View Full Version : The Atheist Monk
coqueline
June 30, 2005, 21:51
He is a self assured atheist, born of atheist parents. Don't believe in God, has never tried to believe in one, and has no plan of complicating his life with starting to search for one.
He lives by a very simple spiritual philosophy. So simple it's Zen-like in its beauty, if not innocent and idyllic.
He likes to help other people, because it makes him feel useful, and he takes pleasure in knowing that his effort makes someone life's easier.
He believes that dying is the end of it. He doesn't dwell in his existential arrogance, and is fully accepting if he has to end up as nothing but dirt.
He doesn't believe in the after life, and has no greater expectation of it except that people he knew in life would always remember him as a nice person they love when he died.
When asked what would he do if there is god and afterlife, he said he'd simply tell god: 'Sorry, but you just didn't make yourself clear enough for me to understand when I was still alive.'
He lives in the utopia of spiritual peace, not half I have been able to achieve in my frantic search of spirituality all my life. He lives to make the most of his own life, and not obsessively looking for ways to please a deity to bribe his way to some mythical afterlife dream.
I would want to live in a world where everyone is just as atheistic as that...
si goblok
July 01, 2005, 04:05
:bravo:
MR.SENSI-BANGET
July 01, 2005, 16:46
setuju ama ceqline :salut:.....
hyper
July 03, 2005, 04:20
Well...saya belum bisa memberikan "jempol" karena mungkin Sdr. coqueline ataupun He (The Atheist Monk) juga tidak membutuhkannya :D . Saya hanya bisa memberikan pertanyaan sederhana : apakah He (The Atheist Monk) menyadari adanya aksi dan reaksi , cause and effect ?
cutenoni
July 03, 2005, 05:51
Salam
Mohon bertanya. Dari perspektif athies, apa yang WUJUD?
coqueline
July 03, 2005, 11:48
Originally posted by hyper
Well...saya belum bisa memberikan "jempol" karena mungkin Sdr. coqueline ataupun He (The Atheist Monk) juga tidak membutuhkannya :D . Saya hanya bisa memberikan pertanyaan sederhana : apakah He (The Atheist Monk) menyadari adanya aksi dan reaksi , cause and effect ?
Semua orang pasti menyadari aksi reaksi, cause and effect to a certain degree, it's only logical. Cuman, kalo dihubungkan dengan spiritualitas, definisi cause and effect buat orang2 yg faithnya beda toh beda juga. Ada yg percaya kalo berbuat jahat bakal masuk neraka, ada yg percaya perbuatan jahat akan kembali ke dirinya, ada juga yg percaya perbuatan jahat ga ada efeknya apa2 kecuali masuk penjara.
Anyway, tulisan kecil gue diatas hanyalah hasil observasi gue terhadap seseorang yg gue kenal yg kebetulan atheis. Dia bukan atheis karena tidak percaya tuhan, tapi emang ga mikirin apakah tuhan itu ada apa engga. Gue menemukan kalo dirinya yg atheis ini hidup dalam caranya yg damai banget, some form of spiritual peace yg malah jarang banget gue temukan di orang2 yg katanya beragama.
RealZarathustra
July 04, 2005, 16:13
And u might as well as introduce this great sage to us, so we might learn some from his way of life
coqueline
July 04, 2005, 18:31
That's another redeeming quality of him; he doesn't preach...
Judho Harsono
July 05, 2005, 10:54
Kenapa diberi gelar monk, coque?
coqueline
July 05, 2005, 11:49
Threadnya musti dikasih judul sih... :hehe :hehe
ndableg
July 06, 2005, 06:19
Originally posted by coqueline
When asked what would he do if there is god and afterlife, he said he'd simply tell god: 'Sorry, but you just didn't make yourself clear enough for me to understand when I was still alive.
Dijawab ma tuhan.. "Ah.. ente aja yg telmi!"...
coqueline
July 06, 2005, 11:33
Elu utusan tuhan yah?
procvar
July 06, 2005, 18:54
Kalo sudah menemukan kedamaian yah bagus sekalee..
ndableg
July 07, 2005, 05:05
Originally posted by coqueline
Elu utusan tuhan yah?
Hehehe.. calon mantu kali ye...
Judho Harsono
July 08, 2005, 01:02
Originally posted by coqueline
I would want to live in a world where everyone is just as atheistic as that...
Are you fallen in love with that "atheist monk"?
coqueline
July 08, 2005, 06:37
I married him... :haha :haha
prometheusz
July 08, 2005, 10:28
Originally posted by procvar
Kalo sudah menemukan kedamaian yah bagus sekalee..
gak kebalik? kedamaian yang temukan die?
prometheusz
July 08, 2005, 10:33
Originally posted by coqueline
I married him... :haha :haha
poor him... :hehe
hehe.... soryy coq... bcanda doang... :maaf:
coqueline
July 08, 2005, 10:38
:haha
Ada benernya juga sih, I'm the storm in his teacup now... :D :D
mbah_jambrong
July 08, 2005, 11:07
supposedly he listens to the beatles,
err... especially lennon.
cause lennon believed and sang it:
... and no religions, too.
you may say i'm a dreamer,
but i'm not the only one.
i hope someday you'll join us,
and the world will be as one...
the atheist monk surely is a dreamer.
just like lennon.
just like me...
coqueline
July 08, 2005, 11:39
Chully, he hates Beatles. Besides, I'm the hippy of the family... :p
procvar
July 08, 2005, 12:49
Originally posted by prometheusz
gak kebalik? kedamaian yang temukan die?
Hmm.. philosophical sekali pertanyaannya :bingung:
hyper
July 09, 2005, 08:13
Originally posted by coqueline
Semua orang pasti menyadari aksi reaksi, cause and effect to a certain degree, it's only logical. Cuman, kalo dihubungkan dengan spiritualitas, definisi cause and effect buat orang2 yg faithnya beda toh beda juga. Ada yg percaya kalo berbuat jahat bakal masuk neraka, ada yg percaya perbuatan jahat akan kembali ke dirinya, ada juga yg percaya perbuatan jahat ga ada efeknya apa2 kecuali masuk penjara.
Well, you right. Tapi pernahkah kita umumnya atau He (atheist monk) khususnya menyadari aksi reaksi itu bukan hanya sekedar istilah cause and effect tapi juga waktu dalam proses cause and effect. Jika kita benar menyadari maka kita akan melihat bahwa effect yang terjadi dari suatu cause tidak selamanya terjadi secara cepat dan memerlukan kondisi-kondisi tertentu. Bukankah tidak menutup kemungkinan bahwa effect suatu cause akan tertunda jika kondisi-kondisi tertentu tidak terpenuhi, dan dengan demikian bukankah tidak menutup kemungkinan adanya after life dimana kondisi-kondisi yang dibutuhkan untuk munculnya effect terpenuhi ?
