View Full Version : Pendirian Rumah Ibadah Minimal Harus Ada 100 Pemeluknya







BebekMahal
January 05, 2006, 13:05
Pendirian Rumah Ibadah Minimal Harus Ada 100 Pemeluknya
Muhammad Atqa - detikcom

Jakarta - Pembahasan mengenai Surat Keputusan Bersama (SKB) dua menteri telah menyelesaikan masalah substansial terkait pendirian rumah ibadah.

Pendirian rumah ibadah dapat dilakukan apabila dalam suatu lingkungan terdapat anggota minimal 100 orang pemeluk agama tertentu. Selain itu, harus ada dukungan dari masyarakat sekitarnya atau pemeluk agama lain minimal 70 orang.

"Juga harus terdaftar (izin) di keluruhan masing-masing dan ada rekomendasi dari Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB)," kata Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin kepada detikcom usai rapat pembahasan SKB di Gedung Departemen Agama (Depag), Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/1/2006).

Rapat dilangsungkan sejak pukul 11.00 WIB hingga 16.00 WIB. Hadir juga dalam rapat itu wakil-wakil dari majelis agama dan pemerintah. Dari wakil pemerintah hadir Kepala Litbang Depag Atho Mudzhar dan Dirjen Kesatuan Bangsa dan Politik Depdagri Sudharsono.

Ma'ruf menjelaskan, apabila anggota pemeluk agama tertentu dalam suatu lingkungan kurang dari 100 orang, maka rumah ibadah yang akan didirikan itu disatukan dengan wilayah lainnya hingga anggotanya mencapai 100 orang. Penentuan wilayah yang akan didirikan rumah ibadah itu melalui rekomendasi Depag.

"Kalau misalnya dalam suatu lingkungan kurang dari 100 orang maka digabung dalam wilayah desa. Apabila di desa kurang dari 100 orang maka akan digabung dengan kelurahan hingga jumlah anggota pemeluknya 100 orang. Begitu terus selanjutnya," jelasnya.

Disepakati pula, lanjut Ma'ruf, rumah pribadi tidak dapat dijadikan rumah ibadah. "Rumah pribadi ya rumah pribadi, tidak dapat diubah fungsi," ujarnya.

Sementara Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Atho Mudzhar menjelaskan, pembahasan SKB akan selesai dalam 1 hingga 2 pertemuan lagi. Pembahasan yang dilangsungkan hari ini telah menyelesaikan 3 pasal sehingga total yang sudah diselesaikan berjumlah 16 pasal dari 27 pasal. Pertemuan kembali dilanjutkan pada 13 Januari di Depag.

Atho menegaskan, pasal-pasal substansial mengenai SKB telah diselesaikan. Pasal yang akan dibahas ke depan hanyalah masalah pendanaan dan pasal-pasal peralihan.

Mengenai pembahasan SKB tadi, wakil-wakil majelis agama telah menyepakati tata cara pendirian rumah ibadah. Di antaranya adalah harus memenuhi syarat-syarat administratif dan teknis sebagaimana tertuang dalam UU No 28 Tahun 2002 mengenai Bangunan dan Gedung, menjaga prinsip kerukunan umat beragama dan masyarakat, serta harus mendapat izin dari FKUB.

http://www.detiknews.com/indexfr.php...489/idkanal/10

--------------------------------------------------------------------------

hmmmm
tetep gak yakin bakal jalan 100% tanpa hambatan
pasti deh adaaaa aja yang tau2 buat mesjid lah...gereja lah
ini baru pendirian...kalo untuk renovasi rumah ibadah gimana ???

ndableg
January 05, 2006, 15:40
Disepakati pula, lanjut Ma'ruf, rumah pribadi tidak dapat dijadikan rumah ibadah. "Rumah pribadi ya rumah pribadi, tidak dapat diubah fungsi," ujarnya.

Hehe.. kek jaman suharto.. ga boleh ngumpul2..

