sakradeva
September 01, 2007, 04:26
selama ini banyak yang menganggap bahwa Agama adalah masalah kepercayaan artinya yang yang termuat di Kitab suci tidak perlu dianalisa secara rasional dan kritis tapi harus dipercaya karena merupakan wahyu dari Tuhan, ada juga yang berpendapat agama dan ilmu pengetahuan ( ilmiah )adalah dua hal yang berbeda namun tetap diterima secara terpisah dan dianggap benar walau keduanya kadang berada dalam titik kontradiksi.
kita ambil contoh :
masyarakat dunia khususnya Barat sebagian besar percaya dan meyakini Teori Evolusi Darwin namun disaat yang sama juga mereka ( maaf yang beragama kristen ) meyakini Kitab Agama mereka bahwa manusia sejak awal dahulu diciptakan oleh Tuhan ( Adam Hawa ) mempunyai Fisik yang sama dengan manusia sekarang.
mereka juga menerima Teori penciptaan semesta bahwa Bumi telah berusia jutaan Tahun namun mereka juga meyakini Kitab Agama mereka yang mengatakan Usia Bumi adalah 6000 Tahun.
Bagaimana dengan Hindu dalam hal ini Weda, apakah Weda seiring dengan Ilmu Pengetahuan dan Iptek, apakah Weda bisa dijelaskan secara Ilmiah ?
Mohon Teman2 mau gabung di Thread ini agar wawasan qta semakin luas dan pemahaman Qta Terhadap Agama Hindu semakin Dalam sehingga mempertebal keyakinan Qta terhadap Hindu sebagai Sanata Dharma
BabyDino
September 02, 2007, 04:28
Mungkin bisa dijelaskan dulu ttg Weda:
- siapa yang menulis?
- apakah itu wahyu? atau hasil pikiran penulisnya?
- kapan ditulis?
- saat Weda ditulis, siapakah target audience-nya?
- secara garis besar apa isi Weda? Hukum? Kebijaksanaan? Atau apa?
Baby Dino, belajar agama ini dan itu, tapi ttg Hinduism, Baby ga tahu sama sekali.
Resourcenya dikit ya? Yang bisa ditanyai juga dikit.
sakradeva
September 05, 2007, 02:55
wah butuh banyak waktu tuk jelasin terutama ngetiknya...... ::mikir::
palagi sy cm bisa ngetik 14 jari ..... :haha
mungkin bisa lihat di
http://id.wikipedia.org/wiki/Veda
http://okanila.brinkster.net/mediaFull.asp?ID=1089
http://okanila.brinkster.net/mediaFull.asp?ID=1031
sebagai pendahuluan.... sementara sy nyusun materinya ( bata X ... )
sakradeva
September 27, 2007, 00:03
Weda.
Weda adalah kitab suci yang tertua di dunia, tak diketahui dengan pasti kapan Weda pertama kali diturunkan (diwahyukan); akan tetapi dari bukti-bukti yang dapat dikumpulkan, bahwa ia diturunkan dalam kurun waktu yang panjang yang dimulai sekitar 3500 hingga 3100 SM (penyelidikan terakhir bahkan menyatakan jauh sebelum itu).
Namun mengingat bahwa tulis menulis baru mulai dikenal oleh manusia (di India) pada sekitar 1000~900 SM (7)., maka diperkirakan bahwa Weda baru ditulis dalam kurun waktu tersebut. Sebelum Weda dihimpun dan ditulis, ia diajarkan secara turun temurun dari Guru pada siswanya dalam garis perguruan secara berkesinambungan.
Secara umum, dikemukakan bahwa Weda diturunkan untuk pertama kalinya pada jaman 'Krta-Yuga'. Pada masa Treta-Yuga dipelajari, dan pada jaman Dwapara-Yuga lah baru dikodifikasi. Pengkodifikasian itu terjadi pada jamannya 'Waiwasta Manu', oleh Bhagawan Byãsa (Vyãsa) yang juga dikenal dengan nama Krishna Dwipayana.
Dalam pengkodifikasian ini, beliau dibantu oleh sisya-sisya beliau yaitu:
Bhagawan Pulaha; menghimpun Rg Weda Samhita (9),
Bhagawan Jamini; menghimpun Sãma Weda Samhita,
Bhagawan Waisampayana; menghimpun Yajur Weda Samhita,
dan belakangan Bhagawan Sumantu; menghimpun Atharwa Weda Samhita.
