View Full Version : Playboy Versi Indonesia
Ali Iskandar
January 29, 2006, 02:56
1. Mimpi apakah pimpinan Indonesia kasi ijin produksi dan penjualan Majalah Playboy di Indonesia?
2. Apa udah jadi dengan agenda membangunkan moral dan akhlak umat Islam terbesar di dunia ini?
3. Mampukah ribuan ulama dan sarjana Islam di Indonesia menghalang kemahuan Avianto Nugroho serta Ponti Carrolus, pemilik PT Velvet Silver Media itu?
4. Udah pasti penerbitan dan penjualan majalah Playboy tidak menarik rahmat Allah SWT tetapi sebaliknya mengundang kemurkaan dan laknat dari Allah. Apa anda mampu tantangi bencana yg bakal tiba nanti?
Nabi SAW bersabda: "Dikhawatirkan (diduga) kamu akan diperebutkan oleh bangsa-bangsa lain sebagaimana orang-orang berebut melahap isi mangkok. Apakah saat itu jumlah kami sedikit ya Rasulullah? Beliau menjawab: tidak, bahkan jumlah kalian ketika itu banyak sekali tetapi kamu seolah-olah buih dilautan (tak berdaya dan tidak bertenaga) karena kalian ditimpa penyakit wahan."
Apakah contribution para wger / pak ustaz / ustazah di ajang ini utk halang Playboy Indonesia dari nonggol bulan maret nanti?
TQVM.
mail_me_already
January 29, 2006, 04:19
1. Justru sekarang udah terbangun. Eh.. bentar.. yang bener adalah 'mulai' terbangun.
2. Kalo emang dianggap tidak sesuai moral dan dilarang oleh agama, ya tinggal jangan beli aja kan? Beres toh? Kalo emang dasar imannya lemah, udah menganggap salah terus dibeli ya itu salah orangnya sendiri lah. Bertanggung jawablah terhadap diri sendiri donk.
3. For the principle of this situation, mudah2an enggak.
4. Kalaupun emang iya dosa, kan yang nanggung orang yang berdosa itu sendiri. Siapa yang menunjuk orang lain menjadi penjaga dan polisi moral di indonesia?
Chikatilo82
January 29, 2006, 04:32
Setuju ama no.4nya iskandar
Naudzubillahi mindzalik....
** COMY **
January 29, 2006, 04:40
duh..duh...kayanya udah dibahas dimana-mana..
eeh disini dibikin lagi [???] besok-besok jgn -jgn masuk ke forum posko deh ::eek2::
pertanyaan gue cuma satu..memangnya nggak ada yg lebih penting lagi yah drpada ngurusin hal ini :o
kalau merasa penting..tabloid -tabloid kuning yg banyak beredar di pinggir jalan kok dr dulu ada cuma bisa diem saja..
belum lagi perederan DVD and VCD porno
Jgn cuma krn ini Majalah Playboy lalu ingin mencari popularitas yah.
ndableg
January 29, 2006, 21:37
yah memang.. kita pun lama2 dilindas habis amerika.. ato memang udah abis yah?
AlfaOmega
January 30, 2006, 13:13
Originally posted by ndableg
yah memang.. kita pun lama2 dilindas habis amerika.. ato memang udah abis yah?
Hadits Anas bin Malik : Adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengucapkan dalam do'anya :
"Artinya : ....Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kefakiran/miskin dan kekafiran ......".
(Hadits Shahih atas syarat Bukhari, dikeluarkan oleh Imam Hakim 1/530. dan Imam Ibnu Hibban No. 2446).
Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW mendampingkan antara kemiskinan dengan kekafiran.
Kalau sedang miskin dan banyak hutang, apa kah kita bisa berkata TIDAK kepada yang menghutangi kita ?
:)
french_fries
January 31, 2006, 01:32
dan naik haji
Gion Franklin
February 01, 2006, 03:58
Originally posted by ** COMY **
kalau merasa penting..tabloid -tabloid kuning yg banyak beredar di pinggir jalan kok dr dulu ada cuma bisa diem saja..
belum lagi perederan DVD and VCD porno
Jgn cuma krn ini Majalah Playboy lalu ingin mencari popularitas yah.
Gw setuju ama yang ini.
Kenapa cuma Playboy yang diurusin? Banyaaaakkk banget tabloid˛ yang nampilin cewek˛ tanpa BH atau celana dalam. Kenapa yang ini gak diurusin sih?? Dijual bebas pula. Gw waktu ke taman bacaan yang minjemin buku˛ komik manga ada tuh tabloid. Gilaaa...
Lagipula, gw yakin Playboy Indonesia ini gak separah yang di US sana. Malah lebih parahan tabloid˛ yang gw liat di Taman Bacaan tsb...
umbul_kencenk
February 01, 2006, 08:12
"Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nya lah kamu akan dikumpulkan. Dan peliharalah dirimu daripada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang lalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya." Al-Anfaal 24:25
Untuk jawaban MMA no 4. Adzab di dunia umat manusia menanggung secara kolektif. Sekalipun diakibatkan oleh dosa2 orang lain dan kita tidak terlibat, bencana tetap datang kepada kaum tersebut, termasuk kita. Tetapi di akhirat nanti, manusia dibangkitkan berdasarkan amalnya masing2.
Itulah gunanya Amar Ma'ruf Nahi Munkar, atau mengajak kepada perbuatan yang lurus dan mencegah perbuatan yang munkar. Agar terhindar dari ayat di atas.
AlfaOmega
February 01, 2006, 11:43
Originally posted by Fritz Fidelle
Gw setuju ama yang ini.
Kenapa cuma Playboy yang diurusin? Banyaaaakkk banget tabloid˛ yang nampilin cewek˛ tanpa BH atau celana dalam. Kenapa yang ini gak diurusin sih?? Dijual bebas pula. Gw waktu ke taman bacaan yang minjemin buku˛ komik manga ada tuh tabloid. Gilaaa...
Lagipula, gw yakin Playboy Indonesia ini gak separah yang di US sana. Malah lebih parahan tabloid˛ yang gw liat di Taman Bacaan tsb...
menurut pendapat guwe sich
Kalau saat ini dimana Playboy itu belum diijinkan, udah dibilang Banyaaaakkk banget tabloid˛ yang nampilin cewek˛ tanpa BH atau celana dalam.
Kalau Playboy udah diijinkan.
maka tabloid˛ yang nampilin cewek˛ tanpa BH atau celana dalam itu bakal bertambah banyak lagi beredar.
Belum lagi majalah-2 luar yang mirip dengan Playboy.
Belum diijinkannya Playboy tuch, hanya untuk menekan jumlah pornografi yang beredar di masyarakat.
Bukan untuk menghilangkan, karena hal itu bakal selalu muncul dan bisa hidup underground (dengan berbagai macam dalih) dalam masyarakat Indonesia saat ini.
Kalau Playboy udah diijinkan, maka udah nggak ada lagi yang menghalangi / merintangi.
:lol:
dragz
February 02, 2006, 03:02
pendirian majalah emang masih perlu ijin ? :D
Ali Iskandar
February 02, 2006, 04:27
Originally posted by ** COMY **
duh..duh...kayanya udah dibahas dimana-mana..
eeh disini dibikin lagi [???] besok-besok jgn -jgn masuk ke forum posko deh ::eek2::
pertanyaan gue cuma satu..memangnya nggak ada yg lebih penting lagi yah drpada ngurusin hal ini ...Jgn cuma krn ini Majalah Playboy lalu ingin mencari popularitas yah.
Mau kasi in-put ta nggak??? If u have nothing to say, better shut-up!!
FYI. saya emg udh pupolar lho....sorry to say so ::banana::
Anyway thx for the rest of wgers.
french_fries
February 02, 2006, 04:36
hahahaha
AlfaOmega
February 02, 2006, 10:12
Originally posted by dragz
pendirian majalah emang masih perlu ijin ? :D
Majalah apa dulu ?
Kalau majalah yang dilarang diperedarkan di masyarakat, kayak majalah komunis. Mestinya perlu ijin.
dragz
February 02, 2006, 10:25
kalo majalah komunis sih gak mungkin minta ijin.. bisa dipenjara :hehe
** COMY **
February 02, 2006, 10:29
Originally posted by Ali Iskandar
Mau kasi in-put ta nggak??? If u have nothing to say, better shut-up!!
FYI. saya emg udh pupolar lho....sorry to say so ::banana::
Anyway thx for the rest of wgers.
Look who's talking now!!!! :o you can read my input if you can read with your heart ... ;) but don't blame me if you have nothing
:kakaka:
Ali Iskandar
February 02, 2006, 12:08
Originally posted by ** COMY **
Look who's talking now!!!! :o you can read my input if you can read with your heart ... ;) but don't blame me if you have nothing
:kakaka:
Yang loe kasi bukan input, tp out-put. What's the bloody stupid outcomes?
Anyhow... your last pharse is correct, I've nothing.
I don't blame u. Don't worry lah. Pls ignore it.
dragz
February 02, 2006, 15:32
ini forum bahasa inggris ya ? :mikir:
AlfaOmega
February 02, 2006, 17:44
they really are speaking different language :o
dragz
February 03, 2006, 00:02
glibberish kali ya :kakaka:
caIamity
February 03, 2006, 00:24
ga pake L tuh :haha
highsector
February 03, 2006, 02:00
baru mau keluar emang hot suasananya.
baru keluar hot suasananya.
setelah bbrp bulan keluar. nobody talks about it.
its always like that.
isnt it?
Ali Iskandar
February 03, 2006, 03:40
Originally posted by highsector
baru mau keluar emang hot suasananya.
baru keluar hot suasananya.
setelah bbrp bulan keluar. nobody talks about it.
its always like that.
isnt it?
ya ya... seperti epidemic (wabak penyakit) yg baru melanda. Pasti dpt laporan gede dari media dan semua org. Selepas itu suasana kembali ok. Tetapi korban terus bertambah selama epidemic itu tidak dicari obatnya.
Begitu juga lah majalah Playboy dan material porno yg sepertinya, tetap menyumbang ke arah keruntuhan moral dan kerosakan umat Islam diseluruh dunia, khususnya di rantau ini.
Saya mengajak diri saya dan anda yg budiman, meliat masalah umat sebagai masalah kita juga, kerana inilah yg diajar oleh baginda Rasulullah SAW. Kalau kita ga mampu merubah dgn tangan, paling kita cuba merubah dgn pikiran. Lewat memberi saranan dan pendapat utk mengatasi kemungkaran juga kemasuk dakwah ilal khair, insyaAllah.
Yuk gabung dan nyambung :)
french_fries
February 03, 2006, 03:45
ini forum bahasa malaysia ya? :mikir:
MR.SENSI-BANGET
February 03, 2006, 06:58
gw setuju tuh sama playboy...
kalo besok udh resmi gw rencana pengen jadi distributornya...
biar gw sebarluaskan ke seluruh pelosok tanah air...., spy mahluk2 kampungan macem si Ali lebih tercerahkan....hehehe...
dragz
February 03, 2006, 09:24
selamat jadi distributor deh...
tapi sayangnya mau disebarin ke pelosok tanah airpun gak bakalan nyampe ke si Ali :kakaka:
mail_me_already
February 03, 2006, 10:49
Originally posted by Ali Iskandar
Begitu juga lah majalah Playboy dan material porno yg sepertinya, tetap menyumbang ke arah keruntuhan moral dan kerosakan umat Islam diseluruh dunia, khususnya di rantau ini.
Nah kalo emang elo mengatakan itu merusak moral umat Islam.. kalo udah tau itu tidak boleh, kenapa juga beli? Kalo gak beli kan beres toh..? Tapi akhirnya mereka beli.. kenapa? Karena emang imannya gak kuat.. lha orang imannya gak kuat aja kenapa musti dibela2? Sampe melarang (misalnya) majalah Playboy padahal mgkn menurut orang2 lain sah2 aja mau beli gitu. Masa iya elo membela orang yang lemah iman sampe mengambil hak kebebasan orang lain?
Itu sama aja seperti begini: di kelas ada 30 anak. 3 orang kurang pandai ngikutin pelajaran. Instead of si 3 anak ini yang dimotivasi dan dipacu supaya bisa keep up, standard kelasnya yang diturunkan. Seolah guru2 bilang "Mulai sekarang, nilai 5 itu paling tinggi".
Mr. Do
February 03, 2006, 11:23
yaahh bukannya dibela kali bos...tapi diingatkan/dibantu utk menjadi kuat.
lah klo udah lemah tapi dilemahkan/terlemahkan gmn....:D
highsector
February 03, 2006, 12:23
kalo besok udh resmi gw rencana pengen jadi distributornya...
biar gw sebarluaskan ke seluruh pelosok tanah air...., spy mahluk2 kampungan macem si Ali lebih tercerahkan....hehehe...
bagaimana kalo kita jadi distributor penthouse sebelum keduluan? :P
** COMY **
February 03, 2006, 15:52
:hehe nggak kebayang deh elo berdua jadi distributornya ;)
Ali Iskandar
February 03, 2006, 17:49
Saya menyeru anda meliat isu Playboy ini atau apa sahaja material yg sepertinya, utk menghindari kemurkaan Allah dan rasa kecewa Baginda Rasulullah SAW.
Tetapi seruan saya ini tidak lain hanyalah menjadi bahan senda gurau sesetengah dari anda.
Bergembiralah anda sehingga Allah mendatangkan keputusanNya.
AlfaOmega
February 03, 2006, 18:02
Jangan terlalu serius, dech friend.
Ini khan dunia maya / cyber. kita nggak tahu apakah yg menjawab postingan anda itu sedang serius mode ataukah santai / capek mode.
Maklum aje, setiap WG-er bisa membalas.
Nggak perduli muslim ataukan non-muslim.
Paling mudah sich, ikut aja seperti air mengalir.
mereka lagi fun, kita ikut fun.
mereka lagi bercanda, kita ikut bercanda.
mereka lagi serius, kayaknya jarang banget mereka serius... :haha
AlfaOmega
February 03, 2006, 18:06
ada yang lupa....
kita pun nggak tahu, seberapa dalam mereka melaksanakan Islam dalam kehidupannya....
Jadi, fleksible aja dech...
Ali Iskandar
February 03, 2006, 19:27
Originally posted by AlfaOmega
Jangan terlalu serius, dech friend.
....mereka lagi fun, kita ikut fun.
mereka lagi bercanda, kita ikut bercanda.
mereka lagi serius, kayaknya jarang banget mereka serius... :haha
Masaaaa saya serius?
Kan saya bilang "Bergembiralah anda sehingga Allah mendatangkan keputusanNya"
Ga serious ah :)
** COMY **
February 04, 2006, 00:55
Originally posted by AlfaOmega
ada yang lupa....
kita pun nggak tahu, seberapa dalam mereka melaksanakan Islam dalam kehidupannya....
Jadi, fleksible aja dech...
