View Full Version : Maafkan Aku Tak Lagi Mencintaimu







cheers BMW
February 17, 2003, 01:16
Berawal dari bunga*

"Pagi girl nu geulis!"

"Eh, lu Tom! Pagi juga," balas Rika. Lumayan ada temen so dia ngga sendiri lagi nongkrong di depan ruang kajur.

"Tumben lu dateng gini hari. Kuliah apaan, Tom?"

"Politik luar negeri. Gue pindah ke kelas D,"

"Oooh," sahut Rika sambil mengulum senyum. Seolah mengerti 'maksud' tersembunyi.

"Eh bagus banget! Buat sapa nih?" Tomi main samber aja tangkai bunga berbungkus plastik dari genggaman Rika.

"Eit! aduuuh hati-hati donk ah! Mawar asli nih!"

"Buat gue satu donk, Ka. Lu pan punya dua,"

"Gue juga dapet dibeli'in tadi pagi sama a' Iwan pas nganter ke sini. Emang lu pen ngasi buat sapa, Tom?" Mata Rika menatap jahil.

"Ah, lu mah gitu deh sama gue!"

"Tom, elu palentinan ntar jalan sama sapa? Kalo ga ada acara ikutan party nya si Rizki yuk!"

"Tauk!"

"Yeee pundung nih anak!" Rika ketawa geli.

"Alooo! Sori kelamaan nunggu yah?" Valen datang langsung duduk di samping Rika. Rambut panjangnya dikibaskan. Tangannya meraih sisir dari tas mungilnya.

"Macet lagi ya Val?" Sindir Rika. Janjian sama anak ini susah banget on time deh. Valen cuma nyengir. Diliatnya cowo di sebelah kanan Rika.

"Kirain valentin masih tiga hari lagi deh, Ka," Valen senyum-senyum sambil melirik dua tangkai mawar merah dalam genggaman tangan Rika.

"Hee! gue dibeli'in tadi sama a' Iwan. Nih buat lu satu,"

"Deeu tenkyu pisan! Gue kirain ehm...."

"O'iya. Tom, manyun aja lo! Udah kenal belum nih sohib gue?"

"Hii gue Tomi,"

"Valen. Lu yang ikutan studi banding ke Malaysia bulan kemaren, kan? Duu sukses yaa,"

Namun pandangan mereka segera tertuju ke arah pintu ruang tengah kampus ketika seorang cowo dengan penampilan macho melewati ambangnya. Kaos hitam tersembul sedikit di dadanya, terbungkus dengan kemeja biru cerah dan blue jeans ketat. Di tangan kanannya ada setangkai mawar merah.

"Frans!" Panggil Tomi melambai tangan.

"Hee udah lama nunggu? Sori Tom, tadi ban mobil gue kempes di jalan. Nih buat lu,"

"Udah ga pa pa. tenx. Ke kelas aja yuk!"

Frans mengangguk kemudian berjalan bersama. Tangannya merangkul pundak Tomi. :inlove:

"Wek! Puih! Jijay deh gue ngeliatnya!" :yuck: Seru Rika setelah dua orang itu menjauh. Valen sendiri cuma bengong.

"Tom sama Frans? Mereka berdua gay? Ga nyangka gue!"

"Ah, lu Val. Gaulnya di PMI aja sih. Mereka tuh udah jadian sejak semester satu,"

"Udah tiga taun? Lu sendiri tau dari mana?"

"Yee orang sekampus dah pada tau, non. Gue sih diceritain sama anak-anak kelas B, kelasnya Tomi. Tadinya gue ga percaya tapi pas sering liat dia duaan melulu sama Frans sampe pindah kelas segala ya gue jadi yakin. Lu liat sendiri kan pemandangan barusan?"

"He'eh. Suer Ka, baru sekali ini gue liat cowo ngasi mawar merah ke cowo lagi,"

Valen memandang sekeliling ruang tengah kampus yang mulai ramai dengan mahasiswa mahasiswi lain. Ditariknya tangan Rika lalu mereka keluar dan menuju tempat mangkal mereka di kafe batagor.