Rumah pribadi, ya terserah gw.. mo gw jadiin tempat ngumpul2 arisan kek, kawinan kek, tempat mabok2 kek, sembayangan kek. Bukannya kalo buka puasa bersama pada shalat bareng tuh? Emang rumah pribadi fungsinya apaan? Jangan2 ga boleh buka toko di rumah pribadi yah?

coolpixel
January 05, 2006, 19:57
kalo tempat ibadah yang sepi pengunjung alias kurang dari 100 orang gimana?

Redriz
January 06, 2006, 15:02
kalo di Bali, kalo ngga salah Muslim yang mo sholat Jum'at ada yang harus menempuh jarak dua kilo ke mesjid "terdekat"
kalo ngga salah aturan ini juga berlaku di Belanda koq

ndableg
January 06, 2006, 17:03
yup.. banyak gereja udah jadi diskotik tuh..

Redriz
January 06, 2006, 17:16
duh...yang ada di Holland...::bahagia:

prometheusz
January 07, 2006, 02:57
definisi "rumah ibadah" dalam SKB tersebut apaan sih?
kalo ini gak jelas... percuma saja SKB tersebut dibuat

LoveSexHedonism
January 12, 2006, 03:25
Suatu bentuk hukum yang Diskriminatif...

Islam dan Politik emang bisa jadi Kekuatan yang sangat "Menakutkan"!

Rumah Ibadah manalagi yang bisa kurang dari 100 orang kalo bukan gereja,pura,klenteng,wihara(lebih2x..)??
Mereka khan minoritas.Udah pasti mau bangun di pinggir laut,tetep aja jadi minoritas!!

Hmmm....No Comment more dah!

Mending ngga usah ada agama laen deh selain agama yang "Tersohor" en' "sangat Berkuasa" itu di Indo.Kalo,gini caranya....

nb:Tau ngga kalo banyak orang cina bilang ama anak2nya "boleh memeluk agama manapun,selain islam"...Jujur aja.This is Real!

umbul_kencenk
January 12, 2006, 03:53
Originally posted by LoveSexHedonism
Suatu bentuk hukum yang Diskriminatif...

Islam dan Politik emang bisa jadi Kekuatan yang sangat "Menakutkan"!

Rumah Ibadah manalagi yang bisa kurang dari 100 orang kalo bukan gereja,pura,klenteng,wihara(lebih2x..)??
Mereka khan minoritas.Udah pasti mau bangun di pinggir laut,tetep aja jadi minoritas!!

Hmmm....No Comment more dah!

Mending ngga usah ada agama laen deh selain agama yang "Tersohor" en' "sangat Berkuasa" itu di Indo.Kalo,gini caranya....

nb:Tau ngga kalo banyak orang cina bilang ama anak2nya "boleh memeluk agama manapun,selain islam"...Jujur aja.This is Real!

Asal nyablak & gak tau data statistik

LoveSexHedonism
January 13, 2006, 01:45
Ember!!! Kaya Situ (Sodara-Sodara kita yang bernama Habib,Abdullah..) engga pernah nyblak aja..

Boleh donk! Khan bukan monopoli "BOS Besar" kita doank khan.Bos yang merasa dizalimi oleh para non(ato apa tuh sebutannya..kafir!)

Emang Minoritas cuman bisa dongak doank,ngeliatin elo2 pada 'Manggung'?

prometheusz
January 13, 2006, 05:32
Originally posted by LoveSexHedonism
Suatu bentuk hukum yang Diskriminatif...

Islam dan Politik emang bisa jadi Kekuatan yang sangat "Menakutkan"!


Kalau menurut gw, salah kalo kita menunjuk sebuah agama dalam konteks ini.
Masalahnya bukan pada Islam dan Non-Islam, melainkan fenomena Mayoritas - Minoritas di Indonesia. Dalam bayangan saya, seandainya salah satu Non-Islam yang menjadi mayoritas di Indonesia, kejadian mayoritas menekan minoritas tetap saja akan terjadi


nb:Tau ngga kalo banyak orang cina bilang ama anak2nya "boleh memeluk agama manapun,selain islam"...Jujur aja.This is Real!