Betul :lol:
memangnya kalau isi postingan becanda disini..sdh pasti menjamin kalau orang itu pasti nya juga nggak akan pernah bisa serius yah :o
Jgn pernah menuduh seseorang kalau kita belum pernah mengenal dekat atau mengetahui ttg dia ;)
Contoh kasus:
Saat ini bukannya sudah pernah diutarakan pendapat gue di thread ini,tapi ternyata yg thread starternya nggak paham apa yg gue utarakan,malah ngomongnya jadi ngelantur kemana-mana..dan baru gue sadar krn dia nggak paham bahasa gue makanya dia jadi tambah asbun sama gue :haha
MR.SENSI-BANGET
February 04, 2006, 01:27
Originally posted by Ali Iskandar
Kan saya bilang "Bergembiralah anda sehingga Allah mendatangkan keputusanNya"
apaa? keputusan apa yg allah mau datengin? bencana??
elu jadi orang yg realitas dikit napa??
nih foto telanjang, liattt yg jelasss biar elu orang pada ga kampungan...
sumatra
http://img229.imageshack.us/img229/4198/sumatra5rm.jpg
irian jaya
http://img229.imageshack.us/img229/1179/irianjaya5hs.jpg
oke? suruh allah datangin bencana gih...gih....
jangan pernah sekali2 ada yg bilang kalo ini adalah gambar porno..., ini adalah foto sodara2 kita di indonesia...
hehehe...jadi jangan pernah elu bilang cinta tanah air indonesia, tapi yg elu sebut2 indonesia itu hanya sebates pulau jawa...
ini sourcenya:
http://cestovani.kamdata.com/html/fotografie_indonesie_5.html
http://cestovani.kamdata.com/html/fotografie_indonesie_10.html
** COMY **
February 04, 2006, 01:34
Mr Ego..
Ali bukan asli orang Indonesia ..dia aslinya orang Malaysia..coba deh carikan gambar suku Dayak (kalau ada) cuma utk bahan perbandingan utk bahan refrensi aja
Bebek21
February 04, 2006, 03:46
Originally posted by Fritz Fidelle
Gw setuju ama yang ini.
Kenapa cuma Playboy yang diurusin? Banyaaaakkk banget tabloid˛ yang nampilin cewek˛ tanpa BH atau celana dalam. Kenapa yang ini gak diurusin sih?? Dijual bebas pula. Gw waktu ke taman bacaan yang minjemin buku˛ komik manga ada tuh tabloid. Gilaaa...
Lagipula, gw yakin Playboy Indonesia ini gak separah yang di US sana. Malah lebih parahan tabloid˛ yang gw liat di Taman Bacaan tsb...
Originally posted by AlfaOmega
menurut pendapat guwe sich
Kalau saat ini dimana Playboy itu belum diijinkan, udah dibilang Banyaaaakkk banget tabloid˛ yang nampilin cewek˛ tanpa BH atau celana dalam.
Kalau Playboy udah diijinkan.
maka tabloid˛ yang nampilin cewek˛ tanpa BH atau celana dalam itu bakal bertambah banyak lagi beredar.
Belum lagi majalah-2 luar yang mirip dengan Playboy.
Setujuuuu! ::v::
Bebek21
February 04, 2006, 03:51
Btw, gw sempet gondok liat berita mahasiswa-mahasiswi Islam dan aparat di Bogor melakukan sweeping ke tukang2 majalah buat menyita majalah2 porno.
TAPI YANG DISITA DAN DIBAKAR BUKANNNYA TABLOID2 PORNO KAYAK YG DIJUAL DI JALAN TOL TOMANG, MELAINKAN COSMOPOLITAN (majalah wanita), FHM (majalah pria), TAMASYA (majalah panduan wisata Indonesia), ROLLING STONE (majalah musik), DAN SELULAR (majalah ponsel)!!!!!!!!
Mereka mamer2in ke kamera sambil teriak, "Merusak! Merusak!" Terus disobek dan dibakar sambil ketawa2, kayak habis ngusir setan aja.
SALAH ALAMAT TUH!
Gw kasihan sama tukang2 majalahnya... ::cry::
MR.SENSI-BANGET
February 04, 2006, 06:44
jadi elu pikir moral orang itu jadi bejad gara2 kebanyakan liatin tabloid cewe tanpa bh + kolor?
iya?
berarti elu salah besar !
justru mental/moral orang itu jadi bejad, salah satu faktornya adalah pengekangan, pengharaman, penajisan, dan yg sejenisnya...
pengen contoh?
bangsa indonesia ini dikekang selama 32 taon..., liat skrg? apa semakin bermoral?
dan banyak sekali dari anak2 remaja yg krn hal seperti sex di taboo kan, akhirnya mereka sembunyi2... dan krn merasa asik..., deg-deg-an.... akhirnya jadi keterusan..., dan elu anggep mereka itu bejad...
i think you are stupid !
skrg coba elu bawa tabloid cewe yg tanpa bh + kolor, dan elu minta pendapat org2 di irian jaya sono... dan tanya...apa tabloid itu tidak bermoral...
hehehe...pengen tau gw jawaban mereka....
dan mungkin kalo elu bilang bhw apa yg ada di tabloid itu tidak bermoral, mereka akan tersinggung....
dan jangan pernah elu beranggapan bhw mereka itu adalah orang yg tidak bermoral krn tinggal di pedalaman...., sementara elu lebih bermoral krn bisa membaca quran dan melakukan salat...
tapi di satu sisi laen, apa yg terjadi sewaktu elu2 yg adalah orang kota, yg bisa membaca quran dan melakukan salah, lalu ngeliat paha cewe putih...yg pake baju tanpa bh.., sampe pentil susunya ngejeplakk...?
elu langsung sinis... dan membenci....
coba bandingin dg bangsa yg elu anggep kafir (amrik), mereka ngeliat cewe pake baju tanpa bh, atau ngeliat paha cewe putih mulus....?
bagi mereka semua itu biasa...., dan ga buat moral mereka semakin bejad...
highsector
February 04, 2006, 15:55
coba bandingin dg bangsa yg elu anggep kafir (amrik), mereka ngeliat cewe pake baju tanpa bh, atau ngeliat paha cewe putih mulus....?
bagi mereka semua itu biasa...., dan ga buat moral mereka semakin bejad...
tapi kalo semua dianggap biasa dan di masa dekat mereka make love di public biasa. lalu make love with family member biasa. make love with own mother biasa. lalu ber orgy orgy ria, have sex party biasa dan seterusnya.. saya rasa dunia akan makin kacau dan tidak ada lagi istilah moral. jadi ada bagus nya ttg halangan2/kekangan2/haram2an dan ciptaan agama2 (dari manusia/Tuhan) untuk setidaknya memperlambat kekacauan duniawi ini. :)
yg penting adalah persepsi masing masing dalam memahami dunia dan just flow with the time. let what be. be.
MR.SENSI-BANGET
February 04, 2006, 16:34
Originally posted by highsector
tapi kalo semua dianggap biasa dan di masa dekat mereka make love di public biasa. lalu make love with family member biasa. make love with own mother biasa. lalu ber orgy orgy ria, have sex party biasa dan seterusnya.. saya rasa dunia akan makin kacau dan tidak ada lagi istilah moral. jadi ada bagus nya ttg halangan2/kekangan2/haram2an dan ciptaan agama2 (dari manusia/Tuhan) untuk setidaknya memperlambat kekacauan duniawi ini. :)
yg penting adalah persepsi masing masing dalam memahami dunia dan just flow with the time. let what be. be.
itu cuma spekulasi elu aja....
krn dalem realitasnya sepanjang sejarah, hidup manusia itu penuh dg pengekangan..., ga boleh begini, ga boleh begitu..... tanpa menghiraukan aspek psikologis dan dampaknya thd diri manusia itu sendiri...
pernah ga elu dalem satu sesi semasa hidup elu, mengalami suatu keadaan yg betul2 bebas dari segala larangan? kalo elu pernah ngalamin, baru elu ngerti...
ibaratnya org yg berenti ngerokok, yg bukan krn larangan, tapi krn betul2 menyadari efek rokok bagi dirinya sendiri...
dg anggepan elu yg menyatakan bhw org2 akan menjadi semakin brutal, berarti secara ga langsung dalem kacamata elu, manusia itu binatang yg ga punya hati nurani?
berarti sama aja elu dg menggeneralisir bhw setiap manusia itu akan menjadi bejad kalo ga ada larangan....?
tapi aspek psikologis kejiwaan manusia itu bersifat universal....
rpangkerego
February 04, 2006, 17:56
gw stuju ama uraian AlfaOmega...
MR.SENSI-BANGET
February 04, 2006, 21:58
ngaco ah..., masa ngeliat tete aja bisa bikin rusak moral??
trus hanya krn beda tradisi masa dibilang bejad??
oya highsector, elu mesti baca ini kali:
http://en.wikipedia.org/wiki/Incest
Darth Maul
February 05, 2006, 02:16
liat te2 sih gak bikin bejat, orang dokter juga sering kan, palagi dokter kandungan :D nyang bikin bejat tu efeknya. kalo misalnya orang gak nganggep materi kayak gitu mesum, dikasi liat segepok juga gak bakal terangsang. makanya foto2 yg dikasi liat MrEB gak aq kategoriin mesum, soale....... gak merangsang! (sorry berat1000x kalo dikira rasis, tapi sumpah aq gak rasis)
yg jadi masalah, ditakutkan kebanyakan pria itu normal....... orang kalo mabok liat kambing aja dikira cewek bahenol koq, kan dulu juga ada pemerkosaan berbasiskan inul. apalagi ni playboy yg dah jelas2 tujuannya memuaskan syahwat pria, dieufimismekan jadi "majalah pria", spt juga fhm, me, dll. kecuali kalo tu majalah sebenernya segmen pasarnya khusus buat dokter kandungan n ginekolog
:lol:
masa sih di amrik sono playboy dianggep biasa, kaya'nya banyak deh pengguna playboy yg nyembunyiin majalahnya di kolong kasur, ato kalo macem2 sama cewek juga di sana ditabok koq. setidaknya kan itu jadi satu bukti kalo persepsi manusia ttg kepantasan itu universal, tentunya dgn variasi adat istiadat dan budaya masyarakat bersangkutan.
emang hrs diakuin, kecenderungan manusia ttg euforia, begitu lepas dari kungkungan trus merasa bebas sebebasbebasnya, kayak jaman victoria dulu di inggris. tapi gak berarti kalo manusia harus tanpa ikatan sama sekali, donk. ekstrimis tu. kalo diiket seerat-erat-erat-eratnya bisa sesak napas, trus kalo gak diiket bisa kabur. mending lehernya diiket tapi talinya dipanjangin gitu, jadi bisa tetep bebas bergerak, tapi gak bisa melebihi panjang talinya. (PERINGATAN: ini cuma kiasan, jgn bodoh menafsirkannya).
manusia pada dasarnya emang binatang koq! tapi salah satu kelebihannya: bisa 'belajar' dan berbudaya. kalo ada manusia gak bisa(/mau?) 'belajar' berarti gak ada bedanya dgn binatang. bahkan lebih rendah lagi, krn potensi yg ada disia-siakan, hewan sih masih mending, kan gak punya potensi. (PERINGATAN: paragraf di atas, termasuk kata belajar, artiannya luas, jgn bodoh juga menafsirkannya).
manusia udah fitrahnya punya nafsu dan akal. jgn mentang2 punya nafsu trus dikipas2in donk. cukup setan aja yg ngelakuinnya. udah tau ada api jgn diguyur bensin donk.
highsector
February 05, 2006, 06:47
itu cuma spekulasi elu aja....
emang itu pendapat dan spekulasi saya koq. :)
pernah ga elu dalem satu sesi semasa hidup elu, mengalami suatu keadaan yg betul2 bebas dari segala larangan? kalo elu pernah ngalamin, baru elu ngerti...
freewill maksud anda? setiap detik. skrg saya kalo mau ngapain aja juga bisa. ngak ada yg ngelarang saya koq. tapi saya ngak ngelakuin karena yah ajaran2 agama.. / didikan moral dari orang tua, ttg mana yg benar dan salah.
ibaratnya org yg berenti ngerokok, yg bukan krn larangan, tapi krn betul2 menyadari efek rokok bagi dirinya sendiri...
freewill lagi kan? saya ngak ngerokok karena emang saya rasa itu tidak baik bagi diri saya sendiri.
dg anggepan elu yg menyatakan bhw org2 akan menjadi semakin brutal, berarti secara ga langsung dalem kacamata elu, manusia itu binatang yg ga punya hati nurani?
kenapa anda sendiri yg menyebut manusia binatang yg tidak punya hati nurani? di post saya saya hanya bilang ttg kalau tidak adanya ajaran agama dan ajaran moral2 dari orang tua, maka akan banyak less moral thing in the world. dan apa itu moral then?
berarti sama aja elu dg menggeneralisir bhw setiap manusia itu akan menjadi bejad kalo ga ada larangan....?
gimana bisa bilang mereka bejad kalo toh semua nya biasa?
kenapa harus bejad? mereka normal karena tidak ada istilah moral/agama/kebejadan.
highsector
February 05, 2006, 06:56
ngaco ah..., masa ngeliat tete aja bisa bikin rusak moral??
ngeliat tete ngak ngerusak moral.
siapa yg bilang ngeliat tete ngerusak moral disini? :)
tapi orang berpose telanjang untuk mengundang napsu bertentangan dengan orang2 yg beragama. nah salah nya siapa yg napsu duluan maksud nya anda kan?
kenapa harus napsu kan?
ini maksud anda kan?
kenapa harus beli playboy kan?
kenapa harus liat kan?
saya ngerti banget koq. :)
tapi pendapat saya adalah ttg kalo tidak ada yg namanya ajaran moral/agama di dunia ini maka dunia akan semakin kacau. tapi tentunya kacau itu adalah normal. karena tidak ada istilah kacau di dunia yg semuanya serba biasa.
dont like someone? kill him. kenapa harus kasian? segi apa di dunia serba biasa? hati nurani? kenapa harus bersalah? toh tidak ada yg pernah mengajarkan kalau itu perbuatan salah. hanya hukum di dunia biasa yg menyatakan salah nantinya. toh orang tua ngak pernah ngajarin ttg salah/benar/moral/agama. :)
biasa koq. paling yah masuk penjara. so what? normal lah. Pay for what u do. jadi conceptnya nanti ke "u got to pay for what u do"
:)
zeifel
February 05, 2006, 07:05
Menurut gw, moral seseorang gak bisa dirusak oleh majalah2 porno seperti itu. Yang ada, orang yg moralnya jelek tambah hancur begitu beli majalah itu.
Soalnya, klo emang dasarnya moral seseorang ud baik, mereka pasti bisa mengendalikan diri dan menghindari membeli majalah itu. Sebaliknya, kalo orang itu moralnya ud jelek, biasanya membeli dan semakin meng-indulge dirinya dalam pornografi...
mail_me_already
February 05, 2006, 07:27
Originally posted by Darth Maul
manusia udah fitrahnya punya nafsu dan akal.
Nah iya, makanya akalnya dipake donk. Seharusnya cowo merasa terhina, masa dianggapnya kalo nafsunya digoda sedikit aja langsung gak bisa nahan? Payah banget tuh kendali dirinya. Salah siapa kalo gitu, ya salah orangnya sendiri..!
mail_me_already
February 05, 2006, 07:29
Originally posted by highsector
tapi pendapat saya adalah ttg kalo tidak ada yg namanya ajaran moral/agama di dunia ini maka dunia akan semakin kacau.
