View Full Version : lima orang dari wali songo keturunan cina?
Redriz
December 10, 2005, 23:49
pertama2 gw ngga tahu ini udah pernah dibikin threadnya blom?
gw denger dari bos gw yg keturunan tiong hoa, kalo lima dari sembilan wali itu keturunan cina, termasuk sunan kalijaga, apa bener?
Thianren
December 11, 2005, 16:45
Ya, gue juga pernah denger soal itu, cuma nggak tau kalo mau cari bukti otentik-nya mesti cari dimana [dunno]
dazaifukid
December 14, 2005, 14:44
ni ada artikel dari blog sebelah yang mbahas persoalannya. ttg kebenarannya g jg ga tau. well, mungkin aja, though
http://mediacare.blogspot.com/2005/02/babad-tionghoa-muslim.html
white flag
December 18, 2005, 08:42
sepertinya kesembilannya keturunan china deh
Redriz
December 19, 2005, 12:28
lo? koq bisa? ada dasarnya?
kapitten
December 21, 2005, 02:40
perlu diluruskan, bahwa yang disebut wali songo itu tidak hanya 9. yang sembilan itu dewan wali. jika salah satu wafat atau pergi ke asalnya (arab, cina, kambpuchea, persia, india) diganti oleh orang lain.
dazaifukid
December 24, 2005, 09:34
jadi aslinya ada banyak dong? trus yang kita plajarin di sejarah di skul itu cuma sbagian dari mereka??
Redriz
December 28, 2005, 23:44
menurut dosen gw sih salah kalo dibilang cuma sembilan
wali songo sendiri katanya bukan berarti sanga=sembilan, tapi lebih ke bahasa sansekerta jaman kebudayaan hindu terdahulu yaitu "Sangha"
yang artinya kurang lebih Majelis/ ya... kayak MUI pada jaman sekarang gitu lo...
cuma kalo wali yang keturunan cina ini gw masih bener2 belon tahu...
malahan katanya Gus Dur juga keturunan cina tuhh..betul iya?
dazaifukid
December 29, 2005, 00:50
Originally posted by Piecesoffire
malahan katanya Gus Dur juga keturunan cina tuhh..betul iya?
kalo yang ini, Gus Durnya pernah bilang sendiri
gopenyet
December 29, 2005, 11:33
yang cina kan 8
yang pribumi cuman 1
Bromocorah
January 13, 2006, 08:37
katanya sih............. yg 8 iya, ada turunan tionghoanya, yg 1... walisongo pertama yaitu syech maulana malik ibrahim, sunan gresik, orang persia/iran
dazaifukid
January 13, 2006, 09:24
kalo wali songo itu sebenernya majelis, jadi jumlah yang pernah jadi wali itu totalnya berapa orang?
Hamlet
January 13, 2006, 18:29
Ironis juga yah :D
rodjali
February 08, 2006, 10:00
hai... i am new member nehh... boleh ikutan nimbrung kan???
pada prinsipnya C.. sependapat dengan opini yang menyatakan bahwa wali songo tu bukan hanya sembilan orang aja...
tapi wali songo adalah nama sebuah nama lembaga saja, dan setiap periode kepengurusan memang hanya ada sembilan orang anggota........... dan ketika ada anggota yang meninggal atau pulang kampung maka akan ada yang menggantikan, jadi kalo di total sih emang banyak sekali anggotanya, dan kabarnya pun sampai saat ini lembaga wali songo tu masi ada, namun karena alasan tertentu maka tidak se formal pada masa kerajaan dulu...
mengenai anggota walisongo sebenarnya dari segala macam suku bangsa, hal tersebut bukanlah sebuah keanehan... karena dalam islam bukan sebuah hal yang aneh jika ajaran ini di peluk oleh berbagai macam suku, karena pada hakikatnya islam memandang bahwa semua suku bangsa (manusia) adalah sederajat. dan umat islam diajarkan bahwa mereka memang diciptakan berbangsa-bangsa untuk saling mengenal antara satu dengan yang lain.......................;)
rudud
February 13, 2006, 15:28
Prof Slamet Mulyana pernah berusaha untuk mengungkapkan hal ini dlm bukunya "Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara", tetapi pada th 1968 dilarang beredar, karena masalah ini sangat peka sekali dan mereka menilai menyakut masalah SARA. Kenapa demikian?
