View Full Version : Mengenal Nuansa Mistik Keris
ki_cancut
May 22, 2007, 06:54
Untuk yg ingin sharing tentang segala jenis keris, tuah & mistisnya masuk sini
red_conjurer
May 22, 2007, 06:56
Koleksi Keris (http://keris.fotopic.net/)
Berisi foto-foto koleksi keris dari Hidayat MH
http://keris.fotopic.net/
Koleksi Keris II (http://www.midinakeris.fotopic.net/)
Berisi foto-foto koleksi keris dari Midina
http://www.midinakeris.fotopic.net/
Raden Mahesa
May 22, 2007, 07:00
edun si RC jagoan googling nya euy!
ki_cancut
May 22, 2007, 07:00
Bos tread ini aku angkat lagi / tulis boleh ga ya, soalnya lagi ada inspirasi.
Kalo ga di apus juga ga apa !
red_conjurer
May 22, 2007, 07:08
Bos tread ini aku angkat lagi / tulis boleh ga ya, soalnya lagi ada inspirasi.
Kalo ga di apus juga ga apa !
Thread Keris kayaknya belon ada.. tpi ntar gw liad laghe. Kalu memang sudah ada aku gabung aza yah.
BTW: Ki, ente punya keris? dipiara gak? dikasih makan apa? pake minyak jin?
red_conjurer
May 22, 2007, 07:10
Ini cuman perasaan gw aza yah? kok kayaknya senjata khas Priangan yaitu Kujang kalah tenar ama keris? Benarkah itu?
ki_cancut
May 23, 2007, 03:18
Memang untuk keris sepertinya lebih dikenal dari pd kujang karena keris sudah banyak dikenal sampe mancanegara. Tapi kalau soal mistisnya Kujang juga tidak kalah sm keris cuma saja pemiliknya jarang mengeksposnya ke Umum.
Gw punya beberapa keris dulu tapi udah gw kasih ke beberapa teman dan ada juga yg udah gw larung kelaut dan sungai. Soalnya memang ada pusaka yang memang hanya bersifat titipan kalo pemilik sahnya udah datang ya gw kasih.
Untuk keterangan selanjutnya simak paparan berikut ini. eng.. ing.. eng...
Raden Mahesa
May 23, 2007, 03:22
Ada sebuah senjata unik yang pada mulanya berasal dari daerah Jawa Barat, tepatnya di Pasundan (Sunda). Senjata ini dikenal dengan nama Kujang. Tak adanya kata yang pantas di dalam bahasa Inggris, sehingga Kujang dianggap sama dengan “sickle” (= arit/sabit), sekalipun wujudnya menyimpang dari bentuk asli sebuah arit/sabit. Tidak sama juga dengan “scimitar” yang bentuknya cembung. Dan di Indonesia sendiri arit/sabit sebetulnya disebut “chelurit” (celurit). Kehidupan orang-orang Jawa di sebelah Timur Pulau Jawa menyebut Kujang sebagai ”kudi”. Bagi mereka yang tidak mengetahui, penduduk asli Pulau Jawa tidak semuanya asli orang Jawa. Di bagian Barat Pulau Jawa mayoritas diduduki oleh etnik Sunda. Dan Kujang merupakan satu-satunya monumen Kota Bogor, Indonesia.
Kujang penuh dengan misteri. Dikatakan bahwa Kujang didalamnya memiliki sebuah kekuatan magis dengan maksud yang penuh rahasia (gaib). Menambahkan di dalam figure Kujang yang sesungguhnya, terletak/terdapat suatu filosofi Orang Sunda Kuno dengan filosofi Warisan Hindu. Adalah jelas sekali dari sebelumnya bahwa “pedang” mistik ini telah diciptakan lebih sebagai azimat, a symbolical object d’art, daripada sebagai sebuah senjata.
Ciptaan asli dari Kujang sebenarnya terinspirasi dari sebuah alat kebutuhan pertanian. Alat ini tekah dipergunakan secara luas pada abad ke-4 sampai dengan abad ke-7 Masehi. Kujang terbaru dibuat sedikit berbeda from the tilling implements fashioned by the pandai besi terkenal, Mpu Windusarpo, Mpu Ramayadi, dan Mpu Mercukundo, sebagaimana yang dapat kita lihat di museum lokal. Hanya saja pada abad ke-9 sampai dengan abad ke-12 Masehi wujud dari Kujang berbentuk seperti yang kita kenal sekarang ini. Pada tahun 1170 terjadi perubahan pada Kujang. Nilai Kujang sebagai sebuah jimat atau azimat telah diakui secara berangsur-angsur oleh raja dan bangsawan dari Kerajaan Pajajaran Makukuhan, khususnya pada masa pemerintahan Prabu Kudo Lalean. Pada waktu di salah satu tempat bertapanya, Kudo Lalean mendapat ilham untuk mendesain ulang bentuk dari Kujang dengan menyesuaikan bentuknya dengan bentuk dari Pulau “Djawa Dwipa”, yang dikenal sebagai Jawa pada saat itu. Dengan segera raja menugaskan keluarga kerajaan pandai besi, Mpu Windu Supo, untuk membuat mata pisau (Kujang) yang ada di dalam pikirannya. Ini telah menaruh sifat-sifat mistik dan filosofi spiritual; sebuah objek bertenaga gaib, unik didalam desainnya, sesuatu yang pada generasi mendatang akan selalu berasosiasi dengan Kerajaan Pajajaran Makukuhan.
Setelah masa meditasinya, Mpu Windu Supo menetapkan bayangan dari Kudo Lalean (visualisasi) dan memulainya dengan membuat sebuah prototype (bentuk dasar/purwa rupa) Kujang tersebut. Kujang ini memiliki 2 buah karakteristik yang mencolok: bentuknya yang menyerupai Pulau Jawa dan terdapat 3 lubang di suatu tempat pada mata pisaunya.
Membuat pisau Kujang yang menyerupai bentuk Pulau Jawa mengartikan cita-cita akan penyatuan kerajaan-kerajaan kecil Jawa menjadi satu kerajaan, yang dikepalai oleh Raja Kerajaan Makukuhan. Tiga lubang pada pisaunya untuk melambangkan Trimurti, atau tiga aspek Ketuhanan dari agama Hindu, yang juga ditaati oleh Kudo Lalea. Tiga aspek Ketuhanan menunjuk kepada Brahma, Vishnu, dan Shiva. Trinitas Hindu (Trimurti) juga digambarkan/diwakilkan dengan 3 kerajaan utama pada masanya, secara berturut-turut, Kerajaan Pengging Wiraradya, berlokasi di bagian Timur Jawa; Kerajaan Kambang Putih, berlokasi di north-east of island; dan Kerajaan Pajajaran Makukuhan, berlokasi di Barat.
Bentuk Kujang berkembang lebih jauh pada generasi mendatang. Model-model yang berbeda bermunculan. Ketika pengaruh Islam tumbuh di masyarakat, Kujang telah dibentuk ulang menyerupai huruf Arab “Syin”. Ini sebagian muslihat dari wilayah Pasundan, Prabu Kian Santang, yang merasa khawatir untuk merubah rakyat menjadi Islam. Mengetahui bahwa Kujang menyimpan filosofi Hindu dan agama dari kultur yang ada, para raja muslim, imam dan guru, khawatir untuk menyebarkan Islam dan menyebarkan ajarannya, membuat ulang Kujang untuk menggambarkan dasar dari agama mereka. Syin adalah huruf pertama dalam sajak (kalimat) syahadat dimana stiap manusia bersaksi akan Tuhan yang Esa dan Nabi Muhammad sebagai utusan-Nya. Dengan mengucapkan kalimat syahadat, ia (tiap manusia) secara otomatis masuk Islam. Modifikasi Kujang memperluas area mata pisau dimana secara geografis sesuai kepada Pasundan atau Jawa bagian Barat untuk menyesuaikan diri dengan bentuk dari huruf Syin. Kujang model terbaru seharusnya dapat mengingatkan si pemiliknya dengan kesetiannya kepada Islam dan ajarannya. 5 lubang pada Kujang telah menggantikan makna Trimurti. Kelima lubang ini melambangkan 5 tiang dalam Islam (rukun Islam). Dengan pengaruh agama Islam, beberapa model Kujang melukiskan inter-blending penghapusan paduan akan 2 style/gaya dasar dari Kujang yang didesain oleh Prabu Kudo Lalean dan Prabu Kian Santang.
Sekarang ini, Kujang biasa dipajang untuk mendekorasi rumah yang diyakini bisa membawa semacam keberuntungan, memberikan perlindungan, kehormatan, dll. Kujang biasanya dipajang berpasangan di dinding dengan mata pisau yang tajam sebelah dalam saling berhadapan. Ini merupakan tabu/larangan, bagaimanapun, tidak seorangpun boleh mengambil fotonya sedang berdiri diantara 2 Kujang tersebut, ini akan menyebabkan kematian terhadap orang tersebut didalam waktu 1 tahun, tidak lebih tapi bisa kurang. Saya telah diyakinkan oleh seorang praktisioner senior Kejawen mengenai kebenaran hal ini, sebagaimana beliau telah menyaksi sendiri. Kenapa kejadian ini tidak diketahui secara pasti, kita mungkin menganggap ini sebagai takhayul, suatu kebetulan atau synchronicity tetapi di balik setiap fenomena hukum alam dan itelejensi/kecerdasan bekerja; kita hanya perlu mencaritahu apakah hukum tersebut dan kesiapan fikir/pemikiran tentang kecerdasan metafisika mengarah pada hukum tersebut untuk mengetahui alasan atas keganjilan.
ki_cancut
May 23, 2007, 03:24
Pengertian Keris
Masyarakat jawa telah mempunyai kepercayaan yang sangat kental dengan keberadaan keris sbg bagian dalam hidup berdampingan dg gaib. Keris adalah wesi (logam) aji yg oleh sebagian besar masyarakat jawa, dipercaya mempunyai kekuatan gaib yg besar dan mempunyai peranan penting dalam segala urusan yg berhubungan dg hal2 yg bersifat gaib.
Keris merupakan tosan aij yg banyak digandrungi oleh sebagian besar spritualis, karena mereka meyakini sebagai benda yang dapat digunakan untuk membantu dalam urusan2 tertentu. Seberapa besar kekuatan keris adalah ditentukan oleh sang empu yg membuatnya. dalam pembuatannya sang empu selalu melakukan ritual khusus yang biasa disebut dg lelaku disini bisa berupa puasa, semadi atau lelaku lainnya yg bertujuan untuk mendapatkan ilham dari Yang Maha Kuasa. Setelah melakukan ritual tsb, maka seorang empu baru dapat memulai pekerjaannya untuk membuat keris. Namun ada kalanya ritual tsb bersamaan dg pembuatan keris.
Pada keris, terdiri dari beberapa bagian utama yaitu : gagang keris, batang keris, dan warangka (sarung) keris. Pada bentuk keseluruhan keris, biasanya terdapat hiasan yg berupa ukiran berbentuk bunga atau hewan. Pola ukiran biasanya terbuat dari perak, kuninga atau emas, dan biasanya tergantung dari pemilik keris agar seorang pemilik keris dapat mengindahkan pusakanya.
Keris merupaka wujud / bentuk dari bersatunya yang gaib dengan yg fisik. Secara gaib, adalah isi yang berada dalam keris itu sendiri, sedang secara fisik adalah racun yg berasal dari warangan dan kekuatan serta kekerasan baja yg menjadi bahannya. Beberapa spritualis meyakini bahwa keberadaan keris dianggap sbg salah satu bentuk perpaduan antara kekuatan gaib dan kekuatan alam sehingga menuangkan bentuk berupa keris.
red_conjurer
May 23, 2007, 03:59
artikel yang pernah saya post di thread Mysterious places menyebutkan kalau empu-empu ahli pembuat senjata jaman baheula secara tidak sengaja menerapkan nano technology dalam proses penciptaan senjata-senjata tradisional mereka. Itu sebabnya mengapa senjata seperti keris, pisau damascus, pedang viking amat terkenal ketajamannya dan juga dianggap mistis.
Raden Mahesa
May 23, 2007, 04:04
nano tech. teh apa do? yang "ramei rasa" nya tea bukan?
ki_cancut
May 23, 2007, 04:42
Menurut Mr. B. P. H. Sumodiningrat
Menurut ahli keris yg berasal dari Surakarta ini, keris merupakan bersatunya yg gaib dg yg fisik. Sesuatu yg gaib (supranatural) adalah berkat Allah SWT. Kebajikan Tuhan YME dan Maha Kuasa, melimpahkan sesuatu di dunia ini dg yg gaib dan yg fisik dan isi dalam keris adalah perwujudan kekuatan empu yg telah bersungguh2 dalam proses pembuatan keris tsb.
Pendapatnya yg lain adalah esoterik keris terutama pada pamor, pamor adalah benda gaib yg mengandung getara2 kosmis yg secara gaib jatuh dari langit ke jagad bumi ini. Seorang empu yg membuat keris, dianggap telah mengawinkan antara Bapa Angkasa dg Ibu Pertiwi. Pamor berasal dari angkasa, sedangkan logam berasal dari bumi.
Menurut Harjosuprapto
Ia adalah seorang purnawirawan yg memiliki dasar pemikiran bahwa bumi berputar pada porosnya dan tanpa sandaran. Dari sini, ia berpendapat bahwa segala jenis wesi aji termasuk manusia terkena oleh daya induksi yg berasal dari bumi dan belangsung secara terus-menerus. Manusia memiliki kekuatan magnetik elektronika yg dapat menjadi Bio Magnetik Elektrik yg merupakan sifat dari badan wadag kita yg murni dari tanah (bumi).
Empu memasukan kekuatan yg berasal dari dirinya (berupa daya Bio Magnetik Elektrik) ke dalam wesi aji yg sebenarnya telah memiliki kekuatan magnetik elektronika. Sehingga terbentuklah isi dalam wesi aji. Ia berpendapat untuk mengetahui isi / khodam yg berada dalam keris, maka dapat dilakukan dg melepas jiwa (sukma) dan melakukan komunikasi dg kekuatan yg berada dalam keris tsb.
Menurut Ir. Haryono Arumbinang Msc.
Keris sbg multipleks pamor dan besi. Lapisan berselang-seling dan sangat rumit ini menimbulkan perbedaan potensial. Kumpulan dari perbedaan potensial inilah yg menimbulkan kekuatan gaib dari wesi aji. Empu memasukan kemampuannya (sebagian) kedalam keris pada saat proses penempaan atau pembuatan keris. Daya kekuatan ini terekam secara permanen dan cukup lama seperti kita membuat rekaman pada sebuah kaset, maka hasil yg terlihat akan hampir menyamai suara kita. Rekaman daya magis sang empu muncul dalam keris, sehingga keris akan tampak seperti layaknya benda bertuah pd umumnya.
red_conjurer
May 23, 2007, 05:47
nano tech. teh apa do? yang "ramei rasa" nya tea bukan?
artikel dari detik: click here (http://forum.webgaul.com/showpost.php?p=2826606&postcount=266)
dari Wiki: click here (http://en.wikipedia.org/wiki/Nanotechnology)
ki_cancut
May 23, 2007, 06:05
Keris pada umumnya dikenal oleh sebagian masyarakat jawa sbg benda pusaka yg mempunyai tuah khusus. Keberadaan keris sendiri sudah ada sejak beberapa ratus tahun sebelum jaman kerajaan Majapahit. Keris termasuk jenis senjata khas suku jawa. Usia keris tertua yg pernah diketemukan adalah sekitar abad ke-10 Masehi.
Dari bentuk yg ditampilkan oleh sang empu pada jaman dahulu (Mjapahit), maka bentuknya akan terlihat sedikit kaku dan biasanya berupa pejetan tangan dan hanya dengan ibu jari, sang empu membentuk keris sering terlihat permukaan yg terlihat cekung yg berupa bekas ibu jari dari sang empu. Membuat keris dg pejetan tangan merupakan hal yg biasa bagi para empu yg hidup pada waktu itu.
Pada zaman sekarang ini, tak banyak empu yg mampu melakukan pembentukan keris dg pejetan tangan, mungkin karena kemampuan ilmu kanuragan memang sudah jauh berada dibawah pengetahuan para empu pada masa lalu.
Pada dasarnya bentuk dari keris sendiri dapat dibedakan dalam 2 kategori bentuk yang biasa kita lihat, yaitu keris luk (berkelok-kelok) dan keris lajer (lurus seperti bentuk tombak). Keris terbagi dalam beberapa bagian yg melengkapi dalam penampilannya yaitu warangka, gagang, dan sengkelat. Pada warangka biasanya terdapat hiasan berupa ukiran dari tembaga, emas, atau perak.
Bagian2 utama Keris
Bagian2 keris yg utama adalah batang logam sebagai keris itu sendiri, warangka sbg tempat keris, gagang keris sebagai pegangan logam keris tsb. Logam yg berbentuk keris biasanya berbentuk lekuk2 atau lurus. Pada permukaan keris biasanya terdapat pamor yg bisa tampil dengan berbagai macam pola.
Warangka
Keris biasanya membutuhkan warangka dari kayu tertentu. Kayu dimaksud dapat memberikan daya magis yg lebih besar jika digunakan sebagai warangka. Adapun jenis kayu yg sering digunakan adalah sbb :
1. Kayu Cendana Wangi.
Biasanya digunakan untuk tujuan agar keris senantiasa berbau wangi dan secara spritual dipercaya dapat menambah kekuatan gaib yg berada dalam keris. Sifat kayu tidak terlalu keras maupun rapuh sehingga dalam pembentukan menjadi warangka sangat mudah.
2. Kayu Asem Jawa.
Biasanya digunakan untuk membuat warangka manakala dalam kayu tsb terdapat galih (teras) meskipun hanya sedikit. Dipercaya kekuatan dari teras ini mampu memberikan kekuatan baru bagi keris yang berada didalamnya. Tapi sifat kayu ini sangat keras jadi dalam pembentukannya membutuhkan waktu agak lama.
3. Kayu Kebak.
Biasanya digunakan untuk dapat meredam kekuatan jahat yang berada dalam keris. Kayu ini sangat ringan dan rapuh sehingga dalam pembentukannya sangat sulit.
4. Kayu Awar-awar.
Biasanya digunakan untuk meredam kekuatan jahat yg berada dalam keris. Sifat dari kayu sangat rapuh dan sulit dibentuk.
Diluar warangka sering terdapat hiasan yg berupa ukiran dari tembaga, emas dan perak. Ukiran bertujuan memberikan keindahan tersendiri karena dg gaya ukiran ini, maka seolah2 keris akan mengeluarkan cahaya keindahan bagi yg melihatnya secara sekilas, maupun dilihat dg teliti. Keris adakalanya tidak mau dibuatkan warangka sbg tempat untuk menyarungkan keris itu sendiri.
Bentuk warangka sendiri sering memiliki peranan yg lebih dalam penampilan keris, oleh karenanya keris sering dibuatkan warangka yg menarik perhatian orang lain meskipun orang tsb dari golongan awam.
Gagang Keris
Gagang keris biasanya dibuat untuk pegangan batang logam keris itu sendiri. Pada gagang ini biasanya dipilih jenis kayu yang kuat dan keras agar keris tidak mudah terkepas dari gagangnya. Ukiran biasanya digunakan untuk menampilkan keindahan bentuk, biasanya berbentuk kepala ular / naga atau suatu bentuk lain yg menarik
masgambul
May 23, 2007, 07:44
Suatu malam, tanggal 2 Suro 3 tahun lalu, aku mendapati semburat sinar putih dari rumah seorang kerabat. memancar ke langit.
Esoknya, aku diminta datang ke rumahnya, dan diberi keris. Kata dia, namanya Keris Kalacakra.
Pesannya: ini cocok buat mas! Itu aja.
Tanpa luk, warangka kayu cendana.
Wanginya, top tenan.
Di bilahan kerisnya ada lapisan emasnya.
Kusimpan di lemari pakaian, bareng sebuah keris titipan (sejak 2 tahun lalu), Keris Singa Barong.
Minggu lalu, si penitip minta keris itu dimaharin.
Tidak ada pesan yang "wadi", kecuali bahwa ybs sedang perlu uang....
ki_cancut
May 23, 2007, 10:43
mantap tenan masgambul !!
Salam juga untuk mu
Keris Singa Barong rada galak juga ya isinya ?
Crystal Jade
May 24, 2007, 03:14
konon gaib dari keris powernya depends dari empu nya yg nempah keris2 ataw pemilik keris2 tsb..... ditambah baca postingan2 diatass tiba2 dihati timbul pertanyaan......hmmm pertanyaan itu adalah tidak laen n tidak bukan apakah
kira2 gaib dalem keris bisa dihilangken oleh pihak2 tertentu? mohon pencerahannya? :)
ki_cancut
May 24, 2007, 04:00
Ada pengalamanku sedikit sekitar tahun 2001, waktu itu aku dan teman ber-4 kedaerah Purworejo Jawa Tengah kesuatu daerah perbukitan bekas tempat petilasannya Raden Danang Sutawijaya raja Mataram Baru.
Aku kesana dg teman dalam rangka untuk penarikan pusaka yg memang pesanan dari seorang Kolonel di Jakarta yg akan berangkat tugas ke Aceh. Disana ( perbukitan di Purworejo ) itu masyarakat disana memang kalau malam hari suka melihat seberkas cahaya warna biru terang dari perbukitan tsb.
Setelah sampai disana kami melakukan ritual al :
1. Mempersiapkan Ubo Rampernya termasuk : Madat cap Tengkorak, Minyak Ponibalsalwa dll.
2. Aku membagi tugas masing2, 2 orang untuk menjaga dari serangan gaib dan 2 orang lagi termasuk aku melakukan penarikan.
Kemudian setelah kurang lebih 1,5 jam komat-kamit ( aku pake S. Raja Sulaeman & teman ku pakai Jala Sutra ), dari tempat lokasi terjadi ledakan dan ga lama muncul cahaya Biru terang sekali tapi kemudian ga lama muncul Khadam berupa Naga yg besarnya 2x dari Pohon Kelapa. Nah Naga ini mengibaskan ekornya kearah kami, temanku & aku terpental, temanku yg satu pingsan yg lain hampir semaput dan aku lumayan...muntah darah. Tapi ga lama muncul tuh pusaka berupa keris luk tujuh tanpa warangka dan gagang.
Pusaka ini kemudian setelah aku dkk balik ke Jakarta aku berikan kepada Kolonel tsb dan dia minta pengetesan, cara aku melakukan pengetesan, keris itu aku suruh pegang sm tuh kolonel dan setelah itu aku uji rambutnya aku sayat pakai silet dan alhamdulilah rambutnya ga putus.
Setelah dia tugas disana dan pd tahun 2003 dia kembali ke Jakarta, dia menceritakan beberapa kejadian aneh disana setelah memegang tuh keris. Misalnya rumahnya disana pernah di granat beberapa kali sm GAM tapi granatnya ga meledak dan pernah juga dia dan rumahnya dihujani tembakan tapi dia selamat dan tak ada satu pun peluru yg mengenai tubuhnya.
Pusaka ini dimaharkan dia kepadaku lumayan seharga 2 buah mobil kijang ( tapi di bagi empat orang ). Terkadang memang aku suka jahil memanggil isi pusakanya dari rumah ( minjem gitu buat keperluanku / pasukan lah ), jadi dia cuma pegang warangka dan kerisnya saja tapi isinya ada di aku. Sekarang dia naik pangkat dah jadi Mayjen.
Tapi kemudian sejak kejadian ini aku kena tegoran keras dari pisepuh....
ki_cancut
May 24, 2007, 05:23
Lanjutan....
Logam Keris
Dimulai dari atas terdapat ujung keris yang runcing, oleh empu biasa disebut dg kudhup (kuncup ). Pada kudhup ini adalah bagian yg paling rapuh, karena pd ujung ini mempunyai luas penampang yg relatif kecil jika dibandingkan dg luas penampang bagian yg lainnya.
Pada ujung ini biasanya kadar racun yg terdapat pada keris adalah yg paling tinggi jika dibandingkan dengan bagian yg lain. Mungkin secara sederhana jika dipikir secara logika, maka ujung keris adalah tempat yg pertama kali mengenai musuh dan sedikit goresan yg mengakibatkan luka, maka akan mengakibatkan sesuatu yg fatal.
Sepanjang punggung keris terdapat bagian yg tajam pada kedua sisi. Letakkan keris pada posisi berdiri dg salah satu ujung pada bawah (dekat gagang) pada posisi kanan ujung yg panjang dan runcing dan kiri ujung tumpul.
Ujung yg runcing dsb buntut (ekor). Sepanjang sisi tajam yg mengarah antara buntut hingga kudhup dsb wadhuk (perut).
Sedangkan pada bagian tajam yg satunya yg pada bagian dekat gagang yg lebih tumpul hingga khudup, biasa disebut jangga.
Punggung atau batang keris sendiri biasa disebut dg keris itu sendiri. Pada keris ini terdapat pamor sepanjang batang dan pada seluruh permukaan ( untuk keris yg telah berusia tua dan berkualitas ). Pada bawah keris sering terlihat seperti sebuah batang kecil melintang tepat dibawah keris dan berada diatas pesi
(batang keris yg biasanya digunakan untuk menancapkan keris dg gagangnya), jika terdapat batang kecil melintang biasa disebut ganja ( bukannya cimenk / narkoba ).
Batang keris akan menyatu tentunya dg gagang, maka dibutuhkan sebuah pasak atau paku yg dapat menyatukan antara keris dg gagang agar bisa terpegang dg aman. Dengan demikian maka diperlukan adanya ganja (batang yg digunakan untuk menancapkan keris pada gagang pegangan ).
Pamor Keris
Pamor adalah suatu bentuk lapisan yg terbentuk pada saat pengerjaan keris yg berulang2 dikenakan pemanasan pada tungku. Pada saat proses berlangsungnya pembuatan keris, maka keris dipanaskan beberapa kali agar dalam pembentukkannya dapat sesuai dg yg diinginkan. Hal inilah yg membuat pamor itu berbentuk seperti lapisan yg sangat banyak. Dari bentuk pamor, maka dapat dibedakan berdasarkan nama pamor, maka dapat dibedakan menjadi beberapa nama yg biasa kita temui. Contoh pamor, misalnya Pamor blarak sineret ini adalah pamor yg berbentuk seperti daun kelapa. Arti dari pamor ini adalah keris sesuai apabila dipegang oleh seorang yg memiliki posisi sbg pemimpin keluarga / masyarakat.
masgambul
May 24, 2007, 06:18
Keris Singa Barong rada galak juga ya isinya ?
aku nggak tahu....
sungguh!
ki_cancut
May 24, 2007, 07:07
Kemampuan Keris
Bila dilihat dari kemampuan sebuah keris, maka dapat dibedakan menjadi kemampuan fisik dan kemampuan spritual.
Kemampuan fisik dapat dibedakan lagi menjadi kemampuan dalam menyimpan racun, kemampuan kekerasan dan kemampuan keseimbangan. Sedangkan kemampuan spritual biasanya dilihat dari aura yg terdapat pada keris dan kemampuan keris dalam melakukan hal2 yg dianggap sebagai suatu yg tidak lazim dilakukan oleh benda biasa.
Kemampuan keris jika dipandang dari kemampuan fisiknya menyimpan racun, maka dapat dikatakan pada saat dilakukan warangan / penambahan racun pada keris. Pada jenis logam tertentu dapat digunakan sebagai alat pembunuh yg sangat cepat karena mampu menyimpan racun pada setiap bagian dari keris itu sendiri. Logam biasanya dipilih oleh para empu untk memperkuat racun yg ada dalam keris.
Racun yg biasa digunakan berupa : bangkai katak, bangkai ular tanah, bangkai ular kobra, dan batu meteor. Racun yg berada dalam keris sering menjadikan risiko yg bahaya bagi orang awam jika memegang sisi tajam pada keris apalagi hingga terluka.
Banyaknya kadar racun yang ada dalam keris akan menyebabkan keris terlihat tidak halus permukaannya ( reges / kikis dg cepat bukan karena karat ). Permukaan keris akan terlihat kasar dan mudah rusak karena usia atau terkena benturan. Kadar racun yg tinggi akan membuat pengaruh pada sekitar keris dan meski hanya dg mencium bau keris itu bisa jadi kita akan merasa pusing dan biasanya akan berakibat muntah2 seperti kena racun.
Kemampuan kekerasan suatu keris adalah kekerasan yang dimiliki suatu keris yg cukup tinggi. Jika keris memiliki kekerasan yg cukup tinggi, maka sudah barang tentu proses pembuatannya memakan banyak waktu dan biaya. Pemberian zat karbon sesuai dengan lamanya waktu pemanasan akan menimbulkan kekerasan suatu keris. Maka empu selalu memperhitungkan kadar karbon yg akan dimasukan kedalam keris pada saat pembuatan. Karbon yg dimaksud biasanya adalah berupa tanduk kerbau, arang yg digunakan untuk membakar dan perlakuan dingin pada keris itu sendiri.
Bersambung..besok
ignpluhur
May 24, 2007, 16:08
Kemampuan Keris
Bila dilihat dari kemampuan sebuah keris, maka dapat dibedakan menjadi kemampuan fisik dan kemampuan spritual.
Kemampuan fisik dapat dibedakan lagi menjadi kemampuan dalam menyimpan racun, kemampuan kekerasan dan kemampuan keseimbangan. Sedangkan kemampuan spritual biasanya dilihat dari aura yg terdapat pada keris dan kemampuan keris dalam melakukan hal2 yg dianggap sebagai suatu yg tidak lazim dilakukan oleh benda biasa.
Kemampuan keris jika dipandang dari kemampuan fisiknya menyimpan racun, maka dapat dikatakan pada saat dilakukan warangan / penambahan racun pada keris. Pada jenis logam tertentu dapat digunakan sebagai alat pembunuh yg sangat cepat karena mampu menyimpan racun pada setiap bagian dari keris itu sendiri. Logam biasanya dipilih oleh para empu untk memperkuat racun yg ada dalam keris.
Racun yg biasa digunakan berupa : bangkai katak, bangkai ular tanah, bangkai ular kobra, dan batu meteor. Racun yg berada dalam keris sering menjadikan risiko yg bahaya bagi orang awam jika memegang sisi tajam pada keris apalagi hingga terluka.
Banyaknya kadar racun yang ada dalam keris akan menyebabkan keris terlihat tidak halus permukaannya ( reges / kikis dg cepat bukan karena karat ). Permukaan keris akan terlihat kasar dan mudah rusak karena usia atau terkena benturan. Kadar racun yg tinggi akan membuat pengaruh pada sekitar keris dan meski hanya dg mencium bau keris itu bisa jadi kita akan merasa pusing dan biasanya akan berakibat muntah2 seperti kena racun.
Kemampuan kekerasan suatu keris adalah kekerasan yang dimiliki suatu keris yg cukup tinggi. Jika keris memiliki kekerasan yg cukup tinggi, maka sudah barang tentu proses pembuatannya memakan banyak waktu dan biaya. Pemberian zat karbon sesuai dengan lamanya waktu pemanasan akan menimbulkan kekerasan suatu keris. Maka empu selalu memperhitungkan kadar karbon yg akan dimasukan kedalam keris pada saat pembuatan. Karbon yg dimaksud biasanya adalah berupa tanduk kerbau, arang yg digunakan untuk membakar dan perlakuan dingin pada keris itu sendiri.
Bersambung..besok
Thread yg menarik neh, gak tau sebelumna kalo pengetahuan tentang keris sangat rumit seperti ini:d Btw nama keris itu diberikan berdasarkan apa??
Crystal Jade
May 25, 2007, 01:55
boss cancuttttt udeh perna berkunjung ke museum keris di TMII? keris....tombak.....pusaka dari seantero nusantara bisa ditemuken disono dalem 1 atap? he he pertanyaannya kira2 gaib nye di alokasi .....di cabut.....di simpan ataw dihalusken? [kedip]
peace......
ki_cancut
May 25, 2007, 02:48
boss cancuttttt udeh perna berkunjung ke museum keris di TMII? keris....tombak.....pusaka dari seantero nusantara bisa ditemuken disono dalem 1 atap? he he pertanyaannya kira2 gaib nye di alokasi .....di cabut.....di simpan ataw dihalusken? [kedip]
peace......
udeh coy gw pernah kesono tapi kebanyakankan cuma duplikat, yg benar2 asli mah disimpen sama yg punya. Ada juga yg mempunyai daya gaibnya tapi untuk yg kelas super ga bakalan di pajang takut nanti ada orang2 yg seperti gw. Tapi mencabut isi goib keris tidak semudah itu kalau kita kalah power justru kita yg "kecabut" / kebadik sendiri. kalo keris yg kelas super ya kita mesti bujuk rayu dulu dia seperti kita mendekati seorang gadis / janda. gitu ganti
puas puas
ki_cancut
May 25, 2007, 04:27
lanjut...
Dalam dunia tehnik perlakuan panas pada logam, maka pendinginan cepat akan merapatkan atom2 logam yg menyebabkan meningkatnya kekerasan pada logam. Lama waktu pemanasan (tempering) logam juga bisa mempengaruhi kekerasan logam. Dalam teknik pemanasa logam, maka pada suhu 800 derajat C, sedangkan suhu tsb dipertahankan selama kurang lebih 30 menit kemudian didinginkan dg cepat menggunakan media pendingin air / minyak (umumnya skrg dg minyak pelumas / oli ), maka akan menambahkan kekerasan logam, Dg bertambahnya kekerasan logam, maka sifat keuletan atau ketahanan thd beban kejut akan menurun. Dg demikian logam akan memilki sifat keras tetapi rapuh.
Kemampuan keseimbangan yg dimiliki keris adalah kemampuan sebuah keris untuk berdiri dg ujung runcingnya dan bagian gagangnya berada diatas dg bantuan warangkanya. Keseimbangan ini konon dipercaya sbg wujud keseimbangan dari keinginan sang empu yg tertuang pada saat pembuatan keris. Tetapi jika keris mampu berdiri tanpa bantuan warangka, maka keris tsb biasanya dihuni oleh mahluk halus sejenis jin yg sudah memilki tingkatan tinggi. Kemampuan keseimbangan disini dimaksud dg kemampuan fisik suatu keris adalah keseimbangan dg warangkanya.
