View Full Version : This time it's Abstinent's turn!







terryan
June 19, 2007, 05:58
Abstinence atw menunggu sampai menikah baru berhubungan sex dgn pasangan resminya...

Biasanya kan org2 yg menganut free sex yg disorot, terlebih di Indo...

Kali ini coba dong pendukung abstinence defense your stand.. dan opponent-nya dipersilahkan utk kasih opposing argumentnya :hehe

mudunpapat
June 19, 2007, 11:58
berarti kalo ML ama bukan pasangan resminya dianggap mendukung dong :haha kalo iya, gw dukung deh :D

terryan
June 19, 2007, 12:44
gak dong, berarti elu oppose tuh :p

elu mendukung pre-marital sex berarti :p
disini lbh ke opposing abstinence... apa sih keberatan orang2 terhadap abstinence? Kan biasa kalo ngomong keberatan (terutama di budaya Timur) pasti lbh ke budaya freesex, pre marital sex, dsb..

koq belom ada sih yg oppose to abstinence disini... masa sih? :D

my love story
June 20, 2007, 01:03
Abstinence atw menunggu sampai menikah baru berhubungan sex dgn pasangan resminya...

Biasanya kan org2 yg menganut free sex yg disorot, terlebih di Indo...

Kali ini coba dong pendukung abstinence defense your stand.. dan opponent-nya dipersilahkan utk kasih opposing argumentnya :hehe

kayaknya saya termasuk nih...menolak free sexs sebelum nikah...ada alasan tersendiri sih kenapa pilihan dan prinsip hidup saya seperti ini. yang pertama ini lebih kepada keyakinan (maksudnya iman), saya tidak mau masuk dalam pernikahan tapi sudah gak kudus (saya mau memasuki pernikahan dengan diri yang utuh, tanpa kurang atau dilengkapai yang lain)...kedua, ini pendapat pribadi saya,kalo saya menganut free sexs atau seks sebelum nikah, saya measa tidak bertanggungjawab pada diri sendiri ...kalo bertanggung jawab sama ortu? ya, juga karena dari rumah kita sudah diajarkan untuk tidak bermain judi dengan hidup ini...:)

Gregory House
June 20, 2007, 08:23
gw blng sex pranikah itu ga deh
sebab blom ada jaminan dinikahi (even kl dah nikah pun ga ada jaminan ga cerai)
dan kl hamil anaknya secara hukum tidak punya status yg jelas,beda kl pernikahan,kl cerai status anaknya jelas

charlize
June 20, 2007, 09:03
kalo nurut agamaaa ... sih jelas2 ga boleh
tapi gue liat2 di negara2 yang sekuler ... kadang2 batasan antara apa yg boleh dan ga itu udah ga bisa di lihat lagi ...
sesuatu yg sebenarnya ga boleh, tapi ternyata dilakukan oleh banyak orang - akhirnya di sah kan menjadi sesuatu yang boleh
padahal - jelas2 di larang :nono

gue termasuk yang ga mendukung!

terryan
June 20, 2007, 09:08
maksudnya gak mendukung abstinence, charlz?

berarti elu mendukung pre-marital sex?

apa maksudnya sebaliknya mungkin ya?

Choccy
June 21, 2007, 10:50
Sial, susah bener milihnya.

Gue dukung pre-marital sex deh. reasons:
1. coba dulu sebelum menyesal di kemudian hari.
2. yg penting safe sex dan willing and ready to accept all consequences (emotionally ready and capable), so be it.

untung bonyok gue ga ikutan WG :kabur:

terryan
June 22, 2007, 03:05
serang dong posisinya abstinent... jangan malu2.. :hehe

kan biasanya posisi pre-marital sex yang on defense.. kali ini dikasih kesempatan utk on the offense. Kasih alasan2 kenapa abstinence itu bukan situasi yg baik..

si goblok
June 22, 2007, 04:38
seperti yang udah dipost sebelumnya di sebelah, karena seks adalah sesuatu yang alami dan memang bagian dari kehidupan. kenapa harus dihalang2 ato dibatasi seperti dalam abstinence? kuatir akan unwanted pregnancy, sudah ada banyak cara2 kontrasepsi laen. kuatir akan penyakit, rajin2 check up dan praktekkan safe seks. menurutku manusia pada umumnya mempunyai kewajiban untuk melengkapi diri sendiri dengan informasi sebelum melakukan ato mengambil suatu keputusan, termasuk dalam hal pre-marital seks. jika seseorang melakukan kewajiban ini, maka abstinence menjadi tidak diperlukan lagi.

