View Full Version : Politik Indonesia di aduk-aduk pihak asing?
st_friendster
June 06, 2008, 12:54
Hasyim: Garis Batas Negara Hilang, Ekstrim Asing Aduk-Aduk Indonesia
Selasa, 20 Mei 2008 19:21
Rembang, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menegaskan, saat ini telah terjadi perubahan batas negara yang cukup drastis. Akibatnya, berbagai aliran ekstrim sembrono bermunculan di negeri ini. Disisi lain, kondisi ekonominya mengakibatkan yang kaya makin kaya, dan yang miskin makin miskin.
”Selama 10 tahun terakhir ini, telah terjadi perubahan total di Indonesia,” ungkap Kiai Hasyim, saat memberikan sambutan pada acara Konfercab PCNU Rembang, Senin (19/5) kemarin, di Aula Rumah Sakit Islam (RSI) Arofah Rembang.
Perubahan mendasar yang dihadapi bangsa ini antara lain tentang perubahan garis batas negara. Dulu, kalau bertentangan dengan Pancasila dilarang masuk ke Indonesia. Begitu juga kalau ada paham atau ajaran yang bertentang dengan kepribadian bangsa dan mengancam NKRI juga ditolak masuk.
“Sekarang, garis batas negara dibuka lebar-lebar. Sehingga semua budaya, ajaran dan paham asing dapat masuk ke Indonesia tanpa ada anggeran-anggerannya (filternya),” katanya.
Aliran aneh-aneh masuk ke negeri ini dan mengaduk-aduk bangsa ini, terutama umat Islam. Setidaknya ada dua aliran asing yang mengaduk-aduk Islam. Yakni, yang datang dari Barat dan dari Timur Tengah.
Yang datang dari Barat, disebut aliran liberal. Yakni, aliran yang memahami Islam tanpa ushul, tanpa manhaj. “Mereka menafsiri kitab suci dan hadist semaunya. Karena itu, kaum liberal ini bisa disebut aliran sembrono. Karena, mereka berani mengaku jibril dan berani mengaku nabi. Mengaku Jibril dan nabi dianggap sebagai hak azasi,” katanya.
Kemudian aliran yang datang dari tengah biasaya kereng-kereng (konservatif) dalam memahami Islam. Antara lain paham Wahabiyah, Salafy, Syiah, Jaulah, Ubadiyah, dan Ahmadiyah. Kemudian ada yang bersifat politik. Yakni, Hizbut Tahrir. Kelompok ini ingin mengganti sistem yang ada dengan diganti sistem khilafah.
”Paham tersebut ada yang suka mengkafirkan orang Islam, namun mereka tidak mampu mengislamkan orang kafir,” ujar pengasuh Ponpes Al-Hikam Malang itu.
Perubahan mendasar berikutnya adalah soal politik. Saat ini jumlah parpol cukup banyak. Dari banyak parpol itu juga terjadi perpecahan. Salah satunya adalah PKB. Bahkan PKB dinilainya mengistiqomahkan perpecahan.
“Mereka pecah, karena berebut kursi. Kondisi itu dinilainya berbeda dengan NU. Karena di NU, punya ayat kursi, ayat ada tetapi tidak ada kursi. Sedangkan di parpol, ayat kursinya, ayatnya tidak ada tetapi kursinya ada,” tandasnya dengan gaya kocak.
Di bidang ekonomi, Hasyim menilai terjadi perubahan total. Yakni, yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Sedangkan jumlah orang kaya hanya belasan.
“Pemerintah janji tidak menaikkan BBM, tetapi BBM dinaikkan. Janji lagi tidak menaikkan BBM, ternyata menaikkan lagi. Karena itu, agar BBM tidak naik, pemerintah tidak usah berjanji tidak akan menaikkan BBM. Sebab, kalau pemerintah berjanji lagi, berarti BBM naik lagi,” tegasnya.
Hasyim juga melihat bahwa budaya masyarakat juga bergeser. Televisi isinya hanya pacaran. Sedikit sekali tayangan yang mendidik. “Tayangan televisi seperti itu, karena televisi dikenadalikan kapitalis, bukan dikendalikan norma. Dari hasil halaqoh PBNU, 80 persen tayangan televisi tidak mendidik,” paparnya.
”Mari kita membentengi akidah dari serangan aneka macam aliran mapun paham yang aneh-aneh,” ajaknya. (shn)
www.nu.or.id
Ronny79
June 06, 2008, 13:11
Ttg BBM bukan cuma negara ini aja yg kena dampaknya. Ngak mungkin lah ngak naikin BBM, mao bangkrut nih negara? Lah minyak mentah aja naik nya gila2an. Seluruh dunia juga kena efeknya.
