View Full Version : KongHuCu - Agama baru di Indonesia?







Enche
February 02, 2003, 00:46
Sejak tahun 1998, masyarakat berkepercayaan KongHucu
mulai mengadakan peringatan Imlek secara besar2an
mereka sempat mengundang pejabat2 tinggi negara kita
salah satunya yg ga pernah absen adalah Ketua MPR kita
Bpk Amien Rais.. beliau malah mengatakan bahwa
KongHucu, bisa diresmikan sebagai agama di Indonesia

terlepas dari maksud politik Pak Amien..
bagaimana menurut kalian? terutama yang kenal betul
Kepercayaan ini..

tahun ini dalam perayaan imlek, juga mengundang
Gus Dur, dan Presiden Megawati + Hamzah Haz

hansel
February 02, 2003, 00:53
Kayaknya kagak tepat juga Confucianism disebut sebagai agama, sebab Confucianism dalam bentuk murninya is never treated as a religion. Kalo yg disebut Khonghucu di Indo itu sebetulnya San Jiau, yaitu syncretism antara Mahayana Buddhism, Taoism, & Confucianism yg complementing each other.
Confucianism menekankan pentingnya ethics
Taoism menekankan pentingnya harmony with nature
Mahayana Buddhism menekankan metaphysicism

.//VZX
February 02, 2003, 03:12
se7 deh ama hansel

mungkin gue lebih cocok menyebut konghucu sebagai suatu kepercayaan

penyihir
February 02, 2003, 04:16
setuju juga ama hansel.. agama kan yg mengatur hubungan manusia ama Tuhan, jadi kayaknya kong hu cu kurang pas kalo disebut agama, lagian imlek kan bukan perayaan agama, cuma tahun baru penanggalan china, jadi bisa aja chineese yg beragama lain juga ngerayain..

Nee Chee
February 02, 2003, 05:27
setahu gue ... Konghucu bukan agama, melainkan pelajaran mengenai budi pekerti.

choco`latte
February 02, 2003, 06:25
Berarti yg gue sering denger pas SD salah dong yah.. sering banget denger kata-kata.. Agama Kong Hu Cu ..

Azazel
February 02, 2003, 07:36
yang lebih seru kalau ngga ada resmi-resmian.

.//VZX
February 02, 2003, 11:46
maksudnya?

InuKa
February 02, 2003, 16:10
kong hu cu itu bukan agama
tapi kepercayaan

hansel
February 02, 2003, 23:47
Originally posted by Azazel
yang lebih seru kalau ngga ada resmi-resmian.

Idealnya begitu. Negara gak perlu menetapkan secara resmi apa-apa saja yg boleh dipercaya oleh rakyatnya.
Tanpa ditetapkan oleh negarapun San Jiau exists secara de facto, but gak tau juga deh bila ada pasangan San Jiau yg married, bisa gak mereka cuman married civilly di Indo?

Enche
February 03, 2003, 00:36
btw ajaran Confucianism masih relevan gak diterapkan sekarang?

hansel
February 03, 2003, 00:39
Originally posted by Exxxotica
btw ajaran Confucianism masih relevan gak diterapkan sekarang?

Ada yg relevant , ada yg gak lah!

Yg jelas yg ini gak relevant:

"A virtuous woman is a woman without education"

Ayah Ganteng
February 03, 2003, 21:47
tadi malam di metro ada liputan khusus tentang KONFUSIUS ..

baru tahu gw ternyata konfusisus itu penamaan latin yang diberikan oleh para misionaris yang dulu datang ke china..
kung fu tze adalah nama china dari konfusius.


kembali ke soal bahwa apakah konghucu akan menjadi agama resmi di indo??

bahasa "agama resmi".... bagi gw kalimat ini terkesan sedikit aneh.

.//VZX
February 04, 2003, 09:31
memang aneh, barang yang bukan a kenapa harus dipaksakan menjadi barang a

konghuchu kepercayaan toh? kenapa harus dibuat agama?