Kasihan sekali...

umbul_kencenk
January 13, 2006, 07:49
Originally posted by LoveSexHedonism
Ember!!! Kaya Situ (Sodara-Sodara kita yang bernama Habib,Abdullah..) engga pernah nyblak aja..

Boleh donk! Khan bukan monopoli "BOS Besar" kita doank khan.Bos yang merasa dizalimi oleh para non(ato apa tuh sebutannya..kafir!)

Emang Minoritas cuman bisa dongak doank,ngeliatin elo2 pada 'Manggung'?

Bagus. nyablak aja provokator. Orang gak bakal ngamuk kalo gak diprovokatorin. dan provokatornya itu ya elo. Tipikal banget.

Udah gw bilang, orang kayak lu, kalo terlahir Islam, udah jadi pengikut Azhari, Nurdin M Top CS. Gak maen FPI mah.

ndableg
January 13, 2006, 15:44
Originally posted by LoveSexHedonism
nb:Tau ngga kalo banyak orang cina bilang ama anak2nya "boleh memeluk agama manapun,selain islam"...Jujur aja.This is Real!

Hehe.. sayangnya banyak anak2 yg ga nurut orang tuanya (apalagi yg geblek) stlh gede.. this is real..

LoveSexHedonism
January 14, 2006, 02:53
For ndableg:
Sayangnya juga, untuk hal ini- jadi islam -orang akan lebih menurut orang tuanya....Karena,mereka engga pengen mati dengan muka tertutup en' tubuh tercecer dimana-mana...
ieuh!! That was Disgusting!

Well,this is real buddy...

Percaya juga ngga kalo orang Bali juga udah memulai hal itu??

well,World is not enough for you,huh?

For umbul_kencenk:
Hmm....Gue sih cuman ngeliat dari master-nya ato biang provokator..Siapa yah?
Oooo..iya yg engga setuju ama Rumah dijadiin tempat ibadah en' mau nyandera pemimpin umat agama...
Pengen ngerasain aja,gimana sih enaknya jadi provokator..
Ternyata emang fun!!

For Prometheusz:
Yep...gue engga sentimen ama' satu agama sebenernya.Engga ada yang pernah jadi "terdakwa" buat konflik2x yg ada bagi gue.Siapa yang paling besar emang terkadang semena-mena ama minoritas...en' itu bisa terjadi dimana aja...

Well,Just a little bit emotional...

juliemathers
January 14, 2006, 07:42
Originally posted by LoveSexHedonism
Suatu bentuk hukum yang Diskriminatif...

Islam dan Politik emang bisa jadi Kekuatan yang sangat "Menakutkan"!

Rumah Ibadah manalagi yang bisa kurang dari 100 orang kalo bukan gereja,pura,klenteng,wihara(lebih2x..)??
Mereka khan minoritas.Udah pasti mau bangun di pinggir laut,tetep aja jadi minoritas!!

Hmmm....No Comment more dah!

Mending ngga usah ada agama laen deh selain agama yang "Tersohor" en' "sangat Berkuasa" itu di Indo.Kalo,gini caranya....

nb:Tau ngga kalo banyak orang cina bilang ama anak2nya "boleh memeluk agama manapun,selain islam"...Jujur aja.This is Real!

knapa mesti bawa2 namaa cina ^^'' jangan bawa2 ras atuh.... ga baeee mang

ndableg
January 14, 2006, 09:33
Originally posted by LoveSexHedonism
For ndableg:
Sayangnya juga, untuk hal ini- jadi islam -orang akan lebih menurut orang tuanya....Karena,mereka engga pengen mati dengan muka tertutup en' tubuh tercecer dimana-mana...
ieuh!! That was Disgusting!

Well,this is real buddy...

Percaya juga ngga kalo orang Bali juga udah memulai hal itu??

well,World is not enough for you,huh?