"Dulu gue suka sama dia, Ka. Gue sering liat dia di perpus, di mushola, ato pas lagi jalan di gramedia. Orangnya keliatan cuek, tapi ramah dan murah senyum, cuma suka rada malu kalo gue liatin. Beda sama Frans yang kuwl banget,"

"Iya sih. Tomi emang baik pinter lagi. Cuma sayang ya ternyata perasaannya untuk sesamanya dia,"

"Tapi gue still ga yakin dia tu gay sejati,"

"Walah! Mo' sejati kek mo' tiruan. Gay tetep gay, Val!"

"Ngga Ka. Gue pen buktiin sendiri. Kalo perlu kita taruhan!"

"Wait a minute, lu mo ngapain Val? Lu pen nyari sensasi di kampus kita?"

"Sekali-kali ngga ada salahnya kan, Ka?"

cheers BMW
February 17, 2003, 03:34
Usai kuliah jam sepuluh pagi*

"Halo cantik! Halo manis! Pa kabar kalian?" Rizki mampir ke kelas D.

"Hai Riz!" Balas Valen.

"Riz, gimana tu, rencana palentin rame-rame jadi ga?"

"Jadi dong Ka. Ntar kita mo ke puncak. Asik kan! Tapi saratnya bawa pasangan masing-masing, cowo cewe lho!" Rizki sedikit mengeraskan suaranya pada kalimat terakhir. Tomi menoleh. Frans juga. Rizki senyum-senyum puas.

"Ngga sama anak kampus sini boleh kan Riz?"

"Sapa? a' Iwan? Boleh atuh! Masak kudu changing partner heula hehehe...cuma gue bingung nih mo sama sapa," Rizki melirik Valen. Cewe itu mengalihkan perhatian. Teman-teman lain udah pada bubar dari kelas.

"Val, lu ikutan kan? Pliiis sama gue ya?"

"Sori Riz. Gue sama anak-anak PMI mo ngisi acara valentin di panti asuhan di desa,"

"Cihuuy! Itu baru namanya hari kasih sayang!" celetuk Rika spontan.

Ngintip bentar diary nya Valen*

Hari-hari sibuk kuliah, sibuk sama PMI yang sering tur ke desa, gue malah intererst nih sama 'extra kurikuler'. Manuver ini memang ga gampang. Selain dapet peringatan hati-hati dari Rika, dapet pertentangan juga dari Rizki. Dia tau kalo gue mulai deketin Tomi. Yang lebih bikin kecut lagi, si Cool Frans keliatan ga seneng kalo gue ngobrol akrab sama Tomi. Dia sering melototin gue ato mandang sinis. Sori Frans, gue ga bakal gentar apalagi nyerah sama perjuangan ini. Malah makin gue tempelin terus si Tomi. Gue sering ajak dia getting lunch, jalan ke mal, curhat, juga shalat bareng. Sikap Tomi yang tadinya tertutup jadi terbuka akhirnya. Dia putera tunggal yang hidup dengan single parent. Bokapnya segitu protektif terhadap dirinya. Tapi dia bilang pen berubah. pengen punya kehidupan dan masa depan yang lebih baik. Tulus, gue mo bantu dia.

Sabtu sore yang cerah*

Valentine day udah lewat dua bulan. Baru sekali ini Tomi berani ngajak jalan Valen. Uiiih ngga tanggung-tanggung. Tomi ngajak Valen nyari ayam bakar di Lembang. (Jauh-jauh amat mas?)

Mesra bener mereka berdua sore itu. Tomi menggandeng tangan Valen. Sesekali Valen pun menyandarkan kepalanya di bahu Tomi. Deu ileeeee.

Namun siapa duga siapa kira. Entah dapet info dari mana, sebuah Feroza merah berenti di depan rumah makan. Dua orang gagah dan ganteng turun. Frans melepas kacamata hitamnya lalu memandang seisi ruang RM itu. Rizki menyenggol lengan Frans ngasih kode kalo sasaran mereka tengah ada di dalam sedang asyik makan, ngobrol, dan be'candaan akrab sekali.

