View Full Version : Polling RUU WAMIL tolak ato setuju?
singodimedjo
December 12, 2004, 17:40
yupe sapa setuju wamil sapa nda setuju!
n alasannya yah
semoga isa dikirim ke urlnya DPR :lol:
apa si DPR kita linknya?
w vote tidak setuju!
DWibowo1.
December 12, 2004, 23:24
Ngga setuju. Buat apa emangnya? Toch jumlah tentara udah banyak ini. Persenjataan aja parah ghitu koq. Tingkatkan dulu kemampuan persenjataan, baru ngomong jumlah personil.
** COMY **
December 13, 2004, 01:31
Tidak setuju..lah wong di genk kopasus aja alat-alatnya masih pada primitif ..gampang kena sadap negara -negara lain...beli dulu peralatan yg bener sesuai dgn jamannya baru mikirin wamil
geekboy_the_2nd
December 13, 2004, 01:54
Gue setuju. Jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar itu aset, kenapa nggak dimanfaatkan?
Selain itu pendidikan dasar militer menurut gue juga bisa membantu membentuk karakter dan meningkatkan disiplin (selain juga baik untuk kesehatan)
blueduck
December 13, 2004, 05:57
Originally posted by geekboy_the_2nd
Gue setuju. Jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar itu aset, kenapa nggak dimanfaatkan?
Selain itu pendidikan dasar militer menurut gue juga bisa membantu membentuk karakter dan meningkatkan disiplin (selain juga baik untuk kesehatan)
emang enak pendidikan militer?
koq menwa yg ga militer amat latihannya, banyak yg pengen bubarin?
Mr_Yellow
December 13, 2004, 06:17
SETUJU ATAU TIDAK... ITU SAMA SEKALI TIDAK PENTING....
sama aja udah kalah jauh... bandingin dengan tetangga...
kalah tentara... kalah senjata... kalah alat...
mau tampil pakai apa....
paling juga digertak singapore... takut tuh...
Singapura.
singapura yang luasnya hanya 0,33 persen Indonesia, memiliki:
sekitar 60.600 personel militer aktif
sekitar 300.000 cadangan militer.
total mobilisasi militer sekitar 360.600
senjata dan peralatan canggih... modifikasi sendiri.
pangkalan militer tersebar selain di negara sendiri, juga di Eropa, Amerika, Australia, sabah dll....
Anggaran pertahanan besar...
memiliki aliansi pertahanan dengan Amerika serikat, Inggris dan Australia.
Indonesia.
Indonesia negara kepulauan besar (di dunia), dengan jumlah penduduk 200 juta lebih, mempunyai:
sekitar 250.000 personil militer aktif, tanpa cadangan.
total mobilisasi militer sekitar 250.000
senjata dan peralatan parah.... kemampuan modifikasi terbatas...
Anggaran pertahanan????... tidak diketahui
tidak memiliki aliansi pertahanan dengan negara manapun di dunia.
punya beberapa biji pesawat modern hasil pembelian dari luar negeri, namun tidak dapat digunakan untuk kepentingan militer tanpa seijin si pembuat..... jika tetap digunakan maka akan dikenai sanksi... saat ini kondisinya sebagian besar tidak layak terbang... akibat terkena embargo suku cadang.... demikian halnya dengan peluru kendali... hampir seluruhnya telah kadaluwarsa.... tanpa suku cadang.
radar militer yang dimiliki non-standart... kemampuan pengawasan radar militer hanya 2/3 wilayah Indonesia... kemampuan aktif radar maksimal selama 12 jam setiap harinya... dengan sistim pengawasan acak..... jadi dalam waktu yang bersamaan hanya 1/3 wilayah udara Indonesia yang terawasi..... sehingga 1/6 wilayah udara Indonesia di bagian utara.... diawasi dan dikendalikan oleh militer Singapura...... demikian juga 1/6 di selatan diawasi dan dikendalikan oleh Australia..... yang 1/3 lagi tidak terawasi....
“INDONESIA SAMPAI DENGAN HARI INI BERDAULAT DI BAWAH UDARA ORANG LAIN”
Punya 2 kapal selam, yang satu saat ini sedang di potong-potong di Korsel....
Kemampuan pengawasan laut lemah, terutama dalam mengontrol lalu lintas laut pada alur laut kepulauan indonesia (alki)... ada tiga jalur alki yang membelah kepulauan indonesia... dari utara ke selatan....
Alki 1 (selat malaka – bangka - selat jawa)
Alki 2 (selat kalimantan - selat lombok)
Alki 3 (kepulauan Maluku – selat alor NTT)
pada ke 3 jalur ini.... lalu lintas laut internasional wajib di bebaskan... termasuk untuk armada perang.
Untuk Armada perang Amerika Serikat dan Australia memilih sendiri jalur yang mereka inginkan (biasanya melalui selat malaka – laut jawa – flores – timor)... suka-suka mereka memilih jalur laut indonesia....
“INDONESIA SAMPAI DENGAN HARI INI BERDAULAT DI ATAS LAUTAN ORANG LAIN”
punya kapal perang ex jerman yang udah ngek-ngok... sempat diprotes jerman saat digunakan untuk kegiatan militer di aceh....
punya pasukan darat inti hanya di pulau jawa dan di sulawesi selatan (2 divisi dengan senjata dan peralatan yang jauh dari layak)...... sedangkan pasukan darat lainnya tak lebihnya seperti cadangan militer di singapura.
Pengawasan perbatasan.... dan daerah pedalaman..... serta kepulauan2 khususnya di utara indonesia... sangat memprihatinkan....
Beberapa pulau tersebut memang hanya seluas pulau karang... bahkan ada yang timbul-tenggelam... namun banyak juga yang cukup luas dan berpendunduk.... pulau2 tersebut memang tak seberapa luas... namun luas laut yang menyertai pulau-pulau tersebut sangat menggiurkan negara tetangga... contoh sipadan-ligitan... luas lautnya ratusan mil... plus kandungan kekayaan laut... pulaunya tak ada nilai... tapi lautnya rek....
Apalagi sampai hari ini indonesia belum memiliki UU tentang batas wilayah....
sebuah negara kepulauan besar yang namanya Indonesia.... yang tidak tahu batas wilayahnya di mana????.... hanya sebatas klaim dari hindia-belanda... bersyukur dan berterima-kasih-lah kepada belanda.....
Contoh.... beberapa pulau di utara sulawesi yang berdekatan dengan filipina... hanya diawasi oleh satu tim patroli laut dengan menggunakan sebuah Kapal Angkatan Laut (KAL)... KAL itu semacam kapal kayu seperti kapal nelayan plus alat penerangan lampu templok yang pakai minyak tanah... itulah yang disebut KAL (Kapal Angkatan Laut)...... ini realita kawan... sama sekali tidak melebihkan atau mengurangi....
satu-satunya aparat negara yang ada di pulau-pulau tersebut adalah Babinsa (Koramil) yang sebentar lagi bakal ditarik karena telah dibubarkan... sesuai UU yang baru.
masyarakat di pulau-pulau tersebut memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mereka dari Filipina dan hidupnya sudah seperti warga Filipina... mereka lebih mengakui dirinya sebagai warga Filipina.... banyak yang seperti ini... ada lagi beberapa pulau dekat kalimantan dengan kondisi yang sama... warganya lebih memilih mengaku sebagai warga malaysia.... sama kondisinya dengan masyarakat yang berada di perbatasan pulau kalimantan dan papua.... belum lagi ditambah perbatasan NTT-Timor Leste yang masih dibawah kendali Australia....
SETUJU ATAU TIDAK... ITU SAMA SEKALI TIDAK PENTING....
Solusinya mungkin lebih baik kalau Indonesia menawarkan kepada Amerika... untuk memberikan tempat bagi pangkalan militer Amerika di Indonesia... dan turuti kemauan AS serta sekutunya.... pilihan itu lebih enak untuk orang indonesia... coba pollingnya seperti itu.... lebih menarik....
singodimedjo
December 13, 2004, 11:14
Originally posted by geekboy_the_2nd
Gue setuju. Jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar itu aset, kenapa nggak dimanfaatkan?
Selain itu pendidikan dasar militer menurut gue juga bisa membantu membentuk karakter dan meningkatkan disiplin (selain juga baik untuk kesehatan)
wah masih ada yg setuju yak :lol:
damn it liat dunk apa yg dilakukan orang2 yg dididik secara militer ke orang2 sipil?????
liad mereka ngegetok pala orang kaya ngegetok Semangka
mereka tendang orang kaya nendang kambing!
liad lulusan AKABRI STAN STPDN smuanya koruptor kelas tinggi, uda sekolah ngabisin APBN lulus malah makan abis APBN dll
wew :mad:
open up your eyes Please :mad:
Hamlet
December 13, 2004, 11:20
Membentuk karakter dan meningkatkan disiplin? Gak salah tulis tuh? Apa jaminan dengan adanya wamil, karakter warga Indo bisa meningkat terutama soal disiplin?