EGP, and this is real...

Semakin dilarang, semakin menarik.. this is real buddy.. jagain deh anak lo baek2.. hehe...

ndableg
January 14, 2006, 09:34
Originally posted by juliemathers
knapa mesti bawa2 namaa cina ^^'' jangan bawa2 ras atuh.... ga baeee mang

emang dasarnya dia rasis.. gimana dong?

highsector
January 15, 2006, 01:13
hahaha.... kalo gitu dia tidak memahami ajaran agamanya dgn baik hence tidak perlu diperhatikan kata kata nya..

cintailah sesama umat manusia-mu.
mau cina, indo, buruk rupa, gembel.

Rumah Ibadah manalagi yang bisa kurang dari 100 orang kalo bukan gereja,pura,klenteng,wihara(lebih2x..)??

waktu saya masih pelajar di luar negri sy ke gereja kristen yg penduduknya kurang lebih 23 orang (di setiap misa). dan waktu itu sy juga sering ke gereja katolik yg penduduknya 16 orang (dalam 1 misa).

hmm... kalo klenteng and wihara, i have no experience.

LoveSexHedonism
January 16, 2006, 02:52
Hey you Buddy!

gue engga rasis en' ada maksud buat nge-bawa-bawa rasial ato etnis ke forum ini..

Cuman gue emang pernah denger dari relasi gue kalo mereka pernah berpikir kaya gitu...

Lagian siapa yg engga? Emang engga cukup nyimpen dendam,abis di"kejar-kejar" di Kerusuhan 1997??

For ndableg:
Eh,Siapa bilang gue Cina? kalo anak2 gue entar udah masuk jadi Kabbalah ato Buddishm dulu..en,mereka akan membuat aura yang kuat dalam diri buat menantang "mereka-mereka"...

For highsector:
Emang elo skul dimana?

highsector
January 16, 2006, 04:36
nb:Tau ngga kalo banyak orang cina bilang ama anak2nya "boleh memeluk agama manapun,selain islam"...Jujur aja.This is Real!


mungkin quote diatas ini yg bikin sensasi disini walaupun lovesex tidak bermaksud racist tp dianggap begitu karena post nya yg blak blak an apa adanya.

pertama tama. di negara cina ada bagian tertentu yg penganut nya agama islam kira kira berjumlah ribuan penduduk

kedua, kalo ketemu 1 box apple berjumlah 12 buah dan lalu anda memakan salah 1 apple di antara 12 buah itu dan ada ulatnya, tentu saja anda tidak bisa berkata "11 buah itu ada ulatnya"

sebenernya bukan orang cina saja yg berkata seperti itu, dan walaupun kebetulan ada orang cina yg berkata seperti itu dgn menggunakan kata cina/yg berhubungan dgn ras lain akan membuat orang sedikit sensitif. (kalo saya sich cuek cuek aja)..


sebaiknya post nya di edit menjadi:

tau gak ada orang2 yg tidak setuju dengan ajaran agama islam.
case closed.

just an opinion. no offense intended.


For highsector:
Emang elo skul dimana?

btw sy pernah sekolah di indo, spore, usa, australia. (ada hubungannya tah?)

LoveSexHedonism
January 22, 2006, 02:13
For highsector:
Yep! Maksud gue gitu juga..engga maksud offense sih..

Tapi emang just coincedence, gue dengernya etnis mereka yang ngomong. Tapi gue yakin banget sih, kalo bukan cuman mereka yang ngomong..
I Think most of non-moslem people now have a mind kind like that...This is Real,i guess...

Just make it straight...

Engga cuman nanya.Khan elo pernah nge-reply tentang masalah rumah ibadah yang penganut-nya engga banyak.En' elo ngomong "kalo disini...rumah ibadah-nya....dst"..

Nah gue mau nanya aja, "kalo disini" tuh dimana??

Wow! di USA skul di state mana?

highsector
January 22, 2006, 03:03
Wow! di USA skul di state mana?


wah, OT nih... boston.
ceritanya akan premiere di thread ini:

http://forum.webgaul.com/showthread.php?s=&threadid=46337

LoveSexHedonism
January 28, 2006, 02:08
WOW!Elo di Boston? Engga kemahalan tu state ya? kalo dipilih buat skul en' living??

Katanya kalo di Texas ama Seattle lebih rendah living and study cost-nya?

Meskipun Boston emang kota pelajar sih!

highsector
January 28, 2006, 14:23
it is kemahalan.
but mahal or murah is relatif.

one man garbage is another man treasure.

ratu_desko
March 22, 2006, 08:00
lho ini ngomongin rumah ibadah apa rumah tinggal sih? :nono

otak gila gue menyarankan: dirikan rumah ibadah yang gede, keren, dan rame.. buat dipake rame [bermacam2 agama/keyakinan]. tinggal diatur skedul pemakaiannya aje. :cool:

Choccy
March 28, 2006, 07:26
House of worship decree more restrictive: NU ???


Ridwan Max Sijabat, The Jakarta Post, Jakarta

The odds are stacked against non-Muslims who want to build places of worship because the new joint ministerial decree on their construction is actually more restrictive than its predecessor, a religious figure says.

Hasyim Muzadi, chairman of the country's largest Muslim organization, Nadhlatul Ulama (NU), said too many interests had been accommodated in the decree, although he did not agree with allegations that it restricted religious freedom and was thereby unconstitutional.

"We previously warned church figures against revising the old joint decree because of fresh fears a more restrictive one would emerge in view of the numerous interests of religious communities. What we most feared is a reality. Now, we can do nothing because it is already in place," he said Monday at a gathering of alumni of modern Islamic boarding school Darussalam Gontor in Ponorogo, East Java.

Despite the restrictions, Hasyim said the NU would aim to bring about increased cooperation with other religions in an effort to mediate with authorities and the Muslim community in the construction of their houses of worship.

"The NU will help create field conditions in which non-Muslims face no difficulties in obtaining building permits and no security problems in constructing churches, temples or other houses of worship. That is how important it is to create harmony among religious communities," he said.

According to joint Ministerial Decree No. 1/2006, which was issued by Religious Affairs Minister Maftuh Basyuni and Home Minister Moh. Ma'ruf last Tuesday, both administrative and technical requirements must be met before a building permit for a house of worship is issued.

Ninety people must sign a statement expressing their intent to worship at the new building and 60 locals put their names to a statement saying they have no objections to its construction. Written recommendations must also come from the regency office of the religious affairs ministry and the Joint Forum for Religious Harmony.

The decree, which met strong opposition from Christian communities and more than 40 legislators, replaces joint ministerial decree No. 1/1969, which required at least 100 signatures of locals before a permit was issued for the establishment of a church, or a temple, in a certain region.

The chairman of the People's Consultative Assembly, Hidayat Nur Wahid, and Deputy House Speaker Zainal Ma'arif are optimistic the new decree will create religious harmony in society.

"Such a restrictive regulation is also made in predominantly Hindu or Catholic countries, and it is needed to avoid sectarian conflicts among religious communities," said Hidayat.

Zainal was surprised by criticism of the decree, saying it was not unconstitutional.

Community opposition and raids on residences and schools where religious services were held in the past year have highlighted the difficulty of establishing Christian houses of worship.

Indonesia was included among countries listed in the United States' 2005 State Department Report as breaching freedom of religion.

-------------

restrictive? maksudnya? sebelumnya kan mesti 100 locals, nah skrg 60. justru dg adanya penambahan 90 worshipper berarti kepentingan mereka yg mau beribadah itu terakomodasi kan? drpd sebelumnya yg sama sekali ga ada?

Barnabas
March 29, 2006, 03:38
gitu aja kok pada ribut, padahal dengan SKB yang baru, tata cara pendirian rumah ibadah justru lebih dipermudah. Di Bali aja syarat untuk mendirikan rumah ibadah justru minimal 100 KK, tapi gak ada yang ngeributin, kok yang 90 orang malah diributin, he..he..he..he...
Harap dibedakan, menjalankan ibadah dengan mendirikan rumah ibadah. Pemerintah tidak pernah membatasi umat untuk menjalankan ibadahnya masing2, akan tetapi kalau mendirikan rumah ibadah tentu saja harus ada aturannya, kalo nggak bisa kacau, he..he..he...

Neoprint105
April 07, 2006, 18:31
Sulawesi Utara:

kalo di minahasa,.. guwe bisa liat ada gereja.. ampir tiap 500m,. kalo mesjid,.. tiap 5km udah sukur,...

vice versa,.. begitu guwe masuk kabupaten Bolaang mongondow yang notabene majoritas nya islam,.. guwe liat mesjid tiap 500m dan gereja tiap kurang lebih 5km,....

guwe sih bisa liat logicnya,. kalo satu desa cuma ada 1-5 keluarga yg beragama laen dari sisanya penduduk,.. masa' tiap desa tetap harus ada 1 rumah ibadah mereka??,..

demigods
August 25, 2006, 12:58
gw tinggal di bali.....
gaklah kalo sampe 2 km........

yg pasti, gak ada pengeras suara yg bikin orang senewen.
cuman ada yg aneh,
kalo ada acara melaspas kek, potong gigi kek, ato piodalan, jarang gw liat yg berjubah dan berjenggot.


karena suguhannya babi guling seh.....


coba sate kambing

ishaputra
August 27, 2006, 02:43
Satu lagi aturan tidak masuk di akal di republik ini…

Tentang pendirian rumah ibadat yang diatur dalam SKB tersebut jelas-jelas berbau kepentingan mayoritas yang merasa ”risih” jika ada rumah ibadat agama lain nyempil di antara lingkungan mayoritas.


100 orang boleh bisa tercapai, tapi mendapat DUKUNGAN MINIMAL 70 ORANG AGAMA LAIN yang jelas-jelas sulit. Kisah nyata, di komplek gua ada lebih dari 100 orang (KK) yang beragama Kristen, tapi tetep aja nggak boleh bangun gereja, karena TIDAK MENDAPAT ”RESTU” DARI TOKOH AGAMA SETEMPAT (MAYORITAS). Hanya saja karena mereka minoritas, ya dari pada nanti udah nekat bangun terus dibakar ya mendingan nurut ajalah.

Udahlah, bangun tempat ibadat itu izinnya biasa aja, sama kayak izin bangunan lainnya. Yang penting, memperhatikan UNSUR FUNGSI DAN TATA KOTA (wilayah). Orang bangun tempat ibadah itu butuh biaya, sudah jelas sebelum bangun ya pasti dipikirkan dulu. Jika ada –katakanlah- motivasi PENYEBARAN AGAMA, ya SO WHAT??? Apa yang perlu dikhawatirkan??? Apa salahnya dengan menyebarkan agama??? Yang penting cara-cara yang digunakan dalam penyebaran agama itu adalah cara-cara yang DAMAI dan TIDAK ADA UNSUR PEMAKSAAN!!!!

Kemudian, mengenai rumah pribadi yang tidak boleh dijadikan tempat ibadat, maksudnya apa? Definisi ”tempat ibadat” itu apa?

Selama ini umat agama yang melakukan kebaktian di rumah pribadi dituduh melanggar hukum karena merubah fungsi rumah tinggal menjadi tempat ibadat. Tuduhan yang tidak masuk di akal!!! Rumah pribadi adalah wilayah privat seseorang, dan si pemilik berhak melakukan kegiatan apa saja di dalam rumah tersebut sejauh perbuatannya tidak merugikan warga sekitarnya. Apalagi cuma sekedar IBADAT/doa-doa yang jelas-jelas legal di negeri ini!!!

