libra_tgr
March 11, 2007, 16:30
rumah...
rumah adalah tempat sebuah komunitas kecil yang dinamakan "keluarga"
hidup, berkumpul, tinggal, ...
sebuah tempat untuk bersantai dari kepenatan dunia luar,
sebuah tempat yang pertama kali terlintas dalam pikiran,
bila ditanya; "habis ini kamu pulang ke mana?"
adalah tempat peristirahatan
tempat biasanya hari berakhir.
rumah.....
tempat untuk kembali...
dimana kita seharusnya berada.
rumah adalah rumah sakit
apabila...
rumah adalah tempat untuk kembali saat kita ingin perlindungan,
tempat kita mendapatkan kekuatan saat semua orang memperolok,
dan memusuhi kita.
tempat kita mendapat perawatan apabila kita terluka di luar sana..
di rumah sakit banyak dokter yang tahu bagaimana cara
menyembuhkan kita.
banyak perawat yang lemah lembut dan tangan-tangan halusnya akan membelai kita bagaikan ibu.
rumah sakit mampu menghidupkan kembali jiwa-jiwa yang sekarat,
mampu mengobati penyakit gawat yang tidak dapat ditangani orang awam,
rumah sakit...
adalah rumah yang terbaik...
bila sebuah gedung bertuliskan "rumah sakit"
namun tidak mampu melaksanakan apa yang menjadi keharusannya secara benar,
maka ia bukan rumah sakit.
rumah bagaikan penjara....
apabila...
rumah terasa penat,
apapun yang kau lakukan tidak pernah benar.
kau tidak dapat menjadi dirimu sendiri,
semua yang ingin kau ucapkan, tidak mampu kau sampaikan,
bukan karena sifatmu memang seperti itu,
namun karena orang-orang tua di dalamnya tidak pernah bisa memberimu jalan keluar yang terbaik.
karena yang mereka pikirkan hanyalah kepentingan mereka untuk didahulukan.
setiap kali berbuat baik, yang ada dipikiran mereka hanya rasa malu dan menganggap kita sebagai deposito, kelak mereka ingin kita memberi lebih.
yang ada dalam kepala mereka hanyalah kehormatan,
padahal mereka sendiri tidak pantas mendapatkan sebanyak yang mereka inginkan.
selalu ingin lebih, lebih dan lebih.
tak ada timbal balik.
tak ada komunikasi.
setiap kali kau memulai komunikasi,
hanya akan berakhir dengan salah paham,
entah karena kau letih dengan semua kesombongannya,
atau karena kalian memang tidak sejalan.
saat itulah kau tersadar, dan kau tahu,
kau telah menjadi manusia yang salah dari yang seharusnya,
bila terus berada di dalam rumahmu, tinggal bersama orang-orang seperti itu.
tak ada yang bisa menolongmu sekarang juga, sebelum semua semakin terlambat,
..................kecuali dirimu sendiri....................
kau bermaksud untuk pergi tinggal di tempat lain,
untuk memulihkan dirimu, berdamai dengan jati dirimu sendiri,
yang telah dirusak dan dihancurkan oleh mereka,
memperban kembali harga dirmu yang terkoyak habis,
oleh keegoisan mereka, dan tuntutan mereka yang mana disertai dengan cemooh dan ketidak percayaan.
..................namun kau tidak boleh pergi................
dengan alasan
"tempat terbaik untuk seorang anak...
adalah didalam awasan kedua orangtuanya."
dan bilamana teriakan;
"bullshit!!
kalianlah yang membuatku seperti ini justru!!"
bergema keras sekali di dalam hatimu, mencoba menyeruak untuk diserukan, berkumandang agar mereka mengerti rasa sakit hatimu, untuk memahamimu sebentar saja.... sedikit saja....
namun kau tahan dengan kuat sehingga kau mampu merasakan urat-urat kepalamu menebal ingin meledak.
bersamaan dengan emosimu yang hendak meledakkan hatimu,
menyakiti jantungmu yang terkena penyakit turunan dari mereka juga.
kau menahannya bukan karena apapun selain dengan alasan bahwa
kau tahu bahwa mereka tidak akan pernah mau mengerti kegalauan hatimu, dan mereka tidak mau tahu tentang itu!!
karena yang ada dalam kepala mereka hanya kau harus tahu kegalauan mereka.
dan saat kau sudah berusaha memahami dan mengerti mereka,
hingga kau merasa bahwa dirimu adalah orang yang sangat munafik,
membuatmu menjadi sangat benci sekali dengan dirimu sendiri...
mereka masih tetap tidak mau
untuk mengerti dan melihat betapa terluka dirimu karena mereka...
jangan marah dan protes. terimalah!
memang begitulah adanya.
ingatlah bahwa penjara berisi dengan sipir-sipir penjara yang selalu mencari-cari alasan untuk menghukum dan menghajar kita.
yang lemah kalah, yang kuat menang.
penjara adalah simbol penghakiman dunia.
dimana keadilan dijalankan bagi mereka yang dituduh bersalah.
namun keadilan buta.