Saya yakin ada orang yang seperti Sdr.coqueline kisahkan. Dan saya juga yakin bahwa kedamaian dalam diri seseorang bukan karena ia tidak percaya after life atau percaya, tetapi karena ketidakterikatannya pada sesuatu.
mbah_jambrong
July 11, 2005, 04:46
Originally posted by coqueline
Chully, he hates Beatles. Besides, I'm the hippy of the family... :p
aha...
then, supposedly you like the beatles...
are you a dreamer, coq?
in the sense that lennon meant...?
:)
RealZarathustra
July 12, 2005, 17:59
Lucky for u,
woe to him....... hehehehehee
atheis ama atheis = cocok
:hehe
kalo dipikir˛, ngapain juga yg atheis nikah? khan pernikahan itu sebenarnya adalah ikatan agama... :o Buat apa nikah? langsung joss aja... :haha atau hanya sekedar ngikutin orang˛ beragama???
kalo telanjang karena gak percaya produk pakaian, kenapa gak sekalian aja total bugil. Jangan telanjang tapi pake kaos kaki misalnya, kan ntar disangka orgil... hi hi hi...
MR.SENSI-BANGET
July 12, 2005, 23:49
hah? pernikahan itu ikatan agama?
itu buat elu kali, kawin di penghulu...huehueue....
neh denger, di indo ini ada 2 macem pernikahan yg di anggep resmi...
1) catatan sipil (paling resmi)
2) kawin adat
jadi kalo udh catatan sipil, ga perlu lagi kawin adat...
sebaliknya, kalo kawin adat..., meskipun dianggep "resmi", tapi ga seresmi catatan sipil, dalem arti kekuatan hukumnya ga sekuat catatan sipil.
so, apa pernikahan itu ikatan agama?
menurut gw, lebih kpd registrasi utk keperluan kependudukan dan survey, beserta segala kentut2nya, daripada ke soal agama :hehe....
satu lagi, soal produk baju neh...
ga setiap orang mesti milih baju buatan designer terkenal, tapi dia juga boleh dan bahkan berhak utk buat baju sendiri, berhak utk men-design baju sendiri....
kalo di liat lewat sejarah...munculnya paham atheis ini sesudah agama2 (5 agama besar)...
jadi, mana yg lebih primitif, mungkin elu sendiri bisa jawab sendiri...
gitu kali ye :hehe....
:kakaka:
nikah karena survey kependudukan? :haha Gak nikah juga bisa ikutan survey...
kawin adat dari jaman dahulu juga didasarkan atas kepercayaan tertentu... Nah yg atheis itu atas kepercayaan apa? ya ikut˛an aja... :haha
Catatan sipil seperti namanya, itu sebenarnya hanya pencatatan secara sipil atas sebuah pernikahan. Mengapa dianggap lebih resmi? Ini lebih karena sebuah peng-syah-an oleh pemerintahan sipil. Kalo dalam pemerintahan yg berdasarkan agama tertentu, maka yg resmi justru pernikahan agama. Jadi masalah resmi˛an tergantung negara yg bersangkutan.
muncul paham atheis setelah agama? kalo iya trus kenapa? gak ada hubungannya dengan primitif kalee??? :o sebelum agama dikenal juga atheis udah ada... Kalo tercetus setelah agama dikenal, itu khan hanya bentuk perlawanan dari penolakan terhadap keberadaan Tuhan. Bukan berarti sebelum paham tersebut tercetus berarti atheis gak ada.
Kalo atheis ya atheis, kalo mau kawin ya kawin aja, ngapain pake upacara˛ segala? :hehe Emang ada gitu aturan atheis kalo mau buat anak harus nikah dulu? Mau gak mau ternyata yg atheis terpengaruh juga ya dengan tata cara kehidupan orang beragama...
satu lagi, soal produk baju neh...
ga setiap orang mesti milih baju buatan designer terkenal, tapi dia juga boleh dan bahkan berhak utk buat baju sendiri, berhak utk men-design baju sendiri....
design-nya pake baju tapi gak pake celana? hi hi hi...
MR.SENSI-BANGET
July 13, 2005, 00:48
Originally posted by njk
:kakaka:
nikah karena survey kependudukan? :haha Gak nikah juga bisa ikutan survey...
kependudukan itu utk pendataan, non...
berapa banyak pasangan menikah..?
darimana angka itu muncul kalo ga ada data yg masuk? apa hasil karangan aja?
Originally posted by njk
kawin adat dari jaman dahulu juga didasarkan atas kepercayaan tertentu... Nah yg atheis itu atas kepercayaan apa? ya ikut˛an aja... :haha
kalo kawin adat, ga perlu suka ga apa2 :hehe...
atheis atas dasar suka ama suka...
Originally posted by njk
Catatan sipil seperti namanya, itu sebenarnya hanya pencatatan secara sipil atas sebuah pernikahan. Mengapa dianggap lebih resmi? Ini lebih karena sebuah peng-syah-an oleh pemerintahan sipil. Kalo dalam pemerintahan yg berdasarkan agama tertentu, maka yg resmi justru pernikahan agama. Jadi masalah resmi˛an tergantung negara yg bersangkutan.
oya? elu makin lama kok makin mengada2 seh?
jelas yg kita bicarain ini kondisi di indonesia bukan di negara arab atau laennya....
Originally posted by njk
muncul paham atheis setelah agama? kalo iya trus kenapa? gak ada hubungannya dengan primitif kalee??? :o sebelum agama dikenal juga atheis udah ada... Kalo tercetus setelah agama dikenal, itu khan hanya bentuk perlawanan dari penolakan terhadap keberadaan Tuhan. Bukan berarti sebelum paham tersebut tercetus berarti atheis gak ada.
lalu knp ada muncul istilah agama baru dan agama lama...
paham atheis itu tercetus sesudah agama2 besar...
Originally posted by njk
Kalo atheis ya atheis, kalo mau kawin ya kawin aja, ngapain pake upacara˛ segala? :hehe Emang ada gitu aturan atheis kalo mau buat anak harus nikah dulu? Mau gak mau ternyata yg atheis terpengaruh juga ya dengan tata cara kehidupan orang beragama...
haa? apa makan2 bareng temen2 itu termasuk upacara?
trus, elu tau darimana upacara itu merupakan tata cara orang beragama?