Yang bakalan ada yah pasukan2 muda berdarah panas yang cuma bisa bilang "Ya, Pak!"
Mau kaya Jerman di masa WWII? Telat. It had been done, no need for a sequel please.
singodimedjo
December 13, 2004, 11:26
Originally posted by Mr_Yellow
SETUJU ATAU TIDAK... ITU SAMA SEKALI TIDAK PENTING....
sama aja udah kalah jauh... bandingin dengan tetangga...
kalah tentara... kalah senjata... kalah alat...
mau tampil pakai apa....
paling juga digertak singapore... takut tuh...
Singapura.
singapura yang luasnya hanya 0,33 persen Indonesia, memiliki:
sekitar 60.600 personel militer aktif
sekitar 300.000 cadangan militer.
total mobilisasi militer sekitar 360.600
senjata dan peralatan canggih... modifikasi sendiri.
pangkalan militer tersebar selain di negara sendiri, juga di Eropa, Amerika, Australia, sabah dll....
Anggaran pertahanan besar...
memiliki aliansi pertahanan dengan Amerika serikat, Inggris dan Australia.
Indonesia.
Indonesia negara kepulauan besar (di dunia), dengan jumlah penduduk 200 juta lebih, mempunyai:
sekitar 250.000 personil militer aktif, tanpa cadangan.
total mobilisasi militer sekitar 250.000
senjata dan peralatan parah.... kemampuan modifikasi terbatas...
Anggaran pertahanan????... tidak diketahui
tidak memiliki aliansi pertahanan dengan negara manapun di dunia.
punya beberapa biji pesawat modern hasil pembelian dari luar negeri, namun tidak dapat digunakan untuk kepentingan militer tanpa seijin si pembuat..... jika tetap digunakan maka akan dikenai sanksi... saat ini kondisinya sebagian besar tidak layak terbang... akibat terkena embargo suku cadang.... demikian halnya dengan peluru kendali... hampir seluruhnya telah kadaluwarsa.... tanpa suku cadang.
radar militer yang dimiliki non-standart... kemampuan pengawasan radar militer hanya 2/3 wilayah Indonesia... kemampuan aktif radar maksimal selama 12 jam setiap harinya... dengan sistim pengawasan acak..... jadi dalam waktu yang bersamaan hanya 1/3 wilayah udara Indonesia yang terawasi..... sehingga 1/6 wilayah udara Indonesia di bagian utara.... diawasi dan dikendalikan oleh militer Singapura...... demikian juga 1/6 di selatan diawasi dan dikendalikan oleh Australia..... yang 1/3 lagi tidak terawasi....
“INDONESIA SAMPAI DENGAN HARI INI BERDAULAT DI BAWAH UDARA ORANG LAIN”
Punya 2 kapal selam, yang satu saat ini sedang di potong-potong di Korsel....
Kemampuan pengawasan laut lemah, terutama dalam mengontrol lalu lintas laut pada alur laut kepulauan indonesia (alki)... ada tiga jalur alki yang membelah kepulauan indonesia... dari utara ke selatan....
Alki 1 (selat malaka – bangka - selat jawa)
Alki 2 (selat kalimantan - selat lombok)
Alki 3 (kepulauan Maluku – selat alor NTT)
pada ke 3 jalur ini.... lalu lintas laut internasional wajib di bebaskan... termasuk untuk armada perang.
Untuk Armada perang Amerika Serikat dan Australia memilih sendiri jalur yang mereka inginkan (biasanya melalui selat malaka – laut jawa – flores – timor)... suka-suka mereka memilih jalur laut indonesia....
“INDONESIA SAMPAI DENGAN HARI INI BERDAULAT DI ATAS LAUTAN ORANG LAIN”
punya kapal perang ex jerman yang udah ngek-ngok... sempat diprotes jerman saat digunakan untuk kegiatan militer di aceh....
punya pasukan darat inti hanya di pulau jawa dan di sulawesi selatan (2 divisi dengan senjata dan peralatan yang jauh dari layak)...... sedangkan pasukan darat lainnya tak lebihnya seperti cadangan militer di singapura.
Pengawasan perbatasan.... dan daerah pedalaman..... serta kepulauan2 khususnya di utara indonesia... sangat memprihatinkan....
Beberapa pulau tersebut memang hanya seluas pulau karang... bahkan ada yang timbul-tenggelam... namun banyak juga yang cukup luas dan berpendunduk.... pulau2 tersebut memang tak seberapa luas... namun luas laut yang menyertai pulau-pulau tersebut sangat menggiurkan negara tetangga... contoh sipadan-ligitan... luas lautnya ratusan mil... plus kandungan kekayaan laut... pulaunya tak ada nilai... tapi lautnya rek....
Apalagi sampai hari ini indonesia belum memiliki UU tentang batas wilayah....
sebuah negara kepulauan besar yang namanya Indonesia.... yang tidak tahu batas wilayahnya di mana????.... hanya sebatas klaim dari hindia-belanda... bersyukur dan berterima-kasih-lah kepada belanda.....
Contoh.... beberapa pulau di utara sulawesi yang berdekatan dengan filipina... hanya diawasi oleh satu tim patroli laut dengan menggunakan sebuah Kapal Angkatan Laut (KAL)... KAL itu semacam kapal kayu seperti kapal nelayan plus alat penerangan lampu templok yang pakai minyak tanah... itulah yang disebut KAL (Kapal Angkatan Laut)...... ini realita kawan... sama sekali tidak melebihkan atau mengurangi....
satu-satunya aparat negara yang ada di pulau-pulau tersebut adalah Babinsa (Koramil) yang sebentar lagi bakal ditarik karena telah dibubarkan... sesuai UU yang baru.
masyarakat di pulau-pulau tersebut memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mereka dari Filipina dan hidupnya sudah seperti warga Filipina... mereka lebih mengakui dirinya sebagai warga Filipina.... banyak yang seperti ini... ada lagi beberapa pulau dekat kalimantan dengan kondisi yang sama... warganya lebih memilih mengaku sebagai warga malaysia.... sama kondisinya dengan masyarakat yang berada di perbatasan pulau kalimantan dan papua.... belum lagi ditambah perbatasan NTT-Timor Leste yang masih dibawah kendali Australia....
SETUJU ATAU TIDAK... ITU SAMA SEKALI TIDAK PENTING....
Solusinya mungkin lebih baik kalau Indonesia menawarkan kepada Amerika... untuk memberikan tempat bagi pangkalan militer Amerika di Indonesia... dan turuti kemauan AS serta sekutunya.... pilihan itu lebih enak untuk orang indonesia... coba pollingnya seperti itu.... lebih menarik....
yang jelas IMHO militer diperlukan hanya ketuika suatu negara mau bertindak aktif dalam artian menyerang ato yg lain
ketika negara tidak memiliki organisasi yg bersifat militer tetapi negara mampu "mengenyangkan" dan membagi rata "kue"nya
maka tidak akan ada yg namanya pemberontakan, so adanya militer untuk defensif purpose itu nda penting
toh kalo negara sudah mampu "mengenyangkan" dan membagi rata "kue"nya ketika ada ancaman dari luar (ex: aneksasi dll etc)
pasti dengan rela warganya mau membela, tidak akan ada looser2 yg lari keluar negeri karena negara telah mampu mengayomi dan melindungi warganya
saat saat seperti itu dapaty dicapai hanya dengan MEMBUBARKAN MILITER dan MEMBUANG JAUH2 PIKIRAN TENTANG BETAPA BAIK dan POSITIFNYA MILITER
Bayangkan jika MIliter tidak ada?