yang mereka tahu hanya pembunuh adalah pembunuh,
maling adalah maling, pemerkosa adalah pemerkosa.
mereka tidak mau tahu alasan kau melakukan itu.
meskipun kau membunuh karena orang yang akan kau bunuh itu ingin membunuh adikmu yang terlemah...
meskipun kau mencuri barang untuk mengobati ibumu yang harus dioperasi, dan kau hanyalah gelandangan di kolong jembatan kota, dan rumah sakit tetap tidak mau menolongmu....
meskipun kau hanya dijadikan kambing hitam kasus perkosaan yang tidak pernah kau lakukan, dan gadis tersebut meninggal sebelum sempat membuktikan bahwa kau bukanlah pemerkosanya...
mereka tidak mau tahu
dan aku katakan padamu,
KELUARGA SEPERTI PENJARA... BENAR-BENAR ADA.
dan bila engkau masih beranggapan bahwa itu tidak ada,
maka berarti kau adalah orang yang sangat hebat.
hebat karena kau pasti adalah orang yang sangat kuat, teguh, ksatria, pemberani, pembela yang lemah, orang yang sempurna.
tidak, aku tidak bermaksud menyindirmu, atau mengejekmu.
aku bersungguh-sungguh, tidak ada maksud lain dari itu semua.
karena, sejauh mataku memandang jenis-jenis manusia, ...
aku mengerti bahwa tipe manusia yang sempurna
hanya bisa ada
bilamana
ia memiliki rumah yang berfungsi seperti rumah sakit.
dan bila kau kelak bertemu dengan seorang yang suram,
pesimis, tidak memiliki kepercayaan diri, minder, mungkin juga psikopat, egois, manja, ingin selalu diperhatikan, menyebalkan, tidak tahu diri, jahat...
tolong jangan kau jauhi...
karena bisa jadi merekalah empunya rumah yang berfungsi seperti penjara.
namun disamping itu semua, ada juga persamaan diantara keduanya.
bila kau telah keluar dari rumah sakit atau penjara,
mereka berharap bahwa kau tidak pernah lagi kembali ke sana.
bila dapat aku umpamakan keluarga sebagai bandara,
sesungguhnya keluarga itu adalah landasan bagi pesawat terbang,
dan kita pesawatnya.
mereka adalah tempat untuk memperbaiki pesawat, menyimpan pesawat, dan tempat untuk lepas landas.
sekarang,
seperti apakah keluarga anda?
apakah anda adalah orang beruntung yang memiliki keluarga seperti rumah sakit,
ataukan anda hanya orang yang selalu disalahsangkakan oleh orang lain karena dibesarkan di dalam penjara?
rumah adalah tempat sebuah komunitas kecil yang dinamakan "keluarga"
hidup, berkumpul, tinggal, ...
sebuah tempat untuk bersantai dari kepenatan dunia luar,
sebuah tempat yang pertama kali terlintas dalam pikiran,
bila ditanya; "habis ini kamu pulang ke mana?"
adalah tempat peristirahatan
tempat biasanya hari berakhir.
rumah.....
tempat untuk kembali...
dimana kita seharusnya berada.
rumah adalah rumah sakit
apabila...
rumah adalah tempat untuk kembali saat kita ingin perlindungan,
tempat kita mendapatkan kekuatan saat semua orang memperolok,
dan memusuhi kita.
tempat kita mendapat perawatan apabila kita terluka di luar sana..
di rumah sakit banyak dokter yang tahu bagaimana cara
menyembuhkan kita.
banyak perawat yang lemah lembut dan tangan-tangan halusnya akan membelai kita bagaikan ibu.
rumah sakit mampu menghidupkan kembali jiwa-jiwa yang sekarat,
mampu mengobati penyakit gawat yang tidak dapat ditangani orang awam,
rumah sakit...
adalah rumah yang terbaik...
bila sebuah gedung bertuliskan "rumah sakit"
namun tidak mampu melaksanakan apa yang menjadi keharusannya secara benar,
maka ia bukan rumah sakit.
rumah bagaikan penjara....
apabila...
rumah terasa penat,
apapun yang kau lakukan tidak pernah benar.
kau tidak dapat menjadi dirimu sendiri,
semua yang ingin kau ucapkan, tidak mampu kau sampaikan,
bukan karena sifatmu memang seperti itu,
namun karena orang-orang tua di dalamnya tidak pernah bisa memberimu jalan keluar yang terbaik.
karena yang mereka pikirkan hanyalah kepentingan mereka untuk didahulukan.
setiap kali berbuat baik, yang ada dipikiran mereka hanya rasa malu dan menganggap kita sebagai deposito, kelak mereka ingin kita memberi lebih.
yang ada dalam kepala mereka hanyalah kehormatan,
padahal mereka sendiri tidak pantas mendapatkan sebanyak yang mereka inginkan.
selalu ingin lebih, lebih dan lebih.
tak ada timbal balik.
tak ada komunikasi.
setiap kali kau memulai komunikasi,
hanya akan berakhir dengan salah paham,
entah karena kau letih dengan semua kesombongannya,
atau karena kalian memang tidak sejalan.
saat itulah kau tersadar, dan kau tahu,
kau telah menjadi manusia yang salah dari yang seharusnya,
bila terus berada di dalam rumahmu, tinggal bersama orang-orang seperti itu.
tak ada yang bisa menolongmu sekarang juga, sebelum semua semakin terlambat,
..................kecuali dirimu sendiri....................
kau bermaksud untuk pergi tinggal di tempat lain,
untuk memulihkan dirimu, berdamai dengan jati dirimu sendiri,
yang telah dirusak dan dihancurkan oleh mereka,
memperban kembali harga dirmu yang terkoyak habis,
oleh keegoisan mereka, dan tuntutan mereka yang mana disertai dengan cemooh dan ketidak percayaan.