Preman_Cakung
June 06, 2008, 13:17
Judulnya BBM apa tentang Indonesia di aduk2 pihak asing sih? :kakaka:
stefsun
June 06, 2008, 13:36
karena negara kita di aduk2 pihak asing harga BBM jadi naik...hehehe...gitu kali menurut mrk
cobalt_6982
June 06, 2008, 14:12
Kemudian aliran yang datang dari tengah biasaya kereng-kereng (konservatif) dalam memahami Islam. Antara lain paham Wahabiyah, Salafy, Syiah, Jaulah, Ubadiyah, dan Ahmadiyah. Kemudian ada yang bersifat politik. Yakni, Hizbut Tahrir. Kelompok ini ingin mengganti sistem yang ada dengan diganti sistem khilafah.
”Paham tersebut ada yang suka mengkafirkan orang Islam, namun mereka tidak mampu mengislamkan orang kafir,” ujar pengasuh Ponpes Al-Hikam Malang itu.
itu yang bikin artikel NU yeh?
jah....pantes....
wkwkwkwk
yang manggil salafy kereng cuma NU....yang dinasehati secara dalil lebih keukeuh kepada dalil Dho'if.....yang bahkan guru ku ketika berceramah di depan kyai2 mereka....diacungin golok....hihihihi...padahal tarafnya kyai tuh
Your Buddy
June 06, 2008, 14:23
itu yang bikin artikel NU yeh?
jah....pantes....
wkwkwkwk
Shallom,
Kalo yang bikin orang negara jaran lain lagi konsepnya, mereka paling-paling nuduh zionis yang bikin perkara. Anda coba baca profil-profil teroris Indonesia itu. Ada benang merahnya kok. Bali di bom, negara mana yang untung? Jakarta rusuh, negara mana yang senang? Ponorogo dirampok, negara mana yang kaya?
cobalt_6982
June 06, 2008, 14:25
Kalo yang bikin orang negara jaran lain lagi konsepnya, mereka paling-paling nuduh zionis yang bikin perkara. Anda coba baca profil-profil teroris Indonesia itu. Ada benang merahnya kok. Bali di bom, negara mana yang untung? Jakarta rusuh, negara mana yang senang? Ponorogo dirampok, negara mana yang kaya?
apakah negara tetangga kita?
hihihihihi
st_friendster
June 06, 2008, 14:34
kalau gw liat NU lebih netral, maksud-nya Indonesia sampai terjepit konflik kepentingan, bukan hanya dari Amerika, dari China, maupun dari Timur Tengah sendiri :D
Hidup Pancasila!! :kakaka:
Jingkhe
June 06, 2008, 15:37
BBM naik bukan hanya melanda Indo ko..
kemaren di tipi, ada jua unjuk rasa di India trs negara agak kaya(apa kaya yach) Belgia..
tp, mrk luchu..pake mercon..lempar polis..bukan pake kayu or balok http://i297.photobucket.com/albums/mm208/jingkhe/bears14.gif
terus negara diaduk2 asing?? emangnya negara ini adonan donat yach??http://i297.photobucket.com/albums/mm208/jingkhe/orange-guy2.gif
cuba dech..jgn ada pobia ama negara asing terutama USA. yg penting mandiri sahaja lha..jgn dikit2 salahin si negara X lalu blg agama Y lalu si Z lalu bikin masalah ttg A..kan jdnya bukan dpt pemecahan msalah tp malah nambah puyeng..http://i297.photobucket.com/albums/mm208/jingkhe/b110.gif
harusnya kita bertepuk dada krn negara ini luas, kaya dan byk SDA..http://i297.photobucket.com/albums/mm208/jingkhe/b22.gif mari bangun negeri jgn trauma ama negara asing.
ini sich pendapat ku..hihihihi..http://i297.photobucket.com/albums/mm208/jingkhe/sunnydoll5.gif
Your Buddy
June 06, 2008, 16:48
apakah negara tetangga kita?
hihihihihi
harusnya kita bertepuk dada krn negara ini luas, kaya dan byk SDA..http://i297.photobucket.com/albums/mm208/jingkhe/b22.gif mari bangun negeri jgn trauma ama negara asing.
ini sich pendapat ku..hihihihi..http://i297.photobucket.com/albums/mm208/jingkhe/sunnydoll5.gif
Shallom,
Makanya, banyak orang-orang yang terpedaya oleh tipu muslihat tetangga kita itu namun yang jelas Bung Karno bukanlah orang goblok. Beliau berani declare war kepada negara antek nekolim itu (menurut beliau). Setelah jaman Soeharto (Orde Baru runtuh), hubungan Indonesia dengan antek nekolim itu juga memanas dengan dicaploknya dua pulau kita serta digesernya garis perbatasan negara kita yang luas ini dengan cara membayar orang Indonesia sekitar 3 juta rupiah (kurs rupiah) per bulan untuk menjadi Askar Wataniyah.