Secara spritual, keris memilki peranan yg tidak bisa ditinggalkan oleh sbgan masyarakat jawa. Kemampuan secara spritual sering digunakan untuk kepentingan yg secara logika jauh berada dalam batas kewajaran. Keris memiliki bermacam2 kemampuan yg beraneka ragam berdasarkan tingkat kemampuan sang empu pembuatnya. Sebagai contoh, dapat dilihat dari kemampuan sebuah keris, maka nama dari keris yaitu :
KERIS BAYANGAN,
Keris yg memilki bayangan tidak hanya satu, atau keris tsb memilki bayangan yg berupa ular atau bentuk lain yg jauh berbeda dg bentuk keris. Adakalanya bayangan yg berasal dari keris berjumlah 3, 5, atau 7. Dari jumlah bayangan yg berasal keris ini, maka tujuh bayangan memilki tingkatan tertinggi. Bayangan ular naga juga bisa berbentuk dari keris ini, yg menjadi keanehan adalah bayangan yg berbentuk ular ini jika dilihat dalam air, maka ular tsb akan bergerak seperti melingkar dan berputar2. Keris jenis ini menjadi barang langka yg memilki nilai jual hingga milyaran rupiah.
KERIS CUMPET
keris jenis ini mampu berdiri tanpa bantuan dari warangka. Keseimbangan ini adalah sebab dari jin yg berada dalam keris tsb. Jika diacungkan keapi, maka api akan meredup dan padam secara perlahan. Keris biasanya digunakan untuk memadamkan kebakaran rumah. Bentuk dari keris tidak sama antara satu keris dg keris lainnya. Keaslian keris ini adalah mampu berdiri pada permukaan kaca tanpa bantuan warangka dan mampu meredam kobaran rumah yg terbakar.
KERIS NOGOSOSRO
Keris ini yg benar2 asli dan pertama kali dibuat, hanya terdapat dikeraton Jogjakarta, jika terdapat keris dg nama yg sama, maka dapat dipastikan keris tsb aspal (asli tapi palsu), tetapi mungkin asli tetapi jauh berbeda dg keris yg pertama kali dibuat. Keaslian dari keris jenis ini adalah dapat dilihat jika dipegang diatas air, maka bayangan yg timbul pada permukaan air bukanlah sebuah keris melainkan ratusan ular yg berada dalam air. Sedangkan jika kita berada dalam gelap dg hanya bantuan sebuah lilin, maka akan timbul bayangan ular yg membentuk bayangan naga ( atau hampir menyerupai bayangan naga ).
keris Nogososro memang banyak terdapat di masyarakat, namun tingkat kekuatan yg ada dalam keris tsb tergantung dari kekuatan yg diberikan oleh sang empu pada saat proses pembuatan. Keris Nogososro yg memilki kekuatan terbesar dipercaya oleh masyarakat Jawa adalah keris yg dibuat pertama kali sbg pencetus keris Nogososro.
ki_cancut
June 08, 2007, 18:24
lanjut....mang !!
Merawat Keris
Keris membutuhkan perawatn secara berkala yang dapat dilakukan dengan minyak. Minyak wangi yang biasa digunakan adalah minyak misik. Penggunaan minyak misik biasanya mempunyai tujuan untuk dapat memperlihatkan pamor yang ada dalam keris. Sedangkan minyak yg biasanya digunakan untuk isi dari keris tersebut adalah minyak melati dan minyak zafaron.
Minyak secara fisik keris akan mengurangi kemungkinan terjadinya karat yang biasa terjadi pada logam. Lapisan minyak ini akan melindungi dari karat dan secara tidak langsung juga menimbulkan aroma wangi dari minyak itu sendiri. Beberapa spritualis menggunakan beberapa jenis bunga sebagai sesaji yang disertai pemberian minyak pada malam2 tertentu dan dilakukan secara rutin.
Keaslian dari minyak yang digunakan untuk merawat keris akan berpengaruh terhadap karat yang akan timbul. Jika keris diberi minyak dengan kualitas yang rendah ( campuran), maka justru minyak tersebut bukan melindungi, tetapi malah membuahkan karat pada permukaan keris. Keaslian dari minyak, dapat dilihat pada aroma, dan kekentalan minyak tersebut. Minyak zafaron biasanya digunakan sebagai sesaji atau makanan bagi keris hanya untuk isinya saja, sedangkan minyak misik digunakan untuk menajamkan permukaan keris dengan pamor-nya, atau dg kata lain dapat memperlihatkan pamor yang ada pada permukaan keris.
Keaslian dari minyak yg digunakan untuk meminyaki keris akan melindungi keris dari sentuhan udara bebas yang biasanya mengandung zat asam yang bisa menimbulkan karat pada setiap logam. Dalam bidang teknik, hal ini biasanya dilakukan pengecatan pada logam untuk menanggulangi kemungkinan korosi pada sambungan las dan permukaan logam.
red_conjurer
June 10, 2007, 13:09
auh bagus2 artikelnya ki. Terusin dong :)
Raden Mahesa
June 10, 2007, 13:25
bagus bagus bagus bagus!!! tentang kujang nya doooonnnggg....!
kakusjongkok
June 11, 2007, 04:29
bagus pisan,
tentang "Selendang Mayang" dong klo ada yg tau..
ada yg tau "peci"nya mat peci ?
tokoh jagoan maling tahun 70n .. peci keramat tu?, atau ada yg kenal bapaknya? (terkhir sih tu peci dititipin ke bapaknya, katanya disimpen dilemari, di rak ke 2, di bawah tumpukan baju, cuma lemarinya dititipin ke si bi Onih tetangganya waktu pindahan gara2 banjir di Bale Endah 6 bulan kemaren... jadi lieur ngelacaknya, DASAR SI ONIH!!, GEURA PULANGKEUN LEMARI TEH!!!)
clickdoank
June 11, 2007, 05:21
Mau ikutan deh
dulu dirumah eyang dakuw ada beberapa keris...
kayaknya waktu itu dakuw baru berumur sekitar 5 tahunan deh
ada beberapa belah gitu kerisnya..sekitar 4 sampe 5 keris...
bentuknya macem macem...
terus waktu itu gue ngeliatnya keris keris itu dibeber di meja ruang tamu..terus ada orang lalaki yang kayak ngedoain atau apalah...
terus kerisnya abis itu gue gak tahu lagi ada dimana
mungkin dibawa orang itu atau dimana...entahlah
yang pasti sejak kakek gue meninggal taon 95...gak pernah lagi gue nginep dirumahnya (ntah kenapa gue ngerasa tuh rumah malah jadi angker sejak kakek gue gak ada lagi)...padahal rumahnya dipusat kota dijakarta
Raden Mahesa
June 11, 2007, 05:36
jadi inget dulu, bokapnya temen gw punya pusaka keris beberapa biji.. pas gw maen kesana, pusaka2nya gw pake buat maen pepedangan ma temen gue, yang ribut malah temen gw yg bapaknya yg punya keris itu.. katanya keramat jgn dimaenin.. ah ga ngaruh! adeziiggg!!
clickdoank
June 11, 2007, 05:48
jadi inget dulu, bokapnya temen gw punya pusaka keris beberapa biji.. pas gw maen kesana, pusaka2nya gw pake buat maen pepedangan ma temen gue, yang ribut malah temen gw yg bapaknya yg punya keris itu.. katanya keramat jgn dimaenin.. ah ga ngaruh! adeziiggg!!
wah si mbah nakal toh ternyata :D
emangnya kalalu kualat bakalan kenapa sih jadinya?
Raden Mahesa
June 11, 2007, 05:53
katanya keris itu pernah makan 'korban'... trus temen2nya bokapnya temen gw klo keris itu dibuka dari warangkanya ngerasa pusing dll.. meneketehe.. gw asik2 aja jadiin pepedangan.. klo ketuan bokapznya waktu itu edun.. bisa disate gue,,, lebih takut ma bokapnya daripada ma kerisnya... wakakakakaka
ki_cancut
June 11, 2007, 08:54
Jika terdapat sebuah benda yg berbentuk suatu pola dan dianggap sebagai benda bertuah, maka benda tsb sebenarnya adalah benda gaib yg telah menjadi nyata dan masuk ke alam nyata. Yang dimaksud masuk adalah kekuatan gaibnya tetapi keberadaannya masih berada dalam alam gaib, hanya saja benda tersebut di manfaatkan sebagai pintu masuk ke dalam alam nyata.
Jadi, jika ada benda yg disebut sebagai benda gaib, maka bentuk dari benda tsb sebenarnya adalah tidak memiliki wujud, berat, dan ukuran. Jika sebuah benda misalkan keris atau sejenisnya dianggap benda gaib, maka sebutan tsb adalah salah, tetapi sebutan yg benar adalah benda tsb memiki tuah.
jika di sebut banda gaib jika benda tsb memang belum memilki wujud misalkan ia masih berada dalam alam lain yaitu alam gaib. Dengan kata lain jika benda tsb merupakan benda terpendam dalam tanah, terbungkus oleh batu atau berada dalam udara.
jika dalam tanah tdp sesuatu benda berupa bahan tambang atau harta emas dan sbgnya, maka benda tsb sebenarnya masih dalam kategori benda gaib dan belum menjadi nyata ( menurut gw ). Jika sudah keluar dari permukaan tanah, maka ia baru bisa disebut benda nyata.
Penilaian masyarakat selama ini adalah menilai benda seperti batu akik, keris, atau benda bertuah lain sebagai benda gaib, maka dapat dilakukan penelusuran pendapat tentang hal yg berkaitan dg benda gaib dan bertuah.
Alam nyata dan alam gaib adalah 2 alam yg memiliki keberadaan berdampingan dan memiliki peran yg berbeda. alam nyata adala alam yg digunkan sbg tempat tinggal mahluk hidup yg memiliki fisik, ukuran dan berat. sedangkan alam gaib adalah alam yg tidak tampak namun keberadaannya ada di sekitar kita
masuk..suk..suk
kakusjongkok
June 11, 2007, 09:11
wah, gw pernah pegang keris cuma syaratnya harus pake baju adat jawa, bener2 ga enak banget perasaannya, pararanas mpe keringetan badan juga sampe bararaseuh, palagi mau ga mau tu keris harus di selipin di belakang, tambah gaenek perut juga jadi mules2 gitu jadinyakan, gw mikir kayaknya gw ga cocok dg keris dn baju adat ini ... (bweh!)
waktu gw mo copotin baju adatnya n mau gw taro kerisnya karena dah ga tahan banget .. wah, si bokap marah marah ..
dasar anak ga berpendidikan! Belegug pisan! elu teh gimana sih?, di resepsi pernikahan mau buka baju, ga ngehormatin yg nikah apa?!! hoek cuh! (ebuset! padahal sih ga pake hoek cuh!)...
(oiyeyeye, waktu itukan gw lagi jadi pager bagusnya kakak gw ...)
itulah pengalaman gw dg keris dan baju adat, blangkon, sorjan, jarig wironan, keris. jawa beneer!
ki_cancut
June 13, 2007, 03:05
bagus bagus bagus bagus!!! tentang kujang nya doooonnnggg....!
Nanti ada thread baru " Kujangku lari kencang masuk kerumah ujang, ujang lagi ngapain....? " si kakusjongkok yg buat ya...woi buat woi !!!
ki_cancut
June 13, 2007, 03:24
katanya keris itu pernah makan 'korban'... trus temen2nya bokapnya temen gw klo keris itu dibuka dari warangkanya ngerasa pusing dll.. meneketehe.. gw asik2 aja jadiin pepedangan.. klo ketuan bokapznya waktu itu edun.. bisa disate gue,,, lebih takut ma bokapnya daripada ma kerisnya... wakakakakaka
Dulu pernah suatu keluarga main kerumah gw ( maksudnya kepala keluarganya ), dia cerita kalau dia punya keris pemberian dari seorang temannya, dia bangga banget punya tuh keris, karena rupanya memang indah ada emasnya lagi digagangnya. Gw bilangin itu keris ga cocok buat luh karena isinya sejenis
" buto ijo" tapi dia ga percaya karena dia bilang '' manusia kan lebih mulia dari mahluk lainnya jadi kenapa mesti takut ''. '' Gw jawab : iya manusia memang lebih mulia dari mahluk lainnya tapi kalau manusianya masih kutu kupret gimana?''.
Selang satu tahun keluarganya sering sakit2an dan terakhir 2 anaknya meninggal, sakitnya sih ga parah cuma sakit panas kalo sore tapi paginya langsung "kuwait".
2 bulan kemaren dia dateng lagi ke gw sambil bawa tuh keris '' kapok gw '' katanya. Nah tuh keris gw hukum aje..gw masukin ke neraka air panas sama tembakau biar mampus tuh "buto ijo".
jadi emang kita mesti hati2 kalau ada keris pemberian dari orang lain masih mending peninggalan dari keluarga kita sendiri.
believe it or not kembali kepada saudara2 sekalian he..he..he
Raden Mahesa
June 13, 2007, 05:08
Nanti ada thread baru " Kujangku lari kencang masuk kerumah ujang, ujang lagi ngapain....? " si kakusjongkok yg buat ya...woi buat woi !!!
garing bgt deh yey.
clickdoank
June 13, 2007, 05:30
Btw...sekarang ini masih ada pabrik atau pembuat keris gak sih?
ignpluhur
June 13, 2007, 06:55
Btw...sekarang ini masih ada pabrik atau pembuat keris gak sih?
Biasana ilmu2 seperti ini pasti diwariskan ke anak cucunya.Jadi harus tau dolo sapa tuh orang zaman dolo yg mampu buat keris dengan baik:D
ki_cancut
June 15, 2007, 15:13
Melihat isi dari keris memiliki berbagai cara untuk dapat menyatakan kemampuan yang ada dalam keris tersebut. Jika kita melihat isi keris, maka ada 2 kemungkinan yg akan terjadi yaitu kita melihat jin penunggu atau kita melihat aura yg sebenarnya yang berasal dari keris tsb. Jika aura yg muncul, maka akan berbentuk seperti sinar yg menyelubungi berbentuk seperti asap menggumpal. Warna dari aura yang baik biasanya putih, hijau, dan kuning.
Jika jin penunggu yang keluar dari keris, maka jin tersebut dapat berbentuk sesuai keinginannya, sedangkan kita tahu jin dapat memilki bentuk sesuai dg yang inginkan.
Cara untuk dapat mengetahui kemampuan spritual / isi yg berada dalam keris antara lain dg cara :
1. KERIS DI TAYUH,
Keris dijawab terlebih dahulu sesaat sebelum melakukan tayuh. Tayuh disini adalah ingin mengetahui keberadaan isi dari keris lewat mimpi.
Sebelum tidur, maka keris dijawab (dibacakan niat) dengan keinginan untuk tahu isi yang berada di dalamnya kemudian keris ditaruh disisi sebelah tempat tidur kita. Jika memang keinginan kita terwujud, maka dalam mimpi kita akan ditemui oleh penghuni yg berada dlm keris.
Biasanya lelaku ini dilakukan dg puasa terlebih dahulu untuk mendapatkan ketenangan & kepekaan jiwa yang tinggi.
Pada pengujian ini dapat dilakukan oleh orang awam / sama sekali tidak mengenal hal2 yang bersifat gaib karena pengujian ini relatif aman.
2. MELIHAT AURA KERIS
Melihat besarnya kekuatan aura yang berada dalam keris, oleh beberapa spritualis dapat dinyatakan sebagai salah satu cara untuk melihat isi. Keris digantungkan pada tembok dan keadaan ruangan berada dalam gelap.
Selanjutnya keris akan mengeluarkan pancaran aura yg bisa dilihat, dan warna dari aura ini adalah menentukan besar kecilnya ukuran isi yg berada dalam keris tersebut. Pengujian ini hanya dapat dilakukan oleh para spritual yang mumpuni, karena kepekaan pembacaan besarnya aura yang timbul hanya dapat dibaca oleh orang yg mampu menyatukan antara kekuatan dan kepekaan batin dan mata.
3. KERIS DIJILAT
Cara ini hanya mampu dikuasai oleh aliran tertentu yg sudah terbiasa dg racun dan bisa. Jika orang awam melakukan hal ini, maka resiko kerontokan gigi dapat terjadi atau lebih parah lagi adalah keracunan yang tidak tertolong.
Pada saat lidah berada pada ujung keris, maka jika kemampuan keris cukup tinggi, maka rasa yg ditimbulkan oleh keris tsb seperti menyerap air ludah yg masih menempel pada keris dan rasanya getir (seperti soda), dan sebaliknya jika keris hanya memilki kemampuan rendah, maka tak dapat memberikan rasa getir.
Cara ini biasanya dilakukan untuk melihat seberapa besar isi dari keris dan bukan untuk melihat penunggu yg berada dalam keris tsb. karena pada aliran ini mereka berkeyakinan bahwa keris adalah benda yg biasa, hanya saja merupakan hasil tuang dari kemampuan sang empu. Sekali lagi, cara ini dapat dilakukan jika memang memilki kemampuan khusus seperti aliran tsb. karena resiko kehilangan gigi atau bahkan kehilangan nyawa oleh racun yg berada pd keris tsb.
Masih terdapat banyak cara untuk mengetahui keberadaan isi sebuah keris. Sedangkan cara yg dilakukan seseorang sudah barang tentu berbeda menurut keyakinan yg ia milki dan kemampuan yg dimiliki oleh orang yg melakukan tes terhadap keris tsb.
Jika dalam pengetesan keris tsb terjadi perang antara isi keris dg isi orang yg melakukan tes ( pengujian ), maka dapat dikatakan jika ilmu atau kemampuan dari seseorang yg melakukan tes tsb jauh berada dibawah kemampuan spritual keris tsb, akibatnya orang tsb bisa sakit.
Kemampuan sebuah keris sebenarnya adalah isian dari sang empu, maka dapat disimpulkan bahwa kekuatan yg ada dalam keris tsb adalah berada di bawah kemampuan sang empu.
T A M A T
Sumber : Buku Pedoman Keris & Referensi Pribadi
Mohon maaf apabila ada salah2 kata dan hasil pemikiran dari saya yang kiranya tidak dapat diterima oleh anda2 karena masih kurangnya pengetahuan dan masih bodohnya saya ini dalam segala hal. Ampura mbah2 dan sadulur2 sadayana.
mat_item
June 20, 2007, 03:28
Dapatkah mbah2, abah2, aki2, nini2 menjelaskan mengenai keris pusaka al :
1. Keris kyai Sangkelat
2. Keris Nagasasra & Sabuk Inten.
3. Keris Kalamunyeng
4. Keris Kyai Crubuk.
5. Keris Setan Kober.
6. Keris Naga Kanta.
mohon penjelasannya secara detail dan menyeluruh, wassalam hatur nuwun ::balon::
Dugdeng
June 26, 2007, 18:06
kalo boleh tau keris yang paling sakti di tanah jawa ini keris apa ya?
clickdoank
June 27, 2007, 00:25
Terus keris keris itu yang ngisiin siapa? apa dari awal pembuatnya yang mengisi atau otomatis terisi?
Crystal Jade
June 27, 2007, 03:03
he he bisa dari kesan sang empu(pemilik/penempah)....bisa jugee sengaja diisi(daya/energy tok, bisa juga gaib) ....bisa jugee otomatis terisi oleh gaib yg pengen ngikut(klu yg ini oleh yg ngarti sering kali dihindari kerna ndak mau ada keterikatan disamping kesian sama gaib tsb, so...solusi 50/50 nye paling2 tuh gaib diangkat jadi temen ato sodara than terharu deh tuh spirit/gaib hiks hiks hiks)....bisa jugee.....bisa jugee......etc.! sementara segitu dulu masukan dari ku! silahken ganti masuk2an dari yg laen nya! :) :) :)
ki_cancut
June 27, 2007, 07:12
Gw lanjutin lagi soalnye ada yg lupe....sory om2 semua.....
Tuah memiliki arti bahasa adalah sebagai makna / manfaat atau kegunaan yang berhubungan dg hal2 yg bersifat gaib.
Sebagian besar masyarakat Jawa menilai jika di dalam sebuah benda terdapat penghuni berupa "isi", maka benda tsb kan disebut sebagai benda bertuah. Maka jika dsbt sebagai benda bertuah, sudah seharusnya ia memiliki makna, arti dan kegunaan. Seperti misalnya kita memahami makna keris sbg benda bertuah.
Jika kita menelusuri makan kata bertuah yg dikenakan pada keris, maka ia harus memilki manfaat secara gaib dan secara fisik. Secara gaib adalah kekuatan yang ada dalamkeris tersebut dan secara fisik manfaat keris tsb.
Asal dari kekuatan gaib yang berada dari benda adalah menjadi silang pendapat pada para spritualis pd umumnya. Jika memang sebuah benda memiliki sifat bertuah, maka seharusnya ia mampu mandiri memilki kekuatan tanpa adanya pemasukan kekuatan yang berasal dari luar berupa penghuni yang biasanya berupa jin. Sebagai contoh adalah sebuah keris memilki kekuatan gaib yg dapat memadamkan api. Yang seharusnya menjadi pertanyaan adalah kenapa kekuatan itu berada dalam keris tersebut, mengapa ia mampu memadamkan api, siapa sebenarnya yang berada dalam keris tersebut.
Dalam pembuatan keris, biasanya sang empu memasukan kekuatan2 gaib kedalam keris, sehingga ia memilki kekuatan gaib. Sifat dari kekuatan gaib ini adalah tidak permanen. Kekuatan gaib yang berada dalam keris dapat berupa wujud hewan, jin atau mahluk halus lainnya, tetapi dapat juga berupa kekuatan doa. Kekuatan inilah yang menyebabkan padamnya api, maka oleh orang jawa ia disebut sbg keris tolak api. Yang memilki sifat menolak api adalah kekuatan yang berasal dari sang empu pembuat keris dan bukan berasal dari keris itu sendiri.
bersambung .....
ki_cancut
June 27, 2007, 07:53
Sebuah benda bertuah dapat dibagi dalam beberapa bagian yaitu :
1. BENDA
Benda adalah tempat yg digunakan sebagai media penyimpanan kekuatan gaib dan ia masih memilki sifat fisik yang umumnya dg benda sejenisnya meskipun ia tidak sama2 memilkin tuah.
2. ISI
Isi adalah sebuah kekuatan yang dapat berupa jin, khodam, dan sebutan nama lain yang sejenisnya. Ia (isi) memilki kekuatan gaib untuk melakukan suatu hal diluar jangkauan logika. Sifat yang ada dalam isi ini tidaklah permanen, ia dapat berpindah dari satu benda ke benda lainnya. Ia pun dapat berpindah dari satu titik ke titik lainnya dalam satu benda.
Dari sinilah maka muncullah kekuatan gaib yang dimanfaatkan manusia. Dari sifat yang mau berpindah2 ini, maka ada kesempatan untuk dapat mengalahkan kekuatan gaibnya. Adalah suatu hal yang mudah memindahkan kekuatan yang berada dalam sebuah benda, karena manusia memilki kekuatan yg lebih besar jika dibandingkan dg kekuatan gaib yg berada dalam benda tsb.
3. MANFAAT.
Manfaat secara gaib adalah kegunaan dari kekuatan yg berasal dari benda tsb. Sedangkan manfaat secara fisik adalah manfaat benda itu sendiri jika dimanfaatkan secara logika. Besar kecilnyanya manfaat dari benda bertuah adalah ditentukan oleh kekuatan yg berada dalam benda itu sendiri, dan tak pernah lepas dari pengaruh kekuatan alam sekitarnya. Alam dapat mempengaruhi kekuatan yg ada dalam benda tsb untuk melakukan sesuatu.
Dari pernyataan2 tsb, maka dapat dikatakan bahwa benda bertuah adalah benda yg memilki kekuatan dab kekuatan tsb memilki manfaat secara gaib. Alam gaib dan alam nyata memang masih kerap dsbt sbg dua alam yg berdampingan dan ada diantara manusia.
eberadaan gaib adalah selalu ada disekeliling kita. Ada dan tidaknya suatu kepercayaan tentang gaib sendiri masih menjadi pro dan kontra dalam masyarakat. Banyaknya buku yg beredar dalam masyarakat adalah memperkenalkan keberadaan gaib dalam berbagai bentuk penyampaian dan berbagai motif bahasa yg pd dasarnya sama, yaitu mengarah pada satu titik tentang kepercayaan kita tentang keberadaan suatu hal yg tidak tampak oleh mata.
Gaib adalah sesuatu hal yang tidak tampak oleh mata tetapi ia ada dan memiliki fisik sama dg bentuk udara, tak mampu dilihat dan tak mampu dipegang tetapi dapat dirasakan. Dalam hal ini maka jika kita mendengar ada seorang yg melihat jin, hal itu adalah salah tetapi ada benarnya.
Yang terlihat dan tampak oleh mata orang tsb adalah berupa aura gaib dari mahluk halus. Jika ada sebuah kalimat "bendagaib" maka yg sebenarnya terjadi dalam kalimat tsb adalah benda yg tidak tampak oleh mata biasa. Benda tersebut sebenarnya tidak memilki sifat gaib (tidak tampak) tetapi pd dasarnya ada kekuatan mahluk halus yg menutupi dari pandangan manusia sehingga benda tsb tidak tampak oleh mata telanjang.
Manusia memilki rasa ingin tahu yang sering membuat manusia itu tersesat sendiri dalam jalan yang jauh dari ber-Tuhan. Gaib biasanya selalu dihubungkan dg segala sesuatu yang berbau mahluk halus yaitu setan, jin dan iblis. Masyarakat pd umumnya mengenal Tuhan yg sebenarnya, tidak bersifat gaib dan sebagian masyarakat meyakini keberadaan Tuhan itu tidak termasuk dalam gaib. Tuhan sebenarnya adalah gaib, karena ia memang memilki sesuatu yang bersifat KUASA, jadi Ia dapat berupa apapun yang Tuhan inginkan.
Jika ada seseorang yang mampu melihat keberadaan gaib, maka fenomena yg terjadi sebenarnya adalah ia masuk dalam sebuah halusinasi yg menjadikannya seolah melihat bentuk yg sempurna. Dalam pandangan spritual, maka gaib itu memilki wujud aura dan tidak akan pernah menampakkan wujud aslinya. Wujud asli dari gaib sendiri sudah ditentukan oleh Tuhan.....
AMIIEN YA ROBAL ALAMIN eh jadi do'a nih gw. Ada yg mau nambahin ga atau mengkoreksinnya. Hayo mang..hayo neng..
clickdoank
June 27, 2007, 14:07
Mbah... kalau ada keris yang harus kena darah atau membunuh orang baru mau dimasukkan ke sarungnya itu beneran ada?
ki_cancut
June 30, 2007, 04:25
Mbah... kalau ada keris yang harus kena darah atau membunuh orang baru mau dimasukkan ke sarungnya itu beneran ada?
Ada neng...tapi itu terjadi pada masa tempo doeloe kalau sekarang sih jarang malah mungkin tidak ada tapi bukan begitu maknanya.
Kalau sekarang yg pernah aku temui, ada keris teman ku dari daerah Serang Banten, keris itu harus di rendam dg darah hewan jenis tertentu pada malam tertentu karena itu memang kemauan dari " isi " keris tersebut sendiri ( mungkin sifatnya seperti mummi Batara Karang ). Dan biasanya keris jenis ini dipergunakan oleh pemiliknya untuk kejahatan ( mis: santet / teluh ).
Keris tempo dulu yg termasuk jenis ini adalah Keris " Setan Kober " yg di miliki Adipati Jipang Arya Penangsang, keris itu tidak mau masuk ke sarungnya sebelum menikam / terkena darah dari lawan Tuannya. SADIS TENAN REK. Welah dalah
red_conjurer
June 30, 2007, 04:44
Arya penangsang itu yang ususnya terburai dan ia malah mengikat ususnya sendiri lalu kembali bertempur?
clickdoank
June 30, 2007, 17:17
Ada neng...tapi itu terjadi pada masa tempo doeloe kalau sekarang sih jarang malah mungkin tidak ada tapi bukan begitu maknanya.
Kalau sekarang yg pernah aku temui, ada keris teman ku dari daerah Serang Banten, keris itu harus di rendam dg darah hewan jenis tertentu pada malam tertentu karena itu memang kemauan dari " isi " keris tersebut sendiri ( mungkin sifatnya seperti mummi Batara Karang ). Dan biasanya keris jenis ini dipergunakan oleh pemiliknya untuk kejahatan ( mis: santet / teluh ).
Keris tempo dulu yg termasuk jenis ini adalah Keris " Setan Kober " yg di miliki Adipati Jipang Arya Penangsang, keris itu tidak mau masuk ke sarungnya sebelum menikam / terkena darah dari lawan Tuannya. SADIS TENAN REK. Welah dalah
Iya bener tuh... yang dakuw maksud yang punyanya adipadti arya penangsang ituw...
syerem juga ceritanya....
Jadi kalau "isi" keris yang "baik" gak bakalan minta darah segala ya?
Crystal Jade
July 02, 2007, 02:08
Arya penangsang itu yang ususnya terburai dan ia malah mengikat ususnya sendiri lalu kembali bertempur?
terurai nye kena kyai plered...........! betul nggak??? ::bash:: ::bash:: ::bash::
klu kagak salah tempurnye dengan kakang joko tingkir? he he he [kedip] [kedip] [kedip]
clickdoank
July 02, 2007, 05:38
Mbah foto foto keris donk di posting sekalian jenisnya....
ki_cancut
July 02, 2007, 12:44
terurai nye kena kyai plered...........! betul nggak??? ::bash:: ::bash:: ::bash::
klu kagak salah tempurnye dengan kakang joko tingkir? he he he [kedip] [kedip] [kedip]
Betul 1000x ( di baca ).
Memang si Jade_Buddha anak yang mumpuni dan pilih tanding
Terurainye kena kyai Plered kemudian ususnya di sangkutkan ke sarung kerisnya ketika dia mau menghunuskan kerisnya...eh kena sendiri dia sama kerisnya karena lupa kalo disitu ada ususnya, padahal dia sakti tapi kurang cerdik ya ?
Bertempur dg Joko Tingkir tapi yg menusukkan Tombak Kyai Plered adalah Sutawijaya
Crystal Jade
July 03, 2007, 02:03
kakang sutawijaya itu sape ya? kog aku nggak kenal? huaahhahaaa [kedip] [kedip]
klu kagak salah....kyai plered itu kepunyaan kakang arya penangsang ndiri! betul nggak? ::bash:: ::bash:: ::bash:: ::bash:: ::bash::
btw, ada yg punya cerita ttg keris gandrung arung? mohon cerita nye! :maaf: :maaf:
red_conjurer
July 07, 2007, 03:42
jadi arya penangsang mati oleh JT (Joko Tingkir) atau oleh orang lain? Kyai plered kan senjata si JT?
ki_cancut
July 07, 2007, 04:12
jadi arya penangsang mati oleh JT (Joko Tingkir) atau oleh orang lain? Kyai plered kan senjata si JT?
Arya Penangsang matinya oleh Raden Danang Sutawijaya cikal bakal pendiri kerajaan Mataram Baru dia anak Ki Pamanahan salah satu gurunya Joko Tingkir makanya JT dapat Kyai plered dari gurunya ini, dia dapat tugas tersebut memang atas perintah ayahnya yang telah berkongsi dg JT, apabila dapat mengalahkan AP, maka akan diberi daerah hutan Alas Mentaok.
Waktu itu Sutawijaya memang umurnya masih sangat muda sekali dibanding AP dia kalah jauh tapi AP terlalu emosi sehingga kelemahannya dapat di baca oleh Sutawijaya yg didapat dari ayahnya yaitu kelemahan AP jangan menyebrangi Kali Brantas / Bengawan Solo ( gw lupa ) dan kuda yg dipakai Sutawijaya adalah kuda betina untuk menimbulkan rasa birahi kuda jantan Aryo Penangsang.
Ini kata si mbah2 dan eyang2ku di Jawa sana loh.
mafiotso
July 07, 2007, 16:13
Setiap Pusaka baik yang berbentuk keris, kujang dan berbagai macamnya itu di bagi dan diciptakan duplikatnya sesuai kebutuhan zaman, jadi mengapa terkadang di temukan misalkan Si "F" mengaku mempunyai Keris Setan kober misalkan Pemberian dari Gurunya di Cawang setelah ia Tapa selama bertahun2 di daerah Kandang Roda, kemudian datanglah si "I" yang juga mengaku memiliki Pusaka yang sama yaitu Keris Setan Kober Sunan Kudus stelah ia bertapa Di Goa Selarong yang ada di Cimanggis, karena si "F" dan Si "I" ini bersaudara maka mereka saling menunjukkan pusaka mereka yang ternyata Identik sama tiada berbeda sedikitpun, nah inilah fenomena dimana dua pusaka yang sama dari zaman dan umur yg berbeda diturunkan pada tahun yang sama karena suatu pertimbangan tertentu nah apbila ditanya masalah keaslian dua2nya asli sesuai dengan kbutuhan dan zamannya cuma tidak sama persis segala daya kekuatan, Pamornya, dengan keris setan kober yang diturunkan langsung ke arya penangsang oleh sunan kudus pada zaman dahulu hanya warangka dan bentukkannya yang sama jadi serupa tapi tak sama, karena yang namanya Keris Kalamunyeng, Setan kober, Tombak Kyai Plered adalah pusaka2 inti dan terpusat tanah jawa yang apabila diturunkan pada zaman sekarang sudah tidak cocok lalgi karena dapat membuat kerusakan massal tanpa keliatan apa dan siapa yang merusak jadi bagi siapa sadja yang pernah menemukan atau bahkan mempunyai pusaka2 tersebut diaatas coba kalian tanyakan kembali kepada yang memberi pusaka2 tersebut berasal dari mana dan zaman apa, lebih jelasnya sey tanya ke Khodam atau Ghaib si pusakanya langsung heheee..... kenapa saya sebut demikian karena pusaka2 inti tersebut yang asli dari zamannya sudah ada orang2 tertentu&terpilih yang menyimpan dan mengatur dan sudah di tentukan kpn harus dikeluarkan kembali edisinya heheee...kaya majalah aja nah apabila sang pusaka2 inti dan asli ini sudah beredar kembali dipasaran maka pusaka2 yang sama yang ada pada zamannya akan hilang dengan sendirinya entah itu bersama dengan wujud fisiknya atau hanya khodam dan isi ghaibnya sadja heheee.....dan perlu juga diketahui bahwa masih banyak pusaka serta ajian inti lainnya yang ada di tanah indonesia ini berikut saya beri penjabarannya......ki cankcutzz saya bantu bikin ramai dagangannya yaaa heheeee......
mafiotso
July 07, 2007, 16:22
Berikut Penjabaran pusaka2 serta ajian2 berdasarkan yang memilki pada zamannya
Anoman: kuku pancanakaaji-aji pancasona, bayu bajra, bayu ronta, sima bobot
Antareja: upas anta ambles bumi, sekali jilat gosong (saka eyange Anantaboga)
Arjuna: panah pasopati, sarotama, ardhadhedhali, ardhasengkali, keris pulanggeni, kalanadhah, aji-aji sepiangin, malayabumi, brahmasirah (membuat alam menjadi terang), parjanya astra (menggelapkan cuaca), agni sastra (kobaran api)
Aswatama: senjata cundhamanik
Baladewa: gada nanggala lan alugara
Batara Kala: keris kalanadah, keris kaladeteh
Batara Kamajaya: kemayan cakrakembang
Batara Surya: kereta Jatisurya
Bhisma: tameng wesi
Dasamuka: senjata candrasa, pedhang sokayana, aji-aji pancasona, rawarontek, gunturgeni
Destarata: aji kumbalageni
Durna: cundo manik
Gatotkaca: caping basunandha, kotang antakusuma. aji-aji brajamusti, panca bajra, krincing wesi, bajingiring, garuda ngapak, narantaka (saka Gandamana)
Indrajit: senjata nagapasa lan wimohanastra, aji sirep Megananda
Jayadrata: gada rujakbeling
Karna: keris kaladite, panah kunta wijayandanu, aji-aji kalalupa, balasrewu
Kresna: senjata cakrabaswara, kembang wijayakusuma, cangkok wijayamulya
Kumbakarna: aji-aji gedhongmenga, pelakgelak sakethi
Puntadewa: jamus kalimasada, songsong tunggulnaga
Ramawijaya: panah gunawijaya
Rama Bergawa: kapak duwung
Salya: aji-aji candhabirawa
Subali: aji-aji pancasona, rawarontek
Werkudara: gada rujakpolo, lukitasari, kuku pancanaka, bandung bandawasa, gada lambitamuka, ungkal bener, blabag pengantol-antol, bayu braja, jalasengara, cincin manikam druindra, air suci tirta parwita
Keterangan:
Ada juga aji2 yang umum:
Aji halimunan: Pemiliknya bisa menjadi kasat mata
Aji sirep: Membikin orang tertidur
Pusaka Wijayakusumah: Jika diusapkan kepada tubuh orang yang sudah meninggal maka orang itu akan hidup kembali
Aji Kilat Tatit: Pemilik ajian dapat bergerak cepat. Ini salah satu andalannya Gatotkaca tapi kalau ngga salah banyak juga yang punya
Panah2 pusaka yang sekali dilepas bisa berubah2: Ada yang jadi beribu2 panah, ada yang jadi hujan, api, rantai, dll.