Mahesa Jenar
November 27, 2003, 08:35
HEHEHE ..........

gak pake di-resmi2in aja dah pada happy as well as enjoy kok
klo diresmikan nanti malah timbul pertanyaan macem2 yach :bingung:

Senyum :)
November 27, 2003, 13:32
Kepercayaan 3 Dharma seperti yang Hansel sebutin di atas itu tempat ibadatnya di Klenteng (mereka sifatnya lebih banyak memberikan penghormatan kepada 'tokoh' siapapun yang dianggap layak, bahkan memungkinkan bila ada Nabi atau Yesus yang di'sembah' di sana - berdasarkan pendapat pimpinan ajaran 3 Dharma di kota gwe), kalo Buddhism di Wihara.
Sekedar info, banyak yg nanya dan ga bisa bedain sih... bahkan penganut ajaran itu sendiri.

si goblok
November 30, 2003, 06:12
agama? kepercayaan?
apakah kepercayaan = agama?
apakah agama = kepercayaan?

Mahesa Jenar
December 25, 2003, 10:38
EKEKEK ........

percaya sama apa dolow
klo gw percaya ama you punya janji = ...........??? ::aouch::

njk
September 06, 2008, 17:39
setuju dengan yang mengatakan kong hucu bukan agama... Tapi menurut gue sih

yang penting "pengakuannya"... kayaknya itu aja sih...

btw... baru tau gue ada subforum konghucu sekarang :haha
selamat ya atas pembukaan subforum ini...

njk
September 06, 2008, 17:44
agama? kepercayaan?
apakah kepercayaan = agama?
apakah agama = kepercayaan?

beda dong... menurut gue sih...

agama itu percaya bahwa ajarannya berasal dari sesuatu di atas pemikiran manusia... Berasal dari suatu zat pencipta

sedangkan kepercayaan, ajarannya berasal dari pemikiran manusia...

menurut gue itu sih... mungkin salah... no offense

xin_guard
September 07, 2008, 01:13
setuju dengan yang mengatakan kong hucu bukan agama... Tapi menurut gue sih

yang penting "pengakuannya"... kayaknya itu aja sih...

btw... baru tau gue ada subforum konghucu sekarang :haha
selamat ya atas pembukaan subforum ini...

AGama Khong Hu Cu itu suidah menjadi agama Negara diresmikan pertama kali di Tiongkok pada ABAD 2 SEBELUM MASEHI.

Tapi kadang ada beberapa orang yang mengakui suatu agama berdasarkan pemahaman dan "standarisasinya" sendiri. Tapi sebenarnya Agama Khong Hu Cu sudah ada sejak berabad-abad lalu dan sudah dipeluk di Negara-Negara di dunia. Bahkan termasuk daftar dalam agama-agama yang diakui oleh PBB.

salam kebajikan

njk
September 07, 2008, 16:00
ha ha ha maap2 kalo salah...

memang kita selalu punya standar sendiri dalam memandang sesuatu...

Tapi kebenaran sesungguhnya hanya satu

tapi siapa yang tahu kebenaran itu? misteri... dan selalu jadi misteri

biarkan saja begitu... biarkan kebenaran tetap menjadi misteri

tinggal kita yang punya tugas untuk mencarinya dan mencoba mengungkapkannya... :)

xin_guard
September 08, 2008, 01:59
ha ha ha maap2 kalo salah...

memang kita selalu punya standar sendiri dalam memandang sesuatu...

Tapi kebenaran sesungguhnya hanya satu

tapi siapa yang tahu kebenaran itu? misteri... dan selalu jadi misteri

biarkan saja begitu... biarkan kebenaran tetap menjadi misteri

tinggal kita yang punya tugas untuk mencarinya dan mencoba mengungkapkannya... :)

Kebenaran itu ibaratnya sebuah jalan yang sangat puanjannng....walaupun kita tidak tahu samapi dimana ujung jalan itu (misteri), tetapi setidaknya kita masih berjalan mengikuti jalan itu (jalan sesuai kebenaran).

Dan janganlah kita tergoda untuk "berpindah jalan" yang kelihatan ujungnya dan menyenangkan, Tapi itu bukanlah jalan yang sesuai dengan kebenaran.

salam kebajikan

EojDlanor2
September 10, 2008, 05:27
setuju juga ama hansel.. agama kan yg mengatur hubungan manusia ama Tuhan, jadi kayaknya kong hu cu kurang pas kalo disebut agama, lagian imlek kan bukan perayaan agama, cuma tahun baru penanggalan china, jadi bisa aja chineese yg beragama lain juga ngerayain..

oooh gue baru tau... jadi tradisi / adat suatu suku ya... bukan karena kepercayaan... maksudnya agama... ya itulah... ho ho ho... thanks for the info

Jingkhe
September 14, 2008, 08:50
kenapa Kong Hu Cu tidak atau kurang pas disebut agama??

apakah dasar dari suatu agama?? ada Tuhan?? atau krn ada nabi yg nyebarin??

bakaneko
September 14, 2008, 16:02
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia:

Agama:
Ajaran, sistem yg mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yg berhubungan dng pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.