Bayangkan saja yg mendirikan kerajaan Islam pertama di Jawa adalah orang Tionghoa, bahkan Sultan nya yg pertama pun adalah orang Tionghoa: Chen Jinwen alias Raden Patah alias Panembahan Tan Jin Bun/Arya (Cu-Cu).
Walisongo atau Walisanga yg berarti sembilan (songo) Wali, tetapi ada juga yg berpendapat bahwa perkataan songo ini berasal dari kata "tsana" yg berarti mulia dlm bhs Arab sedangkan pendapat lainnya mengatakan bahwa kata tsb berasal dari kata "sana" dlm bhs Jawa yg berarti "tempat"
Para wali tsb mendapatkan gelar Sunan, yg berarti guru agama atau ustadz, namum perkataan Sunan itu sebenarnya diambil dari perkataan "Suhu/Saihu" yg berarti guru dlm bhs dialek Hokkian, sebab para wali itu adalah guru2 Pesantren Hanafiyah, dari mazhab (sekte) Hanafi. "Su" singkatan dari kata "Suhu" dan "Nan" berarti selatan, sebab para penganut sekte Hanafi ini berasal dari selatan Tiongkok.
Perlu diketahui bahwa sebutan "Kyai" yg kita kenal sekarang ini sebagai sebutan untuk guru agana Islam setidak-tidaknya hingga jaman pendudukan Jepang masih digunakan untuk panggilan bagi seorang lelaki Tionghoa Totok, seperti pangggilan "Encek".
Walisongo ini didirikan oleh Sunan Ampel pada th. 1474. Yg terdiri dari 9 wali yaitu:
Sunan Ampel alias Bong Swie Ho
Sunan Drajat alias Bong Tak Keng
Sunan Bonang alias Bong Tak Ang
Sunan Kalijaga alias Gan Si Cang
Sunan Gunung Jati alias Du Anbo - Toh A Bo
Sunan Kudus alias Zha Dexu - Ja Tik Su
Sunan Giri adalah cucunya Bong Swie Ho
Sunan Muria
Maulana Malik Ibrahim alias Chen Yinghua/Tan Eng Hoat
Sunan Ampel (Bong Swie Ho) alias raden Rahmat lahir pada th 1401 di Champa
(Kamboja), ia tiba di Jawa pada th 1443. Pada saat itu di Champa banyak
sekali orang Tionghoa penganut agama Muslim yg bermukim disana. Pada th 1479
ia mendirikan Mesjid Demak. Ia juga perencana kerajaan Islam pertama di Jawa
yang beribu kota di Bintoro Demak, dengan mengangkat Raden Patah alias Chen
Jinwen - Tan Jin Bun sebagai Sultan yang pertama, ia itu puteranya dari Cek
Kopo di Palembang.
Orang Portugis menyebut Raden Patah "Pate Rodin Sr." sebagai "persona de
grande syso" (orang yg sangat bijaksana) atau "cavaleiro" (bangsawan yg
mulia), walaupun demikian orang Belanda sendiri tidak percaya moso sih
sultan Islam pertama di Jawa adalah orang Tionghoa. Oleh sebab itulah
Residen Poortman 1928 mendapat tugas dari pemerintah Belanda untuk
menyelidikinya; apakah Raden Patah itu benar2 orang Tionghoa tulen?
Poortman diperintahkan untuk menggeledah Kelenteng Sam Po Kong dan menyita
naskah berbahasa Tionghoa,dimana sebagian sudah berusia 400 tahun sebanyak
tiga cikar/pedati. Arsip Poortman ini dikutip oleh Parlindungan yang menulis buku yang juga kontroversial Tuanku Rao, dan Slamet Mulyana juga banyak menyitir dari buku ini.
