Enche
February 26, 2003, 08:37
3 Aspek Perencanan Keuangan sebagai Gaya hidup :
Membangun kembali Nilai dan pola pikir
1. Merencanakan keuangan tidak sama dengan pelit / hidup minim
2. Kekayaan tidak sama dengan kemapanan. Kemapanan adalah
kemampuan seseorang untuk bertahan hidup sepanjang
hidupnya dengan standar yang ia inginkan, kekayaan tidak
menjamin hal itu.
3. Semakin tua belum tentu penghasilan semakin besar, atau
karir sudah pasti mencapai puncak.
4. Memperoleh kesenangan pribadi tidak sama dengan
menghamburkan uang, perencanaan keuangan justru membuat
kita mampu mempertahankan kesenangan dalam jangka waktu
yang lebih panjang
5. Membangun pengetahuan dan keahlian, harus disertai dengan
membangun hubungan baik dengan orang lain, sehingga tercipta
jaringan kerja atau bisnis.
6. Jangan mengandalkan jalan pintas, karena itu hanya akan
terjadi pada satu dari satu juta orang.
7. Merencanakan Keuangan bukan dimulai dari saat banyak
uang, justru diperlukan agar anda punya lebih banyak uang.
Menentukan segala konsekuensi
1. Dengan keuangan yang terencana kita bisa menikmati
keleluasan waktu yang tidak ternilai pada usia 40 tahun keatas.
2. Bila keuangan tidak terencana, bisa jadi kita akan kekurangan
uang di masa pensiun.
Buatlah perangkat
1. Susun evaluasi tertulis dan lakukan kontrol terhadap aset dan
hutang anda sekala berkala. Jangan sampai hutang lebih
besar dari aset dalam beberapa tahun kedepan.
2. Tetapkan tujuan keuangan dengan prioritas yang realistis
3. Ciptakan pengingat, terutama dalam hal-hal yang positif yang
nantinya akan kita nikmati, untuk melecut semangat dan
kreatifitas kita.
4. Tetapkan batas-batas pengeluaran tertentu yang rutin, tetapi
cenderung tidak terkendali, seperti biaya telpon dan kartu kredit.
5. Kumpulkan sejumlah uang dalam tabungan khusus untuk
menangai pengeluaran tak terduga. Jangan mengunakan
pengeluaran rutin, karena akan mengacaukan rencana2 anda
6. Cobalah tahan 2-3 hari bila anda menginginkan barang yg
sifatnya tidak pokok. Biasanya keinginan itu akan hilang bila
anda tidak lagi memerlukannya.
Membangun kembali Nilai dan pola pikir
1. Merencanakan keuangan tidak sama dengan pelit / hidup minim
2. Kekayaan tidak sama dengan kemapanan. Kemapanan adalah
kemampuan seseorang untuk bertahan hidup sepanjang
hidupnya dengan standar yang ia inginkan, kekayaan tidak
menjamin hal itu.
3. Semakin tua belum tentu penghasilan semakin besar, atau
karir sudah pasti mencapai puncak.
4. Memperoleh kesenangan pribadi tidak sama dengan
menghamburkan uang, perencanaan keuangan justru membuat
kita mampu mempertahankan kesenangan dalam jangka waktu
yang lebih panjang
5. Membangun pengetahuan dan keahlian, harus disertai dengan
membangun hubungan baik dengan orang lain, sehingga tercipta
jaringan kerja atau bisnis.
6. Jangan mengandalkan jalan pintas, karena itu hanya akan
terjadi pada satu dari satu juta orang.
7. Merencanakan Keuangan bukan dimulai dari saat banyak
uang, justru diperlukan agar anda punya lebih banyak uang.
Menentukan segala konsekuensi
1. Dengan keuangan yang terencana kita bisa menikmati
keleluasan waktu yang tidak ternilai pada usia 40 tahun keatas.
2. Bila keuangan tidak terencana, bisa jadi kita akan kekurangan
uang di masa pensiun.
Buatlah perangkat
1. Susun evaluasi tertulis dan lakukan kontrol terhadap aset dan
hutang anda sekala berkala. Jangan sampai hutang lebih
besar dari aset dalam beberapa tahun kedepan.
2. Tetapkan tujuan keuangan dengan prioritas yang realistis
3. Ciptakan pengingat, terutama dalam hal-hal yang positif yang
nantinya akan kita nikmati, untuk melecut semangat dan
kreatifitas kita.
4. Tetapkan batas-batas pengeluaran tertentu yang rutin, tetapi
cenderung tidak terkendali, seperti biaya telpon dan kartu kredit.
5. Kumpulkan sejumlah uang dalam tabungan khusus untuk
menangai pengeluaran tak terduga. Jangan mengunakan
pengeluaran rutin, karena akan mengacaukan rencana2 anda
6. Cobalah tahan 2-3 hari bila anda menginginkan barang yg
sifatnya tidak pokok. Biasanya keinginan itu akan hilang bila
anda tidak lagi memerlukannya.