justru kadang saya ngerasa pandangan bahwa seseorang harus perawan/"suci" sbelum menikah hanya menimbulkan masalah yang sebenarnya tidak diperlukan, dalam arti tekanan lingkungan. andaikan dalam satu lingkungan strict yang menuntut bahwa seseorang harus 'suci' sebelum menikah, apa yang terjadi jika ada satu kasus yang diluar standar itu? misalnya seseorang yang tidak perawan lagi, ntah karena pilihannya sendiri, maupun nasib (misalnya diperkosa dll), bayangkan seberapa tertekannya seseorang itu yang ternyata tidak memenuhi standard masyarakat ini? mungkin dicemooh lah, ngerasa diri kotor lah, disingkirkan lah, depresi, dll. blom lagi orang2 'sok suci' yang pake gebrek2an. bukankah hal2 itu sebenarnya tidak perlu dilalui jika seandainya tidak ada tuntutan bahwa abstinence harus dipraktekkan? seseorang harus 'utuh' dulu, 'suci' dulu sebelum nikah, apa sih maksudnya? apa sih efeknya udah "utuh" ato "blom utuh" itu? apakah dunia bakal kiamat jika tidak mempraktekkan abstinence?

memandang abstinence tidak ada tujuan yang jelas dan konkrit, maka saya tidak melihat perlukan abstinence.

Gregory House
June 22, 2007, 08:11
efeknya kl ga sex pra nikah?
melatih kasih sayang,kesetiaan,menahan nafsu,menjaga pasangan,hal2 seperti inilah yg dilatih dan akan menjadi esensial ketika sudah menikah

my love story
June 22, 2007, 08:39
seperti yang udah dipost sebelumnya di sebelah, karena seks adalah sesuatu yang alami dan memang bagian dari kehidupan. kenapa harus dihalang2 ato dibatasi seperti dalam abstinence? kuatir akan unwanted pregnancy, sudah ada banyak cara2 kontrasepsi laen. kuatir akan penyakit, rajin2 check up dan praktekkan safe seks. menurutku manusia pada umumnya mempunyai kewajiban untuk melengkapi diri sendiri dengan informasi sebelum melakukan ato mengambil suatu keputusan, termasuk dalam hal pre-marital seks. jika seseorang melakukan kewajiban ini, maka abstinence menjadi tidak diperlukan lagi.

justru kadang saya ngerasa pandangan bahwa seseorang harus perawan/"suci" sbelum menikah hanya menimbulkan masalah yang sebenarnya tidak diperlukan, dalam arti tekanan lingkungan. andaikan dalam satu lingkungan strict yang menuntut bahwa seseorang harus 'suci' sebelum menikah, apa yang terjadi jika ada satu kasus yang diluar standar itu? misalnya seseorang yang tidak perawan lagi, ntah karena pilihannya sendiri, maupun nasib (misalnya diperkosa dll), bayangkan seberapa tertekannya seseorang itu yang ternyata tidak memenuhi standard masyarakat ini? mungkin dicemooh lah, ngerasa diri kotor lah, disingkirkan lah, depresi, dll. blom lagi orang2 'sok suci' yang pake gebrek2an. bukankah hal2 itu sebenarnya tidak perlu dilalui jika seandainya tidak ada tuntutan bahwa abstinence harus dipraktekkan? seseorang harus 'utuh' dulu, 'suci' dulu sebelum nikah, apa sih maksudnya? apa sih efeknya udah "utuh" ato "blom utuh" itu? apakah dunia bakal kiamat jika tidak mempraktekkan abstinence?

memandang abstinence tidak ada tujuan yang jelas dan konkrit, maka saya tidak melihat perlukan abstinence.

kalo saya sih tidak menyetujui seks sebelum nikah karena kedua alasan yang saya sebutkan di atas...bukan karena takut hamil dan takut tidak perawan sebelum menikah...kalau misalnya hanya karena kurang info mengenai seks, saya pikir itu bukanlah satu alasan untuk melakukan seks, dan kalau pun saya tahu tentang seks yang aman saya pikir saya tidak akan melakukannya sebelum menikah...masalahnya adalah apa yang menjadi prinsip hidup...karena semua manusia akan berargumen bahwa masing-masing kita punya hak sendiri-sendiri pada tubuhnya dan punya hak penuh atasnya, jadi tidak perlu orang lain yang mengatur...saya setuju dengan alasan ini,
tapi, kalu alasan saya ini lebih berkaitan kepada hati nurani saya dan prinsip hidup...saya sulit untuk mengungkapkan alasan terkuat saya menolak karena bisa2 forum ini dipindah ke forum agama... saya pikir saya punya prinsip seperti ini karena saya ingin melakukannya dengan keadaan yang tepat, orang yang tepat, bukan karena mencuri-curi atau lain sebagainya...
ini lebih ke alasan pribadi dan hati nurani saja...dan pendapat saya tidak bisa saya generalisasikan pada semua orang...