Ajian2 dan senjata2 khusus:
Aji Kemayan: Ajian andalan betara Guru, orang yang terkena ajian ini akan menjadi lemas
Aji Danuweda: Ajian panah Resi Dorna, diturunkan kepada Arjuna, Karna dan Bambang Ekalaya
Aji Candhabirawa: Setiap darah Salya menetes ke tanah akan berubah menjadi raksasa yang jadi beribu ribu
Cincin Ampal: Cincin pusaka Bambang Ekalaya, jika ditamparkan kepada musuhnya sambil mengeluarkan ajian ampal bisa dipastikan bahwa musuhnya akan perlaya.
note: belum lengkap nih (soalnya suka lupa catat kalau lagi Bertapa karena keasyikan).... kalau kawan2 mungkin tau ajian2 dan pusaka yang tidak tertera diatas mohon diberitahukan buat saya update. terima kasih yah :) hehee.....
Dugdeng
July 07, 2007, 16:45
SEDIKIT NASEHAT................Semua senjata pusaka di tanah jawa ini sangat mpuni dan sakti tapi perlu di ingat,bahwa setiap pusaka mengandung aura atau daya kesaktian yang positif atau negatif, jika si pemilik pusaka tidak bisa mengendalikan atau menaklukan isi pusaka itu,lambat laun si pemilik pusaka tersebut akan terbawa atau kebadhik oleh isi pusakanya sendiri.Jadi bagi pemilik pusaka apapun, sebaiknya perbanyaklah mensucikan diri agar si penghuni benda pusaka tersebut tidak terlalu mempengaruhi kehidupan si pemilik pusaka....thats all ki...cancut
Apakah ada yang tau dimanakah senjata keris panca robah?sekarang siapa pemiliknya ya?kalo ada yang tau gue butuh informasinya nih!
putihabuabu
July 07, 2007, 17:15
mau nanya neh...kata nya kan keris tersakti di tanah jawa di pegang oleh nagasasra..
apa bener tuh....mohon di bantu
putihabuabu
July 07, 2007, 17:17
mau nanya...apa benar keris terhebat setanah jawa di pegang oleh naga sasra???
mafiotso
July 07, 2007, 17:35
Saudara Putihabu2 setiap pusaka apapun itu mempunyai kehebatan dan daya kekuatan sesuai dengan zamannya serta keperluannya, jadi pada tingkatan pusaka sperti keris atau senjata2 pada zaman kerajaan dulu yang dinilai adalah "UMUR" pusaka tersebut semakin Tua pusaka tersebut maka semakin berbahaya pusaka tersebut, Naga sastra itu diciptkan sebagai penyeimbang alam, perlu ditekankan setiap pusaka2 ajian2 atau daya ghaib apapun itu tergantung dari penerapan dan pendalam dari sang pemiliknya sendiri, karena di setiap nya itu terdapat unsur Keseimbangan, kelebihan dan kekurangannya
Dugdeng
July 07, 2007, 17:52
Keris naga satra itu hanya salah satu keris yang bisa di bilang sakti,tapi belum tentu yg terhebat,karna setiap keris mempunyai daya kekuatan dan fungsi masing2. memang di antara semua keris di tanah jawa ini keris naga sastra masuk urutan keris yang mempunyai daya magis yg sangat kuat dan pernah di pegang oleh salah satu penguasa tanah jawa. Dan udah di sebutkan nama2/ macam2 nama keris yang tersohor di tanah jawa ini.
Crystal Jade
July 09, 2007, 02:28
SEDIKIT NASEHAT................Semua senjata pusaka di tanah jawa ini sangat mpuni dan sakti tapi perlu di ingat,bahwa setiap pusaka mengandung aura atau daya kesaktian yang positif atau negatif, jika si pemilik pusaka tidak bisa mengendalikan atau menaklukan isi pusaka itu,lambat laun si pemilik pusaka tersebut akan terbawa atau kebadhik oleh isi pusakanya sendiri.Jadi bagi pemilik pusaka apapun, sebaiknya perbanyaklah mensucikan diri agar si penghuni benda pusaka tersebut tidak terlalu mempengaruhi kehidupan si pemilik pusaka....thats all ki...cancut
oleh kerna quote yg diatas maka aku termasuk yg ndak suka punya benda pusaka(dalem artian memiliki pusaka secara fisik ataw kasat mata)! he he semua benda pusaka baek yg positif maupun negatif pasti membawa hawa panas yg akan membawa efek yg kurang baek buat pemilik nya! case ini tak temuken secara ndak sengaja ketika melihat2 benda pusaka (yg didapet secara gaib) milik beberapa orang temen, waktu itu iseng pinjem lihat2 dari temen yg bawa dari negeri thailand! [kedip] [kedip] [kedip]
klu emang pusaka itu kepunyaan kita....lebih baek miliki pusaka itu dengen dibiarken bebas di alam sono, n yg pasti ndak terikat! toh sewaktu2 klu kita membutuhkennye tetep aja bisa digunaken! he he tuh sedikit masuken dari ku sekedar menambahken informasi yg sdh dijabarken cukup jelas oleh mbah dugdeng! :maaf: :maaf: :maaf:
kakusjongkok
July 09, 2007, 02:46
ada keris nagasasra pasundan, muncul lahir kira2 abad 7-8 masehi perkiran jaman raja Ciung Wanara, waktu itu kerajaan Pajajaran belum ada, jadi klo ada yg bilang keris nagasasra pasundan muncul lahirnya di jaman Pajajaran, ya salah!
ada keris nogososro majapahit, muncul kira2 abad 14 masehi, perkiraan di jaman raja Brawijaya IV, jenisnya beda sama keris nagasasra pasundan, lebih ga simetris, bau lerengannya jg beda ... (kayaknya nyontek dari pasundan tapi keburu ketahuan sma ibu gurunya, jadi lebih aja ga simetris .. hehehehe)
darisitu banyak yg bikin Kloning2 nagasasra, malah kadang jadi lebih "asli" dari yg aslinya, kejadiannya terjadi baik di jawabarat atau di jawatimur, nglilieur sejarah! Dasar tukang Kloning!
ada kuweh nagasari, yang ini ada di jawabarat atau jawatengah, dua2nya uenak tenan, apalagi klo adonan dg maizenanya dibikin lembut, di padukan dengan irisan pisang di tengahnya, apalagi nagasari bikinan bi Tati ti Tasik, rasanya mak nyos, top margotop ... mau?
ki_cancut
July 09, 2007, 10:08
Paling seru lagi keris Naga Bonar yang makan kuweh nagasari !
Heuleuh si KJ ngabodor wae ajak atuh urang ka Tasik, awewena cantik2 mang ya ? ::bash:: ::bash::
ki_cancut
July 15, 2007, 07:08
Warangan adalah proses pemberian racun pada keris yg melalui proses pembakaran dan biasanya berlangsung di bulan SURA. Pemberian racun pada keris semata-mata hanya bertujuan untuk menambah kemampuan fisik semata. Fisik dari keris jika terlalu sering diwarangi akan rapuh dan berbahaya. Racun yang biasanya digunakan untuk keris adalah berasal dari meteor, bangkai ular tanah, bangkai ular kobra, dan bangkai katak (kodok kerok).
Untuk pemberian racun adalah melalui proses sbb :
Keris dipisahkan dari gagang dan warangka. keris dipanaskan pada tungku api. Kemudian keris dimasukan kedalam bubuk racun pada kondisi panas dan dilakukan beberapa kali untuk menambah racun atau memperkuat racun tersebut. Pada saat keris berada dalam kondisi panas, maka jika dimasukkan pada bubuk racun, maka akan menyerap racun tsb hingga menyatu pada batang keris.
Konon warangan dilakukan pada senjata para pendekar dan para prajurit dalam menghadapi musuh agar pada saat bertempur, dg luka yg sedikit mampu menimbulkan efek yang mematikan. Pada saat terjadi perang perjuangan melawan Belanda, hal ini di rasa mampu mengimbangi kekuatan musuh yang pada saat itu berupa senjata api.
Warangan yg dilakukan pada keris jika terlalu banyak racun yg diberikan, maka akan menjadikan keris tersebut rapuh dan keropos. Bahkan jika kadar racun telah melewati batas kewajaran akan mengakibatkan udara sekitar tercemari oleh racun pada keris pada saat keris berada diluar kerangkannya.
Dampak yang bisa terjadi adalah keracunan ringan berupa pusing atau muntah2. Sehingga jika melakukan warangan, maka sang empu harus mengetahui berapa besar kadar racun yang sudah berada dalam keris dan selanjutnya menentukan akan diberikan lagi racun atau tidak.
Biasanya keris setelah dilakukan warangan, maka warna permukaan keris akan menjadi bersih dan berwarna metalik gelap ( logam putih ) dan pada permukaannya akan terlihat rongga2 yang sangat kecil.
Jadi hati2 kalau habis membuka keris terus dicium dapat berbahaya kena racunnya bukan karena jin atau penunggu tapi racun tersebut yang berbahaya juga. Waduh sok tahu ya gw :p
@ btw ada ga ya sekolah keris / kursus membuat keris, ini dalam upaya melestarikan budaya tanah air juga ? ( sok tahu lagi nih gw ) :maaf:
@ Mas suropati sbg seorang mantan pejuang melawan Belanda bagaimana tanggapannya? hi..hi..hi
keris Jawa Timur sepertinya banyak yang unik juga ya ?
Tengdhi
July 30, 2007, 08:30
Saya juga punya keris 2 buah tanpa luk dan 5 buah tombak. Saya ndak ngerti keris, siapa yang bisa nolong mengenali keris tsb? Eddie 081-311-003006
ki_cancut
August 01, 2007, 03:27
Saya juga punya keris 2 buah tanpa luk dan 5 buah tombak. Saya ndak ngerti keris, siapa yang bisa nolong mengenali keris tsb? Eddie 081-311-003006
Mas kalau boleh tahu mengenali apanya ya ?, kalo " isi " sebaiknya mas tengdi dibaca lagi thread aku " mengenai cara mengetahui isi keris " kalo mengenai jenis pamor terus terang aku belum hafal karena banyak banget jenisnya.
Sepengatahuan aku biasanya keris yg tanpa luk itu berasal dari era Majapahit atau Jawa Timur
midina
August 06, 2007, 14:47
Salam kenal kepada semua member di sini....
Saya pendatang baru..dan baru daftar di forum ini setelah ikutan mencuri baca petuah, penjelasan dari para pakar perkerisan di sini.
Ijinkan saya yang awam tentang keris, tombak, kujang, kudi, badek, rencong, alugoro dsbnya ikut duduk menyimak dan belajar dari para pakar.
Silahkan dilanjutkan wejangannya.........
midina
August 06, 2007, 14:50
Warangan adalah proses pemberian racun pada keris yg melalui proses pembakaran dan biasanya berlangsung di bulan SURA. Pemberian racun pada keris semata-mata hanya bertujuan untuk menambah kemampuan fisik semata. Fisik dari keris jika terlalu sering diwarangi akan rapuh dan berbahaya. Racun yang biasanya digunakan untuk keris adalah berasal dari meteor, bangkai ular tanah, bangkai ular kobra, dan bangkai katak (kodok kerok).
Untuk pemberian racun adalah melalui proses sbb :
Keris dipisahkan dari gagang dan warangka. keris dipanaskan pada tungku api. Kemudian keris dimasukan kedalam bubuk racun pada kondisi panas dan dilakukan beberapa kali untuk menambah racun atau memperkuat racun tersebut. Pada saat keris berada dalam kondisi panas, maka jika dimasukkan pada bubuk racun, maka akan menyerap racun tsb hingga menyatu pada batang keris.
Konon warangan dilakukan pada senjata para pendekar dan para prajurit dalam menghadapi musuh agar pada saat bertempur, dg luka yg sedikit mampu menimbulkan efek yang mematikan. Pada saat terjadi perang perjuangan melawan Belanda, hal ini di rasa mampu mengimbangi kekuatan musuh yang pada saat itu berupa senjata api.
Warangan yg dilakukan pada keris jika terlalu banyak racun yg diberikan, maka akan menjadikan keris tersebut rapuh dan keropos. Bahkan jika kadar racun telah melewati batas kewajaran akan mengakibatkan udara sekitar tercemari oleh racun pada keris pada saat keris berada diluar kerangkannya.
Dampak yang bisa terjadi adalah keracunan ringan berupa pusing atau muntah2. Sehingga jika melakukan warangan, maka sang empu harus mengetahui berapa besar kadar racun yang sudah berada dalam keris dan selanjutnya menentukan akan diberikan lagi racun atau tidak.
Biasanya keris setelah dilakukan warangan, maka warna permukaan keris akan menjadi bersih dan berwarna metalik gelap ( logam putih ) dan pada permukaannya akan terlihat rongga2 yang sangat kecil.
Wah ini ilmu baru.....mohon dibabar lebih lengkap mbah...
midina
August 06, 2007, 14:53
Sepengatahuan aku biasanya keris yg tanpa luk itu berasal dari era Majapahit atau Jawa Timur
Wah ini juga tambahan pengetahuan baru bagi saya...ternyata keris tanpa luk itu biasanya berasal dari era Majapahit atu Jawa timur.
kalau boleh tanya mbah....kalau keris yang ada luk-nya itu biasanya keris dari era mana ?
Maaf banyak tanya....maklum saya sangat awam dan baru belajar untuk mengenal keris ( tosan aji ).
red_conjurer
August 07, 2007, 04:08
Salam kenal kepada semua member di sini....
Saya pendatang baru..dan baru daftar di forum ini setelah ikutan mencuri baca petuah, penjelasan dari para pakar perkerisan di sini.
Ijinkan saya yang awam tentang keris, tombak, kujang, kudi, badek, rencong, alugoro dsbnya ikut duduk menyimak dan belajar dari para pakar.
Silahkan dilanjutkan wejangannya.........
selamat datang, semoga betah dan tidak ragu sharing2 pengalaman, cerita atau ilmu di FS [WG]
ki_cancut
August 09, 2007, 03:23
Salam kenal kepada semua member di sini....
Saya pendatang baru..dan baru daftar di forum ini setelah ikutan mencuri baca petuah, penjelasan dari para pakar perkerisan di sini.
Ijinkan saya yang awam tentang keris, tombak, kujang, kudi, badek, rencong, alugoro dsbnya ikut duduk menyimak dan belajar dari para pakar.
Silahkan dilanjutkan wejangannya.........
Monggo mas duduknya sing anteng, ini wedang jahe dan ubi rebus dariku.
Silahkan dinikmati. :p
Biasanya kalau yg sering banyak nanya begini " banyak tahu juga " monggo di sharing juga pengetahuannya
midina
August 09, 2007, 16:48
Monggo mas duduknya sing anteng, ini wedang jahe dan ubi rebus dariku.
Silahkan dinikmati. :p
Biasanya kalau yg sering banyak nanya begini " banyak tahu juga " monggo di sharing juga pengetahuannya
Wah matur nuwun atas wedang jahe dan ubi rebusnya. Jadi ingat seseorang [kedip]
Kalau aku banyak tanya itu bukan karena "banyak tahu" tetapi justru karena banyak tak tahu sehingga ingin cari tahu.
Nah setelah aku baca dari halaman 1 kelihatannya @ki_cancut ini salah seorang yang ahli dan tau banyak dalam hal tosan aji, maka tak ada salahnya bila aku ingin "ngangsu kawruh" dalam hal per-tosan ajian.
Monggo dipun babar.....
super_mad
August 16, 2007, 06:52
kalo aku sih yang paling sering denger tuh keris empu gandring,,
si empunya aja mati dimakan tuh keris
red_conjurer
August 16, 2007, 07:19
Salam kenal kepada semua member di sini....
Saya pendatang baru..dan baru daftar di forum ini setelah ikutan mencuri baca petuah, penjelasan dari para pakar perkerisan di sini.
Ijinkan saya yang awam tentang keris, tombak, kujang, kudi, badek, rencong, alugoro dsbnya ikut duduk menyimak dan belajar dari para pakar.
Silahkan dilanjutkan wejangannya.........
Halo Midina,
anda yang punya web ini yah:
Koleksi Keris II (http://www.midinakeris.fotopic.net/)
Berisi foto-foto koleksi keris dari Midina
http://www.midinakeris.fotopic.net/
kalu benar, berarti Midina ini sudah cukup advance juga dalam hal per-keris-an :D:D
jangan ragu2 membagi ilmu sampeyan disini :bravo:
red_conjurer
October 10, 2007, 16:32
Pernah dengar ato baca cerita ini?
-------------------------------
Alkisah Sunan Kalijaga mendatangi sanggar Mpu Supa yang sedang sibuk membuat senjata. Mpu Supa adalah suami dari Dewi Rasawulan, adik Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga meminta tolong untuk dibuatkan keris coten-sembelih (pegangan lebai untuk menyembelih kambing). Lalu oleh beliau diberikan calon besi yang ukurannya sebesar biji asam jawa.
Mengetahui besarnya calon besi tersebut, Empu Supa sedikit terkejut. Ia berkata "Sunan, besi ini bobotnya berat sekali, tak seimbang dengan besar wujudnya. Akan tetapi apakah besi sebesar biji asam jawa ini cukup dibuat keris ?". Lalu Sunan Kalijaga berkata : "Nak, besi itu tidak hanya sebesar biji asam jawa tetapi besarnya seperti gunung". Karena ampuh perkataan Sunan Kalijaga, pada waktu itu juga besi menjelma sebesar gunung.
Hati empu Supa menjadi gugup, karena mengetahui bahwa Sunan Kalijaga memang benar-benar wali yang dikasihi oleh Pencipta Kehidupan, yang bebas mencipta apapun. Lantara itu, empu Supa berlutut dan takut. "Sunan, bila besi sebesar itu, saya tidak sanggup mengerjakan karena tidak dapat dijepit." Sunan Kalijaga berkata lagi "Nak sebenarnya besi itu besarnya hanyalah sebesar biji asam jawa saja. Pada saat itu juga besi kembali menjadi sebesar asam jawa lagi.
Ringkas cerita, besipun kemudian dikerjakan. Tidak lama, jadilah keris, kemudian diserahkan kepada Sunan Kalijaga. Akan tetapi anehnya begitu melihat bentuknya, seketika juga Sunan Kalijaga menjadi kaget, sampai beberapa saat tidak dapat berbicara karena kagum dan tersentuh perasaannya, karena hasil kejadian keris itu berbeda jauh sekali dengan yang dimaksudkan. Maksud semula untuk dijadikan pegangan lebai, ternyata yang dihasilkan keris Jawa (baca Nusantara) asli Majapahit, luk tiga belas bagus sekali serta indah warangka-nya, tetapi sepi dari sifat-sifat keislaman. Sebenarnya, begitu mengetahui keindahan keris, perasaan Sunan Kalijaga agak tersentuh, oleh karena itu mengamatinya sempai puas tidak bosan-bosannya. Kemudian ia berkata sambil tertawa, ”Nak, keris ini bagus sekali. Akan tetapi bila dipergunakan oleh santri tidaklah pantas. Keris ini pantas menjadi pegangan Raja yang menguasai Nusantara. Karena berwarna kemerahan, keris ini saya namakan dapur Sangkelat (artinya bersemu merah). Sekarang keris ini saya kembalikan, simpan ! Bagaimana akan kejadiannya nanti, saya sendiri tidak tahu. Selain Tuhan Yang Maha Esa yang menjelaskannya. Akan tetapi sekarang saya minta dibuatkan keris lagi yang patut digunakan oleh santri.
Empu Supa diberi lagi besi yang ukurannya sebesar kemiri. Setelah dikerjakan, jadilah sebilah keris mirip pedang suduk (seperti golok atau belati). Begitu mengetahui wujud keris yang dihasilkan sunan Kalijaga sangat senang hatinya. Dapur keris itu disebut Crubuk.
ki_cancut
October 24, 2007, 03:28
Pernah dengar ato baca cerita ini?
-------------------------------
Alkisah Sunan Kalijaga mendatangi sanggar Mpu Supa yang sedang sibuk membuat senjata. Mpu Supa adalah suami dari Dewi Rasawulan, adik Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga meminta tolong untuk dibuatkan keris coten-sembelih (pegangan lebai untuk menyembelih kambing). Lalu oleh beliau diberikan calon besi yang ukurannya sebesar biji asam jawa.
Mengetahui besarnya calon besi tersebut, Empu Supa sedikit terkejut. Ia berkata "Sunan, besi ini bobotnya berat sekali, tak seimbang dengan besar wujudnya. Akan tetapi apakah besi sebesar biji asam jawa ini cukup dibuat keris ?". Lalu Sunan Kalijaga berkata : "Nak, besi itu tidak hanya sebesar biji asam jawa tetapi besarnya seperti gunung". Karena ampuh perkataan Sunan Kalijaga, pada waktu itu juga besi menjelma sebesar gunung.
Hati empu Supa menjadi gugup, karena mengetahui bahwa Sunan Kalijaga memang benar-benar wali yang dikasihi oleh Pencipta Kehidupan, yang bebas mencipta apapun. Lantara itu, empu Supa berlutut dan takut. "Sunan, bila besi sebesar itu, saya tidak sanggup mengerjakan karena tidak dapat dijepit." Sunan Kalijaga berkata lagi "Nak sebenarnya besi itu besarnya hanyalah sebesar biji asam jawa saja. Pada saat itu juga besi kembali menjadi sebesar asam jawa lagi.
Ringkas cerita, besipun kemudian dikerjakan. Tidak lama, jadilah keris, kemudian diserahkan kepada Sunan Kalijaga. Akan tetapi anehnya begitu melihat bentuknya, seketika juga Sunan Kalijaga menjadi kaget, sampai beberapa saat tidak dapat berbicara karena kagum dan tersentuh perasaannya, karena hasil kejadian keris itu berbeda jauh sekali dengan yang dimaksudkan. Maksud semula untuk dijadikan pegangan lebai, ternyata yang dihasilkan keris Jawa (baca Nusantara) asli Majapahit, luk tiga belas bagus sekali serta indah warangka-nya, tetapi sepi dari sifat-sifat keislaman. Sebenarnya, begitu mengetahui keindahan keris, perasaan Sunan Kalijaga agak tersentuh, oleh karena itu mengamatinya sempai puas tidak bosan-bosannya. Kemudian ia berkata sambil tertawa, ”Nak, keris ini bagus sekali. Akan tetapi bila dipergunakan oleh santri tidaklah pantas. Keris ini pantas menjadi pegangan Raja yang menguasai Nusantara. Karena berwarna kemerahan, keris ini saya namakan dapur Sangkelat (artinya bersemu merah). Sekarang keris ini saya kembalikan, simpan ! Bagaimana akan kejadiannya nanti, saya sendiri tidak tahu. Selain Tuhan Yang Maha Esa yang menjelaskannya. Akan tetapi sekarang saya minta dibuatkan keris lagi yang patut digunakan oleh santri.
Empu Supa diberi lagi besi yang ukurannya sebesar kemiri. Setelah dikerjakan, jadilah sebilah keris mirip pedang suduk (seperti golok atau belati). Begitu mengetahui wujud keris yang dihasilkan sunan Kalijaga sangat senang hatinya. Dapur keris itu disebut Crubuk.
Ngomong2 Keris kyai Sangkelat jadi inget cerita buku Naga Sastra & Sabuk Inten karya SH. Mintarja, yang pernahaku baca waktu masih kelas 5 SD dg seorang tokoh jagoannya Mahesa Jenar dan ceweknya Roro Wilis.
Mahesa Jenar punya ilmu Aji Sasra Birawa.
keris Nagasastra & Sabuk Inten kalah sm keris kyai Sangkelat yg jelek dan rombeng. :)
btw : aku ada koleksi keris yg ada huruf palawanya, terus keris dari batu asli, dan kujang yang lapisannya dari emas murni 24 karat, mau aku posting tapi kemampuan iptek aku masih jongkok nih, gimana ya caranya ?
Kalau yg dari batu sih berguna biasanya untuk menyedot racun2 dari tubuh ( misalnya digigit ular dll ). tapi kalau yg ada huruf palawanya dan kujang emas sih biasanya buat melawan kekuatan Batara Karang dan sejenisnya gitu. :)
red_conjurer
October 24, 2007, 16:53
btw : aku ada koleksi keris yg ada huruf palawanya, terus keris dari batu asli, dan kujang yang lapisannya dari emas murni 24 karat, mau aku posting tapi kemampuan iptek aku masih jongkok nih, gimana ya caranya ?
Ki, sampeyan bisa klik disini (http://forum.webgaul.com/showthread.php?t=65514)untuk tutorial cara meng-upload gambar ke [WG]
mafiotso
October 26, 2007, 17:34
Cuma mau Say HAI tuk semua manusia - manusia yang ada disini terutama buat Si MBAH GURU BESARKU KI CAnkcut IJO terima kasih banyak karena telah melatih ilmu kanuragan&kadigjayaanku di gunung "GONGSENG" dan Para Moderator terutama kepada sang MBAH REKI TUMO SI MAHESA "GW MAFIOTSO TELAH KEMBALI DARI PERTAPAAN DI GOA SELARONG DENGAN MEMBAWA 1001 kisah Misteri sewaktu dipertapaan jg 1001 ilmu Kejadukan versi tertua dari tanah tempat kelahiran DEBUS bayah -BANTEN LAMA-:freak:"
kang cendol
November 10, 2007, 04:32
Cuma mau Say HAI tuk semua manusia - manusia yang ada disini terutama buat Si MBAH GURU BESARKU KI CAnkcut IJO terima kasih banyak karena telah melatih ilmu kanuragan&kadigjayaanku di gunung "GONGSENG" dan Para Moderator terutama kepada sang MBAH REKI TUMO SI MAHESA "GW MAFIOTSO TELAH KEMBALI DARI PERTAPAAN DI GOA SELARONG DENGAN MEMBAWA 1001 kisah Misteri sewaktu dipertapaan jg 1001 ilmu Kejadukan versi tertua dari tanah tempat kelahiran DEBUS bayah -BANTEN LAMA-:freak:"
Bang mafiotso sedang unjuk gigi yah, sy minta dong giginya yang depan 2 sajah.
Walaupun sy cuma kang cendol dan belum pernah bertapa macem2.
@ Keris akan selalu berguna apabila orangnya dapat menggunakannya dengan baik dan benar seperti pisau dapur mau dipakai untuk memotong sayur atau ....orang ?? :maaf:
Lutjifer
November 29, 2007, 00:29
Katanya cara mengasah juga beda2 ya? Ada yg buat membunuh ama yg buat sayur...
kang cendol
December 04, 2007, 11:46
ki_cancut punten sy punya sedikit pengetahuan mau menambahkan.
Jika keris memiliki kekuatan gaib, maka pada kekuatan ini dapat menjadikan sekelilingnya terpengaruh dengan keberadaan keris, adanya pengaruh tsb biasanya disebut dg sawan. Dan biasanya juga kekuatan keris yang demikian berupa kekuatan keris yg memiliki sifat panas.
Sifat panas ini akan mengakibatkan sifat brangasan, pemarah, sering adu mulut dan sok jago.
Nah sifat2 panas ini dapat direndam dg beberapa cara sbb:
a. Mengadu dg kekuatan batin dg diri kita.
Mengadu dg kekuatan batin bukan berarti kita perang dg isi yg berada dalam keris, tetapi berusaha menguasai isi keris agar ia menjadi jinakdan berubah sifatnya menjadi sifat yg biasa, dan tidak panas lagi.
Cara yg biasa digunakan adalah dg menggantung keris pd tembok atau sejenisnya dan berada pd keadaan gelap. Pada saat itu juga kita melakukan ritual yaitu mandeng ( memandang keris tsb ) dan jika kepekaan dalam diri kita mendukung, maka kita dapat melihat aura yg ditimbulkan oleh keris tsb.
Dg cara ini maka perlahan keris akan berubah warna auranya dari kemerah2an (jika keris bersifat panas) menjadi putih. Hal ini dilakukan tidak hanya sekali tapi berkali2.
b. Membuat warangka / gagang yg memilki sifat berlawanan dg keris.
Warangka adalah bagian keris yg berfungsi sbg wadah / sarung, berpengaruh kuat terhadap kekuatan gaib yg berada dalam keris.
Jika kita membuat warangka utk keris yg mempunyai sifat panas dg jenis kayu tertentu yg sifatnya mampu meredam panasnya keris atau logam hiasan pd warangka,maka hal ini secara tdk langsung akan mengubah sifat keris dari sifat panas menjadi halus dan tidak lagi memilki kekuatan jahat.
Kayu yg biasanya digunakan adalah kayu Awar-awar atau kayu Boga, jangan sampai keris dibuatkan warangka yg berasal dari kayu Tengsek, Waringin (beringin), Stigi, Dewandaru, Drini atau jenis lainnya yg bersifat panas. Hal ini bisa mendukung keberadaan sifat dari keris menjadi lebih panas dan bisa berakibat sawan yg jelek.
c. Merendam di dalam leri (air bekas dari membersihkan beras).
Keris dimasukan kedalam leri selama beberapa hari, antara 3-7 hari, kemudian secara langsung keris akan berkurang aura panasnya atau bahkan bisa hilang.
Air leri juga bisa diganti dg bengle ( tumbuhan dlingo banglai ). Dipercaya oleh beberapa spritualis / dukun /paranormal/ wong pinter dll, dg bantuan salah satu dari dua benda di atas, maka keris yg sifatnya panas karena roh jahat, jin, setan, demit akan dapat memudarkan sifat panasnya.
Hal ini disebabkan air leri bisa digunakan untuk mengusir roh2 jahat yg biasanya berdiam dalam wesi aji.
d. Mengikatnya dg Emas.
Emas dillitkan pd bilah keris atau diberikan hiasan pd keris yg berupa emas, perak atau perunggu yg berkualitas baik. Dipercaya jika dilakukan hal ini pd keris yg memiliki kekuatan jahat, maka kekuatan jahat tsb akan pindah kedalam emas, perak atau perunggu tsb. Jika memberikan hiasan emas, maka emas yg digunakan adalah yg berkadar 22 - 24 karat. Emas dipercaya mampu meredam sifat panas dari keris, karena emas biasanya disukai oleh jin.
__________________________________________________
Ambilah ISI-nya jangan ambil KULIT-nya (Raden. Joko Lelono )
kang cendol
January 07, 2008, 04:33
Mengenai PAMOR KERIS
klik disini (http://www.geocities.com/javakeris/Pamor.htm)
pangestu03
February 01, 2008, 13:16
Untuk yg ingin sharing tentang segala jenis keris, tuah & mistisnya masuk sini
salam kenal mas,
aku mau share donk, aku pangestu, dirumahku ada peninggalan pusaka dari eyang berupa Keris, ada 4buah, Luk13, Luk 9,luk 5 sama lurus, tp aku tidak tau nama2nya. ditambah blom lama ini ada temen yg ingin goloknya ditaruh dirmhku. gagannya lambang kepala srigala
trims
pangestu03
February 01, 2008, 13:20
Keris pada umumnya dikenal oleh sebagian masyarakat jawa sbg benda pusaka yg mempunyai tuah khusus. Keberadaan keris sendiri sudah ada sejak beberapa ratus tahun sebelum jaman kerajaan Majapahit. Keris termasuk jenis senjata khas suku jawa. Usia keris tertua yg pernah diketemukan adalah sekitar abad ke-10 Masehi.
Dari bentuk yg ditampilkan oleh sang empu pada jaman dahulu (Mjapahit), maka bentuknya akan terlihat sedikit kaku dan biasanya berupa pejetan tangan dan hanya dengan ibu jari, sang empu membentuk keris sering terlihat permukaan yg terlihat cekung yg berupa bekas ibu jari dari sang empu. Membuat keris dg pejetan tangan merupakan hal yg biasa bagi para empu yg hidup pada waktu itu.
Pada zaman sekarang ini, tak banyak empu yg mampu melakukan pembentukan keris dg pejetan tangan, mungkin karena kemampuan ilmu kanuragan memang sudah jauh berada dibawah pengetahuan para empu pada masa lalu.
Pada dasarnya bentuk dari keris sendiri dapat dibedakan dalam 2 kategori bentuk yang biasa kita lihat, yaitu keris luk (berkelok-kelok) dan keris lajer (lurus seperti bentuk tombak). Keris terbagi dalam beberapa bagian yg melengkapi dalam penampilannya yaitu warangka, gagang, dan sengkelat. Pada warangka biasanya terdapat hiasan berupa ukiran dari tembaga, emas, atau perak.
Bagian2 utama Keris
Bagian2 keris yg utama adalah batang logam sebagai keris itu sendiri, warangka sbg tempat keris, gagang keris sebagai pegangan logam keris tsb. Logam yg berbentuk keris biasanya berbentuk lekuk2 atau lurus. Pada permukaan keris biasanya terdapat pamor yg bisa tampil dengan berbagai macam pola.
