Erlier
November 28, 2005, 13:03
Itulah muslim yang baik, bersikap menghormat tamu meskipun berbeda keyakinan...
Apalagi tamu tersebut mengatakan tujuannya untuk dukungan moralitas...
akan lain ceritanya kalo pak pendetan mengajak Ustadz baasyir menyalakan lilin
natal....
dijamin pak ustadz tidak mau karena menyangkut ubudiyah..
ustadz baasyir merupakan contoh perilaku bagaimana muslim harus bersikap pada
tamu sebagaimana diajarkan Rasulullah...
Harian Komentar
28 October 2004
Ketum PGI bertandang ke LP Cipinang
Ba'asyir Gembira Dijenguk Pendeta
Tersangka kasus bom Hotel JW Marriott, Abu Bakar Ba'asyir yang juga dituding
terlibat dalam sejumlah kasus pengeboman gereja, mendapat kunjungan
istimewa, di LP Cipinang, Rabu (27/10) kemarin. Pasalnya, salah tamu yang
datang menjenguknya di penjara adalah Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja
di Indonesia (PGI), Pendeta Dr Nathan Setiabudi. Apa reaksi Ba'asyir?
Ba'asyir mengucapkan terima kasih atas kunjungan tokoh agama Kristen
tersebut. ''Sua-sana pertemuan berlangsung santai, dan Ustad Abu Bakar Ba'asyir
terlihat sangat gem-bira dan ceria menyambut ke-datangan saya,'' kata Pdt
Nathan menggambarkan sua-sana pertemuannya dengan tokoh Islam yang penuh
kon-troversial tersebut.
Diceritakan Pdt Nathan khu-sus kepada Komentar kemarin (27/10), dalam
pertemuan yang menyita waktu hampir satu jam itu, dirinya dan Ba'asyir
begitu bertemu saling menyapa kondisi kesehatan. Lalu apa maksud kedatangan
Pdt Nathan? "Saya mengun-jungi Ba'asyir sebagai warga negara, dan Ba'asyir
sedang menghadapi hukum dan saya sepakat dengan ustad bahwa hukum harus
ditegakkan," ungkap Pdt Nathan.
Selain itu, kata Pdt Nathan, sebagai sesama rohaniawan, dirinya perlu
memberikan du-kungan moril terhadap Ba'asyir. Sebab tidak dipung-kiri bahwa
Abu Bakar Ba'asyir juga adalah tokoh muslim, dan tentunya keduanya harus
sa-ling memberi perhatian.
"Ustad sedang menghadapi persoalan hukum, saya seba-gai pimpinan umat harus
sa-ling memperhatikan dalam bentuk dukungan moril," kata Pdt Nathan.
Menariknya, Ba'asyir selain berterima kasih atas kunju-ngan yang penuh makna
itu, berjanji jika nantinya dia su-dah diperkenankan, akan membalas
kunjungan Pendeta Nathan. "Setelah tidak ada per-soalan hukum, ustad akan
me-ngunjungi saya, dan ustad sa-ngat terima kasih atas kunju-ngan ini,"
tutur Pdt Nathan.
Pada bagian lain, Pdt Nathan menjelaskan, kunjungannya ini bukan resmi
kunjungan se-bagai pemimpin PGI, melain-kan bentuk dukungan moril sesama
pemimpin umat di Indonesia. "Jadi, kunjungan ini tidak ada unsur apapun, dan
ini murni sebagai wujud simpati sesama pemimpin umat beragama," tukasnya
se-raya mengimbau, agar perwu-judan kunjungan tersebut, bisa tercermin
sampai ke akar rumput, bahwa perbedaan agama tidak menghalangi sua-tu
kebersamaan.
"Dan Allah memberi jalan pa-da kita dalam kondisi sempit, namun mempunyai
maksud baik," kuncinya seraya mene-gaskan, bahwa persoalan Ustad Ba'asyir
bersalah atau tidak, itu adalah persoalan hukum.
Seperti diketahui, Kamis (28/10) ini, Ba'asyir akan duduk di kursi pesakitan
PN Jaksel yang bertempat di Auditorium De-partemen Pertanian (Deptan),
Ragunan, dalam kasus teroris-me bom Hotel Marriott dan pe-nemuan amunisi di
Semarang.
Sementara itu, dari pantauan koran ini kemarin, auditorium Deptan yang
berada di gedung F, gedung Deptan, Ragunan, Jakarta Selatan, sudah 'disu-lap'
menjadi ruang sidang.