sebenarnya topik tentang keperawanan sedang saya tunggu-tunggu muncul dalam bahasannya di ilmu sosial...menurut saya konsep keperawanan yang telah goblok contohkan di atas sangat berkaitan dengan kebudayaan patriarki, yang mengagungkan bahwa seorang perempuan harus perawan sebelum, sedangkan laki-laki gak apa-apalah menaklukkan banyak perempuan...perempuan dikondisikan untuk mempersembahkan keperawanan pada suaminya pas malam pertama, menurutku hal ini pandangan yang sangat timpang dan saya pun menolaknya....saya menikah bukan untuk mempersembahkan keperawanan ...
bagaimana dengan yang mengalami perkosaan...padahal keperawanananya tersebut terengut bukan karena dia yang memilih untuk melepaskannya....kalo menurut saya tentang keperawanan ini bukanlah hal yang sangat penting yang perlu diagung-agungkan oleh perempuan....harusnya sih memandang keperwanan ini pada tempatnya, biar tidak terjadi penagung-agungan yang malah memojokkan salah satu pihak...pandanglah keperawanan pada tempatnya, tidak lebih rendah dan tidak lebih tinggi...karena pengagungan seperti ini sangat berbahaya...

tapi bagi saya, walaupun ada kebebasan bagi saya untuk menetukan diri saya perawan atau tidak perawan sebelum menikah...itu tidak akan membuat diri saya melakukan seks sebelum nikah...mungkin kesannya kuno bagi orang 'modern', tapi menurut saya pemikiran seperti ini tidaklah kuno...karena saya punya argumen yang kuat untuk diri saya sendiri...

terryan
June 22, 2007, 11:20
karena semua manusia akan berargumen bahwa masing-masing kita punya hak sendiri-sendiri pada tubuhnya dan punya hak penuh atasnya, jadi tidak perlu orang lain yang mengatur...saya setuju dengan alasan ini,

dan alasan ini juga bisa berlaku utk orang2 yg menolak pre-marital sex. Bahwa kita mempunyai hak penuh atas pilihan dan tubuh kita utk menentukan to have and not to have sex and when.

krn banyak orang yg have sex justru bukan krn mereka aware atas hak, keinginan atw pilihan mereka, rather krn rasa ingin tau atw tekanan pergaulan


sebenarnya topik tentang keperawanan sedang saya tunggu-tunggu muncul dalam bahasannya di ilmu sosial...menurut saya konsep keperawanan yang telah goblok contohkan di atas sangat berkaitan dengan kebudayaan patriarki,

and presumption of religious motive :hehe

terryan
June 22, 2007, 11:30
justru kadang saya ngerasa pandangan bahwa seseorang harus perawan/"suci" sbelum menikah hanya menimbulkan masalah yang sebenarnya tidak diperlukan, dalam arti tekanan lingkungan. andaikan dalam satu lingkungan strict yang menuntut bahwa seseorang harus 'suci' sebelum menikah, apa yang terjadi jika ada satu kasus yang diluar standar itu? misalnya seseorang yang tidak perawan lagi, ntah karena pilihannya sendiri, maupun nasib (misalnya diperkosa dll), bayangkan seberapa tertekannya seseorang itu yang ternyata tidak memenuhi standard masyarakat ini? mungkin dicemooh lah, ngerasa diri kotor lah, disingkirkan lah, depresi, dll. blom lagi orang2 'sok suci' yang pake gebrek2an. bukankah hal2 itu sebenarnya tidak perlu dilalui jika seandainya tidak ada tuntutan bahwa abstinence harus dipraktekkan? seseorang harus 'utuh' dulu, 'suci' dulu sebelum nikah, apa sih maksudnya? apa sih efeknya udah "utuh" ato "blom utuh" itu? apakah dunia bakal kiamat jika tidak mempraktekkan abstinence?

memandang abstinence tidak ada tujuan yang jelas dan konkrit, maka saya tidak melihat perlukan abstinence.

