View Full Version : Analogi







k1nky
October 19, 2005, 10:24
Monas
==================
God: Pernah dengar istilah toleransi agama?

Me: Pernah, kenapa memangnya?

G:Apa definisimu tentang itu?

M:Toleransi ya..memberikan kebebasan kepada pemeluk agama lain untuk
melakukan peribadatannya masing-masing.

G:Betul. Dan menurutmu apakah sudah berjalan dengan baik ?

M:Lumayan deh.

G: Belum maksimal sayangnya. Toleransi adalah suatu langkah maju
perkembangan spiritual manusia, revolusioner dan merupakan awal dari
perdamaian yang kamu cari-cari itu. Toleransi adalah tanda-tanda awal
kebangkitan spiritual. Namun sayangnya, sebagian pemimpin agama masih
melihat agama yang lain sebagai 'saingan', sehingga melarang pengikutnya
untuk berkecimpung dengan agama lain, bahkan melarang untuk sekedar
mengucapkan selamat hari raya mereka. Apalagi merayakannya bersama-sama.

M:Ya bagaimana mungkin merayakannya bersama-sama. Tuhannya kan beda.

G:Kata siapa?

M:Ya bedalah jelas. Namanya saja beda.

G:Kamu tau air kan?

M:Ya. Kenapa memangnya ?

G: Orang Amerika/Inggris menyebutnya water. Bangsamu menyebutnya air.
Bangsa lain, ambil contoh Jerman bilang itu wasser. Wong Jowo bilang
banyu. Tapi secara "benda" sama kan? Itu-itu juga.

M:Ya itu kan air. Kalau udah ngomongin Tuhan ya nggak bisa dong
disamakan begitu saja.

G: Oke, kamu pernah punya nama julukan?

M:Wah banyak.

G: Dan setiap kali kamu dipanggil dengan nama-nama yang berbeda-beda itu,
kamu menoleh tidak?

M:Ya, aku kira ya. Meskipun kalau nama julukannya kadang cenderung
menghina, aku agak sebal juga.

G:Tapi kamu mengerti kan kalau julukan itu ditujukan untukmu?

M:Iya sih.

G:Kalau kamu saja tidak keberatan dipanggil dengan nama macam-macam,
mengapa Aku harus keberatan? Apakah Aku akan tersinggung jika saja ada
yang memanggilKu dengan nama yang 'menurutmu' buruk? Aku Yang Serba
'Maha' darimu, masih punya rasa tersinggung? Panggilan yang berbeda-beda
itu kan menuju ke kamu, yang itu-itu juga kan? Orangnya sama.

M:Loh tapi kan secara wujud, Tuhannya memang beda-beda.

G:Ah kamu itu...lucu...tahu dari mana sih? Kalau secara wujud memang
beda-beda....berarti Tuhanmu tidak sempurna dong, karena punya saingan
yang lain...ya nggak? Sementara bukankah kamu percaya Tuhanmu itu satu?

M:Iya aku percaya itu. Tetapi konsep Tuhan agama-agama lain kan beda.
Ada yang percaya dewa-dewa, bahkan.

G:Tapi lihat intinya, sayang. Intinya, mereka mengakui kalau ada 'wujud
yang lebih tinggi', yang menguasai segalanya. Dan umumnya di agama-agama
yang mengakui adanya dewa-dewa, tetap ada satu dewa yang paling berkuasa
dari yang lain. Dan Aku mengerti akan hal ini, dan tidak
mempermasalahkannya sama sekali.

M:Hmmm. Jadi maksudmu Tuhan yang berbeda-beda nama itu, dan konsep yang
berbeda-beda itu sebenarnya mengacu pada Tuhan yang sama?

G:Aku tidak akan menjawab itu, tapi aku coba analogikan begini. Kamu
ditugaskan untuk pergi ke Monas, Jakarta dari kotamu, Semarang. Kamu
belum pernah ke Jakarta sebelumnya. Kamu mencoba mencari tahu naik apa
yang paling aman. Akhirnya kamu memutuskan untuk naik pesawat terbang
dulu ke Jakarta. Pada saat naik pesawat terbang, kamu sebelumnya juga
sudah memilih maskapai mana yang kamu anggap paling aman dari sekian
banyak maskapai yang ada. Setibanya di Jakarta, dari airport kamu
memutuskan untuk naik taksi, langsung ke Monas, karena paling praktis,
dan tidak perlu bertanya-tanya kepada banyak orang. Nah menurutmu,
apakah jalan menuju Monas hanya melalui rute itu?

M:Tentu saja tidak.

G:Nah sekarang jika kita analogikan agama sebagai rute tadi, dan Monas
sebagai Diriku. Menurutmu, rute ke Monas dari Semarang ada berapa
banyak?

M:Wah ya banyak sekali, bisa ribuan kemungkinan.

G:Nah seperti itulah jalan menujuKu. Tapi apa yang terjadi di duniamu
sekarang ini adalah masing-masing rute meng-klaim bahwa rutenyalah yang
paling benar, paling aman. Dan semakin banyak orang yang mengikuti salah
satu rute misalnya, timbullah kelompok-kelompok. Hingga akhirnya terjadi
persaingan antara kelompok-kelompok rute ini untuk berlomba-lomba
mendapatkan 'pelanggan' sebanyak-banyaknya. Pelanggan dari rute lain pun
kalau perlu mereka bajak dengan cara apapun, ya karena itu tadi, mereka
merasa paling aman, sehingga seolah-olah ingin berusaha 'menyelamatkan'
pelanggan dari rute yang lain, yang menurut mereka tidak aman. Kalau ada
yang bilang rute ini yang paling aman, kamu percaya?

M:Belum tentu.

G:Jadi, aktivitas yang sekarang terjadi di dunia ini bukannya "nongkrong
di Monas" rame-rame sama Aku, malahan sibuk rebutan pelanggan sepanjang
perjalanan. Masing-masing rute berusaha menarik sebanyak-banyaknya
pelanggan ke rutenya masing-masing. Kapan sampai ke Monas-nya?

M:Wah itu analogi yang menarik.

G:Tunggu sampai kau dengar analogi berikutnya. Sekarang kamu bayangkan
kamu berada di dalam salah satu pesawat dari sekian puluh rute yang ada,
yang telah kamu pilih. Di dalam pesawat itu, ada banyak kursi bukan?
Masuk akal tidak kalau kamu bilang kursi yang paling aman yang paling
depan, atau yang paling tengah?

M:Suatu pernyataan yang tidak mendasar.

G:Nah, tetapi itulah yang terjadi di duniamu sekarang. Kita analogikan
pesawat itu sebagai salah satu agama. Kamu tahu, bahkan di dalam suatu
agama itu terpecah-pecah lagi ke dalam kelompok-kelompok, seperti
analogi kursi tadi. Seolah-olah kursi yang satu lebih 'benar' dari yang
lain, meskipun kendaraannya sama, dan tujuannya sama.

M:Wah ngeri ya.

G:Analogiku belum selesai. Kamu tahu, bahkan ketika kamu duduk di salah
satu kursi itu, bisa timbul perdebatan lagi.

M:Hah? Maksudnya?

G:Ya, posisi duduk kamu juga bisa dipertentangkan, tahu tidak.
Larangan-larangan seperti kamu tidak boleh tidur, atau melihat ke luar
jendela misalnya, bisa saja timbul. Bahkan pakaian yang kamu pakai,
ukuran celana atau baju kerap menjadi masalah, mana yang benar. Masuk
akal nggak kalo ada yang bilang, kalo di pesawat, kamu harus duduk di
kursi tengah, celananya harus blue jeans, kakinya harus dilipat, dan
jangan tidur, supaya kamu aman dan selamat sampai tujuan ?

M:Yang benar saja.

G:Ya. Kamu bisa bilang begitu. Tapi itulah yang terjadi di duniamu
sekarang. Jadi kalo kita kembali ke analogi 'pesawat-kursi-posisi duduk
di kursi' tadi, kira-kira begitulah yang terjadi dengan sebagian agama
yang besar. Dalam satu agama, mereka terpecah-pecah lagi ke dalam
kelompok-kelompok (layaknya pesawat dengan kursi-kursinya), dan
masing-masing kelompok memperdebatkan 'cara' ritual yang benar (layaknya
duduk di kursi memperdebatkan posisi duduk yang benar), sehingga
terpecah-pecah lagi ke dalam kelompok-kelompok yang lebih kecil lagi,
begitu seterusnya. Menurutmu perlu nggak sih memperdebatkan hal-hal
kecil semacam itu, sementara banyak hal besar yang lain yang lebih
penting, perdamaian yang kamu cari-cari contohnya?

M:Aku tidak bisa berkata apa-apa. Memang begitu kenyataannya. Dan tentu
saja hal-hal kecil seperti itu tidak perlu diperdebatkan.

G:Menurutmu, Aku, Yang Serba Maha Ini, apakah masih terbatasi dengan
pakaian yang kamu pakai pada saat kamu mencari jalan kepadaKu, masih
terbatasi dengan 'hanya satu ritual yang benar', 'hanya satu kelompok
yang benar', dan hal-hal kecil lainnya? Coba kamu pikirkan kembali.

M:Betul juga.

G:Sekarang kita kembali ke rute kita secara keseluruhan tadi,
perjalananmu dari Semarang ke Monas, mencoba menjawab pertanyaanmu tadi.
Seberapapun banyaknya rute yang menuju ke Monas, Monas-nya kan tetap
cuma satu, itu-itu juga, apapun orang memanggilnya. Monas, Monumen
Nasional, National Monument, dll. Sama seperti analogi air dan nama
julukanmu tadi. Nah sekarang menurutmu, rutemukah yang paling benar?

M:Tidak juga. Jadi semuanya benar?

G:Tidak juga, ada juga rute yang sengaja menyesatkanmu, misalnya dengan
membuat Monas-monas yang lain. Rute-rute yang tidak menuju ke Monas,
padahal bilangnya ke Monas, tentu menyesatkan.

M:Jadi bagaimana tahunya?

G:Hatimu pasti bisa membedakannya.

k1nky
October 19, 2005, 10:31
Tuhanmu Bukan Tuhanku
==================

tuhanmu, ya tuhanmu
tuhanku, ya tuhanku

tuhanmu berbeda dengan tuhanku

menurutmu, tuhanku bukan tuhan
menurutku, tuhanmu bukan tuhan

tuhanmu menciptakan agama yang kamu anut
tuhanku menciptakan agama yang aku anut

agamamu, ya agamamu
agamaku, ya agamaku

menurutmu, aku ini kafir
menurutku, kamu itu kafir

tuhanmu menciptakan surga untukmu
tuhanku menciptakan surga untukku

surga buatan tuhanmu bukan untukku
surga buatan tuhanku bukan untukmu

tuhanmu menciptakan neraka
katamu, neraka buatan tuhanmu itu untukku

tuhanku juga menciptakan neraka
karena neraka buatan tuhanku itu untukmu

tapi kamu berteriak, "kau harus percaya pada tuhanku,
agar tak
dibuang ke dalam neraka jahanam buatan tuhanku!"
aku pun berteriak, "kau yang harus mengakui tuhanku,
agar tak disiksa
habis-habisan dalam neraka buatan tuhanku!"

"goblok!" bentakmu. "menurut agamaku, tuhanmu itu hantu!"
"bodoh!" sergahku. "menurut agamaku, justru tuhanmu itu hantu!"

"biadab!" umpatmu. "kau menghujat tuhanku!"
"bedebah!" makiku. "kau menghujat tuhanku!"

maka kamu dan aku saling naik pitam, saling mencabut parang
saling menyerang hingga parang bersarang dalam erang kesakitan

kamu mati
aku juga mati

kamu menghadap tuhanmu
aku menghadap tuhanku

di langit tuhanmu dan tuhanku mengadakan pertemuan
karena tuhanmu tidak rela menerima kematianmu
dan tuhanku pun tidak rela menerima kematianku

pertemuan menjadi debat tanpa batas
kesabaran tuhanmu habis
kesabaran tuhanku juga demikian

lantas tuhanmu berkelahi dengan tuhanku
perkelahian seru dari dendam kesumat purba

langit bergemuruh
halilintar runtuh

di bumi, anakmu bilang, "wah tuhanku marah."
anakku pun bilang, "tuhanku-lah yang marah."

"goblok!" bentak anakmu. "tuhanku marah, gara-gara kau
tidak mau
menyembah tuhanku, bertobat dari kafirmu lalu masuk
agamaku!"
"bodoh!" balas anakku. "tuhankulah yang marah,
gara-gara kau tidak mau
menyembah tuhanku, bertobat dari kafirmu lalu masuk
agamaku!"

"biadab!" umpat anakmu. "kau menghina agamaku!"
"bedebah!" maki anakku. "kau menghina agamaku!"

maka anakmu dan anakku saling bersitegang, saling mencabut parang
saling menyerang hingga parang bersarang dalam erang
kesakitan

anakmu mati
anakku juga mati

anakmu menghadap tuhanmu
anakku menghadap tuhanku

di langit tuhanmu dan tuhanku mengadakan pertemuan lagi
karena tuhanmu tidak ikhlas menerima kematian anakmu
dan tuhanku pun tidak ikhlas menerima kematian anakku

pertemuan kembali menjadi debat tanpa batas
kesabaran tuhanmu habis
kesabaran tuhanku juga begitu

lantas tuhanmu berkelahi lagi dengan tuhanku
perkelahian seru dari dendam kesumat purba

langit bergemuruh
halilintar runtuh

di bumi, cucumu bilang, "wah tuhanku murka, sebab ia
membenci adanya
orang-orang kafir semacam kau!"
cucuku pun bilang, "tuhanku-lah yang murka, sebab ia
membenci adanya
orang-orang kafir semacam kau!"

lantas, lagi-lagi saling tebas
sama-sama nyawa lepas

di suatu tempat, iblis, setan, ruh jahat dan sesamanya berkumpul
melingkari meja, menyaksikan semua
mereka tertawa terbahak-bahak sambil menikmati
perjamuan darah non alkohol
"sesungguhnya, kita tahu siapa tuhan yang sebenarnya itu," kata mereka

Hamlet
October 19, 2005, 11:20
Bagus nih, sis. Dapet dari mana? :)

k1nky
October 19, 2005, 11:53
artikel2 tsb buat orang2 yg suka pada ributin Tuhannya yg paling bener... :D

@hamlet, gue dapet dari milis rohani :)

My-love
October 20, 2005, 00:03
wahh bagus nih, Kinky.Penjelasan yg ringan,yg gak bikin org berputar2 otaknya utk mencerna secara alkitabiah. Penjelasan2 ringan ,tepat dan singkat begini yg banyak membantu org2 utk lbh mengenal dan belajar banyak lagi. Thnks for sharing

k1nky
October 20, 2005, 14:48
well, seperti kata Gud Dur, Tuhan itu gak perlu dibela. lha kalo semua orang membela "Tuhan"nya masing2, mengklaim Tuhan mereka paling bener, ya jadinya gitu, saling gontok2an, n berantem. dipikir dengan gitu mereka dapet "tempat" di surga mereka kali ya? bukannya dengan berantem n gontok2an malah brarti mereka mendengarkan bisikan2 setan? :o

ndableg
October 31, 2005, 11:22
Wah... kinky.. top banget..
Gw suka analogi yg pertama.. cara penyampaiannya hebat.. gw copy yah mas.. mbak..?

k1nky
November 02, 2005, 21:05
Originally posted by ndableg
Wah... kinky.. top banget..
Gw suka analogi yg pertama.. cara penyampaiannya hebat.. gw copy yah mas.. mbak..?

monggo.... gue dapet nya juga dari milis kok... :p

wicked_witch
November 28, 2005, 10:43
top abiz analogiY!!!!
coba tiap org di dunia bs mikir ky gt...

french_fries
November 28, 2005, 14:27
terus apa gunanya iklan2 islam dan kristenisasi?

rugi banget tu analogi

Predator
November 29, 2005, 16:06
moga-moga aja analogi kinky itu dibaca para missionaris, & mereka sadar kalo mo nyari domba nyasar ya ke Israel sono gitu loh !!!

wicked_witch
November 29, 2005, 16:19
tau tuch..
deman banget nyari domba nyasar...
padahal blom tentu tuch domba punya dy jg...
rese banget!!!
hahahahahahaha

prometheusz
December 01, 2005, 00:44
Originally posted by Predator
moga-moga aja analogi kinky itu dibaca para missionaris, & mereka sadar kalo mo nyari domba nyasar ya ke Israel sono gitu loh !!!

Itu dia masalahnya...
Selama ini kita cuma meliat kesalahan ada pada orang lain dan tidak pernah meliat diri kita sendiri. akibatnya masalah gak pernah selesai karena kita semua saling tunggu.
Alangkah baiknya kalo introspeksi seperti yang dituliskan kinky di atas diterapkan pada diri sendiri sebelum menjulurkan telunjuk pada orang lain...

capulet
December 01, 2005, 03:40
LOL... setuju, prometheusz

mbah_jambrong
December 01, 2005, 05:02
agamaku adalah istriku.
agamamu adalah istrimu.

bagiku istriku yang tercantik di dunia.
bagimu istrimu yang tercantik di dunia.

apa perlu diadakan kontes mencari yang tercantik antara istriku dan istrimu?
siapa yang menjadi jurinya, tetangga sebelah lagi?
menurut mereka saja, istri mereka yang tercantik di dunia kok...
kalau begitu, siapa yang tercantik di kampung ini?
istri kita sendiri dong...

aku mencintai istriku.
kamu mencintai istrimu.
aku mengawini istriku karena cintaku.
kamu mengawini istrimu karena cintamu.

karena itu aku tidak akan mengganggu istrimu.
karena itu kamu tidak akan mengganggu istriku.
karena aku tidak akan mau mengawini istrimu.
karena kamu tidak akan mau mengawini istriku.

istriku tetap yang tercantik untukku.
istrimu tetap yang tercantik untukmu.

kita tetap bisa jadi tetangga yang baik,
tanpa meributkan kecantikan istri-istri kita bukan...?

ishaputra
December 10, 2005, 13:20
Originally posted by mbah_jambrong
agamaku adalah istriku.
agamamu adalah istrimu.

bagiku istriku yang tercantik di dunia.
bagimu istrimu yang tercantik di dunia.----------

Barti, nilai klaim bahwa "agamaku adalah kebenaran mutlak" hanya seperti klaim "istriku tercantik di dunia".. gitu ya? hahahaha... cuma segitu kah nilai "kebenaran sejati" itu?

Terus, apa urusannya dengan "diluar agamaku tidak ada keselamatan?" Apa isteri yang selain isteriku (yang mana paling cantik sejagat) dijamin tidak akan menjadi isteri yang baik? Hahahaha.. bikin analogi nyang bener cah..

ndableg
December 10, 2005, 22:25
ya iya dong..
wanita yang selain isteriku (yang mana paling cantik sejagat) dijamin tidak akan menjadi isteri yang baik bagi ku..

gitu aja ribet nih.. orang pinter..

bawaannya udah anti aja sih...

Redriz
December 10, 2005, 22:56
Originally posted by k1nky
Monas
==================

G:Hatimu pasti bisa membedakannya.

bisa nyari monas cuma modal hati doank???

ada banyak peta dari yogya ke jakarta yg ku pegang sekarang, tujuan yg disebutkan emang sama monas jakarta, cuma rute2 nya beda-beda dan jalannya aku sama sekali belum pernah ku lewati, ada satu jalan ku lihat "aman", aku dilarang minum2an keras biar tetap jernih pikiran dalam perjalanan, boleh bawa istri tidak boleh tidak biar ngga pusing ato keluyuran menyimpang dari jalan, karena aku sungguh mencurigai diri aku sendiri, apakah aku bener2 pengen melihat monas, ato mau mencari jodoh/istri yg tercantik disana, mencari emas disana bukan monasnya, nah lo travel guidenya aku harus ngikutin yg mana, pegen tak jalani semuanya sih, tapi takut cuma mutar-mutar, dan waktu ku pun tak cukup banyak.

kalo tidak salah Monas membikin peta yang valid dan kredibel, tapi yg mana ya, apa semuanya?, apa musti hanya dengan pake hati lagi nyari jalannya, hati yg mana, hati yg sering lupa miss called monas di kala senang?
apa yakin dengan hati toq ndak perlu mbaca iklan2 ngga perlu mbaca peta bisa?

:bingung:

:maaf:

ndableg
December 11, 2005, 12:02
Pake hati dan pikiran dalam menentukan jalannya pak. Misalnya ada yg naek ojek, ada yg naek taksi, ada yg naek sepeda, naek kereta dll. Setiap cara tentu beda2, ada yg lama sampenya, ada yg mahal, ada yg capek, ada yg berliku2 jalannya.

Kalo kita udah memilih jalan yg enak di hati, ya tinggal kita jalanin aja. Jangan liat orang naek taksi kita iri. Ato jangan memaksa orang yg naek becak utk ikut dgn kita. Ato mengejek/merendahkan cara orang lain dlm rangka menuju monas...

Karena intinya sama.. menuju monas...

ndableg
December 11, 2005, 12:03
Bisa kita jelaskan kpd yg lain kenapa kita naek kendaraan ini ato ambil jalan ini ke monas..bahwa cara yg lo tempuh itu yg terbaik menuju monas.. tapi bukan dgn cara paksa ato ngejek.. sapa yg mo ngikut elu kalo caranya gitu??

ndableg
December 11, 2005, 12:08
Mungkin memang kendaraan, ato jalan yg lo tempuh udah bener. Tapi elo paksa2 orang lain ato cela cara orang laen, sapa yg naro hati ma cara lu? Tentulah pake hati..

Biar naek becak, kalo hati tenang, riang gembira, bahagia... buat apa ngikut yg maksa2.. ngejek2?

Terangkan dengan logika biar ngerti dan gunakan kelembutan biar jatuh hati..

ndableg
December 11, 2005, 12:10
Tapi buat gw sih.. sabodo teuing yg laen...

Redriz
December 17, 2005, 04:03
ngga boleh gitu donk mas...gw kan perlu pencerahan......

saoalnya my biggest problem is.................
gw pikir ni monas udah nyiptain satu2nya pesawat yg nyaman tenang dan cepat yg ngga perlu pake becak ojek ato takut ketinggalan kereta. karena kapasitasnya luas dan kapan aja bisa........
tapi masih banyak yg ngeyel!(mungkin gw juga salah satunya)
mereka nyiptain kereta express tandingan, nyiptain becak
yg di lihat sekilass emang tujuannya monas, tapi di baca dari peta nya, ada yg salah kutip jumlah penduduk dan letak wilaya serta mengalami beberapa kali revisi, ada yg buta-tuli sekedar pake hati nyuruh duduk bersemedi (ngga usah pake beca ato kereta), dan ada yang saya percaya secara hati dan logika dilihat dari keabsahan sejarah dan role modelnya cocok dengan kebutuhan saya.........
tapi ya itu.........
gw masih mencurigai diri sendiri, apa keyakinan gw itu betul.......
dilihat dari keterbatasan arsip otak gw yg lemah.
yg pasti pake seluruh kendaraan dan melewati seluruh jalan yang ada di peta2 itu akan tidak bisa diterima oleh akal saya pribadi....
jadi..........:maaf:

ndableg
December 17, 2005, 16:25
dilihat dari keterbatasan arsip otak gw yg lemah

ya.. banyak belajar.. banyak2 digunakan..