Berapa banyak Dana APBN bisa disalurkan ke dana pendidikan dan dana kesehatan dan kesejahteraan masyarakat?
yah nda usa minta Amerika buka pangkalan disini, tanpa bokong Amerika berjaga di negara kita kita pun sanggup menjaga diri, walaupun tanpa peralatan militer apapun, cukup jika satu kalimat bisa ditelorkan dari masyarakat Indonesia yg berbeda2 satu kalimat "saya rela mati demi bangsa ini" saya rasa sudah cukup untuk mempertahankan bangsa ini dari aneksasi dll
walaupun tanpa militer
asal segala macam sara dll dihapus dulu
mari kenyangkan perut rakyat
mari bubarkan organisasi2 sekolah tinggi yg tolol yg hanya menghasilkan pejabat-pejabat korup dan orang2 "sakit" dan gila
(baca : STAN STPDN AKABRI)
Mari unggulkan pendidikan sipil yang sesungguhnya
search
December 13, 2004, 12:48
gak setuju, karena negara masih dlm keadaan aman, tdk dlm keadaan terancam, dan itu hanya menghabiskan uang saja, mendingan peralatan perang yg ditambah, jgn beli yg bekas. atau untuk mengatasi kemiskinan di negara ini.
coqueline
December 13, 2004, 13:06
Pemerintah mending urus kerjaan sendiri dulu sampe beres, baru nuntut2 wajib2 ini itu dari rakyat...
Mr_Yellow
December 13, 2004, 14:08
Originally posted by singodimedjo
yang jelas IMHO militer diperlukan hanya ketuika suatu negara mau bertindak aktif dalam artian menyerang ato yg lain
ketika negara tidak memiliki organisasi yg bersifat militer tetapi negara mampu "mengenyangkan" dan membagi rata "kue"nya
maka tidak akan ada yg namanya pemberontakan, so adanya militer untuk defensif purpose itu nda penting
toh kalo negara sudah mampu "mengenyangkan" dan membagi rata "kue"nya ketika ada ancaman dari luar (ex: aneksasi dll etc)
pasti dengan rela warganya mau membela, tidak akan ada looser2 yg lari keluar negeri karena negara telah mampu mengayomi dan melindungi warganya
saat saat seperti itu dapaty dicapai hanya dengan MEMBUBARKAN MILITER dan MEMBUANG JAUH2 PIKIRAN TENTANG BETAPA BAIK dan POSITIFNYA MILITER
Bayangkan jika MIliter tidak ada?
Berapa banyak Dana APBN bisa disalurkan ke dana pendidikan dan dana kesehatan dan kesejahteraan masyarakat?
yah nda usa minta Amerika buka pangkalan disini, tanpa bokong Amerika berjaga di negara kita kita pun sanggup menjaga diri, walaupun tanpa peralatan militer apapun, cukup jika satu kalimat bisa ditelorkan dari masyarakat Indonesia yg berbeda2 satu kalimat "saya rela mati demi bangsa ini" saya rasa sudah cukup untuk mempertahankan bangsa ini dari aneksasi dll
walaupun tanpa militer
asal segala macam sara dll dihapus dulu
mari kenyangkan perut rakyat
mari bubarkan organisasi2 sekolah tinggi yg tolol yg hanya menghasilkan pejabat-pejabat korup dan orang2 "sakit" dan gila
(baca : STAN STPDN AKABRI)
Mari unggulkan pendidikan sipil yang sesungguhnya
please.... monggo mawon pak singodimedjo...
Mr_Yellow
December 13, 2004, 14:13
Originally posted by coqueline
Pemerintah mending urus kerjaan sendiri dulu sampe beres, baru nuntut2 wajib2 ini itu dari rakyat...
apa ada pemerintah yang isa ngurus kerjaan dewe... tanpa nuntut2 wajib2 ini itu dari rakyat...????
coqueline
December 13, 2004, 15:05
Maksud gue, kerjaan mereka yg udah ada sekarang ini urusin dulu yg bener, baru bikin2 peraturan baru buat rakyat...
Dinadone
December 13, 2004, 15:46
Originally posted by singodimedjo
yupe sapa setuju wamil sapa nda setuju!
n alasannya yah
semoga isa dikirim ke urlnya DPR :lol:
apa si DPR kita linknya?
w vote tidak setuju!
abstain... no comment...
om singo... link DPR (si tukang korup) neh:
http://www.geocities.com/kutuliskan/image/gedung_dpr01.JPG (http://www.dpr.go.id/)
http://www.dpr.go.id/
DWibowo1.
December 13, 2004, 16:25
Originally posted by Mr_Yellow
SETUJU ATAU TIDAK... ITU SAMA SEKALI TIDAK PENTING....
sama aja udah kalah jauh... bandingin dengan tetangga...
kalah tentara... kalah senjata... kalah alat...
mau tampil pakai apa....
paling juga digertak singapore... takut tuh...
Singapura.
singapura yang luasnya hanya 0,33 persen Indonesia, memiliki:
sekitar 60.600 personel militer aktif
sekitar 300.000 cadangan militer.
total mobilisasi militer sekitar 360.600
senjata dan peralatan canggih... modifikasi sendiri.
pangkalan militer tersebar selain di negara sendiri, juga di Eropa, Amerika, Australia, sabah dll....
Anggaran pertahanan besar...
memiliki aliansi pertahanan dengan Amerika serikat, Inggris dan Australia.
Indonesia.
Indonesia negara kepulauan besar (di dunia), dengan jumlah penduduk 200 juta lebih, mempunyai:
sekitar 250.000 personil militer aktif, tanpa cadangan.
total mobilisasi militer sekitar 250.000
senjata dan peralatan parah.... kemampuan modifikasi terbatas...
Anggaran pertahanan????... tidak diketahui
tidak memiliki aliansi pertahanan dengan negara manapun di dunia.
punya beberapa biji pesawat modern hasil pembelian dari luar negeri, namun tidak dapat digunakan untuk kepentingan militer tanpa seijin si pembuat..... jika tetap digunakan maka akan dikenai sanksi... saat ini kondisinya sebagian besar tidak layak terbang... akibat terkena embargo suku cadang.... demikian halnya dengan peluru kendali... hampir seluruhnya telah kadaluwarsa.... tanpa suku cadang.
makanya jalan satu2-nya buat Indonesia cuman beli dari Russia, negara2 Eropa Timur, or China klo untuk persenjataan berat. Mereka ini ga pernah ribut soal penggunaan senjata.
Untuk persenjataan yg kita udah bisa bikin lebih baik kita ngga perlu import. Selain lebih murah, dengan beli dari produsen dalam negeri khan jadinya mereka bisa ada dana untuk pengembangan. Contohnya untuk senapan serbu, ngapain sech kita beli AK atau M-16? Toch kita punya PINDAD SS-1. Untuk kendaraan lapis baja, yg kemaren dipake di Aceh itu juga hasil bikinan kita sendiri. Untuk kapal patroli, juga ga perlu import dari KorSel atau lain2. PT PAL udah bisa bikin koq. Emangnya nelayan2 asing itu bakal ngelawan pake Sparrow Missile? :hehe malah PT PAL udah bisa bikin kapal perang kelas corvette khan? terus untuk PT DI, sebisa mungkin kita harus pinter2 ngelobi Russia supaya dikasi lisensi untuk ngerakit produk2 mereka. Ya setidaknya helikopter dech, ngga perlu pesawat tempur. Kalo India dan Cina aja bisa, masak kita ngga?
Solusinya mungkin lebih baik kalau Indonesia menawarkan kepada Amerika... untuk memberikan tempat bagi pangkalan militer Amerika di Indonesia... dan turuti kemauan AS serta sekutunya.... pilihan itu lebih enak untuk orang indonesia... coba pollingnya seperti itu.... lebih menarik....
Wah kalo untuk ini justru gwe malah lebih ga setuju. Tadhi loe diatas ngomong tentang kedaulatan segala macem sekarang malah ngomongin ngasi ijin buat pangkalan US di wilayah kedaulatan RI. Kalo solusinya ngasi ijin buat US bikin pangkalan di wilayah Indonesia, wah terus terang gwe lebih milih WAMIL daripada liat militer asing berada di wilayah RI !!!
Btw, paragraf loe yg terakhir itu mengingatkan gwe pada salah satu user disini :hehe
blueduck
December 13, 2004, 16:27
emang indonesia kayak singapura? ga punya utang?
ngurusin militer boleh, tapi sekarang cuma sebatas mempertahankan apa yg ada.
1. kalo mo diperkuat, gimana???????yg idup di indo akhirnya cuma tentara aja, knapa????? karena anggaran (anggaran TNI 30 triliun, untuk personil aja) udah habis buat belanja militer, yg laen mati ato pergi, karena pengusaha ga mau lagi invest di indo karena ga ada infrastruktur yg memadai, apa ada pengusaha invest di tengah pulau harus bangun jalan sendiri sampe pelabuhan???????????, rakyat jadi pengangguran, mau makan apa?????????????, realistis deh jangan bandingin sama singapura.
udah tau kan indo bayar utangnya gimana? bayar USD 2, 2 miliar misalnya, trus utang baru USD 2, 7 miliar (ini kejadian s/d tahun 2003, kalo ga salah)
2. perkuat indonesia, berapa lama??????, negara laen malah pikir indo mo "ngemplang' hutang, apa ga langsung di serang????