..................namun kau tidak boleh pergi................
dengan alasan
"tempat terbaik untuk seorang anak...
adalah didalam awasan kedua orangtuanya."
dan bilamana teriakan;
"bullshit!!
kalianlah yang membuatku seperti ini justru!!"
bergema keras sekali di dalam hatimu, mencoba menyeruak untuk diserukan, berkumandang agar mereka mengerti rasa sakit hatimu, untuk memahamimu sebentar saja.... sedikit saja....
namun kau tahan dengan kuat sehingga kau mampu merasakan urat-urat kepalamu menebal ingin meledak.
bersamaan dengan emosimu yang hendak meledakkan hatimu,
menyakiti jantungmu yang terkena penyakit turunan dari mereka juga.
kau menahannya bukan karena apapun selain dengan alasan bahwa
kau tahu bahwa mereka tidak akan pernah mau mengerti kegalauan hatimu, dan mereka tidak mau tahu tentang itu!!
karena yang ada dalam kepala mereka hanya kau harus tahu kegalauan mereka.
dan saat kau sudah berusaha memahami dan mengerti mereka,
hingga kau merasa bahwa dirimu adalah orang yang sangat munafik,
membuatmu menjadi sangat benci sekali dengan dirimu sendiri...
mereka masih tetap tidak mau
untuk mengerti dan melihat betapa terluka dirimu karena mereka...
jangan marah dan protes. terimalah!
memang begitulah adanya.
ingatlah bahwa penjara berisi dengan sipir-sipir penjara yang selalu mencari-cari alasan untuk menghukum dan menghajar kita.
yang lemah kalah, yang kuat menang.
penjara adalah simbol penghakiman dunia.
dimana keadilan dijalankan bagi mereka yang dituduh bersalah.
namun keadilan buta.
yang mereka tahu hanya pembunuh adalah pembunuh,
maling adalah maling, pemerkosa adalah pemerkosa.
mereka tidak mau tahu alasan kau melakukan itu.
meskipun kau membunuh karena orang yang akan kau bunuh itu ingin membunuh adikmu yang terlemah...
meskipun kau mencuri barang untuk mengobati ibumu yang harus dioperasi, dan kau hanyalah gelandangan di kolong jembatan kota, dan rumah sakit tetap tidak mau menolongmu....
meskipun kau hanya dijadikan kambing hitam kasus perkosaan yang tidak pernah kau lakukan, dan gadis tersebut meninggal sebelum sempat membuktikan bahwa kau bukanlah pemerkosanya...
mereka tidak mau tahu
dan aku katakan padamu,
KELUARGA SEPERTI PENJARA... BENAR-BENAR ADA.
dan bila engkau masih beranggapan bahwa itu tidak ada,
maka berarti kau adalah orang yang sangat hebat.
hebat karena kau pasti adalah orang yang sangat kuat, teguh, ksatria, pemberani, pembela yang lemah, orang yang sempurna.
tidak, aku tidak bermaksud menyindirmu, atau mengejekmu.
aku bersungguh-sungguh, tidak ada maksud lain dari itu semua.
karena, sejauh mataku memandang jenis-jenis manusia, ...
aku mengerti bahwa tipe manusia yang sempurna
hanya bisa ada
bilamana
ia memiliki rumah yang berfungsi seperti rumah sakit.
dan bila kau kelak bertemu dengan seorang yang suram,
pesimis, tidak memiliki kepercayaan diri, minder, mungkin juga psikopat, egois, manja, ingin selalu diperhatikan, menyebalkan, tidak tahu diri, jahat...
tolong jangan kau jauhi...
karena bisa jadi merekalah empunya rumah yang berfungsi seperti penjara.
namun disamping itu semua, ada juga persamaan diantara keduanya.
bila kau telah keluar dari rumah sakit atau penjara,
mereka berharap bahwa kau tidak pernah lagi kembali ke sana.
bila dapat aku umpamakan keluarga sebagai bandara,
sesungguhnya keluarga itu adalah landasan bagi pesawat terbang,
dan kita pesawatnya.
mereka adalah tempat untuk memperbaiki pesawat, menyimpan pesawat, dan tempat untuk lepas landas.
sekarang,
seperti apakah keluarga anda?
apakah anda adalah orang beruntung yang memiliki keluarga seperti rumah sakit,
ataukan anda hanya orang yang selalu disalahsangkakan oleh orang lain karena dibesarkan di dalam penjara?