Kepercayaan:
1) Anggapan atau keyakinan bahwa sesuatu yg dipercayai itu benar atau nyata.
2) Sesuatu yg dipercayai.
3) Harapan dan keyakinan (akan kejujuran, kebaikan, dsb).
4) Orang yg dipercaya (diserahi sesuatu dsb).
5) Sebutan bagi sistem religi di Indonesia yg tidak termasuk salah satu dr kelima agama yg resmi.


Jika melihat arti kepercayaan yang kelima, Konghucu bisa disebut agama, karena sekarang Konghucu sudah diakui sebagai agama resmi di Indonesia. Pengertian itu kuambil dari KBBI yang dicetak sebelum agama Konghucu diakui.

Kemudian, jika mengambil pengertian agama, Konghucu juga bisa disebut agama walaupun tidak diakui resmi karena dalam ajaran Konghucu juga mengatur kepercayaan dan peribadatan kepada Tuhan, juga mengatur berhubungan dengan sesama manusia dan lingkungan.

Jadi, apakah ada alasan lain untuk tidak mengakui Konghucu sebagai agama?

Jingkhe
September 15, 2008, 08:35
btl atasku.

sugara_yao
September 25, 2008, 15:52
Agama konghucu hanya ada di Indonesia, di negara asalnya konghucu bukanlah agama, lebih dikenal sebagai falsafah multi ilmu termasuk didalamnya falsafah berbangsa & bernegara, etika dan budi pekerti, kehakiman dll.
Sembahyang di kelenteng adalah tradisi cina kuno dan bukan berasal dari falsafah konghucu, konghucu tidak menolak keberadaan kelenteng dan juga tidak menyatakan setuju keberadaan kelenteng.
Terjemahan mengenai falsafah konghucu ada pada webside : www.konghucu.com

dragonballz
September 27, 2008, 03:35
Agama konghucu hanya ada di Indonesia, di negara asalnya konghucu bukanlah agama, lebih dikenal sebagai falsafah multi ilmu termasuk didalamnya falsafah berbangsa & bernegara, etika dan budi pekerti, kehakiman dll.
Sembahyang di kelenteng adalah tradisi cina kuno dan bukan berasal dari falsafah konghucu, konghucu tidak menolak keberadaan kelenteng dan juga tidak menyatakan setuju keberadaan kelenteng.
Terjemahan mengenai falsafah konghucu ada pada webside : www.konghucu.com

Setahu saya, Tiongkok tidak mengakui satupun agama yang ada, dalam hal ini maksudnya mengurusi, semuanya dibiarkan bebas berkembang asal tidak sampai dianggap menyimpang / membahayakan negara. Kalaupun ajaran Khonghucu dipelajari dari segi filsafatnya, dan dilakukan juga di banyak negara, itu juga suatu bukti bahwa agama Khonghucu bersifat universal, dan bermanfaat dalam mengembangkan dan menyempurnakan diri, bahkan dapat digunakan untuk membangun dan mengatur negara dan ini salah satu keunggulan agama Khonghucu dibandingkan dengan agama2 lain, cuman anda harus tahu agama Khonghucu ajarannya bukan cuman itu saja.

Jadi ketika dipelajari dari segi filsafatnya, sangat banyak gunanya sebagai tuntunan hidup manusia yang bermartabat, dan kalau dipelajari lebih dalam, lengkap lebih2 sangat berguna bagi usaha penyempurnaan diri, mengerti Firman dan berusaha menjalankan nya yang menuju kebahagiaan sejati di alam fana maupun alam keabadian setelah kehidupan.

sugara_yao
October 12, 2008, 06:17
Setahu saya, Tiongkok tidak mengakui satupun agama yang ada, dalam hal ini maksudnya mengurusi, semuanya dibiarkan bebas berkembang asal tidak sampai dianggap menyimpang / membahayakan negara.