Warangka
Keris biasanya membutuhkan warangka dari kayu tertentu. Kayu dimaksud dapat memberikan daya magis yg lebih besar jika digunakan sebagai warangka. Adapun jenis kayu yg sering digunakan adalah sbb :
1. Kayu Cendana Wangi.
Biasanya digunakan untuk tujuan agar keris senantiasa berbau wangi dan secara spritual dipercaya dapat menambah kekuatan gaib yg berada dalam keris. Sifat kayu tidak terlalu keras maupun rapuh sehingga dalam pembentukan menjadi warangka sangat mudah.
2. Kayu Asem Jawa.
Biasanya digunakan untuk membuat warangka manakala dalam kayu tsb terdapat galih (teras) meskipun hanya sedikit. Dipercaya kekuatan dari teras ini mampu memberikan kekuatan baru bagi keris yang berada didalamnya. Tapi sifat kayu ini sangat keras jadi dalam pembentukannya membutuhkan waktu agak lama.
3. Kayu Kebak.
Biasanya digunakan untuk dapat meredam kekuatan jahat yang berada dalam keris. Kayu ini sangat ringan dan rapuh sehingga dalam pembentukannya sangat sulit.
4. Kayu Awar-awar.
Biasanya digunakan untuk meredam kekuatan jahat yg berada dalam keris. Sifat dari kayu sangat rapuh dan sulit dibentuk.
Diluar warangka sering terdapat hiasan yg berupa ukiran dari tembaga, emas dan perak. Ukiran bertujuan memberikan keindahan tersendiri karena dg gaya ukiran ini, maka seolah2 keris akan mengeluarkan cahaya keindahan bagi yg melihatnya secara sekilas, maupun dilihat dg teliti. Keris adakalanya tidak mau dibuatkan warangka sbg tempat untuk menyarungkan keris itu sendiri.
Bentuk warangka sendiri sering memiliki peranan yg lebih dalam penampilan keris, oleh karenanya keris sering dibuatkan warangka yg menarik perhatian orang lain meskipun orang tsb dari golongan awam.
Gagang Keris
Gagang keris biasanya dibuat untuk pegangan batang logam keris itu sendiri. Pada gagang ini biasanya dipilih jenis kayu yang kuat dan keras agar keris tidak mudah terkepas dari gagangnya. Ukiran biasanya digunakan untuk menampilkan keindahan bentuk, biasanya berbentuk kepala ular / naga atau suatu bentuk lain yg menarik
salam kenal ki cancut.
saya pangestu, dirumah saya ada peninggalan keris pusaka sebanayk 4buah dari eyang, ditambah 1golok pusaka gagang kepala srigala. saya tidak tau sama sekali mengenai keris, bisa share ilmunya donk.. iwan.hari@gmail.com
napah_asmat
February 02, 2008, 14:36
Salam perkenalan:maaf: Buat Bapak Moderator "KANG CENDOL", member kakang RED Cojurer,kakang Mahesa,kakang KI cankcut saya Mohon petunjuknya, berikut saya sertakan photo saya sebagai tanda perkenalan kepada anda semua biar cepat akrab,kareana kata pepatah kuno tak kenal maka tak sayang[rokok]
letung
February 02, 2008, 19:31
@smat....,
keknya knal neee.....????:bingung:
temen dari tmen gw yah???::mikir::
lonele0n
February 03, 2008, 00:29
Salam perkenalan:maaf: Buat Bapak Moderator "KANG CENDOL", member kakang RED Cojurer,kakang Mahesa,kakang KI cankcut saya Mohon kepada anda semua petunjuknya, berikut saya sertakan photo saya sebagai tanda perkenalan kepada anda semua biar cepat akrab silahkan diliat di thread "KODAM",kareana kata pepatah kuno tak kenal maka tak sayang[rokok]
wah..::wow::
ada pendatang baru lagi nie..
salam kenal ya ki..
jgn lupa ramein forum dengan sharing2 nya..
^^
::v::
kang cendol
February 03, 2008, 06:15
Salam perkenalan:maaf: Buat Bapak Moderator "KANG CENDOL", member kakang RED Cojurer,kakang Mahesa,kakang KI cankcut saya Mohon petunjuknya, berikut saya sertakan photo saya sebagai tanda perkenalan kepada anda semua biar cepat akrab,kareana kata pepatah kuno tak kenal maka tak sayang[rokok]
Wakakaka...orang lama salin baju ya ?
kalau mau kenalan jangan disini di thread kenalan mas [rokok]
Maaf photo ente sy simpan buat koleksi pribadi wakakaka...
back to KERIS
kang cendol
February 08, 2008, 05:36
Tujuan Relief dan Hiasan Emas
Dalam khazanah perkerisan terdapat bilah keris yang memunculkan
bentuk relief atau gambar timbul berlapis emas pada permukaannya.
Pembuatan relief dan hiasan emas pada bilah keris itu dapat bertujuan
estetis, simbolis, sengkalan, dan spiritual. Tujuan estetisnya adalah
memperindah keris secara keseluruhan. Tujuan simbolisnya adalah
menjadi manifestasi falsafah hidup pemilik keris, lambang kedudukan,
pangkat, dan kekuasaan.
Pada umumnya keris itu dahulu dimiliki oleh
para penguasa, bangsawan, dan mereka yang kaya serta berkedudukan
tinggi. Tinggainya tingkat kedudukan sosial dan kekayaan orang dapat
dilihat pada banyak-sedikitnya hiasan emas pada kerisnya. Ada hiasan
keris yang terletak pada ganja-nya saja, ada yang sampai ke badan
bilah, bahkan hampir ke ujung bilah. Sebagai sengkalan, bentuk hiasan
emas dimaksudkan untuk melambangkan angka tahun. Dan terakhir,
tujuan spiritual, bagi yang percaya, yaitu untuk meningkatkan dan
mengendalikan tuah keris.
Pembuatan relief memang sering didorong
oleh harapan akan "kekuatan spiritualnya" dan diungkapkan melalui
keindahan serta arti simbolis dan filosofinya. Hal itu akan diwujudkan
tanpa mengganggu keselarasan keris secara fungsional sebagai senjata.
Bila diinginkan bentuk naga pada sebilah keris, maka titik berat
pemunculan wujud naga itu akan diletakkan pada pangkal sor-soran
(pangkal) keris, dan bukan pada ujung bilah sehingga ujungnya tetap
runcing dan tajam sebagai senjata tikam.
Source : www.indonesiankeris.com
kang cendol
February 08, 2008, 05:44
PENILAIAN KERIS
Ditinjau dari mutu garapan fisiknya, terdapat dua golongan keris, yakni
keris gramen dan keris yasan. Keris gramen adalah keris dagangan atau keris yang dibuat tidak berdasarkan pesanan. Harganya murah dengan
mutu biasa atau kurang baik karena hanya dibuat sekadar untuk
pelengkap busana dan peristiwa adat lain.Keris macam itu dibuat oleh
para empu rakyat atau pandai besi biasa, sedangkan keris yasan dibuat
oleh seorang empu yang ahli dan ternama atas pesanan raja, para
bangsawan, pejabat istana, dan orang berada lainnya. Keris yasan dapat
pula dibedakan menurut siapa pemesannya. Karena itu, kemudian
dikenal ada keris yasan biasa, yaitu untuk orang-orang biasa dan keris
yasan ndalem untuk raja beserta keluarga dan para pejabat istana, serta
untuk hadiah dari istana bagi orang tertentu. Jenis keris yasan inilah
yang menjadi pokok bahasan selanjutnya.
Keris yasan apa yang dapat
digolongkan keris yang baik? Pengertian baik di sini sebenarnya sangat
kompleks artinya, antara lain secara teknis material, estetis, etis,
simbolis, psikologis, dan spiritual. Walau pada akhirnya soal baik atau
tidak baik itu banyak dipengaruhi oleh subjektivitas individual, tetapi
dalam budaya perkerisan tetap dikenal kriteria untuk menilai keris.
Berikut adalah kriteria yang dipertimbangkan:
(1) Teknis-material: Mutu pengerjaan teknis kelogaman sebagai senjata
tajam, termasuk bahan bakunya memenuhi syarat.
(2) Estetis: Keindahannya memenuhi syarat.
(3) Serasi: Kesesuaian antara keris dan pemiliknya, baik secara
eksternal maupun internal; eksternal adalah kesan menurut penilaian
orang lain, sedangkan internal menurut apa yang dirasakan si pemilik.
(4) Historis: Asal-usul pemilikan atau peristiwa yang melatarbelakanginya.
(5) Simbolis: Arti yang terkandung dalam bentuk fisik keris itu.
(6) Psikologis: Pengaruh kejiwaan yang ditimbulkan oleh keris itu. Hal
ini hanya berlaku bagi mereka yang percaya dan atau dapat
merasakannya.
(7) Spiritual: Jenis tuah yang dibawa oleh keris itu bagi mereka yang
percaya dan/atau dapat merasakannya.
TRADISI PERLAKUAN KERIS
Tradisi perlakuan keris erat kaitannya dengan etiket dalam masyarakat,
daerah, atau situasi di tempat keris itu berada. Perbedaan tradisi di satu
daerah dengan yang lain, antara masa lalu dan kini, ditentukan juga oleh
tingkat sosial, kemampuan intelektual, sikap mental, keadaan finansial,
dan pengaruh luar yang lain, serta latar belakang budaya masingmasing.
Secara ringkas, tradisi yang dibahas di sini mencakup: cara
perawatan, pewarangan, pemugaran, dan penyimpanan bilah keris serta
beberapa etiket perkerisan yang meliputi: pengamatan bilah keris, keris
dalam pergaulan, tata cara menyandang keris, dan penggunaan keris
dalam pernikahan adat Jawa.
Perawatan
Seperti benda seni lain, bilah keris pun memerlukan perawatan dan
pemeliharaan secara berkala. Keris yang kurang terawat, selain
berkurang keindahannya juga akan lebih cepat berkarat dan rusak.
Tujuan utama perawatan adalah mencegah kemungkinan timbulnya
karat yang dapat merusak bagian ricikan keris dan tubuh bilah, pola
pamor atau bahkan bentuk dhapur secara keseluruhan.
Perlakuan dan perawatan yang keliru terhadap bilah keris di antaranya
adalah mengolesinya dengan minyak misik (amber oil). Minyak misik
tidak baik untuk bilah karena terlalu kental dan gelap warnanya. Bilah
keris yang ber-pamor cemerlang akan tampak kusam bila diolesi
minyak misik. Lagi pula dalam beberapa minggu minyak misik itu akan
keriang dan membentuk lapisan semacam kerak yang sangat sulit
dibersihkan. Cara lain yang keliru adalah ketika keris habis diwarangi,
pembilasannya tidak dilakukan dengan bersih dan tuntas, sehingga
masih ada unsur asam yang tertinggal dan mengkorosi besi keris.
Satu hal lagi yang harus dihindari adalah kebiasaan men-cacap.
Mencacap adalah merendam bilah keris di dalam larutan beracun, karena si
pemilik mengira bahwa keris yang ampuh adalah keris yang kuat daya
racunnya. Bilah keris itu direndam selama sehari semalam dalam air
perasan batang pisang yang dibubuhi bisa ular dan bangkai
kalajengking. Kebiasaan keliru seperti itu hingga pertengahan abad ke-
20 masih dilakukan sebagian orang di daerah Jawa Tengah, Jawa
Timur, dan Pulau Madura. Keris yang di-cacap jelas akan cepat aus dan
rusak.
source : www.indonesiankeris.com
ignpluhur
February 08, 2008, 13:37
Melihat proses pembuatan keris yang rumit dan tidak sederhana bahkan ada yang bertuah, saya jadi ingin tahu proses penggunaan keris. Gimana sih ketika keris digunakan saat bertarung??Apakah ada seninya juga?? (seni memainkan keris) ataukah asal tusuk?? atau mengadu tuahnya?? Trims atas jawabannya
kang cendol
February 18, 2008, 05:52
LEGENDA KERIS PUSAKA
1. Keris Empu Gandring
Keris ini tak jelas lurus atau berluk, karya Empu Gandring (13M). Empu Gandring dibunuh oleh Ken Arok, dikarenakan keris pesanannya belum jadi. Menjelang ajal, sang Empu mengutuk jika kelak keris buatannya tersebut akan membunuh sampai 7 turunan, mereka ialah: Empu Gandring, Akuwu Tunggul Ametung (suami Ken Dedes), Ken Arok, Pesuruh Anusapati (anak tiri Ken Arok), Anusapati, dan yang terakhir terbunuh adalah Tohjaya tahun 1428, terluka disaat ada pemberontakan di Istana. Dan keris karya Empu Gandring pada abad 13 itu, sekarang ditanam didalam candi Anusapati alias candi jago, di Tumpang kabupaten Malang - Jawa Timur.
2. Keris Jalak Sumelang Gandring
Prabu Brawijaya II mengutus Empu Supa Mandrangi untuk mencari keris Jalak Sumelang Gandring miliknya yang hilang. Empu Supa Mandrangi menyanggupinya, lalu pergi ke Blambangan dengan berganti nama Empu Pitrang. Karena kepandaiannya sebagai Empu pembuat keris, Sang Adipati Blambangan memesan keris kepada Empu Pitrang sambil membawa contohnya. Ternyata, keris tersebut adalah Jalak Sumelang Gandring milik sang Prabu Brawijaya. Maka Empu Pitrang membuat 2 bilah keris duplikatnya. Setelah selesai, keris pesanan Adipati Ciung Lautan diserahkannya, sedangkan aslinya disembunyikannya. Senang, hati sang Adipati menerima hasil karya Empu Pitrang, sebagai hadiahnya, Adipati Blambangan tersebut menikahkan putrinya dengan Empu Pitrang. Sebenarnya sudah seringkali sang putri Adipati dinikahkan, namun, kesemua suaminya mati secara misterius. Mengetahui adanya peristiwa aneh tersebut, maka dengan segala kesaktiannya Empu Pitrang menyelidiki penyebabnya, akhirnya Empu Pitrang tahu jika dikemaluan sang putri bersembunyi ular "welang". Maka tidak heran jika setiap menyenggamainya selalu mati digigit ular welang. Kemudian Empu Pitrang mengeluarkan ular welang tersebut dan menanamnya dibawah pohon "kara", sebangsa sayuran buncis. Akan tetapi malam harinya ular tersebut sudah tidak ada dan berubah menjadi sebilah keris pusaka berluk 3, yang oleh Empu Pitrang diberi nama keris "karawelang". Sewaktu sang putri hamil, Empu Pitrang pamit pergi ke Kerajaan Majapahit sambil menitipkan pesan, jika kelak anaknya lahir agar diberi nama Jaka Sura. Sesampainya Di Kerajaan Majapahit, Empu Pitrang alias Empu Mandrangi menyerahkan keris pusaka jalak sumelang gandring kepada Prabu Brawijaya, yang telah ditemukannya kembali. Sangat gembira hati Sang Prabu, yang kemudian menganugerahi gelar " Pangeran Sedayu". Ditempat yang lain setelah selang beberapa waktu lamanya, Jaka Sura lahir. Dan diketika beranjak dewasa, Jaka Sura pergi mencari ayahnya Empu Pitrang ke Majapahit. Disepanjang perjalanannya, Jaka Sura membuat keris-keris yang aneh, hanya dipijit-pijit dengan tangan tanpa ditempa, serta ujungnya dilubangi untuk mengkaitkannya dengan tali. Kemudian setiap berjumpa dengan seseorang keris tersebut diberikannya. Akhirnya Jaka Sura berhasil bertemu dengan ayahnya Pangeran Sedayu alias Empu Supa Mandrangi alias Empu Pitrang. Lalu keduanya sama-sama mengabdi di Keraton Majapahit. Berikut ciri khas pusaka buatan Jaka Sura: 1. keris-keris pijitan dan pesinya berlubang. 2. Pedang ampuh, mampu mematahkan pintu. Oleh Prabu Brawijaya diberi nama " Pedang Sang Lawang ".
3. Keris condong campur VS keris sengkelat
Suatu ketika kerajaan Majapahit tertimpa pageblug dan Empu Supa Mandrangi mendapat perintah Prabu Brawijaya untuk mengatasinya. Dari hasil bersemedi, Empu Supa mengetahui jika pusaka keraton Majapahit yang bernama Condong Campur selalu menganga menginginkan darah manusia. Lalu dengan bahan besi pilihan Empu Supa membuat keris berluk 11 Naga Sasra Sabuk Inten dan keris berluk 13 Sengkelat. Setelah jadi, keduanya ditempatkan satu peti dengan Condong Campur, disitulah Sengkelat berkelahi melawan Condong Campur. Ujung keris condong campur patah, musnah keangkasa raya, sambil mengancam rakyat akan balas dendam jika terlihat Bintang Kemukus disebelah barat. Itulah sebabnya orang Jawa percaya jika ada bintang kemukus dilangit pada malam hari merupakan pertanda adanya wabah penyakit yang menjangkiti rakyat, oleh karenanya untuk menolaknya orangpun membuat sesaji.
4. Tombak baru klinthing
Pada masa Kerajaan Pajang, bertapalah seekor ular Naga melingkari puncak gunung merapi. Ki Ageng Pemanahan menerima bisikan ghaib bahwa, bila ular naga itu berhasil melingkarkan dirinya dipuncak merapi, jayalah Kerajaan Pajang dan Suta Wijaya anak Ki Ageng Pemanahan tak bisa menjadi Raja. Ular naga tadi nyaris sampai melingkarkan kepala dan ekornya dan Ki Ageng Pemanahan minta bantuan kepada Ki Ageng Wanabaya di Mangir yang terkenal sakti. Jika berhasil, Ki Ageng Mangir akan diberi separo negeri Pajang. Akhirnya Ki Ageng Mangir mampu mencegah usaha ular naga dengan memotong lidahnya disaat ular naga menjulurkan kepala dengan lidahnya. Lidah Naga tersebut menghilang dan berubah wujud menjadi pusaka sebilah tombak. Ki Ageng Wanabaya Mangir mengambilnya dan diberi nama Tombak Baru Klinthing. Pada gilirannya, Ki Ageng Pemanahan berhasil merebut Pajang dan Sutawijaya mendirikan Kerajaan Mataram bergelar "Panembahan Senapati. Tapi, janjinya diingkari, lalu Ki Ageng Wanabaya menjadi pembangkang. Pihak Mataram berupaya menaklukkan Ki Ageng Wanabaya. Dikorbankanlah Sang Putri mahkota Pembayun. Dia dan abdinya menyamar sebagai ledek disekitar daerah Mangir. Terpesonalah Ki Ageng Mangir dengan rombongan kecil ledek pembayun, yang akhirnya diangkat menjadi istri. Pada suatu kesempatan pembayun melaksanakan tugasnya, mengusap tombak pusaka sakti baru klinthing dengan sampur sonder ikat pinggang ledek. Disaat tombak pusaka sudah berkurang kesaktiannya, yang bertepatan pula dengan kehamilan sang putri Pembayun, maka mengakulah bahwa sebenarnya Pembayun adalah putri mahkota anak panembahan senopati. Walaupun dengan berat hati, Ki Ageng Wanabaya melaksanakan permintaan agar sungkem ke mertuanya. Disaat sungkem, Kepalanya ditatapkan kebatu gilang oleh Panembahan Senapati. Seketika itu pula Ki Ageng Wanabaya menemui ajalnya. Jenazahnya yang separo dikebumikan dipemakaman keluarga Raja-raja Mataram, separohnya lagi diluar batas makam kerajaan, suatu simbol separuh musuh separuh anak menantu. Kini pusaka tombak baru klinthing tersimpan di Keraton Mataram Yogyakarta.
__________________________
sumber: kerismulyani
kang cendol
February 18, 2008, 05:58
Melihat proses pembuatan keris yang rumit dan tidak sederhana bahkan ada yang bertuah, saya jadi ingin tahu proses penggunaan keris. Gimana sih ketika keris digunakan saat bertarung??Apakah ada seninya juga?? (seni memainkan keris) ataukah asal tusuk?? atau mengadu tuahnya?? Trims atas jawabannya
Kalau ini jawabannya saya belum tahu ...
Tapi menurut saya keris digunakan saat bertarung tentu dengan dilandasi juga kemampuan bela diri / silat pada zaman & saat itu.
mengadu tuah ? bisa dan mungkin saja menurut saya.
_____________________________
ki_cancut
February 18, 2008, 13:13
Duh Gusti, terimakasih
:maaf:
___________________
Sangkan Paran Urip Sejati
Flihoor
February 19, 2008, 08:45
keris punya bokap...waktu gw tanyain...itu dolonya banget punya raden patah...dan emang bener...silsilah keluarga gw ada terusannya dari raden patah....keris apaan yah??rincinya besok ajaa....gw amatin dolo....tapi kata bokap gw belom waktunya pegang...bleuh..gw coba pegangin berkali2...gw buka..agak pusing..wanginya itu..gimanaaaa gitu...itu waktu masi claireveyonce...sekarang..cuman berani pegang tanpa buka...takut knapa2...takut ngefoto...ntar isinya keluar...kamera gw yang dimakan...maklum...awam sih....udah lama banget bokap ga ngerawat.....cuman ditaro lemari....ya uda...besok ja...
mat_item
February 20, 2008, 10:19
Membuka keris yg bertuah dari warangkanya menurut aye ada salamnye buat goibnye biar ga kena sawannya tuh...menurut aye loh.
_______________________________
devilking
May 06, 2008, 10:08
Lanjutan....
Logam Keris
Dimulai dari atas terdapat ujung keris yang runcing, oleh empu biasa disebut dg kudhup (kuncup ). Pada kudhup ini adalah bagian yg paling rapuh, karena pd ujung ini mempunyai luas penampang yg relatif kecil jika dibandingkan dg luas penampang bagian yg lainnya.
Pada ujung ini biasanya kadar racun yg terdapat pada keris adalah yg paling tinggi jika dibandingkan dengan bagian yg lain. Mungkin secara sederhana jika dipikir secara logika, maka ujung keris adalah tempat yg pertama kali mengenai musuh dan sedikit goresan yg mengakibatkan luka, maka akan mengakibatkan sesuatu yg fatal.
Sepanjang punggung keris terdapat bagian yg tajam pada kedua sisi. Letakkan keris pada posisi berdiri dg salah satu ujung pada bawah (dekat gagang) pada posisi kanan ujung yg panjang dan runcing dan kiri ujung tumpul.
Ujung yg runcing dsb buntut (ekor). Sepanjang sisi tajam yg mengarah antara buntut hingga kudhup dsb wadhuk (perut).
Sedangkan pada bagian tajam yg satunya yg pada bagian dekat gagang yg lebih tumpul hingga khudup, biasa disebut jangga.
Punggung atau batang keris sendiri biasa disebut dg keris itu sendiri. Pada keris ini terdapat pamor sepanjang batang dan pada seluruh permukaan ( untuk keris yg telah berusia tua dan berkualitas ). Pada bawah keris sering terlihat seperti sebuah batang kecil melintang tepat dibawah keris dan berada diatas pesi
(batang keris yg biasanya digunakan untuk menancapkan keris dg gagangnya), jika terdapat batang kecil melintang biasa disebut ganja ( bukannya cimenk / narkoba ).
Batang keris akan menyatu tentunya dg gagang, maka dibutuhkan sebuah pasak atau paku yg dapat menyatukan antara keris dg gagang agar bisa terpegang dg aman. Dengan demikian maka diperlukan adanya ganja (batang yg digunakan untuk menancapkan keris pada gagang pegangan ).
Pamor Keris
Pamor adalah suatu bentuk lapisan yg terbentuk pada saat pengerjaan keris yg berulang2 dikenakan pemanasan pada tungku. Pada saat proses berlangsungnya pembuatan keris, maka keris dipanaskan beberapa kali agar dalam pembentukkannya dapat sesuai dg yg diinginkan. Hal inilah yg membuat pamor itu berbentuk seperti lapisan yg sangat banyak. Dari bentuk pamor, maka dapat dibedakan berdasarkan nama pamor, maka dapat dibedakan menjadi beberapa nama yg biasa kita temui. Contoh pamor, misalnya Pamor blarak sineret ini adalah pamor yg berbentuk seperti daun kelapa. Arti dari pamor ini adalah keris sesuai apabila dipegang oleh seorang yg memiliki posisi sbg pemimpin keluarga / masyarakat.
Halo Salam kenal buat semuanya, nama saya devilking saya ingin menanyakan tentang bagaimana cara mewarangi keris yang baik serta perbandingan antara air jeruk dan warangannya, mohon penjelasan dari para sepuh sekalian terima kasih
salam kenal.....
kang cendol
May 06, 2008, 12:55
Halo Salam kenal buat semuanya, nama saya devilking saya ingin menanyakan tentang bagaimana cara mewarangi keris yang baik serta perbandingan antara air jeruk dan warangannya, mohon penjelasan dari para sepuh sekalian terima kasih
salam kenal.....
Halo Salam kenal juga mas devilking.
Setahu saya mewarangi keris adalah proses peberian racun pada keris.
Sedangkan air jeruk merupakan salah-satu sarana biasanya untuk mencuci keris.
Berikut ini saya kutip dari ki_cancut.
thanx ya for attention
Warangan adalah proses pemberian racun pada keris yg melalui proses pembakaran dan biasanya berlangsung di bulan SURA. Pemberian racun pada keris semata-mata hanya bertujuan untuk menambah kemampuan fisik semata. Fisik dari keris jika terlalu sering diwarangi akan rapuh dan berbahaya. Racun yang biasanya digunakan untuk keris adalah berasal dari meteor, bangkai ular tanah, bangkai ular kobra, dan bangkai katak (kodok kerok).
Untuk pemberian racun adalah melalui proses sbb :
Keris dipisahkan dari gagang dan warangka. keris dipanaskan pada tungku api. Kemudian keris dimasukan kedalam bubuk racun pada kondisi panas dan dilakukan beberapa kali untuk menambah racun atau memperkuat racun tersebut. Pada saat keris berada dalam kondisi panas, maka jika dimasukkan pada bubuk racun, maka akan menyerap racun tsb hingga menyatu pada batang keris.
Konon warangan dilakukan pada senjata para pendekar dan para prajurit dalam menghadapi musuh agar pada saat bertempur, dg luka yg sedikit mampu menimbulkan efek yang mematikan. Pada saat terjadi perang perjuangan melawan Belanda, hal ini di rasa mampu mengimbangi kekuatan musuh yang pada saat itu berupa senjata api.
Warangan yg dilakukan pada keris jika terlalu banyak racun yg diberikan, maka akan menjadikan keris tersebut rapuh dan keropos. Bahkan jika kadar racun telah melewati batas kewajaran akan mengakibatkan udara sekitar tercemari oleh racun pada keris pada saat keris berada diluar kerangkannya.
Dampak yang bisa terjadi adalah keracunan ringan berupa pusing atau muntah2. Sehingga jika melakukan warangan, maka sang empu harus mengetahui berapa besar kadar racun yang sudah berada dalam keris dan selanjutnya menentukan akan diberikan lagi racun atau tidak.
Biasanya keris setelah dilakukan warangan, maka warna permukaan keris akan menjadi bersih dan berwarna metalik gelap ( logam putih ) dan pada permukaannya akan terlihat rongga2 yang sangat kecil.
Jadi hati2 kalau habis membuka keris terus dicium dapat berbahaya kena racunnya bukan karena jin atau penunggu tapi racun tersebut yang berbahaya juga.
_______________________
salam salom salim
Kang cendol..... ane mau tanya......
emang orang pinter bisa punya keris caranya gmn????
aku mau cerita ne.....
dari hari ke hari, ane ngerasa klo energi ane semakin bertambah..... padahal ane sekarang jarang latihanye...... karena sibuk kuliah...... koq bisa ya energi ane bertambah??? kata temen ane, ane katanya mau dapet keris..... senjata ghoib lah.... emg bisa yah?????? Sampe skrg pun msh kerasa banget ditubuh ane..... makin besar enegi ane........ ane pengen punya guru.......
kang cendol
May 08, 2008, 13:19
Kang cendol..... ane mau tanya......
emang orang pinter bisa punya keris caranya gmn????
aku mau cerita ne.....
dari hari ke hari, ane ngerasa klo energi ane semakin bertambah..... padahal ane sekarang jarang latihanye...... karena sibuk kuliah...... koq bisa ya energi ane bertambah??? kata temen ane, ane katanya mau dapet keris..... senjata ghoib lah.... emg bisa yah?????? Sampe skrg pun msh kerasa banget ditubuh ane..... makin besar enegi ane........ ane pengen punya guru.......
emang orang pinter bisa punya keris caranya gmn????>
caranya bisa di wariskan gurunya, diwariskan keluarganya, diwariskan leluhurnya, dan bisa dg cara 'tarik' dari suatu tempat.
aku mau cerita ne.....
dari hari ke hari, ane ngerasa klo energi ane semakin bertambah..... padahal ane sekarang jarang latihanye...... karena sibuk kuliah...... koq bisa ya energi ane bertambah??? kata temen ane, ane katanya mau dapet keris..... senjata ghoib lah.... emg bisa yah?????? Sampe skrg pun msh kerasa banget ditubuh ane..... makin besar enegi ane........ ane pengen punya guru......>
Hebat kok !!!
___________________
Makasih............. Trus Sarannya apa??????? Kasih kek saran terbaik........
mr_pepe
May 08, 2008, 14:41
Makasih............. Trus Sarannya apa??????? Kasih kek saran terbaik........
saya tahu sarannya PM saya saja ya
pisang_lempeng
May 08, 2008, 16:13
langsung aja deh,
gue mau tanya tentang keris ini:
namanya keris naga raja dan luk 13,
kalo ada yang tau tolong dong penjelasannya. thanks sebelumnya
Raden Mahesa
May 08, 2008, 16:24
hiks aku ndak ngerti dunia per-keris-an... kita tunggu rekan yg lain...
pisang_lempeng
May 08, 2008, 16:40
ho'oh juga nih ogut kaga ngarti, dapetnya sih lewat temen di pekalongan, kajen.
yang asli punya keris ini, dulu keluarganya orang terpandang deh di desa itu. pas cucu-nya mau masuk sekolah, yang punya keris nitip ke temen saya buat di jual.
pas saya lagi maen ke sana dari jakarta, temen nawarin keris tuh orang. yah udah saya beli aja sekedar iseng. dan saya nanyain rumah yang punya keris dimana, temen bilang naik keatas lagi (rumahnya di atas bukit). ngak jadi ketemu sih ama yang punya. jadi sejarahnya kaga tau deh.
keris empu gandring ada yang tau kah???????
@kang cendol.....
klo ngetik jangan pke tulisan gede gitu dong.... ane orangnya sensitiv bgt....... ane kira akang itu sinis ma ane...... maaf ya kang cendol........
@mr pepe
makasih mr...
kang cendol
May 09, 2008, 03:44
@kang cendol.....
klo ngetik jangan pke tulisan gede gitu dong.... ane orangnya sensitiv bgt....... ane kira akang itu sinis ma ane...... maaf ya kang cendol........
ga kok !!
___________
kang cendol
May 09, 2008, 04:35
ho'oh juga nih ogut kaga ngarti, dapetnya sih lewat temen di pekalongan, kajen.
yang asli punya keris ini, dulu keluarganya orang terpandang deh di desa itu. pas cucu-nya mau masuk sekolah, yang punya keris nitip ke temen saya buat di jual.
pas saya lagi maen ke sana dari jakarta, temen nawarin keris tuh orang. yah udah saya beli aja sekedar iseng. dan saya nanyain rumah yang punya keris dimana, temen bilang naik keatas lagi (rumahnya di atas bukit). ngak jadi ketemu sih ama yang punya. jadi sejarahnya kaga tau deh.
Kalo sepengetahuan saya jenis keris naga raja memang harus ber-luk 13.
apa yang hanya dari luknya yg berjumlah 13 saja, baru diberi nama keris naga raja atau dari pamor dan jumlah luk 13 juga baru bisa dinamakan keris 'naga raja', Saya kurang tahu ?
_____________________
Apa Itu Keris?
Sebelum membahas masalah keris dan budayanya, sebaiknya ditentukan dahulu batasan-batasan mengenai apa yang disebut keris. Hal ini perlu karena dalam masyarakat sering dijumpai pengertian yang keliru dan kerancuan mengenai apa yang disebut keris.Saya berpendapat, sebuah benda dapat digolongkan sebagai keris bilamana benda itu memenuhi kriteria berikut:
1. Keris harus terdiri dari dua bagian utama, yakni bagian bilah keris (termasuk pesi) dan bagian ganja. Bagian bilah dan pesi melambangkan ujud lingga, sedangkan bagian ganja melambangkan ujud yoni. Dalam falsafah Jawa, yang bisa dikatakan sama dengan falsafah Hindu, persatuan antara lingga dan yoni merupakan perlambang akan harapan atas kesuburan, keabadian (kelestarian), dan kekuatan.
2. Bilah keris harus selalu membuat sudut tertentu terhadap ganja. Bukan tegak lurus. Kedudukan bilah keris yang miring atau condong, ini adalah perlambang dari sifat orang Jawa, dan juga suku bangsa Indonesia lainnya, bahwa seseorang, apa pun pangkat dan kedudukannya, harus senantiasa tunduk dan hormat bukan saja pada Sang Pencipta, juga pada sesamanya. Ilmu padi, kata pepatah, makin berilmu seseorang, makin tunduklah orang itu.
3. Ukuran panjang bilah keris yang lazim adalah antara 33 - 38 cm. Beberapa keris luar Jawa bisa mencapai 58 cm, bahkan keris buatan Filipina Selatan, panjangnya ada yang mencapai 64 cm. Yang terpendek adalah keris Buda dan keris buatan Nyi Sombro Pajajaran, yakni hanya sekitar 16 - 18 cm saja.
Tetapi keris yang dibuat orang amat kecil dan pendek, misalnya hanya 12 cm, atau bahkan ada yang lebih kecil dari ukuran fullpen, tidak dapat digolongkan sebagai keris, melainkan semacam jimat berbentuk keris-kerisan.
4. Keris yang baik harus dibuat dan ditempa dari tiga macam logam,- minimal dua, yakni besi, baja dan bahan pamor. Pada keris-keris tua, semisal keris Buda, tidak menggunakan baja.
Dengan demikian, keris yang dibuat dari kuningan, seng, dan bahan logam lainnya, tidak dapat digolongkan sebagai keris. Begitu juga "keris" yang dibuat bukan dengan cara ditempa, melainkan dicor, atau yang dibuat dari guntingan drum bekas aspal tergolong bukan keris, melainkan hanya keris-kerisan.
Meskipun masih ada beberapa kriteria lain untuk bisa mengatakan sebuah benda adalah keris, empat ketentuan di atas itulah yang terpenting.