Di lain pihak, orang-orang Indonesia tertentu yang belajar di negara sebelah kemudian diindoktrinasi dengan Syariat Islam dan tetek bengeknya lalu dipulangkan ke Indonesia untuk memusuhi bangsa sendiri. Padahal, pemerintah negara tetangga kita yang mengaku menerapkan syariat Islam ternyata terang-terangan buka posko maksiat di Genting High Land dan jelas keuntungannya masuk ke kantong mereka. Lalu jika ada kerusuhan di Indonesia, orang Indonesia yang sudah menjadi antek negara tetangga sebarkan artikel bahwa dalang masalahnya adalah zionis.
page29[39frame]
June 06, 2008, 18:52
Hasyim: Garis Batas Negara Hilang, Ekstrim Asing Aduk-Aduk Indonesia
Selasa, 20 Mei 2008 19:21
Rembang, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menegaskan, saat ini telah terjadi perubahan batas negara yang cukup drastis. Akibatnya, berbagai aliran ekstrim sembrono bermunculan di negeri ini. Disisi lain, kondisi ekonominya mengakibatkan yang kaya makin kaya, dan yang miskin makin miskin.
”Selama 10 tahun terakhir ini, telah terjadi perubahan total di Indonesia,” ungkap Kiai Hasyim, saat memberikan sambutan pada acara Konfercab PCNU Rembang, Senin (19/5) kemarin, di Aula Rumah Sakit Islam (RSI) Arofah Rembang.
Perubahan mendasar yang dihadapi bangsa ini antara lain tentang perubahan garis batas negara. Dulu, kalau bertentangan dengan Pancasila dilarang masuk ke Indonesia. Begitu juga kalau ada paham atau ajaran yang bertentang dengan kepribadian bangsa dan mengancam NKRI juga ditolak masuk.
“Sekarang, garis batas negara dibuka lebar-lebar. Sehingga semua budaya, ajaran dan paham asing dapat masuk ke Indonesia tanpa ada anggeran-anggerannya (filternya),” katanya.
Aliran aneh-aneh masuk ke negeri ini dan mengaduk-aduk bangsa ini, terutama umat Islam. Setidaknya ada dua aliran asing yang mengaduk-aduk Islam. Yakni, yang datang dari Barat dan dari Timur Tengah.
Yang datang dari Barat, disebut aliran liberal. Yakni, aliran yang memahami Islam tanpa ushul, tanpa manhaj. “Mereka menafsiri kitab suci dan hadist semaunya. Karena itu, kaum liberal ini bisa disebut aliran sembrono. Karena, mereka berani mengaku jibril dan berani mengaku nabi. Mengaku Jibril dan nabi dianggap sebagai hak azasi,” katanya.
Kemudian aliran yang datang dari tengah biasaya kereng-kereng (konservatif) dalam memahami Islam. Antara lain paham Wahabiyah, Salafy, Syiah, Jaulah, Ubadiyah, dan Ahmadiyah. Kemudian ada yang bersifat politik. Yakni, Hizbut Tahrir. Kelompok ini ingin mengganti sistem yang ada dengan diganti sistem khilafah.
”Paham tersebut ada yang suka mengkafirkan orang Islam, namun mereka tidak mampu mengislamkan orang kafir,” ujar pengasuh Ponpes Al-Hikam Malang itu.
Perubahan mendasar berikutnya adalah soal politik. Saat ini jumlah parpol cukup banyak. Dari banyak parpol itu juga terjadi perpecahan. Salah satunya adalah PKB. Bahkan PKB dinilainya mengistiqomahkan perpecahan.
“Mereka pecah, karena berebut kursi. Kondisi itu dinilainya berbeda dengan NU. Karena di NU, punya ayat kursi, ayat ada tetapi tidak ada kursi. Sedangkan di parpol, ayat kursinya, ayatnya tidak ada tetapi kursinya ada,” tandasnya dengan gaya kocak.
Di bidang ekonomi, Hasyim menilai terjadi perubahan total. Yakni, yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Sedangkan jumlah orang kaya hanya belasan.
“Pemerintah janji tidak menaikkan BBM, tetapi BBM dinaikkan. Janji lagi tidak menaikkan BBM, ternyata menaikkan lagi. Karena itu, agar BBM tidak naik, pemerintah tidak usah berjanji tidak akan menaikkan BBM. Sebab, kalau pemerintah berjanji lagi, berarti BBM naik lagi,” tegasnya.