"Ini ga bisa dibiarin, F,"

"Kita kasi mereka pelajaran," Frans menerobos masuk diikuti Rizki. Tomi kaget bukan main ketika kerah bajunya ditarik dari belakang.

"Hek! Apa'an nih?! Hah, Elu Frans?"

Frans dan Rizki serta merta menyeret Tomi keluar dan menjauhi keramaian.

Buk! Kepalan tangan Frans mendarat di wajah Tomi. Rizki menarik kerah baju Tomi dan menambah satu pukulan pula di dagunya. Tomi terjerembab ke tanah.

"Hentikan!! Kalian ini apa-apaan sih?!" Jerit Valen menyusul. Dihampirinya Tomi yang masih tergeletak di tanah.

"Penghianat!" Desis Frans geram. Matanya berapi-api.

"Bangun pengecut! Lu udah ngerebut Valen dari gue!" Hardik Rizki.

"Apa lu bilang Riz? Sejak kapan gue jadian sama lu?"

"Heh! Pantes lu nolak cinta gue, Val. Ternyata lu milih si cowo betina ini!"

"Tutup mulut lu Riz!" Tomi berusaha bangkit. Disekanya tetesan darah di mulutnya. Matanya dingin menatap dua cowo di hadapannya.

"Tomi, udah Tom, kalian jangan berkelahi!" Valen memegangi bahu Tomi.

"Heheh! Enak ya punya bidadari pelindung," ejek Frans. Sebatang rokok masih menyala dijatuhkan dan diinjaknya di bawah telapak sepatu. Matanya menatap muak pada Valen. Hmf! dasar perempuan!

"Nyerah deh Tom! Baru satu dua pukulan aja lu dah KO. Mending kita baikan aja lagi seperti dulu. Semua damai ngga ada masalah. Kita bisa rukun, saling pengertian dan saling sayang," Frans mengulur tangan.

"Seperti dulu? Sori Frans, gue insaf. Perasaan, jiwa, dan diri gue bukan buat lu tapi buat dia," Tomi merangkulkan tangannya mesra ke pundak Valen.

"Sekali lagi Tom, gue masih kasi lu chance. Apa lu mau ngelupain gitu aja masa-masa indah yang kita lewati bersama? Perasaan lu perasaan gue dah menyatu dalam hari-hari kita. Gue ngga mau ke'ilangan lu Tom. Look, I care about you so much!"

Rizki membalikkan punggung seolah tak mau mencampuri urusan pribadi orang.

"Apa pun yang terjadi. Gue tegaskan sekali lagi Frans, gue insaf dan gue ingin menempuh hidup di jalan yang benar. Bukan dengan lu ato cowo manapun di muka bumi ini!"

"Brengsek lu, Tom!" Frans maju hendak menghajar lagi. Namun sigap Tomi menahan tangan lawan lalu memelintirnya hingga badan Frans berbalik. Rizki menerjang menghantam Tomi dengan pukulan dan tendangan bahkan memungut kayu segala. Tomi melawan mereka sekuat tenaga.

Valen menepi. Getir rasanya melihat baku hantam tak imbang ini. Namun di sisi lain dia menyadari gimana pun Tomi harus melewati ini semua demi membangun rasa percaya dirinya sebagai cowo apalagi dia punya tekad kuat untuk kembali ke hakikatnya.

Di sebuah ruang perawatan*

"Tomi, lu baek-baek aja kan?" Bisik Valen lembut di sisi pembaringan ketika mata Tomi mulai membuka, sadar.

"Val, di mana ini?" Tomi memandang bingung suasana sekeliling. Ruangan kecil di tepinya ada lemari kaca penuh dengan peralatan P3K.

"Di ruang P3K kantor polisi," :cop:

"Hah?!" Tomi langsung bangkit tapi dirasa badannya ngilu, memar, dan perih luka-luka di kepalanya yang kini terbalut perban. Persis pejuang taun '45.