Keris Budaya Nusantara
Thailand, Filipina, Kamboja, dan Brunei Darussalam. Jadi, boleh dikatakan budaya keris dapat dijumpai di semua daerah bekas wilayah kekuasan dan wilayah yang dipengaruhi Kerajaan Majapahit. Itulah sebabnya beberapa ahli budaya menyebutkan, keris adalah budaya Nusantara.
Keris tertua dibuat di Pulau Jawa, diduga sekitar abad ke-6 atau ke-7. Di kalangan penggemarnya, keris buatan masa itu disebut keris Buda. Sesuai dengan kedudukannya sebagai sebuah karya awal sebuah budaya, bentuknya masih sederhana. Tetapi bahan besinya menurut ukuran zamannya, tergolong pilihan, dan cara pembuatannya diperkirakan tidak jauh berbeda dengan cara pembuatan keris yang kita kenal sekarang. Keris Buda hampir tidak berpamor. Seandainya ada pamor pada bilah keris itu, maka pamor itu selalu tergolong pamor tiban, yaitu pamor yang bentuk gambarannya tidak direncanakan oleh Sang Empu.
Sesuai dengan perkembangan budaya masyarakatnya, bentuk bilah keris juga mengikuti kemajuan zaman. Bentuk bilah yang semula relatif gemuk, pendek, dan tebal, secara berangsur menjadi menjadi lebih tipis, lebih langsing, lebih panjang, dan dengan sendirinya makin lama makin menjadi lebih indah.
Ricikan atau komponen keris yang semula hanya berupa gandik, pejetan, dan sogokan, dari zaman ke zaman bertambah menjadi aneka macam. Misalnya, kembang kacang, lambe gajah, jalen, jalu memet, lis-lisan, ada-ada, janur, greneng, tingil, pundak sategal, dan sebagainya.
Meskipun dari segi bentuk dan pemilihan bahan baku, keris selalui mengalami perkembangan, pola pokok cara pembuatannya hampir tidak pernah berubah. Pada dasarnya, pola pokok proses pembuatan keris: membersihkan logam bahan besi yang akan digunakan, mempersatukan besi dan pamor, dan kemudian memberinya bentuk sehingga disebut keris.
Pada zaman sekarang pembuatan keris masih tetap dilakukan secara tradisional di daerah Yogyakarta, Surakarta, Madura, Luwu (Sulawesi Tenggara), Taman Mini Indonesia Indah (Jakarta), Kelantan (Malaysia), dan Bandar Sri Begawan (Brunai Darussalam). Pembuatan keris masa kini masih tetap menggunakan kaidah-kaidah lama. Beberapa di antar para empu dan pandai keris itu bahkan masih tetap membaca mantera dan doa, serta melakukan puasa selama masa pembuatan kerisnya.
Karena budaya keris ini tersebar luas di seluruh Nusantara, Benda ini mempunyai banyak nama padanan. Di pulau Bali keris disebut kedutan. Di Sulawesi, selain menyebut keris, orang juga menamakannya selle atau tappi. Di Filipina, keris dinamakan sundang. Di beberapa daerah benda itu disebut kerih, karieh, atau kres. Demikian pula bagian-bagian kelengkapan keris juga banyak mempunyai padanan. Walaupun demikian bentuk keris buatan daerah mana pun masih tetap memiliki bentuk yang serupa. Dan, juga bentuk bagian-bagiannya pun tidak jauh berbeda.
Bukan Alat Pembunuh
Walaupun oleh sebagian peneliti dan penulis bangsa Barat keris digolongkan sebagai jenis senjata tikam, sebenarnya keris dibuat bukan semata-mata untuk membunuh. Keris lebih bersifat sebagai senjata dalam pengertian simbolik, senjata dalam artian spiritual. Untuk ‘sipat kandel,’ kata orang Jawa. Karenanya oleh sebagian orang keris juga dianggap memiliki kekuatan gaib.
Bagi yang percaya, keris tertentu dapat menambah keberanian dan rasa percaya diri seseorang, dalam hal ini pemilik keris itu. Keris juga dapat menghindarkan serangan wabah penyakit dan hama tanaman. Keris dapat pula menyingkirkan dan menangkal gangguan makhluk halus. Keris juga dipercaya dapat membantu pemiliknya memudahkan pemiliknya memudahkan mencari dipercaya dapat dimanfaatkan tuahnya, sehingga benda itu dianggap bisa memberikan bantuan keselamatan bagi pemilik dan orang-orang sekitarnya.
Memang ada keris-keris yang benar-benar digunakan untuk membunuh orang, misalnya keris yang pada zaman dulu dipakai oleh algojo keraton guna melaksanakan hukuman bagi terpidana mati. Begitu pula keris-keris yang dibuat untuk prajurit rendahan. Namun kegunaan keris sebagai alat pembunuh ini pun sifatnya seremonial dan khusus, misalnya Kanjeng Kyai Balabar milik Pangeran Puger. Pada abad ke-18 keris ber-dapur Pasopati itu digunakan oleh Sunan Amangkurat Amral untuk menghukum mati Trunojoyo di alun-alun Kartasura.
Keris adalah benda seni yang meliputi seni tempa, seni ukir, seni pahat, seni bentuk, serta seni perlambang,. Pembuatannya selalu disertai doa-doa tertentu, berbagai mantera, serta upacara dan sesaji khusus. Doa pertama seorang empu ketika akam mulai menempa keris adalah memohon kepada Yang Maha Kuasa, agar keris buatannya tidak akan mencelakakan pemiliknya maupun orang lain. Doa-doa itu juga diikuti dengan tapa brata dan lelaku, antara lain tidak tidur, tidak makan, tidak menyentuh lawan jenis pada saat-saat tertentu.
Bahan baku pembuatan keris adalah besi, baja, dan bahan pamor. Bahan pamor ini ada empat macam.
Pertama, batu meteorit atau batu bintang yang mengandung unsur titanium. Bahan pamor yang kedua adalah nikel. Sedangkan bahan pamor lainnya adalah senyawa besi yang digunakan sebagai bahan pokok. Biasanya, pamor jenis ketiga ini adalah besi yang yang disebut pamor Luwu. Sedangkan bahan yang keempat adalah senyawa besi dari daerah lain, yang bila dicampurkan pada bahan besi dari daerah tertentu akan menimbulkan nuansa warna serta pemanpilan yang berbeda.
Besi dan pamor ditempa berulang-ulang lalu dibuat berlapis-lapis. Pada zaman ini, umumnya paling sedikit 64 lapisan. Untuk pembuatan keris berkualitas sederhana diperlukan lapisan sebanyak 128 buah. Sedangkan yang kualitas baik harus dibuat lebih 2.000 lapisan. Baru setelah itu, untuk mendapat ketajamanan yang baik, disisipkan lapisan baja di tengahnya.
Segala benda yang tipis akan menjadi jauh lebih kuat bilamana benda itu dibuat berlapis-lapis. Teori ini sudah dikenal oleh nenek moyang kita sejak berabad-abad yang lampau. Mereka menemukan teori ini, dan mempraktikkannya, sekitar 7 atau 8 abad sebelum teknologi pembuatan tripleks atau kayu lapis (plywood) ditemukan dan diproduksi orang Barat pada awal abad ke-16.
Pemilihan akan batu meteorit yang mengandung unsur titanium, juga merupakan penemuan nenek moyang kita yang mengagumkan. Karena titanium ternyata memiliki banyak keunggulan dibandingkan jenis unsur logam lainnya. Unsur titanium itu keras, kuat, ringan, tahan panas, dan juga tahan karat. Dalam peradaban modern sekarang, titanium dimanfaatkan orang untuk membuat pelapis hidung pesawat angkasa luar, serta ujung roket dan peluru kendali antar benua.
kang cendol
May 09, 2008, 04:41
Ayoex keren deh ! :bravo:
_____________
Kaitannya dengan Budaya Lain
Selain berfungsi sebagai senjata, baik secara fisik maupun secara spiritual, keris juga merupakan salah satu kelengkapan pakaian adat -- baik di Pulau Jawa, maupun di pulau-pulau lain di luar Jawa. Selin itu masih ada beberapa fungsi keris lainnya, dalam budaya Indonesia, dan juga budaya Malaysia, Brunai, serta Thailand Selatan. Pada masa silam keris dapat berfungsi sebagai benda upacara, sebagai tanda ikatan keluarga atau dinasti, sebagai atribut suatu jabatan tertentu, sebagai lambang kekuasaan tertentu, dan sebagai wakil atau utusan pribadi pemiliknya. Pada zaman dulu, seorang utusan raja baru dipandang sah bilamana ia membawa serta salah satu keris milik raja yang mengutusnya. Bilamana seorang pegawai kerajaan (abdidalem) menduduki jabatan tertentu, pada upacara wisuda ia akan mendapat sebilah keris jabatan dari atasannya. Sampai kini, di kerajaan Brunei Darussalam, tradisi semacam itu masih tetap dilestarikan.
Dulu, kekuasaan seorang raja baru akan dipandang sah oleh rakyatnya manakala raja mengenakan salah satu keris pusaka kerajaan pada saat penobatan. Di Pulau Jawa, terutama pada masyarakat suku bangsa Jawa di Jawa Tengah dan sebagian Jawa Timur, kalau pengantin pria berhalangan hadir pada upacara pernikahan, ia boleh mewakilkan dirinya dengan sebilah keris miliknya. Jadi, keris itulah yang akan dipersandingkan dengan pengantin putri di pelaminan. Adat yang demikian juga ada di pada masyarakat Bali. Di Sumatra Barat seorang pemuda yang hendak berangkat merantau biasanya dibekali sebilah keris oleh orang tuanya, sebagai perwujudan ikatan keluarga dan doa restu orang tua.
Dari berbagai prasasti yang ditemukan di Pulau Jawa diketahui bahwa keris pernah juga menjadi salah satu kelengkapan sesaji pada upacara keagamaan pada waktu itu. Bahkan di desa-desa tertentu di Pulau Jawa, pada akhir masa penjajahan Belanda, untuk melaksanakan upacara bersih desa masih pula disertakan sebilah keris kecil yang disebut keris sajen. Bersih desa adalah suatu upacara selamatan tradisional untuk memohon pada Yang Maha Kuasa agar warga desa, termasuk sawah ladangnya, terhindar dari gangguan penyakit dan hama tanaman, terlindung dari ancaman berbagai bencana alam. Upacara ini juga dimaksudkan untuk memperbaharui semacam kesepakatan atau agreement dengan makhluk halus penghuni desa itu (Sing Mbahureksa - Bhs. Jawa) untuk tidak saling mengganggu dengan penduduk desa. Keris sajen adalah keris kecil yang dibuat amat sederhana. Keris ini dalam berbagai buku yang ditulis orang Barat disebut sebagai keris Majapahit.
Jadi, penyebutan keris kecil yang sederhana itu sebagai keris Majapahit oleh sebagian orang Barat adalah salah!
Yang benar adalah keris sajen. Atau, keris sesaji.
Memang, budaya keris amat erat kaitannya dengan berbagai budaya lain dalam masyarakat berbagai suku bangsa di Indonesia.
Budaya Asli Indonesia
Keris adalah budaya asli Indonesia. Walaupun pada abad ke-14, nenek moyang bangsa Indonesia pada umumnya beragama Hindu dan Budha, tidak pernah ditemukan bukti bahwa budaya keris berasal dari India atau negara lain. Tidak pula ditemukan bukti adanya kaitan langsung antara senjata tradisional itu dengan kedua agama itu. Jika pada beberapa candi di Pulau Jawa ditemui adanya gambar timbul (relief) yang menggambarkan adanya senjata yang berbentuk keris,maka pada candi yang ada di India atau negara lain, bentuk senjata semacam ini tidak pernah ada.
Bahkan senjata yang berpamor, tidak pernah ada dalam sejarah India. Bentuk senjata yang menyerupai keris pun tidak pernah dijumpai di negeri itu. Dalam kitab Mahabarata dan Ramayana yang ditulis pujangga India, tidak ditemukan satu pun senjata yang bernama keris. Jenis senjata yang ada dalam buku epos agama Hindu itu adalah gendewa dan panahnya, gada, pedang, dan cakra. Tetapi tidak keris! Keris baru dijumpai setelah kedua cerita itu diadaptasi oleh orang Jawa dan menjadi cerita wayang!
Beberapa buku yang ditulis orang Barat menyebutkan bahwa di Persia (kini Iran) dulu juga pernah ada pembuatan senjata berpamor yang serupa dengan keris yang ada di Indonesia. Ini pun keliru!
Beberapa jenis senjata kuno buatan Persia memang dihiasi dengan semacam lukisan atau kaligrafi pada permukaan bilahnya. Namun penerapan teknik hiasan itu beda benar dengan pamor. Teknik menghias gambar pada permukaan yang dilakukan bilah senjata yang dilakukan di Iran adalah dengan menggores permukaan bilah itu sehingga timbul alur, kemudian ke dalam alur goresan itu dibenamkan (dijejalkan) kepingan tipis logam emas atau kuningan.
Jadi, teknik hias yang digunakan orang Iran adalah teknik inlay, yang oleh orang Jawa disebut sinarasah. Tetapi hiasan sinarasah itu sama sekali bukan pamor, melainkan hanya merupakan hiasan tambahan atau susulan. Sedangkan pamor adalah hiasan yang terjadi karena adanya lapisan-lapisan dari dua (atau lebih) jenis logam yang berbeda nuansa warna dan penampilannya, yaitu besi, baja, serta bahan pamor. Besinya berwarna kehitaman, bajanya agak abu-abu, sedangkan pamornya cemerlang keperakan. Padahal semua senjata buatan Iran, praktis hanya terbuat dari satu macam logam, yakni baja melulu.
Memang teknik pembuatan pamor pada bilah keris agak serupa dengan teknik pembuatan baja Damaskus. Pedang Damaskus atau baja Damaskus juga terbuat dari paduan dua logam yang mempunyai nuansa beda. Pedang itu pun menampilkan gambaran semacam pamor pada permukaan bilahnya.
Tetapi meskipun teknik pembuatannya hampir sama, niat dan tujuan pembuatan kedua benda itu jauh berbeda. Pedang Damaskus dibuat dengan tujuan utama membunuh lawan, senantiasa diasah tajam. Sedangkan keris dibuat untuk benda pusaka, untuk mendapat kepercayaan diri (sipat kandel - Bhs. Jawa), diharapkan manfaat gaibnya, serta tidak pernah diasah setelah keris itu jadi.
Di Indonesia, keris yang baik pada umumnya selain berpamor juga diberi hiasan tambahan dari emas, perak, dan juga permata. Hiasan ini dibuat untuk memuliakan keris itu, atau sebagai penghargaan Si Pemilik terhadap kerisnya. Pemberian emas dapat juga sebagai anugrah dari raja atas penghargaan terhadap jasa Si Pemilik keris itu.
Hiasan yang dinilai paling tinggi derajatnya adalah bilamana sebilah keris diberi kinatah atau tinatah. Permukaan bilah keris dipahat dan diukir denga motif tertentu sehingga membentuk gambar timbul (relief) dan kemudian dilapisi dengan emas. Terkadang, di sela-sela motif hiasan berlapis emas itu masih ditambah lagi dengan intan atau berlian.
Jika hiasan kinatah itu menutup sepertiga bagian panjang bilah atau lebih, disebut kinatah kamarogan.
Jenis motif kinatah juga banyak ragamnya. Yang paling terkenal adalah, pada bilah keris adalah kinatah lung-lungan, dan pada ganja kinatah gajah singa.
Hiasan sinarasah emas seperti yang dilakukan orang Persia kuno, tergolong lebih sederhana dibandingkan dengan kinatah. Teknik sinarasah, selain digunakan untuk menghias permukaan bilah, juga sering digunakan untuk membuat motif rajah. Yaitu gambaran yang dianggap memiliki pengaruh gaib. Misalnya rajah Kalacakra, rajah Bintang Soleman, dll.
Ditinjau dari cara dan niat pembuatannya keris dapat dibagi atas dua golongan besar. Yaitu yang disebut keris ageman, yang hanya mementingkan keindahan lahiriah (eksoteri) keris itu. Golongan dua adalah keris tayuhan, yang lebih mementingkan tuah atau kekuatan gaibnya (isoteri atau esoteri).
Ditinjau dari bentuk dan kelengkapan bagian-bagiannya, keris terbagi atas 240 dapur keris. Dari jumlah yang ratusan itu, secara umum dapat dibagi atas dua golongan besar, yaitu keris yang lurus dan yang berkelok-kelok bilahnya. Yang berkelok-kelok bilahnya itu disebut keris luk. Jumlah kelokan atau luknya, mulai dari tiga sampai dengan 13. Keris yang luknya lebih dari 13, dianggap sebagai keris yang tidak normal (tetapi bukan berarti tidak baik), dan disebut keris Kalawija. Sedangkan motif hiasan pamor pada bilahnya, lebih dari 150 ragam pamor.
Keris yang dibuat dalam lingkungan keraton oleh para empu keraton, umumnya diberi gelar Kyai, Kanjeng Kyai, dan Kanjeng Kyai Ageng, Selain gelar, keris juga diberi nama. Gelar dan nama keris itu tercatat dan disimpan dalam arsip keraton. Sedangkan keris milik keraton biasanya disimpan dalam ruangan khususyang disebut Gedong Pusaka.
Keris-keris yang terkenal dan disebut-sebut dalam legenda atau cerita rakyat, yang paling terkenal adalah keris Empu Gandring pada zaman Kerajaan Singasari. Keris itu konon dibuat oleh Empu Gandring atas pesanan Ken Arok untuk membunuh Tunggul Ametung, penguasa Tumapel. Keris terkenal lainnya adalah Kanjeng Kyai Ageng Sengkelat, pusaka Keraton Majapahit yang konon pernah dicuri oleh Adipati Blambangan. Ada lagi keris Kyai Setan Kober yang dipakai oleh Arya Penangsang, sewaktu berperang melawan Danang Sutawijaya, pada awal berdirinya kerajaan Pajang.
Sedangkan di pantai timur Sumatra dan Semenanjung Malaya, yang terkenal adalah keris Si Ginje.
B]Cara Memakai [/B]
Cara mengenakan keris sewaktu seseorang memakai pakaian adat, berbeda antara daerah yang satu dengan daerah yang lainnya. Selain itu dalam satu daerah, kadang-kadang cara pemakaian itu juga berbeda antara lapisan masyarakat yang satu dengan lainnya, tergantung pada tingkat sosialnya. Dan itu pun harus disesuaikan, pada situasi apa keris itu akan dikenakan. Mengenai tata cara mengenakan keris ini pada setiap daerah, setiap suku bangsa, memang ada aturannya, ada etikanya.
Di Pulau Jawa, misalnya, cara mengenakan keris pada suatu pesta, tidak sama dengan kalau keris itu dikenakan untuk menghadiri suatu acara kematian dan penguburan.
Di Pulau Jawa pada umumnya keris dikenakan orang dengan cara menyelipkannya di antara stagen sejenis ikat pinggang, di pinggang bagian belakang. Yang paling umum, keris itu diselipkan miring ke arah tangan kanan, namun pada situasi yang lain, lain pula posisi keris itu. Umpamanya, pada situasi perang, kalau yang mengenakan keris itu seorang ulama - keris akan diselipkan di bagian dada, miring ke arah tangan kanan. Misalnya seperti yang dikenakan oleh Pangeran Diponegoro pada gambar-gambar yang dapat kita lihat di buku sejarah.
Di Pulau Bali keris dikenakan dengan cara menyelipkannya pada lipatan kain, di punggung dengan posisi tegak atau miring ke kanan. Tetapi pada situasi yang khusus, cara pemakaiannya juga lain lagi.
Di daerah Minangkabau, Bangkinang, bengkulu, Palembang, Riau, Malaysia, Brunai Darussalam, Pontianak, Sambas, Kutai, Tenggarong, Banjar, Bugis, Goa, Makassar, Luwu, dll, keris biasanya dikenakan dengan cara menyelipkannya pada lipatan kain sarung, di bagian dada atau perut Si Pemakai, dengan kedudukan serong ke arah tangan kanan.
Pada sebagian suku bangsa di Indonesia, mengenakan pakaian adat tanpa keris adalah sesuatu yang aneh, janggal, tidak masuk akal. Barangkali seperti melihat orang Eropa mengenakan jas dan dasi tetapi tanpa sepatu.
Perjodohan
Sebagai benda antik yang banyak penggemarnya, nilai sebilah keris selain ditentukan oleh keindahannya, mutu, dan jenis bahan bakunya, juga oleh umurnya. Pada umumnya, makin tua keris itu, senjata pusaka itu akan makin dihargai. Namun penilaian terhadap mutu sebilah keris bukan hanya berdasar umur, juga keutuhan, serta beberapa faktor lainnya.
Para penggemar keris pada umumnya mempunyai pedoman umum dalam menilai sebuah keris. Pedoman itu adalah tangguh, sepuh, dan wutuh. Yang dimaksudkan adalah, perkiraan asal pembuatan keris itu (tangguh), relatif sudah tua (sepuh), dan belum ada cacat, gripis, aus, atau lepas salah satu bagiannya (wutuh). Selain itu ada pula penggemar keris yang menambah tiga kriteria di atas dengan memperhatikan bahan besinya, bahan pamornya, keindahan bentuknya, serta kebenaran pakem pembuatannya dan wibawa atau pengaruh yang terpancar dari bilah keris itu.
Di beberapa kota di Pulau Jawa ada perhimpunan penggemar dan pecinta tosan aji, terutama keris. Di Surakarta, namanya Boworoso Tosan Aji, setelah itu ada Boworoso Panitikadga. Di Yogyakarta dan Jakarta ada Pametri Wiji, singkatan dari Paheman Memetri Wesi Aji. Kemudian pada tahun 1990, di Jakarta, ada lagi Damartaji, singkatan Persaudaraan Penggemar Tosan Aji. Secara berkala, para pecinta tosan aji dan keris itu mengadakan sarasehan dan diskusi untuk membahas budaya keris dari berbagai segi.
Jual beli dalam dunia perkerisan biasanya diistilahkan dengan perjodohan. Sedangkan harganya, pada umumnya disebut mas kawin. Bilamana sebilah keris diberikan kepada seseorang tanpa mas kawin, Si Penerima keris itu harus memberikan petukan atau jemputan kepada Si Pemberi. Di Malaysia dan Brunai Darussalam, tradisi yang demikian disebut mahar atau imbal, sedangkan di Riau dan Kalimantan Barat juga menggunakan istilah jemputan.
Istilah perjodohan dalam dunia perkerisan timbul karena anggapan sebagian besar pecinta keris bahwa tidak sembarang keris dapat cocok dengan seseorang. Keris yang dianggap sesuai dan cocok bagi Si A, mungkin tidak cocok dipakai oleh si B. Keris yang cocok dan sesuai tuah atau isoterinya, disebut jodoh. Sedangkan istilah mas kawin, timbul karena anggapan bahwa istilah jual beli terlalu rendah dan kasar bila digunakan untuk menyebut adanya transaksi pada sebilah keris. Jadi, jika seseorang akan menanyakan berapa harga sebilah keris, maka ia harus berkata: "Boleh saya tahu berapa mas kawinnya?".
Bahkan, dulu bilamana seseorang menginginkan keris milik orang lain, ia bukan menyatakan hasratnya ingin membeli, melainkan mengatakan ingin melamar keris itu. "Jika diperkenankan, saya ingin melamar keris bapak yang ber-dapur Jalak Sangu Tumpeng dan berpamor Wos Wutah itu..."
Itu semua dilakukan oleh orang yang hidup pada masa dulu, yakni nenek moyang kita, sebagai suatu etika, pengakuan dan penghargaan masyarakat atas tingginya kedudukan di mata masyarakat itu sendiri.
Siraman Pusaka
Khususnya di Pulau Jawa, ada tradisi memandikan atau mencuci dan mewarangi keris setahun sekali, pada saat-saat tertentu. Di Keraton Surakarta, baik Keraton Kasunanan maupun Keraton Mangkunegaran tradisi mencuci keris itu disebut Siraman Pusaka, diselenggarakan pada setiap bulan Sura menurut kalender Jawa, atau Muharam menurut sebutan kalender Hijrah. Begitu pula di Yogyakarta, baik Keraton Kasultanan maupun Keraton Pakualaman.
Tradisi itu kemudian ditiru oleh orang-orang di luar keraton, baik di Jawa Tengah, maupun di Jawa Timur. Mereka pun membersihkan kerisnya pada bulan Sura setiap tahun. Tetapi di beberapa daerah lain, tradisi membersihkan keris ini ada yang dilakukan pada bulan Maulud menurut kalender Hijrah.
Sebenarnya, tradisi tahunan semacam itu tidak selalu menguntungkan. Dengan mencuci, membersihkan, dan mewarangi keris setiap tahun, bilah keris akan cepat aus. Seharusnya, keris yang masih terawat baik tidak harus disirami setiap tahun, karena air jeruk yang digunakan sebagai pembersih pada hakekatnya juga melarutkan sebagian besi di permukaan keris itu. Sebilah keris yang terawat dengan baik, cukup dibersihkan dan diwarangi tiga atau empat tahun sekali.
Asal Usul Keris
Keris dan tosan aji serta senjata tradisional lainnya menjadi khasanah budaya Indonesia, tentunya setelah nenek moyang kita mengenal besi. Berbagai bangunan candi batu yang dibangun pada zaman sebelum abad ke-10 membuktikan bahwa bangsa Indonesia pada waktu itu telah mengenal peralatan besi yang cukup bagus, sehingga mereka dapat menciptakan karya seni pahat yang bernilai tinggi. Namun apakah ketika itu bangsa Indonesia mengenal budaya keris sebagaimana yang kita kenal sekarang, para ahli baru dapat meraba-raba.
Gambar timbul (relief) paling kuno yang memperlihatkan peralatan besi terdapat pada prasasti batu yang ditemukan di Desa Dakuwu, di daerah Grabag, Magelang, Jawa Tengah. Melihat bentuk tulisannya, diperkirakan prasasti tersebut dibuat pada sekitar tahun 500 Masehi. Huruf yang digunakan, huruf Pallawa. Bahasa yang dipakai adalah bahasa Sanskerta.
Prasasti itu menyebutkan tentang adanya sebuah mata air yang bersih dan jernih. Di atas tulisan prasasti itu ada beberapa gambar, di antaranya: trisula, kapak, sabit kudi, dan belati atau pisau yang bentuknya amat mirip dengan keris buatan Nyi Sombro, seorang empu wanita dari zaman Pajajaran. Ada pula terlukis kendi, kalasangka, dan bunga teratai.
Kendi, dalam filosofi Jawa Kuno adalah lambang ilmu pengetahuan, kalasangka melambangkan keabadian, sedangkan bunga teratai lambang harmoni dengan alam.
Udah ah...... nunggu komen............ qiqiqiqiqiqiqiqiqiiqiqqiqiiqiqiqi
Lihat postingan saya di thread Mengenal Nuansa Mistik Keris..........
disitu saya jelaskan banyak tentang keris........
oya sumbernya : www.geocities.com/javakeris/kerisologi.htm
vj.byubyu
May 09, 2008, 08:20
itu baru post yg berbobot...
mangtaf dah...:bravo:
Gue balik lageee ne......
@kang cendol
hehehehehehe...... gue keren yah???????? Hihihihihihihih akhirnya ada yang bilang gue keren........ hihihihihihih
@vj.byubyu
mantap juga!!!!!
eh, thread tanya tentang keris digabung disini yah?????? baru sadar.......
pisang_lempeng
May 09, 2008, 13:17
Kalo sepengetahuan saya jenis keris naga raja memang harus ber-luk 13.
apa yang hanya dari luknya yg berjumlah 13 saja, baru diberi nama keris naga raja atau dari pamor dan jumlah luk 13 juga baru bisa dinamakan keris 'naga raja', Saya kurang tahu ?
_____________________
salam kenal kang cendol,
kalo keris naga raja harus luk 13, ogut kurang paham deh, tapi yang ogut baca di koran (lupa nama korannya) yang membedakan naga raja sama naga sasra, naga raja ada mahkotanya dan naga sasra ngak ada.
tapi kalo kata temen yang di pekalongan, naga raja ada yang luk 7 dan 11 tergantung empunya. ini kata temen, ogut juga ngak pernah liat.
kang cendol
May 10, 2008, 05:41
salam kenal kang cendol,
kalo keris naga raja harus luk 13, ogut kurang paham deh, tapi yang ogut baca di koran (lupa nama korannya) yang membedakan naga raja sama naga sasra, naga raja ada mahkotanya dan naga sasra ngak ada.
tapi kalo kata temen yang di pekalongan, naga raja ada yang luk 7 dan 11 tergantung empunya. ini kata temen, ogut juga ngak pernah liat.
salam kenal juga mas, terimakasih loh, aku juga baru tahu tentang keris naga raja ada mahkotanya dan naga sasra tidak ada [thanks].
hayo yang lain di tunggu keris-kerisnya yang lempeng..xixixixixi :maaf:
____________________________
@pisang_lempeng
Keris naga raja itu tidak hanya ber luk 13. Dan yang mempunyai keris luk 13 bukan sembarang orang....... Mungkin dia orang pinter....
PM saya aj.... semoga saya bisa bantu
klik disini.............. kalo mao liat......
http://alamshah.fotopic.net/c1031827.html
(udh ada yg ngasih post kyk gni blm yah?)
KERIS JAWA
Keris dikalangan masyarakat di jawa dilambangkan sebagai symbol “ Kejantanan “ dan terkadang apabila karena suatu sebab pengantin prianya berhalangan hadir dalam upacara temu pengantin, maka ia diwakili sebilah keris. Keris merupakan lambang pusaka. Di kalender masyarakat jawa mengirabkan pusaka unggulan keraton merupakan kepercayaan terbesar pada hari satu sura.
Keris pusaka atau tombak pusaka merupakan unggulan itu keampuhannya bukan saja karena dibuat dari unsure besi baja, besi, nikel, bahkan dicampur dengan unsure batu meteorid yang jatuh dari angkasa sehingga kokoh kuat, tetapi cara pembuatannya disertai dengan iringan doa kepada sang maha pencipta alam ( Allah SWT ) dengan duatu apaya spiritual oleh sang empu. Sehingga kekuatan spiritual sang maha pencipta alam itu pun dipercayai orang sebagai kekuatan magis atau mengandung tuah sehingga dapat mempengaruhi pihak lawan menjadi ketakutan kepada pemakai senjata pusaka itu.
Keris dalam bahasa Bugis disebut Tappi adalah sejenis senjata tikam khas yang berasal dari Indonesia, atau mungkin lebih tepat Nusantara. Berdasarkan dokumen-dokumen purbakala, keris dalam bentuk awal telah digunakan sejak abad ke-9. Kuat kemungkinannya bahwa keris telah digunakan sebelum masa tersebut.
Penggunaan keris sendiri tersebar di masyarakat rumpun Melayu. Pada masa sekarang, keris umum dikenal di daerah Indonesia (terutama di daerah Jawa, Madura, Bali/Lombok, Sumatra, sebagian Kalimantan, serta sebagian Sulawesi), Malaysia, Brunei, Thailand, dan Filipina (khususnya di daerah Mindanao). Di Mindanao, bentuk senjata yang juga disebut keris tidak banyak memiliki kemiripan meskipun juga merupakan senjata tikam.
Keris memiliki berbagai macam bentuk, misalnya ada yang bilahnya berkelok-kelok (selalu berbilang ganjil) dan ada pula yang berbilah lurus. Orang Jawa menganggap perbedaan bentuk ini memiliki efek esoteri yang berbeda.
Selain digunakan sebagai senjata, keris juga sering dianggap memiliki kekuatan supranatural. Senjata ini sering disebut-sebut dalam berbagai legenda tradisional, seperti keris Mpu Gandring dalam legenda Ken Arok dan Ken Dedes.
Tata cara penggunaan keris berbeda-beda di masing-masing daerah. Di daerah Jawa dan Sunda misalnya, keris ditempatkan di pinggang bagian belakang pada masa damai tetapi ditempatkan di depan pada masa perang. Sementara itu, di Sumatra, Malaysia, Brunei dan Filipina, keris ditempatkan di depan.
Selain keris, masih terdapat sejumlah senjata tikam lain di wilayah Nusantara, seperti rencong dari Aceh, badik dari Sulawesi serta kujang dari Jawa Barat. Keris dibedakan dari senjata tikam lain terutama dari bilahnya. Bilah keris tidak dibuat dari logam tunggal yang dicor tetapi merupakan campuran berbagai logam yang berlapis-lapis. Akibat teknik pembuatan ini, keris memiliki kekhasan berupa pamor pada bilahnya.
Bagian-bagian keris
Beberapa istilah di bagian ini diambil dari tradisi Jawa, semata karena rujukan yang tersedia.
Sebagian ahli tosan aji mengelompokkan keris sebagai senjata tikam, sehingga bagian utama dari sebilah keris adalah wilah (bilah) atau bahasa awamnya adalah seperti mata pisau. Tetapi karena keris mempunyai kelengkapan lainnya, yaitu warangka (sarung) dan bagian pegangan keris atau ukiran, maka kesatuan terhadap seluruh kelengkapannya disebut keris.
Pegangan keris
Pegangan keris (bahasa Jawa: gaman) ini bermacam-macam motifnya, untuk keris Bali ada yang bentuknya menyerupai patung dewa, patung pedande, patung raksaka, patung penari , pertapa, hutan ,dan ada yang diukir dengan kinatah emas dan batu mulia.
Pegangan keris Sulawesi menggambarkan burung laut. Hal itu sebagai perlambang terhadap sebagian profesi masyarakat Sulawesi yang merupakan pelaut, sedangkan burung adalah lambang dunia atas keselamatan. Seperti juga motif kepala burung yang digunakan pada keris Riau Lingga, dan untuk daerah-daerah lainnya sebagai pusat pengembangan tosan aji seperti Aceh, Bangkinang (Riau) , Palembang, Sambas, Kutai, Bugis, Luwu, Jawa, Madura dan Sulu, keris mempunyai ukiran dan perlambang yang berbeda. Selain itu, materi yang dipergunakan pun berasal dari aneka bahan seperti gading, tulang, logam, dan yang paling banyak yaitu kayu.
Untuk pegangan keris Jawa, secara garis besar terdiri dari sirah wingking ( kepala bagian belakang ) , jiling, cigir, cetek, bathuk (kepala bagian depan) ,weteng dan bungkul.
Warangka atau sarung keris
Warangka, atau sarung keris, adalah komponen keris yang mempunyai fungsi tertentu, khususnya dalam kehidupan sosial masyarakat Jawa, paling tidak karena bagian inilah yang terlihat secara langsung. Warangka yang mula-mula dibuat dari kayu (yang umum adalah jati, cendana, timoho, dan kemuning). Sejalan dengan perkembangan zaman terjadi penambahan fungsi wrangka sebagai pencerminan status sosial bagi penggunanya. Bagian atasnya atau ladrang-gayaman sering diganti dengan gading.
