botolpecah
December 17, 2005, 10:46
Seperti biasa saya sehabis pulang kantor tiba di rumah langsung duduk
bersantai sambil melepas penat. Sepertinya saya sangat enggan untuk
membersihkan diri dan langsung sholat. Sementara anak2 & istri sedang
berkumpul di ruang tengah. Dalam kelelahan tadi, saya disegarkan dengan
adanya angin dingin sepoi-sepoi yang menghembus tepat di muka saya.
Selang beberapa lama seorang yang tak tampak mukanya berjubah putih dengan
tongkat ditangannya tiba-tiba sudah berdiri di depanku. Saya sangat kaget
dengan kedatangannya yang tiba-tiba itu. Sebelum sempat bertanya.....siapa
dia...tiba-tiba saya merasa dada saya sesak... sulit untuk bernafas....
namun saya berusaha untuk tetap menghirup udara sebisanya. Yang saya rasakan
waktu itu ada sesuatu yang berjalan pelan2 dari dadaku......terus
berjalan..... kekerongkonganku.... sakittttttttt........sakit......rasanya.
Keluar airmataku menahan rasa sakitnya,.... Oh Tuhan ada apa dengan
diriku..... Dalam kondisi yang masih sulit bernafas tadi, benda tadi terus
memaksa untuk keluar dari tubuhku... kkhh.........khhhh..... kerongkonganku
berbunyi. Sakit rasanya, amat teramat sakit Seolah tak mampu aku menahan
benda tadi... Badanku gemetar... peluh keringat mengucur deras.... mataku
terbelalak.....air mataku seolah tak berhenti. Tangan & kakiku kejang-kejang
sedetik setelah benda itu meninggalkan aku. Aku melihat benda tadi dibawa
oleh orang misterius itu...pergi...berlalu begitu saja....hilang dari
pandangan. Namun setelah itu.........aku merasa aku jauh lebih ringan,
sehat, segar, cerah... tidak seperti biasanya. Aku herann... istri & anak2
ku yang sedari tadi ada diruang tengah, tiba2 terkejut berhamburan ke
arahku..
Di situ aku melihat ada seseorang yang terbujur kaku ada tepat di bawah sofa
yang kududuki tadi. Badannya dingin kulitnya membiru. siapa dia???????...
Mengapa anak2 & istriku memeluknya ! sambil menangis... mereka menjerit...
histeris ...terlebih istriku seolah tak mau melepaskan orang yang terbujur
tadi... Siapa dia.............????????
Betapa terkejutnya aku ketika wajahnya dibalikkan....
dia........dia.......dia mirip dengan aku....ada apa ini Tuhan...???????
Aku mencoba menarik tangan istriku tapi tak mampu..... Aku mencoba merangkul
anak-anakku tapi tak bisa. Aku coba
> > jelaskan kalau itu bukan aku. Aku coba jelaskan kalau aku ada di sini..
Aku mulai berteriak.....tapi mereka seolah tak mendengarkan aku Seolah
mereka tak melihatku... Dan mereka terus-menerus menangis....aku sadar..aku
sadar bahwa orang misterius tadi telah membawa rohku Aku telah mati...aku
telah mati.
Aku telah meninggalkan mereka ..tak kuasa aku menangis....berteriak......Aku
tak kuat melihat mereka menangisi mayatku. Aku sangat sedih.. selama hidupku
belum banyak yang kulakukan untuk membahagiakan mereka. Belum banyak yang
bisa kulakukan ! untuk membimbing mereka. Tapi waktuku telah
habis.......masaku telah terlewati.... aku sudah tutup usia pada saat aku
terduduk di sofa setelah lelah seharian bekerja. Sungguh bila aku tahu aku
akan mati, aku akan membagi waktu kapan harus bekerja, beribadah, untuk
keluarga dll. Aku menyesal aku terlambat menyadarinya. Aku mati dalam
keadaan belum sholat.
