Barnabas
July 27, 2005, 06:28
“Karena orang-orang sudah pasti terpengaruh oleh saya. Saya ingin berusaha dan memperbaiki kerusakan besar yang mungkin telah saya lakukan” (Anthony Flew).
Anthony Flew adalah filsuf atheis terkenal. Sebagai seorang professor filsafat asal Inggris, Anthony Flew memilih menjadi atheis sejak usia 15 tahun. Namun sekarang, Anthony Flew telah meninggalkan kekeliruan ini dan menerima bahwa alam semesta telah diciptakan.
Penyebab utama dari perubahan pandangan yang sangat mendasar ini adalah bukti jelas dan pasti yang diungkap ilmu pengetahuan tentang penciptaan. Setelah mengetahui kerumitan makhluk hidup yang didasarkan pada keberadaan informasi, Anthony Flew menyadari bahwa asal usul yang sesungguhnya dari kehidupan adalah rancangan cerdas (intelligent design) dan bahwa atheisme yang telah dianut dan dipertahankannya selama 66 tahun adalah filsafat yang telah terbantahkan.
Anthony Flew mengemukakan alasan-alasan ilmiah yang mendasari perubahan keyakinannya ini dalam ungkapan berikut:
Berdasarkan tingkat kerumitan yang hampir tidak dapat dipercaya dari penataan yang dibutuhkan untuk memunculkan (kehidupan), penelitian para pakar biologi terhadap DNA telah menunjukkan bahwa suatu kecerdasan pastilah telah ikut campur tangan.
Saya telah yakin bahwa sungguh mustahil makhluk hidup pertama berevolusi dari benda mati dan kemudian berkembang menjadi makhluk yang luarbiasa rumitnya.
Penelitian DNA yang dikutip Anthony Flew sebagai alasan mendasar perubahan pandangannya telah benar-benar mengungkap fakta-fakta yang menakjubkan tentang penciptaan. Bentuk heliks (rantai ganda terpilin) dari molekul DNA, kode genetik yang ada padanya, susunan nukleotida yang menggugurkan teori kebetulan, kemampuan menyimpan sejumlah besar informasi, dan banyak penemuan menakjubkan lainnya telah mengungkapkan bahwa struktur dan fungsi molekul-molekul ini dirancang bagi kehidupan dengan rancangan khusus.
Anthony Flew terkesan oleh kuatnya bukti ilmiah yang mendukung adanya penciptaan. Dalam surat yang ia tulis kepada majalah Inggris, Philosophy Now edisi Agustus-September 2003, ia memuji buku Schroeder, The Hidden Face of God: Science Reveals the Ultimate Truth dan buku Varghese, The Wonderful World. Selama wawancara dengan professor filsafat dan teologi Gary R Habermas, dan dalam video Has Science Discovered God?, ia secara terbuka menyatakan percaya pada perancangan cerdas. Ilmu pengetahuan modern telah menyingkap keberadaan suatu “kecerdasan yang meliputi alam semesta” yang dengan sendirinya menyingkirkan atheisme.
Penelitian ilmiah terhadap cara kerja sel dan partikel-partikel penyusun materi telah mengungkap fakta ini tanpa dapat dibantah. Kehidupan dan alam semesta diciptakan menjadi ada dari ketiadaan oleh kehendak dari suatu wujud yang memiliki kecerdasan yang maha tinggi. Tidak ada keraguan bahwa pemilik pengetahuan dan kecerdasan yang meliputi alam semesta di seluruh tingkatannya adalah Tuhan Yang Maha Kuasa.
Sumber: harunyahya.com
Anthony Flew adalah filsuf atheis terkenal. Sebagai seorang professor filsafat asal Inggris, Anthony Flew memilih menjadi atheis sejak usia 15 tahun. Namun sekarang, Anthony Flew telah meninggalkan kekeliruan ini dan menerima bahwa alam semesta telah diciptakan.
Penyebab utama dari perubahan pandangan yang sangat mendasar ini adalah bukti jelas dan pasti yang diungkap ilmu pengetahuan tentang penciptaan. Setelah mengetahui kerumitan makhluk hidup yang didasarkan pada keberadaan informasi, Anthony Flew menyadari bahwa asal usul yang sesungguhnya dari kehidupan adalah rancangan cerdas (intelligent design) dan bahwa atheisme yang telah dianut dan dipertahankannya selama 66 tahun adalah filsafat yang telah terbantahkan.
Anthony Flew mengemukakan alasan-alasan ilmiah yang mendasari perubahan keyakinannya ini dalam ungkapan berikut:
Berdasarkan tingkat kerumitan yang hampir tidak dapat dipercaya dari penataan yang dibutuhkan untuk memunculkan (kehidupan), penelitian para pakar biologi terhadap DNA telah menunjukkan bahwa suatu kecerdasan pastilah telah ikut campur tangan.
Saya telah yakin bahwa sungguh mustahil makhluk hidup pertama berevolusi dari benda mati dan kemudian berkembang menjadi makhluk yang luarbiasa rumitnya.
Penelitian DNA yang dikutip Anthony Flew sebagai alasan mendasar perubahan pandangannya telah benar-benar mengungkap fakta-fakta yang menakjubkan tentang penciptaan. Bentuk heliks (rantai ganda terpilin) dari molekul DNA, kode genetik yang ada padanya, susunan nukleotida yang menggugurkan teori kebetulan, kemampuan menyimpan sejumlah besar informasi, dan banyak penemuan menakjubkan lainnya telah mengungkapkan bahwa struktur dan fungsi molekul-molekul ini dirancang bagi kehidupan dengan rancangan khusus.
Anthony Flew terkesan oleh kuatnya bukti ilmiah yang mendukung adanya penciptaan. Dalam surat yang ia tulis kepada majalah Inggris, Philosophy Now edisi Agustus-September 2003, ia memuji buku Schroeder, The Hidden Face of God: Science Reveals the Ultimate Truth dan buku Varghese, The Wonderful World. Selama wawancara dengan professor filsafat dan teologi Gary R Habermas, dan dalam video Has Science Discovered God?, ia secara terbuka menyatakan percaya pada perancangan cerdas. Ilmu pengetahuan modern telah menyingkap keberadaan suatu “kecerdasan yang meliputi alam semesta” yang dengan sendirinya menyingkirkan atheisme.
Penelitian ilmiah terhadap cara kerja sel dan partikel-partikel penyusun materi telah mengungkap fakta ini tanpa dapat dibantah. Kehidupan dan alam semesta diciptakan menjadi ada dari ketiadaan oleh kehendak dari suatu wujud yang memiliki kecerdasan yang maha tinggi. Tidak ada keraguan bahwa pemilik pengetahuan dan kecerdasan yang meliputi alam semesta di seluruh tingkatannya adalah Tuhan Yang Maha Kuasa.
Sumber: harunyahya.com