Bukannya tidak mengakui keberadaan agama, tetapi hanya mengawasi kehidupan beragama. Boleh dikata hampir seluruh negara-negara maju menganut paham konghucu prihal kehidupan beragama. Yaitu negara hanya mengawasi kehidupan beragama dan organisasi agama tidak boleh ikut campur urusan negara. Dalam indentitas diri semua negara maju bahkan di afganistan tidak menanyakan apa agamamu.

sugara_yao
October 12, 2008, 06:26
Kebenaran itu sifatnya relative.

Suatu tindakan yang sama dilakukan oleh orang yang berbeda nilai kebenarannya berbeda.
Suatu tindakan yang sama dilakukan oleh orang yang sama diwaktu yang berbeda nilai kebenarannya bisa berbeda.
Suatu tindakan yang sama dilakukan oleh orang yang sama diwaktu yang sama akan tetapi ditempat yang berbeda nilai kebenarannya bisa berbeda.

Kebenaran absilute hanya ada pada hukum keseimbangan alam semesta, karena itu manusia bisa mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

dragonballz
October 13, 2008, 02:14
Bukannya tidak mengakui keberadaan agama, tetapi hanya mengawasi kehidupan beragama. Boleh dikata hampir seluruh negara-negara maju menganut paham konghucu prihal kehidupan beragama. Yaitu negara hanya mengawasi kehidupan beragama dan organisasi agama tidak boleh ikut campur urusan negara. Dalam indentitas diri semua negara maju bahkan di afganistan tidak menanyakan apa agamamu.

Ini yang saya maksud dengan idak mengaku2 i agama a adalah agama, b bukan agama, c atheis, dll. Maksud saya negara tidak mengurusi kehidupan beragama, hanya mengawasi keberadaan nya, selama tidak dianggap melenceng / membahayakan negara, it's ok2 aja.
Lalu yang menjadi pertanyaan saya, apakah negara berhak mengakui atau tidak megakui suatu agama, dimana masalah keyakinan dan kebebasan beribadah dilindungi oleh undang2?
Menurut saya, pengakuan suatu agama yang diyakini oleh pemeluknya adalah berasal dari umatnya sendiri, rasanya tidak mungkin sseseorg dipaksa mengakui kebenaran bahkan meyakini ajaran agama yang beda dengan yang dianut, demikian juga sebaliknya.
Maka bagi saya, dengan menghargai keyakinan orang lain meski tidak mengimani, maka toleransi dalam kehidupan masyarakat yang multi religius dapat dicapai. Menghargai dalam hal ini adalah membiarkan orang lain dengan keyakinannya sendiri meski hal ini berbeda dengan ajaran agamanya karena seperti kata2 saudara sendiri bahwa kebenaran yang absolut adalah hukum alam semesta atau dengan kata lain adalah milik Tian, Tuhan yang maha Esa.

Untuk masalah pendapat yang mengatakan KHC hanya mengajarkan etika, moral, falsafah, hal ini karena mereka tidak mempelajari secara lengkap ajaran Nabi atau tidak mencari makna suatu ajaran / ayat2 suci, hanya mengartikan secara harafiah saja.
Orang2 tersebut tidak tahu atau bahkan tidak mau tahu hal / apa yang mendasari suatu perilaku ethics dan moral tersebut, dimana perilaku bajik, etis dan dikatakan bermoral adalah merupakan perwujudan dari iman dan satya kepada Tian, Tuhan yang maha pemberkah, dimana Thian telah menganugerahkan setiap manusia suatu pegangan hidup berupa watak sejati (dasar / inti dari sifat cinta kasih, (rasa) kebenaran, susila (moral), bijaksana) agar dengan watak sejati yang senantiasa dirawat akan dapat membimbing manusia untuk menuju kesempurnaan diri (menjadi manusia yang beretika, bermoral dan bijaksana yang merupakan pengembangan dari watak sejati).
Maka dengan mengenal Tian melalui sifat2 nya dan anugrahNya bagi manusia, menjadikan manusia beroleh iman dan berusaha satya pada (Firman)Tian dengan cara berusaha belajar teru menerus dengan tanpa merasa bosan, memperbaiki diri, membina diri menuju kesempurnaan diri (yang berarti juga secara harafiah terlihat / tampak / terwujud dalam perilaku umat nya yang beretika, bermoral), dengan demikian menggemilangkan kebajikan yang bercahaya, mendekatkan diri pada Tian, beroleh berkah sentosa dan bahagia di dalam Tian dan pada akhirnya mampu untuk membantu Tian menyempurnakan segenap wujud.

trident_9750
October 15, 2008, 09:13
kenapa Kong Hu Cu tidak atau kurang pas disebut agama??

hmm.. bukan kurang pas sebenarnya. keberadaannya sih memang diakui.
masalahnya tu... ga tercantum di database sistem manapun!!! :haha

zaman skrg sih, semuanya serba komputerrr. begitu loe mo daftar ini itu, waktu ngisi tu formulir sampe bagian agama... busyet dah. ga ada pilihan KHC. waduh. gimana neh??? daftar mesti milih agama, tapi KHC ga ada didalem, kalo dikosongin ga bisa daftarrr.

gue jamin deh, kalo ketemu situasi diatas, banyakan dari kita pasti masukin agama buddha. :haha

jadi, kesimpulannya: kalo sistem2 skrg pada bisa terima pilihan KHC, ya udah diakui sebagai agama resmi deh itu.. haha. maklum uda zaman digital ini.segalanya harus ikut sistem.

dragonballz
October 16, 2008, 02:43
hmm.. bukan kurang pas sebenarnya. keberadaannya sih memang diakui.masalahnya tu... ga tercantum di database sistem manapun!!! zaman skrg sih, semuanya serba komputerrr. begitu loe mo daftar ini itu, waktu ngisi tu formulir sampe bagian agama... busyet dah. ga ada pilihan KHC. waduh. gimana neh??? daftar mesti milih agama, tapi KHC ga ada didalem, kalo dikosongin ga bisa daftar. gue jamin deh, kalo ketemu situasi diatas, banyakan dari kita pasti masukin agama buddha.
jadi, kesimpulannya: kalo sistem2 skrg pada bisa terima pilihan KHC, ya udah diakui sebagai agama resmi deh itu.. haha. maklum uda zaman digital ini.segalanya harus ikut sistem.

Saudara Trident, saya tidak tahu anda tinggal dimana, Saya menduga anda tidak tinggal di Indonesia atau bukan beragama Khonghucu, mungkin perlu saya informasikan, keberadaan agama Khonghucu di Indonesia sudah eksis jauh sebelum Indonesia merdeka (akhir abad 19), dan pada sekitar tahun 1966 (kalo saya ga salah ingat antara 65-67) keberadaan agama Khonghucu diakui resmi oleh pemerintah dengan diterbitkannya undang2, yang sampai detik ini tidak pernah dicabut, hanya saja pada era Suharto, keberadaan agama Khonghucu banyak mengalami tekanan, hambatan sehingga memang cukup banyak umat yang pindah agama, yang tetap mengimani pun terpaksa mengalah dengan dicantumkannya agama yang tidak sesuai dengan yang diimani dalam pengurusan surat-surat resmi (KTP, KSK, dll).
Memang saat itu ada yang mengalah dengan mencantumkan agama Budha, sedang saya sendiri waktu itu mencantumkan agama Islam, waktu pengurusan berikutnya, mencantumkan pada kolom lain-lain (toh saya tidak mengimani agama yang tercantum dlm KTP, maka boleh2 saja dong saya milih agama apapun).
Saya kira dinegara-negara lain, terutama di negara maju, pencantuman agama bukan berupa kolom, tapi diisi dan dimasukkan database sesuai dg agamanya, karena disana mereka benar-benar menghormati hak asasi manusia yang paling dasar tersebut, dan tidak memaksakan mencantumkan suatu agama yang lain.

Namun sejak tahun 2006, segala hambatan yang dialami oleh umat Khonghucu telah dibersihkan dan peraturan2 yang bertentangan dengan undang2 diatasnya telah dicabut sehingga sekarang umat Khonghucu boleh bernafas lega kembali karena keberadaannya diakui secara resmi oleh pemerintah, termasuk di dalamnya dalam pengurusan surat-surat resmi, umat Khonghucu telah dilayani dengan baik. ::v::

trident_9750
October 16, 2008, 08:19
erh.. agama KTP sih buddha, tapi prakteknya rada campurrr deh.
minggu ke vihara habis tu lanjut ke kelenteng sembahyang kwan im, toa pek kong, dll deh. trus sering temenin nyokap ke biara kwan te kong. hehe.. ::banana::

uda ga tau lagi yg mana agama resmi gue..haha..

dragonballz
October 17, 2008, 01:42
erh.. agama KTP sih buddha, tapi prakteknya rada campurrr deh. minggu ke vihara habis tu lanjut ke kelenteng sembahyang kwan im, toa pek kong, dll deh. trus sering temenin nyokap ke biara kwan te kong. hehe.. uda ga tau lagi yg mana agama resmi gue..haha..

Menurut saya sih itu sesuatu yang wajar saja kok, seperti saya sendiri yang mengimani Ru Chiao / Khonghucu, saya sering juga sembahyang ke TITD / Klenteng sujud hormat pada para shen ming / sin bing, dan itu tidak melanggar atau menjadikan saya bingung keimanan apa yang saya pilih, karena sesuai dengan ajaran nabi Khongzi, umatnya selayaknya / wajib memuliakan org besar (suci, sin bing, dewa-i), sabda para nabi.
Kalau KTP saya sejak tahun lalu sudah Khonghucu.::cheer::

xin_guard
October 20, 2008, 02:05
Klentheng(Miao) itu adalah tempat untuk memuliakan dan bersembahayang pada para sin bing ( roh suci) / dewa-dewi.
Bukanlah suatu masalah jika kita pergi ke banyak klentheng yang memiliki altar utama yang berbeda-beda.

Bagi umat Khong Hu Cu, Li Thang adalah tempat belajar kitab, mendengarkan kotbah, dan juga tempat peribadatan upacara persembahyangan selain di klentheng.

Kalau masalah KTP saya juga Khong Hu Cu :)

salam kebajikan

sugara_yao
November 05, 2008, 07:53
Ada yg relevant , ada yg gak lah!

Yg jelas yg ini gak relevant:

"A virtuous woman is a woman without education"

Bukan falsafah konghucu yang tidak relevant, tetapi kesalahan menterjemahkan jadi kelihatan tidak relevant.

LUNYU yang membahas falsafah hidup tentang wanita terdapat pada
http://www.konghucu.com/LUNYU/LUNYU_133.html
sebagai berikut :
"Konghucu bercerita kepada seorang musim semi (Zi Xia) berkata,
'Wanita menjadikan Nabi terdidik, tidak menjadikan orang berpikiran sempit
terdidik'."

sugara_yao
November 05, 2008, 08:00
Menurut saya sih itu sesuatu yang wajar saja kok, seperti saya sendiri yang mengimani Ru Chiao / Khonghucu, saya sering juga sembahyang ke TITD / Klenteng sujud hormat pada para shen ming / sin bing, dan itu tidak melanggar atau menjadikan saya bingung keimanan apa yang saya pilih, karena sesuai dengan ajaran nabi Khongzi, umatnya selayaknya / wajib memuliakan org besar (suci, sin bing, dewa-i), sabda para nabi.
Kalau KTP saya sejak tahun lalu sudah Khonghucu.::cheer::

Kalau begitu boleh donk kasih komentar terjemahan kitab LUNYU yang terdapat pada webside
http://www.konghucu.com/LUNYU/LUNYU.html

xin_guard
November 05, 2008, 09:21
Kebenaran itu sifatnya relative.

Maaf, pernyataan seperti inilah yang kadang disalah artikan oleh orang-orangyang tidak bisa memahaminya.

Takutnya karena "relatif" orang kemudian membengkokan suatu kesalahan manjadi kebenaran. Dan memelintir suatu kebenaran menjadi suatu kesalahan.

Menurut saya kebenaran itu tidak relatif, kebenaran itu selalu ada dan harus dipegang teguh. Cuman cara pandang kita tentang kebenaran itu dari sisi mana dulu.

Maka cara pandang kita ini yang sebenarnya relatif, dan bukan "kebenaran yang relative".