Ya sudah, berilah ajaran agama dan moral kepada dunia tapi jangan dipaksakan donk, biarkan mereka memutuskan sendiri. Memaksakan suatu moralitas kepada seseorang itu bertentangan dengan tujuan moral itu sendiri.. moral kok maksa.. moral itu harus dateng dr diri sendiri. Kalo dijalankan cuman karena dipaksa ya ga ada artinya.
anti zannana
February 05, 2006, 07:53
ikhwah fillah, ketahuialah majalah playboy itu bisa jadi ghozwul fikri yang sangat berbahay bagi bangsa indonesia
bagi kalian yg setuju menolak masuknya majalah playboy, ikutan petisi online ini:
http://new.petitiononline.com/tolakpor/petition.html
zeifel
February 05, 2006, 08:00
Wah, gw sih netral aja deh. Kalo masuk ya sudah, gak masuk ya gak apa2.
Nah, daripada ngurusin pornografi, mending urus dulu rakyat kita yg masih berada di bawah garis kemiskinan.
MR.SENSI-BANGET
February 05, 2006, 08:07
Originally posted by highsector
tapi pendapat saya adalah ttg kalo tidak ada yg namanya ajaran moral/agama di dunia ini maka dunia akan semakin kacau. tapi tentunya kacau itu adalah normal. karena tidak ada istilah kacau di dunia yg semuanya serba biasa.
:)
ooooooo....jadi mesti diajarin moral dulu, baru org jadi bermoral...hmmm...gw ga setuju tuh...
gw kasih contoh anak gw yg ke 3...., waktu itu dia baru umur 3 taon...
suatu hari bini nangkep tikus pake perangkap, trus nanya ke gw...mau diapain itu tikus...., disitu pas ada anak gw...
trus gw ke dapur, ambil pisau dapur..., dan gw kasih pisau itu ke anak gw...sambil gw bilang "bunuh gih tikusnya"...
anak gw trus ngedeketin tikus yg ada di dalem perangkap....dan diem sesaat, lalu nengok ke gw bilang "kesian tikusnya, masa dibunuh?"
terus terang, gw sama sekali ga pernah ngajarin pendidikan moral, agama atau tuhan apapun...
dan anak gw juga saat itu blom sekolah....
tapi......knp kok dia bisa ngerasa kesian sama tikus? darimana rasa iba tsb? kok bisa muncul?
silahkan elu pikir sendiri aja...
Redriz
February 05, 2006, 11:06
Originally posted by MR.EGO-BANGET
gw kasih contoh anak gw yg ke 3...., waktu itu dia baru umur 3 taon...
suatu hari bini nangkep tikus pake perangkap, trus nanya ke gw...mau diapain itu tikus...., disitu pas ada anak gw...
trus gw ke dapur, ambil pisau dapur..., dan gw kasih pisau itu ke anak gw...sambil gw bilang "bunuh gih tikusnya"...
anak gw trus ngedeketin tikus yg ada di dalem perangkap....dan diem sesaat, lalu nengok ke gw bilang "kesian tikusnya, masa dibunuh?"
terus terang, gw sama sekali ga pernah ngajarin pendidikan moral, agama atau tuhan apapun...
dan anak gw juga saat itu blom sekolah....
tapi......knp kok dia bisa ngerasa kesian sama tikus? darimana rasa iba tsb? kok bisa muncul?
silahkan elu pikir sendiri aja...
Originally posted by Darth Maul
manusia udah fitrahnya punya nafsu dan akal.
fitrah
itu fitrah....
marmutz
February 05, 2006, 15:00
Menurut gue.. ini kalo bisa diliat keliatannya
kontra playboy - pasti islam
pro ato cuek - bisa islam ato agama laen
yang bikin bingung kenapa harus merek Playboy baru gencar ya? sedangkan merek2 top2 yg laen juga udah beredar dari tahun2 lalu... padahal playboy indo contentnya bukan majalah bokep lo... beda versi om tante...
Bisa gue simpulkan kayaknya indonesia mo boikot icon2 amrik ne... cuman rada ditutupi aja biar masalahnya pornografi vs seni,
cuman bisa bilank, ingetlah indonesia bukan negara mutlak islam, tapi negara pancasila ( macam2 agama ), so daripada pusingin pornografi meningan pusingin masalah laen yg menjadi kasus utama negara kita tuh.. kayak korupsi kek, narkoba ke.. yang ketauan lebih merusak moral bangsa secara halus tapi merata...
highsector
February 05, 2006, 15:06
Ya sudah, berilah ajaran agama dan moral kepada dunia tapi jangan dipaksakan donk,
saya pun tidak berpendapat kalau ada pemaksaan itu bagus.
apakah ada post saya yg membuat anda berpikiran kalau saya mendukung pemaksaan?
tolong di kasih tau post yg mana.
:)
concept saya di thread ini adalah
dunia tanpa ajaran agama/moral sama sekali akan lebih kacau daripada dunia dgn ajaran agama/moral.
sy ngak gitu peduli ttg adanya playboy/video porno/dll...
highsector
February 05, 2006, 15:12
ooooooo....jadi mesti diajarin moral dulu, baru org jadi bermoral...hmmm...gw ga setuju tuh...
gw kasih contoh anak gw yg ke 3...., waktu itu dia baru umur 3 taon...
suatu hari bini nangkep tikus pake perangkap, trus nanya ke gw...mau diapain itu tikus...., disitu pas ada anak gw...
trus gw ke dapur, ambil pisau dapur..., dan gw kasih pisau itu ke anak gw...sambil gw bilang "bunuh gih tikusnya"...
anak gw trus ngedeketin tikus yg ada di dalem perangkap....dan diem sesaat, lalu nengok ke gw bilang "kesian tikusnya, masa dibunuh?"
terus terang, gw sama sekali ga pernah ngajarin pendidikan moral, agama atau tuhan apapun...
dan anak gw juga saat itu blom sekolah....
tapi......knp kok dia bisa ngerasa kesian sama tikus? darimana rasa iba tsb? kok bisa muncul?
silahkan elu pikir sendiri aja...
pemikiran saya ttg contoh anda adalah contoh yg tidak re-present semua contoh moral dan contoh yg kurang kuat.
hmm.. nih sedikit kontradiksi dari post anda menurut saya.
justru mental/moral orang itu jadi bejad, salah satu faktornya adalah pengekangan, pengharaman, penajisan, dan yg sejenisnya...
pengen contoh?
bangsa indonesia ini dikekang selama 32 taon..., liat skrg? apa semakin bermoral?
koq dengan adanya segala ajaran agama dan kekangan, anda sendiri setuju bahwa banyak orang bejad.
pertanyaan skrg kenapa anda sangat yakin kalo ngak ada ajaran ttg agama/halangan. tiba2 semua orang akan berubah menjadi orang baik? atau orang yg berhati suci?
:)
semua orang sama kah menurut anda?
ada yg jahat dan ada yg baik menurut saya.
ada yg di tengah tengah.
ada yg kena pengaruh agama/ajaran jadi tidak berbuat.
semoga anda mengerti maksud saya di post ini.
highsector
February 05, 2006, 15:15
fitrah
itu fitrah....
apa sich fitrah? udah dari sananya yah?
sorry bahasa indonesia saya kurang.
highsector
February 05, 2006, 15:35
kalo gitu koq saya bisa melakukan banyak dosa walaupun saya diajari agama dari kecil?
karena dari sananya sy udah bejad.
tapi tentunya semua manusia tidak seperti saya.
ada yg baik hati juga.
nah kalo dari contoh mr.ego ttg anak nya yg masih kecil dan baik hati tentu saja dia tidak akan membunuh tikus itu. tapi di sisi lain waktu anak itu tidak membunuh tikus, ada anak tetangga yg ngebakarin ekor kucing just for fun.
:)
nah setelah anda baca post saya ini, anda akan berpikiran, nah loh ngaku sendiri kan agama/ajaran tidak berlaku kepada org2 yg udah bejad dari sananya.. :)
tapi anehnya setelah saya menginjak dewasa. saya mulai ragu2 melakukan dosa karena ajaran /agama.
gimana tuh? :)
tolong dijelaskan.
semoga post ini juga lebih menjelaskan ttg maksud saya di thread ini.
Darth Maul
February 06, 2006, 01:39
gak ada yg maksa koq....
tujuan kita kan cuma ngingetin org yg msh ragu2, apa mudharatnya majalah kayak gitu
kalo ada yg dah yakin kalo playboy 'penting buat kemajuan bangsa', ya terserah, kami cuma membentengi diri dan sekalian ngajak+ngasih tau org yg msh bisa diajak
Redriz
February 06, 2006, 02:39
Originally posted by highsector
apa sich fitrah? udah dari sananya yah?
sorry bahasa indonesia saya kurang.
kurang lebih begitu
umbul_kencenk
February 06, 2006, 09:41
Kalo ngeliat acara2 kriminal di tivi2, atau baca berita kriminal di koran2, pemerkosaan atau tindakan2 pencabulan itu dipicu oleh buku2 dan film2 porno. Itu pengakuan dari pelakunya.
Sedangkan tidak dilegalkan saja sudah seperti itu. Lalu bagaimana kalo udah dilegalkan???
Bener, tergantung masing2 individu. Tapi siapa yang bisa jamin kalo bahan2 yang potensial untuk membuat orang berbuat jahat itu tidak akan jatuh ke tangan orang yang punya potensi berbuat jahat???
Saya punya adek cewek, punya sepupu cewek, dan insya Allah kelak akan menikah dengan wanita. Saya gak pengen mereka jadi korban kejahatan seksual. Karena itu saya menentang kandungan2 pornografi tersebar bebas di media.
Pengen rasanya, biar orang2 yang mendukung pornografi aja yang terimbas oleh kejahatan manusia yang dipicu oleh hal2 porno. Tapi gak bisa seperti itu. Karena bencana gak mengenal orang baek/buruk.
Ingat, kejahatan terjadi bukan cuma karena ada niat dari pelakunya. Tapi juga karena ada kesempatan.
WASPADALAH!!! WASPADALAH!!!
Neoprint105
February 06, 2006, 12:56
Kalo menurut saya,
sekalipun di indonesia sudah banyak majalah2, tabloid2 yg gambarnya jauhhhh dari mendidik,..
dengan masuknya playboy,.. itu lebih memperkokoh keberadaan majalah2 serupa.. dan memperbesar lubang masuknya pengaruh2 yg kita tidak ingini.
My 2 cents
mail_me_already
February 06, 2006, 14:39
Originally posted by umbul_kencenk
Bener, tergantung masing2 individu. Tapi siapa yang bisa jamin kalo bahan2 yang potensial untuk membuat orang berbuat jahat itu tidak akan jatuh ke tangan orang yang punya potensi berbuat jahat???
Nah.. seharusnya elo mikir juga, kenapa hak2 orang2 yang bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya dan bisa mengkonsumsi apapun tanpa jadi pemerkosa/pencabul (intinya orang yang gak merugikan orang lain) itu yang harus dikorbankan demi segelintir orang yang bejad?
Kok jadinya malah orang yang gak ada masalah yang harus adjust supaya yang bejad itu gak bisa beli majalah tsb.? Sama aja seperti analogi gua sebelomnya.. kalo ada 3 anak yang kurang pandai di antara 1 kelas berisi 40 orang, ya 3 anak itu yang harus digenjot supaya bisa keep up donk.. gak malah menurunkan standar kelasnya atau pelajarannya digampangin biar yang 3 orang kurang itu gak dianggap bego.
ndableg
February 06, 2006, 22:14
Masalahnya terletak di rendahnya tingkat pendidikan dan tingginya angka pengangguran di indonesia. Saya rasa pemerkosaan bisa bertambah apabila masuknya majalah playboy yg bugil2 tidak disertai usaha meningkatkan tingkat pendidikan dan menekan jumlah pengangguran.
Kalo cuman majalah playboy doang yg masuk, itu mah namanya pembodohan... lagu lama..
dragz
February 07, 2006, 03:47
lucu yaah... coba kalau efek playboy membuat orang lebih beriman.. pasti tidak akan protes ketika dilarang beredar
:rotfl:
umbul_kencenk
February 07, 2006, 05:58
Originally posted by mail_me_already
Nah.. seharusnya elo mikir juga, kenapa hak2 orang2 yang bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya dan bisa mengkonsumsi apapun tanpa jadi pemerkosa/pencabul (intinya orang yang gak merugikan orang lain) itu yang harus dikorbankan demi segelintir orang yang bejad?
Itulah yang berlaku di alam ini. Kalo majalah playboy itu menjadi sumber kejahatan, dan berbahaya bagi masyarakat, kenapa dipaksakan ada?
Kalo kerusakan yang ditimbulkan lebih besar daripada manfaatnya, kenapa kita pake?
Kalo berbicara hak terus, gak kan habisnya. Tapi hak itu dibatasi oleh kepentingan masyarakat luas yang lebih besar.
** COMY **
February 07, 2006, 07:31
Majalah Playboy itu kan mahal..
apa mereka yg pengangguran bakalan bisa membelinya atau jgn-jgn akan mencoba merampok agent majalah nantinya cuma utk melihat edisi perdana Majalah Playboy ;)
bianco
February 07, 2006, 08:14
Gimana kalo kita liat dulu majalahnya (kalo jadi keluar), habis itu kita bahas lagi.
Eh dosa gak yaa liat dulu? hehehhe penasaran nih. :cool:
Darth Maul
February 08, 2006, 03:14
Originally posted by mail_me_already
.. moral kok maksa.. moral itu harus dateng dr diri sendiri. Kalo dijalankan cuman karena dipaksa ya ga ada artinya.
Bener, emang hrs dari kesadaran sendiri. Tapi kan kesadaran gak muncul tiba2, kecuali kalo dpt hidayah, mesti ada prosesnya, ada pendidikan. Tapi org sering menganggap peraturan2 itu sbg pemaksaan, bukannya belajar dari situ...
kayak anaknya MrEB umur 3 taun disuruh bunuh tikus, ntar mungkin umur 6 taun mikir 'o, gpp bunuh tikus', umur 8 taun 'o, gpp nyiksa anjing', umur 12 taun 'o, gpp ...'
umbul_kencenk
February 08, 2006, 06:06
Originally posted by Darth Maul
kayak anaknya MrEB umur 3 taun disuruh bunuh tikus, ntar mungkin umur 6 taun mikir 'o, gpp bunuh tikus', umur 8 taun 'o, gpp nyiksa anjing', umur 12 taun 'o, gpp ...'
Nyiksa bapak sendiri
:kakaka:
mail_me_already
February 08, 2006, 10:33
Originally posted by Darth Maul
Tapi org sering menganggap peraturan2 itu sbg pemaksaan, bukannya belajar dari situ...
Ya in this case, itu jelas2 'pelarangan', apa itu bukan pemaksaan?
Darth Maul
February 09, 2006, 01:45
Dlm tiap aturan pasti ada pelajarannya kan, tergantung kita mau gak ambil
bon8nk
February 09, 2006, 04:42
Originally posted by bianco
Gimana kalo kita liat dulu majalahnya (kalo jadi keluar), habis itu kita bahas lagi.
