesehatannya karena kesehatan begitu berharga. Dengan badan yang sehat orang bisa bekerja dan beraktivitas. Namun, bukan sekadar kesehatan jasmani, tetapi ada yang lebih dari itu, yaitu keselamatan. Maksudnya, memiliki relasi yang baik dengan diri sendiri, sesama, alam semesta, terutama dengan Allah, Sang Pemberi Hidup.
Yesus datang hendak memulihkan keadaan manusia. Ibu mertua Simon, misalnya, dipulihkan sehingga dapat bekarja dan melayani orang lain. Yesus menyembuhkan segala macam penyakit dan kelemahan. Ia selalu ingin menyelamatkan manusia. Ia senantiasa mau melayani, bahkan pada malam hari ketika saatnya orang beristirahat, Ia tetap melayani. Keselamatan itu datang atas inisiatif Allah. Manusia hanya bisa menanggapinya dengan iman. Maukah aku membawa penyakit dan kelemahanku untuk disembuhkan oleh-Nya? Sesudah aku mengalami kesembuhan, bersediakah aku juga melayani sesama, seperti ibu mertua Simon? Kita bisa mulai dengan cara melepaskan segala kesalahan orang lain, tidak mengingat-ingat kelemahan mereka. Dengan begitu, kita pun mengambil bagian dalam karya penyelamatan Yesus.
Yesus yang baik hati, sembuhkanlah aku dari segala dosa dan kelemahanku. Bantulah aku agar mau dan mampu melayani sesamaku. Amin.
ziarah batin, mirifica e-news
renungan dan catatan harian
-glenX-
September 03, 2008, 14:58
Kamis, 04 September 2008
Hari Biasa
Bacaan I: 1 Korintus 3:18-23
18 Saudaraku, janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat. 19 Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah. Sebab ada tertulis: "Ia yang menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya." 20 Dan di tempat lain: "Tuhan mengetahui rancangan-rancangan orang berhikmat; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka." 21 Karena itu janganlah ada orang yang memegahkan dirinya atas manusia, sebab segala sesuatu adalah milikmu: 22 baik Paulus, Apolos, maupun Kefas, baik dunia, hidup, maupun mati, baik waktu sekarang, maupun waktu yang akan datang. Semuanya kamu punya. 23 Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah.
Demikianlah Sabda Tuhan
Mazmur Tanggapan: Mzm 24:1-2,3-4ab,5-6
Bacaan Injil: Lukas 5:1-11
1 Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. 2 Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. 3 Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. 4 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." 5 Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." 6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. 7 Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. 8 Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa." 9 Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; 10 demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia." 11 Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
Renungan
Apa artinya menjadi murid Yesus?
Kapan seseorang dipanggil menjadi murid Yesus?
Saat ini dan di sini pun Yesus tetap memanggil dan mengutus murid-murid-Nya. Tugas utama murid Yesus adalah memberitakan cinta dan belas kasih Allah. Petrus mengalami betapa Allah mengasihi dan berbelas kasih kepadanya.
Perjalanan menjadi murid Yesus dimulai dengan mengakui segala kelemahan dan ketidakberdayaan. Lalu, mulai mengandalkan diri pada kekuatan Allah. Dengan berani mengakui kekurangan diri kita secara jujur dan tulus, Tuhan memberikan rahmat dan cinta-Nya.
Beranikah aku mengakui segala kerapuhanku di hadapan Tuhan dan menyerahkan diri seutuhnya pada belas kasih-Nya?
Tuhan, terima kasih Engkau tidak meninggalkan aku sendirian, walaupun aku ini seorang berdosa. Ampunilah segala kelemahan dan kesalahan hamba-Mu ini. Amin.
Jumat, 05 September 2008
Jumat Pertama dalam bulan.
ziarah batin, mirifica e-news
renungan dan catatan harian
-glenX-
September 04, 2008, 16:07
Jumat, 05 September 2008
Jumat Pertama dalam bulan.
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (4:1-5)
1 Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah. 2 Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai. 3 Bagiku sedikit sekali artinya entahkah aku dihakimi oleh kamu atau oleh suatu pengadilan manusia. Malahan diriku sendiripun tidak kuhakimi. 4 Sebab memang aku tidak sadar akan sesuatu, tetapi bukan karena itulah aku dibenarkan. Dia, yang menghakimi aku, ialah Tuhan. 5 Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah. Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
"Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang" (Mzm37:3-6) Mzm 37:3-4,5-6,27-28,39-40
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (5:33-39)
"Anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula"
33 Orang-orang Farisi itu berkata pula kepada Yesus: "Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum." 34 Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka." 35 Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa." 36 Ia mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka: "Tidak seorangpun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua. Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari yang baru itu. 37 Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itupun hancur. 38 Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. 39 Dan tidak seorangpun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus
Renungan
Siapa tidak ingin pembaruan? Siapa tidak menghendaki agar hidupnya berubah menjadi lebih baik? Tidak seorang pun menghendaki kemapanan dan kekakuan. Hal yang sama terjadi dengan orang yang telah beriman kepada Yesus. Bagi murid-murid Yesus, ada yang lebih utama dari sekadar aturan dan tata cara yang kaku. Dalam Yesus, para murid menemukan semangat baru bagaimana mengalami Allah, mengungkapkan serta mewujudkan imannya.
Yesus menyampaikan pesan bahwa murid-murid-Nya tidak terikat pada aturan dan tata cara yang lama dalam hal berpuasa dan berdoa. Kedatangan Yesus memberikan makna baru dalam hal penghayatan iman kepada Allah. Bukan aturan dan tata cara yang utama, tetapi semangatnyalah yang perlu berubah. Semangat itu didasarkan pada relasi yang mendalam dengan Allah, atau Yesus sendiri. Puasa dan doa, misalnya, mesti dilihat dalam rangka membangun relasi dengan Tuhan. Jadi, mereka dapat berpuasa dan berdoa di mana pun dan kapan pun mereka tergerak untuk itu. Bagaimana aku membangun relasiku dengan Tuhan? Apakah aku puas bila sudah berpuasa pada waktu yang ditentukan oleh Gereja, yaitu masa Prapaskah? Apakah aku memiliki kerinduan untuk menjalin relasi dengan Tuhan melalui puasa dan berdoa? Kita bisa mulai dengan bersyukur atas hidup kita saat ini dan di sini.
Sedangkan dalam bacaan pertama hari ini, "Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah. Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai."(1Kor4:1-2), demikian kesaksian atau pesan Paulus kepada umat di Korintus, kepada kita semua orang beriman. Dengan rendah hati Paulus, sebagai rasul ulung, berusaha untuk menjadi pelayan yang dapat dipercayai, dipercaya untuk menghayati dan menyebarluaskan rahasia Allah. Rahasia Allah antara lain adalah 'karya penyelamatan dunia', sebagaimana dihayati oleh Yesus yang datang ke dunia sebagai Penyelamat Dunia. Kita semua, entah jabatan, fungsi, kedudukan atau tugas apapun, kiranya setiap hari disibukkan oleh hal-ihwal duniawi, urusan-urusan duniawi. Panggilan bagi kita semua adalah mengurus dan merawat hal-hal duniawi sedemikian rupa sehingga kita dapat dipercaya, dihandalkan untuk mengurus dan merawat dengan baik, sesuai dengan kehendak Tuhan. Marilah kita dengan rendah hati belajar dari para pelayan yang baik, yang berada di keluarga, kantor atau tempat kerja kita, yang merawat dan mengurus apa yang dibebankan kepadanya dengan baik (Rasanya selama pelayan masih berada di tempat kita berarti pelayan yang baik). Melayani berarti dengan rendah hati berusaha untuk membahagiakan dan menyelamatkan yang lain, maka kami berharap semoga mereka yang menjadi pemimpin atau penentu hidup bersama di manapun dan kapanpun senantiasa hidup dan bertindak dengan semangat atau jiwa melayani, bukan menguasai apalagi menindas. Ingat motto "vox populi vox Dei", suara rakyat adalah suara Tuhan, maka jika mengakui diri sebagai yang beriman atau beragama, dengarkan suara Tuhan yang menggema dalam diri rakyat/komunitas.
Tuhan Yesus, ajarilah aku merindukan Engkau dan berpuasa untuk menemukan Engkau. Amin.
ziarah batin, mirifica e-news
renungan dan catatan harian
ekaristi.org i.sumarya.sj
-glenX-
September 05, 2008, 14:28
Sabtu, 06 September 2008
Hari Biasa
1 Korintus: (4:9-15)
9 Saudara saudari, menurut pendapatku, Allah memberikan kepada kami, para rasul, tempat yang paling rendah, sama seperti orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati, sebab kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia. 10 Kami bodoh oleh karena Kristus, tetapi kamu arif dalam Kristus. Kami lemah, tetapi kamu kuat. Kamu mulia, tetapi kami hina. 11 Sampai pada saat ini kami lapar, haus, telanjang, dipukul dan hidup mengembara, 12 kami melakukan pekerjaan tangan yang berat. Kalau kami dimaki, kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar; 13 kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah; kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini. 14 Hal ini kutuliskan bukan untuk memalukan kamu, tetapi untuk menegor kamu sebagai anak-anakku yang kukasihi. 15 Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu. Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: Mazmur (145:17-20)
"TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka.TUHAN menjaga semua orang yang mengasihi-Nya, tetapi semua orang fasik akan dibinasakan-Nya "
Injil Lukas: (6:1-5)
"Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?"
Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya. Tetapi beberapa orang Farisi berkata: "Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?" Lalu Yesus menjawab mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?" Kata Yesus lagi kepada mereka: "Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat. Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus
Renungan
Manakah yang harus didahulukan: makan atau berdoa? Spontan kita akan berkata, "Berdoa dulu sebelum makan." Hal itu terjadi kalau ada makanan. Kalau tidak ada makanan, lain lagi masalahnya. Bukankah orang baru dapat berdoa dengan baik bila sudah mendapat makanan, bila sudah kenyang? Konflik semacam ini juga terjadi antara Yesus dan orang-orang Farisi.
Yesus mendahulukan kebutuhan makanan daripada aturan hari Sabat. Bagi Yesus, ada hukum yang jauh lebih utama, yaitu "perbuatlah kepada orang lain, apa yang kau kehendaki orang lain perbuat padamu". Hukum itu tidak lain adalah hukum kasih. Yesus mengerti betul kebutuhan murid-murid-Nya. Karena itu, Ia mengizinkan mereka untuk memetik bulir gandum. Sementara itu, orang-orang Farisi melihat hukum Sabat sebagai yang utama.
Tidak salah sebenarnya, karena dalam hukum Sabat ada semangat kasih. Masalahnya, orang-orang Farisi melihat hukum sebagai hukum, bukan semangatnya. Dalam kehidupan bermasyarakat, kita berhadapan dengan banyak aturan dan hukum. Negara kita pun mengakui diri sebagai negara hukum. Menjadi murid Yesus tentu saja bukan berarti menolak hukum yang ada. Sebaliknya, menjadi murid Yesus berarti belajar menaati hukum sejauh hukum itu mengutamakan kehidupan manusia yang lebih baik. Mari kita belajar kritis terhadap diri sendiri jangan-jangan kita juga menjalankan aturan demi aturan itu sendiri, bukan demi kehidupan yang lebih baik
.
Tuhan Yesus, utuslah Roh Kudus-Mu untuk mengajari aku hukum kasih. Amin.
ziarah batin, mirifica e-news
renungan dan catatan harian
-glenX-
September 06, 2008, 14:36
Hari Minggu Biasa XXIII
Sabtu-Minggu, 06-07 September 2008
Bacaan Pertama:
Pembacaan dari Kitab Nabi Yehezkiel (33:7-9)
"Jika engkau tidak memperingatkan si jahat, Aku akan menuntut pertanggungjawaban atas darahnya daripadamu"
7. Tuhan bersabda demikian, "Hai anak manusia, Aku menetapkan engkau menjadi penjaga bagi kaum Israel. Bilamana engkau mendengar sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka demi nama-Ku. 8. Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Hai orang jahat, engkau pasti mati! dan engkau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu supaya bertobat dari hidupnya, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggung- jawab atas nyawanya dari padamu. 9. Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang jahat itu supaya ia bertobat dari hidupnya, tetapi ia tidak mau bertobat, ia akan mati dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu"
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
MAZMUR TANGGAPAN PS.854
(Mzm 95:1-2.6-7.8-9;R:1H.8)
Reff. Singkirkanlah penghalang sabda-Mu, cairkanlah hatiku yang beku, dan bimbinglah kami di jalan-Mu
1. Marilah kita bernyanyi-nyanyi bagi Tuhan bersorak-sorai bagi gunung batu keselamatan kita. Biarlah kita memandang wajah-Nya dengan lagu syukur, bersorak-sorai bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.
2. Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut dihadapan Tuhan yang menjadikan kita. Sebab Dialah Allah kita; kita ini umat gembalaan-Nya serta kawanan domba-Nya.
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma (13:8-10)
" Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! "
8 Saudaraku, janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat. 9 Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! 10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
BAIT PENGANTAR INJIL PS. 960
Ref. Alleluya, Alleluya, Alleluya
Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya, dalam diri Kristus, dan mempercayakan warta perdamaian kepada kita.
Bacaan Injil:
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (18:15-20)
"Menasehati sesama saudara"
15 Pada suatu ketika Yesus bersabda kepada murid-muridNya, "Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatkannya kembali. 16 Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi perkara itu tidak disangsikan. 17 Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai. 18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepaskan di surga. 19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di surga. 20 Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Bagaimana caranya menjadi yang terbesar dalam Kerajaan Surga? Apa yang harus kita perbuat bila saudara seiman mulai menjauh dari Tuhan? Jawaban atas pertanyaan itu kita temukan dalam bacaan hari ini. Kita diundang untuk terlebih dahulu menegur orang itu secara pribadi. Yesus tidak menghendaki kita masa bodoh atau tidak peduli terhadap orang-orang seperti itu.
Dengan menyapa secara pribadi, diharapkan orang itu akan bertobat. Sebab, sapaan personal itu bukan untuk menghakimi, namun untuk mengasihi dia secara pribadi. Kalau orang yang ditegur tidak mau mendengarkan, kita undang beberapa orang. Namun, bila hal itu pun tidak mau didengar, jemaat harus terus berusaha membawa orang itu kembali, termasuk dengan mendoakan, memohon bantuan Tuhan sendiri. Sekali lagi, sikap dasarnya adalah mengampuni, sama seperti Tuhan mengampuni kita. Dengan mengampuni, orang tidak tinggal diam saja, tetapi tetap aktif mengajak berdialog.
Dengan bersikap dan melakukan hal itu, para murid menjadi "yang terbesar dalam Kerajaan Surga". Sebab mereka melakukan seperti yang Yesus lakukan: mencari dan menyelamatkan yang hilang. Hal ini memang bukan perkara yang mudah. Perjalanan ini dimulai dari diri sendiri, untuk belajar mengampuni diri dan kemudian mengampuni orang lain.
Tuhan, Engkau bersabda "Dimana dua atau tiga orang bergabung dalam namaKu, disitu Aku ada di tengah-tengah mereka". Kami percaya, saat inipun Engkau mempersatukan kami agar sehati sejiwa membangun gereja. Terimalah kehendak dan segala niat baik kami, agar hidup keluarga kami menampakkan cahaya kasih ilahiMu. Engkaulah Terang hidup kami, kini dan sepanjang masa. Amin.
ziarah batin, mirifica e-news
renungan dan catatan harian
-glenX-
September 07, 2008, 13:49
Kelahiran Santa Maria
Senin, 08 September 2008
Hari ini Gereja seluruh dunia merayakan “Pesta kelahiran Santa Perawan Maria”. Pesta ini sesungguhnya menunjukkan betapa Gereja mengasihi dan menghormati Bunda Maria sebagai wanita yang punya peranan besar di dalam karya keselamatan Allah. Sehubungan dengan pesta ini mungkin terlintas dalam benak kita pertanyaan berikut: “Landasan pemikiran apa yang melatarbelakangi pesta ini?”
Kita tidak bisa langsung menjawab pertanyaan ini dengan membeberkan peristiwa kelahiran Maria secara lengkap dan obyektif berdasarkan informasi dari dokumen – dokumen terpercaya Gereja seperti Alkitab. Yang mungkin bagi kita ialah melihat peranan dan kedudukan Maria di dalam rencana dan karya keselamatan Allah di dalam sejarah.
Tentang hal ini Gereja mengajarkan bahwa Allah – setelah kejatuhan manusia – menjanjikan seorang Penebus bagi umat manusia. Penebus itu adalah AnakNya sendiri. Untuk maksud luhur itu Allah membutuhkan kerjasama manusia; Allah membutuhkan seorang perempuan untuk mengandungkan dan melahirkan AnakNya. Kebeneran iman ini dikatakan Santo Paulus dalam suratnya kepada Galatia: “…Setelah genap waktunya, maka Allah mengutus AnakNya, yang lahir dari seorang perempuan…” (Gal 4:4).
Siapa perempuan itu? Perempuan itu adalah Maria, seorang puteri keturunan Abraham. Dari sini Gereja mengajarkan bahwa Maria telah ditentukan Allah sedari kekal untuk mengandung dan melahirkan AnakNya. Untuk itu ia suci sejak lahirnya dan diperkandungkan tanpa noda dosa asal.
Dalam konteks pengakuan iman inilah, Gereja merasa perlu menentukan suatu hari khusus (yaitu: 8 September) untuk merayakan peristiwa kelahiran Maria. Dasar pertimbangan disini – barangkali sangat sederhana – ialah bahwa sebagai manusia, Maria tentu pernah lahir pada waktu dan tempat tertentu, dari orangtua dan suku tertentu. Injil – injil sendiri tidak mengatakan secara jelas bahwa Maria juga adalah keturunan Daud, sebagaimana Yusuf suaminya. Yang penting disini bukanlah ketepatan hari kelahiran itu tetapi ungkapan iman Gereja akan Maria sebagai perempuan yang ditentukan Allah untuk mengandungkan dan melahirkan AnakNya.
Seturut sejarah, mulanya pesta ini dirayakan di lingkungan Gereja Timur berdasarkan ilham dari tulisan – tulisan apokrif pada abad ke – 6; pada akhir abad ke – 7, barulah pesta ini diterima dan dirayakan di dalam Gereja Barat Roma.
1KORINTUS (5:1-8)
"Bilamana kita berkumpul dalam roh, kamu bersama-sama dengan aku, dengan kuasa Yesus"
1 Saudara, saudari, memang orang mendengar, bahwa ada percabulan di antara kamu, dan percabulan yang begitu rupa, seperti yang tidak terdapat sekalipun di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, yaitu bahwa ada orang yang hidup dengan isteri ayahnya. 2 Sekalipun demikian kamu sombong. Tidakkah lebih patut kamu berdukacita dan menjauhkan orang yang melakukan hal itu dari tengah-tengah kamu? 3 Sebab aku, sekalipun secara badani tidak hadir, tetapi secara rohani hadir, aku--sama seperti aku hadir--telah menjatuhkan hukuman atas dia, yang telah melakukan hal yang semacam itu. 4 Bilamana kita berkumpul dalam roh, kamu bersama-sama dengan aku, dengan kuasa Yesus, Tuhan kita, 5 orang itu harus kita serahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis, sehingga binasa tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan. 6 Kemegahanmu tidak baik. Tidak tahukah kamu, bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan? 7 Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus. 8 Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
INJIL LUKAS (6:6-11)
"Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?"
6 Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya. 7 Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia. 8 Tetapi Ia mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: "Bangunlah dan berdirilah di tengah!" Maka bangunlah orang itu dan berdiri. 9 Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?" 10 Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya. 11 Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Mazmur Tanggapan: Mzm (13:6ab,6cd) Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.
INJIL MATIUS (1:1-16.18-23)
"Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita."
1 Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya, 3 Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram. 4 Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon, 5 Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, 6 Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria, 7 Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa, 8 Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia, 9 Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia, 10 Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia, 11 Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel. 12 Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel, 13 Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor, 14 Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud, 15 Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub, 16 Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. 18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. 19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. 20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus 21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." 22 Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: 23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita.
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
-glenX-
September 07, 2008, 13:52
Renungan
Semangat macam apa yang hendaknya kita miliki dalam menaati suatu hukum atau aturan? Adakah hukum yang melarang orang untuk berbuat baik? Hukum dan aturan dibuat demi kebaikan bersama.
Kalau aturan itu membatasi orang untuk berbuat baik, sebaiknya aturan itu dibuang saja. Kalau kita membaca aturan secara harfiah, kita harus berani menyelami dan menggali maknanya, bukan mengikutinya begitu saja.
Aturan Sabat yang sebenarnya bertujuan agar umat Allah menjalin relasi yang mesra dengan Allah. Dalam rangka itu, umat diundang untuk mengambil bagian dalam karya-Nya. Ada hari yang dikhususkan untuk memanjatkan puji dan syukur kepada Allah. Memuji dan bersyukur kepada Allah hendaknya tidak hanya dalam ungkapan, atau dalam ibadat, tetapi dalam perwujudan atau tindakan untuk berbuat kebaikan. Itulah yang Yesus lakukan dengan menyembuhkan orang yang mati tangan kanannya. Tindakan-Nya itu mewujudkan Allah yang peduli dan penuh kasih.
Kita pun diundang untuk selalu berbuat baik di mana pun dan kapan pun. Berbuat baik berarti meringankan penderitaan orang lain, menolong orang yang kesusahan dan membantu orang yang membutuhkan bantuan. Apakah aku sudah berbuat baik hari ini? Apakah aku mendahulukan berbuat baik, atau sudah puas bila sudah beribadat?
Tuhan Yesus, berilah aku semangat untuk mengamalkan hukum cinta kasih-Mu. Ajari aku untuk tidak puas diri bila belum berbuat baik kepada sesama. Amin.
reguler: ziarah batin, mirifica e-news, kelahiran sp maria: ekaristi.org
renungan dan catatan harian
-glenX-
September 09, 2008, 03:59
Selasa, 09 September 2008
Hari Biasa
1Korintus (6:1-11)
" Kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita."
1 Apakah ada seorang di antara kamu, yang jika berselisih dengan orang lain, berani mencari keadilan pada orang-orang yang tidak benar, dan bukan pada orang-orang kudus? 2 Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia? Dan jika penghakiman dunia berada dalam tangan kamu, tidakkah kamu sanggup untuk mengurus perkara-perkara yang tidak berarti? 3 Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat? Jadi apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari. 4 Sekalipun demikian, jika kamu harus mengurus perkara-perkara biasa, kamu menyerahkan urusan itu kepada mereka yang tidak berarti dalam jemaat? 5 Hal ini kukatakan untuk memalukan kamu. Tidak adakah seorang di antara kamu yang berhikmat, yang dapat mengurus perkara-perkara dari saudara-saudaranya? 6 Adakah saudara yang satu mencari keadilan terhadap saudara yang lain, dan justru pada orang-orang yang tidak percaya? 7 Adanya saja perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu. Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan? 8 Tetapi kamu sendiri melakukan ketidakadilan dan kamu sendiri mendatangkan kerugian, dan hal itu kamu buat terhadap saudara-saudaramu. 9 Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, 10 pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. 11 Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
Mazmur Tanggapan:
"Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tari-tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi! Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan. Biarlah orang-orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur mereka! Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka"
(Mzm149:3-6a)
Injil Lukas 6:12-19
"Pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa"
Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat. Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan.Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya"
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus
Berdoa merupakan salah satu cirikhas hidup beriman atau hidup beragama; jika orang mengaku sebagai beriman atau beragama tetapi jarang atau tidak pernah berdoa, maka yang bersangkutan rasanya kurang atau tidak mendalam penghayatan iman atau agamanya. Berbagai pertemuan bersama sering diawali dengan berdosa dengan harapan agar apa yang terjadi dalam pertemuan dan buah pertemuan baik adanya serta fungsional untuk keselamatan atau kebahagiaan bersama. Saudara-saudari kita umat Islam memiliki kebiasaan berdoa lima kali sehari, sedangkan dalam agama Kristen atau Katolik dikenal adanya doa pagi, sore/malam, doa harian dan doa-doa untuk aneka kepentingan atau keperluan. Sebelum memilih para pembantu atau rasul-rasul, Yesus pergi ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Maka marilah kita meneladan cara hidup Yesus tersebut: berdoa alias mohon penerangan dari Tuhan sebelum membuat keputusan atau kebijakan untuk melakukan sesuatu, semakin sesuatu tersebut penting dan berat hendaknya juga semakin banyak berdoa. Berdoalah lebih dahulu lebih-lebih atau terutama jika keputusan atau kebijakan yang hendak kita lakukan berdampak pada yang lain, apalagi menyakiti yang lain. Misalnya mau menegor, mengingatkan atau 'memarahi' yang lain, silahkan berdoa lebih dahulu, agar apa yang akan anda katakan atau lakukan tetap dalam Tuhan sehingga menyelamatkan dan membahagiakan mereka yang kita tegor, peringatkan atau marahi. Sebagai orang katolik misalnya berdoalah secara singkat dengan membuat tanda salib sambil berkata "Dalam Nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus", dan kemudian hening sejenak baru berkata atau bertindak. Biarlah apa yang keluar dari diri kita memiliki kuasa yang menyelamatkan dan menyembuhkan.
· "Tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita." (1Kor6:9-11), demikian peringatan Paulus kepada umat di Roma, kepada kita semua. Kita secara yuridis, liturgis atau formal telah disucikan yaitu ketika dibaptis. Dibaptis berarti disucikan, dipersembahkan seutuhnya kepada Tuhan, maka baiklah rahmat baptisan tersebut kita hayati dalam hidup sehari-hari antara lain hanya mau mengabdi Tuhan saja dan menolak semua godaan setan seperti cabul, berhala, berzinah, mencuri, kikir, mabuk, memfitnah atau menipu. Godaan setan pada masa kini menggejala dalam berbagai bidang kehidupan, yang pada umumnya mudah merasuki atau menjiwai kita antara lain 'berhala-berhala modern' seperti uang, harta benda, sarana-sarana modern/canggih (misalnya HP/Hand Phone). Tanda bahwa orang telah bersembah sujud kepada berhala-berhala tersebut dan tidak mengabdi atau berbakti kepada Tuhan lagi adalah ketika 'berhala-berhala' tersebut tidak atau berkurang dan rusak maka kita menjadi frustrasi, marah-marah, putus asa, dst. atau 'sakit jiwa' alias gila.. Baiklah aneka macam yang kita miliki dan kuasai, entah uang, harta benda atau sarana-prasarana kita manfaatkan atau fungsikan untuk menolong kita diciptakan, yaitu semakin suci, selamat dan bahagia jiwa kita. Marilah kita berantas aneka macam tindakan atau perilaku yang menyesatkan seperti cabul, berzinah, membenci, mencuri, mabuk, memfitnah dan menipu.
Bagaimana orang-orang zaman ini dapat mengalami Allah yang penuh daya dan kuasa? Adakah orang-orang yang dipanggil, dipilih, dan diberi-Nya kuasa? Orang dapat mengalami Allah bila dia percaya dan berdoa kepada-Nya. Daya dan kuasa Allah diturunkan melalui orang-orang yang dipilih-Nya, yaitu para rasul dan uskup.
Dalam karya-Nya, Yesus melibatkan kedua belas rasul. Sebelum memilih kedua belas rasul, Ia berdoa semalam-malaman. Ia menyerahkan diri pada bimbingan Bapa-Nya. Ia memilih mereka dan memberi mereka kuasa. Kedua belas orang yang disebut Rasul, tidak hanya membantu Yesus dalam karya-Nya, tetapi meneruskannya kepada orang-orang yang kemudian dipilih. Bersama kedua belas rasul itu, Yesus membangun komunitas murid-murid yang percaya. Bersama-sama mereka dipanggil dan dipilih-Nya untuk menjalankan tugas perutusan, mewartakan kabar gembira. Dengan disebutkannya Yudas Iskariot berarti panggilan dan pengutusan membutuhkan perjuangan; tidak otomatis orang yang telah dipilih oleh Yesus akan setia sampai akhir.
Kendati tidak dapat melihat dan merasakan daya dan kuasa Allah, apakah aku memiliki iman kepada-Nya? Setiap murid dipanggil dan diutus untuk mewartakan Injil. Ada yang dipanggil dengan tugas khusus, sebagai uskup, imam, biarawan, dan awam. Apa tugas dan tanggung jawabku sebagai murid Yesus?
Yesus, tunjukkanlah daya dan kuasa-Mu. Berilah aku iman agar aku dapat hidup dan berkembang di zaman ini. Amin.
ziarah batin, mirifica e-news dan artikel renungan i. sumarya, sj
renungan dan catatan harian
-glenX-
September 10, 2008, 02:38
Rabu, 10 September 2008
Hari Biasa
1 Korintus (7:25-31)
25 Saudara saudari, mengenai para gadis. Untuk mereka aku tidak mendapat perintah dari Tuhan. Tetapi aku memberikan pendapatku sebagai seorang yang dapat dipercayai karena rahmat yang diterimanya dari Allah. 26 Aku berpendapat, bahwa, mengingat waktu darurat sekarang, adalah baik bagi manusia untuk tetap dalam keadaannya. 27 Adakah engkau terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mengusahakan perceraian! Adakah engkau tidak terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mencari seorang! 28 Tetapi, kalau engkau kawin, engkau tidak berdosa. Dan kalau seorang gadis kawin, ia tidak berbuat dosa. Tetapi orang-orang yang demikian akan ditimpa kesusahan badani dan aku mau menghindarkan kamu dari kesusahan itu. 29 Saudara-saudari, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri; 30 dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli; 31 pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
MAZMUR TANGGAPAN: MZM 45:11-12.14-17
Refr: Dengarlah, hai puteri, lihatlah dan sendengkanlah telingamu.
1.Dengarlah, hai puteri, lihatlah dan sendengkanlah telingamu, lupakanlah bangsamu dan seisi rumah ayahmu! Biarlah raja menjadi bergairah karena keelokanmu, sebab dialah tuanmu! Sujudlah kepadanya!
2.Keindahan belaka puteri raja itu, pakaiannya bersulamkan emas. Dengan pakaian bersulam berwarna-warni ia dibawa kepada raja; anak-anak dara mengikutinya, yakni teman-temannya, yang didatangkan untuk dia.
3.Dengan sukacita dan sorak-sorai mereka dibawa, mereka masuk ke dalam istana raja. Para leluhurmu akan diganti oleh anak-anakmu nanti, mereka akan kauangkat menjadi pembesar di seluruh bumi.
Bait Pengantar Injil
Refr: Alleluya
Ayat: Bersukacitalah dan bergembiralah, karena besarlah upahmu di surga.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (6:20-26)
"Berbahagialah hai kamu yang miskin dan lapar"
Pada waktu itu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: "Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa. Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat. Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi. Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu. Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis. Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus
Renungan
Siapa tidak ingin bahagia di dalam hidup ini? Setiap orang pasti ingin bahagia. Ada orang yang mengejar kebahagiaan dengan menumpuk harta, yang lain dengan mengejar kenikmatan, yang lain lagi ingin kedudukan yang tinggi. Yesus memiliki kriteria tersendiri mengenai siapa yang berbahagia dan siapa yang celaka.
Menurut Yesus, yang berbahagia ialah mereka yang miskin, lapar, menangis, dan dibenci karena Anak Manusia. Sementara yang celaka adalah yang kaya, yang kenyang, yang tertawa, yang dipuji-puji. Ukuran Yesus amat berbeda dengan ukuran kebahagiaan yang dikejar kebanyakan orang, bukan? Misalnya, Yesus mengatakan, "Berbahagialah mereka yang miskin." Itu tidak berarti bahwa para murid harus menjadi gelandangan, pengemis, menjual semua hartanya. Orang miskin disebut berbahagia karena Kerajaan Allah milik mereka. Dengan kedatangan Yesus berarti Kerajaan Allah sudah mulai terwujud di dunia ini. Yesus berpihak kepada orang miskin dan lemah.
Para murid Yesus diharapkan juga mau berbagi, solider dengan mereka yang miskin, lemah dan berdosa. Sebagaimana Yesus tinggal bersama orang miskin, menyembuhkan yang sakit, dan mengampuni yang berdosa, maka para murid pun diundang untuk menempatkan mereka sebagai yang utama.
Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk berbahagia menjadi murid-Mu dan mau berbagi dengan orang-orang yang membutuhkan bantuan. Amin.
ziarah batin, mirifica e-news
renungan dan catatan harian
-glenX-
September 10, 2008, 15:33
Kamis, 11 September 2008
Hari Biasa
BACAAN PERTAMA
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (8:1b-7.11-13)
" Tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa."
1 Saudara-saudari, pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun. 2 Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu "pengetahuan", maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya. 3 Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah. 4 Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: "tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa." 5 Sebab sungguhpun ada apa yang disebut "allah", baik di sorga, maupun di bumi--dan memang benar ada banyak "allah" dan banyak "tuhan" yang demikian-- 6 namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. 7 Tetapi bukan semua orang yang mempunyai pengetahuan itu. Ada orang, yang karena masih terus terikat pada berhala-berhala, makan daging itu sebagai daging persembahan berhala. Dan oleh karena hati nurani mereka lemah, hati nurani mereka itu dinodai olehnya. 11 Dengan jalan demikian orang yang lemah, yaitu saudaramu, yang untuknya Kristus telah mati, menjadi binasa karena "pengetahuan" mu. 12 Jika engkau secara demikian berdosa terhadap saudara-saudaramu dan melukai hati nurani mereka yang lemah, engkau pada hakekatnya berdosa terhadap Kristus. 13 Karena itu apabila makanan menjadi batu sandungan bagi saudaraku, aku untuk selama-lamanya tidak akan mau makan daging lagi, supaya aku jangan menjadi batu sandungan bagi saudaraku.
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN (Mzm) 139:1-3.13-14ab.23-24
Refr: Tuntunlah aku di jalan yang kekal.
1.Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui apakah aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.
2.Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, Engkaulah yang menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena misteri kejadianku; ajaiblah apa yang Kaubuat.
3.Selidikilah aku, ya Allah, dan kenalilah hatiku, ujilah aku dan kenalilah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!
Bait Pengantar Injil:
Refr: Alleluya
Jika kita saling menaruh cinta kasih, Allah tinggal dalam kita; dan cinta kasih Allah dalam kita menjadi sempurna.
Orang yang mengembangkan perintah kasih, diajak untuk memiliki hati seperti hati Allah. Allah adalah Bapa yang murah hati. Ia mencintai semua manusia, namun tetap memberikan kebebasan bagi manusia untuk membalas cinta-Nya. Barangkali ada yang menyangka hal itu adalah kelemahan dari Allah. Namun, sebenarnya itulah kekuatan terbesar dari Cinta. Cinta Tuhan tak terkalahkan oleh kejahatan, kekerasan, permusuhan, bahkan dosa.
INJIL
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (6:27-38)
" Kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi."
27 Yesus bersabda kepada murid-muridNya: "Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; 28 mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu. 29 Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu. 30 Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu. 31 Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka. 32 Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka. 33 Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian. 34 Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak. 35 Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. 36 Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati." 37 "Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. 38 Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.
Renungan
Ada tiga perbuatan yang berulang: mengasihi musuh, berbuat baik, dan berilah. Dengan mengasihi musuh maka tidak ada balas dendam. Tindakan tanpa kekerasan memutus lingkaran kekerasan, sehingga pertikaian berhenti. Tindakan tanpa kekerasan bukanlah sikap pasif atau menerima; sebaliknya itu adalah sikap aktif dan proaktif. Kita diajak untuk berbuat baik dengan memberi dan mendoakan sesama kita, terlebih mereka yang berbuat jahat kepada kita. Hal ini tentu sulit. Tetapi, inilah permintaan Yesus kepada para pengikut-Nya: "Hendaklah kamu murah hati sama seperti Bapamu adalah murah hati" (Luk 6:36)
Tuhan, ajarilah aku bersikap murah hati, seperti Engkau murah hati. Amin.
ziarah batin, mirifica e-news
renungan dan catatan harian
-glenX-
September 11, 2008, 13:07
Jumat, 12 September 2008
Hari Biasa
Tetapi buah Roh ialah: Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan... (Galatia 5:22)
Doa Pagi
Ya Tuhan, hari ini kami akan melanjutkan tugas-tugas kami. Bantulah agar dalam pertemuan dengan sesama kami tidak mencari selumbar di mata mereka tetapi lebih melihat balok yang ada di depan mata kami. Semoga kami dapat hidup dengan baik dengan sesama kami sehingga damai-Mu dapat meraja di muka bumi ini. Doa ini kami sampaikan kepada-Mu dengan perantaraan Yesus Tuhan kami. Amin.
Paulus menganggap tugas mewartakan Injil adalah suatu keharusan. Bahkan baginya tugas pewartaan itu mendatangkan rahmat baginya. Karena itu ia merasa beruntung boleh mengambil bagian dalam tugas pewartaan. Dengan demikian ia memperoleh harapan untuk memenangkan mahkota yang abadi.
BACAAN PERTAMA: 1 Kor (9:16-19.22b-27)
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:
Saudara-saudara, memberitakan Injil bukanlah suatu alasan bagiku untuk
memegahkan diri. Sebab bagiku itu suatu keharusan. Celakalah aku bila aku tidak memberitakan Injil. Andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi karena aku melakukannya bukan menurut kehendakku sendiri, maka pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku. Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah bahwa aku boleh memberitahukan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil. Sebab sekalipun aku bebas terhadap semua orang, aku
menjadikan diriku hamba semua orang, supaya aku dapat memenangkan orang sebanyak mungkin. Bagi semua orang aku menjadi segala-galanya supaya sedapat mungkin memenangkan beberapa orang diantaramu. Segala-galanya itu kulakukan demi Injil, agar aku mendapat bagian di dalamnya. Tidak tahukah kalian, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kalian memperolehnya. Tiap-tiap orang yang mengikuti pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku berlari bukan tanpa tujuan, dan aku bertinju bukan dengan memukul secara sembarangan. Sebaliknya aku melatih dan menguasai tubuhku sepenuhnya, jangan sampai aku sendiri ditolak sesudah memberitakan Injil kepada orang lain.
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
MAZMUR TANGGAPAN (Mzm 84:3-6.12)
Refr. Betapa menyenangkan tempat kediaman-Mu, ya Tuhan semesta alam!
1.Jiwaku merana karena merindukan pelataran rumah Tuhan; jiwa dan ragaku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.
2.Bahkan burung pipit mendapat tempat dan burung layang-layang mendapat sebuah sarang, tempat mereka menaruh anak-anaknya, pada mezbah-mezbah-Mu, ya Tuhan semesta alam, ya Rajaku dan Allahku!
3.Berbahagialah orang yang diam di rumah-Mu, yang memuji-muji Engkau
tanpa henti. Berbahagialah para peziarah yang mendapat kekuatan daripada-mu yang bertolak dengan penuh gairah.
4.Sebab Tuhan Allah adalah benteng dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan-Nya dari orang yang hidup tidak bercela.
Bait Pengantar Injil
Refr: Alleluya
Ayat: Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah kebenaran. Kuduskanlah kami dalam kebenaran.
Orang beriman perlu memperoleh semangat dasar iman yang reflektif. Dalam diri Kristuslah mereka harus mendasarkan refleksi mereka itu. Kristus tidak menghakimi orang yang berdosa, melainkan pertama-tama mencintai mereka. Kasih Kristus itulah yang mendorong orang berdosa menyadari kesalahannya dan bertobat.
INJIL
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (6:39-42)
"Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."
Pada suatu ketika Yesus menyampaikan perumpamaan ini kepada murid-murid-Nya, "Mungkinkah seorang buta membimbing orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lubang? Seorang murid tidak melebihi gurunya, tetapi orang yang sudah tamat pelajarannya, akan menjadi sama dengan gurunya. Mengapa engkau melihat selumbar dalam mata saudaramu, sedangkan balok dalam matamu sendiri tidak kauketahui? Bagaimana mungkin engkau berkata kepada saudaramu, 'Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar dalam matamu', padahal balok dalam matamu tidak kaulihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus
Doa Malam
Tuhan kami yang Maha Kasih, kami sangat bersyukur atas hari ini. Banyak hal yang telah kami alami dan dalam semuanya itu kami melihat didikan-Mu, meski kadang menyakitkan. Tuhan kami sadar bahwa kami mungkin melakukan banyak dosa hari ini. Kami mohon ampunan-Mu atas itu semua. Janganlah tinggalkan kami malam ini dalam istirahat kami sebab tanpa Engkau kami akan binasa. Amin.
Renungan
Orang yang munafik dibutakan oleh dosanya sendiri. Ia lebih suka menonjolkan kelemahan orang lain. Tuhan, bantulah aku dengan rahmat-Mu untuk hidup dalam kejujuran. Jujur dengan diri sendiri, jujur dengan orang lain, terlebih lagi jujur dengan Engkau sendiri.
Bagaimana agar dunia ini dipenuhi dengan damai, tidak ada perang dan permusuhan? Manakah disiplin dan keutamaan yang perlu dikembangkan oleh para murid Yesus? Yesus mengajak para murid untuk berhenti menyalahkan orang lain, berhenti untuk melemparkan tanggung jawab pada pihak lain. Sebaliknya, Dia mengajak para murid untuk bertanggung jawab dengan meneliti kecenderungan diri sendiri.
Dengan perumpamaan, Yesus menyadarkan bahwa kita semua adalah "orang-orang buta". Kita tidak tahu ke mana kita melangkah dan apa yang harus dilakukan. Hanya Yesus sendiri yang mampu menuntun kita ke mana melangkah dan melakukan apa yang sebaiknya dilakukan. Kesadaran diri sebagai "orang buta" mengajak kita untuk rendah hati, menerima diri dan belajar memahami orang lain serta mohon rahmat Tuhan. Kecenderungan untuk cepat-cepat menyalahkan orang lain hendaknya diganti dengan memeriksa batin dan mohon bantuan rahmat Sang Guru untuk menuntun kita bersama.
Kalau semua orang belajar rendah hati, memeriksa batin, dan memohon rahmat Tuhan, kiranya tidak ada perang dan permusuhan. Yang ada tinggal solidaritas antarumat manusia, bahwa kita ini orang-orang buta yang membutuhkan tuntunan rahmat Tuhan sendiri.
Tuhan, ajarilah aku berani memeriksa batinku sendiri dan menyadari "kebutaan kami". Amin.
ziarah batin, mirifica e-news
renungan dan catatan harian dan ruah, komunikasi.
loneranger
September 12, 2008, 06:37
Boss,
Nanya dong,
Kan Yesus sendiri bilang ke seorang muda (Markus 10:17-21) untuk menjual segala harta dan memberikan ke orang2 miskin, untuk beroleh harta di surga,
dan megikuti Yesus,
Hal itu mungkin dilakukan tapi kan berat untuk manusia jaman sekarang,
kira2 ada solusi apa ya, mengingat ya itu tadi , harta kan begitu mengikat,
thks
-glenX-
September 12, 2008, 07:21
Boss,
Nanya dong,
Kan Yesus sendiri bilang ke seorang muda (Markus 10:17-21) untuk menjual segala harta dan memberikan ke orang2 miskin, untuk beroleh harta di surga,
dan megikuti Yesus,
Hal itu mungkin dilakukan tapi kan berat untuk manusia jaman sekarang,
kira2 ada solusi apa ya, mengingat ya itu tadi , harta kan begitu mengikat,
thks
"Juallah apa yang kau miliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, dan ikutlah Aku." Artinya hal kerajaan Sorga tidak dapat dicampuradukkan dengan perkara duniawi. Inilah maksud dari "menjual seluruh harta milik". Itu sebabnya untuk mengikut Yesus kita harus meninggalkan hal-hal duniawi. Harta Surgawi tak dapat dibawa keluar dari kawasan kerajaan Sorga, tak dapat dibawa ke dalam kerajaan dunia. Jadi kita harus menentukan pilihan: memilih kerajaan Surga atau kerajaan dunia.
Apakah menjual segalanya untuk membeli tanah dengan harta terpendam berarti orang Katolik tidak boleh memiliki materi? Tidak. Yang dimaksudkan adalah kita harus hidup di dalam terang Kristus dan meninggalkan kegelapan. Baju kegelapan tidak dapat dipadu dengan baju terang kerajaan Surga. Mengenakan keduanya hanya menyebabkan terang Kristus tidak akan berkerja di dalam kita.
solusi dari semua diatas "marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati." (Roma 13:13)
Sekian.
Salam dan berkat Tuhan:)
Flazz
loneranger
September 12, 2008, 08:51
Apakah menjual segalanya untuk membeli tanah dengan harta terpendam berarti orang Katolik tidak boleh memiliki materi? Tidak. Yang dimaksudkan adalah kita harus hidup di dalam terang Kristus dan meninggalkan kegelapan. Baju kegelapan tidak dapat dipadu dengan baju terang kerajaan Surga. Mengenakan keduanya hanya menyebabkan terang Kristus tidak akan berkerja di dalam kita.
solusi dari semua diatas "marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati." (Roma 13:13)
Sekian.
Salam dan berkat Tuhan:)
Flazz
Ok baik sekali tuh jawaban,
nah ada lagi sedikit pertanyaan... boleh ya flazz,
begini,
1 minggu kan 7 hari,
ada hari dalam 1 minggu dimana kita jauh(atau sengaja menjauh)
dari Tuhan,
bagaimana ya untuk mengurangi perasaan jauh(atau sengaja menjauh) itu
karena godaan itu begitu besar, terutama karena materi itu tadi...
thanks a lot
zazaz
September 12, 2008, 09:11
berdoalah salam maria. itu sih tips dari saya....
loneranger
September 12, 2008, 09:19
berdoalah salam maria. itu sih tips dari saya....
Nah itu masalahnya ...
bagaimana kalau senin sampai kamis kita berdoa,
tapi di malam jumat kita (karena sesuat hal) jauh/menjauh dari doa...
kira2 solusinya gimana ya...
thks
ForGie
September 12, 2008, 09:29
kenapa harus ngejauh?? :hehe
Kita kan pasti tidur setiap hari, so biasakan begitu bangun tidur berdoa atau mengucap syukur pada Tuhan :)
zazaz
September 12, 2008, 09:41
yaaa kalo saya sih uda pasrahan ke Tuhan orangnya...
jadi walaupun ga ke gereja juga tetep berdoa, dkk.
loneranger
September 12, 2008, 09:53
kenapa harus ngejauh?? :hehe
Kita kan pasti tidur setiap hari, so biasakan begitu bangun tidur berdoa atau mengucap syukur pada Tuhan :)
Wah kayaknya 'pencerahan' tuh,
memang sih terus terang saya kurang berdoa...
okeh deh aq coba... "biasakan begitu bangun tidur berdoa atau mengucap syukur pada Tuhan"
thks
loneranger
September 12, 2008, 10:05
yaaa kalo saya sih uda pasrahan ke Tuhan orangnya...
jadi walaupun ga ke gereja juga tetep berdoa, dkk.
Setuju ... soal pasrah... saya juga ...
ke gereja juga paling sebulan sekali...
makanya nih... gak enak banget sama Tuhan...
soalnya rejeki dikasih banyak (menurut aq) tapi bersyukurnya sangat amat kurang sekali... boro2 amal...
doanya kurang... ::cry::
salam
IgNaZ
September 12, 2008, 10:43
Berdoa, dan ke Gereja. (harap diusahakan mengikutinya tiap minggu). Karena ketika kita di Gereja kita bisa meresapi sabda2 Tuhan,dan merenungkannya.
Kondisi zaman sekarang memang tidak bisa dihindari dan harus dihadapi. Korupsi,kebencian,hawa nafsu. Dan harus yakin bersama Yesus saya berani melawan roh korupsi,kebencian,hawa nafsu.
Setelah berdoa dan ke Gereja, dalam kehidupan sehari-hari (tindakan nyata) saya mencerminkan sbg murid Yesus atau tidak? Kalau belum, kita perlu merenung dan berdoa supaya dijauhkan dari hal-hal yg tidak berkenan di mata Allah dan sesama. Amin.
R E D
September 12, 2008, 12:21
Ada hal-hal yang bagus renungan mengenai kebencian dan balas dendam, yg disampaikan oleh Rm. Sumarya, SJ dalam bacaan hari Kamis, 11 September 2008 kemarin:
Kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu
Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu. Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu. Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu. Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka. Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosa pun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka. Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun berbuat demikian." demikian kutipan Warta Gembira hari ini.Luk6:27-33
Kebencian dan balas dendam masih marak di sana-sini dalam kehidupan bersama, entah dalam hidup berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa, beragama maupun dalam bekerja.
Sekali lagi saya angkat disini bahwa masing-masing dari kita pasti memiliki 'musuh' atau 'ada orang membenci atau mengutuk' kita.
"Musuh" yang saya maksudkan di sini adalah segala sesuatu yang tidak sesuai dengan selera pribadi kita atau tidak kita senangi/sukai, entah itu orang, suasana, iklim, lingkungan hidup, tugas, pekerjaan, makanan atau minuman dst.., apalagi jika kita bermotto "like" dan "dislike" dalam kehidupan kiranya kita memiliki banyak 'musuh'. "Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu, mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu, berdoalah bagi orang yang mencaci kamu", demikian sabda Yesus.
Enak atau tidak enak, nikmat atau tidak nikmat hemat saya hanya sesaat saja, apa yang kita lakukan dalam sesaat tersebut akan sangat berpengaruh dalam hidup kita. Sebagai contoh adalah 'makanan atau minuman': yang sehat belum tentu enak dan nikmat; enak dan nikmat dalam hal makanan dan minuman hanya terjadi sesaat di lidah, jika kita berani mengasihi yang tidak enak dan tidak nikmat alias menyantap dan menikmatinya maka kita akan sehat. Kalau perlu langsung telan saja seperti 'makan atau minum obat', karena Allah telah menganugerahkan alat atau mesin pencernaan yang luar biasa untuk mengolahnya demi kesehatan tubuh kita. Hemat saya jika orang mengalami kesulitan dalam 'mengasihi atau menikmati makanan dan minuman', maka yang bersangkutan pasti dengan mudah untuk memusuhi dan membenci siapapun atau apapun yang tidak sesuai dengan selera pribadi.
Maka salah satu latihan yang baik dan mudah untuk menghayati sabda Yesus hari ini kiranya membiasakan diri untuk mengasihi atau menikmati aneka makanan dan minuman yang sehat meskipun tidak enak atau tidak nikmat. Hendaknya anak-anak sedini mungkin dilatih atau dibiasakan untuk mengasihi dan menikmati makanan dan minuman yang sehat meskipun tidak enak dan tidak nikmat.
bacaan pertama:
"Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu "pengetahuan", maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya. Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah. Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: "tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa." (1Kor8:2-4)
demikian peringatan atau nasihat Paulus kepada umat di Korintus, kepada kita semua.
Apa atau segala sesuatu yang ada di dunia adalah ciptaan Allah dan manusia adalah ciptaan Allah yang termulia dan terluhur di dunia ini, karena diciptakan sesuai dengan gambar atau citra Allah. Ciptaan-ciptaan lain di dunia diciptakan untuk manusia dalam mengejar tujuan ia diciptakan yaitu 'keselamatan jiwanya'.
Maka hendaknya jangan menagung-agungkan harta benda, uang, kekayaan, pangkat, kedudukan, pengetahuan dan keterampilan dll yang ada di dunia ini melebihi manusia alias menjadikannya 'berhala-berhala'. "Harta benda, uang dst.." adalah 'jalan ke sorga atau ke neraka': akan menjadi jalan ke sorga jika kita memfungsikan atau memanfaatkan sebagai sarana dan akan menjadi jalan ke neraka jika kita memmfungsikan atau memanfaatkan sebagai 'berhala'.
Orang yang bersikap mental materialistis atau bisnis pada umumnya kurang atau tidak beriman, maka ketika 'harta benda, uang, kekayaan dst..' berkurang atau hilang mereka pasti akan sakit hati/marah-marah, sakit jiwa/gila, sakit akal budi/hidup ngawur dan kiranya juga sakit tubuhnya.
Hidup kita dan segala sesuatu yang menyertai kita atau kita miliki dan kuasai saat ini adalah anugerah Allah, yang kita terima karena kemurahan hatiNya secara cuma-cuma, maka baiklah kita hidup penuh syukur dan terima kasih dalam keadaan atau situasi apapun, dimanapun dan kapanpun.
sumber (http://www.ekaristi.org/artikel/sumarya.php?subaction=showfull&id=1221097397&archive=&start_from=&ucat=16&)
dan sedikit respon dari gw mengenai hal-hal diatas, hidup kita ini semua anugerah dari Allah (seperti artikel di bagian akhir), segalanya milik Allah, dan bisa dicabut sewaktu-waktu oleh Allah. Tetapi perlu diingat Allah itu sungguh baik hati, sungguh murah hati sehingga Allah masih mengasihi kita, masih memberikan waktu kepada kita untuk bertobat.
Maaf kalau udah lewat tanggalnya.
-glenX-
September 12, 2008, 13:48
Sabtu, 13 September 2008
Peringatan Wajib Santo Yohanes Krisostomus
"Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera..."
(1 Korintus 14:33)
Pada suatu hari di awal bulan Oktober tahun 403 Masehi, ibukota Konstantinopel yang agung dipenuhi dengan hiruk-pikuk massa. Dalam rangkaian kejadian yang tak terduga-duga, Patriark Yohanes yang sangat populer, yang sebelumnya telah diasingkan karena fitnah para musuh-musuhnya, telah dipanggil oleh perintah Kaisar. Yohanes adalah pengkotbah yang brilian dan dijuluki "Krisostomus" yang artinya "Si Mulut Emas" karena kepandaiannya berbicara.
Dengan didampingi oleh 30 Uskup dan sejumlah besar warga yang menyanyikan Mazmur dan membawa lilin-lilin, dia berjalan melintasi kota menuju ke Gereja Rasul-rasul Kudus (Church of Holy Apostles). Disana dia berkhotbah tanpa teks, mengulangi teks yang sama dari Kitab Ayub yang telah digunakannya selama dalam pengasingan: "Terpujilah nama Tuhan (Ayub 1:21), yang telah membolehkan aku pergi ke pengasingan, terpujilah juga nama Tuhan, yang telah memerintahkan aku untuk kembali." Sekelumit kisah ini yang terjadi pada saat Yohanes menjabat sebagai Patriark memberi gambaran semangat internal dari salah satu pujangga Gereja yang paling terkenal ini. Meskipun sepanjang karier Yohanes terlibat dalam berbagai pergulatan, entah gerejawi maupun politik, batu landasan dari hidupnya adalah kepercayaannya yang penuh kepada Allah.
Pada tahun 398 tanpa diduga-duga Yohanes dipromosikan untuk menjabat Tahta Konstantinopel sebagai Uskupnya yang ke-12 dan dia menjadi salah satu panutan Gereja yang terbesar. Namun disana dia terseret dalam politik yang rumit oleh Kaisar Arcadius dan istrinya yang berkuasa, Eudoxia. Yohanes bukannya tanpa kemampuan berpolitik sama sekali, dia seringkali menggunakan popularitas homilinya untuk mendukung posisinya dan program-programnya. Dia bahkan mampu bertindak secara blak-blakan dan bahkan kadang otoritarian sehingga memberinya reputasi sebagai orang yang bertemperamen buruk. Meskipun demikian, Yohanes bukanlah seorang politikus, tetapi semata-mata seorang pastor (gembala) yang berusaha melayani kepentingan-kepentingan Gereja dan berusaha memberikan petunjuk-petunjuk moral praktis bagi kongregasinya.
Selama lima tahun jabatannya sebagai Patriark Konstantinopel penuh dengan kontroversi. Meskipun dia masih terus sering berkhotbah, terutama tentang Paulus yang digemarinya, demikian juga Kisah Para Rasul (55 homili), banyak dari tenaganya dihabiskan untuk melakukan manuver-manuver politik. Yohanes memiliki banyak musuh yang merupakan petinggi-petinggi kekaisaran maupun Gereja. Akhirnya musuh-musuh Yohanes yang dipimpin oleh Patriark Theopilus dari Alexandria yang tak bermoral, membuatnya dikutuk oleh konsili-semu yang dipadati oleh para musuh-musuhnya pada bulan September 403. Peristiwa yang membawanya pada pembuangannya yang pertama. Kembalinya Yohanes yang penuh kemenangan, seperti diceritakan pada awal tulisan ini, hanya bertahan sebentar saja. Suatu ketika Eudoxia, musuhnya yang terbesar, sangat marah terhadap Yohanes atas homili yang disangkanya ditujukan kepadanya. Dia mengatur rencana yang membawa pada pembuangan Yohanes yang kedua di musim semi 404. Pertama-tama Yohanes disingkirkan ke kota di pegunungan di sebelah selatan Turki, tetapi pada awal tahun 407 dia diperintahkan diasingkan ke Pythius, dusun yang terpencil di Laut Hitam, di wilayah yang terjauh dari kekaisaran. Selama tiga bulan sang Patriark yang sudah tua dan lemah fisik tersebut dibawa sepanjang wilayah Asia Kecil hingga akhirnya dia wafat di perjalanan pada tanggal 14 September 407. Di tengah-tengah penderitaannya, seperti Rasul Paulus yang begitu dikaguminya, dia menemukan kedamaian dan kebahagiaan yang besar. Hatinya begitu terhibur mengetahui bahwa Sri Paus tetap merupakan sahabatnya, dan Sri Paus melakukan segala apa yang bisa dilakukannya untuk membela Yohanes.
Sulit kiranya bagi para pembaca modern untuk menghargai efek dari pengajaran Yohanes, yang bertautan dengan retorik khotbah gaya kuno yang seringkali tampak terlalu bertele-tele bagi kita. Yohanes, yang berbeda dengan gaya para bapa-bapa Kapadokia, bukan seorang pemikir spekulatif yang memberi sumbangan berharga bagi pemahaman atas doktrin Trinitas atau Allah-Manusia. Yohanes dididik dibawah asuhan Diodore dari Tarsus, pakar tafsir Kitab Suci yang paling menonjol dari sekolah Antiokia. Yohanes adalah seorang guru praktis yang berusaha mengemukakan makna doktrinal, moral, dan spiritual dari ayat-ayat Alkitab bagi para pendengarnya. Kita membaca tulisan-tulisan Yohanes Krisostomus bukan untuk menemukan argumen yang paling mendalam dalam berhadapan dengan kaum bidaah, tetapi lebih merupakan "jendela" dunia Kristen kuno. Si Mulut Emas menyajikan kita dengan hidup Kristen yang konkrit dan aktual, di dunia yang masih setengah pagan. Dia bersemangat untuk membimbing kongregasinya kepada doktrin-doktrin yang ortodoks yang bisa menghindarkan mereka dari berbagai bentuk bidaah Kristen yang mereka temui sehari-hari. Dia juga sangat peduli untuk memberikan instruksi-instruksi moral, baik yang positif (seperti mengenai penyangkalan-diri, doa, dan penitensi) maupun yang negatif (seperti menghindari bahaya teater dan gelanggang permainan). Homili-homili Yohanes Krisostomus membuat kita seolah berada pada masa itu, disaat dimana keKristenan yang ortodoks mulai mengambil bentuknya yang karakteristik hingga sekarang. Pesta peringatan Santo Yohanes Krisostomus dirayakan setiap tanggal 13 September dalam ritus Latin.
Santo Yohanes Krisostomus, doakanlah kami!
-glenX-
September 12, 2008, 14:01
Sabtu, 13 September 2008
Peringatan Wajib Santo Yohanes Krisostomus
Doa Pagi
Ya Tuhan, terima kasih atas istirahat kami dan atas peringatan-Mu melalui sabda-Mu yang kami baca. Jadikanlah kami pohon-pohon yang baik ya Tuhan supaya kamipun dapat menghasilkan buah-buah yang baik. Jangan berhenti memberi kami pupuk agar kami dapat tumbuh menjadi pohon yang menghasilkan buah yang melimpah demi kemuliaan nama-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Dalam Perjamuan Ekaristi orang beriman telah dipersatukan dengan Kristus. Persekutuan dengan Kristus itu hendaknya juga diikuti dengan kemauan untuk tidak lagi hidup dalam penyembahan berhala. Kita jangan lagi hidup dengan kepercayaan-kepercayaan lama yang mengaburkan arti Kristus bagi keselamatan kita.
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (10:14-22a)
" Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu."
14 Saudara-saudariku yang kekasih, jauhilah penyembahan berhala! 15 Aku berbicara kepadamu sebagai orang-orang yang bijaksana. Pertimbangkanlah sendiri apa yang aku katakan! 16 Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus? 17 Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu. 18 Perhatikanlah bangsa Israel menurut daging: bukankah mereka yang makan apa yang dipersembahkan mendapat bagian dalam pelayanan mezbah? 19 Apakah yang kumaksudkan dengan perkataan itu? Bahwa persembahan berhala adalah sesuatu? Atau bahwa berhala adalah sesuatu! 20 Bukan! Apa yang kumaksudkan ialah, bahwa persembahan mereka adalah persembahan kepada roh-roh jahat, bukan kepada Allah. Dan aku tidak mau, bahwa kamu bersekutu dengan roh-roh jahat. 21 Kamu tidak dapat minum dari cawan Tuhan dan juga dari cawan roh-roh jahat. Kamu tidak dapat mendapat bagian dalam perjamuan Tuhan dan juga dalam perjamuan roh-roh jahat. 22 Atau maukah kita membangkitkan cemburu Tuhan? Apakah kita lebih kuat dari pada Dia?
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN
(Mzm 116:12-13.17-18)
Refr. Aku mempersembahkan korban syukur kepada-Mu, ya Tuhan
1.Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan segala kebaikan-Nya kepadaku? Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama Tuhan.
2.Aku akan mempersembahkan kurban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama Tuhan. Aku akan membayar nazarku kepada Tuhan di depan seluruh umat-Nya.
BAIT PENGANTAR INJIL
Refr. Alleluya.
Ayat. Orang yang mengasihi aku akan mentaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepada-Nya.
Yesus mengajak kita untuk memperhatikan hati sebagai sumber ungkapan semua perilaku dan kata-kata kita. Karena itu dalam hubungan dengan Allah dan dengan sesama Yesus menghendaki kita selalu siap sedia memperhatikan motivasi kita. Kemurnian motivasi itulah yang menjadi dasar kokoh iman akan Allah.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (6:43-49)
" Barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya. "
43 Sekali peristiwa, Yesus bersabda kepada murid-muridNya: "Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik. 44 Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur. 45 Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya." 46 "Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan? 47 Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya--Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan--, 48 ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun. 49 Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya."
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.
Doa Malam
Malam mulai larut ya Tuhan dan kami pun hendak membaringkan diri beristirahat. Terima kasih atas segala pengalaman yang telah Engkau karuniakan sepanjang hari ini. Kami menyaksikan dan menyadari bahwa karya-Mu sungguh besar dalam diri kami. Bantu kami untuk terus menyadari kehadiran-Mu dalam kehidupan kami. Biar Engkaulah yang meraja dalam kehidupan kami. Terpujilah nama-Mu kini dan sepanjang masa. Amin.
Renungan
Kita tahu seorang itu baik karena ia telah berkali-kali berbuat baik. Ia telah menghasilkan buah-buah kebaikan bagi orang lain. Kebaikannya telah teruji, baik dalam suka maupun duka. Lalu, bagaimana agar kita menjadi orang baik?
Yesus mengajarkan bahwa perjalanan menjadi orang baik dimulai dari memiliki hati yang baik, karena dari hati mengalirlah kebaikan melalui tutur kata dan perbuatan. Hati adalah pusat jati diri manusia; pusat kehendak dan penjaga keseimbangan antara pikiran dan perbuatan. Perjalanan mengolah hati ini tidak mudah, membutuhkan rahmat Tuhan dan dengan tekun mendengarkan sabda-Nya. Mengolah hati mirip dengan menanam pohon hingga berbuah. Kita perlu mengolah tanah, mencari benih yang baik, menanam, menunggu dengan sabar, tekun mengairi, memberi pupuk, dan menjaganya dari hama tanaman.
Sekali pohon berbuah baik maka akan terus berbuah kebaikan. Ia memiliki akar yang kokoh karena dibangun di atas kebenaran sabda Tuhan. Sabda Tuhan adalah sabda kehidupan. Ingatlah bagaimana Allah menciptakan dengan bersabda. Karena itu, mari kita membangun hidup berdasarkan sabda Tuhan, belajar dengan tekun mendengarkan Dia. Tidak pernah ada kata terlambat, bukan?
Tuhan Yesus, terima kasih untuk sabda-Mu yang menemani perjalananku hingga aku teguh berdiri menghadapi tantangan zaman. Amin.
ziarah batin, mirifica e-news
renungan dan catatan harian dan ruah, komunikasi.
-glenX-
September 13, 2008, 14:59
PESTA SALIB SUCI
Sabtu-Minggu, 13-14 September 2008
Doa Hari Ini:
Allah Bapa yang mahamulia, menurut rencana penyelamatan Putera-Mu terkasih, yang menanggung derita dan wafat di kayu salib, Ia datang bukan untuk menghakimi dunia melainkan untuk menyelamatkannya. Semoga ketika kami memandang kayu salib-Mu yang suci, kami senantiasa diingatkan akan kasih yang berupa keselamatan bagi hidup kami di dunia ini. Buatlah kami mengakui karya-Nya yang mulia dan terus mengejar hal-hal yang mendorong untuk mendapatkan hidup kekal sehingga ketika kelak di surga kami dapat menikmati ganjaran penebusan-Nya. Sebab Dialah Tuhan dan Pengantara kami. Amin.
BACAAN PERTAMA
Pembacaan dari Kitab Bilangan (21:4-9)
" Semua orang yang terpagut ular akan tetap hidup, bila memandang ular perunggu. "
4 Ketika umat Israel berangkat dari Gunung Hor, mereka berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom. Bangsa itu tidak dapat menahan hati di tengah jalan. 5 Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa, "Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air! Kami telah muak akan makanan hambar ini!" 6 Lalu Tuhan menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel itu mati. 7 Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata, "Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan Tuhan dan engkau, berdoalah kepada Tuhan, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini daripada kami." Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu. 8 Maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa, "Buatlah ular tedung dan taruhlah pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut ular, jika ia memandangnya, akan tetap hidup." 9 Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang. Maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN PS. 830
Reff: Aku wartakan karya agung-Mu Tuhan, karya agung-Mu karya keselamatan.
1.Dengarkanlah pengajaranku, hai bangsaku, sendengkanlah telingamu kepada ucapan mulutku. Aku mau membuka mulut untuk mengatakan amsal, aku mau menuturkan hikmat dari zaman purbakala.
2.Ketika Allah membunuh mereka, maka mereka mencari Dia; mereka berbalik dan mendambakan Allah; mereka teringat bahwa Allah adalah Gunung Batu mereka, bahwa Allah Yang Mahatinggi adalah Penebus mereka.
3.Tetapi mulut mereka tidak dapat dipercaya, dan dengan lidah mereka membohongi Allah. Hati mereka tidak berpaut pada-Nya, dan mereka tidak setia pada perjanjian-Nya.
Kristus telah mengosongkan diri dan menjadi manusia. Bahkan Ia telah menjadi manusia yang paling rendah karena ketaatan dan wafat-Nya di salib. Karena itulah Allah meninggikan Dia, dan Kristus mengangkat semua orang memperoleh jalan keselamatan melalui Kristus. Salib yang sebelumnya adalah simbol perendahan sekarang menjadi jalan kemuliaan.
BACAAN KEDUA
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Filipi (2:6-11)
"Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama."
6 Saudara, saudari, Yesus Kristus, walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. 9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.
BAIT PENGANTAR INJIL PS. 960
Reff: Alleluya, Alleluya, Alleluya
Solis: Ya Kristus, kami menyembah dan memuji Dikau, sebab dengan salib-Mu, Engkau telah menebus dunia.
Hanya Dia yang telah turun dari surga yang dapat dipercaya mampu menunjukkan jalan menuju ke surga. Maka, Kristus adalah jalan yang dapat dipercaya menuju surga itu. Kristus menunjukkan bahwa saliblah jalan menuju keselamatan itu.
INJIL
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (3:13-17)
"Putera manusia harus ditinggikan."
13 Dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, Yesus berkata, "Tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga, selain Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia. 14 Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, 15 supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. 16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. 17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya."
I. Demikianlah Injil Tuhan
U.Terpujilah Kristus
Renungan
Apa makna salib bagi kita? Mengapa orang-orang yang percaya kepada Yesus memasang tanda itu di rumah-rumah mereka? Bagi orang-orang yang percaya pada Kristus, salib merupakan tanda kemenangan. Sebagaimana dijelaskan oleh Yohanes, dalam salib kita melihat begitu besar kasih Allah akan dunia ini. Realitas salib merupakan misteri yang sulit dimengerti.
Mengapa Tuhan mau wafat dengan cara yang paling rendah seperti itu? Mengapa Allah menghendaki Yesus, Putra-Nya, wafat di salib?
Salib menjadi tanda bahwa Allah begitu mengasihi manusia, sehingga Ia "mengosongkan diri", rela mengalami penderitaan yang paling keji.
Allah kita adalah Allah yang memberikan diri sehabis-habisnya. Ia tidak mau menarik diri meski tahu bahwa risiko mengasihi manusia adalah wafat di salib. Di lain pihak, Yesus menjadi wakil umat manusia yang taat kepada Allah, Bapa-Nya. Ia sungguh-sungguh percaya bahwa Allah, Bapa-Nya, tidak akan meninggalkan Dia.
Dengan memandang salib, tahulah kita bahwa Allah begitu mengasihi kita. Kita ditebus dan diselamatkan oleh darah Yesus yang tersalib. Salib merupakan puncak penyerahan diri Yesus kepada Bapa-Nya.
Beriman kepada Yang Tersalib berarti datang atau masuk 'ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkan dunia'. Beriman kepada Yang Tersalib berarti harus hidup mendunia, berpartisipasi dalam seluk-beluk kehidupan duniawi. Dimana ada bagian dunia yang tidak selamat para murid Yesus Kristus, orang Kristen/Katolik, dipanggil untuk mendatangi dan menyelamatkannya, entah bagian dunia tersebut ada di dalam keluarga, masyarakat ataupun tempat kerja kita. Ingatlah dan sadarilah bahwa mayoritas waktu, tenaga dan perhatian kita setiap hari terarah kepada seluk-beluk duniawi, hal-hal duniawi. Mari kita terus mendalami misteri ini. Hanya dengan menghayatinya kita akan mampu mengerti dan memaknai adanya penderitaan di dunia ini.
Tuhan Yesus, kupandang salib-Mu dan makin mengertilah aku betapa Engkau sangat mengasihi aku. Amin.
diolah dari renungan ziarah batin, mirifica e-news, paroki andreas kedoya- homili Rm. I. Sumarya, SJ
-glenX-
September 14, 2008, 14:56
Bacaan Kitab Suci Minggu Ini: 15-21 September 2008
15.Senin....,Pw. S. Maria Berdukacita
..................Ibr 5:7-9; Mzm 31:2-3a, 3bc-4, 5-6,15-16,20; Yoh 19:25-27
16.Selasa..,Pw. S. Kornelius dan Siprianus, Usk Mrt
................ 1Kor 12:12-14,27-31a; Mzm 100:2,3,4,5; Luk 7:11-17
17.Rabu....,Pw. S. Robertus Bellarmino, Im, PujG,
.................1Kor 12:31-13:13; Mzm 33:2-3,4-5,12,22; Luk 7:31-35
18.Kamis...,Hari Biasa
..................1Kor 15:1-11; Mzm 118:1-2,16a-17,28; Luk 7:36-50
19.Jumat...,Yanuarius, Hari Biasa
..................1Kor 15:12-20; Mzm 17:1, 6-7,8b,15; Luk 8:1-3
20.Sabtu...,Pw. S. Andreas Kim Taegon, Imam dan Paulus Chong Hasang,dkk
.................1Kor 15:35-37,42-49; Mzm 56:10,11-12,13-14; Luk 8:4-15
21.Minggu..,HARI MINGGU BIASA XXV
.................. Yes 55:6-9; Mzm 145:2-3,8-9,17-18; Flp 1:20c-24,27a; Mat 20:1-16a
-glenX-
September 14, 2008, 15:10
Senin, 15 September 2008
Peringatan Wajib Santa Maria Berdukacita
Doa Pagi
Allah Bapa sumber kekuatan kami, ketika Putera-Mu ditinggikan di salib, Bunda Maria selalu mendampingi dan ikut menderita. Ia mengerti semua penderitaan Puteranya. Ia adalah Bunda yang setia. Semoga kami pun ikut serta dalam sengsara yang diderita Kristus demi keselamatan umat manusia dan menjadi setia dalam setiap penderitaan yang kami alami, agar kami dapat ikut serta pula dibangkitkan bersama Dia. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami kami. Amin
Bacaan Pertama: Ibrani (5:7-9)
7 Saudaraku, dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. 8 Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, 9 dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya.
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN
(Mzm 31:2-6.15-16.20)
Refr..Selamatkanlah aku, ya Tuhan, oleh kasih setia-Mu.
1.Padamu, ya Tuhan, aku berlindung, jangan sekali-kali aku mendapat malu. Luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, bersegeralah melepaskan daku.
2.Jadilah bagiku gunung batu tempat berlindung, dan kubu pertahanan untuk menyelamatkan daku! Sebab Engkaulah bukit batu dan pertahananku; oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku.
3.Engkau akan mengeluarkan aku dari jaring yang dipasang orang terhadap aku, sebab Engkaulah tempat perlindunganku. Ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku; sudilah membebaskan daku, ya Tuhan, Allah yang setia.
4.Tetapi aku, kepada-Mu, ya Tuhan, aku percaya, aku berkata, "Engkaulah Allahku!" Masa hidupku ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan bebaskanlah dari orang-orang yang mengejarku.
5.Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah kausimpan bagi orang yang takwa kepada-Mu, yang telah Kaulakukan di hadapan manusia bagi orang yang berlindung pada-Mu
Pada waktu Yesus disalib, Maria yang berdukacita berdiri di kaki salib. Pada saat yang sama ia dinyatakan sebagai Bunda Gereja (yang diwakili murid yang dikasihi-Nya). Maka, Maria menjadi ibu rohani dan teladan iman bagi kita semua dalam mengikuti Kristus.
BAIT PENGANTAR INJIL
Refr. Alleluya.
Solis: Berbahagialah engkau, Sang Perawan Maria, sebab di bawah salib Tuhan engkau menjadi martir tanpa menumpahkan darahmu.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (19:25-27)
"Ibu, inilah, anakmu!"
25 Pada waktu Yesus tergantung di Salib, di dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena. 26 Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!" 27 Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Bunda Maria adalah sosok seorang ibu yang penuh belas kasih, Ibu yang selalu menolong. Dalam penderitaan dan sengsara yang melanda dunia dewasa ini, mengapa kita tidak berlari kepada Bunda Maria?
Dalam Injil hari ini, Santo Yohanes telah melukiskan suatu adegan penyerahan rohani yang sangat mengharukan kepada Bunda Maria. Penyerahan ini bukan dalam suatu upacara inagurasi yang meriah, tetapi justru pada puncak suatu perjalanan penuh penderitaan dan sengsara: di bawah salib yang menyelamatkan. Penyerahan itu juga ditujukan bagi kita yang percaya kepada Yesus, putranya. Karena itu, marilah kita lebih mendekatkan diri kepada Bunda Maria sebagai Ibu kita sendiri.
Doa Malam
Allah Bapa sumber penebusan kami, pada hari ini kami telah menerima kurnia pembawa keselamatan kekal dalam merenungkan dan menghormati dukacita Santa Maria, Bunda kami. Semoga apa yang masih kurang pada penderitaan Kristus dapat dilengkapi pula dalam diri kami guna kepentingan seluruh umat-Mu. Dan jauhkanlah semua tingkah laku dan pola pikir kami yang dapat membuat orang lain menjadi menderita. Bersama Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Ya Yesus, terima kasih karena Engkau telah menyerahkan Bunda Maria sebagai Bunda kami, Bunda yang tidak pernah menolak orang yang memohon bantuan kepadanya. Amin.
renungan ziarah batin, mirifica e-news
renungan dan catatan harian, serta ruah komunikasi
-glenX-
September 15, 2008, 14:01
Selasa, 16 September 2008
Peringatan Wajib St. Kornelius, Paus dan St. Siprianus, Uskup, Martir
Doa Pagi
Allah Bapa yang mahabaik, Engkau telah memberi umat-Mu pemimpin setia dan martir perkasa, yaitu Santo Kornelius dan Siprianus. Di dalam diri merekalah, kami dapat memandang kebaikan-Mu yang besar dan merasakan arti pentingnya perjuangan iman bagi seorang pengikut-Mu. Semoga berkat doa mereka kami tetap teguh, kuat dalam iman dan ulet dalam memajukan kesatuan di dalam gereja. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Jati diri Gereja adalah sebagai satu tubuh dengan banyak anggota. Di dalam Kristus sebagai kepala kita memperoleh anugerah kesatuan. Meskipun berbeda-beda semua anggota memberikan sumbangan seturut anugerah yang diterimanya dari Allah. Karena itu, tidak selayaknya sebagai satu tubuh kita saling menyombongkan diri atau merasa paling berarti.