3. perairan indo di intrusi asing, ya udah mo diapain??????
yg jelas2 lah, ada beberapa kapal asing, penangkap ikan, penyelundupan kayu, ditangkap TNI, koq malah lepasnya mudah, ini dulu deh diberesin kejauhan bahas kapal selem dll.
4. kapal perang jerman??????????, kapal buat daerah dingin dipake didaerah tropis, hasil kerjasama orang keblinger, ini dulu deh diberesin jangan ada yg lucu2
blueduck
December 13, 2004, 18:43
Selasa, 21 Mei 2002 Berita Utama
Kapal Perang Eks Jerman Timur Mangkrak
Tidak Ada Anggaran Perbaikan
ASAL JERMAN:Kapal jenis korvete tipe parchim asal Jerman Timur lebih cepat dibanding kapal buatan Belanda. Bentuknya yang kecil dan lincah cocok untuk kapal patroli .(Foto:Suara Merdeka/jo-55)
TIGA puluh enam kapal TNI-Al yang dibeli dari Jerman Timur lewat tangan Habibie kini rusak parah. Jumlah total 39 kapal, namun yang bisa beroperasi hanya tiga buah. Perbaikan kapal-kapal tersebut dipercayakan kepada PT PAL Surabaya, tetapi karena ketiadaan biaya terpaksa hingga sekarang kapal-kapal tersebut masih Mangkrak.
KSAL Laksamana Bernard Kent Sondakh mengakui perbaikan sejumlah kapal itu belum tersentuh untuk perbaikan dan bukan lantaran masalah lain. Tapi hal yang paling utama, karena memang tidak ada anggaran. Untuk pergantian mesin-mesin saja jelas membutuhkan dana tidak sedikit.
Perjalanan panjang yang harus ditempuh sekadar untuk memiliki sejumlah kapal perang tersebut tampaknya memang tidak bisa dipisahkan dari aspek politik waktu itu. Namun jika berbicara masalah itu, tidak akan ada habis-habisnya. Bukan karena apa-apa melainkan yang menjadi pemikiran semua pihak, pada kenyataannya sebagian besar kondisi kapal perang itu rusak. Lantas, langkah apa yang harus ditempuh?
Kapal yang dibeli pada 1996 dengan nilai yang sangat tinggi bahkan kontroversial kini harus mendekam di PT PAL Surabaya. Tiga puluh sembilan kapal tersebut terdiri atas 16 kapal korvete jenis Parchim, 14 kapal amfibi Landing Ship Tank (LST), dan 9 kapal sejenis penyapu ranjau.
Kondisi kapal buatan 1974-1976 itu sangat memprihatinkan. Sumber di TNI-AL menyebut, kapal-kapal tersebut sudah disebar di Armada Kawasan Barat (Armabar) dan di Armada Kawasan Timur (Armatim). Dan, kini sandarnya kapal-kapal yang mengalami kerusakan memang sebagian besar di PT PAL, meskipun disebut juga ada yang masuk dok di Pare-Pare dan di Semarang.
KSAL Bernard mengemukakan, perbaikan kali ini akan dilakukan secara total dalam artian menjadikan kapal tersebut laik tempur. Kondisi kapal sudah tidak bisa optimal dengan kecepatan yang seharusnya dimiliki kendati bodinya tergolong kuat tapi tetap harus direnovasi. Terlebih lagi desain awal kapal-kapal itu cocok untuk perairan di Atlantik dengan cuaca dingin. Jelas di Indonesia kurang bagus lantaran tropis. Selain itu, juga tidak difungsikan untuk operasi yang makan waktu mingguan atau bulanan.
Bukan Tropis
Rektor ITS dan juga guru besar dalam Ilmu Teknik Perkapalan ITS Surabaya Prof Ir Soegiono mengaku tidak pernah tahu masalah pengadaan kapal tersebut. Apalagi pada masa itu segalanya serbatidak jelas dan pihaknya sebagai orang yang banyak berkecimpung di dunia perkapalan baik sipil maupun militer juga tidak pernah dilibatkan di dalamnya.
Hanya saja jika melihat kondisi dan data teknis yang dimiliki kapal tersebut, dia melihat bahwa kapal itu bukan dirancang untuk perairan di daerah tropis apalagi untuk pendinginannya pun jauh berbeda dengan di Indonesia.
Soegiono, mantan Acting Surveyor to Lloyd's register of shipping di Surabaya, dan juga pernah menimba ilmu di tempat yang sama dengan Habibie di Ship Design and Naval Architecture, Department of Naval Architecture and Ocean Engineering, RWTH Aachen, Jerman.
Jika dilihat dari segi harga memang jauh sangat murah dibandingkan dengan membeli baru. Harga baru kapal jenis Parchim 200 juta dolar AS. Waktu itu, Menteri Keuangan Mar'ie Muhammad yang menilai anggaran pembelian 39 kapal sangat besar karena mencapai 1 miliar dolar AS. Uang sejumlah itu disebut oleh Habibie sudah termasuk untuk membangun pangkalannya. Akan tetapi, Mar'ie Muhammad memberi plafon 319 juta dolar AS dan akhirnya berkembang menjadi 442 juta dolar AS dengan catatan pembangunan pangkalannya ditunda.
Tapi bila dilihat dari manfaat, jelas harus dilihat secara detail. Padahal jika waktu itu sebelum terjadi pembelian Habibie mau mendengar beragam saran dari tim ekonomi dan ahli-ahli perkapalan jelas tidak akan melakukan tindakan seperti itu, dan tidak meninggalkan beban atau masalah. Apalagi menyangkut keamanan nasional.
Dia sependapat dengan ucapan KSAL Laksamana Bernadt bahwa kapal perang rusak bisa disebut sebagai macan ompong, seperti barang-barang yang tidak bergerak sama sekali alias besi tua.(Wiharjono-16j)
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA
Merovingian
December 13, 2004, 21:26
emang bener si setuju apa nda setuju tu nda penting..tapi aku pilih gak setuju..soal anggaran militer dikit, yaa lebih baik anggarannya buwat yang jauh lebih penting dari militer, kyk pendidikan dan semacamnya...
soal kalah gertak ma tetanga..walah..singapura tu apa..cuman negara sak upil gitu...nda usah pake tentara kita bisa menang koq :D, kalow mereka macem2 selundupin aja preman tanah abang, preman medan, dan preman madura kesana...nda usah banyak2 20000 orang ajah ehehehe...dijamin tenggelam tuh pulau.. :D ...huehehehehee........
soal pangkalan militer aku nda setuju.....bayangin aja udah nda bedaulat di laut sendiri, udara sendiri, eeh..dgn adanya pangkalan militer jadi nda bedaulat di tanah sndiri...punya apa terus kita?
singodimedjo
December 15, 2004, 06:33
BUBARKAN MILITER!
itu intinya
kalo militer bubar anggaran isa dialokasikan ke yg lain2 yg lebih penting!
Militer bukan titik klimaks pertahanan negara, itu aja yg perlu diingat!
by blueduck Dia sependapat dengan ucapan KSAL Laksamana Bernadt bahwa kapal perang rusak bisa disebut sebagai macan ompong, seperti barang-barang yang tidak bergerak sama sekali alias besi tua.
negara yg rakyatnya lari ketika negara itu dijajah sudah lebih buruk dari macan ompong =)
kalopun negara tidak punya alat perang yg memadai tapi punya 100% rasa cinta negara dari warganya sudah cukup. IMO
apa? landasan militer di Indonesia? uda emas dikerok, aspal dijilat, perak digali, minyak dikeduk? itu smua org2 kapitalis itu yg makan! kalo ada pangkalan disini mau pa kita? jadi buangan di tanah sendiri? :cry:
singodimedjo
December 15, 2004, 06:38
eh iya dinadone thx buat link nya yg dpr itu yah
:maaf:
kepikBIRU
December 15, 2004, 09:36
gua minta banget Indonesia dijajah dan dipecah belah .. pleasee?!??? australia ?? amrik ? jepang ??? singapore?? anyone ???
heheheh ... let's face it tho :) kalo indo dijajah, (tergantung penjajah barunya sapa), kemungkinan besar:
1. utangnya banyak diapus
2.struktur kepemerintahan dibenahi dengan cepat dan tanpa tedeng aling2
3. kita mesti bayar negara penjajah emang tapi I don't see any difference antara bayar negara penjajah sama bayar pejabat, cuman yg satunya terang2an yg satunya gelap2an.