Originally posted by njk
design-nya pake baju tapi gak pake celana? hi hi hi...
dari baju, skrg diseret ke celana...
hehueheue....terbukti kalo makin lama elu makin ngawur...
wah aku dianggap ngawur... ya sutralah... :hehe
aku udah mengemukakan pokok pikiranku, kalo gak setuju ya gpp
jadi ya gitu deh... (daripada jadi panjang gak jelas ntarnya) ;)
Atheis kawin? :haha aku sih ngeliatnya kontraproduktif ya dengan segala statement˛nya... :p
Originally posted by njk
kalo telanjang karena gak percaya produk pakaian, kenapa gak sekalian aja total bugil. Jangan telanjang tapi pake kaos kaki misalnya, kan ntar disangka orgil... hi hi hi...
Originally posted by MR.EGO-BANGET
dari baju, skrg diseret ke celana...
hehueheue....terbukti kalo makin lama elu makin ngawur...
dari awal jg aku ngomongin pakaian...
baju dan celana termasuk pakaian khan? :hehe
mbah_jambrong
July 13, 2005, 05:29
Originally posted by njk
Atheis kawin? :haha aku sih ngeliatnya kontraproduktif ya dengan segala statement˛nya... :p
atheisme gak ada hubungannya dengan pernikahan deh.
orang menikah kan gak semuanya karena ngikutin ajaran agama.
consider it as a merging of two corporations.
merging of assets, of properties, of visions, of goals.
in writen contract signed as a mutual consentment and commitment.
menikah di catatan sipil sudah cukup dan sah secara hukum.
sementara yg menikah secara agama (bahkan tanpa mencatatkan diri ke catatan sipil) juga sah secara hukum agama.
soal pilihan aja.
gak ada kontranya kok...
:)
coqueline
July 13, 2005, 16:41
Originally posted by mbah_jambrong
aha...
then, supposedly you like the beatles...
are you a dreamer, coq?
in the sense that lennon meant...?
:)
Only their hippy period songs like 'Lucy in the Sky with Diamonds'or 'Norwegian Wood'. Can't be arsed with their happy-faced-boy-band period...
I'm too sceptical to be a dreamer. I'm more of a nightmarer, if there is such thing... hehehe
coqueline
July 13, 2005, 16:56
Originally posted by njk
atheis ama atheis = cocok
:hehe
kalo dipikir˛, ngapain juga yg atheis nikah? khan pernikahan itu sebenarnya adalah ikatan agama... :o Buat apa nikah? langsung joss aja... :haha atau hanya sekedar ngikutin orang˛ beragama???
Sekarang tujuan loe nikah sebagai orang beragama apaan? Biar bisa ML tanpa masuk neraka? Buat bikin anak? Biar kalo ada anak ga rebutan?
Sorry, semua alasan diatas menurut gue adalah alasan yg lame buat menikah dan menyedihkan banget kalo ada yg mau nikah dengan gue dengan alasan di atas.
Gue gak nikah agama, sama sekali ga berdasarkan agama apaun, ga secuilpun ayat kitab suci apapun disinggung2 pada pernikahan gue. Pernikahan gue ga berafiliasi, ga ada hubungannya, dan ga butuh pengakuan agama. Pernikahan gue adalah pernikahan sipil di negara sekular yg secara hukum memisahkan antara gereja dan negara.
Mas, cara kamu memandang kau atheis tuh kayak ibaratnya anak kecil yg memandang seorang yg dewasa dan merasa: "Wah, kalo jadi orang dewasa ga ada yg bakal ngelarang2 makan permen sebanyak apapun gue mau. Kok bego yah, orang2 dewasa itu ga ada yg mau makan permen buat sarapan, makan siang dan makan malem sekalian, kan ga bakal dimarahin?'"
Logika si anak kecil: dia ga mau makan permen banyak2, karena takut dimarahiin mama.
Logika orang dewasa: dia ga mau makan permen banyak2, karena emang ga sehat.
Kenapa gue nikah? Karena secara legal hubungannya lebih diakui. Bayar pajak bisa digabung sebagai keluarga, dibanding sendiri2, kalo punya property bisa atas nama bersama. Idup ga gampang, and two heads are better than one.
Dewasa deh mas, mulai deh mikir pake otak, dan jangan cuman ikut aturan cuman kalo diimingi2 permen atau takut dihukum... pathetic gitu loh... :o
Originally posted by coqueline
Dia bukan atheis karena tidak percaya tuhan, tapi emang ga mikirin apakah tuhan itu ada apa engga. Gue menemukan kalo dirinya yg atheis ini hidup dalam caranya yg damai banget, some form of spiritual peace yg malah jarang banget gue temukan di orang2 yg katanya beragama.
Ini sih bukan atheist, tapi agnostic :)
mbah_jambrong
July 14, 2005, 04:08
coq emang te-o-pe-be-ge-te deh...
:salut:
btw coq, i like LSD too.
the song not the drug....
:)
aku sih nikah karena ibadah... bukan karena takut masuk neraka, mensiasati pajak, atau apa pun...
Yg aku tau sih pernikahan itu pada awalnya adalah ritual ikatan yg dilakukan oleh sebuah kepercayaan. Nah kalo kemudian tau˛ ada catatan sipil, itu khan sebagai perkembangan lanjutan dari pernikahan agama yg akhirnya menjadi tradisi. Nah karena sudah menjadi tradisi, maka orang lupa bahwa awalnya itu adalah upacara agama. Lucunya, ngaku atheis padahal tanpa sadar udah terpengaruh dan mengikuti salah satu upacara yg asal muasalnya adalah sebuah upacara agama...
Makanya orang beragama mengerti mengapa harus menikah. Menikah itu adalah salah satu tahap dalam siklus regenerasi kaum manusia. Tidak hanya memikirkan masalah kehidupan keluarganya saja tapi juga ikut dalam melestarikan kaum manusia di muka bumi ini. Dan ini adalah sebagian dari ibadah. Semua sudah dijelaskan dan diatur oleh agama atau pun kepercayaan yg bersangkutan.
Nah yg atheis jawabannya jadi kayak orang bingung khan... Bukan karena ibadah, bukan juga karena siklus regenerasi... Jadinya yg muncul: karena biar idup lebih gampang kek, biar pajak murah kek,.... semua masih terkurung dalam kepentingan pribadi.
Originally posted by coqueline
Dewasa deh mas, mulai deh mikir pake otak, dan jangan cuman ikut aturan cuman kalo diimingi2 permen atau takut dihukum... pathetic gitu loh...
Masa sih pernikahan tujuannya hanya karena hal˛ kecil begitu??? :haha sepele amat... biar murah... biar gampang... gini nih yg katanya ngaku dewasa dan berpikir pake otak? aku sih nggak ngaku˛... ;)
tapi ya udah deh... gak mau ngakuin juga gpp... :hehe btw, mengenai perumpamaan anak kecil-dewasa, apakah maksudnya mengenai mengerti apa arti sebenarnya dari yg sedang dilakukannya? Justru itu lho... namanya juga anak˛, kadang suka ngikutin kebiasaan orang dewasa tanpa mengerti apa yg sedang dilakukannya... :haha
coqueline
July 14, 2005, 12:23
Whatever, bro. Yg penting, I can honestly say that I'm happy in my marriage. Wonder how many that are married by mere reason of regeneration and tradition can say the same thing (especially, being the woman in that marriage)...
Me not a baby machine, thankyouverymuch...
Ngomong2 soal bingung, sebenernya yg bingung itu kan elu. Elu yg bingung kenapa orang atheis tuh ngerjain A, B, C dan bukan D, E dan F. Gue sih ga bingung. Apa coba yg musti dibingungin?
Yg lebih pasti lagi gue ga pernah terperangkap dalam pertanyaan: ini boleh ga yah? Yg barusan gue kerjain dosa ga ya? Kalo gue begini entar masuk neraka ga ya? Ini sebenernya dilarang apa engga sih? Liat aja deh tu thread2 yg spesifik agama, isinya melulu muter2 di yg boleh sama engga doang. Get a life, decide for yourself...
ndableg
July 14, 2005, 12:30
hihihi.. anak kecil...
Ih.. mami ma papi ngapain tuh...?
hush.. lagi menghindari pajak!
Emang apa arti pernikahan bagi atheis? (kalo bukan yg spt pak njek bilang)
coqueline
July 14, 2005, 12:37
Buat gue sendiri sih, it doesn't matter much whether or not I'm married or simply live together with my boyfriend. If my partner's an asshole, being married or not doesn't make a difference, and same case if he's reliable. But in the course of our relationship there comes some calculation and the decision that being married is the better detour for some factors involved. Then we did it.
Sorry, ga ada alesan muluk2... it's just is because we decided it so. Ga selamanya sebuah keputusan harus diambil dengan alasan dan arti yg dramatis.
Kao buat atheis yg laen, silahkan tanya sama individunya. Gue ga pernah ambil kuliah 'The Atheist's Marriage Manifesto'... :o
But anyway, gue ga pernah bilang gue Atheis toh? Itu cuman kesimpulan kalian aja karena partner gue atheis kan?
Whatever, bro. Yg penting, I can honestly say that I'm happy in my marriage
oke deh... met bahagia...
semoga rukun dan awet sampe kakek-ninen...
french_fries
July 14, 2005, 13:15
:haha
gag nyambung lage
prometheusz
July 14, 2005, 13:28
Originally posted by njk
aku sih nikah karena ibadah... bukan karena takut masuk neraka, mensiasati pajak, atau apa pun...
setau gue... ibadah itu buat menghindari neraka kan? ato bukan?
Yg aku tau sih pernikahan itu pada awalnya adalah ritual ikatan yg dilakukan oleh sebuah kepercayaan. Nah kalo kemudian tau˛ ada catatan sipil, itu khan sebagai perkembangan lanjutan dari pernikahan agama yg akhirnya menjadi tradisi. Nah karena sudah menjadi tradisi, maka orang lupa bahwa awalnya itu adalah upacara agama. Lucunya, ngaku atheis padahal tanpa sadar udah terpengaruh dan mengikuti salah satu upacara yg asal muasalnya adalah sebuah upacara agama...
gw sendiri malah beranggapan bahwa ajaran2 agama itu sebenarnya bersumber dari alasan2 praktis (yang ada pada saat kitab suci ditulis)
gak percaya pada aturan agama gak berarti seseorang gak bisa melakukan praktik yang sama dengan beberapa aturan agama kan?
contohnya sunat, seperti yang diwajibkan salah satu agama, banyak juga orang2 di luar agama tersebut yang melakukannya, tapi karena alasan praktis, yaitu kebersihan
Makanya orang beragama mengerti mengapa harus menikah. Menikah itu adalah salah satu tahap dalam siklus regenerasi kaum manusia. Tidak hanya memikirkan masalah kehidupan keluarganya saja tapi juga ikut dalam melestarikan kaum manusia di muka bumi ini. Dan ini adalah sebagian dari ibadah. Semua sudah dijelaskan dan diatur oleh agama atau pun kepercayaan yg bersangkutan.
kalo alasannya untuk melestarikan kaum manusia, gak perlu nikah deh... kawin aja udah cukup... :hehe
Nah yg atheis jawabannya jadi kayak orang bingung khan... Bukan karena ibadah, bukan juga karena siklus regenerasi... Jadinya yg muncul: karena biar idup lebih gampang kek, biar pajak murah kek,.... semua masih terkurung dalam kepentingan pribadi.
Masa sih pernikahan tujuannya hanya karena hal˛ kecil begitu??? :haha sepele amat... biar murah... biar gampang... gini nih yg katanya ngaku dewasa dan berpikir pake otak? aku sih nggak ngaku˛... ;)
alasan2 praktis yang "bersifat pribadi dan sepele" seperti yang diberikan coqueline malah lebih bisa gw terima dibandingkan alasan2 yang mengada-ada (ibadah??? siklus regenerasi?? yikes...)
sori OOT:
jadi ingat komentar seorang temen (kayaknya sih dia ngutip): mariage is just a legalized prostitution
MR.SENSI-BANGET
July 14, 2005, 14:26
ah cape...bisa turun berot tiba2 ngeladenin org2 yg otaknya dua tikungan....
orang sebenernya pernikahan itu bukan kebiasaan agama kok....
kebiasaan tsb udah ada bahkan jauh sebelum munculnya agama...
ndableg
July 14, 2005, 18:33
Agama muncul kapan? orang purba emang dah ngerti sih, kawin.. Ato jaman purba udah ada catatan sipil kali ye?
french_fries
July 14, 2005, 18:36
co kawin ma ce
si cowok gag boleh kawin ma cewek laen
si cewek gag boleh kawin ma cowok laen
simple?
ndableg
July 14, 2005, 18:39
Originally posted by coqueline
But anyway, gue ga pernah bilang gue Atheis toh? Itu cuman kesimpulan kalian aja karena partner gue atheis kan?
Ooo.. begitu... sori...
met berbahagia deh..
ndableg
July 14, 2005, 18:40
Originally posted by french_fries
co kawin ma ce
si cowok gag boleh kawin ma cewek laen
si cewek gag boleh kawin ma cowok laen
simple?
Kalo living together boleh ya?
MR.SENSI-BANGET
July 14, 2005, 19:12
Originally posted by ndableg
Agama muncul kapan? orang purba emang dah ngerti sih, kawin.. Ato jaman purba udah ada catatan sipil kali ye?
dimana2 juga, agama mengadaptasi adat istiadat, bukan sebaliknya...
dan adat istiadat itu tata cara bukan agama...
coqueline
July 14, 2005, 20:39
Originally posted by ndableg
Kalo living together boleh ya?
Bukannya esensinya nikah tuh ini benernya? Signed living arrangement?
Sekarang gue pengen tanya nih sama yg katanya beragama. Nikah itu komitmen kepada catatan sipil (or KUA, or pengadilan agama, whatever), ataukah komitmen terhadap pasangan kalian?
ndableg
July 15, 2005, 09:23
Sebelon kawin seharusnya dah ada komitmen antara bedua..
coqueline
July 15, 2005, 09:46
Exactly. Dan komitmen berdua itu yg mustinya paling penting dibanding semua surat2.
Makanya gue ga mau nikah sama orang yg disuruh nikah sama orang tuanya, atau nikah buat ibadah. Soalnya nikah model begini ini komitmen ke gue bakal ditaro di belakang setelah komitmen dia sama orang tua and/or Tuhan. Nikah sama gue apa sama tuhan?
ndableg
July 15, 2005, 10:00
Nikah itu apa sih? kalo dalam bahasa arab, setau saya nikah itu artinya... ng****t. Tentu harus ada komitmen duluan. Tentu saja ga enak nikah dipaksa ortu ato ibadah, ato demi uang.
Yg enak nikah pake komitmen.. Nah.. upacara pernikahan, ato pencatatan di KUA itu kan cuman sbg embel2 aja. Istilahnya, elu nikah, direstui masyarakat. Masyarakat tahu bahwa si coqu ini milik mas anu.. Dan dicatat oleh negara, dapet sertifikat resmi.. sama aja ma mengurus kepemilikan rumah...
Pernikahan adalah suatu yg (seharusnya) membahagiakan. Dan dalam agama (agama saya) membagi kebahagian kpd orang lain, juga ibadah.. so.. acara pernikahan adalah ibadah.. kalo nikah sedih, kepaksa, ya bukan ibadah lah...
coqueline
July 15, 2005, 10:05
ng****t sih ga usah susah2 dicatetin di catetan sipil atau KUA dulu. Kalo emang niatnya cuman itu, kerjain aja langsung. kalo besok2 masih niat bareng yg bareng, kalo engga ya bubar aja, daripada nyusahin.
ng****t sih bukan alasan berkomitmen, tapi napsu. Ga usah berusaha nutupin napsu dengan kedok ibadah deh, kalo emang niatnya cuman sampe segitu.
coqueline
July 15, 2005, 10:09
Originally posted by ndableg
Masyarakat tahu bahwa si coqu ini milik mas anu..
Ini juga yg bikin gue bersyukur ga nikah dibawah hukum perkawinan Indo. Di buku nikah gue ga ada disebut2 gue sebagai milik suami gue, dan suami gue pemimpin gue. Yg ada adalah perjanjian kita bedua sebagai partner seimbang buat saling mendukung dan membantu dalam segala aspek kehidupan.
ndableg
July 15, 2005, 10:12
weleh.. ya ga bisa dong.. mosok situ mau abis di ****t ditinggal.. ga pake komitmen dulu...? Yah.. itu sih terserah situ... saya ora urus.. Mungkin situ ga mao repot2 mikir jaoh2...
Kalo cuman urusan napsu kenape kagak ke red light distirict ajah...? tinggal beli kondom.. aman..
Buat apa punya anak, toh merepotkan.. ya toh? Buat apa merit, ntar kalo ga niat lagi repot lagi...
coqueline
July 15, 2005, 10:13
Ya jelas repot kalo satu2nya tujuan nikah cuman karena pengen ML... :o
ndableg
July 15, 2005, 10:15
Originally posted by coqueline
Ini juga yg bikin gue bersyukur ga nikah dibawah hukum perkawinan Indo. Di buku nikah gue ga ada disebut2 gue sebagai milik suami gue, dan suami gue pemimpin gue. Yg ada adalah perjanjian kita bedua sebagai partner seimbang buat saling mendukung dan membantu dalam segala aspek kehidupan.
Ya saya setuju, bukan cuman suami elo yg memiliki elu, tapi elu juga memiliki suami elo. Saling memiliki lah...
Kalo masyarakat tahu kan ga ada yg macem... Tahu sendiri masyarakat... buas bok...
ndableg
July 15, 2005, 10:16
Originally posted by coqueline
Ya jelas repot kalo satu2nya tujuan nikah cuman karena pengen ML... :o
emang begitu? mungkin ML dah dulu2 ye.. sbln nikah... cuman pengumumannya baru sekarang kaleee... hehehe...
coqueline
July 15, 2005, 10:17
Kalo masyarakat ga tau apa2, toh mereka ga bakal tau juga gue nikah resmi apa engga? Gue pernah kok di Indo tinggal bareng sama cowo gue 2 taunan. Gak banyak rese tuh, soalnya gue ga pernah ngobrol sama tetangga di Indo; what they don't know about me, they can't gossip about... :devil:
coqueline
July 15, 2005, 10:19
Originally posted by ndableg
emang begitu? mungkin ML dah dulu2 ye.. sbln nikah... cuman pengumumannya baru sekarang kaleee... hehehe...
Yg jelas gue bukan nikah karena pengen ML... kalo gue pengen ML, gue ga bakalan nikahin cowo, gue ajak aja ML, susah amat.
Ngapain juga gue ML diumum2in? :P
ndableg
July 15, 2005, 10:35
Ya.. istilahnya seneng bagi2...
coqueline
July 15, 2005, 10:49
Gue disuruh bagi2 ML sama siapa? :p :rolleyes:
ndableg
July 15, 2005, 19:29
hihihi.. dia demen...
Mboh lah mbak.. nyerah gw...
Originally posted by prometheusz
setau gue... ibadah itu buat menghindari neraka kan? ato bukan?
yah sebenernya ibadah itu adalah sebuah kewajiban. Buat saya sih intinya ibadah itu adalah sebuah tanda bakti kpd sang pencipta, penyaluran rasa syukur atas semua nikmat dan karunia, sarana untuk memohon pertolongan kpd Yg Kuasa, dan menghindarkan dari perbuatan˛ tercela.