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (12:12-14.27-31a)
12 Saudara-saudari sebagaimana seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. 13 Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh. 14 Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota. 27 Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya. 28 Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh. 29 Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, 30 atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh? 31 Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama.
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
MAZMUR TANGGAPAN
(Mzm 100:2-5)
Refr.Kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
1.Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak sorai!
2.Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita; kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
3.Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, masuklah ke pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya, dan pujilah nama-Nya!
4.Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.
Melalui karya-Nya, Kristus menghadirkan Allah. Kristus peka akan kebutuhan orang-orang pada zaman-Nya. Ia berbelaskasih dan menolong orang yang lemah, miskin, dan bersedih. Karenanya, hendaklah kita pun rajin mendoakan Gereja agar dikaruniai semangat yang sama. Semoga Gereja dimampukan menghadirkan Allah senantiasa.
BAIT PENGANTAR INJIL
Refr. Alleluya.
Solis:Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita, dan Allah mengunjungi umat-Nya.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (7:11-17)
"Allah telah melawat umat-Nya."
11 Pada suatu ketika pergilah Yesus ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong. 12 Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. 13 Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!" 14 Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!" 15 Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya. 16 Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: "Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah melawat umat-Nya." 17 Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakan-Nya
Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
Renungan
Siapa tidak sedih bila "ditinggal pergi" oleh orang yang dikasihi dan mengasihi? Bayangkan seorang janda ditinggal pergi untuk selama-lamanya oleh anak laki-laki satu-satunya. Ia ditinggal oleh anak yang menjadi harapan dan alasan mengapa ia bertahan hidup. Syukurlah ada Yesus. Yesus mengerti betul kebutuhan dan kerinduannya yang terdalam. Yesus mampu membangkitkan orang mati.
Siapakah Dia?
Yesus tidak pernah berhenti pada suatu tempat. Ia bergerak ke Nain, di Galilea, tidak saja untuk menyembuhkan, tetapi juga menghidupkan orang yang mengalami kematian. Hati-Nya selalu diliputi oleh belas kasihan. Ia selalu ingin meringankan penderitaan dan tidak akan pernah berhenti sampai orang lain bahagia. Tidak heran, ketika melihat janda yang ditinggal mati oleh anaknya, Yesus pun berbuat sesuatu. Ia - yang tidak memiliki apa-apa - ternyata mampu memberikan kebutuhan paling mendalam, yaitu kehidupan. Kematian diubah-Nya menjadi kehidupan; kesedihan menjadi kebahagiaan; putus asa menjadi harapan; dan tangisan menjadi sukacita.
Hanya Mesias yang dijanjikan Allah yang mampu melakukan hal itu.
Apa yang menjadi kebutuhan kita yang paling mendalam, selain makanan, uang, perumahan, dan pakaian? Yesus mengerti kebutuhan kita yang paling mendalam akan kehidupan. Ia selalu hadir dan menyertai kita. Mari kita belajar percaya dan mengandalkan Dia, harta terbesar yang dikaruniakan Allah kepada manusia.
Doa Malam
Tuhan perisai dan perlindungan kami, kuatkanlah kami dengan pengalaman suci yang kami alami hari ini, di mana Engkau memang benar-benar hadir di dalam setiap peristiwa atau pengalaman itu. Kami merasakan bahwa Allah memang benar-benar mengunjungi umat-Nya sebagimana pengalaman St. Kornelius dan Siprianus martirmu. Buatlah kami mampu mengikuti teladan mereka. Semoga kami diteguhkan oleh Roh-Mu sehingga bersedia mewartakan kebenaran-Mu yaitu kabar gembira bagi seluruh dunia. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Tuhan Yesus, terima kasih untuk kehadiran-Mu. Ajarilah aku mengandalkan Engkau. Amin.
renungan ziarah batin, mirifica e-news
renungan dan catatan harian, serta ruah komunikasi
-glenX-
September 17, 2008, 01:59
Rabu, 17 September 2008
Hari Biasa
Doa Pagi:
Allah Bapa, sumber kebenaran dan kemanusiaan, kami tidak mampu menyelami Engkau sedalam-dalamnya. Perkenankanlah kami menikmati dan dapat merasakan bahwa Engkau sajalah yang menarik hati kami untuk saling membantu dan membangun perdamaian sesama. Buatlah pula hati kami menjadi terbuka terhadap kebenaran sabda yang Kausampaikan dengan perantaraan Yesus Kristus Putera-Mu dan Tuhan kami, kini dan sepanjang segala abad. Amin.
Paulus menyatakan bahwa dari antara banyak karunia, kasih adalah karunia Allah yang paling utama. Kasihlah dasar dan ukuran dari segala-galanya, termasuk karunia-karunia Allah lainnya. Nubuat akan berakhir, bahasa roh akan berhenti, dan pengetahuan akan lenyap. Namun, kasih tidak berkesudahan.
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (12:31-13:13)
"Kasih menutupi segala sesuatu, percaya akan segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, dan sabar menanggung segala sesuatu."
Saudara-saudari, berusahalah memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi. Sekalipun aku dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan malaikat, tetapi tidak mempunyai kasih, aku seperti gong yang bergaung atau canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia bernubuat dan aku tahu segala rahasia serta memiliki seluruh pengetahuan, sekalipun aku memiliki iman sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku. Kasih itu sabar, murah hati dan tidak cemburu. Kasih tidak memegahkan diri, tidak sombong dan tidak bertindak kurang sopan. Kasih tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak cepat marah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Kasih tidak bersukacita atas kelaliman, tetapi atas kebenaran. Kasih menutupi segala sesuatu, percaya akan segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, dan sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan. Nubuat akan berakhir, bahasa roh akan berhenti, dan pengetahuan akan lenyap. Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. Tetapi bila yang sempurna tiba, hilanglah yang tidak sempurna. Ketika masih kanak-kanak, aku berbicara seperti kanak-kanak, merasa seperti kanak-kanak dan berpikir seperti kanak-kanak pula. Tetapi sekarang, setelah menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. Sekarang ini kita melihat gambaran samar-samar seperti dalam cermin, tetapi nanti dari muka ke muka. Sekarang aku mengenal secara tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal secara sempurna sebagaimana aku sendiri dikenal. Demikianlah tinggal ketiga hal ini: iman, harapan dan kasih. Namun yang terbesar di antaranya ialah kasih!
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
MAZMUR TANGGAPAN
(33:2-5.12.22)
Refr. Berbahagialah bangsa yang dipilih Tuhan menjadi milik-Nya.
1.Bersyukurlah kepada Tuhan dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali! Nyanyikanlah bagi-Nya lagu yang baru; petiklah kecapi baik-baik
mengiringi sorak dan sorai!
2.Sebab firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan. Ia senang pada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia-Nya.
3.Berbahagialah bangsa yang Allahnya Tuhan, suku bangsa yang dipilih Allah menjadi milik pusaka-Nya! Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.
Banyak para nabi dan utusan Allah, termasuk Yohanes dan Yesus, tidak mudah diterima oleh orang-orang pada zamannya. Namun, berbahagialah mereka yang mau menerima-Nya, sebab ia akan dibenarkan oleh hikmat Allah.
BAIT PENGANTAR INJIL
Refr: Alleluya
Ayat: Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan. Pada-Mulah sabda kehidupan kekal.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (7:31-35)
Sekali peristiwa berkatalah Yesus kepada orang banyak, "Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini? Mereka sama dengan anak-anak yang duduk di pasar dan berseru-seru, 'Kami meniup seruling bagimu, tetapi kalian tidak menari. Kami menyanyikan kidung duka, tetapi kalian tidak menangis.' Sebab ketika Yohanes Pembaptis datang, dan ia tidak makan roti, dan tidak minum anggur, kalian berkata, 'Ia kerasukan setan.' Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kalian berkata. 'Lihatlah, seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.' Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya."
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Bersyukurkah kita karena kita beriman kepada Yesus? Berkat iman yang dianugerahkan kepada kita, kita mampu menjawab aneka tantangan dan kesulitan hidup, tetap tekun dan berpengharapan. Hidup tanpa iman berarti berada dalam kegelapan; atau seperti orang yang hanya bisa berteriak dan berbicara, tetapi tidak melakukan sesuatu. Begitulah Yesus melukiskan orang-orang yang tidak menerima Dia.
Orang-orang yang tidak menerima Yesus, dalam konteks ini, adalah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Ironis, bukan? Sebab mereka adalah orang-orang yang mengakui berpegang pada tradisi agama Yahudi, yang mempelajari Kitab Suci. Celakanya, mereka malahan tidak mengerti isi Kitab Suci yang menubuatkan kedatangan Anak Manusia. Mereka adalah orang-orang kritis, namun tidak kritis terhadap diri sendiri. Mereka tidak terbuka terhadap perbuatan baik yang dilakukan Yesus. Mereka dipenuhi dengan iri hati karena Yesus menarik hati banyak orang. Mereka mencap Yesus seturut keinginan mereka sendiri: "pelahap, peminum, sahabat pemungut cukai, dan orang berdosa".
Tidak ada salahnya orang mengejar gelar akademik atau menduduki jabatan yang lebih tinggi, tetapi kita perlu kritis untuk apa semua itu didapatkan; apakah demi meningkatkan status dan gengsi pribadi, ataukah menjadi orang yang semakin bijaksana dan memuliakan Allah? Apakah juga makin bersedia melayani sesama?
Doa Malam:
Allah Bapa sumber kedamaian sejati, kami bersyukur atas semua hal yang kami
alami. Ini semua adalah kebijaksanaan-Mu yang sudah tampak dalam diri Yesus
Putera-Mu. Kami mohon semoga pengalaman hari ini jangan sampai menjadikan ajaran Yesus sebuah batu sandungan bagi kami untuk bertindak tetapi malahan mempesona dan menjiwai kami, sehingga kami dapat menemukan kedamaian sejati. Sebab Dialah Tuhan dan Pengantara kami. Amin
Tuhan Yesus, Engkaulah guru kebijaksanaan sejati. Ajarilah aku untuk mencari Engkau dalam seluruh pelajaran kehidupan yang aku jalani. Amin.
renungan ziarah batin, mirifica e-news
renungan dan catatan harian, serta ruah komunikasi
loneranger
September 17, 2008, 10:05
Saya mau bikin topik dalam rangka penyangkalan diri,
---
sorry ye topiknya agak berat... soalnya Gue yakin betul
bahwa SEMUA HAL yang kita terima itu kita sadari adalah dari kebesaranNya,
Gue yakin betul bahwa seperti kata Yesus :
Apapun yang mengikat kita di dunia akan mengikat kita di Surga dan yang kita lepaskan di dunia akan kita lepaskan pula di surga
Berikut ada pertanyaan nih - Actual Case :
1. Kalo elo2 punya mobil keren, ditabrak orang,
kira2 berani nggak elo gak mara2 dan minta ganti sama yang nabrak (tapi bukannya karena kalah gertak loh ya...)
2. Kalo elo2 udah punya jabatan di kantor,
misalnya minimal officer dan punya anak buah... berani nggak kita itu menganggap seperti ini: "ah semua yang gue capai kan nggak lain dari berkat Tuhan jadi gak ada yang patut g besar2 kan..."
3. Kalo kita udah pinter Ilmu Pengetahuan, misalnya kalo elo2 di IT , elo mastering DotNet, RPG, C, Java, Oracle, SQL, dlsb,
Berani gak kita bilang : "Ah ini semua kan bukan apa2 dibanding kebesaran Tuhan, jadi gak ada yang patut g sombongkan kalo pun gue mastering language2 itu..."
He he ... sorry kalo agak berat...
salam
loneranger
September 17, 2008, 10:31
halo coco:waves:
@forgie,loneranger
first net? atau Fast net ??
@loneranger
loneranger dari Gereja mana? Napas atau rajin ke Gereja? Apa artinya loneranger? Ada artinya tidak? :D
Koreksi... yang bener FastNet... dari FirstMedia...
Saya Gerejanya di Paroki Barnabas Pamulang...
Rajin sih nggak... paling 2 minggu sekali aja...
LoneRanger artinya ya ada juga sih....
jadi based on pengalaman hidup ...
sebenarnya sejatinya kita kalo kita mau jujur...
menurut saya sebenarnya kita selalu 'sendirian'...
Buktiin nya gampang kok... karena gue udah sering sekali membuktikan...
Yaitu... kalo kita sedang ada in Deep Trouble... gue selalu sendiri...
cuma ditemenin Tuhan... (The feeling so true)
misalkan seperti yang gue alami ... kerja di Software House... Banking Software... yang nyenggol ke transaksi ratusan Triliun ... bukan punya gue... punya orang se dunia...
Kebayang dong... kalo 1000 perak aja orang bisa bunuh2 an...
jadi kalo ada error... dan nggak ada yang bisa bantu ... gue sendirian .. gemetar ... shaking ... sweating... to resolve the problem.... temen gue cuma satu... Tuhan....
salam...
-glenX-
September 17, 2008, 10:37
Saya mau bikin topik dalam rangka penyangkalan diri,
---
sorry ye topiknya agak berat... soalnya Gue yakin betul
bahwa SEMUA HAL yang kita terima itu kita sadari adalah dari kebesaranNya,
Gue yakin betul bahwa seperti kata Yesus :
Apapun yang mengikat kita di dunia akan mengikat kita di Surga dan yang kita lepaskan di dunia akan kita lepaskan pula di surga
Berikut ada pertanyaan nih - Actual Case :
1. Kalo elo2 punya mobil keren, ditabrak orang,
kira2 berani nggak elo gak mara2 dan minta ganti sama yang nabrak (tapi bukannya karena kalah gertak loh ya...)
2. Kalo elo2 udah punya jabatan di kantor,
misalnya minimal officer dan punya anak buah... berani nggak kita itu menganggap seperti ini: "ah semua yang gue capai kan nggak lain dari berkat Tuhan jadi gak ada yang patut g besar2 kan..."
3. Kalo kita udah pinter Ilmu Pengetahuan, misalnya kalo elo2 di IT , elo mastering DotNet, RPG, C, Java, Oracle, SQL, dlsb,
Berani gak kita bilang : "Ah ini semua kan bukan apa2 dibanding kebesaran Tuhan, jadi gak ada yang patut g sombongkan kalo pun gue mastering language2 itu..."
He he ... sorry kalo agak berat...
salam
Cuma ayatnya saja kurang cocok apabila dibaca secara lengkap.
Kalau mau dibaca versi lengkapnya yang pas
Matius (16:13-20)
"Engkaulah Petrus, kepadamu akan Kuberikan kunci kerajaan surga"
13Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" 14 Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." 15 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" 16 Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" 17 Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. 18 Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. 19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga." 20 Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapapun bahwa Ia Mesias.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus
ayat ini sudah pernah dibahas disini. (http://forum.wgaul.com/showthread.php?t=73175&page=3) dan sebetulnya lebih pas untuk hal yang ini. (baiknya kalau membaca ayat kitab suci dimulai dari awal2 nya) dan beberapa potongan aku ambilkan dari Injil Matius yang digunakan pada Hari Minggu Biasa XXI.
Tapi gpp dijelaskan lagi disini, "Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."
dalam ayat ini, Yesus menggelari Simon menjadi Petrus, ini juga mengingatkan kita pergantian nama Yakub di PL dan Paulus di PB. Maka dengan nama Baptis yang baru, itu nama yang mengemban kunci surgawi, dan itu semua rencana Tuhan yang bagus, Dia memberikan belas kasihan kepada semua orang yang berkehendak baik, seringkali kita banyak kelemahan, akan tetapi rencana Tuhan itu indah, itu termasuk yang sakit dan berbeban berat. Mana bisa kita bisa seperti sekarang kalau tidak seperti ini, kalau tidak oleh Kristus. Apapun keadaan kita, Bapa tidak akan membiarkan kita. Mana bisa Petrus penjala ikan menjadi pembawa kunci Surga kalau tidak karena Tuhan. Kasih terjadi akan melahirkan kepuasan sejati. Kemudian lantas siapa yang melanjutkan yang memegang kunci itu? yaitu Paus-Paus generasi selanjutnya. Maksud apa yang kauikat di dunia akan terikat di Surga, lebih kepada arti dimana Gereja.
antara batu karang dan kunci
Batu karang jadi tempat berlindung dari hempasan ombak dan tempat berpegang agar tak hanyut oleh arus-arus ganas. Dengan menyebut Petrus sebagai batu karang, Yunaninya "petra", ditandaskan bahwa ia bertugas melindungi umat yang dibangun Yesus dari marabahaya yang selalu menghunjam. Dikatakan juga bahwa alam maut (Yunaninya "hades", Ibraninya "syeol") takkan bisa menguasainya, maksudnya takkan dapat mematikan kumpulan orang yang percaya tadi.
Orang dulu membayangkan jalan ke alam maut sebagai lubang yang menganga lebar. Seperti liang lahat yang besar. Semua orang mati pasti akan ke sana dan tak ada jalan kembali. Satu-satunya cara untuk mencegah agar orang tidak tersedot ke dalamnya ialah dengan menyumbatnya dengan batu besar yang tidak bakal tertelan dan tak tergoyah. Petrus digambarkan sebagai tempat Yesus mendirikan umat yang takkan terkuasai alam maut. Yaitu Gereja Katolik, dari dahulu dan sampai selamanya takkan binasa takkan musnah.
Gambaran di atas dapat membantu mengerti mengapa kepada Petrus diberikan kunci Kerajaan Surga. Bukannya ia dipilih menjadi orang yang menentukan siapa boleh masuk siapa tidak, melainkan sebagai yang bertugas menahan agar kekuatan-kekuatan maut tidak memasuki Kerajaan Surga! Ia mengunci surga dari pengaruh yang jahat. Apa yang diikatnya di bumi, yang tetap dikunci di bumi, yakni jalan ke alam maut akan tetap terikat dan tidak akan bisa merambat ke surga. Tak ada jalan ke surga bagi daya-daya maut. Apa yang dilepaskannya di bumi, yakni manusia yang bila dibiarkan sendirian akan menjadi mangsa lubang syeol menganga tadi. Tidak amat membantu bila kata-kata itu ditafsirkan sebagai penugasan Petrus menjadi "juru kunci gerbang surga" menentukan siapa orang diperkenankan masuk dan dibiarkan di luar tidak peka konteks. Malah tafsiran itu akan membuat warta Injil Matius kurang terasa.
Mengapa Gereja Katolik tidak akan pernah musnah?
Karena Yesus berjanji bahwa "alam maut tidak akan menguasainya." (Matius 16:18), "Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya." (Daniel 2:44)
sedangkan topik yang kamu berikan harap bersabar;D sedang diproses... sementara ini dulu.
loneranger
September 17, 2008, 10:46
Cuma ayatnya saja kurang cocok apabila dibaca secara lengkap.
Wah ... sorry ya... harap maklum... jadi kata2 Yesus ini hanya untuk Simon Petrus tho... ooo ya maap...
salam
-glenX-
September 17, 2008, 10:55
Salah satu hal supaya kita selalu dekat dengan Tuhan dan Tuhan selalu membimbing kita dalam segala hal,
Janganlah kita hanya mencari "Tangan Tuhan" tetapi carilah wajah-Nya, artinya jangan cari Tuhan kalo kita butuh….! Tetapi cari Dia karena kita mau mengenal pribadi-Nya. Kalau berdoa, bukan cuma sekedar berdoa tetapi cari Dia sungguh-sungguh! Bukan mencari pertolongan-Nya tetapi hati Tuhan!
Sekarang bagaimana caranya supaya Tuhan hadir didalam hidup kita?
"Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan." Mat 5:6. Lapar dan haus bukanlah datang ke Gereja, berdoa, karena sebuah kewajiban. Lapar dan haus itu adalah jika tidak puas dengan keadaan sekarang. Kita selalu ingin lebih…lebih…dan lebih lagi kepada Tuhan.
Tinggalkan Dosa.
Tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Allah…! Waktu Yesaya mendapat panggilan Allah, ia berkata: "Celakalah aku! Aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir…namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni Tuhan semesta alam." Yes 6:5. Yesaya begitu takut waktu ia melihat Tuhan…langsung dia merasa tidak layak. Janganlah kita menjadi kristen "mingguan", maksudnya hari Minggu ikut Tuhan, tetapi hari Senin ikut "dunia". Daud adalah orang yang meninggalkan dosanya (dosa berzinah) dan….yang terpenting, ia tidak kembali lagi. Daud meninggalkan dosanya dan tidak pernah kembali lagi. Meninggalkan dosa, mungkin sulit sekali, sangat sulit tetapi harus berusaha dan berusaha. Minta bantuan Tuhan supaya dijauhkan dari segala dosa.
Itulah sebabnya betapa pentingnya kehadiran Tuhan. Belum tentu Tuhan bisa hadir di hati kita masing2 pribadi ketika berada di dalam Gereja, apabila kita sendiri sibuk, cemas memikirkan hal2 yg berada diluar itu. Mungkin bisa mikir kompor lupa dimatikan, nanti pembantu pergi tanpa ijin, atau yang lain. Baca kitab Nabi Yeremia 33:3, "Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau? dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui." Demikianlah, jika kamu sedang dalam keadaan tertekan, susah atau stress…. kamu perlu menelpon Tuhan supaya Tuhan hadir dalam hidupmu dan jangan lupa untuk melakukan kelima hal diatas, maka engkau tidak menjadi orang Katolik yang "naik-turun" atau terombang ambing ke kiri kanan ikut arus ini ikut arus itu, tetapi menjadi orang Katolik "rajawali" yang kuat dan terbang tinggi mengatasi gunung-gunung persoalan. Allah adalah sumber kekuatan kita!
-glenX-
September 17, 2008, 11:10
Saya mau bikin topik dalam rangka penyangkalan diri,
---
sorry ye topiknya agak berat... soalnya Gue yakin betul
bahwa SEMUA HAL yang kita terima itu kita sadari adalah dari kebesaranNya,
Gue yakin betul bahwa seperti kata Yesus :
Apapun yang mengikat kita di dunia akan mengikat kita di Surga dan yang kita lepaskan di dunia akan kita lepaskan pula di surga
Berikut ada pertanyaan nih - Actual Case :
1. Kalo elo2 punya mobil keren, ditabrak orang,
kira2 berani nggak elo gak mara2 dan minta ganti sama yang nabrak (tapi bukannya karena kalah gertak loh ya...)
2. Kalo elo2 udah punya jabatan di kantor,
misalnya minimal officer dan punya anak buah... berani nggak kita itu menganggap seperti ini: "ah semua yang gue capai kan nggak lain dari berkat Tuhan jadi gak ada yang patut g besar2 kan..."
3. Kalo kita udah pinter Ilmu Pengetahuan, misalnya kalo elo2 di IT , elo mastering DotNet, RPG, C, Java, Oracle, SQL, dlsb,
Berani gak kita bilang : "Ah ini semua kan bukan apa2 dibanding kebesaran Tuhan, jadi gak ada yang patut g sombongkan kalo pun gue mastering language2 itu..."
He he ... sorry kalo agak berat...
salam
NO 1. Ini persoalannya hukum, kita hidup di negara memiliki hukum. Peraturan lalu lintas, siapa yang salah dahulu, jangan siapa yang berani gertak. sekarang jaman modern. jadi harus berani donk.. tuntut dia kalau dia berbuat salah. Kalo yg berbuat salah kita ,ya minta harus ngasih ganti rugi.
NO 2 dan 3. kembali ke pribadi2 masing-masing orang. kalo orangnya sombong, bisa aja dia sok-sok an.. sok jagoan atau apa. Tetapi di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna. Kecuali Tuhan Yesus Kristus.:)
-glenX-
September 17, 2008, 15:42
Kamis, 18 September 2008
Hari Biasa
Doa Pagi
Allah Bapa sumber cahaya sejati, bagaimana kami dapat hidup kalau tidak Kauberi kekuatan dengan perantaraan Yesus cahaya hidup kami? Kami mohon semoga hari ini kami dapat semakin menyelami dan memahami Kitab Suci serta mengalami belaskasih-Mu. Sebab hanya dengan belaskasihan-Mu, kami dapat bersatu dengan kehendak-Mu dan mendapat keselamatan. Bersama Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Inti pesan Injil yang diwartakan sejak Gereja awal adalah bahwa Kristus telah wafat karena dosa kita. Ia telah dimakamkan, dan pada hari ketiga Ia dibangkitkan. Kebangkitan-Nya itu diteguhkan dengan penampakan-penampakan. Dengan dasar kepercayaan inilah Gereja sampai sekarang tetap teguh berdiri.
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (15:1-11)
"Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga."
1 Saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. 2 Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu--kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya. 3 Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, 4 bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci; 5 bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. 6 Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal. 7 Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul. 8 Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya. 9 Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah. 10 Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku. 11 Sebab itu, baik aku, maupun mereka, demikianlah kami mengajar dan demikianlah kamu menjadi percaya. Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan PS. 831
Refr. Bersyukurlah kepada Tuhan, kar'na baiklah Dia!
1.Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Kekal abadi kasih setia-Nya. Biarlah Israel berkata, "Kekal abadi kasih setia-Nya!"
2.Tangan kanan Tuhan berkuasa meninggikan, tangan kanan Tuhan melakukan keperkasaan! Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan!
3.Allahkulah Engkau, aku hendak bersyukur kepada-Mu, Allahku, aku hendak meninggikan Dikau.
"Dosamu telah diampuni! Imanmu telah menyelamatkan dikau. Pergilah dengan selamat" Itulah kata-kata Yesus yang sungguh membebaskan bagi seorang wanita yang berdosa. Ia memberi kesempatan kepadanya untuk memasuki babak baru; hidup dalam iman, harapan dan kasih.
Bait Pengantar Injil
Refr. Alleluya
Ayat: Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (7:36-50)
"Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!"
36 Pada suatu ketika seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan. 37 Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. 38 Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu. 39 Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: "Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa.." 40 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu." Sahut Simon: "Katakanlah, Guru." 41 "Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. 42 Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?" 43 Jawab Simon: "Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya." Kata Yesus kepadanya: "Betul pendapatmu itu." 44 Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: "Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya. 45 Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku. 46 Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi. 47 Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih." 48 Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni." 49 Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: "Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?" 50 Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: "Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!"
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
Renungan
Berefleksi dalam bacaan hari ini, yang menjadi sorotan penting, sudahkah kamu mengampuni dosa orang yang telah berbuat salah? Dalam Injil hari ini ditampilkan, Yesus tidak saja mengampuni mereka, namun juga mengundang mereka dan makan bersama. Disini kita diajak mengenal Yesus yang baik hati, murah hati kepada semua orang. Tuhan tidak menghakimi dan menghukum. Sebaliknya, Dia mengundang setiap orang untuk bertobat. Perempuan itu telah mengalami cinta dan belas kasih Allah, sehingga ia mengurapi kaki Yesus sebagai ungkapan syukur dan perendahan diri. Seberapa besar cinta dan belas kasih Tuhan telah kita alami?
Kesadaran dan penghayatan diri sebagai yang berdosa identik dengan kesadaran dan penghayatan diri sebagai yang beriman’ itulah kebenaran yang selayaknya diamini oleh siapapun yang mengaku diri sebagai orang beriman.
Dalam surat rasul Paulus yang diberikan Gereja hari ini, kepada umat di Korintus, kepada kita semua orang beriman. Dalam, karena dan oleh kasih karunia Allah Paulus bekerja keras mewartakan kabar baik, apa yang baik dan menyelamatkan, kepada semua orang, tanpa pandang bulu. Semakin menyadari dan menghayati kasih karunia Allah yang melimpah ruah berarti semakin giat dan bekerja keras mewartakan kebaikan, itulah kebenaran iman yang harus kita hayati dan sebarluaskan. Rasanya jika masing-masing dari kita berani mawas diri dengan jujur dan terbuka, masing-masing dari kita telah menerima kasih karunia Allah melimpah ruah, yang telah kita terima melalui orangtua kita masing-masing, kakak-adik dan saudara-saudari kita. Marilah kita imani dan hayati dengan baik dan benar kasih karunia Allah tersebut, agar kita dimanapun dan kapanpun melalui cara hidup dan cara bertindak kita senantiasa mewartakan apa yang baik dan menyelamatkan; kita menjadi pewarta-pewarta kabar baik atau kabar gembira. Semoga kasih karunia Allah yang telah dicurahkan kepada kita tidak menjadi sia-sia, tetapi membuat kita menjadi pekerja-pekerja keras dalam mewartakan apa yang baik dan menyelamatkan.
Sudahkah kita menghayati iman kita kepada Yesus Kristus sang juruselamat?
Doa Malam
Allah yang mahamurah, kami bersyukur atas belaskasih-Mu yang telah menghidupkan harapan baru di dalam hati. Kami mohon ajarilah kami menaruh cinta kasih kepada siapa saja yang kami jumpai. Buatlah malam hari ini penuh ketenangan dan kedamaian agar esok hari kami dapat hidup bersemangat bersatu dengan Dikau satu-satunya penyelamat kami. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Tuhan Yesus, bantulah aku untuk bertobat dan menyadari betapa besarnya cinta dan belas kasih-Mu kepadaku. Amin.
renungan ziarah batin, mirifica e-news
dan berbagai sumber lainnya
loneranger
September 18, 2008, 08:11
Mod mau konsultasi lagi...
mengenai asuransi gimana,
soalnya kan kalo baca KS kan gak usah khawatir soal masa depan (Matius 6:25-34)
Kalo abis baca itu jadi merasa salah udah punya asuransi > 1...
thx ya
-glenX-
September 18, 2008, 09:41
Mod mau konsultasi lagi...
mengenai asuransi gimana,
soalnya kan kalo baca KS kan gak usah khawatir soal masa depan (Matius 6:25-34)
Kalo abis baca itu jadi merasa salah udah punya asuransi > 1...
thx ya
Makanan, minuman, tempat tinggal, pekerjaan, pakaian dan masih banyak lagi, merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia. Semua orang bekerja keras untuk dapat memenuhi setiap kebutuhannya. Manusia berpikir bahwa asal mempunyai cukup uang atau kalau bisa berlebih, maka semuanya akan menjadi beres. Tetapi seringkali tidak disadari bahwa ketika sudah mempunyai sejumlah uang, maka manusia akan menginginkan lebih dan lebih lagi. Ini tidak akan berhenti, sehingga manusia akan terus merasa kekurangan. Kekuatiran akan hari esok muncul terus di pikiran.
Baca Injil Matius 6:25-33, Tuhanlah yang memegang kendali atas seluruh bumi ini, bahkan seluruh alam semesta. Kalau burung di udara, bunga bakung dan rumput di ladang saja Tuhan pelihara, masakan Tuhan akan membiarkan manusia begitu saja?
Kekuatiran akan hari esok tidaklah menyelesaikan masalah kebutuhan kita. Ada hal yang harus kita utamakan di samping memikirkan segala kebutuhan kita. Bukan berarti kita bersikap tidak peduli dengan apa yang kita perlukan, tetapi Tuhan mengajarkan prioritas yang harus kita jalankan dalam kehidupan kita. Dengan begitu segala kebutuhan kitapun akan terpenuhi.
Apa yang harus kita lakukan agar kita dapat kebutuhan kita dapat tercukupi?
Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya
Kerajaan Allah bercerita mengenai kasih Allah yang tercurah melalui anakNya yang tunggal yaitu Yesus Kristus untuk menebus setiap dosa manusia sehingga manusia dapat memperoleh hidup yang kekal dan memperoleh tempat bersama-sama dengan Bapa di Surga.
Untuk dapat menemukan Kerajaan Allah tentunya dilakukan dengan membina persekutuan dengan Tuhan. Membaca sabda-Nya, merenungkan dan melakukan setiap sabda-Nya, berdoa, mengikuti ekaristi di Gereja merupakan cara-cara bagi kita untuk dapat menemukan Kerajaan Allah dan kebenarannya.
Alkitab menyebutkan bahwa kita harus mencari “dahulu”, ini dimaksudkan bahwa ada prioritas disamping hal-hal lainnya yang tentunya tetap harus kita kerjakan. Berdoa setiap pagi, sebelum memulai segala aktifitas harian kita. Meminta tuntunan Tuhan melalui pembacaan firman-Nya. Hal-hal ini harus menjadi prioritas bagi hidup kita.
Ketika kita mengutamakan Tuhan di atas segalanya, maka Dia menyediakan segala yang kita perlukan. Ketika kita mengejar berkat, maka kita akan kehilangan Dia, kita kehilangan damai sejahtera. Tetapi biarlah kita mengejar Dia yang empunya segala berkat yang ada di alam semesta ini, maka semuanya itu akan ditambahkan bagi kita.
merasa salah ikut/punya asuransi?
beda donk.. kalo sudah begitu kembali ke kebutuhan masing2. misalnya asuransi rumah, takut rumahnya kebakaran, atau asuransi kesehatan.. setiap orang kan bisa sakit bisa tertimpa masalah.
loneranger
September 18, 2008, 09:58
Makanan, minuman, tempat tinggal, pekerjaan, pakaian dan masih banyak lagi, merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia. Semua orang bekerja keras untuk dapat memenuhi setiap kebutuhannya. Manusia berpikir bahwa asal mempunyai cukup uang atau kalau bisa berlebih, maka semuanya akan menjadi beres. Tetapi seringkali tidak disadari bahwa ketika sudah mempunyai sejumlah uang, maka manusia akan menginginkan lebih dan lebih lagi. Ini tidak akan berhenti, sehingga manusia akan terus merasa kekurangan. Kekuatiran akan hari esok muncul terus di pikiran.
Baca Injil Matius 6:25-33, Tuhanlah yang memegang kendali atas seluruh bumi ini, bahkan seluruh alam semesta. Kalau burung di udara, bunga bakung dan rumput di ladang saja Tuhan pelihara, masakan Tuhan akan membiarkan manusia begitu saja?
Kekuatiran akan hari esok tidaklah menyelesaikan masalah kebutuhan kita. Ada hal yang harus kita utamakan di samping memikirkan segala kebutuhan kita. Bukan berarti kita bersikap tidak peduli dengan apa yang kita perlukan, tetapi Tuhan mengajarkan prioritas yang harus kita jalankan dalam kehidupan kita. Dengan begitu segala kebutuhan kitapun akan terpenuhi.
Apa yang harus kita lakukan agar kita dapat kebutuhan kita dapat tercukupi?
Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya
Kerajaan Allah bercerita mengenai kasih Allah yang tercurah melalui anakNya yang tunggal yaitu Yesus Kristus untuk menebus setiap dosa manusia sehingga manusia dapat memperoleh hidup yang kekal dan memperoleh tempat bersama-sama dengan Bapa di Surga.
Untuk dapat menemukan Kerajaan Allah tentunya dilakukan dengan membina persekutuan dengan Tuhan. Membaca sabda-Nya, merenungkan dan melakukan setiap sabda-Nya, berdoa, mengikuti ekaristi di Gereja merupakan cara-cara bagi kita untuk dapat menemukan Kerajaan Allah dan kebenarannya.
Alkitab menyebutkan bahwa kita harus mencari “dahulu”, ini dimaksudkan bahwa ada prioritas disamping hal-hal lainnya yang tentunya tetap harus kita kerjakan. Berdoa setiap pagi, sebelum memulai segala aktifitas harian kita. Meminta tuntunan Tuhan melalui pembacaan firman-Nya. Hal-hal ini harus menjadi prioritas bagi hidup kita.
Ketika kita mengutamakan Tuhan di atas segalanya, maka Dia menyediakan segala yang kita perlukan. Ketika kita mengejar berkat, maka kita akan kehilangan Dia, kita kehilangan damai sejahtera. Tetapi biarlah kita mengejar Dia yang empunya segala berkat yang ada di alam semesta ini, maka semuanya itu akan ditambahkan bagi kita.
merasa salah ikut/punya asuransi?
beda donk.. kalo sudah begitu kembali ke kebutuhan masing2. misalnya asuransi rumah, takut rumahnya kebakaran, atau asuransi kesehatan.. setiap orang kan bisa sakit bisa tertimpa masalah.
Ok Mod,
Top abizz tuh kutipannya... karena memang itulah KENYATAAN NYA
Tapi justru setelah semua berkat yang gue dapat yang pasti adalah karena karuniaNya,
kenapa ada perasaan itu ya ?(bahwa asuransi kurang tepat kalau membaca kutipan Matius 6:25-33 diatas)
Thx
-glenX-
September 18, 2008, 14:48
Jumat, 19 September 2008
Hari Biasa
Si pencemooh mencari hikmat, tetapi sia-sia. Sedangkan bagi orang berpengertian, pengetahuan mudah diperoleh --- Amsal 14:6
Doa Pagi
Allah Bapa kami sumber kekuatan, kami bersyukur atas setiap kebaikan-Mu di dalam apa pun juga. Semoga hidup kami dipenuhi kebaikan-kebaikan itu dan mau berbagi dengan setiap orang yang kami jumpai hari ini. Hidup kami penuh dengan kekuatan dan semua orang Kauberi harapan dalam kekuatan sabda Putera-Mu. Perkenankanlah dunia bernapas berkat karya Roh-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Pusat pewartaan iman Kristen adalah kebangkitan Kristus. Sebab, kebangkitan Kristus menjadi bukti yang jelas bahwa Ia telah menebus dosa-dosa kita, dan Ia memberikan jalan keselamatan bagi mereka yang percaya kepada-Nya.
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (15:12-20)
"Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati sebagai yang sulung dari antara orang-orang yang telah meninggal dunia."
Saudara-saudara, jika kami wartakan bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada orang di antara kalian yang mengatakan bahwa tidak ada kebangkitan orang mati? Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Dan andaikata Kristus tidak dibangkitkan, sia-sialah pewartaan kami, dan sia-sialah pula kepercayaanmu. Apalagi andaikata demikian, kami ternyata bedusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus, padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, andaikata benar
bahwa orang mati tidak dibangkitkan. Sebab andaikata benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Dan andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaanmu, dan kalian masih hidup dalam dosamu. Dengan demikian, binasa pulalah orang-orang yang meninggal dalam Kristus. Dan jikalau kita berharap pada Kristus hanya dalam kehidupan ini, kita ini orang-orang yang paling malang di antara semua manusia. Namun ternyata Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati sebagai yang sulung dari antara orang-orang
yang telah meninggal dunia.
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
Mazmur Tanggapan
(Mzm 17:1.6-8b.15)
Refr.Pada waktu bangun aku menikmati hadirat-Mu, ya Tuhan.
1.Dengarkanlah, Tuhan pengaduan yang jujur, perhatikanlah seruanku; berilah telinga kepada doaku, doa dari bibir yang tidak menipu.
2.Aku berseru kepada-Mu karena Engkau menjawab aku, ya Allah; sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku. Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak. 3.Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu. Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.
Bait Pengantar Injil
Refr: Alleluya
Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil.
Para wanita mendapat peran cukup penting dalam karya pelayanan Yesus. Mereka ikut menyertai-Nya dalam memberitakan Injil dan mendukung dengan harta kekayaannya.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Santo Lukas (8:1-3)
Yesus berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Keduabelas murid menyertai Dia, dan juga beberapa wanita, yang telah disembuhkan-Nya dari roh-roh jahat serta berbagai macam penyakit, selalu menyertai Dia. Para wanita itu ialah: Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh setan; Yohana, isteri Khuza, bendahara Herodes, Susana dan masih banyak lagi yang lain. Wanita-wanita itu melayani seluruh rombongan dengan harta kekayaan mereka.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus
Renungan
Adakah murid-murid perempuan yang mengikuti Yesus? Mengapa mereka tergerak untuk menjadi murid-Nya? Jawaban atas pertanyaan ini kita temukan dalam kutipan Injil hari ini. Secara khusus nama-nama mereka disebutkan. Artinya, mereka punya peran penting dalam pemberitaan Injil dan perkembangan kemuridan. Mereka itu adalah Maria Magdalena, Yohana, dan Susana.
Mereka mengikuti Yesus bukan karena Yesus adalah laki-laki. Mereka menjadi murid Yesus karena mereka mengimani Dia. Mereka mengalami cinta dan belas kasih Allah dalam hidup mereka. Mereka menyadari betapa Allah lebih berharga daripada segala kekayaan mereka. Mereka sadar bahwa segala milik mereka berasal dari Allah. Dengan demikian, siapa pun dapat menjadi murid Yesus; mereka yang mampu mengalami betapa Allah memberikan kehidupan, pengharapan, dan arah hidup ini.
Adakah yang membahagiakan hidup manusia selain mengalami cinta dan belas kasih Allah? Pengalaman itu menggerakkan para murid untuk selalu tinggal bersama Tuhan, ikut melayani bersama Dia, dan memberikan segenap milik dan kekayaan mereka. Semoga kita pun senantiasa tinggal bersama Dia.
"Wanita-wanita itu melayani seluruh rombongan dengan harta kekayaan mereka." Para wanita yang telah mengalami kasih Tuhan, karena disembuhkan oleh Yesus mengungkapkan rasa syukurnya dengan membantu Yesus dan karya pelayanan-Nya dengan harta yang mereka miliki.
Doa Malam
Allah Bapa sumber segala kebenaran, kami bersyukur bahwasanya Engkau telah menyampaikan sabda-Mu kepada kami dalam diri Yesus Putera-Mu terkasih. Kami mohon semoga sabda-Mu yang telah menyatu dengan hidup kami dapat membawa kabar baik bagi sesama kami, khususnya mereka yang terpencil, menderita dan siapa saja yang disinari oleh kebaikan-Mu. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Yesus, tariklah aku lebih dekat untuk mengikuti Engkau. Pakailah segenap daya tenaga dan apa yang aku miliki untuk melayani-Mu. Amin.
renungan ziarah batin, mirifica e-news
dan berbagai sumber lainnya
-glenX-
September 18, 2008, 15:11
Jumat, 19 September 2008
EDISI TEMATIS
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (2:22-28)
" Apa yang telah kamu dengar harus tetap tinggal dalam dirimu "
22 Anak-anakku terkasih, barangsiapa menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak. 23 Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa. 24 Dan kamu, apa yang telah kamu dengar dari mulanya, itu harus tetap tinggal di dalam kamu. Jika apa yang telah kamu dengar dari mulanya itu tetap tinggal di dalam kamu, maka kamu akan tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa. 25 Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal. 26 Semua itu kutulis kepadamu, yaitu mengenai orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu. 27 Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu--dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta--dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia. 28 Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya.
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Refr. Segala ujung bumi, melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (9:18-26)
"Barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya."
18 Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: “Kata orang banyak, siapakah Aku ini?” 19 Jawab mereka: “Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit." 20 Yesus bertanya kepada mereka: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus: “Mesias dari Allah.” 21 Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapa pun. 22 Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.” 23 Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. 24 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya. 25 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri? 26 Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku, Anak Manusia juga akan malu karena orang itu, apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan-Nya dan dalam kemuliaan Bapa dan malaikat-malaikat kudus.
Renungan
“Menyangkal diri dan mimikul salib setiap hari” antara lain berarti melaksanakan tugas dan menghayati hidup, panggilan maupun tugas perutusan sesuai dengan kehendak Allah serta aneka peraturan atau tatanan hidup yang terkait, bukan menurut atau mengikuti keinginan atau kemauan diri sendiri. menurut selera pribadi. Dengan kata lain kiranya menghayati keutamaan ‘ketaatan’, yang menurut hemat saya merupakan ciri khas sahabat-sahabat Yesus, pengikut St.Ignatius Loyola. “Dalam ketaatan pribadi, semua menyerahkan kepada pembesar pengaturan hidup mereka yang penuh dan seluruhnya bebas; mereka ingin dipimpin bukan oleh pandangan dan kehendaknya sendiri, melainkan oleh tanda kehendak ilahi yang dalam ketaatan diberikan kepada kita. Maka, mereka mengambil alih perintah dan maksud pembesar secara pribadi serta penuh tanggungjawab, dan dengan perhatian penuh mereka menyediakan ‘daya budi dan kehendak, serta anugerah kodrat dan rahmat untuk melaksaknakan apa yang diperintahkan dan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan kepada mereka” (NP Konstitusi SJ no 152)
“Menyangkal diri dan mimikul salib setiap hari” juga berarti hidup sesuai dengan atau oleh Roh Kudus, maka hendaknya juga terus menerus mengembangkan diri kepekaan akan suara atau bisikan Roh Kudus di dalam hidup sehari-hari. Cara untuk melatih diri agar peka terhadap suara Roh Kudus atau mahir dalam pembedaan roh/spiritual discernment adalah melakukan pemeriksaan batin setiap hari. Maka untuk membantu pemeriksaan batin, baiklah kita renungkan atau refleksikan apa yang ditulis oleh Paulus kepada umat di Galatia .
“Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki” (Gal 5:24 -26)
Kita dapat dipimpin oleh Roh atau setan, buah-buah dipimpin oleh setan adalah “percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.”(Gal 5:19-21), sedangkan dipimpin oleh Roh akan menghasilkan buah-buah :”kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri” (Gal 5:22 -23). Rasanya dengan jujur kita semua akan mengakui bahwa tidak sepenuhnya dipimpin oleh Roh atau setan, dan kemungkinan setengah- setengah, tidak putih atau tidak hitam melainkan abu-abu, maka menjadi penting kebiasaan untuk melakukan pemeriksaan batin setiap hari, dengan harapan dan dambaan agar kita yang abu-abu dapat menjadi semakin putih bersih.
“Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan, karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan- Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh TUHAN, Allahmu, di negeri ke mana engkau masuk untuk mendudukinya” (Ul 30:15-16). Kita semua kiranya mendambakan kehidupan dan keberuntungan, bukan kematian dan kecelakaan, maka marilah hidup dan bertindak dipimpin oleh Roh, yang membuahkan keutamaan-keutamaan sebagaimana saya kutipkan di atas. Hendaknya jangan berpaling atau mengikuti godaan setan yang akan membawa ke kematian dan kecelakaan.
“Ambillah Tuhan, dan terimalah seluruh kemerdekaanku, ingatanku, pikiranku dan segenap kehendakku, segala kepunyaan dan milikku. Engkaulah yang memberikan, padaMu Tuhan kukembalikan. Semuanya milikMu, pergunakanlah sekehendakMu. Berilah aku cinta dan rahmatMu, cukup itu bagiku” (St.Ignatius Loyola: LR no 234)
Ignatius Sumarya, SJ (http://www.paroki-stignatius.org/tulisan-anda/kitab-suci-sumber-inspirasi.html)
-glenX-
September 18, 2008, 15:20
Kitab Suci Sumber Inspirasi
Beberapa hari terakhir ini telah terjadi peristiwa dahsyat yang diketahui semua penduduk Yerusalem, bahwa seorang nabi, Yesus orang Nasareth yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan bangsa Israel, telah diserahkan oleh para imam kepala dan para pemimpin Israel kepada penguasa Roma untuk dihukum mati dengan disalibkan .Beberapa murid kembali kepada profesi semula , demikian juga Petrus dan beberapa murid untuk menghidupi dirinya kembali menjadi nelayan, profesi yang sudah ditinggalkannya sejak 3 tahun yang lalu. Mereka benar – benar merasa sedih dan kehilangan. Juga sangat ketakutan akan ditangkap dan diadili juga, karena menjadi pengikut Yesus yang telah diadili bagaikan seorang penjahat , mengaku Raja dan dituduh melawan kaisar. Akan tetapi para murid kemudian menyadari bahwa Sang Guru telah kembali kepada mereka dengan penampakan – penampakanNya saat Thomas yang tidak percaya dan dalam perjalanan ke Emaus kepada murid yang lain. Pagi hari itu di tepi danau Tiberias Tuhan Yesus menampakkan diri lagi untuk ketiga kalinya kepada para murid, yaitu Petrus bersama Thomas, Natanael dan kedua anak Zebedeus, yaitu Yohanes dan Jakobus. Mujizat terjadi lagi dengan tangkapan ikan yang berlimpah tanpa mengoyakkan jala dengan 153 ekor ikan besar. Padahal semalaman, sebelum Tuhan Yesus hadir, Petrus dan para murid lain tidak mendapatkan apa- apa. Ketika Yesus bertanya “Simon, anak Yohanes apakah engkau mengasihi Aku?”, sangatlah sedih hati Petrus karena pertanyaan Yesus mengingatkannya kembali kepada penyangkalannya kepada Guru yang dikasihinya sampai 3 kali. Penyesalan yang terus membebaninya dalam pikirannya dan betapa ia merasakan bahwa dirinya adalah seorang berdosa. Petrus yang telah menyangkal Yesus 3 kali dengan mengatakan: Aku bukan seorang diantara mereka , bukan muridNya, dan aku tidak tahu apa yang kau katakan kepada perempuan dan seorang hamba Imam Besar yang menanyainya. Tiga kali ia menyangkal dengan derajat yang meningkat, sampai ayam berkokok dan ia menangis karena menyesali perbuatannya terhadap Tuhan yang dikasihinya dan diikutinya selama 3 tahun. Dalam hati kecilnya Petrus berpikir : Apakah Yesus menegur dirinya karena perbuatannya yang lalu. Karena ia telah meninggalkan Sang Guru ketika Yesus diseret ke pengadilan dan ia , murid yang utama, tidak melakukan sesuatupun karena ketakutan sebagai pengikut Kristus. Rupanya Tuhan Yesus tidak mempermasalahkan Petrus dan murid2 lain mengapa mereka kembali menjala ikan, padahal mereka sudah dihembusi Roh Kudus dan telah diperintahkan untuk menjala manusia. Injil Yohanes menulis dalam teks Yunani dengan kata agaphao atau disini kita kenal sebagai agape. Dua kali Petrus menjawab dengan phaleo yang kita kenal dengan kata filia. Dalam bahasa Yunani jawaban Petrus merupakan suatu pengertian faktual yang berdasarkan pemikiran yang rasional seperti persahabatan atau saya suka. Petrus akhirnya menyadari apa yang dikehendaki Kristus. Seperti yang dinubuatkan Yesus, Petrus merasul disekitar Roma dan dihukum mati dengan disalib juga. Atas permintaannya sendiri karena merasa tak layak disalibkan seperti Yesus, ia minta disalibkan secara terbalik. Kitapun sama seperti Petrus, bila Petrus hanya menyangkal Yesus tiga kali, kita dalam kehidupan sehari-hari telah menyangkal Tuhan dengan jumlah yang tak terhitung, dengan segala pikiran, perbuatan, dan kelalaian2 kita. Tiap kali kita jatuh kedalam dosa kita telah menyangkal Allah . Setiap kali kita jatuh kedalam dosa, Ia akan datang menanyai kita: ”Hai anak2 Ku apakah kamu mengasihi Aku ?” Ia yang tidak pernah meninggalkan kita dan selalu disamping kita, bahkan membopong kita manakala kita jatuh kedalam dosa Sama seperti seorang gembala yang baik membopong dombanya yang sakit atau luka dengan penuh kasih. Dengan wajahNya yang penuh belas kasih Ia mengulurkan kedua tanganNya yang berbekas luka paku karena dosa – dosa kita menanyai kita dengan lemah lembut tanpa menyalahkan kita karena kita semua adalah manusia yang lemah. Bila pesan akhir Yesus kepada Petrus : “Ikutlah Aku!”, apakah pesan itu berlaku pula kepada kita semua sebagai pengikut dan murid Kristus? Yang dikerjakanNya adalah selalu kehendak Bapa Kita semua yang telah menerima baptisan, telah menjadi satu kesatuan umat Allah dalam Tubuh Mistik Kristus dengan Kristus sendiri sebagai Kepala dan kita semua adalah anggota, dalam persekutuan umat Allah atau Gereja.
Gereja yang diciptakan untuk menyebar luaskan kerajaan Kristus dimana-mana demi kemuliaan Allah Bapa. Melalui sakramen Krisma kita diteguhkan oleh kekuatan Roh Kudus dan ditetapkan oleh Tuhan sendiri untuk merasul. Selama belum adanya awam bersama hirarki yang merasul, Gereja akan terus mengembara. Dengan kerasulan yang dimaksud adalah di manapun berada memberi kesaksian akan Kristus, yang dijalankan dalam iman, harapan, dan cinta kasih mengichtiarkan kehidupan kekal dan keselamatan Allah bagi semua orang. Melalui mengenalkan Kristus kepada orang – orang yang belum mengenalNya.. Didorong cinta kasih yang berasal dari Allah yang dicurahkan melalui Roh yang bersemayam di dalam diri kita dapat menyampaikan keutamaan2 dalam kehidupan sehari-hari dan merupakan tanda Kristus yang hadir. Nilai2 kejujuran, ketulusan hati, semangat keadilan, peri kemanusiaan, dan integritas sebagai pengikut Kristus, dan menunjukkan kepada dunia sekitar kita bahwa inilah orang Kristen pengikut Kristus. Bila kita mengaku murid dan pengikut Kristus, marilah kita meningkatkan pengenalan kita dengan iman kepada Yesus, sehingga kita akan mengasihiNya sebagaimana Petrus telah mengasihi Tuhan Yesus..
Kita dapat berdoa : Agar Roh Kudus menerangi diri kita dan menjadikan hati kita sebagai pengikut Kristus yang setia.. FirmanNya menjadi santapan kita dan hendaklah kehendak Bapa melalui komunikasi doa kita kiranya dapat menjadi nafas kita.. Dan kita sebagai pengikut dan murid akan mengikuti jejak para rasul dalam menyampaikan kabar gembira dan melayani, sebagaimana yang diperintahkan Tuhan Yesus. Bukan sebagai pengorbanan, karena tak ada yang setara dengan pengorbanan Tuhan sendiri di kayu salib, tetapi sebagai persembahan kita setiap hari. Karena Sang Guru telah memanggul salib, sebagai murid kita tidak akan pernah melampaui tuannya, kitapun harus dengan suka rela memanggul salib kita setiap hari.. Salib harus kita pikul setiap hari dan menjadi persembahan kita kepada Bapa di surga. Salib kita setiap hari akan kita pikul dengan sukacita, dan kita tidak akan diberi beban yang melebihi kemampuan kita. “Datanglah kepadaKu, kamu yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan menyegarkan kamu. Belajarlah dari padaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati. Kuk yang akan kupasang enak dan bebannyapun ringan” Spiritualitas kita sebagai pengikut Kristus yang juga ikut memanggul salib kita masing – masing hanyalah dimungkinkan bila kita mengenal dan mengasihi Yesus, yang diutus Bapa sebagai sumber dari segala kerasulan . Sebuah spiritualitas pemuridan ; menjadi pengikut Kristus otomatis adalah menjadi seorang murid Kristus dan memahami pemuridan yang dikembangkannya pertama kali kepada kedua belas rasul dan kepada kita sampai saat ini melalui Kitab Suci. Pemuridan mencadi cara hidup, berpikir atau mempunyai pikiran seperti Yesus dan mempunyai hati yang mencinta seperti Yesus.
Semua itu hanya dimungkinkan bila kita mau membuka hati dan pikiran kita, menerima Rohnya yang kudus yang dijanjikanNya seperti yang dijanjikan kepada para murid.
Sementara iman yang kita miliki adalah anugerah, dan dari iman ini kita bisa merasakan bahwa kita dikasihi Tuhan, kita diampuni dan disembuhkan oleh Bapa, kita dituntunNya di jalan yang benar. “Barang siapa tinggal didalam Aku, dan Aku didalam dia, ia menghasilkan buah banyak, sebab tanpa Aku kamu tidak dapat berbuah apa apa "(Yoh 15: 5)
Kepada iman akan Yesus Kristus ini, harus kita tambahkan dengan upaya pengenalan dan lebih mencintai Yesus, agar kita dapat mengenal Yesus dengan baik kiranya kita dapat mengikuti nasihat Santo Petrus: "Kamu harus dengan sungguh2 menambahkan kepada imanmu kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, dan kasih terhadap semua orang. Apabila semuanya ada padamu dengan berlimpah, kamu akan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus Tuhan kita”( Petrus 2:5:1-8)
Dengan mengenal dan mengasihi Tuhan Yesus, Roh Kudus akan membimbing dalam upaya mendekatkan diri kepada Tuhan, menjadi pengikut setia untuk memuliakan Allah Bapa di surga. “Barang siapa haus, baiklah ia datang kepadaKu dan minum! Barang siapa percaya kepadaKu seperti yang dikatakan Kitab Suci. Dari dalam hatinya akan mengalir aliran – aliran air hidup"
Roh Kudus yang akan menginspirasikan kehendak Bapa dalam diri kita sebagaimana apa yang disampaikan Yesus kepada perempuan Samaria di sumur Jakub. “Barang siapa minum air yang akan Kuberikan, ia tidak akan haus selama-lamanya. Air yang akan Kuberikan akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal”.
Sumber: Ditulis oleh Henricus Hendra Boeniardi (http://www.paroki-stignatius.org/tulisan-anda/kitab-suci-sumber-inspirasi.html)
Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk menguatkan iman kita kepada Yesus Tuhan juruselamat kita.
Tuhan memberkati.
loneranger
September 19, 2008, 03:25
Adem banget nih renungannya...
mendamaikan hati...
ngomong2 flazz rohaniwan kah?
thx
-glenX-
September 19, 2008, 03:28
Adem banget nih renungannya...
mendamaikan hati...
ngomong2 flazz rohaniwan kah?
thx
post 107 tentang penyangkalan diri..
nggak rohaniwan.. kan renungan ada sumber penulisnya...
cuma kadang2 aku pernah ngisi sendiri.
-glenX-
September 19, 2008, 03:35
Bagi banyak orang bisa aja renungan2 itu mendamaikan hati, tapi bagi beberapa orang yng keras hati, mungkin malah tidak suka dengan renungan2 diatas. kalo sepi diramein aja thread ini.. selama ini banyak yg cuma baca saja, ada juga yg kurang tertarik.
loneranger
September 19, 2008, 03:40
post 107 tentang penyangkalan diri..
nggak rohaniwan.. kan renungan ada sumber penulisnya...
cuma kadang2 aku pernah ngisi sendiri.
Iya udah baca itu tadi...
habis baca jadi sedih mod...
karena nyenggol banget tuh soal abu2 nya
tapi gilanya Tuhan Yesus itu seperti nggak pernah bosen2 dan gak akan pernah bosen memberi berkat terus dan terus dan terus...
Terus 'ngingetin' kita tiap kita salah ... gak pernah bosen2
sampai jadi pengen nangis deh...
akunya yang masih terus abu2
...
-glenX-
September 19, 2008, 03:51
Iya udah baca itu tadi...
habis baca jadi sedih mod...
karena nyenggol banget tuh soal abu2 nya
tapi gilanya Tuhan Yesus itu seperti nggak pernah bosen2 dan gak akan pernah bosen memberi berkat terus dan terus dan terus...
Terus 'ngingetin' kita tiap kita salah ... gak pernah bosen2
sampai jadi pengen nangis deh...
akunya yang masih terus abu2
...
jangan panggil mod deh;D
panggil flazz aja.. mod disini jumlahnya ada 15 lebih :haha
coba baca thread ini, seminggu ini ada pembahasan khusus disini ttg Allah yang sangat mengasihi dunia. http://forum.wgaul.com/showthread.php?t=73175&page=5
kita sebagai sesama manusia juga harus saling mengingatkan, cuma kadang2 yang diingatkan ada yang menerima dengan baik, ada yg tersinggung, marah.
kalo masih abu2... perlu ditingkatin lagi.. supaya menjadi lebih baik:)
loneranger
September 19, 2008, 04:17
jangan panggil mod deh;D
panggil flazz aja.. mod disini jumlahnya ada 15 lebih :haha
coba baca thread ini, seminggu ini ada pembahasan khusus disini ttg Allah yang sangat mengasihi dunia. http://forum.wgaul.com/showthread.php?t=73175&page=5
kita sebagai sesama manusia juga harus saling mengingatkan, cuma kadang2 yang diingatkan ada yang menerima dengan baik, ada yg tersinggung, marah.
kalo masih abu2... perlu ditingkatin lagi.. supaya menjadi lebih baik:)
Ok deh flazz kalo gitu boleh dong usul
untuk sharing pengalaman pribadi di sini bagi orang2 yang sudah diberi ..
agar menguatkan kita-kita sekaligus membuktikan bahwa Tuhan Yesus itu sebenarnya sangat amat dekat dengan kita semua...sekarang dan untuk selamanya
salam...
-glenX-
September 19, 2008, 04:28
Ok deh flazz kalo gitu boleh dong usul
untuk sharing pengalaman pribadi di sini bagi orang2 yang sudah diberi ..
agar menguatkan kita-kita sekaligus membuktikan bahwa Tuhan Yesus itu sebenarnya sangat amat dekat dengan kita semua...sekarang dan untuk selamanya
salam...
boleh2 aja mau sharing di thread ini atau di thread Pendalaman Kitab Suci utk berbagi pengalaman, sharing, atau kesaksian. biar bisa menjadi inspirasi, semangat buat yang lain.
loneranger
September 19, 2008, 05:26
boleh2 aja mau sharing di thread ini atau di thread Pendalaman Kitab Suci utk berbagi pengalaman, sharing, atau kesaksian. biar bisa menjadi inspirasi, semangat buat yang lain.
Berikut pengalaman saya http://forum.webgaul.com/images/smilies/kaos04.gif
::v::
Sebenarnya terlalu banyak yang bisa ditulis disini, tapi saya tulis sebagian aja ya... :
Saya sering minta hal2 yang agak diluar kewajaran kepada Tuhan Yesus,
cara memintanya pun terkadang dalam hati, ketika ada di kantor, dalam perjalanan pulang, atau kapanpun saya ingat ...
Menurut yang saya ingat ... sejak tahun 1993... sampai sekarang tidak ada satupun permintaan saya (yang terkadang agak luar biasa) yang tidak dikabulkan
Semuanya dikabulkan...
Contoh2 yang menurut saya besar adalah :
1. Thn 1998 saya dengan gaji 700 rb pengen punya mobil, buat pacaran... yang harusnya gak mungkin bisa...
waktu itu saya mintanya 'setengah memaksa' ...
Entah gimana tempat kerja saya tutup, dan saya dapat pesangon 50 Jt, yang lebih dari cukup buat beli mobil dan senang2... nganggur 1 bulan saya dapet kerja lagi dengan gaji 1,5 jt... luar biasa sekali berkat Tuhan Yesus...
2. Thn 2000 saya mulai kerja di tempat baru yang menurut saya 'luar biasa' berat sekali beban nya, satu tahun pertama saya lalui dengan kepala 'hampir pecah', frustasi , target, deadline, pulang jam 2 malam, berangkat jam 8 pagi,
itu semua dalam suasana kerja yang penuh emosionil, hubungan antar karyawan nyaris tidak ada komunikasi, dengan status saya staff biasa yang kena 'omel' boss setiap hari
Tiap hari permintaan saya hanya satu, agar saya bisa 'menguasai' minimal departemen dimana saya berada.
Ajaib nya 'keinginan' itu seperti diijinkan oleh Tuhan Yesus,
waktu itu boss saya ada 4 orang,
satu persatu mereka resign, anehnya, selama saya belum bisa menguasai pekerjaan mereka, mereka masih ada...
begitu saya bisa melakukan pekerjaan mereka, mereka, entah karena apa, berselisih dengan Boss besar ... dan resign satu per satu... luar biasa...
Jadi akhirnya saya tinggal sendirian di departemen saya dengan belasan staff, bagi saya luar biasa ... permintaan saya untuk 'menguasai' departemen akhirnya terwujud setelah 4 tahun... puji Tuhan Yesus.
3. Pengalaman luar biasa lain
Dalam hal penghasilan,
Karena selama ini pendapatan saya adalah termasuk lembur, maka pengeluaran saya pun sebesar itu,
Suatu hari lembur ditiadakan... suatu pukulan yang sangat berat karena harus kehilangan kurang lebih 2 Juta per bulan
Siang malam saya memohon pada Tuhan Yesus, untuk dibukakan tambahan buat saya...
Yang buat saya takjub... saya meminta angka yang fantastis...
saya minta Tuhan Yesus, tolong naikkan gaji saya 50%... buat saya itu permintaan yang cukup gila...
tapii sekali lagi itupun dikabulkan ... luar biasa Tuhan Yesus,
gaji saya naik bukan hanya 50% tapi 60% ... hanya 3 bulan setelah saya memohon kepada Tuhan Yesus...
4. Pengalaman luar biasa terakhir yang cukup mencengangkan
Saya tinggal di kompleks yang berada di pinggir tebing curam dekat kali
setiap hari saya melihat ke arah tebing, saya khawatir
bagaimana kalau tebing ini runtuh...
kekhawatiran membuat saya sekali lagi meminta Tuhan Yesus,
untuk membuatkan penguat tebing ... permintaan yang gila gak masuk akal...
Tapiii sekali lagi ...
permintaan itu dikabulkan....
saya sampai menangis... Tuhan Yesus begitu mendengar
Tiba2 entah darimana ... datang proyek PU untuk membangun penguat tebing
untuk tebing di depan rumah saya...
Saya tanya ke Pimpro... ini proyek apa ??
Pimpro juga bingung... proyek ini harusnya ada di Depok...
untuk penjernihan air... dia juga bingung... bayangkan dia juga bingung
kenapa proyek itu dialihkan ke depan rumah saya... 10 KM jauhnya dari rencana awalnya...
proyek itu memakan biaya 3 Milyar...
depan rumah saya sekarang tebingnya sudah di cor...sesuai permintaan saya
sampai sekarang saya gemetar setiap melihat tebing yang sudah dicor itu...
Tuhan Yesus begitu baik...
Sebenarnya masih banyak lagi keinginan2 gila saya lainnya
Saya merasa harus membagi pengalaman ini kepada yang lainnya ...
untuk membuktikan... Tuhan Yesus itu begitu dekatnya dengan kita...
Tuhan Yesus memberkati...
-glenX-
September 19, 2008, 06:13
thanks sharingnya.. semoga bisa bermanfaat yang lain..
Loneranger dpt 49 GaulPoint dari program Post Of the week.:)
loneranger
September 19, 2008, 07:28
thanks sharingnya.. semoga bisa bermanfaat yang lain..
Loneranger dpt 49 GaulPoint dari program Post Of the week.:)
Wah terimakasih ...
Lega juga bisa nemu tempat sharing...
...
-glenX-
September 19, 2008, 09:13
Wah terimakasih ...
Lega juga bisa nemu tempat sharing...
...
sama2. Dulu awalnya dibuat topik ini selain untuk renungan, dan sharing. Namun jarang sekali ada yg sharing disini.
Aku sharing dikit..:)
Yesus bersabda, Barang siapa haus baiklah ia datang kepadaKu dan minum! Barang siapa percaya kepadaKu seperti yang dikatakan kitab suci. Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran hidup.
Seringkali aku dicobai,entah dibuat kesal atau marah namun kalau baca renungan2, kitab suci jadi lega. Karena aku yakin, percaya bahwa Yesus mampu menghancurkan semua yg membelenggu. Kadang2 pernah sampai harus melepaskan kemarahan kepada seseorang, karena sungguh2 orang tsb bikin kesal sampai beberapa kali diingatkan,namun tetap saja seperti itu. Aku hanya bisa berpasrah kepadaNya. Dia yg memberikan jalan yang terbaik terhadap persoalan hidup kita. Dengan meminta bantuanNya persoalan yg semula selalu berada dipikiranku sampai buat pusing, susah tidur dapat lenyap..
R E D
September 19, 2008, 10:30
pengalaman hidup loneranger semoga bisa menjadi semangat bagi yang lain.
saya besok akan bagi2 pengalaman. kapan2:hehe
-glenX-
September 19, 2008, 16:21
Sabtu, 20 September 2008
Pw St. Andreas Kim Taegon, dan Paulus Chong Ha
Doa Pagi
Allah Bapa Maha Pengasih, semoga hati kami tetap terbuka terhadap sabda-Mu dan perkenankanlah kami memahami kehendak-Mu mengenai dunia dan manusia yang mendiaminya, seperti Santo Andreas Kim Taegon, dkk yang terbakar karena sabda Mu dan berani menjadi martir. Semoga kami dapat merasakan bahwa Engkaulah yang menanggung hidup kami. Demi Yesus Kristus Tuhan kami. Amin
Bagaimana orang mati akan dibangkitkan? Inilah yang coba dipaparkan Paulus dalam perikop ini. Orang dibangkitkan berarti disempurnakan setelah kita mengalami kematian. Kita akan menerima tubuh rohani, sebagaimana tubuh Kristus telah bangkit dari kematian-Nya.
BACAN PERTAMA : 1Kor 15:35-37.42-49
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (15:35-37.42-49)
Saudara-saudara, mungkin ada orang bertanya, "Bagaimanakah orang mati dibangkitkan? Dan dengan tubuh apa mereka akan datang kembali?" Hai orang bodoh! Benih yang kautaburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, jika tidak mati dahulu. Dan yang kautaburkan itu bukanlah rupa tanaman yang akan tumbuh, melainkan biji yang tidak berkulit, umpamanya biji gandum atau biji lain. Demikian pulalah halnya dengan kebangkitan orang mati: Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan; ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan; ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan. Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah. Seperti ada tertulis, 'Manusia pertama, Adam, menjadi mahluk yang hidup.' Tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menhidupkan.' Tetapi yang mula-mula datang, bukanlah yang rohaniah, melainkan yang alamiah; barulah kemudian yang rohaniah. Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani; manusia kedua berasal dari surga. Mahluk-mahluk alamiah sama dengan yang berasal dari debu tanah, dan mahluk-mahluk surgawi sama dengan Dia yang berasal dari surga. Jadi seperti ini kita mengenakan rupa dari manusia duniawi, demikian pula kita akan mengenakan rupa dari yang surgawi.
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
Mazmur Tanggapan (Mzm 56:10-14)
Refr.Aku berjalan di hadapan Allah dalam cahaya kehidupan.
Ayat:
1.Musuhku akan mundur pada waktu aku berseru; aku yakin bahwa Allah berpihak kepadaku.
2.Kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Tuhan, yang sabda-Nya kujunjung tinggi, kepada-Nya aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadapku?
3.Nazarku kepada-Mu ya Allah, akan kupenuhi, dan kurban syukur akan kupersembahkan kepada-Mu. Sebab Engkau telah meluputkan daku dari maut, dan menjaga kakiku, sehingga tidak tersandung; sehingga aku boleh berjalan di hadapan Allah dalam cahaya kehidupan.
Pertumbuhan iman melalui sabda Allah yang ditaburkan dalam hati kita bagaikan sebuah benih yang ditaburkan. Sabda Allah mungkin tumbuh dan berbuah jika kita terbuka dan siap sedia dalam menerimanya. Namun, kiranya hanya terbuka saja tidak cukup. Kita masih perlu menjaga dan memeliharanya secara berproses. Doa, membaca Kitab Suci, pendalaman iman, dan berjuang melaksanakannya adalah bagian-bagian yang perlu kita lakukan dalam proses itu.
Bait Pengantar Injil
Refr: Alleluya
Ayat:Berbahagialah orang yang menyimpan sabda Allah dalam hati yang baik dan tulus ikhlas dan menghasilkan buah dalam ketekunan.
BACAAN INJIL : Luk 8:4-15
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (8:4-15)
Banyak orang datang berbondong-bondong dari kota-kota sekitar kepada Yesus. Maka Yesus berkata dalam suatu perumpamaan, "Adalah seorang penabur keluar menaburkan benih. Waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak-injak orang dan dimakan burung-burung di udara sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan tumbuh sebentar, lalu layu karena tidak mendapat air. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, sehingga terhimpit sampai mati oleh semak-semak yang tumbuh bersama-sama. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, lalu tumbuh dan berbuah seratus kali lipat." Sesudah itu Yesus berseru, "Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah mendengar." Para murid menanyakan kepada Yesus maksud perumpamaan itu. Yesus menjawab, "Kalian diberi kurnia mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi hal itu diwartakan kepada orang lain dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat, dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti. Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah sabda Allah. Yang jatuh di pinggir jalan ialah orang yang telah mendengarnya, kemudian datanglah Iblis, lalu mengambil sabda itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan. Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu, ialah orang yang setelah mendengar sabda itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka tidak berakar. Mereka hanya percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad. Yang jatuh dalam semak duri, ialah orang yang mendengar sabda itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran, kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga tidak menghasilkan buah yang matang. Yang jatuh di tanah yang baik ialah orang yang mendengar sabda itu dan menyimpannya dalam hati yang baik, dan menghasilkan buah dalam ketekunan."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus
Renungan
Yesus mengharapkan sabda-Nya tinggal dalam hati yang baik, kemudian berbuah dalam ketekunan. Tidak pernah ada kata "selesai". Selanjutnya, kita dipanggil untuk terus-menerus menaburkan benih sabda Tuhan di mana pun kita berada. Kita tidak boleh memilih-milih kepada siapa benih itu ditaburkan, karena sabda Tuhan itu punya daya sendiri untuk tumbuh dan berkembang. Para murid diharapkan setia mengikuti teladan Sang Guru untuk tekun menabur benih sabda.
Tanah macam apakah yang ada di dalam hatiku? Sudahkah aku rajin membersihkan hatiku agar menjadi tanah yang baik bagi benih sabda Tuhan? Sudahkah aku mendengarkan sabda-Nya dengan sungguh-sungguh, sehingga ketika tiba waktunya, aku pun bersedia dan mampu memberitakannya?
Yang jatuh di tanah yang baik ialah orang yang mendengarkan sabda itu dan menyimpannya dalam hati yang baik, dan menghasilkan buah dalam ketekunan. Apakah aku sudah membuka hatiku untuk sabda Tuhan? Buah apakah yang kuhasilkan dalam hidupku?
Doa Malam
Allah Bapa, sumber pembaruan hidup, jadikanlah kami manusia baru, karena hari ini kami telah bertemu dengan Putera-Mu di dalam diri sesama kami. Ia adalah teladan kejujuran dan kesederhanaan, sebagaimana yang diteladankan Santo Andreas Kim Taegon, dkk. Bongkarlah tembok pemisah yang membuat kami dengan Engkau dan sesama tidak dapat bersatu. Amin.
Tuhan Yesus, ajarilah aku mendengarkan sabda-Mu. Buatlah hatiku siap mendengarkan dan mengikuti bimbingan-Mu. Amin.
renungan ziarah batin, mirifica e-news
dan berbagai sumber lainnya
st_caecilia
September 20, 2008, 04:27
Kalian diberi kurnia mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi hal itu diwartakan kepada orang lain dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat, dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti
mencermati bacaan yang diberikan oleh Gereja pada hari ini, baiklah kita semua selalu mewartakan firman Tuhan. Dengan mewartakan firman Tuhan kepada sesama berarti kita sudah menabur benih. Hanya persoalannya, tidak semua orang mau mendengarkan. Barangsiapa yang mempunyai telinga , hendaklah mendengar. Itulah menjadi tugas-tugas kita sebagai umat beriman untuk membagikan kasih kepada sesama.
Tuhan memberkati.
Salam,
Caecilia
-glenX-
September 20, 2008, 13:02
Hari Minggu Biasa XXV
Sabtu-Minggu, 20-21 September 2008
Doa Pagi
Allah Bapa kami sumber kebijaksanaan, kami ingin meneladan cara Engkau bergaul dengan manusia. Engkau begitu sabar dan lembut hati. Namun seringkali kami tidak mampu meneladannya. Maka bukalah pikiran dan hati kami agar tidak picik dan memandang rendah orang lain dengan ukuran diri kami. Semoga Engkau selalu mendampingi kami dan membuat kami menjadi lebih bijak. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami, yang hidup berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.
Jalan keselamatan Tuhan sungguh luar biasa. Yang tidak mungkin bagi kita, amat mungkin bagi-Nya. Karena itu Nabi Yesaya mengajak siapa saja untuk tidak pernah putus asa untuk mengharapkan Tuhan yang pasti akan mampu mengubah hidupnya.
BACAAN PERTAMA
Pembacaan dari Kitab Nabi Yesaya (55:6-9)
"Pikiran-Ku bukanlah pikiranmu"
6. Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! 7 Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka DIa akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya. 8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. 9 Seperti tingginya langit dari bumi demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
MAZMUR TANGGAPAN PS.816
(MZ145:2-3.8-9.17-18,R1h18a)
Reff. Tuhan mendengarkan doa orang beriman.
1. Setiap hari aku hendak memuji Engkau, ya Allah, dan memuliakan nama-Mu selama-lamanya. Besarlah Tuhan dan sangat terpuji; kebesarannya tidak terselami.
2. Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan kasih setia-Nya. Tuhan itu baik kepada semua orang penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya
Kristus telah menebus hidup kita secara tuntas. Karena itu tidak ada perlunya lagi orang hidup dengan cara lama, selain dengan cara Kristus. Maka selama di dunia ini hendaknya hidup kita berpadanan dengan Injil.
BACAAN KEDUA
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Filipi (1:20c-24.27a)
"Hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus."