Kita belajar agama dan segala macam pengetahuan yang positip adalah untuk mencari kebenaran tersebut dan memandangnya dari sisi tepat.


salam kebajikan
terimkasih

チャン
November 13, 2008, 11:45
erh.. agama KTP sih buddha, tapi prakteknya rada campurrr deh.
minggu ke vihara habis tu lanjut ke kelenteng sembahyang kwan im, toa pek kong, dll deh. trus sering temenin nyokap ke biara kwan te kong. hehe.. ::banana::

uda ga tau lagi yg mana agama resmi gue..haha..

wah sama nih.. Habis dari klenteng langsung ke Vihara..
Enggak tahu mana yang Kong Hu mana Yang Buddha.. rada bingung..

simpanglima
August 23, 2009, 12:35
kong hu cu itu bukan agama
tapi kepercayaan

mohon maaf...nech...mo nanya aja bedanya kepercayaan ma agama itu apa yach...?:maaf:

dragonballz
August 25, 2009, 08:02
mohon maaf...nech...mo nanya aja bedanya kepercayaan ma agama itu apa yach...?:maaf:

Kalau ga salah inget, ini adalah istilah pada masa orde baru. Kepercayaan pada Tuhan YME, berlaku utk agama2 yg tidak diresmikan / diakui oleh pemerintahan, maupun sistem kepercayaan yang tidak mempunyai nabi, kitab suci, maupun tata upacara.

Kalau agama, definisi yg dipakai pemerintah Ind adalah percaya Tuhan, ada Nabi, ada kitab sucinya, ada tata cara ibadah dan tentu saja harus ada umatnya.:D
Itu aja yang aku tahu.

simpanglima
August 25, 2009, 13:13
Kalau ga salah inget, ini adalah istilah pada masa orde baru. Kepercayaan pada Tuhan YME, berlaku utk agama2 yg tidak diresmikan / diakui oleh pemerintahan, maupun sistem kepercayaan yang tidak mempunyai nabi, kitab suci, maupun tata upacara.

Kalau agama, definisi yg dipakai pemerintah Ind adalah percaya Tuhan, ada Nabi, ada kitab sucinya, ada tata cara ibadah dan tentu saja harus ada umatnya.:D
Itu aja yang aku tahu.

Jadi Khong Hu Cu bukan Agama baru...ok...?

Kenapa masih ada orang yang berkeyakinan bahwa KHC itu cuma kepercayaan...?

pertama tidak adanya penjelasan tentang tata cara dan filosofi sembahyang dari leluhur kakek,nenek,kongco, maco klu di tanya kenapa harus ada buah2an dan sam seng ( ikan, ayam dan babi ) di meja sembahyang dan menggunakan hio ( lidi wangi ) ?
dan kenapa acara sembahyang itu harus dilaksanakan di tempat anak laki2 tertua...?

Mereka pasti menjawab.... ya...memang tradisi dan sudah sejak dulunya juga seperti itu. jawaban2 seperti inilah yang akhirnya orang menyimpulkan sendiri bahwa KHC adalah kepercayaan.
Jawaban dari leluhur2 kita itulah yang menyebabkan banyak anak, cucu mungkin cicitnya beralih ke ajaran lain yang lebih simple dan tidak bertele-tele.

padahal setahuku sembahyang besar hanya dilakukan 2 kali dalam 1 tahun yaitu saat perayaan imlek dan cheng beng ( sembahyang leluhur ) tolong di koreksi kalau salah

Padahal kalau saya kaji dan pelajari selama ini, banyak hal tersembunyi dibalik semuanya itu.
1. Untuk mengadakan sembahyang besar perlu biaya yang tidak sedikit, kalau anak laki2 tertua adalah orang berada tidak menjadi masalah, tapi kalau untuk hidupnya sendiri kembang kempis, apa yang terjadi...? inilah salah satu hal tersembunyi dalam ajaran KHC yaitu GOTONG ROYONG
di samping itu menghormati orang tua dan kakak tertua dengan datang ke rumahnya.

2.BUAH-BUAHAN dalam altar sembahyang itulah makanan yang dihasilkan dari tanah dan kita harus melestarikan tanah supaya semua tanaman bisa berbuah.
IKAN adalah mahkluk yang hidup di air, filosofinya jagalah alam air jangan sampai tercemar karena disanalah sumber kehidupan.
BABI adalah mahkluk tersubur di darat yang bisa menghasilkan daging yang juga merupakan sumber kehidupan filosofinya jagalah alam di darat.
AYAM / BURUNG DARA adalah mahkluk yang berada di udara yang berarti kita harus melestarikan juga alam udara.

3. HIO, adalah alat untuk bersembahyang yang terdiri hanya dari lidi. ketika semua sanak saudara selesai bersembahyang maka hio ini akan diletakan dalam satu tempat. satu lidi dengan mudah dipatahkan tetapi ketika semua lidi digabungkan akan menjadi satu kesatuan yang susah untuk dipatahkan. Filosofinya "Semua Penjuru Lautan adalah Saudara" jika bersatu tidak akan ada yang bisa memecah belah kesatuan.

Semoga apa yang sampaikan bisa menjadi bahan renungan dan kajian...

Hanya Kebajikan Berkenan Kepada Thian. Sian Cai.

dragonballz
September 23, 2009, 04:55
padahal setahuku sembahyang besar hanya dilakukan 2 kali dalam 1 tahun yaitu saat perayaan imlek dan cheng beng ( sembahyang leluhur ) tolong di koreksi kalau salah
Setahu saya sembahyang besar pada Tian ada 4 kali dalam setahun (King Thi Kong, Twan Yang, Tiong Jiu, 22 Des), dan sembahyang leluhur ada 3 kali (Cheng Beng, bln 7 tgl 15, sehari sebelum tahun baru Imlik) dalam setahun.

Padahal kalau saya kaji dan pelajari selama ini, banyak hal tersembunyi dibalik semuanya itu.
1. Untuk mengadakan sembahyang besar perlu biaya yang tidak sedikit, kalau anak laki2 tertua adalah orang berada tidak menjadi masalah, tapi kalau untuk hidupnya sendiri kembang kempis, apa yang terjadi...? inilah salah satu hal tersembunyi dalam ajaran KHC yaitu GOTONG ROYONG
di samping itu menghormati orang tua dan kakak tertua dengan datang ke rumahnya.

2.BUAH-BUAHAN dalam altar sembahyang itulah makanan yang dihasilkan dari tanah dan kita harus melestarikan tanah supaya semua tanaman bisa berbuah.
IKAN adalah mahkluk yang hidup di air, filosofinya jagalah alam air jangan sampai tercemar karena disanalah sumber kehidupan.
BABI adalah mahkluk tersubur di darat yang bisa menghasilkan daging yang juga merupakan sumber kehidupan filosofinya jagalah alam di darat.
AYAM / BURUNG DARA adalah mahkluk yang berada di udara yang berarti kita harus melestarikan juga alam udara.

3. HIO, adalah alat untuk bersembahyang yang terdiri hanya dari lidi. ketika semua sanak saudara selesai bersembahyang maka hio ini akan diletakan dalam satu tempat. satu lidi dengan mudah dipatahkan tetapi ketika semua lidi digabungkan akan menjadi satu kesatuan yang susah untuk dipatahkan. Filosofinya "Semua Penjuru Lautan adalah Saudara" jika bersatu tidak akan ada yang bisa memecah belah kesatuan.
Semoga apa yang sampaikan bisa menjadi bahan renungan dan kajian...
Hanya Kebajikan Berkenan Kepada Thian. Sian Cai.
Good explanation::v::

simpanglima
October 01, 2009, 18:15
Setahu saya sembahyang besar pada Tian ada 4 kali dalam setahun (King Thi Kong, Twan Yang, Tiong Jiu, 22 Des), dan sembahyang leluhur ada 3 kali (Cheng Beng, bln 7 tgl 15, sehari sebelum tahun baru Imlik) dalam setahun.


Good explanation::v::

sorry nech...yang aku maksud yang wajib dikunjungin sama sanak saudara...gitu loh.....biasanya ada di hari raya Sin Cia dan Cheng Beng. ( Tolong koreksi kalu salah ) memang King Thi Kong setiap tanggal 8 cia gwee adalah sembahyang besar terhadap Thian, Twan Yang / Peh Cun / Hari Kehidupan setiap tanggal 5 bulan 5, Tiong Jiu tanggal 15 bulan 8, Thang Cik / Hari Genta Rohani 22 Desember, tanggal 15 bulan 7 sebagai sembahyang leluhur , Cheng Beng / Ching Ming setiap 5 April, adalah hari2 besar umat KHC. mohon pencerahan dari senior2...supaya kita bisa berbagi dalam kebajikan, sian cai.