Secara garis besar terdapat dua bentuk warangka, yaitu jenis warangka ladrang yang terdiri dari bagian-bagian : angkup, lata, janggut, gandek, godong (berbentuk seperti daun), gandar, ri serta cangkring. Dan jenis lainnya adalah jenis wrangka gayaman (gandon) yang bagian-bagiannya hampir sama dengan wrangka ladrang tetapi tidak terdapat angkup, godong, dan gandek.
Aturan pemakaian bentuk wrangka ini sudah ditentukan, walaupun tidak mutlak. Wrangka ladrang dipakai untuk upacara resmi , misalkan menghadap raja, acara resmi keraton lainnya (penobatan, pengangkatan pejabat kerajaan, perkawinan, dll) dengan maksud penghormatan. Tata cara penggunaannya adalah dengan menyelipkan gandar keris di lipatan sabuk (stagen) pada pinggang bagian belakang (termasuk sebagai pertimbangan untuk keselamatan raja ). Sedangkan wrangka gayaman dipakai untuk keperluan harian, dan keris ditempatkan pada bagian depan (dekat pinggang) ataupun di belakang (pinggang belakang).
Dalam perang, yang digunakan adalah keris wrangka gayaman , pertimbangannya adalah dari sisi praktis dan ringkas, karena wrangka gayaman lebih memungkinkan cepat dan mudah bergerak, karena bentuknya lebih sederhana.
Ladrang dan gayaman merupakan pola-bentuk wrangka, dan bagian utama menurut fungsi wrangka adalah bagian bawah yang berbentuk panjang ( sepanjang wilah keris ) yang disebut gandar atau antupan ,maka fungsi gandar adalah untuk membungkus wilah (bilah) dan biasanya terbuat dari kayu ( dipertimbangkan untuk tidak merusak wilah yang berbahan logam campuran ) .
Karena fungsi gandar untuk membungkus , sehingga fungsi keindahannya tidak diutamakan, maka untuk memperindahnya akan dilapisi seperti selongsong-silinder yang disebut pendok . Bagian pendok ( lapisan selongsong ) inilah yang biasanya diukir sangat indah , dibuat dari logam kuningan, suasa ( campuran tembaga emas ) , perak, emas . Untuk daerah diluar Jawa ( kalangan raja-raja Bugis , Goa, Palembang, Riau, Bali ) pendoknya terbuat dari emas , disertai dengan tambahan hiasan seperti sulaman tali dari emas dan bunga yang bertaburkan intan berlian.
Untuk keris Jawa , menurut bentuknya pendok ada tiga macam, yaitu (1) pendok bunton berbentuk selongsong pipih tanpa belahan pada sisinya , (2) pendok blewah (blengah) terbelah memanjang sampai pada salah satu ujungnya sehingga bagian gandar akan terlihat , serta (3) pendok topengan yang belahannya hanya terletak di tengah . Apabila dilihat dari hiasannya, pendok ada dua macam yaitu pendok berukir dan pendok polos (tanpa ukiran).
Wilah
Wilah atau wilahan adalah bagian utama dari sebuah keris, dan juga terdiri dari bagian-bagian tertentu yang tidak sama untuk setiap wilahan, yang biasanya disebut dapur, atau penamaan ragam bentuk pada wilah-bilah (ada puluhan bentuk dapur). Sebagai contoh, bisa disebutkan dapur jangkung mayang, jaka lola , pinarak, jamang murub, bungkul , kebo tedan, pudak sitegal, dll.
Pada pangkal wilahan terdapat pesi , yang merupakan ujung bawah sebilah keris atau tangkai keris. Bagian inilah yang masuk ke pegangan keris ( ukiran) . Pesi ini panjangnya antara 5 cm sampai 7 cm, dengan penampang sekitar 5 mm sampai 10 mm, bentuknya bulat panjang seperti pensil. Di daerah Jawa Timur disebut paksi, di Riau disebut puting, sedangkan untuk daerah Serawak, Brunei dan Malaysia disebut punting.
Pada pangkal (dasar keris) atau bagian bawah dari sebilah keris disebut ganja (untuk daerah semenanjung Melayu menyebutnya aring). Di tengahnya terdapat lubang pesi (bulat) persis untuk memasukkan pesi, sehingga bagian wilah dan ganja tidak terpisahkan. Pengamat budaya tosan aji mengatakan bahwa kesatuan itu melambangkan kesatuan lingga dan yoni, dimana ganja mewakili lambang yoni sedangkan pesi melambangkan lingganya. Ganja ini sepintas berbentuk cecak, bagian depannya disebut sirah cecak, bagian lehernya disebut gulu meled , bagian perut disebut wetengan dan ekornya disebut sebit ron. Ragam bentuk ganja ada bermacam-macam, wilut , dungkul , kelap lintah dan sebit rontal.
Luk, adalah bagian yang berkelok dari wilah-bilah keris, dan dilihat dari bentuknya keris dapat dibagi dua golongan besar, yaitu keris yang lurus dan keris yang bilahnya berkelok-kelok atau luk. Salah satu cara sederhana menghitung luk pada bilah , dimulai dari pangkal keris ke arah ujung keris, dihitung dari sisi cembung dan dilakukan pada kedua sisi seberang-menyeberang (kanan-kiri), maka bilangan terakhir adalah banyaknya luk pada wilah-bilah dan jumlahnya selalu gasal ( ganjil) dan tidak pernah genap, dan yang terkecil adalah luk tiga (3) dan terbanyak adalah luk tiga belas (13). Jika ada keris yang jumlah luk nya lebih dari tiga belas, biasanya disebut keris kalawija, atau keris tidak lazim.
Tangguh keris
Di bidang perkerisan dikenal pengelompokan yang disebut tangguh yang dapat berarti periode pembuatan atau gaya pembuatan. Hal ini serupa dengan misalnya dengan tari Jawa gaya Yogyakarta dan Surakarta. Pemahaman akan tangguh akan membantu mengenali ciri-ciri fisik suatu keris.
Beberapa tangguh yang biasa dikenal:
tangguh Majapahit
tangguh Pajajaran
tangguh Mataram
tangguh Yogyakarta
tangguh Surakarta.
Sejarah
Asal keris yang kita kenal saat ini masih belum terjelaskan betul. Relief candi di Jawa lebih banyak menunjukkan ksatria-ksatria dengan senjata yang lebih banyak unsur India-nya.
Keris Buddha dan pengaruh India-Tiongkok
Kerajaan-kerajaan awal Indonesia sangat terpengaruh oleh budaya Buddha dan Hindu. Candi di Jawa tengah adalah sumber utama mengenai budaya zaman tersebut. Yang mengejutkan adalah sedikitnya penggunaan keris atau sesuatu yang serupa dengannya. Relief di Borobudur tidak menunjukkan pisau belati yang mirip dengan keris.
Dari penemuan arkeologis banyak ahli yang setuju bahwa proto-keris berbentuk pisau lurus dengan bilah tebal dan lebar. Salah satu keris tipe ini adalah keris milik keluarga Knaud, didapat dari Sri Paku Alam V. Keris ini relief di permukaannya yang berisi epik Ramayana dan terdapat tahun Jawa 1264 (1342 Masehi), meski ada yang meragukan penanggalannya.
Pengaruh kebudayaan Tiongkok mungkin masuk melalui kebudayaan Dongson (Vietnam) yang merupakan penghubung antara kebudayaan Tiongkok dan dunia Melayu. Terdapat keris sajen yang memiliki bentuk gagang manusia sama dengan belati Dongson.
Keris "Modern"
Keris yang saat ini kita kenal adalah hasil proses evolusi yang panjang. Keris modern yang dikenal saat ini adalah belati penusuk yang unik. Keris memperoleh bentuknya pada masa Majapahit (abad ke-14) dan Kerajaan Mataram baru (abad ke-17-18).
Pemerhati dan kolektor keris lebih senang menggolongkannya sebagai "keris kuno" dan "keris baru" yang istilahnya disebut nem-neman ( muda usia atau baru ). Prinsip pengamatannya adalah "keris kuno" yang dibuat sebelum abad 19 masih menggunakan bahan bijih logam mentah yang diambil dari sumber alam-tambang-meteor ( karena belum ada pabrik peleburan bijih besi, perak, nikel dll), sehingga logam yang dipakai masih mengandung banyak jenis logam campuran lainnya, seperti bijih besinya mengandung titanium, cobalt, perak, timah putih, nikel, tembaga dll. Sedangkan keris baru ( setelah abad 19 ) biasanya hanya menggunakan bahan besi, baja dan nikel dari hasil peleburan biji besi, atau besi bekas ( per sparepart kendaraan, besi jembatan, besi rel kereta api dll ) yang rata-rata adalah olahan pabrik, sehingga kemurniannya terjamin atau sedikit sekali kemungkinannya mengandung logam jenis lainnya. Misalkan penelitian Haryono Arumbinang, Sudyartomo dan Budi Santosa ( sarjana nuklir BATAN Yogjakarta ) pada era 1990, menunjukkan bahwa sebilah keris dengan tangguh Tuban, dapur Tilam Upih dan pamor Beras Wutah ternyata mengandung besi (fe) , arsenikum (warangan )dan Titanium (Ti), menurut peneliti tersebut bahwa keris tersebut adalah "keris kuno" , karena unsur logam titanium ,baru ditemukan sebagai unsur logam mandiri pada sekitar tahun 1940, dan logam yang kekerasannya melebihi baja namun jauh lebih ringan dari besi, banyak digunakan sebagai alat transportasi modern (pesawat terbang, pesawat luar angkasa) ataupun roket, jadi pada saat itu teknologi tersebut belum hadir di Indonesia. Titanium banyak diketemukan pada batu meteorit dan pasir besi biasanya berasal dari daerah Pantai Selatan dan juga Sulawesi. Dari 14 keris yang diteliti , rata-rata mengandung banyak logam campuran jenis lain seperti cromium, stanum, stibinium, perak, tembaga dan seng, sebanyak 13 keris tersebut mengandung titanium dan hanya satu keris yang mengandung nikel.
Keris baru dapat langsung diketahui kandungan jenis logamnya karena para Mpu ( pengrajin keris) membeli bahan bakunya di toko besi, seperti besi, nikel, kuningan dll. Mereka tidak menggunakan bahan dari bijih besi mentah ( misalkan diambil dari pertambangan ) atau batu meteorit , sehingga tidak perlu dianalisis dengan isotop radioaktif. Sehingga kalau ada keris yang dicurigai sebagai hasil rekayasa , atau keris baru yang berpenampilan keris kuno maka penelitian akan mudah mengungkapkannya.
Sumber : Disarikan dari hasil Sarasehan Pameran Seni Tosan Aji, Bentara Budaya Jakarta, Budiarto Danujaya, Jakarta, 1996 (Wikipedia)
Pemutakhiran Terakhir ( Monday, 21 April 2008 )
artikel keris jawa : http://jv.wikipedia.org/wiki/Keris_Jawa
EMPU DAN PENGRAJIN KERIS:
Di Jawa Tinggal Satu, di Bali Tinggal Tiga
Di Solo ada cukup banyak pembuat keris namun mereka ini dengan tegas dan keras tidak mau disebut empu. Mengapa? Mereka hanya mau disebut sebagai pengrajin keris meskipun karyanya dari sudut seni keris sudah sangat indah dan rapi.
Mereka ini antara lain M.Ng.H. Pauzan Pusposukadgo dan Hajar Satoto, menurut me reka untuk menjadi empu perlu punya kemam puan spiritual dan untuk ini harus menjalani laku tapa dan macam-macam latihan rohani ke jawen. Selain itu membuat keris klasik/tradi sional yang sesuai dengan pribadi pemesan dan punya "isi" perlu waktu yang lama, setahun mungkin hanya bisa membuat 2-3 buah keris dengan biaya mahal.
Jadi membuat keris klasik di samping per lu keahlian khusus juga tidak ekonomis untuk suatu usaha yang bisa memberi keuntungan mencukupi untuk mendukung keluarganya. Se bagai pengrajin keris maka titik beratnya adalah karya seni yang bisa dipasarkan dalam waktu singkat dan jumiahnya mencukupi untuk ke langsungan usaha. Sesuai kriteria ini maka di Madura telah terbit belasan pengrajin keris yang bisa membuat keris dalam waktu seminggu atau kurang, dan saat ini produk mereka memang sudah membanjiri pasar. Tentang mutu seninya cukup dipuji orang namun untuk mutu bahannya memang jauh di bawah keris klasik.
Djeno Harumbrodjo, Yogyakarta
Kalangan pakar dan penggemar mengakui bahwa empu yang ada di Jawa saat ini tinggal satu, yaitu Empu Djeno Harumbrodjo yang tinggal di desa Gatak, Sleman Yogyakarta (15 km barat Yogya) dari silsilahnya empu ini memang keturunan ke 15 dari Empu Supo pada jaman kerajaan majapahit (abad 13).
Empu Djeno yang umurnya sudah sekitar 65 tahun masih melestarikan pembuatan keris secara tradisional yang mengandung karya seni profan maupun spiritual. Empu ini di masa mu danya nyaris tidak melanjutkan karya ayahnya Empu Supowinangun sebab dia hanya meru pakan anak bungsu dari lima anak Empu Sup winangun. Namun panggilan yang muncul da lam mimpinya yang pertama dan kedua tak ditanggapinya, barulah setelah muncul untuk ke-3 kalinya dia tergugah untuk memenuhi bi sikan ayah dalam mimpinya.
Membuat keris klasik memang lama dan harus konsentrasi penuh sambil "nglakoni" mutih atau puasa penuh. Untuk satu keris harus dipanasi, ditempa, dilipat bisa sampai ratusan kali sehingga bisa makan arang kayu jati sekitar 50 karung, besi 12 kg, baja 0,5 kg dan pamor 100 gram, kalau sudah menjadi keris tinggal sekitar 1 kilogram karena mengalami penyu sutan akibat pemasan dan penempaan yang ra tusan kali itu. Empu Djeno di samping mene rima pesanan dari pihak Keraton Yogyakarta (Sri Sultan Hamengku Buwono IX) juga membuat keris banyak pejabat Rl setingkat menteri, di samping itu menerima banyak pesanan dari Belanda, Jerman, Jepang, Amerika Serikat, Swiss, Inggris dan lain lain. Antriannya saat ini sudah sampai tahun 2002, sehingga kalau kita ni memesan pada bulan Juni yang lalu maka baru bisa dipenuhi empu Djeno pada tahun 2003.
Di samping membuat keris klasik dia juga membuat keris souvenir yang memang lebih cepat selesai. Tentang mutunya, baik besi-baja maupun pamornya tak beda dengan keris tradisional yang punya "isi" sesuai dengan kebutuhan pemesannya.
Mangku Ketut Sandi, Bali
Sedang empu yang ada di Bali diperkirakan tinggal sekitar 3 orang, lebih banyak sebab keris di masyarakat Bali masih punya kedudukan tinggi dalam agama dan adat, sehingga keris merupakan salah satu kebutuhan keluarga Hindu Bali. Di samping sebagai senjata dan keris juga dianggap sebagai benda yang mempunyai kekuatan spiritual sehingga bisa menjadi pelindung ketika berpergian, untuk usaha, tanda pengabdian kepada raja, untuk menjaga keselamatan rumah tangga, untuk sarana penyembuhan seorang dukun dan khususnya untuk upacara keagamaan. Untuk yang terakhir ini maka keris mempunyai 6 fungsi berbeda.
Banyaknya fungsifungsi ini nampaknya telah mendesak para empu di Bali untuk lebih mementingkan manfaat spiritual keris (kekuatan magis) dari pada karya seni (keindahannya) se hingga bagian yang paling sulit dibuat yaitu pa mor keris tidak mendapat penekanan sedang untuk segi keindahannya ditekankan pada pe nampilan luarnya yaitu dekorasi: wadah (we rangka), pelokan (pangkal wadah), hulu, cincin ujung hulu dan lain lain. Bagian-bagian ini bisa dibuat dari emas, perak, gading, kayu langka dan dihiasi dengan ukiran dan batu permata. Hanya keris untuk tokoh-tokoh masyarakat dan agama yang dibuat bagus, baik dekorasi mau pun bilahnya.
Pengrajin dekorasi keris yang terkenal di Bali adalah Wayan Tika di Banjar Pande, Bangli. Pengrajin ini sudah lama menjadi langganan Istana Negara karena keris Bali yang sering menjadi cinderamata Presiden kepada para tamu agung berasal dari karya Wayan Tika ini. Jumiah pengrajin dekorasi keris lebih banyak, 6 orang lebih dan tersebar di seluruh Bali. Oleh karena fungsi keris dalam masyarakat Hindu Bali macam-macam, khususnya yang berhubungan dengan kehidupan keluarga Bali dan upacara agama, maka empu keris pada umumnya berpangkat pembantu pendeta (mangku) atau malah pendeta misalnya empu Mangku Ketut Sandi di Tatasan Denpasar.
Mangku Ketut Sandi (65 tahun) ketika muda sebenarnya tak bercitacita menjadi "mangku" atau pembantu pendeta. Dia ingin membangun usaha di bidang kerajinan mem buat gamelan, seni tari dan musik gamelan. Menjadi pembantu pendeta menurut penilaian dia saat itu tidak bisa menjadi orang kaya, pa dahal dia ingin membahagiakan keluarganya. Namun tahun 1958 Ketut Sandi mendapat macammacam penyakit yang susah diobati, saat itulah dia merasa mendapat panggilan untuk menjadi pembantu pendeta dan dia menyanggupi.
Mulailah pendidikan diri untuk menjadi mangku, menjadi pelayan Tuhan dan masya rakat. Untuk ini dia harus membersihkan diri dengan bertapabrata pada beberapa puncak gunung di Bali dan Jawa. Ketekunannya dalam latihan bathin ternyata tidak hanya membawa dia sebagai mangku tetapi juga sebagai orang pinter yang bisa mengobati penyakit (dukun), tahun 1961 dia diangkat sebagai pemangku Pura Pande Dalem Majepahit banjar Tatasan Denpasar. Namun profesinya sebagai dukun tahun 1987 tak boleh dilanjutkan, karena harus menekuni pelayanan sebagai pembantu pen deta. Namun kebolehannya sebagai pengrajin keris, pembuatgamelan, penabuh gamelan dan penari masih boleh dilanjutkan hingga saat ini. Latihan bathin untuk menjadi mangku telah memberi kemampuan untuk bisa memberi "isi" suatu keris yang dibuatnya maka jadilah dia seorang empu.
Ketut Sandi yang berputera 6 orang dan bercucu 3 sudah menekuni profesinya sebagai pengrajin gamelan dan keris sejak 1951 sudah lebih 500 keris dan tombak dihasilkan dan ga melannya sudah di ekspor ke Jepang, Perancis, Brasil, dan sudah menjadi langganan Departemen Transmigrasi. Ternyata menjadi mangku itu tidak berarti hidup dalam kemiskinan.
Sedangsebagai pamangku diasudah berkeliling daerah luar Bali untuk memberkati pura-pura yang dibangun. Kalau banyak pesanan dia punya 30 karyawan, kalau sedang sepi hanya 6 orang yang membantunya. Untuk membuat keris berpamor hanya dibutuhkan waktu 20 hari namun untuk membuat keris ber"isi" perlu 3-4 bulan. Inilah yang menyulitkan pembagian waktu untuk memenuhi banyak pesanan keris dan gamelan.
Hajar Satoto, Sala
Hajar Satoto (45 tahun) keturunan seni man serba bisa sebab ayahnya seorang dalang, seniman sungging wayang dan guru seni. Sekarang Hajar Satoto juga menggeluti profesi sebagai seniman serba bisa dan antara lain sebagai pengrajin keris. Pendidikan formalnya adalah seniman patung lulusan STSRI ASRI Yogyakarta namun pengenalannya atas pelbagai karya seni Jawa telah menggugah hatinya untuk ikut menggali karya adiluhung keris dan senjata tradisional lainnya (tosan aji). Tosan aji tak kalah dengan karya seni dunia seperti porselin cina, patung dan lukisan, maka karya adilu hung ini harus terus digali dan dikembangkan.
Pemikiran inilah yang mendorong Totok (panggilan Hajar Satoto) yang juga seniman tari, karawitan, patung, interiordan multi media tradisional untuk menggeluti perkerisan. Wayang menurut Totok adalah karya multimedia para seniman Jawa beberapa abad yang lalu sebab dalam wayang bisa ditemui seni tari, musik, opera, lukis, dekorasi, komunikasi, filsafat dan bahkan penyuluhan dan propaganda/kampanye. Itulah salah satu kebangaan Totok akan seni nenek moyangnya, dan oleh karena itu di betekad untuk semakin menggumuli dan semakin mendalami.
Dengan titik tolak menggali khasanah seni budaya Jawa, Totok ingin menunjukkan bahwa seni Jawa itu mampu mandiri dan mendapat tempat dalam masyarakat modern. Mandiri dalam arti seni budaya itu mampu mengangkat si seniman untuk bisa mencukupi kebutuhan hidup dan kawanya, dan juga mandiri dalam arti seni budaya Jawa itu sendiri akan mampu merebut hati masyarakat modern, keberadaannya akan terus dilestarikan dan kiprahnya akan memperoleh perhatian masyarakat. Masa lahnya hanyalah bagaimana menyajikannya?
Oleh karena itu para seniman, khususnya budayaJawa, harus mau menggali dan kemudian berkreasi memenuhi kebutuhan masyarakat modern ini. Totok yang telah berhasil mem borong interior Pendopo Taman Budaya Su rakarta, tahun 1982 mulai menggeluti kera jinan membuat tosan aji. Hanya kerajinan membuat tosan aji, bukan menjadi "empu" ka rena Totok (dan rekan-rekan sealirannya) ingin menampilkan tosan aji sematamata sebagai se ni profan, sejajar dengan seni patung, ukir, sungging, lukis dan lain lain.
Menurut Totok di masa depan kepercayaan pada "isi" keris akan menyusutsesuai dengan kemajuan masyarakat modern yang serba teknologi tinggi. Namun karya seni profan tosan aji tak boleh ikut hilang dengan perubahan masyarakat itu. Maka seni kerajinan keris justru harus diangkat dan dikem bangkan supaya menjadi disenangi masyarakat hanya karena kebolehan seni profannya.
Dalam rangka ini Totok dan kawan-kawannya membuat inovasi dan berhasil me ngembangkan teknologi membuat pamor keris pada pembuatan gamelan, gamelan berpamor pada bilah-bilahnya. Menurut Totok bilah gamelan yang dibuat dengan banyak tempaan dalam rangka membentuk pamor ternyata menghasilkan suara lebih bagus dan lebih awet, tak perlu sering distem (diselaraskan nadanya).
Untuk memenuhi macam-macam pesanan baik tosan aji maupun gamelan berpamor Totok membangun kemitraan dengan pengrajin pande besi, pengrajin gamelan, mahasiswa akademi seni tari dan karawitan Sala dan kemudian menangani usaha pemasaran dan promosinya di masyarakat. Untuk ini karsa Kompas dan Bentara BudayaJakarta untuk mengadakan pameran tosan aji sangat didukungnya, grup Sala kan mengerahkan pasukannya, kata Totok. 'Inilah salah satu segi membangun kemandirian seniman dan seni" tegasnya. Diharapkan prakarsa Kompas dan BBJ akan membuka pasar an sekaligus membuka macam-macam lapangan kerja baru dalam kerajinan dekorasi tosan aji, kerajinan wilah, gamelan, wrangka, hulu keris, pelok keris, dan lain lain.
Wayan Tika, Bali
Wayan Tika (58 tahun) yang keturunan pengrajin perhiasan semula tak ingin menjadi pengrajin, dia ingin menjadi pedagang barang-barang yang bisa memberi untung besar. Maka mulai 1968 dipilihlah profesi pedagang acung keris, dengan membeli 2-3 keris dari keluarga keluarga Bali; mulailah dia mengacungkan da gangannya kepada para turis asing. Lalu mun cullah ide untuk merenovasi keris maupun de korasinya supaya harga bisa lebih mahal, wilah an keris ditambah dengan ukiran atau diselaputi emas (kinatah emas) sedang hulu, wadah, pe lokan diganti dengan perhiasan mewah mi salnya hulunya dibuat dari gading atau emas bertatahkan permata atau batu mulia.
Pekerjaan sebagai pedagang acung lalu diganti dengan usaha kerajinan merenovasi ke ris dengan memanfaatkan ketrampilan yang di wariskan dari ayahnya. Karyanya mulai dikenal orang, termasuk pak Supeno kepala Rumah Tangga Istana Tampak Siring yang kemudian memperkenalkan karyanya kepada Istana Ne gara Jakarta untuk mengisi kebutuhan cindera mata bagi para tamu negara. Ketenarannya juga membawa dia mendapat pesanan 3000 keris untuk dikirim ke Belanda, baru 1000 dipenuhi ternyata pemesannya mendapat musibah se hingga pengiriman harus dihentikan.
Wayan Tika yang mempunyai 4 putera dan 7 cucu ini sekarang punya 10 karyawan dan mempunyai 75 keris koleksi pribadi di samping ratusan keris lama dan baru dari Bali Jawa, Madura, Lombok, Nusa Tengara dan lain lain yang siap untuk dipasarkan setelah dibu atkan hulu wadah dan perhiasannya. Wayan Tika sejak tahun 1979 tak mau lagi merenovasi bilah keris karena sebelum itu dia kena suatu penyakit hampir selama setahun, sudah banyak dokter dan obat dicoba tapi tak bisa sembuh. Baru setelah mendapat pengobatan batin dengan semedi dan doa, dan berjanji untuk tidak merubah wilah keris dia bisa sembuh.
Di samping membuat dekorasi keris Bali bengkel Wayan Tika juga bisa membuat dekorasi untuk keris Jawa, Madura dan lain-lain. Banyak wilah keris Jawa diberj wadah B li ena pemesannya orang Bali atau menyukai penampilan wadah dan perhiasan keris Bali seperti Istana Negara.
Keris dan Tosan Aji lainnya, bagi Masyarakat Nusantara tentu memiliki makna tersendiri, bukan saja tentang tuah ataupun yoni, tetapi juga makna budaya, sejarah dan filosofi yang sarat makna, bahkan telah menjadi semacam Filosofi Hidup.
Berbagai buku telah mengupas banyak tentang keris.
Keris, dari jaman dahulu hingga sekarang telah menjadi suatu benda yang menarik untuk dimiliki sebagai benda koleksi, dipandang sebagai suatu bentuk karya seni dan spiritual yang sangat indah maupun diperbincangkan dari berbagai aspek. Bukan saja pada aspek fisik maupun non fisik, tetapi juga aspek sejarah dan evolusi perkembangannya.
Sebut saja beberapa keris yang hingga sekarang selalu diperdebatkan seperti keris buatan mPu Gandring dari jaman Singosari yang terus menjadi perdebatan hingga saat ini tanpa pernah terbukti keberadaannya kecuali ditinjau dari aspek filosofi sejarah, Legenda keris Condong Campur jaman Majapahit, asal muasal keris Tamingsari dan banyak lagi. Semua itu ternyata makin memperkaya khazanah budaya perkerisan, baik di Tanah Air maupun di manca negara. Tentu kita patut bersyukur atas adanya berbagai macam perdebatan itu, dan bukankah perbedaan pandangan sesungguhnya adalah suatu karunia dari Tuhan Yang Maha Esa ?
Di Indonesia, khususnya Jawa, Sumatera dan Bugis serta Bali, telah mengenal keris sejak jaman Kabudhaan. Perkembangan ilmu pembuatan keris, ilmu penerapan pamor sampai pada pemahaman terhadap makna filosofi keris kian tahun kian berkembang maju, sampai pada masa Kerajaan Singosari sampai Mataram Sultan Agung, bahkan sampai sekarang, keris telah diposisikan sebagai suatu benda multi fungsi dan multi makna. Kadang kita temui keris yang dianggap sebagai “Sikep” atau “Piyandel”, ada pula keris yang digunakan sebagai “Senjata Pamungkas” saat peperangan, keris juga bisa digunakan sebagai “Sengkalan” atau pertanda atas suatu kejadian penting, serta berbagai fungsi keris lainnya yang tentu sangat banyak.
Dalam budaya Jawa tradisional, keris tidak semata-mataa dianggap sebagai senjata tikam yang memiliki keunikan bentuk maupun keindahan pamor, akan tetapi juga sebagai kelengkapan budaya spiritual. Ada satu anggapan yang berlaku di kalangan Jawa tradisional yang mengatakan, seseorang baru bisa dianggap paripurna jika ia sudah memiliki lima unsur simbolik: curiga, turangga, wisma, wanita, kukila.
Curiga, secara harafiah artinya keris, turangga artinya kuda atau kendaraan (simbol masa kini adalah motor atau mobil), wisma adalah rumah, wanita arti khususnya isteri, dan kukila arti harafiahnya adalah burung. Arti simbolik burung di sini, bagi seorang pria Jawa tradisional, ia harus mampu mengolah, menangkap dan menikmati keindahan serta berolah-seni. Curiga, atau keris, secara simbolik maksudnya adalah kedewasaan, keperkasaan dan kejantanan. Seorang pria Jawa tradisional, harus tangguh dan mampu melindungi diri, keluarga atau membela negara. Perlambangnya adalah keris.
Pada zaman kerajaan-kerajaan di masa lalu, tanda mata paling tinggi nilainya adalah keris. Pemberian paling berharga dari seorang Raja Jawa kepada para perwiranya atau abdi dalem, adalah keris.
Pada perkembangannya, keris di lingkungan kerajaan bisa menjadi simbol kepangkatan. Keris seorang Raja, tentu saja berbeda dengan keris perwira atau abdi dalem bawahannya. Tidak hanya bilah kerisnya saja yang berbeda, akan tetapi juga detil-detil perhiasan serta perabot yang melengkapinya pun berbeda.
Gradasi kepangkatan dari pemilik keris, juga bisa ditilik dari warangka yang menyarungi atau membungkus bilah keris. Warangka seorang Raja, tentu saja berbeda dengan warangka bawahannya. Bila seorang ksatria, tepat kiranya bila warangka yang dipakainya adalah warangka dengan wanda (model) kasatriyan. Pejabat kerajaan, memakai warangka kadipaten. Ada lebih dari 25 varian warangka Jawa di masa lalu yang bisa menjadi indikator kepangkatan pemiliknya. Bahkan daerah asal pun bisa ditilik dari warangkanya, apakah pemiliknya orang dari Yogyakarta, Surakarta, Banyumas, Jawa Timur, Madura atau Bali.
Salah satu keunikan keris adalah kekuatannya pada detil. Hampir setiap detil yang melekat pada keris, baik pada bilahnya, warangka maupun perabotnya semuanya bisa menjadi simbol. Dari ukiran atau pegangan keris pun, pada masa lalu orang bisa menilik derajat dan kepangkatan. Varian ukiran keris Jawa pun, seperti halnya warangka, ada berbagai macam varian. Dibagi dalam dua garis besar gaya: Surakarta dan Yogyakarta. Di luar itu, tentu masih ada lagi gaya lain warangka atau ukiran luar Jawa seperti: Madura, Bali, Lombok, Sulawesi, Sumatera.
Di lingkungan keraton Surakarta masa lalu, misalnya, ukiran tunggak semi gaya Paku Buwono atau Yudowinatan, hanya boleh dipakai oleh seorang Raja. Pendhok (selongsong logam pada bungkus bilah) dengan warna kemalo (sejenis cat tradisional berwarna merah, hijau, coklat dan hitam), dulu dimaksudkan untuk membedakan derajat dan kepangkatan penyandangnya. Kemalo warna merah, misalnya, khusus untuk Raja dan kerabatnya, atau bangsawan dengan pangkat serendah-rendahnya Bupati. Kemalo warna hijau, untuk para mantri (menteri, perwira pembantu Raja). Pendhok kemalo warna coklat, untuk para bekel atau administratur menengah kebawah. Sedangkan pendhok hitam, untuk para abdi dalem, atau rakyat jelata.
Ada kalanya seseorang mendapatkan penghargaan dari seorang pejabat atau penguasa karena jasa-jasanya, dalam wujud sebilah keris dengan hiasan tertentu. Salah satu contoh klasik, adalah keris dengan ganja kinatah emas dengan relief Gajah-Singa, dulu dihadiahkan oleh Raja Mataram Sultan Agung kepada para perwiranya yang berhasil menumpas Pemberontakan Pragola, Kadipaten Pati di Jawa Tengah pesisir utara.
Bila dijabarkan dalam kalimat, gambar kinatah pemberian Sultan Agung itu berbunyi: Gajah Singa Keris Siji. Gajah itu 8, Singa 5, Keris 5, Siji 1. Jika dibaca dari belakang, berbunyi angka tahun Jawa 1558, yaitu tahun kemenangan Sultan Agung (Mataram) atau Kadipaten Pati.
Selain tanda penghargaan, keris yang diberi hiasan kinatah emas di bagian ganjanya, pada masa lalu juga dimaksudkan untuk menjadi peringatan waktu, tahun, yang tentunya dalam hitungan Tahun Jawa. Dalam khasanah budaya Jawa tradisional, disebut sebagai candra sengkala atau sengkalan. Gambar atau wujud benda, binatang, tumbuhan yang dikinatahkan juga bisa diartikan sebagai kronogram untuk menunjuk angka tahun.
Pada masa lalu, keris juga dipakai sebagai simbol identitas diri, entah itu diri pribadi, keluarga atau bahkan klan. Keris dengan dhapur (model), pamor (damascene) ataupun asesori tertentu, merupakan ciri khas milik pribadi, keluarga atau klan tertentu yang mempunyai kelebihan kepribadian atau karakter dalam masyarakat luas.
Dhapur Carubuk, dengan pamor pandita abala pandita, misalnya, dulu biasa dipakai oleh para Brahmana atau rohaniwan. Sedangkan dhapur Sengkelat pamor blarak ngirit, untuk para Raja atau penguasa.
Keris juga bisa berfungsi sebagai pertanda atribut utusan Raja, atau Duta Besar Raja. Apabila seseorang mendapat tugas dari Raja, semisal untuk mewakili Raja pada suatu acara penting menyangkut tugas kenegaraan yang mengandung risiko, maka kepada orang tersebut Raja meminjamkan sebuah keris pusaka milik sang Raja yang ‘bobot spiritual’nya sepadan dengan bobot tugas yang diembankan. Dalam kehidupan sehari-hari orang Jawa tradisional, keris pada lalu juga berfungsi seremonial, menjadi lambang persaudaraan, persahabatan, perkawinan. Sudah menjadi kelaziman dalam hubungan pergaulan dengan orang lain, atau keluarga satu dengan keluarga lain, mereka mengikat tali persahabatan dengan bertukar tanda mata. Salah satu simbol persaudaraan atau persahabatan, dulu biasa ditandai dengan tukar-menukar keris. Bentuk persahabatan yang memakai simbol seperti ini, dulu dianggap sebagai bentuk hubungan erat dengan tingkat etika yang tinggi.