Apa yang dikhawatirkan masyarakat sekitar, jika ada umat beragama tertentu berkumpul di rumah pribadi seseorang untuk melakukan ibadat bersama? Jika yang dikhawatirkan adalah KERAMAIANNYA, maka mestinya larangan itu berlaku juga untuk arisan, pesta, atau acara apapun yang melibatkan banyak orang yang dilakukan di rumah pribadi. Tapi kenyataannya tidak begitu. Acara pesta, arisan, pertemuan rutin KLUB, bahkan rumah pribadi yang berubah fungsi menjadi TOKO, WARUNG, WARNET, HINGGA KANTOR, tidak dianggap merugikan warga sekitar. Sedangkan rumah pribadi yang beralih fungsi menjadi tempat ibadat agama tertentu yang minoritas, dianggap sangat meresahkan warga sekitar, sehingga harus didemo dan dipaksa untuk bubar!!!!

Kuncinya, bersikap adil dan berpikir rasional!!!

deenda
August 28, 2006, 19:41
rumah ibadah emang mslh sensitif di banyak negara. Di negara yg mayoritasnya Islam, agama laen susah bikin rumah ibadah, di negara yg mayoritasnya Kristen, juga agama laen susah bikin rumah ibadahnya. mantan gw muslim Filipina susah banget ibadah di negaranya.
Yaa... gitu deh...

hanselwati
August 30, 2006, 05:09
Originally posted by deenda
rumah ibadah emang mslh sensitif di banyak negara. Di negara yg mayoritasnya Islam, agama laen susah bikin rumah ibadah, di negara yg mayoritasnya Kristen, juga agama laen susah bikin rumah ibadahnya. mantan gw muslim Filipina susah banget ibadah di negaranya.
Yaa... gitu deh...

kalo di negara mayoritas non muslim, emang susah banget mendirikan Masjid.
Di Indonesia katanya susah bikin gereja, tapi nyatanya menurut data di depag aja, tidak kurang ada 16 ribu gereja di Indonesia, itu yang ada ijinnya, gimana lagi yang gak ada ijin kaya di ruko2 ama di rumah2. Coba bandingkan di negara non muslim mana ada masjid sebanyak gitu, satu persennya aja susah kali nyarinya.

deenda
August 30, 2006, 20:42
hanselwati siapanya hansel?? hehehe....

Gregory House
May 02, 2007, 13:20
Suatu bentuk hukum yang Diskriminatif...

nb:Tau ngga kalo banyak orang cina bilang ama anak2nya "boleh memeluk agama manapun,selain islam"...Jujur aja.This is Real!


saya pikir ini terjadi karena banyaknya ekspos media massa mengenai kelakuan orang muslim garis keras seperti FPI,dr Azhari,dll yg terlihat barbar walaupun mengaku beragama

ada 2 jenis ibadah :
1. doa,pujian,penyembahan,dll (ritual)
2.melakukan kebaikan dalam hidupnya sebagai wujud orang yg mengenal Tuhan
(praktikal)

saya pikir garis keras melakukan yg pertama tetapi tidak yg kedua.
Pdhl org akan melihat dr kelakuannya dulu.


bagaimana kalau dibalik saja, anda dari suku A meminta anak anda tidak masuk agama X karena agama X yg garis keras sering melakukan pengrusakan dan kekacauan (sering masuk TV,tp sayangnya untuk tindakan kriminal), apakah anda tidak takut anak anda menjadi seperti mereka dan melarang mereka masuk?

lalu misalkan anda melihat orang2 dari agama Y yg sering masuk TV jg (tp untuk perbuatan baik,misal membantu korban bencana alam) bukankah anda lebih bersimpati kepada mereka?

dan btw drpd kita berantem di sini untuk mendiskusikan hal2 ini bukankah kita lebih baik mulai menerapkan yg nomer 2 dalam diskusi ini?
bisakah kita tidak emosional?bisakah kita sabar?bisakah kita menghargai agama/suku lain?
saya harap kita bs lebih dewasa
Tuhan memberkati ^^