Hasyim juga melihat bahwa budaya masyarakat juga bergeser. Televisi isinya hanya pacaran. Sedikit sekali tayangan yang mendidik. “Tayangan televisi seperti itu, karena televisi dikenadalikan kapitalis, bukan dikendalikan norma. Dari hasil halaqoh PBNU, 80 persen tayangan televisi tidak mendidik,” paparnya.
”Mari kita membentengi akidah dari serangan aneka macam aliran mapun paham yang aneh-aneh,” ajaknya. (shn)
www.nu.or.id
ah si bapak ini seperti mau bilang kalo budaya islam itu punya indonesia :D
Your Buddy
June 06, 2008, 19:02
;3554916']ah si bapak ini seperti mau bilang kalo budaya islam itu punya indonesia :D
Shallom,
Karena Kiai Hasyim memberikan sambutan pada acara Konfercab PCNU Rembang, Senin (19/5), di Aula Rumah Sakit Islam (RSI) Arofah Rembang.
mudunpapat
June 07, 2008, 01:51
10 tahun :haha di obok obok asingnya mah udah lebih dari itu pak, kalo asing yg bapak maksud itu yg seperti itu :hehe
Diduga Mintarjo
June 07, 2008, 03:23
Indonesia diobok-obok? Bukan cerita baru kayaknya! Bukti CIA menjatuhkan Soekaro yg dianggap "kiri" udah jelas. Yg jelas, ada pihak yg diuntungkan dengan diobok-oboknya politik Indonesia. Pada zaman Soekarno, jelas Soeharto yang diuntungkan. Karena itu ada pihak yg menginginkan Indonesia terus diobok-obok.
Your Buddy
June 07, 2008, 04:28
Indonesia diobok-obok? Bukan cerita baru kayaknya! Bukti CIA menjatuhkan Soekaro yg dianggap "kiri" udah jelas. Yg jelas, ada pihak yg diuntungkan dengan diobok-oboknya politik Indonesia. Pada zaman Soekarno, jelas Soeharto yang diuntungkan. Karena itu ada pihak yg menginginkan Indonesia terus diobok-obok.
Shallom,
CIA mungkin berkepentingan untuk mencegah komunisme di Indonesia namun yang jelas Maling sia juga tertawa karena bisa mempermainkan orang Indonesia dengan mengaku-ngaku sebagai "Saudara Serumpun" bangsa Indonesia. Orang Jepang saat Perang Dunia kedua dulu juga mengaku sebagai "Saudara Tua" bangsa Indonesia.
Diduga Mintarjo
June 07, 2008, 04:37
Ya, semua punya kepentingan, yg ngobok-obok dan sebagian yg diobok-obok :hehe
Your Buddy
June 07, 2008, 04:44
Ya, semua punya kepentingan, yg ngobok-obok dan sebagian yg diobok-obok :hehe
Shallom,
Setiap orang Indonesia mempunyai kepentingan atas bangsa dan negara Indonesia namun parahnya ada yang mengaku sebagai "Saudara Serumpun" bangsa Indonesia karena mempunyai kepentingan atas kekayaan Indonesia. Seperti orang dari keluarga lain kemudian mengaku sebagai saudara kita untuk menuntut warisan. CUIH.
st_friendster
June 07, 2008, 05:46
;3554916']ah si bapak ini seperti mau bilang kalo budaya islam itu punya indonesia :D
bukankah nabi Muhammad (peace upon Him) adalah nabi untuk semua bangsa? ;)
jadi budaya Islam bukanlah punya suatu bangsa atau ideologi, Indonesia tetap bisa dengan pancasila-nya kan tetapi tidak melangkahi hukum agama, begitupun sebalik-nya
mungkin itu maksud pak Hasyim (mungkin juga salah, gw biasanya salah :kakaka: )
Your Buddy
June 07, 2008, 05:56
jadi budaya Islam bukanlah punya suatu bangsa atau ideologi, Indonesia tetap bisa dengan pancasila-nya kan tetapi tidak melangkahi hukum agama, begitupun sebalik-nya
mungkin itu maksud pak Hasyim (mungkin juga salah, gw biasanya salah :kakaka: )
Shallom,
Yang biasa saya dengar dari orang NU adalah mereka hidup sebagai orang Islam namun juga orang Indonesia. Jadi Islam di Indonesia bukanlah Islam di Arab Saudi meskipun orang Indonesia mesti ke sana untuk melaksanakan ibadah haji dan bukan pula Islam di negara Maling sia (yang disebut Bung Karno sebagai nekolim) yang penuh dengan kemunafikan.
vBulletin® v3.8.2, Copyright ©2000-2013, Jelsoft Enterprises Ltd.