4. malu jadi negara jajahan. kayaknya sih skrg udah gak terlalu penting. US Virgin Islands nggak pernah pusing jadi negara jajahan asal hidupnya aman tentram n disuntikin dana mulu.
5. I guess kita udah rock bottom on corruption etc, nowhere to go but up :)
so ada penjual negara disini?
coqueline
December 15, 2004, 12:11
Masalahnya, siapa yg mo beli, udah gede, banyak masalah, susah diatur pula... :o :o :o
Mr_Yellow
December 15, 2004, 15:55
Originally posted by singodimedjo
BUBARKAN MILITER!
itu intinya
kalo militer bubar anggaran isa dialokasikan ke yg lain2 yg lebih penting!
Militer bukan titik klimaks pertahanan negara, itu aja yg perlu diingat!
apa yang lebih penting???
negara yg rakyatnya lari ketika negara itu dijajah sudah lebih buruk dari macan ompong =)
kalopun negara tidak punya alat perang yg memadai tapi punya 100% rasa cinta negara dari warganya sudah cukup. IMO
100% rasa cinta negara... wujudnya????
sudah cukup???? contohnya...
apa? landasan militer di Indonesia? uda emas dikerok, aspal dijilat, perak digali, minyak dikeduk? itu smua org2 kapitalis itu yg makan! kalo ada pangkalan disini mau pa kita? jadi buangan di tanah sendiri? :cry:
memangnya kenapa dengan kapitalis????
tanpa bantuan kapitalis, indonesia pasti sudah kolaps....
jaminan sosial tertinggi ada di negara kapitalis...
Mr_Yellow
December 15, 2004, 16:04
Originally posted by kepikBIRU
gua minta banget Indonesia dijajah dan dipecah belah .. pleasee?!??? australia ?? amrik ? jepang ??? singapore?? anyone ???
heheheh ... let's face it tho :) kalo indo dijajah, (tergantung penjajah barunya sapa), kemungkinan besar:
1. utangnya banyak diapus
2.struktur kepemerintahan dibenahi dengan cepat dan tanpa tedeng aling2
3. kita mesti bayar negara penjajah emang tapi I don't see any difference antara bayar negara penjajah sama bayar pejabat, cuman yg satunya terang2an yg satunya gelap2an.
4. malu jadi negara jajahan. kayaknya sih skrg udah gak terlalu penting. US Virgin Islands nggak pernah pusing jadi negara jajahan asal hidupnya aman tentram n disuntikin dana mulu.
5. I guess kita udah rock bottom on corruption etc, nowhere to go but up :)
so ada penjual negara disini?
setuju.... ini koment yang tidak muna....
Solusinya mungkin lebih baik kalau Indonesia menawarkan kepada Amerika... untuk memberikan tempat bagi pangkalan militer Amerika di Indonesia... dan turuti kemauan AS serta sekutunya.... pilihan itu lebih enak untuk orang indonesia...
dulu indonesia bersatu karena ada belanda....
kalau sekarang mau bersatu... untuk nyolong bareng2...
Mr_Yellow
December 15, 2004, 16:08
Originally posted by coqueline
Masalahnya, siapa yg mo beli, udah gede, banyak masalah, susah diatur pula... :o :o :o
pasir laut saja laku kok....
coqueline
December 15, 2004, 16:17
Beli pasir laut bisa menyelesaikan suatu masalah, bukan malah nambah2in pikiran yg beli...
blueduck
December 15, 2004, 16:18
Originally posted by kepikBIRU
so ada penjual negara disini?
secara perorangan sudah dari dulu terjual contoh :
- udah ada yg ngejual, timor timur bisa dibilang 'dijual', karena alasan utk referendum sebenarnya tidak jelas (katanya demi demokrasi, rakyatnya minta pisah dll), coba orang yg ngejualnya aja seorang pemimpin, dia sama sekali ga memandang berapa nyawa (TNI) yg udah hilang utk timor timur.
- freeport dapet lisensi untuk tembaga, waktu mo habis lisensinya diperpanjang, entah gimana akhirnya berikut lisensi emasnya juga. Sudah banyak ahli yg ngomong kalo tembaga itu biasanya diikuti emas (aturan kimia dll), dan dari dulu sudah disarankan berhati2 terhadap bagi hasil freeport, jadilah bagi hasil ke indo tidak memuaskan. Belon lagi kerusakan lingkungannya.
oh iya utang indo tuuh sebenarnya udah +/- 1000 triliun (LN : USD 70 miliar) belon yg swasta.
indonesia secara ekonomi sudah terjual dg anggaran yg defisit terus ga bakal kebayar itu utang.
kepikBIRU
December 15, 2004, 17:05
Astagaaaa .,.. Timor Timur itu bukan dijual mas!!! Timor Timur itu negara yang kita jajah dan akhirnya mereka merdeka !! gila yah masih ada yg mikir kita memiliki Timor Timur ..ckckckck
Waktu kita merampok wilayah Timtim, kita melakukannya tanpa persetujuan PBB (laen sama Irian Jaya yg ada referendum yg disupervise PBB). Tentara kita menyeberang masuk ke Timtim abis itu dengan hebatnya membunuhi semua macam tentara Tim2 yg anti-Indonesia, baik yg mau merdeka sendiri atau yg mau balik nunut Portugal. Setelah itu kita jalanin sendiri referendum disana sambil dijaga sama tentara Indonesia. Tau sendiri track record Soeharto sama pemilu/referendum/pemungutan suara itu kayak gimana.
Kenapa PBB ngga ikut campur tangan ?!?
karena Amrik yg melarang. Banyak yg bilang Amrik mensponsori (yang pasti kita bisa bilang kalau Amrik membiarkan) Indonesia untuk menjajah Timtim supaya nggak jatuh ke communism.
Setelah bahaya komunisme, Timtim dipertahankan Indonesia karena alasan sejarah (kepalang nipu 200 juta orang malu atuhhh!!!) dan juga alasan monetary (celah timor, cadangan minyak, $$$$) dan juga alasan militer (latihan tembak).
sancho
December 16, 2004, 07:32
Originally posted by kepikBIRU
Astagaaaa .,.. Timor Timur itu bukan dijual mas!!! Timor Timur itu negara yang kita jajah dan akhirnya mereka merdeka !! gila yah masih ada yg mikir kita memiliki Timor Timur ..ckckckck
Waduh kepik payah neh loe orang indo tapi ga ada rasa nasionalis, negara mana bisa maju, bukankah negara itu tergantung rakyatnya?
Originally posted by kepikBIRU
gua minta banget Indonesia dijajah dan dipecah belah .. pleasee?!??? australia ?? amrik ? jepang ??? singapore?? anyone ???
Justru gw mo usulin agar indonesia mencaplok brunei dulu, kemudian, lanjut ke malaysia dan singapore. Agar amerika dan australia tidak campur tangan perlu kerjasama dengan negara arab, jepang & china untuk membagi jatahan brunei. Cepat lambat belanda pasti akan sok campur tangan lagi. Jika Indonesia bisa menjajah belanda, itu baru dreams come true :D
Gile kalo habis ngopi trus ngeforum enak rasanya :p
dragz
December 16, 2004, 07:46
gue setuju ma kepik kok.. dipandang dari sudut manapun, timor timur itu hasil aneksasi indonesia dengan pengetahuan dan persetujuan amerika (dan australia), dengan prefix menghalangi laju komunisme :D
mungkin logika gitu tahun 70 bener.. tapi kalo sekarang harusnya lebih bener tuh, preemptive attack :haha
bertentangan dengan UUD 45 kok..
anyway, timor timur udah jadi sejarah kok :D
kepikBIRU
December 16, 2004, 10:51
Waduh kepik payah neh loe orang indo tapi ga ada rasa nasionalis, negara mana bisa maju, bukankah negara itu tergantung rakyatnya?
negara maju bukan karena rasa nasionalis rakyatnya bang, negara maju tergantung efektifitas pemerintah untuk mendorong produktivitas rakyatnya to the max level n ngatur kontrol2 indikator2 ekonomi supaya iklimnya memungkinkan untuk rakyat2 bisa maju to the max level.