Ohh Tuhan, JIKA kau ijinkan keadaanku masih hidup dan masih bisa membaca
E-mail ini sungguh aku amat sangat bahagia. Karena aku MASIH mempunyai waktu
untuk bersimpuh, mengakui segala dosa & berbuat kebaikan sehingga bila maut
menjemputku kelak aku telah berada pada keadaan yang lebih siap.
bersantai sambil melepas penat. Sepertinya saya sangat enggan untuk
membersihkan diri dan langsung sholat. Sementara anak2 & istri sedang
berkumpul di ruang tengah. Dalam kelelahan tadi, saya disegarkan dengan
adanya angin dingin sepoi-sepoi yang menghembus tepat di muka saya.
Selang beberapa lama seorang yang tak tampak mukanya berjubah putih dengan
tongkat ditangannya tiba-tiba sudah berdiri di depanku. Saya sangat kaget
dengan kedatangannya yang tiba-tiba itu. Sebelum sempat bertanya.....siapa
dia...tiba-tiba saya merasa dada saya sesak... sulit untuk bernafas....
namun saya berusaha untuk tetap menghirup udara sebisanya. Yang saya rasakan
waktu itu ada sesuatu yang berjalan pelan2 dari dadaku......terus
berjalan..... kekerongkonganku.... sakittttttttt........sakit......rasanya.
Keluar airmataku menahan rasa sakitnya,.... Oh Tuhan ada apa dengan
diriku..... Dalam kondisi yang masih sulit bernafas tadi, benda tadi terus
memaksa untuk keluar dari tubuhku... kkhh.........khhhh..... kerongkonganku
berbunyi. Sakit rasanya, amat teramat sakit Seolah tak mampu aku menahan
benda tadi... Badanku gemetar... peluh keringat mengucur deras.... mataku
terbelalak.....air mataku seolah tak berhenti. Tangan & kakiku kejang-kejang
sedetik setelah benda itu meninggalkan aku. Aku melihat benda tadi dibawa
oleh orang misterius itu...pergi...berlalu begitu saja....hilang dari
pandangan. Namun setelah itu.........aku merasa aku jauh lebih ringan,
sehat, segar, cerah... tidak seperti biasanya. Aku herann... istri & anak2
ku yang sedari tadi ada diruang tengah, tiba2 terkejut berhamburan ke
arahku..
Di situ aku melihat ada seseorang yang terbujur kaku ada tepat di bawah sofa
yang kududuki tadi. Badannya dingin kulitnya membiru. siapa dia???????...
Mengapa anak2 & istriku memeluknya ! sambil menangis... mereka menjerit...
histeris ...terlebih istriku seolah tak mau melepaskan orang yang terbujur
tadi... Siapa dia.............????????
Betapa terkejutnya aku ketika wajahnya dibalikkan....
dia........dia.......dia mirip dengan aku....ada apa ini Tuhan...???????
Aku mencoba menarik tangan istriku tapi tak mampu..... Aku mencoba merangkul
anak-anakku tapi tak bisa. Aku coba
> > jelaskan kalau itu bukan aku. Aku coba jelaskan kalau aku ada di sini..
Aku mulai berteriak.....tapi mereka seolah tak mendengarkan aku Seolah
mereka tak melihatku... Dan mereka terus-menerus menangis....aku sadar..aku
sadar bahwa orang misterius tadi telah membawa rohku Aku telah mati...aku
telah mati.
Aku telah meninggalkan mereka ..tak kuasa aku menangis....berteriak......Aku
tak kuat melihat mereka menangisi mayatku. Aku sangat sedih.. selama hidupku
belum banyak yang kulakukan untuk membahagiakan mereka. Belum banyak yang
bisa kulakukan ! untuk membimbing mereka. Tapi waktuku telah
habis.......masaku telah terlewati.... aku sudah tutup usia pada saat aku
terduduk di sofa setelah lelah seharian bekerja. Sungguh bila aku tahu aku
akan mati, aku akan membagi waktu kapan harus bekerja, beribadah, untuk
keluarga dll. Aku menyesal aku terlambat menyadarinya. Aku mati dalam
keadaan belum sholat.
Ohh Tuhan, JIKA kau ijinkan keadaanku masih hidup dan masih bisa membaca
E-mail ini sungguh aku amat sangat bahagia. Karena aku MASIH mempunyai waktu
untuk bersimpuh, mengakui segala dosa & berbuat kebaikan sehingga bila maut
menjemputku kelak aku telah berada pada keadaan yang lebih siap.