Dalam upacara perkawinan adat Jawa tradisional, apabila seorang calon mempelai laki-laki berhalangan datang, misalnya saja sedang mendapat tugas negara di tempat jauh dan tidak mungkin bisa menghadiri upacara, ia bisa “diwakili” secara simbolis dengan sebilah keris pusaka milik mempelai lelaki. Dalam upacara perkawinan itu, keris mempelai lelaki diperlakukan seperti layaknya calon mempelai lelaki sendiri, didudukkan bersanding mempelai wanita di pelaminan.
Bagi masyarakat Jawa tradisional, upacara perkawinan seperti itu sudah dianggap sah, meski mempelai lelaki secara fisik tidak hadir dalam upacara, dan hanya “diwakili” sebilah keris pusakanya.
Masih dalam lingkup seremonial perkawinan. Apabila mempelai lelaki menjalani upacara sungkeman (menghormati orang tua, dengan berlutut menyembah orang tua), keris yang disandang oleh mempelai lelaki harus dilepas lebih dahulu. Hal ini maksudnya, orang tua sehebat apapun, tidak boleh disembah oleh seorang menantu yang sedang menyandang keris pusaka. Karena, dalam anggapan orang Jawa tradisional, keris dianggap lebih tua dari orang tua yang di-sungkemi. Bahkan keris lebih tua dari siapapun yang hadir dalam acara perkawinan tersebut. Dalam makna mistiknya orang Jawa kuno, dimaksudkan agar orang tua tersebut tidak kuwalat (kena akibat buruk karena tindakan tidak hormat) terhadap keris mempelai lelaki.
Dalam hubungan keluarga, antara orang tua dan anak, tali persaudaraan ini juga ditandai dengan pemberian hadiah yang dalam khasanah budaya Jawa disebut sebagai kancing gelung, atau cundhuk ukel. Perwujudannya adalah sebuah keris, lengkap dengan perabotnya yang diberikan orang tua kepada anak perempuannya yang baru saja menikah. Maksudnya agar pemeliharaan keris tersebut kelak menjadi tanggung jawab suaminya. Sebuah arti simbolis pula untuk penyerahan anak perempuannya, agar dipelihara dan dihidupi oleh suami yang menikahinya. Selain makna-makna duniawi di atas, keris dalam kehidupan Jawa tradisional juga memiliki makna spiritual: sebagai manifestasi falsafah, wasiat atau pusaka. Dalam lingkup dunia mistik, sebagai azimat, medium komunikasi serta tempat bersemayamnya roh atau “yoni”. Hal terakhir ini, meskipun merupakan paham kuno, namun masih banyak orang Jawa modern saat ini yang mempraktekkannya.
Dari perkembangan tersebut akhirnya memunculkan berbagai ilmu pengetahuan terhadap keris, seperti ilmu yang mempelajari besi, ilmu yang mempelajari pamor, Penangguhan atau penentuan atas perkiraan jaman pembuatan sampai pada ilmu mengenai sandangan keris atau wrangka. Kesemua sesungguhnya telah membentuk suatu budaya yang multi dimensi dan kompleks. Dengan semakin banyaknya pandangan terhadap keris tersebut, tentu pada akhirnya akan melahirkan suatu perdebatan. Dan ini sangat wajar.
Jangankan kita membicarakan mengenai aspek non fisik yang tersamar, tentang fisik keris yang sangat nyata seperti bahan besi, bahan dan bentuk pamor saja juga masih membingungkan kita dan menjadi perdebatan yang kadang berakhir kurang menyenangkan. Katakanlah seperti pamor Raja Abala Raja – Ujung Gunung – Junjung Drajad dan Mancungan, sudah memunculkan banyak perbedaan penyebutan. Lalu apalagi ketika kita membicarakan aspek non fisik seperti sejarah dan tangguh keris dan siapa yang membuat keris yang kita miliki, padahal kita tidak pernah hidup pada jaman tersebut serta menimbang sangat samarnya literatur yang membahas mengenai hal tersebut.
Bagi saya pribadi, perbedaan pandangan tersebut, selama ditempatkan pada kerangka berfikir logis dan santun serta dilandasi keikhlasan menerima kelebihan dan kekurangan atas diri pribadi dan orang lain, adalah suatu bukti adanya Rahmat dari Tuhan yang tiada terhingga.
Makna Filosofi dan Arti Sejarah,
Dengan melihat begitu banyaknya ilmu tentang keris serta perdebatan didalamnya, alangkah lebih sarat makna bagi kita dalam diri pribadi masing-masing untuk selalu berupaya mempelajari makna sejarah, budaya dan filosofi keris dengan tanpa memandang apakah keris tersebut sudah aus, geripis ataukah masih utuh. Toh jika kita lihat, Kanjeng Kyai Kopek, pusaka kraton Jogjakarta yang dulunya dipesan Sunan Kalijaga kepada mPu Supo, pada bagian wadidhangnya sudah lubang dan tetap disimpan sebagai salah satu Keris Pusaka andalan Keraton Jogja karena memiliki muatan sejarah dan filosofi yang dalam dibandingkan sekedar bentuk atau wujud fisiknya. Dengan demikian, kebanggan atas sebilah keris tua yang masih utuh bagi saya hanyalah kesenangan semu yang hampa jika tidak diikuti dengan pemahaman terhadap sejarah dan filosofi keris.
“Pamor keris boleh rontok, besi keris bisa saja terkikis aus karena usia, dan wrangka keris bisa saja rusak karena jaman, tetapi pemahaman atas sejarah dan filosofi sebilah keris akan selalu hidup dalam hati dan pikiran kita dan akan kita turunkan pada generasi selanjutnya”.
Oleh karena itu, pemahaman terhadap sejarah dan kebudayaan masyarakat jaman dahulu sangatlah memegang peranan penting dalam memahami tentang budaya perkerisan.
Katakanlah mengapa konon Sultan Agung Hanyokrokusumo ketika awal masa pemerintahannya sering memesan keris Luk 3 dapur Jangkung kepada Ki Nom ? Mengapa keris Luk 13 banyak dipesan ketika seorang Raja sudah lama memerintah dan hendak lengser keprabon ? Mengapa keris tangguh Pengging yang paling tinggi maknanya adalah yang ber Luk 9 ? Mengapa keris luk 1 dapur Pinarak selalu mengingatkan bahwa kehidupan kita di dunia ini sesungguhnya hanya sementara untuk mampir duduk (pinarak) ? Kesemua itu ternyata menunjukkan bahwa sesungguhnya keris memiliki makna yang lebih dalam dan sangat kaya daripada sekedar masalah pamor, dapur dan tangguh serta keutuhannya yang sampai sekarang masih terus menjadi perdebatan. Tentunya dengan tidak mengesampingkan ilmu atas fisik keris seperti dapur, pamor maupun tangguhnya.
Dengan menempatkan keris sebagai benda yang memiliki makna filosofi mendalam, maka kita sebenarnya telah berusaha memahami apa keinginan sang mPu dan orang yang memesannya dahulu ketika membabar keris tersebut. Karena tentunya para mPu dan orang yang memesannya tersebut sebenarnyna juga memiliki harapan-harapan yang tentunya bermaksud baik. Dengan memahami makna filosofi dari sebuah keris tersebut, maka sudah pasti kita turut “Nguri-uri”, melestarikan budaya keris karena salah satu makna keris tersebut adalah sebagai simbol dari adanya suatu harapan dan doa.
Sebenarnya keris sendiri memiliki berbagai macam bentuk, ada yang bermata berkelok kelok (7, 9 bahkan 13), ada pula yang bermata lurus seperti di daerah Sumatera. Selain itu masih ada lagi keris yang memliki kelok tunggal seperti halnya rencong di Aceh atau Badik di Sulawesi.
Bagian-bagian keris
Sebagian ahli tosan aji mengelompokkan keris sebagai senjata tikam, sehingga bagian utama dari sebilah keris adalah wilah (bilah) atau bahasa awamnya adalah seperti mata pisau. Tetapi karena keris mempunyai kelengkapan lainnya, yaitu wrangka (sarung) dan bagian pegangan keris atau ukiran, maka kesatuan terhadap seluruh kelengkapannya disebut keris.
* Pegangan keris
Pegangan keris ini bermacam-macam motifnya , untuk keris Bali ada yang bentuknya menyerupai patung dewa, patung pedande, patung raksaka, patung penari , pertapa, hutan ,dan ada yang diukir dengan kinatah emas dan batu mulia .
Pegangan keris Sulawesi menggambarkan burung laut. Hal itu sebagai perlambang terhadap sebagian profesi masyarakat Sulawesi yang merupakan pelaut, sedangkan burung adalah lambang dunia atas keselamatan. Seperti juga motif kepala burung yang digunakan pada keris Riau Lingga, dan untuk daerah-daerah lainnya sebagai pusat pengembangan tosan aji seperti Aceh, Bangkinang (Riau) , Palembang, Sambas, Kutai, Bugis, Luwu, Jawa, Madura dan Sulu, keris mempunyai ukiran dan perlambang yang berbeda. Selain itu, materi yang dipergunakan pun berasal dari aneka bahan seperti gading, tulang, logam, dan yang paling banyak yaitu kayu.
Untuk pegangan keris Jawa, secara garis besar terdiri dari sirah wingking ( kepala bagian belakang ) , jiling, cigir, cetek, bathuk (kepala bagian depan) ,weteng dan bungkul.
* Wrangka atau Rangka
Wrangka, rangka atau sarung keris adalah bagian (kelengkapan) keris yang mempunyai fungsi tertentu, khususnya dalam kehidupan sosial masyarakat Jawa, karena bagian wrangka inilah yang secara langsung dilihat oleh umum . Wrangka yang mula-mula (sebagian besar) dibuat dari bahan kayu (jati , cendana, timoho , kemuning, dll) , kemudian sesuai dengan perkembangan zaman maka terjadi perubahan fungsi wrangka (sebagai pencerminan status sosial bagi penggunanya ). Kemudian bagian atasnya atau ladrang-gayaman sering diganti dengan gading.
Secara garis besar terdapat dua macam wrangka, yaitu jenis wrangka ladrang yang terdiri dari bagian-bagian : angkup, lata, janggut, gandek, godong (berbentuk seperti daun), gandar, ri serta cangkring. Dan jenis lainnya adalah jenis wrangka gayaman (gandon) yang bagian-bagiannya hampir sama dengan wrangka ladrang tetapi tidak terdapat angkup, godong dan gandek.
Aturan pemakaian bentuk wrangka ini sudah ditentukan, walaupun tidak mutlak. Wrangka ladrang dipakai untuk upacara resmi , misalkan menghadap raja, acara resmi keraton lainnya (penobatan, pengangkatan pejabat kerajaan, perkimpoian, dll) dengan maksud penghormatan. Tata cara penggunaannya adalah dengan menyelipkan gandar keris di lipatan sabuk (stagen) pada pinggang bagian belakang (termasuk sebagai pertimbangan untuk keselamatan raja ). Sedangkan wrangka gayaman dipakai untuk keperluan harian, dan keris ditempatkan pada bagian depan (dekat pinggang) ataupun di belakang (pinggang belakang).
Dalam perang, yang digunakan adalah keris wrangka gayaman , pertimbangannya adalah dari sisi praktis dan ringkas, karena wrangka gayaman lebih memungkinkan cepat dan mudah bergerak, karena bentuknya lebih sederhana.
Ladrang dan gayaman merupakan pola-bentuk wrangka, dan bagian utama menurut fungsi wrangka adalah bagian bawah yang berbentuk panjang ( sepanjang wilah keris ) yang disebut gandar atau antupan ,maka fungsi gandar adalah untuk membungkus wilah (bilah) dan biasanya terbuat dari kayu ( dipertimbangkan untuk tidak merusak wilah yang berbahan logam campuran ) .
Karena fungsi gandar untuk membungkus , sehingga fungsi keindahannya tidak diutamakan, maka untuk memperindahnya akan dilapisi seperti selongsong-silinder yang disebut pendok . Bagian pendok ( lapisan selongsong ) inilah yang biasanya diukir sangat indah , dibuat dari logam kuningan, suasa ( campuran tembaga emas ) , perak, emas . Untuk daerah diluar Jawa ( kalangan raja-raja Bugis , Goa, Palembang, Riau, Bali ) pendoknya terbuat dari emas , disertai dengan tambahan hiasan seperti sulaman tali dari emas dan bunga yang bertaburkan intan berlian.
Untuk keris Jawa , menurut bentuknya pendok ada tiga macam, yaitu (1) pendok bunton berbentuk selongsong pipih tanpa belahan pada sisinya , (2) pendok blewah (blengah) terbelah memanjang sampai pada salah satu ujungnya sehingga bagian gandar akan terlihat , serta (3) pendok topengan yang belahannya hanya terletak di tengah . Apabila dilihat dari hiasannya, pendok ada dua macam yaitu pendok berukir dan pendok polos (tanpa ukiran).
* Wilah
Wilah atau wilahan adalah bagian utama dari sebuah keris, dan juga terdiri dari bagian-bagian tertentu yang tidak sama untuk setiap wilahan, yang biasanya disebut dapur, atau penamaan ragam bentuk pada wilah-bilah (ada puluhan bentuk dapur). Sebagai contoh, bisa disebutkan dapur jangkung mayang, jaka lola , pinarak, jamang murub, bungkul , kebo tedan, pudak sitegal, dll.
Pada pangkal wilahan terdapat pesi , yang merupakan ujung bawah sebilah keris atau tangkai keris. Bagian inilah yang masuk ke pegangan keris ( ukiran) . Pesi ini panjangnya antara 5 cm sampai 7 cm, dengan penampang sekitar 5 mm sampai 10 mm, bentuknya bulat panjang seperti pensil. Di daerah Jawa Timur disebut paksi, di Riau disebut puting, sedangkan untuk daerah Serawak, Brunei dan Malaysia disebut punting.
Pada pangkal (dasar keris) atau bagian bawah dari sebilah keris disebut ganja (untuk daerah semenanjung Melayu menyebutnya aring). Di tengahnya terdapat lubang pesi (bulat) persis untuk memasukkan pesi, sehingga bagian wilah dan ganja tidak terpisahkan. Pengamat budaya tosan aji mengatakan bahwa kesatuan itu melambangkan kesatuan lingga dan yoni, dimana ganja mewakili lambang yoni sedangkan pesi melambangkan lingganya. Ganja ini sepintas berbentuk cecak, bagian depannya disebut sirah cecak, bagian lehernya disebut gulu meled , bagian perut disebut wetengan dan ekornya disebut sebit ron. Ragam bentuk ganja ada bermacam-macam, wilut , dungkul , kelap lintah dan sebit rontal.
Luk, adalah bagian yang berkelok dari wilah-bilah keris, dan dilihat dari bentuknya keris dapat dibagi dua golongan besar, yaitu keris yang lurus dan keris yang bilahnya berkelok-kelok atau luk. Salah satu cara sederhana menghitung luk pada bilah , dimulai dari pangkal keris ke arah ujung keris, dihitung dari sisi cembung dan dilakukan pada kedua sisi seberang-menyeberang (kanan-kiri), maka bilangan terakhir adalah banyaknya luk pada wilah-bilah dan jumlahnya selalu gasal ( ganjil) dan tidak pernah genap, dan yang terkecil adalah luk tiga (3) dan terbanyak adalah luk tiga belas (13). Jika ada keris yang jumlah luk nya lebih dari tiga belas, biasanya disebut keris kalawija ,atau keris tidak lazim .
Sejarah
Asal keris yang kita kenal saat ini masih belum terjelaskan betul. Relief candi di Jawa lebih banyak menunjukkan ksatria-ksatria dengan senjata yang lebih banyak unsur India-nya.
Keris Budha dan pengaruh India-Tiongkok
Kerajaan-kerajaan awal Indonesia sangat terpengaruh oleh budaya Budha dan Hindu. Candi di Jawa tengah adalah sumber utama mengenai budaya zaman tersebut. Yang mengejutkan adalah sedikitnya penggunaan keris atau sesuatu yang serupa dengannya. Relief di Borobudur tidak menunjukkan pisau belati yang mirip dengan keris.
Dari penemuan arkeologis banyak ahli yang setuju bahwa proto-keris berbentuk pisau lurus dengan bilah tebal dan lebar. Salah satu keris tipe ini adalah keris milik keluarga Knaud, didapat dari Sultan Paku Alam V. Keris ini relief di permukaannya yang berisi epik Ramayana dan terdapat tahun Jawa 1264 (1342 Masehi), meski ada yang meragukan penanggalannya.
Pengaruh kebudayaan Tiongkok mungkin masuk melalui kebudayaan Dongson (Vietnam) yang merupakan penghubung antara kebudayaan Tiongkok dan dunia Melayu. Terdapat keris sajen yang memiliki bentuk gagang manusia sama dengan belati Dongson.
Keris "Modern"
Keris yang saat ini kita kenal adalah hasil proses evolusi yang panjang. Keris modern yang dikenal saat ini adalah belati penusuk yang unik. Keris memperoleh bentuknya pada masa Majapahit (abad ke-14) dan Kerajaan Mataram baru (abad ke-17-18).
Pemerhati dan kolektor keris lebih senang menggolongkannya sebagai "keris kuno" dan "keris baru" yang istilahnya disebut nem-neman ( muda usia atau baru ). Prinsip pengamatannya adalah "keris kuno" yang dibuat sebelum abad 19 masih menggunakan bahan bijih logam mentah yang diambil dari sumber alam-tambang-meteor ( karena belum ada pabrik peleburan bijih besi, perak, nikel dll), sehingga logam yang dipakai masih mengandung banyak jenis logam campuran lainnya, seperti bijih besinya mengandung titanium, cobalt, perak, timah putih, nikel, tembaga dll. Sedangkan keris baru ( setelah abad 19 ) biasanya hanya menggunakan bahan besi, baja dan nikel dari hasil peleburan biji besi, atau besi bekas ( per sparepart kendaraan, besi jembatan, besi rel kereta api dll ) yang rata-rata adalah olahan pabrik, sehingga kemurniannya terjamin atau sedikit sekali kemungkinannya mengandung logam jenis lainnya.
Misalkan penelitian Haryono Arumbinang, Sudyartomo dan Budi Santosa ( sarjana nuklir BATAN Yogjakarta ) pada era 1990, menunjukkan bahwa sebilah keris dengan tangguh Tuban, dapur Tilam Upih dan pamor Beras Wutah ternyata mengandung besi (fe) , arsenikum (warangan )dan Titanium (Ti), menurut peneliti tersebut bahwa keris tersebut adalah "keris kuno" , karena unsur logam titanium ,baru ditemukan sebagai unsur logam mandiri pada sekitar tahun 1940, dan logam yang kekerasannya melebihi baja namun jauh lebih ringan dari besi, banyak digunakan sebagai alat transportasi modern (pesawat terbang, pesawat luar angkasa) ataupun roket, jadi pada saat itu teknologi tersebut belum hadir di Indonesia. Titanium banyak diketemukan pada batu meteorit dan pasir besi biasanya berasal dari daerah Pantai Selatan dan juga Sulawesi. Dari 14 keris yang diteliti , rata-rata mengandung banyak logam campuran jenis lain seperti cromium, stanum, stibinium, perak, tembaga dan seng, sebanyak 13 keris tersebut mengandung titanium dan hanya satu keris yang mengandung nikel.
Keris baru dapat langsung diketahui kandungan jenis logamnya karena para Mpu ( pengrajin keris) membeli bahan bakunya di toko besi, seperti besi, nikel, kuningan dll. Mereka tidak menggunakan bahan dari bijih besi mentah ( misalkan diambil dari pertambangan ) atau batu meteorit , sehingga tidak perlu dianalisis dengan isotop radioaktif. Sehingga kalau ada keris yang dicurigai sebagai hasil rekayasa , atau keris baru yang berpenampilan keris kuno maka penelitian akan mudah mengungkapkannya. Beberapa Keris Pusaka terkenal :
* Keris Mpu Gandring
* Keris Pusaka Setan Kober
* Keris Kyai Sengkelat
* Keris Pusaka Nagasastra Sabuk Inten
* Keris Kyai Carubuk
* Keris Kyai Condong Campur
macam2 keris :
http://tengkurizan.fotopic.net/c1259872.html
http://tengkurizan.fotopic.net/c1331191.html
Ane baru nemu nih,mudah mudahan bermanfaat
Click Here (http://images.sudarjanto.multiply.com/attachment/0/Rwc4RAoKCq0AAC3eXkg1/EnsiklopediaKeris.pdf?nmid=60809194)
Ane baru nemu nih,mudah mudahan bermanfaat
Click Here (http://images.sudarjanto.multiply.com/attachment/0/Rwc4RAoKCq0AAC3eXkg1/EnsiklopediaKeris.pdf?nmid=60809194)
koq gak bisa dibuka ya????
koq gak bisa dibuka ya????
Apanya yg gk bisa dibuka?
Itu isinya file dgn format .pdf
jadi mesti di unduh dulu(didonlot)
red_conjurer
May 17, 2008, 17:06
klik kanan di linknya trus pilih yg 'save target as...'
nanti di save di kompie kita, nama filenya ensiklopedia keris.pdf
thanks loh bang gamu :D
Apanya yg gk bisa dibuka?
Itu isinya file dgn format .pdf
jadi mesti di unduh dulu(didonlot)
udah..... tetep aja ga bisa.... apa komputernya yah yg lemot????? hehehehe.... ::v::
kang cendol
May 19, 2008, 11:24
Ada yang punya keris2 koleksi dari zaman Majapahit ?
Boleh dong pic nya di tampilkan !!
di FS [WG]
agak susah kang nyarinya.... ntar gue cari dulu ye.........
ferdiiiiiiiiii
May 24, 2008, 16:51
Allo mbah.... aku baru masuk nih.... maaf yaaa....
aku mo nanya nih..... aku pernah dikasih keris bentuknya besar putih,luknya kira2 ada 5-an,tengahnya dari bawah berbentuk badan ular naga trus sisiknya berlubang di tengahnya dari pangkal sampai atas,lubangnya itu dari emas,trus gagangnya adalah kepala ular naga emas,aku pengen tanya nih itu namanya keris apaan ya??? aku pengen tau aja..... aku tunggu ya jawabannya,cz kerisnya itu langsung masuk ke tubuhku sih......
vj.byubyu
May 25, 2008, 02:13
wah sayang ya ga ada gambarnya...
kalo cuma di imajinasikan rada susah juga ya....
Kalo gt jangan di imajinasikan om byu :D :D :D :megaman:
ferdiiiiiiiiii
May 25, 2008, 08:36
soalnya sih aku ngliatnya bntar sktr 10 mnitan,trus masuk k tubuhku...... ya bntuknya sih keris besar dr gagang smpai ujung keris bagian tengahnya bdn ular naga emas tp sisiknya berlubang tembus trus warnanya emas,sori aku hnya bs mndefinisikan bgtu aja sih soalnya g bs d foto alias kasat mata..... bgtu sdr sekalian...
Owh...yang kasat mata itu gak bisa di poto ya ? Ok deh :megaman:
bagaimana cr krja jimat? amulet bs kasih:
- proteksi
- hoki
thx
Hallo mbah ...
Kalo mau memaharkan keris itu bagaimana ya caranya yg baik.
Apakah umur atau jaman dari keris/tombak tsb sangat mempengaruhi nilai maharnya
Bagaimana dengan "isi" nya ? Apa juga berpengaruh.
kang cendol
May 27, 2008, 10:52
Hallo mbah ...
Kalo mau memaharkan keris itu bagaimana ya caranya yg baik.
Apakah umur atau jaman dari keris/tombak tsb sangat mempengaruhi nilai maharnya
Bagaimana dengan "isi" nya ? Apa juga berpengaruh.
Umur atau zaman dapat berpengaruh dengan jumlah mahar.
Semakin tua tentu semakin mahal ( mungkin karena unik dan antik )
Mengenai "Isi" nya menurut aku juga berpengaruh buat maharnya.
( apalagi yang buat pemilihan camat atau Gubernur ,hiks ) :D
mafiotso
May 28, 2008, 03:42
Rise And Shine Fully And Bring It Down
"MAFIOTSO THE FIRE AURA:devilf:" IS BACK,
:devilf::devilf::devilf::devilf:
Syampurasyun KAKANG MAS KANG CENDOL Masih Bolehkah Adinda bergabung Disini?????? Kalau masih Boleh Adinda Ingin berbagi pengetahuan kalau Bisa ketemuan langsung dengan kakangmas kang CENDOL yang sampai sekrang masih MISTERIUS WUJUDNYA Seperti penampakkan hahaaaa....
NB : Jika Sudah UNING NONG ANING UNUNG Maka Allah Aran Ingsun Sudah Bukan Merupakan Sesuatu yang mustahil or Mustahal Melainkan Mustadjab
To Be Continued.......:devilf::devilf::devilf:
Crystal Jade
May 28, 2008, 04:58
Umur atau zaman dapat berpengaruh dengan jumlah mahar.
Semakin tua tentu semakin mahal ( mungkin karena unik dan antik )
Mengenai "Isi" nya menurut aku juga berpengaruh buat maharnya.
( apalagi yang buat pemilihan camat atau Gubernur ,hiks ) :D
pengalaman sekali kayak na.... hmm pasti sering dapet orderan dari para camat n gubernurr wkakakakkakakakaka j/k kang jangan marah yoo! [rokok]
red_conjurer
May 28, 2008, 05:00
mpu kerisnya [WG] dia tuh jade ;D
Crystal Jade
May 28, 2008, 05:05
tak kirain empu keris na WG ya ki cancut, hmm ternyata masih ada s45p na si akang cendol! mumpung kagak ada orang na mari kita(rame2) gossipin dia! wkakakkakaka
btw, ngomong punya ngomong gimana bedain keris yg "isi" nya alami yg kudu pake mahar2an sama keris yg "isi" nya itu isi2an tuk menuhin komersial semata? mohon pencerahan na?
mafiotso
May 28, 2008, 08:09
Rise And Shine Fully & Bring it Down
:devilf:MAFIOTSO:devilf:
Perhatian Dapet Kabar Terakhir dari Dunia Maya Bahwa MALAYSIA semakin "KURANG ADJAR" SADJA terhadap indonesia
Banyak Arca Serta Pusaka Dari Nusantara di Claim Bahwa Itu Adalah Pusaka dan Arca Milik Nenek Moyang orang malaysia :devilf:
Saat Ini Banyak Arkeolog dari Malaysia Nyank Nongkrong Hampir Di seluruh Situs2 Purbakala di Indonesia Demi Mencari Serta "MENCURI" Kekayaan Arca Serta Pusaka Indonesia !!!!!!!!!
Tapi Ternyata BODOHNYA MEREKA Serta keserakahan dari Bangsa Kita sendiri karena telah banyak terjadi Transaksi Pembelian Pusaka Oleh ORANG MALAYSIA Dari PARANORMAL INDONESIA, LUTCUnya Berdasarkan Survei yang dilakukan Di Dunia MAya KEbanyakan Orang Malaysia Tidak TAhu Mengenai "ISI" atau Khodam Atau Energi Atau Indigo Atau "ANGEL" yang menghuni suatu pusaka, Banyak Diantara ORANG Malaysia Yang TERTIPU MEMBELI PUSAKA PALSU ALIAS PUSAKA TANPA "ISI" atau "Khodam" Atau "Energi" Atau "Indigo" Atau "ANGEL" ALIAS PUSAKA KOSONG dan KEROMPONGANNYA DOANK dari paranormal Indonesia ::v::::v:: HAHAHAAAAA....Mungkin Buat Dijadikan Souvenir Atau Padjangan Di rumah Hahahaa........Yang Mereka Tahu Hanya Setiap Pusaka yang berasal dari Bumi Nusantara Indonesia SUDAH PASTI BER - "ISI" dan memiliki Pamor Serta Kesaktian Hahahaaa.....
NB : Kepada Kakangmas Kang Cendol Tolong Jangan Diapus Yaaaa Memang Agak Cadaz isinya Tapi lumayan Buat sekedar Info, Plizzzzzzzz:maaf:
kang cendol
May 28, 2008, 13:35
Wah nambah pasien di RSJ FORSUP lagi nih...
Mafiotso......aya2 wae :devilf:
_______________________
Umur atau zaman dapat berpengaruh dengan jumlah mahar.
Semakin tua tentu semakin mahal ( mungkin karena unik dan antik )
Mengenai "Isi" nya menurut aku juga berpengaruh buat maharnya.
( apalagi yang buat pemilihan camat atau Gubernur ,hiks ) :D
Hmmm ... kabarnya memang begitu ya
untuk jadi Gubernur rupanya tidak sekedar nyawer sana sini ya :bingung:
Salah satu yg ada pada saya pamornya Raja Abala Raja
katanya pamor itulah yg diminati oleh para Calon Pemimpin ???
wah ... boleh juga tuh kalo ada BALON (Bakal Calon) yg minat untuk menghubungi saya ... hehehehe
Allo mbah.... aku baru masuk nih.... maaf yaaa....
aku mo nanya nih..... aku pernah dikasih keris bentuknya besar putih,luknya kira2 ada 5-an,tengahnya dari bawah berbentuk badan ular naga trus sisiknya berlubang di tengahnya dari pangkal sampai atas,lubangnya itu dari emas,trus gagangnya adalah kepala ular naga emas,aku pengen tanya nih itu namanya keris apaan ya??? aku pengen tau aja..... aku tunggu ya jawabannya,cz kerisnya itu langsung masuk ke tubuhku sih......
itu senjata ghoib kamu.... pergunakanlah sebaik2nya..... tanyakan pada yang pemberi keris. oce?????
ferdiiiiiiiiii
June 02, 2008, 01:25
itu senjata ghoib kamu.... pergunakanlah sebaik2nya..... tanyakan pada yang pemberi keris. oce?????
Thanks ya Ayoex atas infonya....cz aku tuh mimpi kayak gitu jadi bingung aku....thanks yaa.. tapi pertanyaannya... cara nggunakannya gimana???
Ayoex
June 03, 2008, 05:21
wah..... ndak bisa cerita disini.......
_____________________________________________
contact me : poethry_ryan@yahoo.com --> ada no hp
ch1m0x
June 04, 2008, 03:20
hmm .. ada yang tau ttg keris yang bisa buat buka laut selatan gak ? hmm, lupa namanya
Ayoex
June 05, 2008, 05:37
gak ngerti.......
vj.byubyu
June 10, 2008, 03:13
Keris Bali
Sekedar wacana tentang keris bali nih...enjoy...
Ki Pancok Sahang
Milik Dalem Waturenggong yang beliau temukan di dalam ikatan saang (kayu bakar).
Dengan berbekal keris ini Dalam Waturenggong memenangkan pertempuran melawan Dalem Bungkut, penguasa Nusa Penida yang terkenal maha sakti.
http://i166.photobucket.com/albums/u86/thefm72/panjiwilisa.jpg
Ki Kala Dangastra
Menurut Jero Balian Samudrawan dari Buleleng, pada masa lampau ada cerita tentang kesaktian dari sebilah keris yang bernama Ki Kala Dangastra. Ketika keris itu dibawa ke tengah hutan dan dihunus, maka pohon-pohon di sekitarnya menjadi terbakar.
Begitu pula saat dihunus di perkampungan penduduk, maka rumah-rumah pun konon menjadi terbakar.
Ki Lobar
Gajah Mada sebagai mahapatih Majapahit memiliki sebilah keris yang bernama Ki Lobar.
Konon keris ini sangat sakti, karena bisa menikam musuh tuannya dengan sendirinya.
Menurut cerita, suatu hari Gajah Mada berburu ke hutan.
Di pinggangnya terselip keris Ki Lobar. Ketika sudah berada di tengah hutan, tanpa disadarinya seekor harimau yang sangat besar mengintai dari balik semak-semak.
Ketika Gajah Mada telah berada pada jarak terkaman, harimau itu pun mengaum dengan keras dan menerjang ke arah Gajah Mada. Gajah Mada kaget, namun tak mampu berbuat apa-apa. Sesaat kemudian terdengar auman yang sangat dasyat. Tubuh harimau itu jatuh berguling-guling di tanah dengan badan bersimbah darah. Sebilah keris telah menancap di jantungnya.
Ki Bengawan Canggu
Dalam "Babad Dalem di Bali" diceritakan, bahwa Ida I Dewa Ketut Ngulesir (Dalem Gelgel) -- sepulangnya dari kunjungan ke Majapahit -- membawa banyak oleh-oleh, di antaranya keris.
Setibanya di Bali, ia singgah di Canggu, Kuta. Namun tiba-tiba sebilah keris pusaka hadiah dari raja Majapahit lepas dari sarungnya dan jatuh ke sungai yang airnya sedang pasang.
Melihat itu, Dalem lalu mendekatkan sarung keris tersebut ke permukaan air sungai. Sungguh ajaib, keris itu tiba-tiba melesat ke permukaan air dan langsung masuk ke sarungnya. Itulah sebabnya mengapa kemudian keris itu disebut Ki Bengawan Canggu.
Ayoex
June 10, 2008, 03:24
wuah..... lama gak kesini.....
om vj.... keren dah..... sip..... :bravo:
veter
June 10, 2008, 04:51
Ayo2 para pinisepuh yg jago2 ... keris yg di atas di terawang :D :D :D ..... halah ... Kurang ajar banget kata2 gw :megaman:
aryoseno
June 12, 2008, 02:36
hai semua:maaf:[WG]....newbie numpang mendengarkan....
silahkan dilanjut.....[rokok]
vj.byubyu
June 12, 2008, 11:02
hai semua:maaf:[WG]....newbie numpang mendengarkan....
silahkan dilanjut.....[rokok]
salam kenal..
silahkan memperkenalkan diri di sticky kenalan ya...
Dugdeng
June 12, 2008, 16:58
Waduh2..si Embah lagi ngebahas soal keris toh..
yang aku tau cuma 3 keris yang cukup tersohor dan menggemparkan sejarah di tanah jawa
1.Keris Mpu Gandring yang membuat Ken Arok menjadi penguasa majapahit dan sekaligus menjadi keris kutukan untuk anak keturunan ken arok.
2.Keris Kyai Sangkelat,yang bahan keris di dapat dari sebuah gunung di tanah jawa,kemudian di bawa oleh Sunan Kali Jaga dan di serahkan ke mpu supo untuk di bentuk menjadi sebuah keris.
