View Full Version : Kumpulan Renungan Kristen







Pages : 1 2 3 [4] 5 6 7

ms.sabbath
July 23, 2010, 03:08
Bagian 3 (selesai)


Anda lebih dari sekadar diampuni oleh-Nya. Pengampunan hanyalah
bagian dari paketnya. Tuhan tidak ingin hanya mengampuni Anda; Dia
rindu mengubah Anda. 1 Yohanes 1:9 berkata: "Jika kita mengaku dosa
kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni
segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." Firman
Tuhan itu benar. Dia ingin Anda seperti Yesus. Diperlukan sebuah
mukjizat untuk mewujudkannya. Tuhan berdiri di sana siap
melakukannya. Salah satu cara-Nya bertindak adalah melalui doa.
Namun, saat Tuhan menyuruh kita melakukan sesuatu, kita harus taat.
Jangan terus-menerus berdoa, tetapi tidak taat! Lakukanlah apa yang
diperintahkan Tuhan!

Yohanes Krisostomus dianggap sebagai salah satu penulis dan
pengkhotbah yang masa depannya paling bagus pada abad gereja yang
ke-4. Pada masa tersebut, gereja mengalami penganiayaan yang
mengerikan, satu dari beberapa orang percaya lainnya datang ke
Yohanes dan berkata, "Saya hanya ingin merasa yakin bahwa Anda
mengerti mengapa saya harus ... [melakukan hal ini]. Saya tahu ini
salah."

Yohanes berkata, "Apa maksudmu berkata `kamu harus`?"

Dia berkata, "Jika tidak, saya akan mati."

"Benar, lalu mengapa Anda `harus` melakukannya?"

Yesus berkata: "Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat
membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah
terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun
tubuh di dalam neraka." Takutlah akan Tuhan! Inilah permulaan
hikmat.

TAAT KEPADA TUHAN

Saat kali pertama jatuh cinta kepada istri saya, saya bertanya
kepadanya apa yang direncanakannya setelah lulus perguruan tinggi.
Dia menjawab bahwa dia berencana pergi ke ladang penginjilan ke
negara lain. Saya sangat kecewa karena saya sudah bertanya kepada
Tuhan tentang dipanggil atau tidakkah saya bagi penginjilan ke
negara lain. Saya percaya Dia memberi tahu bahwa pelayanan saya akan
berpusat di AS. Saya tahu bahwa saya akan berada di AS dan jika
Susan pergi ke negara lain, akan sulit mengembangkan sebuah hubungan
yang lebih serius.

Dengan harapan mungkin dia tidak yakin dengan panggilan Tuhan, saya
bertanya, "Kamu tahu pergi ke mana?" Saat dia menyebut satu tempat
tertentu, saya berpikir hubungan kami tidak bisa dilanjutkan.

Pada kesempatan lain, saya bertanya, "Berapa lama kamu merasa
terpanggil untuk penginjilan ke negara lain?"

Dia menjawab, "Saya tidak pernah merasa terpanggil untuk melakukan
penginjilan ke negara asing."

Merasa kaget, saya bertanya lebih lanjut, "Tapi kamu bahkan memberi
tahu saya ke mana kamu akan pergi sesudah selesai kuliah."

Dia berkata, "Saya akan pergi."

Saya bertanya,"Mengapa kamu akan pergi jika kamu tidak merasa
dipanggil?"

Dia menjawab, "Yesus berkata, `Pergilah ke seluruh dunia dan
beritakanlah Injil.` Jadi, kecuali kalau Tuhan menunjukkannya, saya
akan pergi ke tempat yang kelihatannya paling membutuhkan."

Tiba-tiba, ada secercah harapan bagi saya. Dia berkata telah memilih
tempat untuk melayani karena dia berpikir saat ini tempat tersebut
paling membutuhkan bantuan. Dia mengerti bahwa dia tidak membutuhkan
pernyataan khusus dari Tuhan untuk berada dalam pelayanan. Tuhan
berkata, "Pergi", sehingga dia pergi. Dia siap untuk taat.

Beberapa waktu kemudian, saya bertanya kepada Susan, "Pernahkah kamu
merasa dipanggil Tuhan untuk melakukan sesuatu yang khusus dalam
hidupmu?"

Dia menjawab, "Oh, ya. Selama beberapa tahun saya merasa bahwa suatu
hari, Tuhan ingin supaya saya memiliki sebuah rumah bagi anak-anak
yang berada dalam situasi-situasi yang sulit."

Saya berkata,"Benarkah? Saya bisa menerimanya. Sebenarnya, kamu akan
senang membaca surat yang saya tulis untuk pembina saya di sekolah
menengah tentang sebuah rumah bagi anak-anak yang Tuhan percayakan
suatu hari."

Dia berkata, "Saya suka itu. Dan mungkin kamu ingin membaca surat
yang saya tulis buat pembina saya di sekolah menengah tentang rumah
yang Tuhan percayakan suatu hari."

Jadi, jelaslah kalau Tuhan menyatukan kami dan kami menikah pada
musim panas berikutnya. Tuhan memiliki rencana dalam hidup Anda dan
saya, tetapi Dia memberkati kita saat belajar untuk percaya dan taat
kepada-Nya. Doa tidak pernah bisa menggantikan ketaatan. Tuhan
mengingatkan jika kita menolak untuk mendengarkan firman-Nya, Dia
tidak akan mendengar doa kita. Amsal 28:9 berkata bahwa doa yang
demikian adalah kekejian.

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/praying.jpg

Jika sesorang datang kepada saya dan bertanya apakah ia bisa
melakukan sesuatu untuk saya, mungkin saya memintanya untuk
mengambilkan saya segelas air. Jika ia menanggapinya dengan
antusias, tetapi tidak pernah pergi mengambilkan air, berarti ia
tidak melayani saya. Hal inilah yang sering kita lakukan kepada
Tuhan. Kita memohon agar Dia menunjukkan kepada kita apa yang Dia
inginkan, kita mengutarakan kasih kita kepada-Nya, tetapi kita tidak
melakukan apa yang diperintahkan-Nya kepada kita.

Tuhan memanggil kita untuk mendekat kepada-Nya. Saya tidak ingin
kehilangan apa yang Tuhan ingin kerjakan dalam hidup saya. Saya
tidak ingin Anda kehilangan apa yang ingin Dia lakukan dalam
kehidupan Anda. Kita perlu belajar berdoa. Kita perlu melakukan apa
yang difirmankan Tuhan.

Kita perlu mengingat bahwa doa-doa kita tidak benar jika
hubungan-hubungan lainnya retak. Doa kita tidak benar jika doa
tersebut hanya sekadar pamer. Doa kita tidak benar jika kita terikat
pada kebenaran diri kita sendiri. Doa kita tidak benar jika kita
bertahan untuk mencengkeram dosa yang ada dalam hidup kita. Doa kita
tidak benar jika kita terus-menerus menolak untuk taat. Doa bukan
pengganti ketaatan. Tuhan memanggil kita untuk taat. Akankan Anda
menaati-Nya?

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buku: Rancangan-Nya Sempurna
Judul buku asli: Embracing His Will
Judul artikel: Pernahkah Berdoa Itu Salah?

ms.sabbath
July 24, 2010, 03:52
Mendidik Anak

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/tumblr_krvsvod1Wa1qzpe8uo1_500.jpg

Bacaan hari ini: 1 Samuel 2:12-26

2:12 Adapun anak-anak lelaki Eli adalah orang-orang dursila; mereka tidak mengindahkan TUHAN,
2:13 ataupun batas hak para imam terhadap bangsa itu. Setiap kali seseorang mempersembahkan korban sembelihan, sementara daging itu dimasak, datanglah bujang imam membawa garpu bergigi tiga di tangannya
2:14 dan dicucukkannya ke dalam bejana atau ke dalam kuali atau ke dalam belanga atau ke dalam periuk. Segala yang ditarik dengan garpu itu ke atas, diambil imam itu untuk dirinya sendiri. Demikianlah mereka memperlakukan semua orang Israel yang datang ke sana, ke Silo.
2:15 Bahkan sebelum lemaknya dibakar, bujang imam itu datang, lalu berkata kepada orang yang mempersembahkan korban itu: "Berikanlah daging kepada imam untuk dipanggang, sebab ia tidak mau menerima dari padamu daging yang dimasak, hanya yang mentah saja."
2:16 Apabila orang itu menjawabnya: "Bukankah lemak itu harus dibakar dahulu, kemudian barulah ambil bagimu sesuka hatimu," maka berkatalah ia kepada orang itu: "Sekarang juga harus kauberikan, kalau tidak, aku akan mengambilnya dengan kekerasan."
2:17 Dengan demikian sangat besarlah dosa kedua orang muda itu di hadapan TUHAN, sebab mereka memandang rendah korban untuk TUHAN.
2:18 Adapun Samuel menjadi pelayan di hadapan TUHAN; ia masih anak-anak, yang tubuhnya berlilitkan baju efod dari kain lenan.
2:19 Setiap tahun ibunya membuatkan dia jubah kecil dan membawa jubah itu kepadanya, apabila ia bersama-sama suaminya pergi mempersembahkan korban sembelihan tahunan.
2:20 Lalu Eli memberkati Elkana dan isterinya, katanya: "TUHAN kiranya memberikan keturunan kepadamu dari perempuan ini pengganti yang telah diserahkannya kepada TUHAN." Sesudah itu pulanglah mereka ke tempat kediamannya.
2:21 Dan TUHAN mengindahkan Hana, sehingga dia mengandung dan melahirkan tiga anak laki-laki dan dua anak perempuan lagi. Sementara itu makin besarlah Samuel yang muda itu di hadapan TUHAN.
2:22 Eli telah sangat tua. Apabila didengarnya segala sesuatu yang dilakukan anak-anaknya terhadap semua orang Israel dan bahwa mereka itu tidur dengan perempuan-perempuan yang melayani di depan pintu Kemah Pertemuan,
2:23 berkatalah ia kepada mereka: "Mengapa kamu melakukan hal-hal yang begitu, sehingga kudengar dari segenap bangsa ini tentang perbuatan-perbuatanmu yang jahat itu?
2:24 Janganlah begitu, anak-anakku. Bukan kabar baik yang kudengar itu bahwa kamu menyebabkan umat TUHAN melakukan pelanggaran.
2:25 Jika seseorang berdosa terhadap seorang yang lain, maka Allah yang akan mengadili; tetapi jika seseorang berdosa terhadap TUHAN, siapakah yang menjadi perantara baginya?" Tetapi tidaklah didengarkan mereka perkataan ayahnya itu, sebab TUHAN hendak mematikan mereka.
2:26 Tetapi Samuel yang muda itu, semakin besar dan semakin disukai, baik di hadapan TUHAN maupun di hadapan manusia.


Ayat mas hari ini: Amsal 29:17
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 35,36; Kisah Para Rasul 25

Film Horsemen yang beredar di Indonesia pada September 2009, berkisah tentang seorang detektif yang bernama Aidan Breslin. Istrinya telah meninggal dan ia harus mengurus dua anaknya sendirian. Kesibukannya dalam pekerjaan membuat ia jarang sekali punya waktu buat kedua anaknya. Apalagi ketika ia ditugaskan untuk menyelidik kasus pembunuhan sadis di kotanya. Akhir kisah, Breslin berhasil mengungkap kasus pembunuhan tersebut yang ternyata bersumber pada anak-anak yang kehilangan perhatian dan kasih sayang orangtuanya. Tragisnya, Alex, anak sulungnya, ternyata juga terlibat.

Dalam kasus yang berbeda, Eli mengalami hal serupa. Anak-anaknya hidup bergelimang dosa. Alkitab menyebut mereka orang-orang dursila (ayat 12). Tampaknya kesibukan Eli sebagai imam bagi bangsa sebesar Israel dengan berbagai tuntutan dan persoalannya, telah begitu banyak menyita waktu dan tenaga Eli. Sehingga, ia tidak lagi dapat memantau anak-anaknya. Ia hanya mendengar dari orang lain tentang perbuatan mereka (ayat 23). Kerap kali sebagai orangtua, kita hanya fokus pada kebutuhan materi anak-anak. Padahal kebutuhan rohani, berupa waktu bersama dan perhatian, tidak kalah penting.

Selain itu, rupanya Eli juga tidak tegas kepada anak-anaknya. Ketika tahu bahwa anak-anaknya telah berbuat dosa, ia tidak mendisiplin mereka (1 Samuel 3:13). Tidak sedikit orangtua karena berbagai alasan, enggan untuk mendisiplin anak-anaknya. Akibatnya, tindakan mereka menjadi tidak terkendali. Semoga kita belajar dari kisah Eli dan anak-anaknya itu, sehingga kita pun tidak melakukan kesalahan yang sama pada anak-anak kita.

SALAH SATU PEMBERIAN TERBAIK ORANGTUA

BUAT ANAK-ANAKNYA ADALAH WAKTU BERSAMA

Penulis: Ayub Yahya - www.renunganharian.net

ms.sabbath
July 26, 2010, 03:30
Memercayakan Diri

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/praying.jpg

Bacaan hari ini: Ibrani 11:5,6

11:5 Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah.
11:6 Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.


Ayat mas hari ini: Kejadian 5:24
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 40-42; Kisah Para Rasul 27:1-26

Seorang bapak cemas. Pesta pernikahan anaknya akan digelar di alam terbuka beberapa hari lagi. Padahal tiap hari turun hujan. Jika hujan turun saat pesta berlangsung, semua acara bisa berantakan! Seorang teman menawarkan solusi. “Pakailah pawang hujan,” ujarnya, “Serahkan saja kepadanya, semua pasti beres!” Sebagai orang beriman, sang bapak menolak. Ia merenung: “Daripada memercayakan diri pada pawang, lebih baik aku memercayakan diri kepada Yesus, Raja alam raya.” Ia pun bertelut. Berserah. Hatinya menjadi tenang. Saat pesta berlangsung, cuaca ternyata cerah!

Beriman berarti memercayakan diri kepada Tuhan dan kuasa-Nya. Orang yang beriman harus yakin bahwa Allah ada dan sanggup memberi upah kepada mereka yang sungguh-sungguh mencari-Nya. Sikap iman seperti ini ditunjukkan oleh Henokh. Kitab Kejadian mencatatnya sebagai orang yang “hidup bergaul dengan Allah” (Kejadian 5:24). Dalam terjemahan lain: “berjalan bersama Allah”. Henokh melangkah sambil berserah. Ia percayakan hidup dan masa depannya kepada Allah, sehingga damai sejahtera mengiringi langkahnya. Akhir hidupnya pun diatur Tuhan begitu indah. Henokh tidak mengalami sakit atau kematian. Allah mengangkatnya.

Hanya dengan memercayakan diri, kita memperoleh ketenangan. Mengapa Anda tidak khawatir menyimpan uang di bank? Karena Anda memercayakan diri pada nama baik bank itu. Mengapa Anda tidak khawatir melepas anak-anak di sekolah? Karena Anda memercayakan mereka kepada para guru. Dengan cara yang sama, percayakanlah diri Anda pada Tuhan! Berjalanlah dengan-Nya, maka hati Anda pun tenang.

KITA BISA MELANGKAH MANTAP BUKAN KARENA PERCAYA DIRI

MELAINKAN KARENA MEMERCAYAKAN DIRI

Penulis: Juswantori Ichwan - www.renunganharian.net

ms.sabbath
July 27, 2010, 03:43
Air Susu Dibalas Air Tuba

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/tumblr_l5ndlhwgVf1qz76g8o1_500.jpg

Bacaan hari ini: Yehezkiel 16:1-22

16:1. Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku:
16:2 "Hai anak manusia, beritahukanlah kepada Yerusalem perbuatan-perbuatannya yang keji
16:3 dan katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada Yerusalem: Asalmu dan kelahiranmu ialah dari tanah Kanaan; ayahmu ialah orang Amori dan ibumu orang Heti.
16:4 Kelahiranmu begini: Waktu engkau dilahirkan, pusatmu tidak dipotong dan engkau tidak dibasuh dengan air supaya bersih; juga dengan garampun engkau tidak digosok atau dibedungi dengan lampin.
16:5 Tidak seorangpun merasa sayang kepadamu sehingga diperbuatnya hal-hal itu kepadamu dari rasa belas kasihan; malahan engkau dibuang ke ladang, oleh karena orang pandang enteng kepadamu pada hari lahirmu.

16:6. Maka Aku lalu dari situ dan Kulihat engkau menendang-nendang dengan kakimu sambil berlumuran darah dan Aku berkata kepadamu dalam keadaan berlumuran darah itu: Engkau harus hidup
16:7 dan jadilah besar seperti tumbuh-tumbuhan di ladang! Engkau menjadi besar dan sudah cukup umur, bahkan sudah sampai pada masa mudamu. Maka buah dadamu sudah montok, rambutmu sudah tumbuh, tetapi engkau dalam keadaan telanjang bugil.
16:8 Maka Aku lalu dari situ dan Aku melihat engkau, sungguh, engkau sudah sampai pada masa cinta berahi. Aku menghamparkan kain-Ku kepadamu dan menutupi auratmu. Dengan sumpah Aku mengadakan perjanjian dengan engkau, demikianlah firman Tuhan ALLAH, dan dengan itu engkau Aku punya.
16:9 Aku membasuh engkau dengan air untuk membersihkan darahmu dari padamu dan Aku mengurapi engkau dengan minyak.
16:10 Aku mengenakan pakaian berwarna-warna kepadamu dan memberikan engkau sandal-sandal dari kulit lumba-lumba dan tutup kepala dari lenan halus dan selendang dari sutera.
16:11 Dan Aku menghiasi engkau dengan perhiasan-perhiasan dan mengenakan gelang pada tanganmu dan kalung pada lehermu.
16:12 Dan Aku mengenakan anting-anting pada hidungmu dan anting-anting pada telingamu dan mahkota kemuliaan di atas kepalamu.
16:13 Dengan demikian engkau menghias dirimu dengan emas dan perak, pakaianmu lenan halus dan sutera dan kain berwarna-warna; makananmu ialah tepung yang terbaik, madu dan minyak dan engkau menjadi sangat cantik, sehingga layak menjadi ratu.
16:14 Dan namamu termasyhur di antara bangsa-bangsa karena kecantikanmu, sebab sangat sempurna adanya, oleh karena semarak perhiasan-Ku yang Kuberikan kepadamu, demikianlah firman Tuhan ALLAH."

16:15. "Tetapi engkau mengandalkan kecantikanmu dan engkau seumpama bersundal dalam menganggarkan ketermasyhuranmu dan engkau menghamburkan persundalanmu kepada setiap orang yang lewat.
16:16 Engkau mengambil dari pakaian-pakaianmu untuk membuat bukit-bukit pengorbananmu berwarna-warni dan engkau bersundal di situ; seperti itu belum pernah terjadi dan tidak akan ada lagi.
16:17 Engkau mengambil juga perhiasan-perhiasanmu yang dibuat dari emas-Ku dan perak-Ku, yang Kuberikan kepadamu, dan engkau membuat bagimu patung-patung lelaki dan engkau bersundal dengan mereka.
16:18 Engkau mengambil dari pakaianmu yang berwarna-warni untuk menutupi mereka dan engkau mempersembahkan kepada mereka minyak-Ku dan ukupan-Ku.
16:19 Juga makanan-Ku yang Kuberikan kepadamu--tepung yang terbaik, minyak dan madu Kuberikan makananmu--engkau persembahkan kepada mereka menjadi persembahan yang harum, demikianlah firman Tuhan ALLAH.
16:20 Bahkan, engkau mengambil anak-anakmu lelaki dan perempuan yang engkau lahirkan bagi-Ku dan mempersembahkannya kepada mereka menjadi makanan mereka. Apakah persundalanmu ini masih perkara enteng
16:21 bahwa engkau menyembelih anak-anak-Ku dan menyerahkannya kepada mereka dengan mempersembahkannya sebagai korban dalam api?
16:22 Dalam segala perbuatan-perbuatanmu yang keji dan persundalanmu itu engkau tidak teringat lagi kepada masa mudamu, waktu engkau telanjang bugil sambil menendang-nendang dengan kakimu dalam lumuran darahmu.


Ayat mas hari ini: Yehezkiel 16:22
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 43-45; Kisah Para Rasul 27:27-44

Peribahasa “air susu dibalas air tuba” tentu sudah kerap kita dengar, dan kita merasa tak mungkin membalas kebaikan seseorang dengan kejahatan. Akan tetapi, sadarkah kita bahwa orang percaya yang berbuat dosa, juga dapat disebut tidak tahu diri dan tidak tahu berterima kasih? Seperti perbuatan-perbuatan keji bangsa Israel, yang dipaparkan dalam bacaan kita sebagai sikap tidak tahu membalas budi Tuhan. Yerusalem membalas kebaikan Tuhan dengan perbuatan-perbuatan yang menyakiti hati-Nya.

Yerusalem adalah ibarat bayi yang dibuang orangtuanya. Dengan belas kasih, Tuhan memelihara dan membesarkannya (ayat 6,7). Bahkan, sebagai wujud kasih yang dalam, Tuhan “memperistri” Yerusalem (ayat 8-13). Inilah gambaran perjanjian anugerah Tuhan kepada Israel. Namun, apa balasan Yerusalem? Segala kebaikan dan tanda kasih Tuhan “dihambur-hamburkan untuk para kekasihnya”, yaitu dengan menyembah segala berhala sesembahan bangsa kafir (ayat 15). Padahal seharusnya Israel menyembah Tuhan saja.

Jangan berpikir bahwa ini hanya realitas yang terjadi pada zaman dulu. Gereja—persekutuan orang percaya—saat ini juga kerap bertingkah seperti istri yang tidak setia. Yakni ketika ia membiarkan pola hidup duniawi merasuk dan merusak jemaatnya. Ketika jemaat Tuhan hidup demi kesenangannya sendiri, bukan menyenangkan Tuhan. Sebagai manusia baru yang telah ditebus oleh darah Tuhan Yesus, selayaknya kita menjauhi dosa, serta melayani Tuhan dan sesama dengan penuh kasih. Dengan demikian kita tak membalas kasih-Nya dengan “air tuba”, tetapi juga dengan sesuatu yang menyukakan-Nya.

BETAPA SENANGNYA TUHAN APABILA ANAK-ANAK-NYA

HIDUP SEPERTI DIA, MENGASIHI-NYA, DAN SELALU BERSAMA-NYA

Penulis: Eddy Nugroho - www.renunganharian.net

ms.sabbath
July 28, 2010, 03:41
Mengapa saya?

http://www.findingdulcinea.com/docroot/dulcinea/fd_images/features/profiles/a/arthur-ashe/features/0/image.jpg

Di tengah-tengah perjuangannya melawan penyakit AIDS yang disebabkan dari transfusi darah sewaktu melakukan operasi hati, Arthur Ashe, seorang petenis legendaris dan pemenang turnamen Wimbeldon mendapatkan simpati dari seluruh penggemarnya di seluruh dunia.Dan beberapa surat, salah satu surat tersebut berbunyi : "Mengapa Tuhan memberikan kamu penyakit seburuk ini?" Kemudian Arthur pun membalas surat tadi, isinya :

Di dunia ini ada 50 juta anak-anak yang belajar tenis, 5 juta yang belajar tenis secara rutin, 500.000 belajar secara profeisonal, 50.000 ikut pertandingan tenis, 5.000 di antaranya berhasil ke Grand Slam, 50 orang yang berhasil ke Turnamen Wimbeldon, 4 orang yang ke semifinal, 2 orang yang berhasil ke babak Final.

http://4.bp.blogspot.com/_LGX-ae7EQBI/SL6h41zohxI/AAAAAAAAEb4/rTSRthAB-Vw/s400/ArthurAsheSportsIllustrated.jpg

Ketika saya merayakan kemenangan dan memegang piala Wimbeldon, saya tidak pernah bertanya kepada Tuhan, "Mengapa saya?" dan hari ini walaupun sakit, saya tidak seharusnya bertanya kepada Tuhan, "Mengapa saya?"

Sumber : Hikmat + (17 Juli 2010)

ms.sabbath
July 29, 2010, 07:38
Ketenangan Sejati

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/tumblr_l5ndlhwgVf1qz76g8o1_500.jpg

Bacaan hari ini: Mazmur 62

62:1. Untuk pemimpin biduan. Menurut: Yedutun. Mazmur Daud. (62-2) Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.
62:2 (62-3) Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.
62:3 (62-4) Berapa lamakah kamu hendak menyerbu seseorang, hendak meremukkan dia, hai kamu sekalian, seperti terhadap dinding yang miring, terhadap tembok yang hendak roboh?
62:4 (62-5) Mereka hanya bermaksud menghempaskan dia dari kedudukannya yang tinggi; mereka suka kepada dusta; dengan mulutnya mereka memberkati, tetapi dalam hatinya mereka mengutuki. Sela
62:5 (62-6) Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku.
62:6 (62-7) Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.
62:7 (62-8) Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah.

62:8. (62-9) Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita. Sela
62:9 (62-10) Hanya angin saja orang-orang yang hina, suatu dusta saja orang-orang yang mulia. Pada neraca mereka naik ke atas, mereka sekalian lebih ringan dari pada angin.
62:10 (62-11) Janganlah percaya kepada pemerasan, janganlah menaruh harap yang sia-sia kepada perampasan; apabila harta makin bertambah, janganlah hatimu melekat padanya.
62:11 (62-12) Satu kali Allah berfirman, dua hal yang aku dengar: bahwa kuasa dari Allah asalnya,
62:12 (62-13) dan dari pada-Mu juga kasih setia, ya Tuhan; sebab Engkau membalas setiap orang menurut perbuatannya.

Ayat mas hari ini: Mazmur 62:2
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 49-50; Roma 1

Film Love on Diet mengisahkan tentang seorang gadis yang mengalami patah hati. Karena tak tahan menanggung sakit hati, ia pun mencari pelarian. Caranya: dengan terus menerus makan. Akibatnya, tubuh yang tadinya ideal berubah drastis karena obesitas. Maka, sisa film itu kemudian membeberkan perjuangannya yang berat untuk mengembalikan berat tubuh idealnya.

Ketika orang tertekan, umumnya mereka mencari pelarian untuk mengatasinya. Mulai dari makan banyak, belanja gila-gilaan, menenggak minuman keras, merokok, mengisap narkoba, atau melakukan hal-hal negatif lain. Sayangnya, semua itu takkan pernah benar-benar mengatasi stres atau sakit hati. Sebaliknya, justru akan membawa pada masalah lain yang jauh lebih besar.

Mari kita meneladani Daud. Ketika musuh mengejarnya, ia berlindung kepada Tuhan. Ia tak berlari ke tempat yang salah, dan dari Tuhan ia mendapat pertolongan. Dalam hadirat Tuhan, ia menemukan ketenangan sejati. Kepercayaan kepada Allah (ayat 9), itulah yang membuat hati Daud tenang, sebab Daud mengenal siapa Allah yang ia sembah. Daud tahu hidupnya ada dalam perlindungan Allah Mahakuasa yang mengasihinya.

Hidup tidak akan pernah luput dari masalah. Ketika hati menjadi sesak, jangan lari pada yang lain. Curahkan isi hati kita kepada Allah saja, melalui doa dan pujian. Serahkan kekhawatiran dan beban kita kepada Allah. Jika ada sakit hati, mintalah Allah memampukan kita untuk mengampuni, sebagaimana Dia telah mengampuni kita. Mintalah kekuatan dan kedamaian dari Allah agar kita dapat terus melangkah menghadapi tantangan setiap hari.

DUNIA HANYA MENAWARKAN KETENANGAN YANG SEMU

HANYA DI DALAM KRISTUS ADA KETENANGAN YANG SEJATI

Penulis: Vonny Thay - www.renunganharian.net

ms.sabbath
July 30, 2010, 04:50
Pulau Sampah

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/waterbottles-742144.jpg

Bacaan: Kejadian 1:20-28; 2:15

Kejadian 1:20-28
1:20 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala."
1:21 Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
1:22 Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: "Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak."
1:23 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima.
1:24 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar." Dan jadilah demikian.
1:25 Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

Kejadian 2:15
2:15 TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.
__________________________________________________ ______________________

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/garbage-patch-1.jpg


Suatu hari saya membaca laporan yang cukup mengusik tentang orang-orang yang berpikir bahwa laut dapat dijadikan sebagai tempat sampah raksasa. Berikut ini adalah kutipan laporannya: “Jika Anda melihat tumpukan plastik yang mengagumkan di lautan Pasifik, itu dinamakan The Great Pacific Patch. Sampah ini terdiri dari tiga juta ton potongan plastik mengapung di wilayah yang lebih luas dari Texas. Sebanyak 46.000 potongan plastik, yang mengapung di tiap mil persegi wilayah lautan, membuat mata terbelalak!” Sumber-sumber lain memperkirakan bahwa jumlah plastiknya bahkan jauh lebih banyak. Plastik sangat buruk karena tidak dapat larut di air.

Selama persinggahan kita di dunia, kita diberi tanggung jawab, seperti Adam, untuk memelihara bumi dan segenap makhluk yang diberikan Allah kepada kita. Kejadian 2:15 mengatakan, “Tuhan Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.” Allah menyukai apa yang telah diciptakan, lalu Dia menciptakan laut dan semua yang ada di dalamnya (1:10,20-21).

Dunia laut ini seharusnya mengingatkan kita akan kebesaran sang Pencipta dan menjadi alasan untuk memuji-Nya. Jika secara acuh menjadikan laut sebagai tempat pembuangan sampah, ini akan merusak keindahannya dan mengancam makhluk yang hidup di dalamnya. Menghormati dan memelihara tanah, laut, dan udara merupakan tugas kita sebagai umat percaya dalam Kristus. —HDF

Dunia alami yang telah diciptakan Allah
Seharusnya tidak digunakan semena-mena;
Kita melayani sebagai penatalayan dari bumi-Nya,
Dan bertanggung jawab kepada-Nya. —D. De Haan

Memelihara ciptaan Allah merupakan kewajiban umat percaya.

ms.sabbath
July 31, 2010, 16:47
Dapatkah Anda Dihubungi?

http://2.bp.blogspot.com/_XxtLUFMGwiQ/SwNxMUsnFII/AAAAAAAAAS8/Sw-MaIQ0Y2M/s320/cellphone.inline.jpg

Bacaan hari ini: 1 Samuel 3:1-10

3:1. Samuel yang muda itu menjadi pelayan TUHAN di bawah pengawasan Eli. Pada masa itu firman TUHAN jarang; penglihatan-penglihatanpun tidak sering.
3:2 Pada suatu hari Eli, yang matanya mulai kabur dan tidak dapat melihat dengan baik, sedang berbaring di tempat tidurnya.
3:3 Lampu rumah Allah belum lagi padam. Samuel telah tidur di dalam bait suci TUHAN, tempat tabut Allah.
3:4 Lalu TUHAN memanggil: "Samuel! Samuel!", dan ia menjawab: "Ya, bapa."
3:5 Lalu berlarilah ia kepada Eli, serta katanya: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Tetapi Eli berkata: "Aku tidak memanggil; tidurlah kembali." Lalu pergilah ia tidur.
3:6 Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi. Samuelpun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta berkata: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Tetapi Eli berkata: "Aku tidak memanggil, anakku; tidurlah kembali."
3:7 Samuel belum mengenal TUHAN; firman TUHAN belum pernah dinyatakan kepadanya.
3:8 Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi, untuk ketiga kalinya. Iapun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta katanya: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Lalu mengertilah Eli, bahwa Tuhanlah yang memanggil anak itu.
3:9 Sebab itu berkatalah Eli kepada Samuel: "Pergilah tidur dan apabila Ia memanggil engkau, katakanlah: Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar." Maka pergilah Samuel dan tidurlah ia di tempat tidurnya.
3:10 Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: "Samuel! Samuel!" Dan Samuel menjawab: "Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar."


Ayat mas hari ini: 1 Samuel 3:10
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 57-59; Roma 4

Dengan telepon genggam, kini seseorang bisa dihubungi kapan pun dan di mana pun. Ironisnya, alat komunikasi ini juga bisa menciptakan kesalahpahaman. Seorang istri jengkel ketika gagal menghubungi suaminya yang berada di luar kota. Sang suami membawa dua telepon genggam, tetapi ketika dua-duanya dihubungi, tidak diangkat. Spontan si istri mengira suaminya selingkuh. Padahal tidak demikian. Ketika rapat siang harinya, telepon genggam sang suami dipasang pada posisi silent. Ia lupa mengembalikannya ke posisi normal, sehingga tidak bisa mendengar bunyi telepon masuk!

Allah selalu ingin menghubungi kita, tetapi terkadang hati kita berada pada posisi “silent”. Tidak merespons ketika mendengar suara-Nya. Itulah yang dialami Eli. Karena membiarkan dosa anak-anaknya, ia kehilangan daya dengar rohaninya. Akibatnya, “pada masa itu firman Tuhan jarang” (ayat 1). Lalu Tuhan beralih menghubungi seorang muda yang hatinya bersih. Namanya Samuel. Tiga kali Tuhan memanggil namanya. Mula-mula tidak terjadi komunikasi karena Samuel diam saja. Tuhan baru berbicara setelah Samuel memberi respons, “Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar” (ayat 10). Jadi, untuk berkomunikasi dengan Tuhan, kita perlu peka. Menyatakan diri sedia untuk mendengar-Nya.

Tuhan selalu ingin berbicara kepada Anda lewat firman-Nya, termasuk saat Anda berwaktu teduh. Ada pesan yang Tuhan ingin sampaikan. Namun, dapatkah Anda dihubungi? Ketika Tuhan menegur, apakah Anda peka dan segera merespons? Ataukah hati Anda sudah menjadi tuli karena dosa? Atau, terlalu sibuk, sehingga selalu berkata “nanti saja”?

APABILA ANDA SUDAH LAMA MERASA TUHAN TIDAK BERBICARA

PASTIKAN HATI ANDA TIDAK BERADA DALAM POSISI “SILENT”

Penulis: Juswantori Ichwan - www.renunganharian.net

ms.sabbath
August 02, 2010, 03:28
Pekerjaan Tuhan

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/God-Creator-and-Sustainer.jpg

"Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan."
(Markus 6 : 30 )

Tetapi kalau Anda membaca selanjutnya kisah ini, bahwa tidak ada respon dari TUHAN untuk memberikan nilai, tidak ada celaan juga tidak ada pujiaan sama sekali. Mengapa? Alasannya sederhana, Alkitab berkata: "Kesanggupan kami adalah pekerjaan TUHAN".

Jadi kalau kita ini sanggup melakukan sesuatu itu karena TUHAN yang bekerja di dalam kita dan lewat kehidupan kita. Dan kalau itu TUHAN yang mengerjakan, kenapa seakan-akan kita melaporkan kita yang melakukan. Kelak ketika Anda bertemu dengan TUHAN di Surga, Anda dan saya juga tidak dapat melaporkan apa-apa dari hasil pelayanan kita sebenarnya. Karena kalau kita mau jujur dan terbuka, kita harusnya menyadari bahwa semua yang kita kerjakan dan lakukan, itu bukan karena kesanggupan kita tetapi semata-mata karena kekuatan pekerjaan TUHAN di dalam hidup kita dan lewat kehidupan kita.


By His grace,
Pdt. Petrus Agung Purnomo
Copyright by FB Petrus Agung JKI IK

ms.sabbath
August 04, 2010, 07:39
AKU MENANG!

http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:04uqRBiHpVnFEM::&t=1&usg=__e01ymgCwwBh1SvpcIgszqRxQ5Ow=

Bacaan : Hakim-hakim 7:1-23

7:1 Adapun Yerubaal--itulah Gideon--bangun pagi-pagi dengan segala rakyat yang bersama-sama dengan dia, lalu mereka berkemah dekat mata air Harod; perkemahan orang Midian itu ada di sebelah utaranya, dekat bukit More, di lembah.
7:2 Berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: "Terlalu banyak rakyat yang bersama-sama dengan engkau itu dari pada yang Kuhendaki untuk menyerahkan orang Midian ke dalam tangan mereka, jangan-jangan orang Israel memegah-megahkan diri terhadap Aku, sambil berkata: Tanganku sendirilah yang menyelamatkan aku.
7:3 Maka sekarang, serukanlah kepada rakyat itu, demikian: Siapa yang takut dan gentar, biarlah ia pulang, enyah dari pegunungan Gilead." Lalu pulanglah dua puluh dua ribu orang dari rakyat itu dan tinggallah sepuluh ribu orang.
7:4 Tetapi TUHAN berfirman kepada Gideon: "Masih terlalu banyak rakyat; suruhlah mereka turun minum air, maka Aku akan menyaring mereka bagimu di sana. Siapa yang Kufirmankan kepadamu: Inilah orang yang akan pergi bersama-sama dengan engkau, dialah yang akan pergi bersama-sama dengan engkau, tetapi barangsiapa yang Kufirmankan kepadamu: Inilah orang yang tidak akan pergi bersama-sama dengan engkau, dialah yang tidak akan pergi."
7:5 Lalu Gideon menyuruh rakyat itu turun minum air, dan berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Barangsiapa yang menghirup air dengan lidahnya seperti anjing menjilat, haruslah kaukumpulkan tersendiri, demikian juga semua orang yang berlutut untuk minum."
7:6 Jumlah orang yang menghirup dengan membawa tangannya ke mulutnya, ada tiga ratus orang, tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya berlutut minum air.
7:7 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: "Dengan ketiga ratus orang yang menghirup itu akan Kuselamatkan kamu: Aku akan menyerahkan orang Midian ke dalam tanganmu; tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya boleh pergi, masing-masing ke tempat kediamannya."
7:8 Dari rakyat itu mereka mengambil bekal dan sangkakala; demikianlah seluruh orang Israel disuruhnya pergi, masing-masing ke kemahnya, tetapi ketiga ratus orang itu ditahannya. Adapun perkemahan orang Midian ada di bawahnya, di lembah.
7:9 Pada malam itu berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Bangunlah, turunlah menyerbu perkemahan itu, sebab telah Kuserahkan itu ke dalam tanganmu.
7:10 Tetapi jika engkau takut untuk turun menyerbu, turunlah bersama dengan Pura, bujangmu, ke perkemahan itu;
7:11 maka kaudengarlah apa yang mereka katakan; kemudian engkau akan mendapat keberanian untuk turun menyerbu perkemahan itu." Lalu turunlah ia bersama dengan Pura, bujangnya itu, sampai kepada penjagaan terdepan laskar di perkemahan itu.
7:12 Adapun orang Midian dan orang Amalek dan semua orang dari sebelah timur itu bergelimpangan di lembah itu, seperti belalang banyaknya, dan unta mereka tidak terhitung, seperti pasir di tepi laut banyaknya.
7:13 Ketika Gideon sampai ke situ, kebetulan ada seorang menceritakan mimpinya kepada temannya, katanya: "Aku bermimpi: tampak sekeping roti jelai terguling masuk ke perkemahan orang Midian; setelah sampai ke kemah ini, dilanggarnyalah kemah ini, sehingga roboh, dan dibongkar-bangkirkannya, demikianlah kemah ini habis runtuh."
7:14 Lalu temannya menjawab: "Ini tidak lain dari pedang Gideon bin Yoas, orang Israel itu; Allah telah menyerahkan orang Midian dan seluruh perkemahan ini ke dalam tangannya."
7:15 Segera sesudah Gideon mendengar mimpi itu diceritakan dengan maknanya, sujudlah ia menyembah. Kemudian pulanglah ia ke perkemahan orang Israel, lalu berkata: "Bangunlah, sebab TUHAN telah menyerahkan perkemahan orang Midian ke dalam tanganmu."
7:16 Sesudah itu dibaginyalah ketiga ratus orang itu dalam tiga pasukan dan ke tangan mereka semuanya diberikannya sangkakala dan buyung kosong dengan suluh di dalam buyung itu.
7:17 Dan berkatalah ia kepada mereka: "Perhatikanlah aku dan lakukanlah seperti yang kulakukan. Maka apabila aku sampai ke ujung perkemahan itu, haruslah kamu lakukan seperti yang kulakukan.
7:18 Apabila aku dan semua orang yang bersama dengan aku meniup sangkakala, maka haruslah kamu juga meniup sangkakala sekeliling seluruh perkemahan itu, dan berseru: 'Demi TUHAN dan demi Gideon!'"
7:19 Lalu Gideon dan keseratus orang yang bersama-sama dengan dia sampai ke ujung perkemahan itu pada waktu permulaan giliran jaga tengah malam, ketika penjaga-penjaga baru saja ditempatkan. Lalu mereka meniup sangkakala sambil memecahkan buyung yang di tangan mereka.
7:20 Demikianlah ketiga pasukan itu bersama-sama meniup sangkakala, dan memecahkan buyung dengan memegang obor di tangan kirinya dan sangkakala di tangan kanannya untuk ditiup, serta berseru: "Pedang demi TUHAN dan demi Gideon!"
7:21 Sementara itu tinggallah mereka berdiri, masing-masing di tempatnya, sekeliling perkemahan itu, tetapi seluruh tentara musuh menjadi kacau balau, berteriak-teriak dan melarikan diri.
7:22 Sedang ketiga ratus orang itu meniup sangkakala, maka di perkemahan itu TUHAN membuat pedang yang seorang diarahkan kepada yang lain, lalu larilah tentara itu sampai ke Bet-Sita ke arah Zerera sampai ke pinggir Abel-Mehola dekat Tabat.
7:23 Kemudian dikerahkanlah orang-orang Israel dari suku Naftali dan dari suku Asyer dan dari segenap suku Manasye, lalu mereka mengejar orang Midian itu.

Bacaan Setahun : Mazmur 66-67; Roma 7
Nats : Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan, tetapi kemenangan ada di tangan Tuhan (Amsal 21:31)

Suatu pagi, saya melihat sekelompok anak SD sedang berlari di sebuah lapangan. Sang guru mengatur anak-anak perempuan untuk berlari terlebih dahulu, beberapa menit kemudian disusul anak-anak laki-laki. Ketika memasuki garis akhir, seorang anak perempuan berteriak senang, "Yes! Anak-anak perempuan menang dari anak-anak pria!" Saya tersenyum mendengarnya. Anak perempuan tadi dengan segala keluguannya belum mengerti bahwa "kemenangan" yang diperolehnya bukan karena kemampuannya, melainkan karena sudah diatur oleh gurunya.

Kerap kali dalam hidup kita, kita bersikap seperti anak perempuan tadi. Kita mengira semua keberhasilan yang kita capai adalah karena kemampuan kita, kepintaran kita, kehebatan kita, serta luasnya hubungan kita. Kita mengira kita berhasil karena kita. Padahal sebenarnya itu semua karena Tuhan.

Firman Tuhan hari ini bercerita tentang Gideon dan pasukannya. Ketika mereka sedang berperang dengan bangsa Midian yang banyaknya seperti belalang dan jumlah unta mereka tak terhitung (ayat 12), Tuhan justru meminta Gideon untuk mengurangi jumlah pasukan-dari 32.000 menjadi hanya 300 orang. Tuhan ingin menunjukkan kepada bangsa Israel bahwa apabila kemenangan terjadi, itu hanya karena tangan Tuhan dan bukan kekuatan mereka (ayat 2). Dan karena Gideon taat kepada Tuhan, bangsa Israel mengalami kemenangan yang luar biasa.

Jika ada kesuksesan maupun keberhasilan yang terjadi di hidup kita, ingatlah, itu bukan karena kekuatan atau kepintaran kita, melainkan karena kebaikan dan kekuasaan Tuhan --GS

JIKA KITA DIPAKAI OLEH TUHAN

ITU HANYA KARENA ANUGERAH-NYA SEMATA

Sumber : www.sabda.org

ms.sabbath
August 05, 2010, 16:07
Titik Lemah

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/jesus-with-children-1019.jpg

Bacaan hari ini: Kejadian 20

20:1. Lalu Abraham berangkat dari situ ke Tanah Negeb dan ia menetap antara Kadesh dan Syur. Ia tinggal di Gerar sebagai orang asing.
20:2 Oleh karena Abraham telah mengatakan tentang Sara, isterinya: "Dia saudaraku," maka Abimelekh, raja Gerar, menyuruh mengambil Sara.

20:3. Tetapi pada waktu malam Allah datang kepada Abimelekh dalam suatu mimpi serta berfirman kepadanya: "Engkau harus mati oleh karena perempuan yang telah kauambil itu; sebab ia sudah bersuami."
20:4 Adapun Abimelekh belum menghampiri Sara. Berkatalah ia: "Tuhan! Apakah Engkau membunuh bangsa yang tak bersalah?
20:5 Bukankah orang itu sendiri mengatakan kepadaku: Dia saudaraku? Dan perempuan itu sendiri telah mengatakan: Ia saudaraku. Jadi hal ini kulakukan dengan hati yang tulus dan dengan tangan yang suci."
20:6 Lalu berfirmanlah Allah kepadanya dalam mimpi: "Aku tahu juga, bahwa engkau telah melakukan hal itu dengan hati yang tulus, maka Akupun telah mencegah engkau untuk berbuat dosa terhadap Aku; sebab itu Aku tidak membiarkan engkau menjamah dia.
20:7 Jadi sekarang, kembalikanlah isteri orang itu, sebab dia seorang nabi; ia akan berdoa untuk engkau, maka engkau tetap hidup; tetapi jika engkau tidak mengembalikan dia, ketahuilah, engkau pasti mati, engkau dan semua orang yang bersama-sama dengan engkau."

20:8. Keesokan harinya pagi-pagi Abimelekh memanggil semua hambanya dan memberitahukan seluruh peristiwa itu kepada mereka, lalu sangat takutlah orang-orang itu.
20:9 Kemudian Abimelekh memanggil Abraham dan berkata kepadanya: "Perbuatan apakah yang kaulakukan ini terhadap kami, dan kesalahan apakah yang kulakukan terhadap engkau, sehingga engkau mendatangkan dosa besar atas diriku dan kerajaanku? Engkau telah berbuat hal-hal yang tidak patut kepadaku."
20:10 Lagi kata Abimelekh kepada Abraham: "Apakah maksudmu, maka engkau melakukan hal ini?"
20:11 Lalu Abraham berkata: "Aku berpikir: Takut akan Allah tidak ada di tempat ini; tentulah aku akan dibunuh karena isteriku.
20:12 Lagipula ia benar-benar saudaraku, anak ayahku, hanya bukan anak ibuku, tetapi kemudian ia menjadi isteriku.
20:13 Ketika Allah menyuruh aku mengembara keluar dari rumah ayahku, berkatalah aku kepada isteriku: Tunjukkanlah kasihmu kepadaku, yakni: katakanlah tentang aku di tiap-tiap tempat di mana kita tiba: Ia saudaraku."

20:14. Kemudian Abimelekh mengambil kambing domba dan lembu sapi, hamba laki-laki dan perempuan, lalu memberikan semuanya itu kepada Abraham; Sara, isteri Abraham, juga dikembalikannya kepadanya.
20:15 Dan Abimelekh berkata: "Negeriku ini terbuka untuk engkau; menetaplah, di mana engkau suka."
20:16 Lalu katanya kepada Sara: "Telah kuberikan kepada saudaramu seribu syikal perak, itulah bukti kesucianmu bagi semua orang yang bersama-sama dengan engkau. Maka dalam segala hal engkau dibenarkan."
20:17 Lalu Abraham berdoa kepada Allah, dan Allah menyembuhkan Abimelekh dan isterinya dan budak-budaknya perempuan, sehingga mereka melahirkan anak.
20:18 Sebab tadinya TUHAN telah menutup kandungan setiap perempuan di istana Abimelekh karena Sara, isteri Abraham itu.

Ayat mas hari ini: Kejadian 20:13
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 68-69; Roma 8:1-21

Alkitab menarik karena mengisahkan berbagai hal secara jujur! Watak tokoh tertentu, apa adanya dikisahkan kepada kita untuk dikaji. Kita dipersilakan belajar dari sang tokoh, baik dari kekuatannya maupun dari kelemahannya. Abraham, tokoh hebat itu, mengalami sedikit persoalan yang sedikit banyak dapat kita anggap “menodai” prestasi Abraham.

Ketika sampai di Negeb, Abraham mencoba menyelamatkan diri dari Abimelekh, Raja Gerar, dengan mengaku sebagai saudara Sara. Sebaliknya, Sara juga diminta mengaku sebagai saudara Abraham; bukan istrinya. Abraham menduga, posisinya sebagai suami Sara akan membahayakan dirinya. Namun, dengan langkah itu Abraham telah melakukan tindakan yang bisa dianggap manipulasi demi kepentingan dirinya sendiri; walaupun ia tidak berbohong karena Sara memang sepupunya.

Kisah ini jelas menunjukkan betapa Alkitab jujur mengisahkan kelemahan Abraham. Betapapun hebat iman Abraham, ia juga punya titik lemah. Titik lemahnya adalah cenderung menempatkan diri di wilayah aman. Meski demikian, Tuhan tak menginginkan Sara jatuh ke tangan raja Abimelekh. Tuhan turut campur meluruskan langkah bengkok yang diambil Abraham. Namun, ini tak boleh menjadi alasan bagi kita untuk berbuat sembarangan seolah-olah ada Tuhan akan mengambil tanggung jawab yang semestinya kita tanggung.

Seberapa pun iman yang kita miliki, kita adalah manusia yang punya titik lemah. Tuhan tahu itu. Oleh karenanya, kita mesti membangun kerendahan hati seraya berdoa agar kelemahan kita tidak membawa kita ke jalan yang salah, tetapi membiarkan Tuhan senantiasa menolong dan mengoreksi kita

SETIAP ORANG PASTI MEMILIKI KELEMAHAN

AGAR IA SELALU INGAT BERGANTUNG KEPADA TUHAN

Penulis: Daniel K. Listijabudi - www.renunganharian.net

ms.sabbath
August 06, 2010, 18:09
Beda Buahnya

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/tumblr_l5liutbM9w1qz76g8o1_500.jpg

Bacaan hari ini: Yohanes 14:15-31

14:15. "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
14:17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.

14:18. Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.
14:19 Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup.
14:20 Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.
14:21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."
14:22 Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: "Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?"
14:23 Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.
14:24 Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.

14:25. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu;
14:26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
14:27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

14:28. Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.
14:29 Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi.
14:30 Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikitpun atas diri-Ku.
14:31 Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku, bangunlah, marilah kita pergi dari sini."

Ayat mas hari ini: Yohanes 14:16
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 72-73; Roma 9:1-15

Dua orang mahasiswa lulus dari Chicago-Kent College of Law. Peringkat tertinggi diraih mahasiswa buta bernama Overton. Saat ia menerima penghargaan, ia bersikeras, separuhnya harus diberikan kepada kawannya, Kaspryzak, yang ternyata tidak berlengan. Suatu hari mereka bertemu, dan Kaspryzak menolong Overton menuruni tangga. Sejak itu persahabatan mereka kian karib, dan mereka saling melengkapi kekurangan masing-masing. Misalnya, Overton membawa buku dan Kaspryzak membacanya. Begitu lulus, mereka berencana membuka lembaga hukum bersama-sama.

Yesus menyebut Roh Kudus sebagai Penolong. Dalam kondisi kita, kitalah yang sepenuhnya lemah dan memerlukan bantuan. Sebaliknya, Dia Allah Yang Mahakuasa, tetapi memilih untuk berkarya melalui kita—bejana tanah liat yang mudah retak. Agar kita dapat menjalankan pelayanan dan pekerjaan rohani, Dia memperlengkapi kita dengan karunia-karunia rohani-Nya.

Setiap orang dikaruniai bakat dan talenta tertentu, tetapi hanya orang-orang percaya yang diperlengkapi dengan karunia rohani. Karunia rohani mengangkat kita ke dalam dimensi yang lebih tinggi—memampukan kita menghasilkan buah-buah rohani yang kekal. Billy Graham, misalnya. Banyak orang yang fasih berbicara seperti atau malah mengungguli dirinya. Namun, berapa banyak pembicara yang menyaksikan orang datang kepada Tuhan dan bertobat setelah menyimak ceramah mereka?

Anda mendambakan buah-buah rohani yang kekal dalam keseharian hidup Anda? Andalkan pertolongan Roh Kudus dalam pelayanan, pekerjaan, dan keluarga Anda!

KARUNIA ROHANI MEMAMPUKAN KITA MENJALANKAN PELAYANAN

UNTUK MENGHASILKAN BUAH ROHANI

Penulis: Arie Saptaji - www.renunganharian.net

ms.sabbath
August 08, 2010, 04:20
Sisa 12 Bakul

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/miracle.jpg

Bacaan hari ini: Yohanes 6:1-14

6:1. Sesudah itu Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias.
6:2 Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit.
6:3 Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya.
6:4 Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat.
6:5 Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?"
6:6 Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.
6:7 Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja."
6:8 Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya:
6:9 "Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?"
6:10 Kata Yesus: "Suruhlah orang-orang itu duduk." Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya.
6:11 Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.
6:12 Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang."
6:13 Maka merekapun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan.
6:14 Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: "Dia ini adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia."


Ayat mas hari ini: Yohanes 6:9
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 74-76; Roma 9:16-33

Di sebuah gereja kecil ada seorang ibu yang rajin melakukan tugas-tugas gereja walau yang sederhana; menyapu ruangan, membereskan kursi-kursi sehabis dipakai acara gereja, menata buku nyanyian dan warta jemaat sebelum kebaktian, dan lain-lain. Gereja itu tidak punya karyawan tetap untuk mengurus pekerjaan tersebut. Ia melakukannya dengan sukarela dan senang hati. “Saya ini bukan orang yang pintar, tetapi saya ingin memberikan kepada Tuhan apa yang bisa saya lakukan walau mungkin sangat kecil,” begitu ia berkata. Ibu itu sungguh menjadi berkat bagi gerejanya.

Dalam Injil Yohanes dikisahkan tentang orang banyak berbondong-bondong mengikuti Tuhan Yesus. Mereka sangat terpesona dengan kuasa mukjizat dan pengajaran Tuhan Yesus. Hingga sampailah mereka di tempat terpencil, jauh ke mana-mana. Para murid pun kebingungan, bagaimana mereka bisa memberi makan orang sebanyak itu. Di antara orang banyak itu rupanya ada seorang anak kecil yang mempunyai lima roti dan dua ikan. Ia menyerahkannya kepada Tuhan Yesus. Dari yang sedikit itulah kuasa Tuhan dinyatakan. Orang banyak dikenyangkan. Bahkan, masih tersisa 12 bakul.

Kita mungkin bukan orang yang pintar, bukan orang kaya, tidak punya jabatan penting dan tidak pandai bicara. Pendek kata, kita orang yang biasa-biasa saja. Tidak usah berkecil hati. Yang penting kita punya niat untuk menyerahkan apa yang kita mampu dan kita punya untuk Tuhan. Sesuatu yang kecil dan sederhana, kalau kita serahkan untuk Tuhan, akan menjadi sesuatu yang sangat berarti.

BANYAK HAL BESAR BERASAL DARI PERKARA KECIL

YANG DISERAHKAN KEPADA TUHAN

Penulis: Ayub Yahya -www.renunganharian.net

ms.sabbath
August 09, 2010, 02:49
Memperluas Lingkaran Kasih

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/0zpk5pya.jpg

Bacaan hari ini: Kisah Para Rasul 11:1-18

11:1. Rasul-rasul dan saudara-saudara di Yudea mendengar, bahwa bangsa-bangsa lain juga menerima firman Allah.
11:2 Ketika Petrus tiba di Yerusalem, orang-orang dari golongan yang bersunat berselisih pendapat dengan dia.
11:3 Kata mereka: "Engkau telah masuk ke rumah orang-orang yang tidak bersunat dan makan bersama-sama dengan mereka."
11:4 Tetapi Petrus menjelaskan segala sesuatu berturut-turut, katanya:
11:5 "Aku sedang berdoa di kota Yope, tiba-tiba rohku diliputi kuasa ilahi dan aku melihat suatu penglihatan: suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya diturunkan dari langit sampai di depanku.
11:6 Aku menatapnya dan di dalamnya aku lihat segala jenis binatang berkaki empat dan binatang liar dan binatang menjalar dan burung-burung.
11:7 Lalu aku mendengar suara berkata kepadaku: Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!
11:8 Tetapi aku berkata: Tidak, Tuhan, tidak, sebab belum pernah sesuatu yang haram dan yang tidak tahir masuk ke dalam mulutku.
11:9 Akan tetapi untuk kedua kalinya suara dari sorga berkata kepadaku: Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram!
11:10 Hal itu terjadi sampai tiga kali, lalu semuanya ditarik kembali ke langit.
11:11 Dan seketika itu juga tiga orang berdiri di depan rumah, di mana kami menumpang; mereka diutus kepadaku dari Kaisarea.
11:12 Lalu kata Roh kepadaku: Pergi bersama mereka dengan tidak bimbang! Dan keenam saudara ini menyertai aku. Kami masuk ke dalam rumah orang itu,
11:13 dan ia menceriterakan kepada kami, bagaimana ia melihat seorang malaikat berdiri di dalam rumahnya dan berkata kepadanya: Suruhlah orang ke Yope untuk menjemput Simon yang disebut Petrus.
11:14 Ia akan menyampaikan suatu berita kepada kamu, yang akan mendatangkan keselamatan bagimu dan bagi seluruh isi rumahmu.
11:15 Dan ketika aku mulai berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, sama seperti dahulu ke atas kita.
11:16 Maka teringatlah aku akan perkataan Tuhan: Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.
11:17 Jadi jika Allah memberikan karunia-Nya kepada mereka sama seperti kepada kita pada waktu kita mulai percaya kepada Yesus Kristus, bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia?"
11:18 Ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya: "Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup."


Ayat mas hari ini: Matius 5:47
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 77-78; Roma 10

Apa yang Anda lakukan saat berada dalam lift yang penuh sesak? Anda akan menunduk, menatap pintu, atau mengutak-ngatik telepon genggam. Anda menghindari kontak mata, karena merasa tidak nyaman berdekatan dengan orang asing. Ini bukti bahwa tiap orang memiliki boundary: tembok pembatas tak terlihat di sekeliling tubuhnya. Jika seorang asing mencoba mendekat, secara refleks tubuh akan resah dan bergerak menjauh sampai ke “jarak aman”. Tidak heran kita hanya merasa nyaman berada dalam lingkungan keluarga dan teman. Lingkaran kasih kita sempit.

Jemaat mula-mula juga hidup dalam lingkaran kasih yang sempit. Sebagai orang Yahudi, mereka enggan bergaul dengan orang non-Yahudi. Mereka keberatan Petrus pergi ke rumah orang non-Yahudi dan melakukan pembaptisan. Hal itu dianggap najis. Petrus lalu menjelaskan bahwa pembedaan antara yang najis dan halal kini telah dihapuskan Tuhan (ayat 5-9). Kepada Petrus, Tuhan juga menunjukkan bahwa orang non-Yahudi pun mendapat lawatan Roh yang sama seperti yang mereka alami (ayat 15-17). Cara pandang Petrus berubah. Pengalaman ini memperluas lingkaran kasihnya.

Lingkaran kasih kita perlu diperluas dengan meruntuhkan tembok pembatas yang membuat kita malas menjangkau orang asing. Ini tidak bisa terjadi dengan sendirinya. Kita perlu berjuang mengatasi rasa tidak nyaman. Lalu, membangun jembatan persahabatan dengan orang di sekitar yang berbeda suku, agama, budaya, maupun status sosialnya. Jika kita tidak mau keluar dari zona nyaman, bagaimana orang bisa mendengar berita keselamatan?

KITA BISA MENJADI BERKAT

HANYA SELUAS LINGKARAN KASIH YANG KITA BUAT

Penulis: Juswantori Ichwan - www.renunganharian.net

ms.sabbath
August 10, 2010, 03:14
Mengejar Ekor Sendiri

http://reddragonleo.com/wp-content/uploads/2009/12/dog-chasing-tail.jpg

Bacaan hari ini: Markus 10:35-45

10:35 Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya: "Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!"
10:36 Jawab-Nya kepada mereka: "Apa yang kamu kehendaki Aku perbuat bagimu?"
10:37 Lalu kata mereka: "Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu."
10:38 Tetapi kata Yesus kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima?"
10:39 Jawab mereka: "Kami dapat." Yesus berkata kepada mereka: "Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima.
10:40 Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan."
10:41 Mendengar itu kesepuluh murid yang lain menjadi marah kepada Yakobus dan Yohanes.
10:42 Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.
10:43 Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,
10:44 dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.
10:45 Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."


Ayat mas hari ini: Galatia 5:26
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 79-80; Roma 11

Seekor anak anjing bergerak lucu “mengejar” ekor pendeknya sendiri untuk menggigitnya. Jelas ia berputar-putar terus, tanpa pernah mencapai tujuannya. Anjing tua berkata kepadanya, “Lupakanlah itu! Tak usah kaukejar ekormu itu. Berjalanlah saja, maka dengan sendirinya ia akan mengikutimu.”

Dalam hidup ini ada hal-hal yang tidak dapat diraih dengan terus sibuk mengejarnya. Salah satunya adalah kehormatan atau kemuliaan. Kian dikejar, kian menjauh. Sejenak teraih, sekejab raib lagi. Membuat kita jadi gila. Haus kuasa. Gila hormat. Di samping hasilnya sia-sia, harga yang harus dibayar pun amat mahal. Korban pasti berjatuhan. Tuhan Yesus meluruskan kekeliruan murid-murid-Nya dalam hal serius yang satu ini. Hidup ini bukan untuk “mengejar” kemuliaan, kehormatan, kedudukan dan kekuasaan. Sebab, orang pasti akan “berputar-putar” dalam keributan, pertengkaran, dan aksi kekerasan. Semua payah, semua susah, semua kalah! Yesus menekankan bahwa kemuliaan, kehormatan, kedudukan, dan kekuasaan hanya bisa dicapai ketika kita merendahkan hati, menjadi pelayan; menjadi hamba (ayat 43,44). Teladan yang sejati adalah Yesus sendiri (ayat 45).

Tugas kita adalah untuk “berjalan saja” memenuhi panggilan hidup, yaitu memuliakan Tuhan dengan cara melayani sesama; memberikan yang terbaik. Lupakan pamrih. Jauhkan keinginan untuk dimuliakan. Kemuliaan adalah hak Tuhan. Dia lebih tahu bagai*mana melengkapi kita dengan anugerah-Nya. Berkat pasti “mengikuti” kita selaras dengan kemurahan-Nya atas karya pengabdian kita yang tulus.

LAKUKAN SAJA KARYA TERBAIK ANDA

TUHAN TAHU MENGARUNIAKAN APA YANG TERBAIK UNTUK ANDA

Penulis: Pipi Agus Dhali - www.renunganharian.net

ms.sabbath
August 11, 2010, 02:32
Pesona Yesus

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/Jesus_Storm1.jpg

Bacaan hari ini: Lukas 5:1-11

5:1. Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.
5:2 Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.
5:3 Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.
5:4 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan."
5:5 Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."
5:6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.
5:7 Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.
5:8 Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa."
5:9 Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap;
5:10 demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia."
5:11 Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.


Ayat mas hari ini: Lukas 5:11
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 81-83; Roma 12

Seorang aktris Hollywood menceritakan pengalamannya bertemu berbagai tokoh dunia. Bahkan ia pernah bertemu dengan beberapa dari kaum bangsawan, seperti Ratu Elisabet dan Putri Diana. Namun, menurutnya pribadi yang paling memesona adalah Nelson Mandela. Ketenangan batin dan kekuatan kepribadiannya memberikan kesan yang sangat mendalam bagi aktris tersebut. Pesona Nelson Mandela membekas lama setelah pertemuan mereka.

Firman Tuhan hari ini menggambarkan Yesus sebagai pribadi yang sangat memesona dan berwibawa. Orang-orang tertarik dan berkerumun untuk bertemu dengan-Nya. Simon sampai jatuh tersungkur di hadapan Yesus; pertemuan dengan Yesus membuatnya menyadari dosa dan ketidaklayakannya. Pesona Yesus mengubah hidup Simon, Yohanes, dan Yakobus. Mereka seketika meninggalkan segala sesuatu untuk mengikut Yesus. Seolah-olah tidak masuk akal. Hal ini hanya dapat dimengerti apabila pesona Yesus melampaui daya tarik dari segala sesuatu yang ditinggalkan oleh Simon dan kawan-kawannya!

Yesus adalah pribadi yang menakjubkan. Mengikut Yesus dimulai dengan sebuah ”pertemuan” rohani dengan-Nya. Pertemuan yang sedemikian memesona, yang membuat seseorang dapat meninggalkan segala sesuatu demi Dia. Pertemuan yang memanggil seseorang untuk berkomitmen mengikuti-Nya. Panggilan ini adalah panggilan Yesus sendiri. Panggilan untuk menjadikan Allah segala-galanya, lebih dari apa pun, sebagaimana Yesus menjadikan Allah segala-galanya. Pesona Nelson Mandela mungkin mengesankan, tetapi pesona Yesus mengubah hidup manusia.

BIARLAH PESONA YESUS NYATA DALAM HIDUP KITA

HINGGA KITA SENANTIASA MENJADIKAN-NYA YANG TERUTAMA

Penulis: Denni Boy Saragih - www.renunganharian.net

ms.sabbath
August 12, 2010, 03:44
Kucing Menolak Ikan Asin

http://nicepetsblog.com/wp-content/uploads/2007/08/1146429773-prikolis-2d1126230119-i-4475-resize.jpg

Bacaan hari ini: 1 Korintus 10:1-13

10:1. Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut.
10:2 Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut.
10:3 Mereka semua makan makanan rohani yang sama
10:4 dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus.
10:5 Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun.

10:6. Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat,
10:7 dan supaya jangan kita menjadi penyembah-penyembah berhala, sama seperti beberapa orang dari mereka, seperti ada tertulis: "Maka duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria."
10:8 Janganlah kita melakukan percabulan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga pada satu hari telah tewas dua puluh tiga ribu orang.
10:9 Dan janganlah kita mencobai Tuhan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular.
10:10 Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut.
10:11 Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.
10:12 Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!
10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.


Ayat mas hari ini: 1 Korintus 10:13
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 84-86; Roma 13

Mungkin kita pernah mendengar ungkapan: “Mana ada kucing yang menolak ikan asin?” Itu benar. Taruh sepotong ikan asin di depan kucing, maka tak perlu tunggu lama, ia pasti segera menyambarnya. Demikian juga dengan dosa. Iblis sangat tahu apa yang “menggiurkan” bagi masing-masing pribadi. Itu sebabnya godaan dosa tak pernah menawarkan sesuatu yang tak enak. Dan kala dosa itu menggoda, ia mampu membuat manusia sangat ingin menikmatinya. Maka tak heran, tatkala jatuh dalam dosa, orang kerap mengatakan “khilaf” atau “abis enggak tahan, sih.”

Di dalam suratnya, Rasul Paulus memperingatkan tentang godaan dosa ini kepada jemaat Korintus. Dan Paulus memperingatkan hal ini bukan hanya karena godaannya yang menggiurkan, melainkan karena beratnya akibat dosa yang mungkin terjadi. Contoh yang ia pakai adalah bangsa Israel. Karena tergiur untuk melakukan “dengan nikmat” segala dosa penyembahan berhala, percabulan, sungut-sungut, maka Allah menghukum mati sebagian besar dari mereka (ayat 7-10). Allah tidak dapat dipermainkan. Intinya, Paulus mengingatkan supaya kita tidak lupa bahwa di balik dosa yang menggiurkan, ada akibat yang mengerikan, yakni murka Allah.

Selanjutnya Paulus menasihati bahwa setiap godaan atau pencobaan dosa yang menghampiri, sesungguhnya tidak pernah melampaui kekuatan kita (ayat 13). Yakin saja bahwa setiap godaan itu adalah godaan biasa. Ia tidak luar biasa. Artinya, kita pasti sanggup mengatasinya asal kita mau menolaknya. Apalagi Tuhan berjanji akan memberikan jalan keluar. Maka, kita pasti menang!

MENGHINDARI DOSA TAK DITENTUKAN OLEH KESANGGUPAN KITA

TETAPI OLEH KEMAUAN KITA

Penulis: Riand Yovindra - www.renunganharian.net

ms.sabbath
August 13, 2010, 04:13
Grusa-grusu

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/01.jpg

Bacaan hari ini: Kejadian 25:29-34, 28:6-9

25:29. Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang.
25:30 Kata Esau kepada Yakub: "Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah." Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom.
25:31 Tetapi kata Yakub: "Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu."
25:32 Sahut Esau: "Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?"
25:33 Kata Yakub: "Bersumpahlah dahulu kepadaku." Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya.
25:34 Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.

28:6. Ketika Esau melihat, bahwa Ishak telah memberkati Yakub dan melepasnya ke Padan-Aram untuk mengambil isteri dari situ--pada waktu ia memberkatinya ia telah memesankan kepada Yakub: "Janganlah ambil isteri dari antara perempuan Kanaan" --
28:7 dan bahwa Yakub mendengarkan perkataan ayah dan ibunya, dan pergi ke Padan-Aram,
28:8 maka Esaupun menyadari, bahwa perempuan Kanaan itu tidak disukai oleh Ishak, ayahnya.
28:9 Sebab itu ia pergi kepada Ismael dan mengambil Mahalat menjadi isterinya, di samping kedua isterinya yang telah ada. Mahalat adalah anak Ismael anak Abraham, adik Nebayot.


Ayat mas hari ini: Kejadian 25:32
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 87-88; Roma 14

Grusa-grusu adalah sebuah istilah yang dipakai untuk menjelaskan sikap seseorang yang serba terburu-buru dan tidak berpikir panjang dalam menyikapi sesuatu. Akibatnya, orang yang demikian kerap kali mengambil keputusan yang tidak bijaksana. Dan akhirnya, ia harus menuai masalah di kemudian hari karena keputusan tersebut.

Esau adalah seorang tokoh di Alkitab yang tercatat kerap bertindak grusa-grusu. Dalam dua bagian bacaan hari ini, kita temukan setidaknya dua tindakannya yang demikian. Pertama, tindakannya menjual hak kesulungan demi roti dan masakan kacang merah karena ia sangat lapar. Kedua, tindakannya yang grusa-grusu mengambil istri—perempuan yang tidak diperkenan orangtuanya. Akibatnya, Esau menghadapi banyak masalah dengan orangtuanya; ia meremehkan dan mencampakkan arti pentingnya berkat Allah atas hak kesulungan. Dan, bangsa Edom, keturunannya, juga terkena dampaknya.

Ada banyak sebab seseorang bertindak grusa-grusu. Bisa karena dikuasai nafsu seperti Esau, panik, percaya diri secara berlebihan, dan sebagainya. Adalah penting untuk tetap menjaga diri tidak bertindak ceroboh dalam situasi-situasi tersebut. Caranya bisa dengan menahan diri untuk tidak segera mengambil keputusan. Sebaliknya, berusaha mencari pendapat dari orang lain terlebih dahulu, terutama orang yang bersikap kritis terhadap kehidupan kita—orang-orang yang tidak segan menegur atau menasihati kita. Sebab masukan mereka sangat menolong kita melihat aspek-aspek yang sebelumnya tidak bisa kita lihat. Dengan perspektif baru ini kita dapat mengambil keputusan untuk bertindak lebih bijaksana.

AMBILLAH SETIAP KEPUTUSAN TIDAK DENGAN GRUSA-GRUSU

TETAPI DENGAN PENUH PERTIMBANGAN MATANG

Penulis: Alison Subiantoro - www.renunganharian.net

ms.sabbath
August 14, 2010, 03:38
Sukacita Pelayanan

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/fjf6t0uj-1.jpg

Bacaan hari ini: Filipi 1:1-8

1:1. Dari Paulus dan Timotius, hamba-hamba Kristus Yesus, kepada semua orang kudus dalam Kristus Yesus di Filipi, dengan para penilik jemaat dan diaken.
1:2 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.

1:3. Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu.
1:4 Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita.
1:5 Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini.
1:6 Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.

1:7. Memang sudahlah sepatutnya aku berpikir demikian akan kamu semua, sebab kamu ada di dalam hatiku, oleh karena kamu semua turut mendapat bagian dalam kasih karunia yang diberikan kepadaku, baik pada waktu aku dipenjarakan, maupun pada waktu aku membela dan meneguhkan Berita Injil.
1:8 Sebab Allah adalah saksiku betapa aku dengan kasih mesra Kristus Yesus merindukan kamu sekalian.


Ayat mas hari ini: 1 Korintus 15:58
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 89-90; Roma 15:1-13

Saya teringat saat pertama kali saya belajar memasak. Saat itu mama saya spontan mengeluh, “Aduh, jadi repot!” Namun, Mama tetap mengajari saya memasak nasi goreng dengan sukacita. Saat itu, saya hanya diminta mengaduk nasinya dan Mama memberitahukan semua prosesnya sambil memasukkan semua bumbunya. Dan, jadilah nasi goreng pertama buatan saya. Waktu Papa mengatakan “Hm, lumayan enak!” rasanya hati senang sekali. Walaupun saya tahu, itu bukan nasi goreng saya, tetapi nasi goreng Mama yang saya aduk.

Seperti itulah pelayanan kita. Sesungguhnya Tuhan bisa saja mengerjakan semuanya sendiri. Jika melayani Tuhan, terkadang kita malah membuat Tuhan “repot” karena perilaku kita. Namun, itulah kasih Tuhan yang mau menjadikan kita sebagai rekan sekerja-Nya. Dan, sukacita kita adalah ketika kita dapat melihat karya Tuhan melalui tangan kita. Itulah yang dirasakan oleh Rasul Paulus. Saat Paulus menulis kitab Filipi, ia sedang berada di penjara. Namun, ketika ia mengingat persekutuan jemaat Filipi di dalam Injil, Paulus bersukacita. Paulus tahu jika jemaat Filipi dapat sehati dan bahkan bersekutu dalam penderitaan, itu pun karya dan pemeliharaan Tuhan, bukan sekadar hasil pelayanan Paulus.

Melayani Tuhan memang tidak mudah. Terkadang kita mengalami hal yang tidak mengenakkan seperti halnya Paulus yang dipenjarakan karena memberitakan Injil. Namun, inilah hak istimewa kita, yaitu turut merasakan sukacita Tuhan saat melihat orang-orang yang kita layani bertobat dan bertumbuh di dalam Tuhan. Oleh karena itu, tetaplah giat melayani Tuhan.

TUHAN ADALAH KAPTEN DARI TIM IMPIAN YANG SELALU MENANG

MAKA BETAPA ISTIMEWA APABILA KITA PUN MENJADI ANGGOTA TIM-NYA!

Penulis: Vonny Thay - www.renunganharian.net

ms.sabbath
August 15, 2010, 07:22
Diam di Gunung Tuhan

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/Praying-1.jpg

Bacaan hari ini: Mazmur 15

15:1. Mazmur Daud. TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus?
15:2 Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya,
15:3 yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya, yang tidak berbuat jahat terhadap temannya dan yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya;
15:4 yang memandang hina orang yang tersingkir, tetapi memuliakan orang yang takut akan TUHAN; yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi;
15:5 yang tidak meminjamkan uangnya dengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian, tidak akan goyah selama-lamanya.

Ayat mas hari ini: Mazmur 15:1
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 91-92; Roma 15:14-33

Pernahkah Anda merasa tak layak masuk dan beribadah di gereja? Pernahkah Anda merasa terlalu kotor untuk beribadah di rumah Tuhan? Atau, Anda merasa hidup Anda penuh keburukan, sehingga tak layak menghadap Tuhan?

Pemazmur memang menunjukkan kepada kita bahwa ada syarat untuk dapat “berdiam di gunung Tuhan”. Tidak sembarang orang boleh datang ke sana. Dalam ayat 2-5, ia mendaftar syarat-syarat itu dengan jelas. Intinya, yang layak menghampiri Tuhan adalah orang yang memiliki hidup yang bersih, serta lurus dalam segala dimensi hidupnya. Lalu kita bertanya: Bukankah setiap orang, bahkan yang berdosa, boleh datang ke rumah Tuhan dan menghampiri Tuhan?

Tentu! Namun, pengalaman merasakan kekudusan Tuhan tentu tidak diperuntukkan bagi orang yang hidup sembarangan atau orang yang beribadah hanya untuk “memenuhi kewajiban” sebagai orang kristiani. Harold Kushner dalam buku When All You’ve Ever Wanted isn’t Enough mengatakan: ”Apabila orang hidup dalam kemanusiaan yang penuh, dengan hati dan tangan yang bersih, maka orang itu dapat selalu merasakan bagaimana rasanya berada di tempat yang kudus!”

Perasaan tak layak menghadap Tuhan sesungguhnya menyimpan sesuatu yang baik. Itu menjadikan kita sadar siapa kita; menjadikan keberadaan kita apa adanya sebagai persembahan bagi Tuhan; tidak angkuh di hadapan Tuhan. Ketika kita beribadah dengan hidup yang sembarangan dijalani, ibadah hanya membuang waktu. Kita sendiri tak mengalami apa-apa. Sebaliknya, ibadah yang dilakukan dengan hati yang siap, akan membuat kita menikmati ibadah yang mengubahkan hidup.

HADIRAT TUHAN SELALU NYATA DAN ADA

BAGI SETIAP ORANG YANG MENGENAKAN JUBAH KEKUDUSAN

Penulis: Daniel K. Listijabudi - www.renunganharian.net

ms.sabbath
August 16, 2010, 03:10
Doa, sekedar ucapan sajakah ?

http://i.usatoday.net/news/_photos/2007/08/05/interracial-dating-top.jpg

Suatu kali, ada sebuah keluarga kristen, yang sedang ingin bersantap malam, di sebuah rumah makan. Seperti biasa, sebelum makan sang ayah pun memulai untuk memimpin doa, "Tuhan, kami mengucap syukur atas setiap makanan dan minuman yang Engkau sediakan buat kami pada malam hari ini. Berkatilah semua di dalam nama Yesus, Amin." Selesai berdoa, merekapun mulai makan, "Bah, Teh apa ini? Pahit sekali!""Dagingnya tidak enak. Alot!" "Rugi betul kita makan di sini" Demikian sang ayah memprotes hidangan di rumah makan itu.

Putrinya yang masih kecil melihat itu dan bertanya kepada ibunya. "Ma, Tuhan dengar ga sih doa kita sebelum makan tadi?" Sang ibu menjawab "Iya dong, tentu saja Tuhan dengar" Lalu putrinya, kemudian bertanya kepada ayahnya "Pa, apa Tuhan juga dengar kalo Papa marah-marah saat makan?" Sang ayah yang rupanya mendengar pertanyaan putrinya sebelumnya menjawab perlahan "Ehmmm, ya... sepertinya sih, Tuhan juga dengar, sayang" "Jadi, kira-kira mana yang lebih Tuhan lebih percaya? Doa atau ucapan Papa barusan?"

Semoga ilustrasi di atas bisa menjadi pelajaran buat setiap kita, sayapun juga ter-templak dengan ilustrasi tersebut. Kadang kala orang kristen berdoa layaknya seorang artis yang naik ke panggung, bahkan ada yang berdoa seperti bicara telepon. Maksudnya, saat kita berdoa, kita mungkin tampil dengan begitu manis, penuh iman, dan ucapan syukur. Namun, begitu kita membuka mata, dan menghadapi kenyataan, sikap kita sepertinya 180' berbeda. Seakan-akan Tuhan hanya mendengar saat kita menutup mata dan berdoa. Padahal di I Samuel 16:7 berkata "Tuhan melihat hati" Artinya, Ia bukan saja mendengar apa yang kita ucapkan ketika berdoa, tetapi mengetahui isi hati kita. Doa tentu saja bukan sekedar tradisi, di mana kita melapor pada Tuhan. Doa tentu saja juga bukan cara kita meyakinkan diri sendiri, tetapi doa adalah tanda penyerahan diri kita kepada-Nya. Dia Maha Tahu, tapi kita tetap perlu berdoa sebab itulah bukti kita memang percaya pada-Nya.

Sumber : HTcom

ms.sabbath
August 17, 2010, 03:46
Surat Tahunan

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/flower_9.jpg

Bacaan hari ini: Ulangan 8

8:1. "Segenap perintah, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, haruslah kamu lakukan dengan setia, supaya kamu hidup dan bertambah banyak dan kamu memasuki serta menduduki negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu.
8:2 Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak.
8:3 Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN.
8:4 Pakaianmu tidaklah menjadi buruk di tubuhmu dan kakimu tidaklah menjadi bengkak selama empat puluh tahun ini.
8:5 Maka haruslah engkau insaf, bahwa TUHAN, Allahmu, mengajari engkau seperti seseorang mengajari anaknya.
8:6 Oleh sebab itu haruslah engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan dengan takut akan Dia.
8:7 Sebab TUHAN, Allahmu, membawa engkau masuk ke dalam negeri yang baik, suatu negeri dengan sungai, mata air dan danau, yang keluar dari lembah-lembah dan gunung-gunung;
8:8 suatu negeri dengan gandum dan jelainya, dengan pohon anggur, pohon ara dan pohon delimanya; suatu negeri dengan pohon zaitun dan madunya;
8:9 suatu negeri, di mana engkau akan makan roti dengan tidak usah berhemat, di mana engkau tidak akan kekurangan apapun; suatu negeri, yang batunya mengandung besi dan dari gunungnya akan kaugali tembaga.

8:10. Dan engkau akan makan dan akan kenyang, maka engkau akan memuji TUHAN, Allahmu, karena negeri yang baik yang diberikan-Nya kepadamu itu.
8:11 Hati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, Allahmu, dengan tidak berpegang pada perintah, peraturan dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini;
8:12 dan supaya, apabila engkau sudah makan dan kenyang, mendirikan rumah-rumah yang baik serta mendiaminya,
8:13 dan apabila lembu sapimu dan kambing dombamu bertambah banyak dan emas serta perakmu bertambah banyak, dan segala yang ada padamu bertambah banyak,
8:14 jangan engkau tinggi hati, sehingga engkau melupakan TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan,
8:15 dan yang memimpin engkau melalui padang gurun yang besar dan dahsyat itu, dengan ular-ular yang ganas serta kalajengkingnya dan tanahnya yang gersang, yang tidak ada air. Dia yang membuat air keluar bagimu dari gunung batu yang keras,
8:16 dan yang di padang gurun memberi engkau makan manna, yang tidak dikenal oleh nenek moyangmu, supaya direndahkan-Nya hatimu dan dicobai-Nya engkau, hanya untuk berbuat baik kepadamu akhirnya.
8:17 Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini.
8:18 Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.
8:19 Tetapi jika engkau sama sekali melupakan TUHAN, Allahmu, dan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya, aku memperingatkan kepadamu hari ini, bahwa kamu pasti binasa;
8:20 seperti bangsa-bangsa, yang dibinasakan TUHAN di hadapanmu, kamupun akan binasa, sebab kamu tidak mau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu."

Ayat mas hari ini: Ulangan 8:2,18
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 96-98; 1 Korintus 1:1-17

Seorang ayah punya kebiasaan unik. Sejak putrinya lahir, ia mengkhususkan sebuah laci untuk menyimpan catatan-catatan berisi kisah-kisah lucu, sedih, peristiwa-peristiwa penting, pengalaman bersama keluarga, teman gereja, teman sekolah. Juga kerinduan dan harapan sang ayah terhadap masa depan putrinya. Bersama surat itu, juga ada foto-foto, buku rapor, dan berbagai benda kenangan lain. Ketika ulang tahun putrinya menjelang, ia tinggal membuka laci itu. Maka, hamburan barang dan catatan itu menolongnya merangkumkan kebaikan Tuhan yang dialami putrinya sepanjang tahun, dalam sebuah “surat tahunan”. Itulah kado utamanya bagi putrinya di setiap ulang tahunnya, yang juga selalu sangat dinanti oleh anaknya.

Sungguh indah apabila kita punya kesempatan khusus untuk mengingat segala berkat yang sudah diterima. Lebih lagi, mengingat Sang Sumber Berkat sebagai yang berdaulat atas kehidupan yang berlangsung. Seperti ketika Musa meminta bangsa Israel mengingat lagi segala kebaikan Tuhan dalam Ulangan 8. Dan, dari segala ingatan baik atas pimpinan Tuhan, membuat bangsa itu mampu mensyukuri segala hal yang dapat mereka nikmati hingga saat itu.

Demikian pula di hari ulang tahun Indonesia ini, kita mau mengingat segala berkat Tuhan pada Indonesia. Mengumpulkan segala perkara baik, prestasi, peningkatan kehidupan, dan segala kemajuan yang telah dicapai. Dari situ kita akan mampu menaikkan syukur, yang menandakan penghormatan kita kepada Allah yang berdaulat atas kehidupan bangsa ini. Dari situ pula kita dijauhkan dari sikap hati yang hanya mau menuntut, tanpa mau bersumbangsih. Selamat ulang tahun, Indonesia!

DIRGAHAYU INDONESIA, DI HARI JADIMU KAMI BERSYUKUR

SEBAB CINTA TUHAN BAGI INDONESIA, SUNGGUH TAK TERUKUR

Penulis: Agustina Wijayani - www.renunganharian.net

ms.sabbath
August 18, 2010, 03:01
Doa bagi Bangsa

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/tumblr_l7begcpJMW1qz76g8o1_500.jpg

Bacaan hari ini: Mazmur 20

20:1. Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (20-2) Kiranya TUHAN menjawab engkau pada waktu kesesakan! Kiranya nama Allah Yakub membentengi engkau!
20:2 (20-3) Kiranya dikirimkan-Nya bantuan kepadamu dari tempat kudus dan disokong-Nya engkau dari Sion.
20:3 (20-4) Kiranya diingat-Nya segala korban persembahanmu, dan disukai-Nya korban bakaranmu. Sela
20:4 (20-5) Kiranya diberikan-Nya kepadamu apa yang kaukehendaki dan dijadikan-Nya berhasil apa yang kaurancangkan.
20:5 (20-6) Kami mau bersorak-sorai tentang kemenanganmu dan mengangkat panji-panji demi nama Allah kita; kiranya TUHAN memenuhi segala permintaanmu.

20:6. (20-7) Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.
20:7 (20-8) Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita.
20:8 (20-9) Mereka rebah dan jatuh, tetapi kita bangun berdiri dan tetap tegak.
20:9 (20-10) Ya TUHAN, berikanlah kemenangan kepada raja! Jawablah kiranya kami pada waktu kami berseru!

Ayat mas hari ini: Mazmur 20:10
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 99-101; 1 Korintus 1:18-31

Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, kita terkadang gamang menyaksikan fenomena yang terjadi di negara ini. Banyak pemimpin bangsa yang seharusnya menjadi teladan dan panutan rakyat, tetapi satu demi satu digiring ke penjara. Kita pun menjadi galau dengan masa depan bangsa ini. Akan mewarisi apa kelak anak cucu kita? Utangkah? Kemiskinankah? Atau apa? Akan tetapi, kalau ditanya balik, apa sumbangan positif kita untuk bangsa ini? Kita akan gagap menjawabnya. Malahan kita balik bertanya, siapakah saya ini, sehingga dapat memberikan sesuatu yang positif?

Apakah memang benar, kita tidak berdaya dan tidak bisa berbuat apa-apa untuk bangsa kita? Saya kira tidak. Sekecil apa pun, kita bisa berperan dan memberikan sumbangan positif pada bangsa ini, asal mau. Mulailah dengan berdoa, baik secara pribadi, maupun menggalang rekan-rekan di persekutuan. Namun, jangan asal berdoa. Bukankah doa “klasik” kita setiap minggu di gereja, adalah berdoa agar Tuhan memberikan hikmat kepada pemimpin negara agar bisa memimpin rakyat dengan bijaksana?

Mazmur ini merupakan doa umat agar Allah melindungi raja. Doa ini disertai dengan pemberian persembahan dan korban bakaran sebelum berperang. Tujuannya bukanlah untuk meminta pengampunan dosa, melainkan untuk mencari perkenan Allah. Ketika Allah merespons, Dia akan menyatakan kehadiran dan perkenan-Nya dengan memberikan kemenangan kepada raja. Di samping berdoa, kita juga harus menyumbangkan sesuatu (sekecil apa pun) untuk bangsa kita. Hal itu dapat kita lakukan dengan memulai kontribusi dari kota tempat kita tinggal saat ini

DALAM KEADAAN KRITIS, MENGELUH TIADA HENTI

JUSTRU MEMBUAT KITA LETIH DAN TAK MAMPU MEMBERI ARTI

Penulis: Eddy Nugroho - www.renunganharian.net

ms.sabbath
August 19, 2010, 00:48
Formalitas

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/AZN7wsuV4qdyk6kmMGhaVbxwo1_500-1.jpg

Bacaan hari ini: Matius 12:1-14

12:1. Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya.
12:2 Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat."
12:3 Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar,
12:4 bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan bagaimana mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya maupun oleh mereka yang mengikutinya, kecuali oleh imam-imam?
12:5 Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah?
12:6 Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah.
12:7 Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah.
12:8 Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."
12:9 Setelah pergi dari sana, Yesus masuk ke rumah ibadat mereka.
12:10 Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka bertanya kepada-Nya: "Bolehkah menyembuhkan orang pada hari Sabat?" Maksud mereka ialah supaya dapat mempersalahkan Dia.
12:11 Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Jika seorang dari antara kamu mempunyai seekor domba dan domba itu terjatuh ke dalam lobang pada hari Sabat, tidakkah ia akan menangkapnya dan mengeluarkannya?
12:12 Bukankah manusia jauh lebih berharga dari pada domba? Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat."
12:13 Lalu kata Yesus kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka pulihlah tangannya itu, dan menjadi sehat seperti tangannya yang lain.

12:14. Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia.


Ayat mas hari ini: Matius 12:11
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 102-103; 1 Korintus 2

Di sebuah daerah, di mana kebanyakan penduduknya tidak memiliki mobil, gereja setempat memperbolehkan anggota jemaatnya meminjam mobil gereja. Namun, tentu saja untuk mengaturnya, jemaat harus menulis surat kepada majelis, yang kemudian akan mendiskusikannya dalam rapat dan memutuskan untuk meminjamkan atau tidak. Suatu malam, seorang anggota jemaat menelepon majelis untuk meminjam mobil guna keperluan mendadak: mengantar anaknya ke rumah sakit. Karena menurut pada aturan, sang majelis terpaksa menolak permintaan itu dan meminta jemaat tersebut untuk menulis surat terlebih dulu sesuai prosedur.

Kita mungkin tertawa membaca cuplikan cerita di atas, tetapi banyak hal serupa bisa terjadi dalam kehidupan bergereja. Aturan dan formalitas itu perlu, supaya organisasi bisa teratur, tetapi itu juga bisa menjebak dan membuat kita menjadi kaku dan dingin. Contohnya adalah kisah ketika Tuhan Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat. Bukannya bersukacita atas orang yang telah disembuhkan dan dilepaskan dari penderitaannya itu, orang-orang Farisi malah dengan gembira menemukan alasan untuk menghakimi Tuhan Yesus.

Formalitas yang terlalu kental juga cenderung membuat kita menjadi sombong rohani. Kita dengan mudah merasa bangga kalau kita memenuhi aturan A sampai Z, dan menggunakannya untuk menyalahkan orang lain. Kerap kali saat kesombongan rohani itu menguasai kita, belas kasihan kita malah makin mengering. Formalitas itu perlu untuk menjaga keteraturan, tetapi biarlah kita ingat bahwa hanya kasih karunia dan belas kasihan yang mesti jadi pendorong dari segala tindakan kita.

TUHAN MENCIPTAKAN ATURAN UNTUK MANUSIA

BUKAN MANUSIA UNTUK ATURAN

Penulis: Henry Sujaya Lie - www.renunganharian.net

ms.sabbath
August 20, 2010, 02:33
Bukan salahku !

http://www.triple-tri.com/ttblog/media/blogs/triple/cheeseburger.jpg

Bacaan hari ini: 1 Samuel 13:5-14

13:5 Adapun orang Filistin telah berkumpul untuk berperang melawan orang Israel. Dengan tiga ribu kereta, enam ribu orang pasukan berkuda dan pasukan berjalan kaki sebanyak pasir di tepi laut mereka bergerak maju dan berkemah di Mikhmas, di sebelah timur Bet-Awen.
13:6 Ketika dilihat orang-orang Israel, bahwa mereka terjepit--sebab rakyat memang terdesak--maka larilah rakyat bersembunyi di gua, keluk batu, bukit batu, liang batu dan perigi;
13:7 malah ada orang Ibrani yang menyeberangi arungan sungai Yordan menuju tanah Gad dan Gilead, sedang Saul masih di Gilgal dan seluruh rakyat mengikutinya dengan gemetar.

13:8. Ia menunggu tujuh hari lamanya sampai waktu yang ditentukan Samuel. Tetapi ketika Samuel tidak datang ke Gilgal, mulailah rakyat itu berserak-serak meninggalkan dia.
13:9 Sebab itu Saul berkata: "Bawalah kepadaku korban bakaran dan korban keselamatan itu." Lalu ia mempersembahkan korban bakaran.
13:10 Baru saja ia habis mempersembahkan korban bakaran, maka tampaklah Samuel datang. Saul pergi menyongsongnya untuk memberi salam kepadanya.
13:11 Tetapi kata Samuel: "Apa yang telah kauperbuat?" Jawab Saul: "Karena aku melihat rakyat itu berserak-serak meninggalkan aku dan engkau tidak datang pada waktu yang telah ditentukan, padahal orang Filistin telah berkumpul di Mikhmas,
13:12 maka pikirku: Sebentar lagi orang Filistin akan menyerang aku di Gilgal, padahal aku belum memohonkan belas kasihan TUHAN; sebab itu aku memberanikan diri, lalu mempersembahkan korban bakaran."
13:13 Kata Samuel kepada Saul: "Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu; sebab sedianya TUHAN mengokohkan kerajaanmu atas orang Israel untuk selama-lamanya.
13:14 Tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap. TUHAN telah memilih seorang yang berkenan di hati-Nya dan TUHAN telah menunjuk dia menjadi raja atas umat-Nya, karena engkau tidak mengikuti apa yang diperintahkan TUHAN kepadamu."


Ayat mas hari ini: 1 Samuel 13:11,12
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 104-105; 1 Korintus 3

Banyak orang Amerika mengalami kegemukan (obesitas). Lucunya, ada yang menyalahkan restoran cepat saji sebagai sumber masalah. Mereka menuntut pihak restoran bertanggung jawab, bahkan mengajukan masalah ini ke pengadilan. “Karena merekalah saya menjadi gemuk, kena serangan jantung, dan diabetes!” seru Caesar Barber, salah satu pemrotes. Begitu seringnya pihak restoran disalahkan, sampai-sampai pada 2004 keluarlah Cheeseburger Bill—undang-undang yang melindungi industri makanan cepat saji dari tuntutan hukum akibat ulah konsumen yang kegemukan.

Kita cenderung menyalahkan orang lain atas kelalaian diri sendiri. Sama seperti Raja Saul. Sebelum berperang, ia sadar bahwa upacara persembahan korban harus dilakukan oleh seorang imam. Sang imam, Samuel, sudah berjanji akan datang hari itu (1 Samuel 10:8). Namun, Saul tidak sabar menunggu. Ia memimpin sendiri upacara itu. Dengan sengaja ia melanggar aturan Tuhan. Samuel datang setelah upacara selesai. Ditegurnya Saul. Apa jawab Saul? Pertama-tama ia menyalahkan situasi. “Rakyat berserakan meninggalkan saya. Saya terpojok!” Kedua, ia menyalahkan Samuel karena “tidak datang pada waktu yang ditentukan” (ayat 11). Padahal Samuel datang pada hari yang ditetapkan! Dengan menyalahkan orang lain dan situasi, Saul merasa diri benar, padahal apa yang ia lakukan sudah ditolak Tuhan. Ia juga mengambinghitamkan orang lain. Dosanya berlipat.

Jika Anda berbuat salah, jangan berkata: “Aku jadi begini gara-gara kamu!” Stop menuding orang lain. Akui kesalahan Anda dan segeralah memperbaiki diri. Itulah pertobatan sejati.

LEBIH BAIK MENCARI APA YANG SALAH

KETIMBANG MENCARI SIAPA YANG SALAH


Penulis: Juswantori Ichwan - www.renunganharian.net

ms.sabbath
August 21, 2010, 03:53
Benar Di Hadapan Tuhan dan Manusia

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/fjf6t0uj-1.jpg

"..Keduanya adalah benar di hadapan Tuhan dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat."
( Lukas 1 : 6 )

Ternyata benar di hadapan TUHAN, belum tentu benar juga di pandangan manusia. Bahkan pada waktu itu, mereka ini menanggung aib di pandangan manusia karena Elisabet mandul dan tidak mempunyai keturunan, sekalipun mereka menyandang predikat "benar" di hadapan TUHAN.

Jangan terlalu gegabah dan cepat menghakimi, karena apa yang Anda pikir itu belum tentu seperti yang TUHAN pikirkan. Manusia itu tidak ada yang mahatahu, sebab itu kita tidak pernah dapat mengerti isi hati orang yang sebenarnya, maka kalau kita gegabah menjatuhkan penghakiman kita, salah-salah akan menjadi bumerang dalam hidup kita.

Kalau orang tidak mengerti cara berpikir TUHAN, akan terjadi kesalahpahaman dengan TUHAN seperti halnya dalam kasus Zakharia dan Elisabet. Ukuran TUHAN itu berbeda dengan ukuran kita, cara TUHAN melihat berbeda dengan cara kita, cara TUHAN mengambil keputusan dan perhitungan di baliknya berbeda dengan perhitungan kita. Adalah sangat berbahaya kalau kita menjatuhkan penghakiman atau penilaian atas hidup orang lain...

-----------------------------------------------------------------------------------

By His grace,
Pdt. Petrus Agung Purnomo
Copyright by FB Petrus Agung JKI IK

ms.sabbath
August 22, 2010, 04:39
Kasih yang Berbeda

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/tumblr_ky5ahuMHFs1qzpe8uo1_500-1.jpg

Bacaan hari ini: 2 Timotius 2:23-26

2:23 Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran,
2:24 sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar
2:25 dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran,
2:26 dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.

Ayat mas hari ini: 2 Timotius 2:25)
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 109-111; 1 Korintus 5

Suatu kali saya mendengar seorang anak perempuan berkata kepada ibunya demikian, “Bu, kok guru Sekolah Minggu tuh beda dengan guru di sekolah, ya?” Ketika sang ibu memintanya memperjelas maksudnya, ia berkata, “Kalau ada anak bandel di sekolah, pasti akan dimarahi. Tapi kalau di Sekolah Minggu, kok anak bandel justru dipeluk?” Saya jadi tercenung. Tentu saja tidak semua guru sekolah bersikap begitu. Namun, pengalaman anak tersebut bisa menggambarkan bahwa sikap “berbeda” dari guru Sekolah Minggu itu membuatnya tak takut atau malas beribadah. Sebab apa pun keadaannya, ia tahu guru-guru punya kasih yang cukup besar untuk menerimanya.

Kasih Tuhan bagi manusia juga “berbeda”. Tak biasa, bahkan tak masuk akal. Bagaimana tidak? Manusia yang gagal menjalankan hukum-Nya, malah dijangkau dan dipeluk-Nya. Manusia yang sudah tidak diterima manusia lain, yang sudah dijauhi dan dikucilkan masyarakatnya, seperti Zakheus (Lukas 19:1-10) dan wanita Samaria (Yohanes 4:4-19), malah dihampiri Tuhan. Dan, kasih-Nya yang besar itu, menyelamatkan jiwa mereka.

Kasih Tuhan yang berbeda inilah yang mesti diteruskan anak-anak Tuhan kepada orang-orang yang menjalani hidup dengan “nakal, bandel”, agar mereka selamat. Anak Tuhan perlu menunjukkan kasih yang berbeda, lebih dari yang biasa dilakukan kebanyakan orang. Yakni dengan bersikap lemah lembut, dengan berbelas kasihan pada jiwa mereka, yang perlu diselamatkan (2 Timotius 2:25). Bahkan orang yang sudah tidak diterima di mana pun, harus dapat diterima oleh anak-anak Tuhan, dengan kekuatan kasih Allah. Kasih itu dapat memenangkan jiwa mereka.

HATI SESEORANG BISA TERBUKA MENDENGAR INJIL DENGAN RELA

KETIKA KASIH MENJADI KUNCI PEMBUKANYA

Penulis: Agustina Wijayani - www.renunganharian.net

ms.sabbath
August 23, 2010, 01:05
Memberi atau Memancing?

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/tumblr_l0o0ie6g3M1qzpe8uo1_500.jpg

Bacaan hari ini: 2 Korintus 9:6-10

9:6. Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.
9:7 Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.
9:8 Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.
9:9 Seperti ada tertulis: "Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya."
9:10 Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;


Ayat mas hari ini: 2 Korintus 9:7
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 112-115; 1 Korintus 6

Tulus hati merupakan nilai batin yang penting, tetapi sulit dijumpai. Masalahnya, kita biasa memiliki harapan di balik segala pemberian dan tindakan baik. Ketika kita melakukan kebaikan, kita diam-diam bermaksud membuat orang lain yang kita tolong merasa berutang pada kita. Hal ini tak ubahnya seperti memancing—ada sesuatu yang kita harapkan sebagai imbalan dari orang yang kita tolong; bahkan dari Tuhan. Namun, ini tentu saja tidak benar. Meski begitu, orang kristiani kerap punya motif tersembunyi. Kita menjadi orang yang penuh perhitungan dengan perbuatan baik kita. Semua ada hitungan bisnisnya. Lebih lagi firman Tuhan mengatakan: “Orang yang menabur sedikit akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak akan menuai banyak juga”. Benarkah pemahaman kita ini?

Paulus mengingatkan bahwa walau orang akan diberkati sesuai apa yang ditaburnya, itu tidak berarti kita boleh “berhitung-hitung” dengan Tuhan. Memberi adalah tindakan kasih yang semestinya muncul dengan segenap ketulusan, tanpa embel-embel apa pun. Itulah sebabnya Paulus menulis: “Hendaklah masing-masing memberi menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita ... Allah sanggup melimpahkan segala anugerah kepada kamu ...” Bagi orang yang menjaga hatinya tulus dalam memberi, Allah melimpahkan berkat, yakni: “berkecukupan dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di berbagai perbuatan baik” (ayat 8).

Mari memeriksa rekam jejak (track record) kita sendiri. Sudahkah hati kita jauh dari pamrih ketika kita mengasihi dan memberi? Periksalah diri Anda dengan jujur dan berani.

SEMAKIN DALAM SESEORANG MENGENAL KASIH TUHAN

IA AKAN SEMAKIN MERASA BERUTANG KASIH KEPADA TUHAN

Penulis: Daniel K. Listijabudi - www.renunganharian.net

ms.sabbath
August 24, 2010, 04:57
Salah Bertanya

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/AZN7wsuV4qdyk6kmMGhaVbxwo1_500-1.jpg

Bacaan hari ini: Keluaran 3:10-17

3:10 Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir."

3:11. Tetapi Musa berkata kepada Allah: "Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?"
3:12 Lalu firman-Nya: "Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini."
3:13 Lalu Musa berkata kepada Allah: "Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? --apakah yang harus kujawab kepada mereka?"
3:14 Firman Allah kepada Musa: "AKU ADALAH AKU." Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu."
3:15 Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun.

3:16. Pergilah, kumpulkanlah para tua-tua Israel dan katakanlah kepada mereka: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Ishak dan Yakub, telah menampakkan diri kepadaku, serta berfirman: Aku sudah mengindahkan kamu, juga apa yang dilakukan kepadamu di Mesir.
3:17 Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir menuju ke negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.


Ayat mas hari ini: Yesaya 6:8
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 116-118; 1 Korintus 7:1-19

Ada orang berkata, “Pertanyaan yang benar sudah merupakan setengah dari jawaban yang benar”. Artinya jika salah bertanya, kita akan sukar memperoleh jawaban yang benar. Sebaliknya, jika kita mengajukan pertanyaan yang tepat, maka terbentang pula jalur menuju jawaban yang benar.

Salah satu kendala pelayanan adalah ketika kita salah bertanya. Seperti Musa yang risau dengan bertanya, “Siapakah aku?” Ia mempertanyakan kesanggupannya sendiri. “Apakah aku mampu?” Saat itu, Musa pada usia delapan puluh sudah tidak yakin akan panggilan yang pernah bergelora di hatinya empat puluh tahun sebelumnya. Kalau dulu ia gagal, apalagi sekarang. Ia merasa tak berdaya. Pertanyaannya terpusat pada dirinya. Padahal pemeran utamanya bukan Musa, melainkan Tuhan. Siapa Tuhan lebih penting daripada siapa Musa. “AKULAH AKU” lebih penting daripada “siapa aku”. Membawa Israel keluar dari Mesir adalah rencana Tuhan. Musa hanya utusan-Nya. Tuhan tak mempersoalkan apakah Musa mampu, melainkan apakah ia mau. Hal selebihnya ada dalam kendali kuasa-Nya.

Bagaimana dengan kita? Bukankah tekanan dan tantangan berat di pelayanan kerap membuat panggilan hati dan semangat kita goyah? Kita pun tergoda bertanya, “Apakah saya mampu?” Sasaran pertanyaan kita adalah “saya”. Saatnya kita mengganti pertanyaan “siapa saya” dengan “siapa Tuhan”. Dialah Tuhan Sang Pengutus. Apakah yang tidak sanggup Dia lakukan? Jika Dia mengutus, Dia pasti memperlengkapi. Ingat, pelayanan pertama-tama bukan soal kesanggupan, melainkan kesediaan kita. Tuhan hanya butuh kesediaan kita untuk berkata seperti Yesaya, “Ini aku, utuslah aku!”

JANGAN MELAKUKAN PELAYANAN KARENA MERASA SANGGUP

TETAPI MINTALAH KESANGGUPAN DARI DIA SAAT KITA MELAYANI

Penulis: Pipi Agus Dhali - www.renunganharian.net

ms.sabbath
August 25, 2010, 04:49
Merasa Cukup

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/tumblr_kq68x22gFu1qzr6ooo1_500.jpg

Bacaan: Filipi 4:4-13

4:4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!
4:5 Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!
4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
4:7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.
4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
4:9 Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.
4:10 Aku sangat bersukacita dalam Tuhan, bahwa akhirnya pikiranmu dan perasaanmu bertumbuh kembali untuk aku. Memang selalu ada perhatianmu, tetapi tidak ada kesempatan bagimu.
4:11 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.
4:12 Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.
4:13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
________________________________________

Seorang pujangga pernah menulis: “Pada umumnya, manusia itu bodoh. Saat panas, ia minta sejuk. Dan saat sejuk, ia minta panas. Selalu menginginkan hal yang berlawanan.”

Sungguh suatu pengamatan yang cermat terhadap sifat manusia! Jadi ketika kita membaca Filipi 4:11, “Aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan”, kita berpikir, Mungkinkah itu?

Bagi Paulus, hal itu mungkin. Filipi 4:12-13 menjabarkan bagaimana Paulus menanggapi situasi hidup yang dihadapinya: “Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Hubungan Paulus dengan Allah punya nilai melebihi apa pun yang dimilikinya ataupun yang tidak dimilikinya. Rasa cukup yang dimiliki Paulus bukanlah berdasarkan pada keadaannya, melainkan pada hubungannya dengan Kristus.

Paulus mengingatkan kita bahwa memiliki sikap merasa cukup tidaklah terjadi seketika, tetapi merupakan sesuatu yang kita pelajari. Ketika hubungan pribadi kita dengan Allah berkembang seiring berjalannya waktu dan melalui pengalaman, kita belajar untuk lebih mempercayai Allah dan bukan mempercayai diri sendiri. Paulus mengetahui bahwa Kristus akan memberikan kepadanya kekuatan untuk bertekun dalam keadaan apa pun yang dijumpainya (ay.13).

Tidak peduli apa pun yang Anda hadapi saat ini, Anda dapat menerima kekuatan untuk merasa cukup, melalui doa. —AL

Dunia ini dipenuhi dengan banyak hal yang baik
Yang memberi kita sukacita dan kesenangan,
Tetapi kepuasan sejati hanya didapatkan
Ketika kita mengasihi dan menghargai Kristus. —Sper

Kita menemukan kecukupan di tempat yang sama kita menemukan keselamatan—di dalam Kristus.

ms.sabbath
August 26, 2010, 03:28
Kisah Sup Batu

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/p1176_l.jpg

Bacaan hari ini: Mazmur 133

133:1. Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!
133:2 Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.
133:3 Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

Ayat mas hari ini: Mazmur 133:1
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 119:89-176; 1 Korintus 8

Alkisah ada tiga pengembara, yang dalam perjalanannya singgah di sebuah kota. Warga kota itu tak pernah bergembira, sebab mereka hidup dengan sangat mementingkan diri sendiri. Mereka mengerjakan segala sesuatu sendiri dan untuk dirinya sendiri. Selain itu, mereka suka mencurigai semua orang. Termasuk kepada tiga pengembara kelaparan yang duduk di tengah alun-alun kota mereka.

Tiga pengembara itu membuat api lalu merebus sebuah batu. “Apa yang kaubuat?” tanya seorang anak yang lewat. “Kami membuat sup batu yang sangat enak,” kata si pengembara, “tetapi akan jauh lebih enak jika ditambah sesiung kecil bawang,” lanjutnya. Anak itu pun berlari dan mengambilkan bawang. Orang-orang kota itu mulai penasaran. Mereka mengintip dan menengok satu per satu. “Sup ini akan jauh lebih enak jika ditambah wortel dan tomat. Seiris kecil daging juga membuat rasanya jauh lebih baik.” Didorong oleh rasa ingin tahu yang kuat, mereka membawakan satu per satu bahan yang disebut para pengembara. Alhasil, jadilah sup yang enak (tentu setelah batunya dibuang) dan penduduk kota ikut menikmatinya. Untuk pertama kalinya penduduk kota itu meniadakan rasa curiga dan mengalami indahnya hidup berbagi dalam kebersamaan.

Pemazmur menyebutkan betapa baiknya apabila kita hidup bersama dengan rukun. Tidak cuma berarti tinggal bersama-sama, tetapi saling menerima dan saling berbagi dalam kasih. Hidup rukun tanpa prasangka, yang menghalangi interaksi dengan sesama. Hidup harmonis ini bukan saja mendatangkan kebahagiaan bagi kita, melainkan juga bagi Allah. Seperti kata pemazmur, “… sebab ke sanalah Tuhan memerintahkan berkat ...”

ORANG YANG SELALU MENARUH CURIGA

MEMBATASI DIRINYA UNTUK BAHAGIA

Penulis: G. Sicillia Leiwakabessy - www.renunganharian.net

ms.sabbath
August 27, 2010, 04:04
Menua Atau Membaik

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/tumblr_kpufevHYKW1qzan0uo1_500.jpg

Bacaan: 2 Korintus 4:16-18

4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
4:17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.
4:18 Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.
________________________________________

Kita tahu kita sudah bertambah tua saat kita mengatakan hal-hal seperti, “Bayangkan betapa masih mudanya para pemain bisbol itu?” Dan merupakan suatu tanda penuaan yang jelas saat kita tidak lagi bertanya, “Apa kabarmu?” tetapi berkata, “Hei, mengagumkan sekali penampilanmu!”— seakan-akan kita terkejut.

Penuaan tidak terelakkan. Sayangnya, dunia telah mengajar kita untuk takut bertambah tua dan untuk menyamarkannya sebisa mungkin. Namun, penuaan sebetulnya dapat menjadi suatu hal yang sangat baik. Para murid Yesus memiliki kapasitas untuk bertumbuh lebih baik seiring bertambahnya usia. Sebagaimana Paulus mengatakannya: “Tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari” (2 Kor. 4:16).

Sebagaimana adanya tanda-tanda fisik yang menunjukkan bertambah tuanya diri kita, terdapat juga tanda-tanda yang menunjukkan bertambah baiknya diri kita. Bukannya menjadi lebih mudah tersinggung, tidak sabaran, dan menolak untuk menunjukkan kasih, murid Kristus yang bertumbuh dewasa menjadi lebih baik dalam sikap mengampuni, mengasihi, dan memberi perhatian. Bertambah tua adalah kelanjutan dari perjalanan untuk menjadi semakin serupa Yesus, yang berarti bahwa seiring berjalannya waktu, hati dan sikap kita haruslah semakin menggemakan dan mencerminkan karakter Juruselamat kita yang penuh kebaikan serta sikap-Nya yang memancarkan kasih.

Saat kita bertambah tua, marilah memakai kesempatan untuk secara rohani menjadi semakin serupa Yesus. Teman-teman kita akan melihat bahwa kita terlihat semakin baik seiring bertambahnya usia. —JMS

Benih-benih usia tersemai di masa muda, Seperti bulir gandum atau padi, benih-benih usia kan tumbuh; Namun, jika kita memeliharanya dengan kasih dan kebenaran, Tuaian mulia yang kita dapatkan. —D. De Haan

Jangan hanya bertambah tua—bertumbuhlah semakin baik sebagai seorang murid Yesus.

ms.sabbath
August 28, 2010, 03:03
Jawaban-Nya Tak Terduga

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/tumblr_kyvmkqGI9s1qzpe8uo1_500.jpg

Bacaan hari ini: Matius 14:22-33

14:22. Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.
14:23 Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.
14:24 Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.
14:25 Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air.
14:26 Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut.
14:27 Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"
14:28 Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."
14:29 Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
14:30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
14:31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
14:32 Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.
14:33 Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah."


Ayat mas hari ini: Matius 14:26
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 123-125; 1 Korintus 10:1-18

Jika Yesus berjalan di atas air pada saat hari cerah dan laut tenang, rasanya para murid akan tepuk tangan dan melonjak-lonjak menyambut kedatangan-Nya. Namun, saat itu malam gulita dan cuaca buruk. Murid-murid kepayahan mendayung perahu melawan badai. Kemunculan-Nya yang dramatis dan tidak lazim bukannya membangkitkan harapan, melainkan memperparah kecemasan dan ketakutan mereka. Tak heran mereka mengira Dia hantu!

Bukankah kita kerap mengalami persoalan serupa? Kita kepayahan menghadapi masalah hidup dan sangat mengharapkan pertolongan Tuhan. Namun, kita sulit mengenali Dia karena cara kedatangan-Nya di luar dugaan kita. Atau, bentuk pertolongan-Nya berlawanan dengan keinginan kita. Bukannya membaik, keadaan tampaknya malah semakin memburuk. Dan, kita mengira tengah dicobai oleh Iblis!

Benarkah? Seseorang pernah menulis puisi: Ia meminta kekuatan, dan Allah memberinya kesulitan untuk menjadikannya kuat. Ia meminta hikmat, dan Allah memberinya masalah untuk dipecahkan. Ia meminta kemakmuran, dan Allah memberinya otak dan kegigihan untuk bekerja. Ia meminta keberanian, dan Allah memberinya bahaya untuk diatasi. Ia meminta kasih, dan Allah memberinya orang bermasalah yang perlu ditolong. Ia meminta kemurahan, dan Allah memberinya kesempatan. Ia tidak menerima satu pun yang diinginkannya; ia menerima segala sesuatu yang diperlukannya. Doanya terjawab.

Lain kali, saat keadaan berlawanan dengan harapan kita, bersiaplah: Jangan-jangan Tuhan malah tengah datang mendekat!

TUHAN TIDAK BERJANJI MEMUASKAN KEINGINAN KITA

NAMUN DIA PASTI MENCUKUPKAN KEBUTUHAN KITA

Penulis: Arie Saptaji - www.renunganharian.net

ms.sabbath
August 29, 2010, 04:42
Pengkhotbah Bertarif

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/miracle.jpg

Bacaan hari ini: Kisah Para Rasul 20:31-38

20:31 Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata.
20:32 Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.
20:33 Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga.
20:34 Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku.
20:35 Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

20:36. Sesudah mengucapkan kata-kata itu Paulus berlutut dan berdoa bersama-sama dengan mereka semua.
20:37 Maka menangislah mereka semua tersedu-sedu dan sambil memeluk Paulus, mereka berulang-ulang mencium dia.
20:38 Mereka sangat berdukacita, terlebih-lebih karena ia katakan, bahwa mereka tidak akan melihat mukanya lagi. Lalu mereka mengantar dia ke kapal.

Ayat mas hari ini: Kisah Para Rasul 20:33
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 126-128; 1 Korintus 10:19-33

Pengkhotbah memasang tarif? Memanfaatkan nama tenar yang sudah dimiliki, seorang pengkhotbah meminta bayaran dengan nominal tertentu, serta fasilitas akomodasi kelas utama untuk pelayanan yang ia berikan. Pihak penyelenggara pun menyanggupinya. Dengan alasan, nama populer yang dimiliki sang pengkhotbah menjadi “jaminan” suksesnya acara.

Betapa kontrasnya sikap pengkhotbah tersebut dibandingkan dengan sikap Paulus. Sebagai seorang pelayan Tuhan yang telah mendirikan banyak jemaat, Paulus menjadi sangat terkenal. Namun, ketenarannya ini tidak pernah ia manfaatkan untuk meraup keuntungan bagi dirinya sendiri. Sebaliknya, dengan setia ia terus mengabdikan dirinya bagi seluruh jemaat seperti pada mulanya. Termasuk ketika pelayanannya ini sampai membuatnya mencucurkan air mata (ayat 31) atau ketika secara finansial ia harus mencukupi dirinya sendiri (ayat 34).

Keteladanan Paulus ini memberi teguran keras bagi siapa pun pada zaman ini. Kita diajar bagaimana kita mesti melayani Tuhan. Jangan sampai ketika melayani Dia, kita memanfaatkan kesepatan untuk meraup keuntungan pribadi dari mereka yang kita layani. Jangan sampai nama besar membuat kita menuntut lebih banyak fasilitas dan kenyamanan—merasa diri layak dihargai. Biarlah motivasi murni Paulus kembali membakar semangat kita untuk melayani. Dan segala kemuliaan hanya bagi Tuhan. Kemurnian dan ketulusan hati adalah kunci dalam mengabdi kepada Tuhan. Dan di situlah pelayanan kita akan berbuah banyak dan memuliakan Tuhan.

PELAYANAN BUKAN TEMPAT MENCARI KEUNTUNGAN PRIBADI

MELAINKAN TEMPAT PALING TEPAT UNTUK TULUS MENGABDI

Penulis: Alison Subiantoro - www.renunganharian.net

ms.sabbath
August 30, 2010, 04:12
Memilih untuk Bersyukur

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/tumblr_l18mnopdSP1qzpe8uo1_500-2.jpg

Bacaan hari ini: Habakuk 3:17-19

3:17 Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang,
3:18 namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.
3:19 ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku. (Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi).

Ayat mas hari ini: Habakuk 3:19
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 129-131; 1 Korintus 11:1-16

Ada cerita tentang dua anak yang bernama Ceria dan Murung. Seperti namanya, Ceria sifatnya periang dan selalu tersenyum. Sebaliknya, Murung suka mengeluh dan selalu cemberut. Suatu kali Murung mendapat hadiah telepon genggam dari orangtuanya. Ia senang sekali, tetapi tidak lama wajahnya murung lagi. Ia khawatir teman-temannya meminjam telepon genggamnya itu dan merusakkannya. Bukannya mendatangkan kegembiraan, hadiah itu malah menjadi beban buatnya.

Pada saat bersamaan, Ceria juga mendapat hadiah dari orangtuanya, yaitu kotoran kuda. Ketika menerima hadiah itu, Ceria kaget sekali, tetapi segera ia berpikir, “Ah, masa Ayah dan Ibu hanya memberi kotoran kuda, pasti ada sesuatu yang baik di balik ini.” Ia lalu menghampiri ayah dan ibunya. “Ayah dan Ibu sangat mengasihi saya, jadi tidak mungkin hanya memberi kotoran kuda. Ini pasti sebuah tanda, bahwa Ayah Ibu sudah membelikan seekor kuda buat saya,” kata Ceria seraya tersenyum dan memeluk mereka.

Cerah suramnya kehidupan kerap tidak tergantung pada kondisi di luar diri kita, tetapi pada bagaimana kita memandang dan menyikapinya. Habakuk hidup dalam masyarakat yang keras hati dan penuh dengan kejahatan (Habakuk 1:2-4). Walaupun demikian, ia tetap berpegang teguh pada imannya. Ia tidak membiarkan dirinya tenggelam dalam kesusahan. Sebaliknya, ia mengarahkan diri pada kasih dan kuasa Tuhan, karenanya ia tetap dapat bersyukur. Sekarang ini, kita mungkin tengah berada dalam kondisi yang sulit, tetapi sesungguhnya dalam keadaan demikian pun kita tetap dapat memilih untuk bersyukur.

DALAM KEADAAN APA PUN

SELALU ADA ALASAN UNTUK BERSYUKUR

Penulis: Ayub Yahya - www.renunganharian.net

ms.sabbath
August 31, 2010, 00:13
Terlalu Betah

http://static.f-lex.com/pictures/1/4/6/t/MKNasseri.jpg

Bacaan hari ini: Filipi 3:17-4:1

3:17. Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu.
3:18 Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.
3:19 Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.
3:20 Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,
3:21 yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.

4:1. Karena itu, saudara-saudara yang kukasihi dan yang kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan, hai saudara-saudaraku yang kekasih!


Ayat mas hari ini: Filipi 3:20
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 132-134; I Korintus 11:17-34

Merhan Karimi Nasseri, warga Iran, dicabut kewarganegaraannya ketika menaiki pesawat terbang menuju Paris. Paspornya diambil. Tanpa bukti kewarganegaraan, setiba di Paris ia tidak diizinkan meninggalkan bandara. Selama sebelas tahun ia tinggal di Terminal 1; mandi di toilet bandara, dan hidup dari bantuan staf bandara. Pada 1999, pemerintah Prancis akhirnya memberinya izin untuk tinggal dan bekerja. Sekarang ia bebas pergi kemana pun. Anehnya, ia memilih tetap tinggal di bandara—sudah telanjur betah. Setelah dibujuk beberapa hari, baru ia mau pergi.

Sebuah bandara, sebesar dan sebagus apa pun, bukan rumah. Begitu juga dunia ini bukan rumah sejati kita. Rasul Paulus mengingatkan, kita adalah warga surga. Kita tinggal di dunia hanya sementara. Maka, jangan sampai terlalu lekat dengan daya tarik dan kenikmatannya. Paulus prihatin melihat orang kristiani yang hidup “sebagai seteru salib Kristus” (ayat 18). Gaya hidupnya masih mementingkan perkara duniawi. Yang dikejar melulu soal makanan, kenikmatan, kemewahan, kehormatan, dan keuntungan. Sebagai warga surga, cara hidup kristiani seharusnya berbeda—mengejar hal yang bernilai kekal, seperti kasih, keadilan, dan kebenaran.

Orang yang terlalu lekat pada dunia akan takut meninggalkan dunia ini apabila saatnya tiba. Segala hal yang telah telanjur digenggam erat biasanya sangat sulit dilepaskan. Maka, bersyukurlah jika terkadang Tuhan mengizinkan kita mengalami kehilangan, baik benda, kuasa, maupun kekasih tercinta. Semuanya menyadarkan bahwa dunia bukan rumah kita. Semuanya fana dan akan lenyap.

SAAT HATI TERPIKAT OLEH SILAUNYA DUNIA

SURGA TIDAK LAGI TAMPAK MEMESONA

Penulis: Juswantori Ichwan - www.renunganharian.net

ms.sabbath
September 01, 2010, 08:57
Membawa Kebaikan

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/AZN7wsuV4qdysyk0kGeEHA9eo1_500-1.jpg

Bacaan hari ini: Kejadian 1:27-31

1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

1:29. Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.
1:30 Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian.

1:31. Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

Ayat mas hari ini: Kejadian 1:31
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 135-136; 1 Korintus 12

Dalam salah satu buku kumpulan khotbahnya, Menyembah dalam Roh dan Kebenaran, Pdt. Eka Darmaputera menulis demikian, “Dari semua makhluk ciptaan Tuhan, hanya manusia yang punya kecenderungan menyalahi dan melanggar hukum alam.” Lalu beliau mengutip sebuah sajak:

“Allah menciptakan matahari, matahari memberi sesuatu. Allah menciptakan bulan, bulan memberi sesuatu. Allah menciptakan bintang-bintang, bintang-bintang memberi sesuatu. Allah menciptakan awan-awan, awan-awan memberi sesuatu. Allah menciptakan bumi, bumi memberi sesuatu. Allah menciptakan pohon-pohon, pohon-pohon memberi sesuatu. Allah menciptakan bunga, buah, binatang, mereka memberi sesuatu. Allah menciptakan Anda dan saya, apa yang Anda dan saya beri?”

Ya, apa yang Anda dan saya beri bagi kehidupan ini? Konon, ada tiga jenis orang di dunia ini. (1) Orang yang ada atau tidak ada sama saja, tidak membuat orang lain sedih atau senang. (2) Orang yang lebih baik tidak ada; orang lain justru senang kalau ia tidak ada. (3) Orang yang kehadirannya membawa kebaikan, sehingga ketika ia tidak ada, orang lain pun merasa sedih dan kehilangan.

Pertanyaan untuk kita renungkan, orang jenis manakah kita? Semoga bukan jenis pertama, lebih-lebih bukan jenis kedua. Sebab kalau begitu kita adanya, itu berarti kita tidak memenuhi tujuan Allah menciptakan kita di dunia ini. Allah menciptakan kita—di mana pun kita berada, dan dalam peran apa pun kita hidup—untuk membawa kebaikan; memuliakan Allah, dan membuat orang lain merasa bersyukur

KITA DICIPTAKAN DENGAN TUJUAN LUHUR

SUDAHKAH KITA HIDUP SESUAI TUJUAN KITA DICIPTAKAN?

Penulis: Ayub Yahya - www.renunganharian.net

ms.sabbath
September 02, 2010, 02:52
Menyapa Zakheus

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/fjf6t0uj-1.jpg

Bacaan hari ini: Lukas 19:1-10

19:1. Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.
19:2 Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.
19:3 Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.
19:4 Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.
19:5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu."
19:6 Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.
19:7 Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa."
19:8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."
19:9 Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.
19:10 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."


Ayat mas hari ini: Lukas 19:5
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 137-139; 1 Korintus 13

Ia kaya raya, tetapi badannya pendek. Yang lebih parah, ia pemungut cukai. Artinya, ia bekerja pada orang asing; seorang antek penjajah; seorang pengkhianat bangsa. Bangsanya sangat membencinya—begitu benci sampai-sampai mereka tidak sudi mengucapkan namanya; mereka cukup menyebutnya “orang berdosa” (ayat 7). Rumahnya boleh jadi besar dan megah, tetapi orang tampaknya enggan menyambanginya. Tak heran, tak ada orang yang memberinya jalan ketika ia berusaha melihat Yesus. Ia memutar otak, dan menemukan salah satu cara paling unik untuk mendekati Sang Guru: memanjat pohon.

Bisa jadi Yesus geli melihat orang pendek itu bertengger di pohon. Namun yang tak terduga, Yesus menyapanya dengan menyebutkan namanya (ayat 5). Mungkin sudah begitu lama telinga Zakheus (ya, itu dia namanya!) tidak mendengar orang menyebutkan namanya dengan ramah. Bukan itu saja. Yesus juga mau berkunjung ke rumahnya! Betapa melonjak hati Zakheus; serbatakjub dan penuh sukacita. Tak heran, perjumpaan itu membekaskan kesan yang sangat mendalam baginya; bahkan mengubahkan arah hidupnya. Zakheus, si pendek pemungut cukai yang dibenci orang banyak, mengalami keselamatan. Ia menjadi dermawan.

Maukah kita menyapa orang lain seperti yang Yesus lakukan? Orang itu tidak mesti “musuh masyarakat” seperti Zakheus; bisa juga orang yang tidak diperhitungkan di lingkungan kita. Sapalah ia. Kenalilah pribadinya. Hargailah ia sebagai manusia. Hormatilah martabatnya. Dan, berdoalah agar Tuhan menjamahnya dan mengubahkan arah hidupnya—seperti yang terjadi pada Zakheus.

KASIH YANG TULUS ITU MENERIMA APA ADANYA

MENYENTUH HATI DAN MENGUBAHKAN HIDUP

Penulis: Arie Saptaji - www.renunganharian.net

ms.sabbath
September 02, 2010, 22:45
Kupang – Baumata

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/God-Creator-and-Sustainer-1.jpg

Bacaan hari ini: Mazmur 1

1:1. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
1:3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

1:4. Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.
1:5 Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar;
1:6 sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Ayat mas hari ini: Mazmur 1:3
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 140-142; 1 Korintus 14:1-20

Perjalanan dari Kupang menuju Baumata—sebuah daerah mata air di Timor—pada musim kering, menawarkan pengalaman unik. Ketika masih di sekitar Kupang, pemandangan menyuguhkan pohon-pohon kering dan tanah tandus. Namun, ketika mulai memasuki daerah Baumata, kita melihat pohon-pohon yang permai dan menghijau. Mata air di Baumata menjaga pohon-pohon di situ tetap segar, bahkan pada musim kering.

Bacaan firman hari ini membandingkan kehidupan dua kelompok orang. Kelompok pertama, orang yang mau hidup sejalan dengan nasihat firman Tuhan. Dan tinggal di situ. Artinya, tak henti-hentinya ia mau menerima dan mempelajari firman Tuhan (ayat 3). Itu sebabnya ia mampu bertahan dalam segala situasi sebab ia “berakar” kuat dalam Tuhan. Tak hanya itu, keberpautannya dengan firman Tuhan membuat hidupnya berbuah. Kelompok kedua adalah orang yang tidak punya firman di hatinya, hingga dosa mudah menjerat hidupnya. Dan sungguh ngeri ketika dikatakan bahwa orang semacam ini akan seperti “sekam yang ditiup angin”; hidupnya terbuang sia-sia.

Siapa tak ingin berhasil bertahan menghadapi segala keadaan, dan berbuah di hidupnya? Dengan kemampuan serta standarnya, manusia tak mungkin mempertahankan hidupnya berkenan kepada Tuhan. Untuk itu, firman-Nya mengingatkan kita lagi untuk tak kendur merenungkan firman (ayat 2). Ketika pikiran dan hati terus berisi perenungan akan firman-Nya, kita akan berakar dalam Dia yang selalu memberi kekuatan. Langkah praktisnya, kita perlu sengaja memberi waktu setiap hari untuk berwaktu teduh atau membaca Alkitab secara teratur—bisa dengan daftar Bacaan Alkitab Setahun.

INVESTASIKAN TABUNGAN FIRMAN TUHAN DI HATI ANDA

SUPAYA DAPAT MENGKLAIM HIDUP YANG BERBUAH BERSAMA-NYA

Penulis: Alison Subiantoro - www.renunganharian.net

ms.sabbath
September 04, 2010, 03:57
Pemain Piano

http://u.kaskus.us/19/tzctin0x.jpeg

Seorang ayah, yang memiliki putra yang berusia kurang lebih 5 tahun, memasukkan putranya tersebut ke sekolah musik untuk belajar piano. Ia rindu melihat anaknya kelak menjadi seorang pianis yang terkenal.

Selang beberapa waktu kemudian, di kota tersebut datang seorang pianis yang sangat terkenal. Karena ketenarannya, dalam waktu singkat tiket konser telah terjual habis. Sang ayah membeli 2 buah tiket pertunjukan, untuk dirinya dan anaknya.

Pada hari pertunjukan, satu jam sebelum konser dimulai, kursi telah terisi penuh, sang ayah duduk dan putranya tepat berada di sampingnya. Seperti layaknya seorang anak kecil, anak ini pun tidak betah duduk diam terlalu lama, tanpa sepengetahuan ayahnya, ia menyelinap pergi.

Ketika lampu gedung mulai diredupkan, sang ayah terkejut menyadari bahwa putranya tidak ada di sampingnya. Ia lebih terkejut lagi ketika melihat anaknya berada dekat panggung pertunjukan, dan sedang berjalan menghampiri piano yang akan dimainkan pianis tersebut. Didorong oleh rasa ingin tahu, tanpa takut anak tersebut duduk di depan piano dan mulai memainkan sebuah lagu, lagu yang sederhana, twinkle2 little star.

Operator lampu sorot, yang terkejut mendengar adanya suara piano mengira bahwa konser telah dimulai tanpa aba-aba terlebih dahulu, dan ia langsung menyorotkan lampunya ke tengah panggung. Seluruh penonton terkejut, melihat yang berada di panggung bukan sang pianis, tapi hanyalah seorang anak kecil. Sang pianis pun terkejut, dan bergegas naik ke atas panggung.

Melihat anak tersebut, sang pianis tidak menjadi marah, ia tersenyum dan berkata “Teruslah bermain”, dan sang anak yang mendapat ijin, meneruskan permainannya.

Sang pianis lalu duduk, di samping anak itu, dan mulai bermain mengimbangi permainan anak itu, ia mengisi semua kelemahan permainan anak itu, dan akhirnya tercipta suatu komposisi permainan yang sangat indah. Bahkan mereka seakan menyatu dalam permainan piano tersebut. Ketika mereka berdua selesai, seluruh penonton menyambut dengan meriah, karangan bunga dilemparkan ke tengah panggung.

Sang anak jadi GR (Gede Rasa), pikirnya “Gila, baru belajar piano sebulan saja sudah hebat!” Ia lupa bahwa yang disoraki oleh penonton adalah sang pianis yang duduk di sebelahnya, mengisi semua kekurangannya dan menjadikan permainannya sempurna.

Apa implikasinya dalam hidup kita ?

Kadang kita bangga akan segala rencana hebat yang kita buat, perbuatan-perbuatan besar yang telah berhasil kita lakukan. Tapi kita lupa, bahwa semua itu terjadi karena Allah ada di samping kita. Kita adalah anak kecil tadi, tanpa ada Allah di samping kita, semua yang kita lakukan akan sia-sia.

Tapi bila Allah ada di samping kita, sesederhana apapun hal yang kita lakukan hal itu akan menjadi hebat dan baik, bukan saja buat diri kita sendiri tapi juga baik bagi orang di sekitar kita.

Semoga kita tidak pernah lupa bahwa ada Allah di samping kita.

taken from http://gkpbkudussading.wordpress.com/2009/01/08/ilustrasi-dan-renungan-part-5/

ms.sabbath
September 05, 2010, 05:09
Pentingnya Wanita

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/download_002.jpg

Bacaan hari ini: Titus 2:3-5

2:3Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik
2:4 dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya,
2:5 hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat orang.

Ayat mas hari ini: Titus 2:3
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 146-147; 1 Korintus 15:1-28

Kaum wanita biasanya merupakan kelompok yang berperan besar di kebanyakan gereja. Kaum wanita yang melayani ini bisa punya segudang kegiatan; mulai dari Pendalaman Alkitab, perkunjungan, paduan suara, sampai kursus merangkai bunga. Mereka sibuk sepanjang tahun. Mulai dari kebaktian awal tahun, memasak bubur untuk Paskah subuh, pernikahan, bulan keluarga, bahkan sampai Natal dan Tahun Baru datang lagi. Setiap aktivitas gereja tak pernah lepas dari bantuan dan sentuhan tangan para wanita.

Paulus pun sudah melihat pentingnya peranan para wanita pada gereja mula-mula. Maka, Paulus menulis nasihat khusus bagi mereka. Para wanita yang lebih dewasa dinasihati supaya hidup sebagai orang yang beribadah, tidak bergosip, tidak suka pesta pora, rajin mengatur rumah tangga, dan taat pada suami (ayat 3,5). Nasihat khusus lainnya, agar mereka mendidik perempuan-perempuan muda bagaimana mengasihi suami dan anak-anak mereka (ayat 4). Tugas yang luar biasa! Dan Paulus mengatakan begitu “agar firman Allah jangan dihujat orang” (ayat 5). Artinya, peran para wanita sangat penting, bukan hanya bagi diri atau keluarga mereka, melainkan juga bagi pekabaran Injil. Para wanita punya peran penting dalam perluasan Kerajaan Allah lewat kesaksian mereka.

Perkumpulan para wanita di gereja, mestinya tidak menjadi tempat para wanita sekadar bertemu atau menyalurkan hobi. Sebab ada tugas mahapenting yang diemban: menjadi tempat para wanita bertumbuh makin serupa Kristus; membuat para wanita makin mengasihi suami dan anak-anak; dan akhirnya membawa jiwa-jiwa kepada Kristus. Bagaimana dengan kaum wanita di gereja Anda?

WANITA TIDAK HANYA DIPANGGIL UNTUK BERBENAH

TETAPI JUGA UNTUK MEMBAGI HIDUP YANG BERMAKNA

Penulis: Grace Suryani - www.renunganharian.net

ms.sabbath
September 06, 2010, 05:22
Celah

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/tumblr_l1qyg630lf1qzpe8uo1_500.jpg

Bacaan: Markus 7:1-13

(1) Pada suatu kali serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus.
(2) Mereka melihat, bahwa beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh.
(3) Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan kalau tidak melakukan pembasuhan tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang mereka;
(4) dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga.
(5) Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada-Nya: "Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?"
(6) Jawab-Nya kepada mereka: "Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
(7) Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.
(8) Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia."
(9) Yesus berkata pula kepada mereka: "Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.
(10) Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati.
(11) Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban--yaitu persembahan kepada Allah--,
(12) maka kamu tidak membiarkannya lagi berbuat sesuatupun untuk bapanya atau ibunya.
(13) Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu. Dan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan."

__________________________________________________ ____________________

Jenna, yang berusia lima tahun, memulai suatu hari dengan tidak menyenangkan. Setiap usaha untuk mengatur sekitarnya menurut keinginannya tidak ada yang berhasil. Dengan membantah tidak berhasil. Dengan mencibir tidak berhasil. Menangis pun tidak berhasil. Akhirnya ibunya mengingatkan Jenna tentang ayat Alkitab yang telah dipelajarinya: “Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau” (Mzm. 119:11).

Sepertinya Jenna memang telah memikirkan ayat ini, karena ia dengan cepat menjawab: “Tetapi Ibu, ayat itu tidak mengatakan, ‘Aku tidak akan berdosa; tetapi ayat itu menyatakan, ‘Aku jangan berdosa.’”
Jawaban Jenna ini bukanlah suatu hal yang asing lagi. Seringkali saya mendengar bantahan yang serupa di dalam pikiran saya sendiri. Celah-celah seperti ini memang menggoda, dan kita mencari-cari celah ketika ada perintah yang tidak ingin kita taati.

Yesus menyinggung masalah ini dengan para pemimpin agama yang berpikir bahwa mereka telah menemukan suatu celah dalam hukum agama mereka (Mrk. 7:1-13). Mereka menolak memberikan dukungan keuangan atau materi kepada orangtua mereka, dengan alasan bahwa mereka telah menyerahkan semua milik mereka kepada Allah, sehingga mereka pun harus membatasi pemakaian keuangan mereka. Walaupun ketidaktaatan mereka tidak terlihat menyolok, Yesus mengatakan bahwa kelakuan mereka itu tidak dapat diterima.
Kapan pun kita berusaha untuk mencari-cari celah, saat itulah kita mulai bersikap tidak taat. —JAL

Tuhan, tolonglah kami ‘tuk berserah kepada-Mu,
Untuk mengikut dan menaati-Mu,
Daripada mencari-cari celah
‘Tuk membela perbuatan dosa kami. —Sper

Apa pun alasan yang kita buat untuk tidak menaati Allah, Dia tetap menyebutnya sebagai ketidaktaatan.

ms.sabbath
September 07, 2010, 05:11
Mengikuti Petunjuk

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/Jesus-The-Light.jpg

Bacaan: Matius 7:24-29

7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
7:25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.
7:26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
7:27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."
7:28 Dan setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya,
7:29 sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka.
__________________________________________________ __________

Salah satu hobi di masa kecil saya adalah merakit mainan pesawat terbang. Setiap kali saya membuka sebuah kotak baru, hal pertama yang tampak adalah buku petunjuk, tetapi saya tidak merasa perlu untuk mengikuti petunjuk di dalam buku itu. Pikir saya, saya tahu pasti bagaimana merakit bagian demi bagian dari mainan itu. Namun, ketika saya telah merekatkan beberapa bagian dengan lem, saya baru sadar bahwa saya telah melewatkan satu langkah penting, misalnya lupa menaruh pilot di ruang kokpitnya.

Mudah saja untuk berpikir bahwa kita tidak memerlukan petunjuk-petunjuk bagi hidup kita, sampai kemudian kita baru sadar bahwa kita sudah mengacaukan segalanya. Itulah alasannya mengapa Yesus memberikan nasihat bahwa mengikuti perintah-perintah-Nya merupakan cara bijak bagi seseorang untuk membangun hidup yang aman, kokoh dan berarti (Mat. 7:24-29). Yesus baru saja mengajar orang banyak yang mendengarkan-Nya untuk memberikan pipi yang sebelah lagi untuk ditampar, berjalan satu mil lebih jauh, mengampuni musuh, dan menjual harta milik agar dapat memberi kepada orang miskin (5:39-44). Namun, mendengar semua petunjuk itu saja tidak cukup. Kuncinya ada pada melakukannya. “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu” (7:24).

Yesus menyebut orang yang tidak mengikuti petunjuk-Nya sebagai “orang yang bodoh” (ay.26). Bagi dunia, mengampuni musuh dan memberi pada orang miskin tampak seperti cara bodoh untuk menjalani hidup, tetapi percayalah pada Yesus, itulah cara yang bijaksana. —JMS

Tuhan, tolong kami untuk memperhatikan setiap firman-Mu, ‘Tuk melakukan setiap yang kubaca atau kudengar;
Saat tiap hari Engkau nyatakan kehendak-Mu,
Tolong aku ‘tuk melakukan dan menaatinya. —Fitzhugh

Untuk membangun hidup sekokoh batu karang, ikutilah petunjuk yang Yesus berikan.


Renungan Harian, Selasa 07 September 2010 (diambil dari Our Daily Bread terbitan RBC)

ms.sabbath
September 08, 2010, 04:20
Rancangan Besar

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/Women-in-your-life-07-2.jpg

Bacaan hari ini: Rut 4:14-17

4:14 Sebab itu perempuan-perempuan berkata kepada Naomi: "Terpujilah TUHAN, yang telah rela menolong engkau pada hari ini dengan seorang penebus. Termasyhurlah kiranya nama anak itu di Israel.
4:15 Dan dialah yang akan menyegarkan jiwamu dan memelihara engkau pada waktu rambutmu telah putih; sebab menantumu yang mengasihi engkau telah melahirkannya, perempuan yang lebih berharga bagimu dari tujuh anak laki-laki."
4:16 Dan Naomi mengambil anak itu serta meletakkannya pada pangkuannya dan dialah yang mengasuhnya.
4:17 Dan tetangga-tetangga perempuan memberi nama kepada anak itu, katanya: "Pada Naomi telah lahir seorang anak laki-laki"; lalu mereka menyebutkan namanya Obed. Dialah ayah Isai, ayah Daud.


Ayat mas hari ini: Pengkhotbah 3:11
Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 3-5; 2 Korintus 1

''Hidup itu penuh dengan kemalangan,'' demikian kata-kata pahit yang keluar dari mulut seorang janda bernama Naomi (Rut 1:20,21). Bayangkan kondisi seorang wanita yang baru saja ditinggal oleh suami dan bahkan anak-anak laki-lakinya. Sang janda yang malang ini hidup di tengah kelaparan di perantauan bersama kedua menantunya. Ia menolak dipanggil Naomi--yang artinya kesenangan, dan meminta dipanggil Mara, yang berarti pahit. Dan pada masa tuanya, ia hanya punya keinginan sederhana, yaitu menikmati masa tua yang tenang dengan menimang cucu. Namun, semua itu menjadi tidak mungkin sebab kedua anak lelakinya mati tanpa meninggalkan keturunan!

Bukankah kita juga demikian? Hidup kita dipenuhi dengan mimpi dan harapan. Banyak hal kita cita-citakan. Namun, ketika sesuatu terjadi dalam hidup ini dan mengandaskan impian kita, maka kita merasa hidup dan semangat kita pun hancur bersamanya. Dalam kondisi demikian, kita pun semakin sulit memahami bahwa Tuhan pasti memiliki rancangan yang baik. Bahwa Dia memiliki “mimpi” bagi hidup kita dan pasti menjadikan segala sesuatu baik pada waktunya.

Kita tahu, cerita Naomi ini adalah kisah yang berakhir dengan kebahagiaan. Pada akhirnya Alkitab menulis bahwa Naomi memangku cucunya dengan gembira pada hari tuanya (4:16). Dan bukan hanya itu, mimpi Allah bagi dirinya juga terwujud, karena pada akhirnya Naomi mengenal bahwa Allah memelihara hidupnya (ayat 14). Hari ini, jika kita menilik lagi mimpi kita yang kandas, lihatlah rancangan besar-Nya; Dia selalu ada dan memelihara dengan sempurna

MIMPI BESAR KITA MUNGKIN BISA KANDAS

TETAPI KITA HARUS YAKIN PENYERTAAN-NYA TAK PERNAH LEPAS

Penulis: Henry Sujaya Lie - www.renunganharian.net

ms.sabbath
September 09, 2010, 05:16
Melayani di Negeri Asing

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/balloons3.jpg

Bacaan hari ini: 1 Petrus 2:11-17

2:11 padahal malaikat-malaikat sendiri, yang sekalipun lebih kuat dan lebih berkuasa dari pada mereka, tidak memakai kata-kata hujat, kalau malaikat-malaikat menuntut hukuman atas mereka di hadapan Allah.
2:12 Tetapi mereka itu sama dengan hewan yang tidak berakal, sama dengan binatang yang hanya dilahirkan untuk ditangkap dan dimusnahkan. Mereka menghujat apa yang tidak mereka ketahui, sehingga oleh perbuatan mereka yang jahat mereka sendiri akan binasa seperti binatang liar,
2:13 dan akan mengalami nasib yang buruk sebagai upah kejahatan mereka. Berfoya-foya pada siang hari, mereka anggap kenikmatan. Mereka adalah kotoran dan noda, yang mabuk dalam hawa nafsu mereka kalau mereka duduk makan minum bersama-sama dengan kamu.
2:14 Mata mereka penuh nafsu zinah dan mereka tidak pernah jemu berbuat dosa. Mereka memikat orang-orang yang lemah. Hati mereka telah terlatih dalam keserakahan. Mereka adalah orang-orang yang terkutuk!
2:15 Oleh karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka, lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat.
2:16 Tetapi Bileam beroleh peringatan keras untuk kejahatannya, sebab keledai beban yang bisu berbicara dengan suara manusia dan mencegah kebebalan nabi itu.
2:17 Guru-guru palsu itu adalah seperti mata air yang kering, seperti kabut yang dihalaukan taufan; bagi mereka telah tersedia tempat dalam kegelapan yang paling dahsyat.


Ayat mas hari ini: 1 Petrus 2:12
Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 6-7; 2 Korintus 2

Mudiro bekerja sebagai penerjemah di Beijing sejak 1964 atas undangan pemerintah Cina. Ketika hubungan diplomatik Cina dan Indonesia terputus pada 1965, hubungannya dengan keluarga besarnya ikut terganjal. Ia tidak bisa pulang ke tanah air karena tidak lagi memiliki paspor Indonesia. Maka, ia memutuskan tetap bekerja dan menghabiskan masa kontraknya. “Ada perasaan tidak enak, kecewa, sedih, dan terasing dari keluarga serta masyarakat negeri sendiri,” katanya. Namun, ia tidak mau larut oleh keadaan. “Kesedihan dalam keterasingan segera hilang setelah saya menyadari ada pekerjaan, ada tugas dan kewajiban, ada panggilan yang harus saya laksanakan. Tugas mengajarkan bahasa Indonesia dan memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada orang Tiongkok,” katanya lagi. Baru pada 2002, ia mendapatkan kembali paspor Indonesia.

Petrus menulis surat kepada orang-orang percaya yang disebutnya “pendatang dan perantau”. Itulah hubungan orang percaya, warga Kerajaan Allah, dengan dunia ini: warga asing. Dunia bukan saja tak memiliki “hubungan diplomatik” dengan Kerajaan Allah, melainkan cenderung mengabaikan, bahkan memusuhi Allah. Orang percaya dalam masa penantiannya di “perantauan” bertugas memperkenalkan dan mempermuliakan Allah lewat gaya hidup mereka.

Di sekitar kita tentu ada orang-orang yang tidak memahami kekristenan. Bahkan, terkadang sikap dan tindakan mereka mengganggu pekerjaan pelayanan kita. Namun, Tuhan mau kita tetap berbuat baik dan bersikap ramah kepada siapa saja; dengan terus berharap bahwa melalui setiap perbuatan baik kita, mereka dapat mengenal Allah yang kita sembah

APAKAH KITA MENGIKUTI ARUS GAYA HIDUP DUNIA

ATAU KITA MEMPERKENALKAN GAYA HIDUP ALA KERAJAAN ALLAH?

Penulis: Arie Saptaji - www.renunganharian.net

ms.sabbath
September 11, 2010, 05:26
Jangan Takut Gagal

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/tumblr_l69ynq0pki1qzospvo1_500.jpg

Bacaan hari ini: Kisah Para Rasul 15:35-41

15:35 Paulus dan Barnabas tinggal beberapa lama di Antiokhia. Mereka bersama-sama dengan banyak orang lain mengajar dan memberitakan firman Tuhan.

15:36. Tetapi beberapa waktu kemudian berkatalah Paulus kepada Barnabas: "Baiklah kita kembali kepada saudara-saudara kita di setiap kota, di mana kita telah memberitakan firman Tuhan, untuk melihat, bagaimana keadaan mereka."
15:37 Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus;
15:38 tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka.
15:39 Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus.
15:40 Tetapi Paulus memilih Silas, dan sesudah diserahkan oleh saudara-saudara itu kepada kasih karunia Tuhan
15:41 berangkatlah ia mengelilingi Siria dan Kilikia sambil meneguhkan jemaat-jemaat di situ.

Ayat mas hari ini: Kisah Para Rasul 15:38
Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 10-12; 2 Korintus 4

Michael Jordan, bintang NBA yang pernah paling populer berkata, “Saya bisa menerima kegagalan karena setiap orang bisa gagal menyelesaikan pekerjaan. Namun, saya tidak bisa menerima mereka yang tidak mau mencoba.” Sekali gagal, tidak berarti Anda telah mati. Akan tetapi, Anda dianggap mati jika telah putus asa. Tak seorang pun mau menerima dan mengharapkan kegagalan terjadi dalam hidupnya. Walau demikian, pada akhirnya kita akan mengalami kegagalan. Sebagian orang menjadi putus asa dan menyerah kalah, sementara sebagian orang lagi bersikap tegar dan melihat kegagalan sebagai proses yang mesti terjadi di hidupnya.

Takut mengalami kegagalan hanya akan membuat jiwa kita kerdil dan tak pernah mengalami terobosan-terobosan baru yang dikerjakan Allah dalam hidup kita. Dalam Alkitab, kita menjumpai seorang muda bernama Markus. Ia mengalami kegagalan saat membantu pelayanan Paulus dan Barnabas. Namun, sekalipun ia gagal dan menyebabkan retaknya hubungan Paulus dan Barnabas (ayat 39), ia tak mau berlarut-larut dalam kegagalan itu. Sebaliknya, ia mencoba bangkit dan melihat kegagalan sebagai proses pendewasaan. Itu sebabnya, Markus yang pernah gagal itu dipakai Tuhan untuk menulis salah satu kitab Injil.

Sebagai orang percaya, kita harus melihat kegagalan dengan kacamata positif. Sehingga, kita menjadi optimis dan berani mengadakan perubahan demi kemajuan diri. Mencoba lalu mengalami kegagalan jauh lebih baik daripada seolah-olah tidak pernah gagal karena tidak berani mengambil risiko untuk mencoba. Apakah Anda sedang mengalami kegagalan? Bangkit dan jangan menyerah!

ORANG YANG OPTIMIS SELALU BISA MELIHAT KESEMPATAN BELAJAR

BAHKAN DARI KESALAHAN DAN KEGAGALAN

Penulis: Petrus Kwik - www.renunganharian.net

ms.sabbath
September 12, 2010, 04:53
Tempat Terpencil

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/tumblr_kr9uzoLZQp1qzfv7vo1_400-1.jpg

Bacaan hari ini: Kisah Para Rasul 9:36-39

9:36. Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita--dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah.
9:37 Tetapi pada waktu itu ia sakit lalu meninggal. Dan setelah dimandikan, mayatnya dibaringkan di ruang atas.
9:38 Lida dekat dengan Yope. Ketika murid-murid mendengar, bahwa Petrus ada di Lida, mereka menyuruh dua orang kepadanya dengan permintaan: "Segeralah datang ke tempat kami."
9:39 Maka berkemaslah Petrus dan berangkat bersama-sama dengan mereka. Setelah sampai di sana, ia dibawa ke ruang atas dan semua janda datang berdiri dekatnya dan sambil menangis mereka menunjukkan kepadanya semua baju dan pakaian, yang dibuat Dorkas waktu ia masih hidup.


Ayat mas hari ini: Kisah Para Rasul 9:36
Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 13-15; 2 Korintus 5

Di sebuah tempat terpencil di Sulawesi Tengah, seorang hamba Tuhan yang masih muda menceritakan bahwa khotbahnya bukan cuma apa yang disampaikan lewat mimbar pada setiap hari Minggu. Khotbahnya yang sesungguhnya adalah apa yang ia lakukan di tengah jemaat. Ia menyulam sapu tangan sebagai hadiah hari Ibu; ia mengajari jemaat memasak minyak kelapa; ia mengajari anak-anak membaca dan menulis; ia mengajari para remaja bernyanyi dan menari; ia bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhannya; ia membawa hasil bumi ke pasar dan menukarnya dengan apa yang dibutuhkan oleh jemaat; ia berbagi cara mengolah hasil bumi dengan jemaat.

Tabita atau Dorkas dalam kisah Alkitab yang kita baca hari ini, adalah seorang perempuan biasa yang takut akan Tuhan. Ia tinggal di kota kecil bernama Yope--kota yang berada di tepi laut dan sama sekali bukan kota terkenal pada masa itu. Tabita tidak berkhotbah di mimbar. Namun, ia “berkhotbah” melalui perbuatan baik dan sedekah yang ia lakukan, antara lain dengan membuatkan pakaian untuk perempuan-perempuan miskin di kota itu. Ya, di sebuah kota kecil yang tidak terkenal, ada seorang murid Tuhan yang berhati mulia.

Barangkali Anda tinggal di sebuah daerah kecil, tidak terkenal sama sekali. Namun, pasti ada banyak hal---sesederhana apa pun, yang dapat Anda lakukan bagi Tuhan, yang menempatkan Anda di sana dengan maksud baik. Dan andai Tuhan punya catatan harian, saya membayangkan, di sana tertulis: “Di daerah … (tempat tinggal Anda) … ada seorang bernama … (nama Anda) …. Ia murid-Ku yang sangat rajin berbuat baik.” Bagaimana pendapat Anda?

WALAU HAMBA-NYA ADA DI TEMPAT TERPENCIL

DI HATI TUHAN IA SAMA SEKALI TIDAK TERKUCIL

Penulis: G. Sicillia Leiwakabessy - www.renunganharian.net

ms.sabbath
September 13, 2010, 05:30
Wanna be a true worshiper ? Learn from these dogs


http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/praying-2.jpg

Learn from dog? Yang bener aja..... apa salah ketik kata?
No friends..... ini nggak salah. Learn from dog.
Kenapa saya berani bilang begitu?
Bukan untuk merendahkan derajat manusia loh, ... tapi karena makna yang dikandung oleh kata 'worship' itu sendiri.

Di Perjanjian Baru Terjemahan Inggris King James Version ada 44 kali kata worship disebutkan. Bila merujuk kepada bahasa aslinya yaitu bahasa Yunani (Greek), maka dari 44 kata worship ini, 34 kali diantaranya (77%) menggunakan kata Yunani PROSKUNEO (berdasarkan STRONG's Bible Concordance). Sisanya, 10 kata worship lainnya, terbagi menjadi kata 6 kata Yunani seperti Sebomai (3x), Enopion (1x), Doxa (1x), Latreuo (3x), Eusebeo (1x), dan Ethelothreskeia (1x).

Melihat statistik ini, saya menyimpulkan kata PROSKUNEO untuk menerjemahkan 'WORSHIP' tentulah sangat penting sekali. (Pada saat Tuhan Yesus mengajarkan kepada perempuan Samaria tentang bagaimana 'worship' dengan benar, dalam Yohanes 4:20-24, juga menggunakan kata 'Proskuneo')

Apa sih arti Proskuneo?

Proskuneo berasal dari kata pros (nearness at), dan kuon (a dog), dan bila digabungkan menjadi : 'like a dog licking his master's hand'.
Seperti seekor anjing yang menjilati tangan tuannya.
Seperti itulah kata worship diterjemahkan dalam bahasa aslinya.

Kenapa yah Tuhan mau penerjemahannya seperti itu?

Fakta membuktikan tidak ada anjing yang tidak suka menjilat majikannya. Hal pertama yang dilakukannya ketika bertemu dengan tuannya, adalah menjilat, sampai pemiliknya kewalahan. Sampai-sampai ada training bagaimana supaya mengurangi kebiasaan anjing yang suka menjilat. Kenapa yah anjing suka menjilat?

Dalam sebuah artikel tentang "Why Do Dogs Follow and Lick You?" dijelaskan bahwa:
'Licking is a sign of affection, submission, a way to get acquainted with the environment and as a way to communicate with its master'.

Ternyata menjilat itu adalah cara anjing mengekpresikan perasaannya dan cara berkomunikasi dengan tuannya. Anjing adalah hewan yang sangat sensitif dan dapat merasakan perasaan yang dialami tuannya. Nggak heran anjing selalu ingin berbagi rasa dengan tuannya. Ketika tuannya bahagia, ia juga ingin berbagi bahagia, ketika tuannya sedang sedih atau menghadapi masalah, ia dapat merasakannya dan ingin menghibur tuannya.Yaah, ... satu-satunya hewan yang bisa mengasihi, yang bisa setia, dan bisa berbagi rasa dan berkomunikasi dengan tuannya hanyalah anjing.

Hubungan hamba dengan tuannya dapat dideskripsikan dengan begitu luar biasa oleh seekor anjing. Dan yang lebih luar biasa lagi, hubungan hamba dan tuan ini tidak hanya sekedar ketaatan dan submission, bukan hanya sekedar kewajiban, tapi lebih dari itu, yaitu hubungan kasih, perasaan, dan kesetiaan. Nggak percaya?
Baca saja the true stories berikut ini. It's all about dogs.


"I WANT TO BE NEAR YOU"

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/PGP20R20831.jpg

Bobby adalah seekor anjing milik seorang polisi bernama John Gray di Edinburgh pada abad ke 18. Selama 2 tahun Bobby hidup tidak terpisahkan dari tuannya. Tetapi pada tahun 1858 John Gray meninggal karena penyakit tbc dan dikuburkan di pekuburan di kota tsb. Sementara Bobby sang anjing, mati 14 tahun kemudian yaitu tahun 1872.
Lantas apa istimewanya Bobby?

Selama 14 tahun sisa hidupnya setelah ditinggal mati oleh tuannya, Bobby menghabiskan 14 tahun hidupnya itu dengan duduk di makam tuannya.14 tahun menjagai makam tuannya!!! Bobby hanya beranjak dari kubur itu ketika akan mencari makan di restoran sekitar kubur itu atau ketika musim dingin harus mencari tempat berlindung dari salju.

Waktu bersama yang sangat singkat, hanya 2 tahun, memberi kekuatan kepada Bobby untuk setia dekat dengan tuannya selama 14 tahun kemudian (walaupun hanya di atas kuburan tuannya). He spent the rest of his life just to be near with his master.
Masyarakat menghargai kesetiaan Bobby. Patung Bobby didirikan untuk mengenang kesetiaan dan kasihnya kepada tuannya yang tak lekang dimakan waktu. Sampai maut memisahkan. Dan di atas kuburan Bobby (berlokasi dekat makam tuannya) didirikan sebuah batu granit yang bertuliskan:

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/bobby3.jpg

Di sana sini banyak berita tentang kasih manusia yang mudah renggang,tapi Bobby menunjukkan kerinduan dekat dengan tuannya yang tidak pernah sirna, sampai maut memisahkan, yang mengharukan banyak orang hingga kini.


ALL BECAUSE OF LOVE, NO MATTER WHAT THE COST

Another Bobby, seekor anjing Scotch Collie milik Frank and Elizabeth Brazier, ikut berlibur bersama majikannya dalam suatu liburan musim panas tahun 1923. Malang dalam perjalanan tersebut Bobby terpisah dari tuannya.Pencarian seksama dilakukan tapi hasilnya nihil. Dengan sangat sedih keluarga Brazier kembali ke rumah mereka tanpa Bobby, dan tidak ada harapan akan dapat bertemu lagi.

6 bulan kemudian .... ada seekor anjing yang berdiri dalam keadaan yang sangat menyedihkan di depan pintu rumah keluarga ini. Dia adalah Bobby !!!

Bau, kudisan, kurus kering dan tampak kondisi kaki yang sangat menyedihkan karena banyak berjalan.Bila diukur jarak dari tempat Bobby hilang hingga ke rumah keluarga Brazier, maka Bobby menempuh jarak 2,800 miles atau 4,506 kilometer untuk bisa bertemu kembali dengan keluarga tuannya.Susah membayangkan seberapa jauh jarak 4,506 km?Kira-kira pulang pergi Jakarta-Bandung lewat tol Cipularang sebanyak 39 kali !!! Jalan kaki !!!

Ada pepatah untuk orang yang sedang jatuh cinta "Gunung pun akan kudaki, laut pun kuseberangi" ... tapi baru hujan sedikit udah membatalkan janji.Tidak demikian dengan Bobby. Dia bayar harganya, seberapapun itu, semata hanya supaya bisa bertemu lagi dengan tuannya.Jarak sejauh itu, dan dalam waktu yang tidak singkat, .....6 bulan !!!, dengan kondisi tubuh yang semakin lemah, tidak bisa menyurutkan hasratnya untuk bisa bertemu kembali dengan tuannya.Lewat gurun, sungai, bahkan dihadang musim dingin, Bobby berjalan terus tanpa pernah tahu kompas untuk menunjukkan jalan.Banyak orang tidak mengerti bagaimana Bobby bisa menemukan jalan kembali dalam jarak yang sangat jauh tersebut.Tapi semua orang setuju bahwa kompas atau penunjuk jalan Bobby adalah kasihnya kepada majikannya.His true compass is his true love.Sebagaimana Bobby dari Edinburgh, Bobby dari Oregon ini juga menuai perhatian dan penghargaan masyarakat.


REFUSED TO FORGET

http://img25.imageshack.us/img25/2664/hachikos.jpg

Rasanya saat ini hampir semua mengenal dan mengetahui kisah Hachiko, seekor anjing dari Jepang yang kisah hidupnya sampai-sampai difilmkan oleh Hollywood. Masih ingat kan Hachiko the movie, dengan bintangnya Richard Gere? Film yang sangat menguras air mata. Saya juga sudah memuat kisah Hachi jauh sebelum film tersebut dibuat, karena sangat diberkati dengan kisah kesetiaannya.

16 bulan dilalui Hachi dengan setia mengantar dan menjemput majikannya Profesor Ueno ke stasiun kereta Shibuya sampai suatu ketika di tahun 1925 sang Profesor terkena serangan stroke fatal seusai mengikuti rapat di kampus dan meninggal seketika. Jenazahnya dibawa ke kampung halamannya dan dikebumikan di sana.Hachi yang tidak pernah tahu bahwa majikan yang dikasihinya sudah tidak ada lagi di muka bumi ini, tetap menanti dengan setia, setiap pagi dan sore di stasiun kereta tersebut seperti yang biasa dilakukannya.

Tidak sedikit perlakuan kasar yang dialami anjing yang sudah tidak bertuan ini di stasiun tsb, tapi Hachi tetap menanti. Setelah 7 tahun menanti, kisah Hachi si anjing yang setia ini mulai diberitakan di surat kabar. Hachi menjadi terkenal, dan orang-orang mulai memberi perhatian dan menyayanginya.

Kehidupan yang berubah 180 derajat, tidak lagi diperlakukan kasar, tidak membuat Hachi melupakan tuannya. Hachi tetap setia menanti pagi dan sore hari, sampai maut memisahkan. 8 Maret 1935 Hachi mati dalam penantian.Kehidupan bersama majikannya yang begitu singkat, hanya 16 bulan, mampu membuat Hachi menanti selama 10 tahun. He refused to forget. Anjing yang sangat setia ini dianggap pantas untuk menyandang penghargaan "The World's Most Loyal Dog".

GOD IS SEEKING PROSKUNETES

But the hour is coming, and now is, when the true worshipers (proskunetes) will worship (proskuneo) the Father in spirit and truth; for the Father is seeking such to worship (proskuneo) Him. (John 4:23, NKJV)

Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
(Yohanes 4:23)

Father is seeking the true worshipers (Proskunetes) to worship Him.
Proskunetes adalah orang yang proskuneo.Rasanya saya nggak perlu menjelaskan lebih detail tentang hal ini.Teman-teman sudah baca beberapa true story tentang cinta dan kesetiaan seekor anjing kepada tuannya.Saya percaya kisah itu berbicara.

WANNA BE A TRUE WORSHIPER?
Do Proskuneo. Be a Proskunetes.

sumber : Julitamanik (http://julitamanik.blogspot.com/2010/06/wanna-be-true-worshiper-learn-from.html)

ms.sabbath
September 14, 2010, 05:36
Sedapat-dapatnya

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/miki_sato1.jpg

Bacaan hari ini: Roma 12:9-21

12:9 Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.
12:10 Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.
12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.
12:12 Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!
12:13 Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan!
12:14 Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!
12:15 Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!
12:16 Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!
12:17 Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!
12:18 Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!
12:19 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.
12:20 Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.
12:21 Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

Ayat mas hari ini: Roma 12:18
Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 19-21; 2 Korintus 7

Tidak ada manusia yang sempurna, siapa pun orang tersebut. Sepandai-pandainya tupai melompat, sekali waktu ia akan jatuh juga. Di atas bintang masih ada langit. Semua prestasi yang dicapai manusia, pasti ada batasnya. Daya jangkau manusia selalu terbatas. Selalu saja masih di bawah standar “kesempurnaan”.

Paulus sadar akan hal itu. Itulah sebabnya tatkala ia memberi nasihat kepada jemaat, ia tidak menuntut kesempurnaan. Ia tidak menunjuk kepada anjuran yang muluk-muluk. “Janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana” (ayat 16). Bahkan, dalam hal menerapkan kebaikan pun, kita harus tetap realistis. Melakukannya sebisa mungkin, sejauh yang dapat kita upayakan. Oleh karena itu, ia menambahkan kalimat “sedapat-dapatnya”.

Di ruang praktik seorang dokter kenalan saya, terpasang tulisan di dinding yang menjadi prinsipnya dalam bekerja. Bunyinya begini:

Sedapat-dapatnya lakukanlah semua yang baik

Sedapat-dapatnya dengan segala macam cara dan upaya

Sedapat-dapatnya di segala waktu yang ada

Sedapat-dapatnya kepada siapa saja yang kamu temui

Sedapat-dapatnya selama mungkin kamu bisa melakukannya

Saya rasa ia benar. Begitulah semangat yang seharusnya merasuki orang kristiani. Tak terlalu muluk hingga tak terlaksana apa-apa, tetapi tidak juga menjadi malas. Melakukan kehendak Tuhan dengan tekad “sedapat-dapatnya”. Tak lebih dan tak kurang dari itu.

MARI KITA AKUI KETIDAKSEMPURNAAN KITA

SAMBIL BERTEKAD MENJANGKAU SEDAPAT MUNGKIN YANG KITA BISA

Penulis: Pipi Agus Dhali - www.renunganharian.net

ms.sabbath
September 15, 2010, 04:16
Kekuatan Pikiran

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/tumblr_krab7zd5pB1qzr91ro1_500.jpg

Bacaan hari ini: Filipi 4:1-9

4:1. Karena itu, saudara-saudara yang kukasihi dan yang kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan, hai saudara-saudaraku yang kekasih!
4:2 Euodia kunasihati dan Sintikhe kunasihati, supaya sehati sepikir dalam Tuhan.
4:3 Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia: tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan.
4:4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!
4:5 Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!
4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
4:7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.
4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
4:9 Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.


Ayat mas hari ini: Filipi 4:8
Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 22-24; 2 Korintus 8

Sejak kecil Tara Holland sudah bermimpi menjadi Miss America. Impiannya nyaris kandas setelah beberapa kali ikut kontes dan tidak menang. Bukannya putus asa, Tara terus berusaha. Akhirnya, pada 1997 ia sungguh-sungguh terpilih menjadi Miss America. Ketika ditanya seorang wartawan apakah ia canggung berjalan di atas panggung? Tara menjawab, “Tidak, karena saya sudah berjalan di atas panggung ribuan kali dalam pikiran saya.”

Ada pepatah dalam bahasa Latin: Fortis imaginatio generat casum. Artinya, imajinasi yang jelas menghasilkan kenyataan. Sejalan dengan yang dikatakan Marcus Aurelius dalam karyanya Meditations (Perenungan): “Profil kehidupan kita akan persis sama dengan apa yang kita pikirkan”. Dengan kata lain, pikiran memiliki pengaruh sangat besar dalam kehidupan seseorang.


Ketika yang ada dalam pikiran kita adalah hal-hal yang negatif—kepedihan, keluhan, kemarahan, kebencian, dan kegagalan, hidup kita akan terasa suram dan kelam. Sebaliknya kalau pikiran kita sarat dengan hal-hal positif—kesuksesan, kasih, sukacita, kebaikan, dan kebahagiaan, dunia pun akan terasa cerah. Pikiran ibarat kacamata kehidupan, menentukan cerah suramnya apa yang kita lihat.

Ketika menulis surat Filipi, Rasul Paulus sedang dipenjara. Dengan kondisi demikian ia punya banyak alasan untuk mengeluh. Akan tetapi, ia tidak membiarkan dirinya terjebak dalam pikiran negatif. Karena itu surat Filipi jauh dari gambaran suram dan buram. Sebaliknya, justru penuh dengan ungkapan sukacita dan luapan pengharapan

BIASAKAN BERPIKIR POSITIF

HIDUP AKAN TERASA LEBIH CERAH

Penulis: Ayub Yahya - www.renunganharian.net

ms.sabbath
September 16, 2010, 09:27
Ban Serep

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/tire-450.jpg

Bacaan hari ini: Efesus 6:10-20

6:10. Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.
6:11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;
6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
6:13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.
6:14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,
6:15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;
6:16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,
6:17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,
6:18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,

6:19. juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil,
6:20 yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.


Ayat mas hari ini: Efesus 6:18
Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 25-26; 2 Korintus 9

Diana adalah wanita karier. Setiap hari hidupnya lekat dengan setir kemudi. Ia biasa menyetir sendiri mobil sedannya ke mana-mana. Suatu hari ban mobilnya bocor di jalan tol. Segera ia menelepon teman untuk minta bantuan. “Di mobilmu pasti ada ban serep,” seru temannya, “Tahukah kamu cara memasangnya?” Diana menjawab: “Jangankan memasangnya, di mana letak ban serep itu saja aku tidak tahu!” Ban serep memang jarang diperhatikan. Ia baru diingat dan dicari saat kondisi sedang darurat.

Sama halnya dengan doa. Orang sering memandang doa sebagai ban serep. Mereka tekun berdoa saat hidup sudah terasa tidak karuan. Begitu jalan hidup kembali lapang, doa pun menghilang. Sikap ini bertentangan dengan pandangan Rasul Paulus. Ia memandang doa sebagai “senjata Allah”. Doa harus terus dikenakan agar orang beriman dapat bertahan dalam godaan. Ia harus dinaikkan “setiap waktu” (ayat 18). Kata “waktu” di sini memakai istilah kairos yang berarti kesempatan. Jadi, berdoalah pada setiap kesempatan yang muncul. Berdoa setiap waktu bukan berarti 24 jam kita harus melipat tangan dan menutup mata, melainkan terus hidup dalam kontak batin dengan Tuhan. Menyadari kehadiran-Nya. Doa harus dijadikan setir kemudi. Sesuatu yang utama, penting, dan mengendalikan sepak terjang kita. Dengan hidup dalam suasana doa, Tuhan bisa memimpin kita berkata dan bertindak sesuai kehendak-Nya. Kita bisa terus sehati sepikir dengan-Nya (ayat 19,20).

Cobalah periksa kehidupan doa Anda akhir-akhir ini. Bagi Anda, apakah doa menjadi sekadar ban serep, atau menjadi setir kemudi yang mengendalikan arah hidup Anda?

BERDOA SETIAP WAKTU

MENGHINDARKAN KITA DARI MASALAH YANG TIDAK PERLU

Penulis: Juswantori Ichwan - www.renunganharian.net

ms.sabbath
September 17, 2010, 10:40
Piring-piring Cantik

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/plates1.jpg

Bacaan hari ini: 2 Timotius 2:19-22

2:19. Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan."
2:20 Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.
2:21 Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.

2:22. Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.


Ayat mas hari ini: 2 Timotius 2:19
Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 27-29; 2 Korintus 10

Setiap kali hendak menata meja makan, ibu saya selalu menekankan satu hal: Pakailah piring yang bagus untuk menyajikan hidangan di meja makan. Apalagi kalau ada tamu, pasti peralatan makan yang terbaik akan dikeluarkan. Ibu saya akan selalu memprotes kalau saya dengan acuh memakai piring yang ”sudah jelek”, apalagi ada bekas gosong atau retak, untuk menyajikan hidangan.

Dalam bacaan kita hari ini, Paulus menggambarkan bahwa “di dalam rumah ada perabotan-perabotan yang dipakai untuk maksud mulia”--yakni yang terbuat dari emas dan perak, dan ada juga perabotan yang akan dipakai untuk maksud yang ”kurang mulia”--yakni yang terbuat dari kayu dan tanah (ayat 20). Dari gambaran tersebut, kita semua tentu ingin dipakai Tuhan untuk memenuhi maksud-maksud yang mulia, untuk melakukan pekerjaan yang besar. Maka, firman Tuhan menunjukkan caranya. Pertama, datang kepada Kristus melalui doa, dengan hati yang murni. Mengakui bahwa kita membutuhkan pertolongan Tuhan. Kedua, dengan menyucikan diri dari hal-hal yang jahat (ayat 21). Menjauhi nafsu yang menuruti keinginan daging. Menjauhi berarti tidak mau berkompromi. Ketiga, jika dulu kita memakai waktu untuk juga mengejar hal-hal yang salah, kini kita harus memakai waktu yang ada untuk mengejar keadilan, kesetiaan, kasih, dan damai. Terakhir, kita perlu tekun bersekutu dengan saudara-saudara seiman (ayat 22).

Tuhan rindu memakai kita untuk mengerjakan hal-hal yang besar. Bersediakah kita menyucikan diri dari segala kejahatan supaya kita siap dan layak dipakai Tuhan?

SUDAHKAH HIDUP KITA “DIBERSIHKAN” OLEH KEMURAHAN-NYA

AGAR LAYAK UNTUK DIPAKAI TUHAN HARI INI?

Penulis: Grace Suryani - www.renunganharian.net

ms.sabbath
September 18, 2010, 05:36
Peran Pasangan

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/pvEeWXjZ.jpg

Bacaan hari ini: 2 Tawarikh 21:2-20

21:2 Saudara-saudaranya, anak-anak Yosafat, ialah: Azarya, Yehiel, Zakharia, Azariahu, Mikhael dan Sefaca. Mereka semua anak-anak Yosafat, raja Israel.
21:3 Ayahnya memberikan kepada mereka banyak pemberian, berupa emas dan perak dan barang-barang berharga, juga kota-kota berkubu di Yehuda. Tetapi kedudukan raja diberikannya kepada Yoram, karena dialah anak sulungnya.
21:4 Sesudah Yoram memegang pemerintahan atas kerajaan ayahnya dan merasa dirinya kuat, ia membunuh dengan pedang semua saudaranya dan juga beberapa pembesar Israel.
21:5 Yoram berumur tiga puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan delapan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem.
21:6 Ia hidup menurut kelakuan raja-raja Israel seperti yang dilakukan keluarga Ahab, sebab yang menjadi isterinya adalah anak Ahab. Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN.
21:7 Namun demikian, TUHAN tidak mau memusnahkan keluarga Daud oleh karena perjanjian yang diikat-Nya dengan Daud, sesuai dengan yang dijanjikan-Nya, bahwa Ia hendak memberikan keturunan kepadanya dan kepada anak-anaknya untuk selama-lamanya.
21:8 Pada zamannya memberontaklah Edom terhadap kekuasaan Yehuda dan mereka mengangkat seorang raja atas mereka sendiri.
21:9 Maka majulah Yoram dengan panglima-panglimanya serta seluruh keretanya; pada waktu malam bangunlah ia, lalu bersama-sama dengan para panglima pasukan kereta ia menerobos barisan orang Edom yang mengepung dia.
21:10 Demikianlah Edom memberontak kekuasaan Yehuda dan terlepas sampai sekarang ini. Lalu Libnapun memberontak terhadap kekuasaannya pada masa itu juga. Itu disebabkan karena ia telah meninggalkan TUHAN, Allah nenek moyangnya.
21:11 Lagipula ia membuat bukit-bukit pengorbanan di gunung-gunung Yehuda. Ia membujuk penduduk Yerusalem untuk berzinah dan ia menyesatkan Yehuda.

21:12. Lalu sampailah kepadanya sebuah surat dari nabi Elia yang bunyinya: "Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Karena engkau tidak hidup mengikuti jejak Yosafat, ayahmu, dan Asa, raja Yehuda,
21:13 melainkan hidup menurut kelakuan raja-raja Israel dan membujuk Yehuda dan penduduk-penduduk Yerusalem untuk berzinah, sama seperti yang dilakukan keluarga Ahab, dan juga karena engkau telah membunuh saudara-saudaramu, seluruh keluarga ayahmu yang lebih baik dari padamu,
21:14 maka TUHAN akan mendatangkan tulah besar atas rakyatmu, anak-anakmu, isteri-isterimu, dan atas semua harta milikmu.
21:15 Dan engkau sendiri akan menderita penyakit yang dahsyat, suatu penyakit usus, hingga selang beberapa waktu ususmu keluar oleh karena penyakit itu."
21:16 Lalu TUHAN menggerakkan hati orang Filistin dan orang Arab yang tinggal berdekatan dengan orang Etiopia untuk melawan Yoram.
21:17 Maka mereka maju melawan Yehuda, memasukinya dan mengangkut segala harta milik yang terdapat di dalam istana raja sebagai jarahan, juga anak-anak dan isteri-isterinya, sehingga tidak ada seorang anak yang tinggal padanya kecuali Yoahas, anaknya yang bungsu.
21:18 Sesudah semuanya ini TUHAN menulahinya dengan penyakit usus yang tidak dapat sembuh.
21:19 Beberapa waktu berselang, kira-kira sesudah lewat dua tahun, keluarlah ususnya karena penyakitnya itu, lalu ia mati dengan penderitaan yang hebat. Rakyatnya tidak menyalakan api baginya seperti yang diperbuat mereka bagi nenek moyangnya.
21:20 Ia berumur tiga puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan delapan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia meninggal dengan tidak dicintai orang. Ia dikuburkan di kota Daud, tetapi tidak di dalam pekuburan raja-raja.

Ayat mas hari ini: 2 Tawarikh 21:6
Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 30-31; 2 Korintus 11:1-15

Dalam film Amazing Grace yang bercerita tentang William Wilberforce dan usahanya menghapuskan perbudakan, sempat digambarkan bagaimana Wilberforce berputus asa. Namun, dalam kondisi demikian, istrinya terus menyemangati hingga kemudian Wilberforce meneruskan perjuangannya sampai berhasil. Istri Wilberforce telah menunjukkan baktinya kepada suami, sebagai istri yang menjalankan perannya dengan benar.

Ini tidak kita jumpai dalam kisah Raja Yoram. Dalam sejarah Kerajaan Yehuda, Yoram dikenal sebagai raja yang jahat. Tidak seperti raja-raja Yehuda sebelum dirinya, ia tidak mengarahkan bangsanya untuk setia kepada Tuhan, malah membuat mereka menjadi penyembah berhala. Ia juga tega membunuh saudara-saudaranya sendiri. Tuhan pun marah. Dia menghukum dengan membiarkan Yehuda dikalahkan oleh musuh-musuhnya selama masa pemerintahan Yoram. Dan, Yoram pun mati mengenaskan. Alkitab mencatat bahwa faktor utama dari kejahatan Yoram adalah sosok perempuan yang mendampinginya sebagai istri, yaitu anak Ahab (bandingkan dengan 2 Raja-raja 8:18). Sementara Ahab adalah seorang raja yang jahat—yang pernah memimpin Kerajaan Israel Utara. Maka, pengaruh sang istri begitu kuat dalam membentuk perilaku dan mendukung tindakannya.

Ini mengingatkan kita tentang betapa besarnya peran serta pengaruh yang diberikan suami atau istri pada pasangannya. Karena itu, masing-masing mesti belajar untuk berusaha menjadi suami atau istri yang terus mendukung pasangannya; lewat perkataan dan tindakan tiap saat.

KETIKA TUHAN MENGIZINKAN MANUSIA BERPASANGAN,

DIA MENANTI HIDUP KEDUANYA SEMAKIN MEMULIAKAN TUHAN

Penulis: Alison Subiantoro - www.renunganharian.net

ms.sabbath
September 19, 2010, 06:08
Kacamata Tukang Kayu

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/PRE3858.jpg

Pekerjaan ayah dari ibu saya adalah seorang tukang kayu. Suatu hari, dia membuat peti untuk mengirim pakaian dari gerejanya dan dikirim ke sebuah panti asuhan di China. Dalam perjalanan pulang, dia mencari kacamata di kantongnya,tetapi dia tidak menemukannya.Ketika dia mencoba mengingatnya kembali, dia sadar kalau kaca matanya jatuh dan masuk ke dalam salah satu peti dan peti itu sudah dipakunya. Kaca matanya yang baru beli sekarang berangkat bersama baju-baju ke China.

Kakek saya mengalami depresi yang besar. Saat itu dia memiliki 6 orang anak. Dia sudah menabung untuk kacamata senilai USD 20 itu setiap pagi. Dia sedih mengingat harus membeli sebuah lagi. "Itu tidak adil," dia berbicara kepada Allah saat mengendarai mobil menuju rumah dengan frustasi. "Aku sudah beriman memberikan waktu dan uang untuk pekerjaanMu, dan sekarang seperti ini."

Beberapa bulan kemudian, direktur dari panti asuhan berlibur dan berada di United States. Dia ingin mengunjungi semua gereja yang membantunya di China, jadi dia berbicara di hari Minggu di gereja kakek saya yang kecil di Chicago. Misionari tersebut mengawali dengan ucapan terima kasih untuk iman dalam membantu panti asuhan. "Tetapi, dari semuanya", dia mengatakan, "Saya harus berterima kasih untuk kaca mata yang dikirim tahun lalu. Anda tahu Komunis membersihkan panti asuhan, mereka merusak semuanya, termasuk kaca mata saya. Saya sangat putus asa. Walaupun saya memiliki uang, tetapi tidak dapat membeli yang baru.

Karena tidak dapat melihat dengan jelas, saya sering mengalami sakit kepala setiap hari. Jadi saya dengan staff secara sehati berdoa untuk ini. Dan ketika peti kiriman datang. Saat staff saya membuka tutupnya, mereka menemukan sebuah kaca mata ada di posisi atas.

Missionari berdiam cukup lama, dan melanjutkan ceritanya. "Sahabatku, saat saya mencoba memakai kaca mata, sepertinya memang buat saya! Saya ingin berterima kasih pada anda yang telah menjadi bagian dari pelayanan ini.

Orang-orang mendengarkan dan gembira pada mujizat kaca mata. Tetapi bagi sang misionari merasa aneh, karena tidak ada di dalam list pengiriman. Dengan duduk diam, dan air mata mengalir di wajahnya, seorang tukang kayu biasa menyadari bahwa Boss tukang kayu telah menggunakannya dengan cara yang ajaib.

Repost from Wilson Novianus Dominggus Mahakena

ms.sabbath
September 20, 2010, 05:34
Kesedihan


http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/jesus-with-children-1209.jpg

Suara hingar bingar di sekeliling kita bisa terdengar dengan jelas, bahkan rekan-rekan disekitar kita saling berbual cerita, berjual celoteh yang terkadang membuat kita turut tertawa, walaupun demikian ada hal yang tidak bisa dipungkiri ialah "Kesedihan".

Berbagai rasa yang dimiliki oleh setiap manusia seperti rasa gembira, cinta, puas, senang, lucu ini semuanya merupakan program pelengkap dari Sang Pencipta. Bagaimana dengan perasaan seperti benci, sedih, takut, kesedihan, dendam maupun sakit hati, apakah ini juga termasuk program dari Sang Pencipta ataukah ini merupakan Virus yg disusupkan oleh si iblis ke dalam kehidupan kita?

Seorang wanita yang anak tunggalnya meninggal. Dlm kesedihannya, ia pergi mengunjungi seorang pria bijak dan berkata, "Doa apa atau resep ajaib apa yang dapat Bapak berikan untuk membangkitkan anak saya yang telah mati?"

Ketimbang menyuruhnya pulang atau berdebat dengan wanita ini, sang pria bijak berkata kepadanya, "Ambilkan aku satu biji sesawi dari dalam rumah orang yang tidak pernah mengenal kesedihan." Wanita itu segera pergi untuk mencari biji sesawi ajaib itu.

Mula-mula ia mendatangi sebuah rumah mewah, mengetuk pintunya, & berkata, “Saya sedang mencari rumah yang tidak pernah mengenal kesedihan. Apakah di sini tempatnya? Hal ini sangat penting bagi saya.”

Mereka memberitahu perempuan itu, “Engkau mendatangi rumah yang keliru,” dan mereka mulai bercerita tentang segala hal tragis yang belakangan menimpa penghuni rumah tersebut.

Wanita itu mengatakan kepada dirinya sendiri, "Siapakah yang lebih sanggup menolong orang-orang malang dan kurang beruntung ini selain saya yang telah mengalami ketidak-beruntungan saya sendiri?" Akhirnya wanita itu tinggal bersama mereka untuk menghibur mereka.

Kemudian setelah itu pergi lagi untuk mencari sebuah rumah yang tidak pernah mengenal kesedihan. Namun kemanapun ia pergi, di rumah gubuk, rumah mewah, atau tempat lain, ia menemukan kisah sedih dan kekurang-beruntungan. Ia begitu terlibat dalam pelayanan kepada orang-orang yang sedang bersedih sehingga akhirnya ia melupakan pencariannya terhadap biji sesawi ajaib itu, tanpa menyadari bahwa hal itu telah mengusir kesedihan keluar dari kehidupannya.

Hampir setiap orang pernah merasa sedih. Kesedihan bukan hanya timbul pada saat kita kehilangan orang yang kita kasihi saja. Rasa sedih itu bisa timbul juga, pada saat kita ditolak oleh orang-orang di sekitar kita, maupun oleh orang-orang yang kita kasihi. Begitu juga pada saat musibah melanda hidup kita entah karena penyakit, kegagalan dalam usaha, sekolah maupun lain-lainnya lagi.

Pada saat tersebut kita merasa; bukan saja ditinggal oleh orang-orang yg kita kasihi saja, bahkan kita merasa ditinggal oleh Tuhan. Sehingga wajarlah kalau kita akan berteriak dan menjerit untuk menanyakan keberadaan TUHAN : "Where are You GOD, when I feel sad?" Satu hal yang pasti, Tuhan tidak akan pernah meninggalkan & membiarkan kita (Ulangan 31:6,8 ; Ibrani 13:5b). Ketika persoalan hidup menghantam kita seperti gelombang pasang, kita dapat mengingat bahwa belas kasih Allah tak pernah meninggalkan kita (Ratapan 3:22).

So, jangan pernah menyerah ketika dalam pergumulan yang berat, sebab Dia menyertai kita dan sudah mendahului kita sebelum kita tiba dititik yang akan kita tuju.

Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan padamu (Matius 11:28). Amin.~


GOD BLess Us.~

ms.sabbath
September 21, 2010, 05:01
Dosa Percabulan

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/abc.jpg

Bacaan hari ini: 1 Korintus 6:12-20

6:12. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun.
6:13 Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.
6:14 Allah, yang membangkitkan Tuhan, akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya.
6:15 Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak!
6:16 Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: "Keduanya akan menjadi satu daging."
6:17 Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.
6:18 Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.
6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?
6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Ayat mas hari ini: 1 Korintus 6:20
Bacaan Alkitab Setahun: Pengkhotbah 7-9; 2 Korintus 13

Aphrodite adalah dewi yang dipercaya oleh sebagian orang di Korintus dapat memberi kesuburan. Salah satu ritual penyembahan yang mereka praktikkan adalah melakukan hubungan seksual de*ngan para wanita yang memang disediakan khusus di kuil penyembahan. Dengan kata lain, sebagian masyarakat di Korintus melegalkan prostitusi dengan mengatasnamakan agama.

Di tengah kondisi moral kota Korintus yang seperti itulah, Rasul Paulus menuliskan dengan tegas mengenai dosa percabulan. Paulus menekankan bahwa dosa percabulan bukan merupakan dosa yang pasif, yang dapat dilakukan dengan alasan tidak disengaja atau khilaf, melainkan dosa yang aktif, yang terjadi karena kita mengikatkan diri dan menyerahkan diri kepadanya (ayat 15,16). Jadi, satu-satunya cara untuk melepaskan diri dari dosa ini adalah memutuskan ikatan tersebut dengan menjauhkan diri darinya (ayat 18) dan mengikatkan diri pada Tuhan (ayat 17). Dan, lebih lanjut Paulus menanamkan konsep yang mendasar bahwa tubuh kita diciptakan dan ditebus bukan untuk melakukan hal yang cemar, melainkan hal yang memuliakan nama Tuhan saja.

Walaupun di Indonesia ada hukum yang mengatur tentang pornografi ini, tetapi godaan dosa percabulan tidak lantas hilang begitu saja dari tengah masyarakat. Masyarakat tetap bisa mudah mendapatkannya, entah lewat film atau internet. Dosa ini tak akan hilang hanya dengan adanya undang-undang dan hukuman berat. Satu-satunya cara menghilangkannya adalah pembinaan iman. Iman akan menjadi benteng teguh untuk kita bisa memutuskan diri dari hal-hal yang akan membuat kita jatuh dalam dosa percabulan.

PUTUSKAN HUBUNGAN DENGAN DOSA

IKATKAN DIRI DENGAN TUHAN SAJA

Penulis: Riand Yovindra - www.renunganharian.net

ms.sabbath
September 21, 2010, 05:03
Double post

ms.sabbath
September 22, 2010, 05:50
Sarung Tangan Greenberg

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/dots_gloves2.jpg


Bacaan hari ini: Kisah Para Rasul 3:1-10

3:1. Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah.
3:2 Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah.
3:3 Ketika orang itu melihat, bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah.
3:4 Mereka menatap dia dan Petrus berkata: "Lihatlah kepada kami."
3:5 Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka.
3:6 Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"
3:7 Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.
3:8 Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah.
3:9 Seluruh rakyat itu melihat dia berjalan sambil memuji Allah,
3:10 lalu mereka mengenal dia sebagai orang yang biasanya duduk meminta sedekah di Gerbang Indah Bait Allah, sehingga mereka takjub dan tercengang tentang apa yang telah terjadi padanya.

Ayat mas hari ini: Kisah Para Rasul 3:6
Bacaan Alkitab Setahun: Pengkhotbah 10-12; Galatia 1

Michael Greenberg bukanlah pesohor atau pejabat pemerintah di New York. Ia seperti kebanyakan pekerja kantoran, kecuali saat musim dingin tiba. Jika pada musim dingin semua orang bergegas agar tak berlama-lama di udara terbuka, ia justru menyusuri jalan dan mencari orang-orang yang kedinginan. Di tas kerjanya selalu tersedia beberapa sarung tangan ekstra untuk mereka yang tak punya, tetapi harus bertahan dalam udara dingin, terutama para gelandangan miskin. Sudah lebih dari dua dasawarsa Michael Greenberg melakukan hal ini. Banyak gelandangan di New York mengenalinya sebagai Bapak “Sarung Tangan” Greenberg dan mereka tahu ia melakukannya semata karena kasih dan kepeduliannya kepada mereka.

Kisah Para Rasul 3:1-10 berbicara tentang tiga hal, yaitu: 1. kepekaan melihat kebutuhan sesama; 2. kepekaan mengenali apa yang tidak ada dan apa yang ada pada kita; 3. perbuatan kasih adalah ungkapan syukur kepada Tuhan. Petrus dan Yohanes peduli pada penderitaan orang yang lumpuh sejak lahir itu. Orang itu mengharapkan sedekah, tetapi Petrus dan Yohanes tidak memiliki emas dan perak. Namun, mereka memiliki kuasa doa dan itu yang mereka berikan. Orang lumpuh ini pun mendapatkan lebih dari yang ia harapkan. Dan, Tuhan dipuji karena peristiwa ini.

Di sekitar kita pun banyak orang yang membutuhkan dan terabaikan. Mari kita coba mencari apa yang dapat kita lakukan untuk menyatakan kasih Kristus pada mereka. Bahkan, perbuatan kecil dan sederhana, jika berasal dari kasih yang besar dan kecintaan pada Tuhan, pasti akan mengantar banyak orang untuk memuliakan Tuhan.

HAL KECIL DENGAN KASIH BESAR YANG KITA LAKUKAN

AKAN MEMBUAT ORANG MEMUJI TUHAN

Penulis: G. Sicillia Leiwakabessy - www.renunganharian.net

ms.sabbath
September 23, 2010, 04:54
Mata Tuhan

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/God-Creator-and-Sustainer-1.jpg

Bacaan hari ini: Mazmur 139:1-12

139:1. Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;
139:2 Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.
139:3 Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.
139:4 Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN.
139:5 Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku.
139:6 Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.

139:7. Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?
139:8 Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau.
139:9 Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut,
139:10 juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.
139:11 Jika aku berkata: "Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam,"
139:12 maka kegelapanpun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang.


Ayat mas hari ini: Amsal 15:3
Bacaan Alkitab Setahun: Kidung Agung 1-3; Galatia 2

Banyak sekolah di Inggris kini dilengkapi dengan kamera pemantau (webcam) di tiap kelas yang terhubung ke jaringan internet. Hasilnya? Orangtua bisa memantau apa yang sedang dilakukan anaknya di kelas, kapan pun dan dari mana pun. Dari komputer di kantornya, seorang ibu bisa melihat putrinya sedang membuat prakarya di kelas. Sementara sang ayah yang sedang berada di luar negeri juga bisa melihat putrinya di kelas dari komputer lewat internet. Webcam membuat orangtua seolah-olah punya “mata super”. Tingkah laku anak bisa dipantau dari jarak ribuan kilometer!

Mata Tuhan ibarat webcam yang ada di segala tempat. Ia memantau apa pun yang kita lakukan. Tidak ada satu pun tempat orang bisa bersembunyi dari hadapan-Nya (ayat 7-10). Di tempat gelap sekalipun Tuhan melihat (ayat 11,12). Bahkan, mata Tuhan bisa melihat apa yang tidak tampak di luar, yaitu pikiran (ayat 2) dan hasrat hati kita (ayat 4). Bagi mereka yang mengasihi Tuhan, ini kabar baik. Tuhan hadir dalam apa pun yang kita lakukan. Dia ada di mana pun kita pergi. Tak perlu kita merasa takut. Sebaliknya, bagi mereka yang berkubang dalam dosa, ini kabar buruk. Ternyata kita tidak punya tempat dan kesempatan untuk menghindar dari sorotan mata Tuhan!

Apa sajakah rencana Anda hari ini? Ingatlah: setiap saat mata Tuhan memandang Anda. Maka, jagalah kata-kata, sikap, dan tingkah laku Anda agar selaras dengan kehendak-Nya. Buatlah Tuhan tersenyum saat melihat bagaimana Anda memakai tiap jam yang berlalu. Di atas semua itu, sadari dan nikmati kehadiran-Nya tiap saat

SELAMA HIDUP KITA DIAWASI MATA TUHAN

TAK ADA YANG PERLU DITAKUTKAN

Penulis: Juswantori Ichwan - www.renunganharian.net

ms.sabbath
September 24, 2010, 05:28
Menaati Panggilan-Nya

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/jesus-christ-pics-1118.jpg

Bacaan: Markus 1:16-20


1:16 Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
1:17 Yesus berkata kepada mereka: /"Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
1:18 Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
1:19 Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.
1:20 Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.
________________________________________

Saya membaca tentang Kapten Ray Baker yang menjadi penerbang bagi Pasukan Komando Strategis Angkatan Udara Amerika Serikat selama Perang Vietnam. Angkatan Udara melatihnya bersama dengan pilot-pilot lain, untuk berlari keluar dari barak menuju ke pesawat mereka, begitu mendengar suara sirine. Berulang kali sirene berbunyi ketika ia sedang makan malam, sehingga ia harus berhenti makan dan segera berlari ke pesawat pengebomnya. Ia telah sangat terlatih untuk merespons panggilan dengan segera dan penuh ketaatan. Ia terlatih sedemikian baiknya, sehingga pada suatu hari ketika ia sedang cuti, ia langsung berlari keluar dari restoran tempat ia sedang makan, ketika ia mendengar bunyi sirene.

Ketika Yesus memanggil para pengikut-Nya yang pertama, mereka dengan segera merespons panggilan-Nya. Panggilan kepada para nelayan ini sangat mendadak. Namun, “mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia” (Mrk. 1:18). Markus, penulis kisah ini, mungkin ingin para pembacanya dapat menyadari otoritas Yesus. Ketika Dia memanggil, para penjala ikan ini langsung menaati-Nya, karena menolong orang untuk masuk ke dalam kerajaan Allah merupakan suatu pengalaman yang lebih menantang dan lebih agung dibandingkan dengan menjala ikan.

Ketika Yesus memberikan panggilan untuk mengikut-Nya, Dia tidak ingin kita menunda-nunda. Dia mengharapkan kita untuk memiliki ketaatan yang segera, jika hal itu adalah panggilan untuk memberitakan kabar baik pada orang lain. Kabarkanlah kisah keselamatan pada seseorang hari ini! —MLW

Pergilah kepada yang terhilang, di rumah, di toko, Jangan tunda lagi, hari ini mulailah; Katakan bahwa Yesus mencurahkan darah-Nya bagi dosa mereka— Dari jalan kegelapan bawalah orang lain pada-Nya. —Houghton

Dicari: Kurir untuk memberitakan kabar baik.

Sumber : www.renunganharian.net

ms.sabbath
September 24, 2010, 05:29
Double post

ms.sabbath
September 25, 2010, 04:49
Secukupnya Saja

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/jesus-with-children-1216.jpg

Bacaan hari ini: Keluaran 16:11-20

16:11 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
16:12 "Aku telah mendengar sungut-sungut orang Israel; katakanlah kepada mereka: Pada waktu senja kamu akan makan daging dan pada waktu pagi kamu akan kenyang makan roti; maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, Allahmu."

16:13. Pada waktu petang datanglah berduyun-duyun burung puyuh yang menutupi perkemahan itu; dan pada waktu pagi terletaklah embun sekeliling perkemahan itu.
16:14 Ketika embun itu telah menguap, tampaklah pada permukaan padang gurun sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi.
16:15 Ketika orang Israel melihatnya, berkatalah mereka seorang kepada yang lain: "Apakah ini?" Sebab mereka tidak tahu apa itu. Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Inilah roti yang diberikan TUHAN kepadamu menjadi makananmu.
16:16 Beginilah perintah TUHAN: Pungutlah itu, tiap-tiap orang menurut keperluannya; masing-masing kamu boleh mengambil untuk seisi kemahnya, segomer seorang, menurut jumlah jiwa."
16:17 Demikianlah diperbuat orang Israel; mereka mengumpulkan, ada yang banyak, ada yang sedikit.
16:18 Ketika mereka menakarnya dengan gomer, maka orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan. Tiap-tiap orang mengumpulkan menurut keperluannya.
16:19 Musa berkata kepada mereka: "Seorangpun tidak boleh meninggalkan dari padanya sampai pagi."
16:20 Tetapi ada yang tidak mendengarkan Musa dan meninggalkan dari padanya sampai pagi, lalu berulat dan berbau busuk. Maka Musa menjadi marah kepada mereka.


Ayat mas hari ini: Keluaran 16:16
Bacaan Alkitab Setahun: Kidung Agung 6-8; Galatia 4

Mahatma Gandhi pernah berkata: “Dunia ini senantiasa dapat mencukupi kebutuhan setiap orang, tetapi tak akan bisa mencukupi keserakahan setiap orang.” Inilah peringatan Gandhi kepada rakyatnya supaya mereka mencukupkan diri sesuai kemampuan mereka dan tidak serakah.

Demikian pula yang terjadi dengan umat Israel dalam bacaan hari ini. Setelah satu setengah bulan dalam pengembaraan, tentu bekal makanan yang mereka bawa telah habis. Mereka kelaparan. Dalam situasi itu mereka bersungut-sungut kepada Musa (16:3). Sebagai jawaban atas keinginan mereka, Tuhan mengirim roti dari langit (ayat 4), dan juga burung puyuh (ayat 13). Namun, Tuhan bukanlah Allah yang memanjakan umat. Ketika roti manna diturunkan, Tuhan tetap menjadi Allah yang mendidik umat bagaimana mesti hidup di hadapan-Nya, yakni dengan berpesan: agar tiap-tiap orang memungut menurut keperluannya, agar tidak ada pihak yang kelebihan atau kekurangan. Hidup sesuai dengan keperluan, disebut sebagai hidup yang ugahari (hidup dengan rasa cukup). Pas, itu saja! Ini pun adalah pelajaran rohani. Tujuannya adalah agar tercipta keseim*bangan yang adil bagi semua orang, suatu hal yang sering dirusak oleh nafsu serakah yang menguasai orang yang selalu merasa kurang.

Demikianlah pula ajaran Allah bagi umat Israel, pun bagi kita hari ini. Yakni dengan hidup diiringi dengan perasaan cukup; membebaskan diri dari sikap serakah. Serta, tetap menaruh kepercayaan pada Tuhan yang mengerti segala kebutuhan dan memelihara hidup kita.

HIDUP DENGAN RASA CUKUP

MENOLONG KITA UNTUK SELALU PEDULI JUGA BERSYUKUR

Penulis: Daniel K. Listijabudi - www.renunganharian.net

ms.sabbath
September 26, 2010, 05:49
Kalau Butuh

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/tumblr_l3dz58iUds1qz76g8o1_500.jpg

Bacaan hari ini: Yeremia 2:26-37

2:26 Seperti malunya pencuri, apabila kedapatan, demikianlah malunya kaum Israel, yakni para rajanya, pemukanya, para imamnya dan nabinya,
2:27 yang berkata kepada sepotong kayu: Engkaulah bapaku! dan kepada batu: Engkaulah yang melahirkan aku! Sungguh, mereka membelakangi Aku dan tidak menghadapkan mukanya kepada-Ku, tetapi pada waktu mereka ditimpa malapetaka mereka berkata: Bangkitlah menyelamatkan kami!
2:28 Di manakah para allahmu yang kaubuat untuk dirimu? Biarlah mereka bangkit, jika mereka dapat menyelamatkan engkau pada waktu malapetakamu! Sebab seperti banyaknya kotamu demikian banyaknya para allahmu, hai Yehuda!

2:29. Mengapakah kamu mau berbantah dengan Aku? Kamu sekalian telah mendurhaka kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN.
2:30 Sia-sia Aku telah memukuli anak-anakmu, hajaran tidaklah mereka terima; pedangmu sendiri telah memakan habis para nabimu seperti singa muda yang memusnahkan.
2:31 Keturunan apakah kamu ini? Perhatikanlah firman TUHAN! Sudahkah Aku menjadi padang gurun bagi Israel atau tanah yang gelap gulita? Maka mengapa umat-Ku berkata: Kami sudah bebas, kami tidak lagi mau datang kepada-Mu?
2:32 Dapatkah seorang dara melupakan perhiasannya, atau seorang pengantin perempuan melupakan ikat pinggangnya? Tetapi umat-Ku melupakan Aku, sejak waktu yang tidak terbilang lamanya.
2:33 Alangkah baiknya engkau mengatur jalanmu untuk mencari percintaan! Sebab itu juga engkau membiasakan segala jalanmu kepada kejahatan.
2:34 Sampai-sampai pada bajumu terdapat darah orang-orang miskin yang tidak bersalah; bukan waktu mereka membongkar untuk mencuri kaudapati mereka! Meskipun semuanya itu demikian,
2:35 engkau berkata: Aku tidak bersalah! Memang, murka-Nya telah meninggalkan aku! Sesungguhnya Aku akan membawa engkau ke pengadilan, oleh karena engkau berkata: Aku tidak berdosa!
2:36 Alangkah ringannya kaupandang untuk mengubah tingkah langkahmu! Juga karena Mesir engkau akan menjadi malu, seperti engkau telah menjadi malu karena Asyur.
2:37 Dari sanapun juga engkau akan keluar dengan mengangkat tanganmu, sebab TUHAN telah menolak mereka yang telah kaupercayai dan engkau tidak akan berhasil dengan mereka."

Ayat mas hari ini: Yeremia 2:27
Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 1-2; Galatia 5

Seorang pemuda yang sedang bersekolah di luar negeri sudah lama tidak memedulikan orangtuanya. Bahkan, ketika ibunya sakit atau ketika ayahnya stres berat, ia tidak menghubungi orangtuanya--meski saudara-saudaranya sudah mengingatkannya. Hingga suatu hari, pemuda tersebut mengalami masalah keuangan. Ia pun menelepon orangtuanya, merayu-rayu, kemudian meminta uang.

Kita semua tentu tidak mau punya anak yang bersikap demikian. Demikian juga Allah tidak mau umat-Nya bersikap demikian kepada-Nya. Dia sedih ketika umat-Nya mendekat kepada-Nya hanya ketika sedang membutuhkan pertolongan-Nya. Sementara ketika segala sesuatu berjalan baik, ketika berkat-berkat-Nya tercurah dengan melimpah, mereka melupakan Dia (ayat 32); mereka sibuk dengan segala kesenangan pribadi. Lebih dari itu, ketika akhirnya umat-Nya datang kepada Dia, mereka tidak mau mengakui bahwa selama ini mereka telah mendurhakai-Nya (ayat 29).

Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga terbiasa mendekat kepada-Nya hanya ketika kita memerlukan pertolongan-Nya? Ketika kita melupakan-Nya saat hidup berlangsung nyaman; dan hanya datang kepada-Nya ketika kita susah, sesungguhnya kita sedang melukai hati-Nya. Kita tidak bersikap sebagai umat yang menghargai Tuhan yang berkuasa dan terlibat dalam seluruh hidup kita. Kita tak menjadikan-Nya pusat hidup, di mana di luar Dia kita tak dapat berbuat apa-apa.

Maka, penting sekali kita sadar bahwa apa pun kondisi kita—susah senang, kita tetap melekat kepada-Nya; bersyukur atas setiap hal baik yang kita terima; pasrah meski tengah menderita.

MENDEKATLAH KEPADA TUHAN SETIAP SAAT

BUKAN HANYA KETIKA KITA BUTUH DIA MEMBERI BERKAT

Penulis: Alison Subiantoro -www.renunganharian.net

ms.sabbath
September 27, 2010, 06:59
Berbuat Kebaikan

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/Sea20Star20on20a20Rocky20Beach20Baja20California20 Mexico.jpg

Bacaan hari ini: Keluaran 1:13-20

1:13 Lalu dengan kejam orang Mesir memaksa orang Israel bekerja,
1:14 dan memahitkan hidup mereka dengan pekerjaan yang berat, yaitu mengerjakan tanah liat dan batu bata, dan berbagai-bagai pekerjaan di padang, ya segala pekerjaan yang dengan kejam dipaksakan orang Mesir kepada mereka itu.

1:15. Raja Mesir juga memerintahkan kepada bidan-bidan yang menolong perempuan Ibrani, seorang bernama Sifra dan yang lain bernama Pua, katanya:
1:16 "Apabila kamu menolong perempuan Ibrani pada waktu bersalin, kamu harus memperhatikan waktu anak itu lahir: jika anak laki-laki, kamu harus membunuhnya, tetapi jika anak perempuan, bolehlah ia hidup."
1:17 Tetapi bidan-bidan itu takut akan Allah dan tidak melakukan seperti yang dikatakan raja Mesir kepada mereka, dan membiarkan bayi-bayi itu hidup.
1:18 Lalu raja Mesir memanggil bidan-bidan itu dan bertanya kepada mereka: "Mengapakah kamu berbuat demikian membiarkan hidup bayi-bayi itu?"
1:19 Jawab bidan-bidan itu kepada Firaun: "Sebab perempuan Ibrani tidak sama dengan perempuan Mesir; melainkan mereka kuat: sebelum bidan datang, mereka telah bersalin."
1:20 Maka Allah berbuat baik kepada bidan-bidan itu; bertambah banyaklah bangsa itu dan sangat berlipat ganda.


Ayat mas hari ini: Galatia 6:9
Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 3-4; Galatia 6

Suatu pagi seorang pemuda sedang berjalan di pinggir pantai. Ia melihat begitu banyak bintang laut yang terdampar di sana. Tak jauh dari situ ada seorang kakek yang sedang memunguti bintang laut dan melemparkannya kembali ke laut. Si pemuda mendekatinya dan bertanya, “Untuk apa Kakek melakukannya?” Kakek itu menjelaskan, bahwa semua bintang laut itu akan mati kalau terus-menerus kena cahaya matahari. “Pantai ini begitu luas, ada ribuan bintang laut yang terdampar. Tidakkah usaha Kakek ini akan percuma saja?” tanya pemuda itu lagi. Sambil mengambil satu bintang laut kakek itu berkata, “Tetapi pasti tidak akan percuma untuk yang satu ini.”

Perbuatan baik, sekecil apa pun, tidak akan sia-sia. Kalaupun itu tidak mengubah seluruh keadaan, setidaknya bisa mengubah sebagian kecil dari keadaan. Seperti yang dilakukan oleh Sifra dan Pua, dua bidan yang secara diam-diam menyelamatkan bayi laki-laki orang Israel dari kekejaman Raja Mesir. Tindakan mereka memang tidak berpengaruh apa-apa terhadap keseluruhan nasib bangsa Israel--bangsa itu tetap menjadi budak di tanah Mesir. Akan tetapi, bagi para orangtua yang bayinya mereka selamatkan, pengaruhnya tentu besar sekali.

Oleh karena itu, marilah kita tidak jemu-jemu berbuat kebaikan; di mana pun dan dalam bentuk apa pun--entah dengan cara berbagi rezeki untuk sesama di sekitar kita, menolong orang lain yang membutuhkan, atau kebaikan apa saja. Jangan berpikir bahwa tindakan-tindakan semacam itu seperti membuang air ke lautan luas. Sebab, masing-masing pasti ada gunanya. Setidaknya bagi orang yang menerima kebaikan itu.

TIDAK PERNAH ADA KEBAIKAN YANG SIA-SIA

SEBAB TUHAN AKAN MENERUSKANNYA PADA ORANG YANG TEPAT

Penulis: Ayub Yahya -www.renunganharian.net

ms.sabbath
September 28, 2010, 05:19
Biasa Berbohong

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/tumblr_kyqviyyU0r1qa0xajo1_500-2.jpg

Bacaan hari ini: Yohanes 1:19-28

1:19. Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: "Siapakah engkau?"
1:20 Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: "Aku bukan Mesias."
1:21 Lalu mereka bertanya kepadanya: "Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?" Dan ia menjawab: "Bukan!" "Engkaukah nabi yang akan datang?" Dan ia menjawab: "Bukan!"
1:22 Maka kata mereka kepadanya: "Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?"
1:23 Jawabnya: "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya."
1:24 Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi.
1:25 Mereka bertanya kepadanya, katanya: "Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?"
1:26 Yohanes menjawab mereka, katanya: "Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal,
1:27 yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak."
1:28 Hal itu terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis.


Ayat mas hari ini: Yohanes 1:20
Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 5-6; Efesus 1

Profesor Bella DePaulo pernah mengadakan penelitian tentang kebohongan. Selama seminggu, ratusan orang diminta mencatat berapa kali mereka berbohong, kepada siapa saja, dan apa alasannya. Hasilnya mengejutkan. Tingkat kebohongan yang mereka lakukan rata-rata empat puluh persen. Alasan utama berbohong adalah untuk menjaga citra diri. Supaya di hadapan orang lain, mereka tampak lebih baik daripada kenyataan yang ada.

Orang yang bisa menerima diri tidak akan merasa perlu berbohong. Yohanes Pembaptis pernah tampil sebagai tokoh spiritual yang sangat berkharisma. Beberapa pejabat tinggi agama Yahudi datang kepadanya dan bertanya, “Siapakah engkau?” Ini kesempatan emas bagi Yohanes untuk berbohong dan membesarkan diri sendiri. Namun, dengan jujur ia menjawab: “Aku bukan Mesias.” Ketika disetarakan dengan Nabi Elia--nabi yang dianggap paling hebat, ia pun berkata, “Bukan.” Bahkan, ia menolak ketika dijuluki sebagai “nabi yang akan datang”. Dengan rendah hati, Yohanes berkata bahwa dirinya hanyalah “suara”. Corong. Seorang pelayan yang sedang mempersiapkan kedatangan Yesus, Mesias yang sesungguhnya.

Apakah Anda masih sering berbohong? Akar masalahnya bisa jadi karena Anda tidak bisa menerima diri apa adanya. Dan Anda ingin terlihat hebat di mata orang. Padahal, hidup dalam kebohongan itu sangat melelahkan. Penuh beban, karena Anda harus terus mengenakan topeng. Lebih baik belajar jujur seperti yang dilakukan oleh Yohanes. Niscaya Anda akan merasa bebas lepas; dan bersukacita menjadi diri sendiri

KEBOHONGAN MENJERAT DAN MELELAHKAN JIWA

KEJUJURAN MEMBEBASKAN DAN MENYEGARKAN JIWA


Penulis: Juswantori Ichwan - www.renunganharian.net

ms.sabbath
September 29, 2010, 05:48
Ron Artest

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/ron_artest_debut.jpg

Bacaan hari ini: Kisah Para Rasul 9:1-19, 26-31

9:1. Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar,
9:2 dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.
9:3 Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia.
9:4 Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?"
9:5 Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" Kata-Nya: "Akulah Yesus yang kauaniaya itu.
9:6 Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat."
9:7 Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang jugapun.
9:8 Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik.
9:9 Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum.

9:10. Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: "Ananias!" Jawabnya: "Ini aku, Tuhan!"
9:11 Firman Tuhan: "Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa,
9:12 dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi."
9:13 Jawab Ananias: "Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem.
9:14 Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu."
9:15 Tetapi firman Tuhan kepadanya: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.
9:16 Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku."
9:17 Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus."
9:18 Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis.
9:19 Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya. (9-19b) Saulus tinggal beberapa hari bersama-sama dengan murid-murid di Damsyik.


9:26 Setibanya di Yerusalem Saulus mencoba menggabungkan diri kepada murid-murid, tetapi semuanya takut kepadanya, karena mereka tidak dapat percaya, bahwa ia juga seorang murid.
9:27 Tetapi Barnabas menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul dan menceriterakan kepada mereka, bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan dan bahwa Tuhan berbicara dengan dia dan bagaimana keberaniannya mengajar di Damsyik dalam nama Yesus.
9:28 Dan Saulus tetap bersama-sama dengan mereka di Yerusalem, dan dengan keberanian mengajar dalam nama Tuhan.
9:29 Ia juga berbicara dan bersoal jawab dengan orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani, tetapi mereka itu berusaha membunuh dia.
9:30 Akan tetapi setelah hal itu diketahui oleh saudara-saudara anggota jemaat, mereka membawa dia ke Kaisarea dan dari situ membantu dia ke Tarsus.
9:31 Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.


Ayat mas hari ini: Kisah Para Rasul 9:26
Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 7-8; Efesus 2

Ron Artest dulunya dikenal sebagai atlet NBA (Liga Bola Basket Amerika Serikat) yang meski berbakat, tetapi sangat temperamental dan kontroversial. Citra ini terbentuk terutama karena perkelahiannya dengan penonton dalam sebuah pertandingan pada 2004. Pada awal musim pertandingan 2009/2010, ia bergabung dengan tim juara bertahan, Los Angeles Lakers. Pada waktu itu, ia mengaku sudah berubah. Sayang, banyak orang meragukannya. Namun, lewat pertandingan demi pertandingan, ia membuktikan janjinya. Hingga akhirnya ia malah berjasa besar membantu timnya menjadi juara liga.

Perjalanan hidup Paulus juga mirip dengan pengalaman Ron Artest. Ia dulunya adalah seorang musuh Kristus dan penganiaya jemaat. Singkat kata, masa lalunya begitu kelam. Namun oleh anugerah-Nya, Tuhan memanggilnya untuk bertobat melalui peristiwa di perjalanan ke Damsyik. Hanya saja, karena reputasi masa lalunya yang buruk, murid-murid yang lain sulit memercayai kalau Paulus sudah sungguh-sungguh berubah. Namun, kecurigaan ini tidak membuat Paulus undur. Ia terus berusaha meyakinkan mereka dengan bukti-bukti di hidupnya, bahwa ia sudah sungguh-sungguh berubah.

Salah satu tantangan dalam membuka lembaran hidup yang baru memang adalah kecurigaan dari orang-orang di sekitar kita, bahwa kita sudah sungguh-sungguh berubah. Akan tetapi, seperti yang dilakukan oleh Ron Artest dan Paulus, jangan kita undur karenanya. Sebaliknya, buktikanlah dengan menjalani hidup kita yang baru secara konsisten. Maka suatu hari kelak mereka akan percaya dan menerima kita sepenuhnya.

ORANG YANG SUNGGUH BERTOBAT PASTI AKAN MENUNJUKKAN

PERUBAHAN HIDUP YANG KONSISTEN

Penulis: Alison Subiantoro - www.renunganharian.net

ms.sabbath
September 30, 2010, 05:21
Keputusan yang berani

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/jesus-christ-pics-1118.jpg

Bacaan firman Tuhan hari ini : Kisah para rasul 14:4-11,16:1

14:4 Tetapi orang banyak di kota itu terbelah menjadi dua: ada yang memihak kepada orang Yahudi, ada pula yang memihak kepada kedua rasul itu.
14:5 Maka mulailah orang-orang yang tidak mengenal Allah dan orang-orang Yahudi bersama-sama dengan pemimpin-pemimpin mereka menimbulkan suatu gerakan untuk menyiksa dan melempari kedua rasul itu dengan batu.
14:6 Setelah rasul-rasul itu mengetahuinya, menyingkirlah mereka ke kota-kota di Likaonia, yaitu Listra dan Derbe dan daerah sekitarnya.
14:7 Di situ mereka memberitakan Injil.

14:8. Di Listra ada seorang yang duduk saja, karena lemah kakinya dan lumpuh sejak ia dilahirkan dan belum pernah dapat berjalan.
14:9 Ia duduk mendengarkan, ketika Paulus berbicara. Dan Paulus menatap dia dan melihat, bahwa ia beriman dan dapat disembuhkan.
14:10 Lalu kata Paulus dengan suara nyaring: "Berdirilah tegak di atas kakimu!" Dan orang itu melonjak berdiri, lalu berjalan kian ke mari.
14:11 Ketika orang banyak melihat apa yang telah diperbuat Paulus, mereka itu berseru dalam bahasa Likaonia: "Dewa-dewa telah turun ke tengah-tengah kita dalam rupa manusia."


16:1. Paulus datang juga ke Derbe dan ke Listra. Di situ ada seorang murid bernama Timotius; ibunya adalah seorang Yahudi dan telah menjadi percaya, sedangkan ayahnya seorang Yunani.


Berita Injil selalu saja mendapatkan penolakan keras dari pihak orang - orang yang tidak senang. Kalaupun ada penolakan keras, mereka akan menunjukkan penolakan dengan tidak memberikan respon positif terhadap berita Injil tersebut. Ketika Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di Antiokhia dan Ikonium, pihak orang - orang Yahudi menjadi benci bahkan menghasut beberapa orang, sehingga kedua rasul itu mengalami penganiayaan. Di Ikonium mereka dilempari dengan batu.

Lalu, kedua rasul tersebut memberitakan Injil ke Listra dan Derbe. Listra tidak lain adalah kampung halaman Timotius. Ketika Paulus mendoakan seorang yang lumpuh sejak lahir di Listra dan orang tersebut sembuh, maka gemparlah kota itu. Listra sarat dengan penyembahan kepada para dewa, lalu membawa persembahan - persembahan kepada Paulus dan Barnabas. Mereka menyangka keduanya adalah dewa. Di Listra ini pun, Paulus dan Barnabas dikejar - kejar orang - orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium. Mereka melempari kedua rasul itu dengan batu, bahkan menyeret Paulus keluar kota.

Dalam kondisi seperti diatas, keputusan Timotius untuk menerima berita Injil melalui pelayanan Paulus saat itu merupakan keputusan yang cukup berani. Timotius tentu sudah mendengar bagaimana kedua rasul itu mengalami penganiayaan karena nama Yesus. Bahkan, besar kemungkinan Timotius menjadi saksi mata atas penganiayaan terhadap kedua rasul itu di Listra. Namun demikian, keselamatan di dalam Yesus yang diberitakan Paulus dan disertai dengan tanda - tanda mujizat sudah cukup membuat Timotius percaya. Mengapa demikian? Karena Timotius memiliki hati yang terbuka terhadap kebenaran.

Begitu banyak orang yang sudah mendengarkan berita Injil, bahkan menyaksikan mujizat, namun tetap mengeraskan hatinya. Salah seorang tokoh agama tertentu pernah menerima pertanyaan, "Seandainya keyakinan yang Anda pegang sekarang ini ternyata bukanlah keyakinan kepada Tuhan yang benar, apa yang akan Anda lakukan?" Tanpa sedikit pun keraguan, tokoh agama tersebut menjawab,"Saya akan meninggalkan keyakinan saya yang sekarang dan memeluk keyakinan terhadap Tuhan yang benar itu." Betapa sportifnya jawaban ini. Sesungguhnya para pencari Tuhan yang sejati akan berani menentukan sikap ketika mereka menemukan Tuhan yang sejati. Mereka tidak takut terhadap penolakan keluarga, sahabat, atau penderitaan yang akan mereka terima karena iman kepada Tuhan yang benar. Tidak sedikit orang yang sebenarnya sudah yakin terhadap berita Injil, menyaksikan mujizat, namun tidak berani bertindak karena tidak mau bayar harga untuk iman mereka.

Jadilah Timotius masa kini yang terbuka terhadap kebenaran sejati dan berani mengambil keputusan. Lukas 12:8 berkata,"Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat - malaikat Allah."

Doa:
Tuhan Yesus, aku bersyukur mengenal Engkau Tuhan yang sesungguhnya. Beriku keberanian untuk menyaksikan imanku kepada yang belum percaya. Dalam nama Yesus. Amin.

Kata - kata bijak:
Keselamatan seperti harta karun yang terpendam, orang bijak akan membayar berapa pun untuk mendapatkannya.

Sumber : buku renungan harian Manna Sorgawi

ms.sabbath
October 01, 2010, 06:09
Waktu bagi Keluarga

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/family2.jpg

Bacaan hari ini: Pengkhotbah 2:4-11; 22-26

2:4 Aku melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, mendirikan bagiku rumah-rumah, menanami bagiku kebun-kebun anggur;
2:5 aku mengusahakan bagiku kebun-kebun dan taman-taman, dan menanaminya dengan rupa-rupa pohon buah-buahan;
2:6 aku menggali bagiku kolam-kolam untuk mengairi dari situ tanaman pohon-pohon muda.
2:7 Aku membeli budak-budak laki-laki dan perempuan, dan ada budak-budak yang lahir di rumahku; aku mempunyai juga banyak sapi dan kambing domba melebihi siapapun yang pernah hidup di Yerusalem sebelum aku.
2:8 Aku mengumpulkan bagiku juga perak dan emas, harta benda raja-raja dan daerah-daerah. Aku mencari bagiku biduan-biduan dan biduanita-biduanita, dan yang menyenangkan anak-anak manusia, yakni banyak gundik.
2:9 Dengan demikian aku menjadi besar, bahkan lebih besar dari pada siapapun yang pernah hidup di Yerusalem sebelum aku; dalam pada itu hikmatku tinggal tetap padaku.
2:10 Aku tidak merintangi mataku dari apapun yang dikehendakinya, dan aku tidak menahan hatiku dari sukacita apapun, sebab hatiku bersukacita karena segala jerih payahku. Itulah buah segala jerih payahku.
2:11 Ketika aku meneliti segala pekerjaan yang telah dilakukan tanganku dan segala usaha yang telah kulakukan untuk itu dengan jerih payah, lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin; memang tak ada keuntungan di bawah matahari.


2:22 Apakah faedahnya yang diperoleh manusia dari segala usaha yang dilakukannya dengan jerih payah di bawah matahari dan dari keinginan hatinya?
2:23 Seluruh hidupnya penuh kesedihan dan pekerjaannya penuh kesusahan hati, bahkan pada malam hari hatinya tidak tenteram. Inipun sia-sia.
2:24 Tak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada makan dan minum dan bersenang-senang dalam jerih payahnya. Aku menyadari bahwa inipun dari tangan Allah.
2:25 Karena siapa dapat makan dan merasakan kenikmatan di luar Dia?
2:26 Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskan-Nya untuk menghimpun dan menimbun sesuatu yang kemudian harus diberikannya kepada orang yang dikenan Allah. Inipun kesia-siaan dan usaha menjaring angin.

Ayat mas hari ini: Pengkhotbah 2:24
Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 11-13; Efesus 4

Lo Scalzo, jurnalis foto Amerika ternama, telah bertugas di enam puluh negara dan meraih banyak penghargaan internasional. Kesibukan tugas membuatnya sering sekali meninggalkan istrinya. Suatu hari, saat meliput perang Irak, istrinya dilarikan ke Rumah Sakit karena keguguran untuk kedua kali. Scalzo merasa sangat bersalah. Sejak itu, ia bertekad mengubah prioritas hidupnya. Ia berupaya hadir dalam keluarga, walaupun harus melewatkan banyak momen langka untuk meliput berita. Ia menulis: “Prestasiku sebagai jurnalis foto hebat akan segera dilupakan, tetapi prestasi sebagai ayah dan suami hebat akan dikenang selamanya oleh anak dan istriku.”

Banyak orang sibuk melakukan pekerjaan besar. Segenap waktu dan tenaga tercurah untuk meraih kesuksesan. Menurut Pengkhotbah, semua itu memang bisa membuat orang menjadi besar: kaya dan ternama (ayat 9). Namun, ketika menoleh ke belakang, ia akan sadar bahwa semua prestasi yang telah dicapai sia-sia (ayat 11). Mengapa? Karena semuanya cepat sirna. Banyaknya waktu yang dihabiskan untuk mengejar sukses membuat kita kehilangan banyak waktu untuk menikmati hidup—untuk mensyukuri makanan dan minuman, serta menikmati kebersamaan dengan keluarga.

Banyak orang bekerja keras dari pagi hingga larut malam, sampai jarang bisa bercengkerama dengan keluarganya. Mereka berdalih, “Aku berjerih payah mencari uang demi keluarga.” Benarkah itu? Apa artinya berkeluarga jika kita sulit ditemui? Tanpa kehadiran, kasih, dan perhatian, keluarga akan merana. Kalau sudah begitu, semua yang kita kumpulkan nantinya menjadi sia-sia!

INVESTASIKAN CUKUP WAKTU BAGI TUHAN DAN KELUARGA

MAKA HIDUP ANDA TAK AKAN MENJADI SIA-SIA

Penulis: Juswantori Ichwan - www.renunganharian.net

ms.sabbath
October 03, 2010, 06:15
Anak yang Seperti Apa?

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/jesus-with-children-1015.jpg

Bacaan hari ini: Yohanes 1:12-13

1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
1:13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.


Ayat mas hari ini: Yohanes 1:12)
Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 17-19; Efesus 5:17-33

Pak Zainal memiliki tiga anak. Dalam hal pemberian, kasih, dan perhatian, Pak Zainal sama sekali tak membuat pembedaan bagi ketiga anaknya tersebut. Akan tetapi, dari ketiganya Pak Zainal mengaku bahwa ada satu anak yang terasa spesial di hatinya. Spesial bukan karena apa yang Pak Zainal lakukan buat anak ini, tetapi sebaliknya, justru karena anak yang satu ini sangat pandai menyenangkan hati ayahnya.

Seorang penafsir Alkitab, William Barclay, menuliskan bahwa di dunia ini ada dua pandangan anak terhadap orangtua yang membesarkannya. Pertama, anak yang hanya menikmati kasih orangtuanya tanpa berbuat apa-apa sebagai timbal baliknya. Baginya, memang sudah kewajiban orangtua untuk memelihara anak-anaknya. Kedua, anak yang tetap mengingat dan sangat menyadari segala jerih payah dan kasih sayang orangtuanya. Dari kesadaran itu, ia menggunakan segala kesempatan untuk menyenangkan orangtuanya sebagai tanda terima kasih kepada mereka.

Alkitab mencatat bahwa setiap orang yang percaya kepada Kristus diberi kuasa atau diangkat menjadi anak-anak Allah. Kita patut mengucap syukur atas hal ini. Akan tetapi, ada satu pertanyaan yang harus kita pikirkan. Sebagai anak Allah, anak yang seperti apakah kita? Apakah kita bersikap seperti anak yang hanya mau menikmati kasih Allah karena kita berpikir bahwa memang sudah sewajarnya Allah memelihara dan memperhatikan kita? Atau, kita menjadi anak yang benar-benar memahami bahwa kasih Allah kepada kita begitu besar, sehingga kita mau menjadi anak yang menyenangkan hati Bapa?

MENJADI ANAK ALLAH SUDAH MERUPAKAN POSISI KITA YANG PASTI

SEBAGAI ANAK YANG DIKASIHI, SELAYAKNYA KITA MENGABDI

Penulis: Riand Yovindra

ms.sabbath
October 04, 2010, 05:27
Mata untuk Kelelawar

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/bat-wikipedia.jpg

Bacaan hari ini: Lukas 12:22-32

12:22. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.
12:23 Sebab hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian.
12:24 Perhatikanlah burung-burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mempunyai gudang atau lumbung, namun demikian diberi makan oleh Allah. Betapa jauhnya kamu melebihi burung-burung itu!
12:25 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya?
12:26 Jadi, jikalau kamu tidak sanggup membuat barang yang paling kecil, mengapa kamu kuatir akan hal-hal lain?
12:27 Perhatikanlah bunga bakung, yang tidak memintal dan tidak menenun, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
12:28 Jadi, jika rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api demikian didandani Allah, terlebih lagi kamu, hai orang yang kurang percaya!
12:29 Jadi, janganlah kamu mempersoalkan apa yang akan kamu makan atau apa yang akan kamu minum dan janganlah cemas hatimu.
12:30 Semua itu dicari bangsa-bangsa di dunia yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu tahu, bahwa kamu memang memerlukan semuanya itu.
12:31 Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu.
12:32 Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.


Ayat mas hari ini: Lukas 12:32
Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 20-22; Efesus 6

Kelelawar memiliki mata faset yang tidak memungkinkannya untuk melihat jauh, apalagi pada malam hari. Uniknya, Tuhan mencipta kelelawar justru untuk hidup di tempat gelap dan terbang pada malam hari. Maka, bayangkan jika kelelawar berpikir bahwa sumber kekuatannya hanya pada penglihatan. Ia pasti takkan pernah terbang karena takut menabrak benda-benda keras yang dapat melukainya. Ia tidak dapat mencari makanan dan tempat tinggal, lalu akhirnya mati. Ternyata Tuhan memberinya kelebihan lain, yang disebut ekolokasi. Yakni kemampuan memperkirakan jarak benda dengan mendengarkan pantulan bunyi yang berfrekuensi tinggi. Dengan demikian kelelawar dapat terbang cepat tanpa takut menabrak berbagai benda.

Kemampuan ekolokasi pada kelelawar, makanan untuk burung gagak, dan pakaian indah untuk bunga bakung, menunjukkan bahwa Tuhan selalu memperlengkapi setiap ciptaan sesuai dengan yang ia perlukan untuk hidup. Dan, jika kelelawar pun Dia perlengkapi, Dia juga pasti memperhatikan hidup kita. Maka, jangan habiskan waktu untuk mempertanyakan apa yang tidak kita miliki. Tuhan tidak salah menempatkan kita dengan berbagai persoalan yang ada. Jangan berkecil hati, banyak hal sudah Tuhan persiapkan untuk memperlengkapi kita. Syaratnya cuma satu, “Carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkannya juga kepadamu” (ayat 31).

Kelelawar, burung gagak, dan bunga bakung, dikasihi Tuhan. Terlebih kita. Berbesar hatilah dan carilah Tuhan. Dia menyediakan segala hal yang melampaui keterbatasan kita, agar hidup kita menyatakan kemuliaan dan kebesaran Kerajaan-Nya

KETIKA TUHAN MENCIPTA SESEORANG

TUHAN MEMPERLENGKAPINYA TANPA ADA YANG KURANG

Penulis: G. Sicillia Leiwakabessy - www.renunganharian.net

ms.sabbath
October 05, 2010, 05:44
Teguran Seorang Anak

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/Jesus-Lost.jpg

Bacaan hari ini: Lukas 2:41-52

2:41. Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah.
2:42 Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu.
2:43 Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya.
2:44 Karena mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka.
2:45 Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia.
2:46 Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka.
2:47 Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya.
2:48 Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: "Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau."
2:49 Jawab-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?"
2:50 Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka.
2:51 Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.
2:52 Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.

Ayat mas hari ini: Lukas 2:49
Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 23-25; Filipi 1

Ini cerita dari D.L. Moody, dalam buku berjudul Orang Buta yang Membawa Lentera (Gloria Graffa, 2010). Seorang gadis kecil pulang dari gereja. Sambil duduk di pangkuan ayahnya ia berkata, “Ayah, apakah Ayah minum minuman keras lagi?” Perkataan putrinya itu membuat sang ayah gelisah. Jika istrinya yang menegur, tentu ia sudah hilang kesabaran dan minum lebih banyak alkohol. Namun, putrinya menegur dengan kasih. Ia pun bertobat. Sejak itu, rumahnya menjadi “surga” kecil.

Saat berusia 12 tahun, Yesus sempat membuat orangtua-Nya cemas dan mencari-cari-Nya hingga tiga hari karena terpisah dari rombongan (ayat 45,46). Ketika akhirnya Yusuf dan Maria menemukan-Nya, Yesus menegur mereka dengan mengungkap tujuan kehadiran-Nya di dunia, yakni melakukan urusan Bapa-Nya (ayat 49). Dan Maria, khususnya, menerima teguran itu untuk mengenali kehendak Allah (ayat 52). Keterbukaan komunikasi ini tidak merenggangkan hubungan, tetapi justru mengarahkan kembali keluarga itu akan rancangan besar Allah bagi mereka.

Seorang anak yang mengenal kasih Kristus sangat mungkin menjadi saksi yang berani. Sebab ia tulus, tak ada niat menjerumuskan atau mempermalukan orang lain. Khususnya bagi keluarga sendiri. Tak selalu orangtua yang mengoreksi anak. Bahkan, ketika suami atau istri tak mampu menegur pasangannya, maka si anak dapat. Justru anak kerap dapat menegur orangtua dengan cara yang lebih mudah diterima. Maka, bawa anak sedini mungkin kepada Kristus. Tanamkan kesetiaan beribadah. Dukung pertumbuhan rohaninya melalui bacaan dan pujian rohani. Agar mereka menjadi murid Kristus yang ikut mewujudkan surga kecil dalam keluarga!

DALAM KELUARGA KRISTIANI YANG MAU BERTUMBUH

SETIAP ANGGOTA TERBUKA UNTUK DITEGUR DAN MENEGUR

Penulis: Agustina Wijayani - www.renunganharian.net

ms.sabbath
October 06, 2010, 06:29
Mendekap atau Meronta

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/jesus-with-children-1209-1.jpg

Bacaan hari ini: Yakobus 4:1-10

4:1. Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?
4:2 Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.
4:3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.
4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.
4:5 Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: "Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!"
4:6 Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
4:7 Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!
4:8 Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!
4:9 Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita.
4:10 Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.


Ayat mas hari ini: Yakobus 4:8
Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 26-27; Filipi 2

Suatu pagi seorang ayah mencoba menolong burung gereja yang terluka di depan rumahnya. Digenggamnya burung itu, tetapi ia terus meronta ketakutan lalu terbang sebelum sempat diobati. Sore harinya sang ayah membawa putrinya yang sakit ke dokter. Anak itu pun ketakutan melihat dokter akan memberinya suntikan. Ia mendekap ayahnya erat-erat. Sang ayah memeluk sambil mengusap kepalanya. “Tenang, Sayang. Tahan sebentar,” katanya. Hari itu sang ayah berhasil menolong putrinya yang sakit, tetapi gagal menolong si burung gereja. Sebab si anak mendekapnya di kala sakit, sedang si burung gereja meronta dan meninggalkannya.

Setiap orang bisa merasa sakit hati ketika apa yang ia inginkan tidak kesampaian. Saat doanya tidak dikabulkan Tuhan dan orang sekitar tidak mendukung. Dalam menghadapi kekecewaan, ia dihadapkan dengan dua pilihan. Pertama, bersikap memberontak. Rasa kecewa dan tertolak membuatnya menjauhi Tuhan dan bersahabat dengan dunia (ayat 4,5). Kadang juga bersengketa dengan mereka yang dianggap menjadi penghambat (ayat 1,2). Pilihan kedua, mendekat kepada Allah (ayat 8).

Dengan rendah hati ia belajar menerima kenyataan bahwa keinginannya bukan kehendak Tuhan. Cara ini memulihkan, sebab ketika ia mendekat pada Tuhan, Tuhan pun akan mendekat kepadanya. Ketika Tuhan menjawab “tidak”, apa yang Anda lakukan? Apakah hidup yang sulit telah membuat Anda undur dari-Nya? Selama Anda menjauh, hidup tidak akan menjadi semakin baik. Mendekatlah kepada Tuhan, supaya Dia dapat memulihkan Anda dari sakit hati Anda

TIDAK DIKABULKANNYA DOA MENIMBULKAN MASALAH KECIL

TIDAK MENERIMA KEHENDAK TUHAN MENIMBULKAN MASALAH BESAR

Penulis: Juswantori Ichwan - www.renunganharian.net

ms.sabbath
October 07, 2010, 06:18
Sahabat

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/friendship21.jpg

Bacaan hari ini: 1 Raja-raja 5:1-12, 2 Samuel 10:1-5

5:1. Hiram, raja Tirus, mengutus pegawai-pegawainya kepada Salomo, karena didengarnya, bahwa Salomo telah diurapi menjadi raja menggantikan ayahnya, sebab Hiram senantiasa bersahabat dengan Daud.
5:2 Lalu Salomo mengutus orang kepada Hiram dengan pesan:
5:3 "Engkau tahu bahwa Daud, ayahku, tidak dapat mendirikan sebuah rumah bagi nama TUHAN, Allahnya, oleh karena musuh-musuhnya memerangi dia dari segala jurusan, sampai TUHAN menyerahkan mereka ke bawah telapak kakinya.
5:4 Tetapi sekarang, TUHAN, Allahku, telah mengaruniakan keamanan kepadaku di mana-mana, tidak ada lagi lawan dan tidak ada lagi malapetaka menimpa.
5:5 Dan ketahuilah, aku berpikir-pikir hendak mendirikan sebuah rumah bagi nama TUHAN, Allahku, seperti yang dijanjikan TUHAN kepada Daud, ayahku, demikian: Anakmu yang hendak Kududukkan nanti di atas takhtamu menggantikan engkau, dialah yang akan mendirikan rumah itu bagi nama-Ku.
5:6 Oleh sebab itu, perintahkanlah orang menebang bagiku pohon-pohon aras dari gunung Libanon, dan biarlah hamba-hambaku membantu hamba-hambamu, dan upah hamba-hambamu akan kubayar kepadamu seberapa juga kauminta, sebab engkau tahu, bahwa di antara kami tidak ada seorangpun yang pandai menebang pohon sama seperti orang Sidon."
5:7 Maka segera sesudah Hiram mendengar pesan dari Salomo itu, ia sangat bersukacita serta berkata: "Terpujilah TUHAN pada hari ini, karena Ia telah memberikan kepada Daud seorang anak yang bijaksana untuk mengepalai bangsa yang besar ini."
5:8 Lalu Hiram mengutus orang kepada Salomo mengatakan: "Aku telah mendengar pesan yang kausuruh sampaikan kepadaku. Tentang kayu aras dan kayu sanobar aku akan melakukan segala yang kaukehendaki.
5:9 Hamba-hambaku akan membawanya turun dari gunung Libanon ke laut dan aku akan mengikatnya menjadi rakit-rakit di laut untuk dibawa sampai ke tempat yang akan kautunjukkan kepadaku; kemudian akan kusuruh bongkar semuanya di sana, sehingga engkau dapat mengangkutnya. Sementara itu engkau hendaknya menyediakan makanan bagi seisi istanaku seberapa yang kukehendaki."

5:10. Demikianlah Hiram memberikan kayu aras dan kayu sanobar kepada Salomo seberapa yang dikehendakinya.
5:11 Lalu Salomo memberikan kepada Hiram dua puluh ribu kor gandum, bahan makanan bagi seisi istananya dan dua puluh kor minyak tumbuk; demikianlah diberikan Salomo kepada Hiram tahun demi tahun.
5:12 Dan TUHAN memberikan hikmat kepada Salomo seperti yang dijanjikan-Nya kepadanya; maka damaipun ada antara Hiram dan Salomo, lalu mereka berdua mengadakan perjanjian.


10:1. Sesudah itu matilah raja bani Amon; dan Hanun, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.
10:2 Lalu berkatalah Daud: "Aku akan menunjukkan persahabatan kepada Hanun bin Nahas, sama seperti ayahnya telah menunjukkan persahabatan kepadaku." Sebab itu Daud menyuruh menyampaikan pesan turut berdukacita kepadanya dengan perantaraan pegawai-pegawainya karena kematian ayahnya. Tetapi ketika pegawai-pegawai Daud sampai ke negeri bani Amon itu,
10:3 berkatalah pemuka-pemuka bani Amon itu kepada Hanun, tuan mereka: "Apakah menurut anggapanmu Daud hendak menghormati ayahmu, karena ia telah mengutus kepadamu orang-orang yang menyampaikan pesan turut berdukacita? Bukankah dengan maksud untuk menyelidik kota ini, untuk mengintainya dan menghancurkannya maka Daud mengutus pegawai-pegawainya itu kepadamu?"
10:4 Lalu Hanun menyuruh menangkap pegawai-pegawai Daud itu, disuruhnya mencukur setengah dari janggut mereka dan memotong pakaian mereka pada bagian tengah sampai pantat mereka, kemudian dilepasnya mereka.
10:5 Hal ini diberitahukan kepada Daud, lalu disuruhnya orang menemui mereka, sebab orang-orang itu sangat dipermalukan. Raja berkata: "Tinggallah di Yerikho sampai janggutmu itu tumbuh, kemudian datanglah kembali."


Ayat mas hari ini: Amsal 27:10
Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 28-29; Filipi 3

Sebuah pepatah Cina kuno berkata bahwa belum tentu kita bisa mendapatkan seorang sahabat baru dalam satu tahun, tetapi sangatlah mudah untuk menyakiti dan kehilangan seorang teman dalam satu jam. Karena itu, orang yang bijak akan menghargai dan menjaga persahabatan dengan teman-temannya. Sama seperti yang dilakukan Raja Salomo kepada Hiram, raja Tirus, sahabat Raja Daud, ayah Salomo. Salomo menghargai persahabatan yang telah terjalin bahkan mengajak Hiram membantunya membangun Bait Allah. Dari persahabatan ini, banyak hal baik yang mereka capai bersama.

Sebaliknya, orang yang bodoh akan memandang ringan persahabatan yang ia miliki dan memperlakukan teman-temannya dengan sesukanya. Inilah yang dilakukan oleh Hanun bin Nahas, raja Amon yang baru saja naik takhta menggantikan ayahnya yang belum lama meninggal. Ayahnya dulu adalah sahabat Raja Daud, sehingga Daud merasa perlu mengirimkan utusan untuk menyatakan belasungkawanya. Namun siapa sangka, Hanun malah mempermalukan utusan Daud itu. Sebuah tindakan yang memutuskan tali persahabatan antara bani Amon dengan bangsa Israel dan berbuahkan peperangan yang membawa kerugian besar bagi bani Amon.

Siapa saja sahabat dan teman kita saat ini? Sudahkah kita menghargai mereka dengan sepantasnya? Apakah ada dari mereka yang kita abaikan atau bahkan kita perlakukan dengan semena-mena? Kalau ada, segeralah perbaiki hubungan yang mulai rusak itu. Jangan lupa pula untuk terus memelihara setiap hubungan persahabatan yang sudah berjalan baik selama ini

PERSAHABATAN ITU INDAH TETAPI RAPUH

MAKA HARUS SELALU ADA USAHA UNTUK MENJAGANYA

Penulis: Alison Subiantoro - www.renunganharian.net

ms.sabbath
October 08, 2010, 05:37
Talenta

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/natalie-cole893.jpg

Bacaan hari ini: Matius 25:14-30

25:14. "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.
25:15 Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.
25:16 Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta.
25:17 Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta.
25:18 Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.
25:19 Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.
25:20 Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.
25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
25:22 Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta.
25:23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
25:24 Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.
25:25 Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!
25:26 Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
25:27 Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya.
25:28 Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.
25:29 Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.
25:30 Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."


Ayat mas hari ini: Matius 25:21
Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 30-31;Filipi 4

Ada sebuah cerita tentang talenta yang nyaris terkubur. Di sebuah bar, seorang pemain piano diminta untuk tidak bermain piano, tetapi menyanyi. Si pemain piano menolak dengan alasan ia tidak bisa menyanyi. Pemilik bar berkata, “Saya tidak membutuhkan pemain piano, tetapi seorang penyanyi. Kalau kamu tidak mau menyanyi, saya tidak akan membayar.” Dengan terpaksa si pemain piano itu mulai menyanyi. Dan belum pernah ada orang yang mendengar lagu Mona, Mona Lisa seindah malam itu saat dinyanyikan oleh si pemain piano, Nat King Cole, yang akhirnya menjadi penyanyi ternama.

Dalam perumpamaan Tuhan Yesus tentang talenta dikisahkan seorang tuan hendak bepergian jauh. Ia memberikan kepada tiga orang hambanya masing-masing lima, dua, dan satu talenta. Ketika sang tuan kembali, ia mendapati hamba yang memperoleh lima dan dua talenta telah mengelola talenta dengan baik, sehingga menghasilkan dua kali lipat. Maka, sang tuan pun memujinya. Sedang hamba yang memperoleh satu talenta malah menguburnya dan tidak menghasilkan apa-apa, sehingga sang tuan menegurnya dengan keras.

Melalui perumpamaan tersebut kita belajar bahwa setiap orang pada dasarnya punya talenta. Tidak ada orang yang sama sekali tidak diberi talenta apa-apa oleh Tuhan. Hanya memang ada yang diberi banyak, ada yang diberi sedikit. Namun, banyak dan sedikitnya talenta itu bukan soal, sebab yang penting adalah bagaimana kita mengelolanya. Apakah kita mengelolanya dengan baik, sehingga menjadi berkat? Atau, malah menguburnya dan tidak menghasilkan apa-apa.

TALENTA YANG ADA PADA KITA ADALAH TITIPAN TUHAN

YANG HARUS KITA PERTANGGUNGJAWABKAN

Penulis: Ayub Yahya - www.renunganharian.net

Rhema renungan hari ini :
Matius 25:20 Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.

25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

ms.sabbath
October 09, 2010, 05:27
Think Less, Feel More

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/david-goliath.jpg

Bacaan hari ini: 1 Samuel 17:1-13

17:1. Orang Filistin mengumpulkan tentaranya untuk berperang; mereka berkumpul di Sokho yang di tanah Yehuda dan berkemah antara Sokho dan Azeka di Efes-Damim.
17:2 Saul dan orang-orang Israel juga berkumpul dan berkemah di Lembah Tarbantin; mereka mengatur barisan perangnya berhadapan dengan orang Filistin.
17:3 Orang Filistin berdiri di bukit sebelah sini dan orang Israel berdiri di bukit sebelah sana, dan lembah ada di antara mereka.
17:4 Lalu tampillah keluar seorang pendekar dari tentara orang Filistin. Namanya Goliat, dari Gat. Tingginya enam hasta sejengkal.
17:5 Ketopong tembaga ada di kepalanya, dan ia memakai baju zirah yang bersisik; berat baju zirah ini lima ribu syikal tembaga.
17:6 Dia memakai penutup kaki dari tembaga, dan di bahunya ia memanggul lembing tembaga.
17:7 Gagang tombaknya seperti pesa tukang tenun, dan mata tombaknya itu enam ratus syikal besi beratnya. Dan seorang pembawa perisai berjalan di depannya.
17:8 Ia berdiri dan berseru kepada barisan Israel, katanya kepada mereka: "Mengapa kamu keluar untuk mengatur barisan perangmu? Bukankah aku seorang Filistin dan kamu adalah hamba Saul? Pilihlah bagimu seorang, dan biarlah ia turun mendapatkan daku.
17:9 Jika ia dapat berperang melawan aku dan mengalahkan aku, maka kami akan menjadi hambamu; tetapi jika aku dapat mengungguli dia dan mengalahkannya, maka kamu akan menjadi hamba kami dan takluk kepada kami."
17:10 Pula kata orang Filistin itu: "Aku menantang hari ini barisan Israel; berikanlah kepadaku seorang, supaya kami berperang seorang lawan seorang."
17:11 Ketika Saul dan segenap orang Israel mendengar perkataan orang Filistin itu, maka cemaslah hati mereka dan sangat ketakutan.

17:12. Daud adalah anak seorang dari Efrata, dari Betlehem-Yehuda, yang bernama Isai. Isai mempunyai delapan anak laki-laki. Pada zaman Saul orang itu telah tua dan lanjut usianya.
17:13 Ketiga anak Isai yang besar-besar telah pergi berperang mengikuti Saul; nama ketiga anaknya yang pergi berperang itu ialah Eliab, anak sulung, anak yang kedua ialah Abinadab, dan anak yang ketiga adalah Syama.


Ayat mas hari ini: Efesus 3:20
Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 32-33; Kolose 1

Sebuah majalah nasional memiliki rubrik khusus yang menceritakan aksi heroik seseorang yang menyelamatkan orang lain; menceburkan diri ke laut, menembus kebakaran. Umumnya orang-orang yang bergantian diceritakan adalah warga biasa. Namun, menurut salah seorang pengasuhnya, ada satu kesamaan yang menyatukan mereka: mereka bertindak tanpa berpikir. Saya jadi teringat pada pesan yang dicoretkan Rene Suhardono—seorang career coach—dalam bukunya: Think Less, Feel More (Lebih sedikit berpikir, lebih banyak merasa).

Ada saat-saat dalam hidup ini ketika kita tidak dapat mengandalkan logika semata. Contohnya ada juga dalam bacaan hari ini. Dibanding saudara-saudaranya yang sudah menjadi prajurit, Daud adalah anak paling kecil (dari segi usia dan perawakan) yang aktivitas sehari-harinya adalah menggembala domba-domba ayahnya di padang rumput. Sedangkan pasukan Filistin tampil sebagai prajurit berpengalaman. Benar-benar lawan yang tak seimbang. Tatkala akhirnya Daud memutuskan untuk maju melawan raksasa Goliat, orang melihatnya sebagai tindakan yang tidak realistis. Namun, Daud mengandalkan imannya kepada Tuhan. Seluruh perasaannya diliputi kepercayaan kepada Allah yang ia yakini sanggup menolong. Dan, ia menang. Bagi Tuhan, tidak ada orang biasa atau luar biasa; yang ada hanya orang yang mau membuka hati untuk dipakai oleh-Nya atau tidak.

Dalam hidup ini, ada situasi-situasi di mana kita seharusnya berpikir, tetapi juga diimbangi dengan respons dari hati. Bukalah hati Anda untuk dipakai Tuhan, karena Dia mau memakai Anda, melebihi dari yang bisa dipikirkan oleh otak kita

SESUATU YANG MUSTAHIL BAGI LOGIKA PUN BISA TERJADI

APABILA TUHAN MENGHENDAKI DAN HAMBA-NYA MEMBUKA HATI

Penulis: Olivia Elena - www.renunganharian.net


Rhema renungan hari ini :
Bagi Tuhan, tidak ada orang biasa atau luar biasa; yang ada hanya orang yang mau membuka hati untuk dipakai oleh-Nya atau tidak.

ms.sabbath
October 10, 2010, 05:47
Belajar Menghargai

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/11415-we-appreciate-you.jpg

Bacaan hari ini: Keluaran 17:8-16

17:8. Lalu datanglah orang Amalek dan berperang melawan orang Israel di Rafidim.
17:9 Musa berkata kepada Yosua: "Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek, besok aku akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang tongkat Allah di tanganku."
17:10 Lalu Yosua melakukan seperti yang dikatakan Musa kepadanya dan berperang melawan orang Amalek; tetapi Musa, Harun dan Hur telah naik ke puncak bukit.
17:11 Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek.
17:12 Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia duduk di atasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya tidak bergerak sampai matahari terbenam.
17:13 Demikianlah Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan mata pedang.
17:14 Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Tuliskanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah ke telinga Yosua, bahwa Aku akan menghapuskan sama sekali ingatan kepada Amalek dari kolong langit."
17:15 Lalu Musa mendirikan sebuah mezbah dan menamainya: "Tuhanlah panji-panjiku!"
17:16 Ia berkata: "Tangan di atas panji-panji TUHAN! TUHAN berperang melawan Amalek turun-temurun."

Ayat mas hari ini: Keluaran 17:12
Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 34-36; Kolose 2

Sekuntum mawar terlihat menonjol ketika ia berada di antara daun-daun hijau dan duri-duri tajam di sekitarnya. Begitu juga seorang tokoh utama dalam sebuah film tidak akan terlihat bagus perannya jika tidak ada pemeran pembantu di film tersebut. Memang keberadaan duri tajam dan peran pembantu kadang kurang diperhatikan, tetapi sesungguhnya justru keberadaan merekalah yang membuat sesuatu yang didukungnya terlihat lebih baik.

Ada orang-orang yang berperan penting dalam kemenangan bangsa Israel. Yang pertama Yosua, yang memimpin bangsa Israel berperang melawan Amalek. Yang kedua Musa, sebagai pemimpin Israel yang harus memegang tongkat Allah. Ketika tongkat ini terangkat, maka bangsa Israel menjadi lebih kuat dan dapat mengalahkan bangsa Amalek. Lalu, apakah hanya mereka berdua yang dipakai Tuhan dalam kemenangan bangsa Israel ini? Tidak. Di sisi mereka—yang tidak kalah penting—ada Harun dan Hur. Ketika tangan Musa mulai penat dan mulai turun, Harun dan Hur membantu menopang tangannya, sehingga tetap terangkat. Dan ketika keduanya mendukung Musa demikian, Tuhan memberi kekuatan bagi bangsa Israel.

Saat kita berperan sebagai pemimpin—dalam organisasi, perusahaan, gereja, keluarga, masyarakat—adakah kita menghargai mereka yang kita pimpin, mereka yang mendukung kita? Adakah kita memperlakukan mereka dengan baik? Yang harus selalu diingat adalah bahwa kita tak mungkin melakukan segala sesuatu sendirian. Tanpa mereka kita tidak bisa berkarya maksimal. Setiap peran mereka yang mendukung kita, selalu penting. Maka, mari belajar menghargai mereka.

BISA MENGHARGAI PARA PENDUKUNG

AKAN MEMBUAT SETIAP KARYA KITA SEMAKIN TEGUH

Penulis: Gloria Kamiharja - www.renunganharian.net

ms.sabbath
October 11, 2010, 15:17
Mujizat terbesar terjadi

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/7art-0006_best-indian-man.jpg

Roma 10:9-17

10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
10:11 Karena Kitab Suci berkata: "Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan."

10:12. Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.
10:13 Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.
10:14 Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?
10:15 Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"
10:16 Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata: "Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?"
10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.


Tuhan yang kita kenal di dalam nama Yesus Kristus adalah luar biasa dan sangat kreatif. Dia bisa mencapai satu tujuan dengan cara yang berbeda - beda. Dari sekian banyak orang yang ada di bumi ini, sejak peristiwa penyelamatan di kayu salib, ada banyak orang yang diselamatkan dengan cara yang berbeda dan sangat unik.

Seorang pemuda India mengalami perjumpaan dengan kebenaran bahwa Yesus adalah Tuhan dengan cara yang sangat unik. Prem adalah seorang perokok berat dan suatu kali ia mencuri sebuah buku tebal dari seorang misionaris yang datang ke desanya. Ia melihat buku itu terdiri dari kertas tipis dan cocok untuk dijadikan rokok. Prem pun mulai merobek selembar dan melipatnya menjadi dua, kemudian dia menaruh tembakau di tengahnya, menggulungnya menjadi rokok, lalu menghisapnya dengan nikmat. Saat temannya datang, Prem kembali merobek selembar, dan membuat rokok bagi temannya. "Saya ingin melihat dulu apa tulisan di kertas itu. Prem, nampaknya buku yang kau sobek dan bakar itu adalah Kitab Suci orang Kristen," kata temannya. Prem menjadi ketakutan karena menganggap bahwa Tuhan orang Kristen akan marah dan menghukumnya. Sejak hari itu Prem yang buta huruf meminta temannya membacakan isi Alkitab untuknya.

Dua bulan kemudian Prem dan temannya mencari si misionaris dan mengaku," Pak, saya telah mencuri Kitab Suci Bapak, dan membakar kertasnya untuk dijadikan rokok. Lalu teman saya ini menjelaskan bahwa ini adalah Kitab Suci. Setelah mengetahui isinya, kini kami berdua sadar dan benar - benar percaya bahwa Yesus adalah Tuhan yang sejati." "Puji Tuhan, sejak kehilangan Alkitab itu saya berdoa supaya yang mengambilnya dijamah Tuhan, bertobat dan mengenal Yesus sebagai Juruselamat. Kini mujizat terbesar itu terjadi," jawab si misionaris dengan sukacita. Tuhan tidak pernah kehabisan cara untuk menarik satu jiwa lagi kepada-Nya, dan Dia menginginkan orang percaya menjadi rekan kerja-Nya yang setia serta antusias.

Sampai Tuhan Yesus menjemput di awan - awan yang permai, ada satu gairah yang tidak boleh hilang dari dalam diri orang percaya, yaitu semangat untuk memberitakan Injil dan memenangkan jiwa bagi Dia. Keyakinan bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat akan timbul di hati ketika seseorang mendengar atau membaca kebenaran, dan firman-Nya adalah kebenaran. Bukankah iman timbul hanya karena pendengaran akan firman Tuhan?

Tuhan Yesus akan segera datang, itu artinya kita tidak memiliki waktu yang banyak untuk memenangkan keluarga dan kenalan kita yang belum mengenal Dia. Baiklah kita semakin giat bekerja agar kelak mereka dapat bergabung dan menikmati kebahagiaan bersama semua orang percaya di kehidupan yang kekal, dan bukannya tersiksa dalam penghukuman kekal yang mengerikan. Berdoalah dengan tekun agar Roh Kudus berkarya dalam hati mereka sehingga hati mereka terbuka untuk diselamatkan oleh darah Kristus ( Yoh 16:8).

Doa :
Tuhan Yesus, aku rindu .................. diselamatkan oleh karena iman terhadap penebusan yang sudah Engkau kerjakan. Dengarlah permohonanku ini ya Tuhan. Amin.

Kata - kata bijak :
Mujizat terbesar yang dialami orang percaya adalah saat ia diselamatkan oleh darah Yesus.


Sumber : buku renungan harian Manna Sorgawi edisi Oktober 2010.

ms.sabbath
October 12, 2010, 16:54
Mencintai Taurat-Mu

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/Ohio20State20Motto.jpg

Mazmur 1:1-3

1:1. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
1:3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.


Ohio adalah satu - satunya negara bagian Amerika Serikat yang pada tahun 1958 belum memiliki moto untuk negaranya. Moto negara Kentucky adalah "United we stand, divided we fall" atau "Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh"; Nevada dengan "All for our country" atau "Semua untuk negara kita" New Jersey "Liberty and prosperity" atau "Kebebasan dan kemakmuran"; dst. Ketiadaan moto ini membuat Jimmy Mastronado, seorang anak laki - laki berumur 11 tahun berpikir dan ingin menyumbangkan moto untuk negaranya. Jimmy mengambil moto itu dari Mat 19:26, "With God all things possible" atau "Dengan Allah segala sesuatu mungkin".

Usul anak ini tentu saja tidak diterima oleh para pemimpin Ohio, namun Jimmy tidak tinggal diam dan berputus asa. Bocah yang gigih itu mengumpulkan teman - temannya untuk menggalang kekuatan. Mereka berjalan dari pintu ke pintu untuk meminta tanda tangan dari banyak orang yang setuju moto itu menjadi moto negara mereka. Bukan hanya itu, Jimmy memajukan proposal motonya ke kantor pemerintah. Pada tahun 1959 akhirnya diadakan pemungutan suara di tingkat atas dan semua peserta yang hadir setuju dengan moto itu.

Mengapa Jimmy bisa berpikir untuk mengambil moto dari ayat Alkitab? Pada usia 11 tahun Jimmy sudah memiliki 3 Alkitab dan dia membacanya dengan tekun setiap hari. "Kadang - kadang saya harus mengingatkan Jimmy untuk menggosok giginya sebelum tidur, tetapi saya tidak perlu mengingatkannya untuk membaca Alkitab," kata ibunya menjelaskan. Kesukaan akan firman Tuhan akan melahirkan ide - ide kreatif yang Alkitabiah.

Sesungguhnya berbahagialah orang yang menyukai firman Tuhan, kata Daud di dalam Mazmur 94:12. Kalau kita mau melihat sosok pemimpin yang diangkat Tuhan dari nol untuk mencapai puncak suksesnya, dan mati ketika ia masih berada di puncak sukses, itu adalah Daud. Apa rahasia dia bisa bertahan di atas sampai ajal menjemputnya? Daud mencintai dan menghidupi firman Tuhan.Ketika dikejar - kejar oleh Saul, ia memegang teguh firman Tuhan yang mengajarkan untuk tidak membalas dendam, karena pembalasan adalah hak Tuhan. Daud beberapa kali mendapat kesempatan untuk membunuh Saul, tetapi firman Tuhan membentenginya dari kesalahan itu. "Kiranya Tuhan menjauhkan dari padaku untuk menjamah orang yang diurapi Tuhan. Ambillah sekarang tombak yang ada di sebelah kepalanya dan kendi itu, dan marilah kita pergi." (1 Sam 26:11)

Biarlah di hari - hari terakhir ini kita mencintai firman-Nya dengan mengambil waktu khusus untuk membaca firman-Nya. Carilah waktu dimana kita bisa "berduaan" dengan Tuhan, untuk merenungkan firman-Nya yang manis. Perhatikan, hidup kita pasti menjadi manis.

Doa
Sungguh benar ya Tuhan kalau firman-Mu itu manis bagi jiwaku. Tuhan, aku mau menjadikan firman-Mu sebagai makanan bagi jiwaku. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.

Kata - kata ajaib
Alkitab adalah firman dari Tuhan yang kreatif, orang yang tekun membacanya tidak akan kehabisan ide kreatif.

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/usamottoes1.jpg

Sumber : buku renungan harian Manna Surgawi edisi Oktober 2010

ms.sabbath
October 13, 2010, 14:53
Doa Hampa

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/Gethsemane.jpg

Bacaan hari ini: Lukas 6:12-16

6:12. Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.
6:13 Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:
6:14 Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,
6:15 Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot,
6:16 Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.


Ayat mas hari ini: Lukas 6:12
Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 41-42; 1 Tesalonika 1

Sebuah lagu lama berlirik menegur: Sering kali aku berdoa/hanya karena tak ingin dicela/Namun kini kusadar Tuhan, seharusnya ku datang/Dengan segenap rindu dari lubuk hatiku/Dengan hasrat yang tulus/Karena ku cinta pada-Mu/Tak hanya memikirkan berkat yang Kauberikan/Sungguh hanya karena ku mengasihi-Mu Yesus.

Kalau mau jujur, kerap kali yang keluar dari mulut kita adalah doa yang “sekadar berdoa”—doa sebatas menjalankan aktivitas rutin, mengucap kata-kata hafalan tanpa penghayatan, atau sekadar menunaikan kewajiban. Doa hanya karena tak mau dicela orang lain. Bahkan, kadang-kadang juga doa yang terburu-buru. Pokoknya jika sudah berdoa, hati sudah merasa tenang sebab kewajiban sudah terlaksana. Padahal, sejatinya doa tidak seperti itu. Doa harus lebih banyak berisi tentang ungkapan hati dan kasih kepada Tuhan. Dalam bacaan hari ini, Yesus berdoa semalam-malaman, sebab lewat doa, Dia menjalin hubungan dengan Bapa. Melalui doa, Dia mencurahkan isi hati-Nya dan menangkap kehendak Bapa-Nya.

Jika doa kita hanya berisi kata-kata yang kosong, maka tak ada bedanya kita berdoa seperti orang Farisi. Mereka berdoa dengan bibirnya, tetapi sebenarnya hatinya jauh dari Tuhan (Matius 7:6). Doa bukan agar dipuji orang, tetapi agar hati terarah kepada Allah. Doa bukan kewajiban, tetapi doa harus merupakan sebuah kerinduan. Jika doa hanya dilakukan karena motivasi-motivasi dangkal semacam ini, maka akan lahir doa-doa yang hampa. Namun, jika sebuah doa lahir karena kerinduan, maka itulah yang mengetuk hati Tuhan

TUHAN TAK PERNAH LUPUT MEMPERHATIKAN

DOA SEDERHANA YANG DINAIKKAN DARI HATI YANG MENGASIHI-NYA

Penulis: Petrus Kwik - www.renunganharian.net


Doa : Butuh bimbingan Tuhan

Tuhan, seringkali kami sangat sibuk dengan pikiran, tujuan, dan keinginan kami sendiri sehingga kami gagal untuk mendengarkan Engkau. Tuhan, kami sadar bahwa kami sangat membutuhkan bimbingan-Mu, bantulah kami untuk mengikutsertakan Engkau di setiap langkah kami, karena kami tahu bahwa diberkatilah orang yang mengandalkan Engkau. Biarlah kami juga mencintai firman-Mu, karena firman-Mu menuntun kami berjalan di jalan yang benar. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.



Humor

Mengapa orang memungut benda - benda yang tidak bisa masuk ke dalam vacuum cleaner lalu meletakkannya di lantai dan menyedotnya kembali seolah memberikan kesempatan kedua kepada vacuum cleaner tersebut?

Doa seekor anjing:
"Tuhan yang baik, bila nanti di surga, bolehkah kami duduk di bangku-Mu, atau ceritanya masih sama seperti di bumi?

"Tuhan yang baik, mengapa mobil - mobil selalu dinamakan Panther, Kijang, Jaguar (macan tutul), Mustang ( sejenis kuda liar), Cougar ( singa gunung) dan tidak pernah dinamakan anjing? Bukankah yang sering diajak naik mobil adalah anjing? Dan kami senang naik mobil."


Doa & humor diambil dari : buku renungan harian Manna Sorgawi edisi Oktober 2010

ms.sabbath
October 14, 2010, 16:37
Beda Jalan

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/tumblr_l8rh36Mc271qzpe8uo1_500.jpg

Bacaan hari ini: Yesaya 55:6-11

55:6. Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!
55:7 Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.
55:8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
55:9 Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.
55:10 Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan,
55:11 demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.


Ayat mas hari ini: Yesaya 55:9
Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 45-46; 1 Tesalonika 3

Dua anak menemukan sebuah kantong berisi dua belas butir kelereng. Mereka berdebat soal pembagian kelereng itu dan memutuskan untuk mendatangi seorang bapak yang mereka anggap bijak. Ketika diminta menengahi, bapak itu bertanya, mereka mau kelereng itu dibagi menurut keadilan manusia atau keadilan Tuhan. Anak-anak itu menjawab, “Kami mau yang adil. Jadi, bagilah menurut keadilan Tuhan.” Sang bapak pun menghitung kelereng tersebut, lalu memberikan tiga butir kepada salah satu anak, dan sembilan butir kepada anak yang lain. Pertanyaan sang bapak mengingatkan kita bahwa terkadang ada perbedaan besar antara keadilan yang diberikan manusia dan Allah.

Jalan Tuhan, pikiran dan rencana-Nya, jauh berbeda dari jalan manusia. Standar kebenaran dan keadilan-Nya juga lain dari standar manusia. Seperti langit dan bumi bedanya—kiasan Yesaya itu masih kita pakai sampai sekarang. Manusia hanya melihat sepotong gambar, Allah melihat gambar itu secara menyeluruh. Manusia hanya mengamati tindakan lahiriah, Tuhan sanggup menilik sampai ke relung hati yang paling dalam. Apa yang dianggap baik oleh Tuhan, bisa jadi malah dianggap jahat oleh manusia. Ketika kita berharap mendapat bagian sama rata, Tuhan membagikan karunia menurut keperluan masing-masing orang. Apa yang kita rasa lamban, bagi Dia indah pada waktunya.

Adakah harapan kita yang belum terwujud sampai saat ini? Atau, adakah doa yang sudah sekian lama kita panjatkan, tetapi kita belum kunjung melihat titik terang jawaban-Nya? Mungkin Tuhan bukannya berdiam diri. Bisa jadi Dia justru sedang menjawabnya secara tak terduga: menurut jalan-Nya, bukan menurut jalan kita

JANGAN MEMBENGKOKKAN JALAN TUHAN MENURUT KEMAUAN KITA

KITALAH YANG HARUS MENUNDUKKAN DIRI MENGIKUTI JALANNYA

Penulis: Arie Saptaji - www.renunganharian.net

ms.sabbath
October 15, 2010, 17:57
Mewartakan Berita Itu

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/doctor-patient1.jpg

Bacaan: 2 Timotius 4:1-5

4:1 Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya:
4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
4:3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.
4:4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.
4:5 Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!
________________________________________

Saya berkata pada dokter saya yang seorang agnostik (ajaran yang tidak meyakini bahwa Allah itu ada) bahwa kita seharusnya senang karena Allah menciptakan kita. Melihat jarum suntik di tangannya, saya berpikir, Mungkin sebaik-nya saya diam saja. Namun, saya menambahkan, “Jika kita masih terus berevolusi, Anda takkan tahu mana titik-titik yang tepat untuk menyuntikkan jarum itu.” Ia bertanya, “Apakah Anda benar-benar percaya pada Allah?” Saya menjawab, “Tentu saja. Bukankah kita diciptakan dengan begitu terperinci?” Saya bersyukur atas kesempatan untuk bersaksi kepada dokter saya.

Dalam bacaan Alkitab hari ini, Paulus menugasi Timotius untuk mengarahkan orang-orang kepada sang Juruselamat. “Beritakanlah firman Allah” (2 Tim. 4:2) tidak hanya ditujukan pada para pengkhotbah. Kata beritakan artinya ”mewartakan berita”. Umat Allah dapat melakukan hal ini sembari minum kopi bersama atau ketika bersama teman-teman di sekolah. Kita dapat mewartakan kabar baik tentang apa yang telah dilakukan Allah bagi kita di mana pun, kapan pun, dan kepada siapa pun yang membuka diri dan sedang mencari tahu. Kita dapat memberitahu mereka bahwa Allah mengasihi kita dan mengetahui setiap luka, kegagalan, dan kelemahan kita. Melalui kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, Allah mematahkan ikatan dosa yang membelenggu kita. Bagi mereka yang membuka hatinya pada sang Juruselamat, Dia akan datang untuk tinggal di dalam diri mereka.

Marilah kita dengan tidak takut mewartakan apa yang telah dilakukan Allah bagi kita. —AL

Kami yang bersukacita karena mengenal-Mu
Diperbarui di hadapan tahta-Mu
Janji khidmat yang kami nyatakan pada-Mu
‘Tuk pergi dan mewartakan tentang-Mu. —Houghton

Memberitakan Injil berarti seseorang mewartakan kabar baik pada seorang lainnya.

Rhema renungan hari ini :
2 Timotius 4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.


Sumber : Our Daily Bread terbitan RBC

ms.sabbath
October 17, 2010, 04:31
Kasih yang tersembunyi

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/tumblr_l1fojcfv561qzpe8uo1_500.jpg

1 Samuel 1:8; 1 Petrus 3:1,7

Setelah empat tahun berumah tangga, Ani mulai merasa kesal kepada Timo, suaminya. Dia merindukan saat - saat romantis, tetapi itu tidak pernah ia dapatkan lagi. Ani merasa Timo sudah sangat berbeda dengan yang dia kenal dahulu, Timo sudah tidak mengasihinya lagi. Ani pun berniat untuk bercerai dengan Timo. Suatu saat mereka bertengkar, kemudian Timo berkata, " Aku akan memberikan jari - jariku untuk membantumu. Ketika engkau habis membereskan rumah dan juga merasa badanmu pegal - pegal, aku harus memberikan tanganku untuk memijitmu. Ketika engkau ingin pergi ke pasar, aku memberikan kakiku untuk mengendarai mobil. Ketika engkau risau dan hanya duduk di rumah saja, aku pergi untuk membeli sesuatu dan menceritakan yang lucu - lucu agar dapat menghiburmu. Oleh karena itu, jika semua yang telah diberikan oleh tangan, kaki, dan mataku tidak cukup, aku tidak akan menahanmu untuk mencari tangan, kaki dan mata lain yang dapat membahagiakanmu." Mendengar hal itu, Ani pun menangis. Kemudian dia minta maaf dan menyadari bahwa Timo masih mengasihinya.

Kisah ini mengingatkan kita supaya kita tidak terburu - buru mengambil keputusan. Mungkin saja saat itu situasi tidak menyenangkan hati kita, tetapi tetap saja kita tidak boleh mengambil keputusan dengan terburu - buru. Perhatikan nasihat yang diberikan Malaikat Tuhan kepada Hagar, yaitu agar dia kembali ke rumah Abram, sekalipun Sarai menekannya. Hasilnya, Abram tetap mau memperhatikan dia dan dia melahirkan anak bagi Abram dengan selamat. Ini suatu kebanggaan tersendiri. Bahkan Abramlah yang memberi nama anak tersebut, sebagai suatu bentuk pengakuan.

Di PB, Paulus menegaskan kepada jemaat di Korintus yang mempunyai pasangan tidak seiman supaya tidak bertindak buru - buru, yaitu tidak mengambil keputusan untuk bercerai dengannya. Maksudnya, supaya pasangannya itu akhirnya dapat diselamatkan. Di samping itu, kita harus berusaha melihat hal baik yang sudah dilakukan pasangan kita. Manusia cenderung melihat hal yang jelek dari sesamanya, tidak terkecuali kepada pasangannya. Secara khusus bagi pasangan suami - istri, biasanya ini terjadi setelah mereka sudah memasuki bahtera rumah tangga selama beberapa tahun. Awalnya semua nampak indah, yang jelek pun tak pernah muncukdi permukaan. Kalau tiba - tiba kejelekan itu muncul, maka cepat - cepat pasangan suami - istri akan menutupinya dengan yang baik - baik. Tetapi, tidak demikian setelah sekian lama hidup bersama. Hal yang jelek cenderung lebih nampak di depan mata daripada hal yang baik. Inilah yang membuat bahtera rumah tangga bisa koyak. Tentu saja kita senang kalau nafsu dengan pasangan kita langgeng. Oleh sebab itu, jika ada persoalan, jangan terburu nafsu. Lebih baik bersikap tenang dan berusaha merasakan kasihnya yang mungkin tersembunyi di balik apa yang dia lakukan.

Doa
Bapa, tumbuhkan kembali cinta dan pengertianku pada pasanganku supaya aku bisa melihat segala kebaikan yang telah dia lakukan bagiku. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.

Kata - kata bijak
Melupakan hal baik dari pasangan sama saja dengan membuka diri untuk melihat hal yang jelek darinya.


Humor

Dapatkah Anda menjawab pertanyaan- pertanyaan berikut ini? Bacalah dengan teliti dan pikirkan dengan sebaik - baiknya. Tidak ada tipuan kamera disini karena memang teka - teki ini tidak menggunakan kamera. Jangan menyontek !

1. Seorang pembunuh dijatuhi hukuman mati. Dia harus memilih satu dari tidak kamar eksekusi yang ada. Kamar yang pertama penuh dengan nyala api yang membara. Kamar kedua penuh dengan algojo dengan senapan yang siap ditembakkan. Kamar ketiga penuh berisi singa lapar yang sudah tidak makan selama tiga tahun. Kamar mana yang paling aman buat dia?


2. Apa yang warnanya hitam ketika Anda membelinya, menjadi merah ketika Anda menggunakannya, dan menjadi abu - abu ketika Anda selesai menggunakannya?

3. Dapatkah Anda menyebutkan tiga hari berturut - turut tanpa menggunakan kata Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu?

4. Ini adalah paragraf yang tidak biasa. Saya ragukan bahwa Anda dapat ungkapkan apa yang tidak biasa ini. Nampaknya biasa saja, tidak ada apa - apanya. Tapi simak lagi, dan simak lagi. Usahakan agar Anda bisa lihat hal yang tidak biasa di dalam hal yang nampak biasa ini.



Sumber : buku renungan Manna Sorgawi edisi Oktober 2010

ms.sabbath
October 18, 2010, 03:19
Pola pikir yang benar

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/baby-jesus-0107.jpg

Yosua 1:8; Filipi 4:8; 1 Yohanes 2:15-17

1:8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.


4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.


2:15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
2:16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.


Seandainya ada pertanyaan tentang mengapa seekor ayam menyeberang jalan, jawaban apa yang mungkin muncul? Tentu jawabannya akan beraneka ragam. Seorang politikus akan menjawab," Kami benar - benar tidak peduli mengapa ayam itu menyeberang. Kami hanya ingin tahu apakah ayam itu ada di pihak kami atau tidak; ayam itu baik dengan kami atau tidak. Disini tidak ada jalan tengah." Penggiat hak asasi manusia akan menjawab," Saya membayangkan sebuah dunia dimana semua akan bebas seperti ayam menyeberang jalan tanpa harus dipertanyakan." Seandainya pertanyaan itu diajukan kepada seorang salesman, mungkin dia akan menjawab," Di seberang jalan ada prospek untuk dijadikan pelanggan." Seorang sekretaris mungkin menjawab," Karena ayam itu disuruh bosnya." Jawaban - jawaban itu mencerminkan pola pikir seseorang, seperti kita tahu bahwa pola pikir seseorang nampak di dalam perkataan dan tingkah lakunya.
Masalahnya bukan pada benar salahnya jawaban - jawaban tersebut, tetapi terletak pada apa yang mempengaruhi seseorang sehingga terbentuk pola pikir seperti itu.

Terbentuknya pola pikir seseorang banyak dipengaruhi oleh masa lalunya, juga oleh apa yang sering dilihat, yang sering dibaca, yang sering didengarkan, dan yang sering dikerjakan. Sebagai contoh, Yefta menjadi perampok karena latar belakangnya yang sangat pahit dan berkumpul dengan para perampok. Pikirannya tidak pernah terlepas dari merampok. Tetapi setelah kembali ke habitat yang benar, pola pikirnya menjadi benar, tindakannya pun menjadi benar, yaitu berjuang untuk kemenangan bangsanya sesuai dengan tuntunan Tuhan.

Ada tiga hal yang diajarkan di dalam Alkitab supaya terbentuk pola pikir yang benar:
Pertama, bergelut dengan firman Tuhan. Kepada Yosua, Tuhan mengingatkan supaya ia tidak lupa memperkatakan kitab Taurat dan merenungkannya siang dan malam. Dengan cara itu, pola pikir Yosua menjadi benar sehingga tindakannya pun hati - hati dan disesuaikan dengan isi kitab Taurat. Demikian juga kita harus menjadikan firman Tuhan sebagai makanan wajib, karena firman Tuhan itu akan membersihkan kita dari pandangan yang tidak benar.

Kedua, membiasakan diri berpikir hal yang benar. Paulus mendesak jemaat di Filipi untuk membiasakan diri memikirkan perkara yang benar. Kepada jemaat di Kolose dia berkata hal yang sepadan," Pikirkanlah perkara yang diatas, bukan yang di bumi." (Kol 3:2)

Ketiga, tidak mengasihi dunia dengan apa yang ada di dalamnya. Menurut Yohanes, mengasihi dunia akan menghilangkan kasih kepada Tuhan. Dengan demikian secara otomatis yang membentuk pola pikirnya adalah dunia. Untuk itu, jangan mengasihi dunia.

Tidak ada kata terlambat untuk mengubah pola pikir yang dipengaruhi dunia dengan pola pikir yang dipengaruhi Tuhan dan firman-Nya. Hanya, jangan kita menunda - nunda, karena semakin lama kita tidak bertindak, semakin sulit mengubahnya.

Doa
Ya Roh Kudus, bimbing aku untuk mengutamakan persekutuan dengan Tuhan dan firman-Nya, sehingga bukan "dunia" yang akan mempengaruhi hidupku. Dalam nama Yesus. Amin.

Kata - kata bijak
Dari apa yang dikatakan, dapat diketahui pola pikir seseorang dan apa yang selama ini mempengaruhinya.

Sumber : buku renungan Manna Sorgawi edisi Oktober 2010

ms.sabbath
October 19, 2010, 02:49
Pertengkaran Saudara

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/tumblr_kqza63zKCQ1qzpe8uo1_500-2.jpg

Bacaan hari ini: Bilangan 12

12:1. Miryam serta Harun mengatai Musa berkenaan dengan perempuan Kush yang diambilnya, sebab memang ia telah mengambil seorang perempuan Kush.
12:2 Kata mereka: "Sungguhkah TUHAN berfirman dengan perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman?" Dan kedengaranlah hal itu kepada TUHAN.
12:3 Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi.

12:4. Lalu berfirmanlah TUHAN dengan tiba-tiba kepada Musa, Harun dan Miryam: "Keluarlah kamu bertiga ke Kemah Pertemuan." Maka keluarlah mereka bertiga.
12:5 Lalu turunlah TUHAN dalam tiang awan, dan berdiri di pintu kemah itu, lalu memanggil Harun dan Miryam; maka tampillah mereka keduanya.
12:6 Lalu berfirmanlah Ia: "Dengarlah firman-Ku ini. Jika di antara kamu ada seorang nabi, maka Aku, TUHAN menyatakan diri-Ku kepadanya dalam penglihatan, Aku berbicara dengan dia dalam mimpi.
12:7 Bukan demikian hamba-Ku Musa, seorang yang setia dalam segenap rumah-Ku.
12:8 Berhadap-hadapan Aku berbicara dengan dia, terus terang, bukan dengan teka-teki, dan ia memandang rupa TUHAN. Mengapakah kamu tidak takut mengatai hamba-Ku Musa?"
12:9 Sebab itu bangkitlah murka TUHAN terhadap mereka, lalu pergilah Ia.

12:10. Dan ketika awan telah naik dari atas kemah, maka tampaklah Miryam kena kusta, putih seperti salju; ketika Harun berpaling kepada Miryam, maka dilihatnya, bahwa dia kena kusta!
12:11 Lalu kata Harun kepada Musa: "Ah tuanku, janganlah kiranya timpakan kepada kami dosa ini, yang kami perbuat dalam kebodohan kami.
12:12 Janganlah kiranya dibiarkan dia sebagai anak gugur, yang pada waktu keluar dari kandungan ibunya sudah setengah busuk dagingnya."
12:13 Lalu berserulah Musa kepada TUHAN: "Ya Allah, sembuhkanlah kiranya dia."
12:14 Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Sekiranya ayahnya meludahi mukanya, tidakkah ia mendapat malu selama tujuh hari? Biarlah dia selama tujuh hari dikucilkan ke luar tempat perkemahan, kemudian bolehlah ia diterima kembali."
12:15 Jadi dikucilkanlah Miryam ke luar tempat perkemahan tujuh hari lamanya, dan bangsa itu tidak berangkat sebelum Miryam diterima kembali.
12:16 Kemudian berangkatlah mereka dari Hazerot dan berkemah di padang gurun Paran.

Ayat mas hari ini: Amsal 6:16,19
Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 56-58; 2 Tesalonika 2

Sebuah peribahasa Vietnam berkata, “Kedekatan saudara sekandung itu seperti kedekatan tangan dengan kaki.” Maka, sebenarnya pihak-pihak itu tak bisa saling melukai, sebab sakitnya akan terasa oleh semua.

Selama berpuluh tahun Miryam dan Harun setia menyertai dan mendukung Musa—adik mereka—dalam memimpin bangsa Israel. Namun pada satu titik, mereka iri pada hubungan pribadi Musa yang istimewa dengan Tuhan—bahkan Tuhan berbicara kepadanya muka dengan muka (ayat 8). Hingga Miryam dan Harun tega berkata tajam, “Sungguhkah Tuhan berfirman dengan perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman?” (ayat 1,2). Dan atas sikap tersebut, Tuhan bertindak. Dia memanggil, menegur mereka, dan menghukum Miryam (ayat 10). Syukurlah mereka segera menyadari kedaulatan Tuhan. Musa dan Harun pun memintakan ampun atas Miryam, supaya ia dipulihkan (ayat 11-13).

Hubungan saudara-bersaudara terkadang bisa diwarnai pertengkaran—pada segala usia; dari anak-anak hingga ketika semua sudah sama-sama dewasa bahkan usia lanjut, seperti Musa bersaudara. Topiknya bisa beragam; kasih yang dirasa berbeda dari orangtua, pinjam meminjam uang atau pembagian warisan, perasaan kurang beruntung dibanding yang lain, dan sebagainya. Segala sesuatu bisa terjadi. Maka, izinkan Tuhan terlibat dalam kehidupan kita berkeluarga. Hingga ketika perselisihan terjadi, Tuhan menolong kita melihat keadaan sebenarnya, dan mendapati jalan keluar yang baik bagi semua. Sambil tetap berusaha menjaga hubungan yang rukun, saling percaya dan menerima, serta saling mendoakan.


KETIKA SAUDARA-BERSAUDARA TERIKAT OLEH KASIH TUHAN

MAKA SELURUH KELUARGA PASTI TERPELIHARA DALAM PERSATUAN

Penulis: Agustina Wijayani - www.renunganharian.net

ms.sabbath
October 20, 2010, 04:09
Doa Syafaat

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/jesus-praying.jpg

Bacaan hari ini: Kejadian 18:23-33

18:23. Abraham datang mendekat dan berkata: "Apakah Engkau akan melenyapkan orang benar bersama-sama dengan orang fasik?
18:24 Bagaimana sekiranya ada lima puluh orang benar dalam kota itu? Apakah Engkau akan melenyapkan tempat itu dan tidakkah Engkau mengampuninya karena kelima puluh orang benar yang ada di dalamnya itu?
18:25 Jauhlah kiranya dari pada-Mu untuk berbuat demikian, membunuh orang benar bersama-sama dengan orang fasik, sehingga orang benar itu seolah-olah sama dengan orang fasik! Jauhlah kiranya yang demikian dari pada-Mu! Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?"
18:26 TUHAN berfirman: "Jika Kudapati lima puluh orang benar dalam kota Sodom, Aku akan mengampuni seluruh tempat itu karena mereka."
18:27 Abraham menyahut: "Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan, walaupun aku debu dan abu.
18:28 Sekiranya kurang lima orang dari kelima puluh orang benar itu, apakah Engkau akan memusnahkan seluruh kota itu karena yang lima itu?" Firman-Nya: "Aku tidak memusnahkannya, jika Kudapati empat puluh lima di sana."
18:29 Lagi Abraham melanjutkan perkataannya kepada-Nya: "Sekiranya empat puluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan berbuat demikian karena yang empat puluh itu."
18:30 Katanya: "Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata sekali lagi. Sekiranya tiga puluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan berbuat demikian, jika Kudapati tiga puluh di sana."
18:31 Katanya: "Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan. Sekiranya dua puluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan memusnahkannya karena yang dua puluh itu."
18:32 Katanya: "Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu."
18:33 Lalu pergilah TUHAN, setelah Ia selesai berfirman kepada Abraham; dan kembalilah Abraham ke tempat tinggalnya.

Ayat mas hari ini: Kejadian 19:29
Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 59-61; 2 Tesalonika 3

Bayangkanlah cerita Alkitab hari ini seperti situasi digelarnya sebuah pengadilan. Kota Sodom dan Gomora sedang dituntut. Allah ialah Hakimnya. Jaksa penuntut diperankan oleh banyak orang yang berkeluh-kesah tentang kedua kota itu. Abraham tampil membela pihak tertuduh dengan argumentasinya yang gigih.

Dalam sebuah pengadilan, peran seorang advokat atau pengacara yang membela pihak yang bersalah, sangatlah penting. Pembelaannya di depan hakim akan menentukan nasib si tertuduh. Dengan “keberanian” yang mengagumkan, Abraham melakukan “tawar-menawar” dengan Tuhan tentang jadi atau tidaknya hukuman dijatuhkan atas Sodom dan Gomora. Kesepakatan pun akhirnya diperoleh. Hukuman tetap akan dilaksanakan. Akan tetapi perhatikanlah, Allah secara luar biasa menyatakan kemurahan-Nya. Dia menjalankan misi penyelamatan atas Lot dan keluarganya. Mengapa? Karena Dia “ingat kepada Abraham”! Sungguh sebuah catatan yang menggetarkan hati.

Saya teringat pada syair sebuah lagu pop rohani yang berbunyi, “Bila kau rasa sepi dan hatimu pun sedih, ingatlah seorang mendoakanmu”. Doa syafaat adalah seruan permohonan kepada Tuhan, yang dipanjatkan seseorang untuk orang lain. Dan Tuhan memedulikannya. Abraham berseru kepada Tuhan atas nama Lot, sehingga Lot dan keluarganya diselamatkan. Tuhan mengingat seruan Abraham tentang Lot. Kita semua pasti pernah dan sedang diberkati karena seseorang mendoakan kita. Namun sebaliknya, biarlah ada juga seseorang yang sedang diberkati karena Allah mengingat doa-doa kita

BIARLAH HARI INI SESEORANG MENERIMA BERKAT

KARENA TUHAN MENGINGAT SAYA BERSYAFAAT

Penulis: Pipi Agus Dhali - www.renunganharian.net


Ketika berdoa, janganlah lupa mendoakan orang lain juga, karena doa yang dinyatakan dengan iman, pasti akan didengar oleh Tuhan :) God bless you.

ms.sabbath
October 21, 2010, 04:45
Fenomena Hipnotis

http://img510.imageshack.us/img510/3749/radio20hypnotist.jpg (http://img510.imageshack.us/i/radio20hypnotist.jpg/)

1 Tesalonika 5:21; Amsal 14:12

1 Tesalonika 5:21 Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.

Amsal 14:12. Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.


Seorang teman bertanya, " Apakah orang Kristen diperbolehkan untuk masuk dan belajar di seminar - seminar yang mengajarkan hipnotis? Salah satu tempat training mengatakan, 'Hipnotis bukan mistik atau gaib, tapi metode ilmiah. Garansi 100% pasti bisa!' Yang lain mengiklankan diri dengan kalimat :'Hentikan merokok dengan hipnotis' atau 'Hipnotis bantu selesaikan masalah'. Sepertinya hipnotis itu baik, tetapi apa pandangan Alkitab mengenai hal ini?" Alkitab mengajarkan kita untuk menguji segala sesuatu sehingga kita tidak terjebak di dalam satu ajaran yang kelihatannya baik tapi berujung pada maut. "Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik." (1 Tes 5:21). Untuk menguji maka kita harus tahu apa yang melatarbelakangi suatu ajaran.

Hipnotis berasal dari bahasa Yunani "Hypnos" yang artinya tidur. Adapun bentuk atau tingkatan hipnotisme adalah " penglihatan ( kelelahan mata), suara ( lewat sugesti), tepuk (gendam), pikiran (sihir). Menurut William Kroger, M.D. dan William Fezler, Ph.D., hipnotis merupakan bagian dari ritual keagamaan. Mata rantai hipnotis dapat dijejaki ke berbagai agama dan praktek mistik, termasuk exorcism oleh Asyur - Babilonia, sihir Meir, mistik Yahudi, Taoism, Yoga, dll. Ini termasuk praktek kuasa gelap.

Alkitab melarang umat Tuhan terlibat dalam praktek kuasa gelap, apa pun bentuknya. "Di antaramu janganlah didapati seorangpun yang mempersembahkan anaknya laki-laki atau anaknya perempuan sebagai korban dalam api, ataupun seorang yang menjadi petenung, seorang peramal, seorang penelaah, seorang penyihir, seorang pemantera, ataupun seorang yang bertanya kepada arwah atau kepada roh peramal atau yang meminta petunjuk kepada orang-orang mati". ( Ul 18:10-11). Dari pengaruh yang ditimbulkan oleh hipnotis, dimana banyak digunakan untuk menguasai dan merugikan orang lain dengan cara seperti "memanterai", itu tidak sesuai dengan firman Tuhan. Tuhan hanya memberi kita kuasa atas binatang dan mengelola bumi ini, bukan terhadap sesama manusia ( Kej 1:26-28). Terhadap sesama, kita harus mengasihi mereka.

Di akhir zaman ini, banyak muncul rupa - rupa pengajaran yang seolah - olah benar, tetapi berujung pada maut. "Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut." ( Ams 14:12). Adalah bijak ketika tertarik pada suatu ajaran yang kelihatannya baik, kita lebih dulu bertanya atau berdiskusi dengan hamba-hamba Tuhan dan pembimbing rohani supaya kita terhindar dari langkah yang salah.

Jangan pernah mendekatkan diri pada pencobaan, karena pencobaan itu mempunyai daya dorong yang kuat untuk menjatuhkan iman kita dan menjauhkan diri kita dari Tuhan. Jika pencobaan itu datang lawanlah dengan iman atau kalau tidak juga bisa, larilah dari pencobaan itu sebagaimana Yusuf lari dari godaan istri Potifar (1 Petrus 5:9).


Doa
Tuhan, kami sering tidak mengerti jalan yang kami tempuh benar atau malah berujung pada maut. Pegang dan tuntunlah kami setiap hari. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.

Kata - kata bijak
Hanya orang yang mengenal dan berpegang pada firman Tuhan yang luput dari jalan yang berujung pada maut.


Jawaban teka - teki mikir
1. Kamar ketiga, pasti singanya sudah mati. 2. Arang. 3. Kemarin, hari ini, dan besok. 4. Paragraf ini tidak mengandung huruf "e".

ms.sabbath
October 22, 2010, 03:43
Mengapa tidak ke gereja?


http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/tumblr_l7rlbelWcI1qzed32o1_500.jpg

Ibrani 10:25

10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.


Saya mengutip jawaban dari salah satu keponakan saya, "Meskipun tidak ke gereja, yang penting hati kita baik." Dia menjawab demikian karena saya mengingatkan agar di hari Minggu, mereka harus cepat bangun dan bersiap - siap ke gereja. Saya juga menambahkan bahwa setiap hari Minggu, jangan ada seorang pun di rumah yang tidak ke gereja, kecuali dia sakit atau tidak bisa berangkat ke gereja.

Jawaban diatas hanya salah satu contoh, bagaimana seorang berusaha membenarkan tindakannya untuk tidak menghadiri ibadah di gereja. Masih banyak lagi alasan yang sering kita temukan, misalnya:"Saya bisa mendengarkan khotbah lewat radio, atau menonton melalui televisi." "Banyak orang yang tidak ke gereja, tapi kelakuan mereka lebih baik daripada mereka yang ke gereja." "Hari Minggu adalah kesempatan berkumpul dengan keluarga." dan masih banyak lagi alasan yang biasanya dikemukakan.

Tidak sedikit orang Kristen yang menganggap bahwa beribadah ke gereja di hari Minggu bukanlah keharusan. Hari Minggu sering dijadikan hari istirahat dan bersenang - senang, setelah bekerja selama enam hari penuh. Kalaupun ke gereja, tidak sedikit yang datang terlambat. Seolah - olah beribadah di gereja bukan acara penting, sehingga bisa diremehkan. Padahal, kita selalu berangkat ke tempat kerja lebih awal agar tidak terlambat. Mungkin juga kita akan memaksakan diri untuk tetap berangkat kerja meskipun sakit, karena takut kepada pimpinan. Sebenarnya kebiasaan seperti ini baik, tetapi bagaimana dengan keberangkatan kita untuk beribadah di gereja? Apakah kita sudah menerapkan ketaatan dan disiplin diri yang sama untuk beribadah? Bagi yang masih sekolah, bukankah kita akan berusaha menaati setiap peraturan sekolah termasuk jam masuk sekolah? Seharusnya kita juga berlaku sama, bahkan lebih baik lagi sehubungan dengan keberangkatan kita untuk beribadah.

Kerinduan yang besar untuk datang bersekutu dengan Tuhan melalui ibadah, merupakan salah satu patokan untuk mengukur kasih dan ketaatan kita kepada Tuhan. Mat 6:21 berkata, "Karena dimana hartamu berada, disitu juga hatimu berada." Jika kita menjadikan Tuhan sebagai harta yang paling berharga, maka hati kita akan melekat kepada-Nya, kita akan rindu bersekutu dengan-Nya. Di dalam persekutuan dengan Tuhan dan sesama melalui jam - jam ibadah, kita akan menyukakan hati Tuhan, dan kerohanian kita akan dikuatkan.

Gantikan kemalasan dengan ketaatan, karena Tuhan mengasihi orang yang bersungguh hati kepada-Nya. "Karena mata Tuhan menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia." (2 Taw 16:9)




Doa
Tuhan, mampukanlah kami untuk melawan kemalasan beribadah. Jamahlah hati semua anak - anak-Mu agar kami memiliki ketaatan. Dalam nama Yesus aku mohon. Amin.

Kata2 bijak
Jika orang yang sering ke gereja masih banyak kelemahan, bagaimana dengan yang tidak ke gereja?

ms.sabbath
October 23, 2010, 03:44
Tali Tambang

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/7246coiled_rope.jpg

Bacaan hari ini: Mazmur 39:5-8

39:5 (39-6) Sungguh, hanya beberapa telempap saja Kautentukan umurku; bagi-Mu hidupku seperti sesuatu yang hampa. Ya, setiap manusia hanyalah kesia-siaan! Sela
39:6 (39-7) Ia hanyalah bayangan yang berlalu! Ia hanya mempeributkan yang sia-sia dan menimbun, tetapi tidak tahu, siapa yang meraupnya nanti.

39:7. (39-8) Dan sekarang, apakah yang kunanti-nantikan, ya Tuhan? Kepada-Mulah aku berharap.
39:8 (39-9) Lepaskanlah aku dari segala pelanggaranku, jangan jadikan aku celaan orang bebal!


Ayat mas hari ini: Mazmur 39:5
Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 1-2; 1 Timotius 3

Suatu pagi, saya mendampingi teman sekampus yang memakamkan ibunya. Sorenya, seorang teman lain menikah. Hidup terkadang memiliki jalan yang begitu unik dalam membelitkan suka dan duka. Satu kali Nobita—sebuah karakter kartun Jepang—meminta pada Doraemon —sahabatnya—agar ia bisa selalu beruntung dalam hidup. Namun, Doraemon mengangkat sebuah tali tambang dan menunjukkan bahwa tali yang kokoh itu terdiri dari dua helai tali yang saling melilit. Dan ia mengibaratkan dua tali itu sebagai kebahagiaan dan kesedihan hidup yang terangkai menjadi satu.

Kesedihan akan diganti dengan kegembiraan, sebaliknya kegembiraan juga tidak akan berlangsung terus-menerus karena akan ada kesedihan di depan sana. Hidup tidak bisa menawarkan kepastian pada manusia. Sekokoh dan semapan apa pun kita membangun hidup, semua itu fana dan bisa runtuh dalam sekejap. Dan akhirnya, hal yang paling pasti dalam hidup ini adalah betapa fananya hidup manusia.

Pemazmur tampaknya sangat memahami fakta ini. Ketika ia merenungi betapa fananya hidup di dunia, maka ia menyadari betapa banyaknya hal sia-sia yang diributkan manusia (ayat 7). Satu harapan paling kokoh yang kita miliki hanyalah pada Tuhan. Rasa percaya kita kepada-Nya tidak akan pernah sia-sia. Dari titik kesadaran ini, alangkah baiknya jika kita mengurangi perhatian pada hal-hal fana yang kerap dipermasalahkan dengan sesama manusia. Tata ulang prioritas hidup kita. Dan biarlah kita semakin giat melakukan hal-hal penting yang akan mempersiapkan kita menjelang kehidupan kekal yang tak mengenal kefanaan

TUHANLAH SATU-SATUNYA YANG BISA KITA PERCAYA

DI TENGAH KETIDAKPASTIAN HIDUP

Penulis: Olivia Elena - www.renunganharian.net

ms.sabbath
October 24, 2010, 03:39
Waktumu berharga


http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/Photo2055.jpg



Yohanes 9:4; Efesus 5:16

Yohanes 9:4 Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.


Efesus 5:16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.


Meskipun baru berusia 21 tahun, Joseph Alleine sangat terbeban untuk pertobatan jiwa - jiwa. Ia menggunakan waktunya sebaik - baiknya untuk belajar berkhotbah dan juga menginjil.

Tahun 1655, ia dipercayakan untuk menjadi pendeta di sebuah gereja, di bagian barat Inggris. Setelah menikah dengan seorang wanita bernama Theodosia, istrinya mengeluh bahwa satu - satunya kesalahan Joseph adalah tidak banyak meluangkan waktu untuknya. Mendengar keluhan istrinya, Joseph berkata, "Sayangku, aku tahu bahwa jiwamu aman. Tapi, banyak sekali jiwa terhilang yang menuntut waktu yang banyak dariku."

Joseph mempunyai kebiasaan bangun jam 04.00 untuk berdoa dan mempelajari Alkitab hingga jam 08.00. Setelah itu ia menemui orang - orang jalanan karena ia memiliki daftar nama mereka. Ia juga tahu seluk beluk kehidupan mereka. Begitu berharganya waktu bagi Joseph sehingga ia berkata, " Berikan kepadaku seorang Kristen yang menganggap waktunya lebih berharga daripada emas." Pada awal minggu ia akan berkata, "Satu minggu lagi waktu tersedia di hadapan kita. Marilah kita manfaatkan waktu ini sebaik - baiknya bagi Tuhan." Dan setiap hari ia akan berkata, "Marilah kita menjalani hari ini dengan baik."

Pemulihan monarki Inggris pada tahun 1662 menyebabkan dikeluarkannya Act of Uniformity yang menggeser 2.000 pendeta dari mimbar dalam satu hari. Kebanyakan dari pendeta - pendeta tersebut menyampaikan khotbah terakhir mereka pada tanggal 17 Agustus 1662. Tetapi, Joseph terus berkhotbah hingga yang berwajib datang secara mendadak. Pada tanggal 28 Mei 1663, ia dimasukkan ke dalam penjara. Sejak saat itu kesehatannya memburuk. Ketika dibebaskan dari penjara, ia berkata kepada istrinya, "Sekarang kita punya waktu satu hari lagi. Mari kita hidup dengan baik, bekerja keras bagi jiwa- jiwa, mengumpulkan harta di Sorga saat ini, karena tinggal sedikit waktu lagi kita hidup." Apa yang ia katakan benar, karena beberapa waktu kemudian ia meninggal di usia 34 tahun.

Seberapa baik kita menggunakan waktu - waktu yang sudah Tuhan percayakan? Firman-Nya berkata, "Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, dimana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja." ( Yoh 9:4). Kita tidak tahu berapa lama kita hidup di dunia ini. Karena itu, marilah kita gunakan waktu ini sebaik - baiknya. Bagi yang masih terlena dalam dosa, bertobatlah dan berbalik kepada Tuhan. Yang terpanggil menjadi hamba-hamba-Nya, tunaikanlah tugas pelayananmu dengan baik. Mari kita menjalani hidup ini dengan bijaksana, jangkaulah jiwa - jiwa bagi kerajaan-Nya. Anggaplah bahwa hari ini adalah hari terakhir bagi kita. Tidak jadi masalah apakah usia hidup kita pendek atau panjang, yang terpenting apakah kita sudah mengisi hari - hari hidup kita dengan penuh tanggung jawab kepada Sang Pemberi Waktu.



Doa
Bapa, aku bersyukur atas waktu - waktu yang Engkau berikan. Mampukan kami menjalani hari - hari hidup kami dengan bijaksana. Dalam nama Yesus aku mohon. Amin.



Kata - kata bijak
Hari kemarin tidak dapat ditarik kembali, hari esok tidak dapat diprediksi.


Humor : Nasihat pak tani tua
* Khotbah yang terbaik adalah yang dijalani, bukan yang dikhotbahkan.
* Si pembuat masalah terbesar yang mungkin akan Anda temui sepanjang hidupmu adalah orang yang selalu memperhatikanmu dari cermin yang Anda lihat setiap pagi.
* Hiduplah sederhana. Mengasihi dengan melimpah. Beri perhatian yang tulus. Berbicaralah yang baik. Serahkan selebihnya kepada Tuhan.
* Ingatlah, kadangkala diam adalah jawaban yang terbaik.
* Jangan menghakimi seseorang berdasarkan sanak keluarganya.
* Kadang Anda menerima, kadang Anda kehilangan.
* Tidak memerlukan orang yang besar untuk membawa iri hati.
* Jika Anda mendapati diri Anda berada di sebuah lobang, hal pertama yang perlu dilakukan adalah hentikan menggali.


Sumber : Manna Sorgawi edisi Oktober 2010

ms.sabbath
October 25, 2010, 03:07
Dimerdekakan oleh kebenaran

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/jesus-christ-pics-1118.jpg

Yohanes 8:31-34; Roma 8:13-17

8:31. Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku
8:32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
8:33 Jawab mereka: "Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?"
8:34 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.


8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
8:14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.
8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
8:16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.

8:17. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.


Seorang pria hidup dalam kelainan seks, ia mengakui "kegilaannya" yang sangat menjijikkan dan ingin lepas tetapi tidak bisa karena dia sudah terbelenggu. "Setiap kali diserang oleh nafsu yang tak terkendali, saya merasa seperti orang yang sudah tidak punya akal. Saya menyadari ada keinginan yang sangat aneh di dalam diri saya, yang sulit sekali saya kontrol. Sebenarnya saya ini normal nggak ya, kok saya juga nafsu dengan laki - laki? Kebiasaan yang aneh ini tidak bisa saya lewatkan begitu saja, setiap kali ada bencong yang menggoda saya, saya langsung berpikir : Wah, dia bisa diajak mesum nih!"Bila pria yang mengalami kelainan seks ini melakukan hubungan dengan seorang wanita, ia akan memperlakukan wanita itu dengan kasar dan kejam, dia bahkan bisa mencekik wanita tersebut.

Setelah pria ini membuka hatinya untuk Tuhan dan bersedia dilayani, akhirnya ditemukanlah akar permasalahan mengapa ia memiliki perilaku yang demikian. "Saya benci pada wanita. Saya dibesarkan tanpa kasih sayang dari papa maupun mama, saya tidak mengenal apa itu kasih sayang. Saya dibesarkan oleh mama sebagai orang tua tunggal karena papa saya sudah meninggal. Mama yang bekerja di klub malam kerap memperlakukan saya dengan kasar. Hampir setiap malam mama memukuli saya, terutama ketika saya minta makan dengan merengek - rengek. Rasa sakit yang saya alami bertahun -tahun, saya simpan di dalam hati dan saya menjadi dendam pada wanita," aku pria itu. Setelah dilayani, pria itu melepaskan pengampunan terhadap mamanya. Proses pemulihan yang membutuhkan waktu serta kesabaran terjadi sampai ia menjadi pria yang normal. Saat hati terbuka untuk menerima kebenaran maka kebenaran itu memerdekakan ( Yoh 8:32).

Apa itu kebenaran? Firman Tuhan adalah kebenaran, "Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran." (Yoh 17:17). Jadi hanya firman Tuhan yang menjadi standar kebenaran bagi orang percaya. Ketika kita disakiti dan kita kembali kepada firman yang memerintahkan untuk mengampuni orang yang menyakiti itu, maka kita akan merdeka dari sakit hati yang biasanya membelenggu jiwa kita; ketika kita mengetahui kebenaran bahwa kita harus jujur dalam memberikan persepuluhan dan melakukannya, maka kita akan merdeka dari kekuatiran dan sikap yang mencuri hak Tuhan; ketika kita tahu kebenaran bahwa kita harus menjaga hati dengan segala kewaspadaan, menjaga hati dari kelicikan, nafsu percabulan, ketamakan, dan sikap jahat lainnya yang timbul di dalam hati maka hidup kita akan merdeka; ketika kita taat untuk menjaga kekudusan pernikahan karena firman Tuhan memerintahkan demikian, maka keluarga kita akan bebas dari segala permasalahan yang ditimbulkan oleh ketidakkudusan. Baiklah kita membaca dan melakukan firman Tuhan, karena hanya dengan demikian kita lepas dari perhambaan dosa.


Doa
Bapa, hatiku rindu mengenal Engkau lewat kebenaran firman-Mu. Dengan pertolongan Roh Kudus, tolonglah aku menjadi pelaku firman-Mu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.


Kata - kata bijak
Firman Tuhan berkuasa menguduskan orang percaya dari keinginan daging yang membinasakan.


Sumber : Manna Sorgawi edisi Oktober 2010

ms.sabbath
October 26, 2010, 03:05
Rakus

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/wine20tasting.jpg

Bacaan hari ini: Bilangan 11:4-6; 31-35

11:4. Orang-orang bajingan yang ada di antara mereka kemasukan nafsu rakus; dan orang Israelpun menangislah pula serta berkata: "Siapakah yang akan memberi kita makan daging?
11:5 Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih.
11:6 Tetapi sekarang kita kurus kering, tidak ada sesuatu apapun, kecuali manna ini saja yang kita lihat."


11:31. Lalu bertiuplah angin yang dari TUHAN asalnya; dibawanyalah burung-burung puyuh dari sebelah laut, dan dihamburkannya ke atas tempat perkemahan dan di sekelilingnya, kira-kira sehari perjalanan jauhnya ke segala penjuru, dan kira-kira dua hasta tingginya dari atas muka bumi.
11:32 Lalu sepanjang hari dan sepanjang malam itu dan sepanjang hari esoknya bangkitlah bangsa itu mengumpulkan burung-burung puyuh itu--setiap orang sedikit-dikitnya mengumpulkan sepuluh homer--,kemudian mereka menyebarkannya lebar-lebar sekeliling tempat perkemahan.
11:33 Selagi daging itu ada di mulut mereka, sebelum dikunyah, maka bangkitlah murka TUHAN terhadap bangsa itu dan TUHAN memukul bangsa itu dengan suatu tulah yang sangat besar.
11:34 Sebab itu dinamailah tempat itu Kibrot-Taawa, karena di sanalah dikuburkan orang-orang yang bernafsu rakus.
11:35 Dari Kibrot-Taawa berangkatlah bangsa itu ke Hazerot dan mereka tinggal di situ.

Ayat mas hari ini: Lukas 11:3
Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 9-11; 1 Timotius 6

Sepasang pengantin merayakan pesta pernikahan mereka di sebuah restoran mewah di Taipei. Sebagai bonus, keduanya boleh minum bir dan wine sepuasnya tanpa biaya tambahan. Mumpung gratis, Wu, si pengantin pria, menenggak minuman keras sebanyak-banyaknya. Sepulang dari pesta, wajahnya mendadak pucat. Segera Wu dilarikan ke rumah sakit. Jantungnya tidak tahan menerima asupan alkohol begitu banyak. Malam itu juga ia meninggal. Pada hari pernikahannya.

Kerakusan berbahaya. Nafsu rakus muncul saat orang merasa berhak memperoleh lebih. Umat Israel telah diberi Tuhan cukup makanan. Setiap pagi mereka menerima mukjizat. Manna tersedia di depan tenda. Tinggal dipungut dan dimasak. Namun, nafsu rakus membuat mereka tidak puas. Mereka menuntut lebih: minta diberi daging. Tuhan murka, lalu menghukum dengan menuruti kemauan mereka. Dikirimnya burung-burung puyuh. Banyak sekali. Setiap orang mengumpulkan minimal 10 homer. Setara dengan 50 ember besar berisi daging puyuh! Setelah diawetkan dengan cara dikeringkan, daging itu malah jadi makanan beracun yang mematikan.

Nafsu rakus muncul bukan cuma dalam soal makan-minum, melainkan juga dalam soal harta, kuasa, seks, pengetahuan, pengaruh, dan lain-lain. Gejalanya: kita merasa tidak puas terhadap berkat Tuhan, lalu menuntut lebih. Lalu segala cara pun kita tempuh. Hati kita berbisik: “Ayo, ambil lebih banyak lagi. Kamu bisa!” Jika nafsu rakus itu akhirnya bisa tersalurkan karena ada kesempatan, jangan buru-buru berkata: “Itu berkat Tuhan!” Bisa jadi itu sebuah hukuman!

HUKUMAN TUHAN PALING MENGERIKAN

IALAH SAAT DIA MEMBIARKAN ANDA PUNYA SEMUA YANG ANDA INGINKAN

Penulis: Juswantori Ichwan - www.renunganharian.net

ms.sabbath
October 27, 2010, 03:32
Menang dalam Penjara

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/9780141184746.jpg

Bacaan hari ini: 2 Korintus 4:16-18

4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
4:17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.
4:18 Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

Ayat mas hari ini: 2 Korintus 4:17
Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 12-14; 2 Timotius 1

Dalam buku A Day in the Life of Ivan Denisovich, Alexander Solzhenitsyn mengisahkan Ivan yang mengalami berbagai kengerian dalam kamp tahanan di Soviet. Suatu hari, ketika ia berdoa dengan mata terpejam, seorang tahanan lain memperhatikan dan mengejek, “Doa tidak akan membantumu keluar lebih cepat dari tempat ini.” Setelah membuka matanya, Ivan menjawab, “Aku berdoa bukan untuk keluar dari penjara, tetapi aku berdoa agar dapat melakukan kehendak Allah di dalam penjara.”

Sikap umum orang dalam menghadapi masalah kemungkinan besar mirip dengan sikap tahanan lain itu terhadap penjara: menganggapnya sebagai sesuatu yang sebaiknya ditinggalkan secepat mungkin. Orang melamunkan kehidupan yang bebas dari masalah. Rasul Paulus juga pernah mengalami pemenjaraan—itu hanya sebagian dari penderitaan yang bertubi-tubi menimpanya. Akan tetapi, ia tidak melihat aneka penderitaan itu sebagai rintangan semata. Ia tidak menjadi kecewa karenanya. Ia menganggap penderitaan itu dipakai Tuhan sebagai alat untuk menguatkan kehidupan rohaninya hari demi hari, meneguhkan iman dan pengharapannya akan kekekalan. Apabila dibandingkan dengan upah kekal tersebut, penderitaan itu dapat dipandang sebagai masalah yang dapat dihadapi dan dilampaui.

Kita masing-masing mungkin sedang merasa terpenjara oleh suatu masalah. Dalam keadaan demikian, apakah yang akan kita minta dari Tuhan? Meminta Tuhan membebaskan kita dari masalah itu—habis perkara? Atau, meminta Tuhan agar memakainya untuk menguatkan iman dan pengharapan kita akan kekekalan?

PENGHARAPAN AKAN KEKEKALAN MERINGANKAN KITA

DALAM MENANGGUNG PENDERITAAN DI DUNIA YANG FANA

Penulis: Arie Saptaji - www.renunganharian.net

ms.sabbath
October 28, 2010, 05:11
Hidup mati sebagai Kristen

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/sun.jpg

Kisah Para Rasul 11:26

11:26 Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.


Sun Yat Sen adalah seorang tokoh revolusioner dari negeri Tiongkok. Dia meninggal pada tahun 1925. Menariknya, dia meninggalkan surat wasiat yang berbunyi, "Saya adalah seorang Kristen, dan dalam hidup saya, saya telah berjuang melawan Iblis selama 40 tahun. Dan seharusnya kamu melakukan hal yang sama. Dan ketika saya mati, saya mau mati sebagai orang Kristen." Yang dia maksudkan dengan Iblis adalah pemerintahan monarki yang menganggap kaisar sebagai Tuhan. Ini adalah contoh yang baik bagi orang Kristen. Sampai sekarang, namanya tetap dihormati di Tiongkok, di Taiwan bahkan di seluruh dunia. Majalah TIME pernah memasukkan namanya dalam daftar 100 orang yang paling berpengaruh.

Kata "Kristen" hanya disebut enam kali dalam Alkitab. Sekalipun hanya sedikit, tetapi pengertiannya sangat dalam. Paling tidak ada tiga pengertian dari kata "Kristen", yaitu:

Pertama, pengikut Kristus. Kristen ( Yunani, christianos), berarti pengikut Kristus. Sebutan ini untuk membedakan dengan kelompok - kelompok murid yang lain, yang mempunyai guru mereka masing - masing. Di samping itu, sebutan ini untuk menunjukkan bahwa yang menjadi teladan dan pemimpin di dalam kehidupan mereka adalah Kristus. Tidak mengherankan kalau kemudian mereka rela hidup sederhana dan juga mati sebagai martir. Satu hal yang dituntut dari para pengikut Kristus adalah sebagaimana Kristus menjadi terang dunia, demikian juga mereka harus menerangi dunia dengan tindakan nyata berdasarkan kebenaran dan kasih.

Kedua, penerima anugerah. Sebutan "Kristen" diberikan kepada murid - murid atau pengikut Kristus yang berasal dari non-Yahudi. Sedangkan untuk murid - murid atau pengikut Kristus yang berasal dari Yahudi disebut Nasrani. Ini memberikan kejelasan bahwa mereka adalah orang - orang yang menerima anugerah. Ini diakui oleh orang Nasrani setelah mereka mendengar penjelasan Petrus, "Ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya: Jadi kepada bangsa- bangsa lain juga Allah mengkaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup." ( Kis 11:18)

Ketiga, sarana untuk mempersatukan. Injil Kerajaan Sorga terus menyebar dan banyak orang yang percaya. Latar belakang suku bangsa yang berbeda, tingkat sosial dan pendidikan yang juga berbeda, tidak akan membuat orang yang percaya tersebut terpecah belah selama identitas "Kristen" itu tetap ada dan dipraktekkan secara nyata dalam hidup mereka.

Seharusnya kita bangga sebagai orang Kristen. Tetapi, bangga saja tidak cukup. Kita harus menampakkan di dalam hidup kita sebagai pengikut Kristus yang sejati. Kesederhanaan, belas kasihan, kekudusan, dan pengorbanan adalah hal - hal yang harus kita wujudkan. Di samping itu, kita juga harus terus mewujudkan persatuan diantara pengikut Kristus yang ada di sekitar kita, serta keberanian untuk mempertahankan iman dan kebenaran.

Doa
Tuhan, aku bersyukur menjadi orang Kristen. Kiranya Engkau memampukan aku untuk mengejawantahkan kekristenanku di hadapan orang lain. Dalam nama Yesus. Amin.


Kata - kata bijak
Tidak ada artinya seseorang menyandang "gelar" Kristen kalau dia tidak mewujudkan di dalam hidupnya.



Doa syafaat
Komnas Perlindungan Anak merilis data bahwa 62.7% remaja SMP di Indonesia sudah tidak perawan. Hal tersebut diakibatkan besarnya rasa keingintahuan anak SMP terhadap seks. Komnas Perlindungan Anak memperkirakan, dengan semakin banyaknya peredaran video porno, angka itu semakin meningkat lagi. Marilah kita berdoa agar gereja, pemerintah dan masyarakat luas bisa bersama - sama mengatasi masalah kebobrokan moral ini.

Sumber : Manna Sorgawi edisi Oktober 2010

ms.sabbath
October 29, 2010, 03:32
Akibat Salah Bergaul

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/friendship2.jpg

Bacaan hari ini: 1 Raja-raja 12:3-11

12:3 Orang menyuruh memanggil dia, lalu datanglah Yerobeam dengan segenap jemaah Israel dan berkata kepada Rehabeam:
12:4 "Ayahmu telah memberatkan tanggungan kami, maka sekarang ringankanlah pekerjaan yang sukar yang dibebankan ayahmu dan tanggungan yang berat yang dipikulkannya kepada kami, supaya kami menjadi hambamu."
12:5 Tetapi ia menjawab mereka: "Pergilah sampai lusa, kemudian kembalilah kepadaku." Lalu pergilah rakyat itu.
12:6 Sesudah itu Rehabeam meminta nasihat dari para tua-tua yang selama hidup Salomo mendampingi Salomo, ayahnya, katanya: "Apakah nasihatmu untuk menjawab rakyat itu?"
12:7 Mereka berkata: "Jika hari ini engkau mau menjadi hamba rakyat, mau mengabdi kepada mereka dan menjawab mereka dengan kata-kata yang baik, maka mereka menjadi hamba-hambamu sepanjang waktu."
12:8 Tetapi ia mengabaikan nasihat yang diberikan para tua-tua itu, lalu ia meminta nasihat kepada orang-orang muda yang sebaya dengan dia dan yang mendampinginya,
12:9 katanya kepada mereka: "Apakah nasihatmu, supaya kita dapat menjawab rakyat yang mengatakan kepadaku: Ringankanlah tanggungan yang dipikulkan kepada kami oleh ayahmu?"
12:10 Lalu orang-orang muda yang sebaya dengan dia itu berkata: "Beginilah harus kaukatakan kepada rakyat yang telah berkata kepadamu: Ayahmu telah memberatkan tanggungan kami, tetapi engkau ini, berilah keringanan kepada kami--beginilah harus kaukatakan kepada mereka: Kelingkingku lebih besar dari pada pinggang ayahku!
12:11 Maka sekarang, ayahku telah membebankan kepada kamu tanggungan yang berat, tetapi aku akan menambah tanggungan kamu; ayahku telah menghajar kamu dengan cambuk, tetapi aku akan menghajar kamu dengan cambuk yang berduri besi."


Ayat mas hari ini: Amsal 13:20
Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 18-19; 2 Timotius 3

Berbagai penelitian mengungkap bahwa pengaruh teman terhadap pengambilan keputusan dan perilaku seseorang sangat besar. Hasil penelitian Profesor Dadang Hawari, misalnya, menyatakan bahwa 81,3% pengguna narkotika didorong oleh pengaruh teman. Komnas Perlindungan Anak juga mencatat pengaruh teman sebagai salah satu pendorong utama anak-anak terjerumus ke dalam kebiasaan merokok. Di Amerika pernah dilakukan penelitian tentang bagaimana seseorang memutuskan membeli sebuah barang. Hasilnya, pengaruh teman menduduki urutan nomor dua di bawah iklan.

Besarnya pengaruh teman tak dapat disangkal. Kedekatan dan keakraban dengan seseorang dapat membuat kita percaya bahkan memercayakan diri, kepadanya. Kita bisa lebih mendengar dan menghargai pendapatnya daripada orang lain, bahkan keluarga. Tak jarang keputusan kita ikut ditentukan oleh teman.

Itulah yang dialami oleh Rehabeam, anak Salomo, cucu Daud. Suatu ketika ia harus berhadapan dengan perkara yang pelik (ayat 4). Pertama-tama ia datang kepada para penasihat, para tua-tua yang pernah menjadi pendamping ayahnya (ayat 6,7). Namun, ia kemudian mengabaikan nasihat mereka dan memilih untuk mengikuti nasihat dari teman-teman sebayanya (ayat 8). Akibatnya pun sangat fatal: rakyat memberontak terhadap Dinasti Daud.

Siapa teman-teman dekat kita akan turut mengasah pemikiran dan batin kita, bahkan juga membentuk kebiasaan-kebiasaan dan karakter kita. Tidak jarang teman-teman dekat kita itu juga turut memengaruhi keberhasilan dan kegagalan kita, bahagia dan derita kita. Maka, baiklah kita berhati-hati memilih teman-teman dekat.

PILIHLAH DAN JADILAH TEMAN YANG BIJAK

AGAR DARI SETIAP HIDUP DIHASILKAN BUAH BERKAT YANG BANYAK

Penulis: Ayub Yahya - www.renunganharian.net

ms.sabbath
October 30, 2010, 01:32
Renungan Khusus - bagian 1

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/jesus-christ-pics-2016-1.jpg

SPIRITUALITAS YANG BENAR
Oleh: Pdt. Sutjipto Subeno, M.Div.
National Reformed Conference 1999 - Wisma Kinasih, Sukabumi

Pendahuluan

John Naisbitt dalam bukunya, Megatrends 2000, mengutarakan bahwa salah satu trend menjelang akhir abad XX ini adalah satu ledakan spiritual. Dan ledakan spiritual ini sepertinya memang merupakan kenyataan. Manusia berbondong-bondong kembali ke berbagai praktik agamawi. Akibatnya, tepat seperti dikatakan oleh Albin,[1] bahwa istilah “spiritualitas” merupakan istilah yang sangat membingungkan tetapi begitu terkenal saat ini.

a. Latar Belakang Sejarah

Pemikiran tentang “spiritualitas” tidak pernah secara serius dibicarakan di dalam Kekristenan sebagai satu bidang tersendiri, sampai Giovanni Sacramelli (1687-1752), seorang paderi Serikat Jesus, mulai mengkaitkan theologi asketisme dan mistis sebagai suatu ilmu pengetahuan (sains) kehidupan spiritual. Hal ini kemudian semakin berkembang di akhir abad XIX dan awal XX. Tren ini menjadi meluas pada paruhan kedua abad XX, setelah perang dunia II selesai. Tentu bukan tanpa alasan jika kini kita begitu banyak dikitari oleh istilah ini.

1. Mandulnya Modernisme dan Rasionalisme

Ledakan spiritualitas manusia merupakan suatu imbas-balik dari kekeringan spiritual yang manusia alami ketika manusia terjebak di alam rasionalisme. Sejak berkembangnya rasionalisme di abad XVII, manusia berusaha untuk membuang semua yang berbau supranatural. August Comte mengajarkan evolusi agama dengan menekankan bahwa manusia yang masih percaya kepada Allah adalah manusia yang terbelakang atau belum modern. Semakin primitif, semakin banyak Allah yang perlu disembah. Konsep ini menjadikan manusia yang merasa modern dan maju, terpaksa dan harus meninggalkan semua sifat kerohaniannya. Manusia hanya terorientasi kepada hal-hal yang bersifat materi dan duniawi.

Namun, situasi ini justru menyebabkan manusia semakin hari semakin kering. Pada hakekatnya manusia adalah makhluk yang berdaging dan berroh. Ia adalah makhluk jasmaniah dan rohaniah. Ketika manusia hanya mendapat pemuasan jasmaniah, tetapi tidak diberi “makanan” rohaniah, maka perlahan tetapi pasti ia akan kelaparan. Puncak kekecewaan terjadi ketika semua upaya jasmaniah hanya menyebabkan pecahnya perang dunia I dan II. Manusia mulai berhenti untuk mengagungkan semua nuansa jasmaniah, dan mulai mencari hal-hal yang rohaniah, seperti yang dulu pernah mereka alami.

Oleh karena itu, janganlah heran, apabila kita sekarang seolah-olah mendapatkan respon yang begitu manis jika berbicara tentang hal-hal rohani, tidak seperti beberapa puluh tahun yang lalu, ketika manusia masih menganggap alangkah primitifnya orang yang masih bisa percaya kepada Allah. Namun, apakah ini suatu perkembangan spiritualitas yang sejati?

2. Globalisasi dan New Age Movement

Ada hal kedua yang melatarbelakangi gejala ledakan spiritualitas modern saat ini, yaitu globalisasi. Perkembangan komunikasi yang sedemikian hebat di paruhan kedua abad ini, menyebabkan dunia menjadi sedemikian sempit dan seolah-olah tak berbatas lagi. Seseorang bisa pagi hari di Jakarta, sore hari ada di Hongkong, esok sorenya sudah di Honolulu, dan esoknya lagi sudah di New York. Dunia seakan sedemikian sempit. Bukan itu saja, apa yang terjadi di Jerman saat ini, dalam hitungan detik sudah bisa tersiar dan dilihat di seluruh dunia melalui televisi, internet, dan berbagai sarana lainnya. Globalisasi menyebabkan manusia harus dalam waktu yang sangat singkat melihat keberbagaian budaya dari negara dan kultur yang lain. Manusia menjadi terbuka melihat begitu banyak hal yang tak pernah mereka lihat sebelumnya.

Pada situasi yang pertama, yaitu manusia di Barat yang sedang kehausan akan spiritualitas yang kering, tiba-tiba kini ditayangkan nuansa Timur yang penuh dengan suasana mistis. Agama-agama Timur yang didominasi oleh aspek mistik begitu menakjubkan mereka-mereka yang selama ini membuang semua hal-hal yang bersifat supranatural. Mereka harus terkejut dan terheran-heran melihat orang yang memotong lidahnya dengan begitu mudah, lalu menempelkannya kembali tanpa ada bekas luka. Atau orang yang mengkaitkan berpuluh-puluh kaitan ke kulit dan dagingnya lalu dengan rantai yang terkait pada kail-kail yang menempel di kulitnya itu, ia menarik sebuah lokomotif. Atau seorang kuda lumping yang dengan lahap memakan pecahan botol dan gelas tanpa terjadi luka sedikitpun.

Maka ada keinginan untuk mengkombinasikan semua bentuk-bentuk praktik mistis ini dengan format rasionalisme Barat yang selama ini mereka pegang. Muncullah apa yang disebut sebagai New Age Movement (Gerakan Zaman Baru).

New Age Movement berusaha untuk mengemas format mistik Timur di dalam pola rasionalisme Barat. Itu alasan format ini kini dengan mudah diterima di tengah kultur Barat yang sebenarnya masih diwarnai oleh format rasionalisme.

ms.sabbath
October 31, 2010, 15:14
Renungan khusus - Bagian 2

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/lilin3.jpg

3. Spiritualisme Indonesia Modern

Mengapa kita yang di Timur harus berbicara dengan mengacu pada format Barat? Pada hakekatnya, kita tidak bisa memungkiri bahwa iman Kristen kita saat ini masih sangat dangkal pemahamannya. Pada saat kita sebagai orang Kristen harus berhadapan dengan dukun-dukun dan para paranormal yang tradisional, maka lebih mudah kita menolaknya, dengan alasan tidak sesuai atau bertentangan dengan iman Kristen.

Ditambah, situasi pendidikan dan kehidupan praktis masyarakat penentu kebijaksanaan kita sangatlah dipengaruhi oleh budaya Barat. Satu mitos bahwa hal-hal yg berbau Barat sangatlah tinggi, sangat baik, dan perlu diikuti merupakan format yang sangat dominan, baik dalam pendidikan, dalam ekonomi, politik, bahkan kehidupan keseharian.

Namun, dengan masuknya New Age Movement, timbul arus balik, yang mengajak melihat dunia Timur. Ajakan ini juga dari Barat, sehingga kita mau kembali melihat ke kebudayaan kita di Timur. Akibatnya, maka perdukunan, penyembuhan alternatif, paranormal, ramalan nasib, dll. menjadi marak di dunia supra-modern ini. Bersamaan dengan itu, masuk pula berbagai ajaran spiritualisme (baca: spiritisme) yang mengajak orang untuk bermeditasi, out-of-the-body-experience (pengalaman keluar dari tubuh), meditasi transendental dan berbagai format lainnya, yang dikatakan bisa membuat manusia lebih tenang, lebih damai, kurang stress dll.



B.Polaritas Spiritualitas

1. Kerancuan gagasan spiritualitas

Ketika manusia membicarakan masalah spiritualitas, maka iman Kristen langsung manyambarnya. Hal ini memang bukan kebetulan, karena iman Kristen yang dipengaruhi oleh Liberalisme abad XVII telah menyebabkan Kekristenan menjadi kering. Namun, terkadang, ide spiritualitas ini tidak dituntaskan, sehingga kehilangan arah. Banyak orang Kristen ketika ditanya tentang apa itu spiritualitas, ternyata tidak mampu menjawab secara unik dari iman Kristen. Jawaban spiritualitas yang diberikan lebih menurut kepada gagasan duniawi atau agama-agama Timur lainnya.

Beberapa gagasan spiritualitas yang ditemukan antara lain:
(a) Ide bahwa sebagai orang Kristen kita harus lebih banyak bermeditasi, merenung dan menenangkan diri. Semakin kita menjadi orang yang merasakan damai, tidak mudah marah, itulah orang-orang rohani. Itulah tanda kerohanian kita sedang menapak naik ke tempat yang tinggi. Jika memang itulah ide spiritualitas Kristen, apa bedanya dari iman yang lain, atau bahkan orang Ateis pun bisa melakukan dan sudah/sedang melakukannya.

(b) Ide lain seorang berohani baik, adalah ketika ia melakukan berbagai ritual rohani secara kuantitatif. Gagasan ini dijalankan dengan memperbanyak waktu untuk berdoa, berpuasa, kalau perlu retreat pribadi secara berkala, dan berbagai sarana yang dianggap bernuansa spiritual. Mereka yang berdoa dua jam secara nonstop dianggap lebih rohani dari mereka yang berdoa 15 menit. Atau mereka yang berpuasa tiga kali seminggu dianggap lebih rohani dari dari orang yang tidak pernah berpuasa atau berpuasa satu kali satu tahun. Demikian juga, jika ia setiap tahun memakai waktu satu bulan meninggalkan kesibukan kerja atau kuliahnya dengan menyendiri di gunung atau di bukit-bukit doa, dianggap lebih rohani dari mereka yang tidak seperti itu. Maka dalam hal ini praktik atau ritual keagamaan dianggap menjadi ukuran spiritualitas. Format seperti ini disodorkan oleh beberapa tokoh Kristen, seperti Kenneth Hagin dll.

Hal di atas tidak sepenuhnya salah, tetapi jika spiritualitas diukur dari tindakan seperti itu, maka kita akan lebih mirip seperti orang Hindu atau Islam ketimbang Kristen. Di dalam Alkitab, mungkin kita lebih mirip dengan para orang Farisi ketimbang menjadi murid Kristus.

Situasi dan kerancuan pengertian tentang konsep spiritualitas Kristen telah menyebabkan banyak orang Kristen yang tidak tahu lagi bagaimana harus menjadi manusia rohani (The Spiritual Man).

ms.sabbath
November 01, 2010, 00:50
Renungan Khusus - Bagian 3

2. Infiltrasi Spiritisme dalam spiritualitas Kristen

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/tumblr_kziecrRbI01qzc9d2o1_500.jpg

Problematik kedua yang dihadapi oleh orang Kristen adalah tersisipnya filosofi Gerakan Zaman Baru (New Age Movement) masuk ke dalam Kekristenan.

Seperti telah diungkap di atas, New Age Movement memberikan nuansa mistik kepada dunia modern yang sudah terlalu rasional ini. Akibatnya, Kekristenan mencampur-adukkan antara spiritualitas dengan mistik atau spiritisme.

Mistiksisme atau spiritisme adalah upaya-upaya manusia untuk mendapatkan hubungan dengan dunia roh, agar ia mendapatkan manfaat tertentu bagi hidupnya. Di dalam dunia Timur, praktik mistik merupakan pemandangan sehari-hari. Dengan mudah kita melihat praktik-praktik di mana kita "bermain-main" dengan dunia supranatural. Dari mulai di sekolah kita mengenal jailangkung, lalu kita melihat praktik kuda lumping. Belum lagi kita mengenal debus. Kitapun sering mendengar praktik semedi untuk mendapatkan kekuatan gaib, kekayaan atau bahkan daya penarik seksual untuk menarik lawan jenis yang kita inginkan. Semua praktik ini jika disarikan, rumusnya hanya satu: bagaimana saya berelasi dengan dunia roh agar saya mendapatkan keinginan saya atau hal-hal yang menguntungkan saya. Inilah esensi praktik mistisisme.

Iman Kristen mengajarkan prinsip yang sama sekali berbeda, terbalik 180%. Namun, ternyata praktik Kristen sering kali justru mirip dengan format mistik ini. Ada ajaran Kristen yang mengatakan bahwa kita harus melakukan tindakan-tindakan spiritual tertentu (baca: spiritisme), seperti meditasi, latihan-latihan tertentu agar kita bisa semakin memiliki kuasa ilahi. Kita bisa memiliki kuasa untuk menyembuhkan, untuk meramal (bernubuat), menjadi kaya, bahkan membangkitkan orang mati. Itu berarti, spiritualisme sudah disejajarkan atau diidentikkan dengan spiritisme. Tidak heran jika ada orang yang mengatakan: “Saat ini saya melihat banyak sekali praktik dukun Kristen.”

Itu berarti, Kekristenan telah terinfiltrasi dengan praktik mistik. Akibatnya, bagi orang luar yang tidak mengerti perbedaan di dalam Kekristenan, akan melihat bahwa praktik Kristen adalah juga praktik mistik, yang menggunakan berbagai tenaga satanik, seperti tenaga prana, tenaga kundalini dan berbagai tenaga kuasa kegelapan lainnya.


3. Dualisme Spiritualitas

Gejala di atas, telah dengan tanpa disadari mengakibatkan dualisme dalam format Kekristenan modern ini. Disatu pihak, manusia ingin kelihatan rohani dan sepertinya mengejar hal-hal rohani. Mau menjadi manusia rohani. Tetapi dibalik itu, sebenarnya semua praktik kerohaniannya bermuara pada keinginan-keinginan duniawi. Mereka menghendaki keuntungan, manfaat dan kenikmatan duniawi. Jadilah mereka manusia yang sangat duniawi. Jadi inilah dualisme kehidupan spiritualisme modern. Tak terkecuali terjadi juga di banyak orang Kristen. Banyak orang Kristen yang melakukan praktik Kristen, bahkan kelihatan sedemikian bersemangat, begitu saleh, karena dibelakang itu semua ada keinginan untuk mendapatkan manfaat-manfaat duniawi yang sedang dikejarnya. Ada yang ingin sembuh dari sakit, ada yang ingin kaya, ada yang ingin mendapatkan gadis atau pria pujaannya, dan berbagai upaya lain, termasuk ingin masuk UMPTN atau kerja di kantor tertentu. Maka disini, terlihat, disatu pihak ia ingin dilihat sebagai orang yang rohani, tetapi dilain pihak sebenarnya ia sedang sangat duniawi. Jika Kekristenan tidak mampu memilah permasalahan spiritualitas Kristen ini dengan baik, maka Kekristenan akan mengalami distorsi pengertian dan akan berdampak besar dalam kehidupan dan pelayanan Kristen itu sendiri.

c. Spiritualitas Sejati (Reformed Spirituality)

Lingkup “Spiritualitas Kristen” memang tidak kecil. Kehidupan spiritual itu sendiri merupakan sesuatu yang sangat kompleks.[2] Namun, harus jelas bahwa spiritualitas Kristen adalah “keterlibatan hubungan yang utuh dari suatu pribadi yang utuh kepada Allah Tritunggal yang kudus, yang menyatakan diri-Nya melalui Alkitab. Relasi ini perlu dilihat dari berbagai aspek.

1. Roma 12:1-2

Roma 12:1-2 memberikan kepada kita gagasan tentang salah satu prinsip utama spiritualitas yang sejati. Roma 12 merupakan awal bagian praktis dari kehidupan iman Kristen di dalam pasal 12-16. Paulus memulainya dengan suatu “tuntutan” untuk kita mempunyai “ibadah yang sejati” (true worship).

Jika kita menelusurinya, jelas yang dimaksud oleh Paulus dengan ibadah yang sejati, adalah “mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Allah.” Di dalamnya ada unsur kehidupan yang praktis, yang beratribut kudus dan yang berelasi penuh dengan ketaatan kepada Allah. Inilah Spiritualitas yang sejati.

ms.sabbath
November 02, 2010, 14:17
Renungan Khusus - Bagian 3

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/jesus-christ-0305-1.jpg

2. Kedaulatan Allah dan Spiritualitas

Karena spirtualitas Kristen merupakan relasi yang utuh dan menyeluruh dengan Allah Tritunggal, maka spiritualitas sejati tidak bisa dilepaskan dari kedaulatan Allah. Spiritualitas harus dimulai dari Allah yang adalah Roh. Dialah Sumber dan Titik Final dari seluruh spiritualitas. Allah adalah sumber disiplin, salah satu dari empat hal yang mengkaitkan spiritualitas.[3] Berbicara tentang spiritualitas tanpa kembali mengakui akan Allah yang berdaulat atas hidup kita, bukanlah spiritualitas sejati. Justru spiritualitas adalah kembalinya manusia secara utuh berhadapan dengan Allah yang Roh adanya. Dialah Pencipta dan Pemilik hidup kita. Kerohanian yang bertumbuh adalah perjuangan untuk tidak mau berlawanan arah dengan Sang Pencipta. Itulah spiritualitas sejati.

3. Spiritualitas dan Budaya

Salah satu ide spiritualitas yang banyak dipasarkan adalah spiritualitas haruslah lepas dari dunia ini. Semakin rohani seseorang, semakin ia harus menjauh dari dunia, semakin harus jauh dari budaya. Tetapi itu bukanlah spiritualitas sejati.

Alkitab menegaskan bahwa spiritualitas sejati adalah panggilan seseorang hidup bagi Tuhan untuk diutus ke tengah dunia. Ide spiritualitas sejati adalah ide menjadi garam dan terang dunia (Mat. 5:13-16).

Seorang yang rohani adalah seorang yang mampu menyatakan kemuliaan dan kesucian Allah di tengah dunia. Inilah doa Tuhan Yesus di Yoh. 17. Biarlah kita menjadi duta di tengah budaya. Kristus berdoa: “Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran” (Yoh. 17:18-19). Bersifat rohani tidak sama dengan asketis atau hidup melarikan diri dari dunia. Bersifat rohani justru menyatakan kehidupan iman yang taat dan saleh di tengah dunia berdosa. Hidup secara riil di tengah dunia, karena Tuhan mengutus kita masuk kembali ke dalam dunia. Justru kerohanian kita nyata di dalam kuliah kita, di dalam pekerjaan kita, di dalam keluarga kita. Hidup saleh dan hidup rohani adalah hidup praktis di tengah dunia yang riil. Inilah spiritualitas di dalam budaya. Panggilan ini yang menjadikan orang Kristen yang rohani adalah orang Kristen yang semakin mengerti akan panggilan (mandat) budayanya.

Konsep ini merupakan penerobosan yang dilakukan oleh para Reformator ketika menanggapi sikap para imam Katolik yang cenderung untuk hidup mengasingkan diri.

4. Spiritualitas dan Penginjilan

Berbicara tentang spiritualitas bukan berbicara tentang kesombongan akan kesalehan pribadi kita. Spiritualitas, hidup ibadah yang sejati, adalah hidup menjadi saksi bagi dunia. Kesalehan tanpa misi kesaksian dan membawa orang mengenal Allah adalah dosa. Itu berarti kita akan memuarakan semua kesalehan kita pada diri kita sendiri. Maka seluruh spiritualitas tanpa panggilan misi merupakan suatu kejijikan di hadapan Allah.

Tuhan menginginkan seluruh kesalehan hidup kita pada akhirnya boleh membawa kita semakin menjadi saksinya. Hal ini merupakan titik penting di dalam penginjilan.

Pada saat kita memberitakan Injil, jarang sekali orang akan bertanya akan teori keselamatan yang kita sodorkan atau sejauh mana kita mengerti prinsip dan theologi penginjilan kita. Tetapi yang sering terjadi justru orang akan bertanya sejauh mana apa yang kita katakan sudah terbukti di dalam kehidupan kita. Orang ingin melihat kesaksian hidup kita secara nyata. Dan mereka justru ingin melihat sejauh mana kita sungguh taat kepada Tuhan dan sungguh-sungguh menjalankan kebenaran-Nya. Inilah spiritualitas yang sejati.

ms.sabbath
November 03, 2010, 03:13
Renungan Khusus - Bagian 4

d. Practical Spirituality

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/4001JesusenelPozo-1.jpg

1. Worship: The Obedience of the Spirit

Kerohanian sejati adalah kesadaran bahwa roh kita harus taat kembali kepada Roh Allah, sebagai Sumber, Pencipta, Penopang, dan Penghakim dari roh kita. Inilah ibadah yang sejati. Ibadah rohani bukanlah suatu perjuangan untuk mencari kesenangan diri atau kenikmatan duniawi. Ibadah rohani juga bukan suatu gejala katarsis dalam psikologi. Ibadah sejati adalah kembalinya roh kita, taat kepada Roh Allah (Roma 12:1).

Panggilan ibadah kita adalah panggilan untuk kita semakin taat kepada Tuhan. Semakin rohani, kita bukan semakin mendikte atau memerintah Tuhan. Semakin rohani, semakin kita akan mentaati Allah dan semakin rela dibentuk dan diarahkan oleh Tuhan.

2. Holiness: The Attribute of the Spirit

Spiritualitas praktis yang kedua adalah perjuangan untuk memiliki kualitas rohani seperti yang Allah kehendaki. Firman Tuhan dengan tegas menyatakan: “kuduslah kamu, sebab Aku kudus” (Im. 11:44-45; 19:2; 1Ptr. 1:16).

Bersifat rohani bukanlah dinyatakan dengan sekadar berapa lama berdoa atau berapa banyak berpuasa (sekalipun itu tidak salah jika dilakukan), tetapi dari seberapa jauh, terjadinya transformasi dalam kehidupan, sehingga kita “lebih pas” menjadi anak-anak Allah yang tidak mempermalukan Dia sebagai Bapa kita. Inilah yang Allah kehendaki dalam spiritualitas Kristen. Allah ingin agar setiap anak-anak-Nya bisa menyatakan sifat-sifat-Nya (yang komunikatif). Seorang bapa sangat sedih apabila anaknya menjadi penjahat atau pezinah yang mempermalukan orang tuanya. Ia akan menghendaki anaknya membawa nama harum bagi keluarga melalui tindakan kehidupannya. Apalagi Bapa di sorga, Sumber segala kebajikan dan kesucian.

3. Meditation: The Relation of the Spirit

Aksi praktis yang ketiga adalah meditasi. Meditasi Kristen haruslah di dasarkan pada keinginan pembangunan relasi ketaatan dari roh kita terhadap Roh Allah. Inilah relasi roh ke Roh. Tuhan Yesus mengatakan bahwa barangsiapa mau menyembah Allah, hendaklah ia menyembah Dia dalam roh dan kebenaran (Yoh. 4:23-24). Inilah ide utama meditasi. Meditasi bukan usaha menenangkan diri, atau bahkan dalam ide New Age adalah “menyatu dengan Allah dan menjadi Allah.” Meditasi bukan sarana agar kita lebih sakti dan mempunyai berbagai kuasa supranatural. Itu bukanlah ajaran firman Tuhan. Firman mengajar agar melalui meditasi, kita semakin taat kepada Allah, semakin tidak menjadi serupa dengan dunia, semakin memikirkan pikiran Allah, dan semakin hidup dalam kebenaran (Mzm. 119; Mat. 16:21-24).

Meditasi dalam Kekristenan bukanlah mengosongkan diri dan mencari ketenangan diri, lepas dari semua problema. Meditasi dalam Kekristenan adalah membangun relasi dengan Allah dan firman-Nya. Alkitab mengajar kita untuk merenungkan firman Allah siang dan malam. Inilah meditasi Kristen. Inilah pembangunan relasi yang aktif dengan Allah. Itu alasan Tuhan Yesus mengajarkan: “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka sekaliannya akan ditambahkan kepadamu” (Mat. 6:33).

Penutup

Iman Kristen adalah iman yang spiritual, bukan sekuler. Sangat perlu memang untuk memelihara keseimbangan antara pengertian rasional, pengajaran doktrin, kehidupan jasmaniah, tetapi perlu juga relasi yang hidup dengan Allah, berdoa, saat teduh atau meditasi Kristen, serta waktu untuk secara pribadi merenungkan firman Tuhan. Diperlukan keseimbangan untuk makanan jasmani kita dan juga makanan rohani kita. Tidak cukup kita memberi makan jasmani kita, sementara kerohanian kita menjadi kering.

Spiritualitas Kristen merupakan bentuk spiritual yang diminta oleh Alkitab. Motivasi dan formatnya berbeda sama sekali dari yang dunia tawarkan dan ajarkan. Adalah kesalahan besar jika kita mencampur-adukkan format spiritualitas Kristen dengan spiritualitas dunia yang berbau mistik dan spiritisme.

Memang perlu disadari bahwa menurut Alkitab relasi spiritual bisa dibangun dengan Allah, tetapi juga dengan setan. Jika kita tidak mampu memilah dengan baik, kita akan mudah terkecoh dan jatuh kepada spiritualitas palsu yang disodorkan oleh setan.

Maka pencarian spiritualitas Kristen perlu dikerjakan dengan kecermatan yang tinggi, khususnya kembali kepada kebenaran firman Tuhan sebagai basis epistemologis bagi iman kita. Tanpa kembali kepada basis Kitab Suci maka pencarian spiritualitas Kristen bagaikan upaya mencari seekor kelinci di tengah rimba raya yang luas. Kemanapun melangkah bisa dianggap sebagai langkah yang benar, tanpa tahu persis di mana kelinci itu sedang berada. Amin.

ms.sabbath
November 04, 2010, 17:03
Arah

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/Heavenly-Father.jpg


Bacalah : Mazmur 25:1-10

25:1. Dari Daud. Kepada-Mu, ya TUHAN, kuangkat jiwaku;
25:2 Allahku, kepada-Mu aku percaya; janganlah kiranya aku mendapat malu; janganlah musuh-musuhku beria-ria atas aku.
25:3 Ya, semua orang yang menantikan Engkau takkan mendapat malu; yang mendapat malu ialah mereka yang berbuat khianat dengan tidak ada alasannya.
25:4 Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku.
25:5 Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.
25:6 Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu, ya TUHAN, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala.
25:7 Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya TUHAN.

25:8. TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.
25:9 Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.
25:10 Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya.


Seorang pengemudi mobil kebingungan menghentikan langkahku dan berkata bahwa ia tersesat. Ia jengkel karena petunjuk jalan di kota kami kurang. Ia terlambat menghadiri suatu pertemuan. Aku tahu pasti arah dan cara ia sampai kesana. Lalu, aku memberi tahunya pelan - pelan dan jelas walau ia tak sabar. "Jika benar - benar mendengarkan," kataku, "Anda tak akan tersesat." Ia mengangguk, dengan santai memutar mobil dan menghilang dari pandanganku.

Selagi melihatnya pergi, aku bertanya - tanya pada diriku betapa sering aku minta petunjuk dari Allah, tetapi tidak benar - benar mendengarkan. Apakah aku menjalani hidup berlalu begitu saja, tergesa - gesa, tanpa menanyakan arah kepada Allah? Orang asing ini pengingat tepat bagiku untuk mempelajari firman Allah, Alkitab, lebih bersungguh - sungguh. Juga, pengingatku untuk mengambil waktu untuk mendengarkan Allah.

Yeremia 6:16 Beginilah firman TUHAN: "Ambillah tempatmu di jalan-jalan dan lihatlah, tanyakanlah jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik, tempuhlah itu, dengan demikian jiwamu mendapat ketenangan. Tetapi mereka berkata: Kami tidak mau menempuhnya!

Doa:
Terima kasih Bapa Surgawi, karena Engkau selalu mengawasi kami, Engkau selalu ingin memimpin kami dan memperkenalkan jalan - jalan-Mu. Seperti yang Yesus ajarkan, kami berdoa : "Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)

Doa syafaat :
Mereka yang hidup dalam situasi yang penuh tekanan.

Penerapan Praktis:
Periksalah petunjuk di gereja Anda, apakah sudah cukup jelas atau tidak. Jika tidak, usahakanlah supaya menjadi jelas.



Sumber : Saat Teduh edisi November -Desember 2010

ms.sabbath
November 08, 2010, 03:41
Maaf ya 2 hari kemarin ga sempat online buat posting.


Buat teman2 disini, diencourage juga untuk ikut memposting ketika ada renungan2 yang bisa dibagikan :) Jadi ga cuma baca, tapi ikut ambil bagian. Apalagi ini forum Kristen, pasti yg punya renungan yang bisa dibagi ga hanya gw. Harap diterima masukan ini. Thanks.

ms.sabbath
November 08, 2010, 03:43
Lupa Berterima Kasih

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/600_troop_1.jpg

Bacaan hari ini: Kejadian 40:5-23

40:5 Pada suatu kali bermimpilah mereka keduanya--baik juru minuman maupun juru roti raja Mesir, yang ditahan dalam penjara itu--masing-masing ada mimpinya, pada satu malam juga, dan mimpi masing-masing itu ada artinya sendiri.
40:6 Ketika pada waktu pagi Yusuf datang kepada mereka, segera dilihatnya, bahwa mereka bersusah hati.
40:7 Lalu ia bertanya kepada pegawai-pegawai istana Firaun yang ditahan bersama-sama dengan dia dalam rumah tuannya itu: "Mengapakah hari ini mukamu semuram itu?"
40:8 Jawab mereka kepadanya: "Kami bermimpi, tetapi tidak ada orang yang dapat mengartikannya." Lalu kata Yusuf kepada mereka: "Bukankah Allah yang menerangkan arti mimpi? Ceritakanlah kiranya mimpimu itu kepadaku."
40:9 Kemudian juru minuman itu menceritakan mimpinya kepada Yusuf, katanya: "Dalam mimpiku itu tampak ada pohon anggur di depanku.
40:10 Pohon anggur itu ada tiga carangnya dan baru saja pohon itu bertunas, bunganya sudah keluar dan tandan-tandannya penuh buah anggur yang ranum.
40:11 Dan di tanganku ada piala Firaun. Buah anggur itu kuambil, lalu kuperas ke dalam piala Firaun, kemudian kusampaikan piala itu ke tangan Firaun."
40:12 Kata Yusuf kepadanya: "Beginilah arti mimpi itu: ketiga carang itu artinya tiga hari;
40:13 dalam tiga hari ini Firaun akan meninggikan engkau dan mengembalikan engkau ke dalam pangkatmu yang dahulu dan engkau akan menyampaikan piala ke tangan Firaun seperti dahulu kala, ketika engkau jadi juru minumannya.
40:14 Tetapi, ingatlah kepadaku, apabila keadaanmu telah baik nanti, tunjukkanlah terima kasihmu kepadaku dengan menceritakan hal ihwalku kepada Firaun dan tolonglah keluarkan aku dari rumah ini.
40:15 Sebab aku dicuri diculik begitu saja dari negeri orang Ibrani dan di sinipun aku tidak pernah melakukan apa-apa yang menyebabkan aku layak dimasukkan ke dalam liang tutupan ini."
40:16 Setelah dilihat oleh kepala juru roti, betapa baik arti mimpi itu, berkatalah ia kepadanya: "Akupun bermimpi juga. Tampak aku menjunjung tiga bakul berisi penganan.
40:17 Dalam bakul atas ada berbagai-bagai makanan untuk Firaun, buatan juru roti, tetapi burung-burung memakannya dari dalam bakul yang di atas kepalaku."
40:18 Yusuf menjawab: "Beginilah arti mimpi itu: ketiga bakul itu artinya tiga hari;
40:19 dalam tiga hari ini Firaun akan meninggikan engkau, tinggi ke atas, dan menggantung engkau pada sebuah tiang, dan burung-burung akan memakan dagingmu dari tubuhmu."
40:20 Dan terjadilah pada hari ketiga, hari kelahiran Firaun, maka Firaun mengadakan perjamuan untuk semua pegawainya. Ia meninggikan kepala juru minuman dan kepala juru roti itu di tengah-tengah para pegawainya:
40:21 kepala juru minuman itu dikembalikannya ke dalam jabatannya, sehingga ia menyampaikan pula piala ke tangan Firaun;
40:22 tetapi kepala juru roti itu digantungnya, seperti yang ditakbirkan Yusuf kepada mereka.
40:23 Tetapi Yusuf tidaklah diingat oleh kepala juru minuman itu, melainkan dilupakannya.

Ayat mas hari ini: Kejadian 40:23
Bacaan Alkitab Setahun: 2 Tawarikh 10-12; Yohanes 11: 30-57

Seorang teman saya memiliki kesukaan unik dalam membaca buku. Ia paling suka menyimak, apabila ada pada buku yang ia baca, bagian ucapan terima kasih. Di situ penulis menyebutkan orang-orang yang turut berjasa dalam mendukung proses penyusunan bukunya. Mungkin hanya satu paragraf, bisa juga berderet-deret sampai beberapa lembar. Seorang penulis, misalnya, mengungkapkan rasa terima kasih kepada istri tercintanya secara berbeda-beda dalam setiap buku yang ditulisnya.

Membaca bagian itu, ia diingatkan bahwa menulis buku bukanlah hasil upaya seorang penulis belaka. Banyak pihak lain yang mendukungnya. Rasanya, begitu juga dengan setiap pencapaian kita, sedikit-banyak pasti ada sumbangsih orang lain di dalamnya. Untuk itu, sudah sepatutnya kita berterima kasih kepada mereka, bukan?

Sayangnya, manusia cenderung gampang lupa berterima kasih kepada sesamanya. Pengalaman juru minuman Firaun hanyalah salah satu contohnya. Ia mengalami mimpi yang menyusahkan hatinya ketika berada di penjara. Dengan pertolongan Allah, Yusuf menafsirkan arti mimpinya, dan mimpinya benar-benar menjadi kenyataan. Namun, setelah kembali menduduki jabatannya, ia melupakan Yusuf.

Bagaimana kita dapat mengatasi kecenderungan lupa berterima kasih itu? Tentu dengan membiasakan diri berterima kasih. Nyatakan secara langsung ketika seseorang berbuat baik kepada Anda. Teleponlah orang itu, kirimkanlah SMS atau e-mail, tulislah di dinding Facebook-nya, ceritakan kebaikannya kepada orang lain, atau berdoalah untuknya. Kreatiflah dalam berterima kasih!

KITA SELALU BERUTANG KEPADA TUHAN DAN SESAMA

ATAS DUKUNGAN MEREKA BAGI SETIAP PENCAPAIAN KITA


Penulis: Arie Saptaji - www.renunganharian.net

ms.sabbath
November 09, 2010, 03:57
Tidak Kehilangan Senyum

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/Wanita-Lajang.jpg

Baca: 2 Tawarikh 20:1-18

20:1 Setelah itu bani Moab dan bani Amon datang berperang melawan Yosafat bersama-sama sepasukan orang Meunim.
20:2 Datanglah orang memberitahukan Yosafat: "Suatu laskar yang besar datang dari seberang Laut Asin, dari Edom, menyerang tuanku. Sekarang mereka di Hazezon-Tamar," yakni En-Gedi.
20:3 Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa.
20:4 Dan Yehuda berkumpul untuk meminta pertolongan dari pada TUHAN. Mereka datang dari semua kota di Yehuda untuk mencari TUHAN.
20:5 Lalu Yosafat berdiri di tengah-tengah jemaah Yehuda dan Yerusalem di rumah TUHAN, di muka pelataran yang baru
20:6 dan berkata: "Ya TUHAN, Allah nenek moyang kami, bukankah Engkau Allah di dalam sorga? Bukankah Engkau memerintah atas segenap kerajaan bangsa? Kuasa dan keperkasaan ada di dalam tangan-Mu, sehingga tidak ada orang yang dapat bertahan melawan Engkau.
20:7 Bukankah Engkau Allah kami yang menghalau penduduk tanah ini dari depan umat-Mu Israel, dan memberikannya kepada keturunan Abraham, sahabat-Mu itu, untuk selama-lamanya?
20:8 Lalu mereka mendiami tanah itu, dan mendirikan bagi-Mu tempat kudus untuk nama-Mu. Kata mereka:
20:9 Bila sesuatu malapetaka menimpa kami, yakni pedang, penghukuman, penyakit sampar atau kelaparan, kami akan berdiri di muka rumah ini, di hadapan-Mu, karena nama-Mu tinggal di dalam rumah ini. Dan kami akan berseru kepada-Mu di dalam kesesakan kami, sampai Engkau mendengar dan menyelamatkan kami.
20:10 Sekarang, lihatlah, bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir ini! Ketika orang Israel datang dari tanah Mesir, Engkau melarang mereka memasuki negerinya. Oleh sebab itu mereka menjauhinya dan tidak memusnahkannya.
20:11 Lihatlah, sebagai pembalasan mereka datang mengusir kami dari tanah milik yang telah Engkau wariskan kepada kami.
20:12 Ya Allah kami, tidakkah Engkau akan menghukum mereka? Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu."
20:13 Sementara itu seluruh Yehuda berdiri di hadapan TUHAN, juga segenap keluarga mereka dengan isteri dan anak-anak mereka.
20:14 Lalu Yahaziel bin Zakharia bin Benaya bin Matanya, seorang Lewi dari bani Asaf, dihinggapi Roh TUHAN di tengah-tengah jemaah,
20:15 dan berseru: "Camkanlah, hai seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem dan tuanku raja Yosafat, beginilah firman TUHAN kepadamu: Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah.
20:16 Besok haruslah kamu turun menyerang mereka. Mereka akan mendaki pendakian Zis, dan kamu akan mendapati mereka di ujung lembah, di muka padang gurun Yeruel.
20:17 Dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur. Hai Yehuda dan Yerusalem, tinggallah berdiri di tempatmu, dan lihatlah bagaimana TUHAN memberikan kemenangan kepadamu. Janganlah kamu takut dan terkejut. Majulah besok menghadapi mereka, TUHAN akan menyertai kamu."
20:18 Lalu berlututlah Yosafat dengan mukanya ke tanah. Seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalempun sujud di hadapan TUHAN dan menyembah kepada-Nya.
Ayat Mas: 2 Tawarikh 20:15
Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 46-47; Ibrani 6

Di sebuah desa kecil yang setahun sebelumnya hancur karena gempa bumi, tinggal seorang ibu sebatang kara. Ibu itu terkenal karena senyumnya yang lembut kepada setiap orang yang dijumpainya. Suatu hari seorang pemuda bertanya, “Ibu selalu tersenyum, apakah Ibu tidak pernah merasa susah?” Ibu itu menjawab, “Pernah. Setahun yang lalu saya kehilangan semuanya; suami, anak-anak, cucu-cucu, dan harta benda karena gempa bumi. Saya hanya punya baju di badan, tanpa sanak keluarga dan hidup terlunta-lunta.” “Lalu sejak kapan Ibu bisa kembali tersenyum?” tanya pemuda itu lagi. “Sejak saya menyadari, bahwa saya masih memiliki Allah,” jawab ibu itu pula.

Bacaan Alkitab hari ini berkisah tentang bangsa Yehuda yang tengah terjepit karena ancaman orang Moab dan Amon. Di tengah kekalutan dan ketakutan itu, Yosafat mengajak seluruh bangsa berseru kepada Allah. Dan, Allah tidak tinggal diam. Dia menjawab seruan mereka melalui Yahaziel, seorang Lewi dari bani Asaf. “Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah” (ayat 15).

Mungkin sekarang kita pun tengah berhadapan dengan “orang Moab dan Amon”; kesusahan dan kemalangan yang bertubi-tubi, kegagalan dan kehilangan yang menyesakkan. Dan, kita merasa tidak sanggup lagi menghadapi semua itu. Dalam situasi demikian kita diingatkan, bahwa kita masih memiliki Allah. Allahlah, bukan kita, yang akan “berperang” menghadapi semua itu. Sehingga, seperti ibu dalam kisah tadi, kita tidak akan kehilangan senyum.

ALLAH ADALAH SUMBER KEKUATAN YANG TEGUH
DI TENGAH SEGALA PENCOBAAN YANG TERJADI

Penulis: Ayub Yahya - www.renunganharian.net

ms.sabbath
November 10, 2010, 04:15
Pahlawan

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/gods182.jpg

Bacaan hari ini: 2 Samuel 1:17-27

1:17 Daud menyanyikan nyanyian ratapan ini karena Saul dan Yonatan, anaknya,
1:18 dan ia memberi perintah untuk mengajarkan nyanyian ini kepada bani Yehuda; itu ada tertulis dalam Kitab Orang Jujur.
1:19 Kepermaianmu, hai Israel, mati terbunuh di bukit-bukitmu! Betapa gugur para pahlawan!
1:20 Janganlah kabarkan itu di Gat, janganlah beritakan itu di lorong-lorong Askelon, supaya jangan bersukacita anak-anak perempuan orang Filistin, supaya jangan beria-ria anak-anak perempuan orang-orang yang tidak bersunat!
1:21 Hai gunung-gunung di Gilboa! jangan ada embun, jangan ada hujan di atas kamu, hai padang-padang pembawa kematian! Sebab di sanalah perisai para pahlawan dilumuri, perisai Saul yang tidak diurapi dengan minyak.
1:22 Tanpa darah orang-orang yang mati terbunuh dan tanpa lemak para pahlawan panah Yonatan tidak pernah berpaling pulang, dan pedang Saul tidak kembali dengan hampa.
1:23 Saul dan Yonatan, orang-orang yang dicintai dan yang ramah, dalam hidup dan matinya tidak terpisah. Mereka lebih cepat dari burung rajawali, mereka lebih kuat dari singa.
1:24 Hai anak-anak perempuan Israel, menangislah karena Saul, yang mendandani kamu dengan pakaian mewah dari kain kirmizi, yang menyematkan perhiasan emas pada pakaianmu.
1:25 Betapa gugur para pahlawan di tengah-tengah pertempuran! Yonatan mati terbunuh di bukit-bukitmu.
1:26 Merasa susah aku karena engkau, saudaraku Yonatan, engkau sangat ramah kepadaku; bagiku cintamu lebih ajaib dari pada cinta perempuan.
1:27 Betapa gugur para pahlawan dan musnah senjata-senjata perang!

Ayat mas hari ini: Amsal 22:1
Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 48-49; Ibrani 7

Di Alkitab ada catatan kontras tentang kematian dua tokoh dalam sejarah Israel. Yakni Yonatan, putra raja Saul, dan Yoram, putra raja Yosafat. Apa yang kontras? Yonatan, kematiannya ditangisi dan sosoknya dihormati sebagai pahlawan. Secara khusus bahkan Daud menciptakan nyanyian ratapan yang mengagungkan kepahlawanannya dan ayahnya, Saul. Ia wafat sebagai orang yang dicintai (ayat 23). Sebaliknya, mengenai Yoram, 2 Tawarikh 21:20 mencatat,“Ia meninggal dengan tidak dicintai orang.”

Mengapa kematian mereka begitu berbeda? Karena mereka menjalani hidup secara berbeda! Yonatan takut akan Tuhan, berjiwa kesatria, berbudi luhur, tahu membedakan benar dan salah, sahabat yang dapat diandalkan, dan prajurit pembela bangsa yang berani berkorban. Sebaliknya, Yoram adalah pewaris takhta yang keji, pembunuh berdarah dingin yang menumpas saudara-saudaranya sendiri, dan penyesat yang menjauhkan bangsanya dari Tuhan. Yonatan mencintai Tuhan, bangsa, keluarga, sahabatnya. Maka, ia meninggal sebagai sosok yang dicintai. Yoram tak mengenal cinta, hanya kebencian, kebengisan. Layak ia mati tanpa dikelilingi cinta.

Di bulan pahlawan ini sungguh pantas kita merenungkan tentang kepahlawanan. Kepahlawanan berbicara tentang kualitas luhur dari kehidupan seseorang. Dan, semua orang bisa menjadi pahlawan. Pahlawan bagi keluarganya. Bagi masyarakat sekitarnya. Bagi dunia profesinya. Bagi kekasihnya. Bagi anak didiknya. Bagi bayi yang diadopsinya. Bagi kaum miskin yang dibelanya. Tatkala ia menabur keharuman cinta, kelak ia akan menuai keharuman nama. Itulah pahlawan. Sudahkah hidup kita berkualitas?
SESEORANG AKAN MENINGGAL SEBAGAI PAHLAWAN
KETIKA IA MENJALANI HIDUP SECARA BERKUALITAS

Penulis: Pipi Agus Dhali

ms.sabbath
November 11, 2010, 04:24
Tidak Boleh Diceraikan Manusia

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/Insurance_getting_married.jpg

Baca: Matius 19:1-8


19:1 Setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya itu, berangkatlah Ia dari Galilea dan tiba di daerah Yudea yang di seberang sungai Yordan.
19:2 Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan Iapun menyembuhkan mereka di sana.
19:3 Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: "Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?"
19:4 Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?
19:5 Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
19:6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
19:7 Kata mereka kepada-Nya: "Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?"
19:8 Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.

Ayat Mas: Matius 19:6
Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 50; Ibrani 8

Serombongan turis Amerika yang berwisata di pedalaman Tiongkok berpapasan dengan arak-arakan meriah. Sebuah arak-arakan pernikahan; pengantin pria sedang menjemput pengantin wanita untuk menuju balai pesta. “Siapa yang wajahnya ditutup cadar tebal itu?” tanya para turis. “Pengantin wanita,” sahut pemandu lagi. “Mengapa wajahnya harus ditutup?” “Di desa ini, orangtua menjodohkan anak-anaknya, dan seorang pengantin dilarang melihat calon pasangannya sampai resmi menikah,” jelas si pemandu.
Seorang turis penasaran: “Di negara saya, di mana setiap orang memilih jodohnya sendiri—bahkan ada yang sudah serumah sebelum menikah—angka perceraian sangat tinggi. Di sini, pasti jauh lebih tinggi ya?” Dengan heran si pemandu menjawab: “Di sini justru hampir tak ada perceraian.” “Apa rahasianya?” tanya turis itu lagi. Si pemandu terdiam lama sebelum menjawab: “Di negara Anda, orang menikah dengan orang yang mereka cintai. Di sini, nenek moyang kami mengajar bahwa kami harus mencintai orang yang kami nikahi”.
Betapa sederhana petuah ini, tetapi masih berguna bagi setiap pasangan pada zaman ini; bahwa pernikahan, sejak penciptaan manusia, berarti penyatuan laki-laki dan perempuan menjadi satu daging (Kejadian 2:24). Kristus pun mempertegas bahwa suami-istri yang dipersatukan Allah, tak boleh diceraikan manusia (Matius 19:6). Itulah aturan sejak mulanya, sebab perceraian—seperti pada kisah Musa, terjadi karena ketegaran hati Israel (Matius 19:8). Jadi, perceraian pasti menimbulkan luka yang menyakitkan bagi keduanya, terlebih bagi anak-anak. Karenanya, lebih baik berjuang untuk bersatu, memperjuangkan keutuhan dan kelanggengan pernikahan.
PERNIKAHAN DIMULAI UNTUK DIPERJUANGKAN
AGAR IA TETAP UTUH HINGGA MAUT MEMISAHKAN

Penulis: Susanto, S.Th. - www.renunganharian.net

flash2here4u
November 11, 2010, 14:02
Ketika ALLAH mengasihimu :)

Ketika ALLAH mengasihimu..ALLAH akan selalu mengatakan kepadamu "AKU MENGASIHIMU, DAN AKU SUNGGUH SELALU MENGASIHIMU"
Ketika ALLAH mengasihimu, ALLAH akan menunggumu dengan sangat sabar meskipun ketika engkau jauh/pergi dariNYA
DIA akan selalu menungumu, memangil namamu dan rindu engkau kembali kepadaNYA
Ketika ALLAH mengasihimu..engkau pasti tahu betapa dalamnya dan tak terkatakannya kasihNYA untukmu
Ketika ALLAH mengasihimu, ALLAH selalu ingin berada di hatimu menjaganya dengan damai sejahtera dan kasihNYA,
perduli akan setiap detil hidupmu,berjalan bersamamu..jadi jangan pernah lagi engkau merasa sendiri...
karena engkau punya ALLAH yang selalu ada untukmu mendengarkanmu, berbagi cerita, apapun :)
Ketika ALLAH mengasihimu, ALLAH ingin kamu berhenti untuk kuatir akan segala hal,
karena sungguh Segala yang indah, baik, keselamatan, semua yang kau butuhkan ( bahkan lebih ),
semuanya DIA berikan untukmu ( Yang terbaik dan selalu yang terbaik :) )
Ketika ALLAH mengasihimu, Tidak ada 1 hal apapun yang dapat memisahkan kasihNYA darimu
Ketika ALLAH mengasihimu, ALLAHLAH yang memberikan kasihNYA kepadamu bukan sebaliknya :) ( engkau hanya cukup terima saja :) )
Ketika ALLAH mengasihimu, ALLAH tidak perduli apapun keadaanMU saat ini, Jangan Pernah katakan
engkau tidak pantas menerima kasihNYA, atau alasan lainnya...Terima saja KasihNYA Karena Sungguh
ALLAH mengasihimu tanpa memandang apapun keadaanmu sekarang
Ketika ALLAH mengasihimu, hal yang selalu DIA inginkan & rindukan adalah selalu dekatmu & bersamamu
Ketika ALLAH mengasihimu, hal yang selalu membuatnya sedih ketika engkau jauh dariNYA
Ketika Allah mengasihimu, DIA rindu membagikan segalanya bersamamu
Ketika Allah mengasihimu, DIA ingin tempat dimana DIA berada disitun engkau berada
Ketika Allah mengasihimu, Waktu yang paling berharga bagiNYA adalah bersamamu
Ketika ALLAH mengasihimu, ALLAH merancangkan & merencanakan yang sangat baik untukmu,
meskipun kadang engkau meragukan rencana dan rancanganNYA
Ketika ALLAH mengasihimu, biarkan ALLAH terus mengasihimu dan
terimalah KasihNYA, Biarlah kasihNYA yang memulihkanmu, menyembuhkanmu, menyempurnakanmu,
mengubahkanmu, memberkatimu,memberikan pertumbuhan, bekerja dalam hidupmu.

Jack_12
November 12, 2010, 04:31
Tetapi ... Engkau Tidak! (http://www.garamdanterang.com/2010/11/tetapi-engkau-tidak.html)

http://lh5.googleusercontent.com/b-P16Q2Iv9BjYNC5-CZgp1zFFpqmoRafNBIP91jMEAMfXjl9QaFmAVGDGDycT1eHTcl ukhb8TvnZbbk2Xyp5Vht99A=s512

“Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak.” (Amsal 25:11)

Beberapa hal yang bisa terjadi di sekitar kita mempunyai kuasa sebesar setiap perkataan yang kita ucapkan tepat pada waktunya. Di lain pihak, kata-kata yang tidak diutarakan pada setiap kesempatan itu, jika waktunya telah berlalu, akan membuat kita menyesalinya seumur hidup. Keharmonisan hidup pasangan-pasangan suami istri sering kali menjadi berkurang, oleh karena mereka tidak menerapkan saran yang amat penting ini.


Di dalam hidup berumah-tangga umat Tuhan dianjurkan untuk selalu saling mengalah, saling menghormati, saling menghargai, dan terutama mengasihi pasangan-pasangan hidup mereka, seperti yang diperintahkan oleh-Nya di Kolose 3:19, 1 Petrus 3:1,7 dan di Titus 2:4,5.

Tetapi keangkuhan sikap manusia sering kali menyebabkan mereka menolak untuk melaksanakannya. Sikap yang tidak mau mengalah, tidak mau kelihatan lemah, … mempengaruhi mereka untuk mengabaikan setiap tindakan ‘bijak’ yang patut dipuji, yang sudah dilakukan oleh pasangan-pasangan mereka.

Sahabat kami yang sering kali dengan suaminya saling menjatuhkan nama baik sendiri di depan umum melalui lontaran-lontaran komentar yang sinis, berpendapat, bahwa jika ia membenarkan nasehat suaminya yang pada awalnya tidak ia setujui, akan membuat ‘kepalanya menjadi besar’.

Padahal di luar pengetahuan suaminya, ia mengakui dengan terus terang kepada kami setelah melihat hasilnya, bahwa saran tersebut ternyata betul sekali dan lebih menguntungkan ekonomi keluarganya. Kejadian seperti itu sering kali terulang, di mana secara bergantian, tanpa mau mengalah, mereka berusaha untuk saling mempermalukan di depan orang-orang. Saling menyindir menggunakan kata-kata yang pedas, mulai dari paras, bentuk tubuh, sampai karakter dan kelakuan masing-masing. Bahkan hal-hal yang seharusnya tidak perlu diketahui oleh umum, menjadi terbongkar gara-gara itu.

Seandainya saja mereka saling mengindahkan, saling menghargai pendapat, dan terutama saling mengasihi, … jika perlu saling memuji di setiap kesempatan yang ada, saya jamin, perang dingin yang sudah lama mencuri damai sejahtera kehidupan rumah tangga mereka pasti berakhir! Karena … di suatu ketika, jika saat mereka tiba untuk berpisah selama-lamanya, saya yakin, yang ditinggal mati akan menyesali tindakan-tindakannya yang keliru tersebut. Seperti ungkapan sebuah pepatah: Nasi sudah menjadi bubur, … ia juga sudah tidak mempunyai kesempatan lagi untuk memperbaiki kesalahannya!


Raja Salomo memberi nasehat: “Seseorang bersukacita karena jawaban yang diberikannya, dan alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya!” (Amsal 15:23). Sebelumnya, di bagian kitab yang sama, ia menulis: “Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.” (Amsal 12:25) Selain itu nabi Yesaya juga menganjurkan, agar kita mempunyai lidah seorang murid, supaya dengan perkataan kita dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. (Yesaya 50:4)

Saya pernah membaca catatan singkat sangat mengharukan yang diambil dari buku harian seorang wanita. Ungkapan hatinya dalam bentuk sebuah surat yang ditujukan secara pribadi kepada suaminya, dibacakan olehnya sendiri pada suatu upacara yang amat penting:

Aku teringat ketika aku mengendarai mobilmu yang masih baru, yang oleh karena keteledoranku telah hancur di jalan raya. Aku mengira engkau akan menunjukkan wajah geram tidak percaya, dan menyumpahi diriku. Tetapi … engkau tidak!

Aku teringat ketika aku memaksamu untuk pergi bersamaku ke pantai. Engkau menolak, karena engkau tahu hari itu hujan deras akan turun. Akhirnya kita pergi, dan ternyata engkau benar! Aku merasa begitu yakin, bahwa engkau tidak akan berdiam diri dan akan menegur aku dengan keras: “Apa kataku!” Tetapi …engkau tidak!

Pernah sekali aku menumpahkan segelas blueberry juice di atas jas putihmu yang masih baru. Aku tahu engkau marah dan menyalahkan tingkah-lakuku yang keterlaluan. Tetapi … engkau tidak!

Masih ingatkah engkau pada saat kita pergi ke pesta reuni sekolah kita malam itu? Aku keliru ketika menganjurkan agar engkau berpakaian casual saja. Engkau hadir hanya mengenakan celana jeans dan baju T Shirt biasa, yang membuat engkau menjadi salah tingkah sekali! Aku tahu engkau merasa tidak senang dan ingin lari ke luar seketika itu juga untuk meninggalkan aku seorang diri di sana. Tetapi … engkau tidak!

Aku berhasrat untuk mengutarakan isi hatiku kepadamu, bagaimana aku mencintaimu dan … menghargai semua yang telah engkau lakukan itu, jika engkau tiba kembali dari tugas militermu di Afghanistan. Tetapi … engkau tidak!

Raja Salomo pernah berkata: “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.” (Pengkhotbah 3:1). Ia meneruskannya di pasal yang sama: “… ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara; …” (Pengkhotbah 3:7b)

Memang benar, segala sesuatu ada waktunya. Tetapi kenyataan lain yang juga harus diketahui: Masa-masa itu ada batasnya! Apabila telah berlalu, kesempatan yang ada tersebut juga akan hilang untuk selama-lamanya. Oleh karena itu, janganlah sampai kita melewatkan waktu kelak dengan menyesalinya seumur hidup, sebab kita sudah memendam di dalam hati kita kata-kata tak terucapkan, yang seharusnya didengarkan oleh orang-orang yang pada waktu itu sangat membutuhkannya.

Janganlah sekali-kali mengabaikan arti ayat ini: “Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.” (Amsal 16:24)

Oleh karena itu, … menunggu apa lagi, katakanlah sekarang juga kepada pasangan, anak-anak, keluarga, bahkan sahabat-sahabat anda, kata-kata yang memang sudah menjadi hak mereka dari semula! Janganlah menunggu sampai Tuhan harus menegur anda dengan keras: “Umat yang Kupilih bersedia merendahkan diri dan melakukannya, TETAPI … ENGKAU TIDAK!”

~ John Adisubrata

ms.sabbath
November 12, 2010, 06:30
^ Loh....jack, lu main di WG juga ? ;D


Btw met ngumpul disini ya :D ada flash juga, met datang flash.

ms.sabbath
November 12, 2010, 06:37
Menemui ''Semua Orang''

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/03_hands.jpg

Baca: Filipi 2:1-11


2:1 Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,
2:2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,
2:3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;
2:4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.
2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
2:11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Ayat Mas: Filipi 2:3,4
Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 51-52; Ibrani 9

Fred Eppinger ditunjuk menjadi CEO perusahaan asuransi besar, The Hanover Group, yang terancam bangkrut. Hari pertama berkerja, ia masuk kantor pukul enam pagi. Karena pintu utama masih tertutup, ia masuk lewat kantin. Di situ ia bertemu pegawai kantin, dan meminta dibuatkan secangkir kopi. “Boleh saja,“ kata pegawai itu, “Tetapi, siapa sih Anda?” Fred menjelaskan bahwa ia adalah CEO yang baru dan ini adalah hari pertamanya. Dengan kaget si pegawai berkata bahwa ia sudah bekerja selama empat belas tahun dan tak pernah ada orang penting yang menginjakkan kaki ke situ, atau mengajaknya berbicara. Kemudian, Fred duduk dan menanyainya tentang apa yang ia pikirkan tentang perusahaan. Selanjutnya, lewat kedekatan hubungan dan komunikasi dengan karyawan, ia berhasil menyelamatkan Hanover.

Kerap kali saat posisi kita semakin tinggi, kita mudah lupa diri dan meremehkan orang lain yang kita anggap tidak penting. Entah itu di dunia kerja, di pelayanan, atau di komunitas. Kerap kita mudah melayani orang yang kita anggap penting atau yang kita harap membawa keuntungan. Namun, kita cenderung punya alasan untuk mengabaikan mereka yang menurut kita tidak penting.

Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Filipi mengingatkan kita untuk selalu dengan rendah hati menganggap yang lain lebih utama dari kita. Ia mengambil contoh dari Kristus sendiri. Kristus memiliki posisi yang tertinggi dan terutama, tetapi dengan rendah hati bersedia menemui kita, bahkan memberikan diri-Nya untuk kita. Dia menemui kita dengan mengosongkan diri-Nya. Dengan demikian, Dia memberikan teladan kerendahan hati yang sejati.

KETIKA DUNIA BERDESAKAN HENDAK MENCARI TEMPAT YANG TERUTAMA
ANAK TUHAN DAPAT MENJADI BERKAT DENGAN MERENDAHKAN DIRI

Penulis: Henry Sujaya Lie - www.renunganharian.net

ms.sabbath
November 13, 2010, 04:21
Orang Kepercayaan

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/life-of-jesus-pic-11.jpg

Bacaan hari ini: Matius 4:18-22

4:18. Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
4:19 Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
4:20 Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
4:21 Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka
4:22 dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.


Ayat mas hari ini: Matius 4:20
Bacaan Alkitab Setahun: Ratapan 1-2; Ibrani 10:1-18

Ada sebuah acara televisi yang berjudul “The Apprentice” (Sang Murid). Di sana para peserta bersaing menunjukkan keahlian untuk menjadi orang kepercayaan Donald Trump, salah satu orang terkaya di dunia. Tentu saja para pesertanya adalah orang-orang berpendidikan yang terseleksi secara ketat. Dan, yang menjadi juara sudah pasti adalah seseorang yang memiliki potensi besar di dunia bisnis.

Demikianlah wajarnya sikap seseorang ketika mencari orang kepercayaan. Mencari yang berpotensi, atau yang sudah jelas berprestasi. Namun, Yesus tidak demikian. Dia malah memilih orang-orang “biasa” untuk menjadi orang-orang kepercayaan-Nya. Petrus, Andreas, Yakobus, dan Yohanes adalah para nelayan. Bukan orang-orang yang berpendidikan tinggi atau memiliki kualitas menonjol. Demikian juga rasul-rasul lain. Tidak ada yang tercatat sebagai orang berpendidikan tinggi (kecuali Paulus, dan juga Lukas, sang tabib). Namun, orang-orang inilah yang justru kemudian berhasil meneruskan pelayanan Yesus ke seluruh dunia hingga berkembang sampai sekarang. Kuncinya satu saja, yaitu “meninggalkan jala dan mengikuti Dia”. Dengan kata lain, tidak lagi bergantung pada kemampuan sendiri, tetapi menyerahkan diri untuk dipakai sepenuhnya oleh Dia.

Kita mungkin pernah atau sedang merasa rendah diri karena merasa tidak sehebat orang lain. Akibatnya, kita tidak berani terlibat dalam pelayanan atau hal lain. Perjalanan hidup para rasul yang juga adalah orang-orang biasa, seharusnya membuat kita tidak rendah diri. Sebab keberhasilan pelayanan kita mutlak karena Tuhan yang menolong. Biarlah kesadaran akan campur tangan Tuhan melandasi semangat pelayanan kita, di mana saja, kapan saja.

ORANG YANG MERASA HEBAT TAK DAPAT DIPAKAI TUHAN

SEBAB KETIKA BERKARYA IA BISA TAK MENGIZINKAN TUHAN IKUT TERLIBAT

Penulis: Alison Subiantoro - www.renunganharian.net

ms.sabbath
November 14, 2010, 04:06
Disentil Tuhan

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/Jonah3.jpg

Bacaan hari ini: Yunus 1

1:1. Datanglah firman TUHAN kepada Yunus bin Amitai, demikian:
1:2 "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku."
1:3 Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN.

1:4. Tetapi TUHAN menurunkan angin ribut ke laut, lalu terjadilah badai besar, sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur.
1:5 Awak kapal menjadi takut, masing-masing berteriak-teriak kepada allahnya, dan mereka membuang ke dalam laut segala muatan kapal itu untuk meringankannya. Tetapi Yunus telah turun ke dalam ruang kapal yang paling bawah dan berbaring di situ, lalu tertidur dengan nyenyak.
1:6 Datanglah nakhoda mendapatkannya sambil berkata: "Bagaimana mungkin engkau tidur begitu nyenyak? Bangunlah, berserulah kepada Allahmu, barangkali Allah itu akan mengindahkan kita, sehingga kita tidak binasa."
1:7 Lalu berkatalah mereka satu sama lain: "Marilah kita buang undi, supaya kita mengetahui, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini." Mereka membuang undi dan Yunuslah yang kena undi.
1:8 Berkatalah mereka kepadanya: "Beritahukan kepada kami, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini. Apa pekerjaanmu dan dari mana engkau datang, apa negerimu dan dari bangsa manakah engkau?"
1:9 Sahutnya kepada mereka: "Aku seorang Ibrani; aku takut akan TUHAN, Allah yang empunya langit, yang telah menjadikan lautan dan daratan."
1:10 Orang-orang itu menjadi sangat takut, lalu berkata kepadanya: "Apa yang telah kauperbuat?" --sebab orang-orang itu mengetahui, bahwa ia melarikan diri, jauh dari hadapan TUHAN. Hal itu telah diberitahukannya kepada mereka.

1:11. Bertanyalah mereka: "Akan kami apakan engkau, supaya laut menjadi reda dan tidak menyerang kami lagi, sebab laut semakin bergelora."
1:12 Sahutnya kepada mereka: "Angkatlah aku, campakkanlah aku ke dalam laut, maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kamu lagi. Sebab aku tahu, bahwa karena akulah badai besar ini menyerang kamu."
1:13 Lalu berdayunglah orang-orang itu dengan sekuat tenaga untuk membawa kapal itu kembali ke darat, tetapi mereka tidak sanggup, sebab laut semakin bergelora menyerang mereka.
1:14 Lalu berserulah mereka kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, janganlah kiranya Engkau biarkan kami binasa karena nyawa orang ini dan janganlah Engkau tanggungkan kepada kami darah orang yang tidak bersalah, sebab Engkau, TUHAN, telah berbuat seperti yang Kaukehendaki."
1:15 Kemudian mereka mengangkat Yunus, lalu mencampakkannya ke dalam laut, dan laut berhenti mengamuk.
1:16 Orang-orang itu menjadi sangat takut kepada TUHAN, lalu mempersembahkan korban sembelihan bagi TUHAN serta mengikrarkan nazar.
1:17 Maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus; dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya.

Ayat mas hari ini: Yesaya 6:8
Bacaan Alkitab Setahun: Ratapan 3-5; Ibrani 10:19-39

Dalam acara bincang-bincang kaum dewasa muda, saya diminta menjadi narasumber bersama seorang rekan yang jauh lebih senior dari saya, mewakili komunitas yang melayani orang miskin kota. Rekan saya ini sudah sangat lama melayani anak-anak jalanan secara penuh waktu. Saya pun banyak belajar darinya. Dalam perbincangan, seorang peserta bertanya kepada kami: “Sampai kapan kalian akan tetap setia atau kapan kalian akan berhenti melakukan pelayanan ini?”

Kalau mau jujur, saya tak ingin menghabiskan hidup saya untuk melayani mereka yang terpinggirkan. Pelayanan ini sangat melelahkan; secara fisik dan emosi. Jadi, saya menjawab bahwa saya akan tetap setia di jalur pendidikan anak, tanpa menspesifikasikan bentuk nyata kontribusi saya seperti apa. Berbeda dari saya, rekan senior saya tadi—yakni Benyamin Lumy—dengan tegas menyatakan: “Sampai sekarang saya tidak menemukan alasan untuk berhenti melayani mereka yang terpinggirkan. Pilihan hidup saya mungkin tidak terlihat berkelimpahan, tetapi saya menemukan bahwa dalam segala hal Tuhan mencukupkan. Saya tidak mau seperti Yunus, harus disentil dulu sama Tuhan untuk mau melayani. Daripada capek berlari dari panggilan Tuhan, lebih baik saya setia saja biar tidak perlu disentil. Toh, tidak ada alasan untuk berhenti.”

Banyak orang tahu cerita Yunus, tetapi hanya sedikit yang mau belajar dari kesalahan Yunus. Terlalu banyak “Tarsis” yang hendak kita tuju, dan “Niniwe” yang ingin kita abaikan. Jika kita sedang melayani di suatu bidang—bahkan yang tak dilirik orang—lakukan saja dengan setia. Tuhan ada di sana. Dia menanti orang yang mau berkarya tulus, menjadi utusan yang melakukan kehendak-Nya.

KETIKA KAKI HENDAK MELANGKAH UNTUK MELAYANI

PASTI ADA TANTANGAN DAN GODAAN YANG MENGUJI HATI

Penulis: G. Sicillia Leiwakabessy - www.renunganharian.net

ms.sabbath
November 15, 2010, 03:19
Bersatu untuk Membangun

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/03_hands.jpg

Bacaan hari ini: Nehemia 2:17-3:4

2:17 Berkatalah aku kepada mereka: "Kamu lihat kemalangan yang kita alami, yakni Yerusalem telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar. Mari, kita bangun kembali tembok Yerusalem, supaya kita tidak lagi dicela."
2:18 Ketika kuberitahukan kepada mereka, betapa murahnya tangan Allahku yang melindungi aku dan juga apa yang dikatakan raja kepadaku, berkatalah mereka: "Kami siap untuk membangun!" Dan dengan sekuat tenaga mereka mulai melakukan pekerjaan yang baik itu.
2:19 Ketika Sanbalat, orang Horon, dan Tobia, orang Amon, pelayan itu, dan Gesyem, orang Arab, mendengar itu, mereka mengolok-olokkan dan menghina kami. Kata mereka: "Apa yang kamu lakukan itu? Apa kamu mau berontak terhadap raja?"
2:20 Aku menjawab mereka, kataku: "Allah semesta langit, Dialah yang membuat kami berhasil! Kami, hamba-hamba-Nya, telah siap untuk membangun. Tetapi kamu tak punya bagian atau hak dan tidak akan diingat di Yerusalem!"


3:1. Maka bersiaplah imam besar Elyasib dan para imam, saudara-saudaranya, lalu membangun kembali pintu gerbang Domba. Mereka mentahbiskannya dan memasang pintu-pintunya. Mereka mentahbiskannya sampai menara Mea, menara Hananeel.
3:2 Berdekatan dengan mereka orang-orang Yerikho membangun, dan berdekatan dengan orang-orang itu Zakur bin Imri.
3:3 Pintu gerbang Ikan dibangun oleh bani Senaa. Mereka memasang balok-balok lalu memasang pintu-pintunya dengan pengancing-pengancing dan palang-palangnya.
3:4 Berdekatan dengan mereka Meremot bin Uria bin Hakos mengadakan perbaikan, dan berdekatan dengan dia Mesulam bin Berekhya bin Mesezabeel. Berdekatan dengan dia Zadok bin Baana mengadakan perbaikan,


Ayat mas hari ini: Nehemia 2:20
Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 1-2; Ibrani 11:1-19

Seorang pemuda membaca berita tentang tujuh balita gizi buruk yang meninggal. Dari situ ia terpanggil untuk bertindak. Di tengah kesibukannya sebagai karyawan swasta, si pemuda membentuk suatu proyek bersama beberapa teman. Mereka melatih ibu-ibu di daerah miskin terdekat untuk membuat kerajinan tangan. Keuntungannya diberikan kepada ibu-ibu dalam bentuk susu dan uang. Selanjutnya, proyek ini menular ke daerah lain.

Tatkala pulang dari pembuangan, Nehemia melihat Yerusalem yang tinggal puing. Namun, ia tidak hanya mengeluh dan menyesali. Ia berbuat sesuatu. Nehemia sadar, runtuhnya tembok Yerusalem membuat penduduknya mudah ditindas bangsa lain karena tak ada pertahanan. Oleh penyertaan Tuhan, Nehemia berhasil mendapat izin serta dukungan penduduk Yerusalem untuk membangunnya kembali. Ia berkata: ... kami, hamba-hamba-Nya, telah siap untuk membangun … (ayat 20). Mereka melakukan pekerjaan dengan bahu-membahu. Semua kalangan pun berperan: pedagang, penguasa, tukang emas, imam, orang Lewi, juga orang-orang non-Israel seperti orang Gibeon dan Meronot. Mereka membagi tugas berdasar wilayah yang dekat dengan tempat mereka tinggal. Mereka bekerja dengan segenap hati dan tahu bahwa yang membuat mereka berhasil adalah Tuhan saja.

Begitu kerapnya kita mendengar hal buruk terjadi di negeri ini. Namun, akan lebih baik jika kita bertindak nyata. Tuhan punya maksud dan rencana ketika menempatkan kita di daerah tertentu dan memberi kita talenta tertentu. Apa pun profesi atau suku kita, jika kita bersatu membangun negeri, maka tidak mustahil—oleh anugerah Tuhan—negeri kita akan bangkit.

CITA-CITA BESAR DAPAT TERGAPAI OLEH TINDAKAN-TINDAKAN KECIL

YANG DILAKUKAN BERSAMA-SAMA DALAM KESATUAN

Penulis: Vonny Thay - www.renunganharian.net

ms.sabbath
November 16, 2010, 03:49
Bersikap Tegas

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/storyofjesustemptation-2.jpg

Bacaan hari ini: Roma 6:1-14

6:1. Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu?
6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
6:3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?
6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.
6:5 Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.
6:6 Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.
6:7 Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa.
6:8 Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia.
6:9 Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia.
6:10 Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah.
6:11 Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.
6:12 Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.
6:13 Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.
6:14 Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.

Ayat mas hari ini: Roma 6:12
Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 3-4: Ibrani 11: 20-40

Saya punya satu kebiasaan buruk yang sulit hilang, yakni tanpa sadar mengucek-ngucek mata. Dan sekali tangan sudah mengucek, bisa lama baru berhenti. Sebenarnya saya tahu itu tak ada gunanya, dan tak membuat keadaan lebih baik. Hanya, melakukannya seolah-olah terasa “enak”, semakin lama semakin “enak”. Saya baru berhenti setelah mata menjadi merah dan terasa pedas, bahkan sakit. Sebenarnya jika saya mau bersikap tegas untuk berhenti ketika mulai melakukannya, tentu bisa. Namun, kerap kali saya meneruskannya karena merasa “masih enak”.

Nyaris mirip dengan kebiasaan buruk saya di atas, terkadang kita juga bersikap demikian terhadap dosa. Ketika masih terasa “enak”, kita tak mau berhenti melakukannya. Apalagi saat makin lama makin enak, betapa lebih sulit lagi kita menghentikannya. Begitulah, sekali kita melayani keinginan dosa, kita cenderung sulit melepaskannya. Dalam Roma 6:1-14, Paulus menegaskan, kita tak boleh bertekun dalam dosa, karena kita telah mati bagi dosa (ayat 1,2). Dengan demikian, seharusnya kita tak bisa lagi hidup dalam dosa. Sebaliknya, kita telah dibangkitkan bersama Kristus, sehingga kita dapat hidup bagi Allah (ayat 11). Itulah tujuan terbesar hidup kita sebagai anak-anak tebusan-Nya!

Seperti mengucek mata yang tidak ada gunanya, berbuat dosa juga sama tak bergunanya. Salah-salah justru kita mesti menanggung akibat tak enak setelah melakukannya. Saya tahu harus belajar tegas mengatakan “stop” pada diri sendiri, sebab Tuhan yang ada di dalam kita pasti memberi kemenangan atas dosa. Maka, jangan terlena ketika kebiasaan berdosa mulai menggoda. Lawan dan berlarilah menjauh dari dosa. Biarlah kita hidup bagi Allah saja.

MATI BAGI DOSA, HIDUP BAGI ALLAH

HIDUP BAGI DOSA, MATI KEKAL DI HADAPAN ALLAH

Penulis: Agustina Wijayani - www.renunganharian.net

ms.sabbath
November 17, 2010, 03:05
Ide yang Konyol

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/television.jpg

Bacaan hari ini: Kejadian 18:10-14

18:10 Dan firman-Nya: "Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki." Dan Sara mendengarkan pada pintu kemah yang di belakang-Nya.
18:11 Adapun Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umurnya dan Sara telah mati haid.
18:12 Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: "Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?"
18:13 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Abraham: "Mengapakah Sara tertawa dan berkata: Sungguhkah aku akan melahirkan anak, sedangkan aku telah tua?
18:14 Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki."


Ayat mas hari ini: Kejadian 18:14
Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 5-7; Ibrani 12

“Televisi takkan dapat mempertahankan pasar yang diperolehnya setelah enam bulan pertama. Orang akan segera bosan memandangi kotak jati itu setiap malam.” Percayakah Anda, hal itu diucapkan oleh Darryl Zanuck (bos 20th Century Fox) pada 1946? Ya, pada saat itu ide mengenai televisi di ruang-ruang keluarga terasa konyol. Namun, apa yang berkembang sekarang telah mematahkan keraguan Darryl Zanuck.

Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dengan sebuah ide yang semula kita anggap bodoh. Sara pun menganggap ide bahwa dirinya yang sudah tua akan melahirkan anak, adalah sebuah kebodohan, meski pada saat yang sama ia mengetahui janji yang sudah pernah Tuhan berikan kepada keluarganya: bahwa keturunannya akan sebanyak bintang di langit. Tawa Sara menggambarkan isi lubuk hatinya yang terdalam, bahwa ia sudah ragu serta hilang kepercayaan pada janji tersebut.

Sebagai manusia, kita merasa diri kita adalah sosok paling rasional. Oleh karenanya, hal-hal yang ada di luar pengetahuan kita cenderung kita anggap omong kosong. Beberapa kali, dalam Alkitab kita menjumpai Tuhan yang seakan-akan hendak meruntuhkan kesombongan logika manusia. Daud—seorang anak tanpa pengalaman perang—mengalahkan Goliat; Nuh membangun bahtera di tengah musim yang sedang kering; Sadrakh, Mesakh, dan Abednego selamat dari api. Maka, mari kita belajar merendahkan hati dan menghargai tiap ide, sesederhana atau sebodoh apa pun kedengarannya. Tuhan bisa bekerja melalui apa pun, dengan berbagai cara yang tidak kita duga.

TIDAK ADA YANG MUSTAHIL BAGI TUHAN DULU, SEKARANG, SAMPAI SELAMANYA

Penulis: Olivia Elena - www.renunganharian.net

ms.sabbath
November 18, 2010, 02:59
Mengalah

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/tumblr_ky5a2yTYqt1qzpe8uo1_500.jpg

Bacaan hari ini: Kejadian 13:1-18

13:1. Maka pergilah Abram dari Mesir ke Tanah Negeb dengan isterinya dan segala kepunyaannya, dan Lotpun bersama-sama dengan dia.
13:2 Adapun Abram sangat kaya, banyak ternak, perak dan emasnya.
13:3 Ia berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, dari Tanah Negeb sampai dekat Betel, di mana kemahnya mula-mula berdiri, antara Betel dan Ai,
13:4 ke tempat mezbah yang dibuatnya dahulu di sana; di situlah Abram memanggil nama TUHAN.

13:5. Juga Lot, yang ikut bersama-sama dengan Abram, mempunyai domba dan lembu dan kemah.
13:6 Tetapi negeri itu tidak cukup luas bagi mereka untuk diam bersama-sama, sebab harta milik mereka amat banyak, sehingga mereka tidak dapat diam bersama-sama.
13:7 Karena itu terjadilah perkelahian antara para gembala Abram dan para gembala Lot. Waktu itu orang Kanaan dan orang Feris diam di negeri itu.
13:8 Maka berkatalah Abram kepada Lot: "Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini kerabat.
13:9 Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri."

13:10. Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. --Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora. --
13:11 Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu, lalu ia berangkat ke sebelah timur dan mereka berpisah.
13:12 Abram menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom.
13:13 Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap TUHAN.

13:14. Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan,
13:15 sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.
13:16 Dan Aku akan menjadikan keturunanmu seperti debu tanah banyaknya, sehingga, jika seandainya ada yang dapat menghitung debu tanah, keturunanmupun akan dapat dihitung juga.
13:17 Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu."
13:18 Sesudah itu Abram memindahkan kemahnya dan menetap di dekat pohon-pohon tarbantin di Mamre, dekat Hebron, lalu didirikannyalah mezbah di situ bagi TUHAN.

Ayat mas hari ini: Kejadian 13:8
Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 8-10; Ibrani 13

Ada sebuah cerita tentang dua kakak beradik yang hidup rukun. Rumah mereka bersebelahan. Sampai memasuki usia lanjut, tak sekali pun mereka berselisih paham. Perbedaan pendapat di antara mereka tentu ada, tetapi tidak membuat mereka bertengkar apalagi saling membenci. Suatu hari si adik berkata, “Saudaraku, kita telah lama hidup berdampingan, dan tidak pernah sekali pun kita bertengkar tentang apa pun. Aku punya ide, bagaimana kalau untuk sekali ini kita bertengkar.”

Kakaknya berpikir sejenak, “Baiklah,” katanya. ”Apa yang akan kita pertengkarkan?” ia bertanya. “Bagaimana kalau sepiring nasi yang sedang kamu makan itu?” usul sang adik. Kakaknya setuju. Si adik lalu merebut piring nasi dari tangan kakaknya sambil berkata ketus, “Nasi ini kepunyaanku, kamu tidak boleh mengambilnya sedikit pun!” Sang kakak memandang si adik. “Baiklah, ambil saja,” katanya. Dan pertengkaran pun selesai.

Pertengkaran besar antarsaudara atau antarteman, kerap terjadi karena adanya sikap tidak mau mengalah. Masing-masing ngotot mempertahankan pendapat dan keinginannya. Kita bisa belajar dari sikap Abraham. Ia dan Lot tinggal di daerah yang sama. Konflik muncul karena ladang rumput untuk makan domba-domba mereka terbatas (ayat 7). Untunglah pertengkaran tersebut tidak berlanjut, karena Abraham mempersilakan Lot untuk memilih tempat yang sesuai dengan keinginannya. Mereka pun berpisah dengan baik-baik. Kita tahu, Abrahamlah yang kemudian menuai kebaikan (ayat 14-18). Pelajaran untuk kita: dalam sebuah pertengkaran, selama bisa mengalah, mengalahlah. Tuhan tidak akan salah memberi berkat-Nya.

MENGALAH BUKAN BERARTI KALAH

Penulis: Ayub Yahya - www.renunganharian.net

ms.sabbath
November 19, 2010, 03:53
Renungan Khusus

Van Til & Evangelism
16.10.2010 06:02
BY: CHIAS WUYSANG

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/cornelius-van-til-01.jpg

Setiap orang Kristen yang menginjili pasti memiliki pengalaman entah itu kegagalan maupun keberhasilan. Setiap orang memiliki caranya sendiri untuk melaksanakan tugas panggilan ini. Ada orang Kristen yang selalu berdebat dengan lawan bicaranya, ada lagi yang diam di mulut tetapi mencoba menunjukkannya lewat hidup, ada juga orang yang berteman dalam waktu yang lama dan pelan-pelan memberitakan Injil, dan lain-lain. Pertanyaannya adalah cara mana yang harus kita pilih agar penginjilan menjadi efektif? Jawabannya, Tuhan sanggup memakai siapa saja dan dengan cara apapun. Lalu untuk apa kita mempelajari dan memperlengkapi diri untuk menjalankan penginjilan? Apa prinsip Alkitab yang harus dipegang di dalam hal ini?



Mempelajari sesuatu dari orang-orang di masa lampau yang pernah Tuhan munculkan di dalam sejarah gereja adalah sikap yang baik dari orang Kristen yang rindu untuk belajar. Maka saya mengajak pembaca untuk belajar dari tokoh gereja di abad ke-20, Cornelius Van Til. Banyak orang salah konotasi terhadap Van Til. Dia banyak diakui sebagai theolog terbesar di zamannya dan oleh muridnya, John Frame, diakui sebagai pemikir terbesar setelah John Calvin. Van Til membuat terobosan di dalam Apologetika Reformed yang sebelumnya belum banyak diperhatikan oleh theolog lainnya. Misalnya Abraham Kuyper yang disebut oleh B. B. Warfield telah menempatkan apologetika di dalam sub-divisi dari sub-divisi. Karena kebesaran Van Til di dalam theologi dan apologetika inilah membuat orang-orang menjadi begitu sempit memandang Van Til. Dia dipandang hanya sebagai seorang theolog atau apologet yang berurusan dengan dunia akademik, berdebat dengan bahasa yang tinggi, terlalu tegas, dan lain sebagainya, sehingga terkesan jauh dari kehidupan Kristen sehari-hari, termasuk dalam penginjilan.



Bagi kita orang-orang awam, khususnya di Indonesia, menemukan realitas bahwa kita sering bertemu orang-orang yang sederhana dan tidak memiliki pemikiran yang rumit sehingga akan berpendapat bahwa sangat tidak cocok jika mengadopsi pemikiran gaya Van Til untuk menginjili atau berelasi dengan orang lain. Gaya Van Til akan dicap sebagai kurang punya cinta kasih karena terlalu tegas, langsung to the point, terlalu menyinggung, dan sebagainya. Benarkah ini efek dari mempelajari Van Til atau ini adalah kesempitan kita sendiri? Dari awal saya harus tegaskan bahwa Van Til tidak mengajarkan demikian. Untuk menghindari kesalahan persepsi yang demikian, maka saya terlebih dahulu akan menceritakan sedikit mengenai kehidupan Van Til.



Latar belakang Van Til

Pada tahun 1895, karya theolog besar Belanda, Herman Bavinck, yang berjudul Reformed Dogmatics pertama kali beredar. Pada tahun yang sama lahirlah Cornelius Van Til di Grootegast, Belanda, di dalam keluarga Kristen yang saleh. Belanda memang merupakan negara di mana Gereja Reformed menjadi mayoritas. Belgic confession, Heidelberg catechism, dan Canons of Dort (Three forms of unity) adalah Pengakuan Iman Reformed yang sangat menjadi acuan dan berpengaruh di Belanda pada abad ke-17. Namun pada abad yang sama juga arus Enlightenment melanda Eropa, dan Belanda tidak luput dari arus ini. Gereja-gereja di Belanda dipaksa untuk menjadi modern. Intervensi pemerintah kepada gereja-gereja dengan membuat aturan-aturan yang baru mengakibatkan munculnya ancaman bagi Gereja Reformed di sana. Diskriminasi pun tidak terhindarkan. Orang-orang reformed di sana yang tidak mau berkompromi dikucilkan oleh pemerintah. Mereka dilarang beribadah di gedung gereja resmi, terjadi pembakaran, dan penganiayaan sehingga mereka kadang harus beribadah di gudang. Dalam dunia kerja pun orang-orang demikian sering dikucilkan. Namun dalam penganiayaan yang demikian justru bertumbuh satu kelompok/gerakan. Gerakan ini disebut Secession (Belanda: Afscheiding) dan dipimpin oleh Hendrik de Cock pada tahun 1834. Gerakan ini berbeda dengan yang dipimpin oleh Abraham Kuyper pada tahun 1886 (Doleantie), namun keduanya mempunyai spirit yang sama yaitu menentang penyelewengan-penyelewengan doktrin dalam gereja. Dua gerakan ini akhirnya bersatu dan membentuk Gereformeerde Kerken di Belanda pada tahun 1892 dan sewaktu imigrasi ke Amerika mereka membentuk Christian Reformed Church. Keluarga Van Til adalah orang-orang yang berada dalam garis ini, khususnya Secession. Di tengah arus deras modern dan sekularisasi, mereka tetap tidak berkompromi. Cornelius Van Til dibesarkan di dalam keluarga demikian.



Van Til mengikuti keluarganya yang bekerja sebagai petani dan peternak. Keluarga yang begitu miskin dan sederhana. Namun keluarga ini sangat istimewa karena mewarisi kehidupan yang begitu dekat dengan firman Tuhan. Setiap kali keluarga ini berkumpul untuk makan, baik itu pagi atau malam, mereka berdoa dengan sangat serius sebelum dan sesudah makan, menyanyikan hymn, dan tidak ketinggalan, sebelum dan sesudah makan selalu dibacakan 1 pasal dari Alkitab. Ketika Van Til berumur 10 tahun, keluarganya memutuskan untuk pindah ke Amerika karena berpeluang untuk hidup lebih baik. Di sana mereka tetap rajin bertani dan menjual sayur di kota terdekat. Van Til sangat setia menjalankan pekerjaannya sebagai petani bahkan ketika ia sudah menjadi profesor.



Setelah tahun demi tahun berlalu, Van Til merasa Tuhan memanggilnya untuk melayani dan meninggalkan pertanian. Pada umur 19, Van Til meninggalkan keluarga dan orang tercintanya ke Grand Rapids, Michigan, untuk ikut dalam Calvin Preparatory School and College, di mana ia bertemu dengan pengajaran dari Abraham Kuyper. Van Til mendaftar menjadi mahasiswa Calvin Seminary pada tahun 1921 di usia 26 tahun. Setelah kuliah 1 tahun, Van Til berada dalam persimpangan: menyelesaikan kuliahnya di Calvin Seminary dan melayani di Christian Reformed Church, atau segera pindah ke Princeton Seminary dan berkesempatan belajar dari guru-guru besar seperti Geerhardus Vos, Casper Wister Hodge, dan J. Gresham Machen. Akhirnya Van Til pergi ke Princeton Seminary. Di sana, Geerhardus Vos kemudian bukan saja sebagai guru Van Til, tapi juga menjadi temannya. Belajar dan mengenal Vos secara dekat adalah privilege bagi Van Til. Van Til mengakui Vos adalah satu dari empat orang yang paling mempengaruhinya. Tiga orang lainnya adalah Abraham Kuyper, Klaas Schilder, dan J. Gresham Machen.



Van Til lulus Master of Theology dari Princeton Seminary dan menikah dengan Rena Klooster. Van Til melanjutkan studinya untuk mengejar Ph.D. Kemudian Van Til melayani di CRC di Spring Lake, yaitu komunitas yang kecil di pedalaman di mana menjadi pelayanan pastoral Van Til yang pertama dan terakhir. Belum genap 1 tahun Van Til melayani di CRC, ia sudah dipanggil untuk mengajar apologetika di Princeton Seminary yang merupakan lahirnya presuppositional apologetics.



Setelah tugas-tugasnya selesai, Van Til kembali ke Spring Lake dan dengan sukacita menggembalakan di sana. Princeton sendiri pada saat itu mengalami masalah dan merombak organisasinya. Princeton semakin menjadi liberal. Beberapa profesor yang setia kepada firman Tuhan keluar dan mau mendirikan seminari yang baru. Namun bidang apologetika masih belum ada orang yang menanganinya. Seminari yang baru itu diberi nama Westminster Theological Seminary. Van Til kemudian dipanggil untuk mengisi posisi apologetika namun Van Til menolak undangan itu. Dr. Oswald T. Allis mengunjungi Van Til di Spring Lake, dan Van Til belum mengubah pemikirannya. Selanjutnya J. Gresham Machen dan Ned. B. Stonehouse mengunjungi Van Til, namun jawabannya tetap “tidak”. Sampai pada 29 September 1929, Van Til berubah pikiran. Ia merasakan panggilan Tuhan untuk menjadi bagian dari seminari yang baru (Westminster Theological Seminary) dan akhirnya ia meninggalkan jemaatnya di Spring Lake.



Suatu pemeliharaan Allah yang luar biasa kepada Van Til, baik ketika ia di Belanda bersama Afscheiding dan di Amerika bersama J. Gresham Machen yang berani dengan tegas mengatakan bahwa kekristenan dan liberalisme adalah dua agama yang berbeda. Demikianlah gereja baru didirikan, yaitu Orthodox Presbyterian Church.

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/big_van_til.jpg

Penginjilan Van Til

Dengan latar belakang di mana puncak karirnya adalah sebagai profesor, sulit bagi kita untuk membayangkan bagaimana gaya penginjilan Van Til. Sering kali terpikir oleh kita, dia hanya khusus menghadapi orang-orang intelektual yang belum kenal Kristus dengan kalimat-kalimatnya yang tajam. Ehmmm.. tidak selalu demikian. Suatu ketika seorang muridnya menemani Van Til yang harus berbicara di depan para filsuf di John Hopkins University. Apa yang dilakukan Van Til? Muridnya mengira dia akan khusus berbicara yang berbau filosofis karena berhadapan dengan para filsuf. Ternyata dia hanya mengkhotbahkan kitab Yunus seperti biasanya.


Di dalam penginjilan, Van Til hanya percaya kepada Alkitab yang adalah firman Allah. Itulah yang dia beritakan setiap harinya. Van Til mengunjungi rumah sakit setiap minggu siang untuk menginjili dan memberi penghiburan kepada orang sakit. Demikian juga, setiap kali Van Til berjalan keluar rumah, dia sering sekali mendapat teman bicara sambil berjalan dan setiap rumah yang dilewati dia bisa membicarakan tentang pemilik rumah itu karena ia mengenalnya. Dia selalu berbicara dan setiap tetangganya tahu bahwa Van Til selalu membicarakan keunikan Yesus.

ms.sabbath
November 19, 2010, 03:53
Bagian 2

Robert Den Dulk, anak teman baik Van Til, menuliskan

Dr. Van Til was not ashamed of the gospel. He used every opportunity. As a boy, when Oome Kees (ed. Oome artinya paman dalam bahasa Belanda, Kees adalah nama kecil Van Til) would be at our house for a month in the summer, I remember him going to visit a patient of my father's who was dying and who didn't have long to live. That was not an isolated experience. I drove him to Carlisle one day in the late 70s. We stopped for a cup of coffee and gas on the turnpike. Another man was waiting for his gas to be pumped and within a few minutes Oome Kees had turned the conversation to the need to know Jesus Christ. His lack of fear of sharing the gospel led him to preach on the streets of Philadelphia and to Wall Street when he was in his 80's.


Mengapa Van Til yang adalah seorang apologet namun rajin memberitakan Injil? Karena metode apologetikanya pun sangat erat dengan penginjilan. Fred Howe mengkritik Van Til dalam tulisannya di dalam Jerusalem and Athens bahwa Van Til tidak membuat pembedaan secara tajam antara apologetika dan penginjilan. Van Til setuju dengan kritikan Howe karena memang Van Til tidak memisahkan apologetika dari penginjilan.


Prinsip Penginjilan dari Van Til

Apa yang membuat Van Til begitu cepat dan gampang masuk kepada pemberitaan Injil dalam suatu percakapan? Dalam tradisi reformasi kita mengenal Solus Christus. Kristus yang diberitakan di Alkitab adalah satu-satunya perantara antara Allah dan manusia. Inilah inti pemberitaan Injil. Manusia perlu perantara, perantara itu hanya satu dan yang satu itu adalah Yesus Kristus. Zaman ini begitu banyak ajaran bahkan dalam kekristenan sendiri telah melanggar prinsip dasar ini. Kita sering berfokus pada keselamatan manusia itu sendiri waktu memberitakan Injil. Fokus dari penginjilan harus pada kemuliaan Kristus sendiri. Ini yang kita mengerti dalam tradisi Theologi Reformed.



Lalu apa yang menjadi ciri khas dari penginjilan Van Til? Pillar edisi-edisi sebelumnya telah membahas mengenai Wahyu Umum dan Wahyu Khusus serta relasi keduanya. Van Til menegaskan bahwa wahyu umum adalah tempat hadirnya wahyu khusus dan wahyu khusus sebagai dasar untuk melihat wahyu umum dengan benar. Prinsip mengenai wahyu khusus dan wahyu umum dari Cornelius Van Til ini harus kita pegang dan pelajari baik-baik. Dari prinsip yang terlihat sederhana ini justru menyatakan keutuhan dan keluasan dari wahyu Allah. Jika dunia ini (wahyu umum) adalah tempat hadirnya wahyu khusus (Injil Kristus Yesus), maka kita tidak perlu kekurangan ide untuk memulai suatu pembicaraan kontekstual yang kemudian dibawa kepada pemberitaan Injil. Setiap pembicaraan dapat dipakai untuk menghadirkan Injil. Inilah gaya penginjilan Van Til, dari pembicaraan tentang minum kopi sampai kepada cuaca, suasana hati, dan lain sebagainya. Tidak ada pembicaraan yang lepas dari (tidak bisa disambungkan dengan) pemberitaan Injil karena prinsip keutuhan dan keluasan wahyu Allah, wahyu khusus dan wahyu umum. Ketika ditanya, apa yang harus kita lakukan ketika belum bisa menyambung pembicaraan kepada Injil? Van Til menjawab, “keep buying the next cup of coffee for our ‘opponent’” artinya lanjutkan saja pembicaraan itu.



Dengan demikian, penginjilan bukanlah tugas kita di waktu-waktu khusus dan bukan diperintahkan hanya bagi orang-orang khusus, melainkan suatu panggilan bagi semua orang Kristen di seluruh hidupnya, seperti Cornelius Van Til melakukannya baik dalam perjalanan ke kampus, bertetangga, minum kopi, maupun di Wall Street. Kiranya dengan warisan pemikiran dan kehidupan dari orang-orang yang Tuhan pernah pakai di dalam sejarah boleh menolong kita dan membakar semangat kita di dalam hidup sebagai orang Kristen yang rajin menginjili.


Chias Wuysang
Pemuda FIRES

Referensi:
1. John Muether, Cornelius Van Til: Reformed Apologist and Churchman
2. Scott Oliphint, Van Til the Evangelist
3. Robert den Dulk, Cornelius Van Til
4. Cornelius Van Til, Why I Believe in God

Sumber : www.buletinpillar.org

ms.sabbath
November 20, 2010, 03:15
Kebebasan Sejati

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/tumblr_kzzubeojYD1qb9ixao1_500-1.jpg

Bacaan hari ini: Yohanes 8:30-36

8:30 Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya.

8:31. Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku
8:32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
8:33 Jawab mereka: "Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?"
8:34 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.
8:35 Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah.
8:36 Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka."


Ayat mas hari ini: Yohanes 8:32
Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 14-15; Yakobus 2

Banyak orang berpikir bahwa kebebasan identik dengan tidak adanya ikatan, penghalang, batasan, atau aturan yang mengikat. Namun, apakah kebebasan memang berarti kita bisa berbuat segala sesuatu sekehendak kita sendiri tanpa perlu memperhatikan aturan yang berlaku?


Iblis selalu menebar benih palsu agar orang berpendapat bahwa dengan tidak adanya aturan atau hukum Tuhan, manusia bisa mencapai kebebasan sejati. Kebebasan diartikan sebagai ketidakterikatan pada hukum yang berlaku. Ini kebohongan terbesar yang memperdayai begitu banyak orang, termasuk orang kristiani.

Padahal, sebenarnya tanpa aturan kita tidak akan pernah mendapat kebebasan yang sejati! Perhatikan Yohanes 8:32. Kebenaranlah yang akan memerdekakan kita. Berbicara tentang kebenaran, maka kita tidak bisa lepas dari peraturan atau hukum-hukum Tuhan. Firman Allah mengatakan, justru hukum Tuhan itulah yang akan membebaskan dan memerdekakan kita.

Gaya hidup bebas kerap kali justru menciptakan orang-orang yang terikat dengan obat bius, alkohol, seks bebas, dan sebagainya. Bukankah ini berarti kebebasan tanpa hukum Tuhan justru akan membuat ikatan? Sebaliknya jika seseorang mengikatkan diri kepada hukum Tuhan, ia justru mengalami kemerdekaan di hidupnya; tidak terikat hal-hal yang negatif. Jangan pernah mau ditipu Iblis. Begitu banyak orang dibodohi Iblis dengan slogan “kebebasan” tetapi ujungnya justru belenggu dan ikatan. Itu sebabnya Amsal 14:12 berkata, 14:12. Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut. Kita harus berhati-hati. Ikatkan diri kepada hukum-hukum Tuhan, maka kita akan mengalami kemerdekaan sejati.

KEBEBASAN SEJATI AKAN KITA DAPAT

KALAU KITA MENGIKATKAN DIRI KEPADA HUKUM TUHAN

Penulis: Petrus Kwik - www.renunganharian.net

ms.sabbath
November 21, 2010, 04:30
Takkan Kekurangan

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/lambsofGod.jpg

Bacaan hari ini: Mazmur 23

23:1. Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
23:3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
23:5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
23:6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Ayat mas hari ini: Mazmur 23:1
Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 16-17; Yakobus 3

Seluruh jemaat terdiam ketika pendeta saya menceritakan pengalamannya mendampingi sang istri yang terkena kanker. Beliau menceritakan bahwa ada seorang rekan pendeta yang datang berkunjung dan memberikan ayat yang sudah sangat sering beliau khotbahkan, yakni Mazmur 23:1: “Tuhan adalah gembalaku takkan kekurangan aku.” Sebagai kesimpulan, rekan tadi mengatakan bahwa beliau pasti takkan kekurangan uang untuk menutup biaya pengobatan yang mahal, takkan kekurangan semangat untuk mendampingi, takkan kekurangan harapan untuk menanti yang terbaik, takkan kekurangan kekuatan untuk menjalani pengalaman ini. Takkan kekurangan ….

Dalam Mazmur 23, Daud mengatakan bahwa Tuhan adalah gembala yang baik. Dan, karena Dia adalah gembala yang baik, maka Daud yakin takkan kekurangan. Tuhan Daud adalah Tuhan yang sama dengan Tuhan yang kita sembah hari ini. Apabila ayat di atas sudah sangat sering kita dengar, sudahkah kita menghidupinya dalam keseharian?

Ketika masalah melanda, apakah kita sungguh percaya tidak akan kekurangan kekuatan? Ketika keputusasaan melanda, apakah kita sungguh percaya tidak akan kekurangan pengharapan? Ketika penderitaan merobek jiwa, apakah kita yakin tidak akan kekurangan sukacita? Ketika peristiwa-peristiwa terjadi di luar kendali kita, yang perlu selalu kita imani adalah bahwa Tuhan tidak pernah lepas kendali. Bahwa Tuhan takkan tinggal diam ketika kita benar-benar memerlukan pertolongan-Nya. Maka, kita akan benar-benar mengalami bahwa Tuhan adalah gembala yang baik. Dan ”takkan kekurangan aku ...”

KEPADA SETIAP DOMBA-NYA, TUHAN TAK PERNAH LALAI MEMELIHARA

MAKA APA LAGI YANG PERLU KITA CEMASKAN?

Penulis: Grace Suryani - www.renunganharian.net


Selamat hari Minggu, Tuhan memberkati kita semua :)

ms.sabbath
November 22, 2010, 02:55
Terus Berlatih

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/tumblr_kqk3e6bODI1qzbqvao1_500.jpg

Bacaan hari ini: 1 Timotius 4:6-16

4:6 Dengan selalu mengingatkan hal-hal itu kepada saudara-saudara kita, engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang telah kauikuti selama ini.
4:7 Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.
4:8 Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.
4:9 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya.
4:10 Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.
4:11 Beritakanlah dan ajarkanlah semuanya itu.
4:12 Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.
4:13 Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar.
4:14 Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua.
4:15 Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang.
4:16 Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.

Ayat mas hari ini: 1 Timotius 4:7
Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 18-19; Yakobus 4

Ketika masih batita, anak bungsu saya kerap salah mengucap kosakata yang sedang ia pelajari. Misalnya, ia mengucap “ilkan” untuk kata “iklan”. Atau “korden”, saat seharusnya ia mengungkap ingin makan dengan “korned”. Atau juga “lobong” untuk kata “bolong”. Kesalahan anak saya mengeja kata, bisa terdengar menggelikan. Itu bukan kesalahan yang sengaja dibuatnya agar orang tertawa. Itu kegagalannya untuk berucap saat ia berharap bisa berkata benar. Saya bersyukur ia tidak takut berlatih untuk mengulang-ulang lagi kata-kata itu. Dari latihan yang terus-menerus, akhirnya ia bisa mengeja dengan benar.

Berlatih adalah aktivitas yang perlu terus kita lakukan, agar tercapai kemajuan. Dalam segala bidang, di segala usia. Bahkan, dalam hidup kerohanian kita. Perlu ada latihan, agar kita tak “salah-salah” mengerti atau memahami, sehingga tak “salah-salah” juga menafsir atau menyampaikan kebenaran yang kita terima pada orang lain. “Latihlah dirimu beribadah,” kata Paulus (ayat 7). Latihan ini penting, agar kita “terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat” (ayat 6). Caranya, dengan “bertekun ... membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar ... dalam mempergunakan karunia yang ada” (ayat 13,14). Mempelajari firman, mendalaminya, lalu membagikannya lewat bersaksi atau mengajar, adalah latihan rohani yang sangat penting kita lakukan sepanjang hidup.

Dunia berkembang dengan segala tipu muslihatnya. Namun, iman yang terlatih akan menolong kita memiliki pemahaman iman yang benar dan tak tergoyahkan. Maka, tak ada cara lain kecuali terus berlatih mengenal Tuhan dan segala kebenaran-Nya.

DUNIA BISA PUNYA SERIBU SATU CARA UNTUK MENYESATKAN
NAMUN KEBENARAN ABADI KRISTUS AKAN SELALU MEMBENTENGI

Penulis: Agustina Wijayani - www.renunganharian.net

ms.sabbath
November 23, 2010, 03:03
Inisiatif untuk Berbuat Baik

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/03_hands.jpg

Bacaan hari ini: Yakobus 2:13-17

2:13 Sebab penghakiman yang tak berbelas kasihan akan berlaku atas orang yang tidak berbelas kasihan. Tetapi belas kasihan akan menang atas penghakiman.
2:14 Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?
2:15 Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari,
2:16 dan seorang dari antara kamu berkata: "Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!", tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu?
2:17 Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

Ayat mas hari ini: Yakobus 4:17
Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 20-21; Yakobus 5

Berniat tidak menambah dosa pada masa tuanya, seorang kakek memutuskan untuk tidak berhubungan lagi dengan dunia luar dan hanya berdiam diri di kamarnya. Hari-harinya diisi dengan memuji Tuhan dan membaca firman Tuhan. Ia hanya bisa menikmati dunia luar dari jendela kamarnya. Suatu hari, kakek itu melihat—dari jendela kamarnya—seorang anak kecil yang sedang menyeberang jalan tepat di depan rumahnya. Tiba-tiba beberapa anak berandalan datang menghampirinya dan merebut uang si anak kecil. Sayangnya, kakek ini tetap hanya melihat tanpa melakukan tindakan apa pun yang dapat menyelamatkan anak kecil itu.

Kadang kita menganggap bahwa saat kita tidak melakukan apa-apa, maka kita telah menghindar dari dosa. Yakobus menuliskan pentingnya perbuatan baik itu terwujud dalam perbuatan nyata, karena iman tanpa perbuatan adalah mati (ayat 17). Yakobus bahkan mencontohkan orang yang berkata: “Selamat jalan, kenakanlah pakaian hangat dan makanlah sampai kenyang!”, tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu? (ayat 16). Jika kita tahu sebuah tindakan itu baik, tetapi tidak kita lakukan, itu sama artinya kita telah berdosa (Yakobus 4:17).
Kenyataannya, banyak orang melihat kejahatan atau hal-hal yang tidak baik di sekitarnya memilih untuk diam karena menghindari masalah yang lebih besar atau sekadar cari aman. Namun, apakah kita punya keberanian untuk berbuat yang seharusnya? Berdiam diri tidak berarti menghindari dosa. Sebaliknya, firman Tuhan mengatakan bahwa kita berdosa jika tidak melakukan apa-apa, padahal kita tahu bagaimana seharusnya berbuat baik.

SEGERALAH AMBIL BAGIAN UNTUK BERTINDAK
SAAT SEBUAH PERBUATAN BAIK TERBUKA UNTUK KITA LAKUKAN

Penulis: Gloria Kamiharja - www.renunganharian.net

ms.sabbath
November 23, 2010, 03:04
double post

ms.sabbath
November 24, 2010, 02:35
Tutti Fratelli

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/5214031.jpg

Bacaan hari ini: 1 Yohanes 3:14-18

3:14 Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.
3:15 Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.
3:16 Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.
3:17 Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?
3:18 Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.

Ayat mas hari ini: 1 Yohanes 3:18
Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 22-23; 1 Petrus 1

Konon yang menggerakkan Henry Dunant untuk mendirikan organisasi Palang Merah Internasional adalah suatu pertempuran di sebuah daerah bernama Solferino, Italia, pada 1859. Saat itu, jatuh 38.000 korban luka maupun meninggal dari kedua belah pihak. Namun, hampir tidak ada orang yang peduli. Karena itu, Dunant menggerakkan warga sekitar untuk merawat, tanpa memedulikan latar belakang korban, di pihak mana ia berada.

Tutti fratelli (semua adalah saudara) merupakan slogan mereka hari itu.
Dalam bacaan Alkitab hari ini, kita menemukan prinsip serupa dengan kisah di atas. Rasul Yohanes mengingatkan jemaat agar selalu berbuat baik kepada sesama—hidup tanpa membuat “kotak-kotak pemisah”. Berbuat baik dan mengasihi berarti juga belajar peka akan kebutuhan sesama kita; ketika sesama mengalami kekurangan, kita tidak menutup pintu hati kita (ayat 17).

Jemaat, yang telah mengenal kasih Kristus serta menjalani hidup baru, dengan demikian diajak untuk mengasihi bukan hanya dengan perkataan atau sebatas lidah, melainkan juga dengan perbuatan nyata (ayat 18).


Dalam kitab-kitab Injil pun kita menemukan bahwa berkali-kali Tuhan Yesus mengajar kita—anak-anak-Nya—untuk mengasihi dan berbuat baik tanpa pilih-pilih. Bangsa Yahudi atau Samaria, kaya atau miskin, sahabat atau musuh. Perintah ini mengembalikan kita pada hakikat keberadaan manusia, yang sesungguhnya adalah saudara-bersaudara. Tak ada penghalang yang layak membatasi kita untuk tidak berbuat baik kepada sesama. Biarlah gereja Tuhan memulai lagi gerakan kasihnya. Sebab dari sikap hidup yang seperti itu pulalah Injil tersebarkan.

SEBAB DUNIA INI ADALAH SATU KELUARGA
MAKA SETIAP ORANG HARUS SALING MENERIMA DENGAN KASIH

Penulis: Alison Subiantoro - www.renunganharian.net

ms.sabbath
November 25, 2010, 02:43
Menjaga Lidah

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/Wanita-Lajang.jpg

Bacaan hari ini: Kejadian 9:18-28

9:18 Anak-anak Nuh yang keluar dari bahtera ialah Sem, Ham dan Yafet; Ham adalah bapa Kanaan.
9:19 Yang tiga inilah anak-anak Nuh, dan dari mereka inilah tersebar penduduk seluruh bumi.
9:20 Nuh menjadi petani; dialah yang mula-mula membuat kebun anggur.
9:21 Setelah ia minum anggur, mabuklah ia dan ia telanjang dalam kemahnya.
9:22 Maka Ham, bapa Kanaan itu, melihat aurat ayahnya, lalu diceritakannya kepada kedua saudaranya di luar.
9:23 Sesudah itu Sem dan Yafet mengambil sehelai kain dan membentangkannya pada bahu mereka berdua, lalu mereka berjalan mundur; mereka menutupi aurat ayahnya sambil berpaling muka, sehingga mereka tidak melihat aurat ayahnya.
9:24 Setelah Nuh sadar dari mabuknya dan mendengar apa yang dilakukan anak bungsunya kepadanya,
9:25 berkatalah ia: "Terkutuklah Kanaan, hendaklah ia menjadi hamba yang paling hina bagi saudara-saudaranya."
9:26 Lagi katanya: "Terpujilah TUHAN, Allah Sem, tetapi hendaklah Kanaan menjadi hamba baginya.
9:27 Allah meluaskan kiranya tempat kediaman Yafet, dan hendaklah ia tinggal dalam kemah-kemah Sem, tetapi hendaklah Kanaan menjadi hamba baginya."
9:28 Nuh masih hidup tiga ratus lima puluh tahun sesudah air bah.

Ayat mas hari ini: Yakobus 3:10
Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 24-26; 1 Petrus 2

Lahir dalam keluarga miskin dengan banyak anak, tidaklah mudah. Kurang terurus, nakal, tak dihargai. Di kelas 3 SD, guru saya berkata: “Hei, kamu adiknya Badu ya? Jangan buat ulah seperti kakakmu, ya—sudah goblok, nakal lagi, tahu sendiri nanti!” Ucapan itu seperti kutuk yang menusuk hati. Setahun itu, saya tersiksa. Saya jadi suka bolos, malas belajar, dan akhirnya tidak naik kelas.

Tahun ajaran berikutnya, dengan baju lusuh dan celana bertambal, saya mengulang kelas 3. Malu rasanya. Namun, setelah 2 bulan, guru baru saya berkata, “Kamu bukan anak bodoh, tetapi anak pintar. Ibu akan buktikan.” Kata-kata berkat itu mengiang dan membakar semangat saya untuk belajar. Walau saya harus menunggu malam, agar bisa meminjam buku teman yang telah selesai belajar—sebab saya tak mampu membeli. Menjelang penerimaan rapor, ibu guru memanggil saya. Ia bandingkan rapor saya dengan si juara 1, ternyata nilai saya ada di atasnya. Hanya, karena sudah mengulang, saya tak bisa menjadi juara satu. Namun, kata penguatannya terngiang hingga kini, khususnya saat menghadapi kesulitan hidup.

Biarlah berkat saja yang keluar dari mulut kita. Kata yang terucap tak bisa ditarik kembali, dan ia bisa membangun atau menghancurkan. Lihatlah luapan kejengkelan Nuh pada Ham. Saat Ham menertawakan bapaknya yang telanjang karena mabuk, Nuh mengutuki agar ia dan keturunannya menjadi budak keturunan Sem dan Yafet. Dari generasi ke generasi, ucapan Nuh dijadikan alasan menghalalkan perbudakan sebagai kodrat ras tertentu. Hingga penebusan Kristus menghancurkan kutuk dan darah martir kristiani menghapus perbudakan, apartheid, dan segala diskriminasi. Jagalah lidah!

JAGALAH MULUT ANDA
UCAPKAN BERKAT DAN JANGAN MENGUTUK

Penulis: Susanto, S.Th. - www.renunganharian.net

Jack_12
November 25, 2010, 05:23
Malaikat Di Pompa Bensin (http://www.garamdanterang.com/2010/11/malaikat-di-pompa-bensin.html)


http://docs.google.com/a/garamdanterang.com/uc?id=0B59TR8RmMDXPMjkyM2U0MmEtMGM5ZC00OTYyLWFjY2U tNjA0ZWE1OTc1NWZl&hl=en


Serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan, maka IA akan memelihara engkau. Tidak akan selama-lamanya dibiarkanNya orang benar itu goyah. (Mazmur 55:23)

TUHAN mempunyai banyak cara untuk menjaga dan memakai kita. Kisah ini, ditulis oleh seorang dokter dari rumah sakit Metro Denver :

Saya dalam perjalanan pulang ke rumah dari sebuah pertemuan sore ini sekitar pukul lima, terjebak dalam kemacetan di jalan di Colorado Boulerad, dan tiba-tiba mobil saya mulai tersendat-sendat dan akhirnya mati. Dengan susah payah saya bisa mendekati sebuah pompa bensin, lega karena saya tidak menghalangi jalan dan mencari tempat hangat untuk menunggu mobil derek. Tapi tidak ada yang mau berhenti. Sebelum saya mulai menelpon, saya melihat seorang wanita berjalan keluar dari sebuah minimart, dan ia terpeleset di jalan es dan jatuh di dekat pompa bensin, saya bergegas ke ibu ini untuk melihat apakah ia baik-baik saja Ketika saya tiba di sana, terlihat bahwa ia sedang tersedu-sedu lebih karena sedih bukannya karena jatuh; ia adalah seorang gadis muda yang kelihatan begitu awut-awutan dengan lingkaran hitam disekitar matanya. Ia menjatuhkan sesuatu ketika saya membantu ia bangun, dan saya ambil untuk diberikan ke dia. Ternyata uang logam satu nikel. Saat itu, saya jadi menyimpulkan: wanita menangis, mobil Suburban tua yang dipenuhi dengan barang-barang dan ada 3 anak di belakang (1 di tempat duduk depan), dan meteran pompa menunjukkan $4.95.

Saya bertanya apakah semuanya baik-baik saja dan apakah ia membutuhkan bantuan, dan ia lalu berkata, "Saya tidak ingin anak saya melihat saya menangis!", jadi kita berdiri menjauh dari mobilnya ke balik pompa. Ia bercerita bahwa ia lagi menuju ke California dan situasinya sangat sulit buat dia saat ini.

Saya bertanya, "Apakah Anda berdoa?" Ia mundur sedikit, tapi saya yakinkan bahwa saya bukan orang gila dan berkata, "IA mendengar Anda, dan IA mengirim saya."

Saya mengambil kartu kredit saya dan menggesek di card reader dari pompa tersebut sehingga mobil wanita itu bisa terisi penuh, sementara bensinnya diisi, saya berjalan ke McDonald di sebelah dan membeli dua kantung besar makanan, beberapa voucher untuk dipakai nanti, dan segelas besar kopi. Ia memberikan makanan itu kepada anaknya, yang langsung menyambar seperti serigala kelaparan, dan kita berdiri disebelah pompa sambil memakan kentang dan berbicara sedikit.

Ia memberitahu namanya, menceritakan bahwa ia tinggal di kota Kansas. Teman laki-lakinya meninggalkannya dua bulan yang lalu sehingga ia tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ia juga tahu bahwa ia tidak akan bisa membayar sewa rumah bulan January nanti. Dan dalam keadan putus asa ia menelpon orang tuanya yang tidak pernah dihubunginya selama 5 tahun. Mereka tinggal di California dan akhirnya setuju untuk dia tinggal dengan mereka sampai ia bisa mencari uang di sana.

Jadi ia mengemas semua barangnya kedalam mobil milik satu-satunya. Ia memberitahu anak-anaknya bahwa mereka akan ke California untuk merayakan Natal, tetapi tidak memberitahu bahwa mereka akan tinggal di sana. Saya berikan sarung tangan saya, memberikan pelukan kecil dan membacakan sebuah doa cepat bersama dia agar ia selamat dalam perjalanannya.

Ketika saya berjalan menuju mobil saya, ia bertanya, "Apakah Anda malaikat atau apa?"

Ini yang membuat saya terharu. Saya berkata, "Ibu, saat ini malaikat sangat sibuk, sehingga kadang-kadang TUHAN memakai orang biasa."

Adalah sangat mengharukan untuk menjadi bagian dari keajaiban seseorang. Dan ternyata, Anda sudah bisa menebak, ketika saya menuju kemobil, mobilnya bisa langsung distarter dan pulang ke rumah tanpa masalah. Saya akan ke bengkel besok untuk memeriksakan, tapi saya kira teknisi tidak akan mendapatkan sesuatu yang salah.

Kadang-kadang malaikat terbang sangat dekat dengan anda sehingga anda bisa mendengar getaran sayapnya...

ms.sabbath
November 25, 2010, 16:38
Hidup Bukan Sandiwara


http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/0xKcQ6amcok15kauqR7AzNmqo1_400.jpg

Bacaan hari ini: Matius 6:1-6

6:1. "Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.
6:2 Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
6:3 Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.
6:4 Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

6:5. "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
6:6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Ayat mas hari ini: Matius 6:1
Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 27-29; 1 Petrus 3

Ketika membaca koran-koran nasional, kita kerap menjumpai kisah-kisah bagaimana para politisi berusaha semaksimal mungkin membuat citra yang baik di mata masyarakat. Mereka tidak segan-segan mengeluarkan biaya yang besar, terutama dalam masa kampanye, bahkan mengundang konsultan-konsultan asing untuk membuat pencitraan yang profesional. Tujuannya tentu saja untuk memberikan persepsi yang baik-baik tentang diri mereka kepada masyarakat, tetapi menyembunyikan atau menyamarkan semua hal yang buruk-buruk.


Demikian juga pada zaman Tuhan Yesus, orang Farisi dan ahli Taurat sangat mementingkan pencitraan mereka di mata masyarakat. Mereka menonjolkan kehidupan beragama mereka dan tidak segan-segan mempertontonkannya kepada publik. Mereka melakukan itu karena mereka membutuhkan status dan penghormatan dari masyarakat. Status mereka itulah yang juga memberi mereka kuasa untuk memanipulasi masyarakat.


Yesus tidak segan membongkar kemunafikan mereka dan mengingatkan bahwa sesungguhnya kita hanya butuh pencitraan di mata Tuhan, yang melihat segalanya. Apa pun yang kita lakukan adalah untuk Tuhan dan bukan untuk dipertontonkan kepada orang lain. Dengan demikian kita tidak akan kecewa, bahkan kalaupun perbuatan baik atau jerih pelayanan kita tidak dihargai atau dilihat orang lain.


Dulu, ada sebuah lagu yang kurang lebih berkata bahwa hidup ini hanya “panggung sandiwara”. Namun, tidak demikian untuk kita. Sebagai anak Tuhan, kita tak perlu membuat-buat pencitraan untuk memperoleh penghargaan manusia. Sebab penghargaan kita adalah dari Allah sendiri

HIDUP KITA BUKAN PANGGUNG SANDIWARA

DI MANA KITA BISA MENYEMBUNYIKAN HIDUP KITA YANG SEJUJURNYA

Penulis: Henry Sujaya Lie - www.renunganharian.net

ms.sabbath
November 27, 2010, 17:21
Ilusi

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/tumblr_kvrpb4HdZh1qzwaddo1_500.jpg

Baca: Lukas 12:13-21

12:13. Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: "Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku."
12:14 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?"
12:15 Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."
12:16 Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.
12:17 Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.
12:18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.
12:19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!
12:20 Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?
12:21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."

Ayat Mas: Ayub 1:21
Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 30-32; 1 Petrus 4

Ilusi adalah bayangan yang menipu. Disangka nyata, padahal tidak. Ada satu ilusi di hidup ini yang begitu dipercaya manusia. Yakni bahwa seakan-akan manusia bisa “punya” sesuatu. Bukankah manusia berjuang agar bisa “punya” ini dan itu? Jika belum “punya”, ia ingin “punya”. Jika sudah “punya”, ia ingin “punya” lebih. Semua iklan menggelitik ”rasa belum punya” kita. Orang yang dianugerahi talenta untuk berkarya, dibilang “punya” prestasi. Orang yang dikaruniai anak, mengaku “punya” anak. Orang kaya sering disebut “orang berpunya”. Betulkah manusia bisa benar-benar “punya”?

Perumpamaan Yesus menyingkap kebenaran, sekaligus membongkar kepalsuan (ilusi). Tokoh “orang kaya” ini menghidupi bayangan semu seolah-olah ia “punya”. Ia dilukiskan sebagai orang yang berdialog dengan diri sendiri tentang topik “punya”. Mulai dari posisi “belum punya” (ayat 17), “ingin punya” (ayat 18), sampai akhirnya membayangkan kalau “sudah punya” (ayat 19). Namun, akhir kisahnya tragis: jiwanya diambil, dan ia tak berdaya! Artinya, sebenarnya ia tak “punya” apa-apa. Apa yang ada padanya cuma titipan, karunia Allah. Termasuk jiwanya sendiri, ia tak ikut “punya”.

Berlagak “punya”, saling menuntut “punyaku, bukan punyamu” adalah sumber sengketa, termasuk di antara saudara. Seperti orang yang meminta Yesus menjadi penengah soal warisan di awal perumpamaan (ayat 13). Ilusi ini menyesatkan. Padahal Sang Empunya segala sesuatu adalah Tuhan. Kita hanya pengelola segala milik-Nya yang dipercayakan: waktu, tenaga, harta, talenta, keturunan. Bersyukurlah atasnya. Bekerja keraslah untuknya. Berbagilah dengannya. Bertanggung jawablah kepada Pemiliknya.

KITA “DATANG” DAN “PERGI” TAK MEMBAWA APA-APA

SEGALANYA HANYA KARUNIA DARI SANG EMPUNYA SEGALA

Penulis: Pipi Agus Dhali - www.renunganharian.net

ms.sabbath
November 28, 2010, 04:07
Memuliakan Allah

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/jesus-with-children-1015-1.jpg

Bacaan hari ini: 1 Korintus 10:27-33

10:27 Kalau kamu diundang makan oleh seorang yang tidak percaya, dan undangan itu kamu terima, makanlah apa saja yang dihidangkan kepadamu, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani.
10:28 Tetapi kalau seorang berkata kepadamu: "Itu persembahan berhala!" janganlah engkau memakannya, oleh karena dia yang mengatakan hal itu kepadamu dan karena keberatan-keberatan hati nurani.
10:29 Yang aku maksudkan dengan keberatan-keberatan bukanlah keberatan-keberata hati nuranimu sendiri, tetapi keberatan-keberatan hati nurani orang lain itu. Mungkin ada orang yang berkata: "Mengapa kebebasanku harus ditentukan oleh keberatan-keberatan hati nurani orang lain?
10:30 Kalau aku mengucap syukur atas apa yang aku turut memakannya, mengapa orang berkata jahat tentang aku karena makanan, yang atasnya aku mengucap syukur?"
10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
10:32 Janganlah kamu menimbulkan syak dalam hati orang, baik orang Yahudi atau orang Yunani, maupun Jemaat Allah.
10:33 Sama seperti aku juga berusaha menyenangkan hati semua orang dalam segala hal, bukan untuk kepentingan diriku, tetapi untuk kepentingan orang banyak, supaya mereka beroleh selamat.

Ayat mas hari ini: 1 Korintus 10:31
Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 33-34; 1 Petrus 5

Mengapa Tuhan menciptakan manusia? Salah satu alasannya adalah agar kita memuliakan nama-Nya. Jika Allah mencipta kita demi memuliakan-Nya, berarti hidup kita harus selalu mencerminkan hal itu. Ini tidak dapat ditawar lagi.

Memuliakan Tuhan bukan berarti membuat Tuhan lebih mulia, karena Dia sudah mulia dan tidak kekurangan kemuliaan; kemuliaan Tuhan sudah sempurna dan tidak perlu ditambahkan oleh manusia. Memuliakan Tuhan berarti mengakui dan menghargai kemuliaan Tuhan di atas segalanya dan membuat kemuliaan-Nya dikenal melalui hidup kita. Bagaimana caranya? Paulus berkata bahwa kita dapat memuliakan nama-Nya melalui bagaimana kita menjalani hidup dan beraktivitas.

Menarik juga perkataan Paulus ini. Bahkan, hal paling sederhana sekalipun, seperti makan dan minum, juga dapat memuliakan nama Tuhan. Bagaimana cara kita makan dan minum membuat nama Tuhan dikenal? Yakni jika kita menerima berkat Tuhan dengan mengucap syukur sebelum makan, dan dengan menikmatinya secukupnya, tidak berlebihan atau serakah. Demikian pula dalam aktivitas keseharian lain, kita dapat mengagungkan Tuhan dengan mengingat Dia yang selalu terlibat di hidup kita.

Ketika dijalani, hidup memuliakan Tuhan tidaklah serumit yang kita pikirkan. Memuliakan Tuhan bukan hanya dengan menyanyi di gereja atau pergi menjadi utusan Tuhan ke tempat yang jauh. Apabila hal-hal sederhana yang kita lakukan dan tunjukkan, menyatakan bagaimana kita hidup mengandalkan Tuhan dalam perkara hidup sesehari, maka nama Tuhan kita dapat dikenal orang, dan kita memuliakan Tuhan.

KITA ADALAH CERMIN ALLAH

JADI ALLAH-LAH YANG HARUS TAMPAK DALAM HIDUP KITA

Penulis: Riand Yovindra - www.renunganharian.net

ms.sabbath
November 29, 2010, 02:28
Larangan yang Berguna

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/Scissors.jpg

Bacaan hari ini: Mazmur 81:9-17

81:9 (81-10) Janganlah ada di antaramu allah lain, dan janganlah engkau menyembah kepada allah asing.
81:10 (81-11) Akulah TUHAN, Allahmu, yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir: bukalah mulutmu lebar-lebar, maka Aku akan membuatnya penuh.
81:11 (81-12) Tetapi umat-Ku tidak mendengarkan suara-Ku, dan Israel tidak suka kepada-Ku.
81:12 (81-13) Sebab itu Aku membiarkan dia dalam kedegilan hatinya; biarlah mereka berjalan mengikuti rencananya sendiri!
81:13 (81-14) Sekiranya umat-Ku mendengarkan Aku! Sekiranya Israel hidup menurut jalan yang Kutunjukkan!
81:14 (81-15) Seketika itu juga musuh mereka Aku tundukkan, dan terhadap para lawan mereka Aku balikkan tangan-Ku.
81:15 (81-16) Orang-orang yang membenci TUHAN akan tunduk menjilat kepada-Nya, dan itulah nasib mereka untuk selama-lamanya.
81:16 (81-17) Tetapi umat-Ku akan Kuberi makan gandum yang terbaik dan dengan madu dari gunung batu Aku akan mengenyangkannya."

Ayat mas hari ini: Mazmur 81:9
Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 35-36; 2 Petrus 1

Samuel, ayo taruh gunting itu sekarang juga! Jangan mainan gunting!” Samuel kecil yang sedang asyik bermain gunting langsung cemberut mendengar larangan ayahnya. Ketika guntingnya diambil, ia mengira ayahnya jahat karena mengambil “mainan” kesukaannya. Tanpa ia sadari, benda yang diambil sang ayah bukan mainan, melainkan benda yang dapat membahayakan dirinya.

Orang beriman kadang kala bersikap seperti Samuel sewaktu dilarang Tuhan. Pernah suatu kali Tuhan melarang umat-Nya menyembah allah lain (ayat 9-11). Umat pun bereaksi negatif. Mereka menjadi “tidak suka” kepada Allah (ayat 12). Dikiranya Allah egois: membelenggu dan tidak memberi mereka kesempatan untuk mengenal “allah alternatif”. Padahal Tuhan memberi larangan itu demi kebaikan umat sendiri. Bergaul dengan allah lain berarti menjerumuskan diri dalam bahaya. Mereka akan diperalat dan hidup jauh dari berkat. Namun, umat terus mengeraskan hati. Akhirnya, Tuhan membiarkan mereka (ayat 13). Hasilnya? Israel mengalami keterpurukan. Mereka dijajah musuh. Sayang! Seandainya saja mereka taat, berkat Tuhan tersedia berlimpah (ayat 17).

Pada dasarnya orang tidak suka dilarang atau diperingatkan. Itu manusiawi. Sebuah larangan tampak membatasi dan membuat hati penasaran. Namun dengan menaatinya, kita bisa terhindar dari masalah dan penderitaan yang sebenarnya tak perlu terjadi. Agar tidak salah melangkah, kita butuh larangan. Entah dari Tuhan maupun mereka yang mengasihi kita. Jadi, jika Tuhan atau sahabat masih suka melarang, berterimakasihlah. Jangan cemberut menggerutu!

JAUH LEBIH BAIK DIPERINGATKAN
DARIPADA DIBIARKAN

Penulis: Juswantori Ichwan - www.renunganharian.net

ms.sabbath
November 30, 2010, 03:14
Bersyukur Saat Kecopetan

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/Pickpocket.jpg

Bacaan hari ini: Efesus 5:15-21

5:15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,
5:16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
5:17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
5:18 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,
5:19 dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.
5:20 Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita
5:21 dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

Ayat mas hari ini: Efesus 5:20
Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 37-39; 2 Petrus 2

Matthew Henry, penelaah Alkitab dan penulis buku klasik, Commentary on the Whole Bible, suatu hari mengalami kejadian naas. Beberapa pencopet menyerangnya dan merampas dompetnya. Lalu ia menulis kata-kata berikut di dalam buku hariannya: “Saya bersyukur karena: pertama, saya tidak pernah kecopetan sebelumnya; kedua, meskipun mereka mengambil dompet saya, mereka tidak mengambil nyawa saya; ketiga, meskipun mereka mengambil semua uang di dompet saya, jumlahnya tidak banyak; keempat, saya orang yang kecopetan, bukan saya yang mencopet.”

Rasul Paulus mendorong kita untuk mengucap syukur senantiasa dan atas segala sesuatu. Itu berarti kita perlu mengucap syukur di sepanjang hidup kita dan untuk apa saja yang kita alami. Kita bukan hanya mengucap syukur atas berkat rohani dan kehidupan kekal yang Tuhan anugerahkan, melainkan juga atas pemeliharaan-Nya hari demi hari. Bukan hanya atas keadaan baik yang kita alami, melainkan juga atas penderitaan yang diizinkan-Nya terjadi untuk membentuk karakter kita. Dan, bukan hanya atas apa yang terjadi pada kita, melainkan juga atas kemurahan Tuhan pada orang lain.

Ketika keadaan buruk menimpa kita, seperti dialami Matthew Henry, kita mungkin merasa sulit untuk mengucap syukur. Alih-alih menggerutu dan bersungut-sungut, kita dapat belajar melihat sisi cerah dari setiap keadaan, bahkan dari suatu pengalaman buruk. Kita mengucap syukur karena di tengah masalah itu Tuhan justru memberi kita kekuatan untuk menghadapinya dan menggunakan masalah itu demi meneguhkan karakter kita.

UCAPAN SYUKUR BUKAN HANYA KEBAJIKAN YANG PALING AGUNG
MELAINKAN JUGA SUMBER DARI SELURUH KEBAJIKAN LAIN—Cicero

Penulis: Arie Saptaji - www.renunganharian.net

ms.sabbath
December 01, 2010, 03:19
Dokter Seribu Rupiah

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/p24-a-1-1_0img_assist_custom.jpg

Bacaan hari ini: Mazmur 37:12-26

37:12 Orang fasik merencanakan kejahatan terhadap orang benar dan menggertakkan giginya terhadap dia;
37:13 Tuhan menertawakan orang fasik itu, sebab Ia melihat bahwa harinya sudah dekat.
37:14 Orang-orang fasik menghunus pedang dan melentur busur mereka untuk merobohkan orang-orang sengsara dan orang-orang miskin, untuk membunuh orang-orang yang hidup jujur;
37:15 tetapi pedang mereka akan menikam dada mereka sendiri, dan busur mereka akan dipatahkan.
37:16 Lebih baik yang sedikit pada orang benar dari pada yang berlimpah-limpah pada orang fasik;
37:17 sebab lengan orang-orang fasik dipatahkan, tetapi TUHAN menopang orang-orang benar.
37:18 TUHAN mengetahui hari-hari orang yang saleh, dan milik pusaka mereka akan tetap selama-lamanya;
37:19 mereka tidak akan mendapat malu pada waktu kecelakaan, dan mereka akan menjadi kenyang pada hari-hari kelaparan.
37:20 Sesungguhnya, orang-orang fasik akan binasa; musuh TUHAN seperti keindahan padang rumput: mereka habis lenyap, habis lenyap bagaikan asap.

37:21. Orang fasik meminjam dan tidak membayar kembali, tetapi orang benar adalah pengasih dan pemurah.
37:22 Sesungguhnya, orang-orang yang diberkati-Nya akan mewarisi negeri, tetapi orang-orang yang dikutuki-Nya akan dilenyapkan.
37:23 TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya;
37:24 apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.
37:25 Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;
37:26 tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.


Ayat mas hari ini: Mazmur 37:16
Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 40-41; 2 Petrus 3

Klinik dokter F.X. Soedanto terletak di Jayapura. Sudah 33 tahun ia mengabdi di sana. Masyarakat mengenalnya sebagai “Dokter Seribu Rupiah” sebab ia hanya mengenakan biaya Rp1.000,00 bagi tiap pasien yang berobat. Soedanto bahkan rela tidak dibayar jika pasien benar-benar tak mampu. Semua ini ia lakukan untuk menolong orang miskin. Apakah dokter lima anak ini bisa hidup nyaman dengan penghasilan sekecil itu? Untuk hidup mewah memang tidak bisa. Ia hidup bersahaja. Kendaraannya hanya sebuah mobil tua. Namun, kepada seorang wartawan ia berkata, ”Semuanya cukup bagi kami.”

Kepuasan hidup tidak ditentukan dari banyak sedikitnya harta. Dalam Mazmur 37, pemazmur membandingkan antara hidup orang fasik dan orang benar. Orang fasik bisa saja punya harta berlimpah (ayat 16) yang diperoleh dengan cara menipu (ayat 21), menindas orang miskin, dan mengalahkan orang jujur (ayat 14). Namun, semua harta itu tak akan mampu membahagiakan hidupnya. Tanpa penyertaan Tuhan, semua yang ia kumpulkan bisa habis dalam sekejap (ayat 20). Sebaliknya, orang benar disertai Tuhan. Harta bendanya mungkin sedikit, tetapi berkat dan pertolongan Tuhan menjaga tiap langkahnya. Dengan demikian, ia bisa mengalami kecukupan. Kenyang pada hari-hari kelaparan, bahkan masih bisa memberi pinjaman!

Jika Anda percaya bahwa masa depan Anda bergantung pada jumlah harta simpanan, Anda bisa menjadi seorang penimbun yang serakah. Ingatlah bahwa faktor penyertaan Tuhan adalah penentu masa depan. Yakinilah itu, Anda akan menjadi seorang benar yang pemurah

KEPUASAN HIDUP TERCAPAI BUKAN KARENA KITA MEMILIKI BANYAK

MELAINKAN KARENA KITA BISA MEMBERI BANYAK

Penulis: Juswantori Ichwan - www.renunganharian.net

Untuk membaca mengenai dr. Seribu, silahkan klik artikel berikut : Jakartapost (http://www.thejakartapost.com/news/2008/09/24/fx-soedanto-staying-true-his-calling.html)

ms.sabbath
December 02, 2010, 03:59
Keluar dari Batas

http://www.sciencealert.com.au/images/stories/yuri_arcurs_-_human.jpg

Bacaan hari ini: Kisah Rasul 11:1-18

11:1 Rasul-rasul dan saudara-saudara di Yudea mendengar, bahwa bangsa-bangsa lain juga menerima firman Allah.
11:2 Ketika Petrus tiba di Yerusalem, orang-orang dari golongan yang bersunat berselisih pendapat dengan dia.
11:3 Kata mereka: "Engkau telah masuk ke rumah orang-orang yang tidak bersunat dan makan bersama-sama dengan mereka."
11:4 Tetapi Petrus menjelaskan segala sesuatu berturut-turut, katanya:
11:5 "Aku sedang berdoa di kota Yope, tiba-tiba rohku diliputi kuasa ilahi dan aku melihat suatu penglihatan: suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya diturunkan dari langit sampai di depanku.
11:6 Aku menatapnya dan di dalamnya aku lihat segala jenis binatang berkaki empat dan binatang liar dan binatang menjalar dan burung-burung.
11:7 Lalu aku mendengar suara berkata kepadaku: Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!??
11:8 Tetapi aku berkata: Tidak, Tuhan, tidak, sebab belum pernah sesuatu yang haram dan yang tidak tahir masuk ke dalam mulutku.
11:9 Akan tetapi untuk kedua kalinya suara dari sorga berkata kepadaku: Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram!??
11:10 Hal itu terjadi sampai tiga kali, lalu semuanya ditarik kembali ke langit.
11:11 Dan seketika itu juga tiga orang berdiri di depan rumah, di mana kami menumpang; mereka diutus kepadaku dari Kaisarea.
11:12 Lalu kata Roh kepadaku: Pergi bersama mereka dengan tidak bimbang! Dan keenam saudara ini menyertai aku. Kami masuk ke dalam rumah orang itu,
11:13 dan ia menceriterakan kepada kami, bagaimana ia melihat seorang malaikat berdiri di dalam rumahnya dan berkata kepadanya: Suruhlah orang ke Yope untuk menjemput Simon yang disebut Petrus.
11:14 Ia akan menyampaikan suatu berita kepada kamu, yang akan mendatangkan keselamatan bagimu dan bagi seluruh isi rumahmu.
11:15 Dan ketika aku mulai berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, sama seperti dahulu ke atas kita.
11:16 Maka teringatlah aku akan perkataan Tuhan: Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.??
11:17 Jadi jika Allah memberikan karunia-Nya kepada mereka sama seperti kepada kita pada waktu kita mulai percaya kepada Yesus Kristus, bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia?"
11:18 Ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya: "Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup."

Ayat mas hari ini: Kisah Para Rasul 11:18
Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 42-44; 1 Yohanes 1

Bagi para remaja, ada kecenderungan untuk suka berkelompok atau memiliki geng—yang biasanya eksklusif. Pada umumnya, hal-hal mendasar yang membentuk adanya geng adalah kesamaan latar belakang sosial, daerah, sekolah, selera, dan sebagainya. Manfaatnya, menjadi sarana menyalurkan semangat. Dan, jika ada orang baru masuk, anggota geng cenderung menutup diri; menganggap orang lain penyusup, pengganggu kekompakan, dan sebagainya.

Sebagian besar orang percaya mula-mula di Yerusalem juga merupakan kelompok yang “eksklusif” pada saat itu. Mereka menerima dan menghidupi ajaran secara turun-temurun, termasuk soal pergaulan dengan bangsa-bangsa lain, di luar Yahudi. Secara khusus Petrus dituduh rekan-rekannya melanggar hukum Taurat tatkala ia melanggar kelaziman saat itu: datang, tinggal, dan makan dengan pihak luar, yakni Kornelius, seorang perwira Romawi. Namun, Petrus punya alasan yang kuat. Allah sendiri mengajarnya melalui suatu penglihatan tentang keterbukaan rahmat Allah pada bangsa-bangsa lain. Dari situ ia tahu bahwa Tuhan pun memberikan karunia yang sama bagi bangsa-bangsa lain (ayat 17).

Petrus belajar dan mengalami bahwa kasih Allah tak boleh dibatasi untuk kelompok tertentu saja. Kepada siapa pun Allah berkehendak menyatakan diri-Nya, ke sanalah para murid perlu membuka hati untuk menerima mereka. Dengan demikian, mereka menghapus batasan-batasan yang dibuat oleh nilai-nilai hidup yang lama. Kasih Allah dalam Kristus tak boleh dibatasi oleh ras, agama, warna kulit, dan situasi sosial apa pun yang orang miliki. Semua orang berhak mendapat; mengalami kasih Allah

KARENA SETIAP ORANG DAN BANGSA TUHAN KASIHI

KITA PUN MESTI MEMBERI BUKTI TENTANG KASIH YANG SEJATI

Penulis: Daniel K. Listijabudi - www.renunganharian.net

ms.sabbath
December 03, 2010, 02:06
Prioritasku

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/Poor-woman.jpg

Bacaan ayat :
Markus 13:31-37

13:31 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.
13:32 Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja."
13:33 "Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba.
13:34 Dan halnya sama seperti seorang yang bepergian, yang meninggalkan rumahnya dan menyerahkan tanggung jawab kepada hamba-hambanya, masing-masing dengan tugasnya, dan memerintahkan penunggu pintu supaya berjaga-jaga.
13:35 Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang, menjelang malam, atau tengah malam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta,
13:36 supaya kalau ia tiba-tiba datang jangan kamu didapatinya sedang tidur.
13:37 Apa yang Kukatakan kepada kamu, Kukatakan kepada semua orang: berjaga-jagalah!"

Yesaya 58:6-7
58:6 Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk,
58:7 supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!

Aku kesiangan pagi itu. Tak ada waktu untuk membaca The Upper Room. Aku harus pergi ke kantor lebih awal untuk mengirim paket Natal ke Paris. Dalam perjalanan ke kantor pos, aku melewati Gereja Ortodoks, tempat perempuan lansia berdiri di luar dan meminta sedikit uang. Aku jalan terus; lebih memikirkan panjangnya antrean di kantor pos pada masa - masa tersibuk dalam satu tahun.

Sebelum tidur malam, akhirnya kuputuskan mengambil waktu teduh. Renungan hari itu ditulis oleh perempuan yang melewati seorang laki - laki tunawisma selama beberapa hari dan terbeban dengan situasi yang dialami laki - laki itu. Akhirnya, ia memutuskan mengemas makanan untuk lelaki itu, tetapi saat tiba di sudut jalan tempat lelaki itu biasanya berada, lelaki itu sudah tak tampak lagi.

Aku segera sadar, prioritasku ini salah. Jika saja aku membaca renunganku di pagi hari seperti biasanya, hariku dan hari perempuan lansia tadi mungkin saja akan berbeda. Aku melewatkan suatu kesempatan dipakai Allah untuk menolong seseorang yang membutuhkan.

Doa : Allah Pengasih, berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya. Tolonglah kami untuk peka terhadap mereka di sekitar kami yang memerlukan makanan juga. Amin.

Doa syafaat : Orang berkekurangan yang kulewati hari ini.

Penerapan Praktis : Siapkan paket makanan yang tidak mudah rusak. Berikanlah kepada orang yang membutuhkan dalam perjalanan Anda.

Nicola Vidamour (Pskov, Rusia)
Saat Teduh edisi November- Desember 2010

Jack_12
December 03, 2010, 04:26
Sebuah Kisah di Hari Thanksgiving (http://www.garamdanterang.com/2010/12/sebuah-kisah-di-hari-thanksgiving.html)

http://lh5.googleusercontent.com/ajnoi7xpOL7jXD0U7pv3KRE0Om8e76RcG3eiaPF1vdhUwAGSxL Jynno2US8PT-dVTMOAl-F5UVomhTg1mhu403OKaQ=s512

Saat itu adalah hari sebelum Thanksgiving - anak ketiga baru lahir dan saya akan merayakan hari Thanksgiving tanpa ayah mereka yang meninggal beberapa bulan sebelumnya. Sekarang dua kakaknya sakit parah karena flu, dimana yang tertua harus istirahat di tempat tidur selama satu minggu.

Hari sangat dingin, cuaca di luar kelabu, dan hujan gerimis turun. Saya sangat letih karena sibuk merawat anak-anak: memeriksa panas tubuh, memberikan mereka jus dan mengganti pempers. Sementara itu susu untuk mereka juga mulai habis. Ketika saya memeriksa dompet, hanya tersisa 2,5 dollar - dan itu satu-satunya yang saya miliki sampai akhir bulan nanti.
Saat sedang kebingungan, telpon berbunyi.

Telpon itu dari sekretaris gereja. Dia berkata bahwa mereka sangat prihatin dengan musibah yang saya hadapi dan ada bantuan dari gereja untuk saya. Saya berkata bahwa saya akan pergi membeli susu dan sup untuk anak-anak, dan akan mampir ke gereja dalam perjalanan ke supermarket.

Saya sampai di gereja sebelum makan siang. Ibu sekretaris telah menunggu saya di pintu gereja dan mengulurkan sebuah amplop. "Kami selalu memikirkan ibu dan anak-anak," dia meneruskan, "Ibu selalu ada dalam hati dan doa kami. Kami mengasihi ibu." Saat saya membuka amplop, di dalamnya ada dua voucer belanja dari gereja, masing-masing senilai dua puluh dollar. Saya sangat terharu, dan mulai menangis tersedu-sedu.

"Terima kasih banyak," saya berkata sambil memeluk ibu sekretaris. "Tolong sampaikan terima kasih kami kepada semua jemaat." Saya segera memacu mobil ke toko dekat rumah dan membeli semua kebutuhan untuk merawat anak-anak.

Di kasir, barang-barang dihitung seharga 14 dollar, dan saya memberikan satu voucer belanja dari gereja kepada wanita yang bertugas. Setelah menerima voucer itu, dia membalikkan badannya cukup lama. Saya berpikir mungkin ada yang salah dengan voucer itu.

Akhirnya dia berkata, "Voucer belanja dari gereja ini benar-benar merupakan sebuah anugerah. Saya juga pernah menerimanya dari gereja, ketika saya menjadi orang tua tunggal dan harus memenuhi semua kebutuhan keluarga seorang diri."

Wanita petugas di kasir itu berbalik, dan terlihat air mata mengalir di matanya, dan meneruskan, "Sayang, ini baik sekali. Apakah kamu punya ayam kalkun?"

"Tidak bu. Tapi tidak apa-apa, karena anak-anak saya sedang sakit flu parah."

Dia bertanya lagi, "Apakah kamu punya makanan atau kue-kue untuk merayakan Thanksgiving? "

Saya menjawab, "Tidak bu."

Setelah memberikan uang kembalian dari voucer yang saya berikan, dia memandang wajah saya, "Sayang, saya tidak bisa memberitahumu sekarang ini.

Tetapi saya ingin kamu kembali lagi ke toko untuk membeli ayam kalkun, saus kranberi, pai labu atau apa saja yang kamu inginkan untuk merayakan Thanksgiving. "

Saya terkejut dan mata mulai sembab. "Apa ibu bersungguh-sungguh? " saya bertanya.

"Tentu saja sayang ! Ambillah apa yang kamu inginkan. Dan beli juga permen dan minuman ringan untuk anak-anak."

Saya merasa canggung saat harus kembali masuk lagi untuk berbelanja. Saya memilih sebuah ayam kalkun yang segar, kentang dan kue-kue, serta minuman untuk anak-anak. Kemudian saya mendorong kereta belanja ke kasir yang sama. Saat saya meletakkan barang-barang di kasir, wanita penjaga itu memandang saya sekali lagi dengan air mata yang mengalir dan mulai bercerita.

"Sekarang saya akan menceritakan sesuatu. Pagi ini saya berdoa supaya hari ini saya bisa menolong seseorang, dan sekarang kamu berdiri di depan saya." Dia mengambil dompetnya dan mengambil bon senilai 20 dollar. Dia membayar semua barang-barang itu dan masih memberikan uang kembaliannya pada saya. Sekali lagi air mata haru mengalir di pipi saya.

Wanita penjaga kasir yang baik itu kemudian berkata, "Saya orang Kristen. Ini nomer telpon saya yang bisa dihubungi jika kamu membutuhkan bantuan apa pun." Dia mencium pipi saya dan berkata, "Tuhan memberkatimu, sayang."

Ketika berjalan ke mobil, saya sangat bersyukur karena kasih orang asing itu. Saya menyadari bahwa itu semua adalah cinta Tuhan kepada keluarga saya, yang dinyatakan melalui wanita penjaga kasir dan ibu sekretaris gereja..

Walaupun masih menderita flu, anak-anak merayakan Thanksgiving penuh sukacita. Keadaan mereka semakin membaik, dan kami semua menikmati semua makanan yang merupakan hadiah yang diberikan oleh Tuhan - dan kasih dari orang-orang di sekitar kami. Hati kami benar-benar penuh dengan ucapan syukur.

(Oleh Andrea Nannette Mejia)

etca
December 03, 2010, 09:25
Melayani Bukan Untuk Dilayani

http://bobbybutarbutar.files.wordpress.com/2008/10/yesus-datang-utk-melayani-bukan-dilayani.jpg

Syalom...

Akhirnya misi itu selesai sudah. Meski belum betulbetul selesai. Laporan pertanggung jawaban keuangan telah selesai. Tinggal reportasenya saja yang terus terang lumayan membuatku gempor di sela pekerjaan. Di perjalanan kemarin, ada banyak pelajaran yang Yesus berikan. Tentang kesetiaan, cinta kasih tanpa mengenal perbedaan, dan totalitas berserah padaNya.

Aku sendiri tidak menyangka, hanya dalam dua minggu Yesus gerakkan anakanakNya, donasi terkumpul. Lalu Tuhan mampukan kawankawan kami yang berada di Yogya, untuk menjadi perantara cinta kasihNya. Tanpa letih. Ada banyak pintu dan jendela yang Yesus bukakan. Berbagai kemudahan. Terlalu mudah bahkan mengingat yang kami lakukan ini tanpa persiapan.

Kami memang tidak memiliki posko. Tapi Yesus menyediakan tempat untuk posko, sekaligus tempat kami menginap. Ketika mobil colt tua itu diputuskan untuk tidak membawa kami karena medan yang akan ditempuh terlalu terjal, yaitu 7 km dari puncak Gunung Merapi. Maka Yesus menyediakan mobil sekalipun pengemudinya. DIA tahu ada berapa banyak orang yang dibutuhkan, dan ketika kami bepergian ke desa2 di daerah korban Merapi. Jumlah jok mobil yang ada sangat pas dengan jumlah tim kami. Dengan muatan penuh barang bantuan. Belum lagi melihat reaksi para pengungsi yang kini telah kembali di kampung halamannya saat didatangi oleh mereka yang membantu kebutuhan mereka selama ini. Itu sebuah cinta kasih yang tulus. Aku tahu lauk pauk seadanya itu adalah barang mewah mereka di tengah ketidak pastian hendak makan apa mereka di hari esok. Sawah yang akan digarap masih tertutup abu tebal meski hujan berulang kali mengguyur. Tapi aku melihat pancaran mata mereka yang berbalik mencoba untuk melayani kami. Tak putusputusnya aku heran Bapa, betapa Engkau membuat perjalanan kami sangat berkesan. Ada banyak muatan cerita sebetulnya, tapi aku tak mampu menuliskannya satu persatu.

Dari temanteman aku belajar banyak hal,

"“Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah” (Kolose 3:23-24)"

“Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” (1 Korintus 15:58).

ms.sabbath
December 04, 2010, 02:40
Ujian Kerendahan Hati

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/david_vs_goliath.gif

Bacaan hari ini: 1 Samuel 16:11-13, 17:13-18

16:11 Lalu Samuel berkata kepada Isai: "Inikah anakmu semuanya?" Jawabnya: "Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba." Kata Samuel kepada Isai: "Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari."
16:12 Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: "Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia."
16:13 Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.


18:13 Sebab itu Saul menjauhkan Daud dari dekatnya dan mengangkat dia menjadi kepala pasukan seribu, sehingga ia berada di depan dalam segala gerakan tentara.
18:14 Daud berhasil di segala perjalanannya, sebab TUHAN menyertai dia.
18:15 Ketika dilihat Saul, bahwa Daud sangat berhasil, makin takutlah ia kepadanya;
18:16 tetapi seluruh orang Israel dan orang Yehuda mengasihi Daud, karena ia memimpin segala gerakan mereka.
18:17 Berkatalah Saul kepada Daud: "Ini dia anakku perempuan yang tertua, Merab; dia akan kuberikan kepadamu menjadi isterimu, hanya jadilah bagiku seorang yang gagah perkasa dan lakukanlah perang TUHAN." Sebab pikir Saul: "Janganlah tanganku memukul dia, tetapi biarlah ia dipukul oleh tangan orang Filistin."
18:18 Tetapi Daud berkata kepada Saul: "Siapakah aku dan siapakah sanak saudaraku, kaum ayahku, di antara orang Israel, sehingga aku menjadi menantu raja?"


Ayat mas hari ini: 1 Samuel 17:15
Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 47-48; 1 Yohanes 3

Bisakah Anda bayangkan seandainya Anda menjadi Daud pada waktu ia diurapi menjadi raja? Akankah ada perubahan cara kita berjalan, berbicara, dan bersikap? Bayangkan saja, kita yang semula hanya seorang gembala sederhana, tiba-tiba dipromosikan menjadi raja Israel yang akan datang. Mungkin jika kita menjadi Daud, kita tidak akan pernah mau lagi menggembalakan kambing domba. Mengapa? Dengan angkuh kita akan berkata, “Aku calon raja, masakan harus menggembalakan domba?”

Namun, Daud tidak demikian. Setelah diurapi menjadi raja, ia masih bersedia menjaga kambing domba di padang. Promosi menjadi raja Israel tak membuatnya pongah. Ia adalah calon raja, itu betul. Akan tetapi, ia terus setia melakukan perkara-perkara yang masih menjadi tanggung jawabnya. Lantas, apakah sikapnya pada orangtua dan keluarganya berubah? Tidak! Ia tetap taat kepada orangtuanya, tetap hormat kepada kakak-kakaknya. Sungguh sikap rendah hati yang patut diteladani! Banyak orang tidak bisa menjaga hati saat keadaannya meningkat. Baru sedikit saja “dipromosikan” Tuhan, ia sudah berubah hati. Tidak lagi rendah hati, sebaliknya menjadi sombong. Kalau dulu ia setia pada perkara-perkara kecil, maka setelah hidup semakin nyaman, ia meninggalkan semuanya. Ia sudah malu melakukan hal-hal kecil yang dulu ia lakukan.

Jagalah hati saat hidup kita “dipromosikan” Tuhan. Tuhan menghargai kerendahan hati kita. Sebuah kutipan mengatakan bahwa pengurapan Tuhan itu justru mengalir dari hal-hal kecil yang kita kerjakan dengan setia. Belajarlah untuk selalu rendah hati

PENINGKATAN HIDUP YANG TUHAN BERIKAN

KADANG MERUPAKAN UJIAN KERENDAHAN HATI KITA

Penulis: Petrus Kwik - www.renunganharian.net

ms.sabbath
December 05, 2010, 02:43
Di Tempat Pertama


http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/jesus-wallpapers-0116-1.jpg

Bacaan hari ini: Matius 1:18-25

1:18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
1:19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata:
"Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
1:22 Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
1:23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita.
1:24 Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,
1:25 tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.

Ayat mas hari ini: Matius 1:24
Bacaan Alkitab Setahun: Daniel 1-2; 1 Yohanes 4

Mengapa kamu hendak mundur dari pelayanan?” tanya seorang hamba Tuhan sebuah gereja pada Jelita. Jelita hanya terdiam dengan tatapan sedih. Malah, kekasih Jelita yang menjawab, “Saya yang memintanya untuk berhenti pelayanan. Anda tidak boleh memaksanya.” Jelita hanya tertunduk sedih, lalu meninggalkan hamba Tuhan tersebut.

Kita kerap menginginkan agar orang-orang terdekat kita memberi paling banyak perhatian untuk kita. Bahkan, ketika mereka memberi banyak waktu untuk melayani, kita bisa merasa terganggu. Dengan bersikap demikian, tanpa sadar kita telah menganggap Tuhan sebagai “pesaing”. Mungkin karena kita merasa “memilikinya”, maka kita berhak atas dirinya. Kita lupa bahwa baik kita maupun orang-orang terdekat kita adalah milik Tuhan, yang diciptakan untuk melakukan pekerjaan baik yang telah Dia persiapkan sebelumnya.

Ini pula yang Yusuf lakukan. Ketika Malaikat memberi tahu bahwa anak yang dikandung Maria adalah dari Roh Kudus, Yusuf taat dengan tetap mengambil Maria sebagai istrinya. Ia tidak bersetubuh dengan Maria, sampai Maria melahirkan. Ini menunjukkan betapa Yusuf membuang egonya sebagai suami dan mendukung Maria menggenapi rencana Allah. Yusuf menjaga Maria dan bayinya dengan segenap hati. Demikianlah Yusuf bersama Maria menggenapkan rencana Allah yang kekal melalui kehidupan mereka.

Ketika Tuhan menyatakan panggilan dan kehendak-Nya dalam hidup kita maupun orang-orang terdekat, kita mesti menaati-Nya. Indah, jika kita bersama-sama menggenapi rencana Tuhan. Seperti Yusuf dan Maria saling mendukung pelayanan yang dilakukan

TUHANLAH YANG MENJADI PUSAT KEHIDUPAN DAN RELASI KITA

MAKA DIA SAJA YANG PANTAS BERADA DI TEMPAT PERTAMA

Penulis: Vonny Thay - www.renunganharian.net

ms.sabbath
December 05, 2010, 02:45
Teman2 yg baca renungan disini, untuk ayat2 yang dicantumkan, lebih milih di di quote seperti dulu2, atau dimasukkan dalam kolom code seperti yang sekarang ini? Tolong masukannya. Thanks.

ms.sabbath
December 06, 2010, 02:54
Kerja Keras

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/1876Rooke_Thomas_Matthews_The_Story_Of_Ruth2.jpg

Bacaan hari ini: Rut 2:1-16

2:1. Naomi itu mempunyai seorang sanak dari pihak suaminya, seorang yang kaya raya dari kaum Elimelekh, namanya Boas.
2:2 Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi: "Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku." Dan sahut Naomi kepadanya: "Pergilah, anakku."
2:3 Pergilah ia, lalu sampai di ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh.

2:4. Lalu datanglah Boas dari Betlehem. Ia berkata kepada penyabit-penyabit itu: "TUHAN kiranya menyertai kamu." Jawab mereka kepadanya: "TUHAN kiranya memberkati tuan!"
2:5 Lalu kata Boas kepada bujangnya yang mengawasi penyabit-penyabit itu: "Dari manakah perempuan ini?"
2:6 Bujang yang mengawasi penyabit-penyabit itu menjawab: "Dia adalah seorang perempuan Moab, dia pulang bersama-sama dengan Naomi dari daerah Moab.
2:7 Tadi ia berkata: Izinkanlah kiranya aku memungut dan mengumpulkan jelai dari antara berkas-berkas jelai ini di belakang penyabit-penyabit. Begitulah ia datang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketikapun ia tidak berhenti."
2:8 Sesudah itu berkatalah Boas kepada Rut: "Dengarlah dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerja perempuan.
2:9 Lihat saja ke ladang yang sedang disabit orang itu. Ikutilah perempuan-perempuan itu dari belakang. Sebab aku telah memesankan kepada pengerja-pengerja lelaki jangan mengganggu engkau. Jika engkau haus, pergilah ke tempayan-tempayan dan minumlah air yang dicedok oleh pengerja-pengerja itu."
2:10 Lalu sujudlah Rut menyembah dengan mukanya sampai ke tanah dan berkata kepadanya: "Mengapakah aku mendapat belas kasihan dari padamu, sehingga tuan memperhatikan aku, padahal aku ini seorang asing?"
2:11 Boas menjawab: "Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal.
2:12 TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung."
2:13 Kemudian berkatalah Rut: "Memang aku mendapat belas kasihan dari padamu, ya tuanku, sebab tuan telah menghiburkan aku dan telah menenangkan hati hambamu ini, walaupun aku tidak sama seperti salah seorang hamba-hambamu perempuan."
2:14 Ketika sudah waktu makan, berkatalah Boas kepadanya: "Datanglah ke mari, makanlah roti ini dan celupkanlah suapmu ke dalam cuka ini." Lalu duduklah ia di sisi penyabit-penyabit itu, dan Boas mengunjukkan bertih gandum kepadanya; makanlah Rut sampai kenyang, bahkan ada sisanya.
2:15 Setelah ia bangun untuk memungut pula, maka Boas memerintahkan kepada pengerja-pengerjanya: "Dari antara berkas-berkas itupun ia boleh memungut, janganlah ia diganggu;
2:16 bahkan haruslah kamu dengan sengaja menarik sedikit-sedikit dari onggokan jelai itu untuk dia dan meninggalkannya, supaya dipungutnya; janganlah berlaku kasar terhadap dia."


Ayat mas hari ini: Amsal 6:6
Bacaan Alkitab Setahun: Daniel 3-4; 1 Yohanes 5

Di mana ada usaha, di situ ada jalan”. Ungkapan ini tampaknya cocok dengan pengalaman Rut bersama Tuhan. Setelah Rut mengambil keputusan untuk meninggalkan Moab dan hidup bersama Naomi di Israel, ia pun mengambil keputusan untuk tidak tinggal diam. Rut meminta izin agar ia dapat pergi ke ladang untuk mengumpulkan jelai. Tujuannya jelas: supaya ia dapat membantu mertuanya mendapatkan makanan. Hasil kerja Rut ternyata tidak sia-sia. Ia tidak hanya dapat mengumpulkan banyak jelai, tetapi di ladang itulah ia juga berjumpa dengan Boas.

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/Julius_Schnorr_von_Carolsfeld-_Ruth_im_Feld_des_Boaz.jpg

Adakah campur tangan Tuhan di sana? Tentu saja. Ketika Rut bekerja keras, Tuhan membuka jalan. Ketika Rut dengan segenap hati memungut jelai, Tuhan memberi lebih. Seseorang pernah mengatakan kepada saya, “Tuhan tidak akan memberkati orang malas.” Ini benar karena di dalam Alkitab, Tuhan menentang kemalasan. Firman Tuhan dengan jelas mengatakan bahwa orang malas lebih baik tidak usah makan (2 Tesalonika 3:10). Ia bahkan harus belajar kepada semut (Amsal 6:6). Tuhan tidak pernah menciptakan manusia untuk menjadi pemalas. Tuhan mencipta manusia sebagai makhluk yang bekerja.

Mulai sekarang, jangan hanya duduk diam menanti berkat turun dari surga. Lakukanlah sesuatu. Berikan yang terbaik dari kesanggupan yang ada pada kita. Bekerjalah dengan sepenuh hati. Itulah bagian kita. Sertai dengan doa di segala waktu. Kita tidak pernah tahu bagaimana Tuhan akan memakai sesuatu yang kita lakukan dengan sepenuh hati saat ini, untuk menghasilkan hal-hal yang luar biasa kelak

ATASI KESULITAN DENGAN KERJA KERAS

DAN BIARKAN TUHAN MEMBERKATI KITA MELALUINYA

Penulis: Riand Yovindra - www.renunganharian.net

etca
December 06, 2010, 07:48
Father

http://blog.lib.umn.edu/zitax001/blog3307b/father-daughter.jpg

I have it all planned out—-plans to take care of you, not abandon you. Jeremiah 29:11, The Message

We have a Father who is filled with compassion, a feeling Father who hurts when his children hurt. We serve a God who says that even when we’re under pressure and feel like nothing is going to go right, he’s waiting for us, to embrace us whether we succeed or fail.

He comes into our hearts like a gentle lamb, not a roaring lion.

http://www.maxlucado.com/

ms.sabbath
December 07, 2010, 02:43
Apa Kata Anda?

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/KaisareaFilipi-YesusdanPetrus.jpg

Bacaan hari ini: Matius 16:13-20
-----------------------------------------------------
16:13. Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?"
16:14 Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi."
16:15 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"
16:16 Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
16:17 Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
16:18 Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
16:19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."
16:20 Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapapun bahwa Ia Mesias.
-----------------------------------------------------

Ayat mas hari ini: Matius 16:15
Bacaan Alkitab Setahun: Daniel 5-7; 2 Yohanes

Murid-murid Yesus telah cukup panjang melewatkan waktu bersama Yesus. Mereka telah melihat berbagai karya dan mukjizat Yesus; memberi makan lima ribu orang; memberi makan empat ribu orang; menyembuhkan banyak orang sakit; dan sebagainya. Suatu saat, Yesus dan murid-murid tiba di Kaisarea Filipi. Di situ Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya mengenai siapa diri-Nya. Dia ingin tahu pendapat para murid mengenai diri-Nya. “Menurut kamu, siapa Aku ini?” Anehnya, dari dua belas murid itu, hanya satu yang angkat bicara. Apakah satu suara ini mewakili sebelas suara lain? Atau, sebelas yang lain itu tak punya pendapat karena bingung?

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/PetaAlkitab.jpg

Lewat pertanyaan itu, Yesus ingin para murid memberi jawaban yang berasal dari pengalaman dan penghayatan hidup mereka bersama Yesus, bukan mengutip kata orang lain. Ketika Petrus mengatakan ”Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup!”, ini jawaban yang berbeda dengan pendapat umum yang menyebut Yesus “Yohanes Pembaptis, Elia, Yeremia, atau salah seorang nabi.” Jawaban yang muncul dari pengenalan pribadi semacam ini dihargai Yesus sebagai karya Allah dalam hati orang beriman. Kata Yesus: “... bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku” (ayat 17).

Siapa Yesus menurut Anda? Adakah jawaban Anda berasal dari pengalaman bersama Tuhan? Atau, kita masih mengutip kata-kata orang, khotbah pendeta, tulisan dalam sebuah buku? Hal-hal itu memang berguna, tetapi lebih dari itu Tuhan ingin kita mengenal-Nya secara pribadi melalui kehidupan yang dijalani bersama-Nya. Kiranya setiap hari kita makin mengenal Yesus, agar dapat bersaksi kepada dunia dengan keyakinan bahwa Dialah Tuhan

PENGENALAN PRIBADI YANG TERBAIK TERHADAP ALLAH
ADALAH DENGAN HIDUP BERSAMA-NYA MELALUI SEGALA PERISTIWA

Penulis: Daniel K. Listijabudi - www.renunganharian.net

ms.sabbath
December 07, 2010, 02:46
Double post

ms.sabbath
December 08, 2010, 02:06
Bahaya Lidah

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/iphone_302.jpg

Bacaan hari ini: Yakobus 3:1-12

---------------------------------------------------------------
3:1. Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru; sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat.
3:2 Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
3:3 Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
3:4 Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi.
3:5 Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.
3:6 Lidahpun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.
3:7 Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia,
3:8 tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.
3:9 Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah,
3:10 dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.
3:11 Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama?
3:12 Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara? Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar.
---------------------------------------------------------------

Ayat mas hari ini: Yakobus 3:5
Bacaan Alkitab Setahun: Daniel 8-10; 3 Yohanes

Dorothy Nevill adalah seorang penulis Inggris yang hidup pada 1826-1913. Ia dikenal karena kepiawaiannya berbicara dan memengaruhi banyak orang pada zamannya. Suatu waktu ia pernah ditanyai tentang bagaimana seseorang dapat disebut memiliki kemampuan berbicara yang baik. Ia menjawab, “Seni percakapan yang benar bukan hanya mengatakan hal yang benar pada waktu yang benar, melainkan juga untuk tidak mengatakan hal yang salah dan tidak boleh dikatakan walau ada kesempatan sekalipun.”

Yakobus mengingatkan tentang pengaruh lidah yang luar biasa, bahwa anggota tubuh yang kecil ini sanggup mencetuskan perkara besar (ayat 5). Ya, tak jarang hal-hal susah dan senang, sedih dan gembira, tragedi dan komedi, justru berawal dari apa yang diucapkan lidah. Lalu, apakah itu berarti lebih baik diam daripada berbicara? Tidak. Yang harus kita lakukan bukan “tidak memakai” lidah—dalam arti tidak usah bicara, melainkan “memakai” lidah dengan baik, yakni berbicara untuk sesuatu yang benar pada saat yang benar. Kalau pun harus berdiam diri, berdiam diri dengan benar pula. Untuk itu, kita perlu memasang kekang pada lidah (Yakobus 1:26).

Orang yang dapat mengendalikan lidahnya adalah orang yang hanya akan berkata-kata kalau ia tahu betul kata-katanya itu benar, berarti, menghibur, menopang, dan menjadi berkat bagi yang mendengarnya. Dan, memilih diam kalau ia tahu apa yang akan dikatakannya tidak jelas kebenarannya, tidak berarti apa-apa, tidak menjadi berkat; malah menyakiti, menimbulkan gosip, dan permusuhan.

TAKLUKKAN LIDAH, BUKAN DENGAN TIDAK MENGGUNAKANNYA
MELAINKAN DENGAN MENGENDALIKANNYA

Penulis: Ayub Yahya - www.renunganharian.net

ms.sabbath
December 08, 2010, 02:13
Bahaya Lidah

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/iphone_302.jpg

Bacaan hari ini: Yakobus 3:1-12

---------------------------------------------------------------
3:1. Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru; sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat.
3:2 Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
3:3 Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
3:4 Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi.
3:5 Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.
3:6 Lidahpun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.
3:7 Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia,
3:8 tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.
3:9 Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah,
3:10 dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.
3:11 Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama?
3:12 Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara? Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar.
---------------------------------------------------------------

Ayat mas hari ini: Yakobus 3:5
Bacaan Alkitab Setahun: Daniel 8-10; 3 Yohanes

Dorothy Nevill adalah seorang penulis Inggris yang hidup pada 1826-1913. Ia dikenal karena kepiawaiannya berbicara dan memengaruhi banyak orang pada zamannya. Suatu waktu ia pernah ditanyai tentang bagaimana seseorang dapat disebut memiliki kemampuan berbicara yang baik. Ia menjawab, “Seni percakapan yang benar bukan hanya mengatakan hal yang benar pada waktu yang benar, melainkan juga untuk tidak mengatakan hal yang salah dan tidak boleh dikatakan walau ada kesempatan sekalipun.”

Yakobus mengingatkan tentang pengaruh lidah yang luar biasa, bahwa anggota tubuh yang kecil ini sanggup mencetuskan perkara besar (ayat 5). Ya, tak jarang hal-hal susah dan senang, sedih dan gembira, tragedi dan komedi, justru berawal dari apa yang diucapkan lidah. Lalu, apakah itu berarti lebih baik diam daripada berbicara? Tidak. Yang harus kita lakukan bukan “tidak memakai” lidah—dalam arti tidak usah bicara, melainkan “memakai” lidah dengan baik, yakni berbicara untuk sesuatu yang benar pada saat yang benar. Kalau pun harus berdiam diri, berdiam diri dengan benar pula. Untuk itu, kita perlu memasang kekang pada lidah (Yakobus 1:26).

Orang yang dapat mengendalikan lidahnya adalah orang yang hanya akan berkata-kata kalau ia tahu betul kata-katanya itu benar, berarti, menghibur, menopang, dan menjadi berkat bagi yang mendengarnya. Dan, memilih diam kalau ia tahu apa yang akan dikatakannya tidak jelas kebenarannya, tidak berarti apa-apa, tidak menjadi berkat; malah menyakiti, menimbulkan gosip, dan permusuhan

TAKLUKKAN LIDAH, BUKAN DENGAN TIDAK MENGGUNAKANNYA
MELAINKAN DENGAN MENGENDALIKANNYA

Penulis: Ayub Yahya - www.renunganharian.net

etca
December 08, 2010, 05:58
Divinity Arrived in a Moment

http://farm4.static.flickr.com/3178/2787389415_e1651ebafe.jpg?v=0

God’s grace that can save everyone has come. Titus 2:11

As moments go, that one appeared no different than any others…It came and went. It was one of the countless moments that have marked time since eternity became measurable.

But in reality, that particular moment was like none other. For through that segment of time a spectacular thing occurred. God became a man. While the creatures of earth walked unaware, Divinity arrived.


http://www.maxlucado.com/

ms.sabbath
December 09, 2010, 03:12
Tuhan Juga Rindu

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/jesus-praying.jpg

Bacaan hari ini: Yesaya 30:1-26
--------------------------------------------------------------
30:1. Celakalah anak-anak pemberontak, demikianlah firman TUHAN, yang melaksanakan suatu rancangan yang bukan dari pada-Ku, yang memasuki suatu persekutuan, yang bukan oleh dorongan Roh-Ku, sehingga dosa mereka bertambah-tambah,
30:2 yang berangkat ke Mesir dengan tidak meminta keputusan-Ku, untuk berlindung pada Firaun dan untuk berteduh di bawah naungan Mesir.
30:3 Tetapi perlindungan Firaun akan memalukan kamu, dan perteduhan di bawah naungan Mesir akan menodai kamu.
30:4 Sebab sekalipun pembesar-pembesar Yerusalem sudah ada di Zoan, dan utusan-utusannya sudah sampai ke Hanes,
30:5 sekaliannya akan mendapat malu karena bangsa itu tidak dapat memberi faedah kepada mereka, dan tidak dapat memberi pertolongan atau faedah; melainkan hanya memalukan, bahkan mengaibkan mereka.
30:6 Ucapan ilahi tentang binatang-binatang di Tanah Negeb. Melalui suatu negeri yang penuh kesesakan dan kesempitan, tempat singa betina dan singa jantan yang mengaum, tempat ular beludak dan ular naga terbang, mereka mengangkut harta kekayaan mereka di atas punggung keledai, dan barang-barang perbendaharaan mereka di atas ponok unta, kepada suatu bangsa yang tidak dapat memberi faedah,
30:7 yakni Mesir yang memberi pertolongan yang tak berguna dan percuma; sebab itu Aku menamainya begini: "Rahab yang dibuat menganggur."

30:8. Maka sekarang, pergilah, tulislah itu di depan mata mereka di suatu loh, dan cantumkanlah di suatu kitab, supaya itu menjadi kesaksian untuk waktu yang kemudian, sampai selama-lamanya.
30:9 Sebab mereka itu suatu bangsa pemberontak, anak-anak yang suka bohong anak-anak yang enggan mendengar akan pengajaran TUHAN;
30:10 yang mengatakan kepada para tukang tilik: "Jangan menilik," dan kepada para pelihat: "Janganlah lihat bagi kami hal-hal yang benar, tetapi katakanlah kepada kami hal-hal yang manis, lihatlah bagi kami hal-hal yang semu,
30:11 menyisihlah dari jalan dan ambillah jalan lain, janganlah susahi kami dengan Yang Mahakudus, Allah Israel."
30:12 Sebab itu beginilah firman Yang Mahakudus, Allah Israel: "Oleh karena kamu menolak firman ini, dan mempercayakan diri kepada orang-orang pemeras dan yang berlaku serong dan bersandar kepadanya,
30:13 maka sebab itu bagimu dosa ini akan seperti pecahan tembok yang mau jatuh, tersembul ke luar pada tembok yang tinggi, yang kehancurannya datang dengan tiba-tiba, dalam sekejap mata,
30:14 seperti kehancuran tempayan tukang periuk yang diremukkan dengan tidak kenal sayang, sehingga di antara remukannya tiada terdapat satu kepingpun yang dapat dipakai untuk mengambil api dari dalam tungku atau mencedok air dari dalam bak."
30:15 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan,
30:16 kamu berkata: "Bukan, kami mau naik kuda dan lari cepat," maka kamu akan lari dan lenyap. Katamu pula: "Kami mau mengendarai kuda tangkas," maka para pengejarmu akan lebih tangkas lagi.
30:17 Seribu orang akan lari melihat ancaman satu orang, terhadap ancaman lima orang kamu akan lari, sampai kamu ditinggalkan seperti tonggak isyarat di atas puncak gunung dan seperti panji-panji di atas bukit.

30:18. Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!
30:19 Sungguh, hai bangsa di Sion yang diam di Yerusalem, engkau tidak akan terus menangis. Tentulah Tuhan akan mengasihani engkau, apabila engkau berseru-seru; pada saat Ia mendengar teriakmu, Ia akan menjawab.
30:20 Dan walaupun Tuhan memberi kamu roti dan air serba sedikit, namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi matamu akan terus melihat Dia,
30:21 dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: "Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya," entah kamu menganan atau mengiri.
30:22 Engkau akan menganggap najis patung-patungmu yang disalut dengan perak atau yang dilapis dengan emas; engkau akan membuangnya seperti kain cemar sambil berkata kepadanya: "Keluar!"
30:23 Lalu TUHAN akan memberi hujan bagi benih yang baru kamu taburkan di ladangmu, dan dari hasil tanah itu kamu akan makan roti yang lezat dan berlimpah-limpah. Pada waktu itu ternakmu akan makan rumput di padang rumput yang luas;
30:24 sapi-sapi dan keledai-keledai yang mengerjakan tanah akan memakan makanan campuran yang sedap, yang sudah ditampi dan diayak.
30:25 Dari setiap gunung yang tinggi dan dari setiap bukit yang menjulang akan memancar sungai-sungai pada hari pembunuhan yang besar, apabila menara-menara runtuh.
30:26 Maka terang bulan purnama akan seperti terang matahari terik dan terang matahari terik akan tujuh kali ganda, yaitu seperti terangnya tujuh hari, pada waktu TUHAN membalut luka umat-Nya dan menyembuhkan bekas pukulan.
--------------------------------------------------------------
Ayat mas hari ini: Yesaya 30:18
Bacaan Alkitab Setahun: Daniel 11-12; Yudas

Suatu malam, seorang gadis kecil melihat ibunya tersenyum-senyum memandangi sebuah kalung emas. Si gadis kecil menghampirinya untuk melihat kalung itu dan bertanya, “Bu, mengapa ada namaku terukir di liontin ini? Apakah kalung ini untuk aku?” Sang ibu menjawab, “Ini memang untukmu. Ibu telah membelinya sejak kamu bayi, dan akan Ibu berikan pada hari pernikahanmu.” “Tetapi itu kan masih lama sekali. Sekarang saja, Bu,” pinta si anak. “Tidak, Nak. Saat ini kamu belum membutuhkannya. Tunggu saja, kalung ini pasti jadi milikmu.”

Israel, sangat rindu kehidupan bangsanya segera pulih dan sejahtera. Namun, karena tidak sabar, maka mereka mencari jalan sendiri. Mereka tidak mau lagi bersandar dan meminta pertolongan Tuhan. Sebaliknya, meminta bantuan Mesir. Ini mendukakan Tuhan, sehingga bangsa Israel dihukum karenanya. Padahal sesungguhnya Tuhan sangat menyayangi mereka. Tuhan sedang menanti waktu yang tepat untuk menunjukkan belas kasihan, memulihkan, dan memberkati mereka.

Saat ini, barangkali ada hal yang kita nantikan tetapi belum juga Tuhan berikan. Mungkin pergumulan tentang pasangan hidup, kehadiran seorang anak, atau pertobatan keluarga kita.

Sesungguhnya, selama kerinduan itu bukan untuk memuaskan kepentingan pribadi, maka bukan kita saja yang menantikannya, bahkan Tuhan juga rindu hal itu terwujud. Sebab itu, tetaplah yakin bahwa Tuhan punya saat yang tepat. Sementara itu, selama dalam penantian sesungguhnya Tuhan sedang membentuk dan mempersiapkan kita. Yang terpenting, jangan sampai karena kita begitu menginginkan sesuatu, lalu kita mengambil jalan pintas yang mendukakan hati Tuhan

DOAKAN KERINDUAN KITA DENGAN KESABARAN DAN KEYAKINAN

HINGGA SESUATU TERJADI PADA WAKTU-NYA

Penulis: Vonny Thay - www.renunganharian.net

etca
December 09, 2010, 08:06
Look Around

http://images.wnec.edu/01_take_a_look_around.jpg

You are all around me—in front and in back—and have put your hand on me. Psalm 139:5

We wonder with so many miraculous testimonies around us, how we could escape God. But somehow we do. We live in an art gallery of divine creativity and yet are content to gaze only at the carpet.

The next time you hear a baby laugh or see an ocean wave, take note. Pause and listen as His majesty whispers ever so gently, “I’m here.”

http://www.maxlucado.com/

ms.sabbath
December 10, 2010, 02:53
Kuasa dalam Pujian

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/Paul-and-Silas2.jpg

Bacaan hari ini: Kisah Para Rasul 16:19-31
--------------------------------------------------------
16:19 Ketika tuan-tuan perempuan itu melihat, bahwa harapan mereka akan mendapat penghasilan lenyap, mereka menangkap Paulus dan Silas, lalu menyeret mereka ke pasar untuk menghadap penguasa.
16:20 Setelah mereka membawa keduanya menghadap pembesar-pembesar kota itu, berkatalah mereka, katanya: "Orang-orang ini mengacau kota kita ini, karena mereka orang Yahudi,
16:21 dan mereka mengajarkan adat istiadat, yang kita sebagai orang Rum tidak boleh menerimanya atau menurutinya."
16:22 Juga orang banyak bangkit menentang mereka. Lalu pembesar-pembesar kota itu menyuruh mengoyakkan pakaian dari tubuh mereka dan mendera mereka.
16:23 Setelah mereka berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh.
16:24 Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat.

16:25 Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.
16:26 Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.
16:27 Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri, karena ia menyangka, bahwa orang-orang hukuman itu telah melarikan diri.
16:28 Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya: "Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!"
16:29 Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas.
16:30 Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: "Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?"
16:31 Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu."
--------------------------------------------------------

Ayat mas hari ini: Efesus 5:19
Bacaan Alkitab Setahun: Hosea 1-4; Wahyu 1

Ketika saya mendampingi Ayah menjalani operasi atas kanker yang dideritanya, lalu menjalani perawatan selama lebih dari dua bulan di rumah sakit, rasa khawatir serta putus asa sering menyergap. Membuat saya sangat takut dan tidak berdaya. Untuk mengurangi kegelisahan di hati, setiap malam saya melantunkan kidung pujian sembari mendampingi Ayah yang mengalami insomnia. Awalnya, saya melakukannya hanya untuk kepentingan pribadi dan menyanyi dengan sangat lirih karena takut mengganggu kenyamanan pasien lain. Namun, ternyata pasien yang lain serta keluarga—yang seruangan dengan Ayah—tidak keberatan saya menyanyi, malah meminta saya menyanyi untuk semua, sebab kata mereka, nyanyian yang saya naikkan menenteramkan hati mereka juga.

Saya teringat kepada Rasul Paulus dan Silas yang tetap memuji Tuhan dalam masa sulit. Tubuh mereka tentu tersiksa karena hukuman dera yang dijatuhkan, dan terkurung di penjara yang sangat tidak nyaman (ayat 23,24). Namun, mereka tidak mengeluh dan berputus asa. Sebaliknya mereka justru berdoa dan menyanyikan pujian kepada Allah. Tidak dengan ragu, malu, apalagi takut. Mereka memuji Tuhan dengan suara lantang hingga seluruh penghuni penjara turut mendengarkan (ayat 25). Dan, mukjizat pun terjadi! (ayat 26).

Biarlah bibir kita suka menaikkan nyanyian pujian kepada Tuhan. Khususnya pada masa yang sulit dan berat. Sebab, ada kuasa dalam setiap pujian yang dinaikkan dengan segenap hati. Kuasa yang membangkitkan iman kita sendiri, yang menguatkan orang lain di sekitar kita, yang mengagungkan kebesaran Tuhan, Sang Pengendali segala peristiwa

ALLAH BEKERJA MELALUI SETIAP PUJIAN

YANG KITA HANTARKAN

Penulis: Santhi Ratnaningsih - www.renunganharian.net


Fact :
http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/Philippi_alleged_place_of_Pauls_prison_tb_n011201. jpg

Philippian Jail

This traditional place of Paul and Silas's imprisonment is of dubious authenticity, but it remembers the attack on these men and their subsequent flogging and imprisonment. In the course of the night, a violent earthquake shook the prison and the jailer feared that all might have escaped. After learning that none had fled, the Philippian jailer put his faith in Christ and was baptized with his family.

Source : Bibleplaces (http://www.bibleplaces.com/philippi.htm)

etca
December 10, 2010, 08:04
Everlasting Mercy

http://i278.photobucket.com/albums/kk120/etcakk/everlasting_mercy_wide.jpg
His mercy is everlasting, and His truth endures to all generations. Psalm 100:5, NKJV

Jesus died…on purpose. No surprise. No hesitation. No faltering…

The journey to the cross didn’t begin in Jericho. It didn’t begin in Galilee. It didn’t begin in Nazareth. It didn’t even begin in Bethlehem. The journey to the cross began long before. As the echo of the crunching of the fruit was still sounding in the garden, Jesus was leaving for Calvary.

http://www.maxlucado.com/

ms.sabbath
December 11, 2010, 06:28
Dihibur untuk Menghibur

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/0xKcQ6amcpbqpruc8NcRhSzQo1_400-1.jpg

Bacaan hari ini: 2 Korintus 1:1-10

---------------------------------------------------------------
1:1. Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Timotius saudara kita, kepada jemaat Allah di Korintus dengan semua orang kudus di seluruh Akhaya.
1:2 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.

1:3. Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan,
1:4 yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.
1:5 Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah.
1:6 Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga.

1:7. Dan pengharapan kami akan kamu adalah teguh, karena kami tahu, bahwa sama seperti kamu turut mengambil bagian dalam kesengsaraan kami, kamu juga turut mengambil bagian dalam penghiburan kami.
1:8 Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami.
1:9 Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati.
1:10 Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami: kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi,
---------------------------------------------------------------

Ayat mas hari ini: 2 Korintus 1:3,4
Bacaan Alkitab Setahun: Hosea 5-8; Wahyu 2

Dua belas tahun yang lalu, saya bergabung dengan sekelompok relawan yang menolong para korban kerusuhan Mei 1998. Sejarah mencatat lembaran gelap ketika kerusuhan itu menyebabkan banyak rumah dibakar, banyak orang kehilangan anggota keluarga, dan banyak kaum wanita yang juga dinista.

Di tengah interaksi dengan para korban, seorang rohaniwan dalam kelompok kami terus mendorong para korban agar tidak terus menutup diri dalam ketakutan, keputusasaan, dan kekhawatiran. Sebaliknya, ia meminta mereka untuk bangkit, ikut menolong korban yang lain, ikut menyaksikan suara kebenaran, dan dengan demikian menunjukkan kekuatan mereka. Sebab jika tidak, mereka hanya akan terus terpuruk dan tenggelam dalam sikap mengasihani diri sendiri.

Surat Paulus kepada jemaat Korintus memberi contoh sikap positif kepada jemaat di tengah situasi yang sangat negatif. Dalam pelayanannya, Paulus telah mengalami banyak penderitaan (2 Korintus 11:24-27). Apakah kemudian Paulus mengeluh dan menjadi lemah karenanya? Tidak. Ia terus berharap kepada Tuhan dan meminta penghiburan dari Allah sendiri. Ia pun bangkit untuk tidak mengasihani diri, bahkan dikuatkan Tuhan untuk dapat menghibur orang lain.

Apabila kita ada dalam masalah, janganlah kita larut dan semakin terpuruk dalam masalah. Baiklah kita tidak mengeluh. Bahkan, alangkah baik jika kita pun membuka diri terhadap masalah yang dialami orang lain. Dan, meminta Tuhan memampukan kita untuk dapat pula menolong orang lain yang tengah berada dalam masalah

WALAU KITA TERJEPIT DAN TERPURUK

PENGHIBURAN ALLAH MEMAMPUKAN KITA MENGHIBUR ORANG LAIN

Penulis: Henry Sujaya Lie - www.renunganharian.net

ms.sabbath
December 12, 2010, 07:27
Magnet Kristus

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/jesus-with-children-1203.jpg

Baca: Filipi 2:1-8
-------------------------------------------------------
2:1 Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,
2:2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,
2:3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;
2:4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.
2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
-------------------------------------------------------

Ayat Mas: Filipi 2:1
Bacaan Alkitab Setahun: Hosea 9-11; Wahyu 3

Bayangkan Anda memiliki butir-butir kelereng dalam kantong plastik. Butir-butir kelereng itu bersatu karena berada dalam wadah yang sama. Namun, saat plastiknya robek, segera saja butir demi butir kelereng itu berjatuhan dan tercerai-berai. Bandingkan dengan apabila Anda memiliki magnet. Saat Anda mendekatkannya dengan serbuk besi, maka serbuk itu akan melekat pada magnet. Dua benda itu bersatu bukan karena berada dalam wadah yang sama, melainkan karena ditarik oleh kekuatan daya tarik magnet.

Anggota-anggota jemaat di Filipi berasal dari berbagai latar belakang kehidupan. Ada Lidia, perempuan Yahudi dan pengusaha yang kaya (Kisah Para Rasul 16:14); ada pula kepala penjara—bisa jadi orang Romawi (16:25-36). Rasanya sulit membayangkan mereka berkumpul dalam wadah yang sama—seperti kelereng tadi. Kalaupun bisa, kemungkinan besar akan sangat sulit bagi mereka untuk tetap bersatu. Sedikit gesekan saja dapat berpotensi memecahkan kesatuan mereka.

Surat Paulus memperlihatkan kondisi kesatuan mereka yang sesungguhnya: “dalam Kristus”. Kristus-lah “magnet” yang menarik dan melekatkan mereka. Mereka diikat melalui hubungan mereka dengan Kristus, bukan oleh kesamaan-kesamaan lahiriah. Kesatuan mereka semakin kuat ketika mereka masing-masing menanggalkan keegoisan dan menjadi semakin serupa dengan Kristus. Di gereja kita juga bertemu orang-orang dari berbagai latar belakang. Bagaimana kesatuan di antara kita—seperti kelereng dalam kantung plastik atau serbuk besi yang melekat pada magnet?

TANGGUNG JAWAB ORANG KRISTIANI IALAH MENERIMA SATU SAMA LAIN SEBAGAIMANA KRISTUS TELAH MENERIMA KITA MASING-MASING

Penulis: Arie Saptaji - www.renunganharian.net

Kisah Para Rasul:
16:14
Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus.

16:25-32
16:25 Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.
16:26 Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.
16:27 Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri, karena ia menyangka, bahwa orang-orang hukuman itu telah melarikan diri.
16:28 Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya: "Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!"
16:29 Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas.
16:30 Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: "Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?"
16:31 Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu."
16:32 Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya.
16:33 Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis.
16:34 Lalu ia membawa mereka ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka. Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah.
16:35 Setelah hari siang pembesar-pembesar kota menyuruh pejabat-pejabat kota pergi kepada kepala penjara dengan pesan: "Lepaskanlah kedua orang itu!"
16:36 Kepala penjara meneruskan pesan itu kepada Paulus, katanya: "Pembesar-pembesar kota telah menyuruh melepaskan kamu; jadi keluarlah kamu sekarang dan pergilah dengan selamat!"

etca
December 13, 2010, 06:06
Identitas Seutuhnya

http://ignitionblog.files.wordpress.com/2008/07/identity-man.jpg

Baca: Ulangan 25:13-16
-------------------------------------------------------
25:13 Janganlah ada di dalam pundi-pundimu dua macam batu timbangan, yang besar dan yang kecil.
25:14 Janganlah ada di dalam rumahmu dua macam efa, yang besar dan yang kecil.
25:15 Haruslah ada padamu batu timbangan yang utuh dan tepat; haruslah ada padamu efa yang utuh dan tepat--supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.
25:16 Sebab setiap orang yang melakukan hal yang demikian, setiap orang yang berbuat curang, adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu."
-------------------------------------------------------

Ayat Mas: Titus 2:10
Bacaan Alkitab Setahun: Hosea 12-14; Wahyu 4

Kita kerap mendengar kisah semacam ini. Seseorang bisa menjadi pengikut Kristus yang “baik-baik” saat berada di lingkungan tetangga, di keluarga besar, apalagi di gereja. Namun, di tempat kerja … identitas kristianinya langsung ditinggalkan. Ia bisa berubah menjadi belut licin dan licik, saling sikut dan saling dorong demi kemajuan karier dan laba. “Yang namanya dunia kerja memang begitu. Kalau enggak ikut, bisa-bisa rugi!”

Fenomena ini sebenarnya bukan “barang baru”. Bangsa Israel juga pernah melakukan “kenakalan” yang serupa. Konon, pada masa itu para penjual gandum kerap memiliki batu timbangan yang tidak akurat. Ketika para pedagang ini membeli gandum, mereka memakai batu timbangan yang lebih ringan agar mendapat jumlah lebih banyak. Namun, ketika menjual, mereka mencurangi pembeli dengan memakai batu timbangan yang lebih berat atau bahkan gandumnya dioplos dengan abu!

“Setiap orang yang berbuat curang, adalah kekejian bagi Tuhan, Allahmu” (ayat 16). Jelas, Tuhan tidak berkompromi. Dia ingin Anda bersikap konsisten. Memiliki identitas yang utuh. Jika Anda menjadi orang kristiani di gereja, kita mesti menunjukkan juga cara hidup kristiani di tempat kerja; jangan manfaatkan jabatan Anda untuk bersikap curang. Meski pandangan umum mengatakan bahwa orang baik dan jujur kemungkinan akan rugi pada zaman ini, percayalah, segala sesuatu yang dikerjakan sesuai jalan Tuhan dan dengan hati tulus, akan berbuah kebaikan. Sebaliknya, usaha yang dikerjakan dengan kecurangan—sekecil apa pun, akan berbuah kepahitan.

BERSIKAPLAH SEBAGAI ORANG KRISTIANI SEUTUHNYA
DI MANA PUN ANDA BERADA

Penulis: Olivia Elena - www.renunganharian.net

etca
December 13, 2010, 06:10
Magnify God in Worship

http://www.newdaynaz.org/images/Worshiping.jpg

Oh magnify the Lord with me, and let us exalt His name together. Psalm 34:3, NASB

Worship is the act of magnifying God. Enlarging our vision of Him. Stepping into the cockpit to see where He sits and observe how He works. Of course, His size doesn’t change, but our perception of Him does. As we draw nearer, He seems larger. Isn’t that what we need? A big view of God?

http://www.maxlucado.com/

ms.sabbath
December 13, 2010, 17:34
Uang Alkitabiah

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/rupiah.jpg

Baca: Amsal 23:4-5
---------------------------------------------------
23:4 Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini.
23:5 Kalau engkau mengamat-amatinya, lenyaplah ia, karena tiba-tiba ia bersayap, lalu terbang ke angkasa seperti rajawali.
---------------------------------------------------
Ayat Mas: Amsal 23:4
Bacaan Alkitab Setahun: Yoel 1-3; Wahyu 5

Seorang rekan, secara bercanda, pernah memberi tahu saya bahwa uang Indonesia itu sangat alkitabiah—seperti yang dinyatakan Amsal 23:5. Mengapa? Karena pada setiap pecahan uang Indonesia selalu ada gambar garuda yang sedang mengembangkan sayap. Maksudnya, secara humor ia hendak mengatakan bahwa “sayap” pada uang rupiah itu bisa dengan cepat dan mudah “membawanya terbang” entah ke mana.

Ketika Salomo menuliskan amsal ini, tentu ia tidak sedang berangan-angan untuk menjadi orang kaya. Sebab, ia sendiri adalah orang yang sudah sangat kaya, sehingga ia tahu bagaimana rasanya menjadi kaya dan sangat tahu bahwa kekayaan tidak dapat menjadi andalan hidup karena bisa cepat datang, bisa juga cepat hilang. Itu sebabnya ia memberi nasihat agar manusia jangan bersusah payah menjadi kaya.

Bukan berarti kita tidak perlu bekerja dan tidak boleh kaya. Menjadi kaya itu sah saja, tetapi jangan habiskan hidup hanya untuk mengejar kekayaan. Apalagi menempuh jalan-jalan yang curang demi menumpuk kekayaan. Kekayaan bukan hal yang utama dalam hidup dan tidak memiliki nilai kekal. Ada banyak hal yang lebih penting dan utama di hidup ini; seperti keluarga dan relasi dengan sesama. Dan yang terutama adalah keselamatan jiwa kita. Periksalah prioritas dari segala kesibukan dan aktivitas kita.

Apakah sebagian besar waktu kita adalah untuk mengejar dan mengumpulkan harta dunia—yang sementara; atau harta surgawi—relasi yang erat dengan Tuhan, kasih, kepedulian, integritas, dan nilai-nilai utama lainnya?

MENJADI KAYA TIDAK SALAH
ASAL JANGAN SEKALI-KALI BERGANTUNG HIDUP PADA KEKAYAAN

Penulis: Riand Yovindra -www.renunganharian.net

ms.sabbath
December 14, 2010, 17:05
Tuhan Segalanya

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/polls_gods_love_3538_795236_poll_xlarge.jpg

Baca: Mazmur 124
--------------------------------------------------
124:1 Nyanyian ziarah Daud. Jikalau bukan TUHAN yang memihak kepada kita, --biarlah Israel berkata demikian--
124:2 jikalau bukan TUHAN yang memihak kepada kita, ketika manusia bangkit melawan kita,
124:3 maka mereka telah menelan kita hidup-hidup, ketika amarah mereka menyala-nyala terhadap kita;
124:4 maka air telah menghanyutkan kita, dan sungai telah mengalir melingkupi diri kita,
124:5 maka telah mengalir melingkupi diri kita air yang meluap-luap itu.
124:6 Terpujilah TUHAN yang tidak menyerahkan kita menjadi mangsa bagi gigi mereka!
124:7 Jiwa kita terluput seperti burung dari jerat penangkap burung; jerat itu telah putus, dan kitapun terluput!
124:8 Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.
--------------------------------------------------
Ayat Mas: Mazmur 124:8
Bacaan Alkitab Setahun: Amos 1-3; Wahyu 6

“Semasa penderitaan melanda, kita akan mendapat pengalaman termanis tentang kasih Allah,” demikian kata John Bunyan. Nasihat yang benar, walau tak mudah dijalani dengan sabar. Kerap terjadi, masalah yang datang di hidup ini membuat kita terpuruk. Masalah itu tampak begitu besar hingga menutupi pandangan kita dari segala sesuatu yang lain. Menjadi “segalanya” bagi kita. Hingga hidup menjadi tampak begitu berat dan nyaris membuat putus asa.

Saya pernah merasa sangat susah karena suatu masalah yang menimpa. Masalah itu menyelubungi mata hati saya, hingga sukacita dan damai sejahtera saya terenggut. Sampai kemudian sebuah teguran membuka mata rohani saya, bahwa Tuhan-lah segalanya dalam hidup ini. Bukan masalah saya yang layak menjadi segalanya di hidup saya. Hanya Tuhan-lah yang layak menjadi segalanya bagi saya. Segala sesuatu di luar itu, masing-masing sesungguhnya adalah “sebagian” saja dari hidup ini. Dan, jika Tuhan yang menjadi segalanya di hidup kita, maka pasti masih ada kekuatan yang cukup untuk mengatasinya.

Hidup selalu menyimpan banyak cerita. Dan, tak pernah berhenti merangkai peristiwa menyenangkan dan peristiwa menyedihkan secara bergantian. Kiranya kita berpihak kepada-Nya saja (ayat 1,2), serta memohon kekuatan untuk mampu menghadapi segala hal yang akan terjadi. Jadikan Dia segala-galanya di hidup kita, jangan izinkan satu masalah pun menjadi segalanya bagi kita. Sebab, hanya ketika Dia menjadi Tuhan yang mengendalikan segalanya, kita dimampukan untuk menang atas segala masalah yang akan datang!

JANGAN BIARKAN DIRI KITA BERPIHAK PADA MASALAH
SEBAB KEMENANGAN TERSEDIA KETIKA KITA BERPIHAK PADA ALLAH

Penulis: Agustina Wijayani - www.renunganharian.net

etca
December 15, 2010, 07:38
God at Work

http://1.bp.blogspot.com/_zYaPc68Dedc/TIQjUulgu2I/AAAAAAAAVek/Flk9yAJn7rQ/s320/God-at-work-sign.gif
God is at work within you, helping you want to obey him, and then helping you do what he wants. Philippians 2:13, TLB

As a result of being saved, what do we do? We obey God with deep reverence and shrink back from all that might displease Him. Practically put, we love our neighbor and refrain from gossip. We refuse to cheat on taxes and spouses and do our best to love people who are tough to love. Do we do this in order to be saved? No. These are the good things that result from being saved.

ms.sabbath
December 16, 2010, 06:15
Renungan Khusus ( bagian 1)

Christmas = Celebration or Creed?

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/Family_Christmas_Celebration_FAN2019908.jpg

Hari berganti hari... Tak terasa, kalender saat ini sudah berada di lembaran yang terakhir... Artinya sebentar lagi akan penuh dengan kepenatan rapat evaluasi tahunan bagi pekerja kantoran, ketegangan ujian bagi para akademisi, dan yang tidak kalah heboh adalah kebisingan persiapan Natal.

Mulai dari perkantoran, sekolah, persekutuan siswa, persekutuan mahasiswa, dan gereja-gereja di seluruh belahan bumi, fokusnya seakan-akan terpaku pada angka 25 pada bulan Desember. Maka demi meregangkan keruwetan acara perayaan ini, gereja-gereja pun mulai mendetailkan acaranya mulai dari Natal anak, remaja, pemuda, umum, manula sampai dengan acara-acara Natal yang direncanakan bagi panti asuhan, panti jompo, rumah-rumah penampungan anak jalanan, dan bahkan lembaga permasyarakatan pun menjadi pilihan destinasi bagi para anggota gereja untuk meluapkan rasa empatinya menjelang libur internasional ini. Baik institusi maupun perorangan, semuanya berlomba-lomba merespons datangnya satu hari ini. Ada apa di balik satu hari ini? Mengapakah semua orang khususnya umat Kristiani begitu sibuknya menyambut hari Natal ini? Apakah sebenarnya keistimewaan hari ini?

Asal Mula Perayaan Natal

Encyclopedia Americana terbitan tahun 1944 menyatakan sebagai berikut: “Menurut para ahli, pada abad-abad permulaan, Natal tidak pernah dirayakan oleh umat Kristen. Pada umumnya, umat Kristen hanya merayakan hari kematian orang-orang terkemuka saja, dan tidak pernah merayakan hari kelahiran orang tersebut ....” (“Perjamuan Suci” yang terdapat dalam Kitab Perjanjian Baru, hanyalah untuk mengenang kematian Yesus Kristus). Perayaan Natal yang dianggap sebagai hari kelahiran Yesus, baru diresmikan pada abad keempat Masehi. Gereja Barat memerintahkan kepada umat Kristen untuk merayakan hari kelahiran Yesus, yang diambil dari hari pesta bangsa Roma yang merayakan hari “Kelahiran Dewa Matahari”, sebab tidak seorang pun yang mengetahui tanggal kelahiran Yesus yang sesungguhnya.

Pada abad pertama sampai abad keempat Masehi, dunia kekristenan dikuasai oleh kekaisaran Romawi yang paganis politheis dan melawan kekristenan. Tetapi kondisi menjadi begitu berbeda ketika Kaisar Konstantin naik takhta menjadi kaisar pada abad ke-4 M, dan kemudian secara resmi mengeluarkan Edict of Milan yang menjamin kebebasan orang-orang Kristen maupun yang lain untuk bebas beribadah sesuai dengan kepercayaan mereka masing-masing. Hal ini mengakibatkan agama Kristen memiliki posisi yang sejajar dengan agama kafir yang berkembang di kota Roma. Namun karena Kaisar Konstantin sendiri menaruh perhatian besar kepada gereja dan kemudian menjadikan agama Kristen menjadi agama negara, maka sejak saat itu banyak rakyat yang berbondong-bondong memeluk agama Kristen. Tetapi mereka juga adalah orang-orang yang sudah terbiasa merayakan festival menyambut kelahiran matahari baru dan sudah begitu mendarah daging. Hal ini mengakibatkan perayaan ini begitu sulit untuk dihapuskan. Perayaan ini adalah pesta pora dengan penuh kemeriahan dan sangat disenangi oleh rakyat. Mereka tidak ingin kehilangan hari penuh kegembiraan seperti itu. Oleh karena itu, meskipun sudah memeluk agama Kristen, mereka tetap melestarikan perayaan tersebut. Jadi, perayaan Natal baru dilakukan setelah Gereja Roma memerintahkan perayaannya pada tanggal 25 Desember setelah abad ke-4. Sehingga tidaklah mengherankan jika golongan agama tertentu mengecam kekristenan mengadopsi perayaan penyembahan berhala yang merupakan kepercayaan kafir.

Inilah sekilas kisah bagaimana Natal mulai dirayakan oleh gereja di abad ke-4 atau ke-5. Bagi kita yang sudah terbiasa merayakan Natal pada tanggal ini, apa yang melatarbelakangi kita merayakannya? Kebiasaan atau tradisi? Kita sudah terlalu terbiasa melakukan hal-hal yang sudah menjadi tradisi dengan mengatakan, “Yah... dari dulunya juga sudah begini… apa salahnya?” Kita memang sering kali terjebak melakukan sesuatu yang tidak kita pikirkan kebenarannya. Jadi, apakah Natal itu bagi kita?

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/the-history-of-christmas.jpg

Iman Sejati

Jika kita amati lebih jauh, gereja di sepanjang beberapa abad terakhir ini seakan-akan sudah terbius dengan kehampaan pesta Natal macam ini. Bahkan membuat kita seolah-olah tidak berbeda dengan masyarakat Roma saat itu yang menjadi beragama Kristen, tetapi tidak mau meninggalkan tradisi yang sudah melekat pada sumsum dan tulang jiwa mereka. Mereka malas untuk berpikir ulang tentang kebiasaan mereka. Mereka sudah terlalu nyaman dengan tradisi tersebut. Padahal jika kita sungguh-sungguh ingin menjadi orang Kristen sejati, baiklah kita kembalikan seluruh hidup kita kepada dasar iman yang sejati. Tetapi apakah itu iman yang sejati? Katekismus Heidelberg menjawab, “Iman yang sejati adalah keyakinan atau pengetahuan yang pasti yang membuat aku mengakui sebagai kebenaran segala sesuatu yang dinyatakan Allah kepada kita di dalam Firman-Nya, dan juga kepercayaan yang teguh, yang dikerjakan dalam hatiku oleh Roh Kudus, melalui Injil.”

Pengakuan Iman Rasuli

Kepercayaan yang teguh akan kebenaran firman Tuhan oleh gereja sepanjang masa dituangkan kemudian dalam suatu Pengakuan Iman atau Kredo. Kredo terpenting dari gereja di abad mula-mula termasuk Pengakuan Iman Rasuli.

Pengakuan Iman Rasuli atau lebih tepatnya dikatakan sebagai Kredo Rasuli ini bukanlah sekadar tradisi gereja atau sekadar hafalan dalam liturgi ibadah. Beberapa sumber mengatakan bahwa legenda dari Kredo Rasuli ini merupakan hasil perumusan langsung dari para Rasul. Istilah “Kredo Rasuli” (symbolum apostolorum) ini pertama kali muncul dalam sebuah surat yang dikirim oleh Sinode Milan kepada Paus Siricius pada tahun 390 M. Surat ini dikatakan kemungkinan besar dirancang oleh Ambrosius, bishop Milan. Ia sangat yakin bahwa kredo ini dirumuskan oleh 12 orang rasul yang berkumpul bersama-sama dan setiap rasul mengusulkan satu frase dalam kredo ini. Tradisi ini secara khusus diekspresikan oleh Rufinus yang menulis eksposisi kredo ini pada tahun 404 M. Ia menceritakan bahwa setelah peristiwa pencurahan Roh Kudus pada saat Pentakosta (Kis. 2:1-13), para rasul segera pergi ke seluruh bumi untuk memberitakan Injil (Kis. 1:8). Sebelum masing-masing berpisah menuju berbagai tempat, mereka berkumpul dan merumuskan inti ajaran yang harus dipegang dan diajarkan ke manapun mereka pergi. Tujuan dari perumusan ini adalah supaya mereka tidak mengkhotbahkan doktrin yang berbeda satu dengan yang lainnya.

Meskipun terdapat kontroversi mengenai keabsahan Kredo Rasuli ini, namun Bapak-bapak gereja mengakui Kredo Rasuli ini sebagai kredo tertua. A. A. Hodge mengatakan bahwa: “This was not written by the apostles, but was gradually formed, by common consent, out of the Confessions adopted severally by particular churches, and used in the reception of its members. It reached its present form, and universal use among all the churches, about the close of the second century.” Memang kita perlu mengakui bahwa Kredo Rasuli yang kita miliki sekarang merupakan hasil proses perubahan beberapa kali. Versi paling kuno yang ditemukan secara resmi adalah The Old Roman Symbol (abad ke-4).

ms.sabbath
December 16, 2010, 06:27
Renungan Khusus (bagian 2)

Sebelum abad ke-4 memang sudah ada Kredo Rasuli versi The Old Roman Creed, hanya saja tidak ada bukti tertulis yang memuat rumusan tersebut (karena kredo waktu itu memang untuk dihafal saja). Kita juga perlu menyadari situasi gereja pada abad permulaan. Mereka menghadapi tantangan dari pihak non-Kristen. Para ahli sejarah gereja menyatakan bahwa dalam situasi seperti ini gereja-gereja abad permulaan mempraktekkan apa yang disebut disciplina arcani (peraturan rahasia). Beberapa karakteristik kekristenan, khususnya yang berhubungan dengan sakramen, berusaha disembunyikan dari orang-orang non-Kristen dengan tujuan supaya tidak ada penyusupan, penajisan, maupun penyalahgunaan rumusan iman gereja. Para pemimpin gereja tidak menuliskan atau mempublikasikan suatu rumusan iman tertentu yang sudah formal. Hanya mereka yang sungguh-sungguh menerima iman Kristen dan berkomitmen untuk bergabung dengan gereja universal saja yang mengetahui dan dituntut untuk menghafal kredo kuno.

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/402576.jpg

Sebab itu, A. A. Hodge merumuskan beberapa fungsi daripada kredo yang dimiliki gereja dalam sepanjang sejarah, yaitu:

1. To mark, disseminate and preserve the attainments made in the knowledge of Christian truth by any branch of the Church in any crisis of its development.
2. To discriminate the truth from the glosses of false teachers, and to present it in its integrity and due proportions.
3. To act as the basis of ecclesiastical fellowship among those so nearly agreed as to be able to labor together in harmony.
4. To be used as instruments in the great work of popular instruction.

Natal, Alkitab, dan Pengakuan Iman Rasuli

Dengan Alkitab sebagai “kompas penjaga arah” terutama dan pertama, maka Pengakuan Iman berfungsi sebgai “kompas penjaga arah” kedua dari gereja. Lalu, bagaimana Alkitab dan Kredo Rasuli mengajakan kita tentang Natal? Perayaan Natal hari ini justru sering kali menyatakan pergeseran tubuh Kristus menjauhi Kristus. Ketika kita merayakan inkarnasi-Nya dengan perayaan yang berpusat pada kesenangan diri; ataupun pergeseran bisa begitu halus melalui jiwa konsumerisme karena sudah menjadi kebiasaan menjelang pesta-pesta diskon akhir tahun; atau pergeseran melalui spirit humanis yang rendah, yang ujung-ujungnya adalah demi menyatakan eksistensi diri. Atau bahkan pergeseran bisa ternyatakan ketika gereja terlalu malas untuk memikirkan kebenaran dari tradisi-tradisi yang sudah mengalir begitu derasnya dalam pembuluh darah mereka.

Tentunya penulisan artikel ini bukan untuk membuat kita anti dengan sukacita, anti perayaan, ataupun berbagi dengan sesama atau yang lainnya. Tetapi artikel ini mau mengajak kita bersama-sama menggumulkan bagaimana seharusnya Natal tahun ini bisa kita sambut sesuai dengan kehendak Tuhan yang dinyatakan di dalam Alkitab dan hanya untuk menyenangkan hati Tuhan dan bukan yang lain.

Melalui Kredo Rasuli yang setiap minggu kita ucapkan, sesungguhnya kita digugah untuk mengingat kembali ketika Allah membiarkan diri-Nya dipersempit sejenak dalam waktu dan tempat di mana Ia sendirilah yang menciptakan mereka. Di dalam waktu dan tempat inilah Ia membiarkan diri-Nya terukir dalam sejarah manusia yaitu terajut dalam rahim dara Maria dan terikat menderita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus. Bukankah kalimat-kalimat itu yang kita “akui”?

Natal adalah kisah tentang Kristus, tiap minggu kita beribadah pun demi Kristus, namun mengapa Tuhan izinkan ada satu tanggal yang sangat mungkin tidak mewakili diri-Nya, tetapi terus terukir sebagai hari yang menyatakan kelahiran-Nya? Kita tentu tidak senang ketika orang lain mengingat/mengucapkan “selamat ulang tahun” padahal kita tidak lahir pada hari tersebut bukan? Tetapi mengapa ya Tuhan rela? Misteri ini tidak dijawab Tuhan secara langsung di dalam Alkitab. Tetapi kemungkinan jawaban yang saat ini terpikirkan saya adalah karena kita terlalu bodoh untuk mengingat inkarnasi Kristus JURUSELAMAT KITA, padahal setiap minggu kita ucapkan kredo tersebut dengan lantang. Itulah sebabnya Ia ijinkan satu hari dalam satu tahun dicatatkan sebagai hari kelahiran-Nya. Sehingga rasio, kehendak dan emosi kita, tidak bisa tidak mengingat akan Kristus yang lahir dalam palungan itu.

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/jesus-wallpapers-0116.jpg

Maka sesungguhnya Natal bukan masalah perayaan, tetapi KREDO – kredo kepada Kristus yang lahir di dalam sejarah. Natal juga bukan masalah tanggal atau hari, tetapi momen di mana Sang Pencipta melawat ciptaan-Nya. Itulah Natal sesungguhnya! Bagaimana dengan Natal tahun ini? Akankah kita sambut sekali lagi sebagai tradisi? Atau sebagai perayaan? Atau sebagai kesempatan menunjukkan eksistensi diri? Atau sebagai momen menghadirkan Sang Pencipta di dalam hati manusia terhilang karena dosa, karena kita percaya dan mengaku hanya di dalam Kristus satu-satunya jalan kepada Bapa… Selamat berkredo... selamat Natal!

Rebecca Puspasari
Pemudi FIRES
Referensi

- A Short History of Creeds and Confessions by A. A. Hodge
- The Plain Truth About Christmas by Herbert W. Armstrong
- 100 Peristiwa Penting dalam Sejarah Kristen
- Katekismus Heidelberg pertanyaan 21
- God Centered Biblical Interpretation by Vern S. Poythress

Sumber : www.buletinpillar.org / Download pdf (http://www.buletinpillar.org/unduh/89)

Pengakuan Iman Rasuli

Aku percaya kepada Allah Bapa yang Mahakuasa, khalik langit dan
bumi.

Dan kepada Yesus Kristus AnakNya Yang Tunggal, Tuhan Kita.

Yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria.

Yang menderita sengsara dibawah pemerintahan Pontius Pilatus,
disalibkan mati dan dikuburkan turun ke dalam kerajaan maut.

Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati.

Naik ke surga, duduk disebelah kanan Allah, Bapa yang Mahakuasa.

Dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.

Aku percaya kepada Roh Kudus.

Gereja yang kudus dan am, persekutuan Orang Kudus, Pengampunan Dosa.
Kebangkitan tubuh dan Hidup Yang Kekal.

Amin.

etca
December 16, 2010, 08:19
Oh, to See Jesus

http://shadowlands1501.files.wordpress.com/2008/09/eternal-sunrise.jpg

Glory to God in the highest! Luke 2:14, NKJV

For the shepherds it wasn’t enough to see the angels. You’d think it would have been. Night sky shattered with light. Stillness erupting with song. Simple shepherds roused from their sleep and raised to their feet by a choir of angels: “Glory to God in the highest!” Never had these men seen such splendor.

But it wasn’t enough to see the angels. The shepherds wanted to see the one who sent the angels.

http://www.maxlucado.com/

ms.sabbath
December 17, 2010, 02:38
Prasangka Buruk

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/Punk___n___Love_by_tingfinder.jpg

Bacaan hari ini: Matius 5:13-16

--------------------------------------------------------------
5:13. "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
5:14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
5:15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
--------------------------------------------------------------

Ayat mas hari ini: Matius 5:16
Bacaan Alkitab Setahun: Amos 7-9; Wahyu 8

Ketika Pendeta Clark akan memasuki ruang kebaktian, seorang pengurus gereja melapor: “Pak, ada seorang pria aneh duduk di bangku tengah. Kostumnya mirip penyihir. Ia memakai anting-anting besar. Berwajah seram. Bagaimana jika ia mengacau ibadah? Apa yang harus kita lakukan?” Sang Pendeta berkata: “Sambutlah dia. Tunjukkan bahwa kita mengasihinya. Jangan berprasangka buruk. Belum tentu ia ingin mengacau.” Pagi itu Clark mengajak jemaat bersalaman dengannya. Bahkan seusai ibadah, ia mengajak si pria aneh minum kopi bersama. Ternyata ia banyak bertanya tentang Injil. Merasa diterima, ia terus datang lagi, sampai akhirnya dibaptiskan!

Kristus meminta kita menjadi orang yang membawa pengaruh dalam hidup sesama. Bagai garam yang memberi rasa. Bagai terang yang membuat orang bisa melihat seperti apa Yesus itu. Namun, terang dalam diri kita bisa pudar jika hati kita dipenuhi prasangka buruk. Prasangka menciptakan ketakutan. Rasa takut membuat kita menutup diri. Membangun tembok. Itulah yang membuat terang kita tak dapat bercahaya di depan orang. Akibatnya, mereka tak bisa melihat perbuatan kita yang baik dan memuliakan Bapa di surga.

Apakah Anda sering berprasangka buruk terhadap orang lain? Di sekitar kita banyak “orang aneh”: yakni mereka yang berbeda dengan kita. Belum tentu mereka seburuk yang Anda bayangkan. Justru sebenarnya banyak dari mereka membutuhkan sentuhan kasih dari kita. Jadi, belajarlah berprasangka baik! Bangunlah jembatan, bukan tembok. Anda akan mampu menjadi garam dan terang

PRASANGKA BAIK MEMAMPUKAN ANDA MENJANGKAU SESAMA

PRASANGKA BURUK MEMENJARAKAN ANDA DARI MEREKA

Penulis: Juswantori Ichwan - www.renunganharian.net

ms.sabbath
December 17, 2010, 02:39
Double post :)

ms.sabbath
December 18, 2010, 03:40
Minggu Adven Keempat

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/tenlepers2.jpg

Bacalah : Lukas 17:11-19

----------------------------------------------------------------------------
17:11. Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea.
17:12 Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh
17:13 dan berteriak: "Yesus, Guru, kasihanilah kami!"
17:14 Lalu Ia memandang mereka dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam." Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir.
17:15 Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring,
17:16 lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.
17:17 Lalu Yesus berkata: "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?
17:18 Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?"
17:19 Lalu Ia berkata kepada orang itu: "Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau."
----------------------------------------------------------------------------

Setelah kelas Alkitab, aku dan rekanku membagikan sekantong kue kering kepada para murid, dan mengucapkan selamat Natal. Mereka gembira menerimanya, berterima kasih dan mulai makan sambil keluar ruangan. Kami bersiap pulang saat seorang bocah laki - laki malu - malu mendekati kami, dan meminta sekantung kue lagi untuk saudaranya yang cacat, yang berjalan tertatih di belakangnya. Bocah cacat itu berteriak, "Bu Guru, tunggu!" Saudaranya berlari ke arahnya dan berkata, "Aku sudah berterima kasih buat kita berdua. Tak perlu mengganggu Bu Guru lagi." Bocah itu mengambil hadiahnya dan tetap berjalan ke arahku.

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/jesus-heals-lepers-whilst-passing-through-samaria-of-which-only-one-turns-to-give-thanks.jpg

"Aku ingin berterima kasih langsung, sebab Bu Guru yang memberi hadiah ini," katanya sambil mencium tanganku penuh sayang. Kata dan sikap tulusnya mengingatkanku pada penderita kusta dari Samaria, yang Yesus sembuhkan. Lalu, aku merenung, berapa banyak dari kita, orang Kristen yang berlaku seperti kesembilan orang kusta lainnya? Lupa berterima kasih.

Alkitab mengajar kita bahwa segala sesuatu milik Allah (Mazmur 24:1 Mazmur Daud. Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.). Sebagai orang Kristen, kita dapat hidup tiap hari bersyujur kepada Allah kita yang pemurah dan penuh kasih, sumber semua yang baik ( Mazmur 103:2-4 & Yakobus 1:17).

Mazmur 103:2-4
103:2 Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!
103:3 Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu,
103:4 Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat,


Yakobus 1:17
Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.

Doa :
Pemberi segala sesuatu yang baik, terima kasih atas kasih-Mu yang tak pernah gagal. Penuhi kami dengan ucapan syukur atas semua yang Engkau berikan bagi kami. Amin.

Doa syafaat :
Anak - anak yang miskin.

Pokok pikiran :
Kita tengah memuliakan Allah saat bersyukur.

Vilma May A. Fuentes (Davao City, Filipina)

Sumber : Saat Teduh edisi November - Desember 2010

ms.sabbath
December 19, 2010, 04:26
Renungan Khusus : Bagian 1

CHRISTMAS: APOCALYPSE

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/The-Revelation-Of-St-John.jpg


Wahyu 12:1-9; Wahyu 12:13-17
---------------------------------------------------------------------------
12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
12:2 Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.
12:3 Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
12:4 Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.
12:5 Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya.
12:6 Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.
12:7 Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya,
12:8 tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga.
12:9 Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.
---------------------------------------------------------------------------
12:13 Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu.
12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
12:15 Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu.
12:16 Tetapi bumi datang menolong perempuan itu. Ia membuka mulutnya, dan menelan sungai yang disemburkan naga itu dari mulutnya.
12:17 Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.
---------------------------------------------------------------------------

Perempuan vs. Ular

Membaca ayat-ayat dalam Wahyu 12 dan kerumitan simbol-simbol fantastis yang ada di dalamnya... Manakah yang bisa dikaitkan dengan kisah Natal dalam bagian ini? Satu-satunya kelahiran yang ada di dalamnya hanyalah kelahiran dari seorang yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi. Apakah kaitan kelahiran ini dengan ketentraman sebuah palungan di tengah kesunyian kota kecil bernama Betlehem? Pada sekitar abad ke-6 hingga abad ke-4 SM tidak ada perempuan yang bertarung dengan naga di kota Betlehem. Siapapun yang pernah membaca Kitab Matius, Lukas, atau menyaksikan drama Natal Sekolah Minggu tahu persis bahwa tokoh-tokoh seputar Natal adalah Gembala, Orang Majus dari Timur, Maria, Yusuf, beberapa sapi dan domba, dan tentu saja… Bayi Yesus. Tidak ada perempuan yang berdiri lebih tinggi dari bulan dan berselimutkan matahari hadir di Betlehem. Apalagi naga! Tapi benarkah kedua tokoh ini tidak ada??


Keindahan penggambaran Kitab Wahyu adalah bahwa hampir seluruh simbol yang dipergunakan ternyata memiliki padanan di dalam Perjanjian Lama. Kalau begitu apakah yang dimaksudkan dengan perempuan yang berselubungkan matahari dan seterusnya ini? Gambaran ini dapat dilihat padanannya dalam mimpi Yusuf yang dikisahkan dalam Kejadian 37. Mimpi yang berlanjut pada percobaan pembunuhan atas diri Yusuf. Jadi apakah perempuan yang dimaksudkan ini adalah keturunan Yakub, alias Israel? Ya, tetapi Israel dalam pengertian umat Tuhan. Umat Tuhan yang adalah orang-orang pilihan. Orang-orang yang sungguh-sungguh beriman kepada Allah, dan bukan hanya mereka yang secara fisik adalah keturunan Israel. Dengan demikian perempuan ini adalah orang-orang percaya yang mengalami keadaan yang sama dengan Kristus, yaitu sama-sama menjadi sasaran amarah naga. Lalu naga ini siapa? Naga ini adalah Iblis, yang dengan geramnya memburu setiap orang yang memiliki kesaksian Yesus (ay. 17). Jadi ada perempuan dan naga, dan keduanya saling bermusuhan. Mengapa bisa bermusuhan? Jawaban untuk pertanyaan ini sudah ada sejak sebelum Adam dan Hawa diusir dari Taman Eden.


Kejadian 3:15 menulis janji Allah yang akan mengadakan permusuhan antara perempuan dan ular. Antara keturunan perempuan dan keturunan ular. Ular itu akan meremukkan tumit keturunan perempuan, tetapi keturunan perempuan itu akan meremukkan kepalanya. Jadi kisah permusuhan ini sudah dicatat di dalam Kitab Kejadian, dan masih terus berlangsung sehingga Kitab Wahyu masih memuatnya juga. Ini adalah peperangan yang sangat lama. Peperangan yang dimulai sejak manusia jatuh ke dalam dosa dan diakhiri dengan kedatangan Kristus kembali. Dari Kejadian hingga Wahyu. Inilah catatan mengenai seluruh sejarah umat manusia hingga Allah nanti memulihkan kembali segala sesuatu yang telah rusak karena dosa manusia. Inilah sejarah kemanusiaan yang akan gagal dipahami oleh siapapun jika yang berusaha untuk memahaminya tidak mempunyai kesadaran akan adanya pertempuran antara keturunan perempuan dan ular yang mewarnai seluruh perjalanannya. Pertempuran inilah yang akan melandasi pengertian yang benar mengenai filsafat sejarah.


Seorang theolog bernama Cornelius Van Til, di dalam bukunya “Christianity in Conflict” melihat kehausan dunia filsafat dalam menerangkan sejarah akan selalu mengalami kegagalan. Van Til sendiri mengutak-atik buku-buku Hegel untuk mendapatkan gelar Doktornya. Dan dengan pengertian yang dalam mengenai konsep Hegel, akhirnya Van Til menyimpulkan bahwa filsafat sejarah Hegel masih jauh lebih inferior dibandingkan dengan filsafat sejarah Agustinus, yang hidup 14 abad sebelum Hegel. Agustinus sebenarnya telah membahas konsep filsafat sejarah dengan sangat agung di dalam “The City of God.” Sama seperti Aristoteles dan Hegel, Agustinus menolak konsep kebetulan atau pengertian bahwa seluruh keberadaan ini berproses secara acak. Tetapi, berbeda dengan Aristoteles dan Hegel, Agustinus (menurut Van Til) juga menolak nasib, kodrat, dan lain-lain sebagai alasan pergerakan sejarah. Dia memilih memakai kata “providensia” sebagai konsep yang mendasari filsafat sejarahnya. Karya ini sendiri ditulis untuk menjadi apologetika bagi tuduhan orang-orang Roma yang masih kafir terhadap orang-orang Kristen.

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/augustine2.jpg

Mereka menuduh bahwa karena Kerajaan Romawi sudah meninggalkan dewa-dewa dan memilih untuk menjadi Kristen maka Romawi dihukum dan Roma dihantam oleh gelombang serangan dari orang-orang Visigoth. Setelah serangkaian serangan ini pada tahun 461 Roma bahkan hancur dan runtuh oleh serangan tentara bayaran Romawi sendiri yang dipimpin oleh Odoacer. Maka Agustinus menulis The City of God. Puji Tuhan, dibandingkan buku Hegel, buku Agustinus ini lebih aman bagi kesehatan pikiran yang membacanya. Jauh lebih penuh insight dan, yang paling penting, dia membahas konsep-konsep yang dalam dengan kalimat yang dimengerti. Intinya Agustinus mengatakan bahwa keruntuhan Romawi memang sudah menjadi bagian dari rencana Allah. Sebab sejak Kitab Kejadian Allah menyatakan ada satu pola di dalam sejarah, yaitu kerajaan dunia akan muncul dulu dan menjadi besar kemudian barulah setelah itu Kerajaan Allah akan muncul dan menghancurkan kerajaan dunia yang ada.


Dalam buku ini juga Agustinus menekankan bagaimana Kristus menjadi pusat sejarah di mana seluruh kejadian hidupnya, mulai dari kelahiran, kematian, hingga duduk di sebelah kanan Allah dinyatakan oleh Alkitab supaya kehidupan orang Kristen dapat dibentuk meneladani semua proses itu secara nyata. Berarti, menurut Agustinus, seluruh sejarah berjalan di dalam providensia Allah untuk menyatakan Anak-Nya yang datang ke dalam sejarah. Karena itulah Alkitab membahas perjalanan seluruh dunia ini dengan mengambil fokus pembahasan yang berpusat pada umat Allah. Tetapi pusat kepada umat Allah tidak diberikan karena umat Allah pada dirinya sendiri; melainkan karena umat Allah adalah bangsa yang akan dipakai untuk melahirkan Kristus yang berinkarnasi, dan karena umat Allah adalah umat yang dipanggil untuk mengikuti Kristus sebagai kepalanya. Dan inilah yang secara padat sudah dirangkum oleh Wahyu 12.


Perempuan vs. Naga

Wahyu 12 membahas tentang dua tanda di langit. Yang satu tanda sang perempuan (menggambarkan umat Tuhan, keturunan perempuan), dan yang lain adalah tanda naga (merah padam, warna yang menunjukkan pemberontakan). Dua kekuatan yang menjadi pusat sejarah. Dua kekuatan yang pertempurannya terus mewarnai sejarah dunia. Tetapi ayat satu dan ayat tiga sudah memberikan perbedaan yang signifikan. Tanda sang perempuan disebut sebagai tanda yang besar, sedangkan tanda naga tidak memakai penggambaran “besar” (megas). Ayat 3 memang mengatakan bahwa naga ini adalah naga yang besar (megas) tetapi tanda naga bukanlah tanda yang besar seperti tanda sang perempuan. Alkitab sejak awal sudah dengan konsisten membahas bahwa pertempuran seluruh dunia ini bukanlah pertempuran antara dua kekuatan yang sama. Bukan peperangan yang seimbang antara baik dan jahat.

ms.sabbath
December 19, 2010, 04:28
Tidak ada bagian Alkitab yang membuat kuasa jahat dan kuasa Allah berada dalam keadaan yang imbang. Allah yang merencanakan segala sesuatu dan segala sesuatu terjadi di dalam apa yang telah Dia rencanakan. Bahkan Iblis pun tidak bisa bertindak di luar ini.


Lalu pembahasan berlanjut dengan penggambaran bagaimana naga berdiri di depan perempuan itu dengan maksud mau menelan Anaknya. Sekarang menjadi jelas apakah sumber konflik antara umat Tuhan dengan ular. Ular, atau naga ini tidak peduli manusia. Dia ingin menelan Anak Allah yang berinkarnasi menjadi manusia, tetapi dia tidak sanggup. Ayat 7 dan 8 mengatakan bahwa naga itu kalah berperang dengan para malaikat di sorga hingga akhirnya terusir dari sorga. Naga terusir dari sorga, tetapi justru Anak dari perempuan itu, yaitu Kristus, duduk di sebelah kanan Allah Bapa di sorga. Jadi bagaimana naga itu dapat meneruskan niatnya untuk mengalahkan Kristus? Dia tidak sanggup. Melawan malaikat-Nya pun gagal, apalagi melawan Kristus sendiri. Karena itulah dia berkeliaran di bumi untuk menyerang umat Tuhan. Mengapa dia mau repot-repot menyerang umat Tuhan? Karena umat Tuhan diidentikkan dengan Kristus. Umat Tuhan dipakai Tuhan untuk menjadi bangsa yang menurunkan Kristus sebagai manusia, dan umat Tuhan adalah pengikut Kristus yang memegang kesaksian Kristus. Umat Tuhan adalah wakil Kristus di dunia.


Inilah sebabnya Naga dengan ganas memburu umat Tuhan. Narasi ini pada akhirnya menggambarkan bagaimana Naga dan para pengikutnya akan kalah dan umat Tuhan mendapatkan kemenangan di dalam Kristus, tetapi narasi ini tidak menceritakan mengenai usaha naga untuk menelan Anak yang baru dilahirkan oleh perempuan tersebut. Bagian ini langsung memotong seluruh kehidupan Kristus di bumi dan langsung kepada kesimpulan yang menggambarkan Kristus yang diangkat ke sorga. Mengapa demikian? Karena bagian ini mau memberikan fokus kepada konflik umat Tuhan dengan Naga. Konflik kita semua dengan si jahat. Bagaimana si jahat memakai aniaya dan kata-kata dusta (ayat 16) untuk mengalahkan kita. Tetapi ayat 4 sudah cukup untuk menjelaskan bahwa konflik utama Naga adalah dengan Kristus. Kita diperangi oleh dia karena kita beriman kepada Kristus. Dengan gambaran besar mengenai konflik inilah kita akan melihat narasi yang lain, yaitu narasi yang terjadi di Betlehem 20 abad yang lalu.


Bersambung...

Sumber : www.buletinpillar.org

ms.sabbath
December 20, 2010, 03:54
Renungan Khusus : Bagian 2

Raja Segala Raja vs. Raja Dunia

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/jesus-punish-satan.jpg

Narasi kelahiran Kristus, sebagaimana yang orang-orang Kristen pada umumnya ketahui, ditulis di dalam Matius dan Lukas. Dua Kitab ini menggambarkan apa yang (seharusnya) merupakan sebuah konflik besar antara pemerintahan dunia dengan Mesias yang dijanjikan. Tetapi dua Kitab ini seolah-olah membuat konflik tersebut menjadi semacam konflik yang sangat tidak seimbang di mana Allah menjadi pemenang mutlaknya. Kita akan lihat terlebih dahulu apa yang ditulis oleh Matius.


Matius memulai kisah kelahiran Kristus dengan firman kepada Yusuf, lalu dilanjutkan dengan kedatangan orang-orang Majus dari Timur. Mereka dibimbing oleh bintang, tetapi ternyata bimbingan bintang itu belum cukup untuk menghindarkan mereka dari istana Herodes. Mungkin mereka berpikir seorang raja pasti lahir di istana. Maka mereka pun mengunjungi istana… sayangnya istana ini adalah istana serigala. Herodes yang sangat gila kekuasaan (meskipun hanya kekuasaan boneka dari Romawi) berencana untuk membunuh Kristus. Tetapi sama seperti di dalam Wahyu 12 Allah meluputkan Sang Anak dari ancaman Naga, demikian juga Kristus diluputkan dari ancaman Herodes. Pada bagian selanjutnya barulah terlihat bagaimana ancaman Herodes hanyalah seperti ancaman seorang anak kecil bila dibandingkan dengan rencana besar Allah.


Ancaman Herodes ini membuat Yusuf membawa keluarganya mengungsi ke Mesir. Ternyata ini dipakai Tuhan untuk menggenapkan firman dalam PL mengenai keluarnya Israel dari Mesir. Firman yang tercatat di dalam Hosea 11:1. Lho?? Bukankah Hosea 11 menggambarkan ketidaksetiaan Israel yang keluar dari Mesir? Ya, dan justru di sinilah poin dari Matius. Hosea 11 menggambarkan bahwa Israel dikasihi oleh Tuhan, tetapi mereka sudah gagal untuk memberikan ketaatan dan penyembahan yang dituntut Tuhan dari Israel. Kristus sebaliknya, Dialah teladan sejati bagi umat Tuhan. Dialah Israel sejati yang mampu menyenangkan hati Allah. Penyingkiran ke Mesir membuat Kristus dan Israel berada pada situasi yang sama. Israel ke Mesir untuk menyelamatkan nyawa keluarganya dari bahaya kelaparan, demikian juga Kristus dibawa Yusuf ke Mesir untuk menyelamatkan nyawa dari bahaya Herodes. Israel menjadi orang asing di Mesir, demikian juga Kristus menjadi orang asing di Mesir. Israel dipanggil keluar dari Mesir, demikian Kristus juga dipanggil keluar dari Mesir. Israel tidak taat, tetapi Kristus taat.

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/kj3009.jpg

Lalu pada bagian selanjutnya Matius memaparkan fakta sejarah yang sangat kejam. Herodes membunuh anak-anak bayi di Betlehem karena dia tidak sanggup menemukan bayi Mesias itu. Wahyu 12 menggambarkan bahwa karena gagal menelan Anak, maka naga memburu perempuan itu. Karena ingin membunuh Kristus, maka Herodes membunuh semua bayi yang ada di dalam kota Betlehem. Kekejaman yang luar biasa ini ternyata belum apa-apa dibandingkan dengan kekejaman lain yang pernah dikerjakan Herodes. Tetapi dia gagal. Dia memburu seluruh kota Betlehem tetapi Kristus sudah diluputkan dari dia. Kisah ini seharusnya mengingatkan kita pada pembunuhan anak-anak kecil di Mesir oleh Firaun di mana Musa diluputkan oleh Allah. Tetapi heran Matius malah mengutip Yeremia 31:15. Kenapa, ya?? Ternyata Matius lebih mengingat Betlehem sebagai kuburan Rahel ketimbang mengingat kisah dalam Kitab Keluaran. Rahel dikuburkan di Betlehem dan seharusnya anak-anaknya yang menangisi dia. Tetapi Yeremia memberikan gambaran radikal mengenai dibuangnya Yehuda dengan menulis bahwa Rahel yang menangisi anak-anaknya. Anak-anaknya tidak bisa menangisi Rahel karena mereka telah dibuang karena dosa-dosa mereka. Maka, karena situasi penghukuman sudah demikian parah, Yeremia mengatakan bahwa yang seharusnya menangisi malah sekarang ditangisi oleh yang seharusnya ditangisi. Rahel yang dikuburkan malah menangisi anak-anak yang menguburkan dia. Begitu malangnya keadaan Yehuda karena hukuman Tuhan.


Matius menilai kejadian sadis di Betlehem ini dapat menggambarkan kengerian pembuangan sebagaimana dituliskan Yeremia. Tetapi ayat yang dipilih Matius dari Yeremia dilanjutkan dengan harapan. Harapan untuk menghapus air mata. Harapan karena anak-anak itu masih akan kembali dari pembuangan. Jadi ayat 15 menggambarkan Kristus sebagai Israel sejati yang keluar dari Mesir, dan ayat 16 menggambarkan bahwa Kristus menjadi pengharapan bahwa anak-anak Israel akan kembali dari pembuangan. First Exodus, yaitu keluar dari Mesir dan Second Exodus, pengharapan untuk kembali dari tanah pembuangan, digambarkan oleh Matius di sini sebagai sesuatu yang harus berpusat kepada Kristus. Jadi bukan rencana jahat Herodes yang menjadi fokus, tetapi justru rencana besar Allah yang makin jelas tergambar oleh rencana jahat Herodes yang dinyatakan di sini.


Bagaimana dengan Lukas? Lukas menggambarkan mengenai keberadaan Kaisar Octavianus (Agustus). Kaisar pertama dari Roman Emperor. Romawi mempunyai bentuk Negara yang berubah hingga dua kali. Yang pertama adalah dari kerajaan menjadi republik. Dari dipimpin oleh seorang raja menjadi dipimpin oleh senat. Tetapi hingga muncul seorang penguasa besar bernama Julius Caesar, akhirnya Romawi berubah menjadi kekaisaran dengan para kaisar yang dipuja bagaikan dewa menjadi pemimpin. Octavianus adalah kaisar pertama Kekaisaran Romawi. Lalu kenapa? Apa kaitannya dengan pembahasan kita sekarang?? Kaitannya sangat besar. Lukas mencatat surat ini dengan laporan historis yang menonjol. Meskipun dia tidak bermaksud untuk membuat laporan sejarah, namun data historis yang dipaparkan Lukas menunjukkan bahwa dia tahu apa yang terjadi di dunia. Tetapi mengapakah kekaisaran Romawi, kerajaan paling besar yang kuasanya mencengkeram hampir seluruh dunia beradab saat itu, kisahnya, dan goncangan-goncangan yang terjadi di dalam perpolitikannya tidak mendapat tempat yang banyak di Alkitab? Bahkan kalau Lukas tidak menulis, maka tidak akan ada satu pun nama Kaisar Romawi yang akan tercatat di Alkitab. Narasi Lukas tidak menceritakan konflik antara Kaisar Agustus dengan Kristus seperti Matius mencatat mengenai Herodes yang mau membunuh Kristus, tetapi Lukas memberikan pengertian mengenai fokus sejarah dunia.

ms.sabbath
December 20, 2010, 03:54
Bagi orang dunia fokus sejarah dunia adalah Kekaisaran Romawi yang agung. Tokoh yang akan banyak dapat sorotan tentunya adalah Kaisar. Tetapi tidak bagi Lukas. Kaisar hanya layak disebut kalau apa yang dia lakukan mempunyai kaitan langsung dengan fokus sejarah yang sejati, yaitu Kristus. Karena itu Agustus dicatat di dalam pasal 2 karena keputusannya ternyata dipakai Tuhan untuk membawa keluarga Yusuf ke Betlehem sehingga Yesus Kristus lahir di Betlehem, sebagaimana dinyatakan oleh Kitab Suci. Peristiwa kelahiran di dalam keluarga seorang tukang kayu di sebuah tempat hina di kota kecil Betlehem ternyata mendapatkan perhatian utama dalam narasi Lukas, jauh melebihi perhatian terhadap peristiwa-peristiwa di dalam istana kaisar, sehingga peristiwa-peristiwa di dalam istana kaisar hanya disebut jika berkaitan langsung dengan peristiwa utama di sebuah kandang di Betlehem.

Gereja vs. Ular Tua

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/God-Creator-and-Sustainer-1.jpg

Setelah melihat kisah Natal, sekarang kita akan kembali lagi ke pertempuran naga merah padam. Apakah kaitan antara keduanya? Narasi Wahyu menyatakan peperangan antara umat Tuhan dengan naga. Narasi Wahyu juga menyatakan bahwa peperangan ini terjadi karena naga mau memerangi Kristus, Anak yang dilahirkan perempuan. Narasi Wahyu menunjukkan providensia Allah kepada umat Tuhan. Narasi Wahyu juga menyatakan bahwa Allah melindungi Anak yang dilahirkan itu, tetapi narasi Wahyu memberikan kisah secara ringkas dan global mengenai hal ini. Karena itu narasi kelahiran Kristus memberikan kita pengertian lebih detail mengenai contoh providensia Allah di mana apa yang terjadi semuanya akan berfokus pada penggenapan rencana Allah. Dari kedua narasi inilah kita menyadari bahwa signifikansi sejarah adalah Kristus. Kristus! Bukan kita! Kita diserang naga karena dia ingin mengalahkan Kristus. Kaisar besar hanya dianggap penting jika dia berkaitan langsung dengan Kristus. Allah menyatakan providensia-Nya di dalam sejarah untuk menyatakan Kristus, Anak Tunggal-Nya.


Gereja mengalami semua yang terjadi untuk makin menunjukkan kemurniannya demi kemuliaan Kristus. Seluruh rancangan, bahkan rancangan pemimpin jahat seperti Herodes pun dipakai Allah untuk menunjukkan rencana agung-Nya yang menyatakan Kristus yang pada akhirnya menjadi nyata. Seluruh sejarah adalah pernyataan rencana kekal Allah untuk menunjukkan kemuliaan kekal Anak-Nya di dalam sejarah. Selamat Natal!

Ev. Jimmy Pardede
Gembala GRII Malang

Referensi

- Cornelius van Til, Christianity in Conflict, Westminster Seminary, 1995

- Georg Hegel, The Phenomenology of Mind, Dover, 2003

- K. Bertens, Sejarah Filsafat Yunani, Kanisius, 1975

- Simon Kistemaker, Tafsiran Kitab Wahyu, Momentum, 2009

Sumber : www.buletinpillar.org

etca
December 20, 2010, 07:34
The Hope of Christ

http://informasimenarik.files.wordpress.com/2010/01/harapan-hope-1.jpg
The steadfast love of the Lord never ceases. Lamentations 3:22, NRSV

Our God is not aloof—he’s not so far above us that he can’t see and understand our problems. Jesus isn’t a God who stayed on the mountaintop—he’s a Savior who came down and lived and worked with the people. Everywhere he went, the crowds followed, drawn together by the magnet that was—and is—the Savior.

The life of Jesus Christ is a message of hope.

http://www.maxlucado.com/

ms.sabbath
December 21, 2010, 04:05
Allah mengenal kita

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/jesus-with-children-0409.jpg

Bacalah : Mazmur 139:1-5
----------------------------------------------------------------
139:1. Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;
139:2 Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.
139:3 Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.
139:4 Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN.
139:5 Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku.
----------------------------------------------------------------

Aku senang mengingat keakraban antar tetangga di kota kecil Kentucky saat aku kecil. Anak - anak belajar di sekolah dasar yang sama. Para tetangga membawakan makanan bagi tetangga yang sakit dan para orang tua saling menjaga anak - anak mereka.

Kini, kebudayaan berubah. Kita mungkin saling menganggukkan kepala kepada tetangga tanpa pernah benar - benar terlibat percakapan dengan mereka. Rekan sekerja kita mungkin mengenal kita sedikit tanpa mengerti detail pribadi kita.

Entah orang lain mengenal kita atau tidak, satu kebenaran universal, Allah tahu segalanya tentang kita. Tuhan atas alam semesta tahu pikiran terdalam dan hati kita. Beberapa pasangan yang cukup lama menikah dapat saling melengkapi kalimat mereka. Pemazmur berkata," ...sesungguhnya semuanya telah Kauketahui, ya Tuhan." (Mazmur 139:4). Ajaib! Allah tahu semua pikiran dan tindakan kita serta menawarkan perlindungan.

Dalam tiap keadaan yang kita hadapi hari ini, kita dapat bersukacita atas perlindungan, bimbingan, dan kasih Allah. Ia mengenal kita dengan sempurna dan mengasihi kita. Sebagai anak - anak Allah, kita dapat merayakan berkat-Nya, dan bersukacita dalam penyertaan-Nya dalam keseharian kita.

Doa : Allah Bapa terkasih, kami bersukacita karena Engkau mengetahui pikiran kami bahkan sebelum kami memikirkannya. Tolong kami tiap hari untuk merasakan kehadiran, bimbingan, dan kasih-Mu. Amin.

Doa Syafaat : Mereka yang merasa tidak dikasihi.

Pokok Pikiran : Allah mengenal kita dengan sempurna dan mencintai kita apa adanya.

W. Terry Whalin (Arizona, Amerika Serikat)

Sumber : Saat Teduh, edisi November - Desember 2010

ms.sabbath
December 21, 2010, 18:31
Kasih Ibu

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/mothers-day-in-india.jpg

Bacaan hari ini: 2 Raja-raja 4:8-37
-----------------------------------------------------------
4:8. Pada suatu hari Elisa pergi ke Sunem. Di sana tinggal seorang perempuan kaya yang mengundang dia makan. Dan seberapa kali ia dalam perjalanan, singgahlah ia ke sana untuk makan.
4:9 Berkatalah perempuan itu kepada suaminya: "Sesungguhnya aku sudah tahu bahwa orang yang selalu datang kepada kita itu adalah abdi Allah yang kudus.
4:10 Baiklah kita membuat sebuah kamar atas yang kecil yang berdinding batu, dan baiklah kita menaruh di sana baginya sebuah tempat tidur, sebuah meja, sebuah kursi dan sebuah kandil, maka apabila ia datang kepada kita, ia boleh masuk ke sana."
4:11 Pada suatu hari datanglah ia ke sana, lalu masuklah ia ke kamar atas itu dan tidur di situ.
4:12 Kemudian berkatalah ia kepada Gehazi, bujangnya: "Panggillah perempuan Sunem itu." Lalu dipanggilnyalah perempuan itu dan dia berdiri di depan Gehazi.
4:13 Elisa telah berkata kepada Gehazi: "Cobalah katakan kepadanya: Sesungguhnya engkau telah sangat bersusah-susah seperti ini untuk kami. Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Adakah yang dapat kubicarakan tentang engkau kepada raja atau kepala tentara?" Jawab perempuan itu: "Aku ini tinggal di tengah-tengah kaumku!"
4:14 Kemudian berkatalah Elisa: "Apakah yang dapat kuperbuat baginya?" Jawab Gehazi: "Ah, ia tidak mempunyai anak, dan suaminya sudah tua."
4:15 Lalu berkatalah Elisa: "Panggillah dia!" Dan sesudah dipanggilnya, berdirilah perempuan itu di pintu.
4:16 Berkatalah Elisa: "Pada waktu seperti ini juga, tahun depan, engkau ini akan menggendong seorang anak laki-laki." Tetapi jawab perempuan itu: "Janganlah tuanku, ya abdi Allah, janganlah berdusta kepada hambamu ini!"
4:17 Mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan seorang anak laki-laki pada waktu seperti itu juga, pada tahun berikutnya, seperti yang dikatakan Elisa kepadanya.

4:18. Setelah anak itu menjadi besar, pada suatu hari keluarlah ia mendapatkan ayahnya, di antara penyabit-penyabit gandum.
4:19 Tiba-tiba menjeritlah ia kepada ayahnya: "Aduh kepalaku, kepalaku!" Lalu kata ayahnya kepada seorang bujang: "Angkatlah dia dan bawa kepada ibunya!"
4:20 Diangkatnyalah dia, dibawanya pulang kepada ibunya. Duduklah dia di pangkuan ibunya sampai tengah hari, tetapi sesudah itu matilah dia.
4:21 Lalu naiklah perempuan itu, dibaringkannyalah dia di atas tempat tidur abdi Allah itu, ditutupnyalah pintu dan pergi, sehingga anak itu saja di dalam kamar.
4:22 Sesudah itu ia memanggil suaminya serta berkata: "Suruh kepadaku salah seorang bujang dengan membawa seekor keledai betina; aku mau pergi dengan segera kepada abdi Allah itu, dan akan terus pulang."
4:23 Berkatalah suaminya: "Mengapakah pada hari ini engkau hendak pergi kepadanya? Padahal sekarang bukan bulan baru dan bukan hari Sabat." Jawab perempuan itu: "Jangan kuatir."
4:24 Dipelanainyalah keledai itu dan berkatalah ia kepada bujangnya: "Tuntunlah dan majulah, jangan tahan-tahan aku dalam perjalananku, kecuali apabila kukatakan kepadamu."
4:25 Demikianlah perempuan itu berangkat dan pergi kepada abdi Allah di gunung Karmel. Segera sesudah abdi Allah melihat dia dari jauh, berkatalah ia kepada Gehazi, bujangnya: "Lihat, perempuan Sunem itu datang!
4:26 Larilah menyongsongnya dan katakanlah kepadanya: Selamatkah engkau, selamatkah suamimu, selamatkah anak itu?" Jawab perempuan itu: "Selamat!"
4:27 Dan sesudah ia sampai ke gunung itu, dipegangnyalah kaki abdi Allah itu, tetapi Gehazi mendekat hendak mengusir dia. Lalu berkatalah abdi Allah: "Biarkanlah dia, hatinya pedih! TUHAN menyembunyikan hal ini dari padaku, tidak memberitahukannya kepadaku."
4:28 Lalu berkatalah perempuan itu: "Adakah kuminta seorang anak laki-laki dari pada tuanku? Bukankah telah kukatakan: Jangan aku diberi harapan kosong?"
4:29 Maka berkatalah Elisa kepada Gehazi: "Ikatlah pinggangmu, bawalah tongkatku di tanganmu dan pergilah. Apabila engkau bertemu dengan seseorang, janganlah beri salam kepadanya dan apabila seseorang memberi salam kepadamu, janganlah balas dia, kemudian taruhlah tongkatku ini di atas anak itu."
4:30 Tetapi berkatalah ibu anak itu: "Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Lalu bangunlah Elisa dan berjalan mengikuti perempuan itu.
4:31 Adapun Gehazi telah berjalan mendahului mereka dan telah menaruh tongkat di atas anak itu, tetapi tidak ada suara, dan tidak ada tanda hidup. Lalu kembalilah ia menemui Elisa serta memberitahukan kepadanya, katanya: "Anak itu tidak bangun!"
4:32 Dan ketika Elisa masuk ke rumah, ternyata anak itu sudah mati dan terbaring di atas tempat tidurnya.
4:33 Sesudah ia masuk, ditutupnyalah pintu, sehingga ia sendiri dengan anak itu di dalam kamar, kemudian berdoalah ia kepada TUHAN.
4:34 Lalu ia membaringkan dirinya di atas anak itu dengan mulutnya di atas mulut anak itu, dan matanya di atas mata anak itu, serta telapak tangannya di atas telapak tangan anak itu; dan karena ia meniarap di atas anak itu, maka menjadi panaslah badan anak itu.
4:35 Sesudah itu ia berdiri kembali dan berjalan dalam rumah itu sekali ke sana dan sekali ke sini, kemudian meniarap pulalah ia di atas anak itu. Maka bersinlah anak itu sampai tujuh kali, lalu membuka matanya.
4:36 Kemudian Elisa memanggil Gehazi dan berkata: "Panggillah perempuan Sunem itu!" Dipanggilnyalah dia, lalu datanglah ia kepadanya, maka berkatalah Elisa: "Angkatlah anakmu ini!"
4:37 Masuklah perempuan itu, lalu tersungkur di depan kaki Elisa dan sujud menyembah dengan mukanya sampai ke tanah. Kemudian diangkatnyalah anaknya, lalu keluar.
-----------------------------------------------------------

Ayat mas hari ini: 2 Raja-raja 4:21,22
Bacaan Alkitab Setahun: Mikha 6-7; Wahyu 13

Sewaktu kecil, saya sering sakit. Bersyukur, ibu saya selalu sigap merawat. Jika panas tubuh saya tidak turun dalam sehari, Ibu pasti segera membawa saya ke rumah sakit. Tidak mau membuang-buang waktu. Beliau tidak mau saya terlambat mendapat pertolongan medis. Walau sedang repot, atau tidak punya biaya untuk pengobatan di rumah sakit, Ibu tidak putus asa. Apa pun akan ia lakukan demi anak yang ia kasihi. Sampai setelah saya berkeluarga, Ibu masih menjadi orang nomor satu yang datang ke rumah jika mendengar saya sakit.

Seperti wanita di Sunem yang mendapat berkat anak laki-laki setelah lama menanti keturunan. Ketika sang anak semakin besar, si anak tiba-tiba sakit hingga meninggal. Namun demikian, sang ibu tidak menyerah. Bahkan, ketika sang suami mencegahnya menemui Nabi Elisa untuk meminta pertolongan (ayat 23), sang ibu tidak goyah dan tetap pergi (ayat 24). Apa pun akan ia lakukan supaya anaknya hidup. Dengan kegigihan dan iman, sang ibu berhasil mendapatkan pertolongan Nabi Elisa; anaknya kembali hidup.

Terkadang, sebagai anak, kita menyepelekan atau melupakan kasih ibu. Padahal, kasih ibu adalah kehidupan bagi anaknya. Tanpa ibu yang memberi diri untuk mengasuh dan mendidik, kita tidak akan ada seperti saat ini. Kita memang mungkin tak dapat membalas kasih ibu kita, tetapi kita tentu dapat melakukan hal-hal yang menyejukkan hatinya. Lewat perhatian, sapaan, kunjungan, yang ten*tu melegakan hatinya. Gunakan momen khusus di hari ini untuk mengingat segala jasa Ibu dan menunjukkan penghargaan kita atas segala kasih yang sudah diberikannya selama kita hidup. Dan, jangan tunda lagi!

KASIH IBU TIDAK DAPAT DIBATASI OLEH APA PUN

DAN AKAN SELALU MENGALIR UNTUK ANAK-ANAKNYA HINGGA KAPAN PUN

Penulis: G. Dyah Paramita P.K. -www.renunganharian.net

etca
December 22, 2010, 08:14
Don’t Miss the Messiah

http://i278.photobucket.com/albums/kk120/etcakk/3702966025_1473bac9ae_z.jpg

Happy are the people…who walk, O Lord, in the light of your countenance. Psalm 89:15, NRSV

Jesus didn’t fit the Jews’ notion of a Messiah, and so, rather than change their notion, they dismissed him…

They expected lights and kings and chariots from heaven. What they got was sandals and sermons and a Galilean accent.

And so, some missed him. And so, some miss him still.

http://www.maxlucado.com/

ms.sabbath
December 23, 2010, 06:03
Karena Organ Rusak

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/silentnight.jpg

Bacaan hari ini: Markus 2:1-12
------------------------------------------------------------------
2:1. Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah.
2:2 Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka,
2:3 ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang.
2:4 Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring.
2:5 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!"
2:6 Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya:
2:7 "Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?"
2:8 Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu?
2:9 Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan?
2:10 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--:
2:11 "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"
2:12 Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: "Yang begini belum pernah kita lihat."
------------------------------------------------------------------

Ayat mas hari ini: Markus 2:4
Bacaan Alkitab Setahun: Nahum 1-3; Wahyu 14

Kabar buruk itu muncul menjelang malam Natal 1818. Joseph Mohr, seorang pendeta Austria, diberi tahu bahwa organ di gerejanya rusak dan perbaikannya memakan waktu lama, sehingga organ itu tidak akan dapat dipakai untuk mengiringi ibadah malam Natal. Ia kebingungan. Natal tanpa iringan musik? Ia pun duduk menggubah lagu yang dapat dinyanyikan oleh paduan suara dengan iringan gitar. Ia menulis tiga bait yang bersahaja, tetapi dengan melodi yang kuat. Malam itu, jemaat di gereja kecil itu menyanyikan “Stille Nacht” (Malam Kudus) untuk pertama kalinya. Karena organ yang rusak, kita mewarisi lagu Natal yang populer sepanjang masa.

Sesungguhnya, masalah tidak akan menghentikan orang yang beriman. Empat pembawa orang lumpuh itu tidak mau menyerah ketika pintu rumah tempat Yesus berada tertutup oleh kerumunan orang. Pada zaman itu, rumah-rumah terbuat dari batu dan mempunyai atap rata dari campuran lumpur dan jerami. Di luar, ada tangga menuju atap. Keempat orang itu membawa temannya ke atap, membongkar atap itu secukupnya, dan menurunkan si lumpuh sampai di depan Yesus. Menyaksikan iman mereka, Yesus memuji mereka dan menyembuhkan orang lumpuh itu. Iman mereka sukses menembus kebuntuan!

Apakah ada rencana Anda yang tertunda? Apakah Anda terpaksa mengubah haluan karena adanya suatu rintangan? Selama tujuan Anda benar, jangan biarkan hambatan menghentikan langkah Anda. Tuhan mungkin sedang mengarahkan Anda untuk menempuh jalur lain, jalur alternatif yang hasilnya akan jauh lebih baik daripada apabila Anda bertahan di jalur yang semula

HAMBATAN BUKANLAH JALAN BUNTU

MELAINKAN TANTANGAN UNTUK MENGUJI KREATIVITAS

Penulis: Arie Saptaji - www.renunganharian.net

ms.sabbath
December 24, 2010, 06:09
Benedictus

http://gardenofpraise.com/images/jesu11b.jpg
John The Baptist

Lukas 1:67-80
--------------------------------------------------------------
1:67. Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya:
1:68 "Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya,
1:69 Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu,
1:70 --seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus--
1:71 untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita,
1:72 untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus,
1:73 yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita,
1:74 supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut,
1:75 dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita.
1:76 Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya,
1:77 untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka,
1:78 oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi,
1:79 untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera."
1:80 Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.
--------------------------------------------------------------

Memuji Allah sudah sepatutnya bagi umat Tuhan. Apalagi Tuhan terus berkarya ajaib di dalam hidup kita. Ia yang begitu mulia dan dahsyat berkenan untuk melawat kita, bagaimana mungkin kita menutup mulut membisu?

Perbuatan ajaib Allah di dalam keluarganya membuat Zakharia harus menaikkan pujian kepada-Nya. Pujian Zakharia (Benedictus) merupakan salah satu pujian terindah dalam Injil Lukas. Pertama, karena Allah berkenan melawat umat Israel, padahal Ia Maha Tinggi dan Maha Kudus. Ia melawat melalui Anak-Nya, Yesus, yang akan membebaskan umat-Nya dari segala belenggu musuh dan dosa sehingga mereka boleh memiliki ibadah yang benar dan sejati. Ia telah menggenapi janji-Nya kepada Abraham mengenai keturunan (Kej. 12:7; Gal. 3:16), kepada Daud (1Taw. 17:14) akan Raja Mesias, juga kepada para nabi tentang kedatangan Mesias. Kedua, karena Allah juga berkenan melawat umat manusia bagaikan fajar menyingsing (78). Lawatan Allah tidak berhenti pada orang Yahudi, melainkan meluas kepada seluruh umat manusia yang berada dalam kegelapan dosa dan dalam belenggu maut, agar mereka boleh melihat terang Yesus dan mendapatkan keselamatan.

http://img12.imageshack.us/img12/6706/thechosenoneofgod240x30.jpg (http://img12.imageshack.us/i/thechosenoneofgod240x30.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

Zakharia juga memuji Allah karena Ia berkenan memilih dan mengutus anaknya untuk merintis jalan bagi Mesias dalam melawat umat-Nya. Ia disebut nabi Allah Yang Maha Tinggi karena dengan otoritas dan keberanian, menyampaikan berita pertobatan agar orang boleh bertobat dari dosa dan mendapatkan pengampunan Allah. Maka, mereka boleh dipersiapkan dalam menerima rahmat dan belas kasihan Tuhan, yang memimpin mereka kepada kehidupan yang kekal dan penuh damai sejahtera.

Allah berkenan melawat kita. Siapkan diri untuk menerima lawatan-Nya. Siap sedia untuk dipakai menjadi alat di tangan-Nya untuk memimpin orang lain datang kepada Yesus. Sehingga mereka terbebas dari dosa, belenggu maut, dan Iblis serta mendapatkan pengampunan Allah.

Sumber : www.sabda.org


Ayat - ayat tambahan :
Kejadian 12:7
Ketika itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: "Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu." Maka didirikannya di situ mezbah bagi TUHAN yang telah menampakkan diri kepadanya.

Galatia 3:16
Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan "kepada keturunan-keturunannya" seolah-olah dimaksud banyak orang, tetapi hanya satu orang: "dan kepada keturunanmu", yaitu Kristus.

1 Tawarikh 17:14
Dan Aku akan menegakkan dia dalam rumah-Ku dan dalam kerajaan-Ku untuk selama-lamanya dan takhtanya akan kokoh untuk selama-lamanya."

ms.sabbath
December 25, 2010, 13:34
Sejauh Langit dari Bumi

http://img28.imageshack.us/img28/629/jesuslammetoglc3b8ven.jpg (http://img28.imageshack.us/i/jesuslammetoglc3b8ven.jpg/)

Baca: Mazmur 103:10-14
------------------------------------------------
103:10 Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita,
103:11 tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia;
103:12 sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.
103:13 Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.
103:14 Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu.
------------------------------------------------
Ayat Mas: Mazmur 103:11
Bacaan Alkitab Setahun: Zefanya 1-3; Wahyu 16

Sejauh langit dari bumi/begitu besarnya kasih-Mu/penuhi hati kami yang rindu/menyembah-Mu, Yesus/Sejauh langit dari bumi/begitu besarnya kasih-Mu/Kaulah Tuhan, kekuatanku, sukacitaku ...”. Sebenarnya sudah kerap saya menyanyikan pujian ini, tetapi suatu kali hati saya sungguh tersentak ketika melantunkannya.

Ya, kasih-Nya kepada kita begitu panjang, begitu lebar, begitu dalam, begitu tinggi. Bahkan, meski jarak dan keberadaan manusia dengan Tuhan begitu jauh dan begitu berbeda, Dia bersedia menembus semuanya itu, bersedia turun begitu rendah, dengan menjelma menjadi manusia yang kecil dan lemah. Sejauh langit dari bumi Dia tempuh, Dia seberangi, demi menyelamatkan seluruh anak-Nya yang tak tahu jalan ke surga, jika bukan Tuhan sendiri yang menghampiri.

Sungguh kasih yang sukar untuk digambarkan. Kasih yang begitu besar hingga menutupi begitu banyaknya kesalahan kita. Kasih-Nya membalas dengan tak setimpal pemberontakan kita (ayat 10). Bahkan, disingkirkan-Nya jauh-jauh pelanggaran kita (ayat 12). Sungguh, kasih-Nya adalah kasih Bapa yang terbaik dari segala bapa yang pernah ada, bagi orang-orang yang takut akan Dia. Benar, bagi ”orang-orang yang takut akan Dia” (ayat 11,13).

Natal merupakan pengingat yang kuat bagi kita, bahwa semua jarak dan penghalang yang memisahkan manusia dengan Allah, telah Kristus lewati dan seberangi demi menjangkau kita. Dia telah lebih dulu menghampiri kita, maka mari hampiri Dia. Dia telah lebih dulu mengasihi kita, karena itu mari kasihi Dia. Dia telah lebih dulu melayani kita, maka mari layani Dia. Selamat Natal!

KASIH TUHAN SUNGGUH TAK MASUK NALAR

SUPAYA HARGA PENEBUSAN JIWA KITA DAPAT TERBAYAR

Penulis: Agustina Wijayani - www.renunganharian.net







http://img502.imageshack.us/img502/5875/merrychristmas3i.gif (http://img502.imageshack.us/i/merrychristmas3i.gif/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)


Selamat hari Natal untuk semua teman2 yang merayakan :) Semoga Tuhan memberkati dan membimbing setiap langkah kita.

ms.sabbath
December 26, 2010, 04:32
Membuka Pintu Kesempatan

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/jesus-with-children-0409.jpg

Baca: 2 Timotius 2:23-26
---------------------------------------------------
2:23 Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran,
2:24 sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar
2:25 dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran,
2:26 dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.
---------------------------------------------------
Ayat Mas: 2 Timotius 2:24,25
Bacaan Alkitab Setahun: Hagai 1-2; Wahyu 17

Kita sadar ia sudah berdosa karena menikah dengan pasangan yang tidak seiman. Setahun sudah ia meninggalkan gereja, tidak beribadah sama sekali. Pada malam Natal, hatinya rindu untuk kembali mengikuti ibadah Natal. Ia pun pergi ke gereja. Sesampainya di sana, teman-teman yang mengenalnya justru menyambutnya dengan tatapan dingin, curiga, bahkan sinis. “Tumben datang ke gereja,” sapa seorang rekan dengan nada tak ramah. “Ada konsumsi, sih,” bisik teman lainnya menyindir. Nita merasa malu dan terpukul. Sejak itu ia tidak mau datang ke gereja lagi.

Dalam hidup bergereja, kita perlu bersabar menghadapi orang yang sedang undur atau melawan kehendak Tuhan. Inilah pesan Paulus kepada Timotius, yang sekaligus juga ditujukan kepada kita. Selama seseorang masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk bertobat, kita pun perlu menerimanya dengan kasih. Penghakiman yang kita tunjukkan hanya akan menyudutkan, bahkan menghalangi kuasa Tuhan bekerja. Menutup kesempatan baginya. Sebaliknya, keramahan dan kasih yang tulus membuka ruang dan peluang bagi pertobatan.

Adakah orang yang selama ini Anda anggap sesat, terhilang, atau memberontak pada Tuhan? Sudahkah Anda menunjukkan kesabaran dan keramahan? Ataukah, Anda bersikap dingin dan menghakimi? Tuhan Yesus sengaja turun ke dunia agar manusia berdosa punya peluang bertobat. Dia membuka pintu kesempatan. Itulah inti berita natal. Pada masa natal ini, tunjukkanlah kesabaran dan keramahan agar pintu-pintu kesempatan terbuka. Natal kita pun akan penuh makna

PENGHAKIMAN AKAN MENJERAT DAN MELUMPUHKAN

PENERIMAAN AKAN MEMBUKA PINTU KESEMPATAN

Penulis: Juswantori Ichwan - www.renunganharian.net

ms.sabbath
December 27, 2010, 04:58
Kisah Damai Natal

http://img560.imageshack.us/img560/8818/cdstillenacht215.jpg (http://img560.imageshack.us/i/cdstillenacht215.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
--------------------------------------------------------------------
Lukas 2:14
"Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."

Efesus 2:17-18
Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang "jauh" dan damai sejahtera kepada mereka yang "dekat", karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.
--------------------------------------------------------------------

Pada tahun 1914 ada sebuah kisah menarik yang terjadi di malam Natal. Saat itu terjadi peperangan antara Inggris, Jerman dan Perancis. Di malam Natal seperti itu, pastilah para prajurit ingin berada di rumah, berkumpul dengan keluarga, menyiapkan kado-kado, bernyanyi dan menikmati sukacita serta hidangan yang enak. Tapi kali ini mereka berada jauh dari rumah, jauh dari keluarga dan orang-orang yang dicintai. Salju yang turun menambah dinginnya udara malam dan dinginnya hati mereka. Perut lapar, pakaian yang basah, dinginnya udara dan tempat tinggal yang becek serta ketidaknyamanan suasana perang merupakan satu harmoni yang semakin menghilangkan semangat untuk mengangkat senjata. Ada satu kerinduan untuk duduk bersama keluarga didepan perapian sambil mengunyah kue-kue yang lezat.

Seorang prajurit yang tertembak merintih menahan sakit, sementara yang lain menggigil kedinginan. Pimpinan mereka pun malam itu tidak seperti biasanya. Ia kelihatan sangat bersedih, menangis teringat akan anak dan isterinya. Entah kapan mereka akan pulang dan berada ditengah orang-orang yang mereka kasihi. Mereka semua diam membisu selama beberapa jam, tetapi tiba-tiba nampak cahaya kecil yang bergerak-gerak dari arah pasukan Jerman. Ternyata ada prajurit Jerman yang membuat pohon Natal kecil dan mengangkatnya keatas agar kelihatan. Ia melakukan itu sambil mengalunkan lagu "Stille Nacht, Heilige Nacht" atau lagu "Malam Kudus". Alunan lembut lagu itu membuat hati para prajurit pilu karena mereka teringat suasana Natal ditengah-tengah keluarga. Prajurit Jerman yang menyanyikan lagu itu ternyata adalah seorang penyanyi tenor opera terkenal sebelum dikirim ke medan perang. Sambil menyanyi, prajurit itu berdiri dari tempat persembunyiannnya sehingga musuh dapat melihatnya. Ia ingin menyampaikan makna Natal yang sesungguhnya, yaitu berbagi kasih dan damai. Prajurit tersebut bersedia mengorbankan nyawanya, ia bersedia ditembak oleh musuh karena mereka pasti bisa melihatnya dengan jelas. Tetapi, apakah yang terjadi?

Satu per satu dari masing-masing pasukan keluar dari persembunyian dan ikut menyanyi. Mereka berkumpul bersama dan air mata tidak tertahankan. Seorang prajurit Inggris musuh bebuyutan Jerman malah mengiringi nyanyian tersebut dengan sebuah alat musik tiup yang dibawanya. Tidak ada lagi lawan, tidak ada peperangan, tidak ada benci, yang ada hanya kedamaian didalam kebersamaan. Mereka semua bersama-sama menyanyi dalam bahasa mereka masing-masing, dilanjutkan lagi dengan lagu "Hai Mari Berhimpun". Mereka yang tadinya adalah musuh yang berusaha saling membunuh, kini merasakan aliran damai Natal. Mereka bersama-sama menyembah dan bersyukur atas kelahiran Juruselamat.

Saat ini, jika masih ada luka, kekecewaan, dan kebencian terhadap seseorang, biarkan kuasa Yesus Sang Juruselamat menyembuhkan serta menggantinya dengan damaiNya!

Disalin dari Renungan Harian
5 Januari 2009

Sumber : Facebook - Roti Hidup

ms.sabbath
December 28, 2010, 04:57
Mengapa Ini Terjadi?

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/jesus-with-children-2309.jpg

Bacaan hari ini: Mazmur 42:1-6

-------------------------------------------------------------
42:1. Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran bani Korah. (42-2) Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.
42:2 (42-3) Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?
42:3 (42-4) Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: "Di mana Allahmu?"
42:4 (42-5) Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah-gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan.
42:5 (42-6) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

42:6. (42-7) Jiwaku tertekan dalam diriku, sebab itu aku teringat kepada-Mu dari tanah sungai Yordan dan pegunungan Hermon, dari gunung Mizar.
-------------------------------------------------------------

Ayat mas hari ini: Mazmur 42:6
Bacaan Alkitab Setahun: Zakharia 5-8; Wahyu 19

Sungguh tak terperi duka dan derita yang dirasakan Sardiyanto, pria paruh baya yang berasal dari Jawa Tengah itu. Ia selalu meneteskan air mata ketika mengenang peristiwa tragis yang terjadi tiga tahun silam. Bagaimana tidak, ia harus kehilangan lima anggota keluarganya sekaligus dalam peristiwa nahas tragedi hilangnya pesawat komersial nasional jurusan Surabaya-Manado pada tanggal 1 Januari 2007. Sardiyanto tidak sendirian, ada banyak keluarga lain yang juga turut kehilangan orang-orang dalam kecelakaan tersebut.

Ketika kita mengalami peristiwa menyedihkan, kerap timbul pertanyaan di hati, “Mengapa ini terjadi? Mengapa saya harus mengalami ini?” Dan, kita tidak menemukan jawabnya. Ya, dalam hidup ini ada banyak peristiwa yang terjadi tanpa alasan atau jawaban yang memuaskan. Bencana alam yang meluluhlantakkan dan meninggalkan luka begitu dalam; penyakit berat yang tiba-tiba datang mendera tubuh; kegagalan demi kegagalan; dan persoalan yang seolah-olah tidak berujung.

Begitulah, banyak hal dalam hidup ini yang terjadi begitu saja. Maka, baiklah kita meresponsnya bukan dengan gugatan atau pun protes, melainkan dengan hati yang berserah dan tetap bersyukur. Seperti pemazmur yang dalam segala duka dan derita, tekanan jiwa dan kegelisahannya yang dialami, ia berharap kepada Allah dan tetap bersyukur kepada-Nya (ayat 6). Maka, marilah kita berhenti mencari jawaban.

Jalani saja hidup ini dengan rela. Mungkin itu tidak serta merta akan menyelesaikan masalah, tetapi minimal tidak akan menimbulkan masalah baru atau menambah berat masalah yang sudah ada

BERDAMAI DENGAN KENYATAAN

KERAP MERUPAKAN JAWABAN DARI BANYAK PERTANYAAN

Penulis: Ayub Yahya - www.renunganharian.net

Jack_12
December 28, 2010, 18:06
Tangan Tuhan Sedang Merenda (http://www.garamdanterang.com/2010/12/tangan-tuhan-sedang-merenda.html)

http://lh4.googleusercontent.com/TjL9uvGkt_Gj3zovGd3Ax4Sg_8DVSXbiQl-K96bKUueceOjhLZwUYMCyVCVqm2TfGKNHH28vLKlUL5EbUVZDa 65Q1g=s512

Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah benang ruwet.
Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut:

“Anakku, lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini; nanti setelah selesai, kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas.”

Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih, begitu Semrawut menurut pandanganku. Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil, ”anakku, mari kesini, dan duduklah di pangkuan ibu.“

Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah, dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet.

Kemudian ibu berkata ”Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya. Sekarang, dengan melihatnya dari atas kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan."

Sering selama bertahun-tahun, aku melihat ke atas dan bertanya kepada Tuhan : “Tuhan, apa yang Engkau lakukan? ”

Ia menjawab ”Aku sedang menyulam kehidupanmu.”

Dan aku membantah ”Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?”

Kemudian Tuhan menjawab, ”Hambaku, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu. Satu saat nanti Aku akan memanggilmu ke surga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu, dan kamu akan melihat rencanaKu yang selalu indah2 untukmu .”

ms.sabbath
December 29, 2010, 05:41
Umbi - umbi buruk

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/Tulip20seeds.jpg

Bacalah : 1 Korintus 15:35-38, 51-57
--------------------------------------------------------------
15:35. Tetapi mungkin ada orang yang bertanya: "Bagaimanakah orang mati dibangkitkan? Dan dengan tubuh apakah mereka akan datang kembali?"
15:36 Hai orang bodoh! Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu.
15:37 Dan yang engkau taburkan bukanlah tubuh tanaman yang akan tumbuh, tetapi biji yang tidak berkulit, umpamanya biji gandum atau biji lain.
15:38 Tetapi Allah memberikan kepadanya suatu tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya: Ia memberikan kepada tiap-tiap biji tubuhnya sendiri.
--------------------------------------------------------------
15:51. Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,
15:52 dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.
15:53 Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati.
15:54 Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan.
15:55 Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?"
15:56 Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.
15:57 Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.
--------------------------------------------------------------

Sungguh hadiah yang aneh untuk seorang janda yang sedang berduka, pikirku saat kubuka kotak putih pemberian seorang anggota paduan suara. Dalam kotak itu terdapat 12 umbi berwarna cokelat yang layu. Ia menjelaskan, "Saat putra kami meninggal beberapa tahun yang lalu, seorang teman membawakan umbi bunga tulip untuk ditanam. Saat itulah, kami mengingat kembali tentang kebangkitan orang mati. Aku ingin melakukan hal yang sama untuk Anda."

Karena aku tidak berbakat dalam hal menanam, aku meminta bantuan seorang teman. Dalam cuaca November yang kelabu dan suram, kami menanam umbi - umbi berwarna cokelat yang buruk tersebut di sekeliling teras di antara bunga - bunga cantik yang dipelihara oleh suamiku yang pandai menanam. Ketika musim semi datang, bunga - bunga tulip berwarna merah dan kuning mekar dengan indahnya.

Sama seperti benih harus mati untuk menjadi tanaman yang hidup, kita juga harus mati untuk masuk sepenuhnya dalam kerajaan kehidupan kekal. Musim semi itu aku menikmati keindahan bunga tulip, dan bersyukur kepada Allah atas janji kebangkitan kembali.

Doa : Allah yang penuh kasih, tolonglah kami untuk tidak putus asa, tetapi mencari penghiburan yang Engkau berikan dengan berbagai cara. Amin.

Doa Syafaat : Para janda dan duda.

Pokok Pikiran : Dalam masa duka, Allah mengingatkan kita akan pengharapan yang terkandung dalam kebangkitan Yesus.

(Sally Woodard (West Virginia, Amerika Serikat)

Sumber : Saat Teduh edisi November - Desember 2010

ms.sabbath
December 30, 2010, 05:17
Tulus dan Benar

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/psalm4_1.jpg

Bacaan hari ini: Mazmur 7:1-15
--------------------------------------------------------------------
7:1. Nyanyian ratapan Daud, yang dinyanyikan untuk TUHAN karena Kush, orang Benyamin itu. (7-2) Ya TUHAN, Allahku, pada-Mu aku berlindung; selamatkanlah aku dari semua orang yang mengejar aku dan lepaskanlah aku,
7:2 (7-3) supaya jangan mereka seperti singa menerkam aku dan menyeret aku, dengan tidak ada yang melepaskan.
7:3 (7-4) Ya TUHAN, Allahku, jika aku berbuat ini: jika ada kecurangan di tanganku,
7:4 (7-5) jika aku melakukan yang jahat terhadap orang yang hidup damai dengan aku, atau merugikan orang yang melawan aku dengan tidak ada alasannya,
7:5 (7-6) maka musuh kiranya mengejar aku sampai menangkap aku, dan menginjak-injak hidupku ke tanah, dan menaruh kemuliaanku ke dalam debu. Sela
7:6 (7-7) Bangkitlah, TUHAN, dalam murka-Mu, berdirilah menghadapi geram orang-orang yang melawan aku, bangunlah untukku, ya Engkau yang telah memerintahkan penghakiman!
7:7 (7-8) Biarlah bangsa-bangsa berkumpul mengelilingi Engkau, dan bertakhtalah di atas mereka di tempat yang tinggi.
7:8 (7-9) TUHAN mengadili bangsa-bangsa. Hakimilah aku, TUHAN, apakah aku benar, dan apakah aku tulus ikhlas.
7:9 (7-10) Biarlah berakhir kejahatan orang fasik, tetapi teguhkanlah orang yang benar, Engkau, yang menguji hati dan batin orang, ya Allah yang adil.

7:10. (7-11) Perisai bagiku adalah Allah, yang menyelamatkan orang-orang yang tulus hati;
7:11 (7-12) Allah adalah Hakim yang adil dan Allah yang murka setiap saat.
7:12 (7-13) Sungguh, kembali ia mengasah pedangnya, melentur busurnya dan membidik.
7:13 (7-14) Terhadap dirinya ia mempersiapkan senjata-senjata yang mematikan, dan membuat anak panahnya menjadi menyala.
7:14 (7-15) Sesungguhnya, orang itu hamil dengan kejahatan, ia mengandung kelaliman dan melahirkan dusta.
7:15 (7-16) Ia membuat lobang dan menggalinya, tetapi ia sendiri jatuh ke dalam pelubang yang dibuatnya.
--------------------------------------------------------------------

Ayat mas hari ini: Mazmur 7:9
Bacaan Alkitab Setahun: Zakharia 13-14; Wahyu 21

Almarhum penyair W.S. Rendra pernah menulis kalimat tajam yang berbunyi, “Kalian boleh saja berjaya dalam kehidupan, namun apakah kalian tidak takut menghadapi kematian kalau batinmu te*lah sering tak kau hormati”. Sebuah pernyataan yang menempelak kita, orang-orang yang kerap tidak peduli pada hati yang semestinya dijaga tetap bersih—menjalankan nilai-nilai kebenaran dan integritas dalam kehidupan sesehari.

Demikian juga dengan pemazmur. Ia adalah orang yang berusaha hidup benar dan tulus. Ia menjaganya sedemikian rupa, sehingga ia berani diperiksa oleh Tuhan sendiri:” Hakimilah aku, Tuhan, apakah aku benar, dan apakah aku tulus ikhlas” (ayat 9). Ini bukan merupakan bentuk kesombongan rohani. Bagi sang penulis mazmur, ungkapannya itu adalah bentuk keterbukaan sekaligus kesediaannya untuk diselidiki sungguh-sungguh oleh Tuhan. Mengapa ia begitu berani? Sebab ia mengimani Tuhan sebagai Allah yang adil dan dalam keadilan-Nya itulah, Dia akan menguji hati seseorang (ayat 10). Dan, ketika Tuhan tengah menyelidiki hati seseorang, siapa pun tak dapat berdalih macam-macam, beralasan beribu rupa, atau melakukan tipu muslihat. Tidak! Sebagaimana pemazmur, yang mesti kita lakukan adalah menjaga hati tetap tulus dan bertindak benar (ayat 9,11).

Suatu saat, hidup kita pasti akan berakhir. Akan tetapi, selagi masih ada waktu, biarlah dalam hidup ini kita selalu bekerja dan bertindak dengan ketulusan dan kebenaran—dalam hal apa pun. Supaya jika tiba saatnya kematian kelak menjemput, kita tak takut

HIDUP TULUS DAN BENAR, BISA DIANGGAP MERUGIKAN

NAMUN SUNGGUH MERUPAKAN SUMBER KETENANGAN

Penulis: Daniel K. Listijabudi - www.renunganharian.net

ms.sabbath
December 31, 2010, 06:22
Resolusi Tahun Baru

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/laura-macchia-calendar2011.jpg

Bacalah : Kolose 3:1-17
-------------------------------------------------------------
3:1. Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
3:2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.
3:3 Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.
3:4 Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.

3:5. Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,
3:6 semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka).
3:7 Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya.

3:8. Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.
3:9 Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,
3:10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;
3:11 dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.

3:12. Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.
3:13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.
3:14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.
3:15 Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.
3:16 Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.
3:17 Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.
-------------------------------------------------------------

Menjelang tahun baru, aku memikirkan tentang resolusi tahun baruku : hal - hal yang ingin kucapai. Namun, saat memikirkan apa saja yang mungkin jadi resolusiku, entah mengapa aku ingin melakukan lebih dari sekadar menuliskannya, karena kutahu bahwa dalam waktu sebulan tulisan itu tak lebih akan jadi sekadar goresan tinta diatas kertas.

Lalu kutemukan jawabannya dalam Kolose 3:1-17. Tahun ini dan tiap tahun, resolusiku seharusnya bukan berfokus pada diri sendiri dan yang membuat diriku tampak lebih baik, melainkan pada Kristus dan tempat yang kuberikan bagi-Nya dalam hidupku. Apakah mataku tertuju pada diri sendiri atau pada Kristus? Saat orang -orang melihatku, apakah mereka melihat belas kasihan, kebaikan, kerendahan hati, kelemah -lembutan dan kesabaran Kristus? Ataukah mereka melihat kemarahanku, kurangnya belas kasihan, dan pengampunan?

Pada tahun ini aku ingin cahaya Kristus bersinar terang dalam diriku. Aku ingin menunjukkan kepada mereka yang terhilang, yang tidak mengenal Kristus, yang lelah dan mencari damai sejahtera sejati, sukacita, dan kebahagiaan, mereka dapat menemukan kebutuhan mereka dalam Kristus. Inilah resolusiku.

Doa : Bapa Surgawi terkasih, ajarlah kami untuk memusatkan hati, mata dan pikiran kami kepada-Mu. Biarlah cahaya kasih-Mu bersinar melalui kami. Dalam nama Yesus. Amin.

Doa Syafaat : Untuk berjalan lebih dekat dengan Kristus.

Pokok Pikiran : Apakah resolusi rohaniku untuk tahun yang baru?

Wendy Garner (Texas, Amerika Serikat)

Sumber : Saat Teduh edisi November - Desember 2010

ms.sabbath
January 01, 2011, 05:38
Beban atau Harapan?

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/0xKcQ6amcp7ca3rlBOvh8fBWo1_400.jpg

Bacaan hari ini: Keluaran 16:1-18
-----------------------------------------------------------
16:1. Setelah mereka berangkat dari Elim, tibalah segenap jemaah Israel di padang gurun Sin, yang terletak di antara Elim dan gunung Sinai, pada hari yang kelima belas bulan yang kedua, sejak mereka keluar dari tanah Mesir.
16:2 Di padang gurun itu bersungut-sungutlah segenap jemaah Israel kepada Musa dan Harun;
16:3 dan berkata kepada mereka: "Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan."
16:4 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Sesungguhnya Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu; maka bangsa itu akan keluar dan memungut tiap-tiap hari sebanyak yang perlu untuk sehari, supaya mereka Kucoba, apakah mereka hidup menurut hukum-Ku atau tidak.
16:5 Dan pada hari yang keenam, apabila mereka memasak yang dibawa mereka pulang, maka yang dibawa itu akan terdapat dua kali lipat banyaknya dari apa yang dipungut mereka sehari-hari."
16:6 Sesudah itu berkatalah Musa dan Harun kepada seluruh orang Israel: "Petang ini kamu akan mengetahui bahwa Tuhanlah yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir.
16:7 Dan besok pagi kamu melihat kemuliaan TUHAN, karena Ia telah mendengar sungut-sungutmu kepada-Nya. Sebab, apalah kami ini maka kamu bersungut-sungut kepada kami?"
16:8 Lagi kata Musa: "Jika memang TUHAN yang memberi kamu makan daging pada waktu petang dan makan roti sampai kenyang pada waktu pagi, karena TUHAN telah mendengar sungut-sungutmu yang kamu sungut-sungutkan kepada-Nya--apalah kami ini? Bukan kepada kami sungut-sungutmu itu, tetapi kepada TUHAN."
16:9 Kata Musa kepada Harun: "Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Marilah dekat ke hadapan TUHAN, sebab Ia telah mendengar sungut-sungutmu."
16:10 Dan sedang Harun berbicara kepada segenap jemaah Israel, mereka memalingkan mukanya ke arah padang gurun--maka tampaklah kemuliaan TUHAN dalam awan.
16:11 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
16:12 "Aku telah mendengar sungut-sungut orang Israel; katakanlah kepada mereka: Pada waktu senja kamu akan makan daging dan pada waktu pagi kamu akan kenyang makan roti; maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, Allahmu."

16:13. Pada waktu petang datanglah berduyun-duyun burung puyuh yang menutupi perkemahan itu; dan pada waktu pagi terletaklah embun sekeliling perkemahan itu.
16:14 Ketika embun itu telah menguap, tampaklah pada permukaan padang gurun sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi.
16:15 Ketika orang Israel melihatnya, berkatalah mereka seorang kepada yang lain: "Apakah ini?" Sebab mereka tidak tahu apa itu. Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Inilah roti yang diberikan TUHAN kepadamu menjadi makananmu.
16:16 Beginilah perintah TUHAN: Pungutlah itu, tiap-tiap orang menurut keperluannya; masing-masing kamu boleh mengambil untuk seisi kemahnya, segomer seorang, menurut jumlah jiwa."
16:17 Demikianlah diperbuat orang Israel; mereka mengumpulkan, ada yang banyak, ada yang sedikit.
16:18 Ketika mereka menakarnya dengan gomer, maka orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan. Tiap-tiap orang mengumpulkan menurut keperluannya.
-----------------------------------------------------------
Ayat mas hari ini: Ratapan 3:22,23
Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 1-3

Memasuki tahun baru, apa yang ada dipikiran Anda? Bersyukur? Atau, justru gentar menghadapi tantangan zaman yang kian berat? Ancaman global warming, bencana alam, krisis ekonomi maupun politik, terus-menerus melanda. Bagaimana kita sebagai anak Tuhan menyikapi pergumulan-pergumulan pada tahun yang baru ini?

Keluaran 16 bercerita tentang bangsa Israel yang bersungut-sungut karena kehabisan perbekalan setelah dua bulan berjalan di padang gurun (ayat 2). Mereka menuduh Musa dan Harun membawa mereka ke padang gurun hanya untuk membunuh mereka dengan kelaparan (ayat 3). Tuhan mendengar keluhan dan omelan mereka. Sejak itu, Dia mengirimkan manna untuk mereka setiap pagi—kecuali pada hari Sabat—selama 40 tahun (ayat 35).

Ada dua hal yang bisa kita pelajari dari pengalaman bangsa Israel ini. Pertama, ketika masalah datang, janganlah kita bersungut-sungut dan menyalahkan orang lain. Itu tiada guna, bahkan mendukakan hati Tuhan. Kedua, krisis yang terjadi di hidup manusia merupakan kesempatan bagi Tuhan untuk menunjukkan pemeliharaan-Nya. Manna turun setelah perbekalan orang Israel habis. Tuhan kerap kali mengizinkan krisis mengimpit kita supaya kita lebih menyadari kasih dan kuasa-Nya. Tuhan melakukan itu karena secara manusiawi, kita cenderung tidak mau berserah kepada-Nya sebelum benar-benar terpojok.

Setiap pagi ketika kita bangun tidur dan pikiran akan beban-beban yang ada di hadapan memasuki otak kita, ingatlah bahwa Tuhan memberikan hari yang baru untuk sekali lagi Dia menyatakan kasih kepada kita lewat segala yang Dia izinkan terjadi.


APA PUN MUNGKIN TERJADI DALAM HIDUP KITA

NAMUN TUHAN TIDAK MEMBIARKAN KITA BERJALAN SENDIRIAN

Penulis: Grace Suryani - www.renunganharian.net

ms.sabbath
January 01, 2011, 06:38
http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/2011-Wallpaper-06.jpg

Happy New Year untuk semua disini :D Semoga tahun 2011 lebih baik dari tahun lalu ya, hubungan kita dengan Tuhan pun semakin dekat, begitu jg hubungan dgn keluarga, teman2 dan org terkasih. Gbu all :D

ms.sabbath
January 02, 2011, 07:10
Tidak Menghiraukan

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/jesus-christ-pics-1118.jpg

Bacaan hari ini: Zakharia 1:1-6

-------------------------------------------------------
1:1. Dalam bulan yang kedelapan pada tahun kedua zaman Darius datanglah firman TUHAN kepada nabi Zakharia bin Berekhya bin Ido, bunyinya:
1:2 "Sangat murka TUHAN atas nenek moyangmu.
1:3 Sebab itu katakanlah kepada mereka: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Kembalilah kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN semesta alam, maka Akupun akan kembali kepadamu, firman TUHAN semesta alam.
1:4 Janganlah kamu seperti nenek moyangmu yang kepadanya para nabi yang dahulu telah menyerukan, demikian: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Berbaliklah dari tingkah lakumu yang buruk dan dari perbuatanmu yang jahat! Tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau menghiraukan Aku, demikianlah firman TUHAN.
1:5 Nenek moyangmu, di mana mereka? Dan para nabi, apakah mereka hidup untuk selama-lamanya?
1:6 Tetapi segala firman dan ketetapan-Ku yang telah Kuperintahkan kepada hamba-hamba-Ku, para nabi, bukankah itu telah sampai kepada nenek moyangmu? Maka bertobatlah mereka serta berkata: Sebagaimana TUHAN semesta alam bermaksud mengambil tindakan terhadap kita sesuai dengan tingkah laku kita dan perbuatan kita, demikianlah Ia mengambil tindakan terhadap kita!"
-------------------------------------------------------

Ayat mas hari ini: Zakharia 1:4
Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 4-6

Ada beberapa kata dalam bahasa Ibrani yang mewakili kata mendengar. Dua di antaranya adalah qashab dan azan. Kedua kata ini memiliki pengertian harfiah yang mirip, yakni “memberikan telinga” untuk mendengar dan memperhatikan. Juga berhubungan dengan kata “taat dan mengambil tindakan”. Jadi, bukan sekadar mendengar, melainkan juga memperhatikan dengan saksama dan menanggapinya dengan ketaatan dan tindakan.

Salah satu dosa nenek moyang bangsa Israel yang diungkapkan oleh Zakharia adalah “tidak mendengar”. Bahkan, tidak juga berarti “masuk telinga kanan keluar telinga kiri”, sebab itu pun masih termasuk aktivitas mendengar walau tidak memperhatikan dan menaati. Dosa nenek moyang Israel adalah tidak menghiraukan. Mereka tidak menggubris firman Tuhan, mengabaikan dan menganggapnya tidak penting. Dan, itulah yang membuat mereka tidak mau berbalik kepada Tuhan.

Ada tiga kelompok orang berkaitan dengan mendengar. Pertama, orang yang mendengar dan memperhatikan lalu menanggapinya dengan ketaatan. Kedua, orang yang mendengar, tetapi setelah itu lupa apa yang didengar. Ketiga, orang yang sama sekali tidak menghiraukan. Termasuk kelompok manakah Anda? Cara paling mudah untuk menilainya adalah tatkala kita sedang mendengarkan firman Tuhan dalam ibadah. Apakah kita antusias mendengarkan firman Tuhan karena membutuhkan petunjuk hidup baru? Atau, kita hanya mendengar lalu lupa setelah keluar dari pintu gereja? Atau, jangan-jangan kita lebih asyik bermain handphone atau membaca warta jemaat tatkala firman Tuhan disampaikan? Silakan menguji diri sendiri

KITA TIDAK DAPAT MEMISAHKAN KORELASI

ANTARA MENDENGAR, MEMPERHATIKAN, MENTAATI, DAN BERTINDAK

Penulis: Riand Yovindra - www.renunganharian.net

ms.sabbath
January 03, 2011, 04:56
Malas Bekerja

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/tumblr_krvsvod1Wa1qzpe8uo1_500-1.jpg

Bacaan hari ini: 2 Tesalonika 3:1-15
-----------------------------------------------------------------
3:1. Selanjutnya, saudara-saudara, berdoalah untuk kami, supaya firman Tuhan beroleh kemajuan dan dimuliakan, sama seperti yang telah terjadi di antara kamu,
3:2 dan supaya kami terlepas dari para pengacau dan orang-orang jahat, sebab bukan semua orang beroleh iman.
3:3 Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat.
3:4 Dan kami percaya dalam Tuhan, bahwa apa yang kami pesankan kepadamu, kamu lakukan dan akan kamu lakukan.
3:5 Kiranya Tuhan tetap menujukan hatimu kepada kasih Allah dan kepada ketabahan Kristus.

3:6. Tetapi kami berpesan kepadamu, saudara-saudara, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah kamu terima dari kami.
3:7 Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu,
3:8 dan tidak makan roti orang dengan percuma, tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapapun di antara kamu.
3:9 Bukan karena kami tidak berhak untuk itu, melainkan karena kami mau menjadikan diri kami teladan bagi kamu, supaya kamu ikuti.
3:10 Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.
3:11 Kami katakan ini karena kami dengar, bahwa ada orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna.
3:12 Orang-orang yang demikian kami peringati dan nasihati dalam Tuhan Yesus Kristus, supaya mereka tetap tenang melakukan pekerjaannya dan dengan demikian makan makanannya sendiri.
3:13 Dan kamu, saudara-saudara, janganlah jemu-jemu berbuat apa yang baik.
3:14 Jika ada orang yang tidak mau mendengarkan apa yang kami katakan dalam surat ini, tandailah dia dan jangan bergaul dengan dia, supaya ia menjadi malu,
3:15 tetapi janganlah anggap dia sebagai musuh, tetapi tegorlah dia sebagai seorang saudara.
-----------------------------------------------------------------

Ayat mas hari ini: Amsal 18:9
Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 7-9

Seorang pemuda mencatat kegiatannya sepanjang hari. Ini hasilnya: pukul 6.00 berbenah, berangkat kerja pukul 7.00. Tiba di kantor pukul 8.00, membuka e-mail dan membaca berita. Pukul 9.00 berhenti untuk mengobrol dan baru bekerja pukul 10.00. Pukul 10.30 menikmati kudapan dan kembali bekerja pukul 11.30. Pukul 11.30 bersiap makan siang, keluar pukul 12.00 untuk makan, kemudian kembali bekerja pukul 13.00 sambil mengantuk atau mengobrol. Pukul 15.00, kudapan lagi. Lalu 30 menit berikutnya bersiap pulang. Pulang pukul 16.00. Sesampainya di rumah pada pukul 17.00, ia gunakan untuk bersantai. Makan malam pukul 19.00, dilanjut bermain video game atau menonton televisi. Baru berangkat tidur pukul 23.00. Jadi, total ia bekerja hanya sekitar 3 jam setiap hari, belum dipotong waktu mengantuk dan mengobrol.

Dalam suratnya kepada jemaat di Tesalonika, Paulus memperingatkan orang-orang yang malas bekerja. Di sana, sebagian jemaat menjadi malas bekerja karena “menantikan kedatangan Yesus kembali” (1 Tesalonika 2:1-12). Paulus tidak mengatakan bahwa pengharapan ini salah. Namun, ia menasihati mereka agar tidak menjadikan hal itu alasan untuk malas bekerja. Sebab, selama manusia masih diberi kesempatan hidup di dunia, ia tetap harus bekerja agar layak untuk makan (ayat 10).

Secara seimbang, Tuhan memerintahkan kita beristirahat dan menikmati hasil pekerjaan kita. Namun, kita bertanggung jawab mengerjakan tugas kita dengan setia di hadapan Tuhan. Kemalasan adalah pengingkaran terhadap tanggung jawab tersebut. Selain itu, seperti kata penulis Amsal, kemalasan itu merusak hidup kita

BEKERJA DENGAN RAJIN

ADALAH BAGIAN DARI IBADAH KITA

Penulis: Alison Subiantoro - www.renunganharian.net

1 Tesalonika 2:1-12
2:1. Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara,
2:2 supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba.

2:3. Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa,
2:4 yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.
2:5 Tidakkah kamu ingat, bahwa hal itu telah kerapkali kukatakan kepadamu, ketika aku masih bersama-sama dengan kamu?
2:6 Dan sekarang kamu tahu apa yang menahan dia, sehingga ia baru akan menyatakan diri pada waktu yang telah ditentukan baginya.
2:7 Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan,
2:8 pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali.
2:9 Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu,
2:10 dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka.
2:11 Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta,
2:12 supaya dihukum semua orang yang tidak percaya akan kebenaran dan yang suka kejahatan.

ms.sabbath
January 04, 2011, 04:24
Kisah di musim semi

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/tumblr_l0o0ie6g3M1qzpe8uo1_500-1.jpg

Amsal 12:3
Orang tidak akan tetap tegak karena kefasikan, tetapi akar orang benar tidak akan goncang.

Bacaan Alkitab setahun : Mazmur 91; Filipi 4; Ayub 42

Kadang sebagai manusia, kita sulit mengerti jalan pikiran Tuhan. Kita berpikir bahwa sesuatu yang indah dan mudah pasti baik bagi kehidupan kita. Namun ternyata tidak selalu demikian. Jerry Stemkoski belajar hal ini dari seorang petani tua.

Jerry menuliskan seperti ini: Pada suatu hari di musim semi, aku berkenalan dengan seorang petani tua. Di musim semi itu sering turun hujan, dan aku berkomentar bahwa turunnya hujan di awal musim seperti itu tentu bagus untuk tanaman. Dia menyahut, “Tidak juga, sebab kalau cuaca terlalu memanjakan tanaman, maka tanaman mungkin hanya akan menumbuhkan akar di permukaan. Kalau itu terjadi, badai akan dengan mudah menyapunya. Sebaliknya, kalau cuaca kurang bersahabat pada awal musim tanam, maka tanaman harus menumbuhkan akar yang kuat dan dalam yang diperlukan untuk mendapatkan air dan zat hara dari dalam tanah. Jika ada badai atau angin kering melanda, tanaman cenderung lebih bisa bertahan hidup.” Sekarang aku memandang saat-saat sulit sebagai peluang untuk menumbuhkan akar untuk membantuku di saat badai di waktu mendatang yang melanda hidupku.

Ada satu pertanyaan yang perlu kita tanyakan pada diri sendiri setelah memasuki tahun 2011 ini, “Apakah akar kehidupan kita sudah cukup dalam tertanam dalam Kristus Yesus?” Ingatlah bahwa akar kehidupan Anda akan menentukan apakah Anda tetap bertahan saat badai melanda nanti.

Bertumbuhlah dalam Firman Tuhan dan doa Anda, sehingga apapun yang menanti di depan nanti, Anda kuat menghadapinya.

Sumber : Forum kaskus

ms.sabbath
January 05, 2011, 04:55
Rela Diganggu

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/jesus-with-children-1004.jpg

Bacaan hari ini: Matius 14:13-16
----------------------------------------------------
14:13. Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka.
14:14 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.
14:15 Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa."
14:16 Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan."
----------------------------------------------------

Ayat mas hari ini: Matius 14:14
Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 13-15

LaShanda Calloway sedang berbelanja di sebuah pertokoan di Wichita, Kansas, saat ia bertengkar dengan seseorang. Tiba-tiba sebuah pisau menusuk tubuhnya. Ia terkapar sekarat di lorong pertokoan itu. Hasil rekaman kamera pemantau menunjukkan, selama masa kritis, ada lima orang yang melangkahi tubuhnya, lalu asyik melanjutkan belanja. Satu orang berhenti sebentar, memotretnya dengan kamera telepon genggam, lalu meninggalkannya. Pada jam sibuk itu, tak seorang pun tergerak menolong. Akhirnya, Calloway mati.

Kesibukan kerap membuat kita tak sudi diganggu. Dengan alasan “jadwal padat”, kita menutup telinga terhadap jeritan sesama. Ini bertolak belakang dengan sikap Yesus. Suatu hari Dia sangat lelah lahir dan batin. Baru saja datang kabar duka: Yohanes Pembaptis dibunuh. Hati-Nya gundah. Dia ingin “mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi”. Tak mau diganggu. Namun, orang banyak terus mengikuti-Nya. Yesus tak bisa bersikap tidak peduli. Hati-Nya tergerak oleh belas kasihan. Rencana pun diubah total. Dia melayani mereka. Murid-murid-Nya pun diajak bersikap demikian. Ketika mereka mengusulkan agar orang-orang itu dipulangkan saja, Yesus menolak. Kata-Nya, “Kamu harus memberi mereka makan.”

Yesus rela diganggu. Apakah Anda juga begitu? Mudahkah hati Anda tergerak oleh rasa belas kasihan, ketika melihat orang yang sangat membutuhkan kehadiran dan perhatian Anda? Ataukah dengan alasan sibuk, Anda jalan terus dengan rencana semula—tanpa rasa bersalah, seperti lima orang yang melangkahi tubuh Calloway?

BERBAHAGIALAH ORANG YANG SIAP DIGANGGU

KARENA IA BISA MENYENTUH HIDUP SESAMA

Penulis: Juswantori Ichwan - www.renunganharian.net

ms.sabbath
January 06, 2011, 05:10
Tidak Harus Spektakuler

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/greenpastures72.jpg

Bacaan hari ini: 1 Raja-raja 19:9-13
-------------------------------------------------
19:9. Di sana masuklah ia ke dalam sebuah gua dan bermalam di situ. Maka firman TUHAN datang kepadanya, demikian: "Apakah kerjamu di sini, hai Elia?"
19:10 Jawabnya: "Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku."
19:11 Lalu firman-Nya: "Keluarlah dan berdiri di atas gunung itu di hadapan TUHAN!" Maka TUHAN lalu! Angin besar dan kuat, yang membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu, mendahului TUHAN. Tetapi tidak ada TUHAN dalam angin itu. Dan sesudah angin itu datanglah gempa. Tetapi tidak ada TUHAN dalam gempa itu.
19:12 Dan sesudah gempa itu datanglah api. Tetapi tidak ada TUHAN dalam api itu. Dan sesudah api itu datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa.
19:13 Segera sesudah Elia mendengarnya, ia menyelubungi mukanya dengan jubahnya, lalu pergi ke luar dan berdiri di pintu gua itu. Maka datanglah suara kepadanya yang berbunyi: "Apakah kerjamu di sini, hai Elia?"
-------------------------------------------------

Ayat mas hari ini: 1 Raja-raja 19:12
Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 16-18

Seorang teman saya berkata, “Hidup saya ini biasa-biasa saja. Saya tidak pernah merasakan pengalaman rohani yang luar biasa; sesuatu yang menakjubkan, yang bisa membuat saya atau orang lain yang tahu tercengang. Karena itu, tidak ada yang bisa saya ceritakan sebagai kesaksian.” Bisa jadi banyak orang seperti teman saya itu, yang menganggap pengalaman rohani, atau pengalaman dengan Tuhan, mesti dalam wujud kejadian-kejadian yang luar biasa, hebat, di luar akal. Misalnya, sembuh dari sakit parah, ketika sang dokter sendiri sudah angkat tangan, setelah didoakan Pendeta Anu. Atau, selamat dari kecelakaan fatal setelah menyerukan nama Tuhan Yesus berulang-ulang. Pokoknya kejadian yang spektakuler.

Padahal, sebetulnya pengalaman dengan Tuhan juga bisa kita nikmati dalam peristiwa biasa dan sehari-hari. Seperti yang digambarkan dalam bacaan Alkitab hari ini. Elia sangat tertekan karena hidupnya terancam. Ia lalu melarikan diri ke Gunung Horeb. Dikatakan, datanglah angin besar dan kuat, yang membelah gunung-gunung dan memecah bukit-bukit. Namun, tidak ada Tuhan di sana (ayat 11). Begitu juga dalam gempa dan api, tidak ada Tuhan di sana. Sampai kemudian datanglah angin sepoi-sepoi, dan Elia merasakan kehadiran Tuhan (ayat 12,13).

Ya, melalui kejadian-kejadian keseharian kita pun dapat merasakan pengalaman dengan Tuhan. Seperti ketika kita bangun dari tidur dan menghirup udara segar, atau ketika melihat anak-anak yang tengah bermain gembira. Masalahnya, maukah kita membuka mata hati kita untuk melihat dan merasakan kehadiran Tuhan di sana?

KEHADIRAN TUHAN BISA KITA RASAKAN DAN ALAMI

DALAM KEJADIAN SEHARI-HARI

Penulis: Ayub Yahya - www.renunganharian.net

ms.sabbath
January 07, 2011, 05:49
Lebih Murah

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/air_asia_seats.jpg

Bacaan hari ini: Keluaran 15:22-27
--------------------------------------------------------
15:22. Musa menyuruh orang Israel berangkat dari Laut Teberau, lalu mereka pergi ke padang gurun Syur; tiga hari lamanya mereka berjalan di padang gurun itu dengan tidak mendapat air.
15:23 Sampailah mereka ke Mara, tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itulah sebabnya dinamai orang tempat itu Mara.
15:24 Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: "Apakah yang akan kami minum?"
15:25 Musa berseru-seru kepada TUHAN, dan TUHAN menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis. Di sanalah diberikan TUHAN ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan di sanalah TUHAN mencoba mereka,
15:26 firman-Nya: "Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau."
15:27 Sesudah itu sampailah mereka di Elim; di sana ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma, lalu berkemahlah mereka di sana di tepi air itu.
--------------------------------------------------------
Ayat mas hari ini: Keluaran 15:24
Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 19-21

Suatu pagi, saya memesan tiket pesawat pada teman beberapa hari menjelang Lebaran. Ia mendapatkan tiket yang relatif murah pada musim mudik, dan berjanji akan segera mengirimkannya. Saya tunggu-tunggu, tiket tidak kunjung datang juga hingga sehari menjelang keberangkatan. Dengan agak jengkel, saya meneleponnya. Ternyata ia sedang mencari tiket yang lebih murah lagi—dan, ya, ia memang berhasil mendapatkannya! “Makanya, jangan menggerutu dulu,” kata hati saya.

Pengalaman itu menolong saya memahami tingkah bangsa Israel. Tiga hari berjalan di padang gurun tanpa mendapatkan air, begitu mendapati air di Mara, ternyata airnya pahit. Jelas saja mereka menggerutu. Namun, sungut-sungut itu menunjukkan ketidakpercayaan mereka akan pemeliharaan Tuhan. Nyatanya, Tuhan mengulurkan bantuan ketika Musa berseru kepada-Nya.

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/moses_water_rock_strike.jpg

Kemudian, mereka sampai di Elim. Tempat ini berlimpah air dan diteduhi pohon kurma. Menurut beberapa arkeolog, jarak dari Mara ke Elim itu sekitar 20 kilometer atau satu hari perjalanan. Dengan kata lain, seandainya saja bangsa Israel mau bersabar sehari lagi, mereka tidak perlu mengomel pada Tuhan. Sayang, tidak diceritakan apakah di Elim mereka bersorak-sorai dengan ucapan syukur.

Kadang-kadang kita juga melewati tempat seperti Mara: ketika kita merasa merasa terjepit oleh persoalan hidup dan Tuhan seakan tidak peduli, ternyata Dia sedang menyiapkan pertolongan yang tak terduga dan lebih baik dari yang kita harapkan. Karenanya, ketika keadaan memburuk, jangan biarkan sikap negatif menggerus kepercayaan kita kepada Tuhan

PERTOLONGAN TUHAN DATANG MENURUT CARA DAN WAKTU-NYA

SERTA MELAMPAUI PERKIRAAN KITA

Penulis: Arie Saptaji - www.renunganharian.net

ms.sabbath
January 08, 2011, 05:26
Bang Sandy

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/NoToDrugs.jpg

Bacaan hari ini: Yakobus 1:12-15
--------------------------------------------------------------
1:12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

1:13. Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.
1:14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.
1:15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.
--------------------------------------------------------------
Ayat mas hari ini: Yakobus 1:14
Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 22-24

Bang Sandy, demikian kami memanggilnya. Saya mengenalnya saat saya dan teman-teman dari NDC (No Drugs Community) sedang mengadakan kampanye antinarkoba di sekolah-sekolah. Bang Sandy adalah salah seorang narasumber yang bersaksi tentang keterikatan pada narkoba, seperti yang pernah ia alami. Ia bahkan sampai terinfeksi HIV. Hidupnya hancur berantakan, kesehatannya terus memburuk. Namun, ketika ia mengenal Yesus, sedikit demi sedikit hidupnya berubah. Bukan saja secara rohani, melainkan juga secara jasmani. Kesehatannya membaik, walau tidak dapat sembuh seratus persen. Saat ini ia aktif melayani Tuhan.

Sangat sulit untuk melepaskan diri, saat kita sudah ”terikat” pada sesuatu. Sayangnya, sesuatu yang negatif kadang justru mengikat lebih kuat dibanding sesuatu yang positif. Keterikatan dosa sesungguhnya berawal dari keinginan untuk mencoba. Dan apabila kita memutuskan untuk mencicipinya, kita akan ”diseret dan dipikat olehnya” (ayat 14). Mulanya selalu terasa nikmat, tetapi selanjutnya, hanya merusak dan menghancurkan. Tak hanya fisik, tetapi juga hati dan jiwa. Akhirnya, dosa itu melahirkan maut (ayat 15).

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/quit.jpg

Banyak dosa saat ini yang mewujud dalam berbagai tawaran yang tampak menarik. Jangan pernah menginginkan atau mencobanya, karena sekali kita merasakan nikmatnya, kita akan terikat, makin lama makin kuat. Memang sulit bagi kita yang sudah terikat dosa, untuk melepaskan diri. Akan tetapi, dengan komitmen kuat, doa dan dukungan saudara-saudara seiman, serta campur tangan Tuhan, pasti kita dapat terlepas dari itu semua.

KETERIKATAN DOSA SEPERTI PUSARAN AIR

YANG TERUS MEMBAWA KITA BERPUTAR DI DALAMNYA

Penulis: Grace Suryani - www.renunganharian.net

ms.sabbath
January 09, 2011, 05:39
Disiplin

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/south-korea_children.jpg

Bacaan hari ini: 2 Timotius 3:10-17
----------------------------------------------------------
3:10. Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku.
3:11 Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra. Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dari padanya.
3:12 Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya,
3:13 sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.
3:14 Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.
3:15 Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.
3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
3:17 Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.
----------------------------------------------------------

Ayat mas hari ini: 2 Timotius 3:14
Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 25-27

Korea Selatan kini merupakan salah satu negara yang disegani di dunia, dan dipandang berhasil membangun bangsanya. Mereka berhasil mencapai prestasi demikian dengan menanamkan kultur bangsa yang amat positif, yakni kultur bangsa yang sangat disiplin, selalu bekerja keras, pantang menyerah, dan tidak mau kalah dari bangsa lain. Ya, disiplin menjadi kunci keberhasilan bangsa Korea.

Kata disiplin sendiri berasal dari bahasa Latin, disciplina, yang berarti petunjuk; pengajaran; pendidikan. Dalam Oxford Dictionary, kata discipline berarti pelatihan—terutama atas akal budi dan kepribadian—demi menghasilkan kemampuan menguasai diri, juga kebiasaan untuk taat. Intinya ada pada pembentukan akal budi yang mendarah daging, yang melahirkan karakter yang taat berdasarkan kemauan hati, bukan sekadar karena takut terhadap hukuman.

Demikian pula sosok muda Timotius yang mempunyai kepribadian positif. Kepribadiannya tersebut merupakan hasil latihan kedisiplinan yang dilakukan Paulus. Paulus telah banyak memberinya kesempatan juga petunjuk, mengajar dan mendidiknya, selagi Timotius masih muda. Timotius selalu diingatkan untuk tetap berpegang pada kebenaran yang telah ia terima dan yakini (ayat 14). Belajar dari Timotius, baiklah kita juga menertibkan dan membiasakan diri untuk melakukan disiplin-disiplin rohani dengan kesadaran dan kerelaan. Baik doa pribadi, persekutuan dengan saudara seiman, maupun pembacaan dan perenungan firman. Sehingga, kita dapat disebut disciple of Jesus (murid Yesus), yang selalu mendengarkan pengajaran-Nya dan meneladani-Nya

MENJADI MURID YANG DISIPLIN BAGI YESUS

ADALAH TUGAS YANG MESTI DIJALANI SEUMUR HIDUP

Penulis: Eddy Nugroho - www.renunganharian.net

ms.sabbath
January 10, 2011, 05:19
Tuhan Atas Hari Depan

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/psalm23-72.jpg

Bacaan hari ini: Yeremia 29:10-14
-------------------------------------------------------
29:10 Sebab beginilah firman TUHAN: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini.
29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
29:12 Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu;
29:13 apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati,
29:14 Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan memulihkan keadaanmu dan akan mengumpulkan kamu dari antara segala bangsa dan dari segala tempat ke mana kamu telah Kuceraiberaikan, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan mengembalikan kamu ke tempat yang dari mana Aku telah membuang kamu. --
-------------------------------------------------------

Ayat mas hari ini: Yeremia 29:11
Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 28-30

Kitab Yeremia berkisah tentang bangsa Israel yang menjalani masa pembuangan di Babel. Kembali menjadi bangsa budak; bangsa jajahan. Dalam situasi demikian, Yeremia mengirimkan surat kepada orang-orang Israel di pembuangan. Isinya seputar janji pemulihan Allah bagi Israel setelah masa tujuh puluh tahun pembuangan di Babel (ayat 10).

Isi surat Yeremia ini menjadi angin sejuk bagi Israel—yang dalam kondisi demikian bisa jadi mempertanyakan penyertaan Tuhan. Mereka adalah bangsa pilihan, tetapi harus mengalami pembuangan dan tak tahu masa depan mereka kelak. Betapa tidak, Yeremia memakai pernyataan yang senada dengan kata-kata Musa—pemimpin yang membebaskan Israel dari perbudakan Mesir. “Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati” (ayat 13; bandingkan Ulangan 4:29 Dan baru di sana engkau mencari TUHAN, Allahmu, dan menemukan-Nya, asal engkau menanyakan Dia dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu.). Ini tak ubahnya pengulangan perintah yang mengingatkan sekaligus meneguhkan mereka.

Seperti Israel yang ragu dan tak tahu pada masa depan mereka, kita pun buta akan hari depan. Namun, janji Tuhan pasti: memberikan hari depan yang penuh harapan (ayat 11). Syaratnya, kita sungguh-sungguh berseru, berdoa, dan mencari Dia dengan segenap hati—sabar dan setia di masa duka; bersyukur dan tetap mawas diri di kala suka. Lirik lagu dari buku Nyanyikanlah Kidung Baru no. 48 ini kiranya menguatkan kita: Tak kutahu ‘kan hari esok, namun langkahku tegap/Bukan surya kuharapkan, kar’na surya ‘kan lenyap/Oh tiada ku gelisah, akan masa menjelang/Ku berjalan serta Yesus, maka hatiku tenang/Banyak hal tak kupahami, akan masa menjelang/Tapi t’rang bagiku kini, tangan Tuhan yang pegang.

TUHAN YANG MAHATAHU

MEMIMPIN KITA MENAPAKI HARI DEPAN YANG TAK PERNAH KITA TAHU

Penulis: Sunandar Sirait - www.renunganharian.net

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/Tuhan-yang-pegang.jpg

ms.sabbath
January 11, 2011, 06:22
Mata Rantai Kebaikan

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/payitforward.jpg

Bacaan hari ini: Pengkhotbah 11:1-8
-------------------------------------------------------------------
11:1. Lemparkanlah rotimu ke air, maka engkau akan mendapatnya kembali lama setelah itu.
11:2 Berikanlah bahagian kepada tujuh, bahkan kepada delapan orang, karena engkau tidak tahu malapetaka apa yang akan terjadi di atas bumi.
11:3 Bila awan-awan sarat mengandung hujan, maka hujan itu dicurahkannya ke atas bumi; dan bila pohon tumbang ke selatan atau ke utara, di tempat pohon itu jatuh, di situ ia tinggal terletak.
11:4 Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai.
11:5 Sebagaimana engkau tidak mengetahui jalan angin dan tulang-tulang dalam rahim seorang perempuan yang mengandung, demikian juga engkau tidak mengetahui pekerjaan Allah yang melakukan segala sesuatu.
11:6 Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik.

11:7. Terang itu menyenangkan dan melihat matahari itu baik bagi mata;
11:8 oleh sebab itu jikalau orang panjang umurnya, biarlah ia bersukacita di dalamnya, tetapi hendaklah ia ingat akan hari-hari yang gelap, karena banyak jumlahnya. Segala sesuatu yang datang adalah kesia-siaan.
-------------------------------------------------------------------

Ayat mas hari ini: Pengkhotbah 11:1
Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 31-33

Sudah cukup lama seorang nenek melambai tangan di pinggir jalan, di sebuah malam yang hujan. Akhirnya, seorang pria mau berhenti. Si nenek meminta tolong agar pria tadi memperbaiki mobilnya yang mogok. Sejam berlalu dan mobil itu siap dipakai lagi. Merasa sangat berterima kasih, si nenek hendak memberi sejumlah uang. Akan tetapi, pria itu menolak. Katanya, “Jika Ibu ingin berterima kasih, berikanlah kebaikan kepada orang lain yang Ibu temui sambil mengingat pertemuan kita ini.” Lalu, mereka berpisah.

Dua ayat pertama dari Pengkhotbah 11 mengungkap tentang menabur kebaikan. Hal yang perlu dilakukan kepada sebanyak mungkin pihak, agar sementara waktu berjalan, kebaikan itu terus “mengalir”. Pula, ada kalanya kebaikan itu bisa “kembali” kepada kita yang sudah memulainya. Bisa segera terjadi, atau lama sesudah kita menabur kebaikan tersebut.

Maksudnya tentu bukan supaya kita melakukan kebaikan sambil mengharapkan pahala. Pengkhotbah berpesan bahwa justru karena kita tidak tahu apa yang bakal terjadi, kita tidak boleh menunda berbuat kebaikan. Teruslah menabur kebaikan dengan rajin (ayat 4,6). Biarlah kebaikan itu terus tersalur seperti mata rantai. Mewarnai dunia dengan kasih. Pria dalam kisah di atas akhirnya mendapat manfaat yang kembali pada dirinya, setelah menunjukkan kebaikan kepada si nenek. Suatu hari, karena tergerak oleh belas kasih si nenek memberi uang kepada seorang pelayan restoran yang sedang hamil beserta catatan kecil, “Aku telah menerima kebaikan pada suatu malam yang hujan.” Dan, perempuan hamil itu adalah istri pria tadi.

BAGIKAN KEBAIKAN KEPADA SEBANYAK MUNGKIN ORANG

DAN HARAPKAN KEBAIKAN ITU TERUS BERULANG

Penulis: Pipi Agus Dhali - www.renunganharian.net

ms.sabbath
January 12, 2011, 05:36
Berani Hidup

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/friendship2.jpg

Bacaan hari ini: Filipi 1:12-26
----------------------------------------------------------------
1:12. Aku menghendaki, saudara-saudara, supaya kamu tahu, bahwa apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil,
1:13 sehingga telah jelas bagi seluruh istana dan semua orang lain, bahwa aku dipenjarakan karena Kristus.
1:14 Dan kebanyakan saudara dalam Tuhan telah beroleh kepercayaan karena pemenjaraanku untuk bertambah berani berkata-kata tentang firman Allah dengan tidak takut.
1:15 Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik.
1:16 Mereka ini memberitakan Kristus karena kasih, sebab mereka tahu, bahwa aku ada di sini untuk membela Injil,
1:17 tetapi yang lain karena kepentingan sendiri dan dengan maksud yang tidak ikhlas, sangkanya dengan demikian mereka memperberat bebanku dalam penjara.
1:18 Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita,
1:19 karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus.
1:20 Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.

1:21 Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.
1:22 Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.
1:23 Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus--itu memang jauh lebih baik;
1:24 tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu.
1:25 Dan dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman,
1:26 sehingga kemegahanmu dalam Kristus Yesus makin bertambah karena aku, apabila aku kembali kepada kamu.
----------------------------------------------------------------

Ayat mas hari ini: Filipi 1:21
Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 34-36

Dalam pertandingan atau peperangan, kerap ada sebutan “pasukan berani mati”. Mereka punya semangat tinggi dan siap mempertaruhkan segala milik mereka, bahkan sampai mati, demi memperoleh apa yang mereka perjuangkan. Semangat berani mati bisa mendorong seseorang untuk sungguh-sungguh berjuang. Namun, semangat “berani mati” juga terkadang disalahgunakan orang yang ditekan persoalan hidup. Berani mati karena ia sudah menyerah. Lalu mengakhiri hidup dan berpikir kematian adalah jalan keluar terbaik untuk bebas dari masalah

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/timothy.jpg

Dalam bacaan hari ini, kita membaca bahwa Paulus adalah orang yang berani mati. Ia menghadapi segala tantangan berat dalam upaya memberitakan Injil. Namun, ia menyerahkan hidupnya kepada Tuhan: Jika ia masih hidup, itu dihayatinya sebagai “hidup untuk Kristus”—bukan untuk diri sendiri. Dan jika ia mati, ia menyebutnya “keuntungan”. Maka, ia berserah apakah Tuhan hendak memintanya mati atau hidup. Namun selama masih hidup, ia hidup dengan keberanian bersama Tuhan yang ia layani. Ia berani mati, tetapi ia juga berani hidup!

Dalam hidup ini, pernahkah Anda berhadapan dengan keraguan untuk melangkah? Kita diingatkan untuk memiliki semangat “berani mati” bagi Tuhan, yang berarti mau terus maju untuk melakukan segala sesuatu—dalam situasi sesulit apa pun—demi menaati firman-Nya. Bukankah semangat ini juga yang dimiliki oleh para martir? Akan tetapi, kita juga dipanggil untuk memiliki semangat “berani hidup”. Tidak memilih untuk melarikan diri atau mengelak saat persoalan menghadang, tetapi berani menghadapi dan menyelesaikannya bersama Dia yang memberi kita kekuatan.

SESUNGGUHNYA SETIAP DETIK YANG KITA JALANI

ADALAH HIDUP UNTUK KRISTUS BUKAN UNTUK DIRI SENDIRI

Penulis: Helen Aramada Setyoputri - www.renunganharian.net

ms.sabbath
January 13, 2011, 04:29
Khawatir

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/tumblr_l4rbappkMv1qzpe8uo1_500.jpg

Bacaan hari ini: Matius 6:25-34
----------------------------------------------------------
6:25. "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
6:26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
6:27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
6:28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
6:29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
6:30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
6:34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."
----------------------------------------------------------

Ayat mas hari ini: Filipi 4:6
Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 37-39

Jika saya adalah Abraham, saya pasti sudah khawatir—karena anak perjanjian dari Tuhan tak kunjung datang. Itu sebabnya, Abraham sampai memperistri Hagar. Jika saya adalah Yakub, saya pasti sudah khawatir—bagaimana jika kelak akan bertemu Esau, setelah hak kesulungannya dirampas. Itu sebabnya, ia sampai mempersiapkan persembahan ternak untuk membujuk Esau.

Khawatir itu suatu perasaan yang manusiawi. Akan tetapi, tidaklah baik apabila kita terus-menerus tenggelam di dalamnya. Saat kekhawatiran itu datang, setidaknya ada dua sikap yang cenderung kita ambil. Pertama, kita menyerah. Terlalu berfokus pada masalah, hingga masalah tersebut menjadi begitu besar dan menguasai diri, hingga membentuk keyakinan kita. Akibatnya, kita kehilangan sukacita dan semangat. Menjadi lumpuh dan tak berdaya. Kedua, kita memilih menempuh jalan pintas. Terlalu percaya diri, mengandalkan kekuatan sendiri. Nekat. Saat kehilangan akal sehat, tindakan didasarkan pada emosi sesaat. Keduanya tidaklah membangun.

Lalu, bagaimana seharusnya kita bersikap apabila kekhawatiran itu melanda? Redamlah kekhawatiran itu, dengan mengisi hati dan pikiran kita dengan pengharapan. Lalu, berserah dan berharap kepada Tuhan saja. Berserah dengan keyakinan bahwa bunga di padang pun Dia hiasi (ayat 28-30). Sambil tetap berharap dengan keyakinan di dalam doa.

Jadi, saat Anda khawatir, janganlah putus berharap. Jalani hari ini dengan ringan bersama Tuhan. Serahkan rencana hari esok di tangan-Nya. Percayalah, Dia Mahakuasa menopang kita

KEKHAWATIRAN MENGINGATKAN AKAN BETAPA LEMAHNYA KITA

SEKALIGUS BETAPA BESARNYA KASIH PEMELIHARAAN TUHAN

Penulis: Davis Yohanes Arifin - www.renunganharian.net

ms.sabbath
January 14, 2011, 03:52
Murid, Bukan Suporter

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/jesus-and-the-multitude.jpg

Bacaan hari ini: Lukas 14:25-35
-------------------------------------------------------------
14:25. Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka:
14:26 "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
14:27 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
14:28 Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?
14:29 Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia,
14:30 sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.
14:31 Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang?
14:32 Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian.
14:33 Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.
14:34 Garam memang baik, tetapi jika garam juga menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan?
14:35 Tidak ada lagi gunanya baik untuk ladang maupun untuk pupuk, dan orang membuangnya saja. Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"
-------------------------------------------------------------

Ayat mas hari ini: Lukas 14:33
Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 40-42

Banyak orang yang “gila” sepak bola memutuskan untuk menjadi anggota fans club sebuah tim sepak bola. Biasanya mereka akan selalu menonton tatkala tim yang didukungnya berlaga, entah langsung pergi ke stadion ataupun melalui layar kaca. Yang menarik, biasanya mereka juga suka memakai atribut tim kebanggaannya tersebut; mulai dari kaos, selendang, sampai rela mengecat wajahnya dengan warna yang identik dengan tim kesayangannya. Mereka bisa berpesta tatkala timnya menang, juga sedih dan marah tatkala timnya kalah. Namun, itu hanya terjadi selama beberapa saat.

George Barna, seorang peneliti kristiani, menulis dalam bukunya Menumbuhkan Murid-Murid Sejati, bahwa banyak orang kristiani yang suka menjadi ”suporter” Kristus, tetapi tidak menjadi murid Kristus. Banyak orang tertarik pada kekristenan, tetapi tidak sungguh-sungguh berkomitmen kepada Kristus. Dalam bacaan hari ini, Yesus memberikan beberapa syarat untuk menjadi murid-Nya. Dan, jika kita tidak dapat memenuhi syarat tersebut, kita tidak layak menjadi murid-Nya. Memang syarat yang disampaikan Tuhan lebih banyak berupa kiasan dan tidak dapat diartikan secara harfiah. Namun, dari syarat-syarat tersebut kita mendapati bahwa Tuhan tidak ingin orang mengikut Dia hanya berdasarkan rasa tertarik. Orang itu harus berkomitmen dan mau membayar harga.

Orang kristiani seperti apakah kita? Suporter atau murid? Orang yang hanya senang memakai atribut kekristenan atau sungguh-sungguh memiliki komitmen dan berani membayar harga untuk mengikut Kristus? Apabila hanya sebatas suporter, kita tidak layak menjadi murid-Nya

JANGAN HANYA SENANG MEMAKAI ATRIBUT KEKRISTENAN

JADILAH MURID YANG SEBENAR-BENARNYA

Penulis: Riand Yovindra - www.renunganharian.net

ms.sabbath
January 15, 2011, 05:10
Waktu Tunggu

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/tumblr_kqme5jyCJA1qzpe8uo1_500.jpg

Bacaan hari ini: Kejadian 8:1-18
---------------------------------------------------------
8:1. Maka Allah mengingat Nuh dan segala binatang liar dan segala ternak, yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu, dan Allah membuat angin menghembus melalui bumi, sehingga air itu turun.
8:2 Ditutuplah mata-mata air samudera raya serta tingkap-tingkap di langit dan berhentilah hujan lebat dari langit,
8:3 dan makin surutlah air itu dari muka bumi. Demikianlah berkurang air itu sesudah seratus lima puluh hari.

8:4. Dalam bulan yang ketujuh, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, terkandaslah bahtera itu pada pegunungan Ararat.
8:5 Sampai bulan yang kesepuluh makin berkuranglah air itu; dalam bulan yang kesepuluh, pada tanggal satu bulan itu, tampaklah puncak-puncak gunung.

8:6. Sesudah lewat empat puluh hari, maka Nuh membuka tingkap yang dibuatnya pada bahtera itu.
8:7 Lalu ia melepaskan seekor burung gagak; dan burung itu terbang pulang pergi, sampai air itu menjadi kering dari atas bumi.
8:8 Kemudian dilepaskannya seekor burung merpati untuk melihat, apakah air itu telah berkurang dari muka bumi.
8:9 Tetapi burung merpati itu tidak mendapat tempat tumpuan kakinya dan pulanglah ia kembali mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu, karena di seluruh bumi masih ada air; lalu Nuh mengulurkan tangannya, ditangkapnya burung itu dan dibawanya masuk ke dalam bahtera.
8:10 Ia menunggu tujuh hari lagi, kemudian dilepaskannya pula burung merpati itu dari bahtera;
8:11 menjelang waktu senja pulanglah burung merpati itu mendapatkan Nuh, dan pada paruhnya dibawanya sehelai daun zaitun yang segar. Dari situlah diketahui Nuh, bahwa air itu telah berkurang dari atas bumi.
8:12 Selanjutnya ditunggunya pula tujuh hari lagi, kemudian dilepaskannya burung merpati itu, tetapi burung itu tidak kembali lagi kepadanya.

8:13. Dalam tahun keenam ratus satu, dalam bulan pertama, pada tanggal satu bulan itu, sudahlah kering air itu dari atas bumi; kemudian Nuh membuka tutup bahtera itu dan melihat-lihat; ternyatalah muka bumi sudah mulai kering.
8:14 Dalam bulan kedua, pada hari yang kedua puluh tujuh bulan itu, bumi telah kering.

8:15. Lalu berfirmanlah Allah kepada Nuh:
8:16 "Keluarlah dari bahtera itu, engkau bersama-sama dengan isterimu serta anak-anakmu dan isteri anak-anakmu;
8:17 segala binatang yang bersama-sama dengan engkau, segala yang hidup: burung-burung, hewan dan segala binatang melata yang merayap di bumi, suruhlah keluar bersama-sama dengan engkau, supaya semuanya itu berkeriapan di bumi serta berkembang biak dan bertambah banyak di bumi."
8:18 Lalu keluarlah Nuh bersama-sama dengan anak-anaknya dan isterinya dan isteri anak-anaknya.
---------------------------------------------------------

Ayat mas hari ini: Efesus 5:16
Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 43-45

Menunggu itu menjemukan, tetapi terkadang tak terhindarkan. Kita harus menunggu saat berada dalam antrean, di halte, stasiun kereta, maupun bandara. Waktu tunggu kerap kali dipandang sebagai waktu luang yang tidak berguna, sehingga orang berusaha ”menghabiskan waktu” itu dengan tidur, berjalan ke sana kemari, memainkan handphone, atau melamun. Padahal jika waktu yang ada itu diisi, kita dapat melakukan banyak hal yang tidak dapat kita lakukan di tengah rutinitas dan kesibukan hidup.

Ketika Nuh dan seluruh keluarga masuk ke dalam bahtera, mereka harus menunggu selama ratusan hari sampai air bah di muka bumi surut. Setelah memastikan bahwa bumi benar-benar kering dan ada perintah dari Tuhan, baru mereka berani keluar. Berbulan-bulan hidup terkurung dalam bahtera pasti terasa sangat menjemukan jika dipandang hanya sebagai waktu tunggu yang harus dihabiskan. Sebaliknya, masa hidup dalam bahtera bisa juga dipandang sebagai momen berharga yang tak terulang. Waktu itu bisa diisi dengan banyak hal baru—mempererat hubungan dalam keluarga Nuh, belajar mengenal aneka satwa lebih dekat serta merawatnya, juga merenung tentang makna dan visi hidup: apa maksud Tuhan menyelamatkan Nuh sekeluarga?

Banyak hal kreatif dapat kita lakukan untuk mengisi waktu tunggu. Membaca buku, merenungkan firman Tuhan, mendoakan sahabat, mengirim e-mail, atau menelepon orang yang butuh dukungan semangat, dan lain-lain. Alihkan setiap aktivitas menunggu yang kita jumpai agar menjadi kesempatan untuk berkarya dan berbagi berkat

TUHAN MEMBERI WAKTU TUNGGU BUKAN UNTUK DIHABISKAN

MELAINKAN UNTUK DIISI DAN DIMANFAATKAN

Penulis: Juswantori Ichwan - www.renunganharian.net

ms.sabbath
January 16, 2011, 04:06
Siapa Tinggi, Siapa Rendah?

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/pharisee-and-tax-collector.jpg

Bacaan hari ini: Lukas 18:9-14
--------------------------------------------------------
18:9. Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini:
18:10 "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai.
18:11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini;
18:12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.
18:13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.
18:14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."
--------------------------------------------------------

Ayat mas hari ini: Lukas 18:13
Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 46-48

Kerajaan yang Sungsang, demikian judul buku Donald Kraybill. Buku ini hendak mengatakan betapa tata nilai yang diterapkan Yesus kerap kali berkebalikan dengan tata nilai yang dianggap wajar oleh dunia. Contohnya: orang Farisi yang taat beragama disalahkan, pemungut cukai yang menindas rakyat dibenarkan.

Orang Farisi membayar perpuluhan dengan tak bercacat. Mereka tidak merampok, tidak berzina. Bahkan, mereka berpuasa. Namun, Yesus mengkritik mereka karena mereka merasa sudah tidak butuh belas kasihan Allah. Ketepatan mereka dalam melaksanakan hukum memberi rasa puas begitu rupa, sehingga belas kasih Allah tak lagi dianggap penting. Mereka merasa sudah beres ketika telah mematuhi semua peraturan dan ketetapan. Ada rasa bangga, komplit, dan puas. Ini yang membedakan orang Farisi dengan si pemungut cukai—yang sangat sadar bahwa ia berdosa dan butuh rahmat Tuhan. Orang Farisi bangga dengan kesuciannya, pemungut cukai sadar akan dosanya. Yesus menunjukkan bahwa yang menyadari dosanya akan dibenarkan, sedang yang puas dengan kesalehannya, tidak. Inilah ”kerajaan yang sungsang” itu.

Sangat baik jika kita melakukan perintah-perintah-Nya. Sangat menyenangkan bagi Tuhan jika kita tidak melanggar peraturan-Nya. Itu memang kehendak Tuhan. Namun, apabila kita telah mencapai hal-hal itu, jangan sampai kita kemudian ”merasa saleh” hingga tidak memerlukan belas kasih Allah lagi. Apabila kita jujur, sesungguhnya ketika berjuang untuk hidup seperti Yesus, kita terus bergumul dengan banyak kelemahan dan kesalahan. Maka, kita ini tak pernah dapat hidup tanpa belas kasihan Tuhan

JANGAN PUAS DENGAN KEBAIKAN DIRI SENDIRI

SEBAB YANG TERBAIK DARI KITA PUN TAK MENYELAMATKAN

Penulis: Daniel K. Listijabudi - www.renunganharian.net

ms.sabbath
January 17, 2011, 03:53
Kembali!

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/RajaYosia.jpg

Celaka! Benar-benar celaka! Kenapa aku baru tahu sekarang dan tidak kusadari lebih awal?! Kenapa selama ini aku merasa baik-baik saja seolah tidak ada masalah? Padahal kesalahan yang begitu besar sudah kerap kali kulakukan tanpa sadar. Bahkan bukan hanya aku yang melakukannya, tetapi juga anggota keluarga, teman-teman, dan seluruh lingkunganku. Sepertinya murka yang benar-benar panas membara dan hukuman yang sungguh berat tidak dapat lagi terhindarkan. Celakalah aku!!! (Seraya mengerang, meratap, dan merobek-robek pakaian). Inilah kira-kira gambaran singkat mengenai peristiwa ketika kitab Taurat kembali ditemukan dan dibacakan di hadapan Raja Yosia.[1] Yosia yang begitu terkejut langsung merobek pakaiannya dan meratap. Ia menyadari bahwa ia dan nenek moyangnya sudah tidak lagi memperhatikan Taurat dan bahkan kerap kali melanggarnya. Yosia begitu gentar menghadapi murka Tuhan yang sudah begitu menyala dan dahsyat.

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/tumblr_lahledNO9X1qzpe8uo1_500.jpg

Penggalan kisah ini membuatku gemetar. Betapa banyak kesalahan yang juga sudah aku lakukan, tetapi aku mungkin tidak sadar. Salah satu alasannya adalah karena lingkungan di sekitar kita juga sudah begitu dicemari oleh dosa, sehingga sensitivitas akan dosa sudah menjadi begitu tumpul. Maka sesuatu yang seharusnya adalah dosa, kita tidak anggap lagi sebagai dosa karena budaya sekitar sudah menoleransinya begitu rupa. Ambil contoh saja kasus ‘jam karet’ di Indonesia. Bagi mayoritas bangsa Indonesia, ini adalah hal yang lumrah dan menjadi kebiasaan yang begitu melekat. Padahal hal ini akan dianggap sebagai kesalahan yang begitu fatal bagi budaya Jerman yang sangat menekankan akurasi. Contoh lain adalah mengenai keramahtamahan. Budaya Singapura mungkin sudah menjadi begitu cuek dan kurang begitu tertarik untuk secara aktif menyatakan perasaan compassion atau menolong orang lain. Apalagi jika dengan melakukan hal tersebut akhirnya dapat membahayakan atau mendatangkan resiko bagi diri sendiri. Ini sangat kontras dengan budaya Timur-Tengah yang secara aktif menyatakan pertolongan/keramahtamahan, khususnya kepada orang asing atau tamu.

PERTOBATAN RAJA YOSIA

Dalam Perjanjian Lama, doa penyesalan dan ratapan seperti di atas tidak hanya terjadi pada Raja Yosia. Nehemia pun pernah menunjukan sikap yang senada.[2] Ia duduk menangis, berpuasa, dan berkabung selama beberapa hari. Nehemia begitu sadar bahwa orang Israel dan segenap kaum keluarganya sudah begitu berbuat salah kepada Allah. Mereka tidak lagi mengindahkan perintah-perintah dan ketetapan-ketetapan Allah. Mulut nabi Yesaya juga meneriakkan hal yang sama.[3] Ia tahu betul bahwa dirinya begitu celaka dan binasa, sebab ia tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir. Dalam kisah Perjanjian Baru, kita juga dapat melihat Petrus yang tersungkur di depan Kristus seraya berkata, “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.”[4]

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/pic-nehemiah.jpg

Dari kisah-kisah di atas, kita dapat melihat bahwa kesadaran akan dosa (bukan hanya dosa diri sendiri, tetapi juga dosa secara komunal) adalah suatu titik yang begitu krusial. Suatu pengertian akan diri yang begitu najis, begitu melukai hati Allah, dan layak menerima hukuman dan murka Allah. Suatu pengertian akan ketetapan dan tuntutan Allah yang begitu tinggi, dan kondisi manusia berdosa yang begitu jauh dari tuntutan tersebut. Dan akhirnya dari sana timbul keinginan yang begitu kuat untuk kembali kepada Allah dengan segenap hati. Sungguh mengharukan melihat Raja Yosia yang langsung memerintahkan seluruh penduduk Yerusalem, para imam, para nabi, dan termasuk semua orang awam, dari yang kecil sampai yang besar untuk sama-sama mendengarkan pembacaan kitab Taurat dan berjanji untuk mengikuti ketetapan-ketetapan tersebut. Setelah itu langsung terjadi langkah konkrit dan dobrakan terhadap tradisi-tradisi lama yang menyesatkan tetapi sekaligus sudah begitu mengikat.

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/hole-william-king-josiah-cleansing-the-land-of-idols-1168517.jpg

Yosia mengeluarkan dari Bait Allah segala perkakas yang telah dibuat untuk Baal dan Asyera. Tidak hanya sampai di sana, ia juga memberhentikan imam dewa asing yang telah diangkat oleh raja-raja Yehuda sebelumnya. Ia benar-benar melakukan pembersihan atas penyembahan-penyembahan berhala dalam segala bentuknya. Perayaan Paskah yang sudah begitu lama ditinggalkan, akhirnya kembali dirayakan pada masa pemerintahan Raja Yosia. Tidak heran, Alkitab mencatat bahwa sebelum Yosia, tidak ada raja seperti dia yang berbalik kepada Tuhan dengan segenap hatinya, jiwanya, dan kekuatannya. Dan sesudah dia, tidak ada bangkit lagi yang seperti dia.[5] Namun demikian, kita juga harus benar-benar mengerti betapa seriusnya murka Allah dan konsekuensi dosa. Walaupun Raja Yosia dan segenap rakyatnya sudah berbalik kepada Tuhan dengan begitu rupa, tetapi Tuhan tidak beralih dari murka-Nya yang sangat bernyala-nyala. Akibat dosa tetap harus ditanggung. Allah tetap berfirman bahwa Ia akan membuang kota yang sudah dipilih-Nya, Yerusalem. Di sisi lain, Allah tetap adalah Allah yang adil dan menunjukkan belas kasihan. Allah berjanji bahwa Raja Yosia akan dikebumikan dengan damai, dan matanya tidak akan melihat segala malapetaka yang akan menimpa Yerusalem.

KEMBALI KEPADA KEBENARAN

Motivasi yang murni untuk kembali kepada Tuhan dengan sepenuh hati, inilah suatu sikap hati yang begitu berharga di hadapan Allah. Seperti yang Pemazmur nyatakan bahwa korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Allah pandang hina.[6] Suatu sikap hati yang mengerang dan ingin kembali kepada Allah. Suatu sikap hati yang menyadari ketidakberdayaan manusia berdosa dan semata hanya bisa mengemis kepada anugerah Allah. Bukankah dalam sejarah kita juga sudah mendapatkan anugerah gerakan dengan motivasi yang murni seperti ini? Gerakan reformasi, suatu ajakan yang begitu agung kepada seluruh gereja untuk kembali kepada seluruh kebenaran firman Tuhan. Seperti halnya Raja Yosia yang melibatkan seluruh lapisan rakyatnya, ajakan ini bukan hanya untuk golongan atau denominasi tertentu saja. Inilah ajakan kepada seluruh gereja dari segala tempat dan segala zaman untuk kembali kepada ketetapan-ketetapan Allah.

“Kembali”, inilah kata kunci yang harus kita sama-sama renungkan. Kembali ke mana? Kembali kepada seluruh kebenaran Allah yang sudah Ia wahyukan dalam Alkitab. Kebenaran yang melampaui segala akal pikiran manusia. Kebenaran yang seharusnya menjadi dasar dan mempengaruhi keseluruhan hidup kita. Namun jika aku ditanya, “Sudahkah aku benar-benar kembali?”, mulutku terkatup rapat. Aku teringat betapa mudahnya hati ini bercabang dan menempatkan Tuhan di urutan kesekian dalam hidupku. Betapa dahulu aku tidak terlalu memikirkan kehendak Tuhan atas hidupku ketika aku sedang mempertimbangkan jurusan kuliahku. Hutang waktuku kepada Tuhan sepertinya juga sudah sangat menggunung. Sedih rasanya ketika mengingat bahwa waktu liburan yang 1 bulan penuh pernah kulewati hanya dengan makan, bermain, dan tidur. Bagaimana mungkin ketika aku bertemu dengan Tuhan, aku mampu mempertanggungjawabkan seluruh hal ini di hadapan-Nya? Bukankah Sang Raja menugaskan kita menjadi juru kunci-Nya? Sehingga setiap detik yang kita lewati, dan setiap rupiah yang kita gunakan, akan Ia minta pertanggungjawaban dari kita. Betapa aku sering kali merencanakan sesuatu seolah-olah aku dapat mengendalikan segala sesuatu, tanpa pertolongan Tuhan. Padahal hal-hal sepele dan kecil yang berada di luar perencanaan kita, akhirnya mampu menghancurkan secara total rencana-rencana yang tadinya aku anggap sudah begitu matang dan kokoh.

Tuhan, aku ingin kembali, tetapi aku sadar aku tidak mampu. Kiranya Engkau rela menarikku dan memampukan aku. Amin.

Juan Intan Kanggrawan
Redaksi Bahasa PILLAR

Endnotes
1. 2 Raja-Raja 22
2. Nehemia 1
3. Yesaya 6:5
4. Lukas 5:8
5. 2 Raja-Raja 23:25
6. Mazmur 51:19

Sumber : Buletinpillar (http://www.buletinpillar.org)

ms.sabbath
January 18, 2011, 06:23
Bahagia Dalam Tuhan

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/south-korea_children.jpg

Firman Tuhan : Lukas 6:20-26
---------------------------------------------------------
6:20. Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: "Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.
6:21 Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.
6:22 Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat.
6:23 Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi.
6:24 Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.
6:25 Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis.
6:26 Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu."
---------------------------------------------------------

Apa definisi bahagia menurut Anda? Bahagia biasanya identik dengan kaya, makmur, sukses, sehat, atau panjang umur. Lalu apa maksud Yesus bila Ia mengatakan bahwa yang miskin, yang lapar, yang menangis, yang dibenci, dan yang dikucilkan adalah orang yang berbahagia? Sementara yang kaya, yang kenyang, yang tertawa, dan yang dipuji orang justru adalah orang yang celaka. Apakah itu berarti Yesus melarang orang hidup dalam kelimpahan dan menikmati kenyamanan merupakan dosa?

Yesus bukan menolak kekayaan, tetapi menolak kebodohan yang sering kali dimiliki oleh orang-orang kaya karena kekayaannya. Orang kaya semacam ini merasa puas dengan kekayaannya dan menjadikan kekayaan itu sebagai andalan dalam hidupnya. Akibatnya, kekayaan bisa membuat seseorang menjadi lupa diri, menganggap diri sanggup melakukan segala sesuatu karena kekayaannya. Atau menganggap orang lain bisa tunduk pada dia karena kekayaannya. Manusia sering lupa bahwa kebahagiaan yang ditimbulkan oleh kekayaan sebenarnya hanya bersifat sementara. Mereka mengejarnya tanpa henti dan melupakan Tuhan sebagai sumber dari segala kekayaan yang dia miliki. Itu sebabnya di ayat 20-22 Yesus menyatakan bahwa orang yang miskin, lapar, dan dibenci orang adalah orang yang berbahagia. Mengapa demikian? Karena orang-orang seperti itulah yang mampu hidup dalam kerendahan hati dan kesadaran diri di hadapan Allah. Mereka yang miskin dan menderitalah yang cenderung mengandalkan penghiburan, pembelaan, kekuatan dan kecukupan yang dari Tuhan.

Bagian firman Tuhan ini bukan menuntut kita untuk hidup menderita dan menghindari kekayaan atau kebahagiaan. Kita justru sedang diarahkan untuk sampai pada pemahaman tentang kebahagiaan yang sejati dan dituntun untuk mampu menikmati kebahagiaan itu. Itulah kebahagiaan yang timbul karena adanya kesadaran bahwa Tuhan adalah Sumber kehidupan. Marilah kita menjadikan kekayaan sebagai alat untuk melayani orang lain dan melaluinya Allah dipermuliakan juga.

Sumber : www.sabda.org

ms.sabbath
January 19, 2011, 04:56
Merenungkan Kenosis di Tahun Baru (Bagian 1)

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/tumblr_l5ndlhwgVf1qz76g8o1_500-1.jpg

Siapa yang tak lelah dengan tabiat penguasa negara ini? Semua mengeluh, semua mencibir, semua menggelengkan kepala, lalu berakhir dengan mulut-mulut yang membisu habis komentar. Sudahlah. Biarkan saja negara ini mau dibawa ke mana, mau dihancurkan seperti apa, mau diperas sampai bagaimana. Tak ada yang bisa kita perbuat. Sudah tak mungkin lagi diperbaiki. Terlalu akut. Mungkin memang sudah layak diamputasi. Itulah pemikiran sebagian rakyat Indonesia melihat negara kita.

Tetapi... itukah semangat kekristenan? Itukah semangat Natal yang baru saja kita rayakan? Tidak, semangat Natal pasti bukan seperti ini. Spirit Reformed tidak seperti ini. Natal harus dan pasti menghadirkan harapan dan merealisasikan perbaikan. Hal ini mungkin terjadi di dalam inkarnasi Anak Allah dan karena kerelaan mengosongkan diri Anak Allah di dalam inkarnasi.

Dari spirit Natal inilah, pemerintah dapat belajar bagaimana menjadi abdi rakyat, anggota parlemen belajar apa artinya menjadi wakil rakyat, rakyat belajar menjadi penopang bangsa, dan manusia belajar menjadi sesama bagi manusia lainnya. Di dalam spirit pengosongan diri inilah, kita menemukan kemungkinan merehabilitasi bangsa ini. Di sini dan saat ini.

Kenosis - Melepas Hak

Bicara mengenai kenosis adalah bicara mengenai kesediaan melepaskan hak. Dalam konteks Tuhan Yesus, pengosongan diri-Nya sungguh melampaui akal manusia. Tuhan sepenuh-penuhnya secara aktif mengambil rupa seorang hamba. Verbum caro factum est. And the Word become flesh.

Tentang hal ini, Dietrich Bonhoeffer di dalam Ecce Homo (1940) menuliskan “God’s love for human beings is put beyond any reproach of inauthenticity, beyond any doubt and uncertainty by God’s entering into the life of human beings as a human being, by taking on and bearing the nature, essence, guilt, and suffering of human beings. For the love of human beings, God becomes a human being.”

Tuhan Pencipta bersedia ‘menatur’ ciptaan. Tuhan atas alam semesta, bersedia ‘menubuh’ setitik bayi kecil di ketiak semesta. Tuhan yang besar dan kekal, bersedia diringkus oleh ruang dan waktu. Bersedia... Ya, Ia bersedia…

Sudah pun hati dan laku-Nya yang demikian, Ia mewujudkan pula pengosongan diri-Nya itu dengan terobosan pilihan-pilihan yang total. Pilihan-pilihan yang menyatakan bahwa kemuliaan bukanlah dari atribut, tetapi dari esensi. Bahwa pembaharuan tak mungkin timbul dari kepongahan, melainkan dihasilkan dari ketaatan mutlak kepada kehendak Allah Bapa.

Ia memilih Bethlehem, kota mungil di lereng bukit, bukan Yerusalem. Ia memilih kandang hewan, bukan tempat penginapan, apalagi istana. Ia memilih malam, ketika seluruh penduduk kota tidur terlelap. Ia memilih kesunyian untuk menyambut-Nya, bukan kemeriahan. Ia memilih palungan, tempat hewan makan (dan berkelamin), bukan ranjang hangat para bangsawan. Ia memilih gembala, bukan penguasa.

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/jesus-with-children-0409.jpg

Dengan demikian, sejak hari pertama kehadiran-Nya, sebagaimana tersirat dalam pilihan-pilihan-Nya itu, Ia sudah menggenapi panggilan-Nya: untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan menyampaikan berita kelepasan kepada orang-orang yang terkurung dalam penjara, untuk menghibur semua orang yang berkabung. Kepada mereka yang terpinggirkan, terhinakan, terlupakan, terbuang, menjadi tawanan, Ia memberitakan tahun rahmat TUHAN telah datang! (Yes. 61:1-2)

Bayangkan bila yang menghibur orang berduka adalah orang yang tak pernah merasakan duka, betapa dangkal dan tidak relevan penghiburannya itu. Hal ini sebenarnya adalah pengecualian bagi Tuhan Yesus. Ia tidak perlu menjadi manusia untuk mengerti segala duka manusia agar dapat menjadi Wonderful Counselor. Namun, sekali lagi, Ia bersedia dan memilih untuk menjadi manusia supaya manusia tahu bahwa Tuhan mau tahu kesusahan mereka[1].

Jika Tuhan yang transenden bersedia imanen, apakah kelebihan semua pemerintah di atas muka bumi yang tak mau belajar daripada-Nya. Pemerintah harus meneladani Tuhan Yesus. Pemerintah harus mau mengasihi rakyatnya secara aktif. Petinggi negara sangat perlu untuk turun dan mengecap nyata-nyata kehidupan rakyatnya.

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/poverty.jpg

Menilik hari-hari 33 juta rakyat yang berpenghasilan kurang dari Rp 9.000, yang berjuang untuk hidup pada saat harga beras kelas terendah saja semahal Rp 7.800. Menyelami air mata 35 juta manusia yang menangisi sanaknya yang sekarat akibat tak ada akses kesehatan. Menjajari langkah-langkah gontai 12 juta anak yang terpaksa melepaskan mimpi untuk mendapat edukasi. Bila tak sanggup untuk mengerti imanensi, setidaknya cobalah untuk berempati dan mencoba beraksi.

Betul, bahwa rasanya tak adil bila gaji Presiden hanya seperempat gaji Presiden Direktur salah satu Bank BUMN, sementara tanggung jawabnya seratus kali lipat lebih besar. Tak berhakkah Presiden dan menteri-menterinya bergaji setara dengan beban kewajiban mereka? Berhak. Tetapi bila Presiden berkenan untuk tak pusing soal gaji, melainkan pusing soal mengurus rakyat maka rakyat mendapat kemungkinan untuk tak pusing soal hidup mereka. Pemerintah semacam inilah yang ditunggu rakyat. Pemerintah semacam inilah yang diharapkan oleh rakyat untuk memimpin bangsa dan negara ini. Pemerintah yang rela untuk melupakan dirinya, tak mungkin dilupakan rakyat.

Kenosis - Untuk Menjadi Pengganti

Tuhan Yesus mengambil natur manusia yang berdarah dan berdaging adalah agar dapat menggantikan manusia menanggung hukuman dosa di salib.

“Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.” (Ibr. 2:14-15)

“Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.” (Ibr. 4:15)

Di dalam substitusi ini, kita diperhitungkan benar oleh karena Dia. Jika Adam mewakili manusia berdosa maka melalui Kristus kita diwakili menjadi manusia-manusia yang dibenarkan. Dengan demikian kita belajar bahwa menjadi wakil berarti adanya tuntutan kesamaan natur seutuhnya. Wakil adalah pihak yang menyuarakan isi hati dan pikiran yang diwakili. Bila yang disebut wakil tidak lagi seperasaan dengan yang diwakili, dan tidak menyuarakan isi hati yang diwakili maka secara fungsional ia bukan lagi wakil.

Ketika ribuan masyarakat Indonesia diserbu bencana (banjir dan longsor di Wasior, gempa bumi diikuti tsunami di Mentawai, dan letusan Gunung Merapi di Yogyakarta), di manakah wakil rakyat Indonesia?

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/Mbolos-Kemanakah-Wakil-Rakyat.jpg

Baiklah yang menjadi wakil, betul-betul menjalankan fungsinya sebagai wakil, menjadi representasi dan menjadi corong hati nurani yang diwakilinya.

“Kenosis” Orang Reformed

Nasihat untuk merenungkan dan meneladani spirit pengosongan diri adalah nasihat yang ditujukan terutama dan pertama-tama kepada orang-orang Kristen. Di dalam surat Filipi dicatat “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.” (Flp. 2:5-7) dan ini ditujukan kepada orang-orang kudus dalam Kristus Yesus (Flp. 1:1).

Demikianlah panggilan untuk mengosongkan diri adalah panggilan bagi kita sebagai orang Kristen, orang Reformed, dalam konteks hidup kita masing-masing saat ini. Kita percaya Tuhan meletakkan kita di Indonesia bukanlah secara acak atau sekedar iseng. Konteks yang Ia lekatkan pada kita adalah konteks yang Ia rencanakan sejak semula. Oleh karenanya, wajib untuk kita gumuli dan pertanggungjawabkan di hadapan-Nya.

Mengenal konteks Indonesia dapat dilakukan melalui pengenalan dua problem yang dihadapinya. Pertama, tidak mengenal Tuhan yang benar. Lebih dari 200 juta manusia belum diselamatkan. Mereka tidak menyembah Tuhan yang benar karena tidak pernah mendengar firman yang benar, biarpun pernah mendengarnya namun mereka mencampakkannya. Akibatnya pintu menuju hidup yang benar tertutup bagi mereka. Sebagai hamba dosa mereka hanya mampu berbuat dosa, tidak ada yang lain (non pose non pecare).

“Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!” Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata: “Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?” Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” (Rm. 10:14-17)

ms.sabbath
January 19, 2011, 05:16
Merenungkan Kenosis di Tahun Baru (Bagian 2)

Jika Tuhan mengutus kita di sini maka marilah kita berdiam (dwell) di sini. Apa artinya berdiam? Saat Natal di Bethlehem dua ribu tahun lalu, Alkitab mengatakan Firman itu telah menjadi manusia dan berdiam di antara kita. He made His dwelling among us. Kata “made His dwelling” ditranslasikan dari kata eskēnōsen, yang artinya berkemah atau membangun kemah suci-Nya (‘pitched a tent’ atau ‘tabernacled’). Kemah Suci pada zaman Perjanjian Lama adalah pernyataan kehadiran Allah. Firman telah menjadi daging adalah seperti Allah yang hadir di Kemah Suci di tengah-tengah bangsa Israel sehingga mereka boleh melihat kemuliaan-Nya sepanjang perjalanan menuju Tanah Perjanjian.

Mengertilah kita bahwa kita dipanggil untuk mengatakan bahwa Tuhan mau hadir bagi manusia dan untuk menyatakan bahwa Tuhan betul-betul hadir di tengah-tengah manusia. Dengan demikianlah manusia ditarik kembali kepada Tuhan yang benar. Rekonsiliasi.

““Ecce homo-behold, such a human being!” In him the world was reconciled with God. The world is overcome not through destruction, but through reconciliation. Not ideals, nor programs, nor conscience, nor duty, nor responsibility, nor virtue, but only God’s perfect love can encounter reality and overcome it. Nor is it some universal idea of love, but rather the love of God in Jesus Christ, a love genuinely lived, that does this. This love of God for the world does not withdraw from reality into noble souls detached from the world, but experiences and suffers the reality of the world in the harshest possible fashion. The world takes out its rage on the body of Jesus Christ. But he, tormented, forgives the world its sins. Thus does reconciliation come about. Ecce homo.” (Bonhoeffer, 1940)

Kedua, problem pengkhianatan orang sendiri. Rakyat dikhianati dan publik dimanfaatkan oleh pengabdinya (public servant). Akibat pengkhianatan moral ini, problem kemiskinan dan korupsi gulung-menggulung satu dengan yang lain. Semakin korup suatu negara, semakin miskin ia. Logis, sebab uang untuk pembangunan masuk ke dalam perut para koruptor. Maka, pembangunan hanya menjadi ilusi dan kesejahteraan hanya menjadi mimpi.

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia tahun 2009 adalah 2.8 dari skala 0 (terkorup) sampai 10 (bersih). Angka ini setara dengan negara-negara Afrika seperti Algeria, Djibouti, dan Togo. Sejalan dengan “prestasi” peringkat itu, angka kemiskinan semakin meninggi. CIA mencatat bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 17% dari total populasi (2009). Angka ini jauh di atas data BPS yang menyebutkan tingkat kemiskinan Indonesia, dengan definisi yang sama (yaitu yang termasuk miskin adalah masyarakat dengan tingkat penghasilan setara di bawah 1 dolar AS per hari), hanya 13,5% pada tahun yang sama. Di negara di mana rakyat dikibuli dan dipaksa “kerja rodi” ini, Tuhan menempatkan kita.

Di sini para koruptor diadili, lalu “konon” dibui. Dengan tetap menghormati ikhtiar dan janji Kepala Negara untuk memberantas korupsi dan dengan tidak menafikkan aura keadilan yang terpancar dari institusi KPK, sayangnya hukum dan kepercayaan masyarakat sekali lagi diciderai. Masih hangat kasus Gayus Tambunan menonton pertandingan tenis di Bali. Setelah tertangkap basah, ia kemudian berkoar-koar bahwa ini (maksudnya membeli permit keluar masuk penjara) adalah hal biasa, “Besan Presiden juga melakukannya, si A, si B, dan sebagainya juga melakukannya.” Di negara di mana hukum sudah reyot (nyaris rubuh) akibat penegak-penegaknya yang telah lunglai, Tuhan mengutus kita.

Lalu harus bagaimanakah respons kita? Salah satu teladan pengosongan diri dan pemberian diri yang dicatat di dalam Alkitab adalah dari Nehemia. Ketika itu kota Yerusalem berada dalam keadaan tercela, temboknya terbongkar, dan pintu-pintu gerbangnya terbakar. Nehemia mendedikasikan diri untuk memimpin pembangunan kembali tembok kota itu. Sambil mengabdi sambil menjauhi segala kemungkinan untuk mengambil keuntungan bagi diri sendiri, bahkan melepaskan apa yang menjadi hak sendiri.

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/Rebuilding-the-wall-of-Jerusalem-under-Nehemiah.jpg

“Pula sejak aku diangkat sebagai bupati di tanah Yehuda, yakni dari tahun kedua puluh sampai tahun ketiga puluh dua pemerintahan Artahsasta jadi dua belas tahun lamanya, aku dan saudara-saudaraku tidak pernah mengambil pembagian yang menjadi hak bupati. Tetapi para bupati yang sebelumnya, yang mendahului aku, sangat memberatkan beban rakyat. Bupati-bupati itu mengambil dari mereka empat puluh syikal perak sehari untuk bahan makanan dan anggur. Bahkan anak buah mereka merajalela atas rakyat. Tetapi aku tidak berbuat demikian karena takut akan Allah. Aku pun memulai pekerjaan tembok itu, walaupun aku tidak memperoleh ladang. Dan semua anak buahku dikumpulkan di sana khusus untuk pekerjaan itu. Duduk pada mejaku orang-orang Yahudi dan para penguasa, seratus lima puluh orang, selain mereka yang datang kepada kami dari bangsa-bangsa sekeliling kami. Yang disediakan sehari atas tanggunganku ialah: seekor lembu, enam ekor kambing domba yang terpilih dan beberapa ekor unggas, dan bermacam-macam anggur dengan berlimpah-limpah setiap sepuluh hari. Namun, dengan semuanya itu, aku tidak menuntut pembagian yang menjadi hak bupati, karena pekerjaan itu sangat menekan rakyat. Ya Allahku, demi kesejahteraanku, ingatlah segala yang kubuat untuk bangsa ini.” (Neh. 5:14-19)

Nehemia menggumuli konteks hidupnya, lalu menetapkan cara hidup yang seturut takutnya kepada Tuhan. Seperti itulah kita wajib menggumuli bagian/bidang kita masing-masing. Seperti apakah wujud kenosis setiap kita bagi umat di bumi, bagi masyarakat pertiwi?

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/south-korea_children.jpg

Kiranya suatu saat nanti, Tuhan membangkitkan generasi yang mencintai negeri ini seperti mencintai diri sendiri karena mencintai Tuhan melampaui segala-galanya. Sehingga jabatan-jabatan kenegaraan tak lagi diduduki oleh politic animal, tetapi diemban oleh manusia yang mempunyai moral dan berintelektual.

Republik ini perlu orang-orang yang betul-betul menghidupi cinta yang bersedia untuk mengorbankan diri. Pemuda-pemudi Reformed Injili, demi Republik ini, adakah yang bersedia seperti Tuhan Yesus yang berinkarnasi, seperti Nehemia yang menetapkan hati dan mendedikasikan diri? Selamat Natal… Selamat Tahun Baru 2011…!

Dini Y. Rachman
Pemudi GRII Pusat

Referensi:
1. Louis Berkhof, Teologi Sistematika: Doktrin Kristus.
2. Dietrich Bonhoeffer, Meditations on the Cross.
3. Colin G. Kruse, The Tyndale New Testament Commentaries: John.
4. Badan Pusat Statistik Republik Indonesia.
5. CIA Factbook.
6. Transparency International.

1 Dalam khotbah Pdt. Dr. Stephen Tong di Kebaktian Minggu, Gereja Reformed Injili Indonesia Pusat, Jakarta.

Sumber : www.buletinpillar.org

ms.sabbath
January 20, 2011, 08:56
Calo Tiket Bus

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/pharisee-and-tax-collector.jpg

Bacaan hari ini: Matius 23:13, 23-28
---------------------------------------------------
23:13. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.
---------------------------------------------------
23:23 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.
23:24 Hai kamu pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kamu tapiskan dari dalam minumanmu, tetapi unta yang di dalamnya kamu telan.
23:25 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.
23:26 Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.
23:27 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.
23:28 Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.
---------------------------------------------------

Ayat mas hari ini: Matius 23:13
Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 8-10

Apabila dipikir-pikir, ada yang ”aneh” dengan tugas seorang calo bus. Setiap hari ia berteriak-teriak agar banyak orang di terminal menaiki bus yang akan menuju kota tertentu. Mencari dan membujuk begitu rupa para calon penumpang, sebanyak mungkin. Namun, ia sendiri tetap tinggal di terminal. Ia tidak masuk ke bus itu.

Bacaan kita hari ini menunjuk pada sekelompok orang yang melakukan hal serupa dengan calo bus, yakni hidup para ahli Taurat dan orang Farisi. Mereka adalah orang-orang yang tahu dan mempelajari Kitab Suci, tahu tentang surga dan neraka. Sayangnya, mereka malah merintangi banyak orang untuk masuk ke surga karena mereka menjadi “batu sandungan” dengan kemunafikannya. Dengan demikian, ironisnya, mereka sendiri tidak masuk ke surga (ayat 13).

Kesaksian hidup kita yang baik sebagai garam dan terang tentu sangat mendukung pemberitaan kita tentang Kristus dan Kerajaan Surga. Sebab ada banyak orang yang tertarik dan mau percaya kepada Kristus, tetapi kemudian mengurungkan niat begitu melihat orang-orang kristiani tidak menjadi teladan yang baik. Maka, sebenarnya orang tidak menolak Kristus, tetapi menolak “orang-orang kristiani” yang tidak punya kesaksian hidup yang baik. Seperti cawan dan pinggan yang dibersihkan sebelah luarnya (ayat 25), seperti kuburan yang dicat putih (ayat 27). Orang yang “di sebelah luar tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam penuh kemunafikan dan kedurjanaan” (ayat 28). Kiranya hidup kita dijauhkan dari kemunafikan, hingga hidup kita menarik orang kepada Kristus!

JAUHI SEGALA KEMUNAFIKAN

AGAR KESAKSIAN KITA MENARIK JIWA KEPADA TUHAN

Penulis: Andreas Christanday - www.renunganharian.net

ms.sabbath
January 23, 2011, 05:47
Tetap Dibutuhkan

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/the_body_of_christ.jpg

Bacaan hari ini: 1 Korintus 12:12-26
------------------------------------------------------------
12:12. Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.
12:13 Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.
12:14 Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota.
12:15 Andaikata kaki berkata: "Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?
12:16 Dan andaikata telinga berkata: "Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?
12:17 Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman?
12:18 Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya.
12:19 Andaikata semuanya adalah satu anggota, di manakah tubuh?
12:20 Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh.
12:21 Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: "Aku tidak membutuhkan engkau." Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: "Aku tidak membutuhkan engkau."
12:22 Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan.
12:23 Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus.
12:24 Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus,
12:25 supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan.
12:26 Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.
------------------------------------------------------------

Ayat mas hari ini: 1 Korintus 12:22
Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 17-19

Pernahkah kita merasa rendah diri untuk bergabung dalam sebuah kelompok paduan suara karena suara kita pas-pasan? Atau, pernahkah kita merasa tidak dapat memberikan kontribusi apa pun dalam pelayanan? Mungkin banyak di antara kita yang mengundurkan diri dalam pelayanan karena ia berpikir tidak dapat memberi pengaruh apa pun dalam pelayanan. Atau, merasa telah banyak orang yang melayani di gereja, sehingga keterlibatannya hanya akan seperti ”memberikan setitik air kepada samudra”.

Firman Tuhan mengingatkan bahwa masing-masing kita adalah anggota tubuh Kristus yang saling membutuhkan. Mata tidak dapat melakukan apa yang dikerjakan tangan, demikian juga sebaliknya. Mungkin kita adalah setitik air bagi samudra. Akan tetapi, jika setiap titik air tidak mau memberikan dirinya, bukankah samudra itu tidak pernah ada? Demikian juga dengan setiap anggota tubuh Kristus. Meskipun kita adalah bagian tubuh yang paling kecil dan lemah, kita tetap dibutuhkan dan sangat berarti bagi pekerjaan Kristus (ayat 21,22). Bayangkan jika setiap anggota tubuh terkecil tidak mau memberikan dirinya bagi tubuh, bukankah tubuh itu menjadi tidak sempurna?

Inilah saatnya kita mengubah cara pandang terhadap diri sendiri. Jangan rendah diri dan merasa sebagai anggota tubuh terkecil dan terlemah. Tak perlu berpikir kita tidak dapat memberi pengaruh apa pun dalam pelayanan karena merasa tidak memiliki kemampuan apa-apa. Tanamkan keyakinan bahwa setiap pelayanan selalu sangat berarti. Setiap orang dapat membuat sesuatu lebih baik demi kemuliaan Tuhan

SATU PELAYANAN, SATU ORANG, SATU ANGGOTA TUBUH

SELALU SANGAT BERARTI BAGI KRISTUS

Penulis: Petrus Kwik - www.renunganharian.net

ms.sabbath
January 24, 2011, 02:09
Tuhanku Tak Pernah Menyerah

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/earthquake.jpg

Pada tanggal 7 Desember 1998 di bagian utara Armenia, suatu gempa dengan kekuatan 6,9 skala richter menghancurkan sebuah gedung sekolah diantara bangunan-bangunan lainnya. Di tengah keramaian dan suasana panik, seorang bapak berlari menuju ke sekolah tersebut, dimana anaknya menuntut ilmu setiap harinya. Sambil berlari, ia terus teringat pada kata-kata yang sering ia ucapkan kepada anaknya itu, “Hai anakku, apapun yang terjadi, papa akan selalu bersamamu!”
Sesampainya di tempat di mana sekolah itu dulunya berdiri, yang ia dapati hanyalah sebuah bukit tumpukan batu, kayu dan semen sisa dari gedung yang hancur total! Pertama-tama ia hanya berdiri saja di sana sambil menahan tangis… Namun kemudian…tiba- tiba ia pergi ke bagian sekolah yang ia yakini adalah tempat ruang kelas anaknya. Dengan hanya menggunakan tangannya sendiri ia mulai menggali dan mengangkat batu-batu yang bertumpuk di sana. Ada seseorang yang sempat menegurnya, “Pak, itu tak ada gunanya lagi. Mereka semua pasti sudah mati.”

Bapak itu menjawab, “Kamu bisa berdiri saja di sana, atau kamu bisa membantu mengangkat batu-batu ini!” Maka orang itu dan beberapa orang lain ikut menolong, namun setelah beberapa jam mereka capek dan menyerah. Sebaliknya, si bapak tidak bisa berhenti memikirkan anaknya, maka ia menggali terus..

Dua jam telah berlalu, lalu lima jam, sepuluh jam, tigabelas jam, delapan belas jam.

Lalu tiba-tiba ia mendengar suatu suara dari bawah papan yang rubuh. Dia mengangkat sebagian dari papan itu, dan berteriak, “Armando!”, dan dari kegelapan di bawah itu terdengarlah suara kecil, “Papa!”. Kemudian terdengarlah suara-suara yang lain sementara anak-anak yang selamat itu ikut berteriak!
Semua orang yang ada di sekitar reruntuhan itu, kebanyakan para orang tua dari murid-murid itu, kaget dan bersyukur saat menyaksikan dan mendengar teriakan mereka. Mereka menemukan 14 anak yang masih hidup itu!

Pada saat Armando sudah selamat, dia membantu untuk menggali dan mengangkat batu-batu sampai teman-temannya sudah diselamatkan semua.. Semua orang mendengarnya ketika ia berkata kepada teman-temannya itu, “Lihat, aku sudah bilang kan, bahwa papaku pasti akan datang untuk menyelamatkan kita!”

Mari kita renungkan bagaimana kita menjalani hidup kita. Di saat kita dalam kegelapan, tertimpa oleh macam-macam beban masalah, jatuh dalam kelemahan dan dosa. Apakah kita lantas berkeluh kesah, putus harapan, dan lantas mengibarkan bendera putih pada dunia tanda menyerah? Ataukah kita akan bersikap seperti Armando, yang terus menggenggam HARAPAN? bahwa Seseorang sedang mencari kita dan siap menyelamatkan kita? Seseorang yang tak akan pernah menyerah sampai kita sudah di dalam pelukan-Nya?
Yesus sedang mencari kita dan siap menyelamatkan kita dan tidak akan pernah menyerah sampai kita sudah dalam pelukannya.

“…..;seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai Engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.”
( Yosua 1:5b )

Dikutib dari;
Renungan Harian 23 Oktober 2010
Be blessed

Sumber: Faceboook - Roti Hidup

ms.sabbath
January 24, 2011, 16:38
Jalan Kebahagiaan

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/tumblr_lbdc9hT3pv1qzpe8uo1_500.jpg

Baca: Mazmur 1
-----------------------------------------------
1:1. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
1:3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

1:4. Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.
1:5 Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar;
1:6 sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.
-----------------------------------------------
Ayat Mas: Mazmur 1:3
Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 23-25

Apa lagi yang kurang dari hidup Kurt Cobain? Ia masih muda, berusia 27 tahun, kaya, dan terkenal di seantero dunia. Ia adalah vokalis Nirvana, grup musik rok terkenal asal Amerika. Pada 1991, lagu yang diciptakannya, Smell Like Teen Spirit, sempat sangat populer di Amerika dan Inggris. Namun, suatu hari pemuda itu ditemukan bunuh diri dengan pistol setelah mengonsumsi heroin.

Kurt Cobain tidak sendiri. Kita bisa membuat daftar sangat panjang, tentang orang kaya dan terkenal—yang dalam pandangan umum dianggap sudah tidak kekurangan apa-apa—tetapi hidupnya merana dan depresi. Bahkan, tidak sedikit yang berakhir tragis. Itu menunjukkan bahwa kekayaan dan popularitas tidak menjamin kebahagiaan hidup. Sukses lahiriah tidak serta-merta menjadi petunjuk ”sukses batiniah”.

Lalu adakah jalan yang bisa mengantar kita meraih kebahagiaan? Ada. Seperti yang ditunjukkan oleh pemazmur. Orang akan berbahagia kalau tidak hidup di jalan orang fasik (ayat 1), dan kalau ia suka akan firman Tuhan (ayat 2). Orang yang bahagia akan seperti pohon di tepi aliran sungai, berbuah dan tidak layu daunnya (ayat 3). Dengan kata lain, kebahagiaan akan mengimbas kepada orang lain, tidak hanya menjadi milik pribadi.

Itu berarti: (1) Kalau kita tidak kaya dan tidak populer, jangan berkecil hati, sebab itu bukan berarti kita tidak bisa bahagia. (2) Tetapi kalau kita kaya dan populer, mesti tetap berhati-hati agar jangan lupa diri, sebab dengan itu semua tidak serta-merta hidup kita bahagia. Malah kalau tidak waspada, itu semua justru bisa membawa bencana.

KEBAHAGIAAN TIDAK BERGANTUNG PADA MATERI

NAMUN PADA TUHAN YANG MENJADI SUMBER DAMAI DI HATI

Penulis: Ayub Yahya - www.renunganharian.net

ms.sabbath
January 25, 2011, 16:05
Kasih Kok Menghukum?

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/polls_gods_love_3538_795236_poll_xlarge.jpg

Baca: 2 Samuel 12:8-14
------------------------------------------------------
12:8 Telah Kuberikan isi rumah tuanmu kepadamu, dan isteri-isteri tuanmu ke dalam pangkuanmu. Aku telah memberikan kepadamu kaum Israel dan Yehuda; dan seandainya itu belum cukup, tentu Kutambah lagi ini dan itu kepadamu.
12:9 Mengapa engkau menghina TUHAN dengan melakukan apa yang jahat di mata-Nya? Uria, orang Het itu, kaubiarkan ditewaskan dengan pedang; isterinya kauambil menjadi isterimu, dan dia sendiri telah kaubiarkan dibunuh oleh pedang bani Amon.
12:10 Oleh sebab itu, pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu.
12:11 Beginilah firman TUHAN: Bahwasanya malapetaka akan Kutimpakan ke atasmu yang datang dari kaum keluargamu sendiri. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; orang itu akan tidur dengan isteri-isterimu di siang hari.
12:12 Sebab engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan."
12:13 Lalu berkatalah Daud kepada Natan: "Aku sudah berdosa kepada TUHAN." Dan Natan berkata kepada Daud: "TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati.
12:14 Walaupun demikian, karena engkau dengan perbuatan ini telah sangat menista TUHAN, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati."
------------------------------------------------------

Ayat Mas: Amsal 3:12
Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 26-28

Masih terbayang di depan mata, sebuah peristiwa yang terjadi 40 tahun lalu. Saya dan adik saya dihukum oleh Ayah, karena berkelahi. Kami diikat di tiang rumah dengan posisi saling berhadapan, hampir setengah hari penuh. Waktu itu, saya menangis karena marah sekali. Mengapa orangtua menyiksa anaknya sendiri sedemikian kejam? Jika Ayah mengasihi kami, mengapa ia tega menghukum kami?

Saya menemukan jawabannya sewaktu membaca kisah Daud. Tuhan sangat mengasihi Daud, sehingga Dia mengurapinya menjadi raja Israel melalui Samuel. Dia memberkati pemerintahannya, sehingga Daud berhasil mempersatukan bangsa Israel. Namun, apakah yang diberikan Daud sebagai balasannya? Di puncak kekuasaannya, Daud malah melakukan apa yang jahat di mata Tuhan; ia mengambil Batsyeba sebagai istrinya. Padahal Batsyeba jelas-jelas adalah istri Uria, prajuritnya sendiri (ayat 9). Itu sebabnya Tuhan murka, dan menghukum Daud; anak hasil perselingkuhan itu pun mati (ayat 14). Namun, Tuhan menghukum bukan karena Dia benci, melainkan karena Dia masih tetap mengasihi. Lewat hukuman itu, Dia hendak mendidik Daud, bahwa atas setiap perbuatan dosa, ada konsekuensi berupa hukuman.

Dari situ saya sadar, dulu Ayah menghukum demi mendidik kami agar bertumbuh dengan karakter baik. Jika Ayah tidak melakukannya, sangat mungkin kini saya tidak memiliki hati yang waspada terhadap kesalahan. Jika saat ini Tuhan mendidik kita karena suatu kesalahan yang kita perbuat, terimalah dengan kesadaran bahwa Tuhan ingin kita kembali. Ya, itu wujud kasih-Nya kepada kita.

TUHAN TIDAK MAU ANAK-ANAK-NYA TERHILANG
MAKA YANG TERSESAT PUN DISESAH-NYA AGAR SEGERA PULANG

Penulis: Eddy Nugroho - www.renunganharian.net

ms.sabbath
January 26, 2011, 15:31
Hati yang Berbelas Kasih

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/esther.jpg

Baca: Ester 4:7-16
------------------------------------------------
4:7 dan Mordekhai menceritakan kepadanya segala yang dialaminya, serta berapa banyaknya perak yang dijanjikan oleh Haman akan ditimbang untuk perbendaharaan raja sebagai harga pembinasaan orang Yahudi.
4:8 Juga salinan surat undang-undang, yang dikeluarkan di Susan untuk memunahkan mereka itu, diserahkannya kepada Hatah, supaya diperlihatkan dan diberitahukan kepada Ester. Lagipula Hatah disuruh menyampaikan pesan kepada Ester, supaya pergi menghadap raja untuk memohon karunianya dan untuk membela bangsanya di hadapan baginda.

4:9 Lalu masuklah Hatah dan menyampaikan perkataan Mordekhai kepada Ester.
4:10 Akan tetapi Ester menyuruh Hatah memberitahukan kepada Mordekhai:
4:11 "Semua pegawai raja serta penduduk daerah-daerah kerajaan mengetahui bahwa bagi setiap laki-laki atau perempuan, yang menghadap raja di pelataran dalam dengan tiada dipanggil, hanya berlaku satu undang-undang, yakni hukuman mati. Hanya orang yang kepadanya raja mengulurkan tongkat emas, yang akan tetap hidup. Dan aku selama tiga puluh hari ini tidak dipanggil menghadap raja."
4:12 Ketika disampaikan orang perkataan Ester itu kepada Mordekhai,
4:13 maka Mordekhai menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Ester: "Jangan kira, karena engkau di dalam istana raja, hanya engkau yang akan terluput dari antara semua orang Yahudi.

4:14 Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu."

4:15 Maka Ester menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Mordekhai:
4:16 "Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati."
4:17 Maka pergilah Mordekhai dan diperbuatnyalah tepat seperti yang dipesankan Ester kepadanya.
------------------------------------------------
Ayat Mas: Ester 4:16
Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 29-31

Pada 26 Oktober 2010, Gunung Merapi di Yogyakarta kembali bergolak. Banyak orang di lereng Merapi berupaya menyelamatkan diri. Namun, satu keluarga tak dapat mengungsi karena terjebak di rumah mereka. Pada malam mencekam itu, seorang pemuda bernama Pandu Bani Nugraha mendengar berita itu. Ia segera mengupayakan evakuasi bersama dua rekannya. Sayang, debu vulkanik yang begitu tebal menutup jalan menghentikan niat dua rekannya. Akhirnya, hanya Pandu yang tetap bertekad naik untuk melakukan evakuasi. Pandu hanya memiliki satu keinginan: agar semua anggota keluarga itu dapat diselamatkan, tanpa memperhatikan keselamatan dirinya.

Posisi Pandu saat itu serupa dengan yang dialami Ester. Haman, yang diberi kedudukan tinggi oleh Raja Ahasyweros, ingin membunuh semua orang Yahudi. Ester, yang juga seorang Yahudi dan telah diangkat sebagai ratu, menjadi satu-satunya harapan yang bisa menyelamatkan bangsa Yahudi. Namun, itu berarti ia harus berani menanggung risiko berat, sebab tak seorang pun diizinkan berbicara kepada raja apabila raja tidak memanggil. Risikonya adalah hukuman mati. Dan, Ester sungguh-sungguh mengambil risiko itu. Dengan dukungan dari seluruh bangsa Yahudi—yang berpuasa dan berdoa baginya.

Pengalaman Pandu dan Ester ini mengajak kita untuk punya hati yang berbelas kasih kepada sesama. Tak banyak orang yang terpanggil untuk melayani sesama dengan sepenuh hati, dengan menyingkirkan egoisme diri. Adakah orang yang membutuhkan uluran tangan dan kepedulian Anda saat ini? Ambillah bagian untuk melakukan sesuat.

IZINKAN TUHAN MENYENTUH HATI ANDA DENGAN KASIH BAGI SESAMA

Penulis: G. Dyah Paramita P.K. - www.renunganharian.net

ms.sabbath
January 28, 2011, 02:18
double post

ms.sabbath
January 28, 2011, 02:21
Makam Terbuka

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/Omaha-beach-cemetery.jpg

Bacaan hari ini: Pengkhotbah 11:9-12:8
-----------------------------------------------------
Pengkhotbah 11:9-10
11:9 Bersukarialah, hai pemuda, dalam kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada masa mudamu, dan turutilah keinginan hatimu dan pandangan matamu, tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau ke pengadilan!
11:10 Buanglah kesedihan dari hatimu dan jauhkanlah penderitaan dari tubuhmu, karena kemudaan dan fajar hidup adalah kesia-siaan.

Pengkhotbah 12:1-8
12:1 Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan: "Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya!",
12:2 sebelum matahari dan terang, bulan dan bintang-bintang menjadi gelap, dan awan-awan datang kembali sesudah hujan,
12:3 pada waktu penjaga-penjaga rumah gemetar, dan orang-orang kuat membungkuk, dan perempuan-perempuan penggiling berhenti karena berkurang jumlahnya, dan yang melihat dari jendela semuanya menjadi kabur,
12:4 dan pintu-pintu di tepi jalan tertutup, dan bunyi penggilingan menjadi lemah, dan suara menjadi seperti kicauan burung, dan semua penyanyi perempuan tunduk,
12:5 juga orang menjadi takut tinggi, dan ketakutan ada di jalan, pohon badam berbunga, belalang menyeret dirinya dengan susah payah dan nafsu makan tak dapat dibangkitkan lagi--karena manusia pergi ke rumahnya yang kekal dan peratap-peratap berkeliaran di jalan,
12:6 sebelum rantai perak diputuskan dan pelita emas dipecahkan, sebelum tempayan dihancurkan dekat mata air dan roda timba dirusakkan di atas sumur,
12:7 dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya.
12:8 Kesia-siaan atas kesia-siaan, kata Pengkhotbah, segala sesuatu adalah sia-sia.
-----------------------------------------------------
Ayat mas hari ini: Pengkhotbah 12:1,7
Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 32-34

http://www.transformingculture.org/images/EugenePeterson.jpg

Eugene Peterson, pendeta dan penerjemah Alkitab, menceritakan pengalamannya berkunjung ke biara Benediktin Kristus di Gurun. Ketika hendak makan siang, mereka melewati kompleks pemakaman. Anehnya, di situ ada satu makam yang terbuka. Eugene menanyakan siapa anggota biara yang baru saja meninggal. ”Tidak ada,” jawab orang yang mengantarnya. ”Makam itu disiapkan untuk siapa saja yang meninggal berikutnya.” Begitulah, tiga kali sehari, setiap kali mereka berjalan menuju ruang makan, anggota biara itu diingatkan akan perkara yang lebih sering kita tepiskan: kematian. Salah satu dari mereka mungkin akan menjadi yang berikutnya.

Budaya dunia cenderung menepiskan kematian. Banyak dongeng tentang batu bertuah yang dapat membuat orang awet muda atau hidup abadi. Di dunia modern, aneka produk anti penuaan juga menjamur. Kita diiming-imingi ilusi untuk menikmati kehidupan ini selama mungkin dan dalam kondisi tubuh sebugar mungkin. Firman Tuhan, sebaliknya, sangat realistis.

Pengkhotbah mendorong kaum muda untuk menikmati kemudaannya, tetapi sekaligus menyodorkan fakta akan kematian kepada mereka. Kematian bisa menjemput kapan saja. Tanpa memandang umur kita. Tanpa memandang kondisi tubuh kita. Tanpa kita duga-duga.

Pengkhotbah pun menawarkan resep hidup yang jitu: ”Ingatlah akan Penciptamu.” Ingatlah bahwa hidup ini hanya ”barang pinjaman”. Perlakukanlah secara bijaksana. Dan, karena kita tidak pernah tahu kapan masa pinjam itu habis, perlakukanlah setiap hari seolah-olah itu hari yang terakhir. Bagaimana kiranya kita akan menjalani hari terakhir kita?

BAYANG-BAYANG KEMATIAN JUSTRU DAPAT MENYADARKAN KITA

AKAN BETAPA BERHARGANYA KEHIDUPAN INI

Penulis: Arie Saptaji - www.renunganharian.net

ms.sabbath
January 29, 2011, 09:18
Rasakan bedanya!

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/141377The-Meeting-of-Jacob-and-Rachel-1853-Posters.jpg

Bacaan hari ini: Kejadian 29:18-20
------------------------------------------------------------
29:18 Yakub cinta kepada Rahel, sebab itu ia berkata: "Aku mau bekerja padamu tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel, anakmu yang lebih muda itu."
29:19 Sahut Laban: "Lebih baiklah ia kuberikan kepadamu dari pada kepada orang lain; maka tinggallah padaku."
29:20 Jadi bekerjalah Yakub tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel itu, tetapi yang tujuh tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel.
------------------------------------------------------------

Ayat mas hari ini: Kidung Agung 8:6
Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 35-37

Anak lelaki kurus itu berjalan sambil menggendong adiknya yang lumpuh di punggungnya. Melihatnya, seseorang berkomentar prihatin, “Kasihan kau, Nak. Bebanmu pasti berat.” Lalu terdengar jawaban spontan, “Pak, ia bukan beban, ia saudaraku”. Itulah ilustrasi di balik lirik lagu pop balada karangan Bobby Scott dan Bob Russel, He Ain’t Heavy, He’s My Brother. Satu perbuatan yang dipandang beban oleh seseorang, nyatanya tidak bagi yang lain. Tergantung alasan ia melakukannya. Jika ia melakukannya karena rasa cinta, pasti akan berbeda.

Hati Yakub sedang digetarkan oleh cinta yang besar kepada Rahel. Demi cintanya, ia bersedia mengabdi kepada Laban tujuh tahun penuh, sebelum meminang Rahel. Jadi, ia tidak asal bekerja. Ia tidak bekerja keras demi harta. Namun, demi dan karena cinta. Ia bekerja dengan hati penuh cinta. Itulah yang memberinya tekad, semangat, kekuatan, ketekunan. Lalu apa hasilnya? “Tetapi yang tujuh tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel” (ayat 20). Sangat berbeda, bukan?

Apakah kekuatan terbesar di hidup ini? Jawabnya: cinta yang bersumber dari Tuhan. Banyak hal yang tampak menjengkelkan, melelahkan, dihindari orang, dapat dilakukan dengan setia oleh pelakunya. Mengapa? Karena cinta membuat mereka punya cara pandang lain. Merawat luka berbau, seperti dilakukan para misionaris “Cinta Kasih” yang dipimpin Ibu Teresa. Merawat suami yang sakit. Mendampingi anak belajar meski lelah. Mengantar nenek berobat rutin. Memasak untuk orang banyak di gereja. Semua akan terasa berbeda jika dilakukan karena dan dengan cinta.

COBALAH MELAKUKAN SESUATU KARENA DAN DENGAN CINTA

LALU, RASAKAN BEDANYA

Penulis: Pipi Agus Dhali - www.renunganharian.net

ms.sabbath
January 30, 2011, 05:34
Allah Yang Mahakudus

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/jesus-animated-gif-image-0110.gif

Bacaan hari ini: Keluaran 20:18-21
-----------------------------------------------------------
20:18. Seluruh bangsa itu menyaksikan guruh mengguntur, kilat sabung-menyabung, sangkakala berbunyi dan gunung berasap. Maka bangsa itu takut dan gemetar dan mereka berdiri jauh-jauh.
20:19 Mereka berkata kepada Musa: "Engkaulah berbicara dengan kami, maka kami akan mendengarkan; tetapi janganlah Allah berbicara dengan kami, nanti kami mati."
20:20 Tetapi Musa berkata kepada bangsa itu: "Janganlah takut, sebab Allah telah datang dengan maksud untuk mencoba kamu dan dengan maksud supaya takut akan Dia ada padamu, agar kamu jangan berbuat dosa."
20:21 Adapun bangsa itu berdiri jauh-jauh, tetapi Musa pergi mendekati embun yang kelam di mana Allah ada.
-----------------------------------------------------------

Ayat mas hari ini: Keluaran 20:19
Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 38-40

Bayangkan Anda sedang mengikuti sebuah ibadah. Sayangnya, dua jemaat yang duduk di depan Anda asyik berbisik-bisik. Sementara itu, jemaat lain yang duduk di belakang Anda sesekali tertawa cekikikan bersama teman di sebelahnya. Dan, ketika doa syafaat sedang dipanjatkan, sebuah telepon genggam berdering membuyarkan kekhusyukan ibadah yang sedang berlangsung.

Kini, coba kita beralih membayangkan suasana yang sama sekali berbeda, seperti yang diceritakan oleh apa yang kita baca hari ini. Saat itu segenap bangsa Israel sedang berkumpul untuk menghadap Tuhan. Dan, di hadapan-Nya, mereka semua gentar menyaksikan kekudusan dan kemuliaan-Nya. Begitu gentarnya mereka sampai-sampai mereka meminta Musa agar mewakili mereka. Dapat dipastikan saat itu tak seorang pun berani berbicara sendiri satu sama lain dan mengabaikan Allah.

Allah yang disaksikan bangsa Israel itu sesungguhnya sama dengan Allah yang kita hampiri setiap Minggu dalam ibadah di gereja. Dia adalah Allah Yang Mahakudus. Benar, karya Kristus memungkinkan kita untuk menghampiri Dia dengan penuh keberanian saat ini (Ibrani 4:16 4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya). Akan tetapi, itu bukan berarti kita kemudian tidak perlu menghormati-Nya, dan boleh mengabaikan-Nya dengan tidak sungguh-sungguh berkonsentrasi selama ibadah. Ibadah adalah pertemuan kita dengan Allah sendiri Yang Mahakudus. Itu sebabnya kita harus senantiasa mengarahkan seluruh hati, pikiran, dan perhatian hanya kepada-Nya—saat menyanyikan lagu pujian, mendengarkan firman Tuhan, dan mengikuti seluruh rangkaian ibadah yang kita hadiri.

SEBAB ALLAH YANG KITA SEMBAH MAHAKUDUS

KIRANYA TUBUH DAN HATI KITA PUN SEDIA BERSUJUD

Penulis: Alison Subiantoro - www.renunganharian.net

ms.sabbath
January 31, 2011, 02:07
Tuntutan

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/3060949729_e1f356c8cd.jpg

Bacaan hari ini: Lukas 12:47,48
----------------------------------------------------------
12:47 Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan.
12:48 Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut."
----------------------------------------------------------
Ayat mas hari ini: Lukas 12:48
Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 1-3

Saya memiliki seorang teman yang menjadi kepala sekolah. Ia adalah orang yang sangat memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Gaji guru dan karyawan beberapa kali dinaikkan agar standar hidup mereka membaik. Namun, di sisi lain ia pun menuntut agar semua karyawan dapat memberikan yang terbaik untuk sekolah tersebut. Ia tidak segan-segan untuk marah dan menegur karyawan yang malas dan tidak melakukan hal yang seharusnya.

Dalam bacaan hari ini, Tuhan Yesus berbicara tentang tuntutan; siapa yang diberi banyak akan dituntut banyak pula. Itu sudah hukumnya. Tuhan tidak akan pernah memberikan sesuatu kepada manusia, apabila hal itu akan mereka sia-siakan. Dia akan menuntut pertanggungjawaban atas segala sesuatu yang diberikan kepada kita. Ini bukan berarti Tuhan tidak rela memberikannya kepada kita, melainkan Dia ingin agar semua yang ada pada kita dapat dipakai secara maksimal sesuai dengan tujuan yang Allah kehendaki. Dan, tentunya Allah tidak akan sembarangan memberikan sesuatu kepada manusia. Allah tidak akan memberi cangkul kepada pemain sepak bola, atau gergaji kepada tukang masak. Allah tetap akan memberikan bola kepada pemain sepak bola dan gergaji kepada tukang kayu. Selanjutnya, Allah akan menuntut agar bola dan gergaji itu digunakan secara maksimal oleh masing-masing pribadi tersebut.

Seberapa besar kita menyadari segala pemberian Tuhan dan seberapa besar kita memahami tuntutan-Nya? Bagaimana dengan waktu, kepintaran, talenta atau bakat, bahkan harta yang Tuhan berikan kepada kita? Apakah kita sudah menggunakannya sesuai tuntutan Allah?

INGATLAH BAHWA KETIKA SUATU BERKAT DIBERIKAN

BERARTI ADA MANDAT DI DALAMNYA YANG MESTI KITA KERJAKAN

Penulis: Riand Yovindra - www.renunganharian.net

ms.sabbath
February 01, 2011, 01:59
Merenda

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/8-Cozy-Crochet-Crafts_full_article_vertical.jpg

Bacaan hari ini: Mazmur 119:41-50
---------------------------------------------------------
119:41 Kiranya kasih setia-Mu mendatangi aku, ya TUHAN, keselamatan dari pada-Mu itu sesuai dengan janji-Mu,
119:42 supaya aku dapat memberi jawab kepada orang yang mencela aku, sebab aku percaya kepada firman-Mu.
119:43 Janganlah sekali-kali mencabut firman kebenaran dari mulutku, sebab aku berharap kepada hukum-hukum-Mu.
119:44 Aku hendak berpegang pada Taurat-Mu senantiasa, untuk seterusnya dan selamanya.
119:45 Aku hendak hidup dalam kelegaan, sebab aku mencari titah-titah-Mu.
119:46 Aku hendak berbicara tentang peringatan-peringatan-Mu di hadapan raja-raja, dan aku tidak akan mendapat malu.
119:47 Aku hendak bergemar dalam perintah-perintah-Mu yang kucintai itu.
119:48 Aku menaikkan tanganku kepada perintah-perintah-Mu yang kucintai, dan aku hendak merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.
119:49 Ingatlah firman yang Kaukatakan kepada hamba-Mu, oleh karena Engkau telah membuat aku berharap.
119:50 Inilah penghiburanku dalam sengsaraku, bahwa janji-Mu menghidupkan aku.
---------------------------------------------------------
Ayat mas hari ini: Mazmur 119:48
Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 7-9

Saat merenda (bahasa Inggris: crochet) satu karya, saya selalu harus mulai merenda baris yang paling bawah. Saat sampai pada baris kedua, keindahan pola tusukan belum terlihat. Ketika saya meneruskan ke baris-baris berikutnya, keindahannya baru mulai terlihat. Setiap tusukan yang terlihat seder0-hana akan tersusun menjadi karya yang indah. Itu sebabnya saya tak henti meneruskannya sampai selesai, karena keindahan hasil merenda itu belum bisa dinikmati ketika baru jadi sebagian, tetapi ketika sudah utuh.

Rasanya, proses merenda nyaris serupa dengan memulai kebiasaan berwaktu teduh. Ada kalanya kita merasa berat, seakan-akan sulit untuk mempertahankan ketekunan. Apalagi karena hasil akhirnya tak segera tampak ketika kita baru “memulai baris-baris pertama”. Padahal kita ingin menik-mati janji-janji Tuhan nyata di hidup kita: merasakan kasih setia-Nya (ayat 41), hidup dengan bijak (ayat 42), hidup dalam kelegaan (ayat 45), bahkan tetap kuat meski didera oleh kesengsaraan (ayat 50). Betapa indahnya hasil akhir yang dijanjikan itu! Namun, hasil akhir itu hanya akan dinikmati oleh mereka yang mau bertekun. Ya, janji-janji Tuhan itu pasti akan diberikan kepada mereka yang mau bergemar dalam perintah-perintah-Nya (ayat 47,48).

Mungkin kita masih kesulitan memelihara disiplin berwaktu teduh. Seperti merenda yang harus dimulai dari tusukan pertama, dan selanjutnya terus dilakukan dengan tekun hingga selesai; kita perlu tekun membaca firman-Nya dari hari ke hari di sepanjang hidup kita. Maka pada waktunya nanti, kita akan menikmati janji-Nya dinyatakan.

BERWAKTU TEDUH ADALAH SUATU CARA BAGI KITA

UNTUK SEMAKIN MENGENAL PRIBADI ALLAH YANG LUAR BIASA

Penulis: G. Dyah Paramita P.K. - www.renunganharian.net

ms.sabbath
February 02, 2011, 02:06
Mujizat dan Kuasa Yesus

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/jesushealsthebleedingwoman.jpg

Bacaan Hari Ini : Lukas 8:40-56
--------------------------------------------------------
8:40 Ketika Yesus kembali, orang banyak menyambut Dia sebab mereka semua menanti-nantikan Dia.
8:41 Maka datanglah seorang yang bernama Yairus. Ia adalah kepala rumah ibadat. Sambil tersungkur di depan kaki Yesus ia memohon kepada-Nya, supaya Yesus datang ke rumahnya,
8:42 karena anaknya perempuan yang satu-satunya, yang berumur kira-kira dua belas tahun, hampir mati. Dalam perjalanan ke situ Yesus didesak-desak orang banyak.
8:43 Adalah seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan dan yang tidak berhasil disembuhkan oleh siapapun.
8:44 Ia maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya, dan seketika itu juga berhentilah pendarahannya.
8:45 Lalu kata Yesus: "Siapa yang menjamah Aku?" Dan karena tidak ada yang mengakuinya, berkatalah Petrus: "Guru, orang banyak mengerumuni dan mendesak Engkau."
8:46 Tetapi Yesus berkata: "Ada seorang yang menjamah Aku, sebab Aku merasa ada kuasa keluar dari diri-Ku."
8:47 Ketika perempuan itu melihat, bahwa perbuatannya itu ketahuan, ia datang dengan gemetar, tersungkur di depan-Nya dan menceriterakan kepada orang banyak apa sebabnya ia menjamah Dia dan bahwa ia seketika itu juga menjadi sembuh.
8:48 Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!"
8:49 Ketika Yesus masih berbicara, datanglah seorang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, jangan lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru!"
8:50 Tetapi Yesus mendengarnya dan berkata kepada Yairus: "Jangan takut, percaya saja, dan anakmu akan selamat."
8:51 Setibanya di rumah Yairus, Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut masuk dengan Dia, kecuali Petrus, Yohanes dan Yakobus dan ayah anak itu serta ibunya.
8:52 Semua orang menangis dan meratapi anak itu. Akan tetapi Yesus berkata: "Jangan menangis; ia tidak mati, tetapi tidur."
8:53 Mereka menertawakan Dia, karena mereka tahu bahwa anak itu telah mati.
8:54 Lalu Yesus memegang tangan anak itu dan berseru, kata-Nya: "Hai anak bangunlah!"
8:55 Maka kembalilah roh anak itu dan seketika itu juga ia bangkit berdiri. Lalu Yesus menyuruh mereka memberi anak itu makan.
8:56 Dan takjublah orang tua anak itu, tetapi Yesus melarang mereka memberitahukan kepada siapapun juga apa yang terjadi itu.
--------------------------------------------------------

Bagi orang yang melakukan perjalanan dengan pesawat terbang, penundaan sangat merugikan. Apa lagi bila masih harus melanjutkan perjalanan dengan jadwal yang berdekatan. Atau bila penundaan tersebut mengakibatkan gagalnya transaksi bisnis bernilai tinggi.

Bagi Yairus, situasi saat itu gawat darurat. Anak perempuannya yang satu-satunya sedang kritis (42). Ia berharap Yesus bisa tiba secepatnya di rumahnya. Namun situasi tak mendukung. Orang berdesakan di jalan ingin menemui Yesus. Akibatnya Yesus dan Yairus tak bisa gerak cepat. Situasi ini makin parah karena Yesus berusaha menyelidiki siapa yang menjamah Dia. Yairus mungkin resah. Mengapa Yesus buang waktu mencari seseorang yang menjamah Dia, sementara banyak orang mendekati? Namun Yesus benar. Seorang perempuan yang sakit pendarahan selama dua belas tahun tersungkur di depan Yesus dan mengakui perbuatannya. Rupanya di tengah kelemahan tubuh, ia menembus desakan orang banyak guna menjamah Yesus. Ia yakin bahwa cara itu akan menyembuhkan dia. Lalu bagaimana dengan putri Yairus? Terlambat. Ia sudah mati (49).

Bagaimana bila kita ada di posisi Yairus? Geramkah kita pada si perempuan yang menyebabkan Yesus berlama-lama mencari seseorang yang menjamah Dia? Atau kita menyesali Yesus karena menunda perjalanan dan menghilangkan kesempatan bagi si anak perempuan untuk sembuh? Namun Yesus bukan sembarang menunda. Bukan perempuan itu juga yang menyebabkan perjalanan Yesus tertunda. Itu adalah rencana Tuhan agar menjadi berkat bagi semuanya. Bagi si perempuan, karena ia jadi tahu bahwa imannya kepada Yesus membuat dia sembuh. Bagi Yairus, karena ia dapat melihat kuasa Yesus menghidupkan orang mati.

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/tchg-pixnfoo154.jpg

Apa pun permintaan yang kita rasa terlalu lama direspons oleh Allah, apa pun yang tertunda dalam hidup kita, jika Allah telah berjanji akan melakukannya, niscaya Ia akan melakukannya. Penundaan akan membuat kita melihat bahwa Allah kita setia, dan saat itu kita akan bersukacita.

Sumber : www.sabda.org

ms.sabbath
February 03, 2011, 16:20
Maaf ya baru ngepost jam segini. Ini buat renungan hari ini. Besok bakal ngepost pagi seperti biasa :) Thanks and Gbu.

Mengikuti Cahaya

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/tumblr_lahledNO9X1qzpe8uo1_500.jpg

Bacaan hari ini: Yohanes 14:5-7
---------------------------------------------------
14:5 Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?"
14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
14:7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia."
---------------------------------------------------
Ayat mas hari ini: Amsal 21:21
---------------------------------------------------
21:21. Siapa mengejar kebenaran dan kasih akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan kehormatan.
---------------------------------------------------
Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 13-15

Tatkala berada di tengah hutan, kita dapat mengetahui arah dengan memanfaatkan petunjuk rasi bintang. Sayangnya, cara ini hanya dapat dipakai ketika hari sudah malam. Itu pun dengan catatan bahwa langit malam tidak berkabut. Sebab itu, ada dua cara menarik lain yang dapat dipakai untuk menentukan arah jika kita tersesat di hutan.

Cara pertama, carilah pohon yang paling besar dan amati bagian batang pohon yang paling berlumut. Bagian itu menunjukkan arah Barat—sebab ia membelakangi arah datangnya cahaya. Cara kedua, perhatikan arah uliran akar pohon yang menggantung. Arah uliran akar sejak dari ujungnya selalu menunjuk ke arah timur—menyongsong arah datangnya cahaya.

Uliran akar yang menggantung, bahkan batang dan daun dari sebuah pohon yang hidup selalu condong ke arah datangnya cahaya. Serupa dengan hal ini, Amsal 21:21 menyebutkan bahwa untuk memperoleh kehidupan, kebenaran, dan kehormatan, kita perlu menyongsong, mengejar kebenaran dan kasih. Apakah sesungguhnya kebenaran dan kasih yang perlu kita cari di hidup ini?

Dalam Yohanes 14:6, Yesus mengatakan bahwa Dialah jalan dan kebenaran dan hidup. Yesus adalah cahaya kehidupan yang perlu kita sambut dan kita jadikan Tuhan yang memimpin hidup ini. Agar hidup kita sepenuhnya mengarah kepada Dia—meneladani Dia, mengikut perintah-Nya, memuliakan Dia, dan menjadi semakin seperti Dia. Karena jika tidak, hidup kita tak ubahnya seperti bagian pohon yang tidak terkena sinar matahari—tertutup lumut; dingin dan gelap.

KRISTUSLAH CAHAYA KEBENARAN
DAN PEMBERI KEHIDUPAN

Penulis: G. Sicillia Leiwakabessy - www.renunganharian.net

ms.sabbath
February 04, 2011, 04:05
Namanya Yohanes

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/giovannibattistatiepolo_john_the_baptist_preaching .jpg

Bacaan hari ini: Lukas 1:57-66
------------------------------------------------------
1:57. Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki.
1:58 Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.
1:59 Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya,
1:60 tetapi ibunya berkata: "Jangan, ia harus dinamai Yohanes."
1:61 Kata mereka kepadanya: "Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian."
1:62 Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu.
1:63 Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: "Namanya adalah Yohanes." Dan merekapun heran semuanya.
1:64 Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.
1:65 Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea.
1:66 Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia.
------------------------------------------------------

Ayat mas hari ini: Lukas 1:66
Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 16-18

Seorang guru mempunyai kebiasaan unik, yaitu memberi hormat kepada murid-muridnya dengan menundukkan kepala sebelum ia mulai mengajar. Ketika ditanya mengapa melakukan kebiasaan tersebut, sang guru menjawab, “Bukankah kita tidak pernah tahu siswa-siswa tersebut akan menjadi apa kelak? Bisa jadi, ada di antara mereka kelak yang akan menjadi presiden, menteri, lurah, atau pemilik perusahaan ternama di negeri ini.”

Pertanyaan banyak orang: “Menjadi apakah anak ini nanti?” mengiringi kelahiran Yohanes Pembaptis. Mengapa mereka berpikir demikian? Pemberian nama Yohanes, yang berarti ”hadiah dari Yehova” adalah di luar kebiasaan kaum keluarga Zakharia. Peristiwa itu juga diiringi munculnya kembali suara Zakharia, hingga semakin menjadi bahan pembicaraan orang banyak. Dari situ, orang-orang berkesimpulan bahwa tangan Tuhan pasti menyertai Yohanes. Ini memang terbukti; Tuhan menyertai dan memakai Yohanes Pembaptis untuk mempersiapkan kedatangan Sang Mesias.

Kelahiran kita hampir pasti tidak seheboh dan seajaib kelahiran Yohanes Pembaptis. Namun, kita juga dapat mengalami penyertaan Tuhan di hidup kita. Alkitab menegaskan bahwa ada tangan Tuhan yang beserta kita sejak dari dalam kandungan (Mazmur 139:13-16). Jadi, pertanyaan: “Menjadi apakah anak ini nanti?” seharusnya menjadi bahan perenungan kita; tatkala melihat setiap anak yang dilahirkan, juga saat memandang diri kita sendiri. Tuhan pasti punya maksud dan rencana dalam setiap kehidupan. Dan, tangan-Nya akan selalu menyertai setiap orang yang menyerahkan hidup dalam otoritas-Nya.

ALLAH MENJADIKAN KITA SECARA LUAR BIASA

AGAR RENCANA BESAR-NYA DI HIDUP KITA TERLAKSANA

Penulis: Riand Yovindra - www.renunganharian.net


Mazmur 139:13-16
139:13 Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.
139:14 Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.
139:15 Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;
139:16 mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.

ms.sabbath
February 05, 2011, 05:53
Yesus, Sang Mesias

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/9c2xcu0s.jpg

Lukas 9:18-27
--------------------------------------------------------
9:18. Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: "Kata orang banyak, siapakah Aku ini?"
9:19 Jawab mereka: "Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit."
9:20 Yesus bertanya kepada mereka: "Menurut kamu, siapakah Aku ini?" Jawab Petrus: "Mesias dari Allah."
9:21 Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapapun.
9:22 Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."
9:23 Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
9:24 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.
9:25 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?
9:26 Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku, Anak Manusia juga akan malu karena orang itu, apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan-Nya dan dalam kemuliaan Bapa dan malaikat-malaikat kudus.
9:27 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Kerajaan Allah."
--------------------------------------------------------


Sudah berapa lamakah kita menjadi orang percaya? Apakah selama ini kita telah sungguh-sungguh mengenal siapa Yesus, sehingga kita dapat memberikan jawaban yang benar dan tepat ketika orang bertanya tentang Yesus?

Pada bagian ini kita membaca tentang Yesus yang mengajukan pertanyaan kepada murid-murid-Nya: "Kata orang banyak siapakah Aku?" Para murid memberikan banyak alternatif jawaban kepada Yesus (19). Kembali Yesus bertanya kepada para murid. Kali ini lebih spesifik: "Menurut kamu, siapakah Aku ini?" (20a). Bila sebelumnya banyak murid yang berlomba menjawab, kali ini hanya Petrus yang memberikan jawaban kepada Yesus (20b).

Pertanyaan Yesus kepada murid-murid mengenai siapa diri-Nya, berhubungan erat dengan apa yang Dia sampaikan setelah itu. Yesus memberitahu tentang segala sesuatu yang akan menimpa diri-Nya (22-27). Dengan kata lain, Yesus memberikan dasar atau alasan bagi semua hal yang akan Dia alami, yakni karena Dia adalah Mesias dari Allah, seperti yang dikatakan oleh Petrus.

Penolakan dan aniaya yang akan dijalani oleh Yesus merupakan "konsekuensi" dari eksistensi-Nya sebagai Mesias. Banyak orang yang menolak hal ini, termasuk para tua-tua dan ahli-ahli Taurat (22) karena mereka menciptakan konsep Mesias berdasarkan pandangan mereka sendiri. Apa yang dialami Yesus juga akan dialami oleh para murid dan pengikut-pengikut-Nya (23-24). Keyakinan yang kuat tentang siapa Yesus, akan menjadi kekuatan bagi murid-murid Yesus untuk bertahan dalam penderitaan dan aniaya yang harus mereka tanggung kelak.

Lalu bagaimana dengan kita selaku pengikut Kristus saat ini? Sudah jelaskah bagi kita siapakah Yesus Kristus, yang kita sebut sebagai Tuhan dan Juruselamat dalam setiap pengakuan iman kita? Kiranya kita tidak meragukan kebenaran bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Dengan meyakini hal itu, dengan mengenal Dia semakin dalam dari hari ke sehari melalui persekutuan pribadi dengan Dia, kita akan siap membayar harga dalam perjalanan kita mengikut Dia dengan memikul salib.

Sumber : www.sabda.org

ms.sabbath
February 06, 2011, 04:56
Persembahan

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/tumblr_lahledNO9X1qzpe8uo1_500.jpg

Bacaan hari ini: Yesaya 1:10-20
--------------------------------------------------------
1:10. Dengarlah firman TUHAN, hai pemimpin-pemimpin, manusia Sodom! Perhatikanlah pengajaran Allah kita, hai rakyat, manusia Gomora!
1:11 "Untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak?" firman TUHAN; "Aku sudah jemu akan korban-korban bakaran berupa domba jantan dan akan lemak dari anak lembu gemukan; darah lembu jantan dan domba-domba dan kambing jantan tidak Kusukai.
1:12 Apabila kamu datang untuk menghadap di hadirat-Ku, siapakah yang menuntut itu dari padamu, bahwa kamu menginjak-injak pelataran Bait Suci-Ku?
1:13 Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku. Kalau kamu merayakan bulan baru dan sabat atau mengadakan pertemuan-pertemuan, Aku tidak tahan melihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan.
1:14 Perayaan-perayaan bulan barumu dan pertemuan-pertemuanmu yang tetap, Aku benci melihatnya; semuanya itu menjadi beban bagi-Ku, Aku telah payah menanggungnya.
1:15 Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah.

1:16. Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat,
1:17 belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!
1:18 Marilah, baiklah kita berperkara! --firman TUHAN--Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.
1:19 Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu.
1:20 Tetapi jika kamu melawan dan memberontak, maka kamu akan dimakan oleh pedang." Sungguh, TUHAN yang mengucapkannya.
--------------------------------------------------------

Ayat mas hari ini: 1 Samuel 15:22
Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 22-24

Persembahan adalah sesuatu yang dikenal oleh hampir semua agama dan kepercayaan di dunia. Bentuknya bermacam-macam; ada yang berupa makanan, binatang korban, hasil bumi, uang, kemenyan, dan sebagainya. Cara mempersembahkannya juga bermacam-macam. Namun, biasanya persembahan-persembahan itu dibawa dengan tujuan menyenangkan hati sosok ilahi yang disembah dan mendapat berkah darinya.

Dalam Alkitab, persembahan juga merupakan sebuah konsep yang sangat kerap dibahas. Walau demikian, secara berbeda kita diajar bahwa persembahan yang dibawa kepada Tuhan bukanlah semata demi menyenangkan hati Tuhan hingga menarik berkat-Nya. Bahkan, menurut bacaan Alkitab hari ini, persembahan yang kita bawa bisa membuat Allah tidak senang, tetapi malah merasa jijik (ayat 11-13). Sebab, lebih dari persembahan yang dibawa manusia, Tuhan lebih memperhatikan dan senang pada ketaatan. Yakni ketaatan yang terwujud dalam usaha kita hidup jauh dari dosa dan menjadi berkat bagi orang lain (ayat 16,17). Itu sebabnya, Tuhan bisa lebih menghargai persembahan orang miskin yang hanya mampu memberi sedikit, tetapi ia hidup taat dan jujur. Daripada persembahan besar orang yang kaya, tetapi hidup dengan cara yang kotor dan berdosa.

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/bgw1.jpg

Jika demikian, apakah fungsi persembahan? Persembahan adalah ungkapan syukur kita atas segala kebaikan Allah, baik yang berupa berkat materi, jasmani, rohani, sosial, dan sebagainya. Persembahan seharusnya kita berikan bukan karena kita ingin mendapat berkat-Nya lagi, melainkan karena kita bersyukur sudah mendapat limpahan berkat-Nya selama ini.

SENANGKAN HATI ALLAH DENGAN HIDUP TAAT KEPADA-NYA

UNGKAPKAN SYUKUR DENGAN MEMBERI PERSEMBAHAN BAGI-NYA

Penulis: Alison Subiantoro - www.renunganharian.net

ms.sabbath
February 07, 2011, 02:25
Lemah Lembut

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/3093880529_c2dd982a0b.jpg

Bacaan hari ini: 1 Tesalonika 2:1-8
-------------------------------------------------------------
2:1 Kamu sendiripun memang tahu, saudara-saudara, bahwa kedatangan kami di antaramu tidaklah sia-sia.
2:2 Tetapi sungguhpun kami sebelumnya, seperti kamu tahu, telah dianiaya dan dihina di Filipi, namun dengan pertolongan Allah kita, kami beroleh keberanian untuk memberitakan Injil Allah kepada kamu dalam perjuangan yang berat.
2:3 Sebab nasihat kami tidak lahir dari kesesatan atau dari maksud yang tidak murni dan juga tidak disertai tipu daya.
2:4 Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita.
2:5 Karena kami tidak pernah bermulut manis--hal itu kamu ketahui--dan tidak pernah mempunyai maksud loba yang tersembunyi--Allah adalah saksi--
2:6 juga tidak pernah kami mencari pujian dari manusia, baik dari kamu, maupun dari orang-orang lain, sekalipun kami dapat berbuat demikian sebagai rasul-rasul Kristus.
2:7 Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya.
2:8 Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi.
-------------------------------------------------------------
Ayat mas hari ini: Matius 5:5
Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 25-27

Kalau kamu tidak bertobat, tinggalkan rumah ini!” seru Pendeta Joe pada Tim, anaknya, yang terlibat pergaulan bebas. Tim langsung minggat. Menyewa indekos. Suatu malam ayahnya ditelepon seseorang. “Anakmu ada di penjara. Ia terlibat perdagangan narkoba!” Segera sang ayah mencarinya di penjara, tetapi anaknya tidak ada di situ. Ternyata berita telepon itu salah sambung. Maka, Joe berusaha mencari tempat kos Tim. Menjelang subuh baru ketemu. Anaknya itu sedang tidur. Ia masuk ke kamarnya, berlutut dan memeluknya, lalu berkata: “Tim, kamu baik-baik saja, kan? Ayah sayang padamu!” Ketika Tim melihat kelemahlembutan ayahnya, hatinya pun tersentuh. Ia pun pulang dan bertobat.

Kelemahlembutan kadang dipandang sebagai kelemahan. Orang lebih suka bersikap keras untuk menunjukkan kuasa dan wibawa. Padahal kelemahlembutan lebih ampuh! Ketika Paulus berkunjung ke Tesalonika, para lawannya telah menghasut jemaat. Paulus dituduh gagal menjalankan misinya, sehingga dianiaya di Filipi. Menghadapi hasutan itu, Paulus tidak bersikap keras dengan menunjukkan otoritasnya sebagai rasul. Ia tidak menghabisi para lawannya, atau membesarkan diri untuk merebut simpati. Namun, ia bersikap seperti ibu yang mengasuh anaknya. Lemah lembut. Berusaha mendengar dan memahami kebutuhan mereka. Belajar merendah dan melayani. Sikap itulah yang membuatnya disegani.

Apakah Anda dikenal sebagai orang yang kasar atau lemah lembut? Suka memotong pembicaraan atau membiarkan orang lain berbicara? Pemarah atau mudah mengalah? Jika Anda mau dihormati, terapkan kelemahlembutan.

HATI YANG KERAS BISA DIKALAHKAN

JIKA ANDA PUNYA SENJATA KELEMAHLEMBUTAN

Penulis: Juswantori Ichwan - www.renunganharian.net

ms.sabbath
February 08, 2011, 02:06
Mengalami Sendiri

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/job_friends.jpg

Bacaan hari ini: Ayub 42:1-7
---------------------------------------------------
42:1 Maka jawab Ayub kepada TUHAN:
42:2 "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.
42:3 Firman-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui.
42:4 Firman-Mu: Dengarlah, maka Akulah yang akan berfirman; Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku.
42:5 Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
42:6 Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."
42:7 Setelah TUHAN mengucapkan firman itu kepada Ayub, maka firman TUHAN kepada Elifas, orang Teman: "Murka-Ku menyala terhadap engkau dan terhadap kedua sahabatmu, karena kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub.
---------------------------------------------------

Ayat mas hari ini: Ayub 42:5
Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 1-3

Saat Anne Graham Lotz—putri Billy Graham—masih remaja dan bergumul dengan imannya, ia dinasihati seorang pemimpin rohaninya. ”Selama ini kau masih memandang Allah melalui sebuah prisma. Pandangan ibu, ayah, dan gerejamu, masih sangat mewarnai pandanganmu tentang Allah. Mulai sekarang, pandanglah Allah dengan cara pandangmu sendiri. Majulah bersama Allah.” Anne sadar, ia tak dapat hidup berkenan kepada Allah hanya karena ia mempunyai orangtua yang hebat dalam pelayanan. Ia harus mengalami sendiri hubungan pribadi dengan-Nya. Sejak, itu ia mengalami kemenangan dan sukacita di hidupnya.

Ketika Tuhan mengizinkan Iblis mendatangi Ayub dengan berbagai ujian, Ayub mendapat kesempatan untuk mengalami sendiri siapa Tuhan yang selama ini ia abdi. Ayub adalah orang yang paling saleh, jujur, dan takut akan Tuhan, di antara orang-orang di seluruh bumi (Ayub 1:1,8). Namun, baru setelah melalui segala ujian itu, di akhir kitab Ayub kita membaca bahwa ia tak hanya mengenal Tuhan dari kata orang, tetapi dari pengalamannya sendiri (42:5). Maka, ia bisa bersaksi mantap tentang Tuhan. Dan, sanggup menyimpulkan pengalamannya bukan dengan hujat atau keluh, melainkan dengan pengakuan akan kebesaran Tuhan yang berdaulat atas hidupnya (42:2).

Memiliki sendiri pengalaman rohani bersama Tuhan adalah kunci untuk bertumbuh secara rohani. Jangan hanya mendengar tentang kebesaran Tuhan dari kesaksian para rohaniwan atau rekan seiman. Praktikkan iman kita dan alami sendiri kemenangan bersama-Nya. Maka, dari hidup dan mulut kita akan keluar kesaksian tiada henti—yang menguatkan iman kita dan membesarkan nama Tuhan.

MENDENGAR TENTANG KEBESARAN TUHAN ITU MENYENANGKAN

MENGALAMI KEBESARAN TUHAN ITU MENGHIDUPKAN IMAN

Penulis: Agustina Wijayani - www.renunganharian.net

ms.sabbath
February 09, 2011, 01:57
Anjuran dan Larangan

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/080516-parent-kid-talk-hmedhmedium.jpg

Bacaan hari ini: 2 Raja-raja 22:8-20
--------------------------------------------------------------
22:8 Berkatalah imam besar Hilkia, kepada Safan, panitera itu: "Telah kutemukan kitab Taurat itu di rumah TUHAN!" Lalu Hilkia memberikan kitab itu kepada Safan, dan Safan terus membacanya.
22:9 Kemudian Safan, panitera itu, masuk menghadap raja, disampaikannyalah kabar tentang itu kepada raja: "Hamba-hambamu ini telah mengambil seluruh uang yang terdapat di rumah TUHAN dan memberikannya ke tangan para pekerja yang diangkat mengawasi rumah itu."
22:10 Safan, panitera itu, memberitahukan juga kepada raja: "Imam Hilkia telah memberikan kitab kepadaku," lalu Safan membacakannya di depan raja.
22:11 Segera sesudah raja mendengar perkataan kitab Taurat itu, dikoyakkannyalah pakaiannya.
22:12 Kemudian raja memberi perintah kepada imam Hilkia, kepada Ahikam bin Safan, kepada Akhbor bin Mikha, kepada Safan, panitera itu, dan kepada Asaya, hamba raja, katanya:
22:13 "Pergilah, mintalah petunjuk TUHAN bagiku, bagi rakyat dan bagi seluruh Yehuda, tentang perkataan kitab yang ditemukan ini, sebab hebat kehangatan murka TUHAN yang bernyala-nyala terhadap kita, oleh karena nenek moyang kita tidak mendengarkan perkataan kitab ini dengan berbuat tepat seperti yang tertulis di dalamnya."
22:14 Maka pergilah imam Hilkia, Ahikam, Akhbor, Safan dan Asaya kepada nabiah Hulda, isteri seorang yang mengurus pakaian-pakaian, yaitu Salum bin Tikwa bin Harhas; nabiah itu tinggal di Yerusalem, di perkampungan baru. Mereka memberitakan semuanya kepadanya.
22:15 Perempuan itu menjawab mereka: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel! Katakanlah kepada orang yang menyuruh kamu kepada-Ku!
22:16 Beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya Aku akan mendatangkan malapetaka atas tempat ini dan atas penduduknya, yakni segala perkataan kitab yang telah dibaca oleh raja Yehuda;
22:17 karena mereka meninggalkan Aku dan membakar korban kepada allah lain dengan maksud menimbulkan sakit hati-Ku dengan segala pekerjaan tangan mereka; sebab itu kehangatan murka-Ku akan bernyala-nyala terhadap tempat ini dengan tidak padam-padam.
22:18 Tetapi kepada raja Yehuda, yang telah menyuruh kamu untuk meminta petunjuk TUHAN, harus kamu katakan demikian: Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Mengenai perkataan yang telah kaudengar itu,
22:19 oleh karena engkau sudah menyesal dan engkau merendahkan diri di hadapan TUHAN pada waktu engkau mendengar hukuman yang Kufirmankan terhadap tempat ini dan terhadap penduduknya, bahwa mereka akan mendahsyatkan dan menjadi kutuk, dan oleh karena engkau mengoyakkan pakaianmu dan menangis di hadapan-Ku, Akupun telah mendengarnya, demikianlah firman TUHAN,
22:20 sebab itu, sesungguhnya Aku akan mengumpulkan engkau kepada nenek moyangmu, dan engkau akan dikebumikan ke dalam kuburmu dengan damai, dan matamu tidak akan melihat segala malapetaka yang akan Kudatangkan atas tempat ini." Lalu mereka menyampaikan jawab itu kepada raja.
--------------------------------------------------------------
Ayat mas hari ini: Yesaya 48:17
Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 4-6

Ada satu cara yang saya terapkan dalam mendidik anak. Di sebuah kertas saya menuliskan beberapa kata kunci mengenai hal-hal yang boleh dan yang tak boleh mereka lakukan. “Mengerjakan PR”, “bangun tepat waktu”, “minum susu”, adalah hal-hal yang harus dikerjakan. “Berebut mainan”, “terlalu banyak nonton televisi”, adalah aktivitas yang saya larang. Jika mereka melakukan yang dianjurkan, saya akan membawa mereka bermain keluar rumah atau membelikan buku menggambar kesukaan mereka. Sebaliknya, jika mereka melakukan apa yang dilarang, saya akan memberi mereka hukuman.

Yosia, seorang raja yang lembut hatinya, menyediakan dirinya untuk mendengar dan berusaha menaati Tuhan dengan membaca dan mempelajari Taurat yang ditemukan di rumah Tuhan. Ia mendengar dengan sungguh-sungguh apa hukuman yang Tuhan tetapkan bagi mereka yang meninggalkan Dia (ayat 17), dan juga apa berkat Tuhan bagi mereka yang taat (ayat 18-20). Yosia menjadikan Taurat Tuhan sebagai cermin yang patut dipercaya tentang apa yang seharusnya dilakukan umat Tuhan, dan apa yang tidak berkenan di hadapan Tuhan.

Kesungguhan untuk mau dikoreksi oleh Tuhan melalui firman-Nya harus kita pelihara. Kita butuh mendidik diri sendiri untuk mengikuti apa yang dianjurkan Tuhan dan menghindari apa yang dilarang oleh-Nya. Salah satu cara sederhananya: buatlah daftar apa yang Dia kehendaki untuk dilakukan dan apa yang tidak, setiap kali selesai membaca firman. Lalu taati dan kerjakan setiap hal di daftar itu dengan sabar dan setia. Biarlah firman Tuhan menjadi petunjuk hidup kita yang terutama.

BERKAT DIBERIKAN SEBAGAI UPAH KETAATAN

DAN MURKA SEBAGAI UPAH PELANGGARAN

Penulis: Fotarisman Zaluchu - www.renunganharian.net

ms.sabbath
February 10, 2011, 02:00
Terbiasa dengan Dosa

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/Dungeness_Crab_Fishermans_Wharf.jpg

Bacaan hari ini: 1 Raja-raja 11:1-13
---------------------------------------------------------
11:1 Adapun raja Salomo mencintai banyak perempuan asing. Di samping anak Firaun ia mencintai perempuan-perempuan Moab, Amon, Edom, Sidon dan Het,
11:2 padahal tentang bangsa-bangsa itu TUHAN telah berfirman kepada orang Israel: "Janganlah kamu bergaul dengan mereka dan merekapun janganlah bergaul dengan kamu, sebab sesungguhnya mereka akan mencondongkan hatimu kepada allah-allah mereka." Hati Salomo telah terpaut kepada mereka dengan cinta.
11:3 Ia mempunyai tujuh ratus isteri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik; isteri-isterinya itu menarik hatinya dari pada TUHAN.
11:4 Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allahnya, seperti Daud, ayahnya.
11:5 Demikianlah Salomo mengikuti Asytoret, dewi orang Sidon, dan mengikuti Milkom, dewa kejijikan sembahan orang Amon,
11:6 dan Salomo melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti TUHAN, seperti Daud, ayahnya.
11:7 Pada waktu itu Salomo mendirikan bukit pengorbanan bagi Kamos, dewa kejijikan sembahan orang Moab, di gunung di sebelah timur Yerusalem dan bagi Molokh, dewa kejijikan sembahan bani Amon.
11:8 Demikian juga dilakukannya bagi semua isterinya, orang-orang asing itu, yang mempersembahkan korban ukupan dan korban sembelihan kepada allah-allah mereka.
11:9 Sebab itu TUHAN menunjukkan murka-Nya kepada Salomo, sebab hatinya telah menyimpang dari pada TUHAN, Allah Israel, yang telah dua kali menampakkan diri kepadanya,
11:10 dan yang telah memerintahkan kepadanya dalam hal ini supaya jangan mengikuti allah-allah lain, akan tetapi ia tidak berpegang pada yang diperintahkan TUHAN.
11:11 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Salomo: "Oleh karena begitu kelakuanmu, yakni engkau tidak berpegang pada perjanjian dan segala ketetapan-Ku yang telah Kuperintahkan kepadamu, maka sesungguhnya Aku akan mengoyakkan kerajaan itu dari padamu dan akan memberikannya kepada hambamu.
11:12 Hanya, pada waktu hidupmu ini Aku belum mau melakukannya oleh karena Daud, ayahmu; dari tangan anakmulah Aku akan mengoyakkannya.
11:13 Namun demikian, kerajaan itu tidak seluruhnya akan Kukoyakkan dari padanya, satu suku akan Kuberikan kepada anakmu oleh karena hamba-Ku Daud dan oleh karena Yerusalem yang telah Kupilih."
---------------------------------------------------------
Ayat mas hari ini: Kejadian 4:7
Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 7-9

Sebagai mahasiswa kedokteran, seorang kerabat saya diwajibkan berdinas di rumah sakit. Tugasnya cukup menguji nyali: jaga malam di kamar mayat. Di hari pertama, ia sangat terganggu oleh suasana dingin dan aroma formalin. Namun, setelah dua-tiga hari, ia mulai bisa bertugas dengan santai, bahkan sambil makan di situ! Manusia memang bisa “kebal” menghadapi situasi buruk, asal dibiasakan, sebab Tuhan memberinya kemampuan adaptasi yang hebat. Tanyai saja orang yang sudah lama bekerja di WC umum, pelelangan ikan, atau pompa bensin—pasti mereka merasa nyaman saja, walau tempat kerjanya tidak nyaman.

Sayang, saking baiknya kemampuan adaptasi manusia, kadang dosa pun bisa tak terasa seperti dosa lagi. Seperti bacaan firman Tuhan hari ini. Sulit dipercaya bahwa yang melakukan tindakan tercela itu adalah Raja Salomo: sang penulis puluhan amsal yang bijaksana dan berwibawa. Salomo jatuh cinta pada gadis-gadis asing dari Moab, Amon, Edom, Sidon, dan Het. Seiring berjalannya waktu, kesenangan Salomo atas istri-istrinya menggantikan posisi Tuhan di hidupnya (ayat 3,4). Kesenangan-kesenangan itu memalingkan kasihnya dari Allah.

Belajar dari Salomo, mari kita lebih waspada. Jangan berkompromi dengan dosa demi kenyamanan pribadi. Mungkin di awal kita masih punya rasa bersalah, tetapi lama-kelamaan kita bisa terbiasa hingga merasa tidak ada yang salah. Jangan sampai kita terlena dan terjerumus. Seperti kata pepatah: Jika kita menghabiskan waktu di pasar, kita akan tercium seperti ikan; jika kita menghabiskan waktu di taman, kita akan tercium seperti bunga; jika kita terus-menerus berbuat dosa, ada waktunya semua akan terbuka.

SERAPAT-RAPATNYA DOSA DISELUBUNGI

SUATU KALI IA AKAN MEMBUAT PELAKUNYA MERUGI

Penulis: Olivia Elena - www.renunganharian.net

ms.sabbath
February 11, 2011, 02:13
Jika Tuhan Menghendaki

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/agenda.jpg

Bacaan hari ini: Yakobus 4:13-15
-----------------------------------------------------------
4:13 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung",
4:14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.
4:15 Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu."
-----------------------------------------------------------
Ayat mas hari ini: Yakobus 4:15
Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 10-12

Semua orang pasti memiliki rencana. Ada rencana jangka pendek, ada juga rencana jangka panjang. Dalam menyusun rencana, orang mendaftar apa saja yang akan dilakukan dan apa saja sumber daya pendukung yang ada agar rencana itu terwujud. Dan, orang kerap membuat perencanaan dalam berbagai aspek kehidupannya: kehidupan pribadi, keluarga, pekerjaan maupun pelayanan.

Ada orang yang membuat perencanaan dengan sangat rinci, ada juga yang tidak. Dalam pelaksanaannya pun ada rencana yang terlaksana dengan baik, ada yang berjalan walau tidak sesuai, bahkan ada yang sama sekali tidak terlaksana. Nyatanya, sebaik apa pun sebuah rencana dibuat, manusia tidak punya kuasa mutlak membuat semuanya terjadi seperti yang ia kehendaki. Oleh karena itu, dalam surat kepada kedua belas suku di perantauan (1:1), Yakobus mengingatkan jemaat untuk senantiasa melibatkan Tuhan dalam setiap perencanaan. Hal ini akan membantu mereka, juga kita, untuk peka terhadap kehendak Tuhan dan tidak cepat bermegah diri. Apalagi sebagai anak-anak Tuhan, kita tahu bahwa Tuhan adalah sumber kehidupan dan kekuatan kita.

Semua yang kita rencanakan untuk dilakukan di sepanjang hari ini atau esok, hanya dimungkinkan jika Tuhan menghendaki kita hidup dan melakukannya (4:15). Inilah yang harus selalu kita ingat; bahwa kita adalah manusia yang terbatas, dan Tuhanlah yang punya kuasa mutlak atas hidup kita. Sehebat apa pun rencana kita, tanpa Tuhan menghendakinya terjadi, maka hal itu tidak akan terlaksana. Sudahkah Anda melibatkan Tuhan dalam perencanaan Anda hari ini?

SEMAKIN BANYAK HAL YANG KITA RENCANAKAN

SEMAKIN PERLU KITA MELIBATKAN TUHAN DI DALAMNYA

Penulis: G. Sicillia Leiwakabessy - www.renunganharian.net

ms.sabbath
February 12, 2011, 10:39
Face To Face


http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/normal_mq_002.jpg

Bacaan hari ini: 1 Tesalonika 3:1-13
--------------------------------------------------------------
3:1 Kami tidak dapat tahan lagi, karena itu kami mengambil keputusan untuk tinggal seorang diri di Atena.
3:2 Lalu kami mengirim Timotius, saudara yang bekerja dengan kami untuk Allah dalam pemberitaan Injil Kristus, untuk menguatkan hatimu dan menasihatkan kamu tentang imanmu,
3:3 supaya jangan ada orang yang goyang imannya karena kesusahan-kesusahan ini. Kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu.
3:4 Sebab, juga waktu kami bersama-sama dengan kamu, telah kami katakan kepada kamu, bahwa kita akan mengalami kesusahan. Dan hal itu, seperti kamu tahu, telah terjadi.
3:5 Itulah sebabnya, maka aku, karena tidak dapat tahan lagi, telah mengirim dia, supaya aku tahu tentang imanmu, karena aku kuatir kalau-kalau kamu telah dicobai oleh si penggoda dan kalau-kalau usaha kami menjadi sia-sia.

3:6 Tetapi sekarang, setelah Timotius datang kembali dari kamu dan membawa kabar yang menggembirakan tentang imanmu dan kasihmu, dan bahwa kamu selalu menaruh kenang-kenangan yang baik akan kami dan ingin untuk berjumpa dengan kami, seperti kami juga ingin untuk berjumpa dengan kamu,
3:7 maka kami juga, saudara-saudara, dalam segala kesesakan dan kesukaran kami menjadi terhibur oleh kamu dan oleh imanmu.
3:8 Sekarang kami hidup kembali, asal saja kamu teguh berdiri di dalam Tuhan.
3:9 Sebab ucapan syukur apakah yang dapat kami persembahkan kepada Allah atas segala sukacita, yang kami peroleh karena kamu, di hadapan Allah kita?
3:10 Siang malam kami berdoa sungguh-sungguh, supaya kita bertemu muka dengan muka dan menambahkan apa yang masih kurang pada imanmu.

3:11 Kiranya Dia, Allah dan Bapa kita, dan Yesus, Tuhan kita, membukakan kami jalan kepadamu.
3:12 Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu.
3:13 Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.
--------------------------------------------------------------
Ayat mas hari ini: 1 Tesalonika 3:10
Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 13-15

Acara televisi itu sengaja dikemas untuk mempertemukan kembali mereka yang akibat kerasnya arus dan badai kehidupan terpaksa berpisah; mereka yang telah lama tak berjumpa dan tak pernah membayangkan bakal bertemu muka. Padahal mereka ialah orang-orang yang punya hubungan dekat. Ibu dan anak kandung; dua saudara kandung; dua sobat masa kecil; ayah dan anak. Bahkan, pasangan suami-istri. Puncak acara yang paling ditunggu adalah saat mereka dipertemukan muka dengan muka. Mengharukan. Raut muka mereka berubah. Bercahaya, seperti orang “hidup kembali”.

Paulus sangat rindu berjumpa lagi dengan jemaat Tesalonika. Hubungan kasih di antara mereka layaknya orangtua dan anak (1 Tesalonika 2:7,11). Dalam rute pekabaran Injilnya yang kedua, jemaat itu sempat ia layani, tetapi kemudian terpaksa ditinggalkan dalam keadaan tertekan dan teraniaya masyarakat sekitar (ayat 4). Paulus khawatir. Maka, ia mengutus Timotius mengunjungi mereka (ayat 2) dan berdoa agar kelak Tuhan mempertemukan mereka kembali (ayat 10,11). Sebelum itu terkabul, sekadar mendengar kabar Timotius bahwa mereka baik-baik saja sudah membuat Paulus “terhibur” (ayat 7) dan serasa “hidup kembali” (ayat 8). Apalagi, bila kelak mereka berjumpa muka dengan muka!

Perjumpaan muka dengan muka tak tergantikan oleh media komunikasi jarak jauh mana pun. Itulah puncak kerinduan orang-orang yang saling mengasihi. Jadi, jika Tuhan memberi kesempatan, atur dan sediakan kesempatan untuk berjumpa muka dengan muka dengan orang-orang yang kita kasihi. Dampaknya besar. Menghibur. Memberkati. Bisa membuat orang serasa “hidup kembali”.

KASIH BERPUNCAK PADA PERJUMPAAN MUKA DENGAN MUKA

UPAYAKAN SEDAPAT MUNGKIN SELAGI ADA KESEMPATAN

Penulis: Pipi Agus Dhali - www.renunganharian.net

ms.sabbath
February 13, 2011, 05:17
Kristus, Sauh Cinta

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/jesus-with-children-1015-1.jpg

Bacaan hari ini: Efesus 5:22-33
--------------------------------------------------------
5:22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,
5:23 karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.
5:24 Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.
5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
5:26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
5:27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.
5:28 Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.
5:29 Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,
5:30 karena kita adalah anggota tubuh-Nya.
5:31 Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
5:32 Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.
5:33 Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.
--------------------------------------------------------
Ayat mas hari ini: Yohanes 15:13
Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 16-18

Dan bila aku berdiri/tegak sampai hari ini/bukan karna kuat dan hebatku/semua karena cinta/semua karena cinta .... Itulah sepenggal lirik lagu Karena Cinta yang dibawakan Delon, juara Indonesian Idol. Lagu ini mengemukakan kebenaran bahwa cinta itu penting. Penting karena kini cinta—baik kualitas maupun kuantitasnya—mulai luntur, bahkan dalam kehidupan keluarga.

Secara khusus, Paulus mengingatkan para suami agar mengasihi istri seperti Kristus mengasihi jemaat. Dan, kasih yang diberikan kepada pasangan bukan hanya kasih manusiawi (eros), melainkan kasih ilahi (agape). Ini standar kasih yang tinggi—kasih yang menuntut pengorbanan, sebagaimana Kristus menyerahkan diri-Nya bagi jemaat (ayat 25).

Sedangkan setiap istri diminta tunduk kepada suaminya dalam segala sesuatu, seperti ia tunduk kepada Tuhan. Kerap orang kemudian mengartikannya sebagai ketundukan yang memposisikan istri sebagai pelayan dan pengikut kehendak suami. Padahal, ayat ini memuat kalimat “sebagaimana Kristus ...”. Jadi, sesungguhnya suami diminta meneladani Kristus yang memberi diri, baru setelah itu ia layak menerima ketundukan istri. Bila sikap dan sifat suami bertentangan dengan nilai dan sikap Kristus, istri perlu mendoakan dan menolongnya lebih dulu. Walau dalam proses itu, istri tetap berusaha tunduk kepada suami yang tengah berjuang meneladani Kristus.

Barangkali kita tak dapat melakukannya dengan sempurna, tetapi kita harus berusaha memiliki dan menyatakan kasih Kristus kepada pasangan kita. Teladan hidup Kristus adalah jangkar yang teguh bagi setiap bahtera rumah tangga.

KRISTUS ADALAH TAMU YANG TAK TERLIHAT
DI SETIAP RUMAH KITA—Anonim

Penulis: Daniel K. Listijabudi - www.renunganharian.net

ms.sabbath
February 14, 2011, 02:46
Kekuatan Cinta

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/9780842350990.jpg

Bacaan hari ini: Kidung Agung 8:5-7
--------------------------------------------------------
8:5 Siapakah dia yang muncul dari padang gurun, yang bersandar pada kekasihnya? --Di bawah pohon apel kubangunkan engkau, di sanalah ibumu telah mengandung engkau, di sanalah ia mengandung dan melahirkan engkau.
8:6 --Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!
8:7 Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina.
--------------------------------------------------------
Ayat mas hari ini: Kidung Agung 8:7
Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 19-21

Robertson McQuilkin mengundurkan diri dari jabatannya sebagai rektor Universitas Internasional Columbia demi merawat Muriel, istrinya, yang mengalami alzheimer atau gangguan fungsi otak. Muriel sudah tidak bisa apa-apa, bahkan untuk makan, mandi, serta buang air pun, ia harus dibantu. Pada 14 Februari 1995 adalah hari istimewa—tanggal itu, 47 tahun lalu, Robertson melamar Muriel—maka ia memandikan Muriel dan menyiapkan makan malam kesukaannya. Menjelang tidur ia mencium Muriel, menggenggam tangannya, dan berdoa, ”Bapa surgawi, jagalah kekasih hatiku ini sepanjang malam, biarlah ia mendengar nyanyian malaikat-Mu.”

Paginya, ketika Robertson sedang berolahraga dengan sepeda statis, Muriel terbangun. Ia tersenyum kepada Robertson. Dan, untuk pertama kali setelah berbulan-bulan Muriel tak pernah berbicara, ia memanggil Robertson lembut, ”Sayangku …”. Robertson terlompat dari sepeda statisnya. Ia memeluk Muriel. ”Sayangku, kamu benar-benar mencintaiku?” tanya Muriel lirih. Robertson mengangguk dan tersenyum. ”Aku bahagia.” Itulah kata-kata terakhir Muriel sebelum meninggal.

Alangkah indahnya relasi yang didasarkan pada cinta; tidak ada kepedihan yang terlalu berat untuk dipikul. Cinta adalah daya dorong yang sangat ampuh untuk kita selalu melakukan yang terbaik; menjalani kegetiran tanpa isak, melalui kepahitan tanpa keluh, melewati lembah kekelaman dengan kepala tegak. Tak heran Salomo pun mengatakan, cinta kuat seperti maut (ayat 6). Maka, mari kita menumbuhkembangkan cinta di hati, untuk melandasi setiap tindakan dan ucapan kita; di mana pun dan kapan pun.

CINTA ADALAH DASAR YANG KOKOH TEGUH
UNTUK SEBUAH RELASI

Penulis: Ayub Yahya - www.renunganharian.net



Selamat Hari Kasih Sayang untuk semua teman2 disini :)

http://24.media.tumblr.com/tumblr_lgcv0mmpGY1qzpe8uo1_500.jpg

ms.sabbath
February 15, 2011, 15:30
Memanusiakan Manusia

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/samaritan1.jpg

Bacaan hari ini: Lukas 10:25-37
--------------------------------------------------------
10:25 Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
10:26 Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?"
10:27 Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
10:28 Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup."
10:29 Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: "Dan siapakah sesamaku manusia?"
10:30 Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.
10:31 Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.
10:32 Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.
10:33 Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
10:34 Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.
10:35 Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.
10:36 Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?"
10:37 Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"
--------------------------------------------------------
Ayat mas hari ini: Matius 22:39
Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 22-24

Yerome, seorang sejarawan abad ke-5, menyebut jalan dari Yerusalem hingga Yerikho sebagai Jalan Merah atau Jalan Darah—untuk menunjukkan betapa berbahayanya jalan tersebut. Memang jalan itu adalah jalan paling ideal bagi para penyamun untuk beraksi. Selain jaraknya cukup jauh, sekitar 32 kilometer, jalan ini pun sempit, berbatu-batu, dan berkelok-kelok. Dan, gambaran jalan ini pulalah yang menjadi latar belakang cerita Tuhan Yesus tentang orang Samaria yang baik hati.

Akan tetapi, apa yang disampaikan oleh Tuhan Yesus ini bukan kisah yang sungguh-sungguh terjadi. Artinya, belum tentu semua orang Samaria memiliki kebaikan hati yang seperti ini. Atau, dengan kata lain, apabila ada orang Yahudi yang dalam kesulitan belum tentu orang Samaria mau menolongnya. Sebab, memang kedua bangsa ini sudah sekian lama bermusuhan. Jadi, yang sesungguhnya ingin disampaikan Tuhan Yesus adalah hal memanusiakan sesama. Tuhan Yesus ingin kita menghargai hidup setiap manusia, yang antara lain dapat kita lakukan dengan menunjukkan perbuatan baik. Dan, hal menghargai manusia tidak boleh dibatasi oleh jenis kelamin, tingkat ekonomi, tingkat sosial, kebangsaan, bahkan permusuhan.

Isu perendahan hak asasi manusia memang bukan hal baru lagi di dunia ini. Kita dapat melihat banyak manusia yang memperlakukan manusia lain tidak seperti manusia—menganiaya, menghina, bahkan membunuh. Karena itu, Yesus mengajarkan bahwa mengasihi sesama adalah seperti mengasihi dan melakukan hal baik kepada diri sendiri. Siapa yang akan kita jadikan objek kasih hari ini?

PERBUATAN BAIK BAGI ORANG LAIN

ADALAH LANGKAH KECIL UNTUK MEMANUSIAKAN MANUSIA

Penulis: Riand Yovindra - www.renunganharian.net

ms.sabbath
February 16, 2011, 06:41
Pengkritik

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/Walt_Disney.jpg

Bacaan hari ini: Matius 9:9-13
----------------------------------------------------
9:9 Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.
9:10 Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.
9:11 Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: "Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"
9:12 Yesus mendengarnya dan berkata: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.
9:13 Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."
----------------------------------------------------
Ayat mas hari ini: Matius 9:11
Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 25-27

Walt Disney adalah salah satu raksasa entertainment terbesar di dunia ini. Apakah perjalanannya menuju sukses berlangsung mulus? Tidak selalu. Disney harus bertemu banyak pengkritik yang berusaha membunuh impiannya. Gagasan tentang tikus kartun pada zaman itu sangat konyol. Tak heran Disney harus menelan banyak kritik, sindiran, hinaan. Namun kini, anak-anak di seluruh dunia harus berterima kasih kepadanya karena berhasil mempertahankan impian dan tetap berusaha mewujudkannya.

Pengkritik tak memandang orang. Tak peduli betapa kerasnya Anda bekerja. Tak peduli betapa hebatnya gagasan Anda. Tak peduli betapa luar biasanya bakat dan kemampuan Anda. Tak peduli Anda sosok yang sempurna. Anda tetap menjadi sasaran kritik. Tak seorang pun bebas dari kritik. Semua dihadapkan pada pilihan: membiarkan kritik membunuh impiannya atau memilih mempertahankan impian itu!

Yesus adalah figur sempurna. Namun, maksud baik Yesus pun disalahartikan. Kebaikan Yesus menyembuhkan orang lumpuh, orang buta, dan orang bisu pun, dikritik habis. Jika Tuhan Yesus yang sempurna pun menuai kritikan hebat, apalagi kita. Ya, para pengkritik ada di mana-mana. Kita tak dapat lepas dari pengkritik. Solusi terbaik adalah menghadapi semua kritikan itu dengan jiwa besar dan tidak membiarkan kritikan itu membunuh semua impian kita.

Apakah Anda sedang menuai sorotan serta kritikan tajam? Mungkinkah semangat Anda meredup atau bahkan hampir mati karenanya? Lihatlah bagaimana Tuhan Yesus menghadapi kritik. Bersemangatlah kembali dan raih lagi impian Anda selaras dengan hati-Nya? Serahkan diri pada pimpinan Roh Kudus!

KRITIK DATANG TAK SELALU UNTUK MENYERANG

TETAPI AGAR KITA LEBIH TAHU APA ARTINYA BERJUANG

Penulis: Petrus Kwik - www.renunganharian.net

ms.sabbath
February 18, 2011, 02:32
Lagi dan Lagi

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/wicked-steward.gif

Bacaan hari ini: Matius 18:21-35
----------------------------------------------------
18:21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"
18:22 Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
18:23 Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.
18:24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.
18:25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.
18:26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.
18:27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.
18:28 Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!
18:29 Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.
18:30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.
18:31 Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.
18:32 Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.
18:33 Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?
18:34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.
18:35 Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."
----------------------------------------------------
Ayat mas hari ini: Matius 18:21
Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 31-33

Sungguh senangnya hati ketika kendaraan yang kita pakai sehari-hari dicuci bersih. Sayangnya, secemerlang apa pun kendaraan kita setelah dicuci, kita tak dapat mempertahankannya terus begitu. Jika kita memakainya lagi untuk beraktivitas, maka dalam sekejap ia bisa kembali menjadi begitu kotor. Hingga pekerjaan mencuci ini harus diulang. Lalu, kotor lagi. Harus dicuci lagi. Begitu seterusnya.

Ada satu kemiripan antara mencuci kendaraan dengan mengampuni kesalahan sesama—yakni harus dilakukan lagi dan lagi. Petrus pernah bertanya kepada Yesus, ”Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Namun, Yesus malah menanggapinya secara mengejutkan. Jika Petrus menetapkan batas kesabarannya hingga tujuh kali mengampuni, Tuhan memintanya mengampuni hingga berlipat-lipat kali lebih banyak dari itu. Artinya, Petrus harus terus mengampuni. Mengampuni lagi dan lagi. Mengapa? Yesus menyadarkan Petrus—dan kita—melalui perumpaan hamba yang berutang. Ketika kita tidak mau memaafkan saudara yang bersalah kepada kita (ayat 28-30), sesungguhnya kita sedang berlaku tidak pantas. Sebab, bukankah kita telah menerima pengampunan dan kemurahan yang sangat jauh lebih besar nilainya dari Tuhan sendiri (ayat 27)?

Perselisihan, kerap kali justru terjadi di antara orang-orang yang terdekat—keluarga, sahabat, rekan sekerja. Itu sebabnya budaya meminta ampun dan mengampuni harus menjadi gaya hidup kita. Anak-anak Tuhan yang telah menerima anugerah pengampunan Kristus yang besar, pasti akan dapat mengampuni lagi dan lagi—setiap kesalahan yang tertimpa kepadanya dari sesama saudara.

KITA MEMBUTUHKAN PENGAMPUNAN TUHAN LAGI DAN LAGI

MAKA MENGAPA KITA TAK MENGAMPUNI SESAMA LAGI DAN LAGI?

Penulis: Agustina Wijayani - www.renunganharian.net

ms.sabbath
February 19, 2011, 05:48
Iman Tidak Memandang Muka

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/IncrediblyRichMan.jpg

Bacaan hari ini: Yakobus 2:1-13
----------------------------------------------------
2:1 Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka.
2:2 Sebab, jika ada seorang masuk ke dalam kumpulanmu dengan memakai cincin emas dan pakaian indah dan datang juga seorang miskin ke situ dengan memakai pakaian buruk,
2:3 dan kamu menghormati orang yang berpakaian indah itu dan berkata kepadanya: "Silakan tuan duduk di tempat yang baik ini!", sedang kepada orang yang miskin itu kamu berkata: "Berdirilah di sana!" atau: "Duduklah di lantai ini dekat tumpuan kakiku!",
2:4 bukankah kamu telah membuat pembedaan di dalam hatimu dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat?
2:5 Dengarkanlah, hai saudara-saudara yang kukasihi! Bukankah Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah dijanjikan-Nya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia?
2:6 Tetapi kamu telah menghinakan orang-orang miskin. Bukankah justru orang-orang kaya yang menindas kamu dan yang menyeret kamu ke pengadilan?
2:7 Bukankah mereka yang menghujat Nama yang mulia, yang oleh-Nya kamu menjadi milik Allah?
2:8 Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri", kamu berbuat baik.
2:9 Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran.
2:10 Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.
2:11 Sebab Ia yang mengatakan: "Jangan berzinah", Ia mengatakan juga: "Jangan membunuh". Jadi jika kamu tidak berzinah tetapi membunuh, maka kamu menjadi pelanggar hukum juga.
2:12 Berkatalah dan berlakulah seperti orang-orang yang akan dihakimi oleh hukum yang memerdekakan orang.
2:13 Sebab penghakiman yang tak berbelas kasihan akan berlaku atas orang yang tidak berbelas kasihan. Tetapi belas kasihan akan menang atas penghakiman.
----------------------------------------------------
Ayat mas hari ini: Yakobus 2:9
Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 34-36

Dalam cerita kartun berjudul Inti Kebijakan, dikisahkan bahwa di Tiongkok kuno ada seseorang yang ketika berpakaian bagus, maka ia dihormati orang. Anehnya, ketika ia memakai pakaian pengemis, maka ia diusir orang. Lantas ia menyimpulkan: ”Kalau ternyata bukan diriku, melainkan pakaianku yang dihormati, mengapa aku mesti senang? Dan, kalau ternyata bukan diriku—melainkan apa yang kupakai yang dibenci—mengapa aku mesti sedih?” Demikianlah manusia, lebih sering menghormati apa yang melekat pada diri orang, bukan keberadaan orang itu sendiri.

Yakobus mengingatkan kita agar hidup dengan bersikap adil, tidak pandang bulu, tidak hanya melihat penampilan luar. Jika kita hanya menghormati orang yang berpakaian bagus dan menghina yang miskin, kita sebenarnya tidak sepenuhnya mengasihi sesama manusia. Apalagi, dalam konteks surat Yakobus, kelompok orang yang dianggap miskin oleh dunia sebenarnya adalah kelompok orang yang kaya dalam iman dan merupakan ahli waris Kerajaan (ayat 5). Sebaliknya, kelompok orang kaya justru tampil sebagai penindas orang miskin. Namun demikian, Yakobus tidak menganjurkan agar kita hanya mengasihi orang miskin. Ia meminta kita mengasihi semua orang dengan hati murni, memandang siapa pun—kaya-miskin—sebagai sesama manusia. Iman tak boleh memandang muka.

Siapakah yang pada hari-hari lalu Anda abaikan hanya karena melihat penampilan luarnya? Ada baiknya Anda segera datang kepadanya dan menyatakan kasih secara nyata. Barulah iman Anda menjadi seperti yang Tuhan minta.

IMAN DAN KEADILAN

ADALAH DUA WAJAH DARI SEKEPING UANG

Penulis: Daniel K. Listijabudi - www.renunganharian.net

ms.sabbath
February 20, 2011, 04:26
Jika Ibadah Diselewengkan

http://ycteam.files.wordpress.com/2008/05/063.jpg?w=300&h=200

Bacaan hari ini: 1 Samuel 13:6-14

----------------------------------------------------
13:6 Ketika dilihat orang-orang Israel, bahwa mereka terjepit--sebab rakyat memang terdesak--maka larilah rakyat bersembunyi di gua, keluk batu, bukit batu, liang batu dan perigi;
13:7 malah ada orang Ibrani yang menyeberangi arungan sungai Yordan menuju tanah Gad dan Gilead, sedang Saul masih di Gilgal dan seluruh rakyat mengikutinya dengan gemetar.
13:8 Ia menunggu tujuh hari lamanya sampai waktu yang ditentukan Samuel. Tetapi ketika Samuel tidak datang ke Gilgal, mulailah rakyat itu berserak-serak meninggalkan dia.
13:9 Sebab itu Saul berkata: "Bawalah kepadaku korban bakaran dan korban keselamatan itu." Lalu ia mempersembahkan korban bakaran.
13:10 Baru saja ia habis mempersembahkan korban bakaran, maka tampaklah Samuel datang. Saul pergi menyongsongnya untuk memberi salam kepadanya.
13:11 Tetapi kata Samuel: "Apa yang telah kauperbuat?" Jawab Saul: "Karena aku melihat rakyat itu berserak-serak meninggalkan aku dan engkau tidak datang pada waktu yang telah ditentukan, padahal orang Filistin telah berkumpul di Mikhmas,
13:12 maka pikirku: Sebentar lagi orang Filistin akan menyerang aku di Gilgal, padahal aku belum memohonkan belas kasihan TUHAN; sebab itu aku memberanikan diri, lalu mempersembahkan korban bakaran."
13:13 Kata Samuel kepada Saul: "Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu; sebab sedianya TUHAN mengokohkan kerajaanmu atas orang Israel untuk selama-lamanya.
13:14 Tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap. TUHAN telah memilih seorang yang berkenan di hati-Nya dan TUHAN telah menunjuk dia menjadi raja atas umat-Nya, karena engkau tidak mengikuti apa yang diperintahkan TUHAN kepadamu."
----------------------------------------------------

Ayat mas hari ini: 1 Samuel 13:12
Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 1-3

Sebuah gereja ingin ibadah Natalnya dihadiri banyak orang. Lantas, muncullah ide kreatif. Diumumkan di media massa bahwa dalam kebaktian Natal nanti akan ada door prize. Setiap orang yang datang akan diberi kupon. Setelah diundi, sang pemenang akan pulang dengan membawa hadiah berupa mobil! Cara ini terbukti ampuh. Ribuan orang hadir memenuhi tempat ibadah. Mereka beribadah sambil berharap agar bisa pulang membawa mobil baru.

Ibadah mestinya diselenggarakan untuk memuliakan Tuhan. Namun, bisa terjadi, penyelenggaraan ibadah disusupi motivasi lain. Raja Saul mengajak rakyat mempersembahkan korban bakaran sebelum maju berperang. Ibadah itu diadakan terutama bukan untuk menyembah Tuhan, melainkan untuk menggalang massa. Mempersatukan rakyat yang sudah tercerai-berai. Saul lebih memikirkan kepentingan rakyat daripada kepentingan Tuhan. Maka, aturan ibadah pun ia abaikan. Tidak sudi Saul menunggu Samuel yang sudah ditunjuk Tuhan memimpin ibadah (1 Samuel 10:8).

Dipimpinnya sendiri ibadah itu. Yang penting ibadah berlangsung dan rakyat senang! Saul menjadikan ibadah hanya sebagai alat untuk mencapai tujuan politiknya. Konsekuensinya fatal. Tuhan menolaknya!

Ibadah bukan wadah untuk pamer diri atau memikat massa. Jalankan ibadah hanya untuk menyenangkan hati Tuhan, bukan menyenangkan hati jemaat. Jika Anda menghadiri ibadah, hadirlah dengan motivasi murni. Jangan jadikan ibadah saat untuk berpacaran, mencari rekan bisnis, apalagi sekadar menjadi ajang ”cuci mata”

IBADAH YANG TIDAK BERFOKUS KEPADA TUHAN

SAMA SEKALI BUKAN IBADAH YANG SEBENARNYA

Penulis: Juswantori Ichwan - www.renunganharian.net

ms.sabbath
February 21, 2011, 01:56
Percaya dengan Segenap Hati

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/how-much-motorcycle-insuance.jpg

Bacaan hari ini: Amsal 3:5,6
----------------------------------------------------
3:5 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
3:6 Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.
----------------------------------------------------
Ayat mas hari ini: Ibrani 13:8
----------------------------------------------------
13:8 Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.
----------------------------------------------------
Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 4-5

Seorang mahasiswa kehilangan sepeda motornya ketika tengah berkunjung ke indekos temannya. Si pemilik indekos, karena merasa ikut bertanggung jawab atas peristiwa tersebut, menyarankan agar si mahasiswa menemui paranormal terkenal yang ada di daerah itu. Namun, mendengar saran itu, ia menjawab, “Ibu, saya menaruh percaya kepada Yesus. Saya lebih baik kehilangan sepeda motor saya daripada bertanya ke paranormal.” Sebuah pernyataan yang tentu tak mudah dijalankan.

Penulis Amsal meminta kita menaruh percaya kepada Tuhan. Kata “percaya” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah yakin benar atau memastikan akan kemampuan atau kelebihan seseorang atau sesuatu (bahwa seseorang atau sesuatu itu akan dapat memenuhi harapannya). Dengan demikian, percaya kepada Tuhan berarti yakin benar pada kemampuan Tuhan, bahwa Dia dapat memenuhi apa yang kita harapkan. Bahwa Dia dapat diandalkan, kapan pun dan di mana pun. Selanjutnya, penulis Amsal mengatakan bahwa percaya yang dimaksud adalah percaya dengan segenap hati. Artinya, percaya yang juga dibarengi dengan kehendak untuk memasrahkan diri secara penuh kepada maksud dan rencana Tuhan.

Percaya tentu memerlukan dasar. Penulis Ibrani mengatakan bahwa Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin, hari ini, sampai selama-lamanya (Ibrani 13:8). Ayat tersebut menjadi peneguhan bagi kita bahwa Yesus layak dipercaya dan diandalkan karena Dia tidak berubah. Jika demikian, dalam kehidupan kita sehari-hari—menjalankan bisnis, karier, pergaulan, kepemilikan atas sesuatu, kepada siapakah dan dalam apakah kita menaruh percaya?

KUASA KRISTUS LEBIH BESAR DARI SEGALA KUASA LAIN

MAKA TAK USAH MENCARI PERTOLONGAN DI TEMPAT LAIN

Penulis: Sunandar Sirait - www.renunganharian.net

ms.sabbath
February 22, 2011, 02:20
Cadangan Kekuatan Rohani

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/agenda.jpg

Bacaan hari ini: Ulangan 8

----------------------------------------------------
8:1 "Segenap perintah, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, haruslah kamu lakukan dengan setia, supaya kamu hidup dan bertambah banyak dan kamu memasuki serta menduduki negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu.
8:2 Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak.
8:3 Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN.
8:4 Pakaianmu tidaklah menjadi buruk di tubuhmu dan kakimu tidaklah menjadi bengkak selama empat puluh tahun ini.
8:5 Maka haruslah engkau insaf, bahwa TUHAN, Allahmu, mengajari engkau seperti seseorang mengajari anaknya.

8:6 Oleh sebab itu haruslah engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan dengan takut akan Dia.
8:7 Sebab TUHAN, Allahmu, membawa engkau masuk ke dalam negeri yang baik, suatu negeri dengan sungai, mata air dan danau, yang keluar dari lembah-lembah dan gunung-gunung;
8:8 suatu negeri dengan gandum dan jelainya, dengan pohon anggur, pohon ara dan pohon delimanya; suatu negeri dengan pohon zaitun dan madunya;
8:9 suatu negeri, di mana engkau akan makan roti dengan tidak usah berhemat, di mana engkau tidak akan kekurangan apapun; suatu negeri, yang batunya mengandung besi dan dari gunungnya akan kaugali tembaga.
8:10 Dan engkau akan makan dan akan kenyang, maka engkau akan memuji TUHAN, Allahmu, karena negeri yang baik yang diberikan-Nya kepadamu itu.

8:11 Hati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, Allahmu, dengan tidak berpegang pada perintah, peraturan dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini;
8:12 dan supaya, apabila engkau sudah makan dan kenyang, mendirikan rumah-rumah yang baik serta mendiaminya,
8:13 dan apabila lembu sapimu dan kambing dombamu bertambah banyak dan emas serta perakmu bertambah banyak, dan segala yang ada padamu bertambah banyak,
8:14 jangan engkau tinggi hati, sehingga engkau melupakan TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan,
8:15 dan yang memimpin engkau melalui padang gurun yang besar dan dahsyat itu, dengan ular-ular yang ganas serta kalajengkingnya dan tanahnya yang gersang, yang tidak ada air. Dia yang membuat air keluar bagimu dari gunung batu yang keras,

8:16 dan yang di padang gurun memberi engkau makan manna, yang tidak dikenal oleh nenek moyangmu, supaya direndahkan-Nya hatimu dan dicobai-Nya engkau, hanya untuk berbuat baik kepadamu akhirnya.
8:17 Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini.
8:18 Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.
8:19 Tetapi jika engkau sama sekali melupakan TUHAN, Allahmu, dan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya, aku memperingatkan kepadamu hari ini, bahwa kamu pasti binasa;
8:20 seperti bangsa-bangsa, yang dibinasakan TUHAN di hadapanmu, kamupun akan binasa, sebab kamu tidak mau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu."
----------------------------------------------------

Ayat mas hari ini: Ulangan 8:18
Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 6-8

Seorang mahasiswi bimbingan skripsi saya datang dengan muka sembab dan mata merah. Tampaknya ia habis menangis. Ketika saya tanya apa yang terjadi, ia menjawab bahwa seluruh tulisan yang seharusnya hendak ia konsultasikan kepada saya, terhapus oleh virus di persewaan komputer. Saya mencoba menenangkan hatinya dan memberinya waktu lebih untuk mengetik ulang. Sebelum ia pergi, saya mengingatkannya untuk menduplikasi failnya di beberapa tempat dan menyimpannya dengan baik. Ia harus punya cadangan data.

Perbuatan-perbuatan Tuhan kepada nenek moyang Israel pada masa lalu selalu disimpan dalam ingatan mereka dan dicatat, untuk kemudian diteruskan oleh bangsa Yahudi kepada keturunan mereka. Pengalaman masa lalu ketika Tuhan pernah menuntun mereka keluar dari Mesir, melewati Sinai, dan memasuki Kanaan, merupakan cadangan kekuatan rohani yang—jika diingat kembali—akan menguatkan generasi yang tidak mengalami langsung kejadian-kejadian tersebut (ayat 11). Selain itu, ingatan akan kedahsyatan Tuhan akan membuat Israel tidak memegahkan diri atas kebesaran yang mereka capai, tetapi hanya karena Tuhan (ayat 17,18).

Kita tak boleh lupa menyimpan cadangan kekuatan rohani. Cadangan yang berisi pengalaman dan kemenangan rohani bersama Tuhan adalah ”fail” yang patut disimpan di ingatan dan catatan. Maka, penting jika setiap kali selesai berwaktu teduh, kita menuliskan hal-hal yang penting untuk diingat. Hingga ketika hidup jadi berat, ingatan dan catatan itu akan memberi kekuatan rohani saat dibaca kembali.

INGAT-INGATLAH KEBAIKAN TUHAN

KALA KITA MENCARI KEKUATAN DI TENGAH PERGUMULAN

Penulis: Fotarisman Zaluchu - www.renunganharian.net

ms.sabbath
February 23, 2011, 02:03
Demokrasi Kasih

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/jesus-with-children-0409.jpg

Bacaan hari ini: Galatia 5:13-15
----------------------------------------------------
5:13 Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.
5:14 Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!"
5:15 Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan.
----------------------------------------------------
Ayat mas hari ini: Galatia 5:14
Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 9-11

Ada beberapa bentuk pemerintahan di dunia ini. Monarki, adalah sebuah bentuk pemerintahan di bawah pimpinan satu orang. Oligarki, adalah pemerintahan yang dipegang oleh beberapa orang saja. Aristokrasi, pemerintahan yang dipegang oleh orang-orang terbaik di negeri tersebut. Plutokrasi, pemerintahan yang dipimpin oleh sekelompok orang kaya. Dan, Demokrasi, yakni pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Dengan meminjam istilah bentuk-bentuk pemerintahan tersebut, maka bentuk kehidupan bermasyarakat yang paling sesuai untuk dianut oleh orang-orang kristiani adalah bentuk demokrasi kasih. Paulus berbicara kepada jemaat di Galatia agar mereka memiliki pola hidup berjemaat yang demikian. Pola hidup yang saling melayani berdasarkan kasih terhadap sesama. Sebaliknya, pola hidup yang bertekun dalam dosa harus ditanggalkan. Dengan kata lain, Paulus ingin menekankan bahwa setiap orang percaya dipanggil bukan untuk hidup egois dan mengejar hawa nafsu pribadi, melainkan untuk peduli dan mengasihi sesama manusia.

Bagaimana kita mewujudkan ”masyarakat demokrasi kasih” tersebut? Paulus memberikan sebuah contoh praktis dalam ayat berikutnya. Jikalau kita sampai terlibat konflik dalam menjalani kehidupan bersama, jangan sampai kita saling membinasakan. Maksudnya, ketika konflik antarsesama tak dapat dihindarkan, kita harus selalu menyediakan segudang pengampunan bagi lawan kita. Agar kita terhindar dari dendam dan keinginan untuk membinasakan lawan konflik, serta agar kasih Allah tetap bisa dinyatakan bahkan melalui konflik tersebut.

HIDUP YANG PENUH KASIH SEHARUSNYA MENJADI CIRI KHAS

KEHIDUPAN ORANG PERCAYA

Penulis: Riand Yovindra - www.renunganharian.net

ms.sabbath
February 24, 2011, 04:51
Untung

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/slippery-waterfall.jpg

Bacaan hari ini: 2 Korintus 12:1-10
----------------------------------------------------
12:1 Aku harus bermegah, sekalipun memang hal itu tidak ada faedahnya, namun demikian aku hendak memberitakan penglihatan-penglihatan dan penyataan-penyataan yang kuterima dari Tuhan.
12:2 Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau--entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya--orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga.
12:3 Aku juga tahu tentang orang itu, --entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya--
12:4 ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia.
12:5 Atas orang itu aku hendak bermegah, tetapi atas diriku sendiri aku tidak akan bermegah, selain atas kelemahan-kelemahanku.
12:6 Sebab sekiranya aku hendak bermegah juga, aku bukan orang bodoh lagi, karena aku mengatakan kebenaran. Tetapi aku menahan diriku, supaya jangan ada orang yang menghitungkan kepadaku lebih dari pada yang mereka lihat padaku atau yang mereka dengar dari padaku.
12:7 Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.
12:8 Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku.
12:9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.
12:10 Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.
----------------------------------------------------
Ayat mas hari ini: Roma 8:28
Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 12-14

Suatu hari, ketika tengah menyiram tanaman di halaman depan rumahnya, Bu Waluyo terpeleset. Ia jatuh terduduk. Lututnya memar. Katanya, ”Untung cuma memar, tidak sampai keseleo.” Kali lain, Pak Amat yang tengah berjalan-jalan pagi terserempet oleh sepeda motor. Tubuhnya sampai jatuh terjerembab ke trotoar. Akibatnya, tangan dan kakinya terluka cukup parah. Dan, ia sempat dirawat inap semalam di rumah sakit. Katanya, ”Untung cuma tangan dan kaki yang luka, tidak sampai kepala.”

Berprinsip ”untung” tentu saja baik. Dengan begitu, setidaknya orang tidak akan terus menyesali “kesialannya”. Akan tetapi, dalam terang iman ada alasan yang lebih baik. Kita beruntung bukan karena tidak mengalami kejadian yang lebih buruk, tetapi karena kita meyakini bahwa di dalam segala hal Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan. Entah hal pahit atau manis, duka atau suka, Allah pasti dapat memakainya demi kebaikan kita.

Secara akal, kita bisa bertanya demikian, ”Bagaimana mungkin kepahitan dan penderitaan bisa menjadi kebaikan?” Namun jangan lupa, kuasa Allah kita yang dahsyat melampaui segala perhitungan akal manusia. Paulus meresapi betul prinsip iman ini dalam hidupnya. Itulah sebabnya ia tidak pernah undur, bahkan dalam kelemahan fisiknya, atau juga dalam setiap penderitaan dan ancaman yang harus diterimanya. Dalam segala keadaan, ia tidak pernah kekurangan pengharapan. Seperti dikatakannya, ”Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat” (ayat 10)

DALAM IMAN TIDAK ADA ALASAN UNTUK BERHENTI BERPENGHARAPAN

Penulis: Ayub Yahya - www.renunganharian.net

ms.sabbath
February 25, 2011, 02:07
Diam yang Bukan Emas

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/3788020_f520.jpg

Bacaan hari ini: Kejadian 3:1-7
----------------------------------------------------
3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"
3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."
3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati,
3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."
3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
----------------------------------------------------
Ayat mas hari ini: Kejadian 3:6
Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 15-17

Andika bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan besar. Ia adalah orang kristiani yang setia beribadah dan sangat tahu bahwa korupsi sungguh adalah perbuatan dosa. Maka, Andika tidak pernah mengambil uang yang bukan miliknya. Namun suatu kali, dalam sebuah pertemuan, bisnis klien Andika memberinya uang suap dalam jumlah besar. Andika memang tidak mau menerimanya, tetapi ia membiarkan rekannya menerima uang tersebut. Kelak ia juga ikut menikmati apa yang telah diterima rekannya ini.

Dalam Kejadian 3:1-7, dikatakan bahwa Adam sedang bersama-sama Hawa ketika Hawa mengambil buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Adam tahu Tuhan melarangnya untuk memakan buah pohon tersebut (Kejadian 2:17), tetapi Adam membiarkan Hawa mengambil dan memakan buah itu. Bahkan, Adam menerima buah tersebut dari Hawa dan turut memakannya. Sejak itulah manusia jatuh ke dalam dosa.

Walau bukan Andika yang menerima suap, walau bukan Adam yang memetik dan lebih dulu memakan buah terlarang, mereka tetap bersalah. Yakni bersikap diam, justru ketika mereka tahu bahwa apa yang dilakukan orang di dekat mereka adalah dosa. Lebih buruk lagi, mereka juga akhirnya turut menikmati hal yang salah tersebut.

Yakobus 4:17 mengatakan, “Jika seseorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.” Tak selamanya diam itu emas. Ada saatnya kita perlu menegur dan memperingatkan orang yang hendak terperangkap dosa. Tatkala kita mencegah orang lain berbuat dosa, kita juga sedang mencegah diri kita berbuat dosa.

DIAM PADA TEMPATNYA ADALAH EMAS

DIAM PADA SAAT KITA HARUS BICARA JUSTRU BERBAHAYA

Penulis: G. Sicillia Leiwakabessy - www.renunganharian.net

ms.sabbath
February 27, 2011, 05:27
Sudah Saat Teduh hari ini?
January 7th, 2011 by Hadiwijaya Sasanadi

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/praying-hands-bible.jpg

Sudahkah kamu saat teduh hari ini? Itulah pertanyaan yang rutin dari kakak rohani saya saat masih dibina di persekutuan siswa Perkantas Medan. Kadang pertanyaan itu bikin jengkel saya. Tetapi perhatian dan bimbingan itu sangat mempengaruhi hidup saya sampai hari ini. Saat teduh, berhubungan dengan Tuhan dengan segala cara, terbukti memperkaya kehidupan rohani atau iman kita. Salah satu motto yang diberi pembimbing saya dulu, agak ekstrim memang, adalah: “No Bible, No Breakfast”

Meski mulanya sulit, saat teduh itu kemudian menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan. Setiap berangkat ke sekolah (SMA 1 Medan), Firman yang saya baca memberikan kekuatan terutama lewat janji-janji Tuhan. Hal penting lainnya adalah teguran Tuhan membentuk karakter. Puji Tuhan, tamat SMA saya terpanggil menjadi HambaNya penuh waktu. Saya masuk ke STT I3 Malang.

Saat menikmati pembentukan Tuhan di seminari tersebut, saat teduh merupakan menu wajib setiap pagi, jam 05.15-06.00. Karena sudah dilatih di SMA, relatif saya tidak menemui kesulitan. Hanya yang tidak mudah adalah mengatasi kemunafikan diri waktu itu. Sebab makin saya banyak tahu Firman, saya tergoda menghakimi orang lain. Syukurlah studi teologi saat itu dan teladan hidup para dosen kami, meluruskan banyak cara berpikir dan motivasi saya yang salah dalam bersekutu dengan Tuhan.

Setelah menikah dan menjadi Gembala sidang (1991-1996), saya malah sering merasakan jauh lebih sulit saat teduh. Kesibukan di gereja dengan segala aktifitasnya membuat saya menjadikan Alkitab hanya sumber referensi khotbah. Hidup rohani saya kering, dampaknya adalah dalam pernikahan dan hubungan saya dengan pasangan. Juga terhadap anak-anak. Saya sering konflik, terutama di 6 tahun pertama. Syukurlah, istri saya Roswitha Ndraha,yang dibesarkan dalam disiplin rohani yang baik dari orangtuanya, dengan sabar mendorong saya kembali setia membaca Firman Tuhan.

Saya sendiri dibesarkan dalam keluarga yang tidak punya disiplin rohani yang baik. Sejak kami disiplin dengan ibadah rumah tangga, kerinduan saya berdoa dan membaca Alkitab secara pribadi disegarkan kembali. Setelah menjadi konselor saya makin menyadari, betapa disiplin rohani sangat vital menunjang pelayanan konseling. Firman menjadi sumber inspirasi mengenal diri sendiri dan manusia. Firman menjadi sumber didikan dan arahan yang baik menjalani masalah kehidupan. Karenanya saat teduh, merupakan kebutuhan utama bagi saya dalam menjalani karir ini.

Namun hal yang tidak mudah adalah mendorong anak-anak bersaat teduh. Kadang saya malu hati, kenapa kalau anak saya lupa makan atau mandi, saya menjadi marah dan menegur mereka. Tapi kalau mereka tidak punya hubungan baik dengan Tuhan, saya diam. Kalau mereka tidak membaca Firman, saya abaikan. Menyadari hal ini, saya dan Roswitha belajar mendisiplin diri membangun ibadah keluarga pada malam hari. Memberikan anak-anak ayat saat berangkat sekolah. Mengirimkan SMS pada anak yang berisi ayat Firman Tuhan, atau membicarakannya saat dalam perjalanan mengantar anak ke sekolah. Juga menjadi contoh bagi anak-anak dalam saat teduh.

Sudahkah Anda saat teduh hari ini?

Kiranya sharing yang sederhana ini membangun iman dan motivasi kita mencinta Firman Tuhan.

Terima kasih untuk para pembina rohani dan mentor saya sejak masih di sekolah minggu- dibangku SMA- sampai di seminari:

1. Kak Ros Sinaga
2. Kak Lisde Simanjuntak
3. Kak Winfrid dan Kak Santo
4. Dosen-dosen saya di STT I3, UKSW & STTRII.
5. Prof. Ndraha (mertuaku)
6. Roswitha Ndraha (istriku)

Mereka adalah para heart-warmer dalam hidupku.

Soli Deo Gloria.
Julianto Simanjuntak

“Dari antara org berdosa, akulah yg paling berdosa- (Paulus)”

Dikutip dari milis Ayahbunda (i-kan-ayahbunda@googlegroups.com)

Sumber : http://www.grii-jogja.org/

ms.sabbath
February 28, 2011, 02:25
Rajawali Membubung Tinggi

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/eagle20bass20blad20eagle20central20park.jpg

Bacaan hari ini: Yesaya 40:28-31
----------------------------------------------------
40:28 Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.
40:29 Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
40:30 Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
40:31 tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.
----------------------------------------------------
Yeremia 49:16 Sikapmu yang menggemetarkan orang memperdayakan engkau, dan keangkuhan hatimu, ya engkau yang tinggal di liang-liang batu, yang menduduki tempat tinggi bukit! Sekalipun engkau membuat sarangmu tinggi seperti burung rajawali, Aku akan menurunkan engkau dari sana, demikianlah firman TUHAN.
----------------------------------------------------
Obaja 1:4 Sekalipun engkau terbang tinggi seperti burung rajawali, bahkan, sekalipun sarangmu ditempatkan di antara bintang-bintang, dari sanapun Aku akan menurunkan engkau, --demikianlah firman TUHAN.
----------------------------------------------------
Yehezkiel 17:3 Katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Seekor burung rajawali yang besar dengan sayapnya yang besar dan panjang, penuh dengan bulu yang berwarna-warna datang ke gunung Libanon dan ia mengambil puncak pohon aras.
----------------------------------------------------
Ayat mas hari ini: Yesaya 40:31
Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 23-24

Apa rahasia orang belajar berenang? Bagaimana mungkin dengan berat badan yang tidak ringan, seseorang bisa mengapung di air, bahkan bergerak maju dengan pelbagai gaya? Satu prinsip awal berenang ialah belajar “percaya” pada air. Jika kita “menyerah” pada air, tubuh kita akan mengapung. Sebaliknya, jika kita “melawan” air, mengencangkan otot-otot sampai kaku, kita malah tenggelam. Itu kuncinya. Memercayakan diri kepada air.

Ayat 31 melukiskan tentang rajawali yang membubung tinggi. Rajawali memang suka terbang tinggi, seperti dilukiskan di Perjanjian Lama. Ia terbang dan membuat sarang di ketinggian (Yeremia 49:16; Obaja 4). Ia bisa naik ke gunung Libanon; mengambil puncak pohon aras yang tinggi sekali (Yehezkiel 17:3). Padahal di ketinggian, angin berembus kuat. Bagaimana rajawali dapat terbang dengan begitu ringan dan tenang? Rupanya ia punya cara jitu. Daripada melawan angin, ia memanfaatkannya untuk bergerak bersama tiupan angin. Ia “memercayakan” diri pada dorongan angin untuk maju. Jadi, sebenarnya ia bukan terbang, melainkan melayang di ketinggian. Melayang bukan dengan kekuatannya sendiri, melainkan dorongan angin.

Tatkala angin kesulitan hidup menghantam, apakah tanggapan kita? Mengeluh, mengaduh, geram, marah, berteriak, menuduh orang lain, menyalahkan Tuhan—itu yang lazim. Kita melawannya dengan kekuatan sendiri. Padahal percuma. Kita akan kelelahan. Terengah-engah dan frustrasi. Kesulitan yang kian besar justru harus menjadi “kendaraan” kita untuk kian berserah, memercayakan diri pada bimbingan Tuhan. Izinkan Roh-Nya membawa kita “melayang” di tengah embusan angin persoalan

KETIKA TANTANGAN HIDUP MEMBESAR
PERBESARLAH KEPERCAYAAN KITA KEPADA-NYA

Penulis: Pipi Agus Dhali - www.renunganharian.net

ms.sabbath
March 01, 2011, 02:22
Perubahan

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/0812_Jesus_gives_hug_christian_clipart.jpg

Bacaan hari ini: Roma 8:12-17
----------------------------------------------------
8:12 Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging.
8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
8:14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.
8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
8:16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.
8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
----------------------------------------------------
Ayat mas hari ini: Roma 8:15
Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 25-27

Ada sebuah lagu dengan isi liriknya demikian: Sedikit demi sedikit/Tiap hari tiap sifat/Yesus mengubahku/Sejak ku t’rima Dia/tumbuh dalam anugrah-Nya/Yesus mengubahku. Lagu ini mengajarkan sebuah kebenaran bahwa kita harus mengalami perubahan dalam hidup kita. Semakin hari kita harus terus berubah untuk menjadi semakin serupa dengan Kristus. Dan, perubahan tersebut bukan hasil usaha kita, melainkan anugerah Yesus Kristus yang mengubah kita. Sejak kapan? Sejak kita menerima Dia sebagai Juru Selamat pribadi kita.

Rasul Paulus—dalam suratnya kepada jemaat di Roma—sesungguhnya sudah mengingatkan kita akan hal ini. Sebagai anak Allah, kita harus memiliki sifat-sifat Allah. Caranya, kita harus terlebih dahulu menerima Roh Kudus (ayat 15). Lalu, hidup di dalam kuasa-Nya dan rela dipimpin Roh Kudus (ayat 13), dengan cara mematikan perbuatan dosa dalam hidup kita dan mengikuti bimbingan-Nya. Dan, yang terakhir sebagai ganjarannya kita akan diangkat menjadi ahli waris-Nya dan berhak menerima janji-janji-Nya.

Kembali pada lagu di atas, bagian refrein dari lagu tersebut mengatakan demikian: Dia ubahku/Oh Juru S’lamat/Ku tidak seperti yang dulu lagi/Meskipun tampak lambat/Tapi ku tahu/Ku makin sempurna nanti. Ketika Tuhan mengubahkan hidup kita, maka kita tidak akan sama seperti dulu. Status kita sudah berubah. Sekarang kita adalah anak-anak Allah, karena itu hendaknya kita hidup sebagai anak-anak Allah. Perubahan itu bukan proses sekali jadi, tetapi kita harus yakin bahwa kita sedang menuju kesempurnaan sebagai anak Allah

INTI DARI KEKRISTENAN ADALAH MENGALAMI PERUBAHAN

SEMAKIN HARI SEMAKIN SEMPURNA SEPERTI KRISTUS

Penulis: Riand Yovindra - www.renunganharian.net

ms.sabbath
March 02, 2011, 02:00
Burj Khalifa

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/Babel20Tower202.jpg

Bacaan hari ini: 1 Raja-raja 6:1-13
----------------------------------------------------
6:1 Dan terjadilah pada tahun keempat ratus delapan puluh sesudah orang Israel keluar dari tanah Mesir, pada tahun keempat sesudah Salomo menjadi raja atas Israel, dalam bulan Ziw, yakni bulan yang kedua, maka Salomo mulai mendirikan rumah bagi TUHAN.
6:2 Rumah yang didirikan raja Salomo bagi TUHAN itu enam puluh hasta panjangnya dan dua puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya.
6:3 Balai di sebelah depan ruang besar rumah itu dua puluh hasta panjangnya, menurut lebar rumah itu, dan sepuluh hasta lebarnya ke sebelah depan rumah itu.
6:4 Dibuatnya juga pada rumah itu jendela-jendela yang rapat bidainya.
6:5 Pada dinding rumah itu sekelilingnya didirikannya kamar tambahan, sekeliling ruang besar dan ruang belakang, dan seluruhnya dibuatnya bertingkat-tingkat.
6:6 Tingkat bawah lima hasta lebarnya, yang tengah enam hasta dan yang ketiga tujuh hasta, sebab telah dibuatnya ceruk-ceruk pada rumah itu sekeliling sebelah luar, sehingga dinding rumah itu tidak usah dilobangi.
6:7 Pada waktu rumah itu didirikan, dipakailah batu-batu yang telah disiapkan di penggalian, sehingga tidak kedengaran palu atau kapak atau sesuatu perkakas besipun selama pembangunan rumah itu.
6:8 Pintu tingkat bawah ada pada lambung kanan rumah itu, dan orang naik dengan tangga-tangga pilin ke tingkat tengah dan dari tingkat tengah ke tingkat yang ketiga.
6:9 Setelah ia selesai mendirikan rumah itu, dibuatnyalah langit-langit rumah itu dari bingkai dan pemapan dari kayu aras.
6:10 Dan setelah ia mendirikan kamar tambahan itu pada rumah itu sekeliling, yakni setiap tingkat lima hasta tingginya, maka rumah itu ditutupinya dengan kayu aras.
6:11 Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Salomo, demikian:
6:12 "Mengenai rumah yang sedang kaudirikan ini, jika engkau hidup menurut segala ketetapan-Ku dan melakukan segala peraturan-Ku dan tetap mengikuti segala perintah-Ku dan tidak menyimpang dari padanya, maka Aku akan menepati janji-Ku kepadamu yang telah Kufirmankan kepada Daud, ayahmu,
6:13 yakni bahwa Aku akan diam di tengah-tengah orang Israel dan tidak hendak meninggalkan umat-Ku Israel."
----------------------------------------------------
11:1 Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya.
11:2 Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana.
11:3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik." Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan ter gala-gala sebagai tanah liat.
11:4 Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi."
11:5 Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu,
11:6 dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.
11:7 Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing."
11:8 Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu.
11:9 Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.
----------------------------------------------------
Ayat mas hari ini: 1 Raja-raja 6:12
Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 28-30

Burj Khalifa di kota Dubai, Uni Emirat Arab, adalah gedung tertinggi di dunia yang diresmikan pada 4 Januari 2010. Dibangun dengan dana mencapai kira-kira 13,5 triliun rupiah, gedung ini memiliki tinggi 828 meter dan terdiri dari 160 lantai. Konon karena tingginya yang luar biasa, gedung ini terlihat dari jarak 100 kilometer. Dan, dari puncak gedungnya kita dapat melihat negara Iran. Sungguh suatu pencapaian yang mengagumkan!

Namun, jauh sebelum Burj Khalifa berdiri, manusia sudah pernah berusaha membangun gedung yang terbesar dan termegah. Dua di antaranya adalah menara Babel dan Bait Allah. Menara Babel didirikan tak lama setelah peristiwa air bah, sebagai usaha manusia untuk “mencari nama” bagi dirinya sendiri (Kejadian 11:1-9). Suatu lambang keangkuhan manusia yang ingin terlepas dari Allah. Di sisi lain, Bait Allah dibangun di Yerusalem sebagai simbol kehadiran Allah di tengah bangsa Israel. Kemegahannya mengingatkan manusia akan kemuliaan Tuhan. Kehadirannya mengingatkan bahwa bangsa Israel dibawa keluar dari Mesir untuk menjadi umat-Nya, menyatakan kemuliaan-Nya kepada semua bangsa.

Dalam upaya kita mengejar keberhasilan dalam hidup, jangan sampai kita membangun Menara Babel, bukannya Bait Allah. Jangan sampai diri kita yang paling dipuji dan dimuliakan karena kejayaan pribadi. Namun, arahkan orang agar memuji Tuhan yang telah memberikannya. Ini dapat dilakukan dengan pertama-tama tidak malu mengakui iman kita. Lalu, menjadi saksi bahwa keberhasilan kita adalah anugerah-Nya semata, bukan kehebatan kita. Sehingga, yang layak dipuji bukanlah kita, melainkan Tuhan

KESUKSESAN KITA ADALAH KESEMPATAN

UNTUK SEMAKIN MEMULIAKAN TUHAN

Penulis: Alison Subiantoro - www.renunganharian.net

ms.sabbath
March 03, 2011, 15:57
Indahnya Persekutuan

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/4189954778_255dfacfb8-1.jpg

Bacaan hari ini: Roma 12:9-17
----------------------------------------------------
12:9 Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.
12:10 Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.
12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.
12:12 Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!
12:13 Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan!
12:14 Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!
12:15 Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!
12:16 Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!
12:17 Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!
----------------------------------------------------
Ayat mas hari ini: Roma 12:15
Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 31-34

Seorang pemuda kehilangan sepeda motornya yang diparkir di halaman gereja. Ia sangat terpukul. Setelah dua belas bulan mengangsur dengan gaji pas-pasan, sepeda motornya raib! Para pemuda berdoa baginya. Lalu, sebuah pertanyaan muncul: “Mengapa hanya berdoa? Tidak bisakah kita berbuat sesuatu?” Tanpa sepengetahuan si pemuda, puluhan rekannya berusaha mengumpulkan uang. Ada yang menyisihkan penghasilannya setiap bulan. Ada yang berjualan kue. Setahun kemudian, mereka berhasil membeli sepeda motor baru dan diserahkan kepada si pemuda pada persekutuan malam Natal. Momen itu sangat indah. Penuh tawa dan air mata. Baik yang memberi maupun yang menerima, semua dilimpahi berkat Tuhan.

Tuhan sering membentuk kerohanian kita melalui persekutuan. Tak seorang pun bisa memiliki kerohanian yang dewasa semata dengan berdoa, berpuasa, atau mendalami Alkitab secara pribadi. Itu sebabnya, Rasul Paulus meminta jemaat untuk selalu terlibat dalam persekutuan. Dalam setiap persekutuan, ada bermacam-macam orang. Ada yang hatinya sedang sesak (ayat 12), hidup berkekurangan (ayat 13), berdukacita (ayat 15), bahkan mungkin ada yang jahat (ayat 17). Tidak mudah mengasihi dan memahami mereka. Konflik dan salah paham biasa terjadi. Namun, justru lewat semua itu kita belajar mengasihi dengan tulus. Belajar menangis dan tertawa bersama. Belajar sehati sepikir.

Tuhan membentuk kita lewat orang lain. Maka benamkanlah diri Anda dalam persekutuan. Di situlah Anda memiliki kesempatan untuk berlatih: Mewujudkan kasih dalam tindakan nyata!

PERSEKUTUAN BAGAIKAN GUNTING TAJAM

YANG TUHAN PAKAI UNTUK MEMANGKAS KEEGOISAN KITA

Penulis: Juswantori Ichwan - www.renunganharian.net

ms.sabbath
March 04, 2011, 02:24
Jangan Tergoda

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/Narnia-Voyage-of-the-Dawn-Treader-Carrie-Underwood-Trailer-Official-HD.jpg

Bacaan hari ini: 1 Yohanes 2:15-17
----------------------------------------------------
2:15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
2:16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.
2:17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.
----------------------------------------------------
Ayat mas hari ini: Yosua 1-3
Bacaan Alkitab Setahun: Yosua 1-3

Dalam film ketiga Narnia, The Voyage of the Dawn Trader, para tokoh utama ditugasi menyelamatkan warga Narnia yang hilang secara misterius. Raja Caspian, Edmund, dan Lucy Pevensie, adalah para pemberani harapan Narnia. Namun, mereka diberi pesan agar tak tergoda oleh apa pun yang mungkin ditawarkan kepada mereka. Nyatanya, godaan itu terus hadir. Lucy yang terobsesi oleh kecantikan kakak wanitanya, digoda oleh tawaran untuk diubah menjadi secantik sang kakak. Edmund, yang tak tahan tinggal bersama paman-bibi yang tak ramah, tergoda tumpukan emas yang bisa membuatnya kaya dan hidup mandiri. Dan, hanya kemenangan atas godaan yang membuat mereka mampu menunaikan tugas.

Di dunia ini, kita pun ditugasi untuk menyelesaikan misi yang Tuhan berikan. Dan, ada pesan serupa bagi kita: jangan teralihkan oleh godaan. Namun segala godaan itu nyata ada, selama kita masih hidup di dunia. Dan, betapa pintarnya Setan menyajikan godaan; ia membujuk kita sedemikian hingga tampaknya godaan itu baik dan benar! Membuat kita merasa tak bersalah melakukannya, sebab seolah-olah ada hal baik yang akan kita peroleh.

Lalu, bagaimana kita dapat menang atas godaan? Pertama, jangan terikat dan terobsesi pada hal-hal yang fana di dunia ini. Kenali dan waspadai kelemahan kita sendiri; di mana kita akan mudah tergoda oleh tawaran dunia—apakah keinginan daging, keinginan mata, atau keangkuhan hidup? (ayat 16). Kedua, kasihi Tuhan lebih dalam dan lakukan kehendak Allah (ayat 17). Banyak membaca firman Allah serta berdoa, dan terus melatih iman, agar kita mengalami kemenangan bersama Tuhan.

TUHAN MENYEDIAKAN SENJATA YANG LENGKAP UNTUK BERJUANG

BAGI SETIAP KITA YANG MAU MELAWAN GODAAN SAMPAI MENANG

Penulis: Agustina Wijayani - www.renunganharian.net

ms.sabbath
March 07, 2011, 02:20
Diburu, Tetap Bersyukur

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/Cave-of-Adullam.jpg

Bacaan hari ini: Mazmur 57
----------------------------------------------------
57:1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Jangan memusnahkan. Miktam Dari Daud, ketika ia lari dari pada Saul, ke dalam gua. (57-2) Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku, sebab kepada-Mulah jiwaku berlindung; dalam naungan sayap-Mu aku akan berlindung, sampai berlalu penghancuran itu.
57:2 (57-3) Aku berseru kepada Allah, Yang Mahatinggi, kepada Allah yang menyelesaikannya bagiku.
57:3 (57-4) Kiranya Ia mengirim utusan dari sorga dan menyelamatkan aku, mencela orang-orang yang menginjak-injak aku. Sela Kiranya Allah mengirim kasih setia dan kebenaran-Nya.
57:4 (57-5) Aku terbaring di tengah-tengah singa yang suka menerkam anak-anak manusia, yang giginya laksana tombak dan panah, dan lidahnya laksana pedang tajam.
57:5 (57-6) Tinggikanlah diri-Mu mengatasi langit, ya Allah! Biarlah kemuliaan-Mu mengatasi seluruh bumi!
57:6 (57-7) Mereka memasang jaring terhadap langkah-langkahku, ditundukkannya jiwaku, mereka menggali lobang di depanku, tetapi mereka sendiri jatuh ke dalamnya. Sela
57:7 (57-8) Hatiku siap, ya Allah, hatiku siap; aku mau menyanyi, aku mau bermazmur.
57:8 (57-9) Bangunlah, hai jiwaku, bangunlah, hai gambus dan kecapi, aku mau membangunkan fajar!
57:9 (57-10) Aku mau bersyukur kepada-Mu di antara bangsa-bangsa, ya Tuhan, aku mau bermazmur bagi-Mu di antara suku-suku bangsa;
57:10 (57-11) sebab kasih setia-Mu besar sampai ke langit, dan kebenaran-Mu sampai ke awan-awan.
57:11 (57-12) Tinggikanlah diri-Mu mengatasi langit, ya Allah! Biarlah kemuliaan-Mu mengatasi seluruh bumi!
----------------------------------------------------
Ayat mas hari ini: Mazmur 57:2
Bacaan Alkitab Setahun: Yosua 10-12

Ada banyak hal yang bisa membuat tempat kerja tidak menyenangkan. Mungkin sang atasan yang bersikap otoriter, atau gemar merendahkan bawahan. Atau, rekan kerja yang suka bergosip, menggunjingkan teman sendiri. Atau, senior yang suka menekan. Atau, alasan lain yang lebih khusus. Jika Anda merasa demikian, mari belajar dari Daud.
Lembaga Alkitab Indonesia memberi judul menarik untuk Mazmur 57: “Diburu Musuh, tetapi Ditolong Allah”. Mazmur ini ditulis ketika Daud diburu Saul dan harus melarikan diri ke gua-gua. Ketika itu Daud berseru memohon belas kasihan Allah (ayat 2-4). Ia menceritakan kesulitan yang ia hadapi (ayat 5,7). Dan, yang menjadi kunci kemenangan Daud adalah: ia terus ber-syukur serta berharap kepada kemuliaan, kasih setia, dan kebaikan Tuhan (ayat 6,7-12).

Kita mungkin tidak diburu musuh, tetapi diburu atasan yang otoriter, rekan kerja yang tidak mau bekerja sama, atau hal-hal lain yang membuat kita tak nyaman bekerja. Sikap mengomel, menyalahkan keadaan, dan memprotes tidak akan memperbaiki keadaan, bahkan kerap kali justru memperburuk. Ketika kita “diburu” hal-hal demikian, contohlah Daud. Ia berseru kepada Tuhan dan mengandalkan Dia. Ia bersyukur dan berharap pada kasih setia Tuhan. Pada waktu-Nya, Dia mengangkat Daud menjadi Raja Israel.

Kalau Tuhan sanggup menolong Daud, tentu Dia sanggup menolong kita juga. Namun, sudahkah kita mencontoh sikap Daud? Tetap bersikap benar, menjagai hati, dan terus memuliakan Tuhan di tempat kerja? Tidak berkecil hati, dan tetap berpaut kepada Tuhan?

TEMPAT KERJA ADALAH LADANG DI MANA TUHAN MEMINTA KITA
TAK HANYA MENCARI PENGHIDUPAN TETAPI JUGA MEMPRAKTiKKAN IMAN

Penulis: Grace Suryani - www.renunganharian.net

ms.sabbath
March 08, 2011, 02:25
Malu, ah!

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/shy.jpg

Bacaan hari ini: Roma 1:16-17
----------------------------------------------------
1:16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.
1:17 Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."
----------------------------------------------------
Ayat mas hari ini: Roma 1:16
Bacaan Alkitab Setahun: Yosua 13-15

Kala berbincang dengan rekan nonkristiani, saya biasa memperkenalkan diri sebagai penulis, penerjemah, dan penyunting—tanpa menyinggung aktivitas pelayanan di gereja. Apabila ditanyai buku apa yang saya tulis, saya cenderung menjawab secara umum, “Macam-macam—ada humor, fiksi, artikel, ulasan film … dan juga renungan.” Saya pun baru menyodorkan kartu pendeta untuk keperluan strategis: mendapatkan diskon biaya sekolah atau ongkos pengobatan. Singkatnya, saya tergolong lebih suka tidak menceritakan identitas iman saya.

Jelas, saya perlu belajar dari Paulus, yang ”tidak malu terhadap Injil” (ayat 16 TBR). Terjemahan Baru LAI menyebutkan, ia mempunyai ”keyakinan yang kokoh dalam Injil”. Ia menyadari betul hakikat dan kekuatan Injil untuk menyelamatkan manusia berdosa. Meskipun menghadapi berbagai penganiayaan dan penindasan, dengan penuh keyakinan ia memberi-takannya setiap kali ada kesempatan. Barangkali ia juga pernah merasa gentar, tetapi hal itu tidak menjadikannya undur. Kepada jemaat di Efesus ia meminta, ”(Berdoalah) juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara” (Efesus 6:19,20).

Apakah Anda, seperti saya, mengalami kesulitan dalam bersaksi tentang Injil? Bagaimana kalau kita mencari satu atau beberapa orang saudara seiman, dan saling mendoakan seperti permintaan doa Paulus di atas?

PENGERTIAN AKAN HAKIKAT BERITA INJIL
DAPAT MENGUBAH RASA MALU MENJADI KEYAKINAN YANG KOKOH

Penulis: Arie Saptaji - www.renunganharian.net

ms.sabbath
March 10, 2011, 02:19
Siapa Sangka?

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/0310214696.jpg

Bacaan hari ini: 1 Tesalonika 5:23-28
----------------------------------------------------
1 Tesalonika 1:2 Kami selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu semua dan menyebut kamu dalam doa kami.
----------------------------------------------------
1 Tesalonika 2:7 Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya.
----------------------------------------------------
1 Tesalonika 2:11 Kamu tahu, betapa kami, seperti bapa terhadap anak-anaknya, telah menasihati kamu dan menguatkan hatimu seorang demi seorang,
----------------------------------------------------
1 Tesalonika 3:10 Siang malam kami berdoa sungguh-sungguh, supaya kita bertemu muka dengan muka dan menambahkan apa yang masih kurang pada imanmu.
3:11 Kiranya Dia, Allah dan Bapa kita, dan Yesus, Tuhan kita, membukakan kami jalan kepadamu.
3:12 Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu.
3:13 Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.
----------------------------------------------------
5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.
5:24 Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.
5:25 Saudara-saudara, doakanlah kami.
5:26 Sampaikanlah salam kami kepada semua saudara dengan cium yang kudus.
5:27 Demi nama Tuhan aku minta dengan sangat kepadamu, supaya surat ini dibacakan kepada semua saudara.
5:28 Kasih karunia Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kamu!
----------------------------------------------------
Ayat mas hari ini: Efesus 3:20
Bacaan Alkitab Setahun: Yosua 19-21

Nyonya Carson sangat berharap anak-anaknya bisa bersekolah, walau ia tidak tamat SD dan harus membesarkan dua putranya sendirian. Ia bekerja mencuci pakaian pada dua keluarga. Kemiskinan akrab dengannya. Namun, ia mendoakan kedua anaknya supaya berhasil dalam studi. Dan, mereka berhasil. Bahkan, anak bungsunya menjadi dokter bedah otak ternama di Amerika. Dokter pertama di dunia yang sukses menangani operasi bayi kembar siam. Ialah Dokter Ben Carson. Buku-bukunya menjadi berkat. Ia mendirikan banyak yayasan di bidang kesehatan dan pendidikan, yang memberi beasiswa untuk anak-anak berprestasi di bidang akademis dan kemanusiaan. Doa sang ibu terjawab lebih dari yang diminta. Siapa sangka?

Paulus akrab dengan jemaat di Tesalonika. Meski isinya tetap mengandung petuah dan teguran, suratnya terasa hangat. Bagi jemaat itu, ia memosisikan diri seperti “ibu” (1 Tesalonika 2:7) dan “bapak terhadap anak-anaknya” (2:11). Banyak harapan dan doanya bagi jemaat ini (1:2; 3:10-13). Di akhir surat pertamanya terselip harapan kuat, yaitu “supaya surat ini dibacakan kepada semua saudara” (5:27). Ia berharap suratnya dibacakan di depan jemaat.

Ternyata selama 20 abad kemudian, surat ini bukan saja dibacakan di depan jemaat Tesalonika, melainkan juga jemaat kristiani di seluruh dunia. Tak hanya menjadi sepucuk surat penggembalaan, tetapi menjadi bagian firman Tuhan. Siapa sangka, Tuhan mengabulkan doanya jauh melampaui harapan sang rasul. Karya-Nya sungguh tak terbatasi. Dia sanggup melakukan lebih dari yang kita minta. Maka, jangan berhenti berharap kepada-Nya. Berharaplah kepada Tuhan tanpa batas; izinkan Dia berkarya dengan bebas.

DI TANGAN TUHAN, SEBUAH HARAPAN KECIL

BISA MENJADI BERKAT BESAR

Penulis: Pipi Agus Dhali - www.renunganharian.net

ms.sabbath
March 11, 2011, 02:26
Mendoakan dan Mengerjakan

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/berdoa.jpg

Bacaan hari ini: Efesus 3:14-21
----------------------------------------------------
3:14 Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa,
3:15 yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya.
3:16 Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu,
3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.
3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,
3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.
3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,
3:21 bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.
----------------------------------------------------
Ayat mas hari ini: Efesus 3:18
Bacaan Alkitab Setahun: Yosua 22-24

Ketika kecil, saya sering memprotes. Salah satu protes adalah lamanya waktu yang dipakai Ayah untuk berdoa. Waktu itu saya sama sekali tidak mengerti mengapa seolah-olah ada banyak sekali orang yang Ayah doakan. Setiap hari semakin banyak yang Ayah doakan, dan Ayah semakin lama berdoa. Semakin hari semakin banyak pelayanan Ayah, dan semakin lama pula ia berdoa. Ayah bahkan sudah berdoa sebelum saya dan Adik bangun. Setelah kami tidur, Ayah juga akan berdoa. Ayah tak pernah marah kalau saya dan Adik bilang, “Papa, nanti doanya jangan lama-lama!” atau mencoba mengatur siapa yang perlu didoakan dan siapa yang tidak. Ia hanya tersenyum.

Namun kini saya tahu, rahasia pelayanan Ayah tidak terletak pada jumlah pelayanan yang ia lakukan atau jumlah orang yang ia layani, tetapi pada waktu doanya. Bahkan, setelah lebih dari sepuluh tahun sejak Ayah berpulang, saya tidak ingat satu pun khotbahnya, tetapi saya masih mengingat jelas sikap, cara, dan kesungguhannya dalam berdoa, serta bagaimana semuanya itu menyentuh kehidupan orang-orang di sekitarnya, termasuk saya.

Saya menjadi tahu bahwa semakin banyak hal yang ingin saya kerjakan, semakin banyak waktu yang perlu saya sediakan bersama Tuhan. Bukan saja untuk mendoakan rencana-rencana saya, melainkan juga satu per satu orang yang bersentuhan dengan hidup saya. Paulus juga mendoakan jemaat di Efesus agar mereka paham betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus kepada mereka, dan saya. Tuhan dapat melakukan jauh lebih banyak dari yang kita doakan atau pikirkan.

DOAKANLAH YANG KITA KERJAKAN
KERJAKANLAH YANG KITA DOAKAN

Penulis: G. Sicillia Leiwakabessy - www.renunganharian.net

ms.sabbath
March 12, 2011, 07:43
Biasa-biasa Saja

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/c3LK9DFd8q46jazadqfXfi0po1_500.jpg

Bacaan hari ini: 2 Samuel 11:1-5
----------------------------------------------------
11:1 Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem.
11:2 Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya.
11:3 Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata: "Itu adalah Batsyeba binti Eliam, isteri Uria orang Het itu."
11:4 Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Kemudian pulanglah perempuan itu ke rumahnya.
11:5 Lalu mengandunglah perempuan itu dan disuruhnya orang memberitahukan kepada Daud, demikian: "Aku mengandung."
----------------------------------------------------
Ayat mas hari ini: 1 Petrus 5:8
Bacaan Alkitab Setahun: Hakim-hakim 1-3

Konon, kebanyakan orang mengingat Tuhan ketika hidupnya berada di salah satu titik ekstrem. Baik itu ketika ia sedang kesusahan, sehingga merasa harus minta tolong kepada Tuhan; maupun ketika ia sedang sangat bergembira, sehingga merasa bersyukur atas kebaikan Tuhan. Akan tetapi, ketika hidupnya sedang ”biasa-biasa saja”—ketika semuanya berjalan lancar dan mulus—di situlah kebanyakan orang lupa akan Tuhan, sehingga bisa jatuh ke dalam dosa.

Ini pula yang sempat terjadi dalam hidup Daud. Semasa ia belum menjadi raja dan dikejar-kejar Saul, hidupnya sangat sulit. Namun, pada saat demikian ia justru sangat dekat dan bergantung kepada Tuhan. Banyak mazmur yang ditulisnya pada masa tersebut. Ketika hidupnya kemudian berbalik total pada masa awal menjadi raja, ia pun masih dekat dengan Tuhan. Sayangnya, ketika kehidupan sudah stabil—seperti saat ia bertemu Batsyeba—Daud menjadi lengah. Ia menjadi jauh dari Tuhan, hingga dengan mudah jatuh ke dalam dosa.

Ketika hidup tampak berjalan ”biasa-biasa saja”, berhati-hatilah agar kita tidak melupakan Tuhan. Jangan sampai kita merasa tidak membutuhkan-Nya. Ini kondisi yang berbahaya. Untuk itu, kita perlu mendorong diri untuk terus mengingat Tuhan. Caranya? Dengan menyediakan waktu setiap hari untuk merenungkan dan menyadari bahwa segala sesuatu di hidup kita, sesungguhnya adalah anugerah Tuhan. Tak ada satu pun hal yang kita peroleh tanpa Dia memberikannya. Dari situ, maka setiap anugerah yang kita terima harus dipakai demi kemuliaan-Nya. Apa pun situasi hidup kita, biarlah kita terus mengingat Dia.

KETIKA HIDUP KITA ”BIASA-BIASA SAJA”

TETAPLAH INGAT TUHAN

Penulis: Alison Subiantoro - www.renunganharian.net

ms.sabbath
March 13, 2011, 07:20
Andalah Pemainnya!

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/38E8C1A024B8D427681635_Large.jpg

Bacaan hari ini: 1 Korintus 14:20-28
----------------------------------------------------
14:20 Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu!
14:21 Dalam hukum Taurat ada tertulis: "Oleh orang-orang yang mempunyai bahasa lain dan oleh mulut orang-orang asing Aku akan berbicara kepada bangsa ini, namun demikian mereka tidak akan mendengarkan Aku, firman Tuhan."
14:22 Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.
14:23 Jadi, kalau seluruh Jemaat berkumpul bersama-sama dan tiap-tiap orang berkata-kata dengan bahasa roh, lalu masuklah orang-orang luar atau orang-orang yang tidak beriman, tidakkah akan mereka katakan, bahwa kamu gila?
14:24 Tetapi kalau semua bernubuat, lalu masuk orang yang tidak beriman atau orang baru, ia akan diyakinkan oleh semua dan diselidiki oleh semua;
14:25 segala rahasia yang terkandung di dalam hatinya akan menjadi nyata, sehingga ia akan sujud menyembah Allah dan mengaku: "Sungguh, Allah ada di tengah-tengah kamu."
14:26 Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.
14:27 Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.
14:28 Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.
----------------------------------------------------
Ayat mas hari ini: 1 Korintus 14:26
Bacaan Alkitab Setahun: Hakim-hakim 4-6

Saya tidak mendapat apa-apa,” kata seorang pemudi seusai ibadah. Ia merasa kecewa. Memang khotbah minggu itu terasa kering. Bahasanya tidak komunikatif. Sulit dimengerti. Pesannya tidak inspiratif. Membosankan. Maklum jika ia kecewa. Namun, ada satu kekeliruan di sini. Si pemudi menempatkan diri sebagai ”penonton” saja. Ia beribadah seolah-olah hanya untuk mendengarkan khotbah yang memikat. Padahal sesungguhnya ada yang lebih penting. Beribadah berarti memberi. Mempersembahkan sesuatu kepada Tuhan.

Rasul Paulus meminta orang kristiani mempersembahkan sesuatu ketika beribadah. Bukan hanya uang yang kita bawa, melainkan seluruh talenta kita. Saat menyanyi, persembahkan suara terbaik Anda agar nyanyian jemaat terdengar menggugah. Saat berdoa, naikkanlah doa Anda dengan sepenuh hati agar Tuhan berkenan. Saat menjalankan liturgi ibadah, lakukanlah setiap hal dengan sungguh-sungguh agar tidak terjebak dalam ritualisme. Semua persembahan harus ditujukan untuk membangun jemaat, bukan kepentingan pribadi. Agar dengan setiap persembahan yang diberikan tiap-tiap pribadi, maka semua yang hadir pun diberkati.

Selama ini, ketika beribadah, bagaimanakah Anda menempatkan diri? Sebagai penonton atau pemain? Penonton hanya minta dihibur dan dilayani. Sebaliknya, pemain memberi dan melayani. Betapa indahnya jika setiap orang datang beribadah sebagai pemain. Saat setiap orang mau berpartisipasi aktif, dan memberi yang terbaik, maka ibadah akan menjadi hidup. Kuasa Tuhan tampak nyata. Anda tak akan pulang dengan sia-sia.

ANDA ADALAH PEMAIN DALAM KEBAKTIAN

COBALAH BERMAIN DENGAN CANTIK BAGI TUHAN

Penulis: Juswantori Ichwan - www.renunganharian.net

ms.sabbath
March 14, 2011, 02:27
Di Mana Hati Kita?

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/heart.jpg

Bacaan hari ini: Matius 6:19-21
----------------------------------------------------
6:19 "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.
6:20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.
6:21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.
----------------------------------------------------
Ayat mas hari ini: Matius 6:21
Bacaan Alkitab Setahun: Hakim-hakim 7-9

Secara jenaka, seseorang menuliskan bagaimana anak balita “mengklaim” suatu barang: 1. Kalau aku menyukai sesuatu, berarti benda itu punyaku; 2. Kalau sebuah benda kupegang, berarti itu milikku; 3. Kalau aku bisa merebut sesuatu darimu, benda itu jadi punyaku; 4. Kalau aku melihat sesuatu lebih dulu, benda itu jadi milikku; 5. Kalau kamu bermain dengan sesuatu, lalu kamu menaruhnya, benda itu otomatis jadi punyaku; 6. Kalau benda yang kita perebutkan pecah, maka itu jadi milikmu.

Ketamakan sangat serupa dengan nafsu—keinginan besar untuk memiliki sesuatu demi kesenangan pribadi. Serupa gambaran tentang balita di atas, orang tamak hendak memiliki semua yang disukai dan diingininya. Padahal, ketamakan tak pernah dapat dipuaskan. Dan, keinginan yang tak terkendali dapat membahayakan diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Itu sebabnya Amsal 23:2 memperingatkan, ”Taruhlah sebuah pisau pada lehermu, bila besar nafsumu!”

Jadi, bagaimana melawan nafsu tamak ini? Tuhan meminta kita menujukan hati pada harta yang kekal (Matius 6:21). Terlalu memburu harta di bumi hanya akan membuat kita terikat dan diperhamba harta. Menghabiskan waktu dan kesehatan untuk menumpuk harta, yang takkan pernah kita bawa di akhir hayat (ayat 19). Sebaliknya, jika Tuhan menjadi yang terutama, sesungguhnya kita akan hidup lebih tenang. Kita akan bekerja dengan tahu batas waktu—tidak mengorbankan keluarga, bahkan masih punya waktu untuk melakukan pelayanan. Pula, kita bisa bijak menggunakan harta untuk memberkati sesama dan mendukung pekerjaan Tuhan.

MENUMPUK HARTA DI BUMI HANYA BERGUNA SEMENTARA

MENUMPUK HARTA DI SURGA TAK TERBATAS KEUNTUNGANNYA

Penulis: Agustina Wijayani - www.renunganharian.net

ms.sabbath
March 15, 2011, 02:55
Marah

http://i1001.photobucket.com/albums/af139/cerita-kristen/Jesus-filled-with-anger-clears-the-Temple.jpg

Bacaan hari ini: Kejadian 4:1-16
----------------------------------------------------
4:1 Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN."
4:2 Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi gembala kambing domba, Kain menjadi petani.
4:3 Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan;
4:4 Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,
4:5 tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.
4:6 Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?
4:7 Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."
4:8 Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.
4:9 Firman TUHAN kepada Kain: "Di mana Habel, adikmu itu?" Jawabnya: "Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?"
4:10 Firman-Nya: "Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah.
4:11 Maka sekarang, terkutuklah engkau, terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah adikmu itu dari tanganmu.
4:12 Apabila engkau mengusahakan tanah itu, maka tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu; engkau menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi."
4:13 Kata Kain kepada TUHAN: "Hukumanku itu lebih besar dari pada yang dapat kutanggung.
4:14 Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan tersembunyi dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di bumi; maka barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku."
4:15 Firman TUHAN kepadanya: "Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat." Kemudian TUHAN menaruh tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh barangsiapapun yang bertemu dengan dia.
4:16 Lalu Kain pergi dari hadapan TUHAN dan ia menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden.
----------------------------------------------------
Ayat mas hari ini: Efesus 4:26
Bacaan Alkitab Setahun: Hakim-hakim 10-12

Seorang ibu bercerita bahwa suaminya tanpa sepengetahuannya telah meminjamkan sejumlah besar uang kepada temannya. Teman suaminya itu rupanya tidak bertanggung jawab. Ia kabur begitu saja. Ibu ini jengkel sekali. Mengapa suaminya tidak memberi tahunya lebih dulu? Namun, nasi sudah menjadi bubur. Uangnya tidak bisa kembali. Lalu ibu itu bertanya, apakah sebagai orang kristiani ia boleh marah kepada suaminya?

Bagi sebagian orang, pertanyaan ibu itu mungkin terlalu sederhana. Namun itu kenyataan yang kerap terjadi, dan tidak boleh disepelekan. Sebab hal itu bisa terus mengganggu pikiran. Bolehkah seorang kristiani marah? Marah itu wajar. Hidup memang tidak selalu berjalan seperti yang kita harapkan. Orang-orang di sekitar kita juga tidak selalu berlaku seperti yang kita mau.

Sebagai orang kristiani, tidak salah apabila kita marah. Asal, marah untuk sesuatu yang tepat, dengan cara yang tepat, kepada orang yang tepat, dan di waktu yang tepat. Kerap yang menjadi masalah bukan marahnya, tetapi bagaimana dan untuk apa kita marah. Juga, jangan menyimpan kemarahan hingga menjadi dendam kesumat. Kemarahan yang disimpan justru akan merampas kebahagiaan kita—tidak ada orang yang bisa bahagia dengan terus menyimpan kemarahan dan dendam. Lebih dari itu, kemarahan yang terus disimpan hanya akan mendorong kita ke dalam jurang dosa. Peristiwa pembunuhan Habel oleh Kain, kakaknya, terjadi karena dipicu dan dipacu oleh kemarahan Kain yang terus dipendamnya, lalu dilampiaskan dengan membabi buta. Mari kita belajar mengelola amarah.

MARAH ITU TIDAK SALAH

KITA HANYA PERLU MENGELOLANYA

Penulis: Ayub Yahya - www.renunganharian.net