Pernyataan Raden Patah adalah seorang Tionghoa ini tercantum dlm Serat Kanda Raden Patah bergelar Panembahan Jimbun,dan dalam Babad Tanah Jawi disebut sebagai Senapati Jimbun. Kata Jin Bun (Jinwen) dalam dialek Hokkian berarti "orang kuat".
Cucu Raden Patah Sunan Prawata atau Chen Muming/Tan Muk Ming adalah Sultan terakhir dari Kerajaan Demak, berambisi untuk meng-Islamkan seluruh Jawa, sehingga apabila ia berhasil maka ia bisa menjadi "segundo Turco" (seorang Sultan Turki ke II) setanding sultan Turki Suleiman I dengan kemegahannya.
Sumber:
- D. A. Rinkes "De heiligen van Java"
- Jan Edel "Hikajat Hasanoeddin"
- B. J. O. Schrieke, 1916, Het Boek van Bonang - Utrecht: Den Boer
- G.W.J. Drewes, 1969 The admonitions of Seh Bari : a 16th century Javanese Muslim text attributed to the Saint of Bonang, The Hague: Martinus Nijhoff
- De Graaf and Pigeaud "De eerste Moslimse Vorstendommen op Java" - "Islamic states in Java 1500 -1700".
- Amen Budiman "Masyarakat Islam Tionghoa di Indonesia"
- Prof. Slamet Mulyana "Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara
Diduga Mintarjo
March 01, 2006, 12:34
Gile! Baru tau gw! Bener kata Hamlet, Ironis!
chigi28
March 01, 2006, 14:10
bukannya ane mo rusak suasana tapi perkara walisanga Cina ini dulu pernah di bahas di KG trus hasilnya all about this is HOAX why? coba teliti sumber-sumber catatan tadi pasti disana bukan hanya disebutkan Walisanga saja yang dari Cina , disana pasti juga disebutkan bahwa semua raja dan senopati di jawa ini adalah orang China . kalo Raden Patah ada kemungkinan merupakan keturunan Cina sebab memang Ibunya berasal dari kerajaan China yang dipersembahkan ke raja mAjapahit tapi ternyata beliau menjadi Muallaf. raja Brawijaya-pun kecewa dan menikahkan sang putri dengan pengurus kudanya yang setelah menikahi sang putri memperoleh wilayah di daerah Demak cikal bakal kerajaan tersebut, soal Gunung Jati beliau rasanya bukan keturunan Cina , Beliau hanya menikahi seorang putri Cina yang setelah menikah hidup Di Jawa ditemani oleh perdana menteri kerajaan tersebut yang bernama Paili bang (palembang). itu dari hikayat yang dakuw denger sorry kalo pendapat dakuw ini salah dan nggak bisa diterima , dakuw cuman pingin ikut menyumbangkan OPINI
Neoprint105
March 10, 2006, 02:01
Ga ironis juga sih,..
little known fact, china is the second largest moslem population.
Yang ironis,..
kalo dulu chinese pendatang ke daerah melayu, banyak pembawa islam atau chinese muslim yang ingin menetap dan kemudina berbaur dengan natives,
tetapi setelah datangnya bangsa barat, yang di 'import' adalah chinese merchants, workers yang di larang untuk berasimilasi dengan natives oleh bangsa pendudukan,.. yang guwe percaya ini kultur masih bertahan sampe sekarang..
0600661160
March 14, 2006, 15:48
hohoho...
lagi dunkz...
Jacooztique
April 12, 2006, 08:47
Originally posted by Neoprint105
tetapi setelah datangnya bangsa barat, yang di 'import' adalah chinese merchants, workers yang di larang untuk berasimilasi dengan natives oleh bangsa pendudukan,.. yang guwe percaya ini kultur masih bertahan sampe sekarang..
gw pengen nambah dikit..
yg menyebabkan chinese merchants untuk keluar dari negerinya sendiri karena negerinya itu Komunis, dimana semua orang harus sama dan tidak boleh memiliki lebih, mangkanya para pedagang itu harus keluar dari negaranya dan merantau kalo mau bisa berkembang...
vBulletin® v3.8.2, Copyright ©2000-2013, Jelsoft Enterprises Ltd.