Eh dosa gak yaa liat dulu? hehehhe penasaran nih. :cool:
mau liat ?? bener lo ?
gw dapet bocoran sampul edisi perdana nya ... liatin deh kuat2
bon8nk
February 09, 2006, 04:58
saking nafsu nya ... sampe double post :D
umbul_kencenk
February 09, 2006, 05:15
Hehe...
Kalo di forcel bon8nk udah dibilang basi :D
bon8nk
February 09, 2006, 05:47
Originally posted by umbul_kencenk
Hehe...
Kalo di forcel bon8nk udah dibilang basi :D
kalo disini belum basi kan ?
btw. sekarang razia2 udah mulai dijalankan ya ..., busyet juga tuh majalah ada yg pake bonus kondom segala, polwan ampe nyengar-nyengir pegang nya :D
Redriz
February 14, 2006, 04:21
Originally posted by mail_me_already
Nah.. seharusnya elo mikir juga, kenapa hak2 orang2 yang bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya dan bisa mengkonsumsi apapun tanpa jadi pemerkosa/pencabul (intinya orang yang gak merugikan orang lain) itu yang harus dikorbankan demi segelintir orang yang bejad?
Kok jadinya malah orang yang gak ada masalah yang harus adjust supaya yang bejad itu gak bisa beli majalah tsb.? Sama aja seperti analogi gua sebelomnya.. kalo ada 3 anak yang kurang pandai di antara 1 kelas berisi 40 orang, ya 3 anak itu yang harus digenjot supaya bisa keep up donk.. gak malah menurunkan standar kelasnya atau pelajarannya digampangin biar yang 3 orang kurang itu gak dianggap bego.
cara berpikir dan analoginya koq gitu
standarnya bukan diturunkan tapi justru untuk mencegah yang nilainya bagus ngga ikut2an rusak
dan yang rusak terus-terusan rusak sak
karena dalam hal berbuat jahat (maling, pemerkosa, dlsb) tiap orang punya potensi
jangan beri kesempatan untuk sodara2 kita mengembangkannya (ato terkembang dengan sendirinya) kasihan
herherher
February 19, 2006, 23:15
justru yg diilegalkan akan membuat orang penasaran dan ingin mencoba.
playboy adalah brand yang sangat kuat. mengapa playboy ditolak di indonesia, itu karena pengaruh brand-nya yang sangat kuat.
saya tinggal di america, dan tidak biasa melihat orang telanjang. kita punya majalah playboy, tapi disimpan didalam lemari paling sudut,takut anak kita yg umur 14 th ngebaca. dan menurut saya, di eropa justru lebih terbuka and membuka buka. contohnya ngedrugs bebas saja di belanda, blue film, disiarkan jam 7 malam. disini tidak ada.
kalo playboy ditolak, popular, FHM dll harusnya distop juga donk !? biar adil
oh ya, adil iskandar jangan nurdin m top hehehe...aksen malay yg dicoba keras menjadi indonesian. teruklah you ni...
Eci_ygsukamusic
February 20, 2006, 07:01
Tuh...kan....:munch: orang yg tinggal di Amerika aja bilang begitu... :toktok: masa yg di-indonesia... gak malu sich... ::bash:: bilang kalo photo telanjang itu seni....??? [???] [sigh]
Bebek21
April 24, 2006, 06:29
Bebek nongol lagi setelah sekian lama. ::v::
Bebek udah liat Playboy Indonesia, nggak separah tabloid Lipstik dan Hot. Atau mungkin belom aja?
Btw, sodaranya calon suami Bebek yg dari Manado ditawarin jadi Playmate, lho, dan katanya dia oke.
duda_arab
April 26, 2006, 03:46
jadi Playmate maxutnya paan tuh? ::mikir::
0611XXX
April 26, 2006, 12:28
menurut gue gak perlulah yang extrime gitu...MUNAFIK banget seh jadi orang.
yang protes2 itu karena dalam otak mereka bibit kecabulan itu udah tertanam...liat paha dikit langsung bawaanya SEKS...
kalau gitu hancurin aja tuch candi borobudur, disitukan terpahat gambar2 porno. ketika orang berpikiran bersih, maka ia bisa memilah hal2 yang perlu ditegur or gak...nah ini maen terjang aja.
KAPAN INDONESIA TERLEPAS DARI KEMUNAFIKAN
trisan
April 27, 2006, 02:18
kalo majala playboy ngak apa2 sih yang penting tanggung jawab :band::band::band::band::band::band:
efza
April 27, 2006, 06:08
@0611XXX
Emang lu enggak? Lu co apa ce? Kalo lu cowok, seberapa normal sih lu ngeliat paha gak terangsang?
Atau sebenernya lu yang munafik, liat betis doang udah terangsang.
Gw pikir... orang2 yang mensahkan pornografi dan pornoaksi atas nama seni, mereka itu yang sejati munafik.
KAPAN INDONESIA TERLEPAS DARI KEMUNAFIKAN
little_pooh
April 27, 2006, 19:48
yang munafik tuh yangn yuruh2 pake baju kayak ninja. yang bilang kalo majalah porno itu ga boleh ada. padahal dia nya doyan. liat aja di bawah kasur tuh orang pasti banyak dah gambar telanjang...wakakakak
Mr_Yellow
April 27, 2006, 20:58
ehmmm... dah pasti yah...... hebat, macem tukang sensus aja..... :hehe
Basten4eva
April 28, 2006, 05:41
Negara ini butuh RUU anti Anarkisme dan RUU Anti Absolutisme dan Fanatisme Agama.
Buat rekan2 ulama atau orang2 Alim disini saya mau bertanya ;
Apa majalah2 FHM. Maxim, Playboy dan bentuk seni rupa yg dilakukan Anjas itu berbahaya bagi bangsa ini?
Kalau bahaya sebutkan sejauh apa bahayanya.
Saya hanya ingin mengajak kita sejenak menggunakan logika diatas semua upaya munafik dan terselubung membawa NKRI ini menjadi negara Agama.
Coba sebutkan negara atau bangsa mana yg hancur karena pornografi di dunia ini???
Jepang bisnis pornografinya subur tapi bangsanya maju, korupsi minim disana.
Negara2 skandinavia macam Swedia dll pornografi dilindungi hukum tapi negara2 itu menjadi negara dgn tingkat kemakmuran tertinggi dan tingkat korupsi TERENDAH didunia.
Juga tingkat kejahatannya juga rendah.
Jauh lebih bersih dari korupsi, jauh lebih aman, jauh lebuh nyaman, jauh lebih maju dari negara2 yg katanya 'menjunjung tinggi ahlak moral bla bla bla' :P
TIDAK ADA SATUPUN BANGSA ATAU NEGARA YANG HANCUR KARENA PORNOGRAFI.
SEBALIKNYA :
BANYAK BANGSA DAN BANYAK PERANG LAHIR AKIBAT ANARKISMA DAN FANATISME AGAMA.
Yugoslavia tidak hancur krn pornografi tapi krn fanatisme agama dan sukuisme.
Ambon dan Poso itu orang yg baku bacok dan saling gorok disana bukan orang2 yg dicekoki Playboy, tapi justru fanatik2 agama yg justru dicekoki absolutisme beragama tanpa toleransi.
Nigeria, Rwanda, Afghanistan dll itu hancur bukan krn orangnya doyan pake pakaian terbuka lho, tapi krn orangnya mendewakan simbol2 agama, ras dan kesukuan lewat ABSOLUTISME tanpa toleransi.
Jadi tidak rasional dan tidak masuk akan katanya pornografi membahayakan bangsa :)
Itu cuma alat yg digunakan golongan2 tertentu utk secara sistematis merubah sistem NKRI ini menjadi sistem agama yg absolut dan intolerant.
Yang diperlukan adalah RUU utk mengatur sirkulasi majalah2 macam FHM, Maxim dan Playboy serta penyiaran2 utk konsumsi dewasa.
TAPI JELAS DAN URGENT KITA BUTUH RUU ANTI FANATISME AGAMA, RUU ANTI ANARKISME dan RUU ANTI ABSOLUTISME AGAMA.
ITU SUDAH TERBUKTI DALAM SEJARAH MENYEBABKAN BANYAK KEHANCURAN DAN PENDERITAAN.
Apalagi RUU yg mengatur wanita berbusana :)
itu murni produk dari sebuah zaman dan kultur dimana wanita adalah barang / hak milik sebagaimana benda.
Sebuah pemikiran Paternalistik yg dominan dimana ketika pria tergoda melihat tubuh wanita, bukannya dia berpikir utk menguasai diri dan menghargai wanita itu dia malah memerintahkan supaya tubuh itu ditutupi kain / sarung dll.
Dengan alasan 'nanti saya tergoda'
Nah itu kan model dan konsep primitif yg harusnya sudah tidak ada lagi dimasa sekarang.
Jadi kemunafikan itu jelas milik orang2 yg mendewakan simbol dan agama demi memenangkan egoisme keyakinan pribadi mereka.
Dunia akan jauh lebih baik ketika orang berhenti mengurusi Tuhan dan agama dan mulai menghargai sesama manusia.
bianco
April 28, 2006, 15:21
setuju ma basten
kalo memang kita menginginkan kaum perempuan menjunjung auratnya dengan berpakaian yang tertutup, mulailah sendiri dari keluarga kita.
dari lingkungan terdekat kita.
mudah-mudahan tindakan tersebut akan membawa kita hidup lebih baik.
tetapi bukan hak kita untuk ikut mencampuri orang lain, berikanlah contoh bukan kesewenangan.
insya allah hidup kita akan penuh berkah.
** COMY **
April 29, 2006, 03:27
SETUJU :D
sama diri sendiri :o
Bebek21
April 30, 2006, 14:49
Originally posted by duda_arab
jadi Playmate maxutnya paan tuh? ::mikir::
Itu tuh, cewek yg jadi model Centerfold (gambar seukuran poster yg selalu ada di halaman tengah Playboy). Setiap bulan kan model Centerfold-nya ganti2, nah, si model bakal dapat gelar sesuai bulan apa dia pose. Kalo posenya utk Playboy bulan Mei, berarti dia jadi Playmate yg julukannya Miss May. Dan stlh 12 bulan, bakal dipilih yg namanya Playmate of the Year.
Btw, gw tau semua ini gara2 rajin main Playboy Mansion di PS... ::malu2::
AlfaOmega
April 30, 2006, 15:51
Originally posted by Bebek21
Bebek udah liat Playboy Indonesia, nggak separah tabloid Lipstik dan Hot. Atau mungkin belom aja?
Lu khan ceweq normal, bebeq. ;D
Kalau lu terpengaruh setelah ngelihat playboy, itu berarti ke ceweq'an lu diragukan. :kakaka:
kalau untuk ceweq, mungkin namanya playgirl yg gambarnya cowoq buka-bukaan... *ada nggak, ya ? ;D
Kita memang butuh RUU Anti rasisme, anarkisme, dll. Tapi kefanatikan agama?
Dari mana negara ini fanatik sedangkan korupsi tumbuh subur. Justru RUU untuk kembali ke agama-lah yang diperlukan agar menjadi basis moral bagi setiap insan bangsa ini.
Dari mana pornografi tidak menghancurkan sebuah negara? Memang tidak memecah belah, tapi membahayakan penduduk di sebuah negara. Pria normal yang mana yang tidak terangsang dengan cara berpakaian yang minim seorang wanita? Bahkan dalam sebuah kesempatan, kasus pemerkosaan bisa terjadi dipicu oleh cara berpakaian yang menggoda.
Sebuah negara, menjadi minim kasus pemerkosaannya, kalau wanita2 di sana rela2 saja diperkosa. Sehingga pemaksaan birahi di jalan raya bukan suatu kriminal. Tapi kenikmatan. Bisakah wanita di Indonesia seperti itu?
Tidak akan mungkin.
Yang menghancurkan negara ini, justru karena tidak ada toleransi atas aspirasi orang banyak!!! Bila mayoritas di Indonesia menginginkan RUU Anti Pornografi, apakah akan dipaksakan untuk tidak terlaksana?
Ya!!! Indonesia memerlukan undang-undang yang mengatur cara berpakaian. Karena Indonesia dianugerahi oleh manusia2 normal. Dan celakanya, banyak kesempatan untuk melakukan tindakan yang menyeleweng. Tindakan yang merugikan itu harus dihindari sedini mungkin.
Untuk contoh negara, Iran pun bisa menjadi contoh di mana kefanatikan agama pun bisa menjadi kekuatan rakyat itu menghadapi pemboikotan bertahun2 dari "Polisi Dunia".
kalau orang2 di Indonesia mau mendengar petuah leluhurnya "di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung", negara ini tidak akan hancur.
ndableg
May 01, 2006, 19:06
Efza, emang ada negara yg pemaksaan birahi di jalan raya bukan suatu kriminal? Kalo pun ada, ya gila. Kecuali dalam event2 tertentu, tp yg jelas musti ada ijin dari pemerintah setempat.
Justru pesta2 sex itu di dalem rumah. Kalo di indo ya.. rumah2 pejabat, ato hotel berbintang. Apa yakin uuapp bakal menyentuh mereka? Paling uang sogokan doang yg naek.
Drpd ngurusin burungnya masing2, mending pentungin aja koruptor2 tuh. Gara2 burung, koruptor2 dilupakan. Makan dah tuh taktik koruptor..
Tuntut pendidikan murah, fasilitas kesehatan, dan hal2 yg lebih perlu. Kalo subsidi pendidikan ditingkatkan, insyaallah pikiran2 cabul itu berkurang, karena anak2 fokus ma sekolah. Karena sekolah tentunya tenaga ahli/terampil meningkat, dan pengangguran berkurang, shg ga sempet mikir2 cabul.
hansel
May 01, 2006, 19:11
Originally posted by efza
Pria normal yang mana yang tidak terangsang dengan cara berpakaian yang minim seorang wanita?
Terangsang secara seksual adalah reaksi yg normal & wajar bagi setiap manusia & tidaklah berdosa sampai pihak yg terangsang memutuskan melakukan hal yg lebih jauh lagi untuk memuaskan nafsunya.
Bahkan dalam sebuah kesempatan, kasus pemerkosaan bisa terjadi dipicu oleh cara berpakaian yang menggoda.
Kenyataannya korban perkosaan lebih banyak yg mengenakan pakaian yg tertutup & relatif sopan ketimbang pakaian yg dianggap "menggoda" (timbul pertanyaan di sini, definisi menggoda sejauh apa? apakah persepsi menggoda pada tiap org sama?).
Pelaku perkosaan lebih sering adalah org yg dikenal oleh korbannya & kasus permerkosaan itu sendiri lebih merupakan power abuse ketimbang sexual abuse, sebab pelakunya merasa senang menguasai korbannya sehingga dapat memperlakukan korbannya sekehendaknya ketimbang sekedar terangsang secara seksual.
Sebuah negara, menjadi minim kasus pemerkosaannya, kalau wanita2 di sana rela2 saja diperkosa. Sehingga pemaksaan birahi di jalan raya bukan suatu kriminal. Tapi kenikmatan. Bisakah wanita di Indonesia seperti itu?