Saudara-saudari, dengan nyata Kristus dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku. Karena bagiku hidup adalah Kristus, dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. Aku didesak dari dua pihak; Aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus -- ini memang jauh lebih baik; tetapi demi kamu lebih berguna aku tinggal di dunia ini. Maka hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus.
L. Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Kemurahan hati Allah untuk kita yang berdosa melampaui arti keadilan yang mampu kita pahami. Ia memberikan kasih dan pengampunan kepada siapa saja yang mau terbuka akan keselamatan yang ditawarkan-Nya. Semuanya itu nyata dalam penebusan yang dilaksanakan-Nya dalam diri Yesus.
BAIT PENGANTAR INJIL PS. 962
Ref. Alleluya, Alleluya, Alleluya, Alleluya
Bukalah hati kami, ya Tuhan, sehingga kami memperhatikan Sabda Putera-Mu.
INJIL
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (20:1-16a)
"Iri hatikah engkau karena Aku murah hati ?"
1 Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-muridnya: "Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya. 2 Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya. 3 Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar. 4 Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan mereka pun pergi. 5 Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi.6 Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang- orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja disini sepanjang hari? 7 Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku. 8 Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu. 9 Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar. 10 Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi mereka pun menerima masing-masing satu dinar juga. 11 Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu, 12 katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari. 13 Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankan kita telah sepakat sedinar sehari? 14 Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu. 15 Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati? 16 Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir."
1... .1 . . . . . 2 //
Demikianlah Injil Tu- han
1... 7 17 65 67 6 //
Terpujilah Kris- tus
Renungan
Pernahkah aku menganggap Tuhan tidak adil? Bagaimana aku mengubah cara pandangku dan mulai belajar memahami keadilan Tuhan? Salah satu kecenderungan manusia ialah melihat dirinya benar dan orang lain salah. Hal ini termasuk dalam relasinya dengan Tuhan, Sang Pencipta dan Pemberi Kehidupan.
Tuhan tidak saja menciptakan manusia dan mengajak manusia mengambil bagian dalam karya-Nya, tetapi bahkan menebus dan menyelamatkan manusia dari dosa. Sikap kita sering kali ingin dikhususkan, diistimewakan oleh Tuhan. Bukankah semua manusia adalah ciptaan Tuhan, dan karena itu dikasihi-Nya? Mari kita belajar mengenal hati Tuhan.
Doa Malam
Allah Bapa kami di surga, hari ini Engkau telah menganugerahkan kekuatan baru karena kami berhimpun menghadap Putera-Mu. Kami mohon, perkenankanlah kami berusaha mempersatukan dan merukunkan hidup sesama kami menjadi masyarakat baru berdasarkan cinta kasih-Mu. Demi Kristus Tuhan dan penyelamat kami. Amin.
"Demikianlah orang yang terakhir menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu menjadi yang terakhir." Yesus menyerang balik para lawan-Nya yang telah mengkritik Dia karena Ia begitu peduli dengan para pemungut cukai dan orang-orang berdosa.
Tuhan Yesus, bukalah hati dan budiku untuk semakin mengenal dan menemukan rencana-Mu bagiku dan bagi sesama. Amin.
renungan ziarah batin, mirifica e-news
dan berbagai sumber lainnya
-glenX-
September 21, 2008, 15:14
Bacaan Kitab Suci Minggu Ini: 22-28 September 2008
22.Senin....,Hari Biasa
..................Ams 3:17-27-34; Mzm 15:2-3ab.3cd-4ab,5 ; Luk 8:16-18
23.Selasa..,Hari Biasa
..................Ams 21:1-6,10-13; Mzm 119:1,27,30,34,35,44; Luk 8:19-21
24.Rabu....,Hari Biasa
.................Ams 30:5-9; Mzm 119:29, 72,89,101,104,163; Luk 9:1-6
25.Kamis...,Hari Biasa
..................Pkh 1:2-11; Mzm 90:3-4,5-6,12-13, 14,17; Luk 9:7-9
26.Jumat...,Kosmas dan Damianus, Hari Biasa
..................Pkh 3:1-11; Mzm 144:1a,2abc,3-4; Luk 9:18-22
27.Sabtu...,Pw. S. Vincensius de Paul, Im
.................Pkh 11:9-12:8; Mzm 90:3-4,5-6.12-13.14,17; Luk 9:43b-45
28.Minggu..,HARI MINGGU BIASA XXVI
..................Yeh 18:25-28; Mzm 25:4bc-5,6-7,8-9, Flp 2:1-11; Mat 21:38-32
-glenX-
September 21, 2008, 15:27
Senin, 22 September 2008
Hari Biasa
Doa Pagi
Allah Bapa kami yang maha baik, nyatakanlah kepada kami dengan sabda-Mu: Siapakah Engkau itu? Engkau menyatakan diri kepada mereka yang mau terbuka hatinya. Semoga kami dapat mendengarkan setiap bisikan kebenaran yang Kaunyatakan dalam pengalaman hidup sehari-hari. Kebenaran inilah yang akan menjadi cahaya sepanjang jalan kehidupan kami. Demi Yesus Kristus Putera-Mu Tuhan kami, kini dan sepanjang segala masa. Amin.
Jangan menahan kebaikan terhadap orang yang berhak menerimanya. Kalau kita menahannya itu sama artinya kita berbuat jahat dan berlaku melawan keadilan Allah. Apalagi, jika kita mampu memberikan apa yang baik itu. Itulah salah satu nasihat penting dalam perikop hari ini.
BACAAN PERTAMA
Pembacaan dari Kitab Amsal (3:27-34)
Anakku, janganlah menahan kebaikan terhadap orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya. Janganlah engkau berkata kepada sesamamu, "Pergilah dan kembalilah, esok akan kuberi, sedangkan yang dia minta ada padamu. Janganlah merencanakan kejahatan terhadap sesamamu, sedangkan ia tanpa curiga tinggal bersamamu. Janganlah bertengkar secara semena-mena dengan seseorang yang tidak berbuat jahat terhadapmu. Janganlah iri hati kepada orang yang melakukan kelaliman, dan janganlah memilih satu pun dari cara hidupnya. Sebab orang yang sesat adalah kekejian bagi Tuhan, tetapi dengan orang jujur Tuhan bergaul erat. Kutuk Tuhan ada di dalam rumah orang jahat, tetapi tempat kediaman orang benar diberkati-Nya. Berhadapan dengan pencemooh, Tuhan pun mencemoohkan, tetapi orang yang rendah hati dikasihani-Nya.
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN PS. 848
(Mzm15:2-5)
Refr. Tuhan siapa diam di kemah-Mu, siapa tinggal di gunung-Mu yang suci?
Ayat:
1.Yaitu orang yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya; yang tidak menyebar fitnah dengan lidahnya.
2.Yang tidak berbuat jahat terhadap teman, dan tidak menimpakan cela kepada tetangganya yang memandang hina orang-orang tercela tetapi menjunjung tinggi orang-orang yang takwa, yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi.
3.Yang tidak meminjamkan uang dengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang
tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian tidak akan goyah selama-lamanya.
Rahasia keselamatan dan kebaikan Tuhan akan dinyatakan kepada orang yang percaya kepada-Nya. Tanda kepercayaan itu ialah kesediaan kita untuk terbuka menerima panggilan Allah. Kita dipanggil untuk menjadi alat-Nya bersaksi tentang Dia dalam aneka tugas dan perilaku kita sehari-hari.
BAIT PENGANTAR INJIL
Refr. Alleluya
Ayat: Hendaknya cahayamu bersinar di depan orang, agar mereka melihat perbuatanmu yang baik, dan memuji Bapamu yang di surga.
INJIL
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (8:16-18)
Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, "Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya dibawah tempat tidur; tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah melihat cahayanya. Sebab tiada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tiada suatu rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan. Karena itu perhatikanlah cara kalian mendengar. Karena barangsiapa sudah punya akan diberi, tetapi barangsiapa tidak punya, apa pun yang dianggap ada padanya, akan diambil."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus
Renungan
Apa yang akan dilakukan seorang murid apabila ia sudah mendengarkan apa yang dikatakan gurunya? Apakah ia akan tinggal diam saja? Mendengarkan itu ibarat menyalakan pelita; suatu langkah pertama menyadari diri atau keadaan sekitar yang mulai gelap. Sesudah pelita menyala, tentu saja pelita itu akan ditempatkan di atas kaki dian sehingga dapat menerangi orang lain dan situasi di sekitarnya.
Seperti halnya penabur yang setia menebarkan benih, begitu juga pelita yang bernyala akan memancarkan terang. Terang itu amat bersinar pada saat kegelapan yang begitu pekat. Terang itu berguna dalam memberitahu arah dan keadaan sekitar. Seorang murid yang telah mendengarkan firman Allah akan menjadi pelita bagi orang lain. Hidupnya tidak akan sama dengan orang lain. Orang akan melihat teladan hidupnya. Setiap kata dan perbuatannya akan menuntun orang lain semakin mengetahui kebenaran dan kehidupan. Betapa pentingnya mendengarkan firman atau sabda Tuhan, sehingga murid dapat mengerti dan mewartakan seturut kehendak Tuhan sendiri.
Sejauh manakah sabda Tuhan telah mengubah hidupku? Adakah sabda-Nya yang begitu kuat menggerakkan hatiku? Bayangkan, kalau satu sabda Tuhan bisa mengubah arah dan hidup seseorang, apalagi kalau dia mendengarkan dengan tekun dan sungguh-sungguh sabda Tuhan setiap hari.
"Karena itu perhatikanlah cara kalian mendengar." Yesus mau mengingatkan para murid-Nya bahwa ada orang yang melihat namun tidak menangkap, yang mendengar tapi tidak mampu memahami, karena hatinya keras. Apakah hatiku terbuka akan sabda Tuhan?
Doa Malam
Allah Bapa sumber cahaya abadi, pancarkanlah cahaya-Mu kemana-mana dan tuntunlah kembali para bangsa dari tempat pembuangan serta himpunlah kami berdasarkan cinta kasih. Terima kasih atas berkat-Mu sepanjang hari ini, baik itu yang kami sadari atau pun belum kami sadari. Buatlah malam ini dan hari-hari kami penuh kepasrahan akan penyelenggaraan-Mu saja. Demi Kristus Tuhan dan penyelamat kami. Amin.
Tuhan Yesus, ajarilah aku mendengarkan Engkau. Semoga hidupku diubah oleh sabda-Mu. Amin.
renungan ziarah batin, mirifica e-news
dan berbagai sumber lainnya
loneranger
September 22, 2008, 07:17
pengalaman hidup loneranger semoga bisa menjadi semangat bagi yang lain.
saya besok akan bagi2 pengalaman. kapan2:hehe
@CrazyCat...
ditunggu pengalamannya...
Sekarang saya tetap banyak permintaan juga sih kepada Tuhan Yesus, walaupun sudah banyak sekali yang dikabulkan...
Jadi saya tuh sampai Takjub sekali... Tuhan Yesus pasti punya maksud nih... kenapa Semua Permintaan saya selalu dikabulkan dan saya selalu dilindungi terus dan terus... saya jadi berpikir... sebenarnya saya pasti akan diberi semacam tugas ...
Saya sharing lagi mengenai perlindungan Tuhan Yesus :
1, Waktu SMA (th 90) saya cukup bandel juga... termasuk main judi ... dan saya sering menang, makanya agak ketagihan... kalau main judi dari jumat malem sampai minggu subuh... non stop... mandi dan makan juga disitu...
Suatu hari saya main judi jumat malem di Jl Surabaya, bandarnya anak pejabat pertamina disitu... jadi mustinya 'aman'
Sabtu subuh pulang dengan menang 200 rb an...
tapi ada 'something' yang membuat saya membagi2 kan 200 rb ke rekan2 saya
nggak tau kenapa... tapi setelahnya saya jadi paham...
Pas hari Sabtu sore saya diajak teman2 lagi main judi... di Jl Surabaya lagi, tapi lagi2 ada perasaan gak enak... trus saya kasih alesan.. "kan saya udah bagi2 in keuntungan kemarin, jadi saya gak punya duit lagi"
Alasan ini manjur, saya gak jadi berangkat... ternyata malam itu ada RAZIA ke rumah pejabat itu oleh polisi, semua diangkut, ada yang sampe ditahan, dan dilepas bayar uang jaminan.... saya gak tau deh kalo gue brangkat malam itu...
Sejak itu saya gak mau main judi lagi...
Tuhan Yesus menyelamatkan saya.
2. Th 91 Ujian akhir EBTANAS,
Ada bocoran beredar di kalangan tertentu...
terutama yang ikut bim bel... TEKNOS...
Yang beredar soalnya saja, belum ada jawaban...
jadi perlu dijawab ...
Nah, saya yang waktu itu agak 'pinter' bhs inggris disuruh anak2 mengerjakan soal EBTANAS B.Inggris...
Hari ke 2, semua orang nelponin gue suruh dateng mengerjakan soal... Entah bagaimana, kakak saya yang di bekasi disuruh berangkat Dinas luar, jadi rumah nya di bekasi kosong... saya harus memilih, berangkat ke Bekasi atau mengerjakan soal Ebtanas.
Something told me saya harus ke bekasi... jadi gak ngerjain Ebatanas,
gilaanya... hari itu Polisi menggrebek rumah temen saya yang jadi tempat mengerjakan soal2. Semua temen saya 17 orang ditangkep, disel dan ditunda kelulusan nya 1 tahun...
Saya gak tau deh kalo waktu itu gue juga di sel... Tuhan Yesus menyelamatkan saya (lagi)
demikian pengalaman saya... dilindungi Tuhan Yesus... terus menerus...
trims... ditunggu sharing yang lainnya...
-glenX-
September 22, 2008, 09:36
haduh saya bacanya jadi benar2 menambah semangat..
loneranger membawa terang:) kekuatan bagi yang ada di sekitarnya... saya rasakan sendiri.
mungkin loneranger bisa sharing juga di thread ini Keadilan, Iri hati, dan jalan pemikiran (http://forum.wgaul.com/showthread.php?t=76595) tiap manusia pasti pernah berhubungan dengan namanya "keadilan, iri hati, dan jalan pemikiran".
Sering sekali pikiran manusia berbeda dengan pikiran Tuhan, seperti yang disampaikan dalam Bacaan Pertama Hari Minggu Biasa XXV,Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. Jalan pemikiran manusia terkadang sangat jauh, sangat berbeda dengan yang dipikirkan oleh Tuhan. Manusia berpikir ingin begini, namun Tuhan memiliki pemikiran lain, yang tentunya yang terbaik bagi manusia.
loneranger
September 22, 2008, 11:17
haduh saya bacanya jadi benar2 menambah semangat..
loneranger membawa terang:) kekuatan bagi yang ada di sekitarnya... saya rasakan sendiri.
mungkin loneranger bisa sharing juga di thread ini Keadilan, Iri hati, dan jalan pemikiran (http://forum.wgaul.com/showthread.php?t=76595) tiap manusia pasti pernah berhubungan dengan namanya "keadilan, iri hati, dan jalan pemikiran".
Sering sekali pikiran manusia berbeda dengan pikiran Tuhan, seperti yang disampaikan dalam Bacaan Pertama Hari Minggu Biasa XXV,Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. Jalan pemikiran manusia terkadang sangat jauh, sangat berbeda dengan yang dipikirkan oleh Tuhan. Manusia berpikir ingin begini, namun Tuhan memiliki pemikiran lain, yang tentunya yang terbaik bagi manusia.
Terimakasih Flazz,
saya sudah lama ingin berbagi/sharing ini sebenarnya... tapi baru 'nemu' ini sekarang... Orang-orang perlu diingatkan soalnya... bahwa Tuhan Yesus itu terlalu baik dan selalu deket kok... tapi kitanya suka terlalu 'PEDE' dengan kekuatan sendiri.
-glenX-
September 22, 2008, 11:54
Terimakasih Flazz,
saya sudah lama ingin berbagi/sharing ini sebenarnya... tapi baru 'nemu' ini sekarang... Orang-orang perlu diingatkan soalnya... bahwa Tuhan Yesus itu terlalu baik dan selalu deket kok... tapi kitanya suka terlalu 'PEDE' dengan kekuatan sendiri.
karena terlalu PEDE, jadi ada sikap orang2 tertentu "karena aku bisa sendiri, jadi sudah tidak membutuhkan Tuhan lagi. Atau baru dekat dgn Tuhan ketika membutuhkan sesuatu. Ketika kebutuhan terpenuhi Tuhan ditinggalkan."
-glenX-
September 22, 2008, 13:32
Selasa, 23 September 2008
Hari Biasa
Doa pagi
Allah Bapa sumber iman kepercayaan, Engkau menghendaki kami mengimani sabda-Mu seutuhnya, yaitu sabda yang benar-benar mendarahdaging dan tercermin dalam tindakan dan pola pikir kami. Kami mohon terangkanlah segala sesuatu yang tertulis mengenai kehendak-Mu dan ajarilah kami menyesuaikan tingkah laku, dan hidup kami dengan kehendak-Mu bagi kedamaian sesama. Demi Kristus Tuhan danpPengantara kami. Amin.
Tuhan berkenan kepada mereka yang rendah hati. Tuhan tidak mudah terkesan atau tertipu dengan kemegahan, kesemarakan, atau persembahan yang diberikan kepada-Nya. Sebab, semuanya itu seringkali merupakan ungkapan kesombongan hati.
BACAAN PERTAMA
Pembacaan dari Kitab Amsal (21:1-6.10-13)
Hati raja laksana batang air di tangan Tuhan, yang Dia alirkan ke mana saja Ia kehendaki. Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati. Melakukan kebenaran dan keadilan lebih berkenan di hati Tuhan daripada kurban. Mata yang congkak dan hati yang sombong, yang menjadi pelita orang jahat, adalah dosa. Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan. Memperoleh harta benda dengan lidah dusta adalah kesiasiaan yang lengkap dari orang yang mencari maut. Hati orang fasik mengingini kejahatan dan tidak menaruh belas kasihan kepada sesamanya. Jikalau si pencemooh dihukum, orang yang tak berpengalaman menjadi bijak, dan jikalau orang bijak diberi pengajaran, ia akan memperoleh pengetahuan. Yang Mahaadil mengawasi rumah orang fasik, dan menjerumuskan orang fasik ke dalam kecelakaan. Siapa yang menutup telinga bagi jeritan orang lemah, tidak akan menerima jawaban, kalau ia sendiri berseru-seru.
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN
(Mzm 119:1.27.30.34.35.44)
Refr. Bimbinglah hidupku, ya Tuhan, menurut petunjuk perintah-Mu.
Ayat:
1.Berbahagialah orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat Tuhan.
2.Buatlah aku mengerti petunjuk titah-titah-Mu, supaya aku merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib.
3.Aku telah memilih jalan kebenaran, dan menempatkan hukum-hukum-Mu di hadapanku.
4.Buatlah aku mengerti, maka aku akan memegang hukum-Mu; dengan segenap hati aku hendak memeliharanya. 5.Biarlah aku hidup menurut petunjuk perintah-perintah-Mu sebab aku menyukainya.
6.Aku hendak berpegang pada Taurat-Mu senantiasa, untuk seterusnya dan selamanya.
Yesus mengikat hubungan keluarga dan persaudaraan baru dengan semua orang yang mau mendengarkan Sabda Allah dan melaksanakannya. Ini bukan berarti Ia tidak mengakui Maria dan kerabat-Nya. Sebab, tidak ada murid Kristus seunggul Maria dalam mendengarkan Sabda Allah dan melaksanakannya.
BAIT PENGANTAR INJIL
Refr. Alleluya
Ayat:Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan melakukannya.
INJIL
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (8:19-21)
Pada suatu hari datanglah Ibu dan saudara-saudara Yesus hendak bertemu dengan Dia. Tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak. Maka diberitahukan kepada Yesus, "Ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Dikau." Tetapi Yesus menjawab, "Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka yang mendengarkan Sabda Allah dan melaksanakannya."
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakan-Nya.
Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
Renungan
Kalau seorang murid telah mendengarkan sabda Tuhan dan melakukannya, disebut apakah dia? Siapa tidak bahagia menjadi saudara Yesus? Refren yang selalu kita dengar bila telah mendengarkan Injil adalah "Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya". Refren ini rupanya diilhami bacaan Injil hari ini.
Bagaimana perasaan ibu Yesus dan saudara-saudara-Nya? Sedih? Kecewa? Marah? Injil tidak pernah menceritakannya. Bagi Yesus, saudara lebih dari sekadar hubungan darah dan keturunan; atau dari suatu bangsa dan latar belakang sejarah yang sama. Ada yang lebih mendasar dari itu. Ikatan kesatuan dan persaudaraan didasarkan pada relasi yang mendalam dengan Allah, Bapa-Nya, Sang Pencipta dan Penyelamat, dan pada ketekunan melaksanakan kehendak-Nya. Yesus sendiri adalah yang sulung, taat dan tekun melaksanakan kehendak-Nya. Demikian pula Maria. Maka, Maria pasti tidak akan sakit hati mendengar perkataan Yesus tadi.
Betapa luasnya kriteria menjadi saudara Yesus. Tidak terbatas pada orang yang seagama, ras, warna kulit, atau mengenal Kitab Suci yang sama. Kita dapat menjadi saudara satu sama lain, dengan manusia di belahan bumi mana pun. Kita bersaudara di dalam Tuhan. Mari kita bersyukur atas sabda Tuhan ini dan mohon rahmat agar tekun melaksanakannya dalam seluruh hidup kita.
Doa Malam
Allah Bapa Maha Pengasih, pada malam ini kami bersyukur karena Engkau berkenan menerima kami sebagaimana adanya. Kami selalu Kausambut dengan tangan terbuka dan penuh cinta kasih meskipun berulang kali kami mengulangi sebuah kesalahan yang sama. Kami mohon dilimpahi sikap rendah hati dan semangat pertobatan terhadap siapapun yang kami jumpai di mana saja. Bersama Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.
"Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka yang mendengarkan Sabda Allah dan melaksanakannya." Bersediakah aku mendengarkan dan melaksanakan Sabda Allah di dalam hidupku?
Tuhan Yesus Kristus, terima kasih untuk sabda-Mu. Ajarilah aku menjadi saudara bagi setiap orang yang aku jumpai. Demikanlah aku sungguh ingin menata hati dan budi agar hidup aku berpadanan dengan Injil Kristus. Kami percaya, hidup kami akan menghasilkan buah pertobatan, dan kebaikan. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.
HOMILI
"Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan" (Kis 2:42a)
"Bagaimana tadi khotbahnya?" Pertanyaan ini sering dilontarkan kepada mereka yang baru saja mengikuti Perayaan Ekaristi. Meski bukan satu-satunya yang menentukan, tapi homili atau khotbah ikut menentukan apakah Ekaristi itu mengesankan atau tidak. Ada yang senang homili pendek -- biasanya orang kota yang suka Ekaristi itu 'kilat', dan ada yang menghendaki homili agak panjang -- misalnya Ekaristi di lingkungan atau pedesaan. Lebih-lebih bagi umat yang jarang kedatangan imam. Homili dimaksudkan untuk mengungkapkan misteri iman yang sedang dirayakan. Yang hendak dicapai dengan adanya homili adalah:
Pertama, umat mendapatkan penjelasan dan ajaran mengenai misteri Kristus.
Kedua, iman umat diperteguh, sekaligus homili mengantar mereka ke dalam misteri dan sakramen yang sedang dirayakan.
Ketiga, pewartaan sabda memuat ciri sakramental. Sabda itu berdaya guna bagi keselamatan umat.
Keempat, umat dipersiapkan untuk tugas perutusan mewartakan kabar baik dan menjadi saksi-saksi kebenaran.
Apa bedanya antara homili dan khotbah?
Homili berasal dari bahasa Yunani homilia (percakapan, komentar). Sedangkan khotbah berasal dari bahasa Arab. Kata khotbah sering dikaitkan dengan bahasa Latin 'predicare'=mewartakan dengan lantang. Homili merupakan pewartaan sabda berdasarkan Kitab Suci, sekaligus memberikan komentar dan penjelasannya. Homili diadakan dalam rangka liturgi. Sedangkan khotbah biasanya terjadi di luar perayaan liturgi dan mengarah pada pertobatan (mis; para misionaris yang berkhotbah dan mempertobatkan orang). Khotbah tidak selalu merupakan penjelasan kutipan Kitab Suci.
renungan ziarah batin, mirifica e-news
dan berbagai sumber lainnya
-glenX-
September 23, 2008, 15:28
@CrazyCat...
ditunggu pengalamannya...
Sekarang saya tetap banyak permintaan juga sih kepada Tuhan Yesus, walaupun sudah banyak sekali yang dikabulkan...
Jadi saya tuh sampai Takjub sekali... Tuhan Yesus pasti punya maksud nih... kenapa Semua Permintaan saya selalu dikabulkan dan saya selalu dilindungi terus dan terus... saya jadi berpikir... sebenarnya saya pasti akan diberi semacam tugas ...
Saya sharing lagi mengenai perlindungan Tuhan Yesus :
1, Waktu SMA (th 90) saya cukup bandel juga... termasuk main judi ... dan saya sering menang, makanya agak ketagihan... kalau main judi dari jumat malem sampai minggu subuh... non stop... mandi dan makan juga disitu...
Suatu hari saya main judi jumat malem di Jl Surabaya, bandarnya anak pejabat pertamina disitu... jadi mustinya 'aman'
Sabtu subuh pulang dengan menang 200 rb an...
tapi ada 'something' yang membuat saya membagi2 kan 200 rb ke rekan2 saya
nggak tau kenapa... tapi setelahnya saya jadi paham...
Pas hari Sabtu sore saya diajak teman2 lagi main judi... di Jl Surabaya lagi, tapi lagi2 ada perasaan gak enak... trus saya kasih alesan.. "kan saya udah bagi2 in keuntungan kemarin, jadi saya gak punya duit lagi"
Alasan ini manjur, saya gak jadi berangkat... ternyata malam itu ada RAZIA ke rumah pejabat itu oleh polisi, semua diangkut, ada yang sampe ditahan, dan dilepas bayar uang jaminan.... saya gak tau deh kalo gue brangkat malam itu...
Sejak itu saya gak mau main judi lagi...
Tuhan Yesus menyelamatkan saya.
2. Th 91 Ujian akhir EBTANAS,
Ada bocoran beredar di kalangan tertentu...
terutama yang ikut bim bel... TEKNOS...
Yang beredar soalnya saja, belum ada jawaban...
jadi perlu dijawab ...
Nah, saya yang waktu itu agak 'pinter' bhs inggris disuruh anak2 mengerjakan soal EBTANAS B.Inggris...
Hari ke 2, semua orang nelponin gue suruh dateng mengerjakan soal... Entah bagaimana, kakak saya yang di bekasi disuruh berangkat Dinas luar, jadi rumah nya di bekasi kosong... saya harus memilih, berangkat ke Bekasi atau mengerjakan soal Ebtanas.
Something told me saya harus ke bekasi... jadi gak ngerjain Ebatanas,
gilaanya... hari itu Polisi menggrebek rumah temen saya yang jadi tempat mengerjakan soal2. Semua temen saya 17 orang ditangkep, disel dan ditunda kelulusan nya 1 tahun...
Saya gak tau deh kalo waktu itu gue juga di sel... Tuhan Yesus menyelamatkan saya (lagi)
demikian pengalaman saya... dilindungi Tuhan Yesus... terus menerus...
trims... ditunggu sharing yang lainnya...
maaf, flazz agak banyak nanya:) saya baca2 lagi, loneranger bisa lulus tahun itu tidak? jadi nggak ikutan di sel?? temen2 yang disel berapa hari?
wah pengalamannya banyak banget... dari judi, bocoran ebtanas, sampai yang lainnya..
-glenX-
September 23, 2008, 15:29
Rabu, 24 September 2008
Hari Biasa
Doa Pagi
Allah Bapa Raja Damai, utuslah kami mewartakan nama-Mu dan semoga kedamaian yang dapat kami bangun Kaujadikan lambang kehadiran-Mu di antara kami. Buatlah sabda-Mu kuasa mendatangkan kedamaian dan kerukunan kepada para bangsa. Semoga kami percaya kepada Dia yang memperdengarkan sabda-Mu di telinga kami. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Amsal yakin bahwa Sabda Tuhan itu sungguh-sungguh sempurna dalam menuntun hidup manusia secara bijaksana. Karena itu kita diajak untuk tidak menambahi atau mengurangi apa yang perlu dari Sabda Tuhan. Apalagi, ini seringkali kita lakukan untuk keuntungan dan kepentingan kita sendiri.
BACAAN PERTAMA
Pembacaan dari Kitab Amsal (30:5-9)
Semua sabda Tuhan adalah murni. Tuhan itu perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya. Jangan menambahi sabda-Nya, supaya engkau tidak ditegur oleh-Nya dan dianggap pendusta. Dua hal yang kumohon kepadamu, janganlah itu Kautolak sebelum aku mati, yakni: Jauhkanlah daripadaku kecurangan dan kebodohan. Janganlah aku Kauberi kemiskinan atau kekayaan; biarlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Jangan sampai kalau aku kenyang lalu menyangkal-Mu, dan berkata: Siapa Tuhan itu? Atau kalau aku miskin, lalu mencuri dan mencemarkan nama Allahku.
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN
(Mzm 119:29.72.89.101.104.163)
Refr. Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah pelita bagi langkahku.
1.Jauhkanlah jalan dusta daripadaku, dan karuniakanlah hukum-Mu kepadaku.
2.Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih berharga daripada ribuan keping emas dan perak.
3.Untuk selama-lamanya, ya Tuhan, firman-Mu tetap teguh di surga.
4.Terhadap segala jalan kejahatan aku menahan kakiku, supaya aku berpegang pada firman-Mu.
5.Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta. 6.Aku benci dan merasa jijik terhadap dusta, tetapi hukum-Mu kucintai.
Yesus mengutus para murid-Nya untuk mewartakan Kerajaan Allah dan menyembuhkan. Pewartaan itu menjadi pewartaan yang hidup dan meyakinkan, hanya jika disertai semangat kepercayaan para pewartanya kepada Kerajaan Allah sendiri.
BAIT PENGANTAR INJIL
Refr.Alleluya
Ayat.Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.
INJIL
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (9:1-6)
Sekali peristiwa Yesus memanggil keduabelas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Ia mengutus mereka untuk mewartakan Kerajaan Allah dan menyembuhkan orang-orang. Yesus berkata kepada mereka, "Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan. Jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju. Apabila kalian diterima di suatu rumah, tinggallah di situ sampai kalian berangkat dari situ. Dan kalau ada orang yang tidak mau menerima kalian keluarlah dari kota mereka, dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka." Lalu pergilah mereka, dan menjelajah segala desa, sambil memberitakan Injil serta menyembuhkan orang sakit di segala tempat.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus
Renungan
Apa intisari kemuridan Yesus? Apa yang perlu dibawa kalau kita tidak boleh membawa apa-apa? Apa maksud perkataan Yesus yang radikal itu? Yesus membutuhkan penerus. Karena itu, Ia memanggil dua belas murid, memberi mereka tenaga dan kuasa, serta mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan menyembuhkan. Kemuridan Yesus ditujukan bagi "keselamatan" banyak orang.
Para murid tidak boleh membawa apa-apa, bahkan tongkat (bdk. Mrk 6:8). Mereka diajak untuk percaya, mengandalkan diri pada kekuatan dan kemurahan Tuhan semata-mata. Jangan sampai sarana-sarana yang perlu ternyata malah menjadi fokus dan membebani, bahkan menyelewengkan tujuan memberitakan Allah yang penuh cinta dan belas kasih. Tenaga dan kuasa yang diberikan Tuhan bersifat kasat mata, sehingga hanya bisa ditangkap di dalam iman. Menjadi murid berarti percaya pada belas kasih Allah semata-mata.
Beranikah aku menyerahkan diri pada cinta dan belas kasih Allah? Bagaimana sikap dan tindakanku terhadap barang-barang milikku? Adakah yang membuat aku merasa lekat sehingga aku tidak bebas memberitakan Injil? Sabda Yesus dapat membantu kita untuk setiap kali memeriksa kembali intisari kemuridan. Bukan perjalanan yang mudah, tetapi melalui proses panjang, sepanjang hidup kita.
Keduabelas murid diutus untuk mewartakan kabar gembira lewat kata-kata dan cara hidup mereka. Mereka harus mengikuti teladan Sang Guru, Yesus sendiri, antara lain tidak membawa apa-apa dalam perjalanan. Bersediakah aku untuk menjadi pewarta kabar gembira Kristus dalam setiap kata dan tindakan?
Doa Malam
Allah Bapa sumber segala harapan, kami bersyukur karena Engkau memanggil siapa saja agar percaya penuh akan sabda Yesus Putera-Mu. Pada hari ini Engkau pun memanggil kami yang percaya sepenuhnya akan kekuatan-Mu itu. Buatlah kami senantiasa berharap bahwa Engkau akan memberikan yang terbaik kepada kami. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Tuhan, ajarilah aku menjadi murid-Mu yang sejati, yang mengandalkan diri pada cinta dan belas kasih-Mu. Amin.
-glenX-
September 24, 2008, 15:01
Kamis, 25 September 2008
Hari Biasa
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat --- Ibrani 11:1
Doa Pagi
Allah Bapa sumber iman kepercayaan, ajarilah kami mengimani Dia bagaikan Elia baru yang mengajar kami menikmati kehadiran-Mu di tengah-tengah kami yaitu Yesus Putera-Mu yang membaptis kami dengan Roh Kudus. Ubahlah hidup kami agar memiliki semangat pemberian diri yang penuh serta tidak lagi cemas akan hidup kami selanjutnya. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Pengkhotbah melihat dan menyelidiki bahwa segala ssuatu yang ada di dunia ini pada akhirnya akan bersifat fana. Segala usaha, jerih payah, dan keinginan akan berawal dan berulang begitu saja. Di sini manusia rindu makna hidup ini. Mereka menantikan pijakan yang kokoh untuk memperoleh keselamatan dan kebahagiaan sejati, yang hanya mungkin diberikan oleh Tuhan sendiri.
BACAAN PERTAMA
Pembacaan dari Kitab Pengkhotbah (1:2-11)
Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia! Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari? Keturunan yang satu pergi dan keturunan yang lain datang, tetapi bumi tetap ada. Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali. Angin bertiup ke selatan, lalu berputar ke utara, terus-menerus ia berputar, dan dalam putarannya angin itu kembali. Semua sungai mengalir ke laut, tetapi laut tidak juga menjadi penuh; ke mana sungai mengalir, ke situ sungai mengalir selalu. Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak bosan-bosan melihat, telinga tidak puas-puas mendengar. Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tiada sesuatu yang baru di bawah matahari. Adakah sesuatu yang dapat dikatakan, "Lihat, ini baru!" Tetapi sebenarnya hal itu dahulu sudah ada, lama sebelum kita. Kenang-kenangan dari masa lampau tidak ada, dan dari masa depan yang masih akan datang pun tidak akan ada kenang-kenangan pada mereka yang hidup sesudahnya.
MAZMUR TANGGAPAN
(Mzm 90:3-6.12-14.17)
Refr. Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun.
1.Tuhan, Engkau mengembalikan manusia kepada debu, hanya dengan berkata, "Kembalilah, hai anak-anak manusia!" Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin atau seperti satu giliran jaga di waktu malam.
2.Engkau menghanyutkan manusia seperti orang mimpi seperti rumput yang bertumbuh; di waktu pagi tumbuh dan berkembang, di waktu petang sudah lisut dan layu.
3.Ajarilah kami menghitung hari-hari kami, hingga kami beroleh hati yang
bijaksana. Kembalilah, ya Tuhan, - berapa lama lagi? - dan sayangilah
hamba-hamba-Mu!
4.Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita sepanjang hayat. Kiranya kemurahan Tuhan melimpah atas kami! Teguhkanlah perbuatan tangan kami, ya, perbuatan tangan kami, teguhkanlah!
Kekuasaan yang tidak disertai dengan kebijaksanaan dari Tuhan akan terus dihinggapi kecemasan. Mereka menjadi takut kehilangan pengaruh dan terancam kekuasaannya karena munculnya orang-orang baru.
BAIT PENGANTAR INJIL
Refr.Alleluya
Ayat:Akulah jalan, kebenaran dan hidup; hanya melalui Aku orang sampai kepada Bapa.
INJIL
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (9:7-9)
Ketika Herodes, raja wilayah Galilea, mendengar segala sesuatu yang terjadi, ia merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati. Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi zaman dahulu telah bangkit. Tetapi Herodes berkata, "Yohanes kan telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal besar itu?" Lalu ia berusaha untuk dapat bertemu dengan Yesus.
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Apakah Yesus sebanding dengan penguasa dunia, seperti Herodes? Siapakah Dia bila dibandingkan dengan para pemimpin negara sekarang ini? Kendati Herodes kagum terhadap Yohanes Pembaptis, cinta pada kedudukan dan kekuasaan lebih menguasai dirinya. Akibatnya, ia menutup diri pada kebenaran; ia membunuh Yohanes (lih. Luk 7:18-35). Namun, kebenaran tidak akan pernah musnah, bahkan pada akhirnya kebenaran itulah yang menang.
Yesus, yang berasal dari kebenaran, tampil. Herodes ingin bertemu. Bagaimana akhirnya? Jawabannya akan kita temukan dalam kisah sengsara Yesus. Saat ini, pengarang Injil ingin menekankan bahwa kedatangan Yesus bukanlah ingin menggantikan kedudukan Herodes. Kerajaan Allah yang diberitakan-Nya begitu berbeda, bahkan berlawanan. Kerajaan Allah bukan diperintah dengan kekerasan. Kekuasaan dan kekuatan yang diberikan Yesus kepada murid-murid-Nya bukan agar mereka dikenal, sebaliknya untuk memberikan pengharapan, kesembuhan, dan kehidupan bagi orang lain. Bagi Herodes saja, pribadi Yesus begitu mengagumkan, apalagi bagi para murid-Nya. Sayangnya, Herodes tidak sampai pada taraf percaya.
Yesus datang dari kuasa yang berbeda dari penguasa dunia ini. Kedatangan-Nya dapat menimbulkan konflik, bahkan sampai membawa kematian. Begitulah kenyataan yang akan dihadapi oleh para murid-Nya. Apakah kita takut menyadari bahaya yang sedemikian besar ini?
Doa Malam
Allah Bapa sumber segala kebaikan, malam ini kami umat-Mu bersimpuh memohon belaskasihan-Mu untuk menumbuhkan benih-benih yang sudah jatuh di tanah. Semoga benih yang telah Kautaburkan kini menghasilkan buah. Semoga sabda-Mu mendatangkan kedamaian dan membuat kami bersedia mengabdi sesama tanpa pamrih. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin
Tuhan Yesus Kristus, aku gentar bila menyadari konsekuensi menjadi murid-Mu, menghadapi konflik dan pertentangan. Namun, aku percaya Engkaulah Sang Kebenaran yang sejati. Amin.
renungan ziarah batin, mirifica e-news
dan berbagai sumber lainnya
-glenX-
September 25, 2008, 15:27
Jumat, 26 September 2008
Hari Biasa
Doa Pagi
Allah Bapa kami, sumber kedamaian sejati, janganlah kiranya Roh-Mu sampai meninggalkan kami, tetapi semoga kami mampu mengenal-Mu secara pribadi sehingga kami dapat menyadari pentingnya hubungan dengan Engkau, Sang Pencipta. Semoga kami senantiasa pula Kauberi harapan akan kedamaian sejati itu. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Dalam semua hal di alam semesta dan segala kejadian di atas bumi, orang hendaknya sadar bahwa Allah mengatur segala peristiwa seturut kehendak-Nya. Pada saat semuanya itu tengah berlangsung mungkin kita akan merasa takut, bingung, atau merasa menderita. Namun kita diajak untuk percaya bahwa pada akhirnya akan indah dan baik adanya. Ia akan mengerjakan semuanya tepat pada waktunya.
BACAAN PERTAMA
Pembacaan dari Kitab Pengkhotbah (3:1-11)
Untuk segala sesuatu ada waktunya, untuk apa pun di bawah langit ada masanya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam. Ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan. Ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun. Ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa. Ada waktu untuk meratap, ada waktu untuk menari. Ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu. Ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk. Ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk menderita rugi. Ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit. Ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara. Ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci. Ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai. Apakah untung seorang pekerja dari yang dikerjakannya dengan jerih payah? Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan dirinya. Allah membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
MAZMUR TANGGAPAN
(Mzm 144:1a-4)
Refr. Terpujilah Tuhan, gunung batuku.
Ayat:
1.Terpujilah Tuhan gunung batuku! Ia menjadi tempat perlindungan dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku; Ia menjadi perisai, tempat aku berlindung.
2.Ya Tuhan, apakah manusia itu, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Manusia tak ubahnya seperti angin, hari-harinya seperti bayang-bayang berlalu.
Pengenalan kita tentang siapakah Yesus akan menentukan sejauh mana kualitas kita sebagai murid-Nya. Kiranya tidak cukup mengenal Dia sebagai Kristus dari Allah saja. Mengenal Kristus berarti mengenal pula dengan melalui apa Ia memberikan jalan keselamatan bagi kita.
BAIT PENGANTAR INJIL
Refr. Alleluya, Alleluya
Ayat. Anak manusia datang untuk melayani dan menyerahkan nyawanya sebagai tebusan bagi banyak orang.
INJIL
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (9:19-22)
Pada suatu ketika Yesus sedang berdoa seorang diri. Maka datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Yesus lalu bertanya kepada mereka, "Kata orang banyak siapakah Aku ini?" Mereka menjawab, "Yohanes Pembabtis; ada juga yang mengatakan; Elia; ada pula yang mengatakan: Salah seorang nabi dari zaman dulu telah bangkit." Yesus bertanya lagi, "Menurut kalian, siapakah Aku ini?" Jawab Petrus, "Engkaulah Kristus dari Allah." Dengan keras Yesus melarang mereka memberitakan hal itu kepada siapa pun. Ia lalu berkata, "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh para tua-tua, oleh para imam kepala dan para ahli Taurat, lalu dibunuh, dan dibangkitkan pada hari ketiga."
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Siapakah Yesus? Pertanyaan ini tetap relevan sampai kapan pun. Dalam perjalanan rohani, setiap murid akan diminta menjawab pertanyaan "siapakah Yesus". Lebih mudah menyebutkan apa yang dikatakan oleh orang lain, para guru, orangtua, atau para penulis tentang Yesus daripada menyebutkan siapakah Dia bagiku secara pribadi. Jawaban Petrus adalah puncak kesaksian iman para murid tentang Yesus. Apakah mereka sungguh-sungguh mengerti, itu soal lain.
Mesias atau Kristus berarti seorang yang diurapi. Orang yang diurapi itu biasanya seorang raja. Bila kita menyimak kembali seluruh isi Perjanjian Lama, kita akan menemukan di sana dinubuatkan tentang kedatangan Mesias. Petrus rasanya mengakui bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan itu. Hanya barangkali Petrus masih berharap pada Mesias, sebagaimana seperti raja-raja Israel dahulu, entah Salomo atau Daud, yang membawa kembali Kerajaan Israel pada kejayaannya. Yesus menyampaikan gambaran yang amat berbeda (sekaligus menggarisbawahi apa yang dikatakan dalam Kitab Suci) bahwa Mesias harus menderita untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya.
Dengan menyadari penderitaan dan mengakui bahwa jalan menuju kemuliaan adalah sengsara, Yesus menjadi Mesias. Ia tidak saja menyampaikan kepada para murid, tetapi juga mengajak mereka menyadari itu dan mengarahkan hidup mereka sama seperti Dia. Apakah kita mau dan berani menerimanya?
Doa Malam
Allah Bapa kami di surga, Engkau telah sudi menunjukkan jalan kepada kami menuju kedamaian dan kebebasan, yaitu Yesus Tuhan kami. Kami mohon, semoga dengan sengsara dan penderitaan-Nya, kami dapat mencapai kedamaian sejati yang menjadi panggilan semua orang, sehingga esok hari kami dapat membagikan kedamaian itu kepada saudara-saudari yang ada di sekitar kami. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Tuhan Yesus, aku telah menjadi murid-Mu. Bukalah hatiku untuk mau dan bersedia mengalami penderitaan seperti Engkau. Amin.
renungan ziarah batin, mirifica e-news
dan ruah.
-glenX-
September 26, 2008, 15:24
Sabtu, 27 September 2008
Peringatan Wajib Santo Vincentius de Paul, Imam
Doa Pagi
Allah Bapa, pembela kaum papa, Engkau telah membina Santo Vincentius, imam-Mu dalam kegiatan kerasulan menyelamatkan orang miskin dan mendidik rohaniwan. Ia begitu semangat menunjukkan kasih Allah dan terbakar karenanya. Semoga kami dikobarkan dengan semangat yang sama untuk mengasihi yang dikasihi-Nya dan melaksanakan ajaran-Nya. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Bagi Pengkhotbah, masa muda haruslah tetap menjadi masa yang menyenangkan dan menggembirakan. Ia mengajak anak muda menuruti keinginan hati. Namun, ia tetap berpesan kepada mereka agar mereka tetap mengingat Sang Pencipta, agar segala yang menggembirakan itu pada akhirnya tidak membelenggu atau menjadi seperti jerat.
BACAAN PERTAMA
Pembacaan dari Kitab Pengkhotbah (11:9-12:8)
Bersukarialah, hai para pemuda, dalam kemudaanmu. Biarlah hatimu bergembira pada masa mudamu, dan turutilah keinginan hati dan pandangan matamu. Tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau ke pengadilan! Buanglah kesedihan dari hatimu dan jauhkanlah penderitaan dari tubuhmu, karena masa muda dan fajar hidup adalah kesia-siaan. Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan, 'Tiada kesenangan bagiku di dalamnya,' sebelum matahari dan terang, bulan dan bintang-bintang menjadi gelap, dan awan-awan datang kembali sesudah hujan; pada waktu penjaga-penjaga rumah gemetar, dan orang-orang kuat membungkuk, dan wanita-wanita penggiling berhenti karena berkurang jumlahnya, dan yang melihat dari jendela semuanya menjadi kabur; sebelum pintu-pintu di tepi jalan tertutup, dan bunyi penggilingan menjadi lemah, dan suara menjadi seperti kicauan burung, dan semua penyanyi wanita tunduk; sebelum orang menjadi takut berdiri di ketinggian, dan ketakutan ada di jalan, sebelum pohon badam berbunga, dan belalang menyeret dirinya dengan susah payah, dan nafsu makan tak dapat dibangkitkan lagi karena manusia pergi ke rumahnya yang kekal, dan peratap-peratap berkeliaran di jalan; sebelum rantai perak diputuskan dan pelita emas dipecahkan, sebelum tempayan dihancurkan dekat mata air dan roda timba dirusakkan di atas sunur, dan debu kembali menjadi tanah
seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya. Kesia-siaan atas kesia-siaan, kata Pengkhotbah, segala sesuatu adalah kesia-siaan! Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN
(Mzm 90:3-6.12-14.17)
Refr. Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan bagi kami turun-temurun.
Ayat:
1.Engkau mengembalikan manusia kepada debu, hanya dengan berkata, "Kembalilah, hai anak-anak manusia!" Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin atau seperti satu giliran jaga di waktu malam. 2.Engkau menghanyutkan manusia seperti orang mimpi seperti rumput yang bertumbuh; di waktu pagi tumbuh dan berkembang, di waktu petang sudah lisut dan layu.
3.Ajarilah kami menghitung hari-hari kami, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. Kembalilah, ya Tuhan -- berapa lama lagi? -- dan sayangilah hamba-hamba-Mu.
4.Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita sepanjang hayat. Kiranya kemurahan Tuhan melimpah atas kami! Teguhkanlah perbuatan tangan kami, ya, perbuatan tangan kami, teguhkanlah!
Berulang kali Yesus menyatakan penderitaan yang akan dialami-Nya pada para murid-Nya. Yesus ingin agar mereka mengingat benar bahwa cinta yang diberikan-Nya sungguh melalui jalan derita.
BAIT PENGANTAR INJIL
Refr. Alleluya
Ayat:Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut, dan menerangi hidup dengan Injil.
INJIL
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (9:43b-45)
43b Semua orang heran karena segala yang dilakukan Yesus. Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, 44 "Dengarkanlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia." 45 Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada Yesus.
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Adakah kebahagiaan tanpa kerja keras? Adakah jalan pintas untuk menjadi bahagia? Melalui alam semesta kita belajar bahwa untuk menumbuhkan tanaman dan menghasilkan buah diperlukan ketekunan dan kesabaran. Dari orang-orang yang sukses mengejar prestasi dalam bidang apa pun, kita belajar bahwa kebahagiaan selalu diraih melalui perjuangan dan kerja keras.
Yesus berkata, "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia." Hal ini berarti bahwa diri-Nya akan mengalami sengsara dan penderitaan untuk menuju kemuliaan-Nya. Sebagaimana perkataan-Nya yang pertama, kini pun Ia menegaskan hal itu. Yesus melihat penderitaan sebagai jalan untuk masuk ke dalam kemuliaan, bukan tanda orang yang tidak mendapat berkat dari Tuhan. Yesus menyadari bahwa itulah jalan yang harus ditempuh seorang yang dikasihi Allah. Ia belajar taat pada kehendak Allah.
Seorang yang mengasihi dan dikasihi dunia akan mencari kemuliaan bagi dirinya sendiri. Sebaliknya, Yesus mengajarkan dan menjalani hal yang berbeda. Ada harga yang harus dibayar bila orang ingin mendapatkan sesuatu. Ia ingin menyelamatkan manusia. Maka, harga yang harus Ia bayar adalah menebusnya dengan menumpahkan darah-Nya sendiri. Dengan demikian, kekerasan dan kejahatan dibalas dengan tindakan kasih-Nya, menyerahkan diri bagi manusia.
Doa Malam
Allah Bapa kami, pemberi karunia surgawi, berkat kasih-Mu kami Kaujadikan manusia baru. Semoga gambaran Santo Vincentius bagi masa kini merupakan tantangan bagi kami untuk mendekati kaum paap dengan kekayaan Injil sebagaimana dilakukan oleh Putera-Mu sendiri ialah Yesus Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Tuhan Yesus, ajari aku untuk menyelami hati-Mu. Semoga pengorbanan-Mu bagiku tidak aku sia-siakan. Amin.
renungan ziarah batin, mirifica e-news
dan ruah.
-glenX-
September 27, 2008, 03:51
Hari Minggu Biasa XXVI
Sabtu-Minggu, 27-28 September 2008
Doa Renungan
Allah Bapa yang mahabaik, Engkau berkenan pada orang berdosa yang bertobat. Semoga doa-doa kami bagi pertobatan mereka ini, kau dengarkan, sehingga mereka dapat menggunakan waktu hening itu untuk lebih mendekatkan diri pada-Mu, mendengarkan bisikan kasih-Mu, dan memperbaiki perilaku yang tak berkenan dihati-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
Pembacaan dari Kitab Nabi Yehezkiel (18:25-28)
"Bila si jahat berbalik dari kejahatan yang telah dilakukannya, maka ia menyelamatkan hidupnya"
25. Tuhan bersabda kepada Israel, "Kamu berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Dengarlah dulu, kaum Israel, apakah tindakan-Ku yang tidak tepat ataukah tindakanmu yang tidak tepat? 26 Kalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan sehingga ia mati, ia harus mati karena kecurangan yang dilakukannya. 27 Sebaliknya, kalau orang fasik bertobat dari kefasikan yang dilakukan dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, ia akan menyelamatkan nyawanya. 28 Ia insaf dan bertobat dari segala durhaka yang dibuatnya, ia pasti akan hidup, ia tidak akan mati.
L. Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
MAZMUR TANGGAPAN PS.815
(MZ 25:4-5.6-7.8-9;R:1h)
Reff. Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu,ya Tuhan.
1. Beritahukan jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan, Tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan daku; Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.
2. Ingatlah segala rahmat dan kasih setia-Mu, ya Tuhan sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala. Dosa-dosaku pada waktu muda, dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingat lah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu oleh karena kebaikan-Mu ya Tuhan.
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Filipi (2:1-11)
"Dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan."
1 Saudara-saudari, karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, 2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, 3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; 4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. 5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. 9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!
L. Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
-glenX-
September 27, 2008, 03:52
Hari Minggu Biasa XXVI
Sabtu-Minggu, 27-28 September 2008
BAIT PENGANTAR INJIL PS. 962
Ref. Alleluya
Ayat: Domba-domba-Ku mendengarkan suara-ku, sabda Tuhan, Aku mengenal mereka, dan mereka mengikuti Aku.
INJIL
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (21:28-32)
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah."
28. Pada waktu itu bertanyalah Yesus kepada para imam dan pemuka rakyat "Apakah pendapatmu tentang hal ini: Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini di kebun anggur. Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi. 30 lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga. 31 Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?" Jawab mereka: "Yang terakhir." Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. 32 Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya."
I. Inilah Injil Tuhan kita!
U.Sabda-Mu sungguh mengagumkan!.
Renungan
Perumpamaan tentang dua anak sangatlah menarik bagi kita untuk direnungkan. Apalagi jika kita mencermati kedua sikap anak tersebut, bisa dimengerti bahwa hal terpenting dan menentukan dalam hidup ini adalah apa yang di lakukan orang bukan apa yang dikatakannya. Sebab orang bisa berubah sikap dari “ya” dalam perkataan menjadi “tidak” dalam tindakan.
Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus Injil hari ini sangat jelas dan memberi gambaran pada kita semua. Dua orang anak yang diperintahkan oleh orang tuanya untuk bekerja di kebun anggur. Kita dengar atas jawaban anak yang pertama “ya”, tetapi tidak pergi. Sedangkan anak yang kedua, jawabannya “tidak” tetapi pergi bekerja. Jika kita bertanya diri termasuk yang mana aku?
Jika kita cermati kembali keduanya sama-sama tidak baik, tetapi anak yang kedua masih jauh lebih baik dari yang pertama. Walaupun terjadi penolakan perintah ayahnya, kemudian ia menyesal dan akhirnya melakukan apa yang diperintahkan ayahnya.
Melalui perumpamaan ini, Yesus mau mengatakan bahwa jawaban “tidak” yang kadang-kadang diberikan kita manusia kepada Allah tidak harus selalu merupakan jawaban yang terakhir. Artinya kita manusia selalu bisa mengubah jawaban “tidak” menjadi “ya”. Manusia tidak harus terpaku pada jawaban “tidak” yang telah diucapkannya. Dia bisa mengubah masa lampaunya yang mungkin penuh dengan kelemahan dan dosa kepada suatu masa depan yang lebih baik.
Keinginan untuk bangun dari kelemahan-kelemahan itu sejalan dengan hakekat Allah yang mengasihi kita tanpa batas. Ia selalu mau menerima orang-orang berdosa yang bertobat . Itulah keistimewaan Allah, Ia pun tidak hanya melihat hal-hal yang tampak dalam diri manusia. Tetapi juga hal yang tidak tampak, yaitu kemampuan-kemampuan yang tersembunyi.
Dia tak pernah melihat orang berdosa sebagai orang berdosa saja melainkan juga kemungkinan-kemungkinan yang ada didalam diri mereka untuk menjadi orang-orang baik. Seperti halnya, Dia tidak melihat Lewi hanya sebagai seorang pemungut cukai, melainkan sebagi seseorang yang bisa menjadi rasul. Begitu juga jika melihat Maria Magdalena sebagai wanita pekerja seks komersil, Ia tidak memandang dari segitu itu saja. Namun yang butuh untuk cerminan kita adalah kesetiaan Maria Magdalena sebagai murid mendampingi Yesus sampai dikayu salib.
Dia tidak melihat Saulus sebagai orang yang mengejar orang Kristen, melainkan sebagai seorang rasul yang gigih menyebarkan kabar gembira. Begitu pula dengan Agustinus bisa mengubah hidupnya dari kegelapan menjadi terang. Baik Lewi, Maria Magdalena, maupun Saulus mampu untuk berproses untuk beralih dan mampu mengubah hidupnya asal saja mau untuk berubah. Untuk itu jika saat ini dalam hidup kita kurang berkenan pada Allah masih ada kesempatan untuk mengubah dan berubah! Mari kita bertekad untuk mengatakan “ya” terhadap yang benar dan bukan menyangkalnya.
Doa Renungan:
Allah Bapa kami, dalam segala hal Putera-Mu sama dengan kami, kecuali dalam hal dosa. Dalam kesetiaan akan teladan-Nya kami tidak mau mengikatkan diri pada pangkat, derajat, kekayaan dan kekuasaan. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Ya Yesus, bukalah mata hatiku untuk mengenal-Mu dan mengikuti jalan-Mu. Amin.
-glenX-
September 27, 2008, 04:09
Bacaan Kitab Suci
29 September - 05 Oktober 2008
22.Senin....,Peringatan Wajib St. Mikael, Gabriel, Rafael, Malaikat Agung (P).
..................Dan 7:9-10.13-14 atau Why 12:7-12a; Mzm 138:1-2a. 2bc-3.4-5; Yoh 1:47-51
23.Selasa..,Peringatan Wajib. St. Hieronimus
......................Ayb 3:1-3.11-17.20-23; Mzm 88:2-3.4-5. 6.7-8; Luk 9:51-56
24.Rabu....,Pesta St Theresia, dari kanak-kanak Yesus
..................Yes 66:10-14c; 1Kor 12:31-13:13; Mzm 87:10bc-11.12-13.14-15; Luk 9:57-62
25.Kamis...,Peringatan Wajib Para Malaikat Pelindung
..................Kel 23:20-23; Mzm 91:1-6.10-11; Mat 18:1-5.10
26.Jumat...,Fransiskus de Borja ; Jumat Pertama dalam bulan
.................Ayb 38:1.12-21;39-36-38; Mzm 139: 1-3.7-8a.8b-9c.13-14abLuk 10:13-16
27.Sabtu...,Peringatan Wajib St. Fransiskus dari Asisi
.................Ayb 42:1-3.5-6.12-17; Mzm 119:66.71.75.91.125; Gal 6:14-18; Mat 11:25-30
28.Minggu..,HARI MINGGU BIASA XXVII
..................Yes 5:1-7; Mzm 80:9.12.13-14.15-16.19-20- PS 810; Flp 4:6-9; Mat 21:33-43
-glenX-
September 27, 2008, 04:29
Senin, 29 September 2008
Peringatan Wajib Santo Mikael, Gabriel, Rafael Malaikat Agung
BACAAN PERTAMA
Pembacaan dari Kitab Daniel (7:9-10.13-14)
"Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah."
9 Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar; 10 suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya; seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab. 13 Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. 14 Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
(Mzm 138:1-5)
1. Dari Daud. Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hatiku, di hadapan para allah aku akan bermazmur bagi-Mu.
2. Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu.
3. Pada hari aku berseru, Engkaupun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.
4. Semua raja di bumi akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, sebab mereka mendengar janji dari mulut-Mu; mereka akan menyanyi tentang jalan-jalan TUHAN, sebab besar kemuliaan TUHAN.
BACAAN KEDUA
Pembacaan dari Kitab Wahyu (12:7-12a)
"Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya."
7 Ketika timbul peperangan di surga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, 8 tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga. 9 Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya. 10 Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita. 11 Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut. 12 Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat."
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
INJIL
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (1:47-51)
"Sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."
47 Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!" 48 Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara." 49 Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!" 50 Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu." 51 Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus
Renungan
Berefleksi atas bacaan-bacaan dalam rangka mengenangkan para Malaikat Agung - Mikael, Gabriel dan Rafael - hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
Mikael adalah malaikat komandan perang dalam melawan dan menundukkan setan atau roh jahat. Dalam kehidupan bersama kita masa kini kiranya godaan untuk berbuat jahat 'melayang-layang' di mana-mana dan banyak orang dengan mudah ditaklukkan oleh godaan tersebut dan berbuat jahat seperti "percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya." (Gal 5:19-21). Maka jika kita sungguh beriman marilah kita lawan dan kalahkan godaan untuk berbuat jahat tersebut bersama dengan St.Mikael alias bersama dan bersatu dengan Tuhan. Bersama dan bersatu denganNya kita pasti dapat mengalahkan berbagai bentuk godaan untuk berbuat jahat, karena bersama dan bersatu dengan Tuhan berarti kita menghayati keutamaan-keutamaan "kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri"(Gal 5:22-23) dan dengan keutamaan-keutamaan ini semua bentuk godaan kejahatan dapat kita taklukkan. "Siapa dan apa dapat mengalahkan Tuhan?"
Gabriel adalah malaikat pembawa Kabar Gembira. Setelah bersama dan bersatu dengan Tuhan mengalahkan dan menaklukkan kejahatan kiranya kita akan bergembira ria, maka marilah bersama dengan St.Gabriel kita teruskan dan wartakan kegembiraan tersebut kepada sesama dan saudara-saudari kita dimanapun dan kapanpun. Jati diri orang beriman dan murid Yesus Kristus adalah pewarta Kabar Gembira, kehadiran dan sepak-terjangnya dimanapun dan kapanpun senantiasa membuat gembira sesamanya, dan mereka semakin bergembira dan beriman kepada Tuhan, sehingga kebersamaan hidup senantiasa menggembirakan. Di dalam kegembiraan semuanya dapat bekerja dengan baik, lancar, cekatan dan berhasil serta hidup saling melayani dan mengasihi. Tidak ada alasan bagi kita semua karena kita telah diselamatkan dan dikasihi Tuhan dengan melimpah ruah melalui saudara dan sesama kita, sehingga kita dapat hidup dan bekerja dengan sehat dan gembira seperti saat ini. Untuk membantu penghayatan kegembiraan ini antara lain senantiasa 'menunduk' alias melihat ke bawah serta melihat dan menghayati apa yang baik, indah, luhur dan mulia dalam diri kita. Bukankah kita lebih beruntung dan berbahagia atau selamat dibandingkan sekian banyak orang yang menderita karena kelaparan, sakit atau menjadi korban keserakahan dan kekerasan?
· Rafael adalah malaikat 'penyembuhan' . Memang tidak semua di antara kita baik, selamat dan bahagia; masih banyak orang yang menderita dan sakit , entah sakit hati, sakit jiwa, sakit akal budi atau sakit tubuh. Bersama dengan malaikat agung Rafael kita dipanggil untuk menyembuhkan mereka yang menderita dan sakit. Maka baiklah kepada mereka yang menderita karena lapar, haus atau tidak memiliki tumpangan atau tempat berteduh, kita usahakan untuk memberi makanan, minuman dan tempat berteduh yang layak, entah dari kekayaan kita sendiri atau kita mencari sumbangan dari orang kaya. Kepada mereka yang sakit hati kita ampuni dan sapa dengan kasih, kepada yang sakit jiwa kita bimbing dan dampingi dengan rendah hati dan penuh kasih, kepada yang sakit akal budi alias bodoh kita didik atau ajar dengan menghayati motto Ki Hajar Dewantoro 'ing arso asung tulodo, ing madyo ambangun karso, tut wuri handayani' (keteladanan, pemberdayaan dan dorongan atau motivasi), sedangkan kepada mereka yang sakit tubuh kita obati dan kunjungi. Berpartisipasi dalam 'karya penyembuhan atau penyelamatan' tidak akan terlepas dari penderitaan, korban dan perjuangan, sebagaimana telah dihayati dan dialami oleh Yesus Kristus, Tuhan, Guru dan Sahabat kita. "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia. Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu" (Yoh 16:20-22), demikian sabda Yesus kepada kita semua.
"Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hatiku, di hadapan para allah aku akan bermazmur bagi-Mu. Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu."(Mzm 138:1-2)
Renungan: KMKK KAJ-Ignatius Sumarya, SJ
-glenX-
September 27, 2008, 04:43
Selasa, 30 September 2008
Peringatan Wajib Santo Hieronimus
BACAAN PERTAMA
Pembacaan dari Kitab Ayub (3:1-3.11-17.20-23)
1 Sesudah itu Ayub membuka mulutnya dan mengutuki hari kelahirannya. 2 Maka berbicaralah Ayub: 3 "Biarlah hilang lenyap hari kelahiranku dan malam yang mengatakan: Seorang anak laki-laki telah ada dalam kandungan. 11 Mengapa aku tidak mati waktu aku lahir, atau binasa waktu aku keluar dari kandungan? 12 Mengapa pangkuan menerima aku; mengapa ada buah dada, sehingga aku dapat menyusu? 13 Jikalau tidak, aku sekarang berbaring dan tenang; aku tertidur dan mendapat istirahat 14 bersama-sama raja-raja dan penasihat-penasihat di bumi, yang mendirikan kembali reruntuhan bagi dirinya, 15 atau bersama-sama pembesar-pembesar yang mempunyai emas, yang memenuhi rumahnya dengan perak. 16 Atau mengapa aku tidak seperti anak gugur yang disembunyikan, seperti bayi yang tidak melihat terang? 17 Di sanalah orang fasik berhenti menimbulkan huru-hara, di sanalah mereka yang kehabisan tenaga mendapat istirahat. 20 Mengapa terang diberikan kepada yang bersusah-susah, dan hidup kepada yang pedih hati; 21 yang menantikan maut, yang tak kunjung tiba, yang mengejarnya lebih dari pada menggali harta terpendam; 22 yang bersukaria dan bersorak-sorai dan senang, bila mereka menemukan kubur; 23 kepada orang laki-laki yang jalannya tersembunyi, yang dikepung Allah?
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN
(Mzm 90:3-6.12-14.17)
1. (3) Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata: "Kembalilah, hai anak-anak manusia!" (4) Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam. (5) Engkau menghanyutkan manusia; mereka seperti mimpi, seperti rumput yang bertumbuh, (6) di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang lisut dan layu.
2. (12) Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. (13) Kembalilah, ya TUHAN--berapa lama lagi? --dan sayangilah hamba-hamba-Mu! (14) Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami.
3. (17) Kiranya kemurahan Tuhan, Allah kami, atas kami, dan teguhkanlah perbuatan tangan kami, ya, perbuatan tangan kami, teguhkanlah itu.
INJIL
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (9:51-56)
51 Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke surga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem, 52 dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya. 53 Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem. 54 Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: "Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?" 55 Akan tetapi Ia berpaling dan menegur mereka. 56 Lalu mereka pergi ke desa yang lain.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
Renungan
Hieronimus adalah seorang Kristen Romawi yang hidup pada abad keempat. Ayahnya mengajarkan agama dengan baik kepadanya, tetapi mengirim Hieronimus ke sebuah sekolah kafir yang terkenal. Di sekolah tersebut, Hieronimus mulai menyukai tulisan-tulisan kafir dan cintanya kepada Tuhan mulai luntur. Namun demikian, persahabatannya dengan sekelompok orang-orang Kristiani yang kudus, yang menjadi sahabat-sahabat dekatnya, membuatnya berbalik kembali sepenuhnya kepada Tuhan.
Kemudian, anak muda yang cerdas ini memutuskan untuk tinggal menyendiri di padang gurun. Hieronimus khawatir kalau-kalau kesenangannya akan tulisan-tulisan kafir akan menjauhkannya dari cinta Tuhan. Hieronimus melakukan laku silih yang keras dan membiarkan dirinya terbakar panas terik padang gurun. Meskipun begitu, di sana pun Hieronimus mengalami pencobaan-pencobaan yang hebat. Hiburan-hiburan tak sehat yang diselenggarakan di Roma senantiasa segar dalam bayangan serta pikirannya. Walaupun demikian, Hieronimus pantang menyerah. Ia memperberat laku silihnya serta menangisi dosa-dosanya. Ia juga belajar bahasa Ibrani dengan seorang rahib sebagai gurunya. Hal tersebut dilakukannya untuk menghindarkan diri dari pikiran-pikiran kotor yang menghantui pikirannya. Hieronimus menjadi seorang sarjana Ibrani yang hebat sehingga kelak ia dapat menterjemahkan Kitab Suci ke dalam bahasa Latin. Oleh karena karyanya itu, banyak orang dapat membaca serta mencintai Kitab Suci.
St. Hieronimus menghabiskan berpuluh tahun hidupnya di sebuah gua kecil di Betlehem, di mana Yesus dilahirkan. Di sana ia berdoa, mempelajari Kitab Suci, serta mengajar banyak orang bagaimana melayani Tuhan. St. Hieronimus menulis banyak surat yang mengagumkan dan bahkan juga buku-buku untuk mempertahankan iman Kristiani dari serangan kaum bidaah. Perangainya yang cepat marah dan lidahnya yang tajam membuat St. Hieronimus mempunyai banyak musuh. Namun demikian, ia seorang yang amat kudus yang menghabiskan seluruh hidupnya untuk melayani Yesus dengan cara terbaik yang mampu ia lakukan. Jadi, meskipun pemarah, ia menjadi seorang kudus yang besar. St. Hieronimus wafat pada tahun 419 atau 420.
Tuhan Yesus, ajarilah aku mendengarkan Engkau. Semoga hidupku diubah oleh sabda-Mu. Amin.
Info: Paroki Yohanes don Bosco
-glenX-
September 27, 2008, 05:00
Rabu, 01 Oktober 2008
Pesta Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus
Pembacaan dari Kitab Nabi Yesaya (66:10-14c)
"Aku mengalirkan kepadanya keselamatan seperti sungai, dan kekayaan bangsa-bangsa seperti batang air yang membanjir."
10 Bersukacitalah bersama-sama Yerusalem, dan bersorak-soraklah karenanya, hai semua orang yang mencintainya! Bergiranglah bersama-sama dia segirang-girangnya, hai semua orang yang berkabung karenanya! 11 supaya kamu mengisap dan menjadi kenyang dari susu yang menyegarkan kamu, supaya kamu menghirup dan menikmati dari dadanya yang bernas. 12 Sebab beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku mengalirkan kepadanya keselamatan seperti sungai, dan kekayaan bangsa-bangsa seperti batang air yang membanjir; kamu akan menyusu, akan digendong, akan dibelai-belai di pangkuan. 13 Seperti seseorang yang dihibur ibunya, demikianlah Aku ini akan menghibur kamu; kamu akan dihibur di Yerusalem. 14 Apabila kamu melihatnya, hatimu akan girang, dan kamu akan seperti rumput muda yang tumbuh dengan lebat; maka tangan TUHAN akan nyata kepada hamba-hamba-Nya, dan amarah-Nya kepada musuh-musuh-Nya.
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (12:31-13:13)
31 Saudara-saudari, berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi. 1 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. 2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. 3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku. 4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. 5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. 6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. 7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. 8 Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. 9 Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. 10 Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap. 11 Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. 12 Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal. 13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (18:1-4)
1 Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" 2 Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka 3 lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. 4 Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus
Renungan
Santa Theresia dari kanak-kanak Yesus dilahirkan di Alemon Perancis pada tgl 2 Januari 1873 dengan nama Maria Francoise Therese Martin. Ia berasal dari sebuah keluarga Katolik yang saleh, pasangan suami isteri Louis Martin dan Azelie Guerin. Ibunya meninggal waktu Theresia masih anak-anak. Sepeninggal ibu Theresia sangat terguncang sehingga Pauline kakaknya terpaksa menggantikan peran ibunya untuk merawat dan memperhatikan perkembangan Theresia.
Theresia sangat disayang oleh ayahnya dan mendapat berbagai julukan seperti "Theresia kecil" atau "Ratu Kecil" dsb. Tahun 1881 sampai 1885 Theresia bersekolah di sekolah suster-suster Benedictin, ia tumbuh menjadi seorang gadis kecil yang sangat perasa dan cepat menangis sehingga kurang akrab dengan teman-teman sekolahnya. Sifat perasa unu semakin menjadi-jadi ketika Pauline kakak perempuannya masuk biara Carmel di Lisieux tahun1882. Theresia jatuh sakit karena keberangkatan kakaknya itu, namun ia disembuhkan secara ajaib saat kakak-kakaknya berlutut dan berdoa disamping tempat tidur untuk kesembuhannya, penyakitnya hilang seketika meskipun sifat perasanya masih ada. Sifat perasa itu baru hilang setelah dinasihati oleh ayahnya pada perayaan Natal 1886, semenjak itu ia sadar akan sifat buruknya yang manja dan mudah tersinggung itu. Ia sadar bahwa sifat yang kekanak-kanakan itu sudah tidak cocok lagi bagi seorang remaja puteri yang bercita-cita menjadi suster.
Dalam autobiografinya, Theresia menyebutkan bahwa kesadaran ini mengawali kehidupannya yang baru, dimana Yesus telah menyembuhkannya dan menghilangkan sifat kepribadiannya yang buruk. Semenjak saat itu ia sadar bahwa dirinya dipenuhi oleh Roh Kudus, ia sadar bahwa ia harus mengabdikan seluruh hidupnya kepada Tuhan. Kerinduaanya untuk bersatu dengan kanak-kanak Yesus sangatlah besar dan oleh karena itulah dikemudian hari ia digelari "Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus". Kepada Yesus ia berjanji tidak akan pernah segan untuk melakukan apa saja yang dikehendaki Tuhan darinya. Betapa bahagia hati Theresia ketika pada umur 12 tahun ia boleh menyambut komuni untuk pertama kalinya. Dihadapan sebuah salib ia berjanji : "Yesus di kayu salib yang haus, saya akan memberikan air kepadaMu. Saya bersedia menderita sedapat mungkin agar banyak orang berdosa yang bertobat. Kerinduan Theresia yang begitu besar kepada Yesus mendesak ia untuk menjalani khusus sebagai biarawati mengikuti jejak ke 4 saudaranya yang lebih dahulu menjadi biarawati, namun ia belum bisa diterima di biara karena umurnya baru 14 tahun.
Pada umur 15 tahun saat berziarah ke Roma bersama ayahnya, Theresia dengan meminta izin khusus dari Bapa Suci agar ia diperkenankan menjadi biarawati. Permintaannya dikabulkan dan ia masuk diterima di lingkungan biara Carmelit di Lisieux Perancis.
Sembilan tahun lamanya ia hidup sebagai suster biasa, dan sebagaimana biasanya seorang suster muda, ia setiap hari melaksanakan tugas dan doa harian, harus mengatasi perasaan marah, tersinggung, iri hati, memerangi kebosanan dan berbagai ragam godaan lahir maupun batin. Untuk mencapai kesempurnaan hidup ia memilih "Jalan Sedehana" berdasarkan ajaran kitab suci yaitu hidup selaku anak kecil, penuh cinta dan iman akan kepercayaan Allah serta penyerahan diri yang total dengan penuh perasaan gembira. Demi cita-cita itu ia melakukan hal-hal kecil dan kewajiban sehari-hari dibiara dengan penuh tanggung jawab karena cinta kasihnya yang besar kepada Allah Bapa di surga.
Ia sedih sekali melihat banyak orang menyakiti hati Yesus dengan berbuar dosa dan tidak mau bertobat. Untuk mempertobatkan orang-orang berdosa itu, ia mempersembahkan dirinya sebagai korban pepulih dosa-dosa. Ia rajin berdo'a dan melakukan tapa bagi semua orang berdosa. Ia juga berdoa bagi para missionaris dan kemajuan kerajaan Allah di seluruh dunia.
Theresia akhirnya menderita sakit paru-paru yang sangat parah. Selama 2 tahun ia menanggung beban penderitaan itu dengan gembira. Penyakit ini kemudian merenggut nyawanya pada tanggal 30 September 1897 di biara Lisieux. Sebelum menghembuskan nafasnya ia berjanji untuk menurunkan hujan mawar ke dunia. Janji ini terpenuhi dengan banyaknya karunia Allah yang diberikan kepada semua orang yang berdoa dengan perantaranya. Theresia meninggal dalam usia yang sangat muda 24 tahun. Ia mewariskan catatan riwayat pribadinya yang ditulis atas permintaan ibu biara, berjudul "Kisah Suatu Jiwa". Didalamnya ia menunjukkan bahwa kesucian hidup dapat dicapai oleh siapa saja, betapapun rendah, hina atau biasanya orang tersebut. Caranya ialah dengan melaksanakan pekerjaan-pekerjaan kecil dan tugas sehari-hari dengan penuh cinta kasih yang murni kepada Tuhan. Pada tahun 1925 ia ditetapkan sebagai "Santa" oleh Paus Pius XI (1922-1939) dan diangkat menjadi Santa pelindung negara Perancis oleh Paus Pius XII (1939-1958)
st-theresia.s5.com/sejarah.htm
-glenX-
September 27, 2008, 05:02
* *
* *
Pernahkah aku menganggap Tuhan tidak adil? Bagaimana aku mengubah cara pandangku dan mulai belajar memahami keadilan Tuhan? Salah satu kecenderungan manusia ialah melihat dirinya benar dan orang lain salah. Hal ini termasuk dalam relasinya dengan Tuhan, Sang Pencipta dan Pemberi Kehidupan.
Tuhan tidak saja menciptakan manusia dan mengajak manusia mengambil bagian dalam karya-Nya, tetapi bahkan menebus dan menyelamatkan manusia dari dosa. Sikap kita sering kali ingin dikhususkan, diistimewakan oleh Tuhan. Bukankah semua manusia adalah ciptaan Tuhan, dan karena itu dikasihi-Nya? Mari kita belajar mengenal hati Tuhan.