Meja-meja persidangan su-dah dialasi dengan kain hijau, warna khas lembaga
peradilan. Di meja itu sudah dipasang tulisan-tulisan 'Hakim Ketua', 'Hakim
Anggota', 'Jaksa Pe-nuntut Umum', dan 'Penasihat Hukum'.
Bangku-bangku untuk pe-ngunjung sebanyak 600 buah juga sudah dipasang.
Jumlah kursi yang disediakan di au-ditorium berkapasitas 1.500 orang ini
sesuai dengan ins-truksi dari PN Jakarta Selatan.
Persiapan terakhir yang di-lakukan adalah mengetes tata suara yang akan
digunakan untuk persidangan hari ini. Para petugas ingin memasti-kan sejak
dini bahwa penge-ras suara yang digunakan ber-fungsi dengan baik.
Sementara itu, dilaporkan, ratusan pendukung Ba'asyir, sejak Rabu (27/10)
kemarin, telah berangkat ke Jakarta un-tuk mengikuti sidang pertama Amir
Majelis Mujahidin Indo-nesia (MMI), Abu Bakar Baasyir.
Para pendukung Baasyir ber-maksud memberikan dukungan pada pemimpinnya. Para
pendu-kung Ba'asyir di Ngruki berha-rap pemerintahan baru di bawah
kepemimpinan SBY-Kalla me-ninjau ulang kasus tersebut. "Pemerintahan yang
baru ini seyogyanya lebih bijak. Koruptor triliunan rupiah saja dibiarkan
melenggang kenapa seorang ustad yang belum begitu kuat bukti salahnya selalu
saja digan-jal rasa keadilannya dengan ber-bagai cara. Ustad Abu kan hanya
seorang da'i," ujar Wahyuddin, Direktur Pondok Pesantren Al Mukmin,
pesantren yang didiri-kan Ba'asyir.(zal/dtc/tmp)
Ustadz Abubakar Ba’asyir: “Kezhaliman Akan Terus Saya Lawan”
Meski terus menjadi orang teraniaya oleh Amerika, Abubakar Ba'asyir berharap bisa menasehati Bush jika Allah menakdirkan bertemu. "Saya akan bilang, kalau kamu tidak taubat, nerakamu itu paling dalam,” ujarnya
Apalagi tamu tersebut mengatakan tujuannya untuk dukungan moralitas...
akan lain ceritanya kalo pak pendetan mengajak Ustadz baasyir menyalakan lilin
natal....
dijamin pak ustadz tidak mau karena menyangkut ubudiyah..
ustadz baasyir merupakan contoh perilaku bagaimana muslim harus bersikap pada
tamu sebagaimana diajarkan Rasulullah...
Harian Komentar
28 October 2004
Ketum PGI bertandang ke LP Cipinang
Ba'asyir Gembira Dijenguk Pendeta
Tersangka kasus bom Hotel JW Marriott, Abu Bakar Ba'asyir yang juga dituding
terlibat dalam sejumlah kasus pengeboman gereja, mendapat kunjungan
istimewa, di LP Cipinang, Rabu (27/10) kemarin. Pasalnya, salah tamu yang
datang menjenguknya di penjara adalah Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja
di Indonesia (PGI), Pendeta Dr Nathan Setiabudi. Apa reaksi Ba'asyir?
Ba'asyir mengucapkan terima kasih atas kunjungan tokoh agama Kristen
tersebut. ''Sua-sana pertemuan berlangsung santai, dan Ustad Abu Bakar Ba'asyir
terlihat sangat gem-bira dan ceria menyambut ke-datangan saya,'' kata Pdt
Nathan menggambarkan sua-sana pertemuannya dengan tokoh Islam yang penuh
kon-troversial tersebut.
Diceritakan Pdt Nathan khu-sus kepada Komentar kemarin (27/10), dalam
pertemuan yang menyita waktu hampir satu jam itu, dirinya dan Ba'asyir
begitu bertemu saling menyapa kondisi kesehatan. Lalu apa maksud kedatangan
Pdt Nathan? "Saya mengun-jungi Ba'asyir sebagai warga negara, dan Ba'asyir
sedang menghadapi hukum dan saya sepakat dengan ustad bahwa hukum harus
ditegakkan," ungkap Pdt Nathan.