Suatu negara menjadi minim kasus pemerkosaannya:
Jika individual-individual yg hidup di dalamnya menghormati kesetaraan gender, tidak memandang jenis kelamin yg 1 lebih rendah dari yg lain sehingga dapat diperlakukan & diatur seenaknya.
Jika wanita dipandang secara proporsional, jika disadari bahwa ada kepribadian di balik tubuh wanita, jika tidak melulu dipandang secara seksual sehingga seluruh tubuhnya dianggap sebagai aurat, jika tubuh wanita tidak dipandang sebagai sumber kemaksiatan sampai penampilan bagian-bagian tertentunya dikriminalkan oleh rancangan undang-undang.
Jika ada kepastian hukum & sanction yg jelas & memberatkan bagi pemerkosa
Yang menghancurkan negara ini, justru karena tidak ada toleransi atas aspirasi orang banyak!!! Bila mayoritas di Indonesia menginginkan RUU Anti Pornografi, apakah akan dipaksakan untuk tidak terlaksana?
Majority? Majority yg mana?
Ya!!! Indonesia memerlukan undang-undang yang mengatur cara berpakaian. Karena Indonesia dianugerahi oleh manusia2 normal. Dan celakanya, banyak kesempatan untuk melakukan tindakan yang menyeleweng. Tindakan yang merugikan itu harus dihindari sedini mungkin.
Normal?
Org-org yg melihat wanita yg busananya dianggap "menggoda" menjadi tidak dapat menahan diri sampai melakukan perkosaan itu kamu sebut normal? Good Lord! Saya (& banyak org waras lainnya) menyebutnya terobsesi seks.
Untuk contoh negara, Iran pun bisa menjadi contoh di mana kefanatikan agama pun bisa menjadi kekuatan rakyat itu menghadapi pemboikotan bertahun2 dari "Polisi Dunia".
Who wants Indo to be like Iran? Nobody in their sane mind does.
Kenyataannya korban perkosaan lebih banyak yg mengenakan pakaian yg tertutup & relatif sopan ketimbang pakaian yg dianggap "menggoda"
??? Dari mana data ini? wanita mana pun korbannya, sang pelaku kriminal itu mendapatkan rangsangan, baik dari wanita itu sendiri atau wanita yang lain. Dan pakaian yang serba minim itu telah memicu tindakan kriminal bagi wanita.
Kita melakukan tindakan preventif mbak hansel, melalui undang-undang. Agar kejahatan tidak merebak.
Dari pada menyalahkan pencuri yang masuk rumah, lebih baik kita membuat pagar dan sistem keamanan yang baik untuk rumah kita.
Ketika kita meletakkan hand phone di sembarang tempat, kemudian handphone itu hilang, memang yang salah adalah pencuri. Tapi apa kata orang2? Jelas mereka menyalahkan kita, karena tidak menjaga barang dengan hati-hati.
Apabila kita punya anak kecil yang kita sayangi, jangan biarkan ia "bebas" bermain di jalan raya atau di tempat yang berbahaya bagi keamanannya. Tapi selamatkan ia dengan membiarkannya bermain di tempat yang aman.
kasus permerkosaan itu sendiri lebih merupakan power abuse ketimbang sexual abuse, sebab pelakunya merasa senang menguasai korbannya sehingga dapat memperlakukan korbannya sekehendaknya ketimbang sekedar terangsang secara seksual.
Banyak jalan untuk menyalurkan power abuse. Apabila seorang penodong (laki-laki) memilih wanita sebagai korbannya karena wanita lemah, itulah power abuse. Tapi kemudian karena terangsang kemudian ia memperkosa wanita itu, jelas dilatar belakangi sexual abuse. Kenyataan bahwa laki-laki lebih dominan, hanya menjadi penopang tindakan sexual abuse yang ia lakukan.
dari pengakuan tersangka2 pemerkosaan di televisi, mereka menyatakan bahwa melakukan tindakan kriminal itu karena terangsang. Bukan sebagai ekspresi dominasi laki-laki atas wanita.
Majority? Majority yg mana?
Bahkan pihak gereja pun mendukung RUU APP kok mbak. :hehe
Ya... artis ibu kota dengan masyarakat, ya banyakan masyarakat lah mbak, dari segi jumlah. :hehe
Normal?
Org-org yg melihat wanita yg busananya dianggap "menggoda" menjadi tidak dapat menahan diri sampai melakukan perkosaan itu kamu sebut normal? Good Lord! Saya (& banyak org waras lainnya) menyebutnya terobsesi seks.
Tidak mengurangi kenormalannya mbak. Sebagaimana pemuda/i2 yang mengagungkan seks bebas, menjajakan alat kelaminnya pada berjuta alat kelamin lawan jenisnya. Mereka sama-sama terobsesi seks. Hanya yang satu, suka dengan tidak suka. Dan yang lainnya suka sama suka. Sehingga luput untuk dipermasalahkan.
Who wants Indo to be like Iran? Nobody in their sane mind does.
Sebagimana masyarakat menolak bila indonesia menjadi amerika, atau negara2 liberal lainnya. Indonesia biarkanlah Indonesia. Yang memiliki kebudayaannya sendiri. Yang memiliki etika, rasa dan perasaan, kehormatan dan harga diri, aturan sopan santun, dan identitas lainnya sendiri.
Itulah, RUU APP sendiri merupakan keinginan masyarakat yang memiliki karakter khas bangsa Indonesia. Yang memegang teguh budaya ketimuran.
Di sini bukan di sana. Kata Dewa 19. :hehe
Pornografi dan pornoaksi bukan parameter kemajuan/kemunduran teknologi suatu bangsa. Kalau ukurannya peradaban, maka biarlah komponen peradaban itu sendiri yang memilih wajah peradabannya.
yang membuat negara ini terpecah, karena satu sama lain tidak bisa menghargai perbedaan aspirasi dan menghormati orang lain. Di mana bumi di pijak, di situ langit di junjung.
Jaa al-haqqo wa zahaqol bathil. Innal bathila kaana zahuqo
bianco
May 03, 2006, 09:06
@ mas efsa
bagaimana kalau kita mulai dari keluarga kita sendiri untuk berpakaian yang sesuai dengan norma yang kita inginkan. saya akan mulai dengan keluarga saya, mas efsa dengan keluarga mas efsa.
kita didik anak2 kita, kita ingatkan keluarga kita dengan moral dan agama yang baik, kita berdoa kepada allah swt semoga kita diberikan kekuatan dan keluaga kita diberikan lindungan oleh nya
undang undang yang ada di indonesia dijalankan dengan baik, kita tegakkan hukum dengan melalui prosedur yang benar, penerbitan majalah dan tabloid diatur seperti tahun 80 kebawah.., pengedar vcd porno dan materi seksual ditindak dengan undang2 yang ada.
dengan demikian kita tidak perlu menghakimi saudara yang lain dengan mengatakan cara berpakaian mereka salah.
pemaksaan dan men generalise segala sesuatu saya pikir tak akan memperbaiki masalah secara maksimal.
dan kita tidak usah meniru negara2 lain yang belum tentu baik untuk kita (indonesia)
semoga kita bisa saling mengingatkan dan tidak menggurui apalagi menghakimi.
hansel
May 03, 2006, 13:20
Originally posted by efza
??? Dari mana data ini? wanita mana pun korbannya, sang pelaku kriminal itu mendapatkan rangsangan, baik dari wanita itu sendiri atau wanita yang lain. Dan pakaian yang serba minim itu telah memicu tindakan kriminal bagi wanita.
The point is, memang mudah untuk mengatakan bahwa tindak pemerkosaan dipicu oleh pakaian yg serba minim, but kenyataannya banyak wanita yg berpakaian sopan juga menjadi korban pelecehan, jadi yg perlu ditindak itu pelakunya bukan org yg potential jadi korban.
Lagipula persepsi terhadap sensualitas & eroticism itu tidak tunggal. Bisa jadi wanita yg berpakaian sopan diperkosa oleh org yg terangsang oleh caranya berbicara & membawakan diri (apakah lantas perlu ada undang-undang yg mengatur tingkah laku, menentukan tindakan mana yg erotic, mana yg tidak?)
Kita melakukan tindakan preventif mbak hansel, melalui undang-undang. Agar kejahatan tidak merebak.
Dari pada menyalahkan pencuri yang masuk rumah, lebih baik kita membuat pagar dan sistem keamanan yang baik untuk rumah kita.
Ketika kita meletakkan hand phone di sembarang tempat, kemudian handphone itu hilang, memang yang salah adalah pencuri. Tapi apa kata orang2? Jelas mereka menyalahkan kita, karena tidak menjaga barang dengan hati-hati.
Apabila kita punya anak kecil yang kita sayangi, jangan biarkan ia "bebas" bermain di jalan raya atau di tempat yang berbahaya bagi keamanannya. Tapi selamatkan ia dengan membiarkannya bermain di tempat yang aman.
Tindakan preventive demikian perlu dilakukan oleh individual, sedangkan yg perlu dilakukan oleh negara adalah dgn menjamin bahwa pelaku pemerkosaan dikenai sanksi seberat-beratnya, bukan malah mengkriminalkan tubuh wanita.
Apa iya org yg meletakkan handphone sembarangan perlu dikriminalkan sebagai tindakan preventive?
Apa ortu yg membiarkan anaknya bebas bermain di jalan raya perlu dikriminalkan?
Banyak jalan untuk menyalurkan power abuse. Apabila seorang penodong (laki-laki) memilih wanita sebagai korbannya karena wanita lemah, itulah power abuse. Tapi kemudian karena terangsang kemudian ia memperkosa wanita itu, jelas dilatar belakangi sexual abuse. Kenyataan bahwa laki-laki lebih dominan, hanya menjadi penopang tindakan sexual abuse yang ia lakukan.
Pemerkosaan memang merupakan salah 1 bentuk sexual abuse, but pemerkosaan lebih didasari oleh power abuse ketimbang melulu sexual abuse. Apakah pemerkosaan yg dilakukan terhadap anak kecil karena anak kecil berpakaian merangsang?
dari pengakuan tersangka2 pemerkosaan di televisi, mereka menyatakan bahwa melakukan tindakan kriminal itu karena terangsang. Bukan sebagai ekspresi dominasi laki-laki atas wanita.
Memang paling mudah bagi mereka untuk mengatakan bahwa dorongan untuk melakukan perbuatan kriminal berasal dari luar, bukan karena lemahnya kontrol diri.
Bahkan pihak gereja pun mendukung RUU APP kok mbak. :hehe
Gereja mana? Gereja Katolik di Indonesia tidak pernah memberikan dukungan untuk RUU APP ini. Bukan berarti Gereja Katolik mendukung pornografi & pornoaksi (sungguh pikiran yg super duper bodoh jika menyamakan para penentang RUU APP dgn pendukung pornografi & pornoaksi, sekali lagi saya ulangi SUPER DUPER BODOH!!!).
Tidak mengurangi kenormalannya mbak. Sebagaimana pemuda/i2 yang mengagungkan seks bebas, menjajakan alat kelaminnya pada berjuta alat kelamin lawan jenisnya. Mereka sama-sama terobsesi seks. Hanya yang satu, suka dengan tidak suka. Dan yang lainnya suka sama suka. Sehingga luput untuk dipermasalahkan.
Terangsang itu normal, ketidakmampuan mengontrol diri sampai melakukan tindakan kriminal karena rangsangan yg diterima itu yg tidak normal.
Surely, kamu tidak bermaksud menyejajarkan pekerja seks komersial dgn pelaku pemerkosaan. Apakah pekerja komersial itu tidak dapat menahan diri dari rangsangan sehingga mereka menjajakan alat kelamin mereka?
Sebagimana masyarakat menolak bila indonesia menjadi amerika, atau negara2 liberal lainnya. Indonesia biarkanlah Indonesia. Yang memiliki kebudayaannya sendiri. Yang memiliki etika, rasa dan perasaan, kehormatan dan harga diri, aturan sopan santun, dan identitas lainnya sendiri.
Right! Saya, sebagai anggota masyarakat Indo, juga menolak penerapan nilai-nilai yg bagi saya asing, & saya menolak definisi & batasan aurat, pornografi, pornoaksi, erotica yg dianut oleh masyarakat di belahan dunia lain & saya juga tidak sendiri.
By the way, is it OK for Indo to be like Iran? Not that I expect any sane mind would want that.
Itulah, RUU APP sendiri merupakan keinginan masyarakat yang memiliki karakter khas bangsa Indonesia. Yang memegang teguh budaya ketimuran.
Wait a sec! Apakah masyarakat Bali, Sulawesi Utara, & element masyarakat lainnya yg menentang RUU APP ini berarti tidak memiliki character khas Indo? Seperti apakah character khas Indo? Budaya ketimuran yg seperti apa?
Pornografi dan pornoaksi bukan parameter kemajuan/kemunduran teknologi suatu bangsa. Kalau ukurannya peradaban, maka biarlah komponen peradaban itu sendiri yang memilih wajah peradabannya.
Tidak relevant karena saya tidak pernah menyatakan mendukung pornografi & pornoaksi
yang membuat negara ini terpecah, karena satu sama lain tidak bisa menghargai perbedaan aspirasi dan menghormati orang lain. Di mana bumi di pijak, di situ langit di junjung.
So true. Kasihan sekali mereka yg menolak RUU APP ini diintimidasi, diteror dgn ancaman kekerasan oleh pihak-pihak yg merasa sedang menegakkan moralitas bgs.
Jaa al-haqqo wa zahaqol bathil. Innal bathila kaana zahuqo
Bla bla bla yada yada yada... *
*"Sesungguhnya haram bagimu memaksakan nilai-nilai yang kamu anut kepada orang lain yang tidak mempercayainya, gitu aja deh bo!"
cleo_tan
May 03, 2006, 16:36
Originally posted by bianco
@ mas efsa
bagaimana kalau kita mulai dari keluarga kita sendiri untuk berpakaian yang sesuai dengan norma yang kita inginkan. saya akan mulai dengan keluarga saya, mas efsa dengan keluarga mas efsa.
kita didik anak2 kita, kita ingatkan keluarga kita dengan moral dan agama yang baik, kita berdoa kepada allah swt semoga kita diberikan kekuatan dan keluaga kita diberikan lindungan oleh nya
undang undang yang ada di indonesia dijalankan dengan baik, kita tegakkan hukum dengan melalui prosedur yang benar, penerbitan majalah dan tabloid diatur seperti tahun 80 kebawah.., pengedar vcd porno dan materi seksual ditindak dengan undang2 yang ada.
dengan demikian kita tidak perlu menghakimi saudara yang lain dengan mengatakan cara berpakaian mereka salah.
pemaksaan dan men generalise segala sesuatu saya pikir tak akan memperbaiki masalah secara maksimal.
dan kita tidak usah meniru negara2 lain yang belum tentu baik untuk kita (indonesia)
semoga kita bisa saling mengingatkan dan tidak menggurui apalagi menghakimi.