Tuhan Yesus, bukalah hati dan budiku untuk semakin mengenal dan menemukan rencana-Mu bagiku dan bagi sesama. Amin.
ziarah batin, renungan dan catatan harian mirifica-e-news
-glenX-
September 27, 2008, 05:18
Kamis, 02 September 2008
Peringatan Wajib Para Malaikat Pelindung
Pembacaan dari Kitab Keluaran (23:20-23)
20 "Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan. 21 Jagalah dirimu di hadapannya dan dengarkanlah perkataannya, janganlah engkau mendurhaka kepadanya, sebab pelanggaranmu tidak akan diampuninya, sebab nama-Ku ada di dalam dia. 22 Tetapi jika engkau sungguh-sungguh mendengarkan perkataannya, dan melakukan segala yang Kufirmankan, maka Aku akan memusuhi musuhmu, dan melawan lawanmu. 23 Sebab malaikat-Ku akan berjalan di depanmu dan membawa engkau kepada orang Amori, orang Het, orang Feris, orang Kanaan, orang Hewi dan orang Yebus, dan Aku akan melenyapkan mereka.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
Inilan Injil Yesus Kristus menurut Matius (18:1-5.10)
"Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga."
1 Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" 2 Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka 3 lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. 4 Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. 5 Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku." 10 Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.
Renungan
Tambah usia, semakin tua dan berpengalaman pada umumnya juga bertambah dosanya, maka kiranya dapat diimani bahwa Yesus bersabda: "Barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga". Seorang anak memang rendah hati: siap mendengarkan, polos, taat, jujur, ceria, dst.., dengan kata lain siap sedia diperlakukan apapun oleh yang lain. Tindakan melayani dengan rendah hati hemat saya akan 'akan mengalirkan keselamatan seperti sungai, membuat orang lain semakin kaya akan keutamaan dan nilai-nilai serta memberi hiburan kepada yang dilayani'.
Ingat cara hidup dan cara bertindak pelayan yang baik di rumah tangga , komunitas, atau tempat kerja: bukankah apa yang mereka kerjakan membuat kita semua selamat, gembira dan terhibur. Sebaliknya bukankah ketika tiada pelayan, entah pelayan sakit atau cuti seperti pada hari raya Idul Fitri, kita menjadi kalang kabut, situasi kurang selamat dan merasa terancam?
Kutipan di atas mengangkat peran seorang ibu, yang menyusui, menggendong, membelai-belai dan menghibur anaknya, maka baiklah di sini saya mengingatkan dan mengajak para ibu atau rekan perempuan untuk mawas diri: kehadiran dan sepak terjang anda dimanapun dan kapanpun hendaknya menjadi 'hiburan' bagi orang lain atau sesama, tentu saja bukan hiburan murahan sebagaimana dilakukan oleh perempuan penghibur alias pelacur. Namun cara perempuan penghibur atau pelacur melayani dan membahagiakan tamunya, laki-laki hidung belang, kiranya dapat menjadi inspirasi, yaitu bagaimana kita memperlakukan orang lain atau sesama yang mendatangi kita. Hendaknya mereka yang mendatangi atau menyapa kita jangan dikecewakan atau menjadi sedih dan murung, melainkan dihibur dengan rendah hati. Marilah kita saling membantu dan meneguhkan dalam hal saling menghibur atau membahagiakan, karena kita adalah murid-murid atau pengikut Yesus, Pewarta Kabar Gembira. Marilah menjadi seperti anak kecil, yang senantiasa gembira, lucu, menarik dan siap sedia untuk diperlakukan apa saja oleh orang lain.
"TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku. Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku. Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya!" (Mzm 131)
KMKK KAJ- Ignatius Sumarya, SJ
-glenX-
September 27, 2008, 05:49
Jumat, 03 Oktober 2008
Jumat Pertama dalam bulan
Peringatan Wajib Santo Fransiskus de Borja
BACAAN PERTAMA
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Galatia (6:14-18)
14 Saudara, saudari, sekali-kali aku tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia. 15 Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya. 16 Dan semua orang, yang memberi dirinya dipimpin oleh patokan ini, turunlah kiranya damai sejahtera dan rahmat atas mereka dan atas Israel milik Allah. 17 Selanjutnya janganlah ada orang yang menyusahkan aku, karena pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus. 18 Kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus menyertai roh kamu, saudara-saudara! Amin.
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN
(Mzm 39:1-3.7-10.13-14ab)
Refr. Ya Tuhan, tuntunlah aku di jalan yang kekal.
1.Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui apakah aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.
2.Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki langit, Engkau ada di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, Engkau pun ada di situ.
3.Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, di sana pun tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan
kanan-Mu memegang aku.
4.Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, Engkaulah yang menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena misteri kejadianku; ajaiblah apa yang Kaubuat.
BAIT PENGANTAR INJIL
Refr. Alleluya
Solis. Hari ini dengarkanlah suara Tuhan, dan janganlah bertegar hati.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (11:25-30)
25 Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. 26 Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. 27 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya. 28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. 29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.
Renungan
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
Pada masa kini sering seorang anak lebih taat pada gurunya di sekolah dari pada orangtuanya di rumah, lebih rajin mengikuti kegiatan di sekolah dari pada melaksanakan pekerjaan di rumah dst.. Gejala ini rasanya cukup memprihatinkan dan menunjukkan kemerosotan hidup berkeluarga, suami-isteri. Begitulah kiranya yang banyak terjadi di dalam setiap 'perguruan' dimana seorang murid begitu taat dan setia pada gurunya. Kita adalah murid-murid Yesus Kristus dan memang diharapkan taat dan setia kepadaNya dengan menghayati 'kemuridan' kita, antara lain dengan meneladan atau mengikuti cara bertindakNya. Karena Yesus membawa dan mewartakan kebenaran-kebenaran atau keutamaan-keutamaan hidup di tengah masyarakat yang kurang bermoral atau bermental duniawi/materialistis, maka Ia dibenci oleh 'dunia'. Maka baiklah kita refleksikan sabdaNya: " Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dnia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu". Sebagai murid-murid Yesus kita adalah 'yang terpilih' untuk menghayati dan mewartakan kebenaran-kebenaran dan keutamaan-keutaman hidup di tengah kesibukan, pelayanan dan pekerjaan sehari-hari, di dunia yang masih sarat dengan aneka kebejatan atau kemerosotan moral saat ini. Maka sekiranya kita harus 'dibenci' oleh sesama dan saudara kita yang bermental duniawi atau materialistis berbahagialah dan bergembiralah, jangan mengeluh atau menggerutu atau balas dendam terhadap mereka yang membenci kita dan kita dapat berkata : "aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia" (Gal 6:14). Mengikuti Yesus atau menjadi murid-muridNya berarti siap sedia untuk menelusuri 'jalan penderitaan/salib'.
Sebagai orang beriman kita dipanggil untuk meneguhkan sesama atau saudara-saudari kita dalam iman, sehingga mereka semakin beriman dan orang-orang beriman, yang mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan semakin bertambah jumlahnya. Tentu saja kita sendiri harus sungguh-sungguh beriman artinya iman menjiwai cara berkata dan cara bertindak kita di manapun dan kapanpun. Tanda bahwa orang sungguh beriman antara lain hidup dengan bergairah dalam mengasihi, karena ada tiga keutamaan yaitu 'iman, harapan dan kasih' yang dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Beriman sekaligus berharap dan berkasih-kasihan, begitulah yang harus terjadi. Maka Yakobus berkata " Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati" (Yak 2:17). Perbuatan-perbuatan kasih memang sungguh meneguhkan dan menggairahkan, sebagaimana kasih Yesus yang memuncak di kayu salib: memandang dan menghadap Yang Tersalib kita sungguh diteguhkan dan digairahkan. Maka sekiranya kita mengalami kemunduran atau kemerosotan dalam hidup beriman marilah kita pandang Yang Tersalib, kita pasti akan diteguhkan dan digairahkan olehNya. Orang yang sungguh beriman juga dapat menjadi panutan atau teladan hidup bersama, artinya orang-orang lain akan menuruti pesan-pesan yang disampaikan oleh orang beriman tersebut karena pesan-pesannya adalah jalan keselamatan atau kebahagiaan meskipun untuk menelusuri jalan tersebut harus menderita, berjuang menghadapi aneka tantangan dan hambatan. Tantangan dan hambatan akan semakin menggairahkan dan meneguhkan hidup beriman.
"Bersorak-soraklah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai! Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya ." (Mzm 100:1-3)
Renungan: KMKK KAJ-Ignatius Sumarya, SJ
-glenX-
September 27, 2008, 06:09
Sabtu, 04 September 2008
Peringatan Wajib Santo Fransiskus dari Asisi.
Pembacaan dari Kitab Nubuat Hosea (6:3b-6)
"Aku menghendaki belas kasih, bukan korban."
3 Hendaknya kita benar-benar berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi." 4 Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Efraim? Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai
Yehuda? Kasih setiamu seperti kabut pagi, dan seperti embun yang hilang pagi-pagi benar. 5 Sebab itu Aku telah meremukkan mereka dengan perantaraan nabi-nabi, Aku telah membunuh mereka dengan perkataan mulut-Ku, dan hukum-Ku keluar seperti terang. 6 Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
MAZMURTANGGAPAN PS. 840
Reff. Bahagia kuterikat pada Yahwe, harapanku pada Allah Tuhanku.
1.Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita; datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
2.Ketahuilah bahwa Tuhan itu Allah; Dialah yang menjadikan kita. Punya Dialah kita, kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
BAIT PENGANTAR INJIL PS. 951
Ref. Alleluya, Alleluya, Alleluya
Solis:Kerajaan Surga sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah pada Injil.
INJIL
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (9:9-13)
"Aku datang bukannya memanggil orang saleh,
melainkan orang berdosa."
9 Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia. 10 Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. 11 Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: "Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" 12 Yesus mendengarnya dan berkata: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. 13 Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."
I. Inilah Injil Tuhan kita.
U.Sabda-Mu sungguh mengagumkan.
Renungan
Dari lahir, kematian, hingga kebangkitan-Nya, kata kunci dalam perutusan Yesus adalah damai: damai di bumi, damai sejahtera bagi siapa saja.
Yesus mengingatkan bahwa akan terjadi ketidaksepahaman, bahkan konflik karena perbedaan yang mendasar. Yang benar tak mungkin disandingkan dengan yang tidak benar. Keadilan tidak dapat berjalan seiring dengan ketidakadilan. Mengkompromikan yang bertentangan adalah kemunafikan dan hanya mencari selamat sendiri. Damai yang benar hanya akan diperoleh dengan berpegang kepada kesejatian.
Kita memang akan kehilangan damai semu, tetapi menemukan damai yang sejati. Pembelaan kita bukan dari manusia, melainkan dari Allah sendiri. Tuhan sendirilah tempat perlindungan dan penghiburan kita.
Kita akan berhadapan dengan konflik kepentingan, minat, dan tujuan karena acuan kebenaran yang berbeda. Yesus mengingatkan kita agar tetap konsisten memilih yang benar dan tidak berkompromi dengan yang salah. Sebab itulah jalan satu-satunya untuk memenangkan damai yang sejati dan menolak damai yang semu.
Tuhan, Jadikanlah aku pembawa damai,
Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih,
Bila terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan,
Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan,
Bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian,
Bila terjadi kesesatan, jadikanlah aku pembawa kebenaran,
Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku sumber kegembiraan,
Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang,
Tuhan semoga aku lebih ingin menghibur daripada dihibur,
Memahami dari pada dipahami, mencintai dari pada dicintai,
Sebab dengan memberi aku menerima
Dengan mengampuni aku diampuni
Dengan mati suci aku bangkit lagi, untuk hidup selama-lamanya.
Amin
Ya Tuhan, firman-Mu kadang-kadang bagaikan pedang bermata dua dan mendesakku untuk mengambil sikap yang tegas. Mampukanlah aku untuk dengan jujur dan tabah mengakui bahwa Engkaulah kebenaran sejati. Amin.
ziarah batin, renungan dan catatan harian mirifica-e-news
loneranger
September 29, 2008, 04:05
maaf, flazz agak banyak nanya:) saya baca2 lagi, loneranger bisa lulus tahun itu tidak? jadi nggak ikutan di sel?? temen2 yang disel berapa hari?
wah pengalamannya banyak banget... dari judi, bocoran ebtanas, sampai yang lainnya..
Aku kan 'diselametin' jadi aku lulus2 aja normal... gak ada masalah...
masih banyak lagi pengalamanku 'diselamatkan'.. mungkin nanti dishare... kalo ada peminat.. he he he
-glenX-
October 04, 2008, 14:43
Hari Minggu Biasa XXVII
Sabtu 04, Minggu 05 September 2008
Doa Renungan
Allah Bapa yang mahabaik, kami bersyukur kepada-Mu atas berkat pekerjaan dan rejeki setiap hari yang menopang hidup, atas para sahabat yang membuat kami tidak sendirian atas segala kesulitan, hambatan, dan kritik yang membuat kami makin dewasa dan tahan uji serta setia. Dalam pendampingan Yesus, kami makin yakin akan mampu menghasilkan buah kebaikan yang menggembirakan hati. Dimuliakanlah nama-Mu, dalam karya dan hidup kami, kini dan selama-lamanya. Amin.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Nabi Yesaya (5:1-7)
"Kebun anggur Tuhan semesta Alam ialah umat Israel"
1 Aku hendak menyanyikan nyanyian tentang kekasihku, nyanyian kekasihku tentang kebun anggurnya: Kekasihku itu mempunyai kebun anggur dilereng bukit yang subur. 2. ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah menara jaga di tengah-tengahnya dan menggali lobang tempat memeras anggur; lalu dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur asam. 3 Maka sekarang, hai penduduk Yerusalem, dan orang Yehuda, adillah antara Aku dan kebun anggur-Ku itu. 4 Apakah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam? 5 Maka sekarang, Aku mau memberitahukan kepadamu apa yang hendak Kulakukan kepada kebun anggur-Ku itu; Aku akan menebang pagar durinya, sehingga kebun itu diinjak-injak; 6 Aku akan membuatnya ditumbuhi semak-semak, tidak dirantingi dan tidak disiangi, sehingga tumbuh puteri malu dan rumput; Aku akan memerintahkan awan-awan, supaya jangan diturunkannya hujan keatasnya. 7 Sebab kebun anggur TUHAN semesta alam ialah kaum Israel, dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya; dinanti-Nya keadilan, tetapi hanya ada kelaliman, dinanti-Nya kebenaran tetapi hanya ada keonaran.
L. Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
LAGU ANTAR BACAAN PS. 851
(MZ 63:2.3-4.5-6.8-9;R: 2B)
Reff. Ya Tuhan, lindungi kami di dalam kesesakan
1. Telah Kauambil pohon anggur dari Mesir; Kauhalau bangsa-bangsa, lalu Kautanam pohon itu. Dijulurkan nya ranting-rantingnya sampai ke laut, dan pucuk-pucuknya sampai ke sungai Efrat.
2.Mengapa Engkau menggempur temboknya, sehingga ia dipetik oleh setiap orang yang lewat? Babi hutan menggerogotinya, dan binatang-binatang di padang memakannya.
3.Ya Allah semesta alam, kembalilah, pandanglah dari langit dan lihatlah! Tengoklah pohon anggur ini, lindungilah batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu!
Bacaan Kedua
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Filipi (4:6-9)
" Allah, sumber damai sejahtera akan selalu menyertai kamu. "
6 Saudaraku, janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. 8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. 9 Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
BAIT PENGANTAR INJIL PS. 962
Ref. Alleluya, Alleluya, Alleluya, Alleluya
Solis: Aku telah memilih kamu dari dunia, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap, sabda Tuhan.
INJIL
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (21:33-43)
"Kebun anggur itu akan disewakan kepada penggarap-penggarap lain"
33 Pada suatu ketika, Yesus bersabda kepada murid-muridNya: "Dengarlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tua tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap- penggarap lalu berangkat ke negeri lain. 34 Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya. 35 Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu. 36 Kemudian tuan itu menyuruh hamba-hamba yang lain, lebih banyak daripada yang semula, tetapi mereka pun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka. 37 Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani. 38 Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita.39 Mereka menangkapnya dan melemparkannya keluar kebun anggur itu, lalu membunuhnya. 40 Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukan dengan penggarap-penggarap itu?" 41 Kata mereka kepada-Nya: "Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap- penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya." 42 Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatuperbuatan ajaib di mata kita. 43 Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!.
Renungan
"Jadi akhirnya, Saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu" (Flp 4:8).
Sapaan Paulus kepada umat di Filipi ini kiranya layak kita hayati dalam melaksanakan pekerjaan atau tugas perutusan sehari-hari yang diserahkan kepada kita. Menghayati ajakan tersebut berarti bahwa setiap orang yang datang kepada kita, terutama mereka yang memberi kita pekerjaan atau tugas perutusan, untuk minta tanggung jawab kita, akan kita sambut dengan senang hati. Sama seperti kita, mereka juga adalah orang-orang yang diutus untuk "menggarap kebun anggur Tuhan". Untuk itu, kita mesti menjalin, memperdalam, dan meningkatkan kerja sama dalam kehidupan kita sehari-hari, di mana dan kapan saja. Dengan itu, Kerajaan Allah akan senantiasa merajai hati kita.
Tuhan, dampingilah aku agar dapat menjadi pekerja yang baik dan dicintai oleh semua orang. Amin.
renungan ziarah batin, mirifica e-news
-glenX-
October 06, 2008, 01:47
Bacaan Kitab Suci
06 - 12 Oktober 2008
06.Senin....,Hari Biasa
..................Gal 1:6-12; Mzm 111:1-2.7-8.9.10c; Luk 10:25-37
07.Selasa..,Hari Biasa
..................1Kor 12:12-24.27-31a; Mzm 100:2.3.4.5; Luk 7:11-17
08.Rabu....,Hari Biasa
..................Gal 2:1-2.7-14; Mzm 117:1.2; Luk 11:1-4
09.Kamis...,Hari Biasa
..................Gal 2:1-2.7-14; Mzm 117:1.2; Luk 11:1-4
10.Jumat...,Hari Biasa
.................Gal 3:7-14; Mzm 111:1-2.3-4.5-6; Luk 11:15-26
11.Sabtu...,Hari Biasa
.................Gal 3:22-29; Mzm 105:2-3.4-5.6-7.; Luk 11:27-28
12.Minggu..,HARI MINGGU BIASA XXVIII
..................Yes 25:6-10a; Mzm 23:1-3a.3b-4.5.6 (841/956); Flp 4:12-14.19-20 ; Mat 22:1-14 (Mat 22:1-10)
-glenX-
October 06, 2008, 01:48
Senin, 06 Oktober 2008
Hari Biasa
Doa Renungan
Allah yang baik hati, seringkali kami tidak memperhatikan sesama kami yang lemah, menderita dan tersingkir. Bantulah kami supaya bisa berguna untuk meringankan beban mereka. Kuatkanlah mereka yang lemah, menderita dan tersingkir supaya memiliki semangat hidup bersama Yesus Putera-Mu. Dimuliakanlah nama-Mu yang hidup berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin.
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Galatia (1:6-12)
"Jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kalian terima, terkutuklah dia."
Saudara-saudara, aku heran, bahwa kalian begitu cepat berbalik dari Allah, yang telah memanggil kalian oleh kasih karunia Kristus, dan mengikuti suatu injil lain, yang sebenarnya bukan Injil; hanya ada orang-orang yang mengacaukan kalian dan yang bermaksud memutarbalikkan Injil Kristus. Tetapi seandainya kami sendiri atau pun seorang malaikat dari surga mewartakan kepada kalian suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi, "Jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kalian terima, terkutuklah dia." Jadi bagaimana sekarang? Adakah aku mencari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah aku mencoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencari perkenanan manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia. Karena aku menerimanya bukan dari manusia, dan bukan pula manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh pernyataan Yesus Kristus.
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
MAZMUR TANGGAPAN
(Mzm 111:1-2.7-10c)
Refr. Tuhan selalu ingat akan perjanjian-Nya.
1.Aku bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan di tengah jemaat. Besarlah perbuatan-perbuatan Tuhan, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya.
2.Perbuatan tangan-Nya ialah kebenaran dan keadilan, segala titah-Nya teguh; perintah-Nya lestari untuk selama-lamanya, dilakukan dalam kebenaran dan kejujuran.
3.Ia memberikan kebebasan kepada umat-Nya, Ia menetapkan perjanjian untuk selama-lamanya; kudus dan dahsyatlah nama-Nya! Dia akan disanjung sepanjang masa.
BAIT PENGANTAR INJIL
Refr. Alleluya, Alleluya, Alleluya
Ayat: Perintah baru Kuberikan kepadamu, sabda Tuhan; yaitu supaya kamu saling mengasihi, sama seperti Aku telah mengasihi kamu.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (10:25-37)
"Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hati dan jiwa."
Pada suatu ketika, seorang ahli kitab berdiri hendak mencobai Yesus, "Guru, apakah yang harus kulakukan untuk memperoleh hidup yang kekal?" Jawab Yesus kepadanya, "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?" Jawab orang itu, "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu. Dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Kata Yesus kepadanya, "Benar jawabmu itu. Perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup." Tetapi untuk
membenarkan dirinya orang itu berkata lagi, "Dan siapakah sesamaku manusia?" Jawab Yesus, "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho. Ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi juga memukulnya, dan sesudah itu meninggalkannya setengah mati. Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu. Ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. Demikian juga
seorang Lewi datang ke tempat itu. Ketika melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. Lalu datanglah ke tempat itu seorang Samaria yang sedang dalam perjalanan. Ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas
kasih. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya, 'Rawatlah dia, dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya waktu aku kembali.' Menurut pendapatmu siapakah di antara ketiga orang ini adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?' Jawab orang itu, "Orang yang telah menunjukkan belas kasih kepadanya." Yesus berkata kepadanya, 'Pergilah, dan lakukanlah demikian!'
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu". Sudahkah kita mengasihi sesama kita seperti Tuhan mengasihi kita?
Sabda Tuhan hari ini mengajak kita semua supaya selalu mengasihi sesama dengan latar belakang apapun. Dalam hidup antar manusia sering terjadi keharmonisan dan ketidakharmonisan. Apabila kita memiliki kesalahan kepada orang lain, maka sudah seharusnya kita memohon maaf kepada orang tersebut. Supaya kedamaian tercipta selalu di seluruh bumi dan nama Tuhan dimuliakan.
Saat ini banyak orang lemah, menderita dan tersingkir membutuhkan uluran tangan kita yang lebih mampu melakukan segala sesuatu untuk meringankan beban mereka.
Tuhan, bantulah aku agar selalu memperhatikan sesama aku yang lemah, menderita, dan tersingkir. Bantulah mereka supaya dapat hidup dalam semangat bersama Yesus Putera-Mu Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.
Flazz
-glenX-
October 06, 2008, 15:34
Selasa, 07 Oktober 2008
Peringatan Wajib Santa Maria Ratu Rosario
Doa Renungan
Allah Bapa kami yang mahakuasa dan kekal, hari ini Engkau juga memberikan teladan lewat Bunda Maria yang mempunyai hati seorang hamba yang selalu mendengarkan dan merenungkan sabda-Mu
dalam hatinya. Ajarkanlah aku untuk mempunyai hati yang terbuka terhadap sabda-Mu dan selalu merenungkannya dalam setiap peristiwa hidup ini. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu, Tuhan dan pengantara kami yang hidup berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin.
BACAAN PERTAMA
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Galatia (1:13-24)
Saudara-saudari, kalian tentu telah mendengar tentang hidupku dalam agama Yahudi dulu. Tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya.
Dalam agama Yahudi itu aku jauh lebih maju dari banyak teman sebaya di antara bangsaku, karena aku sangat rajin memelihara adat-istiadat nenek moyangku.
Tetapi Allah telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh karena kasih karunia-Nya. Ia berkenan menyatakan Anak-Nya dalam diriku, agar aku
memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa lain. Pada waktu itu sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia. Aku juga tidak pergi ke Yerusalem untuk
mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku. Tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik. Baru tiga tahun kemudian aku
pergi ke Yerusalem untuk menemui Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya. Tetapi rasul-rasul yang lain tak seorang pun yang kulihat, kecuali
Yakobus, saudara Tuhan Yesus. Di hadapan Allah kutegaskan: Apa yang kutulis kepadamu ini benar, aku tidak berdusta. Kemudian aku pergi ke daerah-daerah Siria dan Kilikia. Tetapi aku
tidak dikenal oleh jemaat-jemaat Kristus di Yudea. Mereka hanya mendengar, bahwa orang yang dahulu menganiaya mereka sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya. Dan mereka memuliakan Allah karena aku.
Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah
MAZMUR TANGGAPAN
(Mzm 139:1-3.13-15)
Refr. Ya Tuhan, tuntunlah aku di jalan yang kekal.
1.Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku. Engkau mengetahui apakah aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku kalau
aku berjalan atau berbaring segala jalanku Kaumaklumi.
2.Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, Engkaulah yang menenun aku dalam kandunagn ibuku. Aku
bersyukur kepada_mu oleh karena misteri kejadianku; ajaiblah apa yang Kaubuat.
3.Jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu,
ketika aaku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah.
BAIT PENGANTAR INJIL
Refr. Alleluya
Ayat:Berbahagialah yang mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya.
INJIL
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (10:38-42)
Dalam perjalanan ke Yerusalem Yesus dan murid-murid-Nya tiba di sebuah kampung. Seorang wanita bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Wanita itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria itu duduk di dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan sabda_nya. Tetapi Marta sangat sibuk melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata, "Tuhan, tidakkah Tuhan peduli, bahwa saudariku membiarkan daku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku." Tetapi Yesus menjawabnya, "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, padahal hanya satu saja yang perlu. Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus
Renungan
Bekerja keras demi orang lain itu baik. Namun, ketika kerja keras disertai dengan gerutu dan keluh kesah, hilanglah kebaikan dan keindahannya. Itulah kiranya yang dihayati Marta. Ketika sibuk melayani Yesus ia berkata, "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku." Kerja keras seperti itu hanya untuk mencari pujian yang mengarah pada kesombongan. Dalam situasi seperti itu, Tuhan Yesus senantiasa menegur dan mengingatkan kita.
Kita semua dipanggil untuk menghayati kasih karunia Allah dalam kehidupan sehari-hari. Itu berarti kita harus bertindak berdasarkan dan dalam kasih karunia-Nya: hidup dan bekerja dalam kasih karunia Tuhan. Secara konkret, kesibukan dan pekerjaan kita sehari-hari senantiasa dihayati dengan ceria, penuh rasa syukur dan terima kasih. Pada pesta SP Maria, Ratu Rosario hari ini, kita juga diajak untuk merenungkan keutamaan hidup Bunda Maria, yang setia dan tekun membesarkan serta melayani Yesus di kandang Betlehem hingga di kaki salib Golgota.
Tuhan, ajarilah aku untuk menggunakan semua anugerah-Mu dengan penuh syukur dan terima kasih, sehingga tutur kata dan perilakuku senantiasa membahagiakan sesama. Amin.
renungan ziarah batin, mirifica e-news
-glenX-
October 07, 2008, 14:03
Rabu, 08 Oktober 2008
Hari Biasa
Doa Renungan
Allah Bapa kami bersama, kami bersyukur kepada-Mu, karena Engkaulah sumber kehidupan semua orang di dunia. Semoga dalam segala tingkah laku kami terungkap rasa syukur kami atas cinta kasih, perhatian dan perlindungan-Mu, dan atas karya-Mu membentuk kami menjadi umat-Mu dan keluarga-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.
BACAAN PERTAMA
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Galatia (2:1-2.7-14)
1 Saudara saudari, setelah lewat empat belas tahun, aku pergi pula ke Yerusalem dengan Barnabas dan Tituspun kubawa juga. 2 Aku pergi berdasarkan suatu penyataan. Dan kepada mereka kubentangkan Injil yang kuberitakan di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi--dalam percakapan tersendiri kepada mereka yang terpandang--,supaya jangan dengan percuma aku berusaha atau telah berusaha. 7 Tetapi sebaliknya, setelah mereka melihat bahwa kepadaku telah dipercayakan pemberitaan Injil untuk orang-orang tak bersunat, sama seperti kepada Petrus untuk orang-orang bersunat 8 --karena Ia yang telah memberikan kekuatan kepada Petrus untuk menjadi rasul bagi orang-orang bersunat, Ia juga yang telah memberikan kekuatan kepadaku untuk orang-orang yang tidak bersunat. 9 Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat; 10 hanya kami harus tetap mengingat orang-orang miskin dan memang itulah yang sungguh-sungguh kuusahakan melakukannya. 11 Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah. 12 Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat. 13 Dan orang-orang Yahudi yang lainpun turut berlaku munafik dengan dia, sehingga Barnabas sendiri turut terseret oleh kemunafikan mereka. 14 Tetapi waktu kulihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil, aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua: "Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?"
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN PS. 836
(Mzm 117:1.2)
Refr. Segala bangsa bertepuktanganlah, berpekiklah untuk Allah raja semesta.
1.Pujilah Tuhan, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!
2 Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya.
BAIT PENGANTAR INJIL
Refr. Alleluya, Alleluya
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (11:1-4)
" Ampunilah dosa kami, seperti kamipun mengampuni orang yang bersalah kepada kami. "
1 Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya." 2 Jawab Yesus kepada mereka: "Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu. 3 Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya 4 dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kamipun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan."
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
Renungan
Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya." Demikianlah bagian doa "Bapa Kami" yang sering kita daraskan atau nyanyikan. Entah sudah berapa ratus atau ribu kali doa ini kita daraskan atau nyanyikan. Namun, apakah isi dan makna doa itu sudah merasuk ke dalam diri kita sehingga mempengaruhi cara hidup dan perilaku kita? Kutipan di atas mengajak kita untuk hidup sederhana dan tidak serakah serta tidak berfoya-foya.
Bagian lain dari doa Bapa Kami adalah "ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami". Banyak orang lebih mudah untuk mengampuni diri sendiri daripada orang lain atau sesamanya. Padahal, jika kita merenung secara cermat dan teliti, kita telah menerima kasih pengampunan melimpah dari Allah melalui sesama kita: orangtua, kakak-adik, dan saudara-saudari kita. Karena itu, hendaklah kita setia dengan apa yang sering kita doakan, yaitu "mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami". Kasih yang terwujud dalam pengampunan sungguh menggairahkan, membahagiakan, dan menyelamatkan kita. "There is no peace without justice, there is no justice without forgiveness" (Tiada perdamaian tanpa keadilan, tiada keadilan tanpa kasih pengampuan). Demikian pesan perdamaian yang disampaikan Paus Yohanes Paulus II ketika memasuki Milenium Ketiga.
Bapa, berilah aku rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahanku seperti aku pun mengampuni yang bersalah kepadaku; dan janganlah masukkan aku ke dalam pencobaan. Amin.
renungan ziarah batin, mirifica e-news
-glenX-
October 08, 2008, 14:23
Kamis, 09 Oktober 2008
Hari Biasa
Doa Renungan
Selamat pagi Bapa, Putera dan Roh Kudus. Terimalah sembah sujudku pagi ini dalam rasa syukur yang tulus untuk segala karunia-Mu dalam hidupku. Engkau bersabda, "Mintalah maka kamu akan diberi, ketuklah maka pintu akan dibukakan, carilah maka kamu akan mendapat." Berilah aku rahmat kebijaksanaan, agar aku dapat mengatur hidupku dan menjalani hari ini sesuai dengan kehendak-Mu. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Orang diselamatkan karena rahmat Yesus Kristus yang wafat di salib. Seseorang diselamatkan bukan karena jasa dan usahanya sendiri, melainkan karena karunia Allah yang dinyatakan dalam diri Yesus yang tersalib.
BACAAN PERTAMA
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Galatia (3:1-5)
Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kalian? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan jelas di depanmu? Hanya ini yang ingin kuketahui daripadamu: Adakah kalian menerima Roh karena melakukan hukum Taurat? atau karena percaya akan pewartaan Injil? Adakah kalian sebodoh itu? Kalian telah mulai dengan Roh, maukah kalian sekarang mengakhirinya dalam daging? Sia-siakah semua yang telah kalian alami sebanyak itu? Masakah sia-sia! Jadi bagaimana sekarang? Tuhan telah menganugerahi kalian Roh dengan berlimpah-limpah dan Ia telah melakukan mukjizat di antara kalian; adakah Ia berbuat demikian karena kalian melakukan hukum Taurat, atau karena kalian percaya akan pewartaan Injil?
Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN
(Luk 1:69-75)
Refr. Terpujilah Tuhan Allah Israel, sebab Ia mengunjungi umat-Nya.
1.Tuhan menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya; seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus.
2.Ia melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita, untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus.
3.Sumpah telah diucapkan-Nya kepada Abraham bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut, dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita.
BAIT PENGANTAR INJIL
Refr. Alleluya
Ayat: Tuhan, bukalah hati kami, supaya kami memperhatikan sabda Anak-Mu.
Hidup umat beriman tidak cukup diungkapkan dalam doa, akan tetapi perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Di situ dibutuhkan ketabahan, ketekunan, kesabaran, dan keuletan.
INJIL
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (11:5-13)
Pada waktu itu, sesudah mengajar para murid berdoa, Yesus bersabda kepada mereka, "Jika di antara kalian ada yang tengah malam pergi ke rumah seorang sahabat dan berkata kepadanya, 'Saudara, pinjamilah aku tiga buah roti, sebab seorang sahabatku dalam perjalanan singgah di rumahku, dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya;' masakah ia yang di dalam rumah itu akan menjawab, 'Jangan mengganggu aku; pintu sudah tertutup, dan aku serta anak-anakku sudah tidur. Aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepadamu.' Aku berkata kepadamu: Sekalipun dia tidak mau bangun dan tidak mau memberikan sesuatu meskipun ia itu sahabatnya, namun karena sikap sahabatnya yang tidak malu-malu itu, pasti ia akan bangun dan memberikan apa yang dia perlukan. Oleh karena itu Aku berkata kepadamu, mintalah, maka kamu akan diberi; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, akan menerima; setiap orang yang mencari, akan mendapat, dan setiap orang yang mengetuk, akan dibukakan pintu. Bapa manakah di antara kalian, yang memberi anaknya sebuah batu, kalau anak itu minta roti? Atau seekor ular, kalau anaknya minta ikan? Atau kalajengking, kalau yang diminta telur? Jika kalian yang jahat tahu memberikan yang baik kepada anakmu, betapa pula Bapamu yang di surga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada siapa pun yang meminta kepada-Nya."
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
Renungan
Di dalam doa novena bersama, umat yang hadir memanjatkan doa-doa permohonan. "Semoga kami cepat kaya" merupakan salah satu permohonan yang dipanjatkan. Pertanyaannya, apakah kekayaan merupakan yang terbaik bagi manusia? Jika permohonan tersebut tidak terkabul, kemungkinan besar orang tersebut putus asa dan tidak mau berdoa lagi.
"Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya," sabda Yesus. Mohon anugerah Roh Kudus berarti memohon keutamaan-keutamaan hidup yang berguna bagi keselamatan jiwa. Itulah kiranya isi doa permohonan atau ujud yang berkenan di hati Tuhan. Dengan kata lain, yang harus kita mohon kepada Tuhan pertama-tama dan terutama adalah keselamatan jiwa. Agar permohonan tersebut dikabulkan, perlu juga kerja sama dari pihak kita yang memohon, yaitu berupaya agar tutur kata dan perilaku kita senantiasa dijiwai oleh keutamaan-keutamaan atau nilai-nilai kehidupan, seperti kejujuran, cinta damai, disiplin diri, setia, peka, dan murah hati.
Ya Bapa, anugerahilah aku Roh Kebijaksanaan, agar aku mampu menghadapi segala tantangan dan godaan. Bukalah hati dan budiku agar aku mampu membedakan mana kehendak-Mu dan mana kehendakku sendiri. Amin.
renungan ziarah batin, mirifica e-news
dan renungan RUAH.
R E D
October 08, 2008, 15:23
Mintalah, maka kamu akan diberi; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, akan menerima; setiap orang yang mencari, akan mendapat, dan setiap orang yang mengetuk, akan dibukakan pintu.
Mintalah kepada Yesus! Di jaman sekarang ini masih dijumpai orang Katolik percaya Yesus masih main ke dukun, minta pesugihan, atau yang lainnya. Jangan ragu. Minta kepada Yesus. Tetapi jika kita memohon kepadaNya, jika tak dikabulkan jangan kecewa, kemudian meninggalkanNya! Karena Tuhan memberikan jalan yang lebih baik dari yang kita mohonkan kepadaNya.
Dan kitab suci sekali lagi perlu setiap hari dibaca, diresapi, dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya ditumpuk dalam lemari,atau hanya dibaca namun tak dilaksanakan. Marilah kita mohon bantuan Allah supaya kita masing-masing pribadi bisa membukakan pintu bagi Yesus, dan sesama kita.
-glenX-
October 08, 2008, 15:31
^ oleh karena itu....
bukalah pintu selebar-lebarnya bagi Kristus.
dan menutup pintu rapat-rapat untuk setan, roh percabulan, roh kejahatan, dan segala ketidakbaikan, yang tidak berkenan dihadapan Allah. Karena Allah telah mengutus Roh Kudus! Roh penghibur yang selalu menemani kita, apabila kita meminta kepada-Nya.
-glenX-
October 09, 2008, 16:04
Jumat, 10 Oktober 2008
Hari Biasa
Doa Renungan
Allah Bapa mahakasih, terima kasih atas nafas kehidupan yang sekali lagi Kaukaruniakan kepada kami. Kami mohon, dampingilah kami dalam aneka peristiwa hidup yang akan kami lalui sepanjang hari ini. Tinggallah dalam hati kami. Buatlah hati kami hanya menjadi milik-Mu dan rajailah kami. Biarlah seluruh sikap, tingkah laku, dan buah tutur kata kami mampu menjadi kesaksian dan saluran rahmat-Mu bagi orang yang kami jumpai pada hari ini. Amin.
Orang diselamatkan bukan karena hukum, melainkan karena imannya kepada Allah. Karena orang beriman dibenarkan Allah oleh karena kasih karunia-Nya. Dalam karya keselamatan Allah, iman melampaui hukum dan aturan manusia.
BACAAN PERTAMA
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Galatia (3:7-14)
Saudara-saudara, kalian mengerti bahwa yang disebut anak-anak Abraham ialah mereka yang hidup dari iman. Adapun Kitab Suci sudah tahu sebelumnya, bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi berkat iman. Maka Kitab Suci dahulu sudah mewartakan Injil kepada Abraham. "Olehmu segala bangsa akan diberkati." Jadi mereka yang hidup dari iman akan diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu. Sebaliknya semua orang yang hidup dari pelaksanaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis, "Terkutuklah orang yang tidak melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam hukum Taurat." Memang tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat. Hal itu jelas, karena "Orang yang benar akan hidup berkat imannya." Padahal dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan perbuatan, sebab tertulis, "Barangsiapa melakukannya, akan hidup karenanya." Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menja di kutuk karena kita. Sebab ada tertulis, "Terkutuklah orang yang digantung pada kayusalib!" Yesus Kristus telah melakukan itu, supaya dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.
Demikianlah sabda Tuhan.
MAZMUR TANGGAPAN
(Mzm 111:1-6)
Refr, Tuhan selalu ingat akan perjanjian-Nya.
1.Aku bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan di tengah jemaat. Besarlah perbuatan-perbuatan Tuhan, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya.
2.Agung dan semaraklah pekerjaan-Nya, keadilan-Nya tetap untuk selama-lamanya. Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan peringatan; Tuhan itu pengasih dan penyayang.
3.Kepada orang takwa diberikan-Nya rezeki, selama-lamanya Ia ingat akan perjanjian-Nya.
Bait Pengantar Injil
Refr. Alleluya
Ayat: Sekarang penguasa dunia ini dibuang ke luar, sabda Tuhan; dan bila Aku telah ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang kepada-Ku.
Selama kita masih di dunia kekuatan jahat masih tetap bisa menguasai dan membelokkan jalan kita. Maka, kita harus tetap waspada dan menjalin relasi yang lebih mendalam dengan Yesus yang berhasil mengalahkan kekuatan jahat.
INJIL
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Santo Lukas (11:15-26)
Sekali peristiwa, setelah Yesus mengusir setan, ada beberapa orang yang berkata, "Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, kepala setan." Ada pula yang mencobai Dia dan meminta tanda dari surga. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata, "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah, pasti binasa. Dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. Jika iblis juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimana mungkin kerajaannya dapat bertahan? Sebab kalian berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusir setan? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Apabila seorang yang kuat dan bersenjata lengkap menjaga rumahnya, amanlah segala miliknya. Tetapi jika seorang yang lebih kuat daripadanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya. Barangsiapa tidak bersama Aku, ia melawan Daku, dan barangsiapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan. Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia mengembara di tempat-tempat yang tandus mencari perhentian; dan karena tidak mendapatnya, ia berkata, 'Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu.' Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapih teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat daripadanya, dan mereka masuk dan tinggal di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk daripada keadaannya semula."
Demikianlah Injil Tuhan.
Renungan
"Barangsiapa tidak bersama Aku, ia melawan Daku, dan barangsiapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan." Yesus memperingatkan para pengkritik-Nya bahwa tidak ada jalan tengah. Jika mereka tidak memihak Yesus berarti mereka berada di tangan setan. Apakah sikapku? Memihak atau melawan Yesus?
Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya --- Yesaya 40:8
renungan RUAH.
loneranger
October 10, 2008, 10:07
Jumat, 10 Oktober 2008
Hari Biasa
Doa Renungan
Allah Bapa mahakasih, terima kasih atas nafas kehidupan yang sekali lagi Kaukaruniakan kepada kami. Kami mohon, dampingilah kami dalam aneka peristiwa hidup yang akan kami lalui sepanjang hari ini. Tinggallah dalam hati kami. Buatlah hati kami hanya menjadi milik-Mu dan rajailah kami. Biarlah seluruh sikap, tingkah laku, dan buah tutur kata kami mampu menjadi kesaksian dan saluran rahmat-Mu bagi orang yang kami jumpai pada hari ini. Amin.
Orang diselamatkan bukan karena hukum, melainkan karena imannya kepada Allah. Karena orang beriman dibenarkan Allah oleh karena kasih karunia-Nya. Dalam karya keselamatan Allah, iman melampaui hukum dan aturan manusia.
BACAAN PERTAMA
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Galatia (3:7-14)
Saudara-saudara, kalian mengerti bahwa yang disebut anak-anak Abraham ialah mereka yang hidup dari iman. Adapun Kitab Suci sudah tahu sebelumnya, bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi berkat iman. Maka Kitab Suci dahulu sudah mewartakan Injil kepada Abraham. "Olehmu segala bangsa akan diberkati." Jadi mereka yang hidup dari iman akan diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu. Sebaliknya semua orang yang hidup dari pelaksanaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis, "Terkutuklah orang yang tidak melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam hukum Taurat." Memang tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat. Hal itu jelas, karena "Orang yang benar akan hidup berkat imannya." Padahal dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan perbuatan, sebab tertulis, "Barangsiapa melakukannya, akan hidup karenanya." Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menja di kutuk karena kita. Sebab ada tertulis, "Terkutuklah orang yang digantung pada kayusalib!" Yesus Kristus telah melakukan itu, supaya dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.
Demikianlah sabda Tuhan.
MAZMUR TANGGAPAN
(Mzm 111:1-6)
Refr, Tuhan selalu ingat akan perjanjian-Nya.
1.Aku bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan di tengah jemaat. Besarlah perbuatan-perbuatan Tuhan, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya.
2.Agung dan semaraklah pekerjaan-Nya, keadilan-Nya tetap untuk selama-lamanya. Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan peringatan; Tuhan itu pengasih dan penyayang.
3.Kepada orang takwa diberikan-Nya rezeki, selama-lamanya Ia ingat akan perjanjian-Nya.
Bait Pengantar Injil
Refr. Alleluya
Ayat: Sekarang penguasa dunia ini dibuang ke luar, sabda Tuhan; dan bila Aku telah ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang kepada-Ku.
Selama kita masih di dunia kekuatan jahat masih tetap bisa menguasai dan membelokkan jalan kita. Maka, kita harus tetap waspada dan menjalin relasi yang lebih mendalam dengan Yesus yang berhasil mengalahkan kekuatan jahat.
INJIL
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Santo Lukas (11:15-26)
Sekali peristiwa, setelah Yesus mengusir setan, ada beberapa orang yang berkata, "Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, kepala setan." Ada pula yang mencobai Dia dan meminta tanda dari surga. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata, "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah, pasti binasa. Dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. Jika iblis juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimana mungkin kerajaannya dapat bertahan? Sebab kalian berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusir setan? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Apabila seorang yang kuat dan bersenjata lengkap menjaga rumahnya, amanlah segala miliknya. Tetapi jika seorang yang lebih kuat daripadanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya. Barangsiapa tidak bersama Aku, ia melawan Daku, dan barangsiapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan. Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia mengembara di tempat-tempat yang tandus mencari perhentian; dan karena tidak mendapatnya, ia berkata, 'Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu.' Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapih teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat daripadanya, dan mereka masuk dan tinggal di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk daripada keadaannya semula."
Demikianlah Injil Tuhan.
Renungan
"Barangsiapa tidak bersama Aku, ia melawan Daku, dan barangsiapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan." Yesus memperingatkan para pengkritik-Nya bahwa tidak ada jalan tengah. Jika mereka tidak memihak Yesus berarti mereka berada di tangan setan. Apakah sikapku? Memihak atau melawan Yesus?
Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya --- Yesaya 40:8
renungan RUAH.
Hi Flazz,
sudah kembali nih dari liburan... welcome back...
mau ngobrol sedikit nih...
1. kenapa yah sekolah katholik kok mahaal... (bukan kesannya loh.. tapi emang mahal)
anak saya tk mau masuk SD, uang pangkal nya 10 juta, bulanan 500 rb gak bisa ditawar, kata suster: "kalo gak mau masih banyak kok yang mau" (ngomong ke ortu lain, bukan ke saya) ...
2. Di pamulang mau bangun gereja, memang sih butuh dana besar,
tapi dengan secara tidak simpatik, ketika misa ke-2 jumlah kolekte nya 'kalah' dengan kolekte misa pertama, ketua dewan paroki bilang begini : "Payah nih misa kedua Memble,
masa kalah sama misa pertama", padahal misa ke-2 jumlahnya tidak sedikit loh... 16 Juta,
sementara misa ke-2 19 juta...
gimana tuh ... Yesus sendiri kan bilang di Matius 9 ayat 13
: "Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan..."
gimana itu Flazz ? pls comment
loneranger
October 10, 2008, 10:08
Jumat, 10 Oktober 2008
Hari Biasa
Doa Renungan
Allah Bapa mahakasih, terima kasih atas nafas kehidupan yang sekali lagi Kaukaruniakan kepada kami. Kami mohon, dampingilah kami dalam aneka peristiwa hidup yang akan kami lalui sepanjang hari ini. Tinggallah dalam hati kami. Buatlah hati kami hanya menjadi milik-Mu dan rajailah kami. Biarlah seluruh sikap, tingkah laku, dan buah tutur kata kami mampu menjadi kesaksian dan saluran rahmat-Mu bagi orang yang kami jumpai pada hari ini. Amin.
Orang diselamatkan bukan karena hukum, melainkan karena imannya kepada Allah. Karena orang beriman dibenarkan Allah oleh karena kasih karunia-Nya. Dalam karya keselamatan Allah, iman melampaui hukum dan aturan manusia.
BACAAN PERTAMA
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Galatia (3:7-14)
Saudara-saudara, kalian mengerti bahwa yang disebut anak-anak Abraham ialah mereka yang hidup dari iman. Adapun Kitab Suci sudah tahu sebelumnya, bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi berkat iman. Maka Kitab Suci dahulu sudah mewartakan Injil kepada Abraham. "Olehmu segala bangsa akan diberkati." Jadi mereka yang hidup dari iman akan diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu. Sebaliknya semua orang yang hidup dari pelaksanaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis, "Terkutuklah orang yang tidak melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam hukum Taurat." Memang tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat. Hal itu jelas, karena "Orang yang benar akan hidup berkat imannya." Padahal dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan perbuatan, sebab tertulis, "Barangsiapa melakukannya, akan hidup karenanya." Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menja di kutuk karena kita. Sebab ada tertulis, "Terkutuklah orang yang digantung pada kayusalib!" Yesus Kristus telah melakukan itu, supaya dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.
Demikianlah sabda Tuhan.
MAZMUR TANGGAPAN
(Mzm 111:1-6)
Refr, Tuhan selalu ingat akan perjanjian-Nya.
1.Aku bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan di tengah jemaat. Besarlah perbuatan-perbuatan Tuhan, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya.
2.Agung dan semaraklah pekerjaan-Nya, keadilan-Nya tetap untuk selama-lamanya. Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan peringatan; Tuhan itu pengasih dan penyayang.
3.Kepada orang takwa diberikan-Nya rezeki, selama-lamanya Ia ingat akan perjanjian-Nya.
Bait Pengantar Injil
Refr. Alleluya
Ayat: Sekarang penguasa dunia ini dibuang ke luar, sabda Tuhan; dan bila Aku telah ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang kepada-Ku.
Selama kita masih di dunia kekuatan jahat masih tetap bisa menguasai dan membelokkan jalan kita. Maka, kita harus tetap waspada dan menjalin relasi yang lebih mendalam dengan Yesus yang berhasil mengalahkan kekuatan jahat.
INJIL
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Santo Lukas (11:15-26)
Sekali peristiwa, setelah Yesus mengusir setan, ada beberapa orang yang berkata, "Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, kepala setan." Ada pula yang mencobai Dia dan meminta tanda dari surga. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata, "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah, pasti binasa. Dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. Jika iblis juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimana mungkin kerajaannya dapat bertahan? Sebab kalian berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusir setan? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Apabila seorang yang kuat dan bersenjata lengkap menjaga rumahnya, amanlah segala miliknya. Tetapi jika seorang yang lebih kuat daripadanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya. Barangsiapa tidak bersama Aku, ia melawan Daku, dan barangsiapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan. Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia mengembara di tempat-tempat yang tandus mencari perhentian; dan karena tidak mendapatnya, ia berkata, 'Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu.' Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapih teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat daripadanya, dan mereka masuk dan tinggal di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk daripada keadaannya semula."
Demikianlah Injil Tuhan.
Renungan
"Barangsiapa tidak bersama Aku, ia melawan Daku, dan barangsiapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan." Yesus memperingatkan para pengkritik-Nya bahwa tidak ada jalan tengah. Jika mereka tidak memihak Yesus berarti mereka berada di tangan setan. Apakah sikapku? Memihak atau melawan Yesus?
Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya --- Yesaya 40:8
renungan RUAH.
Hi Flazz,
sudah kembali nih dari liburan... welcome back...
mau ngobrol sedikit nih...
1. kenapa yah sekolah katholik kok mahaal... (bukan kesannya loh.. tapi emang mahal)
anak saya tk mau masuk SD, uang pangkal nya 10 juta, bulanan 500 rb gak bisa ditawar, kata suster: "kalo gak mau masih banyak kok yang mau" (ngomong ke ortu lain, bukan ke saya) ...
2. Di pamulang mau bangun gereja, memang sih butuh dana besar,
tapi dengan secara tidak simpatik, ketika misa ke-2 jumlah kolekte nya 'kalah' dengan kolekte misa pertama, ketua dewan paroki bilang begini : "Payah nih misa kedua Memble,
masa kalah sama misa pertama", padahal misa ke-2 jumlahnya tidak sedikit loh... 16 Juta,
sementara misa ke-2 19 juta...
gimana tuh ... Yesus sendiri kan bilang di Matius 9 ayat 13
: "Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan..."
gimana itu Flazz ? pls comment
-glenX-
October 10, 2008, 10:25
Hi Flazz,
sudah kembali nih dari liburan... welcome back...
mau ngobrol sedikit nih...
1. kenapa yah sekolah katholik kok mahaal... (bukan kesannya loh.. tapi emang mahal)
anak saya tk mau masuk SD, uang pangkal nya 10 juta, bulanan 500 rb gak bisa ditawar, kata suster: "kalo gak mau masih banyak kok yang mau" (ngomong ke ortu lain, bukan ke saya) ...
2. Di pamulang mau bangun gereja, memang sih butuh dana besar,
tapi dengan secara tidak simpatik, ketika misa ke-2 jumlah kolekte nya 'kalah' dengan kolekte misa pertama, ketua dewan paroki bilang begini : "Payah nih misa kedua Memble,
masa kalah sama misa pertama", padahal misa ke-2 jumlahnya tidak sedikit loh... 16 Juta,
sementara misa ke-2 19 juta...
gimana tuh ... Yesus sendiri kan bilang di Matius 9 ayat 13
: "Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan..."
gimana itu Flazz ? pls comment
no 1 dan no 2, kembali ke diri seorang pemimpin. Bisa suster,atau orang awam. Mereka semua adalah manusia.
Sering apa yg mereka terapkan tidak sesuai lagi dgn apa yg disabdakan Yesus. Terus bagaimana? Kalau memang sekolah notabene Katolik disini mahal coba yang lain. Kalau terpaksa cari sekolah umum. Namun sekolah umum juga tak menjamin murah.
No 2. Itu gimana yah? Bisa juga keinginan umat supaya gereja segera selesai renovasinya.
-glenX-
October 10, 2008, 10:27
Loneranger juga bisa sharing di thread sharing pengalaman iman. Bagian sticky.
Thanks:D
-glenX-
October 10, 2008, 14:49
Sabtu, 11 Oktober 2008
Hari Biasa
Doa Renungan
Syukur kepada-Mu Tuhan, Engkau menganugerahkan Bunda Maria kepada kami, sebagai teladan dalam mendengarkan dan melaksanakan sabda-Mu. Jadikanlah hati kami peka pada kebutuhan sesama kami, dan gerakkanlah kami untuk segera melakukan sesuatu bagi saudara kami yang sangat membutuhkan uluran kasih-Mu. Demi Yesus Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Pembaptisan memperbaharui hidup manusia. Orang beriman mengenakan manusia baru. Mengenakan Kristus berarti menjadi manusia baru. Gaya dan hidup juga diperbaharui, terutama dalam persaudaraan yang didasarkan pada hubungan dengan Kristus.
BACAAN PERTAMA
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Galatia (3:22-29)
Saudara-saudara, menurut Kitab Suci segala sesuatu terkurung di bawah kekuasaan dosa, supaya berkat iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya. Sebelum iman itu datang, kita berada di bawah pengawalan hukum Taurat dan dikurung sampai iman itu dinyatakan. Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman. Sekarang iman itu telah datang. Karena itu kita tidak lagi berada di bawah pengawasan penuntun. Sebab kalian adalah anak-anak Allah karena iman dalam Yesus Kristus. Sebab kalian semua yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada pria atau wanita, karena kalian semua adalah satu di dalam Kristus Yesus. Jadi kalau kalian milik Kristus, maka kalian juga keturunan Abraham, dan berhak menerima janji Allah.
Demikialah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
(Mzm 105:2-7)
Refr. Tuhan selalu ingat akan perjanjian-Nya.
1.Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala
perbuatan-Nya yang ajaib! Bermegahlah dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari Tuhan.
2.Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya! Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mukjizat dan ketetapan-ketetapan yang diucapkan-Nya.
3.Hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, pilihan-Nya! Dialah Tuhan, Allah kita, ketetapan-Nya berlaku di seluruh bumi.
Bait Pengantar Injil
Refr. Alleluya
Ayat.Berbahagialah yang mendengarkan sabda Tuhan dan memeliharanya.
Bagi Yesus, kebahagiaan sejati tidak terletak pertama-tama pada hubungan darah daging, melainkan dalam mendengarkan dan menghayati sabda Allah. Sebab di situ orang menemukan landasan kokoh untuk menjalin hubungan dengan Allah secara pribadi.
INJIL
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (11:27-28)
"Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya."
Pada suatu hari, ketika Yesus sedang berbicara kepada orang banyak, berserulah seorang wanita dari antara orang banyak itu, dan berkata kepada Yesus, "Berbahagialah ibu yang telah mengandung dan menyusui Engkau!" Tetapi Yesus bersabda, "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan sabda Allah dan memeliharanya."
Inilah Injil Tuhan kita
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Keunggulan orang beriman, terutama yang beriman kepada Yesus, terletak pada pelaksanaan atau penghayatan iman, bukan pada wacana atau omongan. "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya," sabda Yesus. Orang yang hati, jiwa, dan akal budinya baik serta terbuka ketika ‘mendengarkan firman Allah' pasti tergerak untuk ‘memelihara dan melaksanakannya'. Allah adalah mahasegala. Karena itu, suara atau firman-Nya sangat berkuasa mempengaruhi dan menghidupi mereka yang mendengarkan-Nya.
Bagi kita, menjadi pelaksana firman Allah berarti "mengenakan Kristus". Artinya, kita berbudaya, memiliki cara melihat, merasa, berpikir, bersikap, dan bertindak sesuai dengan cara Yesus Kristus. Dengan demikian, kita menjadi ‘man or woman with/for others'. Kita menjadi manusia bagi sesama, terutama bagi mereka yang miskin secara lahir dan batin. Marilah kita membuka hati, jiwa, akal budi, dan segenap diri kita bagi mereka yang miskin dan berkekurangan di sekitar kita. Dari mereka kita dapat belajar berbagai keutamaan atau nilai kehidupan yang mereka hayati dalam kehidupan sehari-hari.
Ya Tuhan, sabda-Mu adalah tuntunan dan jalan hidupku. Ajarilah aku untuk mendengarkan dan melaksanakan sabda-Mu dalam kehidupanku. Amin.
Ziarah Batin Renungan dan Catatan Harian
dan Renungan RUAH. -Mirifica.NET-Komunikasi_KAS-
-glenX-
October 11, 2008, 13:44
Hari Minggu Biasa XXVII
Sabtu 11, Minggu 12 Oktober 2008
BACAAN PERTAMA
Pembacaan dari Kitab Nabi Yesaya (25:6-10a)
"Tuhan akan menghidangkan suatu jamuan, dan akan menghapus air mata dari wajah segala orang"
6 TUHAN semesta alam akan menyediakan di gunung Sion ini bagi segala bangsa suatu perjamuan dengan masakan yang bergemuk, suatu perjamuan dengan anggur yang tua benar, masakan yang bergemuk dan bersumsum, anggur yang tua yang disaring endapan-nya. 7 Di atas gunung ini TUHAN akan mengoyakkan kain perkabungan yang diselubungkan kepada segala suku bangsa dan tudung yang ditudungkan kepada segala bangsa-bangsa. 8 Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya; dan Tuhan ALLAH akan menghapuskan air mata dari segala muka; dan aib umat-Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi, sebab TUHAN telah mengatakannya. 9 Pada waktu itu orang akan berkata: "Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah TUHAN yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya!" 10 Sebab tangan TUHAN akan melindungi gunung ini.
Demikianlah Sabda Tuhan U. Syukur kepada Allah
MAZMUR TANGGAPAN PS. 841
Reff. Berbahagialah yang mendiami rumah Tuhan
1. Tuhanlah gembalaku aku takkan berkurangan, Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang dan menyegarkan daku.
2. Ia menuntun aku di jalan yang lurus, demi namaNya yang kudus. Sekalipun berjalan dalam lembah yang kelam , aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku. Tongkat gembalaan-Mu itulah yang menghibur daku.
BACAAN KEDUA
Pembacaan dari surat rasul Paulus kepada umat di Filipi (4:12-14.19-20)
"Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku."
12 Saudara saudari, aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. 13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. 14 Namun baik juga perbuatanmu, bahwa kamu telah mengambil bagian dalam kesusahanku. 19 Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. 20 Dimuliakanlah Allah dan Bapa kita selama-lamanya! Amin.
BAIT PENGANTAR INJIL PS. 956
Ref. Alleluya, Alleluya, Alleluya
Solis: Semoga Bapa Tuhan kita Yesus Kristus menerangi mata hati kita, supaya kita memahami pengharapan yang terkandung dalam panggilan kita.
INJIL
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (22:1-10)
"Siapa saja yang kamu jumpai, undanglah ke pesta nikah ini"
1 Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka: 2 Hal Kerajaan Surga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. 3 Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang. 4 Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya, hidanganku telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semua telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini. 5 Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya, 6 dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya. 7 Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka. 8 Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tidak layak untuk itu. 9 Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu. 10 Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang- orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu.
I. Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus
Renungan
Di dalam berbagai lomba, banyak peserta yang turut berpartisipasi. Namun, yang menjadi pemenang, entah juara satu, dua, atau harapan, hanya beberapa orang saja. Mereka yang menang ini tentu saja telah mempersiapkan diri dengan baik, sehingga dalam perlombaan yang sarat dengan perjuangan itu, mereka dapat berkata seperti Paulus, "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku."
Kata-kata Paulus ini jugalah yang harus menjadi pegangan bagi kita yang terpanggil untuk menjadi kader-kader hidup menggereja maupun bermasyarakat, entah itu kaum berjubah maupun awam. Maka, kita yang telah terpilih atau menjadi kader-kader hidup menggereja dan bermasyarakat diajak untuk ‘mengandalkan Tuhan', dan secara konkret senantiasa berjuang demi kepentingan umum atau bonum commune. Dengan mengandalkan Tuhan, kita pasti dapat memenangkan perlombaan yang sedang kita jalani, yaitu perjuangan untuk membahagiakan sesama kita. Yakinlah bahwa berjuang demi kepentingan umum pasti akan berhasil karena Tuhan senantiasa menyertai kita dan membantu kita melalui orang-orang yang ada di sekitar kita.
Tuhan, dalam rangka menghayati dan melaksanakan tugas panggilan-Mu, aku harus menghadapi banyak perkara. Curahkanlah rahmat-Mu kepadaku agar terbukalah hati, jiwa, dan budiku terhadap segala bantuan sesama. Amin.
Ziarah Batin Renungan dan Catatan Harian
-glenX-
October 13, 2008, 03:27
Bacaan Kitab Suci
13 - 19 Oktober 2008
13.Senin....,Hari Biasa
..................Gal 4:22-24.26-27.31-5:1; Mzm 113:1-2.3-4.5a.6-7; Luk 11:27-32
14.Selasa..,Hari Biasa
..................Gal 4:31b-5.6; Mzm 119:41.43.44.45.47.48; Luk 11:37-41
15.Rabu....,Pw. S. Theresia dari Avila
..................Gal 5:18-25; Mzm 1:1-2.4.6; Luk 11:42-46
16.Kamis...,Hari Biasa
..................Ef 1:1-10; Mzm 98:1.2-3ab.3cd-4.5-6; Luk 11:47-54
17.Jumat...,Pw. S. Ignatius dari Antiokia, UskMrt
..................Ef 1:11-14; Mzm 33:1-2.4-5.12-13; Luk 12:1-7
18.Sabtu...,Pesta St Lukas, Penginjil
..................2Tim 4:10-17b; Mzm 145:10-11.12-13ab.17-18; Luk 10:1-9
19.Minggu..,HARI MINGGU BIASA XXIX; Hari Minggu Misi/Evangelisasi
..................Yes 45:1.4-6; Mzm 96:1.3.4-5.8.9-10ac (863/961); 1Tes 1:1-5b ; Mat 22:15-21
-glenX-
October 13, 2008, 03:28
Senin, 13 Oktober 2008
Hari Biasa
Orang beriman telah dibebaskan dari hukuman dosa. Dalam Kristus, mereka diberi kesempatan untuk mengukir kehidupan baru dalam rahmat. Mereka menjadi anak-anak Allah yang merdeka.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Galatia (Gal 4:22-24.26-27.31-5:1)
"Kristus telah memerdekakan kita, supaya kita benar-benar merdeka. Karena itu berdirilah teguh dan jangan tunduk lagi di bawah perhambaan."
Saudara-saudari, ada tertulis bahwa Abraham mempunyai dua orang anak, seorang dari wanita yang menjadi hambanya dan seorang dari wanita yang merdeka. Tetapi anak dari wanita yang menjadi hambanya itu diperanakkan menurut daging, dan anak dari wanita yang merdeka itu oleh karena janji. Ini adalah suatu kiasan. Sebab kedua wanita itu adalah dua ketentuan Allah: yang satu berasal dari Gunung Sinai dan melahirkan anak-anak perhambaan, yaitu Hagar. Tetapi yang lain adalah Yerusalem surgawi, yaitu wanita yang merdeka, ibu kita. Karena ada tertulis, "Bersukacitalah, hai wanita mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembira dan bersorak-sorailah, hai wanita yang tidak pernah menderita sakit bersalin! Sebab wanita yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai anak lebih banyak daripada yang bersuami." Karena itu, Saudara-saudari, kita bukanlah anak-anak dari wanita hamba melainkan anak-anak dari wanita yang merdeka. Sebab Kristus telah memerdekakan kita, supaya kita benar-benar merdeka. Karena itu berdirilah teguh dan jangan tunduk lagi di bawah perhambaan.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
Mazmur Tanggapan
(Mzm 113:1-2.3-4.5a.6-7)
Refr. Terberkatilah nama Tuhan untuk selama-lamanya.
1. Pujilah, hai hamba-hamba Tuhan, pujilah nama Tuhan! Kiranya nama Tuhan dimasyhurkan, sekarang dan selama-lamanya.
2. Dari terbitnya matahari sampai pada terbenamnya terpujilah nama Tuhan. Tuhan tinggi mengatasi segala bangsa, kemuliaan-Nya mengatasi langit.
3. Siapakah seperti Tuhan, Allah kita, yang diam di tempat tinggi, yang merendahkan diri untuk melihat ke langit dan ke bumi? Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari
lumpur.
Bait Pengantar Injil
Refr. Alleluya, Alleluya, Alleluya
Ayat.Hari ini dengarkanlah suara Tuhan, dan janganlah bertegar hati.
Allah menawarkan keselamatan-Nya melalui Yesus Kristus, namun orang pada zamannya tidak mau mengenali dan menerima-Nya. Orang yang dekat secara fisik dan warta gembira belum tentu dekat dalam hati. Maka, kedekatan dalam hati diperlukan untuk menerima tawaran keselamatan.
INJIL
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (11:29-32)
Sekali peristiwa Yesus berbicara kepada orang banyak yang mengerumuni Dia, "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menuntut suatu tanda, tetapi mereka tidak akan diberi tanda selain tanda Nabi Yunus. Sebab sebagaimana Yunus menjadi tanda bagi orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda bagi angkatan ini. Pada waktu penghakiman ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sungguh, yang ada di sini lebih besar daripada Salomo! Pada waktu penghakiman orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sungguh, yang ada di sini lebih besar daripada Yunus!"
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan.
Renungan
Rambu-rambu lalu lintas terpasang jelas di jalanan. Namun, begitu banyak pengendara sepeda motor maupun angkutan umum ‘main tabrak' saja, tidak menghiraukan tanda-tanda atau aturan itu. Jika kita tidak peka dan taat pada rambu-rambu atau tanda-tanda yang tampak begitu jelas, kita tidak mungkin peka dan mengenali, apalagi menaati aneka bentuk gejala atau tanda-tanda kehadiran dan karya Tuhan di dalam segala ciptaan-Nya.
Dan biasanya, yang kurang peka atau melanggar rambu-rambu tersebut adalah kaum laki-laki. Hal ini terjadi mungkin karena kaum laki-laki tidak mengalami banyak tanda atau gejala dalam tubuhnya sebagaimana kaum perempuan, seperti menstruasi dan kehamilan, yang merupakan karya agung Tuhan dalam tubuhnya. Jika kita peka terhadap gejala dan tanda perubahan yang terjadi dalam tubuh kita, kita juga akan terbantu atau lebih mudah mengenali, merasakan, dan mengimani karya agung Tuhan yang ada dalam ciptaan lainnya. Dengan demikian, kita akan semakin beriman atau percaya kepada-Nya.
Tuhan, bukalah hati, jiwa, dan budiku terhadap kehadiran dan karya-Mu yang agung dalam segala ciptaan-Mu. Bantulah aku untuk mengenali dan melaksanakan kehendak-Mu melalui tutur kata dan perilakuku. Amin.
Ziarah Batin Renungan dan Catatan Harian
dan Renungan RUAH. -Mirifica.NET-Komunikasi_KAS-
-glenX-
October 13, 2008, 14:25
Selasa, 14 Oktober 2008
Hari Biasa
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga --- Mat 5:16
Doa Renungan
Yesus Tuhan kami, tiap orang bekerja keras dan berlomba untuk menjadi yang terbaik. Aku pun ikut serta di dalamnya. Tetapi seringkali aku menjadi sangat sibuk dengan hal-hal yang tampak, yang mendatangkan kekaguman dari orang lain. Tuhan, aku ingin agar apa yang tampak dalam diriku sungguh-sungguh keluar dari kedalaman hidupku. Berilah aku rahmat-Mu untuk terlebih dahulu menata hatiku dan anugerahkanlah hati serta mata yang bening agar dapat mengerti dengan hati-Mu, melihat dengan mata-Mu, lalu bertindak dengan tangan-Mu. Amin.
Tanda lahiriah tidak selalu menjadi jaminan keselamatan. Yang menjamin orang untuk memperoleh keselamatan ialah iman yang dimilikinya sebab berkat imanlah orang mampu berkembang dalam kasih.
BACAAN PERTAMA
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Galatia (4:31b-5.6)
Saudara-saudari, kita bukanlah anak dari wanita hamba, melainkan dari wanita yang merdeka. Sebab Kristus telah memerdekakan kita, supaya kita benar-benar merdeka. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau tunduk lagi di bawah kuk perhambaan. Sesungguhnya aku, Paulus, berkata kepadamu, 'Jika kalian menyunatkan diri, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu. Sekali lagi kukatakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat. Kalian lepas dari Kristus, jika kalian mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kalian hidup di luar kasih karunia! Sebab oleh Roh dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan. Sebab bagi orang yang ada dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat sama sekali tidak mempunyai arti. Yang berarti hanyalah iman yang bekerja oleh kasih.
Mazmur Tanggapan
(Mzm 119:41.43.44.45.47.48)
Refr. Semoga kasih setia-Mu mendatangi aku, ya Tuhan.
1.Kiranya kasih setia-Mu mendatangi aku, ya Tuhan, keselamatan dari pada-Mu itu sesuai dengan janji-Mu.
2.Janganlah sekali-kali mencabut firman kebenaran dari mulutku, sebab aku berharap kepada hukum-hukum-Mu.
3.Aku hendak berpegang pada Taurat-Mu senantiasa, untuk seterusnya dan selamanya.
4.Aku hendak hidup dalam kelegaan, sebab aku mencari titah-titah-Mu. 5.Aku hendak bergembira dalam perintah-perintah-Mu yang kucintai itu. 6.Aku menaikkan tanganku kepada perintah-perintah-Mu yang kucintai, dan aku hendak merenungkan
ketetapan-ketetapan-Mu.
Bait Pengantar Injil
Refr. Alleluya
Ayat.Sabda Allah itu hidup dan penuh daya, menguji segala pikiran dan maksud hati.
Menjaga kebersihan sikap batin jauh lebih penting daripada menjaga kebersihan lahiriah. Sebab kebersihan hatilah yang akan menentukan perilaku dan mutu kehidupan seseorang.
INJIL
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (11:37-41)
Pada suatu ketika, selesai mengajar, Yesus diundang seorang Farisi untuk makan di rumahnya. Maka masuklah Yesus ke rumah itu, lalu duduk makan. Tetapi orang Farisi itu heran melihat Yesus tidak mencuci tangan sebelum makan. Lalu Tuhan berkata kepadanya, "Hai orang-orang Farisi, kalian membersihkan cawan dan pinggan bagian luar, tetapi bagian dalam dirimu penuh rampasan dan kejahatan. Hai orang-orang bodoh, bukankah Yang menjadikan bagian luar, Dialah juga yang menjadikan bagian dalam? Maka berikanlah isinya sebagai sedekah, dan semuanya akan menjadi bersih bagimu."
Renungan
Pakaiannya rapi, baju putih bersih berdasi. Ternyata, orang tersebut adalah penipu dan penjahat. Begitulah penampilan para penjahat dewasa ini. Mereka mengecoh orang lain dengan penampilan yang rapi atau dengan hal-hal yang kelihatan. Seperti inilah mental orang-orang Farisi yang merasa dirinya paling benar, dan melecehkan orang-orang berdosa, kecil, dan miskin. Mereka lebih mementingkan yang kelihatan ketimbang yang tersembunyi di dalam batin.
Memang, ada kecenderungan bahwa lebih banyak orang menekankan penampilan dan keselamatan tubuh daripada jiwa. Misalnya, dalam dunia pendidikan masa kini, kita lebih menekankan kepandaian/otak daripada budi pekerti/hati. Sebagai orang yang telah dibaptis dan dihidupi oleh Roh Kudus, kita senantiasa menantikan dan mengutamakan keselamatan jiwa kita. Marilah dalam hidup, kerja, dan tugas perutusan kita, di mana dan kapan pun, kita lebih mengusahakan pembinaan dan pendalaman budi pekerti agar kita dapat memperoleh keselamatan dan kebahagiaan sejati yang dijanjikan oleh Allah sendiri.
Ya Tuhan, dampingi dan bantulah aku agar tutur kata dan cara bertindakku senantiasa mengutamakan keutamaan-keutamaan hidup yang menyelamatkan jiwaku. Amin.
Ziarah Batin Renungan dan Catatan Harian
dan Renungan RUAH. -Mirifica.NET-Komunikasi_KAS-
-glenX-
October 14, 2008, 14:45
Rabu, 15 Oktober 2008
Peringatan Wajib Santa Theresia dari Avila
Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan --- Mzm 149:4
Doa Renungan
Syukur pada-Mu ya Tuhan, hari ini kami boleh mengenangkan St. Teresia dari Avila. Dia orang yang telah menjawab panggilan-Mu dan mempercayakan seluruh hidupnya pada-Mu. Ia telah bertekun dan berkata "hanya Tuhan sudah cukup". Penuhilah hidupku dengan kasih setia-Mu agar aku dapat menunaikan kewajibanku terlebih dahulu dan tidak menuntut orang lain lebih dari yang dapat kuberikan. Ya Tuhan, cukupkanlah aku dengan kasih-Mu saja. Amin.
Berkat pembaptisan, orang kristiani telah menerima Roh Kudus, yakni Roh Yesus Kristus. Maka hidup dan perilaku mereka harus mencerminkan karunia tersebut yakni menghasilkan buah-buah Roh.
BACAAN PERTAMA
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Galatia (5:18-25)
Saudara-saudari, kalau kalian membiarkan diri dibimbing oleh Roh, kalian tidak hidup di bawah hukum Taurat. Perbuatan daging telah nyata yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, pemujaan berhala, sihir, percekcokan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah dan kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Mengenai semuanya itu kalian kuperingatkan, seperti yang telah kulakukan dahulu bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah. Sebaliknya hasil Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, sikap lemah lembut dan penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barangsiapa menjadi milik Kristus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jika kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
Mazmur Tanggapan
(Mzm 1:1-2.4.6)
Refr. Yang mengikuti Engkau, ya Tuhan, hidup dalam cahaya.
1.Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan kaum pencemooh; tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan, dan siang malam merenungkannya.
2. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, dan daunnya tak pernah layu; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
3.Bukan demikianlah orang-orang fasik; mereka seperti sekam yang ditiup angin. Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.
Bait Pengantar Injil
Refr. Alleluya, Alleluya
Ayat.Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan; Aku mengenal mereka, dan mereka mengenal Aku. Alleluya.
Sifat munafik adalah sifat yang tidak mencerminkan kejujuran dan ketulusan. Ketidaksesuaian antara lahir dan batin selalu perlu diwaspadai. Orang beriman hendaknya lebih mengedepankan keadilan, dan kasih Allah daripada penampilan lahiriah.
INJIL
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (11:42-46)
Sekali peristiwa Yesus bersabda, "Celakalah kalian, hai orang-orang Farisi! Sebab kalian membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan sejenis sayuran, tetapi kalian mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. Celakalah kalian, hai orang-orang Farisi, sebab kalian suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar. Celakalah kalian, sebab kalian seperti kubur yang tidak memakai tanda; orang-orang yang berjalan di atasnya tidak mengetahuinya. Seorang ahli Taurat menjawab, "Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga." Tetapi Yesus berkata lagi, "Celakalah kalian juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kalian meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang tetapi kalian sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jari pun."
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Kasih dan keadilan bagaikan kepingan mata uang yang memiliki dua sisi, dapat dibedakan, tetapi tidak dapat dipisahkan. Jika kita melakukan tindakan kasih, tindakan itu harus berbuahkan keadilan. Tindakan kasih itu dapat dilakukan dengan menghargai dan menghormati harkat martabat ciptaan Tuhan. Dengan demikian, tindakan kasih itu terwujud nyata dalam diri sesama dan ciptaan Tuhan lainnya.