Kalo ibadah hanya untuk tidak masuk neraka maka sangatlah kecil derajatnya, karena ibadah dibangun dari niat dan tindakan. Kalo niatnya hanya agar terhindar, yah apalah sih artinya?
Originally posted by prometheusz
gw sendiri malah beranggapan bahwa ajaran2 agama itu sebenarnya bersumber dari alasan2 praktis (yang ada pada saat kitab suci ditulis)
ajaran agama ada pada saat diajarkan oleh utusan-Nya dan tidak semua utusan-Nya diberi mukzijat sebuah kitab. Menurut saya ajaran agama di mulai ketika Adam mengajarkan keturunan-Nya.
Originally posted by prometheusz
gak percaya pada aturan agama gak berarti seseorang gak bisa melakukan praktik yang sama dengan beberapa aturan agama kan?
contohnya sunat, seperti yang diwajibkan salah satu agama, banyak juga orang2 di luar agama tersebut yang melakukannya, tapi karena alasan praktis, yaitu kebersihan
yah memang gpp, gak ada juga sih yg ngelarang. Agama memang bersifat universal dalam arti berlaku untuk segala jaman. Seperti halnya sunat, dulu mungkin orang tidak tahu apa manfaatnya, namun akhirnya perkembangan ilmu pengetahuan menemukan apa manfaat dari sunat.
Originally posted by prometheusz
kalo alasannya untuk melestarikan kaum manusia, gak perlu nikah deh... kawin aja udah cukup... :hehe
Secara pendek mungkin pikiran tersebut yg muncul. Namun melestarikan umat manusia dengan kawin saja tidak cukup.
Kelestarian tersebut bisa rusak oleh banyak faktor. Salah satu yg menjaga kelestarian manusia adalah hukum. Hukum mengatur agar hidup antar manusia berjalan dengan baik. Menikah berarti sebuah ikatan yg menuntut kesetiaan. Kalo di dunia ini semua melakukan seks bebas, terus lahir anak di mana˛ tanpa ayah yg jelas, bagaimana dengan perkembangan anak˛ tsb menuju kedewasaan? Akan seperti apa generasi tsb nantinya? Apakah di tangan generasi seperti itu maka kelestarian akan terjaga? Belum lagi perselisihan karena perebutan pasangan yg bisa menjurus ke tindak kriminal...
Originally posted by prometheusz alasan2 praktis yang "bersifat pribadi dan sepele" seperti yang diberikan coqueline malah lebih bisa gw terima dibandingkan alasan2 yang mengada-ada (ibadah??? siklus regenerasi?? yikes...)
Kenapa mengada-ada? Saya sendiri gak mengatakan alasan coqueline itu mengada-ada. Emang itu alasan dia. Wajar kalo kamu juga bingung. Kalo kamu "kenal" ajaran agama, maka kamu akan nggak akan bingung.
Originally posted by prometheusz
sori OOT:
jadi ingat komentar seorang temen (kayaknya sih dia ngutip): mariage is just a legalized prostitution
maksudnya? kamu setuju dengan pernyataan itu? hmmm... pantes... ;)
Originally posted by coqueline
Bukannya esensinya nikah tuh ini benernya? Signed living arrangement?
menurut aku sih itu bukan intinya, tapi istilah lain dari nikah
Originally posted by coqueline
Sekarang gue pengen tanya nih sama yg katanya beragama. Nikah itu komitmen kepada catatan sipil (or KUA, or pengadilan agama, whatever), ataukah komitmen terhadap pasangan kalian?
buat saya, nikah itu komitmen terhadap saya (setia), pasangan saya (bertanggung jawab pada keluarga), masyarakat (orang tua, kerabat, lingkungan, negara), dan Tuhan (ibadah). Saya akan menikah dengan seseorang, tapi komitmen tidak hanya untuk pasangan saya saja, karena saya tidak hidup berdua saja di dunia ini sama pasangan saya.
prometheusz
July 16, 2005, 11:27
Originally posted by njk
yah sebenernya ibadah itu adalah sebuah kewajiban. Buat saya sih intinya ibadah itu adalah sebuah tanda bakti kpd sang pencipta, penyaluran rasa syukur atas semua nikmat dan karunia, sarana untuk memohon pertolongan kpd Yg Kuasa, dan menghindarkan dari perbuatan˛ tercela.
Kalo ibadah hanya untuk tidak masuk neraka maka sangatlah kecil derajatnya, karena ibadah dibangun dari niat dan tindakan. Kalo niatnya hanya agar terhindar, yah apalah sih artinya?
ibadah itu kewajiban.., jadi kalo gak ibadah? gimana?
anda boleh mutar2 kalimatnya seperti apapun, namun pada akhirnya ibadah harus dilakukan agar tidak dihukum kalo gak melakukan kewajiban (ibadah) kan?
ajaran agama ada pada saat diajarkan oleh utusan-Nya dan tidak semua utusan-Nya diberi mukzijat sebuah kitab. Menurut saya ajaran agama di mulai ketika Adam mengajarkan keturunan-Nya.
yah memang gpp, gak ada juga sih yg ngelarang. Agama memang bersifat universal dalam arti berlaku untuk segala jaman. Seperti halnya sunat, dulu mungkin orang tidak tahu apa manfaatnya, namun akhirnya perkembangan ilmu pengetahuan menemukan apa manfaat dari sunat.
whatever u say lah.. soalnya topik ini masalah kepercayaan sih,
anda bilang agama dulu, lalu kemudian menjadi kebiasaan praktis,
gw bilang, agama pada awalnya adalah kebiasaan praktis yang kemudian diformalkan jadi ajaran agama
Secara pendek mungkin pikiran tersebut yg muncul. Namun melestarikan umat manusia dengan kawin saja tidak cukup.