Setuju!!!!!!!!!!!!
rakyat Indonesia harus maju, tidak hanya di dalam saja.
maka harus kuatkan pendidikan iman & ilmu juga, jadi pada saat kesempatan mereka utk keluar, mereka juga sudah ada aturan2 yg mereka patuhi.
Jadi bangsa ini bisa dihargai oleh dunia.
Bukan hanya dilarang dengan UU, yg tidak akan membuat rakyat jadi terkurung.
cleo_tan
May 03, 2006, 16:37
maaf, jadi salah ketik, maksud nya
UU yg dibuat hanya membuat rakyat jadi terkurung
Sorry.....
khansa
May 04, 2006, 06:54
Mbak/ Mas Hansel, hope watever we (efza, dkk) think it's right about preventie, u think it's not, will happen to you or person close to u soon.
... time will tell ...
bianco
May 04, 2006, 09:00
hehehehe...
ngancem dia......
mas.., mbak...
memaksakan kehendak, kemudian mengatur kehidupan orang lain itu sama sekali bukan wewenang mbak atau mas.
junjungan kita nabi mohammad saw sendiri gak pernah memaksakan kehendaknya terhadap orang lain.
gak malu berbuat begitu?
saya sudah sarankan, kita mulai saja dengan diri kita dan lingkungan kita sendiri saja. atau tidak sanggup mengatur diri sendiri, sehingga mencoba mengatur orang lain?
istigfar mas, mbak...
Originally posted by hansel
The point is, memang mudah untuk mengatakan bahwa tindak pemerkosaan dipicu oleh pakaian yg serba minim, but kenyataannya banyak wanita yg berpakaian sopan juga menjadi korban pelecehan, jadi yg perlu ditindak itu pelakunya bukan org yg potential jadi korban.
Kenyataannya? Kok saya kalo nonton di tivi, memang perangsang itulah yang diperkosa.
Kalau pun ada, sayang sekali, si pelaku dapat rangsangan dari wanita lain yang berpakaian di luar batas kepatutan publik, tapi yang menjadi korban, yang dilampiaskan, wanita yang mudah dijangkau oleh pemerkosa.
Ya.. dominasi laki-laki membantu terwujudnya seksual abuse.
Sekarang, kembalikan saja bahwa RUU APP bukan mengatur cara berpakaian!!! Tapi mengatur masyarakat agar tidak berprilaku pornoaksi atau mengekspresikan ekspresi pornografi kepada publik!!
Kenapa laki2/wanita yang berpakaian di luar standar kepatutan masyarakat itu dihukum? Karena masyarakat menganggap itu bagian dari pornoaksi. Dan patut mendapatkan hukuman.
Lagipula persepsi terhadap sensualitas & eroticism itu tidak tunggal. Bisa jadi wanita yg berpakaian sopan diperkosa oleh org yg terangsang oleh caranya berbicara & membawakan diri (apakah lantas perlu ada undang-undang yg mengatur tingkah laku, menentukan tindakan mana yg erotic, mana yg tidak?)
Undang-undang mengatur tindakan pornografi dan pornoaksi. Kalo seseorang sengaja dalam pembicaraannya di depan publik, membawakan hal-hal yang sensitif yang dianggap masyarakat bagian dari pornografi dan pornoaksi, jelas dituntut!! Kalau nggak, ya nggak masalah.
Pemerkosaan memang merupakan salah 1 bentuk sexual abuse, but pemerkosaan lebih didasari oleh power abuse ketimbang melulu sexual abuse. Apakah pemerkosaan yg dilakukan terhadap anak kecil karena anak kecil berpakaian merangsang?
Itu abnormal, dan menurut saya, kasuistik. Gak bisa digeneralisasi. Oke, penderita pedofilia itu melakukan atas dorongan seksual!!! Bukan ekspresi dominasi laki-laki. Bukan untuk menunjukkan bahwa, nih gw.. laki-laki. Lebih kuat dari cewek.
Surely, kamu tidak bermaksud menyejajarkan pekerja seks komersial dgn pelaku pemerkosaan. Apakah pekerja komersial itu tidak dapat menahan diri dari rangsangan sehingga mereka menjajakan alat kelamin mereka?
Bukan psk. Tapi orang2 yang mengagungkan seks bebas!! Orang2 itu juga terobsesi seks. Mengelana kelaminnya ke berbagai manusia. Coba baca lagi tulisan saya sebelumnya.
@bianco
Khansa cuma berpendapat bahwa RUU APP itu benar preventif. "Kita lihat saja nanti", katanya.
kok dibilang ngancem?
Nanti ada pertanyaan basi lagi, "Kan persepsi porno tiap orang beda."
Udah diatur di Rancangan Undang-Undang, batasan porno. Dan batasan itu hasil olahan pendapat banyak pihak.
RUU ini pun mengalami sosialisasi selama 1 tahun dan tidak menutup adanya perbaikan.
hansel
May 04, 2006, 10:30
Originally posted by ******
Mbak/ Mas Hansel, hope watever we (efza, dkk) think it's right about preventie, u think it's not, will happen to you or person close to u soon.
... time will tell ...
I see, now I'm sure I'm right about those morality-obsessed creatures
hansel
May 04, 2006, 10:38
Originally posted by efza
@bianco
Khansa cuma berpendapat bahwa RUU APP itu benar preventif. "Kita lihat saja nanti", katanya.
kok dibilang ngancem?
Really?
Shall I translate for you what that creature really wrote?
"Mbak/Mas Hansel, mudah-mudahan apa yg kita (efza, dkk.) anggap sebagai tindakan preventif, yang kamu pikir bukan, terjadi padamu dan orang yang dekat denganmu segera.
Waktu akan membuktikan."
Agakinya kata-kata kamu "tidak bisa menghargai perbedaan aspirasi dan menghormati orang lain" memang benar terjadi.
hansel
May 04, 2006, 18:33
Originally posted by efza
Kenyataannya? Kok saya kalo nonton di tivi, memang perangsang itulah yang diperkosa.
Kalau pun ada, sayang sekali, si pelaku dapat rangsangan dari wanita lain yang berpakaian di luar batas kepatutan publik, tapi yang menjadi korban, yang dilampiaskan, wanita yang mudah dijangkau oleh pemerkosa.
Jika wanita yg berpakaian sopan pun dapat mengalami kekerasan seksual, masalahnya bukan pada cara berpakaian korban melainkan ketidakmampuan si pelaku menguasai diri.
Saya sama sekali tidak setuju jika korban perkosaan disebut perangsang, sebab kita tidak tahu apakah korban memang sengaja merangsang pelaku untuk melakukan kekerasan seksual terhadapnya (in that case korban tidak dapat lagi disebut sebagai korban).
Sekarang, kembalikan saja bahwa RUU APP bukan mengatur cara berpakaian!!! Tapi mengatur masyarakat agar tidak berprilaku pornoaksi atau mengekspresikan ekspresi pornografi kepada publik!!
Kenyataannya RUU APP memang mengkriminalkan tubuh & seksualitas wanita. Bukannya mengarahkan sasaran pada pelaku kekerasan, justru org-org yg berpotential menjadi korban dikekang & dianggap memicu terjadinya tindak kriminal.
Sekarang tafsiran siapa yg akan diacu dalam menentukan bahwa seseorg telah melakukan tindakan pornoaksi & mengekspresikan pornografi?
Let's take kissing in public, bagi sebagian org ciuman bibir di tempat umum mungkin sudah merupakan tindakan asusila, tetapi bagi org lain mungkin tidak. Siapakah yg hendak dituruti?
RUU yg sama menyebutkan larangan melakukan gerakan yg menyerupai gerakan persetubuhan, siapa yg dapat menjamin bahwa gerakan yg dilakukan seseorg tidak dapat ditafsirkan secara sepihak sebagai gerakan yg menyerupai persetubuhan?
Bagaimana kita tahu seperti apa sajakah gerakan yg dikatakan gerakan persetubuhan itu? Apakah kita harus mulai mempelajari bermacam-macam gerakan persetubuhan untuk menghindari terjerat pasal tsb.?
Kenapa laki2/wanita yang berpakaian di luar standar kepatutan masyarakat itu dihukum? Karena masyarakat menganggap itu bagian dari pornoaksi. Dan patut mendapatkan hukuman.
Jika telah terjadi pergeseran nilai-nilai sehingga yg dulu dianggap tabu sekarang dianggap wajar, apakah sebagian masyarakat yg menerima perubahan tsb. harus dihukum oleh sebagian lain masyarakat yg tidak menerima perubahan itu, apakah boleh sebagian lain masyarakat itu menggunakan kekuasaan negara untuk menekan masyarakat yg menerima perubahan?
Dahulu wanita yg mengenakan pakaian pria akan menjadi bahan pembicaraan & mungkin akan menerima sanksi social, tetapi seperti kamu lihat sendiri, apakah wanita yg mengenakan celana masih dianggap tidak bermoral?
Undang-undang mengatur tindakan pornografi dan pornoaksi. Kalo seseorang sengaja dalam pembicaraannya di depan publik, membawakan hal-hal yang sensitif yang dianggap masyarakat bagian dari pornografi dan pornoaksi, jelas dituntut!! Kalau nggak, ya nggak masalah.
Kalau kamu belum tahu, masyarakat di Bali menerima & bukan menganggap itu sesuatu yg layak dihukum joke-joke yg bersifat erotic (kecuali bersifat melecehkan jenis kelamin tertentu) yg disebut jaruh.
Apakah RUU ini, jika kelak jadi diundang-undangkan, akan menjadikan kriminal sesuatu yg selama ini bukan merupakan masalah bagi masyarakat Bali? Apakah UU ini akan mengexclude masyarakat Bali?
Itu abnormal, dan menurut saya, kasuistik. Gak bisa digeneralisasi. Oke, penderita pedofilia itu melakukan atas dorongan seksual!!! Bukan ekspresi dominasi laki-laki. Bukan untuk menunjukkan bahwa, nih gw.. laki-laki. Lebih kuat dari cewek.
Saya tidak menyebutkan dominasi gender, tetapi perkosaan memang lebih merupakan power abuse ketimbang sexual abuse, karena pelaku mendapatkan kepuasan dari kenyataan bahwa dirinya dapat memperlakukan korban sesuai kehendaknya.
Apakah wanita-wanita China yg diperkosa oleh tentara Jepang selama masa pendudukan Jepang di China bertingkah menggoda sehingga merangsang para tentara tsb.?
Apakah wanita-wanita Bosnia bertingkah binal sehingga mereka diperkosa oleh tentara Serbia? Dare you say yes?
Bukan psk. Tapi orang2 yang mengagungkan seks bebas!! Orang2 itu juga terobsesi seks. Mengelana kelaminnya ke berbagai manusia. Coba baca lagi tulisan saya sebelumnya.
Kamu menyebut kata menjajakan!
Anyway, itu tidak mengubah kenyataan bahwa org-org yg tidak dapat menguasai diri setelah terangsang sehingga melakukan tindakan kekerasan seksual bukan org normal.
hansel
May 04, 2006, 18:37
Originally posted by efza
Udah diatur di Rancangan Undang-Undang, batasan porno. Dan batasan itu hasil olahan pendapat banyak pihak.
& bukan merupakan suatu kesalahan jika ada yg menolak definisi & batasan pornografi, pornoaksi, erotica, & aurat sebagaimana adanya sekarang.
Capunk
May 04, 2006, 19:03
Originally posted by efza
Kenyataannya? Kok saya kalo nonton di tivi, memang perangsang itulah yang diperkosa.
Kalau pun ada, sayang sekali, si pelaku dapat rangsangan dari wanita lain yang berpakaian di luar batas kepatutan publik, tapi yang menjadi korban, yang dilampiaskan, wanita yang mudah dijangkau oleh pemerkosa.
Ya.. dominasi laki-laki membantu terwujudnya seksual abuse.
Sekarang, kembalikan saja bahwa RUU APP bukan mengatur cara berpakaian!!! Tapi mengatur masyarakat agar tidak berprilaku pornoaksi atau mengekspresikan ekspresi pornografi kepada publik!!
man, how come there are a bunch of you guys thinking the same thing here? kalo cw diperkosa salah cwnya?
we're human beings. we're blessed with something called THE BRAIN, yang jauh lebih advanced daripada makhluk hidup laennya di planet ini. Unfortunately, it seems that orang2 yang memperkosa cw2 terus menyalahkan sang cw karena make baju terlalu seksi for their liking nggak bisa/kurang memakai that gift called the brain :o.
Kenapa laki2/wanita yang berpakaian di luar standar kepatutan masyarakat itu dihukum? Karena masyarakat menganggap itu bagian dari pornoaksi. Dan patut mendapatkan hukuman.
skrg, define dengan jelas apa itu yang elo anggap sbg pornoaksi?
your definition may not be the same as mine, or some other people's. to me, wearing a tank-top isn't a "pornoaksi". i don't find everygirl who wears tank-top to be sexually attractive enough to make me want to have sex with her.
again, this goes back to self-control by using your brain.
Undang-undang mengatur tindakan pornografi dan pornoaksi. Kalo seseorang sengaja dalam pembicaraannya di depan publik, membawakan hal-hal yang sensitif yang dianggap masyarakat bagian dari pornografi dan pornoaksi, jelas dituntut!! Kalau nggak, ya nggak masalah.
Itu abnormal, dan menurut saya, kasuistik. Gak bisa digeneralisasi. Oke, penderita pedofilia itu melakukan atas dorongan seksual!!! Bukan ekspresi dominasi laki-laki. Bukan untuk menunjukkan bahwa, nih gw.. laki-laki. Lebih kuat dari cewek.
Bukan psk. Tapi orang2 yang mengagungkan seks bebas!! Orang2 itu juga terobsesi seks. Mengelana kelaminnya ke berbagai manusia. Coba baca lagi tulisan saya sebelumnya.
and ada urusan apa elo untung melarangnya? wonk atas dasar suka ama suka. kalo nggak mo dosa yah jangan ikutan jugak, dan bilangin ke family members elo spy jangan begitu. kahn gampang kalo gitu :o.
Capunk
May 04, 2006, 19:07
Originally posted by efza
Nanti ada pertanyaan basi lagi, "Kan persepsi porno tiap orang beda."
Udah diatur di Rancangan Undang-Undang, batasan porno. Dan batasan itu hasil olahan pendapat banyak pihak.
RUU ini pun mengalami sosialisasi selama 1 tahun dan tidak menutup adanya perbaikan.
btw, did you know, most, if not all, the issues addressed in RUUAPP udah ada hukumnya di UU laennya? so why waste our money basically drafting the same thing over and over again?:o
khansa
May 05, 2006, 02:03
sorry ya All, wat i'm trying to say is just let the time tell laaaa...
itu aja.
ga panjang2 kok.:rolleyes:
khansa
May 05, 2006, 02:11
fyi Bianco, to be honest ni, ga ada untung nya sama sekali utk mengancam as u said.
so it wasnt.