Jangan terjebak di jaman elvis gigit kuda. Nasionalisme cuman nolong kalo lagi perang doank :D
Justru gw mo usulin agar indonesia mencaplok brunei dulu, kemudian, lanjut ke malaysia dan singapore. Agar amerika dan australia tidak campur tangan perlu kerjasama dengan negara arab, jepang & china untuk membagi jatahan brunei. Cepat lambat belanda pasti akan sok campur tangan lagi. Jika Indonesia bisa menjajah belanda, itu baru dreams come true
Mana bisa indo nyaplok brunai tanpa nyaplok malaysia dulu. Lagian apa nolongnya Indo nyaplok brunai ? Brunai nyaplok Indo itu baru nolong kali.
blueduck
December 16, 2004, 13:20
Originally posted by kepikBIRU
Astagaaaa .,.. Timor Timur itu bukan dijual mas!!! Timor Timur itu negara yang kita jajah dan akhirnya mereka merdeka !! gila yah masih ada yg mikir kita memiliki Timor Timur ..ckckckck
Waktu kita merampok wilayah Timtim, kita melakukannya tanpa persetujuan PBB (laen sama Irian Jaya yg ada referendum yg disupervise PBB). Tentara kita menyeberang masuk ke Timtim abis itu dengan hebatnya membunuhi semua macam tentara Tim2 yg anti-Indonesia, baik yg mau merdeka sendiri atau yg mau balik nunut Portugal. Setelah itu kita jalanin sendiri referendum disana sambil dijaga sama tentara Indonesia. Tau sendiri track record Soeharto sama pemilu/referendum/pemungutan suara itu kayak gimana.
Kenapa PBB ngga ikut campur tangan ?!?
karena Amrik yg melarang. Banyak yg bilang Amrik mensponsori (yang pasti kita bisa bilang kalau Amrik membiarkan) Indonesia untuk menjajah Timtim supaya nggak jatuh ke communism.
Setelah bahaya komunisme, Timtim dipertahankan Indonesia karena alasan sejarah (kepalang nipu 200 juta orang malu atuhhh!!!) dan juga alasan monetary (celah timor, cadangan minyak, $$$$) dan juga alasan militer (latihan tembak).
oh gitu masalah gila?
kalo yg pengen indonesia dijajah gimana? emang yg dulu berjuang ga korban nyawa?
terlepas dari urusan sejarah gimana dulu timor timur masuk indo, gw cuma pengen ngebahas gimana mudahnya indo diteken oleh pihak luar, dan itu tanpa melalui jalan militer, tapi kebanyakan lewat ekonomi, jadi intinya yg lebih urgent tuh pembenahan sektor ekonomi dulu
gw bingung menurut eloe kalo US boleh ngejajah (virgin island), tapi masalah timor timur eloe menganggap tidak wajar kalo indonesia mempertahankan timor timur?
gw juga jadi bingung ttg pandangan eloe?, tanpa menyinggung masalah nasionalis ato ga nya eloe (krn eloe punya ide supaya indo dijajah kan), apa itu solusinya?
kepikBIRU
December 16, 2004, 13:34
heheh kita nggak bisa punya pandangan garis keras "TIDAK BOLEH ADA PENJAJAHAN DI DUNIA INI"
karena I think orang2 Virgin Islands sendiri makmur kok dijadiin US Teritorries (banyak duit masuk dari motherland). Nggak kayak orang Timtim yg dibunuh2in dan dirusak penghidupannya. Jadi mereka (Virgin Islands) ngga keberatan dijajah US.
I care about the people not the ideology. Kalo orangnya ngga mau dijajah yah jangan dijajah... kalo orangnya mau dijajah yah terusin ajah ...Coba Timtim diadain referendum bebas disponsorin PBB, mau lepas dari Indo apa kagak, 80-90% pasti mau lepas.
basically kan kita juga banyak menempati wilayah2 yg disengketakan cuman kebetulan ajah mayoritas ga nolak untuk ikut Rep. Indo.
banyak kok wilayah Indonesia yg disengketakan antara pemerintah Indo dengan rakyat lokal ... Aceh .. Maluku ... Irian...
ambil contoh Canada dan Quebec. Canada itu menjajah Quebec atau Quebec itu bagian dari Canada ?
di Quebec sering diadain referendum whether or not mereka mau jadi bagian dari Canada atau enggak, en buktinya majority mau tuh jadi bagian dari Canada. Plus mereka ngga ada yg dibunuh2in.
It all bogs down to "what do the (majority of the) people want?" itu kan inti dari demokrasi ...
Gua mau Indonesia dijajah lagi ... atau minimal ngebalikin sovereignitynya ke PBB ... I don't know whether it is idiotic atau genius .. tapi kalo pandangan gua ga didukung sama mayoritas bangsa Indonesia juga yah gua ga bisa maksa.
kepikBIRU
December 16, 2004, 13:36
oh gitu masalah gila?
kalo yg pengen indonesia dijajah gimana? emang yg dulu berjuang ga korban nyawa?
with all due respect buat older generation ... mereka juga mesti mikir kebutuhan generasi mendatang ... kalau terus2an negara ini di-mismanage sama pemerintahan lokal yg ngga becus dan akibatnya mengkorupsi harapan generasi masa depan. apa gunanya ?
nasionalisme tidak mengenyangkan bung!
blueduck
December 16, 2004, 13:40
kalo eloe sebelonnya liat2 tulisan gw, juga bedain mana gw bela indo ato segelintir orang yg berperan kayak punya indo.
gw nulis mengenai pimpinan2 ug ga bener, kalo itunya bener juga bukan mustahil timor timur akan senanng jadi indonesia.
gw ga tau eloe udah mikir lagi belon, knapa irak ga suka US masuk?
kalo menurut eloe semua bangsa senang dijajah US knapa banyak juga negara yg ga suka US ada di negaranya?
apa pikiran mereka salah?
apa mereka idiot ato jenius?
kepikBIRU
December 16, 2004, 13:54
kalo pemimpinnya bener apakah timtim bisa senang masuk Indo, ini pertanyaan yg ngga bisa dijawab karena basically dari pertama kita caranya udah salah.
Imagine di singapore (somehow karena kekurangan minyak dan air) lagi perang saudara, n ada yg mau ikut Indonesia, ada yg mo balik ke Malaysia, dan ada banyak yg ingin tetap berdiri sendiri... terus tentara Indonesia masuk singapura dan membunuhi sebagian besar orang yg ingin Sg join Malaysia dan sebagian besar orang yg ingin Sg tetap merdeka.
Abis itu tentara Indonesia mengadakan referendum diujung moncong senapan tentara Indonesia dan dihitung oleh pemerintah Indonesia tanpa ada saksi2 apapun.
Biar Indonesia dipimpin sama malaikat juga cara kayak gitu bener2 salah.
gw ga tau eloe udah mikir lagi belon, knapa irak ga suka US masuk?
iraq yg mana ? Kita bisa belah Irq jadi tiga bagian:
1. pendukung Saddam dan anti US (yg bikin onar, yg ngebom2, yg bunuh2in civilian termasuk wanita pekerja sosial-humanis yg orang Iraq sendiri)
2. anti Saddam (INC, Kurdistan, org2 yg disupress oleh Saddam)
3. orang yg inginnya wareg wasis waras (kata Wiranto)
menurut perkiraan gua, palingan 20% Iraq pendukung Saddam garis keras, 20% garis keras anti Saddam, 60% sisanya. They couldn't care less sapa at the head asal mereka wareg wasis waras. Tinggal kita yg diluar itu mau denger suara yg mana ?
Sama juga kayak Afghanistan
kalo menurut eloe semua bangsa senang dijajah US knapa banyak juga negara yg ga suka US ada di negaranya?
whoa!! "semua" ?!? darimana nihh kata "semua" ... kepik cuman making case buat US Virgin Islands.
kalo menurut eloe semua bangsa senang dijajah US knapa banyak juga negara yg ga suka US ada di negaranya?
Banyak yg ga suka banyak juga yg suka :), tergantung sama maunya orang kan ? pinoy suka, taiwanese suka, south korean suka, japanese suka, saudi arabia suka ... of course di tiap2 negara itu pasti ada juga yg ga suka, as I've said before tergantung suara sapa yg kita pilih untuk dengar.
blueduck
December 16, 2004, 14:17
Originally posted by kepikBIRU
kalo pemimpinnya bener apakah timtim bisa senang masuk Indo, ini pertanyaan yg ngga bisa dijawab karena basically dari pertama kita caranya udah salah.
Imagine di singapore (somehow karena kekurangan minyak dan air) lagi perang saudara, n ada yg mau ikut Indonesia, ada yg mo balik ke Malaysia, dan ada banyak yg ingin tetap berdiri sendiri... terus tentara Indonesia masuk singapura dan membunuhi sebagian besar orang yg ingin Sg join Malaysia dan sebagian besar orang yg ingin Sg tetap merdeka.
Abis itu tentara Indonesia mengadakan referendum diujung moncong senapan tentara Indonesia dan dihitung oleh pemerintah Indonesia tanpa ada saksi2 apapun.
Biar Indonesia dipimpin sama malaikat juga cara kayak gitu bener2 salah.
gw ga mau mulai dg hal2 lain di topik ini, jadi ini posting balesan gw yg terakhir ttg hal ini.
mengenai US eloe kayaknya nutup mata (gw sama sekali ga anti US), US bukannya juga biadab (thd indian jaman dahulu?) seperti yg eloe sebutin ttg prajurit indo?
gw cuma pengen eloe jangan setengah2, setidaknya pake ukuran yg sama kalo bandingin, gitu
akhirnya gw cuma pengen sampein kalo indonesia sebaik2nya bener2 memikirkan ttg kebijakan2nya, jangan terlalu banyak aneh2, keadaan udah kritis, indonesia udah ga bisa bargain lagi, info : indonesia terpaksa harus utang lagi ke CGI USD 1 miliar lebih, dan tahun depan katanya mo genjot privatisasi, ga tau deh gimana jadinya.......
coqueline
December 16, 2004, 14:29
Ngebandingin sejarah kok antara yg terjadi taun 1970 dan 1770...
blueduck
December 16, 2004, 14:48
terserah deh.........
kepikBIRU
December 16, 2004, 15:04
-I care about the peeps not the ideology-
just because kepik makai contoh US Virgin Islands bukan berarti kepik setuju dengan semua step yg pemerintah US pernah lakukan dari jaman Indian sampe jaman George W Bush.
Mengenai US bukannya gua tutup mata, cumangak perlu semuanya gua bahas kan, yg lagi dibahas kan pertamanyapendudukan US on Virgin Islands, bukan Iraq atau Indian atau etc ... Kayaknya elu ngeliat terlalu item putih, either gua pro-US atau anti-US. Sorry dude I'm not both.
Gua anti George W. Bush karena dia kebijaksanaan ekonominya jelek abis tapi bukan berarti gua anti US. Gua pro cara US treat Virgin Islands bukan berarti gua pro dengan cara US treat Iraq atau Indians.
Gua pro-penjajahan Indonesia bukan berarti gua anti orang Indonesia.
btw gua setuju sama more privatisasi... toh udah terbukti pemerintah ngga becus ngejalanin bisnis, mendingan dijalanin swasta sapa tau lebih bagus kinerjanya.
Semakin berkurang kekuasaan pemerintah Indonesia semakin bagus.
blueduck
December 16, 2004, 16:10
Originally posted by kepikBIRU
Astagaaaa .,.. Timor Timur itu bukan dijual mas!!! Timor Timur itu negara yang kita jajah dan akhirnya mereka merdeka !! gila yah masih ada yg mikir kita memiliki Timor Timur ..ckckckck
semua orang nulis ato ngomong tentu ada dasarnya, gw tau itu, makanya gw sih berharap ga ada kata2 yg terlalu wah, gw juga tau eloe nyebut US sebagai contoh, gw juga nyebut timor timur sebagai contoh, gw harap hal ini selesai.........:)
privatisasi OK, gw berharap banget ga ada yg bocor......seperti ribut2 selama ini mengenai tokoh2 tertentu (gw ga bisa sebut).
kepikBIRU
December 16, 2004, 19:13
uhm ... ok deh
sancho
December 17, 2004, 02:59
Originally posted by kepikBIRU
negara maju bukan karena rasa nasionalis rakyatnya bang, negara maju tergantung efektifitas pemerintah untuk mendorong produktivitas rakyatnya to the max level n ngatur kontrol2 indikator2 ekonomi supaya iklimnya memungkinkan untuk rakyat2 bisa maju to the max level.
Jangan terjebak di jaman elvis gigit kuda. Nasionalisme cuman nolong kalo lagi perang doank :D
Aduh si mas :D nasionalisme itu yah fondasi agar rakyat tidak banyak demo ato memberontak. Terlebih lagi kalo rakyat tidak nationalis, contoh: kalo ada kesempatan kebanyakan orang indo yg pintar pada kabur ke negara laen yg memberi lebih. Tetapi di negara laen itu apakah mereka diterima apa adaya? apakah kalo kepintaran ato kecakapan mereka hilang, mereka kan terus didukung oleh tempat pelarian mereka?
Originally posted by kepikBIRU
Mana bisa indo nyaplok brunai tanpa nyaplok malaysia dulu. Lagian apa nolongnya Indo nyaplok brunai ? Brunai nyaplok Indo itu baru nolong kali.
Tunggu ane ngopi dulu :p Sekarang brunei itu tahap pertamanya, Untuk dapat brunei memang harus melewati malaysia. Agar tak dikecam dunia internasional maka perlu berbagi brunei, banyak negara pasti tertarik contoh deket yah arab, china, jepang, usa, dll. Skenarionya mah gampang, markas al qaeda ada di situ, malaysia kalo menghalangi yah sekalian dilibas. Singapur itu cuman bonus. Kalo malaysia dah dilibas, singapur pasti dah jinak. Sedang untuk australia, masukin aja beberapa bibit terroris dari australi ke new zealand, mereka kan pusing sendiri, dan karena dia jaraknya jauh dari negara laen, pasti pada males bantuiin. Gile kafeinnya bikin semangat :D
sancho
December 17, 2004, 03:08
oh iya bagian apa nolongnya indo nyaplok brunei?
minyak,duit,duit,duit,dan juga bisa menolong rasa nasionalisme 'orang-orang' tertentu :)
Capunk
December 17, 2004, 03:14
Originally posted by sancho
Tunggu ane ngopi dulu :p Sekarang brunei itu tahap pertamanya, Untuk dapat brunei memang harus melewati malaysia. Agar tak dikecam dunia internasional maka perlu berbagi brunei, banyak negara pasti tertarik contoh deket yah arab, china, jepang, usa, dll. Skenarionya mah gampang, markas al qaeda ada di situ, malaysia kalo menghalangi yah sekalian dilibas. Singapur itu cuman bonus. Kalo malaysia dah dilibas, singapur pasti dah jinak. Sedang untuk australia, masukin aja beberapa bibit terroris dari australi ke new zealand, mereka kan pusing sendiri, dan karena dia jaraknya jauh dari negara laen, pasti pada males bantuiin. Gile kafeinnya bikin semangat :D
lah, gmn sih, katanya tahap pertama brunei, tapi buat dapat Brunei harus ngelewatin M'sia dulu, yah itu berarti tahap pertamanya Malaysia dunks!
dan kalo kita nyerang Malaysia, apa Singapore nggak merasa terancam terus ikutan ngebantuin Malaysia?
dan gue nggak jelas hubungan antara rasa nasionalisme yang dapat dicapai kalo Indonesia sukses mengalahkan Brunei, Malaysia dan Singapore?:o
i dunno about you, tapi kalo Indo berhasil 'meng-annex' tuh 3 negara, gue nggak merasa bangga terus tiba2 bisa dapat rasa nasionalisme dan cinta gue thd Indonesia lagi :o.
Hamlet
December 17, 2004, 03:17
Buat apa caplok sana-sini. Ekonomi masih sekarat, dukungan militer gak ada. Posisi Indo ini kan masih Non-Blok. Pemerintah (mungkin) maunya ikut negara2 kapitalis buat pembenahan ekonomi. Tapi rakyatnya gak mau, maunya ke negara2 yang (condong) masih sealiran (agama).
Siapa sih sekutu terdekat Indo?
singodimedjo
December 17, 2004, 05:00
Nasionalisme tumbuh bisa dengan dua hal bagi beberapa bagian dari masyarakat:
1. Perang, mau kita yg aktif(anex) ato kita pasif(diserang)
2.Ketika pemerintah mampu MENGENYANGKAN rakyatnya, saat itu otomatis rasa cinta akan negara itu tumbuh karena rakyat merasa dirinya diperhatikan dan diperlukan oleh negara
IMHO
buat yg cara pertama gua NGGAK SETUJU banget cuz perang cuman bawa masalah
yang seharusnya dilakukan adalah cara kedua :
MENGENYANGKAN DAN BERI KEADILAN PADA RAKYAT agar wareg waras wasis
1.Ketika rakyat wareg(kenyang) waras(sehat) dan wasis(tenang/damai) maka sudah barang tentu yg menjadi pikiran rakyat adalah bagaimana mengembangkan negaranya
Bagaimana mengenyangkan rakyat?
1. BUNUH koruptor2 itu GANTUNG mreka smua
2. Bubarkan lembaga2 yg hanya menghabiskan dana APBN tanpa menghasilkan keuntungan apapun (TNI, STAN, STPDN, AKABRI dll) karena lembaga2 ini cenderung hanya menghasilkan koruptor2 dan sama sekali tidak memberikan kemajuan bagi negara, paling banter menelorkan selebriti sekelas Helmi/Tantowi yg hanya kaya buat dirinya sendiri :lol:
3. Keluar dari IMF, mlarat dan lapar dulu untuk kemandirian sendiri demi berdikarinya bangsa
4. subsidi sektor pokok
yah menurut gua yg krusial si nomer 1 dan nomer 2 karena keduanya lah yg paling menghabisi dana APBN negara
singodimedjo
December 17, 2004, 05:05
Originally posted by Hamlet
Buat apa caplok sana-sini. Ekonomi masih sekarat, dukungan militer gak ada. Posisi Indo ini kan masih Non-Blok. Pemerintah (mungkin) maunya ikut negara2 kapitalis buat pembenahan ekonomi. Tapi rakyatnya gak mau, maunya ke negara2 yang (condong) masih sealiran (agama).
Siapa sih sekutu terdekat Indo?
yow setuju sekaleh buat apa caplok2!!!
caplok KORUPTOR aja lom isa mo caplok yang laen!
w juga setuju rasanya pemerintah mau ikut negara2 kapitalis, ini mungkin juga efek dari banyaknya ekonom2 yg dulunya disekolahkan ke Amrik!
Rakyat si rasanya asal wareg waras wasis!
back to topic WAMIL? NO WAY!
pemerintah uda GILA kalo ngadain WAMIL VOTE UP!
jangn lupa soal KORAMIL KODIM dkk mau dibubarin!!!<---- Yg ini gua setuju
Gantinya KODIMKORAMIL=WAMIL<---- NO THX
janissary
December 17, 2004, 16:52
kalo tujuannya bagus, gue setuju aja...masalahnya, siap gak pemuda kita.....
janissary
December 17, 2004, 16:58
nasionalisme akan bangkit kalo indonesia masuk piala dunia....
[ale]
DWibowo1.
December 17, 2004, 20:58
Originally posted by kepikBIRU
btw gua setuju sama more privatisasi... toh udah terbukti pemerintah ngga becus ngejalanin bisnis, mendingan dijalanin swasta sapa tau lebih bagus kinerjanya.
Semakin berkurang kekuasaan pemerintah Indonesia semakin bagus.
Ngga juga klo dipegang swasta itu bagus. Kalo loe cuman ngeliat dari angka2 doank sech emang iya diatas kertas bagus. Tapi terus fungsinya cuman komersil doank. Semisal perusahaan listrik apa telepon dipegang swasta, apa mau mereka buka di tempat yg terpencil yang kira2 proyek rugi ghitu? Kereta Api misalnya dipegang swasta, apa mereka bakal masih ngoperasiin kereta api kelas ekonomi yang secara operasional rugi berat itu? Apa klo misalnya Merpati dijual ke swasta mereka bakal masih mau nerbangin ke daerah2 terpencil ghitu? Pertamina misalnya diswastain, apa iya tuch perusahaan swasta bakal nyubsidi harga bensin? Bulog misalnya dihapus, mau mati semua tuch petani kalo pas harga panen anjlok.
Peran pemerintah untuk bidang sosial ghini tuch masih penting. Kita ga bisa seratus persen nyerahin semuanya ke swasta. Terus terang gwe paling ga suka dengan ide penghapusan kekuasaan pemerintah ghitu. Bukan berarti gwe lalu setuju semua perusahaan gede adalah government inc. Tapi jangan sampe kita mencontoh Argentina. Dulu Argentina mengikuti saran IMF dimana pemerintah disuruh ngejual semua perusahaan2-nya. hasil awalnya emang keliatannya bagus, ekonomi Argentina tumbuh dengan cepat. Argentina dijadiin contoh oleh IMF buat negara2 berkembang. But apa yg terjadi di awal abad 21 ini? Ekonomi Argentina collapse. Hutang menggunung, sampe2 mereka ga sanggup mbayar utangnya. Ekonomi macet. Sementara di laen pihak pemerintah sekarang udah ngga punya apa2 karena semuanya dijualin. Kita jangan cuman ngeliat US doank, lalu beranggapan apa2 yg kayak dipake US itu lalu sukses. Udah banyak tuch korbannya, kayak negara2 Latin America yg dimana perusahaan2 raksasa umumnya milik asing, sementara tetep aja rakyatnya miskin and kesenjangan sosial makin lebar. Ga heran pertemuan APEC kemaren didemo abis2-an karena ga menguntungkan rakyat America latin tapi cuman menguntungkan sebagian kecil lapisan atas and basically nguntungin negara2 kaya doank.
Yang perlu kita lakukan sekarang ini menciptakan government yg bersih. Ga semua BUMN itu jelek koq. Harus dibedain antara BUMN dengan pemerintahan (pegawai negeri). Kalo loe liat kinerja bank2 pelat merah itu labanya gedhe semua koq. Bank2 kayak BNI and BRI ghitu labanya sama dengan BCA koq. Yang perlu dilakukan sekarang cuman untuk mengurangi kebocoran aja sehingga BUMN2 di Indo bisa kinerjanya bagus kayak Renault or ElfTOTALFina or Air France milik pemerintah Perancis ghitu :)
Hamlet
December 18, 2004, 02:22
Indonesia masih punya banyak banget borok yang harus diobatin. Kemajuan ekonomi, pelaksanaan hukum, sistem pendidikan, konflik sosial, dll. Dan loe pikir/ngerasa, sekarang Indo perlu wamil, bahkan kalo perlu caplok negara tetangga buat menaikkan nasionalisme? It's such a crap. It's like a 20kg of sh_t in a 10kg-bag.
Rakyat sendiri suka mengeluh, ada aktor terkenal yang buang duit sedikit buat pesta2 aja, diprotes sana sini. Katanya gak tenggang rasa. Lantas ini wamil tenggang rasa yah?
kepikBIRU
December 18, 2004, 13:35
Peran pemerintah untuk bidang sosial ghini tuch masih penting. Kita ga bisa seratus persen nyerahin semuanya ke swasta. Terus terang gwe paling ga suka dengan ide penghapusan kekuasaan pemerintah ghitu. Bukan berarti gwe lalu setuju semua perusahaan gede adalah government inc. Tapi jangan sampe kita mencontoh Argentina. Dulu Argentina mengikuti saran IMF dimana pemerintah disuruh ngejual semua perusahaan2-nya. hasil awalnya emang keliatannya bagus, ekonomi Argentina tumbuh dengan cepat. Argentina dijadiin contoh oleh IMF buat negara2 berkembang. But apa yg terjadi di awal abad 21 ini? Ekonomi Argentina collapse. Hutang menggunung, sampe2 mereka ga sanggup mbayar utangnya. Ekonomi macet. Sementara di laen pihak pemerintah sekarang udah ngga punya apa2 karena semuanya dijualin.
There's more to the story than that ... seinget kepik Argentina itu peg mata uangnya ke US dollar jadi enggak berubah2 ... Jadi dari luar keliatannya ekonominya bertumbuh pesat ... waktu US economy anjlok -> ekonomi Argentina ikut2an anjlok. I think kasus Argentina itu the first of its kind yah ?
abis itu makanya skrg China lagi mikir2 untuk lepas pegnya dengan US dollar.
Privatisasi memang ngga selalu sukses. kepik juga ngga nyaranin total privatization saat ini .. tapi mungkin mesti perlahan2 saham pemerintah di BUMN2 harus dilepas ke publik.
blueduck
December 18, 2004, 19:29
kalo mau privatisasi harus hati2, jangan sampai yg borok ga kebuang :
1. bidang konstruksi mending dibuang aja, mahal ato murah buang aja :
- krn kebanyakan sumber borok, seandainya bagus tetap aja dijual, krn pemerintah ga ada kepentingan utk konstruksi sekarang (krn dulu memang perlu BUMN, krn kontraktor swasta belon berkembang), perlu kontraktor lempar ke swasta
2. industri, liat mana yg masih bagus dan bisa berkembang, dan yg penting yg tidak menyangkut rakyat banyak
3. bidang keuangan, seperti kata ACham, kalo bagus jangan dijual
dll
4. pertambangan (ga ada komentar)
Mr_Yellow
January 10, 2005, 20:43
mana kok jadi diem???
Mr_Yellow
January 10, 2005, 21:09
dah dibilang... percuma aja poling neh... apa gunanya...????
platinum
January 11, 2005, 08:29
utk apa wamil, toh jumlahnya tentara dah cukup banyak kok, emangnya mo perang ma sapa
vBulletin® v3.8.2, Copyright ©2000-2013, Jelsoft Enterprises Ltd.