Kelestarian tersebut bisa rusak oleh banyak faktor. Salah satu yg menjaga kelestarian manusia adalah hukum. Hukum mengatur agar hidup antar manusia berjalan dengan baik. Menikah berarti sebuah ikatan yg menuntut kesetiaan. Kalo di dunia ini semua melakukan seks bebas, terus lahir anak di mana˛ tanpa ayah yg jelas, bagaimana dengan perkembangan anak˛ tsb menuju kedewasaan? Akan seperti apa generasi tsb nantinya? Apakah di tangan generasi seperti itu maka kelestarian akan terjaga? Belum lagi perselisihan karena perebutan pasangan yg bisa menjurus ke tindak kriminal...
lol, ok deh, kalo definisi melestarikan seperti itu,..
tapi gw pikir, tanpa agama pun bisa, kan ada hukum
Kenapa mengada-ada? Saya sendiri gak mengatakan alasan coqueline itu mengada-ada. Emang itu alasan dia. Wajar kalo kamu juga bingung. Kalo kamu "kenal" ajaran agama, maka kamu akan nggak akan bingung.
bagi saya, itu mengada-ada karena alasannya gak real.
mungkin cara pikir kita beda, so lets leave it that way
maksudnya? kamu setuju dengan pernyataan itu? hmmm... pantes... ;)
up to this time? YES I DO
gak peduli mereka nikahnya untuk alasan apapun... mo karena perintah agama kek, alasan praktis kek, ibadah kek... semuanya hanya sebuah praktek prostitusi yang dilegalkan
coqueline
July 16, 2005, 11:34
Gimana kalo di negara yg emang prostitusi legal? Gak berlaku lagi dong perbandingan nikah sebagai prostitusi legal, wong wujudnya masih aja tetep beda kok.
But anyway, kalo nikah mau dipandang sebagai legalized prostitution, life can also be seen as such. Life's a pimp, baby, and you're the bitch... (as opposed to the saying that life's a bitch). You do everything in life expecting something in return, toch?
Di beberapa budaya dan tradisi (and cases across all culture boundary), malahan nikah itu kayak legalised slavery, kata gue... hehehe. Mending jadi prostitute, dapet imbalan, jadi budak sih yg ada cuman sengsaranya...
prometheusz
July 16, 2005, 11:46
nah itu dia sebenarnya yang gw maksud..., gw cuman gak mau mengkultuskan sebuah lembaga pernikahan..., itu cuma sebuah transaksi bisnis biasa kok
ibadah itu kewajiban.., jadi kalo gak ibadah? gimana?
anda boleh mutar2 kalimatnya seperti apapun, namun pada akhirnya ibadah harus dilakukan agar tidak dihukum kalo gak melakukan kewajiban (ibadah) kan?
Mestinya kita melihat pernyataan "ibadah menjadikan terhindar dari neraka" sebagai salah satu manfaat dan bukan dijadikan tujuan. Sebab kalo tidak, kita bisa lupa dengan apa tujuan ibadah yg sebenarnya.
Saya rasa kalo kita cinta Tuhan, maka kita tidak akan keberatan untuk ibadah malahan menjadi semacam kebutuhan rohani. Lalu kita juga gak pernah pusing dan kepikiran tentang akan masuk neraka. Ibadah gak sulit kok... kenapa juga gak melakukannya
Saya berusaha menjadi warga negara yg baik bukan karena takut masuk penjara, tapi karena emang itu adalah kewajiban dan kesadaran bahwa manusia adalah makhluk sosial.
Kalau ada orang yg melakukan ibadah karena sekedar takut masuk neraka, maka ia telah salah tafsir... Saya tidak bisa mengatakan percuma, mungkin derajatnya saja yg kecil... sayang sekali...
Originally posted by coqueline
Gimana kalo di negara yg emang prostitusi legal? Gak berlaku lagi dong perbandingan nikah sebagai prostitusi legal, wong wujudnya masih aja tetep beda kok.
wah gak tau deh ttg negara yg seperti itu. Yg jelas prostitusi itu sesuatu yg salah, begitu juga perbudakan...
Kalau hal tersebut terjadi dalam suatu pernikahan, berarti yg salah adalah pelakunya bukan pernikahan itu sendiri. Sebab itu bukan tujuan dari pernikahan
coqueline
July 16, 2005, 12:23
Originally posted by njk
Kalau hal tersebut terjadi dalam suatu pernikahan, berarti yg salah adalah pelakunya bukan pernikahan itu sendiri. Sebab itu bukan tujuan dari pernikahan
Emang pernikahan adalah entity terpisah dari pelakunya? Kalo ga ada pelaku ya ga ada pernikahan. Kalo pernikahan emang tujuannya ga bener (walaupun tujuan ga bener itu relatif dipandang dari sudut pandang masing2), yg salah ya emang pelakunya, tapi karena pelakunya salah, ya pernikahannya juga salah.
ozakasim
July 16, 2005, 19:12
Originally posted by MR.EGO-BANGET
hah? pernikahan itu ikatan agama?
itu buat elu kali, kawin di penghulu...huehueue....
neh denger, di indo ini ada 2 macem pernikahan yg di anggep resmi...
1) catatan sipil (paling resmi)
2) kawin adat
Catatan Sipil tidak menikahkan. Catatan Sipil hanya mencatatkan perkawinan yang sudah disahkan oleh agama masing-masing yang menikah.
Tanpa adanya pengesahan perkawinan oleh agama masing-masing, berdasarkan UU Perkawinan, Catatan Sipil harus menolak mencatat.
Originally posted by MR.EGO-BANGET
kalo di liat lewat sejarah...munculnya paham atheis ini sesudah agama2 (5 agama besar)...
jadi, mana yg lebih primitif, mungkin elu sendiri bisa jawab sendiri...
Tergantung definisi atheis nya?? Bagi anda, atheis itu tidak peduli 'Tuhan' ada atau tidak, atau atheis itu percaya bahwa 'Tuhan' tidak ada??
Bagi anda, 'Tidak percaya Tuhan ada' sama atau tidak sama dengan 'percaya bahwa Tuhan tidak ada'??
Originally posted by njk
Catatan sipil seperti namanya, itu sebenarnya hanya pencatatan secara sipil atas sebuah pernikahan. Mengapa dianggap lebih resmi? Ini lebih karena sebuah peng-syah-an oleh pemerintahan sipil. Kalo dalam pemerintahan yg berdasarkan agama tertentu, maka yg resmi justru pernikahan agama. Jadi masalah resmi˛an tergantung negara yg bersangkutan.
Engga koq. Di Indonesia yang sah itu yang disahkan oleh agama masing-masing. Sekali lagi, Catatan Sipil hanya mencatatkan saja, semacam tugas administratif yang dilakukan negara agar dikemudian hari mudah dicari data-datanya jika dibutuhkan.
Originally posted by mbah_jambrong
menikah di catatan sipil sudah cukup dan sah secara hukum.
sementara yg menikah secara agama (bahkan tanpa mencatatkan diri ke catatan sipil) juga sah secara hukum agama.
Tidak demikian, tidak ada namanya 'menikah di catatan sipil', catatan sipil tidak menikahkan, hanya mencatatkan. Jika tidak disahkan oleh agama masing-masing, maka menurut UU Perkawinan itu tidak sah.