Selain itu, kata Pdt Nathan, sebagai sesama rohaniawan, dirinya perlu
memberikan du-kungan moril terhadap Ba'asyir. Sebab tidak dipung-kiri bahwa
Abu Bakar Ba'asyir juga adalah tokoh muslim, dan tentunya keduanya harus
sa-ling memberi perhatian.
"Ustad sedang menghadapi persoalan hukum, saya seba-gai pimpinan umat harus
sa-ling memperhatikan dalam bentuk dukungan moril," kata Pdt Nathan.
Menariknya, Ba'asyir selain berterima kasih atas kunju-ngan yang penuh makna
itu, berjanji jika nantinya dia su-dah diperkenankan, akan membalas
kunjungan Pendeta Nathan. "Setelah tidak ada per-soalan hukum, ustad akan
me-ngunjungi saya, dan ustad sa-ngat terima kasih atas kunju-ngan ini,"
tutur Pdt Nathan.
Pada bagian lain, Pdt Nathan menjelaskan, kunjungannya ini bukan resmi
kunjungan se-bagai pemimpin PGI, melain-kan bentuk dukungan moril sesama
pemimpin umat di Indonesia. "Jadi, kunjungan ini tidak ada unsur apapun, dan
ini murni sebagai wujud simpati sesama pemimpin umat beragama," tukasnya
se-raya mengimbau, agar perwu-judan kunjungan tersebut, bisa tercermin
sampai ke akar rumput, bahwa perbedaan agama tidak menghalangi sua-tu
kebersamaan.
"Dan Allah memberi jalan pa-da kita dalam kondisi sempit, namun mempunyai
maksud baik," kuncinya seraya mene-gaskan, bahwa persoalan Ustad Ba'asyir
bersalah atau tidak, itu adalah persoalan hukum.
Seperti diketahui, Kamis (28/10) ini, Ba'asyir akan duduk di kursi pesakitan
PN Jaksel yang bertempat di Auditorium De-partemen Pertanian (Deptan),
Ragunan, dalam kasus teroris-me bom Hotel Marriott dan pe-nemuan amunisi di
Semarang.
Sementara itu, dari pantauan koran ini kemarin, auditorium Deptan yang
berada di gedung F, gedung Deptan, Ragunan, Jakarta Selatan, sudah 'disu-lap'
menjadi ruang sidang.
Meja-meja persidangan su-dah dialasi dengan kain hijau, warna khas lembaga
peradilan. Di meja itu sudah dipasang tulisan-tulisan 'Hakim Ketua', 'Hakim
Anggota', 'Jaksa Pe-nuntut Umum', dan 'Penasihat Hukum'.
Bangku-bangku untuk pe-ngunjung sebanyak 600 buah juga sudah dipasang.
Jumlah kursi yang disediakan di au-ditorium berkapasitas 1.500 orang ini
sesuai dengan ins-truksi dari PN Jakarta Selatan.
Persiapan terakhir yang di-lakukan adalah mengetes tata suara yang akan
digunakan untuk persidangan hari ini. Para petugas ingin memasti-kan sejak
dini bahwa penge-ras suara yang digunakan ber-fungsi dengan baik.
Sementara itu, dilaporkan, ratusan pendukung Ba'asyir, sejak Rabu (27/10)
kemarin, telah berangkat ke Jakarta un-tuk mengikuti sidang pertama Amir
Majelis Mujahidin Indo-nesia (MMI), Abu Bakar Baasyir.
Para pendukung Baasyir ber-maksud memberikan dukungan pada pemimpinnya. Para
pendu-kung Ba'asyir di Ngruki berha-rap pemerintahan baru di bawah
kepemimpinan SBY-Kalla me-ninjau ulang kasus tersebut. "Pemerintahan yang
baru ini seyogyanya lebih bijak. Koruptor triliunan rupiah saja dibiarkan
melenggang kenapa seorang ustad yang belum begitu kuat bukti salahnya selalu
saja digan-jal rasa keadilannya dengan ber-bagai cara. Ustad Abu kan hanya
seorang da'i," ujar Wahyuddin, Direktur Pondok Pesantren Al Mukmin,
pesantren yang didiri-kan Ba'asyir.(zal/dtc/tmp)
Ustadz Abubakar Ba’asyir: “Kezhaliman Akan Terus Saya Lawan”
Meski terus menjadi orang teraniaya oleh Amerika, Abubakar Ba'asyir berharap bisa menasehati Bush jika Allah menakdirkan bertemu. "Saya akan bilang, kalau kamu tidak taubat, nerakamu itu paling dalam,” ujarnya