Sebagai orang Kristen, kita dituntut untuk senantiasa hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Kita harus menghormati dan mencintai sesama. Agar hal itu dapat terwujud, kita harus senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan dan terbuka terhadap segala rencana-Nya. Dengan itu, jiwa kita akan memancarkan sukacita dan kebahagiaan bagi sesama. Jiwa kita harus senantiasa dilingkupi oleh kasih Tuhan sehingga hidup dan perilaku kita dapat membuahkan "kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan, dan penguasaan diri" (Gal 5:22-23).
Tuhan, bantulah para pemimpin dan pengambil kebijakan di negeri ini agar senantiasa mengusahakan kasih dan keadilan yang menjadi dambaan setiap insan. Amin.
Ziarah Batin Renungan dan Catatan Harian
dan Renungan RUAH. -Mirifica.NET-Komunikasi_KAS-
R E D
October 15, 2008, 03:18
loneranger::wave::
lama tak jumpa di thread ini ::mikir::
-glenX-
October 15, 2008, 04:06
loneranger::wave::
lama tak jumpa di thread ini ::mikir::
ada apa dengan CrazyCat? sampai-sampai mencari abang loneranger:haha
loneranger mampir di thread2 lain:)
pasti lebih banyak yang nanyain/cariin nanti:haha
hmmm jadi post nomor 01& 02 di page 12:haha
ayo menanggapi renungan-renungan hari ini, apa langkah positif yang bisa kita ambil dan kita laksanakan!
Tuhan Yesus bersama kita!
-glenX-
October 15, 2008, 13:52
Kamis, 16 Oktober 2008
Hari Biasa
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus
-- Filipi 2:5
BACAAN PERTAMA
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Efesus (1:1-10)
1 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, kepada orang-orang kudus di Efesus, orang-orang percaya dalam Kristus Yesus. 2 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. 3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. 4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. 5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, 6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. 7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, 8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian. 9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus 10 sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi. Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
Mazmur Tanggapan
(Mzm 98:1.2-3ab.3cd-4.5-6)
Refr. Tuhan telah memperkenalkan penyelamatan-Nya.
1.Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
2.Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang daripada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.
3.Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah!
4.Bermazmurlah bagi Tuhan dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu merdu; dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring,
bersorak-sorailah di hadapan Raja, yakni Tuhan!
Bait Pengantar Injil
Refr. Alleluya, Alleluya, Alleluya, Alleluya
Ayat.Akulah jalan, kebenaran dan hidup; hanya melalui Aku orang sampai kepada Bapa.
Orang yang menutup diri terhadap kebenaran bisa jadi juga akan menjadi batu sandungan bagi orang lain yang sungguh mau mencari kebenaran. Orang beriman hendaknya terus menerus mengembangkan kehidupan batinnya.
INJIL
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (11:47-54)
Sekali peristiwa, tatkala duduk makan di rumah seorang Farisi, Yesus berkata, 47 celakalah kamu, sebab kamu membangun makam nabi-nabi, tetapi nenek moyangmu telah membunuh mereka. 48 Dengan demikian kamu mengaku, bahwa kamu membenarkan perbuatan-perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kamu membangun makamnya. 49 Sebab itu hikmat Allah berkata: Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul dan separuh dari antara nabi-nabi dan rasul-rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya, 50 supaya dari angkatan ini dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan, 51 mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan Rumah Allah. Bahkan, Aku berkata kepadamu: Semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini. 52 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi." 53 Dan setelah Yesus berangkat dari tempat itu, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi terus-menerus mengintai dan membanjiri-Nya dengan rupa-rupa soal. 54 Untuk itu mereka berusaha memancing-Nya, supaya mereka dapat menangkap-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-Nya.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus
Renungan
Nabi adalah utusan Allah yang bertugas menyuarakan dan mewartakan kehendak Allah. Sebagai orang beriman kristiani, kita memiliki tugas kenabian dalam hidup dan karya kita sehari-hari. Dalam masyarakat yang masih diwarnai oleh kemerosotan moral hampir pada semua bidang kehidupan, tampaknya menghayati tugas kenabian pasti akan menghadapi aneka tantangan dan hambatan sebagaimana dialami para nabi Perjanjian Lama. Namun, bukan hanya mereka yang ditantang. Yesus sendiri pun ditantang, bahkan dihukum mati oleh orang-orang Yahudi karena ajaran-Nya mengusik kebobrokan hati dan jiwa mereka.
"Di dalam Dia, Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya" (Ef 1:4).
Inilah jati diri kita sebagai orang beriman. "Menjadi kudus dan tidak bercacat di hadapan-Nya" adalah bentuk kesaksian iman yang handal dan tak dapat digantikan dalam tugas perutusan. Hal itu berarti kita mempersembahkan hati, jiwa, akal budi, dan tubuh kita seutuhnya kepada Tuhan, sehingga kita memiliki cara bertindak sebagaimana dikehendaki Tuhan. Kita harus berani meneladani Yesus yang menyuarakan kebenaran-kebenaran, meskipun untuk itu kita harus berhadapan dengan para petinggi dan pejabat yang berwenang.
Tuhan, dampingi dan kuatkanlah aku dalam memerangi "percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, dan pesta pora" dalam kehidupan dan karyaku. Amin.
Ziarah..Batin..Renungan dan Catatan Harian
dan.Renungan.RUAH..-Mirifica.NET-Komunikasi_KAS-
-glenX-
October 16, 2008, 14:04
Jumat, 17 Oktober 2008
Peringatan Wajib Santo Ignatius dari Antiokhia, Imam/Martir
Dari pada-Mulah kiranya datang penghakiman. Mata-Mu kiranya melihat apa yang benar --- Mzm 17:2
BACAAN PERTAMA
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Efesus (1:11-14)
"Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya."
11 Saudara-saudari, aku katakan "di dalam Kristus", karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan--kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya-- 12 supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya. 13 Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. 14 Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
(Mzm 33:1-2.4-5.12-13)
Refr. Berbahagialah bangsa yang dipilih Tuhan menjadi milik-Nya.
1.Bersorak-sorailah dalam Tuhan, hai orang-orang benar! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang jujur. Bersyukurlah kepada Tuhan dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali!
2.Sebab firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan. Ia senang pada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia-Nya. 3.Berbahagialah bangsa yang Allahnya Tuhan, suku bangsa yang dipilih Allah menjadi milik pusaka-Nya! Tuhan memandang dari surga, dan melihat semua anak manusia.
Bait Pengantar Injil
Refr. Alleluya
Ayat.Tunjukkanlah kiranya kasih-setia-Mu, ya Tuhan, sebab pada-Mulah kami berharap.
Orang beriman hendaknya selalu waspada terhadap hidup yang dipenuhi dengan kemunafikan yang kerapkali mewarnai hidup bersama. Gengsi, kedudukan, dan kenikmatan sering mewarnai hidup bersama, sehingga kejujuran dan kemurnian menjadi terabaikan.
INJIL
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (12:1-7)
"Janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi."
1 Sekali peristiwa, berkerumunlah beribu-ribu orang, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi. 2 Tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. 3 Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah. 4 Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi. 5 Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia! 6 Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah. 7 bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.
Renungan
"Jangan takut, karena kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit," sabda Yesus. Rasa takut merupakan salah satu hasil pembangunan masa Orde Baru yang masih menggema hingga masa Reformasi ini. Pada masa Orde Baru, orang takut bertindak benar, adil dan jujur, sehingga aneka macam bentuk korupsi dan kemerosotan moral sulit diatasi, bahkan semakin merajalela hingga saat ini. Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk bertindak benar, adil, dan jujur dalam hidup dan karya kita. Dan sebagai orang yang telah dibaptis, kita memperoleh jaminan dan kekuatan dari Roh Kudus.
"Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya" (Ef 1:14), kata Paulus. Percayalah, jika kita sungguh hidup dalam Roh Kudus, kita pasti mampu mengalahkan aneka godaan setan yang menggejala dalam kemerosotan moral dalam diri sendiri dan diri sesama kita. Hidup dalam dan oleh Roh Kudus berarti kita hidup sesuai dengan rencana dan kehendak Tuhan. Jika kita cermati dengan baik, kiranya lebih banyak orang yang berkehendak baik daripada yang berkehendak jahat, dan dengan demikian untuk berbuat baik kita didukung oleh banyak orang. Sayangnya, mereka ini senantiasa diliputi oleh ketakutan.
Tuhan, hanya dalam Engkau aku beroleh keberanian untuk melawan dan memberantas aneka macam bentuk kejahatan. Semoga karena rahmat dan dampingan-Mu, aku senantiasa terbebas dari aneka macam godaan untuk melakukan kejahatan. Amin.
Ziarah..Batin..Renungan dan Catatan Harian
dan.Renungan.RUAH..-Mirifica.NET-Komunikasi_KAS-
-glenX-
October 17, 2008, 12:53
Sabtu, 18 Oktober 2008
Pesta Santo Lukas Penginjil
Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu --- Luk 12:31
Doa Renungan
Ya Bapa, Putera-Mu telah mengutus tujuh puluh orang murid-Nya untuk mewartakan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Bantulah kami pada hari ini agar dapat menjadi pewarta sabda-Mu, seperti Santo Lukas yang dengan berani mewartakan sabda-Mu melalui injilnya. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.
BACAAN PERTAMA
Pembacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Timotius (4:10-17b)
10 Saudaraku terkasih, Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi ke Galatia dan Titus ke Dalmatia. 11 Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku. 12 Tikhikus telah kukirim ke Efesus. 13 Jika engkau ke mari bawa juga jubah yang kutinggalkan di Troas di rumah Karpus dan juga kitab-kitabku, terutama perkamen itu. 14 Aleksander, tukang tembaga itu, telah banyak berbuat kejahatan terhadap aku. Tuhan akan membalasnya menurut perbuatannya. 15 Hendaklah engkau juga waspada terhadap dia, karena dia sangat menentang ajaran kita. 16 Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorangpun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku--kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka--, 17 tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya.
Demikianlah sabda Tuhan
Mazmur Tanggapan
(Mzm 145:10-11.12-13ab.17-18)
Refr. Para kudus-Mu, ya Tuhan, memaklumkan Kerajaan-Mu yang semarak mulia.
1.Segala yang Kaujadikan akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.
2. Mereka memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan memaklumkan kerajaan-Mu yang semarak mulia. Kerajaan-Mu ialah kerajaan abadi, pemerintahan-Mu lestari melalui segala keturunan.
3.Tuhan itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.
Bait Pengantar Injil
Refr. Alleluya
Ayat.Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Aku telah menetapkan kamu supaya pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap.
Siap menjadi murid Yesus berarti siap menjalankan tugas perutusan. Dalam menjalankan tugas tersebut, orang beriman harus lebih percaya pada penyelenggaraan Allah daripada kekuatannya sendiri.
INJIL
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (10:1-9)
"Kerajaan Allah sudah dekat, bertobat dan percayalah pada Injil."
1 Pada suatu hari Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. 2 Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. 3 Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. 4 Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan. 5 Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. 6 Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. 7 Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. 8 Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, 9 dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.
Demikianlah Injil Tuhan
Injil Lukas
Menceritakan Yesus sebagai Raja Penyelamat yang dijanjikan Tuhan untuk Israel dan seluruh umat manusia. Dalam bukunya ini Lukas menulis bahwa Yesus telah diberi tugas oleh Roh Kudus untuk menyiarkan Kabar Baik dari Tuhan kepada kaum miskin. Injil ini penuh dengan perhatian terhadap orang-orang dengan berbagai kebutuhan. Nampak pula suatu nada sukacita dalam buku Lukas ini, terutama pada pasal-pasal pertama mengenai kedatangan Yesus. Pada bagian penutupnya menceritakan terangkatnya Yesus ke surga. Kisah tentang pertumbuhan dan penyebaran agama Kristen setelah Yesus naik ke surga diceritakan juga oleh penulis kitab ini di dalam Kisah Para Rasul.
Menurut tradisi, Lukas adalah seorang dokter kafir tapi lembut serta baik hati, dan mengenal Kristus melalui pewartaan Rasul St. paulus. Setelah menjadi seorang Kristen, ia pergi menyertai Paulus ke berbagai tempat. Lukas merupakan seorang penolong yang banyak membantu Rasul Paulus dalam mewartakan iman. Kitab Suci menyebut Lukas sebagai "Tabib Lukas yang kekasih".
St. Lukas adalah penulis dua buah kitab dalam Kitab Suci, yaitu Injil Lukas dan Kisah Para Rasul. Lukas ingin menulis tentang Dia bagi umat Kristiani yang baru bertobat. Jadi, ia berbicara denagn mereka-mereka yang mengenal Yesus. Ia mencatat semua perbuatan Yesus yang mereka lihat dan Sabda Yesus yang mereka dengar. Menurut tradisi, Lukas memperoleh sebagian informasi penting dari Santa Perawan Maria sendiri. Bunda Maria merupakan orang yang tepat yang dapat menggambarkan secara jelas kedatangan malakat Gabriel kepadanya untuk menyampaikan Kabar Gembira. Bunda Maria-lah yang paling dapat menceritakan secara rinci kisah kelahiran Yesus di Betlehem serta pengungsian Keluarga Kudus ke Mesir.
Lukas juga menuliskan kisah tentang bagaimana para rasul mulai mewartakan Sabda Yesus setelah Ia kembali ke surga. Dalam kitab tulisan Lukas, Kisah Para Rasul, kita mengetahui bagaimana Gereja mulai tumbuh dan berkembang. Kita tidak tahu pasti bilamana atau di mana Lukas wafat. Ia merupakan salah seorang dari keempat penulis Injil. Dari Injil Lukas kita mengenal cinta serta belas kasih Yesus. Luangkan sedikit waktu hari ini untuk membaca dengan khidmat sebagian dari Injil yang ia tulis.
Renungan
Pendengaran dan mendengarkan merupakan indera dan kegiatan pertama seorang manusia. Sejak dalam kandungan ibu, seorang anak telah dapat mendengarkan, dan apa yang didengarkannya itu akan membentuk kepribadiannya kelak. Maka, baiklah kita memperhatikan secara sungguh-sungguh keutamaan mendengarkan ini.
Sebagai murid Kristus, agar terus tumbuh dan berkembang sebagai pribadi beriman, kita hendaknya mendengarkan dengan baik semua ajaran-Nya dan mencermati setiap informasi yang disampaikan kepada kita. Mendengarkan (to listen) berbeda dengan mendengar (to hear). Mendengarkan berarti mengerahkan dan membuka hati, jiwa, akal budi, dan tubuh sepenuhnya kepada apa yang harus didengarkan, dan untuk itu memang dibutuhkan kerendahan hati. Maka, karena begitu dominannya peran mendengarkan dalam pembentukan pribadi manusia, hendaknya kata-kata kita bermanfaat bagi sesama yang berkehendak untuk tumbuh dan berkembang sebagai pribadi cerdas dalam beriman. Semua itu kita laksanakan agar "Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya" (Ef 1:18).
Tuhan, Engkau bersabda melalui segala ciptaan-Mu serta menyampaikan kehendak-Mu melalui Roh Kudus yang berkarya dalam sesama yang berkehendak baik. Anugerahilah aku kepekaan untuk mendengarkan sabda-Mu serta bisikan Roh Kudus agar sikap dan tindakanku sesuai dengan kehendak-Mu. Amin.
Ziarah..Batin..Renungan dan Catatan Harian
dan.Renungan.RUAH..-Mirifica.NET-Komunikasi_KAS-
-glenX-
October 18, 2008, 14:50
Hari Minggu Biasa XXIX (HARI MINGGU MISI)
Sabtu 18, Minggu 19 Oktober 2008
Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tapi daging lemah --- Mrk 14:38
DOA RENUNGAN
Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, Engkau mengajar umat untuk beriman dengan benar. Engkau pula yang membentuk hati umat agar bersikap dengan tepat pada saat yang tepat pula. Berilah kami jiwa seorang murid yang setia dan tahan uji, sehingga kami dapat menjalankan tugas merasul dengan penuh kasih dan tekun, sebagaimana telah dibuat oleh para martir dan saksi iman. Mereka inilah yang menjadi pemicu semangat kami dalam mengabdi Yesus Putera-Mu. Dialah Tuhan dan pengantara kami yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin.
BACAAN PERTAMA
Pembacaan dari Kitab Nabi Yesaya (45:1.4-6)
"Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah."
1. Beginilah firman TUHAN: "Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa didepannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup. 4. Oleh karena hamba-Ku Yakub dan Israel, pilihan-Ku, maka Aku memanggil engkau dengan namamu, menggelari engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku. 5 Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku, 6 supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenam-nya, bahwa tidak ada yang lain diluar Aku. Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain".
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
MAZMUR TANGGAPAN PS. 863
Reff. Pujilah Tuhan, hai umat Allah, Pujilah Tuhan, hai umat Allah.
1.Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa, kisahkanlah karya-karya-Nya yang ajaib di antara segala suku.
2.Sebab mahabesarlah Tuhan, dan sangat terpuji, Ia lebih dahsyat daripada segala dewata. Sebab segala allah para bangsa adalah hampa, tetapi Tuhan, Dialah yang menjadikan langit.
3.Kepada Tuhan, hai suku-suku bangsa, kepada Tuhan sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya.
BACAAN KEDUA
Pembacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Timotius (1:1-5b)
" Kami terkenang akan iman, cinta kasih, dan harapan-Mu.. "
1 Dari Paulus, Silwanus dan Timotius kepada jemaat orang-orang Tesalonika yang di dalam Allah Bapa dan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu. 2 Kami selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu semua dan menyebut kamu dalam doa kami. 3 Sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita. 4 Dan kami tahu, hai saudara-saudara yang dikasihi Allah, bahwa Ia telah memilih kamu. 5 Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh.
Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.
BAIT PENGANTAR INJIL PS. 961
Ref. Alleluya, Alleluya, Alleluya
Solis: Hendaklah kamu bersinar di dunia seperti bintang-bintang sambil berpegang pada sabda kehidupan.
INJIL
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (22:15-22)
"Tentang membayar pajak kepada Kaisar"
15 Kemudian pergilah orang-orang Farisi; mereka berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan. 16 Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang Herodian bertanya kepada-Nya: "Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka. 17 Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: "Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada kaisar atau tidak?" 18 Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: "Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? 19 Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu." Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya. 20 Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah ini?" 21 Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah." 22 Mendengar itu heranlah mereka dan meninggalkan Yesus lalu pergi.
I. Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus
Renungan
"Seratus persen Katolik dan seratus persen warganegara." Itulah moto yang dicanangkan oleh Mgr. A. Soegijapranata, SJ dalam mendampingi dan menggembalakan umatnya. Moto ini merupakan perwujudan iman kita pada Yesus, Penyelamat Dunia. Yesus adalah Penyelamat Dunia, dan dalam melaksanakan tugas perutusan-Nya, Ia sungguh mendunia, memasuki seluk-beluk duniawi. Maka, kita yang beriman kepada-Nya dipanggil untuk meneladani Dia: menghayati iman dengan mendunia.
Semakin kita mendunia, kita akan semakin menghadapi banyak tantangan dan hambatan dalam menghayati iman kita. Dan "mendunia, mengurus, dan mengelola" harta benda duniawi tanpa iman akan mengarahkan kita ke malapetaka. Karena itu, semakin kita mendunia, kita harus semakin beriman, semakin kita sibuk dengan segala tugas dan pekerjaan kita, kita harus senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan. Kita dipanggil untuk menghayati apa yang dikatakan oleh Paulus kepada umat di Tesalonika ini, "Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja"(1Tes 1:5).
Tuhan, berbagai tindak kejahatan dan godaan untuk bertindak jahat menjamur di lingkungan hidupku: dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kuatkan imanku agar dalam hidup bersama aku dapat menjadi saksi iman akan Dikau. Amin.
Ziarah..Batin..Renungan dan Catatan Harian
dan.Renungan.RUAH..-Mirifica.NET-Komunikasi_KAS-
-glenX-
October 19, 2008, 12:24
Bacaan Kitab Suci
20-26 Oktober 2008
20.Senin....,Hari Biasa
..................Ef 2:12-22; Mzm 100:2.3.4.5; Luk 12:13-21
21.Selasa..,Hari Biasa
..................Ef 2:12-22; Mzm 85:9ab-10.11-12.13.14; Luk 12:35-38
22.Rabu....,Hari Biasa
..................Ef 3:2-12; MT Yes 12:2-3.4BCD.5-6; Luk 12:39-48
23.Kamis...,Pw. S. Yohanes dari Capestrano
..................Ef 3:14-21; Mzm 33:1-2.4-5.11-12.18-19; Luk 12:49-53
24.Jumat...,Hari Biasa
..................Ef 4:1-6; Mzm 24:1-2.3-4ab.5-6; Luk 12:54-59
25.Sabtu...,Pesta St Lukas, Penginjil
..................Ef 4:7-16; Mzm 122:1-2.3-4a.4b-5; Luk 13:1-9
26.Minggu..,HARI MINGGU BIASA XXX
..................Kel 22:20-26; Mzm 18:2-3a.3bc-4.47:51ab (839/962); 1Tes 1:5c-10 ; Mat 22:34-40
-glenX-
October 19, 2008, 12:29
Senin, 20 Oktober 2008
Hari Biasa
"Keselamatan itu bukanlah hasil usahamu, melainkan pemberian Allah"
BACAAN PERTAMA
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Efesus (2:1-10)
"Tuhan telah menghidupkan kita bersama dengan Kristus, dan telah memberi kita tempat di surga bersama dengan Dia."
1 Saudara-saudari, kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. 2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. 3 Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain. 4 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, 5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita--oleh kasih karunia kamu diselamatkan 6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, 7 supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. 8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. 10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
Mazmur Tanggapan
(Mzm 100:2.3.4.5)
Refr. Tuhanlah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita.
Ayat.
1.Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Beribadahlah kepada Tuhan dengan suka cita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
2.Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita; kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
3.Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, masuklah ke pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya, dan pujilah nama-Nya!
4.Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun temurun.
Bait Pengantar Injil
Refr. Alleluya
Ayat.Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga
INJIL
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (12:13-21)
"Bagi siapakah nanti harta yang telah kausediakan itu?"
13 Sekali peristiwa Yesus mengajar banyak orang. Salah seorang dari mereka berkata kepada Yesus: "Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku." 14 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?" 15 Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu." 16 Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. 17 Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. 18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. 19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! 20 Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? 21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus
Renungan
"Mengumpulkan harta kekayaan untuk tujuh turunan." Begitulah moto kaum materialistis dan serakah. Kaya akan harta benda memang tidak dilarang. Namun, ketika kita menjadi materialistis serta tidak peka terhadap sesama yang menderita dan berkekurangan, hidup kita senantiasa merasa terancam, tidak damai, dan tidak tenteram. Sebab, dengan itu, kita menjadikan harta benda sebagai tujuan atau ‘tuhan', bukan sebagai sarana.
Harta benda pada dasarnya bersifat sosial dan bertujuan untuk membuat manusia semakin manusiawi dan beriman kepada Tuhan. Dalam hidup menggereja, harta benda disebut sebagai harta benda gerejawi dan harus dimanfaatkan sesuai dengan tujuannya, yaitu memenuhi kebutuhan sarana-prasarana untuk beribadat kepada Tuhan, mencukupi kebutuhan hidup para petugas pastoral, dan berbuat amal atau kasih, terutama terhadap mereka yang miskin dan berkekurangan. Maka, baiklah kita menggunakan harta benda/milik pribadi tidak jauh dari tujuan di atas. Semakin kita kaya akan harta benda, hendaknya kita semakin mengasihi dan dikasihi oleh Tuhan dan sesama, atau semakin bersahabat dengan Tuhan dan segala ciptaan-Nya. Ingatlah bahwa "karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu" (Ef 2:8-9).
Tuhan, Engkau begitu bermurah hati kepada aku yang lemah dan rapuh ini. Segala sesuatu yang aku miliki adalah anugerah-Mu. Mampukanlah aku untuk memanfaatkan anugerah-anugerah-Mu itu dengan syukur dan terima kasih demi kebahagiaan sesama maupun diriku sendiri. Amin.
Ziarah..Batin..Renungan dan Catatan Harian
-glenX-
October 20, 2008, 12:32
Selasa, 21 Oktober 2008
Hari Biasa
"Berjaga-jagalah, hendaknya pinggangmu tetap terikat dan pelitamu tetap menyala!"
Doa Renungan
Tuhan Yesus Kristus, Engkau bersabda hari ini agar kami senantiasa berjaga-jaga, seperti pelayan yang setia dan mau berjaga-jaga menantikan kedatangan tuannya. Kami mohon pada-Mu, kuatkanlah kami selalu agar senantiasa mawas diri dan berpegang pada sabda yang Kauberikan kepada kami agar kami layak di hadapan-Mu. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Efesus (2:12-22)
"Kristuslah damai sejahtera kita yang mempersatukan kedua belah pihak."
12 Saudara-saudari, ingatlah bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia. 13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus. 14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, 15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,E 16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. 17 Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang "jauh" dan damai sejahtera kepada mereka yang "dekat", 18 karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. 19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, 20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. 21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. 22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
Mazmur Tanggapan
(Mzm 85:9ab-10.11-12.13.14)
Refr. Tuhan hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya.
Ayat.
1. Aku ingin mendengar apa yang hendak difirmankan Allah! Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya? Sunnguh, keselamatan dari Tuhan dekat pada orang-orang takwa, dan kemuliaan-Nya diam di negeri kita.
2. Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan merunduk dari langit.
3. Tuhan sendiri akan memberikan kesejahteraan, dan negeri kita akan memberikan hasil. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan damai akan menyusul di belakang-Nya.
Bait Pengantar Injil
Refr. Alleluya, Alleluya, Alleluya, Alleluya
Ayat. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, agar kalian tahan berdiri didapan nak Manusia
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (12:35-38)
"Berbahagialah hamba yang didapati tuannya sedang berjaga."
35 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. 36 Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya. 37 Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. 38 Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka.
Inilah Injil Tuhan kita
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
"Persiapan" merupakan sesuatu yang senantiasa dilaksanakan dengan baik oleh orang-orang yang mendambakan kesuksesan dalam hidup, panggilan, dan tugas perutusan. Paling tidak, dengan persiapan yang baik, kita berharap mendapatkan hasil yang memuaskan dan membahagiakan. Karena itu, kita hendaknya mempersiapkan segala sesuatu dengan baik dan memadai.
Hidup ini adalah persiapan untuk mati, menghadap Sang Pencipta. Karena itu, hendaklah hidup, tugas, dan pekerjaan kita sehari-hari dijiwai oleh persiapan yang memadai. Dalam persiapan ini, hendaknya kita memperhatikan semua yang dibutuhkan dalam hidup dan tugas, agar kita dapat sesempurna mungkin menghayati dan melaksanakannya. Hidup sebagai persiapan untuk mati atau dipanggil Tuhan berarti hidup dengan baik dan berbudi pekerti luhur, bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan untuk saling mengasihi. Hidup dan semua yang menyertai hidup kita adalah anugerah atau kasih karunia Tuhan. Maka, hanya dalam dan oleh kasih karunia Tuhan kita dapat hidup bahagia, sejahtera, dan damai.
Tuhan, hidup dan kerjaku di dunia ini hanyalah perjalanan untuk kembali kepada-Mu. Curahkanlah rahmat-Mu agar dalam peziarahan ini aku senantiasa sehat secara jasmani dan rohani dan selalu siap ketika Engkau memanggilku dari dunia ini. Amin.
Ziarah..Batin..Renungan dan Catatan Harian
-glenX-
October 21, 2008, 12:31
Rabu, 22 Oktober 2008
Hari Biasa
"Berjaga-jaga dan siap-siagalah selalu. Jangan lengah sedetikpun."
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Efesus (3:2-12)
"Rahasia Kristus kini telah diwahyukan dan para bangsa menjadi pewaris perjanjian."
2 Saudara-saudari, kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu, 3 yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat. 4 Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus, 5 yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus, 6 yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus. 7 Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya. 8 Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu, 9 dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu, 10 supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga, 11 sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. 12 Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.
Antar Bacaan
(Yes 12:-2-3.4bcd.5-6)
Refr. Kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan
Ayat.
1.Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya denagn tidak gemetar; sebab Tuhan Allah itu kekuatan dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan.
2.Bersyukurlah kepada Tuhan, panggillah nama-Nya, beritahukanlah karya-Nya di antara bangsa bangsa, masyhurkanlah bahwa nama-Nya tinggi luhur! 3.Bermazmurlah bagi Tuhan, sebab mulialah karya-Nya! Baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi! Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab Yang Mahakudus, Allah Israel, agung ditengah-tengahmu!
Bait Pengantar Injil
Refr. Alleluya
Ayat.Berjaga-jaga dan bersiap-siaplah, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (12:39-48)
"Barangsiapa diberi banyak, banyak pula yang dituntut darinya."
39 Pada suatu ketika berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya, ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. 40 Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan." 41 Kata Petrus: "Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?" 42 Jawab Tuhan: "Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya? 43 Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. 44 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. 45 Akan tetapi, jikalau hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba laki-laki dan hamba-hamba perempuan, dan makan minum dan mabuk, 46 maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia. 47 Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan. 48 Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut."
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!.
Renungan
"Semuanya adalah anugerah Tuhan, anak dan segala sesuatu yang kita miliki adalah titipan dari Tuhan," kata seorang beriman. Sebagai manusia, yang diciptakan sesuai dengan citra Allah, kita dipanggil untuk mengelola hidup ini serta segala sesuatu yang kita miliki sesuai dengan kehendak-Nya.
Jika kita perhatikan, tampaknya banyak orang tidak mampu mengurus atau mengelola hidup dan segala sesuatu yang dimilikinya dengan baik. Sebagai pengurus atau pengelola, hendaknya kita bekerja dengan penuh tanggung jawab dan dijiwai oleh sikap jujur, disiplin, rajin, teratur, dan taat, sehingga kita tidak menjadi masalah, baik bagi diri kita sendiri maupun bagi orang lain. Pengurus atau pengelola yang baik tidak melakukan korupsi. Sebaliknya, dia berani melawan dan memberantas tindakan korupsi, apalagi kalau itu berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. Dan untuk itu rasanya kita akan menghadapi banyak tantangan dan hambatan. Namun, "Di dalam Dia kita beroleh keberanian" (Ef 3:12a).
Tuhan, Engkau telah menganugerahiku tugas dan perutusan yang harus aku laksanakan dengan baik sesuai kehendak-Mu. Jadikanlah aku pengelola yang jujur, disiplin, serta taat pada berbagai aturan yang terkait dengan tugas dan pekerjaanku. Amin.
Ziarah..Batin..Renungan dan Catatan Harian
st_caecilia
October 22, 2008, 07:26
Efesus bab 3 ayat 12 Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya.
Di dalam Kristus, kita memperoleh keberanian, keberanian itu harus timbul dalam mewartakan kasih Allah. Menunjukkannya kepada sesama. Tidak sebatas kata-kata, namun dalam tindakan nyata. Kasih harus diperjuangkan meskipun sulit.
Kasih, damai sejahtera Allah selalu menyertai kita, bila kita semua hidup sesuai perintah dan kehendak-Nya.
-glenX-
October 22, 2008, 14:02
Kamis, 23 Oktober 2008
Peringatan Wajib St Yohanes Capestrano, Imam
"Allah sanggup melakukan jauh lebih banyak daripada yang dapat kita doakan dan kita pikirkan!"
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Efesus (3:14-21)
"Semoga kalian berakar dan beralas dalam kasih, dan dipenuhi di dalam
seluruh kepenuhan Allah."
14 Saudara-saudari, aku bersujud kepada Bapa, 15 yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya. 16 Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita. 21 bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.
Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Refr. Bumi penuh dengan kasih setia Tuhan
(Mzm 33:1-2.4-5.11-12.18-19)
Ayat.
1. (1) Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam TUHAN! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur. (2) Bersyukurlah kepada Tuhan dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali!
2. (4) Sebab firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan. (5) Ia senang kepada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia Tuhan.
3. (11) Tetapi rencana Tuhan tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun. (12) Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah Tuhan, suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri!
4. (18) Sesungguhnya, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, (19) untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.
Bait Pengantar Injil
Refr. Alleluya
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (12:49-53)
"Aku datang bukannya membawa damai, melainkan pertentangan."
49 Pada suatu ketika Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, "Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala! 50 Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung! 51 Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan. 52 Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga. 53 Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus
Renungan
Dibaptis dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus atau dipanggil Allah berarti ‘mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan', sehingga cara hidup atau perilaku kita sesuai dengan kehendak Tuhan, bukan kehendak diri sendiri. Dalam menerima Sakramen Baptis, dasar hidup beriman dan panggilan-panggilan berikutnya, kita berjanji untuk hanya mengabdi Tuhan serta menolak semua godaan setan.
Menghayati rahmat Sakramen Baptis berarti "Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih" (Ef 3:17). Berakar serta berdasar di dalam kasih berarti mengatasi ‘ikatan suku, agama, dan ras' karena kasih tidak dapat dibatasi oleh ruang dan waktu atau manusia. Kasih itu berlaku secara universal. Dengan kata lain, orang yang telah dibaptis senantiasa bertindak demi kepentingan umum atau kesejahteraan dan kebahagiaan bersama, bukan untuk diri sendiri, golongan, atau kelompok sendiri. Orang yang telah dibaptis, bertemu dengan sesamanya yang juga telah dibaptis, berarti saling mengasihi dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan tenaga sebagai tanda bahwa kita adalah pengikut Yesus Kristus.
Tuhan, dalam dan karena kasih Engkau telah menciptakan aku serta menganugerahi segala sesuatu yang aku butuhkan dalam hidup ini. Ajarilah aku untuk meneruskan kasih-Mu kepada sesama, tanpa memandang suku, agama, maupun ras. Amin
Ziarah Batin - Renungan dan Catatan Harian
-glenX-
October 23, 2008, 13:22
Jumat, 24 Oktober 2008
Hari Biasa
Iman adalah kunci pintu masuk menuju keselamatan
Doa Renungan
Ya Bapa, betapa mudahnya menemukan musuh di dunia ini setiap hari, tetapi sungguh sulitlah bagi kami untuk berdamai dengan mereka, karena gelagat kami yang tidak pernah mau mengalah. Bantulah kami agar mau berdamai dengan siapa pun, agar dengan demikian kami layak masuk dalam kerajaan-Mu, karena Engkaulah Tuhan kami. Amin.
BACAAN PERTAMA
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Efesus (4:1-6)
"Satu tubuh, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan."
Saudara-saudara, aku yang dipenjarakan demi Tuhan, menasehati kalian supaya sebagai orang-orang yang terpanggil, kalian hidup sepadan dengan panggilanmu itu. Hendaklah kalian selalu rendah hati, lemah lembut dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh dalam ikatan damai sejahtera. Satu tubuh, satu Roh, sebagaimana kalian telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu. Satu Tuhan, satu iman, satu baptisan. Satu Allah dan Bapa kita sekalian yang mengatasi semua, menyertai semua dan menjiwai kita semua.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
(Mzm 24:1-2.3-4ab.5-6)
Refr. Itulah angkatan orang-orang yang mencari wajah-Mu, ya Tuhan.
1.Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya, jagat dan semua yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkan bumi di atas lautan, dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
2.Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan diri kepada penipuan.
3.Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan dan keadilan dari Allah, penyelamatnya. Itulah angkatan orang-orang yang mencari Tuhan, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.
Bait Pengantar Injil
Refr. Alleluya
Ayat.Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas: (Luk 12:54-59)
"Kalian tahu menilai gelagat bumi dan langit, tetapi mengapa tidak dapat menilai zaman ini?"
Pada suatu ketika Yesus bersabda kepada orang banyak, "Apabila kalian melihat awan naik di sebelah barat, segera kalian berkata, 'Akan datang hujan.' Dan hal itu memang terjadi. Dan apabila kalian melihat angin selatan bertiup, kalian berkata, 'Hari akan panas terik.' Dan hal itu memang terjadi. Hai orang-orang munafik, kalian tahu menilai gelagat bumi dan langit, tetapi mengapa tidak dapat menilai zaman ini? Dan mengapa engkau tidak memutuskan sendiri apa yang benar? Jika engkau dan lawanmu pergi menghadap penguasa,berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan. Jangan sampai ia menyeret engkau kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya, dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu, 'Engkau takkan keluar dari sana, sebelum melunasi hutangmu'."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus
Renungan
Di dalam perjalanan hidup atau melaksanakan tugas dan pekerjaan, kita menghadapi berbagai macam aturan yang harus kita ikuti dan hayati jika kita ingin berhasil. Rambu-rambu tersebut ada yang tertulis atau tergambar dengan jelas, misalnya peraturan kepegawaian dan peraturan lalu lintas. Namun, ada juga yang kurang jelas, misalnya ‘bahasa tubuh'. Barang siapa peka dan dapat memahami aneka rambu tersebut dan kemudian menanggapi secara positif, ia akan selamat, damai, dan sejahtera.
"Bahasa tubuh" atau cara berperilaku itu misalnya rendah hati, lemah-lembut, sabar, dan saling membantu. Untuk dapat memahami ‘bahasa tubuh' tersebut, juga dibutuhkan kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran. Maka, baiklah dalam hidup bersama, kapan dan di mana pun, kita berusaha seoptimal mungkin untuk bertindak dengan rendah hati, lemah-lembut, sabar, dan saling membantu, sehingga kita dapat berdamai atau bersahabat dengan siapa dan apa pun. Santo Paulus menasihati kita "supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu"(Ef 4:1).
Tuhan, Santo Paulus mengingatkanku agar aku hidup sesuai dengan panggilanku. Aku mohon rahmat dan dampingan-Mu agar aku setia pada panggilan hidupku dengan saling mengasihi dan membantu dalam hidup sehari-hari. Amin.
Ziarah Batin - Renungan dan Catatan Harian
Bacaan Kitab Suci renungan ini diambil dari Renungan Inspirasi Harian dan Renungan Ruah terjemahan dari Alkitab bahasa latin Lectionarium dan Evangeliarium yang sering digunakan dalam Perayaan Ekaristi.
-glenX-
October 24, 2008, 14:09
Sabtu, 25 Oktober 2008
Hari Biasa
Barangsiapa dapat memahami dirinya sendiri, ia akan dapat memahami semua orang. Jika ada yang mencintai orang lain, ia dapat mempelajari sesuatu tentang dirinya sendiri
Doa Renungan
Ya Tuhan, kerap kali kami tidak dapat menyadari segala kekurangan yang ada di dalam diri kami, sehingga kami juga sering menilai orang lebih jelek daripada kami. Bimbinglah kami hari ini, ya Tuhan, untuk melihat segala kekurangan kami terlebih dahulu dan mencoba bercermin dari kekurangan itu. Sebab Engkaulah Tuhan kami kini dan sepanjang masa. Amin.
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Efesus (4:7-16)
" Kristuslah kepala tubuh, dan daripadanya seluruh tubuh menerima pertumbuhannya. "
Saudara-saudari, kepada kita masing-masing elah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. Itulah sebabnya Kitab Suci berkata, "Tatkala naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia." Bukankah "Ia telah naik" berarti Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? Dia yang telah turun itu Dialah pula yang telah naik jauh lebih tinggi daripada semua langit, untuk memenuhi segala sesuatu. Dialah juga yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pewarta Injil, gembala umat maupun pengajar; semuanya itu untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi tugas pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus. Dengan demikian akhirnya kita semua akan mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah kedewasaan penuh dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.Dengan demikian kita bukan lagi anak-anak kecil, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, atau oleh permainan palsu dalam kelicikan mereka yang menyesatkan. Sebaliknya dengan berpegang teguh pada kebenaran dalam kasih,kita bertumbuh dalam segala hal menuju Kristus Sang Kepala. Daripada-Nya seluruh tubuh menerima pertumbuhannya guna membangun diri dalam kasih; itulah tubuh yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
(Mzm 122:1-2.3-4a.4b-5)
Refr. Aku bersukacita, ketika orang berkata kepadaku, "Mari kita pergi ke rumah Tuhan."
1.Aku bersukacita, ketika orang berkata kepadaku, "Mari kita pergi ke rumah Tuhan." Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.
2.Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat, yakni suku-suku Tuhan.
3.Untuk bersyukur kepada nama Tuhan sesuai dengan peraturan bagi Israel. Sebab di Yerusalemlah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga Raja Daud.
Bait Pengantar Injil
Refr. Alleluya
Ayat.Tuhan telah berfirman, "Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan kepada pertobatannya supaya ia hidup." Al
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas: (13:1-9)
"Jikalau kalian semua tidak bertobat, kalian pun akan binasa dengan cara demikian. "
Pada waktu itu beberapa orang datang kepada Yesus dan membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang dibunuh Pilatus, sehingga darah mereka tercampur dengan darah kurban yang mereka persembahkan. Berkatalah Yesus kepada mereka, "Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya daripada semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu? Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kalian tidak bertobat, kalian semua pun akan binasa dengan cara demikian. Atau sangkamu kedelapan belas orang yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya daripada semua orang lain yang tinggal di Yerusalem? Tidak! Kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kalian tidak bertobat, kalian semua pun akan binasa dengan cara demikian." Kemudian Yesus menceritakan perumpamaan ini, "Ada seorang mempunyai sebatang pohon ara, yang tumbuh di kebun anggurnya. Ia datang mencari buah pada pohon itu, tetapi tidak menemukannya. Maka berkatalah ia kepada pengurus kebun anggur itu, 'Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara itu, namun tidak pernah menemukannya. Sebab itu tebanglah pohon ini. Untuk apa pohon itu hidup di tanah ini dengan percuma?' Pengurus kebun anggur itu menjawab, "Tuan, biarkanlah pohon ini tumbuh selama setahun ini lagi. Aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya. Mungkin tahun depan akan berbuah. Jika tidak, tebanglah!"
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
"Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!" (Luk 13:8-9). Permohonan seperti ini rasanya menjadi isi hati banyak orang, entah demi kepentingan sendiri maupun orang lain. Mohon untuk diberi waktu guna mengusahakan pertobatan atau pembaruan hidup. Jika permohonan macam ini kita ajukan kepada Tuhan, pasti permohonan itu dikabulkan-Nya karena Dia itu maha pengasih dan maha pengampun.
Jika kita dianugerahi umur panjang, hendaklah hidup ini dihayati dengan penuh syukur dan terima kasih serta mewujudkannya dalam kebersamaan dan persaudaran. Kebersamaan hidup menjadi dambaan atau kerinduan kita semua dan akan menjadi nyata atau terwujud jika setiap kita ‘bertumbuh dan membangun diri dalam kasih pengampunan'. Kasih dan pengampunan itu selalu menghidupkan dan menggairahkan.
Tuhan, setiap kali, aku berdoa dan mohon kepada-Mu ‘ampunilah kami seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami'. Dengan rendah hati aku mohon rahmat-Mu agar aku dapat menghayati apa yang aku doakan itu. Amin.
Ziarah Batin - Renungan dan Catatan Harian
Bacaan Kitab Suci renungan ini diambil dari Renungan Inspirasi Harian dan Renungan Ruah terjemahan dari Alkitab bahasa latin Lectionarium dan Evangeliarium yang sering digunakan dalam Perayaan Ekaristi.
-glenX-
October 25, 2008, 13:26
Hari Minggu Biasa XXX
Sabtu-Minggu, 25-26 Oktober 2008
"Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Keluaran (22:21-27)
"Jika kamu menyusahkan janda dan yatim piatu, maka murka-KU akan bangkit"
21 Beginilah firman Tuhan, "Janganlah kau tindas atau kau tekan seorang orang asing, sebab kamupun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir. 22 Seorang janda atau anak yatim janganlah kamu tindas.23 Jika engkau memang menindas mereka ini, tentulah Aku akan mendengarkan seruan mereka, jika mereka berseru-seru kepada-Ku dengan nyaring.24 Maka murka-Ku akan bangkit dan Aku akan membunuh kamu dengan pedang, sehingga isteri-isterimu menjadi janda dan anak-anakmu menjadi yatim. 25.Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang dari umat-Ku, orang yang miskin di antaramu, maka janganlah engkau berlaku sebagai seorang penagih utang terhadap dia: janganlah kamu bebankan bunga uang kepadanya. 26 Jika engkau sampai mengambil jubah temanmu sebagai gadai, maka haruslah engkau mengembalikannya kepadanya sebelum matahari terbenam, 27 sebab hanya itu saja penutup tubuhnya, itulah pemalut kulitnya - pakai apakah ia pergi tidur ? Maka apabila ia berseru-seru kepada-Ku, Aku akan mendengarkannya, sebab Aku ini pengasih."
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
Mazmur Tanggapan PS. 839
Refr. Aku mengasihi Tuhan, Dia sumber kekuatan. Hidupku kan menjadi aman dalam lindungan-Nya.
Ayat.
1. Aku mengasihi Engkau, ya Tuhan, kekuatanku; ya Tuhan, bukit batuku, kubu pertahanan dan penyelamatku.
2. Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku! Terpujilah Tuhan, seruku: maka akupun selamat dari para musuhku.
Bacaan Kedua
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Tesalonika (1:5c-10)
"Kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk mengabdi kepada Allah dan menantikan kedatangan anak-Nya."
5c Saudara-saudara, kamu tahu, bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu.http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif 6 Dan kamu telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan; dalam penindasan yang berat kamu telah menerima firman itu dengan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus,http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif 7 sehingga kamu telah menjadi teladan untuk semua orang yang percaya di wilayah Makedonia dan Akhaya.http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif 8 Karena dari antara kamu firman Tuhan bergema bukan hanya di Makedonia dan Akhaya saja, tetapi di semua tempat telah tersiar kabar tentang imanmu kepada Allah, sehingga kami tidak usah mengatakan apa-apa tentang hal itu.http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif 9 Sebab mereka sendiri berceritera tentang kami, bagaimana kami kamu sambut dan bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar,http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif 10 dan untuk menantikan kedatangan Anak-Nya dari sorga, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang.http://www.ekaristi.org/bible/images/px.gifhttp://www.ekaristi.org/bible/images/px.gif
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Bait Pengantar Injil PS. 962
Refr. Alleluya, Alleluya, Alleluya, Alleluya
Ayat. Jika seorang mengasihi Aku, ia mentaati sabda-Ku, Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan kami akan datang kepadanya.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (23:34-40)
"Kasihanilah Tuhan Allahmu dan kasihanilah sesamamu seperti dirimu sendiri"
34 Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkem, berkumpullah mereka 35 dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia: 36 "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" 37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. 39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. 40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."
I. Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus
Renungan
"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu." Itulah jawaban Yesus atas pertanyaan ahli Taurat yang mencobai Dia. "Segenap" berarti "seutuhnya". Sebaliknya, setengah-setengah berarti ganjil, aneh, atau tidak utuh. Orang-orang yang setengah-setengah ini akan mengalami kesulitan dalam mengasihi. Karena itu, hendaknya kita hanya mengabdi kepada satu tuan, sehingga pengabdian kita itu total; tidak setengah-setengah.
Orang yang dapat mengasihi Tuhan pada umumnya juga dapat mengasihi sesamanya. Sebaliknya, orang yang dapat mengasihi sesama, dengan mudah dapat mengasihi Tuhan. Jika kita tidak dapat mengasihi sesama, kita juga tidak mampu mengasihi Tuhan. Maka, baiklah kita berusaha untuk mengasihi sesama kapan dan di mana pun.
Mengasihi dengan ‘segenap hati' berarti memberikan perhatian sepenuhnya kepada yang dikasihi sebab hati adalah pusat pemikiran dan emosi kita; dengan ‘segenap jiwa' berarti bergairah dan gembira dalam memperhatikan sesama; sedangkan dengan ‘segenap akal budi' berarti perhatian tersebut meliputi seluruh kesadaran dan kemampuan kita untuk merencanakan sesuatu. Dan inti dari semuanya adalah tanpa syarat apa pun. Mengasihi sesama itu tidak sulit jika kita berani menyadari dan menghayati bahwa kita diciptakan, dilahirkan, dan dibesarkan dalam dan oleh kasih.
Tuhan, kasih-Mu telah aku terima dengan melimpah ruah melalui orangtua, kakak-adik serta sahabat dan kenalanku, sehingga aku dapat hidup seperti saat ini. Mampukanlah aku menyebarluaskan kasih yang telah aku terima itu kepada orang-orang yang aku jumpai. Amin.
Ziarah Batin - Renungan dan Catatan Harian
-glenX-
October 26, 2008, 13:36
Intensi Kerasulan Doa Bulan November 2008
Ujud umum: Semoga kesaksian kasih yang diperlihatkan oleh para kudus memperkuat orang-orang kristiani dalam devosi kepada Allah dan pelayanan kepada sesama, seturut teladan Kristus yang datang untuk melayani bukan untuk dilayani.
Ujud khusus: Semoga, sambil menatap wajah Kristus, komunitas-komunitas kristiani di Asia menemukan cara yang paling tepat dan sungguh setia kepada Injil untuk mewartakan Kristus kepada bangsa-bangsa di benua Asia yang begitu luas dan begitu kaya dalam kebudayaan serta bentuk-bentuk spiritualitas.
Bacaan Kitab Suci
27 Oktober - 02 November 2008
27.Senin....,Hari Biasa
..................Ef 4:32-5:8; Mzm 1:1-2.3.4.6; Luk 13:10-17
28.Selasa..,Pesta S. Simon & Yudas Rasul
..................Ef 2:12-22; Mzm 19:2-3.4-5; Luk 6:12-19
29.Rabu....,Hari Biasa
..................Ef 6:1-9; Mzm 145:10-11.12-13ab.13cd-14; Luk 13:22-30
30.Kamis...,Hari Biasa
..................Ef 6:10-20; Mzm 144:1.2.9-10; Luk 13:31-35
31.Jumat...,Hari Biasa
..................Flp 1:1-11; Mzm 111:1-2.3-4.5-6; Luk 14:1-6
01.Sabtu....HARI RAYA SEMUA ORANG KUDUS
..................Why 7:2-4.9-14; Mzm 23:1-2.3-4ab.5-6; 1Yoh 3:1-3; Mat 5:1-12a
02.Minggu..,HARI MINGGU BIASA XXXI/ PERINGATAN ARWAH SEMUA ORANG BERIMAN
..................2 Mak 12:43-46.2; Mzm 130:1-2.3-4.5-6a.6-7.8; (801/965); 2 Kor 4:14-5:1 ; Luk 23:33.39-43
-glenX-
October 26, 2008, 13:53
Senin, 27 Oktober 2008
Hari Biasa
Doa Renungan
Allah Bapa yang mahabaik, hari ini Engkau memberi pengajaran kepada kami agar tidak selalu munafik dan mau membantu sesama kami yang sedang berkesusahan. Ini disebabkan karena kami terkadang tidak menyadari kemunafikan hati kami. Bimbinglah kami agar lebih mementingkan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi. Bersama Kristus, Tuhan, dan pengantara kami. Amin.
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Efesus (4:32-5:8)
"Hiduplah dalam cinta kasih seperti Kristus."
32 Saudara-saudara hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu. 1 Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih 2 dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah. 3 Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. 4 Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono--karena hal-hal ini tidak pantas--tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur. 5 Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah. 6 Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka. 7 Sebab itu janganlah kamu berkawan dengan mereka. 8 Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,
Mazmur Tanggapan
Refr. Jadilah penurut Allah sebagai anak-anak kesayangan.
(Mzm 1:1-2.3.4.6)
1.Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan kaum pencemooh; tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan, dan siang malam merenungkannya.
2. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, dan daunnya tak pernah layu; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
3.Bukan demikianlah orang-orang fasik; mereka seperti sekam yang ditiup angin. Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.
Bait Pengantar Injil
Refr. Alleluya
Ayat. Sabdamu, ya Tuhan, adalah kebenaran; kuduskanlah kami dalam kebenaran
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (13:10-17)
"Bukankah wanita keturunan Abraham ini harus dilepaskan dari ikatannya sekalipun pada hari Sabat?
10 Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat. 11 Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak. 12 Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh." 13 Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah. 14 Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: "Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat." 15 Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: "Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman? 16 Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?" 17 Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawan-Nya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.
Renungan
Hari Sabat adalah hari yang disucikan atau dipersembahkan secara khusus kepada Tuhan. Kiranya, persembahan tersebut tidak hanya secara liturgis atau formal, melainkan pertama-tama dan terutama terwujud dalam tindakan. Peraturan dalam rangka mengisi hari suci dibuat oleh manusia. Tujuan utamanya adalah demi keselamatan manusia dan kemulian Allah.
"Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka" (Ef 5:6), demikian peringatan Paulus. Tulisan atau kata-kata dalam peraturan menjadi hampa jika tidak dipahami dengan cinta kasih atau demi keselamatan jiwa umat manusia. Cinta kasih atau keselamatan jiwa umat manusia harus menjiwai segala peraturan yang ada. Maka, ketika ada tuntutan cinta kasih atau keselamatan jiwa, hal itu harus segera dilayani atau dilaksanakan, meskipun tampak melanggar peraturan yang berlaku. Peraturan haruslah demi manusia dan keselamatan jiwanya, bukan manusia demi peraturan.
Tuhan, Engkau datang ke dunia untuk menyelamatkan jiwa-jiwa dan membebaskan manusia dari segala bentuk perbudakan setan. Ajari dan dampingilah aku agar dalam hidup dan pelayanan, aku senantiasa mengusahakan keselamatan jiwa sesama maupun diriku sendiri. Amin.
Ziarah Batin - Renungan dan Catatan Harian
-glenX-
October 27, 2008, 12:24
Selasa, 28 Oktober 2008
Pesta S. Simon & Yudas Rasul
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Efesus (2:19-22)
"Kamu dibangun di atas dasar para rasul."
9 Saudara-saudari, kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, 20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. 21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. 22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Refr. Di seluruh bumi bergemalah suara mereka.
Ayat.
1.Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan karya tangan-Nya; hari yang satu mengisahkannya kepada hari yang lain, dan malam yang satu menyampaikan pengetahuannya kepada malam berikut.
2. Meskipun tidak berbicara, dan tidak memperdengarkan suara, namun di seluruh bumi bergaunglah gemanya, dan amanat mereka sampai ke ujung bumi.
Bait Pengantar Injil
Refr. Alleluya
Ayat. Allah, Tuhan kami, Engkau kami puji dan kami muliakan. Kepada-Mu paduan para rasul bersyukur, ya Tuhan.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (6:12-19)
"Yesus memilih dari antara murid-murid-Nya dua belas orang yang disebut-Nya rasul."
12 Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. 13 Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: 14 Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, 15 Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, 16 Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat. 17 Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. 18 Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan. 19 Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus
Renungan
Di negara kita ini, jumlah umat Katolik kecil. Bahkan, di beberapa tempat, entah di tempat tinggal maupun tempat kerja kita, jumlah orang Katolik mungkin tidak lebih dari satu-dua orang. Namun, tanpa menyombongkan diri, rasanya secara umum kualitas umat Katolik dapat diandalkan dalam hidup bermasyarakat, bernegara, maupun berbangsa. Sebab meskipun sedikit dalam jumlah atau bahkan sendirian, sebagai murid Yesus kita senantiasa dipanggil untuk menjadi ragi masyarakat.
Kerajaan Allah itu "seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya," sabda Yesus. Kerajaan Allah berarti Allah yang meraja, dan Dia merajai atau menguasai dunia melalui siapa pun yang beriman kepada-Nya. Sekiranya di tempat tinggal Anda hanya Anda sendiri yang beriman pada Yesus Kristus, dan dalam situasi seperti itu Anda tetap beriman sepenuhnya kepada Dia, kiranya Anda dapat menjadi ragi seperti yang digambarkan tadi. Ragi memang sangat kecil jumlahnya jika dibandingkan dengan apa yang dicampuri dengan ragi tersebut. Namun, yang kecil ini merasuk ke dalam seluruh adonan. Demikianlah panggilan kita sebagai orang Katolik: sekecil apa pun perbuatan baik kita, pasti akan mempengaruhi lingkungan hidup tempat kita tinggal. Apakah kita tetap setia menjadi ragi meskipun jiwa kita terancam?
Tuhan, anugerahilah aku kekuatan-Mu, agar aku mampu menghadapi aneka tantangan dan godaan. Jadikanlah aku ‘ragi' bagi masyarakat yang ada di sekitarku. Amin.
ziarah batin, renungan dan catatan harian
-glenX-
October 28, 2008, 14:06
Rabu, 29 Oktober 2008
Hari Biasa
Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya --- Galatia 3:12
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Efesus (6:1-9)
"Laksanakanlah pelayananmu seperti orang yang melayani Kristus dan bukan manusia."
1 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. 2 Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: 3 supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. 4 Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan. 5 Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus, 6 jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah, 7 dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia. 8 Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan. 9 Dan kamu tuan-tuan, perbuatlah demikian juga terhadap mereka dan jauhkanlah ancaman. Ingatlah, bahwa Tuhan mereka dan Tuhan kamu ada di sorga dan Ia tidak memandang muka.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Mzm 145:10-11.12-13ab.13cd-14
Refr. Tuhan itu setia dalam segala perkataan-Nya.
1.Segala yang Kaujadikan akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.
2.Untuk memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan memaklumkan kerajaan-Mu yang semarak mulia. Kerajaan-Mu ialah kerajaan abadi, pemerintahan-Mu lestari melalui segala keturunan.
3.Tuhan itu setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.Tuhan itu penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua orang yang tertunduk.
Bait Pengantar Injil
Refr. Alleluya
Ayat.Allah telah memanggil kita untuk memperoleh kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (13:22-30)
"Mereka datang dari timur dan barat, dan akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah."
22 Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem. 23 Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: "Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?" 24 Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat. 25 Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu! dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang. 26 Maka kamu akan berkata: Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami. 27 Tetapi Ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan! 28 Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar. 29 Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. 30 Dan sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus
Renungan
Sebuah peribahasa berbunyi, "Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian." Atau sebuah pepatah Jawa yang berbunyi, "Jer basuki mawa beya." Artinya, "untuk hidup mulia dibutuhkan perjuangan". Peribahasa dan pepatah ini kiranya merupakan nasihat bagus dan sesuai dengan sabda Yesus hari ini yang harus kita hayati dan laksanakan. Untuk memperoleh hidup mulia dan kegembiraan sejati memang diperlukan perjuangan dan pengorbanan, sebagaimana Yesus pernah bersabda, "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak iu."
Pada umumnya, kesuksesan harus ditempuh melalui proses yang panjang, butuh waktu dan kesabaran. Kesuksesan dan kebahagiaan tidak diperoleh secara ‘instan' atau dengan jalan pintas. Meskipun dapat diperoleh melalui jalan pintas, kesuksesan dan kebahagiaan itu biasanya bersifat semu dan temporer. Misalnya, kita menumpuk harta dan kekayaan dengan melakukan korupsi. Kita memang tampak bahagia dan senang. Namun, sesungguhnya kebahagiaan itu bersifat semu karena batin kita dikejar-kejar oleh ketidaknyamanan karena perilaku korupsi tadi. Belum lagi kalau karena perbuatan itu kita harus menjalani proses hukum dan akhirnya dipenjara. Memalukan, bukan? Karena itu, hendaklah kita menaati segala aturan dan tatanan yang ada, terutama dengarkanlah suara Allah yang senantiasa bergema dalam hati kita.
Tuhan, anugerahilah aku kerendahan hati dan kesabaran dalam melaksanakan tugas dan pekerjaanku, agar aku setia dan taat mengikuti aturan dan tatanan kehidupan, menjauhkan segala jalan pintas yang mendatangkan kebahagiaan semu bagi jiwaku. Amin.
ziarah batin, renungan dan catatan harian
-glenX-
October 29, 2008, 14:49
Hari Biasa
30 Oktober 2008
Doa Renungan
Tuhan Yesus, kami seringkali membuat Engkau kecewa karena tingkah laku kami. Kami mohon kiranya Engkau memberi kami hari ini kekuatan untuk senantiasa berbalik dari tingkah laku kami, yang tidak berkenan kepada-Mu. Dengan demikian, kami pun berkenan di hadirat-Mu. Demi Kristus Tuhan kami kini dan sepanjang masa. Amin.
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Efesus (6:10-20)
"Kenakanlah perlengkapan senjata Allah agar kamu dapat bertahan."
10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. 11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; 12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. 13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. 14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, 15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; 16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, 17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, 18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, 19 juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, 20 yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
(Mzm 144:1.2.9-10)
Refr. Terpujilah Tuhan, Gunung Batuku!
1.Terpujilah Tuhan, Gunung Batuku! Ia mengajar tanganku bertempur, Ia melatih jari-jariku berperang!
2. Ia menjadi tempat perlindungan dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku; Ia menjadi perisai, tempat aku berlindung; Dialah yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku!
3.Ya Allah, aku hendak menyanyikan lagu baru bagi-Mu, dengan gambus sepuluh tali aku hendak bermazmur. Sebab Engkaulah yang memberikan kemenangan kepada raja-raja, dan yang membebaskan Daud, hamba-Mu!
Bait Pengantar Injil
Refr. Alleluya
Ayat.Diberkatilah yang datang dalam nama Tuhan. Terpujilah Engkau di surga.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (13:31-35)
"Tidakkah semestinya seorang nabi dibunuh diluar Yerusalem."
31 Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi dan berkata kepada Yesus: "Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau." 32 Jawab Yesus kepada mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai. 33 Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem. 34 Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. 35 Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kamu tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!"
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus
Renungan
"Tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem," sabda Yesus. Nabi adalah pembawa kebenaran atau suara Allah. Pada umumnya, karena begitu setia kepada kehendak Allah, ia menghadapi berbagai macam tantangan dan hambatan berat, bahkan dibunuh dengan keji.
Kita semua dipanggil untuk menghayati ciri kenabian iman kita dengan membawa kebenaran atau suara Allah di mana pun kita berada: di tengah keluarga, tempat tinggal, maupun di tempat kerja. Dalam melaksanakan tugas itu, kiranya kita akan "melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara". Untuk itu, hendaknya kita membawa bekal "seluruh perlengkapan senjata Allah", yaitu "berkasutkan kerelaan, berperisai iman, bertopong/tutup kepala keselamatan, berpedang Roh, dan berdoa".
Tuhan, sebagai orang beriman aku harus hidup dalam dan oleh Roh Kudus dalam menghadapi roh-roh jahat. Anugerahilah aku Roh Kudus agar aku mampu mengalahkan segala kejahatan yang ada di sekitarku. Amin.
Ziarah Batin Renungan dan catatan harian
-glenX-
October 30, 2008, 16:18
Jumat, 31 Oktober 2008
Hari Biasa
Doa Renungan
Tuhan Yesus Kristus, kami terkadang melupakan banyak hal yang lebih penting karena terlalu terpaku pada peraturan-peraturan yang kaku. Bahkan kami pun tidak menyadari bahwa sebenarnya kami tidak mengerti apa yang dimaksudkan oleh peraturan itu. Bantulah kami hari ini agar semakin mengerti apa yang terbaik yang harus kami lakukan. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Filipi (1:1-11)
"Allah telah memulai karya baik diantaramu; Dia akan melanjutkannya sampai akhir pada hari Kristus Yesus."
1 Dari Paulus dan Timotius, hamba-hamba Kristus Yesus, kepada semua orang kudus dalam Kristus Yesus di Filipi, dengan para penilik jemaat dan diaken. 2 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. 3 Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu. 4 Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita. 5 Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini. 6 Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus. 7 Memang sudahlah sepatutnya aku berpikir demikian akan kamu semua, sebab kamu ada di dalam hatiku, oleh karena kamu semua turut mendapat bagian dalam kasih karunia yang diberikan kepadaku, baik pada waktu aku dipenjarakan, maupun pada waktu aku membela dan meneguhkan Berita Injil. 8 Sebab Allah adalah saksiku betapa aku dengan kasih mesra Kristus Yesus merindukan kamu sekalian. 9 Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, 10 sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, 11 penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah.
Mazmur Tanggapan
Refr. Besarlah perbuatan-perbuatan Tuhan.
1. Aku bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan di tengah jemaat. Besarlah perbuatan-perbuatan Tuhan, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya.
2. Agung dan semaraklah pekerjaan-nya, keadilan-Nya tetap untuk selama-lamanya. Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan peringatan; Tuhan itu pengasih dan penyayang.
3. Kepada orang takwa diberikan-Nya rezeki, selama-lamanya Ia ingat akan perjanjian-Nya. Kekuatan perbuatan-Nya Ia tujukan kepada umat-Nya, dengan memberikan kepada mereka milik pusaka para bangsa.
Bait Pengantar Injil
Refr. Alleluya
Ayat.Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, sabda Tuhan; Aku mengenal mereka, dan mereka mengikuti Aku
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (14:1-6)
"Siapakah yang anak atau lembunya terperosok ke dalam sumur, tidak segera menariknya keluar meski pada hari Sabat?"
1 Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama. 2 Tiba-tiba datanglah seorang yang sakit busung air berdiri di hadapan-Nya. 3 Lalu Yesus berkata kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi itu, kata-Nya: "Diperbolehkankah menyembuhkan orang pada hari Sabat atau tidak?" 4 Mereka itu diam semuanya. Lalu Ia memegang tangan orang sakit itu dan menyembuhkannya dan menyuruhnya pergi. 5 Kemudian Ia berkata kepada mereka: "Siapakah di antara kamu yang tidak segera menarik ke luar anaknya atau lembunya kalau terperosok ke dalam sebuah sumur, meskipun pada hari Sabat?" 6 Mereka tidak sanggup membantah-Nya.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus
Renungan
"Inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah" (Flp 1:9-11). "Memilih apa yang baik" di antara yang jahat dan baik kiranya mudah. Sebaliknya, jika kita harus memilih salah satu dari dua hal yang tampak sama-sama baik, pastilah lebih sulit. Dalam hidup sehari-hari, kita sering menghadapi kasus-kasus macam itu: harus memilih salah satu dari dua hal yang tampak sama-sama baik.
Menaati peraturan hari Sabat atau menyembuhkan orang sakit merupakan kisah yang disuguhkan Yesus kepada kita pada hari ini. Yesus memilih menyembuhkan orang sakit demi keselamatan dan kebahagiaan si penderita sakit. Dari kisah ini, kiranya kita memperoleh pedoman dalam memilih, yaitu ‘keselamatan jiwa'. Jika kita menghadapi aneka pilihan yang tampak sama, cermati dan perhatikan mana yang lebih banyak mendatangkan keselamatan jiwa. Hal yang lebih banyak mendatangkan keselamatan jiwalah yang kita pilih, meskipun pilihan tersebut mengandung risiko yang berat, bahkan mengancam keselamatan jiwa kita sendiri. Sebab "keselamatan jiwa" itulah yang menjadi tolok ukur atau pedoman keberhasilan kita dalam menjalankan pangilan Allah di dunia ini.
"Jiwa Kristus, sucikanlah aku. Tubuh Kristus, selamatkan daku. Darah Kristus, puaskan daku. Air dari lambung Kristus, bersihkan daku. Sengsara Kristus, kuatkan daku. Yesus yang manis, dengarkan daku. Dalam luka-luka-Mu, sembunyikan daku. Jangan Kaubiarkan terpisah dari pada-Mu. Melawan musuh durhaka, belalah aku. Di saat ajal, panggillah aku. Suruhlah aku datang pada-Mu, agar bersama orang kudus memuja-Mu sepanjang segala abad. Amin." (St. Ignatius Loyola)
Ziarah Batin Renungan dan catatan harian
-glenX-
October 31, 2008, 15:36
Sabtu, 01 November 2008
Hari Raya Semua Orang Kudus
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Wahyu (7:2-4.9-14)
"Aku melihat suatu kumpulan besar orang banyak yang tak terhitung jumlahnya, mereka terdiri dari segala bangsa, suku, kaum dan bahasa."
2 Aku, Yohanes melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, 3 katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!" 4 Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel. 9 Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. 10 Dan dengan suara nyaring mereka berseru: "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!" 11 Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah, 12 sambil berkata: "Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!" 13 Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?" 14 Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.
L. Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah
Mazmur Tanggapan PS. 841
Refr. Berbahagialah yang mendiami rumah Tuhan
1.Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya, jagat dan semua yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkan bumi di atas lautan, dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
2.Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang-orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan diri kepada penipuan.
3.Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan dan keadilan dari Allah, penyelamatnya. Itulah angkatan orang-orang yang mencari Tuhan, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.
Bacaan Kedua
Pembacaan dari Surat Pertama Yohanes (3:1-3)
"Kita akan melihat Kristus dalam keadaan-Nya yang sebenarnya."
1 Saudara-saudaraku terkasih, lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. 2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. 3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Bait Pengantar Injil
Refr. Alleluya
Datanglah pada-Ku, kamu semua yang letih dan berbeban berat. Aku akan membuat kamu lega.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (5:1-12a)
"Bersukacita dan bergembiralah karena besarlah ganjaranmu di surga."
1 Sekali peristiwa, ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. 2 Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: 3 "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. 4 Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. 5 Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. 6 Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. 7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. 8 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. 9 Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. 10 Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. 11 Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. 12 Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di surga.
I. Inilah Injil Tuhan kita!
U.Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Tanggal 1 November kita merayakan pesta Semua Orang Kudus dan kita akan terus merayakan pestanya sepanjang bulan November. Pikirkan tentang semua orang kudus yang kalian ketahui. Mungkin kalian juga mempunyai seorang nenek atau kakek yang baik hati yang telah meninggal dunia. Jika mereka berada di surga, berarti mereka juga termasuk orang kudus, dan November adalah bulan yang khusus bagi mereka! Kita menghormati semua orang kudus: pria, wanita, dan anak-anak yang mengenal, mencintai dan melayani Tuhan selama di dunia dan kini telah pergi untuk menerima hadiah abadi dalam rumah mereka yang sebenarnya. Semua orang kudus di surga berdoa bagi kita dan mendorong kita untuk menjadi kudus juga, supaya kelak kita semua dapat berkumpul di surga.
Setiap orang beriman dipanggil menjadi anak-anak Allah. Menjadi orang yang memperoleh kasih karunia dari Allah. Karunia itu sudah bisa dinikmati mulai sekarang ini, namun kesempurnaannya akan terjadi di masa yang akan datang.
-glenX-
October 31, 2008, 15:40
Renungan Hari Raya Semua Orang Kudus-bagian 1
Saudara-saudari terkasih yang dicintai oleh Tuhan,
Pada hari raya semua orang Kudus tahun ini dibacakan Mat 5:1-12a yang lazim dikenal sebagai kumpulan Sabda Bahagia. Di situ terasa dilambungkan harapan jauh ke depan tanpa meninggalkan kehidupan yang dialami sehari-hari. Di situ didapati delapan Sabda Bahagia yang ditujukan kepada semua orang (ay. 3-10) serta satu Sabda Bahagia yang khusus diucapkan bagi para murid (ay. 11) dan dilanjutkan dengan seruan agar mereka tetap bersuka cita (ay. 12a).
Disebutkan dalam ay. 1-2, ketika Yesus melihat orang banyak, ia naik ke bukit dan mengajar agar para pendengarnya semakin memahami diri mereka. Sabda Bahagia juga dapat membantu kita membaca pengalaman kita sekarang ini juga.
"BERBAHAGIALAH!"
Tiga Sabda Bahagia yang pertama (Mat 5:3-5) menegaskan bahwa orang dapat disebut berbahagia karena tumpuan harapan dalam hidupnya ialah Tuhan sendiri. Gagasan "miskin" dalam ay. 3 ialah kebersahajaan batin, oleh karenanya diberi penjelasan "di hadapan Allah". Dapat dicatat, penjelasan tambahan itu tidak terdapat di dalam Sabda Bahagia menurut Luk 6:20 karena yang ditekankan Lukas ialah orang yang betul-betul yang kekurangan secara material, orang yang tak bisa mencukupi kebutuhan hidup yang kini diperhatikan oleh para pengikut Yesus yang bersedia berbagi keberuntungan dengan mereka. Kemudian ay. 4 menyebut berbahagia orang yang "berduka cita", maksudnya orang yang hanya akan dapat terhibur oleh kesadaran bahwa Tuhan tetap berada di dekat kendati orang mengalami kesulitan. Termasuk di sini sikap tidak berpihak pada kekerasan yang terungkap dalam ay. 5 sebagai "lemah lembut".
Selanjutnya ada dua Sabda Bahagia lain (Mat 5: 6 dan 8) yang menyebut keinginan untuk menjalankan kehendak Tuhan sebagai hal yang membahagiakan, seperti terungkap dalam ay. 6 sebagai yang "lapar dan haus akan hal yang lurus" dan dalam ay. 8 sebagai yang "berhati bersih". Ungkapan terakhir ini dipetik dari gaya bahasa Ibrani (lihat misalnya Mzm 24:4) dan artinya ialah mampu berpikir secara jernih, berbudi wening. Orang yang demikian ini tidak gampang dipengaruhi keinginan-keinginan yang menjauhkannya dari Tuhan. Jadi bukan sekedar ajaran agar menjauhi nafsu-nafsu yang biasanya disebut kotor.
Dua Sabda Bahagia berikutnya (Mat 5: 7 dan 9) menegaskan bahwa upaya menghadirkan Tuhan kepada sesama menjadi kegiatan yang mendatangkan kebahagiaan. Upaya ini ditegaskan dalam ay. 7 sebagai "berbelaskasihan" dan dalam ay. 9 sebagai "pencinta damai". Hasrat menghadirkan kebaikan Tuhan kepada orang lain ini karena orang sadar akan perlunya saling mendukung dan sikap pendamai.
Tidak disangkal adanya kesulitan, seperti jelas dari Mat 5:10-12. Dalam Sabda Bahagia yang kedelapan, orang yang nyata-nyata hidup dalam kerangka di atas sering menderita dimusuhi, "dikejar-kejar karena bertindak lurus" (ay. 10). Akhirnya secara khusus kepada murid-muridnya Yesus menambahkan Sabda Bahagia yang kesembilan, yakni yang menyangkut pengalaman dimusuhi orang karena menjadi muridnya (ay. 11). Pengharapan mereka dibesarkan (ay. 12a "bersuka citalah karena besar pahalamu di surga").
Tiap pengalaman di atas dapat dihayati semua orang yang memberi ruang bagi Yang Ilahi. Dapat pula dikatakan pengalaman ini juga melampaui batas-batas agama. Mereka yang mendalami makna Sabda Bahagia dapat semakin mengenali liku-liku kehidupan rohani dan pergulatan di dalamnya. Hidup yang terarah kepada Yang Ilahi itu membawa kebahagiaan. Di situlah ditemukan makna "berbahagia".
SABDA BAHAGIA DALAM INJIL
Sabda Bahagia disampaikan Matius sebagai pembukaan khotbah panjang Yesus dalam Mat 5-7. Ada lima rangkaian khotbah seperti itu, yakni Mat 5-7 (Khotbah di Bukit); 10 (pedoman hidup bagi pewarta Kerajaan Surga); 13 (penjelasan mengenai Kerajaan Surga); 18 (pengajaran bagi para murid dalam hidup bersama); 23-25 (uraian di Bukit Zaitun tentang kedatangan Kerajaan Surga pada akhir zaman). Di antara kumpulan yang satu dengan yang berikutnya ditaruh kisah mengenai tindakan Yesus, mukjizat dan peristiwa-peristiwa dalam kehidupan para murid.
Kelima kumpulan itu tersusun dengan cara yang unik. Yang terakhir berlatarkan pengajaran di bukit Zaitun. Latar ini mengingatkan pada kumpulan pertama yang berlatarkan sebuah bukit pula. Tentang ini akan dibicarakan lebih lanjut. Kemudian kumpulan keempat, yakni yang menyangkut kehidupan para murid, erat berhubungan dengan yang kedua, yakni pedoman hidup bagi para murid-murid Yesus yang akan meneruskan menjadi pewarta Kerajaan Surga. Kumpulan ketiga menyoroti Kerajaan Surga, warta paling pokok yang dibawakan Yesus. Penyusunan secara "konsentrik" seperti ini dapat menjadi pegangan mendalami masing-masing kumpulan itu. Demi mudahnya, kumpulan yang pertama (Mat 5-7) sebaiknya dilihat dalam hubungannya dengan warta pokok, yakni Kerajaan Surga (Mat 13) dan apa kenyataannya yang penuh nanti pada akhir zaman (Mat 23-25). Dan dengan demikian para murid akan siap menghayati pedoman hidup secara orang-perorangan (Mat 10) maupun dalam kebersamaan (Mat 18).
Upaya mendalami Sabda Bahagia sebagai pembukaan kumpulan yang pertama dapat menciptakan hubungan guru-murid dengan Yesus. Dan bila terjadi orang akan merasa tertuntun mendekat kepada kenyataan hadirnya Yang Ilahi di antara manusia juga. Hubungan ini akan mendekatkan orang pada kenyataan Kerajaan Surga di dunia dan kepenuhannya kelak di akhir zaman. Dengan demikian dapat juga menjadi pangkal berharap ikut menikmati kenyataan itu.