spt yg saya udah mentioned di postingan diatas, kata suci yg kamu pakai berkali2 itu shows strong religious connotation :D

relationship in itself is emotional, energy and time consuming dan saat kita menambahkan elemen sex ke dalamnya, bisa jadi malah complicate the matter even more. So when you're young, driven and goal oriented, I can imagine that some ppl might adopt abstinence for practical reasons

mail_me_already
June 23, 2007, 01:55
I don't believe that a single school of thought can or should apply to everyone. Gua sendiri tidak anti premarital sex, nor does that mean that i endorse it. You do what you think is right for you.. that's all..

terryan
June 23, 2007, 06:07
that may be MMA :)

dan orang2 disinipun mungkin kebanyakkan berpikir somewhere in between. Tapi the point dari forum ini adalah you take your sides, bela dan keluarin semua argumen dari side yang kamu pilih, begitu pula orang lain... ketika semua argumen udah dibeberkan.. semoga orang2 cukup open minded, perceptive and wise enough to see all point of views, be able see the matter in a new light and hopefully can form a new opinion uniquely to their own, aside from the mainstream school of thought

my love story
June 24, 2007, 09:32
dan alasan ini juga bisa berlaku utk orang2 yg menolak pre-marital sex. Bahwa kita mempunyai hak penuh atas pilihan dan tubuh kita utk menentukan to have and not to have sex and when.

krn banyak orang yg have sex justru bukan krn mereka aware atas hak, keinginan atw pilihan mereka, rather krn rasa ingin tau atw tekanan pergaulan



and presumption of religious motive :hehe

yup, yang kulihat sih memang banyak seperti ini...tapi gak berani mengeneralisasikan...

sesshomaru
July 27, 2007, 06:48
Abstinence atw menunggu sampai menikah baru berhubungan sex dgn pasangan resminya...

Biasanya kan org2 yg menganut free sex yg disorot, terlebih di Indo...

Kali ini coba dong pendukung abstinence defense your stand.. dan opponent-nya dipersilahkan utk kasih opposing argumentnya :hehe

aku mendukung seks setelah menikah dan hanya dengan pasangannya saja

aku menolak seks sebelum nikah baik dengan satu pasangan ataupun dengan

banyak pasangan....

alasan:
mendukung seks setelah nikah:

1) karena iman yang aku yakini: tidak melakukan seks sebelum nikah karena menghargai dan menghormati Tuhan, dan kesucian pernikahan baik untuk laki-laki maupun perempuan, serta jadi salah satu patokan standar moral.
2) menghargai seksualitas itu sendiri...bahwa ia adalah sesuatu yang suci sehingga aku tidak boleh sembarangan.

sebenarnya alasan yang paling mendasar adalah karena iman yang aku yakini...seks yang sembarangan sebelum nikah ataupun sesudah nikah karena perselingkuhan akibatnya sangat merusak bagi kekudusan pernikahan....dan kerusakan yang ditimbulkannya sangat parah....tapi rasanya tidak enak menjelaskannya di sini....karena dasar yang aku pakai adalah iman yang aku yakini. jadi jawaban dan alasanku memang sangat subjektif....:)

DWibowo1.
August 20, 2007, 02:10
Gwe sendiri sih bukan orang yg menganut paham sexual abstinence. Menurut gwe sih pre-marital sex ga ada salahnya dilakukan selama dilakukan atas dasar cinta antara 2 orang yg melakukannya. Jadi selama sex itu bukan dilakukan atas dasar nafsu doank, yah menurut gwe sah2 aja. Ya itu sih prinsip gwe, dan gwe ga ngurusin orang lain mau ghimana. Gwe sendiri cuman melakukan dengan orang yg bener2 gwe cintai terlepas dari hubungan antara gwe dan dia, apakah itu: teman, pacar, tunangan, atau istri. Jadi ga harus dengan ikatan perkawinan karena belum tentu juga dalam perkawinan itu khan saling mencintai.

Von^Krumm
August 20, 2007, 06:31
Gwe sendiri sih bukan orang yg menganut paham sexual abstinence. Menurut gwe sih pre-marital sex ga ada salahnya dilakukan selama dilakukan atas dasar cinta antara 2 orang yg melakukannya. Jadi selama sex itu bukan dilakukan atas dasar nafsu doank, yah menurut gwe sah2 aja. Ya itu sih prinsip gwe, dan gwe ga ngurusin orang lain mau ghimana. Gwe sendiri cuman melakukan dengan orang yg bener2 gwe cintai terlepas dari hubungan antara gwe dan dia, apakah itu: teman, pacar, tunangan, atau istri. Jadi ga harus dengan ikatan perkawinan karena belum tentu juga dalam perkawinan itu khan saling mencintai.

Spot on nih, gue setuju banget...