Redriz
May 05, 2006, 02:58
to efza
lo beneran yakin yg buat RANCANGAN (BARU RANCANGAN), orang yang emang pantes!?, soalnya kalo liat kelakuan mereka2 di media, kayaknya meragukan deh
gw dukung banget ada uu yang mengatur masalah syahwat ini (syahwat harta/duit, kuasa/jabatan dlsebagainya, wanita/laki2 juga)
tapi gw beneran ga yakin ama orang2 yang bikin ni Rancangan UU yang sekarang
To Punk : suseh sih ye, different box different mind
bianco
May 05, 2006, 06:55
Originally posted by khansa
fyi Bianco, to be honest ni, ga ada untung nya sama sekali utk mengancam as u said.
so it wasnt.
nah gitu dong..., :bravo:
kalo udah istigfar kan enak denger komen nya....
hansel
May 05, 2006, 15:27
Originally posted by ******
sorry ya All, wat i'm trying to say is just let the time tell laaaa...
itu aja.
ga panjang2 kok.:rolleyes:
Yeah right! You hoped things would happen to me & people close to me soon to prove you were right.
hansel
May 05, 2006, 15:31
Originally posted by Capunk
man, how come there are a bunch of you guys thinking the same we're human beings. we're blessed with something called THE BRAIN, yang jauh lebih advanced daripada makhluk hidup laennya di planet ini. Unfortunately, it seems that orang2 yang memperkosa cw2 terus menyalahkan sang cw karena make baju terlalu seksi for their liking nggak bisa/kurang memakai that gift called the brain :o.
Judging by their lame arguments I suspect they've not been given the gift in the 1st place.
Basten4eva
May 06, 2006, 17:22
Apa yg di RUU APP dah ada hukumnya di KUHP koq :P
kenapa maksa ada RUU?
Nah disini kan kita bisa liat misi2 terselubung dibalik upaya2 'moralis & ahlakis' tsb yaitu memaksakan satu sistem nilai berdasarkan agama tertentu.
KOridor demokrasi digunakan secara licik dan sistematis utk menegakan sebuah paham yang sama sekali tidak demokratis.
Alasan yg tidak masuk akal bila disebutkan bahwa ada yg namanya 'Bahaya Pornografi' yg urgensinya sampai membuat kelompok tertentu merasa berhak menentukan cara berbusana orang di ruang publik.
Republik ini butuh RUU ANTI ANARKISME DAN ABSOLUTISME AGAMA.
Fanatisme agama dan pemaksaan ideologi agama sudah terbukti sepanjang sejarah jauh lebih merusak dan jelas2 merupakan ancaman bagi kemanusiaan, terlebih lagi bagi demokrasi dan negara yg dipersatukan dgn identitas nasional dan bukan identitas agama.
hansel
May 06, 2006, 17:34
Tersinspirasi 1 post dari HFO, bagaimana jika tindakan preventive yg diambil berupa pengebirian mereka yg menganggap bahwa tindak pemerkosaan dipicu oleh bagian tubuh wanita yg tersingkap? Toh yg bermasalah justru pelakunya, bukan org yg berpotential jadi korban.
Merasa tidak mampu menahan diri? Merasa takut berbuat maksiat? Segera kebiri diri anda! Agree?
ndableg
May 07, 2006, 08:15
Pemerkosaan terjadi karena ketidak mampuan. Tidak mampu cari bini.
Perjinahan ga bakal berenti walopun udah diundang2kan. Bukankah hukum agama udah yg tertinggi? itu pun ga mampu mencegah perjinahan.
Dalam agama sudah ada aturan2, eh masih dibikin uu jg. Apa aturan2 agama itu tidak ada artinya bagi orang2 beragama di sana? shg perlu bikin uu.
Ngaceng itu alami. Dari mulai akil balegh sampe 50an, semua bakal ngaceng. Ga perlu liat seksi2, kebanyakan bengong2 jg bisa mengakibatkan anda ngaceng. Alangkah mustahil mencegah perngacengan dgn membuat uu anti ngaceng.
Gion Franklin
May 07, 2006, 13:00
Huahahaha... dasar ndableg...!!! :D
khansa
May 08, 2006, 05:09
dasar ndableg...!!!
Originally posted by 3D0
to efza
lo beneran yakin yg buat RANCANGAN (BARU RANCANGAN), orang yang emang pantes!?, soalnya kalo liat kelakuan mereka2 di media, kayaknya meragukan deh
gw dukung banget ada uu yang mengatur masalah syahwat ini (syahwat harta/duit, kuasa/jabatan dlsebagainya, wanita/laki2 juga)
tapi gw beneran ga yakin ama orang2 yang bikin ni Rancangan UU yang sekarang
To Punk : suseh sih ye, different box different mind
Gw juga gak yakin dengan orang2 berdasi di DPR itu :D :D :D
Tapi, semangat yang ada di RUU APP itu adalah tuntutan masyarakat.
Kalau menurut saya, bukan apakah sesuatu objek membuat yang melihat menjadi 'terangsang' baru disebut porno. Karena titik di mana manusia terangsang itu berbeda2. Tapi porno adalah di mana seseorang tidak memenuhi standar kelayakan yang dinilai oleh publik.
Mau sebagai pemicu pemerkosaan atau tidak, tapi karena masyarakat menilai itu tidak patut dan pantas mendapat hukuman... yeah, terjadilah.
Cuma kalau kita mau berfikir sehat, ada api ada asap. Cara berpakaian itu sebagai pemicu yang hebat untuk tindakan pornografi. Apa salahnya kita lindungi wanita dengan tindakan preventif?
Ya, mungkin itu bisa dimulai dari diri sendiri. Saya cuma bilang, ini adalah salah satu nilai positif dari RUU APP. Tapi adanya hukuman, ya bukan atas dasar itu.
Kita butuh RUU APP untuk mengatur agar Indonesia butuh pornografi. Bagi yang lain, mungkin sah-sah aja adanya pornografi. Tapi sekali lagi, lihat saja. Keinginan siapa yang paling berhak untuk dieksekusi.
Kalau anda hidup di negara yang mengusung demokrasi, maka anda paham jawabannya. Semoga tidak terjadi tirani minoritas di Indonesia :D
hansel
May 08, 2006, 05:55
Ya lebih baik melakukan tindakan preventive dgn mengebiri hak-hak org-org yg berpotential jadi pelaku kriminal (dgn dikebiri beneran), bukan dgn mengebiri hak org-org yg berpotential jadi korban, sebab yg bermasalah toh pelakunya yg tidak dapat menahan diri.
Alangkah menakutkannya tinggal di masyarakat jika ada hukum dibuat hanya karena sebagian masyarakat menganggap suatu perbuatan pantas dihukum.
Bagaimana jika kelak wanita yg keluar malam dianggap pantas dihukum? Bagaimana jika kelak wanita yg menerima tamu dari lawan jenisnya sementara sedang tidak ada anggota keluarga pria di rumah itu dianggap pantas dihukum?
Bagaimana jika kelak pria & wanita yg bergaul di depan umum dianggap pantas dihukum?
hansel
May 08, 2006, 06:19
Mata Pria
Ariel Heryanto
Dari mana datangnya cinta? Menurut banyak lagu pop: dari mata turun ke hati. Tapi ada yang mengatakan mata pria berbeda dari mata perempuan.
Sewaktu dibesarkan dalam lingkungan yang seksis dan patriarkal di Jawa, pernah saya dengar bahwa cinta pria datangnya dari perut. Wanita dituntut pandai-pandai memasak supaya suami kerasan makan di rumah, berbahagia, dan sayang kepada keluarga. Kalau pria suka jajan, maka wanita yang disalahkan.
Tahun 1980-an saya pernah menginap di rumah teman. Suatu siang ketika saya kembali ke rumah itu, tuan rumah sedang di dapur. Malamnya tuan rumah yang perempuan menjelaskan bahwa sewaktu saya tiba di rumah, mereka berdua sedang memasak bersama. Tapi gara-gara saya datang, suaminya mendadak berhenti dan keluar dapur karena malu kalau ketahuan orang lain.
Zaman sudah berubah, walau tidak merata. Salah satu tuntutan dan sekaligus kebanggaan pria masa kini justru kemahiran memasak. Tokoh Rangga dalam film "Ada Apa Dengan Cinta?" menjadi idola, bukan cuma karena mahir berpuisi, tetapi memasak.
Beberapa ahli mutakhir tentang sejarah klasik Tiongkok mengatakan, cinta pria datangnya bukan dari perut, tapi yang terletak di bawahnya. Konon ada perbedaan seksualitas yin (feminin) dan yang (maskulin). Ini bukan perbedaan pria dan wanita. Setiap pria dan wanita punya unsur yin dan yang sekaligus, cuma rasionya berbeda.
Seksualitas maskulin ibarat lidah api yang menjilat-jilat ke atas. Orang dengan unsur maskulin kuat (banyak pria, tetapi juga sebagian perempuan) butuh kepuasan seks dalam rangka mencintai orang lain. Dari bawah perut ke ubun-ubun kesadaran. Seksualitas feminin sebaliknya. Ibarat air, perlu ada gelombang cinta kasih di ubun-ubun kesadaran sebelum menetes ke bawah dan membangkitkan gairah seksual. Tidak kebetulan bila pria suka pornografi, wanita suka bunga, puisi romantik, dan lagu sentimental, kata ahli yin dan yang.
Dalam cerita wayang dikisahkan, huru-hara di mayapada dan kahyangan gara-gara ada angin yang menyingkap sebagian busana seorang perempuan. Kejadian beberapa detik itu ditangkap mata maskulin. Yang salah angin, wanita yang kainnya terbuka, atau mata pria?
Republik kita bukan pertunjukan wayang. Tapi hampir separuh penduduknya pernah dan sebagian besar masih mengagungkan tradisi "Mahabharata" serta "Ramayana". Kalau mau, kita bisa sedikit belajar bijak dari dua epik itu tentang cara beradab menghindarkan bencana akibat nafsu berahi.
Dalam kisah wayang tidak disebut para dewa atau raja membuat aturan seperti RUU Antipornografi untuk mempertahankan ketertiban. Dikisahkan, para pendekar dituntut bersemadi atau bertapa. Dalam kehidupan sehari-hari masa kini: menahan diri sendiri. Bukannya menyalahkan, melarang, mengatur pihak lain secara paksa dan kekerasan. Itu sih tingkah kaum buta cakil.
RUU Antipornografi telah mengundang berbagai macam kritik. Salah satunya bias gender. RUU itu lebih banyak membatasi, mengatur, dan melarang penampilan perempuan. Bukannya mengatur pihak yang lemah moral, tapi liar nafsunya bila menyaksikan penampilan tersebut. Maklum, dunia dijajah kekuatan maskulin.
Inul diserang bukan karena goyangan pinggulnya, tapi karena dia wanita. Andaikan dia pria, biarpun bergoyang lebih ngebor mungkin tidak ada yang peduli. Tidak dianggap pornografi dan tidak diperlukan RUU untuk melarangnya.
Hadirnya ATM bisa menggoda niat jahat perampok. Tapi ini bukan alasan untuk melarang ATM, tetapi perampokan. Agama atau militer sering digunakan dalam terorisme atau premanisme. Bukan berarti kita harus melarang agama atau militer. Yang kita lawan premanisme dan terorisme. Kalau mata kita tidak tahan menatap matahari, kita tak usah mengutuk matahari dan melarangnya bersinar.
Agaknya logika itu dijungkir balik dalam RUU Antipornografi. Benarkah pria Indonesia tidak mampu menertibkan nafsu bila melihat wanita cantik, sehat, dan bergairah? Bila begitu, mengapa bukan pria Indonesia, mata dan nafsunya yang diatur hukum? Bagaimana kalau diatur secara hukum melototi lebih dari dua detik seorang wanita cantik yang sedang di tempat umum diancam hukuman pidana dua tahun? Mengucapkan komentar usil terhadap wanita itu dikenai hukuman penjara lima tahun?
Seorang wanita menulis bahwa dia merasa paling terpesona dan kadang-kadang jadi panas luar dalam bila menemui pria yang sopan, ramah, suka humor, dan rendah hati. Ini berahi yin. Mungkin jutaan wanita lain seperti dia. Bayangkan seandainya republik ini dikuasai kaum wanita tetapi dengan wawasan sesempit mereka yang kini berkuasa secara maskulin. Mungkin saat ini berlangsung debat RUU Antipornografi yang melarang pria bersikap sopan, ramah, rendah hati, dan suka humor.
Kompas Minggu, 7 Mei 2006
little_pooh
May 08, 2006, 12:29
wew..gue juga suka co yang rendah hati, sopan, ramah dan suka humor.
Originally posted by hansel
Ya lebih baik melakukan tindakan preventive dgn mengebiri hak-hak org-org yg berpotential jadi pelaku kriminal (dgn dikebiri beneran)
gimana caranya tau seseorang punya potensi menjadi pelaku kriminal??
ndableg
May 08, 2006, 15:50
ya semua orang punya potensi. Masalahnya sampai dimana seseorang bisa menahan dirinya utk tidak melakukan. Sejauh mana pikirannya.
ndableg
May 08, 2006, 15:52
Originally posted by little_pooh
wew..gue juga suka co yang rendah hati, sopan, ramah dan suka humor.
Saya.. saya... saya...
Originally posted by ndableg
ya semua orang punya potensi. Masalahnya sampai dimana seseorang bisa menahan dirinya utk tidak melakukan. Sejauh mana pikirannya.
wah.. jadi musti bisa ngontrol pikiran seseorang dong supaya potensinya ga keluar... gimana tuh caranya...
hansel
May 08, 2006, 18:17
gimana caranya tau seseorang punya potensi menjadi pelaku kriminal??
Saya juga ingin tahu bagaimana tubuh orang yg potential menjadi korban tindak kekerasan seksual justru bisa dikriminalkan & dituduh sebagai sumber maksiat.
ndableg
May 09, 2006, 07:39
Originally posted by sayah
wah.. jadi musti bisa ngontrol pikiran seseorang dong supaya potensinya ga keluar... gimana tuh caranya...
Ya otaknya dipake. Selain beriman, orang perlu berilmu.
Di indo tingkat pendidikannya gimana? pemerataannya gimana? lalu gimana tingkat kesejahteraannya?
Ga cukup cuman beragama, tok. Agama kan gampang dimaenin. Dosa kagak benjol kok.
Siapa juga yang mengkriminalkan tubuh seseorang :hehe
Tindakan seseorang untuk berlaku di luar penilaian kesopanan atau kepatutan publik, itu yang kriminal. :hehe
Huh, udah jauh banget nyimpangnya thread ini.
Kalau ini forum Islam, dan user di sini bebas berpendapat berlandaskan dalil yang ada dalam Islam, kayaknya gak sejauh ini debat kusir yang terjadi. :hehe
Capunk
May 09, 2006, 09:05
Originally posted by efza
Siapa juga yang mengkriminalkan tubuh seseorang :hehe
Tindakan seseorang untuk berlaku di luar penilaian kesopanan atau kepatutan publik, itu yang kriminal. :hehe jadi kalo ada anak muda yang ngebentak orang tuanya (nggak sopan dan nggak patut) di tempat publik, tuh anak harus dilaporkan ke polisi biar dihukum masuk penjara krn anak itu sudah melakukan tindakan kriminal?:rolleyes:.
RUUAPP nggak ada hubungannya ama apa yang "agama Islam" mao.
hansel
May 09, 2006, 10:04
Originally posted by efza
Siapa juga yang mengkriminalkan tubuh seseorang :hehe
RUU APP itu.
Jika standardnya, seperti kata kamu, kepatutan publik, tidak banyak yg mempersoalkan pakaian yg dikenakan oleh wanita sejauh tidak memperlihatkan alat kelamin primer & payudara (bahkan di negara liberal sekalipun 2 hal ini juga tidak diperlihatkan). RUU itu kemudian menjadikan hal ini sebagai masalah dgn menyebut bagian-bagian tubuh wanita yg terlarang untuk diperlihatkan
Darth Maul
May 09, 2006, 16:56
lama2 keliatannya ada opini publik kalo penentang ruu app = pendukung p&p, pendukung ruu app = fpi :D . sebelon terkotak2 lebih jauh ayo kita lurusin dulu.
gak semua penentang p&p pro ruu app, ada juga yg minta material ruu app disesuaikan spy gak terlalu mendiskreditkan wanita, termasuk diantaranya juga usulan spy jgn memandang wanita sbg sumber satu-satunya dlm kasus p&p, dan spy ruu app mengatur juga hukuman buat pria idung belangnya. trus krn ruu app banyak diinspirasi oleh syariat islam, sptnya juga masy nonmuslim gerah krn merasa bakal diatur oleh hukum yg dirasa tidak wajib mereka patuhi
ini cuma sangkaan aq aja, mohon maap kalo dirasa menyinggung, ayo kita diskusiin baek2
Redriz
May 10, 2006, 03:41
Originally posted by efza
Gw juga gak yakin dengan orang2 berdasi di DPR itu :D :D :D
Tapi, semangat yang ada di RUU APP itu adalah tuntutan masyarakat.
nah itu dia!
jangan karena kita terlalu semangat kita jadi gegabah
kalo diliat dari RANCANGAN!!!UU itu, yg gw liat adalah tindakan malu-malu kucing dari umat Islam untuk meletakkan Syariat kita sebagai Hukum positif di Indonesia, hanya saja...ya itu...yg paling gw khawatirkan adalah orang2nya, motif nya (konon dah ada tuh pengembalian "amplop" oleh pihak2 anggota Dewan yg terlibat dalam Rancangan ini) gw malah ngelihatnya lebih kental ke Politik buanget ketimbang syiar kita sebagai umat Islam.
gw cuma berharap jangan ampe kita membai buta mendukung sesuatu yang kelihatan (kulitnya) seolah2 di dukungnya penegakan syariat Islam tapi ternyata hanya murni permainan politik dan uang yang bisa-bisa mendeskreditkan Agama kita dimata perempuan, insan seni, umat agama yg laen, suku bangsa dlll....
(ngomong apa sih do...?)
Wah, isi RUU itu jauh dari syariat yang ideal. Bukannya gak suka syariat itu tegak bagi umat Islam di Indonesia, tapi gw gak ngeliat RUU APP sebagai konteks penegakkan syariat. Tapi lebih sebagai kebutuhan yang semakin mendesak untuk mengatur agar pornografi tidak semakin merajalela di Indonesia.
Gw gak dukung buta. Udah liat draftnya kok :) Gw dukung semangat yang ada di RUU itu. Dan tetap mendukung perbaikan terus menerus agar semakin banyak pihak yang tidak kecewa terhadap RUU tersebut.
Ada orang2 yang anti pornografi sekaligus juga anti RUU pornografi. Seharusnya orang2 tersebut lebih solutif, memberikan kontribusi pemikiran buat pembersihan pornografi di Indonesia. Bukan malah menolak mentah2 hanya karena cacat yang ada di RUU. Namanya juga masih rancangan.
Oya, setuju jangan dikotak2an dulu. Gw bukan fpi lo!!! :hehe
hansel
May 10, 2006, 15:18
Ada orang2 yang anti pornografi sekaligus juga anti RUU pornografi. Seharusnya orang2 tersebut lebih solutif, memberikan kontribusi pemikiran buat pembersihan pornografi di Indonesia. Bukan malah menolak mentah2 hanya karena cacat yang ada di RUU. Namanya juga masih rancangan.
Sudah dilakukan. Mereka meminta agar yg diatur adalah pendistribusian & access kepada industri pornografi , bukan mengatur moralitas, tingkah laku, & cara berekspresi individual.
Justru pihak pendukung RUU APP ini yg gemar melabeli para penentang RUU APP ini.
Penentang RUU APP dikatakan meminta hak telanjang, disebut-sebut tidak beragama, menuhankan seni, & bahkan sampai diintimidasi dgn terror & kekerasan.
Originally posted by hansel
Saya juga ingin tahu bagaimana tubuh orang yg potential menjadi korban tindak kekerasan seksual justru bisa dikriminalkan & dituduh sebagai sumber maksiat.
lho kok balik nanya...
situ pan ngasih saran... ya saya cukup antusias ngeliat sarannya.. tapi ya itu.. sayah pengen tau gimana caranya...
btw.. sayah juga pengen ngasi respon pertanyaan situ dengan pertanyaan lagi... yang mengkriminalkan emang siapa?
kalo RUU APP bukannya justru mencegah tubuh orang jadi korban kekerasan? dan bukan cuman itu bisa juga buat ngehindarin orang laen yang jadi korban (kayak sekarang malah banyak anak balita yang jadi korban pelecehan dan perkosaan sedangkan pelaku aksi porno grafi kayaknya malah aman2 saja...
ah tapi sebenernya mah sayah ga terlalu peduli tentang APP cuman pengen tingkat perkosaan terhadap anak2 dibawah umur menurun.. kalo pun yang dikorbanin adalah para pengumbar syahwat.. saya si ok-ok aja...
ga sebanding banget.. anak kecil yang jadi korban, menderita seumur idup.. sedangkan pelaku2 pornografi dan pornoaksi malah enak2an dapet duit.. nyebelin banget...
Originally posted by ndableg
Ya otaknya dipake. Selain beriman, orang perlu berilmu.
Di indo tingkat pendidikannya gimana? pemerataannya gimana? lalu gimana tingkat kesejahteraannya?
Ga cukup cuman beragama, tok. Agama kan gampang dimaenin. Dosa kagak benjol kok.
lho pan kita udah tau moral dan pendidikan di indo kita kayak gimana... udah ga bisa diarepin bahwa masyarakat indo (kebanyakan) bakal melihat gambar atau foto telanjang atau aksi yang pamer tubuh bakal di liat sebagai karya seni... yang pasti mah bikin konak.. trus liat di kanan kiri nganggur.. langsung dah maen sabet ga peduli kalo itu anak sendiri...
pemerataan pendidikan ya pasti musti dilakuin.. tapi sampe itu belom nyampe tahap yang memuaskan.. mendingan make usaha yang lain dulu deh daripada kondisi tambah ngaco...
draco_malfoy
May 11, 2006, 08:00
Originally posted by Capunk
btw, did you know, most, if not all, the issues addressed in RUUAPP udah ada hukumnya di UU laennya? so why waste our money basically drafting the same thing over and over again?:o
gw ada nanya pertanyaan yg sama di HFO. tapi lom ada tanggapan.. mungkin di sini bisa ada..
boleh tanya ga UU lain apa aja yg isinya jg memuat ttg sebagian RUU APP?
thanks ..
hansel ato yg lain, jg boleh ngejawab [thanks]cuma penasaran aja sih gw...
khansa
May 11, 2006, 08:23
Originally posted by sayah
lho pan kita udah tau moral dan pendidikan di indo kita kayak gimana... udah ga bisa diarepin bahwa masyarakat indo (kebanyakan) bakal melihat gambar atau foto telanjang atau aksi yang pamer tubuh bakal di liat sebagai karya seni... yang pasti mah bikin konak.. trus liat di kanan kiri nganggur.. langsung dah maen sabet ga peduli kalo itu anak sendiri...
pemerataan pendidikan ya pasti musti dilakuin.. tapi sampe itu belom nyampe tahap yang memuaskan.. mendingan make usaha yang lain dulu deh daripada kondisi tambah ngaco...
..tul
Capunk
May 11, 2006, 08:57
Originally posted by sayah
lho kok balik nanya...
situ pan ngasih saran... ya saya cukup antusias ngeliat sarannya.. tapi ya itu.. sayah pengen tau gimana caranya...
btw.. sayah juga pengen ngasi respon pertanyaan situ dengan pertanyaan lagi... yang mengkriminalkan emang siapa?
kalo RUU APP bukannya justru mencegah tubuh orang jadi korban kekerasan? dan bukan cuman itu bisa juga buat ngehindarin orang laen yang jadi korban (kayak sekarang malah banyak anak balita yang jadi korban pelecehan dan perkosaan sedangkan pelaku aksi porno grafi kayaknya malah aman2 saja...
ah tapi sebenernya mah sayah ga terlalu peduli tentang APP cuman pengen tingkat perkosaan terhadap anak2 dibawah umur menurun.. kalo pun yang dikorbanin adalah para pengumbar syahwat.. saya si ok-ok aja...
ga sebanding banget.. anak kecil yang jadi korban, menderita seumur idup.. sedangkan pelaku2 pornografi dan pornoaksi malah enak2an dapet duit.. nyebelin banget... mengurangi tikat perkosaan dengan cara menghukum calon korban yang make baju 'terlalu seksi' menurut batasan orang laen???
kalo gue mah kalo mo mengurangi jumlah kasus pemerkosaan calon pelaku yang gue hukum seberat2nya :o.
Originally posted by Capunk
mengurangi tikat perkosaan dengan cara menghukum calon korban yang make baju 'terlalu seksi' menurut batasan orang laen???
kalo gue mah kalo mo mengurangi jumlah kasus pemerkosaan calon pelaku yang gue hukum seberat2nya :o.
nah itu.. kalo saja kita bisa tau seseorang adalah calon pelaku kayaknya udah enak banget deh.. musti ngelibatin peramal kayaknya (setidaknya ini yang baru kepikiran ama sayah)
makanya pas ada yang ngasi usul kayak gini sayah antusias banget.. sapa tau aja tau caranya gimana.. sayang malah balik nanya...
khansa
May 11, 2006, 09:45
bettul
Capunk
May 11, 2006, 10:22
Originally posted by sayah
nah itu.. kalo saja kita bisa tau seseorang adalah calon pelaku kayaknya udah enak banget deh.. musti ngelibatin peramal kayaknya (setidaknya ini yang baru kepikiran ama sayah)
makanya pas ada yang ngasi usul kayak gini sayah antusias banget.. sapa tau aja tau caranya gimana.. sayang malah balik nanya... dalam artian, buat hukuman buat pemerkosa di UU berat. kahn bikin keder calon pelaku tuh :o. of course, one can not find sapa yang bisa jadi calon pemerkosa satu per satu :o.
hansel
May 11, 2006, 18:53
Originally posted by sayah
kalo RUU APP bukannya justru mencegah tubuh orang jadi korban kekerasan? dan bukan cuman itu bisa juga buat ngehindarin orang laen yang jadi korban (kayak sekarang malah banyak anak balita yang jadi korban pelecehan dan perkosaan sedangkan pelaku aksi pornografi kayaknya malah aman2 saja...
Mencegah tubuh org jadi korban kekerasan? Maksudnya?
RUU itu secara eksplisit menyebut bagian-bagian tubuh yg terlarang untuk terlihat & bagian-bagian tubuh itu adalah bagian-bagian tubuh wanita & ada sanksinya atas terlihatnya bagian-bagian tubuh tsb..
Apakah ini untuk melindungi calon korban?
ah tapi sebenernya mah sayah ga terlalu peduli tentang APP cuman pengen tingkat perkosaan terhadap anak2 dibawah umur menurun.. kalo pun yang dikorbanin adalah para pengumbar syahwat.. saya si ok-ok aja...
Good! Sebaiknya ada ketegasan hukum & sanksi yg seberat-beratnya terhadap pelaku tindak kriminal kekerasan seksual.
Plus ada upaya untuk mengeliminasi pandangan bahwa tubuh & seksualitas wanita adalah hal yg berpotensi memancing kekerasan terjadi pada diri mereka, prasangka bahwa seorg wanita yg mengalami kekerasan seksual adalah karena salah mereka sendiri.
ga sebanding banget.. anak kecil yang jadi korban, menderita seumur idup.. sedangkan pelaku2 pornografi dan pornoaksi malah enak2an dapet duit.. nyebelin banget...
I agree! Karena itu sebaiknya yg diatur & dibatasi adalah distribusi & access ke industri pornografi, bukan moralitas, tingkah laku, & ekspresi individual.
ndableg
May 12, 2006, 20:03
Kalo masalah itu bukannya udah ada peraturannya bu?
ndableg
May 12, 2006, 20:03
kerjanya BSF apaan?
hansel
May 13, 2006, 08:13
Originally posted by ndableg
Kalo masalah itu bukannya udah ada peraturannya bu?
Justru itu yg selalu diutarakan oleh para penentang RUU APP ini.
Jika para pendukung RUU APP ini, yg in fact lebih banyak mengatur ttg moralitas, tingkah laku, & ekspresi individual, insist mengoalkan RUU ini menjadi UU, saya semakin yakin bahwa yg mereka mau sebenarnya adalah agar org mengikuti nilai-nilai yg mereka anut.
ndableg
May 13, 2006, 11:57
jadi masalah pengen dianggep superior gitu dong..
Cindeutara
June 03, 2006, 03:54
http://www.danasoft.com/sig/SetiabudiKuningan.jpg
** COMY **
June 03, 2006, 19:50
tks...ip gue bisa loe baca ;)
** COMY **
June 03, 2006, 19:56
Originally posted by Capunk
dalam artian, buat hukuman buat pemerkosa di UU berat. kahn bikin keder calon pelaku tuh :o. of course, one can not find sapa yang bisa jadi calon pemerkosa satu per satu :o.
betul..gue setuju kalau utk hal ini yg harus didahulukan..
gue suka sebelllllll..memerkosa anak kecil atau orang lain hukumannya cuma maksimal 7 tahun padahal sipemerkosa itu sdh merusak masa depan orang..
btw gue mau tanya..kenapa yah..ada pemerkosa yg ternyata guru ngajinya atau gurunya si anu..padahal mereka kan lebih tauk agama dan etika drpada yg suka pake rok span sama tank top kan ;)
bianco
June 04, 2006, 05:52
balik lagi itu personal com,
mau dia ustad, pendeta, bhiksu kek
kalo moralnya dah bejad dan gak bisa nahan libido dengan batasan moral dan dosa ya namanya kampret...
** COMY **
June 04, 2006, 15:46
nah..jadi bukan berarti orang-orangnya hobbynya pake tank top sama rok mini itu otaknya mesum kan...:o
semua kembalikan ke pribadi masing-masing
Gion Franklin
June 05, 2006, 04:52
Iyah, mangkanya jangan nyalahin cewek˛... salahin lah dirimu sendiri yang gak bisa nahan diri :D
** COMY **
June 05, 2006, 15:13
tul..tul...tul...
hidup cewe-cewe..
jgn lupa hidup tank top :hehe
vBulletin® v3.8.2, Copyright ©2000-2013, Jelsoft Enterprises Ltd.