Apabila mau disebutkan, maka disamping Maharsi Vyasa Krishna Dwipayana, maka ke-empat Maharsi inilah yang paling berjasa bagi umat Hindu. Dapat dibayangkan betapa rumit dan sulitnya mengkodifikasikan dan menyusun kembali ratusan ribu ayat-ayat suci itu, yang telah diturunkan pada waktu yang lama berselang dari generasi ke generasi (perguruan). Sungguh dibutuhkan ketekunan, kecerdasan, tekad yang kuat dan dedikasi serta kejernihan (kesucian) batin hingga kwalifikasi tertentu.
Diantara Catur Weda yang dikenal kini, Rg Weda lah yang pertama ditulis. Hal ini ditunjukkan oleh adanya pengulangan dan penjelasan maupun (mungkin) penambahan- penambahan pada Yajur dan Sãma Weda. Ketiga kelompok pertama ini disebut 'Weda Trayi' atau dapat diterjemahkan sebagai 'Trias-Weda'. Sedangkan 'Atharwa Weda' baru ditambahkan kemudian, sehingga lengkaplah 'Catur Weda' tersebut. Weda sendiri bermakna 'pengetahuan suci yang lengkap dan sempurna'.
Sistematika dan Bahasanya.
Secara garis besar, Weda dipilah atas 2 bagian pokok:
Çruti, yang mengadung ajaran suci yang bersifat spiritual dan
Smrti, yang berisikan ajaran ilmiah yang lebih bersifat skuler
Lebih lanjut, Çruti mengandung empat pokok bahasan yakni:
1. Samhita. Teks dasar untuk himne, formula dan japa (chants).
2. Brahmana. Petunjuk pelaksanaan upacara
3. Aranyaka. Berisi Mantra dan tafsir dari upacara-upacara.
4. Upanishad. Ini adalah sejumlah teks yang mengungkapkan kebenaran-kebenaran spiritual tertinggi dan berbagai anjuran mengenai cara untuk mencapai atau mengejawantahkan kebenaran itu. Kata Upanishad terdiri dari Upa (dekat), Ni (dibawah, down) dan Shad (duduk, to sit). Suatu Upanishad adalah sebuah pengajaran oleh seorang Guru ketika para murid duduk sangat dekat sehingga tidak seorang lain pun dapat 'nguping' ajaran-ajaran tersebut.
Inilah yang menjadi pokok bahasan utama dalam Catur Weda atau Weda-Çruti.
Upanishad ~ Intisari Weda.
Upanishad, menyangkut filsafat yang utama dan mendasari bagian lainnya dari Çruti; disinilah terhimpun dan dibahas intisari dari Weda. Bila kita perhatikan skhema Weda, terdapat banyak sekali kitab Upanishad yang direkomendasikan, dimana yang terkait dengan:
Rg Weda ada 10 buah,
Sãma Weda ada 16 buah,
Yajur Weda ada 51 buah, dan
Atharwa Weda ada 31 buah.
Dari sekian banyak Upanishad, yang terpenting dan utama adalah:
Iça, Kena,Katha, Praçna, Mundaka, Mãndukya, Aitareya, Taittiriya, Chãndogya, Brhadãranyaka, Kausitaki, Çwetãçwatara dan Maitrãyani.
Ada juga sebelas Yoga Upanishad yang lebih kecil. Yang paling penting dari Upanishad ini adalah Yogatattwa, Dhyanabindu, dan Nadabindu. Yogattava berisi semua rincian mengenai praktik yoga. Nadabindu, seperti digambarkan oleh namanya, berkaitan dengan phenomena indra pendengaran yang menyertai latihan-latihan yoga tertentu. Dhyanabindu berkaitan dengan suku kata AUM dan dengan banyak wahyu mistik
Upanishad saja sudah sekian banyaknya, yang hanya sebagian dari Çruti; belum bagian lainnya seperti: Brahmana, Mantra dan Aranyaka. semua itu masuk dalam Çruti, yang masuk dalam Smrti, bahkan lebih banyak lagi.
Sampai di sini, dapat kita bayangkan betapa luasnya lingkup serta spektrum dari Weda itu sendiri. Weda yang sedemikian luasnya tentu membutuhkan waktu dan ketekunan tersendiri untuk mempelajarinya.
Vedanga
Wedangga atau Vedanga yang berarti "bagian-bagian" merupakan sastra sebagai "alat bantu" dalam memahami Veda. Wedangga merupakan buku sumber dalam mempelajari dan mendalami secara nyata dari mantra-mantra Veda. Wedangga memilik enam bagian, diantaranya adalah:
Siksha (śikshā): fonetika dan fonologi (sandhi).
Chanda (chandas): irama.
Vyakarana (vyākarana): tata bahasa.
Nirukta (nirukta): etimologi.
Jyotisha (jyotisa): astrologi and astronomi.
Kalpa (kalpa): Ilmu mengenai upacara keagamaan.
Wedangga pertama kali dimuat dalam Mudaka Upanishad, sebagai topik kajian bagi para siswa dalam mempelajari Veda. Kemudian, para siswa tersebut mengembangkan disiplin ilmu Wedangga sebagai ilmu yang mandiri, dan masing-masing menyusun Sutra.
Upaveda.
Upaweda merupakan turunan dari Weda yang merupakan jurusan ilmu yang lebih spesifik dalam aplikasi kehidupan. Upaweda digolongkan dalam beberapa jurusan, antara lain:
Ayurveda - Ilmu pengobatan.
Dhanurveda - Seni bela diri dan persenjataan.
Gandharv Veda - Seni musik, sajak dan tari
Arthaveda- Ilmu Ekonomi Politik ddan Pemerintahan
Smrti
Secara garis besar merupakan Dharmasastra merupakan hasil karya manusia yang berisi penjelasan dan penerapan dari kitab – kitab sruti namun isi nya Tidak boleh bertententangan dengan sruti. Kelompok Dharmasastra
a. Manawadharmasastra
b. Yajnavalkyasmrti
c. Samkhalikhitasmrti
d. Parasarasmrti
Itihãsa
Ramayana dan Mahabharata. Reshi Valmiki menulis yang pertama dan Reshi Veda Vyasa, putra dari Reshi Parasara, menulis yang kedua. Kisah mengenai Reshi Valmiki ada dalam Uttara Kanda, satu tambahan pada epik besar Ramayana.
Purãna
Wishnu adalah Wishnu Purana, Narada Purana, Srimad Bhawata Purana, Garuda Purana, Padma Purana dan Waraha Purana. Matsya Purana, Kurma Purana, Lingga purana, Wayu Purana, Skanda Purana dan Agni Purana. Brahma Purana, Brahmanda Purana, Brahma-Waiwaswata atau Brahma-Waiwarta Purana, Markandeya Purana, Bhawishya Purana dan Wamana Purana.
Para Ahli masih memperdebatkan apakah, Siwa (atau Saiwa atau Dewi-Bhagawata) Purana dan Hariwamsa Purana adalah juga termasuk Maha Purana, sekalipun mereka tidak termasuk dalam daftar dari delapan belas Maha Purana (Major Purana).
Purana kecil (Minor Purana) dikenal sebagai Upa Purana.. ada paling sedikit duapuluh Purana Kecil. Mereka adalah : Aditya, Ascharya, Ausanasa, Bhaskara (Surya), Dewi, Saiwa (beberapa menyebut ini Purana Besar), Durwasa, Kalika, Kalki, Kapila, Mahaswara, Manawa, Marichi, Nandikeswara, Narada, Narasimha, Parasara, Samba, Sanathkumara, Siwadharma, Surya, Suta-Samhita, Usanas, Waruna, Yuga, Waya dan Wrihan
Darshana
filsafat Hindu. Yang termasuk didalamnya adalah apa yang disebut Sad Darshana, enam ajaran filsafat Hindu, yaitu: Samkhya, Yoga, Mimamsa, Vaisiseka, Nyaya dan Vedanta
Yang menyangkut masalah lahir (duniawi) ada 4 naskah yaitu: Çubhãshita, Kavya, Nãtaka dan Alankãra.
ada yang mo koreksi ato nambahin penjelasan diatas ???
ignpluhur
November 02, 2007, 03:15
Bro, menurut yang saya baca. keilmiahan weda dapat d analisa dengan Jyotish aka ilmu astronomi. Sebab ilmu pengetahuan modern selama mengenal seperti yg bro katakan d atas.Nah bagaimana dengan masa sebelumnya?? hal itu dapat di tentukan d jyotish ( sampe dpt menjelaskan 3 juaman kali sebelumnya). Sayangna yg bisa ilmu ini sangat sedikit sih:D
matahari100
November 03, 2007, 13:15
wah butuh banyak waktu tuk jelasin terutama ngetiknya...... ::mikir::
palagi sy cm bisa ngetik 14 jari ..... :haha
mungkin bisa lihat di
http://id.wikipedia.org/wiki/Veda
http://okanila.brinkster.net/mediaFull.asp?ID=1089
http://okanila.brinkster.net/mediaFull.asp?ID=1031
sebagai pendahuluan.... sementara sy nyusun materinya ( bata X ... )
----------
wakakakakakaka ...........yang saya tandai merah itu maksudnya pake dua jari saja alias telunjuk kanan plus telunjuk kiri. jelasin dong bos ke temen temen apa itu 14 jari( yang nggak ngerti basa bali mikir ente pake jari tangan 10 plus jari jari kaki juga ngetiknya............... wakakakakakaka
damai...damai...damai...[love]