MENGAJAR DI SEBUAH BUKIT
Injil Matius ditulis bagi orang-orang yang mengenal akrab alam pikiran Perjanjian Lama. Intinya, yakni diturunkannya Taurat kepada Musa di Sinai. Bagi umat Perjanjian Lama, Taurat berisi ajaran kehidupan dalam bentuk pedoman, petunjuk, tatacara ibadat, hukum yang bila dijalani dengan jujur dan ikhlas akan membuat mereka menjadi dekat pada Tuhan dan menjadi umat yang dilindungiNya. Dengan latar inilah Matius mengisyaratkan kepada pembacanya bahwa Yesus kini menjalankan peran Musa. Yesus membawakan petunjuk, ajaran, kebijaksanaan yang bila dihayati akan membuat orang menjadi bagian dari umat yang baru pewaris Kerajaan Surga.
Memang ada beberapa perbedaan mencolok di antara penampilan Musa dan Yesus. Di Sinai dulu Musa sedemikian jauh. Awan meliputi pucuk gunung tempat Musa memperoleh Firman ilahi. Tak ada yang berani mendekat karena kebesaran ilahi sedemikian menggentarkan. Sekarang Yesus tampil sebagai tokoh yang dekat dengan orang banyak. Matius memang sengaja menampilkannya sebagai kenyataan dari "Tuhan menyertai kita" - Imanuel. Kini bukan lagi awan yang menggentarkan, melainkan kemanusiaan Yesus-lah yang menyelubungi kebesaran ilahi sehingga orang banyak dapat datang mendekat. Tempat pengajaran diturunkan tidak lagi digambarkan sebagai gunung yang tinggi yang hanya bisa didaki Musa sendirian. Bukit tempat menyampaikan pengajarannya terjangkau oleh orang banyak dan bahkan mereka dapat langsung mendengarkannya. Bagaimanapun juga, tetap ditegaskan, tempat yang mudah tercapai ini menjadi tempat keramat juga, seperti puncak Sinai dulu. Namun kekeramatan yang dekat - bukan yang sulit terjangkau. Nanti menjelang akhir kehidupannya, Yesus masih memberi pengajaran kepada murid-muridnya di sebuah bukit pula, di bukit Zaitun. Kita boleh ingat akan Musa di gunung Nebo, memandang ke barat ke Tanah Terjanji. Ia sendiri tidak akan memasukinya. Yosua-lah yang akan memimpin umat ke sana. Peristiwa ini besar maknanya bagi pembaca Injil Matius. Nama Yesus dalam bentuk Ibraninya sama persis dengan nama Yosua penerus Musa tadi. Dengan demikian disarankan bahwa Yesus bakal memimpin orang banyak memasuki negeri baru yang dijanjikan, yakni Kerajaan Surga.
-glenX-
October 31, 2008, 15:43
Renungan Hari Raya Semua Orang Kudus-bagian 2
WARTA SABDA BAHAGIA
Sabda Bahagia dalam Injil menggambarkan apa yang nyata-nyata dialami dan terjadi di antara orang-orang yang hidup mengikuti Yesus, bukan mengajarkan hal-hal yang mesti dilakukan. Dengan perkataan lain, Sabda Bahagia itu sifatnya deskriptif, bukan preskriptif. Beberapa contoh lain dari Sabda Bahagia selain yang sedang dibicarakan ialah Mzm 1:1; 32:1-2; 144:15; Mat 11:6; 13:16; 16:17; Luk 6:20; 11:28; 12:37; Yoh 20:29; 1 Pet 4:14. Sabda Bahagia bukanlah kata-kata yang memiliki daya untuk mengadakan sesuatu, seperti "berkat", juga bukan serangkai resep hidup bahagia. Sabda Bahagia menunjukkan apa yang terjadi bila orang berada dalam keadaan yang digambarkan di situ. Pendengar diajak memikirkan lebih lanjut dan mengambil sikap-sikap baru. Dengan demikian Sabda Bahagia bukan mengajarkan "yang itu-itu" saja. Sabda itu tetap menyapa.
Sabda Bahagia sebaiknya juga dibaca dengan menengok ke depan, yakni ke pengajaran Yesus mengenai Penghakiman Terakhir dalam Mat 25:31-46. Kedua bahan ini membingkai seluruh pengajaran Yesus. Kedua-duanya diberikan pada sebuah bukit. Kedua-duanya membicarakan siapa-siapa yang bakal memiliki Kerajaan Surga, yang dapat memasuki kebahagiaan kekal. Dalam Mat 25:35-36 ditegaskan bahwa berbuat baik kepada sesama berarti berbuat baik kepada Tuhan sendiri. Yesus memanusiakan gambaran Penghakiman Terakhir. Diajarkan bagaimana orang bisa mengerti bahwa yang dikerjakan bagi sesama nanti dijadikan batu uji masuk surga. Kebijaksanaan dan akal sehat menjadi penuntun yang baik ke arah pertanggungjawaban terakhir nanti. Orang dihimbau sejak kini agar nanti bisa mengatakan kita juga telah memperkaya Tuhan dan telah berbuat baik kepadaNya. Sabda Bahagia menggambarkan keadaan batin dan sikap hidup mereka yang nanti pada akhir zaman akan dapat mengatakan bahwa telah berbuat banyak bagi sesama. Dan Tuhan akan mengatakan itu semua dikerjakan bagiNya. Mereka yang demikian akan betul-betul dapat disebut "Berbahagia"!
Salam hangat,
Agustinus Gianto,SJ
www.mirifica.net (http://www.mirifica.net)
-glenX-
November 01, 2008, 14:56
Peringatan Arwah Semua Orang Beriman
Sabtu-Minggu, 01-02 November 2008
"Hari ini, Engkau akan bersama-Ku di Firdaus."
Doa Renungan
Allah yang mahakuasa dan kekal, asal dan tujuan semua yang hidup, hari ini, bersama semua umat beriman, dan bersama orang-orang yang kami kasihi dan sudah mendahului kami, kami nyatakan iman kami akan kebangkitan. Hanya dalam Yesuslah, kami menemukan hidup sejati. Hanya dengan bantuan-Nya, kami tahan dalam gelap dan derita, karena percaya akan mampu mengalahkan segala kuasa jahat untuk akhirnya hidup abadi dalam kebangkitan. Dialah yang membuat hidup kami menjadi bermakna, kini dan selama-lamanya.
Amin.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Kedua Makabe (12:43-46)
"Kami yakin bahwa orang yang meninggal dengan saleh akan menerima pahala yang indah."
Kemudian dikumpulkannya uang di tengah-tengah pasukan. Lebih kurang dua ribu dirham perak dikirimkannya ke Yerusalem untuk mempersembahkan korban penghapus dosa. Ini sungguh suatu perbuatan yang sangat baik dan tepat, oleh karena Yudas memikirkan kebangkitan. Sebab jika tidak menaruh harapan bahwa orang-orang yang gugur itu akan bangkit, niscaya percuma dan hampalah mendoakan orang-orang mati. Lagipula Yudas ingat bahwa tersedialah pahala yang amat indah bagi sekalian orang yang meninggal dengan saleh. Ini sungguh suatu pikiran yang mursid dan saleh. Dari sebab itu maka disuruhnyalah mengadakan korban penebus salah untuk semua orang yang sudah mati itu, supaya mereka dilepaskan dari dosa mereka.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan PS. 801
Ref. Aku percaya kepada-Mu, Tuhanlah pengharapanku. Tuhan, pada-Mu kuberserah, dan mengharap kerahiman-Mu.
1. Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan. Tuhan dengarkanlah suaraku! Biarlah terlinga-Mu menaruh perhatian, kepada suara permohonanku.
2. Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, maka orang-orang takwa kepada-Mu.
3. Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti dan aku mengharapkan firman-Nya. Jiwaku mengharapkan Tuhan, lebih daripada pengawal mengharapkan pagi.
Bacaan Kedua
Pembacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada umat di Korintus (4:14-5:1)
"Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di surga bagi kita."
14 Saudara-saudara, kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya. 15 Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah. 16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. 17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. 18 Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal. 1 Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di surga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia.
Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.
Bait Pengantar Injil PS. 965
Refr. Terpujilah Kristus Tuhan Raja, mulia dan kekal.
Ayat. Akulah yang memberi hidup dan membangkitkan orang mati, orang yang percaya kepada--Ku akan hidup, walaupun sudah mati.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (23:33.39-43)
"Hari ini juga Engkau akan bersama-sama Aku di dalam Firdaus."
33 Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya. 39 Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!" 40 Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? 41 Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah." 42 Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." 43 Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."
Inilah Injil Tuhan kita.
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Bulan Nopember, bulan kesebelas, kedua terakhir dari susunan kalender tahunan kita, selalu dipersembahkan untuk mendoakan arwah-arwah dari semua orang beriman yang sudah dipanggil menghadap Tuhan. Terlebih lagi, tanggal 2 November sudah menjadi hari khusus doa untuk arwah orang beriman. Kebiasaan/tradisi doa arwah ini sudah dilakukan oleh Gereja sejak ditetapkan dalam Konsili Firenze (tahun 1439) dan Konsili Trente (tahun 1563). Bahkan Konstitusi Dogmatis tentang Gereja dari Konsili Vatikan II (tahun 1965) dengan tandas menyatakan: “Karena sangat mengakui persatuan seluruh Tubuh Mistik Kristus, maka Gereja musafir sejak zaman dini agama Kristen, merayakan peringatan orang-orang mati dengan amat khidmat dan karena suci serta bermanfaat. Anggapan: berdoa untuk orang yang sudah meninggal agar dibebaskan dari dosa-dosanya (2 Mak 12:46), maka Gereja juga memanjatkan doa permohonan bagi mereka” (LG 50).
Ayat terakhir dari bacaan pertama hari minggu ini yang jatuh pada hari Minggu pertama bulan ini justru yang dikutipkan oleh dokumen penting dari konsili Vatikan II tadi sebagai salah satu dasar alkitabiah untuk memohonkan pengampunan dosa terutama lewat Ekaristi untuk mereka yang sudah wafat. Bacaan kedua membawa suatu peringatan iman dari St. Paulus tentang kenyataan hidup duniawi ini. Jangan kita hidup meraup segala kemungkinan dan kenikmatan seakan dunia ini milik kita dan kita akan tetap selamanya ada di atas dunia ini. Baiklah kita sadar, demikian nasihat St. Paulus, bahwa: “Kemah dunia ini akan dibongkar” (2Kor 5:1a), jadi kita harus berjuang untuk masuk ke dalam “tempat kediaman di sorga, suatu tempat kediaman yang kekal” (2kor 5:1b). Dan selagi kita masih di kemah dunia, kita pun wajib berdoa buat mereka yang sudah mendahului kita agar diizinkan masuk ke kediaman kekal itu. Doa-doa kita diarahkan kepada Yesus Sang Tersalib karena Dia pasti mendengarkan doa, mengampuni dosa dan yang berkuasa memberi tempat dalam kemah kekal, yaitu surga yang abadi. Kisah Injil sangat meneguhkan, karena pendosa yang disalibkan itu ternyata menerima pengampunan dan langsung dijamin tempat di surga, Firdaus yang kekal. Marilah kita dengan iman mendoakan semua sanak kerabat kita agar diampuni dosa dan diterima dalam hidup abadi di surga yang kekal. (Romo John Lefteuw MSC)
-glenX-
November 02, 2008, 15:01
Bacaan Kitab Suci
03-09 November 2008
03.Senin....,Hari Biasa
..................Flp 2:1-4;Mzm 131:1.2.3; Luk 14:12-14
04.Selasa..,Pw. S. Karolus Barromeus
..................Flp 2:5-11;Mzm 22:26b-27.28-30a.31-32; Luk 14:15-24
05.Rabu....,Hari Biasa
..................Flp 2:12-18;Mzm 27:1.4.13-14; Luk 14:25-33
06.Kamis...,Hari Biasa
..................Flp 3:3-8a;Mzm 105:2-3.4-5.6-7;Luk 15:1-10
07.Jumat...,Hari Biasa
..................Flp 3:17-4:1;Mzm 122:1-2.3-4a.4b-5;Luk 16:1-8
08.Sabtu....Hari Biasa
..................Flp 4:10-19; Mzm 11:1-2.5-6.8a.9;Luk 16:9-15
09.Minggu..,HARI MINGGU BIASA XXXII/ PESTA PEMBERKATAN GEREJA BASILIK LATERAN
..................Yeh 47:1-2,8,9,12; Mzm 46:2-3,5-6,8-9; 1 Kor 3:9b-11,6-17; Yoh 2:13-22
-glenX-
November 02, 2008, 15:26
Senin, 03 November 2008
Hari Biasa
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Filipi (2:1-4)
"Lengkapilah sukacitaku, hendaklah kamu sehati sepikir."
1 Saudara-saudara, dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, 2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, 3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; 4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.
Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan, lindungilah aku dalam damai-Mu(Mzm 131:1.2.3)
1. Tuhan, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku.
2. Sungguh, aku telah menenangkan dan mendirikan jiwaku, seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku.
3. Berharaplah kepada Tuhan, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat.Jika kalian tetap dalam firman-Ku, kalian benar-benar murid-Ku, dan kalian akan mengetahui kebenaran.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 14:12-14
"Janganlah mengundang sahabat-sahabatmu, melainkan undanglah orang-orang miskin dan cacat."
12 Yesus bersabda kepada orang Farisi yang mengundang Dia makan: "Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. 13 Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. 14 Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.
Renungan
Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengajak kita supaya memperhatikan orang lemah, cacat, dan yang tersingkir. mengusik relasi kita dengan sesama yang seringkali bersyarat dan tidak tulus. Yesus menghendaki kita membangun relasi atas dasar kasih. Dengan kasih, orang tidak memilih-milih relasi, tetapi mau ’turun status’ untuk menyapa orang-orang yang secara sosial ekonomi kurang beruntung. Sedangkan dalam bacaan pertama ditekankan agar umat beriman hidup rukun, sehati dan sesuara dalam mengakui iman mereka dalam kehidupan. Setiap orang harus memikirkan kepentingan bersama, bukan hanya kepentingannya sendiri.
Ya Bapa, ajarilah aku mengasihi-Mu. Amin.
-glenX-
November 03, 2008, 16:10
Selasa, 04 November 2008
Pw. S. Karolus Barromeus
Doa Renungan
Allah Bapa yang mahabaik, kami bersyukur atas hari yang baru ini. Terima kasih pula ya Bapa atas keteladanan St. Karolus Borromeus yang mau hidup tidak hanya untuk membahagiakan diri sendiri tetapi juga mau berkorban bagi orang lain dan hidup sederhana. Semua ini kami sampaikan kepada-Mu demi Kristus Tuhan pengantara kami. Amin.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Filipi (2:5-11)
"Yesus telah merendahkan diri, maka Ia diagungkan oleh Allah."
5 Saudara-saudara, hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. 9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
Mazmur Tanggapan
Ref. Aku melambungkan puji-pujian di tengah jemaat yang besar, ya Tuhan.
(Mzm 22:26b-27.28-30a.31-32)
1. Nazarku akan kubayar di depan orang-orang yang takwa. Orang miskin akan makan sampai kenyang, orang yang mencari Tuhan akan memuji-muji Dia; biarlah hati mereka hidup untuk selamanya!
2. Segala ujung bumi akan menjadi sadar, lalu berbalik kepada Tuhan; segala rumpun bangsa akan sujud menyembah di hadapan-Nya. Sebab Tuhanlah yang empunya kerajaan. Dialah yang memerintah atas bangsa-bangsa. Ya, kepada-Nya akan sujud menyembah: semua orang sombong di bumi.
3. Dan aku akan hidup bagi Tuhan, anak cucuku akan beribadah kepada-Nya. Mereka akan menceritakan hal-ikhwal Tuhan kepada angkatan yang akan datang. Dan menuturkan keadilan-Nya kepada bangsa yang akan lahir nanti. Semua itu telah dikerjakan oleh Tuhan.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat.Datanglah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (14:15-24)
"Pergilah ke semua jalan dan persimpangan dan paksalah orang-orang yang ada di situ masuk, karena rumahku harus penuh."
15 Pada waktu itu Yesus diundang makan oleh seorang Farisi. Sementara perjamuan
berlangsung, seorang dari tamu-tamu berkata kepada Yesus, "Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah." 16 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang. 17 Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap. 18 Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan. 19 Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. 20 Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang. 21 Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh. 22 Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat. 23 Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh. 24 Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorangpun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.
Renungan
Hidup bersama berarti berpikir dan berperasaan seperti Kristus. Kristus yang solider dengan manusia, tidak mempertahankan apa yang ada pada diri-Nya, melainkan memberikan seluruh hidup-Nya bagi manusia. Salib menjadi tanda solidaritas Yesus yang paling nyata dengan kehidupan manusia.
Allah menawarkan keselamatan-Nya kepada semua orang, namun banyak yang menolak tawaran dan undangan-Nya. Untuk memperoleh rahmat keselamatan memang dibutuhkan kesanggupan dari pihak manusia dan berani meninggalkan segala alasan yang ada.
Yesus menceritakan sebuah perumpamaan mengenai orang-orang yang menganggap enteng undangan Allah dan karena keteledoran mereka kehilangan haknya untuk ikut berpesta, bahkan tempat mereka digantikan oleh orang lain. Apa tanggapanku terhadap undangan Yesus?
"Menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus." (Fil 2:5)
Renungan Ruah
-glenX-
November 04, 2008, 14:49
Rabu, 05 November 2008
Hari Biasa
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Filipi (2:12-18)
"Kerjakanlah keselamatanmu, Allahlah yang mengerjakan dalam dirimu, baik kemauan maupun pelaksanaan."
12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, 13 karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. 14 Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, 15 supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, 16 sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah. 17 Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian. 18 Dan kamu juga harus bersukacita demikian dan bersukacitalah dengan aku.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan adalah terang dan keselamatanku.
(Mzm 27:1.4.13-14)
1. Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar?
2. Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, satu inilah yang kuingini: diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan, dan menikmati bait-Nya.
3. Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat.Berbahagialah kamu, bila dinista karena nama Kristus, sebab Roh Allah ada padamu.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (14:25-33)
"Yang tidak melepaskan diri dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku."
25 Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka: 26 "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. 27 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. 28 Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? 29 Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, 30 sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya. 31 Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang? 32 Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian. 33 Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.
Renungan
Yesus mengajukan persyaratan tegas dan jelas untuk mengikuti Dia. "... tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku." Semiskin apa pun seseorang, dia tetap saja memiliki sesuatu: baik orang-orang kecintaanya maupun hidupnya sendiri. Pada waktunya, orang harus menentukan sikapnya: orang harus melepaskan dirinya dari semua itu dan mengikuti Yesus, atau mempertahankan ikatan dengan segala miliknya dan tidak mengikut Yesus. Pilihan ini meminta komitmen yang tegas, seperti memikul salib, sebab salib adalah tanda pengabdian total.
Keputusan untuk mengikuti Yesus adalah pilihan pribadi. Orang yang mau ikut Yesus tidak bisa hanya ikut-ikutan saja (asalkan banyak dan berduyun-duyun), melainkan harus menerima tanpa kompromi persyaratan yang diajukan oleh Yesus itu. Orang yang mengikuti Yesus tidak cukup hanya bermodalkan kemauan, melainkan harus terus-menerus mengadakan perhitungan yang matang tentang kekuatan dan kerapuhan yang dimilikinya, dan menentukan sikap dan tindakan yang sepadan dengan tuntutan Sang Guru.
Ya Tuhan, ajarilah aku untuk menanggalkan dan meninggalkan segala yang tidak perlu dalam mengikuti Engkau. Bantulah aku untuk memikul salibku dengan setia. Amin.
Ziarah Batin, Renungan dan Catatan Harian
-glenX-
November 05, 2008, 13:55
Kamis, 06 November 2008
Hari Biasa
Kasih Allah sungguh nyata dalam hidup Yesus. Dia datang untuk mencari mereka yang berdosa, mereka yang hilang. Bahkan Dia tidak mau kehilangan satu pun manusia yang dikasihi-Nya.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Filipi (3:3-8a)
"Apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap merugikan karena Kristus."
3 Saudara-saudari, karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. 4 Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi: 5 disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi, 6 tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat. 7 Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. 8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Refr. Biarlah bersukahati orang-orang yang mencari Tuhan.
(Mzm 105:2-3.4-5.6-7)
1.Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib! Bermegahlah dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari Tuhan.
2 .Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya! Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mukjizat dan ketetapan-ketetapan yang diucapkan-nya.
3. Hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, pilihan-Nya! Dialah Tuhan, Allah kita, ketetapan-Nya berlaku di seluruh bumi.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat.Datanglah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (15:1-10)
"Akan ada sukacita di surga karena satu orang berdosa yang bertobat."
1 Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. 2 Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka." 3 Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: 4 "Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? 5 Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira; 6 dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetanggan serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. 7 Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan." 8 "Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya? 9 Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan. 10 Aku berkata kepaadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.
Renungan
Tuhan mencintai manusia secara istimewa. Dia tidak sudi manusia menjauhkan diri dari-Nya, apalagi kalau manusia memalingkan diri dari Dia dengan berbuat dosa. Dia datang menghampiri pendosa dan menawarkan rahmat pertobatan.
Pertobatan itu indah karena merupakan kebutuhan utama kita sebagai manusia yang lemah. Itu menu utama yang harus kita santap kalau kita mau menjadi Anak Allah. Itu jalan satu-satunya untuk kembali ke dalam pangkuan kasih Allah. Pertobatan itu menghidupkan kembali semangat perjuangan tulen kita sebagai anak-anak Allah, agar hidup kita menjadi lebih hidup. Pertobatan itu sekaligus membahagiakan kita karena kita dibebaskan dari jeritan rasa bersalah yang terus mengusik sanubari, dan akhirnya membuat batin kita tenang.
Tuhan selalu mencari pendosa untuk bertobat sesegera mungkin dan seefektif mungkin. Jangan kita mengulur-ulur waktu untuk bertobat. Sebab sukacita di surga menjadi lengkap kalau kita bertobat, pada saat ini juga.
Ya Tuhan, bangkitkanlah dalam diriku rasa lapar dan haus akan pertobatan, agar dalam perjuangan ini aku selalu merasakan tawaran rahmat-Mu yang menyembuhkan. Amin.
Ziarah Batin, Renungan dan Catatan Harian
-glenX-
November 06, 2008, 13:38
Jumat, 07 November 2008
Jumat pertama dalam bulan
Doa Renungan
Tuhan Yesus Kristus, dalam sakramen ekaristi yang luhur ini Engkau mewariskan kepada kami kenangan mulia akan wafat dan kebangkitan-Mu. Semoga kami selalu mengagungkan misteri kudus tubuh dan darah-Mu, sehingga pantas menikmati hasil penebusan-Mu. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Filipi (3:17-4:1)
"Kita menantikan Sang Penyelamat, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini menjadi serupa dengan tubuh-Nya yang mulia."
17 Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu. 18 Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus. 19 Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi. 20 Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, 21 yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya. 1 Karena itu, saudara-saudara yang kukasihi dan yang kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan, hai saudara-saudaraku yang kekasih!
Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah
Mazmur Tanggapan (Jumat Pertama)
Ref. Rasailah dan nikmatilah betapa baiknya Tuhan.
1.Segala yang Kau jadikan akan bersyukur kepada-Mu ya Tuhan, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.
2. Mata sekalian orang menantikan Engkau, dan Engkau pun membuka tangan-Mu, dan berkenan mengenyangkan segala yang hidup.
BAIT PENGANTAR INJIL PS. 953
Ref. Alleluya, Alleluya
Ayat:Akulah Roti hidup yang turun dari surga, Siapa yang makan roti ini akan hidup selama-lamanya.
ATAU
Mazmur Tanggapan
Refr. Mari kita peri ke rumah Tuhan dengan sukacita.
Ayat.
1.Aku bersukacita, ketika orang berkata kepadaku, "Mari kita pergi ke rumah Tuhan." Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.
2.Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat, kepadamu suku-suku berziarah, yakni suku-suku Tuhan.
3.Untuk bersyukur kepada nama Tuhan sesuai dengan peraturan bagi Israel. Sebab di Yerusalemlah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga Raja Daud.
Bait Pengantar Injil
Refr. Alleluya
Sempurnalah kasih Allah dalam hati orang yang mendengarkan sabda Kristus
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (16:1-8)
"Anak-anak di dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya daripada anak-anak terang."
1 Pada suatu ketika, berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya: "Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya. 2 Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara. 3 Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu. 4 Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka. 5 Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku? 6 Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan. 7 Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul. 8 Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.
Renungan
Kecerdikan adalah salah satu keutamaan yang dibutuhkan dalam hidup manusia. Kecerdikan itulah yang menyebabkan bendahara yang tidak jujur itu dipuji oleh tuannya. Karena dia cerdik memanfaatkan setiap hal dan kesempatan untuk mempersiapkan masa depannya. Masa depan merupakan hal yang penting bagi seseorang, juga bagi anak-anak dunia ini. Karena itu, orang harus mengerahkan secara bijak segenap kemampuannya untuk meraih masa depan itu.
Yesus mengkritik anak-anak terang, agar mereka bertindak cerdik untuk menggapai hidup yang kekal. Kalau anak-anak dunia ini, termasuk bendahara yang tidak jujur itu, bertindak sedemikian cerdik untuk mempersiapkan masa depannya yang sementara, sudah seharusnyalah anak-anak terang bertindak lebih cerdik lagi untuk mempersiapkan masa depan dan kebahagiaan yang abadi. Anak-anak terang harus bertindak lebih cerdik dan bijak dalam hidupnya agar dapat meraih masa depan yang diimpikan oleh semua anak Allah. Kita harus berlaku sebagai anak terang yang tidak pernah kehabisan cara dan kekurangan kesempatan dan kemauan untuk meraih hidup terpuji sebagai anak Allah.
Ya Tuhan, ajarilah aku agar dengan cerdik dan bijak menata hidupku saat ini demi masa depan yang abadi. Jauhkanlah aku dari sekadar kecerdikan untuk menata hidupku yang sementara di dunia ini. Amin.
Ziarah Batin, Renungan dan Catatan Harian
-glenX-
November 07, 2008, 13:47
Sabtu, 08 November 2008
Hari Biasa
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Filipi (4:10-19)
"Segala perkara dapat kutanggung dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku."
10 Saudara-saudara, aku sangat bersukacita dalam Tuhan, bahwa akhirnya pikiranmu dan perasaanmu bertumbuh kembali untuk aku. Memang selalu ada perhatianmu, tetapi tidak ada kesempatan bagimu. 11 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. 12 Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. 13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. 14 Namun baik juga perbuatanmu, bahwa kamu telah mengambil bagian dalam kesusahanku. 15 Kamu sendiri tahu juga, hai orang-orang Filipi; pada waktu aku baru mulai mengabarkan Injil, ketika aku berangkat dari Makedonia, tidak ada satu jemaatpun yang mengadakan perhitungan hutang dan piutang dengan aku selain dari pada kamu. 16 Karena di Tesalonikapun kamu telah satu dua kali mengirimkan bantuan kepadaku. 17 Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu. 18 Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah.19 Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan
(Mzm 11:1-2.5-6.8a.9)
1. (1) Pada TUHAN aku berlindung, bagaimana kamu berani berkata kepadaku: "Terbanglah ke gunung seperti burung!" (2) Sebab, lihat orang fasik melentur busurnya, mereka memasang anak panahnya pada tali busur, untuk memanah orang yang tulus hati di tempat gelap.
2. (5) TUHAN menguji orang benar dan orang fasik, dan Ia membenci orang yang mencintai kekerasan. (6) Ia menghujani orang-orang fasik dengan arang berapi dan belerang; angin yang menghanguskan, itulah isi piala mereka.
Bait Pengantar Injil
Refr. Alleluya, Alleluya
Ayat. Yesus Kristus telah menjadi miskin, meskipun Ia kaya, agar kalian menjadi kaya berkat kemiskinan-Nya.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (16:9-15)
"Jika kamu tidak setia mengurus mamon yang durhaka, siapakah yang mau mempercayakan harta sejati kepadamu?"
9 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi." 10 "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. 11 Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? 12 Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? 13 Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." 14 Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia. 15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.
Renungan
Yesus mengajukan persyaratan tegas dan jelas untuk mengikuti Dia. "... tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku." Semiskin apa pun seseorang, dia tetap saja memiliki sesuatu: baik orang-orang kecintaanya maupun hidupnya sendiri. Pada waktunya, orang harus menentukan sikapnya: orang harus melepaskan dirinya dari semua itu dan mengikuti Yesus, atau mempertahankan ikatan dengan segala miliknya dan tidak mengikut Yesus. Pilihan ini meminta komitmen yang tegas, seperti memikul salib, sebab salib adalah tanda pengabdian total.
Keputusan untuk mengikuti Yesus adalah pilihan pribadi. Orang yang mau ikut Yesus tidak bisa hanya ikut-ikutan saja (asalkan banyak dan berduyun-duyun), melainkan harus menerima tanpa kompromi persyaratan yang diajukan oleh Yesus itu. Orang yang mengikuti Yesus tidak cukup hanya bermodalkan kemauan, melainkan harus terus-menerus mengadakan perhitungan yang matang tentang kekuatan dan kerapuhan yang dimilikinya, dan menentukan sikap dan tindakan yang sepadan dengan tuntutan Sang Guru.
Ya Tuhan, ajarilah aku untuk menanggalkan dan meninggalkan segala yang tidak perlu dalam mengikuti Engkau. Bantulah aku untuk memikul salibku dengan setia. Amin.
Ziarah Batin, Renungan dan Catatan Harian
-glenX-
November 08, 2008, 14:19
Pesta Pemberkatan Basilik Lateran
Sabtu-Minggu, 08-09 November 2008
Doa Renungan
Allah Bapa yang mahaagung, Engkau telah berkenan memilih kami sebagai batu-batu hidup bagi bangunan kediaman-Mu. Curahkanlah selalu anugerah Roh kepada Gereja-Mu, agar umat-Mu yang selalu setia akan rahmat-Mu berkembang dalam pembangunan Yerusalem baru. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Nubuat Yehezkiel (47:1-2.8-9.12)
"Aku melihat air mengalir keluar dari bait Allah, dan semua orang yan didatangi air itu akan selamat."
1 Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah. 2 Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan. 8 Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar, 9 sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup. 12 Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat."
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan (PS. 847)
Ref. Tuhan penjaga dan benteng perkasa dalam lindungan-Nya aman sentosa.
1. Allah itu tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut.
2. Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, di sukakan oleh aliran-aliran sungai . Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi.
3. Tuhan semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub. Pergilah, pandanglah pekerjaan Tuhan. Yang mengadakan permusuhan di bumi.
Bacaan Kedua
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (1 Kor 3:9b-11,6-17)
"Kamu adalah tempat kediaman Allah."
9 Saudara-saudara, kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah. 10 Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya. 11 Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. 16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? 17 Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Bait Pengantar Injil (PS. 953)
Ref. Alleluya
Tempat ini telah Kupilih dan Kukuduskan. Supaya nama-Ku tinggal disana sepanjang masa. Amin. (2Taw 7:16)
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (2:13-22)
"Kenisah yang dimaksudkan Yesus ialah tubuh-Nya sendiri."
13 Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem. 14 Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ. 15 Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya. 16 Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan." 17 Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: "Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku. 18 Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: "Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?" 19 Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali." 20 Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?" 21 Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri. 22 Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.
Renungan
Hari ini kita merayakan pesta pemberkatan Gereja Basilik Lateran. Basilik agung ini didirikan oleh kaisar Konstantinus Agung, putera Santa Helena, pada tahun 324. Dalam konteks sejarah Gereja Kirsten, Basilik ini merupakan basilik agung yang pertama, yang melambangkan kemerdekaan dan perdamaian di dalam Gereja setelah 3 abad lebih berada di dalam kancah penghambatan dan penganiayaan kaisar-kaisar Romawi yang kafir. Pemberkatannya yang kita peringati pada hari ini merupakan peringatan akan kemerdekaan dan perdamaian itu.
Memang semenjak zaman para rasul, sudah ada tempat-tempat berkumpul untuk merayakan Ekaristi serta mendengarkan firman Tuhan. Namun karena ketenteraman Gereja selalu diselingi dengan aksi-aksi pengejaran dan penganiayaan terhadap orang Kristen, maka Gereja-gereja pada waktu itu hanyalah berupa sebuah ruangan di dalam rumah-rumah tinggal orang Kristen. Selama berkobarnya penganiayaan, upacara-upacara keagamaan biasanya dirayakan di katekombe-katekombe, yaitu kuburan bawah di luar kota.
Ketika Kaisar Konstantinus bertobat dan mengumumkan edik Milano pada tahun 303, ia memusatkan perhatiannya pada pembangunan gereja-gereja yang indah. Ibunya Santa Helena menjadi salah seorang pendorong dan pembantu dalam usaha mendirikan gereja-gereja itu. Gereja pertama yang dibangun ialah Basilik Agung Penebus Mahakudus di Lateran. Letaknya di atas bukit Goelius dan tergabung dengan istana kekaisaran, Lateran. Gereja ini diberkati dengan suatu upacara agung dan meriah oleh Sri Paus Silvester I (314 - 335) pada tahun 324. Karena basilik ini merupakan gereja Katedral untuk Uskup Roma yang sekaligus menjabat sebagai paus, maka basilik itu pun disebut 'induk semua gereja', baik di Roma maupun di seluruh dunia. Karena itu juga basilik Lateran merupakan gereja paroki bagi seluruh umat Katolik sedunia. Basilik itu sekarang disebut Gereja Santo Yohanes Lateran.
Mula-mula pesta ini hanya dirayakan di Roma, namun lama-kelamaan menjadi pesta bagi seluruh gereja. Dalam pesta ini, selain kita memperingati dan mengenang kemerdekaan dan perdamaian yang dialami Gereja, kita juga mau mengungkapkan cinta kasih dan persatuan kita dengan Uskup Roma, yang sekaligus menjabat sebagai paus, pemersatu seluruh Gereja dalam cinta kasih Kristus.
Gereja, tempat kita berkumpul merupakan tanda dan lambang Gereja, Umat Allah. Gereja yang sebenarnya tidak dibangun dari kayu dan batu yang mati, melainkan dari batu yang hidup. Kitalah batu hidup yang membentuk rumah Allah itu, kediaman Roh Kudus yang indah berseri karena hidup suci. Apakah kita dalam hidup sehari-hari ikut membangun Gereja yang hidup itu?
1001pertanyaan.com
Allah Bapa di surga, Engkau hadir di tengah kami, di dalam gedung batu maupun di dalam diri kami yang lemah ini. Tuhan, kuatkanlah kami supaya selalu setia kepada-Mu. Amin.
-glenX-
November 09, 2008, 12:06
Bacaan Kitab Suci
10-16 November 2008
10.Senin....,Pw. S. Leo Agung
..................Tit 1:1-9; Mzm 24:1-2.3-4ab.5-6; Luk 17:1-6
11.Selasa..,Pw. S. Martinus dr Tours, Usk
..................Tit 2:1-8,11-14; Mzm 37:3-4,18,3,27,29; Luk 17:7-10
12.Rabu....,Pw. S. Yosafat, UskMrt
..................Tit 3:1-7; Mzm 23:1-3a,3b-4,5,6; Luk 17:11-19
13.Kamis...,Hari Biasa
..................Flm 7-20; Mzm 146:7,8-9a,9bc-10; Luk 17:20-25
14.Jumat...,Hari Biasa
..................2Yoh 4-9; Mzm 19:1.2.10.11.17.18; Luk 17:26-37
15.Sabtu....,Hari Biasa
..................3Yoh 5-8; Mzm 112:1-2.3-4.5-6; Luk 18:1-8
16.Minggu..,HARI MINGGU BIASA XXXIII
..................Ams 31:10-13.19-20.30-31; Mzm 128:1-2.3.4-5; 1 Tes 5:1-6; Mat 25:14-30
-glenX-
November 09, 2008, 13:42
Senin, 10 November 2008
Pw. S. Leo Agung.
Keteguhan iman merupakan buah dari proses perjalanan hidup yang dengan tekun mengarungi berbagai kesulitan.
Doa Renungan
Tuhan Yesus Kristus, bersama Santo Leo Agung yang hari ini kami rayakan, kami memohon supaya, kami semua dapat dikuatkan dalam iman. Kami percaya dengan pendampingan-Mu setiap hari kami dapat kuat dalam iman serta membagikan terang dan kasih-Mu kepada sesama. Engkaulah Tuhan dan pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Titus (1:1-9)
"Angkatlah penatua-penatua seperti yang telah kupesankan kepadamu."
1 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah untuk memberitakan janji tentang hidup dalam Kristus Yesus, 2 kepada Timotius, anakku yang kekasih: kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau. 3 Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam. 4 Dan apabila aku terkenang akan air matamu yang kaucurahkan, aku ingin melihat engkau kembali supaya penuhlah kesukaanku. 5 Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu. 6 Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. 7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. 8 Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah. 9 Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Itulah angkatan yang mencari wajah-Mu ya Tuhan.
1 Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
2. Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.
3. Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Hendaknya di dunia ini kamu bersinar seperi bintang-bintang sambil berpegang pada firman kehidupan.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (17:1-6)
"Jika saudaramu berbuat dosa terhadapmu tujuh kali sehari dan tujuh kali kembali kepadamu dan berkata, "Aku menyesal", engkau harus mengampuni dia."
1 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. 2 Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini. 3 Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. 4 Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia." 5 Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: "Tambahkanlah iman kami!" 6 Jawab Tuhan: "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu."
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Menegur dan mengampuni orang berdosa merupakan hal yang sangat istimewa dalam kehidupan bersama. Menegur orang berdosa berarti kita menunjukkan tanggung jawab kita sebagai sesama agar dia tidak tetap dalam dosanya, agar dia tidak merasa sendirian dalam mengarungi hidupnya yang sedang berada di jalur yang tidak terpuji. Teguran kita berfungsi untuk menyadarkan dia dari dosa yang sedang diperbuatnya, membantu dia untuk keluar dari kenikmatan dosa itu, serta menyelamatkan dia agar tidak jatuh ke dalam dosa yang lebih besar. Teguran itu akan menyelamatkan dia kalau dilakukan dalam semangat kasih persaudaraan yang mau menolong, bukannya untuk membelenggu atau memojokkan dia sebagai pendosa. Teguran itu akan berdampak pada penyesalan dari si pendosa.
Mengampuni orang berdosa berarti mencintai secara lebih orang yang gagal dalam membangun relasi kasih dengan Tuhan dan sesama. Dengan mengampuni, kita memberi dia martabat dirinya yang berarti di hadapan kita. Maka, meskipun dia gagal dalam hubungan dengan kita, dia tetap mempunyai martabat karena cinta kita yang tidak terbatas kepadanya mengangkat dia dari kehidupannya yang tidak terpuji itu. Dalam mengampuni, kita menghadirkan hati Allah yang maharahim kepada si pendosa.
Yesus meminta kita menjadi pengampun ideal yang mengampuni sesama tiada batasnya. Dia tidak meminta kita menjadi pendosa yang tidak tahu diri, yang gemar melakukan kesalahan dalam hidup sehari-hari. (ziarah batin)
Catatan Flazz:
Pada hari ini Gereja memperingati Santo Leo Agung, Paus dan Pujangga Gereja. Gereja Katolik mempertahankan kebenaran iman yang diajarkan oleh Santo Leo Agung ini. Paus ini hebat dalam bertindak, bukan hanya ahli strategi dan seorang yang cerdas, tetapi ia memiliki iman yang kuat dan kesalehan mendalam. Meski mengalami banyak kesulitan, Paus Leo Agung mengalami bantuan rahmat Allah yang tak terkira.
Keteguhan iman memang amat penting, pada bacaan Injil Lukas hari ini ayat 6 "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantulah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu." Marilah kita mohon kepada Yesus supaya selalu hadir di tengah-tengah kita, menguatkan iman kita semua meskipun ditengah banyak kesulitan, gangguan, hambatan dalam menjalani hidup ini supaya tidak menyerah dengan tantangan yang semakin banyak. (catatan flazz)
Ya Tuhan, bukalah mata hati dan kasihku terhadap pendosa. Bantulah aku menjadi penolong bagi mereka untuk memulai lagi hidup yang terpuji seperti kehendak-Mu. Amin.
-glenX-
November 10, 2008, 15:06
Selasa, 11 November 2008
Pw. S. Martinus dari Tours, Uskup
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Titus (2:1-8,11-14)
"Hendaklah kita hidup saleh sambil menantikan kebahagiaan yang kita harapkan, yaitu penampakan Allah dan penyelamat kita Yesus Kristus."
Saudaraku terkasih, 1 beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran yang sehat: 2 Laki-laki yang tua hendaklah hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, dalam kasih dan dalam ketekunan. 3 Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik 4 dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya, 5 hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat orang. 6 Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal 7 dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu, 8 sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka sebarkan tentang kita. 11 Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. 12 Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keingina duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini 13 dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, 14 yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Orang-orang benar akan diselamatkan oleh Tuhan.
(Mzm 37:3-4,18,3,27,29)
1. Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.
2. Tuhan mengetahui hari-hari orang yang saleh, dan milik pusaka mereka akan tetap selama-lamanya; Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, maka engkau akan tetap tinggal untuk selama-lamanya; Orang-orang benar akan mewarisi negeri dan tinggal di sana senantiasa.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Barangsiapa mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepada-Nya.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (17:7-10)
"Kami hamba-hamba tak berguna; kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan."
Yesus bersabda kepada para murid. 7 "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan! 8 Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum. 9 Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya? 10 Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan."
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Kritikan Yesus terhadap para murid-Nya menjadi suatu pengajaran moral yang sangat bagus untuk kita. Kewajiban kita adalah melakukan sebaik mungkin apa yang seharusnya kita lakukan. Mengasihi "orang-orang sulit", menjadi penggerak suatu karya karitatif, mengampuni dan memaafkan sesama yang telah melukai kita, memohonkan maaf atas kesalahan kita, menjadi suami-istri yang baik, menjadi anak yang mengabdi dan takwa adalah kewajiban kita sebagai pengikut Kristus. Semua tanggung jawab kita itu harus menghasilkan yang terbaik bagi kebahagiaan sesama dan kebahagiaan diri kita sendiri. Dengan kata lain, prestasi maksimal yang mampu dihasilkan seseorang merupakan tolok ukur dari totalitas dirinya untuk menjadi murid-murid Yesus.
Kritikan Yesus pada hari ini juga ditujukan kepada kita. Kadang-kadang kita yang kuat dalam mengasihi atau melakukan karya amal, atau hal-hal terpuji lainnya, mudah jatuh dalam bujuk-rayu atau godaan untuk memperhitungkan semua itu sebagai prestasi yang harus kita bangga-banggakan di hadapan sesama. Meskipun mungkin hal bangga-membanggakan ini tidak muncul secara konsisten dalam keseharian hidup kita, bukankah hal ini merupakan suatu pertanda dari pribadi yang kurang matang secara rohani, atau bahkan secara manusiawi? Apakah upahnya kita memamerkan semua itu di hadapan sesama? Yesus meminta kita untuk mempersenjatai diri kita dengan prinsip hidup-Nya, "Apabila kamu melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna, kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan" (Luk 17:10).
Ya Tuhan, bantulah aku agar mampu menjalankan apa yang Engkau percayakan kepadaku. Kuatkanlah aku dalam mengemban tanggung jawab ini, dan perlemahkanlah dalam diriku, hari demi hari, kemauan untuk memperhitungkan jasa-jasaku dalam berbuat baik. Amin.
Ziarah Batin, Renungan dan Catatan Harian
-glenX-
November 11, 2008, 13:19
Rabu, 12 November 2008
Pw. S. Yosafat, Uskup dan Martir
"Apa yang kita miliki, segalanya milik Tuhan."
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Titus (3:1-7)
"Dahulu kita sesat, tetapi berkat rahmat-Nya kita diselamatkan."
Saudaraku terkasih, 1 ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk pada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa, taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik. 2 Janganlah mereka memfitnah, janganlah mereka bertengkar, hendaklah mereka selalu ramah dan bersikap lemah lembut terhadap semua orang. 3 Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci. 4 Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, 5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, 6 yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, 7 supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan PS. 849
Ref. Tuhanlah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Mzm 23:1-3a,3b-4,5,6
1.Tuhan adalah gembalaku, aku takkan kekurangan, ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; ia menyegarkan jiwaku, Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
2.Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Hendaklah kamu mengucap syukur dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah bagi kamu di dalam Kristus Yesus.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (17:11-19)
"Tidak adakah yang kembali untuk memuliakan Allah selain orang asing itu?"
11 Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. 12 Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh 13 dan berteriak: "Yesus, Guru, kasihanilah kami!" 14 Lalu Ia memandang mereka dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam." Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir. 15 Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, 16 lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria. 17 Lalu Yesus berkata: "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? 18 Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?" 19 Lalu Ia berkata kepada orang itu: "Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau."
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Dari sepuluh orang kusta yang ditahirkan Yesus, hanya seorang yang datang kepada-Nya untuk memuliakan Allah dan bersyukur. Sementara sembilan orang lainnya melanjutkan perjalanan mereka, tanpa berita. Bersyukur berarti menikmati kebaikan-kebaikan yang ada dalam hidup dan mengalaminya sebagai sesuatu yang mengesankan. Hidup tidak dialami sebagai sesuatu yang mengalir begitu saja bersama dengan waktu, atau rangkaian peristiwa yang kebetulan, melainkan buah dari penyelenggaraan Ilahi (disembuhkan saat masih dalam perjalanan) dan perjuangan insani juga (siap-sedia untuk pergi memperlihatkan diri kepada imam). Dengan bersyukur kita menyatakan iman kita bahwa Allah adalah segala-galanya, dan kita disadarkan akan kepapaan kita yang sahaja (tersungkur di depan kaki-Nya). Dengan demikian, bersyukur pun menjadi sebuah kebutuhan utama dalam hidup kita. Semakin kita rindu untuk bersyukur, semakin kita leluasa menyerahkan diri kita ke dalam kemurahan Tuhan. Semakin kita menyerahkan diri ke dalam kemurahan-Nya, hidup kita akan semakin ringan karena kita berjuang dengan rahmat Tuhan yang memampukan kita untuk melakukan segala yang baik yang kita kehendaki dan upayakan.
Namun, berapa banyak manusia yang masih memiliki kepekaan seperti itu? Apakah menjangkau angka 10% seperti persentase orang kusta yang datang kepada Yesus untuk bersyukur dan berterima kasih? Dan apakah kita sendiri masuk dalam hitungan 10% itu?
Ya Tuhan, ajarilah aku untuk senantiasa bersyukur kepada-Mu, dan peka terhadap sentuhan rahmat-Mu dalam keseharian hidupku. Amin.
Ziarah Batin, Renungan dan Catatan Harian
-glenX-
November 12, 2008, 12:43
Kamis, 13 November 2008
Hari Biasa
Apa yang kita miliki, segalanya milik Tuhan.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Filemon (7-20)
"Terimalah dia kembali, bukan lagi sebagai budak, melainkan sebagai saudara terkasih."
Saudara terkasih, 7 dari kasihmu sudah kuperoleh kegembiraan besar dan kekuatan, sebab hati orang-orang kudus telah kauhiburkan, saudaraku. 8 Karena itu, sekalipun di dalam Kristus aku mempunyai kebebasan penuh untuk memerintahkan kepadamu apa yang harus engkau lakukan, 9 tetapi mengingat kasihmu itu, lebih baik aku memintanya dari padamu. Aku, Paulus, yang sudah menjadi tua, lagipula sekarang dipenjarakan karena Kristus Yesus, 10 mengajukan permintaan kepadamu mengenai anakku yang kudapat selagi aku dalam penjara, yakni Onesimus 11 --dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku. 12 Dia kusuruh kembali kepadamu--dia, yaitu buah hatiku--. 13 Sebenarnya aku mau menahan dia di sini sebagai gantimu untuk melayani aku selama aku dipenjarakan karena Injil, 14 tetapi tanpa persetujuanmu, aku tidak mau berbuat sesuatu, supaya yang baik itu jangan engkau lakukan seolah-olah dengan paksa, melainkan dengan sukarela. 15 Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu, supaya engkau dapat menerimanya untuk selama-lamanya, 16 bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari pada hamba, yaitu sebagai saudara yang kekasih, bagiku sudah demikian, apalagi bagimu, baik secara manusia maupun di dalam Tuhan. 17 Kalau engkau menganggap aku temanmu seiman, terimalah dia seperti aku sendiri. 18 Dan kalau dia sudah merugikan engkau ataupun berhutang padamu, tanggungkanlah semuanya itu kepadaku-- 19 aku, Paulus, menjaminnya dengan tulisan tanganku sendiri: Aku akan membayarnya--agar jangan kukatakan: "Tanggungkanlah semuanya itu kepadamu!" --karena engkau berhutang padaku, yaitu dirimu sendiri. 20 Ya saudaraku, semoga engkau berguna bagiku di dalam Tuhan: Hiburkanlah hatiku di dalam Kristus!
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref.Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong.
1.Dialah yang menegakkan keadilan bagi orang yang diperas, dan memberi roti kepada orang-orang yang lapar. Tuhan membebaskan orang-orang yang terkurung.
2.Tuhan membuka mata orang buta, Tuhan menegakkan orang yang tertunduk, Tuhan mengasihi orang-orang benar. Tuhan menjaga orang-orang asing.
3.Anak yatim dan janda ditegakkannya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya. Tuhan itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion turun-temurun!
Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Akulah pokok anggur, kamu ranting-rantingnya, sabda Tuhan. Tinggallah beserta-Ku, maka Aku tinggal besertamu, dan kalian akan berbuah banyak.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (17:20-25)
"Kerajaan Allah sudah ada di tengah-tengahmu."
20 Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: "Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, 21 juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu." 22 Dan Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Akan datang waktunya kamu ingin melihat satu dari pada hari-hari Anak Manusia itu dan kamu tidak akan melihatnya. 23 Dan orang akan berkata kepadamu: Lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut. 24 Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya. 25 Tetapi Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini.
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Kepastian tentang saat atau waktu kedatangan Kerajaan Allah dan tanda-tanda lahiriah yang menyertainya merasuki hati orang-orang Farisi, dan mereka meminta Yesus memberikan jawabannya. Sayangnya, jawaban Yesus tidak sesuai dengan harapan mereka. Bagi Yesus, kerajaan itu sudah ada bersamaan dengan kehadiran diri-Nya. Dan tanda-tanda lahiriahnya adalah pelayanan kasih yang Dia lakukan, yang menyapa manusia dari berbagai kalangan.
Janganlah kita bersusah diri memikirkan akhir zaman. Sebab hal itu pasti datang, entah kapan persisnya, tidak seorang pun tahu. Kita semua diundang untuk menikmati Kerajaan Allah yang telah dan sedang berlangsung di tengah kita melalui berbagai pengalaman akan rahmat Tuhan, baik yang kita alami secara pribadi maupun melalui pengalaman hidup orang lain.
Dewasa ini, banyak orang yang mencari kepastiaan tentang kedatangan Kerajaan Allah, dan tidak sedikit pula yang berusaha meyakinkan orang tentang saat itu dan tanda-tandanya. Mereka melakukan banyak pengorbanan demi kepastiaan itu. Namun, semua jawaban manusia tentang akhir zaman itu tidaklah memuaskan, bahkan semu. Akibatnya, banyak manusia yang kebingungan dan kecewa, apalagi ketika mereka harus berhadapan dengan pengalaman-pengalaman hidup yang getir dan membebani.
Marilah kita mempersiapkan kedatangan Kerajaan Allah itu dengan menerima Yesus dan karya-karya-Nya, entah yang ajaib maupun yang biasa-biasa saja. Janganlah kita menolak Dia karena penderitaan-Nya atau karena tawaran hidup berat yang harus kita jalani. Sebab Dia mencapai kemuliaan-Nya justru setelah menempuh jalan salib. Kita pun demikian.
Ya Tuhan, ajarilah aku untuk menikmati Kerajaan Putra-Mu dalam kasih dan perbuatan baik. Bebaskanlah aku dari aneka pencarian yang sia-sia, dan janganlah aku terjebak untuk menuruti berbagai tawaran palsu dari kerajaan dunia ini. Amin.
Renungan: Ziarah Batin, Renungan dan Catatan Harian
-glenX-
November 13, 2008, 12:31
Jumat, 14 November 2008
Hari Biasa
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Surat Kedua Yohanes (4-9)
"Barangsiapa setia kepada ajaran, dia memiliki Bapa maupun Putra."
4 Aku sangat bersukacita, bahwa aku mendapati, bahwa separuh dari anak-anakmu hidup dalam kebenaran sesuai dengan perintah yang telah kita terima dari Bapa. 5 Dan sekarang aku minta kepadamu, Ibu--bukan seolah-olah aku menuliskan perintah baru bagimu, tetapi menurut perintah yang sudah ada pada kita dari mulanya--supaya kita saling mengasihi. 6 Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya. 7 Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus. 8 Waspadalah, supaya kamu jangan kehilangan apa yang telah kami kerjakan itu, tetapi supaya kamu mendapat upahmu sepenuhnya. 9 Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
Mazmur Tanggapan
Ref. Berbahagialah orang yang hidup menurut hukum Tuhan.
(Mzm 19:1.2.10.11.17.18)
1. Berbahagialah orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat Tuhan.
2. Berbahagialah orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati.
3. Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, jangan biarkan aku menyimpang dari perintah-Mu.
4. Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.
5. Lakukanlah kebajikan kepada hamba-Mu ini supaya aku hidup, dan aku hendak berpegang pada firman-Mu.
6. Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban hukum-Mu.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah mendekat.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Santo Lukas (17:26-37)
"Kapan Anak Manusia akan menyatakan diri?"
Pada suatu ketika, Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya: 26 Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: 27 mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua. 28 Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. 29 Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. 30 Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya. 31 Barangsiapa pada hari itu sedang di peranginan di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali. 32 Ingatlah akan isteri Lot! 33 Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya. 34 Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. 35 Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan." 36 (Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.) 37 Kata mereka kepada Yesus: "Di mana, Tuhan?" Kata-Nya kepada mereka: "Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.
Renungan
Hubungan kita dengan Yesus menuntut suatu keputusan dan pilihan sikap yang tegas. Yesus berbicara kepada para murid-Nya tentang keadaan nanti, yakni ketika Anak Manusia menyatakan diri-Nya. Dia tidak berkompromi dengan berbagai keadaan manusia, seperti hal-hal yang menimpa orang di zaman Nuh dan Lot. Yesus menjadikan diri-Nya andalan satu-satunya, pusat dari segala dan tujuan pencarian setiap orang. "Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar." Kita pun harus mencari dan hanya mengandalkan Dia pada saat ini.
Mengikuti Yesus adalah suatu keputusan dan pilihan sikap yang terus-menerus. Untuk menjadi orang yang termasuk dalam kelompok pilihan-Nya, kita harus terbiasa untuk kehilangan segala sesuatu yang sangat penting, bahkan nyawa kita sekalipun. Terkadang kita berpikir bahwa gengsi atau status sosial, karier, pendidikan dan keluarga, atau apa pun adalah segala-galanya bagi kita. Namun, semua itu ternyata tidak langgeng, apalagi kalau hal-hal tersebut dihayati secara salah dan dengan berbagai motivasi yang palsu. Bagaimana anda menghayati pilihan hidup untuk mengikuti Yesus? Apakah Yesus telah menjadi andalan kita?
Ya Tuhan, bantulah aku untuk senantiasa mematikan perilaku-perilaku lamaku, dan menantikan kedatangan Putra-Mu dengan iman yang teguh dan hidup bersahaja. Amin.
Renungan: Ziarah Batin, Renungan dan Catatan Harian
-glenX-
November 14, 2008, 12:38
Sabtu, 15 November 2008
Hari Biasa Pekan XXXII
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Surat Ketiga Rasul Yohanes (5-8)
"Kita wajib menerima para pelayan jemaat agar kita boleh mengambil bagian dalam karya mereka untuk kebenaran."
Saudaraku terkasih, engkau bertindak sebagai orang beriman, ketika engkau berbuat segala sesuatu untuk saudara-saudara, sekalipun mereka orang asing. Mereka telah memberi kesaksian di hadapan jemaat tentang kasihmu. Baik benar perbuatanmu, ketika menolong mereka dalam perjalanan mereka, dengan suatu cara yang berkenan di hati Allah. Sebab demi nama Allah, mereka telah berangkat tanpa mau menerima sesuatu pun dari orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kita wajib menerima orang-orang yang demikian supaya kita boleh mengambil bagian dalam karya mereka untuk kebenaran.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Berbahagialah orang yang takwa kepada Tuhan.
1. Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; keturunan orang benar akan diberkati.
2. Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap dikenang selama-lamanya. Bagi orang benar ia bercahaya laksana lampu di dalam gelap, ia pengasih dan penyayang serta berlaku adil.
3.Orang baik menaruh belaskasihan dan memberi pinjaman, ia melakukan segala urusan dengan semestinya. Orang jujur tidak pernah goyah; ia akan dikenang selama-lamanya.
Bait Pengantar Injil.
Refr. Alleluya
Ayat. Allah memanggil kita agar kita memperoleh kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (18:1-8)
"Bukankah Allah akan membenarkan pada pilihan-Nya yang berseru kepada-Nya?
Pada suatu ketika Yesus menceritakan suatu perumpamaan kepada murid-murid-Nya untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemunya. Ia berkata, "Di suatu kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati siapa pun. Di kota itu ada pula seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata, 'Belalah hakku terhadap lawanku.' Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi ia kemudian berkata dalam hatinya, 'Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati siapa pun, namun karena janda ini menyusahkan daku, baiklah aku membenarkan dia, supaya ia jangan terus-menerus datang dan akhirnya menyerang aku." Lalu Yesus berkata, "Camkanlah perkataan hakim yang lalim itu! Bukankah Allah akan membenarkan para pilihan-Nya, yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu, 'Ia akan segera menolong mereka.' Akan tetapi jika Anak Manusia datang,adakah Ia menemukan iman di bumi ini?"
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus
Renungan
Doa merupakan kebutuhan yang tidak tergantikan dalam hidup kita. Dengan berdoa, kita berada dalam kontak yang hidup dengan Tuhan sebagai sumber kehidupan dan menghayati hidup dengan lebih leluasa. Yesus berdoa, dan Dia mengajari para murid-Nya berdoa. Kita pun harus berdoa karena doa adalah napas hidup kita.
Yesus meminta kita untuk selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Dia menyadari bahwa betapa manusia sulit untuk bertahan atau setia dalam doa. Terkadang, kelelahan fisik dan mental menyebabkan kita tidak kuat dalam doa-doa kita. Kita juga tidak betah dalam doa kalau ujud-ujud doa kita seakan-akan tidak dikabulkan. Kita menghendaki agar doa kita dikabulkan sesegera mungkin, sementara Yesus, Sang Guru Doa, meminta kita untuk berdoa dengan tiada jemu-jemunya. Kita berdoa dengan tiada jemu justru karena keterkabulan doa itu ada dalam kemurahan Tuhan. Meminta agar doa kita dikabulkan sesegera mungkin justru menunjukkan bahwa kita tidak berpasrah secara total ke dalam kehendak Allah.
Doa yang tekun meluluhkan hati Tuhan. Tuhan mengabulkan doa kita pada saat-Nya. Kerapkali terjadi bahwa kalau doa kita tidak atau belum juga dikabulkan, kita kehilangan kesabaran, iman kita mengendur, bahkan secara esktrem kita cenderung memilih sikap meninggalkan doa. Kalau kita tidak secepatnya menata mentalitas yang benar dalam berdoa, dengan mengambil sikap seperti si janda yang selalu menggedor hati si hakim agar memihaknya, niscaya hidup iman kita menjadi tertatih-tatih dan akhirnya mati.
Ya Tuhan, aku mudah menyerah dan berpaling dari-Mu bila doa-doaku tidak dikabulkan sesegera mungkin. Ajarilah aku untuk bertekun dalam doa. Amin.
Bacaan I dan Injil diambil dari Ruah
Renungan diambil dari Ziarah Batin
-glenX-
November 15, 2008, 15:37
Hari Minggu Biasa XXXIII
Sabtu 15, Minggu16 November 2008
01. Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Amsal (31:10-13.19-20.30-31)
"Ia senang bekerja dengan tangannya"
10. Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata. 11Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan. 12 Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya. 13 Ia mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya. 19 Tangannya ditaruhnya pada jentera, jari-jarinya memegang pemintal. 20. Ia memberikan tanggannya kepada yang tertindas, mengulurnya tangannya kepada yang miskin.30 Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji. 31Berilah kepadanya bagian dari hasil tangannya, biarlah perbuatannya memuji dia di pintu-pintu gerbang!
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
02. Mazmur Tanggapan (PS. 841)
*5__*5 1___2 | 3 1| 0_1 2__3 | 4___3 2____1 | 2 1 ||
Berba- ha- gi- a- lah yang men- di- am- i ru- mah Tu- han
1.Berbahagialah orang yang takwa kepada Tuhan yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya. Apabila engkau menikmati jerih payahmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!
2.Isterimu akan menjadi laksana pohon anggur subur yang ada didalam rumahmu; anak-anakmu seperti pohon zaitun di sekeliling mejamu!
03. Bacaan Kedua
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Tesalonika (5:1-6)
"Jangan sampai hari Tuhan tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri."
1 Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu, 2 karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam. 3 Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman--maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin--mereka pasti tidak akan luput. 4 Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, 5 karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. 6 Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
04. Bait Pengantar Injil (PS. 955)
5. 6 5| 4 3 2 0 | 4. 5 4 | 3 2 1 3 | 2 . 1 *7 | 1 . . . ||
Ref. Al- le - lu- ya, Al- le- lu- ya, Al- le-lu - ya
Ayat:
Tinggallah dalam Aku, maka Aku tinggal dalam kamu. Barangsiapa tinggal dalam Aku, berbuah banyak.
.
05. Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (Lengkap: 25:14-30, Singkat: 25:14-15.19-21)
"Karena engkau setia dalam hal kecil, masukklah ke dalam bahagia tuanmu"
Pada suatu hari Yesus mengemukakan perumpamaan berikut kepada para murid-Nya 14 "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.15 Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lagi satu, masing-masing menuruh kesanggupannya, lalu ia berangkat. 16 Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. 17 Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta.18 Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya. 19 Lama sesudah itu, pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.20 Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat aku telah beroleh laba lima talenta.21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. 22 Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta. 23 Maka kata tuan itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. 24 Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. 25 Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan! 26 Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? 27 Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalakan uang supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. 28 Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.29 Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. 30 Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terjadi ratap dan kertak gigi."
I. Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
Renungan
“Engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar”
“Orang yang merasa memiliki banyak waktu pada umumnya boros waktu alias tidak memanfaatkan waktu seoptimal mungkin atau bermalas-malas; sementara itu orang yang merasa kurang waktu pada umum akan efektif dan efisien memanfaatkan atau mengisi waktu dan orang yang bersangkutan juga rajin dan cermat dalam mengerjakan tugas pekerjaan apapun yang diserahkan kepadanya”. Kebenaran kata-kata ini dapat dibuktikan dengan mencermati sekian banyak orang entah imam, biarawan atau awam, pekerja atau pelajar/mahasiswa dan seterusnya. Sebagai contoh sebut saja pastor “Petrus” (samaran), ia memiliki banyak fungsi dan tugas pekerjaan serta sering dimintai tolong orang lain secara mendadak, namun semuanya dapat dikerjakan dengan baik dan selesai pada waktunya; sebaliknya sebut saja pastor ‘Yudas’ (samaran) adalah seorang pastor pembantu di sebuah paroki, tidak banyak pekerjaan dan tugas, namun nampak tugas yang hanya sedikit saja tidak dapat dikerjakan dengan baik dan setiap kali dimintai laporan tugas senantiasa mangkir.
Rm. Ign Sumarya, SJ
www.st-andreas.or.id (http://www.st-andreas.or.id)
bersambung....
-glenX-
November 15, 2008, 15:41
Lanjutan:
Contoh-contoh lain dalam kehidupan beragama, di kantor/tempat kerja atau masyarakat kiranya dapat dilihat juga hal semacam itu. Maka marilah kita mawas diri perihal tugas pekerjaan yang diserahkan kepada kita serta pemanfaatan waktu dalam hidup sehari-hari.
“Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu” (Mat25:21)
Mereka yang saat ini berfungsi sebagai pemimpin hidup atau perkerjaan bersama di tingkat, bidang kehdiupan apapun dan dimanapun serta baik dan disegani, dikasihi oleh mereka yang dipimpin kiranya adalah seseorang yang menghayati diri sebagai ‘hamba/pelayan’ dalam memfungsikan jabatannya. Ia setia dalam perkara-perkara kecil dan sederhana sejak masa kecil/kanak-kanak sampai saat ini. Ia terbiasa dan terampil mengurus atau merawat miliknya, kamar tidur beserta perabot-perabot di kamarnya, peka terhadap kebutuhan sesamanya serumah, dst.. Dalam hal kepemimpinan ada rumor: “Jika anda tidak dapat mengurus kamar anda sendiri, jangan mengurus kantor/tempat kerja, jika anda tidak dapat hidup bersama dengan baik dengan anggota keluarga serta mengurus anggota keluarga dengan baik, jangan mengatur dan mengurus para pekerja di kantor”.
Apa itu perkara? Perkara-perkara yang kita hadapi antara lain “kekayaan, umur panjang dan nyawa musuh”. Kekayaan itu antara lain: harta benda, uang, tubuh, bakat, hobby, dst,; sedangkan umur panjang adalah ‘hari ini’ dan nyawa musuh adalah segala sesuatu yang berasal dari orang lain yang tidak sesuai dengan selera pribadi kita atau mengganggu kita. Sejauh mana kita mengurus atau mengelola semuanya itu dengan baik sesuai dengan kehendak Tuhan. Yang mungkin baik kita refleksikan adalah ‘mengurus atau mengelola nyawa musuh’, mengingat dan memperhatikan ‘nyawa musuh’ sering menjadi sumber kekacauan dalam pengurusan atau pengelolaan kekayaan dan umur panjang/pertambahan usia. Dengan kata lain marilah kita perdalam dan tingkatkan keterampilan ‘manajemen konflik’, mengurus dan mengelola aneka macam bentuk konflik, entah yang ada di dalam diri kita sendiri maupun yang berasal dari orang lain.
Sapaan, sentuhan dan segala sesuatu yang dilakukan orang lain terhadap kita adalah wujud kasihnya kepada kita, termasuk tegoran, peringatan keras maupun kemarahan yang menyakitkan. Konflik besar yang terjadi pada umumnya mulai atau berasal dari konflik-konflik kecil, yang kurang diperhatikan atau dikelola/diurus dengan baik dan memadai. Perkara kecil setiap hari yang pasti kita hadapi setiap hari adalah makanan, ada makanan yang sesuai dengan selera pribadi dan tidak sesuai selera pribadi. Harap diingat dan diperhatikan bahwa ‘bahan makanan’ pada umumnya sama sedangkan yang berbeda adalah cara pengolahannya. Makanan yang terasa enak dan nikmat ada kemungkinan tidak sehat karena mengandung zat-zat tertentu yang mengancam kesehatan tubuh. Maka hendaknya dalam hal makanan dan minuman berpedoman pada sehat dan tidak sehat, bukan enak dan tidak enak. Asal sehat santap dan telan saja pasti akan membahagiakan dan menyehatkan tubuh. Jika dalam hal makanan kita tidak ada masalah kiranya dengan mudah kita mengelola dan mengatasi konflik-konflik kecil yang terjadi, dan dengan demikian kita akan terlatih untuk mengelola atau mengurus konflik atau perkara-perkara besar.
“Saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar” (1Tes5:4-6)
Senantiasa berjaga-jaga dan sadar, itulah sentuhan atau ajakan bagi kita semua, sebagai orang beriman dalam rangka menghayati panggilan serta melaksanakan tugas perutusan. Orang yang senantiasa berjaga-jaga dan sadar berarti orang yang sehat wal’afiat, segar bugar dan siap sedia melaksanakan tugas pekerjaan atau mengamankan/menyelamatkan lingkungan hidupnya sebagaimana dihayati oleh para petugas ‘SATPAM‘ yang baik. Maka marilah kita usahakan agar kita senantiasa ‘berjaga dan sadar’ dalam menanggapi aneka tugas perutusan yang diserahkan kepada kita. Agar kita dapat senantiasa ‘berjaga-jaga dan sadar’ pertama-tama hendaknya diusahakan senantiasa dalam kedaaan sehat, segar bugar, baik dalam hal jiwa, hati, akal budi maupun tubuh. Yang paling mudah diusahakan kiranya kesehatan dan kebugaran tubuh, dan dalam tubuh yang sehat dan segar bugar pada umumnya jiwa, hati dan akal budi juga sehat dan segar bugar. Olahraga teratur, makan dan minum teratur dan bergizi, cukup istirahat atau tidur rasanya merupakan cara-cara mengusahakan dan mempertahankan kesehatan dan kebugaran tubuh.
Kita adalah ‘anak-anak terang’ artinya senantiasa melakukan apa yang baik dan menyelamatkan serta tidak melakukan aneka bentuk kejahatan dan dosa. ‘Anak-anak terang’ yang senantiasa ‘berjaga-jaga dan sadar’ berarti senantiasa tanggap terhadap ajakan atau sentuhan kasih Tuhan melalui ciptaan-ciptaanNya dengan mengasihinya, terutama manusia sebagai ciptaan terluhur di dunia ini, tidak pernah menolak ajakan atau sentuhan untuk berbuat jahat kapanpun, dimanapun dan kepada siapapun. Dengan kata lain ia pun senantiasa siap sedia sewaktu-waktu dipanggil Tuhan, meninggal dunia; bahkan dengan senyum ceria menanggapi panggilan Tuhan atau kematian, karena setiap hari dari kelemahan dan kerapuhannya senantiasa berusaha untuk bertemu dan bersama Tuhan. Ia tidak pernah takut berada atau berjalan/bepergian sendirian kemanapun juga; dengan jujur, transparant dan terbuka dalam melakukan segala sesuatu, tidak ada sedikitpun yang disembunyikan atau dirahasiakan. Semuanya atau segala sesuatu dihayati sebagai anugerah Tuhan yang ia terima secara cuma-cuma dan dengan murah hati juga ia memperhatikan sesamanya. Sebaliknya dengan ini kami mengajak dan mengingatkan siaapun yang senang hidup dan bertindak dalam ‘kegelapan’ alias berbuat jahat seenaknya, hendaknya bertobat dan memperbaharui diri, misalnya para koruptor yang masih marak di negeri tercinta ini.
“Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu! Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN.”(Mzm128:1-4)
Rm. Ign Sumarya, SJ
www.st-andreas.or.id (http://www.st-andreas.or.id)
Terima kasih Tuhan, atas berkat yang Kaulimpahkan kepada kami, sehingga kami sehat, gembira. Amin.
-glenX-
November 16, 2008, 10:52
Bacaan Kitab Suci
17-23 November 2008
17.Senin....,Pw. S. Elisabet dari Hongaria
..................Why 1:1-4;2:1-5a;Mzm 1:1-4b;Luk 18:35-43
18.Selasa..,Hari Biasa
..................Why 3:1-6, 14-22;Mzm 15:2-3ab.3cd-4ab5;Luk 19:1-10
19.Rabu....,Hari Biasa
..................Why 4:1-11; Mzm 50:1-2.3-4.5-6; Luk 19:11-28
20.Kamis...,Hari Biasa
..................Why 5:1-10;Mzm 149:1-2,3-4.5-6a;9b; Luk 19:41-44
21.Jumat...,Pw. SP Maria dipersembahkan kepada Allah
..................Why 10:8-11; Mzm 119:14.24.72.103.111.131; Luk 19:45-48
22.Sabtu....,Hari Biasa
..................Why 11:4-12; Mzm 144:1,2,9-10; Luk 20:27-40
23.Minggu..,HARI RAYA TUHAN KITA YESUS KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM
..................Yeh 34:11-12.15-17; Mzm 23: 1-2a.2b-3.5-6; 1Kor 15: 20-26.28; Mat 25: 31-46
-glenX-
November 16, 2008, 12:24
Senin, 17 November 2008
Pw. S. Elisabet dari Hongaria
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Wahyu (1:1-4;2:1-5a)
"Sadarilah, betapa dalamnya engkau telah jatuh dan bertobatlah!"
1 Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes. 2 Yohanes telah bersaksi tentang firman Allah dan tentang kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus, yaitu segala sesuatu yang telah dilihatnya. 3 Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat. 4 Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya, 1 "Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu. 2 Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. 3 Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah. 4 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. 5a Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
Mazmur Tanggapan
Ref. Barangsiapa menang akan Kuberi makan buah pohon kehidupan.
(Mzm 1:1-2.3.4.6)
Ayat.
1. 1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
2. 3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
3. 4 Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin. 6 Sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Akulah terang dunia. Barangsiapa mengikuti Aku, ia akan mempunyai terang hidup.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (18:35-43)
"Apa yang kuinginkan Kuperbuat bagimu? Tuhan, semoga aku melihat."
35 Waktu Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis. 36 Waktu orang itu mendengar orang banyak lewat, ia bertanya: "Apa itu?" 37 Kata orang kepadanya: "Yesus orang Nazaret lewat." 38 Lalu ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!" 39 Maka mereka, yang berjalan di depan, menegor dia supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku!" 40 Lalu Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya. Dan ketika ia telah berada di dekat-Nya, Yesus bertanya kepadanya: 41 "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang itu: "Tuhan, supaya aku dapat melihat!" 42 Lalu kata Yesus kepadanya: "Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!" 43 Dan seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah.
I. Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
Renungan
Melalui Injil hari ini, Yesus meminta kita untuk selalu membagikan kasih kepada orang yang memerlukan, apa pun keadaan kita sendiri. Dia sendiri telah menunjukkan kasih-Nya dengan membuat si buta melihat. Penderitaan atau hidup yang berat janganlah membatasi kita dalam menebarkan dan menyebarkan kasih karena untuk kasihlah kita hidup. Kita juga diminta untuk memiliki mata hati yang peka agar bisa melihat Tuhan dalam aneka peristiwa hidup kita, dalam diri orang-orang yang kita jumpai, dan memberanikan diri meminta kepada Yesus hal-hal yang paling kita butuhkan dan berguna untuk kemuliaan Tuhan. Kalau kita membutuhkan kesehatan atau kebaikan apa pun, kita harus maksimalkan semua itu demi pengembangan diri kita sebagai anak-anak Allah dan demi kemuliaan Allah.
Janganlah kita meniru orang banyak yang berjalan di depan Yesus yang berusaha membungkam si buta. Banyak yang memerlukan Tuhan dan meminta kita untuk membantu mereka. Maukah kita membantu mereka menemukan kebahagiaan sejati dalam Tuhan? Sikap kita yang simpatik dan hidup kita yang bersahaja memudahkan mereka untuk menikmati kebesaran Tuhan dan memuliakan Dia.
Ya Tuhan, ajarilah aku untuk membagi kasih bagi mereka yang memerlukannya, dan janganlah aku menjadi penghalang bagi siapa pun yang mau menikmati kemurahan rahmat-Mu. Amin.
Renungan: Ziarah Batin, Renungan dan Catatan Harian
-glenX-
November 17, 2008, 14:11
Selasa, 18 November 2008
Hari Biasa Pekan XXXIII
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Wahyu (3:1-6.14-22)
"Jika ada orang yang membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan makan bersama dengan dia."
Aku Yohanes, mendengar Tuhan bersabda kepadaku, 1 "Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati! 2 Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satupun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku. 3 Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu. 4 Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu. 5 Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya. 6 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat." 14 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah: 15 Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! 16 Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. 17 Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang, 18 maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat. 19 Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! 20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. 21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya. 22 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Barangsiapa menang, ia kan Kududukkan bersama dengan Daku di atas
takhta-Ku.
1.Yaitu orang yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya, yang tidak menyebar fitnah dengan lidahnya.
2. Yang tidak berbuat jahat terhadap teman, dan tidak menimpakan cela kepada tetangganya; yang memandang hina orang-orang tercela tetapi menjunjung tinggi orang-orang yang takwa.
3. Yang tidak meminjamkan uang dengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian tidak akan goyah selama-lamanya.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Allah mengasihi kita dan telah mengutus Anak-Nya sebagai silih atas dosa-dosa kita.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (19:1-10)
"Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."
1 Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. 2 Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. 3 Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. 4 Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. 5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." 6 Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. 7 Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa." 8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." 9 Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. 10 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."
I. Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
Renungan
Berefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
• Zakheus, kepala pemungut cukai/pajak, kiranya orang baik yang terjebak dalam jaringan korupsi perpajakan. Sebagaimana terjadi di Indonesia manipulasi perpajakan terjadi di mana-mana, rasanya pada zaman Yesus pun juga telah terjadi, maka tidak mengherankan bahwa para petugas/pegawai perpajakan menjadi kaya raya. Maka dengan ini kami mengajak dan mengingatkan siapapun yang terlibat dalam perpajakan, entah pembayar pajak ataupun penarik/pengumpul pajak untuk mawas diri. Ingatlah bahwa uang pajak sebesar apapun pada dasarnya berasal dari rakyat banyak; para pengusaha membayar pajak tinggi karena mereka telah menaikan harga produksi dan yang menikmati produksi adalah rakyat banyak. Memang Negara yang sejahtera pada umumnya memperoleh masukan pendapatan mayoritas dari pajak, dan menjadi kewajiban para pejabat Negara atau pemerintah untuk mengurus atau mengelola pajak dengan baik. Pajak berasal dari rakyat dan harus dikembalikan kepada rakyat. Seikiranya para pegawai pajak di Indonesia ini tidak korupsi, hemat saya rakyat Indonesia dapat dilayani dengan baik, sesuai dengan sila ke lima “Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Ada aneka bentuk ‘pajak/cukai/pungutan’ yang dikumpulkan dari rakyat, antara lain: pajak bumi dan bangunan, pajak pertambahan nilai, pajak kendaraan dst.., uang sekolah, iuraan anggota, dst.. Hendaknya aneka masukan yang diambil dari rakyat atau ‘konsumen’ tersebut difungsikan demi kesejahteraan bersama, bukan untuk memperkaya mereka yang mengurus atau mengelola. Kita semua adalah ‘anak-anak Abraham’, bapa dan teladan hidup beriman, maka marilah kita hayati iman kita dengan saling membangun dan membantu atau bergotong-royong demi kesejahteraan umum.
Rm. Ign Sumarya, SJ
www.st-andreas.or.id (http://www.st-andreas.or.id)
bersambung....
-glenX-
November 17, 2008, 14:13
sebelumnya (http://forum.wgaul.com/showpost.php?p=3824302&postcount=210)
lanjutan...
• “Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat” (Why3:19-22). Sebagai ‘anak-anak Abraham’ kiranya kita semua adalah yang dikasihi oleh Allah, maka marilah mempersembahkan hati seutuhnya kepada Allah, membuka pintu dan telinga hati terhadap ‘tegoran dan hajaran Allah’ yang disampaikan oleh Roh melalui atau kepada jemaat-jemaat, sesama umat beriman. Panggilan atau tugas pengutusan ini rasanya lebih kena bagi para pemimpin atau petinggi hidup bersama dalam bentuk apapun dan dimanapun. Kepada siapapun yang merasa menjadi pemimpin atau petinggi kami ajak untuk ‘mendengarkan apa yang dikatakan Roh melalui mereka yang dipimpin’; dengarkan dambaan, kerinduan, harapan, keluh kesah atau dukacita dan sukacita mereka, dan kemudian tanggapi sesuai dengan kemungkinan atau kesempatan yang ada. “Mendengarkan” merupakan keutamaan yang harus dihayati oleh para pemimpin atau petinggi, dan dengan demikian mereka menghayati kepemimpinan partisipatif dalam jabatan, tugas pekerjaan atau fungsinya. Untuk itu kiranya perlu atau harus diusahakan seoptimal mungkin berada ‘bersama-sama dengan yang dipimpin’, misalnya ‘makan bersama-sama’. Boros waktu dan tenaga bagi yang dipimpin itulah yang harus dihayati dengan gembira, gairah dan ceria.
Rm. Ign Sumarya, SJ
www.st-andreas.or.id (http://www.st-andreas.or.id/)
Tuhan, bimbinglah aku, supaya aku bisa mengisi hidupku dengan penuh kasih, sukacita.
-glenX-
November 18, 2008, 12:14
Rabu, 19 November 2008
Hari Biasa Pekan XXXIII
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Wahyu (4:1-11)
"Kuduslah Tuhan Allah yang mahakudus, yang selalu ada, dulu, kini dan kelak."
Aku, Yohanes, melihat: Sungguh, sebuah pintu terbuka di surga dan suara yang dahulu pernah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya, "Naiklah kemari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini." Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta berdiri di surga, dan di atas takhta itu duduklah Seseorang. Dan Dia yang duduk di atas takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis. Dan suatu pelangi melingkungi takhta itu, gilang gemilang, bagaikan zamrud rupanya. Di sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di atasnya duduk dua puluh empat tua-tua yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka. Dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: Itulah ketujuh Roh Allah. Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata di sebelah muka dan di sebelah belakang. Adapun makhluk yang pertama seperti singa, makhluk yang kedua seperti anak lembu, makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, sedang makhluk yang keempat seperti burung nasar yang sedang terbang. Keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan tanpa henti-hentinya mereka berseru siang dan malam, "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah yang mahakuasa, yang selalu ada, dulu, kini dan kelak." Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan pujian, dan hormat, dan ucapan syukur kepada Dia yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya, maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata, "Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian, hormat dan kuasa. Sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu. Dan karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan."
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Kudus, kudus, kuduslah Tuhan, Allah yang mahakuasa.
Ayat. (Mzm 50:1-2.3-4.5-6)
1. Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya! Pujilah Dia dalam cakrawala-Nya yang kuat! Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya! Pujilah Dia sesuai dengan kebesaran-Nya yang hebat!
2. Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala, pujilah Dia dengan gambus dan kecapi! Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian, pujilah Dia dengan permainan kecapi dan seruling!
3. Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting, pujilah Dia dengan ceracap yang berdentang! Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Aku telah menetapkan kalian supaya kalian pergi dan menghasilkan buah yang takkan binasa, sabda Tuhan.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (19:11-28)
"Mengapa uangku tidak kuberikan kepada orang yang menjalankan uang?"
Pada waktu Yesus sudah dekat Yerusalem, orang menyangka bahwa Kerajaan Allah akan segera nampak. Maka Yesus berkata, "Ada seorang bangsawan berangkat ke negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja. Sesudah itu baru ia akan kembali. Maka ia memanggil sepuluh orang hambanya, dan memberi mereka sepuluh mina, katanya, Pakailah ini untuk berdagang sampai aku kembali.' Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan, 'Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami.' Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah dinobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba-hambanya, yang telah diberinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing. Yang pertama datang dan berkata, 'Tuan, mina tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina.' Katanya kepada hamba itu, 'Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik. Engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota.' Datanglah yang kedua dan berkata, 'Tuan, mina tuan telah menghasilkan lima mina.' Katanya kepada orang kedua itu, 'Dan engkau, kuasailah lima kota.' Dan hamba yang ketiga datang dan berkata, 'Tuan, inilah mina Tuan, aku telah menyimpannya dalam saputangan. Sebab aku takut akan Tuan, karena Tuan adalah manusia yang keras. Tuan mengambil apa yang tidak pernah Tuan taruh, dan Tuan menuai apa yang tidak Tuan tabur.' Kata bangsawan itu, 'Hai hamba yang jahat! Aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu, aku ini orang yang keras. Aku mengambil apa yang tidak pernah kutaruh dan menuai apa yang tidak kutabur. Jika demikian mengapa uangku tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang? Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya.' Lalu katanya kepada orang-orang yang berdiri di situ, 'Ambillah mina yang satu itu dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu.' Kata mereka kepadanya, 'Tuan, ia sudah mempunyai sepuluh mina.' Ia menjawab, 'Aku berkata kepadamu, setiap orang yang mempunyai, ia akan diberi; tetapi siapa yang tidak mempunyai, daripadanya akan diambil, juga apa yang ada padanya. Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka kemari dan bunuhlah mereka di depan mataku.' " Setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.
I. Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
Renungan
Tuhan Yesus mendahului murid-murid-Nya ke Yerusalem. Dia tidak mau berkompromi dengan kemalasan atau ketidaktulusan dari para pengikut-Nya. Dia meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem, bahkan berjalan di depan. Di Yerusalem Dia mengurbankan diri-Nya. Kalau kita mau menggandakan mina, yakni segala sesuatu yang berguna yang telah diberikan Tuhan, kita harus berani mengurbankan diri. Langkah pertama ke arah itu ialah memerangi aneka kemalasan atau kebiasaan untuk memaafkan diri kita sendiri. Tuhan akan memberikan kepercayaan lebih kepada kita kalau kita telah mengembangkan apa yang telah dipercayakan-Nya.
Ya Tuhan, Engkau telah mempercayakan kepadaku segala sesuatu yang berguna bagi hidupku. Ajarilah aku untuk tidak menyia-nyiakan kepercayaan-Mu itu. Amin.
Renungan: Ziarah Batin, Renungan dan Catatan Harian
-glenX-
November 19, 2008, 14:31
Kamis, 20 November 2008
Hari Biasa Pekan XXXIII
Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi (1Kor 12:31)
Renungan
Doa Pagi
Tuhan, terima kasih atas anugerah kehidupan yang masih Kaupercayakan kepada kami. Bacaan Injil hari ini menyadarkan kami bahwa kemuliaan, keindahan duniawi itu hanya sementara saja. Maka bantulah aku ya Bapa, agar aku tidak hanya mencari kemuliaan duniawi tapi berilah aku kerinduan akan Yerusalem surgawi. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.
Kristus tampil sebagai pemenang atas kejahatan di dunia. Sebab Dia adalah Anak Domba yang mampu membuka meterai kitab yang berisi rencana rahasia Allah. Yesus Kristus yang telah bangkit dan mulia memberi makna terdalam pada sejarah kehidupan manusia.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Wahyu (5:1-10)
"Anak Domba telah disembelih dan dengan darah-Nya telah menebus kita dari segala bangsa."
1 Aku, Yohanes, melihat Seorang yang duduk di atas takhta di surga; dengan tangan
kanan Dia memegang sebuah gulungan kitab. Kitab itu ditulis sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai. 2 Dan aku melihat seorang malaikat yang gagah, yang berseru dengan suara nyaring, katanya, "Siapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya?" 3 Tetapi tak seorang pun di surga atau di bumi atau di bawah bumi yang dapat membuka gulungan kitab itu atau melihat sebelah dalamnya. 4 Maka menangislah aku dengan amat sedihnya, karena tidak seorang pun dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu atau pun melihat sebelah dalamnya. 5 Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku, "Jangan menangis! Sesungguhnya singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang. Dialah yang dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya. 6 "Maka aku melihat seekor Anak Domba berdiri di tengah-tengah takhta dan di tengah-tengah keempat makhluk serta orang tua-tua itu. Anak Domba itu kelihatan seperti telah disembelih, Ia bertanduk tujuh dan bermata tujuh. Itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi. 7 Lalu datanglah Anak Domba itu dan
menerima gulungan kitab dari tangan Dia yang duduk di atas takhta itu. 8 Ketika Ia
mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh
empat orang tua-tua di hadapan Anak Domba. Mereka masing-masing memegang sebuah kecapi, dan sebuah cawan emas penuh dengan kemenyan. Itulah doa orang-orang kudus. 9 Dan mereka menyanyikan sebuah lagu baru katanya, 'Layaklah Engkau menerima gulungan kitab dan membuka ketujuh meterainya. Sebab Engkau telah disembelih, dan dengan darah-Mu telah membeli mereka bagi Allah dari setiap
suku, bahasa, kaum dan bangsa. 10 Engkau telah membuat mereka menjadi suatu
kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka sebagai raja akan
memerintah di bumi."
Mazmur Tanggapan
(Mzm 149:1-6a.9b)
Ref. Tuhan, Engkau telah membuat kami menjadi raja dan imam.
1. Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu yang baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh! Biarlah Israel bersukacita atas Penciptanya, biarlah Sion bersorak-sorai atas raja mereka.
2.Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi! Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang yang rendah hati dengan keselamatan.
3. Biarlah orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur! Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka. Itulah semarak bagi orang yang dikasihi Allah.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Hari ini janganlah bertegar hati, tetapi dengarkanlah suara Tuhan.
Betapa kasih karunia yang telah ditawarkan kepada kita menjadi sia-sia, karena kita tidak mampu memahami bahwa Allah telah melawati kita dalam kehidupan kita.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (19:41-44)
"Andaikan engkau tahu apa yang perlu untuk damai sejahteramu!"
41 Pada waktu itu, ketika Yesus mendekati Yerusalem dan melihat kota itu, Ia menangisinya, 42 katanya, "Wahai Yerusalem, alangkah baiknya andaikan pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu. 43 Sebab akan datang harinya, musuhmu mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung dan menghimpit engkau dari segala jurusan. 44 Dan mereka akan membinasakan dikau beserta semua pendudukmu. Tembokmu akan dirobohkan dan tiada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain. Sebab engkau tidak mengetahui saat Allah melawati engkau."
I. Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
Doa Malam
Terima kasih Tuhan untuk segalanya yang telah Engkau anugerahkan dalam hidup kami. Pada doa ini kami teringat saudara-saudara kami yang masih sibuk mencari hal-hal dunia dan melupakan-Mu. Kiranya Tuhan menyadarkan mereka sehingga mereka dapat menemukan makna kehidupan ini dan mereka dapat kembali ke pangkuan-Mu. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Renungan
Yesus meratapi kebutaan Yerusalem karena tidak mau menerima kedamaian sejati yang ditawarkan Yesus Tuhan, tatkala Ia memasukinya. Masih butakah aku akan rencana dan karya Allah yang membawa kedamaian bagiku?
Renungan: RUAH
* * *
Renungan
Yesus menangisi Kota Yerusalem karena Dia mencintai kota itu. Banyak hal besar dalam hidup Yesus terjadi di kota ini, termasuk pengurbanan diri-Nya, bahkan setelah kenaikan-Nya ke surga, orang-orang kecintaan Yesus tetap tinggal di Yerusalem. Ratapan Yesus atas Yerusalem menyertai perjalanan-Nya sebagai Mesias yang memasuki kota itu. Dia datang sebagai Raja Damai yang membawa rahmat, tetapi menuai penolakan, dan penolakan itulah yang mendatangkan hukuman: Yerusalem akan diinjak oleh bangsa yang tidak mengenal Allah (bdk. Luk 21:24).
"Betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu." Yesus sangat mengharapkan penerimaan dari pihak Yerusalem agar tidak terjadi penyesalan. Penyesalan biasanya tidak berguna, apalagi berkaitan dengan hidup yang telah tiada dan damai yang telah hancur. Nasib hidup dan damai yang demikian akan membebani sejarah dan melukai semua orang yang mencintai Kota Allah itu. Segalanya harus mulai dari nol, dan penyesalan tetaplah sebuah penyesalan.
Kita pun sering mendapat aneka peringatan dalam hidup kita berkaitan dengan banyak hal. Peringatan-peringatan itu datang dari orang yang berkehendak baik, yang diutus Tuhan untuk bahu- membahu bersama kita mengarungi hidup ini. Tidak sedikit dari mereka mempunyai simpati dan empati, yang bahkan seperti Yesus, rela berbagi kepedihan dan air mata dengan kita. Beranikah kita membuka diri terhadap mereka dan mengurbankan berbagai hal dalam diri kita untuk membangun suatu hidup yang terpuji? Jangan-jangan kita tidak mempedulikan keberadaan dan tawaran kasih mereka, seperti yang telah diperbuat oleh Yerusalem kepada Yesus.
Ya Tuhan, ajarilah aku untuk peka terhadap berbagai sapaan atau peringatan, agar aku dapat menerima tawaran cintamu yang datang melalui sesama. Amin.
Renungan: Ziarah Batin, Renungan dan Catatan Harian
-glenX-
November 20, 2008, 13:43
Jumat, 21 November 2008
Pw. SP Maria Dipersembahkan kepada Allah
Dengan berbuat tulus dan jujur, kita akan mendapatkan damai dan sejahtera.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Wahyu (10:8-11)
"Aku menerima kitab itu dan memakannya."
Aku, Yohanes, mendengar suara dari langit, yang berkata kepadaku, "Pergilah, ambillah gulungan kitab yang terbuka di tangan malaikat yang berdiri di atas laut dan di atas bumi itu." Maka aku menghadap malaikat itu. Aku minta kepadanya, supaya memberikan gulungan kitab itu kepadaku. Ia berkata, "Ambillah dan makanlah. Kitab itu akan terasa pahit dalam perutmu, tetapi manis seperti madu dalam mulutmu." Lalu aku mengambil kitab itu dari tangan malaikat dan memakannya. Rasanya manis seperti madu dalam mulutku, tetapi setelah kumakan, terasa pahit dalam perut. Maka malaikat itu berkata kepadaku, "Engkau harus bernubuat lagi kepada banyak bangsa, kaum, bahasa, dan raja."
Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
(Mzm 119:14.24.72.103.111.131)
Ref. Betapa manis janji-Mu itu bagi langit-langitku, ya Tuhan.
1. Aku bergembira atas peringatan-peringatan-Mu, melebihi segala harta.
2. Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku dan kehendak-Mu menjadi penasihat bagiku.
3. Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih berharga daripada ribuan keping emas dan perak.
4.Betapa manis janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih manis daripada madu bagi mulutku.
5.Peringatan-peringatan-Mu adalah milik pusakaku untuk selama-lamanya, sebab semuanya itu kegirangan hatiku.
6.Mulutku kungangakan dan mengap-mengap, sebab aku mendambakan perintah-perintah-Mu.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, sabda Tuhan; Aku mengenal mereka, dan mereka mengikuti Aku.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (19:45-48)
"Rumah-Ku telah kalian jadikan sarang penyamun."
Pada waktu itu Yesus tiba di Yerusalem dan masuk ke Bait Allah. Maka mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ. Ia berkata, "Ada tertulis: Rumahku adalah rumah doa. Tetapi kalian telah menjadikannya sarang penyamun!" Tiap-tiap hari Yesus mengajar di Bait Allah. Para imam kepala dan ahli Taurat serta orang-orang terkemuka bangsa Israel berusaha membinasakan Yesus. Tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus
Renungan
Yesus adalah "penguasa" Bait Allah yang sesungguhnya. Dia berhak menghentikan berbagai aktivitas yang tidak sesuai dengan kegunaan Bait Allah itu. Kekuasaan-Nya bersifat mutlak. Bait Allah dipergunakan secara maksimal: tempat Yesus mengajar setiap hari - bukan sebagai tempat jual beli. Dia meniadakan hal-hal yang profan dari Bait Allah, dan memanfaatkan itu untuk hal-hal yang suci.
Tindakan Yesus ini membangkitkan kebencian yang kian hebat dalam diri para imam kepala, ahli Taurat, serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel. Kelompok musuh Yesus ini berusaha membinasakan Sang Guru secepatnya agar nyamanlah kehidupan mereka. Namun, golongan kelas atas ini tidak bisa serta merta menjalankan tekadnya karena ternyata Yesus memiliki popularitas yang bagus di kalangan rakyat kebanyakan - yang dengan tulus dan jujur mencari kebenaran, kasih, dan damai sejahtera. Mereka menemukan itu dalam diri Yesus.
Yesus tetap menjalankan misi-Nya, meski aneka penolakan menyertai hidup dan pewartaan-Nya. Dia tidak menyerah, apalagi untuk urusan sesuci dan sehebat Bait Allah. Terkadang kita mengalami penolakan dari sesama ketika kita memegang teguh prinsip hidup yang benar dan suci. Janganlah kita meninggalkan komitmen kita yang tulus dan suci karena pasti kita tidak sendirian berada di jalur itu. Semua orang yang tulus dan berkehendak baik pasti berpihak kepada pilihan hidup dan perjuangan kita. Marilah kita terus berjuang.
Ya Tuhan, teguhkanlah tekadku dan bantulah aku agar senantiasa berjuang untuk hal-hal yang suci dan berkenan kepada-Mu. Amin.
Renungan: Ziarah Batin, Renungan dan Catatan Harian
Bacaan Kitab Suci: Renungan Inspirasi Batin.
-glenX-
November 21, 2008, 16:19
Sabtu, 22 November 2008
Pw. S. Sesilia, Perawan dan Martir
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Wahyu (11:4-12)
"Kedua nabi itu telah merupakan siksaan bagi semua orang yang diam di atas bumi."
Aku, Yohanes, mendengar suatu suara yang berkata, "Lihatlah kedua saksiku ini. Mereka itulah kedua pohon zaitun dan kedua kaki dian yang berdiri di hadapan Tuhan semesta alam. Jika ada orang yang hendak menyakiti keduanya keluarlah api dari mulut mereka dan menghanguskan semua musuh mereka. Jika ada orang yang hendak menyakiti mereka, maka orang itu harus mati secara demikian. Kedua saksi itu mempunyai kuasa menutup langit, supaya jangan turun hujan selama mereka bernubuat. Dimilikinya pula kuasa atas segala air untuk mengubahnya menjadi darah, dan untuk memukul bumi dengan segala jenis malapetaka, setiap kali dikehendakinya. Dan apabila mereka telah menyelesaikan kesaksiannya, maka binatang yang muncul dari jurang maut, akan memerangi mereka dan mengalahkan serta membunuh mereka. Mayat mereka akan terletak di atas jalan raya kota besar yang secara rohani disebut Sodom dan Mesir, di mana juga Tuhan mereka disalibkan. Dan orang-orang dari segala bangsa dan suku, bahasa dan kaum melihat mayat mereka tiga setengah hari lamanya dan orang-orang itu tidak akan memperbolehkan mayat itu dikubur. Dan para penduduk bumi akan bergembira dan bersukacita atas kedua saksi itu. Mereka akan berpesta dan saling mengirim hadiah, karena kedua nabi itu telah merupakan siksaan bagi bagi semua orang yang diam di atas bumi. Tetapi tiga setengah hari kemudian masuklah roh kehidupan dari Allah ke dalam kedua orang itu, sehingga mereka bangkit. Semua orang yang melihat mereka menjadi sangat takut. Dan orang-orang itu akan mendengar suara yang nyaring dari surga berkata kepada mereka, "Naiklah kemari!" Lalu naiklah mereka ke langit, diselubungi awan, disaksikan oleh musuh-musuh mereka.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
(Mzm 119:14.24.72.103.111.131)
Ref. Terpujilah Tuhan, Gunung Batuku!
1. Terpujilah Tuhan, Gunung Batuku! Ia mengajar tanganku bertempur, Ia melatih jari-jariku berperang.
2. Ia menjadi tempat perlindungan dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku; Ia menjadi perisai, tempat aku berlindung! Dialah yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku!
3. Ya Allah, aku hendak menyanyikan lagu baru bagi-Mu; dengan gambus sepuluh tali aku hendak bermazmur. Sebab Engkaulah yang memberikan kemenangan kepada raja-raja, dan yang membebaskan Daud, hamba-Mu!
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Juruselamat kita Yesus Kristus telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (20:27-40)
"Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup."
Pada suatu ketika datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki yang tidak mengakui adanya kebangkitan. Mereka bertanya kepada Yesus, "Guru, Musa menulis untuk kita perintah ini: 'Jika seorang yang mempunyai saudara laki-laki mati meninggalkan isteri tetapi tidak meninggalkan anak, maka saudaranya harus kawin dengan wanita itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya. Ada tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang wanita lalu mati tanpa meninggalkan anak. Lalu wanita itu dikawini oleh yang kedua, dan oleh yang ketiga, dan demikianlah berturut-turut oleh ketujuh saudara itu. Mereka semuanya mati tanpa meninggalkan anak. Akhirnya wanita itu pun mati. Bagaimana sekarang dengan wanita itu? Siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia." Berkatalah Yesus kepada mereka, "Orang dunia ini kawin dan dikawinkan, tetapi orang yang dianggap layak mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati tidak kawin dan tidak dikawinkan. Sebab mereka tidak dapat mati lagi. Mereka sama dengan malaikat-malaikat dan menjadi anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan. Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, karena di hadapan Dia semua orang hidup." Mendengar itu beberapa ahli Taurat berkata, "Guru, jawab-Mu itu tepat sekali." Maka mereka tidak berani lagi menanyakan apa-apa kepada Yesus.
I. Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
Renungan
Prinsip Yesus tentang Allah Bapa sangatlah tegas dan pasti: Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Kehadiran-Nya sebagai Allah orang hidup meyakinkan kita bahwa Dia mengatasi berbagai perkara manusia. Dia mengatasi berbagai cara pandang manusia yang melihat bahwa hidup tidak lebih dari suatu proses yang alami (lahir, berjuang, dan mati). Justru karena Allah adalah Allah orang hidup maka manusia yang percaya kepada Allah dan menjadi anak-anak-Nya harus menghayati suatu kehidupan yang lebih bersahaja dan berbobot daripada sekadar menjalani hidup sebagai suatu proses yang alami.
Marilah kita memiliki Allah orang hidup. Janganlah kita meragukan kekuasaan-Nya atas hidup kita - kini dan kelak. Marilah kita hidup mati-matian sebagai anak-anak Allah yang hidup agar setelah perjuangan kita di dunia ini berakhir baik, kita tidak kehilangan hidup abadi yang telah dipersiapkan Tuhan untuk semua orang yang mencintai Dia.
Ya Tuhan, bantulah aku agar tidak diombang-ambingkan oleh berbagai hal yang bersifat sementara. Semoga upaya-upayaku dalam hidup ini tertuju kepada-Mu yang menjadi segalanya dalam kehidupanku. Amin.
Renungan: Ziarah Batin, Renungan dan Catatan Harian
Bacaan Kitab Suci: Renungan Ruah
-glenX-
November 22, 2008, 13:11
Minggu, 23 November 2008
HARI RAYA TUHAN KITA YESUS KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Nabi Yehezkiel (34:11-12.15-17)
"Kamulah kawanan-Ku dan Aku menjadi hakim antara domba dengan domba."
11 Beginilah firman Tuhan ALLAH: Dengan sesungguhnya Aku sendiri akan memperhatikan domba-domba-Ku dan akan mencarinya. 12 Seperti seorang gembala mencari dombanya pada waktu domba itu tercerai dari kawanan dombanya, begitulah Aku akan mencari domba-domba-Ku dan Aku akan menyelamatkan mereka dari segala tempat, ke mana mereka diserahkan pada hari berkabut dan hari kegelapan. 15 Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku dan Aku akan membiarkan mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan ALLAH. 16 Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya. 17 Dan hai kamu domba-domba-Ku, beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba, dan di antara domba jantan dan kambing jantan.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan (PS. 849)
Ref.
5 5 5.___4 3 2 | 1 . 3 2____1 -6 -5___-6 | 1 1 . . ||
Tu- han- lah gem- ba- la - ku, tak ' kan ke - ku- rang- an a - ku.
Solis:
1.Tuhan adalah gembalaku, aku tak'kan kekurangan: ku dibaringkan-Nya di rumput yang hijau, di dekat air yang tenang. 'Ku dituntun-Nya di jalan yang lurus demi nama-Nya yang kudus.
2.Sekalipun aku harus berjalan di lembah yang kelam aku tidak takut akan bahaya, sebab Engkau besertaku; sungguh tongkat penggembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.
3.Kausiapkan hidangan bagiku di hadapan lawanku, Kauurapi kepalaku dengan minyak dan pialaku melimpah.
4.Kerelaan yang dari Tuhan dan kemurahan ilahi mengiringi langkahku selalu, sepanjang umur hidupku; Aku akan diam di rumah Tuhan sekarang dan senantiasa.
Bacaan Kedua
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (15:20-26a.28)
"Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa supaya Allah menjadi semua di dalam semua."
20 Saudara-saudara, Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. 21 Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. 22 Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. 23 Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. 24 Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. 25 Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. 26 Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut. 28 Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Bait Pengantar Injil (PS. 953)
Ref.
3 2 | 3 2 1 3 | 5 6 5 . | 6 1+ 1+ 7 | 5 . ||
Al - le - lu - ya, al - le - lu - ya
Solis: Terpujilah yang datang atas nama Tuhan, Terpujilah kerajaan yang telah tiba, Kerajaan Bapa kita Daud.
INJIL
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (25:31-46)
"Ia akan bersemayam di atas tahta kemuliaan-Nya dan memisahkan orang-orang yang satu dari yang lain."
31 Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. 32 Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, 33 dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. 34 Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. 35 Sebab ketika Aku lapar, kamu memberikan Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; 36 ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. 37 Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? 38 Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? 39 Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? 40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. 41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. 42 Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; 43 ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku. 44 Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? 45 Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. 46 Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal."
I. Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus
-glenX-
November 22, 2008, 13:29
Minggu, 23 November 2008
HARI RAYA TUHAN KITA YESUS KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM
Doa Renungan:
Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, Engkau mengangkat Putera-Mu Yesus menjadi raja semesta alam. Ia mengajar kami berdoa, memohon kepada-Mu agar Engkau berkenan merajai hidup kami, tingkah laku dan tutur sapa kami. Bimbinglah langkah kami, terangilah jalan kami agar semakin mampu menghadirkan kerajaan-Mu, di mana kedamaian dan ketentraman menguasai hati serta kerukunan, dan kasih persaudaraan merajai keluarga yang kami sayangi. Biarkan kesetiaan menyertai peziarahan kami sambil menantikan kedatangan Raja kami. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin
“Hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan”
Mgr Ignatius Suharya Pr, Uskup Agung Semarang, ketika menyampaikan kotbah/homili dalam rangka pelantikan Mgr Johanes Pujasumarta Pr sebagai Uskup Bandung, tgl 16 Juli 2008, dalam kotbahnya antara lain diselingi ceritera yang cukup menarik. Maka dengan rendah hati saya angkat kembali kutipan dari ceritera tersebut, sebagai berikut:
Ada orang kota yang jalan-jalan ke pedesaan dan pada suatu saat ia melihat seorang gembala domba. Ia terkesan pada gembala-gembala yang gemuk dan segar bugar, maka ia bertanya kepada sang gembala domba:
Orang Kota (OK): “Wah, domba-domba bapak nampak gemuk dan segar bugar semuanya. Diberi makanan apa saja mereka itu?
Sang Gembala (SG): “Domba yang putih atau yang hitam?”, pertanyaan sang gembala
OK :”Domba yang putih”, tanggapan orang kota tersebut
SG :”Yang putih kami beri makanan rumput 7 kali seminggu”
OK: “Yang hitam?”
SG: “Yang hitam kami beri makanan rumput 7 kali dalam tujuh hari”
OK:”Domba-domba anda juga sering dimandikan?”
SG: “Yang putih atau yang hitam?”
OK : “Yang hitam”
SG :”Yang hitam kami mandikan 3 kali seminggu”
OK: “Yang putih?”
SG: “Yang putih kami mandikan 3 kali dalam tujuh hari”, dst…
Sang Gembala/Tuhan memperlakukan sama terhadap domba-dombanya, namun sering ada orang yang membeda-bedakannya, itulah yang terjadi dalam kehidupan bersama kita di dunia ini
“Hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan”(Mat25:34)
Pada hari raya ‘Yesus Kristus Raja Semesta Alam’ hari ini kita semua diajak untuk mawas diri: sejauh mana sebagai umat beriman kita semakin tumbuh berkembang dalam penghayatan iman, sehingga memiliki cara hidup dan cara bertindak sesuai dengan kehendak Allah alias ‘dirajai atau dikuasai oleh Allah’. Kepada kita semua kiranya dianugerahi kesempatan dan kemungkinan yang sama dalam rangka menghayati iman, sedangkan yang berbeda antar kita adalah fungsi (jabatan, tugas pengutusan, pekerjaan, dst..) atau jenis kelamin. Maka sebagai bantuan mawas diri saya kutipkan sekali lagi Arah Dasar dari Latihan Rohani Ignatius Loyola dan coba uraikan secara sederhana :”Manusia diciptakan untuk memuji, menghormati serta mengabdi Allah Tuhan kita, dan dengan itu menyelamatkan jiwanya. Ciptaan lain di atas permukaan bumi diciptakan bagi manusia, untuk menolongnya dalam mengejar tujuan ia diciptakan. Karena itu manusia harus mempergunakannya, sejauh itu menolong untuk mencapai tujuan tadi, dan harus melepaskan diri dari barang-barang tersebut sejauh itu merintangi dirinya” (St.Ignatius Loyola, LR no 23).
“Mempergunakan ciptaan lain di atas permukaan bumi untuk memuji, menghormati dan mengabdi Allah Tuhan kita” , itulah yang baik kita renungkan atau refleksikan. Sebagaimana dapat kita baca dalam Kitab Kejadian oleh Allah manusia diberi perintah : “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."(Kej1:28).Perintah ini pada masa kini kiranya dapat kita hayati dengan ‘berbudaya kehidupan’, artinya cara hidup dan cara bertindak kita dimanapun dan kapanpun membuat kita sendiri maupun segala sesuatu yang kena dampak hidup dan tindakan kita semakin hidup, tumbuh berkembang sebagaimana dikehendaki oleh Sang Pencipta Maka marilah kita ‘mempergunakan ciptaan lain di atas permukaan bumi’ untuk berbudaya kehidupan. Ciptaan-ciptaan lain tersebut antara lain: tanaman, binatang, aneka jenis barang atau uang hasil ciptaan atau kreasi manusia, ciptaan termulia/terluhur di bumi ini:
1) Tanaman. Aneka jenis tanaman tumbuh dan berkembang tanpa bantuan atau sentuhan manusia, melainkan merupakan karya penciptaan Allah. Jika kita berada di ketinggian, misalnya di bukit atau gunung kiranya kita dapat menikmati keindahan alam yang dihiasi aneka jenis tanaman, dan dengan demikian kita akan tergerak untuk memuji dan memuliakan Allah Pencipta yang telah menyelenggarakan semuanya itu. Maka marilah kita cermati, nikmati atau hayati karya Allah Pencipta di dalam aneka tanaman, dan tentu saja kemudian kita rawat dan fungsikan aneka tanaman tersebut untuk semakin memuji, memuliakan dan mengabdi Tuhan Allah, sehingga kita layak dirajai atau dikuasai oleh Allah. Ingatlah dan hayatilah bahwa aneka jenis tanaman tersebut diciptakan Allah untuk membantu manusia dalam mengejar tujuan ia diciptakan, yaitu keselamatan jiwa. “Mengkomsumsi aneka jenis tanaman’ secara berlebihan, sebagaimana terjadi dengan pembabatan hutan seenaknya telah menyengsarakan banyak orang, entah karena kebakaran hutan atau banjir bandang. Rawat dan dekatilah aneka jenis tanaman dengan dan dalam cintakasih.
2) Binatang. Senada dengan tanaman, demikian juga aneka jenis binatang tumbuh berkembang atau berkembang biak tanpa campur tangan manusia, melainkan karena Penyelenggaraan Ilahi, karya Allah Pencipta. Secara otomatis atau alamiah aneka jenis binatang saling melestarikan kelangsungan dan perkembangan jenis mereka masing-masing. Biarkanlah aneka jenis binatang berkeliaran, merayap, terbang, berrenang, berjalan dst. kesana-kemari menurut kemauannya sendiri Sama seperti tanaman, binatang pun hendaknya disikapi, diperlakukan dan dirawat dalam dan oleh cintakasih. Binatang buas pun ketika disikapi dan diperlakukan dalam dan oleh cintakasih akan menjadi sahabat dan tidak membahayakan kehidupan manusia. Kita dipanggil untuk menguasai aneka jenis binatang, tentu saja dengan cintakasih bukan dengan kekerasan.
3) Barang-barang/harta benda. Aneka jenis barang atau harta benda ada karena jerih payah, usaha atau ‘ciptaan manusia’. Dengan kata lain aneka barang dan harta benda merupakan ‘sarana’ bukan ‘tujuan’ dan sebagai ‘sarana’ akan berfungsi tergantung dari manusianya, ‘the man behind the gun’. Maka sikapilah dan perlakukan aneka barang dan harta benda dengan melihat dan mengakui manusia yang berada di balik barang atau harta benda tersebut, entah pembuat atau penciptanya maupun pemilik atau penggunanya. Sebaliknya kepada pemilik atau pengguna hendaknya menghayati ajakan ini: “Manusia harus mempergunakannya, sejauh itu menolong untuk mencapai tujuan tadi (keselamatan jiwa), dan harus melepaskan diri dari barang-barang tersebut, sejauh merintangi dirinya” (St.Ignatius Loyola, LR no 23). “Sikap lepas bebas” itulah yang harus kita miliki dan hayati, dan dengan demikian kita menjadi ‘raja’ atas aneka barang dan harta benda, bukan dirajai atau dikuasai oleh barang atau harta benda alias ‘berbakti pada berhala modern’.
Dengan berusaha menghayati ajakan-ajakan di atas ini kiranya kita layak sebagai “yang diberkati oleh Allah dan layak untuk menerima Kerajaan yang dijanjikan kepada kita alias hidup mulia kembali di sorga setelah meninggal dunia”.
Ignatius Sumarya, SJ
www.paroki-andreas.or.id (http://www.paroki-andreas.or.id)
bersambung....
-glenX-
November 22, 2008, 13:31
Minggu, 23 November 2008
HARI RAYA TUHAN KITA YESUS KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM
Lanjutan....
“Yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia” (1Kor15:20-21)
Yesus Kristus, Raja Semesta Alam, telah ditinggikan di puncak kayu salib, wafat dan dibangkitkan, mempersembahkan DiriNya bagi keselamatan seluruh dunia. Selama hidup dan karyaNya di dunia, sebagai Raja, Ia memperhatikan mereka yang ‘lapar, haus, terasing, sakit, telanjang dan berada di penjara’ alias yang miskin dan berkekurangan, dengan melayani dan menyelamatkan mereka. “Kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.”(2Kor 8:9). Maka sebagai tanda atau bukti bahwa kita telah ‘mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus’, Raja Semesta Alam, marilah kita meneladanNya dengan memperhatikan mereka yang ‘lapar, haus, terasing, telanjang dan dipenjara’.
“Yesus Kristus sebagai yang sulung telah meninggal alias mempersembahkan Diri seutuhnya bagi keselamatan dunia”, demi keselamatan atau kebahagiaan mereka yang ‘lapar, haus, terasing, telanjang dan dipenjara’ Sebagai murid-murid atau pengikut-pengikutNya kita semua dipanggil untuk meneladanNya, yaitu dengan ‘mempersembahkan hidup kita kepada Allah melalui pelayanan kepada sesama atau saudara-saudari kita’ di dalam hidup, tugas pekerjaan atau kesibukan setiap hari. Untuk itu kita dapat menghayati semangat sebagaimana disampaikan oleh nabi Yeheskiel :”Dengan sesungguhnya Aku sendiri akan memperhatikan domba-domba-Ku dan akan mencarinya.Seperti seorang gembala mencari dombanya pada waktu domba itu tercerai dari kawanan dombanya, begitulah Aku akan mencari domba-domba-Ku dan Aku akan menyelamatkan mereka dari segala tempat, ke mana mereka diserahkan pada hari berkabut dan hari kegelapan” (Yeh34:11-12). Kita dipanggil untuk menggalang dan memperteguh kesatuan umat manusia dalam naungan Allah, atau persahabatan/persaudaraan sejati, karena kita semua beriman kepada Allah.
“Mencari dan menyelamatkan yang tercerai atau terpisah”, itulah panggilan dan tugas pengutusan kita semua sebagai orang beriman, yang mempersembahkan diri seutuhnya kepada Allah. Maka marilah kita cermati siapa saja yang ‘terpisah atau tercerai’ dalam kehidupan bersama kita, entah di dalam keluarga/ komunitas, tempat kerja atau masyarakat. Panggilan atau tugas pengutusan ini rasanya mendesak dan up to date pada masa kini mengingat dan mempertimbangkan keanekaan atau keragaman yang ada dan dapat menimbulkan perceraian atau perpisahan sebagaimana terjadi di beberapa/banyak tempat saat ini. Pada umumnya yang membuat orang ‘bercerai atau memisahkan diri’ adalah perbedaan-perbedaan, entah beda selera, pikiran, harapan, cita-cita dst.. Ingat dan sadari serta hayati bahwa di dunia ini tidak ada manusia yang sama persis, melainkan berbeda satu sama lain. Laki-laki dan perempuan berbeda satu sama lain namun saling tertarik dan mendekat untuk bersatu, unsur ‘plus’ dan ‘minus’ dalam listrik bersatu menghasilkan sinar terang yang membahagiakan dan fungsional demi keselamatan, itulah kebenaran alami atau ilahi yang tidak dapat disangkal. Maka hendaknya aneka perbedaan yang ada di antara kita jadikan daya tarik dan daya pikat untuk saling mendekat dan bersatu, bukan menjadi alasan untuk bermusuhan atau berpisah. Sekiranya kita semua ini sama kiranya tidak menarik dan memikat lagi, tetapi karena berbeda satu sama lain kita tergerak untuk mendekat dan memikat.
Hemat saya kesatuan yang handal dan memikat pertama-tama harus diusahakan dalam ‘kelompok terkecil’ yaitu keluarga atau komunitas. Kesatuan hidup bersama yang baik akan menarik dan memikat serta bersifat missioner, artinya menggerakkan atau memotivi siapapun yang melihat untuk bersatu dan bergabung. Jika tidak ada kesatuan atau persahabatan antar kita, maka segala sesuatu yang kita kerjakan tidak ada artinya atau bahkan memecah belah dan menghancurkan.
Ignatius Sumarya, SJ
www.paroki-andreas.or.id (http://www.paroki-andreas.or.id)
Tuhan Yesus Kristus Raja Semesta Alam, bimbinglah kami agar setiap berdoa, hati kami menjadi jernih, perasaan kami semakin peka, agar menjadi sadar bahwa kami harus bersungguh hati mengampuni mereka semua yang menyakiti hati kami. Amin.
-glenX-
November 23, 2008, 12:59
Bacaan Kitab Suci
24-30 November 2008
24.Senin....,Pw. S. Andreas Dung Lac, Imam dan Martir
..................Why 14:1-3.4b.5; Mzm 24:1-2.3-4ab, 5-6; Luk 21: 1-4
25.Selasa..,Hari Biasa Pekan XXXIV
..................Why 14:14-20; Mzm 96:10.11-12, 13; Luk 21: 5-11
26.Rabu....,Hari Biasa Pekan XXXIV
..................Why 15:1-4; Mzm 98:1.2-3ab.7-8.9; Luk 21: 12-19
27.Kamis...,Hari Biasa Pekan XXXIV
..................Why 18:1-2.21-23.19: 1-3.9a; Mzm 100:2.3.4.5; Luk 21: 20-28
28.Jumat...,Hari Biasa Pekan XXXIV
..................Why 20:1-4.11 – 21:2;Mzm 84:3.4.5-6a.8a;Luk 21:29-33
29.Sabtu....,Hari Biasa Pekan XXXIV
..................Why 22:1-7; Mzm 95;1-2.3-5.6-7;Luk 21:34-36
30.Minggu..,HARI MINGGU ADVEN I
..................Yes 63:16b-17,64:1,3b--8, Mzm 80:2ac.3b,15-16,18-19; 1Kor 1:3-9;Mrk 13:33-37
-glenX-
November 23, 2008, 13:19
Senin, 24 November 2008
Pw. S. Andreas Dung Lac, Imam dan Martir
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Wahyu (14:1-3.4b-5)
"Pada dahi mereka tertulis Anak Domba dan nama Bapa-Nya."
1 Aku, Yohanes melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya. 2 Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya. 3 Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorangpun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu. 4b Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu. 5 Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela.
Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Inilah angkatan yang mencari wajah-Mu, ya Tuhan.
Ayat. Mzm 24:1-2.3-4ab.5-6
1.Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya, jagat dan semua yang diam di dalamnya.
Sebab Dialah yang mendasarkan bumi di atas lautan, dan menegakkannya di atas
sungai-sungai.
2. Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan diri kepada penipuan.
3. Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan dan keadilan dari Allah, penyelamatnya. Itulah angkatan orang-orang yang mencari Tuhan, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Berjaga-jaga dan bersiap-siaplah, sebab Anak Manusia datang pada saat yang tidak kalian duga.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (21:1-4)
"Yesus melihat seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti derma."
1 Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. 2 Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. 3 Lalu Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. 4 Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya."
do=f
-6 -6___7 1___1 2___1 -7 -6 ||
I - ni- lah In- jil Tu- han ki - ta!
1___2 3 5___5 4___3 2 3 ||
Sabda-Mu sungguh me- nga- gum- kan!
Renungan
Memberikan persembahan merupakan suatu tindakan terpuji karena dengan demikian, orang menunaikan salah satu tindakan ibadat. Orang-orang kaya dan orang-orang miskin melakukan itu karena yakin akan keluhuran nilai yang ada di dalamnya. Persembahan diberikan sesuai dengan keadaan masing-masing pemberi.
Kita pun bisa dan biasa memberi persembahan. Namun, kata-kata Yesus yang ketika menyaksikan para pemberi persembahan di Bait Allah harus menjadi ukuran bagi setiap persembahan kita: persembahkanlah, bukan hanya mempersembahkan apa yang ada pada kita atau yang menjadi kelebihan kita, melainkan persembahkanlah apa yang paling berharga bagi kita. Ingatlah, dua peser uang merupakan hal yang amat berharga bagi seorang janda miskin!
Apa yang paling berharga dalam kehidupan kita dan yang seharusnya menjadi persembahan kita? Kejujuran nurani kita dalam menilai keadaan diri sendiri dan segala kemampuannya, itulah yang menentukan persembahan apa yang seharusnya kita berikan kepada Tuhan.
Ya Tuhan, ajarilah aku untuk mempersembahkan kepada-Mu apa saja yang paling berharga bagiku, bukan mempersembahkan apa yang menjadi kelebihanku. Amin.
Renungan: Ziarah Batin, Renungan dan Catatan Harian Bacaan Kitab Suci: Renungan Inspirasi Batin.
Peringatan Wajib Hari Ini....
S. Andreas Dung Lac, Imam dan Martir
Para misionaris Kristen pertama kali membawa iman Katolik ke Vietnam pada abad keenambelas. Pada abad ketujuhbelas, kedelapanbelas dan kesembilanbelas, umat Kristiani menderita penganiayaan oleh karena iman mereka. Banyak di antara mereka yang wafat sebagai martir, terutama dalam masa pemerintahan Kaisar Minh-Mang (1820-1840). Termasuk di antara mereka seratus tujuhbelas martir yang kita rayakan hari ini. Mereka dinyatakan kudus oleh Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 19 Juni 1988.
Keseratus tujuhbelas martir tersebut terdiri dari sembilanpuluh enam orang Vietnam, 11 orang Spanyol serta sepuluh orang Perancis. Delapan orang di antara mereka adalah Uskup, limapuluh orang adalah Imam dan limapuluh sembilan orang lainnya adalah umat Katolik awam. Sebagian dari antara para imam tersebut adalah imam Dominikan, sedangkan yang lainnya adalah imam praja dari Serikat Misi Paris. Seorang imam praja seperti mereka yang juga menjadi martir adalah St. Theophane Venard (Kita merayakan pestanya pada tanggal 6 November). St. Andreas Dung-Lac, yang mewakili kelompok pahlawan iman ini, adalah seorang imam praja Vietnam.
sumber: Yesaya, Yesus Sayang Saya,
http://yesaya.indocell.net/id250.htm
-glenX-
November 24, 2008, 14:56
Selasa, 25 November 2008
Hari Biasa Pekan XXXIV
Setiap orang memperoleh kesempatan untuk mendengarkan dan melaksanakan Sabda Tuhan dan mengalami Kasih-Nya!
Doa Hari Ini
Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, Putera-Mu telah menampakkan kasih-Mu kepada orang-orang kecil, lemah dan tertindas. Kesederhanaan dan ketulusan hati manusia sungguh Engkau perhatikan. Tuhan, berilah kami kesederhanaan hati di hadapan-Mu agar semakin terbuka untuk membantu siapapun yang memerlukannya. Anugerahilah kami keberanian dan kerelaan untuk saling mengasihi, seperti yang Engkau kehendaki dapat terjadi dalam hidup kami. Sebab Engkaulah Tuhan, dan pengantara kami. Amin.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Wahyu (14:14-20)
"Sudah tiba saatnya untuk menuai sebab tuaian di bumi sudah masak."
14 Aku Yohanes, melihat: sesungguhnya, ada suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia dengan sebuah mahkota emas di atas kepala-Nya dan sebilah sabit tajam di tangan-Nya. 15 Maka keluarlah seorang malaikat lain dari Bait Suci; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada Dia yang duduk di atas awan itu: "Ayunkanlah sabit-Mu itu dan tuailah, karena sudah tiba saatnya untuk menuai; sebab tuaian di bumi sudah masak." 16 Dan Ia, yang duduk di atas awan itu, mengayunkan sabit-Nya ke atas bumi, dan bumipun dituailah. 17 Dan seorang malaikat lain keluar dari Bait Suci yang di sorga; juga padanya ada sebilah sabit tajam. 18 Dan seorang malaikat lain datang dari mezbah; ia berkuasa atas api dan ia berseru dengan suara nyaring kepada malaikat yang memegang sabit tajam itu, katanya: "Ayunkanlah sabitmu yang tajam itu dan potonglah buah-buah pohon anggur di bumi, karena buahnya sudah masak." 19 Lalu malaikat itu mengayunkan sabitnya ke atas bumi, dan memotong buah pohon anggur di bumi dan melemparkannya ke dalam kilangan besar, yaitu murka Allah. 20 Dan buah-buah anggur itu dikilang di luar kota dan dari kilangan itu mengalir darah, tingginya sampai ke kekang kuda dan jauhnya dua ratus mil.
Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan datang menghakimi bumi.
Ayat Mzm 96:10.11-12, 13
1.Katakanlah di antara bangsa-bangsa: "Tuhan itu Raja! Dunia ditegakkan-Nya, tidak akan goyah. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran."
2. Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorai, biar gemuruhlah laut serta segala isinya! Biarlah beria-ria padang dan segala yang ada di atasnya, dan segala pohon di hutan bersorak-sorai.
3. Biarlah mereka bersukacita di hadapan Tuhan, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Hendaklah engkau setia sampai mati, sabda Tuhan, dan Aku akan mengurniakan kepadamu mahkota kehidupan.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (21:5-11)
"Tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain."
5 Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus: 6 "Apa yang kamu lihat di situ--akan datang harinya di mana tidak ada satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan." 7 Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?" 8 Jawab-Nya: "Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka. 9 Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera." 10 Ia berkata kepada mereka: "Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, 11 dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.
Renungan
Yesus sebagai tokoh kunci dalam kehidupan dan keselamatan manusia selalu menjadi figur yang menarik banyak orang, sesuai dengan kepentingannya. Banyak orang telah mengklaim diri sebagai Yesus. Namun, tidak seorang pun yang benar karena Yesus Kristus hanya seorang saja. Banyak orang telah mewartakan tentang hari Tuhan seperti yang dimaklumkan oleh Yesus, ternyata waktu mereka itu salah, karena Tuhan sendirilah yang tahu tentang waktu itu.
Kita yang percaya kepada Kristus harus berhati-hati dan mencermati setiap pewartaan orang tentang Dia. Kita perlu melepaskan diri dari berbagai pandangan yang menyesatkan tentang Yesus dan Kerajaan-Nya. Yang penting bagi kita ialah menghasilkan secara konsisten dan tanpa gembar-gembor kehidupan yang sesuai dengan ajaran Tuhan Yesus. Janganlah kita tergoda untuk mencari Tuhan dalam berbagai peristiwa hebat. Marilah kita dengan ketenangan dan keyakinan teguh membangun hidup sebagai orang pilihan yang dicintai oleh Tuhan dan mengasihi Dia.
Ya Tuhan, ajarilah aku untuk setia kepada Yesus, Putra-Mu dan Saudara kami. Yakinkan kami selalu bahwa Dialah tokoh yang menentukan bagi hidup dan karya kami. Amin.
Renungan: Ziarah Batin, Renungan dan Catatan Harian
Bacaan Kitab Suci: Ekaristi.Org
-glenX-
November 25, 2008, 13:45
Rabu, 26 November 2008
Hari Biasa Pekan XXXIV
Iman adalah kunci pintu masuk menuju keselamatan.
Doa Hari Ini
Allah Bapa kami di surga, Engkau mengutus para Rasul pergi berdua-dua berkeliling mewartakan Injil dari desa ke desa. Engkaupun memberi mereka kuasa atas roh jahat, penyakit, dan kelemahan. Kuatkanlah kami agar mampu melaksanakan tugas pewartaan, sehingga kami mampu mengatasi godaan roh jahat, mengalahkan segala kelemahan dan cacat cela kami, sehingga kami pun dapat membantu sesama kami membebaskan diri dari kuasa jahat dan penyakit yang membelenggu kami. Berkat dan penyertaan-mu yang selalu menjadi jaminan, kini dan sepanjang masa. Amin.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Wahyu (15:1-4)
"Mereka melagukan nyanyian Musa dan nyanyian Anak Domba."
Aku, Yohanes, melihat suatu tanda di langit, besar dan ajaib. Tujuh malaikat dengan tujuh malapetaka terakhir. Dengan itu berakhirlah murka Allah. Dan aku melihat sesuatu bagaikan lautan kaca bercampur api, dan di tepi lautan kaca itu berdirilah orang-orang yang telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan namanya. Mereka memegang kecapi Allah. Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya, "Besar dan ajaiblah segala karya-Mu, ya Tuhan, Allah yang mahakuasa! Adil dan benar segala tindakan-Mu, ya raja segala bangsa! Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan yang tidak memuliakan nama-Mu? Sebab hanya Engkaulah yang kudus; semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau, sebab telah nyatalah kebenaran segala penghakiman.
Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Besar dan ajaiblah segala karya-Mu, ya Tuhan, Allah yang mahakuasa!
Ayat Mzm 98:1.2-3ab.7-8.9
1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab ia telah melaukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
2. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang daripada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.
3. Biarlah gemuruh laut dan segala isinya, dunia dan semua yang diam di dalamnya! Biarlah sungai-sungai bertepuk tangan, dan gunung-gemunung bersorak-sorai bersama-sama.
4. Biarlah mereka bersorak di hadapan Tuhan, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Hendaklah engkau setia sampai mati, sabda Tuhan dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (21:12-19)
"Karena nama-Ku kalian akan dibenci semua orang tetapi tidak sehelai pun rambut kepalamu akan hilang."
Pada waktu itu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Akan datang harinya kalian ditangkap dan dianiaya. Karena nama-Ku kalian akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat, dimasukkan ke dalam penjara, dan dihadapkan kepada raja-raja dan para penguasa. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetap teguhlah di dalam hatimu, jangan kalian memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Aku sendirilah yang akan memberi kalian kata-kata hikmat, sehingga kalian tak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu. Dan kalian akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu, dan beberapa orang di antaramu akan dibunuh; karena nama-Ku kalian akan dibenci semua orang. Tetapi tidak sehelai pun rambut kepalamu akan hilang. Kalau kalian tetap bertahan, kalian akan memperoleh hidupmu."
1+ . . . 1+_2+ 1+ ||
Demikianlah Injil Tu- han
1+ . . . 7 1+__7 6__5 6__7 6||
Terpujilah Kris - tus.
Renungan
Mengikuti Yesus berarti siap sedia menjadi saksi-Nya. Ini syarat yang tidak bisa ditawar-tawar lagi, karena sejak dini Dia telah mengingatkan bahwa orang yang hidup dalam nama-Nya akan mendapat banyak kesulitan berat dalam perjuangannya, bahkan hidupnya sendirilah yang menjadi taruhannya.
Kita harus memiliki keteguhan hati agar tidak tawar hati ketika menghadapi kesulitan, atau patah hati apabila kita merasa bahwa tuntutan hidup untuk mengikut Yesus terasa tidak tertanggungkan lagi. Orang yang mengikut Yesus janganlah menyibukkan diri untuk mencari berbagai dalih. Sebab, memikirkan berbagai detail dalih untuk pembelaan diri bisa menyebabkan manusia tidak melakukan kebaikan secara spontan dan leluasa.
Ingatlah selalu bahwa Kristuslah satu-satunya alasan yang benar dari pengurbanan diri kita dan berbagai perlakuan yang tidak manusiawi yang kita terima: entah pengucilan oleh orang-orang dekat, pembunuhan, atau kebencian. Cermatilah: apakah semua perlakuan yang tidak terpuji yang telah kita terima sejauh ini disebabkan oleh nama Yesus Kristus, atau karena ketidakbecusan kita? Kalau kita menderita berbagai hal yang tidak terpuji karena ketidakbecusan kita maka betapa malanglah kita!
Ya Tuhan, ajarilah aku untuk menata hidupku agar siap sedia menanggung berbagai perlakuan tidak terpuji yang disebabkan oleh kesetiaanku kepada-Mu. Amin.
Renungan: Ziarah Batin, Renungan dan Catatan Harian
Bacaan Kitab Suci: Renungan Ruah
-glenX-
November 27, 2008, 01:19
Kamis, 27 November 2008
Hari Biasa Pekan XXXIV
Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat. (Luk 21:28)
Doa Hari Ini
Allah yang kekal dan kuasa, kami merasakan beratnya tantangan iman dan panggilan kami di zaman sekarang. Kendati demikian, kami percaya, Engkau setia menemani kami, menguatkan dan meneguhkan, kala kami merasa diri kecil dan tak berdaya. Semoga segala jerih payah kami menghadirkan kerajaan kasih-Mu, memberi sebuah harapan bagi mereka yang sedang menderita dan kesusahan. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Wahyu (18:1-2.21-23; 19:1-3.9a)
"Kota Raya Babilon jatuh."
1 Aku Yohanes, melihat seorang malaikat lain turun dari sorga. Ia mempunyai kekuasaan besar dan bumi menjadi terang oleh kemuliaannya. 2 Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci, 21 Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: "Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi. 22 Dan suara pemain-pemain kecapi dan penyanyi-penyanyi, dan peniup-peniup seruling dan sangkakala, tidak akan kedengaran lagi di dalammu, dan seorang yang ahli dalam sesuatu kesenian tidak akan ditemukan lagi di dalammu, dan suara kilangan tidak akan kedengaran lagi di dalammu. 23 Dan cahaya lampu tidak akan bersinar lagi di dalammu, dan suara mempelai laki-laki dan pengantin perempuan tidak akan kedengaran lagi di dalammu. Karena pedagang-pedagangmu adalah pembesar-pembesar di bumi, oleh ilmu sihirmu semua bangsa disesatkan." 1 Kemudian dari pada itu aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang banyak di sorga, katanya: "Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita, 2 sebab benar dan adil segala penghakiman-Nya, karena Ialah yang telah menghakimi pelacur besar itu, yang merusakkan bumi dengan percabulannya; dan Ialah yang telah membalaskan darah hamba-hamba-Nya atas pelacur itu." 3 Dan untuk kedua kalinya mereka berkata: "Haleluya! Ya, asapnya naik sampai selama-lamanya." 9a Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba."
Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan nikah Anak Domba
Ayat Mzm 100:2-3.4.5
1. Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai! Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
2. Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!
3. Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (21:20-28)
"Yerusalem akan diinjak-injak oleh para bangsa asing sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu."
20 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat. 21 Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, dan orang-orang yang berada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota, 22 sebab itulah masa pembalasan di mana akan genap semua yang ada tertulis. 23 Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu! Sebab akan datang kesesakan yang dahsyat atas seluruh negeri dan murka atas bangsa ini, 24 dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu." 25 "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. 26 Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. 27 Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. 28 Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat."
1+ . . . 1+_2+ 1+ ||
Demikianlah Injil Tu- han
1+ . . . 7 1+__7 6__5 6__7 6||
Terpujilah Kris - tus.
Renungan
Keruntuhan Yerusalem yang dinubuatkan oleh Yesus akhirnya terbukti pada sekitar tahun 70. Meskipun itu kota suci, penduduknya harus berupaya menyelamatkan diri dan tidak membiarkan diri mereka binasa bersama keruntuhan kota; Yerusalem adalah kota suci, namun penduduk janganlah mati sia-sia di dalamnya.
Orang-orang yang percaya kepada Yesus, hidup dalam dunia bersama dengan orang-orang lain. Kita pun mengalami apa yang dialami oleh orang-orang lain ketika terjadi kemalangan massal, entah bencana, pergolakan politik, ataupun tragedi kemanusiaan lainnya. Bagaimana sikap kita? Kita diajak untuk senantiasa bangkit dari keterpurukan itu dan mengarahkan pandangan kita kepada Kristus, satu-satunya andalan dan sandaran kita. Kita berpasrah diri dan berdoa kepada-Nya agar Dia menyatakan penyelamatan-Nya atas kita semua. Penyerahan diri kita kepada-Nya berdampak pada bagaimana kita menata hidup agar dalam masa-masa sulit itu kita menjadi lebih kreatif mengupayakan penyelamatan diri kita yang sesungguhnya - sesuai dengan kehendak-Nya.
Ya Tuhan, bantulah aku agar bisa menjadi anak-Mu dan mampu melihat kuasa penyelenggaraan-Mu yang kuat dalam setiap peristiwa hidupku, yang tersulit dan terberat sekalipun. Amin.
Renungan: Ziarah Batin, Renungan dan Catatan Harian
Bacaan Kitab Suci: Ekaristi.Org
-glenX-
November 27, 2008, 15:50
Jumat, 28 November 2008
Hari Biasa Pekan XXXIV
Langit dan bumi akan berlalu, tetapi Sabda Tuhan takkan berlalu.
Doa Hari Ini
Tuhan Yesus Kristus, pada hari ini Engkau mengingatkan kami agar apapun yang kami lakukan, kami harus melakukan dengan pemimpin terang sabda-Mu. Kami percaya bersama Engkau, segalanya mungkin. Tuhan bimbinglah kami selalu dalam terang kasih-Mu. Doa ini kami mohon dengan pengantaraan Kristus, Putra-Mu, Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Wahyu (20:1-4.11-21:2)
"Orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka. Aku melihat Yerusalem Baru turun dari surga."
Aku, Yohanes, melihat seorang malaikat turun dari surga memegang anak kunci jurang maut dan sebuah rantai besar di tangannya. Ia menangkap naga, si ular tua, yaitu Iblis dan Setan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya, lalu melemparkannya ke dalam jurang maut. Pintu jurang maut itu kemudian ditutup dan dimeteraikannya, jangan sampai naga itu menyesatkan lagi bangsa-bangsa, sebelum masa seribu tahun itu berakhir. Kemudian naga itu akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya. Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya. Kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa mereka yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena sabda Allah. Mereka itu tidak menyembah binatang dan patungnya, dan tidak menerima tanda binatang itu pada dahi dan tangan mereka. Mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama dengan Kristus untuk masa seribu tahun. Lalu aku melihat sebuah singgasana, putih dan besar, dan aku melihat Dia yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya. Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Kemudian semua kitab dibuka. Juga sebuah kitab lain dibuka, yaitu Kitab Kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang tertulis dalam kitab-kitab itu. Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya. Demikian pula maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya. Dan mereka masing-masing dihakimi menurut perbuatan mereka. Kemudian maut dan kerajaan maut itu dilemparkan ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua, yakni lautan api. Dan barangsiapa namanya tidak ditemukan tertulis dalam kitab kehidupan, dilemparkan ke dalam lautan api itu. Lalu aku melihat langit dan bumi yang baru. Langit dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi. Dan aku, Yohanes, melihat kota kudus, yaitu Yerusalem
baru, turun dari surga, dari hadapan Allah, berhias bagaikan mempelai yang berdandan untuk suaminya.
Mazmur Tanggapan
Ref. Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia.
Ayat.Mzm 84:3.4.5-6a.8a
1. Jiwaku merana karena merindukan pelataran rumah Tuhan; Jiwa dan ragaku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.
2. Bahkan burung pipit mendapat tempat dan burung layang-layang mendapat sebuah sarang, tempat mereka menaruh anak-anaknya, pada mezbah-mezbah-Mu, ya Tuhan semesta alam, ya Rajaku dan Allahku!
3. Berbahagialah orang yang diam di rumah-Mu, yang memuji-muji Engkau tanpa henti. Berbahagialah para peziarah yang mendapat kekuatan daripada-Mu. Langkah mereka makin lama makin tinggi.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Angkatlah kepalamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (21:29-33)
"Jika kalian melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa Kerajaan Allah sudah dekat."
Pada waktu itu, Yesus mengemukakan perumpamaan ini kepada murid-murid-Nya, "Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. Apabila kalian melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kalian tahu dengan sendirinya, bahwa musim panas sudah dekat. Demikian pula, jika kalian melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Aku berkata kepadamu: Sungguh, angkatan ini takkan berlalu, sebelum semuanya terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi sabda-Ku takkan berlalu."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.
Renungan
Panggilan kita sebagai orang Kristiani semakin menyadarkan kita bahwa masing-masing kita adalah pelaku dan penanggung jawab dari sejarah hidup kita sendiri dan hidup bersama orang lain. Kita dituntut untuk peka, bukan hanya dalam mencermati gejala atau peristiwa alam, melainkan dalam mencermati diri kita dan tanggung jawab dalam hidup. Kepekaan inilah yang menentukan kadar kepantasan kita sebagai pengikut Kristus.
Kita hendaknya berpegang pada Sabda Yesus agar bisa mengukur secara memadai kualitas diri kita. Sabda-Nya adalah pedoman hidup kita. Kalau kita hidup dalam sabda-Nya dan menurut sabda-Nya maka kita tidak mudah diombang-ambingkan oleh peristiwa apa pun, termasuk oleh aneka peristiwa alam yang menakutkan, yang terjadi di bawah kolong langit ini. Kita harus yakin dengan sabda-sabda-Nya, yang menghibur, menguatkan dan menantang, bahkan yang mengecam diri kita sendiri. Sabda atau perkataan Yesus tetap lestari dan berlaku bagi semua murid-Nya, tanpa pengecualian.
Ya Tuhan, ajarilah aku untuk peka terhadap segala sesuatu dan senantiasa menggunakan perkataan Putra-Mu sebagai pegangan hidupku. Amin.
Renungan: Ziarah Batin, Renungan dan Catatan Harian
Bacaan Kitab Suci: Inspirasi Batin
-glenX-
November 28, 2008, 10:13
Sabtu, 29 November 2008
Hari Biasa Pekan XXXIV
Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat (Luk 21:20)
Doa Hari Ini
Tuhan Yesus Kristus, terangilah kami dengan cahaya kasih-Mu, kami percaya kekuasaan-Mu kekal untuk selama-lamanya. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami. Amin
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Wahyu (22:1-7)
"Malam takkan ada lagi, sebab Tuhan Allah menerangi mereka."
Aku, Yohanes, mendapat penglihatan sebagai berikut: Malaikat Tuhan menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan. Airnya jernih bagaikan kristal, dan mengalir keluar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba. Di tengah-tengah jalan kota itu yaitu seberang menyeberang sungai itu ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali. Dedaunan pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa. Maka takkan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya. Mereka akan melihat wajah-Nya dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka. Malam takkan ada lagi di sana, dan mereka takkan memerlukan lagi cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya. Lalu Ia berkata kepadaku, "Semua perkataan ini tepat dan benar. Tuhan Allahlah yang memberi roh kepada para nabi dan telah mengutus malaikat-Nya untuk menunjukkan kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Sungguh Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan nubuat kitab ini!"
Mazmur Tanggapan
Ref. Maranatha! Datanglah, ya Tuhan Yesus!
Ayat.Mzm 95:1-2.3-5.6-7
1. Marilah kita bernyanyi-nyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi Gunung Batu keselamatan kita. Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur, bersorak-sorai bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.
2. Sebab Tuhan adalah Allah yang besar, Raja agung yang mengatasi segala dewata. Lembah dan palung bumi ada di tangan-Nya, puncak-puncak gunung pun kepunyaan-Nya. Milik-Nyalah laut, Dia yang menjadikannya, milik-Nyalah daratan, tangan-Nyalah yang membentuknya.
3. Masuklah, mari kita sujud menyembah, berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita. Sebab Dialah Allah kita; kita ini umat gembalaan-Nya serta kawanan
domba-Nya.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Berjaga-jaga dan berdoalah selalu, agar kalian layak berdiri di hadapan Anak Manusia.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (21:34-36)
"Berjaga-jagalah agar kalian terluput dari malapeltaka yang akan terjadi."
Pada waktu itu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Jagalah dirimu, jangan sampai hatimu sarat dengan pesta pora dan kemabukan serta kepentingan kepentingan duniawi, dan jangan sampai hari Tuhan tiba-tiba datang jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa, sambil berdoa, agar kalian mendapat kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan agar kalian tahan berdiri di hadapan Anak Manusia."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.
Renungan
Pohon di sekitar kita menceritakan tentang tahap pertumbuhanl dari benih yang tidur di tanah keluarlah tumbuhan baru. Ini pula pertumbuhan dari kematian kepada kehidupan. Kedatangan Yesus pada akhir zaman dilukiskan dengan cara yang sama: dari suasana kegelisahan kepada penebusan, dari dunia lama menuju dunia yang baru.
Ada tanda-tanda yang kita bisa amati di sekitar kita. Tetapi, ada juga tanda-tanda batiniah dalam hati sanubari dan akal budi kita yang perlu kita kenali. Misalnya, apakah Anda suka menunda penerimaan Sakramen Tobat sampai begitu lama? Apakah anda membiarkan diri untuk melakukan kebiasaan untuk menipu atau berbohong karena Anda berpendapat bahwa menipu kecil-kecilan tidak apa-apa? Mungkin Anda mulai bosan berdoa, lalu serampangan saja dalam doa atau bahkan jarang berdoa? Bisa jadi, Anda mulai tidak peduli pada sesama terlebih terhadap mereka yang menderita?
Dalam Injil, Yesus memberi nasihat agar kita berjaga-jaga. Yesus tahu, begitu banyak bahaya dan godaan di sekitar hidup para pengikut-Nya. Betapa sempit jalan menuju kesempurnaan, dan betapa lebih mudah mengikuti jalan dunia. Jalan dunia itu lebih dekat di mata dan terjangkau oleh tangan manusia, tetapi tidak mengantar ke hidup kekal. Pengikut Kristus harus waspada dan jangan bergelimang dalam kemabukan serta pesta pora karena hari Tuhan bisa datang tiba-tiba. Ada orang yang suka lari kepada hal-hal yang menghancurkan diri dengan tunduk pada nafsu sesaat, mencari kenikmatan dan profesinya, dan melalaikan janji setia pada keluarga. Nasihat terakhir Yesus adalah agar para pengikut-Nya berjaga dan berdoa. Dengan doa, kita akan lebih mampu bertahan terhadap berbagai godaan yang selalu mengitari dan mau menerkam kita! Tuhan, bantulah kami yang lemah ini!
Tuhan, bimbinglah aku supaya selalu kuat menghadapi cobaan. Amin.
Renungan dan Bacaan Kitab Suci: Inspirasi Batin
-glenX-
November 29, 2008, 04:24
Ajarilah aku, agar mampu mendengarkan
(John Veltri, SJ)
Ajarilah aku, agar aku mampu mendengarkan, ya Allah mendengarkan mereka yang ada di dekatku keluarga, teman, dan sahabat, rekan kerja.
Bantulah aku agar aku dapat sadar bahwa apapun kata-kata yang aku dengar, pesannya adalah "Terimalah aku seperti adaku. Dengarkanlah aku!"
Ajarilah aku agar aku mendengarkan, ya Allah Penyelenggara:
mendengarkan mereka yang jauh dariku,
mendengarkan bisikan mereka yang putus asa,
mendengarkan permohonan,
orang-orang yang dilupakan,
mendengarkan jeritan orang-orang yang ketakutan.
Ajarilah aku agar aku mampu mendengarkan,
ya Allah Sang Pencipta:
mendengarkan diriku.
Bantulah aku agar mampu mengurangi rasa takut,
agar mampu mempercayai suara hati dalam lubuk teras diriku.
Ajarilah aku agar aku mampu mendengarkan,
ya Allah Roh Kudus,
mendengarkan suara-Mu,
dalam kesibukan dan dalam kebosanan,
dalam situasi serba pasti dan situasi serba ragu,
dalam kebisingan dan dalam keheningan.
Ajarilah aku, ya Tuhan, agar aku mampu mendengarkan.
Amin.
-glenX-
November 30, 2008, 03:12
Minggu, 30 November 2008
HARI MINGGU ADVEN I
Ya Allah, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar maka selamatlah kami.
Doa Renungan
Syukur kepada-Mu ya Allah, Engkau berkenan menyapa kami di pagi ini, dengan nama kami masing-masing. Dengan demikian kami merasakan betapa Engkau begitu dekat dan dapat kami rasakan kehadiran dan penyertaan-Mu. Engkau lebih mengenal diri kami, kelemahan dan sisi positif yang kami miliki, daripada kami sendiri mengenalinya. Sakramen ekaristi yang telah kami terima pada hari ini dengan gembira. Ini semakin memantapkan kami untuk membagi berkat bagi sesama yang kami jumpai. Dimuliakanlah nama-Mu, kini dan sepanjang masa. Amin.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Yesaya (63:16b.17. 64::1.3b-8)
"Sekiranya Engkau mengoyakkan langit dan turun."
16 Bukankah Engkau Bapa kami? Sungguh, Abraham tidak tahu apa-apa tentang kami, dan Israel tidak mengenal kami. Ya TUHAN, Engkau sendiri Bapa kami; nama-Mu ialah "Penebus kami" sejak dahulu kala. 17 Ya TUHAN, mengapa Engkau biarkan kami sesat dari jalan-Mu, dan mengapa Engkau tegarkan hati kami, sehingga tidak takut kepada-Mu? Kembalilah oleh karena hamba-hamba-Mu, oleh karena suku-suku milik kepunyaan-Mu! 1 Sekiranya Engkau mengoyakkan langit dan Engkau turun, sehingga gunung-gunung goyang di hadapan-Mu 3 karena Engkau melakukan kedahsyatan yang tidak kami harapkan, seperti tidak pernah didengar orang sejak dahulu kala! 4 Tidak ada telinga yang mendengar, dan tidak ada mata yang melihat seorang allah yang bertindak bagi orang yang menanti-nantikan dia; hanya Engkau yang berbuat demikian. 5 Engkau menyongsong mereka yang melakukan yang benar dan yang mengingat jalan yang Kautunjukkan! Sesungguhnya, Engkau ini murka, sebab kami berdosa; terhadap Engkau kami memberontak sejak dahulu kala. 6 Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin. 7 Tidak ada yang memanggil nama-Mu atau yang bangkit untuk berpegang kepada-Mu; sebab Engkau menyembunyikan wajah-Mu terhadap kami, dan menyerahkan kami ke dalam kekuasaan dosa kami. 8 Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu.
MAZMUR TANGGAPAN PS. 865
Ref. Tuhan, Engkaulah penyelamatku
1.Hai gembala Israel, pasanglah telinga-Mu, Engkau yang duduk di atas para kerub, tampillah bersinar. Bangkitkanlah keperkasaan-Mu dan datanglah menyelamatkan kami.
2.Allah semesta alam, kembalilah, pandanglah langit dan lihatlah! Tengoklah pohon anggur ini, Lindungilah batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu.
Bacaan Kedua
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (1:3-9)
"Kamu menantikan penampakan Tuhan kita Yesus Kristus."
3 Saudara-saudara, kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. 4 Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kamu dalam Kristus Yesus. 5 Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan, 6 sesuai dengan kesaksian tentang Kristus, yang telah diteguhkan di antara kamu. 7 Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karuniapun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus. 8 Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus. 9 Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
BAIT PENGANTAR INJIL PS. 951
Ref. Alleluya, Alleluya, Alleluya
Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan, dan berilah kami keselamatan yang dari pada-Mu.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (13:33-37)
"Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bagaimana tuan rumah pulang."
33 Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, "Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba. 34 Dan halnya sama seperti seorang yang bepergian, yang meninggalkan rumahnya dan menyerahkan tanggung jawab kepada hamba-hambanya, masing-masing dengan tugasnya, dan memerintahkan penunggu pintu supaya berjaga-jaga. 35 Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang, menjelang malam, atau tengah malam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta, 36 supaya kalau ia tiba-tiba datang jangan kamu didapatinya sedang tidur. 37 Apa yang Kukatakan kepada kamu, Kukatakan kepada semua orang: berjaga-jagalah!"
I. Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakan-Nya.
U.Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
Renungan
Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! (Markus 13:33)
Kata-kata ini pasti terdengar akrab, bukan? Berkali-kali kita diingatkan untuk mengunci pintu, memasang alarm, dan tidak berbicara pada orang asing. Namun Yesus tidak berbicara tentang hal itu. Berjaga-jaga yang dimaksudkan oleh Yesus untuk kita lakukan -- berjaga-jaga adalah inti dari masa Advent -- bukan untuk membuat kita takut atau tertekan. Sebaliknya, hal itu seharusnya mengisi kita dengan pengharapan dan bahkan sukacita -- seperti saat kita berdoa saat Perayaan Ekaristi, meminta Bapa kita "lindungilah kami dari segala kemalangan sambil menantikan dengan rindu kedatangan Penyelamat kami, Yesus Kristus."
Namun apakah yang kita saksikan dan nantikan? Pemenuhan janji Tuhan -- waktu ketika semua air mata akan dihapus dan semua rasa sakit dan derita akan berakhir (Wahyu 21:4). Pada saat di mana kita akan berkumpul di sekeliling tahta Tuhan, secara penuh dilingkupi oleh kasihnya dan dipenuhi hingga melimpah oleh hidup ilahi-Nya. Kita tidak hanya menunggu kedatangan Natal; kita menanti pemenuhan segala sesuatu yang diawali oleh Natal -- kedatangan Yesus kembali!
Daripada menunggu secara pasif, cobalah menghabiskan adven ini untuk secara aktif menunggu Tuhan. Undang Dia untuk bertemu Anda dalam doa dan dalam perayaan ekaristi. Carilah Tuhan pada wajah seorang asing -- atau seorang anggota keluarga yang sulit diajak bicara. Biarkan helaan, suara, dan bau dari masa ini mengangkat imaginasi Anda dan memberi Anda sedikit pandangan akan perayaan yang akan kita hadapi.
Jangan tidur sampai melewatkan surga! Surga ada di sekeliling kita, jika kita mau membuka mata kita. Jangan juga tidur hingga melewatkan mujizat Tuhan menjadi manusia. Percayalah bahwa Yesus ada bersama dengan Anda saat ini, ingin menyirami Anda dengan kasih dan karuniaNya. Buka mata anda, dan akan mulai melihat tanda-tanda kedatangan kerajaan surga -- tanda-tanda yang akan memenuhi hati Anda dengan harapan dan penantian.
Tuhan, aku memuji-Mu karena setia pada pengorbanan kita! beri aku rahmat untuk tetap berjaga dan menanti-Mu.
renungan: (Translated from: The Word Among Us)
http://www.1001pertanyaan.com
-glenX-
November 30, 2008, 11:06
Intensi Kerasulan Doa Bulan Desember 2008
Ujud umum: Semoga Gereja, yang dihadapkan pada makin luasnya budaya kekerasan dan pembunuhan, dengan berani memajukan budaya kehidupan lewat segala macam kegiatan apostolik dan misioner.
Ujud khusus: Semoga orang-orang kristiani, khususnya di daerah-daerah misi, dapat menunjukkan lewat semangat persaudaraan bahwa Bayi yang lahir di Betlehem adalah harapan cerah bagi dunia.
Bacaan Kitab Suci
01 - 07 Desember 2008
01.Senin....,Pw. S. B Dionisius dan Redemptus
..................Yes 2:1-5; Mzm 122:1-2.3-4a.(4b-5.6-7)8-9; Mat 8:5-11
02.Selasa..,Hari Biasa Pekan 1 Adven
..................Yes 11:1-10; Mzm 72:2.7-8.12-13.17; Luk 10:21-34
03.Rabu....,Pesta St Fransiscus Xaverius
..................1Kor 9:16-19.22-23; Mzm 117:1.2; Mrk 16:15-20
04.Kamis...,Hari Biasa Pekan 1 Adven
..................Yes 26:1-6; Mzm 118:1.8-9.19-21.25-27a; Mat 7:21.24-27
05.Jumat...,Hari Biasa Pekan 1 Adven
..................Yes 29:17-24; Mzm 27:1.4.13-14; Mat 9:27-31
06.Sabtu....Hari Biasa Pekan 1 Adven
..................Yes 30:19-21.23-26; Mzm 147:1-2.3-4.5-6; Mat 9:35-10:1.6-8
07.Minggu..,HARI MINGGU ADVEN II
..................Yes 30:19-21.23-26; Mzm 859ab-10.11-12.13-14; 2Ptr 3:8-14; Mrk 1:1-8
-glenX-
November 30, 2008, 13:32
Senin, 01 Desember 2008
Pw. S. B Dionisius dan Redemptus, Biarw Mrt Indones
Doa Renungan
Tuhan Yesus Kristus, karena iman dan kerendahan hati perwira di Kapernaum, Engkau berkenan menyembuhkan hambanya yang sakit. Semoga hari ini aku pun boleh berkembang dalam iman dan kerendahan hati yang sama, sehingga aku boleh memuji dan memuliakan Dikau. Dalam tangan-Mu kuserahkan hidup dan karyaku hari ini. Amin.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Yesaya (2:1-5)
"Tuhan menghimpun semua bangsa dalam kerajaan damai abadi Allah."
1 Firman yang dinyatakan kepada Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem. 2 Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, 3 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem." 4 Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa; maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang. 5 Hai kaum keturunan Yakub, mari kita berjalan di dalam terang TUHAN!
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN
Ref. Aku bersukacita, ketika orang berkata kepadaku, "Mari kita pergi ke rumah Tuhan!"
1. Aku bersukacita, ketika orang berkata kepadaku, "Mari kita pergi ke rumah Tuhan." Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.
2. Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat, kepadamu suku-suku berziarah yakni suku-suku Tuhan.
3. Untuk bersyukur kepada nama Tuhan sesuai dengan peraturan bagi Israel. Sebab di Yerusalemlah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga Raja Daud.
4. Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: "Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat kesentosaan. Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan kesentosaan di dalam purimu!"
5. Oleh karena saudara-saudara dan teman-temanku aku hendak mengucapkan: Semoga kesejahteraan ada di dalammu!" Oleh karena rumah Tuhan, Allah kita, aku hendak mencari kebaikan bagimu.
BAIT PENGANTAR INJIL
Ref. Alleluya
Ya Allah, pulihkanlah kami buatlah wajah-Mu bersinar, maka selamatlah kami.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (8:5-11)
"Banyak orang akan datang dari timur dan barat masuk Kerajaan Surga."
5 Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya: 6 "Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita." 7 Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang menyembuhkannya." 8 Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. 9 Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya." 10 Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel. 11 Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Surga,
I. Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakan-Nya.
U.Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
Renungan
Tidak semua orang yang berpangkat adalah orang yang munafik, jelek, atau otomatis jahat. Nyatanya, dalam bacaan hari ini sangatlah mencolok bahwa perwira dari Kapernaum itu berjuang untuk kesembuhan hambanya. Karena itu, dengan rendah hati ia mau datang kepada Yesus. Dia yakin bahwa Yesus pasti dapat menyembuhkan hambanya dan memberikan kepadanya apa yang dimintanya.
Yesus tidak memandang pangkat atau jabatan orang itu. Justru Yesus melihat pribadi perwira itu yang dengan rendah hati dan dengan iman yang sejati datang kepada-Nya sambil memohon agar Yesus menyembuhkan hambanya itu.
Perwira itu merasa tidak layak untuk menerima Yesus dalam rumahnya. Sebab ia sadar bahwa yang dihadapinya itu adalah Mesias yang berasal dari Allah. Karena itu, ia hanya memohon agar Yesus bersabda saja supaya hambanya itu sembuh. Dan Yesus mengabulkan permohonannya itu.
Hendaklah kita selalu memohon dengan rendah hati kepada Yesus sehingga apa yang kita utarakan memang keluar dari hati sanubari, dan pasti Dia berkenan kepada kita.
Yesus, tambahkanlah imanku kepada-Mu dan jadikanlah aku murid-Mu yang sejati. Amin.
Renungan: Ziarah Batin, Renungan dan Catatan Harian
Bacaan Kitab Suci: Ekaristi.Org
-glenX-
December 01, 2008, 14:46
Selasa, 02 Desember 2008
Hari Biasa Pekan I Adven
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Yesaya (11:1-10)
"Roh Tuhan akan ada padanya."
Pada akhir zaman sebuah tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Roh Tuhan akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan Tuhan; ya, kesenangannya ialah takut akan Tuhan. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang. Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan dengan kejujuran akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri. Ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang yang tetap terikat pada pinggang. Pada waktu itu serigala akan tinggal bersama domba, dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan merumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya. Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput, dan anak-anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu. Bayi akan bermain-main dekat liang ular tedung, dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak. Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan Tuhan, seperti air laut yang menutupi dasarnya. Maka pada waktu itu taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi para bangsa. Dia akan dicari oleh suku-suku bangsa, dan tempat kediamannya akan menjadi mulia.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN
Ref. Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya, dan damai sejahtera berlimpah sampai selama-lamanya.
Ayat. (Mzm 72:2.7-8.12-13.17)
1.Ya Allah, kiranya raja mengadili umat-Mu dengan keadilan dan menghakimi orang orang-Mu yang tertindas dengan hukum!
2.Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan! Kiranya ia memerintah dari laut sampai ke laut, dari Sungai Efrat sampai ke ujung bumi!
3. Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, ia akan membebaskan orang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong; ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang papa.
4. Biarlah namanya tetap selama-lamanya, kiranya namanya semakin dikenal selama ada matahari. Kiranya segala bangsa saling memberkati dengan namanya, dan menyebut dia berbahagia.
BAIT PENGANTAR INJIL
Ref. Alleluya
Tuhan pasti datang; Ia datang dengan megah, dan mata para hamba-Nya akan berseri-seri.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (10:21-24)
"Yesus bergembira dalam Roh Kudus."
Pada waktu itu bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata, "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan di hati-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tiada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang oleh Anak diberi anugerah mengenal Bapa." Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya dan berkata, "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kalian lihat. Sebab aku berkata kepadamu, banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kalian lihat, namun tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kalian dengar, namun tidak mendengarnya."
I. Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakan-Nya.
U.Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
Renungan
Orang kecil tidak selamanya identik dengan orang yang tidak berarti. Justru Yesus bangga akan mereka yang dipilih-Nya. Di mata dunia, mereka itu orang-orang kecil dan miskin. Meskipun mereka kecil dan miskin, hati mereka justru terbuka dan tertuju kepada Allah. Mereka amat membuka diri kepada Tuhan dan menyerahkan diri kepada Allah dalam kehidupan mereka.
Karena itu, Yesus bersyukur dan berterima kasih kepada Bapa karena memiliki murid-murid yang demikian. Mereka dapat dibanggakan dalam kejujuran dan kesetiaannya, dan bahkan mereka rela memberikan diri demi Kerajaan Allah.
Kedamaian tidak terletak pada harta dan pangkat, tetapi justru ada dalam hati dan sanubari manusia. Dengan hati yang aman, damai, dan bahagia, ia akan merasa aman dan damai dalam bertindak di mana pun. Bahkan, mereka tidak merasa takut dan cemas akan hari esok karena mereka tahu bahwa hanya Allah yang menjadi andalan mereka.
Kita tak perlu takut menjadi orang kecil. Sebab yang terpenting adalah kita jujur, setia, dan taat kepada kehendak Allah. Dengan itu, kita akan menjadi berkat bagi orang-orang yang ada di sekitar kita.
Yesus, jadikanlah aku orang yang jujur dan setia dalam kehidupan ini seperti yang telah Engkau laksanakan dalam hidup-Mu. Amin.
Renungan: Ziarah Batin, Renungan dan Catatan Harian
Bacaan Kitab Suci: Inspirasi Batin
-glenX-
December 02, 2008, 12:48
Rabu, 03 Desember 2008
Pesta Santo Fransiskus Xaverius
Doa Renungan
Tuhan Yesus Kristus, Firman Allah yang hidup dan pokok sukacita seluruh umat, sabda-Mu yang kami dengarkan hari ini sungguh menghibur dan menyemangati kami. Semoga semakin banyak waktu kami gunakan untuk mendengarkan sabda kehidupan-Mu, sehingga seperti Santo Petrus, kami dapat bersaksi, "Tuhan kemanakah kami akan pergi, sabda-Mu adalah kehidupan kekal." Kami percaya bersama dengan Engkau, kami dapat melaksanakan tugas mewartakan Injil dengan menghasilkan buah melimpah. Engkaulah Tuhan, penyelamat kami, kini dan sepanjang masa. Amin.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (1Kor 9:16-19.22-23)
"Celakalah aku jika tidak memberitakan Injil."
16 Saudara-saudari, jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil. 17 Kalau andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi karena aku melakukannya bukan menurut kehendakku sendiri, pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku. 18 Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil. 19 Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang. 22 Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka. 23 Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan PS. 827
Ref. Pergi ke seluruh dunia, wartakanlah Injil.
Ayat. Mzm 117:1.2
1. Pujilah Tuhan, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!
2. Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya.
Bait Pengantar Injil PS. 951
Ref. Alleluya, Alleluya, Alleluya
Pergilah dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (16:15-20)
"Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil."
Pada suatu hari Yesus yang bangkit dari antara orang mati menampakkan diri kepada kesebelas murid, dan berkata kepada mereka, 15 "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. 16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. 17 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, 18 mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh." 19 Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. 20 Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Yesus mengutus murid-Nya untuk menyebarkan Injil ke seluruh dunia. Kita sebagai murid-Nya jangan terpengaruh dengan "isu kristenisasi" yang di sebarkan oleh orang-orang yang anti- Kristus. Namun, menyebarkan Injil tidak harus berkhotbah kepada orang lain, apalagi terhadap orang yang tidak mau menerima Yesus sebagai juruselamat. Kita dapat menyebarkan Injil dengan sikap dan tingkah laku yang sesuai dengan teladan Kristus. Dengan mengamalkan hukum cinta kasih yang pernah di ajarkan oleh Yesus, orang di sekitar kita akan melihat betapa Yesus tidaklah sejahat apa yang orang-orang (anti-Kristus) ceritakan tentang Dia.
Ya Yesus, berikanlah aku kekuatan untuk menyebarkan Injil dengan mengamalkan semua ajaran-Mu. Berkatilah juga semua orang yang belum mau menerima Engkau sebagai Sang Juru Selamat. Amin.
Renungan: Ziarah Batin, Renungan dan Catatan Harian
-glenX-
December 02, 2008, 12:50
Pesta Santo Fransiskus Xaverius
Fransiskus Xaverius dikaruniai otak yang cerdas, sehingga dapat belajar dengan mudah. Ia masuk Universitas Paris dan dalam usia 28 tahun berhasil menjadi mahaguru. Orangtuanya seorang bangsawan kaya. Lingkungan pergaulannya adalah kaum terpelajar dan terkemuka Paris. Oleh sebab itu karier Fransiskus gemilang. Tapi "Apa gunanya manusia mendapatkan seluruh dunia, jika kehilangan jiwanya?" Inilah pertanyaan yang diulang-ulang oleh mahasiswa sebangsanya Ignasius Loyola. Pertanyaan ini mengusik hati Fransiskus dan membuka babak baru dalam lembaran hidupnya, sehingga pada suatu saat ia menyerah dan menjadi salah satu dari ketujuh anggota Serikat Jesus pertama. Pada tahun 1534 mereka berjanji di hadapan Tuhan untuk mengabdikan hidup mereka demi pentobatan orang tak beriman dan penyelamatan jiwa.
Tahun 1541 Fransiskus bersama dua rekan Portugis diutus ke Goa, India. Di tempat baru ini ia segera memulai karya misi dan bergerak menyusuri India Selatan dan Sri Langka. Puluhan ribu orang bertobat menjadi orang Kristen yang baik. Buah karyanya mengagumkan. Penderitaan orang pribumi yang ditimbulkan oleh tingkah penguasa sebangsa maupun penjajah "selalu menggores pedih di hatiku", kata Fransiskus pada suatu saat.
September 1545 di akhir bulan: Penduduk Malaka berbondong-bondong ke pantai menyambut 'Padre yang suci' dengan meriah dan gembira. Perbuatan-perbuatan baik dan ajaib yang dilakukannya di India sudah tersebar di Malaka. Fransiskus, nama Padre termasyur itu, sebenarnya singgah di Malaka hanya dengan maksud mencari kapal yang dapat membawanya ke Makasar. Sebab, di India ia mendengar (1545) dari tiga pemuda Makasar, bahwa daerah ini dapat ditobatkan. Rakyat akan emeluk
agama Katolik asal seorang imam diutus ke sana.
Selama tiga bulan di Malaka, Fransiskus memanfaatkan waktunya untuk menyegarkan akhlak dan kehidupan perkawinan penduduk Malaka, yang sangat merosot oleh karena kekayaan yang berlimpah-ruah. Fransiskus menjadi sahabat kaum Portugis dan rakyat Melayu. Mereka menghormatinya sebagai orang saleh. Ia berkhotbah dan rajin mengajar orang-orang yang sudah lama tidak mendapatkan pemeliharaan jiwa yang baik. Gna menunjang karya misinya, ia belajar bahasa Melayu dan menterjemahkan doa-doa penting dengan menambah sedikit keterangan.
Hari pertama tahun 1546: Fransiskus berlayar dengan kapal dagang ke pulau Ambon. Ia mencatat: "Para pelaut meminta seluruh waktuku dari pagi sampai malam: terus-menerus mendengarkan pengakuan dosa, mengunjungi orang sakit, memberikan sakramen-sakramen dan penghiburan rohani kepada mereka yang akan meninggal, dan sering pula berkhotbah. selama masa puasa saya kerjakan itu.... Pulau Ambon banyak penduduknya, di antaranya tujuh desa yang beragama Kristen. Begitu tiba,
saya mengunjungi desa-desa itu dan memberikan Sakramen Permandian kepada anak-anak yang belum menerimanya. Kira-kira 390 mil dari situ terdapat suatu negeri, Pantai Moro namanya. Konon, di sana banyak orang Kristen yang sama sekali belum mendapatkan pelajaran agama. Saya akan pergi ke sana secepatnya. Saya menulis laporan ini supaya kamu tahu, betapa kamu dibutuhkan di sini. Memang saya sadar, bahwa kamu diperlukan di India juga, tapi pulau-pulau ini sangat membutuhkan pertolongan yang lebih besar lagi..." Fransiskus mempermandikan kira-kira 1000 orang Ambon dan mempersiapkan kedatangan imam-imam baru. Lalu ia menuju Ternate (Juli 1646).
Setiap pagi Fransiskus berkhotbah kepada saudagar-saudagar Portugis, yang selurh pikirannya dijejali oleh rempah-rempah dan wanita. Malam hari ia mengumpulkan orang-orang berbahasa Melayu, melatih mereka baik-baik untuk mengerti dan menghafalkan doa-doa dan menyanyi cerita-cerita Kitab Suci. Tentang hasil jerih payahnya ia menulis: "Syukur kepada Allah! Di Ternate ini sudah menjadi kebiasaan, anak lelaki di jalan-jalan dan anak perempuan serta wanita di rumah, para buruh di perkebunan dan nelayan di laut, siang-malam menyanyikan lagu suci, bukan lagi nyanyian-nyanyian kotor. Mereka senang menyanyikan Aku Percaya, Bapa Kami, Salam Maria, Kesepuluh Perintah Allah, Perbuatan-perbuatan Belaskasih, Pengakuan Dosa Umum serta banyak lagu dan doa seperti ini. Mereka itu, baik yang baru bertobat maupun yang masih kafir, menyanyi dalam bahasa mereka sendiri.
Syukur kepada Allah, bahwa saya dengan cepat disukai, baik oleh orang Portugis di pulau ini maupun oleh orang pribumi yang beragama Kristen dan yang bukan!" Setelah Fransiskus mengatur kedatangan pengganti-penggantinya, ia kembali ke Malaka lalu menuju Jepang. Ia bekerja dua tahun di Jepang dengan hasil yang menggembirakan. Kemudian ia mengalihkan perhatiannya ke Tiongkok, sebuah negara besar yang pada waktu itu tertutup bagi orang asing. Ia didaratkan oleh sebuah kapal Portugis di pulau Sancian, di depan muara sungai Chukiang. Di sana ia menunggu jemputan perahu jung yang bersedia menyelundupkannya ke daratan Tiongkok. Tetapi ia jatuh sakit dan dalam waktu dua minggu meninggal di sebuah gubug, ditemani hanya oleh seorang Tionghoa muda yang telah menemani dia dari Goa. Fransiskus dipanggil Tuhan pada usia 46 tahun, Jenazahnya diantarkan ke Goa dan dimakamkan di sana sampai sekarang.
Fransiskus Xaverius (1506-1552) lahir di Navarra (Spanyol) dan meninggal di Sancian (Tiongkok). Ia dinyatakan sebagai pelindung Gereja di tanah misi.
Sumber: Ensiklopedi Orang Kudus
-glenX-
December 03, 2008, 11:51
Kamis, 04 Desember 2008
Hari Biasa Pekan I Adven
Doa Renungan Pagi
Tuhan Yesus Kristus, terimakasih atas anugerah hidup yang masih Engkau berikan kepadaku. Ajarlah aku hari ini untuk mengenal kehendak Bapa, agar aku boleh melakukannya dengan hati penuh syukur dan pujian, serta hati yang terbuka untuk dibentuk sesuai dengan kehendak-Mu. Tuhan, terimakasih. Amin.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Yesaya (26:1-6)
"Bangsa yang benar dan tetap setia biarlah masuk."
Pada masa itu nyanyian ini akan dinyanyikan di tanah Yehuda: "Kita mempunyai kota yang kuat! Tuhan telah memasang tembok dan benteng untuk keselamatan kita. Bukalah pintu-pintu gerbangnya, agar masuklah bangsa yang benar dan yang tetap setia. Engkau menjaga orang yang teguh hatinya dengan damai sejahtera, sebab ia percaya kepada-Mu. Percayalah kepada Tuhan selama-lamanya, sebab Tuhan Allah adalah gunung batu yang kekal. Kota-kota di atas gunung telah ditaklukkan-Nya; benteng-benteng yang kuat telah dirobohkan-Nya, diratakan-Nya dengan tanah dan dicampakkan-Nya menjadi debu. Kaki orang-orang sengsara dan telapak orang-orang lemah akan menginjak-injaknya."
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan.
Ayat. Mzm 118:1.8-9.19-21.25-27a
1. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Kekal abadi kasih setia-Nya. Lebih baik berlindung pada Tuhan daripada percaya kepada insan! Lebih baik berlindung pada Tuhan daripada percaya kepada para bangsawan.
2. Bukakan aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada Tuhan. Inilah pintu gerbang Tuhan, orang-orang benar akan masuk ke dalamnya. Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku.
3. Ya Tuhan, berilah kiranya keselamatan! Ya Tuhan, berilah kiranya kemujuran! Diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan! Kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan. Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita. Ikatkanlah korban hari raya itu dengan tali pada tanduk-tanduk mezbah.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, Alleluya
Carilah Tuhan, selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya, selama Ia dekat.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (7:21.24-27)
"Barangsiapa melakukan kehendak Bapa akan masuk Kerajaan Allah."
Pada suatu ketika Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku, 'Tuhan! Tuhan' akan masuk kerajaan surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga. Semua orang yang mendengar perkataan-Ku dan melakukannya, ia sama dengan orang bijaksana yang membangun rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu. Tetapi rumah itu tidak roboh sebab dibangun di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang bodoh yang membangun rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu. Maka robohlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Kidung Yesaya mengajak kita untuk mengimani Tuhan yang menyelamatkan bangsa yang tetap setia kepada-Nya. Kita diajak untuk tidak pernah berhenti dan berharap kepada pertolongan-Nya. Hanya dengan kuasa-Nya orang-orang lemah mendapat kekuatan dan orang-orang yang sengsara mendapat pembelaan.
Yesus menegaskan bahwa iman yang sesungguhnya haruslah nyata dalam tindakan. Doa, membaca Kitab Suci, mengikuti perayaan Ekaristi atau olah rohani lainnya tetaplah penting. Namun menjadi tugas setiap orang beriman untuk memperjuangkan semua itu dalam perbuatan sehari-hari.
Siapakah orang bijaksana dan orang bodoh menurut Yesus? Orang bijaksana adalah mereka yang mendengarkan sabda Allah dan melaksanakannya. Sebaliknya orang bodoh adalah mereka yang mendengarkan sabda Allah tapi tidak menghayatinya. Sudah bijaksanakah aku?
Ya Tuhan, hari ini satu hari lagi aku boleh merasakan cinta-Mu yang mengalir dalam hidupku, dalam suka maupun duka, bahagia atau pun tangisku. Aku berterimakasih atas semuanya itu karena apa pun yang terjadi aku tidak goyah sebab Engkaulah dasar dari seluruh perjalanan hidupku. Dalam nama Kristus Tuhan kami. Amin.
Renungan: RUAH
-glenX-
December 04, 2008, 11:51
Jumat, 05 Desember 2008
Jumat Pertama Dalam Bulan
Hati Yesus sedalam laut dan seluas samudra kasih-Nya, Datanglah, dan kamu diringankan!
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Surat Pertama Yohanes (4:7-16)
"Allah mengasihi kamu."
7 Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. 8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. 9 Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. 10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. 11 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi. 12 Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. 13 Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya. 14 Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. 15 Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. 16 Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Rasailah dan nikmatilah betapa baiknya Tuhan.
Mzm 61:1.2-3
1. Dari ujung bumi aku berseru kepada-Mu karena hatiku lemah lesu; tuntunlah aku ke gunung batu yang terlalu tinggi bagiku.
2. Sungguh Engkau telah menjadi tempat perlindunganku, menara yang kuat terhadap musuh. Sungguh Engkat telah menjadi tempat perlindunganku, menara yang kuat terhadap musuh.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Marilah kepada-Ku kamu yang letih dan berbeban berat, Aku akan memberikan rasa lega kepada-Mu
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (11:25-30)
"Aku lemah lembut dan rendah hati."
25 Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. 26 Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. 27 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya. 28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. 29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Setiap Jumat Pertama kita menghadap Hati Kudus Yesus yang terluka oleh ulah dosa-dosa kita. Juga kita sambut Ekaristi agar hidup kita dikuatkan oleh-Nya untuk tetap menyuarakan suara-Nya di tengah-tengah keramaian dunia. Melalui Hati Kudus-Nya kita berharap agar hidup kita disucikan, kemanusiaan kita disempurnakan, hati kita dijadikan serupa dengan Hati Kudus-Nya sendiri.
Kelelahan, kehabisan tenaga, dan rasa beban adalah bagian hidup manusia. Kita bisa melihat wajah-wajah lelah para tukang bangunan, buruh tani, guru, buruh harian, dan orang yang sedang bekerja keras. Tetapi, ada jenis kelelahan yang lain, seperti capai karena bosan dengan pekerjaan rutin, tidak puas dengan apa yang sudah dicapai atau suasana lingkungan yang menegangkan.
Di tengah beban seperti ini, Yesus mengundang orang: "Marilah kepada-Ku kamu yang letih dan berbeban berat, Aku akan memberikan rasa lega kepada-Mu." Hanya kalau kita dapat meyakini bahwa hidup ini mempunyai arti, dan percaya bahwa rasa sakit, kelelahan, dan pengurbanan adalah jalan untuk keselamatan, maka kita akan bisa mengerti kata-kata Yesus: "Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah daripada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati, dan jiwamu akan mendapat ketenangan." Artinya dalam Yesus beban seberat apapun akan menjadi ringan karena kita memikulnya bersama Tuhan.
Bapa yang Maharahim, Allah segala penghiburan, Engkau memberikan kepada kami Hati Putra-Mu Sendiri yang penuh belas kasihan, oleh sebab kasih-Mu yang tak terbatas yang Kau limpahkan kepada kami, kasih yang tak satu lidah pun mampu mengungkapkannya dengan kata. Kiranya kami mempersembahkan kepada-Mu kasih yang sempurna dengan hati yang bersatu dengan hati-Nya. Kami mohon agar hati kami dihantar ke persatuan sempurna: tiap hati dengan yang lainnya dan semua hati dengan Hati Yesus Yang Mahakudus… dan semoga kerinduan hati kami beroleh kepuasannya dalam Dia: Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan bertahta bersama Engkau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, Allah Tritunggal, sekarang dan sepanjang segala masa. Amin
Yesus, berilah aku kesempatan untuk menyempurnakan hatiku seperti Hati Kudus-Mu sendiri agar aku boleh menikmati janji keselamatan-Mu. Amin.
Renungan: diolah dari RH. Inspirasi Batin/Ziarah Batin.
-glenX-
December 04, 2008, 15:47
Jumat, 05 Desember 2008
Hari Biasa Pekan I Adven
"Ketika kekhawatiran mulai menghinggapi, semakin reduplah iman. Sebaliknya, ketika iman mulai bersinar, semakin reduplah kekhawatiran."
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Nabi Yesaya (29:17-24)
"Pada waktu itu orang-orang buta akan melihat."
Beginilah firman Tuhan, "Tiada lama lagi Libanon akan berubah menjadi kebun buah-buahan, kebun subur selebat hutan. Pada waktu itu orang-orang tuli akan mendengar sabda sebuah kitab, dan mata orang-orang buta akan melihat, lepas dari kekelaman dan kegelapan. Orang-orang sengsara akan bersukaria dalam Tuhan dan orang-orang miskin di antara manusia akan bersorak-sorai di dalam Yang Mahakudus Allah Israel. Sebab orang yang gagah sombong akan lenyap dan orang pencemooh akan habis. Semua orang yang berniat jahat akan dilenyapkan, yaitu mereka yang begitu saja menyatakan seseorang berdosa di dalam suatu perkara, yang memasang jerat terhadap orang yang menegur mereka di pintu gerbang, dan yang menyalahkan orang benar dengan alasan yang dibuat-buat. Sebab itu beginilah firman Tuhan, Allah kaum keturunan Yakub, yang telah membebaskan Abraham, "Mulai sekarang Yakub takkan lagi mendapat malu, dan mukanya tidak lagi pucat. Sebab keturunan Yakub akan melihat karya tangan-Ku di tengah-tengah mereka, dan mereka akan menguduskan nama-Ku. Mereka akan menguduskan Yang Kudus Allah, dan mereka akan gentar terhadap Allah Israel. Pada waktu itu orang-orang yang sesat pikiran akan mendapat pengertian, dan mereka yang bersungut-sungut akan menerima pengajaran.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan adalah terang dan keselamatanku.
Ayat. (Mzm 27:1.4.13-14)
1.Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar?
2.Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, satu inilah yang kuingini, diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan dan menikmati bait-Nya.
3.Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan!
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Tuhan pasti datang; Ia datang dengan megah, dan mata para hamba-Nya akan berseri-seri.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (9:27-31)
"Dua orang buta disembuhkan karena percaya kepada Yesus."
Sekali peristiwa ada dua orang buta mengikuti Yesus sambil berseru-seru, "Kasihanilah kami, hai Anak Daud!" Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya. Yesus berkata kepada mereka, "Percayakah kalian, bahwa Aku dapat melakukannya?" Mereka menjawab, "Ya Tuhan, kami percaya." Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata, "Terjadilah padamu menurut imanmu." Maka meleklah mata mereka. Lalu dengan tegas Yesus berpesan kepada mereka, "Jagalah, jangan seorang pun mengetahui hal ini." Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Yesus ke seluruh daerah itu.
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Sebagai seorang nabi, Yesaya sudah meramalkan bahwa Mesias yang akan datang itu pasti orang yang sangat hebat. Dia akan memberikan pengharapan kepada orang yang putus asa, menyembuhkan orang yang sakit, bahkan membangkitkan yang sudah meninggal. Rupanya, hal itu ditemukan oleh Matius, pengarang Injil, dalam diri Yesus. Maka, setelah mengenal Yesus, Matius langsung menyatakan kesediaannya untuk menjadi murid-Nya.
Dua orang buta dalam bacaan hari ini percaya dan yakin bahwa mereka dapat sembuh berkat Yesus, Sang Mesias. Dan demikianlah kenyataannya. Mereka sembuh karena mereka percaya kepada Yesus yang ada dan hadir di hadapan mereka.
Banyak hal yang tidak mungkin di dunia. Namun, kalau kita percaya, hal itu pasti akan terjadi. Semakin orang percaya kepada Tuhan, semakin ia berjuang dan berusaha serta tidak putus asa. Maka, yang dulu tidak mungkin baginya, pada suatu saat, karena kepercayaannya, justru ia dapat meraih dan mencapainya dalam kebahagiaan.
Percayakan dan serahkanlah diri Anda kepada Tuhan. Dia akan mengerjakan semua itu bagimu.
Jadikanlah semua orang semakin percaya kepada-Mu, ya Yesus, Junjungan dan Juruselamatku. Amin.
Renungan: Ziarah Batin, Renungan dan Catatan Harian
Bacaan Kitab Suci: RUAH.
st_caecilia
December 05, 2008, 09:47
Renungan Jumat Pertamanya menyejukkan hati, membuat suasananya terasa damai gitu. Itu bacaan kitab sucinya menurut penanggalan liturgi atau ambil sendiri? Maju terus flazz!
-glenX-
December 05, 2008, 15:17
Renungan Jumat Pertamanya menyejukkan hati, membuat suasananya terasa damai gitu. Itu bacaan kitab sucinya menurut penanggalan liturgi atau ambil sendiri? Maju terus flazz!
untuk yang Jumat Pertama, Bacaan Pertama, Mazmur, Pengantar Injil, dan Bacaan Injil diambil sendiri, bulan depan bisa juga menggunakan bacaan yang sama.:)
Renungannya juga mirip2:)
-glenX-
December 05, 2008, 15:30
Sabtu, 06 Desember 2008
Hari Biasa Pekan I Adven
"Kamu telah memperoleh dengan cuma-cuma, maka berkianlah pula dengan cuma-cuma."
Doa Renungan
Allah Bapa yang kekal dan kuasa, Engkau sumber harapan dan penghiburan bagi kami umat-Mu. Hanya dalam kasih dan kesetiaan yang Engkau teladankan kepada kami, kami Engkau mampukan untuk selalu memuji dan memuliakan nama-Mu yang agung. Kami mohon, semoga Engkau berkenan hadir di tengah-tengah kami, juga dalam perjalanan hidup kami, agar kami mampu menemukan jalan hidup se-perti Engkau sendiri menghendaki. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa. Amin
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Nabi Yesaya (30:19-21.23-26)
"Pastilah Tuhan mengasihi kalian apabila kalian berseru-seru."
Beginilah firman Tuhan, Yang Mahakudus Allah Israel, "Hai bangsa di Sion yang mendiami Yerusalem, kalian tidak akan terus menangis. Pastilah Tuhan akan mengasihani kalian, apabila kalian berseru-seru. Begitu mendengar teriakmu Ia akan menjawab. Walaupun Tuhan memberi kalian roti dan air serba sedikit, namun Gurumu, tidak akan menyembunyikan diri lagi. Kalian akan terus melihat Dia dan entah kalian menyimpang ke kanan entah ke kiri, sabda-Nya ini akan kalian dengar dari belakangmu, "Inilah jalannya, ikutilah jalan ini!" Pada waktu itu Tuhan akan mencurahkan hujan bagi benih yang baru kalian taburkan di ladang, dan dari hasil tanah itu kalian akan makan roti yang lezat dan berlmpah-limpah. Pada waktu itu ternakmu akan merumput di padang rumput yang luas. Sapi-sapi dan keledai-keledai yang mengerjakan tanah akan memakan makanan campuran yang sedap, yang sudah ditampi dan diayak. Dari setiap gunung yang tinggi dan dari setiap bukit yang menjulang akan memancar sungai-sungai pada hari pembunuhan yang besar, apabila menara-menara runtuh. Maka terang bulan purnama akan seperti terang matahari terik, dan terang matahari terik akan tujuh kali ganda, yaitu seperti terangnya tujuh hari, pada waktu Tuhan membalut luka umat-Nya dan menyembuhkan bekas-bekas pukulan.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Berbahagialah orang yang menanti-nantikan Tuhan.
Ayat. (Mzm 147:1-2.3-4.5-6)
1. Sungguh, bermazmur bagi Allah kita itu baik, bahkan indah, dan layaklah memuji-muji Dia. Tuhan membangun Yerusalem, Ia menghimpun orang-orang Israel yang tercerai-berai.
2. Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati, dan membalut luka-luka mereka; Ia menentukan jumlah bintang-bintang, masing-masing dipanggil dengan menyebut namanya.
3. Besarlah Tuhan kita dan berlimpahlah kekuatan-Nya, kebijaksanaan-Nya tidak terhingga. Tuhan menegakkan kembali orang-orang yang tertindas, tetapi orang-orang fasik direndahkan-Nya ke tanah.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Inilah raja kita, Tuhan semesta alam. Ia datang membebaskan umat-Nya.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (9:35-10:1.6-8)
"Melihat orang banyak itu, tergerak hati Yesus oleh belas kasihan."
Sekali peristiwa, Yesus berkeliling ke semua kota dan desa. Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan mewartakan Injil Kerajaan Surga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak yang mengikuti-Nya, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Maka Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Tuaian memang banyak, tetapi pekerjanya sedikit. Maka mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu." Lalu Yesus memanggil keduabelas murid-Nya dan memberi mereka kuasa untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit serta segala kelemahan. Yesus mengutus mereka dan berpesan, "Pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel! Pergilah dan wartakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kalian telah memperoleh dengan cuma-cuma, maka berikanlah pula dengan cuma-cuma."
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Mengalami penderitaan tidak selamanya menjadi ciri khas orang beriman. Justru suatu saat nanti, orang beriman akan merasakan bahwa ia benar dan berkenan kepada Tuhan. Ia akan mengalami penghiburan dan kebahagiaan yang sejati. Ia akan merasakan kemakmuran dan hasil yang melimpah dalam hidupnya. Demikianlah yang dikatakan oleh Yesaya dalam bacaan hari ini. Namun, sangatlah tampak bahwa ternyata Yesus sendiri memberikan dan memperlihatkan kasih itu kepada orang-orang yang ada di sekitar-Nya. Dengan demikian, mereka memang merasakan bahwa kehadiran Yesus itu memberikan pengharapan dan kebahagiaan yang sejati dan abadi bagi mereka.
Sebagai orang beriman, kita sering mengalami kesusahan dalam hidup ini. Namun, hal itu tidak akan terjadi selamanya. Tuhan akan menolong orang-orang yang dicintai-Nya dengan cara-Nya yang unik dan khas. Dan, pertolongan itu sungguh-sungguh terjadi dalam kehidupan kita kalau kita sungguh percaya kepada-Nya.
Aku percaya, ya Tuhan, Engkau selalu memperhatikan dan mencintaiku, hamba-Mu yang hina ini. Jadikanlah aku semakin berserah diri kepada-Mu. Amin.
Renungan: Ziarah Batin, Renungan dan Catatan Harian
Bacaan Kitab Suci: RUAH.
-glenX-
December 06, 2008, 12:30
Minggu, 07 Desember 2008
HARI MINGGU ADVEN II
Lihat, itu Tuhan Allah, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya. (Yes 40:10)
Doa Renungan
Allah Bapa kami yang kekal, sejak dahulu kala Engkau memperdengarkan suara-Mu melalui para nabi. Kami mohon, ungkapkanlah dalam diri Yesus Al Masih, apa yang Kaukehendaki dari kami, dan baharulilah lagi umat-Mu dalam keadilan dan kebenaran. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Yesaya (40:1-5.9-11)
"Siapkanlah jalan bagi Tuhan."
1 Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allahmu, 2 tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya. 3 Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! 4 Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; 5 maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya." 9 Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke atas gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda: "Lihat, itu Allahmu!" 10 Lihat, itu Tuhan ALLAH, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya. 11 Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
.
Mazmur Tanggapan PS. 815
Ref. Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu ya Tuhan
1. Aku ingin mendengar apa yang difirmankan Tuhan. Sungguh, keselamatan dari Tuhan dekat pada orang-orang yang takwa dan kemuliaan-Nya diam di negeri kita.
2. Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan merunduk dari langit.
Bacaan Kedua
Pembacaan dari Surat Kedua Rasul Petrus (3:8-14)
"Kita menantikan langit dan bumi yang baru."
8 Saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. 9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. 10 Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. 11 Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup 12 yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. 13 Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. 14 Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Bait Pengantar Injil PS. 962
Ref. Alleluya, Alleluya, Alleluya, Alleluya
Solis: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya; dan semua orang akan melihat keselamatan yang datang dari Tuhan.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (1:1-8)
"Luruskanlah jalan bagi Tuhan."
1 Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah. 2 Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: "Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu; 3 ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya", 4 demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu." 5 Lalu datanglah kepadanya orang-orang dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem, dan sambil mengaku dosanya mereka dibaptis di sungai Yordan. 6 Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan. 7 Inilah yang diberitakannya: "Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. 8 Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus."
I. Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakan-Nya.
U.Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
Doa Renungan
Allah Bapa kami maha pengasih, penuhilah kami dengan harapan akan datangnya kerajaan-Mu. Semoga sabda-Mu menghasilkan buah; saling pengertian, cinta kasih dan kerukunan diantara para bangsa, serta kedamaian di dunia, yang melampaui impian kami dan tetap bertahan sepanjang zaman. Demi Kristus, Putera-Mu, Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Renungan
"Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak”
Jika ada pejabat tinggi, misalnya presiden atau kepala Negara, yang mau berkunjung atau lewat, pada umumnya terjadilah persiapan tempat atau jalan alias ‘pembersihan’, dengan harapan pejabat yang bersangkutan selamat di perjalanan atau yang didatangi puas karena memperoleh pujian atas kesuksesan dalam penyambutan pejabat tinggi. Sebagai contoh ketika presiden dari tempat tinggal atau rumahnya hendak menuju ke kantor/istana presiden, maka di perempatan/pertigaan jalan polisi telah mempersiapkan jalan antara lain dengan menghentikan kendaraan-kendaraan lain, kemudian pengawal mendahului rombongan kendaraan/mobil dimana presiden berada di dalamnya. Persiapan memang merupakan usaha yang penting dan perlu untuk melakukan segala sesuatu, dengan persiapan yang baik kiranya apa yang kita harapkan atau dambakan mendekati kenyataan atau kita berharap apa yang akan kita lakukan berhasil dengan baik. Pada hari ini kepada kita ditampilkan tokoh Yohanes Pembaptis, sebagai bentara kedatangan Yesus, Penyelamat Dunia, yang dengan rendah hati berkata: “Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.” (Mrk1:7-8). Maka marilah dalam mempersiapkan kedatangan Penyelamat Dunia, Pesta Natal, yang akan datang kita mawas diri dengan cermin Yohanes Pembaptis.
bersambung..............
Rm. Ign Sumarya, SJ
www.st-andreas.or.id (http://www.st-andreas.or.id/)
-glenX-
December 06, 2008, 12:32
Lanjutan....................
Rm. Ign Sumarya, SJ
www.st-andreas.or.id (http://www.st-andreas.or.id)
"Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.” (Mrk1:7)
Kita semua dipanggil untuk menjadi bentara-bentara kedatangan Tuhan, Penyelamat Dunia, di tengah-tengah atau dalam kehidupan bersama dimanapun dan kapanpun. Sebagai bentara kita dapat berpedoman pada apa yang dikatakan oleh Yohanes Pembaptis :”Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu."(Mrk 1:4). Tentu saja diri kita masing-masing juga telah bertobat atau sedang dalam proses pertobatan, maka marilah dengan rendah hati kita saling mengingatkan dan membantu dalam proses pertobatan. “Rendah hati adalah sikap dan perilaku yang tidak suka menonjolkan dan menomorsatukan diri, yattu dengan menenggang perasaan orang lain. Meskipun pada kenyataannya lebih dari orang lain, ia dapat menahan diri untuk tidak menonjolkan dirinya” (Prof Dr Edi Sedyawati/edit: Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka Jakarta 1997, hal 24).
Siapapun yang merasa menjadi pemimpin atau atasan hendaknya menjadi teladan dalam hal keutamaan kerendahan hati ini, sebagaimana diusahakan oleh para gembala kita/para uskup, yang senantiasa menyatakan diri sebagai ‘hamba yang hina dina’.Maka untuk mengusahakan dan menghayati kerendahan hati kiranya kita juga dapat bercermin pada pada hamba/pembantu rumah tangga, yang pada umumnya bertugas ‘membersihkan apa yang kotor’, entah kamar/ruangan, pakaian, halaman dst.. Selain tugas membersihkan mereka juga mempersiapkan, misalnya makanan dan minuman atau aneka kebutuhan yang dilayani. Pembantu rumah tangga yang baik pada umumnya rendah hati, peka terhadap kebutuhan mereka yang harus dilayani, dan dengan demikian yang dilayani dapat melaksanakan tugas pengutusannya atau menghayati panggilannya dengan baik. Kita semua juga dipanggil untuk ‘membersihkan dan mempersiapkan’.
Marilah kita bersihkan dan persiapkan hati, jiwa, akal budi dan tubuh kita untuk menyambut kedatangan atau kelahiran Penyelamat Dunia. “Men sana in corpore sano “ = Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat, demikian kata sebuah motto yang sangat terkenal. Marilah pertama-tama kita mengusahakan agar tubuh kita sehat wal’afiat, antara lain dengan : makan dan minum sesuai dengan motto ‘empat sehat lima sempurna’, hidup teratur, istirahat cukup, teratur berolahraga, dst.. Pengamatan dan pengalaman saya ketika tubuh sehat maka dengan mudah mengusahakan kesehatan hati, jiwa dan akal budi alias cerdas beriman. “Berilah dirimu dibaptis”, demikian seruan Yohanes Pembaptis. “Dibaptis” berarti dibersihkan, disucikan atau disisihkan seutuhnya bagi Tuhan, sehingga orang yang bersangkutan menjadi suci/bersih, senantiasa hidup dan bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan. Kepada orang suci/ bersih akan datang banyak orang kepadanya, sebagaimana dialami oleh Yohanes Pembaptis, untuk mengaku dosa alias bertobat. Sebagai bentara cara hidup dan cara bertindak kita diharapkan memikat banyak orang untuk mendekat serta bertobat.
“Sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia “ (2Ptr3:13-14)
Kita semua “harus berusaha supaya kedapatan tak bercacat dan tak bercela di hadapanNya, dalam perdamaian dengan Dia”. Secara konkret tugas pengutusan ini kiranya sungguh berat dan sarat dengan tantangan dan hambatan, maka baiklah kita saling membantu dan mengingatkan. Rasanya mereka yang ‘kedapatan tak bercacat dan tak bercela di hadapanNya’ adalah bayi-bayi atau anak-anak balita, yang senantiasa dalam keadaan membuka diri, ceria, dinamis, siap sedia untuk diperlakukan apapun oleh orang lain. Memang, lebih-lebih atau terutama bayi-bayi harus didekati dan diperlakukan dalam dan dengan kasih, tanpa kasih mereka akan menolak dan membenontak antara dengan menangis. Maka mungkin baik dalam hal mawas diri apakah kita dalam keadaan tak bercacat dan tak bercela antara lain dengan menyapa atau membelai, menyentuh seorang bayi; jika mereka kita sapa atau belai memberontak atau menangis berarti kita dalam keadaan cacat dan tercela.
Untuk mengusahakan tak bercacat dan tak bercela di hadapanNya hendaknya kita berpegang atau berpedoman pada apa yang dikatakan oleh Yesaya ini :”Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya.”(Yes40:4-5) ‘Lembah, gunung, berbukit-bukit, tanah yang tidak rata dan berlekuk-lekuk’ memang mengganggu perjalanan atau memperlambat dan menghalangi perjalanan. Kita semua sedang berada dalam perjalanan menuju ke pemenuhan hidup terpanggil atau pelaksanaan tugas pengutusan kita masing-masing, menuju hidup bahagia abadi di sorga setelah dipanggil Tuhan, meninggal dunia.
Marilah dengan rendah hati dan bantuan rahmat Tuhan kita bersihkan segala sesuatu yang menghambat penghayatan panggilan atau pelaksanaan tugas pengutusan kita masing-masing, yaitu dosa-dosa, misalnya: ”percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya” (Gal5:19-21) agar kita dapat hidup bersih serta menghasilkan buah-buah atau keutamaan-keutamaan “kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri” (Gal5:22-23) . Sikap hidup dan cara bertindak yang dijiwai oleh keutamaan-keutamaan inilah sebagai cirikhas bentara-bentara kedatangan atau kelahiran Penyelamat Dunia.
“Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, TUHAN. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya. Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita. Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan menjenguk dari langit.Bahkan TUHAN akan memberikan kebaikan, dan negeri kita akan memberi hasilnya. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan akan membuat jejak kaki-Nya menjadi jalan.” (Mzm85:9ab-14)
Rm. Ign Sumarya, SJ
www.st-andreas.or.id (http://www.st-andreas.or.id/)
-glenX-
December 06, 2008, 12:33
Bacaan Kitab Suci
08 - 14 Desember 2008
08.Senin....,HARI RAYA SP MARIA DIKANDUNG TANPA NODA DOSA
..................Kej 3:9-15,20; Mzm 98:1,2-3ab,3bc,4; Ef 1:3-6, 11-12; Luk 1:26-38
09.Selasa..,Hari Biasa Pekan 2 Adven
..................Yes 40:1-11; Mzm 96:1-2,3,10ac,11-12,13; Mat 18:12-14
10.Rabu....,Hari Biasa Pekan 2 Adven
..................Yes 40:25-31; Mzm 103:1-2,3-4,8,10; Mat 11:28-30
11.Kamis...,Hari Biasa Pekan 2 Adven
..................Yes 41:13-20; Mzm 145:9,10-11,12-13ab; Mat 11:11-15
12.Jumat...,Hari Biasa Pekan 2 Adven
..................Yes 49:17-19; Mzm 1:1-2,3,4,6; Mat 11:16-19
13.Sabtu....Pw. S. Lucia
..................Sir 48:1-4,9-11; Mzm 80:2ac,3b,15-16,18-19; Mat 17:10-13
14.Minggu..,HARI MINGGU ADVEN III
..................Yes 61:1-2a,10-11; MT Luk 1:46-48,49-50,53-54; 1 Tes 5:16-24; Yoh 1:6-8, 19-28
-glenX-
December 07, 2008, 14:12
Senin, 08 Desember 2008
HARI RAYA SANTA PERAWAN MARIA DIKANDUNG TANPA DOSA
Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. (Lukas 1:30-32)
Doa Renungan
Allah Bapa di surga, ajarlah aku supaya hari ini aku semakin mengenal kehendak-Mu atas seluruh hidupku dan melaksanakannya dengan penuh cinta kasih. Utuslah Roh-Mu yang kudus, agar aku boleh berkata: "Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan; terjadilah padaku menurut perkataan-Mu." Demi Yesus Kristus, Putra-Mu Tuhan dan pengantara kami yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Kejadian (3:9-15.20)
"Aku akan mengadakan permusuhan antara keturunanmu dan keturunan wanita itu."
9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" 10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi." 11 Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?" 12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." 13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan." 14 Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu. 15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya." 20 Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.
L. Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
.
Mazmur Tanggapan
Ref. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib.
1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus. 2. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang daripada-Nya, Ia telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.
3. Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah!
Bacaan Kedua
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Efesus (1:3-6.11-12)
"Di dalam Kristus, Allah telah memilih kita."
3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. 4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. 5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, 6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. 11 Aku katakan "di dalam Kristus", karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan--kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya-- 12 supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya.
L. Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, Alleluya.
Solis: Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (1:26-38)
"Engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki."
26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, 27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. 28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." 29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. 30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. 31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. 32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, 33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." 34 Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" 35 Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. 36 Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. 37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." 38 Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.
I. Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Kita sebagai orang Katolik pasti mengenal sosok Bunda Maria. Bunda dari Tuhan kita Yesus Kristus dan juga bunda kita semua. Kehidupannya yang saleh membuat Allah sungguh mengasihinya. Namun, hal itu tidak membuat Maria terlepas dari penderitaan. Selama hidupnya, Maria juga mengalami kedukaan. Namun, dengan kesetiaan yang penuh, Maria menjalani semua kedukaan yang dialaminya. "Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu," pasrah Maria.
Kita sebagai orang Katolik juga seharusnya meneladani kesetiaan Bunda Maria dalam menghadapi penderitaan dan kerasnya kehidupan ini.
Ya Bunda Maria, aku ingin menjadi juat sepertimu dalam menghadapi penderitaanku. Sampaikanlah permohonanku ini kepada Putramu yang pasti tidak akan menolak engkau. Amin.
Renungan: Ziarah Batin, Renungan dan Catatan Harian
-glenX-
December 08, 2008, 14:45
Selasa, 09 Desember 2008
Hari Biasa Pekan II Adven
Sebab mahabesarlah Tuhan, dan sangat terpuji, Ia lebih dahsyat daripada segala dewata. Katakanlah di antara bangsa-bangsa: "Tuhan itu Raja! Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran." (Mzm 96:1-2,3,10ac,11-12,13)
Doa Renungan
Tuhan Yesus Kristus, tuntunlah aku selalu selalu hidupku selalu selaras dengan kehendak-Mu. Amin.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Nabi Yesaya (40:1-11)
"Allah menghibur umatnya."
1 Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allahmu, 2 tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya. 3 Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! 4 Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; 5 maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya." 6 Ada suara yang berkata: "Berserulah!" Jawabku: "Apakah yang harus kuserukan?" "Seluruh umat manusia adalah seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang. 7 Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, apabila TUHAN menghembusnya dengan nafas-Nya. Sesungguhnyalah bangsa itu seperti rumput. 8 Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya." 9 Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke atas gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda: "Lihat, itu Allahmu!" 10 Lihat, itu Tuhan ALLAH, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya. 11 Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
.
Mazmur Tanggapan
Ref. Lihat! Tuhan datang dengan kekuatan!
Ayat. (Mzm 96:1-2,3,10ac,11-12,13)
1.Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Menyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya, kabarkanlah dari hari ke hari keselamatan yang datang daripada-Nya.
2. Sebab mahabesarlah Tuhan, dan sangat terpuji, Ia lebih dahsyat daripada segala dewata. Katakanlah di antara bangsa-bangsa: "Tuhan itu Raja! Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran."
3. Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorai, biar gemuruhlah laut serta segala isinya! Biarlah beria-ria padang dan segala yang ada di atasnya, dan segala pohon di hutan bersorak-sorai.
4. Bersukacitalah di hadapan Tuhan, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Hari Tuhan sudah dekat, Ia datang sebagai penyelamat.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (18:12-14)
"Bapamu tidak menghendaki seorang pun dari anak-anak ini hilang."
12 Yesus berkata kepada murid-muridnya, "Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? 13 Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. 14 Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang."
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Allah tidak menghendaki seorang pun dari kita ini hilang. Ia justru ingin agar kita selalu ada dalam lindungan-Nya karena kita ini anak-anak-Nya. Gembala pun tidak mau seekor dombanya hilang karena ia amat mengasihi mereka. Kita adalah manusia yang mempunyai nilai dan arti yang jauh lebih tinggi dan mulia daripada domba. Allah justru mau supaya kita senantiasa berada bersama dengan-Nya.
Merupakan kegembiraan dan kebahagiaan kalau kita yang sering berdosa kembali kepada Allah. Kalau kita meninggalkan-Nya atau hilang dari hadapan-Nya, itu merupakan duka yang amat mendalam bagi Allah.
Kedatangan dan kehadiran Yesus di dunia ini adalah untuk membawa kita kembali kepada Allah. Dia amat bahagia kalau kita mau bertobat dan kembali kepada-Nya karena kita semua mempunyai arti yang amat tinggi bagi-Nya. Bahkan, di dunia ini banyak orang yang hilang dari hadapan Allah, dan mereka ingin mencari dan menemukan Allah lagi dalam kehidupannya. Kitalah yang hendak dipakai Yesus untuk membawa kembali semua orang yang hilang itu.
Yesus, jadikanlah aku orang yang rela membantu-Mu untuk menemukan mereka yang hilang agar mereka kembali ke pelukan-Mu yang mesra. Amin.
Renungan: Ziarah Batin, Renungan dan Catatan Harian
-glenX-
December 09, 2008, 12:26
Rabu, 10 Desember 2008
Hari Biasa Pekan II Adven
"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu" (Mat 11:28)
Doa Renungan
Tuhan Yesus Kristus, untuk dapat hidup sehat, yang kami perlukan adalah iman yang dalam pada penyertaan dan belaskasih-Mu. Berkenanlah mengulurkan tangan kepada mereka yang sakit dan berbeban berat. Kami percaya, kuasa penyembuhan-Mu akan membuat saudara-saudari kami bangkit dan berkarya kembali dengan penuh semanat, karena percaya akan pendampingan-Mu. Syukur ya Tuhan akan pendampingan-Mu yang selalu menjadi jaminan ketentraman kami. Demi Yesus Kristus, Tuhan, dan pengantara kami. Amin.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Nabi Yesaya (40:25-31)
"Tuhan yang mahakuasa memberikan kekuatan kepada yang lelah."
25 Yang Mahakudus berfirman, "Dengan siapa hendak kamu samakan Aku, seakan-akan Aku seperti dia? firman Yang Mahakudus. 26 Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah: siapa yang menciptakan semua bintang itu dan menyuruh segenap tentara mereka keluar, sambil memanggil nama mereka sekaliannya? Satupun tiada yang tak hadir, oleh sebab Ia maha kuasa dan maha kuat. 27 Mengapakah engkau berkata demikian, hai Yakub, dan berkata begini, hai Israel: "Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?" 28 Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. 29 Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. 30 Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, 31 tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Pujilah Tuhan, hai jiwaku!
Ayat. (Mzm 103:1-2.3-4.8.10)
1. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah Tuhan, hai jiwaku, janganlah lupa akan segala kebaikan-Nya!
2. Dialah yang mengampuni segala kesalahanmu, dan menyembuhkan segala penyakitmu! Dialah yang menebus hidupmu dari liang kubur, dan memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat.
3. Tuhan adalah pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tidak pernah Ia memperlakukan kita setimpal dengan dosa kita, atau membalas kita setimpal dengan kesalahan kita.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Tuhan akan datang menyelamatkan umat-Nya. Berbahagialah orang yang menyongsong Dia
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (11:28-30)
"Datanglah kepada-Ku kalian yang letih lesu."
28 Sekali peristiwa, bersabdalah Yesus, "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. 29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Bagi Yesaya, kalau Mesias datang, pastilah Dia akan memberikan segala sesuatu yang amat meringankan beban dan penderitaan umat manusia. Beban itu tidak hilang sama sekali, tetapi tak dirasakan sebagai beban yang berat. Karena ternyata ada kekuatan lain di dalam diri kita. Menurut Yesaya, kekuatan itu berasal dari Allah sendiri.
Yesus sendiri, dalam Injil hari ini, menyatakan hal itu kepada para murid-Nya. Matius sebagai murid Yesus dapat merasakan hal itu dalam kehidupannya. Ia merasa beban dalam kehidupannya begitu berat. Namun, setelah berjumpa dengan Yesus, ia merasa bahwa semua bebannya menjadi ringan, dan dengan rela Matius mau mengikuti Yesus. Beban dosa, kesalahan, kelemahan, masalah ekonomi, dan masalah keluarga diatasi oleh Yesus dengan memberikan semangat dan motivasi yang tinggi kepada yang lain. Dengan demikian, setiap orang yang berjumpa dengan Yesus justru akan mempunyai semangat yang baru dalam kehidupannya dan mau berjuang dengan lebih baik lagi.
Tugas kita di dunia ini adalah membantu dan menolong sesama agar beban hidup mereka menjadi ringan. Tidak selalu dengan menolong secara ekonomis, tetapi juga dengan memberi semangat dan motivasi sehingga mereka mau berjuang dan berusaha bersama Yesus.
Yesus, jadikanlah aku orang yang rela menolong dan membantu sesama dalam kehidupan dan perjuangan mereka. Amin.
Renungan: Ziarah Batin, Renungan dan Catatan Harian
-glenX-
December 10, 2008, 10:24
Kamis, 11 Desember 2008
Hari Biasa Pekan II Adven
Doa Renungan
Tuhan, ajarlah aku mengenal kehendak-Mu dan bukannya kehendakku saja. Biarlah hatiku terbuka akan kasih-Mu yang besar dan aku Engkau tuntun dalam jalan-jalan-Mu, sebagaimana Yohanes yang menyiapkan kedatangan-Mu. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.
Renungan
Tuhan adalah sumber harapan kita. Dialah yang menolong kita. Mata Tuhan tidak akan berpaling dari kesengsaraan umat-Nya. Telinga Tuhan tidak mungkin tertutup dari teriak minta tolong orang yang menderita. Tangan Tuhan tidak akan diam untuk mengasihi dan menyelamatkan mereka.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Nabi Yesaya (41:13-20)
"Yang menebus engkau ialah Yang Mahakudus, Allah Israel."
Aku ini Tuhan, Allahmu. Aku memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu, "Janganlah takut. Akulah yang menolong engkau." Janganlah takut, hai si cacing Yakub, hai si ulat Israel! Akulah yang menolong engkau, demikianlah sabda Tuhan; dan yang menebus engkau ialah Yang Mahakudus, Allah Israel. sesungguhnya, Aku membuat engkau menjadi papan pengirik yang tajam dan baru dengan gigi dua jajar. Engkau akan mengirik gunung-gunung dan menghancurkannya; bukit-bukit pun akan kaubuat seperti sekam. Engkau akan menampi mereka, lalu angin akan menerbangkan mereka, dan badai akan menyerakkan mereka. Tetapi engkau akan bersorak-sorak dalam Tuhan dan bermegah dalam Yang Mahakudus, Allah Israel. Orang-orang sengsara dan orang-orang miskin sedang mencari air, tetapi tidak ada, lidah mereka kering kehausan. Tetapi Aku, Tuhan, akan menjawab mereka, dan sebagai Allah orang Israel, Aku tidak akan meninggalkan mereka. Aku akan membuat sungai-sungai memancar di atas bukit-bukit yang gundul, dan membuat mata air membual di tengah dataran. Aku akan membuat padang gurun menjadi telaga, dan memancarkan air dari tanah kering. Aku akan menanam pohon ara di padang gurun, pohon penaga, pohon murad dan pohon minyak. Aku akan menumbuhkan pohon sanobar di padang belantara dan pohon berangan serta cemara di sampingnya, supaya semua orang melihat dan mengetahui, memperhatikan dan memahami, bahwa tangan Tuhanlah yang membuat semuanya itu, dan Yang Mahakudus, Allah Israel, yang menciptakannya.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya.
Ayat. (Mzm 145:9,10-11,12-13ab)
1. Aku hendak mengagungkan Dikau, ya Allah, ya Rajaku, aku hendak memuji nama-Mu untuk selama-lamanya. Tuhan itu baik kepada semua orang, penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.
2. Segala yang Kaujadikan akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan Kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.
3. Untuk memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan memaklumkan Kerajaan-Mu yang semarak mulia. Kerajaan-Mu ialah kerajaan abadi, pemerintahan-Mu lestari melalui segala keturunan.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Hai langit, turunkanlah embunmu, hai awan, hujankanlah keadilan. Hai bumi, bukalah dirimu, dan tumbuhkanlah keselamatan.
Yohanes hadir sebagai dia yang diutus Allah untuk mempersiapkan kedatangan-Nya. Dengan demikian hanya bagi mereka yang mampu membuka diri pada pewartaan Yohanes, yakni panggilan untuk melakukan pertobatan, yang akan mampu terbuka pula pada kehadiran Mesias.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (11:11-15)
"Tak pernah tampak seorang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis."
Pada suatu hari Yesus berkata kepada orang banyak, "Aku berkata kepadamu, Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis. Namun yang terkecil dalam Kerajaan Surga lebih besar daripadanya. Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Surga dirongrong, dan orang yang merongrongnya mencoba menguasainya. Sebab semua kitab para nabi dan kitab Taurat, bernubuat hingga tampilnya Yohanes. Dan jika kalian mau menerimanya, Yohanes itulah Elia yang akan datang itu. Barangsiapa bertelinga hendaklah ia mendengar!"
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Doa Malam
Tuhan Yesus Kristus, terimakasih atas berkat kehidupan yang tercurah dalam hidupku. Itu semua karena kemurahan-Mu. Semoga malam ini aku boleh beristirahat dalam cinta-Mu dan ajarlah aku untuk semakin rendah hati dan dapat menerima semuanya dengan ikhlas hati. Amin.
Renungan
"Yohanes itulah Elia yang akan datang itu." Yesus mengidentifikasikan Yohanes sebagai nabi Elia, seorang yang mempersiapkan hati yang layak bagi Tuhan. Maukah aku mempersiapkan hati yang layak bagi Tuhan?
Renungan dan Bacaan Kitab Suci: RUAH
-glenX-
December 11, 2008, 12:35
Jumat, 12 Desember 2008
Hari Biasa Pekan II Adven
Dalam keadaan apa pun, tetaplah setia kepada Tuhan dan tidak usah takut menghadapi apa pun karena kita bersama dengan Allah.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Nabi Yesaya (48:17-19)
"Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku."
17 Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh. 18 Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti, 19 maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya; nama mereka tidak akan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku."
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Barangsiapa mengikuti Engkau, ya Tuhan, akan mempunyai terang hidup.
Ayat. (Mzm 1:1-2.3.4.6)
1.Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan kaum pencemooh; tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan, dan siang malam merenungkannya.
2. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, dan daunnya tak pernah layu; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
3. Bukan demikianlah orang-orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiup angin. Orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, orang berdosa tidak akan betah dalam perkumpulan orang benar; sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Tuhan pasti datang. Sambutlah Dia! Dialah pangkal damai sejahtera.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (11:16-19)
"Mereka tidak mendengarkan Yohanes Pembaptis maupun Anak Manusia."
16 Yesus berkata kepada orang banyak, Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya: 17 Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung. 18 Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan. 19 Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya."
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
Renungan
Yohanes datang mewartakan pertobatan dan menawarkan nilai tinggi yang berasal dari Allah. Celakanya, orang-orang di sekitarnya tidak menggubris dan memperhatikannya. Malahan, mereka menuduhnya sebagai orang yang kerasukan setan. Bahkan, mereka itu menuduh Yesus sebagai peminum dan pelahap. Rupanya, oleh orang-orang Yahudi, kehadiran dan keberadaan Yesus dan Yohanes tidak ditangkap sebagai tanda kehadiran Tuhan sendiri.
Meskipun demikian, Yesus memperlihatkan kepada mereka bahwa justru melalui peristiwa itulah akan tampak hikmat mana yang berasal dari Allah sendiri. Yesus yakin bahwa Dia membawa kebenaran dan keselamatan meskipun mereka tidak menerimanya. Maka, Yesus tetap mewartakan Kabar Gembira itu kepada siapa pun yang ada di sekitarnya.
Kalau kita membawa kebenaran dan kebaikan Tuhan, kita tidak usah merasa takut atau khawatir karena pada akhirnya kita akan dibenarkan oleh Allah. Hidup kita akan tenang dan damai, sementara mereka yang tidak percaya akan panik, mudah kacau, dan tidak menentu dalam mengambil keputusan.
Dalam keadaan apa pun, tetaplah setia kepada Tuhan dan tidak usah takut menghadapi apa pun karena kita bersama dengan Allah.
Tuhan, aku ingin menjadi seperti Engkau yang mewartakan dan membela kebenaran di mana pun aku berada. Amin.
Renungan: Ziarah Batin, Renungan dan Catatan Harian
-glenX-
December 12, 2008, 13:49
Sabtu, 13 Desember 2008
Pw. S. Lusia, Prw, Mrt
"Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu" (1Kor 13:4-7)
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Putera Sirakh (48:1-4.9-11)
"Elia akan datang lagi."
Dahulu kala tampillah Nabi Elia bagaikan api. Perkataannya membakar laksana obor. Dialah yang mendatangkan kelaparan atas orang Israel, dan karena geramnya, jumlah mereka dijadikannya sedikit. Atas firman Tuhan langit dikunci olehnya dan api diturunkannya sampai tiga kali. Betapa mulialah engkau, hai Elia, dengan segala mukjizatmu! Siapa dapat memegahkan diri sama dengan dikau? Dalam olak angin berapi engkau diangkat, dalam kereta dengan kuda berapi. Engkau tercantum dalam ancaman-ancaman tentang masa depan untuk meredakan kemurkaan sebelum meletus, untuk mengembalikan hati bapa kepada anaknya serta memulihkan segala suku Yakub. Berbahagialah orang yang telah melihat engkau, dan yang meninggal dalam kasih.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Ya Allah, pulihkanlah kami. Buatlah wajah-Mu bersinar, maka selamatlah kami!
Ayat. (Mzm 80:2ac.3b.15-16.18-19)
1. Hai gembala Israel, pasanglah telinga-Mu, Engkau yang duduk di atas para kerub, tampillah bersinar. Bangkitkanlah keperkasaan-Mu, dan datanglah menyelamatkan kami.
2. Ya Allah semesta alam, kembalilah, pandanglah dari langit, dan lihatlah! Tengoklah pohon anggur ini, lindungilah batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu! Kiranya tangan-Mu melindungi orang yang ada di sebelah kanan-Mu, anak manusia yang telah Kauteguhkan. Maka kami tidak akan menyimpang dari pada-Mu; Biarkanlah kami hidup, maka kami akan menyerukan nama-Mu.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya, dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (17:10-13)
"Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia."
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya turun dari gunung, para murid bertanya kepada-Nya, "Mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?" Yesus menjawab, "Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu. Dan Aku berkata kepadamu, Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian pula Anak Manusia akan menderita oleh mereka." Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.
Renungan
Bagi umat Perjanjian Lama, Elia merupakan nabi yang sangat istimewa. Ia pergi kepada Allah dengan naik kereta kuda yang terbang. Di pihak lain, diyakini bahwa pada suatu saat nanti ia akan kembali lagi ke dunia ini. Maka, ketika Yesus berbicara tentang Elia dan orang melihat bahwa ada seorang yang bernama Yohanes, para murid mulai mengerti bahwa memang zaman Elia sudah datang lagi, dan orang-orang harus mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan dan kehadiran Elia yang baru itu.
Bagi Yesus, Yohanes merupakan orang yang istimewa. Karena itu, Yesus memuji dan mem*perlihatkan kepada publik bahwa Yohanes inilah Elia baru yang mempersiapkan kedatangan Sang Mesias itu.
Para murid tidak mengerti sepenuhnya bahwa sebenarnya Yesuslah Mesias itu. Berkaitan dengan itu, Yesus mempersalahkan mereka. Yesus memaklumi dan mengerti pandangan mereka. Namun, Yesus menunjukkan bahwa Yohanes memang orang yang mempersiapkan kedatangan Sang Mesias itu.
Marilah kita siapkan diri untuk menyongsong kedatangan dan kehadiran Mesias di tengah-tengah kita agar kita layak berada bersama-Nya di dunia ini.
Yesus, layakkanlah aku untuk menjadi orang yang mempersiapkan diri menyongsong-Mu dan mempersiapkan orang lain untuk menyongsong-Mu juga. Amin.
Renungan: Ziarah Batin, Renungan dan Catatan Harian
Bacaan Kitab Suci: Inspirasi Batin
-glenX-
December 13, 2008, 14:50
Minggu, 14 Desember 2008
HARI MINGGU ADVEN III
Biarlah Dia semakin besar dan aku semakin kecil.
Doa Renungan
Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, Engkau mencipta dunia menjadi berkat cahaya yang memancar pada diri Yesus, saksi utama-Mu. Kami mohon, perkenankanlah kami mendengarkan suara-Nya serta menimba harapan baru dari cinta kasih-Nya terhadap manusia yang dipelopori-Nya. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Nabi Yesaya (61:1-2a.10-11)
"Aku bersukaria di dalam Tuhan."
1 Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, 2a untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, 10 Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya. 11 Sebab seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan ALLAH akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa-bangsa.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Lagu Antar Bacaan PS. 840
Ref. Bahagia kuterikat pada Yahwe, harapanku pada Allah Tuhanku.
Ayat. (Luk 46-48.49-50.53-54)
1. Aku mengagungkan Tuhan, hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku. Sebab Ia memperhatikan daku, hamba-Nya yang hina ini.
2. Mulai sekarang aku disebut yang bahagia oleh sekalian bangsa. Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh yang Mahakuasa; kuduslah nama-Nya.
3. Kasih sayang-Nya turun-temurun kepada orang yang takwa. Perkasalah perbuatan tangan-Nya; diceraiberaikan-Nya orang yang angkuh hatinya.
Bacaan Kedua
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Tesalonika (5:16-24)
"Semoga roh, jiwa, dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tidak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita."
16 Saudara-saudara, bersukacitalah senantiasa. 17 Tetaplah berdoa. 18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. 19 Janganlah padamkan Roh, 20 dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat. 21 Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. 22 Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan. 23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. 24 Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Bait Pengantar Injil PS. 960
Ref. Alleluya, Alleluya, Alleluya
Roh Tuhan ada padaku. Ia mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara.
Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (1:6-8.19-28)
"Di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal."
6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; 7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. 8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. 19 Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: "Siapakah engkau?" 20 Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: "Aku bukan Mesias." 21 Lalu mereka bertanya kepadanya: "Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?" Dan ia menjawab: "Bukan!" "Engkaukah nabi yang akan datang?" Dan ia menjawab: "Bukan!" 22 Maka kata mereka kepadanya: "Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?" 23 Jawabnya: "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya." 24 Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi. 25 Mereka bertanya kepadanya, katanya: "Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?" 26 Yohanes menjawab mereka, katanya: "Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, 27 yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak." 28 Hal itu terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.
Renungan
Kehadiran dan keberadaan Yohanes Pembaptis di tengah-tengah orang Yahudi memang mengundang banyak pertanyaan. Ia mempermandikan banyak orang meskipun ia bukan Elia. Namun, Yohanes dengan terus terang mengakui bahwa ia bukan Sang Mesias itu, dan permandian yang diberikannya itu adalah permandian pertobatan. Ia mengajak orang-orang di sekitarnya supaya bertobat dan semakin mendekatkan diri kepada Allah. Dengan bertobat, seseorang akan layak untuk menerima Yesus, Sang Mesias, yang akan datang itu.
Yesaya, sebagai nabi, mengajak setiap orang untuk bertobat agar mereka sungguh-sungguh mempersiapkan diri untuk disucikan dan dimurnikan oleh Sang Mesias.
Ternyata, banyak orang yang memberikan dirinya untuk dipermandikan oleh Yohanes. Dan dalam kehidupannya, mereka sungguh belajar untuk mempersiapkan diri supaya pantas menyambut Sang Mesias, yaitu Yesus yang akan datang dalam hidup mereka.
Ajarilah aku, ya Tuhan, untuk mempersiapkan diri menyambut kehadiran dan kedatangan-Mu di dunia ini. Amin.
Renungan: Ziarah Batin, Renungan dan Catatan Harian
-glenX-
December 14, 2008, 12:09
Bacaan Kitab Suci
15 - 21 Desember 2008
15.Senin....,Hari Biasa Pekan 3 Adven
..................Bil 24:2-7.15-17a; Mzm 25:4b-5b.6-7c.8-9; Mat 21:23-37
16.Selasa..,Hari Biasa Pekan 3 Adven
..................Zef 3:1-2.9013; Mzm 34:2-3.6-7.17-18.19.23; Mat 21:28-32
17.Rabu....,Hari Biasa Pekan Khusus Adven
..................Kej 49:2.8-10; Mzm 72:1.3-4b.7-8.17; Mat 1:1-17
18.Kamis...,Hari Biasa Pekan Khusus Adven
..................Yer 23:5-8; Mzm 72:2.12-13.18-19; Mat 1:18-24
19.Jumat...,Hari Biasa Pekan Khusus Adven
..................Hak 13:2-7.24-25a; Mzm 71:3-4a.5-6ab.16-17; Luk 1:5-25
20.Sabtu...,Hari Biasa Pekan Khusus Adven
..................Yes 7:10-14; Mzm 24:1-2.3-4ab.5-6; Luk 1:26-38
21.Minggu..,HARI MINGGU ADVEN IV
..................2Sam 7:1-5.8b-12.14a.16; Mzm 89:2-3.4-5.27.29; Rm 16:25-27; Luk 1:26-38
-glenX-
December 14, 2008, 12:42
Senin, 15 Desember 2008
Hari Biasa Pekan III Adven
Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Bilangan (24:2-7.15-17a)
"Sebuah bintang terbit dari Yakub."
2 Pada waktu itu, Bileam memandang ke depan dan melihat orang Israel berkemah menurut suku mereka, maka Roh Allah menghinggapi dia. 3 Lalu diucapkannyalah sanjaknya, katanya: "Tutur kata Bileam bin Beor, tutur kata orang yang terbuka matanya; 4 tutur kata orang yang mendengar firman Allah, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa sambil rebah, namun dengan mata tersingkap. 5 Alangkah indahnya kemah-kemahmu, hai Yakub, dan tempat-tempat kediamanmu, hai Israel! 6 Sebagai lembah yang membentang semuanya; sebagai taman di tepi sungai; sebagai pohon gaharu yang ditanam TUHAN; sebagai pohon aras di tepi air. 7 Air mengalir dari timbanya, dan benihnya mendapat air banyak-banyak. Rajanya akan naik tinggi melebihi Agag, dan kerajaannya akan dimuliakan. 15 Lalu diucapkannyalah sanjaknya, katanya: "Tutur kata Bileam bin Beor, tutur kata orang yang terbuka matanya; 16 tutur kata orang yang mendengar firman Allah, dan yang beroleh pengenalan akan Yang Mahatinggi, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa, sambil rebah, namun dengan mata tersingkap. 17 Aku melihat dia, tetapi bukan sekarang; aku memandang dia, tetapi bukan dari dekat; bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel, dan meremukkan pelipis-pelipis Moab, dan menghancurkan semua anak Set.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku, ya Tuhan.
Ayat. (Mzm 25:4b-5b.6-7c.8-9)
1. Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuha