View Full Version : 70 % kebijakan TOLOL, caranya pun TOLOL
DWibowo1.
October 02, 2005, 05:49
Com, sekitar awal2 2001 waktu gwe masih SMA, gwe pernah wawancara anak2 yg jadi pemulung untuk project antropology gwe. Waktu itu dari 11 anak yang gwe wawancara, 8 (atau 9?)diantaranya bilang kalo mereka tetep ngga mau sekolah walaupun seandainya ada pihak yang mau nanggung semua biaya sekolah mereka. Alesan mereka simple: Karena kalo sekolah mereka ngga bisa bantu orang tuanya cari duit. Balik ke keadaan sekarang yang katanya pemerintah akan menggunakan dana bekas subsidi BBM untuk menyediakan sekolah gratis. Seandainya sekolah gratis pun, apa anak2 itu bakal ke sekolah? Kalo mereka ke sekolah, berarti mereka udah ga bisa kerja laghi. Kalo mereka ngga kerja, otomatis pendapatan keluarga mereka turun. Padahal sekarang harga minyak tanah naek, harga bahan makanan juga ikut2-an naek. Mau njagain dana kompensasi? Iya kalo dapet. Kalo ngga masuk dalam kategori penduduk miskin menurut pemerintah ghimana? lalu sekolah gratis yang disediain pemerintah itu cuman sampe apa sih? Paling banter cuman sampe SMP khan? Itupun jangan2 nanti pelaksanannya setengah hati kayak pembagian dana kompensasi dimana ngga semua org yg justru bener2 membutuhkan bakal kebagian. Terus laghian lulusan SMP mau kerja apa kalo yang s1 aja banyak yang nganggur? Ngga heran kalo mereka ngga mau sekolah biarpun gratis juga. Mungkin mereka berpikiran percuma karena ngga akan nglepasin mereka dari kemiskinan.
** COMY **
October 02, 2005, 07:03
:D ada lucunya lagi Cham..kemarin ini gue dapat kabar dari temen gue yg anaknya sekolah di sekolah negeri..teman gue itu gue bilang sangat mampu..tapi herannya sekolah anaknya tidak mendata dgn benar..masa anak temen gue tersebut mendapatkan subsidi..sehingga dia bisa bersekolah gratis tanpa bayar.kalau gue pasti gue tidak akan mau krn gara-gara salah sasaran byk anak yg tidak sekolah..
Banyak teman gue yg kaya lebih memilih kedokter kelas puskesmas daripada dokter biasa,padahal kan kelas puskemas disubsidi pemerintah utk golongan masyarakat tidak mampu..gue tidak mengerti..kenapa mereka juga masih merasa tidak mampu..wong mobil aja py kok..mungkin kalo nurani tidak bicara..semuanya dianggap tidak mampu ;D
Bo Tat
October 02, 2005, 08:59
Untuk sementara atau selamanya lupakan dulu kasus BBM ini.
Kan udah ada kasus baru yang lebih memikat perhatian rakyat, kasus bom Bali part deux... :)
DWibowo1.
October 03, 2005, 04:49
Nanti juga untuk ngelupain bom bali pake apa laghi? :D Mudah2-an sih cuman kebetulan aja
Bromocorah
October 03, 2005, 10:36
Originally posted by Nelson
gua tetap rasa rakyat yang cengeng karena sudah jelas2 harga pasar BBM memang sudah naik tapi mereka malah nangis2 mau tetap dibantu pemerintah. ibaratnya lu nangis2 minta bokap lu bantuin beli mobil BMW sedangkan lu cuma mau keluarin uang 30% dari harga asli. sepertinya nggak masuk akal kalau lu bilang di bokap yang cengeng minta pengertian lu kalau dia nggak mampu beliin lu mobil karena mau pakai uang itu untuk biaya sekolah lu.
analoginya jauh amat.... :haha
dan ngawur amat.... :kakaka:
Mr. Do
October 03, 2005, 10:48
klo cengeng ya biar..namanya juga rakyat :D
** COMY **
October 03, 2005, 11:55
iya..kalo nggak cengeng pasti yg konglomerat sdh taat bayar pajak :D
french_fries
October 03, 2005, 13:47
Originally posted by Nelson
gua tetap rasa rakyat yang cengeng karena sudah jelas2 harga pasar BBM memang sudah naik tapi mereka malah nangis2 mau tetap dibantu pemerintah. ibaratnya lu nangis2 minta bokap lu bantuin beli mobil BMW sedangkan lu cuma mau keluarin uang 30% dari harga asli. sepertinya nggak masuk akal kalau lu bilang di bokap yang cengeng minta pengertian lu kalau dia nggak mampu beliin lu mobil karena mau pakai uang itu untuk biaya sekolah lu.
******* LU!
tinggal di mana sich?
citytown
October 03, 2005, 14:36
tinggal di jepang kali :haha
** COMY **
October 03, 2005, 14:39
jgn2x Nelson salah satu saudaranya dari JK ;D
blueduck
October 03, 2005, 14:54
BREAKING NEWS
tukang gorengan menghilang...::eek::
WHY????
:D
blueduck
October 03, 2005, 17:13
Sri Mulyani: BBM Plus Bom Bali II, Inflasi Bisa Capai 12%
Dadan Kuswaraharja - detikcom
Jakarta - Akibat kenaikan BBM hingga 100 persen dan efek bom Bali II, ekspektasi inflasi meningkat. Diperkirakan, inflasi pada tahun 2005 bisa menembus angka dua digit yakni 12 persen.
Berdasarkan pengalaman sebelumnya, bila ada kenaikan BBM akan meningkatkan inflasi sebesar 3 persen.
"Kalau sekarang inflasi 9 persen, berarti ekspektasi inflasi mencapai 12 persen," kata Meneg PPN/Kepala Bappenas Sri Mulyani Indrawati di sela-sela peluncuran Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) di Gedung Depkeu, Jakarta, Senin (3/10/2005).
Untuk itu, lanjut Sri Mulyani, BI harus meresponsnya agar inflasi dapat ditekan pada level 1 digit sesuai yang ditargetkan pemerintah. "BI harus merespons pada level dan waktu yang tepat sehingga dapat menekan inflasi," tegas Sri Mulyani.
Mantan ekonom UI ini juga mengakui, kenaikan harga BBM ini akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi karena adanya kenaikan suku bunga dan terhambatnya laju investasi. Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2005 kurang dari 6 persen yakni sebesar 5,8 persen.
Hal berbeda disampaikan Menteri Keuangan Jusuf Anwar yang tetap meyakini inflasi tetap satu digit. Meski ada bom Bali II, Jusuf yakin peristiwa itu tidak akan memberi dampak yang terlalu besar.
"Kalau dampak kenaikan BBM by theory setiap kenaikan BBM 10 persen, inflasinya naik 0,3 persen. Itu primernya, sekundernya 0,1 persen. Karena by theory, prakteknya tidak harus linier. Mungkin juga tidak ada dampak inflasi," tambah Jusuf.
Hal senada disampaikan Menko Perekonomian Aburizal Bakrie yang juga meyakini inflasi pada tahun ini tetap di bawah 10 persen. "Tahun depan kita akan mengacu pada angka 8 persen," ujar Aburizal mantap.
(qom)
memang suku bunga harus disesuaikan, pemerintah harus berhati2 mengindentifikasi inflasi apa dan di sektor apa yg terjadi, harap jangan terlalu buru2 menentukan kenaikan suku bunga (takut rush dolar?, katanya dah siap...:o ).
gimana nih belon apa2 dah beda pendapat, sapa yg mo percaya sama pemerintah?...:o
katanya sebelon kenaikan dah dihitung bener2....:o
pemerintahan semprul.....:o
dan jangan salah bisa jadi pemerintah termasuk penyumbang inflasi terbesar dg proyek2nya (konstruksi), jangan sampai kenaikan suku bunga menghambat investasi di bidang riil yg laen (pertanian, perkebunan, industri dll), ato pemerintah engga mo tau ato peduli?
orientmystique
October 03, 2005, 17:51
Dampak ekonomi pasca kenaikan BBM & pasca bom bali:
yg jelas makin banyak rakyat miskin lah... lha yg dipecat aja banyak gara2 perusahaannya gulung tikar ga sanggup bayar bahan bakar.
Terus 100.000 utk 1 keluarga??? yg bener aja... minyak tanah dijual 3000/liter... mana cukup 100.000 utk 1 keluarga utk 1 bulan? emang ga beli beras?
udah ga menambah lapangan kerja malah membuat pengangguran jadi tambah banyak.
Kenapa presiden, wapres, anggota DPR/MPR dan para pejabat ga nyumbang aja dari gaji mereka yg aujubileh gede-nya (puluhan juta tiap bulannya, belum kalo ada tunjangan lain2).
Udah gitu ga siap lagi menghadapi bom bali. Kok ya tidak berjaga2, kan udah tau kalo bulan2 september-oktober mulai ada bom2 lagi.
Eh... masih brani minta kenaikan gaji.
Ini negara punya rakyat indonesia, mrk kan cuma dikasih mandat utk mengelola. Taunya malah menyengsarakan rakyat.
orientmystique
October 03, 2005, 18:20
Sejauh ini kinerja pemerintah kita saya simpulkan menyedihkan.
Sejauh ini antara lain:
1. Ada bbrp org penting/bekas pejabat yg ternya beli gelar dari IMGI.
2. Daerah2 yg terkena musibah (Aceh, Nias, dll) tidak segera ditangani pembangunan kembali-nya. Malah yg mendirikan sekolah adalah Suara MErdeka dari hasil sumbangan para pembaca. Gimana sih? Bukannya tugas pemerintah juga menjaga rakyatnya?
3. MoU dengan GAM isi-nya merugikan indonesia. daripada begitu, knapa ga sekalian aja dilepas? Kan sama aja udah dilepas dari Indonesia - boleh punya bendera sendiri, DPR pusat hrs minta persetujuan DPRD Aceh. Gimana sih? Yg buat nih ahli apa cuma mau jalan2 ke Helsinki?
4. Anggota2 GAM dibebaskan & diberi modal. Apa gak salah? Mungkin hanya di Indonesia ada pemberontak dibebaskan & dikasih modal. Bisa masuk buku rekor nih.
5. Menaikkan BBM tanpa memperhitungkan akibat yg akan terjadi. BUkannya mengurangi pengangguran, malah menambah pengangguran & menambah jumlah penduduk miskin. Katanya ahli ekonomi? Apa gelarnya beli juga?
6. Tidak siap mengatasi masalah terorisme. Apa tidak mampu? Atau malah tidak mau? Kok bisa kejadian bom bali terulang? Kok tidak pernah belajar dari pengalaman sih. Keledai aja ga akan jatuh dua kali di lubang yg sama.
7. Minta kenaikan gaji pejabat. Wah... ga salah? Gaji pejabat bukannya udah puluhan juta setiap bulannya? daripada minta kenaikan gaji, seharusnya kan para pejabat bisa menyumbang barang 1 jt-2 jt/orang setiap bulannya untuk rakyat miskin.
8. Korupsi jalan terus & lama ditangani. Korup ya korup, tapi jgn kebangeten lah. Ga ada ngr ga korup. Lihat amerika... bisa kasih pendidikan murah, tunjangan kesehatan, pemeliharaan fakir miskin, fasilitas umum lumayan dijaga. Jerman malah bisa menggratiskan biaya sekolah. Kemana larinya pajak yg kita bayar? apakah para pejabat bayar pajak penghasilan juga? Bukankah fasilitas yg mereka gunakan itu milik rakyat indonesia?
Mari kita ingat bahwa indonesia adalah milik bangsa indonesia.
Seyogyanya kita bersama2 memajukan bangsa indonesia.
Mari kita semua, baik pemerintah maupun rakyat, perluas pikiran kita. Janganlah hanya mementingkan diri masing2 & mengikuti nafsu.
DWibowo1.
October 03, 2005, 18:35
Originally posted by CooL MoM
iya..kalo nggak cengeng pasti yg konglomerat sdh taat bayar pajak :D
Justru konglomerat (hitam) itu lebih cengeng drpd rakyat :D Coba, siapa yg suka minta penangguhan utang? :D Atau kalo utangnya jatuh tempo terus kabur ke luar negeri? :D Rakyat biasa kalo utang malah ga dapet perlakuan seistimewa konglomerat :haha Terus kalo konglomerat yg kabur ghitu khan ga ada bedanya dengan maling, tapi begitu ketangkep bisa manja alesan sakit ini itu. Bandingin coba sama maling hape atau maling dompet di mikrolet yg ketangkep massa :D
Juffrouw
October 03, 2005, 21:02
Originally posted by blueduck
BREAKING NEWS
tukang gorengan menghilang...::eek::
WHY????
:D
beneran??
terus harga makanan di berbagai tempat gimana?
langsung naik gak?
gue sempat chatting sama teman di kantor di jkt...gue bilang sama dia
"wah nanti kalo gue pulang gak bisa makan nasi padang 7000 pake ayam bakar neh"
*sama2 pencinta nasi padang* :)
sepertinya kalo gue nanti pulang ke jkt,
gue bakal kaget dengan harga makanan apalagi yang di mall :(
** COMY **
October 04, 2005, 01:18
Originally posted by anak_chambers
Justru konglomerat (hitam) itu lebih cengeng drpd rakyat :D Coba, siapa yg suka minta penangguhan utang? :D Atau kalo utangnya jatuh tempo terus kabur ke luar negeri? :D Rakyat biasa kalo utang malah ga dapet perlakuan seistimewa konglomerat :haha Terus kalo konglomerat yg kabur ghitu khan ga ada bedanya dengan maling, tapi begitu ketangkep bisa manja alesan sakit ini itu. Bandingin coba sama maling hape atau maling dompet di mikrolet yg ketangkep massa :D
Betul..sekali lagi betul :D
Biasanya Bank lebih senang mengucurkan kredit kepada perusahaan besar yg pasti belum bisa bayar daripada dgn UKM yg selalu berusaha akan bayar..
kadang Bank-bank sendiri meremehkan cara kerja UKM dgn cuma melihat siapa yg memiliki perusahaan tersebut,kalau dianggap bukan konglomerat atau bukan perusahaan besar..silahkan jgn berani mengajukan kredit :P
sheen
October 04, 2005, 01:40
Originally posted by anak_chambers
Justru konglomerat (hitam) itu lebih cengeng drpd rakyat :D Coba, siapa yg suka minta penangguhan utang? :D
bukan konglomeratnya saja, pemerintahnya yang lebih cengeng. Pemerintahnya yang nggak mau kerja keras. Banyak jalan untuk memperbaiki perekonomian, tapi mereka pilih kebijakan yang bikin seluruh rakyat yang kerja keras untuk perekonomian negara dan bukan sebaliknya.
** COMY **
October 04, 2005, 01:44
makanya kemarin pada percaya sih sama omongan SBY dan JK..jadinya pada salah pilih kan..;D
di prediksi tahun 2006 akan bertambah lagi jumlah pengangguran dgn melihat kenaikan harga-harga, barang ongkos produksi (ingat sebentar lagi PLN mau naik)belum biaya pungli yg akan mengikuti harga BBM..kalau begini terus..akan semakin byk penjahat dadakan mencari mangsa..krn mereka butuh makan tapi pekerjaan sangat susah dicari,sementara UKM yg byk menyumbang devisa buat negara tidak akan pernah dilirik utk medapatkan kredit yg bisa menaikan jumlah barang utk di ekspor
** COMY **
October 04, 2005, 01:47
:nangis: gue termasuk harus jadi pekerja keras..waktu BBM naik..gue mikir bagaimana bisa menaikkan target penjualan gue biar bisa bayar pegawai.....tapi gue juga harus menghadapi kenyataan.krn saat ini daya beli masyarakat sangat rendah,boro-boro target gue tercapai 60%,40% aja gue mungkin sdh bersyukur ;D
orientmystique
October 04, 2005, 03:00
siapa dulu yang milih sby-jk ya?
DWibowo1.
October 04, 2005, 04:30
Originally posted by CooL MoM
Betul..sekali lagi betul :D
Biasanya Bank lebih senang mengucurkan kredit kepada perusahaan besar yg pasti belum bisa bayar daripada dgn UKM yg selalu berusaha akan bayar..
kadang Bank-bank sendiri meremehkan cara kerja UKM dgn cuma melihat siapa yg memiliki perusahaan tersebut,kalau dianggap bukan konglomerat atau bukan perusahaan besar..silahkan jgn berani mengajukan kredit :P
Ke BRI donk Com :D BRI khan laghi giat2-nya fokus ngasi kredit mikro nech, apalaghi kemaren baru dapet penghargaan kelas dunia :haha: Udah terbukti lebih safe dan menguntungkan bagi mereka bermaen di kredit mikro drpd korporasi.
*promosi dikit :hehe
Enche
October 04, 2005, 04:55
ya presidennya siapa juga kalo bbm dunia naik ya kurang lebih sama aja posisinya.
*bukan pemilih sby-jk* (kabur)
Bo Tat
October 04, 2005, 05:50
Originally posted by Enrique
ya presidennya siapa juga kalo bbm dunia naik ya kurang lebih sama aja posisinya.
*bukan pemilih sby-jk* (kabur)
Belum tentu, pak.
Kalo presidennya si X, misalnya. Mungkin dia akan menggeber pendapatan dari sektor pajak, membersihkan carut-marut di BUMN serta mengoptimalkan pendapatannya, menarik harta para koruptor, menjual asset yang berharga atau apapun, agar subsidi BBM kepada rakyat bisa dikurangi sedikit demi sedikit dan bukan dengan cara gombal kayak sekarang, seperti orang yang kehabisan akal aja... :hehe
Mr. Do
October 04, 2005, 07:39
waduh presiden impian tuh :hehe
Bromocorah
October 04, 2005, 10:42
Originally posted by Enrique
ya presidennya siapa juga kalo bbm dunia naik ya kurang lebih sama aja posisinya.
*bukan pemilih sby-jk* (kabur)
belum tentu lho
jerejefferson
October 04, 2005, 11:37
tapi gue rasa Sby juga udah kerja keras juga buat ngadepin ekonomi dan segala masalah yang morat marit. gue sih gak pro, tapi gue rasa sebagai manusia juga ada batesnya....
yang keterlaluan sih masalah bom bali 2 itu....
kayaknya gak abis2 penderitaan rakyat
pitbull
October 04, 2005, 11:43
anda ingin perubahan? nih sekarang rasakan sendiri perubahannya :D
jerejefferson
October 04, 2005, 11:44
setuju aja deh...kan emang budaya aji mumpung yang kita anut itu masih sangat kental..
lagian, gue rasa buat merubah semua hal ini, yang kita butuhin tuh benernya perbaikan dari sektor pendidikan dan kesehatan, contohlah jepang.
gue pernah denger ada yang ngomong gini=
"50 tahun lalu jepang di bom (hiroshima), dan indonesia sudah merdeka....tapi sekarang, anak2 muda indonesia sudah pada pegang handphone...tapi lucunya, anak2 muda jepang udah bisa BIKIN handphone!!!!"
gimana tuh coba?
Akamine
October 04, 2005, 12:23
Semoga indo bisa bertahan sampe generasi muda yang bener2 berkualitas bisa gantiin para pejabat.... hh...
blueduck
October 04, 2005, 13:59
Originally posted by Juffrouw
beneran??
terus harga makanan di berbagai tempat gimana?
langsung naik gak?
gue sempat chatting sama teman di kantor di jkt...gue bilang sama dia
"wah nanti kalo gue pulang gak bisa makan nasi padang 7000 pake ayam bakar neh"
*sama2 pencinta nasi padang* :)
sepertinya kalo gue nanti pulang ke jkt,
gue bakal kaget dengan harga makanan apalagi yang di mall :(
iya nih kang gorengan sepi, mungkin mo puasa kaaleee...:D
makanan naek engga banyak 20 persen deh, transport 50 persen, cuma gw punya penghasilan engga naek neehh, perusahaan pada irit2an...:(
** COMY **
October 04, 2005, 14:23
kerja keras ::mikir:: mana?? kok gue liat nggak ada sama sekali...malah yg namanya proyek KKN tetep jalan dan malah semakin lebar....:o
** COMY **
October 04, 2005, 14:32
Originally posted by anak_chambers
Ke BRI donk Com :D BRI khan laghi giat2-nya fokus ngasi kredit mikro nech, apalaghi kemaren baru dapet penghargaan kelas dunia :haha: Udah terbukti lebih safe dan menguntungkan bagi mereka bermaen di kredit mikro drpd korporasi.
*promosi dikit :hehe
Ntar gue coba deh...soalnya kadang ngurusnya susah..dan bertele-tele..jadi orang suka mikir 1000X :D
but tks atas masukannya
MR.SENSI-BANGET
October 04, 2005, 15:30
Originally posted by jerejefferson
tapi gue rasa Sby juga udah kerja keras juga buat ngadepin ekonomi dan segala masalah yang morat marit. gue sih gak pro, tapi gue rasa sebagai manusia juga ada batesnya....
yang keterlaluan sih masalah bom bali 2 itu....
kayaknya gak abis2 penderitaan rakyat
kutilnye yg kerja keras kaleeee :yuck: ........!!
MR.SENSI-BANGET
October 04, 2005, 15:37
serba salah, ga ada jalan lagi....
kecuali, subsidi BBM ditambah spy harga bisa turun...., tapi tetep ujung2nya ekonomi bakal berantakan.....
ujung2nya lagi terjadi harga2 produksi yg ga bisa terjangkau....
jalan terakhir...
rakyat melakukan revolusi besar2an...
ancur...ancur deh neh negara....
blueduck
October 04, 2005, 20:11
Originally posted by MR.EGO-BANGET
serba salah, ga ada jalan lagi....
kecuali, subsidi BBM ditambah spy harga bisa turun...., tapi tetep ujung2nya ekonomi bakal berantakan.....
ujung2nya lagi terjadi harga2 produksi yg ga bisa terjangkau....
jalan terakhir...
rakyat melakukan revolusi besar2an...
ancur...ancur deh neh negara....
subsidi tetap ada ekonomi engga berantakan, coba kalo kondisi sekarang insentif pajak 5 persen (artinya penghasilan pemerintah berkurang), tambah kredit macet berarti juga pendapatan bunga perbankan (secara engga langsung kalo pemerintah pemegang saham) berkurang, belon penghapus bukuan hutang, daya beli masyarakat berkurang berarti penghasilan pengusaha turun (berarti juga penghasilan pajak berkurang) dll.
pemerintah terlalu buta untuk menghitung hal2 tersebut karena 'keserakahan'
blueduck
October 04, 2005, 20:19
gw sebenernya bukan memaksakan kemauan dan lain sebagainya....
saat sekarang, bahkan kemaren2 gw sebetulnya 'mendukung ' SBY (walaupun gw pro Mega...:p), cuma mendukung engga harus dengan iya,...
apalagi saat sekarang 'permainan' dah mulai, cuma bagi yg 'bermain' itu harap hati2 kalo sampe berantakan ....
nurut gw sekarang kecil kemungkinan reshuffle kabinet, kalo pun ada bukan yg strategis, krn sudah terlambat utk reshuffle, kebijaksanaan (BBM) sudah terlanjur dibuat.....
banyak2 berdoa aja para 'pemaen itu' (bukan ancaman dari gw, cuma kasih tau aja)
blueduck
October 04, 2005, 20:27
Kondisi ekonomi indo dan regional 4 - 5 tahun ke depan kalo masih defisit perdagangan, dan rasio hutang tinggi, apalagi bila negara tersebut merupakan tempat kapitalisasi besar, bisa jadi akan terjadi krismon lagi (berarti krismon beda waktu 10 tahun)
saat sekarang di Asia 2 negara mempunyai kebijaksanaan ekonomi yg buruk (1 negara pasti, 1 negara lagi sekilas), dan 2 negara lagi mempunyai kebijaksanaan ekonomi yg bagus.
indo seperti nya tidak memperhatikan defisit perdagangan dan rasio hutang (perhatian hanya sebatas slogan).
ada yg gw lupa sebutin di atas, hari jumat 30 september 2005, menko ekuin sempat komentar utk menunda pembayaran hutang agar subsidi bisa dipertahankan, tapi ternyata kenaikan BBM terjadi, dan sekarang sedang diusahakan penundaan pembayaran hutang
silahkan menilai sendiri bagaimana kebijaksanaan pemerintah
Bo Tat
October 05, 2005, 06:13
Kebijakan morat-marit... :kakaka:
Wong jadi menteri aja kagak beres kinerjanya, apalagi jadi presiden.
Cuma karena menang ganteng dan menang licik aja... dan itu bukan untuk memperbaiki kondisi negara, tapi sekali lagi emang tujuannya ujung-ujungnya merampok juga...
Liat aja nanti... :hehe
shella
October 05, 2005, 08:44
Dulu sih kemakan iklan SBY, para ibu2 mau presiden yang ganteng.... makan tuh ganteng.... tapi bikin sengsara.....
bagusan juga presiden sebelumnya :o :haha
** COMY **
October 05, 2005, 09:46
gue nggak milih presiden sekarang dan sebelumnya..bagi gue semuanya masih ada cacatnya..:D
yg dulu masih kadang kaya anak kecil,kalo dikasih tauk suka ngambek ;D
yg sekarang nggak bisa nyanyi malah pernah berusaha jadi penyanyi...payah
Tommy_raikonen
October 05, 2005, 10:24
jangan bilang gt dulu. SBY sedang sial aja dilantik jd presiden pas ada masalah harga minyak dunia naek. Kalian ngga tahu sih kesulitan pemerintah. Walaupun agak memberatkan harusnya didukung dulu. Toh harga premium 4500 masih termasuk murah. Kalian lihat di Vietnam harganya 6000
** COMY **
October 05, 2005, 10:44
Perlu dingat juga..apakah Vietnam tersebut negara penghasil minyak Bumi seperti Indonesia..kalau jawabannya tidak atau cuma sedikit..maka alasan yg elo kemukakan tidak bisa diterima :D
citytown
October 05, 2005, 11:57
bek, gimana tuh tokoh² nasional model amien rais atau yg laennya liat situasi sulit kayak gini?? apa ada rencana utk ngeganti presiden baru :hehe yg lebih peka ama nasib rakyat?
katanya kalo beli minyak tanah juga hrs antri segala :( apa bener??
citytown
October 05, 2005, 12:00
Originally posted by Tommy_raikonen
jangan bilang gt dulu. SBY sedang sial aja dilantik jd presiden pas ada masalah harga minyak dunia naek. Kalian ngga tahu sih kesulitan pemerintah. Walaupun agak memberatkan harusnya didukung dulu. Toh harga premium 4500 masih termasuk murah. Kalian lihat di Vietnam harganya 6000
uang vietnam juga gak serendah rupiah lho, jgn salah coba aja elo itung deh, gimana rendahnya uang rupiah, malah kalah ama philipina yg juga negara miskin kayak kita.
bayangin aja tom,
1 EUR = 65 Peso (philipina)
1 EUR = Rp 12.500 (Indo)
jadi gak bisa disamain ama vietnam juga sih tom... lagian disana rakyatnya seneng bersepeda, lah di Indonesia yg ada saingan mobil :hehe:D
citytown
October 05, 2005, 12:10
gimana dunks...
turunkan presiden dan wakilnya beserta menteri²nya!!! *provokasi
Ðêvå Ärê§
October 05, 2005, 12:52
SBY kagak becus ahh...:o
masa dana kompensasi BBM bulan april dikasih baru skarang....:haha
pinter banget seh ngebodohin orang goblok..:kakaka:
Hamlet
October 05, 2005, 13:17
Mau ganti presiden lagi juga belon tentu kinerjanya bertambah positif. Mungkin beda, tapi laju pertumbuhannya yah gak bisa secepet yang diharapkan ama rakyat :D
blueduck
October 05, 2005, 15:56
Originally posted by Bo Tat
Kebijakan morat-marit... :kakaka:
Wong jadi menteri aja kagak beres kinerjanya, apalagi jadi presiden.
Cuma karena menang ganteng dan menang licik aja... dan itu bukan untuk memperbaiki kondisi negara, tapi sekali lagi emang tujuannya ujung-ujungnya merampok juga...
Liat aja nanti... :hehe
ganteng? :rolleyes:
SBY engga bisa diganggu2, ganti presiden sekarang bisa lebih kacau, bahkan ganti yg dibawahnya pun sekarang sudah sulit krn rencananya udah mulai jalan, yg bisa dilakukan ialah mengkritisi dan memberi ruang yg sempit buat bawahannya utk berbuat buruk, dan mengarahkan indo agar engga jatuh (di hal pertama ada sedikit pembahasan kondisi ekonomi regional 4-5 tahun ke depan)
blueduck
October 05, 2005, 16:06
Originally posted by shella
Dulu sih kemakan iklan SBY, para ibu2 mau presiden yang ganteng.... makan tuh ganteng.... tapi bikin sengsara.....
bagusan juga presiden sebelumnya :o :haha
Originally posted by CooL MoM
gue nggak milih presiden sekarang dan sebelumnya..bagi gue semuanya masih ada cacatnya..:D
yg dulu masih kadang kaya anak kecil,kalo dikasih tauk suka ngambek ;D
yg sekarang nggak bisa nyanyi malah pernah berusaha jadi penyanyi...payah
bener nih waktu dulu2 SBY ada di TV engga ditongkrongin?...:haha
Originally posted by Tommy_raikonen
jangan bilang gt dulu. SBY sedang sial aja dilantik jd presiden pas ada masalah harga minyak dunia naek. Kalian ngga tahu sih kesulitan pemerintah. Walaupun agak memberatkan harusnya didukung dulu. Toh harga premium 4500 masih termasuk murah. Kalian lihat di Vietnam harganya 6000
pemerintah ato eloe juga engga (mau) tau kesulitan rakyat?
semenjak krismon apa sudah ada perbaikan ekonomi shg pulih?
tidak ada krn kondisi politik tidak memungkinkan, menurut kompas hari ini keadaan yg mungkin terjadi stagflasi artinya inflasi terjadi dg pertumbuhan ekonomi turun (mandeg), pengangguran bertambah...
dari krismon sampai sekarang pengangguran 40 juta jiwa, artinya 2 kali lipat dari sebelon krismon, dari sini dapat dilihat kepedulian pemerintah thd pengangguran....
tapi mo dibilang apa? kebijakan telah dibuat, gw berharap kebijakan2 selanjutnya (batas 1 tahun ke depan), harus lebih baik, kalo tidak gw rasa 'pejabat2 jahat' tersebut juga terima akibatnya (ini bukan ancaman dari gw, tapi cuma kasih tau aja...:D)
Originally posted by CooL MoM
Perlu dingat juga..apakah Vietnam tersebut negara penghasil minyak Bumi seperti Indonesia..kalau jawabannya tidak atau cuma sedikit..maka alasan yg elo kemukakan tidak bisa diterima :D
iya betul, kalo negara kaya SDA, menerima kesejahteraan sama spt negara tidak kaya SDA, patut dipertanyakan kenapa, ke mana, buat apa dananya?
blueduck
October 05, 2005, 16:09
Originally posted by citytown
bek, gimana tuh tokoh² nasional model amien rais atau yg laennya liat situasi sulit kayak gini?? apa ada rencana utk ngeganti presiden baru :hehe yg lebih peka ama nasib rakyat?
katanya kalo beli minyak tanah juga hrs antri segala :( apa bener??
sulit, SBY kayaknya banyak agenda dan 'pelindung' jadi mereka juga percuma protes2 keras
beli minyak tanah antri dan naek harganya sekitar 2250-3000
aleks75012
October 05, 2005, 16:15
wah ganti presiden mah gak segampang gitu, yg ada ekonomi makin ancur
kalau mo gampang ganti2 pemerintah , Indo mungkin baiknya Presiden sbg kepala negara aja
lalu pemerintahan dijalankan oleh Perdana Menteri
pemerintah dianggap gak becus, tinggal ganti menterinya
sementara lembaga kepresidenan tetap punya "wibawa" dan stabil.
*eh, SBY dgn adanya wakil model JK masih berwibawa gak ?
tapi mau diganti2, kalau semua jajaran isinya koruptor mulu dan Presiden/kepala pemerintah gak berani ngehajar, ya susah sih negara mau diapain juga
blueduck
October 05, 2005, 16:20
perusahaan garmen, UKM, industri makanan, mungkin akan PHK, utk perusahaan yg bisa ganti ke mesin tentu akan segera memakai mesin2, engga heran kalo industri ato perusahaan indo buat pabrik di cina, selain kemudahan kredit, juga biaya lebih murah, contoh makanan kacang dan bahan kimia...
jangan bilang mereka pengkhianat, sebaliknya pemerintahlah yg pengkhianat, mengharuskan padat karya tapi malah menambah beban dg kenaikan BBM, mungkin besok2 gw udah dapet bahan perbandingan, kinerja industri dan keadaan modal di indo 1 tahun ke depan, kasarnya bisa 30 persen penghasilan pemerintah hilang dari sektor industri, tapi masuk dari konstruksi (hal yg gw sedikit anti kalo dijadikan dasar pembangunan di indo)
aleks75012
October 05, 2005, 19:33
Originally posted by Bo Tat
Cuma karena menang ganteng dan menang licik aja...
bandinginnya dgn wakil nya ya ? :haha
** COMY **
October 05, 2005, 21:03
Originally posted by blueduck
perusahaan garmen, UKM, industri makanan, mungkin akan PHK, utk perusahaan yg bisa ganti ke mesin tentu akan segera memakai mesin2, engga heran kalo industri ato perusahaan indo buat pabrik di cina, selain kemudahan kredit, juga biaya lebih murah, contoh makanan kacang dan bahan kimia...
jangan bilang mereka pengkhianat, sebaliknya pemerintahlah yg pengkhianat, mengharuskan padat karya tapi malah menambah beban dg kenaikan BBM, mungkin besok2 gw udah dapet bahan perbandingan, kinerja industri dan keadaan modal di indo 1 tahun ke depan, kasarnya bisa 30 persen penghasilan pemerintah hilang dari sektor industri, tapi masuk dari konstruksi (hal yg gw sedikit anti kalo dijadikan dasar pembangunan di indo)
Persoalan ini yg membuat gue benci Pemerintah..kita para UKM disuruh menyaingi produksi dari negara China yg jelas-jelas mereka dibantu pemerintah..mereka dibantu pemerintah dgn cara tidak ada pajak yg memberatkan,aturan bea cukai yg tidak rumit,pemerintahnya juga gencar mencari pasaran produk tersebut ke negara-negara luar (kaya jemput bola gitu lah) Pemerintah China sangat berperan aktif dalam hal ini kepada para pengusaha kecil yg keliatan sangat potensi utk maju
bandingkan disini..kita para UKM disuruh jalan sendiri..jgn kan minta pengurangan pajak,kalau perlu para UKM tersebut bisa dipungli yah pungli sekalian...
DWibowo1.
October 05, 2005, 23:29
Ada yg tau ga cara pemerintah Indonesia ngitung inflasi? Koq mereka bisa dengan santainya ngomong inflasi cuman 10 %, 12 %? Lha itu minyak tanah aja udah jadi 3 kali lipat alias naek 200%, Premium naeknya hampir 100 %, terus angkutan umum itu (based on yg dipost shella di thread sebelah) berkisar antara 20 - 100 %. Beneran, tolong donk kalo ada yg bisa jelasin ghimana bisa menyimpulkan angka 10-12 % dengan kenaikan yg gila2-an itu :)
** COMY **
October 06, 2005, 00:53
ngitungnya pake biji congklak kali Cham :D :kabur:
sheen
October 06, 2005, 01:31
jangan-jangan dapat dari cucunya wapres yang lain cham. cucu yang lain dapat 185 dan sudah dipake buat persentase kenaikan minyak tanah, ini dari cucu yang cuma dapet 11 di ulangan kemaren ;D
Nelson
October 06, 2005, 01:47
Originally posted by anak_chambers
Ehmmm...BBM jangan disamain dengan BMW donk :D Kalo ngga dibeliin BMW khan banyak alternatif laen. Kalo BBM? Kayak orang yang masak pake minyak tanah dan sekarang harga minyak tanah naek 3 kali terus alternatif laennya apa? Ngga usah masak? Atau disuruh "upgrade" alat masaknya ke kompor gas? Mana harga bahan2 makanan naek, jadi apa juga disuruh ngurangin makan? Kalo makannya aja udah yang pas2-an kayak supir bajaj atau pemulung ghitu ghimana donk?:)
begini kalau subsidi yang lama, apakah 100% untuk keorang miskin? sekarang kalau subsidi dicabut pemerintah bisa 100% mentransfer langsung dana tersebut ke orang miskin. orang miskin bisa membuat keputusan sendiri mau dibuat apa uang itu. bukannya begini lebih adil?
Nelson
October 06, 2005, 01:58
Originally posted by anak_chambers
Com, sekitar awal2 2001 waktu gwe masih SMA, gwe pernah wawancara anak2 yg jadi pemulung untuk project antropology gwe. Waktu itu dari 11 anak yang gwe wawancara, 8 (atau 9?)diantaranya bilang kalo mereka tetep ngga mau sekolah walaupun seandainya ada pihak yang mau nanggung semua biaya sekolah mereka. Alesan mereka simple: Karena kalo sekolah mereka ngga bisa bantu orang tuanya cari duit. Balik ke keadaan sekarang yang katanya pemerintah akan menggunakan dana bekas subsidi BBM untuk menyediakan sekolah gratis. Seandainya sekolah gratis pun, apa anak2 itu bakal ke sekolah? Kalo mereka ke sekolah, berarti mereka udah ga bisa kerja laghi. Kalo mereka ngga kerja, otomatis pendapatan keluarga mereka turun. Padahal sekarang harga minyak tanah naek, harga bahan makanan juga ikut2-an naek. Mau njagain dana kompensasi? Iya kalo dapet. Kalo ngga masuk dalam kategori penduduk miskin menurut pemerintah ghimana? lalu sekolah gratis yang disediain pemerintah itu cuman sampe apa sih? Paling banter cuman sampe SMP khan? Itupun jangan2 nanti pelaksanannya setengah hati kayak pembagian dana kompensasi dimana ngga semua org yg justru bener2 membutuhkan bakal kebagian. Terus laghian lulusan SMP mau kerja apa kalo yang s1 aja banyak yang nganggur? Ngga heran kalo mereka ngga mau sekolah biarpun gratis juga. Mungkin mereka berpikiran percuma karena ngga akan nglepasin mereka dari kemiskinan.
untuk memberantas kemiskinan ada 1001 cara. tapi yang paling utama adalah menerapkan sistim2 kapitalisme dan liberalisasi. monopoli harus dihancurkan dan kompeitisi baik lokal maupun internasional harus dianjurkan. dengan begitu lapangan kerja lebih mudah untuk dihasilkan.
anak2 harus wajib ikut sekolah karena tanpa edukasi nasib mereka dan generasi selanjutnya akan tetap terperangkap dalam jalur kemiskinan. untuk yang sama sekali tidak ada pekerjaan pemerintah harus menyokong kehidupan mereka dengan bantuan jaminan sosial. tapi kembali lagi kunci dari permasalahan adalah penciptaan lapangan kerja kan. lihatlah hukum2 pekerjaan indonesia. sangat tidak fleksibel untuk mengrekrut, memecat, dan menegosiasi jam kerja. pantas saja investor lebih suka menciptakan lapangan kerja di cina. kalau pemerintah memang mau membantu orang miskin, lenyapkan peraturan2 menyesakkan dan perbaiki iklim investasi. sekali lagi kemiskinan tidak akan diatasi dengan cara mensubsidi BBM. untuk apa membuat insentif ke orang2 untuk memakai BBM lebih banyak daripada harga equilibrium pasar? sama sekali nggak masuk akal dan merupakan kebijakan tolol
Nelson
October 06, 2005, 02:03
Originally posted by Bromocorah
analoginya jauh amat.... :haha
dan ngawur amat.... :kakaka:
analaginya tepat kok. selama ini rakyat seperti anak cengeng itu. nangis2 supaya BBM disubsidi oleh pemerintah (si ayah) supaya mereka cuma harus membayar 30% saja dari harga asli. sekarang harga pasar sudah naik berkali2 lipat, pemerintah/si ayah tidak mampu lagi untuk membiayai permintaan rakyat karena dia harus membiayai pendidikan,kesehatan, dan kehidupan mereka. solusinya adalah biarkan rakyat membayar 100% harga pasar. kalau nggak mampu ya jangan menggunakan. memangnya bisa mati kalau nggak pakai kendaraan? pakai uang itu untuk edukasi, kehidupan dan kesehatan. begitu baru bisa hidup dan maju.
sheen
October 06, 2005, 03:03
Originally posted by Nelson
begini kalau subsidi yang lama, apakah 100% untuk keorang miskin? sekarang kalau subsidi dicabut pemerintah bisa 100% mentransfer langsung dana tersebut ke orang miskin. orang miskin bisa membuat keputusan sendiri mau dibuat apa uang itu. bukannya begini lebih adil?
itu simplifikasi. nggak bisa bayangin bagaimana pemerintahan Indonesia bekerja ya? dana subsidi 100trilyun, rakyat miskin 100 juta orang, apa iya satu orang bakal dapat 1 juta rupiah? Noooo, potong biaya meeting menteri, potong biaya meeting komisi dpr, potong biaya meeting pelaksana, potong biaya survey menteri, potong biaya survey komisi dpr, potong biaya survey pelaksana, potong biaya kunjungan wapres untuk peninjauan, potong biaya penyelenggaraan (pasang tenda, konsumsi petugas), potong biaya kirim pos dan giro. Itu hasil akhirnya yang 100 ribu itu. 10% aja sudah bagus!
sheen
October 06, 2005, 03:14
Originally posted by Nelson
analaginya tepat kok. selama ini rakyat seperti anak cengeng itu. nangis2 supaya BBM disubsidi oleh pemerintah (si ayah) supaya mereka cuma harus membayar 30% saja dari harga asli. sekarang harga pasar sudah naik berkali2 lipat, pemerintah/si ayah tidak mampu lagi untuk membiayai permintaan rakyat karena dia harus membiayai pendidikan,kesehatan, dan kehidupan mereka. solusinya adalah biarkan rakyat membayar 100% harga pasar. kalau nggak mampu ya jangan menggunakan. memangnya bisa mati kalau nggak pakai kendaraan? pakai uang itu untuk edukasi, kehidupan dan kesehatan. begitu baru bisa hidup dan maju.
kemaren senin di extravaganza ada dialog di ruang kelas:
guru: sekarang pelajaran matematika. kalau di tanganmu ada dua apel. ayah memberimu 3 apel, berapa apel yang di tanganmu?
murid: dua, bu guru...
guru: loh, bukaan. harus ada lima. kan dua tambah tiga.
murid: bu guru nggak tau kalo ayah saya pelit ya? nggak bakalan dia ngasi 3 apel. :D
Nelson, eloe nggak meperhitungkan kalau ternyata ada ayah yang pelit dan korup ya? Yang juga cengeng kalau lagi ngemis-ngemis di forum pinjaman luar negeri? Yang begitu dapat pinjaman malah difoya-foyakan sendiri, plus nyuruh anak-anaknya yang pasrah untuk kerja lebih giat lagi?
Hamlet
October 06, 2005, 03:41
Berwibawa... kalo di rumah sendiri :D
Well, bener kata loe leks, mau diganti berapa kali pun atau mana2 yang mau diganti, kalo koruptor tetep dimana2 yah gak bakal berubah banyak.
Tommy_raikonen
October 06, 2005, 03:42
bukannya ngga peduli dengan rakyat. Coba pikir seandainya kamu yg jadi presiden apa yg akan kamu lakukan ? Memang situasinya aja yg sulit. Sebaiknya SBY jangan turun dulu. Masa presiden gonta-ganti melulu padahal sistemnya baru mulai jalan diganti presiden baru yang nanti kebijakannya pasti beda. Ntar sistemnya juga ganti2 mulu kan jadi ndak efektif
** COMY **
October 06, 2005, 06:18
lah kalo sistem yg dulu bagus dan sdh baik berjalan,kenapa nggak diteruskan..itu kan salah Presidennya sendiri genggsi pake kebijakan yg lama..trus ganti..memangnya rakyat enak apa di uji coba..kaya gue yg setia bayar pajak..mana hak gue yg diberikan dari negara..selama ini kita tetep bayar kan kewajiban..tapi kok pemerintah tetep saja tidak pernah merhatiin rakyat..:o..
jadi selama ini kita di tipu donk..semua dipajakin tapi hasilnya tetep saja nihil
** COMY **
October 06, 2005, 06:26
kayanya Nelson nggak tauk yah..kalo minyak hasil Bumi Indon py itu kualitas terbaik yg ada di dunia..krn terdapat di pulau bukan di laut kaya negara lainnya..harusnya sebagai negara penghasil minyak terbsesar..kita nggak semiskin ini..masa kalah sama Arab saudi penghasil minyak bumi yg dr laut...coba tanyakan kepada bapak2x pertamina yg tidak goblok dan suka korupsi..dia pasti mengerti kenapa kita bisa terbalik begini...krn apa?? minyak hasil bumi kita di jual kenegara lain,sdgkan kita beli dari negara luar..terang saja sekarang empot2x tan ..masa itu yg salah semua dari rakyat..
kemarin temen gue yg pintar..mau bikin proyek hemat energi aja di tolak Pertamina (mungkin takut tidak bisa di korupsi) akhirnya ilmu dia malah dipakai oleh negara US dan eropa :o
Ðêvå Ärê§
October 06, 2005, 09:38
sepakat.....:D
en gwe rasa juga aspek moral yg dipandang sebelah mata harus ditata ulang dehhh.....
kayaknya para koruptor2 itu pada ngga tau yg namanya neraka..;D
Ðêvå Ärê§
October 06, 2005, 09:44
woww..bikin proyek hemat energi kaya apa mom....::hmmm::
gwe tertarik denger-nya...:D
Nelson
October 06, 2005, 10:09
Originally posted by sheen
itu simplifikasi. nggak bisa bayangin bagaimana pemerintahan Indonesia bekerja ya? dana subsidi 100trilyun, rakyat miskin 100 juta orang, apa iya satu orang bakal dapat 1 juta rupiah? Noooo, potong biaya meeting menteri, potong biaya meeting komisi dpr, potong biaya meeting pelaksana, potong biaya survey menteri, potong biaya survey komisi dpr, potong biaya survey pelaksana, potong biaya kunjungan wapres untuk peninjauan, potong biaya penyelenggaraan (pasang tenda, konsumsi petugas), potong biaya kirim pos dan giro. Itu hasil akhirnya yang 100 ribu itu. 10% aja sudah bagus!
nah ini contoh baik mental orang yang suka komplain tanpa mau mencari solusi. jadi lu bilang cara lama alias subsidi lebih bagus? gua tanya sekali lagi apakah subsidi yang lama 100% ke orang miskin? kenapa pemilik kendaraan mewah juga ikut menikmati uang subsidi? kenapa memberi insentif untuk pejabat2 korup untuk menyelundup BBM ke negara asing dengan memberi kesempatan eksploitasi perbedaan harga artifisial? lu kira sistim subsidi itu nggak kena potong2 korupsi juga?
sejelek2nya sistim tanpa subsidi yang penting 100% dana sekarang bisa ditujukan untuk orang miskin murni. masalah dikorup itu terserah mental orang2 pelaksananya. kalau yang namanya mau curang biarpun perintah dari Tuhan pun bisa dilanggar dan dipermainkan. makanya sistim ini bagus untuk memperkuat partisipasi rakyat dalam sistim demokrasi. kalau penjabat berani memotong uang jaminan sosial memangnya orang yang benar2 memperlukan mau diam2 saja? tentu mereka jadi lebih proaktif dan perduli dengan kinerja pemimpin mereka karena kehidupan mereka tergantung dengan pemerintah yang bersih.
Nelson
October 06, 2005, 10:21
Originally posted by sheen
kemaren senin di extravaganza ada dialog di ruang kelas:
guru: sekarang pelajaran matematika. kalau di tanganmu ada dua apel. ayah memberimu 3 apel, berapa apel yang di tanganmu?
murid: dua, bu guru...
guru: loh, bukaan. harus ada lima. kan dua tambah tiga.
murid: bu guru nggak tau kalo ayah saya pelit ya? nggak bakalan dia ngasi 3 apel. :D
Nelson, eloe nggak meperhitungkan kalau ternyata ada ayah yang pelit dan korup ya? Yang juga cengeng kalau lagi ngemis-ngemis di forum pinjaman luar negeri? Yang begitu dapat pinjaman malah difoya-foyakan sendiri, plus nyuruh anak-anaknya yang pasrah untuk kerja lebih giat lagi?
nah dalam kasus subsidi BBM ini bukannya apel yang si ayah berikan tapi minyak. memang lu bisa hidup minum minyak? kewajiban si ayah adalah memberi apel (tunjangan kehidupan), buku (edukasi), dan obat2an (kesehatan). sistim dulu si anak nangis2 minta minyak karena mimpi2 mau punya mobil. yang benar harusnya si ayah tegas tidak memberi subsidi minyak ke si anak sebelum dia mandiri bisa membeli mobilnya sendiri tapi menggunakan uangnya untuk memberi dia apel, buku dan obat2an.
ps: minyak tanah untuk memasak termasuk ke kategori tunjangan hidup. daripada harga minyak tanah dibuat murah secara artifisial dan memberi insentif untuk orang2 untuk over konsumsi dan spekulan2 untuk menyelundup lebih bagus kalau uang itu 100% disalurkan ke orang miskin dan biarkan mereka memutuskan sendiri mau konsumsi berapa.
Nelson
October 06, 2005, 10:48
Originally posted by CooL MoM
kayanya Nelson nggak tauk yah..kalo minyak hasil Bumi Indon py itu kualitas terbaik yg ada di dunia..krn terdapat di pulau bukan di laut kaya negara lainnya..harusnya sebagai negara penghasil minyak terbsesar..kita nggak semiskin ini..masa kalah sama Arab saudi penghasil minyak bumi yg dr laut...coba tanyakan kepada bapak2x pertamina yg tidak goblok dan suka korupsi..dia pasti mengerti kenapa kita bisa terbalik begini...krn apa?? minyak hasil bumi kita di jual kenegara lain,sdgkan kita beli dari negara luar..terang saja sekarang empot2x tan ..masa itu yg salah semua dari rakyat..
kemarin temen gue yg pintar..mau bikin proyek hemat energi aja di tolak Pertamina (mungkin takut tidak bisa di korupsi) akhirnya ilmu dia malah dipakai oleh negara US dan eropa :o
penghasil minyak terbesar? wah kayaknya lu hidup di dunia fantasi deh.
ini data dari tahun 2002 tapi kira2 lu bisa lihat kenyataan deh.
http://www.scaruffi.com/politics/oil.html
Reserves (millions of barrels as of January 1, 2002):
Saudi Arabia: 261,750
Indonesia: 5,000
Production
(millions of barrels per day):
Saudi Arabia: 8.528
Indonesia: 1.384
kasihan lu nggak tau ya kalau kita sudah jadi importer minyak?
http://www.cia.gov/cia/publications/factbook/geos/id.html
Indonesia became a net oil importer in 2004 due to declining production and lack of new exploration investment. As a result, Jakarta is not reaping the benefits of high world oil prices, and the cost of subsidizing domestic fuel prices has placed an increasing strain on the budget.
Oil - production: 971,000 bbl/day (2003 est.)
Oil - consumption: 1.183 million bbl/day (2003 est.)
nih contoh mematikan dari efek subsidi
http://www.greencarcongress.com/2005/08/indonesian_car_.html
http://bioage.typepad.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/indonesianoil20aug05.PNG
Indonesian Car Purchases Booming; Oil Production Declining.
Indonesia’s oil production, however, having peaked, continues to decline,Indonesia thus has become a net importer of oil
kalau belum puas
http://www.energybulletin.net/4688.html
Indonesia's crude output falls to 34-year low in February. There will be no doubt that Indonesia will be a clear net crude importer in 2005
Nelson
October 06, 2005, 11:04
jadi sekarang lu orang sudah tau kalau selama ini rakyat diberi ilusi kalau BBM itu murah dan berlimpah2 padahal kenyataannya harga dunia sudah meroket dan indonesia sudah menjadi importir minyak.
efek subsidi adalah.
1. harga murah artifisial tidak memberi orang insentif untuk menghemat. makanya perjalanan sependek apa pun tinggal pakai mobil dan industri yang tidak effisien tetap berjalan.
2. yang menikmati subsidi bukan 100% orang miskin malahan mayoritas uang subsidi dinikmati oleh pemilik hummer, BMW, landcruiser dll yang suka cruising.
3. 1/3 dari pengeluaran pemerintah dipakai untuk menyokong kebiasaan buruk ini sedangkan pengeluaran untuk biaya pendidikan dan kesehatan malah lebih kecil.
4. memberi insentif untuk spekulan2 dan pejabat2 korup untuk menyelundupi BBM murah dari indonesia ke negara2 tetangga sesuai dengan harga pasar yang tinggi.
5. memelihara mentalitas cengeng ke pengusaha dan rakyat yang suka merengek supaya diberi subsidi terus daripada menggunakan otak mereka.
konklusinya, pendukung subsidi adalah
1. pemboros
2. orang kaya
3. pejabat sinting
4. maling
5. tukang mimpi
untungnya dari dicabutnya subsidi adalah
1. memberi insentif keorang2 untuk menghemat
2. memberi 100% dana ke orang miskin
3. meningkatkan pengeluaran edukasi, kesehatan dan jaminan sosial
4. menjadikan spekulan2 jadi pengangguran dan pejabat2 kehilangan kesempatan korupsi
5. memelihara mentalitas mandiri dan kreatifitas
konklusinya, pendukung dicabutnya subsidi adalah
1. penghemat
2. orang miskin
3. pejabat bijak
4. penegak hukum
5. orang dewasa
prometheusz
October 06, 2005, 11:12
JANJI & KEWAJIBAN MEMENUHINYA :
...Kami tidak suka Berjanji,apalagi Berjanji tentang hal yang saya tidak Mempunyai Kewajiban untuk Memenuhinya. Kami mengkomunikasikan sesuatu yang tidak kami tulis dan serahkan kepada KPU. Kami tidak Mengkomunikasikan sesuatu Yang tidak Kami Pikirkan secara Matang, dan hanya Seingat-Ingatnya saja. Sesuatu yang semua kita tahu pasti tidak melahirkan manfaat,malah sebaliknya melahirkan Ke-tidak-konsisten-nan. Ke-tidak-konsisten-nan yang dapat membuat Rakyat Bingung, tetapi Tidak Bisa Dituntut Per-tanggung-jawaban-nya... [ SBY dalam Pidato Politik di Penutupan Masa Kampanye Putaran pertama di Jakarta, Kamis, 1 Juli 2004 ].
prometheusz
October 06, 2005, 11:13
PENDIDIKAN MURAH & GAJI GURU :
...Saya akan mengupayakan pendidikan murah. Pendidikan harus menyentuh mereka yang sangat miskin. Mereka yang miskin perlu mendapat proteksi dan bantuan termasuk dalam bidang pendidikan... [ SBY dalam acara Dialog Penajaman Visi, Misi dan Program Capres-Cawapres yang diselengarakan oleh Komisi Pemilihan Umum di Hotel Hilton Jakarta, Kamis, 16 September 2004 ].
...Mereka yang tidak mampu akan diupayakan mendapatkan pendidikan gratis. Tetapi, mereka yang mampu harus tetap membayar. Ini agar mereka yang miskin bisa gratis mendapatkan pendidikan... [ JK dalam acara Dialog Penajaman Visi, Misi dan Program Capres-Cawapres yang diselengarakan oleh Komisi Pemilihan Umum di Hotel Hilton Jakarta, Kamis, 16 September 2004 ].
...Saya berharap agar suatu saat gaji guru bisa mencapai dua juta rupiah per bulan. Tentu tidakserta merta,tetapi harus menunggu hingga penerimaan negara lebih baik. Negara ke depan harus bisa membantu membayar sekolah mereka yang tidak mampu... [ SBY dalam acara Dialog dengan sejumlah Guru SMAN 1 Cileungsi yang diselengarakan di kedidiamannya Puri Cikeas, Rabu, 22 September 2004 ].
prometheusz
October 06, 2005, 11:14
PELAYANAN KESEHATAN GRATIS & PUSKESMAS :
...Saya setuju untuk memberlakukan Asuransi Sosial Kesehatan bagi Seluruh Rakyat. Tujuannya agar masyarakat bisa mendapatkan Pelayanan Kesehatan Gratis di Rumah Sakit. Hal yang tak kalah pentingnya juga adalah pendidikan perilaku hidup bersih dan sehat kepada masyarakat. Contohnya, selalu mencuci tangan sebelum makandan minum, mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang, berolahraga cukup, tidak merokok, tidak mengkonsumsi alkohol dan narkoba. Ini perlu terus ditingkatkan agar masyarakat mampu mencegah penyakit... [ SBY dalam acara Dialog dan Silaturahmi Capres RI dan Calih Masyarakat Profesi Kesehatan yang diselengarakan di Jakarta, Minggu, 29 Agustus 2004 ].
...Saya prihatin terhadap rendahnya tingkat kesehatan masyarakat. Sebelumnya, saya berkunjung ke beberapa daerah di Jawa Timur. Saya mengamati, betapa kurangnya fasilitas di berbagai puskesmas. Jumlah tenaga medisnya tak mencukupi, fasilitas rawat inap dan obat-obatan juga kurang. Padahal, Puskesmas merupakan tempat berobat masyarakat kebanyakan dengan standar ekonomi kelas bawah. Puskesmas harusnya perlu mendapat perhatian yang lebih serius ... [ SBY dalam acara Pengobatan Gratis yang diselengarakan oleh Gerakan Pro-SBY di Ciawi, Selasa, 15 Juni 2004 ].
...Saya akan menaikkan presentase Anggaran bidang Kesehatan dalam APBN menjadi 10 % hingga 15 %. Akan ada kajian mendalam tentang beberapa aspek terkait. Tapi Saya bisa Pastikan, Presentase pengeluaran Pemerintah akan ada Kenaikan untuk bidang Kesehatan. Selain bidang Pendidikan,bidang Kesehatan merupakan Prioritas program Kesejahteraan Rakyat. Didalamnya sudah termasuk Pengurangan Angka Kemiskinan dan Pengangguran serta peningkatan Daya Beli Masyarakat. Jadi perlu dihitung dulu secara menyeluruh agar tidak timbul ketimpangan. Kalau hal ini Sampai Terjadi, bisa menimbulkan Masalah Serius... [ SBY dalam acara Dialog dan Silaturahmi Capres RI dan Calih Masyarakat Profesi Kesehatan yang diselengarakan di Jakarta, Minggu, 29 Agustus 2004 ].
prometheusz
October 06, 2005, 11:15
PENGANGGURAN & KEMISKINAN :
...Untuk menanggulangi kemiskinan dan memperbaiki sosial ekonomi rakyat. Saya akan mengurangi tingkat Pengangguran dari 10,1 % tahun ini menjadi 5,1 %, menurunkan angka Kemiskinan dari 17,4 % menjadi 8,2 % . Agar tercapai kesejahteraan sosial. Saya menrgetkan peningkatan Pendapatan per Kapita hingga 2 (dua) kali lipat, dari 968 Dollar AS menjadi 1.731 Dolar AS ... [ SBY dalam dialog ekonomi dengan anggota Kadin di Balai Sidang Senayan Jakarta, Senin, 2 Agustus 2004 ].
...Saya optimis untuk mengangkat pertumbuhan ekonomi kita menjadi lebih baik. Jika pada tahun 2003 pertumbuhan ekonomi kita berkisar 4,1 %, Saya Optimis untuk meningkatkannya hingga 7,6 % dengan pertumbuhan rata-rata 6,6 % setiap Tahun... [ SBY dalam dialog ekonomi dengan anggota Kadin di Balai Sidang Senayan Jakarta, Senin, 2 Agustus 2004 ].
prometheusz
October 06, 2005, 11:16
PEMBENTUKAN & EVALUASI KABINET :
...Saya akan memberikan 4 (empat) pos menteri bagi Perempuan. Ini agar perempuan Indonesia bisa lebih berperan dalam proses politik dan pengambilan kebijakan untuk publik,baik itu di Legislatif, Eksekutif, maupun Yudikatif. Hal Ini Sudah Saya Pikirkan Secara Mendalam dan Rasional. Saya terinspirasi setelah melihat perkembangan potensi kaum perempuan di lemabaga Eksekutif dan Legislatif... [ SBY dalam pertemuan dengan para aktivis Gerakan Pemberdayaan Suara Perempuan di Hotel Atlet Century Park Senayan Jakarta, Senin, 30 Agustus 2004 ].
...Kabinet saya nantinya terdiri dari "The Dream Team" paduan politisi dan kaum profesional, juga memperhatikan ke-Bhineka-an Tunggal Ika dan masalah Gender. Kalau dalam kabinet sekarang hanya ada 2 (dua) Menteri Perempuan,maka dalam kabinet mendatang bisa 4 (empat) Menteri Perempuan,namun harus tetap memperhatikan kualifikasi dan profesionalismenya... [ SBY dalam pertemuan dengan pengurus besar Persatuan Guru Republik Indonesia di Bumi Perkemahan Tawangmangu Solo, Sabtu, 14 Agustus 2004 ].
...Saya sangat menghormati kebebasan ber-ekspresi dan ekspresi kebebasan. Karena itu, saya sangat menghormati usulan afar Seniman masuk Kabinet. Seniman atau bukan, Silahkan Masuk Kalau Memang Mampu. Saya yakin Budayawan punya potensi untuk itu... [ SBY dalam acara Dialog Penajaman Visi dan Strategi Kebudayaan Capres 2004 di Graha Bhakti Budaya TIM Jakarta, Senin, 14 Juni 2004 ].
...Melihat potensi dan peran budaya yang begitu besar sebagai pemersatu bangsa, saya melihat menjadi Tidak Tepat Jika sektor Budaya Dijadikan Satu Dengan Pariwisata dalam Satu departemen. Saya setuju jika Budaya dan Pariwisata Dipisah ... [ SBY dihadapan Seniman dan Budayawan di Yogyakarta, Senin, 21 Juni 2004 ].
...Sebelum acara pelantikan, para Menteri dan Jaksa Agung telah mendatangani Surat Pernyataan yang hakikatnya merupakan Kontrak Politik antara para Menteri dengan Saya. Halitu dilakukan dengan sepenuh hati dan penuh kesadaran untuk setia kepeda pemerintahan dan negara, untuk jujur dan bekerja keras, mengutamakan kepentingan pemerintah dan negara diatas kepentingan partai atau golongan. Saya Akan Melakukan Evaluasi ats Kinerja dan Prestasi Mereka. Saya mengajak mereka untuk bekerja keras dan bekerja cerdas. Lima Tahun Adalah Waktu yang Cukup Untuk kita Bisa Menyumbangkan Sesuatu yan optimal Kepada Bangsa dan Negara kita... [ SBY saat pelantikan 36 Menteri dan pejabat setingkat menteri d Istana Negara Jakarta, Kamis, 21 Oktober 2004 ].
prometheusz
October 06, 2005, 11:17
PEMBERANTASAN KORUPSI & KKN :
...Kepada Jaksa Agung, saya akan memberikan Keppres dan Borgol. Sebagai pejabat, ia perlu diberi Keputusan Presiden. Tapi ia juga perlu dibekali Borgol agar tetap Konsisten terhadap Penegakan Hukum serta tidak melakukan Jual-Beli Perkara serta berbagai aksi Korupsi lainnya. Setelah Masa Jabatannya Habis lima tahun kemudian,Borgol itu harus dikembalikan. Jangan sampai borgol Borgol itu Dipakai Sendiri Sebelum Masa Jabatannya Berakhir... [ SBY dalam acara Dialog Penajaman Visi dan Strategi Kebudayaan Capres 2004 di Graha Bhakti Budaya TIM Jakarta, Senin, 14 Juni 2004 ].
... Jaksa Agung adalah Ujung Tombak dalam penegakan hukum. Jadi,kalau kita ingin menegakkan hukum,kita harus memiliki Jaksa Agung yang Jujurdan Tegas dalambertindak. Saya akan memberikan Kekuasaan Penuh kepadanya untukmelaksanakan kewenangannya. Namun, jika ia Tak Dapat Melaksanakan Tugasnya dengan Baik, ia akan diberikan Hukuman... [ SBY kepada para wartawan di Bengkulu, Minggu, 14 September 2004 ].
... Meski dalam Undang-Undang Laporan Kekayaan Pejabat Negara tidak harus diumumkan, saya setuju jika hal itu diumumkan. Ini akan berguna untuk mengatasi korupsi. Kalau bisa, dimasa mendatang ada Klarifikasi Kekayaan Pejabat Setiap Tahun sekali... [ SBY saat mengunjungi kantor Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsidi Jakarta, Selasa, 31 Agustus 2004 ].
...Kami akan memecat anggota Kabinet yang terlibat KKN. Itu sudah menjadi komitmen kami. Orang yang melakukan KKN harus segera dicopot dari jabatannya, sebab mereka tidak bisa memberikan contoh yang baik... [ JK saat bertemu Pengurus dan Kader PKS di Hotel Bumi Minang Padang Sumatera Barat, Sabtu, 4 September 2004 ].
...Apabila anggota Kabinet saya terlibat dalam berbagai tindak penyimpangan, termasuk Korupsi. Dan apabila dinyatakan bersalah oleh Hukum, ia harus siap untuk menundurkan diri dan menerima sanksi sesuai hukum yang berlaku. Sebagai Pemimpin Tertinggi Pemerintahan, saya pun akan melakukan hal yang sama dengan para menteri, menjadi pejabat yang bersih, bebas dari korupsi dan segala bentuk penyimpangan... [ SBY saat pelantikan 36 Menteri dan pejabat setingkat menteri d Istana Negara Jakarta, Kamis, 21 Oktober 2004 ].
...Kami Akan Kembali Memeriksa Soeharto. Tentu saja setelah ia Sehat. Sebab,orang yang sakit tidak bisa dibawa ke Pengadilan. Jika ia sudah sehat, akan diperiksa lagi agar mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya. Siapapun orangnya, hukum harus tetap ditegakkan. Semua orang sama dihadapan hukum... [ JK di PondokPesantern Modern As=Salam Sukoharjo Solo, Sabtu, 21 Agustus 2004 ].
... Kita harus menempatkan masa lalu, masa kini dan masa depan secara adil. Belum tercapainya tujuan nasional Indonesia hingga kini Bukanlah Akibat Kesalahan Pemimpin di Masa Lalu. Kita Tak Boleh begitu saja Menyalahkan Pendahulu Kita. Mereka telah berusaha keras untuk mewujudkan tujuan nasional dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Diperlukan perjuangan yang terus-menerus dan berkelanjutan... [ SBY kepada para wartawan di Bengkulu, Minggu, 14 September 2004 ].
...Saya akan mengadakan Kontrak Politik dengan Rakyat dalam menangulangi Pemberantasan Korupsi. 1 (satu) Rupiah pun Uang Negara harus dipertanggungjawabkan dan diaudit. Pemeriksaan harus transparan. Rakyat harus mengetahui apa yang sudah dilakukannya, apa yang belum dilakukan dan apa yang akan dilakukan ke depan... [ SBY dalam acara Dialog Penajaman Visi dan Strategi Kebudayaan Capres 2004 di Graha Bhakti Budaya TIM Jakarta, Senin, 14 Juni 2004 ].
...Tekad saja tak cukup dalam melakukan pemberantasan korupsi. Diperlukan contoh dari atas, contoh dari pemimpinnya... [ JK dalam acara Dialog Penajaman Visi, Misi dan Program Capres-Cawapres yang diselengarakan oleh Komisi Pemilihan Umum di Hotel Hilton Jakarta, Selasa, 14 September 2004 ].
prometheusz
October 06, 2005, 11:17
TERORISME :
... Kita adalah Korban Terorisme. Saya telah menghabiskan Tahun-Tahun Terakhir saya di Pemerintahan Memerangi Terorisme ini. Menghabiskan waktu-waktu saya untuk menjaga keselamatan seluruh masyarakat kita. Memang bukan upaya mudah, tetapi kita harus terus meningkatakan upaya pemberantasan tindak pidana terorisme. Upaya pemberantasan terorisme ini akan kita Perkuat dengan mengembangkan kerangka dan perangkat hukum yang memadai dan secara terus menerus meningkatkan infrastruktur keamanan kita. Melihat korban terorisme diberbagai wilayah Indonesia,membuat saya berjanji pada diri sendiri bahwa saya tidak ingin terjadi lagi tindakan terorisme di negeri ini. Tindakan terorisme yang menghancurkan kehidupan, menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan dan meninggalkan luka yang pedih bagi keluarga korban. Cukup yang telah terjadi, begitu juga dengan Kejahatan Trans-Nasional khususnya Narkoba dan Perdagangan Anak. Cukup, kita akan Perangi sampai ke Akar-Akarnya... [ SBY dalam Pidato Politik di Pembukaan Masa Kampanye Putaran pertama di Jakarta, Selasa, 1 Juni 2004 ].
... Saya Menjamin, pendekatan keamanan dalam Pemerintahan Saya tetap Menjaga iklim Demokrasi di Indonesia. Kami tidak akan bersikap Represif. Kita bisa mengatasi Terorisme, Gangguan Nasional, Separatisme dan sebagainya, tanpa harus represif sepanjang dikembalikan kepada Aturan Main. Undang-Undang Anti Terorisme adalah contoh yang sangat jelas untuk mencegah adanya penyalah gunaan kekuasaan. Jangan Sampai ada Alasan Keamanan tetapi Mengancam demokrasi. Mari sama-sama kita Kawal Demokrasi ... [ SBY dalam acara Dialog Penajaman Visi, Misi dan Program Capres-Cawapres yang diselengarakan oleh Komisi Pemilihan Umum di Hotel Hilton Jakarta, Selasa, 14 September 2004 ].
prometheusz
October 06, 2005, 11:18
ISLAM YANG RAMAH :
... Saya ingin melihat umat Islam di Indonesia, yang memang mayoritas penduduknya memeluk agama ini, akan menjadi Teladan bagi umat Islam lainnya di dunia dengan menampilkan Islam yang Ramah dengan Ajaran Universal-nya. Jabaran-jabaran ini, saya kira, para ulamalah yang lebih mengetahuinya. Saya hanyalah umatnya saja yang masih terus-menerus membutuhkan "tausiyah" dari para ulama dan kiai... [ SBY dihadapan Ulama dan Cendekiawan Muslim di Asrama Haji Masyhur Medan, Jumat, 18 Juni 2004 ].
... Untuk mewujudkan Indonesia yang aman dan damai, masyarakat harus bisa hidup harmonis, saling menghormati, saling menghargai, dan Toleransi Beragama, serta Tidak menyuarakan SARA... [ SBY saat kampanye di Lapangan Satrio Manado, Jumat, 11 Juni 2004 ].
prometheusz
October 06, 2005, 11:18
PORNOGRAFI & PORNOAKSI :
... Saya akan Melakukan Pembatasan terhadap Penayangan adegan Pornografi, Pornoaksi, Sadisme di Televisi yang bisa ditonton 24 Jam. Pembatasan ini bukan dimaksudkan mengontrol pikiran dan tidak menghormati HAM. Namun, harus ada Regulasi yang baik Demi Moral, Akhlak dan Perilaku Anak-Anak kita di Masa Mendatang. Harus ada Pembatasan untuk Penayangan hal-hal yang menjurus ke Tindak Kejahatan yang dapat Merusak Moral. Kalau moral bangsa tidak ditangani dari sekarang, 10-20 tahun lagi tanpa kita sadari Kebobrokan dan Kemaksiatan telah Berkembang Luas. ... [ SBY dalam acara Dialog Penajaman Visi, Misi dan Program Capres-Cawapres yang diselengarakan oleh Komisi Pemilihan Umum di Hotel Hilton Jakarta, Kamis, 16 September 2004 ].
prometheusz
October 06, 2005, 11:19
INDONESIA SEJAHTERA :
...Kami akan membawa Indonesia menjadi lebih Aman, Adil, Demokratis, dan Sejahtera dalam Lima Tahun ke depan... [ SBY dalam acara Dialog Penajaman Visi, Misi dan Program Capres-Cawapres yang diselengarakan oleh Komisi Pemilihan Umum di Hotel Hilton Jakarta, Selasa, 14 September 2004 ].
...Saya akan Berjuang bersama rakyat untuk Membawa bangsa Indonesia menjadi Lebih Baik dalam Lima Tahun ke depan... [ SBY di Lapangan Parkir stadion Bumi Siliwangi Palembang, Minggu, 20 Juni 2004 ].
prometheusz
October 06, 2005, 11:19
AMANAH & KRITIK TEGURAN :
... Saya selaku Presiden RI, dan saudara Muhammad Jusuf Kalla selaku Wakil Presiden RI, telah mengucapkan Sumpah dihadapan Majelis Pemusyawaratan Rakyat, Dengan menyebut Asma Allah. Dengan sumpah itu Kami Berjanji, akan menjalankan Amanah yang diberikan Rakyat dengan Sebaik-Baiknya, Selurus-Lurusnya dan Seadil-Adilnya. Karena itu, saya selalu memohon kehadirat Allah SWT,semoga Dia senantiasa menunjuki saya ke Jalan yang Lurus. Saya memohon dukungan segenap rakyat, sepanjang saya berada di jalan yang benar. Sebaliknya, saya memohon Kritik, Teguran dan Saran yang konstruktif, kalau-kalau saya melakukan Kekeliruan dan Kealpaan. Saya hanyalah hamba Allah yang dhaif, yang tidak terlepas dari kekurangan dan kesalahan... [ SBY dalam Pidato peringatan Nuzulul Qur'an tahun 1425 H di Masjid Istiqal Jakarta, Sabtu, 30 Oktober 2004 ].
prometheusz
October 06, 2005, 11:19
Dikutip dari buku " Janji-Janji & Komitmen SBY-JK : Menabur Kata Menanti Bukti " yang ditulis oleh Rudy S Pontoh dan diterbitkan oleh
Media Presindo - Yogyakarta,
prometheusz
October 06, 2005, 11:22
Terjajah ExxonMobil di Cepu (Jawa Pos, 19/09/05)
Oleh: Kwik Kian Gie
Kali ini saya tidak akan membahas tentang pengertian subsidi -apakah itu sama dengan uang tunai yang harus keluar atau tidak- dan hal-hal teknis lain seperti itu.
Saya akan membahas tentang negara kaya yang menjadi miskin kembali karena terjerumus ke dalam mental kuli yang oleh penjajah Belanda disebut mental inlander. Mental para pengelola ekonomi sejak 1966 yang tidak mengandung keberanian sedikit pun, yang menghamba, yang ngapurancang ketika berhadapan dengan orang-orang bule.
Ibu pertiwi yang perut buminya mempunyai kandungan minyak sangat besar dibanding kebutuhan nasionalnya, setelah 60 tahun merdeka hanya mampu menggarap minyaknya sendiri sekitar 8 persen. Sisanya diserahkan kepada eksplorasi dan eksploitasi perusahaan-perusahaan asing.
Apa pekerjaan dan sampai seberapa jauh daya pikir para pengelola ekonomi kita sejak merdeka sampai sekarang? Istana Bung Karno dibanjiri para kontraktor minyak asing yang sangat berkeinginan mengeksplorasi dan mengeksploitasi minyak bumi di Indonesia. Bung Karno menugaskan Chairul Saleh supaya mengizinkannya hanya sangat terbatas.
Putrinya, Megawati, bertanya kepada ayahnya, mengapa begitu? Jawaban Bung Karno kepada putrinya yang baru berumur 16 tahun, "Nanti kita kerjakan sendiri semuanya kalau kita sudah cukup mempunyai insinyur-insinyur sendiri."
Artinya, Bung Karno sangat berketetapan hati mengeksplorasi dan mengeksploitasi minyak oleh putra-putri bangsa Indonesia sendiri. Mengapa sekarang hanya sekitar 8 persen?
Lebih menyedihkan ialah keputusan pemerintah memperpanjang kerja sama dengan Exxon Mobil (Exxon) untuk blok Cepu selama 20 tahun sampai 2030. Begini ceritanya. Exxon membeli lisensi dari Tommy Soeharto untuk mengambil minyak dari sebuah sumur di Cepu yang kecil. Exxon lalu melakukan eksplorasi tanpa izin. Ternyata ditemukan cadangan dalam sumur yang sama sebanyak 600 juta barel.
Ketika itu Exxon mengajukan usul untuk memperpanjang kontraknya sampai 2030. Keputusan ada di tangan Dewan Komisaris Pemerintah untuk Pertamina (DKPP). Dua dari lima anggota menolak. Yang satu menolak atas pertimbangan yuridis teknis. Yang lain atas pertimbangan sangat prinsipil.
Dia sama sekali tidak mau diajak berargumentasi dan juga sama sekali tidak mau melihat angka-angka yang disodorkan Exxon beserta para kroninya yang berbangsa Indonesia.
Mengapa? Karena yang menjadi pertimbangan pokoknya, harus dieksploitasi bangsa Indonesia sendiri, yang berarti bahwa Exxon pada 2010 harus hengkang, titik. Alasannya sangat mendasar, tetapi formulasinya sederhana. Yaitu, bangsa yang 60 tahun merdeka selayaknya, semestinya, dan seyogianya mengerjakan sendiri eksplorasi dan eksploitasi minyaknya. Bahkan, harus melakukannya di mana saja di dunia yang dianggap mempunyai kemungkinan berhasil.
Menurut peraturan yang berlaku (sebelum Pertamina berubah menjadi Persero), kalau DKPP tidak bisa mengambil keputusan yang bulat, keputusan beralih ke tangan presiden. Maka, bola ada di tangan Presiden Megawati Soekarnoputri. Beliau tidak mengambil keputusan, sehingga Exxon kalang kabut. Exxon mengirimkan executive vice president-nya yang langsung mendatangi satu anggota DKPP yang mengatakan "pokoknya tidak".
Dia mengatakan, sejak awal sudah ingin bertemu satu orang anggota DKPP ini yang berinisial KKG, tetapi dilarang kolega-koleganya sendiri. KKG tersenyum sambil mengatakan karena para koleganya masih terjangkit mental inlander.
Lalu dia berargumentasi panjang lebar dengan mengemukakan semua angka betapa Indonesia diuntungkan. KKG menjawab bahwa kalau dia ngotot sampai seperti itu, apa lagi latar belakangnya kalau dia tidak memperoleh untung besar dari perpanjangan kontrak sampai 2030? Karena itu, kalau mulai 2010, sesuai kontrak, Exxon harus hengkang dan seluruhnya dikerjakan Pertamina, semua laba yang tadinya jatuh ke tangan Exxon akan jatuh ke tangan Indonesia sendiri.
Lagi pula, KKG menjelaskan bahwa sudah waktunya belajar menjadi perusahaan minyak dunia seperti Exxon. KKG bertanya kepadanya, "Bukankah kami berhak mulai merintis supaya menjadi Anda di bumi kita sendiri dan menggunakan minyak yang ada di dalam perut bumi kita sendiri?"
Eh, dia mulai mengatakan tidak bisa mengerti bagaimana orang berpendidikan Barat bisa sampai seperti itu tidak rasionalnya! Jelas KKG muntap dan mulai memberi kuliah panjang lebar bahwa orang Barat sangat memahami dan menghayati tentang apa yang dikatakan EQ, dan bukan hanya IQ. Apalagi, kalau dalam hal blok Cepu ini ditinjau dengan IQ juga mengatakan bahwa mulai 2010 harus dieksploitasi oleh Indonesia sendiri.
Bung Karno juga berpendidikan Barat dan sejak awal beliau mengatakan, "Man does not live by bread alone." Dalam hal blok Cepu, dua argumen berlaku, yaitu man does not live by bread alone, dan diukur dengan bread juga menguntungkan Indonesia, karena laba yang akan jatuh ke tangan Exxon menjadi labanya Pertamina.
Pikiran lebih mendalam dan bahkan dengan perspektif jangka panjang yang didasarkan materi juga mengatakan bahwa sebaiknya blok Cepu dieksploitasi oleh Pertamina sendiri. Mengapa?
Jawabannya diberikan oleh mantan Direktur Utama Pertamina Baihaki Hakim kepada Menko Ekuin ketika itu bahwa Pertamina adalah organisasi yang telanjur sangat besar. Minyak adalah komoditas yang tidak dapat diperbarui. Penduduk Indonesia bertambah terus seiring dengan bertambahnya konsumsi.
Kalau sekarang saja terlihat bahwa konsumsi nasional sudah lebih besar daripada produksi nasional, di masa mendatang kesenjangan ini menjadi semakin besar, dan akhirnya organisasi Pertamina yang demikian besar itu akan dijadikan apa?
Apakah hanya menjadi perusahaan dagang minyak, dan apakah akan mampu berdagang saja dalam skala dunia, bersaing dengan the seven sisters? Maka visi jangka panjang Baihaki Hakim, mumpung masih lumayan cadangannya, sejak sekarang mulai go international dan menggunakan cadangan minyak yang ada untuk sepenuhnya menunjang kebijakannya yang visiuner itu.
Menko Ekuin ketika itu memberikan dukungan sambil mengatakan, "Pak Baihaki, saya mendukung sepenuhnya. Syarat mutlaknya ialah kalau Anda ingin menjadikan Pertamina menjadi world class company, Anda harus juga memberikan world class salary kepada anak buah Anda."
Sang Menko Ekuin keluar dari kabinet Abdurrahman Wahid. Setelah itu dia kembali ke kabinet sebagai kepala Bappenas dan ex officio menjabat anggota DKPP. Maka pikirannya masih dilekati visi jangka panjangnya Pak Baihaki Hakim dan kebetulan direktur utama Pertamina ketika itu juga masih Pak Baihaki Hakim. Tetapi, kedudukan kita berdua sudah sangat lemah, karena dikreoyok para anggota DKPP dan anggota direksi lain yang mental, moral, dan cara berpikirnya sudah kembali menjadi inlander.
Baihaki Hakim yang mempunyai visi, kemampuan, dan telah berpengalaman 13 tahun menjabat direktur utama Caltex Indonesia langsung dipecat begitu Pertamina menjadi persero. Alasannya, kalau diibaratkan sopir, dia adalah sopir yang baik untuk mobil Mercedes Benz. Sedangkan yang diperlukan buat Pertamina adalah sopir yang cocok untuk truk yang bobrok. Bayangkan, betapa inlander cara berpikirnya. Pertamina diibaratkan truk bobrok. Caltex adalah Mercedez Benz. Memang sudah edan semua.
Ada tekanan luar biasa besar dari pemerintah Amerika Serikat di samping dari Exxon. Ceritanya begini. Dubes AS ketika itu, Ralph Boyce, sudah membuat janji melakukan kunjungan kehormatan kepada kepala Bappenas, karena protokolnya begitu. Tetapi, ketika sang Dubes tersebut mendengarkan pidato sang kepala Bappenas di Pre-CGI meeting yang sikap, isinya pidato, dan nadanya bukan seorang inlander, janjinya dibatalkan.
Eh, mendadak dia minta bertemu kepala Bappenas. Dia membuka pembicaraan dengan mengatakan akan berbicara tentang Exxon. Kepala Bappenas dalam kapasitasnya selaku anggota DKPP mengatakan bahwa segala sesuatunya telah dikemukakan kepada executive vice president-nya Exxon, dan dipersilakan berbicara saja dengan beliau.
Sang Dubes mengatakan sudah mendengar semuanya, tetapi dia hanya melakukan tugasnya. "I am just doing my job". Kepala Bappenas mengatakan lagi, "Terusk an saja kepada pemerintah Anda di Washington semua argumen penolakan saya yang diukur dengan ukuran apa pun, termasuk semua akal sehat orang-orang Amerika pasti dapat diterima."
Kepala Bappenas keluar lagi dari kabinet karena adanya pemerintahan baru, yaitu Kabinet Indonesia Bersatu, dan Exxon menang mutlak. Ladang minyak di blok Cepu yang konon cadangannya bukan 600 juta barrel, tetapi 2 miliar barrel, oleh para inlander diserahkan kepada Exxon penggarapannya.
Saya terus berdoa kepada Bung Karno dan mengatakan, "Bung Karno yang saya cintai dan sangat saya hormati. Janganlah gundah dan gelisah, walaupun Bapak sangat gusar. Istirahatlah dengan tenang. Saya juga sudah bermeditasi di salah satu vihara untuk menenangkan hati dan batin saya. Satu hari nanti rakyat akan bangkit dan melakukan revolusi lagi seperti yang pernah Bapak pimpin, kalau para cecunguk ini sudah dianggap terlampau lama dan terlampau mengkhianati rakyatnya sendiri."
*) Mantan Menteri Negara PPN/kepala Bappenas.
sheen
October 06, 2005, 13:40
Originally posted by Nelson
nah ini contoh baik mental orang yang suka komplain tanpa mau mencari solusi. jadi lu bilang cara lama alias subsidi lebih bagus? gua tanya sekali lagi apakah subsidi yang lama 100% ke orang miskin? kenapa pemilik kendaraan mewah juga ikut menikmati uang subsidi? kenapa memberi insentif untuk pejabat2 korup untuk menyelundup BBM ke negara asing dengan memberi kesempatan eksploitasi perbedaan harga artifisial? lu kira sistim subsidi itu nggak kena potong2 korupsi juga?
hehehe, gue pikir eloe cukup pintar tanpa perlu bikin asumsi-asumsi sendiri tentang diri gue. itu cuma menunjukkan eloe nggak bisa stay on focus, tapi malah menyerang pribadi orang. assumption is mother of errors :o Apakah gue menunjukkan persetujuan gue akan sistem yang subsidi? Cuma asumsi eloe kan? :o
sejelek2nya sistim tanpa subsidi yang penting 100% dana sekarang bisa ditujukan untuk orang miskin murni. masalah dikorup itu terserah mental orang2 pelaksananya. kalau yang namanya mau curang biarpun perintah dari Tuhan pun bisa dilanggar dan dipermainkan. makanya sistim ini bagus untuk memperkuat partisipasi rakyat dalam sistim demokrasi. kalau penjabat berani memotong uang jaminan sosial memangnya orang yang benar2 memperlukan mau diam2 saja? tentu mereka jadi lebih proaktif dan perduli dengan kinerja pemimpin mereka karena kehidupan mereka tergantung dengan pemerintah yang bersih.
Dari manakah definisi orang miskin dan kaya berasal? seberapa mudah kita membedakan kelompok masyarakat kaya dan miskin? dari penghasilan (saja)? Statistik lagi huh?
Terserah orang yang melaksanakan? Proaktif? Peduli? Yang gue peduli adalah bahwa solusi ini cuma memindahkan persoalan yang satu ke persoalan yang nggak kalah besarnya. Nggak ada baik-baiknya. (...dan nggak usah eloe sok tau menyimpulkan bahwa gue setuju subsidi) Pencabutan subsidi itu menolong rakyat atau menolong pemerintahan?
Real lifenya aja gue kasi hitungan: rakyat yang dianggap miskin, diberi subsidi 100ribu untuk satu bulan untuk satu kepala keluarga. Kalau kepala keluarga bekerja dan perlu satu kali pulang pergi naik bus yang sudah naik 1000 rupiah: untuk 22 hari kerja saja sudah habis 44ribu. Kalau punya satu anak yang bersekolah naek mikrolet yang sudah naik 500 rupiah, itu sudah 26ribu. Belum kenaikan harga pangan. Justru mereka yang menerima dampak terbesar kenaikan BBM, karena justru faktor-faktor produksi bisa membebankan kenaikan ini kepada mereka. Tapi mungkin lebih baik dapat 100 ribu daripada tidak sama sekali.
Ada beberapa opsi yang gue pikir seharusnya bisa dilakukan pemerintah selain solusi semacam ini. Tapi sekali lagi, mereka lebih suka cari jalan pintas. Sama seperti Tutut yang dulu menganjurkan menyumbang emas untuk menalangi krismon.
Sekali lagi, gue cuma bisa bilang bahwa postingan eloe menggampangkan persoalan seolah ini cuma game SimCity, dan ada kesan high-profile untuk mencari segala cara untuk hantam pendapat sana-sini :D Yang terakhir, itu asumsi gue :D
aleks75012
October 06, 2005, 13:51
Originally posted by Nelson
konklusinya, pendukung dicabutnya subsidi adalah
1. penghemat
2. orang miskin
3. pejabat bijak
4. penegak hukum
5. orang dewasa
:haha
siapa ??
aleks75012
October 06, 2005, 14:09
ini ada tulisan dr Tempo
kali pejabat Indo yg termasuk bijak adl...Presiden
Keputusan Sulit Sang Presiden
Senin, 03 Oktober 2005 | 03:30 WIB
Akhirnya keputusan itu d-keluarkan, harga BBM naik, relatif tinggi sekali kenaikannya. Sejak 1 Oktober, harga eceran minyak tanah menjadi Rp 2.000, solar Rp 4.300, dan bensin premium menjadi Rp 4.500.
Di permukaan yang terlihat adalah per-nyataan tidak setuju dan penyesal-an. Mahasiswa dan buruh berdemonstra-si menentang, Presiden Yudhoyono sen-diri pun menyatakan sedih karena harus melakukan pilihan yang dikatakannya pahit itu.
Yang tidak terlalu tampak di permukaan adalah pengakuan bahwa menurut per-hitungan ekonomi kenaikan harga BBM tak dapat dielakkan lagi saat ini. Tidak bisa disangkal bahwa beban subsidi BBM tak mungkin lagi ditanggung negara, apalagi dengan melonjaknya har-ga minyak bumi dunia. Karena itu subsidi harus dikura-ngi, dan mayoritas wakil rakyat di DPR setuju. Subsidi berkurang, harga BBM harus naik. Banyak yang menje-rit dan menyesalkan tingginya kenaikan, tapi harga sukar bi-sa digeser, karena penentuannya bergantung erat pada sisa subsidi yang disetujui DPR.
Menaikkan harga tak pernah merupakan tindakan po-puler. Yang pro atau terpaksa setuju dengan kenaikan harga BBM—termasuk pemerintah dan DPR—tidak berani menyuarakan pembelaannya selantang yang menentang kenaikan. Adapun tingginya kenaikan dikatakan relatif, sebab perbedaan harga bisa dilihat dari dua sisi: diban-dingkan harga BBM sebelumnya, dan dipandang dari harga BBM sesungguhnya, yaitu harga pasar tanpa subsidi. Kenaikan harga minyak tanah Rp 2.000 dari Rp 700, sebesar 185 persen, memang luar biasa. Namun, dibanding harga pasar yang Rp 6.000 lebih, harga baru minyak tanah itu baru sepertiganya saja.
Meskipun jauh di bawah harga pasar, harga baru untuk minyak tanah itu memang terasa amat tinggi bagi konsumennya, terutama rakyat berpenghasilan kecil. Jelaslah, pro dan kontra kebijakan harga BBM juga disebabkan perbedaan titik berat dalam menilai. Yang satu menekankan pada akibat kenaikan harga, yang lain pada sebabnya subsidi dicabut. Akibat jangka pendek—biaya hidup meningkat, daya beli turun—mengesankan bahwa kebijakan ini tidak pro-rakyat miskin. Karena itu lalu protes disuarakan.
Yang lain berpendapat, harga naik karena subsidi harus dicabut, agar anggaran negara bisa ditopang, supaya ekonomi tidak merosot. Sekarang Indonesia adalah negeri pengimpor minyak, produksi tak mencukupi dan cadangan minyaknya terbatas; negara tak mungkin lagi mempertahankan kebijakan harga BBM murah dengan subsidi. Dalam jangka panjang, pencabutan subsidi akan menyeha-tkan ekonomi, sehingga pada gilirannya me-rupakan kebijakan pro-rakyat miskin juga. Tak mudah untuk memahaminya saat ini, memang.
Pemerintah yang bertanggung jawab adalah yang berani memutuskan untuk menyetop subsidi BBM, sekarang dan seterusnya, walau harus melawan arus. Dari asal katanya, ”ekonomi” berarti cara mengatur rumah tangga. Menjelaskan keterpaksaan mencabut subsidi dan menaikkan harga BBM juga akan dipermudah dengan ibarat sebuah rumah tangga yang sudah lama dilengkapi mobil untuk transportasi keluarga. Karena terbiasa, semua anak-anak menganggap mobil itu milik orang tuanya, dan merasa bahwa memakai mobil adalah kebutuhan primer dan jadi hak yang harus terpenuhi senantiasa.
Ternyata mobil itu bukan milik keluarga, tapi disewa dengan fasilitas perusahaan. Suatu ketika mobil ditarik karena tunjangan sewa dihentikan, sedangkan gaji tidak naik. Membeli atau menyewa mobil tidak sanggup, dana tak cukup. Konsekuensinya, anak-anak harus berjalan kaki atau naik bus kota ke mana-mana. Mereka protes, dan ada yang meraung-raung. Hak mereka serasa direnggut, dan menuduh orang tua tak peka akan kebutuhan anak-anak. Orang tua mereka memberikan penjelasan tentang kesadaran palsu yang selama ini ada, dan mengajak seluruh keluarga menyesuaikan diri dengan keadaan nyata yang lebih bersahaja.
Pemerintah pun patut menjelaskan semua konsekuensi ekonomi yang akan dihadapi, dan mengajak seluruh masyarakat menghadapi kesulitan bersama-sama. Bahwa har-ga angkutan, tarif listrik, dan harga barang-barang pada umumnya akan naik. Bahwa inflasi 2005 mungkin sekali akan mencapai dua angka, bunga kredit bisa mencapai 20 persen lebih, karena BI rate mungkin harus naik sampai 13-14 persen untuk bisa menghadang laju inflasi. Yang penting, semua kendala sudah dikenali, tinggal menjaga agar ekonomi tidak masuk ke resesi.
Presiden Yudhoyono berpikir agak panjang dalam memutuskan kebijakannya, dan lebih panjang lagi ketika memikirkan akibatnya pada kenaikan harga-harga barang. Tapi keputusannya untuk secara bertahap mulai melaksa-nakan ekonomi tanpa subsidi BBM patut dinilai sebagai tindakan tepat, berani, dan perlu. Kalaupun berlebihan jika disebut revolusioner, menyetop subsidi BBM adalah suatu kebijakan yang visioner.
** COMY **
October 06, 2005, 14:24
Originally posted by Nelson
penghasil minyak terbesar? wah kayaknya lu hidup di dunia fantasi deh.
ini data dari tahun 2002 tapi kira2 lu bisa lihat kenyataan deh.
http://www.scaruffi.com/politics/oil.html
Reserves (millions of barrels as of January 1, 2002):
Saudi Arabia: 261,750
Indonesia: 5,000
Production
(millions of barrels per day):
Saudi Arabia: 8.528
Indonesia: 1.384
kasihan lu nggak tau ya kalau kita sudah jadi importer minyak?
http://www.cia.gov/cia/publications/factbook/geos/id.html
Indonesia became a net oil importer in 2004 due to declining production and lack of new exploration investment. As a result, Jakarta is not reaping the benefits of high world oil prices, and the cost of subsidizing domestic fuel prices has placed an increasing strain on the budget.
Oil - production: 971,000 bbl/day (2003 est.)
Oil - consumption: 1.183 million bbl/day (2003 est.)
nih contoh mematikan dari efek subsidi
http://www.greencarcongress.com/2005/08/indonesian_car_.html
http://bioage.typepad.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/indonesianoil20aug05.PNG
Indonesian Car Purchases Booming; Oil Production Declining.
Indonesia’s oil production, however, having peaked, continues to decline,Indonesia thus has become a net importer of oil
kalau belum puas
http://www.energybulletin.net/4688.html
Indonesia's crude output falls to 34-year low in February. There will be no doubt that Indonesia will be a clear net crude importer in 2005
Wah gue heran..elo bisa percaya sama laporan doank..makanya kalo belum pernah kelapangan jgn cuma percaya sama data :o
Dr jaman Soeharto dulu,Minyak Bumi kita yg klas 1 ini sdh di explorer keluar utk dipakai negara adidaya ..
sedangkan minyak bumi (alias BBM) yg dipake adalah hasil impor dari luar..dan tentunya hasil pertukaran tersebut tidak sepadan ..maklum semua ttg hal berbau ini pasti ada unsur KKNnya
Seandainya kita memakai minyak bumi hasil olahan dr dalam negeri /sendiri..kita bisa lebih efisien pada mesin-mesin kilang utk system penghasil minyak
Krn Minyak bumi yg diambil dari daratan lebih ringan diolah daripada minyak bumi yg diambil dari laut :o
Sejauh ini..proyek2x Pertamina yg ada ,kaya di Balongan atau di cilacap..byk mesin-mesinnya yg tdk terpakai,krn jorok atau memang teknologinya tidak utk jenis minyak yg di olah oleh pertamina sekarang ini..malah gue pernah nemuin salah satu Pipa di Kilang minyak tersebut dipakai utk tempat jemuran..jadi tunjukan donk kalo gue salah.lagian data yg elo mabil kan tahun 2002...gue bicara data dari awal Indonesia berdiri dan py presiden..jadi kalau kita ngikutin aturan yg benar..harusnya tahun 1990 kita udah makmur :P
citytown
October 06, 2005, 14:28
gue sebenernya setuju gak ada subsidi BBM tapi liat kondisi rakyat Indonesia juga sih, nelson mungkin elo org kaya, tapi yang laen gimana...
tapi gimanah emang negara kita kurop banget sih, kalo subsidi dicabut ceritanya utk ngebela kaum miskin, dibela dimananya?? jgn jauh² pake analisa yg berkesan cerdas, toh org² cerdas di Indonesia juga gak bisa apa² :D
skrg kita liat, setelah BBM naek krn subsidi dicabut, apa pemerintah bisa atasin kesulitan ekonomi gak?? krn kan gak hanya dari faktor BBM, masih banyak aset laennya yg gak tau kemana duitnya, contohnya pajak tuh
citytown
October 06, 2005, 14:32
Originally posted by CooL MoM
Wah gue heran..elo bisa percaya sama laporan doank..makanya kalo belum pernah kelapangan jgn cuma percaya sama data :o
Dr jaman Soeharto dulu,Minyak Bumi kita yg klas 1 ini sdh di explorer keluar utk dipakai negara adidaya ..
sedangkan minyak bumi (alias BBM) yg dipake adalah hasil impor dari luar..dan tentunya hasil pertukaran tersebut tidak sepadan ..maklum semua ttg hal berbau ini pasti ada unsur KKNnya
iya dikirim kesini mom, makanya bensin disini thn 2004 masih 0.99 Euro. Inget gak yg soal kasus Shell yg diributin ama Indonesia-Malaysia??
kalo emang mo efektif pulau² yg gak ada penghuninya itu mungkin aja banyak sumber minyaknya :D
** COMY **
October 06, 2005, 14:38
kalo ngomongin soal Pajak..gue termasuk yg sakit hati..makan diluar gue bayar pajak,tiap bln penghasilan gue kena pajak..bayar Listrik kena pajak,telp and hp juga bayar pajak...belum lagi kalo kena restibusi yg lain..tapi mana utk rakyat..nggak usah utk gue deh..utk yg lain (maksa.com) yg miskin ..kaya tukang becak,tukang ojek..tukang gorengan :D
** COMY **
October 06, 2005, 14:48
wah..kok cocok banget sama argumen gue di thread sebelah
kenyataan dilapangan memang benar...sejak Soeharto jadi R1..minyak bumi kita di explorer habis2x an oleh negara luar dan utk mereka..sementara kita malah memakai minyak bumi klas 2..
btw Nelson harusnya baca nich...krn ini yg ngomong bukan gue doank
** COMY **
October 06, 2005, 14:49
Originally posted by prometheusz
ISLAM YANG RAMAH :
... Saya ingin melihat umat Islam di Indonesia, yang memang mayoritas penduduknya memeluk agama ini, akan menjadi Teladan bagi umat Islam lainnya di dunia dengan menampilkan Islam yang Ramah dengan Ajaran Universal-nya. Jabaran-jabaran ini, saya kira, para ulamalah yang lebih mengetahuinya. Saya hanyalah umatnya saja yang masih terus-menerus membutuhkan "tausiyah" dari para ulama dan kiai... [ SBY dihadapan Ulama dan Cendekiawan Muslim di Asrama Haji Masyhur Medan, Jumat, 18 Juni 2004 ].
... Untuk mewujudkan Indonesia yang aman dan damai, masyarakat harus bisa hidup harmonis, saling menghormati, saling menghargai, dan Toleransi Beragama, serta Tidak menyuarakan SARA... [ SBY saat kampanye di Lapangan Satrio Manado, Jumat, 11 Juni 2004 ].
aah ini point yg banyak kebohongan..sekarang byk rumah-rumah ibadah ditutup dgn paksa..rumah ibadah dihancurkan..apa jaminan dari pemerintah SBY dan JK..tidak ada..cuma berani janji tapi tidak di tepati..makanya siapa sih dulu yg milih mereka..sekarang silahkan telan segala kebohongan dengan pahit :o
Tommy_raikonen
October 06, 2005, 17:51
banyak korupsinya sih INDO. Gengsi2 an juga termasuk. Jadi presiden baru, kebijakan baru. Kebijakan lama ndak dipake karena gengsi. Susah :(
blueduck
October 06, 2005, 17:56
@ACham :
inflasi : harga x bobot terus dirata2 dan dibandingkan dg periode sebelonnya.
bobot ada standardnya, meliputi sembako plus rumah dll.
blueduck
October 06, 2005, 18:12
@Nelson,
kayaknya eloe cuma ninjau dari satu titik? cuma berdasarkan subsidi itu tidak baik utk kebiasaan?
dari sisi pemerintah :
misal kurang lebih APBN 450 T, dg subsidi 600 T, lantas pendapatan buat APBN didapat dari pajak 300 T, berarti defisit 150 T, dg subsidi defisit 300 T
tapi, gimana kalo pendapatan pajak berkurang 75 T (angka ini didapat dari insentif dan potensi perusahaan yg nunggak pajak) dan kredit macet (s/d saat ini masih ditanggung pemerintah kalo ada kredit macet perbankan) 100 T (potensial kredit macet masih belon transparan, bank ada yg bilang tidak pengaruh kenaikan suku bunga)?
berarti pendapatan pajak 225 T dan defisit jadi 225 T gimana kalo ditambah beban 100 T? jadi 325 T tanpa subsidi.
jadi dg subsidi defisit 300 T
tanpa subsidi defisit (potensi) 325 T
tapi udah ada skenario besar pemerintah utk cuci tangan kredit macet, pemerintah mendirikan lembaga penjaminan dg modal cuma 4 T, dan dana pihak ketiga yg dijamin maksimum 100 juta (?), jadi dari rakyat, utk rakyat <----- penderitaan, dan dari rakyat utk pemerintah <-----kesenangan
blueduck
October 06, 2005, 18:20
@Nelson,
dari sisi rakyat, anggap lah yg kekurangan 40 juta orang, sisanya sebelon BBM naik yg pas2an 100 juta orang, dan yg cukup 80 juta orang
lihat yg pas2an, 100 juta orang yg harus berhutang akibat kenaikan harga barang2 rata2 20 persen (sembako 20 persen dan transport 50 persen), apa ada kenaikan upah? ada berapa? 10 persen (dah mewah menurut pengusaha yg sedang bingung cicilan hutang), masih untung tidak PHK.
ato kalo eloe baca koran (engga usah hitung2an gw deh), para pengamat mengkhawatirkan efek multiplikasi dari kenaikan BBM, pemerintah tidak bisa mengontrol, mana janji insentif itu kalo sudah direstui kenaikan tranport s/d 50 persen itu, padahal janji kenaikan tidak sampai 5 persen jika ada insentif.
omong kosong semua janji pemerintah
blueduck
October 06, 2005, 18:28
@Nelson,
dari sisi pengusaha (pemodal) kalo suku bunga ato SUN sampai 14 persen, buat apa pemodal invest di indo ke sektor riil? dg potensi kerugiaan akibat ekonomi tidak stabil? bukankah lebih baik beli SUN ato simpan di bank? kenapa krn lebih terjamin, dananya dipake pemerintah utk infrastruktur dg biaya pembayaran dari penjualan SDA, semua pemodal dah tau kalo indo pasti bisa bayar utang dg menggadaikan seluruh hasil SDA nya.
hal2 seperti ini menurut gw engga bisa dilihat dari satu titik aja, siapa sih yg engga suka indo punya industri yg maju tanpa subsidi? semua user WG pasti suka, cuma masalahnya mampu engga, ke arah situ perlu 'berdarah2' engga?
DWibowo1.
October 06, 2005, 21:27
Originally posted by CooL MoM
kayanya Nelson nggak tauk yah..kalo minyak hasil Bumi Indon py itu kualitas terbaik yg ada di dunia..krn terdapat di pulau bukan di laut kaya negara lainnya..harusnya sebagai negara penghasil minyak terbsesar..kita nggak semiskin ini..masa kalah sama Arab saudi penghasil minyak bumi yg dr laut...coba tanyakan kepada bapak2x pertamina yg tidak goblok dan suka korupsi..dia pasti mengerti kenapa kita bisa terbalik begini...krn apa?? minyak hasil bumi kita di jual kenegara lain,sdgkan kita beli dari negara luar..terang saja sekarang empot2x tan ..masa itu yg salah semua dari rakyat..
kemarin temen gue yg pintar..mau bikin proyek hemat energi aja di tolak Pertamina (mungkin takut tidak bisa di korupsi) akhirnya ilmu dia malah dipakai oleh negara US dan eropa :o
Dia seh ga usah ditanggepin lah Com :p Bikin mangkel aja :p Dijelasin berkali-kali juga ga ngerti (ga mau ngerti) :p Buang2 tenaga yg ngetik :p Cuekin aja, ntar juga ilang sendiri :p
DWibowo1.
October 06, 2005, 21:31
Originally posted by blueduck
@ACham :
inflasi : harga x bobot terus dirata2 dan dibandingkan dg periode sebelonnya.
bobot ada standardnya, meliputi sembako plus rumah dll.
Iya, tapi gwe pengen tau yg pemerintah Indonesia :D Itung2-annya ghimana? :D Apa BBM cuman dikasi bobot nol koma nol nol nol sekian persen? :D Gwe cuman curiga aja apa pemerintah manipulasi data apa ghimana ghitu? :D
MR.SENSI-BANGET
October 06, 2005, 22:03
son, mayoritas rakyat indo itu masih blom siap utk kenaekan BBM sampe 100% gitu....
kalo mesti pake ibarat2an..., kebanyakan rakyat indo itu ibaratnya bayi, yg makan juga masih mesti disuapin, popok mesti digantiin, bahkan jalan juga masih ngerangkak...
kalo itu bayi tiba2 ditaroh di tengah hutan, kira2 apa yg terjadi?
1) mati kelaperan
2) jadi mangsa
3) sukur2 ada monyet yg baek ati, ngukut itu bayi....
kalo orang udh sengsara, ujung2nya biasanya tuh dia naroh harepan ke suatu entitas yg bersifat abstrak...
dulu jaman suharto ada yg disebut 2 bahaya laten..., kalo ga salah:
1) extrim kiri (komunis)
2) extrim kanan (islam "keras")
jadi...., mungkin elu bisa sedikit banyak ngerti sedang ke arah mana indonesia skrg ini....
solusinya, ya subsidi BBM ditambah...
soal duit subsidi mau di korupsi atau BBM mau diselundupin.., itu mah serahin aja sama kewarasan para org2 yg terkait....
gitu lho, my son....
Nelson
October 06, 2005, 22:19
Originally posted by sheen
hehehe, gue pikir eloe cukup pintar tanpa perlu bikin asumsi-asumsi sendiri tentang diri gue. itu cuma menunjukkan eloe nggak bisa stay on focus, tapi malah menyerang pribadi orang. assumption is mother of errors :o Apakah gue menunjukkan persetujuan gue akan sistem yang subsidi? Cuma asumsi eloe kan? :o
Memang gua asumsi kalau lu setuju dengan sistim subsidi karena dari pertama Cuma bisa kritik dan komplain saja tanpa memberi 1 solusi pun. ayo kasih dong 1 solusi aja deh please.
Dari manakah definisi orang miskin dan kaya berasal? seberapa mudah kita membedakan kelompok masyarakat kaya dan miskin? dari penghasilan (saja)? Statistik lagi huh?
Terserah orang yang melaksanakan? Proaktif? Peduli? Yang gue peduli adalah bahwa solusi ini cuma memindahkan persoalan yang satu ke persoalan yang nggak kalah besarnya. Nggak ada baik-baiknya. (...dan nggak usah eloe sok tau menyimpulkan bahwa gue setuju subsidi) Pencabutan subsidi itu menolong rakyat atau menolong pemerintahan?
Real lifenya aja gue kasi hitungan: rakyat yang dianggap miskin, diberi subsidi 100ribu untuk satu bulan untuk satu kepala keluarga. Kalau kepala keluarga bekerja dan perlu satu kali pulang pergi naik bus yang sudah naik 1000 rupiah: untuk 22 hari kerja saja sudah habis 44ribu. Kalau punya satu anak yang bersekolah naek mikrolet yang sudah naik 500 rupiah, itu sudah 26ribu. Belum kenaikan harga pangan. Justru mereka yang menerima dampak terbesar kenaikan BBM, karena justru faktor-faktor produksi bisa membebankan kenaikan ini kepada mereka. Tapi mungkin lebih baik dapat 100 ribu daripada tidak sama sekali.
Ada beberapa opsi yang gue pikir seharusnya bisa dilakukan pemerintah selain solusi semacam ini. Tapi sekali lagi, mereka lebih suka cari jalan pintas. Sama seperti Tutut yang dulu menganjurkan menyumbang emas untuk menalangi krismon.
Sekali lagi, gue cuma bisa bilang bahwa postingan eloe menggampangkan persoalan seolah ini cuma game SimCity, dan ada kesan high-profile untuk mencari segala cara untuk hantam pendapat sana-sini :D Yang terakhir, itu asumsi gue :D
lagi2 panjang lebar tanpa ada 1 pun solusi. Cuma bisa bilang pemerintah harusnya begini atau begitu. Ayo dong jangan menggampangkan persoalan. Lu nggak tau ya kalau harga minyak sudah naik dari $10/barel tahun 1998 ke $70 sekarang? Sekarang lu mau pemerintah habisin 140 triliun setahun untuk mensubsidi rata semua orang yang memakai BBM termasuk pemilik Ferrari dan mercedes atau 100% memberi dana itu ke orang miskin? Realitas dong, kalau memang harga BBM pasar sudah naik ya jangan naik kendaraan, naik sepeda. Memangnya lu bisa mati kalau nggak naik kendaraan? Siapa yang ngak mau harga minyak murah meriah. Tapi sekali lagi buka mata lu, harga minyak sudah naik sampai $70/barel. Selama ini gara2 subsidi lu sudah terkena ilusi kalau minyak itu murah dan berlimpah ruah. Sekarang lu tiba2 harus bangun kedalam kenyataan. Selama ini Cuma cengeng minta dibantu pemerintah, sekarang harus mandiri. Kalau nggak mampu beli BBM ya jangan!
Nelson
October 06, 2005, 22:20
Originally posted by CooL MoM
Wah gue heran..elo bisa percaya sama laporan doank..makanya kalo belum pernah kelapangan jgn cuma percaya sama data :o
Dr jaman Soeharto dulu,Minyak Bumi kita yg klas 1 ini sdh di explorer keluar utk dipakai negara adidaya ..
sedangkan minyak bumi (alias BBM) yg dipake adalah hasil impor dari luar..dan tentunya hasil pertukaran tersebut tidak sepadan ..maklum semua ttg hal berbau ini pasti ada unsur KKNnya
Seandainya kita memakai minyak bumi hasil olahan dr dalam negeri /sendiri..kita bisa lebih efisien pada mesin-mesin kilang utk system penghasil minyak
Krn Minyak bumi yg diambil dari daratan lebih ringan diolah daripada minyak bumi yg diambil dari laut :o
Sejauh ini..proyek2x Pertamina yg ada ,kaya di Balongan atau di cilacap..byk mesin-mesinnya yg tdk terpakai,krn jorok atau memang teknologinya tidak utk jenis minyak yg di olah oleh pertamina sekarang ini..malah gue pernah nemuin salah satu Pipa di Kilang minyak tersebut dipakai utk tempat jemuran..jadi tunjukan donk kalo gue salah.lagian data yg elo mabil kan tahun 2002...gue bicara data dari awal Indonesia berdiri dan py presiden..jadi kalau kita ngikutin aturan yg benar..harusnya tahun 1990 kita udah makmur :P
Walah ini malah nostalgia ke zaman soeharto lagi. Yang lalu ya sudah berlalu. Sekarang lu harus bangun kedalam kenyataan kalau Indonesia sudah menjadi negara importir minyak. Lu tau kan artinya? Jadi kita harus membayar harga internasional. Lagi pula kalau tetap ngotot mau membuat harga menjadi murah secara artifisial memangnya spekulan2 dan pejabat2 korup nggak tergiur untuk menyelundup ke luar? Realitas dong.
Nelson
October 06, 2005, 22:21
Originally posted by citytown
gue sebenernya setuju gak ada subsidi BBM tapi liat kondisi rakyat Indonesia juga sih, nelson mungkin elo org kaya, tapi yang laen gimana...
tapi gimanah emang negara kita kurop banget sih, kalo subsidi dicabut ceritanya utk ngebela kaum miskin, dibela dimananya?? jgn jauh² pake analisa yg berkesan cerdas, toh org² cerdas di Indonesia juga gak bisa apa² :D
skrg kita liat, setelah BBM naek krn subsidi dicabut, apa pemerintah bisa atasin kesulitan ekonomi gak?? krn kan gak hanya dari faktor BBM, masih banyak aset laennya yg gak tau kemana duitnya, contohnya pajak tuh
loh justru kita2 yang tergolong mampu harusnya malu ikut untung dari program subsidi BBM. Lu nggak berasa bersalah ya tiap kali isi bensin lu sudah terhitung memakai uang negara yang seharusnya diberikan 100% ke orang miskin. Lu pikir sistim sekarang bersih ya? Waduh ini sih mimpi yang bagus sekali. Nggak tau tentang penyelundupan ya? Ini dia contoh dari orang2 yang sudah kena candu minyak murah. Subsidi itu mahal pak, 140 triliun setahun. Dengan dicabutnya subsidi dana 140 triliun itu bisa disalurkan 100% ke orang miskin. Masalah korupsi, memangnya sistim lama nggak ada korupsi ya?
Nelson
October 06, 2005, 22:27
Originally posted by MR.EGO-BANGET
son, mayoritas rakyat indo itu masih blom siap utk kenaekan BBM sampe 100% gitu....
kalo mesti pake ibarat2an..., kebanyakan rakyat indo itu ibaratnya bayi, yg makan juga masih mesti disuapin, popok mesti digantiin, bahkan jalan juga masih ngerangkak...
kalo itu bayi tiba2 ditaroh di tengah hutan, kira2 apa yg terjadi?
1) mati kelaperan
2) jadi mangsa
3) sukur2 ada monyet yg baek ati, ngukut itu bayi....
kalo orang udh sengsara, ujung2nya biasanya tuh dia naroh harepan ke suatu entitas yg bersifat abstrak...
dulu jaman suharto ada yg disebut 2 bahaya laten..., kalo ga salah:
1) extrim kiri (komunis)
2) extrim kanan (islam "keras")
jadi...., mungkin elu bisa sedikit banyak ngerti sedang ke arah mana indonesia skrg ini....
solusinya, ya subsidi BBM ditambah...
soal duit subsidi mau di korupsi atau BBM mau diselundupin.., itu mah serahin aja sama kewarasan para org2 yg terkait....
gitu lho, my son....
super omong kosong. BBM itu ciptaan dari 100 tahun lalu. untuk 6000 tahun manusia bisa hidup tanpa BBM. nggak mampu memakai kendaraan, jalan kaki atau naik sepeda! makanya sudah gua bilang BBM itu adalah candu. selama ini rakyat dibuat tergantung dengan cara harga dibuat secara murah dengan artifisial. mereka jadi hidup didalam dunia fantasi dimana minyak murah dan berlimpah. sedangkan didunia nyata harga minyak sudah naik dan supply sudah mulai terbatas. sekarang tiba2 mereka harus bangun makanya jadi gelisah seperti orang kesurupan. tenang ini baru tahap pertama. subsidi belum 100% dicabut. tahap terakhir adalah gua harap BBM dikenai pajak karena menghasilkan polusi dan kengangguan kesehatan publik yang selama ini belum terbayar.
Nelson
October 06, 2005, 22:39
dari pertama cuma dengar komplain2 dan kritik2 tanpa ada solusi. cuma bisa bilang pemerintah yang harus kerja keras. rakyat tinggal tunggu saja pemerintah sediakan segala sesuatu. mental cengeng ini benar2 menjijikan. guna pemerintah ini adalah itu, memerintah dan meregulasi. kerja keras itu tanggung jawab masing2 individu. mau kerja 1 jam sehari atau 12 jam sehari itu terserah. kalau berharap segala sesuatu disubsidi ini benar2 nggak benar.
makanya ini bahayanya mengkontrol dan memanipulasi harga. orang jadi mengira kalau supply masih banyak. contoh dari subsidi makanan.
1. harga makanan dibuat murah dengan subsidi
2. orang miskin mengira harga makanan memang murah karena supply banyak
3. mempunyai banyak anak karena mengira mereka mampu membiayai makanan mereka
4. ada gangguan supply akibat bencana alam atau demand akibat naiknya harga pasar internasional
5. pengeluaran pemerintah untuk subsidi ini semakin tinggi
6. pemerintah tidak mampu lagi memakai 1/3 dari pengeluaran mereka untuk subsidi
7. terpaksa mencabut subsidi
8. orang miskin syok menghadapi harga pasar
9. kelaparan
sekarang tanpa subsidi
1. dari pertama orang miskin sudah tau akan harga yang asli
2. realitas dalam mempunyai anak atau konsumsi pribadi
3. uang yang tadinya untuk subsidi digunakan untuk biaya edukasi, kesehatan dan jaminan sosial
4. kemampuan rakyat meningkat dan pertumbuhan ekonomi stabil dan solid.
Juffrouw
October 06, 2005, 22:41
kok harapannya serem begitu sih?
mending pajakin sms aja tuh....
per sms kena pajak 100 rupiah aja, lebih mending daripada pajakin BBM :)
apalagi katanya dalam 1 hari jutaan sms yang terkirim, asik kan dipajakin?
kalo BBM kena pajak, nanti uangnya juga gak akan dipake
buat lingkungan hidup atau jaminan kesehatan masyarakat
pasti uangnya masuk kantong pejabat minyak dan antek2nya
kan ini yang bikin kita2 semua jengkel dan marah, bukan pajaknya ;)
Juffrouw
October 06, 2005, 22:46
Originally posted by Nelson
sekarang tanpa subsidi
1. dari pertama orang miskin sudah tau akan harga yang asli
2. realitas dalam mempunyai anak atau konsumsi pribadi
3. uang yang tadinya untuk subsidi digunakan untuk biaya edukasi, kesehatan dan jaminan sosial
4. kemampuan rakyat meningkat dan pertumbuhan ekonomi stabil dan solid.
kalo pendapat gue orang awam nih...
1. apa gunanya orang miskin tau harga asli? ada nilai tambah untuk pengetahuan baru mereka ini?
2. memangnya kita buang2 BBM kah? atau negara kita sangat boros dalam memakai BBM?
Masalah punya anak gak ada hubungan dengan harga BBM, tapi dengan pendidikan.
3. harapan gue dan semua orang juga demikian, tapi pada kenyataannya hilang masuk ke rekening pejabat
4. kemampuan rakyat kok tau2 meningkat? kayaknya ada missing link nih, darimana bisa meningkat?
MR.SENSI-BANGET
October 06, 2005, 22:46
Originally posted by Nelson
super omong kosong. BBM itu ciptaan dari 100 tahun lalu. untuk 6000 tahun manusia bisa hidup tanpa BBM. nggak mampu memakai kendaraan, jalan kaki atau naik sepeda! makanya sudah gua bilang BBM itu adalah candu. selama ini rakyat dibuat tergantung dengan cara harga dibuat secara murah dengan artifisial. mereka jadi hidup didalam dunia fantasi dimana minyak murah dan berlimpah. sedangkan didunia nyata harga minyak sudah naik dan supply sudah mulai terbatas. sekarang tiba2 mereka harus bangun makanya jadi gelisah seperti orang kesurupan. tenang ini baru tahap pertama. subsidi belum 100% dicabut. tahap terakhir adalah gua harap BBM dikenai pajak karena menghasilkan polusi dan kengangguan kesehatan publik yang selama ini belum terbayar.
son...elu tuh kalo mabok yg kira2 dikit.....
kita itu lagi bicarain sekarang, abad 21..., bukan 100 taun lalu atau 6000 taun lalu.....
elu ga mikir apa skrg tuh jamannya industri....??
apa elu tuh pengennya indonesia balik lagi jadi jaman purba gitu ya?
semua bertani dan naek sepeda?
hihihihihihihihihi.....
Bromocorah
October 07, 2005, 00:37
Originally posted by Nelson
dari pertama cuma dengar komplain2 dan kritik2 tanpa ada solusi. cuma bisa bilang pemerintah yang harus kerja keras. rakyat tinggal tunggu saja pemerintah sediakan segala sesuatu. mental cengeng ini benar2 menjijikan. guna pemerintah ini adalah itu, memerintah dan meregulasi. kerja keras itu tanggung jawab masing2 individu. mau kerja 1 jam sehari atau 12 jam sehari itu terserah. kalau berharap segala sesuatu disubsidi ini benar2 nggak benar.
sudah banyak ditulis solusinya... elo aja yg nggak mau baca, atau elo baca tapi nggak ngerti artinya :hehe
Justru lebih menjijikkan mentalitas kayak elu... lucu kalo bicara hubungan negara-masyarakat, tanpa paham apa fungsi negara. :kakaka:
Nggak ada rakyat cengeng Bung, nggak ada rakyat malas... rakyat itu miskin karena DiMISKINKAN (istilahnya Pemiskinan)... siapa yg punya akses melakukan pemiskinan..??? Ya pemerintah ... Lalu bagaimana prosesnya............ panjang kalo diceritain..... lagian udah ditulis sekilas di halaman2 sebelumnya, cuman elo nggak "mudeng"... dan malah ngasih analogi ttg BMW yg sama sekali ndak ada hubungannya..... jauuuuhhh banget (kejauhan... padahal bensin udah mahal lho :kakaka: )
makanya ini bahayanya mengkontrol dan memanipulasi harga. orang jadi mengira kalau supply masih banyak.
1. harga makanan dibuat murah dengan subsidi
2. orang miskin mengira harga makanan memang murah karena supply banyak
3. mempunyai banyak anak karena mengira mereka mampu membiayai makanan mereka
4. ada gangguan supply akibat bencana alam atau demand akibat naiknya harga pasar internasional
5. pengeluaran pemerintah untuk subsidi ini semakin tinggi
6. pemerintah tidak mampu lagi memakai 1/3 dari pengeluaran mereka untuk subsidi
7. terpaksa mencabut subsidi
8. orang miskin syok menghadapi harga pasar
9. kelaparan
elo salah mengira orang mengira seperti itu.... dan salah juga kalo subsidi itu memang merupakan "niatan baik" pemerintah ... coba dibalik2 halaman sebelumnya, cari ttg sebab subsidi BBM....
sekarang tanpa subsidi
1. dari pertama orang miskin sudah tau akan harga yang asli
2. realitas dalam mempunyai anak atau konsumsi pribadi
3. uang yang tadinya untuk subsidi digunakan untuk biaya edukasi, kesehatan dan jaminan sosial
4. kemampuan rakyat meningkat dan pertumbuhan ekonomi stabil dan solid.
halooo...... anda datang dari planet mars???
Bung, kita bicara Indonesia, bukan sedang melakukan bedah buku-nya Adam Smith.... atau sedang mendiskusikan ttg karya klasik para filsuf tentang ideal value.....
Jangankan kita bicara ttg Indonesia, kita bicara ttg negara yg paling maju perekonomiannya-pun juga ndak bisa cuman liat satu variabel aja kok. Belum lagi kalo ditambah dengan kausalitasnya.... :haha
percuma anda berbicara tekstual tanpa anda memahami konteksnya..... anda selalu mengajak orang untuk melihat realitas, tapi anda juga ndak pernah mau belajar tentang realitas. Tentang sejarah subsidi BBM dan ke-seolah-olahannya.. anda juga ndak tau kok, tiba2 ngomong soal realitas...
Bromocorah
October 07, 2005, 00:55
Dan Nelson..... Omong kosong kalo subsidi BBM itu menguntungkan orang kaya.... ini kan kampanye pemerintah.... dodol amat :haha Iklan orang naik mobil mewah ngisi bensin? :kakaka:
orang kaya nggak akan terpengaruh walopun BBM dinaikkan sampe berapapun, mereka siap dan bahkan sangat mampu mengatasi segala efek dominonya.... Pengusaha tinggal memasukkannya ke biaya produksi.... selesai.
Jadi disini, pemerintah "menghadapkan" orang miskin vs orang kaya..... bahwa orang kaya mengambil hak orang miskin :kakaka:
Pemerintah mengalihkan tanggung jawabnya... itu yg sesungguhnya terjadi..... dan tanggung jawab itu dialihkan ke pundak masyarakat.... yg justru tidak pernah menikmati sepenuhnya hak-nya sebagai warga negara......
Bromocorah
October 07, 2005, 01:12
SBY..... kenaikan BBM.... bom Bali........... dan teori konspirasi yg pernah diposting sama Bo Tat.................... ada hubungannya nggak yah??
gue cuman nanya doang
sheen
October 07, 2005, 02:15
Originally posted by Nelson
Memang gua asumsi kalau lu setuju dengan sistim subsidi karena dari pertama Cuma bisa kritik dan komplain saja tanpa memberi 1 solusi pun. ayo kasih dong 1 solusi aja deh please.
dan yang eloe tulis berpanjang-panjang itu solusi? :D yang eloe tulis kan cuma kepanjangan tangan propaganda pemerintah. :D
Kebijakan pemerintah itu mengaduk equilibrium dan memperbaiki dengan solusi tambal-sulam, solusi semu. Pernah dengar kata mutiara 'berilah kail, bukan ikan' Dalam hal ini pemerintah memberi ikan dan bukan kail. Karena pemerintah juga nggak mau mikir kail model apa yang bisa mereka buat dalam jangka panjang. Semuanya cuma proyek-proyek jangka pendek.
Solusi gue? Gue berpikir pada beberapa hal yang lebih bertahap. Perubahan drastis sampai lebih 100% sekaligus seharusnya dihindari. Menjomplangkan keseimbangan yang selama ini ada. Subsidi yang dicabut bertahap, kontrol terhadap penyaluran BBM, dan fungsi alat negara akan lebih berdaya guna jangka panjang, karena ini bagian dari infrastruktur kontrol keuangan negara. Memberikan 100ribu kepada rakyat sebetulnya sama saja dengan menceburkan itu ke subsidi BBM sebelumnya dalam hal infrastruktur negara. Dibelanjakan, habis dalam perputaran uang. Hasil untuk negara juga juga ada. Hasil untuk rakyat juga tidak signifikan. Seperti sudah dibayangkan, isi koran isinya cuma: ada rakyat yang tidak terdata, ada yang berkecukupan yang ternyata mendapat subsidi, ada salah ini dan itu di sana-sini. Dari awal sudah diketahui, tingkat keakuratan solusi semacam ini adalah rendah sekali. Diselewengkan gampang, pembiayaannya juga besar dan untuk bisa sekedar tepat dan adil saja susah sekali.
lagi2 panjang lebar tanpa ada 1 pun solusi. Cuma bisa bilang pemerintah harusnya begini atau begitu. Ayo dong jangan menggampangkan persoalan. Lu nggak tau ya kalau harga minyak sudah naik dari $10/barel tahun 1998 ke $70 sekarang? Sekarang lu mau pemerintah habisin 140 triliun setahun untuk mensubsidi rata semua orang yang memakai BBM termasuk pemilik Ferrari dan mercedes atau 100% memberi dana itu ke orang miskin? Realitas dong, kalau memang harga BBM pasar sudah naik ya jangan naik kendaraan, naik sepeda. Memangnya lu bisa mati kalau nggak naik kendaraan? Siapa yang ngak mau harga minyak murah meriah. Tapi sekali lagi buka mata lu, harga minyak sudah naik sampai $70/barel. Selama ini gara2 subsidi lu sudah terkena ilusi kalau minyak itu murah dan berlimpah ruah. Sekarang lu tiba2 harus bangun kedalam kenyataan. Selama ini Cuma cengeng minta dibantu pemerintah, sekarang harus mandiri. Kalau nggak mampu beli BBM ya jangan!
hehehe, yang bilang duluan menggampangkan persoalan itu gue ke eloe, karena dari argumen eloe, gue justru nggak mendapatkan sesuatu argumen pun yang baru, cuma beo-an omongan jusuf kalla, plus arogansinya aburizal :D
argumenmu justru seperti orang yang hidup dalam permainan sim city, menganggap rakyat cuma sekedar komoditi dan angka statistik dan bukan manusia yang harus dipahami sebagai manusia. Yang kalau parameter pajak eloe naikkan trus ada indikator kesehatan turun, ya so what, itu cuma angka persentase.
pokerface
October 07, 2005, 02:21
gw baru tau kalau sheen pinter banget
:kabur:
sheen
October 07, 2005, 02:42
mo kabur ke mana gim? ikut dong :kabur:
Bromocorah
October 07, 2005, 03:20
btw.... boss-nya gimli ngapain yah duduk di belakang Aburizal Bakrie waktu pengumuman kenaikan BBM :kabur:
asunn
October 07, 2005, 03:34
anyway suruh Kwik Kian Gie aja jadi Presiden heheheh
siapa tau tambah membaik...atau minimal jadi wakil presiden aja deh....kayanya yg sekarang wakilnya kerjanya tidur kali di rumah..... ngak ada perubahan ...
sekedar uneq2 heheh
asunn
Bromocorah
October 07, 2005, 06:29
tambahan bahan bacaan....
Harga BBM miskinkan rakyat
03-Oct-2005 | 08:42
Senin, 03-OCT-2005
JAKARTA: Kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak jauh di atas ekspektasi dinilai sebagai keberpihakan kepada investor migas ketimbang masyarakat luas.
Kenaikan harga BBM rata-rata di atas 100% itu menunjukkan pemerintah telah 'ditunggangi' oleh kepentingan liberalisasi di sektor minyak dan gas bumi. "Dan ini belum final karena targetnya adalah melepaskan harga BBM ke pasar," ujar ekonom dari UGM Revrisond Baswir kepada Bisnis kemarin.
Karena itu, menurut dia, tidak tertutup kemungkinan tahun depan harga BBM bakal dinaikkan lagi sampai benar-benar sesuai harga pasar. Padahal, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkali-kali menyatakan masyarakat tidak sanggup menanggung harga BBM jika dinaikkan ke level harga pasar.
Revrisond juga melihat agenda liberalisasi migas lainnya yang akan menyusul, misalnya, penghentian peran Pertamina sebagai penyalur tunggal BBM dan membuka kesempatan kepada para pemain asing, sesuai dengan UU Migas yang baru.
Karena itu, Revrisond menilai implikasi kebijakan itu akan sangat luas, yang akan berakibat pada proses pemiskinan masyarakat. "Sudah pasti... kebijakan ini memiskinkan masyarakat secara nasional," katanya.
Pekan lalu, pemerintah menaikkan harga per liter premium dari Rp2.400 menjadi Rp4.500 (87,5%), harga solar dari Rp2.100 menjadi Rp4.300 (105%), dan harga minyak tanah konsumsi rumah tangga melambung dari Rp700 menjadi Rp2.000 (185,5%). Bahkan di tingkat eceran, minyak tanah umumnya dijual dengan harga Rp3.000 per liter.
Keputusan itu, menurut anggota Tim Indonesia Bangkit Ichsanuddin Noorsy, menunjukkan pemerintah tidak bijaksana karena lebih memilih membebani rakyat ketimbang menyelesaikan problem struktural dalam APBN.
Dia menyatakan harga BBM yang rendah seharusnya tidak dijadikan sebagai kambing hitam dari ketidakmampuan pemerintah menyelesaikan problem APBN.
Dalam jangka pendek, lanjut Ichsanuddin, pemerintah sebenarnya memiliki kesempatan meminta penghapusan utang luar negeri, seperti yang dilakukan Argentina dan Nigeria.
Selain itu, katanya, tingginya kenaikan harga BBM menunjukkan betapa pemerintah tidak menghargai risiko politik serta turunnya kepercayaan masyarakat. Karena itu, dia memperkirakan tingginya kenaikan harga BBM dapat menyebabkan kekacauan ekonomi.
Berkaitan dengan hal itu, Menko Perekonomian Aburizal Bakrie menyatakan kendati target pertumbuhan ekonomi tahun ini diperkirakan meleset, bukan akibat dari kenaikan harga BBM.
"Pertumbuhan ekonomi barangkali hanya sekitar 5,8%-5,9%, terutama karena hanya tinggal tiga bulan sisa tahun 2005. Jadi, bukan akibat kenaikan harga BBM."
Sementara itu, Partai Keadilan Sejahtera, salah satu pendukung pemerintah, memprotes melambungnya harga BBM karena di luar jangkauan kemampuan masyarakat. "Kenaikan harga BBM menunjukkan kurang empatinya pemerintah terhadap penderitaan yang harus ditanggung masyarakat, terutama memasuki bulan Ramadhan, Idul Fitri, dan Natal," ujar Presiden PKS Tifatul Sembiring.
Diperkirakan kenaikan harga BBM mendongkrak laju inflasi yang biasa terjadi akhir tahun seiring dengan Lebaran, Natal, dan Tahun Baru. (Bambang Dwi Djanuarto/Edy Barlianto/02/m04)(gajah.kusumo@bisnis.co.id/arief.budisusilo@bisnis.co.id)
Oleh Gajah Kusumo & Arief Budisusilo
Bisnis Indonesia
aleks75012
October 07, 2005, 07:32
Originally posted by Bromocorah
:
Nggak ada rakyat cengeng Bung, nggak ada rakyat malas... rakyat itu miskin karena DiMISKINKAN (istilahnya Pemiskinan)... siapa yg punya akses melakukan pemiskinan..??? Ya pemerintah ... Lalu bagaimana prosesnya............ panjang kalo diceritain..... lagian udah ditulis sekilas di halaman2 sebelumnya, cuman elo nggak "mudeng"... dan malah ngasih analogi ttg BMW yg sama sekali ndak ada hubungannya..... jauuuuhhh banget (kejauhan... padahal bensin udah mahal lho :kakaka: )
ini beda konteks cuma jadi kepikir istilah "rakyat cengeng" (duh kesian bgt istilahnya)
kalau dibandingin sama Perancis,
waaaah, orang perancis itu "cengeng" nya luar biasa. orang Indo mah gak ada apa2nya!
banyangin secara umum rakyat disini banyak hal dijamin pemerintah, kesehatan (sistem jaminannya salah satu yg terbaik di dunia), tunjangan buat penganggur, subsidi rumah/apartemen buat yg berpenghasilan rendah, dll (karena BBm disini gak disubsidi??? wah gak ngerti dah gue) :D
TAPI disini setahun bisa 3 kali ada demo besar2an rakyat turun kejalan (belum lagi mogok fasilitas umum spt metro, bus dan kereta yg bisa 2 kali dlm sebulan).
terakhir tuh hari selasa (3/10) kemarin demo terbesar tahun ini, hampir semua kereta, metro, kantor pos tutup dan beberap perush besar swasta mogok protes kebijakan pemerintah.
apakah mereka yg mogok dan turun ke jalan itu (sampai satu juta orang) disebut "cengeng"? kayanyanya gak, karena mereka nuntut hak yg dijanji2in pemerintah. so ada hak dan kewajiban.
gue sih setuju2 aja "rakyat cengeng" sampai protes2 turun ke jalan karena kalau kita diem2 aje, ya pemerintah bisa ndableg.
*tapi perbedaan terbesar "rakyat cengeng" di perancis dan di Indonesia adalah di sini gak ada tuh provokator yg bikin rusuh tiap ada demo.
yg ditakutkan rakyat luas di Indo kan itu, tiap ada demo hampir selalu ada kerusuhan. (atau emang disengaja supaya orang takut demo ??)
Tommy_raikonen
October 07, 2005, 07:44
emang kwik kian gie agama nya islam ? kan yg boleh jadi presiden harus beragama islam
terryan
October 07, 2005, 07:48
Originally posted by Nelson
loh justru kita2 yang tergolong mampu harusnya malu ikut untung dari program subsidi BBM. Lu nggak berasa bersalah ya tiap kali isi bensin lu sudah terhitung memakai uang negara yang seharusnya diberikan 100% ke orang miskin.
agree
Originally posted by Nelson
Subsidi itu mahal pak, 140 triliun setahun. Dengan dicabutnya subsidi dana 140 triliun itu bisa disalurkan 100% ke orang miskin. Masalah korupsi, memangnya sistim lama nggak ada korupsi ya?
agree
Hmm.. itu ibu2 loh.. :D
Originally posted by Nelson
selama ini rakyat dibuat tergantung dengan cara harga dibuat secara murah dengan artifisial. mereka jadi hidup didalam dunia fantasi dimana minyak murah dan berlimpah. sedangkan didunia nyata harga minyak sudah naik dan supply sudah mulai terbatas.
agree. udah waktunya kita memikirkan utk mengkonsumsi BBM dgn bijaksana..
Originally posted by Nelson
tahap terakhir adalah gua harap BBM dikenai pajak karena menghasilkan polusi dan kengangguan kesehatan publik yang selama ini belum terbayar.
Really looking forward for this! :haha
Moga2 lbh banyak org yg jadi energy and environmentally conscious.. :D Jika ga bisa disadarkan.. mungkin memang harus dipaksakan :haha
Originally posted by Nelson
sekarang tanpa subsidi
1. dari pertama orang miskin sudah tau akan harga yang asli
2. realitas dalam mempunyai anak atau konsumsi pribadi
3. uang yang tadinya untuk subsidi digunakan untuk biaya edukasi, kesehatan dan jaminan sosial
4. kemampuan rakyat meningkat dan pertumbuhan ekonomi stabil dan solid.
Originally posted by Juffrouw
1. apa gunanya orang miskin tau harga asli? ada nilai tambah untuk pengetahuan baru mereka ini?
Kita terlalu terbiasa utk membodohi dan menganggap bodoh orang2 miskin..
Let me just say.. The truth will set you free :)
Originally posted by Juffrouw
2. memangnya kita buang2 BBM kah? atau negara kita sangat boros dalam memakai BBM?
Masalah punya anak gak ada hubungan dengan harga BBM, tapi dengan pendidikan.
Ya, menurut gw selama ini kita sangat boros BBM in all aspect, public, private bahkan individual consumptions... ga pernah mikir utk menghemat, utk conserve.. this is not a healthy attitude krn BBM itu kan sumber energy yg bakal habis.
Hubungannya... krn pemerintah harus "nombokin" biaya BBM, kita jadi ga ada dana lebih utk yang lain2..
Originally posted by Juffrouw
3. harapan gue dan semua orang juga demikian, tapi pada kenyataannya hilang masuk ke rekening pejabat
Apa kita lagi membicarakan ttg negara yang sama? Pejabat2 yang sama? Apa yg membuat kamu berpikir dgn dialihkannya dana subsidi BBM ke dana kompensasi orang miskin korupsi akan bertambah? Ataupun berkurang?
Originally posted by Juffrouw
4. kemampuan rakyat kok tau2 meningkat? kayaknya ada missing link nih, darimana bisa meningkat?
Darimana bisa meningkat? Jika uang buat nombokin BBM itu dialihkan ke yg lbh berguna (dan sayangnya tidak.. :rolleyes: ) spt pembangunan infrastruktur, pembangunan sekolah2, puskesmas, rumah sakit, subsidi gaji guru, dokter, suster, mantri ke daerah2, bangun pasar2, pemberian KUK, KUM (istilahnya masih sama ga sih? :D ), dsb.. otomatis roda ekonomi dan pembangunan berjalan.. gw sih percaya rakyat ga usah diajar2in, didikte atwpun dimanjain.. mrk tau koq apa yg hrs mrk perbuat utk kebaikkan diri mrk dan keluarganya.. Justru dgn meminta pemerintah utk memprovide everything utk rakyatnya (rakyat miskin) menurut gw itu mental yg menganggap they're poor bec. they're stupid, makanya pemerintah (yg pintar) yg harus mengambil keputusan utk mereka. This, I find very insulting..
Originally posted by Juffrouw
mending pajakin sms aja tuh....
per sms kena pajak 100 rupiah aja, lebih mending daripada pajakin BBM :)
apalagi katanya dalam 1 hari jutaan sms yang terkirim, asik kan dipajakin?
Interesting... :) Moga2 bisa terlaksana.. :)
Originally posted by Juffrouw
kalo BBM kena pajak, nanti uangnya juga gak akan dipake
buat lingkungan hidup atau jaminan kesehatan masyarakat
pasti uangnya masuk kantong pejabat minyak dan antek2nya
kan ini yang bikin kita2 semua jengkel dan marah, bukan pajaknya ;)
jadi... kl BBM dipajakin, uangnya bakal masuk ke kantong pejabat minyak dan antek2nya... tapi kalo sms dipajakkin, uangnya tidak bakal masuk ke kantong pejabat telkom dan antek2nya?? :D
terryan
October 07, 2005, 07:48
Originally posted by sheen
Solusi gue? Gue berpikir pada beberapa hal yang lebih bertahap. Perubahan drastis sampai lebih 100% sekaligus seharusnya dihindari. Menjomplangkan keseimbangan yang selama ini ada. Subsidi yang dicabut bertahap,
Ini udah mulai dilakukan sejak jaman Megawati, bukan? Masalahnya saat ini harga minyak global kan memang sudah naik over the roof.. beban subsidi tiba2 melonjak tajam.. apa masih relevan kl menaikkan pelan2? Seberapa pelan? Seberapa cepat? setiap 3 bulan? setiap 6 bulan?
Originally posted by sheen
kontrol terhadap penyaluran BBM, dan fungsi alat negara akan lebih berdaya guna jangka panjang, karena ini bagian dari infrastruktur kontrol keuangan negara.
Dgn keadaan spt ini, harusnya pressure masyarakat akan hal ini bisa lbh ditingkatkan.. They demand something from us, we demand something from them in return..
Originally posted by sheen
Memberikan 100ribu kepada rakyat sebetulnya sama saja dengan menceburkan itu ke subsidi BBM sebelumnya dalam hal infrastruktur negara. Dibelanjakan, habis dalam perputaran uang. Hasil untuk negara juga juga ada. Hasil untuk rakyat juga tidak signifikan. Seperti sudah dibayangkan, isi koran isinya cuma: ada rakyat yang tidak terdata, ada yang berkecukupan yang ternyata mendapat subsidi, ada salah ini dan itu di sana-sini. Dari awal sudah diketahui, tingkat keakuratan solusi semacam ini adalah rendah sekali. Diselewengkan gampang, pembiayaannya juga besar dan untuk bisa sekedar tepat dan adil saja susah sekali.
I HATE HATE HATE solusi Rp 100 rb itu...!! Menurut gw itu idiotik sekali... (ya.. mungkin term yg lbh sopannya.. politically motivated sekali... :
terryan
October 07, 2005, 08:16
Originally posted by aleks75012
ini beda konteks cuma jadi kepikir istilah "rakyat cengeng" (duh kesian bgt istilahnya)
kalau dibandingin sama Perancis,
waaaah, orang perancis itu "cengeng" nya luar biasa. orang Indo mah gak ada apa2nya!
Setuju. Org Indo emang belum secengeng orang Prancis :D
Originally posted by aleks75012
banyangin secara umum rakyat disini banyak hal dijamin pemerintah, kesehatan (sistem jaminannya salah satu yg terbaik di dunia), tunjangan buat penganggur, subsidi rumah/apartemen buat yg berpenghasilan rendah, dll (karena BBm disini gak disubsidi??? wah gak ngerti dah gue) :D
What a scary glimpse to the future... :D
Originally posted by aleks75012
apakah mereka yg mogok dan turun ke jalan itu (sampai satu juta orang) disebut "cengeng"?
Ngg... :bingung: :hehe
Originally posted by aleks75012
gue sih setuju2 aja "rakyat cengeng" sampai protes2 turun ke jalan karena kalau kita diem2 aje, ya pemerintah bisa ndableg.
Kayaknya udah hampir spt rahasia umum kl saat ini org2 (bahkan org2 Prancis sendiri) menganggap org2 Prancis sekarang males2.. :D Kenapa musti kerja? Org nganggur aja di subsidi koq.. :haha:
Apa kita mau masa depan Indo menjadikan itu sbg model?? Ya, kl gw sih jelas2 ga mau.. negara kayak gitu sih cuma have one direction to go.. going down.. :D
Mending pindah ke S'pore aja.. org Singapore itu paling takut kl negaranya bakal jadi welfare state. Once you become a welfare state, you've entered a point of no return.. Kl org udah kebiasaan di manja, ga termotivasi, apa2 diprovide.. mana bisa disuruh kerja keras lagi apalagi berkompetisi dgn org2 laen (negara2 laen) yg sudah terbiasa kerja ekstra keras.. :)
Menurut gw, belum tepat kalo rakyat Indo dibilang cengeng.. cengeng itu kl hidupnya dah enak tp masih merengek minta lebih. Prancis? Ya, itulah definisi rakyat cengeng menurut gw :haha: Dan itulah harapan gw.. kita tidak menjadi seperti itu.. :)
Demo? Kayaknya sangat perlu saat ini di Indo.. krn kenyataannya lbh tepat kondisi Indo saat ini adalah pemerintahnya yg cengeng.. :haha:
** COMY **
October 07, 2005, 08:33
Originally posted by Nelson
Walah ini malah nostalgia ke zaman soeharto lagi. Yang lalu ya sudah berlalu. Sekarang lu harus bangun kedalam kenyataan kalau Indonesia sudah menjadi negara importir minyak. Lu tau kan artinya? Jadi kita harus membayar harga internasional. Lagi pula kalau tetap ngotot mau membuat harga menjadi murah secara artifisial memangnya spekulan2 dan pejabat2 korup nggak tergiur untuk menyelundup ke luar? Realitas dong.
Justru itu sdh tauk Soeharto salah..kok sekarang ini malah memperpanjang izin explorer sumber cadangan minyak bumi kita keorang lain,harusnya di stop.bukannya kemaren itu ada kontraknya yg sdh habis kenapa nggak diberhentikan malah diperpanjang..apa takut nggak bisa di korup,sekarang saja sdh di korup kok apalagi dgn teori yg elo bilang makin byk lagi tikus berterbangan..apa nggak bisa memilih orang-orang jujur yg bisa membuat Indonesia bangkit..masa dari sekian juta orang tidak ada yg pintar..sdh byk orang pintar yg menawarkan diri mereka ke Pertamina utk membuat kiat-kiat hemat energi ,tapi kenyataannya di tolak pemerintah.dgn alasan belum ada proyek :D..lagu lama deh
kenyataan yg gue temuin selama ini banyak hasil bumi di Indonesia entah tambang batu bara,minyak atau emas..belum satupun yg diberikan pemerintah utk di explorer oleh perusahaan Nasional,semua sdh di berikan ke perusahaan Multinasional.Kalaupun ada yg diberikan ke perusahaan nasional nilainya kecil daripada yg perusahaan multinasional
Jadi jgn salahkan orang-orang terbaik di Indonesia pindah ke negara luar...bukan salah mereka tapi salah pemerintah yg terlalu sombong utk menggunakan mereka :D
aleks75012
October 07, 2005, 08:43
Originally posted by Juffrouw
kalo pendapat gue orang awam nih...
1. apa gunanya orang miskin tau harga asli? ada nilai tambah untuk pengetahuan baru mereka ini?
mkasudnya biar tau diri, juff
masa gelandangan gak punya duit pengen makan di restoran :haha
aleks75012
October 07, 2005, 08:55
Originally posted by CooL MoM
Kalaupun ada yg diberikan ke perusahaan nasional nilainya kecil daripada yg perusahaan multinasional
Jadi jgn salahkan orang-orang terbaik di Indonesia pindah ke negara luar...bukan salah mereka tapi salah pemerintah yg terlalu sombong utk menggunakan mereka :D
padahal kalau sesama orang Indonesia duitnya bisa muter2 di Indo juga gak dibawa ke luar gitu ya ? :D
** COMY **
October 07, 2005, 08:58
Gue jadi ingat waktu teman gue bikin propoasal ke Pertamina utk suatu proyek (kebetulan teman gue juga dari BUMN)
kebetulan teman gue pada saat itu sdh lulusan standarisasi minimal yg diajukan dgn pertamina..
pada saat mengajukan proposal langsung kepada kepala bagian perencana (entah siapa namanya) ketika dia membaca sekilas susunan anggotanya tanpa embel2x gelar..dgn isengnya tuch pejabat bertanya..kok tidak ada gelarnya..kalo bukan lulusan S1..tidak bisa nich..sambil tersenyum sinis :o
lalu teman gue menjawab..tenang pak..disini kita memang tidak suka mencantum gelar..tapi saya jamin gelar lulusan anak buah saya bukan dari hasil akal-akalan dan semuanya lulus dgn nilai terbaik S1 dari Universitas negeri dan swasta yg bergengsi di Indonesia :D
habis itu teman gue ogah ketemu tu pejabat lagi...bukan dibaca isi pengalaman kerjanya,malah sibuk ngeliatin gelar orang :P
** COMY **
October 07, 2005, 09:02
Originally posted by aleks75012
padahal kalau sesama orang Indonesia duitnya bisa muter2 di Indo juga gak dibawa ke luar gitu ya ? :D
Mustinya begitu...paling siap-siap aja nabung di tabungan Dollar :hehe
sekarang temen gue itu malah habis kontrak dr US pindah ke Belanda yg sdh menunggu giliran negara Inggris dan Perancis 5 tahun berikutnya :D
kalo gue bilang sangatlah beruntung negara yg bisa menghargai orang dari isi otaknya bukan dari gelarnya ;D
aleks75012
October 07, 2005, 09:14
yg gue tau dulu sih pejabat2 di pertamina
boro2 ngerti perminyakan, sebagian besar pan bukannya drop2an dr militer ?
malah sempet dulu thn 70an ya kalau gak salah ada salah satu direktur Pertamina yg ngebunuh anak tirinya (eh, sorry koq ngelantur sih) ;D
kepala bagian yg nanya2 gelar itu kemungkinan memang gelar itu penting atau doi sendiri beli gelar, jadi kalau urusan begituan merasa menyentuh pengalaman pribadinya kali :haha
gue jadi inget mantan boss gue di Jkt dulu (yg isunya beli gelar di LN. dan gue salah satu yg percaya itu ;D ),
kalau lagi ngomongin soal pendidkan dan gelar, doi sensi bgt
Juffrouw
October 07, 2005, 11:05
Originally posted by terryan
Kita terlalu terbiasa utk membodohi dan menganggap bodoh orang2 miskin..
Let me just say.. The truth will set you free :)
pendapat nya teori sekali...free apanya?
realitanya hidup orang tambah susah
Ya, menurut gw selama ini kita sangat boros BBM in all aspect, public, private bahkan individual consumptions... ga pernah mikir utk menghemat, utk conserve.. this is not a healthy attitude krn BBM itu kan sumber energy yg bakal habis.
Hubungannya... krn pemerintah harus "nombokin" biaya BBM, kita jadi ga ada dana lebih utk yang lain2..
emang gak ada cara lain untuk memberitau masyarakat
bahwa kita harus hemat BBM??
Kalooooo ini kalo lho...kalo emang tujuannya mo demikian.
Sama aja ini mo matiin nyamuk di pipi orang dengan kapak :argg
Apa kita lagi membicarakan ttg negara yang sama? Pejabat2 yang sama? Apa yg membuat kamu berpikir dgn dialihkannya dana subsidi BBM ke dana kompensasi orang miskin korupsi akan bertambah? Ataupun berkurang?
karena subsidi BBM bisa terasa langsung,
kalo kompensasi orang miskin, lebih sulit untuk dicek
bener gak ngalir ke orang miskin?
orang miskin yang dimana? termasuk yang di sulawesi, papua, kalimantan?
jangan2 cuma di ibukota...
kalo subsidi ke BBM kan bisa lebih terkontrol,
kalo uang subsidi banyak hilang maka gak bisa subsidi, cepet ketauan kan.
*so simpel ya pikiran gue* :p
whatever...orang awam beginilah...:D
Darimana bisa meningkat? Jika uang buat nombokin BBM itu dialihkan ke yg lbh berguna (dan sayangnya tidak.. :rolleyes: )
sorry gue potong sampe disini aja kalimatnya yah
sebab disinilah titik pertemua loe dan gue :p
sayangnya tidak ada realisasinya!!!
jadi... kl BBM dipajakin, uangnya bakal masuk ke kantong pejabat minyak dan antek2nya... tapi kalo sms dipajakkin, uangnya tidak bakal masuk ke kantong pejabat telkom dan antek2nya?? :D
Manusia gak bakal mati dengan harga SMS tinggi,
rakyat indonesia yang tergolong sangat miskin
gak perlu sms-an sama teman2nya
tapi ribuan manusia akan mati karena harga BBM tinggi
Padahal gaji gak naik 1% pun juga.
Gue sadar koruptor menjamur dimana2
dan korupsi akan jalan terus selama bumi berputar
tapi DAMPAK dari kenaikan harga SMS dan harga BBM, bak bumi dan langit.
sekali lagi, ini pemikiran gue orang awam
yang lebih banyak liat realita daripada baca buku yang penuh teori :)
Juffrouw
October 07, 2005, 11:07
Originally posted by aleks75012
mkasudnya biar tau diri, juff
masa gelandangan gak punya duit pengen makan di restoran :haha
orang kepingin apa salahnya sih :D
seperti kita kepingin uang subsidi BBM dialihkan ke pos2 yang lebih baik....
mimpi kali yeeee....;)
asunn
October 07, 2005, 11:31
Originally posted by Tommy_raikonen
emang kwik kian gie agama nya islam ? kan yg boleh jadi presiden harus beragama islam
jadi walaupun dia bisa membawa bangsa ini keluar dari kemiskinan dan menuju kesejahteraan? tetap ngak boleh?
DWibowo1.
October 07, 2005, 15:44
Originally posted by aleks75012
kalau dibandingin sama Perancis,
waaaah, orang perancis itu "cengeng" nya luar biasa. orang Indo mah gak ada apa2nya!
banyangin secara umum rakyat disini banyak hal dijamin pemerintah, kesehatan (sistem jaminannya salah satu yg terbaik di dunia), tunjangan buat penganggur, subsidi rumah/apartemen buat yg berpenghasilan rendah, dll (karena BBm disini gak disubsidi??? wah gak ngerti dah gue) :D
TAPI disini setahun bisa 3 kali ada demo besar2an rakyat turun kejalan (belum lagi mogok fasilitas umum spt metro, bus dan kereta yg bisa 2 kali dlm sebulan).
terakhir tuh hari selasa (3/10) kemarin demo terbesar tahun ini, hampir semua kereta, metro, kantor pos tutup dan beberap perush besar swasta mogok protes kebijakan pemerintah.
apakah mereka yg mogok dan turun ke jalan itu (sampai satu juta orang) disebut "cengeng"? kayanyanya gak, karena mereka nuntut hak yg dijanji2in pemerintah. so ada hak dan kewajiban.
gue sih setuju2 aja "rakyat cengeng" sampai protes2 turun ke jalan karena kalau kita diem2 aje, ya pemerintah bisa ndableg.
*tapi perbedaan terbesar "rakyat cengeng" di perancis dan di Indonesia adalah di sini gak ada tuh provokator yg bikin rusuh tiap ada demo.
yg ditakutkan rakyat luas di Indo kan itu, tiap ada demo hampir selalu ada kerusuhan. (atau emang disengaja supaya orang takut demo ??)
Wah, kalo urusan sistem kesehatan, Eropa sama Canada emang ga ada yg nandingin deh :) Disini malah food coupon untuk org miskin mau dipangkas. Padahal subsidi BBM aja kagak ada. Tau mau buat apaan duitnya, buat nyerbu negara mana laghi ngga tau deh :haha
blueduck
October 07, 2005, 17:21
Originally posted by blueduck
perusahaan garmen, UKM, industri makanan, mungkin akan PHK, utk perusahaan yg bisa ganti ke mesin tentu akan segera memakai mesin2, engga heran kalo industri ato perusahaan indo buat pabrik di cina, selain kemudahan kredit, juga biaya lebih murah, contoh makanan kacang dan bahan kimia...
jangan bilang mereka pengkhianat, sebaliknya pemerintahlah yg pengkhianat, mengharuskan padat karya tapi malah menambah beban dg kenaikan BBM, mungkin besok2 gw udah dapet bahan perbandingan, kinerja industri dan keadaan modal di indo 1 tahun ke depan, kasarnya bisa 30 persen penghasilan pemerintah hilang dari sektor industri, tapi masuk dari konstruksi (hal yg gw sedikit anti kalo dijadikan dasar pembangunan di indo)
hasilnya
Industri Diminta Pakai Energi Alternatif untuk Hindari PHK
Arin Widiyanti - detikcom
Jakarta - Pemerintah mendorong dunia usaha menggunakan energi alternatif terkait dengan naiknya harga BBM industri per 8 Oktober. Energi alternatif untuk menekan biaya agar tidak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
"Janganlah melakukan PHK karena kenaikan harga BBM tidak bisa dielakkan. Saya imbau kepada dunia usaha selama tiga bulan tidak melakukan PHK dulu. Untuk itu saya mendorong penggunaan energi secara efisien dengan energi alternatif," kata Menteri Perindustrian Andung S Nitimihardja di kantor Departemen Perindustrian, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (7/10/2008).
Pemerintah akan merumuskan pemberian insentif, jika ada perusahaan yang mau mengganti peralatannya dalam pemakaian energi alternatif. Insentif ini misalnya, pembebasan bea masuk impor peralatan pendukung energi alternatif.
"Kita akan membicarakan dengan Departemen Keuangan (Depkeu) apakah dibebaskan bea masuknya. Langkah ini ditujukan untuk merangsang perusahaan menggunakan energi alternatif," kata Andung.
Menurut Andung, dalam rapat dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla beberapa hari lalu, dijelaskan bahwa energi alternatif bagi industri kecil menengah (IKM) akan menggunakan briket batubara. Sedangkan industri besar dengan cara mempercepat penggunaan alternatif energi batubara.
1. Pemakaian energi alternatif batubara akan memberikan tingkat efisiensi biaya hingga 60 persen. Penggunaan batubara juga tidak berbahaya, yang bermasalah adalah pengumpulan abu dan pengangkatannya.
"Ini yang akan kita bahas dengan para pengusaha," kata Andung.
Mengenai permintaan dunia usaha agar insentif 1 Oktober yang dikeluarkan pemerintah dipercepat implementasinya saat ini dari 1 Januari 2006, Andung mengaku belum bisa. Pasalnya, kebijakan itu membutuhkan Peraturan Pemerintah (PP) sehingga harus dikonsultasikan dengan DPR seperti halnya membuat UU baru.
2. "Yang pasti kebijakan yang mendesak seperti penurunan high cost economic dan jalur merah penyelundupan akan diimplementasikan secepatnya," janjinya. (ir)
loh ini yg cengeng siapa?
1. pengusaha dah ada yg buat pembangkit listrik sendiri, kenapa yah? mungkin bisa lebih murah dari PLN (yg engga efisien siapa?)
trus kalo mo PHK kenapa, pengusaha kan mo pake mesin...:o
ntar dibilang engga efisien lagi...:o
2. loh koq buru2 naikin harga BBM daripada beresin diri sendiri...:o
blueduck
October 07, 2005, 17:25
@ACham angka2 inflasi dari BPS.
angka 11-12 persen sih kayaknya dah paling besar (dah cukup heboh), kalo ternyata lebih dari itu mungkin aja.
apalagi dg adanya mega proyek pemerintah yg belon tentu merata di semua daerah bisa2 terjadi ketimpangan dan memicu inflasi juga
citytown
October 07, 2005, 19:17
blue, apa ini yg dibahas gak terlalu teoritis... seperti kita mengkritik kinerja pemerintah utk soal BBM, gak bagusnya kasih ide yg tepat gitu utk situasi saat ini.
misalnya kasih ide lewat iklan TV gitu, atau lewat opini di Koran, jadi kebaca ama org² yg berkompeten...
citytown
October 07, 2005, 19:18
bisa aja misalnya kita bikin posko warung minyak tanah, krn kan banyak minyak tanah yg ilang gak tau kemana.... lagian katanya solar juga ilang di pasaran... ini terlalu idealis ya :D
blueduck
October 07, 2005, 19:54
Originally posted by citytown
blue, apa ini yg dibahas gak terlalu teoritis... seperti kita mengkritik kinerja pemerintah utk soal BBM, gak bagusnya kasih ide yg tepat gitu utk situasi saat ini.
misalnya kasih ide lewat iklan TV gitu, atau lewat opini di Koran, jadi kebaca ama org² yg berkompeten...
teoritis gimana?
gw engga nulis implementasi yg teoritis dan textbook loh?
gw ada temen di pemerintahan (dia ikut perumusan otonomi daerah dan revisi), gw juga dah omong ke dia, cuma ya itu mendem...:p
gw nulis di sini kan cuma pengen diskusi, kalo liat halaman sebelonnya kan gw dah nrima kenaikan BBM, cuma masih ada aja yg ngotot bahas subsidi, gw dah alihkan gimana indo ke depan, harus jaga defisit, juga rasio utang, ditambah kemungkinan penurunan ekonomi krn efek BBM, tapi koq masih ada yg ngotot subsidi itu bagus, jadinya yah gw kasih liat efek2nya...
citytown
October 07, 2005, 20:21
emang susah sih selalu mentok... gak usah jauh² setiap thn ada aja proyek perencanaan tapi pelaksanaannya gak ada... jadi ya tetep aja ujung²nya ngabisin duit program doang :D
Steven22
October 07, 2005, 21:24
Originally posted by prometheusz
Terjajah ExxonMobil di Cepu (Jawa Pos, 19/09/05)
Oleh: Kwik Kian Gie
Kali ini saya tidak akan ..............................
.................................................. .................
...............mengkhianati rakyatnya sendiri."
*) Mantan Menteri Negara PPN/kepala Bappenas.
Idealnya memang kalo minyak kita kelola sendiri, maka untungnya bakal lebih banyak buat negara sendiri. Tapi dipikir-pilkir lagi apa kalau rakyat Indonesia yg mengelora sendiri apakah bisa efisiensi dan tanpa dipotong sana-sini keuntungannya.
Kalo gak salah Exxon bayar 50:50 (setahu gw), jadi 50% profit masuk ke kas negara. Kalau Indonesia yg kelola memang 100% profit masuk kas negara. Aku agak ragu apakah 100% profit itu bisa lebih besar dari 50% profit yg dibayar Exxon? Bottom line: Berapa banyak profit 'bersih' yang bisa masuk negara.
Ada bbrp hal yg kukhawatirkan:
1. Efisiensi
Pernahkan anda ketemu dan membandingkan karyawan/profesional Pertamina dan Exxon? Banyak bedanya?
Trus. Teknologi Indonesia dalam pengeloraan minyak masih jauh di bawah. Bakal beli dan sering pake konsultan asing. Syukur-syukur bisa mengendalikan operating cost.
2. Korupsi
Kalau terima cash dari Exxon, yg bisa motong cuman kalangan atas di Pertamina, dan itu gampang sekali diaudit. kalo dikerjakan oleh satu perusahaan sendiri, yg motong bisa dari struktur bawah sampai atas dan audit pun bisa jauh lebih susah.
3. Mental
Pernah gak denger tentang karyawan PT. Nurtanio yg merusak besi-besi bagus yg harganya ratusan ribu per plat supaya bisa dibawa keluar dan dijual sepuluh-duapuluh rebo?
Originally posted by CooL MoM
wah..kok cocok banget sama argumen gue di thread sebelah
kenyataan dilapangan memang benar...sejak Soeharto jadi R1..minyak bumi kita di explorer habis2x an oleh negara luar dan utk mereka..sementara kita malah memakai minyak bumi klas 2..
btw Nelson harusnya baca nich...krn ini yg ngomong bukan gue doank
Kalo gak salah, minyak kita mengandung sulfur, termasuk kualitas yg lebih tinggi dan bisa dijual lebih mahal. Dipikirkan kalo kita ekspor minyak kita dan import minyak kualitas rendah, maka kita bisa untung lebih banyak, dan lebih besar $$ masuk ke kas negara.
Tapi dengar-dengar bisnis ini dijadikan 'cash cow' oleh anak2nya Soeharto dan bbrp pejabat yg monopoli jasa pengirim minyak ke luar, dan import masuk. Mungkin 'trade-off'nya sudah gak banyak, atau malah negatif :D
Saya suka baca komentarnya Kwik Kian Gi, tapi seperti biasanya, komentarnya agak idealis.
Bastian78
October 07, 2005, 23:26
Originally posted by citytown
misalnya kasih ide lewat iklan TV gitu, atau lewat opini di Koran, jadi kebaca ama org² yg berkompeten...
ya diskusi dengan berbagai macam diskusi, opini, teori dan kritikan pemerintah di WG.........ujung2nya .......hilang bersama angin :hehe
mungkin sama kayak kita komentarin pertandingan bulutangkis kali ye.........mau kita teorinya segimana pun kayak :ya dia harus banyak smash2.....wah dia lemah di netting harus gini harus gono.....mendingan bikin rally2 panjang....wah bego tuh dia, smashnya kurang tajam ........bla bla bla bla bla
akhirnya komentator ga akan mengubah jalan pertandingan juga, ga ada bedanya sama orang yang ga ngerti bulutangkis.....segala macam 'harus gini harus gitu' nya juga ga bisa dibuktikan benar dan efektif....:hehe
gimana menurut elo citytown ? :bingung:
terryan
October 08, 2005, 03:02
Originally posted by Juffrouw
pendapat nya teori sekali...free apanya?
realitanya hidup orang tambah susah
Loh, ini bukan teori :haha
Kl kita tidak dibiasakan hidup dlm virtual reality, kita akan lbh siap kl one day bubble-nya pecah... sama spt yg nelson bilang.. kl dalam keadaan biasa, mungkin pemerintah msh bisa nanggungin dan manjain rakyatnya, nah kl tiba2 ada kejadian yg tak diinginkan bagaimana? Analoginya sama spt anak yg biasa dimanja dan ga dibiasakan utk melihat realitas ekonomi ortunya. It's all about common sense!
Originally posted by Juffrouw
emang gak ada cara lain untuk memberitau masyarakat
bahwa kita harus hemat BBM??
Kalooooo ini kalo lho...kalo emang tujuannya mo demikian.
Terang aja tujuannya bukan demikian.. ;)
Subsidi dicabut karena pemerintah udah ga kuat nombokin biaya BBM yg makin tinggi di pasar dunia.
Originally posted by Juffrouw
karena subsidi BBM bisa terasa langsung,
kalo kompensasi orang miskin, lebih sulit untuk dicek
bener gak ngalir ke orang miskin?
orang miskin yang dimana? termasuk yang di sulawesi, papua, kalimantan?
jangan2 cuma di ibukota...
kalo subsidi ke BBM kan bisa lebih terkontrol,
kalo uang subsidi banyak hilang maka gak bisa subsidi, cepet ketauan kan.
*so simpel ya pikiran gue* :p
whatever...orang awam beginilah...:D
Gw juga orang awam :D
Tp orang awam bukan berarti ga bisa punya common sense.. ;)
selama ini subsidi BBM hanya membuat rakyat terlena dgn harga BBM murah, ga bisa berhemat, dan memarakkan penyelundupan.
Bagaimana tidak? Kl harga bbm dalam dan luar negri begitu besar bedanya??
Kompensasi orang miskin? Kyknya gw dah bilang terus menerus kl gw ga setuju dgn pilihan solusi pemerintah dlm mengalihkan dana subsidi BBM.
Menurut gw dana subsidi BBM memang sudah seharusnya dicabut, tp gw ga setuju ama tindakan yg diambil pemerintah selanjutnya.. :)
Originally posted by Juffrouw
Manusia gak bakal mati dengan harga SMS tinggi,
rakyat indonesia yang tergolong sangat miskin
gak perlu sms-an sama teman2nya
tapi ribuan manusia akan mati karena harga BBM tinggi
Padahal gaji gak naik 1% pun juga.
Krn ga bakal mati krn harga sms tinggi jadi korupsi disitu lbh bisa ditolerir?
Bukankan dosa kecil, dosa besar itu sama2 dosa? ;)
Menurut gw, manusia ga akan mati krn harga BBM tinggi.. mereka bisa tambah kreatif, bisa tambah miskin, pilihan mrk jadi lbh terbatas, dsb.. tp tidak mati.
Begini ya.. selama ini yg gw liat2 org2 cuma outrage ama penghapusan subsidi BBM, jelas gw ga bakal ikut2an tuntutan org2 itu, org gw setuju ama itu koq..
Emang disana sini ada yg keberatan ama dana kompensasi itu, tp sangat tidak significant objection-nya.. Baru ini aja tadi di kompas ada dosen apa gitu yg bilang, kenapa ga dana kompensasi itu lbh berbentuk layanan publik? Spt pelajar dan mahasiswa dibebaskan dari ongkos transport (bis dll) Nah kenapa ga gini aja yg didemo!? Ini satu.. kenapa ga subsidi buku2 sekolah? Kenapa ga subsidi seragam sekolah? Semua itu kan bisa meringankan beban org2 miskin sekalian encourage mereka utk menyekolahkan anak2nya. Sekarang 100 rb itu bisa buat apa? Itu cuma cukup buat beli beras sebulan. Sedangkan semua2 pada naek.. jd mereka malah mungkin musti milih antara makan ama menyekolahkan anak.
Gw dah punya anak, jd gw tau gimana besarnya biaya kesehatan. Kenapa ga subsidi bid kesehatan aja?? Subsidi utk obat2an? Kl masalah 100rb sebulan, gw rasa org2 miskin bisa lah nyari kl cuma ongkos makan2 doang.. jangan terlalu underestimate mereka.. :) yg kita mau hindari kan penurunan drastis kwalitas hidup mereka.. spt krn ini anak2nya harus putus sekolah, kalo sakit ga bisa berobat atw beli obat, dsb..
Originally posted by Juffrouw
sekali lagi, ini pemikiran gue orang awam
yang lebih banyak liat realita daripada baca buku yang penuh teori :)
:) sekali lagi, gw juga orang awam.. never thought of myself as book smart :) ...setiap orang punya common sense... ;)
terryan
October 08, 2005, 03:05
Originally posted by Juffrouw
seperti kita kepingin uang subsidi BBM dialihkan ke pos2 yang lebih baik....
mimpi kali yeeee....;)
Jadi krn itu terus aja disubsidi BBM biarpun negara dah ga kuat nanggungnya??
Why are you so against poor people?? ;)
MR.SENSI-BANGET
October 08, 2005, 07:20
pemerintah ga ada duit?
kemana tuh larinya duit2 itu...
skrg BBM utk industri lebih tinggi daripada BBM utk umum..., berarti apa tuh?
emang ga bakalan mati, dan iya betul...jadi lebih kreatif, tapi...lebih kreatif dalem hal merampok, menjambret, etc :hehe....
yg jelas pemerintah skrg ini lagi melakukan pemerahan thd rakyatnya sendiri....
sheen
October 08, 2005, 09:56
Originally posted by terryan
Ini udah mulai dilakukan sejak jaman Megawati, bukan? Masalahnya saat ini harga minyak global kan memang sudah naik over the roof.. beban subsidi tiba2 melonjak tajam.. apa masih relevan kl menaikkan pelan2? Seberapa pelan? Seberapa cepat? setiap 3 bulan? setiap 6 bulan?
Gue sendiri menyadari motif subyektivitas pendapat gue sendiri. Dasarnya adalah ketidakpercayaan gue kepada pemerintahan. Pemerintah bisa berbohong dan memanipulasi apa saja terhadap rakyat dan sampai saat ini mekanisme untuk melakukan kontrol sangat jauh dari harapan. Gue kok curiga bahwa pemerintah sebetulnya masih punya dana ya? ;D Implikasinya adalah revisi APBN yang akan terlihat masuk akal. Ada teori konspirasi bahwa ada industri hilir PMA yang akan beroperasi bila terjadi kenaikan harga BBM ini. Jadi sambil lalu gue akan pengen liat juga, toh sudah terjadi. Jadi ya gue juga nggak akan berandai-andai lagi.
Dgn keadaan spt ini, harusnya pressure masyarakat akan hal ini bisa lbh ditingkatkan.. They demand something from us, we demand something from them in return..
Motif subyektif gue adalah sama dengan di atas, ditambah dengan rasa dengki: How the government can be so cruel. Perubahan seperti ini pasti berpengaruh sampai ke golongan menengah juga, minimal dalam bentuk melesetnya target-target pendapatan pribadi. Yang udah nabung susah payah, bulan depan mungkin sudah bisa dijadikan DP untuk kredit rumah misalnya, tiba-tiba harga rumah naik mengikuti BBM dan acara beli rumah jadi batal atau tertunda. Di sisi lain, sedihnya, pengelola negara ini malah bikin solusi tanpa visi dengan bagi2 seratus ribu itu. How can we punish that bloody government? Seriously gue nggak pengen harus ikut pressure that bloody government, gue pengen bisa kerja layak, dapat penghasilan dengan adil, dan bisa plan my future.
I HATE HATE HATE solusi Rp 100 rb itu...!! Menurut gw itu idiotik sekali... (ya.. mungkin term yg lbh sopannya.. politically motivated sekali... :
ini malah money politics, seperti beli dukungan sebelum pemilu.
terryan
October 08, 2005, 10:51
Originally posted by sheen
Gue sendiri menyadari motif subyektivitas pendapat gue sendiri. Dasarnya adalah ketidakpercayaan gue kepada pemerintahan. Pemerintah bisa berbohong dan memanipulasi apa saja terhadap rakyat dan sampai saat ini mekanisme untuk melakukan kontrol sangat jauh dari harapan. Gue kok curiga bahwa pemerintah sebetulnya masih punya dana ya? ;D Implikasinya adalah revisi APBN yang akan terlihat masuk akal. Ada teori konspirasi bahwa ada industri hilir PMA yang akan beroperasi bila terjadi kenaikan harga BBM ini. Jadi sambil lalu gue akan pengen liat juga, toh sudah terjadi. Jadi ya gue juga nggak akan berandai-andai lagi.
Motif subyektif gue adalah sama dengan di atas, ditambah dengan rasa dengki: How the government can be so cruel. Perubahan seperti ini pasti berpengaruh sampai ke golongan menengah juga, minimal dalam bentuk melesetnya target-target pendapatan pribadi. Yang udah nabung susah payah, bulan depan mungkin sudah bisa dijadikan DP untuk kredit rumah misalnya, tiba-tiba harga rumah naik mengikuti BBM dan acara beli rumah jadi batal atau tertunda. Di sisi lain, sedihnya, pengelola negara ini malah bikin solusi tanpa visi dengan bagi2 seratus ribu itu. How can we punish that bloody government? Seriously gue nggak pengen harus ikut pressure that bloody government, gue pengen bisa kerja layak, dapat penghasilan dengan adil, dan bisa plan my future.
ini malah money politics, seperti beli dukungan sebelum pemilu.
agree.. no objection whatsoever...
sebetulnya gw sama skeptical-nya ke pemerintah..
Tp the way I see it... semua dimulai dari visi yg benar, teori yg benar (bisa ditambah dgn niat yg benar)... krn kl foundation-nya udah ga benar, otomatis apapun yg dibangun diatasnya ga mungkin benar..
kl foundationnya emang dah benar, (dipandangan gw) at least we are half way through...
gw berharap seenggaknya pemerintah akan melakukan hal yg benar... but as usual.. it's just wishful thinking... too much to ask for this bloody government.. :D
But I stand by my opinion, subsidi BBM memang harus dihapus :haha
sheen
October 08, 2005, 11:27
Jadi, agree to agree nih? :haha
Juffrouw
October 08, 2005, 13:42
yah gue juga bingung mo komentar apa lagi...
gue sih tetap gak setuju dengan kenaikan harga BBM yang sedemikian banyak
apalagi tanpa ada bukti nyata perbaikan di bidang lain...
sebab kalo BBM naik artinya dan otomatis harga semua barang naik.
termasuk bahan pangan!
kebutuhan nomer 1 manusia...
Gue bisa bayangin betapa stressnya golongan bawah akan hal ini.
Untuk taraf gaji office boy yang cuma 600 ribuan per bulan (punya istri)
kenaikan BBM ini bener2 menindas.
Kalo perut lapar, gak bisa sekolah, lemes lah :hehe
Kalo perut lapar, jalan usaha buntu...
kriminalitas meningkat, lalu kita ribut lagi, orang jahat makin banyak yah!
akh...pusing lagi deh kita...:D
tapi ya sudah lah...wong dah naik harga BBMnya...
makin banyak amal aja deh :)
jangan pelit2 kalo naik angkot yah!
tarif 2000 jangan ditawar2 1000 :P
*biasanya di mikrolet dan metro mini neh*
blueduck
October 08, 2005, 14:50
ini postingan gw yg terakhir, kalo subsidi nya masuk ke yang punya mobil, kenapa engga dikenain pajak mobil aja?
angka yg gw sebut sebelonnya 'lunak', yg ini mungkin bagus bisa 60 triliun pertahun, mobil lama plus mobil baru....
trima subsidi tapi harus balikin dimuka lagi?
kurang mendidik?
ada yg mo kasih saran usul gw di atas engga tepat, ato masih bawa2 teori dll?
pemerintah sama sekali bukan manusia yg punya pikiran, knapa engga anak SD aja yg jadi pemimpin? kurang uang tinggal minta ato ngambek?
sebagai pemerintah bukan cuma mengatur keuangan sendiri tapi juga stabilitas ekonomi dan sosial.
pemerintah dah tau BBM bakal naik bahkan bisa mencapai USD 90-100/ barel (cara ngatasinnya dah gw tulis bahkan dari tahun lalu, majukan sektor riil penerimaan pajak meningkat, tenaga kerja terserap), kebijaksanaan ini sayangnya dipaksakan oleh pihak2 tertentu....
jadi iya silahkan menerima dampaknya termasuk gw, udah ada yg itung berapa juta bakal menganggur mo jadi apa?
apa mo dididik lagi supaya hemat energi?...:o
sayang sekali obrolan kayak gini engga dinamis, cenderung konstan, tanpa melihat angka2 dan cuma text book aja
blueduck
October 08, 2005, 14:52
dah threadnya ditutup ajah...
blueduck
October 08, 2005, 14:57
Originally posted by blueduck
kalo indo mulai OKTOBER 05-MARET 06 bisa2 kacau, kemungkinan 75-25.....
masih berlaku, 3 bln ke depan bisa kritis, selamat menikmati...:)
DWibowo1.
October 08, 2005, 16:45
Kompas Cyber Media
Di Pinggiran Jakarta, Ibu Rumah Tangga Mulai Cari Kayu Bakar
Bekasi, Sabtu
Kirim Teman | Print Artikel
KCM/Ahmad Zamroni
Berita Terkait:
• Minyak Tanah Langka di Jakarta, Warga Antre
• Di Jakarta, HTP Minyak Tanah Rp2.250 Per Liter
Sejumlah ibu rumah tangga di pinggiran Jakarta mulai mencari kayu bakar sebagai alternatif pengganti bahan bakar untuk memasak, menyusul mahalnya harga minyak tanah per liter mulai 1 Oktober 2005. Minyak tanah yang tadinya satu liter cuma Rp700 kini menjadi Rp2000.
Beberapa ibu rumah tangga di daerah Pondok Benda, Jatiasih, Kabupaten Bekasi, Sabtu (8/10), misalnya, tampak sedang mencari kayu bakar di pekarangan kosong di sekitar rumah mereka atau di komplek-komplek perumahan yang sedang dibangun.Keberadaan lahan atau pekarangan kosong tersebut cukup membantu ibu-ibu rumah tangga itu untuk mencari bahan bakar kayu.
Dahan-dahan kayu mereka potong, kemudian dijemur. Ketika berada di komplek lingkungan perumahan yang sedang membangun, mereka mencari potongan-potongan kayu kaso yang tak berguna untuk dimanfaatkan sebagai kayu bakar.
Sebagian besar ibu rumah tangga itu mengaku belum terpikir untuk kembali menggunakan minyak tanah yang sudah mahal itu. "Dengan kayu bakar lebih hemat, hanya tinggal korbankan tenaga," katanya.
Warung-warung pengecer melepas harga minyak Rp3000. Sementara, di tingkat pedagang keliling minyak tanah sudah seharga Rp2.700 atau Rp2.800. "Mereka jual minyak di tingkat pangkalan seharga Rp2.500," kata ibu-ibu rumah tangga itu.
Sementara itu, masyarakat yang menggunakan elpiji juga tak lepas dari masalah. Soalnya, dalam beberapa hari terakhir, pasokan komoditas itu sedang kosong baik di warung maupun di tingkat agen.
Kalau pun ada, kata seorang ibu, harganya Rp60 ribu per tabung di tingkat agen atau lebih mahal dari kondisi biasa Rp50.000-Rp51.000 per tabung ukuran 15 kg. Dengan demikian, di tingkat pengecer seperti warung-warung dipastikan mengalami kenaikan harga lagi.
Sumber: Ant
Penulis: Prim
Juffrouw
October 08, 2005, 19:06
masak dengan kayu bakar polusinya lebih banyak gak dari minyak tanah?
bisa gak dikenain pajak karena polusi dari kayu bakar?? :o
** COMY **
October 08, 2005, 20:32
ditutup..dgn tidak ada yg bisa membuat perubahan :( :nangis:
Bastian78
October 08, 2005, 23:27
Originally posted by CooL MoM
ditutup..dgn tidak ada yg bisa membuat perubahan :( :nangis:
;D
ya makanya.......si citytown bener juga.......mestinya kan tulis opini atau artikel di majalah yang jelas gitu. Jadi ada pemerhatinya.
atau buka forum diskusi atau seminar apa kek......yang bener di dunia nyata.
kalo di sini2 aja mah.......yaaaaaaa........1 teori yang dikemukakan sama dengan 1000 teori yang dikemukakan....sama ga bergunanya.
** COMY **
October 09, 2005, 04:03
tapi bukannya udah keseringan BAS :D
dulu waktu Sri Mulyati belum jadi menteri,Andi Malangrangeng belum jadi Jubir..mereka juga suka mengemukakan opini dan pendapat mereka soal ekonomi Indonesia,tapi pas duduk dipemerintahan tetep tidak membawa perubahan :(
** COMY **
October 09, 2005, 04:07
ralat Sri Mulyani yg bener :D
blueduck
October 09, 2005, 05:20
sebetulnya ada forum ini nurut gw bukan ke pemerintahnya, tapi buat user2 di sini termasuk gw, berguna buat gw buat latihan, buat nyerap info dll, memang gw akuin kalo belakangan gw emosi, tapi dari mulai setahun yg lalu pas gw posting2 gw engga emosi, sekarangpun gw dah coba engga pake2 'tolol', topiknya pun dg 'kenaikan BBM' gimana supaya indo maju..
perubahan ? gw engga berharap dari pemerintah cepat berubah, spt yg Commy tulis di atas, kurang pinter apa mereka yg di pemerintahan? tujuannya kan agar kita (termasuk gw) peka dg yg ada disekeliling (yah dari rumah, dari media) bahwa "miskin itu bukan cuma angka2" (ini judul di media)
tapi ya kalo sebagian besar user dah pada tau, dah peka, dan engga mo denger/ baca lagi, gw sih terbuka dan bisa menerima...:D
peace...:D
blueduck
October 09, 2005, 05:22
@ACham n Juffrow....pemikirannya tepat...:D
::bravo::
peace....:)
Mr_Yellow
October 09, 2005, 16:33
Wah hebat juga kepusan naik BBM ini...
sungguh.. Gw gak nyangka berani naikin segitu... hebat... hebat... bener2 hebat deh....
salut Gw ame pemerintah ini, berani banget buat keputusan macam ini...
pertama dalam sejarah pemerintahan Indonesia yang berani buat kepusan 2 kali dalam setahun soal BBM.
keputusan soal kenaikan BBM ini bakal disyukuri oleh pemerintah atau calon pemerintah berikutnya... PASTI..!!!
Bromocorah
October 10, 2005, 00:08
Originally posted by blueduck
jadi iya silahkan menerima dampaknya termasuk gw, udah ada yg itung berapa juta bakal menganggur mo jadi apa?
apa mo dididik lagi supaya hemat energi?...:o
dan berapa banyak yg akan jadi Bromocorah :haha
sayang sekali obrolan kayak gini engga dinamis, cenderung konstan, tanpa melihat angka2 dan cuma text book aja
bludak......... hebat yah dampak iklan kenaikan BBM....... :kakaka:
ini bener-bener iklannya yg hebat atau............
DWibowo1.
October 10, 2005, 02:53
Setiap Hari Terpaksa Makan Bubur
Siang kian menyengat bersama makin tingginya sang matahari. Di salah satu rumah di Kampung Jembangan, Desa Pejaten, Kramatwatu, Serang, Jumat (7/10) pekan lalu, terdengar suara tangis anak bersahutan. Tangis yang kadang melengking itu bagai mengiris hati. Tak lama kemudian terdengar suara hardikan perempuan, lau tidak lama tangis itu terdengar lirih.
Rupanya, jerit tangis anak balita itu berasal dari rumah Mustilah (34), yang bangunan rumahnya hanya terdiri dari tumpukan papan setebal 5 cm disambung anyaman bambu. Ruang depan rumah itu terasa lusuh dan kumuh tanpa penerangan lampu, meskipun di tempat itu masih tergantung bohlam 25 watt, yang tampak menghitam.
Siang menjelang petang itu Mustilah belum memasak. Padahal tiga anaknya yang masih berusia balita tampak kelaparan. Wajar, sebab anak-anak itu belum saatnya menjalani puasa, seperti bapak dan ibunya.
"Apa yang mau saya masak. Bapaknya anak-anak cuma tinggalkan uang Rp 7.000. Buat ongkos ke Pasar Kramatwatu saja sudah habis separuh, terus apa yang bisa kami belanjakan?" ujar Mustilah. Dia dan tiga anaknya mengandalkan kebutuhan sehari-hari dari penghasilan suaminya yang hanya buruh tani berupah Rp 10.000 sehari.
Sejenak kemudian, Mustilah menjadi sibuk lantaran anak bungsunya yang masih berusia 5,5 bulan menangis terus. Terpaksa sambil menyusui, dia mengaduk air bening hangat yang dicampur sedikit gula kemudian diberikan kepada dua anaknya lagi, yang masing-masing masih berusia 3,5 dan 5 tahun.
Air hangat campur sedikit gula sudah jadi alternatif terakhir, karena stoples tempat menyimpan tepung ketan dan bubur bayi sudah kosong sejak dua hari lalu. Maka, sejak saat itulah, Mustilah harus memasak nasi hingga hampir menjadi bubur untuk makan anak-anak, dia dan suaminya.
Dulu, ujar Mustilah, sebelum harga minyak tanah dan bensin naik, uang Rp 7.000 dapat dibelikannya tempe, tahu, sedikit cabai, dan sayur. Namun, kini untuk membeli jenis makanan itu dia harus berutang di salah satu warung langganannya di Pasar Kramatwatu hingga Rp 3.500.
"Kalau setiap hari berutang nanti uang dari suami saya habis untuk bayar utang, kan si bontot ini masih butuh makan lebih banyak. Sekarang, untuk minyak tanah kami sesekali minta saudara yang ada di kampung seberang Kali Cibanten, dan itu pun kami gunakan seperlunya, selesai masak air dan masak secukupnya sudah," ujar Mustilah.
Kini, dia hanya mementingkan bagaimana anaknya tetap makan bubur, walau itu harus dilakoninya dengan sabar supaya sekaleng kecil beras itu menjadi cukup lembek dan mampu dicerna oleh anak-anaknya. (Celestinus Trias HP)
http://www.kompas.com/metro/news/0510/10/091026.htm
DWibowo1.
October 10, 2005, 02:56
Senin, 10 Oktober 2005, 09:15 WIB
Pemulung Tak Dapat Dana BBM
"Saya tidak tahu. Tapi kalau dikasih ya diterima, kalau tidak ya bukan rezeki," kata Toni (42), seorang pemulung yang sehari-hari mangkal di Jalan Bulungan, Blok M, persis di seberang Gelanggang Remaja Bulungan. Jakarta Selatan.
Derma berupa dana kompensasi BBM yang dikucurkan pemerintah ternyata tidak dihiraukan sejumlah pemulung yang lebih bergairah menjawab harga minyak tanah yang melangit.
"Saya beli Rp 3.000 per liter. Sekali beli dua liter untuk dua atau tiga hari," kata Toni yang siang itu sibuk mengumpulkan barang-barang bekas bersama istrinya, Patma (45), dan seorang anak mereka Feri (5). "Dapat apaan. Siapa yang mau mengurus orang seperti kami ini," kata seorang pemulung lainnya saat ditemui di kawasan Pasar Kebayoran Lama.
Toni berkisah, sebagai pemulung dirinya merasa tidak berhak menuntut karena tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI Jakarta. Sesungguhnya ia sudah pernah mencoba mendapatkan KTP di Pejompongan dengan cara "nembak" Rp 200.000 melalui ketua RT. Tapi sampai kini tidak jelas nasibnya.
Sorot wajah Toni tajam. Keringat mengucur dari pori-pori kulit tubuhnya yang hitam saat ditemui Jumat (7/10) siang. Dadanya tipis meski berotot. Ia mengaku berasal dari Padang Pariaman, Sumatera Barat. "Tapi sejak kecil sampai besar di Curug, Tangerang," katanya.
Curug adalah kampung asal Patma. Sebelum menikah, Toni berdagang pakaian di Tanjung Priok. Kemudian pindah berdagang pakaian di Pintu IX Senayan. " Di sana saya punya teman-teman yang mengajak menjadi pemulung," ujar pria yang pada lenganya penuh daki hitam setelah kerja seharian.
***
MENJADI pemulung sudah dilakoni selama sembilan tahun. Toni dan keluarga tinggal di bedeng milik juragan yang menampung barang-barang bekas, seperti kardus, botol, dan besi, di Jalan Arteri PAM II, Cilandak. Nomor RT/RW boro-boro tahu. SD anaknya saja, tidak ingat.
Penghasilan Toni sehari-hari tidak menentu. Kadang Rp 20.000, kadang Rp 40.000. Terkadang dia mendapat upah tambahan dari toko obat-obat dan kosmetik, seperti Toko Oriflame dan Toko Epiderma, di Jalan Bulungan. Toko Oriflame memberi Toni Rp 200.000 dan Toko Epiderma Rp 100.000 setiap bulan. Toni bertugas membuang sampah di dua toko tersebut.
Dari pendapatan ini ia membayar uang sekolah Rp 10.000/bulan dan uang jajan anaknya Rp 1.000-Rp 5.000/hari. Untuk belanja beras, Toni mengeluarkan Rp 3.000/liter. Sayur ia beli di warung. Minyak tanah dua liter Rp 6.000 untuk dua-tiga hari. Sewa listrik Rp 15.000/bulan. Sejak empat bulan lalu ia tidak menggunakan listrik karena diputus oleh tetangganya. Televisi 14 inchi pun digadaian Rp 300.000.
Toni meninggalkan gerobak di Jalan Bulungan karena belum dapat kardus selama dua hari ini. Ia pulang naik bus. Dulu ongkos Blok M-Cilandak PP Rp 4.000, kini naik jadi Rp 8.000. "Kalau dapat kardus saya jalan kaki bawa gerobak ini," katanya.
Keluarga Toni tidak perlu menyewa rumah bedeng milik juragannya. Tetapi, harga jual barang rongsokan diturunkan. Misalnya besi bekas seharga Rp 1.500/kg, Toni hanya menjual Rp 700/kg. Sampai sekarang Toni tidak mau mengemis hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup. "Kalau soal makan pasti mampu. Orang buta saja masih mampu makan, kita yang sehat pasti bisa," kata Toni yang berkali-kali menolak keluarganya difoto. "Saya malu nanti keluarga saya tahu. Biarlah saya yang tahu alamat saudara saya, tapi mereka tidak tahu keberadaan saya," ujarnya.
http://www.kompas.com/metro/news/0510/10/091554.htm
Juffrouw
October 10, 2005, 12:36
Toni dan Mustilah adalah contoh orang2 yang 'manja'
Gak ngerti ya mereka kalo emang minyak itu mahal
Mereka juga perlu tau bahwa BBM itu bisa habis dan penghematan harus dilakukan
Lain kali 2 liter minyak itu harus dipake buat seminggu!!! :o
orientmystique
October 10, 2005, 19:03
Indonesia-ku indonesia-ku...
prihatinnya aku melihat nasib-mu...
terlalu banyak pembodohan disini...
** COMY **
October 10, 2005, 20:32
kenapa tidak mencoba menggunakan dgn pake kayu bakar..kan lumayan bisa buat hutan jadi gundul..atau jadi longsor :o
Juffrouw
October 10, 2005, 21:42
Originally posted by CooL MoM
kenapa tidak mencoba menggunakan dgn pake kayu bakar..kan lumayan bisa buat hutan jadi gundul..atau jadi longsor :o
kan udah di post sebelumnya...:p
kelewatan yah? :haha
twinzy
October 11, 2005, 01:15
yang bikin gua heran seheren-herannya..kok bisa-bisanya sih, lagi sidang kenaikan BBM..masih aja ada anggota dewan yg tidur, dan untuk kesekian kalinya, disorot tivi..
udah bukan bodoh aja, tapi urat malunya udah putus..
platinum
October 12, 2005, 02:20
Originally posted by blueduck
udah 2 tahunan kekurangan pasokan dan pertumbuhan energi listrik diomongin, koq makin diperparah dg perusahaan yg pake listrik PLN sekarang?????
kalo solar murah perusahaan pake diesel sendiri, kalo sekarang solar mahal koq diijinkan pemakaian listrik PLN??????
subsidi dong artinya????????
mudah mana rakyat beli diesel sendiri ato diesel perusahaan di 'switch' pake gas??????
mikir dehhh dirut....
kalo kayak gini tamatan SD aja yg jadi dirut :o
pemerintah tolol rakyat juga tolol.
sama sama tolol damai aja
Mr. Do
October 12, 2005, 06:45
bergunalah untuk menambah informasi masing2, biar nanti klo uda jadi pejabat gak mengulangi kesalahan yg sama :kakaka:
Bo Tat
October 12, 2005, 07:01
Originally posted by Tommy_raikonen
emang kwik kian gie agama nya islam ? kan yg boleh jadi presiden harus beragama islam
Kayaknya banyak banget rakyat Indonesia yang kayak gini.
Gak ada aturannya, tapi dianggap udah jadi aturan... :kakaka:
Pantes aja negara ini kayak gini terus. Wong peraturan yang ada gak dijalankan, sementara peraturan yang gak ada, di ada-adakan dengan alasan yang sama sekali gak jelas... :kakaka:
aleks75012
October 12, 2005, 07:35
Originally posted by blueduck
dah threadnya ditutup ajah...
thread ditutup biasanya kalau udah jadi ajang cela2an gitu lah
kalau cuma OT mah gak papa asal jgn sampe 10 halaman ajah :haha
buat gue pribadi sih teori2 dan pendapat WGers disini menarik juga koq, meski gak sampe ke pengambil keputusan atau kemasy banyak dan membentuk opini luas
kadang nambah "pengetahuan" koq(relatif sih, tapi buat gue jadi masukan juga :haha)
emang info yg lebih terpercaya bisa didpt dr website macam Kompas, Tempo
tapi kan disitu gak ada yg ngomentarin, lagian bosen baca komen para pakar doang :D
selain itu baca2 komen disini bikin gue tetep deket sama indonesia ;D
Tommy_raikonen
October 13, 2005, 05:51
Tp emang kalo BBm ndak dinaikkan bisa terjadi krisis moneter lagi entar. Utang luar negeri banyak, dana APBN banyak yg bocor, harga minyak dunia naek $69 jadi terpaksa naek BBM
blueduck
October 13, 2005, 07:44
Originally posted by Mr. Do
bergunalah untuk menambah informasi masing2, biar nanti klo uda jadi pejabat gak mengulangi kesalahan yg sama :kakaka:
jadi staf ato pimpinan perusahaan juga sudah bisa membuat perubahan, kalo analisis dan penanganan yg bagus dan tepat maka perusahaan, lebih luas lagi ke daerah sekitarnya juga jadi berkembang baik.
Sebaliknya kalo analisis asal2an ato cuma mempertimbangkan untung sesaat maka hancurlah sekitarnya apalagi kalo hal ini berkembang menjadi 'gaya' bisnis...:D
blueduck
October 13, 2005, 07:53
Originally posted by Tommy_raikonen
Tp emang kalo BBm ndak dinaikkan bisa terjadi krisis moneter lagi entar. Utang luar negeri banyak, dana APBN banyak yg bocor, harga minyak dunia naek $69 jadi terpaksa naek BBM
defisit karena hutang merupakan porsi paling besar 30 persen.
defisit akibat BBM secara keuangan tidak ada malah surplus 10 triliun, memang benar subsidi menambah beban, tetapi kalo hitung2an seperti kehilangan pajak, kredit macet (hitungan ada di halaman sebelonnya) hasilnya bisa jadi akan lebih buruk.
Kreditor tahun ini banyak kasih kemudahan buat debitor, tapi dimanfaatkan pemerintah setelah kenaikan BBM
penanganan yg lebih tepat masalah BBM ialah menaikan pajak spt jaman orba dulu sampe 100 persen, dan secara gradual subsidi dicabut.
krismon bukan akibat subsidi BBM, melainkan akibat salah kelola keuangan negara dan swasta.
kalo memang keuangan negara bocor, tidak perlu cabut subsidi dong, juga pemberantasan penyelundupan dan korupsi PERTAMINA, penangan langsung dan tepat mestinya
btw Tommy topiknya dah ganti, jadi sekarang pembahasan bukan masalah setuju tidaknya kenaikan BBM, tapi bagaimana pemerintah mengatasi efeknya
Tommy_raikonen
October 14, 2005, 13:55
katanya pemerintah mau reshuffle kabinet ya ? aku jg heran koq bisa presiden ama kabinetnya koq ndak kompak begitu
blueduck
October 16, 2005, 12:46
gw sudah hopeless dan tidak percaya dg SBY dan bawahannya, kemaren2 gw masih percaya SBY tapi beberapa hari ini gw sudah lihat belangnya, gw dah pernah nulis 'apa SBY bumi hangus di indo?' jawabannya sekarang iya, buktinya nanti th 2007
apa yg terjadi sekarang di indo, dibawah kendali dia.....
Japrier
October 16, 2005, 23:14
loh gw denger katanya SBY yg pegang bagus?? itu kata temen2 gw di indo :haha
Bromocorah
October 17, 2005, 05:48
Originally posted by blueduck
gw sudah hopeless dan tidak percaya dg SBY dan bawahannya, kemaren2 gw masih percaya SBY tapi beberapa hari ini gw sudah lihat belangnya, gw dah pernah nulis 'apa SBY bumi hangus di indo?' jawabannya sekarang iya, buktinya nanti th 2007
apa yg terjadi sekarang di indo, dibawah kendali dia.....
gue udah nggak percaya sejak dia jadi danrem jogja... :kakaka:
Bo Tat
October 17, 2005, 08:27
Originally posted by blueduck
gw sudah hopeless dan tidak percaya dg SBY dan bawahannya, kemaren2 gw masih percaya SBY tapi beberapa hari ini gw sudah lihat belangnya, gw dah pernah nulis 'apa SBY bumi hangus di indo?' jawabannya sekarang iya, buktinya nanti th 2007
apa yg terjadi sekarang di indo, dibawah kendali dia.....
Kira-kira kayak apa ya?
Sekarang aja keliatannya kemarahan rakyat cuma di pendam-pendam. Lama-lama meledak juga.
Kalo "ditangani" dengan "baik" bisa-bisa terulang lagi pertumpahan darah di Indonesia ini...
blueduck
October 17, 2005, 15:05
Originally posted by Bromocorah
gue udah nggak percaya sejak dia jadi danrem jogja... :kakaka:
gw sih dulu masih coba percaya, tapi sekali dua kali ngeliat masih belon bertindak sih, berarti yah memang dia biangnya...
Originally posted by Bo Tat
Kira-kira kayak apa ya?
Sekarang aja keliatannya kemarahan rakyat cuma di pendam-pendam. Lama-lama meledak juga.
Kalo "ditangani" dengan "baik" bisa-bisa terulang lagi pertumpahan darah di Indonesia ini...
yg 'nanganinya' tahun depan kalo engga ada rame2 di gedung telor dua, gigi muncul lagi, sekarang sih giginya engga ditongolin.
kondisi bisa balik ke gelombang 2, malah lebih buruk, situasi dah kayak film 'Enemy of the State'...:D
Bromocorah
October 18, 2005, 00:24
makanya udah disiapin komando teritorial (koter)..... :haha untuk 'mengamankan" kursi ... sekaligus menguatkan kembali supremasi militer atas sipil :kakaka:
inget lagunya Iwan Fals:
'....... tak peduli perwira... bintara atau tamtama........... tetap tentara.........." [
DWibowo1.
October 18, 2005, 00:47
Komando teritorial itu ghimana nantinya brom?
** COMY **
October 18, 2005, 01:05
yg jelas..orangnya nggak seganteng kaya Acham tentunya :hehe
DWibowo1.
October 18, 2005, 01:06
Berarti personelnya cewek chantik semua yah? :D mau donk ditangkep korem :kakaka:
** COMY **
October 18, 2005, 01:09
gue antri donk :D
comy kan cantik :kakaka:
DWibowo1.
October 18, 2005, 01:16
Kalo ghitu ngga usah nunggu koter, tangkaplah gwe sekarang Com :kakaka: :kabur:
** COMY **
October 18, 2005, 01:22
:hehe gue tangkep di rumah sebelah aja yah :haha
Bromocorah
October 18, 2005, 05:45
Originally posted by anak_chambers
Komando teritorial itu ghimana nantinya brom?
belum tau jelas cham..
simplificator
October 18, 2005, 07:07
maaph nimbrung....
klo menurut gw sih.... sampe SBY turun entar juga Indonesia ga bakal bener.... masalahnya di JIWA SDMnya seh....
aniway.... duit 300 rebu yg katanya kompensasi tuh masalahnya tambah byk loh..... ada yg mati gara2 antri... ada yg disunat duitnya... ada yg miskin bgt tp ga dapet....
.....
hah... masalah paling gede dana kompensasi tuh:
banyak warga yg pas didata blom 'miskin' setelah kenaikan BBM jadi 'miskin' dan akhirnya ga dapet dana (dana-dana-an) tsb....
yah....
aleks75012
October 18, 2005, 12:04
ternyata Indo masuk 6 besar dunia loh
*selamat-selamat ;D
tapi jgn seneng dulu 6 besar .......TERKORUP ;D
http://kompas.com/utama/news/0510/18/180617.htm
Bastian78
October 18, 2005, 12:39
bukannya dulu juara 3 ? turun dong peringkatnya
citytown
October 18, 2005, 13:08
berarti ada kemajuan :D seenggaknya ada negara laen yg nyusul Indonesia utk segi korupsi :haha
aleks75012
October 18, 2005, 13:53
sejajar dgn Kamerun, Etiopia, Irak... :shock:
:haha
blueduck
October 18, 2005, 15:13
@Bromo n ACham....
"Enemy of the state", terlalu serem yah?, proyek2 (diam2) dah dimulai, dg dukungan dana sebagian dari luar...:D
jangan kaget nanti orang di propinsi A, kabupaten B, kecamatan C, enter ....keluar nama orang2nya
ato "Tugimin Sukana", enter........keluar nama, alamat, saldo, pajak, mobil, anak dll....
proyeknya sudah mulai dan sudah jalan..:D
blueduck
October 18, 2005, 15:15
Originally posted by aleks75012
sejajar dgn Kamerun, Etiopia, Irak... :shock:
:haha
ntar yg kumisan marah2, beberapa bulan lalu audit beberapa BUMN dah keluarnya telat, eh disklaim lagi...................gubraksss
si kumis marah2...:kakaka:
blueduck
October 18, 2005, 15:17
Originally posted by simplificator
maaph nimbrung....
klo menurut gw sih.... sampe SBY turun entar juga Indonesia ga bakal bener.... masalahnya di JIWA SDMnya seh....
aniway.... duit 300 rebu yg katanya kompensasi tuh masalahnya tambah byk loh..... ada yg mati gara2 antri... ada yg disunat duitnya... ada yg miskin bgt tp ga dapet....
.....
hah... masalah paling gede dana kompensasi tuh:
banyak warga yg pas didata blom 'miskin' setelah kenaikan BBM jadi 'miskin' dan akhirnya ga dapet dana (dana-dana-an) tsb....
yah....
ini prinsip manajemen indo, "mengatasi masalah dengan masalah"...:hehe
DWibowo1.
October 18, 2005, 20:22
Originally posted by aleks75012
ternyata Indo masuk 6 besar dunia loh
*selamat-selamat ;D
tapi jgn seneng dulu 6 besar .......TERKORUP ;D
http://kompas.com/utama/news/0510/18/180617.htm
Yah koq cuman no 6? Taun depan usahakan juara 1 yah :kakaka:
Bromocorah
October 19, 2005, 02:00
Originally posted by blueduck
ini prinsip manajemen indo, "mengatasi masalah dengan masalah"...:hehe
bagusan pegadaian yah
simplificator
October 19, 2005, 09:38
heh!
jaman sekrg... pejabat2 di kabupaten n propinsi pada ga pantes lulus SMA.... byk kasus pilkada yg bermasalah gara2 ijazah SMP-SMA palsu....
jgn2 ada bupati yg ga apal PANCASILA....
::crash::
simplificator
October 19, 2005, 09:55
BBM naek.... hadiah Lebaran n Natal terindah taun ini......
thx pak esbeye n jeka... kalian PATRIOT KAMI.... rakyat tambah SEJAHTERA pak!
yaks...
Uting
October 19, 2005, 11:07
Originally posted by simplificator
maaph nimbrung....
klo menurut gw sih.... sampe SBY turun entar juga Indonesia ga bakal bener.... masalahnya di JIWA SDMnya seh....
aniway.... duit 300 rebu yg katanya kompensasi tuh masalahnya tambah byk loh..... ada yg mati gara2 antri... ada yg disunat duitnya... ada yg miskin bgt tp ga dapet....
.....
hah... masalah paling gede dana kompensasi tuh:
banyak warga yg pas didata blom 'miskin' setelah kenaikan BBM jadi 'miskin' dan akhirnya ga dapet dana (dana-dana-an) tsb....
yah....
ada yg disunatnya mpe 240 rebu..yg masuk cuma 60 rebu..arghhhhhhhhhhh
gw plg pgn narik kumisnya si kalla pas ngomong...elpiji ga ada di pasaran sbg indikasi klo masy udah beralih ke menggunakan elpiji skrg
duh, logika drmana pulak tuh??? beli minyak tanah yg jauh lbh murah aja...rakyat dah ga sanggup..palagi beli elpiji???
dasar ga pny hati nurani...asal ngomong aja...omongannya selalu nyakitin hari rakyat
twinzy
October 19, 2005, 11:38
HOTTEST NEWS
gaji DPRD DKI jakarta dinaikkin lagi oleh sutiyoso.
katanya ini merupakan keputusan yang baik. sekarang kan sudah menjelang hari raya. kinerjanya juga baik.
well well well...
another stupid idea..
banyak org yg bahkan belum merasakan dana kompensasi, ini dprd yg udah berkecukupan masiihhh aja ga tau diri..
kacau
blueduck
October 19, 2005, 15:38
kapan sih pemerintah engga buat masalah...:o
BBM mo naek, ditimbun, eh PERTAMINA nya bilang dihambur2kan BBM nya
GAS mo naek, eh dibilang sehat, padahal ditimbun lagi...
ntar PLN mo naek ngantri juga...:o
gw rasa itu kumis ketombean jadi engga bisa bener tuh mulut..:haha
Bromocorah
October 19, 2005, 23:58
yg paling harus bertanggung jawab ya boss-nya .... :hehe
sheen
October 20, 2005, 01:28
Originally posted by blueduck
gw rasa itu kumis ketombean jadi engga bisa bener tuh mulut..:haha
Kumisnya dihuni kutu alien. jadi kutu itulah yang bersuara, bukan hostnya. Hostnya sendiri sudah dijadikan zombie hidup oleh sekawanan alien. :haha
blueduck
October 20, 2005, 06:49
Originally posted by sheen
Kumisnya dihuni kutu alien. jadi kutu itulah yang bersuara, bukan hostnya. Hostnya sendiri sudah dijadikan zombie hidup oleh sekawanan alien. :haha
:kakaka:
gw juga sebenernya udah pengen bikin thread ttg alien...:D
yg diculik 10 tahun lalu, balik 3 tahun kemudian dll...
MR.SENSI-BANGET
October 20, 2005, 15:11
pokoknya biar gimana harga BBM harus diturunin...
gw heran, kok mahasiswa ga pd demo seh?
mestinya demo dunk gede2an..., kalo bisa sampe jatoh tumbal..., nah....pasti bakal ada ceritanya deh...
Bromocorah
October 21, 2005, 00:27
ntar kali demonya abis lebaran
sancho
October 21, 2005, 02:57
SBY Kalla kan pinter. BBM dinaikan pas bulan puasa biar orang pada menahan napsu. Trus pas Lebaran SBY Kalla muncul di Tepe sabil minta maap lahir batin (di dramatisir). Mau ga mau dimaapin deh. Gw pernah post ini di forum cerita lucu :)
Tommy_raikonen
October 21, 2005, 06:36
Elpiji skr langka tp katanya JK itu pertanda bagus malah :D lucu amat ya :D
Bo Tat
October 21, 2005, 07:33
Yang punya DKI kan Sutiyoso, ya suka-suka dia lah!! :kakaka:
Gaji orang laen aja dia naekin, apalagi gaji dirinya sendiri, udah gak terhitung... :hehe
** COMY **
October 21, 2005, 09:23
Sutiyoso sebelum ganti pemerintahan konon menerima gaji sebulan Rp. 200 juta belum termasuk tunjangan2xnya...sdgkan wakilnya Rp. 150 juta
jadi kepengen mencalonkan diri jadi Gubernur DKI deh :D
chacha991
October 21, 2005, 12:11
pejabat korup itulah satu2nya jawaban mengapa bangsa kita ga pernah bisa maju.
bensin,pertamax,elpiji naek ga apa2 deh, tapi kasian tuh rakyat2 kecil yg masih pake minyak tanah ,harga minyak tanah di naikin ga mikir apa tuh pejabat .
pemerintah kasih tunjangan 100rb sebulan buat rakyat kecil.
tapi dpr / mpr nya dapet tunjanga 10 Jt sebulan
Oi siapa yg yg perlu tunjangan nih yg miskin apa yg kaya.
kayanya rakyat indonesia harus melakuan revolusi nih.
kaya jaman di samkok.
chacha991
October 21, 2005, 12:36
Seperti kata Gus Dur anggota dpr mpr indonesia itu mirip dengan Anak Tk
DWibowo1.
October 21, 2005, 14:52
hah? 200 juta?? Itu gaji resmi apa termasuk sabetan?? Gaji resmi Presiden aja khan "cuma" 100 juta/bulan.
Tommy_raikonen
October 21, 2005, 17:05
kapan tuh aku baca koran anggota DPR minta naek gaji !! gila juga :( hahahaha chacha ini samkok melulu :D
blueduck
October 21, 2005, 17:16
mo nya sih ganti pemerintahan dan BBM turun lagi, tapi berapa banyak darah yg tumpah?
tahun 1998 bisa, krn dibiarkan, malah MPR ketolongan, biar kesannya MPR terpaksa minta Soeharto mundur
jalan satu2nya sih lewat DPR, ganti wapres nya krn tindakan pidana (dana jamsostek), dan paksa presiden ganti kabinet.
hasilnya engga jamin bagus juga, krn SBY udah punya "guide book" yg dah dibuat, tinggal dijalanin...:D
blueduck
October 21, 2005, 17:20
perbaikan indo susah yah, mental dan tradisi jelek sudah mendarah daging...:D
btw judulnya diganti nih...:haha
chacha991
October 22, 2005, 03:52
kayanya harus Gus Dur deh yg harus jadi presiden lagi...
soalnya dia yg paling brani menentang MPR & DPR
nerobelo
October 22, 2005, 18:08
Ekonomi kita sih...ya ngak ada harapan deh..apalagi ada bom yg barusan ini aja terjadi di bali...walah..tambah kabur aja tuh investor2.kl investor lokal sih kayanya cuma bisa bertahan aja lah..wong daya beli masyarakat ngak ada..lagi susahhhh...
chacha991
October 22, 2005, 19:46
udah kita sebagai rakyat indonesia .
kita harus menggulingkan pimpinan yg udah menyelewengkan kepentingan rakyat banyak.
aleks75012
October 23, 2005, 08:35
*setuju nggak? kalau nggak apa alasannya ? ;D
Amien Rais : Setahun SBY-JK, Lebih Jelek Dari Masa Megawati
Sabtu, 22 Oktober 2005 | 16:59 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Amien Rais menyatakan, setahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono - Jusuf Kalla lebih didominasi nuansa kompetisi antara presiden dan wakilnya.
Kompetisi itu, menurut Amien, terlihat merembet ke para menteri di Kabinet Indonesia Bersatu. Akibatnya, dalam setahun pemerintaha SBY - JK ini, tidak ada keberhasilan yang bearti bahkan cenderung gagal dibanding pemerintahan sebelumnya. Ada tiga hal pokok mengapa dalam setahun ini pemerintahan SBY - JK tidak berhasil bahkan cenderung mundur dibanding pemerintahan sebelumnya. "Yaitu kekompakan antara presiden dan wakil presiden, pembagian kerja antara presiden dan wakil presiden dan soal kebijakan yang tidak pernah mengakar pada kepentingan rakyat,"kata Amien Rais saat ditemui di rumahnya di Pandeansari Sleman Yogyakarta, Sabtu (22/10).
Untuk menilai kinerja suatu pemerintahan, menurut Amien, ukuran waktu satu tahun sudah bisa untuk melihat gambaran sebuah pemerintahan tersebut. Agar penilaian objektif, maka harus dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya. "Jika dibandingkan dengan pemerintahan sebelum SBY-JK, maka setahun pemerintahan SBY-JK ternyata lebih jelek dibanding masa Megawati.
Indikatornya, bisa dilihat dari ekonomi, sosial, citra pemerintahan dan sebagainya. "Dilihat dari nilai tukar, rupiah jelas terpuruk. Angka pengangguran jelas semakin berlipat. Jumlah penduduk miskin juga berlipat. Popularitas pemerintahan pun juga turun dratis,"kata Amien. Hanya satu yang menonjol yaitu citra di dunia interasional. "Karena pemerintahan ini dihasilkan lewat pemilu langsung,"ujar Amien.
Syaiful Amin
aleks75012
October 23, 2005, 08:36
*setuju nggak? kalau nggak apa alasannya ? ;D
Amien Rais : Setahun SBY-JK, Lebih Jelek Dari Masa Megawati
Sabtu, 22 Oktober 2005 | 16:59 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Amien Rais menyatakan, setahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono - Jusuf Kalla lebih didominasi nuansa kompetisi antara presiden dan wakilnya.
Kompetisi itu, menurut Amien, terlihat merembet ke para menteri di Kabinet Indonesia Bersatu. Akibatnya, dalam setahun pemerintaha SBY - JK ini, tidak ada keberhasilan yang bearti bahkan cenderung gagal dibanding pemerintahan sebelumnya. Ada tiga hal pokok mengapa dalam setahun ini pemerintahan SBY - JK tidak berhasil bahkan cenderung mundur dibanding pemerintahan sebelumnya. "Yaitu kekompakan antara presiden dan wakil presiden, pembagian kerja antara presiden dan wakil presiden dan soal kebijakan yang tidak pernah mengakar pada kepentingan rakyat,"kata Amien Rais saat ditemui di rumahnya di Pandeansari Sleman Yogyakarta, Sabtu (22/10).
Untuk menilai kinerja suatu pemerintahan, menurut Amien, ukuran waktu satu tahun sudah bisa untuk melihat gambaran sebuah pemerintahan tersebut. Agar penilaian objektif, maka harus dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya. "Jika dibandingkan dengan pemerintahan sebelum SBY-JK, maka setahun pemerintahan SBY-JK ternyata lebih jelek dibanding masa Megawati.
Indikatornya, bisa dilihat dari ekonomi, sosial, citra pemerintahan dan sebagainya. "Dilihat dari nilai tukar, rupiah jelas terpuruk. Angka pengangguran jelas semakin berlipat. Jumlah penduduk miskin juga berlipat. Popularitas pemerintahan pun juga turun dratis,"kata Amien. Hanya satu yang menonjol yaitu citra di dunia interasional. "Karena pemerintahan ini dihasilkan lewat pemilu langsung,"ujar Amien.
Syaiful Amin
Bromocorah
October 24, 2005, 00:38
mudah2an abis lebaran ada yg pada demo gede2an menuhin segitiga emas jkt :haha
Bromocorah
October 24, 2005, 00:45
emang gubernur sama presiden tinggian mana sih? :kakaka:
DWibowo1.
October 24, 2005, 01:00
Gwe ga yakin deh kalo diantara keduanya. Tapi kalo di Indonesia paling tinggi khan Wapres :haha:
blueduck
October 24, 2005, 13:53
Originally posted by aleks75012
*setuju nggak? kalau nggak apa alasannya ? ;D
Amien Rais : Setahun SBY-JK, Lebih Jelek Dari Masa Megawati...1
Sabtu, 22 Oktober 2005 | 16:59 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Amien Rais menyatakan, setahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono - Jusuf Kalla lebih didominasi nuansa kompetisi antara presiden dan wakilnya....2
......
Untuk menilai kinerja suatu pemerintahan, menurut Amien, ukuran waktu satu tahun sudah bisa untuk melihat gambaran sebuah pemerintahan tersebut. Agar penilaian objektif, maka harus dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya. "Jika dibandingkan dengan pemerintahan sebelum SBY-JK, maka setahun pemerintahan SBY-JK ternyata lebih jelek dibanding masa Megawati.
Indikatornya, bisa dilihat dari ekonomi, sosial, citra pemerintahan dan sebagainya. "Dilihat dari nilai tukar, rupiah jelas terpuruk. Angka pengangguran jelas semakin berlipat. Jumlah penduduk miskin juga berlipat. Popularitas pemerintahan pun juga turun dratis,"kata Amien. Hanya satu yang menonjol yaitu citra di dunia interasional. "Karena pemerintahan ini dihasilkan lewat pemilu langsung,"ujar Amien.
Syaiful Amin
1. Gw setuju pemerintahan lebih buruk
2. SBY cuma geli aja kali liat kalla banyak omong, kata SBY dalam hati "biarin aja yg kena jelek si kalla"
blueduck
October 24, 2005, 13:54
Originally posted by Bromocorah
mudah2an abis lebaran ada yg pada demo gede2an menuhin segitiga emas jkt :haha
demo masak tentunya...:D
** COMY **
October 24, 2005, 15:10
gaji nya sutiyoso kan 200 juta udah termasuk tunjangan BBM,listirk,tunjangan entertaint,tunjangan sembako :haha
DWibowo1.
October 24, 2005, 16:21
Tunjangan Mahakam termasuk ngga? :kakaka:
Bromocorah
October 25, 2005, 00:12
Originally posted by blueduck
2. SBY cuma geli aja kali liat kalla banyak omong, kata SBY dalam hati "biarin aja yg kena jelek si kalla"
mengkondisikan atau bahkan menciptakan kejelekan kalla,
berlindung dibalik kejekan kalla.... :kakaka:
demo masak tentunya...
iya... coba aja bayangin kalo ada demo masak menuhin Sudirman, Thamrin, Rasuna Said & Gatsu........ macet total dah... lumpuh jakarta :haha
Bo Tat
October 25, 2005, 05:12
Seharusnya udah bukan rahasia lagi kok kalo pendapatan pejabat di Indonesia, terutama pejabat struktural di pemerintahan sangat tinggi. Bisa dibilang kalo lebih dari 90% pendapatan mereka bukan berasal dari komponen gaji resmi. Jadi kalo ada yang bilang gajinya 100 juta, maka dalam waktu yang bersamaan bisa dipastikan pendapatan kotornya bisa mencapai lebih dari 10 kali lipat... :hehe
Kalo gak gitu, ya gimana juga caranya presiden yang sebelum pemilu ngaku hanya punya harta beberapa milyar bisa bikin pernikahan anaknya dengan biaya lebih dari 1 milyar... Seakan-akan duit itu gak ada artinya... :hehe
** COMY **
October 25, 2005, 05:17
Pak sby..bagi donk duitnya buat THR tahun ini :o
aleks75012
October 25, 2005, 07:05
;D lumayan buat bahan bacaan
Yudhoyono dan Asal Bapak Senang
Selasa, 25 Oktober 2005 | 03:10 WIB
Indra J. Piliang
Peneliti Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS, Jakarta
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mulai ke daerah. Pada Oktober 2005 ini saja Yudhoyono sudah mendatangi Bali dan Banjarmasin. Rencananya, Yudhoyono juga berkunjung ke Kendari, Sulawesi Tenggara. Kalaupun Yudhoyono hanya mengunjungi tempat-tempat berlangsungnya kegiatan seremonial yang penuh protokoler, tetap saja kunjungan itu bermanfaat. Setidaknya, Yudhoyono paham betapa berbedanya keadaan di Jakarta dengan di daerah-daerah itu.
Namun, bagi masyarakat awam, jauh lebih baik Yudhoyono tidak datang. Mengapa? Justru karena kunjungan itu aparat polisi pamong praja menjadi galak. Di Kendari, misalnya, mereka membongkar dan membakar warung-warung tenda milik penduduk di jalan yang akan dilewati Yudhoyono (Koran Tempo, 21/10). Wali Kota Kendari yang masuk kategori daerah tertinggal itu lebih mengutamakan "pelayanan" kepada Yudhoyono dengan cara menutupi keadaan sebenarnya. Pembersihan terhadap 20 buah bangunan pedagang kaki lima liar juga dilakukan di Banjarmasin menjelang kedatangan Yudhoyono (www.banjarmasin.go.id).
Tindakan berlebihan pemerintah daerah dengan momentum kunjungan Presiden itu layak dipertanyakan motifnya. Apa benar para pedagang membuat tata kota menjadi kumuh? Kalaupun hendak ditertibkan, bagaimana caranya? Cukupkah dengan hanya mengusir mereka tanpa memberi penampungan?
Dengan kunjungan ke daerah mestinya Yudhoyono menemukan banyak titik perbedaan antardaerah. Bukankah Yudhoyono terbiasa melihat orang miskin, bahkan dulunya juga berasal dari keluarga miskin? Yudhoyono juga bahkan makan singkong.
Metode asal bapak senang (ABS) inilah yang membangkrutkan banyak pemimpin, termasuk yang menenggelamkan pamor Soekarno dan Soeharto.
Namun, pantaskah metode itu dipraktekkan hari ini? Rasanya tidak. ABS hanya akan menjauhkan prinsip pemerintahan demokratis ke kultur birokrasi feodal. Presiden bukanlah raja, apalagi dewa. Kalaupun presiden seorang raja, tetap saja hak-hak raja zaman kini tidaklah seistimewa dulu. Raja modern butuh parlemen dan pemerintahan demokratis.
Atas perlakuan para pejabat lokal itu kepada pedagang, Yudhoyono selayaknya melihat betapa nilai-nilai feodal sedang bangkit di sekelilingnya. Untunglah ada pemberitaan. Bukankah Presiden Yudhoyono bersama Ibu Negara sangat sensitif terhadap pemberitaan pers? Dengan keterbukaan pers, mustahil Yudhoyono tidak tahu berbagai informasi pra dan pascakunjungan kerjanya ke suatu daerah. Kalau perlu, Presiden Yudhoyono menyampaikan permohonan maaf atas kedatangannya yang menyengsarakan pedagang itu.
Kita masih ingat, betapa foto salaman dengan Soeharto adalah ciri utama dari rumah-rumah yang menunjukkan dirinya "dekat" dengan Istana Negara rezim Orde Baru. Sama halnya dengan warung Tegal atau warung Padang yang menyimpan foto prajurit atau perwira TNI. Setiap Soeharto berkunjung, jalanan bersih. Bahkan, kalau perlu, penduduk diberi sumbangan untuk membeli cat rumah. Para babinsa biasanya bekerja mengumpulkan penduduk untuk kerja bakti.
Cara ini berlanjut ke tingkat pemerintahan terbawah. Kalau bupati atau camat berkunjung ke daerah Anda, pastikan bahwa daerah Anda terlebih dulu bersih. Beragam spanduk dan umbul-umbul menyambut kedatangan rombongan pejabat itu.
Dalam zaman seterang ini, apa cara itu harus bertahan? Krisis yang menimpa penduduk hanya dianggap sampah yang harus dibersihkan. Kemiskinan penduduk dianggap kusta yang membikin malu pejabatnya. Pedagang kaki lima bagai codet di kening sang penguasa lokal. Karena itu, demi kepentingan seorang presiden, mereka tidak peduli kalau penduduk harus kehilangan mata pencaharian. Presiden hanya datang sehari atau dua hari, imbasnya masyarakat kelaparan berhari-hari karena tidak lagi bisa bekerja.
Terpilihnya banyak incumbent dalam pemilihan kepala daerah 2005 juga menyisakan keresahan. Betapa tidak, lewat jalur demokrasi, justru para penguasa lama tampil baru. Mentalitasnya belum berubah. Jakarta masih dipandang sebagai sumber kuasa. Kedatangan pejabat Jakarta, apalagi sekelas presiden, dipercaya dapat mempopulerkan diri di depan rakyat. Kekuasaan menjadi magnet. Presiden adalah medannya.
Presiden juga mestinya memahami ini. Sentralisasi kekuasaan justru membahayakan hubungan presiden dengan penduduk. Kepala-kepala daerah akan berusaha menjauhkan presiden dari rakyat. Kalau perlu, presiden disuguhi beragam kegiatan melelahkan, mulai kesenian semalam suntuk sampai pameran pembangunan. Yang dilihat presiden lagi-lagi bukan realitas, melainkan kemasan dari realitas.
Di balik itu semua, kepala-kepala daerah menyembunyikan penggunaan anggaran negara yang dikucurkan ke daerahnya. Kepala-kepala daerah mestinya ditanya, bagaimana dengan hasil pembangunan proyek ini dan itu yang sudah dikucurkan dananya dari APBN? Atau minimal bagaimana penggunaan dari dana alokasi umum dan dana alokasi khusus? Dengan satu atau dua pertanyaan kritis itu presiden sebetulnya bisa melakukan fungsi kontrol.
Kalau langgam asal bapak senang ini menjadi karakter pemerintah Yudhoyono, kemunduran luar biasa sudah terjadi. Tidak adakah cara lain untuk menjilat atasan? Penunjukan prestasi jauh lebih baik ketimbang membersihkan jalan dari pedagang. Tidak perlu ada karpet merah, kalau memang jalanan basah dan bau tanah.
"Serangan" terhadap pedagang adalah model yang menjamur dewasa ini. Pertumbuhan mal begitu cepat di ibu kota provinsi, lalu pelan merambah kabupaten dan kota. Hal ini menunjukkan pola berpikir pemerintah daerah yang memberhalakan kemegahan, sekaligus konsumerisme di baliknya. Mal-mal yang dibangun akan menampung bahan-bahan dagangan dari Jakarta atau luar negeri.
Keunggulan komparatif daerah tenggelam. Kini kian sulit mencari makanan khas daerah. Teman-teman di daerah jauh lebih suka mengantarkan kita ke mal-mal ketimbang menemukan warung makan khas daerah itu. Tanpa dukungan pemerintah daerah, berbagai kekhasan daerah ditutupi oleh pertumbuhan pusat-pusat belanja baru. Indonesia akan disamaratakan dalam konsep, dalam model. Kebinekaan bisa hilang. Ketunggalan akan datang.
Di balik pengusiran pedagang, kita tentu bisa membaca pikiran para penguasa lokal. Sejak otonomi digulirkan, kelompok elite di daerah amat menikmatinya. Setelah ada evaluasi, terbuka banyak borok atas pengelolaan proyek otonomi. Mau tidak mau, perlindungan pemerintah pusat dibutuhkan. Caranya adalah melayani setiap kedatangan pejabat-pejabat di Jakarta. Seorang kawan bercerita, pejabat negara kini bergentayangan di daerah untuk meminta jatah tunjangan hari raya. Pejabat negara itu bisa eksekutif, legislatif, atau yudikatif. Kalau Komisi Pemberantasan Korupsi melarang parsel, sekarang amplop itu dijemput ke tangan pemberinya!
Sungguh ironis. Tatkala menjadi presiden justru Yudhoyono menyaksikan kerapian penuh kamuflase. Ketika berkunjung ke rumah masa kecilnya, setelah Yudhoyono jadi presiden, saya percaya Yudhoyono sangat sederhana. Saya masih ingat betapa budhe Yudhoyono begitu bersahaja menunjukkan bilik yang digunakan oleh Yudhoyono ketika sekolah dulu. Bilik yang masih dipelihara seperti semula, bahkan dilarang untuk dirombak oleh Yudhoyono.
Kalau para pejabat pemerintah daerah menemukan kesederhanaan budhe Presiden yang mereka perlakukan bak raja itu, tentu mereka menyesal sudah mengusir pedagang dari tempat mangkal-nya. Atau, jangan-jangan bilik bambu di Pacitan itu sudah berubah sekarang?
Bromocorah
October 26, 2005, 00:03
Presiden tau kok..... tapi apa dia peduli :kakaka:
Bo Tat
October 27, 2005, 06:04
Tentu dia bilangnya peduli.
Tapi tindakannya gak peduli.
Soalnya rakyat juga banyak yang gak peduli.
Yang peduli paling kita-kita di WG ini aja... :kakaka: :kabur:
Bromocorah
October 28, 2005, 00:50
rakyat peduli kok Tat, cuman menunggu ada nggak yg mau mlakukan pengorganisiran "kepedulian" rakyat itu........... :haha
Ðêvå Ärê§
October 28, 2005, 06:27
gwe gak bisa ngomong apa2 lagi liat gaji sby en konco2nya naek..:o
blueduck
October 28, 2005, 12:58
Originally posted by Bromocorah
rakyat peduli kok Tat, cuman menunggu ada nggak yg mau mlakukan pengorganisiran "kepedulian" rakyat itu........... :haha
urusin rakyat?
mo sampe kapan ada bom di bali, ato ada bom lagi di tempat laen?
mo sampe kapan ada 'kerusuhan'?
mo sampe kapan lagi ada yg keracunan?
DWibowo1.
October 28, 2005, 13:15
Originally posted by Bo Tat
Seharusnya udah bukan rahasia lagi kok kalo pendapatan pejabat di Indonesia, terutama pejabat struktural di pemerintahan sangat tinggi. Bisa dibilang kalo lebih dari 90% pendapatan mereka bukan berasal dari komponen gaji resmi. Jadi kalo ada yang bilang gajinya 100 juta, maka dalam waktu yang bersamaan bisa dipastikan pendapatan kotornya bisa mencapai lebih dari 10 kali lipat... :hehe
Kalo gak gitu, ya gimana juga caranya presiden yang sebelum pemilu ngaku hanya punya harta beberapa milyar bisa bikin pernikahan anaknya dengan biaya lebih dari 1 milyar... Seakan-akan duit itu gak ada artinya... :hehe
Biaya pernikahan anak khan bisa diambil dari tunjangan operasional :o :sst: :kakaka: :kabur:
french_fries
October 28, 2005, 16:18
alhamdullilah gaji saudara naik
** COMY **
October 29, 2005, 01:53
berhubung gue tidak termasuk kategori "saudara" ,jadi gaji gue belum naik ;D
** COMY **
November 01, 2005, 04:17
BUKTI KEGAGALAN PEMERINTAH SBY -JK DIMASA PEMERINTAHAN YG SDH DIJALANKAN SELAMA 1 TAHUN LEBIH
Selasa, 01 Nov 2005,
*Dilema Kebebasan Beragama
*
Oleh Mohamad Guntur Romli
Setahun sudah, SBY-Kalla memerintah Indonesia. Sejak 20 Oktober kemarin,
pemerintahan SBY-Kalla mendapat sorotan publik Indonesia. Fokus sorotan
tersebut diarahkan pada kebijakan ekonomi dan politik.
Hal yang mengherankan bagi saya, masalah kebebasan beragama tidak
mendapatkan porsi yang cukup. Isu ini tenggelam di tengah hiruk-pikuk
kenaikan harga BBM, kritik tajam terhadap tim ekonomi SBY-Kalla, isu
reshuffle kabinet, hingga isu persaingan SBY-Kalla menghadapi Pemilu 2009.
Padahal, selama setahun ini, publik Indonesia disuguhi headline media
tentang kekerasan dan konflik atas nama agama. Puncaknya adalah dua bom
kembali menghajar Pulau Dewata, Bali, 1 Oktober lalu.
Padahal, menurut hemat saya, masalah kebebasan agama bisa dijadikan standar
utama untuk mengkritisi kebijakan publik pemerintahan SBY-Kalla. Selama ini,
SBY-Kalla mendapat legitimasi politik penuh dari rakyat Indonesia. Pertama
dalam sejarah politik Indonesia, presiden dan wakil presiden dipilih secara
langsung, bebas, dan demokratis.
Namun, apa lacur, seperti yang ditulis Fareed Zakaria dalam The Future of
Freedom (2004), pemerintahan yang dipilih secara demokratis belum tentu
menjamin tegaknya kebebasan sipil. Pemasungan, pemberangusan, dan sikap acuh
tak acuh terhadap kebebasan sipil bisa terjadi dalam atmosfer demokrasi.
Kebebasan dan demokrasi tidak selalu berjalan seiring.
Fakta ironis tersebut terjadi pada pemerintahan SBY-Kalla saat ini. Di
tengah iklim yang demokratis, bangsa ini disuguhi dengan maraknya pemasungan
kebebasan beragama. Kita dikejutkan kembali oleh aksi-aksi terorisme,
penutupan rumah ibadah, penyerangan terhadap jamaah Ahmadiyah, ancaman fisik
terhadap individu atau lembaga yang memperjuangan kebebasan agama, hingga
fatwa-fatwa keagamaan yang intoleran.
Perlu dicatat, pemeritah SBY-Kalla tampak tidak berdaya menghadapi
tekanan-tekanan dari kelompok-kelompok teror tersebut dan tidak memberikan
tindakan konkret.
Pemerintahan SBY-Kalla bisa berapologi memiliki perhatian besar terhadap
terorisme. Hal itu dibuktikan dengan keseriusan aparat militer mengejar
pelaku pengeboman, membongkar sindikasi kelompok terosis, menjatuhkan
hukuman seberat-beratnya, hingga usul terakhir SBY yang masih kontroversial:
menghidupkan kembali koter.
Namun, hal itu tidaklah cukup. Tidakan tersebut bisa dinilai sebagai
kebijakan reaktif dan kuratif; jika terjadi terorisme dan kekerasan baru
diambil tindakan. Tindakan preventif terhadap aksi-aksi intoleran dan
kekerasan, yang sebenarnya bisa dijadikan langkah antisipasi, tidak mendapat
perhatian serius.
Kebebasan beragama merupakan amanat konstitusi. Dalam UUD 45 pasal 29 ayat
(2) disebutkan, "Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk
memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan
kepercayaannya itu."
Dalam pasal 28E tentang Hak Asasi Manusia hasil amendemen UUD 1945 tahun
2000 disebutkan, (1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut
agamanya... (2) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan,
menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya.
Dalam UU No 39/1999 tentang HAM, pasal 22 juga ditegaskan 1) Setiap orang
bebas memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya
dan kepercayaannya itu; 2) Negara menjamin kemerdekaan setiap orang memeluk
agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan
kepercayaannya itu.
Dalam pasal 8 juga ditegaskan bahwa negara -dalam hal ini pemerintah-
memiliki tanggung jawab menjamin prinsip kebebasan tersebut yang menjadi hak
asasi manusia. "Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi
manusia menjadi tanggung jawab negara, terutama pemerintah."
Oleh karena itu, pelanggaran terhadap kebebasan beragama dan HAM merupakan
pelanggaran terhadap konstitusi itu sendiri. Ketika pemerintah SBY-Kalla
tidak memiliki perhatian serius untuk menjamin kebebasan beragama tersebut,
maka, inilah pelanggaran konstitusional yang dilakukan oleh pemerintahan
SBY-Kalla selama setahun ini.
Tidak Setuju
November tahun lalu (2004) Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM)
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah bersama Freedom Institute dan
Jaringan Islam Liberal mengadakan survei tentang orientasi sosial-politik
Islam. Survei dilakukan sejak tanggal 1 - 3 November 2004 di seluruh tanah
air, mulai Aceh hingga Papua.
Hasil survei menunjukkan, cukup banyak masyarakat muslim Indonesia yang
terlibat dalam aktivis Islamis.
Memang hanya sekitar 1 juta, tapi jumlah itu sudah lebih dari cukup. Ketika
dijajaki sikap responden soal tindakan Imam Samudra, Amrozi, Azhari, Nurdin
Top, sebagai bentuk pembelaan terhadap Islam, hasilnya: 15,9 persen
"setuju", 25,2 persen "tidak punya sikap/pendapat", 59 persen "tidak
setuju".
Sikap responden dalam kategori "tahu" dan "setuju" terhadap perjuangan
beberapa kelompok Islamis adalah FPI 37 persen, 18,1 persen; MMI 35,9
persen, 14,7 persen; HTI 12,7 persen, 5,2 persen; JI 41,8 persen, 13,4
persen. Hasil survei juga menunjukkan terjadi peningkatan intoleransi
terhadap pemeluk agama lain. Sikap keberatan terhadap orang Kristen mengajar
di sekolah negeri 24,8 persen, melakukan kebaktian 40,8 persen, dan
membangun gereja 49,9 persen.
Salah satu kesimpulan yang bisa ditarik dari hasil survei tersebut adalah:
peningkatan dalam sikap-sikap politik Islamis (Islamist political attitudes)
tidak selalu melahirkan tindakan-tindakan yang menjadi realisasi sikap
Islamis tersebut (Islamist political acts).
Misalnya, jumlah besar penolakan terhadap pembangunan gereja merupakan
sikap, namun belum tentu mereka setuju atau ikut terlibat langsung dalam
aksi dan tindakan penutupan gereja. Sikap intoleran belum tentu melahirkan
tindakan intoleran, seperti penyerangan, kekerasan, dan lain-lain.
Namun, dalam empat bulan terakhir ini, jarak antara sikap intoleran dan
tindakan intoleran menjadi nisbi dengan maraknya aksi-aksi penyerangan dan
kekerasan terhadap kelompok agama lain. Selaput kesucian kerukunan agama
mulai terobek pada 15 Juli ketika Markas Jamaah Ahmadiyah Al Mubarok di
Parung diserang oleh sekelompok umat Islam.
Setelah itu muncul fatwa MUI yang kembali menyesatkan kelompok tersebut
melalui sebelas butir fatwa pada 27 Juli kemudian. Fatwa itu juga
mengharamkan doa bersama lintas agama, paham pluralisme agama, liberalisme,
dan sekularisme.
Setelah itu, rantai kekerasan "terorisme lokal" sambung-menyambung;
penutupan gereja-gereja di Jawa Barat, Solo, penyerangan terhadap markas
Jamaah Ahmadiyah di wilayah-wilayah lain Indonesia, dan puncaknya adalah
"terorisme global": bom Bali kedua pada 1 Oktober lalu.
Terpojok Isu Ekonomi
Mengapa hal itu bisa terjadi? Pertama, pemerintahan SBY-Kalla, tampaknya,
terpojok dengan isu kebijakan ekonomi yang tidak populis. Kenaikan BBM dua
kali semakin memudarkan pesona publik SBY-Kalla. Untuk hal itu, SBY-Kalla
tidak ingin kembali mengambil kebijakan yang tidak populis. Bisa jadi,
jaminan terhadap kebebasan beragama bukan isu populis, malah bisa
kontraproduktif.
Kedua, pemerintah SBY-Kalla didukung oleh parlemen yang berasal dari
gabungan partai-partai agama konservatif yang selama ini siap mengamankan
kebijakan ekonomi SBY. Dalam hal ini, kompensasi kenaikan BBM adalah
pemasungan kebebasan beragama.
Ketiga, tidak ada sikap tegas departemen dan lembaga pemerintah yang
sebenarnya memiliki tanggung jawab langsung. Kapolri tidak memandang aksi
tersebut sebagai aksi kriminal. Malah Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Edi
Darnadi membantah telah terjadi penutupan sejumlah gereja di Jawa Barat
secara paksa. Menurut dia, berita tersebut adalah kabar bohong.
Menteri Agama Maftuh Basyuni berkali-kali melontarkan pernyataan yang
memojokkan jamaah Ahmadiyah. Sikap departemen dan lembaga pemerintah
tersebut ikut menyuplai darah segar bagi kelompok-kelompok teroris untuk
meneruskan aksinya.
Keempat, tidak ada tindakan tegas terhadap kelompok-kelompok atas nama agama
yang melakukan tindakan kriminal tersebut.
Itulah potret kebebasan beragama selama setahun SBY-Kalla memerintah. Jika
SBY-Kalla tidak ingin disudutkan dengan gerakan terorisme, maka,
pemerintahan ini harus menjamin kebebasan beragama.
Kejadian empat bulan terakhir ini membuktikan, sikap dan pandangan yang
intoleran telah melahirkan tindakan dan aksi kekerasan, sebagai bentuk
terorisme lokal yang berpotensi menjadi "terorisme global". Wallahu al'lam
*. Mohamad Guntur Romli, aktivis Jaringan Islam Liberal
http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=195950
blueduck
November 01, 2005, 17:06
Originally posted by CooL MoM
BUKTI KEGAGALAN PEMERINTAH SBY -JK DIMASA PEMERINTAHAN YG SDH DIJALANKAN SELAMA 1 TAHUN LEBIH
Selasa, 01 Nov 2005,
*Dilema Kebebasan Beragama
*
Oleh Mohamad Guntur Romli
Setahun sudah, SBY-Kalla memerintah Indonesia. Sejak 20 Oktober kemarin,
pemerintahan SBY-Kalla mendapat sorotan publik Indonesia. Fokus sorotan
tersebut diarahkan pada kebijakan ekonomi dan politik.
Hal yang mengherankan bagi saya, masalah kebebasan beragama tidak
mendapatkan porsi yang cukup. Isu ini tenggelam di tengah hiruk-pikuk
kenaikan harga BBM, kritik tajam terhadap tim ekonomi SBY-Kalla, isu
reshuffle kabinet, hingga isu persaingan SBY-Kalla menghadapi Pemilu 2009.
Padahal, selama setahun ini, publik Indonesia disuguhi headline media
tentang kekerasan dan konflik atas nama agama. Puncaknya adalah dua bom
kembali menghajar Pulau Dewata, Bali, 1 Oktober lalu.
Padahal, menurut hemat saya, masalah kebebasan agama bisa dijadikan standar
utama untuk mengkritisi kebijakan publik pemerintahan SBY-Kalla. 1. Selama ini,
SBY-Kalla mendapat legitimasi politik penuh dari rakyat Indonesia.
Pertama
dalam sejarah politik Indonesia, presiden dan wakil presiden dipilih secara
langsung, bebas, dan demokratis.
Namun, apa lacur, seperti yang ditulis Fareed Zakaria dalam The Future of
Freedom (2004), pemerintahan yang dipilih secara demokratis belum tentu
menjamin tegaknya kebebasan sipil. Pemasungan, pemberangusan, dan sikap acuh
tak acuh terhadap kebebasan sipil bisa terjadi dalam atmosfer demokrasi.
Kebebasan dan demokrasi tidak selalu berjalan seiring.................
1. tidak setuju.....................
cuma separo aja.....:D
Tidak Setuju
November tahun lalu (2004) Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM)
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah bersama Freedom Institute dan
Jaringan Islam Liberal mengadakan survei tentang orientasi sosial-politik
Islam. Survei dilakukan sejak tanggal 1 - 3 November 2004 di seluruh tanah
air, mulai Aceh hingga Papua.
Hasil survei menunjukkan, cukup banyak masyarakat muslim Indonesia yang
terlibat dalam aktivis Islamis.
Memang hanya sekitar 1 juta, tapi jumlah itu sudah lebih dari cukup. Ketika
dijajaki sikap responden soal tindakan Imam Samudra, Amrozi, Azhari, Nurdin
Top, sebagai bentuk pembelaan terhadap Islam, hasilnya: 15,9 persen
"setuju", 25,2 persen "tidak punya sikap/pendapat", 59 persen "tidak
setuju".
Sikap responden dalam kategori "tahu" dan "setuju" terhadap perjuangan
beberapa kelompok Islamis adalah FPI 37 persen, 18,1 persen; MMI 35,9
persen, 14,7 persen; HTI 12,7 persen, 5,2 persen; JI 41,8 persen, 13,4
persen. Hasil survei juga menunjukkan terjadi peningkatan intoleransi
terhadap pemeluk agama lain. Sikap keberatan terhadap orang Kristen mengajar
di sekolah negeri 24,8 persen, melakukan kebaktian 40,8 persen, dan
membangun gereja 49,9 persen.
2. Salah satu kesimpulan yang bisa ditarik dari hasil survei tersebut adalah:
peningkatan dalam sikap-sikap politik Islamis (Islamist political attitudes)
tidak selalu melahirkan tindakan-tindakan yang menjadi realisasi sikap
Islamis tersebut (Islamist political acts).
Misalnya, jumlah besar penolakan terhadap pembangunan gereja merupakan
sikap, namun belum tentu mereka setuju atau ikut terlibat langsung dalam
aksi dan tindakan penutupan gereja. Sikap intoleran belum tentu melahirkan
tindakan intoleran, seperti penyerangan, kekerasan, dan lain-lain.
....................
Kejadian empat bulan terakhir ini membuktikan, sikap dan pandangan yang
intoleran telah melahirkan tindakan dan aksi kekerasan, sebagai bentuk
terorisme lokal yang berpotensi menjadi "terorisme global". Wallahu al'lam
*. Mohamad Guntur Romli, aktivis Jaringan Islam Liberal
http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=195950
2. setuju.....
bahwa tidak setuju bukan berarti tidak toleransi
tindakan pemerintah yg pura2 tolol ini yg menyebabkan rakyat semakin menderita, kebingungan, dan kehilangan semangat membangun
** COMY **
November 02, 2005, 08:07
Yg jelas..SBY dan JK sdh gagal disegala bidang..jadi gue cuma menunggu ke ajaiban utk perubahan besar ;D
Ðêvå Ärê§
November 02, 2005, 10:22
tpi mereka bersikeras lohh..
klow mereka itu telah membawa perubahan besar bwat indo...:hehe
Juffrouw
November 02, 2005, 14:26
Originally posted by deva ares
tpi mereka bersikeras lohh..
klow mereka itu telah membawa perubahan besar bwat indo...:hehe
iya perubahannya memang besar sekali
tak dapat dielakkan...
tapi sayang perubahannya yang negatif
yang membuat negara makin hancur
gak tau malu banget sih mereka!!
bangga sama hasil seperti sekarang ini...
vBulletin® v3.8.2, Copyright ©2000-2013, Jelsoft Enterprises Ltd.