Menikah secara agama, tapi tidak dicatatkan ke catatan sipil, itu tetap pernikahan sah dimata negara, setiap saat dikemudian hari bisa dicatatkan koq. Orang menghindar dari Catatan Sipil itu biasanya karena ada halangannya, misalnya sudah pernah menikah tapi perceraiannya terkatung-katung, atau tidak merasa perlu/pentingnya dicatat oleh negara, dsbnya.
Originally posted by coqueline
Gue gak nikah agama, sama sekali ga berdasarkan agama apaun, ga secuilpun ayat kitab suci apapun disinggung2 pada pernikahan gue. Pernikahan gue ga berafiliasi, ga ada hubungannya, dan ga butuh pengakuan agama. Pernikahan gue adalah pernikahan sipil di negara sekular yg secara hukum memisahkan antara gereja dan negara.
Pasti bukan di Indonesia ya?? Kalau di Indonesia, itu berarti membuat surat pengantar palsu dari lembaga agamanya.
ozakasim
July 16, 2005, 19:22
Originally posted by njk
Yg aku tau sih pernikahan itu pada awalnya adalah ritual ikatan yg dilakukan oleh sebuah kepercayaan.
Sebuah kepercayaan itu belum tentu berupa agama agama yang banyak pengikutnya lho. Dalam masyarakat yang paling primitif pun, ada yang namanya kepercayaan, dan pada saat yang sama ada juga yang tidak percaya pada kepercayaan itu. Toh tetap dikenal yang namanya pernikahan. Mungkin jaman dulu itu, pernikahan lebih bersifat pengakuan masyarakat terhadap hubungan sepasang manusia untuk hidup bersama.
mail_me_already
July 16, 2005, 19:28
Ya sudahlah, biarkan orang berbuat apa yang dia inginkan lah, asal nggak merugikan orang lain. Si A mau menikah menurut agama atau enggak, apa hubungannya sama orang lain? Nggak ada yang disakiti, nggak ada yang dirugikan. Kalo emang elo bilang secara ibadah itu salah dan Tuhan nggak menghendaki ya sudah.. biarkanlah.. toh entar kalo ada yang dihukum, yang dihukum itu kan si A, bukan orang lain.
So what's the problem? Heran deh gue.. kok semuaaaa masalah harus di-link ke agama.
ozakasim
July 16, 2005, 19:32
Originally posted by ndableg
Nikah itu apa sih? kalo dalam bahasa arab, setau saya nikah itu artinya... ng****t.
Itu sih kawin, bukan nikah. He3x. Dalam kamus bahasa Indonesia beda koq antara nikah dan kawin.
Masyarakat tahu bahwa si coqu ini milik mas anu.. Dan dicatat oleh negara, dapet sertifikat resmi.. sama aja ma mengurus kepemilikan rumah...
Tega deh, emangnya dikirain barang ya pakai ada masalah kepemilikan. Busyet bener deh. Ha3x.
Originally posted by coqueline
Ini juga yg bikin gue bersyukur ga nikah dibawah hukum perkawinan Indo. Di buku nikah gue ga ada disebut2 gue sebagai milik suami gue, dan suami gue pemimpin gue
Di akte yang dikeluarkan Catatan Sipil juga tidak ada koq pendefinisian kepemilikan. Ha3x. Aduh sampeyan sampeyan ini. Ha3x.
mbah_jambrong
July 20, 2005, 11:02
Originally posted by mail_me_already
So what's the problem? Heran deh gue.. kok semuaaaa masalah harus di-link ke agama.
itu dia yg gw juga gak abis pikir, broer.
semua hal kudu diletakkan dalam kerangka agama.
semua hal baru dianggap benar jika dilaksanakan menurut aturan agama.
semua hal dibayang2i 'ancaman' hukum agama. (neraka and such...)
lha wong threadnya aja dari awal udah ngomongin soal atheist kok...
gak ada relevansinya bicara soal hukum/aturan agama dengan atheist, terlepas dr definisi apakah atheist itu tidak peduli tuhan ada atau tidak, atau atheist itu percaya bahwa tuhan tidak ada.
atheist ya berhubungan dengan agama donk. Keduanya sama˛ membahas Tuhan hanya beda pendapat. Lalu kata "monk" itu khan istilah agama.
dari mana datangnya cinta?
dari mata turun ke hati
dari mana datengnya heran?
dari jaka sembung bawa golok... (lho?) :kakaka:
mbah_jambrong
July 21, 2005, 03:21
berhubungan dgn eksistensi tuhan sih iya.
berhubungan dengan agama ya nggak lah.
agama kan kalo percaya adanya tuhan.
istilah monk juga bukan istilah agama, lebih ke kepercayaan.
dan dlm konteks thread ini lebih mengarah ke sindiran deh rasanya...
:)
*yah.. malah ngurusin soal istilah...*
Saya ga maksud memperkeruh. Bagi saya seorang atheist tetap beragama dan bertuhan, buktinya, mereka tetap berkeyakinan akan sesuatu, dan bagi saya itulah agama.
Kita sama2 menghormati, yg Muslim, Kristen, Hindu, Budha, Atheist, dsb. Ajaran atheist juga ada yg menyuruh kita menghormati orang2 beragama lain.
mbah_jambrong
July 21, 2005, 07:55
jatuhnya ke istilah dan definisi lagi.
tapi gw setuju bahwa tetep kita harus saling menghormati apapun kepercayaan kita.
walaupun sebesar apa perbedaan yg ada.
sepakat untuk tidak bersepakat.
:)
ndableg
July 21, 2005, 15:24
Originally posted by ozakasim
Itu sih kawin, bukan nikah. He3x. Dalam kamus bahasa Indonesia beda koq antara nikah dan kawin.
Setau saya sih ada anjing kawin.. kalo manusia yah nikah..
Tega deh, emangnya dikirain barang ya pakai ada masalah kepemilikan. Busyet bener deh. Ha3x.
Di akte yang dikeluarkan Catatan Sipil juga tidak ada koq pendefinisian kepemilikan. Ha3x. Aduh sampeyan sampeyan ini. Ha3x.
Bedanya saling memiliki...
ndableg
July 21, 2005, 15:25
Originally posted by njk
dari mana datangnya cinta?
dari mata turun ke hati
Abis itu turun kemana jek..? hihihi...
turun ke monumen nasional :haha
ozakasim
July 29, 2005, 06:45
Originally posted by ndableg
Setau saya sih ada anjing kawin.. kalo manusia yah nikah..
Udah cek di kamus bahasa Indonesia belum?? He3x.
vBulletin® v3.8.2, Copyright ©2000-2013, Jelsoft Enterprises Ltd.