"Tenang sayang. Tadi polisi datang menahan Frans dan Rizki. Lu sedang pingsan waktu di bawa kesini. Luka di kepala lu tadi lumayan berat. Gue udah jelasin semuanya dan kita boleh pulang kalo kondisi lu udah membaik,"

Tomi menghembus nafas lega.
"Makasih ya Val. Tanpa peran besar lu selama ini gue ngga tau bakal apa jadinya. Gue ... gue sekarang nyadar kalau...."

"Kalau apa hayo?" Valen senyum manis. Mata teduhnya menatap Tomi. Sungguh tadi dia sempat takut sekali bakal ke'ilangan Tomi. Menyadari dirinya telah menambatkan hatinya pada cowo satu itu.

"Kalau gue jatuh cinta dan sayang sama lu, Val. Apa lu bersedia nerima gue, seorang Tomi yang baru ?"

Valen mengangguk penuh pengertian dirangkulnya Tomi penuh kasih. Terima kasih Tuhan. Terima kasih my Valentine! :heartbeat

------------------------------------------------- finish {)

delfira_daffa
February 19, 2003, 06:49
Yuhuuu...... tau gak cheers.. gw baca cerpen-nya si jesjez gw kira cerpen elu gw kasi komen.. kakaka...
Eh.. yang ini bagussss d... ehm.. lo bisa roman juge yee.. :D

shella
February 24, 2003, 03:50
asik asik Cheers.. terusi donggg :bravo:

Dell... bakanya liat-liat dong kalo mau kasih komen :haha

alma_4eva
February 24, 2003, 04:23
gw ngebayangin klo cowo gw mantan homo.. gimana yah..

Ma®™
February 24, 2003, 11:20
Hahahaha iyah ih seremmmmmm :D

cheers BMW
February 26, 2003, 06:32
haaaaa lu pade gokil aza d yaaa

tapi makasi buat attensi setianya dari KG sampe ke WG gw diuber terus nih hehehe ga ge-er kok.

btwsebenernya klo cowo mantan homo bisa jadi setia lho

haaaa kata sapa ????

delfira_daffa
February 26, 2003, 06:40
mbak cheerss.. delfi ikutan lomba cerpen juga nih.. baca yaK?? mau engga? *ngerayu*...
tapi kalo jelek jangan dicaci yaK dikasi kritik aja *hiks*

cheers BMW
February 26, 2003, 07:59
ga mau ah! kecuali klo bagi2 dulu cokelatnya

abisbacadiet.com*

lynda
February 27, 2003, 04:11
iya seremnnnnn
kalo punya co mantan homo kan kudu musti ati2 ama temen2 co nya juga.... mana tao doi balik lage kalo dah bosen......

Q`tee
February 27, 2003, 19:15
:eek: berarti yg kudu diliatin nambah donk!!

bukan ce2 yg deket2 ma tuh co aja, temen2 co nya juga kudu dicurigain?? :sst:

cheers BMW
February 28, 2003, 01:15
Hi lynda! Hi juga Q'tee :waves: lam kenal

deeuu makasi komen nya. tapi ngga usa takut d ama co mantan homo. dia ga sangar ko hehehehe.

cerita ni fiktif aja ko. tapi klo emang ada beneran yg begitu, dan mantan gay itu bener2 punya takad kuat untuk kembali ke hakikatnya ya gw pikir si co 'pacar' gay nya juga ngga bisa gimana2 gitu. masak sih dia mo maksa mantan pasangannya itu buat balik lagi jadi gay :hehe

mungkin aja sih si co pasangan gay nya marah banget, tapi di situ gue coba tawarkan ide baru : klo gay pun bisa nyadar dan temennya mo bantu dia, sampe malah jadian :inlove:

cheers BMW
February 28, 2003, 01:17
buat del, jangan marah lho!

gw dah baca 'diet' nya bagus ko! deskriptif banget! :bravo:

YveTTe
February 28, 2003, 03:53
Gw pikir tadinya cheers ini cowo' lho ;D *untung lom gw TP in yak ;D*

cheers BMW
February 28, 2003, 04:46
e busyeet gw dikirain co ?! :p

teganya .... teganya.... teganya :hehe

ipet lg berburu co yak? :hehe

YveTTe
February 28, 2003, 04:56
Sssssst ... Ngomongnya jangan kenceng2 dunk chers :D *malu nih*

cheers BMW
February 28, 2003, 06:08
dasar lu yeee....

klo gitu ntar klo dapet bagi2 ya

YveTTe
February 28, 2003, 22:14
Wah dapet 1 aje susah mbak...pegimane mo ayee bagi...Nanti kalo ada 2 gue bagi deh...1 1/2 buat gue 1/2 buat elo ok! ;D

cheers BMW
March 04, 2003, 02:07
:haha

Ma®™
March 04, 2003, 02:14
ihhhhhhhh fliez maruQ, mar juga mao donkk :hehe

limelight_m
March 04, 2003, 02:28
nah lo apa'an neh ? :shock: lu pade rumpiin gw yak? :hot:

YveTTe
March 04, 2003, 04:00
Originally posted by ¨°Ma®«ea»¬H°¨
ihhhhhhhh fliez maruQ, mar juga mao donkk :hehe

Kalo mo cari ndiri yak ;D...

cheers BMW
March 04, 2003, 04:45
hahaha si lime aja tuh!

YveTTe
March 04, 2003, 07:00
lime mangnya ce/cp neh :devil:

cheers BMW
March 04, 2003, 08:17
yee dia co lagiiiii gak percaya tanya ajah sendiri ato intip profile nya deh hehehehe

YveTTe
March 04, 2003, 22:52
fliez langsung :kabur: ngirim PM ke lime ;D...
Makasiih cheers infonya :hehe

cheers BMW
March 05, 2003, 01:58
dasaaaaaaaaarrrr si ipet!!!

ati2 pet klo ntar kesetrum.
klo ga salah sih yg pernah gw baca di komunitas warga kantor dia tu ngakunya tukang listrik ntah bener ntah ga gitu yaaa :haha

YveTTe
March 05, 2003, 08:11
Kok gue jadi mikir lagi yak buat deketin...setelah tau tukang listrik...soalnya belom kena listrik aje dah tegangan tinggi :hehe apalagi di setrum :haha

cheers BMW
March 06, 2003, 07:00
:haha nape ? gpp kan ? kli aja orangnya asik, mainan listrik melulu

Carlos Alberto
March 08, 2003, 04:30
::mikir:: mmmm nice idea, cheers! :bravo:

Carlos Alberto
March 08, 2003, 04:31
oo I mean cerita cerpennya gituuuuuuu

delfira_daffa
March 14, 2003, 08:57
Mbak cheers.. aku mau save ini cerpen.. soale lon puas baca semua.. ntar aku kasi komen key.. !!

Teophania_star
March 16, 2003, 03:55
for the cerpen...gua baru aja baca.....artinya seh bagus.....

en cara nulisnya juga ok kok....:)

itu dah tamat yah??

cheers BMW
March 17, 2003, 01:19
halo Carlos! haloo Teophania! ::wave::

cerpennya segitu aja. tamat. thanx dah baca cerpen gw and thanx for your comment too. Tapi if there's any criticizm c'mon! tell me, I would like to hear that! :)

Odeeeeeeeeeelllllllll elu ternyata rajin banget ya? cerpen gw pake dikopi segala :haha
You know, del, your story is very cheerfull and fun. I like it. :bravo:

keep on our good frienship ya del ! juga buat semuaaahh ::cap::

delfira_daffa
March 17, 2003, 10:26
Originally posted by cheers BMW
Odeeeeeeeeeelllllllll elu ternyata rajin banget ya? cerpen gw pake dikopi segala :haha
You know, del, your story is very cheerfull and fun. I like it. :bravo:

keep on our good frienship ya del ! juga buat semuaaahh ::cap::

KEEP ON OUR GOOD FRIENSHIP TOO CHEERS !!!! :cool: ;)

lonely_girl
September 28, 2003, 02:33
bagus :bravo: