Enche
May 15, 2008, 05:13
Pernyataan Kepala BIN Tidak Bijak
JAKARTA - Pernyataan Kepala BIN (KaBIN) Syamsir Siregar mengenai adanya sejumlah mantan pejabat negara sebagai dalang gerakan massa anti-kenaikan harga BBM dinilai tidak bijak.
"KaBIN semestinya tidak mengeluarkan pernyataan yang dapat memperkeruh suasana atau kondisi bangsa saat ini," kata anggota Komisi Pertahanan DPR Mutammimul Ula kepada okezone, Kamis (15/5/2008).
Bilapun tudingan tersebut benar adanya, menurut politisi PKS ini, KaBIN sangat tidak tepat mempublikasikannya kepada publik. Semestinya, Syamsir menyampaikannya kepada kanal yang semestinya.
"Tugas BIN adalah mengumpulkan data, menganalisis dengan tepat, dan merekomendasikan kepada presiden untuk menindaklanjuti hasil temuan tersebut," ia menegaskan.
Seharusnya pula, menurut Mutammimul, BIN dan jajarannya memberi masukan kepada pemerintah tentang dampak kenaikan harga BBM terhadap keamanan bangsa. "Jangan malah membuat publik skeptis dengan kinerja BIN. Bagaimanapun kita tentunya ingin intelijen negara kita dapat bekerja dengan baik," pungkas Mutammimul.(jri)
sementara itu:
Wapres: Demo-Demo Sekarang Mirip Supermarket
JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla semakin mempertegas pernyataan Kepala BIN Syamsir Siregar, bahwa ada mantan menteri yang biayai demo penolakan kenaikan BBM.
"Demo sekarang ini kan seperti supermarket (segala ada). BBM ada, Aceh ada," jelas JK usai merayakan ulangtahun ke-66 di kediamannya, Jalan Diponegoro, Jakarta, Kamis (15/5/2008).
Jusuf Kalla mengatakan, pernyataan Kepala BIN Syamsir Siregar bukanlah bentuk ketakutan pemerintah terhadap aksi-aksi kenaikan BBM.
"Bukan ketakutan, tapi ini hanyaa fakta yang disampaikan BIN," jelasnya.
JAKARTA - Pernyataan Kepala BIN (KaBIN) Syamsir Siregar mengenai adanya sejumlah mantan pejabat negara sebagai dalang gerakan massa anti-kenaikan harga BBM dinilai tidak bijak.
"KaBIN semestinya tidak mengeluarkan pernyataan yang dapat memperkeruh suasana atau kondisi bangsa saat ini," kata anggota Komisi Pertahanan DPR Mutammimul Ula kepada okezone, Kamis (15/5/2008).
Bilapun tudingan tersebut benar adanya, menurut politisi PKS ini, KaBIN sangat tidak tepat mempublikasikannya kepada publik. Semestinya, Syamsir menyampaikannya kepada kanal yang semestinya.
"Tugas BIN adalah mengumpulkan data, menganalisis dengan tepat, dan merekomendasikan kepada presiden untuk menindaklanjuti hasil temuan tersebut," ia menegaskan.
Seharusnya pula, menurut Mutammimul, BIN dan jajarannya memberi masukan kepada pemerintah tentang dampak kenaikan harga BBM terhadap keamanan bangsa. "Jangan malah membuat publik skeptis dengan kinerja BIN. Bagaimanapun kita tentunya ingin intelijen negara kita dapat bekerja dengan baik," pungkas Mutammimul.(jri)
sementara itu:
Wapres: Demo-Demo Sekarang Mirip Supermarket
JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla semakin mempertegas pernyataan Kepala BIN Syamsir Siregar, bahwa ada mantan menteri yang biayai demo penolakan kenaikan BBM.
"Demo sekarang ini kan seperti supermarket (segala ada). BBM ada, Aceh ada," jelas JK usai merayakan ulangtahun ke-66 di kediamannya, Jalan Diponegoro, Jakarta, Kamis (15/5/2008).
Jusuf Kalla mengatakan, pernyataan Kepala BIN Syamsir Siregar bukanlah bentuk ketakutan pemerintah terhadap aksi-aksi kenaikan BBM.
"Bukan ketakutan, tapi ini hanyaa fakta yang disampaikan BIN," jelasnya.