3.Keris Kala Munyeng yang di pegang RI 1, yang menurut sejarahnya, asal mula keris itu dari Shang Hyang Jagad nata,setelah mencabut taring Sang Batara Kala yang sedang bertempur melawan para dewa2 di swargaloka.Dan keris Itu hanya sanggup di pegang oleh manusia yang menjadi titisan Batara Wisnu.
vj.byubyu
June 13, 2008, 02:11
3.Keris Kala Munyeng yang di pegang RI 1, yang menurut sejarahnya, asal mula keris itu dari Shang Hyang Jagad nata,setelah mencabut taring Sang Batara Kala yang sedang bertempur melawan para dewa2 di swargaloka.Dan keris Itu hanya sanggup di pegang oleh manusia yang menjadi titisan Batara Wisnu.
ini RI 1 yg mana nih?
apa yg menjabat sekarang?
kang cendol
June 13, 2008, 02:52
Kala Munyeng itu pernah di pegang Soekarno & Prabu Brawijaya V
Ketika berdiri kerajaan Demak dan akan di boyong kesana "raib' karena sebelum kesana dititipkan dahulu ke Sunan Giri karena suatu hal Raden Patah merasa curiga hingga ia menyerang Padepokan Sunan Giri, Sunan Giri beralasan tidak mau memberikan keris Kala Munyeng itu karena Raden Patah telah 'durhaka' kepada ayahandanya Prabu Brawijaya V karena telah menyerang Majapahit, sehingga keris tsb di tunda2 penyerahannya kesana.
__________________________________
Ane mau nanya nih...
Apa bener ada keris yg namanya "Keris Dapur Sewu"
Ada yg bisa beri penjelasan?
makasih
Ayoex
June 13, 2008, 07:54
Kala Munyeng itu pernah di pegang Soekarno & Prabu Brawijaya V
Ketika berdiri kerajaan Demak dan akan di boyong kesana "raib' karena sebelum kesana dititipkan dahulu ke Sunan Giri karena suatu hal Raden Patah merasa curiga hingga ia menyerang Padepokan Sunan Giri, Sunan Giri beralasan tidak mau memberikan keris Kala Munyeng itu karena Raden Patah telah 'durhaka' kepada ayahandanya Prabu Brawijaya V karena telah menyerang Majapahit, sehingga keris tsb di tunda2 penyerahannya kesana.
__________________________________
kang cendol, tau dari mane??? ane jadi penasaran...... ada cerita yang lebih lengkapnya lagi gak......
ferdiiiiiiiiii
June 13, 2008, 13:43
Hoi Ayoex,gmn nih aku tunggu nih penjelasannya,pernah suatu ketika keris itu bangun,warnanya putih perak terang benderang,terang banget tapi ngga menyilaukan mata,trus tubuhku terasa adem banget,n tenang banget,gmn ya koq bisa bgtu,mohon petunjuknya:maaf:
kang cendol
June 14, 2008, 02:25
kang cendol, tau dari mane??? ane jadi penasaran...... ada cerita yang lebih lengkapnya lagi gak......
Ya belajar lah masa main di Mall sich (nggak nyambungkan, hiks).
*Coba dibaca Babad Sunan Giri deh
_____________________________
red_conjurer
June 14, 2008, 05:25
babar tentang kujang dong kang!
ignpluhur
June 14, 2008, 06:48
*Coba dibaca Babad Sunan Giri deh
isinya berbeda dengan serat dharmogandul kang??
Ayoex
June 14, 2008, 07:37
Hoi Ayoex,gmn nih aku tunggu nih penjelasannya,pernah suatu ketika keris itu bangun,warnanya putih perak terang benderang,terang banget tapi ngga menyilaukan mata,trus tubuhku terasa adem banget,n tenang banget,gmn ya koq bisa bgtu,mohon petunjuknya:maaf:
yang elo liat itu bener keris???? aku ngerasa itu bukan keris......
Ya belajar lah masa main di Mall sich (nggak nyambungkan, hiks).
*Coba dibaca Babad Sunan Giri deh
_____________________________
yah.... share disini dyonkz.......
ferdiiiiiiiiii
June 14, 2008, 14:52
Trus apaan yoex? masalahnya sebelum itu yg masuk cahaya putih kebiruan,masuk ke dadaku yoex,tapi udah agak lama sih jaraknya eh emailnya koq g di bls nih.. hehehe
ferdiiiiiiiiii
June 14, 2008, 15:18
eh yoex boleh ngga aku konsultasi lbih private lg ma km?
kang cendol
June 15, 2008, 14:06
babar tentang kujang dong kang!
iya Kujang memang sedang dalam tahap pengumpulan data & persiapan, :D
isinya berbeda dengan serat dharmogandul kang??
Iya memang beda, mungkin ada "kepentingan2" buat menyenangi hati penguasa saat itu.
pisang_lempeng
June 16, 2008, 21:22
@pisang_lempeng
Keris naga raja itu tidak hanya ber luk 13. Dan yang mempunyai keris luk 13 bukan sembarang orang....... Mungkin dia orang pinter....
PM saya aj.... semoga saya bisa bantu
bang ayux, sori baru liat postingan lagi :D
yang ini ogut punya dah ada deh 2taunan, dapetnya di daerah jawa tengah di desa kajen.
http://www.flickapic.com/pic/FlickAPic-5b65d0dc.JPG
ini nagaraja luk 13/ ada mahkota-nya di kepala naga
Ayoex
June 17, 2008, 14:26
Trus apaan yoex? masalahnya sebelum itu yg masuk cahaya putih kebiruan,masuk ke dadaku yoex,tapi udah agak lama sih jaraknya eh emailnya koq g di bls nih.. hehehe
email yang mana???? ga ada email tuh???
eh yoex boleh ngga aku konsultasi lbih private lg ma km?
boleh.....
bang ayux, sori baru liat postingan lagi :D
yang ini ogut punya dah ada deh 2taunan, dapetnya di daerah jawa tengah di desa kajen.
http://www.flickapic.com/pic/FlickAPic-5b65d0dc.JPG
ini nagaraja luk 13/ ada mahkota-nya di kepala naga
oalah....... ini punya kamu toh?????? sejak kemaren aku liat keris kamu. keris kamu ngontak daku..... hihihihi....... aku kira punya DK....... ada keris satu lagi kayak gini, tapi lurus bentuknya................
lokasimu ada dimana????
maaph.... daku cewek....
ferdiiiiiiiiii
June 18, 2008, 09:05
bukan itu yoex, dibilangin jauh bener dari yang ad di foto
nanti aku kirim gambar sketsanya ya...
YMku ferdi_20999@yahoo.com
aku di Kalimantan Selatan....btw thanks ya udah mau berkenan konsultasi private ma aku
ferdiiiiiiiiii
June 18, 2008, 09:08
beneran ya aku tunggu infonya ya yoex
hehehe
Ane mau nanya nih...
Apa bener ada keris yg namanya "Keris Dapur Sewu"
Ada yg bisa beri penjelasan?
Bagi yang tau mohon dibabar disini
makasih
kang cendol
June 18, 2008, 12:15
Ane mau nanya nih...
Apa bener ada keris yg namanya "Keris Dapur Sewu"
Ada yg bisa beri penjelasan?
makasih
Ane mau nanya nih...
Apa bener ada keris yg namanya "Keris Dapur Sewu"
Ada yg bisa beri penjelasan?
Bagi yang tau mohon dibabar disini
makasih
Maksudnya ape nih mas pertanyaannya di ulang-ulang ??
apa perlu sampe 7 kali kalu ga ada yg jawab ??
*jika ada pertanyaan berulang2 maka akan saya hapus karena dianggap spam
Sepengetahuan saya Keris Dapur Sewu, nama lain dari keris luk 13 Nagasasra.
_____________________________
lon-alone wae, ono-ono wae
Maksudnya ape nih mas pertanyaannya di ulang-ulang ??
apa perlu sampe 7 kali kalu ga ada yg jawab ??
*jika ada pertanyaan berulang2 maka akan saya hapus karena dianggap spam
Sepengetahuan saya Keris Dapur Sewu, nama lain dari keris luk 13 Nagasasra.
_____________________________
lon-alone wae, ono-ono wae
:maaf::maaf: Ane cuman nubie..
sekali lagi :maaf: Ane cuman pengen tau aza
:maaf::maaf::maaf::maaf:
pisang_lempeng
June 19, 2008, 03:41
oalah....... ini punya kamu toh?????? sejak kemaren aku liat keris kamu. keris kamu ngontak daku..... hihihihi....... aku kira punya DK....... ada keris satu lagi kayak gini, tapi lurus bentuknya................
lokasimu ada dimana????
ngontak gimana nih :) , lokasi di jkt. ayux lokasinya?
maaph.... daku cewek....
wadaw.... :maaf: sorry, neng ayux... ogut kaga tau :D , tapi hebat deh cewek tau banyak soal keris::malu::
Sepengetahuan saya Keris Dapur Sewu, nama lain dari keris luk 13 Nagasasra.
tadinya tuh neng, gue mo ambil nagasosro/nagasasra. sama temen yg di kajen kaga di kasih, di bilang repot ngurusnya. terus di kasih yang nagaraja and dia bilang cocok sama gue. yah... gue ho'oh aja dah, yang suka puasa senen kemis dia :haha
Ayoex
June 19, 2008, 04:25
Lokasi Solo
iyah.... datangin aku lewat ghoib.... gak tau kenapa keris kamu ngontak aku terus...... coz minggu2 ini ane sibuk.....
Ayoex
June 19, 2008, 04:32
bukan itu yoex, dibilangin jauh bener dari yang ad di foto
nanti aku kirim gambar sketsanya ya...
YMku ferdi_20999@yahoo.com
aku di Kalimantan Selatan....btw thanks ya udah mau berkenan konsultasi private ma aku
udah aku add ym kamu, fs kamu udah aku approve
yoa..... gue tunggu....
pisang_lempeng
June 19, 2008, 08:10
Lokasi Solo
iyah.... datangin aku lewat ghoib.... gak tau kenapa keris kamu ngontak aku terus...... coz minggu2 ini ane sibuk.....
nah lo.... maksudnya ngontak gimana?
:)
kang cendol
June 19, 2008, 12:20
tadinya tuh neng, gue mo ambil nagasosro/nagasasra. sama temen yg di kajen kaga di kasih, di bilang repot ngurusnya. terus di kasih yang nagaraja and dia bilang cocok sama gue. yah... gue ho'oh aja dah, yang suka puasa senen kemis dia :haha
Sory ada kesalahan teknis, maksud sayah :
Keris Dapur Sewu = Nagasasra
Keris Naga Raja = keris luk 13 ( ada juga yang luk 11 )
terimakasih atas koreksinya...
ada versi lain ?
Memang kalo soal pamor dan jenis2 keris saya kurang hafal neeh ::malu::
red_conjurer
June 20, 2008, 04:34
kurang hapal tapi banyak bgt tahunya huehehehe :hehe
dasar cendol... i luv u man
Ayoex
June 24, 2008, 08:41
nah lo.... maksudnya ngontak gimana?
:)
ya begitu kurang lebih........ masih gak ngerti yah??? ::cry::
Sory ada kesalahan teknis, maksud sayah :
Keris Dapur Sewu = Nagasasra
Keris Naga Raja = keris luk 13 ( ada juga yang luk 11 )
terimakasih atas koreksinya...
ada versi lain ?
Memang kalo soal pamor dan jenis2 keris saya kurang hafal neeh ::malu::
tapi keren koq kang cendol......
red_conjurer
September 07, 2008, 17:15
Ayo ki cancud, dibabar lg dong nuansa mistik kerisnya
Ayoex
September 07, 2008, 20:40
Iya yah. Lama tak jumpa ni thread. Kangen juga. He..he.. :D
Ayo yg pny keris... Tunjukkan kerisnya ???
Pdhl ane ya pny,aneh ya ane? Huehehe
mat_item
September 14, 2008, 07:06
btw, ngomong punya ngomong gimana bedain keris yg "isi" nya alami yg kudu pake mahar2an sama keris yg "isi" nya itu isi2an tuk menuhin komersial semata? mohon pencerahan na?
Beda'in keris yang cuma isi2an dan alami :
1. Kalo yang alami, isinya tidak dapat di hilangkan atau agak susahkecuali di rebus dengan air mendidih, di rendam dg air leri ( air cucian beras ) atau di rendam di Air Keras (air 'penitrik').
2. Kalo yang cuma 'isi'an. kalo tante jade punnya tenaga dalam yang cukup lumayan dan power / kekuatan si 'isi' keris di bawah tante, pasti otomatis ntu 'isi' bisa minggir atau bisa juga tersedot sama kekuatan tante :hehe.
hati2 sekarang banyak keris yang di 'isi' cuma tahannya paling satoe tahun atau dua tahun atau malah cuma 40 hari malah. Selanjutnya kite cuma gigit jari karena besok2 ntu keris sama aje sama besi biasa atau ranting pohon biasa karena 'isi'nya telah pergi. ntu isi pergi karena perjanjian si pengisi mintanya cuma jangka waktu segitu. [rokok]
wassalam ya salam ya ridho ya Robbi
[rokok] [WG]
Crystal Jade
September 15, 2008, 02:30
1st .....matur nuwun sanget mas mamat atas info ngebedain mana keris "isi2a" n mana keris isi alami ! :maaf:
hati2 sekarang banyak keris yang di 'isi' cuma tahannya paling satoe tahun atau dua tahun atau malah cuma 40 hari malah. Selanjutnya kite cuma gigit jari karena besok2 ntu keris sama aje sama besi biasa atau ranting pohon biasa karena 'isi'nya telah pergi. ntu isi pergi karena perjanjian si pengisi mintanya cuma jangka waktu segitu.
wassalam ya salam ya ridho ya Robbi
comercial n bizniz bangethhh yak entu yang keris isi2an? kesian bangeth kalu ada yang ketepu! ::cry:: hwhwhwhwhhwhwhwhwhwhhwhw
Wass. ... . .. .. .. ...... ..
kang cendol
September 26, 2008, 17:34
^
Banyusumurup, Desa Kerajinan Aksesoris Keris
Menikmati proses pembuatan beragam aksesoris keris adalah agenda paling tepat setelah melihat beragamn koleksi keris dan proses menghias keris. Anda akan semakin mendapat gambaran lengkap tentang bagaimana keris dan aksesorisnya diproduksi. Desa Banyusumurup adalah lokasi tempat anda bisa menikmatinya, sebuah desa yang sejak tahun 1950-an berkembang menjadi sentra kerajinan aksesoris keris.
Desa Banyusumurup memproduksi warangka atau sarung keris dan pendok atau bagian tangkai keris yang berfungsi sebagai pegangan. Wilayah ini bisa dijangkau dengan berjalan lurus ke selatan dari perempatan Terminal Giwangan dan kemudian mengambil lajur kanan setelah sampai di pertigaan menuju makam Imogiri. Anda mesti menempuhnya dengan kendaraan pribadi atau taksi, sebab tak ada angkutan umum seperti bis yang melewatinya.
Suasana sejuk pedesaan akan segera menyapa setelah anda sampai di wilayah ini. Meski telah berkembang sebagai desa kerajinan, suasana desa ini masih seperti desa pada umumnya, tak banyak papan penunjuk seperti halnya di desa Kasongan. Sebagian besar pengrajin memproduksi aksesoris keris dalam skala rumah tangga dan hingga kini belum berkembang sanggar atau merek khusus aksesoris keris. Namun, ada satu yang terkenal, yaitu milik Pak Jiwo.
Di kediaman Pak Jiwo, anda bisa menyaksikan proses pembuatan warangka keris yang umumnya dibuat dari bahan lempengan kuningan. Hampir sama seperti proses menatah keris, pembuatan warangka juga menggunakan alat-alat yang sederhana, berupa palu, paku tatah dan alas yang juga terbuat dari bahan aspal. Prosesnya bisa dikatakan lebih sederhana dari membuat hiasan keris sebab tak perlu melebur bahan terlebih dahulu.
Lempengan kuningan sebagai bahan baku terlebih dahulu dibuat bentukan sarung keris kemudian dipatri. Selanjutnya, untuk membantu proses penatahan, sarung keris yang masih polos dilekatkan pada permukaan alas yang terbuat dari aspal. Proses penatahan pun dimulai sesuai motif yang ingin dibuat.
Selesai ditatah, warangka kemudian memasuki tahap finishing. Pada tahap ini, warangka yang telah ditatah dipertegas bentuknya dengan menggunakan batang besi. Agar warna lebih cerah, warangka dipoles dengan larutan yang bersifat asam. Dahulu, banyak pengrajin menggunakan air jeruk untuk mencerahkan warna, namun kini lebih banyak pengrajin yang menggunakan larutan HCl sebab lebih praktis.
Jika anda berjalan ke rumah-rumah produksi aksesoris lain, anda juga bisa melihat proses pembuatan pendok. Umumnya, banyak pendok terbuat dari kayu asem dengan dua bentuk, gaya Solo yang lebih besar dan lengkung dan gaya Yogyakarta yang lebih kecil. Ada pula yang membuat tangkai keris yang didesain beragam, mulai dari figur binatang seperti singa dan naga hingga figur manusia. Untuk menghasilkannya, kayu-kayu itu diukir sesuai desain yang diinginkan.
Berbeda dengan para pengrajin di kampung Serangan yang masih cenderung mengandalkan pesanan, pengrajin aksesoris keris di Banyusumurup selalu memproduksi aksesoris baru setiap harinya.
Kunjungilah, anda akan dapat melihat beragam warangka, pendok dan aksesoris keris lainnya dalam rancangan yang beragam.
SUMBER (http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/places-of-interest/desa-banyusumurup/)
budak hitam
September 27, 2008, 23:49
artikel menarik sekali. buat senior yang mempostingkan di sini, saya ijin mau men save nya
vj.byubyu
September 28, 2008, 02:40
^
Silahkan disini bebas koq.
kota-praja
September 29, 2008, 05:24
numpang nyimak dulu......:maaf:
asyura1
September 29, 2008, 05:26
iya!.................
ikutan nyimak dulu.
numpang nyimak dulu......:maaf:
kota-praja
September 29, 2008, 05:32
Beda'in keris yang cuma isi2an dan alami :
1. Kalo yang alami, isinya tidak dapat di hilangkan atau agak susahkecuali di rebus dengan air mendidih, di rendam dg air leri ( air cucian beras ) atau di rendam di Air Keras (air 'penitrik').
2. Kalo yang cuma 'isi'an. kalo tante jade punnya tenaga dalam yang cukup lumayan dan power / kekuatan si 'isi' keris di bawah tante, pasti otomatis ntu 'isi' bisa minggir atau bisa juga tersedot sama kekuatan tante :hehe.
hati2 sekarang banyak keris yang di 'isi' cuma tahannya paling satoe tahun atau dua tahun atau malah cuma 40 hari malah. Selanjutnya kite cuma gigit jari karena besok2 ntu keris sama aje sama besi biasa atau ranting pohon biasa karena 'isi'nya telah pergi. ntu isi pergi karena perjanjian si pengisi mintanya cuma jangka waktu segitu. [rokok]
wassalam ya salam ya ridho ya Robbi
[rokok] [WG]
hehhehe...jin/isinya takut sama air mendidih yah....
kota-praja
September 29, 2008, 05:33
iya!.................
ikutan nyimak dulu.
sambil...komeng-komeng lutu..bolehkan.....:megaman:
kota-praja
September 29, 2008, 05:43
mo..tanya,..cara ngetahuin usia/umur keris gmn yah???
[WG]
kota-praja
September 29, 2008, 06:26
Betul 1000x ( di baca ).
Memang si Jade_Buddha anak yang mumpuni dan pilih tanding
Terurainye kena kyai Plered kemudian ususnya di sangkutkan ke sarung kerisnya ketika dia mau menghunuskan kerisnya...eh kena sendiri dia sama kerisnya karena lupa kalo disitu ada ususnya, padahal dia sakti tapi kurang cerdik ya ?
Bertempur dg Joko Tingkir tapi yg menusukkan Tombak Kyai Plered adalah Sutawijaya
duh..duh...kalo gini ini mah sejarah,.....makin kacau aja:devilf:...
kalo yg dimaksud "tempur". secara organisatoris bener yg dipimpin joko tingkir vs aryo penangsang,....
kesannya dikalimat ki_cancut aryo penangsang dikroyok joko tingkir+sutawijaya....???
hehehehe.ampyun:maaf:
kota-praja
September 29, 2008, 06:27
tidur siang dulu ach.......abis baca [WG] jd seger.....,:zzz:
kang cendol
September 29, 2008, 13:49
numpang nyimak dulu......:maaf:
iya!.................
ikutan nyimak dulu.
tidur siang dulu ach.......abis baca [WG] jd seger.....,:zzz:
Habis nyimak tidur :zzz:, mentang2 bulan puasa :haha
kota-praja
September 30, 2008, 01:47
Habis nyimak tidur :zzz:, mentang2 bulan puasa :haha
hehehehe..pengen lanjut nyimak belajar keris dn sekitarnya...gak ada putu-putu....::cry::....
............................:megaman:
kota-praja
September 30, 2008, 02:33
Halo Midina,
anda yang punya web ini yah:
kalu benar, berarti Midina ini sudah cukup advance juga dalam hal per-keris-an :D:D
jangan ragu2 membagi ilmu sampeyan disini :bravo:
Wakakakakakak...si Kakek lgs kena door.......::v::
kota-praja
September 30, 2008, 02:36
btw : aku ada koleksi keris yg ada huruf palawanya, terus keris dari batu asli, dan kujang yang lapisannya dari emas murni 24 karat, mau aku posting tapi kemampuan iptek aku masih jongkok nih, gimana ya caranya ?
udah pernah dimuat putunya blom.......::cry:: ketinggalan dech
kota-praja
September 30, 2008, 02:43
Halo Salam kenal juga mas devilking.
Setahu saya mewarangi keris adalah proses peberian racun pada keris.
Sedangkan air jeruk merupakan salah-satu sarana biasanya untuk mencuci keris.
thanx ya for attention
::cry::::cry::.........ilmu baru:maaf:
Biasanya keris setelah dilakukan warangan, maka warna permukaan keris akan menjadi bersih dan berwarna metalik gelap ( logam putih ) dan pada permukaannya akan terlihat rongga2 yang sangat kecil.
_______________________
salam salom salim
ilmu baru-ilmu baru,--baru ilmu baru........:maaf:
kota-praja
September 30, 2008, 02:49
bang ayux, sori baru liat postingan lagi :D
yang ini ogut punya dah ada deh 2taunan, dapetnya di daerah jawa tengah di desa kajen.
http://www.flickapic.com/pic/FlickAPic-5b65d0dc.JPG
ini nagaraja luk 13/ ada mahkota-nya di kepala naga
bahasan ttg kris ini apa donk...kok gak da yg ngebahas?????::cry::
Ayoex
September 30, 2008, 12:31
bahasan ttg kris ini apa donk...kok gak da yg ngebahas?????::cry::
Kalo anda mau, silahkan dibahas. Apa yang anda tau, silahkan dibahas. :)
kota-praja
September 30, 2008, 13:42
Kalo anda mau, silahkan dibahas. Apa yang anda tau, silahkan dibahas. :)
ndak tau je mbak,....menunggu wejangan dr mbak nya::luv::
plg yg tau....dr tulisan sebelumnya,...kalo tuh isi keris katanya nyamperin mbaknya.....
[WG]
AlfaOmega
September 30, 2008, 16:14
gambar nya gak jelas http://www.flickapic.com/pic/FlickAPic-5b65d0dc.JPG
pamor dan pangkal keris gak nampak jelas
:haha :kakaka:
kota-praja
September 30, 2008, 22:51
gambar nya gak jelas http://www.flickapic.com/pic/FlickAPic-5b65d0dc.JPG
pamor dan pangkal keris gak nampak jelas
:haha :kakaka:
maksudnya gmna ?....
pamor dr tulisan hal sblmnya sdkt ada gambaran...
kalo pangkal keris...utk apa....????:maaf:
kalo ane taunya..pangkal paha.:haha::bash::::roket::..:maaf:
:haha:
Ayoex
October 01, 2008, 04:25
ndak tau je mbak,....menunggu wejangan dr mbak nya::luv::
plg yg tau....dr tulisan sebelumnya,...kalo tuh isi keris katanya nyamperin mbaknya.....
[WG]
Memang... Tapi alangkah baiknya tanya pada sang pemilik keris tersebut apakah mau kerisnya dibahas disini? Kalo mau beri wejangan jangan ke saya, saya tidak menerima wejangan... Loh?? Salah yak?? :kakaka:
kota-praja
October 01, 2008, 13:08
Memang... Tapi alangkah baiknya tanya pada sang pemilik keris tersebut apakah mau kerisnya dibahas disini? Kalo mau beri wejangan jangan ke saya, saya tidak menerima wejangan... Loh?? Salah yak?? :kakaka:
lho bukanya pemiliknye minta di wedarin...?????
wakakakakakak......tante satu ini ternyata melucu juga.....::banana::
...........................:megaman:
kota-praja
October 04, 2008, 05:10
sueeepi......sekali.......:megaman:.....
:maaf:...siap....menerima wejangan dr sesepuh keris,......
tapi ndak ditelen mentah-mentah,.....
ditungggu-ditunggu
Ayoex
October 06, 2008, 08:50
sueeepi......sekali.......:megaman:.....
:maaf:...siap....menerima wejangan dr sesepuh keris,......
tapi ndak ditelen mentah-mentah,.....
ditungggu-ditunggu
habis lebaran bung....... ::v::
outtopic
:maaf:
kota-praja
October 07, 2008, 08:53
habis lebaran bung....... ::v::
outtopic
:maaf:
ini sdh abis lebaran tante.....outtopic
kang cendol
October 08, 2008, 03:20
^
Keris Bali, sebagai senjata tradisional Bali merupakan perlambang estetika tinggi, yang memiliki arti seremonial dan teknologi metalurgi unggul, di samping benda antik yang sangat berharga. Keris adalah karya agung warisan kebudayaan Indonesia yang sangat dihargai dan mampu memukau masyarakat dunia.
Kita bersyukur bahwa baru-baru ini keris diakui sebagai World Heritage dan memperoleh penghargaan Masterpiece of The Oral and Intangible Heritage of Huminity dari UNESCO, yang merupakan bukti pengakuan dunia akan keris sebagai karya agung warisan Indonesia.
sumber (http://kerisbali.multiply.com/)
kang cendol
October 08, 2008, 03:26
^
Beberapa Koleksi Keris Bali
klik sini (http://keris-bali.com/product.php?pageNum_rsProduct=0&totalRows_rsProduct=30&alias=keris)
kang cendol
October 08, 2008, 03:32
^
Informasi Empu & Pengrajin Keris
klik sini (http://www.nikhef.nl/~tonvr/keris/keris2/bahasa/empu.html)
kota-praja
October 08, 2008, 04:00
^
Beberapa Koleksi Keris Bali
klik sini (http://keris-bali.com/product.php?pageNum_rsProduct=0&totalRows_rsProduct=30&alias=keris)
trimaksih wedarannya:maaf:
bagus2x
duh..muahal-muahal.....::cry::
kang cendol
October 08, 2008, 04:49
^
aku cuma copast kok mas :)
kota-praja
October 08, 2008, 07:49
^
aku cuma copast kok mas :)
mau nanya Ki...
sebuah keris dikataken Keris Bali,..ato Keris Sumatra, Keris Bugis..dll itu dari mananya ya .ya...?????::malu::
AlfaOmega
October 08, 2008, 16:35
^
Beberapa Koleksi Keris Bali
klik sini (http://keris-bali.com/product.php?pageNum_rsProduct=0&totalRows_rsProduct=30&alias=keris)
http://keris-bali.com/images/data/IMG_8098.JPG
di bagian ujungnya, itu motif apa kah ?
kayak belalai gajah dan lidahnya...
Kerisnya dijual, tuch....
Yang dijual keris yang original / tua, atau yang baru ?
kang cendol
October 09, 2008, 03:19
mau nanya Ki...
sebuah keris dikataken Keris Bali,..ato Keris Sumatra, Keris Bugis..dll itu dari mananya ya .ya...?????::malu::
Saya bukan aki-aki mas tapi akang2 yang masih muda dan bersemangat loh :D
Dari tampilan luarnya / fisiknya biasanya juga dapat kelihatan perbedaannya dan masing daerah biasanya memang mempunyai ciri2 khas tertentu.
Mungkin detailnya bisa kita lihat atau kita bandingkan dari bebarapa pic tampilan. :)
____________________________
kang cendol
October 09, 2008, 03:34
http://keris-bali.com/images/data/IMG_8098.JPG
di bagian ujungnya, itu motif apa kah ?
kayak belalai gajah dan lidahnya...
mungkin ini dapat menjadi jawabannya dari ki_cancut :)
Lanjutan....
Logam Keris
Dimulai dari atas terdapat ujung keris yang runcing, oleh empu biasa disebut dg kudhup (kuncup ). Pada kudhup ini adalah bagian yg paling rapuh, karena pd ujung ini mempunyai luas penampang yg relatif kecil jika dibandingkan dg luas penampang bagian yg lainnya.
Pada ujung ini biasanya kadar racun yg terdapat pada keris adalah yg paling tinggi jika dibandingkan dengan bagian yg lain. Mungkin secara sederhana jika dipikir secara logika, maka ujung keris adalah tempat yg pertama kali mengenai musuh dan sedikit goresan yg mengakibatkan luka, maka akan mengakibatkan sesuatu yg fatal.
Sepanjang punggung keris terdapat bagian yg tajam pada kedua sisi. Letakkan keris pada posisi berdiri dg salah satu ujung pada bawah (dekat gagang) pada posisi kanan ujung yg panjang dan runcing dan kiri ujung tumpul.
Ujung yg runcing dsb buntut (ekor). Sepanjang sisi tajam yg mengarah antara buntut hingga kudhup dsb wadhuk (perut).
Sedangkan pada bagian tajam yg satunya yg pada bagian dekat gagang yg lebih tumpul hingga khudup, biasa disebut jangga.
Punggung atau batang keris sendiri biasa disebut dg keris itu sendiri. Pada keris ini terdapat pamor sepanjang batang dan pada seluruh permukaan ( untuk keris yg telah berusia tua dan berkualitas ). Pada bawah keris sering terlihat seperti sebuah batang kecil melintang tepat dibawah keris dan berada diatas pesi
(batang keris yg biasanya digunakan untuk menancapkan keris dg gagangnya), jika terdapat batang kecil melintang biasa disebut ganja ( bukannya cimenk / narkoba ).
Batang keris akan menyatu tentunya dg gagang, maka dibutuhkan sebuah pasak atau paku yg dapat menyatukan antara keris dg gagang agar bisa terpegang dg aman. Dengan demikian maka diperlukan adanya ganja (batang yg digunakan untuk menancapkan keris pada gagang pegangan ).
Pamor Keris
Pamor adalah suatu bentuk lapisan yg terbentuk pada saat pengerjaan keris yg berulang2 dikenakan pemanasan pada tungku. Pada saat proses berlangsungnya pembuatan keris, maka keris dipanaskan beberapa kali agar dalam pembentukkannya dapat sesuai dg yg diinginkan. Hal inilah yg membuat pamor itu berbentuk seperti lapisan yg sangat banyak. Dari bentuk pamor, maka dapat dibedakan berdasarkan nama pamor, maka dapat dibedakan menjadi beberapa nama yg biasa kita temui. Contoh pamor, misalnya Pamor blarak sineret ini adalah pamor yg berbentuk seperti daun kelapa. Arti dari pamor ini adalah keris sesuai apabila dipegang oleh seorang yg memiliki posisi sbg pemimpin keluarga / masyarakat.
Sedangkan pada bagian tajam yg satunya yg pada bagian dekat gagang yg lebih tumpul hingga khudup, biasa disebut jangga.
masing2 motif tergantung selera yg membuat & pesan , entah motif apa ? :)
..............???
kota-praja
October 09, 2008, 05:01
http://keris-bali.com/images/data/IMG_8098.JPG
di bagian ujungnya, itu motif apa kah ?
kayak belalai gajah dan lidahnya...
Kerisnya dijual, tuch....
Yang dijual keris yang original / tua, atau yang baru ?
ikut nyimak,../ menunggu uraian sesepuh...::v::
AlfaOmega
October 09, 2008, 11:58
Sedangkan pada bagian tajam yg satunya yg pada bagian dekat gagang yg lebih tumpul hingga khudup, biasa disebut jangga.
masing2 motif tergantung selera yg membuat & pesan , entah motif apa ? :)
..............???
kayaknya, ini keris baru ya... bukan keris asli. :D
jangga tersebut melambangkan khasiat keris.
guwe gak tahu.. jangga dalam wujud belalai gajah, itu memiliki symbol apa ? :hehe
atau... belalai gajah itu symbol apakah ?
ada pula jangga dalam wujud semar duduk, singa, dan lain-lain...
Kalau pamor....
yang pernah guwe lihat adalah pamor 'dilah murup', 'beras wutah' dan 'banyu mili'.
*mencoba mencari keterangan lebih jauh dari kang cendol :D
kota-praja
October 10, 2008, 09:49
kayaknya, ini keris baru ya... bukan keris asli. :D
jangga tersebut melambangkan khasiat keris.
guwe gak tahu.. jangga dalam wujud belalai gajah, itu memiliki symbol apa ? :hehe
atau... belalai gajah itu symbol apakah ?
ada pula jangga dalam wujud semar duduk, singa, dan lain-lain...
Kalau pamor....
yang pernah guwe lihat adalah pamor 'dilah murup', 'beras wutah' dan 'banyu mili'.
*mencoba mencari keterangan lebih jauh dari kang cendol :D
masih menunggu uraian demi uraian...:maaf:
ki_cancut
October 13, 2008, 04:55
kayaknya, ini keris baru ya... bukan keris asli. :D
jangga tersebut melambangkan khasiat keris.
guwe gak tahu.. jangga dalam wujud belalai gajah, itu memiliki symbol apa ? :hehe
atau... belalai gajah itu symbol apakah ?
ada pula jangga dalam wujud semar duduk, singa, dan lain-lain...
Ya itu keris baru ( keris hiasan ) bukan keris bertuah,
jangga dapat juga melambangkan khasiat keris
mengenai wujud2 jangga dalam bentuk belalai gajah, dll serta masing2 bentuk tsb khasiatnya untuk apa saja, mohon maap sy kurang tahu :maaf:
kota-praja
October 14, 2008, 10:09
Ya itu keris baru ( keris hiasan ) bukan keris bertuah,
jangga dapat juga melambangkan khasiat keris
mengenai wujud2 jangga dalam bentuk belalai gajah, dll serta masing2 bentuk tsb khasiatnya untuk apa saja, mohon maap sy kurang tahu :maaf:
maaf ki_cancut numpang tanya membedakan keris hiasan dgn keris bertuah gimana yah? apa harus puasa segala?
:maaf:
Crystal Jade
March 03, 2009, 08:38
Ditunggu kelanjutan cerita nuansa mistik keris na wqwqwqwq ... :p :p
vBulletin® v3.8.2, Copyright ©2000-2013, Jelsoft Enterprises Ltd.